Sei sulla pagina 1di 13

Assalamualaikum

Pengumpulan Data

Kelompok 5 :
Rosita Darma Yulianti 15061073
Okta Triyudi 15061049
Wadri Saputra 15061052
Weno Mandala S 15061076

Penelitian Terapan
Pengumpulan data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar


untuk memperoleh data yang diperlukan. Teknik pengumpulan
data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki
kredibilitas tinggi, dan sebaliknya.
Teknik Pengumpulan data terbagi atas :

1. Teknik pengumpulan data kualitatif


Data kualitatif adalah naratif, dengan kata lain, data itu sendiri
adalah kata-kata. "Kata-kata" ini dapat muncul dalam bentuk
transkrip wawancara, catatan pengamatan, jurnal, transkripsi
audio atau videotape, atau sebagai dokumen, catatan, atau
laporan yang ada. Data kualitatif selalu terdiri dari deskriptif dan
akun narasi.
Penelitian Terapan
Observasi

Wawancara
Teknik Karakter
Pengumpulan Jurnal  Ketepatan
Data  Kredibiliti
Kualitatif  ketegasan
Dokumen Dan Arsip
Teknik
Pengumpulan
Data
Tinjauan,keusioner,dan
Teknik skala penilaian
Pengumpulan Karakter
Data Daftar periksa  keabsahan
Kuantitatif  keandalan
Tes Dan Instrumen
Lainnya
Teknik-teknik pengumpulan Data kualitatif terbagi atas :

 Observasi
Istilah observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti “melihat”
dan “memperhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan
memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan
mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut
 Interviews (wawancara)
Sebuah alternatif untuk mengamati orang adalah langsung
mengajukan pertanyaan kepada mereka. Ini dapat dilakukan dengan
beberapa cara. Wawancara adalah percakapan antara guru-peneliti dan
peserta dalam studi di mana guru mengajukan pertanyaan kepada peserta
(Schmuck, 1997).
 Journals (jurnal)
Jurnal adalah sebuah laporan penelitian tentang hasil penelitian
yang telah dilakukan secara ilmiah. Data-data dalam jurnal dapat disimpan
oleh guru dan siswa dan memberikan informasi yang berharga ke dalam
cara kerja kelas (Mills, 2003).

Penelitian Terapan
Karakteristik Data Kualitatif:

Karakterisik data kualitatif terbagi atas :

 Akurasi atau ketepatan

 Kredibilitas

 Keteguhan (dependability)

Penelitian terapan
Teknik pengumpulan data kuantitatif

Berbeda dengan data kualitatif,data kuantitatif adalah


numerik Apapun yang bisa di ukur (yaitu, dihitung, dijumlahkan,
diklasifikasikan, diberi peringkat, dll.) dapat dianggap sebagai data
kuantitatif.
Namun Ini tidak hanya mencakup item yang dapat dihitung
tetapi juga peringkat dari perasaan, sikap seseorang ,minat, atau
persepsi pada semacam skala numerik. teknik Pengumpulan data
kuantitatif termasuk survei, kuesioner, daftar periksa, dan skala
penilaian, serta tes dan jenis instrumen pengukuran yang lebih
umum lainnya. Secara umum, teknik pengumpulan data kuantitatif
lebih efisien, karena Anda dapat mengumpulkan data dari banyak
individu-als secara bersamaan. Namun, kedalaman data itu tidak
dapat dibandingkan dengan yang dihasilkan dari penggunaan teknik
kualitatif.

Penelitian terapan
Teknik pengumpulan data kuantitatif ada 3 yaitu :

1. Survei, Kuesioner, Dan Skala Penilaian


2. Daftar Periksa
3. Tes Dan Instrumen Lainnya

 Survei Dan Kuesioner dan Skala


Istilah "survei" mengacu pada kelompok jenis teknik
pengumpulan data kuantitatif yang melibatkan administrasi
serangkaian pertanyaan atau pernyataan kepada sampel orang. Survei
dapat diberikan secara lisan yang kemudian menjadi sejenis
wawancara, meskipun hasilnya data bersifat numerik, bukan naratif
atau dalam bentuk tertulis. Survei yang dikelola diformulir tertulis, di
mana peneliti meminta peserta untuk menjawab serangkaian
pertanyaan atau menanggapi untuk serangkaian pernyataan dan
kemudian mengembalikannya ke peneliti, secara khusus dikenal
sebaga pertanyaan administrasi.

Penelitian Terapan
 DAFTAR PERIKSA

Daftar periksa adalah daftar perilaku,


karakteristik, keterampilan, atau entitas lain yang
ingin diteliti seorang peneliti (Johnson, 2008; Leedy
& Ormrod, 2005). Perbedaan utama antara daftar
periksa dan survei atau skala peringkat adalah daftar
periksa yang menyajikan hanya serangkaian pilihan
respons dikotomis, sebagai kebalikan dari semacam
kontinum.

Penelitian Terapan
TES DAN INSTRUMEN FORMAL LAINNYA

Tes apakah itu tes standar atau tes sekolah yang


dikembangkan oleh guru dapat juga digunakan sebagai
sumber data kuantitatif. Penting untuk menyadari
bahwa instrumen pengumpulan data “formal” ini juga
akan dianggap sebagai “catatan yang ada,” karena
mereka diberikan kepada siswa sebagai bagian reguler
dari instruksi kelas dan akuntabilitas tingkat
kabupaten.

Penelitian Terapan
Karakteristik Data Kuantitatif:

 Keabsahan

Keabsahan adalah kualitas penting dalam data penelitian


kuantitatif dan berkaitan dengan apakah data itu, pada
kenyataannya, apa yang mereka yakini atau konon dengan kata lain,
apakah kita benar-benar mengukur apa yang akan kita ukur,
berdasarkan pada fokus penelitian

 Keandalan

Keandalan data kuantitatif biasanya ditetapkan dengan


menghubungkan hasil dengan diri mereka sendiri atau dengan
ukuran kuantitatif lainnya. Tiga metode berbeda digunakan — tes-
tes ulang, formulir ekuivalen, dan konsistensi internal.

Penelitian Terapan
1. Konsistensi internal
adalah perkiraan statistik dari reliabilitas tes yang diberikan
hanya sekali. Untuk alasan ini, jenis perkiraan keandalan ini sangat
berguna bagi guru kelas yang melakukan penelitian.
Salah satu formula konsistensi internal termudah untuk digunakan
adalah rumus Kuder-Richardson 21 (juga dikenal sebagai KR-21).
Statistik yang dihasilkan akan berkisar dari 0,00 hingga 1,00; semakin
dekat nilainya menjadi 1,00, semakin andal data Anda. Rumus untuk
menghitung konsistensi internal KR-21 adalah

r = (K)(SD)2 −M(K −M) (SD)2(K −1)

Dimana r adalah indeks reliabilitas, K adalah jumlah item pada tes atau
instrumen, M adalah rata-rata atau skor rata-rata, dan SD adalah
standar deviasi dari skor.

FISIKA TEKNIK
validitas dan reliabilitas sebagai dua konsep yang
berbeda, tetapi pada kenyataannya mereka berbagi hubungan
penting (Mertler & Charles, 2008). Nilai yang diperoleh dari
instrumen dapat diandalkan (konsisten) tetapi tidak valid
(mengukur sesuatu selain dari yang dimaksudkan). Sebaliknya,
skor tidak dapat menjadi valid dan tidak dapat diandalkan — jika
skor mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur, itu tersirat
bahwa peneliti akan melakukannya secara konsisten.
Oleh karena itu, keandalan adalah kondisi yang
diperlukan, tetapi tidak cukup, untuk validitas. Ketika
menetapkan validitas dan reliabilitas data penelitian Anda, selalu
ingat pepatah berikut: Tes yang valid selalu dapat diandalkan,
tetapi tes yang andal belum tentu valid (Mertler & Charles,
2008).

Penelitian Terapan
FISIKA TEKNIK