Sei sulla pagina 1di 37
MANAJEMEN PROYEK MANAJEMEN PROYEK PROSES DAN PROSEDUR PROSES DAN PROSEDUR PELELANGAN PELELANGAN AA AA OOlleheh
MANAJEMEN PROYEK
MANAJEMEN PROYEK
PROSES DAN PROSEDUR
PROSES DAN PROSEDUR
PELELANGAN
PELELANGAN
AA
AA
OOlleheh
GGddee AAggungung YYaanana
hhttttpp::////ssttaaffff unudunud aacc iidd//~~aaggununggyyaanana
MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK Setelah tahap desain selesai dilaksanakan, maka tahap
MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK
MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK
Setelah tahap desain selesai dilaksanakan, maka
tahap
selanjutnya
adalah
tahap
pengadaan
pelaksana konstruksi.
Mengelola pengadaan proyek adalah proses untuk
membeli atau memperoleh pro
duk jasa atau hasil
yang
diperlukan
dari
luar
p
royek
untuk
melaksanakan pekerjaan
“Serangkian
kegiatan
untuk
menyediakan
barang/jasa
dengan menciptakan
persaingan
yang
sehat
diantara
penyedia barang dan jasa setara dan memenuhi syarat,
berdasarkan metode dan tata cara tertentu yang telah
ditetapkan dan diikuti oleh pihak-pihak yang terkait secara
taat azas sehingga terpilih penyedia terbaik”
MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK vv Process required to acquire goods and services from
MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK
MANAJEMEN PENGADAAN PROYEK
vv Process required to acquire goods and services from the
Process required to acquire goods and services from the
outside of the performing organiz
outside of the performing organiz
ation
ation
vv Project procurement managemen
Project procurement managemen
t
t
is discussed from the
is discussed from the
ppeerrssppeeccttiivvee ooff tthhee bbuuyyerer
vv RRoolele PPMM iinn PrProoccuurreemmeentnt
§§ Identify risk and incorporate mitigation into
Identify risk and incorporate mitigation into
the contract.
the contract.
§§ Fit the schedule for completion into the schedule of the project
Fit the schedule for completion into the schedule of the project
§§ InInvvoollveve dduurriinngg ccononttrraacctt nnegegoottiiaattiionon
§§ PPrrootteecctt tthhee iinnttegegrriittyy ooff tthhee prproojjeectct
§§ PPrrootteecctt rreellaattiiononsshhiipp wwiitthh tthhee sesellllerer
PPMMBOBOKK –– PPMMII eded 20042004 SectiSectionon 33:: Capter 12 : Project Procurement Management 12.1 Plan
PPMMBOBOKK –– PPMMII eded 20042004
SectiSectionon 33::
Capter 12 : Project Procurement Management
12.1 Plan Purchases and Acquisitions
PMBOK
p. 274-280
12.2 Plan Contracting
PMBOK
p. 281-284
PMBOK
p. 284-286
12.3 Request Seller Responses
12.4 Select Sellers
PMBOK
p. 286-290
PMBOK
p. 290-295
12.5 Contract Administration
PMBOK
p. 295-297
12.6 Contract Closure
PMBOK
p. 268
12 12 . Project Procurement Management . Project Procurement Management PPMM PPrroocecessss 2004 3 rd
12 12
. Project Procurement Management
. Project Procurement Management
PPMM PPrroocecessss
2004
3 rd Edition Sections
12.1
Plan Purchases and Acquisition
Planning
12.2
Plan Contracting
12.3
Request seller Responses
Executing
12.4
Select sellers
Monitoring &
Controlling
12.5
Contract Administration
Closing
12.6
Contract Closure
55
METODE SELEKSI METODE SELEKSI
METODE SELEKSI
METODE SELEKSI
SSEELLEECCTTIIOONN MMEETTHHOODSDS SELECTION SOLICITATION CRITERIA METHOD INSTRUMENT Price only Low bid selection
SSEELLEECCTTIIOONN MMEETTHHOODSDS
SELECTION
SOLICITATION
CRITERIA
METHOD
INSTRUMENT
Price only
Low bid selection
Invitation for bids
(IFB)
Qualification only
Qualification
based selection
(QBS)
Request for
qualifications
(RFQ)
Qualification and
price
Best value
selection (BVS)
Request for
proposal (RFP)
LLowow bid selection method bid selection method Contractor Owner Obtain the plans And specs Construction
LLowow bid selection method
bid selection method
Contractor
Owner
Obtain the plans
And specs
Construction
begins
Review the plans
And specs
Give notice
To proceed
Prepare the
Contract is awarded
estimate
Low bidder
Tabulate the bid
Is announced
Submit the
Owner opens
Sealed bid
The bid
Best value selection method Best value selection method Contractor Owner Owner releases RFQ Design and
Best value selection method
Best value selection method
Contractor
Owner
Owner releases
RFQ
Design and
Construction begins
Qualification package
I s prepared and submitted
Notice is given
To proceed
Owner shortlists most
Qualified candidates
Contract is
awarded
Owner releases
RFP
Winner is
selected
Proposal is
Proposal are
Prepared and
evaluated
submitted
RFQ = request for qualification
RFP = request for proposal
CCoonntotohh :: LLowow bid selection method bid selection method Addenda Experien Base bid noted Non
CCoonntotohh :: LLowow bid selection method
bid selection method
Addenda
Experien
Base bid
noted
Non
Insuran
Sub
Bid
ce
Bidder
Rank
amount
collusion
ce
list
bond
certificat
($)
affidavit
confirm
#1
#2
ion
1. Acme construction
5
6,789,900
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
2. Basic builders, inc
1
4,900,000
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
3. Quality plus
3
5,678,100
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
contractors
4.
build-it-best
4
6,100,500
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
construction
5.
Hammer head
2
5,250,850
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
construction
6.
Superior
6
6,940,00
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
Yes
construction, inc
CONTOH: BEST VALUE SELECTION CONTOH: BEST VALUE SELECTION Team A Team B Team C Best
CONTOH: BEST VALUE SELECTION
CONTOH: BEST VALUE SELECTION
Team A
Team B
Team C
Best value proposal
Score
Points
Score
Points
Score
Point
Design solution
(Weight 10)
4
40
3
30
5
50
Financial capability
(Weight 8)
3
24
4
32
5
40
Energy efficiency
(Weight 6)
5
30
4
24
3
18
Management Plan
(Weight 10)
5
50
4
40
4
40
TOTAL POINT
144
126
148 winner
Scoring 5=excellent; 4=good; 3=fair; 2=poor
MEMBUAT KEPUTUSAN MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK TENDER UNTUK TENDER FAKTOR PERTIMBANGAN Siapa Beberapa pemilik dikenal
MEMBUAT KEPUTUSAN
MEMBUAT KEPUTUSAN
UNTUK TENDER
UNTUK TENDER
FAKTOR
PERTIMBANGAN
Siapa
Beberapa pemilik dikenal mudah bergaul akrab dengan orang,
lainnya
ownernya
ada yang dikenal sulit. Mereka yang
mengendalikan, sangat litigious, ata
mempunyai disiplin yang ketat pada
pekerjaan mereka
mempunyai suatu reputasi untuk
u sulit untuk menyenangkan
kontraktor untuk diundang pada
Siapa
Ada arsitek yang terkenal akan mutu dari kacamata dan rencana
arsiteknys
mereka dan arsitek yang dikenal lemah akan dokumen mutu.
Kontraktor menghindar dari arsitek dengan
memproduksi rencana mutu dan spesifikasi
reputasi jelek untuk
Lokasi
Jika proyek terletak dekat dengan kantor kontraktor, ini pada
proyek
dimana
umumnya memberi suatu keuntungan strategis, ia menjadi terbiasa
dengan pasar tenaga kerja yang lokal, dan ongkos exploitasi lokasi
pekerjaan dapat dipenuhi minimum, jika proyek jauh sekali, kemudian
biaya bagi pekerjaan yang dijalankan naik dan pasar tenaga kerja tak
dikenal dan oleh karena itu suatu resiko lebih tinggi
Beban kerja
sekarang
Beban kerja kontraktor selalu mempunyai dampak pada ikut lelang
dan ketika tidak ikut lelang. Ketika banyak dari pekerjaan tertunda,
kontraktor perlu memikirkan pekerjaan yang dilepas. pada sisi lain,
ketika pekerjaan lambat, kontraktor umumnya ikut lelang pada
pekerjaan yang jika tidak dapat menghindar dari hanya untuk
menjaga operasi berjalan
MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK TENDER ( MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK TENDER (lanjulanjuttanan)) FAKTOR PERTIMBANGAN Aspek teknis
MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK TENDER (
MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK TENDER (lanjulanjuttanan))
FAKTOR
PERTIMBANGAN
Aspek teknis
dari
pekerjaan
Kontraktor harus menilai kemampuan dan keahlian teknisnya untuk
mengatur dan mensupervisi pekerjaan itu sehubungan dengan
kompleksitas teknis pekerjaan tersebut. Ket
ika kontraktor
memutuskan untuk menawar pekerjaan dengan material, peralatan,
atau sistem yang baru bagi kontraktor, kontraktor berarti menerima
resiko lebih besar
Ini
merupakan
suatu proyek
profil tinggi
Ada pertimbangan untuk menerima suatu pekerjaan profil tinggi dan
memberi alasan untuk menghindar darinya.
Sesungguhnya, jika
pemborong ingin meningkatkan kelayakan dan reputasinya
mengambil proyek profil tinggi adalah satu cara yang dilakukan. Di
dalam keadaan lain, seperti cara melihat kelayakan dilapangan,
terutama pada proyek yang dimulai dengan kontroversial
Tipe proyek
Kontraktor sering menjadi spesialis dalam jenis pekerjaan tertentu
dan pionir untuk macam pekerjaan yang spesifik, di mana saja
mereka ditempatkan
Ukuran
proyek
Kontraktor biasanya terbatas menyangkut ukuran proyek yang
mereka dapat pergi setelah itu karena kapasitas jaminan mereka.
Perusahaan lebih besar tertarik kepada proyek yang lebih besar.
Perusahaan lebih kecil mencari proyek yang lebih kecil
UUNNDDAANGNG--UUNNDDAANGNG && PPEERRAATTUURRANAN UUUU JJaassaa KKoonnssttrruuksiksi UUUU bbaangnguunnanan
UUNNDDAANGNG--UUNNDDAANGNG && PPEERRAATTUURRANAN
UUUU JJaassaa KKoonnssttrruuksiksi
UUUU bbaangnguunnanan
KKeepppprreses
KKeeppmenmen
PENGADAAN BARANG DAN JASA PENGADAAN BARANG DAN JASA Berdasarkan Kepres 80 tahun 2003 Berdasarkan Kepres
PENGADAAN BARANG DAN JASA
PENGADAAN BARANG DAN JASA
Berdasarkan Kepres 80 tahun 2003
Berdasarkan Kepres 80 tahun 2003
Pengadaan barang dan jasa dalam proyek konstruksi dapat dilaksanakan dengan berbagai cara/metoda antara lain :
Pengadaan
barang
dan
jasa
dalam
proyek
konstruksi dapat
dilaksanakan
dengan
berbagai
cara/metoda antara lain :
1. Pelelangan Umum
2. Pelelangan Terbatas
3. Pemilihan Langsung
4. Penunjukkan Lansung
5. Swakelola
PEPELLEELLAANNGGANAN UUMMUMUM PPEELLEELLAANGNGANAN UUMMUMUM adalah metoda pemilihan penyedia barang dan jasa yang
PEPELLEELLAANNGGANAN UUMMUMUM
PPEELLEELLAANGNGANAN
UUMMUMUM
adalah
metoda
pemilihan penyedia barang dan jasa yang
dilakukan
secara
terbuka
dengan
mengumumkan secara luas melalui media
massa dan papan pengumuman resmi untuk
penerangan umum sehingga masyarakat luas
dunia usaha yang berminat dan memenuhi
kualifikasi dapat mengikutinya.
PELELANGAN TERBATAS PELELANGAN TERBATAS bila diyakini jumlah penyedia barang/jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan
PELELANGAN TERBATAS
PELELANGAN TERBATAS
bila diyakini jumlah penyedia barang/jasa yang
mampu melaksanakan
pekerjaan
yang
akan
ditawarkan
terbatas,
maka
pemilihan
penyedia
barang dan jasa dapat dilakukan dengan MMEETOTODEDE
PPEELLEELLAANGNGANAN TTEERRBBAATTAAS,S,
dengan mengumumkan secara luas melalui media
massa dan papan pengumuman resmi untuk
penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia
usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi juga
dapat mengikutinya.
PEMILIHAN LANGSUNG PEMILIHAN LANGSUNG Bila metoda Pelelangan Um um dan Pelelangan Terbatas dinilai tidak efisien
PEMILIHAN LANGSUNG
PEMILIHAN LANGSUNG
Bila metoda Pelelangan Um
um
dan
Pelelangan
Terbatas
dinilai
tidak
efisien
d
ari
segi
biaya
pelelangan, maka dapat
PPEEMMIILLIIHANHAN LLAANGNGSSUUNGNG
dilakukan
MMEETTOODADA
Pemilihan penyedia barang/ jasa dilakukan dengan
membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran,
sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran yang telah
lulus prakualifikasi serta dilakukan negoisasi baik
secara teknis maupun biaya.
PENUNJUKAN LANG PENUNJUKAN LANG SUNG SUNG Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus, pemilihan penyedia barang/jasa
PENUNJUKAN LANG
PENUNJUKAN LANG
SUNG
SUNG
Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus,
pemilihan
penyedia
barang/jasa
dapat
dilakukan
dengan
Metode
Metode
PPeennuunnjjuukkanan
LLaangngsusungng
terhadap
1
(satu)
penyedia
barang/jasa, serta dilakukan negoisasi teknis
dan biaya agar didapat harga yang wajar dan
secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
SSWWAAKKEELLOOLLAA Pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan dan diawasi menggunakan tenaga sendiri.
SSWWAAKKEELLOOLLAA
Pelaksanaan
pekerjaan
yang
direncanakan,
dikerjakan dan diawasi
menggunakan tenaga sendiri.
sendiri
dengan
II
II
MACAM PELELANGAN
MACAM PELELANGAN
Secara pengadaan barang/jasa dapat dibedakan
menjadi 2 (dua)
1.Pelelangan Umum
2.Pelelangan Terbatas
PPeerrbabannddiingnganan pepelleellaanngganan u u mum ddanan mum pepelleellaangnganan tteerrbabattasas deskripsi
PPeerrbabannddiingnganan pepelleellaanngganan u u
mum ddanan
mum
pepelleellaangnganan tteerrbabattasas
deskripsi
Pelelangan
Pelelangan
umum
terbatas
Jumlah Peserta
Relatif Banyak
Relatif Sedikit
Kemampuan
Peserta Lelang
Tidak Semua diketahui
kemampuannya
Setiap
peserta diketahui
kemampuannya
Penetapan
pemenang lelang
Relatif lebih sulit
Relatif mudah
Kekurangan
Tidak diketahui dengan pasti
kemampuan peserta lelang
Ada kecenderungan terjadi
praktek kecurangan
Kelebihan
Pengguna jasa lebih leluasa
dlm memilih penyedia jasa
karena cukup banyak
Kemampuan peserta sudah
diketahui dengan pasti
Proses Pengadaan Barang/Jasa Proses pengadaan barang/jasa pada pelelangan umum adalah : 1. Pengumuman dan pendaftaran
Proses Pengadaan Barang/Jasa
Proses pengadaan barang/jasa pada pelelangan umum
adalah :
1. Pengumuman dan pendaftaran peserta
Panitia/pejabat pengadaan harus mengumumkan secara
luas tentang pelelangan umum d
engan pasca kualifikasi
atau adanya prakualifikasi, dimana isi
pengumuman
memuat sekurang-kurangnya
- nama dan alamat pengguna jasa yang mengadakan
pelelangan umum
- uraian singkat mengenai pekerjaan yang akan
dilaksanakan
- pekiraan nilai pekerjaan - syarat-syarat peserta lelang - tempat, tanggal, hari dan waktu dokumen
- pekiraan nilai pekerjaan
- syarat-syarat peserta lelang
- tempat, tanggal, hari dan waktu
dokumen pengadaan
untuk mengambil
2. Pasca kualifikasi dan pra kualifikasi
Pada prinsipnya penilaian kualifikasi atas kompetensi dan
kemampuan usaha peserta pelelangan umum, dilakukan
dengan pascakualifikasi. Khusus untuk pekerjaan yang
kompleks dapat dilakukan dengan prakualifikasi
3. Penyusunan daftar peserta lelang, penyampaian
undangan dan pengambilan dokumen pemilikan
penyedia barang dan jasa
3. Penjelasan lelang (aanwijziing) Pada tahap ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai pekerjaan yang akan
3. Penjelasan lelang (aanwijziing)
Pada tahap ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai
pekerjaan yang akan dilaksanakan beserta aturan-aturan
yang akan dipergunakan dalam pelelangan.
Pada penjelasan lelang akan dijelaskan
:
- Metoda pengadaan/penyelenggaraan pelelangan.
- Cara penyampaian penawaran
sampul atau dua tahap)
(satu
sampul atau dua
- Dokumen yang harus dilampirkan di dalam dokumen
penawaran
- Acara pembukaan dokumen penawaran
- Metoda evaluasi, - Hal-hal yang menggugurkan penawaran, - Jenis kontrak yang akan dipergunakan -
- Metoda evaluasi,
- Hal-hal yang menggugurkan penawaran,
- Jenis kontrak yang akan dipergunakan
- Ketentuan dan cara evaluasi
- Ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan
kepada usaha kecil,
- Besaran, masa berlaku dan penj
mengeluarkan jaminan penawa
amin
yang dapat
ran.
Bila dipandang perlu dapat memberikan penjelasan
lanjutan dengan jalan melakukan peninjauan langsung ke
lapangan.
5. Penyampaian dan Pembukaan Dokumen Penawaran. - Mengikuti ketentuan yang disyaratkan dalam dokumen lelang -
5. Penyampaian dan Pembukaan Dokumen Penawaran.
- Mengikuti ketentuan yang disyaratkan dalam
dokumen lelang
- Dijalaskan dalam penjelasan lelang (aanwijzing)
- Panitia mencatat waktu, tempat dan
tempat
penerimaan dokumen penawaran
- Menolak dokumen yang terlam
bat
Pembukaan dokumen penawaran dilaksakanakan
sebagai berikut :
- Panitia meminta sekurang-kurangnya dua wakil dari
peserta pelelangan yang
hadir sebagai saksi.
- Panitia meneliti kotak/tempat pemasukan dokumen
penawaran.
- Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan dengan jalan Sistem satu sampul Sistem dua sampul Sistem
- Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan
dengan jalan
Sistem satu sampul
Sistem dua sampul
Sistem dua tahap
6. Evaluasi Penawaran.
Evaluasi penawaran dilakukan kepada semua
penawaran yang dinyatakan lulus pada saat pembukaan
penawaran
Evaluasi tersebut meliputi
- evaluasi administrasi,
- evaluasi teknis,
- dan evaluasi harga berdasarkan kriteria, metoda dan
tata cara evaluasi yang sudah ditetapkan.
7. Pembuktian Kualifikasi. Terhadap penyedia jasa yang diusulkan sebagai pemenang dan pemenangan cadangan, dilakukan
7. Pembuktian Kualifikasi.
Terhadap penyedia jasa yang diusulkan sebagai pemenang
dan pemenangan cadangan, dilakukan verifikasi terhadap
semua data dan informasi yang ada.
8. Pembuatan Berita Acara Hasil Pelelangan
Dari hasil evaluasi teknis, admini
strasi,
pelelangan menuangkannya ke dalam
dan biaya panitia
berita acara hasil
pelelangan (BAHP).
Dalam BAHP memuat :
- Nama semua peserta lelang dan harga penawaran,
- metoda evaluasi yang dipergunakan,
- unsur-unsur yang dievaluasi,
- rumus yang digunakan, - keterangan yang dianggap perlu mengenai hal ihwal pelaksanaan pelelangan -
- rumus yang digunakan,
- keterangan yang dianggap perlu mengenai hal ihwal
pelaksanaan pelelangan
- Tanggal dibuatnya berita acara,
serta jumlah
peserta yang lulus dan yang tidak lul
us.
- penetapan urutan dari tiga calo
n pemenang lelang
9. Penetapan Pemenang Lelang.
Panitia menetapkan calon pemenang lelang yang
menguntungkan bagi negara dalam arti
an :
- memenuhi persyaratan teknis dan administrasi
9. Penetapan Pemenang Lelang. Panitia menetapkan calon pemenang lelang yang menguntungkan bagi negara dalam artian
9. Penetapan Pemenang Lelang.
Panitia menetapkan calon pemenang lelang yang
menguntungkan bagi negara dalam artian :
- memenuhi persyaratan teknis dan administrasi
- Perhitungan harga yang ditawarkan adalah terendah
yang responsif
- Memperhatikan penggunaan semaksi
mal mungkin
hasil produksi dalam negeri
- Penawaran tersebut adalah penawaran yang
terendah diantara penawaran yang memenuhi
syarat.
Pejabat yang berwenang selanjutnya menetapkan
pemenang lelang dan mengeluarkan Surat Penetapan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ)
10. Pengumuman Pemenang Lelang Pemenang lelang diumumkan dan diberitahukan oleh panitia kepada peserta selambat-l kerja
10. Pengumuman Pemenang Lelang
Pemenang lelang diumumkan dan diberitahukan oleh
panitia kepada peserta selambat-l
kerja setelah diterimanya SPPBJ d
berwenang.
ambatnya dua hari
ari pejabat yang
11. Sanggahan Peserta Lelang dan Pengaduan Masyarakat
Kepada peserta lelang yang berkeberatan atas
penetapan pemenang lelang diberikan
kesempatan
untuk mengajukan sangahan secara tertulis
12. Penerbitan Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa Pengguna barang/jasa mengeluarkan surat keputusan
12. Penerbitan Surat Keputusan Penetapan Penyedia
Barang/Jasa
Pengguna barang/jasa mengeluarkan surat keputusan
penetapan penyedia barang/jasa (SKPPBJ) sebagai
pelaksana pekerjaan yang dilelangkan, dengan
ketentuan:
- tidak ada sanggahan dari peserta lelang
- Sanggahan tidak benar atau sanggahan sudah lewat
masa sanggah
13. Pelelangan Gagal dan Pelelangan Ulang Pelelangan dinyatakan gagal apabila : - penyedia barang/jasa yang
13. Pelelangan Gagal dan Pelelangan
Ulang
Pelelangan dinyatakan gagal apabila :
- penyedia barang/jasa yang tercantum di dalam
daftar
calon peserta lelang
kurang dari tiga
- penawaran yang masuk kurang dari tiga
- Tidak ada penawaran yang memenu
hi syarat yang
ditentukan dalam dokumen
lelang
- Tidak ada penawaran yang harga penawarannya lebih
rendah atau sama dengan pagu dana yang
tersedia.
- Sanggahan peserta lelang adanya kesalahan prosedur
ternyata benar
- Sanggahan peserta lelang adanya KKN ternyata benar
- Calon pemenang lelang 1, 2, dan 3 mengundurkan diri dan tidak bersedia ditunjuk -
- Calon pemenang lelang 1, 2, dan 3 mengundurkan
diri dan tidak bersedia ditunjuk
- Pelaksanaan pelelangan tidak sesuai dengan
ketentuan dokumen lelang dan
berlaku
prosedur yang
- Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dalam
pelaksanaan lelang ternyata benar
14. Pelelangan Ulang
Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal, pengguna
barang/jasa/pejabat yang berwenang memerintahkan
pelelangan ulang :
15. Penandatanganan Kontrak Setelah SPPBJ diterbitkan, penggu na barang dan jasa menyiapkan dan menandatangani kontrak
15. Penandatanganan Kontrak
Setelah SPPBJ diterbitkan, penggu
na barang dan jasa
menyiapkan dan menandatangani kontrak pelakasanaan
pekerjaan apabila dananya sudah
dokumen anggaran
cukup tersedia dalam
TERIMA KASIH TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH