Sei sulla pagina 1di 15

PEMBINAAN TERITORIAL DESA DI KECAMATAN BALAI JAYA

KABUPATEN ROKAN HILIR TAHUN 2015

Oleh :
Rizki Wibowo
Email : wiboworizki21@yahoo.com
Pembimbing : Drs. M. Y. Tiyas Tinov, M.Si

Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik


Universitas Riau
Kampus Bina Widya Jl. H.R. Soebrantas Km. 12,5 Simpang Baru Pekanbaru 28293-
Telp/Fax. 0761-63277

Abstract

The Guidance of Territorial Center Village in Balai Jaya District of Rokan Hilir Regency
in 2015 is all the effort, work, and activities related to the design, development, deployment, and
control potential of the region with all its aspects conducted by the Military Command 08/Bagan
Sinembah empowerment strength region in Balai Jaya District of Rokan Hilir Regency, in the
interests of national defense essentially to embody Oneness People TNI and TNI fundamental
duty to succeed.
This research was conducted in Balai Jaya Distric of Rokan Hilir Regency which is one
target area Military Command 08/Bagan Sinembah. The method used in this research is
descriptive qualitative method, which in this study researchers tried to explain the
implementation of The Guidance of Territorial Center Village in Balai Jaya District of Rokan
Hilir Regency in 2015 were carried out using three methods The Guidance of Territorial Center,
namely Bhakti TNI, Fostering Resilience Region, and the Development of Social
Communication. The data collection techniques in this study using the technique of in-depth
interviews and documentation relevant facts and data collection about The Guidance of
Territorial Center Village in Balai Jaya District of Rokan Hilir Regency in 2015. Furthermore,
the data obtained from the study site will be processed and analyzed further by way of outlining
the facts which has been found from the study site.
From the interview to the informant and based on the data and information obtained by
researchers when doing research on-site research, it can be concluded that the implementation
of The Guidance of Territorial Center Village in Balai Jaya District of Rokan Hilir Regency in
2015, conducted by the Military Command 08/Bagan Sinembah, has not been implemented
optimally, there are still some obstacles in its implementation, both internally and externally.
Inhibiting factors internal include: infrastructure is inadequate, there is a lack of personnel, the
low level of welfare Babinsa, while factors external resistor among others : components outside
the military who do not fully understand the coaching Territorial Army, as well as the influence
globalization and the times that make awareness to defend the country, patriotism, and national
awareness among the people especially the younger generation, increasingly weakened.

Keywords: The Guidance Of Territorial Center, Military Command, Defence Area


Empowerment

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 1


Pendahuluan di dalamnya kepentingan pertahanan.
Pembinaan Teritorial bagi TNI merupakan
Indonesia sebagai negara yang usaha, pekerjaan, dan kegiatan yang
memiliki wilayah yang sangat luas, dilaksanakan dalam rangka mewujudkan
dihadapkan pada permasalahan teritorial Ruang, Alat, dan Kondisi (RAK) Juang yang
yang bersifat spesifik, permasalahan tangguh serta mewujudkan Kemanunggalan
teritorial tersebut tentunya akan berpotensi TNI dan Rakyat, dalam rangka mewujudkan
mengancam ketahanan nasional. Dalam ketahanan nasional dan kesejahteraan
rangka menjaga integritas wilayah Negara masyarakat.
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta
Peran TNI AD dalam mewujudkan
dalam upaya mengatasi permasalahan
ketahanan nasional dan kesejahteraan
teritorial yang muncul di wilayah negara
masyarakat tidak terlepas dari makna yang
Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI)
terkandung dalam alinea keempat
menggunakan pendekatan yang spesifik
pembukaan UUD 1945, dimana secara
melalui suatu prosedur “geostrategi” yang
tersurat dalam pembukaan UUD 1945
baik, salah satunya adalah Pembinaan
menyatakan bahwa “Negara berkewajiban
Teritorial (Binter).
untuk melindungi segenap bangsa Indonesia
Dilihat dari perkembangan dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan
sejarahnya, Pembinaan Teritorial merupakan untuk mewujudkan kesejahteraan umum,
proses institusionalisasi dari strategi militer mencerdaskan kehidupan bangsa”.
yang menempatkan perang gerilya sebagai
Sebagai alat pertahanan negara yang
startegi utamanya. Proses institusionalisasi
merupakan bagian integral dari Pemerintah,
strategi perang gerilya yang sebenarnya
sudah menjadi kewajiban TNI untuk
bersifat tentatif ini bergeser menjadi bagian
membantu pemerintah di daerah dalam
permanen dari strategi pertahanan nasional
upaya mewujudkan ketahanan wilayah dan
sejak pengadopsian Doktrin Sistem
kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut
Pertahanan Semesta (Sishanta).
diupayakan melalui sebuah metode
Pengadopsian doktrin ini menempatkan
“geostrategik” yang disebut dengan
Pembinaan Teritorial sebagai strategi
Pembinaan Teritorial. Peran TNI tersebut
pertahanan matra darat yang dikembangkan
merupakan amanat dari Undang-Undang
untuk mengantisipasi permasalahan teritorial
Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,
yang terdiri dari perpaduan dinamika unsur
khususnya Pasal 7 Ayat 2b mengenai
geografi, demografi, dan kondisi sosial.
Operasi Militer Selain Perang (OMSP) poin
Usaha antisipasi tersebut dilakukan ke-8 dan 9, yang menyebutkan bahwa TNI
dengan mengembangkan konsep Pembinaan memiliki kewajiban untuk memberdayakan
Teritorial yang diarahkan untuk memperoleh wilayah pertahanan dan kekuatan
suatu kekuatan kewilayahan, dimana unsur pendukungnya sesuai dengan Sistem
geografi sebagai ruang juang, demografi Pertahanan Semesta (Sishanta) serta
sebagai alat juang, dan kondisi sosial membantu tugas pemerintahan di daerah,
sebagai kondisi juang yang tangguh bagi dengan demikian sudah sewajarnya bagi
penyelenggaraan pertahanan negara. Bila TNI untuk membantu pemerintah di daerah
disederhanakan, Pembinaan Teritorial dapat termasuk tugas menyejahterakan
diartikan sebagai pembinaan terhadap masyarakat.
segenap sumber daya nasional yang berada
Satuan Komando Kewilayahan
dalam batas wilayah geografis tertentu untuk
(Satkowil) TNI AD mulai dari Komando
mendukung kepentingan nasional, termasuk

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 2


Daerah Militer (Kodam), Komando Rayon Sebagai suatu kecamatan yang baru
Militer (Korem), Komando Distrik Militer dimekarkan dari kecamatan induk,
(Kodim), dan Komando Rayon Militer Kecamatan Balai Jaya memerlukan suatu
(Koramil) sangat besar perannya dalam perhatian lebih di bidang pembangunan dan
membantu pemerintah melaksanakan kesejahteraan masyarakat. Saat ini kondisi
program-program pembangunan nasional. infrastruktur masih minim dan kesejahteraan
Melalui peran Satkowil yang tersebar di masyarakat di Kecamatan Balai Jaya masih
wilayah Indonesia, proses pembangunan belum terpenuhi. Saat ini, sebagian besar
nasional yang membutuhkan stabilitas masyarakat di Kecamatan Balai Jaya masih
keamanan nasional dapat dipelihara dengan berada pada kategori ekonomi pra sejahtera,
baik. Peran Satkowil sebagai sistem deteksi dimana mayoritas masyarakatnya
dini ditengah masyarakat selama ini dapat menggantungkan hidup pada sektor
mencegah terjadinya berbagai ancaman dan pertanian dan perkebunan (kelapa sawit dan
gangguan terhadap keamanan nasional. karet). Ditambah lagi ketersediaan lapangan
Ancaman separatisme, terorisme, dan pekerjaan di Kecamatan Balai Jaya yang
radikalisme dapat diantisipasi oleh Satkowil, masih belum memadai, sehingga menambah
sehingga menunjang proses pembangunan jumlah pengangguran. Dengan banyaknya
nasional yang saat ini sedang giat-giatnya pengangguran, maka muncul berbagai
dicanangkan oleh pemerintah. Dengan permasalahan sosial.
Babinsa sebagai ujung tombak ditengah Dengan berbagai kondisi diatas,
masyarakat, maka segala gerakan dan dikhawatirkan masyarakat Kecamatan Balai
manuver yang membahayakan terhadap Jaya menjadi lemah dan tak berdaya jika
keutuhan NKRI dapat ditangkal dengan ditinjau dari perspektif ketahanan wilayah.
cepat. Melalui metode Bhakti TNI,
Atas dasar hal tersebut, maka Koramil
Bintahwil, dan Binkomsos, Satkowil juga 08/Bagan Sinembah melakukan
membantu pemerintah dalam membangun pemberdayaan wilayah pertahanan dan
sarana prasarana/ infrastruktur yang menyelenggarakan Pembinaan Teritorial
menunjang jalannya pembangunan nasional. sesuai dengan petunjuk Kodim
Sebagai salah satu Satkowil di 0303/Bengkalis dengan menggunakan 3
jajaran Kodim 0303/Bengkalis, Koramil metode, yaitu Bhakti TNI, Pembinaan
08/Bagan Sinembah menyelenggarakan Ketahanan Wilayah (Bintahwil), dan
Pembinaan Teritorial, dengan tujuan untuk Pembinaan Komunikasi Sosial (Binkomsos).
membantu Pemerintah Kecamatan di Penyelenggaraan Pembinaan Teritorial ini
wilayah binaannya, dalam rangka dianggap mampu mewujudkan pertahanan
mewujudkan ketahanan wilayah dan dan keamanan di Kecamatan Balai Jaya
kesejahteraan masyarakat di wilayahnya dan serta diharapkan dapat membantu
mendukung tugas pokok Kodim pemerintah Kecamatan Balai Jaya dalam hal
0303/Bengkalis. Dalam menyelenggarakan percepatan pembangunan dan peningkatan
Pembinaan Teritorial, Koramil 08/Bagan kesejahteraan masyarakat.
Sinembah memiliki wilayah tugas sebanyak Agar penyelenggaraan Pembinaan
4 Kecamatan, diantaranya adalah sebagai Teritorial dapat berjalan optimal serta agar
berikut : dapat menjangkau ke seluruh wilayah
1. Kecamatan Bagan Sinembah. Kecamatan Balai Jaya, maka ditugaskan 7
2. Kecamatan Bagan Sinembah Raya. orang Apkowil (Aparat Komando
3. Kecamatan Balai Jaya. Kewilayahan) atau yang biasa disebut
4. Kecamatan Simpang Kanan. dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 3


Adapun peran Babinsa adalah perencanaan, penyusunan, pengembangan,
sebagai ujung tombak penyelenggaraan pengerahan, dan pengendalian segala
Pembinaan Teritorial di wilayah Kecamatan sesuatu secara berdaya guna dan berhasil
Balai Jaya. Berikut adalah personel Babinsa guna untuk mencapai tujuan yang telah
di Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan ditetapkan sebelumnya. Sedangkan arti kata
Hilir : dari teritorial adalah bagian wilayah (daerah
hukum) suatu negara dengan batas-batas
1. Pelda Suroyo
tertentu. Kemudian secara luas, teritorial
2. Serka Haripin
berarti sebagian dari permukaan bumi,
3. Serka Suwardi
terdiri atas daratan, perairan, dan ruang
4. Serda Eris Saputra
udara dengan batas-batas tertentu yang
5. Koptu Hamdani Harahap
ditetapkan oleh suatu negara sebagai
6. Koptu Abu Samma Hasibuan
wilayah nasional. Dengan demikian sudah
7. Praka Desman Rumahorbo
tersimpul unsur ruang semesta negara
Berdasarkan beberapa penjabaran dengan segenap isinya (sosiogeografis), baik
diatas, penulis tertarik untuk mengkaji lebih yang merupakan daya kekuatan maupun
lanjut mengenai penyelenggaraan daya kemampuan, baik kekurangannya
Pembinaan Teritorial yang dilakukan oleh maupun kelemahannya, baik kualitas
Koramil 08/Bagan Sinembah di wilayah maupun kuantitasnya, baik yang bersifat
Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan materiil maupun spiritual.
Hilir Tahun 2015.
Dari kedua pengertian tersebut,
sesuai dengan Buku Pedoman Praktis Aparat
Perumusan Masalah
Teritorial, yang dimaksud dengan
Berdasarkan penjabaran dari latar Pembinaan Teritorial adalah segala usaha,
belakang dan identifikasi masalah yang pekerjaan, dan kegiatan yang berhubungan
diperoleh, maka dapat ditarik rumusan dengan perencanaan, pengembangan,
masalah yang akan diuraikan dalam pengerahan, serta pengendalian potensi
penelitian ini, yaitu : wilayah dengan segenap aspeknya dalam
rangka menjadikan kekuatan wilayah
1. Bagaimana penyelenggaraan sebagai RAK (Ruang, Alat, dan Kondisi)
Pembinaan Teritorial Desa yang Juang guna kepentingan pertahanan negara
dilakukan oleh Koramil 08/Bagan yang hakekatnya untuk mewujudkan
Sinembah di Kecamatan Balai Jaya Kemanunggalan TNI dan Rakyat guna
Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2015? menyukseskan tugas pokok TNI. Pembinaan
2. Faktor-faktor apa saja yang menjadi Teritorial dapat dilaksanakan oleh TNI
penghambat dalam penyelenggaraan secara berdiri sendiri maupun bersama-sama
Pembinaan Teritorial Desa di dengan unsur-unsur diluar TNI untuk
Kecamatan Balai Jaya Kabupaten membantu pemerintah dalam menyiapkan
Rokan Hilir Tahun 2015? kekuatan pertahanan yang meliputi wilayah
pertahanan dan kekuatan pendukungnya
Kerangka Teoritis serta terwujudnya Kemanunggalan TNI dan
Rakyat.
1. Pembinaaan Teritorial Pembinaan Teritorial pada
Doktrin Teritorial Nusantara hakekatnya merupakan penjabaran dari
menyebutkan bahwa pembinaan diartikan peraturan perundang-undangan dan
sebagai tindakan yang berhubungan dengan ketetapan-ketetapan yang mengatur tentang

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 4


hak pembelaan negara serta Sistem kelanjutan politik dengan cara lain. Namun
Pertahanan dan Keamanan Negara fungsi pertahanan teritorial sebagai
(Sishankamneg) yang menjadi fungsi dan konsekuensi dianutnya doktrin perang total
peran TNI AD. Pembinaan Teritorial (total defence) yang mengakar pada gagasan
bercirikan kewilayahan, kerakyatan, dan Karl Von Clausewitz, hanya berlaku selama
kesemestaan, sehingga dalam perang berlangsung, pada masa damai fungsi
pelaksanaannya melibatkan seluruh ini bukanlah lagi sebagai fungsi darurat
komponen bangsa. Wujud Pembinaan militer, melainkan menjadi fungsi intervensi
Teritorial merupakan suatu sistem militer dalam politik.
pembinaan yang digali dari pengalaman Indonesia memiliki pengalaman
bersenjata untuk menegakkan keutuhan terkait fungsi pertahanan teritorial pada saat
negara, dengan berpegang teguh pada melakukan perang kemerdekaan melawan
konstitusi yakni Pancasila dan UUD 1945. Belanda. Ketika dalam perang kemerdekaan
Dalam perjuangan TNI, Pembinaan pertama, tentara Indonesia di segala front
Teritorial telah teruji aktivitasnya untuk berhasil dipukul mundur oleh pasukan
menangkal berbagai peristiwa nasional Belanda, yang memiliki keunggulan
maupun sektoral yang bercorak kewilayahan teknologi dan persenjataan, sehingga
sehingga dapat digunakan sebagai upaya memaksa pimpinan tentara Indonesia untuk
untuk mengelola potensi kewilayahan. mengubah strategi perang. Strategi tersebut
Konsepsi Pembinaan Teritorial dalam bermaksud menetralisir keunggulan
mengelola kekuatan pertahanan di daerah teknologi dan persenjataan pasukan Belanda
yang dikembangkan TNI pada saat ini dengan memanfaatkan wilayah dan rakyat
berbeda dengan konsep lama (Hankamrata), yang bersama-sama dengan tentara
melainkan sesuai konsep pertahanan
Indonesia melakukan perlawanan. Strategi
menyeluruh (total defence). Dalam konsepsi baru ini diterapkan pada perang
Hankamrata, rakyat menjadi “pagar kemerdekaan kedua dan ternyata berhasil
manusia” di bidang pertahanan dan baik. Gerilya rakyat bersama tentara
keamanan (Hankam). Sementara dalam total Indonesia berhasil memutus garis
defence, rakyat diberi pelatihan dan komunikasi pasukan Belanda dimana-mana.
keahlian, sehingga dapat menjadi kekuatan Pos-pos Belanda yang tersebar diserang
pendukung pertahanan negara. terus menerus sehingga memakan banyak
2. Fungsi Pertahanan Teritorial korban jiwa dan harus ditarik. Itu semua
memaksa Belanda dalam posisi defensif
Teori yang berkaitan dengan fungsi
tanpa dapat mengambil inisiatif untuk
pertahanan teritorial ini sangat banyak dan
kembali menekan tentara Indonesia. Setiap
berbeda satu dengan yang lain. Fungsi
usaha Belanda untuk menyerang selalu
pertahanan teritorial ini sangat mengakar
dapat diketahui sebelumnya melalui intelijen
pada teori perang Karl Von Clausewitz,
yang didukung oleh peran rakyat.
dimana politik pemerintah, kualitas
profesional tentara, dan sikap masyarakat Keberhasilan perang gerilya akan
merupakan komponen yang memainkan sangat bergantung pada keterkaitan antara
peran yang sama pentingnya dalam perang. rakyat dengan pelaku gerilya. Dalam
Sebab, perang dalam pandangan Karl Von Doktrin Sistem Pertahanan Semesta, dikenal
Clausewitz bukan hanya terbatas pada dengan istilah perang rakyat semesta yang
aktivitas militer yang berdimensi militer, mencerminkan adanya dukungan rakyat
tetapi juga mencakup tindakan atau aktivitas sebagaimana yang dirumuskan oleh Jenderal
politik, sehingga perang merupakan A.H Nasution, dalam rangka perang

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 5


kemerdekaan menghadapi penjajah Belanda. 3. Sistem Pertahanan Semesta
Dalam stategi ini, tentara Indonesia hanya Sistem pertahanan Indonesia sesuai
mau bertempur atas pilihan dan kehendak dengan doktrin pertahanan yang dianut
sendiri. Pengalaman menunjukkan bahwa adalah Sistem Pertahanan Semesta
pertahanan di darat lebih membawa hasil (Sishanta), dimana melibatkan seluruh
positif bagi pertahanan suatu negara jika warga negara, wilayah, dan sumber daya
pertahanan konvensional didukung oleh nasional, serta secara dini dipersiapkan oleh
pertahanan teritorial yang bersifat tidak pemerintah dan diselenggarakan secara total,
konvensional. Pertahanan teritorial adalah terpadu, terarah, dan berkelanjutan, untuk
pertahanan yang tidak terikat pada menegakkan kedaulatan negara, keutuhan
pertahanan posisi atau garis tertentu, wilayah, dan keselamatan segenap bangsa
melainkan wilayah sebagai objek yang harus dari setiap ancaman. Sistem Pertahanan
dipertahankan. Dalam pertahanan teritorial, Semesta ini bersumber dari pengalaman
pertempuran dilakukan apabila sejarah pejuang perang kemerdekaan yang
menguntungkan pihak pertahanan. menempatkan TNI dalam posisi sentral, baik
Pasca pemerintahan gerilya, fungsi dalam perlawanan melawan Belanda
pertahanan teritorial yang mencakup tugas maupun penyelenggaraan fungsi pertahanan,
pengelolaan sumber daya nasional untuk terutama di daerah-daerah perjuangan
mendukung upaya pertahanan tetap bersenjata.
dilaksanakan oleh TNI AD. Bahkan Jenderal Jika melihat dari pengalaman
Abdul Haris Nasution kembali menegaskan sejarah, Indonesia saat ini terbentuk oleh
bahwa fungsi kedua TNI adalah fungsi sebuah pandangan yang berasal dari doktrin
pertahanan teritorial, yang gunanya adalah pertahanan mendasar yang berakar dari
untuk menggalang pertahanan dan berbagai pengalaman gerakan
perlawanan rakyat. Oleh karena itu, fungsi pemberontakan di masa lampau. Tiga
pertahanan teritorial menjadi problematik elemen yang mendasari cara pandang
bukan saja karena fungsi ini merupakan bangsa Indonesia yaitu, (1) Konsep
pengambilalihan fungsi pemerintahan mengenai sebuah negara yang berintegrasi
daerah, tetapi juga dianggap oleh TNI tunggal dengan pendekatan keamanan dan
sebagai bagian dari penafsiran fungsi kesejahteraan; (2) Konsep ketahanan
pertahanannya. Problematik karena fungsi nasional, persatuan unsur-unsurnya yang
yang diartikan sebagai proses pengolahan berbeda dan keinginan untuk
dan pembinaan berbagai potensi nasional mempertahankan diri sendiri; (3) Konsep
untuk dijadikan kekuatan pertahanan militer Sistem Pertahanan Semesta. Doktrin Sistem
dianggap sebagai bagian dari tugas pokok Pertahanan Semesta Indonesia dibuat untuk
militer. Menurut mantan Wakil Kepala Staf memberdayakan seluruh sumber daya
Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal nasional yang dimiliki agar dapat
TNI (Purn) Kiki Syanakri, pengertian memberikan dukungan dalam menghadapi
Pembinaan Teritorial tidak hanya meliputi setiap ancaman insurjensi dari manapun.
proses pembangunan yang dilakukan Doktrin ini berkembang dari pengalaman
Pemerintah Pusat dan Daerah yang selama masa revolusi nasional (1945-1950)
diarahkan bagi kepentingan pertahanan, dan selanjutnya saat menghadapi
tetapi juga proses pengolahan dan pemberontakan PKI serta pemberontakan
pembinaan berbagai potensi untuk dijadikan DI/TII maupun gerakan separatis lainnya.
kekuatan pertahanan. Doktrin ini melibatkan mobilisasi seluruh
warga sipil dan sumber daya militer,

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 6


sekaligus sebagai bukti komitmen pengumpulan data yang digunakan adalah
pemerintah terhadap perlawanan terhadap wawancara dan dokumentasi, yaitu
kemungkinan insurjensi. Elemen utama mengumpulkan data berdasarkan laporan-
yang diperlukan dalam menghadapi laporan dokumenter yang terkait dengan
insurjensi diantaranya adalah : (1) Aparat Pembinaan Teritorial Desa di Kecamatan
intelijen yang aktif (2) Aparat teritorial yang Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir Tahun
mampu menyatukan TNI dengan Rakyat (3) 2015. Sedangkan sumber data yang
Aparat Kepolisian yang berfungsi baik (4) digunakan adalah data primer yang di
Komponen Cadangan yang terlatih serta peroleh dari lokasi penelitian, berupa hasil
dapat digerakkan setiap saat (5) Sistem wawancara dengan informan penelitian dan
komunikasi massal yang teratur (6) selanjutnya didukung oleh data sekunder
Kepemimpinan dan Komunikasi Sosial dari terkait dengan Pembinaan Teritorial Desa di
angkatan bersenjata. Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan
Hilir Tahun 2015.
Sistem Pertahanan Semesta yang
melibatkan segenap potensi nasional dalam
Pembahasan
pembelaan negara diamanatkan dalam Pasal
27 Ayat (3) dan Pasal 30 Ayat (1) Undang- 1. Penyelenggaraan Pembinaan
Undang Dasar Tahun 1945, berkaitan Teritorial Desa Di Kecamatan
dengan hak dan kewajiban warga negara. Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir
Hubungan unik itu adalah bahwa Pasal 27 Tahun 2015
Ayat (3) yang sekarang berada di Bab X
tentang Warga Negara dan Penduduk, Dalam rangka mengoptimalkan
berasal dari Pasal 30 Ayat (1) Bab XII penyelenggaraan Pembinaan Teritorial Desa
tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. di Kecamatan Balai Jaya, maka Koramil
Hubungan ini membawa konsekuensi dan 08/Bagan Sinembah sebagai Satkowil
implementasi yang sangat besar mengingat penyelenggara Pembinaan Teritorial di
kesadaran bela negara sebagai representasi wilayah tersebut melakukan Pembinaan
dasar kesadaran tentang pertahanan negara Fungsi (Binfung) terhadap kegiatan Babinsa
sudah tidak lagi berada dalam kerangka di wilayah binaan Koramil 08/Bagan
pertahanan negara, tetapi berada dalam Sinembah. Adapun tujuan dari kegiatan
kerangka hak dan kewajiban warga negara. tersebut adalah untuk mempersiapkan dan
Masalah pertahanan negara adalah masalah membentuk Apkowil/Babinsa yang mampu
seluruh warga negara, sebab masalah menjalankan tugas-tugas Pembinaan
pertahanan negara sangat berkaitan erat Teritorial sesuai dengan sikap dan
dengan keberlangsungan hidup bangsa dan kemampuan teritorial sehingga mampu
negara, maka dari itu seluruh warga negara mendukung tugas dari satuan. Bentuk
memiliki tanggungjawab terhadap pembinaan terhadap fungsi Babinsa yang
kelangsungan hidup bangsa dan negaranya. dilakukan oleh Koramil 08/Bagan Sinembah
adalah sebagai berikut :
Metode Penelitian a. Pelatihan Teknis Teritorial
Metode yang digunakan dalam (Latnis Ter)
penelitian ini adalah metode deskriptif b. Pendayagunaan Koramil Model
kualitatif, dimana data yang dikumpulkan c. Kegiatan Jam Komandan
umumnya bersifat kualitatif dan disajikan
Penyelenggaraan Pembinaan
secara deskriptif. Adapun teknik
Teritorial Desa di Kecamatan Balai Jaya

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 7


Kabupaten Rokan Hilir, Koramil 08/Bagan Adapun tujuan dari pelaksanaan
Sinembah menggunakan 3 metode kegiatan ini adalah untuk memelihara dan
diantaranya adalah : meningkatkan kebersihan, keindahan, serta
kesehatan di lingkungan sekitar
A. Bhakti TNI
kepenghuluan/kelurahan yang berada di
Bhakti TNI merupakan perwujudan Kecamatan Balai Jaya. Selain itu, kegiatan
Dharma Bhakti TNI sebagai alat pertahanan Bhakti TNI (Karya Bhakti TNI) ini
negara dengan mendayagunakan bertujuan untuk menciptakan
kemampuan TNI, dilaksanakan bersama- Kemanunggalan TNI dan Rakyat serta agar
sama instansi pemerintah terkait dan mendapat respon yang baik dari masyarakat
komponen bangsa lainnya dalam rangka sekitar.
tugas Operasi Militer Selain Perang
(OMSP), yaitu membantu pemerintah dalam 2) Program Pembuatan
memberdayakan wilayah pertahanan dan Jamban Keluarga Bagi
kekuatan pendukungnya sesuai dengan Masyarakat Miskin Yang
Sistem Pertahanan Semesta, serta membantu Belum Memiliki Jamban
tugas pemerintah di daerah dalam Kegiatan Bhakti TNI pada semester
menangani permasalahan sosial di daerah. kedua tahun 2015 yang dilakukan oleh
Tujuan dari kegiatan Bhakti TNI ini adalah Koramil 08/Bagan Sinembah adalah
untuk membantu otoritas sipil dalam program pembuatan jamban keluarga bagi
meningkatkan kesejahteraan masyarakat masyarakat miskin yang belum memiliki
melalui pembangunan fasilitas umum dan jamban. Adapun kegiatan ini bertujuan
juga membantu percepatan pembangunan di untuk meningkatkan derajat kesehatan
daerah serta mewujudkan beberapa sasaran masyarakat, kebersihan, serta kenyamanan
dalam Pembinaan Teritorial. lingkungan di sekitar satuan maupun di
lingkungan masyarakat. Berdasarkan data
Kegiatan Bhakti TNI yang
dari Kementerian Kesehatan Indonesia,
dilaksanakan pada tahun 2015, terbagi
menyebutkan bahwa 30% keluarga di
menjadi 2 bagian, pada semester pertama
Indonesia belum memiliki fasilitas jamban
kegiatan Bhakti TNI ini dilaksanakan
keluarga. Angka ini setara dengan 20 juta
melalui kegiatan gotong-royong
keluarga atau 80 juta orang di Indonesia
membersihkan desa yang dilakukan oleh
yang belum memiliki jamban keluarga.
Babinsa bersama-sama dengan masyarakat
dan komponen terkait lainnya. Kemudian Berdasarkan hal tersebut, maka
pada semester kedua kegiatan Bhakti TNI pelaksanaan Bhakti TNI Koramil 08/Bagan
ini dilaksanakan melalui kegiatan program Sinembah pada semester kedua tahun 2015
pembuatan jamban keluarga bagi yang lalu, diarahkan untuk melaksanakan
masyarakat miskin yang belum memiliki pembuatan jamban keluarga bagi
jamban di beberapa kepenghuluan/kelurahan masyarakat miskin yang belum memiliki
yang berada di wilayah binaan Koramil jamban. Adapun Dasar dari pelaksanaan
08/Bagan Sinembah. Berikut adalah kegiatan ini adalah Surat Perintah Danrem
pelaksanaan kegiatan Bhakti TNI di 031/Wirabima Nomor : Sprin/645/VII/2015
Kecamatan Balai Jaya pada Tahun 2015 : tanggal 20 Juli 2015 tentang perintah agar
merencanakan, mempersiapkan dan
1) Kegiatan Gotong-Royong
melaksanakan serta melaporkan kegiatan
Babinsa Bersama Masyarakat
Program Karya Bhakti TNI Satkowil
dan Komponen Lainnya
Semester II Tahun 2015, di satuan masing-

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 8


masing dengan kegiatan pembuatan jamban tantangan yang membahayakan kedaulatan
keluarga bagi masyarakat miskin yang dan keutuhan wilayah.
belum memiliki jamban. Pelaksanaan Pelaksanaan Bintahwil secara umum
program ini juga merupakan bagian dari diimplementasikan melalui kegiatan yang
pelaksanaan program gerakan masyarakat dimensinya adalah pembinaan karakter
membangun sejuta jamban untuk keluarga di masyarakat dan generasi muda, yang
seluruh Indonesia. Program yang diberi bertujuan untuk membentuk moral dan jati
nama “Gema Sang Juara” ini, diharapkan diri serta budi pekerti bagi masyarakat dan
mampu mengurangi kebiasaan masyarakat generasi muda, agar terbentuk individu yang
dalam membuang kotoran di sembarangan bermental dan jiwa positif sehingga mampu
tempat. menjadi kekuatan pendukung bagi TNI AD
Sebagai bagian dari Bhakti TNI, sesuai dengan Doktrin Sistem Pertahanan
maka pada semester kedua tahun 2015 yang Semesta. Adapun kegiatan pembinaan
lalu, Koramil 08/Bagan Sinembah telah generasi muda yang dilakukan oleh Koramil
berhasil membangun sebanyak 16 jamban 08/Bagan Sinembah dan Babinsa yang
keluarga yang diperuntukkan bagi bertugas di Kecamatan Balai Jaya dalam
masyarakat miskin di wilayah binaan rangka Pembinaan Pertahanan Wilayah di
Koramil 08/Bagan Sinembah yang belum wilayah tersebut, terlaksana dengan
memiliki jamban keluarga. kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Melatih siswa/siswi
Berdasarkan beberapa penjabaran
SMA/Sederajat di wilayah
diatas, dapat diulas mengenai pelaksanaan
Kecamatan Balai Jaya terkait
kegiatan Bhakti TNI di Kecamatan Balai
materi PBB (Pelatihan Baris
Jaya. Meskipun terdapat sedikit kendala
Berbaris) dan membentuk tim
terkait anggaran, pelaksanaan kegiatan
Paskibraka (Pasukan
Bhakti TNI Koramil 08/Bagan Sinembah
Pengibar Bendera Pusaka)
sudah terlaksana dengan baik dan dianggap
dalam rangka persiapan HUT
sangat membantu masyarakat di Kecamatan
RI Ke-70 Tahun 2015.
Balai Jaya. Selain itu, dengan
2. Memberikan penyuluhan
dilaksanakannya kegiatan Bhakti TNI
kepada generasi muda dan
tersebut, maka TNI dan Rakyat semakin
siswa/siswi SMA/Sederajat
Manunggal dan erat hubungannya, sehingga
dengan menyampaikan
memiliki rasa tanggung jawab yang sama
materi terkait Bela Negara,
dalam hal pemberdayaan pertahanan
Wawasan Kebangsaan, dan
wilayah dan dalam usaha membangun
Cinta Tanah Air.
kekuatan demi terselenggaranya pertahanan
negara. Selain kegiatan-kegiatan diatas,
Koramil 08/Bagan Sinembah melalui
B. Pembinaan Ketahanan Wilayah
Babinsa yang bertugas di wilayah tersebut,
(Bintahwil)
melakukan pembinaan terhadap masyarakat
Kegiatan Bintahwil merupakan dengan membentuk Perlawanan Rakyat
bagian dari penyelenggaraan Pembinaan (Wanra) dalam rangka Pembinaan
Teritorial yang bertujuan untuk mewujudkan Ketahanan Wilayah dan mendukung
ketahanan yang dinamis di suatu wilayah terselenggaranya Pembinaan Teritorial Desa
dengan meningkatkan kepekaan, kesadaran, di Kecamatan Balai Jaya. Saat ini terdapat
dan partisipasi masyarakat dalam menangkal 40 orang Wanra binaan Koramil 08/Bagan
setiap ancaman, gangguan, hambatan, dan Sinembah. Adapun tugas dari Wanra ini

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 9


adalah untuk membantu pelaksanaan prajurit TNI AD dengan seluruh komponen
aktivitas Pembinaan Teritorial dalam rangka masyarakat perlu dijaga dan terus
mewujudkan pertahanan dan keamanan serta ditingkatkan sehingga menumbuhkan
membantu tugas Babinsa dalam mencari kepedulian serta kepekaan terhadap berbagai
informasi perkembangan situasi di aspek geografi, demografi, dan kondisi
Kecamatan Balai Jaya secara dini. Agar sosial. Oleh karena itu dalam melaksanakan
anggota Wanra binaan Babinsa Koramil kegiatan Komunikasi Sosial dengan seluruh
08/Bagan Sinembah mampu bekerja dengan komponen bangsa, para prajurit TNI AD
baik, maka rutin diberikan pengarahan harus memahami tentang pokok-pokok
terkait materi-materi bela negara, wawasan penyelanggaraan dan mampu
kebangsaan, dan rasa cinta tanah air, serta melaksanakannya dengan baik dan benar
pengenalan teknik dasar militer dan sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan
Pelatihan Baris Berbaris (PBB), baik oleh Pembinaan Komunikasi Sosial (Binkomsos)
Babinsa secara individu maupun Koramil ini dapat dilaksanakan secara formal
08/Bagan Sinembah secara satuan. maupun non formal oleh Koramil 08/Bagan
Sinembah secara satuan maupun Babinsa
Berdasarkan data dan hasil
jajaran Koramil 08/Bagan Sinembah secara
wawancara yang diperoleh peneliti, dapat
individu.
diketahui bahwa kegiatan Pembinaan
Ketahanan Wilayah (Bintahwil) yang Kegiatan Pembinaan Komunikasi
dilakukan oleh Koramil 08/Bagan Sinembah Sosial dalam penyelenggaraan Pembinaan
di Kecamatan Balai Jaya pada tahun 2015 Teritorial Desa di Kecamatan Balai Jaya
sudah terlaksana dengan cukup baik, hal ini Kabupaten Rokan Hilir terbagi menjadi 2,
dapat dilihat dari partisipasi masyarakat diantaranya adalah :
yang menjadi anggota Wanra dan
1) Pembinaan Komunikasi Sosial
kemampuan Babinsa sebagai Aparat
Oleh Satuan
Komando Kewilayahan dalam membina
Wanra tersebut. Sebagai Satuan Komando
Kewilayahan yang menjadi bagian dari
C. Pembinaan Komunikasi Sosial Upika di Kecamatan Balai Jaya, tentu saja
(Binkomsos) Koramil 08/Bagan Sinembah senantiasa
Komunikasi Sosial sebagai salah satu melakukan Pembinaan Komunikasi Sosial
metode penyelenggaraan Pembinaan dengan komponen masyarakat dalam rangka
Teritorial merupakan wahana untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan
mencapai kesepahaman dan kesamaan Pembinaan Teritorial di wilayah tersebut.
persepsi tentang pemberdayaan wilayah Adapun yang menjadi objek dalam kegiatan
pertahanan di darat bagi seluruh komponen
tersebut adalah seluruh Camat dan Penghulu
bangsa. Selain itu, Komunikasi Sosial di wilayah binaan Koramil 08/Bagan
bertujuan untuk mewujudkan kebersamaan Sinembah.
dan keeratan hubungan dengan seluruh
komponen bangsa serta penyampaian 2) Pembinaan Komunikasi Sosial
kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan Oleh Babinsa
dengan peran, tugas, dan fungsi TNI AD Dalam menjalankan tugas dan
dalam membantu pemerintah untuk fungsinya sehari-hari, seorang Babinsa
menciptakan pemberdayaan wilayah memang telah menyatu dan tidak terlepas
pertahanan negara aspek darat dalam dari masyarakat, menjalin silaturahmi,
menghadapi hakekat ancaman yang anjangsana ke rumah-rumah masyarakat dan
mungkin timbul. Komunikasi Sosial antara

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 10


aparat pemerintah terkait, serta turut serta pihak yang terkait dalam penyelenggaraan
dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Pembinaan Teritorial di Kecamatan Balai
masyarakat adalah bagian dari Binkomsos Jaya, baik secara satuan maupun individu.
secara non formal yang dilakukan Babinsa
di wilayah binaannya masing-masing. Selain 2. Faktor-Faktor Penghambat Dalam
Binkomsos secara non formal, Babinsa Penyelenggaraan Pembinaan
Koramil 08/Bagan Sinembah yang bertugas Teritorial Desa Di Kecamatan
di Kecamatan Balai Jaya, juga Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir
melaksanakan kegiatan Binkomsos formal Tahun 2015
dengan objek sasaran yaitu komponen Dalam setiap aktivitas terkait
masyarakat seperti Penghulu/Lurah serta penyelenggaraan Pembinaan Teritorial tentu
komponen terkait di masing-masing wilayah saja diwarnai dengan berbagai faktor
binaan. penghambat, sehingga menjadikan
Adapun bentuk kegiatan yang Pembinaan Teritorial selama ini masih
dilaksanakan adalah dialog interaktif serta belum dapat terselenggara dengan baik.
penyampaian materi yang bertujuan agar Begitu juga dengan penyelenggaraan
masyarakat semakin paham terhadap tugas Pembinaan Teritorial Desa di Kecamatan
pemberdayaan wilayah pertahanan dan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir pada
Pembinaan Teritorial yang dilakukan oleh tahun 2015 yang lalu, terdapat beberapa
TNI AD. Materi yang disampaikan Babinsa kendala yang menjadi penghambat dalam
dalam dialog interaktif tersebut berupa penyelenggaraannya.
materi terkait penyelenggaraan Pembinaan Adapun faktor-faktor penghambat
Teritorial TNI AD, seperti materi terkait tersebut adalah sebagai berikut :
kebijakan pimpinan TNI AD yang
menyangkut visi, misi, peran, dan fungsi A. Faktor Internal
satkowil TNI AD, materi terkait Bhakti TNI, 1) Sarana dan Prasarana
materi terkait wawasan kebangsaan, materi Pendukung Penyelenggaraan
netralitas TNI AD, dan materi Balatkom. Pembinaan Teritorial Yang
Berdasarkan hasil wawancara yang Belum Memadai
sudah dilakukan oleh peneliti, maka dapat Agar penyelenggaraan Pembinaan
diulas kembali mengenai pelaksanaan Teritorial di Kecamatan Balai Jaya dapat
Binkomsos yang merupakan salah satu berjalan maksimal, maka perlu didukung
metode dalam penyelenggaraan Pembinaan dengan sarana dan prasarana yang baik.
Teritorial sebagai bagian dari pelaksanaan Sampai saat ini, sarana dan prasarana inilah
pemberdayaan pertahanan wilayah dalam yang masih menjadi faktor penghambat bagi
rangka mendukung tugas pokok TNI. penyelenggaraan Pembinaan Teritorial di
Seperti hasil wawancara dengan Bapak wilayah binaan Koramil 08/Bagan
Serda Eris Saputra dan Bapak Wan Mulya Sinembah, khususnya Kecamatan Balai
Dharma, secara keseluruhan terkhususnya Jaya. Saat ini hanya terdapat 4 unit
pada tahun 2015 yang lalu, kegiatan kendaraan dinas (sepeda motor) dan 1 unit
Binkomsos baik secara formal maupun non mobil patroli, yang jumlahnya sangat tidak
formal yang dilakukan oleh Babinsa jajaran ideal untuk mengakomodir 30 orang
Koramil 08/Bagan Sinembah di Kecamatan personel Koramil 08/Bagan Sinembah.
Balai Jaya sudah berjalan dengan baik. Hal Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari
tersebut diharapkan mampu meningkatkan sebagian besar Babinsa Koramil 08/Bagan
keeratan dan koordinasi diantara semua

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 11


Sinembah harus menggunakan kendaraan berjauhan, namun tetap saja hal tersebut
pribadi sebagai alat transportasi menuju menjadikan penyelenggaraan Pembinaan
wilayah binaannya masing-masing. Tidak Teritorial di Kecamatan Balai Jaya masih
hanya itu saja, saat ini masih banyak belum optimal.
Babinsa yang belum memiliki pos Babinsa
3) Masih Rendahnya Tingkat
dan jika pun ada, kondisinya sangat tidak
Kesejahteraan Babinsa
layak untuk ditempati.
Agar kinerja Babinsa berjalan
Berdasarkan penjelasan diatas, maka semakin optimal, tentu saja harus diiringi
dapat diketahui bahwa selama ini fasilitas dengan peningkatan kesejahteraan Babinsa.
(sarana dan prasarana) yang diberikan Saat ini keberadaan Babinsa masih kurang
kepada Babinsa masih belum sepadan diperhatikan, baik oleh aparat pemerintah
dengan kinerja dari Babinsa itu sendiri.
maupun masyarakat, terlebih lagi Babinsa
Namun, berbagai kendala tersebut tidak yang bertugas di daerah yang sudah
serta merta membuat Babinsa tidak bekerja berkembang (perkotaan). Secara umum
sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai anggaran yang diberikan kepada Babinsa
seorang prajurit, karena memang sudah masih terbatas jumlahnya, sesuai dengan
menjadi kewajiban bagi setiap prajurit untuk hasil wawancara peneliti dengan Bapak
mengabdi kepada negara dan membantu Pelda Suroyo, salah seorang Babinsa di
segala kesulitan masyarakat. Kecamatan Balai Jaya. Hal ini
2) Jumlah Personil Dengan Luas dikhawatirkan akan menimbulkan keinginan
Wilayah Binaan Tidak Babinsa untuk mencari uang tambahan
Sebanding diluar tugasnya, sehingga mengurangi
profesionalitas kinerja Babinsa dalam
Saat ini Koramil 08/Bagan Sinembah
menjalankan tugas pokonya sebagai Aparat
memiliki wilayah binaan sebanyak 4
Komando Kewilayahan yang mendukung
Kecamatan, yaitu Kecamatan Bagan
tugas Koramil 08/Bagan Sinembah dalam
Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah
menyelenggarakan Pembinaan Teritorial di
Barat, Kecamatan Balai Jaya, dan
wilayah tersebut. Hal tersebut tentu saja
Kecamatan Simpang Kanan, hal ini sangat
bertujuan untuk menjaga citra baik TNI AD
tidak seimbang dengan jumlah personil yang
di kalangan sipil dan juga menjaga
hanya berjumlah 30 orang, padahal idealnya
partisipasi masyarakat agar tetap ikut serta
dalam satu kecamatan terdapat 1 (satu)
dalam mendukung tugas Babinsa sehari-
Koramil. Pengembangan organisasi Koramil
hari.
harus disesuaikan dengan pemekaran
wilayah administrasi pemerintahan, B. Faktor Eksternal
sehingga wilayah binaan Koramil 08/Bagan
1) Komponen Diluar TNI Yang
Sinembah tidak terlalu luas lagi, dan
Belum Sepenuhnya Paham
Babinsa Koramil 08/Bagan Sinembah tidak
Terhadap Penyelenggaraan
lagi merangkap lebih dari 1 (satu) wilayah
Pembinaan Teritorial TNI AD
binaan. Seperti halnya di Kecamatan Balai
Jaya, saat ini terdapat 7 orang personil Kurang intensif dan meratanya
Babinsa yang bertugas di 11 sosialisasi terkait peraturan perundang-
Kepenghuluan/Kelurahan, dimana rata-rata undangan dan kebijakan TNI AD terkait
Babinsa di Kecamatan Balai Jaya membina tugas-tugas dalam penyelenggaraan
lebih dari satu desa, meskipun letak desa Pembinaan Teritorial, menyebabkan banyak
yang satu dan lainnya tidak terlalu dari kalangan aparat pemerintah maupun

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 12


masyarakat yang belum sepenuhnya maka Pembinaan Teritorial di seluruh
memahami hal-hal tersebut, sehingga hal ini wilayah Indonesia, termasuk di Kecamatan
menjadi penghambat dalam Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir, akan
penyelenggaraan Pembinaan Teritorial di memperoleh hasil yang lebih optimal.
wilayah Indonesia, termasuk di Kecamatan
Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir. Kesimpulan
Menanggapi hal tersebut, diharapkan Berdasarkan hasil penelitian dan
kedepannya, TNI dapat melakukan pembahasan diatas, maka peneliti menarik
sosialisasi mengenai segala sesuatu yang beberapa kesimpulan, diantaranya adalah :
berkaitan dengan penyelenggaraan
Pembinaan Teritorial, termasuk sosialisasi 1. Penyelengaraan Pembinaan
metode Pembinaan Teritorial yang meliputi Teritorial Desa di Kecamatan Balai
Bhakti TNI, Bintahwil, dan Binkomsos Jaya Kabupaten Rokan Hilir Tahun
kepada Pemerintah Daerah, dengan 2015 dilaksanakan menggunakan 3
memberikan pemahaman dan penjelasan metode, yaitu Bhakti TNI,
yang mendalam tentang pentingnya ketiga Bintahwil, dan Binkomsos.
metode Pembinaan Teritorial tersebut dalam Pelaksanaan ketiga metode
membantu Pemerintah Daerah untuk tersebut dinilai sudah cukup baik,
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan namun masih belum optimal,
membantu percepatan pembangunan. Jika sehingga perlu dilakukan
hal tersebut dilakukan, maka akan peningkatan kedepannya.
memudahkan bagi Pemerintah Daerah untuk 2. Dalam menyelenggarakan
menerima dan mendukung program- Pembinaan Teritorial desa di
program Pembinaan Teritorial yang wilayah binaan, terutama di
ditawarkan oleh Satuan Komando Kecamatan Balai Jaya, Koramil
Kewilayahan. 08/Bagan Sinembah beserta para
2) Pengaruh Globalisasi dan Babinsa dihadapkan pada beberapa
Perkembangan Zaman hambatan, diantaranya adalah
sarana dan prasarana yang belum
Situasi global saat ini sangat memadai, jumlah personil dengan
mempengaruhi kehidupan berbangsa dan luas wilayah binaan yang tidak
bernegara, pengaruh globalisasi dan sebanding, tingkat kesejahteraan
perkembangan zaman menjadikan kesadaran Babinsa yang belum terpenuhi,
bela negara, cinta tanah air, dan wawasan komponen diluar TNI yang belum
kebangsaan di kalangan masyarakat sepenuhnya paham terhadap
terutama generasi muda, semakin melemah, penyelenggaraan Pembinaan
padahal kesadaran tersebut merupakan Teritorial TNI AD, dan pengaruh
landasan Sistem Pertahanan Semesta globalisasi dan perkembangan
(Sishanta) yang dianut negara Indonesia zaman, yang menyebabkan
dimana dalam pelaksanaannya melibatkan penyelenggaraan Pembinaan
seluruh komponen bangsa dalam rangka Teritorial Desa di Kecamatan Balai
menyiapkan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang Jaya Kabupaten Rokan Hilir Tahun
yang tangguh sebagai bagian dari 2015, masih belum optimal.
pelaksanaan pemberdayaan wilayah
pertahanan dan mewujudkan
Kemanunggalan TNI dan Rakyat. Apabila
hal tersebut telah terlaksana dengan baik,

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 13


Saran muda, demi terwujudnya doktrin
Sistem Pertahanan Semesta dan
Berdasarkan kesimpulan diatas,
Kemanunggalan TNI dan Rakyat
maka peneliti memberikan beberapa saran,
yang mendukung
diantaranya adalah :
penyelenggaraan Pembinaan
1. Koramil 08/Bagan Sinembah Teritorial Desa di Kecamatan
harus meningkatkan ketersediaan Balai Jaya Kabupaten Rokan
sarana dan prasarana untuk Hilir di masa yang akan datang.
mendukung penyelenggaraan
Pembinaan Teritorial Desa di
Daftar Pustaka
wilayah binaannya, terutama di
Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Buku
Rokan Hilir. Selain itu, Koramil
08/Bagan Sinembah sebagai El Amady, Rawa. 2014. Politik Militer
Satkowil penyelenggara Indonesia Konsolidasi Kekuasaan di
Pembinaan Teritorial Desa, Riau. Yogyakarta : CV. Alif
diharapkan mampu Gemilang Pressindo.
meningkatkan kesejahteraan
Babinsa. Kemudian untuk Fattah, Abdoel. 2005. Demiliterisasi
wilayah kerja Koramil 08/Bagan Tentara Pasang Surut Politik Militer
Sinembah harus lebih 1945-2004. Yogyakarta : PT. LKis
diintensifkan atau diperkecil, Pelangi Aksara.
agar penyelenggaraan Pembinaan Pusat Teritorial Angkatan Darat. 2006. Buku
Teritorial Desa di Kecamatan Modul Bhakti TNI A.PT.IX. Jakarta :
Balai Jaya Kabupaten Rokan Markas Besar Tentara Nasional
Hilir, dapat berjalan optimal. Angkatan Darat.
2. TNI AD secara umum, dan Pusat Teritorial Angkatan Darat. 2006. Buku
Koramil 08/Bagan Sinembah Modul Pembinaan Ketahanan
secara khusus, harus lebih Wilayah A.PT.X. Jakarta : Markas
intensif dan merata dalam Besar Tentara Nasional Angkatan
melakukan sosialisasi terkait Darat.
peraturan perundang-undangan
dan kebijakan TNI AD terkait Pusat Teritorial Angkatan Darat. 2006. Buku
tugas-tugas dalam Modul Program Pembinaan
penyelenggaraan Pembinaan Teritorial A.PT.III.6. Jakarta :
Teritorial, sehingga aparat Markas Besar Tentara Nasional
pemerintah dan masyarakat, Angkatan Darat.
semakin dapat memahami Pusat Teritorial Angkatan Darat. 2003. Buku
metode Pembinaan Teritorial Pedoman Praktis Aparat Teritorial.
tersebut. Selain itu, kedepannya Jakarta : Markas Besar Tentara
diharapkan Koramil 08/Bagan Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Sinembah dapat meningkatkan
Pusat Teritorial. 2004. Buku Petunjuk
kesadaran bela negara, cinta
Lapangan Tentang Komando Rayon
tanah air, dan wawasan
Militer Nomor PL : TER-04 (Skep
kebangsaan di kalangan
Kasad Nomor : Skep/ 26 / IV /
masyarakat, terutama generasi

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 14


2004). Jakarta : Markas Besar Sumber-Sumber Lain
Angkatan Darat.
Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie
Staf Umum Teritorial. 2002. Buku Pedoman Wibowo. 2013. Majalah Palagan
Tentang Pengumpulan Data Volume 14 No. I Edisi Maret 2013.
Teritorial Komando Rayon Militer.
Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso. 2008.
Jakarta : Markas Besar Angkatan
Majalah Patriot Edisi No.36 Tahun-
Darat.
IX Januari 2008.
Husaini Usman dan Purnomo Setiady
Akbar. 2011. Metodologi Penelitian
Sosial Edisi Kedua Cetakan
Keempat. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Internet

Ary Nugraha dan Dr. Hasanuddin, M.Si


dalam Jurnal “Pergeseran Militer ke
Politik Profesional : Studi Tentang
Keberadaan Komando Teritorial Era
Reformasi” (diakses pada 15
Februari 2016).
Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah. “Binter,
Bersatunya TNI-Rakyat Mengawal
Negeri”. (diakses melalui
www.tniad.mil.id, pada 15 Juli
2016).
Tesis Susilo Endro Basuki, 2008. “Peran
TNI Angkatan Darat Dalam
Mendukung Ketahanan Nasional
(Studi Tentang Kegiatan Pembinaan
Teritorial Di Jajajaran Komando
Teritorial TNI Angkatan Darat)”,
Program Pasca Sarjana Universitas
Indonesia. (diakses pada 23 Juni
2016).
Peraturan Perundang-Undangan
Undang Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
Undang Undang Nomor. 34 Tahun 2004
Tentang Tentara Nasional Indonesia.
Undang Undang Nomor. 3 Tahun 2002
Tentang Pertahanan Negara.

JOM FISIP Vol. 4 No. 1 – Februari 2017 15