Sei sulla pagina 1di 755

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol.

I)

Sekapur Sirih Dari Editor

Mein Kampf, adalah sebuah bukti manifestasi atas


kedirian sebuah cita-cita manusia seorang bangsa Jerman
kelahiran Austria, yang ditulis oleh Adolf Hitler. Buku Mein
Kampf yang berjudul asli Mein Kampf zwei Bande in Einem
Band Ungekurtze Ausgabe ini adalah sebuah buku yang terdiri
atas dua volume yang dikemas dalam satu jilid. Mein Kampf
adalah sebuah dokumen sejarah yang sangat berharga, penting
dan cukup subversif untuk dikaji ulang kembali tentang citacita berdiri tegaknya sebuah bangsa Ubermensch, yang
kehadirannya begitu banyak menuai kontroversi dan debat
kusir

tak

berkesudahan

dalam

perdebatannya

tentang

kompleksitas sebuah negara modern abad XX. Mengingat akan


penting dan berharganya buku tersebut, kami dari penerbit
independen

Das

Mutterland,

merasa

terpanggil

untuk

menerjemahkan sekaligus tergugah untuk menyebarluaskan


dokumen tersebut sebagai tradisi intelektualisme dan human
interest yang senantiasa menutut adanya kebaruan dan
pembelajaran ulang atas hermeneutika sejarah. Ya, meskipun
buku cetakan pertama ini kami terbitkan dalam jumlah
terbatas.

Sudah

barang

tentu

kami

berencana

akan

menerbitkan buku Mein Kampf volume II sebagai agenda kami


setelah buku volume I ini beredar dan berada di tangan Anda.
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

Di awal penerbitan kami ini, Mein Kampf volume I yang


berjudul Pembalasan ini sengaja kami hadirkan lebih awal
bagi Anda para bookaholic yang ingin mengintip rumitnya
fragmen dan epos sebuah bangsa Arya.
Di dalam buku Mein Kampf versi asli tidak terdapat
catatan kaki, bibliografi atau penjelasan-penjelasan ilmiah
tentang suatu istilah atau namanama tokoh, namun pada buku
Mein Kampf edisi terjemahan bahasa Indonesia ini kami
sengaja

membubuhi

catatan

kecil

atau

anotasi

untuk

menjelaskan secara singkat tentang nama-nama tokoh,


tempat, peristiwa atau istilah yang masih asing di telinga kita.
Hal itu sangat penting dan sengaja kami lakukan agar
memudahkan para pembaca kita untuk bisa mencerna dan
memahami dalam konteks kapan, kenapa, bagaimana dan
dimana Hitler menulis Mein Kampf. Proses penulisan Mein
Kampf itu sendiri dilakukannya dengan cara mendiktekan
endapan narasi pemikiran dan perasaan Hitler kepada Rudolf
Hess, di dalam penjara Lamsberg Am Lech, pada tahun 1925.
Dengan

segala

keterbatasan

referensi

dan

ketatnya

pengawasan sipir penjara pada saat itu, sangat logis apabila


Hitler sangat kekurangan, bahkan nyaris tidak membawa serta
bukubuku, bahan bacaan atau referensi ke dalam penjara yang
selama penulisan bukunya itu sangat ia butuhkan. Jadi, Hitler
hanya

mengandalkan

memori

ingatannya

saja

ketika

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

menuliskan pokok-pokok pikiran dan gagasannya sebagai hasil


endapan bacaannya.
Patut kita kagumi ihwal daya ingat dan ketelitiannya saat
Hitler menuangkan gagasan-gagasan politik, kritik seni,
intisari Marxisme maupun filsafat anti-Semitisme dengan
tanpa dibekali referensi sedikitpun, atau ketika ia mesti
merumuskan teori proyek partai Nazi demi masa depan dan
bangsa Jerman yang sangat ia sanjung itu. Atau ketika
pikirannya harus ditarik kembali ke belakang di saat ia
menuturkan kisah-kisah masa lalunya: tentang keluarga, citacita dimasa kecil, cerita semasa sekolah di Realschule,
kegetiran hidup sewaktu di Wina, pengalaman ketika
memasuki resimen ketentaraan di Bayern, hingga hal-hal yang
sudah menjadi ikon Adolf Hitler, yaitu kebencian rasialnya
terhadap kaum Yahudi.
Buku Mein Kampf jilid I Pembalasan ini di awali dengan
kisah romantisme yang lumrah terjadi pada seorang remaja
pembangkang ketika sedang dalam proses pencarian jati diri,
mesti berpolemik dengan pilihan-pilihan orang tua yang
menuntut anaknya untuk memilih profesi ideal demi hidupnya
di masa depan. Di masa-masa remajanya, Hitler sering
bersitegang dengan ayahnya yang menginginkan agar Hitler
menjadi seorang pegawai negeri, sementara Hitler lebih
memilih bercita-cita menjadi seniman. Di hari-hari yang selalu
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

penuh konflik itu, sosok ibunyalah yang selalu menengahi


konflik dengan sikap yang penuh kelembutan, sampai-sampai
sang ibu rela menyerahkan seluruh uang pensiun ayahnya
untuk biaya Hitler agar dapat masuk Akademi Seni di Wina. Di
kota Wina inilah realitas kehidupan yang pahit dan sulit di
alami oleh Hitler berlangsung: hidup di rantau seorang diri, di
tolak oleh Akademi Seni, tak punya pekerjaan dan bertahan
hidup sebagai pelukis jalanan, ditambah dengan kondisi
keuangannya yang semakin menipis dan menyedihkan
membuat hidupnya semakin tak menentu. Sebuah realisme
kehidupan yang rentan terhadap perubahan psikologis terjadi
dalam dirinya. Dari awal hingga akhir setiap bab buku Mein
Kampf jilid I ini, banyak menyimpan bahan perenungan yang
lebih dalam ihwal perjalanan karir sang Fuhrer memang
sangat menarik untuk ditelusuri lebih jauh lagi.
Memang adalah sebuah kenyataan yang wajar ketika kita
mengetahui sosok Adolf Hitler adalah sosok yang selalu
diliputi impuls-impuls kekerasan, agresif, penghancur, brutal
dan arogan. Seolah-olah Hitler tak memiliki kepekaan,
perasaan, kepedulian dan sensitifitas kemanusiaan sama sekali
terhadap nilai dan norma kehidupan, khususnya pasca
pembantaian 5 juta kaum Yahudi dan 6 juta kaum Christian
subhumans.

Asumsi-asumsi

tadi

mungkin

sedikit

ada

benarnya, namun ketika kita selesai membaca Mein Kampf ini


saya yakin -tanpa bermaksud untuk berlebihan- semua
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

asumsi-asumsi yang kita tuduhkan itu akan terjungkal. Pada


jilid I Mein Kampf ini ternyata kita akan mendapati sisi-sisi
human interest Hitler yang tidak melulu berisi hasutanhasutan

dan

cerita-cerita

pembantaian

massal

yang

mendirikan bulu roma. Betapa tidak, Hitler ternyata memiliki


kepedulian akan pentingnya menjaga kesehatan dan kekuatan
tubuh,

yaitu

dengan

menyarankan

agar

dibiasakan

berolahraga sejak anak-anak. Iapun mengkampanyekan akan


bahaya penyebaran penyakit sifilis, dan menyarankan agar
pemuda-pemudi yang sudah cukup usia agar segera menikah
demi menghindari penularan penyakit seksual. Betapa ia
begitu

peka terhadap berbagai kondisi

sosial; bahaya

pengangguran, kelaparan, perceraian rumah tangga, penyakit


dan cacat tubuh, efek media yang tak mendidik terhadap anakanak, jahatnya praktek korupsi dan kapitalisme, bahkan iapun
tidak menyembunyikan perasaan iba dan halusnya sebagai
seorang manusia ketika ia membagi dan memberikan remahremah roti kepada tikustikus yang kelaparan di dalam barak,
sewaktu Hitler menjadi prajurit di Flanders.
Inilah realitas kontradiktif dan oposisi biner di dalam karakter
dan perangai Adolf Hitler yang selalu tak tertebak itu:
jahat/baik, penghancur/sensitif, bodoh/jenius, keras/lembut,
cinta tanah air/meluluh lantakkan kebudayaan, arogan/penuh
kepekaan, creator/destroyer, membela agama
Tuhan/melakukan pembantaian atas nama Tuhan, dan lainAdolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

lain. Siapakah sebenarnya Adolf Hitler dibalik sosoknya yang


eksentrik nan perlente itu? Memang membicarakan dan
menelusuri sepak terjang Adolf Hitler adalah membicarakan
tentang absurditas seorang manusia skizofrenia yang sangat
kontradiktif satu sama lain, atau dengan meminjam istilah
ungkapan
Bambang Sugiharto didalam sebuah kata pengantar,
Ada kekerasan yang aneh bahkan di dalam kelembutannya,
ada kelembutan yang ganjil bahkan di dalam kekejamannya.
Adalah "tugas berat bagi saya selama melakukan proses
editing naskah terjemahan buku penting ini. Di katakan tugas
berat karena, pertama, saya harus menjaga otentitas isi Mein
Kampf ini baik secara substansi maupun narasi, sebab buku ini
di terjemahkan langsung dari bahasa Jerman yang secara
struktur bahasa sangat berbeda dan asing dengan bahasa
Inggris seperti pada sumber buku-buku terjemahan umum
lainnya. Ketika saya sering menemukan adanya banyak
kesulitan dan kerancuan dalam mengartikan makna suatu
kalimat, kata atau paragraf, saya harus memeriksa dan
mencocokkan keragu-raguan saya tersebut dengan mencari
sampai dapat padanan kata atau struktur kalimat yang pas di
buku Mein Kampf edisi bahasa Inggris yang sangat sulit dan
langka saya temukan itu. Kedua, tugas berat saya yang lain
adalah begaimana menjaga agar kualitas terjemahan ini enak
di baca tanpa harus merubah atau terjebak dalam slogan dan
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

propaganda di dalamnya. Di dalam buku ini saya sengaja


membiarkan kata-kata asing yang masih banyak bertebaran
atau baris-baris kalimat yang penuh nada keras, umpatan
kasar, caci maki dan nuansa propaganda yang kental tentang
pikiran politik Hitler dibiarkan apa adanya. Hal ini dilakukan
agar pembaca sedang benar-benar membaca Adolf Hitler yang
memang terkenal agresif itu. Membaca Mein Kampf tidaklah
mudah karena ternyata ia memerlukan kedewasaan dan nalar
yang cukup kritis serta antusiasme tinggi dalam memahami
konteks sejarah secara global, dan buku Mein Kampf ini
janganlah dianggap sebagai momok yang menakutkan, namun
sebagai sebuah referensi tentang subjektifitas diri semata dari
seorang politikus dan pemimpin yang memimpikan negara
dan bangsanya untuk menjadi lebih baik.
Menelusuri jejak ide-ide, pikiran dan tindakan Hitler
yang tertulis di buku ini bagaikan memasuki jagat raya
identitas yang begitu rumit dan kompleks dari seorang
pemimpin kharismatik sebuah bangsa yang -setidaknya
menurut sayasangat sulit didapatkan tandingannya dengan
para pemimpin negara-negara modern lain. Di lihat dari kaca
mata akademis dan intelektualisme Hitler, nyaris tak ada yang
bisa dikagumi dan banggakan. Tetapi dibalik sosok dan kisah
kehidupannya, ia begitu banyak menyimpan ironi sekaligus
klise: seorang siswa miskin yang terpaksa putus sekolah,
seorang tentara berpangkat rendah, seorang pelukis jalanan
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

yang tidak sukses dan ambisi pribadinya untuk menjadi


seniman yang berhasil

hanyalah bentuk

pelarian dan

penolakan kerasnya semata agar tidak menjadi pegawai negeri


seperti yang diidam-idamkan ayahnya, Alois Schicklgruber
Hiedler.
Kondisi-kondisi psikologis inilah yang menyebabkan
Hitler menjadi seorang yang sangat temperamen, frustrasi,
agresif dan kasar. Akan tetapi disisi yang lain, kita pun
terpaksa tidak boleh mengabaikan potensi-potensi kejeniusan
Adolf Hitler saat berpidato dengan tanpa teks, berorasi dan
memberi motivasi kepada tentara dan simpatisan partai Nazi
yang terpana dan takjub, yang sepertinya mustahil dilakukan
oleh seorang intelektual sekalipun, dimana kebanyakan
mereka lebih suka menenggelamkan diri di lautan buku dan
aksara; atau para politisi yang hanya sibuk dalam eksistensi
dan citra diri; atau para akademisi yang memilih berkutat
dalam teori-teori. Inilah nilai plus dari diri seorang Adolf
Hitler. Dengan gaya berpidatonya yang ekspresif, lantang,
tegas dan lugas ketika menyampaikan pikiran dan tujuan
politisnya dihadapan para pengikutnya, ia seolah sedang
menyihir dan menghipnotis lautan manusia menjadi robotrobot yang patuh. Ini pula credit point yang mampu
membedakan Hitler dibanding dengan negarawan-negarawan
lain yang hanya berangan-angan tentang kepatuhan dan
kebajikan warga negara (Civic virtue), tapi sebaliknya Hitler
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

mampu

membuatnya

menjadi

realitas

dengan

mengkonsolidasikan kemampuannya membuka pikiran dan


perasaan bawah sadar manusia.
Memang kita tidak bisa memungkiri catatan hitam
sejarah bahwa Hitler telah melakukan impuls-impuls jahat,
kekerasan, totaliter, reaksioner dan destruktif terhadap Yahudi
atas nama peradaban Jermanisme, semangat cinta tanah air
dan bangsa. Di dalam neutron pikirannya yang terpencil,
Hitler menganggap bahwa seluruh kaum Yahudi adalah
penjahat, penyebar penyakit , pembohong besar, penjilat,
parasit yang mematikan dan prasangka-prasangka negatif
lainnya. Pendek kata, kaum Yahudi adalah kaum dengan
kualitas ras rendah yang harus dilenyapkan dari muka bumi!
Sesuai dengan filsafat Nazi yang tidak hanya memimpikan
sebuah negara Jerman, tetapi seluruh benua Eropa yang akan
menjadi Judenrein - bebas dari kaum Yahudi.
Disinilah letak absurditas pikiran Hitler, yang bersama
partai Nazi-nya sebagai mesin hasrat (Desire machine) bagi
mensukseskan ambisi-ambisi skizofrenik-nya. Betapa ia telah
begitu khilaf, melupakan dan menyia-nyiakan kontribusi yang
sangat tak ternilai harganya yang telah diberikan banyak figur
dan tokoh-tokoh yang mengharumkan nama Jerman, tanah air
tercinta tempat kelahiran Adolf Hitler itu. Entah kebetulan
atau tidak, kebanyakan kontributorkontributor itu memiliki
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

10

darah Yahudi, yang dimana sepanjang sejarahnya orangorang


Yahudi pilihan Jerman ikut membantu dan meluaskan
pandangan sejarah dunia yang banyak melahirkan intelektualintelektual garda depan, ilmuwanilmuwan nomor wahid,
filsuf-filsuf

jempolan,

bahkan

seniman-seniman

dan

sastrawan-sastrawan yang tak jarang diantara mereka banyak


yang di anugerahi hadiah Nobel.
Sebenarnya apa motivasi anti-Semitisme atau anti
Yahudi Hitler ketika melakukan serangkaian pemusnahan
kaum Yahudi itu? Apakah ada perbedaan substantif yang erat
kaitannya antara anti-Semitisme dan anti Yahudi? Ataukah
situasi politik, realitas sosial ekonomi dan kultural Jerman di
era Hitler menawarkan satu penjelasan?
Ada motivasi psikologis yang berlainan dibalik tindakan
anti-Semitik dan anti Yahudi, sebagaimana halnya ada
motivasi-motivasi

yang

berlainan

dibalik

pembunuhan

terencana dan pembunuhan tak terencana. Menurut Max I.


Dimont, ada empat kualitas yang membedakan anti-Semitisme
dari kekerasan anti Yahudi. Anti- Semitisme bersifat tidak
logis, irasional dan berasal dari kekuatan-kekuatan bawah
sadar. Pertama-tama, timbul prasangka yang kemudian diikuti
justifikasi untuk merasionalkan perasaan itu. Sementara
kekerasan anti Yahudi berasal dari motivasi-motivasi yang
logis, rasional dan sadar. Pertama-tama timbul motivasi yang
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

11

kemudian diikuti oleh tindakantindakan balas dendam.


Kedua, anti-Semitisme di arahkan pada ras Yahudi dan tidak
mendapati apapun untuk dilakukan terhadap individu Yahudi,
kesalahankesalahan

ataupun

kebaikan-kebaikannya.

Kekerasan anti Yahudi diarahkan langsung kepada orang


Yahudi sebagai individu dalam cara yang sama, dan untuk
alasan yang sama-sama pula kekerasan itu diarahkan kepada
individu-individu

dari

agama-agama

dan

nasionalitas-

nasionalitas lain.
Ketiga, anti-Semitisme dengan sengaja mencari-cari
orang-orang Yahudi, dan hanya orang-orang Yahudi semata
untuk sasarannya, tidak memasukan orang lain yang mungkin
sama-sama mempunyai kesalahan seperti yang dituduhkan
terhadap orang Yahudi. Kekerasan anti Yahudi acapkali hanya
merupakan faktor insidentil pada kekerasan umum yang
dilakukan oleh si penyerang. Keempat, anti-Semitisme tidak
mencari solusi, tidak mengulurkan penebusan dosa kepada
orang Yahudi dan tidak menawarkan alternatif karena menjadi
Yahudi. Dalam kekerasan anti Yahudi, yang diarahkan secara
khusus

kepda

kaum

Yahudi

obyeknya

adalah

mengkonversikan (memindahkan) mereka ke dalam agama si


penyerang. Kaum anti-Semitisme membenci ide-ide keYahudi-an, bukan individu Yahudi, karena ide ke-Yahudi-an
adalah konsep yang ia benci, maka konversi orang Yahudi
tidak bakal merubah apapun di dalam benak pikiran mereka.
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

12

Jawaban dari pertanyaan kedua adalah bahwa Jerman


bila dilihat dari perspektif kultural merupakan gabungan dari
dua kekuatan pikiran dan perasaan yang satu sama lain saling
kontradiktif,

yaitu

Jerman

ala

idealisme

yang

agung,

berwawasan terbuka dan terdapat kemungkinan-kemungkinan


yang tak terbatas terhadap prestasi-prestasi kemanusiaan. Ini
adalah Jerman yang mengembangkan dan memelihara
humanisme
berwajah

yang
filsuf-

berkontradiksi
filsuf,

dengan

Jerman

militeris-militeris

yang

otoriter

dan

penghasutpenghasut yang berwawasan sempit.


Situasi politik dan realitas sosial ekonomi Jerman di era
Hitler adalah situasi dan realitas yang tak jelas bentuknya.
Menurut

Hannah

Arendt,

di

dalam

The

Origin

of

Totalitarianism menyebut adanya declasse atau golongan


masyarakat tak berkelas (declassed). Disebut demikian
karena golongan ini telah kehilangan status kelas dan jaminan
hidupnya yang terdahulu. Dikalangan kelompok declassed
yang

gelisah

inilah

ditemukan

sebagian

besar

penganutpenganut anti-Semitisme modern yang potensial.


Dan dari golongan inilah Hitler merekrut sebagian besar
pengikutnya yang sangat pemarah dan bernafsu.
Tatkala kekuatan-kekuatan relijius yang menggenggam
masyarakat melemah, maka kekuatan-kekuatan psikologis
yang mengendalikan permusuhanpermusuhan bawah sadar
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

13

manusiapun juga melemah. Terjadilah kerawanan sosial yang


menghantarkan ketidakamanan; kerawanan psikologis yang
ikut menghantarkan kegelisahan. Kelompok sosial yang sangat
dipengaruhi oleh perubahan-perubahan ekonomi yang terjadi,
kelompok tersebut menjadi sangat asing terhadap nilai-nilai
dan simbol- simbol statusnya yang terdahulu. Karena ia
merupakan kelompok yang sangat merasa tidak aman di
dalam masyarakat modern, maka ia juga yang paling merasa
gelisah. Dalam rangka meredakan, meneduhkan, mengurangi
perasaan-perasaan yang menakutkan, ketidakamanan dan
kegelisahan, para declassed tersebut mencari pemimpinpemimpin yang akan merestorasi prestise dan jaminan mereka
yang telah hilang, dan suatu filsafat serta agama baru yang
akan

meredakan

sekaligus

menyejukkan

kegelisahan-

kegelisahan mereka.
Proses bermula ketika golongan declassed mendengar
pidato-pidato caci maki dari para politikus-politikus antiYahudi, dan perasaan anti Yahudi mereka sendiri semakin
banyak mendapatkan aspek-aspek yang menggelisahkan.
Mereka yang merasakan pentingnya akan anti-Semitisme juga
merasa gelisah perihal anti- Semitisme itu sendiri. Dibalik
kekerasan slogan-slogan anti-Semitik mereka ada tersembunyi
suatu kegelisahan lain, yakni alasan-alasan mereka untuk
membenci kaum Yahudi ternyata tidak terealisasi sedikitpun,
malahan sesuatu terjadi pada mereka sendiri. Hanya jika
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

14

mereka

memiliki

menenangkan

pemimpin-pemimpin
kekhawatiran

yang

mereka,

dapat
adalah

pemimpinpemimpin yang dapat membuat gejolak perasaan


kebencian ini menjadi lebih sopan.
Harapan mereka terkabul, ketika golongan declassed
diberi sebuah agama ras yang ideasional dan pas oleh tiga
orang teoritikus akhir abad XIX yang selalu memuji kebajikan
golongan declassed, sehingga mereka akan menjadi produkproduk superior. Anti-Semitisme kemudian diberi pupuk
ilmiah

oleh

tiga

buku

yang

memiliki

bobot

mentransformasikan kegelisahan yang meledak-ledak menjadi


kebencian yang lebih sopan. Ketiga teoritikus ras ini adalah
Count Arthur de Gobineau, dari Perancis dengan bukunya The
Quality of Human Races (1853); Friedrich Nietzsche, seorang
Jerman dengan bukunya Beyond Good and Evil; dan Houston
Stewart Chamberlain, seorang Inggris dengan bukunya
Foundations of the Ninteenth Century (1899). Ketiga tokoh dan
karya-karyanya itulah yang menjadi bibel dan nabi-nabi
sekuler kaum Nazi, yang ditingkahi suatu realitas yang
mengerikan dan absurd oleh 15 juta serdadu Jerman!
Dalam ruang atmosfer kegelisahan para declassed, yang
ditambah dengan buruknya situasi inflasi akibat kekalahan
Perang Dunia I, hadirlah seorang Jendral purnawirawan Erich
von Ludendorff dan seorang prajurit berpangkat rendah
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

15

mantan pelukis jalanan yang tak berhasil, Adolf Hitler


melakukan pagelaran dengan apa yang dikenal sebagai Munich
Beer Hall Putsch. Sebuah kudeta di tahun 1923 yang berakhir
dengan kegagalan. Ludendorff dibebaskan, sementara Hitler di
ganjar lima tahun penjara namun ia hanya menjalaninya
kurang dari setahun. Pada tahun 1929, Adolf Hitler bersama
Herman Goering, Rudolf Hess, Ernst Rohm, Ludendorff dan
Himmler

mendirikan

Nationalsozialistische

Deutch

Arbeiterpartei (NSDAP) atau yang lebih dikenal dengan


akronim Nazi, adalah satu-satunya partai legal di Jerman.
Selama lima tahun pertama rezim Nazi, sedikitnya ada
terdapat lima pentas yang di gelar oleh Nazi -atas perintah
Adolf Hitler tentu saja- dimana tiaptiap pentas terdapat satu
momentum kekerasan yang khusus ditujukan kepada kaum
Yahudi. Pentas pertama, bermula ketika Nazi naik ke tampuk
kekuasaan tahun 1933 dengan melakukan perampasan dan
penjarahan toko-toko milik Yahudi, pemukulan- pemukulan
dan

pemboikotan-pemboikotan

terhadap

bisnis

Yahudi.

Pentas kedua, pada tahun 1935 diberlakukannya undangundang anti Yahudi atau Nuremberg Laws yang berisi
pencabutan hak-hak suara bagi semua orang yang di anggap
memiliki darah Yahudi. Pentas ketiga, bermula pada tahun
1939

dengan

melakukan

serangkaian

penangkapan-

penangkapan massal terhadap 20.000 orang Yahudi termasuk


anak-anak

dan

wanita,

serta

dilakukannya

berbagai

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

16

penganiayaan fisik yang pertama di kamp-kamp konsentrasi.


Pentas keempat, pada tahun 1940 dengan mendeportasi
semua orang Yahudi Jerman dan Austria ke dalam ghettoghetto yang dikreasikan secara khusus di Polandia, dimana
mereka dibiarkan mati karena penyakit dan kelaparan. Dan
pentas kelima atau solusi akhir, yaitu pada tahun 1941 adalah
perubahan status kamp-kamp konsentrasi yang bukan hanya
sekedar tempat penawanan, akan tetapi menjadi tempat
pemusnahan dan pembantaian massal. Solusi akhir ini bukan
hanya membantai kaum Yahudi di Eropa, tetapi melakukan
praktek perbudakan terhadap Christian sub humans seperti
orang-orang

Rusia,

Polandia,

Rumania,

Hungaria

dan

Yugoslavia. Pembunuhan-pembunuhan dan perbudakan atas


mereka itu dilakukan oleh satuan-satuan tugas khusus Nazi
yang dikenal sebagai Einsatzgruppen.
Tak pelak lagi, semua peristiwa dan tindak tanduk Hitler
dan Nazi sebagai mesin hasratnya membuat perasaan kita
menggelegak dan mengepalkan tinju. Betapa tidak, Jerman
sebagai sebuah negara adiluhung dan tempat inovatorinovator
kebudayaan barat yang banyak melahirkan kreator-kreator
musikjenius sekelas Beethoven, Brahms, Wagner, Chopin,
Schubert, Verdi; seniman-seniman raksasa se-mashyur Van
Gogh, Gaugin, Goya, Delacroix, Renoir; para gembong ide-ide
cemerlang sedahsyat Marx, Hegel, Nietzsche, Schopenhauer,
Einstein, Freud, Spencer, Darwin; serta sastrawan-sastrawan
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

17

brilian sehebat Goethe, Fichte, Schiller, Balzac ternyata harus


memiliki catatan kelam hanya karena terdapat penyimpangan
dan prasangka-prasangka subjektif yang tak bisa dimengerti
secara akal sehat, dimana Hitler sebagai kreator kehancuran
yang bersamaan dengan luluh lantak tanah kelahirannya
sendiri

itu

sebenarnya

pernah

begitu

mengagumi,

mempelajari, mendalami, terinspirasi dan bahkan diantaranya


mengidolakan tokoh-tokoh tersebut.
Inilah realitas sejarah Jerman dengan maju mundur dan
jatuh bangunnya sebuah peradaban yang selalu menyertainya,
senantiasa menyimpan diakroni kesederhanaan di dalam
kompleksitasnya, sekaligus memberikan enigma kompleksitas
di dalam kesederhanaannnya. Tak ayal, Jerman merupakan
sebuah negeri yang menyimpan ragam misteri peradaban yang
revolusioner, indah, megah, elok sekaligus romantik itu adalah
sebuah bangsa unhistoris yang diperankan oleh banyak pentas
kejadian-kejadian, sekaligus sebuah bangsa historis yang tak
terhitung memerankan banyak adegan-adegan peristiwa.
Sekali lagi, Jerman adalah sebuah negara yang didirikan di
atas tonggak-tonggak dan puing-puing kehebohan universal
dalam percaturan sejarah dunia.
Akhir kata, tak ada gading yang tak retak, selamat
berpolemik dan selamat membaca. Aufwiedersehen!

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

18

Bandung, 24 November 2005


Andrias Mutterland

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

19

LATAR
A. Sekilas mengenai Mein Kampf
Ketika Perang Dunia II usai, meninggalkan Eropa yang
tercabik-cabik perang, puluhan juta mayat sipil dan tentara
serta kamar-kamar gas kamp konsentrasi tempat pembantaian
massal, sebuah pertanyaan tercetus, dari mana asal mula
semua ini?.
Semuanya bermula dari Hitler dan pemikiran politik
serta kebenciannya yang amat sangat pada Yahudi, Marxisme
dan elemen asing di Jerman dituangkan dalam buku berjudul
Mein Kampf.
Mein Kampf(Perjuanganku) adalah sebuah buku yang
didiktekan oleh Adolf Hitler. Jilid pertama diberi judul Eine
Abrechnung (Pembalasan) diterbitkan tanggal 18 Juli 1925;
Jilid ke dua Die nationalsozialistische Bewegung (Pergerakan
nasionalis sosialis) diterbitkan tahun 1926. Yang ada di tangan
anda adalah jilid pertama, jilid kedua sedang dalam proses
penerjemahan. Pada awalnya judulnya bukanlah Mein Kampf
namun, Viereinhalb Jahre gegen Luge, Dummheit und
Feigheit (Empat setengah tahun melawan Kebohongan,
Kebodohan dan Kepengecutan). Empat setengah tahun
tersebut adalah masa Perang Dunia ke I dimana Jerman
menderita kekalahan.
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

20

Kalau anda membayangkan Hitler duduk di belakang


mesin tik dan mengetikkan buku ini (atau bahkan melakukan
koreksi sendiri) maka anda salah besar karena yang dilakukan
Hitler adalah mendiktekan doktrinnya secara lisan pada
sekretarisnya yang juga bertindak sebagai editor, Rudolf Hess.
Hitler bukanlah penulis ataupun seseorang dengan latar
belakang ilmiah maka gaya bercerita Hitler aneh,mengambang
dan unik, penuh dengan pengungkapan filosofis dan spiritual
lengkap dengan kesalahan tata bahasa. Buku ini termasuk sulit
untuk dibaca tapi membacanya membuat pembaca tahu ideide apa yang mendasari kekejaman Perang Dunia ke II.
Membaca buku ini seperti mendengarkan penuturan lisan
Hitler mengenai masa mudanya, masa-masa awal partai Nazi,
rencana masa depan bagi Jerman dan ide mengenai politik
dan ras.
Ide Hitler yang terkenal adalah ide soal anti semit,
pembatasan logisnya dengan obsesi (contohnya, klaim bahwa
bahasa Esperanto adalah bagian dari rencana Yahudi), juga
argumennya mengenai ide nasionalis Jerman lama yaitu
melebar

ke

timur;

kebutuhan

untuk

mendapatkan

Lebensraum (ruang tinggal) ke arah Eropa timur, khususnya


Rusia karena ras Arya lebih superior daripada ras Slav yang
tinggal di Eropa Timur dan Russia. Hitler menulis mengenai
pengalamannya sebagai tentara dan memuji kepahlawanan
Jerman dalam perang tersebut. Jerman tak hanya berhasil

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

21

menahan Perancis dan Inggris di front barat namun


bertempur pula dengan musuh di selatan dan timur dan
sebelum pemogokan 1918 yang diinspirasi oleh kaum Marxis,
mampu menjadi negara yang kuat.
Hitler menganalisa kegunaan propaganda antara kedua
sisi dan menyimpulkan bahwa sekutu mampu mempengaruhi
moral

bangsa

Jerman.

Inggris

dianggap

sukses

menggambarkan bangsa Jerman sebagai kaum Hun yang


barbar sedangkan tentara Jerman mempunyai gambaran
bahwa orang Inggris adalah orang-orang yang lemah. Hitler
paham manfaat propaganda dan bagaimana propaganda itu
dapat digunakan sebagai instrumen pengatur pikiran. AntiSemitisme diasumsikan oleh Nazi sebagai tiga ras yang
membentuk umat manusia yang menentukan interaksi
manusia antara budaya dan kelompok agama. Penemu budaya
adalah ras Arya yang mistis. Semua budaya bahkan agama
semuanya berasal dari ras Arya walau Hitler tak pernah
memberikan penjelasan akan hal itu. Penjaga kebudayaan
adalah mereka yang mendapatkan kebudayaan dari ras Arya
tapi mereka malah menjadi mandeg karena ras Arya
bercampur dengan jenis ras yang lebih rendah. Penjaga
kebudayaan yang jelas disebut Hitler adalah bangsa Jepang.
Bangsa Yahudi disebut dalam buku ini sebagai parasit,
pembohong,

kotor,

licik,

lihai,

cerdas,

tak

memiliki

kebudayaan sejati, tukang bonceng, belatung, perantara,

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

22

penghisap darah abadi, menjijikan, jahat, monster, asing,


pengacau, haus darah, tamak, penghancur kemanusiaan Arya
dan akhirnya musuh abadi kemanusiaan Arya.
Hitler mengkritik bangsa Yahudi menggunakan agama
sebagai taktik untuk menjaga ras mereka. Mein Kampf
memperjelas rasisme Hitler yang membagi manusia menurut
keturunan, Hitler berpendapat bahwa Ras Arya Jerman
dengan rambut pirang dan mata biru ada paling atas (Hitler
sendiri ber-rambut coklat dan bermata biru) dan level bawah
diisi oleh Yahudi, Polandia, Rusia, Ceko dan Gipsi. Hitler
kemudian berpendapat bahwa Yahudi bersekongkol untuk
menjaga kemurnian ras mereka sendiri serta pertarungan
budaya, ras dan politik selama ini hanyalah antara Arya dan
Yahudi. Ide persekongkolan mengenai kompetisi dominasi
dunia antara Yahudi dan Arya menjadi kepercayaan yang
menyebar di Jerman selama zaman Nazi bahkan diajarkan di
sekolah-sekolah pada anak-anak. Kebencian Hitler pada kaum
Yahudi yang menjadi dasar filsafat politiknya berasal dari
Darwinisme khususnya pendapat Yang kuat yang bertahan
juga dari proses seleksi alam dimana ras yang lebih baik
berhak atas kesempatan hidup yang lebik baik.
Seperti kebanyakan autobiografi, kebanyakan materi
diubah atau direkayasa sesuka hati oleh Hitler sendiri agar
image dirinya terlihat bagus. Sebagai contoh Hitler mengaku
menjadi anggota Partai Buruh Jerman dengan nomor anggota
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

23

7 padahal bukti yang kemudian ditemukan menunjukan bahwa


Hitler mendapatkan nomor anggota 555. Hitler sengaja
berbohong untuk menunjukan bahwa dia adalah salah satu
pengikut setia Partai Buruh Jerman.
Popularitas buku
Sebelum Hitler naik ke tampuk kekuasaan buku tersebut
hanya terjual sedikit. Walau NSDAP (Nazi) mengklaim bahwa
bukunya laku keras, dokumen-dokumen yang keluar setelah
perang dunia ke dua membuktikan sebaliknya. Beberapa
sejarawan bahkan berpendapat bahwa jika buku tersebut
dibaca

secara

luas

mungkin

dapat

memperingatkan

masyarakat dunia bahwa bahaya akan tercipta oleh Hitler pada


benua Eropa dan Holocaust (pembantaian Yahudi) yang
menyusul kemudian. Terjemahan bahasa Inggris telah ada
sebelum Perang Dunia ke 2. Walau begitu penerbit yang
menerjemahkan ke bahasa Inggris telah menyensor bagian
yang berhubungan dengan militerisme dan anti Yahudi.
Setelah Hitler berkuasa buku tersebut menjadi populer
dan menjadi kitab suci pengikut Nazi. Bulan Januari 1933
sebanyak 287.000 Eksemplar dengan harga 12
Reichs Mark terjual. Dari Februari 1933 sampai 31
Desember 1933 1,5 Juta kopi terjual. Setiap pasangan yang
hendak menikah pada saat itu harus memiliki satu kopi buku

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

24

ini secara gratis. Penjualan Mein Kampf memberikan Hitler


royalti jutaan Reichs Mark; walau begitu banyak yang
membelinya tak pernah membacanya dan hanya membelinya
untuk menunjukan kesetiaan pada Hitler agar tidak diawasi
atau dicurigai. Sampai akhir perang, 10 juta kopi telah terjual
di Jerman sendiri. Sesudah tahun 1945 buku ini terlarang di
Jerman sampai sekarang.
Edisi ini, mengingat ketebalan hasil terjemahannya
dibagi dalam dua buku, buku ini untuk Jilid pertama dan buku
kedua untuk Jilid kedua yang akan terbit dalam waktu
terpisah. Edisi aslinya menyatukan kedua Jilid ini dalam satu
buku.
B. Biografi singkat Hitler
Adolf Hitler dilahirkan tanggal 20 April 1889 di Braunau
am Inn, Austria, kota kecil 90 km barat kota Linz di provinsi
Oberosterreich, Austria, tidak jauh dari perbatasan Jerman.
Hitler merupakan anak ke empat dari ayahnya Alois Hitler
(1837-1903), seorang pegawai bea cukai dan Klara Polzl,
sepupu dan istri ke tiga Alois. Dari ke enam anak ini hanya
Adolf dan Paula yang mencapai usia dewasa. Dari istri ke
duanya Alois memilik anak bernama Alois Junior dan Angela.
Alois Hitler adalah anak di luar nikah, sampai berusia 40
tahun masih memakai nama keluarga ibunya Schicklgruber.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

25

Tahun 1876 Alois menggunakan nama ayah tirinya Johann


Georg

Hiedler

setelah

mengunjungi

pendeta

yang

menguruskan pencatatan kelahiran dan menyatakan bahwa


Georg adalah ayahnya. Ejaannya mungkin dirubah oleh juru
tulis. Musuh politik Hitler menuduh bahwa nama aslinya
bukanlah Hitler melainkan Schicklgruber.
Karena pekerjaan ayah Hitler, maka keluarga mereka
sering berpindah dari Braunau ke Passau, Lambach, Leonding
lalu ke Linz. Adolf muda merupakan murid yang cerdas di
sekolahnya, namun di kelas enam (1900/01) tahun pertama
sekolah tingginya (Realschule) di Linz, dia gagal total dan
harus mengulang. Gurunya menyebut dia tak berminat untuk
berusaha.
Hitler lalu memberontak terhadap ayahnya yang ingin
menjadikannya seorang pegawai negeri, Adolf ingin menjadi
pelukis. Hitler menganggap dirinya seniman yang tidak
dipahami. Setelah ayah Hitler meninggal tanggal 3 Januari
1903 pada usia 65 tahun, sekolahnya tak maju-maju dan pada
usia enambelas tahun Hitler keluar dari sekolahnya tanpa
pernah lulus.
Masa muda di Wina dan Munchen.
Dari tahun 1905 Hitler hidup dengan gaya Bohemian dari
uang pensiun ayahnya dan dukungan ibunya. Setelah ditolak

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

26

dua kali untuk memasuki Akademi Seni di Wina (1907 dan


1908) karena "kurang bakat, dimana alasan ini menyakiti
hatinya, Hitler tak mencari kerja lain.
Hitler kemudian dianggap mampu menjadi arsitek
karena mampu menggambar gedung-gedung. Pada tanggal 21
Desember 1907 ibunya, Klara meninggal karena kanker
payudara. Di Wina Hitler bekerja sebagai pelukis mengkopi
gambar dari kartu pos dan menjual gambarnya pada pedagang
dan turis (ada bukti bahwa Hitler telah memproduksi 2000
lukisan sebelum Perang Dunia I).
Di Wina-lah Hitler mulai membenci Yahudi dimana sikap
seperti itu umum di kalangan rakyat Austria pada saat itu.
Wina memiliki komunitas Yahudi yang besar termasuk Yahudi
Ortodoks dari Eropa Timur. Hitler terpengaruh oleh tulisantulisan pseudosains dari ideologi rasial anti Yahudi Lanz von
Liebenfels dan polemik dari politisi seperti Karl Lueger,
walikota Wina dan Georg Ritter von Schonerer, Fuhrer
(pemimpin)

alldeutschen

Bewegung

(Pergerakan

Pan-

Jerman). Hitler mempercayai kehebatan ras Arya yang


menjadi dasar pandangan politiknya. Hitler mengklaim bahwa
Yahudi adalah musuh bangsa Arya dan bertanggung jawab
atas masalah ekonomi Jerman. Namun menurut teman
dekatnya, August Kubizek, Hitler lebih tertarik pada opera
Richard Wagner daripada politik.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

27

Setelah ditolak untuk ke dua kalinya oleh Akademi Seni,


Hitler mulai kehabisan uang. Tahun 1909 dia berlindung di
tempat tunawisma dan tahun 1910 tinggal di tempat buruh
miskin. Berkembangnya sifat anti Yahudi Hitler diragukan
pada masa ini karena seorang pemilik rumah bernama
Hanisch yang Yahudi membantu menjual lukisan kartuposnya.
Bulan Mei 1913 Hitler mendapatkan sedikit warisan
ayahnya dan pindah ke Munchen. Dalam Mein Kampf dia
menyatakan bahwa dia sangat merindukan untuk tinggal di
sebuah kota Jerman. Di Munchen Hitler semakin tertarik
dengan tulisan- tulisan rasis Houston Stewart Chamberlain.
Pindah ke Munchen membantunya juga lari dari wajib militer
Austria dan ditangkap oleh tentara Austria. Setelah tes
kesehatan dimana tingginya hanya 173 cm, pendek untuk
ukuran Eropa, Hitler dianggap tak cocok berdinas dan
diperbolehkan kembali ke Munchen. Namun bulan Agustus
1914 ketika Jerman memasuki Perang Dunia ke I Hitler
mendaftar di ketentaraan Bayern.
Perang Dunia Pertama
Hitler bertugas di Perancis dan Belgia pada resimen
cadangan infantri Bayern ke 16 sebagai pengirim pesan
dimana dia sangat rentan akan tembakan musuh. Hitler juga
menggambar kartun dan gambar bagi koran tentara. Dua kali
Hitler diberi medali atas kehormatannya bulan Desember 1915
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

28

dengan salib besi kelas dua dan bulan Agustus 1918 Salib besi
kelas satu, suatu penghargaan yang jarang diberikan pada
kopral. Bulan Oktober 1916 di Perancis Utara Hitler terluka
dan awal Maret 1917 kembali lagi ke garis depan.
Hitler dianggap sebagai tentara yang patuh namun tak
populer diantara rekan- rekannya sendiri karena terlalu patuh.
"Hormati yang diatas, jangan bersengketa dengan siapapun
dan menurut tanpa banyak tanya, ketika ditanya dalam
pengadilan atas Beer Hall Putsch tahun 1924.
Tanggal 15 Oktober 1918 sebelum perang berakhir Hitler
masuk rumah sakit karena matanya terserang gas beracun.
Penelitian terbaru menunjukan bahwa kebutaan sementara
yang dialami Hitler adalah reaksi histeris atas kalahnya
Jerman.
Hitler dirawat oleh psikiater militer yang melaporkan
bahwa Kopral ini tak cocok memerintah orang dan psikotik
berbahaya. Komandannya pada saat itu mengatakan bahwa
dia tak akan mempromosikan orang histeris ini.
Selama perang Hitler menjadi patriot Jerman walau baru
menjadi warga negara Jerman tahun 1932. Hitler tekejut akan
kekalahan Jerman dalam Perang Dunia ke I dimana sebagian
besar rakyat Jerman sulit juga mempercayainya. Layaknya
banyak nasionalis Jerman lainnya Hitler menyalahkan politisi

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

29

sipil (seringkali Hitler sebut dengan pengkhianat bulan


November-November

Verbrecher)

atas

Perjanjian Versailles

dianggap sangat

kekalahan

ini.

memalukan bagi

Jerman, hal inilah yang dianggap banyak sejarawan sebagai


faktor yang menyebabkan bangkitnya Hitler.
Asal mula partai Nazi
Setelah perang usai Hitler tetap berada di Angkatan
Bersenjata dan terlibat dalam penumpasan revolusi sosial.
Hitler

mengambil

kursus

pemikiran

nasional

oleh

Departemen Pendidikan dan Propaganda di grup Reichswehr


Bayern, Markas ke 4 di bawah pimpinan Kapten Mayr. Tujuan
kelompok ini adalah untuk mencari kambing hitam atas
kekalahan

perang.

Kambing

hitamnya

adalah

Yahudi

Internasional, komunis dan politisi yang terkait dengannya.


Atas kecerdasan dan kemampuan oratornya bulan Juli
1919 Hitler ditunjuk menjadi V-Mann (Verbindungsmann,
mata-mata

polisi)

dari

komando

pencerahan

oleh

Reichswehr, yang bertujuan mempengaruhi tentara yang satu


pemikiran dan menyusup partai nasionalis kecil, Partai Buruh
Jerman (Deutsche Arbeiter Partai). Tanggal 12 September
Hitler menghadiri pertemuan partai dan mendengarkan
ceramah berjudul Bagaimana menghancurkan kapitalisme ?.
Di akhir pidato seorang pendengar membuat marah Hitler dan
Hitler berpidato mengenai kesatuan Jerman. Hal ini memikat
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

30

para pendiri partai yang ingin menggunakan bakat pidatonya


yang mulai muncul. September 1919 Hitler menjadi anggota
Partai. Disini Hitler bertemu dengan Dietrich Eckart, seorang
anti Yahudi dan pendiri partai.
Hitler berhenti menjadi tentara tahun 1920 dan mulai
sibuk dalam partai dan merubah nama partainya menjadi
Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei, NSDAP atau
dikenal dengan akronim Nazi.
Bakat pidato dan persuasif Hitler berkembang. Pidato
jalanannya yang menyerang Yahudi, sosialis, liberal, kapitalis
dan komunis mulai mendapat banyak pendukung. Pengikut
pertama termasuk Rudolf Hess, Hermann Goring, dan Ernst
Rohm, kepala organisasi paramiliter Nazi, SA (Sturm
Abteilung). Pengikut lainnya adalah Jendral Ludendorff.
Hitler menggunakan Ludendorff untuk melakukan kudeta di
Munchen dalam kudeta yang bernama Beer Hall Putsch pada
tanggal 8 November 1923 yang bertujuan menggulingkan
pemerintahan Bayern.
Latar belakang dan kejadian Beer Hall Putsch.
Beer Hall Putsch terjadi pada hari Kamis tanggal 8
November 1923 ketika ketua partai Nazi, Adolf Hitler dan
Jendral Erich Ludendorff, serta beberapa pemimpin lainnya
mencoba untuk mengkudeta pemerintahan di Munchen,

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

31

Bayern. Namun latarnya dapat dirunut sampai awal tahun


1923 ketika Perancis menyerbu Jerman menduduki distrik
Ruhr dan mengambil beberapa kota di Rheinland. Walau
diprotes negara-negara lain Perancis tak bergeming malah
berusaha mempengaruhi penduduk didaerah pendudukannya
dengan propaganda anti Jerman dan pemisahan Rhein
menjadi negara Rhenania. Jerman tentu tak dapat membela
diri dari serangan ini karena militernya lumpuh. Propaganda
Perancis begitu intens dengan sokongan dana melimpah, para
penghasut pun dibayar. Pada waktu yang sama gerakan yang
mirip muncul di Bayern agar memisahkan diri dari Jerman
dan mendirikan negara monarki Katolik di bawah kekuasaan
Perancis. Propaganda di Rheinland semakin intens bahkan
beberapa politisi Jerman sampai berpendapat bahwa jika
Rheinland berpisah maka Jerman bisa tawar menawar soal
biaya ganti rugi akibat perjanjian Versailles. Di Bayern
arahnya lebih jauh, jika Bayern berpisah maka akan bergabung
dengan Jerman Austria Katolik di bawah raja monarki
Habsburg. Sehingga sebuah blok Katolik akan muncul dari
Rheinland sampai Bayern dan Lembah sungai Donau (Danube)
dimana semuanya di bawah hegemoni Perancis. Diplomasi
Perancis memang mengarahkan untuk memecah belah
Jerman. Kehancuran Jerman ketika perang usai menurut
pandangan Hitler, disalahkan kepada pemerintahan pusat
yang berkhianat.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

32

Pada bulan September Hitler memerintahkan 15.000


pasukan serbunya (SA) dan mengumumkan bahwa tanggal 23
September 1923 dia akan mengedakan pertemuan besarbesaran di 14 tempat. Hal ini membuat Perdana Menteri
Bayern Eugen Ritter von Knilling mengumumkan keadaan
darurat dan menunjuk Gustav von Kahr sebagai komisaris
Polisi Bayern, Kolonel Polisi Bayern Hans von Seisser, dan
Jendral Angkatan Bersenjata Otto von Lossow sebagai diktator
atau disebut triumvirat untuk menjaga tata tertib.
Hitler dengan pemimpin lainnya mencari ketiga orang tersebut
dan mencoba meyakinkan mereka agar maju ke Berlin dan
mengambil kekuasaan. Sebelum triumvirat ada, Hitler bahkan
menelpon Von Kahr setiap hari untuk membujuknya. Von
Kahr ingin mengembalikan monarki dan Hitler ingin menjadi
diktator. Keduanya sulit mencapai titik temu.
Putsch

Akhirnya Hitler yang merasa tak cocok dengan Von Kahr


mulai memimpin kudeta sendiri. Hitler berencana menduduki
Munchen sebagai dasar untuk menggoyang pemerintahan
Republik Weimar di Berlin. Istilah Beer Hall sendiri
merupakan kedai besar yang banyak terdapat di kotakota di
selatan Jerman dimana ratusan orang berkumpul malam hari
untuk minum bir dan menyanyi. Tempat ini juga bisa
dijadikan tempat pertemuan politis. Salah satu Beer Hall yang
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

33

terbesar di Munchen adalah Burgerbrau Keller dimana kudeta


ini dimulai. Kemudian Hitler bersama sepasukan SA maju
menuju Burgerbrau Keller, sebuah kedai bir di Munchen
dimana Von Kahr akan berpidato di depan 3000 orang. Dalam
kegelapan malam, 600 anggota SA mengepung Beer Hall dan
sebuah senapan mesin diarahkan ke pintu depan kedai. Adolf
Hitler, yang berjalan bersama Hermann Goring, Alfred
Rosenberg, Rudolf HeG, dan Ulrich Graf menyerbu ruangan
pada pukul 20:30 malam dan menembakan tembakan ke
langit-langit sambil berteriak;
Revolusi nasional telah pecah! Ruangan ini berisi enam
ratus orang. Tak ada yang boleh pergi. Pemerintah Bayern
dan pemerintah pusat di Berlin telah digulingkan.
Pemerintahan baru akan terbentuk. Barak Reichswehr
(tentara) dan polisi telah diduduki. Semuanya telah
mendukung swastika.
Dengan todongan senjata,Hitler memaksa von Kahr, von
Seisser, dan von Lossow, untuk masuk ke sebuah ruangan dan
memaksa mereka mendukung rencananya untuk maju ke
Berlin atau mereka akan di tembak. Hitler kira akan mendapat
persetujuan dengan cepat. Ketika hal itu tak terjadi, Hitler
mulai memohon dan merengek pada tahanannya.
Ketika penyanderaan, waktu diisi dengan pidato dan tak
ada seorang pun yang diperbolehkan pergi dan rombongan
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

34

Hitler

mengambil

Perdana

Menteri

von

Knilling

dan

kabinetnya sebagai sandera.


Sementara itu dua orang diminta menjemput Laksamana
Ludendorff yang prestasinya pada Perang Dunia I digunakan
Nazi untuk meningkatkan gengsi. Ludendorff muncul pukul
20:40 lalu Hitler menelepon Ernst Rohm, yang menunggu
dengan serombongan pasukan SA di Lowenbraukeller, Beer
Hall yang lain lalu memerintahkannya untuk mengambil alih
gedung penting di kota. Pada saat bersamaan pula yang lain
memobilisasi mahasiswa untuk menguasai bangunan lainnya.
Seketikanya tiba, Ludendorff didesak memasuki ruangan
untuk membantu Hitler mendesak ketiga sandera untuk
menuruti kemauannya. Tekanan semakin meningkat dan
ketiga orang tersebut akhirnya menyerah. Mereka masuk ke
ruangan , berpidato, lalu semua orang boleh keluar. Sebuah
kesalahan taktis dibuat oleh Hitler, dia meninggalkan
Burgerbrau Keller untuk mengendalikan krisis di tempat lain.
Pukul 22:30 Ludendorff melepaskan Von Kahr serta sandera
lainnya.
Malam itu menjadi sebuah kebingungan ketika pegawai
pemerintahan,

angkatan bersenjata dan polisi bingung

menentukan kemana harus menurut. Sekelompok Kampfbund


mulai bergerak untuk mempersenjatai diri dan menguasai
gedung- gedung.
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

35

Pukul tiga pagi korban kudeta mulai jatuh ketika


garnisun lokal Reichswehr melihat anak buah Rohm keluar
dari Beer Hall. Mereka disergap ketika menuju barak
Reichswehr. Lalu seluruh perwira Reichswehr menyalakan
alarm bagi seluruh garnisun dan memanggil bala bantuan.
Kemudian sebuah daftar orang-orang Yahudi yang terkenal
muncul dan SA diharuskan menangkap mereka. Tindakan
teror dan vandalisme dilakukan kepada Yahudi. Beberapa di
tangkap dan yang lainnya kabur. Beberapa staf kedutaan asing
di tahan di ruangan hotel mereka atau di rumah.
Subuh,

Hitler

memerintahkan

balaikota

Munchen

dikuasai. Lalu Hitler mengirimkan kurir kepada ketua


Kampfbund, Max Neunzert, untuk meminta bantuan Pangeran
Rupprecht dari Bayern untuk menjadi mediator antara von
Kahr dan para penggagas kudeta. Neunzert gagal.
Pagi tanggal 9 kudeta ternyata tak seperti yang
diharapkan dan Hitler putus asa. Mereka tak tahu harus apa
dan ingin menyerah. Pada saat inilah Ludendorff berteriak,
"Wir marschieren! (Kita berbaris!) lalu anak buah Rohm
bersama dengan Hitler (2000 orang) berbaris tanpa arah yang
jelas.

Kemudian

Ludendorff

mengarahkan

mereka

ke

kementrian pertahanan Bayern. Namun di Odeonsplatz di


depan Feldherrenhalle, mereka berhadapan dengan kekuatan
100 tentara yang memblok jalan di bawah perintah Letnan
Polisi senior Baron Michael von Godin. Kedua kelompok saling
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

36

menembak, membunuh empat polisi dan empat belas pelaku


kudeta. Hitler dan Hermann Goring terluka. Mereka yang
tewas di pihak Hitler muncul namanya dalam pendahuluan
buku Mein Kampf, Jilid Pertama ini.
Polisi mengetahui kudeta ini dari dua detektif polisi yang
berada di depan Lowenbraukeller. Laporan ini sampai ke
telinga Mayor Sigmund von Imhoff. Dia lalu memanggil unit
polisi hijau dan menguasai kantor telegraf pusat serta kantor
telepon. Namun tindakan pentingnya adalah memberitahu
Mayor Jendral Jakob von Danner, komandan Reichswehr
Munchen. Jakob sebagai aristokrat sejati membenci Hitler dan
kelompok

perusuhnya.

Jakob

lalu

berkeinginan

untuk

memadamkan kudeta. Jendral Danner lalu membuat pos


komando di barak infantri ke 19 dan memanggil semua unit
militer. Sementara itu Kapten Karl Wild yang akhirnya
mengetahui kudeta memobilisasi tentara untuk menjaga
gedung pemerintahan dengan perintah tembak di tempat.
Pukul 23:00, von Danner bersama Jendral Adolf von Ruith
dan Jendral Baron Friedrich Kress von Kressenstein menolak
perintah Jendral Lossow untuk membiarkan kudeta. Saat
bersamaan pula satu anggota kabinet yang tidak ada di
Burgerbrau Keller, Franz Matt, wakil perdana menteri dan
menteri pendidikan serta budaya juga seorang katolik sejati
sedang makan malam dengan Michael Cardinal von Faulhaber
dan Papal Nuncio, Monsignor Eugenio Pacelli, (kemudian

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

37

menjadi Paus Pius XII) ketika mengetahui kudeta terjadi. Matt


lalu mencoba membuat pemerintahan di pengasingan, kalau
kudeta berhasil, dan memanggil semua polisi, angkatan
bersenjata dan pegawai pemerintahan agar setia pada
pemerintahan.

Apa

yang

mereka

semua

lakukan

menggagalkan kudeta.
Kesudahan
Munchen dilanda kerusuhan setelah tembak menembak
di Feldernhalle. Pada hari Sabtu 4000 mahasiswa dari
Universitas Munchen berbaris menuju Feldherrnhalle untuk
mengamuk, amuk massa berlangsung sampai hari senin
sampai mereka mengetahui bahwa Hitler ditahan. Von Kahr
dan von Lossow dijuluki "Judas dan "Pengkhianat.
Tiga hari setelah kudeta Hitler di tahan dan didakwa
dengan pengkhianatan. Kaki tangannya di tangkap pula
sementara yang lolos lari ke Austria. Markas Partai Nazi di
serbu dan koran propagandanya, Volkischer Beobachter
dilarang.
Pengadilan di mulai tanggal 26 Februari 1924ketika
Hitler bersama Hess di hukum lima tahun di Festungshaft
(penjara

benteng)

Landsberg

am

Lech.

"Festungshaft

merupakan jenis penjara tanpa kerja paksa, sel yang nyaman


dan membolehkan tahanan menerima tamu berjam-jam tiap

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

38

hari. Keputusan itu merupakan hukuman umum bagi mereka


yang hakim anggap bertindak atas motiv yang sesat.
Selama

pengadilannya

pada

bulan

April

1924

membiarkan Hitler berpidato di ruang sidang. Pidatonya yang


berisikan nasionalisme dan sentimen negatif memikat hati
massa. Kalimat yang paling terkenal dari pidato ini adalah tak
ada pengkhianatan bagi pengkhianat tahun 1918. Usaha
kudetanya mengganjarkan Hitler lima tahun penjara di
Landsberg dimana para penjaga penjara memperlakukannya
dengan
sangat baik dan ratusan pucuk surat dari banyak
pengagum dilayangkan kepada Hitler pada masa ini. Selama di
Landsberg pula Hitler mendiktekan buku Mein Kampf pada
wakil setianya, Rudolph Hess. Jilid pertama berjudul
Abrechnung (pembalasan) kemudian diterbitkan dan menjadi
ideologi partai Nazi.
Karena dianggap tak berbahaya Hitler diberikan amnesti
dan dibebaskan bulan Desember 1924. 16 orang anggota partai
Nazi yang tewas di Feldherrnhalle diabadikan namanya dalam
pendahuluan buku Mein Kampf ini. .
Jalan menuju kekuasaan
Jalan bagi Hitler makin lapang dengan depresi ekonomi
tahun 1930 yang menghantam Jerman. Republik Weimar
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

39

sendiri tak pernah bisa tenang memerintah karena ditentang


kaum konservativ dan fasis. Partai Sosial Demokrat dan partai
lainnya tak mampu menanggulangi krisis ekonomi. Pada bulan
September 1930 partai Nazi tiba-tiba mendapatkan 18% dan
107 kursi di Reichstag, menjadi partai kedua terbesar di
Jerman. Hitler memikat rakyat jelata dan kelas menengah
yang menderita akibat krisis ekonomi. Sementara kelas buruh
dan kota-kota di daerah Ruhr tak begitu suka pada Hitler.
Pada pemilu tahun 1932 Hitler bersaing dengan
Hindenburg dalam posisi presiden. Hitler mendapatkan 35%
suara pada bulan April namun kalah dari Hindenburg.
Hindenburg membubarkan pemerintahan, menunjuk
Franz von Papen menjadi kanselir dan pemilu Reichstag
diadakan lagi. Pada bulan Juli 1932 Nazi mendapatkan 230
kursi dan menjadi partai terbesar di Reichstag. Setelah mosi
tidak percaya sebanyak 84% menjungkalkan von Papen,
Reichstag dibubarkan dan pemilu diadakan lagi.
Papen

dan

Partai

tengah

(Zentrumspartei)

mulai

negosiasi mengenai peran Nazi dalam pemerintahan baru


namun Hitler memasang harga mahal, meminta posisi
Kanselir dan kekuasaan dari Presiden agar bisa menggunakan
kekuatan darurat. Penawaran Hitler ditolak, dan kegagalan
Nazi untuk memikat kelas Buruh membuat Nazi semakin
diasingkan. Pada bulan November 1932 Nazi kehilangan kursi
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

40

walau tetap menjadi partai terbesar di Reichstag. Karena


Papen gagal menjadi mayoritas, Hindenburg memecatnya dan
menunjuk Jendral

General Kurt von Schleicher, yang

menjanjikan bahwa dia dapat menjadi mayoritas dengan


bernegosiasi pada Serikat buruh Sosial Demokrat dan fraksi
buangan Nazi yang dipimpin oleh Gregor Strasser.
Papen dan Alfred Hugenberg (Ketua Partai Nasionalis
Rakyat Jerman, DNVP yang sebelum Nazi berdiri adalah partai
sayap

kanan

utama)

bersekongkol

untuk

membujuk

Hindenburg agar menunjuk Hitler menjadi kanselir dengan


sokongan

DVNP

dengan

janji

bahwa

mereka

dapat

mengendalikan Hitler. Ketika Schleicher terpaksa mengakui


kegagalannya membentuk koalisi dan meminta Hindenburg
agar membuat pemilu lagi maka Hindenburg memecatnya dan
menunjuk Hitler sebagai kanselir, Papen sebagai wakil
Kanselir dan Hugenberg sebagai menteri Ekonomi dalam
sebuah kabinet yang hanya akan memuat tiga menteri dari
Nazi, Hitler,
Goring dan Wilhelm Frick. Tanggal 30 Januari 1933
Hitler resmi disumpah sebagai kanselir di depan Reichstag.
Pemilu bulan Maret 1933 menyumbangkan 43,9% suara bagi
Nazi. Nazi akhirnya menguasai Reichstag berkoalisi dengan
DNVP.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

41

Kemudian gedung Reichstag terbakar dan kaum komunis


disalahkan, Undang- undang kemungkinan memberikan Hitler
kekuasaan

diktator,

membuat

Hitler

dapat

mendepak

orangorang komunis. Di bawah Undang-Undag ini (Enabling


act) kabinet Nazi memiliki kekuasaan untuk legislasi layaknya
Reichstag sendiri. Undag-undang ini menyebutkan bahwa
kabinet hanya dapat menyetujui peraturan yang diberikan oleh
Kanselir (Hitler) dan akan kadaluwarsa setelah empat tahun
atau jika ada pemerintahan baru. Undang-undang ini terus
diperbaharui walau kemudian Perang Dunia II terjadi.
Serangkaian Dekrit muncul kemudian. Partai-partai lain
ditekan dan oposisi dilarang. Dalam hanya beberapa bulan
Hitler memiliki kekuasaan mutlak. Tanggal 2 Agustus 1934
Presiden Paul von Hindenburg wafat. Bukannya membuat
pemilihan Presiden, kabinet Hitler membuat aturan baru
dimana Hitler merangkap kedua jabatan (Presiden dan
Kanselir). Lalu Hitler pun meminta semua anggota militer
bersumpah setia padanya.
Dengan menguasai seluruh Jerman tanpa mandat
langsung rakyat, Hitler semakin didukung dan populer sampai
akhir hayatnya. Bakat pidato dan penguasaan media yang
mutlak oleh Menteri Propagandanya, Dr. Joseph Goebbels,
rakyat

Jerman

dicekoki

informasi

bahwa

dia

adalah

penyelamat bangsa dari Depresi ekonomi, perjanjian Versailles


yang merugikan dan tentu saja, Yahudi.
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

42

Hitler membangun industri dan sipil Jerman kebanyakan


didasarkan oleh hutang dan pelebaran militer. Kebijakan Nazi
pada wanita menganjurkan mereka untuk tinggal di rumah
dan membesarkan anak. Tingkat pengangguran menurun
drastis, karena produksi senjata. Sekilas ekonomi Jerman
pulih terlihat dari propaganda yang ada. Hitler juga
mengembangkan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah
Jerman dengan membangun belasan bendungan, jalan tol, rel
kereta api dan bangunan lainnya. Kebijakan Hitler ditekankan
pada pentingnya kehidupan keluarga.
Dalam bidang arsitektur Jerman berkembang dimana
Albert Speer menjadi arsitek terkenalnya. Pada tahun 1936
Berlin menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas yang
dibuka oleh Hitler dan menampilkan kehebatan superioritas
Arya diatas ras lainnya.
Represi
Bagi mereka yang tak setuju dengan kebijakan Hitler
maka SA, SS dan Gestapo (polisi rahasia negara) diberi
kebebasan bertindak. Ribuan orang menghilang di kamp
konsentrasi, ribuan berpindah ke luar Jerman termasuk
setengah populasi Yahudi Jerman.
Tahun 1934 pasukan paramiliter SA pimpinan Ernst
Rohm tak disukai sebagian besar kelompok militer dan politisi

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

43

berpengaruh di Jerman. Hitler lalu menugaskan Himmler


untuk membunuh Rohm dan belasan calon musuh yang
potensial pada tanggal 29-30 Juni 1934 yang dikenal dengan
Nacht der langen Messer.
Di bawah Undang-Undang Nurnberg tahun 1935 Yahudi
kehilangan kewarganegaraan mereka dan dipecat dari seluruh
posisi pejabat publik, pekerjaan dan seluruh bentuk kegiatan
ekonomi. Yahudi menjadi sasaran propaganda kebencian.
Pelarangan semakin diperketat khususnya pada operasi anti
Yahudi pada tahun 1938 yang disebut dengan Kristallnacht.
Dari tahun 1941 Yahudi harus memakai tanda bintang kuning
jika keluar rumah. Diantara bulan November 1938 dan
September 1939 lebih dari 180.000 Yahudi kabur dari Jerman
dan Nazi mengambil apapun yang mereka tinggalkan.
Militerisasi
Bulan Maret 1935 Hitler melanggar perjanjian Versailles
dengan membuat wajib militer. Industri militer dibangun.
Wajib militer tampaknya menyelesaikan masalah ekonomi
namun sebenarnya malah merusak.
Daerah

Rheinland

diduduki

tahun

1936,

sebagai

pelanggaran lanjutan atas perjanjian Versailles. Perancis dan


Inggris tak melakukan apapun. Ketika perang sipil Spanyol
bulan Juli 1936 pecah, Hitler mendukung Jendral Franco yang

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

44

melawan pemerintahan terpilih Spanyol. Spanyol lalu menjadi


lahan percobaan senjata baru Jerman yang meluluh lantakan
kota Guernica pada bulan April 1937.
Jerman bersekutu dengan Italia dengan dikator Fasis
Benito Mussolini pada tangal 25 Oktober 1936. Aliansi ini
dikembangkan

dengan

memasukan

Jepang,

Hungaria,

Romania dan Bulgaria. Lalu pada tanggal 5 November 1937


Hitler mengadakan pertemuan rahasia dan menyatakan
rencananya

untuk

mendapatkan

tempat

tinggal

(Lebensraum) bagi rakyat Jerman.


Holocaust
Selama tahun 1942 dan 1945 SS yang dibantu kolaborator
pemerintahan dari negara yang diduduki secara sistematis
membunuh 11 juta manusia dimana 6 juta diantaranya adalah
Yahudi di kamp konsentrasi, ghetto dan eksekusi massal.
Selain Yahudi, komunis, lawan politik, homoseksual, pendeta
yang menentang, orang cacat mental dan fisik, tahanan perang
Soviet, ilmuwan Polandia, Saksi Yehova, serikat buruh dan
pasien psikiater di bunuh juga. Pembantaian massal ini di
sebut dengan Holocaust.
Pembantaian dengan istilah Endlosung ini direncanakan
oleh Nazi, terutama oleh Himmler sebagai pemimpin SS.
Walau tak ada dokumentasi bahwa Hitler mensahkan

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

45

pembunuhan

massal,

ada

dokumentasi

bahwa

Hitler

menyetujui pasukan tambahan (Einsatzgruppen) dan ada


bukti bahwa pada musim gugur 1941 secara prinsip Hitler
menyetujui pembantaian massal dengan kamar gas.
Untuk mempermulus rencana pembantaian massal
(khususnya Yahudi) konferensi Wansee di luar Berlin
diadakan pada tanggal 20 Januari 1942 dihadiri limabelas
perwira senior dan dipimpin oleh Reinhard Heydrich dan
Adolf Eichmann. Dokumen pertemuan ini menjadi bukti kuat
bahwa Holocaust telah direncanakan. Pada tanggal 22
Februari, tercatat ucapan Hitler ketika berbicara pada
rekannya: Kita akan sehat dengan membasmi Yahudi.
Perang Dunia ke II
Tanggal 12 Maret 1938 Hitler menekan Austria agar
bersatu dengan Jerman. Lalu krisis diciptakan pada daerah
Sudetenland di Cekoslowakia yang memiliki banyak warga
Jerman. Hal ini memicu perjanjian Munchen pada bulan
September 1938 dimana Perdana Menteri Inggris Neville
Chamberlain hadir. Di Munchen, Inggris dan Perancis
menuruti keinginan Hitler, menghindari perang namun gagal
menyelamatkan

Cekoslowakia.

Hasil

pertemuan

ini

menobatkan Hitler menjadi Man ofthe Yeartahun 1938 oleh


majalah TIME.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

46

Hitler memerintahkan tentara Jerman memasuki Praha


tanggal 10 Maret 1939, mengambil daerah yang dimiliki
Polandia di bawah perjanjian Versailles. Inggris tak mampu
membuat perjanjian dengan Soviet mengenai persekutuan
dengan Jerman dan tanggal 23 Agustus 1939 Hitler membuat
perjanjian rahasia anti saling serang (Molotov-Ribbentrop)
dengan Stalin.
Tanggal 1 September Jerman menyerbu Polandia dan
Inggris beserta Perancis yang menjamin keamanan Polandia
menyatakan perang pada Jerman. Setelah Polandia dikuasai,
Hitler semakin membangun tentaranya yang disebut dengan
Sitzkrieg (perang duduk). Sitzkrieg berakhir bulan Maret 1940
dimana tentara Jerman menyerbu Denmark dan Norwegia.
Bulan Mei 1940 Hitler memerintahkan tentaranya menyerbu
Perancis,Belanda,Luxemburg dan Belgia. Perancis menyerah
bulan Juni 1940.
Kemenangan ini meyakinkan Mussolini untuk bergabung
dengan Hitler. Inggris yang tersudut di Dunkirk, Perancis
bertempur sendirian. Setelah penawaran damai Hitler di tolak
pemerintah Inggris yang dipimpin oleh Winston Churchill,
Hitler memerintahkan Inggris di bom. Namun RAF (Angkatan
Udara Kerajaan Inggris) mengalahkan Luftwaffe akhir Oktober
1940. Kemudian London dan Coventry di bom habis-habisan
pada malam hari sampai bulan Mei 1941.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

47

Tanggal 22 Juni 1941 Hitler memerintahkan tiga juta


tentara Jerman menyerbu Uni Soviet, melanggar pakta dengan
Stalin. Invasi bernama Operation Barbarossa, membuat
Jerman memiliki banyak daerah penjajahan, khususnya
daerah Baltik dan Ukraina. Tentara Soviet hancur. Jerman
hanya terhenti di Moskow setelah tentara Soviet melawan
habis-habisan.
Kekalahan
Hitler menyatakan perang melawan Amerika Serikat
pada tanggal 11 Desember 1941 sehingga Jerman melawan
kerajaan terbesar di dunia (Inggris), kekuatan industri dan
keuangan terbesar (Amerika Serikat) dan negara terbesar (Uni
Soviet).
Akhir tahun 1942 Jerman dikalahkan di pertempuran El
Alamein, menghancurkan rencana Hitler menguasai selat Suez
dan Timur Tengah. Februari 1943, pertempuran Stalingrad
yang melelahkan menyebabkan tentara Jerman dihancurkan
Soviet. Kekalahan ini menjadi titik balik perang. Setelah ini
kualitas penilaian militer Hitler menjadi tak teratur dan
ekonomi Jerman morat-marit. Kesehatan Hitler juga turun,
tangan kirinya bergetar karena Parkinson.
Benito Mussolini dijungkirkan tahun 1943 setelah
Amerika Serikat menyerbu Sisilia. Selama tahun 1943 dan

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

48

1944 tentara Soviet mendesak Jerman di fron timur sementara


tanggal 6 Juni 1944 Amerika Serikat dan Inggris mendarat di
Normandy, Perancis. Beberapa pejabat Jerman tahu bahwa
kekalahan diambang mata dan mencoba menyingkirkan
Hitler. Bulan Juli 1944 beberapa
perwira mencoba meletakan bom di tempat Hitler rapat
namun Hitler selamat dan para perencana beserta 4000 orang
lainnya yang dibelakang percobaan pembunuhan ini di
eksekusi.
Kematian
Akhir tahun 1944, Jerman terjepit oleh Soviet dan
Amerika Serikat. Jerman telah kalah perang secara militer
namun Hitler melarang pembicaraan damai dengan Sekutu.
Bulan April 1945 Berlin sudah dicapai Soviet dan tanggal
23 April 1945, 400 tentara batalyon komunikasi Hitler desersi.
Maka Hitler pun terpaksa mengandalkan berita dari kantor
berita musuh seperti BBC dan Reuters. Perwira-perwira
terdekat Hitler menganjurkan Hitler agar kabur ke Austria
atau Bayern untuk berjuang habis- habisan di pegunungan,
namun Hitler menolak. Pemimpin SS, Himmler lalu mencoba
menginformasikan sekutu bahwa Jerman siap menyerah lewat
bantuan diplomat Swedia. Hal ini didengar Hitler dan
Himmler dipecat dari jabatannya.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

49

Ketika pertempuran Berlin hanya rumah demi rumah


lagi, tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri bersama kekasih
yang jadi istrinya selama sehari, Eva Braun dengan menggigit
kapsul sianida sambil menembak kepalanya sendiri. Tubuh
mereka di bakar di halaman kantor kanselir.
Namun tubuh Hitler tak sepenuhnya hancur, tentara
Soviet yang tiba mengambil sisa-sisa jenasahnya dan dengan
menggunakan identifikasi gigi mengkonfirmasi sisa tubuh
tersebut. Untuk menghindari pemujaan, sisa tubuh mereka
dikubur di kota Magdeburg. Tahun 1970 sisa tubuh mereka
digali lagi dan dibakar, lalu abunya di buang di sungai Elbe. Di
Moskow masih ada sisa tengkorak dan sebagian tulang yang
dikatakan adalah bagian tubuh Hitler. Dari tes DNA dapat
diketahui bahwa tengkorak itu asli.
Dalam wasiatnya Hitler memecat pemimpin Nazi lainnya
dan

menunjuk

Laksamana

Karl

Donitz

sebagai

Reichsprasident (Presiden Jerman) dan Goebbels sebagai


Reichskanzler (Kanselir). Namun Goebbels hanya menjadi
kanselir selama sehari karena keesokan harinya 1 Mei 1945
setelah ke enam anak mereka di bunuh, Goebbels bersama istri
bunuh diri dan mayat mereka di bakar. Tanggal 8 Mei 1945
Jerman menyerah tanpa syarat pada sekutu di Reims,
Perancis. Kekaisaran seribu tahun Hitler hanya bertahan dua
belas tahun. Seluruh gelora kebencian dan perang berakhir
dalam puing-puing. Jerman dikuasai sekutu dan perang dingin
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

50

dimulai.
C. Perang Dunia I
Kejadian-kejadian
pecahnya

Perang

di

Dunia

bawah
I

serta

ini

melatarbelakangi

mengarah

kepada

pembentukan keadaan sosial politik di Jerman, Austria


Hungaria dan Eropa yang menjadi latar belakang buku Mein
Kampf ini. Susunan kejadian disusun secara kronologis dan
berakhir pada terpilihnya Hitler menjadi penguasa Jerman.
Apa yang terjadi setelah Hitler berkuasa tahun 1933 dapat
dilihat pada biografi singkat Hitler.
Latar belakang
Perang Dunia I merupakan konflik yang berlangsung dari
tahun 1914-1918. Dalam perang ini senjata kimia digunakan
pertama kali dan pemboman masal sipil dilakukan, beberapa
pembantaian masal juga dilakukan. Konflik berdarah pertama
abad 20 ini melibatkan mobilisasi tentara yang intens serta
front peperangan yang luas. Perang Dunia Pertama juga
merubah wajah Eropa. Dinasti-dinasti seperti Habsburg,
Romanov,

dan

Hohenzollern

yang

telah

mendominasi

perpolitikan Eropa dan berakar sampai ke awal Perang Salib


hancur dalam perang 4 tahun ini. Kebanyakan kejadian besar
di abad 20 menemukan ujungnya di Perang ini, dari
bangkitnya komunisme Perang Dunia ke 2 sampai Perang

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

51

Dingin.
Rusia juga merasakan efeknya, dengan revolusi 1917.
Revolusi yang menjadi embrio perang dingin. Kekalahan
Jerman dan kegagalan menyelesaikan permasalahan sesudah
perang melahirkan Nazi dan penyebab Perang Dunia II pada
tahun 1939. Perang ini juga kejam dan tak pandang bulu
dalam memangsa korbannya, tak ada lagi perang terhormat
karena semua cara digunakan. 9 juta nyawa melayang dalam
perang ini dan lebih banyak yang mati karena kelaparan. Apa
penyebab penderitaan ini?.
Tanggal 28 Juni 1914 Franz Ferdinand, Pangeran Austria
dan pewaris takhta Austria-Hungaria dibunuh di Sarajevo oleh
Gavrilo Princip, seorang mahasiwa Bosnia Serbia. Walau
pemicunya adalah pembunuhan ini, akarnya bisa dilacak
sampai Revolusi Perancis seabad sebelumnya.
Akhir abad ke 17 masyarakat Perancis berada di ujung
revolusi. Monarki mengatur Perancis dengan absolut. Kelas
masyarakatnya jelas, Raja dan bangsawan di atas, gereja di
tengah dan rakyat paling bawah. Kelas sosial baru tercipta,
kaum Borjuis (bangsawan). Kelas menengah baru merupakan
pe-reformasi masayarakat Perancis yang ingin diperlakukan
sama dengan para bangsawan. Perancis juga bermasalah
secara ekonomi. Sejak Louis XIV, Perancis kehabisan uang
untuk perang. Kelas menengah marah karena pajak semakin
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

52

mencekek kecuali bagi kaum aristokrat. Usaha untuk


membantu ekonomi Perancis menjadi perang Benua Eropa.
Revolusi Perancis menjadi kekacauan dan Napoleon berkuasa,
tentaranya merambah Eropa memaksakan ide-ide Perancis.
Perang Napoleon pun pecah. Ide nasionalisme dan rasa cinta
pada rakyat mulai muncul pada saat ini. Napoleon mulai
mengambil ide ini untuk memperbaiki mesin perang Perancis.
Warga Perancis mulai bangga akan budaya dan etnik mereka.
Pertama kali dunia melihat Nasionalisme dan melihat apa
yang Perancis raih dari nasionalisme itu. Seluruh Eropa pun
terpikat pada pesona Nasionalisme. Kongres Wina 1815
kemudian

hadir

dan

dihadiri

para

pemenang

perang

Napoleon: Inggris, Prussia (sebelum menjadi Jerman), Rusia


dan Austria. Tokoh pentingnya adalah wakil Austria, Klemens
von Metternich. Metternich mencoba membalikan keadaan
Eropa seperti sebelum Revolusi Perancis. Dia meminta Eropa
untuk memiliki keseimbangan kekuasaan dimana tak ada
satupun negara Eropa yang lebih kuat diantara lainnya.
Metternich juga menciptakan sistem dimana setiap negara
Eropa akan saling membantu agar aristokrat tetap berkuasa.
Dengan mencegah monarki tunggal di setiap negara agar tidak
jatuh menjadi nasionalisme maka akan mencegah seluruh
Eropa terbakar api revolusi sosial.
Jika revolusi sosial terjadi, Metternich berpendapat
bahwa Eropa akan terjerumus kedalam pertumpahan darah

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

53

dengan skala seperti perang Napoleon. Metternich takut


kepada kekuatan nasionalisme yang akan merobek negerinegeri multi etnik seperti Rusia dan Kekaisaran AustriaHungaria.
Sesudah kongres konflik antara yang ingin perubahan
dan pro status quo mulai muncul. Tahun 1848 terdapat
revolusi yang menyebabkan riak sosial. Awal 1860 sampai
1870 perubahan dimulai: penyatuan Italia dan Jerman.
Penyatuan Jerman dipanggul oleh kanselir bertangan besi Otto
von Bismarck melalui peperangan tahun 1864-1871.
Perang

Franco-Prussia

tahun

1870-71

tak

hanya

memperkuat kekaisaran Jerman namun rasa dendam antara


Perancis dan Jerman dikarenakan pendudukan Jerman atas
daerah Perancis di Elsass-Lothringen. Dengan arahan politis
kanselir Otto von Bismarck, Jerman mengamankan posisinya
di Eropa dengan bersekutu pada Austria-Hungaria dan nota
diplomatik

dengan

Rusia.

Bismarck

mulai

mengejar

persekutuan dan perjanjian damai di seluruh negara Eropa


kecuali Perancis. Bismarck takut perang akan menghancurkan
persatuan Jerman yang telah dibangunnya dengan susah
payah. Ketika kaisar Wilhelm I wafat, sistem persekutuan
mengikat Eropa.
Naiknya Kaisar Wilhelm II(1888) membawa Jerman
dipimpin pemimpin muda yang gegabah. Setelah pemilu tahun
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

54

1890 kaisar memaksa Bismarck untuk mundur.


Jatuhnya Kanselir mengakibatkan masalah baru, Kaisar
gagal memperbaharui perjanjian tahun 1887 dengan Rusia
sehingga Perancis sudah lebih dulu menandatanganinya
dengan Rusia. Lebih buruk lagi ketika kaisar memperkuat
angkatan laut Jerman sehingga mampu mengancam Inggris
menyebabkan ketegangan antara Inggris dan Jerman tahun
1904 dan berkembang dengan memasukkan Rusia yang bukan
lagi sekutu Jerman.
Ketegangan semakin memuncak dengan perebutan
daerah jajahan di Afrika dan Asia diantara negara-negara
Eropa pada tahun 1880. Bahkan Bismarck yang enggan
menjajah menambah ketegangan dengan mengambil beberapa
daerah di Asia dan Afrika sehingga Inggris sebagai penjajah
sepertiga dunia merasa terancam kepentingannya.
Kunci selanjutnya adalah tumbuhnya nasionalisme
diantara negara-negara Balkan yang masingmasing mencari
dukungan Jerman, Austria-Hungaria dan Rusia.
Kecurigaan

kepada

pemulihan

Rusia

tahun

1909

menyebabkan Jerman berencana untuk menyerang duluan


agar

ketegangan

terpecahkan

sebelum

kekuatan

Rusia

melebihi Jerman. Pada tahun 1913 Jerman dan Perancis


memperkuat militernya.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

55

Pecahnya perang
Keamanan regional Austria terancam dengan daerah Serbia
yang terus meluas sebagai hasil perang Balkan 1912-1913.
Kaisar Franz Joseph, dan Conrad von Hotzendorf, khawatir
dengan nasionalisme Serbia di bagian selatan Austria. Mereka
khawatir Rusia akan mendukung pencaplokan yang dilakukan
oleh Serbia.
Austria merasa lebih baik menghancurkan Serbia dulu
sebelum terdahului. Austria- Hungaria sendiri bukanlah
negara yang kuat, koalisi antara Hungaria dan Austria berarti
Austria mengurusi masalah luar negeri dan Hungaria
mengurusi dalam negeri. Austria juga merasa dengan
menyerang Serbia maka negaranya akan lebih kuat.
Terbunuhnya pewaris takhta Austria pangeran Franz
Ferdinand oleh orang Serbia pada tahun 1914 mendukung
rencana penyerangan terhadap Serbia dengan tuduhan bahwa
pejabat Serbia sebagai sponsornya walau Serbia sendiri
menyangkalnya.
Dengan dukungan Jerman, Austria-Hungaria mengirimkan 10
poin ultimatum terhadap Serbia (23 Juli 1914), untuk dipatuhi
dalam waktu 48 jam. Pemerintah Serbia setuju kecuali untuk
satu poin. Tanggal 25 Juli hubungan diplomatik antara Serbia
dan Austria Hungaria diputuskan dan tanggal 28 Juli perang
dideklarasikan.

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

56

Pemerintah Rusia yang sejak tahun 1909 berjanji untuk


mendukung kemerdekaan Serbia sebagai ganti penjajahan
Bosnia, memobilisasi prajurit cadangannya tanggal 30 Juli
setelah komunikasi telegram penting antara Kaisar Wilhelm
dan Tsar Rusia Nicholas II. Jerman kemudian
mendeklarasikan perang melawan Rusia tanggal 1 Agustus dan
dua tahun lagi melawan Perancis. Konflik kemudian terjadi
antara aliansi Jerman-Austria-Italia vs Perancis-Rusia
kemudian Inggris dan Serbia. Tak ada satupun aliansi yang
diaktivkan ketika perang pecah walau mobilisasi umum Rusia
dan deklarasi perang Jerman kepada Perancis lebih
dikarenakan ketakutan siapa duluan yang memulai perang.
Deklarasi perang Inggris terhadap Jerman tangal 4 Agustus
bukan karena kesepahaman Inggris dengan Rusia dan
Perancis namun invasi Jerman ke Belgia tanggal 4 Agustus
1914 dianggap Inggris mengganggu perjanjian London 1839
dimana Inggris mendukung kemerdekaan Belgia. Inggris juga
beralasan kalau Jerman tidak dicegah maka koloni Inggris di
Asia dan Afrika akan terancam karena Jerman mulai
merambah koloni Perancis di Atlantik.
Pertempuran pertama
Jerman dengan Austria-Hungaria memfokuskan AustriaHungaria bertempur melawan Rusia sementara Jerman
bertempur dengan Perancis di front barat.
Namun Austria malah memfokuskan diri menyerang Serbia di
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

57

selatan. Serangan Austria gagal karena terjebak pada jebakan


artileri Serbia. Tiga hari kemudian Austria mundur dari sungai
Donau, tanda kemenangan sekutu.
Poros tengah (Jerman-Austria) menderita kekalahan besar
karena ini. Austria gagal mengeliminasi Serbia dan front timur
terancam jatuh ke tangan Rusia.
Rencana Schlieffen dari Jerman merencanakan untuk
bertempur dengan aliansi Perancis-Rusia melibatkan
hantaman kuat pada Perancis dan kemudian menghantam
Rusia yang lemah mobilisasinya. Jerman berhati-hati dalam
menyerang Perancis, maka Belgia di utara Perancis harus
diduduki karena
menghalangi jalan Jerman ketika Belgia menolak memberi
jalan bagi Jerman.
Inggris pun ikut campur karena perjanjian London tahun 1839
tersebut di atas.
Rencana Jerman tak mulus, Rusia ternyata cepat memobilisasi
prajurit serta perlawanan di Belgia tak kunjung surut. Rusia
menyerang Prusia timur mengalihkan kekuatan Jerman di
front barat. Di pertempuran Tannenberg Jerman mengalahkan
Rusia namun prajurit Perancis dan Inggris mampu menahan
Jerman di pertempuran Marne (September 1914) , poros
tengah kini dipaksa berperang di dua front. Pendudukan
sekutu di wilayah musuh bukanlah di Eropa namun di Afrika,
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

58

prajurit Afrika Selatan menyerang dan menduduki koloni


Jerman di Namibia.
Persebaran perang 1914
28 Juli
Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia;
1 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Rusia;
2 Agustus
Prajurit Jerman menduduki Luxembourg
3 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Perancis
4 Agustus
Jerman menyerang Belgia;
4 Agustus
Inggris menyatakan perang terhadap Jerman karena Belgia
diserang.
12 Agustus
Inggris menyatakan perang terhadap Austria-H ungaria
14 Agustus
Tentara Austria dan Serbia bertemu di Cer
19 Agustus
Tentara Austria dikalahkan Serbia di Cer
20 Agustus
Tentara Jerman menduduki Brussel, Belgia,dahulu disebut
dengan Flanders

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

59

23 Agustus
Jepang menyatakan perang terhadap Jerman.
September
Pakta kesatuan disepakati antara Perancis, Inggris dan Rusia.
9 Oktober
Pengepungan Antwerp - Antwerp, Belgia jatuh ke tangan
Jerman.
1-5 November
Kekaisaran Ottoman memasuki perang dengan mendukung
koalisi Jerman.
1915
15 Januari
Gas beracun digunakan pertama kali oleh Jerman terhadap
Rusia di pertempuran Bolimow
24 April
Pembantaian Armenia mulai di kekaisaran Ottoman.
25 April
Penyerangan Gallipoli
23 Mei
Italia menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria
Oktober
Bulgaria bergabung dengan Jerman dan Austria-Hungaria.
1916
27 Agustus
Romania menyatakan perang terhadap Austria-H ungaria;

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

60

28 Agustus
Italia mendeklarasikan perang terhadap Jerman.
15 September
Pertempuran Somme, 2 tentara mati untuk setiap cm nya.
1917
24 Februari
Dubes Amerika Serikat untuk Inggris Walter H. Page
mendapat telegram Zimmermann dimana Jerman
menawarkan Meksiko untuk menyerang AS dan akan
memberikan AS bagian selatan kepada Meksiko jika Meksiko
menyatakan perang terhadap AS.
6 April
Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman;
14 Agustus
Republik Cina menyatakan perang terhadap Jerman
26 Oktober
Brazil menyatakan peran terhadap Jerman.
1918
21 Maret
Jerman menyerang dengan "Operation Michael, dengan
taktik baru disebut taktik Hutier (dari Oskar von Hutier)
untuk menyusup dan menggali parit. Serangan Jerman
memajukan daerah Jerman 60 km, namun karena masalah
logistik Jerman didorong kembali oleh Sekutu.
April
Amerika Serikat di bawah Jendral John Pershing memasuki
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

61

perang.
18 Juli
Pada pertempuran Chateau-Thierry, prajurit Amerika Serikat
dan Perancis menyerbu dengan banyak tank dan mengejutkan
Jerman. Saint-Mihiel salient yang diduduki Jerman semenjak
1914 direbut kembali.
26 September
Amerika Serikat mulai melaksanakan serangan di MeuseArgonne,Perancis.
27 September
Bukit 305 milik Jerman di Montfaucon dArgonne direbut.
29 September
Bulgaria menandatangani gencatan senjata
3 Oktober
Jerman meminta gencatan senjata
24 Oktober
Tentara Italia menyerbu dan menghancurkan Angkatan
Bersenjata Austria-Hungaria
30 Oktober
Kekaisaran Ottoman menyerah
3 November
Austria dan Hungaria lalu menandatangani gencatan senjata
dan monarki Habsburg pun tumbang.
4 November
Empat puluh ribu pelaut mengambil alih dermaga memprotes
Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

62

perjanjian antara Angkatan Laut Inggris dengan Komando


Angkatan Laut Jerman walau sudah jelas bahwa perang telah
kalah.
9 November
Revolusi Jerman pecah, Kaisar Wilhelm II tumbang.
11 November
Jerman menandatangani gencatan senjata dengan sekutu di
jalan kereta api Compiegne. Perang secara resmi usai.
Keterangan :
Pasukan sekutu tewas: 5,497,600
(Belgia, Persemakmuran, Australia, Kanada, India, Selandia
Baru, AfrikaSelatan, Inggris, Perancis ,Koloni Perancis,
Yunani, Italia, Jepang, Montenegro, Rumania, Rusia Serbia,
Amerika Serikat)
Pasukan poros tengah (Entente) tewas 3,382,500
(Austria-Hungaria,Bulgaria, Jerman, Kekaisaran Ottoman)

Adolf Hilter- Mein Kamf (Vol. I)

63

18 Juni
Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I
1919
ditandatangani.
Isinya menimpakan segala tanggung jawab

dan ganti rugi perang pada pihak Jerman. Upacaranya


diadakan di istana Versailles di tempat yang sama dimana
Kekaisaran Jerman tahun 1871 diproklamasikan. Perjanjian ini
memunculkan Liga bangsa- bangsa. Daerah-daerah Jerman
yang hilang adalah:

Elsass-Lothringen (Dulunya milik Perancis sampai


tahun 1871) menjadi milik Perancis kembali.

Schleswig Utara di Schleswig-Holstein jatuh ke


Denmark (3,228 km2)

Sebagian besar Polandia (Provinz Posen) dan OstPommern (Pomerania Timur) menjadi milik Polandia.

Area Hulczyn di Ober Schlesien menjadi milik


Cekoslowakia.

Bagian timur Ober Schlesien menjadi milik Polandia.

Kota Jerman Eupen dan Malmedy menjadi milik


Belgia.

Daerah Soldau di Prussia Timur menjadi milik


Polandia.

Bagian utara Prussia Timur yang disebut Memelland


berada dalam kendali Perancis, kemudian diberikan
kepada Lithuania.

Saarland berada di bawah kendali Liga Bangsa-Bangsa

selama 15 tahun.

Kota Danzig (sekarang Gdansk, Polandia) dengan delta


sungai Vistula menjadi Freie Stadt

Danzig (Kota merdeka Danzig) di bawah Liga Bangsa-Bangsa


dan kewenangan Polandia. Perjanjian Versailles dipengaruhi
dendam Perancis yang kehilangan Elsass-Lothringen tahun
1871 ketika berperang dengan Prussia belum lagi kerusakan
perang sebagian besar diderita Perancis, maka Perancis yang
ketakutan dengan bangkitnya kembali Jerman menyerbu
Rheinland tahun 1923. Tentara Jerman dibatasi hanya
100.000 prajurit, tak boleh memiliki tank dan staf jendral.
Angkatan Laut Jerman hanya dibolehkan memiliki 15.000
prajurit dan tak boleh memiliki kapal selam dan hanya enam
kapal perang. Kekuatan Udara tak diizinkan sama sekali.
Semua ini dilakukan karena ketakutan akan agresi Jerman
kembali.
Biaya perang yang harus di bayar Jerman pada tahun 1921
mencapai 296 Trilyun mark emas dan dikurangi menjadi 132
trilyun mark emas. Kejatuhan Jerman ini meruntuhkan
kekaisaran dan Jerman menjadi Republik Weimar. Hasil
perjanjian Versailles yang merugikan Jerman ini dijadikan
Hitler untuk membakar semangat rakyat agar melanggar
perjanjian ini yang dia buktikan ketika berkuasa.

Konsekwensi Geopolitis dan Ekonomi dari Perang


Dunia I:
Jerman
Kekalahan Jerman mengarah kepada perubahan dasar negara
sehingga Jerman menjadi demokrasi parlementer tanggal 28
Oktober 1928 . Kerusuhan sipil merebak dan usaha revolusi
dari Partai Sosial Demokratik dan Komunis muncul. Bulan
November Kaisar Wilhelm II dibuang dan tanggal 11 Agustus
1919 Jerman menjadi Republik Weimar dengan Presiden
sebagai kepala negara. Republik baru harus

menghadapi kenyataan bahwa 15 persen wilayah Jerman


dikauasai Sekutu. Daerah terrbesar yang hilang menjadi milik
Polandia yang dahulunya sejak 1871 menjadi wilayah Jerman.
Wilayah yang menjadi Polandia itu disebut Koridor Polandia
karena posisinya antara Prussia timur dan sisa Jerman. Ingris
dan Perancis kemudian menguasai koloni Jerman. Sekutu
mengangap hasil perjanjian Versailles adil namun tidak bagi
rakyat Jerman. Banyak orang Jerman percaya bahwa mereka
bisa menang perang namun kalah karena ada pengkhianat di
tanah air yang melakukan revolusi. Krisis ekonomi yang parah
di Jerman menjadi katalis bagi Nazi yang akan memulai
Perang Dunia ke II.
Rusia (Soviet)
Finlandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia merdeka. Kerajaan
Polandia digantikan oleh Republik Polandia Selatan tahun
1918 menyatukan provinsi Polandia di Austria dan Prussia.
Armenia, Georgia dan Azerbeijan merdeka dan pada tahun
1922 diserbu Soviet.
Kekaisaran Austria-Hungaria
Austria dan Hungaria pecah lalu membuang dinasti Habsburg.
Bohemia, Moravia, Czech Silesia, Slovakia dan Carpathian
Ruthenia menjadi Cekoslowakia. Galicia bergabung dengan
Polandia kemudian Tirol Selatan dan Trieste jatuh ke tangan

Italia. Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Slovenia, dan Vojvodina


bergabung dengan Serbia dan Montenegro membentuk
kerajaan Serbia, Kroasia dan Slovenia, kemudian menjadi
Yugoslavia. Transylvania menjadi bagian Rumania.
Pembagian negara ini tak berdasarkan etnik, sehingga menjadi
bom waktu di kemudian hari di Yugoslavia ketika pada dekade
90-an pecah perang etnis di Yugoslavia.
Kekaisaran Ottoman
Kekaisaran Ottoman di Turki berakhir, Perancis dan Inggris
mendapat sebagian besar timur tengah dan Inggris
mendapatkan Palestina dengan mandat Liga Bangsa-Bangsa,
suatu mandat yang menyebabkan masalah Palestina Israel
sampai saat ini. Turki menjadi negara baru sekuler dengan
Kemal Ataturk sebagai pemimpinnya.
Persemakmuran
Di Inggris pemerintah morat-marit karena utang dan biaya
pemeliharaan persemakmuran. Negara-negara
persemakmuran yang terlibat perang seperti Australia dan
Kanada bangkit nasionalismenya dan merasa tak perlu lagi
berada di bawah kekuasaan Inggris.

Perancis
Bagi Perancis akhir perang merupakan babak baru, daerah
Rhein dipaksakan menjadi wilayah Perancis. Perancis masih
takut akan Jerman yang tetap bertahan sesudah perang. Hal
lainnya adalah bantuan prajurit dari jajahan Perancis dari
Indochina, Afrika, dan Madagascar yang benar-benar
membantu bertahannya Perancis, ketika prajurit bantuan itu
pulang dan diperlakukan sebagai warga negara kelas dua,
mereka menjadi embrio pergerakan kemerdekaan di jajahan
Perancis. Duka benar-benar menyelimuti Perancis karena
ribuan monumen didirikan untuk menghormati prajurit
mereka yang tewas.
1920
Di Jerman terjadi dua pemberontakan, Kapp Putsch dan kaum
komunis yang menduduki daerah Ruhr, kedua pemberontakan
itu dapat dipadamkan
1921
Di Sachsen dan Hamburg Komunis kembali memberontak dan
dapat dimatikan
1923
Daerah Ruhr diduduki Perancis karena Jerman tak mampu
membayar hutang perang. Keadaan ekonomi di Jerman
semakin morat marit. Beer Hall Putsch di Munchen yang gagal
terjadi. Hitler dipenjara di Landsberg am Lech sampai tahun

1924.
14 September 1930
Partai Nazi mendapat 18.3% suara
31 Juli 1932
Nazi mendapat suara sebanyak 37.2% sehingga menjadi partai
paling besar di Reichstag.
30 Januari 1933
Hitler menjadi Kanselir Jerman sekaligus Presiden setelah
Paul von Hindenburg meninggal. Republik Weimar berakhir.
Dimulainya periode Nazi.

SEBUAH PENGANTAR

Kekerasan dan kebiadaban yang pernah dilakukan Nazi


Jerman demikian monumental, sekaligus demikian absurd,
hingga sulit dibayangkan bahwa itu sungguh pernah terjadi.
Namun kenyataan bahwa itu sungguh terjadi adalah sebuah
isyarat teramat berharga ihwal ambiguitas peradaban
manusia. Ia memaksa kita setiap kali merenungkan kembali
hakekat identitas kebangsaan dan prasangka rasial yang selalu
membayanginya, perjuangan demi martabat dan degradasi
moral yang diakibatkannya, idealisme dan korban-korbannya,
penalaran dan kegilaan yang menyertainya, kesadaran dan
ketaksadaran yang tersembunyi di baliknya, dan seterusnya.
Betapa dalam situasi tertentu segala konsep adiluhung dan
suci bisa demikian kabur, tumpang tindih, menjadi tak lebih
dari omong kosong besar namun membawa dampak teramat
serius dan menakutkan.
Sungguh sulit sebenarnya membayangkan bahwa suatu negeri
yang telah melahirkan penulis brilian macam Goethe, Heine,
atau Schiller akhirnya membakari buku dan mengontrol
pikiran. Betapa mengherankan bahwa sebuah bangsa dengan
kecerdasan intelektual sedahsyat Immanuel Kant, Hegel, Karl
Marx atau Albert Einstein, akhirnya begitu antusias
menjalankan proyek penaklukan dunia yang demikian naif dan

bodoh. Sungguh tak bisa dimengerti bahwa sebuah bangsa


dengan sensibilitas batin Johann Sebastian Bach, Ludwig van
Beethoven atau Mozart akhirnya membantai jutaan orang,
perempuan dan anak-anak tanpa hati sama sekali. Fenomena
seganjil ini terlampau pelik dan penting untuk sekedar dikutuk
dan dicaci. Ia akan tetap merupakan misteri ambivalensi
sejarah peradaban manusia yang perlu dikaji kembali setiap
kali.
Tentu ada banyak sekali faktor yang telah menciptakan
peristiwa itu: batasbatas geopolitis Jerman yang sepanjang
sejarah selalu tidak stabil dan artifisial sehingga identitas
kebangsaannya senantiasa rentan; situasi kemiskinan dan
pengangguran parah akibat rangkaian peperangan yang
memupuk agresivitas dan kemarahan; lemahnya
pemerintahan monarki Habsburg dan kekacauan pertikaian
partai yang membuat orang merindukan kepastian; situasi
penuh frustrasi yang mendorong orang mencari kambing
hitam; tendensi ke arah totaliterianisme dalam filsafat Jerman
sendiri, dan seterusnya. Telah banyak penelitian yang
membahas ini semua. Diantara berbagai faktor itu tentu saja
figur Hitler sendiri senantiasa menarik untuk disoroti.
Hitler saya kira adalah suatu figur yang sangat menarik, suatu
sample dari misteri kedirian manusia yang tak selalu tertebak.
Dalam takaran formal, stereotipikal Hitler sendiri bukanlah
seorang yang berpendidikan tinggi. SMU-pun ia tidak selesai.

Prestasi sewaktu di sekolah juga sama sekali tak mengesankan.


Dia tidak lebih dari seorang otodidak yang keranjingan
membaca, sangat sensitif, sangat obsesif dan temperamental.
Kekecewaan besarnya akibat tidak diterima di Sekolah Seni
Rupa, obsesinya untuk menjadi arsitek yang tak pernah
terwujud, pengalaman keterpurukannya dalam kemiskinan
sewaktu di Wina, kemarahannya terhadap keterjajahan,
ditambah dengan kecerdasan reflektifnya dalam menangkap
inti persoalan sosial-politik, itu semua secara mengejutkan
akhirnya melambungkan dia
sebagai seorang demagog dengan retorika yang mampu
menyihir massa sedemikian rupa, hingga lahirlah fenomena
Nazi yang keganjilannya demikian spektakuler dalam sejarah
manusia. Sebuah alur karier fantastis bagai sebuah drama.
Hitler adalah suatu kecerdasan tak lazim yang mampu
menangkap psikologi massa secara luar biasa, mampu
mendramatisasi dan memanipulasi pengalaman penderitaan,
ketakutan, kemarahan dan kebencian, dan memadukannya
dengan ilusi harga diri yang membius .
Namun yang lebih menarik adalah bahwa fenomena Hitler
menampilkan berbagai paradoks. Motivasi awal Hitler
sesungguhnya adalah kepedulian moral yang tulus terhadap
martabat sebuah bangsa. Namun ternyata itu berakhir sebagai
arogansi diktatorial yang demikian immoral. Penalaran Hitler
sesungguhnya dipupuk oleh berbagai inspirasi filsafati, antara

lain berbagai pemikiran canggih dari Fichte, Hegel, Marx,


Treitschke atau pun Nietzsche, dan rasionalitas filosofis itu
digunakannya untuk mengubah realitas nyata. Namun
akhirnya seluruh proyeknya menjadi betul- betul irrasional,
bahkan schizofrenik. Sama halnya dengan cita-citanya untuk
menciptakan jiwa yang sehat dengan menciptakan tradisi
menjaga tubuh yang sehat, yang lantas berakhir dalam
pembasmian segala tubuh rapuh dan cacat: eksterminasi 6
jutaan orang yahudi! Sebuah simtom spektakulerjustru
tentang jiwa yang kacau dan tak sehat.
Absurditas dan paradoks perjuangan nilai macam ini
sesungguhnya tidaklah hanya menimpa Hitler. Tendensi
macam itu selalu membayangi dinamika kiprah peradaban
manusia hingga kini. Tengoklah bagaimana segala perjuangan
demi ahlak dan kebenaran Tuhan hari-hari ini kerap kali jatuh
menjadi berbagai bentuk kekerasan yang justru tak berahlak.
Berbagai gerakan untuk membela martabat agama justru
berakhir dengan merusakkannya. Hitler pun pada masa itu
sesungguhnya menganggap segala kiprah dan perjuangannya
sebagai pekerjaan demi kemuliaan Tuhan. Dalam dunia
manusia antusiasme berlebihan terhadap idealisme, yang
teramat religius sekali pun, begitu mudah jatuh menjadi
kebodohan yang mengenaskan dan menyedihkan. Namun
inilah dunia manusia yang selalu tak sederhana, kompleks dan
tak pasti. Bagi manusia akal dan kebebasan kadang sungguh

merupakan keterkutukan, seperti pernah dikatakan filsuf


Sartre.
Buku Mein Kampf yang ada di tangan anda ini adalah isi hati
dan pikiran manusia bernama Hitler itu. Membacanya berarti
memasuki kompleksitas persoalan di balik peristiwa Nazi yang
mengerikan itu. Buku buah pikiran Hitler sendiri ini adalah
sebuah tonggak penting dalam sejarah peradaban. Ia
memperlihatkan nasib komitmen luhur yang jatuh menjadi
kegilaan massal yang parah; memperlihatkan tragedi dan
kekonyolan mengenaskan dari sebuah obsesi ke arah
pengakuan identitas diri yang salah arah. Identitas, sebuah
tema sentral dalam percaturan kultural global saat ini juga,
yang memang mengancam manusia untuk terlikuidasi menjadi
bukan siapa-siapa. Lepas dari berbagai kelemahan kecilnya,
terjemahan ini adalah sebuah upaya penting bagi evolusi
kesadaran yang hendak belajar dari sejarah.
Bandung, 9 September 2005
Bambang Sugiharto

PENGANTAR

Berdasarkan vonis pengadilan Munchen maka pada hari ini, 1


April 1924, dimulailah penahanan saya di Landsberg am Lech.
Maka dari itu penahanan ini menawarkan saya tahun-tahun

yang tak terputuskan dan pada pertamakalinya memberikan


kemungkinan untuk memulai karya yang telah dituntut oleh
banyak orang dan saya anggap mempunyai banyak manfaat
bagi pergerakan. Maka saya telah memutuskan, tak hanya
tujuan pergerakan kita yang dijelaskan dengan cermat tapi
juga gambaran perkembangan yang ditunjukan dalam dua
jilid. Akan banyak yang dapat dipelajari bagi kalian dari uraian
doktrin yang suci ini. Sejauh hal ini penting, saya juga
mendapat kesempatan untuk menunjukan keadaan saya bagi
jilid pertama dan jilid kedua, dan juga untuk penghancuran
fitnah terhadap diri saya yang dilakukan oleh pers Yahudi yang
jahat. Karya ini tidak saya maksudkan bagi orang asing,
melainkan pada pengikut pergerakan lainnya yang berjuang
dengan hatinya dan pemahamannya untuk kehangatan
pencerahan. Saya tahu bahwa manusia lebih suka bahasa lisan
daripada bahasa tulisan, bahwa setiap pergerakan besar di
bumi ini tumbuh dari ucapan lisan yang besar, bukannya dari
tulisan. Meskipun demikian, untuk selamanya kedua hal
tersebut harus diletakkan secara seimbang sebagai dasar
pembelajaran. Maka dari itu kedua jilid ini menjadi pondasi
yang saya bungkus dalam satu karya.
Landsberg am Lech, Lembaga pemasyarakatan dalam benteng

Pada 9 NOVEMBER 1923 pukul 12:30 siang di depan


Feldherrnhalle juga di halaman bekas Kementrian

Perang Munchen orang-orang berikut ini gugur


dengan keyakinan yang kuat demi kebangkitan
bangsanya.

ALFARTH, FELIX, pengusaha, lahir 5 Juli, 1901

BAURIEDL, ANDREAS, pembuat topi, lahir 4 Mei


1879

CASELLA, THEODOR, pegawai bank, lahir 8 Agustus


1900

EHRLICH, WILHELM, pegawai bank, lahir 19


Agustus 1894

FAUST, MARTIN, pegawai bank, lahir 27 Januari 1901

HECHENBERGER, ANTON, tukang kunci, lahir 28


September 1902

KORNER, OSKAR, pengusaha, lahir 4 Januari 1875

KUHN, KARL, kepala pelayan, lahir 26 Juli 1897

LAFORCE, KARL, mahasiswa teknik, lahir 28 Oktober


1904

NEUBAUER, KURT, pelayan pria, lahir 27 Maret 1899

PAPE, CLAUS VON, pengusaha, lahir Agustus 1904

PFORDTEN, THEODOR VON DER, Kanselir


pengadilan wilayah, lahir 14 Mei 1873

RICKMERS, JOHANN, pensiunan kapten kavaleri,


lahir 7 Mei 1881

SCHEUBN ER-RICHTER, MAX ERWIN VON,


Doktor teknik, lahir 9 Januari 1884

STRANSKY, LORENZ RITTER VON, insinyur, lahir


14 Maret 1889

WOLF, WILHELM, pengusaha, lahir 19 Oktober 1898

Mereka yang menyebut diri berwenang dalam lingkup nasional


menolak untuk menguburkan mereka dengan layak.
Maka dari itu saya dedikasikan untuk mereka, bagi ingatan
umum, jilid pertama buku ini. Sebagai saksi-saksi berdarah,
semoga mereka bersinar selamanya sebagai contoh yang
berkilau bagi pengikut pergerakan kita.
Landsberg a. L., Lembaga pemasyarakatan dalam benteng
16 Oktober 1924

BAB I
DI RUMAH ORANG TUA

Adalah sebuah kemujuran bagiku bahwa takdir ternyata


memilih Braunau di pinggir sungai Inn sebagai tempat
kelahiranku. Kota kecil ini terletak di perbatasan antara dua
negara bagian di Jerman, yang setidaknya kita sebagai
generasi muda berusaha untuk menyatukan antara kedua
negara itu dengan mengorbankan segenap apapun: Sebagai
tujuan hidup kita!
Jerman-Austria harus dikembalikan ke negara induknya, yaitu
Jerman yang Agung bukan hanya karena alasan pertimbangan
ekonomi semata. Sekali tidak tetap tidak, bahkan jika ada
suatu persekutuan yang tidak begitu penting bila dilihat dari
perspektif ekonomi. Ya, walau itu berbahaya sekalipun, hal itu
harus tetap berlangsung.
<
4

Darah yang sama menuntut satu kekaisaran. Tak pernah lagi


Volk1 Jerman memiliki hak moral untuk terlibat dalam politik
kolonialisme, sampai setidaknya menyambut putra-putranya
dalam satu negara. Namun ketika perbatasan kekaisaran telah
memasuki wilayah Jerman yang terakhir, hal itu tak akan
menjamin kebutuhan hidup sehari-hari. Keinginan moral

untuk mengambil tanah jajahan bangkit dari tekanan bangsa


kita. Pedang mereka akan menjadi senjata kami, dan dari
tetesan air mata perang itulah kebutuhan sehari-hari generasi
masa depan akan tumbuh lagi. Oleh karena itu, kota kecil di
perbatasan negara ini bagiku merupakan simbol misi yang
besar. Di lain pihak, hal ini akan terus berkembang sebagai
sebuah peringatan akan masa kini. Lebih dari seratus tahun
yang lalu, tempat yang dipandang tidak penting ini akan secara
khusus diabadikan dalam setiap peristiwa atau sejarah
Jerman, karena negara ini merupakan saksi atas kehancuran
tragis yang mencengkeram seluruh bangsa Jerman dalam
masa yang penuh hina.
Dalam masa-masa yang penuh dengan kehinaan dari bangsa
kita itulah, Johannes Palm dari Nurenberg seorang
warganegara tercinta, si penjual buku dan seorang nasionalis
yang tak kenal kompromi sekaligus pembenci Perancis, tewas
di sana demi Jerman yang sangat dia cintai dengan penuh
semangat heroik, bahkan dalam masa-masa yang penuh
penderitaannya. Dengan watak yang keras kepala dia tetap
menolak untuk mengadukan teman-temannya yang
sebenarnya mereka adalah atasannya. Kejadian ini mirip
dengan apa yang dialami Leo Schlageter, dengan diadukannya
dia kepada pihak Perancis oleh seorang wakil
pemerintahannya, yakni seorang kepala kepolisian Augsburg
yang akhirnya dia kini menjadi orang terkenal. Hal itu menjadi

simbol pihak berwenang Jerman di bawah kekuasaan Herr


Severing2.
Dalam suasana kota kecil di pinggiran sungai Inn yang
diterangi oleh sinar kesyahidan Jerman, dia terlahir sebagai
seorang berdarah Bayern, namun secara hukum
kewarganegaraanya adalah seorang Austria. Orangtuaku hidup
di akhir tahun delapanpuluhan satu abad yang lampau.
Ayahku adalah seorang pegawai negeri yang sangat berbakti
kepada negara, sedangkan ibuku adalah seorang wanita yang
senantiasa mencurahkan segalanya untuk rumah tangga dan
membaktikan dirinya pada kami: anak-anaknya yang selalu
berada dalam kasih sayangnya yang kekal dan abadi. Periode
ini sebenarnya tak begitu kuingat dengan jelas, karena setelah
beberapa tahun ayahku harus meninggalkan perbatasan kota
kecil yang dia cintai ini untuk bekerja di Passau, Jerman.
Pada waktu itu sangat lumrah bagi seorang pegawai negeri
Austria untuk berpindah- pindah tempat kerja. Beberapa saat
kemudian setelah ayahku dikirim ke Linz, akhirnya disanalah
dia bekerja hingga pensiun. Meski demikian, tak pernah ada
waktu untuk istirahat terlintas dalam benak pria tua itu.
Karena masa kanak- kanaknya yang berasal dari keluarga
miskin itulah, dia selalu merasa bosan dengan hanya terusmenerus tinggal di rumah. Sebelum berumur tigabelas tahun,
ayahku yang masih kecil itu, dengan membawa tas ranselnya
pergi meninggalkan rumah di Waldviertel. Waktu itu hampir

seluruh penduduk desa yang dianggap berpengalaman


berusaha membujuknya agar dia kembali ke Wina untuk
belajar berdagang disana. Kejadian ini terjadi sekitar tahun
limapuluhan seabad yang lalu. Akhirnya, ayahku dengan gigih
memutuskan untuk tetap pergi berkelana. Dengan hanya
berbekal uang tiga gulden saja, dia melakukan perjalanan dan
mengabdikan dirinya pada sesuatu yang belum pernah dia
alami sebelumnya. Pada saat ayahku beranjak umur
tujuhbelasan, dia telah mampu melewati segala tantangan dan
rintangan. Meski demikian, dia tidak pernah merasa puas
dengan apa yang telah dia kerjakan itu.
{Biang keladi kecil}
Di sisi lain dalam masa hidupnya yang penuh dengan
kesukaran, kesengsaraan dan penderitaan yang tiada taranya
itu, dia telah meneguhkan pendiriannya untuk segera
meninggalkan dunia perdagangan dan menjadi seseorang
yang lebih baik lagi. Sebelumnya ayahku yang malang itu telah
mempertimbangkan dirinya masak- masak untuk menjadi
seorang pendeta sebagai pengabdian nilai luhur seorang
manusia. Di kota besar, tempat yang telah meluaskan
pandangannya itu dia malah menjadi seorang pegawai negeri.
Dengan segala kegigihannya, seorang pemuda yang telah
melewati fase-fase penderitaan dan kesengsaraan hidup yang
panjang itu telah membuatnya lebih dewasa, meskipun
usianya masih sangat muda.

Ayahku yang baru berumur tujuhbelas tahun itu akhirnya


memilih bersikukuh pada pendiriannya untuk tetap berada
dalam dinas pemerintahan. Ketika menginjak usia dua puluh
tiga tahun, ayahku percaya bahwa dia telah mencapai
tujuannya.
Keadaan itu tampaknya telah mewujudkan janjinya yang
pernah dia ikrarkan sewaktu dia masih menjadi seorang anak
yang miskin, bahwa dia tak akan kembali ke kampung
halamannya sebelum dia menjadi seseorang yang sukses.
Kini cita-citanya itu telah tercapai. Tak seorang pun penduduk
di desanya mengingat masa lalu ayahku itu, sementara bagi
dirinya sendiri desanya itu telah berubah menjadi tempat yang
aneh. Ketika pensiun pada umur limapuluh enam tahun,
ayahku tak ingin membiarkan hari-harinya berlalu begitu saja
dengan tidak melakukan apa-apa. Di dekat pasar desa
Lambach Austria utara, ayahku telah mampu membeli
sebidang tanah pertanian untuk dia garap sendiri. Dengan
berada dalam ruang lingkup industri pertanian tersebut, dia
merasa dikembalikan ke asal muasal nenek moyangnya yang
dulunya hidup sebagai petani.
Pada saat inilah suri tauladan yang telah diwariskan ayahku itu
mulai terbentuk di dadaku. Semua kegiatanku bermain -main
di alam bebas, menempuh perjalanan jauh ke sekolah dengan
hanya berjalan kaki dan bersahabat dengan anak-anak yang
berbadan tegap dan kumal, terkadang seringkali membuat

ibuku menjadi marah. Hal ini tentu saja menjadikan diriku


merasa seperti anak rumahan saja yang tidak boleh melakukan
apa-apa.
Meskipun pada saat itu aku tidak memiliki cita-cita serius
tentang profesi apa yang akan kuraih nanti, aku sangat
bersimpati atas karir yang telah diraih ayahku. Aku percaya
pada bakat orasiku yang berkembang dalam bentuk
argumentasi yang kasar itu, aku tunjukan kepada temanteman disekolahku. Aku pun telah mampu menjadi seorang
pemimpin dari sekelompok anak-anak sepermainanku. Di
sekolah, aku dengan mudah bisa mengikuti semua mata
pelajaran, dan di waktu luang aku pun mendapatkan pelajaran
bernyanyi di sebuah biara di Lambach, tapi di sisi lain aku
terkenal sebagai murid yang sangat nakal dan susah diatur.
{Semangat akan perang}
Aku sangat beruntung sekali ketika mendapatkan kesempatan
untuk mengikuti parade dalam sebuah acara festival gereja
dengan sangat meriahnya. Saat itu aku tampak seperti seorang
biarawan suci dan bagaikan seorang pendeta desa, yang mana
menjadi seorang pendeta merupakan cita-cita luhur seperti
yang pernah dicita-citakan ayahku dulu. Disinilah letak
masalahnya, ayahku akhirnya terbukti tak mampu membantu
mengembangkan bakat orasiku. Seorang anak yang suka
berkelahi ini tak kuasa untuk membuat keputusan seperti yang

ayahku harapkan tentang masa depanku sendiri. Saking


ayahku tak mampu memahami ide-ideku itu, akhirnya dia tak
bisa berkata apa-apa lagi. Dengan penuh ambisius, dia tetap
mencoba untuk memahami konflik ini. Dan ketika konflik ini
benarbenar terjadi, cita- citaku untuk bisa memperoleh profesi
yang kuidam-idamkan sebagai seorang orator itu akhirnya
pudar dalam waktu yang singkat. Hal ini tentu saja
membuatku berubah menjadi seorang anak yang
temperamental.
Ketika pada suatu hari aku menggeledah perpustakaan
ayahku, disana aku menemukan berbagai macam buku militer
yang diantaranya terdapat edisi yang cukup populer mengenai
perang Franco-Jerman3 tahun 1870-1871. Buku-buku tersebut
terdiri dari dua bundel edisi majalah bergambar dari tahuntahun tersebut yang sekarang menjadi bahan bacaan favoritku
sebelum akhirnya aku mengalami perjuangan heroik secara
langsung. Dari sanalah aku menjadi lebih antusias lagi
mengenai apapun yang ada hubungannya dengan perang,
dalam hal ini khususnya tentang keprajuritan.
Hal ini menjadi sangat penting bagiku karena untuk pertama
kalinya, dalam keadaaan bimbang dan ragu menggangguku,
sebuah pertanyaan tengah mengusik kesadaranku: Apakah ada
perbedaan antara orang-orang Jerman yang bertempur dalam
kancah peperangan dengan orang-orang Jerman yang tidak
ikut bertempur? Mengapa Austria tidak ikut terlibat dalam

perang? Mengapa pula ayahku dan yang lainnya tidak ikut


bertempur? Bedakah kita dengan orang-orang Jerman yang
lain itu? Bukankah kita ini adalah satu? Untuk pertama kalinya
masalah ini mulai mengganggu pikiran kecilku.
{Pilihan pekerjaan}
Dengan hati-hati aku mempertanyakan hal itu dan dengan
penuh rasa cemas, akhirnya aku telah mendapatkan jawaban
bahwa tidak semua orang Jerman bisa beruntung berada
dalam naungan Kekaisaran Bismarck. Aku masih tak dapat
memahami semua ini.
Aku harus sekolah!!
Keputusanku sudah bulat bahwa aku harus melanjutkan
sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Dari seluruh sifatku,
bahkan keseluruhan temperamenku itu, ayahku percaya dan
menarik kesimpulan bahwa Gymnasium4 humanistik mampu
mewakili konflik yang berkaitan dengan bakatbakatku. Sebuah
Realschule5 tampaknya lebih cocok buatku, itupun menurut
pandangan ayahku. Pendapat ini diperkuat atas dasar
kemampuanku yang mahir dalam menggambar, dimana
pelajaran ini menurutnya akan diabaikan oleh Gymnasium
Austria. Faktor lain adalah bahwa karir yang dibangun dengan
susah payah tersebut membuat ilmu humanistik tak terlihat
menarik lagi baginya. Dengan mengungkapkan maksud dan
pendapatnya yang beralasan tersebut, aku harus tetap menjadi

pegawai negeri. Menurut pandangannya, sangatlah lumrah


bahwa kehidupan yang keras di masa muda akan turut
meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang, khususnya
karena hal tersebut dihasilkan dari usaha dan keinginan yang
gigih. Merupakan kebanggaan bagi seorang laki-laki yang bisa
membangun dirinya sendiri dan menginginkan anaknya
mampu mendapatkan posisi yang sama dengannya dalam
kehidupan atau bahkan lebih tinggi lagi jika hal itu
memungkinkan. Karena hidup ayahku yang berada dalam
lingkungan industri, dimana dia berpikir bahwa dia akan
mampu memfasilitasi seluruh perkembangan dan
kebutuhanku sebisa mungkin.
Baginya sulit dipercaya bahwa pada akhirnya aku menolak apa
yang telah menjadi inti dari keberhasilan hidupnya. Akibatnya
sudah pasti dan cukup jelas, dan keputusan itu begitu
sederhana. Itupun masih menurut pandangannya tentang apa
yang aku maksudkan. Akhirnya, sepanjang hidupnya dia
membiarkan dirinya dalam perjuangan hidup yang getir. Hal
ini telah menjadikannya seseorang yang memiliki sifat suka
mendominasi. Tampaknya keputusanku ini tak lagi dapat
ditolerir olehnya dengan membiarkan masalah ini dibebankan
pada seorang anak yang belum cukup berpengalaman dan juga
tidak memiliki rasa tanggung jawab.

{Aku tak ingin menjadi pegawai negeri}


Terlebih lagi, hal ini merupakan sebuah dosa dan kelemahan
yang patut dicela dalam mencoba menjalankan perannya
sebagai orangtua yang bertanggung jawab bagi masa depan
anaknya dan seperti itu pula, hal tersebut tidak sesuai dengan
apa yang dikehendakinya. Tapi ternyata keadaan berubah
menjadi sebaliknya.
Baru berumur sebelas tahun saja, untuk pertama kalinya
dalam hidupku, aku dipaksa untuk berseberangan
argumentasi. Begitu keras dan kukuhnya ayahku dalam
membuat rencana tersebut, ketika menghadapi anaknya yang
keras hati dan keras kepala ini dalam menolak ide yang tak
membuat ayahku kagum sama sekali terhadapku. Aku tetap
tidak ingin menjadi pegawai negeri!
Bujukan atau penjelasan serius yang dilontarkan ayahku tetap
tak mengesankan pembangkanganku. Aku tetap tak mau
menjadi pegawai negeri, tidak dan sekali lagi tetap tidak!
Segala iming-iming dari ayahku tentang senangnya bekerja
dalam profesi ini, yang ditambah ceritacerita tentang
keberhasilan hidup ayahku tetap tidak mengubah apapun. Aku
merasa teramat sangat muak sampai-sampai perutku sakit
ketika mendengarnya. Dengan membayangkan hanya duduk di
sebuah kantor, tercerabut dari kebebasan, mengalah untuk
menjadi tuan bagi waktuku dan dipaksa untuk mengabdikan
seluruh hidupku untuk sebuah tempat kosong yang harus diisi.

Lalu pikiran seperti apa yang mampu membangkitkan minat


seorang anak kecil yang dalam kenyataannya kebebasan
adalah segalanya, kecuali menjadi baik dalam hal arti yang
umum?
Pelajaran sekolah yang terasa begitu gampang, telah
membuatku memiliki banyak waktu luang sehingga matahari
pun lebih sering menatapku daripada dinding kamarku
sendiri. Ketika sekarang musuh-musuh politikku
mengarahkan perhatiannya untuk menguji hidupku, aku
cukup hanya menarik saja pikiranku ke masa-masa kecilku
dulu dan akhirnya membuat mereka merasa lega mengetahui
banyaknya olok-olok yang Hitler mainkan ini. Bahkan di
masa mudaku dulu, -Aku berterimakasih kepada surga- bahwa
sebagian ingatan dari hari-hari yang membahagiakanku itu
ternyata masih ada bersamaku hingga kini. Bagiku, hutan dan
hamparan rumput adalah lapangan tempur dimana setiap
konflik bisa saja terjadi dan kehidupan harus tetap
dilanjutkan. Dalam hal ini, kehadiranku di Realschule yang
sekarang sedang kujalani, ternyata hanya membuat sedikit
perubahan kecil saja.
{Menjadi seorang pelukis}
Sekarang, muncul konflik baru yang harus kulawan. Selama
maksud ayahku untuk tetap menjadikanku seorang pegawai
negeri, hal itu hanya akan menemui kebencianku saja pada

profesi itu. Konflik tersebut masih dapat kutahan. Sejauh ini,


sampai pada tingkatan tertentu aku masih bisa menyimpan
konflik batinku, yaitu aku tak harus selalu berbeda pendapat
dengan ayahku secara langsung. Keinginanku yang kuat untuk
tidak menjadi pegawai negeri itulah yang memberikan
kedamaian dalam diriku. Dan keputusan ini tetap akan
menjadi keputusan yang abadi. Masalah menjadi kian lebih
sulit lagi ketika aku membuat keputusan yang berseberangan
dengan ayahku. Hal ini terjadi tepat pada saat aku berumur
duabelas tahun. Bagaimana ini bisa terjadi aku sendiri tidak
tahu pasti. Tapi suatu hari telah menjadi jelas bagiku bahwa
aku akan menjadi seorang pelukis terkenal! Tak ada keraguan
pada diriku sedikitpun atas bakat melukisku itu. Dan hal itulah
yang menjadikan satu alasan kenapa aku dikirim ke
Realschule. Tapi tak pernah sekalipun juga ayahku
mengijinkan aku untuk mengikuti pelatihan secara profesional
dalam bidang seni lukis ini. Dilain pihak, sekali lagi aku tetap
menolak tegas maksud ambisius ayahku itu. Aku kemudian
ditanyai tentang apa yang akan menjadi cita-citaku suatu hari
nanti, dan tanpa berpikir panjang lagi akupun
mengungkapkan apa yang sebenarnya aku cita-citakan itu.
Ayahku untuk sesaat tak bisa berkata apapun.
"Apa? menjadi pelukis? seniman?
Ayahku menganggap aku sudah gila. Tapi ketika dia sudah
paham akan masalahnya dan khususnya setelah ayahku

melihat gelagat keseriusanku, dia masih tetap saja


menentangnya dengan semua sifat keras kepalanya itu.
Dengan pertimbangan yang sudah kupikirkan secara matang
akan kemampuan yang kumiliki itu, begitu mudahnya dia
melecehkan cita-citaku!
"Menjadi seniman? Tidak akan pernah kuijinkan selama aku
masih hidup! Ujarnya, tapi tampaknya akupun mewarisi
sifat keras kepala ayahku, jawabanku masih tetap sama.
Kecuali

untuk

hal-hal

lain

diluar

melukis,

aku

diperbolehkan.
{Nasionalis muda}
Dan kemudian situasi saling tetap bersikukuh terjadi di kedua
belah pihak. Ayahku tak pernah beranjak dari sikap Tidak
akan pemah!-nya, sementara akupun akan terus gigih
mengatakan Oh ya! akibatnya keadaan menjadi tidak
menyenangkan. Ayahku sangat kecewa terhadapku
sebagaimana akupun sangat mencintainya. Dia tetap
melarangku untuk menumbuhkan harapan walau sedikit
untuk mempelajari seni. Aku melangkah lebih jauh lagi dan
menyatakan bahwa jika itu masalahnya, aku akan berhenti
belajar tentang apapun. Sebagai hasil dari keputusan itu tentu
saja aku mulai berani mengambil keputusan yang tegas,
namun ayahku terus berusaha mencegahku sebisa mungkin.
Menghadapi itu aku hanya bisa diam terpaku, tetapi sikap

keras ayahku itu ternyata mampu membuat


pembangkanganku menjadi semakin nyata. Aku pikir jika dia
melihatku yang hanya membuat sedikit prestasi saja di
Realschule, dia hanya akan membiarkan diriku tetap
bermimpi, entah dia suka atau tidak. Aku tidak tahu apakah
perhitungan ini benar adanya atau tidak. Tapi pada
kenyataannya hal ini memang benar-benar terjadi: Aku kurang
sukses di sekolah! Karena hanya pelajaran yang membuatku
senang saja yang khusus aku pelajari, terutama yang
berhubungan dengan apa yang senang kupelajari sebagai
seorang pelukis.
Bagiku, apa yang kuanggap tidak penting atau tidak menarik
aku abaikan semuanya. Walhasil, laporan hasil belajarku pada
waktu itu tergantung pada mata pelajarannya, dan
perkiraanku pada pelajaran-pelajaran itu tak menunjukan
apapun kecuali sesuatu yang tidak begitu signifikan. Dengan
nilai yang patut dipuji, bagus, cukup bahkan tak
memuaskan. Sejauh ini nilai terbaikku hanya ada pada
pelajaran geografi dan sejarah dunia. Karena itu adalah
pelajaran-pelajaran favoritku, dan akupun memiliki peringkat
teratas di kelas karena pelajaran itu. Jika sekarang, setelah
beberapa tahun aku memeriksa kembali hasil belajar dimasa
itu, aku menyimpulkan ternyata ada dua fakta yang cukup
penting; Pertama aku menjadi seorang nasionalis dan kedua
aku mulai mempelajari dan memahami apa arti sebuah

sejarah. Dan, Austria lama adalah negara nasionalis.


{Provinsi-provinsi Jerman yang dikuasai Polandia
sesudah Perang Dunia ke I }
Pada umumnya, masalah kekaisaran Jerman pada waktu itu
tak mampu menangkap arti pentingnya masalah ini bagi tiaptiap individu yang berada dalam keadaan negara yang seperti
itu. Setelah kampanye kemenangan prajurit dalam masa
perang Franco-Jerman, orang-orang di luar Jerman telah
kehilangan daya tariknya kepada Jerman. Beberapa orang
mungkin masih bisa tertarik, sementara yang lain tak mampu
mengapresiasikan betapa pentingnya masalah tersebut.
Khususnya orang- orang Austria - Jerman. Kekaisaran Jerman
yang sedang rapuh ini sudah sering dipusingkan oleh orangorang yang sebenarnya mampu untuk mengapresiasikan
masalah ini ketika mereka menemui kegagalan dalam
mengapresiasikannnya. Kalaulah orang-orang Jerman di
Austria itu memang ras unggul, mereka tentu tak akan punya
kekuatan untuk menginjak sebuah negara yang berpenduduk
52 juta jiwa ini. Bahkan di Jerman sendiri ada pendapat keliru
yang mengatakan bahwa Austria adalah salah satu negara
bagian dari Jerman. Pernyataan ini tentu saja merupakan
pendapat yang absurd dan telah menggemparkan sepuluh juta
orang Jerman di Ostmark6.
Hanya segelintir orang di kekaisaran Jerman yang mempunyai

sikap pandangan untuk memperjuangkan bahasa Jerman,


sekolah Jerman dan cara hidup ala Jerman tanpa pandang
bulu. Hanya saja sekarang, ketika kemalangan yang menimpa
kekaisaran Jerman, yang kini berada dibawah aturan dan
kebijakan asing, sedang bermimpi ditengah-tengah kerinduan
mereka. Setidaknya untuk menjaga kemurnian bahasa ibu
mereka. Apakah masyarakat umum menyadari betapa
pentingnya arti sebuah perjuangan demi nasionalisme
seseorang?
Sekarang mungkin hanya beberapa orang saja yang bisa
mengapresiasikan kebesaran Jerman di bawah Kekaisaran
Ostmark tua, yang tidak kepada siapapun kecuali bergantung
pada diri mereka sendiri. Selama berabad-abad mereka
melindungi kekaisaran dari serangan yang datang dari bangsa
Timur dan akhirnya kita pun melakukan perang gerilya yang
sangat melelahkan demi menjaga perbatasan bangsa Jerman
disaat perhatian kekaisaran masih tertuju kepada
kolonialisme. Tetapi kekaisaran telah mengabaikan darah
dagingnya sendiri yang sekarang berada di ambang pintu
negaranya sendiri.
{Perjuangan demi karakter Jerman}
Seperti dimanapun juga di setiap perjuangan, dalam hal ini
sikap pandangan untuk memperjuangkan Bahasa di Austria
tua, terdapat tiga strata: Para pejuang, pengecut dan

pengkhianat. Proses penyaringan itu harus dimulai dari


sekolah-sekolah. Fakta yang mengagumkan mengenai sikap
pandangan untuk memperjuangkan Bahasa adalah dengan
munculnya gelombang perlawanan keras yang ada di sekolah,
karena sekolah merupakan tempat penyemaian bibit awal
untuk generasi mendatang. Adalah suatu pergulatan seru bagi
jiwa seorang anak ketika mereka dipanggil: "Anak Jerman
jangan lupakan bahwa kamu akan menjadi seorang
Jerman, dan, "Gadis kecil, ingatlah bahwa kamu harus
menjadi seorang ibu Jerman.
Siapapun yang berjiwa muda akan paham bahwa mereka
bangga dengan panggilan seperti itu. Mereka membuat barisan
perlawanan dalam ratusan bentuk cara, salah satunya dengan
menolak untuk menyanyikan lagu-lagu yang bukan Jerman.
Semakin dijauhkan dari kehebatan kepahlawanan Jerman,
akan semakin liar antusiasme mereka. Mereka bersemangat
mengumpulkan uang untuk dana perang bagi orang-orang
dewasa. Telinga mereka dengan hebatnya begitu sensitif ketika
mendengarkan suara guru-guru yang bukan Jerman dan pada
saat yang sama mereka dengan sangat mengagumkannya
melakukan perlawanan. Mereka yang memakai simbol-simbol
nasionalisme terlarang akan merasa bangga jika dihukum
atau dipukul karenanya. Maka dari itu, pada skala kecil
mereka adalah bentuk refleksi yang nyata bagi orang-orang
dewasa, kecuali kalau kepercayaan mereka tidak lebih baik dan

jujur dari itu.


Begitu juga halnya denganku, ketika masih muda aku pernah
berkesempatan mengambil bagian untuk terlibat dalam
perjuangan nasional di Austria lama. Ingatanku ada pada
Sudmark dan organisasi di sekolah bahwa kita harus
menentukan kepercayaan kita dengan yakin tentang warna
rambut jagung, mata biru dan warna merah serta emas. Heil
adalah sapaan kami, dan bukannya menyanyikan lagu-lagu
kerajaan, kami malah menyanyikan lagu Deutschland uber
Alles,7 walau ada peringatan keras dan hukuman. Dengan cara
seperti ini seorang anak akan menerima pelatihan politik
dalam periode dimana suatu pelajaran mengenai apa yang
dinamakan dengan Negara Nasional, namun mereka hanya
mengetahui sedikit tentang Nasionalismenya daripada
Bahasanya. Tak bisa disangkal lagi bahwa pada waktu itu aku
bukanlah termasuk siswa yang dominan. Dalam waktu singkat
aku telah menjadi seorang Nasionalis Jerman yang fanatik,
walau istilah itu tidak selalu identik dengan konsep kepartaian
kita sekarang.
Perkembangan pada diriku terjadi begitu pesat. Pada saat aku
berumur limabelas tahun aku sudah paham mengenai
perbedaan antara patriotisme kaisar dan patriotisme Volk
walau kemudian aku lebih tertarik dengan yang terakhir. Bagi
siapapun yang tak pernah mempelajari kondisi monarki
Habsburg, proses seperti itu tentu saja tidak bisa dipahami.

Tetapi di negeri ini warisan sejarah dunia telah memberikan


sebuah titik awal bagi perkembangan di negeri ini, karena
segala maksud dan tujuan tak ada yang se-spesifik sejarah
Austria. Takdir di negara ini sangat terikat dengan hidup dan
perkembangan seluruh orang Jerman sehingga pemisahan
sejarah antara Jerman dan Austria tak mungkin ada. Walau
begitu, ketika Jerman terpisah menjadi dua kekuatan,
pemisahan itu sendiri akan tetap menjadi sejarah Jerman.
Lencana keagungan kekaisaran yang dahulu pernah
diabadikan di Wina masih menyimpan auranya. Lencana
tersebut ada sebagai janji bahwa dua takdir sejarah ini
sebenarnya satu8 Jeritan hati yang mendalam dari rakyat
Jerman-Austria untuk ingin bersatu ke negara induk Jerman,
terbentuk ketika negara Habsburg hancur adalah hasil dari
kebangkitan yang dulu tertidur di seluruh hati rakyat Jerman.
Kerinduan untuk bisa kembali ke rumah nenek moyangnya tak
akan pernah dilupakan. Tapi hal ini dapat dijelaskan jika
pendidikan sejarah dari individu Jerman- Austria tak
dibangkitkan, tidak akan pernah ada kerinduan semacam itu
lagi. Karena di dalamnya sedang bersemayam sebuah sumur
yang tak pernah kering, dimana pada waktu yang pernah
terlupakan, dimana semua kesejahteraan dan dimana ingatan
yang kokoh dimasa lalu akan senantiasa membisikan tentang
masa depan yang baru dan penuh harapan dengan suaranya
yang lembut.

{Pelajaran sejarah}
Pelajaran sejarah dunia yang sekarang ada di sekolah tinggi
tengah berada dalam kondisi yang menyedihkan. Hanya ada
beberapa guru saja yang paham bahwa tujuan mempelajari
sejarah bukan hanya sekedar mempelajari tanggal-tanggal dan
kejadian-kejadian bersejarah serta menyebutkannya secara
bergiliran saja, tapi yang terpenting bukanlah apakah anak
tersebut paham kapan ketika perang ini atau itu terjadi, kapan
seorang jenderal lahir bahkan kapan ketika sebuah monarki
naik menggantikan monarki yang sebelumnya atau tidak.
Tidak, demi Tuhan yang Maha Benar hal ini sama sekali tidak
penting! Untuk mempelajari sejarah berarti untuk mencari
dan menemukan kekuatan yang akan menjadi penyebab utama
yang kita percayai sebagai sebuah kejadian sejarah.
Seni membaca seperti halnya belajar adalah untuk
mendapatkan esensi terdalam demi melupakan sesuatu yang
tidak penting. Mungkin sejarah telah mempengaruhi seluruh
kehidupanku sehingga dewi keberuntungan pernah
mengirimku seorang guru sejarah yang merupakan satu dari
beberapa yang meneliti prinsip-prinsip ini dalam pengajaran
dan ujian. Dialah Professor Dr. Leopold Potsch. Profesor-ku di
Realschule di kota Linz, ingin mewujudkan syarat-syarat ini
menjadi tingkatan yang lebih ideal. Sikap ramah orang tua ini
seolah-olah telah ditentukan oleh pesona kefasihannya dalam
berbicara yang tak saja mampu membuat kita terpana, tapi

juga mampu menghanyutkan. Bahkan ketika sekarang aku


mengenang lagi ke belakang dengan emosi yang lembut yang
dimiliki oleh laki-laki separuh baya yang berambut abu-abu
itu, dan dengan terpaan api penderitaannya kadangkala
membuat kita bisa melupakan masa sekarang.
Seolah-olah kita tersihir ke masa lampau dibalik cadar kabut
millenium untuk membentuk kembali ingatan-ingatan sejarah
yang kering kini menjadi nyata. Dalam kesempatan seperti itu
kita hanya bisa duduk termenung. Kadang terbakar dengan
semangat antusiasme, kadang pula tergerak ingin menangis.
Apa yang membuat kami beruntung adalah bahwa guru itu
tahu caranya bagaimana mengulang kejadian-kejadian yang
telah terjadi di masa lampau dengan memakai contoh-contoh
di masa sekarang, lalu bagaimana caranya menarik
kesimpulan untuk masa depan. Sebagai hasilnya, dia lebih
dipahami dibanding guru lainnya mengenai masalah seharihari sehingga membuat kami terpesona dibuatnya. Dia
memanfaatkan sistem sikap fanatis-nasionalisme perkawanan
kami sebagai tujuannya untuk mendidik dan menggunakannya
secara terus-menerus sehingga akan membuat rasa fanatisme
nasional kami semakin memukau. Dengan hal ini saja dia
mampu mendisiplinkan anak-anak yang nakal secara mudah
daripada menggunakan cara yang lain.

{Sejarah sebagai pelajaran favoritku}


Guru itu telah menjadikan pelajaran sejarah sebagai pelajaran
favoritku. Walaupun guru sejarahku tersebut tak bermaksud
menjadikanku untuk menjadi seorang revolusioner. Karena
siapakah yang mampu mempelajari sejarah Jerman dibawah
seorang guru yang tanpa menjadi musuh negara, dibawah
seorang kaisar yang berkuasa akan memberikan pengaruh
yang menghancurkan bagi takdir negara? Siapa yang bisa tetap
setia pada kaisar baik di masa lalu atau sekarang ternyata
mengkhianati kebutuhan Volk Jerman terus menerus demi
keuntungan pribadi yang sangat memalukan? Apakah kita
tidak tahu, bahkan kami sebagai anak-anak kecil saja negara
Austria ini tidak memiliki rasa cinta kepada orang-orang
Jerman?
Pengetahuan sejarah kami tentang sistem kerja monarki
Habsburg diperkuat juga oleh pengalaman kami sehari-hari.
Di sebelah utara dan selatan racun-racun negara asing
dibiarkan menggerogoti tubuh nasionalisme kami. Bahkan di
Wina saja, secara terang-terangan telah menjadikannya
sebagai kota yang tidak bercirikan Jerman lagi. Rumah
kerajaan telah dipaksa sebisa mungkin menjadi sumber
sumbangan sukarela demi keadilan dan kekayaan pribadi yang
tak dapat diubah telah menyebabkan seorang putra mahkota
Francis Ferdinand, ditetapkan sebagai musuh yang berbahaya
bagi Austria-Jerman akhirnya harus tewas karena peluru yang

dia buat sendiri. Oleh karena dia bukan seorang pelindung


bagi korban perbudakan di Austria lama!
{Pemikiran yang bersejarah}
Betapa besar beban yang harus ditanggung bangsa Jerman dan
tak terhitung pula pengorbanan mereka dalam memberikan
pajak dan darah, tapi seseorang yang tidak terlalu buta akan
tahu bahwa ini semua akan menjadi sia-sia. Apa yang
menyakitkan sekali bagi kita adalah bahwa seluruh sistem ini
yang secara moral telah dibersihkan dengan cara bersekutu
dengan Jerman, yang menghasilkan pemusnahan secara
perlahan-lahan Jermanisme di monarki tua dan dalam hal
tertentu akan dijatuhi sanksi yang dibuat oleh Jerman sendiri.
Kemunafikan monarki Habsburg dengan membiarkan
penguasa Austria -membuat penampilan luarnya- bahwa
Austria adalah negara bagian Jerman akan membangkitkan
kebencian terhadap monarki ini yang amat sangat dan dalam
waktu yang bersamaan penuh dengan penghinaan.
Hanya dalam kekaisaran sendiri itulah, akhirnya para laki-laki
yang tak merasa terpanggil untuk memimpin tak melihat
satupun mengenai hal ini, seolah-olah mereka sedang diserang
oleh kebutaan kronis. Seolah mereka sedang tinggal
bersebelahan dengan onggokan bangkai-bangkai dan hanya
dalam gejala pembusukanlah mereka akan mampu melihat
tanda-tanda kehidupan yang bam akan muncul kembali.

Persekutuan yang busuk antara kaisar muda dengan negara


yang berpura-pura menjadi Austria sedang menampung
kebencian dengan dikobarkannya Perang Dunia. Dalam bagian
buku ini aku akan mencoba mengambil kesempatan untuk
mengutarakan permasalahan ini dilihat pada sudut pandang
yang lain.
Disini dapat dikatakan bahwa pada masa mudaku dulu telah
mencapai wawasan dasar yang tak pernah hilang dari diriku
sendiri, namun kini masih tetap saja terpendam disudut
hatiku: Bahwa Jermanisme hanya bisa dijaga dengan
hancurnya Austria, dan selanjutnya sentimen nasional tidak
selalu identik dengan patriotisme kekaisaran. Bahwa diatas
segalanya masa kekaisaran Habsburg telah ditakdirkan
menjadi kemalangan bagi Bangsa Jerman. Bahkan kemudian
aku sendiri mengambil kesimpulan dari kenyataan ini bahwa
cinta yang paling bergelora dalam diriku adalah negara
Jerman! Sementara kebencianku yang paling dalam adalah
negara Austria!
Kebiasaan berpikir tentang sejarah yang di kemudian hari aku
pelajari di sekolah tak pernah mengganggu kehidupanku. Pada
tingkatan sejarah yang semakin tinggi ini, sejarah dunia telah
menjadi sumber yang tak ada putus-putusnya untuk dipahami
tentang zaman sekarang. Dalam arti kata politik, aku tidak
mempelajarinya namun telah diajari olehnya.

{Pemujaan terhadap Wagner}


Sejak diusia muda, aku telah menjadi seorang revolusioner
politik dan sekaligus menjadi revolusioner artistik pada usia
yang bersamaan. Ibukota Austria tua yang picik pada waktu itu
sudah memiliki teater yang tak begitu buruk dan disana telah
banyak opera yang dipentaskan. Pada usia duabelas tahun aku
bertemu dengan Wilhelm Tell9 untuk pertama kalinya, dan
beberapa bulan kemudian opera pertamaku yang berjudul
Lohengrin dipentaskan disana. Aku langsung terpikat.
Entusiasme mudaku untuk menjadi seorang ahli opera dari
Bayreuth10 tak mengenal batas. Lagi-lagi aku tertarik akan
karya-karyanya, dan aku begitu sangat beruntung bahwa
penampilan picik yang sederhana itu telah membimbingku
menuju sebuah pengalaman intensif dikemudian hari.
Semua itu, khususnya setelah aku berhasil melewati masamasa kedewasaanku (dalam kasus ini merupakan proses yang
sangat menyakitkan), telah menebalkan kebencian yang dalam
tentang profesiku yang telah dipilihkan oleh ayahku dulu.
Keyakinanku semakin tumbuh menjadi lebih kuat bahwa aku
tak akan bahagia jika tetap harus menjadi seorang pegawai
negeri. Faktanya bahwa saat ini bakat melukisku telah diakui
oleh Realschule membuat pendirianku semakin kuat.
Permohonan atau ancaman tak mampu sedikitpun
menggoyahkan pendirianku. Aku hanya ingin menjadi seorang

pelukis dan tak ada satupun kekuatan dahsyat dibumi ini yang
akan membuat aku menjadi seorang pegawai negeri. Tapi
kelihatannya ada hal lain yang cukup membuatku merasa aneh
yaitu karena seiring berlalunya sang waktu, kini aku lebih
tertarik dibidang arsitektur. Pada waktu itu aku menganggap
hal ini sebagai pelengkap sesaat saja dari bakatku sebagai
seorang pelukis, dan hanya membahagiakan diri dalam
lingkup artistik-ku semata. Aku tak mengira bahwa keadaan
akan berubah secepat ini. Pertanyaan mengenai profesiku
akan kuputuskan lebih cepat daripada apa yang kuharapkan
sebelumnya.
{Kematian orangtuaku}
Pada usia tigabelas tahun, tiba-tiba aku kehilangan ayahku
karena penyakit epilepsi yang menyerangnya. Dahulu ayahku
tampak begitu kuat, dan kini dia mesti mengakhiri
pengembaraan duniawinya. Kejadian ini menenggelamkanku
ke lautan duka yang teramat dalam. Cita-cita yang paling
didambakannya pada waktu itu adalah ingin turut membantu
anaknya dalam berkarir. Maka dari itu aku ingin mewujudkan
cita-citanya, dengan cara memelihara semua pengalaman
pahit kehidupannya sendiri. Namun walaupun tak disadari,
dia telah menanamkan benih semangat bagi masa depanku,
yang mana pada waktu itu aku dan dia tak akan pernah saling
memahami satu sama lain.

Untuk sesaat tak ada perubahan progresif yang begitu berarti


buatku. Ibuku, dengan tabah merasa berkewajiban untuk bisa
melanjutkan pendidikanku yang sesuai dengan keinginan
ayahku dulu. Dengan kata lain, aku harus belajar demi karir
sebagai seorang pegawai negeri. Sementara aku lebih yakin
dari sebelumnya untuk tetap tidak ingin menjadi seorang
pegawai negeri. Dalam waktu yang bersamaan, ketika masa
pembelajaranku yang berangkat dari idealisme akan hal materi
dan kurikulum, aku malah semakin mengabaikannya. Lalu
tiba-tiba penyakit paru-paru datang menyerangku sekaligus
membantu meredakanku dari pertengkaran rumah tangga
yang abadi ini. Akibat dari penyakit paru-paruku itu, seorang
tabib yang mengobatiku menyarankan kepada ibuku dalam
istilah yang sukar kupahami agar tak mengirimku ke kantor
Realschule. Kehadiranku di Realschule harus terhenti selama
setahun. Tujuan yang secara diam-diam kurindukan dan yang
selalu kuperjuangkan itu, akhirnya dengan melalui kejadian ini
telah menjadi kenyataan melalui garisnya sendiri.
Perhatiannya akan penyakit yang aku derita ini, ibuku
akhirnya setuju untuk membawaku keluar dari Realschule dan
membolehkan aku untuk menghadiri Akademi. Betapa hari ini
adalah harihari yang sangat membahagiakan dalam hidupku
dan dimana hal ini tampak seperti sedang dialam mimpi saja!
Dua tahun kemudian, kematian ibuku turut mengakhiri
seluruh cita-citaku! Kematiannya merupakan suatu keputusan

akhir dari penyakit yang dideritanya yang teramat panjang dan


menyakitkan itu. Dari semula memang tak ada yang bisa
memberikan sedikitpun harapan pada ibuku untuk bisa
memulihkan kesehatannya. Walaupun begitu, hal ini tetap
merupakan sebuah pukulan yang sangat menyakitkan,
khususnya bagiku. Aku menghormati ayahku, begitupun juga
aku sangat mencintai ibuku.
{Pindah ke Wina}
Kemiskinan dan kenyataan hidup yang keras ini memaksaku
untuk segera mengambil keputusan dengan cepat. Apa yang
pernah ditinggalkan oleh ayahku, semuanya telah dihabiskan
untuk biaya pengobatan penyakit kanker ibuku yang
menyedihkan itu. Biaya pensiun untuk seorang anak yatim
dimana aku berhak atasnya, masih tetap tak mencukupi
kebutuhanku. Maka dari itulah aku kini dihadapkan pada
masalah bagaimana caranya mencari uang untuk menghidupi
diriku sendiri.
Di tanganku, koper yang penuh dengan baju dan pakaian,
ditambah dengan hanya berbekal keyakinan yang gigih
bersarang di hati, aku nekat untuk berangkat ke Wina. Aku
berharap dapat merubah nasib seperti yang telah dicapai
ayahku dalam waktu limapuluhtahun. Aku juga ingin menjadi
seseorang namun tetap bukan menjadi seorang pegawai
negeri!

Anotasi ilmiah:
1. Volk
Volk adalah kata dalam bahasa jerman yang berarti rakyat
namun Volk dalam bahasa jerman berarti tubuh rakyat tanpa
perbedaan kelas ataupun kasta. Setelah kekalahan jerman
tahun 1918 kejatuhan Monarki dan hancurnya kelas atas
konsep Volk berlaku sebagai pemersatu seluruh rakyat
Jerman. Maka dari itu kelompok- kelompok volkisch yang
muncul setelah perang juga merupakan konsep Nazi dengan
kata Volksgemeinschaft, atau komunitas rakyat. Ini berbeda
dengan konsep Sosialis mengenai negara yang terbagi atas
kelas-kelas. Ide Hitler adalah Volkischer Staat, yang berarti
Negara Rakyat. Volker adalah bentuk plural dari Volk yang
berarti bangsa-bangsa dan Volkstum berarti kebangsaan, pada
bab-bab selanjutnya pembaca akan menemui banyak kata
Volk, Volkstum, Volksgemeinschaft dan Volker digunakan oleh
Hitler dalam buku ini.
2. Herr
Herr adalah istilah dalam bahasa Jerman yang berarti ,Tuan.
Sedangkan mengenai Herr Severing terdapat kisah tersendiri,
dari tahun 1792 sampai 1814 tentara revolusioner Perancis
mengalahkan Jerman. Tahun 1800 Bayern ikut menderita
dengan kekalahan Austria di Hohenlinden dan Perancis

menduduki Munchen. Tahun 1805 elektor Bayern dikukuhkan


menjadi raja Bayern oleh Napoleon dan diwajibkan untuk
membantu Napoleon dalam perang dengan mengirim 30.000
tentara. Maka dari itu Bayern menjadi negara boneka Perancis.
Ini adalah Hal paling memalukan bagi Jerman, yang selalu di
nyatakan oleh Hitler berulang-ulang.
Tahun 1806 sebuah pamflet Penghinaan paling dalam bagi
Jerman diterbitkan di Jerman Selatan. Salah seorang yang
menyebarkan pamflet itu adalah seorang penjual buku dari
Nurnberg, Johannes Philipp Palm. Palm diadukan ke pihak
Perancis oleh agen polisi Bayern. Di pengadilan Palm menolak
menyebutkan asal muasal pamflet dan dia dihukum dengan
ditembak atas perintah Napoleon di Braunau am Inn tanggal
26 Agustus 1806. Sebuah monumen untuk memperingati Palm
didirikan di tempat eksekusi dan menjadi objek publik
pertama yang dikagumi Hitler ketika Hitler masih bocah.
Kasus Leo Schlageter hampir sama dengan kasus Johannes
Palm. Schlageter adalah seorang mahasiswa teologia yang
menjadi sukarelawan tentara tahun 1914. Schlageter menjadi
perwira artileri dan mendapatkan penghargaan salib besi.
Ketika Perancis menduduki daerah Ruhr tahun 1923,
Schlageter membentuk kelompok perlawanan terhadap
Perancis. Schlageter dan beberapa temannya meledakan jalan
kereta api dengan tujuan mengganggu jalur transportasi
batubara Perancis. Schlageter menjadi pahlawan daerah

penudukan Perancis di Ruhr dan bergabung degan pergerakan


Nasionalis Sosialis sebagai anggota no 61.
Perancis menghukum pelaku peledakan rel kereta api tersebut
dengan bantuan informan Jerman. Schlageter dihukum mati
dan tak pernah mengungkapkan siapa yang menyuruhnya.
Tanggal 26 Mei 1923 dia ditembak. Severing pada saat itu
adalah menteri dalam negeri Jerman yang menolak untuk
membantu Schlageter. Yang dimaksud sebagai simbol pihak
berwenang Jermanoleh Hitler adalah betapa pemerintahan
Jerman pada saat itu sama sekali tidak berpihak pada
nasionalisme.
3. Perang Franco-Prussia
Perang Franco-Prussia atau Deutsch-Franzosischer Krieg (19
Juli 1870 - 10 Mei 1871) adalah peperangan antara Perancis
dengan Prussia didukung oleh konfederasi Jerman utara
bersekutu dengan Baden, Bayern dan Wurttemberg. Konflik
ini menandai puncak ketegangan antara dua kekuasaan di
Eropa setelah Prussia mendominasi Jerman.
Perang disebabkan kemungkinan seorang Jerman menjadi raja
Spanyol, dimana hal ini tidak disetujui oleh Perancis. Perancis
mengeluarkan ultimatum bagi Prussia dan ditolak.
Dalampeperangan selama enam bulan ini Jerman
mengalahkan Perancis di bagian utara dan mengepung Paris.
Kaisar Perancis ditangkap dan Perancis menjadi republik.

Pada akhir perang negara-negara Jerman memproklamasikan


persatuan di bawah raja Prussia sehingga Jerman menjadi
kekaisaran Jerman. Alsace-Lorraine -Elsass-Lothringenadalah daerah Perancis di utara yang diambil oleh Jerman.
Tahun 1919 daerah ini diambil kembali oleh Perancis.
Kekalahan Perancis dimanfaatkan oleh Italia untuk bersatu.
Perang ini merubah wajah kekuatan di Eropa, Perancis maju
sebagai republik dan Jerman semakin kuat militerismenya.
Dendam antara kedua negara meletus lagi pada Perang Dunia
ke I. Strategi dan teknologi perang berubah, artileri menjadi
lebih dominan dan serangan ofensif menjadi dikedepankan.
Strategi ini akan berkembang kembali pada Perang Dunia ke I
.
4. Realschule
Realschule adalah salah satu jenis sekolah lanjutan di Jerman.
Setelah kelas 10 (diatas kelas 3 SMU Indonesia) Realschule
diarahkan kepada pendidikan siap kerja, bukan Universitas.
Pelajaran di Realschule juga lebih menekankan kepada ilmu
terapan. Setiap Realschule memiliki mata pelajaran terapan
yang berbeda-beda.
5. Gymnasium
Gymnasium adalah sekolah lanjutan yang memungkinkan
pelajarnya meneruskan ke Universitas setelah lulus sekolah.

6. Ost Mark
Ost Mark -merupakan batas timur- ditemukan oleh
Charlemagne sebagai batas timur kekaisaran Jerman.
Diduduki oleh etnis Germano-Cletic yang disebut Bajuvari.
Secara geografis hampir sama dengan Jerman Austria.
7. Deutschland uber Alles
Deutschland uber Alles (Jerman diatas segalanya) adalah
kalimat pertama dari lagu kebangsaan Jerman berjudul Lied
der Deustchen atau lebih dikenal dengan Deutschlandlied.
Lagu kebangsaan ini ditulis oleh August Heinrich Hoffmannn
von Fallerseleben pada tanggal 26 Agustus 1841 di pulau
Helgoland. Melodinya digarap oleh Joseph Haydn dan di
komposerkan oleh Lorenz Leopold Haschka. Lagu ini pertama
kali di resmikan menjadi lagu nasional tanggal 11 Agustus
1922. Kalimat Deutschland,Deutschland uber alles sebenarnya
ditulis dengan maksud agar
Jerman bersatu di atas segala kepentingan yang ada, bukan
agar Jerman berada di atas negara lain. Namun Nazi
menyalahgunakan kalimat tersebut untuk propagandanya.
Kalimat Von der Maas bis an die Memel von der Etsch bis an
den Belt, yaitu empat sungai yakni, Maas, Memel, Etsch dan
Belt. Maas ada di Belanda, Memel sekarang ada di Lituania,
Etsch berada di Tirol Selatan ( Italia/Austria) dan Belt berada
di Jerman Utara.

Wilayah diantara keempat sungai itu adalah wilayah yang


dahulunya berbahasa Jerman namun sekarang tidak lagi
berada di bawah kekuasaan Jerman. Kalimat itulah yang ingin
di realisasikan oleh Hitler dengan menyerbu timur, agar
sampai ke sungai Memel dan berusaha mengambil wilayah
Tirol selatan. Teks Lied der Deutschen beserta terjemahannya
bisa anda lihat di bawah. Sekarang, atas usul Presiden Jerman
Richard von Weiszacker pada Helmut Kohl setelah penyatuan
Jerman tahun 1991 Lied der Deutschen diresmikan kembali
menjadi lagu kebangsaan namun hanya menggunakan bait ke
tiga sebagai lagu kebangsaannya. Bait ke satu, dua dan ke
empat sudah tidak dipakai dan tidak pernah dinyanyikan lagi
karena melodi ke empat bait tersebut sama semuanya.
8. Reich.
Kata bahasa Jerman Reich berasal dari bahasa latin Regnum,
yang tak berarti kerajaan ataupun kekaisaran. Regnum
merupakan kata dasar yang dapat diterapkan dalam bentuk
konstitusi manapun. Namun terjemahan kekaisaran dapat
digunakan untuk kata ini. Kekaisaran Jerman pertama
didirikan oleh Charlemagne tahun 800 sebagai raja kaum
Franks, sekelompok suku Jerman yang menjadi Romawi. Pada
abad ke l0 Otto I (936-973) menjadi kaisar Romawi Suci
bangsa Jerman. Napoleon pada abad 19 menghancurkan
kekaisaran ini dan memaksa Francis II sebagai raja terakhir
untuk turun takhta. Mahkota dan lencana Francis II disimpan

di Wina.
Setelah kekaisaran Jerman didirikan tahun 1871 di bawah
kekuasan Wilhelm I banyak tuntutan agar lencana dan
mahkotanya dikembalikan ke Berlin. Hitler mewujudkannya
dengan membawa mahkota beserta lencana tersebut pada
pertemuan akbar partai Nazi di Nurnberg tahun 1938. Setelah
Napoleon jatuh sebuah pergerakan muncul untuk menyatukan
Jerman. Fondasi Kekaisaran Jerman kedua kemudian
didirikan tahun 1871 setelah perang Franco-Jerman. Namun
kekaisaran kedua tidak memasukan tanah Jerman yang
dahulunya berada di bawah kekuasaan monarki Habsburg.
Inilah yang disebut dengan JermanAustria. Tahun 1938 Hitler
memenuhi impian penyatuan ini. Lebih jelasnya mengenai
kata Anschluss sendiri dapat dibaca di catatan kaki No 5 pada
Bab 2.
9. Wilhelm Tell
Wilhelm Tell adalah sebuah drama karya sastrawan terkenal
Jerman, Friedrich Schiller.
10. Ahli dari Bayreuth
Ahli dari Bayreuth bisa di interpretasikan sebagai Wilhelm
Richard Wagner (22 Mei 1813 - 13 Februari 1883) yang
merupakan komposer Jerman berpengaruh, juga sebagai
penulis teori musik dan pengarang namun lebih terkenal

karena opera dan simfoni karangannya walau tak menutup


kemungkinan bahwa bisa jadi ahli dari
Bayreuth adalah seniman lain sebab pada saat itu kota
Bayreuth menjadi pusat kehidupan seni. Untuk lebih jelasnya
mengenai Richard Wagner lihat catatan kaki no 5 di Bab 8.

BAB II
TAHUN-TAHUN BELAJAR DAN
PENDERITAAN DI WINA

Ketika ibuku meninggal takdir telah menetapkan sebuah


keputusan. Dimasa-masa akhir penderitaan, aku pergi ke Wina
untuk mengikuti ujian masuk Akademi. Aku bersiap-siap
dengan membawa setumpuk gambar, dengan yakin kalau aku
pasti akan lulus ujian. Di Realschule aku telah menjadi murid
yang terbaik di kelasku untuk pelajaran menggambar dan
sejak itu kemampuanku semakin berkembang dengan
mengagumkan. Kepuasan pribadi ini menyebabkan aku
bangga dengan sepenuh hati dan berharap untuk yang terbaik.
Walau begitu setetes kepahitan telah meninggalkan jejak, yaitu
bakatku dalam melukis tampaknya melebihi bakat
menggambar, khususnya dalam menggambar semua bidang
arsitektur. Pada waktu yang sama minatku pada arsitektur
meningkat dengan pesat. Perkembangan ini dipercepat setelah
perjalanan dua minggu ke Wina yang kujalani ketika aku
belum berusia genap enambelas tahun.
Tujuan perjalananku adalah untuk mempelajari galeri seni
gambar yang ada di Museum Pengadilan, dan aku tak

memperhatikan apapun kecuali bentuk museum itu sendiri.


Dari pagi sampai larut malam aku melompat dari satu objek
minat ke objek lainnya, namun hanya gedungnya-lah yang
tetap menjadi perhatian utamaku. Berjam-jam aku mampu
berdiri di depan gedung opera, berjam-jam pula aku dapat
memandangi gedung parlemen. Keseluruhan di Ring
Boulevard bagiku seolah-olah seperti keindahan dalam Cerita
seribu satu malam.
{Menjadi arsitek}
Sekarang aku berada di kota yang indah untuk kedua kalinya.
Aku menunggu pengumuman kelulusanku itu dengan
perasaan tak sabar yang menderu-deru. Namun dengan penuh
rasa yakin dan percaya diri, aku pasti akan berhasil dalam
ujian masuk. Aku begitu yakin bahwa aku benar-benar akan
sukses. Namun ketika mendengar berita pengumuman
ternyata aku ditolak masuk Akademi, aku seolah- olah merasa
disambar petir disiang bolong!
Namun itulah yang sebenarnya terjadi. Ketika aku menghadap
rektor Akademi itu untuk meminta penjelasan perihal
penolakan lamaranku pada sekolah melukis, laki- laki itu
menjelaskan bahwa gambar-gambar yang aku berikan tidak
menunjukan bakat kemampuanku dalam melukis. Dan
kemampuanku, ujarnya, hanya ada pada bidang arsitektur.
Katanya, masuk akademi melukis tak mungkin bisa, tempat

bagiku adalah sekolah arsitektur. Sampai sekarang kenapa aku


tak bisa bersekolah Arsitektur ataupun mendapat pelajaran
mengenai hal tersebut tak dapat aku pahami.
Dengan perasaan putus asa dan diiringi langkah gontai tak
terarah, aku meninggalkan gedung Hansen yang
mengagumkan itu menuju Schillerplatz. Untuk pertama
kalinya dalam masa mudaku, aku tak percaya akan diriku
sendiri. Karena apa yang aku dengar mengenai
ketidakmampuanku benar-benar terasa seperti petir yang
menyambar. Tiba-tiba kejadian itu menampilkan konflik yang
pernah kualami sejak lama, walaupun sampai sekarang aku tak
tahu apa penyebabnya.
Selama beberapa hari aku meyakinkan diriku sendiri bahwa
suatu hari nanti aku pasti akan menjadi seorang arsitek. Aku
harus merasa yakin mampu untuk mencapainya, meski untuk
menempuhnya itu tentu merupakan suatu jalan yang terjal,
karena pelajaran-pelajaran yang aku tinggalkan di Realschule
dibutuhkan kembali untuk hal ini. Seseorang tak dapat masuk
dalam akademi arsitektur tanpa pernah mengikuti perkuliahan
Technic, dan Technic membutuhkan ijazah sekolah menengah
atas, sedangkan aku tak memilikinya. Pemenuhan impian
arsitekku nampaknya tak mungkin akan terwujud.
Setelah meninggalnya ibuku, aku berangkat ke Wina untuk
yang ke tiga kalinya dan aku tinggal selama beberapa tahun

disana. Waktu yang aku lalui itu telah memperbaiki


ketenangan dan keteguhan hatiku kembali.
{Lima tahun dalam penderitaan}
Pergulatan batin lamaku telah terulang kembali. Tujuanku
sudah jelas dan kini tepat berada dihadapan mataku. Aku ingin
tetap menjadi seorang arsitek, dan hambatan yang ada
bukanlah halangan agar aku menjadi menyerah, namun
halangan itu harus kupatahkan. Aku memulai untuk
menghadapi segala halangan dan rintangan ini dengan
mengingat pengalaman ayahku yang memulai hidupnya
sebagai seorang anak dari desa pembuat sepatu dan beranjak
naik menjadi pegawai negeri karena usahanya sendiri.
Aku memiliki keyakinan yang kokoh untuk mendapatkan
kesempatan dengan berjuang sekeras hati, dan apa yang dulu
tampak sebagai kekejaman takdir, kini aku memujinya sebagai
sebuah anugerah kebijaksanaan dari Tuhan. Sementara itu,
sang dewi penderitaan mendekap diriku erat-erat, bahkan
seringkali ia mengancam untuk menghancurkanku. Namun
keinginanku untuk tetap memberontak pada keinginanku
semakin tumbuh, dan akhirnya keinginanku yang gigih ini
menjadi pemenangnya.
Aku berhutang budi kepada masa-masa itu karena berkat
itulah aku tumbuh menjadi orang yang keras, bahkan aku

masih mampu untuk menjadi lebih keras lagi. Lebih- lebih,


aku mengagungkannya karena ia telah menarikku dari
kenyamanan hidup namun terasa hampa. Seperti menarik
seorang anak mami agar ia keluar dari tempat tidurnya yang
empuk lalu memberikannya pada seorang wanita yang
mengurusnya sebagai ibu baru. Untuk bisa menentangku
walau berbagai macam pertentangan dan beranjak dari dunia
yang penuh dengan kemalangan dan kemiskinan, kemudian
memperkenalkanku pada hal-hal yang harus kulawan
dikemudian hari.
Pada periode ini mataku tertuju pada dua hal yang sangat
menggangguku dimana sebelumnya aku sendiri tak pernah
mendengar nama-nama itu. Kepentingannya yang rakus bagi
keberadaan rakyat Jerman tak pernah aku pahami: Marxisme
dan Yahudi.
Bagiku Wina adalah kota yang mewakili simbol kesenangan
dengan tak merasa bersalah terhadap lingkungan sekitar.
Wina adalah lahan bermain bagi para pencari kepuasan.
Dengan menyesal terpaksa harus kukatakan, bahwa kota ini
hanya akan mengingatkanku akan masa yang menyedihkan
dalam hidupku saja. Bahkan sekarang kota ini hanya akan
membangkitkan pikiranku yang paling muram. Bagiku nama
kota Phaaken^ ini mewakili nama dari lima tahun masa-masa
kesukaran dan kesengsaraanku.
Tahun-tahun pertama dimana aku tinggal disana, aku dipaksa

oleh keadaan untuk bisa menghidupi diri sendiri. Hari


pertama aku bekerja sebagai buruh pembantu, lalu sebagai
pelukis kecil-kecilan. Kehidupanku pas-pasan bahkan tak
mampu memenuhi keinginan akan rasa laparku setiap
harinya. Rasa lapar itu kemudian menjadi kawanku yang
paling setia, dan ia tak pernah meninggalkanku barang sekejap
dan selalu turut serta kemanapun aku melangkah pergi.
o

{Pembentukan Weltanschauung2}
Setiap buku-buku yang kubaca mengenai opera mampu
mengalihkan rasa laparku untuk beberapa saat. Hidupku
merupakan suatu perjuangan untuk bisa melewati waktu,
ditambah dengan tanpa teman yang punya belas kasih turut
bersamaku. Dan bahkan dalam masa-masa ini aku belajar
tentang banyak hal yang tak pernah aku pelajari sebelumnya.
Untuk menghilangkan rasa lapar yang semakin melilit, yang
harus kulakukan pada waktu itu satu-satunya adalah dengan
mengunjungi opera, mempelajari arsitektur atau membaca
buku sebanyak-banyaknya.
Pada waktu itu aku membaca buku dengan begitu banyaknya
tanpa henti. Seluruh waktu luang dari pekerjaan itu aku
gunakan untuk belajar. Dengan cara ini dalam kurun waktu
beberapa tahun saja aku telah mampu membentuk dasardasar pengetahuan yang mana bisa kupetik hasilnya sekarang.
Pada periode ini terbentuklah suatu gambaran tentang dunia

akan sebuah Weltanschauung yang menjadi pondasi granit


magnetik bagi seluruh tindakanku. Sebagai tambahan yang
aku lakukan kemudian, aku harus bisa belajar sedikit
konsisten dan tak perlu merubah apapun atasnya.
Sekarang aku merasa benar-benar yakin bahwa semua ide-ide
kreatif itu akan muncul dimasa muda. Aku membedakan hal
ini melalui tingkatan kebajikan usia seseorang, yang terdiri
dari kecermatan dan kehati-hatian. Karena pengalaman hidup
yang begitu banyak dan kompleks, dan ditambah kejeniusan
diusia muda, akan menuangkan pikiran dan ide-ide brilian
dengan kesuburannya yang tak akan pernah habis. Namun
semua itu belum bisa dikembangkan lebih lanjut lagi, karena
jumlahnya yang masih begitu banyak dan beragam. Kejeniusan
masa muda inilah yang sudah menyediakan bahan dasar bagi
sebuah bangunan pondasi akan rencana-rencana dimasa
depan. Dimana pada usia tersebut banyak hal untuk bisa
diambil hikmahnya lalu kemudian mengukirnya dengan
cermat dan kelak akan memperindah sebuah gedung yang kita
bangun sejauh apa yang disebut dengan kebajikan usia
tersebut tidak mengekang kejeniusan masa mudanya itu
sendiri.
{Menutupi watak kelas menengah}
Sampai saat ini, hidup yang aku jalani tak jauh berbeda
dengan keinginan hidup kebanyakan orang lain; riang, penuh
tawa, menanti hari esok yang menyenangkan dan tak ingin

mengalami masalah sosial. Lingkungan masa mudaku yang


berada dalam lingkaran hidup borjuis-borjuis yang cantik,
telah menyebabkan aku menjadi tak berhubungan dengan
buruh-buruh kasar. Karena sangat aneh kelihatannya dimana
jurang pemisah antara dua kelas ini ketika hukum ekonomi
telah terbentuk secara licik, hubunganku dengan para buruh
kasar kadangkala lebih curam dari yang pernah aku bayangkan
sebelumnya.
Alasan permusuhan kelas ini, seperti yang pernah kita
sebutkan hanya bersandar pada ketakutan kita akan suatu
kelompok sosial tertentu, dimana baru-baru ini telah
meningkat tajam diantara pekerja-pekerja itu sendiri.
Sehingga keadaan ini akan menenggelamkan mereka kembali
ke kelas yang dulu pernah mereka benci, atau setidaknya yang
dulu pernah bersentuhan dengannya. Dalam banyak kasus,
kita harus mengingat akan bahaya kemiskinan yang menjijikan
dan kemalangan budaya dari kelas bawah ini, dimana
frekuensi kevulgaran dari hubungan sosial mereka; posisi
sosial kelompok borjuis yang kejam di masyarakat, terlebih
lagi, kedudukan mereka tetap akan selalu membuat jurang
pemisah antara hubungan sosial dan budaya semakin
membesar tak dapat ditolerir lagi.
Sebagai akibatnya, kelas borjuis merasa tidak begitu penting
untuk berurusan dengan saudara mereka sendiri yang berasal
dari kelas bawah kecuali dengan yang selevel mereka sendiri.

Bagi siapapun juga, seseorang yang baru sukses karena


usahanya sendiri, kelak dalam hidupnya akan mampu
menempuh posisi hidup yang lebih tinggi lagi. Pada hidup
yang sudah diperjuangkannya itu akan membunuh segala sifat
belas kasihan. Perjuangan menyakitkan yang di jalani demi
sebuah status kedudukan kadang akan menghancurkan
perasaan kita sendiri karena dihasilkan dari kemalangan hidup
orang-orang yang tertinggal di belakang kita.
Dalam hal ini takdir masih bersikap ramah kepadaku. Dengan
memaksaku untuk kembali ke dunia yang penuh dengan
kemiskinan dan penuh rasa tidak aman ini, seperti yang
pernah dijalani ayahku dalam hidupnya dulu, kini seolah telah
membuka tirai watak dari didikan borjuis yang kejam terlihat
di depan mataku. Baru sekarang aku belajar untuk memahami
tentang nilai-nilai kemanusiaan dan mencoba untuk bisa
membedakan antara penampilan luar yang brutal belum tentu
sama dengan apa yang ada dalam hati setiap manusia. Setelah
pergantian abad, kota Wina secara sosial adalah salah satu
kota yang terbelakang di Eropa.
{Keadaan Sosial yang saling bertentangan di Wina}
Kekayaan yang menyilaukan mata dan kemiskinan yang
sungguh menyayat hati itu terlihat amat mencolok disini. Di
distrik pusat kita akan merasakan denyut nadi dari penduduk
yang berjumlah lima puluh dua juta jiwa ini, dengan aura sinar

pesimistik dan percampuran berbagai bangsa-bangsa nasional


ini, dimana istana dengan keglamorannya yang berkilau
adalah hasil dari menarik kekayaan seluruh negeri seperti
magnet. Ditambah pula dengan dukungan kuat sentralisasi
dari monarki Habsburg. Wina sedang menawarkan satusatunya kemungkinan untuk menyatukan campuran bangsabangsa ini dalam bentuk apapun, namun konsekwensinya
adalah kita harus menerima konsentrasi yang luarbiasa dari
kewenangan tinggi dari ibukota kerajaan.
Wina tak hanya berkembang dalam lingkup politik dan
intelektual dan menjadi pusat monarki Donau yang kuno
semata, namun secara ekonomi tempat ini pula telah
berkembang. Tempat tinggal para pegawai negeri, pejabat
negara, seniman dan sarjana dihadapkan pada dilema barisan
pekerja kasar dalam jumlah yang besar. Pada sisi yang
bersamaan, kaum bangsawan dengan kekayaannya, masih
terdapat jurang kemiskinan yang menyedihkan dari kaum
bawahan. Diluar istana di Ring Boulevard masih berkeliaran
para pengangguran, dan di balik Via Triumphalis dari Austria
tua tinggallah pula para tunawisma dalam kekelaman dan
lumpur kanal kehidupan yang absurd.
Masalah sosial ini sulit untuk dicermati di Jerman kecuali di
Wina. Namun jangan sampai salah, pencermatan ini tak
dapat dilakukan dari atas kedudukan yang tinggi. Tak
seorangpun yang belum pernah dicengkeram oleh rahang ular

pembunuh ini akan mengetahui taring beracunnya, karena


kalau tidak, hasilnya hanya akan menghasilkan percakapanpercakapan dangkal dan rasa sentimentalitas yang sempit.
Keduanya sangat berbahaya. Yang pertama, karena tak akan
bisa menembus inti masalah dan yang kedua karena hanya
numpang lewat saja. Aku tak tahu mana yang lebih buruk:
sikap acuh terhadap kemalangan sosial seperti yang kita lihat
setiap hari diantara mayoritas yang beruntung atau peduli
pada mereka yang mencoba sekedar untuk merangkak naik
atas usaha mereka sendiri. Pada suatu waktu mereka memang
tampak sombong dan arogan. Sikap tenggang rasa yang
ditampilkan dari beberapa wanita dalam busana rok ataupun
pakaian yang mahal dan anggun, akankah turut merasakan
apa yang rasakan orang banyak? Orang-orang yang tanpa
merasa berdosa ini lebih banyak keluar rumah mereka sendiri
dengan tanpa disertai naluri kemanusiaan, walaupun
sebenarnya mereka mampu untuk menyadari itu semua.
Sebagai akibatnya, sebagian besar karena kekaguman mereka
sendiri itu adalah hasil dari usaha sosial mereka yang selalu
bernilai hampa. Seringkali, bahkan pada kejadian sehari-hari
mereka menghardik orang-orang miskin dengan kasar. Hal ini
tentunya akan dianggap sebagai sebuah sikap yang sangat
tidak berterimakasih pada Volk.
Pemikiran-pemikiran seperti itu begitu rapuh untuk bisa
menyadari bahwa usaha sosial ini tak selalu memiliki

kesamaan sama sekali. Sikap merasa diatas segalanya tak bisa


memunculkan pengakuan untuk mau berterimakasih, karena
tujuannya bukan untuk kemurahan hati namun tak lebih
untuk mengembalikan hak.
Aku diajarkan untuk mempelajari pertanyaan sosial dalam hal
seperti itu. Dengan menarik diriku menuju kubah penderitaan
orang lain, tampaknya aku tak menarik lagi untuk belajar
tentang penderitaan, melainkan aku telah mengalaminya
sendiri. Tak ada maksud lain selain menjadikanku seeokor
kelinci percobaan yang harus melewati serangkaian operasi
dengan selamat dan tanpa mengeluarkan jerit kesakitan.
Usaha untuk mengumpulkan segala sentimen yang kualami
dalam periode itu tak akan pernah bisa selesai. Aku
menjelasakan di sini sebuah kesan yang paling penting, yang
benar-benar menyentuh dan beberapa pelajaran yang aku
dapat dari mereka pada waktu itu.
Tak sulit bagiku sebenarnya untuk menemukan pekerjaan
karena aku bukan seorang pekerja yang tak memiliki keahlian,
namun untuk bisa bertahan hidup setiap hari terpaksa aku
bekerja sebagai pembantu dan kadang-kadang sebagai buruh
kasar. Aku mengadopsi semua sikap yang pernah
mengguncangkan daratan Eropa
dengan kakinya dengan maksud yang tak dapat ditarik
kembali, yaitu untuk segera menemukan keberadaan baru,
dunia baru dan menaklukan kampung halaman baru.

{Ketidakyakinanku untuk bisa menafkahi diri


sendiri}
Terlepas dari ide-ide lumpuh yang usang dari profesi dan
posisi, lingkungan dan tradisi, orang-orang akan menerima
seluruh mata pencaharian yang ditawarkan pada diri mereka.
Tekanan yang menghegemoni pada setiap jenis pekerjaan
apapun akan berjalan maju langkah demi langkah untuk suatu
penyadaran bahwa buruh jujur yang bekerja pada jenis
apapun, tak akan merasa direndahkan oleh siapapun. Aku juga
memutuskan untuk melangkah menuju dunia baru ini dan
menemukan jalan dengan kedua kakiku sendiri. Kemudian aku
mempelajari bahwa akan selalu saja ada jenis pekerjaan yang
bisa didapatkan, namun berbarengan dengan itu aku juga
harus menyadari, dengan mudahnya pula pekerjaan itu akan
menghilang.
Ketidakpastian untuk bisa menafkahi diri sendiri kemudian
menjadi sisi tersulit dalam hidup baruku. Seorang pekerja
yang memiliki keahlian dan pangkat kedudukan jarang
ditemukan di jalanan sesering buruh yang tidak memiliki
keahlian. Namun buruh itu tak kenal menyerah akan nasibnya
sendiri. Mengenai buruh yang kehilangan mata
pencahariannya akan diisi dengan cara mengasingkan diri atau
berdemonstrasi dalam skala kecil. Dalam hal ini keseluruhan
faktor ekonomi akan terasa pahit dari rasa ketidakpastian tiap
individu untuk bisa menafkahi diri sendiri.

Anak petani yang pergi ke kota besar karena tertarik akan


khayalan karena gampangnya memperoleh kerja yaitu dengan
jam kerja yang lebih sedikit. Namun sebagian besar
disebabkan karena adanya cahaya kemilau yang memancar
dari suasana metropolitan yaitu akan terbiasa dengan
kepastian dalam hal mencari dan menemukan mata
pencaharian. Dia meninggalkan begitu saja pekerjaan lamanya
didesa ketika mendengar ada kesempatan untuk mendapatkan
pekerjaan baru dikota. Karena kurangnya pekerja dibidang
pertanian, maka dari itu kemungkinan untuk menjadi seorang
penganggur akan kecil.
Salah jika beranggapan bahwa anak muda yang pergi ke kota
besar diciptakan oleh Tuhan dari darah dan daging yang tidak
berkualitas dan buruk dibanding saudaranya yang terus
mendapat nafkah sebagai petani. Tidak, justru sebaliknya:
pengalaman telah menunjukan bahwa segala benda atau
makhluk yang bisa berpindah-pindah adalah terlahir dari
tradisi adat yang sehat dan alamiah, dan bukan sebaliknya.
Namun diantara para pengembara tersebut kita harus
menghitung bahwa tak hanya mereka yang mampu bisa pergi
ke Amerika, namun pada tingkatan yang sama seorang
pemuda tani pun mampu memutusan untuk pergi
meninggalkan kampung halamannya menuju kota yang lebih
asing dan jauh lagi.

{Takdir para buruh}


Dia juga sudah siap untuk menghadapi nasib yang tak
menentu. Sudah wajar jika pertama kali tiba di kota besar yang
asing dia hanya mengantongi sedikit uang. Dia tak harus
kehilangan nyawanya pada hari pertamanya itu, itupun jika
dia cukup beruntung langsung menemukan pekerjaan pada
hari pertamanya itu. Namun malang baginya jika setelah
menemukan pekerjaan, dia malah dengan mudah kehilangan
pekerjaannya tersebut karena persaingan atau ketidak
cocokan. Untuk mencari yang baru lagi, khususnya pada
musim dingin kadangkala teramat sulit bahkan tidak mungkin.
Minggu-minggu pertama masih dapat bisa ditolerir. Dia akan
mendapatkan uang sebagai pengangguran yang diperoleh dari
dana subsidi serikat buruh dan ia harus mengaturnya sebaik
mungkin. Namun ketika keping-keping uang receh terakhirnya
itu telah dibelanjakan karena lamanya menjadi penganggur,
dia tak bisa lagi membayar apa-apa, dan babak
kemalanganpun dimulai kembali.
Sekarang dia menggelandang di jalanan. Kadangkala dia harus
menggadaikan atau menjual barang-barang terakhir miliknya,
dan pakaiannya kini menjadi lebih kumal lagi. Kemudian dia
tenggelam ditengah lingkungan jalanan yang kejam yang
selain akan banyak menderita kemalangan fisik, kondisi itu
juga niscaya akan meracuni jiwanya. Jika dia terdampar seringkali hal ini terjadi- dimusim dingin, kemalangannya

semakin memperihatinkan lagi. Pada suatu waktu dia


menemukan suatu pekerjaan lagi. Namun kisah lama akan
tetap terulang. Kejadian yang sama terjadi untuk kedua
kalinya, ketiga kalinya atau mungkin bisa lebih buruk lagi.
Sedikit demi sedikit dia mulai belajar bagaimana menghadapi
ketidakpastian yang kekal ini dengan ketidak peduliannya
yang semakin besar. Akhirnya dia terbiasa dengan
pengulangan seperti itu.
Seorang laki-laki yang dahulunya adalah seorang pekerja keras
dan tegar itu kini menjadi lemah dalam memandang hidup,
dan secara bertahap diapun akan menjadi bahan bagi
sekelompok orang-orang yang mengeksploitasinya untuk
keuntungan pribadi mereka. Dia terlalu lama menjadi
penganggur dan itu bukan karena kesalahan dia sendiri,
walaupun tujuannya bukan untuk memperjuangkan hak
ekonomi semata, namun ia ingin menghancurkan tatanan
nilai-nilai politik, sosial atau budaya secara umum.
Dia mungkin tak begitu tertarik untuk terlibat langsung dalam
pemogokan, tapi pada halhal tertentu dia telah menjadi
seorang yang acuh terhadap realitas. Proses ini pernah aku
lihat dan ikuti dengan mata terbuka dalam ribuan contoh.
Semakin aku menyaksikannya semakin tumbuh perubahan
sikapku pada kota besar yang pertama-tama sangat gemar
untuk menarik manusia ke dalamnya dan dengan kejamnya
kota itu menghancurkan mereka. Ketika mereka tiba, mereka

masih menjadi milik Volk nya namun setelah tinggal disana


selama beberapa tahun saja, merekapun menjadi orang-orang
yang asing satu sama lain.
Aku juga pernah diombang-ambing oleh kehidupan suasana
metropolitan. Secara pribadi aku dapat merasakan akibat dari
nasib ini dan aku mencicipinya dengan jiwaku. Satu hal lagi
yang bisa kulihat adalah perubahan reaksi psikologis yang
cepat, dari memiliki pekerjaan lalu tiba-tiba menganggur atau
sebaliknya, juga naik turunnya penghasilan yang akan
menghancurkan segala rasa untuk bisa berhemat. Dari segala
pemahaman yang bijaksana tentang hidup, tampaknya tubuh
mereka akan dibiasakan untuk hidup baik dan hemat dimasa
sejahtera dan sudah terbiasa kelaparan jika pada masa-masa
sengsara.
Memang, rasa lapar akan menghancurkan setiap keinginan
untuk bisa menyusun anggaran secara rasional dalam masa
yang baik, dengan menutup mata untuk melihat korban yang
tersiksa oleh fatamorgana kehidupan yang manis dikota besar.
Mimpi-mimpi ini ditingkatkan lagi sampai pada suatu
tingkatan sehingga membutuhkan suatu keinginan patologis
yang akan mengakhiri segala kekangan secepat datangnya
penghasilan yang membuatnya menjadi mungkin. Akibatnya,
jika seseorang sudah mendapatkan pekerjaan maka dia dengan
tanpa rasa tanggung jawab akan melupakan semua hal
mengenai aturan dan disiplin, lalu mulai hidup bermewah-

mewahan hanya untuk kesenangan sesaat. Kehidupan


bermewah- mewah ini akan merusak anggaran belanja
mingguan yang semakin minim, walaupun sudah ada
perhitungan yang konsekuen dan rasional. Pada mulanya
anggaran belanja memang cukup untuk lima sampai tujuh hari
kedepan, lalu akan berkurang menjadi tiga hari, akhirnya
hanya cukup untuk sehari dan kemudian habis dalam waktu
satu malam saja.
Kadangkalanya dia juga memiliki istri dan anak. Lalu
merekapun terpengaruh pula dengan jenis kehidupan rumah
tangga ini, itupun jika sang ayah adalah seorang laki- laki yang
cukup baik dan mencintai anak istrinya. Kemudian gaji
mingguannya habis dibelanjakan untuk keluarga yang cukup
hanya untuk dua atau tiga hari saja. Mereka masih bisa makan
dan minum selama ada uang dan pada hari-hari berikutnya
mereka kelaparan.
Lalu sang istri membujuk suaminya untuk pulang kampung
dengan cara meminjam uang atau menghutang pada pemilik
toko kelontong. Dengan cara inilah dia berjuang untuk
kehidupan sehari-hari mereka sampai akhir minggu. Siang
hari mereka duduk bersama di depan hidangan makanan yang
semakin sedikit, dan kadangkala dengan perut yang masih
lapar mereka menunggu untuk segera gajian berikutnya.
Mereka membincangkannya, merencanakan sesuatu dan
dalam keadaan lapar mereka senantiasa bermimpi tentang

kebahagiaan yang segera datang. Anak-anak mereka yang


masih kecil-kecil itu akhirnya terbiasa dengan kemalangan
pada masa awal hidup mereka.
Akan berakhir tragis jika sang suami memilih jalan lain dari
rencana rumah tangga semula, dan sang istri demi anak-anak
tentu saja akan menentangnya. Lalu timbullah pertengkaran
dan perseteruan dalam rumah tangga itu. Ketika sang suami
sedang kesal pada istrinya, dia akan menjadi lebih akrab
dengan alkohol, dan dia mabuk dihari sabtu. Dengan naluri
untuk terus merawat diri dan anaknya, sang istri harus tetap
meminta uang pada suaminya. Akan menjadi lebih buruk dan
memalukan lagi, apabila hal ini dilakukan di perjalanan pulang
dari pabrik menuju bar dan ditonton banyak orang. Sering
disuatu saat sang suami hanya datang pada hari minggu atau
malam senin dan pulang dalam keadaan mabuk serta bersikap
kasar, ditambah tak membawa uang. Keadaan seperti itu
seringkali terjadi disekitar kita dan semoga Tuhan
mengasihani keluarga malang ini!
Ratusan kejadian yang aku contohkan seperti ini pernah aku
alami semuanya. Pertama kali aku merasa muak dan marah,
namun kemudian aku paham tentang keseluruhan tragedi dari
kemalangan ini serta penyebabnya. Orang-orang ini adalah
korban dari kondisi ekonomi yang buruk! Bahkan akan lebih
muram lagi keadaan rumah mereka, dimana kemiskinan yang
menimpa para buruh di Wina ini takut untuk dialaminya.

Bahkan sampai hari ini hal tersebut masih menakutkan bagiku


ketika aku harus ikut memikirkan lorong-lorong gang yang
jelek ini, rumahrumah penginapan kumuh dan rumah-rumah
petak yang terbuat dari kardus-kardus sampah kotor yang
memuakan menjadi sebuah pemandangan yang menjijikan.
Bahkan masih bisa lebih buruk lagi dari itu!
Apa yang sedang terjadi saat ini akan tetap terjadi kapan saja,
ketika arus perbudakan yang dilepaskan keluar dari dunia
mereka, untuk kemudian mereka pasti akan membalas
dendam pada sesama rekan mereka yang tak tahu apa-apa.
Mereka memang tidak tahu apa-apa! Dengan sikap tak
perdulinya mereka membiarkan itu tetap terjadi. Dengan
ketiadaan pikiran dan naluri yang jernih, mereka telah gagal
untuk menyadari bahwa cepat atau lambat takdir harus
melakukan pembalasan. Kecuali jika manusia-manusia seperti
itu masih ingin terus berdamai dengan takdir yang jelas-jelas
kejam ini selamanya. Betapa berterimakasih aku kepada
Tuhan yang telah mengirimku kepada sekolah itu! Dimana
didalamnya aku tak bisa melakukan bantahan apapun
terhadap pelajaran yang tidak aku sukai. Sekolah itu telah
mendidikku secara tepat dan menyeluruh.
Jika aku tak ingin mengecewakan mereka yang sudah menjadi
lingkunganku pada masa kecilku, aku harus belajar untuk bisa
membedakan antara sifat-sifat luar dan apa dasar-dasar
perkembangan pemikiran mereka. Hanya saja semua ini harus

diemban tanpa harus kehilangan hati nurani. Lalu dari


kemalangan dan keputusasaan, dari segala kotoran dan
kemunduran bukan lagi sifat kemanusiaan yang muncul,
melainkan hasilnya yang akan mengecewakan dari
hukumhukum yang paling mengecewakan sekalipun. Kesulitan
kehidupanku, tak lebih mudah dari kehidupan yang lainnya
dengan menjagaku untuk tidak menyerah pada mentalitas
cengeng yang akan merendahkan hasil dari perkembangan
proses panjang ini. Bukan, ini bukan cara yang baik untuk
memahami segala hal.
Bahkan aku melihat, hanya dengan sabar ketika melewati jalan
yang berliku-liku akan dapat mencapai tujuan untuk
memperbaiki kondisi ini. Dengan berbekal pemikiran
mendalam dan rasa tanggung jawab bagi penciptaan
perubahan sosial kita itulah dan ditambah dengan keyakinan
gigih untuk dapat mendobrak keadaan. Seperti halnya alam
yang tak memperhatikan bagaimana cara merawat yang sudah
ada, namun lebih pada bagaimana cara membiakkan
keturunan bagi spesies baru. Sama pula halnya dalam
kehidupan manusia yang memandang kurang penting untuk
menghilangkan sifat jahat, dimana menurut hitungan alamiah
manusia adalah sembilan puluh sembilan persen tidak
mungkin bisa terjadi, dibanding mengamankan sejak awal
hubungan-hubungan yang sehat bagi perkembangan manusia.

{Sifat kesibukan sosial}


Selama perjuanganku untuk bisa bertahan hidup di Wina,
telah jelas bahwa aktivitas sosial janganlah diarahkan kepada
omong kosong soal filantropis, namun harus mengarah kepada
penghilangan kekurangan hal-hal dasar tentang organisasi
ekonomi dan kehidupan budayalah yang harus dilakukan
upaya perombakan, atau seluruh kejadiannya akan menuju
pada pemerosotan kualitas individu. Kesulitan untuk
menerapkan metode yang baik dan akurat terhadap
kriminalitas yang membahayakan negara tidaklah berada pada
ketidak yakinan penilaian kita terhadap motif atau pun
penyebab pribadi, melainkan dari fenomena kontemporer
tersebut itu sendiri.
Ketidakyakinan inilah telah terbangun dengan baik didalam
rasa bersalah kita yang menganggap tragedi degenerasi
tersebut biasa-biasa saja. Kalaupun ya, ketidakyakinan itu
akan melumpuhkan keputusan yang serius dan bulat. Dengan
cara itu sebagian akan bertanggung jawab terhadap kelemahan
dan kemalasan, karena keragu-raguan akan menghabisi rasa
percaya diri. Hanya waktu berhenti ketika dihantui oleh
bayang-bayang kesadarannya akan rasa bersalah, maka
ketenangan dan kekuatan akan membabat dan merobek jiwa
dan pikiran. Karena negara Austria tak memiliki legislasi sosial
maupun yurisprudensi untuk mengatasi hal ini, kelemahannya
akan terlihat jelas, bahkan dia tak sanggup untuk bertempur

melawan tumor jinak sekalipun. Aku tak tahu apa yang


mengkhawatirkanku pada waktu itu. Mungkin karena
kesulitan ekonomi, ketidak pedulian moral dan etika atau
rendahnya perkembangan intelektual mereka.
{Kurangnya rasa memiliki Kebanggaan Nasional}
Seberapa sering kaum bangsawan kita naik pitam ketika
mereka mendengar seorang gelandangan yang dengan
menyedihkannya menyatakan bahwa bagi dia sama saja
apakah kaum bangsawan itu orang Jerman atau bukan, serta
bahagia atau tidak dimanapun selama dia bisa hidup.
Kekurangan rasa memiliki kebanggaan nasional ini begitu
sangat disesalkan, dan kecemasan pada sikap seperti itu tak
dapat lagi diungkapkan dengan kata-kata. Berapa banyak
orang menanyakan kepada diri mereka sendiri apa alasan
nyata bagi superioritas dari perasaan mereka? Berapa banyak
yang sudah sadar dari sekian banyaknya ingatan yang tak
terpisahkan dari kebesaran Tanah Air kita dalam segala bidang
budaya dan artistik, dimana hasil totalnya adalah memberi
inspirasi untuk mereka dengan rasa bangga telah menjadi
anggota dari sebuah bangsa yang jaya ini? Berapa banyak yang
berpikir bahwa besarnya rasa kebanggaan pada Tanah Air ini
tergantung kepada pengetahuan kita akan kebesarannya dalam
segala bidang? Apakah masyarakat borjuis kita pernah
berhenti untuk memikirkan betapa kecilnya syarat awal bagi

menumbuhkan rasa kebanggaan pada Tanah Air ini telah


disampaikan kepada Volk?
Tak usahlah kita mencari alasan dengan berujar, negeri lain
sama saja! dan bahwa di negara-negara tersebut para
buruhpun mengakui semangat nasionalisme-nya. Jika
memang ya, hal tersebut bukanlah suatu alasan akan kelalaian
kita. Namun bukan begitu caranya bagi hal yang kita anggap
sebagai pendidikan chauvinistic. Sebagai contoh pada Volk
Perancis, hanyalah penekanan pada kebesaran Perancis dalam
segala bidang budaya, atau seperti orang Perancis sendiri yang
mengatakan bahwa kebesaran Perancis tertinggi dalam tingkat
peradaban. Fakta menunjukan bahwa pemuda-pemudi
Perancis tidak dibesarkan secara objektif, melainkan dengan
pandangan subjektif yang menekankan pada pentingnya
kebesaran politik dan budaya bangsanya saja.
{Penderitaan anak-anak buruh}
Pendidikan seperti ini harus dibatasi kepada nilai-nilai umum
dan luas, yang jika perlu harus diukir pada ingatan dan
perasaan masyarakat melalui pengulangan secara terus
menerus. Namun dosa kelalaian negeri kita telah
menambahkan jumlah penghancuran yang melemahkan
dimana setiap individu belum tentu beruntung dapat
mempelajarinya di sekolah. Tikus-tikus yang meracuni bangsa
kita secara politis terus menggerogoti sedikit demi sedikit hati

dan ingatan publik, dimana hal tersebut belum pernah diraih


langsung lewat kemiskinan dan penderitaan.
Untuk mudahnya bayangkan adegan berikut ini: Dalam
sebuah rumah petak dengan kondisi yang kumuh, tinggallah
sebuah keluarga pekerja yang beranggotakan tujuh orang.
Diantara lima anak mereka ada terdapat seorang anak lakilaki, dan kita asumsikan masih berusia tiga tahun. Ini adalah
usia dimana kesan pertama akan terbentuk dari seorang anak
yang belum memiliki kesadaran apapun. Orang-orang ahli
psikologi mampu melacak ingatan mereka dari periode muda
ini sampai usia tuanya. Dengan ruangan yang sempit dan
sumpek tak akan membuat kondisi mereka menjadi baik.
Pertengkaran dan percekcokan keluarga akan sering muncul
sebagai reaksi dari kesumpekan dan sempitnya ruangan.
Dalam keadaan ini, orang tak bisa hidup secara normal,
namun mereka hidup dengan saling menghantam satu sama
lain.
Setiap pertengkaran bahkan dimulai dari soal yang sepele.
Seandainya saja rumah mereka luas, mungkin pertengkaran
itu dapat didamaikan dengan cara pemisahan anggota
keluarga untuk mengakhiri percekcokan, namun di sanapun
percekcokan masih belum berakhir. Pertengkaran anak-anak
biasanya dengan mudah bisa diatasi, karena mereka biasa
bertengkar dan dengan cepat mereka akan melupakan
pertengkarannya. Namun jika pertengkaran terjadi pada

orangtua mereka dan berlangsung setiap hari dimana


kekerasan seringkali ikut menyertai, keadaan ini akan
mempengaruhi psikologis anak-anak. Karakter mereka akan
berubah terus menerus jika menyaksikan pertengkaran yang
berbentuk sikap kasar dan galak dari ayah kepada ibunya,
ditambah dengan sering melakukan pemukulan dan mabukmabukan akan sulit dilupakan pengaruhnya dalam lingkungan
pergaulannya dikemudian hari.
{Menjadi pemberontak muda }
Pada usia enam tahun anak kecil ini akan mengalami masamasa melemparkan bendabenda yang diarahkan kepada orang
tuanya, dan kebiasaan ini sangat menakutkan seperti sebuah
peristiwa horor. Mereka akan teracuni moralnya, badannya
menjadi kurang nutrisi, kepalanya jadi penuh kutu dan anak
kecil ini harus disekolahkan ke Volksschule (sekolah umum).
Setelah melewati pergulatan yang cukup berat dia akan belajar
membaca dan menulis, karena belajar di rumah tentu sangat
sulit. Di lain pihak ayah dan ibunya bahkan didepan anakanak, merekapun berani membicarakan guru dan sekolahnya
dalam kata-kata yang tidak pantas di ulang-ulang serta
cenderung mengumpat sekolah daripada mengajari anak
mereka bagaimana caranya menggunakan akal sehat. Semua
yang didengar anak ini di rumah, tidak akan meningkatkan
rasa hormatnya pada sesama dan tak ada yang tersisa dari rasa
kemanusiaannya. Tak ada institusi yang tak di umpatnya;

mulai dari guru dan naik ke atas sampai kepada pemerintahan,


tentang masalah agama atau moralitas, negara atau
masyarakat. Semuanya di umpat dengan kata-kata terkotor
dan menjadi sesuatu yang paling menjijikan.
Ketika pada usia empat belas tahun anak ini bisa di keluarkan
dari sekolah. Sulit untuk memutuskan apa yang lebih unggul
dari dalam dirinya: kecerdasannya yang mengagumkan sejauh
pengetahuannya mampu dia capai atau keangkuhan sifatnya
yang dikombinasikan dengan tingkahnya laku yang nakal akan
membuat bulu kuduk kita merinding. Orang macam apa yang
bagi siapapun tak terlihat baik, tak pernah menemui
keberhasilan sama sekali, kemudian berkenalan dengan
kemuraman hidup lalu akan hidup sebagai orang baik-baik?
Bocah yang berusia tiga tahun itu telah menjadi pembenci
segala aturan pada usia lima belas tahun. Lebih jauh lagi
terlepas dari segala norma dan etika, anak yang baru beranjak
remaja ini tak melihat apapun yang akan menjadi sumber
inspirasinya menuju antusiasme-nya yang lebih tinggi.
{Prasyarat Nasionalisasi}
Sekarang anak baru gede itu telah memasuki sekolah tinggi
dalam kehidupannya. Kini dia memulai hidup yang sama
seperti ayahnya ketika dia masih kecil dulu. Dia sering
menghabiskan waktu dengan nongkrong di pojok-pojok jalan
dan bar, pulang ke rumah pada waktu yang hanya Tuhan-lah

yang tahu, dan sebagai balasannya diapun mulai gemar


memukuli orang lain yang pernah dilakukan ayahnya dulu
terhadap ibunya, menghina Tuhan dan dunia, lalu akhirnya
suatu saat diapun didakwa karena perbuatan kasarnya yang
akan mengirimnya ke lembaga pemasyarakatan khusus
remaja. Disanalah dia dirombak untuk yang terakhir kalinya.
Lalu teman-teman borjuisnya terpana melihat kurangnya rasa
semangat nasionalisme didalam warga negara muda ini.
Hari demi hari, di teater dan bioskop, dalam sastra picisan dan
koran kuning mereka seperti melihat seember racun yang
sedang dituangkan ke masyarakat dan terpaku mempelihatkan
rendahnya kualitas moral dan ketidakpedulian nasional
masyarakat sekarang seperti layaknya dalam film-film
sampah, koran kuning dan kotoran-kotoran. Lengkapilah
dasar pengetahuan tentang kebesaran tanah air terlepas dari
perbedaan pendidikan awal setiap individu.
Apa yang tak pernah kuduga sebelumnya, telah aku pelajari
dengan cepat dan menyeluruh bahwa masalah nasionalisasi
di masyarakat jika dibandingkan dengan hal lainnya adalah
merupakan masalah untuk menciptakan kondisi sosial yang
sehat sebagai pondasi pendidikan individu. Karena hanya
mereka yang bersekolah dan terdidik dapat mengetahui bidang
budaya, sosial dan ekonomi diatas segalanya. Kebesaran sikap
politis terhadap tanah air mereka akan mampu
membangkitkan rasa kebanggaan atas hak, khususnya menjadi

anggota masyarakat seperti yang diharapkannya itu. Aku


hanya mampu bertaruh untuk sesuatu yang aku cintai, hanya
mencintai apa yang patut aku hormati dan menjauhi apa yang
tidak patut aku ketahui.
{Tukang dan pelukis cat air}
Seketika ketertarikanku pada masalah sosial mulai bangkit,
dan aku mulai mempelajarinya secara menyeluruh. Bagiku
pada saat itu masalah-masalah sosial merupakan hal yang
baru dan tak banyak aku ketahui. Pada tahun-tahun 19091910, situasiku sendiri telah berubah sehingga aku tak harus
lagi mencari nafkah sebagai buruh kasar. Pada waktu itu aku
bekerja secara freelance sebagai seorang pelukis cat air dan
menjualnya ke orang-orang. Dalam soal pendapatan meski
sulit sekali untuk bisa sekedar bertahan hidup, namun
lumayan bagus untuk sebuah profesi yang aku pilih ini.
Sekarang aku tak harus lagi kelelahan di malam hari ketika
pulang kerja dan tak bisa membaca buku tanpa tidur.
Pekerjaanku sekarang akan berkaitan dengan pekerjaan
dimasa depanku. Lebih lagi, aku telah menjadi penguasa
waktu bagi diriku, dan aku
dapat mengaturnya lebih baik dari dulu. Aku melukis hanya
untuk mendapatkan nafkah dan belajar untuk mendapatkan
banyak kepuasan. Maka dari itu aku mampu mendapatkan
petunjuk visual dalam masalah sosial dengan melakukan studi

teoritis. Aku mempelajari hampir semua buku yang bisa aku


dapatkan yang berhubungan langsung dengan bidang ini, dan
pada waktu luang akupun menenggelamkan diriku pada
pemikiranku sendiri.
Aku percaya pada siapapun yang aku kenal pada waktu itu
akan mengatakan padaku bahwa aku adalah seorang yang
eksentrik. Dalam semua hal, aku menjadi seorang yang
mencintai seni arsitektur dengan sealamiah mungkin dan
sepenuh hati! Bersamaan dengan minatku akan musik,
arsitektur sudah menjadi satu kesatuan dalam seni. Dalam
keadaan seperti itu perhatianku kepada arsitektur bukanlah
untuk bekerja namun untuk kesenangan semata. Aku mampu
membaca dan menggambar sampai larut malam dan tak
pernah kenal lelah. Maka dari itu tumbuhlah rasa percaya
bahwa mimpi indahku akan segera menjadi kenyataan,
walaupun untuk mewujudkan mimpiku itu tentu
membutuhkan waktu yang lama.
{Seni membaca}
Aku yakin seyakin-yakinnya bahwa suatu hari aku akan
menjadi seorang arsitek terkenal. Sebagai tambahan, akupun
memiliki minat yang besar terhadap apapun yang
berhubungan dengan politik, namun ini tidak begitu penting
bagiku. Bagiku, politik adalah tugas yang berat bagi setiap
manusia yang terbiasa untuk berpikir ketat dan tajam.

Siapapun yang gagal dalam memahami hal ini akan kehilangan


haknya untuk mengkritik maupun mengeluh.
Dalam bidang ini aku juga banyak membaca dan belajar.
Dengan membaca, pikiranku mungkin sedikit berbeda dengan
orang-orang tentang apa yang disebut intelektual. Aku kenal
orang yang mampu membaca dengan hebat buku demi buku,
huruf demi huruf. Namun aku tak akan menggambarkan
mereka sebagai orang yang cukup berpengetahuan. Benar
bahwa mereka memiliki pengetahuan namun otak mereka tak
mampu mengorganisasikan dan menyusun teori yang telah
mereka dapatkan itu. Mereka kurang memiliki keahlian untuk
menyaring apa yang berharga dari sebuah buku dengan tanpa
menilainya dengan baik, untuk kemudian menyimpannya
dalam otak selama-lamanya.
Dalam hal tertentu mereka tak akan menyeret-nyeret
pengetahuan mereka sendiri seolah-olah itu adalah batu
pemberat yang tak berguna, karena membaca bukanlah akhir
dari tujuan namun maksud bagi sebuah tujuan. Utamanya
membaca adalah untuk membantu kerangka kerja dari pikiran
yang ada dalam setiap bakat dan kemampuan manusia.
Sebagai tambahan, ketika sedang membaca, pertama-tama
seseorang harus bisa menyediakan alat dan basis material yang
dibutuhkan individu untuk kerjanya tanpa menghiraukan
apakah hanya terdiri dari sebuah usaha kecil bagi nutrisi otak
dan pemuasan hasrat yang lebih tinggi. Kedua, membaca juga

harus menyampaikan pandangan umum secara menyeluruh.


Dalam kedua kasus tersebut, sangat penting bahwa isi dari apa
yang dibaca pada waktu kapanpun yang tidak di sampaikan ke
dalam ingatan dalam urutan buku, akan seperti batu mosaik
yang harus dimuat dalam gambar dalam tempatnya yang
sesuai dan setelah itu membantu pembaca untuk memahami
apa gambar ini ada di dalam pikirannya.
Kalau tidak fakta-fakta yang ada akan tercampur dan
membingungkan sehingga tak hanya tak berguna namun
membuat pemiliknya menjadi sombong.
Bagi pembaca seperti ini yang mempercayai dengan serius
telah dididik untuk memahami sesuatu dalam hidup dan
memiliki pengetahuan, sementara dalam kenyataannya
dengan mengambil pendidikan seperti ini dia semakin
terenggut dari dunia. Sampai-sampai, walaupun tak jarang
akan berakhir di sanitarium atau parlemen. Tak pernah
perbuatan seperti itu akan berhasil keluar dari kebimbangan
pengetahuannya karena faktor yang menjadi pemberat
kehidupannya tidak di atur menurut konteks kehidupan nyata,
namun dalam ukuran buku ketika dibaca isinya hampa dan
akhirnya hanya dibiarkan menumpuk di otak.
Jika nasib dalam kehidupan sehari-harinya telah menentukan
dia untuk menerapkan dengan tepat apa yang telah dia baca,
dia akan membutuhkan banyak judul dan jumlah halaman.
Orang-orang malang seperti itu selama hidupnya tak akan

menemukan tempat yang tepat. Namun karena takdir tidak


mengingatkannya, orang-orang yang sok pintar ini dalam
keadaan sekritis apapun akan tetap memalukan, gugup pada
masalah yang sebenarnya mudah untuk diatasi dan dengan
penuh kepastian yang secara alami akan menemukan formula
yang salah.
Kalau hal diatas tidak benar, maka akan tidak mungkin bagi
kita untuk bisa memahami perilaku politik pahlawanpahlawan pemerintahan kita yang sok terpelajar dan sok
berpendidikan tinggi. Kecuali jika kita berasumsi pada
kebohongan palsu daripada kecenderungan patologis. Di lain
pihak, seseorang yang memiliki seni membaca dengan tepat
dalam mempelajari buku, majalah atau pamflet secara alamiah
dan segera akan mempercayai segalanya yang menurut
pendapatnya yang memang pantas untuk diingat. Apakah
karena cocok dengan tujuannya atau memang pantas untuk
diketahui.
Ketika pengetahuan yang telah dia terima dengan cara ini bisa
di koordinasikan dengan perumpamaan ini atau itu yang
keluar dari imajinasinya, maka hal tersebut hanya akan
berfungsi sebagai pembenar atau pelengkap saja, maka hal itu
tak memperjelas atau membetulkan kejelasan suatu masalah.
Lalu jika kehidupan tiba- tiba memberikan sederet pertanyaan
sebagai ujian, dan peringatan metode membaca seperti yang
diamati ini terus dilakukan akan mengambil gambaran yang

ada sebagai norma. Darinya akan mengambil pokok-pokok


contoh individu yang berhubungan dengan pertanyaanpertanyaan tersebut yang di sesuaikan dengan perkembangan
jaman akan diberikan kepada pikiran untuk dicermati dan
ditimbang sampai pertanyaannya bisa di jelaskan atau di
jawab.
Hanya jenis membaca seperti ini akan memiliki arti dan
tujuan. Seorang orator, sebagai contoh dengan tidak
memberikan kecerdasannya dengan didasari pondasi yang
diperlukan tak akan pernah ada kesempatan yang akan
meyakinkan untuk mempertahankan pendapatnya di depan
lawannya, walaupun mungkin akan seribu kali lebih tampak
nyata. Dalam setiap diskusi, memori pikirannya akan
mengkhianatinya sendiri secara tiba-tiba dan akibatnya dia tak
memiliki alasan untuk memperkuat argumentasinya atau
menyangkal opini musuhnya. Dalam kasus pembicaraan
contohnya, jika hanya ingin mempermalukan diri sendiri
secara pribadi tak jadi soal, namun akan menjadi masalah jika
takdir menentukan seseorang yang sok tahu dan tak memiliki
kemampuan apapun tiba-tiba dipilih sebagai pemimpin
negara.
Sejak masa muda aku berusaha keras untuk membaca dengan
cara yang benar dan usaha yang keras. Aku kebetulan
didukung oleh kecerdasan dan ketajaman ingatan. Dilihat dari
arah ini, periode aku tinggal di Wina begitu subur dan

berharga. Pengalaman-pengalaman kehidupan sehari-hariku


telah menyediakan rangsangan bagi pembelajaranku yang
akan terbaharui secara stabil mengenai banyak masalah.
Akhirnya aku berada dalam posisi untuk bisa mendukung
kenyataan dengan teori dan menguji teori tersebut dengan
kenyataan, lalu aku tersadar dari kebekuan imajinasi karena
teori akan menjadi dangkal karena kenyataan. Dalam periode
ini terdapat dua permasalahan penting, selain masalah sosial,
juga pengalaman sehari- hari yang mengarahkan dan
merangsangku untuk terus mempelajari ilmu teori.
{Sosial Demokrat}
Siapa yang tahu bahwa aku juga pernah menenggelamkan
diriku sendiri dalam doktrin dan inti Marxisme, itupun jika
periode itu tak memaksaku untuk memahami hal tersebut!
Apa yang aku ketahui mengenai Sosial Demokrat di masa
mudaku begitu sedikit dan tidak akurat. Kaum Sosial
Demokrat yang berjuang bagi penderitaan universal dan dalam
setiap pemilu akan tampak begitu jujur telah membuatku
merasa bahagia. Bahkan analisaku mengatakan bahwa ini akan
melemahkan rezim Habsburg yang aku benci sedemikian rupa
itu. Dalam keyakinanku bahwa kekaisaran Austria tak
mungkin ada tanpa mengorbankan Jerman, bahkan dibayar
dengan harga Slavisasi secara bertahap bagi elemen- elemen
Jerman yang sudah menyediakan jaminan bagi kekaisaran
untuk terus bertahan hidup.

Karena kekuasaan Slav dalam menjaga negara sangat


diragukan, aku menyambut segala perkembangan yang
menurutku akan menyebabkan keruntuhan negara dan ketidak
mungkinan ini yang mengutuk sepuluh juta orang Jerman
sampai mati. Semakin rusak linguistik Babel4 dan kacaunya
parlemen, semakin dekat dengan kepastian pecahnya
Kekaisaran Babylon ini dan beserta kemerdekaan rakyat
Jerman-Austria. Hanya dengan cara inilah Anschluss5
(penyatuan) dengan ibu pertiwi dapat dilakukan.
Akibatnya, aktivitas kaum Sosial Demokrat ini tampak biasabiasa saja bagiku. Fakta bahwa kaum Sosial Demokrat
berjuang untuk meningkatkan kondisi hidup buruh, dengan
lugunya aku cukup bodoh untuk percaya begitu saja.
Sepertinya mereka hanya berbicara tentang kondisi buruk
nasib buruh daripada bagaimana cara menanggulanginya. Apa
yang menjijikan bagiku adalah sikap bermusuhan mereka
terhadap perjuangan dalam pemeliharaan Jermanisme.
Penghormatan mereka yang tanpa malu-malu kepada
Genossen (istilah komunis untuk sahabat) Slavik yang
menerima deklarasi cinta perdamaian ini sejauh pada konsesi
praktisnya, namun di lain pihak mereka begitu angkuh dan
congkak. Maka dari itu mereka memberikan para gelandangan
dengan konsesi yang setimpal.
{Perjumpaan pertamaku dengan Sosial Demokrat}
Sejak aku berusia tujuh belas tahun istilah Marxisme tak

begitu aku kenal secara baik, sementara istilah Sosial


Demokrat dan Sosialis juga tampaknya memiliki konsep yang
sama. Di sini guratan takdir yang telah membuka mataku akan
pengkhianatan mereka terhadap Volk yang tak pernah kuduga
ini sebelumnya. Sampai pada waktu itu aku baru mengenal
Partai Sosial Demokratik hanya sebagai penonton dan aku
pernah ikut dalam beberapa aksi demonstrasi massa, dengan
tanpa memiliki secuilpun pengetahuan mengenai mentalitas
pengikutnya atau doktrinnya. Tapi sekarang dalam satu
kesempatan, aku menemukan hasil dari pendidikan dan
Weltanschauung.
Dalam beberapa bulan aku mendapatkan hal yang seharusnya
hanya bisa didapatkan dalam waktu bertahun-tahun:
pemahamanku terhadap penyakit kepelacuran mereka yang
menular itu, mereka membungkusnya sehingga terlihat
sebagai kebajikan sosial dan cinta persaudaraan, yang darinya
itu aku mengharapkan sikap kemanusiaan sejati yang akan
menyapu bumi ini dengan sapuan yang cepat. Lagipula bumi
akan segera habis tersapu oleh kemanusiaannya itu sendiri.
Pertemuan pertamaku dengan kaum Sosial Demokrat itu
terjadi ketika aku bekerja sebagai pekerja bangunan. Dari
semula aku terlihat tidak begitu menyenangkan: pakaianku
yang acak-acakan sementara ucapanku sopan dan sikapku
cukup baik. Saat itu aku masih sibuk menentukan nasibku
sendiri sehingga tak memperhatikan orang-orang di sekitarku.

Aku bekerja hanya untuk menghindari derita kelaparan


sekaligus untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan
pendidikanku walaupun sudah terlambat. Mungkin aku tak
akan memperdulikan diriku sendiri terhadap lingkungan baru
jika pada hari ke tiga atau ke empat, suatu kejadian telah
memaksaku untuk berpendapat lain. Aku diajak untuk ikut
berorganisasi sementara pengetahuanku mengenai organisasi
serikat buruh sama sekali nol. Aku tak dapat membuktikan
apakah pengetahuanku yang kosong mengenai serikat buruh
ini menguntungkanku atau malah membahayakanku. Ketika
aku diberitahu akan dilibatkan, aku sempat menolak. Alasan
yang aku berikan pada waktu itu bukanlah tak memahami
permasalahannya namun karena aku tak ingin membiarkan
diriku untuk bisa dipaksa begitu saja mengikuti apapun tanpa
berpikir panjang. Mungkin alasan pertamaku itu adalah agar
aku tidak di pecat begitu saja dari tempatku bekerja.
Mereka berharap untuk bisa merubah pendirianku atau
mematahkan pembangkanganku dalam beberapa hari saja.
Dalam suatu kesempatan, mereka membuat kesalahan. Di
akhir hari keempat belas aku tetap tak bisa bergabung
walaupun sebenarnya aku ingin. Dalam empat belas hari ini
aku mulai mengenal orang-orang di sekitarku lebih dekat dan
tak ada satupun kekuatan di dunia dapat merubah
pendirianku untuk bisa bergabung dengan organisasi yang
salah satu anggotanya datang kepadaku dengan kesan yang

sangat tak menyenangkanku. Pada hari-hari pertama itu aku


merasa jengkel.
Pada siang hari para pekerja memilih untuk pergi ke kedai
terdekat sementara beberapa pekerja yang lainnya tetap
tinggal di lokasi gedung bangunan dan makan siang dengan
kondisi yang menyedihkan. Mereka merupakan para pekerja
yang kebanyakan sudah menikah, dan istri-istri mereka
membawakan sup dalam mangkuk yang terlihat amat
menyedihkan. Mendekati akhir minggu jumlah mereka kian
bertambah, tak bisa kupahami kenapa sampai bisa demikian.
Pada waktu senggang biasanya mereka mendiskusikan isu-isu
politik sedangkan aku hanya meminum sebotol susu sambil
memakan sekerat roti. Dan dengan penuh waspada aku
memperhatikan kawan-kawan baruku itu atau sejenak
memikirkan tempat kerjaku yang menyedihkan ini. Meskipun
begitu aku telah mendengar banyak hal yang lebih dari cukup.
Kuperhatikan mereka mendekatkan tempat duduknya untuk
berdekatan denganku, mungkin mencoba untuk membuat
suatu suasana agar terkesan lebih dekat dan akrab.
Pada suatu kesempatan, apa yang aku dengar dari obrolan
mereka benar-benar membuat aku naik pitam. Mereka telah
menolak semuanya! Menurut mereka negara adalah sebagai
tempat pertemuan kelas-kelas kapitalis -seringnya aku
mendengar hal ini dalam satu kata!- Tanah Air sebagai
instrumen kaum borjuis untuk mengeksploitasi kelas proletar;

kewenangan hukum sebagai kebijakan untuk menekan hakhak proletariat6; sekolah sebagai institusi pembiakan budakbudak bagi pemilik budak; agama sebagai candu rakyat dan
hanya membuat rakyat miskin lebih mudah dieksploitasi;
moralitas sebagai suatu gejala kebodohan dan dicokok hidung
dan lain- lain yang seolah-olah tak ada lagi kata yang lebih
pantas dari itu.
{Teror pertama}
Pada mulanya aku mencoba untuk tetap diam tapi ternyata
sulit, dan aku mulai memiliki keberanian berpendapat dan
mencoba untuk menentang mereka berdebat. Namun aku
dipaksa untuk menyadari bahwa hal ini akan menjadi sia-sia
belaka sampai akhirnya aku harus memiliki pengetahuan
khusus untuk poin-poin yang kontroversial ini. Akupun mulai
mempelajari dengan seksama darimana mereka memiliki
argumen-argumen seperti itu. Aku mempelajari buku demi
buku, pamflet demi pamflet dan dari diskusi dengan mereka
itulah seringkali aku menjadi lebih memanas. Aku berdebat
kembali dengan mereka. Dari hari ke hari aku terus mendebat
mereka dengan informasi yang lebih baik dari lawanku,
sampai suatu hari mereka menggunakan senjata untuk
menaklukan akal: teror dan kekerasan!
Beberapa pembicara dari pihak yang berlawanan memaksaku
untuk segera meninggalkan gedung bangunan dengan segera

atau aku akan dilempar keluar dengan kasar. Karena aku


hanya sendiri dan melawan pasti tak ada gunanya. Dengan
berdasarkan pertimbangan yang matang akupun memilih
untuk keluar dari tempat itu dengan segera. Aku bergegas
pergi dengan perasaan muak dan dongkol, namun pada saat
yang begitu sangat mengganggu sehingga sulit bagiku untuk
bisa kembali pada urusan yang semula. Tidak, setelah naik
pitam untuk yang pertama kalinya itu, sifat keras kepalaku
mulai mengambil alih semua nalar sehatku. Tapi akhirnya aku
memutuskan untuk memilih bekerja di tempat lain saja
meskipun dengan pengalaman kerjaku yang sedikit.
Keputusan diambil ini karena dipaksa oleh kemiskinanku,
sebab aku mulai kehabisan uang simpanan terakhirku yang
mulai menipis. Karena dirangkul oleh jerat kemiskinan yang
sudah membeku ini, akupun terpaksa kembali ketempat
kerjaku semula. Suka atau tidak suka! Cerita lama kembali
terulang dan berakhir persis sama seperti sedia kala. Aku
bergulat dengan jiwaku sendiri: apakah sebagai manusia
mereka pantas menjadi bagian dari negara yang besar nan
adiluhung ini? Sebuah pertanyaan yang terlalu menyakitkan?
Kalau jawabannya Ya maka perjuangan nasionalisme-ku
tidak berharga untuk diperjuangkan dan pengorbanan yang
dilakukan oleh orang-orang terbaik diantara kami hanyalah
untuk para bajingan tengik seperti mereka itu. Jika
jawabannya Tidak artinya bangsa kita memang sangat miskin

akan manusia yang berkualitas.


{Pers Sosial Demokratik}
Pada suatu hari yang penuh dengan suasana perenungan dan
pemikiran, aku mulai mempertimbangkan dengan perhatian
yang lebih cermat pada masa yang bukan lagi menjadi bagian
dari rakyatnya, dan aku mulai melihat mereka
menggelembung menjadi sepasukan massa pengacau
keamanan. Dengan perasaan yang bergejolak akupun
menyaksikan barisan demonstrasi massa buruh Wina yang
terjadi suatu hari ketika mereka berbaris dua-dua! Selama dua
jam aku berdiri menyaksikan barisan demonstran itu sambil
menahan nafas ketika sekumpulan manusia yang berjumlah
banyak itu melewatiku.
Dengan kegelisahan yang tak tertahankan, akhirnya aku
meninggalkan tempat itu dan berjalan pulang dengan
kegelisahan yang masih menggumpal-gumpal. Di sebuah
warung rokok aku membaca Arbeiterzeitung (Koran Buruh),
sebuah koran organ inti dari Sosial Demokrat Austria. Koran
tersebut banyak tersedia di kedai- kedai murah dimana aku
sering mengunjunginya hanya untuk membaca koran. Saat itu
aku tak sampai menghabiskan dua menit membaca koran yang
menyedihkan itu, karena seluruh isinya seakan
mempengaruhiku seperti cercaan moral terhadapku. Namun
karena tergugah karena demonstrasi kaum buruh yang baru

saja aku lihat, aku terdorong oleh suara batinku untuk


membeli dan membacanya secara lebih cermat lagi. Malam
hari itu aku terus bergulat melawan kemarahan yang terus
meningkat setiap detik pada sekumpulan kebohongan ini.
Melebihi gaya sastra teoritis, pembacaanku setiap hari pada
pers Sosial Demokratik memberikanku kesempatan untuk
mempelajari sifat-sifat dari inti proses pemikiran organisasi
ini. Karena kata-kata gagah tentang kebebasan, kecantikan
dan harga diri dalam sastra teoritis dan campur aduknya katakata retoris tampaknya sedang mengekspresikan kebajikan
yang sulit dan dalam. Moralitas tentang kemanusiaan yang
menjijikan ini tampaknya ditulis dalam suasana penuh rasa
sakit hati. Pers harian yang brutal ini tak terhindari dari
kekejian dengan menggunakan segala macam fitnah. Mereka
sedang berbohong dengan kecerdikan yang mampu
membengkokan batang besi. Semua atas nama ajaran
kemanusiaan baru. Yang satu diarahkan kepada ketololan
kelas menengah, kelas atas kepada kelas terdidik dan lainnya
kepada massa.
{Psikologi Massa}
Bagiku dengan menenggelamkan diri kedalam sastra teoritis,
pers doktrin dan organisasi ini hanya mendekatkanku kepada
Volk-ku sendiri. Apa yang dulu tampaknya seperti jurang
pemisah, bagiku kini telah menjadi sumber cinta yang sangat

besar dan hangat. Hanya orang tolol yang masih memandang


hasil karya peracun keji ini dan mengutuk korban yang lain.
Semakin mandiri dalam beberapa tahun ke depan, semakin
jelas perspektif-ku juga pendapatku mengenai penyebab dari
kesuksesan kaum Sosial Demokrat. Sekarang aku baru paham
betapa pentingnya aku harus membaca lebih banyak korankoran merah (komunis), dengan menghadiri pertemuan rapat
merah, membaca buku-buku merah dan lain-lain. Dengan
sangat jelas aku melihat dengan mata kepala sendiri hasil dari
doktrin ketidaktoleranan itu.
Psikologi massa tak menerima apapun yang setengah-setengah
hati, apalagi yang lemah. Layaknya wanita, dimana keadaan
psikisnya tidak ditentukan oleh akal namun oleh emosi. Tak
tergambarkan lagi bahwa ia merindukan adanya sebuah
kekuatan untuk melengkapi sifatnya dan tentunya ia akan
menghormati laki-laki yang kuat daripada laki-laki yang suka
mendominasi yang lemah. Sama pula halnya dengan massa
yang menghendaki seorang komandan daripada seorang
pengemis dan merasa puas terhadap doktrin. Tanpa memberi
toleransi pada massa kecuali kepada dirinya daripada
kebebasan kaum liberal yang hanya melakukan sedikit dan
akan membuat mereka merasa ditinggalkan.
Mereka tidak sadar akan teror spiritual dan pelecehan yang
menjijikan dari kebebasan manusia, karena mereka gagal

untuk menyadari kepalsuan dari keseluruhan isi doktrinnya.


Apa yang mereka lihat hanyalah kekuatan yang kasar dan
brutal dari isi manifestasi doktrin, dimana hal tersebut akan
muncul kemudian jika kaum Sosial Demokrat ditantang oleh
doktrin yang lebih besar lagi. Namun dengan metode yang
brutal, maka yang paling brutal akan keluar sebagai
pemenangnya walaupun perjuangannya akan terasa pahit dan
panjang.
{Taktik Sosial Demokrasi}
Sebelum dua tahun berlalu, teori-teori dan metode-metode
teknis kaum Sosial Demokrat sudah terjabarkan dengan jelas
dalam pikiranku. Aku paham teror spiritual keji yang
ditanamkan oleh pergerakan ini, khususnya pada kaum borjuis
yang tak sebanding baik secara moral maupun mental layak
menerima serangan seperti itu. Pada saat tertentu akan
melepaskan kebohongan dan fitnahnya dengan membabi buta
terhadap lawan yang dirasa akan mengancam, sampai
keberanian lawannya runtuh. Untuk bisa berdamai lagi,
mereka mengkambinghitamkan individuindividu yang mereka
benci.
Bagaimanapun, orang tolol seperti mereka itu tak akan pernah
bisa mendapatkan kedamaian. Permainan dimulai dan
diulang-ulang lagi sampai ketakutan terhadap anjing gila itu
menghasilkan kelumpuhan. Karena kaum Sosial Demokrat

lebih dikenal dengan menilai tenaga dari pengalaman mereka


dan mereka akan menyerang dengan keji siapapun yang
mereka kira memiliki hal tersebut. Di lain pihak mereka
memuji setiap kelemahan pihak lawan. Mereka melakukannya
dengan sangat hati-hati atau kadangkala dengan cara yang
penuh kekerasan, tergantung kualitas kecerdasan yang nyata
ataupun yang hanya mereka kira-kira saja. Mereka takut
kepada kejeniusan yang tak bernyali daripada kecerdasan ratarata.
Namun dengan penuh antusiasnya mereka memuji yang
lembek baik pikiran atau tenaga. Mereka mampu menciptakan
ilusi bahwa inilah satu-satunya cara melanggengkan
perdamaian, dan pada saat yang sama dengan kuat namun
seimbang, mereka mengambil satu demi satu posisi strategis.
Kadangkala dengan pemerasan secara diam-diam, kadangkala
dengan pencurian atau pada saat perhatian umum sedang
diarahkan kepada masalah lain. Dan ketika satu sama lain tak
ingin diganggu atau menganggap masalahnya terlalu kecil
untuk dipermasalahkan akan menghasilkan situasi antagonis
yang tajam.
Taktik ini didasarkan pada perhitungan yang cermat dari
segala kelemahan manusia, dan akhirnya akan sukses dengan
ukuran kepastian matematis kecuali jika lawan mulai melawan
gas beracun dengan gas beracun. Adalah merupakan tugas kita
untuk menginformasikan semua yang lemah bahwa hal ini

merupakan masalah hidup atau mati! Aku meraih pemahaman


yang setara mengenai pentingnya teror fisik terhadap individu
dan massa. Disini juga, efek psikologis massa dapat diukur
dengan pasti.
Teror di tempat pekerjaan, di pabrik, di tempat rapat dan pada
demonstrasi massa akan selalu sukses kecuali jika di lawan
dengan teror lagi. Dalam hal ini partai akan meneriakan
pembunuhan yang berdarah-darah, walaupun sejak dulu kala
kita telah membenci semua kewenangan negara dan partai
akan meneriakan teriakan yang sama lantangnya pada
kewenangan yang sama pula, dan pada kebanyakan kasus akan
meraih tujuannya walau terdapat kebingungan publik. Partai
akan menemukan seorang idiot yang berada di posisi tertinggi,
dengan harapan-harapan bodoh mengenai cara mengambil
hati lawan yang ditakuti, untuk selanjutnya akan membantu
wabah menakutkan ini menghancurkan lawannya.
Kesan yang dibuat dari kesuksesan seperti itu pada massa
pendukung ataupun lawan hanya bisa diukur oleh seseorang
yang mengetahui jiwa rakyat bukan dari buku-buku namun
dari kehidupan nyata. Untuk sementara di hadapan para
pendukungnya, mereka mencapai kemenangan atas penyebab
mereka sendiri.
Pada sebagian besar kasus, yang kalah pasti akan ciut untuk
melawan. Semakin kenal aku dengan metode teror fisik ini,
semakin tersentuh hatiku kepada ratusan ribu manusia yang

pernah tersakiti oleh teror fisik. Apa yang membuat aku


berhutang budi kepada masa-masa penderitaan ini adalah
karena telah mendekatkan diriku kepada Volk-ku dan
mengajarkanku untuk bisa membedakan mana korban dan
mana penghasut.
{Dosa-dosa kaum Borjuis}
Penghasutan ini hanya akan menghasilkan korban. Jika aku
mencoba untuk menggambarkan beberapa gambaran dari
kehidupan inti dari kelas bawah, maka gambaranku tak akan
lengkap tanpa adanya keyakinan bahwa pada kedalaman ini
aku menemukan titik cerah dalam bentuk keinginan untuk
berkorban, tali persahabatan yang setia, kecermatan yang
mengagumkan akan sikap yang rendah hati, khususnya di
antara para buruh-buruh tua. Nilai-nilai kebajikan ini sudah
memudar di kalangan generasi muda karena efek umum
dikota besar, namun ada juga banyak diantara pemuda dengan
semangat yang baik mampu menaklukan hidupnya.
Jika orang-orang pilihan ini bergabung dengan aktivitas
politik musuh negara lalu membantu memperkuat
organisasinya, alasannya adalah karena mereka tak paham
dasar doktrin baru ini dan tak ada orang lain yang
mempermasalahkannya. Akhirnya perubahan kondisi sosial ini
lebih kuat daripada keinginan untuk melawan. Kemiskinan
yang menimpa mereka hanya akan mengarahkan perhatian

kepada perkumpulan Sosialis-Demokrat. Sudah seringkali


kaum borjuis dengan cara-cara yang konyol dan amoral
menentang permintaan dan tuntutan yang dibenarkan bila
dilihat dari sudut pandang kemanusiaan. Kadangkala dengan
tanpa mendapatkan atau membenarkan keuntungan dari sikap
seperti itu, buruh paling terhormat pun akan dirangsang oleh
serikat buruh untuk terlibat dalam aktivitas politik ini.
{Masalah serikat}
Aku yakin jutaan kaum buruh akan memulainya dengan
memusuhi Partai Sosial Demokratik yang datang jauh dari
lubuk hatinya yang paling dalam. Namun perlawanan mereka
di hadapi dengan cara yang benar-benar reaksioner yaitu
ketika partai borjuis menerapkan sikap saling bermusuhan
pada setiap organisasi yang berkarakter sosialis. Penolakan
mereka yang sederhana dan sempit hanya pada setiap usaha
untuk meningkatkan kondisi kerja, meningkatkan keamanan
mesin, melarang buruh anak-anak dan melindungi wanita setidaknya ketika wanita itu sedang hamil- akan memberikan
keuntungan terhadap larinya massa kepada Sosial Demokrat
yang dengan sigap mengambil sikap dari kasus yang
memalukan itu.
Tak akan pernah politikus borjuis kita berbuat baik. Untuk hal
yang ini, karena dengan menolak semua cara untuk
menyingkirkan pelecehan sosial, mereka menanamkan

kebencian dan tampaknya membenarkan pendapat musuh


abadi Volk yang mengakibatkan hanya Sosial Demokrat-lah
yang mewakili minat kaum buruh. Lebih lagi mereka
menciptakan dasar moral bagi keberadaan serikat buruh dan
organisasi yang selalu menjadi kaki tangan partai.
Pada masa tinggalku di Wina suka atau tidak aku dipaksa
untuk berpendapat mengenai serikat buruh. Karena aku
menganggap mereka sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
Partai Sosial Demokrat, ternyata keputusanku begitu cepat
dan salah. Aku langung menolaknya tanpa berpikir lebih
panjang. Dalam masalah penting seperti ini seperti pada
masalah lainnya, guratan takdir selalu menjadi penuntunku.
Hasilnya adalah kebalikan dari penilaian awalku. Pada usia
dua puluh tahun aku telah mempelajari perbedaan antara
organisasi sebagai cara untuk membela hak-hak umum kaum
buruh dan mengusahakan penghidupan yang lebih baik
sebagai individu atau serikat buruh sebagai instrumen partai
dalam perjuangan kelas politiknya.
Fakta bahwa kaum Sosial Demokrat telah memahami
kepentingan pergerakan serikat buruh dan telah memastikan
kesuksesannya. Sebuah kenyataan juga bahwa kaum borjuis
tidak menyadari hal ini, dan harus dibayar dengan harga
jabatan politik mereka. Mereka pikir bahwa mereka bisa
menghentikan perkembangan logis dengan melakukan sebuah
penolakan tanpa tahu isi pokok masalahnya. Namun dalam

kenyataan lain mereka hanya dipaksa menuju saluransaluran


yang tidak logis semata. Untuk menyebut pergerakan serikat
itu sendiri sebagai organisasi yang tidak patriotis, merupakan
omong kosong dan tidak benar. Tapi kebalikannya adalah
benar. Jika aktivitas organisasi itu berjuang dan berhasil
dalam memperbaiki kondisi hidup sebagian besar kelas
pekerja yang dimana kelas tersebut menjadi dukungan utama
negara, hasilnya bukan hanya anti patriotis atau ingkar
terhadap negara, namun dalam arti kata nasionalis yang
sebenarnya.
Karena dengan cara ini akan sulit dipahami jika organisasi
membentuk prasangka sosial tanpa pendidikan secara umum.
Mereka akan mendapatkan penghargaan
tertinggi dengan isu-isu menghapuskan kebusukan sosial dan
menyerang infeksi intelektual dan fisik dan tentu saja
menyehatkan tubuh Volk. Akibatnya, masalah kebutuhan
mereka benar-benar terasa berlebihan.
Selama ada majikan yang memiliki rasa keadilan dan
kepantasan yang tidak bersikap merendahkan, bukan hanya
hak namun kewajiban buruhnya, yang menjadi bagian Volk
kita untuk melindungi kepentingan umum dari keserakahan
dan masuk dalam wilayah ke tidak masuk akalan individu.
karena pemeliharaan kesetiaan dan kepercayaan dalam suatu
kelompok sosial sama pentingnya dengan pemeliharaan
kesehatan rakyat bagi Volk.

Kedua hal tersebut sama sekali diacak-acak oleh majikan


dengan tanpa belas kasihan dan tak merasa bahwa mereka
juga bagian dari Volksgemeinschaft. Dari efek kehancuran,
keserakahan dan kekasaran itulah mereka tumbuh menjadi
sesuatu kelas yang berbahaya bagi masa depan Volk. Untuk
menghilangkan penyebab dari berkembangnya penyakit
seperti itu berarti Volk melayani negara dan bukan
kebalikannya.
Jangan biarkan seorangpun bicara bahwa setiap individu
bebas untuk menarik kesimpulan tentang ketidakadilannya
baik disengaja maupun tidak dalam arti meninggalkan
pekerjaannya. Tidak! Ini seperti berlari mengejar bayangan
sendiri dan harus dianggap sebagai cara untuk mengalihkan
perhatian. Apakah hal tersebut berarti menghapuskan yang
jelek, kondisi sosial yang buruk dan melayani kepentingan
negara atau tidak. Jika Ya, perjuangan harus terus di lakukan
dengan senjata lengkap yang akan memberikan harapan akan
kemenangan.
Buruh secara individu tak pernah bisa membela dirinya
melawan kekuatan kaum industrialis besar, karena dalam hal
itu keadilan selalu tak memihaknya. Karena di sini jika bukan
masalah kemenangan hak yang lebih tinggi dan jika hal
tersebut diketahui maka seluruh perjuangan akan berhenti siasia, karena tak memiliki akar penyebab yang cukup. Tidak,
masalahnya di sini adalah kekuatan buruh yang lebih besar.

Sebaliknya rasa keadilan akan membawa perjuangan bagi


penyelesaian yang adil atau lebih tepatnya mungkin tak akan
pernah ada penyelesaian sama sekali.
Tidak, jika perlakuan yang tidak manusiawi dan tidak pantas
akan menyebabkan perlawanan, maka perjuangan ini
selamanya tak ada kewenangan dan keadilan yang diciptakan
untuk menghapuskan kejahatan ini. Niscaya hal ini bisa
ditentukan oleh kekuatan yang lebih besar. Jika kemungkinan
kemenangan tidak di perkirakan sejak awal, hal ini tentu akan
menjelaskan bahwa kekuatan dari majikan terkumpul pada
satu orang dan hanya bisa di hadapi oleh sekelompok manusia
yang menjadi satu. Maka dari itu, organisasi serikat pekerja
harus dapat mengarahkan dan memperkuat ide-ide sosial
dalam kehidupan sehari-hari. Dan maka dari itu akan
menghilangkan gangguan yang akan menyebabkan
kekecewaan dan keluhan.
{Politisasi Serikat}
Jika ini masalahnya, maka sebagian besar kesalahannya
adalah kesalahan mereka yang mampu menghadang hambatan
pada peraturan sosial yang keji atau mampu
menghempaskannya dengan pengaruh politik mereka. Secara
proporsional, karena politik kaum borjuis tidak paham atau
tidak mau paham akan pentingnya organisasi serikat pekerja
serta menentang pergerakannya, maka kaum Sosial Demokrat

akan tetap bergerak. Maka dari itu dengan sikap bijaksananya


kaum Sosial Demokrat akan menciptakan dasar yang kukuh
yang akan berdiri sendiri pada saat yang kritis ketika
dukungan yang lain gagal.
Dalam cara ini tujuan intrinsik yang tenggelam tergantikan
oleh tujuan baru. Kaum Sosial Demokrat tak akan berpikir
untuk bisa membatasi ruang lingkup pergerakan mereka
sendiri dan tetap mengarah pada tujuan awalnya. Dalam
beberapa dekade senjata untuk melawan hak-hak sosial
manusia akan berada dalam tangan mereka yang
berpengalaman dan menjadi instrumen penghancur ekonomi
secara nasional. Kepentingan buruh seharusnya tak mereka
hambat. Dalam politik, seperti juga pada bidang lainnya,
tekanan ekonomi akan berguna untuk memuluskan suatu
bentuk pemerasan selama kejahatan ada di satu sisi dan massa
tak berdaya di sisi yang lain. Sesuatu yang dalam hal ini nyata
bagi kedua belah pihak.
Pada peralihan abad, pergerakan serikat pekerja telah jauh
dari fungsi sebelumnya. Dari tahun ke tahun semakin
memasuki politik Sosial Demokratik, akhirnya tak ada guna
lagi kecuali sebagai alat penghantam dalam perjuangan antar
kelas.
Tujuannya adalah untuk meruntuhkan seluruh struktur
ekonomi yang rumit dengan hantaman terus menerus, maka
dari itu akan lebih mudah dilakukan jika pondasi ekonominya

di pindahkan untuk mempersiapkan sekumpulan manusia


yang sama bagi struktur negara.
Semakin sedikit perhatian akan diberikan bagi kebutuhan
nyata kelas buruh dan akhirnya fungsi politik akan membuat
kemalangan sosial dan budaya pada masyarakat tak menarik
lagi untuk dipulihkan kembali karena ada resiko bahwa massa
yang sudah puas akan tuntutan mereka, mereka tak dapat
digunakan kembali tapi sebagai pasukan yang penurut untuk
mengejutkan kelas buruh.
Para pemimpin perjuangan kelas melihat perkembangan ini
dengan ramalan yang kelam dan ketakutan yang dalam bahwa
pada akhirnya mereka menolak apapun setiap bentuk
perbaikan sosial bahkan menyerangnya dengan keyakinan
terbesarnya.
Mereka tak pernah merasa kesulitan untuk menjelaskan
sebuah perilaku yang sulit untuk dipahami. Dengan mengatur
permintaan setinggi mungkin, mereka membuat setiap
kemungkinan untuk pemenuhan akan terlihat sepele dan tak
penting sehingga mereka pada setiap saat mampu mengatakan
kepada massa bahwa mereka sedang berurusan dengan usaha
keji untuk memperlemah. Jika mungkin melumpuhkan,
kekuatan ofensif kelas buruh dengan cara merendahkan,
dengan rasa puas yang konyol mereka akan menerima dengan
sikap yang penuh kesederhanaan. Karena kapasitas berpikir

massa yang sedikit, kita tak usah terkejut dengan metode ini.
Pengikut borjuis akan naik pitam dengan ketidak tulusan caracara kaum Sosial Demokrat yang begitu terang-terangan,
namun tak sedikitpun mereka membuat kesimpulan yang
tepat dari perilaku mereka sendiri.
Ketakutan kaum Sosial Demokrat bahwa mereka akan
mengangkat kelas buruh keluar dari kemalangan budaya dan
sosial serta memberi inspirasi terbesar bagi penggunaan arah
ini, dan secara bertahap bergulat dengan senjata dari tangantangan penyokong perjuangan kelas. Bagaimanapun hal ini
tidak dapat dilakukan.
{Kunci menuju Sosial Demokrasi }
Bukan maksud untuk menyerang dan mengambil posisi
musuh, kaum borjuis malah memilih untuk membiarkan
dirinya di tekan dan mencari pengganti sementara yang tidak
efektif karena mereka datang secara terlambat, dan terlebih
lagi mereka mudah ditolak karena mereka dinilai sebagai kelas
yang tidak begitu penting. Maka dalam kenyataan semuanya
sama seperti semula namun kekecewaannya dirasa lebih besar.
Seperti badai perusak, serikat bebas bergantung pada horison
politik dan keberadaan individu. Serikat bebas merupakan
instrumen teror yang menakutkan untuk melawan keamanan
dan kemerdekaan pribadi. Diatas segalanya inilah yang
membuat konsep demokrasi terdengar menyedihkan dan

konyol, lalu menghina persaudaraan dengan kata-kata


pengecut : "Jika kamu tak ingin menjadi Genossen kami, kami
akan menghantam kepalamu!
Itulah bagaimana aku kenal dengan kawan-kawan yang
berperikemanusiaan ini. Seiring berjalannya waktu
pandanganku terus meluas dan mendalam, dan tak perlu
untuk merubahnya lagi. Semakin dalam telaahanku pada
karakter luar kaum Sosial Demokrasi, semakin aku ingin
mempelajari inti terdalam doktrin-doktrinnya.
Informasi resmi Partai tak berguna untuk tujuan ini. Sejauh
berurusan dengan masalah ekonomi, anggapan dan buktinya
selalu salah. Sejauh memperlakukan tujuan politik, isinya
penuh dengan kebohongan. Terlebih lagi, aku merasa jijik
dengan susunan kata-kata yang menipu dalam gaya
tulisannya. Dengan nada yang bertele-tele, tak jelas secara isi
atau artinya untuk dipahami, mereka tergagap-gagap dalam
mencampuradukan kata-kata yang seolah-olah memiliki pokok
isi kejenakaan padahal kenyataannya kata-kata itu tiada arti.
{Masalah Yahudi}
Hanya bersama kaum bohemian7 rendahan kota besar ini kita
bisa merasa nyaman dengan pengakalannya yang
membingungkan dan menyisihkan pengalaman inti dari
sampah sastra dadaisme8 ini tanpa didukung oleh kerendahan

hati yang terkenal dari sebagian masyarakat yang selalu


mendeteksi kebajikan mendalam dalam hal yang bagi mereka
sendiri sulit untuk dipahami. Bagaimanapun dengan
menyeimbangkan kebohongan teoritis dengan kenyataan
fenomena, secara bertahap aku mulai memiliki gambaran yang
jelas dari keinginan intrinsiknya.
Pada saat seperti itu aku dihinggapi prasangka yang muram
dan rasa takut yang membahayakan. Di hadapanku sebuah
doktrin yang terdiri dari egoisme dan kebencian, yang akan
mengarah kepada kemenangan pasti. Untuk melaksanakannya
maka rasa kemanusiaan harus dihilangkan.
Sementara itu aku telah mempelajari hubungan doktrin ini
dan penghancuran alam dari sifat sebuah kaum manusia, yang
sampai pada waktu itu tidak aku ketahui sama sekali. Hanya
pengetahuan mengenai Yahudi yang akan menyediakan kunci
untuk memahami tujuan inti nyata dari kaum Sosial
Demokrat. Siapapun yang mengenal Volk ini dan konsepsi
yang salah dari tujuan, arti partai ini muncul di mata kita
layaknya cadar dan dari kabut seringai frase sosial Marxisme.
Sekarang begitu sulit atau tidak ingat bagiku kapan kata
Yahudi membuat aku berpikir secara khusus. Di rumahku
dulu, aku tak mengingat pernah mendengar kata itu ketika
ayahku masih hidup. Aku percaya bahwa ayahku akan
menganggap dengan memperhatian secara khusus pada nama
Yahudi ini berarti sebuah kemunduran budaya. Selama

hidupnya dia memiliki kurang lebih pandangan khusus


tentang keduniawian. Walau sentimen nasionalnya tak pernah
diungkapkan, ia tak hanya menyatu namun mempengaruhiku
sampai kadar tertentu.
Seperti di sekolahku dulu, aku menemukan kesempatan untuk
mengarahkanku kepada gambaran tentang apa yang telah ayah
wariskan kepadaku. Di Realschule, aku pernah bertemu
dengan seorang bocah Yahudi yang aku perlakukan dengan
penuh curiga, namun hanya karena pengalaman dan sikap
pendiamnya itu menyebabkan aku meragukan seluruh
kebaikannya dan aku tidak mempercayainya. Aku dan murid
yang lainnya tak berpikir terlalu jauh lagi ke arah sana.
Baru sampai usia ke empatbelas atau limabelas aku mulai
mengenal kata Yahudi. Dengan secara terus menerus nama ini
disebut-sebut disetiap diskusi politik. Hal lain yang telah
menimbulkan kebencian pada diriku dan aku tak bisa
menyingkirkan perasaan yang tak mengenakan ini ketika
sebuah debat tentang agama mereka berlangsung di
hadapanku.
Pada waktu itu aku tak memikirkan pertanyaan lain karena
hanya ada sedikit orang Yahudi di Linz. Seiring berjalannya
waktu penampilan mereka menjadi mirip dengan warga Eropa
yang terlihat seperti bukan manusia, bahkan aku sering salah
menganggap kalau mereka sebagai orang Jerman. Kejanggalan

ide ini tidak muncul pada diriku karena aku tidak melihat
apapun yang berbeda dari mereka kecuali agama mereka yang
aneh.
Fakta tentang mereka seperti yang aku percayai, mereka di
siksa karena suatu hal yang kadangkala hampir merubah
kebencianku akan memori peristiwa yang tak menyenangkan
mengenai mereka telah menjadikannya sebagai sebuah horor.
Lagipula aku tidak begitu mencurigai aktifitas oposisi yang
terorganisir bagi Yahudi.
Lalu aku memutuskan untuk pergi ke Wina. Asyik dengan
kesanku di bidang arsitektur dan ditekan akan kesulitan hidup
Volk-ku, untuk pertama kali aku tak memiliki pandangan pada
pembagian inti masyarakat di kota besar ini. Meskipun Wina
pada masa itu ditinggali oleh lebih dari dua ratus ribu Yahudi
diantara dua juta penduduknya, aku tak melihat mereka
seorangpun. Pada minggu-minggu awal, mata dan indraku tak
sebanding untuk menangkap dengan banjirnya nilai-nilai dan
ide-ide, baru kemudian ketika ketenangan kembali muncul
dan gambaran yang mengacau mulai jelas maka aku mulai
hati-hati dalam memandang dunia baruku ini, dan diantara
hal-hal lain aku berhadapan langsung dengan permasalahan
Yahudi.

{ Pers dunia}
Aku tak bisa mengungkapkan cara dan bagaimana akhirnya
aku bisa mengenali mereka dimana kesanku pada waktu itu
adalah nyaman-nyaman saja. Karena Yahudi bagiku hanyalah
sebagai agama, maka dari itu dengan dasar toleransi yang
manusiawi aku menjaga diri agar tidak menyerang agama ini
juga dalam hal yang lain.
Sebagai akibatnya, sifat pers anti Semit di Wina, terlihat tak
berpengaruh bagi tradisi budaya Volk-ku yang besar dan aku
teringat akan sebuah kejadian di abad pertengahan, yang tak
ingin terulang kembali. Karena koran-koran yang bermasalah
tak memiliki reputasi bagus (alasan ini, pada saat itu aku
sendiri tidak tahu persis) aku anggap koran-koran itu sebagai
produk kemarahan dan kecemburuan daripada sebuah kesalah
pahaman pandangan.
Aku diperkuat dengan pendapat oleh apa yang menurutku
bentuk paling agung dimana semua koran-koran besar ini
hanya menjawab serangan, atau apa yang bagiku tampak lebih
pantas di puji dan salah jika disebutkan. Dengan arti kata lain,
dengan mudahnya mereka dimatikan oleh kesunyian.
Dengan bersemangat aku membaca pers dunia ,Neue Freie
Presse dan Wiener Tageblatt, dan kagum dengan lingkup yang
mereka tawarkan kepada pembaca atas keobjektifan artikel
tentang individu di dalamnya. Aku hormati nada pujiannya

walau nada ke-flamboyanannya kadangkala membuatku


kecewa, atau bahkan membuatku sebal. Mungkin inilah ritme
sebuah kehidupan di kota metropolitan, karena aku melihat
Wina dengan pandangan seperti itu akupun membiarkan
diriku untuk menerima penjelasan ini sebagai sebuah alasan
yang wajar.
{Kritik pada Kaisar Wilhelm II}
Apa yang membuatku jijik adalah cara-cara tak terhormat
mereka dimana pers menjilat Istana. Tak ada satupun acara di
Hofburg yang tak di ceritakan kepada pembaca dengan gairah
antusiasme atau emosi yang sayu dan semua ini berhubungan
dengan monarki terbijaksana sepanjang masa. Hampir
mengingatkanku pada kicauan burung dipegunungan yang lagi
birahi!
Bagiku semuanya tampak seperti dibuat-buat. Dalam
pandanganku, ini merupakan cela bagi demokrasi liberal.
Untuk menjilat Istana dengan cara tak senonoh seperti itu
berarti mengorbankan harga diri bangsa.
Ini adalah bayangan gelap yang menaungi hubungan
intelektualku terhadap Pers besar di Wina. Seperti biasa di
Wina, aku terus mengikuti kejadian di Jerman tak peduli
apakah kejadian tersebut bermuatan politis atau budaya.
Dengan rasa bangga atas kekagumanku itu aku bandingkan

antara kebangkitan kekaisaran dengan negara Austria yang


sia-sia. Jika kejadian dalam bidang kebijakan luar negeri
menyebabkan aku begitu bahagia, maka semakin sedikit
aspek-aspek yang memuaskan dalam kehidupan pribadi
menimbulkan kegelisahan dan kemuraman. Perjuangan yang
dilakukan untuk melawan kaisar William II tidak disetujui
olehku, kuanggap dia tak hanya sebagai Kaisar Jerman semata
namun seorang pencipta armada Angkatan Laut Jerman.
Pelarangan pidato bagi Kaisar yang di perintahkan oleh
Reichstag9 membuat aku marah sebab hal tersebut sebagian
besar berasal dari sumber yang menurut pandanganku, tak
memiliki dasar sama sekali. Karena dalam satu sesi orangorang parlemen bodoh ini mengucapkan banyak omong
kosong daripada satu dinasti penuh dengan kaisar. Termasuk
yang lemahnya, yang pernah dilakukan selama berabad-abad.
Aku sangat marah bahwa ternyata dalam sebuah negara
dimana ada makhluk idiot bisa mengklaim untuk bisa
mengkritik, juga diberikan kursi di Reichstag dan menjadi
seorang pemberi hukum negara. Pria yang memiliki mahkota
kekaisaran harus mendapat peringatan terbesar dari klub
omong kosong sepanjang masa ini.
Namun aku begitu marah ketika pers Wina yang sama-sama
menghamba kepada setiap kuda-kuda tua di Istana, dan
mereka akan merasa bahagia jika kuda-kuda tersebut
mengibas - ngibaskan ekornya. Jika itu disengaja akan terlihat

bagiku sebuah kekejian yang terselubung dalam


mengekspresikan kritiknya kepada Kaisar Jerman.
{Pemujaan Perancis yang dilakukan oleh Pers}
Tentu tak ada maksud untuk ikut campur dengan keadaan
Kekaisaran Jerman.
Tidak, Tuhan seolah melarangku namun dengan menunjuk
luka-luka ini dengan cara sebersahabat mungkin, pers
memenuhi tugasnya yang di bebankan dalam semangat
persekutuan timbal balik. Dan sebaliknya kaisar memenuhi
persyaratan kebenaran jurnalistik. Dan sekarang kritik itu
menyodok dengan jarinya menuju luka sampai jantung. Dalam
keadaan seperti itu aku semakin naik pitam. Inilah yang
membuatku harus lebih berhati-hati lagi kepada koran-koran
beroplah besar. Pada suatu kesempatan aku terpaksa untuk
mengakui bahwa salah satu koran anti-Semit Deutsches
Volksblatt, berperilaku lebih pantas dan wajar.
Hal lain lagi yang membuat aku naik pitam adalah
pengkultusan Perancis yang menjijikan yang di usung oleh
pers-pers besar. Seseorang akan malu menjadi seorang
Jerman jika dia membaca puji-pujian manis bagi negara
berbudaya terbesar ini. Penjilatan besar-besaran terhadap
Perancis ini membuat aku ingin membuang dunia pers.
Namun dalam kesempatan tersebut aku mengambil Volksblatt
yang lebih kecil oplahnya, namun dalam hal ini lebih berisi

dan berbobot. Aku kurang begitu setuju dengan nada anti


Semit secara tajam, namun dari waktu ke waktu aku membaca
argumen-argumen yang memberikan nutrisi dan energi bagi
pemikiranku.
Dalam sebuah kejadian, secara tak disengaja aku kenal dengan
seorang pria dan pergerakannya yang pada masa itu ikut
mengukir takdir kota Wina, dialah Dr. Karl Lueger dari Partai
Kristen Sosial. Ketika baru saja tiba di Wina, aku langusung
bermusuhan dengan mereka karena pria dan pergerakannya
itu tampak reaksioner di mataku.
{Perubahan menuju Anti-Semit}
Rasa keadilan memaksaku untuk mengubah penilaian ketika
aku menjadi lebih kenal dengan pria tersebut karena karyakaryanya. Perlahan-lahan penilaian tak adilku berubah
menjadi sebuah kekaguman yang tak bisa terungkapkan.
Sekarang, lebih dari segalanya aku menganggap pria ini
sebagai Walikota Jerman terbaik sepanjang masa.
Betapa banyaknya prinsip-prinsip dasarku yang kesal dengan
perubahan sikapku terhadap pergerakan Kristen Sosial.
Pandanganku yang berkenaan dengan anti Semitisme berlalu
seiringnya dengan waktu, dan ini adalah perubahan yang
terbesar diatas segalanya. Pandangan ini menyebabkan
pergulatan dalam batinku dan setelah berbulan-bulan bergulat

antara akal dan perasaan, akalku akhirnya menjadi


pemenangnya. Dua tahun kemudian, perasaanku mulai
mengikuti akal sehatku dan dari sana pula perasaanku menjadi
penjagaku yang paling setia.
Pada masa perjuangan pahit antara pendidikan spiritual dan
akal yang dingin, pemandangan di jalanan Wina sangat
membantuku. Datang suatu masa dimana aku tak lagi seperti
di hari-hari pertamaku yang berjalan-jalan tanpa tujuan di
kota besar ini. Sekarang dengan mata terbuka aku tak hanya
melihat bangunan namun juga manusia-manusianya.
Pada suatu waktu ketika aku berjalan-jalan di pusat kota Wina,
tiba-tiba aku melihat seseorang yang berjubah dengan rambut
ikalnya yang diikat. "Inikah seorang Yahudi? Itulah kesan
pertamaku. Untuk lebih meyakinkannya, mereka terlihat
berbeda dengan Yahudi yang ada di Linz. Aku amati laki-laki
tersebut dengan cermat dan waspada, namun semakin aku
menatap wajah asing dan aneh ini, mengamati setiap detil
bagian tubuhnya sebuah pertanyaan kembali muncul: "Inikah
seorang Jerman?. Seperti biasanya pada setiap kasus aku
selalu mencoba untuk menghilangkan segala keraguanku
dengan membaca buku. Sebagai obat penyembuh keraguanku,
aku membeli pamflet-pamf let anti Yahudi untuk pertama
kalinya.
Sayangnya, pamflet-pamflet tersebut berangkat dari anggapan

bahwa secara prinsip pembacanya sudah tahu atau paham


masalah Yahudi sampai tingkatan tertentu. Selain itu, nada
tulisannya sebagian besar semakin menimbulkan keraguan
dalam diriku. Karena argumenargumennya yang
membosankan dan tidak ilmiah lagi untuk dikaji bagi masalah
ini. Penyakit keragu-raguanku kambuh lagi selama bermingguminggu sejak saat itu, bahkan sampai berbulanbuIan.
Semuanya tampak semakin menyeramkan bagiku, karena
masalah ini begitu kompleks sehingga akupun tersiksa oleh
rasa takutku telah berbuat tidak adil. Akupun kembali gelisah
dan aku tetap tak yakin pada diriku.
Sekarang aku tak ragu lagi bahwa objek penelaahanku bukan
orang Jerman lagi dan suatu agama tertentu, namun Volk-nya
sendiri. Karena aku mulai memperhatikan diriku terhadap
masalah ini dan secara intens mulai mempelajari Yahudi.
Wina tampak berbeda bagiku dari sebelumnya. Kemanapun
aku pergi aku selalu melihat Yahudi, dan semakin aku
melihatnya, semakin tajam perbedaan mereka akan nilai- nilai
kemanusiaan. Khususnya pusat kota dan distrik di utara kanal
Donau tempat berkumpulnya Volk yang penampilan luarnya
saja sangat jauh berbeda dengan orang Jerman. Apapun sisasisa keraguan yang aku dapatkan akhirnya dihilangkan oleh
perilaku sebagian Yahudi sendiri. Diantara mereka ada sebuah
pergerakan besar dan luas di Wina yang mucul dari karakter
volkisch Yahudi: Zionis10.

Tampaknya hanya sebagian Yahudi yang menyetujui sudut


pandang ini sementara mayoritas mengutuk dan menolak
formulasi seperti itu. Namun jika ditelaah lebih cermat,
penampakan ini berbaur menjadi bau menjijikan dan dalih
yang tak berguna, atau bisa dikatakan suatu kebohongan.
Karena apa yang disebut sebagai liberal Yahudi tidak menolak
Zionis adalah bukan Yahudi, namun hanya sebagai Yahudi
yang tidak praktis dengan cara yang mungkin berbahaya
dalam mengungkapkan secara terbuka ke-Yahudian mereka.
Pada hakekatnya mereka tak dapat dirubah. Dalam waktu
singkat perjuangan antara Zionis dan liberal Yahudi terlihat
semaikin menjijikan dari hari ke hari, karena secara terus
menerus kepalsuan yang didirikan di atas kebohongan dan
jauh dari ketinggian dan kesucian moral yang di klaim Volk
ini.
Hal kebersihan orang-orang Yahudi ini, secara moral dan
dalam bidang lainnya harus kukatakan merupakan poin
tersendiri. Dari penampakan luarnya saja dapat dikatakan
bahwa mereka tidak suka air, dan menyedihkannya anda akan
tahu hal ini hanya dengan menutup mata. Kemudian aku
menjadi mual atas bau para pemakai jubah ini. Sebagai
tambahan, itu adalah pakaian terkotor mereka dan
penampilan yang tidak heroik yang pernah aku lihat!.
Semua ini sangat tidak mungkin membuat aku tertarik pada
mereka. Namun akan benarbenar menjijikan dan ditambah

dari kekotoran fisik mereka, anda akan menemukan noda


moral pada Volk terpilih ini. Dalam masa singkat aku menjadi
berpikir lebih dalam dari sebelumnya dengan semakin
meningkatnya telaahanku pada tipe-tipe kegiatan yang
dilakukan oleh Yahudi dalam bidang tertentu. Apakah ada
bentuk kotoran atau ketidakbermoralan, khususnya dalam
kehidupan berbudaya, tanpa setidaknya satupun orang Yahudi
terlibat di dalamnya? Jika anda dengan hati- hati menyayat
sebuah bisul, layaknya belatung dalam tubuh yang busuk,
kadangkala kita terkejut oleh cahaya yang muncul tiba-tiba,
ialah seorang Yahudi!
Apa yang harus diperhitungkan dengan cermat terhadap
Yahudi di mataku adalah ketika aku menjadi lebih kenal
dengan aktivitas mereka di pers, seni, sastra dan teater. Semua
bujukan manis mereka sama sekali tak membantuku. Sudah
cukup dengan hanya melihat posternya, menyebutkan namanama di balik sampah menjijikan yang mereka iklankan,
membuatku malas untuk menghadirinya. Ini adalah wabah!
Wabah spiritual yang lebih buruk dari wabah hitam, dan
masyarakatpun terinfeksi karenanya! Tak dapat dipungkiri
bahwa semakin rendah level kecerdasan produser seni ini
semakin suburlah dia, dan bajingan itu berakhir seperti
pemisah sampah yang mencipratkan kotoran dalam wajah
kemanusiaan.
Ingatlah bahwa tak ada batasan dalam jumlah mereka dan

ingatlah juga apa kata Goethe11 bahwa alam dapat dengan


mudah menyisipkan dunia sepuluh ribu penulis amatir yang
meracuni jiwa manusia seperti pembawa kuman yang paling
buruk pada rekan mereka. Sangat buruk, namun jangan
dilupakan bahwa Yahudi tampaknya dipilih oleh alam untuk
hal memalukan ini. Inikah kenapa Yahudi dipanggil sebagai
yang terpilih?
Sekarang aku mulai mencermati nama-nama dari segala
pencipta produk kotor dalam kehidupan artistik masyarakat
umum. Hasilnya menjadi semakin menambah kebencianku
terhadap Yahudi. Tak peduli jika perasaanku bertentangan,
akal sehatku-lah yang memaksaku untuk mengambil
kesimpulan ini. Ada sebuah fakta bahwa sembilan persepuluh
dari semua sampah sastra, artistik dan kebodohan teater dapat
diwakilkan kepada sekelompok Volk yang menjadi
seperseratus dari penduduk negeri. Tak dapat dielakan lagi
bahwa fakta itu semua adalah kebenaran mutlak!
Sekarang aku mulai mempelajari pers dunia dari sudut
pandang ini. Semakin dalam aku mencermati, semakin
mengkerut objek kekagumanku. Gayanya menjadi tak
bisa diterima; aku tak kuasa menelan isinya karena begitu
dangkal dan biasa. Keobjektifan pengungkapannya kini
berhubungan dengan kebohongan daripada kebenaran dan
penulisnya adalah tetap Yahudi. Seribu hal yang sebelumnya
tak terlihat sekarang diperhatikan olehku, dan apa yang

dahulu menjadi bahan nutrisi dan makanan bagi pikiranku,


sekarang bisa aku tangkap dan pahami.
Kini aku melihat sikap liberal dari pers jenis ini dengan cara
lain. Nada angkuh mereka dalam menjawab serangan dan
metode mematikannya dengan keheningan sekarang terlihat
bagiku seperti trik yang cerdik namun berbahaya. Roman yang
mempesona dari kritik teatrikal mereka selalu diarahkan
kepada penulis Yahudi, dan ketidak setujuan mereka tak
pernah menyerang siapapun kecuali orang Jerman. Goresan
peniti pada Wilhelm II mengungkapkan metode kegigihan
mereka, begitu pula dengan pemujaan terhadap budaya dan
peradaban Perancis. Isi cerpen yang murahan sekarang
terlihat di mataku sebagai nilai dari ketidaksenonohan yang
telak, dan dalam bahasanya aku merasakan adanya aksen Volk
asing. Rasanya semua hal begitu bermusuhan terhadap
Jermanisme sehingga semuanya pasti dibuat sengaja.
Namun siapa yang tertarik dengan hal ini? Apakah ini semua
hanya kebetulan? Secara bertahap aku menjadi tidak begitu
yakin. Perkembangan ini dipercepat oleh telaahanku pada halhal lain. Aku menunjuk pada pandangan umum tentang etika
dan moral yang dengan terbuka ditunjukkan oleh sebagian
besar Yahudi, dan penerapan praktis yang dapat dilihat. Di sini
lagi jalanan menunjukan objek pelajaran jenis ini yang
kadangkala busuk.

Hubungan Yahudi dibidang prostitusi, dan terlebih lagi pada


jalur perdagangan wanita bisa dipelajari di Wina dan mungkin
tak terkecuali di kota manapun di Eropa barat, dengan sedikit
perkecualian pada pelabuhan Perancis selatan.
Jika anda sempat berjalan-jalan di malam hari melalui jalanan
dan gang-gang Leopoldstadt, pada setiap langkah anda akan
menyaksikan cara bekerja yang tetap tertutup dari mayoritas
Volk Jerman sampai perang memberikan prajurit-prajurit di
front timur untuk melihat hal yang sama atau dapat dikatakan
kita dipaksa untuk menyaksikannya.
{Yahudi sebagai pemimpin Sosial Demokrasi }
Ketika untuk pertama kalinya aku mengenali Yahudi yang
terkenal berdarah dingin, tak tahu malu dan isi kepala penuh
perhitungan, pusat lalu lintas asusila dari sampah kota besar
membuat bulu kuduk ku merinding. Dan akhirnya kemarahan
mulai membakar diriku.
Aku tak lagi menghindari diskusi mengenai masalah Yahudi,
tapi sekarang aku malah mencarinya. Ketika aku mencoba
untuk mengamati Yahudi dalam segala macam cabang budaya
dan artistik serta beragam manifestasinya, tiba-tiba aku
menemui Yahudi dalam sebuah tempat yang tak kuduga-duga.
Dan ketika aku mengenali Yahudi sebagai pemimpin Partai
Sosial Demokrat, aku tak dapat ditipu lagi. Pergulatan jiwa

yang panjang telah mencapai puncaknya.


Bahkan dalam hubungan sehari-hari dengan rekan-rekan
pekerja, aku mulai mengamati kehebatan beradaptasi dimana
mereka ingin menguasai untuk berpendapat pada posisi yang
berbeda untuk sebuah pertanyaan yang sama. Kadangakala
dengan selang waktu beberapa hari, bahkan dalam beberapa
hitungan jam. Sulit dipahami bagiku untuk memahami orang
yang jika diajak bicara sendirian dan memiliki pendapat yang
masuk akal tiba-tiba akan kehilangan arah pembicaraan hanya
dipengaruhi oleh waktu.
Kadangkala hal ini cukup untuk membuat seseorang menjadi
putus asa. Ketika setelah berjam-jam berargumentasi, aku
yakin bahwa sekarang aku telah bisa memecahkan keheningan
atau menerangkan sesuatu yang absurd dan aku mulai
berbahagia atas kesuksesanku. Keesokan harinya dengan
menjijikannya aku harus memulai lagi dan semuanya menjadi
sia-sia. Seperti pendulum abadi, pendapat mereka selalu
berayun-ayun kembali menuju kegilaannya yang lama.
Aku ingin memahami semua hal ini: bahwa mereka kecewa
atas bangsa mereka sendiri dan mereka selalu mengutuk
takdir yang selalu menghantam mereka dengan kasar; bahwa
mereka membenci para majikan yang tampak seperti juru sita
takdir; mereka mengutuk yang berwenang yang di mata
mereka tak berperasaan; mereka berdemonstrasi menentang
naiknya harga-harga makanan dan membawa tuntutan mereka

ini ke jalanan. Ini semua dapat dipahami jika tanpa mencari


sebab lain bagi alasan apapun.
Namun apa yang tetap sulit dipahami adalah kebencian tanpa
batas yang mereka ungkapkan mengenai nasionalisme mereka,
menghina kebesarannya, mencela sejarahnya dan
merendahkan orang-orang besar-nya. Perjuangan dalam
melawan spesies mereka sendiri, klan mereka, tanah air
mereka, begitu tak berperikemanusiaan tak dapat dipahami
dengan layak. Hal tersebut tentulah tidak alamiah. Untuk
menyembuhkan mereka dari keburukan ini bisa saja
dimungkinkan, namun itupun hanya berlaku untuk beberapa
hari atau minggu saja. Jika kemudian anda menemui orang
yang anda kira dia sudah berubah, dia masih sama saja seperti
sebelumnya. Keadaan dirinya yang tua dan tidak alamiah telah
menguasai dirinya.
Secara bertahap aku menjadi sadar bahwa pers Sosial
Demokratik didalangi sebagian besar oleh Yahudi, namun aku
tak memperhatikan kepentingan khusus bagi keadaan ini
karena kondisinya sama dengan koran-koran lain. Tapi satu
fakta begitu jelas: tak ada satupun koran dimana tak ada
Yahudi di baliknya dimana hal tersebut dianggap sebagai
benar-benar menjadi nasional menurut pendidikan dan cara
berpikirku.
Aku menelan rasa jijik dan mencoba membaca hasil

produksi pers kaum Marxis ini, namun rasa jijikku tak


tertahankan lagi sehingga berusaha keras untuk mencermati
lagi bangsatbangsat yang memproduksi kumpulan pers ini.
Dari penerbit sampai ke bawah, mereka semua adalah Yahudi.
Aku mengambil semua pamflet Sosial Demokratik yang bisa
aku ambil dan mencari nama siapa penulisnya : Yahudi.
{Dialektika Yahudi}
Aku mencatat nama pemimpin-pemimpinnya yang sebagian
besar adalah anggota dari Volkterpilih; entah mereka itu
merupakan wakil-wakil di Reichsrat, kementrian serikat buruh
atau bahkan penghasut jalanan sekalipun selalu menampilkan
gambar yang menyeramkan. Namanama seperti Austerlitz,
David, Adler, Ellenbogen, dan lain-lain akan selalu terpatri
dalam ingatanku. Satu hal muncul dalam diriku: Partai yang
wakil-wakilnya pernah aku lawan melalui perjuangan tersulit
selama berbulan- bulan, kepemimpinannya secara eksklusif
ada dalam tangan Volk asing, maka dengan kepuasan yang
mendalam aku berkesimpulan bahwa Yahudi bukanlah
Jerman.
Baru sekarang aku kenal secara menyeluruh dengan para
penghasut Volk kita. Setahun persinggahanku di Wina telah
cukup mengilhami bahwa tak seorang buruh pun akan begitu
keras kepala sehingga dia tak akan menemukan penjelasan
dan pengetahuan yang lebih baik. Lambat laun aku telah

menjadi ahli dalam mendoktrin mereka dan menggunakannya


sebagai senjata dalam perjuanganku. Hanya dengan
pengorbanan yang banyak dalam waktu dan kesabaran, maka
massa yang banyak dapat diselamatkan. Namun seorang
Yahudi tak akan pernah terpisah dari pendapatnya.
Kesuksesan kini selalu menyertaiku.
Pada masa itu aku masih terlalu kekanak-kanakan untuk
menjelaskan kegilaan doktrin Marxisme mereka. Dalam
sebuah kelompok kecil aku berbicara sampai serak. Aku
berpikir bahwa aku pasti sukses dalam meyakinkan mereka
akan betapa kacaunya doktrin Marxis mereka itu, namun apa
yang kuraih selalu kebalikannya. Tampaknya pemahaman
mereka yang meningkat mengenai efek menghancurkan dari
teori-teori Sosial Demokrat hanya semakin memperkuat
keyakinan mereka.
Semakin aku sering berargumen dengan mereka semakin aku
paham terhadap dialektika mereka. Pertama-tama mereka
menghitung kebodohan lawan mereka, kemudian ketika tak
ada jalan lain mereka akan berpura-pura bodoh. Jika itupun
masih tak membantu, mereka akan berpura-pura tak paham,
atau jika ditantang berdebat, mereka akan mengganti subjek
pembicaraan dengan terburu-buru dalam mengutip kata-kata
hampa yang dimana jika anda menerimanya, mereka akan
menghubungkannya dengan masalah yang benar-benar
berbeda dari konteks pembicaraan. Dan jika mereka diserang

kembali, mereka akan memberikan alasan dan berpura-pura


tidak mengetahui apa yang sedang kita bicarakan.
Jikalau kamu hendak menyerang salah satu dari nabi-nabi
mereka, tanganmu akan seolah-olah sedang menggenggam
lendir yang licin yang meleleh melewati jari- jarimu, namun
kemudian akan bersatu kembali. Tapi jika kamu
menghantamkan pukulanmu kearah salah satu dari mereka
sehingga dilihat sebagai tontonan, mereka setuju denganmu.
Dan jika kamu percaya kamu akan berhasil, keherananmu
akan bertambah keesokan harinya. Yahudi tak mengingat
sama sekali apa yang terjadi kemarin! Dia malah
mengucapkan omong kosong yang sama seolah-olah tak ada
apapun yang terjadi. Jika semakin ditantang, malah akan
semakin mengherankan ; dia tak mampu mengingat apapun
kecuali kamu mampu membuktikan ketepatan pernyataannya
sehari sebelumnya.
Kadangkala aku berdiri di sana dengan terpana. Aku tak tahu
apa yang harus dikagumi : ketangkasan lidah atau kepandaian
berbohong mereka. Secara bertahap aku mulai membenci
mereka. Semua ini memiliki hikmah bahwa secara
proporsional sebagai seorang pemimpin sejati atau setidaknya
penyebar Sosial Demokrat yang muncul ke dalam visiku
adalah cintaku kepada Volk-ku sendiri. Siapakah dalam
pandangan jahat para penghasut ini mampu mengutuk korban
yang tak beruntung? Sulitkah? Bahkan bagiku mencari korban

yang terbaik adalah mencari dari ras pembohong itu! Dan


betapa sia-sianya kesuksesan dalam berhubungan dengan
orang yang memelintir kebenaran di mulutmu tanpa
mengingkari apa yang mereka telah katakan, dan sesaat
selanjutnya mendapat pujian untuk itu semua!
Tidak. Semakin aku kenal dengan Yahudi, semakin aku
bersimpati kepada kaum buruh. Di mataku kesalahan terbesar
bukanlah dengan kaum pekerja, namun dengan mereka yang
tak menganggapnya sebagai masalah untuk mengasihani
dirinya. Dengan keadilan yang tegas memberikan anak bangsa
kepantasannya dan mendirikan penghasut dan koruptor
menghadap dinding.
{Pencermatan dasar-dasar Marxisme}
Terinspirasi oleh pengalaman sehari-hari, aku mulai melacak
jejak doktrin Marxisme. Efeknya menjadi jelas bagiku dalam
kasus-kasus tersendiri dimana setiap hari kesuksesannya
terlihat semakin jelas dan dengan sedikit berimajinasi aku
mampu menggambarkan akibatnya. Satu-satunya pertanyaan
yang tersisa adalah apakah hasil dari tindakan mereka telah
berada dalam hasil ciptaan mereka atau mereka sendiri adalah
korban sebuah kesalahan? Aku rasa keduanya bisa saja
mungkin. Dalam satu hal merupakan tugas manusia yang
berpikir untuk memaksakan diri mereka menuju garis depan
pergerakan yang tak beruntung, mungkin mencegah

kehancuran.
Dalam hal lain, pendiri bangsa-bangsa ini pasti benar-benar
iblis -sebab hanya di otak manusia bukan monster- sebuah
organisasi mampu memiliki bentuk dan arti, dimana
aktivitasnya langsung menuju keruntuhan peradaban manusia
dan penghancuran dunia sebagai tujuan. Dalam hal ini satusatunya harapan terakhir adalah perjuangan. Sebuah
perjuangan dengan segala senjata yang bisa ditemukan oleh
semangat manusia atas alasan dan keinginan yang terlepas
dari sisi mana akan dihinggapi takdir sejarah.
Maka dari itu aku mulai membiasakan diriku dengan para
pendiri-pendiri doktrin ini untuk mempelajari dasar-dasar
pergerakannya. Jika aku meraih tujuan lebih cepat dari yang
aku perkirakan aku akan sangat berterimakasih, walau pada
saat itu pengetahuanku mengenai masalah Yahudi ini tidak
begitu mendalam. Ini saja mampu membuat aku menarik garis
perbedaan antara kenyataan dan kebimbangan para nabi
pendiri Sosial Demokrat. Karena garis pembeda itu telah
mengajarkanku untuk memahami bahasa dan bangsa Yahudi
yang berbicara dengan tujuan untuk menyingkapkan
pemikiran mereka. Tujuan nyata mereka tak bisa ditemukan
dalam kalimat-kalimatnya, namun diantara kalimat-kalimat
tersebut tersisip maksud- maksud busuk mereka.

{Marxisme sebagai penghancur kebudayaan}


Bagiku ini merupakan masa pergolakan batin yang terbesar
dan harus aku lalui. Aku berhenti menjadi lelaki kosmopolitan
yang berpikiran beku dan memilih untuk menjadi seorang anti
Semit fanatik!
Lebih lagi -dan ini pada saat terakhir- pemikiran yang
menekan dan menakutkan menyambangi diriku dalam
kemarahan yang mendalam. Ketika dalam waktu yang cukup
lama dalam sejarah umat manusia, aku mencermati aktivitas
Volk Yahudi. Tiba-tiba muncul dari dalam diriku pertanyaanpertanyaan menakutkan tentang : apakah takdir yang tak
dapat di duga atau jawaban yang tidak diketahui bagi kita
sebagai mahluk yang hina? Dengan penyelesaian yang
mumpuni dan abadi yang menginginkan kemenangan akhir
bagi bangsa kecil ini? Apakah mungkin bahwa dunia ini
dijanjikan sebagai hadiah bagi bangsa Yahudi yang hanya
boleh hidup dibumi ini saja? Apakah kita tak memiliki hak
objektif untuk berjuang demi mempertahankan diri atau hal
ini dibenarkan secara subjektif di dalam diri kita saja?
Ketika aku menyelami lebih dalam kepada ajaran Marxisme
dan dalam ketenangan yang jelas memikirkan pula perilaku
Yahudi dan takdir memberikanku sebuah jawabannya : Bahwa
doktrin Marxisme-Yahudi menolak setiap prinsip-prinsip
aristokratik tentang alam dan menggantinya dengan hak-hak
khusus abadi yang bersangkutan dengan kekuatan dan kuasa

atas jumlah massa dan mati mereka!.


Dengan itu pula menyangkal nilai kepribadian pada diri
manusia, menantang pentingnya Volkstum dan ras dan
dengan itu pula menarik diri dari kemanusiaan dasar
pemikiran keberadaan serta budayanya. Sebagai dasar alam
semesta, doktrin ini akan mengakhiri aturan yang dianggap
cerdas bagi manusia. Dan dalam kemeranaan makhluk ini,
hasil dari penerapan hukum seperti itu hanya akan
menghasilkan kehancuran bagi penghuni bumi.
Jika hanya dengan bantuan keyakinan moral marxis, Volk
Yahudi akan mengungguli manusia-manusia lain di dunia ini
dan mahkotanya adalah rangkaian bunga untuk pemakaman
bagi seluruh umat manusia. Dan planet ini seperti pernah
terjadi ribuan tahun lalu akan bergerak menuju ketiadaan
manusia kembali!
Kekekalan alamiah tak dapat di tawar-tawar lagi untuk
membalas dendam dengan melanggar perintahnya. Sampai
sekarang aku percaya bahwa aku bertindak sesuai dengan
keinginan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Dengan membela
bangsa dengan melawan Yahudi, aku sedang bertarung untuk
pekerjaan Tuhan!

Anotasi ilmiah:
1. Phaaken
Phaaken merupakan masyarakat legendaris yang disebutkan
dalam karya Homer, Odyssey. Mereka hidup di sebuah pulau
di Mediterania timur yang diperkirakan bernama Corcyra dan
sekarang bernama Corfu. Mereka santai dan malas, sehingga
kata Phaecian berarti benalu/parasit.
2. Weltanschauung
Weltanschauung sengaja dibiarkan dalam bahasa Jerman
namun padanan kata yang cocok secara harafiah adalah
Pandangan kepada dunia atau filsafat. Menerjemahkannya
dengan istilah filsafat ke dalam bahasa Indonesia dirasa tidak
cocok karena filsafat dalam bahasa Jerman adalah Philosophie
bukan Weltanschauung. Istilah ini di Jerman berarti satu
sistem ide yang terhubung satu sama lain dalam suatu unit
organisme-ide kehidupan manusia, nilai-nilai manusia, nilai
budaya dan agama, filsafat, politik, ekonomi, budaya,
lingkungan hidup, moral, pendidikan anak dan bisa juga
dianggap sebagai pandangan totaliter keberadaan manusia
dan hubungannya dengan alam semesta.
Istilah Weltanschauung menjelaskan bagaimana dunia
berfungsi dan berstruktur serta perkembangan elemen-elemen
tersebut. Weltanschauung juga mengandung nilai etika.

Weltanschauung menanyakan pertanyaan seperti berikut:

Apakah kebenaran?

Bagaimanakah sifat dunia?

Apakah manusia? Imaji apa yang kita miliki?

Apa yang terjadi setelah kematian?

Kenapa mungkin untuk mengetahui sesuatu?

Darimana kita tahu benar atau salah?

Apakah tujuan sejarah manusia?

ApakahTuhanada?

Apakah manusia memiliki keinginan bebas?

Contoh-contoh Weltanschauung:

Ilmu pengetahuan alam

Ateisme

Agnostisime

Deisme

Eksistensialisme

Materialisme

Naturalisme

Nasionalsosialisme (Nazi)

New Age

Nihilisme

Panteisme

Postmodernisme

Theisme Skeptisisme

Namun istilah Weltanschauung yang akan banyak dijumpai


dalam buku ini merupakan penyusunan nilai filsafat Nazi yang
berdasarkan rasisme dan hipotesa sosial Darwinisme.
3. Sosial Demokrasi
Sosial Demokrasi di sini berarti partai Sosialis di Jerman
dan partai tersebut murni Marxist, namun mengambil nama
Sosial Demokrasi untuk memikat rakyat Jerman yang
menganut paham demokrasi.
4. Babel
Babel adalah menara tertinggi yang dibangun di kerajaan
Babilon dan dimaksudkan untuk mencapai surga namun gagal
dan berakhir dengan kekacauan, Babel dalam bab ini juga
berarti sesuatu yang tidak mungkin.
5. Anschluss
Istilah Jerman Anschluss seingkali dihubungkan dengan
kejadian politis Anschluss Osterreichs, berarti masuknya
Austria ke dalam Jerman raya tahun 1938. Ini merupakan
kebalikan dari Ausschluss (pemisahan), yang berarti pendirian
kekaisaran Jerman tahun 1871 tanpa Austria karena Bismarck
takut akan kekuatan elite politis Austria. Kata Anschluss
padanannya bisa berarti aneksasi namun aneksasi selalu
diiringi aksi militer dimana dalam kasus ini aksi militer yang

ada tidaklah berdarah. Anschluss juga dekat artinya dengan


Vereinigung, yang menjadi dasar kata dalam bahasa Jerman
Wiedervereinigung (reunifikasi) ketika penyatuan Jerman
Barat dan Timur, namun tidak tepat mengatakan penyatuan
Jerman sebagai Anschluss. Anschluss juga bisa berarti
hubungan atau tempelan.
Austria yang terpisah dari Jerman kemudian membentuk
monarki Austria-Hungaria, berusaha menyatukan berbagai
macam etnik. Tahun 1918 Austria-Hungaria runtuh sehingga
etnik Jerman di Austria beharap agar bisa bergabung ke dalam
Jerman. Namun perjanjian Versailles tahun 1919 secara tegas
melarang penyatuan Austria dengan Jerman, takut akan
kekuatan Jerman bersatu. Tahun 1938 Hitler
mengkonsolidasikan kekuatannya di Jerman dan dengan
kekuatan politik menekan Austria agar menurut pada Jerman
yang tentunya akan berujung pada penyatuan Austria pada
Jerman. Namun tak semua elemen di Austria ingin bergabung
dengan Jerman, komunis dan sosialis menentang pengaruh
Jerman. Hitler pun mengancam Austria dengan kekuatan
militer atau menerima pemindahan kekuasaan kepada
Jerman. Perdana Menteri Austria yang tak berdaya akhirnya
menyerahkan kekuasan kepada Jerman dengan tujuan
menghindari pertumpahan darah.
Pada tanggal 11 Maret 1938 bendera Jerman berkibar di Wina.
Pada hari yang sama pula prajurit Jerman menguasai seluruh

instansi vital di Wina.


Pagi hari tanggal 12 Maret prajurit Jerman melintasi
perbatasan Austria dan tidak menemui perlawanan sedikitpun
malahan warga Austria menyambut hangat dan 200 ribu
warga Austria menyambut Hitler di Heldenplatz dimana
tanggal 14 Maret Hitler mengumumkan Anschluss. Austria
menjadi provinsi Ostmark. Setelah Anschluss ribuan oposisi,
Yahudi, Sosial demokrat dan komunis ditangkapi dan dikirim
ke kamp konsentrasi. Interpretasi Anschluss sendiri bervariasi
di kalangan rakyat Austria sampai kini, ada yang menganggap
itu keinginan rakyat Austria namun ada juga yang berpendapat
bahwa semuanya terjadi karena todongan senjata.
Austria tetap menjadi bagian Jerman sampai perang berakhir
tahun 1945.
6. Proletariat
Proletariat adalah istilah Marxisme yang berarti buruh.
7. Bohemian
Bohemian adalah penduduk yang tinggal di daerah Bohemia,
Republik Ceko. Arti kedua adalah sebuah kata yang muncul di
Perancis akhir abad 19 yang merujuk pada sekelompok
seniman, penulis dan orang-orang eksentrik yang tak ingin
hidup normal.
8. Dadaisme
Dadaisme atau Dada adalah pergerakan budaya sesudah

Perang Dunia ke I dalam seni visual juga dalam sastra


(khususnya puisi), teater dan desain grafis. Dadaisme adalah
protes terhadap kegansan Perang Dunia ke I juga pada
kekakuan intelekualitas pada masyarakat dan seni seharihari.
Ketidak masuk akalan dan penolakan standar seni merupakan
sifat Dada. Surealisme dapat dikatakan terpengaruh oleh
Dadaisme.
9. Reichstag
Istilah Reichstag berarti parlemen. Namun sekarang dalam
pemerintahan Jerman yang terdiri dari berbagai level federal
ada juga istilah Bundestag, Landtag dll.
Reichstag sebagai parlemen Jerman. Tahun 1919 pada
Republik Weimar, Reichskanzler (Kanselir, kepala
pemerintahan) dipilih dan bertanggung jawab pada Reichstag,
yang dipilih langsung oleh rakyat.
10. Zionis
Zionisme adalah pergerakan politik Yahudi yang berpendapat
bahwa bangsa Yahudi terdiri dari satu bangsa dan berhak
untuk memiliki tanah air. Secara resmi Zionisme didirikan
tahun 1897. Pada tahun 1917 Zionisme memfokuskan
pejuangannya untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina.

11. Goethe
Johann Wolfgang von Goethe (28 Augustus 1749 - 22 Maret
1832) merupakan sastrawan, politisi, humanis, ilmuwan dan
filsuf Jerman terkenal. Sebagai penulis yang brilian Goethe
menjadi figur yang sangat terkenal di dunia sastra Jerman.
Goethe pernah ambil bagian dalam perang melawan
Perancis, belajar menjadi pengacara dan memimpin
teater.

BAB III
PERTIMBANGAN POLITIS
BERDASARKAN
PERSINGGAHAN HIDUP DI WINA

Secara umum terlepas dari memiliki bakat yang luar biasa atau
tidak, aku harus meyakinkan bahwa seseorang jangan dulu
terlibat dalam aktivitas dunia politik sebelum berusia
tigapuluh tahun. Jangan pernah dilakukan, karena sampai saat
ini lazimnya dunia politik wajib membuat sebuah platform
sebagai dasar dimana dia akan didorong maju untuk
mencermati berbagai macam masalah politik yang akan turut
menentukan pendapat politisnya kemudian hari. Hanya
setelah dia mendapatkan Weltanschauung dasar dan
keteguhan pandangannya atas masalah- masalah khusus pada
masa itu, setidaknya dia sudah cukup dewasa untuk
dibenarkan dalam mengambil kepemimpinan politis di
masyarakat. Kalau tidak, dia akan berisiko merubah
pandangan-pandangan awalnya yang semula. Suatu masalah
yang dianggap penting dan berseberangan dengan
pengetahuan dan pemahamannya, dia akan bergantung pada
suatu pandangan dengan keyakinan dan alasan yang
sebenarnya sejak dulu dia hindari.

Dalam kasus pertama, secara pribadi ini merupakan hal yang


paling memalukan baginya karena dengan kebimbangannya
itu dia tidak dapat dibenarkan untuk menerima kepercayaan
pengikutnya untuk bisa mengikuti dirinya. Bagi pengikutnya
yang dipimpin oleh kebingungan sikap seorang pemimpin
berarti kebingungan bagi pengikutnya pula, karena tak jarang
perasaan rendah diri akan hinggap pada pemimpin yang
berseberangan keyakinan dengan pengikutnya. Dalam kasus
kedua, ada sesuatu yang khususnya sekarang sering kita
hadapi yaitu dalam mengukur seorang pemimpin ketika
berhenti untuk meyakini dan mepercayai pada apa yang dia
sendiri pernah katakan. Argumennya akan menjadi dangkal
dan datar, namun dia akan tetap mencoba untuk
memperbaikinya dengan cara-cara yang otoriter.
{Sang Politisi}
Sementara ketika dia sendiri menyerah untuk
memperjuangkan secara serius landasan politisnya (seorang
laki-laki tidak akan bertarung untuk sesuatu yang dia sendiri
tidak percayai), tuntutan kepada pendukungnya akan menjadi
lebih mengada-ada dan memalukan sampai akhirnya dia
mengorbankan kepemimpinannya sendiri dan berubah
menjadi seorang politisi kacangan dalam kata lain, laki-laki
yang keyakinan utamanya dilandasi keragu-raguan yang
dikombinasikan dengan kecurangan dan seni berbohong,
seringkali akan berujung kepada aib yang amat sangat

memalukan baginya.
Jika ada orang-orang yang tidak layak memimpin dimana
orang tersebut masuk menjadi anggota parlemen, kita akan
langsung menyadari bahwa esensi perjuangan politiknya
hanya akan berupa perjuangan untuk memperkaya diri dan
keluarganya. Semakin istri dan anaknya terus bergantung pada
perjuangan heroik-nya dalam parlemen, akan semakin ngotot
pula dia mempertahankan kursi jabatannya. Ini hanya akan
membuat setiap pemimpin lain sebagai musuh pribadinya
yang
memakai strategi politik gerakan baru, akan mencium bahwa
karir politiknya segera akan mulai berakhir. Di berhadapan
dengan laki-laki yang berpengaruh cukup besar dalam
politik, maka bahaya akan segera mengacaukan dirinya.
Aku tak akan mengatakan apapun lagi bagi kutu busuk
parlemen ini. Bahkan seseorang yang sudah berusia tiga puluh
tahun pun harus banyak belajar lagi selama hidupnya, karena
ini akan menjadi bahan pelengkap dan pengisi dalam kerangka
pikiran yang telah tersedia dari Weltanschauung yang dia
miliki. Ketika dia sedang belajar, proses belajarnya itu bukan
sebagai perbaikan prinsip-prinsip umum, namun studi
pelengkap tersebut akan membuat pendukungnya tak akan
merasa terpaksa atas perintah kepemimpinannya, tapi
sebaliknya pertumbuhan organik pemikiran yang terlihat dari
seorang pemimpin akan memberi pengikutnya kepuasan.

karena ketika dia sedang belajar, dia akan semakin mendalami


filsafat dan psikologi massa pengikutnya tersebut. Di mata
mereka hal ini akan menjadi bukti akan tepatnya sebuah
pandangan yang mereka miliki selama ini.
{Pemikiran Politik}
Seorang pemimpin yang meninggalkan platform dari
Weltanschauung, pada umumnya dia harus siap untuk
menerima akibatnya. Karena dia telah menganggapnya sebagai
sebuah pandangan palsu, maka dia cukup hanya bertindak
dengan kewajaran dalam menganalisa kesalahan-kesalahan
pandangan sebelumnya. Dalam hal tersebut, setidaknya dia
sudah dinyatakan mundur dari aktivitas politik yang
melibatkan banyak publik.
Karena dalam masalah pengetahuan dasar saja dia pernah
membuat kesalahan, ada kemungkinan hal ini akan terjadi lagi
untuk ke dua kalinya. Dia tak memiliki hak lagi untuk terus
mengklaim, apalagi menuntut kepercayaan dari pengikutnya
dalam waktu kapanpun. Akan begitu kecilnya rasa hormat
rakyat terhadap kelayakan memimpin seperti itu. Jika
dibutuhkan kembali dalam kemampuannya memimpin karena
terjadi kemerosotan hidup rakyat jelata, dia akan merasa
dibenarkan kembali untuk bisa terjun ke politik.
Sedikit sekali orang yang pantas untuk itu. Aku akan dengan

hati-hati untuk menghindari penampilan yang berlebihan di


depan publik, walaupun aku telah mempelajari dan menguasai
politik lebih dalam daripada orang lain. Hanya pada kelompok
tertindaslah yang bisa menggerakanku atau menarik
perhatianku, maka aku akan mengungkapkan hal-hal yang
serius. Berbicara dalam kelompok tertindas ini akan banyak
memberikan kelebihan : aku belajar untuk bisa sedikit bicara
namun akan mengetahui orang-orang itu dari pendapatpendapatnya dan keberatan- keberatan mereka yang
kadangkala begitu sembarangan dan primitif.
Lalu aku melatih diri sendiri dengan tanpa menghilangkan
waktu dan kegiatan untuk kelanjutan pendidikanku. Sudah
pasti bahwa tak akan ada tempat lain lagi di Jerman yang
mampu menawarkan kesempatan baik untuk belajar seperti
Wina. Pemikiran politik umum yang aku pelajari di kota
monarki Donau ini semakin lama semakin luas dan lebih
lengkap dibandingkan di Jerman pada periode yang sama.
Kecuali sebagian dikota Prussia, Hamburg, dan pantai laut
utara.
{Perjuangan terakhir di Wina}
Dalam hal ini sudah kupahami bahwa hidup di bawah arahan
kuasa Austria yang merupakan bagian dari kekaisaran
Habsburg dan pemukiman Jerman yang tak hanya bersejarah
karena telah turut membentuk negara ini, namun lebih
disebabkan karena semangat penduduknya yang secara

istimewa telah mendemonstrasikan kekuatan yang selama


berabad-abad begitu raksasa dalam hal politik, kehidupan dan
kebudayaannya. Seiring berjalannya waktu, keberadaan dan
masa depan negara ini akan semakin tergantung pada
bertahannya Kekaisaran.
Jika wilayah bawahan merupakan sebuah jantung, dan
Kekaisaran terus menerus memompakan darah segar pada
sistem peredaran kehidupan budaya dan politik, maka kota
Wina merupakan otaknya. Dilihat dari penampilan luarnya
saja, Wina akan menjadi kota ini sebagai pusat kekuasaan dan
untuk tetap berkuasa sebagai ratu pemersatu di tengah-tengah
Volk seperti ini. Juga jika dilihat dari pancaran keindahan kota
ini, sejenak akan membuat kita untuk melupakan kejadiankejadian buruk kekuasaan masa lampau dalam strukturnya
secara keseluruhan.
Kekaisaran mungkin akan bergetar dan terguncang ketika
sedang berada ditengah- tengah pertempuran berdarah yang
sedang terjadi dari berbagai macam bangsa, namun bagi orang
asing khususnya Jerman, hanya akan melihatnya sebagai
roman yang menyenangkan dan indah dari kota ini.
Penipuannya tampak begitu besar, sehingga Wina pada masa
itu tampak terlihat seperti apa yang di sebut sebagai kota
kebangkitan terakhir dan terbesar. Di bawah kepemimpinan
walikota yang berkharismatik, tempat tinggal para Kaisar dari
rezim terdahulu, dan patut untuk dimuliakan akan bangkit

kembali menuju masa lalu yang mengagumkan. Orang- orang


terbaik Jerman yang lahir sebagai kelompok masyarakat yang
menduduki Ostmark tak secara otomatis bisa menjadi
negarawan, namun sebagai Walikota Wina, ibukota dan
tempat tinggal kekaisaran ini bisa dimungkinkan.
A

Dr. Lueger1 telah meraih sebuah prestasi yang lebih baik dari
sebelumnya. Kita bisa menyebutnya dalam setiap bidang
ekonomi dan politik kota praja, maka dari itu akan
memperkuat jantung keseluruhan kekaisaran dan secara tidak
langsung bisa menjadi negarawan yang lebih besar dari apa
yang disebut dengan diplomat pada masa itu. Jika
percampuran Volk yang disebut Austria pada akhirnya
kemudian pasti hancur, setidaknya hal ini tidak akan
mengurangi kemampuan politis orang- orang Jerman di
Ostmark lama, namun merupakan sebuah hasil langsung dari
ketidakmampuan mereka dalam memelihara sebuah negara
yang berpenduduk lima puluh juta jiwa dari berbagai macam
kebangsaan secara permanen, hanya karena oleh sebagian
keinginan dari sepuluh juta rakyat. Kecuali ada prasyarat
tertentu telah disepakati.
{Pseudo Jerman orang Austria}
Pikiran-pikiran Jerman- Austria lebih dari sekedar pikiranpikiran yang Agung. Pikiranpikiran Jerman-Austria telah
dibiasakan untuk tinggal dalam sebuah kekaisaran besar dan

tak pernah akan kehilangan arah. Jerman-Austria adalah satusatunya kekaisaran di negeri ini yang bisa melampaui
perbatasan yang sempit dari tanah-tanah tinggi dan masih bisa
memandang perbatasan Reich yang paling jauh. Tentu saja
ketika pada akhirnya takdir harus memisahkan pikiran-pikiran
dari tanah air-nya ini bersama-sama. Namun dia akan tetap
berusaha melakukan tugas besar ini dan menjaga rakyat
Jerman dari apa yang pernah leluhurnya telah ambil di timur
dalam perjuangan yang tanpa henti. Dalam hubungan ini
harus diingat bahwa hal tersebut harus dilakukan dengan
energi yang terbagi. Bagi hati dan ingatan dari yang terbaik tak
akan pernah berhenti untuk merasakan tanah air yang sama
dan hanya dari yang tersisa sebagai kampung halaman.
Masa depan Jerman-Austria sangat luas dan besar. Hubungan
ekonominya seringkali menanggung keseluruhan ekonomi
kekaisaran yang memiliki berbagai macam bentuk keinginan.
Hampir semua perusahaan bisnis besar berada di tangannya;
pegawai dan petugas sebagian besar disediakan oleh
kekaisaran. Jerman-Austria juga bertanggung jawab atas
perdagangan luar negeri sejauh Yahudi tidak menguasai hal
ini, dimana mereka selalu menguasainya sendirian.
Secara politis, Jerman-Austria telah mengikat seluruh
kepentingan dalam negeri. Militer saja telah membawanya
jauh melebihi perbatasan tanah air. Rekrutmen pasukan
JermanAustria bisa turut serta dalam resimen Jerman, namun

resimen itu sendiri harus bisa ditempatkan di daerah


Herzegovina, Wina atau Galicia. Korps perwira tetaplah orang
Jerman, juga pada perwira tinggi lainnya. Akhirnya seni dan
ilmu pengetahuan dari Jerman yang terlepas dari
perkembangan artistik sampah dimana sebuah Volk Negro
mungkin bisa hasilkan, tapi Jerman sendiri sudah memiliki
dan menyebarkan sikap-sikap yang artistik.
Dalam seni musik, arsitektur, pahatan dan lukisan, Wina
adalah sumber inspirasi yang menyebar ke keseluruhan
monarki dua negara ini dengan jumlah yang tak terhitung dan
tanpa henti. Akhirnya, orang Jerman akan mengarahkan
seluruh kebijakan luar negerinya jika kita bisa menyingkirkan
beberapa orang Hungaria. Namun segala cara untuk menjaga
kekaisaran ini ternyata sia-sia karena kurangnya dasar-dasar
pemikiran utama. Bagi Volk Austria yang memiliki banyak
kebangsaan hanya ada satu kemungkinan untuk bisa
mengimbangi kekuatan negaranegara lainnya secara mandiri,
dengan cara memerintah negara secara terpusat atau
mengorganisasikannya pada jalur yang berbeda atau sama
sekali sulit untuk dipahami.
Pada saat-saat yang cerah, pemahaman ini akan mengkerucut
pada kekuatan utama. Namun sebagai sebuah aturan, hal ini
akan dilupakan begitu saja atau ditunda karena memang sulit
untuk dilaksanakan. Setiap pemikiran untuk sebuah organisasi
federatif dari kekaisaran tentu akan gagal karena kurangnya

kekuatan inisiatif politik. Ditambah lagi dengan kondisi


internal dari negara Austria yang secara esensial dan
substansif jauh berbeda dengan Kekaisaran Jerman-nya Otto
Von Bismarck. Di Jerman juga ada masalah dalam mengatasi
kondisi politis, karena selalu dilandasi oleh pondasi budaya
yang sama. Diatas segalanya, Reich kecuali pada segelintir
orang, hanya memiliki satu Volk. Di Austria masalahnya
adalah kebalikan hal di atas.
Di provinsi-provinsi ini sendiri -kecuali Hungaria- dengan
kurangnya ingatan politis akan kebesaran mereka, kini telah
terhapus oleh waktu atau setidaknya kabur dan tak jelas
jejaknya. Pada periode dimana prinsip-prinsip nasionalisme
sedang berkembang, bagaimanapun juga seluruh kekuatan
volkisch akan bangkit dari berbagai provinsi. Untuk bisa
mengatasi mereka akan lebih sulit karena pada daerah pinggir
di negara monarki nasional tersebut mulai berkembang dari
segi populasi, secara rasial sama atau terhubung dengan
segelintir orang Austria. Sekarang Jerman-Austria mulai
mampu untuk memiliki kekuatan dan menarik perhatian
dunia daripada kebalikannya.
{Kekuatan sentrifugal Volk Austria}
Bahkan Wina sendiri tak akan bisa menahan laju perjuangan
ini untuk selamanya. Dengan berkembangnya Budapest
menjadi kota besar, untuk pertama kali Volk Austria mendapat

saingan yang tugasnya tidak hanya mengikat keseluruhan


monarki bersama-sama, namun untuk memperkuat
bagiannya. Dalam waktu yang singkat kota Praha akan
mengikuti contoh ini lalu disusul oleh Lemberg, Laibach, dan
lain-lain. Dengan bangkitnya kota-kota bekas provinsi ini
menjadi ibukota dari provinsi secara tersendiri, kota-kota akan
berpusat pada pembentukan kurang lebih kehidupan
kebudayaan yang tersendiri pula di provinsi-provinsi ini. Lalu
kemudian naluri politik volkisch mendapatkan kedalaman
pengalaman dan pondasi spiritual. Waktunya kini sudah tiba
bagi kekuatan dinamis dari rakyat-rakyat tersendiri ini yang
akan menjadi pembonceng kekuatan bagi kepentingan umum,
dan itulah akhir dari Austria.
Sejak kematian Joseph II arah perkembangan ini masih dapat
dilihat. Kecepatanya tergantung pada serangkaian faktorfaktor yang sebagian berada pada posisi monarki itu sendiri
dalam kebijakan luar negeri. Jika perjuangan untuk menjaga
negeri ini akan dilakukan dengan segera maka hanya
kebijakan sentralisasi yang totaliter dan terus menerus-lah
yang akan membawanya kepada sebuah tujuan. Pertamatama perpaduan prinsip harus ditekankan pada penetapan
satu bahasa resmi yang seragam dan kedua, pemerintahan
harus diberikan kewenangan untuk menerapkan teknis
penting, dimana tanpanya suatu negara persatuan tak bisa
berdiri. Demikan juga kesadaran negara persatuan hanya bisa

dikembangkan pada waktu tertentu oleh sekolah-sekolah dan


pendidikan.
{Kelanjutan dari perbedaan berdarah}
Ini dikerjakan tidak mudah hanya dalam waktu sepuluh atau
dua puluh tahun, tentu saja selama berabad-abad karena
dalam masalah kolonisasi, ketahanan lebih penting daripada
energi sesaat. Sudah harus disepakati pula bahwa
pemerintahan, juga arahan politik harus terus dilakukan
dengan keseragaman yang ketat. Bagiku merupakan sebuah
pelajaran kenapa hal ini tidak bisa terjadi atau bahkan kenapa
hal ini tidak bisa dilakukan.
Dia yang telah bersalah atas kelalaiannya sendiri patut
dipersalahkan atas jatuhnya kekaisaran. Austria lama akan
lebih kuat dari negara-negara lain, tergantung kepada
kebesaran pemimpinnya. Pondasinya kekuatannya akan tetap
cukup bagi negara nasional dimana basis nasionalnya selalu
memiliki kekuatan untuk terus bertahan hidup dengan tanpa
menghiraukan ketidaksempurnaan kepemimpinannya.
Volksstaat yang homogen tak mampu bertahan karena
kebajikan rakyatnya secara alamiah akan memperkuat
perlawanan musuh dan kadang tak mampu bertahan dalam
waktu cukup lama dan pemerintahan atau kepemimpinan
menjadi buruk dan terpecah-pecah. Pada waktu seperti itu

tampaknya tak ada lagi kehidupan pada tubuh itu, seolah-olah


mati atau habis namun pada suatu hari yang cerah dan
bergairah, mayat-mayat tersebut tiba-tiba bangkit dan
mengejutkan seluruh umat manusia dengan kekuatannya yang
tak pernah habis!
Sangat berbeda tentunya dengan kekaisaran yang tak terdiri
dari Volk yang sama, yang dipersatukan bukan oleh darah dan
ras yang sama namun oleh kekuatan bersama. Dalam hal ini
kelemahan kepemimpinan tidak akan menyebabkan negara
melenyap, namun akan membangkitkan naluri-naluri
tersendiri yang diwakili oleh darah dan ras yang sama, dan tak
dapat berkembang lagi ketika ada keinginan yang paling
dominan. Hanya dengan pendidikan umum selama berabadabad lamanya, dengan tradisi yang seluruhnya sama dan
kepentingan yang sama maka bahaya ini dapat dihindarkan.
Maka semakin muda formasi sebuah negara, rakyat akan
semakin bergantung hanya pada kebesaran kepemimpinan
mereka saja. Jika mereka adalah hasil bentukan dari prajurit
yang hebat atau pahlawan spiritual, mereka seringkali akan
runtuh dengan cepat setelah kematian pendirinya yang agung
itu!
{Joseph II}
Namun setelah berabad-abad lamanya bahaya ini tidak dapat
ditanggulangi, mereka hanya bisa bersembunyi. Seringkali

mereka terbangun ketika kelemahan kepemimpinan dan


kekuatan pendidikan umum serta tradisi-tradisi yang maha
mulia itu tak bisa menahan keinginan utama suku-suku
mereka sendiri. Dengan tidak memahami akan hal ini, bahaya
ini merupakan kesalahan tragis dari wangsa Habsburg. Karena
hanya ada satu dari mereka dan takdir sekali lagi sedang
menaikan tinggi-tinggi obor masa depan negerinya lalu akan
mati selama-lamanya.
Joseph II, seorang Kaisar Romawi bangsa Jerman melihat
dengan penuh ketakutan dan gentar akan kehancuran wangsa
Habsburg ini terpaksa berada di lingkaran terluar kekaisaran,
karena suatu hari dia pun akan musnah dalam kebingungan
Volker Babylon2. Kecuali pada saatsaat yang genting itulah
kelalaian pendirinya bisa diperbaiki. Dengan kekuatan
manusia super, dengan melawan kelalaian leluhurnya akan
mencoba dengan keras untuk bisa mengembalikan apa yang
telah gagal untuk bisa diraih dalam satu dekade.
Jika dia hanya mendapatkan empat puluh tahun untuk
kerjanya, dan jika setelah dua generasi dia melanjutkan apa
yang pernah dia mulai maka suatu keajaiban akan dicapai.
Namun ketika setelah hampir sepuluh tahun didalam
singgasananya dengan sepenuh jiwa dan raga, dia akhirnya
tewas. Hasil kerjanya selama ini akan ikut tenggelam menuju
kuburannya dan tak akan bangkit lagi. Dia pun tidur nyenyak
untuk selamanya dalam ruangan bawah tanah biara nan

megah! Para penerusnya juga ternyata sama tragisnya dalam


tugas ini; dalam pemikiran ataupun dalam keinginan. Ketika
petir revolusioner pertama dari era baru menyambar seluruh
Eropa, Austria juga mulai terkena sedikit demi sedikit percikan
apinya. Namun ketika apinya mulai membakar, apinya itu
dikipaskan bukan oleh penyebab umum politik, namun oleh
kekuatan dinamis dari asal muasal volkisch ini.
{Bubarnya Monarki Donau}
Revolusi 1848 mungkin merupakan peristiwa perjuangan kelas
yang terjadi di mana- mana, namun di Austria itu merupakan
suatu permulaan sengketa rasial. Dengan melupakan atau
tidak mengenali penyebab ini dan menaruh diri mereka sendiri
dalam kebangkitan revolusioner, rakyat Jerman sudah
memilih takdir sejarahnya sendiri. Mereka membantu
membangkitkan semangat Demokrasi Barat yang dalam
waktu singkat menyingkirkan dasardasar keberadaan mereka
sendiri.
Dengan berbentuk formasi badan perwakilan parlemen
dengan tanpa memiliki pendirian akan pentingnya
pengkristalan bahasa negara, batu pondasi telah diletakan bagi
akhir dominasi Jerman dari monarki. Dari saat ini arah negara
sendiri telah tersesat. Kelanjutannya adalah keruntuhan
sejarah Reich! Mengikuti proses pembubaran ini akan terasa
menyakitkan daripada banyak mengandung hikmah.
Pelaksanaan hukuman sejarah ini dilakukan dalam ribuan

bentuk. Fakta bahwa sebagian besar rakyat bergerak dengan


butanya melalui manifestasi kebusukan, menunjukan bahwa
dewa-dewa telah menginginkan kehancuran Austria. Aku tak
ingin tersesat pada poin ini, karena itu bukan tujuan buku ini.
Aku akan menyerukan untuk mengadakan pencermatan yang
menyeluruh ini pada kejadian-kejadian yang tak akan bisa
merubah penyebab runtuhnya Volkern dan negara-negara, lalu
mendapatkan kepentingannya bagi masa kita tentunya akan
berpokok pada pengokohan dasar-dasar pemikiran politisku.
Kepala institusi tersebut yang telah dengan jelas menampakan
erosi monarki Austria, bahkan borjuis yang berpandangan
tajam sekalipun adalah seseorang yang memiliki kekuatan
terkuat di Parlemen atau jika di Austria disebut dengan
Reichsrat3.
{Parlementarianisme}
Jelas sekali contoh badan ini diambil dari Inggris, suatu tanah
demokrasi klasik.
Dari sana seluruh institusinya diambil dan di transfer tanpa
perubahan yang mendasar untuk dipakai di Wina. Sistem dua
kamar Inggris dengan sungguh- sungguh dibangkitkan dalam
Abgeordnetenhaus4 dan Herrenhaus5. Walaupun kamarkamar itu sendiri benar-benar berbeda. Ketika Barry
mendirikan gedung parlemen dari sungai Thames dia
mendorong sejarah kerajaan Inggris, dan dari sana dia

mengambil dua belas ribu lampu, para penghibur dan


tiangtiang dari gedung besar ini. Maka dalam patung dan
lukisan mereka House of Lords6 dan House of Commons7
menjadi tempat terkenal secara nasional.
Ini merupakan kesulitan pertama bagi Wina. Ketika Hansen,
seorang arsitek asal Denmark telah menyelesaikan bagian
terakhirnya dari gedung marmer parlemen, tak ada apapun
yang bisa dia gunakan sebagai dekorasi kecuali dari pinjaman
barang- barang antik. Negarawan dan filsuf Romawi serta
Yunani yang sekarang menghiasi gedung opera demokrasi
barat dengan simbol ironi quadriga8 yang terbang dari satu
tempat ke tempat lainnya dalam empat arah di atas dua
kamar, dalam hal ini akan memberikan kesan luar biasa
mengenai aktivitas di dalam gedung itu sendiri.
Para nasionalis telah mem-veto pengagungan sejarah Austria
dalam karya ini sebagai sebuah penghinaan dan provokasi.
Seperti halnya Reich sendiri berada di antara petir
pertempuran Perang Dunia, sehingga mereka berani untuk
mendedikasikan gedung Reichtsag karya Wallot dengan
sebuah tulisan bagi Volk Jerman!
Ketika belum genap usia dua puluh tahun aku sudah
menjejakan kaki untuk pertama kalinya di gedung yang
mengagumkan itu di Franzensring ketika menghadiri sidang
Kamar untuk utusan kota sebagai penonton dan pendengar

dan perasaanku saat itu bergolak. Aku selalu membenci


bentuk-bentuk parlementarisme, namun bukan sebagai
sebuah institusi itu tersendiri. Sebaliknya, sebagai seorang
laki-laki pencinta kebebasan, aku tak dapat membayangkan
kemungkinan lain dari sebuah pemerintahan parlementer ini.
Karena ide-ide tentang kediktatoran dalam pandanganku
terhadap wangsa Habsburg, merupakan sebuah kejahatan
terhadap kebebasan dan segala akal sehat.
Sebagai seorang anak muda, hal kecil yang bisa memberikan
masukan akibat kebiasaan membaca koran secara mendalam
dan serius, tanpa kusadari aku telah terdoktrin akan pemujaan
tertentu terhadap parlemen Inggris. Dan hal ini sangat sulit
aku hilangkan. Keagungan dan keindahan Lower House9 yang
aku puji sedemikian rupa itu (digambarkan dengan penuh
perasaan dalam pers kita) mempengaruhiku dengan sangat
kuat dan hebat. Bisakah Volk memiliki bentuk pemerintahan
mandiri yang lebih agung daripada ini? Namun untuk alasan
ini saja aku adalah seorang musuh bagi parlemen Austria. Aku
merasakan parlemen Austria sebagai model perilaku yang tak
pantas dicontoh oleh siapapun. Dalam hal ini ada beberapa
tambahan bisa dimasukan: Nasib orang Jerman di negara
Austria tergantung oleh posisinya di Reichsrat. Sampai ke
pengenalan dengan hak memilih, orang Jerman pernah
menjadi mayoritas di parlemen walau tidak begitu penting.
Bahkan kondisi ini akan berbahaya khususnya bagi kaum

Sosial Demokrat, dengan sikapnya yang tak bisa dipercaya


dalam memecahkan permasalahan nasional dan selalu
berlawanan dengan kepentingan Jermanisme dalam hal-hal
kritis, bagi orang Jerman dengan tujuan agar tidak
mengasingkan anggota-anggota partai yang berkebangsaan
asing. Bahkan pada masa itu kaum Sosial Demokrat tak bisa
dianggap sebagai partai orang Jerman. Dengan dimulainya
oleh suatu penderitaan umum, superioritas Jerman mengecil
menjadi hanya sederetan angka-angka. Tak ada hambatan lagi
untuk upaya pembersihan pengaruh Jerman dalam negara.
Untuk alasan ini, pada masa itu karena didorong oleh naluri
akan pertahanan nasional telah menyebabkanku tidak
menyukai badan perwakilan ini. Dimana orang Jerman selalu
dikhianati dan bukannya diwakilkan! Namun ada terdapat
kekurangan seperti pada yang lainnya, bukan kepada hal
parlemennya sendiri namun kepada negara Austria.
Aku masih percaya bahwa jika mayoritas orang Jerman bisa di
wakili dalam badan secara representatif, maka tak akan ada
alasan lagi untuk menentang mereka secara prinsipil, selama
negara lama masih tetap ada. Inilah sentimen dasarku ketika
pertama kali aku menjejakan kaki di gedung parlemen dengan
perasaan polos dan sekaligus bergolak. Bagiku, tentunya
perasaanku yang masih polos itu dipengaruhi oleh keindahan
dari gedung mewah nan megah ini. Keajaiban Hellenik10 ada di
tanah Jerman! Dan betapa marahnya aku ketika melihat

sebuah adegan komedi tentang ratapan-ratapan yang ada di


depan mataku dipentaskan disana! Hari-hari pertama sudah
cukup bagiku untuk merangsang berpikir kembali selama
bermingguminggu dan intelektualitasku sudah berada pada
level depresif!
Sejauh anda bisa memahami celotehan mereka, karena
beberapa dari para laki-laki itu tidak berbicara dalam bahasa
Jerman sama sekali, namun berdialek bahasa ibu Slavik.
Sekarang aku berkesempatan untuk mendengar dengan
telingaku sendiri tentang apa yang aku baca di koran-koran
sebelumnya. Mereka adalah sekelompok massa liar yang
menggerakan tangan sambil bicara dalam berbagai gerakan
dan dipimpin oleh seorang paman tua yang terlihat ramah dan
berkeringat untuk membangkitkan keagungan dewan, dengan
membunyikan bel dengan liarnya mereka mencoba menegurku
dengan suara lembut.
Aku tak kuasa untuk menahan tawa. Beberapa minggu
kemudian aku berada di dewan itu kembali. Suasananya kini
telah berubah. Ruangan telah dikosongkan. Di bawah lantai,
mereka semuanya tertidur dengan pulasnya. Beberapa wakil
mereka masih berada di tempatnya yang semula, saling
menguap satu sama lain dan seseorang sedang berbicara.
Seorang wakil presiden dewan telah hadir, dia menatap
ruangan dengan penuh tatapan kebosanan. Perasaan waswasku kembali muncul. Dari sekarang ketika aku mendapat

kesempatan, aku akan kembali dan dengan penuh perhatian


mengamati gambaran suasana yang sedang terjadi. Aku
mendengarkan pidato-pidato mereka yang seolah-olah mereka
itu manusia-manusia cerdas. Aku pelajari wajah-wajah wakil
rakyat yang kurang pintar dari negaranya yang sebentar lagi
akan sengsara ini dan sedikit demi sedikit aku mulai berpikir.
Setahun masa pengamatanku yang damai sentosa ini secara
total telah merubah atau menggantikan pandangan lamaku
tentang sifat institusi ini. Pendapat terdalamku mengatakan
bahwa bukan pada kesalahan bentuk dari ide ini yang diambil
oleh Austria. Tidak! sekarang aku tak bisa menerima apapun
bentuk parlemen seperti itu lagi. Tidak akan pernah!
Sampai saat itu aku telah banyak melihat kemalangan
parlemen Austria dalam kekosongan mayoritas Jerman.
Sekarang aku melihat benih-benih kehancuran sudah berada
di depan seluruh sifat dan inti institusi busuk seperti itu.
Serangkaian pertanyaan kembali muncul dalam diriku ketika
aku mencoba untuk bisa akrab dengan prinsip-prinsip
demokrasi yang berdasarkan hanya pada mayoritas sebagai
inti dasar seluruh institusi ini. Namun sistem parlementer ini
tak memperhatikan sedikitpun tentang nilai-nilai moral dan
intelektual. Seandainya saja ada wakil rakyat yang seharusnya
melayani tujuan-tujuan mulia itu!
Maka dari itu aku mulai mengenali institusi dan wakilnya
sekaligus. Dalam beberapa tahun saja, pengetahuan dan

pandanganku telah membentuk sebuah model plastik dari


fenomena teranggun pada zaman modern ini:
parlementarianisme! Model ini mulai berkesan padaku dalam
bentuknya yang sebelumnya tak berubah sama sekali. Disini
pula pokok visual dari kenyataan praktis untuk mencegahku
agar tidak membeku oleh teori yang pertama kali tampaknya
begitu menggoda bagi kebanyakan orang, namun harus
dianggap sebagai gejalagejala kemerosotan kualitas moral
manusia.
Demokrasi Barat sekarang menjadi salah satu pelopor
Marxisme, yang tanpanya tak akan pernah dipertimbangkan
lagi. Demokrasi telah menyebarkan wabah menular pada
dunia ini dengan budayanya, dimana kuman-kumannya dapat
menyebar dengan begitu gencarnya! Di dalam bentuk paling
terekstrimnya, parlementarianisme telah menciptakan
keanehan kotoran dan api. Sayangnya, api itu tampak telah
habis panas dan cahayanya!
Aku lebih berterimakasih lagi pada takdir untuk bisa
menghadirkan masalah ini di hadapanku ketika aku berada di
Wina, karena aku takut bahwa Jerman pada waktu itu akan
segera menemukan jawabannya dengan mudah. Jika aku
berjumpa pada pertama kalinya dengan institusi aneh yang
bernama parlemen di Berlin, mungkin aku akan berpaling
pada kekeliruan yang berlawanan. Tanpa berniat baik untuk
berpihak pada mereka yang melihat keselamatan Volk dan

Reich dengan secara eksklusif memajukan ide-ide kekaisaran


atau dengan mereka yang aneh dan buta seketika pada waktu
itu dan rakyat terlibat. Di Austria hal ini tidak mungkin terjadi.
Disini sangat sulit untuk berpindah dari satu kesalahan ke
kesalahan lainnya. Jika parlemen tak berguna, wangsa
Habsburg lebih tak berguna lagi atau setidaknya begitu.
Untuk menolak parlementarisme tidaklah cukup, karena
pertanyaannya masih terbuka: "lalu apa selanjutnya?
Penolakan dan penghapusan Reichstaat hanya akan
meninggalkan wangsa Habsburg sebagai penguasa tunggal,
walaupun khususnya bagiku sangat tidak bisa ditolerir lagi.
Kesulitan pada kasus khusus ini telah mengarahkanku menuju
sebuah pemikiran yang lebih luas dari masalah serupa pada
tahun-tahun yang penuh dengan kelembutan ini.
{Tentang masalah tanggung jawab}
Pokok pikiranku yang paling utama adalah absennya rasa
tanggung jawab dalam setiap orang. Parlemen selalu membuat
suatu keputusan dimana akibatnya akan acak-acakan dan tak
ada yang mau bertanggung jawab untuk hal ini. Tak ada yang
bisa untuk dimintai pertanggung jawaban. Kalaulah hal ini
bisa dirubah dengan penerimaan tanggung jawab, bagaimana
jika setelah kehancuran yang amat sangat pemerintah yang
bersalah mundur dan lari dari tanggung jawab? Atau jika
sebuah koalisi berubah maka parlemen itu sendiri akan ikut-

ikutan bubar? Bisakah mayoritas massa mengambang mampu


bertanggung jawab dalam hal apapun? Bukankah ide dasar
tanggung jawab itu harus ada dalam setiap diri individu?
Namun bisakah seorang individu mengarahkan pemerintah
untuk bisa bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya yang
mana persiapan dan pelaksanaannya harus diatur secara
eksklusif pada pertanggung jawaban keinginan demi orang
banyak? Ataukah tugas seorang pemimpin terlihat bukan dari
munculnya ide atau rencana yang kreatif dan brilian seperti itu
namun dalam seni membuat kecerdasan proyeknya terlihat
cerdas bagi sekelompok domba dan orang tolol? Lalu meminta
tanggung jawab dari mereka? Apakah standar ukuran seorang
negarawan bahwa dia harus memiliki seni membujuk setinggi
langit dan kecerdasan politik dalam membentuk kebijakan dan
keputusan besar?
Apakah ketidakmampuan seorang pemimpin ditunjukan
dengan fakta bahwa dia tak sukses memperjuangkan ide
tertentu dari mayoritas atau minoritas sekelompok
gerombolan? Apakah gerombolan ini sudah memahami
sebuah ide sebelum mereka sukses mengumumkan
kebesarannya? Bukankah setiap sikap dari seorang yang jenius
di dunia ini merupakan protes kejeniusan pula terhadap
pengerutan massa? Lalu apakah seorang negarawan yang tak
sukses harus melakukan kebohongan- kebohongan dalam
meraih keinginan gerombolan ini untuk rencananya dengan

pujian? Haruskah dia layak untuk dipercaya? Atau dalam


pandangan kebodohan, rekan senegaranya harus
membatalkan pelaksanaan tugasnya yang telah dia anggap
sebagai kepentingan publik yang vital? Haruskan dia mundur
atau tetap menjabat?
{Penghancuran ide kepemimpinan}
Dalam hal seperti itu, bukankah seorang laki-laki yang
memiliki karakter sejati menemukan dirinya sedang berada
dalam konflik yang sia-sia antara pengetahuan dan
kepantasan? atau bahkan mengorbankan keyakinannya yang
jujur? Dimanakah garis pembatas antara tugas terhadap
masyarakat umum dan tugas terhadap kehormatan pribadi?
Haruskah setiap pemimpin sejati menolak untuk direndahkan
pada level menjadi begundal politik?
Lalu sebaliknya, haruskah setiap begundal-begundal politik itu
merasa dijauhkan dari dunia politik, karena bukannya dia
namun ada beberapa gerombolan yang sulit dilacak yang harus
memikul tanggung jawab? Haruskah prinsip mayoritas
parlemen kita mengarah kepada penghancuran setiap ide
kepemimpinan? Apakah siapapun harus percaya bahwa
kemajuan dunia ini memancar dari pemikiran mayoritas,
bukannya dari otak-otak individu? Atau siapapun yang
mengharapkan bahwa masa depan akan mudah dilepaskan
dengan premis dangkal kebudayaan manusia ini? Apakah

dengan hal-hal tersebut, kebalikannya dengan zaman sekarang


tampak lebih diperlukan?
Dengan menolak kewenangan tiap-tiap individu dan
menggantikannya dengan sejumlah gerombolan sementara
prinsip parlemen atas kekuasaan mayoritas berdosa terhadap
prinsip dasar aristokratis alam, walau harus dikatakan bahwa
pendapat ini tidak selalu mewakili kemerosotan sepuluh ribu
orang yang tinggal di Oberosterreich. Kehancuran yang
disebabkan oleh institusi kekuasaan parlemen modern ini sulit
dibayangkan oleh para pembaca koran Yahudi, kecuali jika
pembaca telah belajar untuk berpikir dan mencermati hal
tersebut secara mandiri. Hal inilah yang pada mulanya dan
pertama kali menyebabkan meluapnya seluruh kehidupan
politik merasa rendah diri dan yang aku maksudkan adalah
karakter yang rendah dari zaman kita.
{Kekuatan kecerdasan}
Layaknya seorang pemimpin sejati dengan menarik diri dari
seluruh aktivitas politik yang tidak hanya terdiri dari prestasi
dan kerja, namun dengan politik dagang sapi dan
tawarmenawar harga demi kepentingan mayoritas. Dalam hal
yang sama, kegiatan ini cocok dan akan berakibat
mengundang pemikiran yang sempit. Semakin kerdil seorang
pedagang sapi saat ini dalam semangat dan kemampuannya,
akan semakin jelas pandangannya membuat dia sadar akan

bentuk samar-samar yang dia potong. Sehingga terlebih lagi


dia akan menyanyi dengan memuji sistem yang tak
menuntutnya untuk memiliki kecerdasan dan kekuatan besar,
namun cukup puas dengan kemampuan seorang walikota desa
dan menyebut hal ini sebagai kebajikan Pericle11.
Jenis yang ini tak harus menyiksa dirinya dengan tanggung
jawab pada tindakannya. Dia sudah terbebas dari ketakutan
seperti itu karena dia tahu apapun hasil kecerobohan
kenegarawanannya. Akhir karirnya telah pasti bahwa suatu
hari nanti dia akan memberikan jabatannya pada orang lain
yang pemikirannya sama besarnya sama dengan dia, karena
inilah ciri-ciri sistem dekaden, dimana jumlah negarawan
besar akan meningkat sama dengan menurunnya tingkat
kualitas individu. Dengan meningkatnya sikap ketergantungan
terhadap suara mayoritas parlemen, jenis ini akan semakin
sedikit karena di satu sisi para pemikirpemikir besar tidak mau
menjadi kaki tangan orang-orang idiot dan pecundang
beromong besar. Di lain pihak, sebaliknya perwakilan
mayoritas karena kebodohan membenci kecerdasan.
Begitulah susunan orang-orang bijak di rumah jagal ini. Selalu
menghibur untuk meyakinkan bahwa rakyat sedang dipimpin
oleh seorang pemimpin dengan tingkat kecerdasan yang sama
seperti sekarang. Ini akan memberikan setiap orang
kenikmatan dan senantiasa bersinar setiap saat dan diatas
segalanya. Jikalau Hinze bisa menjadi penguasa, kenapa harus

mencegah Peter berkuasa juga?


Sebagai informasi, penemuan demokrasi ini sangat erat
dengan kualitas yang pada saat ini tumbuh menjadi aib yang
memalukan. Kekecewaan yang sebagian besar tertuju pada apa
yang disebut dengan kepemimpinan. Keberuntungan apa
yang ingin disembunyikan dalam rok mini ini pada apa yang
disebut dengan mayoritas dalam segala keputusan yang benarbenar dianggap penting. Lihatlah salah satu dari bandit-bandit
politik ini!
Betapa bersemangatnya dia ketika memohon persetujuan
mayoritas, untuk meyakinkan dirinya pada kaki tangan yang
dibutuhkan, sehingga dia bisa melimpahkan tanggung jawab
kapan saja kepada mereka. Ini adalah alasan utama kenapa
jenis kegiatan politik ini selalu terlihat menjijikan dan dibenci
oleh siapapun yang pantas dan pemberani. Karena hanya
dengan menarik karakter-karakter rendahan dan siapapun
yang tidak berkeinginan untuk mengambil tanggung jawab
pribadi terhadap tindakan ini untuk mencari orang lain
sebagai tameng adalah seorang bajingan pengecut!
Ketika pemimpin negara yang terdiri dari makhluk-makhluk
keji seperti itu, hasilnya pasti akan begitu buruk. Negeri
seperti itu tak mampu mengumpulkan keberanian untuk
sebuah tindakan yang pasti, namun hanya akan menerima
ketidakhormatan. Bahkan yang paling memalukan, mengambil

keputusan karena tak ada seorangpun yang siap bersumpah


untuk mengeksekusi pemimpin jenius ini dengan berani. Ada
satu hal yang jangan pernah kita lupakan yaitu dalam hal ini:
mayoritas tak akan pernah bisa mengganti satu orang. Bukan
hanya perwakilan menampi lkan kebodohan, namun juga
kepengecutan!
Tak ada seratus kepala yang kosong melompong mampu
membuat satu orang bijak berani mengambil keputusan heroik
daripada seratus orang pengecut. Semakin sedikit tanggung
jawab pimpinan yang dibuat secara mandiri, akan semakin
banyak mereka yang walaupun sikap mereka dinilai tidak
penting akan terpanggil untuk memberikan kekuatan mereka
dan berjasa bagi negara. Tentu saja mereka tak kuasa untuk
menunggu giliran mereka. Dengan rasa sakit hati dan kesal
hanya menghitung mereka yang telah dahulu menunggu dan
menghitung-hitung saat yang tepat dimana dalam segala
kemungkinan, dan giliran mereka akan segera tiba.
Akibatnya, mereka akan merindukan perubahan pada
sususnan pemerintahan, lalu bahagia atas skandal yang
merampingkan barisan di depan mereka. Lalu jika seorang
anggota menolak untuk menyingkir dari jabatannya, di mata
mereka hal tersebut merupakan pelanggaran fakta suci
solidaritas. Mereka ingin membalas dendam dan tak akan
berhenti sampai rekannya yang kurang ajar itu terjungkal, lalu
mengembalikan kursi hangatnya kepada publik.

Untuk lebih yakinnya, dia tak akan memulihkan jabatannya


dengan mudah. Karena dengan segera makhluk-makhluk
keparat ini dipaksa untuk segera menyerahkan jabatannya. Dia
akan mencoba untuk mendesak masuk barisan tukang tunggu
kecuali jika tampik sorak sorai yang diucapkan orang lain bisa
mencegahnya. Akibat dari semua ini adalah pemutarbalikan
fakta yang mengerikan yang terjadi didalam kantor-kantor dan
jabatan-jabatan penting di negara tersebut. Sebuah
keberhasilan yang membahayakan, namun mereka hancur
secara positif. Karena tidak hanya kebodohan dan
ketidakmampuan mereka yang menjadi korban, namun pada
hal yang lebih luas. Pemimpin yang sebenarnya jika bukan
karena alasan takdir akan menaruh seseorang pada posisi ini.
Ketika fakta ini sudah diketahui, front yang solid akan
terbentuk untuk segera melawannya. Khususnya jika
pemikiran itu tidak muncul dari kelompoknya, namun mereka
cukup berani memasuki lingkungan agung ini. Karena secara
prinsip orang baik-baik ini suka berada di tengah-tengah
mereka sendiri dan mereka membencinya layaknya musuh
bersama yang berdiri bahkan sedikit diatas nol. Mengenai hal
ini naluri mereka akan sama tajamnya dengan kurangnya pada
semua hal. Hasilnya adalah kemelaratan intelektual dalam
sejumlah kelompok pemimpin. Bagi bangsa dan negara
hasilnya dapat dinilai sendiri, selama tidak termasuk dalam
pemimpin jenis ini.

Austria lama memiliki rezim parlemen dalam bentuknya yang


paling murni. Perdana menteri yang selalu ditunjuk oleh
kaisar dan raja, namun penunjukan ini tidak berarti apa-apa
untuk menahan pelaksanaan keinginan parlemen. Dagang sapi
dan tawar menawar bagi portofolio individu selalu mewakili
sistem demokrasi barat. Kemudian hasilnya akan
berhubungan dengan prinsip yang sudah pernah diterapkan,
khususnya perubahan dalam kepribadian individu akan terjadi
dalam waktu yang sebentar sehingga terjadi kejar-kejaran.
Dalam hal yang sama, keagungan seorang negarawan secara
bertahap akan memudar sampai tak tersisa, namun tipe
gangster parlementer yang kenegarawanannya hanya bisa
diukur dan dikenal dengan kemampuannya dalam
menggabungkan semua koalisi sesaat. Dalam artian
menyimpulkan seluruh politik dagang sapi yang picik dan
mendemonstrasikan kemampuan orang-orang ini untuk kerja
praktis.
Maka tempat pembelajaran di Wina telah memberikanku
kesan yang terbaik dalam bidang ini. Namun apa yang menarik
perhatianku adalah untuk membandingkan antara
kemampuan dan pengetahuan dari para wakil Volk ini dan
tugas-tugas yang menanti mereka. Dalam hal ini apakah aku
suka atau tidak, aku terpaksa harus bisa mencermati lebih
dekat tentang wawasan intelektual mereka menjadi wakil
terpilih Volk ini, dan dalam melakukannya aku tak dapat

menghindari untuk memberikan perhatian tertentu pada


proses yang mengarah kepada penelaahan ornamen ini dalam
kehidupan bermasyarakat kita. Cara-cara dimana kemampuan
asli para laki- laki ini akan diterapkan dan ditempatkan dalam
jasanya terhadap tanah air. Dalam arti lain, proses dan teknik
aktivitas mereka juga sangat berharga untuk dicermati dan
dipelajari secara menyeluruh.
{Pendapat yang bebas}
Semakin kuat aku menembus kondisi inti dari pondasipondasi dasar kepribadian dan mentalitas dengan pemikiran
objektivitas yang terus menerus dan tanpa henti, semakin
menyesalah pandanganku mengenai kehidupan berparlementer. Tentu ini adalah prosedur yang disarankan jika
ingin berhubungan dengan institusi yang dimana para
wakilnya merasa wajib untuk bersikap objektif dalam setiap
kalimat sebagai satu-satunya dasar yang tepat bagi setiap
penyelidikan dan pendapat mereka. Selidiki keadaan mereka
yang menyedihkan itu, dan hasilnya akan membuat anda
tercengang!
Tak ada satupun prinsip objektif didunia ini yang seburuk
parlementarisme. Disini kita bisa benar-benar mengabaikan
sikap wakil Volk kita yang terpilih, bagaimana mereka tiba di
kantor dan harga diri baru mereka. Jika satu keping terkecil
dari diri mereka bangkit untuk memenuhi keinginan umum,
selain faktor kebutuhan juga akan dengan segera tampak bagi

siapapun yang menyadari bahwa massa jauh dari terdidik


untuk mencapai pendangan politik umum menurut
persetujuan mereka dan mencari kepribadian yang cocok.
Hal yang kita tunjukkan sebagai pendapat umum ini hanya
berada pada bagian terkecil dari pengalaman yang diambil
oleh masing-masing individu, namun pada ide-ide yang
diinspirasikan oleh apa yang disebut dengan pencerahan
seringkali dalam tipe yang kukuh dan menonjol. Seperti
didalam orientasi agama, seseorang adalah hasil dari
pengasuhan, dan hanya yang religius yang membutuhkan hal
tersebut akan terus bersemayam dalam jiwanya. Opini politis
massa hanya mewakili hasil dari manipulasi yang ulet dan
menyeluruh dari jiwa dan raga mereka.
Sejauh ini bagian terbesar dari pendidikan politis yang pada
hal ini sangat tepat diarahkan kepada kata propaganda dan
tanggung jawabnya jatuh kepada pers. Pers adalah lembaga
yang paling depan dalam melakukan pencerahan massif dan
mewakili sejenis pendidikan bagi orang-orang dewasa.
Pedoman ini bagaimanapun bukan berada dalam jangkauan
negara, namun berada dalam cengkeraman kekuasaan yang
sebagian lebih rendah. Di Wina sewaktu masih muda, aku
memiliki kesempatan baik untuk bisa berkenalan dengan
seorang pemilik percetakan yang memproduksi mesin
pendidikan spiritual massa ini.

Pada awalnya aku tak kuasa untuk kagum melihat betapa


pendeknya kekuasaan yang dengan kejamnya mengambil alih
kekuasaan negara untuk menciptakan pendapat tertentu,
bahkan bermaksud untuk memalsukan keinginan dan
pandangan yang dalam dan tentu berada di ruang-ruang
publik. Dalam beberapa hari, sebuah hal yang konyol dan telah
menjadi tindakan legal negara yang penting sementara pada
saat yang sama kebalikannya terjadi. masalahmasalah utama
telah dilupakan publik atau dengan mudahnya tercuri dari
ingatan dan kesadaran massa.
Sehingga dalam hitungan minggu sangat mungkin untuk
memunculkan nama dari kehampaan, untuk menghubungkan
mereka dengan harapan-harapan yang mengagumkan pada
sebagian publik luas, bahkan untuk memberikan mereka
popularitas yang dimana orang-orang hebat kadangkala tak
memilikinya sepanjang hidupnya. Nama-nama dimana
sebulan sebelumnya tak ada yang pernah membaca atau
melihatnya sama sekali, sementara pada saat yang bersamaan
figur-figur politik atau publik yang sudah teruji sejak lama
dengan mudahnya menghilang atau ditimbun dengan hinaan
keji sehingga nama mereka diancam menjadi simbol tindakan
yang memalukan atau kriminal.
Kita harus mempelajari teknik keji Yahudi ini untuk
mengosongkan tong sampah yang berisikan fitnah yang kejam
dan ejekan dari ratusan sumber pada saat yang bersamaan.

Tibatiba seperti layaknya sebuah sulap, fitnah itu menghilang


seperti noda pakaian yang kembali bersih milik seseorang yang
terhormat kita ingin mengapresiasi seluruh kekacauan yang
disebabkan para bajingan pers ini. Tak ada yang tak akan
dilakukan oleh ksatria perampok ini untuk meraih tujuannya.
Dia akan menohok urusan keluarga yang paling rahasia
sekalipun dan tak akan berhenti sampai terbukti benar naluri
pencuri ini dalam menggali kejadian-kejadian yang
menyedihkan untuk menghabisi korban yang malang ini.
Namun jika setelah mereka mencarinya secara cermat dan tak
ada yang dapat ditemukan satupun dalam kehidupan publik
maupun pribadi seseorang, maka salah satu bajingan ini akan
dengan mudah melakukan fitnah. Dalam keyakinannya yang
teguh bahwa walaupun ribuan penyangkalan tentang sesuatu
akan selalu menyertainya. Dan lebih lagi melalui pengulanganpengulangan kalimat dengan cepat dan berlipatganda oleh
kaki tangannya. Setiap perlawanan dari pihak korban biasanya
mustahil akan berhasil, karena harus diingat pula bahwa
perusuh ini tidak pernah bertindak berdasarkan motif yang
tampaknya masuk akal atau dipahami bagi seluruh umat
manusia.
Sementara ketika salah satu dari bedebah ini menyerang
rekannya dengan cara yang paling hina, bajingan itu menutupi
dirinya dengan awan kehormatan dengan ucapan manis.
Mereka membicarakan tentang kewajiban jumalistik dan

kebohongan mereka akan bergerak sejauh untuk menembak


mulutnya sendiri pada pertemuan komite dan kongres
disebuah acara dimana sebagian besar para pengganggu akan
hadir dalam jumlah yang banyak. Mengenai keanekaragaman
kehormatan untuk mengetahui jurnalistik, dimana para
perusuh akan secara menyedihkan menjadi lebih kuat satu
sama lain.
Bedebah-bedebah ini memproduksi lebih dari tiga per empat
dari apa yang disebut sebagai pendapat umum, dimana buihbuih Aphrodit parlemen muncul darinya.
Untuk menceritakan proses ini dengan tepat dan
menggambarkan ketidakmungkinan ini serta kepalsuannya,
seseorang harus menulisnya berjilid -jilid.
{Prinsip mayoritas}
Bahkan jika kita mengabaikan semua ini dan hanya
mencermati hasilnya beserta aktivitasnya saja, ini tampaknya
sudah cukup untuk membuat kegilaan objektif dari institusi ini
ketika muncul dari pemikiran paling naif sekalipun. Kelalaian
manusia ini, selayaknya bahaya akan bisa dipahami ketika kita
sedang membandingkan antara demokrasi parlementer dan
demokrasi sejati Jerman. Perbedaan ciri demokrasi
parlementer dalam tubuh demokrasi Jerman, katakan saja ada
lima ratus pria atau wanita akan dipilih dan dipercayai untuk
membuat keputusan mutlak dalam segala hal. Untuk

praktisnya mereka adalah pemerintah, kalaupun mereka


memilih kabinet yang mengambil arahan luar bagi urusanurusan negara, ini hanya pura-pura belaka. Kenyataannya
pemerintah seperti ini tidak bisa mengambil langkah tanpa
mendapatkan persetujuan dari majelis umum. Akibatnya,
badan ini tak dapat bertanggung jawab bagi siapapun karena
keputusan mutlak tidak pernah berada dengannya, namun
pada mayoritas parlemen.
Dalam setiap pertemuan mereka tak melakukan apapun
kecuali membawa suara keinginan sementara mayoritas.
Kemampuan politisinya hanya bisa dinilai dari keahlian yang
hanya bisa dipahami ketika bagaimana mereka beradaptasi
dengan keinginan mayoritas atau menarik mayoritas ke
sisinya. Maka dari itu keahliannya merosot dari kehebatan
pemerintahan yang nyata menjadi peminta-minta yang
berhadapan dengan mayoritas.
Tentu saja tugas paling gentingnya adalah untuk
mengamankan keinginan mayoritas yang ada, dan ketika
kebutuhan meningkat atau untuk membentuk mayoritas baru
dengan kecenderungan yang lebih bersahabat. Jika hal ini
sukses, maka hal tersebut akanmemerintah sedikit lebih
lama, dan jika gagal merka dapat mundur. Kekuatan tujuannya
telah diluar poin demi tujuan praktis. Hal ini tentu saja
meniadakan segala rasa tanggung jawab.

Akibat yang dihasilkan dari hal ini akan dapat dilihat dari
pertimbangan sederhana: Susunan internal lima ratus wakil
Volk terpilih, tanpa menilai kamampuan profesional maupun
individu akan memberikan gambaran yang membingungkan
dan menyesatkan. Karena tak ada seorangpun akan percaya
bahwa orang-orang yang dipilih oleh negara ini adalah terpilih
karena jiwa atau kecerdasan! Dengan harapan bahwa tidak
akan ada seorangpun yang mengatakan bahwa pemilu dengan
jumlah pemilih yang tidak cerdas, akan meningkatkan jumlah
negarawan menjadi ratusan.
Pada keseluruhannya kita tidak bisa terlalu tajam mengutuk
gagasan aneh ini bahwa para jenius akan lahir dari pemilihan
umum. Pertama, negara akan jarang memproduksi negarawan
sejati. Kedua, perubahan massa bagi setiap orang jenius akan
secara positif berdasarkan naluri. Lebih mungkin bagi seekor
unta bisa melewati lubang jarum daripada seorang besar tapi
ditemukan oleh pemilihan umum. Dalam sejarah dunia,
orang yang sedang naik daun melebihi norma, dan rata-rata
biasanya akan mengumumkan dirinya secara pribadi.
Sebagaimana halnya tersebut, bagaimanapun lima ratus orang
yang kemampuannya biasa-biasa saja, memilih urusan-urusan
terpenting dari negara ini akan menunjuk pemerintah dalam
setiap kasus dan dalam masalah-masalah khusus harus
mendapat persetujuan majelis agung. Begitulah kebijakan
yang dibuat oleh lima ratus orang itu.

Namun dengan membiarkan orang-orang cerdas sebagai wakil


Volk ini, ingatlah betapa beragamnya masalah-masalah yang
menunggu untuk sgera dipecahkan. Betapa luasnya
penyelesaian dan keputusan yang harus dibuat dan anda akan
menyadari bahwa betapa tidak mampunya institusi
pemerintahan yang mentransfer keputusan yang benar-benar
tepat pada majelis rakyat. Hanya segelintir orang yang
memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk bisa mengatasi
masalah. Langkah- langkah ekonomi terpenting lalu
diserahkan kepada forum, hanya sepersepuluh dari anggota
yang memiliki ilmu ekonomi. Ini kurang lebih akan
menempatkan keputusan penting dalam tangan orang-orang
yang sama sekali tidak memiliki prasyarat untuk
melaksanakan tugas.
Hal yang sama berlaku juga untuk masalah yang lain.
Keputusan akan selalu diputuskan oleh mayoritas orang-orang
tak mampu dan berkompeten, karena komposisi institusi ini
tetap tidak berubah sementara terhadap masalah yang harus
diselesaikan, kemudian melebar pada setiap aspek kehidupan
publik dan maka dari itu mensyaratkan pengalihan yang
konstan kepada wakil daerah yang akan menilai dan
memutuskan mereka. Karena tidak mungkin membiarkan
orang yang sama memutuskan suatu masalah transportasi,
atau masalah kebijakan luar negeri.
Kalau tidak ada orang-orang yang jenius secara umum jarang

kita temukan satupun dalam seabad, malangnya kita berada di


sini berhadap-hadapan untuk sebagian besar orang bukan
dengan pemikir namun oleh seorang pecinta seni yang
congkak dan besar kepala. Seorang intelektual kelas tinggi dari
jenis yang terburuk.
Inilah sumber dari seringnya kesembronoan dimana golongan
baik-baik ini membicarakan dan memutuskan hal-hal yang
membutuhkan pemikiran mendalam, bahkan oleh orang yang
hebat sekalipun. Tindakan yang sangat penting bagi masa
depan seluruh negara berada di depan mereka, dan bukan
dengan takdir sebuah bangsa yang dimainkan melalui
permainan kartu atau tarot yang tentunya cocok dengan
kemampuan mereka. Namun akan tidak adil jika mempercayai
bahwa semua wakil di parlemen seperti itu.
{Kehancuran sebuah karakter}
Tidak, tentu saja tidak. Dengan memaksa individu untuk bebas
berpendapat pada masalah seperti itu tentu akan
menyulitkannya, karena sistem ini secara bertahap akan
merusak karakternya. Tiada seorangpun yang akan berani
untuk menyatakan: Tuan-tuan sekalian, saya percaya
bahwa tuan-tuan tak akan memahami masalah ini sama
sekali, begitu pula dengan saya. (Lagipula hal ini hanya akan
merubah sedikit masalah, karena jenis kejujuran ini akan sama
sekali tidak akan disambut, apalagi kawan-kawan kita akan

sangat tidak mungkin untuk membiarkan satu orang tolol ini


merusak seluruh permainan). Siapapun yang memiliki
pengetahuan mengenai karakter suatu masyarakat tentu akan
menyadari bahwa dalam kelompok yang terkenal jujur seperti
itu tak ada yang ingin menjadi yang terbodoh, dan pada
kelompok tertentu kejujuran hampir sama artinya dengan
kebodohan.
Maka dari itu wakil-wakil rakyat yang pertama-tama bersikap
jujur akan terlempar pada serangkaian pemalsuan dan
penipuan umum. Secara yakin bahwa ketidak ikut sertaan
individu dalam urusan ini akan dengan sendirinya tidak akan
merubah apapun. Sikap ini akan mematikan setiap gerak hati
yang jujur dan terhormat yang mungkin muncul dari wakil
rakyat tersebut. Lalu akhirnya dia mengatakan kepada dirinya
sendiri bahwa dia tidak menjadi yang terburuk dari lainnya,
dan satu-satunya akibat dari kolaborasi ini adalah untuk
menghindari hal-hal terburuk yang mungkin akan terjadi lagi.
Walaupun seorang wakil rakyat yang secara individu tidak
memiliki pemahaman khusus pada semua masalah, posisinya
telah dibicarakan oleh fraksi yang mengarahkan kebijakan
lakilaki yang bermasalah itu, dan fraksi telah memiliki komite
khusus yang lebih dari pantas dan sudah tercerahkan dari para
ahli manapun. Untuk pertama kalinya ini tampak nyata,
namun pertanyaan kembali muncul: Mengapa dari lima ratus
orang hanya ada beberapa gelintir orang saja yang memiliki

kebijakan untuk boleh berpendapat pada hal-hal yang


penting? Inilah seekor cacing didalam apel!
Sekarang bukan tujuan parlemen kita untuk mendirikan suatu
majelis yang terdiri dari orang-orang bijak, namun untuk
mendirikan sekelompok orang yang tanpa arti sama sekali dan
tergantung secara mental, dan akan mudah untuk diarahkan
ke suatu arah tertentu. Semakin besar pembatasan pribadi
setiap individu, akan semakin bijaklah dia.
{Demokrasi Yahudi}
Ini adalah satu-satunya cara untuk menjalankan partai politik
dalam caranya yang keji sekarang. Dan hanya dengan cara
inilah mungkin bagi pemain boneka akan lebih berhati-hati
ketika berada di balik layar dan tak akan pernah dimintai
pertanggung jawabannya. Karena setiap keputusan, tak peduli
apakah berbahaya bagi negara atau tidak, ia tak akan dimintai
pertanggungjawaban dari semua fraksi, namun akan
dilimpahkan kepada seluruh anggota fraksi.
Lalu memudarlah seluruh isi tanggung jawab praktis, karena
sikap tanggung jawab hanya bisa didapat dalam kewajiban
moral individu dan bukan dalam sesi omong kosong parlemen.
Intitusi seperti itu hanya akan menyenangkan para pembual
dan akan menyelinapkan jenis mereka sendiri di siang bolong,
karena tentu dia akan membenci orang-orang yang terhormat

dan jujur serta mau bertanggung jawab secara pribadi.


Inilah mengapa jenis demokrasi seperti ini akan menjadi
instrumen rasial yang tujuan utamanya adalah menghindari
cahaya matahari langsung dari mereka untuk sekarang dan
selamanya di masa depan. Hanya seorang Yahudi yang dapat
memuji institusi yang kotor ini sekotor dan sepalsu dirinya
sendiri!
Selaras dengan ini adalah dengan demokrasi sejati Jerman
yang dikarakterkan dengan sebuah pemilu yang bebas untuk
memilih tiap-tiap pemimpin, dan kewajibannya adalah untuk
menerima segala tanggung jawab dan ditindak atas
perilakunya. Di dalamnya tak ada voting mayoritas untuk
masalah individu, namun hanya keputusan individu yang
harus menjawab sesuai dengan keahlian dalam hidupnya atas
pilihan ini.
{Demokrasi Jerman}
Kalau ada yang merasa keberatan bahwa dalam kondisi seperti
itu ternyata tak ada seorangpun yang bisa memberikan orang
itu sebuah tugas yang teramat berresiko ini, hanya ada satu
jawaban : Terimakasih Tuhan atas demokrasi Jerman yang
sejati ini. Artinya, bahwa orang yang ingin naik pangkat
dengan cara menghindari tugas berresiko ini secara moral
tidak dapat memimpin Volksgenossen (kawan-kawan

nasionalnya) dengan cara yang licik, namun dengan besarnya


tanggung jawab yang harus dipikul, maka orang-orang lemah
dan tak berkompeten akan ketakutan.
Namun jika salah satu bajingan ini mencoba untuk
menyelinap, kita dapat menemukannya dengan mudah dan
tanpa ampun untuk menantangnya: "Keluar, kamu bajingan
pengecut! Cepat angkat kaki, kamu hanya akan menodai
jalannya
i9

tangga masa depan dari Pantheon sejarah. Itu bukan untuk


pencuri diam-diam seperti kamu, namun untuk para
pahlawan! .
Aku telah bergulat sendiri untuk mendapatkan kesimpulan ini
setelah dua tahun menghadiri sidang parlemen Wina.
Sesudahnya aku tak pernah kembali lagi. Rezim parlementer
patut disalahkan untuk kelemahannya yang secara terus
menerus meningkat dalam beberapa tahun terakhir di negara
Habsburg. Semakin kegiatannya mematahkan dominasi
orang-orang Jerman, semakin negeri ini tenggelam dalam
sistem yang mempermainkan nasionalitas satu sama lain.
Di Reichsrat sendiri hal ini selalu dilakukan dengan orangorang Jerman sebagai korbannya, maka dari itu pada analisis
terakhir, korbannya adalah kekaisaran sendiri. Karena pada
peralihan abad sudah jelas bahwa daya tarik paling sederhana
dari monarki tak akan kuasa lagi menahan kecenderungan

separatis dari provinsi- provinsi yang ada. Sebaliknya, semakin


menyedihkan cara negara dengan mencoba untuk mengatasi
segalanya, akan semakin meningkat hinaan umum yang
ditimpakan kepadanya.
Tidak hanya di Hungaria saja, namun juga pada provinsi
Slavik lainnya. Masyarakat kini mulai mengidentifikasi diri
mereka sendiri dengan sangat jauh dan maju dari monarki
sehingga mereka tak menganggapnya sebagai kelemahan yang
memalukan.
{Runtuhnya Monarki kembar}
Namun sebaliknya, mereka bahagia atas gejala masa lalu,
karena mereka mengharapkan kematian kekaisaran dan
bukannya mengadakan pemulihan. Untuk saat ini di dalam
parlemen, keruntuhan total akan terhindarkan oleh
kekhidmatan yang tanpa rasa hormat dan persetujuan pada
setiap bentuk pemerasan, yang dimana orang-orang Jerman
harus membayarnya di kemudian hari dan dengan cara saling
mengadu domba.
Namun pada perkembangannya kemudian, tentunya hal ini
akan diarahkan kepada orang-orang Jerman. Khususnya
semenjak Putra Mahkota Francis Ferdinand menjadi pewaris
tahta dan mulai menikmati pengaruh-pengaruhnya, disana
akan dimulai sebuah perencanaan dan perintah untuk

kebijakan Ceko-isasi dari atas. Dengan cara sebaik mungkin,


pemimpin masa depan dari monarki kembar ini akan mencoba
untuk melaksanakan sejumlah kebijakan Entdeutschung
(penghapusan pengaruh Jerman), dengan memajukannya atau
melaksanakan sanksinya. Kota- kota yang murni Jerman,
secara tidak langsung melalui pegawai pemerintah, akan
secara lambat laun didorong menuju zona yang berbahaya
dimana bahasa campuran masih ada. Bahkan di
Niederosterrich (Austria bawah), proses ini telah mengalami
kemajuan yang cukup pesat, dan banyak orang Ceko
menganggap Wina sebagai kota terbesar mereka.
Ide utama bagi Habsburg baru ini, dimana keluarga ini hanya
ingin berbahasa Ceko (Istri putra mahkota, mantan bangsawan
Ceko menikah dengan pangeran dimana dia berasal dari
lingkungan dimana sikap anti Jerman sudah biasa), adalah
dengan bertahap ingin mendirikan negara Slavik di Eropa
tengah sebagai benteng pertahanan ketika melawan Rezim
Orthodoks Rusia dengan cara harus mendirikan negara
Katolik. Maka layaknya wangsa Habsburg yang seringkali
lakukan, agama sekali lagi ditaruh sebagai ide politk yang
murni dan lebih buruk lagi bila dilihat dari sudut pandang
seorang Jerman ide ini yang akan hancur. Hasilnya pasti akan
lebih menyedihkan dalam banyak hal. Wangsa Habsburg atau
gereja Katolik tak akan menerima penghargaan seperti yang
diharapkan.

{Habsburg dan Pseudo Jerman}


Habsburg kehilangan tahta dan Roma kehilangan negara.
Karena dengan kekuatan agama dalam hal pertimbangan
politis, mahkotanya akan membangkitkan kembali roh yang
dahulunya dianggap tak mungkin ada. Sebagai jawaban pada
percobaan pemusnahan orangorang Jerman di monarki lama
dengan cara sebisa mungkin, akan bangkit sebuah Alldeutsche
Bewegungu di Austria.
Pada tahun delapan puluhan diabad lampau, kecenderungan
Yahudi untuk mengadakan liberalisme Manchester akan
berhasil jika tidak terlewati dititik tertinggi monarki.
Bagaimanapun reaksi padanya seperti pada Austria lama yang
bangkit dari sudut sosial dan bukan dari sudut nasional. Naluri
untuk mempertahankan diri telah memaksa orang-orang
Jerman untuk mengadopsi sejumlah tindakan pertahanan
dengan cara yang paling tajam. Sebagai tambahan, hanya
pertimbangan ekonomilah akan mulai memiliki pengaruh yang
menentukan. Maka dua formasi kepartaian telah bangkit dari
kebingungan politik. Yang satu lebih nasional dan yang lainnya
dengan sikap lebih sosial. Keduanya sangat menarik dan
mengandung pelajaran bagi masa depan.
Setelah akhir perang yang menyedihkan tahun 1866, Wangsa
Habsburg memunculkan ide balas dendam di medan tempur.
Hanya kematian kaisar Max13 dari Meksiko, yang ekspedisi

malangnya mempersalahkan Napoleon III dan pengabaiannya


oleh Perancis menyebabkan kemarahan publik dengan
mencegah kolaborasi lanjutan dengan Perancis. Walaupun
begitu Habsburg dengan mengendap-endap masih menunggu.
Pada perang 1870-1871 se-unik kemenangan Monarki di Wina,
mungkin akan berusaha untuk membalas dendam atas
Sadowa14. Namun setelah cerita-cerita tentang kepahlawanan
yang pertama dan sukar untuk dibuktikan, sebuah kredibilitas
akan muncul, maka yang terbijak dari monarki akan segera
tahu bahwa saat ini tidak menguntungkannya dan mencoba
menjadi licik.
{Pemberontakan orang-orang Jerman di Austria}
Namun perjuangan yang heroik pada tahun-tahun ini telah
mencapai sebuah keajaiban yang besar, dimana dengan
Habsburg perubahan posisi tidak pernah muncul dari lubuk
hati yang paling dalam, namun karena dari paksaan keadaan.
Bagaimanapun Volk Jerman dari Ostmark lama sudah
terjangkiti kegilaan akan kemenangan Reich, akan
memandang dengan secara emosional ketika impian leluhur
mereka telah dibangkitkan kembali kepada kenyataan yang
gilang gemilang.
Jangan salah, orang Austria yang berpihak pada Jerman
bahkan di Koniggratz15 dan dari saat ini sudah mengetahui
prasyarat yang cukup tragis, namun diperlukan bagi

kebangkitan Reich tak akan ada lagi dan tidak akan


terpengaruh oleh kekacau balauan persekutuan lama. Diatas
segalanya, dia mulai memahami secara menyeluruh dengan
merasakan penderitaannya sendiri, bahwa wangsa Habsburg
akhirnya akan menyelesaikan misi bersejarahnya dan Reich
baru bisa memilih Kaisar yang memiliki keyakinan heroik dan
pantas memakai Mahkota Rhein.
Namun sejauh ini, takdir harus dipuji untuk menyelesaikan
pentasbihan keturunan wangsa dimana Friedrich yang Agung
telah menganugerahkan negaranya sebagai simbol
kebangkitan yang menyilaukan dan abadi.
Namun setelah perang besar wangsa Habsburg mulai dengan
lambat laun namun tak dapat di tawar-tawar lagi akan
memusnahkan semua elemen-elemen Jerman yang berbahaya
dalam monarki kembar (keyakinan akan hal ini tak diragukan
lagi), karena hal itu adalah hasil kebijakan Slavisasi. Maka
bangkitlah Volk yang malang ini untuk melawan, dimana hal
tersebut tak pernah disaksikan oleh Jerman modern. Untuk
pertama kalinya, orang-orang yang berpikiran nasionalistik
secara patriotik akan menjadi seorang pemberontak.
Menjadi pemberontak, bukan untuk melawan bangsa atau
negara sendiri, namun menjadi pemberontak untuk melawan
pemerintahan yang mereka yakini secara pasti akan mengarah
kepada penghancuran Volkstum mereka.

{Kekuasaan negara bukan demi kepentingan pribadi }


Untuk pertama kali dalam sejarah Jerman Modern, rasa
patriotisme dinasti tradisional akan terpisah dari cinta
nasional mereka kepada tanah air dan Volk. Alldeutschen
Bewegung di Jerman-Austria tahun seribu delapan ratus
sembilan puluhan harus dipuji karena sudah menunjukan
dengan jelas dan benar bahwa kewenangan negara pantas
untuk mendapatkan kehormatan dan perlindungan, hanya jika
memenuhi kepentingan Volkstum atau setidaknya tidak
mencelakainya.
Tak ada kewenangan negara yang menjadi tujuan di dalam
dirinya sendiri, karena jika memang demikian adanya maka
setiap tirani di dunia ini tak dapat disangkal lagi kesuciannya.
Jika oleh instrumen kekuasaan negara Volkstum diarahkan
kepada kehancuran, maka pemberontakan tidak hanya
merupakan hak setiap anggota dari Volk, namun kewajibannya
untuk melancarkan pemberontakan itu. Lalu pertanyaannya kapan ini akan menjadi kasusnya?- tidak ditentukan oleh
disertasi yang teoritis, namun oleh kekuatan dan hasil.
Karena semua kekuatan pemerintah sudah mengklaim atas
tugasnya untuk menjaga kewenangan negara -walau sekejam
apapun- akan mengkhianati kepentingan Volkstum ribuan kali
lipat. Sementara ada naluri nasional untuk bisa bertahan
hidup, dalam menjungkalkan kekuasaan seperti itu dan

meraih kemerdekaan atau kebebasan akan harus


menggunakan senjata yang sama dengan cara yang sama
dimana musuh terus berusaha untuk menjaga kekuasaan.
Akibatnya, perjuangan itu akan dijalankan dengan cara yang
legal selama kekuatan untuk menjungkalkan kekuasaan
memiliki maksud yang sama, namun tak akan menghindari
cara ilegal jika musuh masih menggunakan kekuasaannya.
Secara umum jangan pernah dilupakan bahwa tujuan tertinggi
dari keberadaan umat manusia adalah bukan untuk
mempertahankan negara, bukan juga hanya untuk
pemerintah, namun untuk mempertahankan diri! Jika diri
sendiri sedang berada dalam bahaya untuk ditindas atau untuk
di musnahkan, pertanyaan mengenai legalitas hanya memiliki
peran yang berada di bawah.
{Hak manusia untuk mematahkan hak negara}
Lalu jika metode kekuasaan yang berlaku di sebut legal
meskipun seribu kali didengungdengungkan, maka naluri
rakyat yang tertekan untuk bisa tetap bertahan hidup akan
menjadi pembenaran tertinggi dari bentuk perjuangan mereka
dengan memakai senjata apapun. Hanya melalui pengenalan
prinsip ini perang-perang menuju pembebasan untuk melawan
perbudakan dari dalam dan luar Volk di bumi ini akan keluar
sebagai contoh sejarah yang agung.
Sudah menjadi hukum manusia untuk selalu melanggar

hukum negara. Lalu jika Volk dikalahkan dalam


perjuangannya untuk membela hak asasinya, ini berarti bahwa
perjuangan ini terlalu ringan untuk dinilai dalam takaran
nasib bagi kebahagiaan dalam bertahan hidup di dunia.
Karena jika rakyat yang tidak mau atau berkeinginan untuk
berjuang melawan keberadaannya -Tuhan dalam keadilan
abadinya telah menetapkan takdir akhir manusia- dunia ini
bukanlah untuk para Volker pengecut!
Betapa mudah dan pengecutnya bagi seorang tiran dengan
berlindung di balik jubah legalitas dan contohnya sudah
terlihat dengan sangat jelas, yakni Austria!
Kekuasaan negara yang legal pada saat itu sudah berakar pada
parlemen yang anti Jerman dengan mayoritas bukan Jerman
dan sebagai bandingannya adalah wangsa yang anti Jerman.
Dalam dua faktor ini seluruh kewenangan negara akan segera
terwujudkan. Setiap usaha untuk merubah takdir Volk
Jerman-Austria dari posisi ini adalah sia-sia belaka.
Maka dari itu menurut pendapat kawan-kawan kita, para
pemuja kewenangan negara dan cara yang legal mereka,
semua bentuk perlawanan kita akan ditolak karena tidak cocok
dengan metode dan cara yang sah. Namun karena kebutuhan
yang sangat memaksa, hal ini akan berarti akhir dari Volk
Jerman di monarki dalam waktu yang singkat. Lalu sebagai
faktanya, KeJermanan akan diselamatkan dari nasib yang
buruk hanya dengan meruntuhkan negara.

{Alldeutsche Bewegung}

Para teoritis dengan berkacamata pada asumsi-asumsi yang


patut dibenarkan, akan lebih memilih untuk mati demi
doktrinnya daripada Volk-nya sendiri. Karena manusialah
yang telah membuat hukum untuk pertama kali dan dia
percaya pada hukum ini. Alldeutsche Bewegung di Austria
telah berjasa untuk bisa menghapuskan segala omong kosong
ini, karena hanya akan membuat para ilmuwan menjadi
congkak, dan para pemuja isolasionisme di pemerintahan akan
bersedih. Karena Habsburg telah mencoba untuk menyerang
Jermanisme dengan cara apapun, partai ini akan menyerang
wangsa berkuasa agung ini dengan tanpa belas kasihan.
Sebagai pujiannya dapat dikatakan bahwa konsep cinta tanah
air muncul pertama kali dari dinasti yang menyedihkan ini.
Dalam masa-masa awal penampakannya, kejadian selanjutnya
terjadi dengan sangat hebat, serta mengancam untuk
menjadikan longsoran yang besar. Namun kesuksesan itu
tidak bertahan lama. Ketika aku datang ke Wina, pergerakan
ini telah dibayang-bayangi oleh Partai Kristen Sosial yang pada
saat itu sedang memiliki kekuasan dan kesuksesan itu telah
dikurangi sehingga partai itu terlihat tidak penting.
Keseluruhan proses pertumbuhan dan transfer Alldeutsche
Bewegung ini di satu pihak dan kebangkitan Partai Kristen
Sosial di pihak lainnya, telah menjadi pelajaran penting bagiku
sebagai metode objek pembelajaran klasik.

Ketika aku datang ke Wina, simpatiku seluruhnya ada pada sisi


Alldeutsche Bewegung. Bahwa mereka sudah memberanikan
untuk berteriak Hoch Hohenzollern begitu berkesan dan
menyenangkanku. Kenyataan bahwa mereka telah
menganggap diri mereka sebagai bagian Reich Jerman dan tak
membiarkan satupun masa akan terlewatkan tanpa
mengungkapkan fakta bahwa hal ini telah menginspirasikanku
dengan rasa bahagia. Dalam menghadapi segala permasalahan
mengenai Jermanisme, mereka menunjukan diri mereka
dengan tanpa rasa takut dan tak pernah bisa berkompromi.
Tampak bagiku hal ini sudah menjadi jalan yang dapat
dilewati bagi keselamatan Volk kita, dan aku tak bisa paham
kenapa setelah kebangkitannya yang hebat, pergerakan ini
menjadi turun drastis.
{Schonerer dan Lueger}
Bahkan aku dapat memahami bagiamana Partai Kristen Sosial
pada saat yang bersamaan mampu memiliki kekuasaan yang
begitu besar. Pada saat itu Partai Kristen Sosial telah mencapai
puncak kejayannya. Ketika aku membandingkan dua
pergerakan ini -nasib dipercepat oleh situasi yang
menyedihkanku- ialah memberikanku sebuah pedoman untuk
bisa memahami penyebab dari semua teka- teki yang
membingungkan ini. Aku akan memulai perbandinganku pada
dua laki-laki yang bisa dianggap sebagai pemimpin dan pendiri
partai. Kedua laki-laki itu adalah Georg von Schonerer16 dan

Dr. Karl Lueger. Dilihat dari sudut pandang manusia, mereka


tentu saja berada jauh diatas apa yang disebut dengan figurfigur parlementer.
Diantara kondisi kacau balau akibat korupsi dan politik,
seluruh hidup mereka masih tetap murni dan tanpa cela.
Tentu simpati pribadiku berpihak pada Alldeutschen
Schonerer, dan condong sedikit demi sedikit kepada pemimpin
Kristen Sosial juga. Dengan membandingkan sejumlah
kemampuan, Schonerer tampaknya bagiku adalah sebagai
seorang pemikir yang lebih baik dan mendalam tentang
masalah prinsip. Dia melihat dengan pasti akhir dari negara
Austria dengan lebih jelas dan tepat dibandingkan dengan
orang lain.
Jika khususnya di Reich, rakyat pernah memberikan perhatian
yang lebih pada peringatannya ketika melawan monarki
Habsburg, kekalahan Perang Dunia Jerman melawan seluruh
Eropa tak akan pernah terjadi. Namun jika Schonerer
berpandangan mengenai masalahmasalah dalam esensinya
yang terdalam, dia akan salah ketika menguraikan
pandangannya mengenai rakyat. Di lain pihak inilah kekuatan
Dr. Lueger, dia memiliki pengetahuan yang sedikit soal
manusia, dan khususnya ketika memperhatikan untuk tidak
mempertimbangakan manusia lebih baik dari keadaannya.
Akibatnya dia lebih berhitung terhadap segala kemungkinan-

kemungkinan yang nyata, sementara Schonerer hanya


memiliki pemahaman yang sedikit. Secara teoritis, semua
pemikiran Alldeutschen pasti merupakan kebenaran, namun
karena kekurangan akan kekuatan dan kecerdasan untuk bisa
menyebarkan pengetahuan teoritisnya pada massa, artinya
untuk bisa menjelaskannya dalam bentuk yang
cocok dan tepat pada kemampuan Volk yang selalu terbatas,
maka semua pengetahuannya merupakan kebijakan khayalan
dan tak akan bisa menjadi kenyataan praktis.
Hal ini karena kekurangan pengetahuan anggotanya seiring
berlalunya waktu sampai kesalahan dapat memperkirakan
kekuatan dari seluruh pergerakan sebaik institusi usang
lainnya. Akhirnya, Schonerer menyadari bahwa permasalahan
Weltanschauung sangat perlu untuk dilibatkan, namun dia
tidak memahami bahwa hanya publik yang mampu untuk
mengusung keyakinan religiusnya yang mapan. Sayangnya dia
hanya melihat secara terbatas tentang pembatasan yang luar
biasa pada keinginan untuk melawan dengan apa yang disebut
kelompok borjuis. Karena jika tak ada yang lainnya, dilihat
dari posisi ekonomi mereka yang membuat individu ketakutan
untuk kehilangan terlalu banyak kehilangan privilese, sehingga
para borjuis mampu mengendalikan mereka.
Maka secara keseluruhan, sebuah Weltanschauung akan dapat
memberi harapan akan kemenangan hanya jika massa mampu
untuk mengikuti doktrin baru itu, dan sangat diperlukan

dalam kesiapan mereka untuk bisa menjalankan


perjuangannya. Dengan pemahamannya yang sedikit
mengenai kepentingan strata terbawah dari Volk, akan muncul
sebuah gambaran yang tak lengkap dari masalah sosial. Pada
hal ini Dr. Lueger sangat berlawanan dengan Schonerer.
Pengetahuan Dr. Lueger yang sangat menyeluruh telah
membuatnya mampu untuk menilai kekuatan yang
memungkinkan secara tepat. Pada saat yang sama, juga
menjaga dia dari sikap meremehkan institusi yang ada.
Mungkin dengan alasan ini telah mengajarkan dia untuk
menggunakan institusi ini untuk mencapai tujuannya.
Dia memahami dengan baik bahwa kekuatan pertarungan
politik dari kaum borjuis zaman sekarang hanya sedikit atau
tidak cukup untuk meraih kemenangan besar. Maka dari itu
dia menaruh penekanan terbesarnya pada aktivitas politikekonomi untuk bisa menguasai kelaskelas yang keberadaannya
sedang terancam dan lebih cenderung untuk menerjangnya
daripada memiliki keinginan untuk bertarung.
Serupa dengan itu pula, dia cenderung untuk menggunakan
semua implementasi kekuatan politik yang sudah ada dan
condong terhadap institusi yang bisa menguntungkan dirinya,
akan menarik kekuatan ini deni sebuah keuntungan terbesar
bagi pergerakannya.
Maka dari itu, dia menyesuaikan partai barunya secara khusus
bagi kelas menengah yang terhempas dan menyakinkan

dirinya untuk bisa melakukan sesuatu yang sulit


diguncangkan, karena jiwa pengorbanannya sebesar kekuatan
bertarungnya. Kebijakannya terhadap Gereja Katolik yang
dihiasi dengan kelicikannya yang tanpa batas dalam waktu
singkat akan mendapat kemenangan atas kependetaan yang
lebih muda sampai suatu tingkatan dimana partai
kependetaan lama harus meninggalkan wilayahnya. Atau lebih
bijak lagi dia akan bergabung dengan partai baru yang
bertujuan untuk memulihkan posisinya demi posisi yang baru.
Menganggap ini saja sebagai sebuah inti dari sifat manusia
akan dirasa sangat tidak adil. Karena sebagai tambahan,
menjadi seorang ahli taktik dan strategi yang lihai, dia sudah
memiliki sifat yang besar sebagai seorang reformis yang
brilian. Walau disini, dia sudah mencermati batasan yang dia
buat oleh pengetahuannya yang tepat dari segala kemungkinan
yang ada selayaknya kemampuan pribadinya.
Merupakan tujuan praktis bahwa laki-laki penting ini telah
mengatur dirinya sendiri. Dia ingin menaklukan Wina karena
Wina adalah jantung monarki. Dari kota ini kehidupan
terakhir akan terbuang dan mengalir kepada tubuh kekaisaran
yang sedang sakit-sakitan, tua, uzur dan rapuh.
Semakin sehat jantungnya, semakin akan pulih bagian tubuh
lainnya. Sebuah ide yang tepat dalam setiap prinsipnya, hanya
bisa diterapkan pada waktu yang terbatas. Disinilah
kelemahan dia. Apa yang telah dia lakukan sebagai seorang

walikota Wina memang hebat, namun dia tak mampu lagi


menjaga monarki, karena sudah terlambat. Sementara
lawannya, Schonerer, telah melihat hal ini lebih jelas.
{Penyebab kegagalan Schonerer}
Semua usaha praktis Dr. Lueger terlihat begitu sukses
sehingga harapan yang dia inginkan tidak menjadi kenyataan.
Usaha Schonerer kembali gagal, namun ketakutannya sudah
terbukti. Maka kedua pria tersebut tidak merealisasikan tujuan
utamanya. Lueger tak dapat lagi menyelamatkan Austria, dan
Schonerer tak dapat menyelamatkan Volk Jerman dari puingpuing kehancuran. Sangat penting bagi kita yang hidup pada
zaman sekarang untuk mempelajari kegagalan dari kedua
pemimpin partai tersebut. Hal ini sangat berguna bagi kawankawanku karena dalam banyak hal kondisi sekarang adalah
sama dengan dahulu, dan kesalahan dapat dihindari dimana
hal tersebut bisa menyebabkan akhir pergerakan dan
ketakutan lain.
Bagiku ada tiga penyebab runtuhnya pergerakan Alldeutschen
di Austria. Pertama, gambaran yang tidak jelas akan
pentingnya masalah sosial, khususnya bagi partai revolusioner
yang baru dan penting. Kedua, karena Schonerer dan para
pengikutnya hanya mengirimkan pesan pada kelompok borjuis
saja maka hasilnya akan melemahkan. Dan ketiga, walaupun
beberapa orang telah gagal memprediksi kaum borjuis

Jerman, khususnya di kelompok paling atas adalah kaumkaum pasifis sampai pada titik penyangkalan diri dimana
urusan dalam negeri lebih diperhatikan.
Pada saat pemerintahan dalam keadaan membaik, perilaku
seperti ini membuat kelas borjuis ini dinilai berharga bagi
negara, namun pada saat rezim yang mulai memburuk,
mereka akan sangat hancur. Untuk bisa memungkinkan
bangkitnya sebuah perjuangan yang serius, diatas segalanya
Alldeutsche Bewegung harus mendedikasikan dirinya untuk
memenangkan hati massa. Kalau gagal melakukannya maka
akan menggagalkan embrio dasar yang harus memiliki
gelombang kalau tak ingin surut dalam waktu singkat.
Kecuali jika prinsip ini terus diingat dalam pikiran kita dan
dilakukan sejak awal, partai baru akan kehilangan segala
kemungkinannya untuk bisa mengembalikan apa yang sudah
hilang. Karena dengan menurut pengakuan dari sejumlah
elemen- elemen borjuis moderat, sikap dasar pergerakan akan
selalu diatur oleh mereka, maka dari itu gerakan kita akan
kehilangan prospeknya untuk bisa memenangkan kekuatan
apresiatif dari Volk.
Sebagai hasilnya, pergerakan seperti itu tidak akan bangkit
diatas celotehan dan kritik. Kurang lebih seperti iman yang
memagari agama yang digabungkan dengan semangat
pengorbanan, akan berhenti untuk mengada. Dalam

tempatnya semula akan tumbuh suatu usaha yang secara


bertahap terus menggerus perjuangan dengan maksud sebagai
kolaborasi yang positif. Dalam hal ini, dengan penerimaan
sejumlah aturan yang ada lalu mengarah kepada kedamaian
yang busuk. Inilah apa yang terjadi terhadap Alldeutsche
Bewegung karena tekanan utamanya tidak membentuk untuk
memenangkan pendukung dari kelompok massa, karena
mereka mencapai kehormatan dari borjuis dan semangat
radikalisme hangat.
Dari kesalahan ini muncullah penyebab lain dari
keruntuhannya. Pada saat munculnya gerakan Alldeutschen,
situasi orang-orang Jerman di Austria begitu putus asa. Dari
tahun ke tahun parlemen telah menjadi mesin institusi
penghancur terhadap Volk Jerman secara lambat laun. Setiap
usaha untuk menyelamatkan rakyat Jerman pada saat-saat
yang genting dapat memberikan secercah harapan bagi
kesuksesan hanya jika institusi ini di hapuskan dan
dibubarkan selamanya! Maka pergerakan akan dihadapi oleh
sebuah masalah yang mendasar: Haruskah seluruh anggotanya
masuk parlemen sebagai cara, seperti yang orang selalu
katakan sebagai infiltrasi ataukah mereka harus berjuang dari
luar dengan menyerang secara langsung institusi seperti ini?
Mereka masuk dan keluar dengan kalah.
{Alldeutsche Bewegung dan Parlemen}

Untuk yakinnya, mereka tak kuasa untuk bisa masuk. Bila


mereka berjuang dengan melawan kekuasaan seperti itu dari
luar berarti harus mempersenjatai diri dengan keberanian
mutlak dan siap untuk berkorban tanpa akhir. Jika anda
menangkap banteng lewat tanduknya, maka anda menderita
banyak hantaman, kadangkala sampai terhempas ke tanah
atau kadangkala anda dikoyak-koyak sampai habis. Setelah
melewati perjuangan terberat, kemenangan akan berada pada
penyerang. Hanya kebesaran pengorbanan akan
memenangkan pejuang baru demi sebuah tujuan, sampai
keuletan terakhirnya akan dihargai dengan kesuksesan besar.
Namun untuk hal ini, keberanian mutlak dari Volk sangat
dibutuhkan.
Hanya massa yang sabar dan cukup tangguh untuk berjuang
sampai titik darah penghabisan. Alldeutschen Bewegung tidak
memiliki massa sehingga tak ada cara lain kecuali masuk ke
parlemen. Merupakan sebuah kesalahan yang fatal untuk bisa
mempercayai begitu saja bahwa keputusan ini merupakan
hasil dari penyiksaan batin yang dalam atau bahkan meditasi
sekalipun. Tidak, tidak ada ide lain yang bisa masuk ke kepala
mereka. Partisipasi dalam keanehan ini hanyalah endapan
yang dihasilkan dari ide yang umum dan tidak jelas mengenai
kepentingan dan efek partisipasi seperti itu dalam sebuah
institusi yang prinsipnya salah.
Secara umum partai selalu berharap bahwa hal ini akan

memfasilitasi pencerahan massa, karena mereka memiliki


kesempatan untuk bisa tampil berbicara di depan forum
negara secara keseluruhan. Lagipula tampak masuk akal
ketika menyerang akal yang jahat akan lebih baik jika dari
dalam daripada dari luar. Mereka akan berpikir bahwa
keamanan pertarungan individu akan ditingkatkan dengan
kekebalan parlemen, dan hal ini hanya akan memperkuat
kekuatan serangan. Pada kenyataannya hal-hal ini sungguh
jauh berbeda.
Sebuah forum dimana para wakil Alldeutschen berbicara tak
akan menjadi besar, namun sebaliknya akan menjadi kecil;
karena setiap orang hanya akan berbicara kepada kelompok
yang dapat mendengarnya saja atau dapat mencatat katakatanya di koran-koran. Bukan diruangan parlemen, namun
pertemuan publik yang mewakili forum pendengar terbesar.
Karena pada pertemuan publik atau rapat akbar ada ribuan
orang yang hanya datang untuk mendengarkan apa yang
pembicara katakan untuk mereka, sementara di ruangan
parlemen hanya ada ratusan, dan kebanyakan dari mereka
hanya hadir untuk mengisi absen dan tentunya tidak layak
untuk disinari oleh cahaya kebajikan dari perwakilan Volk.
Dan diatas segalanya, publiknya akan selalu tampak sama.
Mereka tak akan mempelajari sesuatu yang baru karena
terlepas dari soal kecerdasan, mereka juga kekurangan akan
keinginan yang mendasar. Tak akan pernah wakil Volk ini

menghargai kebenaran yang agung selain dari persetujuannya


sendiri, lalu kemudian melakukan tugasnya. Tidak, ini adalah
sesuatu yang tidak satupun dari mereka akan melakukannya
kecuali jika dia cukup beralasan untuk berharap bahwa dengan
perubahan seperti itu, dia bisa menyelamatkan mandatnya
untuk satu masa lagi dimasa yang akan datang. Hanya ketika
partai yang berkuasa sedang diatas angin, partai itu akan
memperoleh hasil yang buruk dalam pemilu selanjutnya.
Karena ornamen kekuasaan ini akan berpindah kepada partai
lain atau berkecenderungan untuk yang mereka kira akan lebih
baik, walau anda meyakini bahwa perubahan posisi ini
biasanya terjadi diantara letupan alasan pembenaran moral.
Akibatnya ketika partai yang ada terlihat tidak begitu disukai
rakyat, sampai pada suatu tingkatan bahwa kemungkinan
untuk memusnahkan dan mengalahkan keinginan yang
mengancam maka perubahan besar akan dimulai. Kemudian
para tikus parlemen akan meninggalkan kapal yang sedang
karam. Semua ini tak ada hubungannya dengan pengetahuan
yang lebih atau niatan yang baik, namun dengan bakat
meramal yang memperingatkan kutu parlemen pada saat yang
sama dan menyebabkan mereka untuk turun. Lagi dan lagi
menuju sebuah ranjang partai yang hangat.
Namun ketika berbicara kepada forum, sikap seperti itu
adalah cara untuk menyihir mahluk buas. Sangat tidak
berguna, dan hasilnya hanyalah nol! Inilah yang terjadi. Para

wakil Alldeutschen dapat berkoar-koar sampai


tenggorokannya kering, tapi hasilnya tetap nol besar. Pers
dapat mematikan mereka dalam keheningan atau memotongmotong pidato mereka dengan cara tertentu, dipelintir dan
sama sekali akan hilang. Lalu pendapat publik akan
mendapatkan gambaran buruk dari tujuan pergerakan baru
itu. Apa yang banyak laki-laki ini katakan tidak penting,
karena hal yang penting adalah apa yang orang baca soal
mereka. Inilah cuplikan dari pidato mereka, begitu lepas -lepas
seperti yang diinginkan- hanya akan terlihat aneh saja.
Namun hal yang buruk adalah berikut: Alldeutschen
Bewegung jika pada saat pertama sudah menyadari bahwa apa
yang dibutuhkannya itu bukanlah sebuah partai baru, namun
Weltanschauung yang baru. Hanya Weltanschauung baru
yang dapat memproduksi kekuatan untuk melawan
perjuangan besar ini sampai akhir. Untuk ini saja, hanya
pikiran-pikiran yang terbaik dan berani saja yang pantas
menjadi pemimpin. Jika perjuangan untuk sebuah
Weltanschauung tidak dipimpin oleh pahlawan yang siap
untuk berkorban, maka dalam waktu pendek tak akan pernah
ada seorang ksatria yang bersedia mengorbankan nyawa
mereka. Orang yang hanya berjuang untuk keberadaannya
sendiri tidak akan bisa berbuat apapun untuk kolektif!
Untuk menjaga syarat ini, setiap orang harus tahu bahwa
pergerakan baru tak dapat menawarkan apapun untuk masa

kini, namun untuk sebuah kehormatan dan kemasyhuran bagi


anak cucu. Semakin mudah jabatan dan kantor yang harus
diberikan oleh pergerakan baru, semakin rendah apa yang
dimiliki untuk terlihat menarik. Pada akhirnya para pengikut
partai akan memenuhi partai yang sukses sebanyak mungkin,
sehingga pejuang yang jujur dari masa dahulu tak dapat
mengenali pergerakan dan pendatang baru, bahkan akan
menolaknya sebagai penyusup yang tak diinginkan. Ketika hal
ini terjadi, misi sebuah pergerakan telah usai.
Sesegera mungkin Alldeutschen Bewegung menjual jiwanya
pada parlemen. Hal tersebut menarik para parlementer
daripada pemimpin atau pejuang. Maka dari itu akan turun
sampai level partai politik biasa pada hari itu dan akan
kehilangan kekuatan untuk menentang nasib kehancuran
dengan tantangan seorang yang syahid. Daripada bertarung,
sekarang dia mencoba untuk menyusun pidato dan
bernegosiasi. Dalam waktu singkat parlemen baru akan
tertarik padanya, karena tidak begitu ber-resiko untuk sebuah
tugas dan berjuang demi Weltanschauung baru dengan
senjata spiritual baru. Karena hanya dengan bermodal
kepandaian berpidato diparlemen saja -daripada
membahayakan hidupnya- jika perlu dengan menghempaskan
dirinya pada sebuah perjuangan yang masalahnya masih tidak
jelas, dan dalam hal tertentu tak memberi dia keuntungan
apapun.

Ketika mereka memiliki anggota di parlemen, para pendukung


di luar mulai berharap dan menunggu mukjizat yang tentunya
tak akan dan tak mungkin terjadi. Untuk alasan ini dalam
waktu yang singkat para pendukungnya menjadi tak sabaran,
karena bahkan apa yang mereka dengar dari wakil-wakil
mereka terserah pada harapan pemilih. Hal ini sangat alamiah,
karena pers yang saling bermusuhan benar-benar tidak
menggambarkan pandangan yang bagus dari hasil kerja wakilwakil Volk Alldeutschen. Semakin perwakilan baru dari Volk
mengembangkan selera pada varian baru yang lebih lembut
dan aman daripada perjuangan revolusioner; di parlemen dan
pertemuan provinsi, mereka semakin tak siap untuk kembali
pada pekerjaan yang berbahaya demi mencerahkan massa
secara luas. Pertemuan massa adalah satu-satunya cara efektif
untuk mendesak pengaruh yang ada pada sebagian besar
masyarakat dan mungkin akan memenangkan mereka,
semakin didorong ke belakang.
{Pentingnya pidato}
Ketika platform parlemen digantikan dengan meja bir di ruang
pertemuan dan dari forum ini, pidato-pidato akan terdengar
bukan pada Volk namun pada kepala-kepala dari apa yang
disebut dengan orang-orang terpilih. Alldeutschen Bewegung
berhenti sebagai pergerakan Volk dan dalam waktu pendek
akan berkurang pengikutnya, dan akan menjadi klub diskusi
akademik hanya untuk dianggap lebih serius. Akibatnya, kesan

buruk yang diberikan oleh pers akan dibenarkan oleh


penghasutan pribadi pada pertemuan-pertemuan individu,
dengan hasilnya bahwa kata alldeutsch akan memiliki nada
yang buruk bagi telinga massa.
Katakanlah para pesolek dan ksatria pena zaman sekarang:
revolusi terbesar di dunia ini tidak pernah digerakkan oleh
pena bulu! Tidak, pena hanya selalu tersedia untuk
menyediakan persiapan dasar-dasar teoritis. Namun kekuatan
yang selalu memulai gelombang politik dan agama dalam
sejarah untuk bisa terus bergulung pada setiap saat adalah
dengan kata-kata yang magis, itu saja. Massa, khususnya dapat
tergerak hanya dengan kekuatan pidato! Semua pergerakan
terhebat dimanapun adalah pergerakan populer yang bisa
meledakan vulkanik dari sentimen gairah dan emosional
manusia yang dikobarkan oleh kesengsaraan hidup atau dari
puntung berapi yang dipercikkan pada massa! Mereka
bukanlah pencerahan seperti buah lemon yang menyegarkan
yang datang dari estetika sastra dan ruang gambar pahlawan.
Hanya badai gairah yang panas yang dapat merubah nasib
Volk, dan hal itu saja yang ada dalam dirinya. Hal itu akan
memberikan yang terpilih bagi kata-kata yang seperti
hantaman godam halilintar yang mampu membuka gerbang
bagi hati Volk. Namun orang yang gairahnya telah surut dan
bibirnya terkunci, dia tidak dipilih oleh surga untuk
melakukan apa yang diinginkannya.

{Pengaruhnya kepada massa }


Maka dari itu, biarkan seorang penulis bergumul dengan tintatintanya dan terlibat dalam aktivitas teori semata. Itupun jika
kecerdasan dan kemampuannya memang setara; karena
kepemimpinan tidak dilahirkan atau dipilih. Pergerakan yang
punya tujuan hebat harus berjaga-jaga dengan seksama agar
tidak kehilangan hubungan dengan Volk. Pergerakan ini harus
mencermati setiap permasalahan, khususnya dari sudut
pandang ini akan membuat keputusan yang selaras. Lebih lagi,
seorang tokoh pergerakan harus menghindari apapun yang
mungkin bisa menghabisi atau melemahkan kemampuannya
untuk

menggerakkan

penghasutan,

namun

massa.
dalam

Bukan

untuk

pengetahuan

alasan

tersederhana

sekalipun bahwa tanpa kekuatan yang besar dari massa maka


tak akan pernah ada ide, seberapa besar dan agung sekalipun
dapat dilaksanakan. Kenyataan yang pahit saja harus bisa
menentukan jalan menuju sebuah tujuan, ketidakinginan
untuk menjalani jalan yang tidak disukai akan berarti menolak
tujuan yang mungkin orang lain inginkan atau tidak.
Ketika Alldeutschen Bewegung telah berpindah massa
dikarenakan sikap pemimpinnya menuju aktivitas di parlemen
bukan pada Volk, mereka akan kehilangan masa depan dan
memenangkan kesuksesan murahan sementara. Pergerakan
akan memilih perjuangan yang lebih gampang dan maka dari
itu tidak pantas untuk mendapatkan kemenangan utama.

Bahkan sewaktu di Wina, aku memikirkan masalah ini dengan


penuh perhatian dan dalam kegagalan ketika mengenalinya,
akan menyebabkan runtuhnya pergerakan yang ada pada hari
tersebut. Dalam pendapatku, aku merasa telah ditakdirkan
untuk mengambil kepemimpinan elemen Jerman. Dua
kesalahan pertama yang menyebabkan Alldeutschen
Bewegung terperosok terhubung satu sama lain.
{Gerakan Menjauh dari Roma }
Pengetahuan yang tak cukup mengenai daya dorong revolusi
yang besar akan menyebabkan pikiran-pikiran yang tak
lengkap mengenai pentingnya massa. Dari sini akan muncul
kekurangan minat pada masalah sosial, dan kekurangan usaha
untuk memenangkan hati kelas terbawah dari Volk, juga
sikapnya yang terlalu sayang pada parlemen. Jika mereka
mengenali kekuatan besar yang pada setiap saat harus
dihubungkan pada massa sebagai cadangan perlawanan
revolusioner, maka mereka akan berusaha dengan cara yang
lain dalam masalah sosial dan propaganda. Lalu titik tolak
pergerakan tak akan berpindah menuju parlemen, namun
kepada demonstrasi jalanan.
Sama juga pada kesalahan yang lain, dimana sumbernya
berasal dari kegagalan untuk mengenali nilai-nilai yang
berlaku pada massa yang sudah tentu benar dan
membutuhkan pemikiran superior untuk menggerakan massa

pada tujuan yang sudah diarahkan. Namun seperti roda yang


berat, massa akan memberikan kekuatannya untuk menyerang
pada sebuah momentum dan dalam ketahanan serempak.
Perjuangan keras yang di pertarungkan antara Alldeutsche
Bewegung dengan Gereja Katolik hanya bisa disimpulkan
dengan pemahaman minim mereka atas sifat spiritual Volk.
Penyebab dari serangan keji partai baru pada Roma adalah
sebagai berikut: Ketika wangsa Habsburg telah memutuskan
untuk membentuk Austria menjadi negara Slavik, wangsa
Habsburg menggunakan segala cara yang tampaknya sesuai
demi tujuan ini. Bahkan institusi beragama sekalipun, dengan
tanpa rasa cemas dan dikekang untuk berjasa pada ide baru
negara oleh wangsa yang keji ini. Nilai guna dari kepastoran
Ceko dan gembala spiritual mereka
merupakan salah satu dari banyak cara untuk meraih tujuan
ini, yaitu Slavisasi seluruh Austria. Prosesnya berbentuk
seperti ini: Pastor Ceko ditunjuk oleh komunitas Jerman dan
lambat laun mereka mulai memasukkan kepentingan Volk
Ceko diatas keinginan Gereja untuk menjadi sel kuman bagi
proses Entdeutschung.
Sistem kependetaan Jerman sama sekali tidak melakukan
apapun untuk melawan metode ini. Bukan saja mereka sama
sekali tidak berguna untuk melaksanakan perjuangan ini
dalam pendirian Jerman, tapi karena mereka tidak mampu

untuk menentang dengan perlawanan yang mencukupi untuk


menyerang kepada pengikut mereka. Secara tidak langsung,
dengan penyalahgunaan negara, dengan memanfaatkan
ketidakcukupan pertahanan pihak lain, Jermanisme lambat
laun didesak ke belakang.
Jika dalam masalah-masalah kecil situasinya seperti yang
digambarkan, dalam masalah besar, tak jauh berbeda. Disini
juga usaha anti-Jerman dari Habsburg tidak menemui
perlawanan yang seharusnya mereka hadapi, khususnya
dipihak kependetaan. Sementara pertahanan demi
kepentingan Jerman tenggelam sama sekali. Kesan umumnya
adalah kependetaan Katolik telah melanggar hak-hak Jerman.
Lalu Gereja tampaknya tak ikut merasakan penderitaan
bersama Volk Jerman, namun secara tidak adil dia berpihak
pada musuh. Akar dari seluruh kekejaman ini khususnya
berada pada pendapat Schonerer, bahkan badan-badan Gereja
Katolik bukan berada untuk Jerman, dan untuk alasan ini dia
telah bermusuhan pada kepentingan kebangsaan Jerman.
Apa yang disebut dengan masalah kebudayaan, dalam hal ini
juga seperti dengan setiap hubungan dengan Austria pada saat
itu, diturunkan seluruhnya kepada latar belakang peristiwa.
Sikap Alldeutschen Bewegung pada Gereja Katolik sejauh ini
ditentukan posisinya pada ilmu pengetahuan dan lain-lain
daripada ketidakmampuannya untuk memenangkan hak-hak
Jerman. Dan sebaliknya, bantuannya yang terus menerus

diberikan terhadap kesombongan dan keserakahan Slavik.


Georg Schonerer bukanlah seorang laki-laki yang melakukan
hal dengan setengah- setengah. Dia terus berjuang melawan
Gereja dengan penuh keyakinan bahwa dengan itu dia dapat
menyelamatkan rakyat Jerman. Gerakan menjauh dari Roma
tampak sangat kuat mengakar, walaupun ini merupakan mode
penyerangan yang paling sulit dan pasti akan menghancurkan
benteng musuh. Jika gerakan ini sukses, maka perpecahan
gereja yang tragis di Jerman akan kembali disembuhkan dan
mungkin bahwa setiap keinginan dari kekaisaran dan bangsa
Jerman akan terpenuhi dengan kemenangan seperti itu.
Namun dasar pijakan pemikiran dan kesimpulan dari
perjuangan ini adalah salah. Tak diragukan lagi bahwa
kekuatan perlawanan nasional dari kependetaan Katolik yang
berkebangsaan Jerman dalam masalah yang berhubungan
dengan Jermanisme kurang dari saudara yang bukan Jerman
mereka, khususnya saudara mereka dari Ceko.
Demikan juga hanya orang-orang yang tidak pernah peduli
akan gagal untuk bisa melihat bahwa sebuah serangan ofensif
bagi kepentingan Jerman adalah sesuatu yang tidak pernah
terjadi pada masa-masa Kependetaan Jerman. Lalu siapapun
yang tidak buta untuk melihat kenyataan ini akan dipaksa
untuk mengakui bahwa hal ini karena sebuah keadaan dimana
kita sebagai rakyat Jerman harus menderita dengan hebat. Ini
disebabkan karena keobjektifan dari sikap kita terhadap

nasionalisme kita, selayaknya kita harus bersikap objektif


terhadap hal yang lain. Sementara kependetaan Ceko dengan
sikapnya yang subjektif kepada Volk-nya dan hanya bersikap
objektif terhadap gereja, seorang Pastor Jerman secara
subjektif akan setia kepada Gereja dan akan tetap objektif
terhadap bangsa. Sebuah fenomena akan terjadi dimana sayangnya bagi kita- dapat diamati secara merata pada ribuan
contoh kasus lainnya.
Ini merupakan warisan khusus dari kaum Gereja Katolik,
namun kita akan dengan cepat tergerus dari roda sejarah baik
dalam arahan pemerintahan ataupun tatanan ideal.
Bandingkan saja posisi pegawai negeri kita. Sebagai contoh,
melakukan hal ini terhadap rasa kebangkitan nasional dengan
posisi dimana pada kasus yang sama pegawai negeri Volk lain
akan lakukan. Atau siapapun akan percaya bahwa sebuah
korps kepegawaian akan menempatkan kepentingan nasionalnya lebih rendah di tengah-tengah gembar-gembor
kewenangan nasional.
Dalam suatu cara yang telah diambil hati oleh negeri kita
untuk lima tahun kebelakang, bahkan telah dianggap
berfaedah? Sebagai contohnya dalam masalah Yahudi.
Bukankah kedua golongan agama itu pada hari ini mengambil
sudut pandang yang cocok dengan syarat suatu bangsa atau
kebutuhan nyata akan agama mereka sendiri? Bandingkan
perilaku para Rabbi Yahudi dalam segala permasalahan, yang

bahkan memiliki sedikit kepentingan bagi Yahudi sebagai ras


dengan sikap. Sejauh ini mari kita bandingkan sebagian
terbesar dari kependetaan kita dengan kedua golongan agamaagama ini.
Kita selalu menemukan banyak fenomena permasalahan
ketika kita membela ide- ide yang abstrak seperti: kewenangan
negara, demokrasi, pasifisme, solidaritas internasional dan
lain-lain, adalah merupakan konsep-konsep yang bagi kita
telah kaku dan murni doktriner sehingga akibatnya, semua
kebutuhan vital nasional dinilai dari sudut pandang ini. Cara
yang menyedihkan untuk mempertimbangkan segala masalah
dari sudut pandang yang telah terbentuk sebelumnya ini akan
mematikan setiap kemungkinan-kemungkinan untuk
memikirkan diri sendiri secara subjektif terhadap suatu
masalah yang secara objektif akan bertentangan dengan
doktrin sendiri, dan akhirnya mengarah kepada pembalikan
total cara dan tujuan.
Rakyat akan menolak segala usaha-usaha kebangkitan
nasional, dan bisa terjadi jika hanya setelah penghapusan
rezim yang buruk dan hancur. Karena ini merupakan sebuah
serangan terhadap kewenangan negara, dan bukan cara untuk
suatu tujuan namun di mata seorang objektif yang fanatik tak
akan menampilkan tujuannya sama sekali. Ini cukup untuk
mengisi seluruh keluh-kesah hidupnya. Sebagai contoh,
mereka akan dengan marah jika menentang semua usaha

bentuk kediktatoran, bahkan jika dipimpin oleh Friedrich yang


Agung sekalipun dan pelawak politik mayoritas musiman yang
kerdil dengan sifat rendahan dan tak memiliki kemampuan,
karena hukum demokrasi tampak lebih suci bagi penggagas
prinsip ini daripada untuk kesejahteraan negara.
Para penggagas prinsip ini akan membela tirani terburuk.
Sebuah tirani yang akan menghancurkan Volk karena pada
saat itu akan mewujudkan kewenangan negara, sementara
yang lain menolak bahkan bentuk pemerintahan yang paling
menguntungkan sekalipun karena gagal untuk memuaskan
konsep demokrasi. Dalam hal yang persis sama, kaum pasifis
Jerman akan menerima begitu saja tanpa berbicara sedikitpun
mengenai pemerkosaan berdarah-darah dari negara kita yang
berada di tangan kekuatan militer paling kejam. Jika keadaan
urusanurusan negara hanya bisa diraih dengan sebuah
perlawanan, -yakni kekuatan- karena ini akan sangat
berlawanan dengan semangat masyarakat yang cinta damai.
Biarkanlah kaum Sosialis Jerman Internasional dirampas oleh
solidaritas sisa dunia lainnya. Dia akan menerimanya dengan
penuh perhatian layaknya seorang saudara, dan tak berpikir
untuk ingin mengembalikan atau bahkan membela, karena dia
adalah seorang Jerman.
Ini mungkin urusan negara yang terlihat menyedihkan, namun
untuk merubah satu hal, berarti diwajibkan untuk
mengenalinya lebih dahulu. Hal yang sama berlaku juga untuk

pembelaan terhadap yang lemah dan untuk kepentingan


Jerman oleh sebagian kependetaan. Bukan keinginan yang
licik dalam dirinya sendiri, ataupun disebabkan olehnya yang
kita ucapkan sebagai perintah dari atas, bukan. Dalam
rendahnya keyakinan nasional kita hanya melihat sedikit hasil
dari pendidikan yang tidak mencukupi dalam Jermanisme
mulai dari bawah sampai ke atas, dan di lain pihak
penghambaan yang tanpa akhir bagi ide yang telah menjadi
idola.
Pendidikan dalam demokrasi, sosialisme dalam keragaman
internasional, pasifisme dan lain-lain adalah hal yang kaku
dan sangat eksklusif. Begitu murni sikap subjektif dari
pandangan ini, sehingga gambaran umum dari dunia yang
berada dibawah ide- ide ini akan diwarnai oleh konsep
dogmatik, sementara sikap terhadap Jermanisme telah
terbentuk secara objektif sejak dari masa lalu. Maka para
kaum pasifis dengan menyerahkan dirinya secara subjektif dan
seluruhnya kepada ide ini, akan ada
semacam ancaman bagi Volk yang serius dan tidak adil, selalu
(selama dia seorang Jerman) mencari hak objektif dan tak
pernah beranjak dari naluri yang murni untuk ingin bertahan
hidup dan bergabung dengan kelompoknya dan berjuang
dengan mereka secara bersama-sama.
Sampai pada tingkatan tertentu juga tepat bagi agama yang
berbeda: Protestanisme adalah pembela terbaik pada

kepentingan Jermanisme, selama hal ini berdasar pada


kejadian dan tradisi sesudahnya. Namun hal ini gagal pada
saat pembelaan kepentingan nasional ini harus berada di
provinsi yang absen dari garis-garis ideologi dan
perkembangan tradisional, atau karena alasan tertentu akan di
tolak. Maka Protestanisme akan selalu bangkit bagi kemajuan
Jermanisme selama kemurnian inti pendalaman tentang
nasionalisme seperti kebebasan, Jerman dilibatkan karena halhal ini memiliki pondasi mendasar dalam keberadaannya.
Namun Protestanisme akan melawan dengan menunjukan
sikap permusuhan yang hebat dalam setiap usaha untuk
menyelamatkan negeri dari musuh bebuyutannya, karena
sikapnya dengan Yahudi kurang lebih telah mapan secara
dogma. Namun kita berada di sini sedang menghadapi
permasalahan tanpa penyelesaian. Semua usaha untuk
kelahiran kembali bangsa Jerman adalah dan selalu tanpa
tujuan dan tidak mungkin. Dalam masa-masa periode di Wina,
aku memiliki cukup waktu luang dan kesempatan untuk
mencermati, tanpa menilai salah dan dalam hubungan seharihari aku sudah mampu memantapkan ketepatan pandangan
ini seribu kali.
Dalam hal ini fokus dari berbagai macam kebangsaan, dengan
ringkas menjelaskan bahwa para kaum pasifis Jerman saja
selalu mencoba untuk memandang kepentingan bangsanya
sendiri secara objektif, namun seorang Yahudi tak akan pernah

menganggap Volk Yahudi sendiri seperti ini. Bahwa hanya


kaum Sosialis Jerman internasional dalam hal ini yang
melarangnya untuk memohon keadilan bagi rakyatnya sendiri
kecuali dengan merengek dan mengeluh pada Genossengenossen internasionalnya. Hal ini tidak terjadi pada orang
Ceko atau Polandia dan lain-lain. Singkatnya, aku bahkan
sudah mengenali bahwa kemalangan hanya berada pada
sebagian doktrin ini, dan sisanya ada pada pendidikan
sentimen kebangsaan kita yang tidak mencukupi sebagai hasil
kurangnya kesetiaan bagi negara kita.
Maka lemahlah pondasi dasar teoritis perjuangan Alldeutschen
Bewegung untuk melawan Katolik. Biarkanlah Volk Jerman
dibesarkan sedari kecil dengan pengenalan eksklusif atas hakhak nasionalisme mereka dan jangan biarkan hati anak-anak
Jerman terkontaminasi oleh kutukan objektifitas kita bahkan
dalam masalah mempertahankan ego mereka. Maka dalam
waktu singkat dapat dilihat (diandaikan pada sebuah
pemerintahan nasional yang radikal) di Jerman. Seperti di
Irlandia, Polandia atau Perancis seorang Katolik akan selalu
menjadi orang Jerman. Bukti terkuat dari hal ini ada pada
masa dimana untuk saat terakhir memimpin bangsa kita pada
perjuangan hidup dan mati sebelum hari penghakiman sejarah
membela keberadaannya.
Selama kepemimpinan dari atas tidak lemah, Volk akan
memenuhi tugas dan kewajiban mereka sendiri dengan sangat

luar biasa. Apakah pastor Protestan atau pendeta Katolik, yang


keduanya berkontribusi untuk menjaga kekuatan untuk
melawan bukan hanya di garis depan namun juga di rumahrumah mereka. Pada tahun-tahun ini dan khususnya pada
semburan api perlawanan pertama, dalam kedua kelompok
hanya ada satu Reich Jerman yang suci, yang keberadaan dan
masa depannya akan dipandang oleh setiap orang layaknya
memandang surga.
Alldeutschen Bewegung harus menanyakan satu pertanyaan
pada dirinya sendiri: apakah bertahannya Jerman-Austria
akan dimungkinkan di bawah iman Katolik atau tidak? Jika ya,
partai-partai politik tidak memiliki hak untuk memperhatikan
dirinya sendiri dengan masalah agama ataupun kelompok.
Jika tidak, maka yang dibutuhkan adalah reformasi agama dan
bukan reformasi partai-partai politik. Karena siapapun yang
berpikir bahwa dia bisa untuk mereformasi agama dengan
melakukan penyimpangan pada organisasi politik hanya akan
menunjukan bahwa dia tidak memiliki sedikitpun
pengetahuan dari perkembangan ide-ide dan dogma agama
serta akibat gerejanisme-nya. Tentu seorang pelayan tidak
bisa melayani dua tuannya sekaligus. Aku menganggap bahwa
pondasi atas penghancuran suatu agama akan lebih besar
daripada pondasi penghancuran suatu negara atau partai.
Jangan sampai pernah terucapkan bahwa ini adalah bentuk
taktik pertahanan melawan serangan dari sisi lain! Sudah jelas

pada setiap saat bahwa para bajingan kejam tak akan menolak
untuk membuat agama sebagai instrumen tawar menawar
mereka (karena itulah yang para perusuh selalu urus), namun
tentu salah untuk bisa membuat kelompok agama ini
bertanggung jawab pada sekelompok gelandangan yang
merusak, layaknya mereka akan membuat hal-hal lain
melayani naluri rendahan mereka. Walapun faktanya telah
ada, tak ada yang pantas bagi anggota parlemen yang tak
berguna ketika kesempatan diberikan untuk membenarkan
penipuan politik mereka.
Karena sesegera mungkin agama atau kelompoknya dibuat
bertanggung jawab atas perilaku pribadi dan akan diserang
karena alasan ini. Para pembohong yang tak tahu malu ini
sudah menyiapkan teriakan yang lantang dan akan memanggil
seluruh dunia untuk menyaksikan bahwa seluruh perilaku ini
dibenarkan, dan hanya dia serta kefasihan lidahnya akan
diberi ucapan-ucapan selamat dan terimakasih untuk
menyelamatkan agama Gereja. Publik yang bodoh dan pelupa,
sebagai aturannya akan dicegah dengan teriakan itu untuk bisa
mengenali para penghasut yang sebenarnya untuk perjuangan
atau melupakannya, dan bajingan-bajingan itu telah meraih
tujuannya. Layaknya seekor rubah yang licik akan tahu persis
bahwa ini tak ada hubungannya dengan agama, dan dengan
secara diam-diam dia akan menertawakan. Sementara musuhmusuhnya yang ceroboh akan kalah dalam permainan, dan

suatu hari sikap putus asa dari kesetiaan dan iman


kemanusiaan akan mundur sama sekali.
Dalam hal lain, akan sangat tidak adil untuk membuat gereja
bisa bertanggung jawab atas kegagalan individu. Bandingkan
keagungan organisasi ini di depan mata anda dengan
kesalahan seseorang secara umum, dan anda harus mengakui
bahwa hubungan baik dan buruk akan menjadi lebih baik
daripada di tempat lain. Bahkan diantara pendeta sendiri ada
beberapa yang menggunakan kedudukan suci mereka untuk
memuaskan ambisi politik mereka sendiri. Ya, mereka yang
melupakan perjuangan politik, dalam suatu cara yang
seringkali menjijikan dari pada keharusan mereka sebagai
penjaga kebenaran bukan wakil dari kebohongan dan fitnah,
namun dari satu pendeta yang tak berharga akan ada ribuan
lainnya yang lebih terhormat. Gembala yang setia kepada
misinya yang pada masa-masa penuh kepalsuan dan dekaden
ini, dia akan tetap teguh diantara kekacauan layaknya pulaupulau kecil yang akan dikelilingi lautan luas.
Aku akan mengutuk atau dibenarkan untuk mengutuk gereja
ketika individu-individu rendahan dalam jubahnya yang
dengan kurang ajar melampaui batas-batas moralitas, dan aku
akan mengutuknya ketika satu diantara yang lainnya menodai
dan mengkhianati kebangsaannya pada saat hal-hal ini terjadi
setiap harinya. Khususnya sekarang, jangan kita lupakan
bahwa untuk satu Ephialtes17 ada ribuan yang sedang

merasakan kemalangan rakyatnya dengan hati yang terluka,


dan yang terbaik dari bangsanya dengan merindukan masamasa dimana surga akan tersenyum kepada kita lagi. Jika
seseorang menjawab bahwa kita tidak memperhatikan
masalah sehari-hari, namun dengan permasalahan prinsip dan
kebenaran dogmatik, kita bisa membalasnya dengan
pertanyaan: jika anda percaya bahwa anda telah dipilih oleh
takdir untuk bisa mengungkapkan kebenaran dalam hal ini
maka lakukanlah; namun milikilah keberanian untuk
melakukannya. Bukan secara tidak langsung melalui partai
politik karena ini merupakan penipuan; namun kejahatan hari
ini akan mengganggu masa depan yang baik. Namun jika anda
kurang berani atau jika kebaikan anda tidak jelas bahkan bagi
diri sendiri, maka menjauhlah dari masalah ini; dalam segala
hal, jangan mencoba untuk menyelinap melalui pergerakan
politik untuk hal yang tidak berani anda lakukan secara
terbuka.
Partai politik tidak ada urusannya dengan masalah-masalah
agama, selama ini bukan sesuatu yang asing bagi negara
dengan merendahkan moral dan etika rasial. Sebaliknya,
agama jangan di campur adukan dengan urusan partai. Ketika
para pemuka gereja yang menggunakan institusi agama atau
doktrin hanya untuk mencelakai kebangsaannya, kita jangan
mengikuti jalan mereka, dan harus kita lawan dengan metode
yang sama. Bagi pemimpin politik, doktrin agama dan institusi

kepercayaan Volk tak dapat diganggu gugat atau tak memiliki


hak dalam politik namun harus menjadi seorang reformator.
Jika dia memilih apa yang dibutuhkan, khususnya di Jerman
sikap lain akan mengarah kepada kehancurannya.
Dalam pencermatanku terhadap Alldeutschen Bewegung dan
perjuangannya melawan Roma, maka ditahun-tahun
selanjutnya aku menyimpulkannya sebagai berikut: Ketidak
mampuan pergerakan untuk bisa mengapresiasikan betapa
pentingnya masalah sosial akan menyebabkannya kehilangan
massa militan. Masuknya mereka ke parlemen hanya
merenggut embrio ini dan akan membebankannya dengan
kelemahan yang aneh dari institusi ini. Perjuangan melawan
Gereja Katolik akan membuat pergerakan ini tidak mungkin
berada dalam kelompok besar dan kecil, maka kita harus
merenggut elemen-elemen yang tak terhitung dan terbaik dari
bangsa ini.
Hasil praktis dari metode Kulturkampf Austria adalah, sukses
dalam mengoyak ratusan ribu anggota gereja tanpa membuat
kerusakan yang berarti. Dalam hal ini gereja tak perlu untuk
menangis karena dombanya yang hilang, karena gereja hanya
kehilangan sesuatu yang bukan seharusnya menjadi miliknya.
Perbedaan antara reformasi baru dan yang lama adalah: dalam
reformasi lama banyak orang- orang terbaik di Gereja berbalik
haluan melalui keyakinan agama yang menyeluruh, sementara
yang baru hanya kaum moderat yang pergi, dan hal ini muncul

dari pertimbangan politis. Tepatnya dilihat dari sudut


pandang politik hasilnya akan ditertawakan sekaligus
menyedihkan. Sekali lagi pergerakan politik yang menjanjikan
bagi keselamatan bangsa Jerman kini telah jatuh ke tangan
anjing- anjing politikus karena dipimpin dengan dingin dan
brutal, dan hanya akan mengarah kepada perpecahan.
Satu hal yang lebih tepat: Alldeutschen Bewegung tak akan
membuat kesalahan ini kalau sudah memahami psikologi
massa. Jika pemimpinnya mengetahui bahwa untuk meraih
kesuksesan, seseorang harus berada dalam dasar-dasar
psikologis murni dan tak pernah menunjukan dua atau lebih
pihak-pihak yang saling berlawanan di depan publik. Karena
hal ini akan mengarah kepada tercerai berainya kekuatan
melawan. Mereka dengan alasan ini merupakan dorongan bagi
Alldeutschen Bewegung yang akan diarahkan pada satu
pengikut saja. Tidak ada yang lebih berbahaya bagi partai
politik daripada dipimpin oleh orang serba bisa yang
menginginkan segalanya namun tak pernah mendapatkan
apapun.
Tak peduli seberapa banyak ruangan untuk kritik dalam setiap
kelompok agama, sebuah partai politik jangan sampai
kehilangan pandangan sedikitpun terhadap fakta bahwa dalam
pengalaman sejarah yang terdahulu, partai politik yang murni
tak akan pernah sukses menggagas reformasi agama.

{Konsentrasi pada lawan}


Tujuan untuk mempelajari sejarah bukan untuk melupakan
sejarahnya ketika suasana keadaan dalam penerapan
praktisnya atau untuk memutuskan bahwa situasi sekarang
berbeda sama sekali dengan masa lalu. Maka dari itu
kebenaran abadinya tak dapat diterapkan. Bukan, tujuan
untuk mempelajari sejarah adalah sebagai pelajaran bagi masa
kini.
Orang yang tak dapat melakukan metode ini jangan pernah
membayangkan untuk bisa menjadi seorang pemimpin politik,
karena dalam kenyataannya dia akan terlihat dangkal walau
biasanya terlihat angkuh dan tak sedikitpun kebaikannya akan
menjadi alasan bagi ketidakmampuannya. Secara umum,
pemimpin-pemimpin nasional yang besar khususnya tidak
akan memecah perhatian Volk, namun mereka akan
mengkonsentrasikannya pada satu musuh. Semakin
bersatunya keinginan Volk untuk bertarung, akan semakin
besar daya tarik magnetik seorang pemimpin dan akan
semakin besar dorongannya. Hanya kejeniusan dari seorang
pemimpin besar yang mampu menggiring pengikutnya untuk
bersatu, karena dalam karakter yang lemah ditambah ketidak
yakinannya akan pengetahuan untuk memiliki banyak musuh
hanya akan berakhir pada dimulainya keraguan akan hak para
pengikutnya.

Ketika massa yang ragu-ragu didalam perjuangan ketika


melawan karena melihat terlalu banyak musuh, maka situasi
objektif akan muncul dengan melemparkan pertanyaan
apakah yang lain salah dan hanya mereka yang benar. Hal ini
akan memberikan kelumpuhan awal bagi kekuatan pasukan.
Maka dari itu para pemimpin harus selalu mengkombinasikan
agar di mata massa pasukan, sebuah perjuangan hanya akan
diarahkan pada satu musuh. Hal ini akan memperkuat
kepercayaan diri akan hak-hak mereka sendiri dan akan
memperkuat kepahitan mereka yang menyerang.
{Jalan kaum Kristen Sosial}
Alldeutsche Bewegung sudah lama gagal dalam memahami hal
ini dan tidak akan sukses selamanya. Tujuannya mungkin
benar, cita-citanya memang suci namun jalan yang dipilihnya
adalah salah. Seperti seorang pendaki gunung yang terus fokus
menuju puncak gunung dengan penuh keyakinan dan
ditambah dengan energi yang kuat namun tak memperhatikan
jejak. Karena matanya hanyalah tertuju pada puncak gunung
sehingga dia tak melihat dan merasakan pendakiannya, dan
akhirnya sia-sia di ujung pendakiannya.
Urusan negara yang bertentangan tampaknya akan berlaku
pada pesaing utama, Partai Kristen Sosial. Jalan yang
dipilihnya sudah tepat namun kurang akan pengetahuan untuk
mewujudkan cita-citanya. Dalam hampir segala urusan yang
diinginkan oleh Alldeutschen Bewegung, sikap Partai Kristen

Sosial adalah benar dan terencana dengan baik. Partai Kristen


Sosial memiliki pemahaman yang mencukupi dalam
memahami pentingnya peran massa, dan sejak dari hari
pertama mereka telah meyakinkan diri atau setidaknya
sebagian dari mereka memahami dengan penekanan terbuka
pada sifat sosial.
Dengan memiliki tujuan secara khusus untuk memenangkan
hak-hak kelas bawah dan menengah serta kelas pekerja,
mereka telah memperoleh ketahanan mental dan rela
bekorban. Mereka menghindari perjuangan untuk melawan
institusi agama dan mengamankan diri dengan dukungan dari
organisasi yang besar yang mewakili Gereja. Akibatnya mereka
hanya memiliki satu lawan yang benar-benar besar. Mereka
akan mengetahui kekuatan propaganda dalam skala besar dan
ahli dalam mempengaruhi psikologis dari massa
pendukungnya.
Jika mereka tak mampu meraih tujuannya dan bermimpi
untuk bisa menyelamatkan Austria, ini karena ada terdapat
dua kelemahan dalam metodenya, yaitu kekurang jelasan akan
tujuan mereka sendiri, dan Anti Semitisme adalah gerakan
baru yang didasarkan pada ide-ide agama dan bukannya
pengetahuan rasial.

{Melawan Yahudi berdasarkan pada agama}


Alasan dari kesalahan ini adalah sama dengan alasan yang
mendasari kelemahan ke dua. Jika Partai Kristen Sosial ingin
menyelamatkan Austria maka pendapat para pemimpinnya
jangan beranjak dari sudut pandang prinsip rasialisme, karena
kalau mereka melakukannya maka pembubaran negara akan
cepat terjadi. Khususnya situasi di Wina sendiri menurut
pendapat para pemimpin partai akan menuntut bahwa segala
poin yang akan memecah belah pengikut mereka harus segera
dipinggirkan secepat mungkin, dan semua konsep pemersatu
akan dijadikan poin yang bermanfaat.
Pada saat itu Wina sedang dihantam dengan begitu kuat,
khususnya oleh elemen Ceko sehingga toleransi terbesarnya
jika diarahkan dengan menganggap pada permasalahan rasial
saja bisa membiarkan mereka tetap berada di Partai yang
bukan anti Jerman. Jika Austria ingin diselamatkan, hal ini
juga jangan dibiarkan. Maka mereka berusaha untuk bisa
merangkul beberapa kelas pekerja dari Ceko yang jumlahnya
banyak terdapat di Wina. Dengan perjuangan untuk melawan
liberal Manchesterisme, dan dalam perjuangan melawan
Yahudi yang berdasarkan agama, mereka mengira bahwa
mereka telah menemukan slogan yang mampu merangkul
keberagaman Volk di Austria.
Sangat jelas bahwa untuk melawan Yahudi dengan dasar
seperti itu tak akan diperhatikan oleh Yahudi. Jika masalah

yang terburuk datang, sepercik air pembaptisan dapat


menyelamatkan urusan Yahudi pada waktu yang bersamaan.
Dengan motivasi dangkal seperti itu, perlakuan ilmiah yang
serius dari keseluruhan masalah tak pernah akan di capai, dan
sebagai hasilnya akan terlalu banyak orang merasa jijik pada
tipe gerakan Anti-Semitisme yang tak dapat dipahami ini.
Kekuatan mengambil ide ini dibatasi secara eksklusif pada
kelompok intelektual yang terbatas, kecuali pengetahuan
murni akan diganti oleh perasaan emosional yang murni.
Kaum intelektual tetap menyendiri dalam masalah prinsip.
{Kepura-puraan Anti Semit kaum Kristen Sosial}
Seluruh pergerakan baru tampaknya akan semakin lebih
terlihat seperti adanya perubahan baru bagi Yahudi, atau
bahkan ada sebuah ekspresi kecemburuan yang muncul akibat
kompetisi, maka perjuangan akan kehilangan sifatnya sebagai
bentuk pengabdian tertinggi. Akan terlalu banyak
kecemburuan dan tak harus orang-orang yang terburuk dan
terlihat amoral pantas untuk dicela. Kurangnya keyakinan ini
adalah bahwa masalah utama bagi seluruh kemanusiaan
terhadap nasib seluruh Volk non Jerman tergantung pada
penyelesaiannya.
Melalui perjuangan dengan hati yang setengah-setengah,
barisan anti Semit dari Partai Kristen Sosial akan kehilangan
nilainya. Gerakan tersebut merupakan gerakan anti Semit

yang penuh kepura-puraan sehingga menjadi lebih buruk dari


tidak ada sama sekali, karena mereka hanya membuai rakyat
agar merasa tatap aman. Mereka kira mereka telah mampu
menangkap musuh, padahal dalam kenyataannya merekalah
yang dicocok hidungnya oleh musuh.
Dalam waktu singkat Yahudi telah terbiasa dengan tipe antiSemitisme ini sehingga keberadaannya membuat Yahudi lebih
nyaman. Jika dalam hal ini Partai Kristen Sosial harus
membuat sebuah pengorbanan bagi kebangsaan, mereka harus
rela berkorban lebih besar lagi jika ingin memenangkan
Jermanisme.
Mereka tak bisa menjadi nasionalis kecuali jika mereka
hendak melepaskan pijakan mereka di Wina. Mereka berharap
bahwa dengan mengelak secara hati-hati, mereka masih dapat
memiliki negara Habsburg dan dengan harapan itu mereka
telah berhasil melewati puingpuingnya. Maka pergerakan
kehilangan sumber kekuatannya yang dimana sumber itu
dapat mengisi partai politik dengan kekuatan diri kapanpun.
Melalui ini saja Partai Kristen Sosial menjadi sama seperti
partai lain. Pada masa itu aku mengikuti kedua pola
pergerakan anti Semit ini dengan cermat, yaitu dengan
merasakan detak jantungnya, lalu terbawa pada kekaguman
akan seorang laki-laki luar biasa yang tampak bagiku sebagai
simbol pahit dari Jermanisme-Austria.

{Alldeutsche Bewegung dan Kristen Sosial}

Pada sebuah prosesi pemakaman yang megah ketika


membawa jenazah seorang walikota dari balaikota menuju
Ringstrasse, aku termasuk dari salah satu ratusan ribu orang
yang menyaksikan kejadian tragis itu. Aku benar-benar
tersentuh dan perasaanku mengatakan bahwa pekerjaan lakilaki ini akan berakhir gagal, karena sebuah takdir yang fatal
dan pasti akan membawa negeri ini menuju kehancuran.
Jika Dr. Karl Lueger tinggal di Jerman, dia akan berada
diantara orang-orang hebat,
dia hidup dan bekerja di negeri yang serba tidak
mungkin ini merupakan kemalangan bagi
pekerjaan dan dirinya.
Ketika dia meninggal, pucuk api di Balkan mulai membesar
dari bulan ke bulan dan ini merupakan suatu nasib yang baik
baginya, dan dia menyelamatkannya demi menyaksikan hal
yang sebenarnya dia bisa cegah. Terlepas dari kegagalan suatu
pergerakan atau gugurnya gerakan lainnya, aku mencari
penyebabnya. Aku menjadi yakin bahwa, terpisah dari
mendukung negara di Austria lama, kesalahan kedua partai
sebagai berikut: Alldeutschen Bewegung sangat tepat dalam
pandangan teoritisnya bagi kebangkitan Jerman, namun
sangat menyedihkan dalam memilih metodenya.
Pergerakan mereka bermotif kebangsaan namun malangnya

gerakan itu tidak sosialis dalam merebut perhatian massa.


Namun perjuangan Anti-Semitismenya didasari oleh
pemahaman yang tepat pada masalah rasial, bukan pada ide
agama. Perjuangannya pada kelompok agama tertentu, secara
taktis memang salah, tapi pergerakan Kristen Sosial tidak
memiliki konsepsi yang jelas akan kelahiran Jerman kembali,
namun dengan memiliki kecerdasan dan keberuntungan
dalam memakai metodenya, tentu berhasil sebagai sebuah
partai. Sebuah pergerakan sosial harus memahami betapa
pentingnya masalah sosial. Merupakan kesalahan yang fatal
ketika berjuang melawan Yahudi namun tidak memiliki
gagasan tentang pemikiran nasional.
{Kebencian yang muncul pada negara Habsburg}
Sebagai tambahan, pengetahuan mereka yang sudah
tercerahkan mengenai massa, jika Partai Kristen Sosial
memiliki ide yang tepat mengenai pentingnya masalah rasial
seperti yang telah diraih oleh Alldeutschen Bewegung, dan jika
menjadi nasionalis atau Alldeutschen Bewegung. Sebagai
tambahan atas pengetahuan yang mencukupi pada tujuan
permasalahan Yahudi yang mengadopsi kelicikan Partai
Kristen Sosial, khususnya pada sikap melawan sosialisme akan
muncul pergerakan, yang menurut pendapatku akan sukses
dalam merubah takdir Jerman.
Jika hal tersebut tidak terjadi itu karena sifat negara Austria.

Sejak aku menyaksikannya, keyakinanku terwujudkan dalam


partai lain. Dalam periode itu dan seterusnya aku tak dapat
memutuskan untuk bisa memasuki atau berjuang bersama.
Bahkan aku menganggap seluruh pergerakan politik itu tidak
akan sukses dan tidak mampu mengusung kebangkitan
nasional Volk Jerman dalam skala besar ataupun murni.
Namun dalam periode ini kemuakanku terhadap negara
Habsburg tumbuh semakin mantap. Semakin aku
memperhatikan masalah kebijakan luar negeri, semakin
bangkit keyakinanku dan telah berakar bahwa formasi politik
ini hanya akan menghasilkan kemalangan Jermanisme.
Semakin jelas dan terang aku melihat nasib negara Jerman tak
akan terputuskan di sini namun di Reich itu sendiri. Ini sangat
tepat, karena bukan hanya masalah politis semata, namun tak
kurang dari sebuah manifestasi kehidupan berbudaya secara
umum.
Bahkan dalam bidang budaya maupun artistik, negara Austria
sedang menunjukan gejala penurunan kualitas, atau
setidaknya menunjukan peranannya yang dianggap sudah
tidak penting lagi bagi bangsa Jerman. Ini sangat benar jika
dilihat dalam bidang arsitektur. Arsitektur gaya baru tak akan
meraih kesuksesan secara khusus
di Austria, jika bukan karena alasan yang lain sejak
penyelesaian Ringstrasse. Setidaknya rencana arsitektur Wina
menjadi tidak penting dibandingkan dengan rencana yang

muncul di Jerman.
{Austria sebagai sosok mosaik yang usang}
Maka aku mulai memiliki sisi kehidupan yang bertolak
belakang: pikiran dan kenyataan menyuruhku untuk
menyelesaikan sekolah di Austria karena hal itu lebih
menguntungkan meskipun akan terasa pahit, namun hatiku
bersemayam di tempat lain karena aku merasakan adanya
kekecewaan yang mendalam. Karena semakin aku menyadari
akan kekosongan pikiran negeri ini dan ketidakmungkinanku
untuk menyelamatkannya, aku merasakan dalam segala hal
bahwa ini semua akan menjadi kemalangan bagi nasib Volk
Jerman. Aku yakin bahwa negeri ini sedang menekan dan
melumpuhkan jiwa dan pikiran setiap orang Jerman, namun
sebaliknya kondisi ini akan menguntungkan para figur nonJerman.
Aku muak dengan adanya pengelompokan rasial yang
ditunjukan oleh penguasa ibukota ini. Aku benci dengan
Volkergemisch (percampuran rakyat asing) Ceko, Polandia,
Hungaria, Ruthenia, Serbia dan Kroasia. Dan lebih banyak
orang Yahudi yang menjamur dimana-mana. Bagiku, kota
besar ini merupakan perwujudan kota yang penuh dengan
kenajisan. Bahasa Jerman memiliki dialek Niederbayern
(Bayern bawah) dan aku tak dapat melupakan dialek itu dan
kemudian mempelajari dialek Wina.

Semakin lama aku tinggal di kota ini, semakin tumbuh


kebencianku terhadap Volkergemisch yang mulai mengoyakoyak situs lama dari kebudayaan Jerman yan agung ini. Ide
bahwa negara ini akan dipertahankan lebih lama tampak
sangat konyol. Austria waktu itu seperti mosaik tua yang
terbuat dari semen murahan sebagai perekat batu-batunya,
dan sekarang sudah mulai usang dan tampak akan runtuh.
Selama karya seni itu tak di sentuh, ia masih menunjukan
keberadaannya sebagai sebuah karya seni yang bernilai tinggi.
Namun ketika mendapatkan pukulan, karya mosaik ini akan
hancur berkeping-keping. Pertanyaannya adalah kapan
pukulan itu akan tiba.
{Sekolah kehidupanku}
Jantungku tak pernah berdegup untuk monarki Austria,
namun hanya untuk Kekaisaran Jerman jantungku bedegup
kencang. Bagiku, kejatuhan monarki Austria tampak sebagai
sebuah tanda akan dimulainya sebuah bentuk penebusan dosa
untuk bangsa Jerman. Karena alasan kerinduan inilah
semakin meningkatkan rasa cinta di dalam diri yang telah
mendorongku demi meraih cita-cita masa kecilku. Aku
berharap kalau suatu hari aku bisa terkenal sebagai seorang
arsitek. Dalam skala kecil maupun besar takdir telah
menggariskan bahwa jasa tulusku akan aku dedikasikan
kepada bangsa. Akhirnya aku bisa menikmati kebahagiaan
hidup dengan bekerja di sebuah tempat yang akan memenuhi

seluruh gairah tentang keinginanku dengan sepenuh hati :


Anschluss tanah airku dengan tanah air Reich Jerman.
Namun sekarang banyak orang yang tak mampu memahami
kebesaran rasa rinduku ini. Aku menyampaikan pesan ini
kepada diriku sendiri dan tak ingin menghindari kerinduan ini
karena alasan takdir apapun atau dengan sebuah kenyataan
hidup yang kejam sekalipun merenggutku. Aku ingin
menyampaikan perasaan ini kepada siapapun yang telah
terpisah dari tanah airnya dan menuntut untuk ikut bertarung
demi harta karun yang suci untuk bahasanya sendiri, bahasa
Jerman. Bagi mereka yang pernah dihukum dan disiksa karena
kesetiaannya demi tanah air, dengan luapan emosi yang
mendalam inilah waktunya bagi mereka untuk bisa kembali
kepada jantung tanah air mereka sendiri. Aku menyampaikan
ini semua kepada semua orang, dan aku tahu kalau mereka
pasti akan memahami semua cita-citaku!
Hanya mereka yang benar-benar tahu bagaimana rasanya
menjadi orang Jerman dengan sepenuh hati yang pernah
terpisah dari hak-haknya untuk kembali memiliki tanah
airnya. Aku dapat merasakan kerinduan yang dalam dan
membakar setiap jantung anak-anak kecil yang terpisah dari
tanah airnya itu. Tak ada siapapun yang akan turut merasakan
dan menghalangi rasa puas dari kebahagiaan ketika pintu
gerbang tanah air mereka telah terbuka dalam kekaisaran yang
sama, darah yang sama, meraih kedamaian yang sama dan

ketenangan yang sama.


Wina masih menjadi tempat pembelajaran yang paling keras
dan menyeluruh dari seluruh kehidupanku. Aku telah lama
menjejakan kaki di kota ini sebagai seorang anak kecil. Kini
aku telah meninggalkan masa kecilku dan tumbuh sebagai
seorang laki-laki yang hidup akrab dengan kemalangan dan
kesedihan. Di Wina aku telah menemukan dasar-dasar
Weltanschauung dan pandangan politik secara menyeluruh,
dimana kemudian hari aku pun juga terus membutuhkan
tambahan- tambahan pemikiran lain secara mendetail, namun
Weltanchauung tak pernah akan meninggalkanku. Namun
baru sekarang aku bisa membuat perkiraan tentang nilai- nilai
pokok dari tahun-tahun pembelajaranku itu.
Inilah mengapa alasannya aku terus menerus bergulat pada
masa belajarku. Untuk pertama kalinya masa-masa itu telah
memberikan sebuah pedoman visual secara tepat terhadap
sebuah kenyataan yang akan menjadi dasar pemikiran bagi
sebuah partai yang dirintis sejak masih kecil, dan setelah lima
tahun mulai berkembang menjadi sebuah pergerakan massa,
dimana aku sendiri tak tahu sikapku terhadap Yahudi, Sosial
Demokrat atau bahkan Marxisme secara keseluruhan. Karena
pada masa-masa awal pembelajaranku itu, aku tidak
membangun dasar bagi pendapat pribadiku. Jika kemalangan
nasib yang menimpa tanah air bisa merangsang ribuan orang
untuk ikut memikirkan alasan terdalam bagi kejatuhannya, hal

ini akan tersingkap dengan hanya mengarahkan sejumlah


pandangan yang menyeluruh dan dalam yang telah menguasai
takdirnya, jika setelah berjuang selama bertahun-tahun.
Anotasi ilmiah:
1. Dr. Karl Lueger
Dr. Karl Lueger (24 Oktober 1844 - 10 Maret 1910) merupakan
seorang politisi Austria dan walikota kota Wina yang terkenal
dengan kebijakan rasis anti Yahudinya.
2. Babylon
Babylon berarti Ibukota Babilonia di Mesopotamia (Sekarang
Irak, 110 km dari Baghdad). Babylon berasal dari bahasa Semit
berarti gerbang dewa.
3. Reichsrat (Austria)
Antara tahun 1867 dan 1918, Reichsrat merupakan parlemen
Cisleithania sebagai salah satu bagian Austria dari AustriaHungaria yang dikenal sebagai Kerajaan dan tanah yang
diwakili di Reichsrat (Bahasa Jermannya: die im Reichsrat
vertretenen Konigreiche und Lander). Terdiri dari
Herrenhaus (House of Lords) dan Abgeordnetenhaus (House
of Deputies). Selama keberadaannya, Reichsrat tidak bisa
efektif karena selalu ada konflik antara kelompok etnik.

4. Abgeordnetenhaus
Anggota Abgeordnetenhaus (House of Common) dipilih untuk
masa enam tahun, namun hanya untuk pria yang membayar
pajak saja. Sejak tahun 1907 hak memilih tak lagi memerlukan
pajak, sehingga lebih bebas.
5. Herrenhaus
Herrenhaus merupakan salah satu kamar dalam parlemen
Prussia dan di Austria sama dengan Reichsrat.
6. House of Lords
House of Lords adalah komponen Parlemen Inggris, yaitu
sebuah dewan yang terpilih dari 26 Pendeta Senior dari Gereja
Inggris (Lord Spiritual) juga 629 anggota Peerage (Lords
Temporal).
7. House of Commons
Dalam sistem Bikameral Westminter (Inggris), House of
Commons juga dinamai Lower House. Common House
memiliki lebih banyak kekuasaan dari lower House yang
dipilih (House of Lords). Pemimpin mayoritas House of
Common biasanya menjadi Perdana Menteri. Menurut sejarah
Common merupakan sistem yang membagi pemerintahan
diantara kelas-kelas sosial termasuk pendeta, bangsawan,

ksatria dan pedagang. House of Commons diciptakan untuk


mewakili kepentingan kelas-kelas ini dan sementara kelas elit
lain diwakili lewat House of Lords. House of Commons dipilih
oleh rakyat, sementara anggota Upper House dipilih karena
sejumlah jasa dan prestasi seperti kekayaan, keluarga atau
prestise.
8. Quadriga
Quadriga merupakan lomba kereta yang ditarik oleh kuda dan
perlombaannya dilakukan pada Olimpiade kuno. Quadriga
menyimbolkan sebuah kemenangan, kehebatan atau
kemashyuran. Dalam mitologi Klasik Quadriga merupakan
kendaraan dewa yang mengalahkan kegelapan. Patung
Quadriga terkenal ada di atas Brandenburger Tor (Gerbang
Brandenburg) di Berlin sebagai Quadriga kemenangan yang
didisain oleh Johann Gottfried Schadow tahun 1793 sebagai
simbol perdamaian. Quadriga ini pernah diambil oleh
Napoleon tahun 1806 dan kembali lagi ke Berlin tahun 1814.
9. Hellenik
Istilah Hellenik menunjukan perubahan budaya pada zaman
Yunani kuno dimana dulunya budaya hanya di dominasi oleh
etnik Yunani murni saja. Kini menjadi didominasi oleh
siapapun yang bisa berbahasa Yunani. Dalam konteks buku
ini, bisa diartikan bahwa keajaiban Hellenik merupakan
keajaiban kebudayaan.

10. Pericle
Pericle (495 - 429 SM) merupakan pemimpin Yunani yang
paling penting selama masa keemasan Athena. Periode tahun
461 - 379 SM kadangkala disebut dengan Masa Pericle,
karena pada masa itu Athena benar-benar maju. Pericle pula
yang memulai ide Demokrasi.
11. Pantheon
Pantheon adalah satu set dewa-dewa agama atau mitologi
tertentu seperti dewa- dewa Yunani dan Norse. Sejak abad 16
kata ini digunakan untuk mengungkapkan orang-orang yang
cerdas. Pantheon bisa juga berarti kuil atau gedung suci bagi
dewa.
12. Alldeutschen Bewegung
Alldeutschen Bewegung atau dapat diterjemahkan menjadi
Pan -Jermanisme, merupakan pergerakan berbasis etnik pada
abad 19 bagi rakyat yang berbahasa dan beretnik Jerman di
Eropa. Gerakan ini dimulai pada awal tahun 1800 pada masa
Revolusi Perancis dimana Bangsa Jerman pada masa itu
tercerai berai sehingga beberapa pergerakan ingin ingin
menyatukan bangsa etnik Jerman (Volksdeutschen).
Pada tahun 1860 negara-negara berbahasa Jerman hanyalah
Prussia dan Austria yang keduanya mencoba meluaskan

pengaruh dan daerahnya. Namun kekaisaran Austria sering


dikritik Jerman karena terdiri dari berbagai macam etnik.
Prussia di bawah Otto von Bismarck lalu membawa kembali
Nasionalisme untuk mempersatukan Jerman. Namun Austria
dan daerah Sudeten dimana banyak etnik Jerman berada tidak
dimasukan dalam kekaisaran Jerman ciptaan Bismarck.
Daerah inilah yang menjadi kontroversi. Banyak orang Austria
etnik Jerman tak suka dengan keberadaan Austria yang multi
etnik dan mendukung penyatuan dengan kekaisaran Jerman.
Sehabis Perang Dunia ke I Jerman hancur. Kekaisaran Jerman
Austria runtuh dan menjadi Cekoslowakia, Hungaria dan
Romania dimana etnik Slav menjadi penguasa atas etnik
Jerman yang tinggal di sana. Setelah Hitler berkuasa maka dia
mengeksploitasi Pan Jermanisme. Hitler menggunakan PanJermanisme ini untuk menguasai daerah berbentuk bulan
sabit Sudeten (Cekoslowakia) dimana disana terdapat banyak
etnik Jerman. Lalu pada tahun 1938 Austria di kuasai Jerman.
Di Puncak Perang Dunia ke II Austria, Sudeten, Elsass dan
Baltik di bawah kendali Nazi. Nazi dengan seenaknya
memindahkan orang Jerman ke daerah yang mereka kuasai.
Pan-Jermanisme berakhir seiring dengan Perang Dunia ke II.
Nasionalisme dan Pan-Jermanisme lalu menjadi tema yang
tabu karena istilah tersebut disalahgunakan oleh Nazi. Namun
penyatuan Jerman tahun 1990 membangkitkan kembali
masalah ini. Ketakutan penyalahgunaan Pan-Jermanisme dan

Nasionalisme tetap ada. Ide inilah yang ditakutkan rakyat


Jerman. Saat ini masih ada populasi etnik Jerman di Swiss,
Belgia, Perancis, Eropa Timur dan bekas Soviet. Etnik ini
seringkali meminta kewarganegaraan Jerman setelah komunis
runtuh. Sekarang ide untuk menyatukan Jerman dan Austria
hanya akan mengingatkan kembali pada masa Nazi yang pahit,
sehingga kemungkinan Pan-Jermanisme untuk bangkit
kembali sangatlah tak mungkin.
13. Max dari Meksiko
Maximilian I, Kaisar Meksiko (6 Juli 1832-19 Juni 1867)
adalah anggota keluarga kerajaan Habsburg. Dengan
dukungan kaisar Napoleon III dari Perancis dan sekelompok
konservatif Meksiko, Maximillian dijadikan kaisar Meksiko
tanggal 10 April 1864. Banyak orang Meksiko dan pemerintah
asing tak mengakui pemerintahannya dan Maximillian
dieksekusi ketika ditangkap kaum Republikan Meksiko. Kasus
Max ini dimasukkan sebagai contoh seorang anggota kerajaan
yang dijadikan boneka oleh pihak asing.
14.Sadowa
Sadowa adalah desa yang sekarang terletak di Republik Ceko,
Timur Bohemia. Tanggal 3 Juli 1866 daerah sekitar Sadowa
menjadi tempat pertempuran Koniggratz, sebuah pertempuran
terhebat dalam perang Austro-Prussia. Sadowa sendiri kini

hanya memiliki 325 penduduk dengan 127 rumah.


15. Koniggratz
Pertempuran Koniggratz atau Pertempuran Sadowa terjadi
tanggal 3 Juli 1866 dalam perang Austria-Prussia dimana
pertempuran ini begitu menentukan bagi kemenangan Prussia
yang gemilang di bawah pimpinan Kepala Staf Helmuth von
Moltke. Pertempuran ini disebut-sebut sebagai pengingat
betapa hebatnya sejarah Jerman (Prussia) dahulu.
16. Georg von Schonerer
Georg von Schonerer (17 July 1842-14 Agustus 1921)
merupakan politisi aktif Austria dan menjadi anggora
Reichsrat Austria. Bermula dengan ideologi liberal,
Schonerer menjadi semakin konservatif ketika karirnya
menanjak dan berubah menjadi konservatif sayap kanan.
Schonerer mengembangkan filsafat yang berisikan AntiYahudi, otoriter, Nasionalisme dan Pan Jermanisme adalah
konsep yang memikat rakyat jelata sehingga Schonerer
menjadi figur politk yang terkenal. Tahun 1879 dia
membentuk partai Alldeutschen Bewegung yang menjadi
kekuatan politik yang menentukan dalam perpolitikan Austria.
Tahun 1888, Schonerer dipenjara sementara karena merusak
kantor surat kabar dan menyerang pegawainya yang dimiliki
Yahudi. Tindakan ini semakin mempopulerkan Schonerer dan

partainya mendapat banyak kursi. Schonerer dipilih menjadi


anggota Reichsrat tahun 1897. Schonerer semakin berkuasa
tahun 1901 ketika 21 anggota partainya mendapat kursi di
parlemen. Namun tahun 1907 partainya runtuh. Hitler
memanfaatkan filsafat Schonerer bagi Nazi. Schonerer
meninggal di puri Rosenau kota Zwettl, Austria 14 Agustus
1921. Sebagai pengagum Otto von Bismarck, dia dikuburkan di
sebelah mausoleum Bismarck di Friedrichsruh, SchleswigHolstein.
17. Ephialtes
Ephialtes adalah anak Eurydemus dari Malis. Dia
mengkhianati raja Sparta,
Leonidas dalam pertempuran Thermopylae tahun 480 SM
karena membantu raja Persia Xerxes I dan memenangkan
pertempuran. Istilah Ephialtes digunakan di sini untuk
menggambarkan pengkhianatan.
18. Kulturkampf
Istilah Kulturkampf (pertarungan budaya) secara umum
merujuk pada masa tahun 1871 ketika Kekaisaran Jerman baru
terwujud dan kanselir Otto von Bismarck mencoba
mengurangi pengaruh Katolik di Jerman namun dapat pula
digunakan pada konflik budaya yang hampir sama pada masa
dan tempat lain.

Latar belakang sejarahnya dapat dilihat sebagai berikut ;


Kekaisaran Jerman didominasi oleh kerajaan Prussia, yang
merupakan negara Protestan seperti sebagian besar kerjaan di
utara Jerman. Karena kekaisaran Jerman merupakan evolusi
dari konfederasi Jerman Utara tahun 1866, Bismarck
menganggap penyatuan negara bagian di Jerman selatan,
khususnya Bayern yang Katolik sebagai ancaman. Maka
Bismarck secara sengaja membentuk kekaisaran Jerman yang
anti pengaruh Austria, negara Katolik yang berpengaruh.
Bismarck menggunakan berbagai macam perangkat hukum
untuk mencegah pengaruh Katolik di masyarakat serta
perkembangan politik dari gereja Katolik.
Salah satu hasil dari Kulturkampf adalah pengasingan Katolik
di provinsi Jerman bagian timur (Ost-Preussen, Posen dan
Schlesien) dari negara dimana provinsi- provinsi tersebut
berpaling pada akar Slavik sehingga kebangkitan Nasional
Polandia muncul. Usaha Bismarck untuk membatasi
kekuasaan gereja Katolik yang diwakili oleh Partai Tengah
(Zentrums Partei) ternyata gagal dan setelah tahun 1878
Bismarck bergabung dengan Katolik untuk menentang
Sosialisme.

BAB IV
MUNCHEN

Di musim semi tahun 1912 aku tiba di Munchen. Kota ini


sebenarnya sudah sangat kukenal dengan baik, dan seolaholah aku hidup kembali dibalik tembok-tembok kota tersebut
untuk bertahun-tahun lamanya. Hal itu menjadi dasar
pencermatanku, dimana setiap langkah menggiringku pada
ibukota kebudayaan Jerman ini. Seseorang belum bisa
dikatakan telah mengenal kesenian Jerman, jika dia belum
mengenal kota Munchen.
Bagaimanapun juga pada masa sebelum perang ini adalah
merupakan masa yang sangat menyenangkan dan
membahagiakan dalam seumur hidupku. Jika aku belum
mempunyai penghasilan maka aku tidak akan hidup hanya
untuk dapat melukis, melainkan melalui lukisan itulah aku
hanya ingin memastikan kesempatan yang lebih baik lagi
dalam hidupku untuk dapat melanjutkan kuliah. Aku yakin
tujuan yang telah kutetapkan ini kelak akan tercapai. Dan hal
ini membuatku mampu menahan semua gempuran kesusahan
dalam hidup.
Maka tumbuhlah cinta dalam hatiku pada kota ini. Yang

membuatku lebih mencintai kota ini dibandingkan dengan


tempat terkenal lainnya adalah pada saat pertama kalinya aku
menginjakkan kaki di kota ini. Kota ini benar-benar Jerman
banget dan sungguh berbeda dibandingkan dengan kota Wina!
Namun ketika aku teringat kembali akan kota Babilonia yang
besar itu aku menjadi merasa begitu muak. Aku pun masih
dapat mengingat logat bahasa mereka khususnya pada saat
dimasa mudaku dulu, dimana aku pernah berteman dengan
orang-orang yang berlogat Niederbayern. Banyak sekali hal
yang menyenangkan dan sangat berharga telah kualami.
{Ikatan politik Jerman yang salah}
Namun diantara semua itu, apa yang membuatku begitu
tertarik adalah dengan adanya percampuran yang luar biasa
antara kekuatan alam dengan suasana yang indah dari
Hofbrauhaus1 hingga ke Odeon2, dari Oktoberfest3 hingga ke
Pinakothek4 dan seterusnya. Dan aku sekarang lebih menyukai
kota ini lagi dibandingkan dengan tempat manapun yang ada
di dunia. Hal ini merupakan bagian dari sebuah kenyataan
bahwa kota tersebut telah terikat secara emosional dengan
perkembangan hidupku, yaitu dimana dulu aku telah
mendapatkan kebahagiaan dari kepuasan sejati yang ada di
dalam hatiku. Untuk bisa membuatku terpesona, diriku yang
sedang dipenuhi rasa cinta dan kekaguman ini tidak hanya
dengan menggunakan perhitungan nalar semata, melainkan
juga dengan perasaan halus manusia di kediaman

Wittelsbacher5 ini.
Hal yang aku sukai diluar pekerjaanku adalah mengikuti
pelajaran mengenai kejadian politik sehari-hari, khususnya
kejadian politik luar negeri. Di tengah-tengah perjalanan
hidupku, aku terperangkap pada perjalanan politik Jerman
dimana sebelumnya hal itu tidak pernah terbayangkan
sebelumnya sejak jaman Austria.
Paling tidak, bagiku di kota Wina ini penipuan terhadap diri
sendiri dari Reich yang besar ini masih belum jelas. Dahulu
aku cenderung untuk selalu menduga-duga - atau berusaha
meyakinkan diri secara terbuka sebagai sebuah permintaan
maaf- bahwa mungkin orang-orang di Berlin sudah
mengetahui betapa lemah dan sedikitnya sekutu Jerman
dalam kenyataannya yang tak dapat di percaya.
Untuk menopang suatu kekuatan politik negara sekutu dengan
alasan yang kurang lebih misterius. Sebenarnya dahulu telah
di mulai oleh Otto von Bismarck namun tiba-tiba terjadi suatu
peristiwa pembongkaran yang tidak diinginkan untuk
mengejutkan pihak luar negeri atau memenangkan orangorang yang licik. Sudah barang tentu hubunganku dengan Volk
sekitar telah membuatku mengerti betapa takutnya aku,
terutama disaat keyakinan itu salah. Aku begitu kagum, bahwa
ternyata watak kerajaan Habsburg sendiri yang pernah
mendapatkan pelajaran yang benar tetapi juga tidak mengerti
apa-apa.

{Ikatan politik Jerman yang salah}


Di dalam Volk, orang bisa terperangkap dalam sebuah
perumpamaan dimana sekutu dapat dijadikan sebagai suatu
kekuatan serius yang segera akan muncul pada suatu situasi
tertentu. Mereka akan selalu mempertahankan kerajaan bagi
negara Jerman dan mengira dapat membangunnya kembali.
Orang mengira bahwa kekuatan ini hanya dapat diukur
dengan pasukan sebanyak jutaan orang, begitu juga di Jerman
sendiri. Namun orang-orang sudah benar-benar melupakan
bahwa pertama, kejayaan negara Austria sudah sejak lama
telah berakhir untuk kemudian menjadi sebuah negara
Jerman. Kedua, dari waktu ke waktu hubungan yang erat dari
negara ini lebih condong kepada suatu upaya peleburan
AustriaJerman untuk menjadi satu negara kesatuan.
Dahulu aku sangat mengenal gambaran kota ini sebagai suatu
kota yang disebut kota diplomasi resmi yang menutup mata
dan tidak bisa menghadapi malapetaka. Suasana hati Volk
selalu dijejalkan dengan pemahaman-pemahaman dari apa
yang telah orang berikan dalam suatu rapat terbuka. Tetapi
golongan kelas atas, orang- orang senang menjalankan suatu
upacara bersama sekutu seperti kaum Musa yang bidah
menari-nari mengitari sapi emas. Mereka benar-benar
berharap melalui kebaikan dan ketulusan hati ini untuk
memperbaiki apa yang kurang. Untuk itu orang selalu
menggunakan perkataan yang halus untuk menilai dan

memulai sesuatu.
Ketika di Wina aku sangat marah ketika mengamati perbedaan
antara pembicaraan para negarawan dan isi media cetak
penduduk Wina dari waktu ke waktu. Tetapi tentu saja kota
Wina masih tampak seperti sebuah kota Jerman. Betapa
berbedanya hal itu jika anda meninggalkan Wina atau JermanAustria dan pergi ke propinsi Slavik dari Reich itu! Orang
hanya membutuhkan koran Praha ditangannya untuk
mengetahui bagaimanakah penilaian dari permainan saling
menipu ketiga negara tersebut. Hal itu bagi karya bermutu
para negarawan tidak lagi dijadikan sebagai suatu ejekan yang
serius. Orang melakukannya berada dalam kerukunan yang
dalam ketika kedua kaisar satu sama lain melakukan ciuman
mesra persahabatan di dahi mereka. Bahkan mereka tidak
menyembunyikan sama sekali bahwa ikatan persahabatan ini
pada suatu hari nanti akan berakhir, dimana orang-orang akan
mencoba untuk membuktikan kesalahan dari Nibelungen6
yang ideal ini dalam kenyataan praktis.
Bagaimana jika orang-orang dalam beberapa tahun kemudian
menjadi marah, ketika mereka tahu bahwa dimana ikatanikatan itu seharusnya dapat bertahan, namun ternyata Italia
melepaskan diri dari tiga bagian negara tersebut dan
meninggalkan dua rekan lainnya? Ya, akhirnya kemudian
mereka menjadi musuh! Dimana orang- orang yang pada
umumnya dulu berani mengambil resiko dalam hitungan satu

menit untuk mempercayai kemungkinan dari suatu keajaiban,


yaitu sebuah keajaiban dimana Italia dengan Austria akan
sama-sama berperang, bisa menjadi tidak masuk akal bila
dilihat dari hubungan yang diplomatis ini. Tentu saja Austria
sendiri juga tidak jauh berbeda.
Austria sebagai negara penganut ide-ide sekutu ini adalah
Habsburg dan Jerman. Habsburg kehilangan perhitungan dan
paksaan, Jerman dari kepercayaan yang bagus dan kebodohan
politik. Dari kepercayaan-kepercayaan yang baik melalui tiga
negara sekutu7 ini, mereka mempertunjukkan pelayanan yang
hebat dari kerajaan Jerman yaitu menolong untuk
memperkuat dan mengamankannya. Namun dari kebodohan
politik itu, karena dari dua hal pertama tidak menyebutkan
kejadian melainkan sebaliknya. Melalui hal itu pula ia turut
dibantu untuk mengikat kerajaan ini menjadi sebuah bingkai
negara tanpa harus terelakkan lagi untuk mendorong mereka
berdua terjerembab kedalam jurang. Diatas segalanya, mereka
sendiri dengan gambaran dari sekutu ini akan jatuh pada
suatu Entdeutschung.
Bagi persekutuan dengan Reich ini, Habsburg berpikir bahwa
mereka dapat selamat ketika melawan campur tangan
siapapun. Dari sisi ini yang sayangnya merupakan sebuah
kasus, mereka dapat dengan mudah dan aman membawa
politik internal mereka dan secara perlahan menghancurkan
kerajaan Jerman. Tidak hanya dalam sudut pandang

objektivitas kami yang terkenal dan mereka tidak perlu takut


atas campur tangan atas pemerintahan Reich ini, namun
dengan menunjuk pada sekutu ini mereka juga dapat
memenangkan suarasuara yang sangat memalukan bagi
Austria-Jerman yang mungkin muncul disebagian negara
Jerman dan kemudian melawan pemerintahan Slavik atas
karakter yang memalukan dan keterlaluan ini.
Apa yang harus dilakukan Jerman di Austria jika kerajaan
Jerman atas Reich ini menyatakan pengakuan dan
kepercayaannya pada pemerintahan Habsburg? Apakah harus
menawarkan diri untuk menjadi pengkhianat bangsa di dalam
masyarakat Jerman secara terbuka? Apakah Jerman sejak
seabad lalu telah melakukan pengorbanan yang luar biasa bagi
kebangsaannya? Namun nilai apa yang dimiliki persekutuan
ini jika kerajaan Jerman harus dimusnahkan oleh kerajaan
Habsburg? Bukankah nilai dari ketiga sekutu ini tergantung
pada pemeliharaan supremasi Jerman di Austria? Atau mereka
benar-benar sudah mengira untuk dapat hidup dengan
kerajaan Habsburg-Slavik dalam sebuah persekutuan? Sikap
dari diplomasi Jerman yang terbuka begitu juga dengan
pendapatnya secara keseluruhan terhadap masalah internal
Austria benar-benar suatu kebodohan dan bahkan gila!
Mereka senantiasa menaruh harapan pada persekutuan ini,
dan memusatkan semua pikiran untuk masa depan keamanan
Volk sejumlah 70 juta orang dan melihat apakah satu-satunya

dasar bagi aliansi ini dari tahun ke tahun telah direncanakan


dan tanpa ampun telah menghancurkan negara sekutu. Suatu
hari akan tiba dimana hanya akan tersisa suatu perjanjian
dengan diplomat Wina. Namun pertolongan pada kerajaan
sekutu dapat saja hilang.
Sejak awal bagi Italia hal ini telah menjadi masalah. Jika saja
orang-orang di Jerman mau mempelajari dengan lebih teliti
akan sejarah ini dan berpaling pada psikologi Volk, maka
mereka tidak akan pernah menduga bahwa Quirinal8 dan
Wiener Hofburg pernah berdiri bersama-sama di barisan
perang paling depan. Negara Italia- lah yang lebih dahulu
berubahnya menjadi gunung berapi yang siap meletus.
Dibandingkan dengan sebuah pemerintahan yang sanggup
mengirim Italia untuk berada di suatu kejadian di lapangan
perang bagi negara Habsburg yang sikap fanatiknya sangat di
benci selain sebagai musuh. Di Wina lebih dari sekali aku
melihat luapan-luapan dari nafsu penghinaan dan kebencian
yang tak mendasar telah di muntahkan oleh Italia kepada
negara Austria.
Dosa-dosa Habsburg ketika melawan kemerdekaan dan
kebebasan Italia selama bertahun-tahun sangat sulit untuk
dilupakan orang. Walaupun keinginan itu ada pada setiap
orang, namun keinginan tersebut sebenarnya hampir tidak ada
baik bagi rakyatnya sendiri maupun bagi pemerintahan Italia.
Ada dua kemungkinan bagi Italia untuk berhubungan dengan

Austria, yaitu menjadi sekutu atau lawan perang.


Dengan memilih pilihan pertama Italia mampu untuk
mempersiapkannya dan menyiapkan pula kedamaian bagi
pilihan kedua.
Sejak hubungan Austria dengan Rusia semakin mendekati
pada pecahnya peperangan, kebijakan sekutu Jerman pun
sama tidak masuk akalnya, bahkan dapat saling
membahayakan. Hal ini merupakan suatu kasus yang klasik,
dimana Jerman memperlihatkan ketidaklurusan setiap garis
besar dan benar secara pikiran.
Mengapa kemudian mereka memutuskan untuk menjadi
sekutu? Tentu saja untuk dapat menjaga masa depan Reich
menjadi lebih baik lagi daripada mengurangi sumber
tenaganya sendiri dan melakukannya dengan posisi yang tepat.
Dan tentu saja masa depan Reich ini tidak berbeda, melainkan
pertanyaan tentang kemungkinan pemeliharaan bagi
eksistensi Volk Jerman.
Karenanya pertanyaan itu hanya dapat di formulasikan sebagai
berikut: bagaimana seharusnya bentuk kehidupan bangsa
Jerman di masa depan yang sesungguhnya dan bagaimana
perkembangan ini kemudian dapat menjamin kepentingan dan
landasan serta tuntutan keamanan dalam rangka hubungan
masyarakat Eropa pada umumnya? Dengan pemikiran yang
jelas akan anggapan-anggapan untuk kegiatan politik luar
negeri, politik Jerman tidak terelakan lagi untuk menuntun

pada keyakinan bahwa Jerman memiliki peningkatan populasi


setiap tahunnya hampir mencapai 900.000 jiwa.
{Empat Jalan Politik Jerman}
Kesulitan pangan para prajurit meningkat dari tahun ke
tahunnya dan akhirnya harus terhenti karena suatu bencana.
Jika tidak segera berusaha untuk menemukan cara mengakhiri
bencana kelaparan dan kesengsaraan ini, ada empat cara
untuk menghadapi perkembangan masa depan Volk yang
mengerikan ini. Pertama, contoh berikut dari Perancis yang
dapat mengatasi jumlah peningkatan angka kelahiran adalah
dengan cara mengurangi kepadatan penduduk. Pada saatnya
alam sendirilah yang akan menghadapi segala kesengsaraan
besar, yaitu iklim yang buruk dan hasil bumi yang jelek juga
membatasi penambahan penduduk dari negara atau ras
tertentu. Hal ini pastinya akan dilakukan dengan metode yang
sangat kejam. Metode tersebut tidak hanya akan menghalangi
kekuatan perbuatan belaka tetapi akan mengawetkan
penciptaan langkah-langkah tersebut dengan
memperlihatkannya kepada pemeriksaan dan kekurangan
yang menyulitkan.
Bahwa mereka yang tidak memiliki kekuatan dan kesehatan
akan dipaksa untuk kembali masuk kedalam rahim seorang
ibu yang tidak dikenal untuk selamanya! Tetapi dengan
mencoba segala hal untuk bisa bertahan dari segala kesusahan

atas eksistensi adalah sebuah batu ujian yang beribu kali lipat
kerasnya dengan baik beradaptasi pada hasil perbuatan atau
sanggup untuk memulai semua pilihan- pilihan mendasar lagi
sejak awal. Jadi dengan cara kerjanya yang dinilai kejam
secara perseorangan akan segera memanggilnya kembali
setelah ia menunjukkan ketidak seimbangan pada badai
kehidupan. Ia akan menjaga ras dan jenisnya dengan sangat
ketat dan jeli bahkan mengangkatnya pada suatu level yang
lebih tinggi lagi. Tetapi dalam waktu yang bersamaan akan
terjadi pengurangan jumlah kekuatan individu. Hal itu
berbeda jika seseorang telah menyiapkan dirinya bermaksud
untuk membatasi angka kelahirannya.
Manusia bukanlah sebuah patung yang terbuat dari pahatan
kayu, melainkan adalah seorang manusia maka dia sangat
mengerti akan hal itu dibandingkan dengan seorang ratu
kebijaksanaan yang kejam. Dia tidak hanya membatasi hal
pelestarian manusia namun juga melahirkan manusia. Hal ini
menurutnya selalu diperhatikan bukan pada ras, dimana hal
ini sangat manusiawi dan sangat dibenarkan dibandingkan
dengan perhatian pada bukan ras. Sayangnya, bagaimanapun
juga akibat ini telah sangat terbalik. Sementara alam membuat
kebebasan bagi sebuah proses kelahiran yang belum pernah
menaklukkan suatu cobaan yang sulit dan memilih suatu
mayoritas individu terbaik dari kehidupan yang bernilai, maka
alam sendirilah yang akan memeliharanya dan juga merawat

jenis itu sendiri. Seseorang akan membatasi keturunannya


dengan berusaha sekuat tenaga, bahwa seseorang yang
dilahirkan seharusnya dipelihara dengan tak terbatas.
Koreksi atas keinginan Tuhan ini baginya sama bijaksananya
seperti manusia dan dia sangat senang, dimana sekali lagi
dapat mengalahkan yang terbaik dari alam dan bahkan
membuktikan kekurangannya. Jumlah ini pastinya telah
benar-benar dibatasi namun pada saat yang sama nilai
kualitas seseorang telah berkurang. Hal ini bagaimanapun juga
adalah sesuatu yang tidak ingin didengar sebagai ungkapan
cinta monyet dari Yang Maha Kuasa. Segera setelah kelahiran
dan jumlah kelahiran dibatasi, maka alam memilih bagi
keberadaannya dan membiarkan hanya yang terkuat dan
tersehat yang akan tersisa. Yang mampu hidup tampaknya
telah digantikan dengan keinginan nyata untuk
menyelamatkan yang terlemah dan tersakit dengan cara
apapun, yang mana benih generasi masa depan ini harus
tumbuh terus menerus tanpa terelakkan lagi dan berhenti
untuk mengolok-olok alam akan keinginannya.
Pada akhirnya hak orang-orang suatu saat akan dirampas dari
muka bumi ini oleh karena manusia bisa menentang hukum
yang abadi dan keinginan untuk melestarikannya sampai suatu
saat nanti. Namun cepat atau lambat hari pembalasan itu akan
datang. Ras terhebat akan menghalau ras yang lemah, dimana
tekanan hidup dengan bentuk ragam terbarunya akan selalu

mematahkan segala bentuk ikatan yang tidak masuk akal dari


apa yang disebut sebagai keberadaan manusia. Dalam hal
untuk menggantikannya secara perikemanusiaan dari alam
dengan menghancurkan yang lemah dan memberikan tempat
pada yang terkuat.
Oleh karena itu semua orang yang ingin menjamin keberadaan
rakyat Jerman ialah dengan cara membatasi diri untuk
melakukan perkembangbiakkan. Kedua, apa yang selalu kita
dengar untuk diusulkan dan direkomendasikan yaitu
penjajahan dalam negeri sendiri. Hal ini merupakan suatu
usulan yang kebanyakan orang menganggapnya bagus. Namun
kebanyakan orang telah salah mengerti akan hal itu, karena
hanya mampu ditonjolkan oleh seseorang yang hanya untuk
menimbulkan suatu kerugian besar yang mungkin dapat
dipikirkan olehnya.
Tanpa ragu-ragu produktifitas dari tanah ini akan lebih
ditingkatkan sampai batas tertentu. Namun hanya sampai ke
suatu titik tertentu saja dan tidak selalu harus tanpa akhir.
Untuk waktu tertentu, hal tersebut mungkin saja dapat
dibenarkan bagi peningkatan kualitas Volk Jerman tanpa
harus memikirkan bahaya kelaparan dengan menigkatkan
produktifitas tanah pertanian. Disamping itu, kita juga harus
menghadapi fakta bahwa tuntutan hidup yang begitu tinggi,
yaitu tuntutan kebutuhan manusia akan makanan dan pakaian
yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sekarang

contohnya, hubungan pada kebutuhan itu telah berbeda dari


kebutuhun nenek moyang kita terdahulu. Hal itu tentu saja
tidak masuk akal untuk mudah dipercayai, dimana setiap
kenaikan tingkat produksi menjadi dasar bagi peningkatan
populasi. Tidak, hal tersebut adalah benar hanya sampai batas
tertentu, setidaknya sejak pertambahan produksi atas tanah
dihabiskan bagi kepuasan kebutuhan manusia.
Tetapi meski dengan pembatasan yang luar biasa di satu sisi,
akan menghasilkan industri yang terhebat di sisi lainnya.
Suatu hari pembatasan ini akan mencapai dengan apa yang
diciptakan oleh tanah itu sendiri. Dengan tanah yang subur,
hal itu mungkin bisa untuk memperoleh apapun, walau
kemudian hal tersebut bisa dipertahankan untuk beberapa
saat saja dan bencana akan nampak. Akan ada bahaya
kelaparan dari waktu ke waktu, jika disana terjadi kegagalan
panen dan seterusnya adalah bencana. Saat populasi
meningkat, bencanabencana tersebut akan lebih sering terjadi
dan akhirnya untuk waktu yang panjang setelah mengalami
kekurangan, dan persediaan lumbung padi akan semakin
meningkat. Namun saatnya akan tiba dimana datang sebuah
kemalangan dan kelaparan yang menimpa Volk untuk
selamanya.
Sekarang alam harus kembali menolong untuk menentukan
pilihannya dan diantara mereka yang terpilih hanya dapat
bertahan hidup. Namun lagi-lagi orang itu hanya menolong

dirinya sendiri, dan akhirnya ia mendapatkan suatu rintangan


dari populasi manusia sebagai akibat yang sulit untuk
dilukiskan bagi ras dan jenisnya. Orang akan mengajukan
banyak keberatan, dimana masa depan kemanusiaan mau
tidak mau sudah mendekati ajal, karenanya Volk sendiri tidak
akan bisa menghindari takdir ini. Pandangan ini tampaknya
sangat benar. Oleh karena itu hal berikut harus diterapkan
hanya dalam pikiran: tentu saja pada saat tertentu segala hak
kemanusiaan akan dipaksakan dan akibatnya suatu
kemustahilan yang membuat tanah menjadi subur dan tetap
melangkah pada peningkatan populasi akan berhenti pada
peningkatan ras manusia.
Manusia akan kembali membiarkan alam untuk memutuskan
atau menolong dirinya sendiri jika bisa menciptakan
keseimbangan walaupun pastinya hal ini ada pada jalannya
yang sudah dibenarkan. Namun hal ini akan mencangkup
semua orang, karena saat ini hanya ras yang tidak memiliki
kekuatan dan tenaga untuk melindungi dirinya dari suatu
daerah di dunia ini akan menderita. Intinya adalah, diatas
dunia ini masih ada suatu bidang tanah yang belum tergarap
dengan baik dan menanti untuk diolah. Tetapi hal tersebut
akan sama benarnya bahwa alam tidak memiliki cadangan
masa depan untuk bangsa atau ras tertentu. Dilain hal, tanah
yang telah disediakan oleh alam kepada orang-orang yang
memiliki kekuatan dan mampu untuk menangani dan

mengolahnya.
Alam tidak pernah mengenal batas. Ia menempatkan mahluk
hidup diatas dunia ini dan senantiasa mengawasi segala
permainan mereka. Mereka yang terkuat dan paling rajin akan
menjadi anak kesayangan alam dan akan dianugerahi hak
kemanusiaan atas keberadaannya. Jika masyarakat membatasi
dirinya pada perluasan tanah jajahan dalam negeri karena ras
yang lain sangat hebat dan kuat di atas dunia ini maka hal itu
akan membuatnya lebih membatasi diri dimana populasi ras
yang lainnya semakin meningkat. Suatu hari hal ini akan
terjadi dimana pelenyapan manusia karena populasinya yang
selalu meningkat di dunia ini. Sayangnya, bangsa yang
terhebat atau yang lebih mulia ras kebudayaannya meningkat
pula sebagai standar bangsa pembawa kemajuan manusia.
Bangsa ini memutuskan dengan cara menutup mata untuk
menolak perang dan akan menghasilkan penerimaan tanah
baru dengan penjajahan dalam negeri dimana ras terendah
akan tahu bagaimana melindungi kehidupan di dunia ini dan
menghantarkan pada hasil akhir sebagai budaya manusia
superior dan kejam akan mempengaruhi tanah mereka yang
tak terbatas. Manusia superior harus segera membatasi
perkembangan mereka jika ras terendah dan brutal memiliki
bidang hidup yang luas tetap berada pada tempat mereka
untuk dapat terus berkembang biak dengan tanpa batas.
Dengan kata lain, suatu saat dunia ini akan menjadi milik

manusia-manusia dengan ras budaya terendah.


Kemudian walaupun dengan masa depan yang sangat jauh
untuk dicapai ada terdapat dua kemungkinan, yaitu dunia
akan dikuasai sesuai dengan ide demokrasi modern dan
kemudian tekanan atas setiap keputusan akan berakhir bagi
ras yang terkuat menurut jumlahnya atau dunia akan di
dominasi dalam kesepakatan dalam hukum dan kekuatan
alam. Kemudian masyarakat dengan keinginannya yang gigih
akan menang, dan akibatnya sekali lagi bukanlah Volk yang
membatasi diri. Kelak tanpa diragukan lagi dunia ini suatu
saat akan mempertunjukkan suatu perjuangan yang keras
untuk terus berjuang bagi keberadaan manusia. Akhirnya
hanya desakan untuk bisa menyelamatkan diri saja yang dapat
menang. Dibawah nilai dari yang dinamakan perikemanusiaan
sebagai kombinasi dari kebodohan, penakut dan orang yang
sok tahu akan meleleh seperti salju pada saat muncul matahari
dibulan Maret.
Manusia yang berjuang hebat dalam peperangan
berkepanjangan akan mati membusuk dalam kedamaiannya
yang abadi. Bagi kita rakyat Jerman dengan slogan penjajahan
dalam negeri merupakan sebuah bencana jika bukan karena
alasan apapun. Namun hal itu otomatis akan memperkuat
opini kita bahwa kita telah menemukan makna dimana
hubungan dengan kecenderungan untuk mengusahakan
perdamaian telah memungkinkan kita mendapatkan hak

untuk hidup dengan bekerja di kehidupan yang muram ini.


Suatu kali doktrin ini telah dilaksanakan dengan serius pada
negara kami. Hal itu berarti akhir dari setiap usaha yang
sungguh-sungguh untuk memelihara diri sendiri dan tempat
yang telah menjadi kewajiban kami. Suatu kali hampir semua
rakyat Jerman mempercayai bahwa mereka dapat melindungi
hidup dan masa depan mereka sendiri dengan jalan ini. Semua
orang akan berusaha aktif dan sekarang mereka berusaha
sendiri untuk memenuhi keperluan hidup rakyat Jerman
sehari-hari.
Setiap kenyataan politik luar negeri yang berguna dapat
menjadi bangsa penerima, dan dengan itu menghormati masa
depan dari seluruh rakyat Jerman. Dengan digunakannya
langkah ini akibat merupakan sebuah kebetulan dimana
Yahudi-lah yang pertama-tama selalu mencoba dan berhasil
dalam menanamkan mode yang sangat berbahaya yang dapat
mematahkan pemikiran rakyat kami. Mereka mengenal
dengan baik para pelanggan setianya dan tidak menyadari
bahwa mereka harus bersyukur dan membiarkan dirinya
ditipu oleh seorang salesman emas batubara dan akan
membuatnya berpikir bahwa mereka telah menemukan jalan
untuk memainkan sedikit peranan pada alam dan
membuatnya susah berjuang keras bagi keberadaan mereka
yang sia-sia. Sebagai penggantinya kadang-kadang mereka
bekerja atau kadang-kadang tidak, tergantung pada hal siapa

yang akan keluar menjadi penguasa dunia.


Hal tersebut tidak dapat dipaksakan dengan cukup tepat
dimana setiap penjajahan dalam negeri di Jerman harus
membantu untuk menyingkirkan keadaan sosial yang buruk,
khususnya untuk merebut tanah dari segala spekulasinya dan
tidak ada satupun yang dapat melindungi masa depan bangsa
tanpa menerima alasan dan lahan baru. Jika kita tidak
melakukan hal ini dalam waktu yang singkat, maka kita akan
segera tiba pada suatu hal yaitu dimana lahan kita akan hilang
juga kekuatan kita. Akhirnya hal yang berikut ini harus
diberitahukan bahwa pembatasan area tanah yang kecil
melekat pada kolonisasi internal seperti efek dari perolehan
final dari pembatasan penciptaan, akan menuntun kita pada
situasi politik militeristik yang tidak menguntungkan dari
negara yang bersangkutan.
Di suatu daerah yang luas dimana Volk tinggal, merupakan
suatu faktor penting bagi penentuan keamanan luarnya.
Dengan besarnya jumlah ruang yang tersedia bagi Volk akan
semakin besar juga perlindungan dari alam. Karena setiap
keputusan dari pemerintahan militer selalu bisa diambil
dengan cara yang efektif bahkan cepat dan mudah untuk
melawan Volk yang hidup susah pada suatu bidang tanah.
Namun sebaliknya mereka dapat dengan leluasa melawan
hukum wilayah suatu negara yang luas ini. Di suatu wilayah
negara yang luas tersebut akan ada perlindungan untuk

melawan sebuah serangan yang membabi buta, walaupun


kesuksesannya akan dicapai dengan perjuangan keras dan
karenanya resiko dari suatu serangan akan terlihat sangat
hebat asalkan alasannya dapat diterima. Mulai sekarang
negara yang besar akan menawarkan dengan mudah suatu
pemeliharaan kebebasan dan kemerdekaan pada Volk.
Sementara sebaliknya, Volk akan menganggap remeh suatu
promosi panggilan positif bagi pendudukan.
Nyatanya ada kemungkinan untuk menciptakan suatu
keseimbangan antara jumlah rakyat dan ketersediaan lahan
telah ditolak oleh apa yang disebut dengan lingkaran nasional
Reich. Alasan dari pernyataan ini adalah untuk memastikan
perbedaan yang telah disebutkan diatas yaitu orang bertahan
pada garis pertama suatu pembatasan kelahiran untuk keluar
dari perasaan moral, pasti mereka yang dengan marah akan
menolak diadakannya penjajahan dalam negeri karena
didalamnya mereka telah mengendus suatu penyerangan
melawan pemilik tanah, dan itu merupakan awal dari segala
peperangan yang pada umumnya akan merampas semua
barang-barang milik pribadi. Dengan bentuk yang telah
dianjurkan oleh cara penyembuhan diatas, mereka akhirnya
dapat menerima dengan baik asumsi ini.
Pada umumnya pembelaan terhadap populasi ini sangat tidak
bagus dan tanpa arti langsung mengenai ke pokok
persoalannya. Ketiga, masyarakat dapat memperoleh tanah

baru dan membiarkannya sia-sia setiap tahunnya. Maka


negara juga mendapat alasannya yang lain dari suatu
pembuktian diri. Dan keempat, Menghasilkan segala
kebutuhan orang asing melalui industri dan perdagangan
untuk dapat membayar biaya hidup.
Dengan kata lain, politik wilayah atau kolonialisme dan politik
komersial. Keempat arah politik yang berbeda tersebut dapat
dipegang dan diuji, direkomendasikan dan diberantas, lalu
akhirnya jalan tersebut dapat diterima. Cara yang paling sehat
dari kesemuanya pastinya telah menjadi hal yang paling
pokok. Perolehan tanah dengan alasan bagi pemukiman untuk
para penduduk yang sangat banyak menjadi prioritas yang
sangat utama. Khususnya jika kita tidak melihat kebelakang
melainkan melihat jauh kedepan. Satu hal yaitu adanya
kemungkinan dari penerimaan kaum petani yang sehat
sebagai pondasi dari seluruh bangsa dan tidak seorangpun
yang cukup menghargainya. Saat ini banyak orang yang
menderita karena akibat dari hubungan yang tidak sehat
diantara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Keberadaan petani dari kelas rendah dan menengah cukup
kuat pada saat itu dan telah menjadi sebuah pertahanan yang
hebat untuk melawan penyakit sosial seperti yang sedang kita
hadapi saat ini. Tetapi ini satu-satunya jalan yang
memungkinkan bagi suatu bangsa yang akan menghasilkan
bahan makanan sehari-hari dalam suatu perputaran ekonomi.

{Penerimaan tanah baru}


Industri dan perdagangan telah mengembalikan posisi mereka
sebagai petani dan posisi yang tidak sehat sebelumnya dan
memasukkannya kedalam suatu kerangka kebutuhan dan
keseimbangan ekonomi bangsa pada umumnya. Keduanya
tidak lagi menjadi dasar persediaan pangan nasional,
melainkan pada akhirnya tidak lain hanya menjadi suatu alat.
Disamping itu sejak mereka memiliki tugas untuk
menyeimbangkan antara satu-satunya produksi dan
kebutuhan untuk semua daerah, mereka membuat lagi sebuah
mata pencaharian baru bagi Volk. Sedikit banyak mereka akan
bebas dari campur tangan negara asing dan juga turut
membantu bagi kebebasan negara dan mengumumkan
kemandirian bangsa, khususnya pada saat- saat yang sulit.
Tentu saja politik teritorial semacam ini tidak bisa diterapkan
di Kamerun, melainkan hanya khusus di Eropa. Oleh karena
itu kita harus bersikap tenang dan tidak dalam keadaan
emosional dalam menempatkan sudut pandang yang mungkin
merupakan kehendak dari langit untuk memberikan Volk lima
puluh kali lebih banyak daratan dan tanah di dunia ini dari
yang lainnya. Dalam hal ini kita seharusnya tidak boleh
mengubah batasan hak seseorang melalui pembatasan politik.
Jika di dunia ini benar-benar ada tempat untuk hidup di
dalamnya, biarlah kita mendapatkan tanah yang kita butuhkan
bagi kehidupan kita. Tentu saja, mereka tidak akan dengan

sukarela melakukannya. Namun kemudian hukum pertahanan


diri sendiri berubah menjadi akibat-akibat dan apa yang
ditolak dari metode yang bagus ini akan menerima sebuah
pukulan.
Nenek moyang kita dulu pernah membuat keputusan untuk
menolak peperangan tidak seperti sekarang, dimana kita
seharusnya memiliki sepertiga dari wilayah yang kita punyai
sekarang namun dalam hal ini rakyat Jerman tidak perlu
khawatir pada keadaan di Eropa saat ini. Tidak, tentu saja itu
merupakan ketentuan alamiah untuk berjuang bagi
keberadaan kita dan berhasil bekat kedua Ostmark Reich ini.
Mulai saat ini kekuatan dalam diri muncul dari negara kita
yang hebat dan wilayah negara yang memungkinkan kita
untuk tetap berdiri hingga hari ini. Dan untuk alasan yang lain
hal tersebut merupakan suatu jalan keluar secara benar. Saat
ini banyak negara Eropa seperti piramid yang berdiri diatas
kepala mereka.
{Pencarian tanah baru}
Wilayah Eropa bukan main kecilnya dibandingkan bila dengan
kekuatan koloni, perdagangan luar negeri dan seterusnya. Kita
bisa mengatakan ujung Eropa akan menjadi basis di seluruh
dunia yang berbeda dengan Amerika Serikat yang memiliki
basis di benuanya sendiri dan menyentuh seluruh dunia hanya
dengan ujungnya saja. Dari sini muncul kekuatan yang luar
biasa dari dalam negara ini dan yang terlemah adalah

kekuatan koloni Eropa. Inggris juga tidak pernah menunjukan


bukti, dimana kita dengan sangat mudah melupakan imperium
Inggris semacam dunia Anglo-Saxon. Posisi Inggris, jika bukan
karena ikatan bahasa dan budayanya dengan Amerika Serikat,
dapat dibandingkan sejajar dengan negara lain di Eropa. Oleh
karena itu satu-satunya kemungkinan bagi Jerman untuk
melaksanakan politik teritorialnya yang sehat hanya bisa
dimulai disuatu tempat baru di Eropa. Koloni- koloni ini tidak
dapat melayani tujuan ini selamanya, jika mereka tidak cocok
untuk pembukaan daerah baru dalam jumlah yang besar
dengan negara-negara Eropa. Tetapi pada abad ke-19 ini
daerah koloni ini tidak lagi bisa dihadapi dengan jalan damai.
Akibatnya, politik kolonial yang demikian itu hanya dapat
diselesaikan dengan suatu tujuan yaitu melalui perang yang
sangat berat. Bagaimanapun, perang dapat dilanjutkan lagi
untuk suatu tujuan yang lebih baik bukan untuk wilayah di
luar Eropa melainkan sedikit banyak bagi wilayah untuk
rumah benua itu sendiri. Keputusan semacam itulah yang
akan memerlukan suatu pengabdian yang utuh. Tidak
diijinkan untuk mendekati dengan setengahsetengah untuk
tindakan ataupun dengan hati yang penuh keragu-raguan.
Tugas yang pelaksanaannya hanya dimungkinkan dengan
penyelarasan dari tenaga-tenaga terakhir. Hal ini
dimaksudkan bahwa seluruh kepemimpinan politik dari Reich
harus menghormati tujuan yang eksklusif ini. Setiap langkah

seharusnya tidak diambil yang dituntun dari suatu pemikiran


lain dan suatu penghargaan dari tugas ini untuk segala
keperluannya. Sangat dibutuhkan untuk melihat dengan jelas
bahwa tujuan ini hanya bisa dicapai melalui peperangan, dan
akibatnya kita harus menghadapi perlombaan senjata ini
dengan penuh ketenangan.
{Dengan Inggris melawan Rusia}
Oleh karena itu semua sekutu harus dipandang secara khusus
dari pokok pandangan ini dan diadili menurut pelaksanaannya
yang memungkinkan. Orang menginginkan tanah dan wilayah
di Eropa, dan hal ini dapat terjadi atas biaya dari Rusia yang
sangat besar. Hal ini berarti Reich baru harus kembali menata
dirinya dalam barisan dalam ordo ksatria sepanjang cara
untuk mencapainya akan
dibutuhkan sebilah pedang, bajak serta roti. Hanya ada satu
sekutu di Eropa untuk politik semacam ini yaitu Inggris.
Hanya dengan negara Inggris maka hal itu dimungkinkan
untuk melindungi barisan paling belakang kita untuk memulai
suatu barisan Jerman baru. Hak kita untuk melakukan hal ini
sebanding dengan hak yang dimiliki nenek moyang kita dulu.
Tidak ada satu orangpun yang menolak perang kita dan
menolak untuk makan roti yang berasal dari timur meskipun
bajak pertama ini kelak akan bernama perang!. Akibatnya
tidak ada pengorbanan besar bagi kemenangan keinginan
negara Inggris.

Kita harus merelakan koloni dan kekuatan laut dengan


menghindari persaingan dengan industri Inggris. Hanya
dengan sebuah orientasi yang benar-benar jelas dapat
memimpin yang mengarah suatu tujuan, yaitu dengan
melepaskan perdagangan dunia dan koloni, melepaskan
armada perang angkatan laut Jerman dan konsentrasi pada
semua alat negara atas kekuatan militer di daratan. Secara
pasti hasil ini akan menjadi pembatasan yang lambat namun
akan sangat hebat dan kuat di masa depan. Ada saatnya
dimana Inggris telah membaca situasi ini, sejak dia mulai
berhati-hati terhadap Jerman sebagai hasil dari peningkatan
populasi mereka, mulai mencari jalan keluar dan menemukan
Inggris di Eropa atau tanpa Inggris di dunia. Dugaan ini telah
dianggap berasal dari garis pertama.
Jika pada tahun yang penuh perubahan-perubahan ini,
London sendirilah yang mencoba untuk mengadakan
hubungan yang lebih dekat dengan Jerman. Dahulu pada saat
pertama kami mengamati pada tahun-tahun terakhir ternyata
merupakan suatu cara yang benar-benar mengejutkan.
{Pemecahan masalah dari sekutu Austria}
Rakyat berada dalam situasi sangat tidak nyaman dengan
berpikir bahwa Inggris harus berkorban untuk membantu
orang lain yang sedang dalam kesulitan seolah- olah pernah
terjadi adanya sebuah persekutuan yang dibangun diatas dasar

persetujuan bisnis yang saling menguntungkan. Persetujuan


semacam ini telah dibuat dengan negara Inggris. Diplomasi
Inggris masih cukup tangguh untuk mengetahui bahwa tidak
ada hasil usaha yang bisa diharapkan tanpa adanya balas jasa.
Bisa dibayangkan bahwa politik luar negeri Jerman yang
bijaksana telah mengambil alih peranan Jepang pada tahun
1904 dan orang hampir tidak menduga akibat apa yang akan
diterima Jerman. Tidak akan pernah ada perang dunia.
Pertumpahan darah yang terjadi pada tahun 1904 akan
dihemat sepuluh kali lipat sebanyak yang terjadi pada tahun
1914 hingga 1918.
Posisi apa yang dimiliki Jerman di dunia saat ini? Tentu saja
persekutuan dengan Austria merupakan sebuah omong
kosong! Bagi mumi dari negara aliansi dengan Jerman sendiri
bukan merupakan suatu urutan perkelahian dalam perang
pada akhirnya. Melainkan merupakan suatu penyelamatan
secara lambat namun pasti bagi kedamaian abadi yang dengan
cerdiknya untuk pemusnahan bangsa Jerman dalam kerajaan.
Persekutuan ini merupakan suatu kemustahilan, karena kita
tidak dapat mengharapkan suatu negara untuk menyerang
kepentingan nasional Jerman dalam suatu kejuaraan, selama
negara ini tidak memiliki kekuatan dan kepastian untuk
meletakkan akhir dari batasan langsung atas proses
Entdeutschung. Jika rakyat Jerman tidak memiliki kesadaran
nasional yang cukup dan kepastian untuk merebut kekuasaan

atas takdir sejarah dari 10 juta orang yang serumpun dari


tangan negara Habsburg, maka kita tidak bisa mengharapkan
bahwa ia akan menawarkan tangannya bagi tujuan-tujuan
yang berani dan pandangan yang jauh kedepan ini. Sikap dari
kerajaan tua atas permasalahan Austria merupakan suatu batu
ujian bagi sikapnya dalam memperjuangkan takdir dari
seluruh bangsa.
{Ekonomi- Perluasan-Politik}
Atas hal apapun, kita tidak diijinkan untuk mengamati
bagaimana setiap tahunnya kerajaan Jerman telah
dikendalikan dan ditetapkan secara eksklusif nilai kemampuan
Austria bagi sekutu oleh elemen pemeliharaan Jerman. Tidak
ada satupun yang dapat menempuh jalan ini secara sendirian!
Mereka tidak takut akan apapun bahkan pada sebuah
peperangan, namun mereka akhirnya dipaksa untuk masuk
dalam situasi yang tidak menyenangkan ini. Mereka ingin lari
dari kenyataan ini namun mereka terperangkap didalamnya.
Mereka memimpikan suatu dunia yang damai namun
mendarat pada sebuah perang dunia. Hal ini merupakan suatu
alasan yang sangat berarti, mengapa pengaturan tiga jalan ini
tidak dipertimbangkan bagi masa depan masyarakat Jerman.
Mereka tahu bahwa perolehan tanah baru hanya dapat dicapai
di wilayah timur dan mereka melihat adanya kesempatan bagi
peperangan yang mungkin saja diperlukan. Namun
bagaimanapun juga mereka tetap memerlukan kedamaian,

karena semboyan politik luar negeri Jerman sudah lama


berakhir. Memelihara bangsa Jerman dengan jalan apapun
lebih baik daripada memelihara perdamaian dunia tanpa
dengan cara apapun.
Hal tersebut sangat berhasil dan orang-orang mengetahuinya.
Aku akan kembali kepada poin tersebut. Oleh karena itu ada
empat kemungkinan, yaitu melalui industri, perdagangan
dunia, angkatan laut dan daerah koloni. Tentu saja
kemungkinan industri sangat mudah dan cepat untuk dapat
merealisasikan suatu perkembangan semacam itu. Pengadaan
daerah koloni baru akan memakan waktu yang lama dalam
prosesnya bahkan harus segera mencari kekuatan dari dalam,
dimana hal itu tidak muncul dengan tiba-tiba namun secara
perlahan. Secara mendasar hal itu akan terus tumbuh yang
berbeda dengan perkembangan industri yang tetap akan
berkembang dalam waktu singkat. Namun inti dari masalah
itu lebih akan menyerupai gelembung sabun dari pada seperti
kekuatan murni. Suatu Angkatan Laut sudah barang tentu
dapat dengan cepat terbentuk dibanding dengan mendirikan
rumahrumah petani dengan penuh keuletan, dan bersama
petani-petani tersebut pula mendiami daerah baru itu. Namun
semua itu dapat juga dengan cepat dihancurkan seperti tahuntahun yang lalu. Jika bangsa Jerman menempuh jalan ini,
maka sedikitnya mereka harus mengenali bahwa suatu hari
perkembangan ini akan hancur oleh peperangan.

{Dengan Rusia melawan Inggris}


Hanya anak-anaklah yang selalu dapat salah menduga. Melalui
tingkah laku yang sopan dan ramah, suatu pendirian yang
damai untuk dapat mengambil sebuah pisang dalam
persaingan masyarakat yang damai seperti yang selalu
mereka lakukan dan perbincangkan tanpa harus mengambil
senjata. Tidak, jika kita mengambil jalan ini maka suatu hari
Inggris harus menjadi musuh kita. Hal itu merupakan suatu
hal yang tidak masuk akal dan dapat membuat seseorang
marah - namun sesuai dengan kesedihan kita sendiri- bahwa
Inggris telah memiliki kemerdekaan. Suatu hari kami akan
menghadapi kesibukan dari suatu perdamaian dengan
kekejaman ego yang keras. Kita sama sekali benar-benar tidak
melakukan apapun untuk hal ini.
Jika landasan politik Eropa memungkinkan untuk melawan
Rusia dalam per- sekutuannya dengan Inggris, maka
sebaliknya politik perdagangan dan kolonisasi hanya dapat
dibandingkan untuk melawan Inggris dengan Rusia. Maka kita
harus menuju pada konsekuensi yang kejam ini dan diatas
segalanya akan segera melepaskan Austria. Setelah mengamati
setiap arah persekutuan dengan Austria, ini memang benarbenar suatu kegilaan di pergantian abad ini. Kita juga tidak
boleh berpikir bahwa Rusia bersekutu untuk melawan Inggris.
Tidak juga seperti Inggris yang melawan Rusia, karena dalam
kedua kasus tersebut jalan terakhirnya adalah perang dan

untuk menghindari hal ini kita memutuskan untuk menjaga


politik perdagangan dan industri.
Dalam memelihara kedamaian ekonomi kemenangan dunia
yang kita miliki tentang sebuah petunjuk yang seharusnya
dimana kekuatan politik saat ini dapat dipatahkan.
Kadangkadang kita tidak merasa yakin akan hal tersebut,
khususnya jika dari waktu ke waktu ada ancaman yang dengan
jelas datang dari Inggris. Oleh karena itu kita bertekad untuk
membangun suatu barisan yang tidak hanya untuk menyerang
dan menghancurkan Inggris, melainkan juga bagi
perlindungan dari yang disebut perdamaian dunia dan
penaklukan bagi perdamaian dunia.
{Perebutan kebebasan ekonomi}
Namun kesemuanya itu bukan untuk mempertahankan
sesuatu yang sederhana dan juga bukan hanya masalah
jumlah, namun juga dalam jumlah kapal secara individu begitu
juga persenjataan yang pada akhirnya membiarkan maksud
yang damai ini untuk bersinar. Adanya desas-desus tentang
penaklukan kedamaian ekonomi dunia merupakan suatu
omong kosong yang telah dikemukakan sebagai prinsip
tuntunan dari politik negara.
Segala omong kosong ini akan semakin bertambah besar jika
mereka tidak merasa takut menjadikan Inggris sebagai saksi

utama bagi kemungkinan suatu prestasi. Apa yang telah


dilakukan oleh guru sejarah profesional dan penafsiran sejarah
kita hampir tidak dapat dilakukan dengan baik dan hal ini
merupakan suatu bukti yang tepat. Bagaimana kita bisa belajar
dari sejarah tanpa mengerti atau bahkan memahami sejarah
tersebut? Di Inggris hal ini telah diakui sebagai sebuah bukti
kesalahan dari teori ini. Tak seorangpun dengan
kebrutalannya yang luar biasa dapat mempersiapkan diri
dengan baik bagi penaklukan ekonominya dengan sebilah
pedang dan kemudian membelanya mati-matian dibandingkan
dengan negara Inggris.
Hal ini benar-benar merupakan ciri khas politik Inggris. Untuk
melukiskan tentang pendapatan ekonomi dari kekuatan politik
dan segera menuai untung kembali dari kekuatan ekonomi ke
dalam kekuatan politik? Kegiatan macam apa yang
mempercayai bahwa Inggris merupakan negara pengecut
untuk mempertaruhkan daratannya sendiri bagi politik
ekonominya? Bahwa rakyat Inggris tidak memiliki Volksheer
(angkatan bersenjata rakyat). Hal ini tidak terbukti, sebaliknya
karena tidak berasal dari bentuk militer angkatan bersenjata
tetapi merupakan keinginan dan kebulatan tekad untuk bisa
mempertaruhkan semua. Inggris selalu memiliki persenjataan
yang sangat dibutuhkan. Mereka selalu berperang
menggunakan senjata untuk menuntut keberhasilan. Mereka
berperang dengan menggunakan tentara bayaran dan selama

para prajurit itu berhasil tetapi mereka meggapai sesuatu yang


sangat berharga di dalam darah seluruh bangsa. Walaupun
kemenangan harus menyebabkan pengorbanan namun
ketetapan dan ketekunan untuk berperang tetap dilakukan
pada peperangan ini.
{Orang Inggris contoh karikatur orang Jerman}
Di Jerman perlahan-lahan telah mengembangkan konsep
sekolah, pers dan komik dari watak orang Inggris, dan bahkan
hingga ke kerajaannya tanpa terelakan lagi menuntun pada
suatu penipuan tentang diri sendiri. Kemudian semua itu
perlahan- lahan dipengaruhi oleh omong kosong ini dan akibat
dari itu semua, ini merupakan suatu penghinaan yang sangat
menyakitkan yang harus dibayar. Pemalsuan ini sangat besar
pengaruhnya dari yang orang yakini selama ini bahwa orang
Inggris sama liciknya dengan para pengusaha. Fakta bahwa
kebesaran kerajaan Inggris di dunia tidak bisa disatukan oleh
dalil-dalil maupun oleh tipuantipuan yang sayangnya
merupakan sesuatu yang tidak pernah terjadi pada para
profesor ilmu akademi kami yang hebat dimana peringatan
kecil akan diacuhkan dan didiamkan. Aku benarbenar teringat
bagaimana aku sangat tercengang ketika memandangi wajah
sahabat- sahabatku. Ketika itu kami secara personal saling
berhadapan di Tommies Fladern. Segera setelah hari pertama
peperangan ada keyakinan pada hati kami, bahwa orang-orang
Skotlandia ini tidak sesuai dengan gambaran yang telah

ditemukan orang dalam diri kami seperti dalam komik dan


media cetak.
Dari situlah aku telah menempatkan pemikiran awalku
tentang manfaatnya dari bentuk propaganda ini. Namun
kesalahan ini akan memiliki sisi yang baik bagi mereka yang
menyebarkannya. Sebagai contoh, walaupun hal itu tidak
benar mereka dapat mendemonstrasikan kebenaran atas
penaklukan ekonomi dunia. Apa yang telah berhasil dilakukan
oleh orang Inggris, kita pun harus juga dapat melakukannya
yang mana hal ini merupakan suatu kelebihan dan bahkan
kejujuran kita yang sangat bernilai, dan kesalahan setiap
kelicikan orang-orang Inggris secara spesifik akan dapat
terlihat.
Mereka juga berharap bahwa akan dengan mudah menang
pula melalui rasa simpati dan kepercayaan yang berasal dari
negara-negara kecil. Kejujuran kami pada mereka merupakan
suatu kekejaman. Hal itu telah menjadi jelas bagi kami, karena
kami telah menganggap semua itu dengan sungguh-sungguh.
Sedangkan negara- negara lain akan menganggap kelakuan
seperti ini merupakan sebuah ungkapan dari suatu
kebohongan yang licik, sehingga dengan kekaguman yang
besar suatu revolusi telah memberikan pemahaman yang
dalam kepada mereka dalam kebodohan yang tanpa batas dari
pendirian jujur kami.

{Kelemahan dari tiga sekutu}


Bagaimanapun, kemustahilan dari kemenangan ekonomi ini
akan segera membuat kemustahilan dari ketiga sekutu
menjadi sangat jelas dan sangat dipahami. Dengan negara
mana sebenarnya kita dapat bersekutu? Dalam persekutuan
dengan Austria pastinya kita tidak dapat mengambil alih
kemenangan militer di Eropa. Tepatnya dalam tempat itu telah
terjadi kelemahan yang dalam dari tiga sekutu sejak pertama
kali. Seorang Otto Von Bismarck juga dapat mengijinkan
dirinya sendiri tak lama setelah menjadi pengikut yang
sembrono ini, setidaknya pada waktu tertentu persyaratan
dasar dari serikat Bismarck telah lama berakhir karena
Bismarck masih mempercayai bahwa Austria masih ada
hubungannya dengan Jerman. Dengan perkenalan secara
berangsur-angsur dari pemilihan umum, negara ini telah jatuh
pada status bukan orang Jerman dan bercampur aduk dengan
pemerintahan yang kacau balau.
Sekarang persekutuan dengan Austria benar-benar merupakan
sesuatu yang menghancurkan dari sisi politik rasial. Mereka
bersikap toleransi atas tumbuhnya kekuatan Slavik baru di
perbatasan negara yang nantinya cepat atau lambat akan
berbeda dengan Jerman, seperti contohnya Rusia. Oleh karena
itu persekutuan ini telah tumbuh dari tahun ke tahun dengan
rongga-rongga dan kelemahannya. Dalam perbandingannya
dengan para pengikut tunggal atas idenya dalam kerajaan ini

akan kehilangan pengaruhnya dan tergeser dari posisinya.


Setelah sekitar satu abad lamanya persekutuan dengan Austria
mencapai tingkat yang sama seperti persekutuan Austria
dengan Italia. Namun disini terdapat dua kemungkinan: kita
berada dalam satu ikatan yang baik dengan kerajaan Habsburg
atau kita harus memprotes atas penindasan kebangsaan
Jerman? Jika kita memulainya dengan hal yang pertama,
maka perang terbuka akhirnya pasti akan terjadi. Nilai dari
ketiga sekutu ini secara psikologis sangat kecil, dimana
kestabilan persekutuan ini secara ukuran telah berkurang dan
berharap untuk membatasi diri pada pemeliharaan keadaan
yang sudah ada.
{Memorandum Ludendorff9 1912}
Sebaliknya, persekutuan ini akan sangat kuat jika lawan
mengharapkan bahwa melaluinya tujuan tentang perluasan
dan kepastian ini dapat dicapai. Disini kekuatan tidak berada
dalan suatu pembelaan namun dalam suatu serangan.
Walaupun hal ini telah diakui sebagian orang, sayangnya hal
ini tidak disebut sebagai kekuasaan. Khususnya kolonel dan
perwira Ludendorff yang dahulu tergabung dalam staff
Angkatan Bersenjata, telah menunjukkan adanya kelemahan
dalam memorandum di tahun 1912 ini. Tentu saja tidak ada
satu negarawan pun yang menyerang nilai dan arti dari
persoalan ini. Seperti pada suatu bentuk daya pikiran yang

jelas merupakan suatu penampilan bagi segala hal yang fana.


Namun pada dasarnya hal tersebut dapat ditinggalkan sejauh
yang berhubungan dengan diplomasi.
Merupakan suatu kemujuran bagi Jerman, bahwa ketika
perang tahun 1914 pecah secara tidak langsung melalui Austria
sehingga warga Habsburg terpaksa ikut ambil bagian dalam
perang ini. Kalau terjadi sebaliknya maka Jerman akan perang
sendirian. Negara Habsburg sendiri sebenarnya tidak mau
atau tidak ingin ikut ambil bagian dalam perang tersebut
seperti yang terjadi pada negara Jerman. Apa yang kemudian
orang kecam atas Italia, merupakan satu hal yang dahulu
pernah terjadi pada Austria. Mereka akan tetap berdiri netral
untuk setidaknya menyelamatkan negara dari revolusi sejak
awal. Kerajaan Slavik-Austria telah menghancurkan negara
Jerman pada tahun 1914 kemudian memberikan pertolongan
pada mereka. Seberapa besar bahaya dan kesulitan yang
diakibatkan dari persekutuan dengan monarki Donau dimana
saat itu hanya sedikit orang saja yang memahaminya:
Pertama, Austria memiliki banyak musuh yang sedang
merencanakan sesuatu untuk mengambil negara yang rusak
itu, yang mana dalam perjalanannya mereka sangat membenci
Jerman. Didalamnya mereka melihat sebab-sebab dari
pencegahan terjadinya keruntuhan suatu kerajaan yang
diharapkan. Mereka tiba pada suatu keyakinan, dimana Wina
pada kesimpulan akhirnya dapat diraih dengan memutari jalan

melalui Berlin. Kedua, Jerman kehilangan harapan untuk


bersekutu dengan negara yang hebat, dan tempatnya dengan
segala ketegangan telah diambil alih oleh Rusia dan Italia
sendiri. Maka dari itu keadaan secara keseluruhan yang terjadi
di Roma juga sangat mirip dengan Jerman. Seperti keadaan
anti Austria dalam setiap hati orang Italia terkadang sering
membara.
{Austria sebagai peninggalan sejarah yang memikat}
Sekarang mereka telah menjauhkan diri dari politik
perdagangan dan industri dan tidak ada alasan bagi perang
melawan Rusia. Hanya musuh-musuh dari kedua negara
tersebut yang dapat memiliki ketertarikan akan hal tersebut.
Pada kenyataannya hal itu juga berada dalam wilayah Yahudi
dan kaum Marxis yang selalu menghasut dan memperbesar
konflik dengan segala sarananya demi peperangan antara
kedua negara ini. Akhirnya, persekutuan ini bagi Jerman dapat
menyelamatkan sebuah bahaya tanpa batas karena pada
kenyataannya salah satu dari kerajaan Bismarck dapat berhasil
dengan mudah berhadapan dengan musuh dengan
berkekuatan besar. Untuk dapat menggerakkan negara-negara
melawan Jerman, dimana didalamnya mereka telah berada
dalam posisi berjanji untuk memperkaya diri mereka masingmasing dengan biaya dari Austria.
Di seluruh Eropa timur pemberontakan dapat diciptakan

untuk melawan monarki Donau dan khususnya Rusia juga


Italia. Tidak akan pernah koalisi dunia yang diprakarsai
pembentukannya oleh Raja Edward ini menjadi tetap eksis jika
Austria digambarkan sebagai sekutu Jerman yang tidak
mewakili sebagai sebuah warisan yang berharga. Hal itu
mungkin saja untuk membawa negara-negara dengan
keinginan-keinginannya demi tujuan-tujuannya yang
heterogen ke medan pertempuran. Mereka semua dapat
berharap untuk mendapatkan biaya dari Austria untuk
memperkaya diri sendiri dengan segala tindakannya melawan
Jerman. Sekarang bahaya akan dengan dahsyatnya bertambah
dengan fakta bahwa Turki tampaknya menjadi sekutu yang
secara diam-diam berada dalam persekutuan yang tidak
menguntungkan ini.
Keuangan internasional Yahudi memerlukan umpan untuk
dapat merealisasikan rencana lama yang sangat dinantikan ini
bagi pemusnahan Jerman dalam susunan kendali ekonomi
dan keuangan internasional. Hanya dengan itu mereka dapat
bersama-sama menggembleng suatu koalisi menjadi kuat dan
berani dengan melalui sejumlah angkatan darat yang besar
dan bersiap menggeser tanduk Siegfried10. Persekutuan
dengan kerajaan Habsburg yang dengan sangat kesal telah aku
penuhi di Austria, sekarang mulai menjadi penyebab
penyelidikan internal sejak lama yang telah memperkuat
praduga pribadiku di waktu yang akan datang.

Dahulu aku pernah melakukannya dalam suatu lingkungan


kecil yang di dalamnya memang aku putarbalikkan dan tidak
menyembunyikan keyakinanku bahwa perjanjian celaka ini
akan menghantarkan pada kehancuran negara tertentu dan
juga keruntuhan negara Jerman. Jika aku setidaknya cukup
mengetahuinya untuk dapat melepaskan diri kita dari semua
itu tepat pada waktunya. Aku juga tidak ragu- ragu pada
keyakinanku yang sangat kokoh ini walaupun sedikit. Jika
akhirnya badai dari perang dunia ini tampaknya telah
menyingkirkan segala pemikiran yang masuk akal dan sangat
antusias dengan tempat yang telah dipegang, seharusnya
hanya dengan sebuah pertimbangan yang sesuai dengan
kenyataan. Selama aku berdiri dibarisan depan, aku telah
menyampaikan apapun tentang masalah yang pernah
dibicarakan. Menurut pendapatku, bahwa persekutuan ini
harus diakhiri lebih cepat karena lebih baik bagi negara
Jerman dan penyerahan kerajaan Habsburg tidak akan
menjatuhkan banyak korban. Jika melalui hal itu Jerman
mencapai suatu pembatasan dari musuh-musuhnya hal itu
karena bukan untuk memelihara sebuah dinasti yang
menyesatkan yang telah menyumbangkan jutaan topi baja,
melainkan sedikit banyak bagi keselamatan negara Jerman itu
sendiri. Di beberapa tempat kejadian sebelum perang,
setidaknya disebuah penampungan muncul keragu- raguan
atas kebenaran dari politik sekutu yang telah dipilih ini.

{Negara dan ekonomi}


Lingkungan Jerman yang konservatif telah dimulai dari waktu
ke waktu untuk memperingatkan melawan keyakinan ini,
tetapi seperti yang lainnya hal itu sangat masuk akal untuk
dilemparkan ke arah angin. Mereka yakin telah berada di jalan
yang benar menuju penaklukan dunia yang akan berhasil
dengan luar biasa dan secara nyata tidak menimbulkan
korban. Sekali lagi tidak ada pilihan bagi mereka yang tanpa
wewenang untuk melihat dengan diam-diam, mengapa dan
bagaimana pihak berwenang berbaris langsung menuju
kehancuran, yaitu sebuah kehancuran yang dilukiskan pada
Volk tercinta seperti Rattenfanger von Hameln11. Penyebab
utama yang memungkinkan dari hal itu adalah dengan
menggambarkan kemustahilan dari penaklukan ekonomi
sebagai metode politik praktis dan memelihara kedamaian
dunia sebagai tujuan politik bagi seluruh Volk. Bahkan
membuat hal ini dapat dimengerti dan terletak pada pemikiran
politik kita yang mengijinkannya secara umum.
Dengan sejumlah barisan kemenangan dari teknologi dan
industri Jerman, peningkatan kesuksesan perdagangan
Jerman telah hilang, begitu juga dengan pengetahuan dimana
semua ini dimungkinkan sebagai syarat bagi dasar negara yang
kuat. Sebaliknya, lingkungan-lingkungan itu telah sangat jauh
berjalan untuk terus melanjutkan keyakinan bahwa negara ini
hanya berhasil berkat bayang-bayang keberadaan yang telah

digambarkan pada suatu institusi ekonomi sebagai reaksi dari


tanggung jawab ekonomi dan juga dengan itu tergantung
kelangsungan hidup mereka dari bidang ekonomi, yang mana
keadaan ini kemudian akan disanjung dan dianggap sebagai
ekonomi yang sehat dan alami. Negara juga tidak melakukan
apa- apa dengan pandangan atau perkembangan ekonomi
yang sehat seperti ini.
Negara juga bukan merupakan sebuah pengambil kesimpulan
dari persaingan ekonomi dalam suatu batasan ruang lingkup
tertentu untuk pemenuhan tugas-tugas ekonomi melainkan
organisasi masyarakat secara ekonomis dan psikologis bagi
fasilitas yang lebih baik untuk memelihara spesies mereka, dan
menerima tujuan mereka yang telah diberikan kepada
makhluk hidup ini dari Yang Maha Kuasa. Hal ini merupakan
tujuan dan arti dari sebuah negara. Ekonomi adalah salah satu
dari banyak sarana bantuan yang diperlukan untuk
pencapaian sebuah tujuan tertentu. Ekonomi bukan
merupakan penyebab atau tujuan suatu negara, asalkan negara
ini tidak berdasarkan pada suatu kesalahan, karena tidak
alamiah dengan memulai landasan negara dengan hal itu. Hal
tersebut dapat dimaklumi, bahwa negara membutuhkan tidak
hanya sekali batasan wilayahnya sebagai persyaratan.
Hal ini dibutuhkan hanya di lingkungan masyarakat yang ingin
mengamankan kelangsungan hidup kawan sebangsa mereka
dengan tenaga mereka sendiri dan mereka siap sedia dengan

beberapa pekerjaan untuk berperang bagi keberadaan mereka


sendiri. Masyarakat dapat menyelipkan jalan mereka ke dalam
jenis manusia seperti pemalas untuk dapat membuat orang
lain bekerja untuk mereka, dengan alasan apapun tidak dapat
membentuk negara tanpa batasan ruang gerak bagi mereka.
Hal ini berada di masyarakat yang menderita di bawah
kerajaan benalu saat ini, yaitu Yahudi.
Negara Yahudi tidak pernah dibatasi ruang per ruang
melainkan secara universal tanpa batas, tetapi mereka
membatasi diri pada suatu kesimpulan yang sama yaitu ras.
Oleh karena itu masyarakat ini juga sudah membentuk negara
dalam negara.
Hal itu merupakan akal licik yang pernah ditemukan dengan
membiarkan negara ini berkibar dalam bendera agama dan
melalui agama ini mereka memastikan adanya toleransi
dimana sang Arya12 selalu siap untuk mengijinkan adanya
kepercayaan agama ini. Karena pada kenyataannya mosaik
agama ini tidak berbeda, yakni pembelajaran dari
pemeliharaan ras Yahudi. Ras Yahudi menggenggam semua
aspek sosial, politik, ekonomi, budaya dan juga bidang ilmu
pengetahuan yang akan mendatangkan suatu perselisihan
dalam setiap fungsi dan pemakaiannya.
Dorongan untuk memelihara setiap jenis mahluk hidup
merupakan masalah utama bagi pembentukan komunitas
manusia. Oleh karena itu negara ini merupakan sebuah

organisasi Volk dan bukan sebuah organisasi ekonomi. Letak


perbedaan itu sangat jelas dari yang tidak dapat dimengerti
oleh yang disebut saat ini sebagai negarawan. Untuk itu
kemudian mereka juga berpikir bahwa untuk dapat
membangun negara melalui ekonomi, sedangkan dalam
kenyataannya hasil dari kegiatan ini terletak pada garis
pemeliharaan jenis dan ras yang berkualitas. Hal ini
merupakan keutamaan yang heroik dan tidak pernah egois,
sejak pemeliharaan keberadaan dianggap sebagai suatu jenis
kerelaan bagi pengorbanan di masyarakat dan individu. Ada
maksud tersirat dari kata-kata indah seorang penyair:
Und setzet mhr nmcht das Leben emn, nme wmrd euch
das Leben gewonnen semn

(jika kau tidak menopang hidupmu, maka kamu


tidak akan memenangkan kehidupan)
Oleh karena itu pengabdian dari keberadaan pribadi sangat
perlu untuk memastikan pemeliharaan suatu jenis ras
tertentu. Dengan demikian persyaratan penting bagi
pembentukan dan pemeliharaan suatu negara sangat perlu
untuk dipasang dengan kesediaan dari solidaritas tertentu atas
dasar watak dan spesies yang sama juga kesediaannya
kesemuanya itu dilakukan dengan semua sarana. Sesuatu yang
ada dalam masyarakat akan membentuk suatu kebajikankebajikannya sendiri, namun benalu akan menciptakan

individu-individu penipu yang munafik dan kejam. Jika tidak,


maka kualitas ini harus bersedia dipersembahkan sebagai
persyaratan bentuk stigmatisasi dari keberadaan individu
dalam negara yang multikultural ini. Namun pembentukan
sebuah negara hanya terjadi jika melalui pelaksanaan
pemilihan ras
yang berkualitas, dimana terjadi pergulatan seru untuk
mempengaruhi pertahanan diri Volk. Hal itu berarti
perbudakan dan dengan itu keturunan kita yang sejak dulu
atau selanjutnya akan lenyap. Yang terjadi adalah peperangan
yang saling meng- untungkan atau tidak seimbang tergantung
pada kebohongan dan penipuan dari para benalubenalu busuk
ini.
Tetapi juga dalam kasus ini, bukanlah merupakan suatu
keterbatasan akan kebijaksanaan seperti sedikit banyak
terbatas pada kebulatan tekad dan keberanian, yang berusaha
untuk bersembunyi dibalik mantel humanisme. Tetapi betapa
sedikitnya kualitas dari pembentukan dan pemeliharaan
negara yang berhubungan dengan ekonomi sangat jelas
ditunjukkan oleh kenyataan, bahwa kekuatan dalam suatu
negara hanya bisa menuntun disegala bidang yang disebut
kemakmuran ekonomi, namun pada akhirnya akan
menunjukkan banyak contoh-contoh dari keruntuhan suatu
negara. Sekarang jika ada pembentukan masyarakat
humanisme yang dianggap berasal dari bangunan kekuatan

ekonomi, maka perkembangan ekonomi tertinggi harus


diartikan sebagai kekuatan terbesar dari suatu negara dan
bukan sebaliknya.
Kepercayaan pada kekuatan pembentukan dan pemeliharaan
negara dari ekonomi ini khususnya tampak tidak dapat
dimengerti secara luas jika ia hanya diperoleh disuatu daerah
yang menunjukkan segalanya secara jelas dan tegas dari
kebalikan suatu sejarah. Baru saja Rusia membuktikan
ketajamannya yang luar biasa bukan dari segi kualitas
material, melainkan gambaran ideal sendiri yang sanggup
membentuk suatu negara. Hanya dibawah perlindungannya
kehidupan ekonomi dapat terus berkembang begitu lama
hingga keruntuhan akan kemampuan pembentukan negara
yang bersih juga ekonomi dapat runtuh seketika. Suatu
peristiwa yang dapat kita lihat dalam bentuk yang paling
mengerikan dan menyedihkan. Ketertarikan seseorang dapat
selalu berkembang dengan sangat baik, selama mereka berada
dalam bayang-bayang kebaikan seorang pahlawan, tetapi
segera setelah mereka melangkah masuk kedalam lingkaran
eksistensialisme, mereka menghancurkan persyaratan demi
kelangsungan hidupnya sendiri.
Selalu jika Jerman memulai suatu kemajuan bentuk kekuatan
politik, perekonomianpun akan juga ikut terangkat. Tetapi jika
ekonomi menjadi kepuasan tersendiri bagi kehidupan rakyat,
maka bayangan ideal akan padam dan negara akan hancur dan

dalam waktu singkat dan perekonomian pun akan ikut hancur


bersamanya. Bagaimanapun juga jika kita sedang
mempertimbangkan sebuah pertanyaan, apa yang merupakan
kekuatan dari pembentukan atau pemeliharaan negara
sekarang dalam kenyataan, maka kita cukup menyimpulkan
dari beberapa tanda-tanda, yaitu kemampuan untuk rela
berkorban dan keinginan untuk berkorban secara keseluruhan.
Kebajikan ini sangat kecil hubungannya dengan ekonomi,
karena jika dilihat dari pengetahuan yang sederhana
menunjukan bahwa manusia tidak pernah rela berkorban. Ini
artinya bahwa manusia tidak ingin mati demi urusan sepele
melainkan demi cita-cita besar! Tidak ada satupun bisa
membuktikan keunggulan psikologis orang Inggris dalam
pengetahuan dari jiwa yang populer akan lebih baik
dibandingkan dengan motivasinya yang dengan sadar
diberikannya untuk peperangan. Sedangkan kami berkelahi
demi untuk sepotong roti, maka Inggris berperang untuk
kebebasan dan bahkan tidak untuk dirinya sendiri. Tidak,
melainkan untuk sebuah negara yang kecil!
Di negara kita, tidak cukup kita menertawai atas kelancangan
ini, bahkan kita harus marah akan hal itu karena telah
membuktikan betapa bodoh dan tololnya seseorang yang
disebut negarawan Jerman sebelum perang. Hanya sedikit
pengertian yang ada tentang kekuatan watak ini yang dapat
menuntun seorang laki-laki kepada kematian atas keinginan
dan keputusannya sendiri. Selama Volk Jerman masih

mempercayai bahwa pada tahun 1914 mereka berperang demi


cita-cita, kini mereka akan berdiri tegak. Namun segera setelah
mereka mengetahui mereka diharuskan beperang demi
mendapatkan roti sehari-hari, mereka lebih suka untuk
menghentikan permainan licik ini. Seorang negarawan kita
yang hebat akan terheran-heran terhadap perubahan sikap ini.
Hal itu tidak akan pernah dimengerti bagi mereka, bahwa
manusia sejenak akan berkelahi bagi kepentingan ekonomi
dan sebisa mungkin untuk menghindari kematian dimana
kematian selalu membawa kenikmatan imbalan bagi musuh
dari peperangannya.
Kekhawatiran untuk bisa menyelamatkan anak-anak mereka,
membuat para ibu-ibu menjadi lemah untuk menjadi
pahlawan-pahlawan wanita, dan mereka hanya berperang
untuk memelihara keturunan dan periuk nasi mereka,
sementara negara di setiap waktu akan menggiring para lakilaki untuk terjun ke dalam ujung tombak peperangan. Kita
dapat menempatkan kalimat berikut sebagai kebenaran abadi
yang berlaku bahwa tidak ada satu negarapun yang dibangun
melalui cara-cara damai, melainkan hanya melalui insting
pemeliharaan bagi keturunan. Tidak perduli walaupun hal ini
berada di suatu daerah yang penuh dengan pahlawan
kebajikan atau dengan kelihaian yang sangat cerdik, yaitu
sebuah hasil dari negara Arya yang berdasarkan pada
pekerjaan dan kultur negara, dan yang lainnya berada di

koloni parasit Yahudi. Segera setelah ekonomi itu dimulai


untuk menekan perasaan dalam sebuah masyarakat atau
dalam sebuah negara maka hal itu akan menjadi sebab yang
menarik dari perbudakan dan penindasan.
{Saat-saat keruntuhan}
Kepercayaan pada masa sebelum perang, dapat dimanfaatkan
atau bahkan ditaklukkan melalui politik perdagangan dan
kolonial diatas jalan perdamaian di dunia bagi Volk Jerman.
Merupakan suatu tanda klasik bagi kehilangan bayangan nyata
dari pembentukan dan penerimaan negara dan dari segala
pengertian. Kekuatan terhadap keinginan dan ketetapan untuk
menaklukan seseorang dan hasil akhir dari hal ini tidak dapat
dielakan lagi seperti hukum alam yaitu perang dunia adalah
sebagai akibatnya.
Bagi mereka yang tidak melihat secara dalam pada masalah
ini, tentu saja sikap bangsa Jerman ini -karena bangsa ini
benar-benar agung secara keseluruhan- hanya
menggambarkan suatu teka-teki yang tidak bisa dipecahkan.
Tentu saja negara Jerman merupakan suatu contoh yang hebat
dari sebuah kerajaan yang mucul dari dasar kekuatan politik
yang murni. Rusia merupakan sebuah tunas-tunas dari
kerajaan ini dan terjadi melalui suatu sifat kepahlawanan yang
sejati dan bukan melalui operasi finansial atau melalui
kesepakatan perdagangan. Kerajaan ini adalah hadiah yang

luhur dari hasil kepemimpinan terhadap kekuatan politik dan


tentara- tentaranya yang berani mati!
Bagaimana bisa rakyat Jerman ini menyerah pada suatu
penyakit dari insting politiknya? Karena disini hal itu tidak
tergantung dari fenomenanya sendiri melainkan dari saat
keruntuhan yang tiba-tiba muncul dalam bentuk yang
menakutkan dan mengerikan seperti hantu tengkorak dan
menyikat seluruh bidang politik atau seperti borok yang
beracun yang menggerogoti bangsa disana sini. Tampaknya,
hal ini telah di dorong oleh suatu kekuatan rahasia seolah-olah
arus racun bisa itu tetap abadi hingga masuk kedalam
pembuluh-pembuluh darah dari tubuh para pahlawan yang
menuntun kepada kelumpuhan yang besar dari akal budi yang
sehat sebagai suatu pertahanan diri.
Selama waktu-waktu yang tidak terbayangkan tersebut aku
telah membicarakan tentang semua pertanyaan ini, yang
muncul melalui pernyataanku bagi politik sekutu Jerman dan
politik ekonomi kerajaan yang telah kulewati dari tahun 1912
hingga tahun 1914 tidak terhingga banyaknya dan tetap
menjadi kunci dari teka-teki ini. Semakin banyak dari
pandanganku yang berbeda yang telah kuketahui sebelumnya
di Wina. Pelajaran Marxisme dan Weltanschauung itu juga
merupakan hasil dari organisatornya.

{Sikap Jerman terhadap Marxisme}


Untuk yang kedua kalinya dalam hidupku, aku menggali terus
menerus terhadap pelajaran penghancur ini. Sekarang aku
tidak lagi secara bebas dituntun oleh gambaran langsung dari
lingkunganku sehari-hari, melainkan ditunjukkan melalui
pengamatan kejadian secara keseluruhan dari kehidupan
politik. Baru-baru ini aku menyelami kedalam teori sastra dari
pengalaman yang baru ini dan mencoba untuk menerima
penerangan akibat yang mungkin bisa membandingkannya
dengan kejadian dan fenomena aktual yang ada dalam
kehidupan politik, budaya dan ekonomi.
Untuk pertama kalinya aku memalingkan diri dan pengamatan
pada bencana- bencana didunia. Aku mempelajari legalitas
sosial Bismarck dalam rencana-rencana peperangan dan
keberhasilan. Lama kelamaan aku kemudian mendapatkan
keyakinan atas landasan ini, sehingga sejak saat itu aku tidak
pernah lagi memikirkan pandanganku dalam-dalam pada
pertanyaan ini. Begitu juga hubungan dari Marxisme dan
Yahudi telah ditaklukan dibawah tujuan selanjutnya yang
seksama.
Jika belum lama ini di Wina, Jerman yang diatas segalanya
merupakan suatu Colossus13 yang tabah, maka aku mulai
masuk pada pertimbangan yang kadang- kadang menakutkan.
Aku berada dalam kesunyian dengan lingkungan yang kecil

bersama kenalan-kenalanku. Dengan politik luar negeri


Jerman dan tampak bagiku sebuah jalan yang luar biasa
namun sembrono. Ini merupakan sebuah masalah penting
dibandingkan dengan keberadaan Jerman, yaitu Marxisme.
Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana orang dapat
dengan butanya berada dalam bahaya yang akibatnya harus
disesuaikan dengan maksud-maksud dari Marxisme.
Aku dari dulu telah memperingatkan disekitar lingkunganku
secara tepat seperti pada hari ini dalam skala yang besar dari
sekedar pepatah penentram orang-orang pengecut tidak ada
apapun yang dapat terjadi dengan kita. Inilah sebuah sikap
yang menyebabkan sejumlah bencana telah meruntuhkan
kerajaan raksasa ini! Dapatkah orang-orang itu mempercayai
bahwa Jerman sendiri bukan merupakan subjek bagi hukumhukum yang benar-benar sama seperti seluruh organisasi
manusia lainnya?
Pada tahun 1913 dan 1914 untuk pertama kalinya aku berada
dalam lingkungan yang sangat jauh berbeda dengan yang
sekarang aku ikut ambil bagian dalam pergerakan nasional,
dan mengungkapkan keyakinanku ini bahwa pertanyaan bagi
masa depan bangsa Jerman adalah permasalahan untuk
menghancurkan Marxisme dan Yahudi. Dalam politik sekutu
Jerman yang celaka ini aku hanya melihat salah satu
demoralisasi buruh melalui pelajaran sebagai akibat yang
ditimbulkannya. Karena bagian yang menakutkan dari hal itu

adalah bahwa racun ini dapat merusak landasan yang tidak


terlihat secara lengkap dari pandangan ekonomi dan
pandangan negara tanpa menyangka bahwa seringkali merasa
terharu. Seperti filsafat hidup yang tajam yang sudah lama
ditolak dari jalur perdagangan dan keinginan.
Keruntuhan bagian dalam dari rakyat Jerman telah sejak dulu
dimulai. Dalam kehidupan rakyat yang tidak mendapatkan
penjelasan apapun tentang pemusnahan akan keberadaan
mereka. Kadang-kadang mereka juga mengerjakan pekerjaan
disekitar penyakit ini dengan tanpa disengaja kemudian
mereka menukar bentuk kenyataan ini dengan suatu penyebab
penyakit. Karena mereka tidak ingin tahu dan tidak mau tahu
tentang peperangan melawan Marxisme itu tidak lebih baik
dibandingkan dengan dukun yang berbicara muluk-muluk.

Anotasi ilmiah:
1. Hofbrauhaus
Hofbrauhaus Munchen adalah tempat pembuatan bir di
Munchen, Jerman. Tempat pembuatan bir ini ada di
Hofbrauhaus am Platzl, Hofbraukeller, dan tenda bir kedua
terbesar dalam Oktoberfest (Hofbrau-Festzelt). Birnya sendiri
dinamakan dengan Hofbrau.
2. Odeon
Odeon merupakan nama sebuah teater terkenal di Paris,
Perancis. Odeon juga bisa berarti nama sebuah bioskop di kota
Munchen.
3. Oktoberfest
Oktoberfest adalah festival bir yang diadakan setiap tahun
pada akhir September dan awal Oktober di Munchen, Bayern.
Festival ini merupakan festival terbesar di dunia dimana pada
tahun 2002 sebanyak 6 juta orang yang hadir. Oktoberfest
berlangsung selama 16 hari sebelum hari minggu pertama di
bulan Oktober di sebuah daerah bernama Theresienwiese.
4. Pinakothek
Alte Pinakothek adalah nama museum seni di kota Munchen.
Hitler menyebutkan Hofbrauhaus, Odeon, Oktoberfest dan

Pinakothek untuk menandakan betapa mengagumkannya kota


Munchen itu di mata Hitler.
5. Wittelsbach
Keluarga Wittlesbach adalah dinasti yang bekuasa di Bayern,
Jerman dari tahun 1180 sampai tahun 1918 lalu di Rheinland
Pfalz dari tahun 1214 sampai 1805; lalu pada tahun 1815
daerah ini dimasukan ke Bayern yang telah diubah statusnya
menjadi kerajaan oleh Napoleon Bonaparte tahun 1806.
6. Nibelungen
Kata Nibelung merujuk pada garis keturunan kerajaan
Burgundy yang tinggal di Worms, Jerman. Kekayaan kerajaan
Burgundy sering disebut dengan Niblung.
Dalam beberapa teks sejarah Jerman, Nibelung atau varian
katanya, Nybling adalah nama kurcaci. Dalam opera Richard
Wagner berjudul Der Ring des Nibelungen, Nibelung berarti
kurcaci atau kerdil.
7. Persekutuan tiga negara
Persekutuan ini dibentuk tahun 1907 antara Inggris, Rusia dan
Perancis setelah penandatanganan Anglo-Russian Entente.
Inggris telah menandatangani perjanjian dengan Perancis
tahun 1904 sementara Perancis telah menandatangani
perjanjian dengan Rusia tahun 1894. Walau bukan

persekutuan militer namun persekutuan tiga kekuatan ini


(ditambah dengan perjanjian dengan Jepang, Amerika Serikat
dan
Spanyol) merupakan penyeimbang atas persekutuan tiga
negara antara Jerman, Austria-Hungaria dan Italia (Italia lalu
memiliki perjanjian rahasia dengan Perancis yang akan
membatalkan komitmen persekutuan Italia). Rusia telah
menjadi anggota liga tiga kaisar bersama-sama dengan
Austria-Hungaria dan Jerman namun ketika Kaiser Wilhelm II
mengeluarkan Rusia dari liga, kemudian Rusia membentuk
perjanjian militer dengan Perancis. Inggris telah diajak untuk
bersekutu dengan Jerman namun tak setuju dengan idealisme
dan militerisme Jerman saat itu.
Lagipula Inggris dan Jerman saling berlomba di laut. Dengan
masuknya Italia tahun 1915 persekutuan ini mempengaruhi
Perang Dunia ke I. Ketika perang akhirnya pecah pada bulan
Agustus 1914 Inggris, Rusia dan Perancis berkeputusan untuk
tidak menandatangani perjanjian damai dengan Jerman atau
Austria-Hungaria. Gencatan senjata antara Rusia dan
perjanjian Brest- Litovsk (3 Maret 1918) mengakhiri
persekutuannya dengan Inggris dan Perancis. Inggris dan
Perancis tetap bekerjasama untuk menanggulangi efek perang
selama tahun 1920-an sampai 1930-an.
8. Erich Ludendorff
Erich Ludendorff (9 April 1865 - 20 Desember 1937) yang lahir

di Tutzing Bayern, Jerman merupakan jenderal Jerman pada


Perang Dunia ke I. Ludendorff terlibat dalam Beer Hall Putsch
yang gagal bersama Hitler. Tahun 1924 dia dipilih menjadi
anggota Reichtsag mewakili partai Nazi sampai tahun 1925.
Tahun 1928 Ludendorff pensiun dan keluar dari Partai Nazi.
Ludendorff menolak jabatan panglima ketika Hitler berkuasa.
9. Quirinal
Quirinal merupakan satu dari tujuh bukit yang berada di
daerah utara kota Roma, Italia. Nama ini juga digunakan
sebagai tempat tinggal resmi kepala negara Italia yang tinggal
di istana Quirinal. Dalam konteks ini Quirinal adalah pusat
pemerintahan Italia yang disejajarkan dengan pusat
pemerintahan Austria pada saat itu.
10. Siegfried
Siegfried adalah tiga dari empat opera dalam pertunjukan Der
Ring des Nibelungen oleh Richard Wagner. Hitler sangat
terobsesi dengan Wagner dan karyanya. Dalam mitologi
Norwegia Sigurd (juga Siegfried) adalah pahlawan legendaris.
11. Rattenfanger von Hammeln
Rattenfanger von Hammeln (penangkap tikus dari Hammeln)
adalah dongeng yang ditulis oleh Grimm Bersaudara dapat
ditemui dengan judul Zauberflote (seruling sihir). Ceritanya

sendiri berlatar belakang kota Hammeln, Jerman yang


mungkin terjadi tanggal 26 Juni 1284. Pada saat itu ada
seorang pria yang datang ke kota Hammeln yang mengaku
dapat menangkap tikus. Rakyat Hammeln lalu
menjanjikannya uang agar tikus-tikus di basmi.
Lalu pria itu mengambil seruling, memikat tikus dengan suara
serulingnya dan membuat para tikus-tikus tersebut
mengikutinya sampai sungai Weser dan menenggelamkan
mereka semua. Walau sukses namun rakyat kota Hameln
ingkar janji dan tidak membayarnya.
Sang penangkap tikus pergi namun kembali lagi beberapa hari
kemudian. Ketika penduduk sedang berada di gereja, dia
memainkan serulingnya lagi dan kali ini memikat anak-anak
kecil kota Hameln. Seratus tigapuluh anak kecil mengikutinya
sampai memasuki sebuah gua dan mereka di sekap di sana.
12. Arya
Arya berasal dari Vedic Sanskrit dan istilah Avestan yang
berarti agung atau penguasa. Pada abad 19 istilah ini
digunakan untuk menyebut Proto-Indo-Eropa. Arya sekarang
adalah istilah untuk sub keluarga bahasa Indo-Iran. Bahasa
Proto Arya (Indo-Iranian) berubah menjadi keluarga bahasa
Indo-Iran dimana bahasa Sanskrit dan Avestan adalah anggota
keluarganya. Istilah ini juga merujuk pada ras. Penulis kuno

seperti Herodotus menulis: dahulu kala orang Yunani


memanggil orang Iran dengan Kaffe namun mereka sendiri
dikenal dengan Arya. Dalam bagian lain tulisannya,
Herodotus menulis bahwa kaum Median dikenal sebagai Arya
selama periode tertentu. Sehingga dalam dokumen tertua ini
ras Iran disebut sebagai Arya. Penulis abad 19 menggunakan
istilah Arya untuk menamai rakyat Indo-Eropa sebagai
keseluruhan. Untuk menghindari kebingungan kerena
banyaknya arti dari Arya maka sekarang istilah tersebut
digantikan dengan Proto-Indo-European, Proto- IndoIranian, Indo-Iranian, Iranian atau Indo-Aryan.
Konotasi Rasis
Arti lain yang didengungkan dalam buku ini adalah Arya
sebagai ras dimana manusia terbagi dalam berbagai macam
ras dimana sifatnya saling membedakan satu sama lain. Nazi
menggunakan istilah ini sebagai superioritas ras. Penggunaan
ini menyalahgunakan arti sebenarnya dari Arya dalam bahasa
Sanskrit yakni agung. Dalam interpretasi Nazi, ras Arya
adalah perwakilan tertinggi seluruh kemanusiaan dan
keturunan murni populasi Proto-IndoEropa.
Menurut seorang ideolog Nazi Alfred Rosenberg mengenai ras
Nordic-Atlantik (nordischatlantisch) atau Aryan-Nordic
(arisch-nordisch) menganggap bahwa Arya adalah ras
penguasa (Herrenvolk) yang berada di puncak diatas ras

Yahudi-Semitik (judisch-semitisch) dimana ras Yahudi adalah


ancaman bagi populasi Jerman sehingga Nazi membuat
pembenaran untuk memusnahkan Yahudi dari hal ini. Nazi
menggambarkan ras Arya sebagai satu-satunya ras yang
mampu menciptakan kebudayaan dan peradaban sementara
ras lain hanya mampu menjaga atau menghancurkan
kebudayaan.
Karena secara sejarah istilah Arya dikonotasikan dengan
mitos dan propaganda rasis Nazi maka kata ini jarang
digunakan jaman sekarang. Serupa pula, swastika yang
merupakan simbol Sanskrit/Arya kuno dipilih oleh Hitler
untuk disalahgunakan. Swastika juga ditemukan dalam artefak
Jerman kuno sehingga Nazi menyimpulkan bahwa orang
Jerman kuno memiliki asal muasal etnik dan agama yang
sama dengan Arya.
Ras penguasa
Ras Penguasa (Herrenrasse, Herrenvolk) adalah konsep
dalam ideologi Nazi yang menganggap ras Jerman dan
Nordic sebagai perwakilan ras yang ideal dan murni.
Ideologi ini berasal dari teori rasis abad 19 dengan
menempatkan

orang

Bushmen

Afrika

dan

Aborigin

Australia di bawah sementara orang Eropa ada di atas.


Konsep ini sama dengan pergerakan supremasi kulit putih.
Asal teori Nazi mengenai ras penguasa berasal dari teori rasial

abad 19 yang di tulis oleh Count Arthur de Gobineau, yang


berpendapat bahwa kebudayaan akan mundur jika ras tertentu
bercampur. Pada saat itu dipercayai bahwa orang-orang di
Eropa selatan secara etnik tercampur dengan orang Moor nonEropa dari Mediterania sementara ras Eropa bagian utara
tetap murni. Maka dalam Nazisme, ras yang ideal adalah
individu Nordic yang bermata biru dan berambut pirang. Slav
dan orang dari Eropa timur disebut sebagai stok Arya yang
jelek.
Penulis termasuk Guido von List dan Lanz von Liebenfels serta
Houston Stewart Chamberlain, berpendapat bahwa ras
Jerman lebih tinggi dibandingkan yang laun sehingga
pembersihan racun etnik Jerman dari ras yang merusak akan
membuat masyarakat Arya murni muncul. Istilah Arya sendiri
berasal dari manusia yang tinggal di Iran dan lembah Indus.
Ilmuwan Nazi, Alfred Rosenberg mengklaim bahwa orangorang ini adalah ksatria yang tinggal di iklim utara lalu
bermigrasi dan tinggal di India. Mereka adalah leluhur orang
Jerman kuno. Dalam ideologi Nazi, pernikahan antara ras
Arya dengan Untermensch (ras lebih rendah) dilarang.
Untuk menjaga kemurnian ras Arya maka ras lain harus
dimusnahkan. Program T- 4 Euthanasia diatur oleh Karl
Brandt untuk membersihkan negara dari orang-orang cacat
mental atau mereka yang mengalami kelainan genetik juga
mereka yang rasnya dianggap lebih rendah. Inilah pula alasan

mengapa Hitler dengan teganya membasmi jutaan orang yang


rasnya dianggap lebih rendah.
13. Colossus
Colossus merupakan bangunan yang besar di Pulau Rhodes
yang didirikan oleh bangsa Yunani pada abad 3 SM.
Ukurannya sama dengan Patung Liberty di New York dan
merupakan salah satu dari tujuh keajaiban di dunia. Colossus
dalam bab ini menandakan sesuatu yang besar.

BAB V
PERANG DUNIA

Di masa-masa liarku sebagai seorang anak berandalan, tak ada


yang aku sesalkan kecuali dilahirkan pada masa-masa dimana
penghargaan hanya diberikan kepada para pemilik toko dan
pegawai pemerintah. Gelombang kejadian-kejadian yang
bersejarah tampaknya telah hadir dengan sempurna sehingga
untuk masa depan tampaknya hanya milik para peserta kontes
perdamaian Volkef dalam arti sebuah pertandingan seni
menipu yang aman tanpa melakukan metode pertahanan yang
kejam. Berbagai negara mulai terlihat semakin mirip dengan
perusahaan yang memotong anggaran satu sama lain, saling
mencuri pesanan dan pelanggan, menghalalkan segala cara
untuk lebih dulu jadi juara daripada yang lain dan merancang
seluruh kejadian ini ditengah-tengah tampik sorak yang keras
dan berbahaya.
Perkembangan ini tak hanya akan berlangsung terus menerus
namun diharapkan pada masanya (layaknya direkomendasi
secara umum) untuk me-model ulang seluruh dunia untuk
menjadi satu swalayan besar, dimana ruang depan pasar itu
hanya berisi para pengambil untung yang licik serta pegawai
administrasi yang lemah yang akan dikumpulkan untuk

selamanya. Inggris bisa menyediakan pedagangnya, Jerman


menyediakan pegawai administrasinya dan Yahudi tentunya
harus menyerahkan diri mereka untuk menjadi pemiliknya.
Menurut pengakuan mereka sendiri, mereka tak pernah
mendapatkan uang, namun selalu membayar tepat waktu,
lagipula mereka berbicara dalam banyak bahasa daripada yang
lainnya. Kenapa aku tak dilahirkan saja seratus tahun lebih
awal? Katakanlah di masa perang kemerdekaan, walaupun
tanpa masalah tentu akan jauh lebih berharga!
{Kehancuran yang mendekat}
Oleh karena itu aku mengikuti kemarahanku mengenai
perjalanan dunia yang bagiku tampaknya terlambat di mulai
dan menganggap periode hukum dan aturan telah
mendahuluiku sebagai tipu muslihat dari takdir yang kejam
dan tak pantas. Bahkan ketika masih muda dulu, aku bukanlah
seorang pasifis1 dan setiap usaha apapun untuk mendidikku ke
arah ini hanya akan berakhir sia-sia. Bagiku perang Boer2
seperti petir di siang bolong. Setiap hari aku menunggu
dengan tidak sabar hanya untuk membaca koran dan melahap
berita-berita dan laporan-laporan yang membahagiakan ketika
menyaksikan perjuangan heroik walaupun dari jarak jauh.
o

Perang

Rusia-Jepang3

aku anggap lebih dewasa, namun lebih

menarik perhatian, karena alasan nasionalisku mulai berpihak


dan dalam suatu diskusi kecil aku berpihak pada Jepang.

Dalam kekalahan Rusia aku sedang melihat keruntuhan SlavAustria. Sejak waktu berlalu, apa yang ketika aku masih kecil
terlihat seperti penyakit yang menahun. Sekarang aku sedang
merasakan keheningan sebelum badai itu tiba. Pada awal
periode aku tinggal di Wina, kaum Balkan berbaur dalam
keadaan pucat kelabu kepengapan yang biasanya mendahului
badai dari waktu ke
waktu, kini seberkas cahaya terang telah menyala
hanya untuk kemudian menghilang lagi di
kegelapan.
Lalu terjadilah perang Balkan4 yang terdengar melalui tiupan
angin dan Eropa menjadi gugup. Masa selanjutnya kini berada
di dada para pemuda layaknya mimpi buruk. Hawa perang
yang pengap seperti udara tropis yang hangat, sehingga karena
kekhawatiran yang terus menerus rasa kehancuran yang
semakin lama kini berubah menjadi sebuah gairah. Langit
telah melepaskan kekangannya bagai takdir yang tak bisa
dirintangi lagi. Lalu petir dahsyat itupun kini sedang
menghunjam bumi. Badai sudah dihempaskan bersama petir
dari langit dan bercampur raungan deretan bunyi Perang
Dunia!
{Sahabat Slav terbesar yang mati terbunuh }
Ketika berita pembunuhan pangeran Franz Ferdinand sampai
ke Munchen (kebetulan aku sedang duduk santai di tempat

tinggalku dan mendengar berita itu samar-samar), aku


langsung geram bahwa ternyata peluru yang menewaskannya
ditembakan dari pistol seorang mahasiswa Jerman yang ingin
membebaskan Volk Jerman dari musuh bebuyutannya, walau
sang pangeran tetap berusaha men- Slavisasikan Eropa. Akibat
dari hal ini mudah dibayangkan: gelombang pembantaian itu
kini akan dibenarkan dan dijelaskan di depan mata dunia!
Namun ketika aku mendengar seorang tersangka
pembunuhnya, karena aku membacanya sekali lagi bahwa
ternyata dia orang Serbia. Rasa ngeri mulai menjalari diriku
dari pembalasan takdir yang tak dapat dipahami ini.
Sahabat Slav telah ditembak oleh tangan seorang fanatik Slav.
Siapapun yang selama beberapa tahun ini selalu mengamati
hubungan Austria-Serbia akan merasa yakin bahwa sebuah
batu besar telah digelindingkan tanpa bisa dihentikan lagi.
Mereka yang sekarang mencaci maki pemerintah Wina
mengenai bentuk dan isi ultimatum, akan menerima sebuah
ketidakadilan. Tak ada kekuasaan lagi di dunia yang dapat
bersikap berbeda dalam situasi dan posisi yang sama.
Di perbatasan tenggara Austria terdapat musuh bebuyutan
yang setiap saat menantang monarki dan tak akan berhenti
sampai waktu yang diinginkannya untuk menghantam
monarki itu tiba. Ada alasan bahwa hal ini akan terjadi dengan
kematian Kaisar tua. Pada saat itu mungkin monarki tak bisa
melawannya dengan cermat. Tahun-tahun belakangan ini

negara telah begitu menyatu dengan Franz Joseph sebagai


seorang manusia sehingga kematiannya sebagai perwujudan
Kekaisaran ini akan dirasakan oleh masyarakat yang serupa
dengan kematian kekaisaran itu sendiri.
{Ultimatum Austria}
Memang ini adalah salah satu kelicikan politik Slav, yaitu
dengan menciptakan gambaran bahwa negara Austria tidak
dapat berdiri kecuali dengan mukjizat dan keunikan dari
sebuah monarki. Pujian ini lebih disambut di Hofburg5, karena
hal ini sama sekali tidak cocok dengan wibawa besar sang
Kaisar. Duri yang tersembunyi dibalik puji-pujian ini tetap
tidak bisa ditemukan. Para penguasa tidak melihat atau
mungkin tak ingin melihat, karena semakin tergantungnya
monarki kepada kepandaian seorang negarawan, kepada
monarki terbijak sepanjang masa ini akan semakin hancur
situasinya jika takdir telah datang mengetuk pintu untuk
meminta janji. Apakah Austria tua akan mungkin ada tanpa
seorang Kaisar? Bukankah tragedi yang pernah menimpa
Maria Theresa6 dapat terulang kembali?
Tidak, ini tidak adil bagi elit politik Wina yang mencela mereka
untuk terburu-buru terlibat dalam perang yang sebenarnya
dapat dihindari. Memang tak dapat lagi dihindari, namun bisa
ditunda selama satu atau dua tahun kedepan. Namun inilah
kutukan diplomasi Jerman dan Austria yang selalu berjuang

untuk menunda pembalasan yang pasti sampai suatu saat


ketika harus menyerang pada waktu yang tidak tepat. Kita
dapat diyakinkan bahwa usaha lebih lanjut untuk
menyelamatkan perdamaian dapat membawa perang pada
saat yang tidak tepat.
Tidak, siapapun yang tak menginginkan perang ini harus
berani menanggung akibatnya yang hanya bisa terdiri dari
mengorbankan Austria. Bahkan ketika perang sudah datang,
bukan dalam perjuangan melawan diri kita sendiri, namun
dalam bentuk pemisahan monarki Habsburg. Lalu mereka
yang mencela perang harus memutuskan apakah akan
bergabung atau hanya menonton dengan berpangku tangan
dan membiarkan takdir yang membawanya. Orangorang itu
yang sekarang berteriak paling keras dalam mengutuk awal
peperangan dan menawarkan pendapat paling bijak adalah
mereka yang dengan fatalnya menyeret kita menuju perang.
Selama bertahun-tahun kaum Sosial Demokrat telah dengan
kejinya menghasut perang untuk melawan Rusia dengan
alasan agama sangat aktif dengan menjadikan negara Austria
sebagai tumpuan kebijakan Jerman. Sekarang kita terpaksa
harus menderita akibat kegilaan ini. Apa yang sudah datang
harus dihadapi dan tak bisa lagi kita hindari. Kesalahan dari
pemerintahan Jerman adalah ketika dalam waktu damai selalu
kehilangan waktu yang tepat untuk menyerang dan terjerat
dalam persekutuan untuk perdamaian dunia, lalu menjadi

korban koalisi dunia yang saling berlawanan dengan kepastian


untuk perang dunia.
Jika pemerintah Wina memberikan ultimatum yang lebih
ringan, ini tak akan merubah situasi kecuali satu hal yaitu
bahwa pemerintahan akan tersapu bersih akibat kemarahan
Volk. Karena di mata rakyat jelata, bunyi ultimatum akan
terdengar terlalu lembut tapi brutal. Siapapun yang sekarang
hendak mempermasalahkannya bisa jadi orang itu bodoh atau
pembohong bahkan penipu yang licik. Perjuangan tahun 1914
bukan perjuangan yang dipaksakan oleh masalah waktu, -tidak
demi Tuhan!- tapi perjuangan itu diinginkan oleh seluruh
Volk. Rakyat ingin mengakhiri seluruh ketidakpastian, dimana
ketidakpastian ini hanya dapat diakhiri dengan mengorbankan
dua juta lebih pemuda Jerman untuk maju dalam perjuangan
ini. Mereka siap membela Tanah Air-nya sampai titik darah
penghabisan!
{Perjuangan kebebasan Jerman}
Bagiku masa-masa seperti itu adalah sebuah kondisi
pelampiasan perasaan yang menyakitkan dari masa mudaku.
Bahkan sekarang aku tidak malu untuk mengatakan bahwa
antusiasme yang menggebu-gebu telah menyergapku. Aku
bersujud dan berterimakasih kepada surga yang datang dari
jantung yang berdetak ini karena telah memberikan
keberuntungan bagiku untuk hidup pada masa ini. Perjuangan

untuk sebuah kebebasan kini telah dimulai. Dia lebih besar


dari apa
yang bumi pernah lihat, karena sekarang guratan takdir telah
dimulai dan keyakinan itu muncul pada rakyat jelata bahwa
saat ini bukan nasib Serbia atau Austria, namun apakah
bangsa Jerman akan terlibat atau tidak!
Untuk terakhir kalinya dalam beberapa tahun, Volk telah
memiliki ramalan atas masa depannya. Maka dari itu tepat
setelah permulaan pergulatan yang besar nada-nada lembut
menjadi sebuah kenikmatan dari antusiasme yang berlebihan,
karena pengetahuan mengenai hal ini saja menyebabkan
pemberontakan nasional seolah tampak kecil. Kesungguhan
sangat perlu karena pada masa itu rakyat pada umumnya tak
memiliki pemikiran sedikitpun mengenai panjang atau
lamanya pergulatan yang baru ini akan dimulai ini. Mereka
berkhayal akan segera pulang kembali pada musim dingin itu
untuk melanjutkan hidup dan memperbaiki kerja dengan
damai.
Apa yang manusia inginkan sebenarnya adalah apa yang sudah
dia harapkan dan percaya akan terwujud. Mayoritas yang
mengagumkan dari bangsa ini sedang cemas dengan urusan
negara yang tak pasti. Maka dari itu dapat dipahami pula
bahwa mereka tidak lagi percaya pada penyelesaian damai atas
konflik Austria- Serbia, namun berharap pada penyelesaian
terakhir, yaitu perang! Aku merupakan salah satu diantara

yang sejuta ini. Berita tentang pembunuhan ini tak begitu


diketahui di Munchen sehingga dalam sekali dua kali
pikiranku bergetar. Akhirnya perang tak bisa dihindari lagi,
dan lebih lagi sekarang negara Habsburg terpaksa harus
menjaga perjanjian mereka. Yang paling aku takutkan adalah
adanya kemungkinan bahwa Jerman suatu hari akan terlibat
dalam konflik yang tidak secara langsung disebabkan oleh
Austria ini. Mungkin sebab dari persekutuan ini, sehingga
negara Austria dengan alasan kebijakan domestik tak akan
mengerahkan kekuatannya untuk berdiri di balik sekutunya:
Jerman.
{Tujuan perjuangan kebebasan}
Mayoritas Slav di kekaisaran ini mungkin dengan segera
memulai untuk mensabotase maksud-maksud seperti itu atas
nama negara, dan lebih memilih untuk menghancurkan
seluruh negeri menjadi berkeping-keping daripada
mengabulkan permintaan tolong sekutunya. Bahaya itu kini
telah hilang. Negara tua ini harus memilih untuk bertempur,
suka atau tidak suka. Posisiku sendiri dalam konflik ini sangat
sederhana dan jelas, ialah bagiku bukan berarti Austria
bertempur demi kepuasan Serbia, namun Jerman berjuang
demi keberadaan Austria. Bangsa Jerman untuk kematian dan
kebebasan masa depan.
Waktu pertarungan telah tiba untuk karya Bismarck ini. Apa

yang pendahulu itu telah menangkan di pertempuran


Weissenburg sampai Sedan dan Paris7, Jerman yang masih
muda kini harus lebih mudah dicapai. Jika perjuangan sampai
memperoleh kemenangan, Volk kita akan memasuki lingkaran
dalam negeri-negeri hebat yang dilihat dari sudut pandang
kekuatan luar, dan barulah Reich Jerman dapat menjaga harga
dirinya sendiri dalam kedamaian tanpa harus membuat anakanak bangsanya kelaparan.
Sebagai pemuda aku seringkali merasakan adanya keinginan
untuk bisa membuktikan setidaknya untuk sekali ini saja
dengan membuktikan bahwa bagiku antusiasme nasional
bukan omong kosong. Adalah sebuah dosa bagiku untuk
berteriak horee tanpa ada hak untuk meneriakannya. Karena
siapa yang pantas meneriakan kata ini tanpa membuktikannya
dimana semua permainan telah berakhir dan tangan Dewi
Nasib mulai menimbang Volk dan manusia menurut
kebenaran dan keteguhan keyakinan mereka?
{Memasuki resimen Bayern}
Kemudian layaknya jutaan orang lainnya, hatiku meluapkan
rasa bahagia yang amat sangat sehingga akhirnya aku mampu
menebus diriku dengan hal-hal yang menghanyutkan ini. Aku
seringkali menyanyikan Deutschland uber Alles dan
meneriakan Heil8, dengan sepenuh nafasku, sehingga
tampaknya nyanyian dan teriakan tersebut merupakan

perbuatan anggun yang terlambat untuk berdiri sebagai saksi


dalam pengadilan akhir dari hakim abadi lalu
memproklamirkan ketulusan keyakinan ini. Karena dari saat
pertama aku merasa yakin bahwa dalam hal perang - yang
tampaknya sudah pasti bagiku- dalam satu hal aku harus
segera meninggalkan semua buku-buku kesayanganku.
Demikian juga aku tahu bahwa tempatku sekarang adalah
dimana kata hatiku akan mengarahkannya. Aku telah
meninggalkan Austria untuk sebuah alasan politis. Apalagi
yang lebih alami dari itu? Sekarang perjuangan telah dimulai
dan aku harus mulai bertanggung jawab akan keyakinanku ini!
Aku tidak ingin bertempur hanya untuk satu negeri Habsburg,
namun aku sudah siap kapan saja untuk seluruh Volk dan
Reich.
Tanggal tiga Agustus aku mengirimkan sebuah petisi pribadi
pada Yang Mulia Ludwig III dengan satu permintaan untuk
bisa memasuki resimen Bayern. Kantor Kabinet tentunya
punya banyak setumpuk pekerjaan pada saat itu dan begitu
bahagianya aku menerima jawaban atas permintaanku pada
hari kemudian. Dengan tangan yang bergetar aku membuka
amplop dokumen tersebut, dan permintaanku disetujui yang
kemudian aku dipanggil untuk melaporkannya pada resimen
Bayern. Kebahagiaan dan rasa terimakasihku tak terhingga.
Beberapa hari kemudian aku sudah memakai seragam dan
lencana yang tidak akan pernah kulepaskan sampai enam

tahun lagi kedepan! Bagiku layaknya bagi setiap pemuda


Jerman, sekarang telah dimulailah sebuah keberadaan
duniawi yang terbesar dan tak bisa dilupakan. Dibandingkan
dengan kejadian pertempuran maha dahsyat ini, semua
kejadian- kejadian dimasa lalu itu kini terasa menjadi kecil.
Persisnya pada hari ini, dengan peringatan ke sepuluh
kejadian besar ini semakin mendekati, aku menerawang
kembali dengan penuh rasa bangga sekaligus terharu pada
minggu-minggu awal perjuangan heroik dari Volk kami,
dimana takdir telah mengizinkanku untuk ambil bagian.
{Api pembaptisan}
Seperti pada hari kemarin, gambaran demi gambaran tentang
masa laluku mulai teringat kembali. Kini aku melihat diriku
memakai seragam diantara kawan-kawanku, lalu kami keluar
pertama kali untuk latihan dan lain-lain. Sampai suatu hari
datang bagi kami kesempatan untuk latihan berbaris.
Kekhawatiran menghantuiku saat itu, mungkin begitu pula
dengan kawan-kawanku yang lain: Akankah kami tiba
terlambat di garis depan? Sesaat demi sesaat hal ini
membuatku merasa menjadi tidak nyaman. Maka dari itu aku
membayangkan tentang segala hal yang menyebabkanku
untuk bisa bergembira atas kemenangan yang heroik dan baru.
Setetes kepahitan masih bisa sedikit tersembunyikan, karena
setiap kemenangan baru akan meningkatkan bahaya jika kami
terlambat.

Akhirnya datang juga hari dimana kami meninggalkan


Munchen untuk memulai sebuah pemenuhan tugas baru kami.
Untuk pertama kalinya aku melihat sungai Rhein ketika kami
bergerak menuju barat untuk membelanya melalui sungai
yang tenang ini. Inilah sungainya sungai Jerman yang harus
kami rebut dari keserakahan musuh. Ketika melalui cadar pagi
hari yang lembut di monumen Niederwald, tampak di bawah
sinar matahari yang syahdu, seorang pengawas Rhein telah
mengaumkan bunyi kereta api dibalik cerahnya langit pagi.
Aku merasa jantungku seakan meledak!
Lalu datanglah malam yang lembab dan dingin di Flanders9.
Kami melaluinya dengan suasana hening. Lalu ketika matahari
mulai muncul lagi dari balik kabut, tiba-tiba sambutan
desingan peluru memecah ketenangan pagi kami. Di atas
kepala dengan letusannya yang tajam, peluru-peluru itu
berseliweran menuju kami dan merobek-robek tanah yang
masih basah. Namun sebelum kabut tipis itu mulai
menghilang, dari dua ratus tenggorokan prajurit terdengar
teriakan horeee! pertama terdengar untuk menyambut
malaikat maut!
{Dari sukarelawan perang menjadi prajurit senior}
Suara gemuruh dan letusan, nyanyian dan deru senapan mesin
telah dimulai. Dengan mata yang nanar, setiap dari kami maju
ke depan dengan cepat sampai melewati perkebunan lobak

dan tanam-tanaman lalu pertempuran pun di mulai.


Pertempuran laki-laki melawan lakilaki sejati! Dari kejauhan
samar-samar sebait lagu sedang mencapai telinga kami, dan
lagu itu semakin mendekat. Dari setiap kompi ke kompi
lainnya, ketika ajal kematian sedang sibuk mengaduk-aduk
pasukan kami, lagu itu sudah tiba dan kami meneruskannya:
Deutschland, Deutschland uber Alles, uber Alles in der Welt!
Empat hari lagi kami akan kembali. Derap langkah sepatu lars
kami bahkan kini telah berubah. Pemuda-pemuda yang masih
berumur tujuh belas tahun itu kini sudah terlihat seperti lakilaki dewasa!
Para sukarelawan dari resimen terdaftar ini mungkin belum
mempelajari bagaimana caranya bertempur dengan benar dan
pantas, namun mereka akan segera tahu bagaimana rasanya
tewas seperti prajurit-prajurit senior. Ini adalah sebuah
permulaan baru. Begitulah kami dari tahun ke tahun, namun
romansa pertempuran itu telah digantikan oleh situasi horor
yang menakutkan. Semangat tempur jadi mengkerut dan
kebanggaan yang meluap-luap itu kini tergantikan oleh
ketakutan yang paling mematikan. Waktunya telah tiba ketika
setiap laki-laki harus berjuang demi naluri bertahan hidup dan
pengabdian pada tugas. Aku juga mengalami pergulatan yang
hebat ini. Selalu ketika kematian sedang membayangi, sesuatu
yang samarsamar dalam diri ingin berontak keluar dan
mencoba untuk memunculkan dirinya pada tubuh yang sedang

lemah ini sebagai sebuah alasan. Namun itu hanyalah sikap


kepengecutan yang sedang mencoba menjerat individu.
Sebuah peringatan menakutkan sedang menyentak, dan
seringkali nurani terakhirlah yang akan menentukan setiap
permasalahan. Semakin suara itu memperingatkan akan
adanya bahaya, semakin keras dan kukuh pula nuraniku itu
menggoda. Perlawanan yang tegas tumbuh sampai akhirnya
setelah pergulatan batin yang lama, kesadaran terhadap tugas
itulah menjadi pemenangnya. Pada musim dingin 1915-1916
perjuangan ini telah diakhiri. Keinginan akhirnya menjadi
penguasa atas diriku. Jika dalam hari-hari pertama
pertempuran itu aku berbahagia dan banyak tertawa, sekarang
aku menjadi lebih tenang dan yakin. Aku menjadi tahan
banting.
Sekarang tanpa ketakutan atau akal menjadi runtuh, takdir
tetap saja masih mengujiku. Sukarelawan muda itu kini telah
menjadi seorang prajurit senior!
{Monumen keabadian}
Transformasi ini telah menyeluruh di seluruh angkatan
bersenjata. Transformasi ini telah mengeluarkan kekerasan
dan kebijakan dari pertempuran abadi dan bagi mereka yang
tak tahan badai mereka akan patah. Sekarang adalah waktunya
untuk menilai sebuah Angkatan Bersenjata. Sekarang setelah

dua atau tiga tahun, dimana pada waktu itu aku terlempar dari
satu pertempuran ke pertempuran lainnya, selamanya aku
harus bertempur melawan kehebatan musuh dalam jumlah
dan senjata, kelaparan dan hidup melarat. Sekaranglah
waktunya bagiku untuk menguji kualitas dari prajurit-prajurit
yang unik ini. Seribu tahun boleh berlalu, namun tak mungkin
memperbincangkan heroisme tanpa menyebutkan Angkatan
Bersenjata Jerman dan Perang Dunia. Lalu dari kabut masa
lalu, wajah dari helm berwarna abu-abu itu akan muncul
dengan gagah berani dan sigap untuk menjadi monumen
abadi.
Selama masih ada orang Jerman yang hidup, mereka akan
mengingat bahwa laki- laki ini adalah putra-putra Volk
mereka. Waktu itu aku seorang prajurit dan tak ingin
membincangkan urusan politik. Sebenarnya, waktunyalah
yang tidak tepat. Bahkan sekarang aku yakin bahwa
pengemudi kereta yang rendah hati lebih berjasa pada Tanah
Air daripada yang lainnya, katakan saja para anggota
parlementer. Aku membenci mulut-mulut besar ini ketika
setiap lakilaki yang berdarah merah itu mengatakan sesuatu
sambil berteriak-teriak ke arah wajah musuh dan
meninggalkan lidahnya di rumah atau melakukan tugasnya
dengan hening di tempat lain.
Ya, pada masa itu aku membenci semua politisi. Kalau
terserah padaku, batalyon berlambang sekop dan beliung akan

terbentuk dari anggota parlemen ini, kemudian mereka dapat


mengunyah lemak dari hati mereka sendiri tanpa saling
mengganggu, bahkan mereka sangat membahayakan bagi
masyarakat yang jujur dan sopan.
Maka pada saat itu aku tak ingin sekali mendengar urusanurusan politik, namun aku tak kuasa juga ingin berpendapat
mengenai perwujudan tentang hal-hal tertentu yang tentunya
mempengaruhi seluruh bangsa dan khususnya yang
berhubungan dengan kami, para prajurit.
{Seni mematikan semangat }
Ada dua hal yang membuatku sangat marah dan aku anggap
berbahaya. Setelah mendengar beberapa berita tentang
kemenangan baru, bagian-bagian tertentu dari pers perlahan
dan dengan cara yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang
mengungkapkan aib pada umum. Semua ini dilakukan dengan
topeng kebaikan tertentu dengan sikap yang santun, bahkan
dengan sikap kekhawatiran yang dibuat- buat. Mereka merasa
was-was akan berlebihannya ungkapan kebahagiaan dalam
perayaan kemenangan. Mereka mengatakan bahwa dalam
suasana suka cita yang berlebihan ini sangat tidak pantas dan
tidak cocok bagi sebuah bangsa yang besar.
Keberanian dan keteguhan hati prajurit-prajurit Jerman
menjadi contohnya, kata mereka, dan masyarakat jangan
terbawa arus suasana atas letupan kebahagiaan tanpa

pikirpikir panjang. Jika hanya demi negeri asing dimana


bentuk kebahagiaan mereka yang hening dan anggun daripada
kegembiraan yang meluap-luap. Akhirnya, kami orang Jerman
jangan lupa bahwa perang bukanlah keinginan kami dan maka
dari itu kami tidak usah malu untuk mengaku secara terbuka
dan jantan telah berkontribusi demi rekonsiliasi umat
manusia. Untuk alasan itu sangat tidak bijaksana dengan
menodai kesucian prajurit-prajurit kita dengan tuduhan
terlalu banyak berteriak, karena yang lainnya tak akan paham
akan perilaku seperti itu. Dunia hanya mengagumi kerendahan
hati seseorang dimana pahlawan sejati dengan hening dan
tenang akan melupakan perilakunya, karena ini merupakan
pokok argumen.
Daripada menjewer makhluk yang telinganya panjang ini lebih
baik mengikatnya pada sebuah tiang dan menggantungnya,
sehingga akan membuat bangsa yang berbahagia ini sulit
untuk menghina sentimen estetik dari kuli tinta ini dimana
yang berwenang sebenarnya telah mengeluarkan keluhan atas
kebahagiaan yang tidak pantas ini. Tak pernah mereka
berpikir bahwa jika setidaknya semangat ini digalakan tak
akan bisa dibangkitkan pada saat dibutuhkan.
{Kesalahpahaman terhadap Marxisme}
Hal tersebut merupakan keadaan yang sedang mabuk dan
harus di jaga di negeri ini. Lalu bagaimanakah jika tanpa

kekuatan antusiasme, sebuah negara akan bertahan dalam


perjuangan dalam segala kemungkinan akan membuat
tuntutan yang luar biasa pada kualitas spiritual bangsa? Aku
tahu psikologi massa dengan baik tentang ketidaksadaran
bahwa nada estetik yang tinggi tak akan menghembuskan api
yang akan membuat baja menjadi panas. Di mataku itu
merupakan puncak kegilaan pada pihak yang berwenang yang
tak melakukan apapun untuk meningkatkan gairah yang
sedang menggebu-gebu. Lalu ketika yang berwenang
membatasi gairah yang sudah ada itu sulit dipercaya. Hal
kedua yang membuat aku benar-benar marah adalah sikap
yang mereka kira sudah cukup kuat untuk melawan Marxisme.
Di mataku ini hanya akan membuktikan bahwa mereka tak
tahu apapun untuk membasmi wabah ini. Dengan segala
keseriusan, mereka tampaknya percaya bahwa dengan
jaminan partai itu tak akan dikenali lagi. Mereka mencapai
kesepahaman untuk memahami dan mengekang Marxisme.
Mereka harus paham bahwa dalam Marxisme tak ada partai
sama sekali, namun hanya sebuah doktrin yang akan
menghancurkan bentuk kemanusiaan, khususnya karena ini
tak bisa dipelajari di universitas-universitas yang sudah di
Yahudi-kan. Lagipula, khususnya pada pejabat tinggi karena
keangkuhan mereka yang bodoh, tak berpikir bahwa membaca
sebuah buku dan mempelajari sesuatu yang tidak ada di
kurikulum universitas mereka sebenarnya mudah. Kehebohan

ini melewati pemikiran-pemikiran ini tanpa meninggalkan


jejak sama sekali. Inilah mengapa institusi negara sangat
ketinggalan jauh dari swasta. Pada merekalah -demi Tuhanperibahasa Volk dapat diterapkan: Was der Bauer nicht kennt,
das friftt er nicht (apa
yang petani tak tahu, tak akan dia makan). Di sini juga ada
beberapa perkecualian yang semakin mempertegas peribahasa
itu. Sangat aneh dan tak pantas membandingkan buruh
Jerman dengan Marxisme pada hari-hari di bulan Agustus
1914.
{Apa yang seharusnya dilakukan?}
Pada saat itu buruh-buruh Jerman telah membebaskan diri
mereka dari kekangan wabah beracun ini, kalau terjadi
sebaliknya maka buruh-buruh Jerman tak akan bisa terlibat
dalam perjuangan. Bagaimanapun yang pihak berwenang
begitu bodoh untuk mempercayai bahwa Marxisme telah
menjadi nasional. Suatu kecerdasan yang hanya akan muncul
bahwa pada tahun-tahun yang panjang ini, tak ada satupun
pejabat pemerintahan ingin berusaha untuk mempelajari inti
dari doktrin ini, karena kalau mereka mempelajarinya
kejadian aneh ini mungkin tak akan terjadi.
Marxisme, yang tujuannya adalah dan selalu penghancuran
negara-negara bukan Yahudi, harus menerima horor
ketakutan. Ketika pada suatu hari di bulan Juli 1914, kelas

buruh Jerman yang telah mereka jerat mulai bangkit dan


setiap saat siap membela Tanah Air-nya dengan kecepatan
yang tinggi. Dalam beberapa hari seluruh kabut penipuan dari
pengkhianatan terhadap Volk yang keji ini telah berceceran.
Tiba-tiba kelompok Yahudi ini merasa kesepian dan
ditinggalkan, seolah-olah tak ada satu jejak pun tertinggal dari
sisa-sisa kegilaan dan omong kosong yang selama enam puluh
tahun telah membanjiri massa. Ini merupakan saat yang buruk
bagi para pengkhianat kelas buruh Volk Jerman, namun segera
para pemimpin mereka mengetahui bahaya yang akan
merusak mereka. Mereka langsung menutup telinga mereka
dan dengan lancang menirukan suara Kebangkitan Nasional.
Namun sekarang telah tiba waktunya untuk bertindak
melawan seluruh persaudaraan para pengkhianat peracun
Volk, Yahudi. Sekaranglah waktunya untuk berurusan dengan
mereka secara singkat dan tanpa harus mempertimbangkan
segala teriakan dan keluhan yang mungkin muncul. Bulan
Agustus 1914, seluruh Yahudi mengoceh soal solidaritas
internasional yang hilang dengan cepat dari kepala-kepala
kelas buruh Jerman. Sebagai manfaatnya, hanya beberapa
minggu kemudian pecahan peluru meriam Amerika
menghujani persaudaraan dan helm- helm prajurit yang
sedang berbaris. Sudah menjadi tugas pemerintahan yang
serius, bahwa sekarang para buruh Jerman telah menemukan
jalannya kembali menuju negaranya untuk membasmi tanpa

ampun para penghasut yang menyesatkan negara.


{Penggunaan kekuatan pemikiran murni}
Jika prajurit yang terbaik sedang sekarat di garis depan
setidaknya kita dapat membasmi seluruh kutu-kutu penghasut
ini. Bukannya membasmi kutu-kutu, Kaisar Yang Mulia
sendiri malah merangkul kriminal-kriminal tua dan
mengampuni para perampok sekaligus pengkhianat negara ini
dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk kembali
beraksi. Sekarang ular-ular berbisa itu dapat melanjutkan
pekerjaannya dan lebih berhati-hati dari sebelumnya, namun
semakin berbahaya dari sebelumnya! Sementara yang jujur
sedang memimpikan perdamaian di Tanah Air-nya, para
kriminal pembohong itu malah merencanakan sebuah
revolusi.
Tindakan setengah hati yang seharusnya diakhiri membuat
aku semakin kecewa. Namun pada waktu itu aku tak bisa
berpikir bahwa hal itu mungkin terjadi, dan akhirnya akan
begitu menakutkan.
Apa yang harus dilakukan? Tentunya pemimpin seluruh
pergerakan itu harus langsung diadili, dipenjara lalu
digantung. Semua penerapan kekuatan militer harus
digunakan dengan kasar untuk memusnahkan wabah ini.
Partai-partai itu harus segera dibubarkan, Reichstag harus
diluruskan, -dengan bayonet jika perlu- namun yang terbaik

adalah membubarkannya secara langsung. Seperti Republik


sekarang yang dapat membubarkan Partai-partai, maka
metode tersebut harusnya digunakan pada saat itu dengan
alasan yang lebih banyak. Karena hidup dan mati seluruh Volk
sedang dipertaruhkan!
Satu pertanyaan akan muncul kemuka: "bisakah ide spiritual
dapat dimusnahkan hanya oleh sebilah pedang? Atau bisakah
Weltanschauung bisa dilawan dengan kekuatan besar?
Bahkan pada saat itu aku memikirkan pertanyaan ini dengan
amat serius bahwa jika kita pikirkan kasus secara analog,
khususnya pada dasar agama dan dapat ditemukan pada
sejarah, maka prinsip-prinsip dasar ini akan muncul:
Gambaran-gambaran dan ide-ide layaknya pergerakan dengan
dasar spiritual yang pasti, terserah apakah pondasinya benar
atau tidak, setelah poin tertentu dalam perkembangannya
mampu dipatahkan oleh instrumen teknis kekuasaan jika
senjata fisik ini pada saat yang sama mendukung pemikiran,
ide atau Weltanschauung baru.
Dengan penerapan kekuatan saja, tanpa ada pendorong ide
dasar spiritual sebagai titik awal tak akan pernah
menghasilkan suatu penghancuran dan penyebaran sebuah
ide, kecuali dalam bentuk pemusnahan secara menyeluruh.
Bahkan dari elemen yang terkecil ide-ide tersebut dan
penghancuran tradisinya. Bagaimanapun ini biasanya berarti
akan mengarah pada penghilangan negara seperti itu dari

lingkup kepentingan politik. Kadangkala untuk waktu tak


terbatas dan seringkali untuk selamanya. Karena pengalaman
telah menunjukan bahwa pengorbanan yang berdarah
menghantam bagian terbaik dari masyarakat dan setiap
penyiksaan yang terjadi tanpa dasar spiritual tampaknya
dibenarkan secara moral dan menghantam dengan tepat
bagian paling berharga dari yang Volk protes. Hal tersebut
menghasilkan pengadopsian isi spiritual dari pergerakan yang
secara tidak adil di siksa. Dalam banyak hal, ini terjadi dengan
mudahnya melalui perasaan penentangan terhadap
perlawanan percobaan untuk memukul sebuah ide dengan
kekuatan brutal.
Sebagai hasilnya jumlah pendukung yang mundur semakin
membengkak seiring dengan meningkatnya penyiksaan. Maka
dari itu pemusnahan secara menyeluruh dari doktrin baru ini
hanya bisa dilaksanakan melalui proses pemusnahan yang
besar-besaran dan dilakukan secara terus menerus sehingga
akhirnya semua dari milik mereka yang berharga akan
terrenggut dari Volk dan negara yang bermasalah. Akibatnya
walaupun apa yang disebut dengan pembersihan intinya
dapat terjadi, hanya bisa dilakukan dengan harga
ketidakberdayaan total. Metode seperti itu hanya akan terbukti
sia-sia jika doktrin yang akan diperangi telah melampaui batas
kelompok kecil tertentu. Maka di sini juga, layaknya dalam
setiap pertumbuhan periode pertama masa kanak-kanak akan

rentan terhadap kemungkinan dimusnahkan. Sementara


dengan waktu yang berlalu kekuatan untuk melawan
meningkat dan hanya dengan kelemahan mendekati usia tua
maka yang muda muncul walau dalam bentuk dan alasan yang
berbeda.
Tentu saja setiap usaha untuk menghapuskan sebuah doktrin
dan pengungkapan organisasinya dengan kekuatan dengan
tanpa dasar spiritual akan gagal dan tak jarang berakhir
dengan kebalikannya dari hasil yang diinginkan karena alasan
berikut ini. Syarat pertama untuk jenis perjuangan dengan
senjata kekuatan murni akan dan selalu bertahan. Dalam arti
hanya penerapan yang stabil dan menyeluruh untuk menekan
sebuah doktrin akan sukses. Namun sesegera mungkin
kekuatan yang kasar itu akan memudar dan berganti dengan
kesabaran. Tak hanya doktrin saja yang di tekan akan bangkit
lagi, namun akan memiliki posisi untuk men- dapatkan
keuntungan dari setiap penyiksaan karena setelah gelombang
tekanan menyulut kemarahan atas penderitaan akan
membangkitkan para pendukung baru bagi doktrin ini.
Sementara yang tua akan menggantungkan doktrin ini kepada
pendukung baru dengan perlawanan yang lebih besar dan
kebencian yang lebih dalam dari sebelumnya. Bahkan sebuah
keyakinan yang menyimpang memecah, ketika bahaya
menyurut akan kembali pada pandangan dahulu.
Hanya dalam penerapan kekuatan yang stabil dan terus

menerus akan terdapat prasyarat untuk sebuah kesuksesan.


Ketahanan ini bagaimanapun hanya bisa bangkit dari
keyakinan spiritual yang pasti. Setiap kekerasan yang tidak
berakar dari dasar spiritual yang kukuh akan memudar dan
tidak meyakinkan. Hal tersebut karena kekurangan stabilitas
yang hanya ada pada pengikut dari Weltanschauung yang
fanatik. Kekerasan tersebut berasal dari energi dan keyakinan
tak terkendali dari seorang individu, maka dari itu berpokok
pada perubahan kepribadian serta sifat dan kekuatan mereka.
Hal yang lain dapat ditambahkan bahwa setiap
Weltanschauung, apakah religius atau bersifat sekuler kadangkala garis pem- batasnya sulit ditemukan- tidak bisa
begitu saja memerangi ideologi yang berlawanan untuk
mempromosikan sendirinya. Maka dari itu perjuangannya
kurang defensif dan bukan ofensif.
{Serangan terhadap Weltanschauung}
Maka Weltanschauung yang memiliki keuntungan untuk
menentukan tujuan, karena tujuan ini mewakili kemenangan
ide sendiri sementara itu sangat sulit ditentukan kapankah
tujuan negatif dari penghancuran sebuah doktrin bermusuhan
bisa di jamin dan di raih. Untuk alasan ini saja,
Weltanschauung ofensif akan lebih sistematik dan lebih
bertenaga daripada defensif, karena disini juga seperti
biasanya sebuah serangan dan bukan pertahanan yang
membuat keputusan. Pertarungan melawan kekuatan spiritual

dengan metode kekerasan tetap defensif sampai pedang


menjadi cara pendukung, pembakar dan penyebar doktrin
spiritual baru.
Maka untuk menyimpulkannya kita dapat menyusun hal
berikut ini: Setiap usaha untuk melawan Weltanschauung
dengan metode kekerasan akan berakhir gagal, kecuali jika
pertarungannya bisa menampilkan dan membentuk sikap
spiritual baru. Hanya dalam pertarungan antara dua
Weltanschauung, maka senjata dengan kekuatan brutal yang
terus menerus dan kasar diterapkan akan menjadi penentu apa
yang didukungnya. Inilah yang menjadi alasan kegagalan
perjuangan ketika melawan Marxisme. Inilah mengapa
pemerintahan sosialis Otto Von Bismarck akhirnya gagal dan
harus tetap gagal, walau apapun yang terjadi.
Weltanschauung barunya kekurangan platform untuk mereka
yang pantas diper- juangkan. Hanya kebijakan pepatah pejabat
tinggi pemerintahan yang akan sukses mempercayai omong
kosong menganai apa yang disebut dengan kewenangan
negara atau hukum dan aturan. Semua ini akan membentuk
dasar yang cocok bagi pendorong spiritual perjuangan hidup
dan mati. Karena dasar spiritual bagi perjuangan ini dinilai
kurang, maka Bismarck harus mempercayakan eksekusi
legislasi pemerintahan Sosialisnya pada penilaian dan selera
institusi itu yang merupakan produk pemikiran Marxisme.
Dengan mempercayakan nasib perang ini pada kaum Marxis

sampai pada demokrasi rakyat yang penuh harapan, Kanselir


besi meminta serigala untuk berpikir seperti domba.
{Partai-partai kelas borjuis}
Semua ini merupakan akibat yang perlu dari absennya
Weltaschauung dari dasar anti Marxisme yang dianugrahi
keinginan yang menggebu untuk menaklukan. Maka hasil
utama dari perjuangan Bismarck adalah kekecewaan yang
amat sangat telak. Apakah kondisinya berbeda selama Perang
Dunia atau sama pada awalnya? Sayangnya tidak. Semakin aku
tenggelam dalam ide-ide perubahan yang perlu dalam sikap
pemerintah terhadap Sosial Demokrat sebagai perwujudan
Marxisme, semakin aku mengenali kurangnya pengganti yang
baik sebagai pengganti doktrin ini. Apakah yang akan
diberikan kepada massa jika Sosial Demokrasi hancur?
Tak ada satupun pergerakan yang telah ada mampu
diharapkan untuk sukses memasuki lingkup pengaruh
Marxisme. Karena sebagian besar buruh akan tak memiliki
pemimpin. Tak ada gunanya dan lebih dari bodoh untuk
mempercayai bahwa sikap fanatik internasional yang telah
meninggalkan partai kelas buruh akan bergabung dengan
partai borjuis, dalam artian organisasi kelas baru. Karena, tak
menyenangkan tampaknya bagi bermacam organisasi itu tak
dapat disangkal bahwa politisi borjuis sebagian besar akan
menerima pembagian kelas-kelas selama tidak menjadikan

ketidakberuntungan politis mereka.


Penyangkalan akan fakta ini tidak hanya bersikap lancang,
namun juga kebodohan para pembohong. Jangan pernah
menganggap bahwa massa sebodoh yang kita kira. Dalam
urusan politik, perasaan kadangkala lebih memutuskan
daripada alasan rasional. Pendapat bahwa sikap massa
internasional yang bodoh merupakan bukti yang cukup bagi
ketidakwarasan sentimen massa dapat dengan mudah
disangkal bahwa demokrasi pasifis sama gilanya, dan bahwa
hal tersebut akan teruraikan secara eksklusif di kelompok
borjuis.
{Tak ada tambahan bagi Sosial-Demokrat}
Selama jutaan kaum borjuis masih dengan setianya memuja
pers demokratik Yahudi setiap pagi, sangat buruk bagi orangorang ini untuk membuat lelucon mengenai kebodohan
Genossen yang dalam analisis sebelumnya hanya menelan
sampah yang sama, walau dalam bentuk yang berbeda. Dalam
kedua hal pembuatnya adalah Yahudi yang itu-itu lagi.
Perawatan yang baik harus diambil untuk tidak menyangkal
hal-hal yang mungkin benar. Fakta bahwa permasalahan antar
kelas merupakan masalah yang eksklusif dari masalah ideal.
Khususnya sebelum pemilihan, beberapa ingin berpura-pura
tak dapat disangkal lagi.
Kesombongan kelas dari sebagian Volk kita, dan pada hal yang

lebih luas, meremehkan buruh pabrik, adalah fenomena yang


tidak hanya ada pada orang yang sakit jiwa. Terlepas dari itu
semua, bagaimanapun hal tersebut telah menunjukan
kapasitas yang sedikit bagi pikiran dan apa yang disebut
dengan kaum intelektual ketika dalam kelompok ini tak
memahami bahwa suatu urusan yang tak mampu
menanggulangi sebuah wabah seperti Marxisme, tak akan
mampu memulihkan apa yang telah hilang.
Partai-partai borjuis, seperti yang mereka tunjukkan tak akan
mampu untuk meraih massa proletar menuju kelompoknya,
karena di sini dua dunia sedang berlawanan yaitu sebagian
secara alamiah dan sebagian lagi secara terpisah. Hubungan
yang saling menguntungkannya hanyalah dengan perjuangan
antar kelas. Yang lebih muda akan menang, dan inilah
Marxisme! Tentu, perjuangan untuk melawan kaum Sosial
Demokrasi pada tahun 1914 dapat dilakukan, namun berapa
lama kondisi ini dapat di pelihara? Dalam kekosongan
pengganti manapun, tetap akan diragukan. Disini ada jurang
lebar yang sedang menganga.
{Pemikiran pertama pada kesibukan politis}
Aku telah memiliki pendapat ini jauh sebelum perang dimulai
dan karena alasan inilah aku tak bisa memutuskan untuk
bergabung dengan partai yang sudah ada. Selama Perang
Dunia aku telah berketetapan dalam pendapat ini karena

ketidakmungkinan untuk mengambil perjuangan tanpa ampun


melawan Sosial Demokrasi, karena kekurangan pergerakan ini
tentunya lebih dari sekedar partai parlementer. Bersama
kawan-kawan dekat, aku ungkapkan dengan terbuka hal ini.
Sekarang ide pertama itu muncul dari diriku untuk
beraktivitas dalam politik. Persisnya, inilah yang
menyebabkan aku untuk meyakinkan kawan-kawanku bahwa
setelah perang nanti aku ingin menjadi orator ulung sebagai
tambahan bagi profesiku. Aku percaya bahwa aku sangat
serius mengenai hal yang ini.

Anotasi ilmiah:
1. Pasifis
Pasifis adalah penentangan terhadap perang dan juga
kekerasan di masyarakat. Kaum pasifis adalah kaum yang
cinta damai.
2. Perang Boer
Ada dua perang Boer, yang satu dari tanggal 16 Desember
1880 - 23 Maret 1881 dan yang kedua tanggal 11 Oktober 1899
- 31 Mei 1902. Perang terjadi antara Inggris dan penduduk
lokal yang berasal dari Belanda (Boere, Afrikaners atau
Voortrekkers) di Afrika Selatan bertujuan memadamkan
republik yang mereka baru dirikan. Pada Perang Boer pertama
Inggris kalah dan menandatangani gencatan senjata dan Boer
diberikan otonomi di Transvaal di bawah pengawasan Inggris.
Sementara perang kedua didasarkan atas banyaknya warga
Inggris yang berburu emas dan menyebabkan riak sosial.
3. Rusia-Jepang
Perang Rusia-Jepang merupakan konflik yang muncul antara
ambisi kekaisaran Rusia dan Jepang di Manchuria dan Korea.
Jepang menang dan Rusia diguncang revolusi tahun 1905.
Perang berakhir setelah Amerika Serikat mendamaikan.
Kekalahan Rusia mengejutkan dunia, dimana suatu negara

bukan barat berhasil memenangkan perang melawan negara


barat dan menginspirasi pergerakan anti kolonialisme.
4. Perang Balkan
Perang Balkan merupakan dua perang di selatan Eropa tahun
1912 - 1913 dimana liga Balkan (Serbia, Montenegro, Yunani
dan Bulgaria) menaklukan Macedonia yang dikuasai oleh
kekaisaran Ottoman. Perang ini merupakan pemanasan
Perang Dunia I dimana kekaisaran AustriaHungaria khawatir
akan perkembangan di Balkan, khususnya Serbia yang
dianggap sebagai ancaman dan satelit Rusia. Bangkitnya
Serbia memicu Perang Dunia I. Penyebab perang ini adalah
lemahnya kekaisaran Ottoman yang menguasai Balkan
sehingga negara-negara di Balkan mencari wilayah. Perang
berakhir dengan perjanjian Bucharest yang akhirnya
memutuskan perbatasan masing-masing negara yang
bersengketa.
5. Hofburg
Hofburg merupakan istana kekaisaran Austria-Hungaria dan
sekarang menjadi istana kepresidenan Austria.
6. Maria Theresa
Maria Theresa (13 Mei 1717 - 29 November 1780) merupakan
bangsawan Austria, ratu Hungaria dan Bohemia dari tahun

1740 - 1780. Pada saat itu dia merupakan wanita terkuat di


Eropa dan satu-satunya wanita yang pernah memerintah
Austria. Maria Theresa pernah mengusir Yahudi dari Austria
namun mencabut kembali perintahnya dan membiarkan
Yahudi tinggal dengan sayarat agar Yahudi membayar biaya
pendaftaran ulang setiap sepuluh tahun sekali.
7. Weissenburg sampai Sedan dan Paris
Tempat-tempat diatas merupakan tempat pertempuran
Prussia dengan Perancis pada perang FrancoPrussia/Deutsch-Franzosischer Krieg (19 Juli 1870 - 10 Mei
1871) adalah peperangan antara Perancis dan Prussia
(didukung oleh Konfederasi Jerman utara) bersekutu dengan
Baden, Bayern dan Wurttemberg. Konflik ini menandai
puncak ketegangan antara dua kekuasaan di Eropa setelah
Prussia mendominasi Jerman. Pada pertempuran di tempattempat di atas Prussia meraih kemenangan besar. Tak hanya
mengalahkan Perancis namun menangkap Kaisar Napoleon
III, di Sedan kemenangan Prussia semakin lengkap karena
akhirnya Prussia dapat memasuki Paris. Kegemilangan
kemenangan inilah yang diingatkan Hitler kepada pembaca.
8. Heil
Heil merupakan ungkapan hormat dalam bahasa Jerman yang
di asosiasikan dengan Nazi.

9. Flanders
Flanders sekarang adalah daerah di Eropa yang sekarang
dikenal dengan nama Belgia. Flanders juga menjadi ajang
medan tempur pada Perang Dunia I.

BAB VI
PROPAGANDA PERANG

Sejak aku mencermati kejadian politik, aku menjadi sangat


tertarik pada aktivitas propaganda. Aku menyaksikan
organisasi-organisasi Sosialisme-Marxisme yang sangat
menguasai dan menerapkan instrumen ini dengan penuh
keahlian yang sangat mengagumkan. Lalu aku menyadari dari
awal bahwa penggunaan propaganda yang tepat sebenarnya
adalah sebuah seni dan tak diketahui banyak oleh partai-partai
rakyat. Hanya kaum pergerakan Kristen-Sosial, khususnya
pada masa Lueger telah mencapai kebajikan tertentu dalam
penggunaan instrumen ini yang dimana propaganda menjadi
penyebab kesuksesannya.
Namun ketika perang sudah terbukti membawa hasil yang
dahsyat didapatkan karena penerapan propaganda yang tepat.
Disini sayangnya semua penelitian kita harus berdasarkan dari
sisi musuh, karena kegiatan di pihak kita begitu sedikit.
Lemahnya pencerahan Jerman ketika menatap setiap wajah
prajurit dan hal ini telah memacuku untuk
mempermasalahkan propaganda lebih dalam lagi dari
sebelumnya. Banyak waktu untuk berpikir dan musuh
menawarkan panduan praktis yang ironisnya terlalu bagus.

Apa yang kita gagal lakukan, telah dilakukan oleh musuh


dengan perhitungan yang sangat brilian.
{Propaganda sebagai sebuah cara}
Mengenai propaganda perang, musuh-musuhku telah
mempelajarinya dengan tanpa henti. Namun waktu berlalu
dan tak meninggalkan jejak di pikiran mereka yang seharusnya
mampu mengambil keuntungan dari propaganda sebagian
karena mereka menganggap diri mereka terlalu pintar bagi
musuh dan sebagian lagi karena kurang ada niat yang baik.
Apakah kita memiliki apapun yang kita bisa sebut sebagai
propaganda? Aku menyesal harus menjawabnya dengan kata
tidak.
Apapun yang dilakukan di lapangan tidaklah cukup, dan
kesalahan sejak awal sehingga tak ada gunanya, bahkan
membahayakan. Bentuknya tidak cocok dan substansinya
secara psikologis salah. Pemeriksaan yang seksama atas
propaganda perang Jerman tak dapat membuahkan diagnosa
lain. Nampaknya tak ada kejelasan pada pertanyaan pertama:
Apakah propaganda merupakan cara atau tujuan?
Propaganda merupakan maksud dan dari itu harus dianggap
pula sebagai tujuannya. Propaganda harus mencari bentuknya
yang sesuai untuk mendukung suatu tujuan. Jelas pula bahwa
kepentingan tujuannya dapat berbeda jika dilihat dari sudut
pandang kepentingan umum, lalu nilai inti dari propaganda

akan menjadi sangat bervariasi. Tujuan perang kita adalah


sebuah tujuan yang paling agung, paling kuat dan bisa
dipercaya oleh umat manusia. Kemerdekaan dan kebebasan
Volk kita, amannya persediaan makanan kita di masa depan,
serta kebanggaan nasional kita ada pada suatu hal, walau
berlawanan dengan pendapat yang ada atau bahkan harus ada
karena Volker tanpa kehormatan. Cepat atau lambat akan
kehilangan kemerdekaan dan kebebasan mereka, yang pada
gilirannya hanyalah hasil dari keadilan yang tinggi karena
generasi kaum gembel tanpa kehormatan yang tak
pantas memiliki kebebasan. Setiap orang yang ingin menjadi
budak pengecut tak pantas untuk memiliki kehormatan atau
kehormatan itu sendiri akan menjadi hinaan publik.
{Tujuan propaganda}
Volk Jerman terlibat dalam pertarungan demi sebuah
eksistensi dan tujuan propaganda perang adalah untuk
mendukung perjuangan ini menuju kemenangan besar. Ketika
Volker di planet ini sedang berjuang demi keberadaannya
ketika pertanyaan tentang takdir hidup atau mati terungkap
untuk sebuah penyelesaian, maka semua pertimbangan
kemanusiaan atau estetika akan runtuh menuju ketiadaan.
Karena semua konsep ini tidak mengambang di ruang hampa,
namun muncul dari imajinasi manusia dan menyatu
dengannya. Ketika manusia meninggalkan dunia ini maka
konsep-konsep ini akan menguap menjadi ketiadaan, karena

Alam tak mengenalinya lagi. Bahkan diantara manusia sendiri,


hal ini hanya terdapat dalam beberapa Volkern atau ras
tertentu, dan hal ini mucul secara seimbang ketika keluar dari
rasa suatu Volk atau ras yang mempermasalahkannya.
Kemanusiaan dan estetika akan menghilang dari dunia yang
ditinggali manusia jika dunia ini kehilangan ras unggul telah
menciptakan dan menjaga konsep ini. Namun semua konsep
itu menjadi tak begitu penting ketika bangsa sedang berjuang
untuk keberadaannya, bahkan hal tersebut menjadi sama
sekali tidak relevan bagi bentuk- bentuk perjuangan ketika
sebuah situasi telah bangkit dan mampu melumpuhkan
kekuatan perjuangan bangsa untuk tetap ada. Satu-satunya
hasil yang nyata hanyalah itu. Dalam masalah kemanusiaan,
Moltke1 mengatakan bertahun-tahun yang lalu bahwa didalam
perang akan terdapat kemudahan suatu operasi, dan itu
berarti teknik bertempur yang paling agresif adalah yang
paling manusiawi.
Namun ketika masyarakat mencoba mendekati permasalahan
yang membual dan beromong kosong soal estetika, hanya satu
jawaban: Ketika takdir dan keberadaan Volk dalam bahaya,
semua kewajiban terhadap keindahan akan berhenti seketika.
Hal yang paling tidak indah yang ada dalam kehidupan
manusia adalah adanya kekangan perbudakan. Apakah
pandangan dekaden Schwabing2 tentang hal ini sudah
mewakili seluruh rakyat Jerman sebagai sebuah estetika?

Tentunya jangan pernah membahas masalah ini dengan kaum


Yahudi, sang penemu modern dari parfum budaya busuk ini.
Seluruh keberadaan mereka adalah perwujudan protes
terhadap citra estetik Tuhan.
{Propaganda hanya untuk massa}
Semenjak kriteria humanitarianisme dan keindahan ini harus
dihapuskan dari perjuangan, hal tersebut juga tak bisa
diterapkan pada propaganda. Propaganda dalam perang
sebagai suatu cara untuk sebuah tujuan, dan tujuannya adalah
perjuangan bagi keberadaan Volk Jerman. Maka propaganda
hanya bisa dipertimbangkan searah dengan prinsip-prinsip
yang sah bagi perjuangan ini. Dalam hal ini senjata terkeji pun
akan menjadi manusiawi jika membawa kemenangan dengan
cepat. Hanya metode ini yang paling indah dan membantu
bangsa untuk menjaga harga diri kebebasannya. Ini adalah
satu-satunya sikap yang mungkin untuk menghadapi
propaganda perang dalam perjuangan hidup dan mati kita.
Jika disebut sebagai pejabat yang berwenang tahu persis
masalah ini, mereka tidak akan ragu-ragu mengenai bentuk
dan penerapan senjata ini, karena propaganda tak lebih dari
sekedar senjata walau akan tampak menakutkan di tangan
seorang ahli sekalipun. Pertanyaan kedua yang menentukan
adalah: Siapakah yang menjadi sasaran propaganda? Apakah
untuk ilmuwan yang sudah sangat terlatih secara ilmiah? Atau
kepada masyarakat awam?

Propaganda haruslah menargetkan masyarakat awam! Apa


yang kaum cendikiawan -atau mereka yang sayangnya pada
saat ini menyandang nama itu- butuhkan bukanlah
propaganda namun panduan ilmiah. Isi propaganda bukan
tentang ilmu pengetahuan, karena objek yang ada di poster
hanyalah sebatas seni. Seni poster ada dalam kemampuan
seorang disainer untuk menarik perhatian massa dalam
bentuk dan aneka warna yang beragam dan memikat. Sebuah
poster yang menunjukan pameran seni harus menargetkan
perhatian publik pada seni yang sedang dipamerkan. Lebih
sukses dalam hal ini, maka semakin besar nilai seni poster itu
sendiri.
{Tugas propaganda}
Poster harus memberikan massa sebuah ide terhadap
pentingnya pameran ini dan jangan menjadi pengganti seni
yang sedang dipamerkan. Siapapun yang ingin melibatkan diri
dengan seni propaganda harus lebih dari sekedar mempelajari
tentang teknik poster. Tak cukup bagi masyarakat untuk hanya
sekedar hilir mudik di pameran. Kita berharap bahwa orangorang akan segera mencermati dan membaurkan dirinya
dengan karya individu, dan sedikit demi sedikit akan
membentuk opini publik yang adil. Situasi yang sama muncul
pada saat ini dan disebut sebagai propaganda. Fungsi
propaganda tidak hanya bersandar pada kemampuan ilmiah
seseorang, namun dengan motif menarik perhatian massa

terhadap fakta-fakta, proses-proses dan kebutuhan-kebutuhan


tertentu, yang kepentingannya diletakkan pada bidang visi
mereka untuk pertama kalinya.
Semua seni yang berhubungan dengan hal ini harus dilakukan
secara memikat sehingga semua orang akan yakin bahwa
faktanya memang benar-benar nyata, prosesnya perlu,
keperluannya tepat dan lain-lain. Namun karena propaganda
tidak dan bukan suatu kebutuhan dalam dirinya sendiri,
karena fungsinya seperti poster yang berisikan ajakan untuk
menarik perhatian massa, bukannya untuk mendidik mereka
yang sudah terdidik atau mereka yang sedang berjuang untuk
pendidikan dan pengetahuan. Efeknya sebagian besar harus
diarahkan kepada emosi dan hanya kepada segelintir orang
saja yang disebut intelektual.
Semua propaganda harus merakyat dan level intelektualnya
harus disesuaikan dengan kondisi kecerdasan yang terbatas
diantara rakyat yang akan menjadi sasaran. Maka dari itu
semakin besar massa yang ingin diraih, harus semakin rendah
level kecerdasan yang dibutuhkan. Namun propaganda tidak
hanya sekedar untuk mengumbar perang, tapi tujuannya
adalah untuk mempengaruhi seluruh Volk. Kita harus
menghindari permintaan kaum intelektual pada publik kita
karena mereka terlalu hati-hati dan tak bisa ditekankan pada
jalan ini.

{Psikologis propaganda}
Semakin sederhana titik yang menjadi pemberat intelektual
seseorang akan semakin eksklusif dan menjadi pertimbangan
emosi massa, maka propaganda semakin efektif. Inilah bukti
terbaik dari kecerdasan atau ketidakwarasan sebuah
kampanye propaganda bukan untuk kesuksesan dalam
menyenangkan beberapa cendikiawan atau beberapa estetik
muda. Seni propaganda berada dalam pemahaman ide-ide
emosional massa dan melalui bentuk psikologis yang tepat
untuk menemukan cara menuju perhatian dan hati massa.
Fakta bahwa pemudapemuda cerdas kita tidak memahami hal
ini akan menunjukan kemalasan dan keangkuhan mental
mereka.
Ketika kita paham seberapa penting peranan sebuah
propaganda untuk disesuaikan dengan massa, adalah
merupakan kesalahan untuk membuat propaganda yang
memiliki banyak sisi. Penerimaan massa sangat terbatas dan
kecerdasannya relatif rendah, namun kekuatan mereka begitu
dahsyat. Sehubungan dengan fakta ini, semua propaganda
yang efektif harus dibatasi pada poin-poin tertentu secara
khusus dan harus mengulang-ulangnya sampai seluruh massa
paham tentang apa yang ingin kita maksudkan serta
dipadukan dengan slogan-slogan kita. Secepat kita
mengorbankan slogan ini dan mencoba untuk memiliki banyak
sisi maka efeknya akan mudah memudar, karena massa tak

bisa mencernanya dengan cepat ataupun mendapatkan materi


yang telah kita ditawarkan. Dengan cara ini hasilnya akan
melemah dan akhirnya menghilang. Maka dari itu kita melihat
bahwa propaganda harus mengikuti garis yang sederhana dan
taktik dasarnya harus memiliki nada psikologis. Sebagai
contoh, akan salah jika mengolok-olok musuh seperti korankoran komik Austria dan Jerman pernah lakukan.
Hal tersebut benar-benar salah karena kontak sebenarnya
dengan prajurit musuh akan memunculkan bentuk keyakinan
lain dan hasilnya akan menghancurkan, karena sekarang
prajurit Jerman dengan kesan yang berbeda dari perlawanan
musuh, merasa ditipu oleh propaganda ini. Keinginannya
untuk bertarung atau bahkan berdiri tegak tidak diperkuat
namun kebalikannya, maka keberaniannya jadi merosot.
Sebaliknya, propaganda perang Inggris dan Amerika benarbenar tepat secara psikologis. Dengan mempengaruhi Volk
Jerman dengan mengungkapkan bahwa mereka sendiri adalah
barbar dan Hun3 kemudian mereka mempersiapkan setiap
prajuritnya untuk teror perang dan menjaga prajurit dari rasa
kekecewaan. Setelah ini senjata terkeji yang pernah digunakan
untuk melawannya hanya akan mengkonfirmasi apa yang
dikatakan oleh para agitator propagandis tersebut karena
keyakinannya akan ketegasan pemerintahnya semakin
meningkat, sementara di sisi lain akan meningkatkan
kemarahan dan kebencian kepada musuhnya.

Senjata terkeji yang digunakan musuh dan diketahui oleh


prajurit musuh secara bertahap akan meyakinkan dia tentang
kebrutalan bangsa Hun dari musuh yang barbar, dimana hal
tersebut telah dia dengar sebelumnya. Sesaat pun tak pernah
terlintas di benaknya bahwa senjatanya mungkin akan lebih
keji efeknya. Maka prajurit Inggris tak akan merasa mendapat
informasi yang salah dari rekan sebangsanya, selayaknya
prajurit Jerman akhirnya menolak segalanya dari propaganda
ini sebagai penipuan dan omong kosong. Hal ini berasal dari
ide bahwa setiap orang tolol (atau orang yang cerdas dalam
bidang lain) bisa melakukan tugas propaganda, dan kegagalan
dengan menyadari bahwa seorang psikolog sebrilian apapun
tak akan berguna. Maka propaganda perang Jerman harus
memperlihatkan contoh yang tak searah dan terbalik dari
pekerjaan mencerahkan karena semua faktor psikologis yang
kurang tepat.
{Subjektivisme penting disatu sisi}
Tak akan habis apa yang bisa di pelajari dari musuh oleh orang
yang membuka matanya, menolak persepsinya yang
membeku, dan selama empat setengah tahun banjir
propaganda musuh menghantam otaknya. Apa yang
setidaknya sudah kita pahami, yang terburuk dari kebenaran
seluruh aktivitas propaganda yaitu dengan secara sadar,
menjadi subjektif dan memiliki satu sikap mengenai
permasalahan yang berkenaan dengan propaganda. Dalam

hubungannya ini dari awal perang dan sejak dari atas sampai
bawah, dosa semacam itu dilakukan sehingga kita pantas ragu
apakah begitu banyak keanehan dapat di berikan kepada
kebodohan yang polos saja. Sebagai contoh, apa yang akan kita
katakan tentang sebuah poster yang seharusnya mengiklankan
sabun baru dan menggambarkan sabun lain juga bagus? Kita
akan menggelengkan kepala.
Hal yang sama pada reklame politik juga. Sebagai contoh,
fungsi propaganda bukanlah untuk menimbang dan
memikirkan hak-hak rakyat yang berbeda, namun khusus
untuk menekankan satu hak yang telah di rekayasa untuk
dibahas. Sejauh menyenangkan musuh, tugasnya bukan untuk
mencermati kebenaran secara objektif dan menghadirkannya
ke hadapan massa dengan keadilan akademik, tugasnya adalah
selalu dan yakin dalam melayani hak-hak kita. Sangat salah
untuk melemparkan kesalahan perang dari sudut pandang
bahwa Jerman saja bertanggung jawab atas pecahnya perang.
Akan tepat jika setiap keping kesalahan diembankan ke
pundak musuh-musuh, walaupun sebenarnya tidak sesuai
dengan fakta yang ada. Lalu apakah akibat dari keengganan
ini?
Kebanyakan rakyat jelata dari suatu bangsa tidak terdiri dari
diplomat-diplomat bahkan professor-professor hukum politik,
ataupun individu-individu yang mampu membentuk opini
rasional. Rakyat jelata terdiri dari manusia biasa, individu-

individu yang penuh keragu-raguan dan cenderung bingung


serta tidak yakin. Sesegera propaganda kita mengakui cahaya
kebenaran di satu sisi, dasar keraguan akan hak- hak kita telah
muncul. Massa tidak dalam posisi untuk membedakan dimana
ketidakadilan pihak asing berakhir dan ketidak adilan kita
sendiri sedang dimulai.
{Kegilaan objektivitas Jerman}
Dalam hal seperti itu mereka menjadi curiga dan tidak yakin,
khususnya jika musuh menahan diri untuk mengulangi omong
kosong yang sama, namun melemparkan setiap keping
kesalahan kepada pengikutnya. Bukankah dapat dipahami
bahwa seluruh Volk akhirnya dapat memberikan kepercayaan
pada propaganda musuh yang lebih kuat dan masuk akal
daripada propaganda sendiri? Khususnya rakyat yang
menderita dari kegilaan objektivitas layaknya rakyat Jerman!
Karena setelah semua ini semua orang akan menderita dengan
hebat jika menghindari tidak berbuat adil pada musuh, bahkan
pada bahaya penghinaan dan penghancuran Volk dan
negaranya sendiri.
Tentu saja ini bukan tujuan yang berwenang namun
masyarakat tak pernah menyadarinya. Volk dengan
mayoritasnya yang begitu mengagumkan secara alamiah dan
sifatnya adalah feminin sehingga akal sehat yang menentukan
pemikiran mereka tak lagi memiliki pengaruh sebesar emosi

dan perasaan mereka. Sentimen ini tidaklah rumit namun


sangat sederhana dan utuh. Sentimen perasaan ini tak
memiliki berbagai macam bayangan akronim; memiliki postif
dan negatif, cinta atau benci, benar atau salah, jujur atau
bohong, tak pernah setengah ini dan setengah itu ataupun
sebagainya.
Seorang agitator propagandis Inggris mengetahui hal ini
dengan cerdas serta bertindak dengan sesuai. Mereka tidak
membuat pernyataan setengah-setengah yang akan
menimbulkan keragu-raguan. Pengetahuan brilian mereka
mengenai sentimen primitif dari rakyat jelata ditunjukan oleh
kekasaran propaganda mereka yang di sesuaikan dengan
kondisi ini.
Kejam dan juga brilian! Propaganda mereka telah
menciptakan sebuah prakondisi bagi kemantapan moral di
garis depan, bahkan di hadapan kekalahan yang nyata. Begitu
mengejutkannya mereka menghina Jerman sebagai satusatunya pihak yang bersalah bagi pecahnya perang.
Kebohongan ini gila, lancang dan keras kepala dimana
tanggung jawab emosional Volk menjadi sasarannya dan
dengan alasan ini kebohongan mereka begitu saja dipercaya.
{Pembatasan keinginan}
Efektifnya setiap jenis propaganda ini bisa dengan jelas

terlihat dengan fakta bahwa setelah empat tahun berperang


tak hanya musuh dapat menodong kita, namun mulai
menggerogoti Volk kita. Pantas saja propaganda kita tidak
pernah sukses karena selain dalam ketidakjelasannya sendiri
juga terdapat kuman-kuman ketidakefektifan. Akhirnya isi
propaganda sendiri tak bisa memberikan kesan yang
diperlukan untuk menarik perhatian massa. Hanya negarawan
kita yang berotak udang yang berharap bahwa omong kosong
perdamaian yang tak bermutu ini dapat mengompori
semangat manusia sampai mereka bersedia untuk tewas!
Sebagai hasilnya, propaganda mereka tak berguna namun
berbahaya. Akan tetapi teknik- teknik propaganda paling
cerdas sekalipun tak akan sukses kecuali jika satu prinsip
dasar yang diterapkan di dalam kepala secara terus menerus
diperhatikan dengan penuh konsentrasi.
Prinsip dasar itu harus membatasi diri pada beberapa poin dan
diulangi berkali-kali. Di sini, seperti layaknya di dunia,
kegigihan adalah syarat pertama dan terpenting bagi sebuah
kesuksesan. Khususnya dalam bidang propaganda kita jangan
membiarkan diri kita dipimpin oleh sekelompok pecinta
estetik atau orang-orang yang membosankan. Bukan oleh yang
pecinta estetik sebab bentuk dan ekspresi propaganda kita
bukannya cocok dengan massa namun hanya bagi beberapa
sastrawan kelas tinggi, dan bagi yang membosankan kita harus
waspada karena mereka hanya memiliki sedikit emosi dan

selalu mencari rangsangan baru.


{Propaganda perang musuh}
Orang-orang seperti ini cepat ragu akan segala hal, mereka
hanya mencari selingan dan tak mampu merasakan atau
memahami kebutuhan rekan senegara mereka yang tak
memiliki perasaan. Mereka selalu yang pertama mengkritik
kampanye propaganda bahkan isinya bagi mereka tampak
kuno, terlalu usang, terlalu basi dan lain-lain. Mereka selalu
mencari kesenangan akan hal-hal baru dalam pencarian
perubahan dan ini akan menjadikan mereka musuh abadi dari
propaganda politik yang efektif. Karena sesegera mungkin
organisasi dan isi propaganda mulai sesuai dengan selera
mereka. Propaganda telah kehilangan kekuatan dan menguap
seluruhnya.
Tujuan propaganda bukanlah untuk menyediakan pengalihan
bagi pemuda-pemuda yang sedang bosan, namun untuk
meyakinkan mereka dan yang aku maksudkan adalah
meyakinkan massa. Namun massa bergerak terlalu lamban
dan mereka selalu membutuhkan waktu tertentu sebelum
mereka mulai memperhatikan sesuatu, dan baru setelah ide
paling sederhana di ulang-ulang ribuan kali, akhirnya massa
bisa mengingatnya. Ketika ada suatu perubahan, jangan
merubah isi dan tujuan propaganda, namun pada akhirnya
selalu mengatakan hal yang sama. Sebagai contoh, sebuah

slogan harus ditampilkan dari sudut yang berbeda, namun


akhirnya semua ungkapan harus selalu menjadi slogan itu
sendiri. Hanya dengan cara ini propaganda dapat bersatu dan
memiliki pengaruh yang sempurna.
Lebarnya skema ini dimana kita jangan beranjak darinya yang
dikombinasikan dengan penekanan yang stabil dan konsisten
akan bergerak menuju kesukssan akhir. Kita akan lihat hasil
yang mengagumkan dan melebihi pemahaman kita dari
ketekunan seperti itu. Semua tentang iklan, apakah dalam
bidang bisnis atau politik akan meraih sukses melalui
kontinuitas dan keseragaman yang terus menerus dalam
penerapannya. Disini juga sebagai contoh propaganda perang
musuh begitu umum yang dibatasi pada poin-poin tertentu,
direncanakan khusus untuk massa dan dilakukan dengan
penuh keuletan dan ketelitian.
Ketika ide dasar dan metode pelaksanaan telah diakui sudah
tepat, ide dan metode itu akan diterapkan pada seluruh perang
tanpa perubahan sedikitpun. Pertama-tama klaim propaganda
harus begitu lancang sehingga masyarakat akan
menganggapnya sebagai suatu hal gila, lalu kemudian akan
membuat masyarakat kesal dan akhirnya mereka percaya.
Setelah empat setengah tahun, sebuah revolusi pecah di
Jerman dan slogannya berasal dari propaganda musuh. Di
Inggris mereka menyadari satu hal lagi bahwa senjata
spiritual yang sangat ampuh ini bisa sukses jika diterapkan

dalam skala yang besar, namun kesuksesan itu harus menutupi


segala usaha. Propaganda di negara itu sudah dianggap
sebagai senjata utama, sementara di negeri kita hal itu
merupakan usaha terakhir bagi para politisi pengangguran dan
tempat berlindung bagi para pemalas. Seperti yang sudah
diharapkan tapi hasilnya adalah nol!

Anotasi ilmiah:
1. Helmuth Graf von Moltke
Helmuth Karl Bernhard von Moltke (26 Oktober 1800- 24
April 1891) merupakan panglima perang Prussia yang terkenal.
Moltke merupakan penulis strategi militer terkenal dan teori
strategi militernya dipengaruhi oleh teori Clausweitz. Moltke
terlibat dalam perang Austria-Prussia dimana dalam perang
tersebut Moltke memimpin Prussia dengan kemenangan di
Koniggratz.
2. Schwabing
Schwabing adalah pojok seni di kota Munchen dimana para
seniman-seniman memiliki studio mereka khususnya bagi
kaum Bohemian yang senang berpindah- pindah. Seniman
jenis ini Hitler anggap sebagai dekaden.
3. Hun
Hun adalah bangsa yang berasal dari Mongolia dan Turki dan
berasal dari Siberia dan Korea, Hun dalam bab ini
diasosiasikan dengan barbarisme.

BAB VII
REVOLUSI

Pada tahun 1915 propaganda musuh telah memasuki negeri


kita setelah tahun 1916 semakin intensif, sampai akhirnya
pada awal tahun 1918 membengkak menjadi propaganda
positif. Sekarang hasil dari bujukan ini dapat dilihat dengan
jelas.
Prajurit mulai berpikir sesuai dengan harapan musuh. Aksi
balasan balik Jerman merupakan sebuah kegagalan total.
Seorang laki-laki yang cerdas akan menjadi pemimpin dan
Angkatan Bersenjata memiliki maksud dan keteguhan untuk
bertempur dalam bidang ini namun kekurangan instrumen
yang menjadi kendala. Dari sudut pandang psikologis, ini
adalah langkah salah untuk membiarkan tentara mengerjakan
pekerjaan pencerahan ini sendirian.
Kalau ingin efektif, kekuatan instrumen harus datang dari
tanah Air sendiri. Hanya saja adakah jaminan kesuksesan bagi
mereka yang telah bertarung dengan penuh semangat
kepahlawanan dan kekurangan makanan selama empat tahun
demi Tanah Airnya? Namun apa reaksi yang muncul dari
tanah Air? Apakah kegagalan ini adalah suatu kebodohan atau
kejahatan? Pada pertengahan musim panas 1918 setelah

evakuasi pasukan dari sungai bagian selatan Marne, pers


Jerman terlihat begitu canggung, bodoh seperti kriminal
sehingga membuat amarahku menjadi bangkit. Tak adakah
seorang pun yang bisa mengakhiri pengikisan spiritual
kepahlawanan prajurit kita? Apa yang terjadi di Perancis pada
tahun 1914 ketika kita menyapu negeri itu dalam badai
kemenangan? Apa yang Italia lakukan ketika front Isonzo1 nya
telah hancur?
{Pembantaian masal psikologis}
Lalu apakah yang Perancis lakukan di musim semi 1918 ketika
sebuah serangan divisi Jerman tampaknya menghancurkan
mereka dan tangan-tangan artileri mulai menghantam Paris?
Bagaimana Perancis mampu menghembuskan hawa panas
Nasionalisme pada tentara mereka yang mundur? Propaganda
dan figur pemimpin seperti apa yang digunakan untuk
membangkitkan kembali kepercayaan pada kemenangan akhir
untuk garis depan yang sudah hancur? Sementara itu apa yang
terjadi di negeri kita? Tak ada apapun atau lebih buruk dari tak
ada apapun sama sekali! Kemarahan dan kedongkolan
kadangkala bangkit ketika aku membaca koran terbaru dan
berhadap-hadapan dengan para pembunuh masal psikologis.
Lebih dari sekali aku tersiksa dengan pemikiranku sendiri
bahwa jika Tuhan menaruhku dalam posisi tak berdaya atau
kriminal atau begundal dalam bidang propaganda,

pertarungan kita melawan takdir pasti akan berjalan lain.


Dalam bulan- bulan ini aku merasakan kekejaman takdir yang
menyimpanku di garis depan tepat dimana setiap orang Negro
bisa secara tidak sengaja menembakku sampai berkepingkeping. Sementara di tempat lain aku dapat mengabdikan diri
bagi Tanah Air! Bahkan pada saat itu aku begitu gegabah
dengan telah mempercayai bahwa aku akan sukses dalam hal
ini. Namun aku hanyalah seorang prajurit yang tanpa
nama besar: satu dari delapan juta! Sehingga lebih baik jika
aku tutup mulut saja dan melakukan tugasku di dalam parit
sebaik mungkin.
{Selebaran musuh pertama}
Pada musim panas tahun 1915, selebaran musuh pertama
jatuh ke tangan kami. Selain perbedaan tampak kecil dalam
bentuk tampilannya, isi propaganda mereka selalu sama.
Sebagai informasi: penderitaan semakin menggumpal di
Jerman, bahwa perang akan berlangsung selamanya
sementara harapan untuk menang semakin memudar. Rakyat
Jerman merindukan kedamaian namun militerisme dan
Kaisar tak mengizinkan itu terjadi. Lalu seluruh dunia tidak
berperang dengan rakyat Jerman namun kepada pihak yang
bersalah. Kaisar menyerukan kalau perang itu tak akan
berakhir jika musuh kemanusiaan ini belum dihancurkan.
Kemudian jika perang sudah selesai maka negara-negara
demokratik dan libertarian akan mengajak rakyat Jerman

menuju perdamaian dunia yang kekal, dimana semuanya akan


dijamin jika militerisme Prussia sudah dihancurkan.
Untuk mengilustrasikan klaim ini surat dari kampung
halaman seringkali dicetak ulang dimana setiap isinya tampak
menyetujui pendapat-pendapat di atas. Pada keseluruhan
isinya kami hanya tertawa dengan usaha-usaha yang mereka
lakukan. Selebaran itu dibaca lalu dikirim ke pimpinan yang
lebih tinggi, dan sebagian besar dilupakan sampai kemudian
angin meniupkan banyak selebaran yang jatuh ke parit. Karena
menurut peraturan, selebaran itu harus di bawa oleh pesawat.
Dalam jenis propaganda ini ada satu hal yang menarik
perhatian, yaitu dalam setiap sektor garis depan dimana
tentara yang berasal dari Bayern berada. Prussia diserang
terus dengan jaminan bahwa tidak hanya Prussia yang
bersalah dan harus bertanggung jawab untuk seluruh perang
namun di lain pihak tak ada permusuhan sedikitpun kepada
Bayern khususnya.
Bagaimanapun tak ada satu orang Bayern selama berdinas di
militer Prussia membantu dalam hal ini. Sebenarnya jenis
propaganda ini sudah mulai memiliki pengaruh pada tahun
1915. Perasan anti Prussia tumbuh secara gamblang diantara
tentara namun tak ada tindakan apapun dari pihak atasan. Ini
bukan hanya dosa kelalaian karena cepat atau lambat kita akan
menderita karenanya. Bukan hanya Prussia namun seluruh
rakyat Jerman dimana Bayern sendiri termasuk di dalamnya.

{Surat-surat penyesalan dari kampung halaman}


Kemudian propaganda musuh mulai mencapai kesuksesan
mulai tahun 1916 dan seterusnya. Demikian juga surat dari
rumah telah mempengaruhi prajurit. Tak perlu lagi bagi
musuh untuk menyebarkan selebaran bagi prajurit di garis
depan. Selain teguran psikologis yang bodoh, pemerintah juga
tak melakukan apapun. Seperti sebelumnya garis depan
dibanjiri oleh racun ini dan dicuci oleh rayuan wanita-wanita
di Tanah Air yang tidak mencurigai bahwa ini adalah cara
musuh untuk meningkatkan rasa percaya dirinya untuk
menang untuk memudian memperpanjang penderitaan para
prajurit di garis depan. Selang beberapa waktu kemudian,
surat- surat tak berguna dari wanita-wanita Jerman
mengakibatkan nyawa ratusan dan ribuan prajurit melayang.
Maka pada awal 1916 ada berbagai macam fenomena yang
sebaiknya tidak ada. Para prajurit di garis depan mengeluh
dan protes; mereka mulai tidak puas dalam banyak cara
bahkan kadangkala sering membuat marah. Sementara
mereka kelaparan dan menderita, rakyat di Tanah Air hidup
dalam kemalangan, sementara masih ada terdapat kemewahan
dan gaya hidup tinggi di kelompok masyarakat yang lain. Ya,
bahkan di garis depan dalam hal ini semuanya sudah terlihat
tidak teratur. Kemudian ada krisis kecil muncul namun ini
masih merupakan urusan intern.
Prajurit yang sama dan sebelumnya kasar dan kesal kemudian

melaksanakan tugasnya dengan tenang seolah-olah ini


hanyalah masalah kecil. Kompi yang sama pada awalnya
kecewa mereka berlindung di sebuah parit yang harus
dipertahankan seolah-olah nasib Jerman tergantung oleh
lubang di tanah sepanjang beberapa ratus meter itu. Ini masih
garis depan yang dulu, prajurit-prajurit yang berisikan
pahlawan!
Aku mulai mempelajari perbedaan yang kentara antara Tanah
Air dan garis depan. Akhir September 1916 divisiku
dipindahkan ke pertempuran Somme. Bagi kami itu
merupakan peperangan yang dahsyat dan sulit sekali
menggambarkan apa yang terjadi, karena lebih mirip neraka
daripada perang. Pada badai tembakan yang berlangsung
selama berminggu-minggu, garis depan Jerman masih bisa
bertahan, kadangkala mundur sedikit lalu maju namun tak
pernah ragu.
{Terluka}
Tanggal 7 Oktober 1916 aku terluka. Aku diselamatkan ke
pinggir arena pertempuran dan dari sana aku dibawa langsung
ke Jerman. Dua tahun telah berlalu dan semenjak aku terakhir
kali melihat Tanah Air-ku seolah-olah tampak akan seperti
selamanya. Aku hanya bisa mengingat sedikit bagaimana rupa
orang Jerman yang tak memakai seragam. Ketika berbaring di
rumah sakit prajurit di Hermies, aku pernah hampir pingsan

karena kaget mendengar suara seorang perawat Jerman


memanggil-manggil pasien lain di sebelahku. Untuk pertama
kalinya dalam dua tahun terakhir aku mendengar suara yang
mengagetkan seperti itu!
Semakin dekat kereta yang akan membawaku pulang
mendekati perbatasan kota, batinku semakin terasa gundah.
Semua kota yang pernah kami serbu dua tahun lalu sebagai
prajurit muda terlewati: Brussels, Louvain, Liege dan akhirnya
kami melihat rumah-rumah Jerman untuk pertama kali
dengan atap-atapnya yang menonjol dan daun penutup
jendela yang indah. Tanah air-ku! Pada bulan Oktober 1914
kami telah terbakar dengan antusiasme ketika kami melewati
perbatasan kota ini, dan sekarang keheningan serta emosi
mengisi ruang batinku. Setiap orang dari kami merasa bahagia
bahwa nasib ternyata mengizinkan kami untuk melihat apa
yang telah kami bela sekuat tenaga dengan taruhan nyawa ini,
dan setiap praj urit merasa malu membiarkan orang lain
menatap mereka.
{Pujian pada kepengecutan sendiri}
Ketika aku sampai di rumah sakit Beelitz dekat Berlin,
mendekati hari perayaan ke medan tempur. Betapa
berubahnya! Dari tubuh yang penuh lumpur sisa-sisa
pertempuran Somme, kini menuju tempat tidur berseprei
putih bersih di gedung yang menakjubkan ini. Pada awalnya

aku tak berani untuk tidur diatasnya. Kemudian secara


bertahap aku mampu menyesuaikan diri dengan dunia yang
baru ini.
Sayangnya, dunia yang baru ini membuat semangat
keprajuritan tampaknya tak ada lagi. Disini untuk pertama
kalinya pula aku mendengar sesuatu yang tak pernah didengar
semasa digaris depan dulu, yaitu prajurit yang
menyombongkan kepengecutan mereka sendiri! Dari kata-kata
kasar dan keluhan yang biasa
didengar digaris depan pertempuran bukanlah dorongan
untuk melalaikan tugas atau mengagungan sang pengecut.
Tidak! Pengecut tetaplah pengecut dan tidak sebagai orang
lain. Apapun yang dia hina dan menamparnya masih wajar,
layaknya pujian bagi pahlawan. Tapi di rumah sakit ini
keadaannya terbalik, penghasut jahat yang banyak bicara dan
mencoba sekuat tenaga dengan kefasihan mereka yang
menjijikan mengolok-olok tentara yang berjuang dan menjunj
ung tinggi para pengecut.
Beberapa dari bajingan sialan ini menjadi pelakunya. Satu
orang menyombongkan dirinya bahwa dia telah menarik
tangannya sendiri dari jebakan kawat berduri supaya bisa
dikirim ke rumah sakit. Selain lukanya yang tidak seberapa,
tampaknya dia disini sudah cukup lama dan untuk hal itu dia
akhirnya dikirim ke Jerman karena menipu. Prajurit ini
dengan polosnya menceritakan kepengecutannya sendiri

sebagai suatu keberanian daripada kematian pahlawan sebagai


prajurit yang jujur. Banyak orang diam ketika mendengar
ocehannya, beberapa yang lainnya pergi namun ada juga
beberapa orang yang mengiyakan kebodohannya.
Tenggorokanku menjadi tercekat oleh rasa muak, namun sang
penghasut itu tetap dibiarkan berada diinstitusi rumah sakit
ini. Lalu apa yang bisa dilakukan? Bagian administrasi di
rumah sakit ini sebenarnya sudah tahu persis siapa dia
sebenarnya namun tak ada tindakan apapun sama sekali.
{Pengelakan}
Ketika aku sudah merasa mampu untuk bisa berjalan, aku
mendapat ijin untuk pergi ke Berlin. Jelas sekali terlihat ada
kehancuran terjadi dimana-mana. Kota yang besar menderita
kelaparan dan kekecewaan yang begitu besar. Didalam rumahrumah para prajurit, suaranya hampir sama dengan suarasuara gaduh di rumah sakit.
Anda akan mendapat kesan bahwa para begundal itu secara
sengaja sedang menyebarkan pandangan-pandangan palsu
mereka. Namun kondisi terburuk berada di Munchen. Ketika
aku diizinkan pulang dari rumah sakit karena dianggap telah
sembuh, aku lalu ditransfer ke batalyon pengganti. Aku
mengira tak dapat lagi mengenali Munchen. Kemarahan,
kekecewaan dan hinaan ada dimana-mana!
Di batalyon pengganti itu sendiri keadaan tak jauh berbeda.

Disini fakta nyata yang terlihat adalah kekonyolan yang tak


dapat diukur oleh apapun. Ada seorang perwira lapangan yang
sedang diperintah oleh prajurit senior dimana perwira itu tak
pernah ke lapangan barang satu jam pun, dan hanya karena
alasan ini saja perwira itu telah mampu memiliki hubungan
khusus dengan prajurit senior. Harus diakui bahwa prajurit
senior itu memiliki kualitas tertentu yang dapat dijelaskan
dengan jasa mereka di garis depan, namun tak dapat dipahami
bagi para pemimpin detasemen pengganti. Sementara perwira
lapangan yang datang dari garis depan setidaknya mampu
menjelaskan tentang kondisi yang sebenarnya.
Para prajurit tentunya menghormati mereka yang berasal dari
garis depan, yang tentunya berbeda dengan perwira garis
belakang. Suasana hati lebih menyedihkan lagi ketika
kemalasan telah dianggap sebagai tanda kebajikan, sementara
kesetiaan dan ketabahan dianggap sebagai gejala-gejala
kelemahan diri dan kedangkalan pikiran. Kantor-kantor
administrasi itu kini diisi oleh Yahudi dan hampir semua
pegawainya adalah Yahudi. Aku terkesima dengan banyaknya
ksatria-ksatria manusia yang terpilih ini dan hanya bisa
membandingkannya dengan beberapa tentara digaris depan
saja.
{Penghinaan Prussia}
Pada bidang ekonomi, hal ini menjadi lebih buruk lagi. Di sini

orang-orang Yahudi telah menjadi warga penting. Lintahlintah darat ini mulai menyedot darah dari pori- pori
masyarakat. Melalui perusahaan perang, mereka telah
menemukan instrumen yang sedikit demi sedikit akan
menghabiskan ekonomi bebas nasional. Kebutuhan untuk
sentralisasi tak terbatas kini mulai ditekankan. Maka pada
tahun 1917 hampir seluruh produksi berada dalam kendali
keuangan Yahudi. Namun kepada siapa kebencian masyarakat
harus diarahkan?
Pada saat ini aku melihat dengan perasaan takut akan sebuah
kehancuran yang jika tak dihindari akan menyebabkan
kehancuran total. Semantara Yahudi merampok seluruh negeri
dan menekannya di bawah kekuasaannya, sebuah penghasutan
sedang dilakukan untuk melawan Prussia. Di tanah air ini
layaknya di garis depan peperangan tak ada apapun yang bisa
melawan propaganda beracun ini. Tak ada yang berpikiran
bahwa kehancuran Prussia akan membangkitkan kemarahan
Bayern. Tidak, malah terjadi sebaliknya. Jatuhnya salah satu
monarki akan menyeret lainnya menuju kehancuran.
Aku merasa tak peka lagi dengan perilaku ini. Di dalamnya aku
dapat melihat trik licik Yahudi, dan cukup diperhitungkan
untuk mengalihkan perhatian umum dari diri mereka menuju
orang lain. Sementara Bayern dan Prussia sedang bertempur,
Yahudi malah memanfaatkan kondisi mereka berdua secara
langsung. Sementara orang Bayern menghina orang Prussia,

Yahudi malah sedang mengatur sebuah revolusi dan akan


menghancurkan Prussia dan Bayern dalam sekali pukul. Aku
tak tahan mendengar percekcokan diantara orang Jerman dan
aku merasa senang jika kembali ke garis depan dimana aku
langsung bisa melaporkannya setibanya di Munchen.
{Harapan baru prajurit}
Pada awal Maret 1917 aku telah kembali ke resimen.
Mendekati akhir tahun 1917 kemalangan Angkatan Bersenjata
tampaknya telah memudar. Seluruh Angkatan Bersenjata
merasa lega dengan runtuhnya Rusia. Keyakinan bahwa
perang akan dimenangkan oleh Jerman mulai diyakini oleh
prajurit. Nyanyian gembira sudah bisa terdengar dan tandatanda buruk akan semakin memudar, lagi pula rakyat percaya
kepada masa depan Tanah Air-nya sendiri. Khususnya,
peristiwa runtuhnya Italia pada musim gugur tahun 1917 telah
memiliki efek traumatis yang luar biasa. Dalam kemenangan
ini kita bisa melihat kemungkinan untuk menerobos garis
depan bahkan terpisah dari medan perang Rusia. Kepercayaan
yang kuat itu bertiup di sanubari jutaan prajurit sehingga
mereka bisa menunggu musim semi 1918 dengan perasaan
lega dan percaya diri. Musuh tampaknya sedang depresi.
Dalam musim dingin ini, musuh terlihat lebih diam-diam saja
dari biasanya. Ini adalah bukti dari keteduhan sebelum badai
datang. Sementara prajurit di garis depan telah bersiapsiap
untuk pertempuran yang terakhir, dan prajurit-prajurit

bergerak menuju front barat. Para prajurit itu telah dilatih


tentang taktik penyerangan yang lebih hebat. Penipuan
terbesar dalam seluruh perang terjadi di Jerman. Jerman tidak
boleh menang perang pada saat dimana kemenangan akan
mendekati Jerman. Suatu cara yang tampaknya tepat untuk
membekukan serangan musim semi di Jerman dengan satu
hantaman yang akan membuat sebuah kemenangan tidak
mungkin terjadi, yaitu dengan pemogokan amunisi.
Jika pemogokan itu sukses, garis depan Jerman akan runtuh
dan keinginan Vorwarts (maju) agar saat ini Jerman kalah
akan terpenuhi. Dikarenakan kekurangan amunisi, maka garis
depan akan dengan mudah ditempuh dalam hitungan minggu
sehingga serangan akan menjadi mentah dan persetujuan
antara negara akan menyelamatkan modal internasional untuk
menjadi penguasa Jerman. Tujuan inti dari kaum Marxis yang
pandai menipu negaranegara itu akan segera tercapai, yaitu
dengan menghancurkan ekonomi nasional dan mendirikan
aturan modal internasional merupakan tujuan yang ingin
mereka capai. Berterimakasihlah kepada kebodohan dan
kepercayaan di satu sisi dan kepengecutan mendalam di sisi
yang lain!
Untuk lebih yakinnya, pemogokan amunisi itu tidak mencapai
apa yang diharapkan. Pemogokan itu runtuh terlalu dini
karena sedikitnya amunisi seperti yang sudah direncanakan
untuk menghancurkan Angkatan Bersenjata. Namun kerugian

moral akan terjadi lebih besar lagi! Untuk apa Angkatan


Bersenjata ikut berperang jika Tanah Air sendiri tak
menginginkan sebuah kemenangan? Bagi siapakah
pengorbanan yang luar biasa dan kemalangan ini di tujukan?
Para prajurit mengharap kemenangan namun Tanah Air
mogok dengan melawan keinginan prajurit! Lalu efeknya apa
bagi musuh?
Pada musim dingin 1917 - 1918 awan kelabu menggantung di
cakrawala sekutu untuk pertama kalinya. Hampir empat tahun
mereka menyerang ksatria-ksatria Jerman dan tak mampu
menjatuhkannya. Hal ini terjadi karena tameng Jerman
sanggup untuk bertahan sementara pedangnya harus terus
menyerang. Sekarang perang di timur, besok di selatan.
Namun setidaknya beban telah hilang. Aliran darah telah
mengalir sebelum Jerman memberikan kekalahan akhir bagi
salah satu musuhnya.
Sekarang sedang perang di barat, dan tameng Jerman akan
menyatu dengan pedangnya menghalau sampai musuh tak
mampu lagi menembus pertahanannya dan sekarang sekutu
yang menghadapi serangan. Musuh sedang menakut-nakuti
Jerman dan mereka mulai bergetar. Di London dan Paris, satu
perundingan mengikuti yang lainnya namun di garis depan,
kini kesunyian yang melelapkan sedang berlaku. Tiba-tiba
kehebatan mereka kehilangan pamor bahkan propaganda
musuhpun sedang mengalami kesulitan. Sulit untuk

membuktikan keputusasaan kemenangan bagi Jerman!


{Kemuraman sekutu}
Namun hal ini juga berlaku bagi pasukan sekutu di garis
depan. Cahaya yang menyilaukan mulai menyinari mereka.
Sikap mereka terhadap prajurit Jerman telah berubah. Dahulu
prajurit Jerman tampak seperti orang bodoh yang ditakdirkan
untuk selalu kalah, sekarang mereka menghancurkan sekutu
Rusia yang berada di depan mereka. Pembatasan serangan
Jerman ke timur terlihat seperti taktik yang brilian. Selama
tiga tahun Jerman telah menyerbu garis depan front Rusia,
pada awalnya tanpa kesuksesan sama sekali. Sekutu hampir
tertawa pada serbuan yang tanpa tujuan ini, karena akhirnya
raksasa Rusia dengan semua prajuritnya yang banyak tampak
yakin akan menang, sementara Jerman pasti akan kehilangan
banyak nyawa. Kenyataan tampak membenarkan harapan ini.
Semenjak hari-hari awal dibulan September 1914 untuk
pertama kalinya segerombolan tawanan Rusia dari
pertempuran Tannenberg mulai pindah ke Jerman melalui
jalanan dan kereta api. Gelombang tawanan ini hampir tak ada
habisnya namun dari angkatan bersenjata yang hancur dan
kalah muncul lagi yang baru. Kekaisaran besar tak kenal
lelahnya terus mensuplai Tsar Rusia dengan tentara-tentara
baru yang akan menjadi korban. Sampai kapan Jerman
mampu mengejar ketertinggalan ini? Akankah kemenangan
Jerman suatu hari akan datang dan prajurit Rusia tak akan

maju ke pertempuran terakhir mereka? Lalu untuk apa semua


itu?
Dalam segala kemungkinan yang secara manusiawi
kemenangan Rusia dapat ditunda, namun hal itu tetap akan
terjadi. Sekarang semua harapan menjadi sia-sia. Sekutu yang
telah mengorbankan banyak nyawa di altar kepentingan
bersama kini kekuatannya hampir habis, dan dengan
mudahnya sekutu berada di kaki para penyerang. Ketakutan
dan horor merayapi hati sanubari prajurit-prajurit yang datang
dengan kepercayaan membabi buta. Mereka ketakutan pada
perang dimusim semi yang akan datang.
{Jerman sebelum Revolusi!}
Sampai saat itu sekutu tak mampu mengalahkan Jerman
karena mereka hanya mampu menempatkan sedikit
kekuatannya di front barat. Bagaimana mereka ingin menang
sekarang jika seluruh kekuatan negara yang heroik ini
nampaknya mengkonsentrasikan sebuah serangan di barat?
Bayangan pegunungan Tirol selatan tampak menyesakan.
Sejauh kabut Flanders, tentara Cadornia yang kalah, wajahnya
terlihat sedang bermuram durja dan kepercayaan kepada
kemenangan berubah menjadi ketakutan kekalahan yang akan
datang.
Lalu pada suatu malam yang sejuk, prajurit-prajurit sekutu

mulai mendengar gemuruh musuh untuk menyerbu Jerman,


dan dengan mata jalang dan kegentaran sedang menunggu
hari perhitungan. Tiba-tiba cahaya merah yang menyala
muncul dari Angkatan Bersenjata Jerman, menyinari lubang
perlindungan terakhir digaris depan musuh. Pada saat divisidivisi Jerman menerima perintah terakhir bagi serangan besar,
pemogokan umum muncul di Jerman.
Awalnya dunia tak mampu berucap. Namun kemudian
propaganda musuh masih bisa bernafas lega karena
pertolongan ini datang di saat-saat terakhir yang menentukan
ini. Dalam satu pukulan, ini berarti akan membangkitkan
kembali rasa percaya diri prajurit-prajurit Tanah Air yang
merubah ketakutan pada kejadian akan datang menjadi
sebuah keyakinan. Sekarang resimen-resimen yang menanti
serangan Jerman dapat dikirim di pertempuran terhebat
sepanjang masa dengan penuh keyakinan bahwa bukan
keanggunan serangan Jerman akan memutuskan akhir perang
namun perawatan pertahanannya. Biarkan Jerman memiliki
sebanyak mungkin kemenangan! Di Tanah Air ini revolusi
sedang menanti, bukan pada ke- menangan prajurit.
Koran-koran Inggris, Perancis dan Amerika mulai
menanamkan keyakinan ini di para sanubari pembacanya.
Sementara propaganda licik itu terus dilakukan untuk
membangkitkan semangat prajurit di garis depan, Jerman kini
menghadapi Revolusi! Kemenangan sekutu sudah pasti! Ini

merupakan obat terbaik untuk membantu keragu-raguan


Poilu2 dan Tommy3 agar bisa tetap yakin.
{Kelanjutan dari pemogokan amunisi}
Sekarang senapan-senapan dan senjata mesin dapat
digunakan kembali, dan per- lawanan yang berarti akan
menggantikan kemunduran yang gegabah dalam paniknya
ketakutan. Ini adalah hasil dari pemogokan amunisi itu!
Memperkuat keyakinan musuh akan kemenangan dan
melegakan keputusasaan front sekutu dikemudian hari, ribuan
prajurit Jerman harus rela meregang nyawanya untuk
membayar hal ini. Perencana tipuan terkeji dari para begundal
ini merupakan aspirator bagi posisi-posisi negara tertinggi di
Jerman yang sedang mengalami revolusi.
Di sisi Jerman, memang benar bahwa reaksi nyata dari
kejahatan ini bisa diatasi, namun disisi musuh, bagaimanapun
konsekwensinya akan terlihat jelas: Kelompok perlawanan
telah kehilangan tujuan dan menyerah kemudian menderita
kepahitan dalam perjuangan demi meraih kemenangannya.
Untuk sekarang dengan segala kemungkinan manusiawi,
kemenangan sudah pasti datang jika front barat mampu
bertahan di bawah serangan Jerman hanya dalam beberapa
bulan saja. Parlemen negara-negara yang bersekutu mengenali
kemungkinan ini di masa depan dan menyetujui pengeluaran
tak terduga untuk melanjutkan propaganda yang mengganggu

Jerman.
Aku beruntung dapat turut bertempur di dua serangan awal
dan di akhir. Ini menjadi kesan yang mendalam pada
kehidupanku selanjutnya. Sebuah kesan yang dalam sebab
sekarang untuk terakhir kalinya seperti tahun 1914,
pertempuran telah kehilangan karakter pertahanan dan
mengasumsikannya pada saat penyerangan saja. Nafas lega
menyebar melalui parit-parit dan galian dimana prajurit
Jerman berada. Setelah bertahan lebih dari tiga tahun di
neraka musuh, inilah hari pembayaran itu telah datang.
Sekali lagi batalyon pemenang akan meneriakan dan
menggantungkan karangan bunga terakhir dari mahkota abadi
di atas bendera mereka yang dibelah badai kemenangan.
Sekali lagi lagu kebangsaan menggema ke angkasa bersamasama dengan barisan yang tanpa ujung, dan untuk terakhir
kalinya kasih Tuhan tersenyum kepada anak-anaknya yang tak
tahu berterimakasih ini.
{Rangkaian bunga terakhir}
Pertengahan musim panas 1918, kegerahan udara sedang
menyapu garis depan. Di Tanah Air mereka sedang berjuang.
Untuk apa? Dalam berbagai detasemen di lapangan banyak hal
telah dikatakan bahwa perang sekarang hanyalah sia-sia dan
hanya orang bodoh yang percaya akan kemenangan. Bahwa
bukan masyarakat saja, namun para pemegang modal dan

monarki yang ingin memperpanjang perang. Semua ini datang


dari Tanah Air dan didiskusikan di garis depan. Awalnya garis
depan hanya bereaksi sedikit. Apa peduli kami akan
penderitaan yang menyeluruh dan tak henti ini? Apakah kita
berperang selama bertahun-tahun hanya untuk itu?
Merupakan perampok keji yang mencuri tujuan perang dari
pahlawan-pahlawan yang telah tewas dari kuburan mereka.
Resimen muda tak meregang nyawa di Flanders sambil
berteriak Panjang umurnya penderitaan tanpa akhir dan
pemilu jujur, namun meneriakkan Deutschland uber Alles in
der Welt.
Perbedaan yang kecil namun tak percuma. Sebagian bahkan
ada yang meneriakkan bahwa penderitaan belum pernah ada
di tempat yang mereka akan bela. Garis depan tak diketahui
oleh keseluruhan partai politik yang acak-acakan. Hanya
sejumlah kecil fraksi di parlemen dan beberapa anggotanya
terlihat dimana semua pemuda Jerman berjuang. Maka
prajurit tua di garis depan tidak reseptif pada tujuan baru
perang ini mulai dari Messrs, Ebert, Scheidemann, Barth,
Liebnitz dan lain-lain. Demi hidup mereka sendiri, mereka tak
mampu melihat mengapa tiba-tiba para pemalas itu memiliki
hak untuk mengklaim dengan tanpa pembenaran bisa
mengendalikan negara diatas Angkatan Bersenjata. Sikapku
sudah terbentuk dari awal. Secara ekstrimnya aku sangat benci
pada sekelompok begundal partai politik yang menyebalkan

serta pengkhianat rakyat itu.


{Meningkatnya angka korupsi}
Telah jelas bagiku bahwa gerombolan ini tidak peduli dengan
kesejahteraan bangsa- nya namun hanya akan mengisi
kantung-kantung pribadi mereka sendiri. Untuk ini mereka
siap mengorbankan bangsa sendiri dan jika perlu membiarkan
Jerman hancur berkeping-keping. Dimataku mereka memang
pantas untuk digantung! Untuk mempertimbangkan keinginan
mereka adalah dengan mengorbankan kepentingan
masyarakat buruh demi keuntungan beberapa copet, yaitu
dengan menyerahkan Jerman akan dapat memenuhi
keinginan mereka. Sebagian besar dari prajurit Angkatan
Bersenjata juga masih berpikiran sama. Hanya prajurit
pengganti dari tanah air ini semakin buruk, sehingga
kedatangan mereka bukannya menguatkan namun
melemahkan semangat berjuang.
Khususnya prajurit pengganti junior sebagian besar tak
berguna. Sulit dipercaya bahwa mereka putra dari bangsa yang
sama, bangsa yang mengirim pemudanya ke pertempuran
Ypres. Pada bulan Agustus dan September, gejala disorganisasi
meningkat dengan cepat walau efek serangan musuh tak bisa
dibandingkan dengan teror pertempuran defensif kita.
Pertempuran Flanders dan pertempuran Somme telah menjadi
perbandingan yang mengagumkan.

Akhir September divisi kami tiba untuk ketiga kalinya di posisi


seperti resimen muda yang baru saja kami serbu. Sebuah
ingatan yang sangat menakjubkan! Bulan Oktober dan
November 1914 kami dibaptis dengan menggunakan api yang
suci.
Roh Tanah Air kini bersemayam di hati kami serta nyanyiannyanyian resimen muda kami pergi ke medan tempur seperti
hendak menari-nari. Darah yang paling
berharga hendak mereka korbankan dengan sukacita dalam
keyakinan bahwa kematian itu demi menjaga kemerdekaan
dan kebebasan Tanah Air. Bulan Juli 1917 kami menginjakan
kaki di tanah kami yang suci.
{Prajurit muda menambah kegagalan}
Karena membela tanah air, sahabat-sahabat terbaik kami tidur
layaknya anak kecil yang berlari menuju kematian dengan
tatapan mata nanar untuk satu tanah air yang benarbenar
nyata. Kami prajurit-prajurit senior yang kemudian berbaris
keluar berdiri dengan penuh hormat pada altar kepatuhan dan
kesetiaan sampai mati. Sekarang dalam pertempuran defensif
resimen harus mempertahankan tanah ini yang telah diserbu
tiga tahun sebelumnya. Dengan hujan artileri selama tiga
minggu, pasukan Inggris sedang merencanakan serangan
ofensif di Flanders. Semangat menyambut kematian tampak
begitu cepat. Resimen artileri mencakar-cakar jalan lumpur
yang kotor, menggigit lubang-lubang bekas tembakan dan tak

ada yang ragu untuk menyerah. Seperti sebelumnya di tempat


yang sama, resimen sudah berkembang dengan stabil dan
ringkas sampai serangan Inggris itu pecah tanggal 13 Juli 1917.
Pada hari-hari awal Agustus kami dibebastugaskan. Resimen
telah dibagi menjadi beberapa kompi. Dengan berlumuran
penuh lumpur mereka tetap berjalan meski terhuyunghuyung.
Mereka lebih terlihat seperti pasukan hantu daripada manusia.
Namun setelah beberapa ratus meter dari lubang bekas
ledakan, prajurit-prajurit Inggris tak menemukan apapun
kecuali kematian mereka sendiri. Sekarang musim gugur
tahun 1918 kami berdiri untuk yang ketiga kalinya di medan
badai pertempuran tahun 1914. Kota kecil Comines tempat
dimana kami beristirahat sekarang telah menjadi medan
tempur yang seru. Walaupun pertempurannya masih tetap
sama, tapi prajuritnya kini berbeda dan sekarang diskusi
politik mulai merebak di kalangan prajurit.
Layaknya dimanapun juga, racun-racun itu mulai masuk dan
menjadi semakin efektif. Dan rekrutmen pasukan termuda
telah terkena racun tersebut dan disuruh untuk kembali
pulang. Pada suatu malam tanggal 13 sampai 14 Oktober ada
serangan gas Inggris di front selatan sebelum Ypres
menyeruak. Mereka menggunakan gas racun berwarna kuning
yang efeknya sama sekali tak diketahui oleh kita secara
langsung. Pada malam yang sama akupun terkena gas beracun
itu. Di bukit selatan Wervick pada malam tanggal 13 Oktober,

kami dihujani granat gas beracun selama semalam suntuk!


{Keracunan gas kuning }
Di tengah malam yang buta, beberapa orang dari kami tewas
untuk selama-lamanya. Pada pagi harinya aku juga mengalami
kesakitan, dan rasa sakit dimata itu terus bertambah tiap
seperempat jam. Pukul tujuh pagi aku jatuh tersungkur dan
berjalan tergopoh-gopoh dengan mata yang panas terbakar
sambil membawa laporan perang terakhirku. Beberapa jam
kemudian mataku berubah warnanya menjadi seperti warna
batubara yang terbakar! Aku tak mampu melihat apapun. Lalu
tiba-tiba aku sudah berada di rumah sakit Pasewalk Pommern,
dan di sanalah aku harus mengalami revolusi pribadiku.
Untuk waktu yang lama ada sesuatu yang tak kuketahui
namun terasa menjijikan. Orang-orang mulai mengatakan
bahwa dalam beberapa minggu kedepan akan dimulai namun
aku tak tahu apa maksud kata dimulai itu. Aku kira akan ada
pemogokan seperti pada musim semi tahun lalu. Rumorrumor yang tak mengenakan ini mulai muncul dari prajurit
Angkatan Laut yang dikatakannya sedang bergolak. Namun
hal ini sepertinya merupakan hasil imajinasi dari beberapa
bajingan saja dan bukan sebuah urusan yang menyangkut
banyak orang. Bahkan di rumah sakit saja orang-orang sudah
mulai mendiskusikan tentang akhir perang yang mereka
harapkan untuk segera tiba, namun tak ada yang yakin akan
secepat itu.

Aku menyesal karena tak mampu membaca koran.


Bulan November ketegangan semakin meningkat. Suatu hari,
tiba-tiba dan tanpa diharapkan suatu hal yang gila muncul.
Para awak pelaut keluar dari dalam truk-truk dan
memproklamirkan upaya revolusi sosial. Beberapa pemuda
Yahudi menjadi pemimpin dalam perjuangan untuk
kemerdekaan, kemenangan dan harga diri keberadaan
nasional kita. Padahal tiada satupun dari mereka kulihat
pernah berada di garis depan semasa perang. Melalui apa yang
disebut dengan Rumah Sakit Gonorrhea tiga warga asing
telah dikirim pulang dari markas garis mereka.
Sekarang mereka sedang menaikkan bendera merah mereka di
Tanah Air kami!
{Republik}
Beberapa hari terakhir mataku sudah mulai membaik. Rasa
sakit di mata telah hilang dan pelan-pelan aku mampu
mengetahui apa yang sedang terjadi. Aku diberi harapan
bahwa penglihatanku akan segera pulih kembali, setidaknya
cukup baik untuk sekedar mencari pekerjaan. Untuk lebih
yakinnya aku tak bisa berharap banyak bahwa aku akan bisa
menggambar lagi. Kondisiku kemudian membaik ketika hal
yang mengerikan itu tidak terjadi. Harapan awalku adalah
bahwa pengkhianatan kelas tinggi ini hanya berskala kecil saja.
Aku juga mencoba untuk menyokong beberapa kawan-

kawanku mengenai harapan awalku tersebut. Khususnya


kawan-kawanku yang berasal dari Bayern yang sedang berada
di rumah sakit akan lebih tahu soal ini. Histeria massa yang
ada kini berkembang semakin revolusioner.
Aku tak bisa membayangkan bahwa kegilaan ini akan merebak
di Munchen. Kesetiaan kepada keturunan kerajaan
Wittelsbach tampak lebih kuat, daripada keinginan beberapa
Yahudi. Namun aku tak kuasa untuk mempercayai bahwa ini
hanyalah Putsch (kudeta) dari sebagian angkatan laut dan
akan dihancurkan dalam beberapa hari. Hari-hari selanjutnya
dari ketidakpastian dalam hidupku telah tiba. Rumornya
menjadi lebih agresif lagi. Apa yang dulu aku anggap sebagai
masalah kecil ternyata adalah sebuah revolusi besar! Sebuah
berita yang memalukan bertambah yang datang dari garis
depan pasukan. Mereka ingin menyerah! Apakah itu mungkin?
Tanggal 10 November seorang pastor datang ke rumah sakit
untuk berkhotbah, dan kini kami sudah tahu semuanya. Dalam
khotbahnya yang penuh hasutan ekstrim itu kebetulan aku
juga hadir disana untuk mendengarnya. Laki-laki tua yang
kharismatik itu tampak bergetar ketika sedang
memberitahukan kami bahwa Monarki Hollenzollern tidak
perlu lagi menjadi raja Jerman, bahwa kini Tanah Air telah
menjadi Republik sehingga kami harus bersyukur kepada Yang
Maha Kuasa untuk tak menolak berkahnya pada perubahan ini
dan tidak meninggalkan rakyat kami di masa depan. Pastor itu

tak dapat mengendalikan dirinya dan dia harus mengucapkan


beberapa patah kata untuk mengingat monarki. Pastor itu
mulai memuji jasa monarki di Pommern, Prussia. Tidak, bagi
Tanah Air Jerman dan di sini dia mulai menangis terisak-isak
dan kekecewaan mendalam kini muncul di hati kami. Aku
yakin bahwa tak ada satupun yang tak menangis.
Namun orang tua itu berusaha untuk melanjutkan khotbahnya
dan mengatakan bahwa kita harus segera mengakhiri perang
yang panjang ini. Ya, dan sekarang karena kami telah kalah
dan kami harus berharap pada belas kasihan dari para
pemenang. Tanah Air kami akan berada di bawah tekanan
mereka tanpa henti, bahwa gencatan senjata harus diterima
dengan keyakinan tulus pada kemurahan hati musuh-musuh
kami. Aku tak kuasa lagi menahan semua penghinaan ini.
Sangat tidak mungkin bagiku untuk bisa bertahan walau
semenitpun. Lalu semuanya terasa seakan menjadi gelap. Aku
berjalan terhuyung-huyung dan tergopoh-gopoh menuju
asrama dan melemparkan tubuhku ke kasur. Aku
membenamkan kepalaku yang panas ini dalam selimut dan
bantal.
Selama aku berdiri di sisi pusara ibuku, tak pernah aku
menangis. Di masa muda ini takdir telah mencengkeramku
dengan kekerasan yang tanpa ampun dan seketika naluri
pembelaanku muncul. Selama tahun-tahun peperangan yang
lama dan kematian tragis telah merenggut nyawa kawan-

kawanku, merupakan sebuah dosa bagiku untuk terus


mengeluh. Lagipula, bukankah mereka rela mati demi
Jerman? Dan ketika akhirnya gas beracun yang sangat
mengerikan dihari-hari terakhir pertempuran itu menyerang
dan menggerogoti mataku, serta di balik ketakutan aku
menjadi buta, selamanya aku hampir kehilangan hati nurani
untuk sesaat. Hati nuraniku kini membentakku: Hai orang
malang yang memalukan, akankah kau terus menangis
ketika banyak ribuan orang lain diluar sana lebih buruk dari
keadaanmu? Maka aku hanya menanggung penderitaanku
sendiri dalam keheningan. Namun sekarang aku tak kuasa
lagi. Baru sekarang aku melihat bagaimana penderitaan
pribadi itu menghilang dibandingkan kemalangan yang
menimpa Tanah Air-ku.
{Pengorbanan yang sia-sia}
Maka semuanya menjadi sia-sia. Sia-sia sudah segala
pengorbanan dan kemalangan kami, sia-sia sudah rasa lapar
dan haus kami selama berbulan-bulan yang tanpa akhir, siasia sudah masa-masa dimana ketakutan selalu menggerayangi
sanubari ketika sedang melakukan tugas, sia-sia sudah dua
juta prajurit yang tewas! Akankah kuburan-kuburan dari
ratusan ribu kawan-kawanku yang berbakti itu akan kembali
bangkit? Akankah kuburan-kuburan itu terbuka dan
melemparkan lumpur yang sunyi serta pahlawan-pahlawan
berlumuran darah itu sebagai roh-roh yang membalas dendam

kepada Tanah Air yang telah mengkhianati mereka dengan


penghinaan pada pengorbanan tertinggi yang bisa mereka
lakukan bagi rakyatnya di dunia ini? Apakah mereka tewas
untuk ini? Apakah prajurit-prajurit yang gugur bulan Agustus
dan September 1914 dalam musim semi pada tahun yang sama
akan mengikuti kawan-kawan mereka yang lain? Apakah
hanya untuk kesia-siaan ini para pemuda yang berusia
tujuhbelas tahun itu gugur di bumi Flanders? Apakah ini arti
sebuah pengorbanan yang dibuat oleh para ibu-ibu Jerman
bagi Tanah Air-nya ketika dengan perasaan cemas ia
melepaskan putraputranya yang paling disayang untuk pergi
tanpa pernah kembali? Apakah kekalahan ini terjadi karena
ulah sekelompok kriminal brengsek yang selalu menghantam
Tanah Air?
Apakah untuk ini prajurit Jerman yang berdiri di bawah terik
matahari, dalam badai salju dan nyaris membeku, lapar dan
haus, cemas akan malam-malam dengan tanpa tidur dan baris
berbaris tanpa ujung? Apakah untuk ini pula prajurit Jerman
terbaring di neraka perang dan hembusan serangan gas
beracun tanpa pernah gentar dan selalu memikirkan tugasnya
demi menjaga Tanah Air dari bahaya musuh? Para pahlawan
yang pemberani ini berhak mendapatkan batu nisan: KALIAN
PARA PENGELANA YANG DATANG KE JERMAN, KATAKAN
KEPADA YANG DIRUMAH BAHWA KAMI YANG
BERBARING DISINI AKAN TETAP SETIA KEPADA TANAH

AIR DAN PATUH TERHADAP TUGAS4


Dan bagaimana dengan keluarga mereka yang berada di
rumah? Lalu apakah hanya pengorbanan kita saja yang layak
dihitung? ApakahJerman di masa lalu itu kurang berharga?
Apakah tak ada kewajiban bagi sejarah kita untuk
membangunnya kembali? Apakah kita masih pantas untuk
menghubungkan kejayaan masa lalu dengan diri kita
sekarang? Dan bagaimana perilaku ini bisa dibenarkan bagi
generasi masa depan?
{Keputusan menjadi politisi}
Semakin aku mencoba untuk mencari kejelasan tentang
kejadian-kejadian mengerikan saat itu, semakin rasa malu dan
rendah diri membakar jiwaku. Apakah semua rasa sakit di
mata yang pernah kualami sebanding dengan penderitaan ini?
Dari sanalah ketika hari-hari dan malam-malam yang
mengerikan itu dimulai, aku sadar bahwa semuanya telah
kalah. Hanya orang-orang bodoh, para pembohong dan
kriminal yang selalu berharap akan belas kasihan dari musuh!
Pada suatu malam, kebencian yang telah lama menggumpal
dalam diriku adalah kebencian kepada mereka yang harus
bertanggung jawab akibat perbuatannya ini. Pada harihari
berikutnya, jalan hidupku sudah menjadi jelas. Aku tak bisa
lagi menahan rasa bahagia untuk memikirkan masa depan

diriku sebelum tiba-tiba keprihatinan ini muncul. Bukankah


konyol membangun rumah dari dasar yang rapuh seperti itu?
Akhirnya menjadi jelas apa yang telah terjadi adalah apa yang
aku takutkan namun sulit untuk dipercayai oleh emosiku
sendiri. Kaisar Wilhelm II adalah kaisar Jerman pertama yang
berdamai dengan para pemimpinpemimpin Marxis dengan
tanpa mencurigai bahwa para begundal-begundal itu tak
memiliki kehormatan secuilpun. Sementara tangan para
pemimpin Marxis menjabat tangan Kaisar, dan tangan lainnya
memegang belati terhunus. Tak ada kompromi lagi dengan
kaum Yahudi dan hanya ada satu pilihan: Aku harus
memutuskan untuk terjun ke gelanggang politik!
Anotasi ilmiah:
1. Isonzo

Isonzo merupakan medan tempur yang dahsyat dan


melibatkan 12 pertempuran pada bulan Mei 1915 dan
November 1917. Dua juta prajurit Italia dan Austria tewas
dalam pertempuran tersebut.
2. Poilu

Poilu adalah sebutan atau alias untuk prajurit Perancis


3. Tommy

Tommy adalah sebutan atau alias untuk prajurit Inggris


4. Herodotus

Herodotus menceritakan bagaimana pengkhianat Yunani,


Ephialtes membantu penyerbu Persia di pertempuran

Thermopylae (480 SM). Ketika raja Persia, Xerxes putus asa


hendak menembus pertahanan Yunani, Ephialtes datang
padanya dan bersedia berkhianat demi uang dengan
memberitahu raja bahwa ada jalan kecil di bahu gunung
menuju Yunani. Ephialtes lalu memimpin detasemen prajurit
Persia ke pegunungan. Maka dari itu Raja Sparta Yunani,
Leonidas harus melawan musuh dari dua arah. Pembantaian
berlangsung dan Leonidas tewas. Keberanian Leonidas dan
pengkhianatan Ephialtes sangat berkesan bagi Hitler. Dia
membandingkan prajurit-prajurit Jerman yang tewas di
Perancis dan Flanders seperti kekalahan Yunani di
Thermopylae, yaitu pengkhianatan Ephialtes dibandingkan
dengan kebijakan acuh tak acuh politisi Jerman di akhir
perang. Sebuah monumen berdiri di Thermopylae untuk
mengingat Leonidas dan prajurit Spartan yang tewas dengan
kalimat yang terukir di atasnya: Pergi, katakan kepada kaum
Spartan bahwa kalian telah tewas untuk setia kepada tanah
air dan patuh terhadap tugas.

BAB VIII
DIMULAINYA AKTIVITAS POLITIK

Pada akhir bulan November 1918 aku kembali ke Munchen.


Aku masuk kembali ke batalyon pengganti di resimen yang
berada dalam dewan prajurit. Seluruh kegiatan mereka begitu
menjijikan sehingga aku memutuskan untuk pergi secepat
mungkin. Schmiedt Ernst, kawan perangku yang setia bersama
denganku pergi ke Traunstein dan tinggal di sana sampai
kamp dibubarkan. Bulan Maret 1919 kami berangkat kembali
ke Munchen. Saat itu situasi tak dapat dipertahankan dan
bergerak menuju kelanjutan revolusi. Kematian Eisner1 hanya
mempercepat proses revolusi dan akhirnya bergerak menuju
kediktatoran dewan atau lebih baik dikatakan sebagai orang
yang memberikan kekuasaan kepada Yahudi sebagai tujuan
awal para penggagas revolusi.
Pada waktu itu kepalaku penuh terisi dengan rencana-rencana
panjang. Selama berharihari aku berpikir keras tentang apa
yang bisa dilakukan namun akhir dari setiap meditasiku itu
adalah timbulnya kesadaran bahwa aku seseorang yang tidak
terkenal dan tak memiliki dasar apapun untuk tindakan yang
berguna. Aku harus kembali untuk membicarakan kenapa
seperti sebelumnya aku tak dapat memutuskan untuk

bergabung dengan partai yang sudah ada.


Dalam susunan Dewan Revolusi, untuk pertama kalinya aku
bertindak dengan se- demikian rupa untuk membangkitkan
ketidaksetujuan dewan utama. Pada pagi hari tanggal 27 April
1919 aku hendak ditahan, namun ketika berhadapan dengan
senapanku, tiga begundal yang akan menangkapku menjadi
ciut nyalinya dan mereka memutuskan untuk mundur.
Beberapa hari setelah pembebasan Munchen aku
diperintahkan untuk segera melapor kepada komisi pemeriksa
yang berhubungan dengan kejadian-kejadian revolusi yang
terjadi di resimen infantri kedua.
{Diskusi tentang pembentukan partai baru }
Bagiku hal ini merupakan aktivitas politik murni. Hanya
beberapa minggu kemudian aku menerima sebuah perintah
untuk menghadiri kursus yang diadakan bagi anggota
Angkatan Bersenjata. Di dalam kursus itu para prajurit wajib
mempelajari dasar-dasar pemikiran ketata negaraan dan Civic.
Bagiku tujuan dari semua kegiatan ini telah memberikan
kesempatan untuk bertemu kembali dengan beberapa kawankawan yang sepemikiran dimana dengan mereka aku dapat
berdiskusi mengenai situasi terkini secara menyeluruh dan
komprehensif. Kami semua yakin bahwa Jerman tak dapat
diselamatkan dari kejatuhannya secara cepat dari partaipartai yang harus bertanggung jawab pada kejahatan

November dan kaum Sosial Demokrat yang disebut dengan


formasi borjuis nasional. Walaupun dengan niatan yang baik,
keberadaan mereka tak akan mampu memperbaiki apa yang
telah terjadi.
Serangkaian prasyarat memang kurang sehingga tugas seperti
itu sulit untuk dilakukan. Periode selanjutnya adalah
membenarkan pendapat yang sudah kami sepakati. Maka dari
itu dalam kelompok itu kami mendiskusikan tentang pendirian
partai baru. Ide mendasar dari pikiran kami adalah sama
dengan yang dilandasi oleh pemikiran Partai Buruh Jerman.
Nama pergerakan yang akan didirikannya pun harus
memberikan kesempatan mendekati massa akar rumput,
karena tanpa mereka tujuan kami akan sia-sia belaka. Lalu
kami menemukan nama Partai Revolusi Sosial. Nama ini
digunakan karena pandangan sosial dari organisasi kami yang
berarti untuk tujuan revolusi. Pondasi dasarnya adalah pada
masalah ekonomi, namun usahaku kurang lebih berada dalam
batasan perenungan masalah sosial.
{Dua jenis modal kapital}
Kemudian kerangka kerja ini melebar melalui pemeriksaan
ketat terhadap kebijakan politik sekutu Jerman. Dalam bagian
yang besar hal ini merupakan hasil dari perkiraan yang salah
dari bidang ekonomi juga ketidakjelasan mengenai basis yang
akan memungkinkan untuk memelihara Volk Jerman di masa

depan. Namun semua ide ini berdasar dari pendapat bahwa


modal adalah satu-satunya hasil dari kerja, dan maka dari itu
seperti layaknya modal pada umumnya dapat menjadi subjek
bagi faktor-faktor penentu yang dapat memajukan atau
memundurkan aktivitas manusia. Kepentingan nasional dari
modal adalah jika modal itu tergantung sepenuhnya kepada
kebesaran, kebebasan dan kekuasaan negara.
Karenanya ikatan dalam dirinya sendiri akan menyebabkan
modal memajukan negara dan bangsa dari jeratan hutang
terhadap naluri sederhana untuk mempertahankan diri atau
produksi. Ketergantungan terhadap modal pada negara yang
merdeka akan memaksa modal nasional untuk tetap berdiri
diatas kebebasan, kekuasaan, kekuatan dan lain-lain dari
sebuah negara. Maka dari itu kewajiban negara terhadap
modal terlihat jelas dan sederhana, yaitu negara harus yakin
bahwa sejumlah modal tertentu tetap akan membantu negara
dan tak menjadi gundik bangsa sendiri. Dilihat dari sudut
pandang ini bisa didefinisikan dengan dua hal, yaitu
perlindungan ekonomi yang mampu membayar hutang
nasional dan independen di satu sisi dan kepastian akan hakhak sosial para buruh di sisi yang lain.
Sebelumnya aku tak mampu mengenali dengan jelas
perbedaan antara modal murni sebagai hasil dari buruh
produktif dan modal yang keberadaannya hanya ada pada
spekulasi. Dalam hal ini aku kekurangan inspirasi pada

pendirianku. Namun sekarang hal diatas sudah dijelaskan


dengan lugas oleh salah satu dari beberapa ahli yang
memberikan teori tentang pelajaran-pelajaran di atas, dialah
Gottfried Feder2.
{Tugas bagi para penyusun teori}
Untuk pertama kali dalam hidupku, aku mendengar diskusi
yang sangat prinsipil mengenai bursa saham internasional dan
modal pinjaman. Tepat setelah mendengarkan uraian teoritis
pertama dari Feder itu aku mulai berpikir bahwa ternyata aku
telah menemukan salah satu dari dasar pemikiran pendirian
sebuah partai baru. Dalam pandanganku, kelebihan dari
pendapat Feder adalah dengan memakai metode yang kejam
dan kasar untuk membuat karakter pasar saham dan modal
pinjaman spekulatif agar lebih ekonomis, serta
menyingkapkan rahasia dibalik kebusukan ekonomi, yaitu
keuntungan nilai lebih atau riba.
Argumennya terdengar begitu dalam pada semua pertanyaan
mendasar bahwa kritik mereka sejak awal mempertanyakan
ketepatan teoritis ide daripada meragukan kemungkinan
praktis bagi pelaksanaannya. Apa yang orang lain anggap
sebagai kelemahan argumen Feder, aku malah
menganggapnya sebagai landasan kekuatan. Bukan tugas para
penyusun untuk menentukan perbedaan suatu derajat dimana
penyebab dapat disadari. Untuk menjelaskan penyebabnya
dapat dikatakan bahwa para penyusun harus

mengkonsentrasikan dirinya pada tujuan, dan bukan pada


cara. Bagaimanapun dalam hal ini ketepatan dasar sebuah ide
akan begitu menentukan dan bukan dalam kesulitan
pelaksanaannya.
Segera setelah para tim penyusun mencoba untuk
memperhitungkan apa yang disebut dengan nilai guna dan
kenyataan selain sebagai kebenaran absolut, pekerjaan
mereka hanya akan menjadi bintang yang berlawanan
terhadap kemanusiaan, malahan akan menjadi resep bagi
kehidupan setiap hari. Dalam penyusunan sebuah pergerakan
harus menyatakan tujuannya dan para politisi berjuang untuk
melaksanakannya. Pemikiran dari salah satu penyusunnya
akan ditentukan oleh kebenaran absolut dan tindakan yang
lain akan ditentukan oleh kenyataan dalam situasi praktis.
{Para penggagas dan politisi}
Kebesaran seorang penggagas berada dalam kebesaran ide-ide
abstraknya, sementara seorang politisi berada pada sikap yang
tepat terhadap fakta yang ada dan penerapannya yang
menguntungkan. Dalam hal ini tujuan para penggagas harus
juga menjadi pembimbing. Sementara batu ujian bagi
kebesaran seorang politisi bisa dianggap sebagai kesuksesan
setiap rencana dan tindakannya. Dalam kata lain -tingkatan
dimana mereka akan menjadi kenyataanrealisasi tujuan utama
para penyusun teori tak akan pernah dapat disadari, karena

walaupun pemikiran manusia dapat menerima kebenaran dan


mampu menggagas sebuah tujuan, pemenuhan yang lengkap
tersebut akan gagal karena ketidak sempurnaan umum dan
keterbatasan manusia itu sendiri.
Semakin benar dan kuat sebuah ide secara abstrak akan
semakin tidak mungkin pemenuhan lengkapnya sebuah ide
selama masih bergantung kepada manusia. Maka dari itu
tingkatan intelektualitas seorang teoritis jangan diukur dari
sekedar pemenuhan tujuannya semata, namun harus disertai
dengan kharisma dan pengaruh yang mereka punya kepada
perkembangan kemanusiaan. Kalau tidak, para pendiri agamaagama tak dapat dianggap sebagai manusia-manusia terbesar
dan terhebat di bumi ini, karena pemenuhan tujuan etis
mereka tak akan pernah terpenuhi. Dalam prakteknya bahkan
agama cinta sekalipun hanyalah sebuah refleksi kelemahan
dari keinginan pendirinya yang agung. Kepentingannya
bagaimanapun akan tetap berada dalam arah yang selalu
dicoba untuk memberikan perkembangan bagi manusia yang
menyeluruh dari budaya, etika dan moralitas.
Perbedaan mendasar antara tugas seorang penggagas dengan
seorang politisi adalah sebuah alasan mengapa persatuan
antara kedua elemen tersebut tak pernah ditemukan hanya
dalam satu orang. Ini adalah fakta yang benar dari apa yang
disebut sebagai politikus sukses dalam format kecil yang
aktivitasnya sebagian besar hanyalah seni menerka-nerka

seperti Bismarck yang mengkarakteristikan politik secara


sederhana dan umum. Semakin bebas seorang politisi dari
ide-ide
semacam itu, akan semakin mudah dan seringkali terlihat
maka kesuksesannya akan lebih cepat tercapai. Untuk lebih
meyakinkannya, mereka didedikasikan demi kefanaan dunia
dan kadangkala tak mampu bertahan dari gempuran para
pendahulu-pendahulu mereka.
Kerja seorang politisi pada keseluruhannya tak begitu penting
karena kesuksesan mereka di masa kini berdasarkan hanya
pada menjaga jarak dengan masalah- masalah dan ideide besar
dan mendalam, dimana hal-hal seperti itu lebih berharga bagi
generasi selanjutnya. Pelaksanaan tujuan tersebut yang
memiliki nilai dan kepentingan jangka panjang biasanya hanya
dihargai sedikit bagi pelakunya dan masyarakat luas sulit
memahami, dimana masyarakat lebih tertarik dengan aturan
pragmatis daripada rencana jangka panjang bagi masa depan
yang dimana hanya bisa dinikmati oleh anak cucu.
Maka dari itu karena kesombongan adalah sepupu kebodohan,
karena sebagian besar politisi akan menjauh dari rencana
besar bagi masa depan agar tak kehilangan simpati sementara
dari massa. Kesuksesan dan kepentingan pragmatis para
politisi seperti itu hanya berada secara eksklusif di masa kini
saja, dan bukan demi anak cucunya kelak. Rakyat kecil tak
malu akan hal ini, namun setidaknya mereka akan merasa

puas. Keadaan para penggagas teori tentunya juga berbeda.


Kepentingannya selalu demi untuk masa depan, karena
seringkali mereka disebut dengan kaum yang tak
mementingkan soal-soal duniawi. Jika seni seorang politisi
adalah seni tentang segala kemungkinan, maka para penggas
dapat dikatakan sedang menyenangkan para dewa hanya jika
mereka meminta sesuatu yang tak mungkin. Para penggagas
harus melupakan akan penghargaan pada masa kini, namun
sebagai imbalannya jika idenya abadi maka ia akan dikenang
oleh anak cucunya sepanjang masa. Dalam sejarah
kemanusiaan yang panjang, dapat terjadi bahwa seorang
politisi akan menjadi partner yang cocok dengan seorang
penyusun. Semakin dalam penyatuan ini akan semakian besar
hambatan yang dihadapi oleh politisi.
{Jalannya roda sejarah}
Politisi tak lagi bekerja hanya berdasarkan kebutuhan,
sebagaimana pemilik toko akan memahami para
pelanggannya. Namun bagi tujuan dimana hanya terdapat
sedikit orang yang memahaminya, maka jiwanya terbagi
antara cinta dan benci. Protes terhadap masa kini yang sulit
dipahami tentang perjuangan dan penghargaan bagi anakcucu dimana kaum penyusun ini sibuk memikirkan hal seperti
itu.
Semakin besar usaha manusia untuk perubahan masa depan,
maka akan semakin sedikit manusia di masa kini yang ingin

memahaminya. Semakin sedikit keinginan untuk berjuang,


semakin sulit untuk menjadi sukses. Jika sekali saja dalam
seabad seseorang telah sukses dalam hidupnya, mungkin di
tahun-tahun terakhirnya cahaya kejayaan yang lembut akan
menyinarinya.
Untuk lebih yakinnya, orang-orang besar ini hanyalah para
pelari marathon dalam roda sejarah, dan masa kini karangan
bunga hanya bisa disentuh dikening para pahlawan yang
sedang sekarat. Diantara mereka dapat dilihat ksatria-ksatria
terbaik dunia walaupun tak dipahami oleh manusia masa kini,
namun para ksatria itu siap memperjuangkan ide dan nilainilainya sampai saat-saat terakhirnya. Mereka adalah manusia
yang suatu hari nanti akan begitu dekat dengan hati Volk.
Mereka seolah- olah tampak pada setiap individu-individu
akan merasakan tugas untuk mengimbangi masa lalu demi
menebus dosa-dosa yang masa kini sering mereka lakukan
kepada orang-orang besar.
Hidup dan karya mereka selalu diisi dengan pujian dan rasa
terimakasih dengan penuh emosi, khususnya di hari-hari yang
suram mereka mampu membangkitkan patah hati dan jiwa
yang rapuh. Mereka tak hanya negarawan ulung, namun juga
kaum reformis sejati. Selain Friedrich yang Agung3 ada juga
Martin Luther4 serta Richard Wagner5. Ketika aku mendengar
ceramah Gottfried Feder mengenai penghancuran perbudakan
terhadap keuntungan nilai lebih saat itu juga aku tahu bahwa

ini merupakan suatu kebenaran teoritis yang sangat penting


bagi masa depan Volk Jerman.
{Perjuangan melawan modal keuangan
internasional}
Pemisahan yang sangat jelas antara modal pasar saham dari
ekonomi nasional yang menawarkan kemungkinan untuk
menentang internasionalisasi ekonomi dan keuangan Jerman
dengan tanpa merusak dasar-dasar pemeliharaan Volk dengan
perjuangan melawan semua modal asing. Perkembangan
Jerman sudah begitu jelas di mataku dengan mengetahui
bahwa pertempuran terberat harus segera dilakukan, yaitu
bukan dengan bangsa-bangsa yang saling bemusuhan namun
dengan kekuatan Modal Internasional. Dalam ceramahceramah Feder itu aku merasakan adanya slogan kuat bagi
perjuangan rakyat Jerman yang akan datang.
Disini kemudian perkembangan selanjutnya adalah untuk
membuktikan seberapa tepatnya perasaan kita mengenai
masa-masa itu. Sekarang para sok tahu dari kaum politisi
borjuis itu tak lagi mentertawai kita bahkan sekarang mereka,
sejauh mereka bukan pembohong akan melihat bahwa modal
pasar saham internasional bukan hanya salah satu penghasut
perang terbesar, namun khususnya karena sekarang perang
telah usai maka lembaga keuangan internasional itu tak akan
memberikan kesempatan untuk merubah perdamaian kembali

menjadi neraka! Perjuangan melawan kekuatan lembaga


keuangan dan pinjaman internasional akan menjadi poin
terpenting dalam perjuangan Volk Jerman demi kebebasan
dan kemerdekaan ekonomi jangka panjang.
Melihat keberatan manusia-manusia praktis ini, mereka segera
mendapatkan jawaban yaitu segala bentuk ketakutan yang
berkenaan dengan akibat ekonomi yang mengerikan dari
penghancuran perbudakan kapitalistik adalah reaksi yang
berlebihan, karena pertama-tama resep-resep perbaikan
ekonomi yang terdahulu terbukti tidak manjur lagi bagi Volk
Jerman, dan posisi mereka pada masalah pembiayaan mandiri
nasional hanya akan mengingatkan kita kepada laporanlaporan para ahli yang sama pada masa lampau. Sebagai
contoh, Dewan Kesehatan Bayern yang memperkenalkan
bahaya perjalanan di kereta api. Telah diketahui bahwa tak ada
satupun ketakutan dari penguasa perusahaan ini terbukti: para
penumpang kereta uap baru bertenaga kuda itu tidak
merasakan mual, tidak jatuh sakit. Pagar kokoh untuk
menyembunyikan penemuan terbaru mereka sudah roboh,
hanya pagar di kepala tentang apa yang disebut dengan ahli
tetap dipelihara demi anak cucu.
{Hanya satu doktrin: Volk dan tanah Air!}
Hal berikut ini harus dicatat, bahwa setiap ide-ide bahkan
yang paling mulia sekalipun akan menjadi bahaya jika
menunjukan tujuannya menjadi kenyataan. Bagi semua kaum

Nasionalis-Sosialis yang setia hanya ada satu doktrin: Volk dan


Tanah Air! Apa yang harus kita perjuangkan adalah untuk
menjaga keberadaan dan reproduksi ras bangsa kita,
perawatan anak-anak dan menjaga kesucian darah murni kita,
kebebasan dan kemerdekaan bagi Tanah Air sehingga Volk kita
dapat menjadi lebih dewasa demi pemenuhan misi dari Yang
Maha Kuasa.
Setiap pikiran dan ide, setiap doktrin dan pengetahuan harus
melayani semua tujuan ini. Semuanya harus berpatokan pada
pandangan ini serta akan penggunaaan atau penolakannya
harus berdasarkan pada nilai kegunaannya, sehingga tak ada
teori dogmatis berubah menjadi doktrin mati, karena hanya
hidup kita sendirilah yang harus kita layani. Maka dari itu
merupakan suatu keputusan Gottfried Feder yang
menyebabkan aku harus menyelami seluruh dasar-dasar
bidang ini yang sebelumnya kurang aku ketahui. Kini aku
mulai belajar lebih banyak lagi, dan sekarang untuk pertama
kalinya aku telah mencapai pemahaman tentang hidup Karl
Marx6 yang Yahudi itu. Sekarang aku sudah paham tentang
Das Kapital yang dia tulis itu, juga perjuangan kaum Sosial
Demokrasi yang selalu melawan ekonomi nasional yang
bertujuan hanya untuk mempersiapkan dasar bagi dominasi
keuangan internasional dan pasar modal saham. Namun
dalam bidang yang lain kursus ini akan berakibat besar bagiku.

{Tugas seorang pendidik}


Suatu hari aku diminta untuk berbicara didepan sebuah
forum. Salah satu peserta ada yang merasa harus membela
kepentingan Yahudi, dan dia pun memulai pembelaannya
dengan panjang lebar. Hal ini merangsangku untuk
menjawabnya, dan sebagian besar mahasiswa yang hadir di
sana secara mengagumkan setuju dengan semua pendapatpendapatku. Hasilnya beberapa hari kemudian aku dikirim ke
sebuah resimen di Munchen sebagai petugas pendidik karena
disiplin prajurit Angkatan Bersenjata disana sudah begitu
lemah. Kedisiplinan yang melemah karena mereka menderita
akibat efek traumatis yang tak berkesudahan sebagai prajurit.
Kedisiplinan ketat militer dan hierarki komando yang sudah
kuno hanya bisa diganti secara pelan-pelan dengan kepatuhan
secara sukarela -sebuah nama bagus yang patut diberikan
kepada babi bernama Kurt Eisner!- karena prajurit sekarang
diharapkan mampu untuk belajar dan berpikir lebih dalam lagi
tentang Nasionalisme dan Patriotisme. Aktivitas baruku
berada dalam dua Weltanschauung ini. Aku memulainya
dengan penuh antusiasme dan cinta yang menggebu. Sekali
waktu aku ditawarkan sebuah kesempatan untuk berbicara di
depan audien yang lebih banyak lagi, dan hal yang selalu aku
kira dari rasa yang sejati tanpa mengetahuinya sekarang
semakin kuat: Aku dapat berbicara! Suaraku terdengar lebih
baik, sehingga pembicaraanku dapat didengar hingga ke pojok

ruangan.
Tak ada tugas lain lagi yang dapat membuatku lebih
berbahagia dari ini, karena aku sekarang sedang
dibebastugaskan. Aku dapat mengabdikan diriku pada sesuatu
yang berguna bagi institusi yang telah lama melekat di hatiku:
Keprajuritan! Aku layak menyombongkan keberhasilanku ini.
Selama berpidato aku memimpin ratusan bahkan ribuan
kawan-kawan untuk kembali kepada Volk dan Tanah Air-nya.
Aku menasionalisasikan prajurit-prajurit dan membantu
memperkuat kedisiplinan umum mereka. Disini aku kenal
dengan beberapa kawan sepemikiran yang kemudian siap
memulai untuk membentuk sebuah pergerakan baru.

Anotasi Ilmiah:
1. Kurt Eisner
Kurt Eisner (14 Mei 1867 - 21 Februari 1919) merupakan
politisi lokal Bayern.
Eisner belajar di Universitas Friedrich Wilhelm, Berlin sebagai
kritikus teater dan editor koran-koran sosialis. Tahun 1917 dia
bergabung dengan Partai Sosial Demokratik dan tahun
selanjutnya dia dihukum karena pengkhianatan dengan
memulai pemogokan amunisi. Setelah bebas dari penjara,
Eisner bergabung dengan kaum revolusioner untuk
menggulingkan pemerintahan di Bayern. Tanggal 9 November
1918 dia mendirikan Republik Bayern dan menjadi Perdana
Menteri pertama. Pada pemilu tahun 1919 Eisner dikalahkan
dan pada bulan yang sama juga di bunuh ketika sedang
berjalan menuju parlemen. Hitler membenci Eisner yang ingin
memisahkan Bayern dari Jerman.
2. Gottfried Feder
Gottfried Feder (1 Januari 1883 - 24 September 1941)
merupakan seorang ahli ekonomi sekaligus insinyur. Ceramahceramahnya membuat Hitler terpikat untuk masuk ke Partai
Buruh Jerman yang menjadi cikal bakal Nazi. Feder seorang
anti Yahudi dan kapitalisme serta pendukung nasionalisasi
ekonomi.

Feder bersama dengan Anton Drexler, Dietrich Eckart dan


Karl Harrer mendirikan Deutsche Arbeiterpartei (Partai
Buruh Jerman-DAP) yang kemudian berubah namanya
menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei
(NSDAP) atau Nazi. Pada bulan Februari 1920 bersama
dengan Hitler dan Anton Drexler, Feder menyusun 25 poin
yang berisikan Garis-garis Besar Haluan Partai dan
memperkenalkan pendapat anti kapitalismenya.
Feder terlibat dalam kudeta Beer Hall Putsch tahun 1923.
Setelah Hitler di tahan Feder tetap menjadi ketua Partai dan
dipilih untuk duduk di Reichstag (Parlemen) dari tahun 1924
sampai 1936. Selama bertugas Feder menuntut penghapusan
suku bunga dan pengambilan harta warga Yahudi. Feder tetap
berada di NSDAP dan menerbitkan koran-koran seperti Das
Programm der NSDAP und seine weltanschaulichen
Grundlagen (Program NSDAP dan pandangannya terhadap
dunia-1927) dan Was will Adolf Hitler? (Apa yang diinginkan
oleh Adolf Hitler? - 1931).
Feder sebagai figur guru Hitler yang mendominasi
pandangan umum NSDAP dalam bidang ekonomi, namun
setelah menjadi ketua dewan ekonomi partai yang
berpandangan anti kapitalismenya menjadi bumerang. Banyak
kaum industrialis enggan berinvestasi di Jerman. Hitler
kemudian tak lagi sependapat dalam soal ekonomi dengan
Feder dan tahun 1933 ketika Hitler menjadi Kanselir

menunjuk Feder sebagai menteri Ekonomi, sebuah posisi yang


tidak disukai Feder. Feder pun mundur dari politik karena
gonjang-ganjing dan menjadi profesor di Technische
Hochschule di Berlin bulan Desember 1936 dan meninggal di
Murnau pada tanggal 24 September 1941.
3. Friedrich yang Agung
Friedrich yang Agung atau Friedrich der GroRe (24 Januari
1712 - 17 Augustus 1786) merupakan raja dari dinasti
Hohenzollern di Preussen (Prussia) tahun 1740 - 1786.
Friedrich lebih memilih berbahasa Perancis daripada Jerman,
walau tata bahasa dan pengucapan bahasa Perancisnya sangat
jelek. Pada masa itu Friedrich juga tidak berminat pada sastra
Jerman. Friedrich dididik dengan keras oleh ayahnya bahkan
sempat dipenjara karena dianggap berkhianat oleh ayahnya
sendiri.
Ketika naik menjadi Raja, Friedrich tinggal di kastil
Rheinsberg. Di kastil tersebut Friedrich mengumpulkan
beberapa musisi, aktor dan aktris. Sang raja itu menghabiskan
waktunya dengan membaca, menonton drama dan musik.
Karya Niccolo Machiavelli, seperti II Principe (The Prince)
dianggap sebagai panduan bagi perilaku raja-raja di zaman
Friedrich. Tahun 1739 Friedrich tuntas menulis
Antimachiavel ou Examen du Prince de Machiavel, sebuah
tulisan dimana dia menentang gagasan Machiavelli.

4. Martin Luther
Martin Luther yang bernama asli Martin Luder atau Martinus
Luther (10 November 1483 - 18 Februari 1546) merupakan
pendeta dari Jerman sekaligus biarawan dari sekte
Augustinian yang ajarannya menginspirasi doktrin reformasi
Protestan. Panggilannya kepada gereja agar kembali kepada
ajaran Injil yang menyebabkan Protestan lahir dan ketegangan
dimulai dengan Katolik Roma. Luther sangat berjasa bagi
bangsa Jerman karena terjemahan Injil-nya ke bahasa Jerman
telah memunculkan beberapa teknik terjemahan serta menjadi
dasar tata bahasa Jeman yang baku.
5. Richard Wagner
Wilhelm Richard Wagner (22 Mei 1813 - 13 Februari 1883)
merupakan seorang komposer Jerman yang berpengaruh dan
dia juga sebagai penulis teori musik dan pengarang namun
lebih terkenal karena operanya dan simfoni karangannya.
Musiknya begitu kaya dan memiliki leitmotif, yaitu tema-tema
yang disesuaikan dengan karakter ataupun situasi tertentu.
Melalui idenya Gesamtkunstwerk (Totalitas karya seni)
Wagner mentransformasikan prinsip musik yang diwujudkan
dalam opera Der Ring des Nibelungen (1876).
Konsep musiknya mempengaruhi bagaimana musik dalam
film itu seharusnya. Wagner juga kontroversial karena inovasi

dramatik dan musiknya serta keterusterangannya sebagai anti


Yahudi. Selama abad 20 pandangan publik pada Wagner
berpusat pada anti-Yahudinya, karena musiknya banyak di
pakai pada parade-parade Nazi. Melalui tulisan dan karyanya,
Wagner mengungkapkan sikap anti Yahudinya. Wagner
menuduh musisi Yahudi sebagai elemen asing yang berbahaya
bagi budaya Jerman lalu menentang asimilasi budaya Yahudi
ke kehidupan rakyat Jerman. Tulisan Wagner yang pertama
dan paling kontroversial adalah Das Judenthum in der Musik
(Yahudi dalam musik), diterbitkan awalnya tahun 1850 di
Neue Zeitschrift dengan nama pena K. Freigedenk (Pemikiran
bebas).
Essay tersebut menjelaskan ketidaksukaan secara populer
terhadap musik-musik karya komposer Yahudi seperti Felix
Mendelssohn dan Giacomo Meyerbeer.
Wagner mengungkapkan bahwa rakyat Jerman jijik dengan
Yahudi karena penampilan dan perilaku mereka yang asing.
Wagner berargumen bahwa musisi Yahudi hanya bisa
menghasilkan karya musik yang dangkal dan dibuat-buat serta
tak memiliki hubungan dengan roh Volk . Awalnya essay
Wagner tak ditanggapi namun diterbitkan kembali oleh
Wagner sebagai pamflet kali ini dengan namanya sendiri pada
tahun 1869.
Walau essay-nya berisi anti Yahudi namun Wagner bersahabat
dengan Yahudi seperti Hermann Levi yang menjadi konduktor

pada opera karya Wagner. Wagner menginginkan Levi dibaptis


sebelum menjadi konduktor opera Parsifal opera terakhirnya,
namun akhirnya tidak jadi. Levi bersahabat dengan Wagner
bahkan menjadi pengusung peti mati Wagner pada saat
wafatnya Wagner. Sejarawan Will Durant dengan tegas bahkan
mengungkapkan bahwa Wagner sendiri adalah Yahudi.
Setelah Wagner wafat tahun 1883, Kota Bayreuth menjadi
tempat berkumpulnya para penggemar Wagner Sayap Ekstrim
Kanan yang disebut dengan lingkaran Bayreuth. Anak Wagner,
Winifred yang asli dari Inggris kemudian menjadi teman Adolf
Hitler. Hitler memuja Wagner dan menggunakan musik
Wagner untuk parade- parade Nazi. Salah satu cuplikan karya
Wagner dalam opera Ring des Nibelungen die Walkure
menjadi tenar ketika dimasukan sebagai musik pengiring
dalam film perang Vietnam peraih banyak penghargaan,
Apocalypse Now (1979) oleh sutradara Francis Ford Copolla.
Film tersebut tak ada hubungannya sama sekali dengan Hitler
ataupun Nazi karena bercerita mengenai Perang Vietnam.
Friederich yang Agung, Martin Luther dan Richard Wagner
disebut-sebut dalam bab ini sebagai contoh individu dari
Jerman yang besar dan berjasa dalam bidangnya masingmasing sehingga patutu dibanggakan.
6. Karl Marx
Heinrich Karl Marx (5 Mei 1818 - 14 Maret 1883) merupakan

seorang filsuf, Sosialis, ahli ekonomi-politik dan penggagas


Asosiasi Buruh Internasional dari Jerman. Marx terkenal
dengan ajaran Marxisme dan pandangannya mengenai
perjuangan kelas serta karya monumentalnya Das Kapital.
Karl Marx lahir dari keluarga progresif liberal Yahudi di Trier,
Prussia dan memiliki leluhur Rabbi (Pendeta Yahudi).
Adiknya, Samuel menjadi kepala Rabbi di kota Trier.

BAB IX
PARTAI BURUH JERMAN

Suatu hari aku mendapat tugas dari markas resimen untuk


mengetahui apa yang sedang terjadi di sebuah organisasi
politik yang akan melakukan pertemuan dalam beberapa hari
ke depan dengan nama Partai Buruh Jerman dengan
Gottfried Feder sebagai salah satu pembicaranya. Aku
ditugaskan untuk pergi kesana dan mengamati organisasi
tersebut untuk kemudian membuat laporannya.
Keingintahuan para prajurit terhadap partai politik di masa itu
begitu tinggi.
Revolusi telah memberikan hak kepada prajurit untuk
kebebasan dalam aktivitas politik dan yang memanfaatkannya
secara tepat karena sebagian besar prajurit tak berpengalaman
dalam hal politik. Baru ketika Partai Konservatif dan Sosial
Demokrat dipaksa untuk mengakui kekalahannya, dengan
sedihnya simpatisan tentara merah mereka mulai berpaling
menuju pergerakan nasional dan kebangkitan dan mereka
mulai mencabut hak pilih prajurit untuk beraktivitas dalam
politik. Tindakan kaum Konservatif dan Marxis ini sudah
begitu jelas, karena jika mereka tidak melakukan pembatasan
hak-hak sipil sebagai kesamaan prajurit setelah revolusi

bangkit dalam beberapa tahun, tak akan ada revolusi bulan


November dan tak akan ada aib nasional.
{Partai Buruh Jerman}
Prajurit lalu bergerak untuk membasmi lintah-lintah darat dan
antek-antek negara yang selalu membuat kesepakatankesepakatan. Fakta bahwa apa yang disebut dengan partaipartai nasional memilih dengan antusias untuk perbaikan
tentang pandangan umum bagi kriminal-kriminal dibulan
November dan membantu mengumpulkan instrumen demi
kebangkitan nasional dan menunjukan lagi doktrin abadi
mereka yang tak merasa berdosa diantara yang tak berdosa.
Kaum borjuis ini sedang menderita keterbelakangan mental.
Dalam segala hal yang serius mereka membentuk pendapat
bahwa prajurit akan menjadi seperti yang sebelumnya dikubu
kekuatan militer Jerman, sementara kaum Konservatif dan
Marxis berencana hanya untuk merobek taring Nasionalisme
dengan seluruh racun-racunnya, tanpa kecuali Angkatan
Bersenjata akan selalu menjadi kekuatan polisi mereka namun
bukan suatu pasukan yang mampu melawan musuh seperti
yang seringkali telah dibuktikan. Akankah para politisi
nasionalis kita mempercayai bahwa perkembangan prajurit
dapat menjadi hal yang lain selain untuk kepentingan
nasional?
Tuan-tuan ini melihatnya sebagai sebuah penghinaan dan

bukannya prajurit yang keluar dari perang melainkan seorang


yang bermulut besar yang harus segera pergi. Dalam kata lain
sebuah parlementer yang tak memiliki dugaan apapun yang
terbersit di benak para laki-laki yang teringat akan masa lalu
yang kolosal dan mereka pernah menjadi prajurit terbaik di
dunia. Maka dari itu aku memutuskan untuk menghadiri
pertemuan partai yang belum kukenali ini. Pada malam hari
ketika aku memasuki ruang Leiber bekas Sterneckerbrau di
Munchen, aku melihat ada sekitar dua puluh sampai dua
puluh lima orang telah hadir disana yang kebanyakan dari
kelas bawah.
Pidato Feder telah aku ketahui dari sebelumnya sehingga aku
dapat mengkonsentrasikan diriku untuk mencermati
organisasi ini sendiri.
Kesanku biasa-biasa saja: Sebuah organisasi baru yang sama
saja dengan organisasi-organisasi Lain. Ini adaLah waktu
dimana siapapun yang merasa tidak puas dengan
perkembangan politik dan tak percaya pada partai-partai yang
sudah ada merasa terpanggil untuk membentuk sebuah partai
tandingan baru, dimana organisasi seperti ini muncul begitu
saja hanya untuk menghilang Lagi dikemudian hari. Para
pendirinya sebagian besar tak memiliki pemikiran tentang apa
artinya mendirikan sebuah partai ataupun suatu pergerakan.
Maka organisasi seperti ini selalu tak berdaya dalam
kedangkalan pemikiran mereka yang absurd. Aku menilai

Partai Buruh Jerman tak jauh berbeda dengan partai Lain


setelah mendengarkan pidato para pemimpinnya selama dua
jam. Ketika Feder berhenti berbicara aku bahagia.
Aku telah cukup melihat dan ingin segera pergi ketika waktu
diskusi selesai yang kemudian diumumkan kemudian
menggerakan aku untuk tetap tinggal beberapa saat lagi.
Selama ini semuanya tampak biasa-biasa saja sampai tiba-tiba
datang seorang profesor untuk giliran berbicara. Dia
menanyakan mengenai kebenaran argumen Feder dan setelah
itu Feder menjawabnya dengan baik dan cerdas. Tiba tiba dia
mengungkapkan sebuah fakta dengan tanpa
merekomendasikan bahwa partai baru ini yang mengambil
bagian daLam pemisahan Bayern dari Prussia, sebagai
masalah penting. Dengan lancangannya Laki-Laki itu
menyatakan bahwa Jerman-Austria akan bergabung dengan
Bayern, perdamaian akan membawa kebaikan serta omong
kosong lainnya.
Pada saat itu aku tak kuasa menahan diriku untuk berbicara
dan mengungkapkan pendapatku kepada laki-laki yang sok
terpelajar itu, sehingga tak lama ia pun meninggalkan ruangan
seperti anjing pudel yang basah kuyup, bahkan sebelum aku
selesai mengutarakan pendapat-pendapatku. Ketika aku
berbicara, kulihat semua hadirin tampak terpana. Ketika aku
hendak mengucapkan selamat malam pada mereka dan
bersiap untuk pergi tiba-tiba ada seorang laki-laki

menghampiriku dan memperkenalkan dirinya -aku tak begitu


ingat namanya- dan memberikan sebuah buku kecil ke
tanganku. Tampaknya sebuah pamflet politik dan dia meminta
agar aku membacanya. Aku setuju saja karena sekarang aku
memiliki alasan untuk Lebih mengenal organisasi yang
membosankan ini dengan cara yang lebih mudah, tanpa harus
menghadiri pertemuan mereka yang tak menarik seperti ini
Lagi. Selintas buruh ini telah memberikan kesan yang menarik
bagiku, dan aku segera meninggalkan ruangan.
Pada waktu itu aku masih tinggal di barak Resimen Infantri
ke-II yang terletak di sebuah ruangan kecil yang menjadi saksi
sejarah revolusiku. Siang hari aku keluar ruangan, aku sering
bersama Resimen Senapan ke empat puluh satu, jika ada rapat
atau kuliah di unit keprajuritan yang lain dan masih banyak
Lagi. Aku hanya tidur pada malam di kamarku, karena aku
sudah dibiasakan untuk bangun pagi sebelum jam Lima. Aku
memiliki kebiasaan untuk meninggalkan remah-remah roti
dilantai untuk tikus-tikus kecil yang selalu memberikan sedikit
hiburan di kamarku yang sempit.
Aku selalu menyaksikan makhluk liar yang kecil-kecil ini
saling mengejar memburu remah-remah roti. Karena aku telah
akrab dengan kemiskinan dalam hidupku, sehingga aku turut
merasakan mereka kelaparan juga sedikit kesenangan
makhluk yang kecil-kecil ini.
Sekitar jam lima pagi setelah pertemuan tadi malam aku

berbaring di kasurku sambil menonton perebutan seru remahremah roti diantara tikus-tikus kecil. Karena aku tak bisa tidur
lagi tiba-tiba aku teringat kejadian malam kemarin dan
pikiranku melayang kepada buku kecil yang pernah diberikan
kepadaku. Aku mulai membaca buku itu. Sebuah pamflet kecil
dimana sang pengarang adalah seorang buruh yang samasama menjelaskan bagaimana dia bisa kembali kepada
pemikiran nasional dan keluar dari ketidakjelasan Marxisme
dan ocehan-ocehan serikat pekerja. Maka dari itu buku
kecilnya berjudul: Kebangkitan Politikku. Seketika itu aku
mulai membaca dan aku membacanya dengan penuh antusias,
karena buku tersebut telah mencerminkan sebuah proses yang
sama persis dengan apa yang kualami dua belas tahun yang
lampau. Tanpa sengaja aku melihat perkembanganku sendiri
kini menjadi lebih hidup. Sepanjang hari aku hanya
memikirkan masalah itu dan akhirnya aku melupakannya
sampai seminggu kemudian. Betapa terkejutnya ketika aku
menerima selembar kartu pos yang berisikan bahwa aku
diterima menjadi anggota di Partai Buruh Jerman. Aku
diminta untuk berpidato mengenai masalah tersebut, dan aku
diharapkan untuk menghadiri pertemuan dewan hari Rabu
mendatang.
{Pertemuan dengan dewan}
Aku hams mengakui bahwa aku kagum akan cara mereka
merekrut anggota dan pada saat itu aku tak tahu apakah aku

harus marah atau tertawa. Aku tak ada niat untuk bergabung
dengan partai yang sudah jadi ini, namun aku ingin
mendirikan partaiku sendiri. Apa yang mereka minta dariku
merupakan sikap yang lancang dan tak mungkin aku penuhi.
Baru saja aku ingin memberikan jawaban secara tertulis,
namun keingintahuan telah mendesakku dan aku memutuskan
untuk datang pada hari yang telah ditentukan untuk
menjelaskan alasan-alasanku secara lisan. Hari Rabu yang
ditunggu itu telah datang. Kedai minum tempat pertemuan
berada di Altes Rosenbad jalan Herrenstrasse, sebuah tempat
kumuh yang tak pernah diperhatikan oleh siapapun. Pantas
saja pada tahun 1919 restoran yang dibilang besarpun hanya
mampu menyediakan makanan yang sedikit dengan menu
masakannya yang sederhana. Sampai saat ini kedai minum ini
benar-benar tempat yang asing bagiku.
Aku berjalan melewati ruangan temaram yang kosong, lalu
membuka pintu menuju ruang belakang dan pertemuan itu
sudah ada dihadapanku. Dalam cahaya temaram dari lampu
minyak yang sudah rusak, kulihat ada empat anak muda
sedang duduk di depan sebuah meja. Diantara mereka ada
sang pengarang pamflet kecil yang langsung menyapa dan
menyambutku sebagai anggota baru Partai Buruh Jerman.
Sebenarnya aku sangat terkejut. Karena aku telah
diberitahukan bahwa pembicara utama belumlah tiba, dan aku
memutuskan untuk menunda penjelasan- penjelasan yang

sudah kupersiapkan itu. Seorang laki-laki akhirnya telah


datang. Laki-laki yang sama yang pernah memimpin
pertemuan di Sterneckerbrau ketika Feder berpidato.
Sementara itu aku menjadi sangat ingin tahu dan menunggu
dengan penuh harap tentang apa yang akan terjadi. Setidaknya
aku mengetahui
nama orang-orang di sini. Ketua organisasi nasional itu
adalah Herr Harrer1 dari distrik Munchen dan Anton Drexler2.
Laporan pertemuan terakhir akan dibacakan dan sekretaris
mendapat suara kepercayaan untuk membacakannya. Lalu
datang laporan tentang keuangan organisasi yang memiliki
tujuh mark dan limapuluh pfennig, dimana sang bendahara
menerima kepercayaan untuk memegangnya. Hal ini juga
dimasukan dalam laporan itu. Lalu pembicara pertama mulai
membacakan jawaban-jawaban pada sebuah surat dari Kiel,
dari Dusseldorf dan satu dari Berlin, lalu semuanya
menyetujui isi surat-surat itu. Korespondensi yang
berkembang ini dianggap sebagai suatu tanda baik dan jelas
dari penyebaran kepentingan Partai Buruh Jerman, lalu ada
jawaban panjang bagi surat-surat tersebut. Mengerikan, ini
sangat mengerikan! Ternyata ini adalah organisasi dengan
sikap dan jenis terburuk! Sekarang apakah aku harus
bergabung dengan organisasi buruk ini? Lalu tentang
keanggotaan baru sedang didiskusikan, dalam kata lain berita
penangkapanku pun dibicarakan.

Aku lalu mulai bertanya namun, selain tak ada beberapa bukubuku petunjuk juga tak ada apapun disini; tak ada program,
tak ada cetakan brosur, tak ada bahan bacaan sama sekali, tak
ada kartu keanggotaan bahkan untuk sebuah stempel karet
jelek sekalipun tak ada disini! Mereka hanya bermodal
keyakinan dan niat yang baik. Aku berhenti tersenyum untuk
semua ini. Apakah ini bukan tanda ketidakberdayaan dan
keputusasaan dari seluruh partai yang ada, program mereka,
tujuan mereka dan aktivitas mereka? Hal apa yang mendorong
orang-orang ini untuk ikut beraktivitas dengan cara yang lucu
dan menggelikan sehingga hanya suara hati mereka saja yang
lebih naluriah dari yang terlihat bahwa semua partai dapat
membangkitkan Jerman kembali dan menyembuhkan luka
dalamnya? Dengan cepat aku pura-pura membaca buku
petunjuk yang sudah diketik dan aku lebih banyak
menemukan sebuah pencarian daripada pengetahuan!
{Sebuah keputusanku untuk selamanya}
Banyak yang samar-samar dan tidak jelas sedang terjadi disini,
juga tak ada tanda- tanda realisasi arah perjuangan yang
kongkrit. Aku tahu persis apa yang orang- orang ini rasakan,
yaitu kerinduan akan sebuah pergerakan baru yang lebih dari
sekedar partai yang melebihi arti kata partai itu sendiri.
Malam itu ketika aku kembali ke barak, aku telah membentuk
penilaianku sendiri terhadap perkumpulan ini. Aku
menghadapi satu pertanyaan tersulit dalam hidupku: haruskah

aku bergabung dengan perkumpulan ini atau menolaknya?


Akal sehat membisikanku untuk menolak, namun perasaanku
menjadi gundah. Semakin lama aku mencoba mengingat
keanehan kelompok ini, perasaanku semakin bertambah
gundah. Aku begitu gelisah beberapa hari kemudian.
Alur berpikirku menjadi maju mundur. Aku telah menantikan
untuk sebuah ketetapan hati dalam aktivitas politik. Hal ini
tentunya hanya bisa dilakukan dalam pergerakan baru yang
arahnya jelas bagiku, hanya pendorongnya saja mungkin yang
kurang.
Aku bukan orang yang suka memulai sesuatu hari ini lalu
mengabaikannya esok hari. Keyakinanku pada organisasi yang
lain adalah alasan utama mengapa aku begitu sulit memutusan
untuk bergabung dalam organisasi baru seperti itu atau tidak
sama sekali. Cara berpikir seperti ini telah membentuk salah
satu alasan utama mengapa aku belum bisa memutuskan
semudah orang lain. Karena untuk menemukan sebuah sebab
yang dimana salah satu harus menjadi semuanya atau lainnya
lebih baik tidak ada sama sekali. Bagiku sudah jelas sekali
bahwa suatu keputusan demi kebaikan jangan pernah mundur.
Bagiku hal ini bukanlah permainan sesaat namun sebuah
keseriusan yang mendalam. Aku muak dengan orang-orang
yang telah memulai segalanya namun tak menghasilkan
apapun. Orang-orang serba bisa ini begitu menjijikan bagiku.
Aku menilai aktivitas orang-orang seperti itu lebih buruk

daripada tidak berkegiatan sama sekali.


{Tak memiliki nama}
Takdir nampaknya telah memberikan petunjuk bagiku. Aku
seharusnya tak bergabung dengan partai-partai besar itu, akan
aku jelaskan lagi alasanku mengenai ini lebih mendalam.
Organisasi kecil yang aneh dengan anggotanya yang sedikit ini
tampaknya memiliki satu kelebihan, bahwa kelompok ini tak
akan mengkristal menjadi sebuah organisasi, namun hanya
membiarkan individu-individu untuk melakukan aktivitas
pribadi semata. Disini mereka masih dimungkinkan untuk
dapat bekerja, dan semakin kecil pergerakan akan semakin
siap untuk ditempatkan pada bentuknya yang sesuai dengan
keadaannya. Disini, tujuan dan jalan yang akan ditentukan
masih bisa ditempuh sejauh hal-hal ini sulit untuk diterapkan
pada partai- partai besar.
Semakin lama aku memikirkannya, aku semakin yakin bahwa
dari organisasi yang kecil ini kebangkitan bangsa suatu hari
dapat diatur, namun tidak melalui partai- partai politik
parlementer yang lengket dengan pemikiran kolot dan
konservatif atau bahkan bagi-bagi keuntungan dengan rezim
baru. Karena organisasi ini merupakan hasil dari
Weltanschauung baru dan bukan slogan pemilihan umum
yang harus dikampanyekan. Memang keputusan serius untuk
merubah maksud ini menjadi kenyataan sangatlah tidak

mudah.
Prasyarat apa yang telah aku miliki untuk tugas berat ini?
Bahwa aku orang miskin dan tanpa kekayaan tampaknya akan
menjadi bagian tersulit, namun lebih sulit lagi bahwa aku
dianggap sebagai salah satu dari yang tak punya nama. Aku
adalah satu dari sejuta manusia yang dimana kesempatannya
untuk bisa bertahan hidup atau sekedar dipanggil oleh
tetangga dekat dan memperhatikannya begitu kecil. Sebagai
tambahan, pasti akan ada kesulitan yang muncul dari segi
kurangnya pendidikanku.
Orang yang sudah merasa paling pintar akan selalu
memandang sebelah mata kepada siapapun yang tak pernah
sekolah serta tak memiliki pengetahuan yang cukup
dikepalanya. Pertanyaannya tak pernah: Apakah kemampuan
pria itu? namun: Apa yang telah dia pelajari?. Bagi orangorang berpendidikan tinggi ini benar-benar bodoh jika
seseorang hanya cukup dibungkus dengan ijazah lebih
berharga dari seorang pria yang pintar namun tak memiliki
satupun amplop yang berisi ijazah. Maka dari itu begitu
mudah bagiku untuk membayangkan bagaimana dunia
pendidikan saat ini akan berhadapan denganku nanti. Dalam
kenyataannya aku hanya membuat kesalahan, karena aku
masih menganggap manusia yang merendahkan hatinya itu
lebih baik daripada sebagian besar manusia yang sombong dan
congkak seperti itu. Karena mereka, layaknya sebuah

perkecualian akan selalu ada dan bersinar lebih terang lagi.


Aku selalu mempelajari untuk membedakan mana murid sejati
dan mana yang benar-benar menipu.
{Anggota nomor tujuh }
Setelah dua hari merenung dan berpikir dengan keras,
akhirnya aku yakin bahwa keputusan ini harus aku ambil,
karena keputusan itu akan begitu menentukan dalam hidupku
selanjutnya. Dari sana, tak ada lagi titik balik. Kemudian aku
mendaftar sebagai anggota Partai Buruh Jerman dan
menerima kartu anggota bernomor tujuh.

Anotasi Ilmiah:
1. Karl Harrer
Karl Harrer (1890 - 1926) merupakan jurnalis dan pendiri
Deutsche Arbeiterpartei (Partai Buruh Jerman, DAP) pada

tahun 1919 sebagai cikal bakal Nationalsozialistische


Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Nazi. Harrer juga

seorang anggota kelompok Thule yang sayap kanan dan


mengusung pendirian Politischer Arbeiterzirkel (Serikat
Pekerja Politis) bersama-sama dengan Anton Drexler bulan
Oktober 1918. Tanggal 5 Januari 1919 serikat ini berkembang
menjadi DAP dengan bergabungnya Gottfried Feder dan
Dietrich Eckart. Harrer menjadi ketua partai yang pertama
dengan gelar Reichsvorsitzender dan visi politis Harrer
berseberangan dengan Hitler, pada akhir tahun 1919 Harrer
menuduh Hitler sebagai megalomania. Akhirnya Harrer
mundur dari Partai atas tekanan Hitler.
2. Anton Drexler
Anton Drexler (13 Juni 1884 - 24 Februari 1942) berprofesi
sebagai tukang kunci di Munchen dan dengan Karl Harrer
mendirikan Deutsche Arbeiterpartei (Partai Buruh Jerman,
DAP) tahun 1919, cikal bakal Nationalsozialistische
Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Nazi. Atas saran

Hitler, Drexler merubah nama partainya menjadi (NSDAP)

awal tahun 1920. Hitler akhirnya menguasai NSDAP dan


Drexler digeser menjadi ketua kehormatan. Keanggotaannya
di NSDAP berakhir pada tahun 1923 pada kudeta Beer Hall
Putch padahal Drexler tak terlibat sama sekali. Drexler lalu

dipilih sebagai anggota parlemen Bayern untuk partai lain dan


tak bergabung lagi dengan NSDAP sampai tahun 1933 ketika
Hitler berkuasa. Sampai tahun 1937 Drexler masih digunakan
sebagai propagandis partai namun tak memiliki jabatan sama
sekali. Sesudahnya Drexler dilupakan sampai saat
kematiannya.

BAB X
PENYEBAB KERUNTUHAN

Jatuhnya tubuh dari atas ke bawah selalu diukur dari jarak


posisi awal. Hal yang sama juga berlaku bagi Volker dan
negara. Kepentingan yang paling menentukan harus berasal
dari posisi sebelumnya atau sesudahnya. Hanya yang terbiasa
untuk bangkit diatas batasan umum dapat jatuh serendahrendahnya. Ini yang membuat jatuhnya Reich begitu keras dan
mengerikan bagi ukuran perasaan dan pikiran manusia,
karena membawa kejatuhan dari masa kini dalam pandangan
memalukan sulit untuk dipercaya.
Para pendiri Reich tampaknya terkesima oleh keajaiban
keadaan yang mengangkat seluruh bangsa. Setelah
serangkaian kemenangan yang gemilang, sebuah Reich lahir
untuk anak dan cucunyasebagai hadiah bagi pahlawan sejati.
Disadari atau tidak bukanlah masalah karena orang Jerman
memiliki perasaan terhadap Reich, yang keberadaannya tidak
dikarenakan oleh penipuan fraksi-fraksi di Parlemen namun
diukur berdasarkan negara lain dengan sikap pendirinya, atau
dalam perdebatan parlemen namun dalam gemuruh dan kilat
garis depan yang mengepung Paris, tindakan yang
sungguhsungguh: proklamasi keinginan kita, menyatakan

bahwa orang Jerman, pangeran beserta Volk telah ditetapkan


di masa depan untuk mendirikan Reich dan sekali lagi untuk
menaikkan mahkota kekaisaran menuju keanggunan yang
simbolik. Hal ini tidak dilakukan dengan cara yang pengecut
untuk membunuh; tak ada desertir dan pemalas sebagai
pendiri negara Bismarck, namun resimen di garis depan.
{Pertanda keruntuhan}
Kelahiran yang unik dan pembaptisan oleh api yang di
dalamnya melingkupi Reich dengan cahaya kejayaan sejarah
seperti negara-negara terdahulu -yang kadangkaladisombongkan. Betapa sebuah peningkatan telah terjadi
sekarang! Kebebasan di luar wilayah kita menyediakan
kebutuhan sehari-hari. Negara menjadi kaya dengan bahanbahan bumi. Harga diri negara, juga Volk Jerman dilindungi
oleh Angkatan Bersenjata yang perbedaannya dapat dibedakan
dengan Serikat Jerman terdahulu. Begitu dalamnya kejatuhan
Reich dan Volk Jerman sehingga semua orang seolah-olah
menjadi ikut-ikutan pusing, tampak ada kehilangan perasaan
dan kesadaran. Kini rakyat sulit untuk mengingat kehebatan
masa lalu yang begitu penuh mimpi dan tak nyata akan
kebesaran dan keagungan masa lalu itu dibandingkan
kemalangan masa kini. Maka dapat dipahami bahwa rakyat
telah terbutakan oleh keagungan masa lampau, sehingga
mereka luput menyadari tanda- tanda kejatuhan besar yang
sekarang dialami.

Tentu ini terjadi pada mereka yang menganggap bahwa


Jerman lebih dari sekedar pemberhentian sementara untuk
membuat dan menghabiskan uang, karena hanya mereka
sajalah yang dapat merasakan kondisi keruntuhan negara ini,
sementara bagi yang lain ini merupakan pemenuhan hasrat
yang diinginkan dari dahulu bagi keinginannya yang tak
pernah terpuaskan. Tandatandanya sudah ada sekarang dan
jelas, walau hanya ada beberapa yang mencoba untuk
mengambil pelajaran darinya. Namun sekarang, masa kini
lebih penting daripada masa depan untuk selamanya. Obat
bagi penyakit ini hanya bisa ditemukan jika penyebabnya
sudah diketahui, dan hal yang sama berlaku juga untuk
menyembuhkan kejahatan politik. Untuk lebih yakin, bentuk
luar dari penyakit itu gejalanya yang sudah terlihat akan lebih
mudah untuk ditelaah daripada mencari penyebab sebenarnya.
{Penyebab keruntuhan}
Inilah alasan dimana banyak orang tidak pernah mengenali
gejala luar sama sekali bahkan keliru dengan penyebabnya,
tentu saja dengan mencoba menyangkal keberadaan dari
penyebab. Maka sebagian besar dari kita melihat keruntuhan
Jerman hanya dari kemalangan faktor ekonomi dan akibat
sesudahnya. Hampir semua dari kita secara pribadi pernah
menderita dengan alasan-alasan yang meyakinkan bagi setiap
individu untuk memahami sebuah kehancuran. Kurang lebih
massa akan melihat keruntuhan dalam bidang politik, budaya,

etika dan moral.


Dalam hal ini perasaan dan pemahaman rakyat telah gagal
seluruhnya. Kegagalan ini dijalani oleh massa, namun bahkan
kelompok intelektual menganggap bahwa keruntuhan Jerman
hanya sekedar kehancuran ekonomi yang hanya bisa
disembuhkan dengan cara-cara ekonomistik adalah alasan
kenapa pemulihan tak mungkin. Hanya ketika ekonomi sudah
dipahami sebagai kepentingan ke dua atau ke tiga, dan faktor
utamanya ada pada politik, etika, moral dan darah. Maka kita
akan tiba pada pemahaman, dan sekarang juga kita mampu
menciptakan cara dan jalan bagi penyembuhan keruntuhan
ini.
Maka dari itu masalah penyebab keruntuhan Jerman
berdasarkan kegunannya adalah khusus bagi pergerakan
politik, dimana tujuannya adalah untuk menghindari
kekalahan. Namun dalam pencermatan tentang masa lalu, kita
harus hati-hati agar jangan membingungkan gejala yang sudah
jelas dengan yang tidak jelas.
Penjelasan paling gampang dan menyeluruh dari kemalangan
saat ini adalah karena akibat kalah perang, sehingga perang itu
sendiri adalah penyebab semua kesengsaraan. Mungkin
banyak orang yang dengan seriusnya mempercayai omong
kosong ini, namun masih banyak lagi dari mulut-mulut yang
dimana penjelasan mereka hanyalah kebohongan dan
kepalsuan yang disengaja. Kepalsuan ini ada pada semua

pemerintahan. Karena mereka bukankah para penggagas


revolusi dan terus menerus menunjuk pada Volk bahwa hal ini
merupakan masalah kelalaian total bagi massa sehingga
perang menjadi seperti ini? Di lain pihak bukankah mereka
telah meyakinkan kita dengan mati-matian bahwa kapitalis
besar berminat kepada akhir perjuangan negara-negara,
namun bukan kepada Volk Jerman, dan khususnya buruh
Jerman?
Bukankah para penggagas perdamaian dunia telah melakukan
hal yang berlawanan? Bukankah mereka berkata bahwa
dengan kalahnya Jerman maka militerisme akan
dihancurkan, namun Volk Jerman akan merayakan
kebangkitan agungnya? Bukankah kelompok ini merayakan
kebajikan Poros Tengah, dan bukankah mereka memasangkan
batu pertama bagi seluruh perjuangan berdarah Jerman? Lalu
bisakah mereka melakukan ini tanpa menyatakan bahwa
kekalahan militer tak akan berakibat khusus bagi bangsa?
Bukankah seluruh revolusi selalu dihiasi dengan kalimat
bahwa hal tersebut akan menghindari kemenangan untuk
mengibarkan bendera Jerman, namun apakah dengan bendera
itu Volk Jerman
akhirnya bisa berjalan maju menuju kebebasan di dalam dan
luar negeri? Akankah anda mengklaim bahwa ini tidak seperti
itu? Anda ternyata semua bajingan pembohong! Kesalahan
bagi kekalahan militer ketika organ pusat seluruh pengkhianat

bangsa hanya bisa dilimpahkan kepada Yahudi sejati. Berlin


Vorwarts (Maju ke Berlin), telah tertulis saat ini bahwa Volk
Jerman tak boleh membawa bendera kemenangan! Lalu
sekarang hal ini apakah penyebab keruntuhan kita? Tentu
akan sia-sia untuk melawan para pembohong sekaligus pelupa
itu. Aku tak akan membuang kata-kataku pada mereka jika
omong kosong ini di koar-koarkan oleh banyak orang yang tak
berpikir, dan tampaknya tak terpengaruh atas kejahatan atau
ketidak tulusan mereka yang disengaja.
{Yang bersalah atas keruntuhan}
Diskusi ini ditujukan untuk memberikan pejuang propaganda
kita sebuah instrumen yang sangat dibutuhkan pada massa
ketika ucapan lebih sering dipelintir di mulut kita. Maka
berikut ini kami katakan kepada yang menerima propaganda
bahwa kekalahan perang akan mengarah kepada keruntuhan
Jerman. Tentu kalahnya perang merupakan sesuatu yang
buruk bagi masa depan Tanah Air. Bagaimanapun
kekalahannya bukanlah satu-satunya penyebab, namun akibat
dari penyebab itu sendiri. Sangat jelas bagi mereka yang
berpikiran jernih dan baik bahwa akhir yang malang dari
perjuangan hidup dan mati ini tentu akan mengakibatkan
kehancuran yang amat sangat.
Namun sayangnya, ada juga orang yang kurang tahu soal ini
dalam waktu yang tepat atau bertentangan dengan

pengetahuan mereka, menantang dan menyangkal sebuah


kebenaran. Pada sebagian besar yang seperti itu, setelah
mereka memenuhi keingin tahuan akan rahasianya, tiba-tiba
dan sudah terlambat mereka sadar akan semua kehancuran
yang telah ada pada mereka, karena bendera kemenangan
telah di bawa oleh orang lain. Mereka bersalah atas
keruntuhan yang bukan karena alasan kekalahan perang,
karena hal tersebut tiba-tiba menyenangkan mereka untuk
berkata dan percaya. Karena kekalahannya adalah hanya
akibat dari kegiatan mereka, dan bukan seperti apa yang
mereka berusaha untuk katakana tentang hasil dari
kepemimpinan yang buruk.
Musuh tak hanya terdiri dari para pengecut, dia juga tahu
bagaimana untuk mati secara terhormat. Jumlah mereka sejak
hari pertama perang lebih besar dari jumlah Angkatan
Bersenjata Jerman karena mereka bisa menarik persenjataan
teknis dan arsenal ke seluruh dunia. Maka kemenangan
Jerman akan dimenangkan dalam empat tahun melawan
dunia dengan mengabaikan keberanian heroik dan organisasi
dikarenakan adanya kepemimpinan superior. Fakta ini tak
bisa disangkal lagi keberadaannya. Organisasi dan
kepemimpinan Angkatan Bersenjata Jerman merupakan yang
terhebat di seluruh dunia. Kekurangannya hanya ada pada
terbatasnya kecakapan manusia secara umum.

{Apakah Volker akan tenggelam dikarenakan


kekalahan perang?}
Runtuhnya Angkatan Bersenjata ini bukanlah penyebab dari
kemalangan kita sekarang, namun akibat dari kejahatan yang
lain. Akibat yang harus dipikul harus didorong dari awal dan
sekarang keruntuhannya akan segera terlihat. Kebenaran akan
hal ini bisa dilihat berikut: Haruskah kekalahan militer akan
mengarah kepada keruntuhan total negara dan bangsa? Sejak
kapan ini adalah hasil perang yang patut disayangkan? Apakah
Volk akan musnah sebagai akibat perang seperti itu? Jawaban
untuk hal ini akan singkat: Ketika kekalahan militer selalu
dipukul rata pada Volker karena kebusukan, kepengecutan,
hampanya sifat. Singkatnya ketidakberhargaan. Kalau bukan
ini, kekalahan militer akan menjadi inspirasi kebangkitan di
masa depan daripada nisan besar keberadaan Volk.
Sejarah telah menjelaskan banyak contoh bagi kebenaran ini.
Sayangnya kekalahan militer Volk Jerman bukan sebuah
kehancuran yang pantas, namun hukuman atas balas jasa. Kita
lebih dari pantas untuk mendapatkan kekalahan ini. Hal ini
merupakan gejala luar dari kebusukan pada seluruh rangkaian
gejala yang mungkin tersembunyi dan tak terlihat di mata
sebagian besar rakyat seperti burung unta yang menundukkan
kepalanya ke tanah, dimana rakyat tak ingin melihatnya.
Bayangkan saja keadaan yang selalu menyertai dimana Volk
Jerman harus menerima kekalahan ini. Bukankah banyak

kelompok yang tak tahu malu mengungkapkan kebahagiaan


pada kemalangan Tanah Air? Siapakah yang melakukannya
jika dia tidak pantas menerima hukuman? mengapa mereka
tidak bergerak maju dan menyombongkan diri setelah
membuat keragu-raguan bagi front perang? Bukan musuh
yang melakukan ini. Bukan, namun ini dilakukan oleh orang
Jerman yang berkelakuan tak tahu malu!
{Satu dari tiga orang Jerman adalah pengkhianat}
Bisakah dikatakan bahwa kemalangan sedang menghantam
mereka dengan tidak adil? Sejak kapan rakyat mau dan
mengaku bersalah atas perang dengan sendirinya? Lalu
dengan cara-cara apa melawan pengetahuan dan memberi
penilaiannya yang lebih baik? Tidak dan sekali lagi tidak! Cara
dimana rakyat Jerman menerima kekalahannya, kita dapat
tahu penyebab utama keruntuhan harus dicermati jauh dari
sekedar kekalahan militer pada posisi tertentu atau dalam
kegagalan suatu serangan, karena jika garis depan kelelahan
dan kejatuhannya telah melewati kehancuran tanah air dan
Volk Jerman akan menerima kekalahan itu secara berbeda.
Maka rakyat akan menanggung semua akibat yang malang,
kesal atau akan bersedih karenanya. Karena terkuasai oleh
rasa sedih, lalu seluruh hati akan diisi pula oleh rasa marah
terhadap musuh yang menang dengan cara yang licik atau lalu
seperti senat Roma, dimana negara akan menerima divisi yang
kalah dengan rasa terimakasih bagi Tanah Air untuk

pengorbanan yang telah mereka buat dan membujuk mereka


agar tidak putus asa pada Reich.
Penyerahan mungkin hanya bisa ditandatangani dengan akal,
sementara jantung akan berdegup menunggu kebangkitan
baru. Kekalahan seperti inilah yang disebabkan oleh takdir.
Rakyat tak akan tertawa dan menari, mereka tak akan
menyombongkan sikap kepengecutan dan mengagungkan
kekalahan, mereka tak akan menghina prajurit yang
bertempur lalu menyeret bendera dan senapan mereka
didalam lumpur. Namun semua diatas segalanya maka kita tak
harus mengalami kejadian yang lebih buruk lagi sehingga akan
menyebabkan seorang perwira Inggris, Kolonel Repington
membuat pernyataan yang sangat menghina: Satu dari tiga
orang Jerman adalah pengkhianat. Tidak, wabah penyakit ini
tak akan bisa bangkit menjadi bencana yang dimana setelah
lima tahun menenggelamkan setiap rasa hormat kita di depan
dunia.
{Pelucutan moral para penuduh yang berbahaya}
Semua ini menunjukan bahwa penyebab dari keruntuhan
Jerman disebabkan oleh kalah perang adalah dusta. Tidak,
keruntuhan militer sendiri merupakan akibat dari banyaknya
gejala penyakit serta penyebabnya yang telah ada disaat
Jerman dalam keadaan damai. Ini merupakan akibat pertama
dari menghancurkan dan akan terlihat bagi umum, peracunan
etika dan moral, pengurangan nalar untuk bisa bertahan hidup

dan prakondisinya, yang dimana selama bertahun-tahun terus


menggerus dasar-dasar Volk dan Reich. Hal tersebut muncul
dari kepalsuan tanpa dasar kaum Yahudi dan organisasi
tempur Marxis mereka yang menyalahkan keruntuhan pada
satu orang. Energi dan keinginan menjadi ubermensch
(manusia super), mencoba untuk mencegah kehancuran yang
telah dia lihat dan menyelamatkan negaranya dari penghinaan
paling dalam dengan menuduh Ludendorff bersalah terhadap
kekalahan perang mereka dengan mengambil senjata moral
dari satu orang penuduh berbahaya yang bisa bangkit
melawan para pengkhianat di Tanah Air.
Dalam hal ini mereka melangkah maju pada prinsip dimana
kebesaran sebuah kebohongan selalu berisikan faktor
kredibilitas tertentu, karena pada lubuk hati yang paling dalam
dari massa ada kecenderungan untuk korupsi daripada sadar.
Dengan kesederhanaan pikiran mereka, maka mereka akan
mudah menjadi korban kebohongan besar. Karena mereka
sendiri telah berbohong kecil-kecilan, namun mereka malu
pada kebohongan yang lebih besar. Kepalsuan seperti itu tak
akan memasuki kepala mereka dan mereka tak akan mampu
mempercayai kemungkinan kelancangan dan salah perwakilan
yang memalukan pada pihak yang lainya.
Bahkan yang tercerahkan juga akan ragu dan bingung, lalu
akan menerima salah satu penyebab ini sebagai pembenaran.
Maka kebohongan yang paling lancangpun akan selalu

bersandar pada fakta dimana para tukang bohong dan


kelompok pembohong di dunia akan tahu untuk
menyalahgunakannya.
{Kehancuran lebih baik daripada penyakit menahun}
Ahli dalam hal kebenaran ini akan menganggap segala
kemungkinan untuk menggunakan kepalsuan dan fitnah selalu
diarahkan pada Yahudi, karena seluruh keberadaan mereka
selalu berdasarkan pada satu kebohongan besar. Mereka
mengakali bahwa mereka adalah komunitas agama padahal
sebenarnya mereka adalah rasis. Ras yang seperti itu! Salah
satu dari orang-orang besar telah memberi stigma pada
mereka dengan satu kalimat yang mewakili kebenaran, dia
memanggil mereka tukang bohong paling hebat. Siapapun
yang tak mengetahui atau tak ingin mempercayainya tak akan
bisa menjunjung kebenaran sebagai pemenang di dunia ini.
Bagi Volk Jerman dapat dianggap sebagai sebuah
keberuntungan besar bahwa periode sakit ini disembuhkan
dengan sangat buruknya oleh sebuah bencana, kalau tidak
negeri ini akan menjadi tenggelam lebih dalam. Penyakitnya
akan menjadi kronis sementara dalam bentuk bencana
setidaknya penyakit ini menjadi jelas dan terlihat bagi banyak
orang. Bukan kebetulan bahwa manusia lebih menguasai
wabah penyakit ini daripada tuberkolosis sendiri. Pembawa
wabah penyakit itu datang dalam gelombang-gelombang

mematikan yang mengguncang dasar-dasar kemanusiaan,


tuberkolosis muncul lambat laun dan kuat; yang satu
mengarah kepada ketakutan amat sangat, yang lain pada
netralitas bertahap. Akibatnya manusia menentang yang satu
dengan seluruh tenaganya sementara dia mencoba untuk
mengendalikan tingkat konsumsi dengan lemahnya. Maka dia
menguasai wabah sementara tuberkolosis menguasai dirinya.
Hal yang sama berlaku pada penyakit dalam tubuh Volk.
{Gangguan dan munculnya penyakit }
Jika tak berbentuk bencana, maka manusia mulai terbiasa
dengannya dan pada suatu waktu akan menghapuskan semua
keyakinan mereka. Maka merupakan keberuntungan -walau
pahit- untuk lebih yakinnya, ketika takdir telah berketetapan
untuk mencampuri proses lambat pembusukan ini dan dengan
hantaman yang tiba- tiba akan membuat korban mampu
melihat akhir dari penyakit. Lebih dari sekali, tapi itulah
jumlah bencana. Maka akan dengan mudah bagi keteguhan
untuk menjadi proses pemulihan. Namun dalam kasus seperti
itu, lagi-lagi prasyaratnya adalah dengan cara pengenalan akan
penyakitnya. Disini hal yang paling penting adalah perbedaan
antara penyebab dan kondisi. Ini akan menjadi sulit, karena
semakin lama racun itu hinggap pada tubuh Volk mereka
semakin menjadi hal yang sudah dianggap normal.

Begitu mungkin setelah beberapa waktu racun paling


berbahaya itu akan dianggap sebagai sifat kebangsaan sendiri
atau akan dimaklumi sebagai sebuah kejahatan yang
dibutuhkan, sehingga pencarian akan virus-virus asing tak lagi
perlu. Maka dalam masa damai sebelum perang beberapa
bentuk virus yang paling berbahaya seperti itu telah muncul
dan dikenali, namun tak ada yang bisa dilakukan untuk
melawan virus ini kecuali dilakukan dengan beberapa hal-hal
kecil. Disinilah perkecualian ini merupakan perwujudan
kehidupan ekonomi yang menyengat kesadaran individu untuk
bisa lebih kuat lagi daripada beberapa bentuk yang berbahaya
dalam bidang lain. Banyak gejala kebusukan yang seharusnya
sudah membangkitkan pemikiran yang serius.
{Kebusukan Jerman sebelum perang}
Dalam masalah ekonomi hal-hal berikut harus dikatakan:
Melalui peningkatan populasi Volk Jerman yang
mengagumkan sebelum perang, permasalahan untuk
menyediakan kebutuhan sehari-hari semakin penting dalam
tindakan dan pemikiran ekonomi dan politik. Sayangnya
mereka yang berkuasa tak dapat memutuskan penyelesaian
secara tepat, namun mereka berpikir bisa mencapai tujuan
dengan cara yang mudah. Ketika mereka menolak pengambil
alihan tanah baru dan menggantinya dengan kegilaan akan
penaklukan ekonomi dunia, maka hasilnya akan menjadi
industrialisasi yang berbahaya.

Akibat pertama dari kepentingan yang terus mendesak adalah


pelemahan kelas petani. Secara proporsional ketika kelas
petani dihapuskan, maka jumlah massa proletar kota akan
meningkat lebih tinggi, sampai akhirnya keseimbanganpun
terganggu. Sekarang jurang antara si kaya dan si miskin
semakin terlihat jelas. Kekayaan dan kemiskinan hidup saling
berdekatan sehingga akibat yang paling menyedihkan akan
muncul. Kemiskinan dan pengangguran mulai mengacaukan
rakyat dan meninggalkan ingatan kekecewaan yang pahit.
Akibatnya adalah pembagian kelas dalam politik. Walau telah
terjadi kemakmuran ekonomi, kekecewaan tetap akan menjadi
lebih besar dan dalam, bahkan keyakinan ini tak akan
berlangsung lama menjadi umum, walaupun rakyat tak
memiliki ide apa-apa yang seharusnya dilakukan. Ini
merupakan gejala kekecewaan yang dalam dan hanya
diekspresikan dengan cara ini. Namun yang lebih buruk lagi
adalah akibat lain yang disebabkan oleh ekonomisasi negara.
Ketika kehidupan ekonomi tumbuh menjadi penguasa
dominan dari negara, uang berubah menjadi dewa yang harus
dilayani dan dihormati oleh semuam orang.
{Dominasi uang}
Lebih lagi dewa dari surga mulai disudutkan serta dianggap
usang dan tua, dupa pun dibakar untuk berhala Mammon1.
Masuklah sikap saling merendahkan yang jahat. Yang
membuatnya jahat dimulai adalah ketika pada saat negara

membutuhkan sikap-sikap paling heroik dalam masa yang


kacau dan kritis. Jerman telah terbiasa dengan ide bahwa
suatu hari akan tiba dimana Jerman akan mengatasi semua
kebutuhan sehari-harinya tidak hanya dengan kerja
ekonomistik dalam masa damai, namun akan dibela dengan
pedang. Malangnya dominasi uang disetujui oleh yang
berwenang yang seharusnya menentang, yaitu Kaisar yang
Agung akan bertindak gegabah dengan menarik para
aristokrat menuju orbit modal keuangan baru. Harus
dikatakan sebagai sebuah pujian padanya, bahkan Bismarck
pun tidak mengenali bahaya dalam bidang ini.
Maka kebajikan ideal demi seluruh tujuan praktis telah
menduduki posisi kedua setelah uang. Sekarang semakin jelas
ketika sebuah permulaan telah dibuat dalam arah ini, yaitu
aristokrat yang bersenjata akan dilewati oleh aristokrat yang
memiliki banyak uang. Operasi keuangan akan lebih gampang
sukses daripada dengan pembantaian. Tak lagi menarik bagi
pahlawan sejati atau negarawan untuk dihubungkan kembali
dengan bank Yahudi lama. Laki-laki sejati tak lagi memiliki
minat pada dekorasi murahan, dan dia akan menolaknya
dengan ucapan terimakasih. Namun kalau dipandang dari
sudut pandang darah, perkembangan seperti itu sangat
menyedihkan, karena kaum bangsawan akan kehilangan dasar
rasial bagi keberadaannya, dan dalam ukuran yang lebih luas
lagi kata perendahan tampaknya akan cocok dengan suasana

ini. Gejala pembusukan ekonomi yang menyedihkan adalah


dengan menghilangnya hak-hak pribadi secara perlahanlahan, dan transfer secara bertahap seluruh kekuatan ekonomi
menjadi milik perusahaan saham.
{Internasionalisasi saham}
Sekarang untuk pertama kali kasus perburuhan telah
tenggelam menuju level objek spekulasi pebisnis Yahudi yang
jahat. Penjauhan properti dari buruh ditingkatkan menuju
tahap tak terbatas. Pasar saham mulai menang dan secara
pelan-pelan mempersiapkan diri untuk segera mengambil
kehidupan negara agar berada dalam penjagaan dan
pengendaliannya. Kehidupan ekonomi Jerman yang di
internasionalisasi telah dimulai bahkan sebelum perang
melalui medium saham. Untuk lebih yakinnya, sebagian
industri Jerman masih mencoba dengan gigih untuk mencegah
nasib celaka ini. Namun pada suatu waktu akan jatuh menjadi
korban serangan untuk bersatu demi modal keuangan serakah
yang menjalankan perjuangan ini, dengan bantuan Genossennya yang setia yaitu pergerakan Marxisme.
Perang yang bertahan lama untuk melawan industri berat
Jerman adalah awal yang jelas dari internasionalisasi ekonomi
Jerman menuju apa yang diperjuangkan oleh Marxisme, walau
hal ini tak bisa dibawa sampai akhir kecuali Marxisme dan
revolusi menang. Ketika aku menulis kata-kata ini, serangan

umum atas jalur kereta api Jerman telah sukses dan sekarang
diambil alih oleh modal keuangan internasional maka kaum
Sosial Demokrasi Internasional meraih tujuan tertinggi.
Seberapa sukses ekonomisasi Volk Jerman ini dapat dilihat
pada fakta bahwa sesudah perang, salah satu industri Jerman
yang terkemuka juga dalam bidang perdagangan mampu
mengungkapkan pendapat bahwa usaha ekonomi seperti itu
adalah usaha untuk membangun Jerman kembali. Omong
kosong ini diungkapkan pada saat Perancis mulai menjalankan
kurikulum sekolahnya menuju dasar-dasar humanistik dengan
tujuan untuk melawan kesalahan bahwa negara dan bangsa
dapat bertahan hidup dari ekonomi yang maju bukannya nilainilai ideal yang abadi.
{Kesalahan pendidikan yang setengah-setengah}
Kata-kata yang diucapkan ini akan menciptakan kebingungan.
Kata-kata ini dipercaya begitu saja, dan dengan cepatnya
menjadi leitmotif semua pembual- pembual sehingga
semenjak revolusi, takdir telah membiarkan Jerman berada
pada kapasitas kemampuan seorang negarawan. Salah satu
gejala terburuk dari kebusukan di Jerman pada masa sebelum
perang adalah kebiasaan melakukan sesuatu dengan setengahsetengah. Hal ini adalah akibat ketidakyakinan dalam satu hal
dan dari kepengecutan yang berasal dari sebab ini dan itu.
Penyakit ini disebarkan oleh pendidikan.

Pendidikan di Jerman sebelum perang memiliki kelemahan


yang sangat banyak.
Satu sisi sangat sulit diadaptasi untuk membiakan
pengetahuan murni dengan perhatian yang kurang pada
kemampuan. Bahkan penekanan yang tidak begitu mendalam
hanya diberikan pada perkembangan sifat individu sejauh hal
ini dimungkinkan, yaitu sedikit dalam hal kesenangan dalam
tanggung jawab dan tak ada satupun pelatihan dalam hal
keinginan dan kekuatan. Anda akan yakin bahwa hasilnya
bukanlah menjadi orang-orang kuat namun menjadi
ensiklopedi berjalan penurut seperti orang Jerman pada
umumnya, dan diperkirakan sebelum perang.
Orang suka rakyat Jerman karena gampang disuruh, namun
hanya menghormati mereka sedikit karena kelemahan mereka
dalam soal keinginan. Maka orang Jermanpun kehilangan
Nasionalitas dan Tanah Air-nya lebih daripada lainnya. Ada
peribahasa indah Mit dem Hute in der Hand kommt man
durch das ganze Land (Dengan topi di tangan, dia akan
melanglang buana-artinya; dengan sopan santun) telah
menjelaskan semuanya. Bagaimanapun pemenuhan ini
menjadi bencana ketika sedang menentukan satu bentuk
dimana monarki dapat didekati yakni bukan dengan memiliki
sikap antipati namun selalu setuju akan semua Yang Mulia
perintahkan.

{Kuburan Monarki}
Tempat ini tentunya bebas, harga diri seorang laki-laki paling
dibutuhkan, kalau tidak institusi monarki suatu hari akan
musnah oleh penggerogotan ini karena hanya ada
penggerogotan dan tak ada yang lain! Hanya penggerogot yang
menyedihkan yang menyelinap. Singkatnya, semua mahluk
rendahan akan merasa nyaman untuk berada di sekitar
singgasana daripada orang yang tulus dan pantas dengan
menganggap hal ini sebagai suatu kepantasan untuk
berhubungan dengan pemilik mahkota! Makhluk-makhluk
rendah hati ini walau malu di depan tuan dan sumber
kehidupan mereka, selalu menunjukan keangkuhan terbesar di
depan seluruh kemanusiaan, dan lebih buruk lagi ketika
mereka menyatakan kelancangan atas ucapan yang
memalukan pada rekan senegara mereka sebagai satu-satunya
pendukung monarki. Hal yang menyakitkan hati ini seolaholah seperti cacing rendahan saja yang mampu!
Dalam kenyataannya orang-orang ini menjadi penggali liang
kubur bagi monarki sendiri dan khususnya ide-ide monarki.
Tak ada lagi yang dapat dipercaya, seorang laki-laki yang siap
untuk sebuah sebab tidak akan pernah menjadi seorang
penyelusup dan penjilat. Siapapun yang serius mengenai
penjagaan dan kemajuan sebuah institusi akan bertahan pada
hal tersebut seperti otot terakhir dijantungnya dan tak akan
meninggalkannya jika kejahatan muncul dalam institusi itu.

Untuk yakinnya, dia tidak akan meneriakan hal ini ke publik


seperti apa yang dilakukan oleh teman-teman demokratik
monarki pembohong selalu lakukan. Dia akan memperingati
dengan jujur dan mencoba untuk mempengaruhi Yang Mulia,
pemilik mahkota sendiri itu. Dia tidak akan mengadopsi sikap
bahwa Yang Mulia tetap bebas bertindak menurut
keinginannya sendiri. Walau hal ini aman menuju kehancuran,
namun dalam hal seperti itu dia harus melindungi monarki
dari monarki sendiri dari bahaya apapun.
{Ide Monarki}
Jika nilai institusi ini berada pada orang yang sementara
berada di monarki, maka institusi ini akan menjadi yang
terburuk, karena hanya monarki saja dalam kasus langka
sebagai puncak kebajikan dan akal atau bahkan sifat, seperti
yang beberapa orang akui. Hal tersebut hanya dipercayai oleh
para penjilat, namun laki-laki yang berani ini merupakan lakilaki yang paling berharga di negara daripada lainnya-akan jijik
dengan ide berdebat mengenai omong kosong itu. Bagi mereka
sejarah tetaplah sejarah, dan kebenaran tetaplah kebenaran
walaupun hal tersebut berhubungan dengan monarki. Tidak,
nasib baik untuk memiliki monarki yang agung juga laki-laki
yang agung ternyata tak pernah jatuh ke Volk sehingga mereka
harus puas jika kebengisan hilang dari kesalahan yang paling
buruk.

Akibatnya nilai dan kepentingan ide monarki tak bisa berada


dalam orang monarki sendiri kecuali jika Surga memutuskan
untuk memberikan mahkota pada jenis manusia heroik seperti
Friedrich yang Agung atau karakter bijak seperti kaisar
Wilhelm I. Hal ini terjadi sekali dalam berabad-abad dan tak
akan muncul lagi. Kalau tidak maka idenya didahulukan diatas
orang dan arti institusi harus secara khusus berada dalam
institusi itu sendiri. Dengan hal ini maka monarki jatuh
kepada lingkup pelayan. Maka dia hanya penggerak saja dan
itulah tugasnya. Lalu dia harus setuju dengan tujuan yang
lebih tinggi dan para pendukung monarki bukan lagi orang
pendiam yang mengusung mahkota kotor namun yang
mencegahnya. Kalau tidak maka tak mungkin menyingkirkan
seorang pangeran gila. Institusi ini tidak berdasar pada ide
namun oleh orang yang disucikan.
Sekarang sangat perlu untuk mengetahui hal ini karena pada
zaman sekarang semakin banyak makhluk ini dengan sikap
yang menjijikannya terhadap runtuhnya monarki disebabkan
kemunculan mereka yang tidak jelas.
{Para Pejuang Monarki}
Dengan sikap naif yang sangat menyakitkan hati, orang-orang
ini mulai membicarakan Raja mereka -yang tiba-tiba mereka
tinggalkan pada masa kritis dengan cara yang menjijikansekarang mulai memberi cap kepada orang yang tak setuju

dengan mereka sebagai orang Jerman yang jelek. Pada


kenyataannya mereka adalah pengecut yang sama pada tahun
1919 yang berlari tunggang- langgang menghadapi setiap
orang yang memakai pita merah. Mereka meninggalkan raja
mereka dan dengan secepat kilat mengganti busur dan panah
mereka dengan tongkat berjalan, berdasi dan menghilang
tanpa jejak sebagai warga negara yang cinta damai.
Pada satu pukulan ketika mereka menghilang, para juara
kerajaan ini setelah badai revolusi dan aktivitas yang lain telah
surut untuk bisa kembali lagi agar semua orang dapat
mendengar mereka berteriak Heil, Heil sang Raja, para
pelayan dan penasihat kerajaan ini kini mulai bangkit dengan
hati-hati. Sekarang mereka muncul lagi, mencari harta karun
Mesir, mereka tak kuasa menahan diri lagi untuk setia kepada
Raja dan melakukan hal-hal yang agung sampai ketika
sekelompok orang berpita merah muncul lagi lalu seluruh
hantu yang mencari untung dari kerajaan akan menghilang
seperti tikus di hadapan kucing!
Jika monarki tak bisa disalahkan untuk raja-raja seperti itu,
mereka harus dikasihani karena memiliki pembela seperti itu.
Dalam hal tertentu, mereka mungkin tahu bahwa dengan
ksatria-ksatria seperti itu maka takhta raja bisa hilang, namun
tak ada satupun mahkota yang bisa diraihnya. Watak budak ini
merupakan kesalahan dalam seluruh pendidikan kita dimana
penderitaan kita telah disebabkan olehnya. Sebagai akibatnya,

makhluk-makhluk menjijikan ini bisa terus berada di setiap


kerajaan dan secara bertahap akan merendahkan dasar-dasar
monarki. Ketika strukturnya sedang goyah mereka
menghilang. Alamiahnya, orang yang licik dan penjilat tak
akan membiarkan diri mereka mati demi tuannya. Monarki
tak pernah mengetahui hal ini dan gagal mempelajari
prinsipnya sejak dulu.
{Kepengecutan dihadapan rasa tanggung jawab}
Salah satu gejala terburuk dari semua kebusukan adalah sikap
pengecut yang berpasangan di hadapan rasa tanggung jawab
untuk mengatasi masalah yang sangat penting. Lebih tepatnya,
awal mula wabah di negeri ini ada pada sebagian besar pada
institusi parlemen dimana ketidak bertanggungjawaban dari
hasil yang jujur di kembangbiakkan. Sayangnya wabah ini
lambat laun menyebar pada seluruh bidang kehidupan,
khususnya kehidupan bernegara. Dimana-mana rasa tanggung
jawab dihindari dan hasil yang setengah-setengah diterima,
karena dengan penerimaan setengah-setengah itu maka rasa
tanggung jawab tak dibiarkan sama sekali. Cermatilah sikap
dari beberapa pemerintahan terhadap sejumlah perwujudan
berbahaya dalam kehidupan publik kita dan anda akan
mengenali kengerian dari keseluruhan sikap yang setengah
hati dan kepengecutan ini di hadapan rasa tanggung jawab.
Aku hanya akan mengambil beberapa kasus dari contoh-

contoh yang ada.


Kelompok jurnalis khususnya senang menggambarkan pers
sebagai kekuasan besar dalam negara. Sebenarnya
pentingnya pers memang begitu besar. Jangan dilebihlebihkan, karena pers melanjutkan pendidikan mereka untuk
masa dewasa. Pembacanya secara umum dapat dibagi menjadi
tiga kelompok: Pertama, mereka yang percaya apa saja yang
mereka baca; Kedua mereka yang sudah tak percaya apapun;
Ketiga, mereka yang secara kritis mencermati apa yang
mereka baca dan membuat penilaian mereka berdasarkan ke
kritisan mereka. Secara jumlah, kelompok pertama adalah
yang terbesar. Mereka terdiri dari massa dan mewakili
pemikiran tersederhana dari bangsa ini.
{Tiga kelompok pembaca koran}
Mereka tak bisa diklasifikasikan dalam bidang pekerjaan,
namun hanya dalam kecerdasan umum mereka. Kecerdasan
mereka berarti termasuk mereka yang tak pernah memiliki
atau dilatih untuk berpikir mandiri, juga mereka yang
sebagian tak mampu dan mempercayai semuanya dengan
hitam dan putih. Dari mereka juga ada jenis pemalas yang
mungkin bisa berpikir namun dengan kemalasan mereka
mengambil apapun yang orang lain pikirkan dengan anggapan
bahwa orang lain telah menilainya dengan benar. Sekarang,
dengan banyaknya jenis ini yang membentuk massa, pengaruh
pada pers akan begitu besar.

Massa tak mampu dan ingin untuk mencermati apa yang ada
di depan mereka, dan sebagai akibatnya sikap mereka
terhadap semua permasalahan sehari-hari dapat dikurangi
oleh pengaruh luar. Hal ini akan sangat beruntung jika
pencerahan mereka diberikan oleh partai yang serius dan
mencintai kebenaran namun akan menjadi bencana jika para
bajingan dan pembohong itu yang melakukannya. Kelompok
kedua jumlahnya lebih sedikit, Sebagian terdiri dari elemen
yang sebelumnya berada pada kelompok pertama. Namun
setelah mengalami kekecewaan yang pahit, mereka berpindah
ke sisi lain dan tak lagi mempercayai apa yang tercetak.
Mereka membenci semua koran dan mereka tak membacanya
sama sekali atau tanpa kecuali mereka naik pitam akan isi
koran itu karena opininya hanya berisi kebohongan dan
kepalsuan. Orang-orang seperti ini sulit diatur karena mereka
selalu menaruh curiga pada kebenaran. Akibatnya mereka
hilang dari pekerjaan politik yang positif.
Akhirnya, kelompok ketiga, adalah yang terkecil, mereka
terdiri dari pemikiran- pemikiran dengan keterbatasan mental
yang bakat alamiah dan pendidikan mereka telah mengajarkan
mereka untuk berpikir mandiri. Mereka yang mencoba menilai
sendiri apa yang terjadi, mencermati apapun dengan
menyeluruh dan mengembangkan diri sendiri. Mereka tak
akan membaca koran tanpa memikirkan ulang isinya dan para
penulis mendapat kesulitan. Jurnalis menyukai pembaca

seperti itu yang memiliki pandangan besar.


{Negara dan Pers}
Bagi anggota kelompok ketiga, harus diakui bahwa omong
kosong yang ditulis para pemilik koran tak berbahaya bahkan
dinilai penting. Sebagian dari mereka telah belajar untuk
menganggap bahwa setiap jurnalis sebagai anak-anak nakal
karena mereka jarang meneriakkan kebenaran. Sayangnya
orang-orang seperti ini hanya ada kecerdasannya namun
sedikit dalam jumlah. Sebuah kemalangan dimana pada zaman
ini kebajikan bukan apa-apa dan mayoritas adalah segalanya!
Sekarang ketika massa menghadapi pemilu maka titik
beratnya berada pada kelompok yang jumlahnya paling
banyak dan inilah yang pertama: segerombolan orang-orang
sederhana atau lugu.
Merupakan kepentingan negara dan Volk untuk mencegah
orang-orang ini jatuh ke tangan yang jahat, tak peduli bahkan
pendidik yang kejam. Maka dari itu negara memiliki kewajiban
untuk mengamati pendidikan mereka dan mencegah semua
kesalahan. Negara harus mengatur pers dengan ketat, karena
pengaruhnya pada rakyat sangat kuat karena akan diterapkan
dengan terus menerus. Dalam keseragaman dan pengulangan
yang terus menerus ini terdapat sebuah kekuatan yang luar
biasa. Maka dari itu negara jangan lupa bahwa semua cara
harus melayani tujuan, jangan dibingungkan dengan
kebebasan pers dan mengabaikan kewajiban serta

menyangkal yang baik bagi negara yang baik. Dengan


keyakinan yang kejam negara harus memastikan bahwa
instrumen pendidikan populer ini dan menempatkannya
sebagai pelayan negara dan Volk.
Namun konsumsi apa yang diberikan Pers Jerman sebelum
perang pada rakyatnya? Bukankah itu merupakan racun
terburuk yang bisa dibayangkan? Bukankah pasifisme
terburuk itu disuntikkan menuju hati Volk kita disaat seluruh
dunia siap mengguncang Jerman secara lambat laun? Bahkan
dalam masa damai bukankah pers telah menginspirasi
pemikiran Volk dengan keraguan akan hak mereka, sehingga
dari bidang luar telah membatasi rakyat dalam memilih
metode pertahanan? Bukankah Pers Jerman yang mengetahui
bagaimana membuat ke absurdan dari demokrasi barat
tampak cocok bagi Volk kita sehingga akhirnya terjerat dengan
kata-kata marah? Apakah mereka pikir bahwa mereka bisa
mempercayakan masa depan mereka pada Liga BangsaBangsa3? Bukankah hal itu mengajarkan Volk kita
ketidaksenonohan? Bukankah hal itu mengolok-olok moralitas
dan etika sebagai nilai terbelakang dan borjuis kejam sampai
Volk kita akhirnya menjadi modern? Bukankah dengan
serangannya yang terus menerus akan merendahkan dasardasar kewenangan negara sehingga dengan satu hantaman
maka keagungan akan runtuh? Bukankah mereka melawan
dengan segala cara melawan semua usaha untuk memberikan

apa yang menjadi hak milik negara? Bukankah mereka


mengecilkan arti angkatan bersenjata dengan kritik, sabotase
wajib militer, dan menuntut penolakan pengakuan militer dan
lain-lain sehingga hasilnya menjadi pasti?
Apa yang disebut dengan pers liberal sangat aktif terlibat
untuk menggali liang kuburan bagi Volk dan Reich Jerman.
Kita dapat melewati kebohongan Marxis dalam keheningan.
Bagi mereka yang berbohong sama pentingnya seperti
menangkap tikus untuk kucing. Fungsinya adalah untuk
mematahkan tulang punggung nasionalisme dan patriotisme
rakyat serta membuatnya matang menjadi beban perbudakan
modal internasional dan tuannya, yaitu Yahudi! Lalu apakah
yang negara lakukan untuk melawan peracunan massal bangsa
ini? Tidak, tidak ada sama sekali! Cuma beberapa dekrit
konyol dan beberapa denda bagi penjahat yang keterlaluan.
{Taktik pers Yahudi}
Mereka mencoba untuk menjilat wabah penyakit ini dengan
mengakui nilai pers, pentingnya, misi pendidikannya serta
omong kosong lain lagi, namun Yahudi menerimanya dengan
senyum licik dan dengan busuknya mereka berterimakasih.
Alasan bagi kegagalan yang memalukan pada negara bukan
karena tak mengenali bahayanya, namun dalam tindakan
pengecutnya mereka berteriak ke surga dan akibat dari hati
yang setengah-setengah dalam berkeputusan dan perhitungan.

Tak ada yang berani untuk menggunakan metode radikal


secara menyeluruh, namun dalam hal ini juga dalam hal yang
lain mereka bermain main dengan banyak resep yang
setengah-setengah. Dengan tidak menohok jantung secara
langsung, mereka terganggu dengan adanya ular berbisa itu,
dengan hasil bahwa semuanya sama seperti semula. Namun
sebaliknya kekuasaan institusi yang seharusnya diperangi
malah meningkat dari tahun ke tahun.
Perjuangan pemerintah Jerman pada saat itu untuk melawan
pers yang sebagian besar berasal dari Yahudi dan
mengacaukan negara tak memiliki garis lurus, tidak tegas dan
diatas segalanya juga tanpa tujuan yang jelas. Kecerdasan para
penasihat rahasia negara gagal total ketika memperkirakan
pentingnya perjuangan ini. Mereka memilih cara atau
menggambarkan rencana yang jelas. Mereka memainkannya
dengan tanpa perencanaan matang. Kadangkala setelah digigit
ular- ular itu, mereka mengurung salah satu ular-ular jurnalis
untuk beberapa minggu atau bulan kedepan. Namun mereka
tak mengganggu sarang ular. Benar ini merupakan taktik
cerdas Yahudi. Pada satu sisi, ini adalah kebodohan dan
keluguan yang hanya bisa dilakukan oleh para penasihat
rahasia. Yahudi terlalu cerdas dengan membiarkan seluruh
persnya diserang secara serempak.

{Pers yang gila hormat}


Tidak, satu bagian ada kesalahan untuk menutupi kesalahan
yang lainnya. Sementara korankoran Marxis menyerang
dengan pengecutnya apapun yang suci dari seorang laki-laki,
sementara mereka menyerang negara dan pemerintahan serta
mengadu domba Volk. Koran-koran borjuisdemokratik tahu
persis bagaimana menampilkan keobjektifan mereka. Dengan
hati-hati menghindari kata-kata yang kasar, mereka tahu
persis bahwa kepala yang kosong hanya bisa menilai sesuatu
berdasarkan bentuk luar dan tak mampu mencari inti
terdalam. Inilah kelemahan manusia dimana mereka sedang
menikmati penghargaan. Bagi orang-orang ini koran
Frankfurter Zeitung4 adalah perwujudan rasa hormat mereka.
Karena koran ini tak pernah menggunakan bahasa kasar,
menolak segala kekurangan fisik dan menjaga perjuangan
dengan senjata intelektual.
Sebuah pemikiran yang aneh dimana rakyat yang kurang
begitu cerdas akan terkait dengannya. Ini merupakan hasil
pendidikan yang dilakukan secara setengah- setengah yang
akan menjauhkan rakyat dari naluri alamiah mereka dan
memompakan sejumlah pengetahuan tertentu pada mereka,
namun tak bisa menciptakan pemahaman karena untuk hal ini
industri dan barangbarang tak akan berguna. Kecerdasan yang
diperlukan harus ada, terlebih lagi harus merupakan
pembawaan sejak lahir.

Kebijakan paling utama adalah tentang pemahaman naluri,


yaitu seseorang jangan menjadi gila dengan mempercayai
bahwa dirinya adalah penguasa dimana hal ini mudah
dilakukan oleh keangkuhan pendidikan yang setengahsetengah. Dia harus memahami dasar-dasar aturan alam dan
menyadari bahwa keberadaannya harus tunduk pada hukumhukum pertarungan sejati dan perjuangan. Maka dari itu dia
akan merasakan sedang berada dalam sebuah alam semesta
dimana planet-planet berputar mengelilingi matahari dan
bulan-bulanpun mengelilingi matahari. Bila hanya kekuatan
saja yang menguasai kelemahan, maka hal ini akan
memaksanya menjadi budak atau justru menghancurkannya,
maka tak akan ada hukum khusus bagi manusia. Bagi
manusia, prinsip abadi dari kebajikan mutlak ini akan terasa
kuat. Dia dapat mencoba untuk memahami namun tak bisa
kabur darinya.
Hal inilah yang tepat bagi segelintir intelektual yang oleh para
penulis Yahudi sebut sebagai pers intelektual. Bagi mereka
Frankfurter Zeitung dan Berliner Tageblatt5 telah direkayasa
agar nadanya cocok dengan mereka dan pada koran-koran
tersebut mereka mencoba mempengaruhinya. Rupa-rupanya
dengan tekunnya menghindari ungkapan-ungkapan kasar,
sementara dari wadah lain mereka menuangkan racunnya
pada jantung para pembaca. Walau diantara keriuh- rendahan
suarasuara dan kalimat-kalimat indah untuk membuai

pembaca agar mempercayai ilmu murni atau bahkan moralitas


adalah motif tindakan mereka. Sementara pada kenyataannya
itu semua hanyalah tipuan licik untuk mencuri senjata musuh
yang melawan pers.
Salah satu variasinya dengan menunjukkan rasa hormat,
sehingga setiap orang yang lemah siap untuk mempercayai
mereka ketika mereka berkata bahwa kesalahan orang lain
hanyalah masalah kecil yang jangan sampai mengarah kepada
pelanggaran kebebasan pers adalah istilah mereka untuk
meracuni dan berbohong pada Volk. Sehingga pihak yang
berwenang menjauh untuk membuat perhitungan dengan para
bandit-bandit ini karena mereka takut jika mereka tidak
melakukannya mereka akan dilawan oleh pers yang
terhormat adalah sebuah ketakutan yang berlebihan! Seketika
mereka memulai perhitungan pada setiap bajingan yang
memalukan ini dan yang lain akan ambil bagian namun bukan
untuk menghukum metode perjuangannya -Tuhan
melarangnya- namun untuk membela prinsip-prinsip
kebebasan pers dan opini publik, karena hal ini saja yang
harus dibela. Namun ketika dihadapan teriakan-teriakan ini,
orang terkuat akan menjadi lemah,karena tidak
mengungkapkan masalah dari mulut koran-koran terhormat.
Racun ini mampu menembus aliran darah tanpa bisa dicegah
pada Volk, lalu negara tak memiliki kekuatan untuk menguasai
penyakit ini. Dalam perhitungan setengah- setengah hati yang

konyol dan digunakan untuk melawan racun ini, kebusukan


Reich akan semakin terlihat. Karena sebuah institusi yang tak
lagi teguh membela dirinya sendiri dengan segala senjata
harus segera mundur untuk tujuan praktisnya. Setiap bentuk
dari kesetengah-hatian adalah tanda kebusukan yang jelas
akan diikuti secara lambat laun dengan keruntuhan.
{Sifilis}
Aku yakin bahwa generasi sekarang akan mampu mengatasi
bahaya ini jika dipimpin dengan pantas. Generasi sekarang
telah mengalami banyak hal yang akan memperkuat syaraf
mereka yang tak kehilangan semuanya. Di kemudian hari
Yahudi pasti akan melanjutkan kesibukan dalam korankorannya jika sarangnya diganggu lalu tujuannya diberikan
kepada penipuan pers dan instrumen pendidikan ini akan
melayani negara dan tidak lagi berada di tangan orang asing
dan musuh Volk. Namun aku yakin bahwa hal ini akan
mengganggu generasi muda daripada pendahulu kita. Peluru
meriam yang berkaliber tiga puluh sentimeter suaranya akan
lebih keras dibanding seribu koran ularular Yahudi. Maka
biarkanlah mereka terus berdesis! Contoh selanjutnya dari
kesetengah hatian dan kelemahan pemimpin- pemimpin
Jerman sebelum perang dalam menyelesaikan masalah paling
penting Volk adalah sebagai berikut: Mereka berjalan
beriringan bersama-sama dengan penuh racun politik, etika
dan moral rakyat.

Tak ada lagi racun yang separah ini sebelumnya ditubuh Volk.
Khususnya di kota- kota besar, yaitu penyakit sifilis yang mulai
mewabah, sementara tuberkolosis menuai kematian diseluruh
negeri. Walau dalam kedua kasus tersebut akibatnya sangat
buruk bagi negara, tapi pihak yang berwenang tak mampu
memiliki kekuatan untuk mengambil tindakan terhadap
masalah yang penting ini. Khususnya dalam soal penyakit
sifilis6, sikap kepemimpinan bangsa dan negara hanya bisa
dianggap sebagai sikap penyerahan secara total. Untuk
melawan hal tersebut dengan lebih serius, mereka harus
membuat perhitungan yang lebih luas dari masalahnya
sendiri. Penemuan obat bagi wabah yang bermasalah dan
eksploitasi komersialnya tak dapat lagi membantu melawan
wabah ini.
{Ketidakpedulian terhadap syarat alamiah bagi
perkawinan}
Disini, hanya perjuangan melawan penyebab yang lebih
penting daripada penghapusan gejala. Penyebabnya ada dalam
pelacuran percintaan. Bahkan jika hasilnya bukan merupakan
wabah menakutkan ini, kurang lebih hal ini akan berbahaya
bagi manusia, karena kehancuran moral yang berbarengan
dengan degenerasi ini mampu menghancurkan Volk secara
dengan lambat laun. Yahudisasi dalam kehidupan spiritual
kita dan Mammonnisasi naluri berpasangan kita cepat atau
lambat akan menghancurkan seluruh keturunan kita, karena

anak-anak yang kuat dengan emosi alamiahnya akan


tergantikan oleh mahluk yang paling menyedihkan dari
kegunaan uang yang akan terus menerus menjadi dasar dan
prasyarat pernikahan kita. Hasrat cinta mendapat
penyalurannya di luar sana.
Tentu disini juga alam dapat dilecehkan pada waktu tertentu,
namun pembalasan dendamnya akan datang, hanya
menunggu waktu saja untuk memunculkan dirinya yang
kadang diketahui dengan terlambat oleh manusia. Namun
akibat kehancuran dari ketidakpedulian terhadap syarat
alamiah bagi perkawinan dapat dilihat pada kaum bangsawan
kita. Dihadapan kita ada hasil keturunan yang sebagian
berdasar pada kewajiban sosial, dan sebagian lagi karena
alasan keuangan. Yang berdasarkan pada kewajiban sosial
akan mengarah kepada pelemahan, dan yang lainnya akan
meracuni darah yang murni karena setiap pembantu Yahudi
sudah dianggap pas untuk meningkatkan kualitas keturunan
Yang Mulia dan memang keturunan akan terlihat seperti itu.
Dalam kedua kasus tersebut, akibatnya adalah degenerasi
total. Hari ini kaum borjuis kita mencoba untuk berjalan
menuju jalan yang sama dan mereka akan berakhir dengan
tujuan yang sama pula. Secara tergesa-gesa atau biasa-biasa
saja, rakyat mencoba untuk membiarkan kebenaran yang tidak
menyenangkan ini, seolah-olah dengan sikap seperti itu
kejadian ini dapat dirubah.

{Pendapat dalam masalah perkawinan}


Fakta bahwa populasi kota besar kita semakin tumbuh dan
menjadi pelacuran dalam kehidupan cintanya tak bisa
disangkal, karena memang begitu adanya. Hasil yang jelas dari
kontaminasi masal ini di satu sisi dapat ditemukan di rumah
sakit jiwa, dan di pihak lain sayangnya, ada pada mental anakanak kita. Secara khusus mereka adalah produk yang
menyedihkan dari racun yang menyebar tanpa henti dalam
kehidupan seksual kita. Perbuatan buruk dan menyimpang
orangtua yang diwariskan dalam wujud anak-anak yang
penyakitan.
Ada banyak cara untuk mendamaikan diri pada fakta yang tak
menyenangkan dan buruk ini dengan tak melihat apapun sama
sekali hal ini tentunya akan menjadi posisi paling sederhana
dan mudah. Sementara yang lain akan membungkus diri
mereka dalam jubah suci kebersihan mereka dengan
semunafik mungkin. Mereka membicarakan masalah ini
seolah-olah ini adalah dosa besar, dan diatas segalanya mereka
mengekspresikan penghinaan mendalam terhadap setiap dosa
yang terlihat lalu kemudian menutup mata mereka dengan
penuh perasaan ketakutan. Orang- orang suci dan soleh
berharap pada wabah yang tak bertuhan, lalu berdoa agar
Tuhan menurunkan hujan asam dan batu sebelum akhirnya
mereka mati seperti pada seluruh kaum Sodom dan
Gomorrah7 ini, sehingga sekali lagi mereka memberikan

contoh keburukan manusia tanpa malu.


Mereka sangat tahu persis akan akibat dari wabah buruk ini
dan suatu hari akan menimbulkan keyakinan bahwa tak ada
yang dapat dilakukan untuk melawan kekacauan ini dengan
begitu acuhnya, sehingga hal yang harus dilakukan adalah
dengan membiarkan hal-hal yang ada berlalu begitu saja.
Untuk lebih yakinnya semua ini sangat nyaman dan mudah,
namun jangan dilupakan bahwa sebuah bangsa akan menjadi
korban dari rasa yang sangat nikmat itu. Alasan bahwa Volk
yang lain juga sama saja tentu akan mempengaruhi fakta
kehancuran kita, kecuali perasaan ketika melihat orang lain
terserang oleh kegilaan yang sama bagi banyak orang bisa
mengurangi rasa sakit mereka.
{Dosa darah dan noda ras}
Banyak masalah akan muncul: Volk mana yang akan pertama
kali menguasai wabah ini dengan kekuatannya, dan bangsa
mana yang akan musnah karenanya?
Ini adalah sebuah masalah yang sangat pelik. Disini kita
memiliki standar nilai tentang ras-ras yang tak mampu
bertahan dalam ujian akan musnah dan memberikan tempat
bagi ras yang lebih sehat atau tangguh, karena hal ini
utamanya adalah mempermasalahkan keturunan. Masalah ini
adalah mencermati tentang apa yang dikatakan dengan rasa
keadilan yang buruk bahwa dosa-dosa para pendahulu telah

dibalaskan oleh generasi ke sepuluh. Namun hal ini hanya ada


pada penodaan darah dan ras. Dosa darah dan noda ras adalah
dosa turunan di dunia ini dan akhir kemanusiaan yang
menyerah kepadanya.
Betapa hancurnya sikap Jerman sebelum perang pada masalah
ini saja! Apa yang telah dilakukan untuk memeriksa generasi
muda kita yang sudah terkontaminasi di kota-kota besar? Apa
yang telah dilakukan untuk menyerang infeksi dan
Mammonnisasi kehidupan seksual kita? Apa yang telah
dilakukan untuk melawan akibat dari penyakit sifilis bagi Volk
kita? Hal ini dapat dijawab dengan mudah, yakni dengan
menyatakan apa yang seharusnya dilakukan. Pertama-tama
sangat tidak baik bila menganggap permasalahan ini dengan
santai. Hal ini harus dipahami bahwa kemajuan atau
kemunduran generasi kita akan tergantung pada cara
penyelesaiannya.
Ya, bahkan untuk menentukan keseluruhan demi masa depan
Volk kita! Perwujudan seperti itu telah mewajibkan kita untuk
melakukan perhitungan yang kejam dan dengan operasi yang
mendalam. Apa yang sangat dibutuhkan saat ini adalah
keyakinan bahwa seluruh perhatian bangsa sedang
dikonsentrasikan pada bahaya ini sehingga setiap individu
sadar akan pentingnya perjuangan ini. Sebagai tambahan
sebagai suatu keharusan, kewajiban yang tajam dan sulit
hanya akan efektif jika perwujudan rasa kepedulian perlu

diterapkan pada setiap individu.


{Konsentrasi pada satu tugas}
Namun hal ini membutuhkan pencerahan yang sangat dalam
dan mengesampingkan permasalahan lainnya yang mungkin
akan mengganggu. Dalam segala hal dimana pemenuhan
terhadap permintaan yang tampaknya tak mungkin, karena
seluruh perhatian Volk harus di fokuskan dan
dikonsentrasikan pada satu masalah ini saja, seolah-olah
hidup dan mati akan tergantung pada penyelesaiannya. Hanya
dengan cara ini Volk akan memiliki keinginan untuk
melaksanakan tugas dan tekanan yang berat. Prinsip ini juga
diterapkan pada individu sejauh dia ingin mencapai tujuan
yang hebat. Dia hanya akan mampu melaksanakannya
selangkah demi selangkah dan dia juga harus menyatukan
seluruh energinya untuk mencapai tugas yang tak terbatas ini,
sehingga tugasnya dapat terpenuhi dan tugas baru dapat
dilaksanakan.
Siapapun yang tidak memberi jalan untuk menaklukan sesuatu
menuju beberapa langkah terpisah dan tidak mencoba
menaklukannya satu persatu, secara sistematis dengan
konsentrasi yang tajam pada seluruh kekuatannya tak akan
mampu meraih tujuan utamanya namun akan tertinggal di
jalan atau bahkan terlempar dari jalan. Cara yang bertahap
menuju suatu tujuan adalah seni, dan untuk menaklukan jalan

selangkah demi selangkah dalam cara ini kita harus


mengeluarkan setiap energi yang dimiliki. Prasyarat pertama
untuk menyerang suatu permasalahan yang pelik dalam jalan
manusia adalah bagi pemimpin agar sukses menjelaskannya
kepada massa, sebagian dari tujuan yang harus diraih atau di
taklukan sebagai satu-satunya yang pantas diperhatikan,
dimana segala hal tersebut tergantung dalam penaklukannya.
Volk tak bisa melihat jalan terbentang di hadapan mereka
tanpa menjadi ragu dan putus asa.
{Melawan penyakit sifilis sebagai sebuah tugas}
Sejumlah dari mereka akan tetap menyimpan tujuan di
kepalanya namun mereka hanya akan mampu melihat
sebagian jalan dan sempit, seperti pengelana yang tahu dan
kenal akhir perjalanannya namun lebih baik menaklukan jalan
tanpa ujung ini jika dia membaginya menjadi bagian-bagian
dan menaklukannya satu persatu seolah-olah bagian itu
mewakili tujuannya. Hanya dengan cara ini dia maju tanpa
kehilangan hati nurani. Maka dengan penggunaan cara-cara
propaganda, permasalahan bagaimana melawan sifilis harus
tampak sebagai tugas negara. Sampai akhirnya, akibat
penyakit berbahaya ini harus terus ditanamkan kepada rakyat
sebagai suatu kemalangan yang buruk dan hal ini harus
dilakukan dengan segala cara. Sampai seluruh negeri yakin
bahwa semuanya -masa depan atau kehancuran- tergantung
pada penyelesaian permasalahan ini.

Jika perlu selama beberapa tahun. Hanya setelah persiapan


seperti itu perhatian dan keyakinan seluruh Volk akan bangkit
sampai tingkatan bahwa kita dapat membuat perhitungan
paling keras dengan pengorbanan paling besar tanpa takut tak
dipahami atau tiba-tiba ditinggalkan oleh keinginan massa.
Untuk menyerang wabah ini dengan serius pengorbanan dan
usaha yang keras sangat diperlukan. Perjuangan melawan
penyakit sifilis menuntut perjuangan untuk melawan
prostitusi, melawan prasangka, kebiasaan lama, melawan
pemikiran sebelumnya, pandangan umum diantara mereka
dan belum lagi perilaku yang dibuat-buat dari kelompok
tertentu. Prasyarat pertama bagi hak moral untuk melawan
penyebaran sifilis seperti ini adalah kemudahan untuk
menikah diusia muda bagi generasi baru. Dalam pernikahan
diusia tua terdapat banyak kewajiban untuk menjaga institusi
seperti itu dimana kita melecehkannya merupakan
perendahan martabat kemanusiaan dan intitusi terkutuk pada
makhluk yang dengan rendah hati menganggap dirinya sendiri
gambaran Tuhan.
{Perjuangan melawan prostitusi}
Prostitusi adalah aib bagi kemanusiaan namun tak bisa
dihapuskan begitu saja dengan ceramah moral, niatan suci dan
lain-lain. Pembatasan dan penghapusan akhir telah
mengisyaratkan penghapusan sebuah prakondisi yang banyak
jumlahnya. Pertama-tama dan menjadi penciptaan

kesempatan bagi pasangan yang menikah diusia muda sama


dengan alamiah manusia. Khususnya bagi laki-laki karena
perempuan hanyalah pihak yang pasif. Betapa gila dan sulit
dipahaminya sebagian kemanusiaan zaman sekarang dapat
dilihat pada fakta bahwa ibu-ibu dalam kelompok baik tak
jarang terdengar bahagia menemukan suami bagi putrinya
yang telah memanen gandum dan lain sebagainya. Karena hal
ini begitu jarang, namun kadangkala berkebalikannya, gadis
miskin akan bahagia menemukan Siegfried yang sedang
kelelahan ini dan anak-anak mereka menjadi hasil yang jelas
dari pernikahan yang masuk akal.
Jika kita ingat bahwa terlepas dari penyebaran yang terbatas
ini sehingga alam mencegah untuk membuat pilihan, karena
secara alamiah setiap makhluk walau se- menyedihkan apapun
harus tetap dijaga. Satu masalah yang tetap ada adalah kenapa
institusi keluarga seperti ini ada dan apa tujuannya. Apakah
sama dengan prostitusi sendiri? Bukankah kewajiban bagi
keturunan sudah tak lagi dipikirkan? Ataukah orang akan
terbiasa untuk menyadari bahwa kutukan yang menimpa pada
anak cucu dengan perbuatan kriminal mereka dalam
mengamati hukum alam layaknya kewajiban alamiah kita
dulu? Maka kebudayaan Volk yang beradab secara bertahap
akan menghilang. Pernikahan tak bisa menjadi akhir dari
tujuan itu sendiri namun harus melayani tujuan tertinggi,
yaitu peningkatan dan penjagaan spesies dan ras. Ini saja

berarti sudah sebagai sebuah tugas.


{Pernikahan diusia muda}
Di bawah kondisi seperti ini keberhasilannya hanya bisa dinilai
ketika tugasnya sudah terpenuhi. Untuk alasan ini saja
pernikahan diusia muda telah berhasil, karena pernikahan usia
muda akan mendapatkan kekuatan dimana keturunan yang
kuat dan sehat akan muncul. Agar lebih meyakinkan lagi hal
tersebut dapat dicapai hanya dengan kondisi sosial tertentu
dimana pernikahan diusia muda tak terpikirkan sama sekali.
Maka sebagai penyelesaian masalah ini sekecil apapun, tak
bisa terjadi tanpa adanya perhitungan sosial yang tajam. Jika
hanya memiliki masalah ketidak mampuan menyelesaikan
masalah rumah tangga, pentingnya hal ini harus dipahami
pada saat dimana republik sosial menghindari pernikahan
usia muda dan mendukung prostitusi. Cara tidak wajar kita
dalam mengatur penggajian dan tidak memperhatikan
masalah keluarga serta pemeliharaannya adalah satu alasan
yang membuat pernikahan dini tak dimungkinkan.
Maka perjuangan yang sebenarnya untuk melawan prostitusi
hanya bisa terjadi jika perubahan dasar dalam kondisi sosial
bisa membuat pernikahan dini menjadi mungkin daripada
zaman sekarang. Ini adalah poin pertama untuk
menyelesaikan masalah ini. Di tempat kedua, pendidikan dan
pelatihan harus bisa menghapuskan sejumlah kejahatan yang
sekarang tak dipedulikan oleh siapapun sama sekali.

Diatas segalanya, dalam pendidikan sekarang sebuah


keseimbangan harus diciptakan antara instruksi mental dan
pelatihan fisik. Institusi yang disebut dengan Gymnasium
adalah olok-olok dari model Yunani. Telah dilupakan dalam
sistem pendidikan kita bahwa dalam jangka panjang jiwa yang
sehat hanya ada dalam tubuh yang kuat.
{Jiwa yang sehat hanya ada dalam tubuh yang kuat}
Khususnya jika kita pikirkan tentang massa -walau ada
perkecualian- maka pernyataan diatas tadi menjadi valid.
Terdapat sebuah periode di Jerman sebelum perang dimana
tak ada seorangpun peduli akan kebenaran ini. Mereka tetap
berdosa terhadap tubuhnya dan berpikir bahwa dalam satu sisi
jiwa besar terdapat jaminan kebesaran sebuah bangsa.
Kesalahan yang akibatnya mulai dirasa lebih cepat. Bukan
suatu kebetulan jika gelombang kaum Bolshewik menemukan
tanah yang lebih baik daripada tempat yang ditinggali oleh
populasi yang direndahkan oleh rasa lapar dan kurang gizi di
Jerman tengah, Sachsen dan daerah Ruhr. Namun di daerah
ini kaum yang disebut dengan intelektual tak lagi melawan
penyakit Yahudi, karena kaum Intelektual ini secara fisik
lemah walau karena alasan kemiskinan bukan alasan
pendidikan.
Dalam sebuah masa dimana bukan lagi jiwa namun kepalan
tangan yang dinomor satukan, penekanan intelektual yang

murni dari pendidikan kita di kelas atas membuat mereka tak


mampu membela diri sendiri atau bahkan mengusahakan
keinginannya. Tak jarang alasan kepengecutan mental
seseorang berada karena kelemahan fisik. Penekanan yang
berlebihan pada pedoman intelektual dan mengabaikan
pelatihan fisik juga mendorong munculnya ide fantasi seksual
pada usia muda. Anak muda yang ditempa oleh olahraga dan
senam tak akan begitu membutuhkan kepuasan seksual,
daripada selalu tinggal di rumah dan mendapat makanan
intelektual. Maka sistem pendidikan yang masuk harus sudah
dipikirkan. Sistem pendidikan harus berhasil
mempertimbangkan bahwa anak muda yang sehat akan
mengharapkan hal yang berbeda dari wanita, daripada orang
lemah yang rusak. Maka seluruh sistem pendidikan harus
diatur sedemikian rupa agar dapat menggunakan waktu luang
muridnya bagi pelatihan yang berguna bagi tubuhnya.
{Perjuangan melawan peracunan jiwa}
Anak itu tak memiliki hak untuk berdiam diri dengan malas
dengan membuat jalanan dan bioskop seolah-olah menjadi tak
aman. Setelah seharian bekerja dia harus memperkuat
tubuhnya sehingga kehidupan tak akan mendapatinya bukan
sebagai makhluk lembek. Untuk memulai, mengarahkan dan
membuat pedoman adalah tugas pendidikan yang tak hanya
memasukan elemen atau nilai tentang kebajikan saja. Kita
harus membuang pikiran bahwa perawatan tubuh adalah

urusan individu. Tak berdosa untuk kebebasan dalam hal


memilih keturunan dan ras.
Bersamaan dengan pelatihan tubuh, perjuangan melawan
peracunan jiwa juga harus sudah dimulai. Seluruh kehidupan
publik kita adalah rumah yang penuh suasana erotis bagi
fantasi seksual dan rangsangan. Lihat saja film-film kita,
komedi bangsawan dan teater, dan anda akan mampu
menyangkal bahwa ini bukan konsumsi yang cocok, terutama
bagi anak-anak muda. Di etalase toko dan papan reklame caracara terkeji dilakukan untuk menarik perhatian kerumunan
orang. Siapapun yang tak kehilangan kemampuan untuk tidak
memikirkan diri serta jiwanya sendiri harus menyadari bahwa
hal ini akan merusak generasi muda. Lingkungan yang
sensual, erotis dan cabul ini mengarah kepada fantasi dan
rangsangan pada suatu saat dimana seorang anak tak lagi
memiliki pengetahuan akan bahaya mengenai hal tersebut.
Hasil pendidikan jenis ini dapat dicermati dalam anak muda
sekarang dan ternyata tak terlalu bagus. Mereka tumbuh
dewasa terlalu cepat dan akibatnya menjadi lebih tua sebelum
waktunya. Kadangkala publik melihat persidangan yang
melibatkan kehidupan emosional anak muda seusia empat
belas-lima belas tahun. Siapa yang tak akan terkejut ketika
pada usia seperti itu dia sudah menjadi korban sifilis?
Bukankah menjijikan untuk melihat sejumlah anak muda yang
fisiknya lemah dan jiwanya busuk mendapat pengenalan

tentang pernikahan melalui pelacur kota besar?


{Sterilisasi bagi mereka yang tak tersembuhkan}
Tidak, siapapun yang ingin menyerang prostitusi harus
menghapuskan dasar-dasar spiritualnya. Dia harus
membersihkan kotoran wabah moral yang menempel pada
peradaban kota besar dan hal ini harus dilakukan dengan
tegas dan tanpa pandang bulu pada wajah yang akan berteriak
dan menjerit. Jika kita tidak mengangkat anak muda untuk
keluar dari lembah hitam zaman sekarang, mereka akan
tenggelam ke dalamnya. Siapapun yang menolak untuk
melihat hal-hal ini adalah pendukungnya dan membuat
dirinya menjadi kaki tangan dalam dunia pelacuran secara
lambat laun masa depan kita akan dialami oleh generasi muda
suka atau tidak suka. Pembersihan budaya ini harus
dilebarkan menuju bidang-bidang lainnya. Teater, seni, sastra,
film, pers, poster dan etalase toko harus dibersihkan dari
ungkapan- ungkapan dunia kita yang busuk dan ditempatkan
kembali untuk melayani ide moral politik dan budaya.
Kehidupan publik harus dibebaskan dari sengatan wangi
parfum erotisme modern, dan dibebaskan dari seluruh hal-hal
yang tidak jantan dan penuh kemunafikan.
Dalam hal ini seluruh tujuan dan jalan harus ditentukan oleh
perhatian kita terhadap penjagaan kesehatan jiwa dan raga
Volk. Hak kebebasan pribadi akan ada setelah tugas untuk
menjaga ras selesai. Hanya setelah perhitungan ini dilakukan,

perjuangan secara medis untuk melawan wabah ini akan


sukses. Namun disini juga kita jangan bersikap setengahsetengah, karena keputusan paling dalam dan kejam harus
dilaksanakan! Merupakan sikap hati yang setengah-setengah
untuk membiarkan yang sakit menularkan penyakitnya kepada
yang sehat. Ini sejalan dengan ide-ide kemanusiaan dimana
untuk menghindari satu individu ternodai dan membiarkan
seratus lainnya musnah. Tuntutan bahwa orang-orang cacat
harus dilenyapkan agar tidak menyebarkan keturunan yang
sama-sama cacat adalah tuntutan yang jelas, dan jika secara
sistematis dilakukan maka akan menjadi tindakan paling
manusiawi dari umat manusia.
{Kegagalan Jerman lama}
Hal ini akan menyelamatkan jutaan penderitaan malang yang
tak pantas lalu berakibat pada peningkatan kesehatan secara
keseluruhan. Keyakinan untuk maju pada arah ini akan
membentuk suatu bendungan yang akan menahan dari
penyebaran penyakit menular seksual. Jika perlu yang terkena
penyakit akan dipisahkan tanpa belas kasihan. Suatu
perhitungan barbar bagi orang-orang yang malang namun
menjadi berkah bagi rekan sebangsa dan keturunan
sesudahnya. Rasa sakit abad ini akan menebus seribu tahun
penderitaan. Perjuangan melawan sifilis dan prostitusi akan
mempersiapkan jalan bagi tugas terbesar dalam kemanusiaan,
besar karena kita menghadapi bukan hanya penyelesaian satu

permasalahan namun pemusnahan sejumlah besar kejahatan


yang membawa wabah ini sebagai perwujudannya.
Dalam hal ini sakitnya raga adalah akibat dari sakitnya naluri
moral, sosial dan rasial. Namun jika dengan cukup puas
terhadap diri sendiri atau bahkan dengan kepengecutan
pertempuran ini tidak diakhiri maka lihatlah manusia yang
akan dating lima ratus tahun dari sekarang. Aku rasa kita akan
menemukan hanya sedikit tampilan Tuhan, kecuali jika kita
ingin berbuat yang tidak senonoh dengan Yang Maha Kuasa.
Namun bagaimanakah mereka bisa berurusan dengan wabah
ini di Jerman lama? Dilihat dengan pencermatan yang dalam,
jawabannya tentu pasti muram. Tentu kelompok pemerintah
akan mengenali kejahatan yang buruk ini walau mereka
mungkin tak mampu memikirkan akibatnya, namun dalam
perjuangan melawannya mereka mengalami kegagalan total,
lalu bukannya melakukan reformasi menyeluruh namun
memilih dengan melakukan perhitungan dengan rasa kasihan.
Mereka tidak peduli dengan penyakit dan meninggalkan
penyebabnya menjadi tak tersentuh. Mereka menyerahkan
pelacuran individu pada pemeriksaan medis. Kemudian pihak
medis memeriksanya sebaik mungkin dan jika ditemukan ada
penyakit, medis akan menaruh pelacur di rumah sakit, dan
setelah pengobatan yang tidak sungguh-sungguh pelacur
dibiarkan bebas lagi.

{Paragraf perlindungan}
Untuk yakinnya mereka telah memperkenalkan paragraf
perlindungan yang dimana semua yang tak sehat atau tak
tersembuhkan harus menghindari berhubungan seksual
dengan disertai ancaman hukum. Tentu aturan ini sangat
berguna, namun penerapan praktisnya gagal total.
Pertamatama, jika sang wanita jatuh cinta -tiba- tiba dan
karena pendidikannya- menolak untuk diseret ke pengadilan
sebagai saksi melawan pencuri kesehatannya yang brengsekseringkali di bawah kondisi keadaan yang memalukan. Dia
khususnya tak mendapat keuntungan. Dalam banyak kasus dia
yang paling tersiksa karena dia yang akan dihantam lebih
keras oleh penghinaan sebagai makhluk tanpa cinta yang
berwujud laki-laki. Akhirnya, bayangkanlah situasi jika sang
pembawa penyakit adalah suaminya sendiri. Haruskah dia
menuduhnya? Atau apa lagi yang kemudian harus dia
lakukan?
Untuk para laki-laki, ada fakta tambahan bahwa -sayangnyadia terjangkiti wabah penyakit ini setelah mengkonsumi
alkohol, karena ketika dalam kondisi ini dia tak mampu untuk
menilai sifatsifat yang adil. Sebuah fakta yang sudah begitu
dikenali oleh pelacur berpenyakit dan selalu menjerat laki-laki
dalam keadaan ini. Kesudahan dari semuanya adalah ketika
sang laki-laki yang mendapatkan kejutan tak menyenangkan
ini, walau hal ini menyiksa pikirannya karena tak mengingat

siapa yang telah menularinya. Fenomena ini sudah tak aneh


lagi di kota Berlin atau Munchen. Sebagai tambahan pula
harus dipikirkan bahwa kita harus berhadapan dengan
pengunjung dari provinsi yang kebingungan oleh bujukanbujukan kota besar. Namun akhirnya, siapa yang tahu bahwa
dia sedang sehat atau sakit? Bukankah ada banyak kasus
dimana pasien tampaknya sudah sembuh lalu kambuh lagi dan
mengacau tanpa pernah dia sadari? Maka efek praktis atas
perlindungan dengan hukuman dari infeksi yang bersalah
pada kenyataannya adalah nol.
{Pelacuran jiwa Volk}
Hal yang sama berlaku pada pengawasan para pelacur dan
akhirnya penyembuhannya sendiri diragukan. Hanya ada satu
hal yang pasti: walau segala perhitungan yang akurat, wabah
yang menyebar lebih luas telah menunjukan konfirmasi dari
ketidak efektifannya. Perjuangan melawan pelacuran jiwa
telah Volk gagal total atau bahkan seperti tak pernah dilakukan
sama sekali. Biarkan siapapun yang cenderung
menggampangkan hal ini akan mempelajari fakta statisitik
tentang dasar dari pembedahan wabah ini. Bandingkan
dengan pertumbuhannya selama seratus tahun kebelakang,
lalu bayangkan perkembangan selanjutnya kemudian dia
hanya membutuhkan kesederhanaan seekor keledai untuk
menjaga bulu kuduknya agar tak berdiri!

Kelemahan dan ketidak sungguh-sungguhan posisi yang ada di


Jerman lama terhadap fenomena buruk ini dapat dievaluasi
sebagai tanda-tanda kebusukan Volk. Jika perjuangan untuk
menjaga kesehatan diri sendiri tak ada, maka hak untuk hidup
di dunia yang penuh perjuangan ini akan berakhir. Dunia ini
hanya milik para laki-laki seutuhnya yang kuat, bukan lakilaki setengah yang lemah. Salah satu perwujudan dari
kebusukan di Reich lama adalah penurunan lambat laun dari
ketinggian tingkat budaya. Dengan kata budaya aku tak
memaksudkan kata peradaban, tapi Kebalikannya adalah
sebuah peradaban tampak lebih bermusuhan pada standar
berpikir dan hidup yang benar-benar tinggi.
Bahkan sebelum peralihan abad, sebuah elemen mulai muncul
pada saat yang dapat disebut dengan keterasingan dan tak bisa
dikenali. Untuk meyakinkannya, bahkan di masa-masa awal
ada penyimpangan selera yang sering terjadi, namun kasus
seperti itu merupakan penyimpangan artistik dimana
keturunan tak memiliki harga sejarah, daripada produk yang
bukan perendahan artisitik namun perendahan spiritual yang
mencapai titik yang akan menghancurkan jiwa. Di dalamnya
yang kemudian menjadi jelas bahwa politik akan runtuh dan
diindikasikan dengan budaya.
{Seni Bolshevikisme}
Seni Bolshevikisme adalah salah satu bentuk seni yang
memungkinkan dari ekspresi spiritual Bolshevisme secara

keseluruhan. Siapapun yang merasa aneh akan hal ini dan


hanya mencermati seni negara-negara Bolshevik yang bahagia,
dengan menakutkannya, akan menghadapi hal-hal yang tidak
wajar dari manusia- manusia yang gila dan rendahan yang
sejak pergantian abad mereka telah terbiasa dengan konsepkonsep kolektif kubisme8 dan dadaisme sebagai seni yang
resmi dan diakui di negaranegara seperti itu. Bahkan dalam
waktu singkat fenomena ini muncul kembali di Dewan
Republik Bayern. Di sini dapat dilihat bahwa semua posterposter resmi, gambar-gambar propaganda di korankoran dan
lain-lain telah memiliki kebusukan yang tak hanya dalam
politik namun juga budaya.
Keruntuhan politik zaman sekarang tak bisa dipercaya seperti
pada enam puluh tahun yang lalu ketika keruntuhan budaya
mulai terjadi dalam karya futuristik dan kubisme sejak tahun
1900an. Enam puluh tahun yang lalu pula sebuah pameran
yang bernama pengalaman dadaisme akan sangat tidak
mungkin dipentaskan dan penyelenggaranya akan berakhir di
rumah sakit jiwa, namun sekarang mereka ada dalam asosiasi
seni. Wabah ini tak dapat muncul pada saat itu karena opini
publik dan negara tak akan menyukainya. Karena sudah
merupakan urusan negara, dalam arti pemimpinnya untuk
mencegah Volk untuk diarahkan menuju kegilaan spiritual,
disinilah dimana perkembangan seperti itu akan pasti
berakhir. Karena pada saat jenis seni ini terkait dengan

pandangan umum akan segala hal, maka salah satu


transformasi buruk kemanusiaan akan terjadi yaitu
kemunduran pemikiran manusia akan segera dimulai dan
akhirnya akan sulit dipahami.
{Kebusukan teater-teater}
Ketika kita melewati perkembangan kehidupan kebudayaan
kita pada dua puluh lima tahun terakhir, dari sudut pandang
ini kita dengan ketakutan melihat betapa banyaknya
kemunduran yang kita alami. Dimana-mana kita menemui
benih-benih yang mewakili permulaan tumbuhnya benalu
yang lambat laun akan mengacaukan budaya kita. Di dalam
benalu itu pula terdapat gejala-gejala kebusukan dan dunia
yang lambat laun menjadi semakin busuk. Terkutuklah mereka
yang tak bisa menguasai penyakit ini! Penyakit seperti itu
hanya dapat dilihat di Jerman pada setiap bidang seni dan
budaya. Semua tampaknya telah melewati puncak dan tergesagesa lalu tenggelam menuju kedalaman. Perwujudan teater
yang sedang tenggelam lebih dalam akan menghalangi
keberadaannya sebagai salah satu faktor budaya jika teater tak
memalingkan wajahnya menuju pelacuran seni. Jika kita
mengabaikan budaya mereka dan beberapa contoh berharga
lainnya, persembahan di panggung seni pertunjukan terlihat
begitu alamiah sehingga akan menguntungkan bagi negara
untuk menjauhi mereka secara keseluruhan.
Hal tersebut merupakan tanda-tanda kebusukan yang sangat

menyedihkan sehingga generasi muda tak dapat lagi disebut


sebagai generasi tempat bersemayamnya seni. Ada fakta yang
hams diakui sebagai kejujuran yang tak tahu malu oleh adany
peringatan : Anak muda dilarang masuk!.
Ingatlah bahwa tindakan pencegahan itu telah ada di tempattempat yang seharusnya diadakan bagi pendidikan anak muda,
dan bukan kesenangan sebagian kecil kaum tua yang
membosankan dari masyarakat kita. Apakah yang akan
dikatakan para penulis drama terbaik sepanjang masa pada
peraturan seperti itu dan diatas segalanya, keadaan apa yang
menyebabkannya? Bagaimana Schiller tidak akan terbakar?
Bagaimana Goethe akan berbalik dengan naik pitam!
{Pelecehan masa lampau}
Namun bagaimana Schiller, Goethe atau Shakespeare bisa
dibandingkan dengan pahlawanpahlawan seni puisi Jerman
baru? Lama, usang, tua dan kuno! Karena itulah karakteristik
periode, bukan hanya periode itu yang menghasilkan kotoran
namun kotoran mengotori apapun yang terbaik di masa lalu.
Untuk yakinnya hal ini adalah fenomena yang dapat diamati
pada saat itu. Semakin rendah dan hina produk waktu dan
rakyat tersebut, adat dan pengetahuan telah membenci saksisaksi keagungan dan harga diri yang lebih besar pada masa
lalu. Pada saat itu rakyat ingin menghapuskan segala ingatan
masa lalu seluruhnya sehingga dengan adanya perkecualian

setiap kemungkinan perbandingan mereka dapat mengusung


sampah mereka sebagai sebuah seni.
Karena sampah itu semakin membusuk dan menyedihkan
disetiap institusi maka mereka akan berusaha keras untuk
menghapuskan jejak terakhir masa lalu dimana setiap
kebangkitan umat manusia dapat dimulai kembali dengan
pikiran-pikiran yang sederhana dari pencapaian yang bagus di
masa lalu; bahkan dapat membuat mereka diapresiasi untuk
pertama kalinya. Tak perlu ditakuti bahwa hal tersebut akan
tampak pucat di depan masa lalu. Tidak dari dalamnya
menyumbangkan sebuah tambahan yang berharga bagi
seluruh kebudayaan manusia sehingga seringkali membuat
budaya ini diapresiasi, maka berjuang demi menghidupkan
ingatan pencapaian masa lalu akan meyakinkan bahwa masa
sekarang telah memahami bakat-bakat baru. Hanya mereka
yang tak mampu menyumbangkan apapun yang berharga bagi
dunia namun mencoba untuk bertindak seolah olah mereka
memang menyumbangkan sesuatu yang berharga entah itu hanya Tuhan yang tahu- akan membenci apapun yang
sebelumnya diberi dan akan menolak atau justru
menghancurkannya.
Kebenaran akan hal ini terbatas pada bidang budaya umum
namun telah diterapkan pada ekonomi juga. Pergerakan
revolusioner baru akan membenci bentuk usang searah
dengan kerendahan diri mereka. Disini juga kita bisa melihat

betapa bersemangatnya mereka membuat sampah itu seolaholah terlihat sangat berharga yang mengarah kepada
kebencian buta terhadap kebaikan yang lebih tinggi di masa
lalu. Sebagai contoh, selama ingatan sejarah akan Friedrich
yang Agung tak hilang, Friedrich Ebert9 tak dapat merangsang
apapun kecuali keterpanaan yang terbatas. Pahlawan SansSouci10 bagi pemilik kedai di kota Bremen adalah seperti
matahari terhadap bulan, hanya ketika cahaya matahari mati
maka bulan dapat bersinar kembali. Akibatnya adalah
kebencian terhadap semua bulan-bulan kemanusiaan bagi
bintang yang tepat dapat dipahami. Dalam kehidupan politik
nihilisme seperti itu, jika takdir yang berkuasa atas mereka
dengan tak hanya menodai dan mengotori masa lalu dengan
bersemangat, namun menggeser mereka sendiri dari
kritisisme umum kearah metode paling ekstrim.
Perwakilan Reich Jerman terbaru bagi pembelaan republik
dapat menjadi contoh. Maka dari itu jika ada ide, doktrin,
Weltanschauung atau bahkan budaya pergerakan ekonomi
dan politik yang baru lalu akan mencoba untuk menyangkal
seluruh peristiwa masa lalu kemudian mencoba
menjelekjelekannya atau membuatnya menjadi tak berharga
sama sekali. Untuk alasan ini saja kita harus benar-benar hatihati dan curiga. Inti dari alasan bagi kebencian seperti itu bisa
jadi karena faktor kerendahan diri atau bahkan demi tujuan
jahat atau semacamnya. Kelahiran kemanusiaankemanusiaan

baru akan selalu diperlukan untuk pembangunan dimana


dasar terbaik yang terakhir sudah berhenti. Kelahiran
manusia-manusia baru tak akan malu menggunakan
kebenaran yang sudah ada. Bagi seluruh kebudayaan manusia
seperti manusia itu sendiri juga hanya sebagai hasil dari
perkembangan yang lama dimana setiap generasi telah
menyumbangkan dan memasang batu untuk pondasi
pertamanya. Maka arti dan tujuan revolusi bukan untuk
menghancurkan seluruh gedung namun untuk memindahkan
apa yang jelek dan tak pantas, lalu melanjutkan pembangunan
itu kembali pada daerah-daerah yang telah lama dibiarkan tak
terbangun. Dari ini saja kita bisa membicarakan salah satu
kemajuan kemanusiaan. Kalau tidak dunia tak akan tertebus
dari kehancuran, karena setiap generasi akan pantas menolak
masa lalu kemudian menghancurkan karya masa lalu sebagai
perkiraan bagi karyanya nanti.
{Spiritualisme kaum Bolshevik}
Maka hal paling menyedihkan dari keadaan seluruh
kebudayaan kita pada masa sebelum perang bukan hanya soal
impotennya kekuatan kreatif artisitik dan budaya secara
umum, namun kebencian dimana kebesaran masa lalu dihina
dan dilupakan. Dalam hampir seluruh bidang seni, khususnya
dalam teater dan sastra kita memulai di peralihan abad dengan
memproduksi hal-hal yang baru dan signifikan dengan sedikit,
namun merendahkan karya terbaik masa lalu dan

mengatakannya sebagai karya rendahan dan usang seolah-olah


zaman baru ini yang paling tak memalukan dan rendah dapat
melampaui apapun.
Dari usaha ini untuk memindahkan masa lalu dari mata zaman
sekarang dan keinginan jahat para rasul masa depan dapat
dilihat dengan jelas. Dengan ini harusnya dapat dikenali
bahwa ini tidaklah baru, bahkan merupakan pemikiran budaya
yang salah. Namun proses yang menghancurkan semua
budaya, mempersiapkan jalan bagi perasaan artistik yang
hambar, yaitu persiapan spiritual bagi Bolshevisme politis.
Kalau pada masa Pericle terwujudkan di Parthenon11, maka
kaum Bolshevik sekarang terwujudkan dengan kubisme yang
aneh.
Dalam hubungan ini kita harus menunjuk pada kepengecutan
yang disini terwujudkan dalam sebagian Volk kita yang dengan
dasar pendidikan dan posisinya merasa wajib untuk melawan
penghinaan budaya ini. Namun dari rasa takut yang murni
pada histeria yang dibangkitkan oleh rasulrasul seni Bolshevik
yang dengan galaknya menyerang siapapun yang tak ingin
mengakui karya seninya dan mereka menghinanya dengan
julukan terbelakang, mereka meninggalkan semua perlawanan
serius dan berdamai dengan diri mereka sendiri yang
tampaknya sudah pasti. Mereka benar-benar takut bahwa
setiap orang bodoh atau bajingan akan menuduh mereka
kurang pemahaman, seolaholah merupakan suatu aib jika tak

memahami produk perendahan spriritual dari para penipu


licik ini.
{Pengalaman diri}
Memang benar, para murid kebudayaan ini memiliki cara
paling mudah untuk memberikan omong kosong mereka yang
pentingnya hanya Tuhan yang. Mereka menyebarkan semua
hal-hal yang sulit dipahami dan tentunya dianggap gila pada
rekannya yang terpana sebagai pengalaman diri, cara yang
murah untuk mengambil setiap kata oposisi dari mulut setiap
orang. Sangat diragukan bahwa ini merupakan pengalaman
dirinya. Bagian yang paling meragukan adalah apakah ini
dibolehkan untuk membersihkan halusinasi dari orang gila
dan kriminal bagi dunia yang sehat. Karya Moritz von
Schwind12 atau Bocklin juga merupakan pengalaman diri,
namun mereka adalah seniman yang diagungkan Tuhan,
bukan oleh badut!
Saat yang tepat untuk mencermati kepengecutan yang
menyedihkan dari kaum intelektual dengan cara menghindari
setiap pertentangan serius pada peracunan naluri sehat rakyat
dan membiarkan Volk sendirian berurusan dengan omong
kosong ini. Agar tak dianggap kurang dalam pemahaman
artistik, rakyat akan berdiri bagi setiap penghinaan seni dan
meskipun akhirnya bingung untuk memutuskan mana yang
baik dan mana yang buruk. Secara keseluruhan masa ini begitu

buruk. Ketika kegelisahan baru masuk, yang berikut ini akan


dinyatakan:
Pada abad ke sembilan belas kota-kota kita semakin
kehilangan sifat daerah kebudayaannya dan merendah
menjadi level pemukiman manusia. Tempelan kecil pada
proletar kota besar kita bagi kota yang mereka tinggali tak
lebih hanya tempat persinggahan sementara bagi individuindividu. Hal ini terhubungkan oleh sebagian besar
perpindahan tempat tinggal yang disebabkan oleh kondisi
sosial, dimana perpindahan ini tak memberikan waktu bagi
warganya untuk dekat dengan kotanya. Penyebab lain adalah
dengan ditemukannya dalam ketidak pentingan budaya dan
kemiskinan kota kita zaman sekarang.
{Kumpulan manusia modern}
Pada saat perang pembebasan, pada waktu itu kota-kota
Jerman tak hanya terlihat sedikit namun ukurannya juga
sederhana. Beberapa kota besar merupakan tempat tinggal
pangeran dan tempat seperti ini hampir memiliki nilai budaya
juga sebagian besar gambaran yang artistik. Beberapa tempat
dengan kurang lebih limapuluh ribu penduduk jika
dibandingkan dengan kota-kota sekarang dengan populasi
yang sama, begitu kaya dengan harta ilmu dan seni. Ketika
Munchen memiliki enam puluh ribu penduduk, kota ini mulai
menjadi pusat kebudayaan Jerman dan sekarang hampir

menjadi kota industri dan menyamai jumlah penduduk ini jika


tidak melewatinya, namun tak memiliki nilai apapun.
Sekumpulan apartemen dan rumah-rumah petak sudah tak
ada lagi. Dalam pandangan kekosongan seperti itu bagaimana
sebuah ikatan khusus akan muncul di kota tersebut adalah
misteri. Tak akan ada yang khusus merasa terikat dengan kota
yang tak menawarkan apapun, dimana kota tersebut
kehilangan individu yang
penting dan dimana segala yang berbau seni dihindari secara
hati-hati. Namun seolah-olah hal ini tak cukup bahkan kotakota besar semakin tumbuh kemiskinan dalam bidang seni
murni seiring dengan meningkatnya populasi. Mereka tampak
lebih terstandarkan dan memiliki gambaran sama seperti kota
industri kecil, walau dalam dimensi yang lebih luas. Apa yang
zaman sekarang tambahkan bagi isi budaya kota-kota besar
kita sangat tidak cukup. Semua kota-kota kita hidup dalam
kemashyuran dan bayangan masa lalu.
{Bangunan monumental negara}
Contohnya dari Munchen zaman sekarang, semua yang
diciptakan di bawah kaisar Ludwig I, dan kita akan terkejut
ketika mengetahui bahwa begitu miskinnya penciptaan karya
artistik pada masa sesudahnya. Hal yang sama berlaku juga
bagi Berlin dan sebagian besar-kota-kota besar lainnya.
Namun hal yang terpenting adalah kota-kota besar kita hari ini

tak memiliki monumen yang mampu mendominasi kota dan


mungkin akan dianggap sebagai simbol zaman. Tepat sekali
pada kota antik ini karena hampir setiap orang memiliki
monumen khusus yang bisa dibanggakan. Aspek karakteristik
kota tua ini tak berada pada semua gedung pribadi namun
pada monumen masyarakat yang dibangun untuk selamanya,
bukan untuk sesaat karena monumen itu ditujukan untuk
merefleksikan kebesaran dan kemakmuran masyarakat, bukan
kemakmuran perseorangan.
Maka munculah monumen-monumen yang sangat cocok
dengan penghuni individual di kota ini dengan cara yang sulit
dipahami. Karena apa yang terlihat kuno di depan mata
hanyalah rumah-rumah pribadi biasa dan bukannya bangunan
besar yang mengagumkan bagi seluruh masyarakat. Jika
rumah tinggal saja seperti itu bandingannya maka level
bangunan-bangunan kuno akan merosot menjadi sebuah objek
tak penting. Hanya jika kita bisa membandingkan dimensi
struktur bangunan- bangunan negara lama dengan rumah
tinggal kontemporer kita dapat memahami betapa kuatnya
penekanan pada prinsip memberikan kesempatan bagi karya
publik. Beberapa masih merupakan Colossus yang menjulang
yang bisa kita kagumi dari sisa puing-puing masa lampau, dan
bukan bekas tempat bisnis namun kuil dan struktur negara
dalam arti karya yang dimiliki Volk. Bahkan dalam kemegahan
bangunan Roma zaman dahulu, tempat-tempat pertama tak

berisikan villa dan istana individual namun kuil dan tempat


mandi, stadion, sirkus, akuaduk, basilika dan lain-lain,
semuanya milik negara dan Volk. Bahkan suku-suku Jermanik
abad pertengahan memiliki prinsip panduan yang sama walau
konsep seninya berbeda.
{Gudang dan Hotel-ekspresi seni modern}
Apa yang antik di Acropolis13 dan Pantheon sekarang ada
dalam bentuk Katedral Gothik. Begitu besarnya struktur
monumental ini menjulang tinggi diatas gedung- gedung kayu
dan batu bata kota abad pertengahan dan menjadi simbol
zaman sekarang walau rumah petak terus bertambah akan
menentukan sifat dan gambaran kota ini. Katedral, balaikota,
pasar dan benteng-benteng merupakan tanda yang jelas dari
sebuah permulaan yang sama antiknya. Namun betapa
menjijikannya hubungan antara gedung negara dan gedung
pribadi sekarang! Jika nasib Romawi dialami oleh Berlin,
generasi masa depan suatu hari akan mengagumi toko-toko
Yahudi sebagai karya teragung zaman sekarang dan hotelhotel perusahaan akan dianggap mewakili ekspresi
karakteristik. Bandingkanlah kegagalan buruk yang ada pada
kota seperti Berlin diantara struktur Reich dan struktur
keuangan serta perdagangan.
Bahkan jumlah uang untuk gedung negara biasanya begitu
konyol dan tak cukup. Karya-karya tak dibangun untuk

selamanya namun sebagian besar untuk kebutuhan sesaat.


Pada karya tersebut tak ada ide dominan yang lebih tinggi.
Pada saat pembangunan Berlin Schloss merupakan gedung
yang berbeda dengan perpustakaan baru sebagai contohnya
hanya dalam setting masa sekarang. Sementara satu kapal
perang mewakili nilai enam puluh juta rakyat, bahkan kurang
dari setengah jumlah ini disetujui bagi bangunan agung
pertama Reich yang dimaksudkan untuk berdiri selamanya,
yaitu gedung Reichtsag. Maka ketika permasalahan interior
muncul, dewan yang agung menolak menggunakan batu dan
memerintahkan dindingnya dilapisi plester. Untuk hal yang ini
aku mengakui bahwa parlemen sudah bertindak benar, yaitu
dinding batu tak cocok dengan kepala yang terbuat dari
plester.
{Perbandingan agama}
Maka tak usah terkejut mengetahui bahwa kota-kota kita
zaman sekarang kekurangan simbol Volksgemeinschaft
yang simbolnya sendiri tidak ada. Hasil yang pasti dari
kemuraman ini yang efek praktisnya adalah menyia-nyiakan
total terhadap penghuni kota besar bagi takdir kotanya. Hal ini
adalah tanda-tanda menurunnya budaya dan keruntuhan
umum kita. Masa ini menahan utilitarianisme paling keji atau
lebih mudah dikatakan sebagai pelayan demi uang. Kita tak
perlu terkejut jika di bawah sikap seperti itu betapa rendahnya
rasa heroisme. Masa sekarang hanya memanen apa yang telah

di tanam masa lalu.


Dalam analisis terakhir semua gejala kebusukan ini adalah
akibat dari absennya Weltanschauung yang pasti dan
seragam karena merupakan hasil ketidakyakinan penilaian
dan sikap terhadap berbagai masalah besar pada saat ini.
Itulah mengapa harus dimulai dengan pendidikan agar semua
orang tak sungguh-sungguh, terombang-ambing dan
menghindari tanggung jawab untuk kemudian berakhir
dengan toleransi pengecut pada pelecehan yang paling jelas
sekalipun. Omong kosong kemanusiaan menjadi mode dan
dengan menyerah pada kebusukan individu yang pura-pura
berhemat namun masa depan jutaan orang dikorbankan.
Betapa menyebarnya ketidakberaturan ini ditunjukan dengan
pencermatan kondisi beragama sebelum perang. Disini juga
keyakinan Weltanschauung yang bersatu dan efektif telah
hilang pada sebagian besar negeri.
Dalam hal ini para anggota yang secara resmi memisahkan diri
dari gereja telah memainkan peranan yang kurang penting
dari mereka yang tidak peduli. Sementara kedua kelompok
agama terus melakukan misinya di Asia dan Afrika dengan
tujuan mendapatkan pengikut baru bagi doktrindoktrinnya.
Sebuah kegiatan yang dapat disombongkan tak begitu sukses
dibandingkan dengan majunya iman umat Islam, khususnya di
sini di Eropa mereka telah kehilangan jutaan pengikut yang
asing dengan kehidupan agama atau memiliki cara mereka

sendiri. Dari sudut pandang moral, akibatnya tidak bagus.


Berharga pula perjuangan keras melawan dasar-dasar pondasi
dogmatik dari berbagai gereja-gereja orthodok dimana
tanpanya iman beragama tak akan bisa diyakini. Massa tak
terdiri dari para filsuf karena khususnya bagi massa, iman
kadangkala menjadi satu-satunya dasar sikap moral.
Berbagai macam pengganti nilai agama tidak terbukti sukses
dari sudut pandang hasil, sehingga mereka dapat dianggap
sebagai pengganti yang berguna bagi asal muasal agama.
Namun jika doktrin agama dan iman siap menghadapi massa,
kewenangan mutlak dari iman ini adalah dasar
kemanjurannya. Apa yang diinginkan oleh arus sejarah adalah
untuk hidup secara umum, dimana untuk meyakinkan ratusan
ribu orang baik akan hidup dengan nyaman namun jutaan
yang lainnya tidak. Prinsip negara adalah untuk negara dan
menjadi dogma bagi agama masa kini. Hanya melalui hal
tersebut ide intelektual murni yang dapat di interpretasi secara
bebas serta kurang meyakinkan dapat dibatasi dan dibawa
menuju bentuk dan menjadi bentuk yang tak mungkin menjadi
iman. Kalau tidak ide tersebut tak akan melewati wujud
metafisika. Pendeknya, pemikiran filosofis tak akan muncul.
Serangan terhadap dogma seperti itu mewakili perjuangan
melawan dasar sah sebuah negara dan akan menyebabkan
anarki total sebuah negara, sementara serangan terhadap
dogma akan berakhir pada nihilsme agama dengan tanpa arti.
Bagi politisi, nilai suatu agama jangan dinilai dari

kekurangannya namun oleh kebajikan yang tampak dan dapat


menjadi pengganti.
{Penyalahgunaan agama secara politik}
Selama hal ini ada maka hanya dapat dihapuskan hanya oleh
orang yang gila atau kriminal. Tak ada penyalahan sekecil
apapun bagi kondisi beragama yang menyenangkan harus
dihadapi oleh mereka yang memiliki ide beragama dengan
banyak hal yang murni alamiah lalu mengarahkannya kepada
konflik yang sama sekali tidak perlu dihadapi dengan ilmu
murni. Dalam hal ini yang menang selalu ilmu murni,
mungkin setelah perjuangan yang keras dan agama akan
menderita kerusakan dalam pandangan mereka yang tak
mampu menaikkan dirinya sendiri diatas pengetahuan luar.
Lebih buruk lagi adalah kehancuran yang ada dikarenakan
oleh penyalahgunaan keyakinan beragama bagi tujuan politis.
Pada kenyataannya kita tak dapat menyerang dengan cukup
tajam bagi bajingan politikus itu yang ingin membuat agama
sebagai penerapan bagi jasa politis maupun bisnis bagi
mereka. Benarlah apa kata para pembohong kurang ajar ini
yang menyatakan imannya dengan suara nyaring bagi seluruh
dunia agar pendosa yang lain dapat mendengarar, bahkan jika
perlu tujuannya bukanlah memperjuangkannya sampai mati
namun agar memiliki kehidupan yang lebih baik.

Bagi satu penipu politis yang cukup, mereka mampu menjual


hati seluruh agama; bagi sepuluh mandat parlementer mereka
akan bersekutu dengan musuh abadi seluruh agama. Kaum
Marxis dan untuk kursi menteri mereka akan menikah dengan
setan, kecuali jika setan tersebut terhambat dengan sisa-sisa
kebaikan. Jika kehidupan beragama di Jerman sebelum
perang memiliki rasa kurang mengenakan ini, dapat
ditimpakan pada pelecehan agama Kristen oleh apa yang
disebut dengan partai Kristen adalah cara yang memalukan
dimana mereka mencoba mengidentifikasi iman Katolik
dengan partai politik. Hubungan palsu ini merupakan kegilaan
yang mungkin mengarahkan mandat parlemen sehingga
Gereja di celakai.
{Hampanya tujuan politik Jerman}
Tentu akibatnya harus ditanggung oleh seluruh negeri karena
hasil dari berkurangnya kehidupan beragama terjadi pada saat
ketika semua orang mulai tak yakin dan menghindar lalu
dasardasar tradisional etika dan moral terancam runtuh. Hal
ini menyebakan keretakan dan riak-riak di negeri kita yang
tampaknya tak berbahaya selama tak ada ketegangan tertentu
muncul, namun akan menjadi kehancuran ketika dengan
kekuatan kejadian besar mempermasalahkan solidaritas inti
dari bangsa untuk meraih kepentingan yang menentukan.
Layaknya dalam bidang politik, bagi mata yang cermat akan
mampu membedakan kejahatan yang jika tak disembuhkan

atau dirubah dalam kurun waktu tertentu akan menjadi


penyebab kebusukan Reich di masa depan untuk selamalamanya.
Kehampaan kebijakan domestik dan luar negeri Jerman begitu
jelas bagi siapapun yang tak buta. Rezim yang berkompromi
tampaknya begitu lekat dengan ide Bismarck bahwa politik
adalah seni tentang kemungkinan. Namun antara Bismarck
dan kanselir-kanselir Jerman sesudahnya, ada perbedaan kecil
yang membuat mungkin bagi Bismarck untuk jatuh karena
ungkapan seperti itu, sementara pandangan yang sama dari
mulut-mulut pemimpin sesudahnya memiliki arti yang jauh
berbeda. Maka dengan kalimat itu saja Bismarck ingin
mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan politik yang pasti
semua kemungkinan harus digunakan alias dalam artian
semua kemungkinan harus diperhitungkan masak-masak.
Dalam pandangan pemimpin sesudahnya ungkapan seperti ini
tampaknya tak memiliki kepentingan untuk meraih tujuan
politik tertentu apapun. Kepemimpinan pada masa Reich saat
ini tak memiliki tujuan politis lagi, karena dasar yang
diperlukan bagi Weltanschauung yang pasti benar-benar
kurang sama seperti pentingnya kejelasan bagi aturan ini
untuk mengatur perkembangan kehidupan politis.
{Pelecehen parlemen sebelum perang}
Hanya sedikit orang yang melihat hal ini dengan pekat dalam

rasa hormat mereka lalu mengecam kekosongan dan


kekurangtelitian kebijakan Reich juga mengenali semua
kekurangan, kelemahan dan kekosongan namun ini hanyalah
tampilan luar kehidupan berpolitik. Kewenangan dari
pemerintah resmi terlewati oleh pengamatan Houston Stewart
Chamberlain dengan menyia-nyiakan yang terlihat sama
sekarang. Orang-orang ini terlalu bodoh untuk memikirkan
apapun bagi diri mereka sendiri dan terlalu angkuh untuk
mempelajari apa yang perlu dari orang lain tentang kebenaran
sejati yang membuat Oxenstiernau berteriak, Dunia hanya
diperintah oleh sebagian kecil kebajikan. Dan memang

benar setiap kementrian hanya mewujudkan seujung atom


dari fraksi ini.
Hanya saja sejak Jerman menjadi republik hal ini tak
diterapkan lagi. Inilah kenapa dilarang oleh hukum
pertahanan republik bahkan untuk mendiskusikan pemikiran
seperti itu sekalipun. Oxenstierna beruntung untuk hidup
pada masa itu dan bukan di republik bijak kita saat ini. Bahkan
di periode sebelum perang, institusi itu yang harusnya
mewujudkan kekuatan Reich dianggap sebagian besar rakyat
sebagai kelemahan terbesarnya yaitu Parlemen atau
Reichstag. Kepengecutan dan hobi berpangku tangan mereka

benar-benar berpadu disini.


Salah satu pendapat bodoh yang sekarang jarang didengar
adalah bahwa parlementarisme di Jerman telah salah

semenjak revolusi. Ini akan memberikan kesan bahwa


parlementarisme berbeda sebelum revolusi. Pada
kenyataannya efek dari institusi ini benar-benar
menghancurkan. Hal ini dirasa sudah tepat bahkan pada saat
itu dimana orang-orang memalingkan pandangan dan tak
melihat serta tak mau melihat apapun. Jika Jerman sampai
hancur itu bukan karena institusi ini. Tak usah berterimakasih
pada Reichstag bahwa kehancuran tidak terjadi diawal karena
hal ini dikarenakan perlawanan aktivitas para penggali kubur
bangsa dan Reich Jerman ini yang telah ada pada saat masa
damai.
{Keengganan parlementarisme}
Diluar sejumlah besar kejahatan yang menghancurkan dimana
institusi ini setidaknya langsung atau tidak langsung
bertanggung jawab. Aku akan ambil satu yang paling dekat
dengan institusi yang paling tidak bertanggung jawab
sepanjang zaman ini, yaitu keengganan dan kelemahan yang
benarbenar buruk dari para pemimpin politik dari Reich
didalam dan diluar negeri, dimana kegiatan Reichstag menjadi
salah satu alasan utma bagi keruntuhan politik. Keengganan
merupakan segala subjek yang berpengaruh bagi parlemen ini
terserah bagaimana anda memandangnya. Keengganan dan
kelemahan kebijakan persekutuan Reich dalam hubungan luar
negerinya.

Dengan mencoba menjaga kedamaian maka jalan menuju


perang tak terhindarkan. Keengganan merupakan kebijakan
Polandia, dan Keengganan begitu menjengkelkan tanpa
penyelesaian apapun. Hasilnya bukan kemenangan bagi
Jerman maupun Polandia, namun terjadi permusuhan dengan
Rusia. Keengganan merupakan penyelesaian masalah ElsassLothringen, bukannya menghancurkan kepala Hydra Perancis
dengan sekali hantaman brutal lalu memberikan warga Elsass
hak yang sama, kedua hal tersebut tak pernah dilakukan.
Bahkan tak bisa akan terjadi karena di jajaran partai-partai
besar duduk pengkhianat terbesar, contohnya Herr Wetterle.
Bagaimanapun semua ini dapat ditanggung jika keseluruhan
keengganan tidak melingkupi mereka yang menjaga
keberadaan Reich: Angkatan bersenjata. Dosadosa apa yang
disebut dengan Reichstag Jerman menutupi seluruh kutukan
bangsa Jerman. Dengan alasan paling menyedihkan, para
pengacau partai ini mencuri dan menghantam tangan bangsa
ini dari senjata penjagaan diri, satu-satunya pertahanan bagi
kemerdekaan dan kebebasan Volk kita.
{Pengkhianatan parlemen pada Angkatan Bersenjata}
Jika kuburan-kuburan di Flanders sekarang digali, maka
darinya akan keluar mayat- mayat para penuduh yang
berdarah-darah, ratusan ribu dari anak muda Jerman terbaik,
dikarenakan kejahatan kriminal parlemen ini terdorong tak

begitu terlatih lalu berjalan menuju lengan kematian. Tanah


Air kehilangan mereka dan jutaan menjadi cacat dan mati
sendirian, dan kesepian sehingga beberapa ratus penyesat Volk
dapat menyelusupkan penipuan dan pemerasan politik mereka
atau hanya berkoar mengenai teori doktrin mereka.
Sementara kaum Yahudi dan pers Marxis Sosial Demokratik
telah memproklamasikan kepada seluruh dunia menganai
kebohongan militerisme Jerman lalu mencoba memberatkan
Jerman dengan segala cara. Partai-partai Marxis dan Sosial
Demokratik menghalangi semua pelatihan menyeluruh dari
kehebatan sumber daya Volk Jerman. Kejahatan besar yang
dilakukan menjelaskan kepada semuanya yang
mempertimbangkan bahwa jika ada perang maka seluruh
bangsa harus angkat senjata dan dikarenakan kenakalan wakil
Volk ini, jutaan orang Jerman didorong untuk menghadapi
musuh tanpa latihan yang cukup.
Namun jika akibat dari kejahatan brutal dan liar dari para
penjahat parlemen ini tidak dipertimbangkan sama sekali,
maka kekurangan prajurit yang terlatih pada awal perang
dapat mengarah kepada kekalahan. Hal ini di benarkan dalam
perang dunia. Hilangnya perjuangan untuk kebebasan dan
kemerdekaan bangsa Jerman adalah hasil dari keengganan
dan kelemahan yang terwujudkan dalam masa damai
berkenaan dengan wajib militer seluruh sumber daya nasional
bagi pertahanan Tanah Air.

{Politik armada angkatan laut yang salah}


Jika terlalu sedikit rekrutmen yang dilatih di darat,
keengganan yang sama juga berlaku di laut membuat senjata
pertahanan nasional tak berharga. Sayangnya kepemimpinan
Angkatan Laut terinfeksi oleh semangat keengganan.
Kecenderungan untuk membangun semua kapal lebih kecil
dari kapal perang Inggris yang diluncurkan pada saat yang
sama tak begitu dianggap dan tidak bagus. Khususnya armada
yang dari mulanya dapat menunjukan angka-angka murni tak
dapat disamakan dengan pengikutnya harus mencoba
memberikan kompensasi kurangnya jumlah kekuatan
bertempur kapal perangnya. Kekuatan bertempur yang lebih
superior lebih penting, bukan sekedar superioritas legendaris
dalam kualitas.
Teknologi modern khususnya telah begitu maju dan telah
meraih sejumlah keseragaman dalam berbagai negara-negara
beradab, sehingga tidak mungkin bagi sebuah kapal yang
hanya berkekuatan sebuah nilai tempur lebih dari kapal
negara lain yang beratnya ribuan ton. Bahkan semakin
meragukan untuk mencapai superioritas dengan kapal
pengganti yang lebih kecil daripada kapal yang besar.
Faktanya, tonase yang lebih kecil dari kapal-kapal Jerman
hanya mungkin dengan harga kecepatan dan persenjataan.
Kalimat yang dimana rakyat mencoba untuk membenarkan
fakta ini menunjukan kurangnya logika dalam departemen

yang bertanggung jawab bagi hal ini pada masa damai. Sebagai
contohnya, mereka mendeklarasikan bahwa materi senjatasenjata Jerman begitu jauh diatas Inggris, sehingga senjata
kaliber 28 sentimeter Jerman tidak terbelakang dibandingkan
senjata kaliber 30,5 sentimeter milik Inggris!
Namun untuk alasan ini merupakan tugas kita untuk
mengganti senjata berkaliber 30,5 sentimeter karena
tujuannya haruslah pencapaian yang melebihi bukan
menyamai. Kalau tidak, maka akan sangat berlebihan bagi
angkatan bersenjata untuk memiliki mortir bekaliber 42
sentimeter, karena mortir Jerman sekaliber 21 sentimeter
lebih hebat dari meriam Perancis dan benteng-benteng akan
runtuh oleh mortir berkaliber 30,5 sentimeter. Pemimpin
Angkatan Darat berpikir seperti itu namun tidak bagi
pemimpin Angkatan Laut. Pengabaian yang menyeluruh dari
kekuatan superior artileri dan kecepatan telah terjadi. Sebuah
ide salah mengenai ide resiko. Kepemimpinan Angkatan Laut
dengan caranya tersendiri melebarkan rencana pembatalan
serangan dan dari luar terlihat seperti bertahan. Namun
dengan hal ini juga mereka menggagalkan kesuksesan dimana
kesuksesan ini hanya bisa dicapai melalui serangan. Kapal
yang kecepatannya lebih kecil dan persenjataannya lebih
lemah akan di tenggelamkan oleh kapal musuh yang lebih
cepat dan lebih bagus persenjataannya.
Sejumlah kapal perang kita mendapati nasib pahit ini.

Kesalahan terbesar dari staf Angkatan Laut ditunjukkan pada


saat perang dimana terjadi persenjataan yang dimodifikasi
dari kapal perang tua, dan persenjataan yang lebih baik dari
kapal perang modern. Jika pada pertempuran Skagerrak15
kapal-kapal Jerman memiliki tonase dan persenjataan yang
sama dengan kapal perang Inggris, maka kapal-kapal Inggris
akan dikubur di dasar laut oleh meriam berkaliber 38 cm milik
Jerman.
Jepang memiliki kebijakan Angkatan Laut yang berbeda pada
masa itu. Disana pada prinsipnya keseluruhan penekanan ada
pada kekuatan setiap kapal yang selalu melebihi kemampuan
kapal pendahulunya. Hasilnya adalah kemungkinan yang lebih
besar dari penggunaan serangan oleh Angkatan Laut.
Sementara staff Angkatan Darat terbebas dari pemikiran palsu
seperti itu. Angkatan Laut yang memiliki perwakilan
parlementer lebih baik tenggelam pada semangat parlemen.
Hal ini berdasarkan ide yang setengah hati dan digunakan
dengan cara yang sama. Kemasyhuran abadi dari Angkatan
Laut Jerman ada pada keahlian buruh persenjataan Jerman
serta kemampuan dan kepahlawanan hebat dari perwira dan
awak kapal.
{Perjuangan Angkatan Darat melawan keengganan}
Jika pemimpin tertinggi Angkatan Laut menunjukan
kecerdasannya, maka pengorbanan ini tak akan sia-sia. Maka
ini pasti merupakan hasil dari kecerdasan parlemen yang

superior pada Angkatan Laut di masa damai menghasilkan


kemalangan bahkan dalam pembangunannya bukan
berdasarkan pada kriteria militer namun sayangnya parlemen
memegang keputusan final. Keengganan dan kelemahan juga
cara berpikir yang minim, sifat dari institusi parlemen mulai
mewaranai kepemimpinan Angkatan Laut.
Angkatan Darat seperti sudah ditekankan, masih jauh dari
pemikiran palsu ini. Khususnya kolonel pada Staf Jenderal
pada saat itu, Ludendorff yang berjuang tanpa pamrih untuk
melawan kriminal yang memulai keengganan dan kelemahan
ini dimana Reichstag mendekati masalah vital bangsa dan
sebagian besar menolaknya. Jika perjuangan yang dilakukan
perwira ini sia-sia, setengah kesalahannya ada pada parlemen,
dan setengahnya lagi ada pada sikap dan kelemahan yang
menyedihkan dari Kanselir Reich, Bethmann Hollweg. Namun
sekarang hal ini tidak mencegah mereka yang bertanggung
jawab bagi runtuhnya Jerman untuk mengkambing hitamkan
Ludendorff yang sendirian melawan pengabaian kepentingan
nasional ini. Kurang lebih para bajingan ini adalah penipu!
Siapapun yang memikirkan semua pengorbanan bagi jutaan
orang yang ditimbunkan pada negara karena kecerobohan
kriminal dari mereka yang sangat tidak bertanggung jawab,
yang menimbang semua yang tewas dan terbungkam, juga rasa
tak tahu diri kemalangan amat sangat yang menimpa kita, lalu
tahu bahwa semua ini terjadi hanya untuk membersihkan

jalan bagi kursi menteri bagi segerombolan yang jahat dan


pencari pekerjaan. Percayalah padaku, siapapun yang
memikirkan keinginan ini akan paham bahwa makhlukmakhluk ini dapat digambarkan sebagai bajingan, penjahat,
sampah dan kriminal, kalau tidak kegunaan dan tujuan katakata ini dalam penggunaan linguistik kita tak akan cocok.
{Kehebatan Jerman}
Dengan membandingkan para pengkhianat negara ini, maka
setiap bajingan politik lebih berharga dari mereka. Anehnya
semua sisi paling buruk dari Jerman lama hanya menarik
perhatian mereka ketika solidaritas bangsa menderita. Ya,
bahkan dalam kasus seperti itu kebenaran yang menyakitkan
secara positif di keluhkan kepada massa, sementara orang
yang sama memilih dengan bersahajanya untuk memunculkan
banyak hal dan sebagian menyangkalnya. Ini adalah hal yang
biasa ketika diskusi terbuka mengenai sebuah permasalahan
akan mengarah kepada pengembangan.
Pada saat yang sama, kantor-kantor pemerintahan berwenang
yang tahu apapun nilai dan sifat propaganda. Faktanya adalah
bahwa dengan penggunaan propaganda yang cerdas akan bisa
menampilkan surga seperti neraka bagi Volk, dan sebaliknya
kehidupan yang paling buruk sebagai surga hanya diketahui
oleh Yahudi yang bersikap seperti ini, yaitu orang Jerman atau
pemerintahannya sama sekali tak pernah memikirkan hal
tersebut. Selama perang kita harus menderita hebat karena ini

semua. Sejalan dengan semua kejahatan dalam kehidupan


rakyat Jerman sebelum perang diindikasikan dan lebih lagi,
ada banyak keuntungan juga.
Dalam pencermatan yang lebih adil kita harus mengakui
bahwa sebagian besar kelemahan kita terbagi pada Volk dan
negara lain, dan beberapa lainnya lagi yang kita sembunyikan
dibalik bayangan karena hal tersebut tak menguntungkan
sama sekali. Pada puncak segala kelebihan ini diatas
segalanya, kita bisa melihat fakta bahwa dari semua rakyat
Eropa, maka Volk Jerman masih mencoba untuk menjaga
karakter nasionalnya dalam bidang ekonomi walau beberapa
pertanda jahat masih ada dari kendali keuangan internasional.
{Perwakilan rezim baru dan lama}
Untuk yakinnya hal ini merupakan keberuntungan yang
berbahaya dan menjadi pemicu terbesar perang dunia.
Terlepas dari hal ini dan banyak hal lainnya maka kita dari
sejumlah sumbersumber sehat kekuatan nasional mengambil
tiga institusi ini sebagai contoh yang tak tertandingi. Pertama,
bentuk negara sebagai segel khusus yang telah ada dalam
Jerman modern. Disini kita dapat mengabaikan semua
monarki individual yang sebagai manusia maka akan memiliki
kelemahan di bumi ini. Jika kita tidak toleran dalam hal ini,
maka kita akan bersama-sama putus asa sekarang karena
bukanlah wakil dari rezim sekarang yang dianggap sebagai

kepribadian secara intelektual dan moral dari takaran paling


bersahaja sekalipun yang bisa kita yakini akan menyiksa otak
kita dengan lama.
Siapapun yang mengukur nilai revolusi Jerman dengan nilai
dan ketinggian kepribadian yang terjadi pada Volk Jerman
semenjak bulan November 1918 harus menundukan kepalanya
dengan malu di depan pengadilan akhirat dimana
moncongnya tak mampu lagi menghentikan aturan-aturan
yang melindungi dan akan mengatakan apa yang sekarang kita
ketahui sebagai kebenaran. Untuk sekedar tahu saja, bahwa
otak dan kebajikan pemimpin modern Jerman sekarang
berbanding terbalik dengan kejahatan dan ukuran mulut
mereka. Monarki terasa asing bagi banyak orang, khususnya
massa. Ini adalah hasil dari fakta bahwa monarki tak selalu
dikelilingi pikiran-pikiran yang cerdas dan tulus. Sayangnya
sejumlah dari mereka tampak seperti penjilat, lebih disukai
daripada sifat langsung pada tujuan dan akibatnya para
penyanjung itu yang memberi perintah pada mereka.
{Kesalahan psikologis rezim lama}
Kejahatan yang amat sangat ketika sebagian besar pendapat
dunia lama telah berubah, menyebar secara alamiah dengan
perkiraan dimana banyak tradisi tua monarki masih dipegang
teguh. Maka pada peralihan abad baru orang biasa nongkrong
di pinggir jalan dan tak bisa lagi mengagumi secara khusus

terhadap para perempuan yang berjalan-jalan memakai


seragam. Tampaknya mereka yang berwenang tak mampu lagi
menilai dengan tepat efek parade seperti itu di depan Volk
karena jika mereka memang mampu, penampilan yang
disayangkan di depan publik itu tak akan terjadi. Lebih lagi
omong kosong tentang kemanusiaan tak selalu tulus sehingga
rakyat bukannya tertarik malah jijik mendengarnya. Sebagai
contoh, jika seorang perempuan merendahkan dirinya dengan
mencoba masakan dari dapur Volk, di masa lalu akan terlihat
baik namun sekarang hasilnya terbalik.
Kita dibenarkan berpikir bahwa Yang Mulia tak berpikir
bahwa makanan pada hari itu yang dia cicipi tak berbeda dari
biasanya, namun cukup agar rakyat tahu. Maka apa yang
mungkin menjadi niatan baik akan terlihat konyol kalau bukan
menjengkelkan. Cerita-cerita mengenai kesederhanaan
monarki mengenai bangun dari tidur yang pagi sekali dan
bekerja keras sampai larut malam walau ada bahaya malnutrisi
mengintai akan membangkitkan komentar-komentar
meragukan. Rakyat tak ditanya makanan apa dan sebanyak
apa yang dikonsumsi oleh monarki, mereka tidak iri akan
makanannya, ataupun tak bisa tidur mereka puas jika dalam
hal lain. Sebagai seorang manusia dan karakternya menjadi
kehormatan monarki dan bangsa. Jika dia memenuhi tugasnya
sebagai pemimpin, dongeng tak membantu apapun malah
membahayakan.

{Stabilitas bentuk negara monarki}


Hal ini dan yang serupa dengannya hanyalah sepele. Efek
terburuk dari bagian negara yang sayangnya paling besar
adalah keyakinan mutlak bahwa rakyat bisa diatur dari atas,
entah apapun yang terjadi dan setiap orang tak perlu
memikirkan apa-apa. Selama pemerintahan masih stabil atau
setidaknya niatnya masih baik hal ini dapat dilakukan. Namun
terkutuklah jika pemerintahan lama yang tujuan baiknya
tergantikan oleh yang tak pantas, mereka mengalah dan
keyakinan kanak-kanak merupakan kegilaan mutlak yang
dapat diyakini. Namun seiring dengan hal ini dan banyak
kelemahan lainnya ada asset yang pasti. Satu hal, stabilitas
seluruh kepemimpinan negeri dilaksanakan oleh bentuk
negara monarki dan pemindahan posisi negara tertinggi dari
spekulasi politisi ambisius.
Lebih lagi kehormatan institusi seperti itu dan kewenangan
yang tercipta sama dengan pengurusan pegawai negeri, dan
khususnya Angkatan Bersenjata diatas kewajiban partai. Satu
kelebihan lagi adalah perwujudan pribadi dari puncak negara
dalam monarki sebagai satu orang dan contoh rasa tanggung
jawab yang akan lebih kuat dalam sebuah monarki daripada
pengacau tiba-tiba dari mayoritas parlemen adalah sifat bersih
dari administrasi Jerman yang bisa dihubungkan dengan hal
ini. Akhirnya nilai budaya monarki bagi rakyat Jerman masih
terkesan tinggi dan dapat menutupi kekurangan yang lainnya.

Kota-kota monarki Jerman masih menjadi tempat


perlindungan pemikiran artistik, yang semakin terancam pada
masa materialstik ini. Apa yang dilakukan pangeran-pangeran
Jerman demi seni dan ilmu pengetahuan, khususnya pada
abad ke dua puluh dapat dijadikan contoh. Masa sekarang tak
bisa dibandingkan dengan masa itu. Sebagai faktor tambahan,
pada masa pembusukan yang baru dimulai dan menyebar
pada bangsa ini kita harus memperhatikan Angkatan Darat.
{Angkatan Bersenjata adalah sekolah yang penting}
Hal ini merupakan sekolah paling hebat dari bangsa Jerman
dan seluruh kebencian musuh kita diarahkan pada penopang
kebebasan dan kemerdekaan rakyat kita. Tak ada monumen
gemilang yang dapat didedikasikan pada instistusi unik ini
daripada pernyataan kebenaran yang difitnah, dibenci,
diperangi juga ditakuti oleh orang- orang yang lebih rendah.
Fakta bahwa kemarahan dari para pengeksploitasi
internasional Volk kita di Versailles, diarahkan khususnya
pada Angkatan Bersenjata Jerman lama, membuat kita
mengenalinya sebagai benteng pertahanan kemerdekaan Volk
kita melawan kekuatan pasar modal. Tanpa kekuatan
peringatan ini, tujuan Versailles telah dari dulu dialamatkan
kepada Volk kita. Apa yang rakyat Jerman hutangi dari
Angakatan Bersenjata dapat disingkat hanya dalam satu kata:
Semuanya!

Angkatan Bersenjata melatih orang-orang demi rasa tanggung


jawab tanpa syarat pada saat dimana kualitas ini telah jarang
muncul, dan penghindaran semakin menjadi-jadi setiap hari.
Dimulai dengan semua multi wajah akan rasa tidak
bertanggung jawab dari parlemen. Parlemen melatih orangorang dengan sikap kepahlawanan pada masa dimana sikap
kepengecutan menjadi penyakit meradang dan semangat
pengorbanan dan keinginan untuk mengorbankan diri demi
kesejahteraan umum dipandang sebagai kebodohan dan satusatunya orang yang dianggap cerdas adalah yang tahu
bagaimana untuk menjadi penurut dan memajukan egonya. Di
sekolah itulah setiap individu Jerman tak akan mencari
keselamatan dalam kalimat bohong mengenai persaudaraan
internasional antara Negro, Jerman, China, Perancis dan lainlain namun dalam kekuatan dan solidaritas negara kita sendiri.
Angkatan Bersenjata telah melatih orang-orang dengan serius
namun di luar kebingungan dan keaguan mulai menjadi sifat
manusia. Pada masa dimana yang sok tahu mengatur
semuanya, sangat berarti segalanya untuk menjunjung prinsip
bahwa beberapa perintah lebih baik daripada tidak ada sama
sekali. Pada prinsip- prinsip ini masih ada kesehatan murni
yang mungkin telah hilang dari seluruh kehidupan kita jika
Angkatan Bersenjata dan pelatihannya tidak memperbaharui
kekuatan utama ini. Kita hanya melihat kegagalan keputusan
para pemimpin Reich zaman sekarang yang dapat

mengumpulkan energi untuk tidak berbuat apapun, kecuali


untuk menandatangani dekrit baru yang mengexploitasi
rakyat. Dalam hal ini untuk yakinnya, mereka menolak segala
kemungkinan, dan dengan tangkasnya seorang stenografer
kerajaan menandatangani apapun yang tampaknya cocok bagi
siapapun. Dalam hal ini pula keputusan sangat mudah
diambil: Karena didiktekan! Angkatan Bersenjata telah
melatih orang-orang dengan idealisme dan pengabdian pada
Tanah Air dan kebesarannya sementara di luar keserakahan
dan materialisme melebar kemana-mana.
Angkatan Bersenjata telah mendidik satu orang dalam
perbedaan divisi lalu kelas, dan dalam hal ini saja mungkin
satu-satunya kesalahan adalah institusi wajib militer selama
setahun. Sebuah kesalahan karena melalui hal ini prinsip
kesetaraan tanpa syarat telah dipatahkan, dan seseorang
dengan pendidikan lebih tinggi dipindahkan dari lingkungan
umumnya dimana posisi lainnya mungkin dapat lebih
menguntungkan. Dalam pandangan idealisme kelas atas kita
dan sikap pengasingan mereka yang konstan dari Volk-nya
sendiri, Angkatan Bersenjata mampu memiliki efek
menguntungkan diantara jajarannya sendiri, setidaknya
menghindari pemisahan dengan mereka yang disebut dengan
kaum intelektual. Hal ini jika tak dilakukan akan merupakan
suatu kesalahan, namun institusi apa di dunia ini yang tidak
membuat kesalahan? Dalam segala hal, kebaikannya lebih
banyak dari beberapa kelemahan yang ada dibawah rata-rata

ketidaksempurnaan manusia. Angkatan Bersenjata Reich lama


harus dipuji karena ketika pada masa mayoritas
diperhitungkan, kepalanya berada diatas mayoritas. Di
konfrontasikan dengan ide demokratik Yahudi dari sejumlah
pemuja buta, Angkatan Bersenjata tetap memiliki kepercayaan
dalam kepribadiannya.
{Pegawai Negeri yang tak tertandingi}
Angkatan Bersenjata melatih apa yang sangat dibutuhkan oleh
zaman baru yaitu orang-orang. Dalam kekacauan, kelembekan
dan ketidak jantanan yang merebak secara universal setiap
tahun ada tiga ratus lima puluh ribu anak muda datang dari
jajaran Angkatan Bersenjata. Para pemuda yang dimana dalam
dua tahun latihannya telah kehilangan kelemahan masa muda,
kini akan memiliki tubuh sekuat baja. Para pemuda yang
dulunya tak patuh, kini akan bisa menerima perintah. Pada
langkah ini saja kita bisa mengenali prajurit-prajurit yang
telah melakukan tugasnya dengan baik.
Ini merupakan pendidikan tertinggi dalam bangsa Jerman dan
kebencian pahit mereka yang iri serta keserakahan dan
keinginan Reich yang lumpuh serta kelemahan warganya
bukanlah apa-apa. Apa yang sebagian besar rakyat Jerman tak
ingin lihat dalam kebutaan dan sakitnya kini dikenali oleh
dunia asing: Angkatan Bersenjata Jerman merupakan senjata
terkuat untuk melayani kebebasan bangsa Jerman dan

penjagaan keturunannya. Lalu yang ketiga, bersama-sama


dengan bentuk negara dan Angkatan Bersenjata adalah
Pegawai Negeri Reich lama.
Jerman adalah negeri yang organisasi dan administrasinya
paling baik didunia. Pejabat Jerman mungkin bisa dituduh
berbelit-belit birokrasinya, namun di negeri lain tak lebih baik,
mereka lebih buruk!
Namun apa yang negeri lain tak miliki adalah solidaritas yang
indah dari para pegawainya dan kejujurannya. Lebih baik kuno
namun jujur dan setia daripada modern namun sifatnya
rendah, dan seperti seringkali kita lihat sekarang, acuh dan tak
mampu berbuat apa-apa. Jika sekarang orang berpura-pura
bahwa administrasi Jerman pada masa sebelum perang, walau
birokrasinya rumit -jelek dari sudut pandang bisnis- hanya
satu jawaban berikut yang dapat diberikan: Negara mana di
dunia memiliki institusi yang lebih baik dalam mengarahkan
dan mengorganisasikan dalam cara bisnis daripada Perkereta
apian Jerman?
{Otoritas negara}
Hal ini disimpan sampai revolusi merusak contoh-contoh
aparat ini sampai akhirnya terlihat matang untuk diambil dari
tangan bangsa dan di sosialisasikan menurut hak- hak pendiri
Republik, dalam arti dibuat untuk melayani modal pasar
saham internasional dan kekuatan dibalik Revolusi Jerman.
Apa yang khususnya membedakan Pegawai Negeri Jerman

dengan aparat administrasinya adalah kemandiriannya dari


pemerintah yang pandangan politiknya tak memiliki efek pada
pekerjaan Pegawai Negeri Jerman.
Sejak revolusi harus diakui bahwa hal ini telah berubah
drastis. Kemampuan dan kompetensi telah digantikan dengan
hubungan partai dan saling mengandalkan. Karakter yang
mandiri malahan lebih menghambat, bukannya membantu.
Bentuk negara, Angkatan Bersenjata dan pegawai negeri telah
membentuk dasar kekuatan Reich lama. Yang utama adalah
alasan bagi kualitas yang benarbenar kurang di negara pada
saat sekarang, yaitu kewenangan negara! Hal ini tak
berdasarkan pada sesi omong kosong di parlemen atau
provinsi atau pada hukum dan perlindungannya atau
hukuman pengadilan untuk menakuti orang yang kurang ajar
dan lain-lain, namun pada kepercayaan umum yang dapat dan
akan ditaruh pada kepemimpinan dan administrasi
persemakmuran.
Sebagai gantinya, kepercayaan ini adalah akibat dari
kepercayaan pada diri sendiri dan kejujuran pemerintah serta
administrasi sebuah negara, dan dari perjanjian antara
semangat hukum dan pandangan moralitas umum. Dalam
jangka panjang sistem pemerintahan tidak dijaga oleh tekanan
kekerasan, namun oleh kepercayaan pada kesehatan dan
kebenaran yang mereka wakilkan dan majukan untuk
kepentingan publik.

{Alasan keruntuhan yang paling dalam}


Begitu dalamnya kejahatan tertentu dari periode sebelum
perang telah menggerus dan mengancam kekuatan inti negara.
Jangan dilupakan pula bahwa negara-negara lain lebih
menderita dari Jerman dari penyakit-penyakit ini, namun
pada saat kritis tidak menggerutu atau musnah. Namun jika
kita pertimbangkan bahwa kelemahan Jerman sebelum perang
diimbangi dengan kekuatan yang sama, penyebab utama
keruntuhan dan harus ada pada bidang yang berbeda dan
inilah masalahnya.
Alasan utama dan terdalam bagi mundurnya kekaisaran lama
terdapat pada kegagalannya untuk mengenali masalah rasial
dan pentingnya hal tersebut bagi perkembangan sejarah
manusia. Karena kejadian dalam kehidupan Volk bukanlah
ekspresi kesempatan, namun proses yang berhubungan
dengan pemeliharaan diri dan penyebaran spesies serta ras
yang tunduk pada hukum alam. Walaupun orang tak sadar
akan motivasi dasar bagi tindakan mereka.
Anotasi Ilmiah:
1. Mammon
Mammon adalah kata yang berasal dari bahasa Aramaik yang
berarti kekayaan namun etimologinya tak jelas. Para ahli
menghubungkannya dengan arti dipercayakan atau dalam
bahasa Yahudi yang berarti uang. Namun pada abad

pertengahan di Eropa kata ini digunakan untuk menjelaskan


atau mengumpamakan setan kekayaan dan kelicikan.
2. Leitmotif
Leitmotif adalah tema musikal yang selalu muncul dan
diasosiasikan dengan bagian tertentu dari musik dengan
tempat, orang maupun ide tertentu. Kata ini juga
dimaksudkan untuk menekankan tema-tema yang selalu
muncul baik dalam musik, sastra, atau kehidupan seseorang.
Kata Motif dalam bahasa Jerman berasal dari kata motif dalam
bahasa Perancis yang berarti motif atau tema. Di awali dengan
Leit (dari kata bahasa Jerman Leiten=memimpin) sehingga
menjadi Leitmotiv yang berarti motiv utama.
Dalam musik Leitmotif biasanya adalah sebuah melodi pendek
atau ritme sederhana. Leitmotif dapat merangkaikan sebuah
karya menjadi keseluruhan dan membantu komposer musik
menghubungkan cerita tanpa perlu menghubungkan katakata.
Kata ini sering digunakan ketika membahas opera walau
Leitmotif juga digunakan pada genre musik yang lain seperti
instrumental, atau musik dalam film. Symphonie Fantastique
oleh Hector Berlioz merupakan musik instrumental namun
memiliki melodi yang selalu muncul mewakili cinta karakter
utamanya. Berlioz menyebutnya sebagai idee fixe.

Richard Wagner adalah komposer yang sering menggunakan


leitmotif dalam operanya Der Ring des Nibelungen, dimana
leitmotif digunakan yang mewakili karakter, benda atau situasi
tertentu. Penggunaan kata "Leitmotif baru ditulis pada tahun
1871 ketika kritikus F. W. Jahns menggunakannya untuk
menggambarkan karya Weber. Leitmotiv pertama kali
diasosiasikan dengan Wagner pada tahun 1887 oleh H. von
Wolzogen, editor Bayreut her Blatter yang mendiskusikan
Gotterdammerung.
Contoh populer akan leitmotif ada dalam film Star Wars.
Musik Star Wars, Imperial March yang diaransemen oleh
John Williams diasosiasikan dengan Darth Vader, tokoh
utama film tersebut. Setiap potongan musik itu ditampilkan
maka penonton tahu bahwa musik itu adalah tanda atau musik
pengiring bahwa Darth Vader akan segera muncul. Atau jika
hanya musik tersebut didengarkan saja maka pendengar akan
mengasosiasikannya dengan Darth Vader. Juga pada film
James Bond dimana ada potongan musik instrumental
tertentu yang akan memudahkan publik mengasosiasikannya
dengan karakter James Bond karena potongan musik
instrumental tersebut seringkali diperdengarkan. Leitmotif
dalam bab ini berarti sebuah lagu lama yang usang dan bosan
didengar karena seringnya para pembual (menurut Hitler)
mengoceh dan apa yang mereka ucapkan tidak mendukung
situasi yang kondusif bagi nasionalisme Jerman.

3. Liga Bangsa-Bangsa
Liga Bangsa-Bangsa didirikan setelah usai Perang Dunia I di
Paris tahun 1919 yang bertujuan untuk melucuti persenjataan,
menghindari perang melalui keamanan bersama,
menyelesaikan persengketaan antara negara-negara melalui
diplomasi dan negosiasi serta meningkatkan kesejahteraan
dunia. Latar belakang liga ini telah ada seratus tahun
sebelumnya. Di Kongres Wina tahun 1815 Eropa terlihat
seperti benua yang terikat dengan perjanjian dan persekutuan
negara-negara. Ide dasar liga ini muncul dari Presiden
Amerika Serikat Woodrow Wilson dengan negara lain.
Sayangnya Amerika Serikat tak menjadi anggota Liga BangsaBangsa.
Liga kekurangan angkatan bersenjata sendiri sehingga
tergantung negara besar akan keputusannya dimana negara
besar sendiri enggan melaksanakan keputusan itu sendiri.
Setelah beberapa kesuksesan dan kegagalan, Liga Bangsabangsa ternyata tak mampu menahan lajunya Perang Dunia ke
II sehingga Liga ini gagal dan bubar. Perserikatan BangsaBangsa yang didirikan setelah Perang Dunia ke II menjadi
penerus idealisme Liga Bangsa-Bangsa ini.
4. Frankfurter Zeitung
Frankfurter Zeitung adalah koran Jerman yang muncul dari

tahun 1856 sampai 1943. Selama masa Nazi koran ini dianggap
sebagai satu-satunya yang bebas pengaruh dari
Reichspropagandaministerium (kementrian propaganda)

yang diketuai oleh Joseph Goebbels. Setelah Kekaisaran


Jerman terbentuk tahun 1871 Frankfurter Zeitung menjadi
corong borjuis liberal yang menjadi oposisi luar parlemen.
Bahkan sebelum tahun 1914 dan ketika perang pecah, koran
ini menyuarakan perdamaian.
Selama periode Republik Weimar koran ini dimusuhi oleh
kelompok nasionalis karena mendukung perjanjian Versailles
tahun 1918. Frankfurter Zeitung merupakan salah satu
koran demokratis pada zamannya, khususnya atas bagian
kebudayaannya yang merangkul seluruh pemikiran hebat di
Republik Weimar.
Ketika Nazi berkuasa, beberapa kontributor Yahudi harus
meninggalkan koran ini. Pada awalnya koran ini dilindungi
oleh Joseph Goebbels, karena cocok untuk propaganda bagi
dunia luar. Tahun 1943 koran ini akhirnya dilarang oleh Adolf
Hitler. Frankfurter Allgemeine Zeitung lalu menganggap
dirinya sebagai penerus koran ini karena beberapa mantan
jurnalis Frankfurter Zeitung membantu peluncuran koran
ini setelah Jerman kalah perang tahun 1946.
5. Berliner Tageblatt
Berliner Tageblatt adalah koran yang didirikan oleh penerbit

Rudolf Mosse di Berlin dan pertama kali muncul tanggal 1


Januari 1872. Pertama kali terbit sebagai koran iklan namun
menjadi koran yang berpengaruh. Tanggal 5 Januari 1919
kantor koran ini diduduki oleh tentara yang memberontak.
Pada tahun 1920 Berliner Tageblatt bersirkulasi 245.000
eksemplar. Dengan editor Theodor Wolff, koran ini sangat
berpengaruh di Berlin. Berliner Tageblatt dan Frankfurter
Zeitung menjadi koran liberal Jerman yang penting. Dalam

27 tahun, koran ini mampu merangkul seluruh elit jurnalis di


Jerman. Setelah tahun 1933 koran ini berada di bawah kendali
pemerintah (Hitler dan partai Nazi).
6. Sifilis
Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan
oleh bakteri spirochaete, Treponema pallidum. Sifilis menular
melalui hubungan seksual.
7.Sodom dan Gomorrah
Sodom adalah kota di dataran sungai Yordan (sekarang
Palestina). Sodom dan Gomorrah dalam kitab suci diceritakan
sebagai kota yang dihancurkan Tuhan karena penduduknya
berdosa disebabkan perbuatan homoseksual mereka.
8. Kubisme
Kubisme merupakan pergerakan seni avant-garde yang
merevolusi dunia seni Eropa awal abad 20. Karya seni kubisme

selalu terpatah-patah, dan disusun dalam bentuk yang


abstrak-bukannya membuat objek dari sudut yang pasti,
seniman membaginya dalam berbagai macam sisi sehingga
banyak aspek atau wajah dapat dilihat secara bersamaan.
Kubisme mulai tahun 1906 oleh Georges Braque dan Pablo
Picasso, yang tinggal di Montmarte, Paris, Perancis. Mereka
bertemu tahun 1907, dan bekerjasama dampai awal Perang
Dunia I. Istilah Kubisme sendiri dimulai oleh Louis Vauxcelles
tahun 1908.
9. Friedrich Ebert
Friedrich Ebert (4 Februari 1871-28 Februari 1925) merupakan
politisi Jerman yang menjadi Kanselir ke 9 Jerman dan
presiden pertama pada periode Republik Weimar. Ebert
terlibat dalam politik sebagai anggota serikat dagang dan
Sosial Demokrat dan menjadi ketua Partai Sosial Demokrat
pada tahun 1913. Bulan Agustus 1914 Ebert mengajak
partainya untuk bermufakat untuk menyumbang bagi perang,
menganggap bahwa perang sangat perlu dan patriotis untuk
membela negara. Masalah akan perang ini memecah partai,
maka kelompok sayap kiri memisahkan diri pada tahun 1917
menjadi Partai Independen Sosial Demokrat Jerman (USPD).
Ketika sudah jelas bahwa perang akan kalah, sebuah
pemerintahan baru dibentuk oleh Pangeran Maximilian dari
Baden yang memasukan Ebert dan anggota partai Sosial

Demokrat di bulan Oktober 1918. Pecahnya revolusi Jerman


menyebabkan Pangeran Max mundur dan Eberet ditunjuk
menjadi kanselir kekaisaran. Namun keesokan harinya,
sebagai jawaban atas kerusuhan di Berlin, Scheidemann,rekan
Ebert mengumumkan bahwa kaisar telah mundur, monarki
berakhir dan Republik Jerman muncul di bawah
kepemimpinan Ebert. Ebert menerima posisi ini dengan
enggan karena Ebert merupakan pendukung monarki.
Ebert memimpin pemerintahan baru untuk beberapa bulan
kedepan, menggunakan tentara untuk menekan
pembrontakan oleh kelompok Spartacis kiri yang sering
diidentifikasikan dengan Rosa Luxemburg dan Karl
Liebknecht (Ironisnya, bertahun- tahun kemudian anak Ebert,
Friedrich "Fritz Ebert menjadi seorang komunis dan menjadi
walikota Berlin Timur pada saat negara Jerman Timur masih
ada). Ketika Republik Weimar muncul tahun 1919, Ebert
menjadi presiden pertama Republik Jerman. Walau Ebert
sedikit mendukung revolusi dengan kekerasan, para buruh
Jerman melindungi pemerintah dari Kapp Putsch tahun 1920
dengan demo besar- besaran. Setelah demo usai pemerintahan
Ebert merekrut kembali tentara dan Freikorps yang dahulu
ingin menggulingkannya untuk memadamkan pemberontakan
di Jerman bagian barat.
Walau banyak rakyat sipil terbunuh,banyak pelaku kudeta
diperlakukan dengan baik. Beberapa anggota Freikorps telah

menggunakan swastika sebagai simbol perlawanan juga


beberapa anggota sayap kanan di Reichswehr akan menjadi
kaum nasionalis sosialis. Ebert tetap menjadi figur yang
kontroversial sampai hari ini.
Kalau kaum SPD mengakuinya sebagai pendiri demokrasi
Jerman, kaum sosialis dan komunis menganggap dia sebagai
tokoh yang melapangkan jalan bagi fasisme dengan
dukungannya pada Freikorps serta penanganan yang berdarah
atas berbagai macam revolusi.
Merekalah yang menyebarkan Dolchstoftlegende, ide bahwa
kaum sosialis bersalah atas kekalahan Jerman pada Perang
Dunia ke I. Klaim ini salah karena kaum sosialis berani
menandatangani gencatan senjata setelah militer meminta dan
para Jendral berpendapat bahwa perang tak mungkin
dimenangkan. Bagi kaum militer, periode Republik Weimar
hanyalah sementara, kambing hitam untuk disalahkan atas
kekalahan perang. Dengan kematian Ebert tahun 1925 maka
akhir Republik Weimar sudah terbayangkan. Pemimpin
selanjutnya, Paul von Hindenburg merupakan salah satu
pemimpin militer pada Perang Dunia I.
10.Sanssouci
Sanssouci adalah istana dan taman yang ada di kota Potsdam,
Jerman yang dibangun oleh Friedrich yang Agung, raja
Prussia. Friedrich tinggal di istana tersebut selama 40 tahun.

Istananya sendiri dibangun antara tahun 1745 dan 1747. Istana


tersebut terkenal akan keindahannya.
11. Parthenon
Parthenon adalah bangunan Yunani kuno yang terkenal
sampai saat ini dan simbol keagungan. Bangunannya sendiri
ada di puncak bukit Acropolis selama 2500 tahun dan
dibangun sebagai kuil bagi Athena, penyelamat Yunani
12. Moritz von Schwind
Moritz von Schwind (1804-1871) merupakan pelukis Austria
yang tinggal di kota Wina.
13. Acropolis
Acropolis artinya bagian atas dari sebuah kota dan dikelilingi
oleh dataran rendah. Acropolis diidentikan dengan kota-kota
Yunani atau di Eropa.
14.Oxenstierna
Oxenstierna adalah keluarga bangsawan Swedia yang berasal
dari abad ke 14.
15.Skagerrak
Skagerrak adalah sebuah selat diantara Norwegia dan pantai
Swedia selatan dengan semananjung Jutland di Denmark yang
menghubungkan Laut Utara dan selat Kattegat yang mengarah
menuju laut Baltik. Bentuknya segitiga dengan panjang 240

km dan lebar 80 sampai 140 km. Dalam dua perang dunia,


selat ini penting bagi Jerman dimana salah satu pertempuran
hebat terjadi di sana dari tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 1916.
Pentingnya untuk menguasai selat ini dan merupakan satusatunya akses menuju Baltik memotivasi Jerman untuk
menginvasi Denmark dan Norwegia selama Perang Dunia ke
II.

BAB XI
VOLK DAN RAS

Ada beberapa kebenaran yang begitu terlihat jelas sehingga


untuk alasan ini kebenaran itu tak terlihat atau setidaknya
tidak dikenali oleh orang banyak.
Kebenaran itu tak dapat disangkal lagi seperti mata yang buta
dan lebih kagum ketika seseorang tiba-tiba menemukan apa
yang orang lain harus tahu. Telur Colombus berada pada
ratusan ribu telur lainnya, namun Colombus sebenarnya
jarang ditemukan. Manusia tanpa kecuali berkelana di kebun
alam, mereka membayangkan bahwa mereka tahu semuanya
dan dengan beberapa perkecualian dengan butanya
melewatkan salah satu prinsip aturan alam, yaitu pemisahan
alamiah spesies yang hidup di bumi. Bahkan pengamatan
secara umum menunjukan bahwa keterbatasan alam untuk
menyebar dan meningkat merupakan hukum dasar yang kaku
dari segala bentuk ekspresi kepentingan utamanya yang
berjumlah banyak.
Setiap binatang hanya berpasangan dengan spesiesnya sendiri.
Tikus kecil mencari tikus kecil, kutilang mencari kutilang,
bangau mencari bangau, tikus berekor panjang mencari tikus
berekor panjang, serigala mencari serigala dan lain-lain.

Hanya kejadian tak biasa dapat merubah hal ini, khususnya


kewajiban untuk ditangkap atau alasan lain yang
menyebabkannya tak mungkin untuk berpasangan dengan
spesies yang sama. Namun alam mencegah semua hal ini
dengan segala maksud dan protesnya yang paling terlihat ialah
adanya penolakan untuk memproduksi anak haram atau
dalam pembatasan kesuburan keturunannya. Dalam banyak
kasus, alam mengambil kemampuan antibodi atau serangan.
{Ras}
Ini sangat alamiah. Setiap persilangan antara dua makhluk
yang levelnya tak sama akan menghasilkan pertengahan antara
kedua level orangtua tersebut. Ini artinya bahwa keturunan
mungkin berdiri lebih tinggi dari orangtua yang rasnya lebih
rendah, namun tak setinggi dari yang lebih tinggi. Maka
hasilnya akan kalah terhadap perjuangan melawan level yang
lebih tinggi. Pasangan seperti itu berlawanan dengan
keinginan alam bagi keturunan yang lebih tinggi. Prakondisi
bagi hal ini tidak berada dalam pengasosiasian tinggi dan
rendah, namun dalam kemenangan yang luhur, yang juga
harus mendominasi dan jangan bercampur dengan yang lemah
karena akan mengorbankan kebesarannya itu sendiri. Hanya
yang terlahir cacat akan menganggap hal ini kejam, namun dia
tetap lemah dan terbatas, karena jika hukum ini tidak berhasil
maka perkembangan makhluk organik yang lebih tinggi tak
mungkin terjadi.

Akibat dari kemurnian Ras ini sah secara alamiah bukan hanya
terlihat sebagai pembatasan berbagai macam ras, namun
keseragaman karakter mereka. Rubah akan selalu menjadi
rubah, angsa menjadi angsa, macan menjadi macan, dan lainlain. Perbedaannya dapat berada pada berbagai macamnya
tenaga, kekuatan, kecerdasan, ketangkasan, ketahana dll dari
setiap spesies. Sebagai contoh anda tak akan menemukan
seekor rubah yang menunjukan kecenderungan alamiahnya
terhadap angsa, sama seperti tak ada kucing yang ramah pada
tikus. Maka disini juga perjuangan pada diri mereka sendiri
setidaknya muncul dari lapar dan cinta. Dalam kedua hal,
alam memandang dengan tenang dan puas. Dalam perjuangan
bertahan hidup semua yang lemah dan sakit atau kurang
terampil, sementara perjuangan bagi jantan bagi betina dalam
hubungannya menjalankan hak untuk berkembang biak hanya
ada pada yang sehat.
Perjuangan selalu berarti mengembangkan kesehatan dan
kekuatan untuk melawan, sehingga menjadi penyebab bagi
perkembangan yang lebih tinggi. Jika prosesnya berbeda maka
semua perkembangan lanjutan yang lebih tinggi akan berhenti,
dan yang sebaliknya akan terjadi. Karena yang rendah selalu
mendominasi dalam jumlah daripada yang terbaik jika
keduanya memiliki kemungkinan yang sama untuk hidup dan
beranak pinak. Maka yang rendah akan berkembang biak
dengan cepat dan akhirnya yang terbaik akan terbelakang

kecuali sebuah pembetulan dalam urusan ini dilakukan. Alam


melakukan hal ini dengan mengarahkan yang lemah dengan
kondisi hidup yang lebih serius sehingga jumlah mereka
terbatas dan tak membiarkan yang tersisa berkembang biak
namun membuat pilihan baru yang kejam, tergantung pada
kekuatan dan kesehatannya.
Alam tak menginginkan perkawinan antara yang lemah
dengan yang kuat atau bahkan dia menginginkan
pencampuran ras yang tinggi dengan yang rendah, karena jika
ya maka seluruh kerja alam selama ratusan ribu tahun akan
hancur dalam satu kali hantaman saja. Pengalaman bersejarah
menawarkan banyak bukti soal ini. Pengalaman telah
menunjukan bahwa bahkan dalam percampuran antara darah
Arya dengan Volk yang lebih rendah menghasilkan akhir
masyarakat yang berbudaya. Amerika Utara yang populasinya
sejauh ini memiliki elemen Jermanik paling banyak dan tak
begitu bercampur dengan Volk kulit berwarna yang lebih
rendah telah menunjukan kemanusiaan dan budaya yang
berbeda dari Amerika tengah dan selatan dimana sebagian
besar imigran latin kadang bercampur dengan aborigin dalam
skala luas. Dengan satu contoh ini saja kita dapat dengan jelas
mengenali efek percampuran ras.
{Hasil penyilangan ras}
Penghuni Jermanik di benua Amerika yang secara rasial tetap

murni dan tak tercampur bangkit menjadi penguasa benua.


Dia akan tetap menjadi penguasa selama dia tak jatuh menjadi
korban pengotoran darah. Hasil silang antar ras singkatnya
menghasilkan :
1. Merendahkan level ras yang lebih tinggi.
2. Kemunduran fisik dan intelektual yang diikuti dengan
mulainya penyakit secara bertahap. Mengembangkan
hal seperti itu adalah dosa bagi pencipta abadi. Dosa ini
akan mendapat ganjarannya. Ketika manusia mencoba
untuk memberontak melawan logika alamiah, dia akan
berjuang melawan prinsip yang membuat dia sendiri
menjadi manusia. Perbuatan melawan alam ini akan
menyebabkan kehancurannya.
Tentu disini kita menghadapi keberatan pasifis modern,
selancang dan sebodoh Yahudi! Peran manusia adalah untuk
menaklukan alam! Jutaan orang membeo tentang omong
kosong Yahudi ini dan berakhir dengan mengandaikan diri
mereka menjadi sejenis makhluk penakluk alam, walau hanya
ide senjata mereka dan yang menyedihkan. Jika mereka benar
maka tak akan ada dunia untuk bisa diyakini. Namun terpisah
dari fakta bahwa manusia tak pernah menaklukan alam sama
sekali, namun tertahan dan mencoba mengangkat satu sudut
dari cadar raksasa rahasia dan teka-teki, sehingga dalam
kenyataannya dia tak menemukan apapun namun hanya
menyelidiki semua. Dia tidak mendominasi alam namun

hanya mengangkat basis pengetahuan berbagai macam hukum


dan rahasia alam untuk menjadi penguasa semua makhluk
hidup yang tak begitu tahu soal ini - terpisah dari ini pula,
sebuah ide tak bisa ditutupi oleh prakondisi bagi
perkembangan dan keberadaan kemanusiaan, karena ide ini
sendiri tergantung pada satu orang saja.
{Manusia dan Ide}
Tanpa manusia tak akan ada ide di dunia ini, maka ide seperti
itu selalu ada dengan keberadaan manusia dan seluruh hukum
yang menciptakan prakondisi keberadaan mereka.
Bukan hanya itu! Beberapa ide tertentu terhubung dengan
manusia tertentu. Hal ini terterapkan pada seluruh ide yang
berasal, bukan dari kebenaran ilmiah namun dari dunia emosi
atau dengan cara yang ekspresif dan indah merefleksikan
pengalaman diri.
Semua ide yang tak memiliki hubungan dengan logika seperti
itu hanya mewakili ekspresi murni perasaan, konsep etnik dan
lain-lain yang terkait pada keberadaan manusia dimana
imajinasi intelektual dan kekuatan kreatif berada pada
keberadaan mereka. Dalam kasus ini khususnya penjagaan ras
tertentu dan manusia adalah prakondisi bagi keberadaan ide
ini. Sebagai contoh, siapapun yang ingin memenangkan ide
pasifisnya di dunia ini dengan sepenuh hatinya harus berjuang

dengan segala cara dengan berkorban apapun untuk


penaklukan dunia oleh orang Jerman. Karena jika yang
sebaliknya terjadi, maka pasifis terakhir akan mati bersama
dengan orang Jerman terakhir, karena seluruh dunia tak
pernah jatuh menuju kedalaman layaknya Volk kita yang sayangnya- dengan omong kosong ini begitu berlawanan
dengan Alam dan akal.
Suka atau tidak, jika kita serius kita harus berperang untuk
sampai pada kedamaian. Ini saja yang dimaksudkan oleh
penyelamat dunia dari Amerika, Wilson1 agar para
cendikiawan Jerman percaya dan tujuannya tercapai.
Sebenarnya ide pasifis- kemanusiaan benar-benar tepat ketika
tipe manusia tertinggi telah menaklukan dan merubah dunia
sampai suatu tahapan yang membuatnya menjadi satu-satunya
pengatur bumi. Namun ide ini kurang kekuatan yang
memproduksi efek jahat dalam proporsi yang sama seperti
penerapan praktisnya, sehingga menjadi langka dan akhirnya
tak mungkin.
{Ras dan budaya}
Maka pertama-tama berjuanglah lalu bergerak menuju
kedamaian. Kalau tidak umat manusia telah melewati titik
tertinggi perkembangannya, dan ujungnya bukanlah dominasi
setiap ide etis namun barbarisme dan berakibat kehancuran.
Pada titik ini seseorang atau yang lainnya akan tertawa,

namun ketika planet ini bergerak dalam


Ether selama jutaan tahun tanpa umat manusia dan bisa
terjadi lagi pada suatu hari nanti jika manusia telah
melupakan bahwa mereka membutuhkan keberadaan tertinggi
mereka bukan beberapa ide ideologis gila namun pada
pengetahuan dan penerapan yang kejam dari hukum alam
yang kaku dan ketat.
Apapun yang kita kagumi di bumi ini sekarang; ilmu, seni,
teknologi dan penemuan- hanyalah produk kreatif dari
beberapa Volk dan mungkin hanya dari satu ras. Pada
merekalah keberadaan seluruh kebudayaan tergantung. Jika
mereka menghilang maka keindahan bumi ini akan terkubur.
Sebagai contoh, sebagaimanapun tanah dapat mempengaruhi
manusia hasil dari pengaruhnya selalu berbeda tergantung ras
yang dipermasalahkan. Kesuburan yang rendah dari tempat
tinggal dapat memacu satu ras menuju prestasi tertentu,
dalam bidang yang lain maka akan menjadi sumber
kemiskinan yang pahit dan kekurangan gizi dengan segala
akibatnya.
Sifat alamiah manusia selalu menentukan sikap dimana
pengaruh luar akan efektif. Apa yang menyebabkan satu orang
kelaparan melatih yang lain untuk kerja keras. Semua
kebudayaan hebat di masa lalu musnah hanya karena ras
kreatif yang asli mati disebabkan oleh pencemaran darah.
Penyebab mutlak dari penurunan kualitas seperti itu adalah

sifat melupakan mereka bahwa semua kebudayaan tergantung


pada manusia dan tidak sebaliknya. Untuk menjaga
kebudayaan tertentu maka manusia yang menciptanya harus
pula dijaga. Penjagaan ini terhubung dengan hukum
kebutuhan yang ketat dan kunci yang tepat bagi kemenangan
yang terbaik dan terkuat di dunia ini.
{Arya sebagai peletak dasar kebudayaan}
Siapapun yang ingin hidup biarkan dia bertarung, dan
siapapun yang tak ingin bertarung di dunia yang penuh
perjuangan sejati ini tak pantas untuk hidup. Walaupun sulit
tapi beginilah adanya! Bagaimanapun telah menjadi yakin
bahwa takdir keras yang menghantam manusia yang merasa
akan menaklukan alam, namun pada analisis terakhir dia
akhirnya menjadi bahan olokolok. Kesukaran, kemalangan dan
penyakit adalah jawaban Alam. Manusia yang salah menilai
dan mengabaikan hukum rasial sebenarnya telah kehilangan
kebahagiaan yang ditakdirkan untuknya. Dia mendorong maju
barisan kemenangan dari ras terbaik sehingga prakondisi bagi
kemajuan manusia terjadi, akan berakibat pada terbebaninya
kepantasan manusia dalam alam kebinatangan yang penuh
dengan keputusasaan tanpa ujung.
Sia-sia untuk berargumen dengan ras atau berbagai ras yang
merupakan perwakilan asli kebudayaan manusia dan pendiri
apa yang kita simpulkan menjadi kata kemanusiaan. Mudah

untuk membangkitkan permasalahan dengan hubungannya


pada zaman sekarang dan dari sini sebuah jawaban yang
mudah dan jelas muncul. Seluruh kebudayaan manusia,
seluruh hasi seni, ilmu dan teknologi yang kita lihat sekarang
adalah produk kreatif bangsa Arya. Dari fakta ini dapat
disimpulkan bahwa hanya Arya sajalah yang menjadi penemu
seluruh artefak kemanusiaan, sehingga mewakili purwarupa
yang kita pahami dengan kata manusia.
y

Arya adalah

Prometheus2

umat manusia dimana dari dahinya

yang bercahaya kejeniusan Ilahi bisa muncul kapan saja, yang


menghidupkan api pengetahuan yang selamanya menyinari
malam misteri sunyi lalu menyebabkan manusia mendaki
jalan menuju penguasaan makhluk lain di bumi. Abaikan saja
kaum Arya maka mungkin dalam beberapa ribu tahun
kegelapan akan turun lagi di bumi dan dunia berubah menjadi
padang pasir! Jika kita ingin membagi umat manusia pada tiga
kelompok yaitu pendiri, pengusung dan penghancur
kebudayaan, maka hanya Arya yang dapat dianggap sebagai
perwakilan pendiri kebudayaan. Dari Arya berasal dasar- dasar
dan pembataspembatas setiap penciptaan manusia dan hanya
bentuk luar dan warna yang berubah berdasarkan sifat yang
berubah dari berbagai macam Volk.
Arya menyediakan gedung-gedung dari batu dan membuat
perencanaan bagi kemajuan manusia lalu hanya pelaksanaan
yang menjawab kebutuhan alam atas banyaknya manusia dan

ras. Sebagai contoh seluruh Asia timur akan memiliki budaya


dimana dasar-dasar utamanya adalah semangat Hellenik dan
teknologi Jermanik seperti di Eropa. Hanya bentuk luarnya
yang akan mencirikan sifat Asia. Seperti kebanyakan orang
kira, tak tepat bahwa Jepang menambahkan teknolgi Eropa
pada budayanya. Tidak, ilmu dan teknologi Eropa dipangkas
oleh sifat-sifat Jepang. Dasar-dasar kehidupan bukan lagi
khusus kebudayaan Jepang walau menentukan warna hidup,
karena dengan perbedaan penampilan luar dan dalamnya
terlihat jelas bagi orang Eropa namun pencapaian ilmu
pengetahuan dan teknik di Eropa dan Amerika adalah hasil
Volk Arya. Hanya dari dasar inilah orang-orang dari Timur
dapat mengikuti perkembangan umum.
Mereka telah mendirikan dasar perjuangan untuk kebutuhan
sehari-hari, menciptakan senjata dan menerapkannya dan
hanya bentuk luarnya di adaptasi oleh karakter Jepang. Jika
dari sekarang seluruh pengaruh Arya pada Jepang berhenti,
jikalau Eropa dan Amerika musnah, maka kebangkitan Jepang
dalam Ilmu dan teknologi akan berlanjut untuk jangka waktu
tertentu. Namun dalam beberapa tahun sumur pun akan
kering, karakter khusus Jepang akan naik namun budaya akan
membeku dan tenggelam menuju tempat dimana kebudayaan
itu pernah dibangunkan tujuh dekade yang lalu oleh
gelombang kebudayaan Arya. Maka perkembangan Jepang
zaman sekarang harus berhutang pada asal muasal Arya sejak

dahulu kala pada masa pengaruh dan semangat asing


membangkitkan kebudayaan Jepang pada saat itu. Bukti
paling baik dari ini ada dengan fakta berakibat sklerosis dan
ketakutan total. Ini hanya dapat terjadi pada Volk dimana inti
kekreatifan rasial telah hilang atau jika kurangnya pengaruh
luar yang membentuk daya dorong dan materi perkembangan
pertama dalam bidang budaya.
Jika telah dimantapkan bahwa Volk menerima materi dasar
yang penting bagi budayanya dari ras asing yang berasimilasi
dan beradaptasi dengan mereka lalu dalam pengaruh luarnya
kemudian akan menjadi lebih kaku, maka ras tersebut dapat
dianggap sebagai pengusung kebudayaan namun bukan
sebagai pencipta kebudayaan. Pada pencermatan berbagai
macam orang dari sudut pandang ini telah sampai pada fakta
bahwa tak satupun dari mereka adalah penemu kebudayaan,
namun pengusung kebudayaan. Kira-kira gambaran berikut
dari perkembangan mereka selalu mengakibatkan: Ras Arya
yang biasanya berjumlah sedikit berpokok pada warga asing
lalu terangsang oleh kondisi tempat tinggal yang khusus dari
daerah baru (kesuburan, kondisi iklim dan lain-lain) lalu
terbantu oleh banyak makhluk yang lebih rendah dan
gampang dibuang sebagai penolong, kemudian
mengembangkan kemampuan intelektual dan organisasi yang
terpendam dalam diri mereka. Seringkali dalam beberapa
millenium atau bahkan abad mereka telah menciptakan

budaya yang memiliki sifat alamiah mereka dan teradaptasi


dengan kualitas khusus tentang tanah dan manusia rendahan
yang telah disebutkan di atas. Bagaimanapun pada akhirnya
sang penakluk melebihi prinsip kemurnian darah yang mereka
warisi. Mereka mulai berbaur dengan penduduk yang
ditaklukan lalu keberadaan mereka berakhir karena jatuhnya
manusia di surga selalu diikuti dengan diusirnya mereka juga.
Setelah seribu tahun dan lebih lagi, jejak yang masih tersisa
dari rakyat penguasa seringkali dilihat dengan warna kulit
yang lebih terang, dimana darahnya tertinggal pada ras yang
ditaklukan dan dalam budaya ketakutan yang pernah
diciptakannya. Ketika penakluk spiritual yang sebenarnya
tersesat dalam darah rakyat yang ditaklukannya, maka bahan
bakar bagi obor kemajuan kemanusiaan telah hilang! Melalui
darah penguasa sebelumnya warna yang terjaga hanyalah
ingatan samar- samar seperti malam kehidupan berbudaya
yang dicahayai dengan lembut oleh sisa-sisa penciptaan dari
para pembuat cahaya sebelumnya. Mereka bercahaya melalui
seluruh barbarisme yang telah kembali dan seringkali
menginspirasi pengamat yang kebingungan sesaat dengan
anggapan bahwa dia memiliki gambaran dari Volk zaman
sekarang, kecuali jika dia hanya memandang cermin kusam
masa lalu.
Maka mungkin bagi Volk seperti itu untuk kedua kalinya atau
bahkan lebih sering dalam jalan sejarah, bertemu dengan ras

yang dahulu membawa budaya dan ingatan pertemuan


terdahulu tak perlu ada. Secara tidak sadar sisa-sisa darah
penguasa terdahulu akan kembali. Apa yang dulu hanya
mungkin karena paksaan, sekarang dapat terlaksana dengan
keinginan rakyat. Gelombang kebudayaan baru mulai masuk
dan berlanjut sampai mereka yang membawanya kembali
tenggelam dalam darah Volk asing. Merupakan tugas sejarah
budaya dan dunia masa depan untuk mencermati mengenai
masalah ini dan tidak membeku dalam penafsiran fakta di
permukaan seperti sayangnya seringkali dilakukan mengenai
masalah ilmu sejarah kita pada zaman sekarang.
Sketsa sekilas dari perkembangan pengusung kebudayaan
bangsa telah memberikan gambaran pertumbuhan, kegiatan
dan kemunduran para pendiri kebudayaan di bumi ini juga ras
Arya sendiri. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, mereka
yang disebut dengan jenius akan membutuhkan penyebab
tertentu yang kadangkala dorongan positif untuk membuatnya
berkilau layaknya ras jenius di kehidupan masyarakat. Dalam
kemonotonan kehidupan sehari-hari bahkan orang yang
penting tak terlihat penting susah bangkit dari lingkungannya,
namun ketika mereka didekati dengan situasi dimana yang
lain kehilangan harapan atau putus asa, orang jenius akan
bangkit dari seorang anak yang tidak istimewa, kadangkala
mereka yang memandang dia dalam kekejaman kaum borjuis
merasa kagum. Itulah mengapa nabi tak memiliki rasa hormat

di negerinya sendiri.
Tak ada tempat yang lebih baik untuk mengamati hal ini selain
dalam perang. Dari anakanak yang tampaknya tak berbahaya
dalam masa-masa sulit ketika yang lain putus asa, tiba-tiba
para pahlawan muncul dengan keyakinan menantang maut
dan ketenangan pikiran. Jika pada saat ini masa pengadilan
belumlah datang maka orang-orang akan tak percaya bahwa
seorang jiwa pahlawan muda tersembunyi dalam anak yang
belum berjanggut ini. Rangsangan hampir selalu dibutuhkan
untuk membawa yang jenius ke atas panggung. Hantaman
godam takdir sejarah yang melemparkan seseorang ke tanah
ini dengan tiba-tiba menghantamkan baja pada satu orang,
dan ketika cangkang kehidupan sehari-hari dipecahkan, inti
kebenaran yang sebelumnya tak terlihat kini tersingkap di
mata dunia yang fana ini. Dunia kemudian menolak untuk
mempercayai tipe seperti itu yang tampaknya identik. Tibatiba muncul makhluk yang berbeda, yaitu proses yang diulangi
pada setiap anak manusia yang unggul.
Walau seorang penemu hanya memasyhurkan namanya hanya
pada hari dimana dia menemukan sesuatu, sangat salah untuk
memikirkan bahwa seorang jenius seperti itu muncul pada
seseorang pada saat seperti itu. Percikan kecerdasan berada di
otak orang yang benar-benar kreatif sejak saat kelahirannya.
Jenius yang sebenarnya selalu dilahirkan dan bukan dibuat
ataupun dipelajari. Seperti sudah ditekankan hal ini tidak

hanya pada individu namun juga pada ras. Volk yang kreatif
dan aktif selalu memiliki bakat bahkan jika tak teramati oleh
mata yang lebih pintar sekalipun. Disini juga pengenalan dari
luar hanya mungkin dari hasil yang telah dicapai karena
seluruh dunia tak mampu mengenali kejeniusannya sendiri
namun hanya bisa melihat perwujudannya alam bentuk
penemuan, pencarian, gedung, gambar-gambar dan lain-lain
yang kadangkala membutuhkan waktu lama sebelum dunia
dapat menemukan caranya untuk menemukan pengetahuan
lagi. Seperti dalam kehidupan individu yang luar biasa, jenius
atau individu yang memiliki kelebihan semangat berjuang
hanya jika dipaksa dalam keadaan tertentu. Seperti dalam
kehidupan berbangsa, kekuatan kreatif dan kemampuan yang
ada seringkali dapat dieksploitasi hanya jika ada prakondisi
tertentu.
Kita melihat ini khususnya berhubungan dengan ras yang
selalu menjadi pengusung kebudayaan manusia Arya. Ketika
takdir telah menggiring mereka menuju kondisi khusus,
kemampuan terpendam mereka dimulai untuk berkembang
dan terbentuk menjadi nyata. Kebudayaan-kebudayaan yang
mereka temukan dalam hal-hal seperti itu selalu ditentukan
oleh tanah yang ada, iklim dan rakyat yang ditaklukan. Rakyat
yang ditaklukan selalu menjadi hal yang paling menentukan.
Semakin primitif dasar-dasar teknik aktivitas budaya maka
semakin perlu akan kehadiran pembantu manusia yang ikut

menyusun secara organisasi dan bekerja serta menggantikan


kekuatan mesin. Tanpa kemungkinan untuk menggunakan
manusia yang lebih rendah, Arya tak akan bisa mengambil
langkah untuk kebudayaannya di masa depan. Seperti tanpa
bantuan, berbagai macam makhluk buas yang kaum Arya tahu
bagaimana menjinakannya, maka Arya tak akan bisa mencapai
teknologi yang sekarang membantunya secara bertahap tanpa
makhluk buas ini.
Ada sebuah ungkapan, Der Mohr hat seine Schuldigkeit
getan, der Mohr kann gehen (Orang Moor telah membayar
hutangnya, maka orang Moor boleh pergi) memiliki makna
yang dalam. Selama ribuan tahun seekor kuda harus melayani
dan membantu manusia untuk mendirikan dasar bagi
perkembangan yang sekarang yaitu memunculkan mobil dan
membuat jumlah kuda berlebihan. Dalam beberapa tahun
kegiatannya akan berhenti namun tanpa kerjasama
sebelumnya manusia mungkin mengalami kesulitan untuk
menjadi seperti sekarang.Maka bagi pembentukan kebudayaan
yang lebih tinggi keberadaan tipe manusia yang lebih rendah
adalah salah satu prasyarat dasar, karena hanya merekalah
yang mampu menggantikan bantuan teknik dimana tanpanya
perkembangan lebih tinggi tak mungkin tercapai. Tentu
budaya pertama manusia tidak didasarkan pada binatang yang
dijinakkan, melainkan daripada penggunaan manusia yang
lebih rendah.

Hanya setelah perbudakan ras yang ditaklukan nasib yang


sama juga dialami oleh makhluk buas, bukan sebaliknya
seperti yang biasa orang pikirkan. Pertama-tama ksatria
yang ditaklukan membajak ladang dan hanya setelahnya
kuda dipakai.
Hanya kaum pasifis bodoh yang menganggap hal ini sebagai
pencabutan hak manusia dan ia gagal menyadari bahwa
perkembangan ini harus terjadi untuk mencapai titik dimana
sekarang para rasul dapat memaksakan omong-kosong mereka
di dunia.
Kemajuan kemanusiaan seperti memanjat tangga tanpa ujung;
sangat tidak mungkin memanjat lebih tinggi tanpa mengambil
langkah paling bawah. Maka kaum Arya harus mengambil
jalan yang diarahkan oleh kenyataan, dan bukan jalan yang
akan memikat khayalan para pasifis modern. Jalan menuju
kenyataan begitu sukar namun berujung pada membawa
kemanusiaan menuju impian, tapi sayangnya lebih banyak
impian yang tidak terwujud. Maka bukanlah sebuah
kecelakaan bahwa kebudayaan pertama kali muncul di tempat
dimana Arya berjumpa dengan Volk yang lebih rendah,
kemudian menaklukannya dan membengkokannya sesuai
dengan keinginan mereka. Lalu mereka menjadi instrumen
teknis pertama kali bagi kebudayaan yang berkembang.
Maka jalan yang harus diambil oleh Arya telah ditandai
dengan jelas. Sebagai sang penakluk dia harus menaklukan

makhluk yang lebih rendah dan mengatur kegiatan praktis


mereka di bawah kendali perintahnya yang sesuai menurut
keinginan untuk tujuannya. Namun untuk mengarahkan<