P. 1
Sosialissi Buletin Bappeda Kaltim Maret 2010

Sosialissi Buletin Bappeda Kaltim Maret 2010

|Views: 684|Likes:
buletin bappeda kaltim maret 2010
buletin bappeda kaltim maret 2010

More info:

Published by: buletinbappedakaltim on Oct 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Hal: ~ [TI]!!JJ~ ~~ff!ll!

) ~ITl;:b~uammm

~~

~~ ~~~

Pertemuan singkat pihak DPRD Kab. PPU dan Bappeda Kaltim yang membahas Rencana pembangunan Jembatan Nipah-nipah Penajam Paser Utara - Melawai Balikpapan, di Ruang Rapat PROPEDA Bappeda Kaltim

"~""...:::li

JI. Kesuma Bangsa No.2 Samarinda Kode Pos 75123 Telp.0541-741044, Fax. 0541 -742283 Homepage: bappeda.kaltim.go.id

00

appeda Kaltim

v ..........

Terwujudnya perencanaan pembangunan daerah yang mantap dan berkualitas dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan yang berkeadilan

...........

Menyusun perencanaan pembangunan daerah yang aplikatif dan realis sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki dan mampu mengurangi kesenjangan pembangunan

Mengintegrasikan dan mensinkronkan perencanaan pembangunan regional dan Sektoral

Melaksanakan evaluasi dan pengendalian pembangunan

Meningkatkan profesionalisme aparatur perencana

Meningkatkan sarana dan prasarana pendukung perencana yang lebih memadai.

harap diisi oleh instansi terkait, Dinsos;

9. Program penyusunan sistem perlindungan bagi perempuan dan anak; Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi dan kab/kota;

10. Program advokasi/fasilitasi desa prima, masalahnya kurangnya pemahaman skpd terkait di kab/kota terhadap manfaat desa prima; dan desa prima yg telah dibentuk belum optimal;

11. Program perumahan layak huni, target tahun 2013 sebanyak 24.829 KK dengan capaian th 2009 sebanyak 20 unit; (data ini perlu dicroscek ulang), Dinas PU dan Praswil dan Dinsos;

12. Program pemberdayaan masyarakat pesisir dan nelayan, target tahun 2013 sebanyak .... dan capaian tahun 2009 ..... belum ada data; Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian, perdaganngan dan UMKM, Pemda;

1 3. Program Pemberdayaan UMKM, target tahun 2013 blm ada data, capaian th 2009 sebanyak 15.136 unit usaha; Disperindagkop dan UMKM; Bank Indonesia (BI) harapannya pada SKPD yang terkait membuat program pada UMKM sehingga mempunyai identitas dan bisa dijual kepada perbankkan; asisten III diharapkan ada pembinaan dari pihak bank kepada masyarakat untuk dapat mengerti dalam tata cara pengajuan kredit;

14. Program pembinaan dan pengembangan perdagangan dalam negeri (bidang perdagangan), sesuai;

15. Program pengembangan koperasi dan UMKM (bidang koperasi) 16. Program kredit usaha rakyat (KUR), plafon penyaluran KUR Kaltim per Januari 2010 sebesar Rp. 372,7 Milyar, yang terealisasi sebesar Rp. 189,1 Milyar, dengan total debitur 42.658 orang, dilaporkan oleh Bank Indonesia. Data ini sebaiknya dicroscek kembali dengan pihak bankbank lainnya, karena masih ada selisih data antara Bank Indonesia dan laporan BRI cabang Kaltim penyaluran KUR di Kaltim tahun 2009 telah mencapai 1,45 T; 17. Program PNPM Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), target 11 8 kec, di

10 Kab, dan 65.000 orang, capaian tahun 2009, 23.209 orang (13.592 orang, pen dud uk miskin);

18. Program PNPM Infrastruktur perdesaan, target blm ada,capaian 2.294 RTM;

19. Program PNPM mandiri perkotaan, target blm ada, dan capaian 31.047 RTM; Penguatan wajib belajar 12 tahun yang terjangkau untuk semua dengan program:

1. Program bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) dan Insentif guru, target insentif guru tahun 2013 sebesar 100%, dan capaian tahun 2009 untuk siswa sebanyak 155.261 siswa (90%) dan insentif guru sebesar 58.829 guru (80%);

2. Program beasiswa bagi siswa miskin SD/MI, SMP /MTs dengan target sebesar 10.000 orang,capaian blm ada;

3. Program perbaikan status gizi anak

sekolah blm ada data;

Peningkatan pendidikan menengah dan tinggi:

1. Program beasiswa bagi siswa miskin yaitu SMA/SMK/MA/MAK dan perguruan tinggi/perguruan tinggi agama, blm ada data;

Peningkatan upaya pelayanan kesehatan preventif dan kuratif

1. Menurunnya angka kematian bayi target tahun 2013 sebesar 20/1000 kelahiran, target 2009 24/100 kelahiran realisasi 22/1000 kelahiran;

2. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan, target 110/100.000 kelahiran, target 2009 sebesar 119/100.000 kelahiran;

3. Meningkatnya usia harapan hidup, target 2013 sebesar 73,35 tahun, dan target 2009 sebesar 71,35 tahun, sedangkan realisasinya th 2008 sebesar70,89;

4. Program puskesmas 24 jam;

5. Program peningkatan sarana dan

prasarana rumah sa kit.

Peningkatan perlindungan resiko finansial terhadap gangguan kesehatan bagi penduduk miskin :

Program jamkesmas dan jamkesda, target 2013 sebesar 100% (910.925 jiwa), capaian tahun 2009 sebesar 23 milyar atau 88%.

Revitalisasi program KB

1.Peningkatan pelayanan KB dan Reproduksi Kesehatan, target tahun 2013 pelayanan KB meningkat, bermutu, dan efektif untuk menurunkan angka kelahiran menuju keluarga kecil berkualitas dengan sasaran peserta KB aktif 419.400, peserta KB baru 74.120, TFR 2,1 per perempuan, dan capaian tahun 2009 pelayanan program KB belum merata dan TFR masih tinggi 2,3 per perempuan dengan capaian peserta KB aktif 384,606, peserta KB baru 89.045, TFR 2,3 per perempuan. Masalah yang dihadapi pencapaian peserta KB antar Kab/Kota masih bervariasi, pelayanan program KB masih terbatas dan belum merata serta solusi peningkatan akses dan jaringan ke semua jenjang sampai ke lini lapangan, dan menurunkan TFR menjadi 2,1 per perempuan;

2.Kelembagaan program KB target 2013 kelembagaan BKKBN Provinsi masih status quo untuk sementara, capaian tahun 2009, BKKBN provinsi saat ini masih vertical, dan masalah yang dihadapi adalah program KB memerlukan lembaga yang fokus menangani program KB, dan solusinya adalah perlu ada lembaga dalam penanganan program KB. SKPD yang bertanggung jawab adalah BKKBN, Pemerintah Kab/Kota, meningkatkan sosialisasi dan berkesinambungan ke Kab/Kota dan instansi yang terkait.

3. Peningkatan akses dan jaringan pelayanan KB sampai ke perdesaan, dengan target tahun 2013 adanya akses dan jaringan program KB meluas dan sampai ke pelosokpelosok dan meningkatnya tempat pelayanan 475 klinik KB, sedangkan capaian tahun 2009 adalah akses dan jaringan masih terbatas serta tempat pelayanan KB sa at ini 409 klinik KB. Masalah yang dihadapi yaitu belum semua potensi dimanfaatkan dalam pelayanan program KB, dan solusinya adalah meningkatkan akses dan jaringan ke semua jenjang sampai ke lini lapangan, dan memanfaatkan semua potensi yang ada untuk mendukung peningkatan pelayanan KB. SKPD penanggung jawab adalah BKKBN, Dinas Kesehatan, SKPD KB Kab/Kota, Koordinasi dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait baik di tingkat provinsi dan Kab/Kota. (*skr)

BAPPEDA KALTIM, Vol. 11 NO.3 Maret 2010

r

Odah Bappeda

KECELAKAAN PESAWAT TRIGANA AIR, DUA ORANG PEGAWAI BAPPEDA KALTIM MENlADI KORBAN

NOTULEN RAKER GUBERNUR KALTIM DENGAN BUPATI/ WALIKOTA, MUSPIDA/INSTANSI VERTIKAL SE KALTIM KELOMPOK 5 PRO RAKYAT,

SAMARINDA 23 MARET 2010

Cerita sing kat

Pesawat Trigana Air yang jatuh

GUBERNUR KALTIM

Foto Dokumentasi

MUSDA DHARMA WANITA

PENANGANAN BANlIR

KOTA SAMARINDA MENDESAK

Mem1angun Kaltim. Untuk SelIlua

RENCANAPEMBANGUNAN

lEMBATAN NIPAH-NIPAH -ME LAWAI BALlKPAPAN TERUS BERlALAN Samarinda, 10 Maret 2010

PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

P elayanan kesehatan masyarakat oleh tenaga dokter terutama di daerah

pedalaman, dan perbatasan masih jauh dari harapan, sekalipun telah dirangsang dengan insentif khusus yang cukup tinggi, dengan fasilitas yang cukup baik, namun masih juga tidak menarik perhatian tenaga dokter untuk bertugas di daerah. Hal ini terungkan saat pelaksanaan Rapat Kerja Gubernur dengan BupatijWalikota, Muspida/lnstansi Vertikal se Kalimantan Timur pada tanggal23 Maret 201 0 di Aula Lamin Etam JI. Gajah Mada No.2 Samarinda sa at Asisten III Bidang Kesejahteraan Drs. H. Sutarnyoto,MM menyampaikan hasil rumusan raker.

Kondisi kekurangan tenaga dokter di hampir di setiap Kabupaten yang ada yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung, sedangkan untuk di daerah Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Tarakan sudah mencukupi.

Sesuai data pelayanan

kesehatan masyarakat

Oleh Redaktur Pelaksana :

Sukandar, S.Sos

Kalimantan Timur yang menjadi prioritas ada Ian Umur Harapan Hidup dari tahun ke tahun semakin membaik, pada tahun 2007 sebesar 70,50 dan tahun 2008 meningkat menjadi 70,80. Sedangkan Angka Kematian Bayi tahun 2007 sebanyak 26 bayi per 1.000 kelahiran hidup dan tahun 2009 mengalami perbaikan menjadi 23,2 bayi per kelahiran hidup. Sementara Angka Kematian Balita tahun 2007 sebesar 38 anak balita per 1.000 kelahiran hidup, target RP JMN tahun 2009 sebesar 30/1.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk angka kematian ibu melahirkan tahun 2007 sebesar 128/100.000 kelahiran hidup, tahun

di Provinsi 2009 mengalami kenaikan menjadi

110/100.000 kelahiran hidup, sedangkan target RP JMN tahun 2009 sebesar 226, khusus untuk ini Kalimantan Timur telah lebih baik dari pada target nasional.

Untuk prevalensi balita dengan gizi kurang + buruk tahun 2007 sebesar 19,3%, tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi 14,31 % dan tahun 2009 juga mengalami kenaikan menjadi 1 0,47%, untuk target RP JMN 2009 sebesar 205.

Masih tingginya Angka Kematian Balita terkait dengan masih tingginya angka kesakitan, yaitu beberapa penyakit menular tertentu masih menunjukkan angka prevalensi yang cukup tinggi dan belum menunjukkan penurunan yang bermakna, sehingga tidak mustahil akan menjadi masalah yang cukup serius bagi masyarakat khususnya bila sampai terjadi kejadian luar biasa/wabah. Disamping itu angka kesakitan penyakit tidak menular dan faktor resiko penyebab penyakit juga menunjukkan peningkatan dan potensial menjadi penyebab kematian.

~~~~~LiffiYi]

~ ~LTIlIi\W~LA\, ~ffi)~_

~~m1lQ)~&lf~~~

TANGGAPAN DARI SKPD

1. Badan Penanggulanan Narkoba mengusulkan program-program menjadi prioritas karena kondisi saat ini penyeberan narkoba telah menyebar sampai ke daerah-daerah;

2. Badan Perbatasan, Prof. Andre Paton mengusulkan antara lain : a. Sesuai topoksi sifatnya koodinatif jadi kami tidak akan melakukan secara teknis; b. Program penguatan struktur ekonomi, Badan yang akan menangani ini diusulkan BAPPEDA Provinsi Kaltim, dan BAPPEDA yang ada di perbatasan;

c. Daerah perbatasan menjadi beranda paling depan untuk menyiapkan tersebut ada 3 program yaitu pembangunan infrastuktur, sdm dan pertanian dalam arti luas;

d. Badan Perbatasan telah membuat surat kepada SKPD untuk membuat program kegiatan di daerah perbatasan yang ada di 15 kecamatan;

PENJELASAN MATRIK 1.

Pemberantasan kemiskinan dari 8,5 % menjadi 7% diperkirakan mencapai dana kurang lebih Rp.2T;

2. pembahasan Raker disesuaikan dengan tupoksinya;

3. Penjelasan dari Bappeda Kaltim untuk kelompok 5 yaitu:

a. Menjelaskan data atau format sesuai rapat pada hari jum'at;

b. Usulan matrik ini berasal dari SKPD namun begitu karena keterbatasan waktu dari semua usulan ini dipilih yang prioritas dari program kegiatan SKPD itu sendiri;

c. Asisten III. Kesepakatan program prioritas yang akan disampaikan itu dari sekarang;

d. Khusus untuk kesehatan ada 3 program prioritas adalah:

1. Program jamkesmas;

2. Program Puskesmas 24 jam; dan

3. RS terakreditasi.

e. Staf Ahli Gub. Prof. Dwi. Untuk SKPD diharapkan menyiapkan wadah-wadah untuk diisi oleh instansi terkait.

Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Rakyat antara lain:

1. Program raskin bpk gubernur telah membuat SK untuk bulog, masukan dari Kepala Dinas Perindustrian Kaltim. Bulog pada Raker harus hadir untuk menjelaskan dari program Raskin ini;

2. Program Keluarga Harapan data menyusul dikarenakan program ini masih baru dan akan dilaksanakan pada tahun 2011;

3. Program pelayanan sosial bagi lanjut usia (lonslc] cukup sesuai;

4. Program pelayanan sosial bagi anak terlantar, telah sesuai;

5. Pelayanan sosial bagi penyandang cacat, telah sesuai;

6. Program kelompok usaha bersama (KUBEI (Pemberdayaan Fakir Miskin di Perbatasan melalui KUBEI, telah sesuai; khusus di daerah perbatasan telah ditinjau oleh 33 menteri dan seorang presiden namun begitu sampai sa at ini program daerah perbatasan masih bersifat wacana saja;

7. Program pemberdayaan komunitas adat terpencil, telah sesuai;

8. Pelayanan dan rehabilitasi sosial anak jalanan, gelandang dan pengemis, data

Mem1angun Kalfun Untuk SeInua

(***skr).

Mem1angun Kalthn Untuk SeInua

Lanjutan dari Hal 33

sebagai bahan evaluasi dan perbandingan untuk memperbaiki kebijakan dan strategi yang akan dating;

3. Per Iud ice r mat ida n diperhitungkan dengan seksama hambatan, kendala dan tantangan yang akan dihadapi baik dari dalam maupun dari luar dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk resesi ekonomi global;

4. Perlu diperhitungkan potensi yang dapat dikembangkan, baik kondisi sa at ini maupun kondisi yang akan dating, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai program pembangunan berkelanjutan;

5. Per I u n yap e r hit u n 9 a n kemampuan pembiayaan secara nyata, bertanggung jawab dan mempertimbangkan pengaruh globalisasi serta perkembangan situasi social politik dan stabilitas keamanan dalam negeri;

6. Perlunya langkah-Iangkah strategis dalam rangka menjamin keberlanjutan program pembangunan, mengingat pada tahun 2011 mendatang, kita akan mengalami masa transisi kepemimpinan di daerah.

Sebagai penutup Bupati Nunukan juga berpesan mengingat telah dimulainya pelaksanaan kegiatan tahun 2010, dan rencana pelaksanaan kegiatan tahun 2011, kembali saya ingatkan dan tegaskan, agar saudara-saudara kepala Satuan Kerja dan seluruh jajaran untuk dapat melaksanakan seluruh kegiatan pembangunan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*skr).

Membangun Kaltitn Untuk Setnua

RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN NIPAH-NIPAH -MELAWAI BALlKPAPAN TERUS BERJALAN,

Samarinda, 10 Maret 2010

P erencanaan pembangunan Jembatan Nipah-nipah-Melawai Kota Balikpapan yang merupakan jembatan melewati dua

wilayah yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

Jembatan Nipah-nipah - Melawai Balikpapan merupakan dambaan masyarakat Penajam Paser Utara dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, tidak hanya untuk Penajam Paser Utara dan sekitarnya namun juga untuk masyarakat Kalimantan Timur pad a umumnya. Hal ini diungkapkan oleh Pansus I DPRD Penajaman Paser Utara dalam pertemuaan dengan kepala BAPPEDA Provinsi Kaltim beserta Kepala Bidang dan Sub Bidang Perencana di

Ruang Rapat PROPEDA lantai 2 Jalan Kusuma Bangsa Nomor 2 Samarinda.

Pembangunan Jembatan Nipah-nipah Penajam Paser Utara - Melawai Balikpapan, secara umum tidak masalah dengan catatan biaya pembangunan tersebut tidak menggunakan anggaran biaya dari Negara, dalam arti biaya tersebut 100% murni berasal dari investor, ungkap Kepala Bappeda

Membangun Kaltitn Untuk Setnua

Kaltim Dr.lr. Rusmadi. MS. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap memfasilitasi pertemuanpertemuan dengan berbagai pihak atau investor dengan catatan hanya sebagai memfasilitasi bukan menyediakan anggaran pembiayaan.

Namun begitu Kepala BAPPEDA Kaltim juga menambahkan rencana pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat dikaji dan dipertimbangkan kembali secara matang dari berbagai aspek, baik dari sosial, ekonomi, budaya baik dari segi positif maupun nigatifnya yang meliputi dua wilayah antara masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dan masyarakat Kota Balikpapan.

Khusus perencanaan Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang membentang antara wilayah Kota Balikpapan - Kabupaten Penajam Paser Utara yang dibiaya oleh APBD Provinsi Kalimantan Timur dan APBN dengan total biaya diperkirakan sebesar Rp. 3,5 T dengan total panjang jembatan sebesar 1.744 km, ungkap Ir. Noor Sigit Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Provinsi Kalimantan Timur.

Sementara biaya pembangunannya melalui dana APBD Provinsi di mulai tahun 2007-2010 sebesar Rp. 173. Milyar. (skr).

• • ••

• • ••• I

••••

Foto :Sukandar, S.80s

NILAIINVESTASI

KOTA BALIKPAPAN 2010

DIPROYEKSI Rp. 6,41 TRILIUN

Balikpapan, 11 Maret 2010

Perkembangan nilai investasi di kota Balikpapan dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2007 sebesar Rp. 2,75 trilun, meningkat sangat signifikan tahun

2008 menjadin Rp. 7,21 triliun, dan tahun 2009 mengalami penurunan menjadi Rp. 5,41 triliun. Sedangkan untuk tahun 2010 nilai investasi diproyeksi mengalami kenaikan kembali menjadi Rp. 6,41 triliun dan tahun

2011 diproyeksi kenaikannya menjadi Rp. 7,59 triliun. Hal ini diungkapkan oleh Walikota Balikpapan H.lmdad Hamid, SE saat memberikan sambutan Musrenbang Kota Balikpapan, Kamis, 11 Maret 2010 di Ruang

4. Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Indikator kinerja misi pariwisata dan lingkungan hidup dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kunjungan tamu yang menginap di hotel-hotel di Kota Balikpapan, yakni tamu WNI mengalami peningkatan 17, 25% dan tamu WNA mengalami peningkatan 35,24% pada akhir tahun 2009. Peningkatan kunjungan tamu sebagai akibat komitmen Pemerintah Kota untuk mengembangkan potensi pariwisata dan menjadikan Kota Balikpapan sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition). Kinerja lingkungan hidup ditandai dengan penetapan kebijakan tata ruang, yakni 52% untuk kawasan hijau dan 48% untuk kawasan terbangun, kebijakan tentang larangan pembukaan tambang dan galian C di Kota Balikpapan, pemeliharaan kawasan konservasi Hutan Lindung Sungai Wain dan Sungai Manggar, dan telah dikeluarkannya Instruksi Walikota tentang kewajiban Penanaman, Pemeliharaan dan Perawatan Pohon/Vegetasi dan Penyedian Prasarana Lingkungan.

5. Pemberantasan Korupsi

Misi pemberantasan korupsi merupakan salah satu upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota adalah memperbaiki kinerja pelayanan publik, transparansi pengelolaan keuangan daerah, transparansi proses pengadaan barang dan jasa melalui e procurement dan tertib pengelolaan keuangan daerah yang ditandai dengan perolehan hasil audit BPK dengan predikat Wajar Dengan Pengecualian.

Di bidang penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, pad a tahun 2009 kita telah berhasil meraih beberapa catatan prestasi antara lain:

A. Sertifikat ISO 9001 :2008, untuk bidang pelayanan kependudukan dan catatan sipil, pelayanan kecamatan dan kelurahan, serta pelayanan kesehatan:

b. Panji Keberhasilan Pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam bidang pendidikan, pariwisata, kesehatan, lingkungan hidup, administrasi kependudukan dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah:

c. Trophy Keberhasilan Pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam bidang:

Pembinaan Generasi Muda/Pramuka Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota Iklim Investasi

electronic-Government

d. Anugerah keberhasilan di bidang Pekerjaan Umum dari Menteri Pekerjaan

Aula Kantor Walikota Balikpapan, JI. Jenderal Sudirman.

kesejahteraan menunjukkan peningkatan dari 76,62 (peringkat 16 Nasional) menjadi 77,73 (peringkat 12 Nasional), dan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup dari 71,52 tahun menjadi 71,73 tahun, menurunnya angka kematian ibu dari 7 menjadi 5 per 10.380 kelahiran dan menurunnya angka kematian bayi dari 57 menjadi 28 per 10.380 kelahiran.

2. Peningkatan Sumber Daya Manusia

Indikator kinerja misi peningkatan sumber daya manusia dapat dilihat dari programprogram di bidang pendidikan seperti penyedian bantuan operasional sekolah (BOS) baik sekolah negeri maupun swasta di semua jenjang pendidikan, peningkatan insentif guru negeri dan swasta, peningkatan kualifikasi guru, pengembangan sekolahsekolah unggulan dan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), pengembangan SMK Model, pengembangan Poltekba, dan lain-lain, sehingga alokasi anggaran pendidikan dalam dua APBD terakhir berkisar 29-30% dari total APBD Kota Balikpapan.

3. Infrastruktur dan Investasi

Indikator misi infrastruktur dan investasi dapat ditunjukkan dengan pembangunan bidang infrastruktur yang telah dilaksanakan, antara lain:

a. Pembangunan sarana dan prasarana olah raga untuk PON XVII tahun 2008 dan telah dipergunakan, meski untuk pembangunan venus Lapangan Tennis masih ada tambahan bangunan dan dalam proses penyelesaian.

b. Pembangunan Balikpapan Islamic Centre '(BIC) telah dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung pengelola.

c. Pembangunan jalan kota dari target 25 km saat ini telah terealisasi 20 km.

d. Pembangunan jembatan dalam kota dari target 10 jembatan telah terealisasi 7 jembatan.

E. Pembangunan drainase dari target 6.000 m telah terealisasi 7.408 m.

f. Pembangunan gedung kantor untuk Bawasda yang telah dimanfaatkan.

Di bidang investasi perkembangan nilai investasi yang ada di kota Balikpapan pada tahun 2007 sebesar 2,75 trilun dan meningkat pada tahun 2008 sebesar 7,21

triliun, kemudian turun pad a tahun 2009 dengan nilai investasi sebesar 5,41 triliun. Nilai investasi diproyeksi pada tahun 2010 dan 2011 akan mengalami peningkatan kembali yaitu sebesar 6,41 triliun dan 7,59 triliun.

~ ~~rir~SJ ~~n\ W~~~Nam\ --=--~~""'_'_---~-'4~~'@jli.:;'i,~fj\i~~~;-~ ~!!tW!J1 !~aJ:~iDl\,

Walikota juga berharap bahwa pelaksanaan Musrenbang mendapat perhatian dan kesungguhan kita semua untuk menyadari akan pentingnya tahapan Musrenbang dalam sistem perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kota secara keseluruhan. Terlebih lagi Musrenbang yang kita laksanakan pad a hari ini merupakan proses penyusunan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun terakhir dari RPJM Kota Balikpapan Tahun 2006 - 2011. Untuk itu Saya minta agar seluruh satuan kerja dapat melakukan evaluasi atas rencana strategis masing-masing untuk kemudian disinkronkan dengan RPJM Kota Balikpapan, sehingga dapat mengarah pada pembulatan perwujudan visi dan misi RP JM Tahun 2006 - 2011.

Musrenbang yang kita laksanakan pada hari ini, merupakan simpul akumulasi dari kegiatan perencanaan yang telah dilaksanakan di tingkat Kelurahan, di tingkat Kecamatan yang disinkronisasikan dengan perencanaan SKPD Kota Balikpapan serta berbagai masukan masyarakat sesuai dengan pengumuman tanggal 10 Pebruari 2010 pada 3 media massa di Kota Balikpapan. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa informasi penting yang perlu Saya tekankan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan musrenbang tahun2011.

Secara umum pelaksanaan RP JM Kota Balikpapan 2006-2011 tahun keempat secara kualitatif telah mencapai target-target kinerja yang telah ditetapkan.

Saya kembali mengingatkan kita semua bahwa visi yang hendak dicapai dalam RPJM Kota Balikpapan Tahun 2006-2011 tersebut adalah: "Menata Kembali dan Membangun Balikpapan Melalui Prinsip Good Governance dan Masyarakat Madani". Sedangkan uraian kinerja misi yang ditetapkan sebagai acuan dalam penyelenggaraan musrenbang kali ini adalah:

1. Pengentasan Kemiskinan

Pelaksanaan program dan kegiatan dalam misi pengentasan kemiskinan menunjukkan kinerja peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ditandai dengan menurunnya jumlah penduduk miskin dari sejumlah 28.039 jiwa pada tahun 2007 menjadi 23.733 jiwa pada akhir tahun 2009, atau turun sebesar 15,41 %, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator keberhasilan pembangunan bidang

MUSRENBAN

Sangat

STRATEGIS

MERUMUSKAN KEBIJAKAN

Nunukan, Jum'at 19 Maret 2010. Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Nunukan sang at strategis karena dalam forum ini kita bersama-sama merumuskann kebijakan prioritas dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang berisikan program dan kegiatan yang nantinya akan dituangkan kedalam APBD tahun anggaran 2011 sekaligagus menjadi acuan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Nunukan, H. Abdul Hafid Achmad dalam sambubutannya yang dibacakan oleh Asistensi I Bidang Pemerintahan pada pembukaan Musrenbag Kabupaten Nunukan, pad a hari Jum'at 19 Maret 2010 di Ruang Rapat Kantor Bupati Nunukan.

Bupati Nunukan mengatakan ada beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian kita semua dalam menyusun rencana kerja diantaranya:

1. Masih rendahnya aksesibiltas wilayah, hal ini dikarenakan minimnya infrastruktur yang berakibat pada terhambatnya pembangunan ekonomi rakyat, disparitas harga yang tinggi dan terjadinya kesenjangan pembangunan antar wilayah;

2. Sarana dan Prasarana pelayanan dasar yang belum optimal, sepertin sarana pendidikan, kesehatan, listrik, dan air bersih yang berakibat pada terhambatnya peningkatan sumber daya manusia di wilayah pedesaan, pedalaman dan perbatasan;

3. Pola pemanfaatan sumberdaya alam yang belum optimal dan berkelanjutan dan perlu penanganan secara sistematis;

4. Ekonomi kerakyatan yang berkembang lamban dan belum mampu mengatasi permasalahan kemiskinan;

5. Jumlah rumah tangga miskin (RTM) Kabupaten Nunukan yang tergolong tinggi yaitu mencapai 12.654 KK atau 59.150 jiwa, sehingga memerlukan penanganan yang serius, terarah, terprogram dan terkoordinasi serta berkesinambungan;

6. Ketergantungan pemenuhan kebutuhan masyarakat dari Negara tetangga Malaysia yang secara ekonomis menguntungkan perekonomian Negara tetangga tersebut, sebagai akibat dari kesenjangan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia dan wilayah perbatasan Malaysia.

Dengan melihat isu strategis tersebut dan tetap memperhatikan RP JMD

2007-2011, serta pengalaman hasil-hasil pembangunan pada sepuluh tahun pertama, maka prioritas pembangunan diarahkan dalam penyusunan RKPD tahun 2011 adalah:

1. Pembangunan infrastruktur, terutama program yang mendukung peningkatan perekonomian dan sumber daya manusia di wilayah perdesaan, pedalaman dan wilayah perbatasan;

2. Pembangunan Sumber Daya Manusia melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas;

3. Revitalisasi pertanian, yaitu melalui pengembangan sektor-sektor pertanian unggulan yang mengarah ke eksport hasil pertanian;

4. Penanggulangan kemiskinan, melalui peningkatan pelayanan dasar, melalui penyediaan pangan, perumahan, kelistrikan dan air bersih;

5. Peningkatan kenerja birokrasi pemerintah sehingga pelayanan prima yang diharapkan oleh seluruh masyarakat dapat segera terwujud dengan mengeluarkan standar pelayanan minimal.

H. Abdul Hafid Achmad, Bupati Nunukan juga menambahkan bahwa untuk mencapai tersebut kepada seluruh SKPD dalam penyusunan program dan kegiatan agar dapat memperhatikan arah pembangunan tahun 2011. Meskipun demikian bukanlah berarti bahwa sektor lain tidak penting dan dapat diabaikan dalam rencana pelaksanaan kinerja tahun 2011, tetapi kita lakukan sinergitas sesuai kondisi yang ada dan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan secara utuh di Kabupaten Nunukan, katanya.

Sebelum mengakhiri sambutan Bupati Nunukan mengingatkan bahwa perlu mendapat perhatian khusus dalam acara Musrenbang ini adalah:

1. Perencanaan pembangunan daerah harus didasarkan atas data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan, berpedoman kepada RP JMD dan Rencana Tata Ruang Wilayah, hal ini untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasanserta memberikan manfaat yang optimal;

2. Perlu diinventarisasi dan diidentifikasi kembali pengalaman pembangunan selama ini dan hasil-hasil yang perlu dicapai

Bersambung ke Hal: 34

Meniliangun Kalthn Untuk Se:rnua

Meniliangun Kalti:rn Untuk Se:rnua

PENANGANAN

KOlA SAMARINOA MENOESAK

Samarinda, Senin 15 Maret 2010. Penanganan banjir Kota Samarinda sang at mendesak untuk dilaksanakan segera mung kin, dengan beberapa kebijakan yang seyognya dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda antara lain : Pertama Tata Ruang Kota Samarinda yang telah disusun perlu ditinjau kembali, mengingat pada kawasan tertentu telah terjadi perubahan penggunaan lahan yang cukup pesat. Penyusunan Tata Ruang yang baru hendaknya berdasarkan kemampuan daya dukung lahan dan potensi yang bisa dikembangkan. Hal ini diungkapkan oleh Dr.lr.H.Rusmadi.MS Kepala Bappeda Provinsi Kaltim pada saat menyampaikan papa ran Musrenbang Kota Samarinda di ruang Melati Hotel Mesra Internasional Samarinda, pada hari Senin (15/3/2010).

Selanjutkan Kepala Bappeda Kaltim menyampaikan program berikutnya dalam penanganan banjir Kota Samarinda adalah tetap memegang prinsip "one river, one plan one management" dimana suatu sungai akan ditangani dalam saru perencanaan, satu pengelolaan dan dalam satu kesatuan wilayah sungai.

Ketiga, kebijakan dalam penyelenggaraan

prasarana dan sarana perkotaan, yaitu pembangunan sarana dan prasarana yang ada di perkotaan harus sejalan dengan rencana makro sumber daya air khususnya mengenai drainase perkotaan, sehingga sarana dan prasarana perkotaan yang dibangun harus sejalan dengan drainasenya serta disesuaikan dengan sungai-sungai yang ada, begitu juga dengan pengelolaan pembuangan sampah, limbah dan kebutuhan air minum satu sama lain harus seiring dan sejalan, baik dengan kebijakan tata ruangnya, sumberdaya airnya dan lainlainnya.

Keempat, kebijakan mengenai permukiman penduduk. Selama ini kebijakan mengenai permukiman kelihatannya belum terencana dengan baik, masih banyak lahanlahan yang seharusnya daerah resepan telah beralih fungsi, seperti daerah-daerah dibantaran sungai dan sebagainya.

Sementara untuk sistem transportasi Kota Samarinda, terutama sistem jaringan jalan, dimana ada dibeberapa titik Kota Samarinda telah mengalami kelebihan daya tamping/over capacity, maka diperlukan pemisahan antara pola perjalanan jarak jauh dan pola perjalanan dalam kota. Pemerintah

Provinsi Kalimantan Timur telah mengambil kebijakan berupa pembangunan jalan outer Ring Road Samarinda dimana untuk memfungsikannya telah dibangun jembatan Mahulu. Namun demikian kebijakan pembangunan Outer Ring Road tersebut terhambat dengan pengadaan/pembebasan lahan.

Sedangkan untuk Pembangunan Bandara Samarinda Baru, dimana scheme pembangunannya untuk sisi darat menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan sisi udara menjadi tanggung jawab Pemerintah Republik Indonesia. Untuk itu diharapkan Pemerintah Kota Samarinda dapat berbagi peran dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mewujudkan pembangunannya.

Mengingat perkembangan Kota Samarinda yang sang at pesat dan cepat serta kompleksitas permasalahan yang dihadapi, beban Kota Samarinda saati ini sudah melebihi daya dukungnya. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Samarinda perlu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru secara terencana (by design).

Selain itu diharapkan Pemerintah Kota Samarinda dalam mengusulkan programprogram pembangunan melalui sumber dana bantuan keuangan benar-benar mengacu kepada kebutuhan untuk memecahkan permasalahan dan selaras serta mendukung program pembangunan Provinsi Kalimantan Timur.

Umum untuk bidang Cipta Karya dan Bina Marga

e. Zakat Award Bidang Kelembagaan

Terbaik dari Depatemen Agama

f. Pembina K3 Tingkat Nasional

g. Penghargaan Kalpataru

h. Piala Adipura ke-XIV

i. Status Lingkungan Hidup Terbaik

[, Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan dari Depdagri

k. PERPAMSI Award

I. Perningkat II Nasional Survey Integritas Sektor Publik KPK, dan

m. Piagam Raskin Award dari Menko Kesra.

6. Peningkatan Kesejahteraan Keluarga

Indikator kinerja misi peningkatan kesejahteraan keluarga ditandai dengan pengalokasian bantuan untuk kegiatan peningkatan peran organisasi perempuan, peningkatan peran PKK, pembinaan pemuda, anak dan remaja, penanganan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga yang lebih cepat dan terintegrasi, dan program pembinaan serta rehabilitasi sosial masyarakat.

Disamping itu kita juga memiliki keyakinan bahwa tahun 2011 akan lebih baik dari tahun ini yang ditandai dengan indikator-indikator perekonomian sebagaimana yang disampaikan oleh Bank Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan dalam kurun tahun 2006-2011 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana ratarata pertumbuhan ekonomi mencapai sebesar 6,57%. Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan mencatat angka di atas pertumbuhan Nasional dan Provinsi Kaltim. Dapat dilihat bahwa pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 4,50%, Kaltim sebesar 2,32% dan Kota Balikpapan sebesar 5,65%.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya be Ii masyarakat yang pada proses selanjutnya dapat meningkatkan produksi dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Pendapatan per kapita di Kota Balikpapan pada tahun 2008 sebesar Rp 50, 81 9 Juta naik menjadi Rp. 50, 823 Juta pada tahun 2009 atau meningkat 0,01 %. Tahun 2010 pendapatan per kapita diproyeksikan akan meningkat menjadi Rp. 52,98 Juta

Dari penjelasan tentang evaluasi RP JM Kota Balikpapan Tahun 2006-2011 dan kondisi perekonomian Kota Balikpapan tersebut, serta dengan dukungan Anggota Dewan yang terhormat dan seluruh elemen masyarakat, saya memiliki keyakinan bahwa pada tahun 2011 sebagai tahun pembulatan RPJM Kota Balikpapan, kita akan dapat memenuhi target-target kinerja yang telah ditetapkan, sehingga dapat dijadikan sebagai pijakan dalam penyusunan RP JM penggal kedua RP JP untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Madinatullman.

Mengingat sedemikian banyak dan kompleksnya berbagai usulan yang dibahas pada Musrenbang ini, Saya minta perhatian akan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, tetap memperhatikan empat prioritas pembangunan dalam RP JM Kota Balikapapan yakni: pengembangan sumberdaya manusia, pengembangan infrastruktur dan lingkungan hidup perkotaan, pengembangan perekonomian daerah dan pengembangan kapasitas manajemen daerah.

Kedua, dalam melaksanakan penyusunan berbagai rencana kegiatan tetap memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis, sesuai dengan aturan dan bertanggungjawab.

Ketiga, secara tepat dan proporsional dapat ditetapkan berbagai kegiatan yang diusulkan untuk dibiayai dari APBD Kota, APBD Provinsi dan APBN. Untuk kegiatan yang dibiayai dari kedua sumber pend ana an yakni APBD Provinsi dan APBN dapat dirumuskan untuk diusulkan pada Musrenbang Provinsi yang Insya Allah akan dilaksanakan pada bulan April mendatang.

Keempat, memperhatikan arahan Bapak Gubernur Kaltim dalam berbagai kesempatan dan nara sumber dari Bappeda Provinsi Kaltim, sehingga dapat dirumuskan berbagai rencana kegiatan yang sejalan dengan prioritas dan program kegiatan Provinsi Kalimantan Timur.

Kelima, memperhatikan berbagai pertemuan dan kesepakatan dengan Anggota Dewan yang terhormat, diharapkan bahwa pembahasan dan penetapan APBD Tahun 2011 yang diawali dengan pelaksanaan Musrenbang ini dapat dilakukan lebih awal, lebih terarah dan sinergis antara akomodasi kebutuhan masyarakat dengan kemampuan pembiayaan dari Pemerintah Kota. Oleh karenanya Saya mengistruksikan agar Tim Anggaran Pemerintah Kota sesegera mung kin melakukan pertemuan dengan Badan Anggaran DPRD untuk melakukan pembahasan secara intensif atas berbagai usulan yang telah disampaikan melalui forum musrenbang ini.

Pada kesempatan ini Saya juga meminta agar kita tetap berkomitmen untuk senantiasa menjaga kebersihan, keindahan dan ketertiban Kota. Mari suasana hijau, bersih dan sehat dapat menjadi budaya hidup warga Kota Balikpapan. Dengan tekad seperti ini kita yakin warga Kota Balikpapan dapat kembali meraih penghargaan Adipura seperti tahun lalu, dan mari senantiasa kita pupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam membangun Kota yang kita cintai, dengan semangat Balikpapan Ku Bangun, Ku Jaga dan Ku Bela.

Sementara ketua penitia Musrenbang Kepala Bappeda Kota Balikpapan, Suryanto memaparkan tentang rencana program dan kegiatan Musrenbang RKPD Kota Balikpapan Tahun 2011 antara lain:

1. Usulan Program dan Kegiatan pada Musrenbang RKPD Tahun 2011 terdiri dari:

a. Bidang Sosial Budaya : Jumlah Program 637 Jumlah Kegiatan : 1.604

Jumlah dana sebesar

Rp. 1.672.329.310.360,-

b. Bidang Fisik Perkotaan:

Jumlah Program : 77 Jumlah Kegiatan : 979Jumlah dana sebesar

Rp. 1.094.453.017.800,-

Membangun KaltiIIl Untuk SeIIlua

Untuk Tahun Anggaran 2010 Kota Samarinda baik melalui dana APBN dan bantuan keuangan APBD Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp. 902, 625 Milyar dengan rincian Dana APBN melalau Dana Dekonsentrasi sebesar Rp. 664.904.598.000,- Dana Tugas Perbantuan sebesar Rp. 1.943.501.000,- dan Dana Urusan Bersama sebesar Rp. 4.780.000.000,• Sementara untuk dana Bantuan Keuangan APBD Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2010 sebesar Rp.231,097 Milyar dengan rincian Program Infrastruktur sebesar Rp. 123.690.000.000,- dan Program SDM sebesar Rp. 96.867.000.000,- serta Program Pertanian sebesar Rp. 5.540.000.000,-.

(****skr).

Membangun KaltiIIl Untuk SeIIlua

c. Bidang Ekonomi :

Jumlah Program : 80 Jumlah Kegiatan : 370 Jumlah dana sebesar Rp.129.112.095.070,-

Total Jumlah keseluruhan usulan sebanyak : 794 Program dan 2.953 Kegiatan, dengan jumlah anggaran sebesar Rp.2.895.894.423.230,-

2. Prediksi pendapatan daerah Tahun 2011 sebesar Rp.1,049 Trilyun, yang secara lebih lengkap akan dipaparkan oleh Kepala Dispenda.

3. Jumlah belanja tidak langsung pada tahun 2011 diproyeksikan sebesar Rp. 600 Milyar. Sehingga alokasi anggaran untuk membiayai Belanja Langsung diperkirakan hanya sebesar Rp.400 Milyar lebih. Dengan demikian rencana program dan kegiatan Tahun 2011 diperlukan penyesuaian prioritasprioritas yang akan dilakukan pembahasan secara bersama-sama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD untuk menghasilkan Dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Dengan pola mekanisme demikian diharapkan proses penyusunan RAPBD TA 2011 dapat dilakukan lebih efisien dan tepat waktu. Karena pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran Legislatif dengan seluruh SKPD diharapkan

hanya dilakukan satu kali pertemuan saja.

4. Musrenbang RKPD Tahun 2011 ini merupakan Tahun akhir atau Tahun Pembulatan dari pelaksanaan RP JMD Tahun 2006-2011. Program dan Kegiatan

dalam Tahun 2011, akan diprioritaskan untuk membulatkan target-target RP JMD 2006- 2011 yang perlu percepatan antara lain:

a. Sumber Daya Manusia (SDM) terdiri dari :* Pendidikan, antara lain pemenuhan dan

perbaikan prasarana pendidikan.

* Kesehatan, antara lain peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas, Puskesmas 24 Jam dan Pembangunan RSUD.

* Peningkatan sarana dan prasarana aparatur yang antara lain Pemerintah berupa Pembangunan Gedung Kantor.

* Pembangunan Balikpapan Islamic Center (BIC) dan Stadion Balikpapan.

b. Lingkungan Hidup antara lain; Pembangunan Kebun Raya Balikpapan, Perwujudan komitmen Tata Ruang dengan pola 52% untuk Lingkungan Hidup dan 48% untuk dibangun. c. Perdagangan antara lain; yaitu Pembangunan Pasar Induk, Pembangunan Pasar Teritip dan Pembangunan Terminal Bongkar Muat.

5. Mengakomodir berbagai masukan dan penjaringan aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses DPRD Kota Balikpapan.

6. Peningkatan jalan berkualitas hotmix di

wilayah Kota Balikpapan.

7. Pada tahun ini, Bappeda akan menerapkan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD), yaitu pola penyusunan program dan kegiatan menggunakan sistem on line berbasis internet.

Dengan sistem ini, kedepan proses penyusunan perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Dengan pola ini dokumen musrenbang ditingkat Kelurahan dan Kecamatan, khususnya kegiatan yang belum dapat direalisasikan akan dipergunakan sebagai bahan musrenbang untuk tahun berikutnya dengan hanya memasukan kegiatan tambahan, disamping itu tidak diperlukan waktu untuk meng-entry usulan kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan sambutan Kepala BAPPEDA Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Drs. Rusfarian Noor, M.Si Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Kaltim menyampaikan bahwa alokasi dana APBN Kota Balikpapan tahun anggaran 2010 baik melalui dana Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Dana Urusan Bersama APBN sebesar Rp. 812.294.206.000,- (delapan ratus dua belas milyar dua ratus sembilan puluh empat juta dua ratus enam ribu rupiah), dengan rincian sebagai berikut:

No. DEPARTEMEN/SATKER PAGU
1 Mahkamah Agung 10,2 Mjlyar
2 Kejaksaan Agung 3,6 Milyar
3 Departemen Hukum Dan HakAsasi Manusia Ri 17,5 Milyar
4 Departemen Keuangan 41,9 Milyar
5 Departemen Pertanian 3,8 Milyar
6 Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral 416,3 Milyar

7 Departemen Perhubungan 22,2 Milyar A. DANA DEKONSENTRASI
8 4,2 Milyar RP. 805.600.249.000,-
Departemen Kesehatan
9 Departemen Agama 23 Milyar
10 Departemen Kehutanan 861,6 Milyar
11 Departemen Kelautan Dan Perikanan 4,2 Milyar
12 Badan Pusat Statistik 8,9 Milyar
13 Badan Pertanahan Nasional 5,2 Milyar
14 Departemen Komunikasi Dan Informasi 3,6 Milyar
15 Kepolisian Neaara Republik Indonesia 227 Milyar
16 Badan MeteoroloQi, KlimatoloQi Dan Geofisika 6,4 Milyar
17 Komisi Pemilihan Umum 1,4 Milyar
18 Badan Sar Nasional 5,3 Milyar
Jumlah 805,6 Milyar Dalam perdagangan biasanya kain dijual dalam keadaan telah difinish atau dikanji, dimana kanji tersebut dapat menghalangi penyerapan zat warna. Oleh karena itu kain harus diproses persiapan I penghilangan kanji agar kain mempunyai daya serap terhadap zat warna.

Untuk menghilangkan kanji dapat clilakukan dengan 3 cara:

* Perendaman biasa, bahan direndam dalam air selama satu atau dua hari, kemudian dibilas. Cara ini tidak banyak disukai, karena banyak memakan waktu dan ada kemungkinan timbul mikro organisme yang akan merusak kain.

* Perendaman dengan asam, kain direndam dalam larutan asam sulfat atau asam chlorida selama satu malam. Apabila larutan dipanaskan pad a suhu 35' C maka waktu pengerjaan dapat disingkat hingga menjadi 2 jam saja. Setelah proses maka kain dibilas dengan air sehingga bebas dari asam.

* Rendaman dengan enzym, bahan dimasak dengan suatu larutan enzym (Rapidase, Novofermasol dan lain-lain) pad a suhu 45' C selama 30 sid 45 menit. Setelah pemasakan kain dicuci dalam air panas dua kali masing-masing 5 menit, kemudian dicuci dingin sampai bersih.

3. Pembuatan Pola Desain dan Jahitan.

Kain yang sudah bebas dari resin finish atau kanji maka siap dipotong guna diberi pola. Pemotongan kain menu rut kebutuhan misalnya untuk kemeja , gaun selendang atau yang lain. Selanjutnya kain dijahit menggunakan benang sesuai pola dengan jarak 1 - 2 mm atau 2 -3 mm. Benang ditarik kencang samapai kain menjadi rapat dan membentuk kerutan-kerutan.

Benang berfungsi sebagai perintang oleh sebab itu bahan perintang mempunyai persyaratan-persyaratan sebagai berikut:

* Tidak dapat terwarnai oleh zat warna, sehingga mampu untuk mewarnai zat warna.

* Benang mempunyai konstruksi anyaman maupun twist benang yang padat.

* Mempunyai kekuatan tarik yang tinggi.

Sebagai bahan perintang/pengikat dapat berupa : benang kapas, benang polyester, rafia, benang ban, serat nanas dan lainnya.

Pola atau motif yang dipakai pada kain sasirangan antara lain : kembang tampuk manggis, iris pudak, naga balimbur, bayam raja, kulit kayu, kulit kurikit, sarigading dan lain-lain.

4. Pewarnaan pada Kain

Pewarnaan adalah pemberian warna yang merata pada suatu bahan yang mempunyai sifat kurang lebih permanent. Pada umumnya pewarnaan terdiri dari melarutkan atau mendispersikan zat warna dalam air atau medium lain kemudian bahan tekstil dimasukkan atau dicolet dengan larutan tersebut sehingga terjadi penyerapan zat warna kedalam serat.

ImageYang penting dalam pewarnaan adalah kerataan warna pada bahan artinya terdapat kerataan yang maksimum dalam pembagian zat warna pada bahan. Masing-masing zat warna mempunyai cara pewarnaan yang berbeda dan pemakaian zat warna disesuaikan

dengan jenis serat serta ketahanan luntur yang diinginkan.

Dalam proses pewarnaan kain sasirangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

* Pencelupan. Apabila diinginkan hanya satu warna saja, maka dapat dikerjakan proses pencelupan. kain dicelup kedalam larutan zat warna dan obat-obat pembantu, sehingga kan dihasilkan kain berwarna yang merata kecuali pad a bekas jahitan/sirangan akan tetap berwarna putih.

* Pencoletan. Kain yang telah disirang diberi warna dengan cara dicolet di atas sirangannya maupun diantara sirangan. banyaknya warna bisa lebih dari satu atau dua warna tergantung dari motif dan macam warna yang diinginkan.

* Pencelupan dan Pencoletan. Pada cara ini mula-mula kain dicelup warna muda sebagai dasar warna. Kemudian dicolet dengan warna yang lebih tua.

Sayarat-syarat zoat warna antara lain:

* Harus mempunyai warna, jadi mengabsorpi cahaya tampak.

* Dapat larut dalam pelarut, umumnya air atau mudah dilarutkan.

* Zat warna harus mempunyai affinitas terhadap serat (dapat menempel).

* Mempunyai sifat yang cukup baik seperti : tahan cuci, tahan sinar. * Zat warna harus dapat berdifusi pada serat.

* Zat warna harus mempunyai susunan yang stabil setelah meresap ke dalam serat.

Jenis Jenis zoat warna yang dikenal antara lain: * Zat warna Directt

* Zat wawrna Basis

* Zat wa rna Asam

* Zat warna Belerang * Zat wa rna Hyd ron

* Zat wa rna Bejana

Selain zat warna di atas ada lagi zat warna yang kini lagi trend digunakan unutk menambah kesan anggun dan mewah pad a kain digunakan yaitu zat warna prada. Pemberian warna prada dikerjakan pad a bagian tertentu misalnya di tepi bekas sirangan maupun di tempat lain sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pelepasan Jahitan, Pencucian dan Pengeringan Setelah proses pewarnaan kain sasirangan, kemudian jahitan jelkujur pada kain di lepas. Setelah itu kain dicuci sampai bersih. kain yang sudah dicuci kemudian di jemur pad a temapt yang sudah disediakan dengan syarat tidak boleh terkena sinar matahari.

6. Finishing

Proses terakhir yaitu proses penyempurnaan berupa merapikan kain agar tidak kumal yaitu dengan menyetrikanya. Penyetrikaan dilakukan secara manual dengan menggunakan setrika listrik. Kegiatan ini dilakukan secara hati-hati apalagi kalau bahan yang disetrika terbuat dari kain sutera.

Membangun Kalfun Untuk SeIIlua

Membangun Kalfun Untuk SeIIlua

@@~ 0J[JQill~

Pesawat ana Air

iatuh

S amboja, Kamis 11 Pebruari 2010. Insiden pesawat ATR 42 Seri 300 milik Trigana Air, dibawah kapten pilot Nursolihin dan copilot Ahmad Maulana serta tiga crew dengan membawa 46 penumpang,74 kilogram kargo, 451 bagasi, rute dari Berau tujuan Samarinda mendarat secara darurat di Km 41 Samboja, Kampung Bone, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari Kamis 11 Pebruari 2010 karena kerusakan mesin, mengakitbatkan 2 orang terluka yaitu patah tulang kaki sebelah kiri bernama Tri Nyanti pegawai Bappeda Provinsi Kaltim, Bidang Pengendalian dan Evaluasi dalam menjalankan tugas ke Kabupaten Berau, dan Khusni luka lecet Pegawai Kejaksaan Kabupaten Bulungan, juga dalam bertugas menemani Kepala Kejaksaan Tinggi Tanjung Selor ke Samarinda, dan 44 orang lainnya dalam keadaan selamat. Sedangkan Hj. Sifak Aljufrie, SH yang merupakan atasan dari Tri Yanti di Bappeda Provinsi Kalimantan Timur yang juga sedang sedang melaksanakan tugas di Kabupaten Berau yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut, nasif keberuntungan

masih berpihak kepada Hi. Sijak Aljufrie, SH sebagai Kepala Sub Bidang Pendataan dan Statistik, Bidang Pengendalian dan Evaluasi dalam keadaan sehat wal afiat tidak mengalami sedikitpun cedera. mendapat perlindungan-NYA" kata Hj. Sifak Aljufrie, SH dengan khas

rasa bersyukurnya.

Pesawat berangkat dari Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kamis (11/2/2010) sekitar pukul 09.25 Wita dan mengalami hilang kontak sekitar pukul 11.35 Wita dan pesawat mendarat darurat sekitar 11.45 Wita.

Posisi mendaratnya pesawat adalah 00 derejct, 1.58 menit dan 38.2 detik arah Selatan serta 117 derajat, 01 men it dan 20.0 arah Timur. Kondisi roda pesawat Trigana Air lumpur pesawat masuk ke kabin pesawat.

"Sebuah pengalaman yang sangat menegangkan terutama setelah tau bahwa pesawat dalam keadaan rusak mesin dan mendarat darurat di rawa-rawa, namun begitu saya sang at bersyukur pada Allah SWT dalama keadaan sehat wal afiat tidak kurang satu apapun, saya betulbetul tertanam di rawa dan lantai pesawat jebol, sehingga lumpur pesawat masuk ke kabin pesawat.

Jalan menuju tempat kecelakaan pesawat sekitar lima kilometer dari Jalan Sukarno-Hatta sekitar 45 kilometer arah utara dari Balikpapan.

Pesawat bermesin twin-turboprop buatan Peraneis, ATR. Nama "42" berasal dari jumlah kapasitas kursi antara 40 dan 50. Pesawat pertama ATR 42 diproduksi tahun 1981, dan terbang pertama kali pada 16 Agustus 1 984.

1. Pendahuluan didapatkan dari jahitan atau dikombinasi dengan ikatan maupun

Kain sasirangan banyak dibuat Seperti halnya batik di Pulau jawa, komposisi warna yang dibuat. Kain sasirangan dapat dibuat dari

kain sasirangan merupakan eiri khas daerah Kalimantan Selatan. Kain bahan mori dengan berbagai kwalitas seperti mori primissima, mori

sasirangan adalah merupakan kain yang menerapkan proses prima, mori biru, mori voalissima, bahan sutera, rayon maupun synthetic.

pewarnaan dengan cara rintang yaitu dijahit menggunakan benang

atau tali rafia menurut corak yang dikehendaki. Desain corak 2. Proses Awal / Persia pan (Penghilangan Kanji)

B DANA TUGAS PEMBANTUAN RP 3 963 957 000 -

,
No. DEPARTEMEN/SATKER PAGU
1 Departemen Pertanian 2,6 Milyar
2 Departemen Tenaga Keria & Transmigrasi 1,4 Milyar
Jumlah 4 Milyar c. DANA URUSAN BERSAMA Rp. 2.730.000.000

No. DEPARTEMEN/SATKER PAGU
1 Departemen Pekerjaan Umum 2,7 Milyar
Jumlah 2,7 Milyar Pemerintah Provinsi tetap akan mendukung rencana program/kegiatan pembangunan Kota Balikpapan di Tahun Anggaran 2011 yang diusulkan baik melalui dana APBD maupun dana APBN. Pada tahun 2011,

Pemerintah Prov;ns; akan memprogramkan hal-hal sebaga; beriku, :

1. Lanjutan pembangunan jembatan Pulau Balang;

2. Rehabilitasi/Pemeliharaan jalan Nasional dan Provinsi terutama Petung-Semoi Sepaku Km 38 Balikpapan dan Penajam -

Sp.Kuaro;

3. Pembangunan Sektor Sumber daya air yang mendukung program pembangunan pertanian arti luas;

4. Pengadaan air baku;

5. Pengembangan kawasan dalam rangka mendukung kawasan andalan BONSAMTEBAJAM (Bontang, Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, Penajam. (Skr****).

A.PROGRAM INFRA8TRUKTUR

NO. URAIAN PROGRAM 90,8 Milyar
1 Lanjutan Pengerjaan jalan Leijend Suprato Kebun Sayur; 4 Milyar
2 Bantuan Relokasi Kebakaran Kampung Baru; 2 Milyar
Bantuan Pembebasan Lahan dan Ganti Rugi Penggunaan Lahan di 22 Milyar
3 Somber;
4 Pembangunan jalan Tembus MT. Haryono -Syarifuddin Yoes (Ianjutan); 5 Milyar
5 Penyelesaian Lapangan Squash dan Penanganan Longsoran; 16 Milyar
6 Penyelesaian Lapangan Tenis (tahap II) dan Penanganan Jalan; 38 Milyar
7 Penyelesaian Lapangan Tembak; 3 Milyar
8 Revitalisasi Pasar Klandasan sebagai percontohan Pasar Sehat; 500 juta
9 Pembangunan Listrik Non PLN untuk KIKS. 250 juta B.PROGRAM 80M

NO. URAIAN PROGRAM 30,1 Milyar
1 Persiapan Peningkatan Pelayanan Puskesmas 24 Jam; 1 Milyar
2 Persiapan sarana & prasarana RSB Sayang Ibu; 2 Milyar
3 Pembangunan Islamic Center; 2,5 Milyar
4 BOSDA SMAlSMKlMA; 13,1 Milyar
5 Tambahan penghasilan (insentif guru) 11,2 Milyar
6 Bantuan Tutor PAUD. 338,4 juta C. PROGRAM PERTANIAN

NO. URAIAN PROGRAM 2,4 Milyar
1 Bantuan Pengadaan Saprodi (padi, Jagung, Kedele, Identifikasi CPCL & 500 juta
pembinaan);
2 Bantuan Pengadaan pupuk (urea superphos, NPK, Peptisida & benih 250 juta
padi);
3 Bantuan kepada Koperasi UKM; 500 juta
4 Bantuan pembenahan obyek-obyek wisataldaerah tujuan wisata dalam 500 juta
rangka tahun kunjungan;
5 Bantuan dalam rangka mendukung terwujudnya program Kaltim Hijau; 500 juta
6 Pengembangan Sentra Budi Daya Rumput Lau!. 100 juta Membangun Kalfun Untuk SelIlua Membangun Kalfun Untuk SelIlua

I. LATAR BELAKANG

RAKER GUBERNUR dengan BupatijWalikota, Muspida/instansi vertikal se Kalimantan Timur dimulai pada pukul 1 3.45 sampai pukul 17.00 wita, di Aula Lamin Etam Jln. Gajah Mada No.2 Samarinda dan dipimpin oleh Drs.H.Sutarnyoto,MM, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan Prof. Dwi Nogroho Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra, moderator H.M.Yadi sabianoor, Kepala Disperindakop & UMKM dan dibantu oleh Ir.H. Syafrian Hasani, MM Kabid Pengembangan sDM BAPPEDA Kaltim yang dihadiri

oleh instansi terkait yaitu BAPPEDA, Badan Perbatasan, Badan Narkotika Provinsi, Badan Pemberdayaan Perempuan, BKKBN, BPM, Disperindakop dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Bank Indonesia, Bank Kaltim, BRI, Dewan Pendidikan, UNMUL, dan Kab/kota yaitu Kutim, Berau, KTT, samarinda, Balikpapan, Tarakan, Bulungan, Paser, Kubar, Malinau, Nunukan, PPU, Bontang, Kodem.

DUA ORANG PEGAWAI BAPPEDA KAL TIM MEN1ADI KORBAN

NOTULEN RAKER GUBERNUR KAL TIM

DENGAN BUPATI/ WAUKOTA, MUSPIDA/INSTANSI VERTIKAL SE KALTIM KELOMPOK 5 PRO RAKYAT, SAMARINDA 23 MARET 2010

II. PENGARAHAN ASISTEN III BIDANG KESRA, H. SUTARNYOTO

Pengantar disampaikan oleh staf ahli Gubernur Kaltim bidang kesra, Prof. Dwi dan dilanjutkan dengan pengarahan Asisten III menjelaskan kondisi Kaltim, dengan target pembangunan tahun 2013 yang terdiri dari program Penanganan kemiskinan dengan target tahun 201 3 sebesar 7 %, dimana pada data tahun 2009 sebesar 8,5%.

Sementara untuk program bantuan rumah layak huni tingkat capainnya tahun 2009 sebanyak 500 unit, dengan jumlah keseluruhannya sebesar dari tahun 2005- 2009 sebanyak 2.688 unit. Program prioritas penanggulangan kemiskinan adalah Program Kegiatan terkait Bantuan dan Perlindungan Sosial (Klaster 1) diantaranya :

1. Program Wajib Belajar 12 th, Program Pendidikan Menengah dan Program Pendidikan Tinggi melalui Bantuan Beasiswa bagi siswa miskin SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan Mahasiswa miskin berprestasi;

2.Program Pendidikan Nonformal melalui

S amarinda (ANTARA News) - Kondisi Bandara Temindung Samarinda menjadi penyebab pilot Trigana Air mengalihkan pendaratan ke Bandara Sepinggan, Balikpapan.

"Dengan kondisi pesawat tidak normal seperti itu, akan sang at beresiko jika pilot memaksakan pendaratan di Bandara Temindung," ungkap Pilot Maskapai PT SMAC (Sa bang Merauke Raya Air Charter), Wahyudi, kepada wartawan di Samarinda, Sa btu.

Keputusan pilot Trigana Air, Nursolihin, tidak mend a rat di Bandara Temindung Samarinda dengan kondisi salah satu mesin mati kata Wahyudi sudah sangattepat.

"Jika dipaksakan mendarat dengan kondisi seperti itu, akibatnya bisa sangat fatal, sebab landas pacu yang tidak cukup panjang serta kondisi di sekitar bandara dipadati rumah penduduk," katanya.

"Bisa saja, pesawat itu menabrak rumah warga yang ada di ujung landasan atau sebaliknya pesawat akan menabrak rumah sebelum sempat mendarat di landas pacu," ujar Wahyudi yang mengaku sebelumnya sebagai pilot di Medan, Sumatera Utara, selama empattahun.

Seloln masalah landas pacu yang hanya sepanjang 950 meter, kondisi Bandara Temindung juga kata dia sudah tidak sesuai KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan).

"Bandara harus steril dari kawasan

rumah penduduk, apalagi saat ini ada beberapa gedung tingga yang sangat mengganggu pandangan pilot saat akan melakukan pendaratan. Bahkan pada area pendaratan,

terdapat sebuah gedung rumah sakit yang cukup tinggi sehingga kita harus mengambil sisi gedung itu untuk melakukan pendaratan. Salah perhitungan sedikit saja, akibatnya sang at fatal," kata pilot sMAC itu.

Pilot SMAC lainnya, Irwin Aristo mengatakan, kondisi Bandara Temindung saat ini suduh tidak layak lagi sebab berada di tengah kota. "Mestinya, keberadaan bandara jauh dari kota. Apalagi, sudah banyak gedung-gedung tinggi di sekitar bandara yang cukup mengganggu pandangan pilot," kata Irwin Aristo.

Pesawat Trigana Air jenis ATR 42 seri 300 da Kamis,ll Februari 2010 sekitar pukul 11.39Wita.

dengan nomer penerbangan TGN 171 mendarat darurat Kampung Bone, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis,ll Februari 2010 sekitar puku111.39 Wita.

Pesawat dari Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau itu mengalihkan pendaratan dari Bandara Temindung Samarinda ke Bandara Sepinggan Balikpapan akibat salah satu mesin mati.

sumber data dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik yang dirilis kembali. (****skr)

Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Trigana Air jenis ATR 42- 300 dengan nomor lambung YRP mendarat darurat pada sebuah sawah di km 41 sekitar Jalan BalikpapanSamarinda ( kiri ) sedangkan kanan petugas PMI mengevakuasi penumpang yang cedera (ANTARAjSusylo Asmalyah)

Membangun KaltilIl Untuk SelIlua

Membangun KaltilIl Untuk SelIlua

pedalaman serta terpencil yang akses pendidikannya terbatas;

b. Peningkatan tenaga pendidik di Kaltim masih perlu mendapat perhatian semua pihak melalui kualifikasi pendidikan ke jenjang Sl /D IV, untuk itu diharapkan Perguruan Tinggi dapat membuka di Kab/Kota agar guru-guru tidak harus ke Samarinda karena akan mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu;

c. Untuk daerah perbatasan khususnya di 3 Kabupaten (Nunukan, Kubar dan Malinau) pendidikan diharapkan agar dapat terjangkau oleh masyarakat melalui pengembangan sekolah terpadu dengan fasilitas asrama agar mampu menampung anak usia sekolah, begitupula dengan anak-anak TKI yang ditinggalkan oleh orang tuanya di Negara tetangga (Sa bah dan Serawak) untuk bekerja agar mendapat perhatian Provinsi;

5. Fokus 5 Pembangunan Perbatasan a. Permasalahan penting

• Kebutuhan dana yang besar dalam pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan.

• Penetapan daerah-daerah yang masuk dalam kwasan perbatasan

dan pulau terluar.

• Rendahnya kualitas sumber daya manusia terutama Guru. b. Upaya Pemecahan Masalah

• APBN agar lebih berpihak pad a pembangunan perbatasan

• Peningkatan kualitas guru di perbatasan.

• Menyusun Rencana Aksi Pengembangan perbatasan secara terpadu.

Mengingat bahwa program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan prioritas bagi semua daerah, maka perlu dirumuskan kembali mekanisme perencanaan dan penganggaran serta penajaman untuk setiap program di masing-masing SKPD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota secara transparan dan terpadu dengan memperhatikan kewenangan yang telah diatur dalam perundangundangan.

Demikian hasil simpulan Kelompok Kerja isu prioritas V (Programprogram pro rakyat) untuk menjadi perhatian bersama.

KELOMPOK KERJA VI

REFORMASI BIROKRASI; KEAMANAN, KETENTRAMAN dan KETERTIBAN; DEMOKRASI; dan PENEGAKAN HUKUM HUKUM SAMARINDA, 23-24 Maret 2010

Ketua

: Wakil Gubernur Wakil Ketua : Asisten I

: Staf ahli bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan

Sekretaris

Pimpinan rapat kelompok kerja VI yang mebidangi tentang reformasi birokrasi, keamanan, ketentraman, ketertiban dan penegakan hokum adalah Wakil Gubernu Kalimantan Timur, dan dibantu oleh Asisten I Bidang Aparatur dan Pemerintahan serta Staf Ahli Bidang Hukum. Adapun beberapa hal yang mendapat perhatian setelah melalui diskusi ditingkat kelompok dan sub kelompok maka rekomendasi yang diusulkan sebagai dasar untuk penyusunan arah kebijakan dan program berupa rencana aksi yang meliputi:

A. Reformasi Birokrasi

1 • Untuk mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance) perlu ada pergeseran mindset aparat birokrat untuk memposisikan diri sebagai pelayan public (public servant).

2. Upaya untuk meminimalkan tingkat penyalahgunaan wewenang/jabatan dan kerugian Negara, perlu segera dilaksanakan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) sesuai dengan PP No. 60 Tahun 2008 dan mengoptimalkan peran Kormonev sesuai dengan Inpres 5/2004.

B. Keamanan, ketentraman dan ketertiban;

Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban publik perlu mendapat perhatian agar semua pembangunan bisa berjalan dengan baik. Beberapa persoalan dibidang keamanan yang perlu mendapat perhatian, yaitu: (1) masih kurangnya pos-pos keamanan dan personil keamanan di garis perbatasan negara serta masih minimnya sarana prasarana pendukung keamanan, (2) rawannya terhadap disintegrasi bangsa dan pencurian sumber daya alam, (3) kasus penebangan liar (illegal loging) di kawasan hutan, (4) gangguan Kamtibmas, (5) rawannya kasus teroris yang sulit terdeteksi oleh aparat keamanan yang melalui daerah perbatasan, dan (6) belum sinkronnya kegiatan pelacakan tata batas wilayah antar Provinsi. Berkenaan dengan itu, masalah perbatasan perlu dibahas secara komfrehensif, Selain aspek pertahanan darat, aspek pertahanan laut perlu mendapat perhatian serius dari Pemprov.Kaltim.

C. Demokrasi

Iklim demokrasi yang sehat, kebebasan berekpresi perlu dibangun dengan tetap mempertimbangkan aspek budaya, nilai, peradaban. Demokrasi adalah bagian dari reformasi, berkenaan dengan itu, mari kita berdemokrasi secara lebih bermartabat, tertib, dan demokrasi yang mendorong kebersamaan serta persatuan dalam NKRI. Indeks Demokrasi di Kaltim belum tersosialisasi dengan baik, disarankan untuk segera melaksanakan sosialisasi yang difasilitasi oleh Tim IDI Nasional dan didukung oleh Pokja Provinsi.

D. Penegakan Hukum;

Perlakuan Terhadap Pelanggar Hukum merekomendasikan :

- Perlakuan terhadap anak yang bermasalah dengan hukum dengan solusi berupa diskresi untuk melakukan diversi dengan menghindarkan anak dari pemenjaraan (non institusionalized sentence) misalnya : kembali kepada orang tua; diserahkan kepada panti social anak ; diserahkan kepada organisasijlembaga social anak;

Mengingat belum adanya LAPAS khusus untuk anak di Provinsi Kaltim maka disarankan untuk mengoptimalisasikan gedung bekas LAPAS Samarinda

Perlakuan Terhadap Perempuan yang bermasalah dengan hukum merekomendasikan:

Pembangunan LAPAS khusus perempuan atau optimalisasi gedung bekas LAPAS Samarinda, mengingat selama ini belum ada LAPAS khusus untuk perempuan di Kaltim.

Peningkatan Kapasitas Hunian RUTAN dan LAPAS merekomendasikan:

Mengingat belum semua Kab/Kota memiliki RUTAN/LAPAS dan BAPAS,maka disarankan percepatan pembangunan RUTAN/LAPAS dan BAPAS disetiap Kabupaten/Kota dengan dukungan pendanaan antara Pemprov /Pemkab/kota dengan Kementrian Hukum dan HAM. Reintegrasi Sosial Bagi Para Pelanggar Hukum merekomendasikan : - Pembinaan bagi para pelanggar hukum (dalam tembok) dengan

solusi mensinergikan kegiatan pembinaan social kemasyarakatan yang ditujukan untuk masyarakat luas ke dalam masyarakat terbatas yang sedang berada di RUTAN/LAPAS; selain itu disarankan pula percepatan pembangunan LAPAS terbuka, mengingat belum ada LAPAS terbuka di Provinsi Kaltim.

- Pembinaan bagi pelanggar hukum (Iuar tembok) dengan solusi percepatan pembangunan UPT BAPAS disetiap Pemkab/Pemkot dan mensinergikan kegiatan pembinaan social kemasyarakatan yang dilakukan oleh SKPD dan Instansi terkait.

Sosial Program Pembinaan/Pembimbingan merekomendasikan :

Mensinergikan kegiatan pembinaan social kemasyarakatan yang dilakukan oleh SKPD dan Instansi terkait.

Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan, dengan harapan dapat menjadi proses perencanaan pembangunan lebih lanjut. (***skr)

kegiatan pemberantasan Buta Aksara dan Kursus Keterampilan kompetens

3. Program Upaya Kesehatan Masyarakat berupa kegiatan pemberian

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JAMKESMAS) dan Jamkesda;

4. Program Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial (Jamkesos), Program Bantuan dan Jaminan Sosial (Bansos) berupa kegiatan bantuan langsung tunai (BLT), dan Program Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial melalui berupa bantuan beasiswa bagi anak jalanan, anak terlantar, dan anak cacat;

5. Program Keluarga Harapan;

6. Program Beras Untuk Rumah Tangga Miskin (RASKIN), dengan jumlah anggaran sebesar kurang lebih Rp.1,5 T. Asistenn III berbesan bahwa fokus pelayanan kesehatan dimana setiap daerah tersedia pelayanan puskesmas siap 24 jam, dan mohon para peserta untuk memberikan tanggapan dan masukan.

Pelayanan KB tahun 2004 peserta berjumlah 414.428 dan tahun 2008 meningkat menjadi 470.658. Sedangkan program perbatasan asisten III berpesan untuk meningkatkan pelayanan kepada masya ra kat, beg itu jug a tenta ng permasalahan narkoba baik pengguna maupun penyuplai semakin meningkat sehingga untuk tetap waspada sampai pad a tingkat rumah tangga.

Semua program tersebut tentu ada masalanya, namun begitu kita harus juga dapat memberikan solusi terbaik, dalam memecahkan masalah.

III. TANGGAPAN DARI SKPD DAN PESERTA RAKER

A.DPR RI, Farida Ardan dari Partai Demokrat

1. Perlindungan anak dan trefiking (penjualan wanita) atau Pekerja Sek Komersial diharapkan dapat perhatian dan perlindungan dari pemerintah daerah;

2. Program PKK didaerah diharapkan dapat ditingkatkan;

3. Program Keluarga Berencana;

4. Program pendidikan untuk anak-anak pedesaan dan terpencil dapat diperhatikan;

5. lingkungan hidup tanggung jawab siapa;

6. Program penanganan banjir perlu mendapat perhatian, dan tugas siapa untuk mengeruk sungai-sungai dalam rangka mengatasi banjir.

B. BUPATI BERAU, H. MAKMUR

1. Jumlah penduduk miskin di daerah setiap tahun selalu bertambah;

2. Program PNPM di daerah untuk meningkatkan program

Di tingkat kecamatan;

3. Program simpan pinjam perempuan oleh pemerintah pusat yang sangat membantu penanganan masalah di perdesaan;

4. Tanggung jawab masyarakat sangat tinggi tentang program PNPM;

5. Penanganan kesehatan di daerah yang masih terkendala tentang akses infrastruktur;

6. Masyarakat lokal didorong untuk menjadi tenga medis untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga medis di perdesaan;

7. Program pembangunan perbatasan sangat penting, karena masyarakatnya sangat tertinggal di hutan atau di daerah, padahal masyarakat pedalaman sang at sederhana yang perlu pelayanan dasar seperti pendidikan, dan kesehatan

8. Program pendidikan di daerah pedalaman lebih diperhatikan;

9. intinya pola pembangunan yang khsus pola Kaltim yang pro rakyat. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dwi;

10. Program pendidikan guru dengan minimal Sl perlu mendapatkan perhatian. C. DPR RI, DR. HOFIFAH

1. Program perlu ditambahkan database yang sistematis yang khusus khas Kaltim, misalnya program kemiskinan yang dapat memutus mata rantai kemiskinan;

2. Program-program pusat sebaiknya

semua dapat dikelola di daerah;

3. Peningkatan mutu pendidikan Kaltim;

4. Program pemuda dan olahraga untuk lebih focus pada program pemuda;

5. Peningkatan program perpustakaan daerah, yang lebih dikembangkan ke daerah-daerah atau di tingkat desa.

D. PEMKOT SAMARINDA

1. Program beras miskin menurun dari 15

kilo menjadi 1 3 kilo;

2. Raskin sesuai Rakor, dari jatah 15 kilo menjadi 1 3 kilo, maka kekurangannya diharapkan dapat ditambah oleh pihak Kab/Kota;

3. Usulan pad a APBN perubahan diharapkan program raskin tetap 15 kilo;

4. Pendataan penduduk miskin yang akurat, sehingga tidak ada selisih data dengan instansi terkait;

5. Wajar 12 tahun dan sekolah gratis;

6. Program pendidikan gratis sangat menyesatkan, karena tidak ada program sekolah gratis;

7. Peningkatan guru tingkat TK yang sebagian besar masih tingkat SLTA;

8. BOSDA penyalurannya mencapai 100% namun begi yang menjadi masalah karena adanya program gratis, ini menyulitkan sekolah, yang ada hanya meminimem biaya sekolah;

9. Jumlah guru di Kota Samarinda kurang lebih 11.000 orang dan jumlah SMA/MA sekitar 25.000 jiwa, sehingga banyak biaya untuk membayar BOSDA dan insentif guru saja;

10. Apabila APBD Kota Samarinda semakin mengecil maka otomatis biaya pendidikan di Kota Samarinda akan semakin mahal, kecuali pihak Pemprov memberikan perlakukan khsusu bagi pemkot Samarinda;

11. Pengangkatan guru produktif lebih diprioritaskan;

1 2. Sebaiknya dana sekolah disesuaikan dengan jadwal APBD atau dimulai dari bulan Januari;

1 3. Tanggapan dari Prof. Dwi masalah data berasal dari data Kab/Kota;

F. KABUPATEN BULUNGAN, ZAINI

1. Data Raskin di daerah dengan BPS selalu tidak sama sehingga menjadi masalah pad a pembagian raskin di daerah;

2. Pembagian raskin masyarakat menginkan yang tidak mendapat bisa mendapatkan dengan jalan jatah yang ada dibagi, apakah hal ini tidak melawan hokum.?

3. Masalah masyarakat pesisir di Bulungan.

Pemerintah pusat memang sudah mulai membangun masyarakat pesisir mulai tahun 2004-2008;

4. Sebagian besar masyarakat pesisir adalah penduduk miskin, maka diharapkan pihak perbankkan dapat memberikan bantuan bagi masyarakat miskin di pesisir melalui program KUR;

5. Program kesehatan untuk penduduk yang tidak jelas identitasnya sehingga menjadi masalah di daerah dalam penanganan kesehatan;

6. Perdagangan tentang sertifikasi produk halal padahal produk kita sebagian besar tidak memiliki sertifikasi halal menjadi masalah, diharapkan pemprov memberikan bantuan dalam memberikan sertifikasi produk halal;

7. Bantuan perumahan layak huni bagi masyarakat miskin;

8. Kab. Bulungan juga mempunyai program perumahan layak huni, namun kita dihadapkan pada masalah pada bantuan tersebut karena berupa material kayu;

9. Pengelolaan program bantuan layak huni masih menjadi kendala karenan tidak ada kontraktor yang berani dengan harga minimal;

Membangun KaltilIl Untuk SelIlua

Membangun Kaltim. Untuk SelIlua

10. Pihak pemerintah provinsi diharapkan

dapat memberikan bantYian sala4marnya ada sekolah dari bantuan

ada di Sa bah;

tentang pengelolaan keuangan sehingga tidak menjadi kendala hukum di kemudian hari;

G. KABUPATEN MALINAU

1. Mekanisme penyaluran RASKIN, sesuai pernyataan bolog akan membeli dari beras petani;

2. Harga beras miskin lebih murah dari pada biaya transportasi ke perbatasan sehingga akan menjadi masalah dalam penyalurannya;

3. Diharapkan pihak Bolog dapat membeli beras masyarakat untuk mengatasi biaya transportasi;

4. Program PNPM kita terima dengan prosentase dana pendamping di daerah;

5. Program prioritas unggulan pertanian di daerah bila dibawa ke perkotaan tidak sesuai dengan biaya transportasi sehingga perlu diperhatikan, hal ini masyarakat lebih memilih bertransaksi perdagangan dengan pihak Malaysia untuk mengurangi biaya transportasi, namun begitu yang menjadi kendala adalah belum adanya kerjasanya perdagangan dengan pihak Serawak, Malaysia;

6. Peningkatan kualitas guru berkerjasama dengan pihak UNMUL dengan fakultas FISIPOL, untuk FKIP di Malinau sudah dilaksanakan, namun khusus di daerah perbatasan belum dilaksanakan, sehingga perlu peningkatan kerjasama khusus di daerah perbatasan;

H. KOTATARAKAN,MASDARZEMI

1. Kesehatan. Pembangunan RS di Kota Tarakan diharapkan dipercepat pembangunannya;

2. Pendapatan meningkat 1 8 namun begitu penduduk miskin juga meningkat sesuai data terakhir;

3. Penyaluran Raskin tahun 2009 sebesar 31 .000 jiwa dan tahun sebelumnya hanya sebesar 29.000 jiwa;

luar negeri atau Australia namun begitu kurikulumnya tidak sama dengan kita.

J.KUBAR

1. Program sekolah gratis diganti dengan subsidi biaya sekolah karena hanya mampu membiayan uang SPP;

2. Bantuan perumahan layak huni disesuaikan dengan potensi daerah;

3. Program usaha atau perdagangan, hal ini perlu pembinaan karena sebagian besar dari pengusaha tersebut SDM masih rendah;

4. PNPM Kubar sangat bersyukur miskipun ada dana pendamping, diharapkan juga ada dana sharing dari Pemprov;

5.Kesehatan, dalam hal ini Pemerintah Kubar telah melakukan program tenaga medis dengan tiga gelombang dengan gelombang pertama telah bertugas di darah;

6. perengkrutan tenaga medis terutama dokter diharapkan berasal dari daerah, bila berasal dari daerah lain maka akan menjadi kendala;

7. Kubar masih kekurangan dokter spisialis, diharapkan pihak Pemprov dapat membantu kekurangan dokter spisialis tersebut untuk melayani masyarakat;

K.BONTANG

1. Pendataan penduduk miskin di daerah diharapkan sesuai dengan pihak lainnya agar tidak menjadi kendala;

2. Bantuan layak huni bagi masyarak miskin kota Bontang;

3. Wajir 12 tahun sudah berjalan;

4. Pelayanan kesehatan untuk pelayanan puskesmas 24 jam khusus di daerah pinggiran atau yang jauh, sedangkan untuk di daerah perkotaan ditangani oleh dokter keluarga.

L. BALlKPAPAN

1. Peserta Jamkeskin telah dilaksanakan namun peserta program Jamkesmas belum ditetapkan;

4. Produksi ikan banding sebanyak 200 ton, 2. Pelayanan masih ada belum masih dalam

namun sebagian besar diekspor ke Malaysia.

I. NUNUKAN

1 • Penanganan anak-anak TKI di Sabah perlu mendapatkan kesempatan bersekolah di Sabah;

2. Sebagian besar anak-anak TKI tidak bersekolah sehingga menjadi beban dari Kabupaten Nunukan, sehingga

Diperlukan asrama;

3. Anak-anak TKI yang ada di Nunukan

pelayanan jamkesmas sehingga masih perlu dana dari Pemkot;

3.Aparatur kesehatan masih banyak belum memahami terutama kepada pihak dokter, karena menyangkut pada masalah pembiayaan;

4.Pelayanan puskesmas 24 jam sudah dilaksanakan, masyarakat ternyata lebih menyukai berobat pada sore atau malam hari bahkan pada hari libur;

5. Pelayanan puskesmas masih membutuhkan

perlu mendapat perhatian dana subsidi terutama untuk pelayanan;

karena ditinggal oleh orang tuanya yang M.PASER

1. Pelayan khsus di puskesmas 24 jam minimal ada 2 orang dokter jaga;

2. Kab. Paser masih ada 6 kecamatan yang belum melayani puskesmas 24 jam;

3. Dinas Tenaga kerja dan Transmigarasi telah berhasil dalam menurunkan tenaga miskin;

4. Peningkatan SDM supaya dapat bersaing dalam tenaga kerja.

N.KUKAR

1. Program kesehatan, dalam hal ini dalam rencana kerja ini masih bersifat penanggung jawab dari SKPD Provinsi, sehingga masih merasa kebingunan

dimana peran dari pihak kab/kota;

2. Angka dalam target tahun 2013 atau capaian tahun 2009 seyogyanya juga merupakan tanggung jawab dari kab/kota;

3. Pelayanan keluarga miskin diharapkan peran provinsi lebih besar, dalam hal ini pihak SKPD terkait;

4. Data Raskin berbeda dengan jumlah penduduk miskin;

5. Bantuan raskin sebanyak 15 kilo belum mampu keluarga dari kemiskinan masyarakat;

6. Pelayanan bagi masyarakat miskin banyak yang tidak mau dirujuk pad a rumah sakit padahal sudah disediakan biaya;

7. Biaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sebaiknya tidak hanya biaya medis namun juga pad a biaya lainnya, seperti biaya transportasi dan biaya konsumsi bagi keluarga yang jaga di rumah sakit;

8. Pelayanan biaya bagi masyarakat yang

mengalami ganggunan kejiwaan.

O.KUTIM

1. Program pertanian dan perkebunan;

2. Masih tingginya tingkat pengangguran, hal ini karena adanya migrasi;

3. Pengendalian migrasi yang masuk ke Kutim perlu perhatikan;

P.PPU

1. Pelayanan kesehatan menjadi kendala karena masih kurangnya tenaga dokter spisialis;

2. Diharapkan adanya biaya atau bantuan beasiswa bagi dokter dan kebutuhan lainnya untuk mengikuti dokter spesialis dalam rangka memenuhi kebutuhan kekurangan doktern spisialis.

Demikian notulen ini disampaikan, dan diucapkan terima kasih.

Notulen : Sukandar,S.Sos

Kemampuan anggaran dan sarana prasarana untuk pelayanan terhadap PMKS belum mampu memenuhi kebutuhan jumlah PMKS yang semakin meningkat.

Bantuan perumahan layak huni belum memenuhi standar rumah yang layak huni, dan keterbatasan bahan bangunan kayu. Adanya perbedaan standar luas dan tipe rumah layak huni antara Dinas Sosial (tipe 30), Dinas PU (tipe 27) dan Kabupaten Bulungan (tipe 36). Upaya Pemecahan Masalah:

Perlu adanya perda manajemen kependudukan untuk mengatasi sejumlah migrasi yang menambah jumlah PMKS di Kaltim terutama PSK.Peningkatan pelayanan sosial bagi PMKS melalui pengembangan kemitraan dengan swasta dan lembaga sosial masyarakat lainnya. - Per Iud i sus u n S tan dar i s a s i pembangunan perumahan layak huni sesuai dengan kondisi dan budaya masyarakat di masing-masing kabupaten/kota.

Standar luas dan tipe bangunan rumah layak huni disepakati tipe 36 sesuai dengan Keputusan Menteri Perumahan Rakyat.

Seluruh kabupaten/kota agar berkomitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan rumah layak huni di daerah masing-masing. Perlu adanya petunjuk teknis mekanisme sharing pendanaan antara provinsi dengan kabupaten/kota dalam pembangunan rumah layak huni, dan mekanisme proses swakelola.

c. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Permasalahan:

Belum adanya lembaga khusus pelayanan dan jaminan perempuan dan anak yang memiliki permasalahan hukum dan anak berkebutuhan khusus (di Kaltim ada 166 orang anak/4% dari tahanan dewasa) - Untuk anak yang berkebutuhan khusus, agar diberlakukan Pendidikan Non Diskriminatif dan 100 % menjadi anak Negara

Belum adanya Regulasi yang mengikat dalam upaya pemberdayaan perempuan dan anak.

Belum optimalnya Desa Prima yang telah terbentuk.

Belum samanya persepsi tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) Upaya Pemecahan Masalah:

Membangun LP khusus untuk Perempuan dan Anak

Peningkatan peran P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan PKK dalam pemberdayaan perempuan dan anak

Perlu adanya Perda yang mengatur tentang PKK dan lembaga Masyarakat (LM) yang terkait dalam upaya pemberdayaan perempuan dan anak.

Pengembangan kebijakan perlindungan perempuan dan anak melalui kemitraan dengan swasta dan lembaga masyarakat lainnya.

Pengembangan usaha produktif bagi perempuan dalam pengembangan Desa Prima. Dengan menggali potensi alam dan menstimulan kelompok perempuan dan meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam dunia usaha.

Pembentukan Kelembagaan Badan pemberdayaan Perempuan dan Anak di kabupaten/kota, tidak lagi berbentuk kantor dan digabung dengan urusan lain.

Pengarusutamaan Gender, melaksanakan advokasi dan fasilitasi percepatan PUG pada semua SKPD Prov dan Kab/Kota se Kaltim d. Pengembangan Koperasi, UMKM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Permasalahan:

Upaya sertifikasi halal produk UMKM khususnya makanan menghadapi kendala dari bahan baku dasar, kualitas alat pengolah dan kualitas packing yang dinilai tidak layak sertifikasi.

Program pengembangan produk UMKM yang telah dilaksanakan selama ini menghadapi kendala pemasaran.

Keterbatasan akses permodalan dari perbankan. Upaya Pemecahan Masalah:

Pembinaan peningkatan mutu produk agar memenuhi standar. Pengembangan sentra pemasaran produk UMKM di setiap kabupaten/kota dan di luar daerah.

Pengembangan produk-produk unggulan masing-masing daerah dan pengembangan kerjasama ekonomi dengan negara tetangga. Design produk khas Kaltim

Aksesibilitas / kemudahan perijinan dan permodalan, melalui nota kesepahaman antara Bank dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. Pelibatan asosiasi usaha mikro dan kecil.

e. Pemberdayaan Masyarakat melalui PNPM Mandiri Permasalahan:

Dana sharing/pendampingan provinsi dan kabupaten/kota yang tidak berimbang, karena terdapat beberapa kabupaten/kota yang tidak mengalokasikan dana pendamping.

SKPD Pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan perempuan belum memanfaatkan dana PNPM secara maksimal.

Masih terfokus pad a infrastruktur

Upaya Pemecahan Masalah :

APBD Provinsi sebagai dana pendamping pada daerah perbatasan yang telah disediakan APBN masing Rp 1 Milyar untuk tiap kecamatan perbatasan.

Pemanfaatan dana PNPM untuk sektor pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan perempuan masing-masing 25 %

f. Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Permasalahan:

Upaya Pemecahan Masalah :

Melakukan pemetaan kesempatan dan perluasan kerja bersama lintas sektor dan dunia usaha.

Menciptakan program terpadu dengan dunia pendidikan untuk menciptakan lulusan pendidikan yang dibutuhkan pasar kerja. Revitalisasi BLK.

2. Kesehatan

a. Permasalahan penting

Kekurangan dokter spesialis dan tenaga medis lainnya. Jamkesmas dan Jamkesda yang tidak sinkron

b. Upaya Pemecahan Masalah

• Kerjasama dengan UNMUL dalam penyediaan tenaga dokter danpengembangan program beasiswa bagi pendidikan dokter spesialis.

Sinkronisasi penyaluran Jamkesmas dan Jamkesda.

3. Fokus Keluarga Berencana

a. Permasalahan penting

Kelembagaan yangmenangani KB berbeda nomenklatur antaraPusat dan Daerah.

Keterbatasan tenaga penyuluh Keluarga Berencana

b. Upaya Pemecahan Masalah

Sinkronisasi kelembagaan yang menangani KB antara Pusat dan Daerah

Rekrutmen tenaga Penyuluh KB. 4. Pendidikan

a. Pendidikan Wajib Belajar 1 2 Tahun pada dasarnya merupakan kebijakan Pemerintah, namun demikian yang perlu mendapat perhatian adalah mengupayakan agar masyarakat Kaltim memperoleh pendidikan secara merata dan berkualitas terutama bagi masyarakat kurang mampu dan daerah perbatasan,

Membangun KaltilIl Untuk SelIlua

Membangun KaltilIl Untuk SelIlua

terjangkau siaran TVRI dan RRI terhadap operasional siaran, khususnya listrik dan BBM untuk memperluas dan memperkuat jaringan siaran.

2. Isu Prioritas Kedua yaitu Infrastruktur Oi Perbatasan, Pedalaman dan Oaerah Tertinggal :

A. Jalan dan Jembatan

Pembangunan jembatan Nunukan dengan bentang panjang 3,5

km dan bentang pendek 800 meter yang menghubungkan Pulau Nunukan dan Daratan Kalimatan perlu di dukung dengan studi perencanaan yang akurat.

Prioritas pembangunan jalan perbatasan yang telah di identifikasi dan disepakati antara Kabupaten Perbatasan, perlu dilakukan percepatan untuk memecahkan isolasi wilayah dan meningkatkan kondisi social ekonomi masyarakat.

B. Transportasi

Air strip di kawasan perbatasan karena landasan eksistingnya tidak terpelihara dengan baik sehingga membayakan

PRORAKYAT

Pimpinan rapat kelompok V yang membidangi program-program pro rakyat H. Sutarnyoto Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat dibantu oleh Prof. Dwi Nugroho, Staf Ahli Gubernur Kaltim bidang, dan Ir.H. Syafrian Hasani,MM Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, di ruang rapat Lamin Etam JI. Gajah Mada nomor 2 Samarinda. Untuk merealisasikan Visi Kalimantan Timur "Terwujudnya Kaltim Sebagai Pusat Agroindustri dan Energi Terkemuka Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera" menjadi komitmen yang kuat dari semua pihak untuk melakukan perubahan yang besar wajah Kaltim di tahun 2013. Dengan motto" KALTIM BANGKIT 2013" diharapkan mampu memberikan inspiratif dan spirit untuk melakukan pembangun secara sinergi antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota terutama dalam mengatasi berbagai persoalanpersoalan pembangunan di kaltim.

Pembangunan di Kalimantan Timur sudah waktunya dimuarakan kepada kepentingan masyarakat melalui program-program yang lebih

keselamatan dengan terlebih

penerbangan, perlu dilakukan pengembangan nyata dan realistis sehingga "Membangun Kaltim untuk Semua" dapat

dahulu mempersiapkan dokumen perencanaan terealisasi pada tahun 2013. Rapat Kerja (Raker) ini sebagai dasar

mengingatsesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan oleh

Kementerian Perhubungan.

Dermaga di sungai nyamuk dengan kondisi yang rusak dan menghubungkan dengan Negara Malaysia sebagai prasarana untuk angkutan kebutuhan pokok masyarakat. Dan program penuntasan pelabuhan sungai nyamuk dan direncanakan tuntas 2011 oleh APBN.

Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Lamijung segera dipersiapkan secepatnya dan medio april 2010 sudah dapat diresmikan penggunannya.

Dermaga Simanggaris masih terkendala sungai ular yang masuk dalam Kawasan Malaysia sesuai peta Topdam.

Pemansangan rambu Lalin yang saat ini masih terbatas di perbatasan dan pemasangan lampu dengan menggunakan

tenaga surya.

Ada 3 bandara perbatasan yang menjadi fokus yaitu Bandara Long Bawan, Long Ampung dan Data Dawai namun sampai dengan tahun 2013 akan diprioritaskan Bandara Long Bawan dengan target 1 .600 x 30 meter.

C. Sumber Oaya Air

- Pengendalian banjir di pulau sebatik dengan luasan yang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat dijadikan sarana transportasi.

d. Air Bersih

- Kebutuhan air bersih untuk masyarakat perbatasan perlu di dukung yang disesuaikan dengan kondisi social ekonomi masyarakat setempat.

e. Peru mahan dan Permukiman

- Perlu bantuan perumahan dan permukian sebagai wujud perhatian Pemerintah Daerah dengan pertimbangan sebagai beranda Negara.

F. Telekomunikasi

Percepatan membangun sarana telekomunikasi perlu dipercepat dengan melbatkan Pemprov, Pemkab dan pihak penyedia jasa layanan telekomunikasi.

- RRI yang telah terbangun dan sudah di uji coba pada saat kunjungan kerja Gubernur Kaltim agar dapat dioperasikan secara normal. Dan pada bulan April direncanakan on air kembali namun perlu didukung dengan biaya operasional yang memadai.

TVRI mendapat alokasi dana intalasi operasi tahun 2009 untuk perbatasan Nunukan, malinau dan sebatik namun perlu dukungan jaringan listrik dan biaya operasional.

KELOMPOK KERJA BIOANG V: PROGRAM-PROGRAM

sinkronisasi dan keterpaduan program prioritas yang diarahkan untuk pro rakyat yang dilakukan oleh SKPD di lingkungan Provinsi Kaltim yang dipadukan dengan kebutuhan Kabupaten/Kota, dari berbagai masukan yang disampaikan oleh Kabupaten/Kota dan proses pembahasan tentang Pengentasan Kemiskinan, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan, Revitalisasi Keluarga Berencana dan Pembangunan Perbatasan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu:

1. Penanggulangan kemiskinan a. Tangga Miskin (RASKIN)

Permasalahan:

Perbedaan data RTS di lapangan dengan data BPS

Program Beras bagi Rumah

Subsidi Ongkos Angkut

Raskin 13 kg per kapita agar menjadi 15 kg per kapita Upaya Pemecahan Masalah:

Jika penetapan dari Pemerintah Pusat adalah Raskin 13 kg per kapita, maka kekurangannya diharapkan ada sharing kontribusi dari pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Subsidi ongkus angkut yang merupakan beban Pemerintah pusat ke daerah juga diharapkan ada kontribusi atau subsidi dari pemerintah kab/kota;

Untuk mengatasi permasalahan perbedaan data RTS untuk Raskin antara BPS dengan kondisi lapangan, maka data yang digunakan adalah data hasil verifikasi dan updating yang dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota setiap tahunnya berkoordinasi dengan BPS.

Jika terjadi perubahan data yang disebabkan oleh penambahan kriteria diluar kriteria BPS, maka jumlah RTS hasil penambahan tersebut menjadi beban anggaran Kabupaten/Kota bersangkutan. Perlu ada kebijakan pusat dan provinsi dalam menentukan kriteria RTS yang disesuaikan dengan kondisijkarakteristik masing-masing daerah.

Seluruh program kemiskinan mengacu pada data RTS yang telah divalidasi tersebut dan ditetapkan oleh kepala daerah.

MOU di Pulau Derawan agar ditindaklanjuti dalam program RASKIN.

Indikator yang digunakan dalam mengukur keberhasilan program penanggulangan kemiskinan juga menggunakan indikator MDGs. Revitalisasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi dan Kabupaten/Kota

B. Kesejahteraan Sosial Permasalahan:

HASIL RAPAT KERJA

" ... -----------------------------------------------------------------------------

dari BupatijWalikota, Muspida dan Instansi vertical baik dari Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur, dan dilanjutkan pembahasan pada hari Rabu, 24 Maret 2010 sekaligus ditutup oleh Gubernur.

Adapun hasil rekomendasi selama rakert yang terbagi sebanyak enam kelompok tersebut antara lain

. SAMARINOA, 23-24 Maret 2010.Pelaksanaan Rapat Kerja Gubernur Kalimantan Timur dengan Bupati/Walikota, Muspida/lnstansi vertical se Kalimantan Timur dibuka langsung oleh

H. Awang Farouk Ishak Gubernur Kalimantan Timur pad a hari Selasa, 23 Maret 2010, di Auala Lamin Etam JI. Gajah Mada Nomor 2 Samarinda yang dihadiri peserta kurang lebih 300 orang yang terdiri

Mem1angun Kalfun Untuk SeInua

Mem1angun Kalthn Untuk SeInua

KELOMPOK KERJA I

Pembahasan tentang Tata Ruang, Mitigasi Perubahan Iklim/Kaltim Geen, Pertanahan, Penyelesaian Peraturan Daerah bermasalah dan Pelaksanaan PP Nomor 19 Tahun 2010, pimpinan rapat Stah Ahli Gubernur Bidang Pertanian, SDA dan Lingkungan sebagai ketua, dan Asisten Administrasi Sekdaprov. Kaltim sebagai wakil ketua serta Kepala Biro Hukum Setwidaprov. Kaltim sebagai sekretaris, dengan juru bicara Bupati Kabupaten Malinau, di Ruang Rapat Tepian II, Kantor Gubernur Kaltim.

Pelaksanaan Rapat Kerja Gubernur dengan BupatijWalikota, Lembaga Legislatif, Muspida/instansi vertical, dalam rangka membahas persoalan-persoalan strategis pembangunan Kalimantan Timur. Secara optimal rapat kerja berupaya memanfaatkan dan mensinergikan semua potensi sumberdaya/program pembangunan yang kita miliki baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota maupun instansi vertikal untuk melakukan percepatan pembangunan daerah menuju Kaltim Bangkit 2013. Kemajuan pembangunan di Kalimantan Timur ini harus dinikmati oleh semua masyarakat sesuai dengan Slogan Pembangunan Daerah "Membangun Kaltim Untuk Semua".

Dalam kelompok kerja I yang membahas isu prioritas Tata Ruang, Mitigasi Perubahan Iklim/Kaltim Green, Pertanahan, Penyelesaian Peraturan Daerah bermasalah dan Pelaksanaan PP Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata cara Pelaksanaan Tugas dan wewenang serta Kedudukan keuangan Gubernur sebagai wakil pemerintah di wilayah provinsi. Setelah memperhatikan paparan Gubernur Kalimantan Timur, Pangdam VI Tanjung Pura, Kepala Kejaksaan Tinggi, Direktur Perencanaan PLN, dan Pejabat Departemen Dalam Negeri, dilakukan diskusi dan pembahasan di Kelompok Kerja I. Draft matrik program prioritas pembangunan isu strategis I hasil kerja tim Provinsi disepakati dengan beberapa tambahan sebagai berikut:

A. Isu Prioritas Tata Ruang:

1 • Dalam upaya optimasi usulan revisi RTRWP perlus segera dilakukan rapat antara Tim Percepatan RTRW Provinsi dan Tim Percepatan RTRWP Dep. Kehutanan untuk membahas hasil klarifikasi Kabupaten/Kota terhadap rekomendasi Tim Terpadu Kehutanan.

2. Secara pararel pembahasan Struktur Ruang dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) yang dalam hal ini diwakilkan kepada Departemen PU.

3. Berkenaan dengan kebutuhan ruang untuk pembangunan maka diharapkan areal berstatus APL yang dibebani Ijin IUPHHK-Hutan Alam, IUPHHK-Hutan Tanaman dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) agar dikembalikan secepatnya kepada Pemerintah Daerah.

4. Guna memaksimalkan peran Forum DPD dan DPR RI yang berasal dari wilayah Kalimantan Timur dalam melakukan percepatan revisi RTRWP perlu dibuatkan surat Gubernur Kaltim kepada Forum DPD dan DPR RI dengan dilampiri data/peta RTRWP Kaltim dan permasalahannya.

5. Dalam rangka penyediaan lahan untuk mendukung pengembangan industri yang berbasis gas dan kondensat (cluster industry secara nasional), Pemerintah Kota Bontang dapat mengajukan permohonan pinjam pakai atau perubahan kawasan kepada Departemen Kehutanan dengan rekomendasi Gubernur Kalimantan Timur.

6. Untuk mendukung penyelesaian Revisi RTRWP selesai tepat waktu sebagaimana yang dijadwalkan, perlu konsolidasi dan penjadwalan Tim RTRWP Kaltim dan Tim RTRW Daerah

1. Isu Prioritas pertama yaitu Infrastruktur :

A. Jalan dan Jembatan

Upaya untuk menjaga kondisi jaringan jalan yang ada terus ditingkatkan melalui program pemeliharaan, dan peningkatan/pembangunan khususnya jaringan jalan arteri. Untuk tetap menjaga persyaratan jalan yang ada sebagai fungsi arteri dapat dilewati dengan kecepatan 60 Km/Jam perlu dilakukan pengendalian terhadap perkembangan permukiman pad a ruas jalan lintas Kalimantan, dengan menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan oleh masing-masing Kabupaten/ Kota.

Secara khusus peningkatan pembangunan infrastruktur yang bersinergi di Kabupaten Tana Tidung sebagai kabupaten hasil pemekaran yang masih minim infrastruktur sebagai pengembangan ekonomi masyarakat. Dan masih terdapat 1 (satu) kecamatan yang belum dapat diakses dengan jaringan jalan serta masih terdapat permasalahan menyangkut tapal batas.

Untuk prioritas program Kabupaten/Kota agar terlebih dahulu mempersiapkan dokumen perencanaan dan melakukan pembebasan lahan pad a jaringan jalan yang direncanakan seperti program pembangunan outer ring road Samarinda, outer ring road Tarakan Outer ring road Balikpapan dan lain-lain.

Kabupaten/Kota secara solid dan konsisten.

B. Isu Prioritas Mitigasi Perubahan Iklim/Kaltim Green

1 • Dalam upaya mendukung keberhasilan dan kepastian program Kaltim Green perlu dilakukan sosialisasi dan Pembuatan Perda disertai dengan petunjukteknis pelaksanaan program.

Berkaitan dengan program Kaltim Green, Pemerintah Kabupaten/Kota menfokuskan pelaksanaan penanaman pohon pad a lokasi lahan kritis dan terlantar. Sedangkan pengawasan

pelaksanaanya dilakukan oleh Dinas Kehutanan. Isu Prioritas Pertanahan

Perlunya sosialisasi yang lebih intensif mengenai status tanah hak adat/ulayat masyarakat.

Pemerintah Provinsi perlu memfalisitasi penyelesaian sengketa batas wilayah antara Kabupaten/Kota secara musyawarah. Perlunya pemerintah Provinsi dan Kanwil BPN Kalimantan Timur

mendapatkan klarifikasi dari BPK maupun BPKP terkait pengadaan Tanah masyarakat yang tidak mempunyai sertifikat oleh Pemerintah Daerah.

4. Perlunya Sosialisasi Surat Edaran Kepala BPN Nomor 3 Tahun 2 0 0 7 tentang cakupan tugas Panitia Pengadaan Tanah.

O. Isu Prioritas Perda Bermasalah.

1. Melakukan revisi maupun pencabutan Perda yang bertentangan den 9 a n peraturan yang lebih tinggi, membuat ekonomi biaya tin 9 9 i , mengganggu kepentingan umum dan menghambat peningkatan iklim investasi di daerah.

2. Kabupaten/Kota diharapkan dapat menyampaikan rancangan Per d a APBD tepat waktu, dilain pihak diharapkan Pemerintah Provinsi dapat memberikan reward bagi Kabupaten Kota yang

menyampaikan Ranperda APBD dengan

2.

c. 1.

2.

3.

Foto :Sukandar, 5.5011

Selain

itu juga diminta agar dilakukan kontrol terhadap

diperlukan percepatan penyelesaian fasilitas dermaga penyeberangan Ancam, Sebatik, Sungai Jepun supaya jaringan penyeberangan ke Tarakan dapat segera dioperasionalkan.

- Terjadinya pendangkalan sungai sesayap yang merupakan urat nadi ekonomi masyarakat, perlu dilakukan pengerukan sungai dengan terlebih dahulu mengidentifikasi penyebabnya sementara kerusakan tebing akibat erosi yang mengancam fasilitas umum perlu didukung melalui kegiatan penurapan untuk mencegah erosi yang lebih besar.

O. Transportasi Laut

Pengembangan Pelabuhan Malundung Tarakan menjadi Pelabuhan Nasional.

Untuk percepatan pembangunan KIPI Maloy perlu pendekatan sosial ekonomi masyarakat agar lahan rencana dapat dikuasai sesuai kebutuhan sehingga dapat menyakinkan investor yang akan berpartisipasi dalam pengembangan sesuai dengan potensi industri turunan nantinya.

Pelabuhan Lhok Tuan saat ini belum beroperasi memerlukan alur pelayaran sendiri sepanjang 3.100 Meter mengingat tidak ada kesepakatan untuk menggunakan alur pelayaran PT. Badak.

E. Transportasi UdaraO

- Percepatan pengembangan Bandar-bandara di Kaltim yaitu Sepinggan, Juwata Tarakan, Kalimarau dan Samarinda Baru harus terus di dukung agar sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

Untuk itu masalah-masalah baik untuk landasan pacu, terminal dan obstacle, maka pembebasan lahan harus dilakukan lebih awal dengan mengacu pada dokumen rencana yang ada.

Untuk pengembangan Bandara-bandara pengumpan supaya dilengkapi terlebih dahulu dengan dokumen perencanaannya serta pembebasan lahannya.

Pembangunan bandara baru harus dilengkapi dengan dokumen perencanaan yang mengacu pada ketentuan dalam perencanaan yang ditetapkan oleh Kementerin Perhubungan.

F. Sumber Oaya Air

Program pengendalian banjir di Kabupaten/Kota agar lebih kongkrit dipersiapkan perencanaan dan pembebasan lahan serta skema pembiayaan berdasarkan kewenangan pembangunannya. Didukung dengan Masterplan Pengendalian Banjir terpadu bagi setiap Kabupaten/Kota sehingga pengendalian banjir dapat dilaksanakan dengan tepat sasaran.

g. Air Bersih

Pemenuhan air bersih untuk Kabupaten/Kota masih belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada sehingga diperlukan penambahan apasitas terpasang yang disesuaikan dengan kondisi masing masing Kabupaten/Kota.

Secara khusus Kota Bontang mengalami degradasi air laut berupa embesan air laut + 200 meter ke dalam tanah sehingga diperlukan inventarisasi sumber baku yang baru dan potensial untuk dimanfaatkan selain dari air bawah tanah.

H. Perumahan dan Permukiman

Peningkatan program pembangunan Perumahan dan Permukiman melalui bentuk rusunawa dan bantun perumahan layak huni masih diperlukan seluruh Kabupaten/Kota, namun permasalahan yang dihadapi adalah langkanya bahan baku berupa kayu.

Untuk pengendalian permukiman agar tetap asri dan sehat, agar Lokasi TPA perlu dikembangan pengelolaanya sesuai dengan UU 18/2008 tentang pengelolaan sampah yang menjadi kewenangan Provinsi.

I. Telekomunikasi.

- Perlu dukungan Pemerintah Kabupaten-Kabupaten yang belum

Membangun KaltiIIl Untuk SeIIlua

Membangun KaltiIIl Untuk SeIIlua

penggunaan lalu lintas yang

jalan bukan untuk kepentingan umun, dan beban melebihi kapasitas jalan agar tetap menjaga

umur/usia perencanaan untuk menghindari

program penanganan yang berulang.

Perlu sinergitas pembangunan infrastruktur Pelabuhan Peti Kemas Kariangau dan Peti Kemas Palaran terutam untuk jalan akses dan prasarana pendukung lainnya untuk mengejar target operasional sesuai rencana.

Percepatan pembangunan Jembatan Mahkota II yang telah mencapai progress 64 % perlu didorong untuk memperbaiki jaringan transportasi kota Samarinda dan mengurangi beban Jembatan Mahakam yang ada.

Rencana Pemerintah Kota Samarinda untuk membangunan jembatan di sisi kiri dan kanan jembatan Mahakam II yang diperuntukkan bagi kendaraan roda 2 (dua), perlu didukung dengan studi perencanaan yang cermat dan akurat terlebih dahulu.

- Pembangunan jalan pen de kat Jembatan Pulau Balang yang melintasi kawasan mangrove agar tetap konsisten menggunakan konstruksi jalan layang untuk tetap menjaga kondisi dan ekosistem ling kung an.

- Pembangunan Jembatan Telur Aji Jangkat Manor Bulant diusulkan untuk diprioritaskan oleh Kabupaten Kutai Barat yang nantinya dapat menghubungkan Kutai Barat - Kutai Kartanegara - Kutai Timur. Demikian juga ruas jalan Malinau - Mahak Baru dan Kubar /Bongan - Penajam/BFI dan Simpang Blusuh - Batas Kalteng perlu menjadi perhatian.

- Adanya wacana Kabupaten Bulungan untuk menghubungan Kota Tarakan - Bulungan, agar terlebih dahulu dilakukan penyusunan dokumen perencanaannya untuk dapat mengetahui kelayakan ekonomi dan kelayakan finansial.

B. Transportasi Oarat

- Untuk tetap menjaga kondisi ruas jalan dan pengendalian beban angkutan agar dilakukan percepatan pembangunan jembatan tim bang serta perlunya mengantisipasi tingginya gas emisi buangan kendaraan bermotor.

c. Transportasi SOP

- Sebagai upaya untuk meningkatkan layanan penyeberangan

MMSCFD dan disuplai ke Pertamina Rifanery Unit V sebesar

40 MMSCFD yang kontraknya akan berakhir pada tahun 201:1,

sedangkan sisa 10 MMSCFD sebagai spare/cadangan.

21. Perlu diusulkan harga special dari gas, batubara dan bahan bakar minyak untuk pembangkit tenaga listrik.

B. KONVERSI MINYAK TANAH KE LPG

pembangkit listrik seperti PLTMH, PLTS Terpusat, Genset

Untuk kedepan di Provinsi Kaltim sesuai dengan potensi yang dimiliki perlu dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

ketepatan dan kepatuhan sesuai ketentuan yang berlaku.

E. Isu Prioritas Perijinan

1. Dalam upaya peningkatan iklim investasi diharapkan agar Kabupaten/Kota Nunukan, Tana Tidung, Penajam Paser Utara, Bulungan, Paser, Kutai Barat untuk segera membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sesuai UU 25 tahun 2007

sebagaimana telah dilakukan oleh 8 Kabupaten/Kota Lainnya Upaya normalisasi sungai di Kabupaten Kutai Timur tidak dapat dilakukan dikarenakan berada pada kawasan konservasi, demikian pula upaya pembangunan jalan Free-Way Balikpapan Bontang terkendala karena sebagian melintasi Kawasan hutan lindung dan Kawasan Konservasi, dengan demikin diperlukan terobosan kebijakan.

4. Diharapkan kepada Bapak Gubernur dapat memperjuangkan pendapatan khusus bagi daerah pengolah MIGAS, dalam hal ini Balikpapan dan Bontang

1. Isu distribusi paket LPG 3 kg tidak tepat sasaran, paket LPG 3 kg 5. Untuk fasilitas umum, seperti RSUD Kota Bontang yang belum

kurang, dan distribusi sulit terutama di Kabupaten.

2. Program konversi MT untuk KalTim ditargetkan tuntas akhir tahun 2010, Langkah yang diusulkan:

a. Pendataan yg dilakukan oleh konsultan harus dibantu dan diverifikasi oleh masing-masing Kab/Kota dan disyahkan oleh Gubernur.

b. Pertamina UPMS akan membagikan paket LPG 3 kg sesuai dengan data yang ada, dengan prinsif sebanyak mungkin mengurangi penggunaan MT.

c. Pertamina akan membangun SPBBE diseluruh KalTlm sesuai dengan hasil survey dan kesepakatan dengan Pemkab/Pemkot se KalTim.

3. Diminta kepada Pemerinah Provinsi bekerjasama dengan BPH Migas untuk mewujudkan Kota Gas yaitu Kota Tarakan,

Balikpapan dan Bontang secara bertahap.

4. Pemerintah Kab/Kota perlu melakukan pendataan ulang jumlah Rumah Tangga dan UKM yang akan memperoleh paket LPG 3 kg dalam program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg. untuk disampaikan ke BPH Migas dan Pertamina UPms VI

5. PT. Pertamina akan membangun SPBE di Kab. Bulungan untuk mensuplai kebutuhan LPG di Kaltim Bagian Utara. Pemkot Tarakan mengusulkan pembangunan SPBE di Kota Tarakan.

6. Konversi minyak tanah ke LPG telah dilaksanakan pad a tahun

2009 di Balikpapan, Samarinda, Bontang, PPU, Kukar dan Paser, 5 edangkan Kab/Kota lainnya akan dilaksanakan pada tahun 2010.

C. BBM UNTUK WI LA YAH PERBATASAN

1 • Gubernur segera menetapkan Desa Pedalaman dan Terpencil berdasarkan usul Bupati, untuk mengalokasikan kuota BBM.

2. Khusus Kabupaten Perbatasan (Kubar, Malinau dan Nunukan) untuk memenuhi kebutuhan BBMnya agar segera mengajukan permohonan penambahan kuota BBM bersubsidi kepada BPH Migas melalui Gubernur dengan melampirkan data kebutuhan BBM.

3. Untuk mempertegas komitmen pelayanan BBM bagi kawasan perbatasan, perlu adanya MoU antara Pemerintah Kabupaten Perbatasan dengan PT. Pertamina diketahui oleh Gubernur.

4. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, perlu segera merealisasikan pembangunan APMS dan SPBU Non subsidi di kawasan perbatasan, pedalaman dan terpencil.

5. Untuk fasilitas umum, seperti RSUD Kota Bontang yang belum dapat sambungan listrik sehingga menggunakan genset agar diberikan BBM bersubsidi.

6. Pengawasan bersama Pemkab dan Pertamina terhadap distribusi BBM Bersubsidi agar tidak terjadi penyimpangan.

7. Pembangunan Depot BBM ditangani Perusda masing-masing Kabupaten/kota

D. Pengembangan Energi Terbarukan dan Lain-lain

1. Untuk daerah Perbatasan, Pedalaman dan Terpencil seperti Kutai Barat, Malinau dan Nunukan diprioritas untuk dikembangkan energyterbarukan

2. CSR dari perusahaan diarahkan untuk pembangunan

dapat sambungan listrik sehingga menggunakan genset agar diberikan BBM bersubsidi.

6. Participating Interst merupakan peluang investasi Pemerintah Daerah di Bidang Migas.

KELOMPOK KERJA BIDANG IV

Pimpinan rapat kelompok kerja bidang IV, Asisten II Setda Provinsi Kaltim, membidangi tentang pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, transportasi darat, SDP, laut, udara, air bersih, perumahan dan permukiman, serta telekomunikasi, begitu juga pembangunan infrastruktur di perbatasan, pedalaman dan daerah tertinggal, di ruang rapat Tepian I lantai II Kantor Gubernur Kaltim, dengan moderator Kepala Dinas PU Provinsi Kaltim.

I. Tujuan

Tujuan penyelenggaraan Rapat Kerja Gubernur dengan Bupati/Walikota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah/lnstansi Vertikal serta SKPD Provinsi se Kalimantan Timur, yaitu:

1. Pemetaan masalah dan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

2. Sinkronisasi dan Penajaman Program/Kegiatan Prioritas Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota.

3. Kesepakatan awal Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang Program/kegiatan Prioritas dalam pencapaian sasaran pembangunan 2011 yang akan menjadi materi pembahasan dalam Musrenbang RKPD Tahun 2011.

4. Upaya percepatan memecahkan faktor penghambat (de bottlenecking) pembangunan sebagai tindak lanjut Kaltim Summit 2010.

5. Kesepahaman tentang koordinasi, sinergi, pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan RP JMD Provinsi Kalimantan TimurTahun 2009-2013.

II. Sasaran

Terwujudnya kesepakatan antara pihak Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memastikan upaya pencapaian sasaran dan target RPJMD Provinsi Kalimantan TimurTahun 2009-2013 menuju Kaltim Bangkit 2013.

III. Tema

Tema Raker Gubernur yaitu "Sinkronisasi dan harmonisasi pembangunan dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur guna mendorong perekonomian rakyat dan peningkatan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat ",

IV. Hasil

Dalam upaya untuk percepatan pembangunan daerah Kalimantan Timur guna mewujudkan "Visi Kaltim Bangkit 2013", perlu dilakukan langkah-Iangkah secara konkrit, fokus, konfrehensif dan terpadu oleh semua pemangku kepentingan. Program prioritas pembangunan bidang Infrastruktur merupakan kelompok Agenda 2 yaitu "Mewujudkan Ekonomi Daerah Yang Berdaya Saing dan Pro Rakyat" dengan mengusung Tema Pembangunan Tahun 2011 "Percepatan Pembangunan Infrastruktur Yang Mendukung Pengembangan Kawasan Produksi/lndustri Yang Berkeadilan dan Berkelanjutan".

Beberapa hasil rumusan terhadap isu prioritas Kelompok Kerja IV antara lain yaitu :

2.

pihak yang terkait.

Keputusan strategis Kaltim Summit 2010 tanggal 07 Januari 2010 dan pelaksanaan Rapat Kerja Gubernur dengan Bupati/Walikota, Muspida/lnstansi Vertikal se-Kalimantan Timur serta SKPD Provinsi Kalimantan Timur pad a tanggal 23-24 Maret 2010 adalah sebagai upaya untuk percepatan pembangunan menuju Kaltim Bangkit 2013. Adapun Tema Rapat Kerja Gubernur ini adalah "Sinkronisasi dan harmonisasi pembangunan dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur guna mendorong perekonomian rakyat dan peningkatan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat ",

Program prioritas pembangunan pada Kelompok Kerja II merupakan action plan dari Agenda 2 yaitu "Mewujudkan Ekonomi Daerah Yang Berdaya Saing dan Pro Rakyat" dan untuk program pembangunan tahun 2011 mengusung tema "Percepatan Pembangunan Infrastruktur Yang Mendukung Pengembangan Kawasan Produksi/lndustri Yang Berkrakyatan dan Berkelanjutan".

Selanjutnya berdasarkan sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Timur dan Diskusi Pleno yang terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan Tinggi Kaltim, Pangdam VI Tanjung Pura dan Dirut PT. PLN (Persero) serta Sidang Kelompok Kerja II maka telah diambil suatu rumusan sebagai pedoman penyusunan arah kebijakan dan program pembangunan pada tahun 2011 sebagai berikut :

A. Arahan Gubernur:

Rapat Kerja Gubernur dengan Bupati/Walikota se Kalimantan Timur merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Presiden dengan Kementerian/Lembaga di Cipanas pad a tanggal 2-3 Maret 2010. Rapat teknis dikelompokan menjadi 6 kelompok kerja, setiap kelompok kerja

3. Perlunya penguatan implementasi Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam, terutama terkait dengan satwa yang dilindungi (penyu, rusa dan orang utan)

F. Isu Prioritas Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah provinsi.

Dikarenakan PP No 19 Tahun 201 0 tidak mengatur pembentukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) maka diharapkan Pemerintah Provinsi dapat mengkonsultasikan hal ini dengan Departemen Dalam Negeri.

KELOMPOK KERJA II

Pimpinan Rapat Kelompok II, H. Sulaiman Gafur PJ Bupati Kutai Kartanegara, sebagai ketua pokja II dengan pembahasan tentang tiga prioritas utama yaitu

(1) Ketahanan Pangan/Kemandirian Pangan,

(2) Pelaksanaan Revitalisasi Pertanian tahap II dan Kecukupan Pupukdan

(3) Persiapan Hari Nusantara 2010 dan Penas 2011.

Sebagai upaya percepatan pembangunan di Kaltim untuk mewujudkan "Visi Kaltim Bangkit 2013", yaitu Mewujudkan Kaltim sebagai Pusat Agroindustri dan Energi Terkemuka Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera, maka perlu disusun suatu rencana yang lebih fokus, konfrehensif dan terintegrasi serta sinergi antar Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur serta semua

Foto :Sukandar, S.Sos

menyusun rencana program dengan mengacu pada RP JMD 2009 - 2013 yang telah disepakati dan fokus pada masing-masing prioritas utama.

- Tujuan diselenggarakannya Rapat Kerja Gubernur dengan Bupati/Walikota, Muspida/lnstansi Vertikal se-Kalimantan Timur serta SKPD Provinsi Kalimantan Timur, adalah:

- Pemetaan masalah dan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

- Sinkronisasi dan Penajaman Program/Kegiatan Prioritas Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota.

- Kesepakatan awal Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang Program/kegiatan Prioritas dalam pencapaian sasaran pembangunan 2011 yang akan menjadi materi pembahasan dalam Musrenbang RKPD Tahun 201l.

- Upaya percepatan memecahkan Faktor Penghambat (de

bottlenecking) pembangunan sebagai tindak Ian jut Kaltim Summit 2010.

- Kesepahaman tentang koordinasi, sinergi, pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan RP JMD Provinsi Kalimantan TimurTahun 2009-2013.

- Sasaran yang hendak dicapai adalah : Terwujudnya kesepakatan antara pihak Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memastikan upaya pencapaian sasaran dan target RP JMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2009-201 3 menuju

Me:m.bangun Kaltim. Untuk SenlUa

Me:m.bangun Kaltim. Untuk SeInua

Kaltim Bangkit 201 3.

B. Informasi/masukan yang diperoleh berdasarkan sidang kelompok kerja II yang berkembang dengan fokus pada masing-masing prioitas sebagai berikut:

1. KETAHANAN PANGAN/KEMANDIRIAN PANGAN; 1. Sub Bidang Perkebunan :

• Pengembangan perkebunan kelapa sawit 1 juta hektar hingga tahun 2013 yang sudah terealisasi adalah sebesar 536.730 Ha sehingga masih diperlukan 463.270 ribu Ha untuk mencapai target tersebut, adapun untuk periode 2011 - 2013 ke depan ditetapkan

target 154.423 Ha/tahun

• Terkait dengan benih kelapa sawit : tahun 2010 sudah terpenuhi sehingga tidak lagi menjadi permasalahan yang cukup serius.

• Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan perkebunan, maka telah disepakati untuk: melakukan percepatan pembangunan perkebunan yang pro rakyat (kebun plasma)

- berkomitemen untuk melaksanakan kaidah-kaidah/prinsip pembangunan perkebunan yang berkelanjutan.

melaksanakan reformasi birokrasi antara lain berkomitemen untuk mencapai WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) pada pengelolaan anggaran bidang perkebunan.

berkomiten untuk mendukung terealisasinya klaster industri berbasis pertanian dan oleo chemical di Maloy Kutai Timur.

- memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat di

walayah perbatasan dan pedalaman melalui pelaksanaan program pembangunan perkebunan di wilayah perbatasan dan pedalaman.

2. Sub Bidang Ketahanan Pangan :

Beberapa indikator kinerja dalam rangka pencapaian ketahanan pangan daerah adalah:

• Pengembangan Desa/Kelurahan Mandiri pangan pada tahun 2009 telah tercapai 23 desa dari total target 102 desa pad a

tahun 2013.

• Pengembangan lumbung pangan masyarakat pada tahun 2009 telahtercapai 11 unit dari total target 92 unit pad a tahun 2013.

• Pengembangan Lembaga Keuangan Desa melalui :

- Penanganaan Daerah Rawan Pangan/cadangan Pangan

Foto :Sukandar, S.Sos

Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan/ Distribusi Pangan Masy

Pengemb. Pusat Pelatihan Pertanian

PedesSwadaya (P4S)

Diversifikasi Pangan P2KP melalui :

Pengembangan Pangan Lokal Lomba Cipta Menu

Pengembangan pangan pekarangan Kebun percontohan

Sosialisasi, Advokasi, Edukasi dan promosi

Peningkatan mutu dan keamanan pangan

Peningkatan jumlaj penyuluhan pertanian

3. Sub Bidang Tanaman Pangan :

Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan tanaman pangan diantaranya adalah :

Harga gabah yang kurang menguntungkan bagi petani

Alih fungsi lahan (11 ribu hektar per

tahun)

- Minimnya dukungan infrastruktur

- RTRWP belum tuntas (terutama untuk kawasan Kaltim bagian utara)

- Minimnya dukungan anggaran (rata-rata hanya Rp. 10 miliar per

kabupaten/kota)

Iklim akhir-akhir ini yang kurang berpihak dengan usaha pertanian - Alih profesi petani ke sektor lain

Produktivitas masih rendah

Dukungan Irigasi masih kurang

- Ketersediaan saprodi masih kurang

• Program pengairan (pompanisasi) perlu tetap dilanjutkan mengingat kondisi iklim Kaltim yang kurang berpihak terhadap usaha pertanian.

Ketahanan Pangan/kedaulatan pangan/swasembada pangan perlu adanya dukungan lintas sektor khususnya kabupaten/kota.

• Alokasi APBD : harus memperhatikan program prioritas yang akan dicapai sehingga perlu menganggarkan secara proporsional.

• Alih fungsi lahan : berdasarkan UU No. 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan. Perlu adanya kesepakatan tentang fungsi lahan pertanian sebagai aset daerah yang perlu dipertahankan.

Perlu adanya dukungan dari instansi terkait dalam upaya perbaikan irigasi (Dinas PU)

• Sasaran produksi padi tahun 2011 : 664.S75 ton GKG dengan luas tanam 207.51 S Ha.

4. Sub Bidang Peternakan :

Program pengamanan produk : terkait penanggulangan penyakit ternak

• Secara umum target dan sasaran akan dimantapkan kembali untuk menyesuaikan dengan permasalahan yang berkembang. Untuk mencapai swasembada daging sapi, maka diperlukan pengadaan ternak sapi sebanyak S5 ribu ekor per tahun sehingga tereapai populasi sebanyak 496.123 ekor setiap tahun. Untuk meneapai populasi tersebut di atas perlu dilakukan langkah-Iangkah sebagai berikut:

Sosialiasi melalui perusahaan besar kelapa sawit agar bisa memberikan ternak kepada plasma dengan perbandingan 1 hektar lahan sawit = 1 ekor sapi.

: 29,5 MW : 26,5 MW :30 MW :-3,SMW

: 11,SMW

Sistem Tanah Grogot
Daya Terpasang : 10,4MW
Daya Mampu 7,SMW
Beban Puneak 7,7MW
· Waiting list Saat ini 4,5MW
Sistem Petung
Daya Terpasang : 17,5 MW
Daya Mampu S,7MW
Beban Puneak 7,SMW
· Waiting list Saat ini 4,6MW
Sistem Bontang
Daya Terpasang :31,7MW
Daya Mampu :lS,2MW
Beban Puneak : 15,7MW
· Waiting list Saat ini :42,OMW
Sistem Sangatta
Daya Terpasang : 14,6MW
DayaMampu : 9,SMW
Beban Puneak : 11,2MW
· Cadangan :-O,5MW
· Waiting list Saat ini : 6,2MW
Sistem Tanjung Redep
Daya Terpasang :20,7MW
DayaMampu : 11,5MW
Beban Puncak : 1 0,2 MW
· Cadangan O,9MW
· Waiting list Saat ini 9,OMW
Sistem Tanjung Selor
Daya Terpasang 9,6MW
DayaMampu 5,9MW
Beban Puneak 5,4MW
Cadangan O,5MW
Waiting list Saat ini 3,9MW
Sistem Malinau
Daya Terpasang 6,lMW
DayaMampu 4,3MW
Beban Puneak 3,4MW
Cadangan l,lMW
Waiting list Saat ini :3,67MW
Sistem Nunukan
Daya Terpasang :lS,4MW
DayaMampu 7,9MW
Beban Puneak 5,OMW
Cadangan 2,9MW
Waiting list Saat ini :11,7MW
Sistem Tanah Tidung
Daya Terpasang :0,40MW
DayaMampu O,35MW
Beban Puneak O,2SMW
Cadangan O,07MW
Waiting list Saat ini 200 elanggan
Sistem Tarakan Daya Terpasang DayaMampu Beban Puneak Cadangan

Waiting List Saat ini

5. Program penambahan pembangkit dan jaringan transmisi sebagai berikut :

6. Dalam rangka mengatasi krisis listrik di Kalimantan Timur, kepada kab./kota diharuskan segera merumuskan kebutuhan listriknya untuk disampaikan kepada Gubernur.

7.

Kepada kabupaten/Kota diharapkan keterlibatannya dalam membangun jaringan distribusi tenaga listrik.

S.

Usulan Kaltim untuk membangun jaringan transmisi baru, dariBontang - Sangatta - Bengalon - Maloy - Tanjung Selor - Tanjung Redep - Tanah Tidung - Malinau, agar segera ditindaklanjuti oleh PLN.

9. Dalam rangka memaksimalkan pengelolaan kelistrikan, Pemerintah Prov Kaltim menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk membentuk dan memfungsikan Perusda Ketenaga listrikan.

10. Pasokan gas dan batubara untuk pembangkit tenaga listrik

kurang

11. Produksi gas dan batubara di Kaltim harus memenuhi kebutuhan daerah seperti untuk pembangkit tenaga listrik dan bahan baku pupuk baru untuk kebutuhan eksport.

12. PT. PLN (Persero) Wil. Kaltim perlu meningkatkan keandalan pada masing-masing system.

1 3. Perlu segera dibentuk Pressure Group yang terdiri dari Gubernur, Bupati, Walikota, DPRD Provo dan Kab./Kota serta DPR RI dan DPD RI dari Daerah Pemilihan Kaltim ke BP Migas dan Ditjen Migas Kementerian ESDM untuk mendapatkan alokasi gas untuk pembangkit listrik di Kaltim.

14. Gubernur Kaltim beserta Bupati dan Walikota se-Kaltim akan

membiearakan ketersedian gas dengan BP Migas Pusat dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) untuk kebutuhan pembangkit listrik yang dilaksanakan di Samarinda, karena PLN mengalami kerugian dengan mengoperasikan PLTG dengan bahan bakar solar, sehingga khusus untuk PLTG Sambera mengalami kerugian Rp. S Milliar /hari.

15. PT. PLN (Persero) Wil. Kaltim perlu menyusun ketersediaan tenaga listrik (daya terpasang dan daya mampu) per Kab./Kota dan reneana pengembangannya.

16. PT. PLN (Persero) Wil. Kaltim agar menyampaikan data Subsidi tenaga listrik per Kab./Kota kepada Gubernur Kaltim

17. Pembangunan PLTG Senipah 2 x 40 MW, yang membutuhkan pasokan gas sebesar 20 MMBTU dari PT. E&P Total Indonesie telah dikuasai oleh Perusda Kab. Kukar sehingga peserta tender lainnya tidak berminat, maka PT. PLN (Persero) Wil Kaltim minta petunjuk dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan.

l B, Dijadwalkan pada tanggal31 Maret 201 0 Perusda Balikpapan akan melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT. Kariangau Power tentang penjualan tenaga listrik di Kawasan Industri Kariangau (KIK)

19. Harga gas dari PT.Medeo untuk kebutuhan pembangklit tenaga listrik di Kota Tarakan, diharapakan tidak melebihi 3,2 US/MMBTU. PT. PLN Tarakan agar menyiapkan pembangunan PLTU batubara.

20. Chevron dari Lapangan Gas Sapi memproduksi gas sebesar 50

Membangun KaltiIIl Untuk SeIIlua

Membangun KaltiIIl Untuk SeIIlua

URAIAN KAP[MW] Realisasi 2009 KEBUTUHAN [MMBTUj
[MMBTUj 2010 2011 2012 2013 2014
PLTMG PETUNG 3,2 252,288 252,288 252,288 252,288 252,288
PLTG BONTANG 14 1.103,760 1.103,760 1.103,760 1.103,760 1.103,760
PLTG SEMBERAH 40 2.838,240 2.838,240 2.838,240 2.838,240 2.838,240
PLTGU T J. BATU 40 2.838,240 2.838,240 2.838,240 2.838,240 2.838,240
PLTG MENAMAS-1 20 1.419,120 1.419,120 1.419,120 1.419,120 1.419,120
PLTMG9MW 9 638,604 638,604 638,604 638,604 638,604
PL TG Peaklnq unit 1 50 1.576,800 1.576,800 1.576,800 1.576,800
PL TG Peaking unit 2 50 1.576,800 1.576,800 1.576,800
PLTG Senipah unit 1 40 2.838,240 2.838,240
PLTG Senipah unit 2 40 2.838,240
JUMLAH 3.195.551,780 9.090,252 10.667,052 10.667,052 10.667,052 10.667,052 LOKASI DAYA KEBUTUHAN FAKTUAl KET.
No. PlTU (MW) RIBU TON/I"HN RIBU TON/I"HN
1 LATII&II 14 56 56 supan Berau Coa
2 EMBALUTI & II 50 200 200 sup a PLN B.Bara
3 LATIIil 14 56 sup al Berau Coa
4 EMBAlUTIll 50 200 sup al be um Je as
5 KARIANGAU 200 BOO sup al De um je as
(MA.JAWA)
KARIANGAU 50 200 sup ai PT. G. Bayan
6 (PT. G. BAYAN)
7 BAKRI POWER 200 800 sup a, KPC
8 KAlTIM BARU 200 800 sup ai be um Je as
9 KAlTIM INFR. 120 56 sup 81 De um Je as
TOTAL 898 3,168 256 5. KAWASAN AGRIBISNIS TERPAOU BEKAS TAMBANG 01 TENGGARONG SEBERANG - KUTAI KARTANEGARA

• Studi secara cepat (masih kasar sekali) telah dilakukan sejak tahun 2010 dan telah mendeteksi kerusakan-kerusakan lingkungan bekas tambang dan keadaan tersebut dapat terus dibiarkan sehingga perlu ada tindakan perbaikan lingkungan mikro yang bernilai strategis dengan sasaran :

Memberi andil untuk mengurangi global warming sebagai akibat dari climate change.

Memberi andil dalam penyediaan pangan Memberi andil dalam peningkatan PAD Berkembanganya pengelolaan kemitraan

Kegiatan ini memanfaatkan embung-embung yang ada dengan jumlah 9 buah dengan total luas lahan 43 Ha akan dapat diinterkoneksi dengan jaringan irigasi.

Luas kawasan sebesar 11 .000 Ha dan masih dapat diperluas lagi mencapai 20.000 Ha, dengan hinterland Sebulu dan Muara Kaman. • Agribisnis terpadu tersebut meliputi tanaman pangan, peternakan, perkebunan serta kelautan dan perikanan, model yang dikembangkan dalam bentuk "aqua park" dan selanjutnya perlu disusun Master Plan yang diharapkan pad a tahun 201 3 model ini dapat diwujudkan. KELOMPOK KERJA III : BIOANG ENERGI

Pimpinan rapat pokja III yang membidangi khusus energi H. Imdaad Hamid, Walikota Balikpapan, di Ruang Rapat Batiwakal lantai 5 Kantor Gubernur Kaltim. Sebagai upaya percepatan pembangunan di Kaltim guna mewujudkan "Visi Kaltim Bangkit 2013", yaitu Mewujudkan Kaltim sebagai Pusat Agroindustri dan Energi Terkemuka Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera, maka perlu disusun suatu rencana yang lebih fokus, komprehensif dan terintegrasi serta sinergi antar SKPD lingkup Provinsi Kalimantan Timur serta semua pihak yang terkait. Dengan demikian diharapkan sinergitas perencanaan pembangunan akan mencapai lingkup yang lebih luas yaitu antar Kabupaten/Kota, Se-Kalimantan Timur.

ISU PRIORITAS BIOANG ENERGI :

A. Krisis kelistrikan

B. Program konversi Minyak Tanah

C. Kelangkaan BBM di wilayah perbatasan

D. Pengembangan energi terbarukan dan lain-lain. A. KRISIS LlSTRIK 01 KALTIM

1. Pemadaman pada sistem Mahakam disebabkan karena pasokan gas dan batu bara yang kurang atau tidak ada. Sementara untuk sistem isolated, power plant memang masih sedang dan akan dibangun. Oleh PLN di targetkan pada akhir Juli 2010 tidak akan ada lagi pemadaman.

2. Untuk mengatasi kekurangan pasokan gas, kepada Gubernur diminta segera mengambil langkah-Iangkah kongkrit bersama Bupati/Walikota dan DPRD Prov/Kab/Kota dan DPR RI/DPD RI dalam waktu sing kat sbb:

a. Mengundang Perwakilan BPMIGAS Wilayah Kalsul dan KKKS (Total, Chevron, Vico, Medco, Pertamina) dan Direktur Utama PLN untuk bersama-sama membahas pasokan gas

b. Hasil kesepakatan dibawa kepada BPMIGAS dan Dirjend Migas untuk di tindak lanjuti oleh Tim Khusus yang terdiri dari Pemprov, Pemkab/Pemkot, Pimpinan DPRD, DPR/DPD RI yang mewakili KaiTim.

3. Segera disusun jadual percepatan pembangunan power plant bagi pemenuhan supply tenaga listrik di KalTim sid 2014 sebesar 1000 MW lebih, dan dimonitor serta dievaluasi terus menerus karena listrik adalah "infrastruktur dalam memacu daya saing global".

4. Neraca Daya pembangkit tenaga listrik PLN pada masing-masing system sebagai berikut :

Kepada perusahaan sektor tambang agar mengalokasikan 500 ribu keramba berpotensi untuk

pengadaan ternak melalui dana CSR.

Pengembangan lahan potensial untuk pengembangan kawasan peternakan dan integrasi ternak dengan tanaman pertanian lainnya.

Meningkatkan sentra pembibitan ternak di perdesaan.

Percepatan realisasi Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dan Kredit Ternak Sejahtera melalui Bank Kaltim.

5. Sub Bidang Kelautan dan Perikanan

Prioritas pada program pengembangan perikanan budidaya (berdasarkan deklarasi nasional), komposisi : 70% (ekspor perikanan budidaya) 30% (ekspor perikanan tangkap)

Ekspor perikanan kaltim termasuk 5 besar di seluruh indonesia Komoditas perikanan budidaya yang dikembangkan terdiri dari udang, rum put laut, nila dan kerapu.

Kutim direncanakan menjadi klaster rum put laut

Penanggulangan illegal fishing khusus di wilayah utara Kaltim melalui pemberlakuan pukat hela bagi kab/kota di wilayah utara dan pemanfaatan wilayah-wilayah Ambalat untuk kegiatan kelautan dan perikanan, dan pembentukan Pokwasmas (kelompok pengawas masyarakat) di seluruh wilayah kabupaten/kota.

Direncanakan akan dibangunan bagan tancap di Ambalat yang sekaligus sebagai tanda batas teritorial NKRI

Sesuai dengan konsep nasional, Kaltim mendukung untuk fokus pada pengembangan perikanan budidaya karena berpotensi untuk lebih ditingkatkan produksinya dibanding perikanan tangkap.

Perlu dihilangkan kesan bahwa usaha bidang perikanan mempunyai resiko yang tinggi, diharapkan dari pihak perbankan tidak merasa ragu dalam meberikan kredit di sektor perikanan.

• Kukar:

Memberikan dukungan terhadap target produksi perikanan hingga tahun 201 3 yang disampaikan oleh dinas perikanan provinsi

Perlu adanya akurasi data mengenai hutan mangrove sebagai potensi pengembangan tambak

• Malinau:

Senada dengan kukar, malinau juga mendukung target/sasaran perikanan budidaya hingga tahun 201 3.

Prof. Ryanto:

Terkait program 500 ribu keramaba:

Permasalahan pakannya dari mana ••• ? sehingga perlu difikirkan bagi pengolahan pangan dari produk dalam negeri.

Dari total 500 ribu keramba, berapa % kontribusi daerah terhadap total target nasional.

Pada pengembangan

dikembangkan

sebagai klaster sektor perikanan di Kaltim

- Terkait target 500 ribu keramba Perlu di breakdown target per tahun (2010 - 2013) sehingga lebih fokus dalam pengembangannya termasuk besarnya pendanaannya.

Perlu menghadirkan Dinas Perindagkop sebagai upaya membantu dalam hal pemasarannya.

Bedasarkan perhitungan 375 juta kg pakan diperlukan dalam mendukung program 500 ribu keramba (diperlukan Rp. 2,25 triliun pertahun)

Berau:

Usulan terhadap program 500 ribu keramba : masing-masing kab/kota fokus pad a salah satu jenis ikan

Perlu lebih rinci dalam spesifikasi keramba yang akan di bang un (ukuran, bahan baku keramba dsb)

• Ronald lolang :

Selain program keramba juga perlu difikirkan untuk membangun rumpon-rumpon yang berfungsi bagi pengembangan perikanan tangkap.

Pakan ikan dalam rangka mendukung program 500 ribu keramba memang perlu difikirkan secara lebih serius.

Kaltim memiliki potensi bagi pengolahan pakan ikan dengan bahan baku dari lokal

Perlu difikirkan kemungkinan menggunakan dana dari CSR dalam mendukung program 500 ribu keramba.

• BankBRI:

Dalam mengucurkan kredit perbankan mengacu kepada ketentuan perundangan yang berlaku sehingga dalam penyaluran kredit perlu adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. Jika ada campur tangan Pemerintah dalam hal kredit, maka pada dasaranya itu adalah subsidi bunga terkait dengan kredit tersebut.

Jika memungkinkan, perlu dicoba menggunakan dana bagi pengembangan perikanan budidaya yang berasal dari kaltim ventura. 2. PRIORITAS: PELAKSANAAN REVITALISASI PERTANIAN TAHAP

Foto :Sukandar, S.8oa

Me:m.bangun Kaltim. Untuk SenlUa

Me:m.bangun Kaltim. Untuk SeInua

Sistem Mahakam Daya Terpasang Daya Mampu Beban Puncak

• Waiting list Saat ini

: 328,OMW :260,1 MW : 237MW

: 355,OMW

II DAN KECUKUPAN PUPUK; Revitalisasi Pertanian Tahap II :

• Infrasruktur pendukung pertanian belum memadai

Hal ini menyebabkan transportasi hasil pertanian masih terkendala. Sebagian besar lahan masih ditanami 1 kali setahun, untuk itu perlu dilaksanakan peningkatan infrastruktur pendukung, baik yang dihadapi oleh Provinsi maupun Kabupaten/Kota dengan fokus pad a kegiatan:

- pembangunan jalan usaha tani

- optimasi lahan

- pembangunan jaringan irigasi

- Pencetakan sawah

• Alat dan mesin pertanian terbatas

Untuk mengarah kepada pertanian agribisnis, penggunaan alsintan tidak dapat dihindari karena pengguna alsintan dapat meningkatkan efisiensi usaha pertanian. Untuk memberikan penyediaan dan pelayanan alsintan secara tepat kepada petani, maka perlu dilakukan beberapa upaya diantaranya mengusahakan skim kredit atau bantuan permodalan dalam pengadaan alsin ditingkat petani baik melalui skim kredit yang dikucurkan oleh bank maupun bantuan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

• Permodalan Petani :

Salah satu kendala yang dihadapi petani pada umumnya adalah akses terhadap permodalan. Hal ini antara lain disebabkan petani tidak mempunyai jaminan/agunan sebagai syarat dari Bank, untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:

termasuk peningkatan jumlah tenaga penadamping/penyuluh pertanian.

Menyediakan subsidi ongkos angkut bagi penyaluran pupuk bersubsidi.

3. PRIORITAS : PERSIAPAN HARI NUSANTARA 2010 DAN PENAS 2011.

Hari Nusantara :

Pelaksanaan di Kota Balikpapan dengan jumlah peserta sekitar 10 ribuorang;

Telah disusun draft SK Gubernur tentang susunan Tim pelaksana Hari Nusantra di Kaltim;

Anggaran untuk mendukung telah diajukan dan disetujui senilai Rp. 4 miliar melalui APBD-P tahun 201 0 Provinsi Kalimantan Timur; Kepada seluruh kabupaten/kota diharapkan dukungan dalam hal sukes pelaksanaan dan diharapkan telah dimulai sejak sekarang.

• Adanya icon tertentu yang perlu diangkat sebagai andalan dan promosi bagi komoditas unggulan Kaltim.

• Perlu disepakati pembagian tugas antara provinsi dan kabupaten/kota

Perlu dibentuk contoh perikanan yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan sektor lainnya.· Pemkot Balikpapan telah menyusun rencana kegiatan dalam rangka persiapan pelaksanaan Hari Nusantara di Kaltim tahun 2010

• Rancangan kegiatan yang disusun diarahkan agar dapat memberikan kontribusi yang positif bagi Kaltim khususnya kegiatan yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan.

• Ada subsidi biaya pemondokan dari Pemda

• Adanya subsidi dari Pemda Kukar atau pihak swasta untuk pembuatan/penyempurnaan MCK dan lain-lain

Untuk acara pembukaan dan penutupan menyediakan tendatenda untuk menampung peserta yang tidak memperoleh tempat di dalam stadion

4. KAYAN DELTA FOOD ESTATE (KaDeFE)

Delta Kayan merupakan sumber daya lahan dan air yang melimpah (pasang surut) yang tidak terpengaruh oleh perubahan iklim. Oleh sebab itu merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai Food Estate dengan komoditas pertanian dalam arti luas yaitu tanaman pangan, peternakan, perkebunan serta kelautan dan perikanan. Food Estate akan mampu membuka peluang kerja yang

diharapkan dapat mengurangi pengangguaran dan kemiskinan juga sekaligus meningkatkan produksi dan ketahanan pangan dan prospek ke depan untuk ekspor.

• Rencana Food Estate mendapat dukungan dari Bupati Bulungan dan telah dialokasikan dana melalui APBD TA. 2010 Kabupaten Bulungan sebesar dengan kegiatan Preliminary study. Demikian juga telah mendapat dukungan dari Komisi -IV DPR RI, dimana presentasi paper tentang Rice Estate/Food Estate telah pernah disampaikan di forum Komisi -IV DPR Rio

Pihak swasta telah ada yang tertarik termasuk juga dari BUMN (BRI). Diharapkan sebelum akhir tahun 2010 ini telah ada Master Plan pengembangan Food Estate dengan target 2013 telah selesai dikembangkan.

5. Program penambahan pembangkit dan jaringan transmisi sebagai berikut :

I •• l;.!~ ;~ I,',II.I;.!',_
ISISTEM .. A IAW'A"
1 Mesin IHI Batakan PLN SMW
2 Trans GI Bukuan - GI R .. mbutan PLN 10 km
3 Sewa Mesin MFO Karang Jaoang Swasta 2SMW
4 PL TG Peaking #1 PLN SOMW
S Beli Energi PLTGU Excess Power 6,SMW
e rransrrust PLN 310 km
I ransmlsl .,,,." """ IUQ - Bontang PLN 90km
I ranarrnai GI <", .... , PLN SOkm
9 PLTG PLN ISOMW
lU I ransrmsi Bontang Sangatta PLN 60km
11 PLTU Ballko .. n .. n PLN 12x 100 MW
12 Beli Energi PLTU New Kaltim#1 IPc-B .. ~ .. v~ 100MW

13 Beli Energi PLTU New Kaltim#2 Ipc c, 100MW

ISANGATTA

141Sewa PLTGB Perusda 9MW

IDO:' 1.0. 1.0. ..
1sISewa PLTMG Perusda 3MW

1 .. .0. INA
16 Sewa PLTGB Swasta 6MW
17 PLTU #1 PLN 3MW
18 PLTU #2 PLN 3MW

INUNUKAN
19IPLTU#1&2 IPP 14MW

IMELAK
20 Sewa PLTGB Swasta 6MW
21 PLTU #1 IPP 7MW
22 PLTU #2 IPP 7MW

IBERAU
23 Sewa PLTD Swasta SMW
24 PLTU #1 PLN 7MW
2S PLTU #2 PLN 7MW
LO I ranarrnai Berau- Tj Selor PLN 100 km

ITAN_IIINr, SELOR
27 Sewa PLTGB Swasta 6MW
28 PLTU #1 IPP 7MW
29 PLTU #2 IPP 7MW

IJUMLAH
6SMW S6,S MW 167MW 338MW 107MW
rransrruar 4S0km 60km 100 km Penyediaan skimperkreditan dengan kemudahan proses • Beberapa usulan kegiatan yang terkait Hari Nusantara

administrasi

Menciptakan skim kredit baru yang lebih mudah Menumbuhkan koperasi khusus di bidang pertanian.

• Jaminan pemasaran dan stabilitas harga

Dalam suatu mata rantai agribisnis, salah satu aspek yang sering menjadi permasalahan yang sering dihadapi petani adalah jaminan terhadap pemasaran produk dan stabilitas harga untuk produk yang dihasilkan terutama rendahnya harga yang diterima pada saat panen raya. Upaya-upaya perlu dilakukan antara lain:

Melakukan intervensi stabilitas harga melalui pembelian beras oleh Bulog khususnya pada saat panen. Untuk itu perlu dibangun gudang Dolog di setiap kabupaten/kota sebagai antisispasi apabila terjadi kelangkaan pangan.

Kecukupan Pupuk:

• Berdasarkan luas tanam dan rekomendasi kebutuhan pupuk, maka dapat diketahui bahawa alokasi pupuk bersubsidi di tingkat petani masih mengalami kekurangan.

• Dalam penyaluran pupuk bersubsidi mengalami kendala sebagai berikut:

- Penyaluran pupuk tidak dapat dilakukan sejak awal tahun, hal ini disebabkan SK Gubernur/Bupati/Walikota menganai alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi terlambat diterbitkan.

- Kelompok tani belum membuat RDK/RDKK yang merupakan salah satu syarat dalam pengajuan pupuk bersubsidi, hal ini disebabkan kurangnya jumlah tenaga penyuluh lapangan yang mebina dalam penyusunan RDK/RDKK tersebut.

- Biaya angkut pupuk dari lini IV (kioas) ke lokasi kelompok tani dibebankan kepada petani sehingga mengurangi kelancaran transportasinya.

Upaya pemecahan masalah yang ditawarkan :

Penerbitan SK Gubernur /Bupati/Walikota agar dilaksanakan

diantaranya:

lomba mancing nasional yang berlokasi di rumpon-rumpon di Balikpapan (Iokasi di Teluk Balikpapan);

lomba renang di Teluk Balikpapan;

Lomba hi as kapal phinisi.

Perlu dikembangkan budaya "mencintai makan ikan" karena memiliki manfaat yang bagus bagi kesehatan dan dijadikan slogan dalam Hari Nusantara nanti.

Pelaksanaan Penas tahun 2011 :

Penas 2011 akan dilaksanakan pad a bulan Juli 2011 di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada puncak acara akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI dengan lokasi di Stadion Perjiwa - Tenggarong Seberang.

Sampai saat ini hal-hal yang sudah dilakukan adalah :

Penetapan lokasi kegiatan

Penetapan lokasi demplot dan juga telah dilakukan sosialiasi ke tingkat Provinsi, Kabupaten Kukar dan petani pengelola/pemilik lahan.

Perlu disepakati tentang pelaksanaan Rembug dan PEDA

Perlu segera Penyusunan anggaran melalui APBD-P 2010 dalam rangka mendukung kegiatan PENAS.

• Hal-hal yang sedang dalam tahap penyelesaian :

SK Kepanitiaan

Pemondokan akan ditempatkan di Tengarong Kotam Tengarong Seberang dan Loa Kulu;

Sarana MCK, jalan dan air bersih. Transportasi pendukung Inventarisasi kegiatan field trip Inventarisasi lokasi field trip. Pelaksnaan Display

Diharapkan kepada seluruh Kabupaten/Kota mengirim peserta

pada awal tahun anggaran; utama pad a pelaksanaan pameran

Peningkatan keterampilan petani dalam menyusun RDK/RDKK Upaya-upaya pemecahan masalah :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->