Sei sulla pagina 1di 35

PERBANDINGAN MALARIA

2014 DAN 2015


Pembimbing : dr. Renny Hariyati Bagus, Sp.A
Oleh : Diana Adelaida Kandami, S.Ked
Hoberthina Punyanan, S.Ked
Maria Lidia Simat, S.Ked
Muhammad Hamka Wijaya Balulu. S.Ked
Wilhelmus Febrianto Parumpa, S.Ked
BAB I
PENDAHULUAN
• Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat
yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok
risiko tinggi

• Global Malaria Programme (GMP) pengamatan, monitoring


dan evaluasi, serta diperlukan formulasi kebijakan dan strategi
yang tepat
GMP
 Riskesdas 2010
2009

Plasmodium vivax
55,8%
 86,4% plasmodium
Plamodium
falsiparum
falsifarum dan Plasmodium vivax 6,9%
plasmodium vivax tdk
dilaporkan
Menurut karakteristik umur
 Period prevalence
 > 15 thn (10,8%)
 1-4 thn (10,7%)

 Point prevalence tertinggi  < 1 thn (8,2%)

 5-9 thn (0,9%)


 1-4 thn (0,8%)
 < 1 thn (0,3%)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI & ETIOLOGI

 Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa genus


plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina.

5 macam spesies  Plasmodium falciparum,


Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium
malariae dan Plasmodium knowlesi.
JENIS MALARIA

 Malaria falsiparum
Malaria vivaks
Malaria ovale
Malaria malariae
Malaria knowlesi
GEJALA MALARIA
Anamnesis  Pemeriksaan fisik
 Demam akut (paroksisimal)  Suhu tubuh aksiler > 37,5 °C
 Menggigil  Konjungtiva atau telapak
tangan pucat
 Berkeringat
 Sklera (mata) ikterik dan
 Sakit kepala, mual, muntah,
pembesaran limpa
diare dan nyeri otot atau pegal- (splenomegali)
pegal.
 Pembesaran hati
(hepatomegali)

RIWAYAT
sakit malaria/minum obat malaria, berkunjung ke daerah
endemis/tinggal di daerah endemis
Pemeriksaan laboratorium

Sediaan Darah • Ada tidaknya parasit malaria (positif atau


(SD) tebal dan negatif),spesies dan stadium
tipis plasmodium,kepadatan parasit

Rapid
Diagnostic Test/
RDT) • deteksi antigen parasit malaria
• Pemeriksaan dengan rapid diagnostic test tidak
digunakan untuk mengevaluasi pengobatan
MANIFESTASI KLINIS MALARIA

• Demam

• Menggigil

• Berkeringat
Keterangan Gebrak Malaria 2014 Guideline WHO 2015
Gangguan kesadaran atau + +
koma GCS < 11 pada orang dewasa
atau Blantry Coma score
kurang dari 3 pada anak

Kelemahan otot (tak bisa + +

duduk/berjalan tanpa bantuan) kelemahan umum yang


menyebakan seseorang tidak
dapat duduk, berrdiri atau
berjalan tanpa bantuan.

Tidak bisa makan dan minum + -

Kejang berulang lebih dari dua + +


episode dalam 24 jam Kejang Multipel
Sesak napas, Respiratory + +
Distress ( pernafasan asidosis)
Keterangan Gebrak Malaria 2014 Guideline WHO 2015

Gagal sirkulasi atau syok: + +


tekanan sistolik <70 mm Hg CRT ≤ 3”,
(pada anak: < 50 mmHg dekompesasi syok : sistolik
<80 mm Hg pada orang
dewasa,
pada anak: < 70 mmHg,

Ikterus disertai adanya + +


disfungsi organ vital plasma atau serum bilirubin
>50 µmol/L ( 3 mg/ds),
dengan jumlah parasit lebih
dari 100.000 µmol /L

Black Water Fever + -


Keterangan Gebrak Malaria 2014 Guideline WHO 2015
Perdarahan Perdarahan spontan Perdarahan rekuren atau
perdarahan yang
berkepanjangan dari hidung,
gusi, atau vena pucture;
hematemesis, atau melena.

Edema Paru (secara + +


radiologi) saturasi kurang dari 92%
dengan frekuensi nafas lebih
dari 30x/menit, sering
dengan krepitasi pada
auskultasi
Gambaran Laboratorium Gebrak Malaria 2014 Gebrak Malaria 2015
Hipoglikemia: gula darah < + +
40 mg % kurang dari 2,2 mmol /L
Keterangan Gebrak Malaria 2014 Guideline WHO 2015

Asidemia (pH : <7,25) atau + +


asidosis (bikarbonat plasma < 15 tingkat plasma laktat lebih atau
mmol/L sama dengan 5 mmol/L.

Anemia berat (Hb < 5 gr% atau + +


hematokrit <15%) Hemoglobinuri pada anak , 12 tahun ( kurang dari
7 gr/ds dan hematokrit <20%)
dengan jumlah parasit > 10.000

Hiperparasitemia + +
di daerah endemis rendah : > 2 % plasmmodium palcifarum 10
atau > 100.000 parasit/uL; daerah
endemis tinggi > 5% atau >250.000
parasit/uL
Keterangan Gebrak Malaria 2014 Guideline WHO 2015

Gangguan Ginjal + +
Gagal ginjal akut (urin < Gangguan ginjal ;
0,5 ml/kgBB/jam dalam plasma aratau serum
6 jam) keratinin > 265 mmol/L
( 3 mg/ds) atau urea
darah >20 mmol/L.
 Pengobatan Malaria Berat
Pengobatan malaria berat di Puskesmas / Klinik non
Perawatan

Rujukartemeter intramuskular dosis awal


(3,2mg/kgbb)

Pengobatan malaria berat di Puskesmas/Klinik Perawatan


atau Rumah Sakit

Artesunat intravena merupakan pilihan utama. Jika tidak


tersedia dapat dberikan artemeter intramuskular atau
kina drip.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor
5 Tahun 2014
Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Pengobatan Malaria Falsiparum


Lini pertama:
dengan Fixed Dose Combination = FDC yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) +
Piperakuin (DHP) tiap tablet mengandung 40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg
Piperakuin.

Pengobatan malaria falsiparum yang tidak respon terhadap pengobatan DHP.


Lini kedua:
Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/ hari
selama 7 hari), Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari (dewasa, 2x/hr selama7 hari), 2,2
mg/kgBB/hari ( 8-14 tahun, 2x/hr selama7 hari), Tetrasiklin = 4-5 mg/kgBB/kali (4x/hr
selama 7 hari).
pengobatan malaria vivax pengobatan malaria falciparum tanpa komplikasi
dan ovale

lini pertama: dihydroartemisinin (dha) + piperakuin (dhp), diberikan peroral satu


kali per hari selama 3 hari,primakuin= 0,25mg/kgbb/hari (selama 14 hari).
pengobatan malaria vivax yang tidak respon terhadap pengobatan dhp.
lini kedua: kina + primakuin. dosis kina = 10 mg/kgbb/kali (3x/hr selama 7 hari),
primakuin = 0,25 mg/kgbb (selama 14 hari).
pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh):

Pengobatan Malaria Malariae


Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama dengan
pengobatan malaria lainnya dan dengan dosis sama dengan pengobatan malaria
lainnya dan tidak diberikan Primakuin.
pengobatan infeksi campuran antara malaria falsiparum dengan malaria vivax/malaria
ovale dengan DHP
pada penderita dengan infeksi campuran diberikan dhp 1 kali per hari selama 3 hari, serta dhp 1
kali per hari selama 3 hari serta primakuin dosis 0,25 mg/kgbb selama 14 hari.

Pengobatan malaria pada ibu hamil

Trimester pertama diberikan Kina tablet 3x 10mg/ kg BB + Klindamycin 10mg/kgBB selama 7


hari. Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet selama 3 hari.

Pencegahan/profilaksis

Doksisiklin 1 kapsul 100 mg/hari diminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah
keluar/pulang dari daerah endemis.
Dosis rekomendasi untuk dihidroartemisin + piperaquine pada anak-anak

Anak-anak kurang dari 25 kg diterapi dengan dihydroartemisin + piperaquine harus mendapat


paling sedikit dihidroartemisin 2,5 mg/kgBB/hari dan piperaquin 20 mg/kgBB/hari selama 3 hari.

Pengobatan pada ibu hamil trimester pertama

Pengobatan malaria falciparum tanpa komplikasi pada ibu hamil trimester pertama diberikan
Quinin + clindamicyn selama 7 hari.

Pengobatan pada bayi kurang dari 5 kg

Pengobatan malaria falciparum tanpa komplikasi pada bayi < 5 kg diberikan sama dengan dosis
target pada bayi dengan berat 5 kg.
KESEIMPULAN
 Malaria terdiri dari malaria dengan komplikasi dan tanpa
komplikasi.
 Keduanya memiliki pengobatan masing-masing untuk
malaria dengan plasmodium falciparum, vivax, ovale, dan
malariae.
 Pengobatan terbaru menurut WHO yang membedakan
dengan pengobatan menurut sumber Gebrak malaria tahun
2014 yaitu:
 Kontrandikasi pemberian primakuin sebelumnya (Gebrak
2014) pada bayi kurang dari 1 tahun sedangkan menurut
WHO tahun 2015, konraindikasi pemberian primakuin
pada bayi kurang dari 6 bulan