Sei sulla pagina 1di 1

Nama: Adrian Dimas Prasetyo

Nomor peserta 0008021/HK/M/9/lpdp2015

Program Beasiswa: Magister LN

Lokasi Seleksi Bandung

Tema Esai A2

Pemberlakuan hukuman mati bagi pengedar narkoba oleh pemerintah memang didasari oleh alasan
yang kuat. Hampir setiap hari jatuh korban jiwa akibat penggunaan narkotika dan obat-obatan
terlarang, hal ini tentu saja terkait erat dengan peredaran narkoba yang tak kunjung menurun
jumlahnya meskipun hukuman pidana penjara sudah diberlakukan kepada para pengedar narkoba

Kurangnya tingkat efektivitas hukuman ini menjadi titik awal bagi pemberlakuan hukuman mati
terhadap pengedar narkoba di Indonesia. Namun bila diminta untuk mengemukakan pendapat
personal saya terkait hal ini, saya cenderung tidak setuju terhadap pemberlakuan pidana mati bagi
pengedar narkoba.

Kecenderungan saya untuk berada di pihak yang kontra terhadap peraturan ini pun bukannya tidak
beralasan. Sebagai seorang Indonesia yang beragama, serta berkesempatan menempuh pendidikan
hukum pada jenjang S1, saya meyakini bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan
kesempatan kedua. Alih-alih menjatuhkan hukuman mati segera setelah terbukti menjadi pengedar
narkoba, pengadilan dapat saja menjatuhkan sanksi pidana seumur hidup, atau sanksi sosial yang
berat, namun dengan tetap menghargai nyawa individu tersebut sebagai manusia. Dalam setiap
bentuk spiritualitas dan pandangan teologis, nyawa manusia pada dasarnya adalah sangat berharga,
dan hanya Tuhan yang memiliki hak atas nyawa manusia.

Dari segi hukum, terutama terkait ilmu penologi, pemberlakuan hukuman mati ini pun tidak
menjamin timbulnya kesadaran hukum pada para pengedar narkoba dan obat terlarang. Saya
meyakini bahwa alih-alih menimbulkan kesadaran hukum, pemberlakuan pidana semacam ini hanya
akan menimbulkan rasa takut, sehingga tujuan hukum sebagai alat social engineering tidak
tercapai.