Sei sulla pagina 1di 15

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, DAN PENGENDALIAN

RESIKO PADA AKTIVITAS TAMBANG BATUBARA DI PT. KIM


KABUPATEN MUARO BUNGO, PROVINSI JAMBI

MIFTAHUL JANNAH

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS NEGERI PADANG
September 2015
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, DAN PENGENDALIAN
RESIKO PADA AKTIVITAS TAMBANG BATUBARA DI PT. KIM
KABUPATEN MUARO BUNGO, PROVINSI JAMBI

Miftahul Jannah1, Rijal Abdullah2, Murad MS3


Jurusan Teknik Pertambangan
FT Universitas Negeri Padang
email: miftahul_jannah68@rocketmail.com

Abstract

Based on the data obtained from the company, the data accidents that
occurred between the years 2012-2014 there were 222 cases of accidents, as well as
activities that are harmful to workers at risk of injury, lost work days, and the cost of
repair tools. The causes of such unsafe acts and unsafe conditions of the workers. The
purpose of this study were: 1) Revealing the dangers that occur in coal mining
activities. 2) Uncover the risk of hazards that occur in the coal mining activities. 3)
Disclose the value of the likelihood and severity of hazards that occur in the coal
mining activities start from land clearing activities until the loading of coal in the
stockpile.
This type of research is descriptive with quantitative approach, in which data
is collected or obtained from direct observation in the field and interviews with
leaders and staff as well as employees of the company who are competent in
connection with the object of research. The data is taken from the data mining
activities, the risk of hazards that occur in the coal mining activities.
Results of the study revealed that the risk of hazards that occur in the coal
mining activities at PT. Kuansing core affluent who are at a high level going on the
road hauling.

Keywords: Hazard Identification, HIRA, and K3

A. Pendahuluan pekerjaannya memiliki potensi

Industri pertambangan bahaya dan resiko yang mungkin

batubara mempunyai hubungan erat terjadi, seperti kerugian bagi orang

dengan aktivitas pekerjanya, namun yang dikenai (luka, cedera ringan

terdapat salah satu masalah yang atau berat bahkan juga kematian)

selalu melekat dengan pekerjaan dan bagi perusahaan itu sendiri

penambangan dimana setiap jenis (kerugian tenaga kerja, biaya, jam


kerja, dan lain-lain). Berdasarkan Maka dari itu, diperlukan suatu

observasi yang dilakukan di metoda analisis dalam pengendalian

PT. KIM, diperoleh informasi resiko terhadap pekerjaan tersebut

bahwa jumlah kecelakaan kerja dengan melakukan identifikasi

masih tinggi meskipun sudah bahaya, serta dapat mengetahui

mengalami penurunan. Kecelakaan kemungkinan resiko yang akan

kerja yang terjadi di PT. KIM pada terjadi, level resiko, dan

tahun 2012 terdapat 111 kasus pengendalian resiko yang dapat

kecelakaan kerja, sementara pada membantu kelancaran proses

tahun 2013 terdapat 70 kasus produksi serta mengurangi dan

kecelakaan kerja dan pada tahun menghilangkan kerugian langsung

2014 terdapat 41 kasus. Berdasarkan maupun tak langsung terhadap

data kecelakaan kerja di atas dapat produksi. Sehingga, pekerjaan

diketahui bahwa, aktivitas pekerjaan berjalan dengan lancar, aman dan

pada tambang batubara di nyaman tanpa hambatan serta selalu

PT. KIM memiliki resiko bahaya eksis dalam industri pertambangan.

yang mungkin terjadi. Beberapa tahapan manajemen

Sebagaimana telah dijelaskan resiko menurut AS/NZS 4360:2004,

oleh Arifin (2006:2) bahwa bahaya adalah sebagai berikut:

atau hazard merupakan segala 1. Penetapan konteks

sesuatu baik itu benda, bahan, Konteks yang dimaksud

kegiatan, atau kondisi yang dapat adalah latar belakang dari

menimbulkan kecelakaan, cedera, kegiatan manajemen resiko yang

kerusakan, kerugian, atau penyakit. akan dilakukan atau parameter


dasar yang akan menentukan penyakit akibat kerja. Penilaian

resiko apa yang harus dikelola. resiko tersebut menggunakan

2. Melakukan identifikasi rumus berikut: R = L x C

Tahapan manajemen resiko Keterangan:

yaitu mengidentifikasi resiko dari R = Resiko

bahaya yang mungkin terjadi L = Nilai likelihood (nilai

pada aktivitas tersebut. Dimana kemungkinan)

alat bantu yang peneliti gunakan C = Nilai consequences (nilai

dalam mengidentifikasi bahaya keparahan)

pada aktivitas tambang batubara 4. Pengendalian resiko

di PT. KIM yaitu Pengendalian resiko

observasi/survey dan wawancara dilakukan setelah dilakukannya

(konsultasi dengan pimpinan analisis resiko dan evaluasi resiko

perusahaan, ahli K3 dan dari kemungkinan resiko yang

karyawan perusahaan yang terjadi. Jika resiko dari kondisi

berkompeten yang ada kaitannya berbahaya berada pada tingkat

dengan penelitian). resiko high dan extreme maka,

3. Penilaian resiko harus segera dikendalikan dengan

Penilaian resiko menurut tujuan menurunkan tingkat resiko

Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang terjadi. Tindakan

Nomor: Per. 05/Men/1996 adalah pengendalian resiko yang

proses untuk menentukan digunakan adalah hirarki

prioritas pengendalian terhadap pengendalian yang meliputi:

tingkat resiko kecelakaan dan


eliminasi, subtitusi, engineering, keputusan internal maupun

administrasi, dan APD. eksternal terkait dengan proses

5. Melakukan pemantauan dan manajemen resiko secara

tinjauan ulang keseluruhan. Berikut adalah

6. Komunikasi dan Konsultasi matrik yang digunakan untuk

Melakukan komunikasi dan penilaian resiko.

konsultasi dengan pengambil

Tabel 1. Nilai Kemungkinan (Likelihood)


Nilai Likelihood Keterangan
A Terjadi hampir pada semua keadaaan, misalnya terjadi
5
Almost certain/ hampir pasti lebih dari 1 kali dalam setiap hari.
B Sangat mungkin terjadi, misalnya terjadi 1 kali dalam 1
4
Likely/sangat mungkin terjadi minggu.
C Dapat terjadi sewaktu-waktu, misalnya terjadi 1 kali
3
Posible/mungkin dalam 1 bulan.
D Mungkin terjadi sewaktu-waktu, misalnya terjadi 1 kali
2
Unlikely/hampir tidak mungkin dalam waktu 6 bulan.
E Hanya dapat terjadi pada keadaan tertentu, misalnya
1
Rare/jarang sekali terjadi 1 kali dalam waktu lebih dari 6 bulan.
Sumber: Modifikasi dari Susihono dalam Feni Tahun 2013

Tabel 2. Nilai Keparahan (Consequences)


Nilai Consequences Keterangan
1)Kejadian tidak menimbulkan kerugian atau cedera pada manusia
Insignificant/
1 2)Tidak mengakibatkan kehilangan hari kerja
sangat kecil
3)Kerugian material sangat kecil
1)Kejadian dapat menyebabkan cedera ringan yang memerlukan
perawatan P3K
2 Minor/kecil
2) Masih dapat bekerja pada hari dan shift yang sama
3) Kerugian material kecil
1) Kejadian dapat menyebabkan cedera ringan yang memerlukan
Moderate/ perawatan medis
3
sedang 2) Kehilangan hari kerja di bawah 3 hari
3) Kerugian material sedang
1) Kejadian dapat menyebabkan cedera berat, cidera parah, atau cacat
tetap
4 Mayor/besar
2) Kehilangan hari kerja 3 hari atau lebih
3) Kerugian material besar
1) Mengakibatkan korban meninggal
Catastrophic/
5 2) Kehilangan hari kerja selamanya
sangat besar
3) Kerugian material sangat besar (dapat menghentikan kegiatan usaha)
Sumber: Modifikasi dari Susihono dalam Feni Tahun 2013
Tabel 3. Matrik Level
Consequence/Konsekuensi
Likelihood/ 1 2 3 4 5
Kemungkinan Insignificant/ Minor/ kecil Moderat/ Major/ Catastrophic/
sangat kecil sedang besar sangat besar
5
Almost certain/ 5H 10H 15E 20E 25E
hampir pasti
4
Likely/sangat 4M 8H 12H 16E 20E
mungkin terjadi
3
Posible/mungkin 3L 6M 9H 12E 15E
2
Unlikely/hampir 2L 4L 6M 8H 10E
tidak mungkin
1
Rare/jarang 1L 2L 3M 4H 5H
Sekali
Sumber: Modifikasi dari Susihono dalam FeniTtahun 2013

B. Metodologi Penelitian nilai consequences. Menurut

Jenis penelitian yang Syaodih (2011: 72) penelitian

digunakan yaitu deskriptif dengan deskriptif adalah penelitian yang

metode kuantitatif yaitu mendeskripsikan fenomena-

menganalisis aktivitas pada tambang fenomena apa adanya. Sedangkan

batubara untuk mengetahui nilai penelitian kuantitatif menurut

kemungkinan (likelihood) dan nilai Sugiyono (2003: 14) adalah

keparahan (consequences) dari penelitian dengan memperoleh data

bahaya yang terjadi pada aktivitas yang berbentuk angka atau data

tambang batubara (mulai dari kualitatif yang diangkakan.

aktivitas land clearing sampai pada C. Hasil dan Pembahasan

loading batubara di stockpile, yang 1. Hasil

kemudian bisa menentukan besarnya Berdasarkan pengamatan

tingkat resiko yang didapat dari hasil langsung dan wawancara yang

perkalian nilai likelihood dengan telah dilakukan dengan ahli K3 di


PT. KIM mengenai identifikasi aktivitas tambang batubara, dapat

bahaya, penilaian resiko, dan dilihat pada tabel berikut ini:

pengendalian resiko pada

Tabel 4. Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko, dan Pengendalian Resiko pada


Aktivitas Tambang Batubara
Identifikasi bahaya Penilaian resiko saat Penilaian resiko
ini Pengendalian akhir Pengendalian
No. Aktivitas yang Kondisi Kejadian Tingkat resiko saat ini Tingkat tambahan
diamati berbahaya berbahaya L C R Resiko L C R Resiko
1. Land Clearing Pepohonan Bulldozer 3 2 6 M 1. Dozer di 3 1 3 L -
(pembersihan tumbang pada tertimpa lengkapi dengan
lahan) saat pepohonan kanopi.
pembersihan yang 2. Posisi
lahan (land tumbang mendorong
clearing). pada saat dozer sejajar
pembersihan dengan
lahan (land rebahnya pohon.
clearing). 3. Apabila pohon
mempunyai
diameter > 30
cm dengan
ketinggian >10
m harus
menggunakan
alat chaisaw.

Topografi yang Bulldozer 2 4 8 H 1. Pengecekan 2 1 2 L Gunakan


miring dan tergelincir kondisi kerja. excavator utuk
terjal. hingga 2. Tidak kemiringan
terbalik pada melakukan lebih dari 45°.
saat kegiatan land
pembersihan clearing pada
lahan saat hujan, 1 jam
dikarenakan setelah hujan
kondisi dan pada malam
topografi hari.
yang miring
dan terjal.

2. Hauling top soil Jalan hauling Dump truck 1 4 4 H 1. Pengaturan 1 1 1 L 1. Pelebaran


longsor dan amblas desain tambang jalan hauling
operator dump hingga dan kemiringan 2. Program
truck kurang terbalik tambang . safety
hati-hati dalam dikarenakan 2. Memasangan operation
mengoperasikan kondisi jalan safety line di unit
unit. hauling yang tepi jalan yang
longsor. longsor.

3. Loading Material di area Dump truck 3 2 6 M 1. Perhatikan 3 1 3 L -


overburden loading lunak amblas pada kondisi material
dan mendaki. saat maju di area loading
setelah terlebih dahulu.
excavator 2. Pemisahan
memuat material keras
overburden dan material
ke vessel lunak.
dump truck.

Jarak antara Bucket 3 2 6 M 1. Jaga jarak dump 3 1 3 L -


dump truck excavator truck dengan
dengan alat mengenai alat loading.
loading vessel dump 2. Pastikan klakson
(excavator) truck HD pada excavator
terlalu dekat. pada saat berfungsi
loading dengan baik.
overburden, 3. Jika dump truck
karena jarak HD akan
antara dump mundur,
truck dengan pastikan setelah
alat loading ada kode (aba-
(excavator) aba) dari alat
terlalu dekat. loading.
4. Program safety
operation unit.
Identifikasi bahaya Penilaian resiko saat Penilaian resiko
No. ini Pengendalian akhir Pengendalian
Aktivitas yang Kondisi Kejadian Tingkat resiko saat ini Tingkat tambahan
diamati berbahaya Berbahaya L C R Resiko L C R Resiko
4. Hauling Muatan dump Material 2 2 4 L 1. Pastikan muatan 2 1 2 L -
overburden truck melebihi overburden dump truck tidak
kapasitas, jatuh berlebihan.
dimana mengenai unit 2. Pada saat di
kondisi jalan lain karena tikungan
hauling muatan dump uasahakan tidak
mendaki dan truck yang berselisihan atau
bergelombang melebihi memberi
. kapasitas serta kesempatan bagi
kondisi jalan dump truck
yang mendaki bermuatan untuk
dan lewat terlebih
bergelombang dahulu.

Jalan hauling Dump truck 3 3 9 H 1. Tidak 3 1 3 L 1. Maintenance


licin, material tergelincir dan mengoperasikan jalan oleh
di tepi jalan hilang kendali unit terlalu ke motor grader
lunak dan sehingga tepi jalan dan atau
dump truck terperosok berhenti terlebih bulldozer.
terlalu ke tepi karena ingin dahulu untuk 2. Program
karena ingin memberi memberi safety
memberi kesempatan kesempatan bagi operation
kesempatan bagi DT dump truck
bagi dump bermuatan bermuatan yang
truck yang akan akan melewati
bermuatan melewati jalan jalan tersebut.
yang melewati tersebut, 2. Kecepatan unit
jalan tersebut. sementara 40 km/jam
kondisi jalan sesuai dengan
licin, material SOP PT. KIM
di tepi jalan 3. Gunakan seat
lunak serta belt.
dump truck
terlalu ke tepi.

Banyaknya Dump truck 2 4 8 H 1. Pemasangan 2 1 2 L 1. Pelebaran


alat berat yang bersenggolan rambu-rambu di jalan
lewat di karena jalan hauling. hauling.
persimpangan banyaknya 2. Gunakan seat 2. Program
jalan hauling. alat berat yang belt dan klakson safety
lewat di unit. operation
persimpangan 3. Kecepatan unit unit.
jalan hauling 40 km/jam
ketika hauling sesuai dengan
overburden SOP PT. KIM.
dan ketika
dump truck
menuju front
loading di pit
tambang.

Jalan hauling Dump truck 2 3 6 M 1. Intensifikasi 2 1 2 L -


bergelombang terbalik pada komunikasi.
. saat hauling 2. Maintenance
overburden jalan oleh motor
karena kondisi grader/
jalan yang bulldozer.
bergelombang

Banyaknya Dump truck 3 2 6 M 1. Nyalakan lampu 3 1 3 L -


debu di jalan menabrak rotary, lampu
hauling safety berm besar dan
sehingga jarak karena gunakan seat
pandang banyaknya belt.
terbatas. debu di jalan 2. Kecepatan unit
hauling 40 km/jam
sehingga jarak sesuai dengan
pandang SOP
terbatas. 3. Penyiraman
jalan dengan
water truck.

5. Maintenance Adanya dump Bulldozer 2 3 6 M 1. Intensifikasi 2 1 2 L -


jalan hauling oleh truck yang tertabrak atau komunikasi.
bulldozer melewati jalan tersenggol 2. Prioritaskan
hauling. oleh dump dump truck
truck yang bermuatan untuk
melewati jalan menggunakan
tersebut pada jalan tersebut.
aktivitas
maintenance
jalan hauling .
No. Identifikasi bahaya Penilaian resiko saat Penilaian resiko
ini Pengendalian akhir Pengendalian
Aktivitas yang Kondisi Kejadian Tingkat resiko saat ini Tingkat tambahan
diamati berbahaya Berbahaya L C R Resiko L C R Resiko
6. Loading batubara Jarak antar Dump truck 2 3 6 M 1. Posisikan unit 2 1 2 L -
di pit tambang dump truck bersenggolan dengan benar.
terlalu dekat ketika akan 2. Jaga jarak antar
(kurang dari manuver dump truck
2,5 meter). mundur ke minimal 2,5
arah alat meter sesuai
loading. dengan SOP
PT. KIM
Posisi Vessel dump 3 3 9 H 1. Posisikan 3 1 3 L 1. Memastikan
excavator truck excavator dump truck
miring dan menabrak dengan benar mundur
tidak memiliki kaca cabin serta pemberian setelah ada
tanggul di bagian depan tanggul di depan kode atau
depannya. excavator excavator. aba-aba dari
pada saat 2. Gunakan excavator.
manuver klakson dump 2. Program
mundur truck sebelum safety
karena posisi manuver mudur. operation
excavator unit.
miring dan
tidak memiliki
tanggul di
depannya.
Banyaknya Gangguan 4 1 4 M 1. Tutup kaca 4 1 4 M -
debu di pit pernafasan cabin unit.
tambang pada dan iritasi 2. Gunakan masker
saat loading pada mata dan kaca mata
batubara, karena kaca safety.
sementara cabin dump
kaca cabin truck terbuka,
dump truck dan
terbuka. banyaknya
debu di pit
tambang pada
saat loading
batubara.
7. Hauling batubara Jarak Dump truck di 3 3 9 H 1. Jarak beriringan 3 1 3 L Program safety
menuju stockpile beriringan depan tiba- minimal 15 operation unit.
antar dump tiba mundur meter sesuai
truck terlalu dan menabrak dengan SOP
dekat. dump truck di PT. KIM
belakangnya 2. Intensifikasi
karena jarak komunikasi
beriringan 3. Gunakan klakson
antar dump unit.
truck terlalu
dekat
Banyaknya Dump truck 2 3 6 M 1. Kecepatan unit 2 1 2 L -
debu di jalan menabrak 40 km/jam sesuai
hauling safety berm SOP PT. KIM.
sehingga jarak karena 2. Nyalakan lampu
pandang banyaknya rotary, lampu
terbatas. debu di jalan besar dan
hauling gunakan seat
sehingga jarak belt.
pandang 3. Penyiraman jalan
terbatas.
Jalan hauling Dump truck 2 3 6 M 1. Gunakan gigi 2 1 2 L -
bergelombang terbalik terendah pada
dan menurun. karena jalan saat tanjakan
hauling atau turunan.
bergelombang 2. Maintenance
dan menurun. jalan oleh motor
grader atau
bulldozer.
Jalan hauling Dump truck 3 3 9 H 1. Kecepatan unit 3 1 3 L Maintenance
licin dan tergelincir dan 40 km/jam jalan oleh motor
material jalan hilang kendali sesuai dengan grader/
yang lunak sehingga SOP PT. KIM. bulldozer.
karena pada menyenggol 2. Gunakan seat
malam crane truck belt.
harinya hujan. yang sedang
amblas.
8. Loading batubara Operator Operator 4 1 4 M 1. Berdiri jauh dari 4 1 4 M -
di stockpile untuk dump truck dump truck unit yang sedang
di pasarkan (di berdiri di tertimpa beroperasi.
jual) dekat dump batubara pada 2. Gunakan APD
truck saat saat loading (helm, masker ,
loading batubara ke kacamata
batubara. dump truck. safety).
No. Identifikasi bahaya Penilaian resiko saat Pengendalian Penilaian resiko
ini resiko saat ini akhir Pengendalian
Aktivitas yang Kondisi Kejadian L C R Tingkat L C R Tingkat tambahan
diamati berbahaya berbahaya resiko resiko
Jarak antar Dump truck 2 3 6 M 1. Posisikan unit 2 1 2 L -
dump truck bersenggolan dengan benar.
terlalu dekat. ketika maju ke 2. Jaga jarak antar
arah alat Dump Truck
loading. minimal 2,5
meter (sesuai
SOP PT. KIM)

2. Pembahasan 8) Loading batubara di

a. Identifikasi Bahaya stockpile untuk di

Identifikasi bahaya pasarkan (dijual)

dilakukan langsung di b. Penilaian Resiko

lapangan, mulai dari Penilaian resiko

aktivitas land clearing merupakan perkalian

sampai pada loading antara nilai kemungkinan

batubara di stockpile, (likelihood) dan nilai

aktivitas tersebut keparahan (consequences)

meliputi: dari suatu kejadian yang

1) Land clearing membahayakan yang

2) Hauling top soil terjadi pada aktivitas

3) Loading overburden tambang batubara di

4) Hauling overburden PT. KIM. Penilaian resiko

5) Maintenance jalan mengacu pada tabel

hauling matrik level.

6) Loading batubara c. Pengendalian Resiko

7) Hauling batubara ke Pengendalian resiko

stockpile yang digunakan adalah

dengan hirarki
pengendalian yang unit LV (light

meliputi: vehicle), pemasangan

1) Eliminasi, seperti: canopi pada dozer,

menutupi jalan yang dump truck dilengkapi

berlubang, menyirami dengan AC, dan

jalan yang berdebu, penempatan tower

maintenance atau lamp dan mega lamp

perawatan jalan pada malam hari.

hauling oleh motor 4) Administrasi, seperti:

grader, dozer dan pelatihan dan

compactor. pengawasan K3,

2) Subtitusi, seperti: mengadakan safety

dump truck HD refresher, safety talk,

diganti dengan safety meeting,

articulate dump truck program P2H

(ADT) untuk kegiatan (Pemeriksaan dan

pengangkutan Perawatan Harian)

overburden pada saat pada setiap unit,

kondisi jalan licin atau pembuatan SIMPER

lunak, akibat hujan (Surat Izin

semalaman. Mengemudi

3) Engineering, seperti: Perusahaan) dan

pemasangan buggy KIMPER (Kartu Izin

whip/bendera pada Mengemudi


Perusahaan), bisa menyebabkan

pemasangan rambu- cedera, dan lain-lain.

rambu, membuat dan D. Kesimpulan dan Saran

memasang tanda 1. Kesimpulan

bahaya, membuat a. Kejadian berbahaya yang

prosedur atau instruksi terjadi pada aktivitas

kerja dan lain-lain. tambang batubara di

5) APD, seperti helm PT. KIM adalah sebagai

untuk melindungi berikut: dump truck tiba-tiba

kepala dari benturan, mundur dan menabrak dump

kacamata anti silau truck lain; dump truck

untuk melindungi tergelincir serta hilang

mata dari paparan kendali sehingga menabrak

debu dan sinar crane truk yang sedang

matahari, masker amblas; dan dump truck

untuk melindungi menabrak kaca cabin bagian

organ pernafasan dari depan excavator.

paparan debu, b. Resiko dari kejadian

reflective vest untuk berbahaya yang terjadi pada

memudahkan akivitas tambang batubara di

seseorang terlihat, PT. KIM adalah ssebagai

safety shoes untuk berikut: kaca cabin dump

melindungi kaki dari truck pecah; kaca crane

benda-benda yang truck pecah, cabin depan,


pintu crane truck rusak; dan mengurangi resiko, bahkan

kaca cabin bagian depan menghilangkan resiko yang

excavator pecah. terjadi seperti mengadakan

c. Nilai likelihood pelatihan safety operation

(kemungkinannya) = 3 dan unit.

nilai consequences c. Perlu pemberian

(keparahannya) =3 penghargaan (reward) secara

2. Saran berkelanjutan kepada

a. Perlu peningkatan karyawan yang disiplin,

pengawasan K3 yaitu dengan rajin, dan taat dengan aturan

melakukan kegiatan inspeksi K3, agar karyawan semangat

ke seluruh lokasi untuk bekerja sehingga

penambangan, membuat menurunkan angka

sistem pengontrolan terpadu kecelakaan kerja.

yaitu control room sehingga


Catatan: artikel ini disusun berdasarkan
seluruh aktivitas di
tugas akhir penulis dengan Pembimbing
penambangan dapat diawasi
I Rijal Abdullah dan Pembimbing II
dari jauh.
Murad MS.
b. Perlu peningkatan pelatihan
E. Daftar Pustaka
K3 pada setiap satuan kerja
Arifin Thaib. 2006. Manajemen
mengenai potensi bahaya di Bahaya. Bandung: Pusdiklat
Teknologi Mineral dan
lokasi penambangan maupun Batubara.

AS/NZS 4360. 2004. 3rd Edition


lokasi lainnya serta cara
The Australian And New
Zealand Standard on Risk
pengendaliannya untuk
Management. Broadleaf Capital
International Pty Ltd, NSW
Australia.

Feni Akbar Rini. (2013). Penerapan


Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) dan
Identifikasi Potensi Bahaya
Kerja (Studi kasus di PT. LTX
Kota Cilegon – Banten). Jurnal
Teknik Industri. Hlm. 212

Peraturan Menteri Tenaga Kerja


Nomor: PER.05/MEN/1996
tentang Sistem Mannajemen
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja.

Sugiyono. 2003. Metode Penelitian


Bisnis. Bandung: Pusat Bahasa
Depdiknas.

Syaodih Nana Sukmadinata. 2011.


Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.