Sei sulla pagina 1di 2

Management of Malunion due to Lefort 1 and Left Zygoma Fractures

Using Lefort 1 Osteotomy


(A Case Report)

Syahril Samad 1 Winarno Priyanto 2 Abel Tasman 2


1
Resident of Oral and Maxillofacial Surgery. Universitas Padjadjaran, Bandung
2
Staff of Oral and Maxillofacial Surgery Department. Universitas Padjadjaran,
Bandung
Abstract
Objective : Lefort 1 osteotomy is common for surgical correction of orthognathic
treatment cases. In this case, the lefort 1 osteotomy was used for malunion correction of
lefort 1 fracture accompanied with left zygoma fracture two months after trauma. This
article aimed to report a surgical correction of malocclusion due to malunion of the
maxilla to obtain a maximal occlusion relation.
Methods : A 36-year-old male patient with complain of open and uncomfortable bites
two months after motorcycle accident. Clinically seen malocclusion, anterior and right
posterior open bite and also floating maxilla. The procedure of lefort 1 osteotomy in this
patient was by separating the maxilla and zygoma from the anterior to the posterior of
the maxilla. The maxilla was then positioned to obtain a class 1 Angle relation to the
mandible. Immobilization was performed through plate placement to bilaterally fixated
the maxillary.
Results : Advancement of maxilla was done to achieve a class 1 Angle relation to the
mandible. This surgical approach was selected because the bone-formation process has
taken place makes a simple reduction can no longer be done.
Conclusion : Management with Lefort 1 osteotomy is common in orthognathic surgery
and can also successfully performed in the case of malunion due to lefort 1 and left
zygoma fractures with satisfactory outcome.
Keywords : Lefort 1, malunion fracture, osteotomy
Corresponding Author : Email : arielkazhimdelshadi@gmail.com
b) winarnopriyanto68@gmail.com
c)
abelgjq@gmail.com
PENATALAKSANAAN MALUNION FRACTURE LEFORT 1 DAN
ZYGOMA KIRI DENGAN OSTEOTOMI LEFORT 1
( Laporan Kasus )
Syahril Samad 1 Winarno Priyanto 2 Abel Tasman 2
1
Residen PPDGS Bedah Mulut dan Maksilofasial UNPAD, Bandung
2
Staf Pengajar PPDGS Bedah Mulut dan Maksilofasial UNPAD, Bandung

Abstrak
Tujuan : Osteotomi Lefort 1 adalah jenis tindakan yang sering digunakan untuk koreksi
kasus bedah ortognatik. Pada kasus ini, ostotomi lefort 1 digunakan untuk koreksi
malunion dari fraktur lefort 1 dan zigoma kiri selama kurang lebih dua bulan paska
trauma. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengoreksi maloklusi akibat malunion dari
maksila sehingga mendapatkan relasi oklusi yang maksimal.
Metode : Pasien Laki-laki umur 36 tahun dengan keluhan gigitan terbuka dan tidak
nyaman setelah kecelakan dua bulan yang lalu. Klinis terlihat maloklusi, open bite
anterior dan posterior kanan serta floating maxilla. Prosedur operasi dengan osteotomi
lefot 1 yakni dengan memisahkan maksila dan zigoma dari anterior ke posterior.
Maksila diposisikan untuk medapatkan relasi angle klas 1 dengan mandibula. Kemudian
dilakukan imobilisasi melalui pemasangan plate untuk fiksasi maksila bilateral.
Hasil : Maksila di advancement untuk mendapatkan relasi oklusi klas 1 angle terhadap
mandibula. Pendekatan bedah ini dipilih oleh karena sudah terjadi penulangan sehingga
reduksi sederhana tidak dapat lagi dilakukan.
Simpulan : Penatalaksaan dengan osteotomi lefort 1 yang biasa dilakukan pada kasus
bedah ortognatik, berhasil dilakukan pada kasus malunion fraktur lefort 1 dan zigoma
kiri dengan hasil yang sangat memuaskan.
Kata kunci : lefort 1, malunion fracture, osteotomy
Korepondensi penulis : Email : arielkazhimdelshadi@gmail.com
b) winarnopriyanto68@gmail.com
c)
abelgjq@gmail.com