Sei sulla pagina 1di 15

KEMENTERIAN

DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN
TRANSMIGRASI
LATAR BELAKANG
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI

ARAHAN PRESIDEN
PENGERTIAN EMBUNG
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI

EMBUNG adalah bangunan konservasi air berbentuk


kolam/cekungan untuk menampung air limpasan (run off) serta
sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian

DAM PARIT adalah suatu bangunan konservasi air berupa


bendungan kecil pada parit-parit alamiah atau sungai - sungai kecil
yang dapat menahan air dan meningkatkan tinggi muka air untuk
disalurkan sebagai air irigasi

LONG STORAGE adalah bangunan penahan air yang berfungsi


menyimpan air di dalam sungai, kanal dan atau parit pada lahan yang
relatif datar dengan cara menahan aliran untuk menaikkan permukaan
air sehingga cadangan air irigasi meningkat.
BANGUNAN PENAMPUNG AIR LAINNYA
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI

PIPANISASI SALURAN AIR

POMPANISASI SUMUR DANGKAL


REGULASI
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI
REGULASI
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - 13 -
DAN TRANSMIGRASI

undangan.
SALINAN
Pasal 33

(1) Perubahan Peraturan Desa tentang dapat dilakukan apabila terjadi:


a. keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran antar jenis
belanja;
b. keadaan yang menyebabkan sisa lebih perhitungan anggaran (SilPA)
tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan;
MENTERI DALAM NEGERI c. terjadi penambahan dan/atau pengurangan dalam pendapatan desa
REPUBLIK INDONESIA pada tahun berjalan; dan/atau
d. terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA ekonomi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan;
NOMOR 113 TAHUN 2014
e. perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah dan Pemerintah
TENTANG Daerah.
(2) Perubahan APBDesa hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu)
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA tahun anggaran.
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA (3) Tata cara pengajuan perubahan APBDesa adalah sama dengan tata cara
penetapan APBDesa.
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 106 Pasal 34


Peraturan Pemerintah No mor 43 Tahun 2014 tentang
(1) Dalam hal Bantuan keuangan dari APBD Provinsi dan APBD
Peraturan Pelaksanaan Undang–Undang Nomor 6 tahun Kabupaten/Kota serta hibah dan bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat
2014 tentang Desa perlu menetapkan Peraturan Menteri ke desa disalurkan setelah ditetapkannya Peraturan Desa tentang
UNTUK MEMASUKKAN 4 PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA DAPAT DILAKUKAN PADA ABPBDES
Dalam Negeri tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Perubahan APB Desa , perubahan diatur dengan Peraturan Kepala Desa
Desa;
PERUBAHAN 2017
tentang perubahan APBDesa.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa(2) Perubahan APBDesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diinformasikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 kepada BPD.
Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI
NILAI MANFAAT EMBUNG
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI

Ketahanan pangan
Meningkatkan jumlah panen
Peningkatan pendapatan

Peluang kerja Peningkatan protein


Usaha perikanan
Peningkatan pendapatan

NILAI MANFAAT Pengembangan pariwisata


Peluang kerja Sarana hiburan
EMBUNG Peningkatan pendapatan Lahir usaha baru

Peluang kerja Pendapatan desa


Salah satu unit usaha BUMDes
Peningkatan pendapatan

Pencegahan bencana
Mengatasi banjir
Persediaan air baku
KEMENTERIAN DESA, PRESPEKTIF PEMBANGUNAN EMBUNG DAN BANGUANAN AIR LAINNYA
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI
DALAM PEMBANGUNAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN
TRANSMIGRASI

PERSPEKTIF

• Pertanian
1. Pembangunan embun harus memiliki
• Pariwisata
dampak atas tumbuhnya produk PENCIPTAAN • Orah Raga
unggulan kawasan desa (Prokades) LAPANGAN KERJA • Air Bersih
2. Pembangunan embung dilakukan
dengan sustainable dan product market
approach.
3. Pembangunan dan pengelolaan embung
desa dilakukan dengan partisipasi KEMISKINAN
masyarakat melaluai Badan Usaha Milik
• Menciptakan
Desa (BUMDes). Lapangan Kerja
4. Ada manajemen kohesitas sosial antara • Membangun
Embung, Prukades, dan BUMDes untuk Nilai Ekonomi
menjamin terwujudnya kemandiri desa. • Pengelolaan
KETIMPANGAN embung yang
profesional
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN EMBUNG
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI

TIDAK ADA 68,963


Butuh Embung (Nasional) a 49,057
Desa desa yang mengalami kekeringan lahan
Butuh Embung 1 b 45,591
Butuh Embung2 c 3,466
Desa desa yang memiliki komoditi pertanian
a Total Desa Membutuhkan Embung
PARAMETER Pertanian Desa yang tidak memiliki jaringan Desa Membutuhkan Embung
b tanpa Embung
IDENTIFIKASI irigasi
Desa Membutuhkan Embung
c
DATA PODES Desa yang memiliki sumber air minum dari air Meskipun Sudah Ada Embung
BPS TAHUN hujan dan mata air (Desa Memiliki Waduk, situ, danau,
bendungan, namun masih ada desa yang
2014
mengalami kekeringan lahan, sumber air
bersih dari mata air dan air hujan,dan tidak
Desa Tidak Memiliki Waduk , Situ, Danau, maupun memiliki irigas)
Bendungan
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
TAHAPAN PEMBANGUNAN EMBUNG
DAN TRANSMIGRASI
Pembentukan
Satgas
Standart Embung
Pengaturan
Kreatifitas Anggaran
nilai ekonomi
Penentuan lokasi
pembangunan

Pengelolaan
irigrasi Penyiapan lahan
pembangunan
PEMBANGUNAN

Penyiapan Pembangunan
kelembagaan Embung
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI DESA BUTUH EMBUNG DESA NASIONAL

49,057 DESA

ACEH 4,103 BENGKULU 893 D I YOGYAKARTA 134 KALIMANTAN BARAT 1,841 SULAWESI TENGAH 1,327 MALUKU UTARA 994
SUMATERA UTARA 4,135 LAMPUNG 1,563 JAWA TIMUR 2,889 KALIMANTAN TENGAH 1,200 SULAWESI SELATAN 1,445 PAPUA BARAT 1,437
SUMATERA BARAT 456 KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 205 BANTEN 607 KALIMANTAN SELATAN 1,571 SULAWESI TENGGARA 1,543 PAPUA 4,713
RIAU 1,446 KEPULAUAN RIAU 256 BALI 302 KALIMANTAN TIMUR 735 GORONTALO 426
JAMBI 1,058 JAWA BARAT 2,297 NUSA TENGGARA BARAT 354 KALIMANTAN UTARA 410 SULAWESI BARAT 459
SUMATERA SELATAN 2,236 JAWA TENGAH 3,165 NUSA TENGGARA TIMUR 2,695 SULAWESI UTARA 1,172 MALUKU 990
DESA MEMBUTUHKAN EMBUNG (PRIORITAS 1)
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI

Jumlah Desa Membutuhkan Embung Menurut Provinsi


6,000

Masuk pada kriteria


lokasi prioritas 1 karena
selain tidak memiliki
5,000

4,000
45,591 Desa
waduk, danau maupun 3,000

4,601
bendungan ada desa yang

3,959
3,868
2,000
sering mengalami

2,938
2,550
2,311
2,083
2,058
1,692
kekeringan lahan, sumber 1,000

1,471
1,454
1,408
1,382
1,362
1,341
1,238
1,112
1,097
JAMBI 1,018
964
966
841
KALIMANTAN TIMUR 636
BANTEN 567
SULAWESI BARAT 442
SUMATERA BARAT 406
GORONTALO 393
KALIMANTAN UTARA 389
BALI 289
air minum dari mata air

NUSA TENGGARA BARAT 255


KEPULAUAN RIAU 249
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 176
D I YOGYAKARTA 75
-

PAPUA BARAT
RIAU
SULAWESI TENGAH

SUMATERA UTARA
JAWA BARAT
KALIMANTAN SELATAN

NUSA TENGGARA TIMUR

PAPUA
MALUKU UTARA

SUMATERA SELATAN
LAMPUNG

ACEH
MALUKU

SULAWESI SELATAN

SULAWESI TENGGARA

JAWA TENGAH
SULAWESI UTARA
BENGKULU

KALIMANTAN BARAT

JAWA TIMUR
KALIMANTAN TENGAH
dan air hujan dan dan (1,000)
desa memiliki potensi
pertanian namun tidak
memiliki irigasi

Desa Butuh Embung


D I YOGYAKARTA 75 GORONTALO 393 MALUKU 964 RIAU 1,341 KALIMANTAN BARAT 1,692 SUMATERA UTARA 3,868
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 176 SUMATERA BARAT 406 MALUKU UTARA 966 SULAWESI SELATAN 1,362 JAWA BARAT 2,058 ACEH 3,959
KEPULAUAN RIAU 249 SULAWESI BARAT 442 JAMBI 1,018 PAPUA BARAT 1,382 SUMATERA SELATAN 2,083 PAPUA 4,601
NUSA TENGGARA BARAT 255 BANTEN 567 KALIMANTAN TENGAH 1,097 LAMPUNG 1,408 NUSA TENGGARA TIMUR 2,311
BALI 289 KALIMANTAN TIMUR 636 SULAWESI UTARA 1,112 KALIMANTAN SELATAN 1,454 JAWA TIMUR 2,550
KALIMANTAN UTARA 389 BENGKULU 841 SULAWESI TENGAH 1,238 SULAWESI TENGGARA 1,471 JAWA TENGAH 2,938
JUMLAH DESA MEMBUTUHKAN EMBUNG (PRIORITAS 2)
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
DAN TRANSMIGRASI

Masuk pada wilayah Jumlah Desa Memiliki Waduk/Danau/Bendungan Menurut Provinsi


Prioritas 2 dalam 450
400
pembangunan Embung 350
karena meskipun Desa 300

yang memiliki
waduk/Danau/Bendung
250
200
150
3,466 Desa 339
384
267
227 239
an namun masih ada 100
144 149 153 155
50 83 89 99 99 103 105 112 117
desa yang tidak ada 0 7 13 17 21 26 28 29 33 40 40 50 52 55 59 60 72

irigasi, mengalami

SULAWESI TENGAH

NUSA TENGGARA BARAT


BALI

BENGKULU
BANTEN

PAPUA BARAT

RIAU

PAPUA
MALUKU

KALIMANTAN TIMUR

ACEH

JAWA TENGAH

JAWA BARAT
SULAWESI BARAT

MALUKU UTARA

JAMBI

SUMATERA BARAT

SULAWESI TENGGARA

JAWA TIMUR

NUSA TENGGARA TIMUR


KALIMANTAN UTARA

LAMPUNG
D I YOGYAKARTA

SULAWESI UTARA
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

GORONTALO

KALIMANTAN SELATAN

SUMATERA UTARA
KEPULAUAN RIAU

SULAWESI SELATAN

KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN BARAT

SUMATERA SELATAN
-50

kekeringan lahan dan


ada desa yang sumber
air minumnya
bersumber dari air hujan
dan mata air
Desa Memiliki Danau

KEPULAUAN RIAU 7 KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 29 PAPUA BARAT 55 NUSA TENGGARA BARAT 99 ACEH 144 SUMATERA UTARA 267
BALI 13 GORONTALO 33 D I YOGYAKARTA 59 KALIMANTAN TIMUR 99 KALIMANTAN BARAT 149 JAWA TIMUR 339
SULAWESI BARAT 17 JAMBI 40 SULAWESI UTARA 60 KALIMANTAN TENGAH 103 SUMATERA SELATAN 153 NUSA TENGGARA TIMUR 384
KALIMANTAN UTARA 21 BANTEN 40 SULAWESI TENGGARA 72 RIAU 105 LAMPUNG 155
MALUKU 26 SUMATERA BARAT 50 SULAWESI SELATAN 83 PAPUA 112 JAWA TENGAH 227
MALUKU UTARA 28 BENGKULU 52 SULAWESI TENGAH 89 KALIMANTAN SELATAN 117 JAWA BARAT 239