Sei sulla pagina 1di 8

Vol. III No.

1 April 2013

IMPLEMENTASI PROGRAM ALOKASI DANA DESA


(ADD) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI
DESA PUNAGAYA KECAMATAN BANGKALA
KABUPATEN JENEPONTO
IMPLEMENTATION OF VILLAGE FUND ALLOCATION (ADD)
TO COMMUNITY EMPOWERMENT IN PUNAGAYA VILLAGE
BANGKALA DISTRICT JENEPONTO REGENCY

Octrian TSL 1, Mappamiring 2, Mappigau Samma3


1
Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
2
Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
3
Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Makassar
Jl. Sultan Alaudin No. 259 Makassar 90221
Tlp. O411-866972 ext. 107. Fax. O411-865588

ABSTRACT

Punagaya village through the village fund allocation (ADD) will allocate a budget for community
development in the areas of sugar production business, the study aims to look at the implementation of
the allocation of funds in the rural community empowerment programs and the factors that affect the
implementation of the implementation of the allocation of funds within the village community
empowerment program in the Village Punagaya sub Bangkala Jeneponto district. This research is
descriptive qualitative research sampling technique used was purposive sampling. This study uses data
analysis techniques interviews and observations, after which the data collected are then analyzed using
frequency tables later be described qualitatively. Number of samples 33 people consisting of 1 person
village head, village secretary 1 person, a member of the Committee seminar 5 people, local people 7
people, 4 people Ibu PKK, brown sugar 6 people Makers, Executive Team Live Help ADD 3orang, public
figures 6 people. Penelitaian showed that 52% of people believe that the implementation of the Village
punagaya village fund allocation in the village punagaya poorly this happens because people do not see
the program conducted by the local government to improve the empowerment and increased repair
services performed by local governments to use allocation of village funds. Based on the research I did it,
it can be concluded that the public has not been empowered by optimal utilization of ADD in the Village
District Punagaya Bangkala Jeneponto. It is caused due to problems such as the allocation of funds
provided inadequate to meningatkan empowerment, besides the allocation of funds is often given too late
and village officials rendahmya influence on the development and management of the allocation of funds
is a factor inhibiting village program implementation in the village of village fund allocation Punagaya Sub
Bangkala Jeneponto but from the village fund allocation is expected to increase creativity, prosperity and
jobs for the community.

Keywords: Implementation, Village Fund Allocation (ADD)

67
Vol. III No.1 April 2013

ABSTRAK

Desa Punagaya melalui Alokasi dana desa (ADD) akan mengalokasikan anggaran untuk
pemberdayaan masyarakat di bidang usaha produksi gula merah,penelitian ini bertujuan untuk melihat
implementasi alokasi dana dalam program pemberdayaan masyarakat desa dan faktor yang
mempengaruhi pelaksanaan implementasi alokasi dana desa dalam program pemberdayaan masyarakat
di Desa Punagaya kecamatan Bangkala kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian
deskriptif kualitatif dengan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data hasil wawancara dan observasi , dimana setelah data
dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan tabel frekwensi kemudian di deskripsikan
secara kualitatif. Jumlah sampel 33 orang terdiri dari Kepala desa 1 orang, Sekretaris desa 1 orang,
anggota Panitia seminar 5 orang , Masyarakat setempat 7 orang, Ibu PKK 4 orang , Pembuat gula merah
6 orang, Tim Pelaksana Bantuan Langsung ADD 3orang, Tokoh masyarakat 6 orang. Penelitaian ini
menunjukkan bahwa sebesar 52% masyarakat Desa punagaya beranggapan bahwa implementasi
alokasi dana desa di Desa punagaya kurang baik hal ini terjadi karena masyarakat tidak melihat adanya
program yang dilakukan oleh pemerintah setempat guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan
peningkatan perbaikan pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah setempat dengan menggunakan
alokasi dana desa. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa
masyarakat belum diberdayakan secara optimal dalam pemanfaatan ADD di Desa Punagaya Kecamatan
Bangkala Kabupaten Jeneponto. Hal ini disebabkan karena adanya masalah seperti alokasi dana yang
diberikan belum memadai untuk meningatkan pemberdayaan masyarakat , selain itu alokasi dana ini
sering terlambat diberikan dan rendahmya pengaruh aparatur desa terhadap pengembangan dan
pengelolaan alokasi dana desa ini menjadi faktor penghambat implementasi program alokasi dana desa
di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto padahal dari alokasi dana desa ini
diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas, kesejahteraan dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kata kunci: Implementasi, Alokasi Dana Desa (ADD)

A. PENDAHULUAN tempat yang diakui dan dihormati dalam


sistem Pemerintahan Negara Kesatuan
Implementasi Kebijakan merupakan Republik Indonesia. Pelaksanaan otonomi
langkah lanjutan berdasarkan suatu daerah guna terwujudnya kemandirian daerah
kebijakan formulasi. Definisi yang umum yang bertumpu pada pemberdayaan potensi
dipakai menyangkut kebijakan implementasi lokal. Meskipun titik berat otonomi diletakkan
adalah (Wahab, 1997: 63). Implementasi pada tingkat Kabupaten/Kota, namun secara
adalah tindakan-tindakan yang dilakukan esensi sebenarnya kemandi-rian tersebut
baik oleh individu-individu, pejabat-pejabat, harus dimulai dari level peme-rintahan di
atau kelompok-kelompok pemerintah atau tingkat paling bawah, yaitu Desa. Sehingga
swasta yang diarahkan pada tercapainya pembangunan daerah seharusnya lebih
tujuan– tujuan yang telah digariskan dalam terfokus pada pemberdayaan masyara-kat
keputusan kebijakan. Desa. Dalam kondisi demikian, pemerintah
Keberadaan Desa secara yuridis formal daerah selalu di ragukan kapasitasnya dalam
diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 menjalankan desentralisasi. Di sisi lain, biro-
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah krasi daerah juga harus mereformasi diri dari
dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun pemerintahan yang korup menjadi pemerin-
2005 tentang Desa. Berdasarkan ketentuan ini tahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Desa diberi pengertian sebagai kesatuan Saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) seti-
masyarakat hukum yang memiliki batas-batas daknya dapat bernafas lega. Betapa tidak,
wilayah yang berwenang untuk mengatur dan untuk menjawab persoalan minimnya sumber
mengurus kepentingan masyarakat setempat, dana keuangan dan rendahnya tingkat
berdasarkan asal-usul dan adat istiadat se- kesejahteraan aparat pemilihan desa ter-

Implementasi program alokasi dana desa (add) dalam pemberdayaan masyarakat di desa punagaya kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto
68
Implementation Of Village Fund Allocation (ADD) To Community Empowerment In Punagaya Village Bangkala District Jeneponto Regency
- OCTRIAN TSL 1, MAPPAMIRING 2, MAPPIGAU SAMMA 3
Vol. III No.1 April 2013

jawab dengan beberapa produk perundang- nutupi. Jangankan tersosialisasi ke aparat


undangan telah dikeluarkan oleh pemerintah. Pemdes ditingkat DPRD pun tidak
Salah satunya adalah produk Peraturan seluruhnya mendapat informasi.
Pemerintah (PP) No. 72/2005 yang mengatur Selama ini, pembangunan desa masih
tentang Desa. Dibanding dengan produk banyak bergantung dari pendapatan asli desa
sebelumnya, Peraturan Pemerintah tersebut dan swadaya masyarakat yang jumlah mau-
setidaknya telah memberi secercah harapan pun sifatnya tidak dapat diprediksi. Selain itu,
untuk mengoptimalkan roda pemerintah desa. desa memperoleh pula bantuan pembangu-
Oleh karena desa tidak lagi mendapat nan dari dinas/instansi pemerintah kabupa-
perlakuan diskriminatif seperti pada masa- ten, dimana penentuan program-programnya
masa sebelumnya, dimana desa hanya lebih ditetapkan oleh dinas/instansi itu sendiri
dijadikan obyek dari seluruh produk politik. (top down). Meskipun programnya baik tetapi
Kehadiran Peraturan Pemerintah itu juga sering tidak ketemu dengan asas manfaat
memberi ruang besar dan layak bagi desa. karena tidak sesuai dengan apa yang dibutuh-
Sebaik apapun regulasi yang dibuat jika kan oleh desa. Sehingga sering kita jumpai
tidak ditunjang dengan komitmen riil maka masyarakat kurang peduli dalam mendukung
hanya selesai di atas kertas saja. Paling tidak program maupun memeliharanya.
sampai saat ini hampir seluruh pemerintah Ada pun program pemberdayaan masya-
daerah di Sulawesi bersikap inkonsistensi rakat di Desa Punagaya yaitu akan mengalo-
untuk menerapkan Alokasi Dana Desa dan kasikan anggaran untuk pemberdayaan
Lebih parah lagi karena mereka terkesan telah masyarakat di bidang usaha produksi gula
mengabaikan aturan perundang-undangan. merah, Program dari alokasi dana desa jaga
Pada point satu huruf c pasal 68 Peraturan adalah penunjangan kegiatan PKK misalnya
Pemerintah (PP) No. 72/2005 ditegaskan untuk peruntukan biaya rapat,pembuatan baju
bahwa “bagian dari dana perimbangan keua- seragam gerak jalan.kemudian untuk
ngan pusat dan daerah yang diterima oleh peruntukan infrastruktur desa misalnya untuk
kabupaten/kota paling sedikit 10 persen, yang pembuatan jamban keluarga dan flat dekker,
pembagiannya untuk setiap desa secara serta ada pembiayaan untuk pembinaan anak-
proporsional yang merupakan alokasi dana anak dan remaja.
desa”. Beberapa Kabupaten telah melakukan
Namun pada tingkat implementasi tidak inovasi dengan pengalokasian dana langsung
demikian halnya. Sejak Alokasi Dana Desa di ke desa dari APBD-nya untuk mendukung
programkan, seharusnya Pemda telah mela- pembangunan di wilayah pedesaan. Alokasi
kukan penyesuaian.Tidak realistis jika alasan dana ke desa ini, telah terbukti mampu men-
ketidaksiapan perangkat aturan dan sumber dorong penanganan beberapa permasalahan
daya pemdes dijadikan sebagai kambing hitam. yang dihadapi oleh masyarakat desa secara
Ironisnya, hanya karena tertekan oleh Pemdes mandiri, tanpa harus lama menunggu data-
lantas dana pembangunan Desa/ Kelurahan ngnya program-program dari pemerintah
(DPDK) dinaikkan dari besaran sebelumnya. Kabupaten. Dengan adanya alokasi dana ke
Dari Rp 7 juta naik menjadi Rp 30 juta. desa, perencanaan partisipatif akan lebih
Pemberian dana tersebut secara tidak langsung berkelanjutan karena masyarakat dapat lang-
telah mengebiri hak-hak pemerintah dan sung merealisasikan beberapa kebutuhan
masyarakat desa. Malah dibeberapa daerah, yang tertuang dalam dokumen perencanaan di
pemberiaan DPDK disertai dengan embel-embel desanya.
layaknya sinter klas yang masuk ke kampung- Penulis merasa sangat perlu untuk
kampung. Inkosistensi sikap Pemda mulai meng-kaji tentang persoalan dan
ditunjukkan sejak kebijakan ADD mulai permasalahan diatas melalui penelitian ini
digulirkan. Keganjilan lain muncul karena hampir sehingga di harap-kan hasilnya mampu
setahun sejak dikeluarkan pada bulan Maret memberikan kontribusi bagi masyarakat
2005, aparat Pemda terkesan menutup- jeneponto khususnya Desa Punagaya.
Implementasi program alokasi dana desa (add) dalam pemberdayaan masyarakat di desa punagaya kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto
69
Implementation Of Village Fund Allocation (ADD) To Community Empowerment In Punagaya Village Bangkala District Jeneponto Regency
- OCTRIAN TSL 1, MAPPAMIRING 2, MAPPIGAU SAMMA 3
Vol. III No.1 April 2013

B. KERANGKA TEORITIS bangun daya itu, dengan mendorong, memo-


tivasikan, dan membangkitkan kesadaran akan
Implementasi Kebijakan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk
Implementasi merupakan langkah lanju- mengembangkannya. United nation de-
tan berdasarkan suatu kebijakan formulasi. velopment program (UNDP) menterjemahkan
Definisi yang umum dipakai menyangkut kebi- pemberdayaan (empowerment) sebagai suatu
jakan implementasi adalah (Wahab, 1997: 63). proses yang memungkinkan kalangan indivi-dual
Implementasi adalah tindakan-tindakan yang atau kelompok merubah keseimbangan
dilakukan baik oleh individu-individu, pejabat- kekuasaan dalam segi sosial, ekonomi maupun
pejabat, atau kelompok-kelompok pemerintah politik pada sebuah masyarakat atu komunitas.
atau swasta yang diarahkan pada tercapainya
tujuan–tujuan yang telah digariskan dalam Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan
keputusan kebijakan. masyarakat adalah memo-
Konteks implementasi demikian baru akan tifasikan dan mendorong dalam peningkatan
terlihat pengaruhnya setelah kebijakan tersebut stabilitas program desa yang dimana untuk
dilaksanakan. Hal itulah yang menun-jukkan menciptakan suatu desa yang baik dan
bahwa proses pelaksanaan kebijakan berpotensi stabil. Di jelaskan bahwa pember-
merupakan salah satu tahapan penting dan dayaan masyarakat mengacu pada proses
momentum dalam proses perumusan/pem- perubahan struktural masyarakat dengan
buatan kebijakan selanjutnya, sebab berhasil pendekatan baru dan lebih baik agar masya-
atau tidaknya suatu kebijakan dalam mencapai rakat dapat memenuhi kebutuhan dasar dan
tujuannya ditentukan dalam pelaksanaannya. sosialnya secara layak. Konsep lain dari pem-
Oleh karena itu, rumusan kebijakan yang telah berdayaan masyarakat, bahwa munculnya
dibuat, tidak akan mempunyai arti apa-apa atau istilah pemberdayaan masyarakat disebabkan
hanya akan merupakan rangkaian kata-kata karena meningkatnya tuntutan masyarakat
indah dan baku yang tersimpan rapi dalam berkenaan dengan adanya masalah-masalah
sebuah dokumen kalau tidak diimple- yang terkait dengan ekologi, ekonomi, politik,
mentasikan. Berkaitan dengan hal itu, dapat sosial dan budaya akibat globalisasi.
dikatakan bahwa salah satu tolok ukur keber-
hasilan suatu strategi atau kebijakan terletak C. METODE PENELITIAN
pada proses implementasinya.
Penelitian ini adalah penelitian survey, dan
Alokasi Dana Desa (ADD) jenis penelitian kualitatif yaitu yang merupa-kan
Pemberian anggaran kepada desa untuk penelitian menggambarkan kejadian secara
melaksanakan program-program desa yang di umum dengan sistematis tentang Imp-lementasi
serahkan oleh pusat untuk suatu desa. Alokasi Program Dana Alokasi Desa Dalam
Dana Desa selanjutnya disebut ADD adalah Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Punagaya
dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Kecematan Bangkala Kabupaten Jeneponto.
yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan Populasi dalam penelitian ini adalah aparat
kemampuan keuangan antar desa untuk Desa dan masyarakat desa Punagaya Kecama-
mendanai kebutuhan desa dalam rangka tan Bangkala Kabupaten Jeneponto yaitu kepala
penyelenggaraan pemerintahan dan desa, Sekertaris Desa, ibu PKK, tim pelaksana
pelaksanaan pembangunan serta pelayanan bantuan langsung ADD, tokoh masyarakat,
masyarakat. Alokasi Dana Desa merupakan pembuat gula merah, panitia seminar pelak-sana
perolehan bagian keuangan desa dari kabu- kegiatan dan masyrakat setempat. Tek-nik
paten yang penyalurannya melalui Kas Desa. penarikan sampel dalam penelitian ini adalah
Alokasi Dana Desa merupakan bagian dana purposive sampling yang bertujuan memilih
Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah responden secara sengaja, yaitu mereka yang
yang diterima oleh Kabupaten. dianggap berkompeten atau dianggap tahu pasti
Pemberdayaan adalah upaya untuk mem- tentang alokasi dana desa.

Implementasi program alokasi dana desa (add) dalam pemberdayaan masyarakat di desa punagaya kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto
Implementation Of Village Fund Allocation (ADD) To Community Empowerment In Punagaya Village Bangkala District Jeneponto Regency 70
- OCTRIAN TSL 1, MAPPAMIRING 2, MAPPIGAU SAMMA 3
Vol. III No.1 April 2013

Dimana sampelnya terdiri dari kepala desa 1 Dari data tabel diatas, menunjukkan bah-
orang, sekretaris desa 1 orang, ibu-ibu PKK wa sebesar 52% masyarakat Desa Punagaya
4 orang, tokoh masyarakat di enam dusun beranggapan bahwa implementasi alokasi
sebanyak 6 orang, panitia seminar 5 orang, dana desa di Desa Punagaya dalam kategori
masyarakat setempat 7 orang, pembuat kurang baik hal ini terjadi karena masyarakat
gula merah 6 orang, tim pelaksana ban-tuan tidak melihat adanya program yang dilakukan
langsung ADD 3 orang. oleh pemerintah setempat guna meningkat-
Teknik pengumpulan data dalam penelitian kan pemberdayaan masyarakat dan pening-
ini menggunakan teknik Wawancara (Inter-view) katan perbaikan pelayanan yang dilakukan
yaitu mengajukan pertanyaan langsung kepada oleh pemerintah setempat dengan mengguna-
responden yang berkaitan dengan implementasi kan alokasi dana desa ini. Memang mereka
program alokasi dana desa da-lam membuat daftar usulan rencana kegiatan
pemberdayaan masyarakat, Pengamatan (DURK) namun implementsi dari rencana
(Observasi) yaitu pengumpulan data yang dila- tersebut belum mampu dinikmati sepenuhnya
kukan dengan cara melakukan pengamatan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari masih
langsung terhadap implementasi program adanya rencana kegiatan yang belum dilak-
alokasi dana desa alam pemberdayaan sanakan seperti pengadaan air bersih dan
masyarakat dan Kuesioner/Angket yaitu perbaikan/rehabilitasi gedung pertemuan
merupakan tekhnik pengumpulan data yang masyarakat.
berisi rangkaian pertanyaan tertulis yang
diberikan kepada responden untuk di jawab. Faktor Penghambat
Analisa data penulis menggunakan teknik a) . Alokasi Dana di Desa Belum Memadai
analisis data hasil wawancara dan observasi Alokasi dana desa yaitu pemberian angga-
setelah data dikumpulkan selanjutnya dianali- ran kepada desa untuk melaksanakan pro-
sis data dengan menggunakan tabel frekwensi gram-program desa yang di serahkan oleh
kemudian di deskripsikan secara kualitatif. pusat untuk suatu desa. Namun pemberian
alokasi kepada setiap desa dirasa belum me-
D. HASIL DAN PEMBAHASAN madai, begitupula yang dirasakan oleh Peme-
rintah Desa Punagaya Kabupaten Jeneponto
Secara umum, penelitian ini bertujuan dimana mereka merasa bahwa alokasi dana
untuk mengetahui implementasi alokasi dana desa yang mereka peroleh belum mampu
dalam program pemberdayaan masyarakat meningkatkan pemberdayaan masyarakat
dan mengetahui faktor-faktor yang Berhubu- karena alokasi dana desa ini belum mampu
ngan dengan pelaksanaan alokasi dana desa meningkatkan pembangunan disegala bidang
dalam program pemberdayaan masyarakat di yang dapat menunjang peningkatan pember-
Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabu- dayaan masyarakat. Dapat kita lihat
paten Jeneponto. tanggapan responden pada tabel berikut :

Tabel 1 : Hasil Analisa Implementasi alokasi dana desa Tabel 2 : Hasil Analisa Kecukupan Alokasi Dana
di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Desa Di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala
Jeneponto. Kabupaten Jeneponto.

N O. K ATEGORI JAWABAN F REKUENSI PRESENTASE (% ) N O. K ATEGORI JAWABAN F REKUENSI PRESENTASE (% )

1. S angat Baik - 0% 1. S angat Memadai 4 12 %

2. B aik 11 33 % 2. Memadai 2 6%

3. K urang Baik 17 52 % 3. K urang Memadai 13 39 %

4. Ti dak Baik 5 15 % 4. Ti dak Memadai 14 42 %

J UMLAH 33 100 % J UMLAH 33 100 %

Sumber: Di olah dari Data Sekunder Tahun 2012 Sumber: Di olah dari Data Sekunder Tahun 2012

Implementasi program alokasi dana desa (add) dalam pemberdayaan masyarakat di desa punagaya kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto
Implementation Of Village Fund Allocation (ADD) To Community Empowerment In Punagaya Village Bangkala District Jeneponto Regency
71
- OCTRIAN TSL 1, MAPPAMIRING 2, MAPPIGAU SAMMA 3
Vol. III No.1 April 2013

Hasil penelitian tentang kecukupan aloka- paian tujuan dan ikut bertanggung jawab di
si dana desa Pungaya Kecamatan Bangkala dalamnya. Dalam defenisi tersebut kunci
Kabupaten Jeneponto. Sebanyak 12% re- pemikirannya adalah keterlibatan mental dan
sponden yang menyatakan sangat memadai, emosi. Sebenarnya partisipasi adalah suatu
6% responden yang menyatakan memadai, gejala demokrasi dimana orang diikutsertakan
sebanyak 39% responden yang menyatakan dalam suatu perencanaan serta dalam
kurang memadai dan sebanyak 42% re- pelaksa-naan dan juga ikut memikul tanggung
sponden yang menyatakan tidak memadai. jawab sesuai dengan tingkat kematangan dan
Hal ini menunjukan alokasi yang didapat tidak tingkat kewajibannya. Partisipasi itu menjadi
memadai maka peningkatan pemberdayaan baik dalam bidang-bidang fisik maupun bidang
masyarakat ini menjadi terhambat. mental serta penentuan kebijaksanaan.
Sumodingrat (1988) Partisipasi sebagai
b). Alokasi Dana Lambat salah satu elemen pembangunan merupakan
Alokasi dana desa diberikan kepada proses adaptasi masyarakat terhadap peruba-
setiap desa setiap tahunnya, namun alokasi han yang sedang berjalan. Dengan demikian
dana desa ini terkadang diberikan tidak tepat partisipasi mempunyai posisi yang penting
pada waktu-nya. Mengenai alokasi dana desa dalam pembangunan. Sumodingrat menam-
dapat kita lihat pada tabel berikut : bahkan, bahwa parasyarat yang harus terda-
pat dalam proses pembangunan berkelanjutan
Tabel 3 : Hasil Analisa Ketepatan Waktu Pemberian adalah dengan mengikutsertakan semua ang-
Alokasi Dana Desa di desa Punagaya Kecamatan
Bangkala Kabupaten Jeneponto. gota masyarakat/rakyat dalam setiap tahap
pembangunan
N O. K ATEGORI JAWABAN F REKUENSI PRESENTASE (% )

1. S angat Tepat 5 15 % b). Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat


2. Tepat 7 21 % Kesejahteraan adalah hal atau keadaan
3. K urang Tepat 13 39 %
sejahtera, keamanan, keselamatan, ketentera-
man. Pemerintah mulai menyadari bahwa
4. Ti dak Tepat 8 24 %
peningkatan kesejahteraan rakyat merupa-kan
J UMLAH 33 100 % salah satu agenda tahunan yang harus
mendapatkan perhatian utama, untuk itu
Sumber: Di olah dari Data Sekunder Tahun 2012
sekarang pemerintah berusaha melakukan-
nya melalui Program Nasional Pemberdayaan
Hasil penelitian tentang kecukupan alokasi Masyarakat-Mandiri (PNPM Mandiri) Dan
dana desa Punagaya Kecamatan Bangkala melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kabupaten Jeneponto. Sebanyak 15% respon- Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya
den yang menyatakan sangat tepat,21% beli masyarakat, dan mendorong produkti-
responden yang menyatakan tepat, sebanyak vitas masyarakat dalam penyediaan barang
39% responden yang menyatakan kurang tepat dan jasa. Sehingga jika diteliti lebih jauh
dan sebanyak 24% responden yang menyata- program ini tidak saja berfungsi untuk mena-
kan tidak tepat. Hal ini menunjukan pemberian nggulangi kemiskinan, tetapi juga sebagai
pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah stimulus untuk menggenjot pertumbuhan
terhdap dana alokasi tidak tepat dan lambat. ekonomi.
Sejalan dengan program Pemerintah
Faktor Pendukung Pusat, Pemerintah diberbagai daerah juga
a). Partisipasi Desa telah berusaha membuat berbagai program
Partisipasi berasal dari bahasa Inggris yang bertujuan untuk meningkatkan penda-
yaitu “participation” adalah pengambilan patan bagi rumah tangga miskin dan mem-
bagian atau pengikut sertaan. Menurut Keith buka lapangan kerja pada sektor informal
Davis, partisipasi adalah suatu keterlibatan salah satunya melalui alokasi dana desa yang
mental dan emosi seseorang kepada penca- bertujuan meningkatkan pemberdayaan

Implementasi program alokasi dana desa (add) dalam pemberdayaan masyarakat di desa punagaya kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto
Implementation Of Village Fund Allocation (ADD) To Community Empowerment In Punagaya Village Bangkala District Jeneponto Regency
72
- OCTRIAN TSL 1, MAPPAMIRING 2, MAPPIGAU SAMMA 3
Vol. III No.1 April 2013

masyarakat. Oleh karena itu diharapkan kreativitasnya masyarakat dapat


dengan adanya alokasi dana desa mengemba-ngkan kemampuan dirinya
pemerintah dan masyarakat desa dapat untuk mencipta-kan lapangan kerja yang
diberdayakan sehingga mereka memperoleh dapat menunjang kehidupannya.
kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.
E. KESIMPULAN
c). Peningkatan Lapangan Kerja
Proses pembangunan pada suatu masya- 1). Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa
rakat, paling tidak harus memiliki tiga tujuan inti (ADD) di desa Punagaya Kecamatan
pembangunan, yaitu: (1) Peningkatan Bangkala Kabupaten jeneponto berjalan
ketersediaan serta perluasan distribusi ber-bagai cukup lancar. Hal ini dapat terlihat dari tahap
barang kebutuhan hidup yang pokok, seperti persiapan berupa penyusunan Daftar
sandang, pangan dan papan. (2) Peningkatan Usulan Rencana kegiatan (DURK),
standar hidup yang mencakup peningkatan penyelesaian setiap kegiatan sampai
pendapatan, penambahan penye-diaan dengan tahap penyusunan pertanggung
lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, jawaban. Namun demikian pencapaian
serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai tujuan Alokasi Dana Desa belum optimal.
kultural dan kemanusissaan. (3) Perluasaan Hal ini dapat dilihat dari pencapaian tujuan
pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap Alokasi Dana Desa (ADD), yaitu
individu dalam suatu negara, yakni dengan meningkatnya penyelenggaraan peme-
membebaskan mereka dari belitan sikap rintahan, pembangunan dan kemasyara-
menghambat dan ketergantu-ngan terhadap katan, meningkatnya kemampuan lemba-ga
negara lain. kemasyarakatan di desa dalam peren-
canaan, pelaksanaan dan pengendali
Tiga tujuan inti pembangunan yang harus mendorong peningkatan partisipasi
dimiliki oleh suatu negara dalam proses pem- swadaya gotong royong masyarakat dan
bangunan belum dapat terpenuhi di negara- pembangunan serta mendorong pening-
negara berkembang. Hal ini dikarenakan katan partisipasi swadaya gotong royong
adanya permasalahan yang banyak dihadapi masyarakat.
oleh negara-negara berkembang saat ini, 2). Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan
seperti Indonesia, diantaranya adalah implementasi Alokasi Dana Desa (ADD)
Pertama, mayoritas penduduknya bekerja di di desa Punagaya Kecamatan Bangkala
sektor pertanian dibandingkan dengan yang Kabupaten Jeneponto diantaranya, Fak-
bekerja di sektor industri karena mengalami tor pendukung yaitu: Peningkatan krea-
kekurangan modal, teknik, dan kekurangan tifitas masyarakat, Peningkatan kesejah-
keahlian managerial. Kedua, memiliki sumber- teraan masyarakat, Peningkatan
sumber alam yang melimpah namun belum lapangan kerja. Sedangkan Faktor
diolah dan dimanfaatkan secara maksimal Penghambat yaitu: Alokasi dana di desa
sehingga masih bersifat potensial karena belum mema-dai, Alokasi dana lambat.
kekurangan modal dan tenaga ahli. Ketiga,
mayoritas penduduknya masih terbelakang DAFTAR PUSTAKA
yang dapat diketahui dari kualitas penduduk
sebagai faktor produksi tergolong rendah Agustino L, 2006, Dasar-Dasar Kebijakan
sehingga efisiensi tenaga kerjanya pun Publik, Alfabeta, Bandung.
rendah.
Untuk itu diharapkan dengan adanya alo- Abidin, Said Zainal. Kebijakan Publik.
kasi dana desa ini dapat menciptakan lapangan Jakarta:Penerbit Pancur Siwah, 2004.
kerja bagi masyarakat desa setempat sehing-ga
tidak ada lagi pengangguran dan masya-rakat Khaeruddin dan Erwin AS, 2006, Metodologi
dapat hidup dengan sejahtera. Melalui Penelitian, CV. Berkah Utami, Makassar.

Implementasi program alokasi dana desa (add) dalam pemberdayaan masyarakat di desa punagaya kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto
Implementation Of Village Fund Allocation (ADD) To Community Empowerment In Punagaya Village Bangkala District Jeneponto Regency
73
- OCTRIAN TSL 1, MAPPAMIRING 2, MAPPIGAU SAMMA 3
Vol. III No.1 April 2013

Nawawi I, 2009. Public Policy (Analisis, Wacana, Yogyakarta.


strategi advokasi teori dan praktek),
PMN, Surabaya. Masykur M, Abaikan Regulasi Pelaksanaan
ADD Pemda Kebiri Hak-hak Desa.
Sumodiningrat, Gunawan, Strategi Pember- http:/ /pbhrsulteng.org/component/
dayaan Masyarakat Dalam. option,com_docman/Itemid,59/,
tanggal 10 Maret 2008.
Salusu, J. Pengambilan Keputusan Stratejik. Cet.
Ketiga, Jakarta: Graindo, 2002. Pelaksanaan Otonomi Daerah, http://
google.com, tanggal 12 juni 2010.
Satori, Djama’an, 2010, Metodologi Penelitian
Kualitatif, Alfabeta, Bandung. Tim Mudik, Alokasi Dana Desa (ADD) Bukan
Sekedar Uang, http://www.forum
Thoha M, 2008, Birokrasi pemerintahan desa.org/mudik/mudik2/salam.php,
Indonesia di Era Reformasi, Kencana tanggal 8 juni 2010.
Prenada Media Group, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.
Putra, Fadlllah, 2003, Paradigma Kritis 72 Tahun 2005 Tentang Desa.
Dalam Studi Kebijakan Publik.
Surabaya pustaka pelajar, 2003. ............ Himpunan Peraturan Perundang –
Undangan Kecamatan, Desa Dan Kelu-
Widjaja, 2003, Otonomi Desa, PT. Raja rahan, 2008, Fokusmedia, Bandung.
Grafindo Perdsada, Jakarta.
............ Himpunan Peraturan dan petunjuk
Winarno B, 2008, Gagalnya organisasi Desa pelaksanaan pemerintah desa dan
dalam Pembangunan di Indonesia, Tiara kelurahan, Fokus Media, Bandung.

*********

Implementasi program alokasi dana desa (add) dalam pemberdayaan masyarakat di desa punagaya kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto
Implementation Of Village Fund Allocation (ADD) To Community Empowerment In Punagaya Village Bangkala District Jeneponto Regency
74
- OCTRIAN TSL 1, MAPPAMIRING 2, MAPPIGAU SAMMA 3