P. 1
ULP

ULP

|Views: 159|Likes:
Published by AFfie FieRra Yuniar

More info:

Published by: AFfie FieRra Yuniar on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2011

pdf

text

original

REPUBLIK INDONESIA

LEM'BAGA KEBEJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

PERATURAN

KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGAOAAN BARANG/JAS.A PEMERlN1AH

NO : 002/PRTlKANII/2009

TENTANG

PEDOMAN PEMBENTUKAN UNIT LAYANAN PENG.ADAAN (ULP) BARANGfJASA PEMERINTAH

DENGAN ,RAHMAT TU'HAN YANG MAHA ESA

KEPALA LEMeAGA KEBII..IAIKAN PENGADAAN BARANG/JiASA PEMERI'NTAH,

Menilmibang

Mengingat

bahwa untuk rnelaksanakan ketentuan Pasal I anqka 6 "Pasal 10 ayat (Za)' Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Perubahan Keernpat Atas Keputusan Pres-den Nornor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Baranq/Jasa Pernerinteh, periu ditetapkan Peraturan Kepala l.ernbaqa Keb,jjakan Penqaoaan BarangfJasa Pemerintah tentanc Pedornan Pembentukan Unit Layanan PenQiadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah di Kernenterian/Lernbaqa Pernerintah Ncn-Kernenterian/Sekretariat Lembaga Tlinggi INiegara/ KomisiifTentara Nasienal Indonesia/Kepolisian 'Negara Republ1ik Ir1idones]a/BHiMN/BUMN/Provins.ilKabupaten/Kota/BUMD

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Neqara Tahun 200.3 Nomor 47, Tarnbanan Lernbaran Negara Republik Indonesia Nornor 4286):

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Tahun 2004 Nemer 5, Tarabahan Lembaran Negara Repubfik Indonesia Nomor A355}:

3. Undang-LJ,li1dang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Pernerlksaan dan Tangg,ung Jawab Keuangan Negara (l.ernbaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

4. Undang-undang Nornor 32 Tahun 2004 tentang Pernerintahan Daerah (Lernbaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tarnbahan Lembaran Negara Nomor 4437);

5. Peraturan Pernerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengellolaan Keuangan Daeran (Lernbaran lNegara Tahun 2005 Nomor 140 Tambahan l.ernbaran Negara Nomor 4578);

6. Peraturan ...

Menetap'kan

6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian LJrusan Pemenntahan Amara Pemerintah, Pemerintah Oaerah Provinsi, dan Pernerintahan Daerah Kabupaten/Kota(Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lernbaran Negara Nornor 473);

7. Peratura n Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Orqanisasi Perangkat Daerah (Lernbaran Negara Tahun 2007 Nemer 89, Tarnbahan Lembaran Negara 4741);

8. Peraturan Presiden Nomer 106 Tahun 2Q07 tentang l.ernbaqa !Kebi:jakan Penqadaan Bar.ang/Jasa Pemerilntah,

9. IKeputusan Presiden Nemer 80 Tahun 20.03 tentang Pedornan Petaksanaan Pengadaan Baranq/Jasa Pernerintah, sebaqairnana telah beberapa kali oiuban, terakhir dengan Peraturan Presiden Nemer 95 Tahun 2007;

10. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintalh Nornor PER01/KEP.lKPP/06/2008 tentang Organisasi dan Tats Ke~a Lembaga Kebijakan Pengadaan Satang/Jasa Pemerintah;

MEMUTUSKAN:

PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJA·KAN PENGADAAN BARANG/JASA PE!M'ERINTAH lENTANG PEDOMAN PEMBENru.KAN UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) BARANG/JASA PE'MIERINTAH.

BASil KETENTUAN UMUM

Pasatt Dalarn Peraturan ini yang dimaksud denqan:

1. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, selanjutnya disebut LKPP, adalah Iembaga pernerintah nendeparternen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dan mernpunyai tugas rnelaksanakan pengembangan dan perumusan kebijakar, pengadaan barang/jasa pemerintah.

2. Pengadaan ibarang/jasa pernerintah adalah kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belaoja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Beianja Daerah (APGO), baik yang dilaksanakan secara swakelio'la rnaupun oleh penyedia baranq/jasa.

3. Pengguna Anggaran, selanjutnya disebut PA, adalah pejaoet pemegang kewenanqan penggunaan anggaran Kementerian Negara/LemibagafSatuan Kerja Perangkat Daerah sebaqaimana dirnaksud dalam ilIndang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentanq Perbendaharaan Negara. atau pejabat yang disarnakan pada instltusi lain pengguna APBN/APBD.

4. Kuasa ....

- 2 -

4. Kuasa Pengguna Anggaran, selanjutnya disebut KPA, adalah pejabat yang ditunjuk oleh Pengguna Anggaran Kementerianl Lembaga atau ditetapkan oleh kepala daerah untuk menggunakan Anggaran kementerian/lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah.

5 Pejabat Pembuat Komitmen, selanjutnya disebut PPK, adalah pejabat yang dianqkat oleh Pengguna Anggaran/Kualsa Pengguna Anggaran sebagai pernilik pekerjaan yang bertal'lggung jawab atas pelaksanaen penqadaan barangfjasa.

6. Unit Layanan Pengadaan, setaruutnya disebut ULP, ada'iah unit organisasi pemerintah yang, bersitat struktural maupun nonstruktural yang bertuqas untuk menanqani pekerjaan penqadaan barang/jasa pernerintah secara te.r,irntegrasi dan terpadu sesuai denqan peraturan perunoanq-undanoan yang berlaxu.

7. ULP Pusat adalah ULP yang bertuqas menyeleng9arakan seluruh pelayanan pengadaan barang,/jasa yang dilakukan Kementerianl Lembaga Pernerintah Non-Kementerian/Sekretariat Lembaga Tinggi Negara/Komisirrentara Nasional IndonesiaJKepolisian Negara Republik Indonesia/BIHMN/BUMN dan menqkoordinesikan sernua kegiatan penyelenqgaraan penqadaan barang/jasa pada seluruh Satuan Adrninistrasl Pang,kalnya.

8. Satuan Administrasi Pangokal, yang selaniutnya disebut Satrninkal adalah unit peleksana kegiatan yang berada pada tinqkat Eselon I atau yang. setara.

9. ULP Provinsi adalah LJLP yang bertugas rnenyelenqqaraken seluruh pelayanan penqadaan barang/[asa yang dilakukan oteh Pemerintah Provinsil/BlJMD dian mengkoordinasikan sernua kegiatan penyelenggaraan penqadaan baranqrjase pada Dimas! Badan/Kantor/LembagalSatuan Kerja di Pemerintah Provinsi atau unit kerja setingkat dl BUMO.

10. ULP KabupatenlKota adalah ULP yang bertuqas rnenyelenqqarakan se'uruh pelayarran penqadaan barang/jasa yang dilakukan olen Pemerintah Kabupaten/Kota/BUMO dan menqkoordinastkan sernua kegiatan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pada Dinas/Bada:n/KantorfLembagalSatuan Kerja di Pernermtah Kabupaten/Kota atau unit keria setingkat di BUMD,

11, Pejabat FUlngsional Penqadaan ULP adalah Pegawai Negeri bersertifikat keahlian penqadaan barang/jasa pernerintah yang ditugaskan untuk rnelaksanakan penqadaan barang:J]asa pernerintah oleh Menteri/Kepala lembaga Pemerintah NonKementerian/Sekretaris l.erncaqa linggi Negara/Ketua Komisi/ Panglima Tentara Nasional !ndonesTa/Kepa'la Kepolisian 'Negara Republiklndonesia/Pimpi nan BHM NtDlreksi BU M NI Gubernur/ BupatifVValikot.a/ Direksi SUMD.

12. Kelompok ...

12. Kelompo,k Kerja Penqadaan sel'anjutnya disebut Pokja adalah Tim yang terdiri atas Pejabat Funqsional Pengadaan yang bertindak sebagai panitia penglada~n yang bertugas untuk melaksanakan pemilihan penyedia baranqqasa di dalam ULP.

1·3. Sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah adalah tanda bukti penqakuan atas kompetensi dan kernarnpuan profesi di bidang periqadaan baranprjasa pernerintah yang cikeluarkan oleh LKPP.

Pasal.2

Peraturan .Kepala LKPP ini ditetapkan dengan rnaksud untuk mernbertkan pedornan bagi Kementerian/Lernbaga Pemeri,ntah NonKementerian/Sekretadat Lernbaqa Tlirnggii Negara/Komisiaentara Nasional lnconesia/kepclisian Neqara Republik !lndonesia/BHMNt BUMN/Provinsi/Kabupaten/Kota/BUMO dalam pembentukan lJlLP Barang/Jasa Pemerintah.

8AS II PEMBENTUKAN, 'KEDUDUKAN, TUJUAN,

DAN RUANG LlNGKUP TUGAS UNIT lAYANANI PENGADAAN

Pasal 3

(1) U LP Pusat dapat d ibentuk di setiap Kernenterian/l.ernbaqa Pemerintah Non-Kementerian/Sekretariat l.ernbaqa T~nggi Negara/KomisifTentara Naslonal Indonesia/Kepallisian Negara Republik Indonesia/BHMN/BUMN.

(2) ULP Provinsi/Kabupafen/Kota depat dibentuk di setiap Provinsv Kabupaten/Kota/BU MD.

Pasal4

(!) Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian /Sekretariat Lembaga Tinggi NegaraJKomisilffentara Nasional mdonesia/ Kepolisian Negara Republik Indonesia/BHMN/BUMNI Provinsi/ Kabupaten/Kota/BUMD dapat mernbentuk lebih dar;i il (satu) ULP, yang paling. banyak sarna denqan jurnlah Eselon I tekrns/ Ang·katan/Satminkal.

(2) Kementeria n/Lembag a Pe me rinta h Non-Ke mente rian/Provi ns il Kabupaten/Kota yang, rnempunyai Kantor WilayahfUnit Pelaksana Teknis/Unlt Pelaksana Teknis Daerah berlokasi jauh dari kantor pus at dapat membentuk ULP Kant,or Wilayah/Unit Pelaks ana Teknis/Unit Pelaksana Teknis Daerah.

Pasalf ....

- 4 -

lPasal5

(I) ULP sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 4 ayat (1) berkedudukan di kantor pusat KementerianfLembaga Pemerintah Non-IKementerianlSekretariat Lembaga Tio,ggi Negara/Komisil Tentara Nasional lndoneaia/Kepolisien Negara Republik Indonesia/BHMN/BUMNI P,f,Qvins,uKabupaten/KotalBUMD.

(2) ULP sebaqairnana dirnakaud dalam Pasal 4 ayat (2)

berkedudukan di Kantor Wilayah/Uni,t Pelaksana Teknis/Unit Petaksana Teknls Daerah.

PasalS

ULP dibentuk dengan tujuan:

a. membuat proses pengadaan barang/jasa pemerintah rnenjadl lebih terpadu, etektif, dan efisien:

b. meningkatkan efektifitas tugas dan fungsi Eselon

T eknis/Satmin.kallSatuan iKe.rja Perangkat Daerah dalam

rnenjalankan tugas pokok dan fungs!;

c. rneniamin persamaan kesempatan, akses, dan hak bagi penyedia barang/jasa agar tercipta persaingan usaha yang! sebat; dan

d'. menjamin proses perngadaan barang/jasa pernerintah yang dilakukan oleh aparatur yang profesional.

Pasal7

(I) Ruang lingkup pelaksanaan tugas ULP rneliputi penyelengparaan pengadaan bacanq/jasa pemerintah yang! dilaksanakan oleh penyedia melalui proses pelelanqan/seleksl.

(2) Pengadaan barang/jasa di 'Iuar wang lingkup sebaqairnana dirnaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh pejabat/paniitia pengadaan barang/jasa sesuai dengan peraturan yang beriaku.

BAB.I,U QRGA,NIISASII

Baglan Perlama Tugas

PasalS

ULP rnernpunyai tugas utama sebagai berikut:

a. rnelaksanaan penqadaan barang1/jasa yang dilakukan melalu! pelelanqarvseleksi sarnpai denqan djtandatanganinya kontrak oleh PAIKPNPPK;

b. membuat laporan rnengenai proses dan hasil pengadaan kepada PA/KPAlPPK dan/atau laporan rnenqenal pelaksanaan tugas ULP kepada pejabat yang rnertqangkatnya;

C. rnelaksanakan ...

- 5 -

c. melaksanakan pengadaan barang/jasa dengan memanfaatkan teknoloqi informasi melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (e-procurernent):

d. melaksanakan periyebar luasan stJrategi, kebiljak.arn, standar, sistern, dan prosedur pengad'aan barang/jasa pernerintah:

e. rnelaksanakan bimbingan teknis dan advokasi bidang pengadaan;

f. rnelakukan monitoring dan evatuasi terhadap seluruh pelaksanaan pengadaan baran9/jasa;

g. melaksanakan pembinaan Surnber Daya Manusia bidang pengadaan;

h. menqernbanqkan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pengadaan barang/jasa; dan

I. rnenetapkan penyedla b.arang/jasa yan9 melakukan penipuan/ pemalsuan dan pelanggaran lainnya seperti yang citetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 ke dalarn Daftar Hitarn serta melaporkannya kepada LKPP.

Bag.la.n Kedua Orqanisasi

Pasal9

(I) ULP sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 4 dapat bersifat struktural rnaupun non-struktural.

(2) ULP Pusat/Provi nsilKabupaten/Kota yang bersifat struktural dibentuk dengan rnenqikuti peraturan tentang pernbentukan QfQ'anisasi pernerintah yang berlaku.

(3) utP Pusat/Provinsi/Kaoupaten/lcota yang bersifat non-struktural dibentuk dengan Peraturan MenterilKepala Lembaga Pernerintah Non-Kementerian/Selkretcaris Lembaga Iinggi Negara/Ketua Komisi/Pa nqlirna T entara Nasional j ndonesia.Kepata Kepo~,isian N'egaira Republik lndortesia/Pirnpjnan BHMN/Difeksi BUMNI Gubernurl !8upatilVValikotalDireksl BUMD

(4) ULP non-struktural sebaqairnana oirnaksud pada ayat (3) ditempatkan di salah satu unit struktural yang ditetapkan oleh Menteri/Kepala Lembaga Pernerlntah non-Kementerian/Sekretaris Lembaga Tinggi Negara/Ketua KomisilPanglima Tentara Nasional I ndonesia/Kepala Keootislsn Negara Repulb:li k lndonesla/Pimplnan BH MN'/Direksi au MN/Gubernu r/BupatiNVa iikota/DilFeksi BUMO.

Bagian Ketiga Perangkat Orqanisas!

Pasal10

Perangkat organisasi ULP ditetapkan sesuai dengan kebutuhan, yang sekurang-kurangnya terdiri atas:

a. Kepala ...

- 6 -

a Kepala;

b. Pokja-pokja Pengadaan, terdiri atas:

1. Pokja-pokja Pengadaan Bararng;

2. Pokja-pokj,a Penqadaan Pekerjaan Konstruksi:

3.. Pokja-pokJa Penqadaan Jasa Konsultansl;

4. Pokja-pokja Penqadaan .Jasa Lainnya;

c. Sekretariat; dan

d. Kelompok Pejabat FungsionaL

Bagian .Keempat Tuqas Perangkat Organisasi

Pasal1'1

Kepala ULP rnernpunyai tuqas memimpin dan men9koordinas~kan sernua bentuk kegriatan pengadaan baranq/jasa yang dilaksanakan di tingkungan Kemen~enian/Lembaga Pemerrlintah Non-Kementerian ISekretariat Lembaga Ti,nggi Neg!araJKomisifTentara Nasional Indonesia IKepolisian Negara Repub~ik IndoneS'ialBHMN/BUMNI Provinsi! Kabupaten/Kotal8UMD.

Pasa,112 Kelornpok Kerja Penqadaan mempunyai tug:as:

a. rnenyusun jadwal dan menetapkan cara petaksanaan serta lokasi penqadaan:

b. rnenyusun dan rnenyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk ditetapkan oleh PNKPNPPK;

c. rnenyiaoksn dokumen pengadaan untuk ditetapkan oleh PNK'PNPPK;

d. mengumumkan rencana seuruh penqadaan di website penpadaan nasional

e. rnenqumumkan pengadaan oarang/jasa oi! surat kabar naslenal dan/atau provinsi dan/atau papan pengumuman resrnl untuk penerangan urnum, dan dliumumkan dl websi« pengadaan nasional;

f. rnenilai kualifikasi penyedia melalui pasca kualifi'kaSli atau prakualifikasi;

g. melakukan evatuasi terhadap penawaran yang masuk;

h. mengusulkan calon pemenang kepada PPK untuk ULP tin.gkat pusat dan kepada PAJKPAJPPK untuk ULP tinqkat daerah;

I. rnernbuat raporan mengenal proses dan hasil penoadan kepada PPK untuk ULP tingkat pusat dan kepada PNKPAIPPK untuk UtP tingkat daerah; dan

J. msnandatanqani Pakta lnteqritas sebelum pelaksanaan penqadaan baranqrjasa dirnulai.

Pasall1i3 ...

- 7 -

Pasal13

Sekretariat rnernpunyai tug as:

8. melaksanakan pengeiotaan urusan keuanqan, kepeqawaian, tat a

persuratan, perlenqkapan, dan rurnah tangga;

b. melaksanakanfungsi ketatausahaan;

c. menyediakan dan memefihara sarana dan prasarana kantor:

d. menyiapkan dokurnen yang dibutuhkan Kelompok Ke'Fja dalarn penqadaan baranq/jasa;

e. menyediakan dan rnenqeloia sistern informasi yang diqunakan dalam pelaksanaan pengadaan baranq/jasa;

f. rnensoslalisasikan kebijakan dan kegiatan pengadaan barang/jasa;

g. rnenyediakan lnforrnasi penqadaan barang/jasa kepada rnasyarekat:

h. rnenerirna dan rnenqkcordinasikan penqaduan dan sanqqahan yang oisarnpajkan oleh rnasyarakat:

I. rnelakukan pemantauan dan evaluasi terhadap harqa bef baranqrjasa; dan

~. melakukan perencanaan biaya dan usaha penquranqan biaya pengadaan.

BAB'\V

PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT UNIT LAYANAN PENGADAAN

Bagian Pertama Ketentuan Umum

Pasal114

Kepala ULP wajib memenuhi persyaratan, sebagai berikut

a. mernlllki status sebaqai Pegawa~ Negeri;

b. memiliki pendidikan minima' sarjana S11;

c. memiliki kualifikasl teknis dan rnanajerial;

d. mernlliki kernarnpuan untuk rnenqarnbil keputusan;

e. memiliki integritas moral, disiplirt, dan tanggung jawab dalam melaksarrakan tugas;

f rnernilikl penqalarnan sebagai pejabat/panitia penpadaan barang/jasa Pemerintah:

g. rnemahanu seluruh jenis pekerjaan yang menjadi tugas POKja Pengadaan;

h. memiliki sertifikat keahlian pengadaan baran91/]aSa pemerintah;

i. tida!k rnernpunyai hubunqan keluarqa dlengan pejabat yang mengangkat dan rnenetapkannya sebaqai kepaia ULP; dan

J syarat ,Ialln yang dttentukan dalam aturan kepeqawalan untuk jabatan yang setara.

PasaI15 ...

- 8 -

Pasal15

Pejabat Fungsional Pengadaan ULP wajib memenuhi persyaratan, sebaqai berlkut:

a. rnernifikistatus sebaqa! Pe9<3wai Negeri;

b. rnemjliki sertifikat keahllan penqadaan baranq/jasa pemerintah;

c. memiHki loteqrltas moral, disipl'in, dan tanggung jawab dalam rnslaksanakan tug as;

d. memahami keseluruhan pekerjaan pengadaan yang akan duaksanakan:

e. memahami jenis pekerjaan tertentu yang menjadi tuqas Pokja Pengadaan,

f. memahami lSI dokumen peng,adaan/metode dan prosedur periqadaan herdasarkan peraturan pengadaan yang bertaku; dan

'9. tidak mempunyai hubungan keluarga delllg:an pejabat yang mengangkat dan menetapkannya sebagai anggota Pokja Pengadaan ULP.

Pasal16

Pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud deism Pasal 14 dan Pasal 15 diuji oleh Tim Penguji.

Pasalf ?

(I) Tim PenguJi sebaqairnana dirnaksud dalam Pasal 16 ditetapkan oleh MenteriIKepala Lembaga Pernerintah Non-KementerianlSekretaris Lembaga Ting'gi Neqara/Ketua Komisi,/Pangl'imal Tentara Nasional Indonesia/Kepala Kepolisian Negara Rspublik Indonesia/ Pimpinan BHMNlDire:ksi BUMN/Gubernur/8upatilVVaililkota/Dire:ksi SUMD.

(2) rim Peng,uji sebaqaimana dirnaksuo pada ayat (1) terdiri atas unsur ahli psiH<.oliOgi, ahf penqadaan barariq/jasa, dan ahll sumber daya rnanusia. (3) Tim Penguji seoaqaimana dimaksud padaayat ((1) bertugas rnelakukan seleksi unt:uk penganQlkatan Kepala ULP dan AngQlota Pokja UlP.

Bagian Kedu« Pengangkatan dan Pemberhentian

Pasal18

Berdasarkan hasi,! seleksi yang duaksanakan oleh Tim Penguji, Pejabat Funqsional Penqadaan dan Kepala ULP 'PusatfProvinsi/Kabupaten/K.ota diangkat dengan Keputusan Menteri/Kepala Lembspa Pernerintah NonKementerian/Sekretarts Lembaga Tinggi NegaralKetua KomlsilPanglima Tentara Nasional lndonesla.Kepala Kepolisian Negara ReplUlb:li,k I ndonesia/Pimpina n BH M NIDi reks! BUMN/Gubernur/BupatiIWal ikota/ Direksi BUMO.

PasaI19 ....

- 9 -

Pasal 19

Kepala ULP Pusat diberhentikan oleh Menteri/Kepala Lembaga Pernerintah Non-Kementerian/Sekretaris Lembaga T'inggi Negara/Ketua rKomisilPanglima Tentara Nasional :lln:daneSia/Kepala Kepouslsn Negara Republik tndonesia'Pirnpinan BHMN/Direksi BUMN dengan mernpertimbangka,n:

a. pendapat Pejabat Penqawasan Internal Kernenterian/Lernbaqa Pemerilntah Non-Kernenterian/Sekretariat Lembaga Tinggli NegaralKomislifTentara Nasionallndonesia/Kepolisian Negara Republik II ndonesia/BHMNl8 UMN;

b. pendapat Badan Pemeriksa Keuanqan dan Badan Pengawas Keuangan dan Pernbanqunan; dan

c. masukan dari Asosiasi Ahl] Penqadaan 8arang/Jasa Pernerintah.

Pasal] 20

Kepala ULP Provlnsi/Kabupaten/Kota dioerhentikan oleh Guoernur/ Bupati/walikota/Oireks: SUMO dengan mempertirnbanokan

a, pendapat Pejabat Pengawasan Internal Provinsi! Kabupatenl Kota/BUMO;

b. pendapat Penqquna Anggaran; dan

c. rnasukan dari Asosiasi Ahli Pengadaan Baranq/Jasa Pernerintah tingkat provinsl/kabupaten/kota seternpat.

Pasal21

Berdasarkan hasil seleksi yar~g oitaksanakan oleh Tim Penguji, Pejabat Fungsional Pengadaan ditetapkan sebagai ketua dan anggota Ke!ompok Kerjar Pengadaan oleh Kepala ULP'.

Pasal22

Anggota 'Kelompok Kerja ULP PusatlProvinsllKabupaten/Kota diberhentikan oleh Kepala UILP dengan ketentuan:

a tuqasnya dinyatakan selesai oleh PengQluna Anggaran: dan/atau

b. terdapat lndtkasi terjadinya pelarng.garan terhadap peraturan dl bidang penqadaan barang/jasa pemerintah.

BABV

KARIER DAN TlJNJANOANi PROFESI

Pasa]23

Pegawai Negeri yang oiperbentukan d! UlP berhak rnendapatkan jenianq karier struktural rnaupun fungsionali sesuai peraturan yang berlaku.

Pasal 24 ...

- 10-

Pasal24

(I) Pegawail Negeri yang ditugaska,n, di ULP sebagai pejabat atau pelaksana berhak menerima tunianqan profesi yang besarnya

sesuai kernarnpuan pernerintah

mernperhatikan beban kerja.

(2} Tunjanqan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan hasu kajian instansi yang berwenang dalarn penqelolaan keuanqan dan dalam urusan pendayaqunaan

pusat/daerah

dengan

aparatur negara.

BABVI TATA KERJA

Pasal25

(1) UlP Pusat wajib berkoordirrasl dan merjalin hubunqan kerja dengan unit kerja Eselon I dan I ~ dl ilingkunQlan kerjanya.

(2) ULP Provinsl/Kabuparervlcota wajib berkoordlnasi dan rneojatin hubungan kerja dengan satuan kerja peranokat daerah ProvinsilKabupaten/Kota.

(3) ULP PusatJProvinsi/Kabupaten/Kota wajib berkoordinasi dan menjalm hubungan kerja dengan LKPP.

Pasal26

(I) Hulbungan kerja ULP Pusat denqan unit ker]a Eselon I dan II di lingkungan kerjanya, mehputi:

a. rnenyarnpaikan laporan periodik tentang proses dan hasil penqadaan;

b. rnenqadakan konsultesi dalarn rang'ka penyelesaian persoalan yang dihadapl da!am proses penqadaan:

c. rnernberikan pedornan dan peturnjuk kepada Satrninkal dalam penyusunan perericanaan perngadaan barangfJasa; dan

d. melaksanakan pedoman dan petunjuk peFilgendali,an pelaksanaan pengadaan yang diberikan Pengguna Anggaran.

(2) Hubunqan kerja ULP ProvinsilKabupaten/Kota dsnqan Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsil/Kabupaten/KoUl, rneliputi:

a. rnenyarnpaikan laporan periodik tentang; perkembangan pelaksanaan penqadaan;

b. mengadakan konsultasi secara periodi« atau sesuai dengan kebutuhan dalam rangka penyelesaian persoalan yang dihadapi dalam prosespenqadaan;

c. memberikan pedornan dan pstunjuk kepada Satuarn Kerja

Perangkat Daerah dalam penyusunan perencanaan

penqadaan baranq/jasa; dan

d. rnelaksanakan ...

- 11 -

d. rnelaksanakan pedoman dan petunjuk pengelildal.ian pelaksanaan pengadaan yang d[benilkan Gubernur'Bupatl/ Walikota

(3) Hubungan kerja ULP PusatJProvinsllKabupaten/Kota dengan LKPP; mellputi:

a. menyampaikan laporan semester has] pelaksanaan pengadaan

b. rnenqadakan konsultasi sesuai dengan kebutuhan, dalam rangka perwelesaian persoalan yang dihadapi datam proses .penqadaan;

c. rnelaksanakan pedornan dan petunjuk LKPP dalam hal pengadaan barang/jasa; dan

d. rnernberikan masukan kepada LKPP untuk perurnusan strateg.i dan kebijakan pengadaan barang/jlas81•

Pasal27

Ketentuan mengenai hubungan, prosedur, dan mekanisme kerja masing-:masing ULP dapat diatur lebih lanjut oleh Menteri/Kepala Lernbaqa Pernerintah Non-Kementerian/Sekretaris Lembaga Tinggi iNegaralKetua 'KomisilPanglima Tentara Nasional Iindonesh3/Kepaia Kepolisian Negara Republik lndonesia/Pirnpinan BHMN/Dimksi BUMNI GubernurrBupati/ Wali,kotaJDireksi SUMD.

BABVII PENUTUP

Pasal28

Peraturan ini mUlal berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Di!tetapkan di Jakarta Pada tanggal 23 Juri 2009

KebiJalkan Pengadaan

- 12 -

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->