Sei sulla pagina 1di 14

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

PEMBELAJARAN ERA DISRUPTIF MENUJU MASYARAKAT 5.0


(Sebuah Telaah Perspektif Manajemen Pendidikan)

Suryadi
Universitas Negeri Jakarta
Email: suryadi@unj.ac.id

Abstract— The industrial revolution 4.0 era is recognized as the disruptive era.
The occurrence of this era has brought about benefits as well as impacts on the
erosion of human values. To reduce the negative impact and at the same time to
maximize its benefits, scientists in the world led by Japanese scientists, offer the
concept of society 5.0. This article aims to analyze the essence of learning in a
disruptive era towards community 5.0 from the educational management
perspective. The approach carried out through a review of library materials,
national education policy documents, publication of research results and opinions
of world leaders, examines the concept of the industrial revolution development
from the start, carrying on to the industrial revolution 4.0, until the emergence of
the idea of building a society 5.0. The research finding shows the need to increase
the role of technology in the 4.0 industrial revolution in order to build a more
prosperous and civilized order of human life. Especially for Indonesian people, it is
necessary to adapt relevant learning patterns, so that they are ready to enter the
era of the industrial revolution 4.0 and society 5.0. From the perspective of
education management, education reform policies in eight national education
standards need to be strengthened in their implementation. A new paradigm in
education management based on information technology and artificial intelligence
needs to be fostered to support the implementation of learning systems in the era
of the industrial revolution 4.0.

Key Words— Industrial Revolution, Society 5.0, Educational Management

Abstrak— Era revolusi industri 4.0 dikenal juga dengan istilah era disruptif.
Kehadiran era ini menimbulkan manfaat dan juga dampak terhadap tergerusnya
nilai-nilai kemanusiaan. Untuk mengurangi dampak negatif dan sekaligus
mengotimalkan manfaatnya, para ilmuwan di dunia yang dipelopori oleh ilmuwan
Jepang, menawarkan konsep masyarakat 5.0. Artikel ini bertujuan untuk
menganalisis esensi pembelajaran di era disruptif menuju masyarakat 5.0 dalam
perspektif manajemen pendidikan. Pendekatan dilakukan melalui telaah terhadap
sejumah bahan pustaka, dokumen kebijakan pendidikan nasional, publikasi hasil
penelitian dan pendapat para tokoh dunia, yang mengkaji konsep perkembangan
revolusi industri tahap awal sampai dengan revolusi industry 4.0, sampai
munculnya gagasan membangun masyarakat 5.0. Hasil studi menunjukkan,
perlunya meningkatkan peran teknologi dalam revolusi industry 4.0 untuk
membangun tatanan kehidupan manusia yang lebih sejahtera dan beradab,
sebagaimana ditunjukkan dalam model masyarakat 5.0. Secara khusus untuk
masyarakat Indonesia, perlu menyesuaikan pola pembelajaran yang relevan, agar
siap memasuki era revolusi industry 4.0 dan masyarakat 5.0. Dalam perspektif
manajemen pendidikan, kebijakan reformasi pendidikan dalam delapan standard
nasional pendidikan perlu mendapat penguatan dalam implementasinya. Perlu
dibangun paradigma baru manajemen pendidikan yang berbasis teknologi
informasi dan kecerdasan buatan, untuk mendukung terselenggaranya system
pembelajaran di era revolusi industry 4.0.

Keywords— Revolusi Industri, Society 5.0, Manajemen Pendidikan

—————————— ——————————

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


16
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan Pendidikan 4.0, Anwar Nadiem Makarim,
terencana untuk mewujudkan suasana belajar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
dan proses pembelajaran agar peserta didik (Mendikbud) menyampaikan sambutan pada
secara aktif mengembangkan potensi dirinya puncak peringatan hari Guru Nasional 2019
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, dan Hut ke-74 PGRI, ”Guru Penggerak
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, Indonesia Maju, wujudkan Sumber Daya
akhlak mulia, serta keterampilan yang Manusia yang Unggul” 3. Peningkatan Sumber
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Daya Manusia dalam persaingan di kancah
negara. 1. Selanjutnya, 2
CEO Alibaba Group, internasional di saat ini ada dua prioritas
Jack Ma dalam pertemuan tahunan World yakni; pertama, proses penggunaan,
Economic Forum menyatakan bahwa pembelajaran dan pencetakan karakter
Pendidikan adalah tantangan besar abad Ini, mahasiswa di dalam perguruan tinggi. Kedua,
jika tidak mengubah cara mendidik dan pendidikan Indonesia harus mulai merdeka
belajar-mengajar, maka 30 tahun mendatang dalam belajar dan menjadikan guru sebagai
kita akan mengalami kesulitan besar. penggerak.
Pendidikan dan pembelajaran yang sarat Dari kedua pernyataan di atas, dapat
dengan muatan pengetahuan disimpulkan bahwa dalam menjalankan
mengesampingkan muatan sikap dan proses Pendidikan tidak hanya berfokus
keterampilan sebagaimana saat ini kepada kecerdasan buatan (artificial
terimplementasi akan menghasilkan peserta intelligence) melalui konektivitas di segala hal,
didik yang tidak mampu berkompetisi dengan tetapi juga berfokus kepada komponen
mesin. manusia sebagai motor penggerak
Saat ini, kita menghadapi revolusi Pendidikan. Hal tersebut tanpa kita sadari,
industri ke empat yang dikenal dengan Pendidikan kita saat ini sudah masuk kedalam
Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan era era society 5.0, dimana era ini menawarkan
inovasi disruptif, di mana inovasi ini masyarakat yang berpusat pada
berkembang sangat pesat, sehingga mampu keseimbangan. Dimana Internet bukan hanya
membantu terciptanya pasar baru. Inovasi ini sebagai informasi melainkan untuk menjalani
juga mampu mengganggu atau merusak kehidupan, sebuah era di mana semua
pasar yang sudah ada dan lebih dahsyat lagi teknologi adalah bagian dari manusia itu
mampu menggantikan teknologi yang sudah sendiri dan perkembangan teknologi dapat
ada. meminimalisir adanya kesenjangan pada
Dalam konteks Pendidikan, juga bisa manusia dan masalah ekonomi pada
disebut “Era Pendidikan 4.0”, dimana era ini kemudian hari.
merupakan tantangan yang sangat berat Menurut Menurut Kantor Kabinet
dihadapi pendidik. Terkait dengan era Jepang, Society 5.0 didefinisikan sebagai

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


17
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

sebuah masyarakat yang berpusat pada METODE PENELITIAN


manusia yang menyeimbangkan kemajuan Penelitian ini menggunakan metode
ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial deskriptif analisis, mengkaji bahan pustaka,
melalui sistem yang mengintegrasikan ruang publikasi hasil penelitian, pendapat tokoh-
maya dan ruang fisik. 4. tokoh dunia yang membahas konsep Revolusi
Lantas mengapa muncul era society Industry sejak awal sampai dengan revolusi
5.0?. kajian terhadap era revolusi industri 4.0 industry 4.0, sampai munculnya gagasan
yang dinilai berpotensi dalam mendegradasi masyarakat 5.0. Analisis data dilakukan
peran manusia membuat Jepang melahirkan melalui model Miles and Huberman.
sebuah konsep yaitu Society 5.0. Melalui
HASIL DAN PEMBAHASAN
konsep ini diharapkan membuat kecerdasan
Sepanjang sejarah,peradaban manusia,
buatan akan mentransformasi big data yang
revolusi industry sudah terjadi empat kali. Hal
dikumpulkan melalui internet pada segala
tersebut, disampaikan oleh European
bidang kehidupan menjadi suatu kearifan
5
Parliamentary Research Service dalam .
yang baru, dengan harapan untuk
Lembaga ini juga mendefinisikan revolusi
meningkatkan kemampuan manusia dalam
industry.
membuka peluang-peluang bagi manusia.
1. Revolusi Industri
Bertujuan menciptakan masyarakat di
Perubahan yang signifikan pada bidang
mana dapat menyelesaikan berbagai
perekonomian, yang terjadi pada abad-18
tantangan sosial dengan memasukkan inovasi
dimulai pada tahun 1784, dimana kegiatan
revolusi industri 4.0 (misal IoT, data besar,
ekonomi agraris berubah dengan cepat
kecerdasan buatan (AI), robot, dan berbagi
masuk pada ekonomi industri yang
ekonomi) ke dalam setiap industri dan
menggunakan mesin dalam mengolah bahan
kehidupan sosial.
mentah menjadi bahan siap pakai. Pada masa
Dengan melakukan hal itu, masyarakat
itu telah ditemukan mesin uap yang kemudian
masa depan akan menjadi masyarakat di
juga digunakan untuk proses produksi bahan
mana nilai-nilai dan layanan baru diciptakan
secara masal. Perubahan yang begitu cepat
terus-menerus, membuat kehidupan manusia
dari ekonomi agraris ke ekonomi industry,
lebih selaras dan berkelanjutan. Ini adalah
sering disebut sebagai era revolusi industry
Masyarakat 5.0, masyarakat yang super
1.0.
cerdas. Jepang akan memimpin untuk
Selanjutnya pada tahun 1870, ilmu
mewujudkan ini di depan negara-negara lain
pengetahuan semakin berkembang, ditandai
di dunia.
dengan adanya penemuan tenaga listrik
Makalah ini bertujuan untuk menelaah
sekitar abad ke-20. Hal ini memberikan
dari perspektif manajemen Pendidikan
perubahan pada sistem industri yang semula
tentang pembelajaran era disruptif menuju
hanya menggunakan mesin untuk produksi
masyarakat 5.0.
masal, kini telah diganti dengan
menggunakan tenaga listrik dan juga mampu

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


18
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

menciptakan ban berjalan, era ini disebut pemasok, perusahaan, teknologi, lembaga
sebagai era revolusi industry 2.0. Hal ini pemerintah, Universitas dan laboratorium
semakin membuat percepatan ekonomi dan yang memiliki tujuan untuk memajukan cara
juga pengurangan jumlah tenaga kerja berpikir Revolusi Industri 4.0.
manusia. Revolusi industri digital yang baru ini
Revolusi indutri 3.0 atau juga disebut menjanjikan peningkatan fleksibilitas di bidang
revolusi ketiga dimulai sekitar tahun 1969- manufaktur, kustomisasi massal, peningkatan
1970, dipicu oleh munculnya mesin yang kecepatan, kualitas yang lebih baik, dan
dapat bergerak dan berpikir secara otomatis, peningkatan produktivitas. Namun untuk
yaitu computer dan robot. mendapatkan manfaat ini, perusahaan perlu
Selanjutnya mulai tahun 2011, berinvestasi dalam peralatan, teknologi
perkembangan teknologi otomatisasi dengan informasi dan komunikasi (TIK) dan analisis
teknologi cyber tanpa disadari dunia sudah data serta integrasi aliran data di seluruh
masuk pada tahap revolusi industri 4.0. rantai nilai global 5.
beberapa pendapat ahli tentang revolusi Hal yang berbeda, di rencanakan oleh
6
industri 4.0, mengatakan bahwa revolusi Jepang, pada tahun 2019 Jepang menggagas
industri 4.0 adalah suatu bentuk transformasi sebuah peradaban baru yang disebut society
yang komprehensif pada aspek produksi, 5.0. Gagasan ini muncul atas respon yang
teknologi digital, internet dengan industri terjadi akibat revolusi 4.0.
konvensional.
2. Fenomena Saat ini
Selanjutnya, keterhubungan entitas yang
Saat ini, kita menghadapi revolusi
dapat berkomunikasi dengan cepat disebuah
industri keempat yang dikenal dengan
lingkungan industry. 7. 8
menyatakan sebagai
Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan era
bentuk integrasi dari Cyber Physical System
inovasi disruptif, di mana inovasi ini
(CPS) yang dapat menggabungkan dunia
berkembang sangat pesat, sehingga mampu
nyata dan dunia maya, melalui penggabungan
membantu terciptanya pasar baru. Inovasi ini
proses fisik dan teknologi computer dan
juga mampu mengganggu atau merusak
jaringan9.
pasar yang sudah ada dan lebih dahsyat lagi
Revolusi 4.0 mendapatkan respon dari
mampu menggantikan teknologi yang sudah
berbagai belahan dunia, Para ahli di Jerman
ada.
pada tahun 2011, menyatakan bahwa dunia
Indonesia merupakan negara
memasuki era inovasi baru, hingga pada
berkembang yang bahkan bisa dikatakan
tahun 2015 Jerman membentuk tim khusus
hanya segelintir orang yang mengenal
penerapan industri 4.0, hal senada juga
Revolusi Industri 4.0 ataupun society 5.0.
dijalankan oleh Amerika Serikat, dimana
Hanya di kalangan akademis yang melek
Mereka menggerakan Smart Manufacturing
akan kemajuan zamannya, pebisnis yang
Leadership Coalition (MLC), Sebuah
memang punya kepentingan keberlangsungan
Organisasi Nirlaba yang terdiri dari produsen,
usahanya, juga pemangku kebijakan publik

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


19
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

yang memperhatikan. Baru hanya segelintir bukan lagi modal, tetapi data yang
orang. menghubungkan dan menggerakkan
Institusi pendidikan yang dikategorikan segalanya, (5) membantu mengisi
unggulan di Indonesia pun belum menerapkan kesenjangan antara yang kaya dan yang
sistem industri 4.0 dan society 5.0 ini. Dari kurang beruntung, (6) Layanan kedokteran
mulai sistem pendidikannya, cara berinteraksi dan pendidikan, dari tingkat dasar hingga
pendidik dan yang terdidik, serta pemupukan Perguruan Tinggi akan mencapai desa-desa
paradigma berpikir modernnya. kecil.
Revolusi industri 4.0 yang dinilai Selanjutnya perbedaan yang signifikan
berpotensi dalam mendegradasi peran anatara era revolusi industry 4.0 dengan
manusia membuat Jepang melahirkan sebuah society 5.0 sebagai berikut : revolusi industry
konsep yaitu Society 5.0. Melalui konsep ini 4.0 menuntut konektivitas di segala hal
diharapkan membuat kecerdasan buatan menggunaakn internet of thing. Sedangkan
akan mentransformasi big data yang konsep era society 5.0 sebagai inovasi baru
dikumpulkan melalui internet pada segala dari society 1.0 sampai society 5.0 dalam
bidang kehidupan menjadi suatu kearifan sejarah peradaban manusia. Dimana era ini
yang baru, dengan harapan untuk menfokuskan kepada komponen manusia,
meningkatkan kemampuan manusia dalam dengan tetap menggunakan kecerdasan
membuka peluang-peluang bagi manusia. buatan sebagai alat/media. Internet bukan
hanya sebagai informasi melainkan untuk
3. Era Society 5.0
menjalani kehidupan, di era society 5.0 juga
Jepang melahirkan sebuah
disebut sebagai era dimana semua teknologi
konsep Society 5.0, yang didefinisikan
adalah bagian dari manusia itu sendiri.
sebagai sebuah masyarakat yang berpusat
Perkembangan teknologi dapat meminimalisir
pada manusia yang menyeimbangkan
adanya kesenjangan pada manusia dan
kemajuan ekonomi dengan penyelesaian
masalah ekonomi dikemudian hari, dimana
masalah sosial melalui sistem yang sangat
era ini menawarkan masyarakat yang
mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik.
berpusat pada keseimbangan.
Cara Jepang mendeskripsikan Society
5.0 sebagai berikut : (1) siginifikasninya 4. Penerapan Society 5.0
perkembangan teknologi, tetapi peran Realisasi Society 5.0 bertujuan
masyarakat menjadi pertimbangan atas menciptakan masyarakat di mana dapat
terjadinya revolusi industry 4.0, (2) Society 5.0 menyelesaikan berbagai tantangan sosial
menawarkan masyarakat yang berpusat pada dengan memasukkan inovasi revolusi industri
manusia, (3) Society 5.0 Menyeimbangkan 4.0 (mis. IoT, data besar, kecerdasan buatan
Antara Kemajuan Ekonomi Dengan (AI), robot, dan berbagi ekonomi) ke dalam
Penyelesaian Masalah Sosial Melalui Sistem setiap industri dan kehidupan sosial.
yang Sangat Menghubungkan Melalui Dunia Dengan melakukan hal itu, masyarakat
Maya dan Dunia Nyata, (4) Society 5.0 itu masa depan akan menjadi masyarakat di

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


20
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

mana nilai-nilai dan layanan baru diciptakan selanjutnya dipadukan dengan budidaya
terus-menerus, membuat kehidupan manusia teknologi dari monozukuri, Jepang mengambil
lebih selaras dan berkelanjutan. Ini adalah keuntungan dari faktor-faktor unik ini, Jepang
Masyarakat 5.0, masyarakat yang super akan mengatasi tantangan sosial seperti
cerdas. Jepang akan memimpin untuk penurunan populasi usia produktif, penuaan
mewujudkan ini di depan negara-negara lain komunitas lokal dan masalah energi dan
di dunia. "Masyarakat 5.0" disajikan sebagai lingkungan lebih terdepan dari negara lain.
konsep inti di ke-5 Rencana Dasar Sains dan Jepang akan mewujudkan masyarakat
Teknologi. (lihat gambar 1) ekonomi yang dinamis dengan meningkatkan
produktivitas dan menciptakan pasar baru.
Dengan melakukan ini, Jepang akan
memainkan peran kunci dalam memperluas
model Society 5.0 baru ke dunia.
Konsep society 5.0 hadir untuk dapat
menyelesaikan permasalahan masyakarat di
seluruh dunia, dimana kapitalisme ekonomi,
pertumbuhan ekonomi dan perkembangan
Gambar 1. "Inisiatif Jepang - teknologi belum mampu untuk menciptakan
Masyarakat 5.0" 10
masyarakat yang dapat bertumbuh dan
Perjalan sejarah menuju society 5.0, berkembang dengan merdeka dan dapat
dimulai dari society 1.0, dimana society 1.0 menikmati hidup sepenuhnya, oleh karena itu
didefinisikan sebagai pemburu-pengumpul, konsep society 5.0 merupakan jawaban
tahap perkembangan manusia, kita sekarang terhadap permasalahan tersebut dengan
telah melewati tahap agraria dan industri, tujuan keadilan, kemerataan, kemakmuran
Society 2.0 dan 3.0, dan bergerak melampaui bersama sehingga dapat menciptakan
era informasi, Society 4.0. Memasuki society supersmart society 11
5.0 dimana Big Data yang dikumpulkan Beberapa keuntungan dari penerapan
berdasarkan internet akan dikonversi menjadi society 5.0 sebagai berikut :
tipe intelijen baru oleh kecerdasan buatan dan a. Penyedia Layanan Kesehatan
akan menjangkau setiap sudut masyarakat. Dengan menghubungkan dan berbagi
Ketika kita pindah ke Masyarakat 5.0, data medis yang sekarang tersebar di
kehidupan semua orang akan lebih nyaman berbagai rumah sakit, perawatan
dan berkelanjutan karena orang hanya diberi medis yang efektif berdasarkan data
produk dan layanan dalam jumlah dan waktu akan diberikan. Perawatan medis jarak
yang dibutuhkan. jauh memungkinkan orang lanjut usia
Negara Jepang memiliki keuntungan tidak perlu lagi sering mengunjungi
dengan menerapkan Society 5.0. Dengan rumah sakit. Selain itu, Anda dapat
keberlimpahan data real melalui big data, mengukur dan mengelola data

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


21
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

kesehatan seperti detak jantung saat mengurangi waktu dan biaya sambil
di rumah, sehingga dimungkinkan memastikan keamanan dalam
untuk memperpanjang usia harapan transaksi bisnis global.
hidup orang yang sehat.
5. Tantangan dunia Pendidikan Indonesia
b. Mobilitas
di Revolusi 4.0
Orang-orang di daerah yang
Indonesia merupakan negara
kekurangan penduduk merasa
berkembang, dimana penduduknya belum
kesulitan untuk berbelanja dan
secara merata mengenal revolusi industri 4.0
mengunjungi rumah sakit karena
atau society 5.0. Tetapi tanda disadari,
kurangnya transportasi umum.
mereka telah merasakan dampak dari revolusi
Namun, kendaraan otonom
tersebut, dimana peran manusia digantikan
akan memungkinkan mereka untuk
oleh mesin/robot/Artificial Intelligence.
melakukan perjalanan lebih mudah
Menurut (12; 13
; 14
) sebanyak 75-375 juta
sementara drone pengiriman akan
tenaga kerja global beralih profesi.
memungkinkan untuk menerima apa
Selanjutnya (15, (Gartner, 2017)) menyatakan
pun yang dibutuhkan seseorang.
bahwa sebanyak 1,8 juta jumlah pekerjaan
Kekurangan tenaga distribusi tidak
digantikan dengan Artificial Intelligence.
akan mengkhawatirkan
Teknologi akan melahirkan berbagai
c. Infrastruktur
profesi yang saat ini belum ada. Indonesia
Penggunaan teknologi baru termasuk
perlu meningkatkan kualitas keterampilan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
16
tenaga kerja dengan teknologi digital ;
(TIK), robot, sensor untuk sistem
17
(Parray, ILO, 2017); . Dibutuhkan
inspeksi dan pemeliharaan yang
keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan
memerlukan keterampilan khusus,
manusia dan jug ateknologi. Melalui society
deteksi tempat yang perlu diperbaiki
5.0 dimana cyberspace dioptimalkan melalui
dapat dilakukan pada tahap awal.
pemanfaatan big data dan artificial
Dengan demikian, kecelakaan yang
Intelligence, manusia melakukan analisis
tidak terduga akan diminimalkan dan
melalui sensor info yang memberikan high-
waktu yang dihabiskan dalam
added value information, termanfaatkan
pekerjaan konstruksi akan berkurang,
secara luas untuk semua manusia, untuk
sementara pada saat yang sama
pertumbuhan masa depan dan tidak terjadi
keselamatan dan produktivitas akan
kesenjangan (Fukuyama).
meningkat.
d. Teknologi Keuangan 6. Tantangan Pendidikan Masa Depan
Pengiriman uang ke luar negeri Kompleksitas masalah Pendidikan di
memberatkan karena Anda harus Indonesia membutuhkan suatu solusi yang
menghabiskan waktu dan membayar harus di tinjau dari sudut pandang sistem.
biaya bank. Teknologi Blockchain akan Secara global, menurut 18
, Indonesia

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


22
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

menduduki kategori peringkat ke-71 dari 77 yang dikategorikan unggulan di Indonesia pun
negara, di tinjau dari nilai rata-rata belum menerapkan sistem industri 4.0
matematika, IPA dan membaca. dan society 5.0 ini. Dari mulai sistem
Persentase tingkat Pendidikan suatu pendidikannya, cara berinteraksi pendidik dan
negara yang telah menyelesaikan Pendidikan yang terdidik, serta pemupukan paradigma
tinggi usia 25-64 tahun, terdapat 5 negara berpikir modernnya
paling berpendidikan di dunia yaitu Kanada Beberapa tantangan dunia Pendidikan
sebanyak 56,7 %, Jepang 51,4%, Islarel Indonesia di revolusi industri 4.0, sebagai
50,9%, Korea 47,7%, dan Amerika 46,5%, berikut : (a) Kesiapan Pemerintah
dengan rata-rata nilai keseluruhan negara menyongsong era Pendidikan 4.0, (b)
OECD sebanyak 36,9%. Indonesia berada Pendidikan dituntut untuk berubah, (3) Era
pada tingkat 11,9 %. Tingkat Pendidikan di Pendidikan dipengaruhi oleh revolusi
Indonesia lebih rendah dari rata-rata tingkat industryi4.0, (4) Pendidikan 4.0 dikenal
Pendidikan di negara OECD. dengan cyber system, (5) proses
Sejalan dengan kondisi tersebut, dimana pembelajaran kontinu tanpa batas ruang dan
tuntutan global dari perspektif Pendidikan, waktu, (6) Indonesia lambat merespon
Indonesia masih jauh dari rata-rata. Untuk revolusi industry 4.0.
meningkatkan daya saing global tersebut Tantangan lainnya, dilihat dari sumber
maka Indonesia perlu segera berbenah, salah daya manusia, dimana; pendidik harus meng-
satunya dengan mengalisis metode upgrade kompetensi Pendidikan 4.0; Peserta
pembelajaran dan kesiapan Sumber Daya didik, sebagai generasi milenial yang tidak
Manusia Indonesia dalam menghadapi era asing lagi dengan dunia digital harus
revolusi industry 4.0 dan bersiap untuk dimanfaatkan potensi ini melalui berbagai
memasuki ISociety 5.0. sebuah tantangan cara, baik metode, media, dan proses
yang cukup berat, tetapi tetap harus pembelajarannya; selain itu peserta didik juga
dijalankan. Tantangan tersebut saat ini terbiasa dengan arus informasi dan teknologi
dihadapkan pada generasi milenial Indonesia. industry 4.0; selanjutnya produk sekolah
Dimana penduduk Indonesia berusia muda berupa lulusan harus mampu menjawab
pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 75 tantangan industri 4.0.
juta, oleh karena itu perlu perhatian khusus Selanjutnya, tantangan Pendidikan di
dari pemerintah untuk hal tersebut, dimana masa depan juga sangat komplek,
era revolusi industri 4.0 akan semakin diantaranya ; (1) implikasi revolusi Industri 4.0
mengurangi keterlibatan operator manusia ke 5.0; (2) masalah lingkungan hidup; (3)
dalam industri dan akan menghilangkan kemajuan teknologi informasi; (4) konvergensi
banyak lapangan pekerjaan. Akankah ilmu dan teknologi; (5) ekonomi berbasis
Pendidikan Indonesia mampu untuk pengetahuan; (6) kebangkitan industri kreatif
menciptakan generasi unggul?, dimana fakta dan budaya; (7) pergeseran kekuatan
yang diketahui bersama Institusi pendidikan ekonomi dunia; (8) pengaruh dan imbas

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


23
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

teknosains; (9) mutu, investasi dan komunikasi dan desain


transformasi pada sektor pendidikan . Penggabungan beberapa literasi
Tantangan-tantangan yang telah tersebut, maka sudah sepatutnya manusia
dijelaskan di atas, harus segera ditindak dituntut untuk belajar sepanjang hayat, atau
lanjuti, sehingga harapannya dapat pembelajar sepanjang hayat.
menciptakan generasi unggul sebagaimana
7. Perspektif Manajemen Pendidikan
tuntutan kompetensi yang harus dimiliki oleh
tehadap revolusi indutri 4.0 dan
seserang di masa depan. Kompetensi-
Society 5.0
kompetensi masa depan tersebut sebagai
Berbagai tantangan, tuntutan
berikut; a) kemampuan berkomunikasi, b)
kompetensi yang telah disebutkan di atas,
kemampuan berpikir jernih dan kritis, c)
maka semua pihak harus mempersiapkan diri
kemampuan mempertimbangkan segi moral
dan berbenah dalam melakukan perbaikan
suatu permaslahan, d) memiliki kecerdasan
dan perubahan dengan tujuan meningkatkan
sesuai dengan bakat dan minatnya, e)
mutu Pendidikan, dimana pendidikan
memiliki rasa tanggungjawab terhadap
merupakan sebuah sistem maka perubahan
lingkungan, f) kemampuan menjadi
juga harus dimulai secara sistemik.
warganegara yang bertanggungjawab, g)
Indonesia perlu menyiapkan Sumber
memiliki kesiapan untuk bekerja, h)
Daya Manusia Unggul era revolusi Industri 4.0
kemampuan mencoba untuk mengerti dan
menuju Masyarakat 5.0 melalui Intervensi
toleran terhadap pandangan yang berbeda, i)
Pendidikan.
kemampuan hidup dalam masyarakat yang
Indonesia pada tahun 2025, akan
mengglobal, j) memiliki minat luas dalam
menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM)
kehidupan.
usia produktif yang melimpah. Meskipun
Tuntutan kompetensi tersebut dipadukan
demikian tidak semua manusia usia produktif
dengan tantangan yang ada, baik secara
tersebut memiliki kompeten yang baik. SDM
nasional maupun global, maka sudah
yang memiliki kompetensi maka dapat
selayaknya jika seseorang harus mempelajari
menjadi modal pembangunan, tetapi bagi
dan menguasai literasi baru untuk
yang tidak kompeten akan menjadi menjadi
menghadapi era insudtri 4.0 dan society 5.0,
beban pembangunan bagi Indonesia. Oleh
literasi baru yang dimaskud sebagai berikut :
karena itu untuk menyiapkan Sumber Daya
a. Literasi data; kemampuan untuk
Manusia Unggul era revolusi Industri 4.0
membaca, analisis dan menggunakan
menuju Masyarakat 5.0 perlu dilakukan
informasi (big data) di dunia digital
melalui Intervensi Pendidikan, mencakup
b. Literasi teknologi; memahami cara
kurikulum, Pendidik dan tenaga Kependidikan,
kerja mesin, aplikasi teknologi (coding,
Sarana Prasarana, Pendanaan, dan
artificial intelligence, machine learning,
pengelollan Pendidikan.
engineering principles, biotech)
Strategi pengembangan Pendidikan
c. Literasi manusia; humanities,
untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


24
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

era revolusi industri 4.0, untuk menjawab Terkait dengan hal tersebut di atas,
tantangan dan kompetensi masa depan. Maka maka reformasi Pendidikan yang
diperlukan pendekatan strategis dalam setiap mengacu pada 8 (delapan) Standar
jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan, dengan Nasional Pendidikan (SNP) perlu
tujuan untuk pengembangan SDM yang mendapat penguatan dalam
beriman, bertaqwa, berpengetahuan, memiliki implementasinya. . Dimana kedelapan
pribadi integral, mandiri, kreatif, nasionalis. SNP tersebut, harus menyesuaikan
dengan karakteristik pendidikan di era
8. Problematika Pendidikan Nasional
revolusi industry 4.0.
dalam Perspektif Manajemen
Disisi lain peran manajemen
Pendidikan
Pendidikan dalam penyelenggaraan
Terdapat empat problematika
system pendidikan nasional di era
Pendidikan nasional dalam perspektif
revolusi industri 4.0 perlu mendapat
manajemen Pendidikan, diantaranya;
penguatan. Beberpa peran strategis yang
a. Pemerataan; permasalahan pemerataan
perlu dikembangkan antara lain;
Pendidikan terjadi pada tenaga guru,
a. Perlu kebijakan makro dalam
kemampuan ekonomi masyarakat yang
penataan Sistem Penyelenggaraan
lemah, dan sarana /prasarana kelas.
Pendidikan Nasional yang lebih
b. Relevansi; masih lemahnya Pendidikan
adaptif terhadap perkembangan di
dalam menjalin kemitraan dengan Dunia
era Revolusi Industri 4.0, b.
Usaha (DU)/ Dunia Industri (DI),
b. Diperlukan manajer-manajer
Pendidikan juga belum berbasis pada
pendidikan professional dalam setiap
masyarakat dan potensi daerah,
jenis dan jenjang pendidikan yang m
selanjutnya kecakapan hidup yang
ampu mengelola penyelenggaraan
dihasilkan melalui Pendidikan belum
pendidikan yangsesuai dengan
optimal sesuai fitrah dan bakat
karakteristik pedidikan di era revolusi
seseorang.
industry 4.0
c. Kualitas/Mutu; dimana proses
c. Untuk menghasilkan manajer-
pembelajaran yang konvensional, kinerja
manajer professional di atas, di
dan kesejahteraan guru yang belum
perguruan tinggi, perlu
optimal, jumlah dan kualitas buku/media
dikembangkan Program studi yang
pembelajaran yang belum optimal.
spesifik yang siap memasuki era 4.0
d. Efesiensi/Efektivitas; dimana
dengan segala persyaratan dan
penyelenggaraan otonomi Pendidikan
karakteristiknya.
yang belum optimal, pengelolaan APBD
d. Perlu paradigma baru dalam
dan APBN yang belum optimal, mutu
mengembangkan disiplin ilmu
Sumber Daya Pengelola Pendidikan yang
manajemen pendidikan yang
masih rendah.
berbasis teknologi informasi.

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


25
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

Hal tersebut dapat di capai melalui


9. Pembelajaran 4.0 Merespon Era pendekatan pembelajaran 4.0, sebagai
Revolusi Industri 4.0 respon tantangan dari revolusi industry 4.0.
Harapan Pendidikan Indonesia, melalui Salah satu program dan kebijakan
pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenristekdikti dalam peningkatan
Indonesia masa depan, diantaranya ; kemampuan lulusan era revolusi industry 4.0,
a. SDM Indonesia berkarakter kuat, yang dilakukan melalui program pengembangan
bercirikan jujut, akhlak mulia, mandiri dan IPTEK dan Inovasi, dimana mahasiwa dan
berintegritas. dosen harus mengikuti kompetensi inti yang
b. SDM Indonesia memiliki multi kecakapan sesuai dengan kebutuhan industry 4.0.
abad 21 dan bersertifikat, dimana SDM kompetensi inti yang dimaskud diantaranya ;
Indonesia memiliki kompetensi berpikir kemampuan kognitif (berpikir kritis,
kritis dan pemecahan masalah, sistemtik,lateral dan tingkat tinggi,
kecakapan berkomunikasi, kreativitas dan entrepreneur); belajar sepanjang hayat;
inovasi, kolaborasi, kecakapan literasi, literasi baru (literasi data, literasi teknologi,
dan mempunyai lulusan vokasi yang literasi manusia); general education; kegiatan
berkompetensi dan bersertifikat. ko & Ekstrakurikuler yang terintegrasi ke
c. SDM Indonesia merupakan sumber daya dalam kegiatan organisasi dan.atau UKM.
pembelajar yang inovatif, mempunyai jiwa Jika di lihat dari perbedaan proses
menjadi enterpreuner. pembelajaran, sesuai dengan era, dimana ;
d. SDM Indonesia memiliki kompetensi (1) era revolusi industry 1.0 pembelajaran
Kewargaan Global, dimana SDM berpusat pada guru (teachers centered), guru
berwawasan global, yang dapat bekerja satu-satunya sumber ilmu mengajar dan
dan memiliki aktivitas hidup sebagai menghafal, (2) era revolusi industri 2.0
warga negara yang baik dalam tatanan dimana learners as receplaces of knowledge,
kehidupan dunia. peserta didik menanggapi pengetahuan dan
e. SDM Indonesia memiliki sikap elastis dan peserta didik “menolak” pengetahuan. Internet
pembelajar sepanjang hayat, dimana secara parsial mulai digunakan; (3) era
memiliki kemampuan akademik, berpikir revolusi industri 3.0, teachers as facilitator,
kritis, berorentasi pada pemecahan dimana penerapan pembalajaran kolaboratif
masalah, berkemampuan untuk belajar dan interaktif, social networking,
meninggalkan pemikiran yang lama dan problem/project/inquiry based learning
belajar lagi untuk hal-hal baru, memiliki digunakan, (4) era revolusi industry 4.0,
keterampilan pengembangan individu dan dimana learners as connectors, creators,
sosial (termasuk kepercayaan diri, constructivist, penggunaan web sebagai
motivasi, komitmen terhadap nilai-nilai kurikulum, siswa sebagai produser konten
moral dan etika). belajar/berbasis inovasi, siswa sebagai
connection-maker, informasi yang terbuk

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


26
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

sangat luas, dan guru sebagai pemandu ke thinking skill (MOTS), terdiri dari memahami
sumber daya dan konten ajar. (level kognitif 1), mengaplikasikan (level
Pembelajaran yang direncanakan, kognitif 2), (3) Higher order thinking, terdiri
tujuan nya adalah untuk dapat membentuk dari (menganalisis, mengevaluasi, dan
tahap berpikir menjadi leih baik/berpikir kritis. mengkreasi (level kognitif 3)..
Menurut (Lynch, 2001), tahap untuk berpikir Pembelajaran dengan pendekatan
lebih baik terdiri dari 4 (empat) tahap, sebagai HOTS sudah sepatutnya di implementasikan
berikut : dalam pembelajaran Pendidikan 4.0.
a. Tahap 1, identifikasi masalah dan Impelentasi industri 4.0 sudah tentu akan
informasi yang relevan (proses kognitif menimbulkan berbagai dampak yang tidak
dengan kompleksitas rendah); bisa dihindari, misalnya saja masalah sumber
b. Tahap 2, eksplorasi, interpretasi, dan daya. Penggunaan mesin produksi yang
mencari hubungan (proses kognitif terintegrasi dengan internet tentu memerlukan
dengan kompleksitas sedang); tenaga kerja ahli terlatih yang mampu
c. Tahap 3, menetapkan pilihan prioritas mengoperasikan mesin automasi tersebut.
dan mengkomunikasikan simpulan Integrasi tenaga kerja ahli dan automasi
(proses kognitif dengan kompleksitas mesin di era industri 4.0 seperti ini yang
tinggi) nantinya diharapkan dapat memangkas
d. Tahap 4, integrase, monitoring dan proses produksi di negara-negara
menajamnkan strategi untuk berkembang, seperti Indonesia. Hal tersebut
menyelesaikan (proses kognitif dengan dilakukan untuk merealisasikan masyarakat
kompleksitas paling tinggi). Indonesia 5.0
Berpikir kritis sangat penting untuk
KESIMPULAN DAN SARAN
keberhasilan akademis dan merujuk pada
Pembelajaran diera revolusi industry
jenis keterampilan yang perlu dipelajari
4.0 menuju masyarakat 5.0 dalam perspektif
peserta didik agar mereka dapat berpikir
manajemen Pendidikan dilakukan dengan
secara efektif dan rasional tentang apa yang
cara mengintegrasikan berbagai aspek yang
ingin mereka lakukan dan apa yang mereka
berpengaruh terhadap pencapaian tujuan
yakini sebagai tindakan terbaik. Ini dapat
pendidikan nasional. Selanjutnya dibingkai
melibatkan pengidentifikasian tautan antara
melalui kebijakan reformasi dalam delapan
gagasan, analisis sudut pandang, evaluasi
bidang standard nasional pendidikan, yang
argumen, bukti pendukung, penalaran, dan
memasukan muatan-muatan yang sesuai
menarik kesimpulan.
19 dengan karakteristik dan kebutuhan
Taksonomi Bloom, menurut ;
pendidikan di era revolusi industry 4.0. Jika
(Puspendik, 2019), tahap berpikir dan dimensi
kondisi ini dapat berjalan dengan baik, maka
proses kognitif terbagi menjadi tiga; (1) lower
diharapkan sistem pendidikan nasional kita
order thinking skill (LOTS), terdiri dari
akan mampu menciptakan tatanan
mengingat (level kognitif 1), (2) Midle order
masyarakat 5.0, yakni tatanan masyarakat

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


27
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

berbasis teknologi informasi, yang super INDUSTRIE 4.0. Industrie 4.0 Working
Group.; 2013.
cerdas, sejahtera, dan berkeadaban.
9. Lee EA. Cyber physical systems: Design
challenges. In Object Oriented Real-Time
Distributed Computing (ISORC). In: 11th
UCAPAN TERIMA KASIH
IEEE International Symposium,. ;
Terima kasih kepada Program 2008:363-369.
10. Y. Harayama. Society 5.0: Aiming for a
Pascasarjana Universitas PGRI Palembang,
New Humancentered Society. Hitachi
yang telah mengudang saya sebagai salah Rev. 2017;66(6):556-557.
11. Fukuyama BM. Society 5 . 0 : Aiming for a
satu pembicara, untuk memaparkan makalah
New Human-Centered Society. Japan
ini pada Seminar Nasional Pendidikan Spotlight. 2018;Special ar(August):47-50.
https://www.jef.or.jp/journal/pdf/220th_Sp
Program Pascasarjana Universitas PGRI
ecial_Article_02.pdf.
Palembang pada tanggal 10 Januari 2020. 12. James Manyika, Susan Lund, Michael
Chui, Jacques Bughin, Jonathan Woetzel,
Parul Batra, Ryan Ko and SS. Jobs lost,
DAFTAR PUSTAKA
jobs gained: What the future of work will
1. Undang-Undang Nomor 20 Tentang
mean for jobs, skills, and wages.
Sistem Pendidikan Nasional.; 2003.
McKInsey Global Institute.
2. Kate Whiting. the challenges for the future
13. McKinsey Global Institute. A Future That
of education at the World Economic
Works : Automation, Employment, and
Forum in 2018. World Economic Forum.
Productivity.; 2017.
https://www.weforum.org/agenda/2018/09
https://www.mckinsey.com/~/media/mckin
/jack-ma-wants-to-go-back-to-teaching/.
sey/featured insights/future of
Published 2018.
organizations/what the future of work will
3. Direktorrat Jenderal Guru dan Tenaga
mean for jobs skills and wages/mgi jobs
Kependidikan. Guru Penggerak Indonesia
lost-jobs gained_report_december
Maju, wujudkan Sumber Daya Manusia
2017.ashx.
yang Unggul.
14. McKinsey. Otomasi Dan Masa Depan
https://p4tkbmti.kemdikbud.go.id.
Pekerjaan Di Indonesia.; 2019.
https://p4tkbmti.kemdikbud.go.id/main/20
https://www.mckinsey.com/~/media/mckin
19/12/04/mendikbud-guru- penggerak-
sey/featured insights/asia
indonesia-maju-wujudkan-sdm-yang-
pacific/automation and the future of work
unggul/. Published 2019.
in indonesia/automation-and-the-future-
4. Thufail FI. Peneliti LIPI: Jepang Society
of-work-in-indonesia-indonesian.ashx.
5.0 Akan Gagal Seperti Cool Japan.
15. Panetta K. Gartner’s Top 10 Strategic
Tempo.Co.
Technology Trends for 2017.
https://www.aminef.or.id/peneliti-lipi-
Garnert.com.
jepang-society-5-0-akan-gagal-seperti-
https://www.gartner.com/smarterwithgartn
cool-japan/. Published 2019.
er/gartners-top-10-technology- trends-
5. Davies R. Industry 4.0; Digitalisation for
2017/. . Published 2017.
productivity and growth. Eur Parliam Res
16. Laporan Ketenagakerjaan Indonesia
Serv. 2015;(September).
2017. Memanfaatkan Teknologi Untuk
6. Merkel A. Speech by Federal Chancellor
Pertumbuhan Dan Penciptaan Lapangan
Angela Merkel to the OECD Conference.
Kerja. Vol 5. Jakarta: Kantor Perburuhan
https://www.bundesregierung.de/Content/
Internasional; ILO; 2017.
EN/Reden/ 2014/2014-02-19-oecd-
17. International Labour Organization (ILO).
merkel-paris_en.html. Published 2014.
Indonesia Jobs Outlook 2017 Indonesia
7. Schlechtendahl, J., Keinert, M.,
Jobs Outlook 2017.; 2017.
Kretschmer, F., Lechler, A., & Verl A.
https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/
Making existing production systems
---asia/---ro-bangkok/---ilo-
Industry 4.0-ready. Prod Eng.
jakarta/documents/publication/wcms_613
2015;9(1):143-148.
628.pdf.
8. Kagermann, H., Lukas, W.D., & Wahlster
18. PISA. Programme for International
W. Final Report: Recommendations for
Student Assessment. oecd.org.
Implementing the Strategic Initiative

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


28
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 10 JANUARI 2020

https://www.oecd.org/pisa/. Published
2018.
19. Anderson, L.W. (Ed.), Krathwohl, D.R.
(Ed.), Airasian, P.W., Cruikshank, K.A.,
Mayer, R.E., Pintrich, P.R., Raths, J., &
Wittrock MC. A Taxonomy for Learning,
Teaching, and Assessing: A Revision of
Bloom’s Taxonomy of Educational
Objectives (Complete Edition). New York:
Longman; 2001.

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PPs UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2020


29