Sei sulla pagina 1di 15

KASUS SISTEM ENDOKRIN

(HIPERTIROID)

Seorang wanita, usia 28 tahun. BB 40 kg, TB 160 cm. Datang ke Puskesmas dangan
keluhan ada benjolan di leher depan dan nyeri tekan. Pasien juga merasakan dada sering
berdebar-debar dan badannya tetap kurus. Keluarga mengatakan klien susah makan, mudah
lelah, malas beraktifitas sering menghabiskan waktu dengan tidur sering mengeluh sakit pada
sendi atau otot.
Hasil pemeriksaan fisik jantungnya membesar, nadi <60x/ menit, benjolan dileher, dan
rasa nyeri, suara serak, bebicara lambat, kelopak mata turun, rambut tipis, kering dan kasar, kulit
kering, kasar, bersisik dan menebal. Wajah kien tehadap adanya edema sekitar mata, wajah bulan
dan ekspresi wajah kosong serta roman wajah kasar. Lidah tampak menebal dan gerak-gerik
klien sangat lambat.
Hasil pemeriksaan laboratorium TSH <0,004 mIU/ml, FT4 20 mg/dl, FT3 15pg/dl. Dokter
menyarankan untuk melakukan pemeriksaan iodium radioaktif dan fineddleaspirationbiopsy
(FNAB).
BAB II
METODE SEVEN JUMP
Jump 1
Klarifikasi istilah yang belum dipahami :
a) FT3
Pemeriksaan FT3 adalah untuk membantu diagnosa T3 tirotoksis, hipertiroid subklinik,
sindrom eutiroid, dan gangguan fungsi tiroid lainnya
b) FT4

Pemeriksaan FT4 merupakan pemeriksaan sensitif untuk fungsi tiroid. Peningkatan


konsentrasi FT4 terlihat pada kondisi hipertiroid, sedangkan penurunan konsentrasi
terjadi pada kondisi hipotiroid. Pemeriksaan ini merupakan indikator yang lebih baik
dibandingkan dengan T4 total karena tidak dipengaruhi oleh perubahan thyroxine-
binding proteins.
Manfaat Pemeriksaan
Membantu diagnosa hipertiroid dan hipotiroid
klarifikasi status pasien pada kondisi seperti hipotiroid sekunder yang berkaitan dengan
penyakit pituitari.

c) LH

LH atau Luteinizing Hormone atau gonadotropin dihasilkan oleh sel-sel gonad yang
berada pada kelenjar pituitari di dasar otak dan pengeluaran hormon ini dirangsang oleh
gonadotropin releasing hormone (GnRH).
LH pada wanita berfungsi untuk membantu pelepasan sel telur dari folikel, LH pada pria
berfungsi untuk merangsang testis dalam mensintesis hormon steroid dan merangsang
produksi testosteron pada sel Leydig.
Pemeriksaan LH adalah untuk mengukur konsentrasi kadar LH dalam darah yang dapat
memperkirakan terjadinya ovulasi;mengevaluasi infertilitas; dan mendiagnosis gangguan
gonad atau pituitari.
d) TSH

Pemeriksaan TSH merupakan pengukuran kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH)


dalam darah, dan dapat digunakan untuk menilai fungsi tiroid. TSH berfungsi untuk
menstimulasi sekresi hormon tiroid yang sangat penting bagi tubuh.
Manfaat Pemeriksaan
(1) Skrining kelainan tiroid
(2) Diagnosis hipotiroidisme (primer, sekunder dan tersier) dan hipertiroidisme.

e) T3

Pemeriksaan T3 adalah untuk mengetahui kadar konsentrasi hormon T3 dalam darah


sebagai bentuk pemantauan pengobatan penyakit tyroid.

Jump 2
Membuat pertanyaan :
1. Apakah hipertiroid bisa menular?
2. Mengapa hipertiroid bisa terjadi?
3. Apa yang menyebabkan kulit kering, bersisik dan menebal pada penderita hipertiroid?
4. Apakah penderita merasakan demam ?
5. Apakah TSHnya turun itu bahaya?
6. Apa pengobatan yang tepat untuk pasien hipertiroid?
7. Kenapa pada kasus di atas dokter menyarankan pemeriksaan iodium radio aktif dan
FNAB?
Jump 3
Menjawab:
1. Apakah hipertiroid bisa menular?

a) Di kutip dari laman www.alodokter.com, dr Mira iskandar mengatakan” penyakit


Hipertiroid tidak termasuk dalam penyakit menular, jadi anda tidak perlu khawatir
berdekatan dengan penderita hipertiroid.” Ujarnya.
b) saat ini penyakit yang di akibatkan oleh gangguan tiroid merupakan penyakit yang
tidak menular yang berpotensi menjadi masalah kesehatan anda. Akibatnya yang
terjadi adalah munculnya kanker tiroid, auto imun, gangguan kesuburan, depresi, dan
defisiensi iondium.
c) Menurut staff ahli mentri kesehatan di bidang medik dan legal di kemenkes dr
Tritarayati mentakan bahwa ‘’ salah satu gangguan yang berdampak bagi indipidu
adalah hipertiroid kongenital. Kekurangan hormon yang di alami bayi sejak kecil
mengakibatkan pertumbuhan , perkembangan dan keterbelakangan mental.”
d) Untuk wanita, walaupun tdak menular akan tetapi bisa mengakibatkan kemandulan
karena peroduksi hormon yang berlebih bahkan bila terlambat di obati bisa
mengakibatkan kematian.
e) Adabaiknya penyakit hipertiroid sebaiknya di konsultasikan secara teratur dengan
dokter. Hal aini guna untuk mencegah dan emmabantu mengatasi penyakit hipertiroid
secara tuntas dantentunya terhindar dari kondisi yang tidak di inginkan.

2. Mengapa hipertiroid bisa terjadi?


Menurut staff ahli mentri kesehatan di bidang medik dan legal di kemenkes dr
Tritarayati mentakan bahwa ‘’ salah satu gangguan yang berdampak bagi indipidu
adalah hipertiroid kongenital. Kekurangan hormon yang di alami bayi sejak kecil
mengakibatkan pertumbuhan , perkembangan dan keterbelakangan mental.”
3. Apa yang menyebabkan kulit kering, bersisik dan menebal pada penderita
hipertiroid?
disini kelenjar gondok bekerja dibawah normal, sehingga ketiga hormon tadi
kadarnya didalam serum dibawah angka normal sehingga menyebabkan kulit kering,
bersisik dan menebal pada penderita hipertiroid
4. Apakah penderita merasakan demam ?
bisa ya dan bisa tidak. Biasanya demam dirasakan pada awal kemunculan massa di
kelenjar gondok itu dan demam biasa dijumpai pada kasus peradangan. Sedangkan
pada neoplasma atau tumor kelenjar tiroid, biasanya penderita tidak akan merasakan
nyeri maupun demam.
5. Apakah TSHnya turun itu bahaya?

a) Pada pasien hipertiroid subklinis sering tanpa gejala klinis atau sangat ringan.
Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping penekanan sekresi TSH, yaitu
glukokortikoid, dopamin agonis, somatostatin analog, metformin dan karbamazepin.
b) Penurunan kadar TSH yang sangat kecil perlu diwaspadai sebagai varian normal. Jika
perlu lakukan pemeriksaan ulang 4-6 minggu kemudian untuk membedakan dengan
hipertiroid subklinis. Pada hipertiroid subklinis
c) Pada pasien hipertiroid subklinis sering tanpa gejala klinis atau sangat ringan.
Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping penekanan sekresi TSH, yaitu
glukokortikoid, dopamin agonis, somatostatin analog, metformin dan karbamazepin.
d) Penurunan kadar TSH yang sangat kecil perlu diwaspadai sebagai varian normal. Jika
perlu lakukan pemeriksaan ulang 4-6 minggu kemudian untuk membedakan dengan
hipertiroid subklinis. Pada hipertiroid subklinis

6. Apa pengobatan yang tepat untuk pasien hipertiroid?

Obat-obat Anti-Tiroid

Ada dua obat-obat antitiroid utama tersedia untuk penggunaan di Amerika,


methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil ( PTU). Obat-obat ini berakumulasi di
jaringan tiroid dan menghalangi produksi hormon-hormon tiroid. PTU juga
menghalangi konversi dari hormon T4 ke hormon T3 yang secara metabolisme lebih
aktif. Risiko utama dari obat-obat ini adalah penekanan sekali-kali dari produksi sel-
sel darah putih oleh sumsum tulang (agranulocytosis). Sel-sel putih diperlukan untuk
melawan infeksi. Adalah tidak mungkin untuk memberitahukan jika dan kapan efek
sampingan ini akan terjadi, jadi penentuan sel-sel darah putih dalam darah secara
teratur adalah tidak bermanfaat.

Adalah penting untuk pasien-pasien mengetahui bahwa jika mereka mengembangkan


suatu demam, suatu sakit tenggorokan, atau tanda-tanda apa saja dari infeksi ketika
meminum methimazole atau propylthiouracil, mereka harus segera mengunjungi
seorang dokter. Ketika ada suatu kekhwatiran, risiko sebenarnya dari
mengembangkan agranulocytosis adalah lebih kecil dari 1%. Pada umumnya, pasien-
pasien harus ditemui oleh dokter pada interval-interval bulanan selama meminum
obat-obat antitiroid. Dosis disesuaikan untuk mempertahankan pasien sedekat
mungkin pada suatu keadaan tiroid yang normal (euthyroid). Sekali dosis stabil,
pasien-pasien dapat ditemui pada interval-interval tiga bulan jika terapi jangka
panjang direncanakan.

Biasanya, terapi antitiroid jangka panjang hanya digunakan untuk pasien-pasien


dengan penyakit Graves, karena penyakit ini mungkin sebenarnya sembuh dibawah
perawatan tanpa memerlukan radiasi tiroid atau operasi. Jika dirawat dari satu sampai
dua tahun, data menunjukkan angka-angka kesembuhan dari 40%-70%. Ketika
penyakitnya sembuh, kelenjarnya tidak lagi aktif berlebihan, dan obat antitiroid tidak
diperlukan.

Studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa menambah suatu pil hormon
tiroid pada obat antitiroid sebenarnya berakibat pada angka-angka kesembuhan yang
lebih tinggi. Dasar pemikiran untuk ini mungkin adalah bahwa dengan menyediakan
suatu sumber luar untuk hormon tiroid, dosis-dosis obat-obat antitiroid yang lebih
tinggi dapat diberikan, yang mungkin menekan sistem imun yang aktif berlebihan
pada orang-orang dengan penyakit Graves. Tipe terapi ini tetap kontroversiil (tetap
diperdebatkan), bagaimanapun. Ketika terapi jangka panjang ditarik, pasien-pasien
harus terus menerus ditemui oleh dokter setiap tiga bulan untuk tahun pertama,
karena suatu kekambuhan dari penyakit Graves adalah mungkin dalam waktu periode
ini. Jika seorang pasien kambuh, terapi obat antitiroid dapat dimulai kembali, atau
yodium ber-radioaktif atau operasi mungkin dipertimbangkan.

7. Kenapa pada kasus di atas dokter menyarankan pemeriksaan iodium radio aktif dan
FNAB?

a) Yodium ber-radioaktif diberikan secara oral (melalui mulut, dengan pil atau cairan)
pada suatu dasar satu kali untuk mengablasi (ablate) suatu kelenjar yang hiperaktif.
Yodium yang diberikan untuk perawatan ablasi (ablative treatment) adalah berbeda
dengan yodium yang digunakan pada suatu scan. Untuk perawatan, isotope yodium
131 digunakan, dimana untuk suatu scan rutin, yodium 123 digunakan. Yodium ber-
radioaktif diberikan setelah suatu scan yodium rutin, dan pengambilan yodium
ditentukan untuk mengkonfirmasi hipertiroid. Yodium ber-radioaktif diambil oleh
sel-sel aktif dalam tiroid dan menghancurkan mereka. Karena yodium diambil hanya
oleh sel-sel tiroid, penghancuran hanya lokal, dan tidak ada efek-efek sampingan
yang menyebar luas dengan terapi ini.
b) Ablasi (ablation) yodium ber-radioaktif telah digunakan dengan aman untuk lebih
dari 50 tahun, dan penyebab-penyebab utama untuk tidak menggunakannya hanya
adalah kehamilan dan menyusui. Bentuk dari terapi ini adalah pilihan perawatan
untuk kekambuhan penyakit Graves, pasien-pasien dengan kelibatan penyakit jantung
yang parah, mereka yang dengan multinodular goiter atau toxic adenomas, dan
pasien-pasien yang tidak dapat mentoleransi obat-obat antitiroid. Yodium ber-
radioaktif harus digunakan dengan hati-hati pada pasien-pasien dengan penyakit
Graves yang berkaitan dengan mata karena studi-studi akhir-akhir ini telah
menunjukkan bahwa penyakit mata mungkin memburuk setelah terapi. Jika seorang
wanita memilih untuk hamil setelah ablation, adalah direkomendasikan ia menunggu
8-12 bulan setelah perawatan sebelum hamil.
c) Pada umumnya, lebih dari 80% dari pasien-pasien disembuhkan dengan suatu dosis
tunggal yodium ber-radioaktif. Itu memakan waktu antara 8 sampai 12 minggu untuk
tiroid menjadi normal setelah terapi. Hipotiroid adalah komplikasi utama dari bentuk
perawatan ini. Ketika suatu keadaan hipotiroid yang sementara mungkin terlihat
sampai dengan enam bulan setelah perawatan dengan yodium ber-radioaktif, jika ia
menetap dengan gigi lebih lama dari enam bulan, terapi penggantian tiroid (dengan
T4 atau T3) biasanya dimulai.
JUMP 4
Tanda & gejala

Gejala Hipertiroidisme

Tiroid adalah kelenjar di bagian depan leher yang mengendalikan metabolisme dan fungsi
normal tubuh, seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur suhu tubuh, dan
mempengaruhi denyut jantung, otot, juga tulang. Percepatan metabolisme akibat hipertiroidisme
bisa menimbulkan berbagai macam gejala pada tubuh manusia. Tiap penderita bisa mengalami
tingkat keparahan, jangkauan, dan frekuensi gejala yang berbeda-beda.

Gejala yang umumnya ditemukan pada penderita hipertiroidisme adalah:

a) Berat badan turun tanpa alasan yang jelas.


b) Hiperaktif. Penderita menjadi tidak akan bisa diam dan dipenuhi perasaan cemas.
c) Mudah marah dan emosional.
d) Insomnia atau kesulitan untuk tidur pada malam hari.
e) Konsentrasi menurun.
f) Berkeringat secara berlebihan dan sensitif terhadap suhu panas.
g) Libido menurun.
h) Otot terasa lemas.
i) Diare.
j) Kemandulan.
k) Siklus menstruasi menjadi tidak teratur, jarang, atau berhenti sekaligus.
l) Pada penderita diabetes, hipertiroidisme bisa menyebabkan rasa haus dan sangat lelah.

Selain itu terdapat juga tanda klinis atau gejala lain yang mungkin dapat ditemukan pada
penderita hipertiroidisme, antara lain:

a) Pembesaran kelenjar tiroid yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada leher.


b) Palpitasi atau denyut jantung yang cepat dan/atau tidak beraturan.
c) Kulit yang hangat dan lembap.
d) Kedutan otot.
e) Tremor atau gemetaran.
f) Munculnya biduran (urtikaria) atau ruam.
g) Rambut rontok secara tidak merata.
h) Telapak tangan berwarna kemerahan.
i) Struktur kuku melonggar.

Awalnya gejala yang muncul mungkin bersifat ringan, tapi ketika kadar tiroksin dalam darah
meningkat, gejala akan bertambah parah.

Jika terjadi gejala-gejala seperti pusing, napas pendek, detak jantung cepat dan tidak beraturan,
atau kehilangan kesadaran, disarankan untuk segera menemui dokter atau ke rumah sakit
terdekat agar dapat ditangani dengan cepat.

JUMP 5
TARGET DAN TUJUAN
a. Mampu memahami kata-kata yang sulit atau tidak dimengerti.
b. Mengidentifikasi pengertian penyakit.
c. Menjelaskan beberapa pemeriksaan fisik dan penunjang yang diperlukan.
d. Mampu memberikan asuhan keperawatan.
e. Mampu menyebutkan diangnosa keperawatan yang muncul.
JUMP 6
KERANGKA TEORITIS

Hipertiroid adalah suatu kondisi dimana suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan
suatu jumlah yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah.
Thyrotoxicosis adalah suatu kondisi keracunan yang disebabkan oleh suatu kelebihan hormon-
hormon tiroid dari penyebab mana saja. Thyrotoxicosis dapat disebabkan oleh suatu pemasukan
yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid atau oleh produksi hormon-hormon tiroid yang
berlebihan oleh kelenjar tiroid. Karena kedua-duanya dokter dan pasien seringkali menggunakan
kata-kata ini yang dapat dipertukarkan, kami akan mengambil beberapa kebebasan dengan
menggunakan istilah "hipertiroid" diseluruh artikel ini.
Hormon-Hormon Tiroid

Hormon-hormon tiroid menstimulasi metabolisme dari sel-sel. Mereka diproduksi oleh kelenjar
tiroid. Kelenjar tiroid bertempat pada bagian bawah leher, dibawah Adam's apple. Kelenjar
membungkus sekeliling saluran udara (trachea) dan mempunyai suatu bentuk yang menyerupai
kupu-kupu yang dibentuk oleh dua sayap (lobes) dan dilekatkan oleh suatu bagian tengah
(isthmus).

Kelenjar tiroid mengambil yodium dari darah (yang kebanyakan datang dari makanan-makanan
seperti seafood, roti, dan garam) dan menggunakannya untuk memproduksi hormon-hormon
tiroid. Dua hormon-hormon tiroid yang paling penting adalah thyroxine (T4)triiodothyronine
(T3) mewakili 99.9% dan 0.1% dari masing-masing hormon-hormon tiroid. Hormon yang paling
aktif secara biologi (contohnya, efek yang paling besar pada tubuh) sebenarnya adalah T3. Sekali
dilepas dari kelenjar tiroid kedalam darah, suatu jumlah yang besar dari T4 dirubah ke T3 -
hormon yang lebih aktif yang mempengaruhi metabolisme sel-sel. dan

Pengaturan Hormon Tiroid - Rantai Komando

Tiroid sendiri diatur oleh kelenjar lain yang berlokasi di otak, disebut pituitari. Pada gilirannya,
pituitari diatur sebagian oleh hormon tiroid yang beredar dalam darah (suatu efek umpan balik
dari hormon tiroid pada kelenjar pituitari) dan sebagian oleh kelenjar lain yang disebut
hipothalamus, juga suatu bagian dari otak.

Hipothalamus melepaskan suatu hormon yang disebut thyrotropin releasing hormone (TRH),
yang mengirim sebuah signal ke pituitari untuk melepaskan thyroid stimulating hormone
(TSH). Pada gilirannya, TSH mengirim sebuah signal ke tiroid untuk melepas hormon-hormon
tiroid. Jika aktivitas yang berlebihan dari yang mana saja dari tiga kelenjar-kelenjar ini terjadi,
suatu jumlah hormon-hormon tiroid yang berlebihan dapat dihasilkan, dengan demikian
berakibat pada hipertiroid.

Angka atau kecepatan produksi hormon tiroid dikontrol oleh kelenjar pituitari. Jika tidak ada
cukup jumlah hormon tiroid yang beredar dalam tubuh untuk mengizinkan fungsi yang normal,
pelepasan TSH ditingkatkan oleh pituitari dalam suatu usahanya untuk menstimulasi tiroid untuk
memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Sebaliknya, ketika ada suatu jumlah berlebihan dari
hormon tiroid yang beredar, pelepasan TSH dikurangi ketika pituitari mencoba untuk
mengurangi produksi hormon tiroid.

Penyebab-Penyebab Hipertiroid

Beberapa penyebab-penyebab umum dari hipertiroid termasuk:

 Penyakit Graves
 Functioning adenoma ("hot nodule") dan Toxic Multinodular Goiter (TMNG)
 Pemasukkan yang berlebihan dari hormon-hormo tiroid
 Pengeluaran yang abnormal dari TSH
 Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid)
 Pemasukkan yodium yang berlebihan

Penyakit Graves

Penyakit Graves, yang disebabkan oleh suatu aktivitas yang berlebihan dari kelenjar tiroid yang
disama ratakan, adalah penyebab yang paling umum dari hipertiroid. Pada kondisi ini, kelenjar
tiroid biasanya adalah pengkhianat, yang berarti ia telah kehilangan kemampuannya untuk
merespon pada kontrol yang normal oleh kelenjar pituitari via TSH. Penyakit Graves adalah
diturunkan/diwariskan dan adalah sampai lima kali lebih umum diantara wanita-wanita daripada
pria-pria. Penyakit Graves diperkirakan adalah suatu penyakit autoimun, dan antibodi-antibodi
yang adalah karakteristik-karakteristik dari penyakit ini mungkin ditemukan dalam darah.
Antibodi-antibodi ini termasuk thyroid stimulating immunoglobulin (TSI antibodies),
thyroid peroxidase antibodies (TPO), dan antibodi-antibodi reseptor TSH. Pencetus-
pencetus untuk penyakit Grave termasuk:

 stres
 merokok
 radiasi pada leher
 obat-obatan dan
 organisme-organisme yang menyebabkan infeksi seperti virus-virus.
Penyakit Graves dapat didiagnosis dengan suatu scan tiroid dengan obat nuklir yang standar
yang menunjukkan secara panjang lebar pengambilan yang meningkat dari suatu yodium yang
dilabel dengan radioaktif. Sebagai tambahan, sebuah tes darah mungkin mengungkap tingkat-
tingkat TSI yang meningkat.

Penyakit Grave' mungkin berhubungan dengan penyakit mata (Graves' ophthalmopathy) dan
luka-luka kulit (dermopathy). Ophthalmopathy dapat terjadi sebelum, sesudah, atau pada saat
yang sama dengan hipertiroid. Pada awalnya, ia mungkin menyebabkan kepekaan terhadap
cahaya dan suatu perasaan dari "ada pasir didalam mata-mata". Mata-mata mungkin menonjol
keluar dan penglihatan ganda (dobel) dapat terjadi. Derajat dari ophthalmopathy diperburuk pada
mereka yang merokok. Jalannya penyakit mata seringkali tidak tergantung dari penyakit tiroid,
dan terapi steroid mungkin perlu untuk mengontrol peradangan yang menyebabkan
ophthalmopathy. Sebagai tambahan, intervensi secara operasi mungkin diperlukan. Kondisi kulit
(dermopathy) adalah jarang dan menyebabkan suatu ruam kulit yang tanpa sakit, merah, tidak
halus yang tampak pada muka dari kaki-kaki.

Functioning Adenoma dan Toxic Multinodular Goiter

Kelenjar tiroid (seperti banyak area-area lain dari tubuh) menjadi lebih bergumpal-gumpal ketika
kita menua. Pada kebanyakan kasus-kasus, gumpal-gumpal ini tidak memproduksi hormon-
hormon tiroid dan tidak memerlukan perawatan. Adakalanya, suatu benjolan mungkin menjadi
"otonomi", yang berarti bahwa ia tidak merespon pada pengaturan pituitari via TSH dan
memproduksi hormon-hormon tiroid dengan bebas. Ini menjadi lebih mungkin jika benjolan
lebih besar dari 3 cm. Ketika ada suatu benjolan (nodule) tunggal yang memproduksi secara
bebas hormon-hormon tiroid, itu disebut suatu functioning nodule. Jika ada lebih dari satu
functioning nodule, istilah toxic multinodular goiter (gondokan) digunakan. Functioning
nodules mungkin siap dideteksi dengan suatu thyroid scan.
Pemasukkan hormon-hormon tiroid yang berlebihan

Mengambil terlalu banyak obat hormon tiroid sebenarnya adalah sungguh umum. Dosis-dosis
hormon-hormon tiroid yang berlebihan seringkali tidak terdeteksi disebabkan kurangnya follow-
up dari pasien-pasien yang meminum obat tiroid mereka. Orang-orang lain mungkin
menyalahgunakan obat dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan-tujuan lain seperti menurunkan
berat badan. Pasien-pasien ini dapat diidentifikasikan dengan mendapatkan suatu pengambilan
yodium berlabel radioaktif yang rendah (radioiodine) pada suatu thyroid scan.

Pengeluaran abnormal dari TSH

Sebuah tmor didalam kelenjar pituitari mungkin menghasilkan suatu pengeluaran dari TSH
(thyroid stimulating hormone) yang tingginya abnormal. Ini menjurus pada tanda yang
berlebihan pada kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon-hormon tiroid. Kondisi ini adalah
sangat jarang dan dapat dikaitkan dengan kelainan-kelainan lain dari kelenjar pituitari. Untuk
mengidentifikasi kekacauan ini, seorang endocrinologist melakukan tes-tes terperinci untuk
menilai pelepasan dari TSH.

Tiroiditis (peradangan dari tiroid)

Peradangan dari kelenjar tiroid mungkin terjadi setelah suatu penyakit virus (subacute
thyroiditis). Kondisi ini berhubungan dengan suatu demam dan suatu sakit leher yang seringkali
sakit pada waktu menelan. Kelenjar tiroid juga lunak jika disentuh. Mungkin ada sakit-sakit leher
dan nyeri-nyeri yang disama ratakan. Peradangan kelenjar dengan suatu akumulasi sel-sel darah
putih dikenal sebagai lymphocytes (lymphocytic thyroiditis) mungkin juga terjadi. Pada kedua
kondisi-kondisi ini, peradangan meninggalkan kelenjar tiroid "bocor", sehingga jumlah hormon
tiroid yang masuk ke darah meningkat. Lymphocytic thyroiditis adalah paling umum setelah
suatu kehamilan dan dapat sebenarnya terjadi pada sampai dengan 8 % dari wanita-wanita
setelah melahirkan. Pada kasus-kasus ini,fase hipertiroid dapat berlangsung dari 4 sampai 12
minggu dan seringkali diikuti oleh suatu fase hipotiroid (hasil tiroid yang rendah) yang dapat
berlangsung sampai 6 bulan. Mayoritas dari wanita-wanita yang terpengaruh kembali ke suatu
keadaan fungsi tiroid yang normal. Tiroiditis dapat didiagnosis dengan suatu thyroid scan.

Pemasukkan Yodium yang berlebihan


Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon-hormon tiroid. Suatu kelebihan
yodium dapat menyebabkan hipertiroid. Hipertiroid yang dipengaruhi/diinduksi oleh yodium
biasanya terlihat pada pasien-pasien yang telah mempunyai kelenjar tiroid abnormal yang
mendasarinya. Obat-obat tertentu, seperti amiodarone (Cordarone), yang digunakan dalam
perawatan persoalan-persoalan jantung, mengandung suatu jumlah yodium yang besar dan
mungkin berkaitan dengan kelainan-kelainan fungsi tiroid
JUMP 7

DAFTAR PUSTAKA

1.Mansjoer Arif,dkk.2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I.Jakarta : Media Aesculapius

2. Santosa, Budi. 2005-2006. Diagnosa Keperawatan NANDA. Jakarta : Prima Medikal.

3. Closkey, Mc, et all. 2007. Diagnosa Keperawatan NOC-NIC. St-Louis.

4. Anonim. 2008. Hipertiroidisme. http://www.medica store.com

5. Anonim. 2008. Mengenal Tiroid. http://www.demomedical.com

6. Carpenito, Linda Juall. 2001. Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC.