Sei sulla pagina 1di 12

 Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018

REVITALISASI DESAIN ILUMINASI PADA NASKAH JAWA KUNO


SURAKARTA

Annas Marzuki Sulaiman, Henry Bastian


e-mail : anazdesign@gmail.com, henry@dsn.dinus.ac.id
Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

Abstract
Indonesia has a wealth of art and culture that has existed since long time, especially in the heyday
of the archipelago. Manifestation of art and culture of the archipelago both written and unwritten.
One of the most interesting art forms of the classical visual culture of the archipelago is the art of
decoration in the form of illumination design that can be found in ancient manuscripts scattered
throughout the archipelago. In Central Java the illumination design can be found in the collection
of Javanese manuscripts stored in the library of Mangkunegaran palace and the library at the
Radya Pustaka Surakarta museum. But the beauty and uniqueness of the illumination designs that
exist in the ancient Javanese manuscripts are only stored in libraries and museums, so it can not be
used other than as a research object and educational interests. So this study aims to: 1)
Menginfentarisir and identify design illumination ancient Javanese script as a visual form. 2)
Revitalize the illumination designs that are in the Javanese manuscript into a digital vector form so
that it can be used more easily and more widely. This study uses qualitative methods to explain the
problem through the collection of data from various sources that have been determined.
Keywords: Revitalization, Illumination Design, Surakarta Javanese Old Manuscript, Ornamental
Variety, Ornament

Abstrak
Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang telah ada sejak lama terutama di masa kejayaan
nusantara. Manifestasi seni dan budaya nusantara baik tertulis maupun tidak tertulis. Salah satu
bentuk seni yang paling menarik dari budaya visual klasik nusantara adalah seni dekorasi dalam
bentuk desain iluminasi yang dapat ditemukan dalam naskah kuno yang tersebar di nusantara. Di
Jawa Tengah desain iluminasi dapat ditemui dalam koleksi naskah kuno Jawa yang disimpan di
perpustakaan istana Mangkunegaran dan perpustakaan di museum Radya Pustaka Surakarta.
Namun keindahan dan keunikan desain iluminasi yang ada dalam naskah Jawa kuno tersebut hanya
tersimpan di perpustakaan dan museum, sehingga belum bisa digunakan selain sebagai obyek
penelitian dan kepentingan pendidikan. Maka penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menginfentarisir
dan mengidentifikasi desain iluminasi naskah Jawa kuno sebagai bentuk visual. 2) Merevitalisasi
desain iluminasi yang berada dalam naskah kuno Jawa ke dalam bentuk vektor digital sehingga
dapat digunakan lebih mudah dan lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk
menjelaskan masalah melalui pengumpulan data dari berbagai sumber yang telah ditentukan.
Kata kunci: Revitalisasi, Desain Iluminasi, Naskah Surakarta Jawa Kuno, Ragam Hias, Ornamen

1. Latar belakang Sebagai Negara yang berbentuk


Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018 

kepulauan yang didiami oleh berbagai Sumatera. Di Jawa naskah- naskah yang
suku bangsa, Indonesia memiliki berbagai mengandung desain iluminasi tersebar di
ragam Seni dan budaya sebagai hak dan Cirebon Jawa barat, di Jogjakarta maupun
kekayaan intelektual bangsa. Berbagai di Surakarta Jawa Tengah.
seni budaya tersebut berkembang dengan Naskah atau manuskrip merupakan
sangat pesat sejak masa kejayaan semua bahan tulisan tangan sebagai
kerajaan Nusantara di antaranya karya wadah penyimpanan teks yang wujud
seni rupa tradisi. Karya seni rupa tradisi kongkritnya dapat dilihat dilihat dan
yang berada di Indonesia memiliki dipegang, seperti lontar, nipah, kulit,
keunikan dan ke khasan tersendiri bila logam dan dluwang. Teks adalah
dibsndingkan dengan negara lain. kandungan atau muatan naskah yang
Menurut tabrani (1999), dalam karya seni memuat berbagai ungkapan pikiran serta
rupa tradisi, tidak ada yang benar-benar perasaan penulisyang disampaikan pada
naturalistik atau abstrak, namun pembacanya. (Prayekti dan Rukoyah,
berbentuk dekoratif dan ragam hias. 2011:49). Naskah-naskah Jawa kuno
Perupaan berbentuk dekoratif pada merupakan salah satu dari sekian ragam
umumnya dibuat melalui penggubahan- naskah lama tersebut. Naskah Jawa Kuno
penggubahan bentuk yang tergayakan adalah naskah peninggalan nenek
(stilisasi) dan bernilai hias. Oleh Karena moyang pada masa lampau yang masih
itu seni ragam hias tumbuh suburdi menggunakan aksara jawa kuno atau
kawasan Nusantara. aksara Arab Pegon. Di Surakarta naskah-
Berbagai seni ragam hias atau ornament naskah kuno beriluminasi dapat dijumpai
Nusantara yang tersebar di bebagai di Berbagai bentuk desain iluminasi
daerah di indonesia tidak semuaya dapat memiliki kekhasan, keunikan dan nilai-
berkembang dengan baik, ada yang bisa nilai tradisi menjadi karakteristik dari
hidup dan berkembang, ada sebagian naskah kuno yang memuatnya.
yang telah hilang atau ditinggalkan Sampai saat ini belum banyak penelitian
karena tidak ada generasi penerus yang bidang seni rupa yang mengambil obyek
melestarikanya. Salah satu bentuk gambar penelitian mengenai desain iluminasi pada
visual ragam hias yang sangat menarik naskah kuno sebagai bagian dari seni
adalah seni atau desain iluminasi yang ragam hias serta ornamen yang sangat
banyak terdapat pada naskah-naskah indah dan menarik. Sangat disayangkan
kuno di Indonesia terutama yang berasal ketika karya seni budaya nusantara
dari Jawa, Kalimantan, maupun dari tersebut rusak atau hilang karena bebagai
 Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018

hal, sebelum anak cucu kita mengetahui fenomena sosial dan masalah manusia.
keberadaanya. Oleh karena itu diperlukan Pendekatan akan menghasilkan suatu
pendokumentasian, inventarisasi, gambaran permasalahan dengan meneliti
pengkajian, serta pemanfaatan desain kata-kata, laporan terinci dari pandangan
iluminasi yang ada terutama dalam
informan atau narasumber, dan melakukan
bidang seni dan desain.
studi pada situasi yang alami (Creswell,
Hal tersebut yang mendorong penelitian
1998: 15).
ini yaitu untuk merevitalisai desain
iliminasi pada naskah Jawa Kuno Adapun tahapan penelitian secara
Surakarta.
 Makalah ini mendiskusikan keseluruhan terdiri dari (1) Identifikasi
Bagaimana bentuk dan struktur desain data dari berbagai sumber untuk
Iluminasi pada naskah Jawa Kuno mengetahui keberadaan desain iluminasi
Surakarta? 
 Bagaimana merevitalisasi
pada naskah Jawa kuno (2) Menyeleksi
perwujudan desain iluminasi yang ada
naskah Jawa kuno yang beriluminasi (3)
dalam naskah-naskah Jawa kuno menjadi
bentuk vektor digital sehingga dapat Memilih bentuk desain Iluminasi dari
dimanfaatkan secara lebih mudah dan naskah Jawa kuno yang relevan untuk
luas? 
 dikembangkan (4) Mengidentifikasi
2. Metode desain iluminasi yang terpilih (5)
Penelitian ini menggunakan metode Digitalisai desain iluminasi menjadi
kualitatif menggunakan pendekatan bentuk vektor (6) Eksplorasi desain
diskriptif yang akan menjelaskan iluminasi dalam bentuk vektor seperti
permasalahan melalui pengambilan dari yang terlihat pada berikut ini:
sudut pandang tertentu dengan tujuan
untuk mendiskripsikan, menggambarkan,
menguraikan, atau memaparkan sebaik
mungkin fenomena yang diteliti atau
dipelajari (Ahimsa, 2000:21). Metode
kualitatif merupakan proses penelitian dan
pemahaman yang berdasarkan pada
metodologi yang menyelidiki suatu
Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018 

Identifikasi data dari berbagai sumber untuk mengetahui keberadaan


umumnya. (Setiawan,
2014).
desain iluminasi pada naskah Jawa kuno Surakarta
Di surakarta, terdapat ribuan koleksi
naskah Jawa kuno yang tersebar di
Menyeleksi naskah Jawa kuno yang beriluminasi
beberapa tempat terutama di
perpusatakaan Masjid Agung Surakarta,
Memilih bentuk desain Iluminasi yang relevan untuk dikembangkan
perpustakaan Reksa Pustaka Pura
Mangkunegaran, perpustakaan Sana
Mengidentifikasi desain iluminasi yang terpilih
Pustaka Karaton Surakarta, dan museum
Radya Pustaka Surakarta. Selain di
Digitalisai desain iluminasi menjadi bentuk vektor tempat tersebut disinyalir masih
tempat-
banyak juga naskah-naskah kuno yang
Eksplorasi desain iluminasi dalam bentukdibawa
vektor oleh masyarakat perorangan dan
juga banyak yang masih berada di luar
Gambar bagan penelitian Revitalisasi negeri seperti di Inggris dan Belanda.
Desain Iluminasi pada Naskah Jawa Kuno
Keempat perpustakaan tersebut memiliki
Surakarta
koleksi naskah yang sangat kaya, dilihat
dari aspek kualitas koleksi naskah
3. Hasil dan Pembahasan tersebut isinya sangat beragam meliputi
3.1 Iluminasi pada Naskah Jawa Kuno berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Surakarta Dipandang dari aspek kuantitas
Abad ke-18 M dan 19 M dianggap Perpustakaan Masjid Agung Surakarta
sebagai periode kebangkitan sastra Jawa meiliki koleksi naskah sejumlah 105 buah
atau ‘Renaisans Sastra Jawa’ setelah berapa diantaranya adalah Al-Quran.
berabad-abad terperosok dalam perebutan Perpustakaan Rekso Pustoko pura
kekuasaan yang melelahkan. Berbagai Mangkunegaran Surakarta Terdapat 750
genre bermunculan selama kebangkitan buku kuno manuskrip jawa, di
sastra Jawa kurang lebih dua abad
perpustakaan Sana Pustaka Karaton
tersebut, antara lain sastra babad, sastra Surakarta menyimpan lebih dari 700
kidung, sastra Panji, sastra primbon, naskah, dimana terdapat beberapa naskah
sastra suluk, sastra keislaman, satra bendel (Sisyono dkk., 2012:212), dan di
wayang, dan sastra wulang. Kebangkitan museum Radya Pustaka Surakarta
kesustraan Jawa tersebut khususnya pada terdapat sekitar 377 naskah kuno Jawa.
saat berlangsungnya pemerintahan raja-
Berdasarkan pengumpulan data yang
raja di Kasunanan Surakarta dan raja-raja telah dilakukan, ternyata di antara ribuan
di Jawa abad ke-18 M dan ke-19 M pada
 Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018

judul naskah tersebut ditemukan sejumlah


judul naskah yang mengandung iluminasi
maupun ilustrasi dalam berbagai bentuk,
model dan motif, baik yang berwarna
penuh maupun satu warna dengan
sepuhan warna emas.
Dari sekian banyak desain iluminasi yang
ada, tidak semua gambar iluminasi
memiliki kualitas seni dan teknik gambar Gambar iluminasi 1
yang baik. Sehingga penulis hanya Gambar iluminasi 2
memilih tiga desain Iluminasi yang
terbaik yang layak untuk dibuat vektor
digital sebagai sampel dengan
pertimbangan dari berbagai aspek seperti
keindahan, warna, keberaturan pola,
kejelasan gambar, dan kualitas gambar.
Ketiga gambar iluminasi tersebut berada
di perpustaaan museum Radya Pustaka
Surakarta, semuanya dalam naskah Gambar iluminasi 3
kakawin Ramayana yang ditulis pada
tahun 1783 dengan aksara Jawa berkisah
3.2 Identifikasi Desain Iluminasi dalam
tetang Ramayana Jawa Kuno. Gambar
Naskah Kakawin Ramayana
iluminasi terbut dihiasi dengan tinta Manuskrip dengan Iluminasi adalah
berwarna warna emas yang indah, seperti manuskrip dimana teks dilengkapi
yang terlihat pada gambar berikut. dengan hiasan berupa (1) inisial, yaitu
huruf awal pada awal paragraf; (2) batas
(marginalia) yaitu Tanda yang dibuat di
pinggir buku; dan (3) ilustrasi adegan
yang dinamakan miniatur. Dalam definisi
yang paling ketat, istilah tersebut hanya
mengacu pada manuskrip yang dihias
dengan emas atau perak; Namun, dalam
penggunaan umum istilah ini mengacu
Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018 

pada manuskrip yang dihias atau


diilustrasikan dari tradisi Barat (Herbert, 1. tempat Naskah
1911:1). Berdasarankan pernyataan di 2. motif sudut bingkai dalam
atas, iluminasi merupakan salah satu 3. motif isian bingkai dalam
bentuk ragam hias dengan beragam 4. motif sudut bingkai luar
bentuk ornamen dan ilustrasi yang 5. motif tengah bingkai luar
menggunakan warna emas dan perak 6. motif isian bingkai luar
serta warna- warna lainya untuk
memperindah tampilan halaman naskah
yang berasal dari tradisi barat.
Ketiga desain atau gambar iluminasi
dalam Naskah Kakawin Ramayana ini
semuanya berupa batas (marginalia) Gambar penempatan pola gambar
yaitu gambar yang dibuat di pinggir buku iluminasi pada bingkai
yang berbentuk bingkai yang
mengelilingi naskah. Bingkai terdiri dari
bingkai dalam dan bingkai luar. Bingkai 3.2.1. Unsur-unsur Motif pada Gambar
iluminasi 1
dalam berukuran lebih kecil dari bingkai
Ornamen yang menghiasi pada desain 1
luar, diisi oleh gambar motif berbentuk
iluminasi halaman naskah Kakawin
geometris, dengan sudut berupa gambar
Ramayana ini berupa pengulangan pola
kotak dengan motif daun. Pada bingkai
ornamen tumbuhan dan geometris
luar diisi oleh gambar berupa
sehingga mengisi ruang yang ada. Pola
pengulangan motif ornamen tumbuhan
ornamen geometris terdapat pada bingkai
dengan sulur yang berkelok-kelok dengan
dalam yang terdiri dari pengulangan
sudut berupa pola tumbuhan yang lebih
bentuk oval silang berwarna putih dengan
besar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
warna latar belakang hijau tua, pada sudut
pada gambar berikut:
terdapat ornamen berbentuk bunga atau
daun berwarna merah. Pada bingkai luar
terdapat pengulanga pola berbentuk
ornamen tumbuhan kominasi warna hijau
dan daun kuning dengan latar belakang
berupa blok warna merah bata. Ornamen
pembentuk pola berulang terlihat tidak
sama ukuran dan bentuknya.
 Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018

3.2.3. Unsur-unsur Motif pada Gambar


iluminasi 3
3.2.2. Unsur-unsur Motif pada Gambar Ornamen yang menghiasi pada desain 3
iluminasi 2
iluminasi halaman naskah Kakawin
Ornamen yang menghiasi pada desain 2
Ramayana berupa pengulangan pola
iluminasi halaman naskah Kakawin
ornamen geometris kombiasi dan
Ramayana ini berupa pengulangan pola
tumbuhan sebagai pengisi ruang yang
ornamen tumbuhan sebagai pengisi ruang
ada. Pola ornamen geometris kombinasi
yang ada. Pola ornamen geometris
pola berbentuk tumbuhan terdapat pada
terdapat pada bingkai dalam yang terdiri
bingkai dalam yang terdiri dari
dari pengulangan bentuk sulur batang
pengulangan pola berbentuk sudut,
tumbuhan merambat yang berkelok-kelok
ditengahnya terdapat motif jajaran
dengan warna latar belakang merah tua,
genjang dipadukan dengan motif sulur
pada sudut terdapat ornamen berbentuk
atau daun, dengan warna latar belakang
bunga atau daun berwarna hijau dan
hijau, oranye, merah tua, dan biru, pada
kuning. Pada bingkai luar terdapat
sudut terdapat ornamen berbentuk bunga
pengulangan pola berbentuk ornamen
atau daun berwarna hijau pucat dan
tumbuhan yang meliuk-liuk dari sudut-
kuning. Pada bingkai luar terdapat
sudut bingkai yang mengarah je tengah
pengulangan pola berbentuk ornamen
bingkai, dengan latar belakang berupa
tumbuhan yang melengkung-lengung
blok berwarna merah muda kecoklatan.
berbentuk lingkaran, dengan latar
Pada bagian tengah bingkai luar terdapat
belakang warna pink. Ornamen
pola tumbuhan berbentuk segi tiga yang
pembentuk pola terlihat tidak sama
didominasi kombinasi warna hijau dan
ukuran dan bentuknya.
merah. Ornamen pembentuk pola yang
berulang terlihat tidak sama ukuran dan
bentuknya.
Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018 

digital dengan scanner sehingga menjadi


file gambar digital dengan format jpg
4. Mengubah gambar digital jadi vektor.
Gambar motif digital yang sudah
dihasilkan kemuadian formatnya diubah
menjadi vektor
5. Mewarnai motif.
Gambar motif yang formatnya sudah
3.3 Pembuatan Vektor Digital berhasil diubah menjadi vektor kemudian
Iluminasi dalam Naskah Kakawin diwarnai mendekati warna aslinya
Ramayana 6. Menyusun motif.
3.3.1 Proses Pembuatan Vektor Digital Gambar motif yang vektor yang sudah
Iluminasi diwarnai mendekati warna aslinya
Proses pembuatan Pembuatan Vektor kemudian disusun membentuk bingkai
Digital Iluminasi dalam Naskah Kakawin seperti gambar iluminasi yang asli
Ramayana ditempum melalui beberapa
tahap yang dijabarkan sebagai berikut:
1. Mengambil gambar iluminasi pada
naskah menjadi gambar digital.
Naskah yang mengdung gambar
iluminasi dipotret dengan kamera
digital sehingga menjadi file dalam
format JPG.
2. Menggambar motif secara manual.
File foto gambar iluminasi yang
didapatkan lalu di print pada kertas
kemudian ditrace dan digambar unsur
polanya secara manual pada kertas
putih dengan tinta hitam menghasilkan
motif yang diinginkan sesuai dengan
aslinya
3. Mendigitalisasi gambar motif.
Pola motif yang selesai digambar manual
kemudian diubah formatnya menjadi
 Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018

berbagai macam variasi bentuk, ukuran,


warna dan sebagainya secara mudah dan
cepat. Seperti yang terlihat pada gambar
di bawah ini:

Gambar iluminasi digital foto (kiri)


Gambar iluminasi digital vektor
(kanan)
3.3.2 Pengembagan Alternatif Bentuk
Vektor Digital Iluminasi
Desain Iluminasi yang sudah dibuat
menjadi bentuk vektor mempunyai
kesamaan dan kerapian pola dan memiliki
tingkat fleksibelitas yang tinggi sehingga
bentuk desainya dapat kita ubah menjadi
Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018 

Pengembangan bentuk motif desain


iluminasi 1

Pengembangan bentuk motif desain


iluminasi 3

Adapun pengembangan bentuk pola


tersebut nantinya secara mudah dapat
dimanfaatkan untuk membuat desain-
Pengembangan bentuk motif desain desain modern maupun tradisional dalam
iluminasi 2 berbagai format desain akhir lainya
misalnya untuk membuat desain motif
batik, desain undangan cetak, desain
 Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018

majalah, desain sertifikat, desain untuk keunikan tersendiri yang bercirikas seni
dekorasi rumah dan sebagainya. Jawa yang patut untuk dilestarikan.
4. SIMPULAN Namun sayangnya hingga saat ini belum
banyak penelitian mengenai iluminasi ini
Naskah Jawa kuno yang berada di
yang menggunakan sudut pandang seni
surakarta jumlahnya cukup banyak yang
yang dilakukan oleh para peneliti bidang
tersimpan di di perpusatakaan Masjid
seni dan desain. Penelitian yang sudah
Agung Surakarta, perpustakaan Reksa
ada kebanyakan berkaitan dengan ilmu
Pustaka Pura Mangkunegaran,
filologi.
perpustakaan Sana Pustaka Karaton
Surakarta, dan museum Radya Pustaka Karena adanya potensi pengembangan
Surakarta. Selain di tempat-tempat pada seni iluminasi, maka perlu adanya
tersebut juga masih banyak juga naskah- upaya pelestarian diantaranya dengan
naskah kuno yang dibawa oleh upaya revitalisasi. Salahsatu upaya
masyarakat perorangan dan juga banyak revitalisasi yang dapat dilakukan adalah
yang masih berada di luar negeri seperti dengan membuatnya menjadi bentuk
di Inggris dan Belanda. Beberapa naskah digital terutama dalam bentuk vektor.
diantaranya terdapat gambar Iluminasi Dengan format vektor, desain motif
yang menjadi penghias naskah dengan iluminasi yang ada pada naskah Jawa
berbagai gaya desain. kuno menjadi sangat mudah dan fleksibel
untuk dikembangkan menjadi desain-
Iluminasi merupakan salahsatu bentuk
desain yang lain dengan nuansa moderen.
ragam hias atau ornamen yang khusus
Sehingga bentuk-bentuk visual iluminasi
menghias naskah-naskah kuno. Gambar
naskah Jawa kuno yang sangat khas
iluminasi yang ada pada naskah Jawa
tersebut dapat lebih dimanfaatkan untuk
kuno tersebut memiliki daya tarik dan
kepntinag yang lebih luas.
Seminar Antar Bangsa : Seni Budaya dan Desain – STANSA 2018 

5. DAFTAR RUJUKAN
Ahimsa, Heddy. 2000. Ketika Orang Jawa Nyeni. Yogyakarta: Galang Press.
Arif. 2014. Serat Wira Iswara Sastra Wulang Abad Ke-19 M. Majalah Jumantara Vol. 5
No. 2. Jakarta: perpusnas
Arimbawa. 2011. Revitalisasi Seni Tradisional Dalam Kreativitas Seni Rupa Dan Desain
Sebagai Upaya Membangun Karakter Bangsa Di Era Global (Bagian II) Artikel dalam
situs http://www.isi-dps.ac.id/berita/revitalisasi-seni-tradisional-dalam-kreativitas-seni-
rupa-dan-desain-bagian-ii

Creswell, JW. 1998. Qualitative Inquiry anda Research Design: Coosing Among Five
Traditions. London: Sage Publication.

Damayanti, Nuning dan Suadi, Haryadi. 2007. Ragam dan Unsur Spiritualitas pada
Ilustrasi Naskah Nusantara 1800-1900-an. Journal Visual Art Vol. 1 D, No. 1, 2007,
hal 66-84. Bandung: Institut Teknologi Bandung
 I.M.G.
J . A. Herbert. 1911. Illuminated Manuscripts. New York : G. P. Putnam's Sons
Meyer, Franz. 1930. A Handbook Of Ornament. New York: Book Publishing Company

Mashuri. 2017. Ilustrasi Dalam Serat Sindujoyo. Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 19,
No 1. Jakarta: lipi

Prayekti, Rina dan Rukoyah. 2011. Koleksi Filologia Musium Jawa Tengah
Ranggawarsita. Semarang: Museum Jawa Tengah Ranggawarsita.
 Tabrani, Primadi.
1999. Belajara dari Sejarah dan Lingkungan. Bandung: Penerbit ITB

Sisyono, Supardjo, dan Endang. 2012. Iluminasi Dan Ilustrasi Naskah Jawa Di
Perpustakaan Sana Pustaka Karaton Surakarta (Sebuah Kajian Kodikologis). Jurnal
Atavisme Vol. 15, No. 2. Sidoarjo: Balai Bahasa Jawa Timur
Sunaryo, Aryo. 2011. Ornamen Nusantara: Kajian khusus tentang Ornamen Indonesia.
Semarang: Dahara Prise.
http://kbbi.web.id/revitalisasi diakses 6 Juli 2017
Tindaon, Rosmegawati. 2012. Kesenian Tradisional dan Revitalisasi. Jurnal Ekpresi Seni
Vol 14, No 2. Padangpanjang: Institut Seni Indonesia Padangpanjang