Sei sulla pagina 1di 15

PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT.

PERTAMINA (PERSERO) TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BUNGUS


TELUK KABUNG

ARTIKEL

Ditulis Kepada Fakultas Hukum


Universitas Bung Hatta Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Hukum (S.H)

Oleh:

ROBBY FERNANDA
NPM: 1010012111036

Bagian Tata Negara

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS BUNG HATTA
PADANG
2014
i
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS BUNG HATTA

PERSETUJUAN JURNAL

Nama : Robby Fernanda


NPM : 1010012111036
Program Kekhususan : Hukum Tata Negara
Judul Skripsi : Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di PT
Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM)
Teluk Kabung.

Telah dikonultasi dan disetujui oleh pembimbing untuk upload ke website

1. Drs. Suparman Khan, M.Hum (Pembimbing I)

2. Nurbeti, S.H, M.H (Pembimbing II)

i
PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT.
PERTAMINA (PERSERO) TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) BUNGUS
TELUK KABUNG

Robby Fernanda1, Suparman Khan1, Nurbeti1,


Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta.
Email : robby.fernanda92@gmail.com

ABSTRAK

PT Pertamina ( Persero ) as the company's oil and natural gas are at risk of workplace
accidents is very high . So I raised the issue of How the implementation of occupational safety
and health protection of PT Pertamina oil terminal sackcloth Bay , What are the obstacles
encountered in the implementation of safety and health protection of PT Pertamina oil
terminal sackcloth Bay and was an attempt to overcome the obstacles encountered in the
implementation of safety and protection occupational health of PT Pertamina oil terminal
sackcloth Bay . The method used in this study is a socio-juridical using secondary sources
and primary data obtained through interviews and document research . The results of this
study it can be concluded that the implementation of occupational safety and health
protection by PT Pertamina oil terminal sackcloth Bay against workers already refer to
perturan legislation . This can be seen with a special section which handles about
occupational safety and health is part of the Health Safety and Environtment ( HSE ) , but in
fact there are accidents and unsafe acts / nearmiss ( near miss ) . Problems were found in the
implementation of safety and health protection by PT Pertamina oil terminal sackcloth Bay is
due to errors or omissions workers themselves . Efforts made by PT Pertamina fuel sackcloth
Bay Terminal to overcome these obstacles is to improve supervision , training ( training ) ,
guidelines for how to work safely , to investigate accidents, conduct training K3 , and K3
provide information and outreach workers to the fullest .
Keywords : Job Protection , PT Pertamina , Terminal, fuel.

i
Pendahuluan yang terbentuk antar para pelaku dalam
Pembangunan nasional berdasarkan
proses barang dan atau jasa yang terdiri dari
Pancasila dan UUD 1945 diarahkan pada
unsur pengusaha, pekerja/buruh dan
peningkatan harkat, martabat, dan
pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai
kemampuan manusia serta kepercayaan pada
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
diri dalam rangka mewujudkan masyarakat
Republik Indonesia Tahun 1945.
yang adil dan makmur baik materil maupun
Dengan adanya konsep hubungan
spritual. Pembangunan ketenagakerjaan
Industrial tersebut dan berpedoman pada
merupakan bagian dari pembangunan
ketentuan Perundang-undangan yang ada,
nasional, dilaksanakan dalam rangka
maka pelaksanaan Hubungan Industrial
pembangunan mmasyarakat Indonesia
dalam mernberikan perlindungan pada pihak
seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat
pekerja dapat terjamin dan diharapkan para
yang sejahtera, adil, dan makmur yang
pengusaha tidak dapat lagi memperlakukan
berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
pekerja dengan tidak adil, memutuskan
Dalam melaksanakan pembangunan
hubungan kerja secara sepihak tanpa
nasional, peran serta pekerja atau buruh
memperhatikan kebutuhan para pekerja.
semakin meningkat dan seiring dengan itu
Pelanggaran terhadap pelaksanaan
perlindungan pekerja atau buruh harus
Hubungan Industrial dalam memberikan
ditingkatkan. Sebagai mana diketahui bahwa
perlindungan pada pihak pekerja berarti
hubungan industrial di Indonesia
pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
(HAM). Sebagaimana tercantum dalam
Menurut Pasal 1 angka 16, Undang-Undang
pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat
Nomor 13 Tahun 2003 tentang
yang menyebutkan bahwa salah satu tujuan
Ketenagakerjaan, pengertian hubungan
negara Indonesia adalah memajukan
Industrial adalah suatu sistem hubungan

21
kesejahteraan umum sehingga dapat tercapai menerima upah atau imbalan dengan bentuk

masyarakat yang adil dan makmur. lain”. Selain itu, untuk melindungi pekerja

Pengaturan yang berkaitan dengan pekerja yang melakukan pekerjaan ditempat kerja

diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 diatur dalam Undang-Undang Nomor 1

Pasal 27 Ayat (2) yang menyatakan : “setiap Tahun 1970 tentang keselamatan kerja,

orang berhak untuk bekerja serta mendapat (selanjutnya disebut UU keselamtan kerja).

imbalan dan perlakuan yang adil dan layak Pengertian tempat kerja dalam Pasal 1

dalam hubungan kerja” Undang-Undang keselamatan kerja adalah

Perlindungan terhadap pekerja “tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau

dimaksudkan untuk menjamin hak-hak dasar terbuka, bergerak atau tetap, diamana tenaga

pekerja/buruh dan menjamin kesamaan kerja bekerja, atau yang sering dimasuki

kesempatan serta perlakuan tanpa kerja untuk keperluan suatu usaha dan

diskriminasi atau dasar apapun untuk dimana terdapat sumber-sumber

mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh sebagaimana terperinci dalam Pasal 2,

dan keluarganya dengan tetap termasuk tempat kerja ialah semua ruangan,

memperhatikan perkembangan kemajuan lapangan, halaman, dan sekelilingnya yang

dunia usaha. Untuk melindungi pekerja, merupakan bagian yang berhubungan

presiden dengan persetujuan Dewan dengan tempat kerja tersebut”. Kaitan

Perwkilam Rakyat Republik Indonesia pekerja/buruh berdasarkan Undang-Undang

menetapkan Undang-Undang Nomor 13 Ketenagakerjaan dengan Undang-Undang

Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. keselamatan kerja adalah setiap

(Selanjutnya disebut UU Ketenagakerjaan). pekerja/buruh yang melakukan pekerjaannya

Pengertian pekerja/buruh menurut Pasal 1 ditempat kerja harus mendapatkan

angka 3 Undang-Undang Ketenagakerjaan, perlindungan keselamatan kerja.

adalah “setiap orang yang bekerja dengan

23
. b. Data sekunder
Metode penelitian
Data yang diperoleh melalui studi
1. Jenis penelitian
dokumen pada PT. Pertamina Terminal
Dalam penulisan ini, penulis
BBM Bungus Teluk Kabung yakni
mengunakan jenis penelitian yuridis
dengan mengambil salah satu kasus
sosiologis, yaitu memperhatikan
yang berhubungan dengan judul
norma hukum yang ada dan bagaimana
penelitian ini.
penerapannya dilapangan.
c. Teknik pengumpulan data
2. Sumber data
a) Studi dokumen
Penulis menggunakan sumber data
Penelitian mengumpulkan data dari
sebagai berikut :
buku-buku, peraturan perundang-
a. Data primer
undangan dan bahan bacaan yang
Sumber data primer dalam penelitian
berkaitan dengan permasalahan
ini berupa informasi yang terkait
yang diteliti.
dengan perlindungan keselamatan dan
b) Wawancara
kesehatan kerja di PT Pertamina
Peneliti melakukan wawancara
Terminal BBM Teluk Kabung.
langsung dengan pegawai dan
Responden dalam penelitian ini adalah
pihak-pihak lain yang terkait
Pegawai PT Pertamina Bungus Teluk
dengan permasalahan yang akan
Kabung dalam bidang Keselamatan
diteliti dengan cara teknik
Kesehatan Kerja (K3), Pekerja PT
wawancara yang terstruktur.
Pertamina Terminal BBM Teluk
d. Analisis data
Kabung.
Setelah data primer dan data
sekunder diperoleh selanjutnya
dilakukan analisis data yang didapat
dengan menggunakan kenyataan-

4
3
kenyataan dalam bentuk kalimat. undangan serta persyaratan lain
Terhadap suatu data yang diperoleh dari
yang berlaku.
hasil penelitian tersebut, penulis
3. Melakukan pencegahan kecelakaan,
menggunakan metode analisis secara
kualitatif yaitu uraian terhadap data yang penyakit akibat kerja,
terkumpul dengan tidak menggunakan
kebakaran/ledakan dan pencemaran
statistik berdasarkan peraturan
guna mewujudkan kondisi operasi
perundang-undangan dan pandangan
pakar. yang aman, handal dan berwawasan

lingkungan serta melakukan usaha


Hasil Penelitian dan Pembahasan
perbaikan berkelanjutan.
A. Pelaksanaan Perlindungan
4. Menetapkan, menerapakan dan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
meningkatkan pelaksanaan sistem
oleh PT. Pertamina BBM Teluk
manajemen mutu dan K3LL secara
Kabung
terpadu, yaitu salah satu dengan
a. Pelaksanaan Perlindungan keselamatan
cara pengendalian bahaya
dan kesehatan Kerja di PT.
dilingkungan kerja, yaitu dengan
Pertamina BBM Teluk Kabung.
cara merubah proses produksi,
Isi Dari Kebijakan Mutu dan K3LL Health
perubahan proses produksi/operasi
safety and Environment (HSE) PT Pertamina
sangat mungkin untuk dilakukan
Terminal BBM Teluk Kabung, S&D Region
apabila secara ekonomis memadai.
I Berkomitmen yaitu :

1. Menjamin ketersediaan produk 5. Menjunjung tinggi etika bisnis


BBM dan BKK sesuai dengan
kebutuhan pelaggan serta dan/atau etika profesi.
mengutamakan kepuasan
pelanggan. 6. Memberdayakan SDM melalui
2. Memenuhi persyaratan pelanggan,
peningkatan profesionalisme, kerja
mematuhi peraturan perundang-
sama kelompok dan kompetensinya.

5
4
7. Meningkatkan efisiensi melalui 2. Mengkoordinasikan dengan

penerapan prilaku efisiensi proses. kantor Pertamina pusat,

MUSPIDA setempat, pihak atau


8. Membangun keunggulan daya saing
instansi lain diluar Pertamina.
melalui inovasi, pemanfaatan
3. Menkoordinasikan dengan
teknologi dan strategic patnership
Region memberikan pernyataan
untuk meraih peluang bisnis yang
untuk pemberitaan Pers.
menguntungkan.
4. Memutuskan untuk memanggil
9. Menciptakan dan memelihara
bantuan dan memberi masukan
hubungan yang sehat dan harmonis
kepada General.
dengan instansi pemerintah,
b. General Commander
masyarakat di sekitar lokasi operasi
1. Melakukan komunikasi dengan
dan stakeholder lainya.
pihak eksternal dan berkoordinasi
10. Proaktif dalam menjaga
dengan Humas dari Region.
keseimbangan K3LL yang ada.
2. Mengatur jalur komuniskasi yang
11. Menetapkan dan mencapai sasaran
masuk dan keluar Puskodal
perusahaan untuk menjadi
dengan mengalokasikan.
perusahaan minyak nasional
c. Incident Commander
berkelas dunia.
1. Mengkonvensikan strategi
Tugas dan Tanggung jawab Health Safaty
menjadi taktik efektif.
and Environment (HSE) yaitu :
2. Melakukan identifikasi bahaya,
a. Deputi ERC
menetukan taktik.
1. Menetapakan kebijakan
3. Melakukan identifikasi bahaya
perusahaan dalam hal kelancaran
daya, memintak bantuan pihak
supplay.
luar jika dibutuhkan

56
d. Support Commander perlindungan keselamatan dan kesehatan

1. Memproses keadaan logistik dan kerja juga mempunyai pedoman Tata Kelola

sumber daya penanggulangan Perusahaan dalam Pelaksanaan Perlindungan

sesuai kebutuhan keadaaan keselamatan dan kesehatan kerja yang

darurat. menyatakan bahwa :

2. Menginformasikan batasan area A. Keselamatan Kerja

kepada security dan polisi sesuai Untuk menciptakan keselamatan

instruksi incident commander. kerja, Perusahaan :

e. Operration Commander a. Menaati setiap peraturan

1. Memastikan seluruh aset operasi peundang-undangan dan/atau

dalam keadaan aman. standar tentang keselamatan kerja.

2. Mengumpulkan seluruh data b. Menyediakan dan menjamin

sarana dan fasilitas operasi serta digunakan semua perlengkapan

stock. keselamatan yang sesuai dengan

3. Mengindentifikasi seluruh direct standar keselamatan kerja

losses dan possible losses akibat Perusahaan.

keadaan darura. c. Melakukan penyesuaian dan

f. ON-Scene Commander perbaikan yang terus menerus

1. Menanggulangi keadaan darurat terhadap perkembangan teknologi

yang ditemukan. keselamatan kerja.

2. Melakukan indentifikasi bahaya, d. Mengutakan tindakan yang

dan melaporkan secara detail bersifat promotif dan preventif

kepada Incident Commander. untuk mengantisipasi situasi

Selain itu, PT Pertamina Terminal BBM keadaan darurat(emergency

Teluk Kabung dalam memberikan respons plant).

76
e. Melakukan penanggulangan atas i. Melakukan pelatihan

kejadian kecelakaan, peledakan dan penanggulangan keadaan darurat

kebakara yang terjadi sesuai dengan secara berkala.

standar dan prosedur yang berlaku. B. Kesehatan Kerja

f. Melakukan penyelidikan dan Untuk mewujudkan kesehatan

penyidikan terhadap insiden lingkungan kerja yang tinggi, Perusahaan

terhadap nearmiss dan kecelakaan meningkatkan 2 (dua) aspek yang saling

yang terjadi dalam rangka mencari berinteraksi secara sinergi, yaitu aspek

fakta dan mengidentifikasi kesehatan pekerja dan aspek kondisi

penyebab kecelakaan untuk lingkungan kerja.

mencegak terjadi kecelakaan yang B. Kendala dalam Pelaksanaan

sama. Perlindungan Keselamatan dan

g. Membuat laporan atas setiap Kesehatan Kerja PT Pertamina

insiden dan kecelakaan kerja yang Terminal BBM Teluk Kabung

terjadai kepada pimpinan unit Dalam pelaksanaan perlindungan

masing-masing dan instansi keselamatan dan kesehatan kerja oleh PT

berwenang terkait dalam batas Pertamina Terminal BBM Teluk Kabung

waktu yang ditentukan. ditemukan beberapa kendala. Kendala

h. Melakukan pemeriksaan, inspeksi, tersebut yaitu :

dan evaluasi secara berkala Perbuatan berbahaya, hal ini sangat

terhadap semua sarana termasuk terkait dengan cara kerja dan sifat pekerjaan

sumber daya, peralatan dan sistem seseorang pekerja, adapun perbuatan

deteksi untuk mencapai kesiapan. berbahaya ini disebabkan karena :

a. Tingkah laku dan kebiasaan

ceroboh, terlalu berani tanpa

78
mengindahkan petunjuk dan seperti mengabaikan aspek dalam

instruksi-isntruksi mengenai perlengkapan Alat Pelindung Diri.

perlengkapan Alat Perlengkapan b. Pekerja tidak hati-hati dalam

Diri (APD). melakukan pekerjaannya, selalu

b. Mengabaikan pekerjaan, padahal menganggap sepele dengan

pekerjaan yang dilakukan pekerjaannya. Misalnya tidak

merupakan rutinitas. memakai sarung tangan dan alat-

c. Tidak mengerti dengan pekerjaan alat pelindung diri lainya. Padahal,

yang dilakukannya. dalam melakukan pekerjaannya

d. Pengetahuan dan keterampilan pekerja harus mengutamakan

yang tidak sesuai dengan keselamatan dirinya sendiri.

pekerjaannya. C. Upaya untuk Mengatasi Kendala

e. Keadaan fisik dan mental yang dalam Pelaksanaan Perlindungan

belum siap untuk melakukan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

tugas-tugasnya. oleh PT Pertamina Terminal BBM

Selain beberapa faktor diatas, juga Teluk Kabung

Terdapat beberapa hal-hal lain yang Berdasarkan kendala-kendala yang ada

menajadi kendala dalam pelaksanaan dalam pelaksanaan Perlindungan

perlindungan Keselamatan dan Kesehatan keselamatan dan kesehatan kerja oleh PT

Kerja, yaitu : Pertamina Terminal BBM Teluk Kabung,

a. Pekerjaan tidak memperhatikan upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan

tentang prosedur dan tata cara kendala tersebut adalah sebagai berikut :

kerja yang aman dalam 1. Meningkatkan pengawasan yang

melakukan pekerjaannya, yaitu dilakukan oleh manajemen.

98
Pengawasan ini diartikan semua aspek keselamatan kerja

sebagai fungsi manajemen yaitu telah diimplementasikan sebelum

perencanaan, pengorganisasian pada saat aktifitas pekerjaan

kepemimpinan dan pengawasan. dilakasanakan.

Partisipasi aktif manajemen sangat 4. Melakukan penyelidikan


kecelakaan kerja.
menentukan keberhasilan usaha
5. Melakukan pembinaan K3
pencegahan terjadinya kecelakaan
Pembinaan merupakan salah
kerja.
satu faktor penting dalam upaya
2. Memberikan pelatihan (training)
peningkatan sumber daya manusia
keselamatan dan kesehatan kerja
dan usaha pengembangan
kepada setiap pekerja.
pengetahuan dan keterampilan serta
Pelatihan keselamatan dan
sikap pekerja di dalam mencapai
kesehatan kerja ini dimaksudkan
tujuan perusahaan secara
untuk memberikan pengetahuan
berdayaguna
praktis kepada setiap pekerja agar
6. Memberikan informasi dan
mereka dapat memahami dengan
sosialisasi K3 kepada pekerja secara
baik berbagai prosedur K3 dan
maksimal. Antara lain :
mampu melaksanakannya dengan
a. Memasang gambar-gambar/
terampil.
poster-poster berupa informasi
3. Memberikan pedoman cara kerja
keselamatan dan kesehatan kerja
aman
di tempat kerja.
Cara kerja aman adalah
b. Memasang aturan perundang-
pedoman yang digunakan terhadap
undangan keselamatan dan
seluruh kegiatan dan lingkungan
kesehatan kerja disetiap tempat
diarea pekerjaan untuk menjamin
kerja.

9
10
c. Mengadakan seminar- Kerja Pada Pemurnian dan
seminar/workshoop yang
berkaitan dengan keselamatan Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi.
dan kesehatan kerja..
Hal ini terlihat dengan adanya
Dengan dilakukannya upaya-
bagian khusus yang mengenai
upaya untuk mengatasi kendala
tentang keselamatan dan kesehatan
pelaksanaan perlindungan
kerja yaitu bagian Health Safety
keselamatan dan kesehatan kerja
and Environtment (HSE). Health
tersebut, diharapkan perlindungan
Safety and Environtment (HSE)
keselamatan dan kesehatan kerja
memiliki komitmen untuk tidak
oleh PT Pertamina Terminal BBM
terjadi kecelakaan dan penyakit
Teluk Kabung dapat berjalaan
akibat kerja. Dengan selalu
sebagaimana mestinya.
mengutamakan aspek keselamtan
A. Simpulan
dan kesehatan kerja pada setiap
Berdasarkan hasil penelitian yang
aktifitas. Akan tetapi pada
penulis lakukan di PT Pertamina Terminal
kenyataan masih terjadi kecelakaan
BBM Teluk Kabung, maka dapat ditarik
atau nearmiss (hampir celaka) yang
kesimpulan sebagai berikut :
terjadi terhadap pekerja PT
1. Pelaksanaan perlindungan
Pertamina disebabkan oleh
keselamatan dan kesehatan kerja
kelalaian dan kecerobohan pekerja
oleh PT Pertamina Terminal BBM
sendiri.
Teluk Kabung terhadap pekerjanya
2. Kendala yang dihadapi dalam
sudah mengacu kepada Undang-
pelaksanaan perlindungan
Undang Keternagakerjaan, Undang-
keselamatan dan kesehatan kerja
Undang Keselamatan, dan
oleh PT Pertamina Terminal BBM
Peraturan Pemerintah Nomor 11
Teluk Kabung adalah sebagian
Tahun 1979 Tentang Keselamatan

1110
00
00
besar disebabkan oleh para pekerja `DAFTAR PUSTAKA

yang mengabaikan aspek A. Buku

keselamatan dalam APD (Alat Abdul Khakim. 2003. Hukum


ketenagakerjaan Berdasarkan
Perlengkapan Diri). Selain itu, Undang-Undang Nomor 13 Tahun
2003. Bandung: PT Citra Aditya
kendala yang dihadapi juga Bakti.

berkaitan dengan kondisi yang Andrian Sutedi. 2009. Hukum Perburuhan.


Jakarta: Sinar Grafika Offset.
berbahaya.
G. Kartasapoetra dan Rience G.
3. Upaya-upaya yang dilakukan PT Widianingsih. 1982. Pokok-Pokok
Hukum Perburuhan. Bandung:
Pertamina Terminal BBM Teluk Armico.

Kabung untuk mengatasi kendala Imam Soepomo. 2003, Pengantar Hukum

tersebut adalah meningkatkan Perburuhan, Jakarta: Djambatan.

pengawasan, memberikan pelatihan


Lalu Husni. 2010. Dasar-Dasar Hukum
Perburuhan. Jakarta: PT
(training), pedoman cara kerja
RajaGrafindo Persada.
aman, melakukan penyelidikan
_________. 2000. Pengantar Hukum
Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta:
kecelakaan kerja, melaku
PT RajaGrafindo Persada.
pembinaan K3 (Keselamatan dan
Ramdlon Naning. 1983. Peragkat Hukum
Hubungan Perburuhan (Industrial)
Kesehatan Kerja) dan memberikan
Pancasila, Jakarta: Ghalia Indonesia.
informasi dan sosialisasi K3
Rianto Adi. 2004. Metodologi Penelitian
Sosial dan Hukum. Jakarta: Granit.
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

kepada pekerja secara maksimal, Ridwan HR. 2011. Hukum Administrasi


Negara. Jakarta: PT RajaGrafindo
agar pelaksanaan perlindungan Persda.

keselamatan dan kesehatan kerja Zaeni Asyhadie. 2007. Hukum Kerja:Hukum


Ketenagakerjaan Bidang Hubungan
berjalan sebagaimana mestinya. Kerja. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.

B. Peraturan Perundang-undangan

11
12
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970


Tentang Keselamatan kerja. 12

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003


Tentang Ketenagakerjaan.

Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 1979


Tentang Keselamatan Kerja Pada
Pemurnian dan Pengelolaan Minyak
dan Gas Bumi.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor :


PER. 05/MEN/1996 Tentang Sistem
Manajemen Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja.

C. Sumber Lain

Retno Setio Rini, Pengertian Perlindungan


Hukum, http ://www.edukasian a.net
/2011/02/ pengertian – perlindungan–
hukum.html diakses Tanggal l8
oktober 2013, pada pukul 23.30 WIB
Ridwan Max Sijabat (30 Mei 2012). "Askes,
Jamsostek asked to prepare
transformation".http://id.wikipedia.or
g/wiki/Badan_Penyelenggara_Jamina
n_Sosial diakses Tanggal 27 februari
2014, pada pukul 17:09 Wib.
Fiki Ariyanti (7 Maret 2013). "Persiapan
Pelaksanaan BPJS, Askes dan
JamsostekKonsolidasi".Liputan6.com
.http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_P
enyelenggara_Jaminan_Sosial
diakses Tanggal 27 februari 2014,
pada pukul 17 : 09 Wib.

12
13