Sei sulla pagina 1di 3

Adolf Hitler, Pemain Sandiwara Ulung

Seorang ahli sejarah asal Hamburg menggambarkan Hitler sebagai seseorang yang
pandai bersandiwara untuk menarik simpati pengikutnya.

Hitler berlatih secara khusus selama bertahun-tahun untuk memperkuat otot


lengannya. Tujuannya agar dia bisa mengangkat tangan cukup lama untuk "Salam
Hitler dalam parade-parade militer. Hal ini diungkapkan Volker Ullrich dalam buku
barunya: Adolf Hitler. Die Jahre des Aufstiegs 1889-1939 (Tahun-Tahun Kebangkitan
1889-1939).
Menurut Ullrich, salah satu rahasia sukses Hitler meniti karir politik sampai ke
puncak kekuasaan adalah kemampuannya untuk bersandiwara..
Pribadi Hitler sampai saat ini diliputi berbagai mitos dan legenda. Hitler sendiri
selama hidupnya berusaha membangun berbagai mitos itu. Misalnya ia
menceritakan masa kecil yang penuh kemiskinan. Tapi cerita itu tidak benar. Hitler
berasal dari keluarga menengah.
Selama menjadi pemimpin Jerman, Hitler juga membangun citra kehidupan yang
sederhana dan seadanya. Tapi ini juga tidak benar. Sebab ia senang memakai baju
dan mobil-mobil mahal. Hitler juga mengeruk keuntungan besar dari penjualan
bukunya "Mein Kampf.

Hitler dan Perang Dunia II


1939 Serangan ke Polandia
Tanggal 1 September 1939, Hitler memerintahkan serangan ke Polandia, dengan
alasan membalas serangan Polandia ke wilayah Jerman. Tapi itu hanya alasan yang
dibuat-buat. Inggris dan Perancis, yang menjadi sekutu Polandia, tanggal 3
September menyatakan perang terhadap Jerman.
123456789101112
Seorang Demagog Ulung
Salah satu keberhasilan Hitler adalah membangun mitos bahwa dia tidak punya
kehidupan pribadi dan hanya bekerja untuk melayani rakyat dan negara Jerman.
Menurut Volker Ullrich, Hitler punya kehidupan pribadi yang sangat aktif. Dia sering
menggelar pesta di tempat liburannya di Obersalzberg. Yang diundang hanya
teman-teman khusus dan para pengikut setianya.
Hitler senang berjalan-jalan dengan tamunya dan nonton film. Menteri propaganda
Goebbles tahun 1937 pernah memberinya hadiah 18 film Mickey Mouse. Ia hampir
selalu didampingi oleh kekasihnya, Eva Braun. Hitler mencoba menyembunyikan
hubungannya dengan Eva Braun dari sorotan publik.
Lalu bagaimana Hitler bisa naik jadi seorang pemimpin sekaligus pembunuh
massal? Menurut Volker Ullrich, Hitler bisa mengecoh publik dan membuat mereka
terpikat dengan pidato-pidatonya yang menggelegar. Untuk itu, dia giat berlatih dan
mengatur gaya berpidato. "Dia pandai mengatur taktik dan bisa memanfaatkan
situasi dengan cepat, tutur Ullrich.
Seorang Pemain Panggung

Gambaran kepribadian Hitler mungkin bisa menerangkan, bagaimana ia bisa meniti


karir di jenjang politik. Hitler mampu memainkan berbagai peran, seperti seorang
aktor yang berperan di film. Untuk menarik simpati orang, ia bisa tiba-tiba kelihatan
terharu sampai meneteskan air mata. Tapi ia bisa bersikap keras di hadapan militer
dan bawahannya. Dia juga bisa bergaul dengan para pengusaha dan kalangan
ekonomi.
Penampilan Hitler sebenarnya biasa-biasa saja. Namun di atas panggung, ia bisa
berubah menjadi pembicara yang membakar semangat para pengagumnya. "Belum
pernah ada pembicara seperti itu dalam sejarah Jerman", kata Ullrich.
Pembunuh Massal
Kemampuan retorika dan bersandiwara Hitler tidak bisa menutup wajahnya yang
sebenarnya: seorang pembunuh massal. "Dia memang sangat fleksibel dalam
berpolitik, tapi dia tidak pernah kehilangan tujuan awalnya, membasmi warga
Yahudi", kata Ullrich. Ia menandaskan, kalau ia menggambarkan kepribadian Hitler
sebagai manusia, itu tidak berarti ia bersimpati dengan tokoh kejam itu.
Untuk menulis biografi Hitler ini, Volker Ullrich mempelajari berbagai arsip yang
selama ini belum menjadi perhatian para peneliti. Misalnya tulisan-tulisan
peninggalan Rudolf Hess (wakil Hitler) yang tersimpan di Swiss. Ia juga mempelajari
arsip-arsip lama di Berlin, termasuk kuitansi pribadi Hitler. Dari situ diketahui,
bahwa Hitler hidup cukup mewah. Sang Diktator memang mampu mengelabui
banyak pengikutnya.