Sei sulla pagina 1di 7

P-ISSN : 2355-9853

Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal)


E-ISSN : 2622-4135
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2019

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN


DETEKSI DINI SERANGAN STROKE ISKEMIK AKUT PADA
PENANGANAN PRE HOPSITAL

Lisa Mustika Sari1, Aldo Yuliano2, Almudriki3


STIKes Perintis Padang
Email: lisa_mustikasari14@yahoo.com

Submission: 19-06-2019, Reviewed: 24-06-2018, Accepted: 27-06-2019

ABSTRACT

Stroke is a sudden and severe injury to the brain vessels of the blood vessels. injuries can be
caused by clogging and narrowing, resulting in insufficient blood supply, causing disability in the
form of paralysis of limbs, speech disorders, thought processes, memory and can cause death.In
Stroke Hospital Bukittinggi, the incidence of stroke increases by the end of 2016 is the case of
inpatient care in Stroke Hospital Bukittinggi as 4,100 people and outpatient in Stroke Hodpital
Bukittinggi as many as 11,113 people. The purpose of this study was to determine the knowledge and
attitude of the family on the ability of early detection of ischemic stroke. This research method using
descriptive method of analysis with crossectional approach by using questioner and then processed
data using chi squere test. The sample in this research is 75 people. The result of the statistical test in
obtaining the result between the knowledge of the family on the ability of early detection (sign and
symptom) in stroke patient P Value = 0,011 (P> α), it can be concluded there is correlation of
knowledge to the ability of early detection with value (P = 0.011 OR = 3,927). Based on statistical
test result between family attitudes toward the ability of early detection (sign and symptom) got result
P value = 0,186 (P <α) this show that there is no relation between family attitude with ability of early
detection (sign and symptom) in ischemic stroke patient at Emergency Unit Stroke Hospital
Bukittinggi2018. Suggestions in this study can be used as input for the hospital in order to improve
health service and able to increase promotive effort by giving education of ischemicstroke attack to
the family.

Keywords: Early Detection,Knowledge, Family, Attitudes, Ischemic Stroke Acut

ABSTRAK

Stroke merupakan suatu cedera mendadak dan berat pada pembuluh pembuluh darah otak.
cedera dapat disebabkan oleh sumbatan dan penyempitan, menyebabkan kurangnya pasokan darah
yang memadai, menyebabkan cacat berupa kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara, proses pikir,
daya ingat dan dapat menyebabkan kematian.Di RSSN Bukitinggi , angka kejadian stroke meningkat
akhir tahun 2016 ditemui kasus rawat inap di RSSN Bukittinggi sebnyak 4.100 orang dan rawat jalan
di RSSN Bukittinggi sebanyak 11.113 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan pengetahuan dan sikap keluarga terhadap kemampuan deteksi dini (tanda dan gejala)
serangan stroke iskemik di ruang IGD RSSN Bukittinggi tahun 2018. Metode penelitian ini
menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan crossectional dengan menggunakan alat
ukur kuesioner kemudian data diolah menggunakan uji chi squere. Sampel dalam penelitian ini ini
sebanyak 75 orang. Hasil uji statistik di peroleh hasil antara pengetahuan keluarga terhadap
kemampuan deteksi dini (tanda dan gejala) pada pasien stroke P Value = 0,011 (P>α) maka dapat
disimpulkan ada hubungan pengetahuan terhadapkemampuan deteksi dini dengan nilai (P=0,011 OR=
3,927). Berdasarkan hasil uji statistikantara sikap keluarga terhadap kemampuan deteksi dini (tanda
dan gejala) didapatkan hasil P value= 0,186 (P<α) hal ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan
antara sikap kelurga dengan kemampuan deteksi dini ( tanda dan gejala) pada pasien stroke iskemik di
IGD RSSN Bukittinggi2018. Saran dalam penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi rumah sakit

74
P-ISSN : 2355-9853
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal)
E-ISSN : 2622-4135
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2019

agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dan mampu meningkatkan upaya promotif dengan cara
memberi edukasi serangan stroke iskemik aku pada penangana pre hospital kepada keluarga

Kata Kunci : Kemampuan Deteksi Dini, Pengetahuan, Sikap, Keluarga, Stoke Iskemik

PENDAHULUAN (6,8%). Berdasarkan tempat tinggal, prevalensi


Stroke merupakan penyakit stroke di perkotaan lebih tinggi (8,2%)
neurologis yang sering dijumpai dan harus dibandingkan dengan daerah pedesaan
ditangani secara cepat dan tepat. Stroke (5,7%).(Badan Penelitian Dan Pengembangan
merupakan kelainan fungsi otak yang timbul Kesehatan Kementerian Kesehatan RI 2013)
mendadak yang disebabkan karena terjadinya Sumatra Barat stroke menepati urutan
gangguan peredaran darah otak dan bisa ke 6 dari 33 Provinsi dengan persentase 10,6%
terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Stroke dengan jumlah penderita stroke 35.108 orang.
diakibatkan oleh thrombosis serebral, Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN)
hemoragi, hipoksia umum dan hipoksia Bukittinggi merupakan satu-satunya pusat
setempat (Sacco et al. 2013) stroke yang berada di Sumatra Barat yang
Gejala stroke yang muncul dapat merawat penderita stroke untuk memenuhi
bersifat fisik, psikologis, atau perilaku. gejala kebutuhan dasar. Penyakit stroke termasuk
fisik paling khas adalah kelemahan anggota penyakit terbanyak yang ada diruangan unit
gerak sampai kelumpuhan, hilangnya sensasi di rawat stroke di RSSN Bukittinggi. Berdasarkan
wajah, bibir tidak simetris, kesulitan berbicara dari data dari Medical Record Tahun 2016 di
atau pelo (afasia), kesulitan menelan, Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi di
penurunan kesadaran, nyeri kepala (vertigo), dapatkan angka kejadian stroke dari tahun ke
mual muntah dan hilangnya penglihatan di satu tahun meningkat, kejadian stroke di akhir tahun
sisi atau dapat terjadi kebutaan (Black, J dan 2016 ditemui kasus stroke rawat inap RSSN
Hawks 2014) Bukittinggi 4100 orang dan rawat jalan RSSN
Menurut WHO (World Health Bukittinggi 11.113 orang kasus.
Organization) tahun 2015, kematian akibat Stroke membutuhkan penanganan yang
stroke sebesar 51% di seluruh dunia disebabkan cepat dan hal ini sangat dipengaruhi oleh
oleh tekanan darah tinggi. Selain itu, deteksi awal yang tepat di pre hospital.
diperkirakan sebesar 16% kematian stroke Kewaspadaan terhadap stroke dengan
disebabkan tingginya kadar glukosa darah pengenalan cepat terhadap tanda-tanda stroke
dalam tubuh. Di dunia penyakit stroke sangat diperlukan karena sebagian besar (95%)
meningkat seiring dengan modernisasi. Di keluhan pertama serangan stroke terjadi di
Amerika Serikat, stroke menjadi penyebab rumah atau luar rumah sakit . Penatalaksanaan
kematian yang ketiga setelah penyakit jantung yang optimal adalah pada saat golden period,
dan kanker. Diperkirakan ada 700.000 kasus golden period bagi penderita stroke untuk
stroke di Amerika Serikat setiap tahunnya dan mendapatkan penyelamatan yang optimal ialah
200.000 diantaranya dengan serangan berulang. 3-6 jam setelah stroke pertama kali ditemukan.
Berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Penanganan medis yang baru diberikan lebih
Kesehatan Dasar ) prevalensi penyakit stroke di dari 12 jam setelah stroke terjadi berisiko
Indonesia meningkat seiring bertambahnya menyebabkan cacat permanen yang lebih besar.
umur. Jumlah penderita stroke di tahun 2015 (Jauch et al. 2013)
usia 45-54 sekitar 8 persen, sedangkan pada Agar menghindari resiko akibat stroke
tahun 2014 mencapai 10 persen. Selanjutnya sangat dibutuhkan pengetahuan dan sikap
jumlah penderita stroke usia 55-64 tahun pada keluarga untuk mendapapatkan penanganan
Riskesdas 2013 sebanyak 15 persen, sedangkan awal dirumah supaya tidak cacat permanen.
pada Riskesdas 2012 mencapai 24 persen. Penyakit stroke merupakan kegawatdaruratan
Kasus stroke tertinggi yang terdiagnosis tenaga medis yang harus ditangani secara cepat, tepat
kesehatan adalah usia 75 tahun keatas (43,1%) dan juga cermat. Upaya yang komprehensif
dan terendah pada kelompok usia 15-24 tahun untuk mendeteksi kejadian stroke sangat
yaitu sebesar 0,2%. Prevalensi stroke dibutuhkan pengetahuan dan sikap keluarga
berdasarkan jenis kelamin lebih banyak laki- dalam hal ini.
laki (7,1%) 2 dibandingkan dengan perempuan

75
P-ISSN : 2355-9853
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal)
E-ISSN : 2622-4135
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2019

Keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat dan keluarga bahwa pengenalan
masyarakat sesungguhnya mempunyai peranan tanda dan gejala dini stroke harus segera
yang sangat penting dalam membentuk budaya dilakukan karena keberhasilan terapi stroke
dan perilaku sehat. Dari keluargalah pendidikan sangat ditentukan oleh kecepatan tindakan pada
kepada individu dimulai, tatanan masyarakat fase akut (therapeutic window). Makin lama
yang baik diciptakan, budaya dan perilaku upaya rujukan ke rumah sakit atau makin
sehat dapat lebih dini ditanamkan. Oleh karena panjang selang waktu antara saat serangan
itu, keluarga mempunyai posisi yang strategis dengan saat pemberian terapi berarti makin
untuk dijadikan sebagai unit pelayanan buruk prognosisnya. Penanganan yang tepat
kesehatan karena masalah kesehatan dalam dapat menyelamatkan hidup dan mencegah
keluarga saling berkaitan dan saling kecacatan jangka panjang dapat
mempengaruhi antar anggota keluarga, yang menyelamatkan hidup dan mencegah kecacatan
pada akhirnya juga akan mempengaruhi juga jangka panjang
keluarga dan masyarakat yang ada disekitarnya. Berdasarkan wawancara dengan kepala
Penanganan yang tepat di awal ruangan IGD didapatkan data kasus stroke yang
kejadian stroke akan menurunkan angka masuk IGD padatahun 2016 bejumlah 1053
kecacatan 30%. Keberhasilan penanganan kasus. Semetara pada tahun 2017 meningkat
kondisi pre-rumah sakit pada keluarga pasien dengan jumlah 1100 kasus stroke. Survey awal
dengan stroke sangat dipengaruhi oleh tingkat dengan 10 orang keluarga pada tanggal 12
pengetahuan keluarga dalam mendeteksi Januari 2018 7 keluarga mengatakan tidak tahu
serangan stroke, keluarga mampu saat gejala awal serangan stroke, 2 keluarga
mengidentifikasi faktor risiko terjadinya stroke, mengatakan panik ketika melihat serangan
lokasi kejadian yang jauh dari pelayanan stroke datang, dan 2 keluarga mengetahui
kesehatan, pendampingan teman hidup sebagai gejala stroke dan langsung membawanya ke
sistem support, riwayat stroke sebelumnya, rumah sakit. Sedangkan 5 keluarga pada saat
penyakit penyerta stroke yang berhubungan anggota keluarga terserang stroke tidak
dengan tingkat keparahan stroke, dan faktor langsung membawa ke rumah sakit dan
ekonomi dalam pembiayaan perawatan. dibiarakn beberapa jam setelah istirahat baru
(Wirawan et al. 2011). dibawa kerumah sakit.
Beberapa faktor keterlambatan Manajemen pra-rumah sakit adalah
menekankan komponen dari perawatan pasien tindakan-tindakan atau penanganan awal yang
berpusat pengambilan keputusan keluarga pada dapat diberikan pada pasien stroke baik saat
saat penanganan, koordinasi, komunikasi, masih di rumah maupun tindakan sebelum
dukungan keluarga pasien serta pemberdayaan dirujuk ke rumah sakit. Penanganan awal dapat
fasilitas kesehatan. Masih banyaknya anggota dilakukan oleh keluarga, masyarakat ataupun
masyarakat yang tidak tahu atau minimalnya tenaga kesehatan. Masyarakat pertama yang
tanda dan gejala yang muncul sebagai serangan bertemu dengan pasien adalah keluarga. Sebuah
stroke akut masih merupakan masalah utama keluarga merupakan unit dasar dari masyarakat
keterlambatan manajemen setelah serangan dimana anggotanya mempunyai suatu
stroke akut. Masalah lain yang sering dijumpai komitmen untuk memelihara satu sama lain
di masyarakat adalah sikap, perilaku serta baik secara emosi ataupun fisik. Serangan
tingkat pendidikan rendah yang juga dapat stroke pada anggota keluarga seringkali
mempengaruhi keterlambatan manajemen disepelekan oleh anggota keluarga yang lain,
terhadap pasien stroke akut. (Saudin, D. Agoes, mereka menganggap bahwa serangan yang
A. Setyorini 2016) terjadi pada salah satu anggota keluarga adalah
Menurut penelitian (Rachmawati, masuk angin biasa dan kelelahan. Keluarga
Andarini, and Ningsih 2017) menunjukkan sangat berperan penting dalam menghadapi
bahwa rata-rata skor pengetahuan responden serangan stroke akut pada anggota keluarganya
adalah 8,55±SD 4,551 dan koefisien korelasi - Berdasarkan fenomena yang telah disebutkan
0,303 (p=0,041). Dapat disimpulkan bahwa diatas maka peneliti tertarik melakukan
pengetahuan tentang faktor risiko dan penelitian yang berjudul “Hubungan
peringatan gejala stroke menurunkan Pengetahuan dan Sikap Keluarga Terhadap
keterlambatan kedatangan pasien post serangan Kemampuan Deteksi Dini Serangan Stroke
stroke iskemik akut . Penekanan kepada dalam Penanganan pre hospital Di Ruangan

76
P-ISSN : 2355-9853
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal)
E-ISSN : 2622-4135
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2019

IGD RSSN Bukittinggi. Tujuan dari Penelitian prinsip keadilan. Aplikasi dari prinsip etika
ini adalah diketahui hubungan pengetahuan dan adalah dengan memberikan penjelasan tentang
sikap keluarga terhadap kemampuan deteksi tujuan dan pelaksanaan peneltian kepada calon
dini serangan stroke pada penanganan pre responden (informed consend). Semua
hospital di ruangan IGD RSSN Bukittinggi responden mendapatkan intervensi dan
tahun 2018. perlakuan yang sama.

METODE PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN


Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif analisis dengan menggunakan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tingkat
pendekatan cross sectional dimana variabel Pengetahuan, Sikap Keluarga dan
independent dan dependent dinilai atau diukur Kemampuan Keluarga dalam
secara simultan pada suatu saat dalam waktu Deteksi Dini Serangan Stroke
yang bersamaan. Sample dalam penelitian Iskemik Akut Pada Penanganan
diambil adalah keluarga pasien stroke dengan Pre Hospital Di RSSN Bukittinggi
jumlah sample 75 orang anggota keluarga ( Tahun 2018
anak, sumai, istri, cuu, saudara ) dari semua
penderita stroke iskemik akut yangb mnegtahui Variabel f %
dan terlibat langsung membawa pendrita ke
IGD dalam 72 jam setelah serangan. Teknik Pengetahuan
pengambilan Sampel yang digunakan adalah Baik 41 54,7
consecutive sampling. Pengambilan data Kurang Baik 34 45,3
menggunakan instrumen berupa kuesioner A Sikap
menilai tingkat pengetahuan Keluarga dimana Positif 29 38,7
jawaban responden hanya menyilang salah satu Negativ 46 61,3
dari jawaban yang benar. Kuesioner B dengan Kemampuan
menilai sikap keluarga menggunakan skala Mampu 46 61,3
Likert, dimana jawaban responden: SS (Sangat Tidak Mampu 29 38,7
Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS
(Sangat Tidak Setuju). Kuesioner C menilai Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa lebih
Kemampuatn Deteksi Dini tanda Gejala dari separuh (54,7%) responden memiliki
Serangan Stroke dengan Mentode UJI FAST. pengetahuan keluarga yang baik, sedangkan
Data berikutnya dianalisi dengan diketahui bahwa kurang dari separuh (38,7%)
menilai frekuensi untuk data univariat responden memiliki sikap keluarga yang positif
sedangkan untuk data bivariat dianalisi dengan terhadap kemampuan deteksi dini terhadap
uji chi-square. Penelitian dilakukan dengan serangan stroke iskemik . Sementara diketahui
perpedoman pada prinsip etika penelitian yaitu bahwa lebih dari separuh (61,3%) responden
Anonimity (tampa nama), kerahasian, prinsip mempunyai kemampuan dalam deteksi dini
manfaat, prinsip menghargai hak asasi manusia, serangan stroke iskemik akut pada penanganan
Pre Hospital

Tabel 2. Hubungan Pengetahuan Keluarga Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Serangan


Stroke Iskemik Akut Pada Penanganan Pre Hospital Di RSSN Bukittinggi Tahun 2018

Kemampuan Deteksi Dini (Tanda P OR (95% CI)


dan Gejala) Value
No Pengetahuan Mampu Tidak mampu Total
Keluarga f % f % f %
1. Baik 31 75,6 10 24,4 41 100 0.011 3,927 (1,469-10,494)
2. Kurang Baik 15 44,1 19 55,9 34 100

Jumlah 46 61,3 29 38,7 75 100

77
P-ISSN : 2355-9853
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal)
E-ISSN : 2622-4135
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2019

Berdasarkan tabel 2 didapatkan data %) dan tidak segera membaringkan pasien


bahwa dari 41 orang responden yang dengan posisi kepala lebih tinggi (56 %).
pengetahuanbaik dalam terdapat 31 orang Berdasarkan hasil tersebut, masyarakat di
(75,6%) mampu dalam mendeteksi dini (tanda Kabupaten Kendal telah melakukan 2 (Arm dan
dan gejala) dan keluarga yang memiliki Speech) dari 3 deteksi FAST dalam penanganan
pengetahuan kurang baik adalah 15 orang awal stroke di rumah.
(44,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai Hal ini berbeda dengan penelitian yang
(p=0,011) maka dapat disimpulkan bahwa ada dilakukan (Arianto 2016) bahwa kader
hubungan bermakna antara pengetahuan (masyarakat) lebih mengetahui gejala awal
keluarga dengan kemampuan deteksi dini stroke pada wajah (face) dan lengan (arms)
serangan stroke iskemik akut pada penaangan karena gejala tersebut paling banyak ditemui
pre hospital di ruangan IGD RSSN Bukittinggi pada penderita stroke sehingga memudahkan
tahun 2018. kader dalam mengingat gejala awal stroke pada
Penanganan stroke merupakan keadaan bagian tubuh tertentu.
gawat darurat dan biasa dikenal dengan istilah Pada hasil penelitian (Hariyanti,
Time is brain. Artinya, penanganan pasien Harsono, and Prabandari 2015) tentang Health
stroke tahap pra hospital penting dan tidak Seeking Behaviour pada Pasien Stroke
boleh terlambat dengan melalui identifikasi didapatkan bahwa dari 101 responden pasien
keluhan dan gejala stroke bagi pasien dan orang stroke dengan keluhan lemah separuh badan
terdekat. Beberapa tanda atau gejala yang sebanyak 58 orang (57,4%), sedangkan dengan
umum pada pasien stroke antara lain: keluhan gringgingen sebanyak 15 orang
hemiparesis, kelainan sensorik sebagian sisi (14,8%), sedangkan dengan keluhan tidak bisa
tubuh, hemianopia atau buta secara tiba-tiba, bicara (afasia) sebanyak 3 orang (2,9%),
diplopia, afasia, vertigo, disfagia, disatria, sedangkan dengan keluhan bicara tidak jelas
ataksia, kejang atau penurunan kesadaran yang sebanyak 7 orang (6,7%), dan sisanya dengan
berlangsung mendadak. Penggunaan istilah keluhan disartria sebanyak 18 orang (17,8%).
untuk memudahkan dalam deteksi dibuat FAST Hasil penelitian tersebut tidak menyebutkan
(Facial movement, Arm movement, Speech, wajah mencong sebagai bentuk health seeking
Test all three) (Jauch et al. 2013) behavior pada penyakit stroke.
Menurut National Stroke Association Menurut asumsi peneliti dalam
(NSA), untuk FAST dengan cara minta orang penelitian ini didapatkan bahwa semakin tinggi
tersebut untuk tersenyum, kemudian pengetahuan keluarga semakin besar peluang
mengangkat kedua lengan, dan mengulangi yaitu 3,927 kali lipat dalam mendeteksi dini
kata-kata sederhana. Jika Anda mengamati serangan stroke. Pengenalan cepat dan reaksi
tanda-tanda ini, segera hubungi pihak medis. terhadap tanda-tanda stroke dan TIA. Keluhan
Alat ukur ini cukup sederhana dan dapat pertama kebanyakan pasien (95%) mulai sejak
digunakan oleh orang awam maupun petugas di luar rumah sakit. Hal ini penting bagi
kesehatan (Rizaldi Pinzon 2010) Penelitian ini masyarakat luas termasuk orang terdekat
menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga dengan pasien untuk mengenal stroke dan
telah mengamati adanya kesulitan bicara / pelo perawatan kegawatdaruratan. Deteksi dini
(65 %) dan 63 % keluarga menanyakan adanya stroke penting untuk dilakukan agar tidak
rasa kebas pada kaki dan tangan serta terjadi peningkatan keluhan, kecacatan pasien,
menanyakan adanya kelumpuhan pada lengan maupun kematian. Oleh karena itu, pendidikan
tangan pasien. Namun masih ada keluarga yang deteksi dini stroke secara berkesinambungan
tidak mengamati adanya wajah mencong (58 perlu diberikan kepada masyarakat

78
P-ISSN : 2355-9853
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal)
E-ISSN : 2622-4135
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2019

Tabel 3. Hubungan Sikap Keluarga Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Deteksi Dini
Serangan Stroke Iskemik Akut Pada Penanganan Pre Hospital Di RSSN Bukittinggi
Tahun 2018

Kemampuan Deteksi Dini (Tanda P OR (95% CI)


dan Gejala) Value
No Sikap Keluarga Mampu Tidak mampu Total
f % f % f %
1. Positif 21 72,4 8 27,6 29 100 0.013 2,205 (0,811-
2. Negatif 25 54,3 21 45,7 46 100 5,993)

Jumlah 46 61,3 29 38,7 67 100

Berdasarkan tabel 5 didapatkan data untuk menghasilkan suatu sikap atau sikap
bahwa 29 orang keluarga yang memiliki sikap tertentu (Machfoedz, 2005). Perubahan sikap
positifyang mempunyai kemampuan deteksi dalam kehidupan manusia menurut teori Bloom
dini (tanda dan gejala) sebanyak 21 orang dalam (Notoadmodjo 2007) terjadi melalui tiga
keluarga (72,4%) dan 46 keluarga yang tahap. Tahap pertama adalah pengetahuan yang
memiliki sikap negatif dalam yang tidak merupakan hasil tahu setelah seseorang
mempunyai kemampuan deteksi dini adalah melakukan pengindraan terhadap suatu objek
sebanyak 25 keluarga (54,3%). Hasil uji tertentu. Pengetahuan merupakan faktor yang
statistik diperoleh nilai p=0,013 maka dapat sangat penting dalam membentuk tindakan
disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna seseorang. Adapun beberapa faktor yang
antara sikap keluarga dengan kemampuan mempengaruhi tingkat pengetahuan yang
deteksi dini (tanda dan gejala) pada stroke dimiliki seseorang meliputi faktor pendidikan,
iskemik di ruangan IGD RSSN Bukittinggi pengalaman, informasi, lingkungan dan budaya
tahun 2018. Dalam penelitian ini didapatkan serta kondisi sosial ekonomi seseorang. Tahap
bahwa semakin rendah sikap keluarga semakin kedua adalah sikap yang merupakan reaksi atau
kecil peluang yaitu 2,205 kali lipat dalam respon yang masih tertutup dari seseorang
mendeteksi dini serangan stroke. terhadap suatu stimulus sehingga tidak dapat
Berdasarkan uji analisa hubungan sikap langsung dilihat. Sikap merupakan kesiapan
keluarga terhadap kemampuan deteksi dini untuk bertindak tetapi bukan merupakan suatu
(tanda dan gejala) pada pasien stroke iskemik tindakan . Tahap ketiga adalah pelaksanaan
di ruang IGD RSSN Bukittinggi di peroleh dari apa yang disikapi seseorang, terwujud
hasil 29 orang responden yang memiliki sikap dalam tindakan nyata yang merupakan bentuk
baik dalam kemampuan deteksi dini ( tanda dan dari sikap. (Notoadmodjo 2007)
gejala) baik adalah 21 orang responden Menurut penelitian (Inayah 2015)
(72,4%) sedangkan keluarga yang memiliki menunjukkann tentang “Hubungan tingkat
sikap kurang baik dalam kemampuan deteksi pengetahuan tentang hipertensi dengan sikap
dini (tanda dan gejala) baik adalah 25 pencegahan stroke . Penelitian ini
orang responden (54,3%). menyimpulkan bahwa ada korelasi tingkat
Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,013 maka pengetahuan tentang hipertensi dengan sikap
dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pencegahan komplikasi stroke (p- value =
bermakna antara sikap keluarga dengan 0,002). Penelitian lain dilakukan oleh (Irdawati
kemampuan deteksi dini (tanda dan gejala) dan Ambarwati 2009) tentang Hubungan
pada pasien stroke iskemik di ruangan IGD Antara Pengetahuan Dan Sikap Keluarga
RSSN Bukittinggi tahun 2018. Dengan Perilaku Dalam Meningkatkan
Sikap pada umumnya berkaitan dengan Kapasitas Fungsional Pasien Pasca Stroke yang
sikap sehat yang memiliki pengertian didapatkan hasil bahwa sikap positif yang
merupakan sikap yang didasarkan pada prinsip- dimilikai keluarga akan meningkatan
prinsip kesehatan dimana hal tersebut didapat pengetahuan dalam meningakatan kapasian
dari proses belajar. Belajar merupakan suatu fungsional pada pasien stroke.
proses untuk memperoleh pengetahuan,
pandangan dan ketrampilan yang diperlukan KESIMPULAN

75
P-ISSN : 2355-9853
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal)
E-ISSN : 2622-4135
Volume 6 Nomor 1 Tahun 2019

Berdasarkan hasil peneilitian maka PENDERITA HIPERTENSI


beberapa kesimpulan yang dapat diambil TERHADAP SIKAP DALAM
sebagai Lebih dari separuh (54,7%) keluarga PENCEGAHAN STROKE Larasati
pasien memiliki pengetahuan yang baik dan Inayah 1 , Safri 2 , Arneliwati 3.”
lebih dari separuh (61,3%) keluarga pasien Irdawati dan Ambarwati, Winarsih Nur. 2009.
memiliki sikap keluarga yang negatif terhadap “Hubungan Antara Pengetahuan Dan
kemampuan deteksi diniserangan stroke Sikap Keluarga Dengan Perilaku Dalam
iskemik di RSSN Bukittinggi tahun Meningkatkan Kapasitas Fungsional
2018.Berdasarkan hasil analisis Uji chi-square Pasien Pasca Stroke Di Wilayah Kerja
didapatkan hasil Ada hubungan yang Puskesmas Kartasura.” Berita Ilmu
signifikan antara pengetahuan keluarga dengan Keperawatan 2: 63–68.
kemampuan deteksi dini (tanda dan gejala) Jauch, Edward C. et al. 2013. “Guidelines for
pada pasien stroke di ruang IGD RSSN the Early Management of Patients with
Bukittinggi tahun 2018 (p value= 0,011) dan Acute Ischemic Stroke: A Guideline for
ada hubungan yang signifikan antara sikap Healthcare Professionals from the
keluarga dengan kemampuan deteksi dini American Heart Association/American
(tanda dan gejala) pada pasien stroke di ruang Stroke Association.” Stroke.
IGD RSSN Bukittinggi tahun 2018 (p value= Notoadmodjo. 2007. “Notoadmodjo,
0,013). Disarankan Penelitian ini dapat menjadi Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan.
dasar dalam pemberian edukasi bagi Jakarta: Rineka Karya Pratiknya,.” : 3764.
masyarakat pada dimensi Pencegahan tingkat Rachmawati, Dewi, Sri Andarini, and DK
keparahan Stroke dengan Deteksi Dini tanda Ningsih. 2017. “Pengetahuan Keluarga
Gejala Awal Serangan Stroke Iskemik Akut Berperan Terhadap Keterlambatan
sebelum dibawa Kerumah Sakit . Kedatangan Pasien Stroke Iskemik Akut
Di Instalasi Gawat Darurat The Effect of
REFERENSI Family Knowledge on Acute Ischemic
Stroke Patients ’ Arrival Delay at
Arianto, Dwi. 2016. “UJI METODE ACT Emergency.” 29(04): 369–76.
FAST ( FACE, ARM, SPEECH, TIME ) http://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/vi
Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga ew/1783.
Lansia Tentang Tanda Dan Gejala Rizaldi Pinzon, Laksmi Asanti. 2010. Awas
Stroke.” Jurnal Keperawatan Stroke, Pengertian, Gejala& Tindakan ,
Muhamadiyah 1(1): 93–100. Pencegahan Perawatan. I. Yokyakarta:
Badan Penelitian Dan Pengembangan CV Andi Offset.
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Sacco, Ralph L. et al. 2013. “An Updated
2013. “Riset Kesehatan Dasar.” Definition of Stroke for the 21st Century:
Departement Kesehatan RI (1): 1–303. A Statement for Healthcare Professionals
Black, J dan Hawks, J. 2014. “Keperawatan from the American Heart
Medikal Bedah, (3-Vol Set) 8th Edition, Association/American Stroke
Manajemen Klinis Untuk Hasil Yang Association.” Stroke.
Diharapkan.” Saudin, D. Agoes, A. Setyorini, I. 2016.
Hariyanti, Tita, Harsono, and Yayi S “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi
Prabandari. 2015. “Health Seeking Keterlambatan Dalam Mengatasi Pasien
Behaviour Pada Pasien Stroke Health Stroke Saat Merujuk Ke Rsud Jombang.”
Seeking Behavior on Stroke Patients.” Jurnal Hesti Wira Sakti 4(2): 1–12.
Jurnal Kedokteran Brawijaya 28(3): 242– Wirawan, Narakusuma, Ida Bagus, Kusuma
46. Putra, and Pusat Sanglah Denpasar. 2011.
Inayah, Larasati. 2015. “HUBUNGAN “Prehospitalized Management on Acute
TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN Stroke.” : 1–15.

75