Sei sulla pagina 1di 3
Boel umur Re pt) Turd Pusat Studi Paneasila (PSP) Universitas Gudjah Muda Dat ine SONS raten toni entry Kembali (lagi) ke Pancasila alam kurun wakeu satu eahun cerakhir ini sering terdengar kata-kata seperti revitalisasi, restorasi, reaktualisas, reposisi, Fejuvenisasi yang dthubung- kan dengan Paneasila. Kata-kata bersukukata awal “re” senantiasa bermakna pengulangan sesuatu, sekali lagi ata kemball. Sementara kata-kata "reviealisasi” memilki makna proses, cara, perbuatan menghidupkan kembali; “restorasi” berare! pengembaliar/pemulihan kepada kedudukan semula; “reaktualisasi” bermakna proses, cara, perbuatan meng- aktualisasi kembali; “repesisi” artinya penempatan kemball ke posist semula; dan “rejuvenisas!" merupakan pemudaan atau pembaharuan kembali, Bagi berbagsi kata yang bersukukata awal “re-” ini cihubungkan dengan Pancasila, maka hal ini dapat diartkan sebagai suacu bentuk seruan kepada seluruh, Komponen bangsa untuk menengok kembali kepada Paneasila. Dengan demikian, Revitalisasi Pancasita, Restorasi Pancasi Reaktualisasi Pancasila, Reposisi Pancasila, Rejuvenasi Pancasila, semuanya menyuarakan, agar kita melihat kembali pada Pancasila Semuanya menyerukan satu semangat yang. samayeitu, "Kemballlce Pancasia!” Kini roformast telah berjalan lebih. dari sewindu. Banyak hal yang telah terjaci. Beberapa kali telah terjadi pergantian kekuasaan, juga sudah baberapa kali pul Konstitusi diamandernen, dan untuk pertama kalinya telah memilin presiden dan vrakil presiden secara langsung. Keadsan sosial ekonomi politik dalam sewindu ini telah berubah sedemikian besarnya. Berbagal persoalan besar dan berat terhampar di depan ‘mata. Pertanyaan yang dapat diajukan adalah ‘mengapa selearang kita mulal menyerukan agar kembali kepada Pancasils? Setelah sekian lama terfupakan, Pancasla ‘mula diperhatikan oleh berbagai kemponen bangsa. Hal ini ditandai dengan berbagal kegiatan yang dilakukan untuk mengajak kembali kepada Pancasiia, misalnya tanggal 30 Mei 2006 diadakan Seminar “Revitalisasi Paneasila” di TMll, tanggal 31 Mei 2006 diselenggarakan Simposium Peringatan Hari Lahir Pancasila “Resterasi Pancasi Mendamaikan Politik Identitas dan Modernitas” di Kampus FISIP Univesitas Indonesia, Depole, Puncaknya adalah Pidato Presiden Ri Dr. Susilo Bambang Yudhoyono: Pusat Sti Panes (PSP} adalah uni penelvan baw Univarstas Gash Mack. PSP beri 27 Ape 1995 an drerikan dengan Surat Kepituran Raktor Universitas Gach Mads Nestor : UGMIB7A966/UMIOL/37 ‘angel 12 jal 1995. PSP dbentuk sebapa tempor bertarya pars pakar dalam monger ‘mulceipiner untix memecahian berbag masaiahcalam kehidupan| Parca mela pendaetan berbangsa dan bemegara _Disamping merssatkan perhatian pada ponelan, PSP jugs bergerak clam kagatan lin sper pelathan, _advokasl, @skust, zorinar, dan pubikasl, PSP meneurdang parspas masyarakat vas org Berra deny va sc tris PSP ek ere clam berSogai hagatan yang diawarkan, pada Peringatan Hari Lahir Pancasila | Juni 2006 yang berjudul “Menara Kembali Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berdasarkcan Pancasita” diJakarta, ‘Sementara di UGM, sepanjang tahun 2006, kegiatan yang berhubungan dengan Pancasila berlangsung lebih intensif. Dirt dengan Seminar Nasional: Mengenang Satu ‘Abad Kelahiran Prof. Netonegoro pada tanggal | Februari 2006, puncaknya dengan ‘Simposium dan Sarasehan Hari Lahir Pancasia dan Kemerdekaan Rl: Pancasia sebagai Paradigma imu Pengetahuan dan Pembangunan Bangsa pada tanggal 14-15 ‘Agustus 2006, dilanjutkan dengan Seminar LLingleungan Hidup dan Pancasila pada bulan Desember 2006 Tahun 2006 dapat dikatakan sebagai abak baru dalam wacana dan pemikiran mengensi Pancasila pasca reformasi Terdapat kerinduan dan semangat untuk kembait (lagi) kepada Paneasila. Ibaratnya, rindu selepas sewindu tiada bertemmu, Sepanjang sejarah ada waktu-waktu krustal yang orang merasa memerlukan sebuah orientasi, Pancasiia dipandang sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, Pertama, pada fase pembentukan kemerdekaan Republik indonesia. dimulal pada sidang BPUPKI (29 Mei — 1 Juni 1945), Persoatan yang dihadapi salah satunya adalah ‘menentukan dasar bagi negara yang hendale dibentuk. Berbagai pendapat diajukan untuk ‘menjawab persoalan ini. Tanggal | Juni 1945, Ii: Sukarno mengajukan jawaban Pancasla. Di sinith embrio Pancasiia berkembang hhingga alhirnya ditetapkan tanggal 18 ‘Agustus 1945. Kedua, pada masa pergolalcan ideologi tahun 1950-an yang memuncak pada sidang konstituante, Akibat konflik politk dan ideologi yang terjadl, Universitas a Gadjah Mada. meARBI@RRar mengadekan Seminar Pancasia | pada 16-20 Februari tahun 1959. Menurut A.M.W. Pranarka. (1985: 161- 167), seminar ini ci samping_menghasikan sesuatu yang bersifat ideolagls-polits yakni ajalan kembali ke UUD 1945, juga menghasilkan sesuntu yang. bertfar, akademt stgenal Pancasil, sertisal pendapit Notonegoro dan Drjarkara. Hinggs akhimnys tanggal § juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarlan Dekrit_ yang ‘sinya pembubaran Konstituante, berakhirnya pemberlakvan UUDS 1950dan kermbali ke UUD 1945. Ketiga, babak krusial mengenal wacana pemiliran Pancasila adalah pasca peristiwa tahun 1965 serta awal kelahiran Orde Baru yang mengadakan evaluasiatas situasi kenegaraan dan rmengemballkannya pada ret Pancasila dan UUD 1945, Orde Baru mensponsori Simposium Ul tahun 1966, tepatnya tanggal 6 hingga 9 Mei 1966, Sebagaimana hasil dari Seminar Pancasia | Simposium Ul juga bersifet campuran.antara Ideologis-politis dan akaderis (ibid: 305). Ist simposiom itu adalah slogan untuk kembati ke Paneasila dan UUD 1948 yang murni dan konsekuen. Wacana dan pemikiran mengenal Paneasits terus bergulie hingga muneulnya Tap IWMPR-RY1978: Tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamaian Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa) dan UU tentang Pancasila sebagai setu-satunya. azas bagi Ormas dan Organieasi Politic di Indonesia. Bentuk implementansi seperti inilah: yang kemudian menyebablan Pancasila menjadi lebih problematis dimasa Orde Baru. Dirmasa falu Pancasila ciactkan alat kelcsasaan sehingga Pancasila idencik dengan kekuasaan, ‘Akibatnys, masyaralcat melthat bahwa Pancasta merupakan bagian dari kekuasaan. Ketika eelaasaan berakhir, Pancasila juga ikut terkena dampaknya karena dipersepsixan sebagai bagian dari keleuasaan tersebut. Belajar dari pengalaman masa lalu, diperlukan cara dan metode baru untuk —mengembangkan pemiiran Pancasila, Pancasila memerlukan pendekatan yang ———E— | dalam practicol ethics yang dirumuskan bberdasarkan nilal-nilai Pancasila. Simposium dan sarasehan Pancasila. di UGM merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari semangat kembali kepada Pancasila. Beberapa kegiatan lain yang juga bberhubungan dengan semangat ini adalah Seminar Nasional dengan tema "Aktualisasi 'Nilsi-nilal Paneasila dalam Pendididikan liu Hukum dan Sistem Perundang-undangan Indonesia” yang akan diselenggarakan pada 31 Mell Juni 2007. Begitu. pula dengan ‘penyelenggaraan Sekolah Kritik Ideologi dan Kursus. "Keadilan Sosa!” yang. bertujuan ‘untuk menyediakan pemshaman teori yang mendalam serta mengembangkan berbagai perspektif guna member kontribusi pada usaha-usaha _memecahkan berbagai [persoalan kebangsaan, Kegiacan ini tengah dan akan berlangsung secara berkala pada tahun 2007. Semua ini dapat dilihat sebagai dentuk tanggung jawab UGM untuk mengaktualisasikan Pancasia sesuai dengan tantangan baru, Kenyataan dan realitas dunia senantiasa berubah dan berkembang, Di tenga situast yang demikian, kita. memeriukan crientasi yang berfungsi sebagai peta kognitif dan pemberi arah, yakni-Pancasila, Di sisi lain, kita perlu terus mengembangkan pemikiran Pancasila yang sesuai dengan situasi kendisi dan tantangan yang tengah kita hadapi. Kita perlu meng up-grade dan meng up-date pemikiran Pancasila agar senantiasa bersifat akwal. Pancasila harsss mampu berdialog dengan pandangan-pandangan lain dan menjawab berbagai persoalan dan isu-isu kontemparer. Mungkin, kita harus belajar dar berbagal pencapaian dan kesalahan yang telah kita akukan di masa laiu. Walaupun kita periu Untuls sejenak menengok ke belakang, namin orieriasi kita haruslah serantiasa ke depan, yakri miengembangkan wacana Pancasila yang objektif, alaual,faltual dan paresipatori. NNovian Widiadharma Bulakeumur Review Diterbitkan Oleh Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM ‘dengan dukungan dari Pengurus KAGAMA Yogyakarta ‘Novian Widiadharma, Bianca Noerfiantl, Nurjanah Aiamat Redaksi: Pusat Studi Pancasita (PSP) d.a. Gedung Timur Le |, Fakultas Filsatst Universitas Gadjah Mads Bulaksumur, Yogyakarta ~55281 “Telp. (0274) 553149, 901199. Fax: (0274) 515368 Email: wulansari@fisafacugm ac.id heepsfpsp.ugin.aciol