Sei sulla pagina 1di 8

ARTIKEL PENELITIAN

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA


BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SISWA
KELAS II SD NEGERI 018 MARSAWA KEC. SENTAJO RAYA
KAB. KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

Ditulis untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan


Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)

Oleh

NOVIKA ZULNINDI
NPM 1510013411069

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BUNG HATTA
PADANG
2020
HALAMAN PERSETUJUAN

ARTIKEL

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA


BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SISWA
KELAS II SD NEGERI 018 MARSAWA KEC. SENTAJO RAYA
KAB. KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

Oleh:

NOVIKA ZULNINDI
NPM 1510013411069

Artikel ini berdasarkan skripsi yang berjudul “Pengembangan Modul


Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Contextual Teaching And Learning
(Ctl) Siswa Kelas II Sd Negeri 018 Marsawa Kec. Sentajo Raya Kab. Kuantan
Singingi Provinsi Riau.” Untuk persyaratan wisuda April 2020.

Padang, 28 Februari 2020

Disetujui oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Dra.Hj. Syofiani, M.Pd. SyafniGustina Sari, S.Pd.,M.Pd.


DEVELOPMENT OF INDONESIAN LANGUAGE LEARNING MODULE
BASED ON CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING FOR CLASS II
STUDENTS AT SD NEGERI 018 MARSAWA

Novikazulnindi1, Syofiani2, SyafniGustina Sari1


1 Elementary School Teacher Education Study Program
2Education Study Program Indonesian Language

Faculty of Teacher Training and Education


Bung Hatta University
E-mail : Novikazulnindi2016@gmail.com

ABSTRAK

This study aims to develop Indonesian language learning modules with the
Contextual Teaching and Learning Approach on theme 5 for students in grade II of
SD Negeri 018 Marsawa that are valid and practical. The theory used as a reference is
the opinion of Subana (2009) about learning, Daryanto (2013) about modules and
Jhonson's opinion (2007) about the Contextual Teaching and Learning approach. The
type of this research is Research and Development. The Indonesian learning module
with the Contextual Teaching and Learning Approach was developed using three-D
models. This research was conducted in second grade students even semester
2019/2020. Data collection is done by testing and testing modules that are developed.
The module design that was designed was validated by two experts then tested in
class II SDN 018 Marsawa to find out practicality. Validation by two experts
obtained a value of 85 which is included in the Valid category and from the
practicality test value of the teacher students amounting to 92.57 is in the very
practical category. teacher guidance as well as with teacher guidance.

Keywords: Indonesian language modules, contextual teaching and learning


approaches

1
PENDAHULUAN Hal ini dapat dilihat dari nilai ujian
Pendidikan merupakan sarana penting semester II siswa kelas II, seperti yang
untuk meningkatkan kualitas sumber daya terlihat sebagai berikut:
manusia (SDM) dalam menjamin
keberlangsungan pembangunan suatu Tabel 1. Jumlah dan Persentase Siswa
bangsa. Peningkatan kualitas SDM jauh yang Mencapai Ketuntasan
lebih mendesak untuk segera direalisasikan Pemlajaran Bahasa Indonesia Pada
terutama dalam menghadapi era persaingan Ujian Semester II kelas II SD Negeri
global. Oleh karena itu, peningkatan kualitas 18Marsawa Kecamatan Sentajo Raya
SDM sejak dini merupakan hal penting yang Kab. Kuantan Singingi, RiauTahun
harus diperhatikan secara sungguh-sungguh. Pelajaran 2018/2019
Berdasarkan observasi yang
dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Siswa yang Siswa yang
Indonesia yang dilaksanakan pada hari Senin Jum Tuntas Belum Tuntas
K
tanggal 19November 2018 sampai Rabu lah (≥75) (<75)
el
tanggal 21 November 2018 di kelas II SD Sis Ju
as Persent Jumla Persen
Negeri 18Marsawa, Sentajo wa mla
ase h tase
Rayaditemukanbahwa ada permasalahan h
dalam proses pembelajaran. Masalah yang 43.33 56,66
II 30 13 17
ditemukan dalam proses pembelajaran % %
Bahasa Indonesia, diantaranyaguru
menggunakan bahan ajar berupa LKS dan Sumber :Guru Kelas II SDN 018 Marsawa
buku cetak. Selain itu,dalam proses
pembelajaran, guru dominan menggunakan Salah satu alternatifuntuk mengatasi
metode ceramah, tanya jawab, dan permasalahan tersebut, bahan ajar berupa
penugasan.Belum tersedianya modul modul dapat dikembangkan dengan
pembelajaran dengan pendekatan Contextual menggunakan salah satu pendekatan untuk
Teaching and Learning pada pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa.
tema 5 pengalamanku subtema 2 Siswa menjadi senang belajar Bahasa
pengalamanku di sekolah dengan materi Indonesia dan diharapkan meningkatkan
puisi anak pada kelas II SD Negeri 18 rasa ingin tahu siswa. Salah satu pendekatan
Marsawa.Di samping itu, peneliti juga yang dapat digunakan adalah pendekatan
melihat kurangnya keinginan siswa untuk Contextual Teaching and Learning. Melalui
bertanya, padahal mereka belum menguasai penelitian ini, peneliti akan mencoba
materi yang diajarkan oleh guru.Hal ini mengembangkan modul pembelajaran
terlihat ketika guru memberikan pertanyaan, Bahasa Indonesia dengan menggunakan
hanya tiga atau empat orang siswa yang kurikulum 2013 berbasis Contextual
mampu menjawab pertanyaan guru. Teaching and Learning karena minimnya
penelitian tentang pengembangan modul
dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di
sekolah dasar.
2
Contextual Teaching and Learning makna kata-kata secara individual akan
adalah sebuah sistem yang menyeluruh. dapat diketahui. Kalau hal ini tidak
Contextual Teaching and Learning terdiri terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan
dari bagian-bagian yang saling terhubung. yang tersirat tidak akan tertangkap atau
Jika bagian-bagian yang saling terhubung. dipahami, dan proses membaca itu tidak
Jika bagian-bangian ini terjalin sati sama terlaksana dengan baik (Hodgson dalam
lain, maka akan dihasilkan pengaruh yang Tarigan, 2008: 7).
melebihi hasil yang diberikan bagian-bagian Daryanto (2013:9) mengatakan bahwa
secara terpisah Jhonson, (2007:65). modul merupakan salah satu bentuk bahan
ajar yang dikemas secara utuh dan
Belajar menurut Subana (2009:9), sistematis, didalamnya memuat seperangkat
suatuproses perubahan tingkah laku pada pengalaman belajar yang terencana dan
siswa akibat adanya interaksi antara individu didesain untuk membantu peserta didik
dengan lingkungannya melalui proses dalam menguasai tujuan belajar yang
pengalaman dan latihan.Selanjutnya, spesifik. Selanjutnya, Prastowo (2014:209)
Hamalik (2012:28), menjelaskan bahwa menyatakan modul merupakan sebuah bahan
belajar adalah memodifikasi atau ajar yang disusun secara sistematis dengan
memperteguh kelakuan melalui pengalaman. tingkat pengetahuan dan usianya, agar
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut mereka dapat belajar mandiri.
dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
suatu aktivitas yang dilakukan seseorang Untuk membuat modul yang baik
untuk memperoleh suatu konsep, dan benar salah satu hal yang harus
pemahaman, atau pengetahuan baru diperhatikan adalah komponen modul.
sehingga memungkinkan seseorang Menurut Prastowo (2014:214),modul paling
terjadinya perubahan perilaku yang relatif tidak berisi tujuh komponen, sebagai
tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun berikut: judul, petunjuk belajar, kompetensi
dalam bertindak. yang akan di capai, informasi pendukung,
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat latihan, petunjuk kerja, dan lembar evaluasi.
disimpulkan bahwa belajar adalah suatu
aktivitas mengubah tingkah laku pada Menurut Sulistyowati dan Novita
peserta didik dengan cara interaksi antara (2018:2), modul dikemas sesuai dengan
individu dengan individu itu sendiri dan pengembangan siswa adalah modul berbasis
individu dengan lingkungan sekitarnya. kontekstual.Karena modul disusun
Membaca adalah suatu proses yang berdasarkan kegiatan atau peristiwa yang
dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca terjadi di sekeliling siswa. Sedangkan
untuk memperoleh pesan, yang hendak Menurut Angin, dkk (2015;30), modul
disampaikan oleh penulis melalui media berbasis kontekstual adalah modul yang
kata-kata/bahasa tulis. Suatu proses yang dikembangkan sesuai dengan komponen
menuntut agar kelompok kata yang CTL (Contextual Teaching and Learning).
merupakan suatu kesatuan akan terlihat Modul berisi petunjuk pembelajaran (guru
dalam suatu pandangan sekilas, dan agar

3
dan siswa), tujuan intruksional, lembar kerja Tabel 11. Data Hasil Validasi Modul oleh
siswa, dan lembar unjuk kerja siswa. Ahli Media/ Tampilan
ANALISIS DATA TES AKHIR
Aspek yang Dinilai
Jumlah dan hasil validasi dan
Penilaian Secara Umum
praktikalitas akhir dapat dilihat dalam table
Terhadap Modul
berikut: Nama Pembelajaran Bahasa
Tabel 10. Data Hasil Validasi Modul oleh
Indonesia
Ahli Materi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Aspek Yang
Dinilai Dr. Eril
Penilaian Secara Syahmaidi, M.Pd 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4
Umum Terhadap Jumlah 34
Nama Modul Validitas 85
Pembelajaran Rata-rata
Bahasa Validitas 85 %
Indonesia
1 2 3 4
Berdasarkan Tabel 11 dapat dilihat
Hidayati Azkia S.Pd,.
3 3 3 3 persentase validasi modul yang dinilai
M.Pd
validator secara umum adalah 85% dengan
Jumlah 12
kategori valid. Dari tabel 10 sudah
Validasi 85
menunjukkan bahwa modul pembelajaran
Rata-rata Validasi 85 %
Bahasa Indonesia dengan pendekatan
Contextual Teaching and Learning yang
Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat
dikembangkan sudah valid.
persentase validasi modul yang dinilai
validator secara umum adalah 85% dengan Tabel 12. Hasil Uji Praktikalitas Modul
kategori valid. Dari tabel 9 sudah Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan
menunjukkan bahwa modul pembelajaran Pendekatan Contextual Teaching and
Bahasa Indonesia dengan pendekatan Learning oleh Guru
Contextual Teaching and Learning yang
dikembangkan sudah valid. Berikut hasil Tota Persentas
validasi modul pembelajaran Bahasa N Aspek l e Kriter
Indonesia dengan pendekatan Contextual o Penilaian Sko Praktikali ia
Teaching and Learning secara ringkas oleh r tas
dosen ahli tampilan. Kemudaha
n Sangat
1 95 95%
Penggunaa Praktis
n

4
Kepraktisa dia
n Waktu Sangat
2 87,5 87,5% Evalu 91,1 Praktis
Pembelaja Praktis 5 175
asi 5%
ran
Rata-rata Kepraktisan 90,9 Sangat
Sangat Modul 9 Praktis
3 Manfaat 100 100%
Praktis
Berdasarkan Tabel 13, terlihat hasil
Sangat
Rata-rata 94,16 respon dari 24 orang siswa kelas II SDN
Praktis
018 Marsawa terhadap modul pembelajaran
Bahasa Indonesia dengan pendekatan
Berdasarkan tabel 12 dapat Contextual Teaching and Learning pada
dijelaskan persentase praktikalitas Modul materi Tema 5 dengan rata-rata kepraktisan
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan modul 90,99 dan kategori sangat Praktis.
Pendekatan Contextual Teaching and Berikut hasil uji praktikalitas modul
Learning pada Tema 5 oleh guru adalah pembelajaran Bahasa Indonesia dengan
94,16 dengan kriteria sangat praktis. Hal ini pendekatan Contextual Teaching and
menunjukkan bahwa modul ini sangat Learning secara ringkas oleh siswa dan hasil
praktis digunakan oleh guru sebagai bahan uji praktikalitas.
ajar pada Tema 5.
PEMBAHASAN
Analisis data hasil uji praktikalitas
Varia Kriteria oleh siswa kelas II SDN 018 Marsawa
Nilai
bel Jumla menunjukkan bahwa modul pembelajaran
Prak
Prakti h Bahasa Indonesia dengan pendekatan
tis
kalitas Contextual Teaching and Learning pada
Minat 94,2 Sangat materi Tema 5 yang telah dikembangkan
1 724
Siswa 7% Praktis sangat praktis dengan persentase kepraktisan
Proses Praktis 94,27%. Angka tersebut didapatkan dari
85,6
2 Pengg 329 rata-rata lima aspek kepraktisan modul yang
8%
unaan dinilai oleh siswa, yaitu aspek minat siswa,
Penin Sangat proses penggunaan, peningkatan kreativitas
gkata Praktis siswa, waktu yang tersedia, dan evaluasi.
n Dari aspek minat siswa, modul
3 354 92%
Keakt pembelajaran Bahasa Indonesia dengan
ifan pendekatan Contextual Teaching and
Siswa Learning pada materi Tema 5 yang telah
Wakt Sangat dikembangkan dinyatakan sangat praktis
u Praktis dengan persentase kepraktisan 85,68%. Hal
4 176 92%
yang ini menunjukkan bahwa modul yang telah
Terse dikembangkan dapat meningkatkan minat

5
siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dari Teaching and Learning pada Tema 5 untuk
aspek proses penggunaannya, modul kelas II SD yang telah dikembangkan
pembelajaran Bahasa Indonesia dengan dinyatakan valid dengan rata-rata persentase
pendekatan Contextual Teaching and kevalidan 85 %. Modul pembelajaran
Learning pada materi pantun anak yang Bahasa Indonesia dengan pendekatan
telah dikembangkan dinyatakan praktis Contextual Teaching and Learning pada
dengan persentase kepraktisan 92%. Hasil Tema 5 untuk kelas II SD yang telah
menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis
dikembangkan mudah digunakan oleh siswa dengan rata-rata persentase kepraktisan
secara mandiri dengan bimbingan guru. Dari 94,16 % oleh guru dan90,99 % oleh siswa.
aspek peningkatan kreativitas siswa, modul
pembelajaran Bahasa Indonesia dengan DAFTAR PUSTAKA
pendekatan Contextual Teaching and
Learning pada materi Tema 5 yang telah .Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran
dikembangkan dinyatakan sangat praktis Saintifik Kurikulum 2013.
dengan persentase kepraktisan 92%. Hal ini Yogyakarta: Gava Media.
menunjukkan bahwa modul yang telah Prastowo. 2014. Mendesain Model
dikembangkan dapat meningkatkan Pembelajaran Inovatif, Progresif,
kreativitas belajar siswa, dan menjadikan dan Kontekstual. Jakarta.
pembelajaran menjadi lebih bermakna. Prenadamedia Group.
Dari aspek waktu yang tersedia, Sugiyono. 2009. Metode Penilitian
modul pembelajaran Bahasa Indonesia Pendidikan (Pendekatan kuantitatif,
dengan pendekatan Contextual Teaching kualitatif, dan R & D ). Bandung :
and Learning pada Tema 5 yang telah Alfabeta.
dikembangkan dinyatakan sangat praktis Sulistyowati,PrihatindanNovitaMartikaPutri.
dengan persentase kepraktisan 91,15%.. 2018. PengembanganBahan Ajar
Daryanto (2013:22) bahwa evaluasi ModulBerbasisContextual Teaching
dimaksudkan untuk mengetahui dan and Learning (CTL)kelas IV Tema 3
mengukur apakah implementasi Subtema 1. JurnalPendidikan. Vol 3
pembelajaran dengan modul dapat (1).Hlm. 2.
dilaksanakan sesuai dengan desain
pengembangannya.

PENUTUP
Berdasarkan pengembangan data uji coba
modul pembelajaran Bahasa Indonesia
dengan pendekatan Contextual Teaching
and Learning pada Tema 5 yang telah
dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai
berikut: Modul pembelajaran Bahasa
Indonesia dengan pendekatan Contextual