Sei sulla pagina 1di 16

PELAKSANAAN PERCEPATAN PENDAFTARAN TANAH

SISTEMATIK LENGKAP (PTSL) DI KOTA SURABAYA


(STUDI KASUS KELURAHAN SEMEMI)
Implementation of Accelerated CompleteSystematic Land Registration (PTSL)
in Surabaya(case study on Kelurahan Sememi)

Isa Anshari Arif


Fakultas Hukum Universitas Narotama
Jl. Arif Rahman Hakim 51, Surabaya – Jawa Timur
Email : iceisa2@gmail.com

Abstract

This study aims to determine whether PTSL implementation in Sememi Village,


Surabaya is in accordance with Minister of Agrarian and Spatial Planning/Head of State
Land Agency number 1 Year 2017 concerning the Acceleration of the Implementation of
Complete Systematic Land Registration (PTSL) and if there are obstacles in the
implementation in the field, then in this writing traced what these obstacles are and how they
are resolved.
PTSL is a government program to accelerate land registration for land objects that
have not been registered in the entire territory of the Republic of Indonesia with the aim of
making a complete map of the land of the Republic of Indonesia. The research method used
was Statue-Empiric by comparing the legal regulations related to PTSL and their
implementation in the field, especially in the Kelurahan Sememi, Surabaya. The results of
this study are (1) the implementation of the PTSL program in the city of Surabaya with
reference to the implementation of the Kelurahan Sememi, Surabaya according to the
Minister of Agrarian Number 12 of 2017 concerning the PTSL adjustments during
implementation in order to meet the predetermined number and time targets, (2) constraints
encountered at the time of implementation are: a) lack of number of implementing officers
and limited equipment and equipment that are less updated; b) incomplete information on
land, especially related to absentee land, boundaries of land and abandoned land; c)
socialization of PTSL programs that are less than optimal; d) land documents; e) land tax.
Completion of the above obstacles can be done through: a) mature program planning;
b) cooperation between the land office and the private sector for the addition of executive
officer personnel and the budget for equipment; c) identification of absentee land, and
abandoned land and the application of the principle of contradictory delimitation properly;
d) counseling about the completeness of documents; e) application for a zero percent tax rate
or tax amnesty

Keywords: Land Registeration; Complete Systematic Land Registration; PTSL; PTSL


Surabaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan PTSL di Kelurahan


Sememi, Surabaya telah sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Negara nomor 1 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran
Tanah Sistematis Lengkap dan apabila terdapat hambatan dalam pelaksanaan di lapangan,

1
maka dalam penulisan ini ditelusuri apakah hambatan tersebut dan bagaimana
penyelesaiannya,
PTSL adalah program pemerintah untuk melakukan percepatan pendaftaran tanah
terhadap objek tanah yang belum terdaftar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia dengan tujuan untuk membuat suatu peta bidang tanah Republik Indonesia yang
lengkap. Metode penelitian yang digunakan adalah Statue-Empiric yakni dengan
membandingkan peraturan-peraturan hukum terkait PTSL dan pelaksanaannya di lapangan,
khususnya di wilayah Kelurahan Sememi, Surabaya. Hasil dari penelitian ini adalah (1)
pelaksanaan program PTSL di kota Surabaya dengan mengacu pada pelaksanaan di
Kelurahan Sememi, Surabaya telah disesuaikan dengan Permen Agraria No.r 12 Tahun 2017
tentang Percepatan PTSL dengan penyesuaian-penyesuaian saat pelaksanaannya agar
memenuhi target jumlah dan waktu yang telah ditetapkan, (2) kendala yang ditemui pada saat
pelaksanaan adalah: a) kurangnya jumlah petugas pelaksana dan terbatasnya peralatan serta
peralatan yang kurang update; b) ketidaklengkapan informasi tanah, terutama terkait dengan
tanah absentee, batas tanah dan tanah terlantar; c) sosialisasi program PTSL yang kurang
maksimal; d) surat-surat tanah; e) pajak tanah .
Penyelesaian hambatan di atas dapat dilakukan melalui: a) perencanaan program yang
matang; b) kerja sama kantor pertanahan dengan pihak swasta untuk penambahan personel
petugas pelaksana dan anggaran untuk peralatan; c) identifikasi tanah absentee, dan tanah
terlanta dan penerapan asas kontradiktur delimitasi dengan baik; d) penyuluhan tentang
kelengkapan dokumen; e) permohonan tarif pajak nol persen atau pengampunan pajak

Kata kunci : Pensertifikatan Massal; Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap; PTSL;


PTSL Surabaya

I. PENDAHULUAN daya alam lainnya secara bijaksana.2 Hal


1.1 Permasalahan: Latar Belakang dan tersebut menunjukkan bahwa
Rumusan Masalah keterkaitan antara tanah dan manusia
Negara Indonesia adalah negara sangat kuat.
yang mempunyai wilayah tanah yang luas Untuk mewujudkan suatu
dan terbagi dalam pulau-pulau serta kesejahteraan umum dan keadilan sosial
memiliki hasil melimpah yang diperoleh sesuai dengan tujuan bangsa maka
dari pengelolaan tanah, baik yang berasal dilaksanakan suatu pembangunan nasional
dari atas tanah maupun yang diperoleh dan salah satu faktor terlaksananya
dari dalam tanah, contohnya adalah hasil pembangunan adalah legalitas tanah
bumi dan barang tambang. Dalam konteks karena adanya kepastian hukum terhadap
pertanahan, tanah adalah daratan tempat kepemilikan tanah, yang merupakan
manusia berdiri, bertempat tinggal, tempat dilakukan pembangunan. Dan
beraktivitas sehingga terdapat masyarakat bisa lebih produktif dan
ketergantungan yang tinggi terhadap sejahtera jika lahan tanah yang
tanah.1 Dan peradaban bangsa juga dapat dimilikinya telah memiliki kepastian
ditentukan oleh keberadaan tanah itu, hukum. Indonesia adalah negara yang
peradaban itu akan berlangsung
kebesarannya selama rakyat bangsa itu
mampu menggunakan tanah dan sumber 2
Soedjarwo Soemihardjo, Mengkritisi
Undang-Undang Pokok Agraria, Meretas
1
M.P. Siahan, Bea Perolehan Hak Atas Jalan Menuju Penataan Kembali Politik
Tanah dan Bangunan, Rajawali Pers, Jakarta, Agraria Nasional, Cerdas Pustaka, Jakarta,
2003, hlm. 1. 2009, hlm. 105.

2
menjamin hak hukum warga negaranya,3 satunya menyatakan bahwa sampai
termasuk dalam hal ini hak tentang dengan tahun 2017, tanah yang telah
kepastian hukum dan dalam konteks didaftar berjumlah kurang lebih 18 juta
pertanahan, masyarakat dijamin haknya bidang tanah dengan total keseluruhan
untuk memperoleh kepastian hukum diperkirakan 75 juta. Perlu dilakukan
terhadap status tanahnya. suatu langkah percepatan dalam
Harga ekonomis tanah yang pendaftaran tanah guna mengejar
semakin lama semakin tinggi prosentase jumlah bidang tanah belum
menimbulkan resiko konflik atau terdaftar, yang masih kurang di bawah
pelanggaran hukum untuk 50% pada tahun 2017.
memperolehnya, untuk itu maka Salah satu cara yang ditempuh oleh
dibutuhkan suatu kepastian hukum kepada Pemerintah adalah membuat program
pemiliknya agar terhindarkan dari percepatan untuk Pendaftaran Tanah yang
pelanggaran yang dapat dilakukan oleh Sistematis dan Lengkap.6 Program ini
masyarakat ataupun penegak hukum adalah program percepatan untuk
kepadanya dengan tujuan untuk memiliki pendaftaran tanah untuk tanah-tanah yang
tanah tersebut. Oleh karena itu harus ada belum terdaftar di wilayah desa/kelurahan.
norma hukum yang dapat dipergunakan Obyek program ini adalah seluruh bidang
negara untuk mengatur penguasaan tanah. tanah yang belum terdaftar sehingga hasil
Untuk itu Pemerintah bersama DPR akhirnya adalah suatu peta tanah yang
membuat Undang-Undang Pokok agraria. lengkap, Melalui PTSL diharapkan dapat
Undang Undang tersebut menyatakan membantu warga negara untuk segera
bahwa untuk memberikan kepastian memperoleh hak resmi atas tanah sebagai
hukum tentang kepemilikan tanah maka bukti kepemilikan sah.
Pemerintah mengadakan pendaftaran Apabila dikaitkan dengan persoalan
tanah.4 tanah di Kota Surabaya yang merupakan
Tujuan pemerintah melakukan Ibukota Provinsi Jawa Timur dan kota
kegiatan pendaftaran dan penerbitan terbesar kedua di Indonesia, legalitas
sertipikat tanah semata-mata adalah untuk tanah sangat penting karena program
pemberian kepastian hukum kepada pembangunan pemerintah daerah kota
warganya atas kepemilikan tanahnya. Dan Surabaya sangat terkait dengan
untuk itu Pemerintah berkewajiban untuk keberadaan tanah, dan seringkali timbul
melakukan kegiatan pendaftaran tanah sengketa atau konflik. Besarnya potensi
dengan tujuan penerbitan sertipikat tanah konflik atas tanah di Kota Surabaya
sebagai wujud kepastian hukum.5 karena semakin mahalnya harga tanah di
Hasil evaluasi Bank Dunia Kota Surabaya baik di tengah maupun di
mengenai pertanahan di Indonesia, salah bagian pinggiran kota sehingga sangat
menguntungkan apabila ditransaksikan.
Dan tanah yang dapat ditransaksikan
3
Boedi Harsono. Hukum Agraria adalah tanah yang telah terdaftar resmi di
Indonesia: Himpunan Peraturan-Peraturan Badan Pertanahan Nasional atau telah
Hukum Tanah, Djambatan, Jakarta, 2008. hlm. mempunyai sertipikat tanah.
14
4
F.X. Sumarja, Hukum Pendaftaran
Tanah Edisi Revisi, Penerbit Universitas
6
Lampung Bandar Lampung, 2015, hlm.17 Peraturan Menteri Agraria dan Tata
5
F.X. Sumarja, Problematika Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
Kepemilikan Tanah Bagi Orang Asing, Nomor 1 Tahun 2017 tentang Percepatan
Indepth Publising, Bandar Lampung, 2012, Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis
hlm.9-10 Lengkap (PTSL)

3
Kelurahan Sememi adalah salah Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran
satu kelurahan yang memperoleh fasilitas Tanah Sistematis.
pendaftaran tanah gratis di bawah program 2. Hambatan yang dihadapi atas
PTSL yang dicanangkan oleh ATR/BPN I Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Surabaya. Hasil pelaksanaan PTSL di Ruang/Kepala Badan Pertanahan
tahun 2017, warga Sememi memperoleh Nasional No. I Tahun 2017 tentang
3.035 sertipikat dari total sertipikat yang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran
diterbitkan kantor pertanahan.7 Kelurahan Tanah Sistematis dan solusinya.
Sememi mempunyai wilayah seluas 4,11
km2 8 dengan jumlah sertipikat tanah II. PELAKSANAAN PENDAFTARAN
masih dibawah 50%. Warga selama ini TANAH SISTEMATIS LENGKAP
melakukan pendaftaran tanah apabila ada (PTSL) DI KOTA SURABAYA
berita yang diinformasikan oleh pejabat (KELURAHAN SEMEMI)
Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga 2.1 Pendaftaran Tanah Sistematis
(RW) atau bahkan ada yang tidak tahu Lengkap (PTSL)
sama sekali mengenai apa itu sertipikat Beberapa program pendaftaran
dan fungsinya. tanah secara sistematis telah dilaksanakan
Berdasarkan permasalahan di atas, oleh Pemerintah Republik Indonesia dan
Penulis tertarik untuk mengetahui salah satunya dan yang paling terakhir
bagaimana pelaksanaan program adalah Pendaftaran Tanah Sistematis
pendaftaran tanah yang sistematis dan Lengkap (PTSL), dimana PTSL adalah
lengkap tersebut serta mengetahui kegiatan pendaftaran tanah yang
hambatan dan masalah yang terjadi di dilakukan secara serentak untuk pertama
lapangan. Oleh karena itu Penulis kalinya oleh Pemerintah yang meliputi
melakukan penelitan untuk bahan semua bidang tanah yang belum didaftar
penyusunan skripsi dengan judul: dalam satu wilayah desa atau kelurahan
“Pelaksanaan Pendaftaran Tanah atau daerah lainnya yang setingkat.
Sistematis Lengkap (PTSL) di Kota Objek PTSL meliputi seluruh
Surabaya (Studi Kasus Kelurahan bidang tanah tanpa terkecuali, baik yang
Sememi)”. belum terdaftar maupun yang telah
Rumusan masalah dalam penelitian terdaftar tetapi belum terpetakan.
ini adalah: Pelaksanaan PTSL ini dilaksanakan untuk
1. Pelaksanaan PTSL di kelurahan semua bidang tanah di desa demi desa dan
Sememi, Surabaya, telah sesuai kelurahan demi kelurahan diwilayah
dengan Peraturan Menteri Agraria dan kabupaten dan kelurahan demi kelurahan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan diwilayah perkotaan.
Nasional No. I Tahun 2017 tentang Tujuan dari program PTSL ini
adalah mempercepat pemberian kepastian
hukum dan perlindungan hukum dalam
pertanahan secara pasti, sederhana, cepat,
7
lancar, aman, adil, merata dan terbuka
http://surabaya.tribunnews.com/2018/02/07/ta serta akuntabel, sehingga mampu
hun-ini-bpn-1-surabaya-gratiskan-20000- mengurangi dan mencegah resiko
sertifikat-tanah-untuk-20-kelurahan, diakses terjadinya sengketa dan konflik
pada tanggal 27 September 2018.
8 pertanahan sehingga mampu
meningkatkan kesejahteraan dan
https://surabayakota.bps.go.id/statictable/2018/
01/30/581/luas-wilayah-kota-surabaya- kemakmuran masyarakat dan ekonomi
menurut-kelurahan-2016-.html, diakses pada Negara.
tanggal 27 September 2018.

4
Perbedaan PTSL dengan program jumlah peserta per masing-masing RW
pendaftaran tanah lainnya, contohnya adalah sebagai berikut: (1) RW 01: 300
Program Nasional Agraria (Prona), KK, (2) RW 02 : 340 KK, (3) RW 03 :
adalah: (1) PTSL pendataan tanah 280 KK, (4) RW 04 : 330 KK, (5) RW 05
dilakukan terpusat hanya pada satu desa : 315 KK, (6) RW 06 : 375 KK, RW 07 :
saja yang penunjukannya dilewatkan 290 KK dan RW 08 : 270 KK.
anggaran daerah, gratis, dan untuk semua Pelaksanaan PTSL oleh petugas
bidang tanah diajukan secara serentak PTSL adalah sebagai berikut:
dimana tujuan akhirnya adalah pemberian 1. Penyuluhan dari petugas BPN
sertipikat gratis secara langsung kepada Penyuluhan PTSL dilakukan
pemegang hak, sedangkan (2) Prona oleh petugas BPN bersama dengan
memberikan anggaran dan pendataan Lurah Sememi dan aparatnya di
dapat lebih dari satu desa dan dilakukan Kantor Kelurahan Sememi. Salah satu
secara serentak dengan tidak semua tujuan diadakan penyuluhan adalah
bidang tanah dapat diuruskan pendaftaran untuk memberikan informasi yang
tanahnya secara bersamaan. Tujuan akhir seluas-luasnya tentang PTSL kepada
Prona adalah sertipikat dimana untuk warga. Sehingga warga mengerti
pengambilannya maka masyarakat tentang haknya untuk memperoleh
mengurus sendiri ke kantor BPN9. kepastian hukum terhadap tanah yang
2.2 Pelaksanaan PTSL di Surabaya dimiliki.
(Kelurahan Sememi) Pelaksanaan kegiatan
PTSL di Surabaya menjadi penyuluhan dimulai dengan
kewenangan masing-masing Kepala pembukaan oleh Bapak Lurah
ATR/BPN I dan II Surabaya yang wilayah Sememi mengenai program PTSL
kerjanya masing-masing meliputi secara singkat dan dilanjutkan dengan
Surabaya Barat dan Selatan serta Surabaya pemberian materi mengenai program
Utara dan Timur. Sehingga urusan target PTSL oleh petugas BPN. Warga
dan penetapan lokasi PTSL diserahkan antusias dengan program ini terbukti
kepada masing-masing kepala tersebut. dengan banyaknya pertanyaan yang
Lokasi penelitian ini berada di dalam disampaikan kepada petugas
wilayah kantor ATR/BPN I Surabaya penyampai materi.
yaitu Kelurahan Sememi. 2. Pengumpulan data yuridis dan fisik
Peserta PTSL Berdasarkan data Kegiatan dilakukan oleh tim
yang diperoleh dari Kelurahan Sememi, Satgas yang telah dibentuk
bahwa peserta PTSL adalah 2.500 jiwa sebelumnya, terdiri dari petugas BPN
dengan luas bidang tanah seluas kurang dan warga yang dikoordinir oleh RT
lebih 450 km2. Proses pendaftaran tanah dan RW setempat. Kegiatan itu berupa
di Kelurahan Sememi sudah dilakukan pengumpulan data yuridis, melalui
sejak tahun 2017 dimana pada saat itu pengisian formulir-formulis yang
total sertipikat tanah yang dibagikan oleh berisi tentang invetarisasi tanah dan
BPN I Surabaya mencapai 3.035 identitas pemiliknya, sehingga
sertipikat. diperoleh secara data tentang calon
Pada tahun 2018, sebanyak 8 RW peserta PTSL.
yang mengikuti kegiatan PTSL dengan Bersamaan itu pula, dilakukan
kegiatan pemetaan partisipatif oleh
9 Satgas Fisik untuk seluruh bidang
https://kanalindonesia.com/35582/2018/01/30/ tanah di Kelurahan Sememi.
ptsl-beda-dengan-prona-ini-perbedaannya/ Kemudian data fisik tersebut
diakses pada tanggal 3 Oktober 2018. disandingkan dengan data yuridis

5
guna pembuatan daftar lengkap Surabaya dengan menggunakan
tentang calon peserta PTSL. aplikasi Komputerisasi Kegiatan
3. Penelitian dan seleksi peserta PTSL Pertanahan (KKP). Data yang
Daftar calon peserta PTSL diproses adalah data yang diperoleh
beserta formulir pengisian tentang dari proses pendaftaran sampai
tanah dan pemilik kemudian diteliti dengan pengesahan dari
oleh petugas BPN dibandingkan pengumuman.
dengan daftar tanah/girik di Kelurahan Data kemudian dianalisa oleh
Sememi. Bagi warga yang telah sesuai Panitian Ajudikasi PTSL, utamanya
datanya dianggap memenuhi tentang keabsahan data kepemilikan
persyaratan sebagai peserta PTSL dan tanah obyek PTSL dengan pemiliknya
selanjutnya ditetapkan sebagai peserta untuk menghindari risiko terbit
kegiatan PTSL. sertipikat ganda atas satu lahan tanah.
4. Pengukuran bidang tanah 7. Penerbitan/penyelesaian akhir
Pengukuran bidang tanah sertipikat
dilakukan oleh petugas BPN dengan Kegiatan ini terdiri dari:
cara manual dengan dibantu dengan a. Panitia Ajudikasi PTSL kemudian
Peta Dasar Pendaftaran Data Mentah, mengumumkan data tanah obyek
Foto Udara, Alat Ukur TS (Total PTSL yang telah tervalidasi dan
Station), dan GPS Geodetik. selanjutnya membuat Surat
Hasil dari pengukuran tersebut Keputusan Penetapan Hak atas
kemudian disesuaikan dengan data tanah. Selanjutnya ketua Panitia
yang telah diverifikasi oleh petugas Ajudikasi PTSL menandatangani
PTSL. Untuk data yang sesuai maka surat keputusan tersebut.
langkah selanjutnya dimasukkan ke b. Panitia Ajudikasi menerbitkan
dalam daftar warga yang akan Surat Keputusan Pemberian Hak
diterbitkan sertipikatnya sedangkan bagi peserta PTSL dan
yang tidak sesuai akan dikembalikan selanjutnya warga membayar
lagi datanya ke kelurahan. BPHTB dan bukti pembayaran
5. Pengumuman tersebut ditunjukkan pada saat
Hasil pemeriksaan yang pendaftaran hak. Untuk BPHTB
menunjukkan bahwa tanah tersebut yang telah terbayarkan maka
dapat dibukukan dan proses pendaftarannya dilanjutkan
atau/diterbitkannya Sertipikat dengan penerbitan sertipikat.
terhadap satu bidang tanah kemudian Warga peserta PTSL yang belum
diumumkan dalam papan mampu membayar BPHTB maka
pengumuman kelurahan selama 14 pembayaran dapat diangsur.
hari dengan tujuan untuk diketahui c. Panitia Ajudikasi PTSL di bidang
warga dan memberi kesempatan yuridis menyiapkan dan mencetak
kepada pihak-pihak tertentu yang Sertipikat dan untuk
keberatan terhadap bidang tanah yang ditandatangani oleh Kepala
diumumkan tersebut. Kantor BPN.
Apabila melewati 14 hari tidak d. Proses PTSL diakhiri dengan
terjadi keberatan dari penduduk atau buku Sertipikat Tanah oleh BPN.
pihak lain maka pengumuman tersebut 8. Penyerahan sertipikat
disahkan sebagai data PTSL. Penyerahan sertipikat
6. Pengolahan data dilaksanakan di kantor kelurahan
Pengolahan data PTSL secara serentak dan dihadiri oleh
dilakukan di kantor ATR/BPN I petugas BPN dan para calon penerima

6
sertipikat. Pada tahun 2018, Presiden 3.1 Gambaran Umum Kota Surabaya
Republik Indonesiamenyerahkan buku Letak geografis kota Surabaya
Sertipikat Tanah kepada warga berada antara 07˚09`00“ – 07˚21`00“
masyarakat secara langsung. Lintang Selatan dan 112˚36`- 112˚54`
2.3 Evaluasi Pelaksanaan PTSL di Bujur Timur dan luas wilayah kota
Surabaya (Kelurahan Sememi) Surabaya terdiri dari daratan seluas
Berdasarkan evaluasi atas 350,54 km² dan lautan seluas 190,39 km²
pelaksanaan PTSL di Surabaya Batas wilayah sebagai berikut:
(Kelurahan Sememi,) diperoleh hasil 1. Utara : Selat Madura
bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut telah 2. Timur : Selat Madura
disesuaikan dengan aturan yang 3. Barat : Kabupaten Gresik
mendasarinya, akan tetapi perlu 4. Selatan : Kabupaten Sidoarjo
penyesuaian untuk pelaksanakannya, Berdasarkan data kependudukan,
karena banyak permasalahan yang terjadi kota Surabaya mempunyai 31 kecamatan
di lapangan, terutama menyangkut teknis. dan 163 Kelurahan. jumlah penduduk
Sehingga seringkali petugas pelaksana yang tercatat pada tahun 2018 sebanyak
PTSL harus melakukan programnya 2.892.200 jiwa sehingga kepadatan
secara paralel atau terpaksa melewati atau penduduk Kota Surabaya adalah 7.890
mengganti langkah pelaksanaan agar jiwa per km2.
tujuan akhir pendaftaran tanah dapat Kota Surabaya mempunyai
tercapai. Untuk mengetahuinya dapat keunggulan ekonomis dibandingkan
dilihat dari hasil jawaban pertanyaan yang dengan daerah lain yakni: (1) Letaknya
diajukan kepada Pelaksana PTSL di tabel yang berada hampir di tengah wilayah
1 tentang pertanyaan dan jawaban Indonesia dan tepat di selatan Asia
pertanyaan di bab III. menjadikannya sebagai salah satu faktor
Jika dibandingkan antara hasil penting bagi kegiatan perdagangan di Asia
dengan target, maka untuk sampai dengan Tenggara; (2) Pusat kegiatan ekonomi,
akhir tahun 2018, hasil yang diperoleh keuangan, dan bisnis di daerah Jawa
oleh BPN belum sesuai dengan target Timur dan sekitarnya; (3) Barometer
sehingga harus diperlukan kerja yang ekonomi untuk wilayah-wilayah di Jawa
ekstra keras guna mencapai tujuan di akhir Tengah, Kalimantan, dan kawasan
periode PTSL, hanya Kelurahan Sememi Indonesia Timur; (4) Kota pelabuhan
di wilayah kantor ATR/BPN I Surabaya terbesar kedua di Indonesia.
yang dapat mencapai target penerbitan Industri-industri yang berada di
sertipikat sampai akhir bulan Desember Kota Surabaya antara lain adalah galangan
2018 yakni sebanyak 2.500 sertipikat. kapal, alat-alat berat, pengolahan makanan
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dan agrikultur, elektronik, perabotan
program PTSL di Kota Surabaya belum rumah tangga, serta kerajinan tangan,
dapat berjalan secara maksimal karena sedangkan mata pencaharian warganya
harus dilakukan penyesuaian terhadap adalah kurang lebih 60% bergerak dalam
kendala teknis yang menyangkut obyek bidang jasa, industri, dan perdagangan dan
PTSL dan petugas PTSL. sisanya terdiri dari karyawan dan pegawai
negeri.
III. HAMBATAN DAN Dengan kemampuan ekonomis
PENYELESAIAN ATAS tersebut, layak disebut Kota Surabaya
PELAKSANAAN PENDAFTARAN mempunyai potensi untuk menjadi kota
TANAH SISTEMATIS LENGKAP yang maju di bidang perekonomian di
(PTSL) DI KOTA SURABAYA Indonesia.
(KELURAHAN SEMEMI)

7
3.2 Gambaran Umum Kelurahan No. Pertanyaan Jawaban
1 Apakah yang menjadi Hal utama yang menjadi
Sememi kendala dalam kendala dalam
Kelurahan Sememi merupakan salah pelaksanaan kegiatan pelaksanaan program
satu wilyah kelurahan dari Kecamatan PTSL? adalah kurang
a. Kurangnya data lengkapnya informasi
Benowo,10 data resmi kelurahan b. Partisipasi warga mengenai tanah yang
menunjukkan bahwa luas wilayah sebesar c. Dukungan didaftarkan, terutama
4,1185 km2 dengan jumlah penduduk pemerintah tentang riwayat tanah
d. Lainnya dan batas-batas tanah.
sebanyak 33.852 Jiwa.11 2 Masalah apa yang Masalah yang sering
Batas wilayah Kelurahan Sememi sering ditemukan ditemukan adalah bukti
adalah sebagai berikut: pada saat kepemilikan yang
pelaksanaan PTSL? kurang jelas dan batas-
Letak Kelurahan Kecamatan a. Tanda batas batas tanah yang
Sebelah Tambak Benowo b. Bukti dimiliki.
utara Osowilangun kepemilikan
Sebelah Desa Menganti, c. Lokasi tidak
ditemukan
selatan Pengalangan Kab. Gresik d. Sengketa
Sebelah Babatjerawat Pakal e. Lainnya
barat 3 Bagaimana sambutan Sambutan masyarakat
Sebelah Klakahrejo Benowo masyarakat terhadap dalam program ini,
kegiatan PTSL? sebagian besar, cukup
Timur antusias untuk
menyukseskan
Mata pencaharian penduduk pelaksanaan program.
4 Bagaimana Masyarakat merasa
Kelurahan Sememi sebagian besar adalah tanggapan sudah berulang kali
petani tanah tambak, tanah sawah dan masyarakat terhadap menerima penyuluhan
tegalan/kebun. petugas dari BPN tentang pendaftaran
pada saat tanah akan tetapi
memberikan hasinya sampai dengan
3.3 HAMBATAN PELAKSANAAN penyuluhan tentang saat ini masih belum
kegiatan PTSL? memenuhi ekspektasi
PTSL DI KELURAHAN SEMEMI mereka.
Berdasarkan hasil penelitian atas 5 Jika terjadi masalah Petugas pelaksana
pelaksanaan PTSL di Kelurahan Sememi, pada saat berkoordinasi dengan
pelaksanaan di aparat kelurahan dan
Kecamatan Benowo, Kota Surabaya lapangan, bagaimana warga setempat umtuk
terdapat hambatan sebagai berikut: solusinya? memberikan
a. Hasil Wawancara penyelesaian.
6 Apakah kegiatan Kegiatan PTSL sangat
Untuk memperoleh hasil penelitian PTSL dapat membantu masyarakat
maka dilakukan wawancara dengan membantu karena dapat
Petugas Pelaksana PTSL dan warga masyarakat? memastikan bidang
tanah yang sudah ada
Peserta PTSL. Berikut ini adalah tabel memperoleh sertifikat
rangkuman jawaban dari wawancara kepemilikan dan dapat
memastikan seluruh
tentang PTSL: bidang tanah di
kelurahan bisa
Tabel 1 : Pertanyaan dan Jawaban teridentifikasi.
7 Bagaimana Untuk tanah yang telah
pertanyaan Pelaksana PTSL penjelasan Anda bersertifikat disarankan
kepada masyarakat untuk dipetakan melalui
mengenai kegiatan penyerahan sertifikat
pengukuran/pemetaa asli/fotokopi guna
10
Pembentukan Kecamatan Benowo n/survey ulang dicantumkan koordinat-
didasarkan pada Pasal 15 Peraturan terhadap pemilik koordinatnya.
tanah yang telah
Pemerintah Republik Indonesia No. 28 Tahun memiliki sertifikat?
1982 tentang Pembentukan Kecamatan Di 8 Apakah Anda merasa Kegiatan PTSL diawasi
Kotamadya Surabaya. bahwa kegiatan langsung oleh Negara
11 PTSL dapat oleh karena itu
Laporan Kependudukan
dijalankan dengan pelaksanaannya harus
Dispendukcapil, 2016

8
lancar? dipastikan sesuai Bapak/Ibu sendiri yang diwarisi dari
dengan target. pribadi? orang tua.
9 Menurut Anda, Kekurangan PTSL 7 Apakah Pewarisan yang diperoleh
apakah yang menjadi adalah kurangnya Bapak/Ibu telah berasal dari informasi yang
kekurangan dalam jumlah SDM dan dalam memiliki akta diberikan oleh orang tua dan
pelaksanaan kegiatan kegiatan pengumpulan waris untuk saudara.
PTSL? data fisik sering kali tanah tersebut
tidak dapat dihadiri oleh 8 Apakah tanah itu Sertipikat yang ada saat ini
pemilik tanah dan semua telah adalah girik/petok D
tetangga-tetangga yang bersertipikat?
bersebelahan. 9 Apabila belum, Semua tanah yang belum
10 Apakah yang menjadi Keunggulan PTSL apakah ada tanah mempunyai sertipikat telah
keunggulan PTSL dibandingkan dengan milik Bapak/Ibu didaftarkan, dengan terlebih
dibandingkan program pendaftaran yang belum dahulu didata melalui
program pendaftaran tanah sebelumnya didaftarkan RT/RW setempat.
tanah sebelumnya? adalah terdaftarnya PTSL?
semua bidang tanah 10 Apakah tanah di Sebagian besar warga tidak
sehingga wilayah sekitar Bapak/Ibu mengetahui apakah tanah
kelurahan dapat yang masih disekitarnya masih belum
terpetakan dengan belum bersertipikat, karena
lengkap. bersertipikat? menurut mereka semua
tanah sudah didaftarkan.
11 Apakah Data yang diserahkan telah
Tabel 2 : Pertanyaan dan Jawaban Bapak/Ibu telah sesuai dengan daftar data
pertanyaan Peserta PTSL melengkapi yang dibutuhkan oleh
No. Pertanyaan Jawaban semua data yang petugas pendafaran
1 Apakah Warga sebelumnya disyaratkan program. Karena apabila
Bapak/Ibu memperoleh undangan dalam belum lengkap tidak dapat
memperoleh mengenai penyuluhan PTSL pengurusan diproses pendaftarannya.
informasi tentang di kelurahan. Undangan PTSL?
kegiatan PTSL disampaikan oleh RT/RW 12 Apakah Warga merasa bahwa
dari kelurahan ? setempat. Bapak/Ibu program ini sangat
2 Apakah Penyuluhan dilaksanakan di merasa dibantu memberikan kemudahan
bapak/Ibu pernah kelurahan oleh petugas BPN dalam proses dalam pengurusannya
memperoleh bersama dengan lurah dan pengurusan karena pelayanan petugas
penyuluhan dari aparatnya. PTSL? PTSL sangat baik.
petugas BPN 13 Apakah ada Sesuai dengan penyuluhan
tentang PTSL? pungutan biaya yang diberikan, untuk saat
3 Apabila pernah, Program yang ditangkap dalam ini warga tidak dimintai
apakah adalah proses pendaftaran pengurusan biaya pengurusan resmi oleh
Bapak/Ibu tanah sekarang langsung PTSL ini? kelurahan. Kecuali
mengerti tentang melalui kelurahan dan untuk pembayaran atas pajak dan
PTSL? itu bebas biaya. biaya-biaya lain yang telah
4 Apakah Keikutsertaan, mayoritas, diinformasikan sebelumnya.
Bapak/Ibu ikut dilakukan dengan kesadaran
PTSL merupakan pribadi karena informasi
kesadaran pribadi yang diberikan dimana
Berdasarkan jawaban yang
atau instruksi program ini diawasi diberikan oleh Pelaksana dan Peserta
dari kelurahan? langsung oleh Negara dan PTSL maka dapat disimpulkan
Presiden Jokowi yang
sebelumnya telah mengenai hambatan dan kendala
memberikan sertipikat tanah dalam pelaksanaan PTSL di
gratis. Kelurahan Sememi adalah sebagai
5 Apakah Sampai dengan saat ini,
Bapak/Ibu keluhan dari masyarakat berikut:
memperoleh hanyalah waktu pelayanan 1. Kurangnya jumlah petugas
kesulitan dalam yang agak membutuhkan
pengurusan waktu lama karena terkait
pelaksana serta peralatan kerja
PTSL ini? dengan kelengkapan data yang kurang update dan terbatas
fisik. Dan untuk jumlahnya.
pembayaran PPh dan
BPHTB terpaksa dilakukan 2. Ketidaklengkapan informasi yang
agar sertipikat dapat diperoleh petugas terutama
diterima. tentang tanah absentee dan batas
6 Apakah tanah Tanah yang didaftarkan
tersebut milik sebagian besar adalah milik tanah sehingga mengakibatkan

9
petugas lapangan kesulitan untuk salah satu faktor utama penghambat
membuat peta fisik tanah yang dalam pendaftaran tanah.
jelas dan lengkap apalagi Ketidakjelasan aturan tentang pajak
ditambah dengan ketidakhadiran tanah terutama untuk peserta PTSL
warga yang terkait ketika akan menimbulkan resiko
permasalahan tersebut ditemui. ketidakpencapaian target, oleh karena
3. Warga merasa sosialisasi PTSL itu perlu diatur khusus pajak tanah
belum maksimal sedangkan terhutang dalam PTSL. Aturan yang
persyaratan harus lengkap dan dibuat harus sederajat dan lebih
waktunya mepet. spesifik daripada peraturan
4. Surat-surat untuk tanah waris sebelumnya, sehingga merupakan
belum lengkap sedangkan untuk aturan khusus untuk PTSL. Dan
akta waris sendiri, pemilik tanah sebagai perwujudan untuk
sebelumnya tidak pernah mensejahterakan rakyat dan
melakukannya sehingga peserta berkeadilan maka aturan baru tersebut
PTSL harus mengumpulkan dan dapat berisi ketetapan pajak nol
mengaktakannya sendiri, dan persen (zero tax) atau pengampunan
untuk itu membutuhkan waktu pajak (tax amnesty) untuk masyarakat
dan biaya sendir dengan kategori tertentu.
5. Pemrioritasan untuk warga yang Dampak dari aturan tersebut
mampu membayar pajak tanah akan memberikan sugesti atau
dimana sebagian besar warga rangsangan kepada warga sehingga
yang mengikuti PTSL adalah semakin berpartisipasi untuk
warga yang dapat dikategorikan menyukseskan PTSL dan proses
kurang mampu. pengumpulan data akan menjadi lebih
cepat dan pemerintah akan
3.4 PENYELESAIAN memperoleh keuntungan berupa
PERMASALAHAN tersampaikannya data tentang tanah
PELAKSANAAN PTSL bersertipikat dengan lebih cepat.
Berdasarkan tersebut di atas maka Akibatnya dapat digunakan untuk
hambatan tersebut apabila rangkuman memperoleh sumber pendapatan pajak
masalah dan solusinya adalah sebagai apabila terjadi peralihan tanah atau
berikut: haknya. yang merupakan sumber
1. Biaya Pajak atas Tanah pengenaan obyek pajak di periode
Pada dasarnya proses berikutnya.
pendaftaran tanah tidaklah murni Fasilitas pajak nol persen atau
merupakan kewenangan BPN pembebasan pajak tanah khusus untuk
seluruhnya, karena dalam proses PTSL bagi warga masyarakat dengan
pendaftaran tanah sampai dengan yang kurang mampu. merupakan
terbitnya sertifikat tanah juga upaya pemerintah untuk
melibatkan intansi lain.12 Keharusan meningkatkan kesejahteraan
untuk membayar sendiri biaya pajak masyarakat dan mencapai tujuan
dan biaya pembuatan akta adalah Negara sebagaimana yang ada di
pembukaan konstitusi Republik
12 Indonesia. Untuk itu diperlukan
Kementerian Keuangan dalam hal Pajak
“keikhlasan” pemerintah untuk
Penghasilan (PPh) dan Pemerintah Daerah
dalam hal Bea Perolehan Hat atas Tanah dan mengeluarkan target pendapatan pajak
Bangunan (BPHTB) serta PPAT/Notaris untuk tanah PTSL dari Rencana Anggaan
pembuatan akta. Belanja dan Pendapatan, agar

10
masyarakat dalam kategori tertentu kerjasama dengan Pemerintah Daerah
merasakan keadilan dan jaminan terkait dengan pemasalahan tersebut.
kepastian hukum dari tanah yang Dan melalui menteri Agraria dapat
dimilikinya. diberikan anggaran tambahan untuk
2. Personel, Sarana dan Prasarana pengadaan peralatan pengukuran di
Kebutuhan personel sangat lapangan sehingga dapat mempercepat
menentukan dalam keberhasilan pelaksanaan kerja di lapangan.
pelaksanaan PTSL, baik secara 3. Permasalahan Tanah Absentee,
kualitas maupun kuantitas karena Kelebihan Maksimum, dan Tanah
PTSL merupakan program Presiden Terlantar
dan cakupan wilayahnya adalah Tanah absentee/Guntai adalah
seluruh bidang tanah yang belum tanah yang tidak sama lokasinya
terdaftar di Indonesia oleh karena itu dengan domisili pemilik, misalnya
membutuhkan jumlah dan kualitas berbeda daerah atau kecamatan.
personel pertanahan yang mumpuni Dalam ketentuan hukum agraria,
karena program ini mempunyai target bahwa pemilik tanah absentee wajib
waktu penyelesaian. mengalihkan haknya atas tanah yang
Permasalahan personel dimiliki dalam jangka waktu enam
pelaksana PTSL menjadi titik penting bulan kepada orang lain yang
karena dengan kondisi keterbatasan berdomisili di kecamatan lokasi tanah
jumlah personel dan beban pelayanan tersebut berada atau pemiliknya
publik setiap harinya di kantor BPN, pindah domisili ke kecamatan dimana
sedangkan PTSL juga harus menjadi terdapat tanah tersebut. Larangan
perhatian khusus pula karena pemilikan tanah tersebut melanggar
merupakan program presiden. asas dalam UUPA yang menyatakan
Sehingga yang harus diperhatikan bahwa pemilik tanah wajib untuk
adalah review beban pekerjaan untuk mengerjakan tanah pertaniannya
masing-masing personel kantor sendiri dan tanah harus diusahakan
pertanahan karena selain memberikan sebesar-besarnya untuk peningkatan
pelayanan publik maka dia juga harus kemampuan ekonomi. Demikian pula
mendukung pelaksanaan PTSL.. dengan masalah pemilikan tanah yang
Kebutuhan akan percepatan melebihi batas, dalam hukum agrarian
PTSL dan kekurangan personel kantor pemilikan tanah yang melebihi
pertanahan menyebabkan PTSL juga ketentuan normal, meskipun
menggunakan tenaga eksternal, salah dikarenakan alasan kekuatan ekonomi,
satunya adalah Surveyor Kadaster adalah dilarang karena beresiko terjadi
Berlisensi (SKB) dan untuk pemaksaan atas pemilik tanah
memperoleh tambahan tenaga yang sebelumnya (Pasal 7 UUPA). Hal
cakap maka BPN bekerja sama tersebut semata-mata untuk mencegah
dengan Balai Latihan Kerja (BLK) penguasaan tanah oleh sekelompok
untuk membuka kelas pendidikan orang tertentu saja agar tidak terjadi
singkat Asisten Surveyor Kadaster penguasaan ekonomi oleh satu atau
yang fungsinya membantu SKB. sekelompok orang saja. Serta larangan
Demikian juga dengan dalam hukum agraria untuk
permasalahan tentang minimnya dan menelantarkan tanah (Pasal 27
kurang up-to-date sarana dan UUPA). Datas permasalahan itu,
prasarana milik kantor pertanahan Negara dapat mengambil alih
yang digunakan pelaksanaan PTSL penguasan tanah tersebut, akan tetapi
maka diperlukan anggaran dan dalam kenyataannya Negara tidak

11
dapat dengan begitu saja mengambil berarti berdasarkan data fisik dan
alih. Dampak negatif dari masalah yuridisnya, tanah tersebut layak untuk
tanah di atas adalah menghambat diterbitkan sertipikatnya.
program PTSL terutama pada saat 4. Sulit Menerapkan Asas Kontradiktur
identifikasi data yuridis, dimana Delimitasi Karena
petugas akan memerlukan waktu yang Kekuranglengkapan Informasi dan
lebih lama dalam proses tersebut dan Data Yuridis
akibatnya adalah PTSL tidak sesuai Kontradiktur Delimitasi dalam
dengan target. pendaftaran tanah adalah sebuah asas
Disamping pelaksanaan PTSL, yang mewajibkan terjadinya
seharusnya dilakukan juga kesepakatan antara pemegang hak dan
identifikasi dan inventarisasi pihak lainnya tentang penetapan
terhadap tanah absentee, tanah batas-batas tanahnya untuk
kelebihan batas dan tanah yang didaftarkan haknya dengan tujuan
terlantar sebagai implementasi dari tidak ada sengketa dikemudian hari
peraturan hukum13 yang berlaku apabila sertipikat tanah diterbitkan,
sehingga tidak ada lagi pelanggaran apabila tidak diperoleh kesepakatan
terhadap aspek keagrariaan terkait maka penetapan batas dilakukan
dengan permasalahan tanah seperti di melalui keputusan hakim.14 Oleh
atas. Minimalisasi permasalahan dapat karena itu kehadiran pemilik tanah
dilakukan dengan cara: a) dan pihak lainnya yang berbatasan
Memberikan penjelasan kepada dengan tanah yang didaftarkan PTSL
masyarakat tentang tanah absentee, pada saat pengukuran fisik merupakan
tanah yang melebihi batas dan tanah syarat mutlak yang harus dipenuhi.
yang sengaja ditelantarkan serta Beberapa faktor penyebab asas
apakah hukumnya; b) Mencatat dan kontradiktur delimitasi tidak dapat
memelihara informasi terutama terkait berjalan dengan mulus di antaranya:
dengan subjek dan objek tanah; c) (1) Kurangnya pemeliharaan batas
Mengambil alih tanah yang tanah menyebabkan overlapping batas
bermasalah oleh Pemerintah dan tanah, hilangnya patok batas; (2)
mendistribusikan kepada yang pihak- Ketidakhadiran pihak-pihak yang
pihak yang berhak. terkait dalam penetapan batas; (3)
Sesuai dengan aturan PTSL Terdapat sengketa atas tanah yang
bahwa tanah-tanah tersebut diajukan PTSL dan saat ini sudah
digolongkan dalam Kluster tiga (K-3) masuk ranah pengadilan. Wewenang
yang berarti berdasarkan data fisik petugas ukur hanyalah mengukur fisik
dan yuridis tanah, tanah tersebut tidak tanah berdasarkan tanda batas yang
layak diterbitkan sertipikat. Apabila sudah dibuat oleh pemohon dan bukan
pemegang haknya telah memenuhi untuk menentukan dan memasang
persyaratan sesuai dengan perundang- tanda batas, penentuan batas tanah
undangan maka tanah tersebut dapat merupakan hak pemohon. Demikian
pindah golongan dari Kluster tiga juga tentang kewajiban untuk hadir
menjadi Kluster Satu (K-1) yang dan adanya kesepakatan terhadap
batas tanah juga merupakan hak
13 pemohon. Untuk mengatasi hal ini,
Instruksi Menteri Negara
dapat ditempuh cara melalui suatu
Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional
No. 2 Tahun 1995 tentang Inventarisasi Atas
14
Tanah Terlantar, Tanah Kelebihan Maksimum, Pasal 17, 18, 19 Peraturan Pemerintah
dan Absentee Baru No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah

12
kegiatan pemasangan batas bersama evaluasi dan perbaikan secara terus
oleh warga peserta PTSL yang menerus agar dapat meminimalisir
dikoordinasi oleh lurah dengan resiko kegagalan pemenuhan target
didampingi petugas kantor pada tanah yang telah ditetapkan.
yang didaftarkan dalam PTSL, 2. Untuk mengurangi jumlah hambatan
sehingga terjadi partisapasi aktif dari dan kendala pelaksanaan PTSL maka
warga masyarakat untuk kelancaran dapat ditempuh langkah sebagai
program. berikut:
a. Kerja sama antara kantor
IV. PENUTUP pertanahan dengan lembaga di
4.1 KESIMPULAN luar untuk penambahan personel
1. Pelaksanaan Pendaftaran Tanah seperti penggunaan tenaga
Sistematis Lengkap (PTSL) di Surveyor Kadaster Berlisensi
Surabaya belum berjalan maksimal, (SKB) atau kerja sama dengan
hal ini tercermin dari perbandingan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk
antara realisasi dan target PTSL memperoleh tenaga tambahan
karena banyaknya persoalan-persoalan Asisten Surveyor Kadaster yang
di masalah administrasi atau legalitas berkualitas dalam waktu yang
dari obyek kegiatan PTSL tersebut. singkat.
Yang berpotensi menghambat Penambahan anggaran untuk
kelancaran pekerjaan sehingga target penambahan peralatan lapangan
waktu penyelesaian tidak dapat dapat melalui APBN, APBD atau
terpenuhi. dana lainnya yang merupakan
2. Hambatan-hambatan yang ada di kerja sama antara kantor
pelaksanaan PTSL adalah yang paling pertanahan dan pemerintah
banyak ditemui adalah sebagai daerah.
berikut: b. Disamping pelaksanaan PTSL,
a. Kurangnya jumlah petugas seharusnya dilakukan juga
pelaksana serta peralatan kerja identifikasi dan inventarisasi data
yang kurang update dan terbatas tanah yang berisi informasi
jumlahnya. tentang kepemilikan absentee,
b. Ketidaklengkapan informasi yang batas maksimal, dan tanah
diperoleh petugas terutama terlantar.
berkaitan dengan tanah absentee, Penerapan asas Kontradiktur
kelebihan maksimun atas batas Delimitasi yang baik dalam hal
tanah dan tanah terlantar. untuk menentukan batas tanah
c. Sosialisasi program PTSL. yang didaftarkan dalam PTSL
d. Masalah surat-surat tanah. melalui program bersama,
e. Masalah pajak tanah. misalnya program Kelurahan
4.2 SARAN berupa pemasangan batas bersama
1. Dalam pelaksanaan PTSL, supaya oleh warga pemilik tanah secara
dapat berhasil dan sesuai target serentak.
sebaiknya semua faktor pendukung, c. Perencanaan kegiatan yang baik
baik yang menyangkut masalah teknis dan terinci guna meminimalkan
di lapangan dan personel PTSL distorsi atas program kerja dan
supaya disiapkan dengan matang. Dan pembuatan rencana tambahan atau
sebagai program pemerintah yang alternatif guna antisipasi apabila
berkelanjutan dan berakhir di tahun terjadi kegagalan tahapan
2023 maka sebaiknya diadakan pelaksanaan.

13
d. Penyuluhan yang lebih terinci Effendi Perangin. Hukum Agraria di
kepada warga peserta PTSL Indonesia, Suatu Telaah dari Sudut
tentang persyaratan kelengkapan Pandang Praktisi Hukum, Cet.4,
dokumen yang harus dipenuhi RajaGrafindo, Jakarta, 1994.
termasuk dalam hal ini tentang F. X. Sumarja, Hukum Pendaftaran Tanah,
dokumen-dokumen waris. Edisi Revisi, Universiatas Bandar
e. Permohonan untuk penetapan tarif Lampung, Bandar Lampung, 2015.
pajak nol persen atau F. X. Sumarja, Problematika Kepemilikan
pengampunan pajak untuk peserta Tanah Bagi Orang Asing, Indepth
PTSL dengan klasifikasi tertentu. Publishing, Bandar Lampung, 2010.
Hal tersebut dapat dilakukan Hermit Herman, Cara Memperoleh
melalui 1) Revisi SKB Menteri Sertipikat Tanah Hak Milik, Tanah
dengan mengikutsertakan menteri Negara dan Tanah Pemda. Mandar
keuangan untuk penetapan peserta Maju, Bandung, 2004.
PTSL dengan klasifikasi tertentu Irawan Soerodjo, Kepastian Hukum
untuk diberikan penghapusan Pendaftaran Hak Atas Tanah di
pajak tanah; 2) Merevisi aturan Indonesia, Arloka, Surabaya, 2002.
pemerintah daerah tentang M. P. Siahan, Bea Perolehan Hak Atas
penghapusan BPHTB sebagai Tanah dan Bangunan, Rajawali
pajak daerah untuk peserta PTSL Pers, Jakarta, 2003.
dengan klasifikasi tertentu. Soedjarwo Soemihardjo, Mengkritis
Undang-Undang Pokok Agraria:
DAFTAR PUSTAKA Meretas Jalan Menuju Penataan
Buku : Kembali Politik Agraria Nasional,
Abdul Kadir Muhammad, Hukum dan CErdas Pustaka, Jakarta, 2009.
Penelitian Hukum, PT. Citra Aditya Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian
Bakti, Bandung, 2004. Hukum, Universitas Indonesia
Ali Achmad Chomzazh, Hukum Agraria Press, Jakarta, 1986.
Pertanahan Indonesia, Jilid 2, Suratman dan H. Philips Dillah, Metode
Prestasi Pustaka, Jakarta, 2004. Penelitian Hukum, Alfabeta,
A.P. Parlindungan, Konversi Hak-Hak Bandung, 2013.
Atas Tanah, Mandar Maju. Urip Santoso, Pendaftaran dan Peralihan
Bandung, 1990. Hak atas Tanah, Jakarta, 2010.
A.P. Parlindungan. Pendaftaran Tanah di
Indonesia. Mandar Maju. Bandung, Jurnal :
1998. Asep Hihdayat, Engkus, Hasna Afra. N,
Boedi Harsono, Hukum Agraria Impementasi Kebijakan Menteri
Indonesia: Sejarah Pembentukan Agraria dan Tata Ruang tentang
UUPA Isi dan Pelaksanaanya, Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran
Djambatan, Jakarta, 2003. Tanah Sistematis Lengkap di Kota
Bahtiar Efendi, Pendaftaran Tanah di Bandung, Jurnal Pembangunan
Indonesia dan Peraturan Sosial Volume 1 No. 1, Bandung,
Pelaksanaannya, Alumni, Bandung, 2018.
2005. Auliyaa Martaati, Lego Karjoko,
Boedi Harsono, Hukum Agraria Implementasi Asas Akuntabilitas
Indonesia: Himpunan Peraturan- Dalam Pendaftaran Tanah Secara
Peraturan Hukum Tanah, Sistematik Berdasarkan Peraturan
Djambatan, Jakarta, 2008. Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kpala Badan Pertanahan

14
Nasional Republik Indonesia Nomor Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960
12 Tahun 2017 tentang Percepatan tentang Peraturan Dasar Pokok-
Pendaftaran Tanah Sistematis Pokok Agraria (UUPA).
Lengkap, ISSN 2355-2646, Volume Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997
5 No. 1, Universitas Sebelas Maret, tentang Pendaftaran Tanah.
Surakarta, 2017. Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 3
Dian Aries Mujiburohman, Potensi Tahun 1997 tentang Pendaftaran
Permasalahan Pendaftaran Tanah Tanah.
Sistematik Lengkap (PTSL), Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Sekolah Tinggi Pertanahan Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional, Yogyakarta, 2018. Nasional Nomor 4 Tahun 2015
Maria S.W Sumardjono, “Kepastian tentang Program Nasional Agraria
Hukum dan Perlindungan Hukum (Prona).
dalam Pendaftaran Tanah”, Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Makalah, Seminar Nasional Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Kebijakan Baru Pendaftaran Tanah Nasional Nomor 28 Tahun 2016
dan Pajak-pajak yang Terkait: Suatu tentang Percepatan Program
Proses Sosialisasi dan Nasional Agraria Melalui
Tantangannya, kerja sama Fakultas Pendaftaran Tanah Sistematis.
Hukum Universitas Gajah Mada dan Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Badan Pertanahan Nasional, Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Yogyakarta, 13 September 1997. Nasional Nomor 35 Tahun 2016
Rachmad Nur Nugroho, Pelaksanaan tentang Percepatan Pelaksanaan
Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah Pendaftaran Tanah Sistematis
Secara Sistematis Lengkap dengan Lengkap.
Berlakunya Peraturan Menteri Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Agraria dan Tata Ruang/Kepala Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Badan Pertanahan Nasional Nomor Nasional Republik Indonesia Nomor
35 Tahun 2016 di Kabupaten 1 Tahun 2017 tentang Perubahan
Sleman, Universitas Atma Jaya, Atas Peraturan Menteri Agraria dan
Yogyakarta, 2017. Tata Ruang/Kepala Badan
Sherley V. Kamurahan, Bobby Polii, Pertanahan Nasional Nomor 35
Charles R. Ngangi, Evaluasi Tahun 2016 tentang Percepatan
Pelaksanaan Program Nasional Pendaftaran Tanah Sistematik
Agraria dan Pendaftaran Tanah Lengkap.
Sistematis Lengkap dalam
Pembangunan Wilayah Desa Internet :
Kinabuhutan, Kecamatan Likupang http://surabaya.tribunnews.com/2018/02/0
Barat, Kabupaten Minahasa Utara, 7/tahun-ini-bpn-1-surabaya-
Jurnal Agri-Sosio-Ekonomi Unsrat, gratiskan-20000-sertifikat-tanah-
ISSN 1907-4298, Volume 14 No. 1, untuk-20-kelurahan
Universitas Sam Ratulangi, https://surabayakota.bps.go.id/statictable/2
Manado, 2018. 018/01/30/581/luas-wilayah-kota-
surabaya-menurut-kelurahan-2016-
Peraturan Perundang-undangan : .html.
Undang-Undang Dasar Republik http://www.pengertianmenurutparaahli.net
Indonesia Tahun 1945 /pengertian-implementasi/

15
https://www.liputan6.com/bisnis/read/363 program-sms-pemkot-siap-bantu-
8403/jokowi-bagikan-5000- persoalan-tanah-begini-janji-risma
sertifikat-tanah-di-surabaya http://rri.co.id/post/berita/558016/daerah/b
http://surabaya.tribunnews.com/2017/01/2 pn_surabaya_target_program_smsd_dan_
7/57-warga-terima-sertifikat-lewat- ptsl_cepat_selesai.html/6_Agustus_2018

16