Sei sulla pagina 1di 7

A. Biografi Adolf Hitler.

Adolft Hitler diahirkan pada 20 April 1889 oleh pasangan Klara Polzl dan
Alois Hitler di Brounau am Inn, sebuah kota kecil di Austria. Orang tua Hitler
sebenarnya memiliki 5 anak tetapi hanya dia dan adiknya, Paula yang bisa bertahan
hidup hingga dewasa.

Semasa kecil Adolft Hitler cukup berprestasi dalam bidang akademik tapi
setelah kematian adiknya terjadi perubahan drastis pada dirinya. Hitler menjadi
depresi dan mulai berperilaku agresif terhadap orang-orang di sekitarnya terutama
pada guru dan keluarganya.

Saat kecil Hitler tertarik untuk menjadi seorang seniman tetapi oleh ayahnya ia
dikirim ke sekolah teknik Realschule di Linz. Hal itu membuat Hitler tidak belajar
dengan sungguh-sungguh dan berharap ayahnya membiarkannya untuk mengejar apa
yang telah ia cita-citakan.

Tapi belum sempat keinginan tersebut terwujud, ayahnya mendadak


meninggal pada tahun 1903. Hal itu membuat keadaan Adolft Hitler semakin
memburuk dan akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah tempatnya belajar.

Setelah kematian ayahnya keadaan ekonomi keluarga Hitler semakin


memburuk sehingga ia harus hidup dari uang dari ibu dan tunjangan anak yatim.

Selang empat tahun setelah kematian ayahnya, ibu Hitler menyusul meninggal
dunia karena penyakit kanker. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Hitler harus
bekerja serabutan sebelum akhirnya bergabung dengan infanteri.

Kehidupan percintaan Hitler juga tidak berjalan dengan baik. Dinyakini ia


memiliki hubungan romantis dengan saudara jauhnya Geli Raubal yang akhirnya
melakukan bunuh di apartemennya di Munich pada tahun 1931 dengan pistol miliki
Hitler.

Selain itu Hitler juga mempunyai hubungan dengan wanita lain bernama Eva
Broun sejak tahun 1929 yang kemudian ia nikahi pada tahun 1945.

1
Ketika awal Perang Dunia I, Hitler pergi ke Munich untuk bergabung dengan
Resiman Infanteri Cadangan Bavaria ke-16. Selama perang tersebut, Hitler
mendapatkan beberapa luka dan mendapatkan beberapa penghargaan atas
keberaniannya.

Ketika Perang Dunia I berakhir pada tahun 1919, Hitler bergabung dengan
Partai Buruh Jerman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Nazi.

Dengan keliahaiannya Hitler bisa langsung mengambil alih tugas propaganda


partai dan pada tahun 1921 ia diangkat menjadi pemimpin baru. Pada tahun 1923,
Nazi yang dipimpin Adolf Hitler mencoba mengambil alih kekuasaan Republik
Weimar Jerman pada peristiwa yang dikenal sebagai Beer-Hall Putsch.

Usaha yang dilakukan Hitler tersebut gagal dan membuat ia dijebloskan di


penjara. Selama berada di penjara selama sembilan bula ia menulis Min
Kampf (perjuanganku). Buku ini merupakan sebuah otobiografi sekaligus manifesto
politik Adolf Hitler. Setelah keluar dari penjara Hitler muncul sebagai salah satu juru
bicara populis kaum miskin yang menjadi nasionalis Jerman.

Hitler mencoba menatang kaselir Jerman Paul von Hindenburg dalam sebuah
pemilu pada tahun 1932. Tapi usaha tersebut berujung dengan kegagalan. Tapi
dikemudian hari setelah kematian kaselir Jerman, Adolft Hitler menjadi Fhrer dan
Kanselir atau Reichskanzler pada tahun 1934.

Setelah menduduki jabatan Reichskanzler, Hitler langsung menerapkan


kepemimpinan ditaktor mutlak yang didukung oleh Gestapo atau polisi rahasia
Jerman yang terkenal brutal. Kamp pelatihan dengan segera dibentuk untuk
melakukan pembunuhan teroganisir Yahudi yang menjadi lawan politik dari Gipsi.

Saat berkuasa Hitler berusaha mengambil sebanyak mungkin wilayah Eropa


seperti Austria dan Sudetenland pada tahun 1938. Setelah kedua wilayah tersebut
dikuasai penyerangan dilanjutkan ke Polandia pada 1 September 1939. Karena
tindakan inilah yang memicu terjadinya Perang Dunia II.

2
Pada saat awal Perang Dunia II, dengan kekuatan ifanteri dan tank Jerman
serta tatik perang kilat, Adolft Hitler berhasil menguasai sebagian Eropa Barat. Pada
1941, Hitler menyerang Uni Soviet sebagai bentuk pembatalan pakta non-agresi yang
ditandatangani pada tahun 1939.

Setelah mengalami banyak kemenangan, pasukan Hitler akhirnya mulai


mengalami banyak kekalahan. Kekalahan awal terjadi di Moskow pada bulan
Desember 1941 kemudian disusul kekalahan lainnya di Stalingrad pada musim dingin.
Kondisi tersebut diperparah dengan ikutnya Amerika dengan sekutu dalam Perang
Dunia II.

Pasukan sekutu mulai menginvasi Eropa yang diduduki oleh Jerman.


Kemudian kota-kota di Jerman mulai di hancurkan dengan bom oleh pasukan sekutu
dan berhasil menaklukan kota Berlin pada tahun 1945. Sementara itu, Italia, di bawah
pemerintahan diktator fasis Benito Mussolini yang merupakan sekutu Jerman juga
jatuh.

Selama perang, banyak petinggi Nazi menjadi putus asa dan beberapa usaha
dilakukan untuk membunuh Hitler yang semuanya berakhir pada kegagalan.

Adolf Hitler (bahasa Jerman: [adlf htl]; lahir di Braunau am Inn, Austria-
Hongaria, 20 April 1889 meninggal di Berlin, Jerman, 30 April 1945 pada umur 56
tahun) adalah seorang politisi Jerman dan ketua Partai Nazi (bahasa
Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP); Partai Pekerja
Jerman Sosialis Nasional) kelahiran Austria. Ia menjabat sebagai Kanselir
Jerman sejak 1933 sampai 1945 dan diktator Jerman Nazi (bergelar Fhrer und
Reichskanzler) mulai tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi tokoh utama Jerman
Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust.

Hitler adalah veteran Perang Dunia I dengan banyak gelar. Ia bergabung


dengan Partai Pekerja Jerman (pendahulu NSDAP) pada tahun 1919, dan menjadi
ketua NSDAP tahun 1921. Tahun 1923, ia melancarkan kudeta di Munich yang
dikenal dengan peristiwa Beer Hall Putsch. Kudeta yang gagal tersebut berujung
dengan ditahannya Hitler. Di penjara, Hitler menulis memoarnya, Mein

3
Kampf(Perjuanganku). Setelah bebas tahun 1924, Hitler mendapat dukungan rakyat
dengan mengecam Perjanjian Versailles dan menjunjung Pan-
Jermanisme, antisemitisme, dan anti-komunisme melalui pidatonya yang karismatik
dan propaganda Nazi. Setelah ditunjuk sebagai kanselir pada tahun 1933, ia
mengubah Republik Weimar menjadi Reich Ketiga, sebuah kediktatoran satu
partai yang didasarkan pada ideologi Nazisme yang totalitarian dan otokratik.

Tujuan Hitler adalah mendirikan Orde Baru hegemoni Jerman Nazi yang
absolut di daratan Eropa. Sampai saat itu, kebijakan luar dan dalam negerinya
bertujuan mencapai Lebensraum ("ruang hidup") bagi kaum Jermanik. Ia
memerintahkan Jerman dipersenjatai kembali dan Wehrmacht menginvasi
Polandia pada bulan September 1939, menyebabkan pecahnya Perang Dunia II di
Eropa. Di bawah pemerintahan Hitler, pada tahun 1941 pasukan Jerman dan sekutu
Eropanya menduduki sebagian besar Eropa dan Afrika Utara. Tahun 1943, Jerman
harus mempertahankan wilayahnya dan mengalami serangkaian kekalahan dalam
pertempuran. Pada hari-hari terakhir perang, saat Pertempuran Berlin berlangsung
tahun 1945, Hitler menikahi kekasih lamanya, Eva Braun. Tanggal 30 April 1945,
kurang dari dua hari kemudian, keduanya bunuh diri agar tidak ditangkap Angkatan
Darat Merah, lalu mayat mereka dibakar.

Kebijakan Hitler yang supremasis dan termotivasi oleh ras mengakibatkan


kematian sekitar 50 juta orang selama Perang Dunia II, termasuk 6 juta
kaum Yahudi dan 5 juta etnis "non-Arya" yang pemusnahan sistematisnya
diperintahkan oleh Hitler dan rekan-rekan terdekatnya.

B. Korban keganasan Adolf Hitler


Manusia Ini Dinobatkan Sebagai "Manusia Paling Jahanam Sepanjang
Sejarah", Oleh Para Cendikiawan Dunia,(Berdasarkan Buku Michael H. Hart
Korban keganasan Hitler pada masa kuasa, Hitler merupakan pembunuh masal
yang tidak ada tandingannya. Seorang anti yahudi yang secara terbuka
mengumumkan "Bunuh setiap orang Yahudi", hingga hasilnya, orang tua, hingga
anak kecil yang tidak bersalah di masukkan kedalam kamar gas, dan dalam beberapa
tahun saja, sekitar 6.000.000 orang yahudi dipulangkannya ke alam baka.
Antara tahun 1933 dan 1945, Nazi Jerman membangun sekitar 20.000 kamp
untuk memenjarakan jutaan korban. Kamp-kamp ini digunakan untuk berbagai
keperluan seperti kamp kerja paksa, kamp transit yang berfungsi sebagai stasiun

4
kereta api sementara, dan kamp pemusnahan yang secara eksklusif dan utamanya
dibangun untuk pembantaian massal. Sejak berkuasa tahun 1933, rezim Nazi
membangun sejumlah fasilitas penjara untuk menahan dan menghabisi apa yang
disebut musuh negara. Kebanyakan tahanan yang dimasukkan ke dalam kamp
konsentrasi awal adalah kaum Komunis Jerman, Sosialis, Sosial Demokrat, orang
Roma (Gipsi), penganut aliran Saksi Yehova, kaum homoseksual, dan orang-orang
yang dituduh asosial atau yang menyimpang perilakunya secara sosial. Semua
fasilitas ini disebut kamp konsentrasi karena mereka yang dikurung di kamp
tersebut secara fisik dikonsentrasikan dalam satu lokasi.
Setelah Jerman menganeksasi Austria pada bulan Maret 1938, Nazi
menangkap kaum Yahudi Jerman dan Austria dan mengurung mereka di kamp
konsentrasi Dachau, Buchenwald, dan Sachsenhausen yang semuanya berlokasi di
Jerman. Setelah peristiwa kekerasan pogrom Kristallnacht (Malam Kaca Pecah)
pada bulan November 1938, Nazi melakukan penangkapan massal terhadap laki-laki
dewasa Yahudi dan mengurung mereka dalam kamp untuk periode waktu yang tak
terlalu lama.
Menyusul invasi Jerman ke Polandia pada bulan September 1939, Nazi
membuka kamp-kamp kerja paksa di mana ribuan tahanan mati karena kelelahan,
kelaparan, dan pajanan cuaca. Kamp-kamp ini dijaga oleh unit-unit SS. Selama
Perang Dunia II, sistem kamp Nazi berkembang dengan sangat cepat. Di beberapa
kamp, para dokter Nazi melakukan eksperimen terhadap para tahanan.
Selepas invasi Jerman ke Uni Soviet pada bulan Juni 1941, Nazi menambah
jumlah kamp tahanan perang (POW). Sebagian kamp baru dibangun di dalam
kompleks kamp konsentrasi yang sudah ada (seperti Auschwitz) di wilayah Polandia
yang diduduki. Kamp di kota Lublin, yang kemudian dikenal dengan nama Majdanek,
dibangun pada musim gugur tahun 1941 sebagai kamp tahanan perang dan menjadi
kamp konsentrasi pada tahun 1943. Ribuan tahanan perang Soviet ditembak dan
dibunuh dengan gas di tempat ini.
Untuk memfasilitasi Solusi Akhir (genosida atau pembantaian massal kaum
Yahudi), Nazi membangun kamp pemusnahan di Polandia, negara dengan populasi
Yahudi paling besar. Kamp-kamp pemusnahan ini dirancang agar efisien untuk
pembantaian massal. Chelmno, kamp pemusnahan yang pertama, dibuka pada bulan
Desember 1941. Di sini, kaum Yahudi dan orang Roma dibantai menggunakan mobil
gas. Pada tahun 1942, Nazi membuka kamp pemusnahan Belzec, Sobibor, dan

5
Treblinka untuk secara sistematis membantai kaum Yahudi dari
Generalgouvernement (teritori dalam wilayah pendudukan di Polandia).
Nazi membangun kamar gas (ruang yang diisi gas beracun untuk membunuh
orang yang ada di dalamnya) agar pembunuhan lebih efisien dan si pembantainya
tidak akan merasa iba. Di kompleks kamp Auschwitz, kamp pemusnahan Birkenau
memiliki empat kamar gas. Saat deportasi ke kamp ini mencapai puncaknya, orang
Yahudi yang dibantai dengan gas setiap harinya di sini mencapai 6.000 orang.
Dalam perjalanan menuju pusat -pusat pembantaian di daerah pendudukan di
Polandia, kaum Yahudi yang berada di wilayah-wilayah yang diduduki Nazi awalnya
sering dideportasi ke kamp-kamp transit seperti Westerbork di Belanda, atau Drancy
di Prancis. Kamp transit tersebut biasanya merupakan pemberhentian terakhir
sebelum dideportasi ke kamp pemusnahan.
Jutaan orang dikurung dan mengalami berbagai bentuk pelecehan dalam
kamp-kamp Nazi. Di bawah pengawasan SS, Jerman dan para kolaboratornya, lebih
dari tiga juta orang Yahudi dibantai di kamp pemusnahan saja. Hanya sebagian kecil
dari mereka yang ditahan di kamp Nazi yang bertahan hidup.

6
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Hitler

http://tryjakasanjaya.blogspot.co.id/2012/11/kekejaman-nazi.html

http://bumi-tuntungan.blogspot.co.id/2010/09/kekejaman-adolf-hitler.html

https://www.satujam.com/biografi-adolf-hitler/