Sei sulla pagina 1di 14

ANALISIS KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN

DI KABUPATEN KAMPAR

ANALYSIS OF INSTITUTIONAL AGRICULTURAL EXTENSION


IN KAMPAR DISTRICT

Widya Dwi Pertiwi Pelawi1, Rosnita2, Roza Yulida2


Agribusiness Department, Agriculture Faculty, University of Riau
widyadwipertiwipelawi@rocketmail.com/081360351816

ABSTRACT

Institutional extension is a government agency which has the task and function of
organizing counseling.The enactment of the Constitution No. 32 of 2004
explained that the extensionactivities carried out in their respective offices and
constitution No 16 of 2006 explaining there are special institutionscause a wide
range of extension activities in each area. The objectives of this research were,
reviewing the vision and mission extension agents, analyze the role and function
of the structure based on each institution, reviewing the policy rule extension,
reviewing each program extension agency. The research was conducted at BPPKP
in Kampar district. The number of respondents 23 people. They are heads of field
extension and head of the hall extension. The data used primary data and
secondary data. Primary data was taken through the interview method. Data
analysis using descriptive methods.The results showed that mission and vision led
to the development of natural resources and human resources, the role functions
and duties of each structure has not been fully implemented properly in
accordance with policy rules and extension activities have not been operating
effectively and efficiently, rules defined policy has not done well in which
BPPKP yet fully guided by the Constitution No. 16 of 2006 and extension
activities are not polyvalent, programa prepared based on the needs of farmers.
The problem are: deficiency of shortages, the Constitution No. 16 of 2006has not
been implemented and extension activities are not polyvalent.
Keyword : Institutional extension, Constitution No. 16 of 2006, not polyvalen

PENDAHULUAN berusaha tani dengan baik.Upaya ini


Lembaga penyuluhan sudah mulai dirintisdari tahun 1962
pertanian mempunyai peran strategis melalui program bimbingan massal
untuk pembangunan pertanian di (bimas). Penyuluhan pertanian
Indonesiakarena mempunyai tugas dilakukan melalui pendekatan
dan fungsi untuk menyelenggarakan sentralistik dankoordinasi yang ketat
pendidikan non-formal bagi antar instansi terkait dari pusat
petani/nelayan serta mendampingi sampai ke daerah. Berlakunya UU
petani, mengajarkan pengetahuan No. 32 tahun 2004 tentang
dan keterampilan tentang usahatani, Pemerintahan Daerah dan berlakunya
mendidik petani agar mampu otonomi daerah, maka pada zaman
memberdayakan semua potensinya, ini paradigma pembangunan
menyebarkan inovasi-inovasi baru pertanian telah bergeser dari
kepada petani tentang bagaimana pendekatan sentralistik menjadi

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 1


desentralistrik. Fungsi penyuluhan terkait dengan penyuluhan, mengkaji
pertaniandibeberapa provinsi programa masing-masing lembaga
dilaksanakan oleh dinas atau badan penyuluhan di Kabupaten Kampar.
lingkup pertanian.
Pemerintah selanjutnya
mengeluarkan Undang Undang No. METODOLOGI PENELITIAN
16 tahun 2006 tentang Sistem Tempat Dan Waktu Penelitian
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Penelitian dilakukan di
Kehutanan. Berlakunya Undang- Kabupaten Kampar karena
UndangNo.16tahun2006yang dimana Kabupaten Kampar merupakan salah
menjelaskan bahwa sistem satu kabupaten di Provinsi Riau yang
penyuluhan sudah memiliki masing- memiliki lembaga yang spesifik
masing lembaga khusus yang menaungi penyuluhan pertanian
menangani penyuluhan. berdasarkan Undang-Undang No 16
Kelembagaan penyuluh pemerintah tahun 2006. Lembaga itu dinamakan
di tingkat pusat hingga tingkat Badan Pelaksana Penyuluhan dan
kecamatan. Berlakunya UU No. 32 Ketahanan Pangan (BPPKP). Waktu
tahun 2004 tentang Pemerintahan penelitian dimulai pada bulan Juni
Daerah danUndang- sampai Maret 2016.
UndangNo.16tahun2006tentangSiste
Pengambilan Sampel Dan Data
m Penyuluhan Pertanian, Perikanan
dan Kehutanan telah mewarnai Populasi penelitian adalah
penyelenggaraan penyuluhan. semua pihak yang terlibat dalam
Penafsiranyang berbeda-beda kelembagaan penyuluhan pertanian
terhadap kebijakan publik ditingkat kecamatan dan desa di
tersebut,telahmerubahpranatadan Kabupaten Kampar. Metode
strukturkelembagaanpenyuluhan pengambilan sampel menggunakan
pertanian serta Metode Purposive samplingdengan
operasionalisasinyadidaerah kriteria yang dipakai adalah orang-
khususnya di Provinsi Riau (Sabrina, orang yang bertanggungjawab
2009). Kabupaten Kampar salah satu terhadap kegiatan penyuluhan di
kabupaten di Provinsi Riau yang Kabupaten Kampar. Berdasarkan
memiliki lembaga khusus yang kriteria tersebut yang dipilih menjadi
menangani penyuluhan. Adanya sampel sebanyak 23 orang yaitu
perubahan pranata sosial kepala bidang penyelenggara dan
kelembagaan ditingkat kepala bidang tata penyuluhan serta
kabupaten/kota ini mendorong perlu 21 kepala BPP setiap kecamatan di
dilakukan penelitian yang Kabupaten Kampar. Datayang
menganalisis penyuluhan pertanian diambil adalah data primer dan
yang berada pada lembaga sekunder. Data primer diperoleh
penyuluhan di Kabupaten Kampar. melalui metode wawancara
Penelitian ini bertujuan terstruktur berdasarkan paduan
mengkaji visi dan misi lembaga wawancara yang telah ditelaah.
penyuluhan di Kabupaten Kampar, Sedangkan data sekunder yang
menganalisis peran dan fungsi diperoleh dengan telahan dokumen
berdasarkan stuktur yang ada pada dari laporan instansi terkait meliputi
masing-masing lembaga penyuluhan, aspek kelembagaan (visi, misi,
mengkaji aturan kebijakan yang rencana strategis, tugas pokok dan

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 2


fungsi), aspek ketenagaan (data anggaran, dana operasional
jumlah penyuluh, status penyuluh), penyuluh) serta data potensi daerah.
aspek penyelenggaraan (program, Adapun paduan wawancara dapat
kegiatan), aspek pendanaan (alokasi dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Paduan Wawancara


Tujuan Key Person Paduan Wawancara
Bagian Umum dan Visi dan misi
1. Mengkaji visi dan misi
Kepegawaian
2. Menganalisis peran dan Struktur lembaga
fungsi berdasarkan Fungsi dan peran
struktur yang ada Bagian kepegawaian Jumlah BPP
dilembaga masing Jumlah Kelompok Tani
masing Jumlah Penyuluh
3. Mengkaji aturan
kebijakan yang ada Kepala Bidang penyuluhan Kebijakan yang ada dalam
terkait dengan Kepala BPP penyuluhan
penyuluhan
4. Mengkaji programa Kepala BPP setiap Programa
penyuluhan kecamatan Unsur unsur Penyuluhan

Analisis Data pertanian yang ada serta memiliki


Analisis data digunakan peran yang penting dalam
dalam penelitian adalah metode mendukung strategi dari kementerian
deskriptif. Penelitian deskriptif pertanian dalam mensukseskan
adalah penelitian yang mendalam pembangunan pertanian. Adapun visi
satu atau beberapa fenomena. Pada BPPKP Kabupaten Kampar tahun
jenis penelitian ini dapat 2012-2016 yang ingin diwujudkan
mengembangkan konsep , adalah “Menjadikan Institusi yang
menghimpun data tetapi tidak handal, inovatif dan aspiratif dalam
menguji hipotesa. Penelitian penyelenggaraan penyuluhan dan
deskriptif bertujuan untuk ketahanan pangan. Makna yang ingin
mengumpulkan informasi aktual diwujudkan dari visi BPPKP
secara rinci yang melukiskan gejala Kabupaten Kampar adalah lembaga
yang ada, mengidentifikasi masalah, yang dapat mengerjakan semua
membuat perbandingan atau evaluasi pekerjaan sesuai dengan tugas pokok
(Rakhmad, 2005). dan fungsi yang diemban serta
mampu menerima saran dan kritik
Visi dan misi Badan Pelaksana dari masyarakat dan mampu
Penyuluhan dan Ketahanan mengikuti perkembangan informasi
Pangan Kabupaten Kampar dan teknologi yang terbaru terkait
(BPPKP) dengan kegiatan penyuluhan disektor
Badan Pelaksana Penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan
dan Ketahanan Pangan memiliki serta ketahanan pangan.
peran yang penting dan strategis Misi yang ingin diwujudkan
dalam penyelenggaraan penyuluhan oleh BPPKP Kampar dalam
pertanian dan pemantapan ketahanan mendukung visi BPPKP Kabupaten
pangan serta mendukung dan Kampar terdiri dari 1) meningkatkan
mengoptimalkan potensi sumberdaya kapasitas kelembagaan dan
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 3
tatalaksana organisasi sesuai dengan berpengaruh terhadap pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi, 2) koordinasi. Selain itu BPPKP
mengembangkan sistem penyuluhan melakukan pelatihan peningkatan
yang komprehensif dan terpadu, 3) kapasitas sumberdaya aparatur
meningkatkan kualitas SDM mlalui bimbingan teknis serta
penyuluh pertanian dan pelaku utama pelatihan kepada penyuluh yang
untuk menghasilkan produk dilakukan secara rutin di setiap
pertanian yang berdaya saing tinggi, kecamatan serta menyusun programa
4) mengembangkan dan setiap tahun dengan materi terbaru
memantapkan kelembagaan pelaku sesuai dengan kebutuhan petani dan
utama yang mandiri, 5) BPPKP berupaya menambah
memantapkan ketersediaan pangan wawasan petani dan mengikuti
dan meningkatkan aksebilitas pangan perkembangan teknologi dengan
setiap rumah tangga setiap saat menyelenggarakan kegiatan berupa
secara berkelanjutan, 6) percontohaan, pengkajian dan
mempercepat upaya melaksanakan kegiatan mimbar
penganekaragman pangan berbasis serasehan kepada petani. BPPKP
sumberdaya lokal menuju konsumsi membuat suatu pelatihan dan
pangan yang cukup, beragam, brgizi kegiatan kunjungan kepada petani
dan seimbang, 7) pengembangan walaupun pelaksanaan tidak sesuai
kemampuankelembagaan ketahanan dengan target disebabkan karena
pangan masyarakat, 8) peningkatan jadwal pertemuan yang terbatas.
koordinasi dalam perumusan BPPKP Kampar tidak hanya fokus
kebijakan dan pengembangan kepada kegiatan penyuluhan tetapi
ketahanan pangan. Visi dan misi BPPKP juga fokus kepada
tersebut dilaksanakan dengan pemantapan ketahanan pangan sesuai
berbagai strategi yang tepat. dengan visi yang ingin dicapai
Strategi yang sudah dengan melaksanakan kegiatan
dilakukan dalam pencapaian visi dan berupa analisa data tentang pangan
misi BPPKP Kabupaten Kampar dan melakukan kegiatn perlombaan
tahun 2016 diantaranya BPPKP cipta menu.
Kabupaten Kampar sudah berupaya BPPKP Kampar memiliki
memberikan pelayanan yang terbaik kendala dalam pencapaian visi dan
kepada masyarakat khususnya di misi yang dimana BPPKP
Kabupaten Kampar, BPPKP juga seharusnya melaksanakan
berupaya memfasilitasi semua penyuluhan yang bersifat polivalen
kebutuhan kantor baik berupa jasa (pertanian, perikanan dan kehutanan)
penyediaan air, listrik, penyediaan tetapi dalam kenyataanya hanya
alat kantor, serta perawatan gedung dapat melakukan kegiatan
maupun kendaraan dinas guna penyuluhan dibidang pertanian
mendukung pelaksanaan tugas pokok disebabkan karena bidang perikanan
walaupun dalam kenyataan masih dan kehutanan memiliki penyuluh
banyak kekurangan seperti tersendiri serta penyuluh pada
kurangnya kendaraan dinas untuk BPPKP belum mampu menguasai
penyuluh sehingga penyuluh sulit semua bidang. Tetapi walaupun
untuk melaksanakan tugas pokok demikian BPPKP memiliki
serta BPPKP belum memiliki gedung koordinasi yang baik dilapangan
rapat tersendiri sehingga sangat

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 4


untuk membantu petani dalam dan bidang kelembagaan yang
menyelesaikan semua permasalahan. dimana masing-masing dibidang
Visi dan Misi BPPKP dibantu oleh 2 anggota sub bidang.
diselaraskan dengan visi dan misi Tugas dari lembaga ini adalah
Bupati Kabupaten Kampar tahun melakukan koordinasi, menyusun
2016 dan visi dan Misi Badan kebijakan dan programa penyuluhan,
Koordinasi Penyuluhan Provinsi memfasilitasi yang dibantu oleh
Riau. Visi dan Misi BPPKP pengembangan kelembagaan dan
Kabupaten Kampar sama dengan meningkatkan kapasitas penyuluh
BPP setiap kecamatan disebabkan ( Rosnita, 2015).
karena BPP setiap kecamatan
merupakan bagian dari BPPKP 2. Kelembagaan di tingkat kabupaten
Kabupaten Kampar. Menurut UUD No. 16 tahun
2006 tentang Sistem Penyuluhan
Peran dan Fungsi berdasarkan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
Struktur Organisasi mengemukakan bahwa kelembagaan
1. Kelembagaan ditingkat Provinsi ditingkat kabupaten berbentuk Badan
Menurut UUD No. 16 tahun Pelaksana Penyuluhan. Kabupaten
2006 tentang Sistem Penyuluhan Kampar memiliki lembaga khusus
Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang bernama Badan Pelaksana
mengemukakan bahwa kelembagaan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
ditingkat provinsi berbentuk Badan (BPPKP). Lembaga ini masih
Koordinasi Penyuluhan. Provinsi bergabung antara lembaga
Riau memiliki lembaga khusus yang penyuluhan dengan ketahanan
menangani sistem penyuluhan yang pangan. Berdasarkan Peraturan
bernama Sekretariatan Badan Daerah No. 6 Tahun 2012 tentang
Koordinasi Penyuluh Provinsi Riau. susunan Organisasi dan Tata Kerja
Adapun struktur organisasi Badan Perangkat Daerah Kabupaten
Koordinasi Penyuluhan provinsi Kampar menetapkan struktur
Riau terdiri dari sekretaris, kepala organsiasi Badan Pelaksana
bagian tata usaha yang dibantu oleh 3 Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
sub bagian, 3 orang kepala bidang (BPPKP) Kabupaten Kampar yang
diantaranya bidang ketenagaan, dapat dilihat pada Gambar 1.
bidang penyelenggara penyuluhan

Gambar 1. Struktur Organisasi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan


Pangan Kabupaten Kampar

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 5


Gambar 1 menggambarkan tugasnya dimana kegiatan
struktur Badan Pelaksana administrasi sudah tersusun rapi dan
Penyuluhan dan Ketahanan Pangan pelaporanya sangat jelas. Sekretaris
Kabupaten kampar yang terdiri dari dibantu oleh 3 sub bagian yang
kepala badan, sekretaris yang dibantu terdiri dari sub bagian umum dan
oleh 3 sub bidang, 4 kepala bidang kepegawaian, sub bagian
miliputi bidang tata penyuluhan, perencanaan data dan sub bagian
bidang penyelenggaraan penyuluhan, keuangan.
bidang kewaspadaan pangan dan Kepala bidang tata penyuluhan
bidang keanekaragaman pangan, 8 memiliki tanggungajawab kepada
orang sub bidang, jabatan fungsional kepala badan serta mempunyai tugas
(penyuluh) dan membawahi 21 Balai membantu kepala badan dalam
Penyuluhan Pertanian (BPP). Tugas pengendalian dan pengawasan
masing-masing jabatan pada struktur penyuluhan, pengkajian, penerapan
diatur pada Peraturan Bupati Kampar teknologi dan kemitraan usahatani,
No. 56 tahun 2012. pengembangan sistem metodologi
Kepala badan yang memiliki dan program penyuluhan. Sejauh ini
jabatan tertinggi di BPPKP kepala bidang sudah melaksanakan
Kabupaten Kampar memiliki tugas, yang dimana kepala bidang
tanggungjawab yang besar kepada sudah menyusun programa
bupti Kampar dalam membantu penyuluhan untuk setiap tahun sesuai
bupati kampar menjalankan tugas dengan kebutuhan petani. Kepala
sebagai penyelenggara dibidang bidang juga sudah melakukan suatu
penyuluhan dan ketahanan pangan, pengkajian baik itu pengembangan
hanya saja penyelenggara teknologi maupun metode,
penyuluhan yang dilakukan hanya pengkajian tersebut dimuat dalam
dibidang pertanian. Hal ini programa penyuluhan. Metode yang
disebabkan penyuluh perikanan dan digunakan penyuluh melalui
kehutanan masih berada pada dinas pengkajian yang dilakukan adalah
masing-masing. Kepala badan juga menggunakan metode demonstrasi
memiliki fungsi dalam menyusun cara dan demonstrasi plot. Tetapi
kebijakan dan program. Kebijakan untuk pengawasan yang dilakukan
dan program telah disusun oleh kepala tata penyuluhan belum
kepala badan untuk 5 tahun kedepan melaksanakan tugas dengan
yang dimuat pada buku Rencana maksimal dikarenakan jumlah tenaga
Strategi BPPKP Kabupaten Kampar penyuluh masih terbatas dan tidak
tahun 2012-2016. Kepala badan juga merata disetiap daerah. Kepala
melakukan tugas pengawasan bidang dibantu oleh 2 sub bidang
kegiatan penyuluh dan ketahanan yaitu sub bidang pengkajian,
pangan yang dibantu oleh kepala penerapan teknologi dan kemitraan
bidang. usaha serta sub bidang
Sekretaris mempunyai tugas pengembangan sistem metodologi
membantu kepala badan dalam pengendalian penyuluhan. Kepala
menyelenggarakan kegiatan umum bidang penyelenggaraan penyuluhan
dan kepegawaian, perencanaan data sudah melaksanakan tugas dan
serta kegiatan keuangan di fungsinya dalam membantu kepala
lingkungan Badan. Sejauh ini badan dalam pelayanan teknis,
sekretaris sudah melaksanakan informasi dan komunikasi dan

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 6


kelembagaan penyuluhan walaupun tersebut diserahkan kepada dinas
belum maksimal. Hal ini diakrenakan pertanian ataupun instansi terkait.
kepala bidang penyelenggaraan Jabatan fungsional merupakan
penyuluhan belum dapat jabatan yang diberikan kepada
memperbaiki kelembagaan penyuluh karena tugasnya dalam
penyuluhan, dimana seharusnya melakukan kegiatan penyuluhan dan
kelembagaan penyuluhan harus tidak bekerja pada struktural, tetapi
sesuai dengan UUD No. 16 tahun tetap memiliki tanggungjawab
2006 yaitu kelembagaan penyuluhan kepada kepala badan. Jabatan
harus berbentuk badan pelaksana Fungsional diberikan kepada semua
penyuluhan yang dimana kegiatan penyuluh yang berada pada BPPKP
penyuluhan bersifat polivalen. kabupaten Kampar. Jabatan
Kepala bidang juga sudah melakukan fungsional berjumlah 191 orang yang
kerjasama dengan radio siaran dimana 170 orang merupakan
pemerintah daerah Kampar dalam penyuluh lapangan yanng tersebar di
penyampaian materi Teknologi 21 BPP Kecamatan dan 21 orang
Pertania setiap minggu dan merupakan penyuluh yang memiliki
melakukan kerjasama dengan intansi tugas dikantor BPPKP.
atau dinas-dinas lainnya. Kepala Kegiatan penyuluhan yang
bidang dibantu oleh 2 sub bidang seharusnya dilakukan oleh BPPKP
diantaranya sub bidang pelayanan ada kegiatan penyuluhan dibidang
teknis, informasi dan komunikasi dan pertanian, perikanan dan kehutanan
sub bidang kelembagaan penyuluhan. yang sesuai dengan UUD No. 16
Kepala bidang kewaspadaan tahun 2006 tetapi kenyataan yang
memiliki tugas membantu kepala ditemukan dilapangan penyuluh
badan dalam melaksanakan BPPKP hanya melakukan kegiatan
pemantauan dan evaluasi terhadap penyuluhan di bidang petanian
keadaan pangan serta melakukan dikarenakan penyuluh di BPPKP
kerjasama dengan instansi terkait. merupakan penyuluh pertanian yang
Kepala bidang kewaspadaan dibantu hanya menguasai dibidang pertanian,
oleh 2 sub bidang diantaranya sub sementara penyuluh yang menguasai
bidangketersediaan pangan dan sub dibidang perikanan dan kehutanan
bidang distribusi harga pangan. memiliki wadah tersendiri dimasing-
Kepala bidang Keanekaragaman masing dinas dan belum bergabung
Pangan memiliki tugas membantu dengan BPPKP Kabupaten Kampar.
kepala badan dalam memantau an Walaupun demikian pelaksanaan
mengevaluasi dan membuat dilapangan semua penyuluh saling
analisaterhadap mutu pangan dan membantu untuk memecahkan
gizi. Kepala bidang Keanekaragaman masalah petani dan setiap dinas
Pangan dibantu oleh 2 sub bidang saling berkoordinas dengan BPPKP
yang terdiri dari sub bidang Struktur organisasi BPPKP
konsumsi pangan dan gizi dan sub Kabupaten Kampar menggambarkan
bidang mutu, keamanan dan bahwa BPPKP Kabupaten Kampar
keanekaragaman pangan. Bidang membawahi 21 BPP kecamatan.
kewaspadaan dan Keanekaragaman Setiap BPP memiliki kantor masing-
pangan hanya menganalisa dan masing. BPP setiap kecamatan dapat
mengevaluasi keadaan pangan dan dijabarkan pada Tabel 3
untuk menindaklanjuti masalah

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 7


Tabel 3. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setiap kecamatan
No Lembaga Lokasi Kepala
1. BPP Siak Hulu Kec Siak Hulu Rosmita,SP
2. BPP Kampar Kiri Tengah Kec Kampar Kiri Tengah Suardi
3. BPP Kecamatan Kampar Utara Kec. Kampar Utara Harnaini
4. BPP Perhentian Raja Kec.Perhentian Raja M.Taher
5. BPP Gunung Sahilan Kec.Gunung Sahilan Binar , A.Md
6. BPP Salo Kec.Salo Supomo,SP
7. BPPTambang Kec.Tambang Miswandi
8. BPP Tapung Kec.Tapung H.Suharyo,SP
9. BPP XIII Koto Kampar Kec.Koto Kampar Martius,SP
10. BPP Kuok Kec.Kuok Agustina
11. BPP Koto Kampar Hulu Kec.Koto Kampar Hulu Antonius
12. BPP Rumbio Jaya Kec.Rumbio Jaya Sumarwanto,SP
13. BPP Tapung Hulu Kec.Tapung Giyono,SP
14. BPP Kampar Kec.Kampar Amarudin,SP
15. BPP Kampar Timur Kec.Kampar Timur Khainurisak
16. BPP Kampar Kiri Kec.Kampar Kiri Sudirman
17. BPP Bangkinang Kota Kec.Bangkinang Kota Ir Adi Imran
18. BPP Bangkinang seberang Kec.Bangkinang Seberang Hj Nuraina,SP
19. BPP Kampar Kiri Hilir Kec.Kampar Kiri Hilr H.Jaslan ,SPKP
20. BPP Kecamatan Tapung Hilir Kec.Tapung Hilir Fadil,SP
21. BPP Kampar Kiri hulu Kec.kampar Kiri Hulu Supardi,SP

Sumber : Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan , 2015

Balai Penyuluhan Pertanian Kegiatan penyuluhan


berada disetiap kecamatan di pertanian dapat berhasil apabila
Kabupaten Kampar. Setiap BPP adanya penyuluh dan kelompok tani.
dikepalai oleh seorang kepala yang Keberhasilan kegiatan penyuluhan
disebut dengan Kepala BPP yang dapat dilihat apabila pembagian
memiliki tugas dalam mengkoordinir kelompoktani dan desa binaan untuk
kegiatan penyuluhan di kecamatan setiap penyuluh dilakukan secara
agar kegiatan penyuluhan dapat merata. Jumlah penyuluh dengan
berjalan dengan baik. Kepala BPP luas wialyah binaan, desa binaan dan
merupakan perpanjangan tangan dari kelompoktani binaan dapat dilihat
Kepala Badan. pada Tabel 4.

Tabel 4. Rekapitulasi data jumlah penyuluh lapangan, luas wilayah binaan, jumlah
desa dan jumlah kelompoktani BPPKP Kabupaten Kampar
No Uraian Jumlah
1. Jumlah penyuluh (orang) 170
2. Jumlah luas wilayah (Ha) 395.783
3. Jumlah desa (desa) 204
4. Jumlah Kelompoktani (kelompok) 1871
5. Rasio desa / penyuluh 1:2
6. Rasio kelompoktani / penyuluh 1:10
7. Rasio wilayah/ penyuluh 1:1.548
Sumber : Data Olahan, 2015

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 8


Pada Tabel 4 serta luas lahan peternakan. Luas
menggambarkan bahwa jumlah luas wilayah terebut dibina oleh penyuluh
wilayah binaan BPPKP Kabupaten sebanyak 170 orang Penyuluh yang
Kampar seluas 395.783 Ha yang bernaung pada BPPKP terdiri dari
meliputi lahan tanaman padi sawah penyuluh PNS, Honor APBD dan
maupun padi ladang, tanaman THL-TBPP yang dapat dilihat pada
perkebunan, tanaman hortikultura Tabel 5.

Tabel 5. Jumlah penyuluh lapangan di Kabupaten Kampar berdasarkan golongan


No Penyuluh Jumlah Persen
1. PNS 148 87
2. Honor APBD 2 1
3. THL-TBPP 20 12
Total 170 100
Sumber: Data Penyuluh BPPKP, 2015

Penyuluh lapangan lebih desa binaan terkecil adalah BPP


didominasi oleh penyuluh PNS yaitu kecamatan Koto Kampar Hulu
sebesar 87 persen dan dilanjutkan sebanyak 3 desa. Sementara jumlah
dengan penyuluh THL-TBPP sebesar kelompoktani wilayah binaan
12 persen dan persentase terendah BPPKP sebanyak 1.871 kelompok,
yaitu penyuluh honor APBD sebesar dimana kelompoktani yang
1 persen. Penyuluh pada BPPKP terbanyak berada pada BPP
disebar pada 21 BPP kecamatan dan Kecamatan Tapung sebanyak 422
BPPKP Kampar. Penyebaran kelompok dan jumlah kelompoktani
dilakukan tidak merata disebabkan yang paling sedikit yaitu pada BPP
setiap kecamatan memiliki jumlah Kelurahan Bangkinang Kota
desa dan kelompoktani yang sebanyak 32 kelompoktani.
berbeda. Jumlah desa binaan BPPKP Kelompoktani binaan BPPKP
sebanyak 201 desa dimana BPP yang diklasifikasi beberapa tingkatan yang
memiliki desa binaan terbesar adalah dapat dilihat pada Tabel 6.
BPP Kecamatan Tapung sebanyak 25
desa binaan dan BPP yang memiliki

Tabel 6. Klasifikasi kelompoktani BPPKP Kabupaten Kampar


No Penyuluh Jumlah Persen
1. Pemula 1033 55
2. Lanjut 548 29
3. Madya 92 5
4. Utama 0 0
5. BLKK 198 11
Total 1871 100
Sumber : BPPKP Kab Kampar, 2015

Tabel 6 menggambarkan tahun 2013 kelompok tani terbagi


bahwa jumlah kelompoktani yang atas 4 kelas utama yang dimana
terbanyak adalah kelompoktani pembagian kelas tersebut disesuaikan
Pemula sebanyak 55 persen. Menurut dengan hasil skor yang diraih ketika
Peraturan Menteri Pertanian No 82 dilakukan pelatihan. Adapun skor

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 9


yang harus diraih adalah 1) Kelas wilayah binaan sebesar 1.548 Ha.
Pemula dengan skor 0-250, 2) Kelas Melihat kondisi demikian dapat
Lanjut dengan skor 251-500, 3) disimpulkan bahwa kegiatan
Kelas Madya dengan skor 501-750 penyuluhan di BPPKP Kabupaten
dan 4) Kelas Utama dengan skor Kampar belum maksimal serta perlu
diatas 751. Selain ke 4 kelas tersebut, dilakukan pembenaan kapasitas
Kabupaten Kampar memiliki tenaga penyuluh supaya kegiatan
kelompok tani yang belum penyuluhan di Kabupaten Kampar
dikukuhkan secara sah yaitu dapat berjalan maksimal
sebanyak 198 kelompoktani.
Kelompok tani di Kabupaten Kampar Aturan Kebijakan Penyuluhan
masih tergolong kelompoktani Pertanian
pemula dimana kelompoktani hanya Kebijakan adalah rangkaian
memiliki skor 0-250 dan kelompok konsep yang menjadi pedoman
tani tersebut masih digolongkan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan
kelompoktani yang belum aktif dan dan cara bertindak. Aturan Kebijakan
kegiatan kelompok masih bersifat Penyuluhan Pertanian yang
informatif. Dengan demikian perlu digunakan oleh BPPKP Kabupaten
dilakukan pelatihan yang lebih lagi Kampar adalah Undang-Undang No.
kepada kelompoktani agar 16 Tahun 2006 tentang Sistem
kelompoktani dapat menduduki kelas Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan
yang lebih tinggi lagi. Ketahanan Pangan yang dimana
Rasio perbandingan desa didalam Undang-Undang ini
binaan BPPKP dengan banyak berisikan bahwa penyuluhan harus
penyuluh yaitu 1 : 2 yang dimana 1 bersifat polivalen dan setiap
orang penyuluh memegang 2 desa. penyuluh harus memiliki masing-
Menurut UUD No 16 tahun 2006 masing 1 desa binaan tetapi
menjelaskan bahwa masing-masing kenyataannya BPPKP belum
penyuluh harus memiliki 1 desa melaksanakan peraturan
binaan, dengan demikian kegiatan perundangan tersebut dimana
penyuluh di BPPKP kampar belum kegiatan penyuluhan dikabupaten
bisa dikatakan maksimal. Sementara Kampar belum bersifar polivalen
untuk rasio perbandingan serta penyuluh masih memegang
kelompoktani dengan penyuluh yaitu lebih dari 1 desa binaan.
10 :1 yang dimana 1 penyuluh Aturan kebijakan yang
memegang 10 kelompoktani yang selanjutnya yang diterapkan oleh
dimana mengatur jadwal untuk 10 BPPKP adalah Peraturan Daerah No.
kelompoktani sangat sulit sehingga 06 tahun 2008 tentang Susunan
penyuluh tidak bisa melakukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat
kegiatan penyuluhan secara merata Daerah Kabupaten Kampar dimana
untuk setiap kelompoktani sehingga BPPKP dibentuk untuk
kegiatan penyuluhan juga belum bisa melaksanakan tugas dalam
dikatakan maksimal ditambah penyelenggaraan penyuluhan
dengan sarana tranportasi yang dibidang pertanian, perikanan dan
kurang mendukung serta luas kehutanan tetapi saat ini aturan
wilayah binaan untuk setiap kebijakan ini belum dilaksanakan
penyuluh sangat luas yaitu masing- sepenuhnya disebabkan penyuluhan
masing penyuluh memiliki luas perikanan dan kehutanan belum

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 10


bergabung pada BPPKP dan masih Agribisnis Pedesaan dengan
berada pada dinas masing-masing. membuat suatu pelatihan dan
Penyuluhan perikanan terpisah pendampingan kepada petani serta
dengan penyuluhan pertanian melakukan kegiatan berupa Diklat
disebabkan karena penyuluhan Pertanian Terpadu. BPPKP juga
perikanan memiliki instansi menetapkan kebijakan dimana setiap
tersendiri yaitu berada pada penyuluh harus melakukan pelatihan.
departemen kelautan dan perikanan Pelatihan dilakukan secara rutin
seperti yang telah ditetapkan dalam setiap 2 kali dalam sebulan yang
Peraturan Menteri No 19 tahun 2008 berguna dalam pengembangan dan
tentang Jabatan Fungsional Penyuluh meningkatkan kemampuan penyuluh.
Perikanan Dan Angka Kreditnya. BPPKP juga menyusun kebijakan
Sementara untuk penyuluhan pengembangan penyuluhan polivalen
kehutanan juga telah memiliki aturan ditingkat kecamatan dan desa tetapi
kebijakan tersendiri berbeda dengan kebijakan tersebut belum diterapkan
aturan kebijakan dari penyuluh dikarenakan kemampuan penyuluh di
perikanan dan pertanian yaitu BPPKP masih kurang (belum
Peraturan Menteri No 5 tahun 2014 menguasai semua bidang).
tentang Jabatan Fungsional
Kehutanan dan Angka Kreditnya Programa Lembaga Penyuluhan di
yang dimana penyuluhan kehutanan Kabupaten Kampar
berada pada departemen kehutanan Programa Pertanian pada
yang dimana instansi pembina hakekatnya adalah alat pedoman
penyuluhan kehutanan adalah serta alat pengendali untuk
menteri kehutanan. pencapaian tujuan penyelenggaraan
BPPKP Kabupaten Kampar penyuluhan (UUD No. 16 tahun
juga membuat suatu kebijakan yang 2006).Penyusunan programa Badan
dimana kebijakan disusun oleh Pelaksana Penyuluhan dan
kepala Badan bersamaan dengan Ketahanan Pangan disusun sejalan
aparat lainnya. Adapun kebijakan programa programa yang disusun
yang disusun khusunya dibidang oleh dinas sub sektor lingkup
penyuluhan adalah BPPKP Departemen Pertanian, Perikanan
Kabupaten Kampar dan BPP setiap dan Kehutanan supaya pembangunan
kecamatan harus membuat suatu pertanian kearah yang lebih baik
pograma yang bersifat dapat terwujud dan sejalan dengan
mengembangkan kelembagaan programa yang disusun oleh masing-
penyuluhan melalui programa masing BPP. Adapun programa
pembangunan pertanian yang BPPKP tahun 2015 diantaranya yaitu
disusun setiap tahun. Programa 1. Program pembangunan pertanian
penyuluhan yang telah disusun sudah Program ini bertujuan untuk
mengutamakan kegiatan berorientasi meningkatkan pemahaman petani
pada nilai tambah dan daya saing tentang pembangunan pertanian.
produk pertanian melalui Program ini diangkat karena banyak
keterpaduan sistem agribisnis hulu- petani yang belum paham tentang
hilir, teknologi tepat guna melalui pembangunan pertanian serta
kegiatan berupa mimbar sarasehan kurangnya informasi tentang
KTNA (Kelompok Tani Nelayan pembangunan pertanian. Programa
Andalan), Pengembangan Usaha pembangunan pertanian dilakukan

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 11


dengan kegiatan mimbar serasehan BPPKP juga memiliki pogram
KTNA yang dilakukan setiap tahun rutin yaitu melaksanakan pertemuan
yaitu pada bulan Oktober. 1 kali dalam sebulan dengan dihadiri
2.Program Kepemimpinan, dinamika oleh kepala BPP kecamatan serta
Kelompok dinas/ instansi lainnya. Pertemuan itu
Program ini bertujuan untuk dilakukan di Bangkinang setiap
meningkatkan motivasi dan kinerja tanggal 5 dan apabila tanggal 5
aparat dan petani. Kegiatan ini ketepatan hari libur maka pertemuan
dilakukan dengan membuat suatu akan diganti hari selanjutnya.
perlombaan BPP, PP, THL, Program yang telah disusun dalam
kelompoktani. Perlombaan ini pelaksanaannya ada yang tidak
dilakukan 1 tahun sekali. sesuai jadwal disebabkan karena
3. Program Budidaya Tanaman keterlambatan pencairan dana dari
Program ini bertujuan untuk pemerintah serta faktor alam.
meningkatkan pengetahuan petani Programa BPP setiap
yang dimana kita ketahui pada saat kecamatan disusun sesuai dengan
ini pemahaman petani masih rendah kondisi wilayah dan keadaan petani.
tentang teknologi sehingga program Programa 21 BPP Kecamatan yang
ini dilakukan dengan kegiatan Pekan disusun pada tahun 2015 banyak
Nasional(PENAS) dan dilakukan di mengarah kepada peningkatan
Malang pada Bulan Juni. teknologi bagi petani perkebunan,
4. Program Pertanian Terpadu petani sawah dan peternak serta
Program ini dibuat supaya petani melakukan kegiatan LAKU yaitu
ataupun kelompok tani mampu kegiatan Latihan bagi penyuluh yang
menciptakan hal yang baru dengan dilakukan setiap 2 kali dalam sebulan
mengelola sumber daya yang ada dan kegiatan Kunjungan kepada
dengan menggabungkan kegiatan petani
pertanian, peternakan, perikanan
serta perkebunan. Kegiatan ini KESIMPULAN DAN SARAN
dilakukan dengan membuat suatu
Diklat Pertanian Terpadu. Diklat Kesimpulan
Pertanian terpadu dilakukan di Pusat 1. Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Pelatihan Pertanian dan Ketahanan Pangan memegang
Pedesaan(P4S) Kubang Jaya yang suatu visi “ Menjadi institusi yang
dilakukan setiap 2 minggu sekali handal, inovatif dan aspiratif
secara rutin. Kegiatan ini dihadiri dalam penyelenggaraan
peserta sebanyak 2400 orang yang penyuluhan dan pemantapan
dimana peserta dari kegiatan tersebut ketahanan panganserta misi yang
merupakan kelompok petani yang selaras dengan visi dan misi dari
terdapat di Kabupaten Kampar. Kabupaten Kampar serta Badan
5. Program kewaspadaan pangan dan Koordinasi Penyuluhan Provinsi
keanekaragaman pangan Riau. Visi dan misi mengarah
Program ini dilakukan dengan kepada pengembangan dan
kegiatan pelatihan yang bermanfaat peningkatan potensi Sumber Daya
untuk petani. Program ini disusun Alam dan Sumber Daya Manusia
disebabkan karena konsumsi di Kabupaten Kampar
masyarakat belum bergizi. 2. Peran, fungsi dan tugas pokok dari
masing-masing struktur belum

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 12


sepenuhnya dilaksanakan dengan Badan Pelaksana Penyuluh
baik sesuai dengan aturan Pertanian, 2015. Data
kebijakan yang diterapkan karena Penyuluh Pertanian
jumlah dan kemampuan personil Kabupaten Kampar. Kampar
BPPKP yang kurang, baik
kemampuan dalam bidang Badan Pelaksana Penyuluh
pertanian, perikanan dan Pertanian, 2015. Programa
kehutanan serta latarbelakang Penyuluhan tahun 2015.
pendidikan yang tidak sesuai. Kampar
3. Aturan kebijakan penyuluhan yang
disusun oleh BPPKP Kabupaten Peraturan Bupati Kampar No. 56
Kampar belum sepenuhnya tahun 2012 tentang Uraian
diterapkan dengan baik oleh Tugas Jabatan struktural di
BPPKP Kabupaten Kampar. Lingkungan Badan Badan
4. Programa yang disusun oleh Kabupaten Kampar. Kampar
masing-masing BPP disesuaikan
dengan kondisi dimasing-masing Peraturan Menteri No 19 tahun 2008
daerah serta sudah mengarah tentang Jabatan Fungsional
kepada visi dan misi Penyuluh Perikanan Dan
BPPKP.Dalam pelaksanaan Angka Kreditnya.
programa tidak sepenuhnya
terlaksana sesuai dengan jadwal Peraturan Menteri No 5 tahun 2014
karena beberapa faktor tentang Jabatan Fungsional
diantaranya faktor alam dan biaya. Kehutanan dan Angka
Kreditnya
Saran
Peraturan Menteri No. 82 tahun 2013
1.Pemerintah daerah harus lebih tentang Pelaksanaan
tegas lagi dalam menerapkan UU Penilaian dan Pembinaan
No 16 tahun 2006. Kelompoktan
2.Penambahan jumlah tenaga
penyuluh perlu dilakukan agar
kegiatan penyuluhan dapat
dilakukan lebih optimal lagi.
3. Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan harus
memegang kuat aturan kebijakan
yang merupakan dasar dari
pelaksanaan tugas.
4. Kebijakan pengadaan saranan dan
prasaran, dana dan waktu lebih
diperbaiki lagi agar kegiatan
penyuluhan dapat berjalan dengan
baik

Daftar Pustaka

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 13


dipresentasikan pada Seminar
Peraturan Daerah Kabupaten Kampar. Nasional FKP Universitas Lambung
Nomor: 6 Tahun 2008 tentang Mangkurat pada 29-30 September
Susunan Organisasi Dan Tata 2015. Banjarbaru
Kerta Perangkat Daerah Sabrina, 2009. Analisis Kelembagaan
Kabupaten Kampar.Kampar Penyuluhan Pertanian di Provinsi
Riau. Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Metode
Penelitian Komunikasi. Bandung. Undang-Undang Republik Indonesia No.
PT. Remaja Rosdakarya 16 Tahun 2006. 2006. Sistem
Penyuluhan Pertanian, Perikanan,
Renstra BPPKP Kabupaten Kampar. 2012. dan Kehutanan. Jakarta.
Rencana Strategi Badan BadanPengembangan SDM Pertanian
Pelaksana Penyuluhan dan Departemen Pertanian.
Ketahanan Pangan Kabupaten
Kampar tahun 2012-2016. Kampar. Undang-undang Republik Indonesia No.
32 tahun 2004 tentang
Rosnita. 2015. Potret Kelembagaan Pemerintah Daerah.
Penyuluhan di Riau Ditinjau Dari
UU No 16 Tahun 2006. Paper
.

Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.13 No. 1., Agustus 2016 14