P. 1
Bab6-Integral Lipat, Integral Garis, Integral Permukaan Dan Teorema Integral

Bab6-Integral Lipat, Integral Garis, Integral Permukaan Dan Teorema Integral

|Views: 990|Likes:
Published by NhaKodoq

More info:

Published by: NhaKodoq on Nov 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

INTEGRAL LIPAT, INTEGRAL GARIS, INTEGRAL PERMUKAAN DAN TEOREMA INTEGRAL

6.1. INTEGRAL LIPAT DUA

Pandang suatu fungsi z = f(x,y) yang kontinu pada daerah hingga R dibidang XOY.

Misalkan daerah ini °dibagi atas n buah sub (bagian) daerah Rl' R, .:::': Rn masing-masing luasnya 1l.1A, IizA, ...... Il.nA.

Dalam setiap sub daerah pilih suatu titik Pk (~, Yk) dan bentuk jumlah

Sekarang tentukan diameter dari sub daerah yang merupakan jarak terbesar antara 2 titik sembarang di dalam atau pada batas sub daerah, dengan A.n adalah diameter maksimum dari sub daerah.

Misalkan banyaknya sub daerah makin besar diartikan n~ maka A.n ~O

Maka integrallipat dua dari fungsi f(x, y) atas daerah R didefinisikan sebagai

J J f(x, y) dA = lim t f(xk, Yk) ~A

R n~ k= l

.............. (2)

177

y

--~----------------X

o

Gambar6.1.

x

Gambar6.2

Bila z = f(x, y) non negatip atas daerah R, sebagai dalam gambar 6.2. di atas, integrallipat dua (2) bisa diartikan sebagai volume. Sembarang suku f(~, Y . ._) dkA dari (1) memberikan volume dari kolom vertikal yang alasnya ~A dan tingginya adalah ~ yang diukur sepanjang vertikal dari titik Pk yang dipilih sampai permulaan z = f(x, y).

Jadi persamaan (1) adalah volume-volume pendekatan kolom vertikal yang alasnya ~ di bawah dan atasnya adalah permukaan yang proyeksinya ~. Persamaan (2) adalah ukuran dari volume dari sub-sub daerah.

6.2. INTEGRAL ITERASI

Pandang suatu volume yang didefmisikan seperti di atas dan misalkan batas dari daerah R adalah sedemikian, sehingga tak ada garis sejajar dengan sumbu X atausumbu Y yang berpotongan lebih dari 2 titik. Gambarkan pada daerah R garis singgung x = a dan x = b yang menyinggung batas R di titik K dan L dan garis-garis singgung y = c dan y = d dititik M dan N.

Misalkan persamaan busur LMK adalah y = g, (x) dan busur LNK adalah y = g2 (x). Bagi interval a :::; x :::; b dalam m sub intergal hi' h2 .... hm' dengan panjang masingmasing d,x, ~x, ..... , dmX dan letakkan titik-titik x = ~" x = ~, x = ~3 ....... , X = ~, dan bagi interval c :::; y :::; d atas n sub interval k., k, ..... , kn masing-masing dengan panjang L\,y, ~y, .... , dnY' dan letakkan titik-titik y = Il" Y = 1l2' ...... Y = Iln-"

Nyatakan A. diameter maksimum dari Ax dan Il diameter maksimum dari d.y

mIn J .

Gambarkan garis-garis sejajar x = ~,. x = ~2 ..... , X = ~, dan garis-garis sejajar y = 1l2' y=1l2, .... Y = Iln-, maka daerah R terbagi atas persegi-persegi panjang Rjj dengan luas djX. djy dan bukan persegi panjang yang akan kita abaikan.

178

Pada setiap sub interval hi pilih suatu titik x = Xi dan pada setiap sub interval kj pilih suatu titik y = Yj' dengan demikian dalam setiap bagian daerah mengandung titik Pij (x, y). Dengan setiap bagian daerah hubungan dengan suatu bilangan Zij = f(xi, Yj) dari permukaan dan kemudian bentuk

L f(xi, Y) .1ix . .1l

i = 1,2, m

j = 1,2, n

................ (3)

Persamaan (3) merupakan hal yang khusus dari (1), sehingga jika banyaknya persegi panjang adalah tak hingga, dengan demikian Am ~ ° dan Iln ~ 0, maka limit dari (3) akan sarna dengan integrallipat dua (2).

Supaya lebih berlaku lagi limit ini, mula-mula kita pilih sub interval hi dan bentuk

n

{ L f(xi, Yj) .1j y } .1ix j=1

i = tetap

Kumpulkan semua persegi panjang dengan hi sebagai satu dimensi berarti mengumpulkan semua persegi panjang yang terletak di kolom ke i. Bila n~oo, Iln ~o dan

lim n~oo

= '" (x.) .1.x

'I' 1 1

Gambar6.3

z

d Y

, ,

R

179

--------------- -----

m

lim L "-(x.) ax =

'f' 1 1

m~oo i=1

b

J (j>(x) dx

a

Sekarang jumlahkan atas m kolom dan ambil m~oo, maka kita dapat

................... (4)

Meskipun kita tidak memakai tanda kurung itu jelas dimengerti bahwa persamaan (4) digunakan untuk mengevaluasi 2 integral tertentu sederhana yang ditulis secara berurutan, mula integral di f(x, y) terhadap y dengan menganggap x tetap dari y = g2(X) sebagai batas bawah dan y = g2(X) sebagai batas atas dari R, kemudian integral dari hasil ini terhadap x dengan batas bawah x = a dan x = b sebagai batas atas dan R.

Integral (4) ini disebut suatu integral iterasi atau Integral di ulang.

Sebagai latihan, jumlahkan mula kumpulan persegi panjang yang terletak pada setiap baris dan kemudian jumlahkan atas semua baris untuk mendapatkan integral iterasi

d fhiY)

f f(x,y) dx dy

c ht(y)

dimana ht(y) adalah persamaan busur MKN dan h2(y) adalah persamaan busur MLN

Contoh-contoh :

1 x 1 x

1. f f dy dx = f [ y] dx

o x2 0 x2

1 1 1 1 1 1

= [_ x2 __ x"] = _- _ = _

2 3 0 2 3 6

180

2. J2 rY(X-y) dx dy = f [_1_ x2 + xy ]3Y dy

1 y 1 2 y

211

= J [- (3y)2 + 3y2 - - y2 - y2 ] dy 122

= f 6 y2 dy = 2y3 f

1 1

= 14

2 X2+X 2 X2+X

3. J J x dy dx = J x y ] dx

-1 2x2-2 -1 2x2-2

2

= J { x3 + x2 - 2x3 + 2x } dx -1

112

= __ X4 + _ x3 + x2 ]

4 3 -1

9

=--

4

1t pos e 1t 1 cos e

4. J J p sin e dp de = J - p2 sin e I de

o 0 0 2 0

1 1t

= - J (cos2e sin e) de 2 0

2

1 1t

J cos2e d (cos e) o

=--

1 1t 1

= - - cos3e I =-

6 0 3

181

5. {12 t cos 9 p3 d P d9 = (12 _1_ p4 t cos ~9

o 2 0 4 2

___ 1 f2

(256 cos" 9 - 16) d9

4 0

(64 cos'B - 4) d9

39 sin 29 sin 49 "I

=[64(-+--+ )-49] 2

8 4 32 0

= 1011:

6. Hitung JR J dA, dimana R adalah daerah dikwadrant I yang dibatasi oleh setengah parabola y2 = x3 dan garis y = x.

Garis dan parabola berpotongan dititik (O,O) dan (1,1) yang mana mempakan nilai terbesar dari x dan y di daerah R.

1

(0,0)

Gambar6.4

JRJdA=

1 , Y 2f3

= J fax dy

o x=y

182

3 1 1

= __ y5f3 __ . _ y2 I

5 2 0

1

10

atau

¥=x

J dy dx

y=X312

f 121

= (x - X312) dx = - x2 - - X512 I

o 2 5 0

1

10

7. Hitung:

fR fdA, dimana R adalah daerah yang dibatasi oleh :

{ y = 2x

Y = x2 dan x = 1

titik potong (0,0) dan (2,4) fR f dA =

2x

= f f dy dx

x=O y=x2

1

= f (2x - x2) dx o

1 1 = X2 __ x31

3 0

2

3

183

Gambar6.5

x

atau

f

R

1 "y f 1

= f f. dx dy + f dx dy

o 1/2Y 1 1/2Y

512

=--+--=--

12 4 3

RI = daerah ABC

R2 = daerah OAC

Gambar6.6

8. Hitung JR J x2 dA, dimana R adalah daerah di kwadran I dan dibatasi oleh xy = 16 dan garis-garis y = x, y = 0 dan x = 8.

(lihat gambar)

184

xy=16

X F 4 8

Gambar6.7

Daerah R dibagi atas 3 bagian R, = ABCE dan R2 = CDE f f x2 dA = f f x2 dA + f f x2 dA

R Rl ~

2 8 r4 16/

f f X2 dA = f f X2 dx dy + J f Y X2 dx dy

R y=G x=y 2 x=y

2 512 1 4 1 163

= f (- - - y3) dy + f - ( - - y3) dy

o 3 3 2 3 y3

512 1 2

= __ y y41

3 12 0

= 340 + 128 - 20

3 1 1 4

+ __ ( ) v" y4 I

3 2 12 2

= 448

Integral lipat dua dapat digunakan dalam banyak hal : misal,

I. Menghitung volume antara permukaan z = f(x,y) dan bidang xy

Rumus:

V = fR f f(x,y) dx dy

II. Menghitung luas daerah dibidang xy dimana f (x,y) = 1

Rumus:

L = JR J dx dy

185

III. Menghitung massa

f dipandang sebagai massa jenis (massa persatuan luas)

Rumus:

M = fR f f(x,y) dx dy

IV. Menghitung pusat massa

f = massa jenis, M = massa dari pelat tipis dan (x, y) = pusat massa di R maka

M" = fR f x f(x,y) dx dy

My = fR f y f(x,y) dx dy

V. Menghitung momen inersia.

Moment inersia dari plat tipis terhadap sb x dan sb y, diberikan dengan

r, = fR f y2 f(x,y) dx dy; Iy = fR f x2 f(x,y) dx dy

Contoh-contoh :

9. Hitung luas daerah yang dibatasi oleh parabola-parabola y2 = 4 - X

y2 = 4 - 4x

Cari titik potong kedua parabola 4 - x = 4 - 4x

3x =0

x=O

y=±2

Titik-titik potong: (0, 2) dan (0, -2)

Gambar6.8

186

2 4-y2

L = 2 J J dx dy

o y2

1-- 4

_ J2 J4-y2

- X y2 dy

o 1--

4

2 y2

= 2 J (4 - y2 - 1 + - ) dy

o 4

1 2

= 2 (3y __ y3 I

4 0

= 2 (6 - 2) = 8

10. Hitung volume ruang yang dibatasi oleh silinder x2 + y2 = 4 dan bidang-bidang y +z=4danz=O

, , , ,

, ,

,

, , , ,

,

,

, , , ,

, , ,

,

,

, , ,

,

Gambar6.9

v = JR J z dA

.v = JR J (4 - y) dA

2 ...J4-y2

= J J ~(4 - y) dx dy

-2 -'J4-y2

f ~4-y2

= 2 J (4 - y) dx dy

-2 0

187

2 .../4-y2

V = 2 f (4x - Y x) I dy

-2 0

= 2{ f2 (4 (.../4 - yZ) - y (.../4 - y2) dy -2

1 --=- 1 y 2

= 2.4 (- y .../4 - y2 + - . 4 arc sin -) I

2 2 2-2

1t 1t 2 3/2 2

= 4 (0 - 0) + 4 . 4 (- + -) + 2 . - (4-y2) I

2 2 3 -2

4

= 161t + - (0-0) = 161t 3

11. Hitung volume dari ruang yang dibatasi oleh silinder 4x2 + y2 = 4, bidang-bidang z = 0 dan z = 2y

z

. ,

. ,

. .

.

-1 "

..... - .. ----_

jk~~?~2-Y

4

. , ,

. . .

x

Gambar6.10

v = fR f z dA .../4-y2

= f2 r,_2_ 2y dx dy y=O --v4-y2

2

188

2y dx dy

o 0

...J4-y2 = 2 f 2yx I 2 dy

o 0

= 2 f2Y . _1_ ...J4-y2 dy

o 2

2

= - f (...J4-y2) d (4-y2) o

2 2

= _ [ _ (4-y2)3n]

3 0

2 16

=--(0-8)=-

3 3

12. Tentukan pusat bidang yang luasnya dibatasi oleh parabola y = 6x - x2 dan y = x

Gambar6.11

Jawab:

I I 15 I6x-x2

A = dA = dy dx

R - x=O x

189

= f (6x - X2 - x) dx o

5 1

=_X2 __ X3

2 3

5 125 125 125

1=---=-

o 2 3 6

f 6X-X2

M = I I Y dA = I y dy dx

x R 0 x

1 I5 6x-x2

= _ y21 dx

2 0 x

= _1_ f {(6x _ X2)2 _ x2 } dx 2 0

= _1_ f (35x2 _ 12x3 + x") dx 2 0

1 35 1 5

= - (- x3 - 3 X4 + - x5) I

2 3 5 0

1 4375 625

= - ( -- - 1875 + 625 ) = --

2 3 6

M 625/

y=_x = __ 6 =5

A 125/6

5 6x-x2

M = I I x dA = I I x dy dx

y R 0 x

6x-x2 5

(xy) I dx = I (6x2 - x3 - x2) dx

X 0

5 1 5

= [ _ x3 __ X4] =

340

625

625 625

3 4

12

190

· 13. Tentukan pusat bidang yang luasnya dibatasi oleh parabola-parabola y = 2x - x2

Y = 3x2 - 6x

M 625/12 5

x=_Y_= =-

A 125/6 2

Pusat bidang (5/2, 5)

y = 2x - x2

Gambar6.12

Jawab :

Titik-titik potongnya (0, 0) dan (2, 0)

A = J J dA

R

J2 J2X-X2

= dy dx

o 3x2-6x

2

= J (2x - x2 - 3x2 + 6,x) dx o

2

= J (-4x2 + 8x) dx o

4 2 32 16

= - - x3 + 4x2 I = - - + 16 = + -

3 0 3 3

191

f 2X-X2 2 1 2x-x2

Mx = f f Y dA = f y dy dx = f {- y2} I dx

R 0 3x2-6x 0 2 3x2-6x

= _1_ f{ (2x _ X2)2 _ (3x2 - 6X)2 } dx 2 0

1 32 8 2

= - [- -- x3 + 8x4 __ XS ]

2 3 5 0

1 256 256

= - { - - + 128 - - }

2 3 5

64

=---

15

4J4/1S 4
y= =---
+16/ 5
3
M =f f 2 2z-x2 t; 2x-x2
x dA = f f x dy dx = I dx
y R 0 3x2-6x 0 3x2-6x = f (2x2 - x3 - 3x3 + 6x2) dx

o .

8 2 64 16

= [ -- x3 - X4] = -- - 16 = --

3 0 3 3

M 16/

y 3

x=--=--=1

A 16/

3

4

:. Pusat bidang (1, ~ --) 5

14. Tentukan Ix' Iy dan ~ untuk luas yang tertutup (loop) dengari persamaan

y2 = x2 (2 - x)

192

y

misal:2-x=z

Jawab:

J J (l Jx..J2-X

A = ciA = 2 J dy dx

R' 0 0

= 2 f (x ..J2-x) dx

o

= 2 f(2 - z) ..JZ: (-dz) 2

422 =2. {_z3f2 --, _Z51l} I

350

8 8 32

= 2 . (-' ..J2 - - ..J2) = - ..J2

3 5 15

2 -s:

Ix = J J y2 dA = J J y2dy dx

ROO

J2 1 x..J2-x

= _y3 I dx

030

1 J2 -

= - x3 ..J(2_X)3 dx

3 0

misal 2-x = Z2

Gambar6.13

193

1 0

= - - J (2 - Z2)3 Z3 2z dz

3 ~2

= - _:_ f (8z4 - 12z6 + 6 Z8 - ZIO) dz

3 :';2

2 8 12 6 1 ~2

= - ( _ ZS __ Z7 + - Z9 __ z" ) I

3 5 7 9 11 0

2048~2 64

= =--A

3465 231

2 X'l2-x

I = J J x2 dA = J J x2 dy dx

y ROO

ca-«

x2y I dx

o

misal 2-x = Z2

:./2

= -4 J (8z2 - ·12z4 + 6z6 - Z8) dz o

1024~2 32

=---=--A

315 21

416 I=I+I=--A

o x y 231

15. Tentukan luas daerah di luar lingkaran p = 2 dan di dalam cardioida p = 2 (1 + cos e).

Jawab:

Luas daerah yang diminta simetri terhadap sb x

1t/ J2(1 +cos e)

A = 2 J 2 pdp de

o 2

194

y

xl 2(1 + cos 9)

= f p2 I ae

o 2

Gambar6.14

xl

= J 2 {4(1 + COS9)2 -4} d9 o

XI

= 4 J 2 (COS20 + 2 cose) dO o

1 1 ~

= 4 [ -- cos 0 sin 0 + -- 0 + 2 sin 0 ] 2

2 .20

1t

= 4 {O + -- + 2 - 0) = 1t + 8 4

16. Tentukan luas daerah di dalam lingkaran p = 4 sin 0 dan di luar leinnis cate

4

7tl6

Gambar6.15

195

A = 2 (14 J4 sin 9 P dp d9 + 2 {/2 J 4 ~i~: d9

ft/6 :..J8 cos 29 ft/4 0

Jft/4 4 sin 9 Jft/2 4 sin 9

= p2 ] d9 + p2] d9

", ;;8 cos 29 ft/4 0

Jawab:

Perpotongan Iemnis cate dengan Iingkaran di

9 = ft/6 dan Iuas yang diminta simetri terhadap sumbu Y

Jft/4 [12

A = (16 sin2 9 - 8 cos 29) d9 +

16 sin2 9 d9

ftl 6

ftl 4

fe/ ft/

= -8 sin 9 cos 9 + 8 9 - 4 sin 29 ] 4+ (-8 sin 9 cos 9 + 8 9) ] 2

'lt/6 'lt/4

2

= -8 + - 7t + 4 "3 + 4 + 27t 3

8

= (- 7t + 4 "3 - 4) 3

17. Tentukan I , I , dan I untuk Iuas dikwadran I di Iuar Iingkaran p = 2a dan di dalam

x y 0

lingkaran p = 4a cos 9.

Jawab:

'It/ J4a cos 9

A = J f dA = f 3 P dp d9

R 0 2a

y

3

1 'ltl

= - f 3 {(4a cos 9)2 - (2a)2} d9 2 0

27t + 3"3

'It/ fa cos 9

I = f f y2 dA = f 3 (p sin 9)2 p dp d9

x R 0 2a

Gambar6.16

196

1 fCl

= __ I 3 {(4a COS 9)4 - (2a)4} sin29 d9

4 0

fCl

= 4a4 I \16 cos49 - 1) sin29 d9 o

41t + 9"13

6

"I

1 = I I x2 dA = I 3

Y R 0

121t + 11~3

r4acos9

J (p COS 9)2p dp d9

2a

= a4

2

20 1t + 21~3

1 =1 +1 = a4

o x y

21t + 3

Seal-seal :

Hitung : Integral Iterasi

1. (a)

II f dx dy = o 1

(b) f f (x + y) dx dy = 1 0

(C) t f (x2 + y2) dx dy 2 1

(d) Jl j xy2 dy dx o x2

I2 jy3n x

(e) -- dx dy

1 0 y2

197

1 ~x

(f) f f (y + y3) dy dx o x

1 t;

(g) f xer dy dx

o 0

(h) t f;Ydx dy 2 y

jc tg 3/2 f2 sec e

(i) pdp de =

o 0

(j) {'Z f p2 cos e dp de o 0

1t/4 tan e sec e

(k) f f p3 cos- e dp de

o 0

f1t f-COS e

(1) p3 cos2e dp de

o 0

2. Gunakan Integral Iterasi untuk menghitung integral lipat dua atas darl

a. x atau daerah yang dibatasi y = x2 dan y = x3

b. y atas daerah (a)

c. x2 atas daerah yang dibatasi y = x, y = 2x dan x = 2

d. y atas daerah di atas y = 0 dibatasi oleh y2 = 4x dan y2 = 5-x

3. Hitung integrallipat dua untuk menghitung luas daerah (a) dibatasi oleh 3x + 4y = 24, x = 0, y = 0

(b) dibatasi oleh x + y = 2, 2y = x + 4, y = 0

(c) dibatasi oleh x2 = 4y, 8y = x2 + 16

4. Carl pusat bidang yang luasnya dibatasi oleh (a) y2 = 6x, Y = 0, x = 6 dikwadrant I

(b) y2 = 4x, x2 = 5 - 2y, x = 0

(c) x2 - 8y + 4 = 0, x2 = 4y, x = 0 dikwadrant I (d) Kwadrant I darl soal 3(a)

198

5. Tentukan lx' Iy dan 10 dari luas berikut ini (a) Masalah (soal) 3(a)

(b) Perpotongan dari y2 = 8x dengan latus rectum (c) dibatasi oleh y = X2 dan y = x

(d) dibatasi oleh y = 4x = X2 dan y = x

6. a. Gunakan integral lipat dua untuk menghadapi luas yang dibatasi oleh p = tan 9 sec 9 dan 9 = "13

b. Di luar lingkaran p = 4 dan di dalam p = 8 cos 9

7. Tentukan Ix dan Iy untuk 1 loop dari p2 = cos 29

6.3. INTEGRAL LIPAT TIGA

Bentuknya: f f I f(x,y) f(x,y,z) dx dy dz v

f(x,y,z) di defmisikan pada ruang tertutup V dibagi atas paralelepipedum tegak lurus oleh bidang-bidang sejajar bidang koordinat. Paralelepipedum dalam V kita beri nomor 1 sampai n. Paralelepipedum ke i mempunyai volume L\j V.

Inte~ tripel (integral lipat tiga) di dapat dari limit dari jumlah

M

J J J f(x,y,z) dx dy dz = lim L f(xj*' Yj*' Zj*) L\y

v n---?oo i=l

Jika n~, sedang diagonal maksimum dari A v---?o. Titik (x.*, y.*, z.*)

1 1 1 1

dipilih sebarang dalam paralelepipedum ke i.

Adanya suatu limit yang unik dapat ditunjukkan, jika f(x,y,z) kontinu di V

Teori sederhana berlaku untuk ruang tertutup V yang dilukiskan sebagai

Xl s X s Xl 'YI(X) < y < Y2(X)

ZI(X,y) ~ z ~ Z2(X,y)

Untuk ruang tertutup ini, integrallipat tiga dapat disingkat menjadi integral berulang.

f J JX2 JY2(X) JZ2(X,y)

J f(x, y, z) dx dy dz = f(x, y, z) dz dy dx

V Xl YI(X) ZI(X, y)

199

Contoh:

1. Jika V digambarkan oleh 0 :5: x :5: 1, 0 :5: Y :5: x2 dan 0 :5: z :5: x + y dan f = 2x-y-z

. 1

J J J f dx dy dz = J

v 0

(2 ,x+y

J (2x - Y - z) dz dy dx

o 0

1 x2 x+y

= J J (2xz - yz - 1/2z2) I dy dx

o 0 0

1 _ 3/ [11 X' _ 1/ x7]

- 2' 21

o

_ 81

- 3"

Integrallipat tiga dapat dianggap sebagai "Hypervolume" (volume dalam ruang berdimensi 4).

* Jika f(x, y, z) = 1 maka

J J J dx dy dz adalah merupakan volume dari V v

* M = massa benda = J J J f(x, y, z) dx dy dz v

f = massa jenis benda

* Pusat massa benda = (x, y, z) dapat dieari dengan M.x = J J f x f(x, y,'z) dx dy dz

v

M.y = J J J y f(x, y, z) dx dy dz

v

M.l: = f J J z f(x, y. z) dx dy dz.

v

200

* MorDen m.rsia·terhadap sumbu OX

III ~ I I f 62 + z2) f (x, y, z) dx dy dz. v

* f f f f(x, y, z) dx dy dz = f(x, y, z) V

v

dimana V = volume dari benda.

Contoh-contob :

fel A.

Hitung : J 2 J o 0

~16-z2

J (16 - p2)112 P z d P dz d9

o

fel 4-

Jawab : _1/2 J 2 f o 0

fel 4

= - 1/3 J 2 J (Z3- 43) Z dz d9 o 0

fel 4

= - 1/3 J.2 J (Z4 - 64z) dz d9 o 0

J':I2 4

= - 1/3 (I/~ Z5 - 32z2) 1 d9

o 0

45 '?

= __ J 2 (1/ _ 1/ ) d9

3 0 2 5

45 "I 2

=-91

10 0

7t

256

=--.--=--7t

10 2 5

201

2. Hitung J J J f(x) dV dimana

v

f(x) = x2 + y2 + Z2

V dibatasi oleh x + y + Z = 5

x = 0, y = 0, Z = 0

Gambar6.17

5

5 5-x 5-x-y

J J (x2z + y2z + 1/3Z3) I dy dx

000

iJ ~-x 5-x-y

J J {(x2 + y2) Z + 1/3 Z3 } I dy dx

o 0 0

~ ~-x (5-X-y)3

= J J {(X2+y2) (5-x-y) + } dy dx

o 0 3

~ X2y2 (5-x) y4 (5-X-y)4 5-x

= J [x2(5-x)y - -- + -- y3 - - - ] dx

o 2 3 4 12 0

202

5

--------~-~~ ~~

,5 x2(5-x)2 (5-X)4

=J { +--} dx

o 2

6

,5 x2(5-x)2 (5-X)4 (5-X)4 (5-X)4

= J [x2(5-x)2 - + -- - -- + -- ] dx

o 2 3 4 12

25x3 5x4 X5 (5-X)5 5 =---+---- I

6 4 10 30 0

55 55 55 55

= - - - + - + 0 - (0 - 0 + 0-)

6 4 10 30

1 1 1 1

= 55 (-- - -- + -- + --)

6 4 10 30

625

1

= __ 55

20

=--

4

3. Hitung tripel dari F(x,y,z) = Z atas daerah R dalam oktano pertama yang dibatasi oleh bidang y=O, z=O, x+y=2, 2y+x=6 dan silinder y2+Z2=4

Jawab:

Gambar6.18

Daerah ruang yang dimaksud ABEDCF. 2 fj-2y :-J4-y2

J J J Z dz dx dy = J J J z dz dx dy

v y=O x=2-y z=O

203

__ f2 fr2y V4-y2

J 1/2 Z2 I dx dy

o 2-y z=O

2 6-2y

= 1/2 f f (4 - y2) dx dy

o 2-y

2 6-2y

= 1/2 J (4x - Xy2) I dy

o 2-y

2 = 1/2 [_l/gy4 _ 1/3y3 + y2 + 4y ] o

= 111 3

4. Hitung integral lipat 3 dari F(p, 6, z) = p2 atas daerah yang dibatasi oleh parabola p2 = 9 - z dan bidang z = o.

Jawab:

Z

9

.'

/ .

, , , , ,

,

,

,

,

,

z

· · ·

· · · I

Gambar6.19

204

21t 3 9-p2
JJJp2dV=J J J p2 pdz dp d9
v 0 0 0
21t 3
=1 J p3(9-p2) dp d9
0 0 21t 3

= 1 ( 9/4 p4 - 1/6 p6)] d9

o 0

21t

=1

o

243/ d9 = 2431 1t

4 2

5. Hitung volume dari daerah yang terletak dalam silinder p = 2 cos 9 di atas bidang z = 0 dan di atas dibatasi oleh z = p2.

Z

9

..........

· · · · · · .

.

..

-.

-,

',---....:~!-=---...:;.,.--x

y
Gambar6.20
Jawab:
1C/2 2cos9 p2
V= 21 1 1 pdz dp d9
0 0 0 205

f"/2

=2

o

r2cosO

J p3 dp de

o

"/2 2 cose

= 1/2 f p4 I de

o 0

,,/

= 8 f \os4e de o

6. Tentukan koordinat dari Centroid soal nomor 5

Jawab:

v = 3/ 1t 2

"/2 2cose {2

Myz = f f f xdV = 2 f f p cosfl pdz dp dO

v 0 0 0

2 cosO

f p4 cose de dO o

cos" 0 de = 21t

M 4

yz

X=-=-

V 3

Dengan simetri; y = 0

,,/ 2cose p2

MXY = f f f zdV = 2 f 2 f f z. pdz dp ae

v 0 0 0

206

7r/ 2 cosp

= J 2 J

p5 dp de

° °

7r1

= 32/5 J 2COS6 P de = 5/3 1t

°

_ Mxy 10

Z=--=--

V 9

Jadi Centroid koordinatnya : (4/3' 0, IO/~

6.4. SOAL-SOAL DAN LATIHAN INTEGRAL LlPAT DUA

1. (a) Gambarkanlah daerah R di bidang xy yang dibatasi oleh y = X2, X = 2, Y = 1. (b) Berikanlah suatu tafsiran fisis untuk f f (x2 + y2) dx dy.

R (c) Hitunglah integrallipat dua dalam (b).

(a) Daerah yang diinginkan R digambarkan sebagai daerah yang digelapkan pada

Gambar 6-21 di bawah. .

(b) Karena x2 + y2 adalah kwadrat jarak dari suatu titik (x, y) ke titik (0, 0), kitadapat memandang integrallipat dua ini sebagai momen inersia kutub (yaitu momen inersia terhadap titik awal) dari daerah R (andaikan rapat massanya 1 satuan).

Dapat juga dipandang integrallipat dua sebagai massa daerah R yang rapat massanya bervariasi dengan persamaan x2 + y2.

y

y

y=4 ------------ (2,4)

y=1

x

x

o

o

Gambar6-21

Gambar6-22

207

2 y3 x2

(X2 + y2) dy dx = J x2y + - I dx

x=I 3 y=l

(c) Metode 1. Integrallipat dua dapat dinyatakan sebagai integral berulang

f X6 1 1006

= (X4+ __ X2 __ ) dx =--

x=l 3 3 105

Integralkan terhadap y (dengan menganggap x tetap) dari y == 1 sampai y = x2 bersesuaian dengan penjumlahan pada kolom tegak (lihat Gambar 6-21). Kemudian integralkan terhadap x dari x = 1 sampai x = 2 bersesuaian dengan penjumlahan semua kolom tegak di antara x = 1 dan x = 2.

Metode 2. Integrallipat dua ini dapat juga dinyatakan sebagai integral berulang

t 2 f f 4 x3 2

J (X2 + y2) dx dy = { (x2 + y2)dx} dy-,: J - + xy2 I

y= l x=V4 y=I x=vy y=l 3 x=vy

4 8 s" 1006

= J ( - + 2y2 - - - ySfl.) dy = --

y=I 3 3 105

Dalam kasus ini kolom tegak daerah R pada Gambar 6-21 di atas digantikan oleh kolom mendatar seperti terlihat pada Gambar 6-22 di atas. Kemudian integralkan terhadap x (dengan menganggap y tetap) dari x = vy ke x = 2 bersesuaian dengan penjumlahan pada kolom mendatar ini. Kemudian integralkan terhadap y dari Y = 1 sampai y = 4 dikaitkan dengan penjumlahan semua kolom mendatar di antara y = 1 dan y = 4.

2. Tentukanlah volume benda yang merupakan daerah persekutuan yang diperoleh dengan mengiriskan silinder x2 + y2 = a2 dan x2 + Z2 = a2.

Volume benda yang diinginkan = 8 kali volume benda yang ditunjukkan pada Gambar 6-23.

a ~a2-x2 a :'Ja2-x2

= 8 J J = dy dx = 8 J J Va2 - x2 dy dx

x=o y=o x=O y=O

a 16a3

= 8 J (a2 - x2) dx = --

x=O 3

208

Sebagai bantuan untuk: menyatakan integral ini perhatikanlah bahwa z dy dx bersesuaian dengan volume sebuah kolom yang digambarkan sebagai daerah gelap pada gambar. Anggaplah x tetap dan integralkan terhadap y dari y = 0 sampai y = --.Ja2 - x2 bersesuaian dengan penjumlahan volume dari semua kolom adalah jalur sejajar bidang yz, yang memberikan volume dari jalur ini. Akhimya, integralkan terhadap x dari x = 0 sampai x = a bersesuaian dengan penjumlahan volume semua jalur dalam daerah tersebut, yang memberikan volume benda yang diinginkan.

Gambar 6-23

INTEGRAL LIPAT TIGA

Gambar 6-24

3. (a) Gambarkanlah daerah tiga dimensi R yang dibatasi oleh x + y + z = a (a > 0), x = 0, y = 0, z = O.

(b) Berikanlah tafsiran fisis untuk

J J J (x2 + y2 + Z2) dx dy dz R

(c) Hitunglah integral lipat tiga dalam (b)

(a) Daerah yang diinginkan R ditunjukkan dalam Gambar 6-24.

(b) Karena x2 + y2 + Z2 adalah kwadrat jarak dari suatu titik (x, y, z) ke titik (0, 0, 0), kita dapat memandang integral lipat tiga tersebut sebagai momen inersia kutub (yaitu momen inersia terhadap titik asal) dari daerah R (dengan mengandaikan rapat massanya 1 satuan).

Kita dapat juga memandang integral lipat tiga tersebut senagai massa daerah R jika rapat massanya bervariasi dengan persamaan x2 + y2 + Z2.

(c) Integral lipat tiga ini dapat dinyatakan sebagai integral berulang

a a-x a-x-y

J J J (X2 + y2 + Z2) dz dy dx x=O y=O z=o

209

a-x Z3 a x y

f x2z + yZz + - I - - dy dx

y=O 3 z=o

= fa fa-x (a-x-y)3

{x2(a -x) - xly + (a - X)y2 - y3 + } dy dx

x=o y=O 3

faxly2 (a _X)y3 y4 (a - x - y)4 a-x

= x2(a - x)y - -- + - - - I dx

x=O 2 3 4 12 y=O

fax2(a - X)2 (a - X)4

= {x2(a - X)2 - + _

023

(a - X)4 (a - X)4

---+ } dx

4 12

__ fa { x2(a - X)2 (a - X)4 as

---+ }dx=-

o 2 6 20

Pengintegralan terhadap z (anggap x dan y tetap) dari z = 0 sampai z = a - z - y bersesuaian dengan jumlah momen inersia kutub (atau massa) yang berhubungan dengan setiap kubus pada kolom tegak. Kemudian integralkan terhadap y dari y = 0 sampai y = a - x (anggap x tetap) bersesuaian dengan penjumlahan dari semua kolom tegak yang terletak pada jalur sejajar bidang yz. Akhirnya, integralkan terhadap x dari x = 0 sampai x = a dan jumlah semua jalur sejajar bidang yz.

4. Tentukanlah (a). volume dan (b) pusat daerah R yang dibatasi oleh silinder parabolik z = 4 - x2 dan bidang-bidang x = 0 , y = 6, z = 0 dengan mengandaikan bahwa rapat massanya tetap sebesar cr.

Daerah R ditunjukkan dalam Gambar 6-25. (a) Volume yang diinginkan = f f f dx dy dz R

= f2 r

x=O y=O

4-x2

f dz dy dx z=O

= f2 f6 (4 _ x2) dy dx

x=O y=O

2 6

= f (4 - X2)y I dx

x=O y=O

210

2

= J (24 - 6x2) dx = 32 x=O

y

x

Gambar 6-25

J2 J6 ('4-x2 .

(b) Massa total = Jumlah massa J ox dz dy dx = 32cr

x=O y=O z=o

menurut bagian (a), karena o tetap. Maka

J2 J6 rx~x dz dy dx

Jumlah momen terhadap bidang yz x=O y=O z=O

x = = =

Jumlah massa

Jumlah massa

24cr 3

=

32cr 4

Jumlah momen terhadap bidang xz

y = ------------ = =

J 2 J 6 J4 - x2

cry dz dy dx

x=O y=O z=O

Jumlah massa

Jumlah massa

96cr 32cr

= 3

211

2 6

J J

4-x2

J oz dz dy dx

Jumlah momen terhadap bidang xy

x=O y=O z=O

z = ------------

=

=

Jumlah massa

Jumlah massa

256al5 8

=

32a 5

Jadi pusat daerah R mempunyai koordinat(3/4, 3, 8/5).

Perhatikanlah bahwa nilai untuk y dapat diramalkan sebelumnya karena simetri.

TRANSFORMASI UNTUK INTEGRAL LlPAT DUA

5. Berikanlah alasan dari persamaan (21) di halaman 163 untuk pergantian peubah pada integral lipat dua.

Dalam koordinat tegak lurus, integral lipat dua dari F(x, y) pada daerah R (daerah gelap pada Gambar 6-9) adalah fR f F(x, y) dx dy. Kita dapat juga menghitung integral lipat dua ini dengan memandang suatu jaring yang dibentuk keluarga kurva u dan v pada koordinat kurvilinier untuk daerah R seperti terlihat pada gambar.

Misalkan P suatu titik dengan koordinat (x, y) atau (u, v) di mana x = feu, v) dan y = g(u, v). Maka vektor r dari 0 ke P diberikan oleh r = xi + yj = feu, v)i + g(u, v)j. Vektor singgung pada kurva koordinat u = c1 dan v = c2' dimana c1 dan c2 konstanta berturut-turut adalah ar/av dan ar/au. Maka luas

ar ar

daerah dR pada Gambar 6-9 dapat dihampiri oleh I -- x -- I dU dV

au av

Tetapi

j k ax ay
ar ar ax ay au au a(x, y)
-x-= -- 0 = k= k
au av au au a(u, v)
ax ay
ax ay av av
0
av av
ar ar = I i)(x, y) I dU dV
I - x - I du dv
dU dv .1(u, 'v) sehingga

212

------------------------_.

Integral lipat duanya adalah limit jumlah d(X, y)

L F{f(u, v), g(u, v)} I I ~u ~v

d(U, v)

yang diarnbil di seluruh daerah R. Penjelasan sebelumnya menyatakan bahwa limit ini sarna dengan

d(X, y)

f f F{f(u, v), g(u, v)} I I du dv

R' d(U, v)

di mana R' adalah daerah pada bidang uv yang merupakan hasil pemetaan daerah R terhadap transformasi x = f(u, v), y = g(u, v).

6. Hitunglah fR J ...JX2 + y2 dx dy, dimana R adalah daerah di bidang xy yang dibatasi oleh X2 + y2 = 4 dan X2 + y2 = 9.

Di sini kita menyatakan X2 + y2 dalarn koordinat kutub (p, 9), di mana z = p cos 9, y = P sin 9.

Dengan menggunakan transformasi ini, daerah R [Gambar 6-26 (a)] dipetakan menjadi daerah R' [Gambar 6-26 (b)]

+y'=90rp=3 +y'=4orp=2

(a)

Gambar 6-26

p

(b)

d(X, y)

Karena = p, maka

d(p, 9)

J J J J d(X, y) r J

R' "x2 + y2 dx dy = R' "x2 + y2 I I dp d9 = JR, p > P dp<'d9

d(p,9)

213

J21t J 3 J 21t p3 3 J21t 19 381t

= p2dpd8= -I d8= -d8=-

8=0 p=2 8=0 3 2 8=0 3 3

Kita dapat juga menulis limit pengintegralan untuk R' langsung setelah memeriksa daerah R, karena untuk 8 tetap dan p berubah dari p = 3 dalam sektor lingkaran telah ditunjukkan pada gambar 6-26(a). Suatu pengintegralan terhadap 8 dari 8 = 0 sampai 8 = 21t memberikan bentuk semua sektor lingkaran. Secara ilmu ukur, p dp d8 menyatakan luas cIA yang ditunjukkan pada Gambar 6-26(a).

TRANSFORMASI UNTUK INTEGRAL LIPAT TIGA

7. Berikanlah alasan dari persarnaan (11) di halarnan 161 untuk pergantian peubah pada integral lipat tiga.

x

Gambar 6-27

Dengan cara yang sarna seperti Soal 5 kita membangun jaring untuk permukaan koordinat kurvilinier yang membagi daerah R menjadi daerah bagian, salah satu bagiannya adalah dR (lihat Gambar 6-27).

Vektor r dari titik awal 0 ke titik P adalah

- - - - - -

r = xi + yj + zk = feu, v, w)i + g(u, v, w)j + h(u, v, w)k

dengan mengandaikan bahwa persamaan transformasinya adalah x = feu, v, w), y = g(u, v, w) dan z = h(u, v, w).

Vektor singgung pada n kurva koordinat yang bersesuaian dengan pasangan koordinat permukaan diberikan oleh ar/au, ar/av, ar/aw. Kemudian, volume benda dR pada Gambar 6-27 dihampiri oleh

214

ar ar ar a(x, y, z)

I - • - x - I .1u .1v .1w = I I .1u .1v .1w

au av aw a(u, v, w)

Integral lipat tiga dari F(x, y, z) pada daerah tersebut adalah limit jumlah

"" I a(x, y, z) I

s: F{f(u, v, w), g(u, v, w), h(u, v, w)} .1u .1v .1w

a(u, v, w)

Suatu bentuk pengintegralan yang menyatakan limit ini adalah

f f f a(x, y, z)

F{f(u, v, w), g(u, v, w), h(u, v, w)} I I du dv dw

R'

a(u, v, w)

di mana R' adalah daerah di ruan uvw yang merupakan hasil pemetaan daerah R oleh transformasi tersebut.

8. Nyatakanlah f f f F(x, y, z) dx dy dz dalam koordinat silinder R

Persamaan transformasi dalam koordinat silinder adalah x p cos e, y = p sin e, z = z: Jacobian transformasi ini adalah

a(x, y, z)

=

a(p, e, z)

cos e - p sin e

sin e p cos e

o 0

o o 1

=p

Kemudian, dengan menggunakan Soal 6.7, integral lipat tiganya menjadi

f f f G(p, e, z) p dp de dz

R'

di mana R' adalah daerah di ruang p, e, z yang berkaitan dengan R di mana

G(p, e, z) = F(p cos e, p sin e, z)

9. Tentukanlah volume daerah di atas bidang xy yang dibatasi oleh parabola z = x2 + y2 dan silinder x2 + y2 = a2.

Volume benda ini lebih mudah dihitung dengan menggunakan koordinat ini, persamaan paraboloida dan silinder berturut-turut adalah z p2 dan p = a, Maka

215

= 4 f1t/2 fa

e=o p=o

f2 P dz dp de z=o

Volume benda yang diinginkan

= 4 kali volume pada Gambar 6-28

J1t/2Ja

= 4 p3 dp de

e=o p=o

J 1t/2 p4 I a 1t

= 4 -- de =-a4

e=o 4 p=o 2

·X

Gambar 6-28

Pengintegralan terhadap z (anggap p dan e tetap) dari z = 0 sampai z = p2 bersesuaian dengan jurnlah volume kubus (yang dinyatakan dengan dV) pada kolom tegak perluasan dari bidang xy pada paraboloida. Kemudian pengintegralan terhadap p (anggap e tetap) dari p = 0 sampai p = a bersesuaian dengan penjurnlahan volume semua kolom pada daerah sisi yang terbentuk. Akhirnya pengintegralan terhadap e bersesuaian dengan penjurnlahan volume semua daerah sisi yang terbentuk.

Pengintegralan tersebut dapat juga dibentuk dengan urutan lain dan rnemberikan hasil yang sarna.

Kita dapat juga menyatakan integral tersebut dengan cara menentukan daerah R' dalam ruang p, e, z yang merupakan hasil pemetaan daerah R oleh transformasi koordinat silinder.

216

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->