Sei sulla pagina 1di 12

ISSN 2088 – 5369

HUBUNGAN UMUR DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN KELELAHAN


DAN PRODUKTIVITAS PEMANENAN KELAPA SAWIT

AGE AND WORK EXPERIENCES TO FATIQUE FEELINGS AND WORK


PRODUCTIVITY RELATIONSHIP OF PALM OIL FRUIT BUNCH HARVEST
WORKERS

Humaira’ Kanajmi, Meizul Zuki* dan Damres Uker


Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu
Jl. W.R. Supratman, Kandanglimun, Bengkulu, Indonesia
*E-mail: Meizul.zuki@yahoo.com

ABSTRACK

The purpose of research was to analyze the correlation between the factor of age with fatigue of
worker, the factor of working experience with fatigue of worker, the factor of age and working
experience with fatigue of worker, and fatigue of workers with work productivity in palm oil
harvesting. Data were collectedby using quisionere. The analytical method used in this research is the
analysis of correlation and linear regression. From the results of this study concluded that there was a
significant, quite strong (r = 0.469) and in the same direction (positive) correlation between the age
worker factor with fatigue of palm oil harvester by linear regression equation ̂ = 2,571 + 0,077 X1,
there was a significant, but low (r = -0.344) and not in the same direction (negative) correlation
between the factor of working experience with fatigue of palm oil harvester by linear regression
equation ̂ = 6,303 - 0,067 X2, there was a significant and very strong correlation (R = 0.922)
between factors of age and working experience with fatigue of palm oil harvester by linear regression
equation ̂ = 0,742 + 0,178 X1 - 0,195 X2, and there was a significant, but low (r = -0.271) and not in
the same direction (negative) correlation between the fatigue of workers with productivity of palm oil
harvesting by linear regression equation ̂ = 258,45- 6,979 X. Labor of palm oil harvesting should be
managed by factor age of workers and work experience in order to minimize fatigue of workers so that
can improve productivity.
Keywords : Productivity, Fatigue, Harvesting, Age, Working Experience

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor umur dengan kelelahan
pekerja, faktor pengalaman kerja dengan kelelahan pekerja, faktor umur dan pengalaman kerja dengan
kelelahan pekerja, serta kelelahan pekerja dengan produktivitas kerja pada pemanenan kelapa sawit.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis korelasi dan regresi linier. Penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan yang
signifikan, cukup kuat (r = 0,469) dan searah (positif) antara faktor umur pekerja dengan kelelahan
pekerja panen kelapa sawit dengan persamaan regresi linier ̂ = 2,571 + 0,077 X1, ada hubungan yang
signifikan, namun rendah (r = -0,344) dan tidak searah (negatif) antara faktor pengalaman kerja
dengan kelelahan pekerja panen kelapa sawit dengan persamaan regresi linier ̂ = 6,303 - 0,067 X2,
ada hubungan yang signifikan dan sangat kuat (R = 0,922) antara faktor umur dan pengalaman kerja
dengan kelelahan pekerja panen kelapa sawit dengan persamaan regresi linier ̂ = 0,742 + 0,178 X1 -
0,195 X2 serta ada hubungan yang signifikan, namun rendah (r = -0,271) dan tidak searah (negatif)
antara kelelahan pekerja dengan produktivitas pemanenan kelapa sawit dengan persamaan regresi
linier ̂ = 258,45- 6,979 Y1. Tenaga kerja pemanenan kelapa sawit sebaiknya dikelola berdasarkan
faktor umur pekerja dan pengalaman kerja agar kelelahan pada pekerja dapat diminimalisir sehingga
dapat meningkatkan produktivitas.
Kata Kunci : Produktivitas, Kelelahan, Pemanenan, Umur, Pengalaman Kerja
HUBUNGAN UMUR DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN

PENDAHULUAN tandan di tempat pengumpulan hasil


(TPH).
Tenaga kerja adalah salah satu aset Menurut Sriyoto dkk (2008) umur
dalam perusahaan karena merupakan pemanen kelapa sawit akan
sumber daya yang dapat membantu mempengaruhi aktivitas pemanenan. Saat
kegiatan yang penting dan strategis ini, belum terdapat pengelolaan pemanen
peranannya dalam mencapai tujuan kelapa sawit berdasarkan umur pekerja
perusahaan. Produktivitas suatu panen (Santosa dan Andreas, 2014).
perusahaan dipengaruhi oleh Selain umur pekerja, pengalaman
produktivitas tenaga kerja. Produktivitas kerja merupakan salah satu faktor yang
tenaga kerja yang rendah merupakan dapat mempengaruhi kelelahan kerja.
salah satu masalah utama dalam Pengalaman kerja menunjukkan sejauh
ketenagakerjaan di Indonesia. mana penguasaan seseorang terhadap
Ada kecenderungan bahwa tingkat bidang perkerjaan yang ditekuninnya.
performansi kerja seseorang yang tinggi Semakin lama masa kerja, maka umur
disebut sebagai orang yang menunjukkan tenaga kerja juga akan bertambah dan
produktivitas yang tinggi. Faktor manusia menyebabkan kondisi fisik menurun
sangat berpengaruh terhadap tingkat (Simamora dkk, 2015). Pengalaman
produktivitas kerja, misalnya kelelahan. sebagai pemanen kelapa sawit akan
Kinerja tenaga kerja dapat menurun sangat membantu tenaga kerja dalam
akibat kelelahan kerja. Rendahnya kegiatan pemanenan kelapa sawit.
produktivitas kerja merupakan salah satu Berdasarkan uraian di atas, maka
resiko yang dapat ditimbulkan akibat peneliti menganalisis hubungan faktor
kelelahan. umur dan pengalaman kerja dengan
Kelelahan merupakan masalah yang kelelahan pekerja dan produktivitas
harus mendapat perhatian. Kelelahan pemanenan kelapa sawit di PT. Bio
dapat terjadi setiap saat dan dapat Nusantara Teknologi, Pondok Kelapa,
menggangu kinerja pekerja. Pada pekerja, Bengkulu Tengah.
sekitar 20 % memiliki gejala kelelahan Rumusan masalah dalam penelitian
kerja (Waskito, 2015). Faktor penyebab ini adalah bagaimanakah hubungan antara
terjadinya kelelahan sangat bervariasi. faktor umur dengan kelelahan pekerja,
Kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh hubungan antara faktor pengalaman kerja
banyak faktor diantaranya usia, masa dengan kelelahan pekerja, hubungan
kerja, status gizi, dan riwayat penyakit antara faktor umur dan pengalaman kerja
(Mentari dkk, 2012). dengan kelelahan pekerja serta hubungan
Kelelahan timbul setelah melakukan antara kelelahan pekerja dengan
pekerjaan. Pada kebun perusahaan kelapa produktivitas pemanenan kelapa sawit?
sawit keluhan kelelahan kerja umumnya Tujuan dalam penelitian ini adalah
terjadi pada aktivitas pemanenan. Dalam untuk menganalisis hubungan antara:
proses pemanenan, tenaga panen menjadi a. Faktor umur dengan kelelahan pekerja,
faktor penting dalam menyukseskan b. Faktor pengalaman kerja dengan
kegiatan panen. Tenaga panen kelelahan pekerja,
berhubungan langsung dengan aspek c. Faktor umur dan pengalaman kerja
teknis pemanenan (Badrun, 2015). dengan kelelahan pekerja, serta
Kegiatan panen kelapa sawit dimulai dari d. Kelelahan pekerja dengan
memotong tandan matang panen sesuai produktivitas pemanenan kelapa sawit.
kriteria matang panen, mengumpulkan
dan mengutip brondolan serta menyusun

Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55 | 45


H. Kanajmi, M. Zuki dan D. Uker

METODE PENELITIAN dikelompokkan menjadi tiga kelompok


umur, yaitu 21-30 tahun, 31-40 tahun dan
Penelitian ini telah dilaksanakan di lebih dari 40 tahun. Tujuan
Afdeling 1-3 kebun kelapa sawit PT. Bio pengelompokkan umur pekerja adalah
Nusantara Teknologi, Pondok Kelapa, untuk pendistribusian sampel.
Bengkulu Tengah pada tanggal 31 Dalam penelitian ini variabel pengalaman
Oktober – 17 Desember 2016. kerja berfungsi sebagai variabel
Alat yang digunakan dalam independen. Pada umumnya pengalaman
pelaksanaan penelitian ini adalah alat tulis kerja diukur dengan melihat seberapa
kantor (ATK), kuisioner, program lama waktu yang dihabiskan tenaga kerja
Ms.Office Excel 2007, program SPSS pada suatu bidang tertentu (Sulaeman,
Statistic 17.0, klinometer Suunto Type 2014). Pengalaman kerja dalam penelitian
PM-5/360 PC, dan kamera smartphone. ini dinyatakan dalam satuan tahun dan
Populasi dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 3 kelompok,
merupakan pemanen kelapa sawit di yaitu 0-7 tahun, 8-15 tahun dan lebih dari
Afdeling 1-3 Kebun PT. Bio Nusantara 15 tahun. Pengalaman kerja yang
Teknologi yang berjumlah 60 orang dimaksudkan adalah pengalaman kerja
dengan total 441 hancak panen. dalam kegiatan pemanenan kelapa sawit.
Sampel dalam penelitian ini diambil Tujuan pengelompokkan pengalaman
dengan teknik non-probability sampling kerja adalah untuk pendistribusian
dengan menggunakan metode purposive sampel.
sampling berdasarkan kriteria-kriteria Dalam penelitian ini variabel
sebagai berikut: kelelahan pekerja berfungsi ganda yaitu
a. Pemanen yang melakukan kegiatan sebagai variabel dependen dan variabel
panen di hancak panen dengan independen (ketika melihat hubungan
topografi permukaan tanah datar antara kelelahan pekerja dengan
(derajat kemiringan kurang dari 80) produktivitas kerja). Data kelelahan
dan tinggi pohon 10-12 meter. dikumpulkan dengan menggunakan
b. Kegiatan pemanenan dimulai dari kuisioner dari Industrial Fatique
persiapan alat panen di lahan panen, Research Committe (IFRC) dengan fokus
memotong pelepah dan TBS dari pada 10 pertanyaan tentang gambaran
pohon kelapa sawit, merapikan kelelahan fisik sebagai akibat dari
pelepah kelapa sawit yang telah keadaan umum yang melelahkan.
dipotong serta mengumpulkan TBS Jawaban kuisioner diberi skor dengan
yang ditelah dipanen di satu tempat. menggunakan skala Guttman, yaitu
Kegiatan panen yang diamati adalah jawaban “ya” dengan skor 1 dan jawaban
kegiatan panen pada saat cuaca “tidak” dengan skor 0.
tidak hujan. Dalam penelitian ini variabel
Sampel dalam penelitian ini produktivitas kerja berfungsi sebagai
berjumlah 38 orang dengan total 61 variabel dependen. Produktivitas kerja
hancak panen. pemanen dinyatakan dalam satuan
(kg/jam). Produktivitas kerja dalam
Mengacu pada paradigma penelitian penelitian ini dihitung dengan membagi
terdapat 4 variabel pengamatan yaitu : jumlah hasil panen (kg) dengan jumlah
Dalam penelitian ini, variabel umur jam kerja sehari kerja (jam).
pekerja berfungsi sebagai variabel Untuk mencapai tujuan penelitian
independen. Umur pekerja dalam Hubungan Faktor Umur Pekerja dengan
penelitian ini dinyatakan dalam tahun dan Kelahan Pekerja tersebut, maka data yang

46 | Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55


HUBUNGAN UMUR DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN

diperlukan yaitu data umur pekerja sawit dan dicatat di lembar kuisioner.
(tahun) dan data skor kelelahan pekerja. Analisis data dengan bantuan
Untuk mencapai tujuan penelitian program SPSS Statistics 17.0. Metode
Hubungan Faktor Pengalaman Kerja analisis yang digunakan dalam penelitian
dengan Kelelahan Pekerja tersebut, maka ini adalah analisis korelasi dan regresi
data yang diperlukan yaitu data linier.
pengalaman kerja (tahun) dan data skor
kelelahan pekerja. HASIL DAN PEMBAHASAN
Untuk mencapai tujuan penelitian
Hubungan Faktor Umur Pekerja dan Dalam penelitian ini pemanen
Pengalaman Kerja dengan Kelelahan kelapa sawit yang termasuk dalam sampel
Pekerja tersebut, maka data yang penelitian berjumlah 38 orang dengan
diperlukan yaitu data umur pekerja total hancak panen adalah sebanyak 61
(tahun), data pengalaman kerja (tahun) hancak panen. Dari 38 orang pemanen
dan data skor kelelahan pekerja. ada seorang pemanen yang tidak
Untuk mencapai tujuan penelitian melakukan kegiatan pemanenan saat
Hubungan Kelelahan Pekerja dengan penelitian dilakukan. Sehingga total
Produktivitas tersebut, maka data yang responden dalam penelitian adalah 37
diperlukan yaitu data skor kelelahan orang. Data hasil penelitian yang telah
pekerja dan data produktivitas kerja dikumpulkan adalah sebanyak 55 data.
(kg/jam). Hal ini disebabkan tidak ada kegiatan
Data yang dikumpulkan dalam pemanenan di 6 hancak yang termasuk
penelitian ini berupa data primer dan data dalam sampel penelitian. Basis panen
sekunder, yaitu : responden dalam penelitian ini 600 kg.
a. Umur dan Pengalaman Kerja
Responden. Umur dan pengalaman Hubungan antara faktor umur pekerja
kerja diperoleh dari hasil wawancara dengan kelelahan pekerja
terhadap responden pada minggu Hasil analisis korelasi sederhana dan
pertama penelitian di kantor Afdeling regresi linier sederhana hubungan antara
1-3 saat responden sedang berkumpul umur pekerja dengan kelelahan pekerja
sebelum melakukan kegiatan disajikan pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2.
pemanenan.
b. Skor Kelelahan Pekerja. Skor Tabel 3.1. Hasil Analisis Korelasi
kelelahan pekerja diperoleh dari hasil Hubungan antara Umur Pekerja
wawancara terhadap responden yang dengan Kelelahan Pekerja
dilakukan setelah responden selesai Nilai Keterangan
melakukan kegiatan pemanenan kelapa Korelasi cukup
sawit dan dicatat di lembar kuisioner. r 0,469
kuat dan searah
c. Produktivitas. Produktivitas diperoleh Signifikansi < 0,05 H0 ditolak
dari pembagian jumlah hasil panen Sumber : data diolah (2017)
(kg) dengan jumlah jam kerja sehari
(jam). Hasil panen yang dimaksud Tabel 3.2. Hasil Analisis Regresi Linier
adalah hasil panen dari setiap pemanen Hubungan antara Umur Pekerja
dalam sehari yang telah dicatat oleh dengan Kelelahan Pekerja
krani produksi di kantor Afdeling. Nilai Persamaan
Jumlah jam kerja diperoleh dari hasil α 2,571 ̂ = 2,571 + 0,077
wawancara responden setelah selesai β 0,077 X1
melakukan kegiatan pemanenan kelapa Sumber : data diolah (2017)

Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55 | 47


H. Kanajmi, M. Zuki dan D. Uker

Hubungan antara umur pekerja sering mengistirahatkan leher yang harus


dengan kelelahan pekerja memiliki menengadah saat memotong TBS dan
korelasi yang cukup kuat dengan nilai r pelepah.
sebesar 0,469. Berbeda dengan Soasa dkk Setelah memotong TBS pemanen
(2013) dalam hasil penelitian dengan harus mengumpulkan buah menjadi satu.
judul “Hubungan Faktor Individu dengan Pemanen yang berusia muda rata-rata
Kelelahan Kerja Tenaga Kerja Bongkar mengumpulkan TBS yang telah dipanen
Muat Pelabuhan Manado” yang langsung di tepi jalan produksi (jalan bagi
menyatakan hubungan yang sangat alat transportasi pengangkut buah).
rendah antara umur dengan kelelahan Sedangkan pemanen yang berusia tua
kerja dengan nilai koefisien korelasi rata-rata mengumpulkan TBS di dekat
sebesar 0,134. Perbedaan nilai r ini pokok tanaman yang telah dipanen.
kemungkinan karena perbedaan jenis Pemanen yang berusia tua mengaku tidak
pekerjaan yang diamati. Hubungan antara sanggup jika harus mengumpulkan TBS
umur pekerja dengan kelelahan pekerja menjadi satu dan ditempatkan langsung di
adalah searah dikarenakan nilai r yang tepi jalan produksi. Pemanen yang berusia
diperoleh bernilai positif. Hal tersebut tua terlihat lebih sulit ketika
berarti jika umur pekerja tinggi maka memindahkan TBS menggunakan gancu.
kelelahan pekerja akan tinggi pula. Hal tersebut mencerminkan bahwa
Pekerja yang berusia muda memiliki pemanen yang berusia tua mengalami
kekuatan fisik yang lebih besar daripada kelelahan lebih cepat dibandingkan
yang berusia lebih tua. pemanen yang berusia muda.
Hasil observasi terhadap kegiatan Kebiasaan istirahat pemanen yang
pemanenan kelapa sawit di hancak panen lebih muda berbeda dengan pemanen
dengan lahan datar (derajat kemiringan yang berusia tua. Pemanen yang berusia
<80) dan tinggi pohon 10-12 meter adalah muda biasanya minum dan merokok
pemanen kelapa sawit melakukan ketika beristirahat sementara pemanen
kegiatan pamanenan kelapa sawit yang berusia tua minum dan melakukan
menggunakan egrek dengan 2 batang peregangan anggota tubuh. Perbedaan
galah egrek yang memiliki berat ± 6 kg. kelelahan antar pemanen juga terlihat
Perbedaan mendasar antara pemanen ketika peneliti melakukan wawancara
yang berusia muda dan tua adalah ketika langsung kepada pemanen pada saat
pemanen menaikkan galah egrek untuk pemanen sedang beristirahat. Pemanen
mencapai TBS yang akan dipanen. yang berusia muda menjawab dengan
Pemanen yang berusia muda lebih santai dengan nafas yang masih
membutuhkan waktu yang lebih cepat cukup teratur sambil merokok. Namun
daripada pemanen yang berusia tua saat pemanen yang berusia tua menjawab
menaikan galah egrek. Hal tersebut dengan lebih serius, sedikit lesu dan nafas
dikarenakan pemanen yang berusia muda yang kurang teratur sambil bersandar atau
memiliki tenaga yang lebih besar menggerak-gerakkan anggota tubuhnya.
dibandingkan pemanen yang berusia tua. Ada hubungan yang signifikan
Semakin lama waktu yang dibutuhkan antara umur pekerja dengan kelelahan
dalam menaikkan galah egrek, maka pekerja pemanenan kelapa sawit. Hal
semakin lama pula pemanen harus tersebut dikarenakan nilai signifikansi
memegang galah egrek yang cukup berat lebih kecil dari pada nilai probabilitas
sehingga kelelahan yang dirasakan (0,05). Hasil penelitian ini sejalan dengan
semakin bertambah. Saat memanen TBS penelitian oleh Triyunita dkk (2013) yang
pemanen yang berusia tua rata-rata lebih berjudul “Hubungan Beban Kerja Fisik,

48 | Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55


HUBUNGAN UMUR DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN

Kebisingan dan Faktor Individu dengan Tabel 3.4. Hasil Analisis Regresi Linier
Kelelahan Pekerja Bagian Weaving PT. X Hubungan antara Pengalaman
Batang” yang menghasilkan bahwa ada Kerja dengan Kelelahan Pekerja
hubungan antara umur dengan kelelahan
kerja yang dilakukan pada pekerja di Nilai Persamaan
bagian weaving pada PT. X Batang dan α 6,303 ̂ = 6,303 - 0,067 X2
penelitian Irma dkk (2014) dengan judul β -0,067
“Faktor yang Berhubungan dengan Sumber : data diolah (2017)
Kelelahan Kerja pada Unit Produksi
Paving Block CV. Sumber Galian Hubungan antara pengalaman kerja
Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar” dengan kelelahan pekerja memiliki
yang menyimpulkan bahwa ada hubungan korelasi yang rendah dengan nilai r
antara umur dengan kelelahan kerja pada sebesar -0,344. Pengalaman kerja
pekerja di unit produksi paving block CV. pemanen kelapa sawit akan membantu
Sumber Galian. pekerja panen dalam mengatasi kesulitan-
Analisis regresi linier sederhana kesulitan dalam kegiatan pemanenan
menghasilkan persamaan regresi linier kelapa sawit. Secara umum, kesulitan
̂ = 2,571 + 0,077 X1. Dengan melihat yang dihadapi oleh pekerja panen kelapa
nilai konstanta pada persamaan dapat sawit dalam peneltian ini adalah sama,
dikatakan bahwa kelelahan pekerja adalah karena pekerja panen melakukan kegiatan
sebesar 2,571 jika umur pekerja sama panen di lahan dengan jenis topografi
dengan nol. Hal tersebut dapat diabaikan lahan yang sama yaitu topografi
karena tidaklah mungkin seorang pekerja permukaan lahan dengan kemiringan
panen kelapa sawit memiliki umur 0 kurang dari 80 dan tinggi pohon yang
tahun. Kelelahan pekerja akan meningkat sama yaitu 10-12 meter. Penelitian
sebesar 0,077 jika umur pekerja Damopoli dkk (2013) menunjukkan hasil
meningkat sebesar 1 tahun. yang berbeda yaitu korelasi yang cukup
kuat antara masa kerja dengan kelelahan
Hubungan antara faktor pengalaman yaitu dengan nilai koefisien korelasi
kerja dengan kelelahan pekerja sebesar 0,443. Demikian pula dengan
Hasil analisis korelasi sederhana dan penelitian Soasa dkk (2013) yang
regresi linier sederhana hubungan antara menunjukkan hubungan yang sangat
pengalaman kerja dengan kelelahan rendah antara masa kerja dengan
pekerja disajikan pada Tabel 3.3 dan kelelahan kerja dengan koefisien korelasi
Tabel 3.4. sebesar 0,023.
Hubungan antara pengalaman kerja
dengan kelelahan pekerja adalah tidak
Tabel 3.3. Hasil Analisis Korelasi searah dikarenakan nilai r yang diperoleh
Hubungan antara Pengalaman bernilai negatif. Hal tersebut berarti jika
Kerja dengan Kelelahan Pekerja pengalaman kerja tinggi maka kelelahan
pekerja akan rendah. Pekerja yang
Nilai Keterangan memiliki pengalaman kerja yang lama
Korelasi rendah sudah terbiasa dengan pekerjaan yang
r -0,344 dilakukannya sehingga tidak
dan tidak searah
Signifikansi < 0,05 H0 ditolak menimbulkan kelelahan yang tinggi.
Sumber : data diolah (2017) Responden dengan pengalaman kerja
yang lama menyatakan bahwa sudah
sangat terbiasa dan bisa dikatakan

Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55 | 49


H. Kanajmi, M. Zuki dan D. Uker

kelelahan tidak menjadi suatu masalah pengalaman kerja (masa kerja) pemanen
besarda lam kegiatan pemanenan kelapa maka semakin kecil kelelahan yang
sawit. Pengalaman kerja akan dirasakan oleh pekerja panen kelapa
menentukan cara berpikir pekerja dalam sawit.
melakukan pekerjaannya. Pemanen Ada hubungan yang signifikan
dengan pengalaman kerja yang lama antara pengalaman kerja dengan
mengetahui cara-cara mengatasi kesulitan kelelahan pekerja pemanenan kelapa
dalam kegiatan panen. Pemanen yang sawit. Hal tersebut dikarenakan nilai
cukup berpengalaman mengatur posisi signifikansi lebih kecil dari pada nilai
memanen lebih singkat dibandingkan probabilitas (0,05). Hal ini sesuai dengan
pemanen yang belum berpengalaman. penelitian Mentari dkk (2012) dengan
Terkadang pemanen yang belum cukup judul “Hubungan Karakteristik Pekerja
berpengalaman ketika menaikkan egrek dan Cara Kerja dengan Kelelahan Kerja
tidak langsung tepat pada target panen pada Pemanen Kelapa Sawit di PT.
yang akan dipotong. Ketika pemanen Perkebunan Nusantara IV (PERSERO)
memotong TBS, pemanen yang sudah Unit Usaha Adolina Tahun 2012” yang
berpengalaman tidak memotong lagi menghasilkan bahwa terdapat hubungan
tangkai TBS yang telah dipanen karena yang bermakna antara masa kerja dengan
saat memanen TBS pemanen sudah kelelahan pekerja dan penelitian
terbiasa dengan ukuran tangkai yang Damopoli dkk (2013) dengan judul
menjadi aturan perusahaan. Sementara “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan
pemanen yang belum cukup pengalaman Kelelahan Kerja pada Supir Bis Trayek
rata-rata memotong kembali tangkai TBS Manado-Amurang di Terminal
yang telah jatuh (dipanen) karena belum Malalayang Manado” yang
sesuai standar pemanenan perusahaan. menyimpulkan bahwa terdapat hubungan
Dimana ukuran tangkai TBS standar antara masa kerja dengan kelelahan kerja
pemanenan perusahaan adalah 3 cm. pada supir bis trayek Manado-Amurang
Pemanen dengan pengalaman kerja yang di terminal Malalayang Manado. Namun
lama bisa memotong TBS dengan satu bertolak belakang dengan penelitian
kali tarikan galah egrek. Soasa dkk (2013) dalam hasil penelitian
Dalam kasus kesulitan memanen dengan judul “Hubungan Faktor Individu
TBS terjepit di antara 2 pelepah, pemanen dengan Kelelahan Kerja Tenaga Kerja
yang sudah cukup berpengalaman tetap Bongkar Muat Pelabuhan Manado” yang
memanen TBS tersebut dengan mudah menyimpulkan bahwa tidak terdapat
dan lancar karena mengetahui cara hubungan antara masa kerja dengan
memanen TBS terjepit di antara 2 kelelahan kerja pada tenaga kerja bongkar
pelepah. Sementara pemanen yang belum muat di Pelabuhan Manado.
cukup lama bekerja sebagai pemanen Analisis regresi linier sederhana
rata-rata akan meninggalkan TBS terjepit menghasilkan persamaan regresi ̂ =
di antara 2 pelepah tersebut meskipun ada 6,303 - 0,067 X2. Dengan melihat nilai
beberapa yang tetap memanen akan konstanta pada persamaan dapat
membutuhkan waktu yang lebih lama dan dikatakan bahwa kelelahan pekerja adalah
tenaga lebih besar. Dengan pengalaman sebesar 6,303 jika pengalaman kerja sama
yang cukup lama pemanen dapat dengan nol. Kelelahan pekerja akan
menghadapi kesulitan-kesulitan saat menurun sebesar 0,067 jika pengalaman
pemanenan sehingga kelelahan yang kerja meningkat sebesar 1 tahun.
ditimbulkan akibat kegiatan pemanenan
bisa dikurangi. Semakin lama

50 | Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55


HUBUNGAN UMUR DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN

Hubungan antara faktor umur pekerja Jika pengalaman kerja di anggap tetap
dan pengalaman kerja dengan (konstan) maka semakin tinggi umur
kelelahan pekerja pekerja maka kelelahan pekerja akan
Hasil analisis korelasi ganda dan semakin tinggi pula. Berbeda jika umur
regresi linier berganda hubungan antara pekerja dianggap tetap (konstan) maka
umur pekerja dan pengalaman kerja semakin tinggi pengalaman kerja maka
dengan kelelahan pekerja disajikan pada kelelahan pekerja akan semakin rendah.
Tabel 3.5 dan Tabel 3.6. Pemanen dengan pengalaman kerja yang
lama mengetahui cara-cara mengatasi
Tabel 3.5. Hasil Analisis Korelasi Ganda kesulitan dalam kegiatan panen. Dengan
Hubungan antara Umur pengalaman yang cukup lama kelelahan
Pekerja dan Pengalaman pekerja panen yang ditimbulkan akibat
Kerja dengan Kelelahan kegiatan pemanenan kelapa sawit bisa
Pekerja dikurangi. Semakin lama pengalaman
kerja (masa kerja) pemanen maka
Nilai Keterangan semakin kecil kelelahan yang dirasakan
Korelasi sangat oleh pekerja panen kelapa sawit.
0,922 Pengalaman kerja harus didukung dengan
kuat
Fhitung 147,333 Fhitung > Ftabel, tenaga yang dimiliki oleh pekerja panen
Ftabel 3,175 maka H0 ditolak itu sendiri. Kelelahan tidak bisa dikurangi
Sumber : data diolah (2017) walaupun sudah berpengalaman cukup
lama jika tenaga yang dimiliki pekerja
Tabel 3.6. Hasil Analisis Regresi sedikit. Pekerja panen yang berusia muda
Berganda Hubungan antara masih memiliki tenaga yang cukup besar
Umur Pekerja dan Pengalaman dibandingkan pekerja yang sudah berusia
Kerja dengan Kelelahan tua. Kelelahan pekerja cukup tinggi
Pekerja dialami oleh pekerja yang berumur lebih
dari 40 tahun namun memiliki
Nilai Persamaan pengalaman yang kurang dari 8 tahun.
α 0,742 Selain memiliki tenaga yang lebih sedikit
̂ = 0,742 + 0,178 X1 dibanding pekerja panen yang berusia
β1 0,178
- 0,195 X2 muda, pekerja panen kelapa sawit yang
β1 -0,195
Sumber : data diolah (2017) berusia tua dan tidak berpengalaman tidak
mengetahui kiat-kiat dalam mengatasi
Ada korelasi yang sangat kuat berbagai kesulitan saat kegiatan
antara umur pekerja dan pengalaman pemanenan kelapa sawit. Pemanen yang
kerja dengan kelelahan pekerja dengan berusia 30 tahun dengan pengalaman
nilai R sebesar 0,922. Ada hubungan yang kerja 14 tahun memiliki skor kelelahan
signifikan antara umur pekerja dan terendah dalam penelitian ini.
pengalaman kerja dengan kelelahan Berdasarkan observasi hanya ada satu
pekerja pemanenan kelapa sawit. Hal orang pekerja panen yang sudah berusia
tersebut dikarenakan nilai Fhitung pada lebih dari 40 tahun dan memiliki
tabel hasil analisis korelasi adalah sebesar pengalaman kerja kurang dari 8 tahun.
147,333. Dimana nilai ini lebih besar dari Tidak ada pekerja panen yang berusia 21-
nilai Ftabel (3,175) maka H0 ditolak. 30 tahun memiliki pengalaman kerja lebih
Faktor umur pekerja dan dari 15 tahun.
pengalaman kerja merupakan faktor yang
berhubungan dengan kelelahan pekerja.

Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55 | 51


H. Kanajmi, M. Zuki dan D. Uker

Analisis regresi linier berganda bernilai negatif. Nilai korelasi yang


menghasilkan persamaan regresi ̂ = negatif antara kelelahan kerja dengan
0,742 + 0,178 X1 - 0,195 X2. produktivitas juga ditunjukkan dalam
penelitian Roshadi (2014). Hal tersebut
Hubungan antara kelelahan pekerja berarti jika kelelahan pekerja tinggi maka
dengan produktivitas produktivitas akan rendah.
Hasil analisis korelasi sederhana dan Ada hubungan yang signifikan
regresi linier sederhana hubungan antara antara kelelahan pekerja dengan
umur pekerja dengan kelelahan pekerja produktivitas pemanenan kelapa sawit.
disajikan pada Tabel 3.7 dan Tabel 3.8 : Hal tersebut dikarenakan nilai signifikansi
lebih kecil dari pada nilai probabilitas
Tabel 3.7. Hasil Analisis Korelasi (0,05).
Hubungan antara Kelelahan Hasil penelitian ini sejalan dengan
Pekerja dengan Produktivitas penelitian yang dilakukan oleh Lombok
dkk (2015) dengan “Hubungan antara
Nilai Keterangan Perasaan Kelelahan Kerja dengan
Korelasi rendah Produktivitas Kerja pada Perawat di
r -0,271 Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP
dan tidak searah
Signifikansi < 0,05 H0 ditolak RSUP Prof. Dr. R.D. Kadou Manado”
Sumber : data diolah (2017) yang menyimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara perasaan kelelahan kerja
Tabel 3.8. Hasil Analisis Regresi Linier dengan produktivitas kerja pada perawat
Hubungan antara Kelelahan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP
Pekerja dengan Produktivitas Prof. Dr. R.D. Kadou Manado. Selaras
dengan penelitian Inderani, et al. (2014)
Nilai Persamaan dengan judul “Hubungan Kelelahan Kerja
α 258,45 dengan Produktivitas Kerja pada Pemetik
̂ = 258,45- 6,979 X
β -6,979 Teh di PT. Perkebunan Nusantara IV Bah
Sumber : data diolah (2017) Butong Kabupaten Simalungun Tahun
2014” yang menyatakan bahwa ada
Nilai koefisien korelasi hubungan hubungan yang bermakna antara
antara kelelahan pekerja dengan kelelahan berdasarkan pengukuran alat
produktivitas adalah sebesar -0,271 yang Flicker Fusion dengan produktivitas kerja
berarti hubungan antara kelelahan pekerja di PT. Perkebunan Nusantara IV Bah
dengan produktivitas kerja memiliki Butong Kabupaten Simalungun tahun
korelasi yang rendah. Hal ini berbeda 2014 dan kelelahan kerja secara
dengan penelitian Roshadi (2014) dengan signifikan berhubungan dengan
judul “Hubungan Kelelahan Kerja dengan produktivitas kerja juga ditunjukkan
Produktivitas Kerja Karyawan di Fakultas dalam penelitian Ulfah dkk (2013)
Dakwah dan Komunikasi Universitas dengan judul “Model Kuantitatif
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta” yang Manajemen Kelelahan dan Beban Kerja
menyimpulkan bahwa terdapat hubungan untuk Peningkatan Produktivitas Pekerja
yang cukup erat antara kelelahan kerja Penggilingan Padi”.
dengan produktivitas kerja dengan nilai Jika pekerja panen kelapa sawit
koefisien korelasi sebesar 0,456 mengalami kelelahan maka waktu yang
Hubungan antara kelelahan pekerja dibutuhkan untuk melakukan kegiatan
dengan produktivitas adalah tidak searah panen akan semakin lama. Meningkatnya
dikarenakan nilai r yang diperoleh waktu memanen artinya meningkatkan

52 | Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55


HUBUNGAN UMUR DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN

input dalam perhitungan produktivitas kelapa sawit dengan persamaan regresi


kerja, sehingga semakin lelah seorang linier ̂ = 258,45- 6,979 Y1.
pekerja panen kelapa sawit maka semakin Semakin tua umur pekerja maka
rendah produktivitas kerjanya. Hal ini skor kelelahan pekerja semakin tinggi
sesuai dengan teori yang dikemukakan sedangkan semakin lama pengalaman
oleh Sedarmayanti (2009) dalam Lombok pekerja maka kelelahan pekerja semakin
dkk (2015) yaitu penurunan produktivitas rendah. Umur pekerja dan pengalaman
tenaga kerja di lapangan sebagian besar kerja berhubungan dengan kelelahan
disebabkan oleh kelelahan kerja. pekerja dimana semakin tinggi kelelahan
Analisis regresi linier sederhana pekerja pada akhirnya menyebabkan
menghasilkan persamaan regresi ̂ = produktivitas kerja semakin rendah.
258,45- 6,979 X. Dengan melihat nilai Pihak perusahaan sebaiknya
konstanta pada persamaan dapat mempertimbangkan faktor umur pekerja
dikatakan bahwa produktivitas adalah dan pengalaman kerja karena kedua
sebesar 258,45 kg/jam jika skor kelelahan faktor tersebut mempunyai hubungan
pekerja sama dengan nol. Produktivitas yang sangat kuat dengan kelelahan
akan menurun sebesar 6,979 jika jika skor pekerja. Dimana kelelahan pekerja
kelelahan pekerja meningkat sebesar 1 merupakan salah satu penyebab
satuan. menurunnya produktivitas kerja.
Tenaga kerja pemanenan kelapa
sawit sebaiknya dikelola berdasarkan
KESIMPULAN DAN SARAN faktor umur pekerja dan pengalaman
kerja agar kelelahan pada pekerja dapat
Dari hasil penelitian dapat diminimalisir sehingga dapat
disimpulkan bahwa : meningkatkan produktivitas kerja.
a. Ada hubungan yang signifikan, cukup Pengelolaan berdasarkan umur pekerja
kuat (r = 0,469) dan searah (positif) sebaiknya lebih diutamakan karena umur
antara faktor umur pekerja dengan pekerja memiliki hubungan yang cukup
kelelahan pekerja panen kelapa sawit kuat dengan kelelahan pekerja
dengan persamaan regresi linier ̂ = dibandingkan dengan pengalaman kerja
2,571 + 0,077 X1. yang memiliki hubungan yang rendah
b. Ada hubungan yang signifikan, namun dengan kelelahan pekerja.
rendah (r = -0,344) dan tidak searah
(negatif) antara faktor pengalaman DAFTAR PUSTAKA
kerja dengan kelelahan pekerja panen
kelapa sawit dengan persamaan regresi Badrun, M. 2015. Manajemen Panen
linier ̂ = 6,303 - 0,067 X2. Kelapa Sawit (Elaeis
c. Ada hubungan yang signifikan dan Guineensis Jacq). Makalah Panen
sangat kuat (R = 0,922) antara faktor dan Pasca Panen Kelapa Sawit.
umur dan pengalaman kerja dengan Universitas Lampung. Tidak
kelelahan pekerja panen kelapa sawit diterbitkan.
dengan persamaan regresi linier ̂ = BPS Provinsi Bengkulu, 2016. Bengkulu
0,742 + 0,178 X1 - 0,195 X2. Dalam Angka 2016. Badan Pusat
d. Ada hubungan yang signifikan, namun Statistik Provinsi Bengkulu.
rendah (r = -0,271) dan tidak searah Chesnal, H., A.J.M. Rattu dan B.S.
(negatif) antara kelelahan pekerja Lampus. 2014. 2014. Hubungan
dengan produktivitas kerja pemanen Antara Umur, Jenis Kelamin, dan
Status Gizi dengan Kelelahan pada

Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55 | 53


H. Kanajmi, M. Zuki dan D. Uker

Tenaga Kerja di Bagian Produksi di Instalasi Gawat Darurat (IGD)


PT. Putra Karangetang Popontolen RSUP RSUP Prof. Dr. R.D.
Minahasa Selatan. Skripsi. Kadou Manado. Skripsi. Fakultas
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Masyarakat,
Universitas Sam Ratulangi. Dari : Universitas Sam Ratulangi. Dari :
http://fkm.unsrat.ac.id Diakses 26 http://fkm.unsrat.ac.id 29 Januari
Maret 2015 14.57 WIB. 2017 14.53 WIB.
Damopoli, F.C., Paul A.T.K. dan Raini Mentari, A. Kalsum dan Umi, S. 2012.
A.T. 2013. Faktor-faktor yang Hubungan Karakteristik Pekerja dan
Berhubungan dengan Kelelahan Cara Kerja dengan Kelelahan Kerja
Kerja pada Supir Bis Trayek pada Pemanen Kelapa Sawit di PT.
Manado-Amurang di Terminal Perkebunan Nusantara IV
Malalayang Manado. Skirpsi. (PERSERO) Unit Usaha Adolina
Bidang Minat Kesehatan Kerja. Tahun 2012. Jurnal Lingkungan
Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Kesehatan Kerja. 1 (2) : 1-9.
Universitas Sam Ratulangi. Dari : Departemen Keselamatan dan
http://fkm.unsrat.ac.id Diakses 16 Kesehatan Kerja, Universitas
Februari 2017 22.33 WIB. Sumatera Utara.
Erliana, C.I. 2015. Analisa dan Riduwan. 2011. Dasar-dasar Statistika.
Pengukuran Kerja. Aceh : Jurusan Bandung : Alfabeta.
Teknik Industri Fakultas Teknik, Roshadi, I. 2014. Hubungan Kelelahan
Universitas Malikussaleh. Kerja dengan Produktivitas Kerja
Inderani, I., Lina, T., dan Umi, S. 2014. Karyawan di Fakultas Dakwah dan
Hubungan Kelelahan Kerja Komunikasi Universitas UIN Sunan
dengan Produktivitas Kerja pada Kalijaga Yogyakarta. Skripsi.
Pemetik Teh di PTPN IV Bah Jurusan Manajemen Dakwah.
Butong Kabupaten Simalungun Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Tahun 2014. Skripsi. Fakultas Universitas Islam Negeri Sunan
Kesehatan Masyarakat, Kalijaga Yogyakarta. Dari :
Universitas Sumatera Utara. Dari : http://digilib.uin-suka.ac.id Diakses
http://repository.usu.ac.id Diakses 15 Februari 2017 16.13 WIB.
29 Januari 2017 14.52 WIB. Santosa, T.N.B. dan Andreas W.K. 2014.
Irma, Mr., Syamsiar S.R. dan Andi W. Pengaruh Topografi Lahan dan
2014. Faktor yang Berhubungan Umur Pemanen Terhadap
dengan Kelelahan Kerja pada Unit Kapasitas Kerja Pemanenan
Produksi Paving Block Kelapa Sawit. Dari :
CV.Sumber Galian Kecamatan http://www.slideshare.net/andreaskr
Biringkanaya Kota Makassar. isdiarto/tri-andrepengaruh-topograf-
Skripsi. Fakultas Kesehatan n-umur Diakses 10 September 2016
Masyarakat. Universitas 08.15 WIB.
Hasanuddin. Dari : Simamora, A.W.F., Wuryaningsih, D.S.,
http://repository.unhas.ac.id dan Suriyaty, S. 2015. Produktivitas
Diakses 16 Februari 2017 22.14 Tenaga Kerja Pemanen di PTPN
WIB. VII UNIT Kebun Kelapa Sawit
Lombok, W., Paul A.T.K dan Benedictus Rejosari. Jurnal. Fakultas
S.L. 2015. Hubungan antara Pertanian, Universitas Lampung.
Perasaan Kelelahan Kerja dengan Dari : http://jurnal.fp.unila.ac.id
Produktivitas Kerja pada Perawat

54 | Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55


HUBUNGAN UMUR DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN

Diakses : 29 September 2016 14.48 Triyunita, N., Ekawati dan Daru L. 2013.
WIB. Hubungan Beban Kerja Fisik,
Soasa, M., Johan J. dan Rahayu H.A. Kebisingan Dan Faktor Individu
2013. Hubungan Faktor Individu dengan Kelelahan Pekerja Bagian
dengan Kelelahan Kerja Tenaga Weaving PT. X Batang. Jurnal
Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Kesehatan Masyarakat 2013. 2 (2) :
Manado. Skripsi. Bidang Minat 1-11. Peminatan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja. Fakultas Kesehatan Kerja. Fakultas
Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Masyarakat.Universitas
Universitas Sam Ratulangi. Dari : Diponegoro.
http://fkm.unsrat.ac.id Diakses 16 Ulfah, N., Panuwun J.N. dan Irfan D.
Februari 2017 22.14 WIB. 2013. Model Kuantitatif
Sriyoto, Andi, I., dan Kianditara. 2008. Manajemen Kelelahan dan Beban
Analisis Faktor-faktor yang Kerja untuk Peningkatan
Mempengaruhi Produktivitas Produktivitas Pekerja Penggilingan
Pemanen Kelapa Sawit. Jurnal Padi. Jurnal Kesehatan Masyarakat
AGRISEP. 7 (2) : 85-96. Jurusan Nasional. 7 (10) : 477-480. Fakultas
Sosial Ekonomi Pertanian Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
Fakultas Pertanian Universitas Universitas Jendral Soedirman.
Bengkulu Waskito. H. 2015. Analisis Pengukuran
Sulaeman, A. 2014. Pengaruh Upah dan dan Perhitungan Kelelahan Kerja.
Pengalaman Kerja terhadap Laporan Praktikum Ergonomi II.
Produktivitas Karyawan Kerajinan Fakultas Kedokteran, Universitas
Ukiran Kabupaten Subang. Jurnal Sebelas Maret. Tidak diterbitkan
Trikonomika. 13 (1) : 91-100.
STIE Miftahul Huda Subang.

Jurnal Agroindustri, Vol. 7 No. 1, Mei 2017: 44-55 | 55