Sei sulla pagina 1di 11

INFEKSI DENGUE DENGAN

MANIFESTASI SINDROM DYSPEPSIA

dr. H.Taufik M. Waly, Sp.PD

Presentan :
Prof. Dr. dr. Almer Belami, Sp.PD
Prof. Dr. dr. Nanda Ayu R., Sp.PD
KASUS 1
tn. R 64 tahun
mual-mual dan muntah terus menerus sejak 1 hari
sebelum masuk rumah sakit. Sakit-sakit pada
persendian, perut perih. Tidak ada demam. Pergi ke
dokter dianjurkan dirawat. Tidak ada riwayat sakit
maag.
Pemeriksaan fisik tanggal 8 februari 2011
Tensi : 110/70, nadi : 100 x/menit, RR : 22 x/menit, S :
36,5 ᵒC , nyeri tekan pada daerah epigastrium.

Laboratorium :
Hb : 15,6 mg/dl, leukosit : 7.300 /mm, Trombosit :
171.000 /mmᵌ, Ht : 46 gr%, , diff : 0/0/0/76/13/1, LED:
15
Visit tanggal 9 Februari 2011
• MASIH ADAKAH KEMUNGKINAN SINDROM
DISPEPSIA ec DENGUE INFECTION ???
Masih, berdasarkan :
1. Rendahnya limfosit danmonosit count. Limfosit dari
sirkulasi bergerak ke timus,untuk berubah menjadi
sel limfosit B dan limfosit T. Kemudian sel tersebut
masuk ke sistim retikulo endotelial. Monosit rendah,
karenakerusakan akibat terinfeksi virus ( merupakan
sel target dari virus dengue).
2. Tidak adanya panas merupakan hal yang biasa pada
usia tua (>60 tahun), yang terkena infeksi virus
ataupun bacterial.
3. Sindrom dyspepsiamerupakan gejala klinik yang
sering terjadi pada infeksi Dengue.
4. Untuk orang Indonesia >60 tahun Hb > 15 gr%, Ht
>45 gr% harus dicurigai adanya plasma leakage.

Berdasarkan hal tersebut dilakukan cek ulang Hb paket


pada tanggal 9/2/11 dan didapatkan trombositopenia
( hb : 15,7, Le : 6.500, tr : 124.000, E : 4,5 jt/ mmᵌ, Ht :
44 gr%, diff count : 0/0/0/90/8/2 ).
Diagnosa : Dengue infection with warning sign hari ke 1.

Terapi :
Metilprednisolon injeksi 1 x 125mg
Omeprazole injeksi 1 x 40mg
Ondansentron injeksi 3 x 8 mg
Infus 2 jalur : 1. RL 500cc/ 6 jam
2. Nutrisi infus (aminofluid 500cc/ 12 jam
selama pasien susah makan.
Instrukasi :
• Cek tensi setiap 3 jam, bila sistolik < 100 guyur RL
500 cc dan bila tidak naiklapor dokter jaga.
• Pasien pulang setelah 3 hari perawatan tanpa keluhan
dan laboratorium normal.
Terapi yang diberikan saat pulang :
• Metilprednisolon tablet 16mg sebanyak 5 tablet : 2-2-
1 p.c ( BB : 50 kg ) diberikan selama 1 hari.
• Omeprazole tablet 40 mg 1 x 1 selama 3
• Ondansentron tablet 4 mg 3 x 1 hari
2. Tn B ( 80 tahun )
Datang ke RS tanggal 3 maret 2011 pkl. 22.00 WIB, oleh karena badan panas
sejak pagi hari ( pkl 19.00 wib pagi ). Pasien tanggal 27/2/2011 s/d 28/2/2011
baru saja di rawat di RS oleh karena sindrom dyspepsia dan hipertensi.

Pulang dari RS dengan obat-obatan :


Amlodipine tablet 1x5
Omeprazole capsul 1x40 mg
Ondansetron tablet 2x4 mg
Clobazam 1x1 ( malam )

Jadi pasien ini baru 3 hari di rumah telah di rawat kembali.

Pemeriksaan fisik tgl 3/3/2011 di IGD :

Tensi : 150/80, Nadi : 100x/menit, RR : 22x/menit, S : 38,6 ° C, Rumple leed ( +


)
Laboratorium :
Hb : 14,4 mg/dl, leukosit : 13.200/ mm³, trombosit : 136.000/ mm³,
eritrosit : 5,1 jt/mm³, Ht : 43 gr %, diff count : 0/0/1/94/5/0

Dengue Blot : igG ( + )


igM ( - )
Diagnosa : Dengue infection with warning signs dengan panas hari ke
nol Laboratorium pada saat pertama kali dirawat ( Pemeriksaan
Rumple leed tidak dilakukan )

Tangga 27/2/2011 tanggal 28/22/2011

Hb : 11,8 Hb : 12,9
L : 6800 L : 8.000
E : 4 jt E : 4,4 jt
Ht : 34 Ht : 36
Dfe : 0/0/0/70/22/8 Dfe : 0/0/0/72/21/17
Tr : 164.000 Tr : 152.000
Diskusi :

Pada tanggal 27/2/11 saat trombosit 164.000 seharusnya dilakukan


pemeriksaan Rumple leed ( RL ). Terlebih lagi pada saat trombosit jatuh
menjadi 152.000 pada tanggal 28/2/11. walaupun demikian, meskipun tidak
dilakukan pemeriksaan RL atau RL dianggap ( - ), diagnosa probable Dengeu
dengan sindrom dyspepsia tidak dapt disingkirkan. Hal ini berdasarkan adanya
penurunan trombosit mendekati 150.000 dan sindrom dyspepsia hebat yang
merupakan suatu hal yang biasa terjadi pada infeksi virus Dengue. Dengan
dasar itu pasien seharusnya disarankan untuk tidak pulang dulu selama
minimal 3 hari lagi ( sampai hari ke 5 sakit ) dan langsung diberikan
metilprednisolon injek 1 x 125 mg ( walaupun pasien mengeluh sindrom
dyspepsia hebat ). Pasien pun seharusnya baru dipulangkan bila trombosit >
160.000 atau mendekati trombosit pada saat masuk selama 2 hari berturut-
turut dan tidak ada panas. Bila pasien tetap minta pulang, padahal trombosit
belum naik s/d 160.000 berikan metilprednisolon oral 1,5 mg / kg BB/ hari
dengan dosis terbagi 2-3 kali pemberian dan berikan juga acid pump inhibitor
dan anti emesis. Pada pasien ini tidak diberikan metilprednisolon karena
dokter terfokus pada sindrom dispepsianya dan belum didapatkannya
limposit dan monosit count yang rendah.
Terimakasih