Sei sulla pagina 1di 9

Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran

Volume 9 (2) 82 – 90 Desember 2019


Copyright ©2018 Universitas PGRI Madiun
ISSN: 2088-5350 (Print) / ISSN: 2528-5173 (Online)
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/PE
Doi: 10.25273/pe.v9i2.4430

Efektivitas hasil belajar IPS melalui penggunaan model pembelajaran snowball


throwing pada siswa kelas IV SDN Ende 5 dan SDI Ende 10

Ancelmus Paschalis Mbudja1, Djoko Adi Walujo2, & Sugito3


1,2,3
Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
1
email: ancelmusmbudja@gmail.com
2
email: djokoadiwalujo@unipasby.ac.id
3
email: soegitounipa@gmail.com

Abstract
The purpose of this study was to determine the significant differences on the students learning
achivement in social sciences between group of students who were taught by using snowball throwing
model and conventional method. The method used in this study was a quasy-experimental. The samples
were fourth grade students at SDN Ende 5 and SDI Ende 10 in 2018/2019 academic year as many as
95 students who were taken by using saturation sampling. The data was collected by written test which
was used to measure the students learning achivement in social sciences. The data was analyzed by
using descriptive statistics and independent-samples t-test. The results showed that the students
learning achivement in social sciences who were taught by using snowball throwing model has an
average score of 80,83 and the students using conventional method has an average score of 63,62. In
addition, the results of t-test at 5% significance level indicated that t-count (11,117) > t-table (1,985).
It indicated that there was a significant differences on the students learning achivement in social
sciences between group of students who taught by using snowball throwing model and conventional
method.

Keywords: Snowball Tthrowing model, Learning Achivement, Social Sciences.

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan terhadap hasil
belajar IPS antara kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran snowball throwing
dan metode konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
semu. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Ende 5 dan SDI Ende 10 tahun
pelajaran 2018/2019 sebanyak 95 siswa di mana sampel ditentukan menggunakan teknik sampling
jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes tertulis untuk mengukur hasil
belajar IPS. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil belajar IPS pada kelompok siswa yang diajar menggunakan model
pembelajaran snowball throwing memperoleh skor rerata 80,83 dan siswa dengan metode konvensional
memperoleh skor rerata 63,62. Selain itu, hasil uji t dalam taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa t-
hitung (11,117) > t-tabel (1,985). Hal ini mengindikasikan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil
belajar IPS antara kelompok siswa yang diajar model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing
dan metode konvensional.

Kata Kunci: Model Snowball Throwing, Hasil Belajar, IPS

Histori artikel : disubmit pada 07 Juni 2019; direvisi pada 05 Juli 2019; diterima pada 22 Juli 2019

82
Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019 83

A. PENDAHULUAN
Di sekolah dasar, mata semeter (UAS) pada mata pelajaran
pelajaran social sciences atau ilmu IPS tahun pelajaran 2017/2018
pengetahuan sosial (IPS) merupakan diperoleh skor rata-rata kelas di SDN
salah satu mata pelajaran yang Ende 5 adalah 66 dengan skor kriteria
memuat beberapa materi antara lain: ketuntasan minimum adalah 68.
geografi, sejarah, sosiologi, dan Sementara di SDI Ende 10, skor rata-
ekonomi. Mata pelajaran IPS yang rata kelas pada pembelajaran IPS
diajarkan di sekolah dasar diberikan adalah 63 dengan skor kriteria
dengan maksud untuk ketuntasan minimum adalah 65. Hal
mengembangkan pengetahuan, sikap, ini menggambarkan bahwa perolehan
nilai-nilai moralitas dan keterampilan hasil belajar siswa pada pembelajaran
siswa sehingga melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar khususnya pada
IPS di sekolah ssiswa diharapkan siswa kelas IV belum mencapai
dapat menjadi manusia dan warga tingkat ketuntasan yang diharapkan.
masyarakat yang baik. Terkait rendahnya capaian
Saat ini, tingkat antusiasme hasil belajar siswa maka perlu adanya
siswa terhadap mata pelajaran IPS di perubahan dalam penerapan model
tingkat sekolah dasar masih sangat pembelajaran. Model pembelajaran
rendah. Siswa kurang terlibat dalam yang dapat diterapkan pada
pembelajaran dan hanya menjadi pembelajaran IPS bagi siswa sekolah
pendengar selama proses dasar yaitu model pembelajaran
pembelajaran berlangsung. Salah satu snowball throwing.
faktor penyebabnya adalah penerapan Model bola salju bergulir atau
model atau strategi pembelajaran yang snowball throwing merupakan salah
kurang tepat atau sesuai dengan satu variasi atau tipe dari
kebutuhan dan karakteristik bagi pembelajaran kooperatif yang
siswa. mengadopsi permainan fisik yaitu
Penerapan model pembelajaran menggunakan kertas yang dibentuk
kurang tepat dengan karakteristik menyerupai bola kemudian secara
siswa menyebabkan rendahnya bergiliran dilemparkan kepada sesama
antusiasme siswa dalam belajar. anggota kelompok untuk menjawab
Rendahnya antusiasme atau minat pertanyaan.
belajar siswa mengakibatkan Menurut Akhiriyah (2011),
pencapaian hasil belajar kurang pembelajaran melalui model snowball
memuaskan. Dengan demikian, throwing aktivitas guru dan siswa
penting bagi pendidik atau guru untuk dalam pembelajaran IPS meningkat.
merancang dan merencanakan suatu Pembelajaran snowball throwing ini
model atau strategi pembelajaran yang mampu menciptakan iklim atau
inovatif dan menarik. suasana pembelajaran yang
Berdasarkan hasil supervisi menyenangkan dan meningkatkan
peneliti sebagai pengawas sekolah motivasi siswa. Siswa mampu
dasar, hasil capaian ujian akhir meningkatkan pemahaman terkait
84 Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019

konsep-konsep dasar dan ide-ide belajar mata pelajaran IPS pada siswa
melalui adanya pemberian informasi kelas IV yang pembelajarannya
pengetahuan yang dilakukan oleh menggunakan model pembelajaran
siswa. snowball throwing dan metode
Model snowball throwing konvensional?.
merupakan model pembelajaran yang Tujuan dari penelitian ini
memiliki kemampuan dalam adalah untuk mengetahui perbedaan
menciptakan pembelajaran yang hasil belajar mata pelajaran IPS pada
komunikatif, terintegrasi, serta siswa kelas IV yang pembelajarannya
mengandalkan keterampilan proses. menggunakan model pembelajaran
Melalui model snowball throwing ini snowball throwing dan metode
suasana kelas yang dinamis dapat konvensional.
terbentuk dan mampu memberikan
pengalaman belajar kepada siswa B. METODE PENELITIAN
untuk mengembangkan keterampilan Penelitian ini dilaksanakan di
dalam menyimpulkan suatu informasi SDN Ende 5 dan SDI Ende 10
dalam konteks nyata dan keadaan Kabupaten Ende semester genap tahun
yang kompleks (Dewi, dkk, 2017). pelajaran 2018/2019. Penelitian ini
Snowball throwing bertujuan merupakan penelitian eksperimen
untuk melatih siswa agar tidak takut semu (kuasi eksperimen) di mana
untuk memberikan pertanyaan kepada subjek penelitian tidak dipilih secara
siswa lain dalam bentuk menyerupai acak sehingga setiap subjek
bola salju yang terbuat dari kertas dan memperoleh kesempatan yang sama
menyampaikan pesan atau pertanyaan untuk dijadikan sampel penelitian.
tersebut kepada sesama anggota Selain itu, penelitian ini dibagi
kelompok (Azzahrah, dkk, 2016). menjadi dua kelompok perlakuan yaitu
Pada prinsipnya, pembelajaran kelompok eksperimen di mana
snowball throwing melibatkan peran kegiatan pembelajarannya
aktif siswa dalam kelompok belajar. menggunakan model pembelajaran
Menurut Isnawan dan Zahroni snowball throwing dan kelompok
(2016), penerapan model snowball kontrol dibelajarkan menggunakan
throwing secara baik dan benar metode konvensional.
disertai kemampuan guru dalam Populasi penelitian ini yaitu
mendorong keaktifan siswa seluruh siswa kelas IV SDN Ende 5
memyebabkan tingginya pencapaian dan SDI Ende 10 di mana masing-
hasil belajar siswa. Selain itu, masing sekolah terdiri dari dua kelas
penggunaan kertas dalam model paralel dengan jumlah total 95 orang
snowball throwing dapat dimodifikasi siswa. Sampel dalam penelitian ini
menjadi bentuk lain sehingga dapat ditentukan melalui teknik sampling
membuat suasana pembelajaran jenuh (saturation sampling). Teknik
menjadi menyenangkan. sampling jenuh merupakan teknik
Berdasarkan penjelasan di atas, pengambilan sampel di mana seluruh
maka rumusan masalah yang dibahas anggota populasi menjadi sampel
adalah apakah ada perbedaan hasil (Sugiyono, 2016). Adapun penentuan
Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019 85

kelompok eksperimen dan kelompok setelah diberi perlakuan berupa model


kontrol dilakukan melalui pengacakan pembelajaran (pascates).
(random). Berikut ini disajikan subjek Data dianalisa menggunakan
penelitian pada tabel 1. teknik analisis statistik deskriptif dan
Tabel 1. Subjek Penelitian analisis statistik inferensial yaitu
Sekolah Jumlah Kelompok independent-samples t-test atau uji t.
24 Eksperimen Analisis statistik deskriptif berupa
SDN Ende 5
24 Kontrol rata-rata dan standar deviasi
24 Eksperimen
SDI Ende 10
23 Kontrol
digunakan untuk mengetahui
gambaran keefektifan variabel model
Pada tabel 1, menunjukkan pembelajaran snowball throwing dan
bahwa yang menjadi kelompok metode konvensional terhadap
eksperimen dengan pembelajaran variabel hasil belajar siswa.
snowball throwing adalah siswa kelas Sedangkan analisis statistik inferensial
IV-A baik pada SDN Ende 5 maupun digunakan untuk menguji hipotesis.
SDI Ende 10 yang berjumlah 48 Adapun seluruh perhitungan dalam
siswa, sedangkan kelompok kontrol di penelitian ini dilakukan dengan
mana pembelajarannya menggunakan bantuan perangkat lunak atau aplikasi
metode konvensional adalah siswa SPSS for windows versi 21.
kelas IV-B pada SDN Ende 5 maupun
SDI Ende 10 dengan jumlah 47 siswa. C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini variabel- Hasil analisis deskriptif
variabel yang terlibat adalah sebagai menunjukkan bahwa skor rerata
beikut: 1) variabel bebas (X) antara pascates hasil belajar siswa mata
lain model pembelajaran snowball pelajaran IPS pada kelas eksperimen
throwing (X1) dan metode di mana kegiatan pembelajarannya
konvensional (X2) dan variabel terikat menggunakan model snowball
(Y) yaitu hasil belajar siswa mata throwing dengan jumlah responden
pelajaran IPS pada materi pokok sebanyak 48 siswa yaitu sebesar 80,83
kegiatan ekonomi berdasarkan potensi dan standar deviasi sebesar 16,089.
alam. Sedangkan skor rerata pascates hasil
Metode pengumpulan data belajar IPS pada kelas kontrol dengan
dalam penelitian ini adalah metode tes frekuensi sebanyak 47 siswa adalah
tertulis. Sedangkan instrumen sebesar 63,62 dan standar deviasi
penelitian yang digunakan untuk 16,866. Dari nilai rata-rata ini
mengukur hasil belajar mata pelajaran membuktikan adanya perbedaan skor
IPS adalah instrumen tes. Instrumen rerata pascates hasil belajar IPS antara
tes dalam penelitian ini adalah tes kelompok siswa kelas IV yang
objektif berbentuk pilihan ganda pembelajarannya menggunakan model
sebanyak 25 soal pada materi pokok snowball throwing dan metode
kegiatan ekonomi berdasarkan potensi konvensional di mana kelompok siswa
alam. Tes diberikan baik pada yang diajar menggunakan model
kelompok eksperimen maupun kontrol snowball throwing memperoleh skor
rerata lebih tinggi/baik daripada
86 Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019

kelompok siswa yang diajarkan Tingginya perolehan skor


menggunakan metode konvensional. rerata post-test hasil belajar IPS pada
Selain analisis deskriptif, kelas eksperimen atau dengan
dilakukan pula analisis statistik menggunakan model snowball
inferensial menggunakan independent- throwing mengindikasikan bahwa
samples t-test. Uji t ini dilakukan pembelajaran dengan model snowball
untuk menguji hipotesis dalam throwing efektif atau berpengaruh
penelitian ini. Adapun hipotesis dalam terhadap hasil belajar siswa kelas IV
penelitian ini dapat dirumuskan sekolah dasar khususnya pada mata
sebagai berikut: pelajaran IPS.
H0 : Tidak ada perbedaan yang Model pembelajaran snowball
signifikan skor rerata hasil throwing yang mengadopsi permainan
belajar IPS antara kelompok mampu menciptakan suasana
siswa yang diajar menggunakan pembelajaran yang menyenangkan
model pembelajaran snowball bagi siswa. Selain itu, model ini juga
throwing dan kelompok siswa dapat meningkatkan keaktifan dan
yang diajar menggunakan minat belajar siswa.
metode konvensional. Melalui penerapan model
Ha : Ada perbedaan yang signifikan snowball throwing, proses belajar
skor rerata hasil belajar IPS mengajar di kelas menjadi dinamis.
antara kelompok siswa yang Siswa aktif dalam diskusi kelompok,
diajar menggunakan model mampu membuat pertanyaan, siswa
pembelajaran snowball throwing mampu mencari sendiri informasi-
dan kelompok siswa yang diajar informasi yang diperlukan tanpa
menggunakan metode terlalu bergantung pada guru
konvensional. (terbentuknya kemandirian siswa
Berdasarkan hasil pengujian dalam belajar) serta siswa berani
hipotesis menggunakan analisis menjawab dan mengeluarkan
independent-samples t-test dalam taraf pendapatnya masing-masing.
signifikansi 5% menunjukkan bahwa Sehingga mampu menciptakan proses
koefisien thitung adalah sebesar 11,117. pembelajaran yang berpusat pada
Nilai ini dikonsultasikan dengan nilai siswa (student centered).
ttabel pada taraf signifikansi 5% dan Lain halnya dengan metode
derajat kebebasan (dk) = 93 sehingga konvensional atau metode ceramah.
diperoleh ttabel (0,05;93) = 1,985. Karena Metode ini merupakan metode yang
thitung (11,117) > ttabel (1,985) maka H0 berpusat pada guru (teacher centered)
ditolak atau Ha diterima. Dengan atau guru adalah satu-satunya sumber
ditolaknya H0 maka dapat disimpulkan informasi. Pembelajaran konvensional
ada perbedaan yang signifikan hasil ini dilakukan dengan satu arah.
belajar IPS antara kelompok siswa Penerapan metode ini menempatkan
yang diajar menggunakan model siswa sebagai pendengar dan penerima
pembelajaran snowball throwing dan informasi secara pasif (Sanjaya, 2006).
kelompok siswa yang diajar Guru sebagai satu-satunya
menggunakan metode konvensional. sumber informasi menyebabkan siswa
Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019 87

hanya duduk diam dan mendengarkan dan pengetahuan siswa terkait materi
sehingga siswa merasa cepat bosan. pelajaran. Sehingga hal tersebut dapat
Hal ini berdampak pada rendahnya membantu keaktifan siswa dalam
minat belajar dan capaian hasil belajar kegiatan pembelajaran dan
IPS pada aspek kognitif siswa kelas memperoleh kompetensi pengetahuan
kontrol. Oleh karena itu, penting bagi yang lebih baik.
guru dalam merancang dan Studi yang dilakukan oleh
merencanakan pembelajaran yang Dewi, dkk (2017) dan oktaviani
dapat menciptakan iklim pembelajaran (2019) menghasilkan temuan yaitu
yang dapat meningkatkan antusiasme tingginya nilai rerata hasil belajar
dan keaktifan siswa dalam belajar. siswa yang dibelajarkan melalui model
Dalam penelitiannya, Hanum, snowball throwing dengan media
dkk (2015) menghasilkan temuan audiovisual dibandingkan dengan
penelitian yang menyatakan adanya kelompok siswa pada pembelajaran
perbedaan yang signifikan nilai hasil konvensional. Hal tersebut
belajar pada aspek pengetahuan antara mengindikasikan bahwa penggunaan
siswa yang diajarkan menggunakan model snowball throwing efektif
model pembelajaran snowball dalam meningkatkan hasil belajar
throwing dan siswa yang diajar siswa sekolah dasar. Pembelajaran
menggunakan model discovery snowball throwing dengan media
learning. Perbedaan ini dapat audiovisual menghadirkan
diketahui dari nilai rata-rata hasil pengalaman belajar yang berbeda bagi
belajar dengan model snowball siswa. Model ini mampu
throwing yang lebih tinggi daripada mengembangkan keterampilan dalam
model discovery learning. membuat kesimpulan dari informasi
Pembelajaran dengan model snowball yang diperoleh dalam konteks dan
throwing mampu menjadikan kegiatan situasi yang nyata dan kompleks.
pembelajaran lebih menyenangkan. Selain itu, pembelajaran melalui
Selain itu, pembelajaran yang penggunaan snowball throwing
dilakukan secara berkelompok dan mampu melatih kesiapan siswa dalam
kooperatif ini mampu meningkatkan upaya menjawab pertanyaan yang
semangat, antusisme dan keaktifan dilemparkan oleh teman lainnya.
siswa dalam belajar. Dengan demikian, melalui penerapan
Lestari, dkk (2017) model pembelajaran snowball
mengatakan bahwa model throwing siswa dapat dengan mudah
pembelajaran snowball throwing memahami materi pelajaran dan
berbasis lagu-lagu anak berpengaruh mampu meningkatkan kemampuan
terhadap kompetensi pengetahuan berpikir siswa sekolah dasar.
PKn siswa kelas III SD. Model Menurut Simarmata (2018)
pembelajaran snowball throwing peningkatan keaktifan dan hasil
berbantuan lagu anak diterapkan guna belajar siswa terjadi dalam kegiatan
memberikan pemahaman konsep bagi pembelajaran melalui penggunaan
siswa dan dapat dipergunakan untuk model snowball throwing. Snowball
mengetahui seberapa jauh kemampuan throwing merupakan salah satu tipe
88 Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019

model pembelajaran yang inovatif dan menunjukkan adanya perbedaan yang


menarik dari beberapa jenis model signifikan hasil belajar IPS siswa kelas
pembelajaran kooperatif di mana dapat IV SDN Ende 5 dan SDI Ende 10
membantu guru guna mengatasi kabupaten Ende antara kelompok
kepasifan siswa dalam proses siswa yang diajar menggunakan model
pembelajaran. Model snowball snowball throwing dan siswa yang
throwing ini juga dapat diajar menggunakan metode
membangkitkan motivasi siswa dalam konvensional. Ditinjau dari hasil
belajar, meningkatkan pemahaman belajar dan aktivitas siswa,
konsep terkait materi pelajaran serta pembelajaran snowball throwing
dapat membantu siswa menyesuaikan memperoleh respon positif dari siswa
diri dalam kelompok. dan guru serta pembelajaran snowball
Sutiani, dkk (2018) throwing lebih efektif dibandingkan
mengemukakan adanya pengaruh dengan pembelajaran metode
positif dari penerapan model snowball konvensional.
throwing berbasis penilaian kinerja Meskipun penerapan model
terhadap pencapaian hasil belajar pembelajaran snowball throwing
siswa kelas IV SD. Pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran
dengan model snowball throwing yang khususnya pada mata pelajaran IPS
dipadukan dengan pendekatan lain mendapat respon yang positif dari
seperti penilaian kinerja siswa siswa dan menunjukkan adanya
menunjukkan tingginya hasil belajar keaktifan siswa, namun minat dan
siswa. Hasil ini disebabkan model motivasi belajar siswa masih rendah.
snowball throwing dengan pendekatan Perlu adanya modifikasi, kreativitas
penilaian kinerja dapat mewujudkan dan inovasi seperti penggunaan media
pembelajaran yang interaktif, tambahan atau pendekatan lain yang
menyenangkan, berbasis proses dan dapat dipadukan dan digunakan
produk serta meningkatkan hasil dengan model pembelajaran snowball
belajar siswa. throwing sebagai perangsang bagi
Dengan demikian, model siswa guna menumbuhkan motivasi
pembelajaran snowball throwing dapat dan minat siswa dalam belajar.
dijadikan sebagai salah satu alternatif
perbaikan dari metode konvensional DAFTAR RUJUKAN
yang selama ini masih diterapkan Akhiriyah, D. Y. (2011). Penerapan
dalam proses pembelajaran di kelas. Model Pembelajaran Snowball
Throwing untuk Meningkatkan
Sehingga dengan adanya penerapan
Kualitas Pembelajaran IPS
model pembelajaran yang inovatif dan pada Siswa Kelas V SDN
menarik dapat meningkatkan Kalibanteng Kidul 01 Kota
antusiasme siswa dalam belajar serta Semarang. Kreatif: Jurnal
pencapaian hasil belajar siswa. Kependidikan Dasar, 1(2),
206-219. Diakses dari
D. SIMPULAN https://journal.unnes.ac.id/nju/i
ndex.php/kreatif/article/view/1
Berdasarkan hasil yang
682
diperoleh menggunakan analisis t-test
Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019 89

Azzahrah, I.F., Wahyuni, A., & International Conference on


Susanna. (2016). Pengaruh Research, Implementation and
Model Pembelajaran Education of Mathematics and
Kooperatif Tipe Snowball Science, Yogyakarta: 16-17
Throwing dengan Percobaan May 2016. Hal. 415-418.
Sederhana Terhadap Hasil Lestari, NM. D., Suniasih, NW., &
Belajar Fisika. Jurnal Ilmiah Darsana, IW. (2017). Pengaruh
Mahasiswa (Pendidikan Model Pembelajaran Snowball
Fisika, 2(1), pp. 87-91. Throwing Berbasis Lagu-Lagu
Diakses dari Anak Terhadap Kompetensi
http://www.jim.unsyiah.ac.id/ Pengetahuan PKn. Journal of
pendidikan- Education Technology, 1(3),
fisika/article/view/2169/1112 pp. 163-168. Diakses dari
Depdiknas. (2003). Undang-Undang https://ejournal.undiksha.ac.id/i
Republik Indonesia No. 20 ndex.php/JET/article/view/125
Tahun 2003 tentang Sistem 00/7830
Pendidikan Nasional. Jakarta: Oktaviani, M. D. S., Suwatra, IW., &
Depdiknas. Murda, N. (2019). Pengaruh
Dewi, NP. K.R., Suadnyana, IN., & Model Pembelajaran Snowball
Abadi, I.B Gd. Surya. (2017). Throwing Berbantuan Media
Pengaruh Model Pembelajaran Audiovisual Terhadap Hasil
Snowball Throwing Belajar Bahasa Indonesia.
Berbantuan Media Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar,
AudioVisual Terhadap 3(1), pp. 89-97. Diakses dari
Penguasaan Kompetensi http://dx.doi.org/10.23887/jisd
Pengetahauan IPA. Journal of .v3i1.17662
Education Technology, 1(2), Raguwan., Gonggo, S. T., & Sabang,
pp. 191-197. Diakses dari S. M. (2014). Pengaruh Model
https://ejournal.undiksha.ac.id/i Pembelajaran Kooperatif Tipe
ndex.php/JET/article/view/125 Snowball Throwing Terhadap
04 Hasil Belajar Siswa pada
Hanum, U., Supriyanto., & Iswari, Materi Bentuk Molekul Kelas
R.S. (2015). Pengaruh Model XI IPA SMA Negeri 1
Pembelajaran Kooperatif Tipe Pasangkayu. Jurnal Akademika
Snowball Throwing Terhadap Kimia, 3(1), 1-7. Diakses dari
Hasil Belajar Peserta Didik http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/i
pada Materi Sistem Eksresi. ndex.php/JAK/article/view/777
Unnes Journal of Biology 3
Education, 4(2), pp. 173-178. Rahman, A. (2017). Penerapan
Diakses dari Metode Snowball Throwing
https://journal.unnes.ac.id/sju/i untuk Meningkatkan Hasil
ndex.php/ujbe/article/view/890 Belajar IPS Siswa Kelas V
9/5828 pada SDN No. 1 Pantolobete.
Isnawan, M. G., & Zahroni, T. R. Jurnal Kreatif Tadulako
(2016). Effectiveness of Online, 5(4), 154-167.
Cooperative Learning Sanjaya, W. (2006). Strategi
Approach (Snowball Pembelajaran. Jakarta:
Throwing) in Logics Kencana Prenada Media
Instruction at AMIKOM Group.
Mataram. Proceeding of 3rd
90 Mbudja, A. P., Walujo, D. A., & Sugito/Premiere Educandum 9(2) 2019

Simarmata, N. N. (2018). Upaya IPA. International Journal of


Meningkatkan Hasil Belajar Elementary Education, 2(3),
Siswa Dengan Menggunakan pp. 173-182. Diakses dari
Model Pembelajaran Snowball http://dx.doi.org/10.23887/ijee.
Throwing. Jurnal Ilmiah v2i3.15956
Pendidikan dan Pembelajaran, Yuliati. (2015). Efektivitas
2(1), pp. 79-86. Diakses dari Penggunaan Model Kooperatif
http://dx.doi.org/10.23887/jipp. Tipe Snowball Throwing untuk
v2i1.13854 Meningkatkan Hasil Belajar
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Siswa pada Materi Sistem
Kuantitatif, Kualitatif, dan Pertidaksamaan Linear di
R&D. Bandung: Alfabeta. Kelas XI-IS-2 SMA Negeri 7
Sutiani, K., Suarni, NK., & Dibia, IK. Banda Aceh. Jurnal Peluang,
(2018). Pengaruh Model 3(2), 65-78. Diakses dari
Pembelajaran Snowball http://www.jurnal.unsyiah.ac.i
Throwing Berbasis Penilaian d/peluang/article/view/5718
Kinerja Terhadap Hasil Belajar