ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektarhektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunang-kunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauketauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di pojok. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Darahnya berdesir. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton, memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

Teh yan digesek, disusul gambang, kecrek, gong, suling, dan kempul. Susul-menyusul. Jalin-menjalin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Mamat Jago meraihnya, melipatkannya ke pinggangnya, merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin, seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Wajahnya membiru, bibirnya terkatup, matanya terpejam. Ayo, Sarti, jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti, tetap dingin dan biru. Ditepuk-tepuknya pipinya, tak ada reaksi sedikit pun. Dipandanginya para panjak. Sepi. Tak ada yang bergerak. Semua dingin dan biru. Seperti keramik Cina.

Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat, pikirnya. Ia bopong Sarti keluar. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sepanjang jalan tak ada orang. Pohon-pohon meliuk-mabuk, rumah-rumah bisu-merunduk. Ia susuri jalan aspal, memotong sungai, membelah padang ilalang. "Kau tidak boleh mati, sayang. Hiduplah bersama abang. Di rumahku kau akan hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya.

Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun, satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Buatnya, laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Di situlah dulu istrinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

html mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. Kaku. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. manis…bangun. Dalam sekejap mereka telah bergumul." kata Eng Djin. Bibir itu terasa bergerak.com/abclit." bisiknya ke telinga Sarti.processtext. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi." Mamat Jago masih tak percaya. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. "Ayo. Tiba-tiba.mencakarmengular…terbakar. panas. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. si gondrong. "Relakan kepergiannya… Nyebut. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. biru seperti keramik Cina. dingin. gemuruh. Semuanya membisu. Tangisan pilu meledak dari mulutnya.html . Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua.processtext. Eng Djin. ABC Amber LIT Converter http://www. Tangannya perlahan mendekap. "Pacarku." Dikecupnya bibir Sarti. Sarti sudah mati. "Sadarlah. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. Balas melumat. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. Bang.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti.com/abclit. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. Bang. Napasnya mulai satu-dua. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Hangat. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Mamat Jago menoleh. biniku…. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas.

heran. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. "Sejujurnya. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Hatinya mantap. Rawa Saban. Kamal. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. Begitu juga kenangannya pada Sarti. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. dan kehormatanku. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. Mat.html Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. ia tersenyum. Ditajamkan pendengarannya. Hujan sudah mulai berhenti. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. ia membatin. Ada debur ombak. tiga kali. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Eng Djin. Lama ia menafsirnafsir makna mimpinya itu. Kersik daun. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Kakinya menjejak pasir. Ia menduga-duga pantai apa ini. ia membatin lagi." suara si cepak mengalahkan deru ombak.com/abclit. aku harus kembali ke rumah kawin itu. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. Ah.com/abclit." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. Mungkin Tanjung Kait.html . Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. rentetan tembakan itu masih terdengar. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap.processtext.processtext. Tak ada darah. kesenangan.ABC Amber LIT Converter http://www. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. si cepak. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. "Ya.

ABC Amber LIT Converter http://www. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.html Kembangan Selatan.processtext.html . Desember 2002 CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. pengiring Cokek.processtext.

Marsiyam menyekam kesabarannya. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. dan mendadak ABC Amber LIT Converter http://www. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun." kata mereka. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. "Tampangnya nyebelin. sangat tampan." entah sebab apa. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu.html . Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya.processtext. Tapi.ABC Amber LIT Converter http://www. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar.com/abclit. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ.com/abclit. Ia sadar dirinya cantik. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. kecuali kepala penjara. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak. menurut penilaian teman-teman di situ. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya.processtext. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang.

Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. mau apa kau. Sampai malam itu. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak pernah ngidam. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. ya?" Atau. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. nama Marsiyam susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. "Kau tak ada keluarga. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjak-injak suaminya. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. Menurut mereka. tak pernah muntah-muntah.processtext. Aku memang gabuk. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. "Aku memang tak bisa punya anak.com/abclit. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. "Kau sudah dibuang keluargamu.html bagaikan api kemarahannya berkobar. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el.html . ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. Perutnya rata saja. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat.processtext. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. mau apa kau.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itutidak peduli ia atasan mereka atau bukan. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. Seperti kampung saja.

meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. Sore itu akhirnya tiba juga. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Marsiyam hanya tersenyum. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu.html Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. Tanpa dirasa. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya.processtext. Selama dalam masa hukuman. tentu bayimu sudah besar. sudah sekolah." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu.com/abclit. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. juga tukang copet dan dedengkot arisan.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. yang ia sendiri tidak tahu apa. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan.html . Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. "Entahlah.

"Pulang.processtext." "Ke mana?" "Ke rumah. Ini anaknya. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. Ini anaknya.com/abclit.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.html "KAU mau pulang ke mana. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku. Edisi 03/23/2003 ABC Amber LIT Converter http://www.html .com/abclit. Aku yakin ia akan menerima kami.

. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. tapi sebelum sampai di sana. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur.com/abclit.. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri." tegasnya. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian.Aku hanya tertidur beberapa jam. bisa memulihkan tenagaku. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala.. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250."Sewaktu bom atom meledak... atau Tobo Hotel untuk beristirahat.html . tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. Mungkin juga. berada di Taman Perdamaian."Baiklah. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima.Aku pun segera mengikutinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. aku keluar dari hotel."Mari ikuti saya."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. pukul 3 sore. aku tiba di Tobu Hateru. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. atau hamburger. Suasana di dalam sangat muram.Setelah melewati beberapa blok bangunan. 27 September 1956.Kami berjalan masuk. Aku segera menuju kamar mandi. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. fokus. tempat di mana bom atom meledak. orang-orang jompo.. asing. beginilah manusia Jepang. wajahnya terlihat samar. dan.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia. dan kembali tersenyum.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal.com/abclit. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya. sebagai pusat penyembuhan orang." kataku. jadi dia sudah familiar. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam." katanya ramah dan kembali tersenyum.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. menjadi raksasa dunia." katanya.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. kanker. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu.. di kafe yang ada di lobi. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan. tempatnya lebih dekat dari sini.. Selesai mandi. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. aku memesan Cha. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. di ambang musim dingin. dia menoleh ke arahku." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. teh hijau khas Jepang dan hamaagu. dan kebutaan.000 jiwa penduduk Hiroshima. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia.benderang. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. aku agak tercengang dan merasa aneh.orang yang terkena radiasi bom atom. ABC Amber LIT Converter http://www.? Dia pasti hanya menebak-nebak saja tadi.Di dalam rumah sakit.processtext.Aku agak heran dengan ucapannya. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. Aku bertambah heran.html HIROSHIMA. serba cepat. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang."Gedung itu satusatunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom.processtext.

""Oh.. trenyuh.processtext. panjangnya sudah sampai ke punggung. pendeta Buddha. tapi kau baik sekali. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun."Tuan Siode.. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong. sekarang tanggal 6 Januari 2003. aku lahir di Hokkaido.ABC Amber LIT Converter http://www.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya.""Aku seorang pendeta Buddha."Mereka terdiri dari beberapa golongan. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur." Lengking suaranya.html . bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke bangsal yang lain."Hei....com/abclit. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini."Dia terus berjalan lincah. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. tapi lidahku terasa kelu.com/abclit. disusul mereka yang kena seminggu kemudian.. dan berdebu. lorong dan beberapa pintu. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. Harutoku." kilahnya malah berpromosi. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan. dia terus bergegas meninggalkanku. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. rambutnya gugur. dia membiarkanku menyusulnya. Harutoku. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. Anda!?""Oh. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima..Setiba di luar aku merasa lega. seperti yang diakuinya barusan ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. kotor. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. dan anak-anak kecil."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. Ada yang aneh. nama yang baguuusss.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. Ya. Entah berapa lama. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. hujan turun. serta bayi dari ibu-ibu hamil. aku tercenung memperhatikan mereka. begitupun yang laki laki. Nafasku sedikit tersengal.processtext."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala.""Aku tahu."Aku Hartoko. tampak puluhan anak kecil dan bayibayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster... penampilan mereka jadi lebih menyeramkan.Aku nelangsa. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. mereka masih muda. Aku Siode Sadamitsu. tapi waktuku tidak banyak. Siode San.. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. tunggu. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. yang dipisahkan dengan dinding kaca.html ciri utama korban. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. Tanpa berkata-kata. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. setelah melewati beberapa bangunan. dua hari kemudian. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap.Dia. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun.. seperti teh susu. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. Dan di sebelah bangsal ini. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka..

aku seperti berada di terowongan kematian. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi.Sampai di hotel.processtext." katanya sambil tersenyum. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. 6 Februari 1895-6 Agustus 1945.. kemari!"Tapi tak ada jawaban. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. aku suka mengantarkan orang.html kalau dia adalah seorang pendeta. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu."Harutoko.PAGI hari. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. temui kapan saja aku di sini. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan.ABC Amber LIT Converter http://www.Aku masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode.Aku harus segera keluar dari tempat ini. aku terhenyak. Dari arah pintu lain di sampingku. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode.6 Agustus 1945. begitu tiba di dalam.... aku melangkah mundur ke belakang.. Di depanku duduk. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu.html . aku tercengang.com/abclit. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. mentari bersinar cerah. aku mendatangi arah suara perempuan itu. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. Aku berada di taman ABC Amber LIT Converter http://www. dan menyalakannya. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan.Tapi. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San. pikirku. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. Setelah aku keluar dari pintu itu.com/abclit. membuat langkahku jadi berani. senang berkenalan dengan Anda. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. dengan hio yang menyala dan wangi. Aku ngeri. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode.. atau bis umum.processtext. Di tengah perjalanan. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. Aku tinggal di hotel ini.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku."Siode San. bergerak ke arah bar. sekarang 6 Januari 2003. dan aku mengambilnya sebatang. Diam-diam kutinggalkan Siode San.. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah. ketika asap rokok berkurang.

ompong. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul.> Barangkali.com/abclit. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Nama bangunan itu dulu. Di bagian depan bangunan itu.processtext. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. berbunga. anak-anak. bisa jadi obat sepinya.html perdamaian. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. Itu galibnya perkembangan manusia. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. atau lebih tepat lagi. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. lalu renta dan pikun. Tapi. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. remaja. Dari Taman Perdamaian ini. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. Akbar. keluarga pemilik kebun. ada pintu cahaya. aku harus kembali ke Jakarta. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. hidung pesek. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. mereka memotret sambil bercakapcakap. Gedung Promosi Industri Hiroshima. dan orang dewasa. Sepasang mata yang sipit. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. ia jarang tertawa. Halifa kecil tak ABC Amber LIT Converter http://www. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. seharusnya aku ke Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku.html .processtext. dari bayi merah. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. kebun. tak Halifa < berharga. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. Mungkin. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. pohon-pohon tumbuh subur. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. belajar beranak-pinak. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. turis turis asing berjalan di sekitar. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. Taman ini sungguh indah.

Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. Sebelum mendarat. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. Bila ada yang tersesat. Warna coklat cat berubah kehitaman.com/abclit.com/abclit. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. pesawat kembali stabil. jari-jari petir putih bersinar. mengelupas di sana-sini. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. Barangkali. Bila kalian ingin bertemu tuannya. ia terpaksa mengubah rencana. kembali ke gazebo tadi. tempat kelahirannya. yang punya kebun. juga lebih cepat. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun.Kayu-kayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk.html . Ia duduk di bangku batu yang lembab. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. atau menjadi buih di samudra nanti. gelisah. Jadi. tanah perlu makan." katanya kepada Halifa kecil. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. "Biar gembur. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. Matanya tak pernah menyorot garang. Ya. "Kenapa dia lari?" batinnya. mata orang yang mau menolong. ternyata risikonya sama saja. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. berpulang saat kembali. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan."Ke mana dia?" pikir Halifa. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. Tapi. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Di seberang jendela. Tapi. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. Di laut terancam tenggelam. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. mengantarnya pulang.processtext. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun.html urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. ia akan tunjukkan jalan. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Bila ada yang ingin menemuinya. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. dua jam lalu. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang.processtext. Halifa tersenyum-senyum bangga. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang." kata mereka. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. Tapi.Sesungguhnya. Naik pesawat memang lebih mahal. terutama debur ombaknya di ABC Amber LIT Converter http://www. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini.ABC Amber LIT Converter http://www.Di balik awan gelap yang bergumpal. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. Huh. ia seperti membaui aromanya lagi. pikirnya. semacam pengumuman.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Mungkin. Ia tak mau mati. ikuti saja aroma itu.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. ia akan dimakan hiu. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar.

kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. setelah bertukar pakaian dan makan siang. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak." kisah ayah. Malida sempat pulang beberapa kali. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai.html malam hari. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. tapi ia tidak. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. lagi. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. lalu memacu mereka berlomba lari.processtext.processtext. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama." kisah ayah. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Malida kemudian menyusul Halifa.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya nenek pasti bercerita. Semua sungai terpolusi. Ayah ikut mogok? Oh. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. "Jangan kau siksa binatang.html . ayah curang sekali. Korupsi pun tak bisa besar. Malida.ABC Amber LIT Converter http://www. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. debur ombak seperti nyanyian. jangan menginjak ke bawah. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. Seringkali sepulang sekolah. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. Ibu juga tak menangis. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanakkanak. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. di telepon." Halifa sempat terbahak. perempuan kakak-beradik." Apa iya? Mereka kan begitu imut. Kata ABC Amber LIT Converter http://www. jauh dari orangtua. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Ah. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Mereka. Bagi Halifa.com/abclit.com/abclit. Entah kenapa. merusak sungaisungai. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. Kalau ada orang jahat. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Makanya ayah harus punya prinsip. terutama hidupnya yang sendiri. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. ia dan adiknya. Ha-haha …. Nak. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ." Yu Sur. Makanya." kata ayah. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orangorang itu.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. siapa yang tahu. tapi perlahan-lahan ia paham. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. tidak. berbagi nasib." lanjut ayah. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah.

seraya duduk di tepi ranjang. Macam-macam sakit pun ade.ABC Amber LIT Converter http://www. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. Ranjang dan meja kayu. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Tapi. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang."Sekarang belum musim keremunting. Keadaan kamar tersebut belum berubah.Bermingguminggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. dari pening.Hujan makin menderas.processtext.Palang pintu ditarik. kompor minyak tanah. dan panci-panci tergantung di dinding.processtext. Atuk ni la sakit-sakit terus. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi.html . orang upahan dan anak majikan.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya."Benar. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Yai kau ape agik. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. begitu pula tingkap-tingkapnya. Pikiran Halifa mulai bercabang.Ia mengetuksekali lagidan disertaisuara. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. Halifa cume nak mampir sebentar. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyianyiakannya.html ayah. lemari pakaian dari plastik.com/abclit. seraya menuang segelas air untuk Halifa. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya.com/abclit. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong.Lame dak pulang. Kebenaran kau pulang. Nyai la dak ade. Kini mereka berhadapan. Ayah suruh tinggal di rumah ini. dia memilih tinggal di rumah kebun. Semue lah berubah kata Halifa." kata lelaki itu. sebentar agik nak pulang ke tanah.Kau disitu pun. Anak-anak itu terkurung di sana." kata Halifa. Lelaki itu kelihatan amat tua.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa."Atur ini Halifa. Barangkali. membawa gelas air. dak ape-ape.Mata lelaki itu mulai berair. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Sebelum meninggal.kabur lanjut lelaki tua itu. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang. Tak ada sahutan.Pintu pondok tertutup rapat. tertatih-tatih mendekati Halifa. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. tanpa mampu berteriak minta tolong. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. Papa kau pun la pensiun.atuk dak bise nampak jelas. ia ingin menuruti kata hati saja."Ini Halifa. Halifa mengetuk daun pintu yang basah.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Ayah sudah menganggapnya keluarga. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. tuk. Banyak yang berubah. tuk."Oh. Ternyata. Ade yang nak atuk cerite. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai.

Wey. Macam-macam sakit ada. Halifa terdiam.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala.com/abclit. kabur. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur.Entah suara pungguk.processtext. Semua sudah berubah. Ia cuma mengirim doa. tidak apa-apa. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. Ada yang ingin kakek ceritakan. terdengar suara Sopa.Nenek sudah tak ada. kek. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. di kantor. Papamu sudah pensiun. begitu pula si penjaga kebun. di bus. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata."Ingin kukatakan yang baik. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah.Ada ABC Amber LIT Converter http://www. Namun.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. Lama tidak pulang. Kamu di situ pun. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. Halifa cuma mau mampir sebentar.Unggun terus menyala. kakek tak bisa tampak jelas.com/abclit.processtext. Halifa telah kembali ke tanah rantau. sesak napas. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Mereka larut pada kegetiran masing-masing.html Halifa. sebentar lagi pulang ke tanah.html . Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. di kamar kontrakan.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh.ABC Amber LIT Converter http://www.Di depan hampir samar sisik danau. dari pusing. Kakekmu apalagi. Kakek ini sudah sakit-sakitan. Kebetulan kamu pulang.

mungkin juga tidak.""Kau jadi berteka-teki.""Mungkin bisa. Sementara waktu telah kita sepakati bersama. Ada gamang yang aneh.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya."Katakan apa adanya.""Tentang kita?""Tentang kita."Kau belum katakan apa kesulitanmu..html . Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan.. Wey.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini.. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. sebenarnya. Malam masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau ABC Amber LIT Converter http://www.""Aku telah terima kau penuh seluruh."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk. So.. tentu saja. Wey.""Biaya pernikahan. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. Ayah sudah akan menutup semuanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana.""Aku akan jadi suamimu.""Kau belum katakan berita apa.processtext. Mungkin dapat kita atasi bersama.com/abclit.html kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam tekateki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Wey?""Tentang apa?""Suami. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. Tapi katakatamu yang terakhir begitu aneh. Aku kenal kau. maksudmu?""Bukan. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir.."Berita tentang hidup dan masa depan. So. Wey..""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. Tapi lebih dari itu. So."Aku tak sembunyikan apa pun. So.""Bisakah aku meminta sesuatu. Kutahu kau sudah siap-sedia.. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir.com/abclit. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa...processtext. Wey. Terutama berita yang menyakitkan. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata. So. jika kau belum siap.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. Wey. Bahkan.

"Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman.html melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan. Kampung jauhnya lebih sekilometer. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan."Saat ini aku sehat. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. So. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. Semuanya sehat.com/abclit. Kau menolak?""Tak aku menolak. So?"Tak kudengar suaranya. Wey. saat kubopong. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang.. Wey. Wey. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. Wey. selama kuliah. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Demi ikrar itu aku minta.html . Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana."Kau sakit. Tapi rasanya saatnya belum tiba."Jika kau cinta. kurasa tubuhnya lebih ringan. Rautan yang ayu. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. Wey.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau.""Kau membuat aku makin tak mengerti."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala.processtext. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu.com/abclit.Di Jakarta. So."Sebentar nanti kau akan mengerti."Tapi untuk permintaanmu. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa ABC Amber LIT Converter http://www. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna. seakanakan kehilangan pancaran masa depan. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya dengan permintaanku padamu. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. wajahnya tampak lebih tirus. Tubuh dan akal pikiran. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan..

Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Wey.. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Wey. tetapi aku telah menjadi suami.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. sementara bibirnya terus mengulum senyum. nadinya masih ada.""Terima kasih.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. Kurasa suhu badannya lebih dingin. Terima kasih untuk pemberianmu. bahwa wanita kami dari daerah ini. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. dan mereka bercinta.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. meskipun itu kekasihku sendiri."Terima kasih. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. Wey. Tetapi matanya terkatup rapat.." kukecup ia sekali lagi.processtext.. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. calon istriku.. Napasnya masih ada. Sebelum ia mati. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.processtext. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. Hanya aku dan Sopa. barulah ia mati.. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam?Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész ABC Amber LIT Converter http://www. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian. Terkena leukemia. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri.html aku belumlah suami."Kengerian segera naik ke ubun-ubun.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu.html . Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati.

sementara aku masih mengenakan topi. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. tampak bangunan yang sangat kukenal. dengan sandal kain. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. kuning. aku tanyakan lagi. tapi kemudian berubah serius lagi. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. "kamilah yang tinggal di sini.ABC Amber LIT Converter http://www.Lalu. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali.AKU kembali ke tangga. aku pencet bel." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. terganjal oleh kunci rantai." jawabnya. dia berhasil menutup pintu. Perempuan gemuk. meski terletak di wilayah Austria.html .pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. semua diam. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. Ya. dan kujawab. dia sehat. Begitu melewati gerbang depan. Mereka menarikku masuk ruang tamu. menatapku. Aku masih berusaha mencegahnya. Dia hidup. berdaging. Sampai di lantai tempat tinggal kami.com/abclit." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. Lalu.com/abclit. "Lalu ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. Di situ kami tinggal. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu.html Sumber: Kompas. Itu agak mengherankanku. setengah baya. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. begitu. tidak dapat diragukan". Tapi. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. jenggotnya merah lebat. Lalu. Dan. Sebab. Kupencet bel. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. dan tubuhku berkeringat. "Pasti ada salah pengertian.processtext. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. aroma lama itu tak berubah. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu." "Tidak mungkin. Sejurus kemudian sebuah tangan-aku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. Mauthaussen. kapan." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. Lift ringkih dengan pintu berkisikisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. "Lalu kami sendiri. karena kutahan dengan kakiku. Kucoba menjelaskan padanya. Ia tanya aku cari siapa. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. bagaimana. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. melembutkan otot muka. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. "Ayahku?" Tanggapannya. kutanyakan tentang ibuku.processtext. Mereka berdiri memelototiku. Tuan Steiner tua itu memelukku. memang mereka punya suatu kabar baik. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. sayangnya. "Aku tinggal di sini. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit. ia berusaha menutup pintu. baju narapidana bergaris-garis. begitu katanya. muncul. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. lalu mengujarkan namaku. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab.

bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian".ABC Amber LIT Converter http://www." Yang lain." Dan. Tapi Futo. barangkali. "sebenarnya dalam segala hal". kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku.kalau kuperhatikanbaik-baik. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. tapi. jam. "Bukan. kataku.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. menit. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. dan cepat kutanggapi bahwa aku tetap suka.Aku masih di situ beberapa saat lagi. bahkan agak lebih terheran lagi. kedua orang tua itu terdiam. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. "semuanya dapat dipahami. paprika. sulit dibayangkan. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. kutambahkan. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. Lalu ujarnya.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. Barangkali. Dan. tentu.com/abclit. minggu. kalau diingat lagi semuanya." katanya. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. mereka mengangguk-angguk senang. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. kukira.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami.com/abclit. Ya." Tuan Steiner menambahkan. meskipun semua telah berlalu." Aku bertanya. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. ada benarnya katakatanya itu.html ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan." Memang harus kubilang. Pada saat tertentu. "ia agak terlalu cepat. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. itu kata mereka padaku. Begitu rupanya mereka memahami masalah. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadiankejadian yang membingungkan. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. bagaimana persisnya-tiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. "Tapi. Tuan Steiner tua setuju. semuanya seakan-akan terjadi seketika. Di samping itu." Lalu. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. Paman Fleischmann mengangguk setuju. bukan Kovacs. Sementara itu. dan setelah beberapa saat. Pada hakikatnya. Ketika aku makan. "Yang paling penting. kuperhatikan." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. Tapi. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. dan bulan. Justrusebaliknya. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. empuk. Tapi. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. Entah bagaimana ABC Amber LIT Converter http://www." Dengan siapa? Salah satu menjawab. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. hari.processtext. "Kovacs. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. warna merah anggur itu." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. "kamu harus melupakan semua teror itu. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. pembebasan "akhirnya terjadi".html . "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu.Misalnya." Paman Fleischmann merenung. "Tapi. Ia katakan. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. mengusik hati. "Dia sudah kawin lagi. mereka jadi agak terheran-heran." Dan. Tentu saja aku tak berharap. Maksudku Suto. Aku hanya dapat memulai hidup baru.processtext. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. begitulah mereka berujar dan berujar." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit".

dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. "Tak ada. seperti halnya juga di rumah ini. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. misalnya. dengan laku surut. Hanya sekarang. mereka balik bertanya. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. Maka. di mana aku berdiri dalam antrean.. karena aku tak tahu secara pasti. Tapi. Setiap menit berdetak. setidaknya itulah yang menimpaku. Tapi. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu.processtext. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. bukan itu yang penting. Itu berarti. selama kami memandang ke depan atau ke belakang.ABC Amber LIT Converter http://www. setengah mengeluh.com/abclit. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir.Lalu. Tuan Steiner tua mulai gerah.. Apa itu artinya. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. atau . yang di tengah-tengah. "Apakah semua ini memang baik. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api.html . Setiap orang melangkah maju. misalnya. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat.html mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". berdiri dan bergerak memutar. Ganti kutanya mereka. Sudah tentu. katakanlah begitu. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. Kedua orang tua itu bertanya. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. selama waktu itu antrean terus bergerak. Jumlahnya sekitar seribu." salah seorang tua itu merenung. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. Padahal. tidaklah selalu begitu. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan.com/abclit. kami tetap hidup. begitu cepat dan sulit dipercaya. dan begitu kabur. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. ABC Amber LIT Converter http://www.Pada katakataku yang terakhir. Lalu. tak ada perubahan lagi. Tak kulihat dia balik." Yang lain menyambung. kalau dilihat secara keseluruhan. tentu saja.processtext. Tapi. terus maju. kami melihatnya kembali ke belakang. yang di Auschwitz. "Lalu apa?" mereka tanya balik.. kataku. Tentu saja. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. "Tak ada yang istimewa. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. berlalu." Memang. Kukatakan padanya." kutambahkan.Suasana hening. setengah kesal hatinya. menurutmu. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. "Lalu. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. "Ya begitulah. final. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. masih tak jelas apakah kami akan langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. kami sama-sama tak bergerak. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. Baiklah. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. kataku." aku mencoba menjelaskan. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. Tapi. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang.

Dan. Bahkan.html . mukanya merah dan memukulkan kepalan ABC Amber LIT Converter http://www. Dan. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. jelas bukan itu yang kukerjakan. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya.processtext. tak ada darah lain. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. hanya merekalah yang ada di sini. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. Sekarang. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama.. Tapi. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. apa artinya jadi "orang Yahudi". entah bagaimanapun caranya.. dan semakin merasa kesal. Sekarang. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. aku bisa bilang kepadanya." terus kulanjutkan. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini.html Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu.. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi sudah tak mungkin lagi. Mereka sudah tahu itu sebelumnya... memang aku berbicara. katakanlah. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. Kupikir. Sebetulnya itu bukan nasibku. Tapi. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan kata-kataku. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. penyimpangan. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. tapi kemudian aku ingat kata-kata wartawan itu. Mereka juga menyadarinya. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar." di sini aku macet bicara. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. dengan Anne-Marie. Lalu..processtext. mereka ganti bahan pembicaraan. saat ini. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu.com/abclit. barangkali dapat kukatakan. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. dan kudengar apa yang diucapkannya. Satu-satunya keburukan atau keindahan. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. Biarkan. "Apa?" ia berteriak padaku. lawan bicara yang lebih layak. maka tak akan ada nasib." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz."Dan. Sekarang. Dapat kulihat. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka.com/abclit. satu-satunya ketidaktepatan. dengan ibuku. Ia ingin melompat bangkit. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. jika . kecuali . tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. "Biar saja.

tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. satu demi satu. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu.html . benar. ABC Amber LIT Converter http://www. mulai bertumpuk dalam diri. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang.processtext. "teror dari kam-kam konsentrasi". Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan.processtext. Namun. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. menghadap ke depan. Ini adalah saat-saat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. memanjang dan hilang di kejauhan. semuanya menggenangi kesadaranku. tapi sekaligus penuh seribu janji. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. Mendadak semuanya jadi hidup. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini.html tangannya ke dada. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ.com/abclit. Barangkali. Begitulah. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. Bohus. ekspresi wajah mereka lebih lembut. dokter itu.com/abclit. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. ahwal dan orang. dan langit bersaput jingga. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. aku tak punya uang. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. untuk mendapatkan kekuatan. rasa siapku sedang tumbuh. jalan tampak melebar. apa pun itu wujudnya. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kamkam pembantaian itu. Tentu saja itu yang diinginkannya.Baiklah. Ya. lebih sederhana. tentu saja. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. begitu mungkin bisa dikatakan. berada di situ. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. dan aku merasakannya di sini-ini saat-saat favoritku selama dalam kam. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. jalanan menyambutku. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. sekarang aku tahu. tapi bagiku. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Tapi. Ibu menantikanku. kemudian aku ingat. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah.Dan jika aku belum lupa. semuanya kembali lagi. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). Kasihan dia. Juga di belakang sana. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. "Ini bukan berarti dosa. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. Dan.Turun dari tangga. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. Aku jadi ingat semuanya. Tentu ia akan bahagia melihatku. Di sekelilingku. Tentu saja. Di sana. hidup jadi lebih murni. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. Wajah mereka tampak seolaholah tertukar satu sama lain.Jika memang mereka sampai hati bertanya. Ya. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. dalam arti tertentu. suara mereka lebih rendah. rasanya sesuatu sedang berubah. di atas jalan yang sudah diempas badai. dan semakin turun ke jalan. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Lalu lintas lebih sepi. dan semua yang lain. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. ke arah aku hendak pergi.

yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya. tanpa saya maupun kangmasnya. itu urusan ipar sampean.ABC Amber LIT Converter http://www. Januari 1942.com/abclit.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik.Titipan jendral kek. arloji itu akan dibeli buat upeti. mulai yang berumur 10 tahun.processtext. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. polisi Hungaria membantai sekitar 3. Setelah Perang Dunia II mulai. presiden kek. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. Dia lebih percaya.SEMBILAN ribu USDolar. batin saya.processtext.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. Pri! Bayangkan. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. 800an di antaranya orang Yahudi. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas.html . sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. bintang Nabi Dawud."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya.500 orang."Titipan Ibu Gubernur. adik kandungnya. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. Pas buat dua orang. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan.Catatan sejarah menyebutkan. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. Wajahnya nampak selalu gelisah." kata Nunik. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula.html (Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. Kami mengerti maksud Nunik.

ini baru kehormatan namanya. langsung duduk di depannya. kancing-kancing dadanya berbentuk pilin-pilin kain yang melintang seperti anak-tangga. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanita-wanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. kedai murah di ujung Zeedijk. Saya ingin mendengarnya."Maafkan. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca."Saya tidak peduli. berkerah tutup. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. Beberapa kali kami pernah makan di sana. Sebab. menurut sahabat saya. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. Beberapa kali sudah. pikir saya. lantas makan siang di Nam Khe. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60-an.html bukan titipan biasa seperti kata Nunik. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia.Nah. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet.html . Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang."Sekarang dia menengok ke sini. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. Namun sialan. Kehormatan besar buat Hargo.""Oh. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali.processtext. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. Pri. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. Bapak dari Kedutaan. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral.com/abclit.processtext. Dugaan saya benar. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. Agaknya pun berpikir. dia berkali. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. ya? Tapi saya bukan orang ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. ya?" kalimatnya sangat sopan. Di Nam Khe. Tinggal menyantapnya.com/abclit. Saya mengurus visa di sana. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. mungkin sedang ngrasani kita. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. Sudah waktunya injeksi insulin.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. saya segera membeset meja yang baru saja kosong.Wajah lelaki itu nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai.

Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah saya di notes dia..""Pakaian saya tidak begini. kecuali sangat perlu. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. tidak. Terus terang harus saya akui. merasa gula di darah saya kelewat rendah. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. Jangan di hotel. Pak. bertemu dengan Pak Duta. Dia tak pernah punya kartu nama. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. Sahabat saya memang jejaka. Hargo bilang. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk.html Kedutaan. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. Jika saya nekat menunda makan. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai."Mau bangkrut lu.com/abclit. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. tak banyak punya duit. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu.processtext. karena dia yang bayar rekeningnya. Pak.. Maafkan. "Mari duduk bersama kami di sini." kata dia tiba-tiba. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. saya pun singgah di Wan Nam Hong. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. pindah semeja bersama kami. Layak ditegur-sapa. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. Hargo ketamuan. Kami adalah orang-orang setanah airnya. tidak keliru." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. saya keluar sebentar. Hargo lain lagi.com/abclit. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air. tapi tak melihat Anda. Saya sendiri tak bisa menunggu.html . saya akan pingsan. ABC Amber LIT Converter http://www. Saya jadi kurang sopan. "Beli prangko."Ayolah Zus. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya."O. sukar menemukan pasangan.processtext. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Sekadar menghabiskan waktu. Itu Hargo tahu. nginap di Hotel Dorin. Itu dia. Lain kali silakan singgah di rumah saya.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. Sahabat saya terpaksa menunda makan.. Dan itu sering keliru. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. saya menghindari rekening Nam Khe. tidak jauh dari sini. Semua hotel di Damrak mahal. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Dan sekarang mereka ini. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. mereka justru baru mulai. batin saya.""Wuah. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Saya pun selalu bersikap begitu. menunggu pesanan mereka."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko." jawab sahabat saya. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Saya tentu saja mengucap terima kasih. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. mahal.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. Ketika saya selesai. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting." kata saya. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja."Selamat makan. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama.

""Service Paspor. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. Paran. Memang terasa melonjak tinggi sekali. Kebodohan yang kini sulit saya pahami."Isinya apa?" dia tak sabar. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Dia beri kita kartu nama dan addressnya. Tak sampai setengah kilo. Kalau ternyata bukan barang larangan.com/abclit."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Namanya pun baru dengar sekarang.html .Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. Tentu tak tahu apa isinya. Di Malaysia malah hukuman mati. Mas!" kata istrinya. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. "Hukuman berat jika ketahuan."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya." katanya. Haaar. tapi tak bisa menahan selera. kan bisa dibungkus lagi. baunya saja pun sangat nyaman. bumbu mirip semur. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. Sahabat saya nampak makin kebingungan. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. Karton itu saya buka.processtext."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya. Husaren Sla.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Saya sungkan pada suami Nunik. Nunik bisa bawa."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. Saya ingat. Saya melahapnya." kata suami Nunik.""Sampean ini. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya.ABC Amber LIT Converter http://www.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan." usul saya. Priiii. Nampak bengong.html Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin."Buka saja bungkusnya."Alhamdulillah. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. Saya tidak bisa ketawa."Untuk keluarganya di Gondangdia. Jika sial. Ini bungkusan cocoknya buat saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana. "Terlalu riskan buat adik sampean. Saya pun tiba-tiba khawatir. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakutnakuti.processtext.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton. Malah ngenas.com/abclit."Tak perlu khawatir. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar ABC Amber LIT Converter http://www.000 rupiah.

tak kuasa menanggungnya. Sangat rindu. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. Setelah sebelumnya. Ia masih seperti setahun yang lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. dibuntal oleh hujan yang sebentar. lebih nyeri dari ini. khotbah. Lebih berpuing dari ini. aku kira.com/abclit. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. Di luar sana. bahkan bila kita mau. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. dan berbisik: ABC Amber LIT Converter http://www. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. sembari menunggu hujan reda.S>small 2small 0<. begitu sendu. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Ia agak kikuk. aku dan kamu. Ia tidak secerah dulu.Beberapa selamat? Beberapa selamat. Kali kedua aku bertemu dengannya. selain hujan dan waktu yang bergulung. bahkan untuk sedikit kepastian. kupandangi lama cuaca. Senja ini tak ada kepastian. hujanlah yang menyertai peristiwa. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan... Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan.. walau aku tak yakin benar. mungkin meratap diam-diam. membasuh sedih di luar sana. Dan ia menggeleng pelan. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah.Aku mengangguk. juga dalam hal ingatan.. Atau mungkin sebaliknya. mataku. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. Selamat. Benar. himpitan beban seperti tak tertanggungkan. tidak ada kepastian. seperti yang dulu-dulu. Di stasiun kereta api. Dari kaca jendela kamar itu. Tetanggaku. ya.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. Tapi beberapa. sahabatku. percakapan. dan hujan yang sebentar. Dan ini tentang hujan yang sebentar. di senja hari. .com/abclit. tatap aku baik-baik. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah.Ah. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. memang...Tengadahlah.INI juga pada senja. nyanyian.Hujan reda. Aku tahu. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. tapi aku yakin. Tapi lebih banyak yang tidak. Tidak semua gugur daun.processtext. yang kekal dalam ingatan.html . Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. beberapa mengalaminya. Sebentar ditatapnya wajahku.html Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. Kami berpisah.Aku kurus ya. Ia rindu. Aku tahu itu. Semua selesai.processtext. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran.. semenjak gelengan itu. kamu ingin hidup yang tenteram saja. Apalagi. Dan di pojok entah mana. matahari yang tenggelam. juga pada senja dan hujan yang sebentar. Seperti percakapanpercakapan yang terusir. juga yang berpasangan.LALU aku bertemu dengannya lagi. Tapi tidak mungkin.Kami minum kopi. hanya agak kurus. Sayang. desir angin.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. segalanya butuh perhitungan. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan.. di kotanya. aku pikir akan selamat.. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. . dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. meyakinkan lebih tepatnya. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. Tak semua selamat. dan rintik hujan. Dan kita.

seperti sekarang ini. yang selalu kamu seka hidungmu. Kamu di mana.. menghampiriku.Tidak. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan..Di hadapanku kini. dan lagilagi sesunggukan menangis. bahkan di diriku.html . Aku beranjak dengan malas. senja. ya?Aku mengalaminya. Cara menulis yang tenang dan ABC Amber LIT Converter http://www. sampai sekarang.. dalam tubuh yang agak basah. Begitu singkat. Lucu-lucu.processtext. tapi kuseduhkan secangkir teh. air mata itu.Kamu duduk lagi. dan mulai menulis. Makan yang begitu tertib. Apalagi hujan yang sebentar.Harusnya aku mendekatimu..Kamu menunduk. sepintas kulihat. Belum ada tanda-tanda. keponakanku.Dan sekarang. hujan mengguyur deras.. Seorang laki-laki juga menghampirimu. Sangat deras. almari pakaian. Memandang caramu menulis.Aku panik. menunggumu menyeduhkan kopiku. Hujan akan segera turun. aku selalu ingin kamu menatap mataku.Aduh. bukan?! Tapi bisa jadi. Aku kembali ke tempatku semula. Mengapa jika kamu menangis. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. mungkin karena baru beberapa bulan.. baru kutulis nama sayangku untukmu. Tidak mungkin. Mataku menatap perutmu. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu.. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana. kedua tanganmu pasti kotor. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. pertemuan itu telah menutup segalanya. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. Tapi kali ini tidak. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap.Aku mengangguk.html sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. Aku mengambil kertas. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. Seperti dulu-dulu...Kamu menyeka hidung dengan tisu. dan ingin juga bertemu.Seseorang mengetuk pintu. tentang pertanyaan-pertanyaanku padamu. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. tidak sepertiku. dari dulu. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu. kamu..com/abclit. Juga luka dan getir itu. dan memelukmu..Tapi kamu tahu.Dari jendela.. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. kebiasaan buruk. akhirnya.Uhf.TAPI kepastian itu datang juga.Kamu!Di luar.. Apa pun. misalnya. sebelum banyak dusta.. Sebelum banyak bicara. Dan kamu berubah sekejap.Kamu menangis sesunggukan. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan.. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. Kangen. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. Mengingatkan dulu. Aku bangkit. dan hujan. lampu-lampu mulai menyala. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih. Kamu bergetar. Aku merobek kertas yang di atasnya. beberapa bulan yang lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. sesedih aku. Mengambil kertas dan menulis. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan.Aku tidak begitu peduli waktu itu.Aku sedang ada urusan di sini.Bisa minta tolong. Ah. senja dibekap cuaca yang murung. hendak membuat kopi. Hujan dengan cepat reda. menatap buku-buku. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu.. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. Baru setahun yang lalu. Ah. sebagaimana aku juga tidak.Ini Dede dan Kahfi. pigura-pigura.processtext. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. dan ini kakakku. kamu mulai basa-basi.Jangan tanya tentang pernikahanku. aku tak kuasa menatap matamu. Tapi kamu juga bangkit. Aku hanya memandangmu.Kamu mengedarkan pandangan. Aku memandang ke jendela. mengambil gelas yang kusentuh. Senja mulai mengetuk malam.com/abclit. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. televisi yang mati. Suamimu duda.

Kubaca. dan pernah bersumpah akan mencurinya. tepat yang kelima. telepon berdering. Sialan.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. kamu tahu kalau aku menatapmu. Kamu juga.Pintu kututup pelan. istriku.Aku harus pergi. padahal sangat peduli. di dalamnya.. mampus. minum kopi hasil seduhanmu.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Tak menahanmu.processtext.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. tak lelap.Di luar. Kuangkat. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku.. aku balik.Aduh. Dan mungkin menangis. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Nada suara tinggi yang merajuk itu.com/abclit. Sebab kalau kamu. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa.Sore nanti. Lalu kudengar ketukan pintu lagi.Aku bawakan makanan kesukaanmu. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. cuaca cerah. Aku tahu. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri.Kenapa?Aku menggeleng. Kamu duduk lagi.Aku masuk. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri.html sepertinya sangat tidak peduli. Apa ya? Belum sempat kucari-cari.*** ABC Amber LIT Converter http://www. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. Balik-balik. Pagi ini aku tidur. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. aku yakin. Kututup pintu. Musik mengalun. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya..ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi aku mencintaimu.Kamu tersenyum. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. . atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. Membuatku tertawa sendiri. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. Brengsek. Pasti ada yang hilang lagi. sungguh. Aku hendak menahanmu. dan kamu sesekali main di sana.Aku mengangguk. Lagu-lagu sedih.. sudah terasa hilang sejak lama. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. bersamamu dalam bayanganku. kan?Aku menggeleng. Sangat indah. Bukan. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar..Kamu masih gampang terharu. Kuambil nasi dan makan. ya.processtext.com/abclit. Lalu aku ingat. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu. menuju komputer. Tapi urung. bukan kamu. Menatapmu. Perpisahan itu tidak enak. Aku tidak jadi menangis.Kenapaaaa.Kamu bangkit. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Pintu terbuka. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku.Aku sedih.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. Di seberang. Selebihnya. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. Kamu belum makan. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. Kamu sodorkan kertas itu. Seperti kemarin. Dan seperti tidak peduli. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Mau nggak. ada janji makan malam..html .

kalau sudah ada keinginan orangtuanya. Sebetulnya.com/abclit.processtext.html Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta." tulis ayah Berbi.processtext. Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel.html . Kalau disebutkan dalam surat. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa.000 dollar AS lebih.com/abclit. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. Jadi." Seperti biasa. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. ke rumah orangtuanya. Namun. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. Bukan untuk membuat Berbi penasaran.ABC Amber LIT Converter http://www. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak.

tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. Jakarta. Pohon-pohon sudah mulai meranggas. Rothenbaumchaussee. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya.com/abclit. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. Tidak dengan mesin tik. apalagi dengan komputer. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. pertanda musim gugur telah tiba..html . Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi masih tidak habis pikir." Begitu bunyi surat itu. Hamburg 1 "Pulanglah segera. Pada bulan Maret tahun depannya. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. Jadi.. Apalagi ditambah dengan angin kencang. meski teknologi sudah maju pesat. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. Di Frankfurt. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon.ABC Amber LIT Converter http://www.. Meskipun salju belum turun.com/abclit. kalau tiket sudah dilunasi. Dalam satu-dua bulan.processtext.html Lagi pula.processtext.

Namun." Surat ini mirip telegram saja. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Apalagi pengarang cerpen atau novel. risikonya apa? ABC Amber LIT Converter http://www. si hemat kata. Oleh karena itu. Berbi tahu.processtext. Hamburg 2 Memang. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi.html . cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. uang 2. seberapa pun kecil atau besarnya. uang tetaplah uang bagi Berbi. Di apartemennya. Kalau pulang. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi.com/abclit. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. sang ayah hanya mengatakan. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang.processtext. Palingpaling hanya akan menjadi penyair. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. Kalau toh terpaksa menulis surat. di Rothenbaumchaussee. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak.html kenapa.com/abclit.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Di pihak lain, Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Sebagai putri tunggal, ia mengerti perasaan ayahnya. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga, pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau tidak, untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala?

Mudik 1

Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu, Berbi sudah dua kali menerima surat serupa, yakni memintanya pulang dengan segera, "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg, tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah.

"Pulanglah segera, ada yang akan kubicarakan denganmu."

Hanya itu isi suratnya.

Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi," kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.

"Oh, ya."

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Hanya itu komentar Berbi.

"Ayah ingin tahu, bagaimana pendapatmu."

Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.

Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab. Ia tidak menyangka, pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. Oleh karena itu, ia menjawab sekenanya, "Terserah Ayah sajalah...."

"Maksudmu bagaimana?"

"Maksudku, kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah, ya, apa salahnya menikah lagi. Sebaliknya, kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi, ya, tentu tak perlu menikah lagi. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru."

Ayah Berbi terdiam sejenak. Oleh karena itu, Berbi menyambung, "Omong-omong, apa Ayah sudah punya calon...?"

Sebetulnya, Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Cuma karena ayahnya sudah to the point, ia pun tak sungkan bertanya langsung.

Ayah Berbi menggeleng. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.

"Lho, bagaimana sih Ayah ini?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Teman-teman Ayah di kantor, katanya, siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi."

"Saya pikir, Ayah sudah punya calon...."

"Belum."

Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam, Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Apa boleh buat, peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Mudik 2

Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima Berbi.

Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta, Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.

"Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?"

"Aku pikir, aku mengidap penyakit."

"Lantas?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Setelah diperiksa dokter, ternyata aku dinyatakan sehat."

"Lho, memangnya Ayah merasakan apa?"

"Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Makan tak enak. Baca tak enak. Tidur tak enak, tak nyenyak. Badan serasa meriang sepanjang hari. Pada saat lain, badanku serasa gatal seluruhnya."

"Tensi Ayah, bagaimana?"

"130/90."

"Normal dong."

Graha Taman 1

Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah, pikir Berbi. Kalau tidak, tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.

"Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup," kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman, Jakarta.

"Maksud Ayah?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Maksudku, aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya."

"Lho, memangnya Ayah sakit?"

Sang ayah membisu.

"Ayah mengidap penyakit berat?"

Sang ayah menggeleng.

"Ayah sakit jantung?"

Sang ayah menggeleng lagi.

Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Berbi mengubah cara bertanyanya.

"Kenapa Ayah merasa akan mati?"

Dengan enteng ayah Berbi menjawab, "Aku dapat firasat...."

Graha Taman 2

Keesokan harinya, ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Rencana Ayah bagaimana?" Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. "Aku ingin. "Lho. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus." kata sang ayah. Berbi mengajukan pertanyaan.processtext." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu.com/abclit. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. Kata peribahasa. kamu pasang iklan kematian untuk aku.html . ’Sedia payung sebelum hujan’." Mereka terdiam sejenak. Kita kan perlu bersiap-siap. Namun. agar tidak mengecewakan sang ayah. "Turut Berduka Cita". "Kabar Duka Cita".com/abclit. Kemudian Berbi melanjutkan.html "Begini. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. kalau aku mati nanti.

"R. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran.html . "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini. dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka.com/abclit.I.processtext.P".processtext." ABC Amber LIT Converter http://www." Berbi terdiam.com/abclit.html "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. kalau aku sudah mati. tetangga. sih.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kok Ayah ingin diiklankan. "Telah Beristirahat dengan Tenang". kerabat. Ayah Berbi meneruskan. "Rest in peace". "Telah Mendahului Kita"." "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. Teman-teman.

ABC Amber LIT Converter http://www. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. "Telah Beristirahat dengan Tenang".com/abclit. Dengan langkah berat. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan.P". "Telah Mendahului Kita". Firasat. aku segera kabari Ayah" Dengan kata-kata itu. Berbi hanya berjanji. "Kabar Duka Cita". Akan tetapi. atau "R. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1".I.html . Di pihak lain. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita".com/abclit. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun.processtext. Berbi menuju Gate 1. Soekarno-Hatta. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. "Berita Duka Cita". Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. kata ayahnya. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita.html Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. "Rest in Peace". "Pilihlah ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia.

" Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. iklan mana yang kupilih. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya.processtext.processtext.com/abclit. kalau sudah sampai waktunya.. atau telegram." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta. Menurut berita CNN. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN.com/abclit. Berbi namanya. Semua penumpang bus meninggal dunia. atau surat. tentu akan aku pasang iklan di semua koran. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan karyawisata ke Roma. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. "Pokoknya. atau faksimile.html judul iklan yang paling bagus. Jakarta.. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia.html . Oktober 2002 Dua Wanita Cantik ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. Italia. atau e-mail.. termasuk sopir bus. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon." katanya kepada sang ayah.

Tapi luka dalam. sepatu. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. Meta sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. Sampai ia berusia enam-belas tahun. rok . Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki. Meta?""Aku beli sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai.""Tapi Meta sudah ABC Amber LIT Converter http://www. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. Meta lari kencang memasuki halaman rumah.. mata sembab dan isak tertahan..""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam.. Lalu dirangkulnya. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. pakaian dalam. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. bayangan-bayangan buruk itu memang tinggal bayangan. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini.yang tak pernah berlengan pendek.yang panjangnya selalu di bawah lutut.. Untuk sementara. Sampai ia lulus SMP.html . Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju ."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. justru karena ia tahu persis. bunda. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas.com/abclit.html Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas.com/abclit. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. "Bukan di situ. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama.processtext. Namun. bunda. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP.. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. anggun dan mempesona. Sampai ia masuk SMU. Dengan nafas terengah-engah. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ.Bagi Yustin. "Bunda mau bicara sebentar. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun.processtext. Sebab nyatanya. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja.. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Tapi tidak demikian bagi Yustin. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. bedak. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. shampo. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega.

"MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan.""Bunda khawatir. menyentuhmu. Pipinya membasah. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari.??""Jangan bertanya dulu buat apa. Tak mungkin ia bercerita. Kapan pun. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini.com/abclit. Meta. Dan ini membuatnya jumawa. nak. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya. memelukmu.."Meta mengiyakan dengan cara terdiam.processtext.""Jangan berpikir sejauh itu. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu.""Meta tak tahu apa maksud bunda." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat..""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. atau sering merasakan.. Buka saja dulu pakaianmu."Meta terdiam.""Apa. membelaimu. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. yang setiap hari mendengar decak kagum. siutan panjang. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu. atau senantiasa merasakan..atau.. Badannya besar dan kekar.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit.... Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa.. Meta. Ia tak bisa datang menjemput. Bunda cuma khawatir. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu.""Tapi.. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya.ABC Amber LIT Converter http://www.""Tak usah. memujimu.. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya.. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik..""Kau pasti pernah merasakan. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup. Dengan berbagai kecemasan. "Perhatikan bibirmu secara saksama. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku.html . "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir.processtext."Dengan perasaan berdebar dan bertanya-tanya Meta membuka seluruh pakaiannya. Aku harus berangkat naik bis kota. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang.." "Lalu..."Mungkin kau benar. bunda.. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu.""Bibir saya kenapa.. Matanya terpejam. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. panggilan mesra.. serta rayuan dari para ABC Amber LIT Converter http://www."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi.html mau berangkat sekolah. Semuanya.com/abclit. pujian.. hingga yang pada mulanya ia hidup biasabiasa saja sebagai layaknya pemuda desa. bunda. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu. Meta. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. "Kenapa.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu.. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis. Meta.

"Ya. sebab segala rupa sanjungan itu lama-lama sangat dinikmatinya. stiker tattoo dan pernikpernik lainnya.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. Ia pun buru-buru membuka almari.. Dan Yustina tak kuat bertahan. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. Kamar 501. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. maskara. "Halo."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anak-anakku. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya.html pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. dan bicara dengan suara selirih-lirihnya."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. dan gunakanlah kartu debet atas-namamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. giwang.html ."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. eyeliner. minta aja kunci ke resepsionis. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. oom. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar.. ya?" "Sebentar. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkat-angkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. gelang.processtext.. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. Meta?" Jakarta. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. Sekarang aku sudah di kamar. Ada nama seorang pria tertayang di layar. "Kau bicara sama siapa. anting.ABC Amber LIT Converter http://www. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. Oke."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. blush-on. 11 Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.. Dan Yustin tak mungkin bercerita. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain.com/abclit. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi.processtext. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya.com/abclit. Ketukan pintu membuatnya kaget. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. eyeshadow. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. kalung. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju.

"Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih.JALANjalan.processtext.Kemudian dengan bayinya. Tapi. berdiri di mukanya!Jaringjaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. waktuku. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak.Anaknya lahir dengan sehat. Dina duduk di ruang tamu. cintaku kepada sulungku dan Bram. setamat sekolah pulang ke Indonesia. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. Sekarang. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang.PADA saat itu. Dina tahu Bram ada di sisinya. "Kubisikkan pada mereka. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih. Dina menyanyi. aku cinta Bram. Dina menikah dengan Bram. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. dan berucap. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). Dina membawa sebuah buku. seorang lelaki Indonesia. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. tiba-tiba Dina tidak tahu. sebenarnya Dina merasa. Ia menampar habis-habisan sulungmu. ketika selesai menyetrika."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). bersihkan sarang laba-laba itu."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. Mereka samasama bekerja keras. lebihlebih. di halte sambil menunggu bus. Itu rasanya tidak mungkin." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mail-nya. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. menari." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. harapan. kalau kau punya suami. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. Kamar Masmu memang jorok.html Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.com/abclit. "Kuberikan diriku."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa.Malam itu.ABC Amber LIT Converter http://www. langit menulis kata-kata itu. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. Kala mendongakkan kepalanya. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam kandanganku. dan kesedihan adalah milik mereka.processtext. Bram. yang ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. Namun. "Non. aku cinta Bram. aku cinta Bram. apakah dia masih mencintai Bram. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. untungnya aku datang. ketakutan. hal itu diomongkan kepada Bram. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram.html .

"Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. mereka adalah labalaba ganas. perasaan dan pikirannya.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang.Dina menjerit-jerit. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). kamu depresi."Ibu memeluknya."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun.processtext. perceraian. yang sampai pada saat ini. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. Dia naik ke lantai dua. Dina tidak ingin peduli. "Ibu."Ibu memeluknya. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. sebisa-bisanya. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. Memang ada ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini.processtext. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. Dia merasa. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. Langkah satu. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. Semua perabot rumah. "Nduk.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya.SUNGGUH. bajubaju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. Karena semua orang bilang. sebaiknya minum susu dan aspirin. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. masih menjerat seluruh tubuh.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. mengirim cintanya lewat telepon. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. Dina mungkin capek.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. "Nduk. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba.DINA menyusun rencananya. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. "Din. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. Hal ini dibicarakan dengan Bram. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. ia membersihkan sarang laba-laba di rumah Ibu."Dina diam saja. tapi untuk keluarga. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. bukan untuk diriku sendiri. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. Sebetulnya.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Dina mengatakan kepada Ibunya. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk.html . Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar.html kemudian menjadi suaminya. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. Celakanya mereka bukan laba-laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. aku tidak pernah mengurungmu.Langit di sana diam-diam saja.

Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Dina menganggap. karena tanpa tugas-tugas itu. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. ayo tidur. "Ma. Dilihatnya Bram dan anaknya. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. Beberapa tetangga berdatangan.ABC Amber LIT Converter http://www. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas Bram dan anakmu. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). Bram berkata pelan-pelan."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu.Malang. "Sudahlah.""Jadi. kasihan anakmu. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. "Pa."Bram.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. Bram berdiri di antara tetangganya. selamat tinggal. Namun. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. mereka akan datang menjemputmu. Din. ketika Dina merasa pusing yang hebat. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan."Bram melihatnya lekat-lekat. harga obatmu sangat mahal. Dina berkata pelan-pelan. tapi harus dihormati). Bram yang seharusnya merawat.Sampai di rumah ini. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. "Saya harap.com/abclit. kamu sudah sembuh. anaknya.processtext.Dina menangis. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki.""Kau tidak mencintaiku lagi. dia harus memisahkan anaknya dari Bram.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang labalaba. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan mengurus dirinya.Kesedihan. turuti sajalah apa kata dokter.processtext." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. mengejar-ngejarnya. Dina jijik dan sekarang.html .com/abclit. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. "Din. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi.Akhirnya. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. Padahal. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. Dan jaring laba-laba itu. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu.html ekspresi cinta dari Bram. mereka berdua melenggang ke kota lain. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). 18 November 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. Kamu masih dalam proses penyembuhan.

Ayah tentu merestui. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. Karenanya. cukup angin saja yang menyibak. dikungkung penyakit dan dijemput kematian." maka. bakal cepat berkembang. tiada dua.com/abclit. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. semuanya selamat dierami. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. Tanpa harus menguak dan meraba. Atau ada yang sempat bertelur. tamat SMP ke SMA. lalu tumbuh berpasang-pasang. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. tak perlu menunggu tamat sekolah. dan turun dari kandang berkembang-biak. berdiri tegak umpama dari landak. Upik merasa tersanjung. Rambutnya kasar seperti ijuk. ya. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. mencari kutu. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. dua-tiga butir yang dierami. dan Ayah merestuinya. cukup dengan berkata.ABC Amber LIT Converter http://www. pusarpusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji. orang-orang percaya pada pertanda. Dan kenyataannya memang demikian.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. baru akan naik ke kelas enam saja. Dan. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. Ia bercita-cita menjadi tentara. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala.processtext. pusar-pusar ternak itulah. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. terhindar dari segala penyakit dan kematian. Konon.com/abclit. sambil menyibak pusaran rambut itu. Tak perlu menunggu lama. ajaib. sekolah si Kandik harus terus disambung. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian.html . tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. ayam-ayam berkotek di kandang.Demikianlah.html Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas.processtext. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. Alangkah indah dan menyenangkan. Berbeda sekali dengan si Upik. kanan dan kiri. "Ayam ini untuk si Upik. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. Merimuk saja di sudut kandang. Ayah telah memberinya sejumlah kambingABC Amber LIT Converter http://www. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. Ketika si Upik masih kecil.Akan tetapi. nanti mendaftar jadi tentara. menampakkan wataknya yang keras.

tapi bukan penghiburan yang didapat.processtext. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi! Dan petang itu si Upik teramat sedih. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. berarti menantang adat dan kebiasaan. berkah dari adat yang bertuah. kakak-adik. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. Maka. dan berseru di tengah padang. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. Sendiri memintal hari. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Selalu. tapi bermacam-macam. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). Dan semua ternak diterima Ayah. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. tidak berbaju buka kepala. Sungguh menambah beban. "Anak gembala.Pagi-pagi sekali. ayah butuh seekor kambing!" Maka.. Menjadi adat orang seranah. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. Berhujan-berpanas sudah biasa. apalagi si Upik. dengan sekali sentak. Setiap tanda jadi tanya.. Akhirnya Ayah bertindak ABC Amber LIT Converter http://www. dari ayam. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. Ia merajuk. dan Mak tak kuasa membujuk. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan?SEPERTI diduga.html . Membuat si Upik tak nafsu makan. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. di usia sehijau itu. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. turun-temurun.ABC Amber LIT Converter http://www. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. setiap isyarat jadi sebab. "Upik. Tidak. dan ia tak peduli.processtext.com/abclit. begitulah keadaan diri si Upik. mungkin juga seorang bandar!). Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. Tak hanya kambing. Si Upik tak kuasa menahan tangis. Maka.com/abclit.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuansungguh dianggap keterlaluan. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. begitulah. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. ternak si Upik memang berkembang-biak. dengan kumis melintang. sapi dan kini kerbau. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. berkat tetua yang pandai membaca. seorang sahaja di tengah padang. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. melainkan dampratan dan umpatan. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambing-kambingnya ke padang gembala. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. tanpa pernah berunding dengan dirinya. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya.html kambing orang dengan sistem paroan2.

dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. Di kubangan. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. O. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. itulah yang utama. Apakah sekadar mendapat teman bercakap. Dan penuh perhatian. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. rasa diperhatikan dan penghiburan. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. Dan merasa lengang bila lakilaki itu melanjutkan perjalanan. "Kamu sakit. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekat-dekat. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. Ayah menyeretnya ke belakang. ia lihat wajahnya. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. Tak tergurat tanda amarah. dialasi tikar..processtext.processtext.Tapi Upik menyukainya." Lama-lama. Cepat Upik berlalu. dan Kandik segera mengejar. mampir sebentar dan bercakap. Mengobati sakit dan lelahnya. juga rambutnya yang kusut. tapi sudah cukup akrab-bercakap. yang menjadi latar perkampungan. diserbu belalang dalam semalam. kurus dan menderita. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. tak sekadar membentak tapi menggampar. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. mengancam. "Kamu mesti berangkat. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. "Awas." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Wajahnya bersih. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. ketika seseorang datang berseru. Dipijatnya kepala Upik di sana. Pik. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. apalagi mereka tak punya anak.html lebih jauh.html . dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. Isi ladangnya tak pernah jelas. bangau-bangau itu lantas menjauh.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. Sebenarnya. entah kenapa.. Dengan satu sentakan.. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. kawanan bangau yang putih yang suci. "Panen gagal. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. Upik. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan uratABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. orang tua penuh perhatian. Perutnya mual. "Hampir panen. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. ia dengan nyentrik bilang." kata Mak kelu. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. Dan petang itu.ABC Amber LIT Converter http://www. dijambak dan diacak-acak. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja.Terhuyung Upik meniti pematang.. menyejukkan. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. Yang jelas. orang mahfum.com/abclit. patuklah pusar-pusar di rambutnya. ingin muntah. kecuali dari Pak Kudun!Ah. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar.

Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. Ayah lalu berbalik langkah. Tapi. Ah. Iya 'kan?"Begitulah. menggeleng-gelengkan kepalanya kirikanan. Upik sungguh tak bisa berbuat apa-apa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Seperti sekarang! LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diam-diam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. Sebelum pergi."Dan kau. "Sudah lumayan enak.html .. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu. Mak. Maka. Pak Kudun memandangnya. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa..Upik menggerakkan kedua lengannya. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. seperti tersadar. Keduanya bersitatap. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. Pak.. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan.html urat di tangannya. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayah-bila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang.. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. berarti kau yang memberi tahu. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. iramanya melengking tinggi!Tapi. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. bukan mengembalikan mangsa. melainkan datang dengan ancaman yang sama.PETANG itu. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. Lantas.processtext." Pak Kudun tak melanjutkan.. Dan Upik. Tinggallah Upik dengan hati senyap.ABC Amber LIT Converter http://www. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. kalau Ayah sampai tahu. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Dan karenanya. Terima kasih. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. dan merasa agak enak sekarang.com/abclit. Kandik segera berlalu menyusul kawankawannya yang kian jauh. dengan ucapan yang tak selesai itu. dengan tatapan orang yang minta diri. Gadis itu terpana diam. meniup puput-serunai batang padi. "Upik. "Mbheeeeekk. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang." katanya dengan suara bergetar. dan berteriak seperti biasa. lantas si Upik berlari menuju ke sana. Awas. Upik merasa lengang tiba-tiba. si Upik melepaskan jerit. irama itu terputus tiba-tiba. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Batal ia mengambil mangsa. Barulah sesampai di tempat yang sedikit terbuka. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. Upik ingin tak mengenang.com/abclit. untuk kali itu. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. tidakkah juga. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya.

Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba Sumber: Kompas.. Sistem paroan. Edisi 01/05/2003 "KAI. "Upik. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. ceritakan apa adanya saja. 2002Catatan:1. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. Pu.Aku juga tidak bisa cerita banyak.html . Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sanaABC Amber LIT Converter http://www. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu.. Namun. baru beberapa langkah. Ayahkah. Ia ingin menjerit. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. Disebut juga uyenguyeng atau pusa-pusa. "Cuma. Upik. hantu. tapi setidaknya. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun... dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. "Ya. sesuara lebih dulu menyentaknya. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal.. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu.2. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. Aku telat datang!" pintanya kemudian. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam.. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya.. Senja mulai turun. Kai. atau.. Tetapi. ada apa ramai-ramai. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan."Tenanglah.html pancang di kandang. Pusar-pusar. meski sulit dipercaya.processtext. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan.Upik beranjak ke arah semak-semak." katanya." bisik Pak Kudun. Yogyakarta..com/abclit. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. Kita ke ladang saja sekarang.com/abclit.. tenanglah. "Ceritakan dong. Semakin tebal. dan kalau nanti Ayah datang mencari.Rumahlebah. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu." beritahu Tangkai.ABC Amber LIT Converter http://www. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar.processtext. berpulun kain sarung. semakin bebal.

html sini!" tegas Kupu-kupu. "Sudah." kata Kupu-kupu. tenang dulu. hingga kemudian. teruskan ceritamu. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. "Sudah. karena tadi terbawa angin.processtext. Oya. Jangan pikirkan si Capung.html . nanti saja ceritanya. teruskan ceritamu." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu. peristiwa apa sih sebenarnya. "Lho. "Wah. Melihat Kupu-kupu datang lagi. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. Seru sekalii. maaf. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan.." "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Jangan di sini.. "Demi persahabatan. Tangkai akhirnya mengangguk. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. "Nanti dulu." kata Kupu-kupu. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. Di sini nggak ada enaknya." "Kok berkomentar lagi. Aku baru terbang dari luar kampung sana. Aku belum mendengar apa-apa. maaf." "Begitu?" "Ya. Bahkan dalam tidur pun.. Ah. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. tidak begitu.. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang.com/abclit. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga.." kata Tangkai bergoyang. Bukan ingin tahu pendapatmu. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi.. "Jadi ketinggalan berita. Sampai nantiiii. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. Kok kamu tahu mereka ayah anak. Ceritakanlah." kata Kupu-kupu." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. Agak sedih malah. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. "Cerewet. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. sekarang. "Wah wah. teruskan." "Dua orang kataku. Capung kemudian terbang dengan tak acuh.. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. "Pergi juga tak apa-apa. Kelompok Bunga belum sempat bercerita." kata Capung." kata Tangkai mengangkat wajah gembira.. Hm. "Ya. Dua lelaki.. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. Ayah dan anak. Mau dengar nggak?" "Maaf. Di antara tiupan angin yang membawanya." kata Kupu-kupu.ABC Amber LIT Converter http://www. "Nanti. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. Kupu-kupu tampak berpikir. "Sudah risiko. "Oohhh. "Nanti dulu. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. ada angin lagi. nanti dulu.. Masalahnya.com/abclit. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar.processtext." kata Kupu-kupu." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana." lanjut Kupukupu.." kata Tangkai. aku pergiii!. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. aku malah hampir lupa. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggasunggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. "Jadi tidak mau mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. "Kuringkas ABC Amber LIT Converter http://www. Kelihatannya ada jalan keluar.." "Karena mereka saling memanggil begitu." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya. tadi lebih pikuk. aku masih agak terganggu sampai sekarang.

. Bisa kau bayangkan." "Wah. kok biasa saja." "Aku kan Kupu-kupu pintar.html . Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. tikam-menikam. "Terserah. Bus-bus berhenti. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Atau malah kurang seru. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. Polisi semakin banyak berdatangan. Pukul-memukul. setiap kepala. Ayah dan anak dikeroyok.. "Itulah.. "Ya. Hinggaaaaa. Cuma kejadian sederhana.. yang ditembaki.. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu.. Bisa kau bayangkan. lempar-melempar. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. akhir dari kejadiannya. lalu menaiki sebuah angkot. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul.. Lalu kau dating. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang ABC Amber LIT Converter http://www. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu." kata Kupu-kupu.. sama-sama meninggalkan kerumuman. masing-masing akan terdengar khas." kata Tangkai. Hinggaaa. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. setiap penilaian. dan menghilang ke ujung jalan sana. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. Itulah ringkasannya." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. maki-memaki. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan.. Para penumpang menontoni. Akhirnya tak jelas lagi." "Daag. Hing.html saja. "Ya dong." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. teriak-meneriak. kemudian ikut berkelahi.." "Hussh! Hussh! Kau." kata Kupu-kupu." "Itu dia. tahan dulu. "Itulah. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang.." kata Tangkai." "Apa itu?" "Kedua lelaki. "Ah. Ayah dan anak berteduh di halte sana. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. Dia tidak begitu hebat... Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. tak tak puas. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte." kata Tangkai. setiap hati. Tak percaya oleh kenyataan.. "Iya.com/abclit. Para penumpang yang ditodong melawan. yang diteriaki. "Kukira ada hal yang luar biasa." kata Kupu-kupu. Jalanan benar-benar macet. "Maksudku. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian." "Terserah kalau begitu.. penembak.processtext. Masih cukup dekat dari halte.. Lalu tentara datang. kau seserius. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. "Begitulah.ABC Amber LIT Converter http://www. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan.." "Yuk. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. Daaag. Biar informasiku lengkap." Tangkai bergoyang. Kejadiannya berjam-jam. yang diinjak. Nafasmu nanti habis.processtext. Polisi datang dan melerai. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. hingga tembak-menembak.. "Wah. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri.. penginjak..com/abclit. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai.. Tak ada yang mengejutkan. Tapi perkelahian masih berlanjut. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. Begitulah. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. tahan dulu. Begitu saja. peneriak. Ya." kata Kupu-kupu. Setiap mata. Darah berceceran di mana-mana. karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai.

ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. katanya lagi dan lagi. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya. dan Brunei Darussalam. "Lontar telah pergi. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik.com/abclit. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. bagaimana kedua orang itu. atau memang sudah mati percuma." ujarnya kembali berpuisi.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan hanya Bulan. dan sekaligus dibanggakan. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. ayah dan anak. Tahun yang sangat ditakuti. Atau menutup berbagai lokakarya. sudah pingsan berdarahdarah. Tukang-tukang kayu dari Jepara. dan Pati akan panen order dari Thailand.processtext. katanya lagi. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Lunglai. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati." kata Ayah.Aneh banget Ayah itu. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang ABC Amber LIT Converter http://www. membawanya. Pada tahun 2003.Pada tahun 2003." nasihat Ayah seperti berpuisi. Singapura. Tentu saja. Sampai ketika kedua orang itu. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. yang masih dapat dimanfaatkannya. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan.html heboh.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu. tapi juga tahun 2003 itu. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. pandangannya melulu terpancang pada Bulan."Makanya jangan melawan Rembulan. Kalau tidak. Turuti saja panggilan sinarnya." Pada tahun 2003.html . menonton sejenak. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. Kini komputer menggantikan perannya. namun sebagian lainnya tak perduli. menceritakan hal sederhana. karier Anda sekalian bisa lebih suram. Rembang. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami.processtext.

Anak-anaknya berkumpul. itulah pohon tal. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. Itulah nama Latinnya. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. cintamu juga harus lebih canggih. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara.Borassus flabellifer.processtext. siwalan alias lontar. cinta pada Tanah Air. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. Sekarang pada layar monitor. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal.html menghasilkan daun tal atau lontar. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. kata Ayah. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. dan cinta pada pengetahuan. cinta pada keindahan. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. Apakah mereka harus dikabari.html . ***SEPULANG pidato. Ayah memang lebih sering bicara sendiri.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. tiga anak-anak lontar yang setia. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. Tak ada cetak biru. hidup ini perlu penerangan. Bukan. semangat hidupnya seperti menggelegak. akan mati. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya.Namun. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. pada disket. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. Tapi. adalah tulisan.ABC Amber LIT Converter http://www. Seolah-olah bersyukur. fluktuasi harga. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ABC Amber LIT Converter http://www. hari-hari kami seperti lebih teduh. Tetapi. kebanggaan keluarga kami. Ia menggiling beras untuk petani setempat.com/abclit. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi.Makanya. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. punya karakter lokal dan manfaat lokal.com/abclit.processtext. Belum mengerti pasar modal.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di kabupaten Klaten pun. cinta pada kebenaran. maupun indeks gabungan harga saham. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. sekarang pohon itu tak ada lagi.Bukan hanya gelap gulita. pada hard disk. Kesehatannya tampak terganggu. katanya. Sepeninggal lontar. Tiga anaknya berkumpul. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Seolaholah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. Ya. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Ia cuma melayani dan melayani. Ayah tidak berdiri di sana. juga punya karakter universal. Tahun 2003 sudah datang.Sepeninggal pohon lontar. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. yang buahnya segar. banyak orang belum siap. Ya. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. tapi hitam legam di panggung sejarah. Cinta pada pohon. blue print. Kami tak mau mengecewakan hatinya. Padahal. pribumi maupun Tionghoa. belum pernah bicara. Tak ada action plan. Kini menunggui Ayah. Pendeknya. cinta pada Ibu. Setiap benda itu. Ayah bergumam. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri.Aku sengaja mendampinginya. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. melalui jendela yang terbuka. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. cinta pada anak-anak. berbuah maupun tidak berbuah. Yang daunnya berbentuk kipas. pohon lontar itu. seperti yang semua sudah tahu. Universalitas ini yang penting. baik sipil maupun militer. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. Dulu. Matahari tidak langsung memancar dari langit.

Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain.ABC Amber LIT Converter http://www.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber). Air mukanya tidak pucat lagi.Hidup ini seperti sebuah lapangan. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. Garcinia porecta! Manggis hitam. dan terlalu merdeka. atau mungkin juga kecapaian. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu.processtext. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun." Ayah mengigau lagi. yang telah duluan meninggalkan kami. obat batuk. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. yang terakhir itu bukan manggis biasa. Ayah seperti batuk keras sekali. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. semua laki-laki. aku terbangun. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. Ia bisa tumbuh di mana saja. atau mungkin hutan bagi Ayah. Napasnya normal. ibumu tahu. mendengar Ayah memasukkan sepeda. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. Meskipun jalanan berbatu. Ada Garcinia mangostana. Daunnya tebal. tentunya. Tapi. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Rumah sakit mana saja. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. bisa teringat selamanya. Anak-anak sudah tidur. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. yang sudah punya tiga orang anak.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara.. kami tidur di sekeliling Ayah.. Napasnya semakin jarang. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. lalu sunyi lagi. Aliran darah dan pernapasannya terganggu.com/abclit. Aku teringat perempuan tinggi.com/abclit. kira-kira pukul empat pagi. berkilat-kilat. anggun. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. Tapi malam ini. juga tapak liman dan tempuyung. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. ada Garcinia dulcis. Aku membangunkan adik-adikku. Bukan hanya tapak dara. Ayah mengajari kami hidup tekun. aku curiga. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Ayah tampak sedikit tenang. katanya. dan berbuah. Ia akan menyusul pohon lontar. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Semua anak Ibu tahu hal itu. Napasnya kembali tersengal-sengal. aku terbangun. taman. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. Sekarang ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini."Ibumu tahu. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Ya. Dini hari betul. sepertinya semua baik. Tapi. guru sekolah dasar luar-biasa. Semua dilakukan dengan senang hati.html . Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta. Memang ada banyak macam manggis." Ayah mengigau lagi. berkembang. dan nyeri perut. juga di jendela kamar Tante Yetti. Setiap orang punya perlambang sendiri. dan seindah-indahnya.Namun.html ini? Berangkat dalam tanda petik. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. tumbuh rajin. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini."Jangan melawan sinar rembulan. Batangnya kuat. bahkan di semen sekalipun. kebun.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku.***MALAM sudah larut. Wajahnya pucat. Satu per satu. elegan. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah.processtext. kukuh.. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. Lewat tengah malam. Sekali dilirik.

kami panggil suka-suka kami. kakak dan adikku. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. kelapa sawit. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. Atau ada "rembulan" beneran. sekali! Ibu bukan Rembulan." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. Atau kelapa.Si pohon asam jawa. Ia mengingatkan orang pada AFTA. Kami tidak boleh berargumen apa pun. anak-anak siwalan ini. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. Aku pohon manggis hitam. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. bila Rembulan bicara.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. "Jangan melawan Rembulan. dan si kecil. mirip seperti Ayah. aku.com/abclit. Mungkin juga lontar. menurut ayahku. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. kini menjadi yatim piatu. tidak bisa diajarkan. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. terkait dengan pemahaman ekologi.Aku senang Ayah banyak membaca. Terserah pada kami. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. Sebaliknya. persis seperti tertulis di sini. tingginya bisa 25 meter." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. lindungilah Ayah kami. Kalau sedang pelit. tapi menyeramkan."(Sebagai ziarah abadi. ada atau tidak ada Rembulan. Tetapi. Melalui Internet.html . Kami harus selalu mendengarkan Ibu. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. kegemarannya makin berkobarkobar. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja.html juga. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Bahasa itu. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Buahnya banyak. ketika matahari terbit. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. Pencipta alam. meskipun tinggal di dusun terpencil. perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. Begitu banyak hal disingkat AFTA. Mungkin Ayah lupa. tetap saja tidak bisa. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. Ia bisa jadi palem raja. Katanya juga jelas dan tegas. ada atau tidak ada AFTA. Sejak ada komputer. makin ingin tahu. Makin tua makin rajin belajar. bila rajin buka kamus. mungkin juga kurma. cantik dan setia. tapi siwalan. siapa yang mau melawan?Yang terang. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. teguh dalam badai. yang bungsu adalah pohon salam. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tidak takut cahaya Rembulan. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. barangkali. Borassus flabellifer yang kuat. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain.processtext.Aneh. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. kakak memilih jadi asam jawa. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. seperti ibunya. siapa pun Rrembulan. Bukan nyeri. membaca berbagai koran dan majalah. Bahasa itu harus dipelajari. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. dan American Family Therapy Academy. "Jangan takut pada hutan.Sayangnya. ia mirip palem raja. Tamarindus indica. untuk Muhammad Saleh Kismadi.processtext. sejak 1977. sadeng. Entah pula Association of Temperate Agroforestry.***AYAH adalah sebatang palem yang lain.com/abclit. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. berpusat di Miami Florida. Ia pohon asli Indonesia. atau palem puteri. Kalau sedang pemurah. Ia terus tumbuh ke langit.***PUKUL setengah enam. yang gugur sebelum tahun 2003) ABC Amber LIT Converter http://www.

Menunggu seseorang membuka pintu.Gemetar ia melangkah.Malam merayap. pintu itu belum juga terbuka. cermin asbak. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Lama. terdengar berulang-ulang. Lalu. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. kursi. Tetapi. Tetapi. Tetapi. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar ABC Amber LIT Converter http://www. Juga sayup jerit. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya.com/abclit. sepi. dan akuarium. Dan ia masih mencoba menunggu. Tetapi. entah dari mana. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. Mai? Kau tampak capai sekali. Lama. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Ia tampak takut.html Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Mandilah dengan air hangat. tapi niatnya tak surut. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat.processtext.html . Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. Berdiri gamang di depan pintu.-ah. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Meja. menjijikkan. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa... begitu miris. ia masih berdiri di depan pintu. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Mengedarkan pandang. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. Di dahi. Tampak kotor. ia ingat. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik.ABC Amber LIT Converter http://www. Juga sedikit bercak darah pada gerutan kasar di tembok." Atau kecupan mesra di pipi. "Bagaimana kuliahmu hari ini. Dingin menembus tulang. Masih menunggu seseorang.Namun. almari. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. berjumpalitan ditingkah pecahan guci.processtext. Ia terus melangkah. vas bunga. Langit bergetar. bagai habis terbakar. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Ruang tamu itu kosong. Ia terus berdiri. Lalu lengang. meremang. itu sia-sia. Sulur laba-laba menghiasi tembok.com/abclit.

lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Juga gelas. Tetapi. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. Ia mengenakan toga. Lututnya bergetar hebat.html cahaya kristal. Ia jongkok. hingga wajah Papa. Di situ ia kembali terpaku lama. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Malam kembali senyap. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Mengatur napas yang mendadak sengal. Lalu tawa mereka. Ia masih ingat. Mata-mata merah. Foto itu buram tertutup debu. mangkok. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. Ya. Tetapi. tibatiba ia tersenyum tipis. Keringat di dahinya kembali berleleran. Mengkilat. Ia ingin berontak. Wajah-wajah beringas. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Ia lupa. berteriak.***BAYANGAN itu begitu kental. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. urung. Ah.processtext. sendok. dan dirinya tampak semakin nyata. Hingga bulu kuduknya meremang. mengumpat penuh kebencian. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. Tetapi. Juga suara orang-orang itu. "Tidak! Itu masa lalu. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Mama. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. menggigil ketakutan. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. Ia ingin menangis.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Semua itu begitu jelas terbayang. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. berteriak. Tidak lama kemudian. Ia sangat tersiksa. dan ABC Amber LIT Converter http://www. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. Melotot.Ia melangkah menghampiri foto itu. Malamnya ia nyalakan lilin. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Membuat tenaganya sesaat lesap. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. menggeleng pelan. piring. menepiskan tangan. tubuhnya huyung seperti mau roboh. namun air matanya enggan tumpah. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. Berteriak serupa kesurupan. merunduk. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. Dan darah. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak.com/abclit. ingin mencium bercak darah di tembok. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. Mengejutkan! Susah payah ia mencoba berdiri tegak. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar.html . Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Tenggorokannya seperti tercekik. Di lorong jauh. Malam kian mencekam.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. ya. memaki. mengusap-usap dengan jemarinya. Membuat ia kian gemetar. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. saat ini.

Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. berkilat-kilat. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Tetapi. Tetapi. kusut.Akan tetapi. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. kursi. Selain itu.ABC Amber LIT Converter http://www. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar.Namun.Ah. miliknya. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. Letih. Entah apa. Ah. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Bergiliran. Dan seperti tanpa sadar. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. Ia ingin mati saja. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. namun selalu gagal. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. perlahan-lahan tenaganya pulih. Berjam-jam. sopir taksi itu justru tertawa lebar.Yogya. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi.html botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Ia ingin sekali memegang bendabenda itu. menenangkannya. Jantungnya berkeretap kuat. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Gamang.. 1998-2002 ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.. Begitu kuat. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. Waktu beringsut cepat. Tetapi. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. Memberinya makanan enak.processtext. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Itu adalah kamar miliknya. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapasiapa. *Depok . Sebentar lagi pagi tiba. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. Menyusul Papa dan Mama. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Meja. selain tampak kotor berdebu. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. Hingga ia pingsan. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama.processtext. Mata mereka menyala. Pelan ia merapat tembok. bocah laki-laki tampan. Juga sprei di atasnya yang acak. mengusap-usapnya. Menenteng kapak. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. Ia terus hidup. ia terlalu letih untuk terus melangkah.Mula-mula taksi meluncur cepat.com/abclit. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. Ia sangat ketakutan. Tetapi. ia takut. Bocah lakilaki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. Sebelum orang-orang ke luar rumah. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. di sebuah kamar hotel. harganya pun pasti mahal.Lima jam setelah kejadian itu. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Terus tumbuh. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. almari. tumbuh. rak buku. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar.html . juga segelas susu. mengelus-elusnya.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. Tetapi.

Tetapi. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. panjangnya sebahu diurai lepas.com/abclit. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Perilakunya santun. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana.processtext. Ia lalu kunamai Si Peri. melainkan. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. Itu. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas.html . it's mine. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu.. berkulit warna almond. warna merah darah... aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. Pikirku spontan. Jadi.! Yes. Edisi 12/15/2002 OHHHH. "Hello.Tetapi. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats. sumber wangi aroma melati. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku.html Kepada Tiankong.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. Kata teman-temanku. Ternyata seat-nya nomor 10-B. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat.. kekikukan yang kali ini berbeda dengan kekikukan yang biasanya ABC Amber LIT Converter http://www. suaranya lembut. Paha itu menjadi perhatian banyak orang.processtext. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. Inggrisnya beraksen Amerika kental.com/abclit. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. bergaun panjang. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. ketat. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Bisa kupastikan. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya."Number ten-bi. karena action Si Peri. Sorry!" kata Si Peri. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. Dengan kalem ia menutup bagasi. Ia bertubuh tinggi semampai.Ternyata. rupanya dialah si peri. Rambutnya hitam legam. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat.

nenek saya termasuk di dalamnya. Itu. Sedangkan kekikukanku kali ini.processtext.html kurasakan. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya.. "Jadi. Saya suka. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan ragu-ragu..."Tentu saja Anda tidak memahaminya. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik."Maaf. menahan tangis."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI."Ya.. Yang saya tahu."Nah... ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok." mata Peony yang semula redup. nenek Anda." ralatnya. memberi makan para pejuang. Di kota itu nenek saya lahir.. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. Ya.. seindah Surga. ia dagang palawija...Miss. karena aku sedang memikirkan profesinya.processtext.. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. Maka."Maaf.Aku bingung. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan. "Jadi.. Nah. saya berbahasa Mandarin. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. Ini menyangkut sejarah. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak.. karena kecintaannya terhadap Indonesia. Maksud saya Peony Wu. ia terkena PP-10.. maka ia merasa asing ABC Amber LIT Converter http://www.. maksud saya. tahun '62.com/abclit. Biasanya."O. Tetapi. sorry." ia memenggal kalimatku. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. karena penasaran. ".com/abclit. negeri yang kata waipo-ya. Ironisnya.""Nama saya Peony.. Langit Yang Jauh. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. karena alur pembicaraan saya rancu. pertanyaannya mengejutkanku. Maka.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. maafkan saya. Tapi. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah.ee. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat.tapi. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia. kulanjutkan dialogku dengannya.""E. karena saya tidak tahu."Ke BatuMalang. Setelah menikah.. saya tidak tahu!" aku berterus terang. Miss Peony. Sungguh. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya. sambil mengguncang-guncang tanganku.nah.. "Itu. dari mana saya harus memulainya. Apa sih profesinya?.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut.. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata.. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku.. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li."Sama. Aku tidak memahami alur pembicaraannya. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup.. bisa juga dimaknakan Surga."Yes. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum.ABC Amber LIT Converter http://www. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. saya mau ke Langit. di Surabaya. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya.html . ya kata nenek saya. saya mau ke Jakarta. Materinya terlalu panjang dan rumit. kembali berbinar.. "Hem."Yes! Anda cerdas. Itu."E. Tian-Tiankong itu artinya Langit. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. Nenek saya bilang. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. ".

!""O. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. Kabarnya. Kemudian.. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh."Ya. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. Katanya. Ia lalu mengajakku ke Batu.com/abclit. Maka.ABC Amber LIT Converter http://www. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya.di Tiongkok. Jangan... Itu. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok.com/abclit.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. Keterasingannya itu membuatnya gamang dalam menjalani hidup." Komentarku tentang dirinya. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini.processtext. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera.Malang. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. besar di Amerika." lagi-lagi ia memandangiku.""Ah.. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat.Jakarta. Ia memilih tinggal di Indonesia. "Oiya. usianya 78 tahun."Saya tidak bercanda.html terhadap Tiongkok. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan.. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. "tapi..."Ohhh. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya.. ia lalu berpesan.html . tempat itu sangat indah bak surga. untuk melaksanakan li bagi neneknya. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. usianya 38 tahun. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. Kemudian. ". makanya Anda modis. Anda jangan bercanda.. saya sekarang punya usaha di Singapura. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis. buka butik!""O.. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong.processtext. "Nenek saya ada di sini. Untung." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Ia takut. Sayangnya. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis. akhir Oktober 2002 Lebaran. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. ketika meletus G 30 S PKI. Tetapi kedua anaknya hilang."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu." sambung Peony tersenyum getir. lahir di Macao. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao." tanggapku serius. Jangan. Suatu tempat yang ia rindu-kan.. Jadi.

Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400..html .000. Edisi 12/01/2002 AIR. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran.. mengepak-ngepak.processtext.. kalau Rp 200. Mak ragu. Ah-ah." "Tapi. ***MENGGILING." Tapi.000. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya.. Dibukanya mata. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. yang jelas. telah menipuku. Pulu. bilang hanya Rp 200. Bagai tak ada antara. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak.. Bagi Openg. Mak ini bagaimana.. Jangan khawatir. Di hadapan mereka.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Amri. kata Mak. telah tiba saat menggiling.com/abclit.. dilihatnya Ucok. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai.. Janjinya. mandor itu. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Kita bisa.telah menipu. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya.. Beli baju. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. Openg terus terbatuk... Dua bulan. Segalanya.com/abclit. Orang-orang itu. itu tepat jelang Lebaran. Orang-orang dewasa itu.. ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi." "Aduh. "lebaran! Kita bisa buat kue. Mata itu. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu." Atin menyela. Jermal. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. ***SEGALANYA? Entah. itu bukan mimpi pertama." Mak masih ragu. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Tenang saja. tetapi semua sia-sia. Dua jam itu. menatap ke arah Openg. Dan. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. kalau kebetulan tak menggiling. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. dengan pandangan masih nanar..processtext. hanya dua bulan. Mak. Mak. dan Kabir (temantemannya) telah menarik tuas penggiling. Tak sampai dua jam. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. apa itu? Di tengah laut. Betapa cepat. Jadi.ternyata Mak benar. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. Betapa melelahkan..000 per bulan. Wajah Mak. butuh Rp 500. Sudah berkali-kali." "Ah. Bohong. artinya menarik jaring. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. Dengan napas masih sesak. Dulu. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. setiap tenaga yang ia keluarkan. Gelombang membalik. Untuk toke atau cukong saja." "Ya. Tetapi. melambungkannya ke permukaan. masih terbatuk-batuk. terbatuk-batuk. Tolong. Mak! Dan ketika aku pulang. Openg terbayang Atin. Lelap saja." "Tapi ... itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia... tak ada gelombang. mengangkat. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. Wajah Atin.. "Sudah. bawa uang. tak usah mimpi. betapa meletihkan. Empat ratus ribu rupiah.000. di jermal. Bang Tohar. Kue dan baju. Mak bisa ke Malaysia. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali. Setiap gerakan. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang." "Dah. Begitu aku pulang. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Gelombang. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Sebaiknya kau tak pergi." "Tapi.. Tatapan itu.. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. Kenapa bisa datang berkali-kali. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. Selalu. nanti. tak pulangpulang.

Tentang begitu pentingnya uang. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. satu lagi... Kenapa!" "Aku tidak bisa. dengan berenang!" Openg tertegun.. Lututnya. Yang membuat kepalanya.. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. ingin menangis. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah.. Kembali. harus pulang. setiap tenaga yang ia keluarkan. Openg takut).html .. sungguh membuat Openg sangat capek. Kata Amri.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir.. Tentang Nenek. menyodorkan wajahnya ke muka Openg.. kemudian dipenuhi pikiran. Napasnya mengoar. Openg mendapat cerita lain. kata Pulu.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh.. Tentang Mak. Delapan mil.akan ucapan Amri. mengepak-ngepak... Tentang Atin yang ingin sekolah. dan takut. pulang?" Bang Tohar berdiri. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya.. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. aduh! Dua-dua jam itu.. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekuk-cekuk. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya. mata itu." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri.. Soal upah mungkin satu hal.. Nenek. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. kata kabir. "menindih" malam-malam. menggigil. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. ingin memekik. Openg ingin berteriak. Tetapi... si juru masak.processtext. mengalahkan deru angin dan desau ombak.. tak ada yang namanya puasa.. Hal lain. Busuk. mereka benar-benar telah menipuku. kata orang-orang. bila malam.. Kepalanya jadi sering pusing. Hahhh. bertemu Atin. Delapan mil. Lagi pula... Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. lihatlah. Gelombang membalik. suka. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Matanya menatap ke sana. benci. Lelaki besar. kata Mak. Tertunduk. Bang Tohar (tatapan itu.. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. Betapa jauh.. "Kata Amri. Tentang uang yang. tetapi semua sia-sia. kerja harus tiga bulan. Tertunduk. Mata itu. Puasa? Ah! Di sini.. Untuk sisanya. Dengan marah. Tatapan itu.. Mereka telah menipuku.." "O. "Jika pun bisa. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. entah sebab apa. ternyata tidak. Mak. yang tak berhenti sakit. tak pulang-pulang. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana.com/abclit. melambungkannya ke permukaan. "Hua ha-ha. waktu itu. Amri. Dua lelaki dewasa itu menatapnya.. Mak benar. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah... Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke mana-mana.. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. bergegas mencari Bang Tohar. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. itulah pekerjaan orangorang kampungnya sejak lama.. kalaupun cuma menggiling. lima hari menjelang lebaran. mengangkat.. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. Setiap gerakan." "Memang tiga bulan. Jadi. Dan. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Betulkah? ***HARI ini. berjalan menghampiri bocah itu. kau hanya boleh bawa seratus ribu. Openg tak menjawab. kenapa mereka. Tak tahan-dan tak percaya. Kenapa...com/abclit. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Ah Mak. Ia hanya bisa tidur-tidur ayam.processtext.html Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah itu-akan sangat kecewa. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. di negeri Malaysia begitu gampang.. gempal.. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk.. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah. orang-orang kampungnya. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. Dan.ABC Amber LIT Converter http://www. Openg tiba-tiba takut. ABC Amber LIT Converter http://www. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut.

okh! Jangan.. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. Dibukanya mata. Openg terus terbatuk. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. Dengan tangan lain.com/abclit. Apalagi falsafahnya. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. tidak! Jangan! Kenapa.tengah menindihnya. Dia melukis mulai perempuan cantik. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. membungkam mulutnya. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit... Menurut Hardi. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran ABC Amber LIT Converter http://www. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. tentang perspektif.. Katanya dia asal “menggambar” tulisan. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. Menendang-nendang. Namun. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. hingga kaligrafi. jangan. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. kasar. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. tentang komposisi.. Ada tangan besar.html . Diewany dan Faarisy. Mungkin karena kecerdasannya. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. surealis. Tentang teknik melukis. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. * Payakumbuh. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal.. kedatangannya di samping silaturrahmi. pembesar negeri. dadais. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Melawan. masih terbatuk-batuk. Tetapi. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. dan entah apa lagi.processtext.html terbatuk-batuk. segera menyambutnya antusias. ternyata. Seperti kebanyakan bangsanya.processtext. tak ada gelombangnya. dan istilah-istilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu.. ekpresionis. atau Riq'ah dan Kufi. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya..

Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. “Itu rajah. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. Kalau bisa di atas kanvas. Nah. “Ternyata sulit juga melukis itu. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. terutama seni rupa. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. ramai-ramai juga mereka menyemangati. Hal itu terjadi berulang kali. itu rajah penangkal jin. Tapi. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. Setelah tamunya itu pergi. Tiga bulan lagi. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. ketika didesak tamunya. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin.” “Itu kok warnanya aneh. Ya. dia hanya mengangguk asal mengangguk. karena sering ditindas. ***RINGKAS cerita. Kadang-kadang sampai subuh. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. tokoh wayang. Nanti sampeyan ikut. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. dan kuas. dia baru keluar. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. Setiap kali duduk-duduk sendirian. “Tidak.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. macan. Kalau tidak begitu. pikirnya.ABC Amber LIT Converter http://www.” “Rajah?” “Ya. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang.” “Wah. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi.html Departemen Agama. Tahu kanvas kan?! Betul ya. cat. kata Kiai yang memberi ijazah.” tukas tamunya. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok.html .processtext. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. burung. Kenapa tidak. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. dia ABC Amber LIT Converter http://www. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. Maka. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. tak paham). Goresan-goresan sampeyan berkarakter. Saya serius ini. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. “sampeyan mesti melukis kaligrafi.processtext. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. namun melihat keseriusannya. dan sebagainya.com/abclit.com/abclit. lalu katanya. mengapa dia tidak? Namun. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum.” katanya suatu ketika dalam hati. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. dia oret-oret kertas. maka dia pun melukis pemandangan. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. Saya yang menulisnya sendiri. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan.

” tibatiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. Dia sama sekali tidak menyangka. Hardi membisikinya. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. karena tidak memenuhi standar. Wah. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya. saya langsung tertarik. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. Sampai akhirnya. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya.html . dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. alhamdulillah. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. apalagi menikmatinya.000 dollar AS. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. tidak diikutkan pameran. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu.com/abclit.processtext. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. “Selamat. “Kemana saja sampeyan. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. Anda baru kali ini ikut pameran. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. mendapat pikiran begitu. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. dia hanya-atau.” Astaga. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. Dia benar-benar salah tingkah. seketika dia merasa seperti diejek. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawan-wartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. ingin membeli lukisan sampeyan. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. belum juga menemukan lukisannya.ABC Amber LIT Converter http://www. huruf alif. Wah. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. lalu ditujukan kepada dirinya. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan.html pun bertekad. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. sini.com/abclit. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. Mungkin mencari-cari dirinya. Di samping namanya. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Bahkan.processtext.” Aneh. Ada pidatopidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. Ini. pikirnya. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. Pertanyaan-pertanyaan para ABC Amber LIT Converter http://www. terserah dia!” katanya.

Tetapi. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Cukup alif itu saja. kalian tahu sendiri. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. “Tidak pak. Kalian tahu sendiri. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. “Kalian ini kenapa. baru kemudian lanjutnya. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. sampeyan menggunakan ilmu apa. Hampir semua koran. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. baik ibu kota maupun daerah. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu.” “Tetapi. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah.” katanya sambil menyantaikan duduknya. Ketika makan siang. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Apalagi. Allahu Akbar. sebelumnya saya tidak pernah melukis. tidak pas. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Bahkan. Kepada para wartawan dan orang lain. dia bisa tidak terus terang. “mengapa tidak sekalian Bismillah. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga.com/abclit. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaanpertanyaan anak-anaknya. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. memperbaiki letak duduknya. dlsb. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja.html wartawan dijawabnya sekenanya. Mas. Mulailah saya menulis alif. Tentang proses kreatifnya. lukisan kaligrafi saya harus jadi. “Begini. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. niat semula begitu. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. Namun. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. biar hanya dengan dua warna ini. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. “Terus terang saja. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. “Ya.processtext. tekad saya sudah bulat. beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri.html . melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. Lihatlah. kok ikut-ikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. saya melukis karena dipaksa Hardi. atau setidaknya Allah.processtext. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. di gudang kita. menurut selera saya waktu itu. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. Maka. ya sudah. Tapi. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. tentang prinsip keseniannya. akan jadi wagu. Yang saya sendiri kemudian bingung. tak usah saya lanjutkan. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. Saya merasa tertantang. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. tamu kita yang pelukis itu. “Ketika saya sudah siap akan melukis.com/abclit. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath.” “Lalu. “terus terang saja. ketika saya pandang-pandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas.ABC Amber LIT Converter http://www.” “Jadi. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu.” tukas ABC Amber LIT Converter http://www.

processtext.. apalagi di Simpang.. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ."Aku dengar warung kopi. restoran.". duduk-duduk di pinggir jalan. "Toko keperluan sehari-hari.html ..” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri.. tetapi Ustadz Bachri tak tahu apa mereka percaya penjelasannya atau tidak.com/abclit. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. Karena itu.ABC Amber LIT Converter http://www. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. dan lain-lain. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang. minum kopi. . toko kelontong.. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. Tapi moderen. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain.. Seperti tersirat dalam namanya.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ.. salon.. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. belanja." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. Tidak seperti ini. “sampeyan menggunakan ilmu apa."Menurut kabar yang aku dengar. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi. perempuan setengah baya pemilik warung itu." kata Nurmi. di ujung Desa Koto itu. banyak kabar selentingan tersebar di Koto.com/abclit. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul.Kabarnya toko. Mungkin. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain." Cemburu nada suaranya. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang. Toko merangkap warung kopi. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang.processtext. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. tempat mereka makan ketan dan goreng ABC Amber LIT Converter http://www.html istrinya." jawab Dirun. "kedua-duanya.. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa.

"Ya. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah." Dia menjawab pertanyaannya sendiri."Datuak dan Nurmi punya lima anak. Tingkah lakunya tidak sopan.html . pikir mereka." kata yang ketiga. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka memburukkan nama Koto." pembicaraan makin ramai.com/abclit. mungkin Datuak itu yang gatal.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. Penuh gairah hidup."Benar apanya?" kata yang pertama. kalau tidak boleh dikatakan cantik.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi." sahut yang memulai tadi. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah." kata yang lain. Kalau tidak ketat. Ada unsur iri di dalam masyarakat. Ini menambah jengkel orang Koto. Selalu bicara dan suaranya keras. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya." kata yang duduk di sudut. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto. mereka iri saja. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. ya. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. Yang lain ikut tertawa. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan."Siapa tahu. paling tinggi tamat SMU. "Coba lihat genitnya anak itu."Kalau kau sekaya dia. tentu aku yang dapat. Yang jelas. Dia pintar. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. jadi perlu lahan subur yang baru. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain. Bicaranya lancar dan masuk akal. Kini sudah besar-besar. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. Tetapi. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto.com/abclit. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka."Mereka tertangkap basah.ABC Amber LIT Converter http://www.""Jadi. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. "kau juga bisa begitu.html pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. Atau minum minuman keras dan berjudi. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. Nurmi orangnya menarik. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. Dibangun bertingkat dua. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. di belakang. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan.processtext. Sekalipun terbuat dari kayu." katanya sambil tertawa keras. Semua tertawa lagi."Apalagi."Ah. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Berangsur-angsur."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang.Akan tetapi. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. Dia memerlukan ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun.processtext.Nurmi tidak seratus persen salah. terutama anak-anak dan yang tua-tua. pemuda desa menyukainya."Dan lahan pertama itu sudah gersang. bahannya jarang. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka.Datuak sering di rumah isteri tuanya. tempat itu bagus dan menyenangkan. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka." jawab seseorang. dan semuanya sudah merantau. Sumur gali dengan pompa Sanyo. orang Koto lebih senang di rumah menonton."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang. Lihat badannya. "Dan Nurmi pasti subur. "berapa." kata yang pertama tadi.

Kebenaran tidak penting.""Ya. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya. ketua preman Simpang saat itu..html . Ingat. Amran. Aku ingin hidup bahagia. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi.processtext. bukan karena kedinginan. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu. Kalau mereka tahu. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. Dia terkejut dan gemetar."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. hidup kita tidak akan tenteram. tapi mulai berani. Terus terang. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. tentu aku dan keluargaku akan malu.html mereka.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. Pemiliknya mengadakan pesta besar. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Nurmi lebih berkuasa. Dia menikmatinya. Amran kaget. kan?" kata Amran gagap. aku ditidurinya. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. Dia tahu di antara mereka. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. ada yang kami perlukan dari dia." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. Diremasnya lengan Nurmi. Separoh lagi menerima. pintar merayu. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. Hamil tanpa suami.""Jangan lupa. tetapi warung Nurmi tetap aman. Di luar warung hanya ada bisik-bisik. Didekatkannya badannya pada lelaki itu."Kak Nurmi pin." kata Nurmi lembut. kami miskin. Begitulah. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. Mencuri suami orang. kalau mereka tahu. Separoh hatiku enggan. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. tak tahu harus mengatakan apa. Merusakkan keluarga orang lain.""Apa benar. Ingat itu. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Di tempat tidurnya. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang." kata Nurmi."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran.." kata Amran."Diciumnya Amran yang menggigil."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. Amran kelabakan. mengabdi kepadanya. menulis kisah kehidupan Desa."Pintar sekali. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui temantemannya sebagai imbalan. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anak-anaknya." kata Nurmi.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai.""O. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. Dia kaya.com/abclit. Yang penting apa yang dipercayai orang. Pasti suaranya. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Amran."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. yang lain akan jinak juga.""Seperti sekarang?" kata Amran.com/abclit. Yang kuat menentukan berita. Di rumahnya. Aku bekerja dengan dia juga."Tidak?""Dia yang menggodaku.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi bisa pula dibuat gampang. Ya. Suatu hari. Dia membiarkannya. di sawah dan ladang.processtext. Sejak itu. Nurmi pintar mengatur siasat. Peresmiannya meriah. ya pekerjaan rumah. mengundang semua penduduk Koto dan desa ABC Amber LIT Converter http://www. Yang lemah tak kuasa melawannya. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. "Kalau se-mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati.

Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain.ABC Amber LIT Converter http://www. dan lain-lain. Plaza Koto dilalap api. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. alat-alat sekolah. pemuda yang duduk dekatnya itu."Bisa saja." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi. ah. Dia bersenang-senang entah di mana. di bagian bangunan di sebelah jalan. ya. Dengar saja ocehan orang. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne.processtext. Penuh siang malam." sela yang lain. Tidak lupa. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya." kata yang lain.""Mungkin Setan Api marah.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. Mentang-mentang kaya di rantau.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. Maman. Termasuk ketuanya. aku pikir begitu."Api! Api!" Simpang gempar."Ya.""Iya."Masa!" protes yang lain. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar.html . Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. pakaian.""Ini kan memajukan Koto. "Tapi siapa tahu.html tetangga. Direbusnya air seperiuk lagi." kata seorang pengunjung warung Nurmi. Ruangannya pakai AC. Jam dua dini hari itu." kata yang menyela tadi. ya. Musim bunga 2002 Permata Bernstein ABC Amber LIT Converter http://www. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. kan."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang." Ada rupanya yang memakan umpan itu. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum."Banyak.processtext. orang yang punya itu. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat." pemuda tadi bela diri.com/abclit. ketua preman Simpang. Membuat usaha di sini. Tetapi dia masih untung. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto. Warung Nurmi kehilangan banyak langganan. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api.com/abclit. "Sok. Pelayannya muda-muda dan cantik. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. "Kalau pun ada yang iri.

Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. ahli tak kurang. Sebuah layanan berlebihan. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. atau gerak-gerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasakkusuk masuk ke daerah wewenangnya. Karena malu.. "Take it with you. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. Jerman Timur maksudnya. Dia tentu cuma pura-pura.. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. Ketika itu dia memancing-mancing. "Sorry.. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari menjelang Natal tahun itu." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya.." jawab sahabatku agak menggebu. ingin mengorek informasi tangan pertama. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas." tegur pejabat yang menggiringku.com/abclit. Follow me please..." perintahnya tegas.processtext..ABC Amber LIT Converter http://www. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. tak ingin tinggal di Jerman. industri galak. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi. Barangkali pakaianku. Tapi.processtext. Tentu ada sebabnya. padahal kami saling pandang... Alex tidak. Bisa studi di sana jurusan apa saja. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. tinggal satu rintangan saja... Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. be hurry.. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. Ketika melewati kelompok itu.com/abclit. Di luar dugaanku dia bersikap begitu." kata petugas itu kepadaku. Mendegup juga jantungku ketika itu. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas. Tapi. Jadi. namun bukan tanpa alasan. Alex..html . tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan.. apa sebabnya? "Follow me sir. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut.. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. tampangku. bahkan bisa minta Stipendium3. Alex dan aku.html Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. minyak banyak. tapi karena cuma aku yang disasar... WWW WAku spontan berdiri. penduduk melimpah.. nampak tak senang bahwa mataku meleng. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). pasasir lain pun tidak. Tersenyum saja pun tidak. Alex nampak sudah lemas dan capek. "Tuan ABC Amber LIT Converter http://www. Sejak turun dari pesawat RRC itu. mengapa kami pergi ke barat.

Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. "Don't worry. "Keluarkan isinya. menaruhnya di atas meja. "Tidak. Sir. Itu saja isi saku mantelku. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing." bantahku. Jangan ragu Sir. What a wonderful journey you have. Sir. Ternyata." jawabku. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya. Aman. dia mendesak lagi: "Anyway. "Tidak. please..html . segenggam permen kecut. Lain tidak. juga ketika mengurus visa bersama Alex.com/abclit. Indah bukan main. padahal valas barang langka di sana. "Dua ratus dollar. Isi dompetku dua ratus US-dollar." bantahnya. Bisa beli dari saya.com/abclit. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. Tuan mesti nonton Bolshoi.. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. keluarkan semua isinya...." katanya tiba-tiba. berdisiplin. Paris. Aku mendadak khawatir. tidak.." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. tiba-tiba aku khawatir.. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. Meski kami bukan diplomat. please. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. "Sorry. Cuma stopover. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan.. "Sayang.. "Sakudalam. this ugly me. Nothing to do with customs. singgah di Moskwa.. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. janganjangan asal-usul dollarku dipersoalkan." terkanya. "Tak mungkin keliru." elakku. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda ABC Amber LIT Converter http://www. Amsterdam.processtext. Gunakan kesempatan. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. Tapi." jawabku.. Tak ada hitungan untungrugi antara kami.." sesalku. dia mencegah. bisa celaka seperti ikan kena pancing. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing.html tentu keliru..processtext. ". Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka.. Bila aku tak hati-hati. Sir." aku pun makin berhati-hati. Stockholm. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. "Nothing more?" "That's all." tangannya merenggut mantel itu. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. Tapi. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. Sir. lebih dari tiga kali. "Kalau saja ada waktu." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. sekadar ingin mengakhiri percakapan. "Keluarkan semua isinya. tapi mengangguk-angguk. "Bakat itu tak perlu. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur. aman saja." Dia tergelak." "Just a sentimental journey. Bernstein Siberia itu top quality. the best in the world.." Pejabat itu diam.. Sehelai sapu tangan. saya tak punya cukup uang. suaranya sedikit berbisik." jawabku ringkas. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia.I've just forgot it. saku-dada kiri-kanan. Dia tidak menaruh selera. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. "Permata Bernstein murah di Moskwa.ABC Amber LIT Converter http://www." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. Sekali lagi alisnya mengkerut. Tapi. Mereka suka!" "Saya percaya. Pas-pasan saja seperti kursnya. teliti. Semua kuletakkan di meja. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana.

Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya. Komentar Alex: "Gila kau.... Sir!" perintah si petugas. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macam-macam urusan... "Follow me. Have a beautiful journey. no.?" aku ganti membelalak.. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. thank you. tapi tetap saja pura-pura tak melihatku. Sangat mendesak. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". "Impossible!" "I say. tapi itu benda kenangan.. Arloji Shanghaiku ditawar rubel. "I must go quickly right there. Kalaupun ada penggeledahan. Urusan Alex lain lagi. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. "Pasti tidak." "Ha." kataku. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan.. oooh." "Maafkan ya. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. My stomack." kataku. lalu lari.ABC Amber LIT Converter http://www. Aerovlot siap berangkat.. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku. mendadak lupa Inggris-nya.. ada kala manusia merasa takut membuka mulut. sir. sial.. Apa yang tadi kualami kubisikkan.."6 Aku pun bungkam. Dia pasti tahu. "Tapi.html .. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. "No.. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. "." Disalaminya aku. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah. kulihat Alex masih berada di tempat semula. follow me!" "Sorry. Menggeleng juga tidak... Tapi." "Aku bayar lima dollar dua kantung.processtext. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC. Dibiarkannya aku keluar sendirian. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana. tentu tidak terang-terangan.. Malah mirip pasar loak.. "Tadi kukira kau tidak diperiksa.. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. "Fine." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. Aku mulai yakin akan kejujurannya. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. Aku sengaja mendekatinya.com/abclit." kata Alex. "What?" bentak si petugas. kebelet nih. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku.com/abclit.." "Jangan-jangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. Sir. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku." tolak Alex. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya." sahut Alex. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga.. berdiri di sisinya." matanya membelalak. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. menyadari kenaifanku sendiri. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. Dikendorinya tali kantung itu. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki.. Wajahnya nampak riang. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam.html yang ditimang-timangnya di telapak tangan. Perutnya mulas.... Jantungku kembali mendenyut lebih cepat... Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turun-temurun.." dia menjelaskan dengan menekanABC Amber LIT Converter http://www. takkan kulepaskan..... lima belas dollar?" Dia tak mengangguk..processtext.

Lebih tak masuk akal lagi. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. Kami tak mengalami penggeledahan. Si pejabat ternyata toleran. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. "You are coming from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami.processtext. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi.processtext. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran. Kali ini pasti urusan gawat. Kami melewati juga deretan kabin-kabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam.com/abclit. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ ABC Amber LIT Converter http://www. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. please. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. tak berani berbicara. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan." hampir bersamaan kami menjawabnya. Hampir-hampir kami tak percaya. Segera pula aku sadar. Beberapa toko permata menolak membelinya. Tanpa keterangan apa sebabnya. buat sementara segalanya telah tersedia. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. Menawar pun tidak. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Bung." jawab Alex. pikirku. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan.ABC Amber LIT Converter http://www. parkir di sana hampir setengah jam lamanya.." perintah yang itu-itu lagi. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal.. Barangkali Alex juga berpikir begitu. Aku kini yakin sekali.html nekan perutnya. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman.html .com/abclit. Terima kasih atas perhatian kalian. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. Semuanya permata palsu dari plastik. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. di sana ada kenalan. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuklikunya.. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. "Follow me. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Harap jangan repotlah. Bung.** Paran. "Yes. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. "Jangan kaget. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. tapi kami bungkam. juga pada diri sendiri. "Kami mau ke Jerman Barat. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka.

com/abclit.. namun siapa saja diam-diam menangkap tandatanda kehadirannya.. kegentaran."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. dan gentar.. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini.com/abclit. Pantas. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. ingin tahu. Tak ada yang bisa melihatnya. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. Kain putih korden jendela bergerak-gerak.... Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding.html ..processtext. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. Semua orang kemudian berkasak-kusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut.. Belum selesai. meski agak pucat. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan.Si pretensius mendengarkan dengan sungguh-sungguh. kecemburuan. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. Ruang atas katanya ABC Amber LIT Converter http://www. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku. menggema dari dinding-dinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia.. Kehadirannya mulamula hanya berupa suara. Nosferatu.. Begitu pikirnya.. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. Atau memang tak pernah terselesaikan.ABC Amber LIT Converter http://www. ia benar-benar datang."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali.html Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana Sumber: Kompas. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap.. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya.. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar. terus menunggunya. ketidakberdayaan. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini.. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan.processtext.

. ia bolak-balik menuju dapur... Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir. Mari.. "Tutup matamu..Hua-ha-ha-ha. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib. "Pejamkan.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. "Tutup.html . Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. paranormal.. Dengan mata terpejam. Tak jelas. Datang setiap kali." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu.. dijadikan gudang. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya.. tersadar dari mimpinya. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan.. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. atau.com/abclit. seperti ledakan tawanya tadi. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. masuk dalam dunia kegelapanku. .dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat."Kalau begitu kau perlu dukun. Dalam kegelapan. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan. mengapung di atas sungai yang tenang. baru dia menyalakan rokok. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata.. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. Suara tawa meledak. Wanita kita menjerit. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi.***DEMIKIANLAH. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya. Dia tak lebih seperti ABC Amber LIT Converter http://www.. seribu kali. pejamkan matamu kekasihku. namun aku terperanjat luar biasa ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. Ini suasana Gothic. tutup matamu..html memang belum diapa-apakan.ABC Amber LIT Converter http://www....Aaaaaahhhh. Setelah agak tenang.""Dia suka menertawakan mereka. jawaban atas doaku. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Pada kali lain. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan. Rambutnya panjang. Jangankan menangkap dan mengadilinya. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotakatik misteri tersebut."Belum selesai wanita itu berkata-kata.. Jantungnya berdegup-degup. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa.. Rambut itu begitu lembut." yang lain lagi memberi nasihat.processtext..."Aku-maksud saya wanita kita ini-memejamkan matanya."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan.. gelap. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal..processtext."Rahmat. tidak. tidak kering tidak lembab. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. terlihat kusut-masai. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan.com/abclit." jawabnya. sejuta kali. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau. Akan tetapi. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih. Asap rokok mengepul dari bibirnya. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata."Kau perlu pastor.. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. Dadanya turun naik.

ABC Amber LIT Converter http://www." katanya.html . setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar. Hatinya berbuncah-buncah. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri. berdarah-daging.processtext. kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales. sebagian menutupi kening. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. warga negara Australia. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. Edisi 10/27/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. benak saya. Dia menemukan pasangan hidupnya.Aneh. Australia.Lalu. sepanjang sejarah. selain hidup yang rutin. muncul kebahagiaan luar biasa. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. buruh tambang di Wollongong. Laut.com/abclit. Menunduk. Dengan itu pula.Taman Ayu.com/abclit. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama. kebahagiaan atau kecemasan. Kota. dan seterusnya. dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas.Diakui berkali-kali oleh wanita itu. menunggu suami pulang. wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. tapi dia tak takut lagi. Adakah aku harus menerima saja sebagai nasib. senyum atau tangis. kepastian atau ketidak-pastian. bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya. kamu mengaku takut atas kedatangannya. berlibur ke Bali. bahkan bisa tak terkontrol."Aku takut ditinggalkannya.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi.processtext. memasak. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata.html bayang-bayang malam. melainkan pria biasa. Pada waktu-waktu tertentu. tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. menjaga rumah. sebagai sesuatu yang apa adanya saja. mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu. 2002 Ilmuwan. dia bisa pulang ke Indonesia. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong. Hanya saja. Dps. selalu hidup cerita semacam itu. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ.

ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Harus masuk minggu depan. "Realitas.. data itu mudah sekali diubah. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Sang Bos. sesuai dengan permintaan menteri.processtext. senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik.. Ubah juga data tingkat inflasi. Waktu muda ia terlalu muda untuk ABC Amber LIT Converter http://www. Misalnya saja. ketika usianya sudah semakin lanjut.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane.html Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. rasio penghasilan rata-rata. Pak. namun bentakan yang didapatnya. katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan.. semakin jauh meresap. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi. "Kau harus mengubahnya. "Ah. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. kau masih kecil. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. perbaikan ekonomi yang mulai terasa. laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan. Kalau negeri ini tidak bangkit.com/abclit. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan. entah ke mana aku tak tahu. semakin berat beban bangsa dan negara. angka itu terlalu rendah. baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. Itu soal lain. entah itu dengan utang. kepada burung camar. entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Dengan komputer. dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan. "Alun membawa bidukku pelahan.html . "Hidup hanya menunda kekalahan. kau masih kecil.. Nak! Tanyakan saja kepada laut. "Ini kenyataan.processtext. bahwa jumlah penduduk akan menjadi dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat. Semakin dihalaunya. Sumatera Utara. semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapislapis." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. tidak menjadi soal." gemanya bergaung terus.ABC Amber LIT Converter http://www. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang. Ini realitas!" Sang Bos. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin. persaingan sejagat. soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya. bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. yang sangat sederhana. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk. saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya. Ia bodoh. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh." Bernard bingung. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya.com/abclit. Jangan bicara soal kejujuran.

html .processtext. setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Tetapi jangan lupa. setiap kali kita menggerakkan tangan. para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai.com/abclit. sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne. Sebegitu jauh. yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Philips Island. Tiba di kantor. di atas tanah bekas kuburan. mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu. menghadang gelombang dan ikan-ikan besar. pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Malam terang bulan yang cerah. menghilangkan ketegangan. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. seperti kata bosnya. ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga. Sebuah atraksi ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ubah? Tidak. kepada gelombang.html mengerti sesuatu. ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Burung-burung itu merayap di pantai. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. Ia berteriak seorang diri. Ambillah cutimu ke luar negeri." Sampai sore tiba. melainkan penuh dengan perahu nelayan. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Kini realitas baru muncul di depannya. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai. ombak. Tidak seorang pun dapat menduganya. Ia harus pergi. Hati nurani? Ah. hanya sekadar mempertahankan hidupnya. ia membuka komputernya. Ubah? Tidak. membawa makanan untuk anak-anaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ.ABC Amber LIT Converter http://www. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Jadinya. Atas kemurahan kawan itu. hotel berbintang yang menjulang. "Datamu belum lengkap. Datamu kuubah atas namamu. Ingat. menjelang pukul sepuluh malam. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran. kita telah berenang di samudera kehidupan. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat. pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti." Bernard merasa itu ancaman halus. "Apakah aku yang harus mengubahnya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. dan nyaman. kepada angin. "Tiiiidaaaak. ombak besar mungkin menggulung kita. nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus.processtext. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut. atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini. ia menemukan ketegangan baru. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. menyaksikan nelayan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu.

Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. kota besar yang menjanjikan itu. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat. dari lenganlengan TKI yang pulang dari luar negeri. bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula. atau dari ATM. tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam. menangkap kerang itu. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Bernard melupakan statistik. setahu dia menurut data statistik. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. setting-nya pada abad kelima belas. atau dari balik kaca. dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir. dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual. Gadis itu menyelam ke dasar kolam. "Dengan keahlianmu. lalu diserahkan kepada Bernard. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam. orang menggali mutiara dari belakang meja. Di Jakarta. dalam dan airnya bening. penyelundup." jawabnya. Dua peristiwa alam yang berbeda. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian." ABC Amber LIT Converter http://www. "Itu. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Bernard menerima kertas kecil. konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara. seperti pelancong di Roma di stasiun kereta. harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta. "Bawa ke sana. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. "Kita ke tempat lain.html . berbaur bajak laut. dengan sistem perdagangan bebas. dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya.com/abclit. kau dapat pekerjaan yang baik di sini. "Tidak juga. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional. dari leher penumpang taksi. Di selat itu. Tepuk tangan yang riuh menggema. menghasilkan "mutiara" yang berkilau. membayar beberapa dollar. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain.processtext. pembelinya menyambut dengan antusias. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton. dan ekstrakonvensional. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya." jawabnya sambil berdiri. tradisional.html dipegelarkan. atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. Maluku Tenggara. airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian.com/abclit. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Kaki mereka berjuntai ke air. demi kemajuan ekonomi negerinya. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah. hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles. membiarkannya tumbuh dan membesar.processtext." katanya menunjuk." katanya. Alasan yang klasik. bergerak di bawah.

Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. kondominium.processtext. membuatnya tersenyum. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. hotel berbintang. Mulai bulan depan. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. menghabiskan hidupnya di kota. Ia dipersilakan masuk dan duduk. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. Basa-basi mana oleh-oleh. Ia memasukkannya ke dalam amplop. Ia tidak tahu agenda apa. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. penuh cita-cita. dan kemudian duduk menghadap meja. Masa depan Anda masih terbuka. mengetuk pintu. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan.html ajaknya. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Ia amat menyukainya. dan kemudian. melewati jalan tol.ABC Amber LIT Converter http://www. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Ia membagi-baginya. di tangan seorang pelukis yang gamang.. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. demikianlah bos berkata. lima puluh tahun silam. "Sudahlah. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. dengan kanvas yang masih separo kosong. Ia tidak dapat meninggalkannya. dan toko yang hangus tinggal tiang-tiang yang menghitam. melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Bernard agak was was. "Wah. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. * Bandung.. Minggu berikutnya. menaruhnya di atas meja sekretaris. ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Kau memang cinta negerimu. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. tidak memikirkan keluarga demi karier. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. Kawannya tersenyum. kemudian barisan rumah kumuh. dengan pilihan alternatif yang mungkin. tidak memikirkan orang lain. menulis surat untuk sekretarisnya. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya. Ia berjalan gontai menuju kantornya. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda.processtext. Ia merasa sia-sia. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos.com/abclit.html . "Masa depan Anda masih terbuka lebar.com/abclit. Keesokan harinya ia masuk kantor. di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Sore itu. Ia diam. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. Usia Anda masih relatif muda. Sepulang ke Tanah Air.. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. membereskan beberapa barang milik pribadinya. perumahan mewah. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Taksi membawanya ke rumah." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. Ia menatap sekelilingnya. bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu.

Dunia memang penuh penderitaan. Itulah yang pokok.Anak-anak yang sehat. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin.pun menari. Agra (6). Media Indonesia.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. anak saya yang berumur 12 tahun. maupun Republika. dan kelima anak saya itu . satu untuk istri. saya pikir. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup sehari-hari. dan satu untuk saya. dan berdoa.Ketika adzan subuh terdengar. dan periang.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. Ajeng (10). dan berdoa. paling tidak. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri.com/abclit. menyanyi. energetik. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. Jika mau bersedih. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. satu untuk anak-anak. Saya ajak mereka menyanyi. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. dan Ayu (4) . Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. Selalu bertemu setiap hari. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selamalamanya. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan ABC Amber LIT Converter http://www. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. menari. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. Astri telah tiga hari pingsan. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan.html .Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan.processtext. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian.Astri (12). sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler.processtext. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan.html Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto Sumber: Kompas.com/abclit. Antok (8). Koran Tempo.

"Dobrak pintunya. Sambil memegangi tangan Astri. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari."Sehat.tak menjadi soal amat. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. tetapi kami.""Totok enggak berani. Pak. Astri saya peluk erat-erat. Ajeng dan Antok. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya ABC Amber LIT Converter http://www.""Mohon maaf.""Suruh Totok mendobrak. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. sopir anak-anak. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya." jawab dokter. Di sisinya. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar."Bagaimana dengan jantungnya."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. Saya tidak berani. begitu cermat dan cekatan. tetapi enggak ada sahutan. Masih dalam keadaan pingsan.processtext.Dengan kamar barunya itu."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang.com/abclit. anak-anak dan saya. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya." teriak pembantu dari rumah.ABC Amber LIT Converter http://www.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anakanaknya. Bahkan anak-anak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya."MULA-mula Laksmi. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Pak.""Dobrak!""Enggak berani.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu.""Mana Totok. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. "Nanti kalau sudah siuman. terima beres. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. "Ada rahasia apa. bungsu kami. Menderu dan melakukan zig-zag. Bawa keduanya ke mamanya.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. Astri bisa dibawa pulang. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. Kami semua sangat mencintainya.com/abclit. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri.processtext. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. Pak."Karena kaget." Dia hanya menjawab dengan senyum. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. kok pakai dikunci segala. Bagi kami-saya dan anak-anak. Pak.""Enggak berani. tak boleh menjenguk kamarnya." sahut Totok.html reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. dari hobi sampai jenis permainan. mamanya anak-anak. saya mau bicara. Tidak pernah mengeluh. Dok?" tanya saya.""Ya. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan kolokan. Pak. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri.Saya kaget lalu berteriak. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. yang agaknya berada di samping pembantu.html . Pernah Ayu yang berumur empat tahun. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. Tentang sikapnya ini. adik-adik Astri. Pak. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. keluarga dekat dan teman-temannya. siapa pun bisa pingsan.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta.

Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri.""Sudah saya suruh. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. Beberapa dokter hilirmudik memeriksa Astri lagi.ABC Amber LIT Converter http://www.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya.""Kamu suaminya kok enggak tahu. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. "Mama!" lalu dia terkulai kembali.html beberapa potong lumpia.Telepon genggam berciluit."Itulah. Kami pulang ke rumah Nenek. Laksmi tidak mau ketemu Ibu.""Apa?""Aneh.processtext. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. Malam yang khusyuk. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezat-lezat. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. Air mata saya terus berlelehan. Tetapi. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang tak bisa dihubungi."Istrimu ke mana?" tanya Nenek. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa..""Benar.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta.Di kamar Astri. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. Saya jawab.""Ayolah. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu.com/abclit. neneknya anak-anak. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah.Tak terduga. pingsan lagi. diam.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa.""Sungguh tidak. Mirip reuni keluarga. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. berhasil membangunkannya. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. sekarang berkumpul separuh keluarga. Bu. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek." desak saya. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. Malam yang berbeda. Juga teman-teman Astri di sekolah. Tiba-tiba Astri berteriak.processtext. Saudara-saudara kami di ABC Amber LIT Converter http://www.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. telah kembali merapat ke tepi. Angin malam yang berembus pelan. suaminya. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati. tetapi dia tidak mau."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri.html . anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan."Sebelum ke rumah sakit."Ibu merahasiakan omongan dia. Laksmi tidak kelihatan.com/abclit. Sampan yang menjauh ke tengah danau.""Aneh. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas. Tentu ada yang hilang. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. Kami tidak pulang ke rumah. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucu-cucunya. kamu bertengkar. Bu.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. ibu Laksmi.. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Bandung, Yogya, Solo, dan Surabaya, juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Untung Ayu, si bungsu, tidak meronta-ronta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria, di taman belakang rumah Eyang, di tepi kolam ikan koi, diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita."Ada kereta api lewat, kencang sekali, berderak-derak, angin menderu, Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu, meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Astri terempas, terguling ke samping, lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh, 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan, mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk, menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.Ajeng, Antok, Agra, Ayu, dan Eyang Niniek saya bawa serta. Sopir saya perintahkan ngebut. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh, "Mama cuma beli tiket sekali jalan."Bisakah saya mengejar suara itu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api, menderu menyibak tanaman, geliat rel pada tikungan, dengan peluitnya yang panjang, kereta itu lenyap ditelan cakrawala.Sesampai di rumah, para pembantu kaget menyambut kami. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Kami beramai-ramai memasukinya. Ternyata kamar itu kosong-melompong. Tak ada sepotong pun perabotan. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Menyaksikan keadaan itu, tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Saya tak peduli. Saya minta sopir untuk membongkar plafon, barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Lalu tercipta jalan setapak, menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus, api tiba-tiba terhunus. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukangundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita, suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan, di depan kompleks TVRI, untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Saya memilih kembangkembang itu sendiri. Pada pukul delapan sehabis makan malam, saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. Kami persis anak yatim piatu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Seketika saya terkesiap. Di dapur, pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu, pak," jawab pembantu."Kamu gila!" bentak saya."Jus itu selalu habis diminum ibu, pak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu, he!""Ibu tidak ada tapi ada, pak."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Para pembantu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Air mata saya berlelehan. Laksmi tidak ada, tetapi ada. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Setiap perahu menyimpan gelombang. Setiap hasrat menyimpan nafsu, dendam, dan tindakan yang tidak masuk akal.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Kamu pikir, papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu...?""Cobalah berterus terang Astri, apa kata hatimu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa, bagaimana.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu, ya, berterus terang.""Nah, kamu curiga. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah, Papa yang curiga.""Kamu.""Papa.""Kamu.""Papa."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana, penuh kegembiraan, tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya harus mencari sebab-sebabnya.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Di atas karpet, kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Memang, harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor, terdengar dari dalam kamar Laksmi, anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Mama curang. Mama curang," teriak anak-anak tertawa penuh canda."Tentu saja Mama selalu menang, habis Mama enggak kelihatan, sih."Saya intip dari pintu, anak-anak tertawa, berteriak, berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Ini gila. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini keterlaluan. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Saya harus merebut kembali Laksmi.Ketika malam telah hening, ketika anak-anak sudah berada di dunia lain, barangkali, pelan saya masuk. Setelah shalat istikharah, saya berdoa di pojok. Mencoba memusatkan pikiran. Kamar itu temaram, menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Perjanjian baru perlu ditandatangani, dengan keyakinan penuh, dengan kedisiplinan, dengan kesetiaan."Laksmi," bisik saya. "Maafkan saya. Saya telah mengacaukan segalanya. Saya telah merusak rumah tanga kita. Ketika Astri bertanya, apakah saya punya salah padamu, saya sadar, inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi, saya minta maaf. Benar, saya bersalah kepadamu. Di depanmu ini, saya mengakui, saya berselingkuh. Berkali-kali. Secara sadar saya melakukannya. Itu kesalahan besar. Suatu dosa besar. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. Beban pekerjaan terlalu berat. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. Maafkan saya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu, maafkanlah saya. Kembalilah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Kamu tahu, anak-anak sangat membutuhkanmu. Laksmi, mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Mereka sangat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Lebih-lebih saya. Dengan ini saya berjanji, juga bersumpah, saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Kasih kesempatan kepada saya. Laksmi. Kasih kesempatan. Saya paham sekali sekarang, tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Laksmi, engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Engkau suci, Laksmi sedang saya profan."Tangerang, 11 Juni 2002

Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas, Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O, besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya, ya, malam itu kulihat sebilah pisau besar, bentuknya cukup aneh, paduan antara golok dan celurit. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni, pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi, tetapi ujungnya seperti celurit Madura. Penampilannya berkilat-kilat, pancaran ketajamannya.Ini pisau dari Tokyo. Pisau kesayangan Taro, ya, suamiku. Maksudku, Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Lebih baik Taro tidak memasak, bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur...." "O, tapi... ee... pisau itu menakutkan. Eee... maksudku, terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja," selaku, sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa, share-mate-ku (teman serumahku), ketika aku belajar di Benua Kangguru. Ya, aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan, untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Maka, aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Aku memilih Naomi sebagai sharemate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif, lincah, dan pernah berkunjung ke Jakarta, Yogya, dan Bali. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Oya, Naomi juga suka masakan Indonesia, khususnya sate ayam Madura. Malam itu, aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo, untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Nah, you saja yang memotong-motong daging ini, aku yang mengupas rempah-rempahnya. Oke?" kata Naomi, ketika aku mengambil pisau kecil ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html untuk mengupas bawang merah untuk lalap. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging, memangnya kenapa?" tanyaku heran, karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Eee... aku takut sama pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku memang takut. Heehhhh... maafkan aku!" mata Naomi memejam, lalu membalikkan diri ke arah lain, memunggungi pisau yang berkilauan itu. "Naaah... kalau kau takut, mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku, sambil mengikuti arah muka Naomi. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. Tapi, eee... maaf," tiba-tiba ia tertawa, tetapi tawanya sumbang. "Lho... kok tertawa. Katamu.... kau takut, tapi tertawa!" aku ikut tertawa, karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut, tetapi berusaha sok kalem. "Ya, aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu," Naomi masih tertawa, "Lucu, kisahnya! Ya, lucu-lucu seram," sambungnya, sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. "Lucu, kisahnya. Lucu-lucu seram, bagaimana itu?" aku penasaran. "Pisau itu, pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro," Naomi mulai bercerita, "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Maka, ia lalu diasuh Paman Tsuda. Nah, Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya, di pinggiran Tokyo. Taro juga dilatih membuat pisau. Tetapi, ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. Maka, ketika aku berkenalan dengan Taro, ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. Kami pacaran tiga bulan, lalu menikah...." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Nanti dulu. Ceritaku belum sampai ke pisau...," Naomi memintaku bersabar. "Okay. Lalu, bagaimana?" desakku. "Nah, setelah aku jadi istri Taro, aku tinggal bersama Paman Tsuda. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya, untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini, Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. Aku menolak, karena aku merasa tidak memerlukannya. Yang memerlukan pisau itu Taro, karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Tapi, Paman Tsuda mendesakku. Katanya, pisau itu bisa kujadikan senjata...." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "Ini dia yang lucu. Tapi, lucu yang sekaligus seram," Naomi menggeleng-geleng, "E... sungguh menyeramkan. Kata Paman Tsuda, pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro, kalau Taro menyeleweng...." "Heehhh... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. "Ya, kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga...," jelas Naomi. "Apa Taro... ee... maaf, suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. "Kok sampai pamannya bilang begitu..." "No, no... Taro bukan laki-laki tipe itu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu, dia sangat mencintaiku, suka membangga-banggakanku...." "Ya, ya, jelas, karena kau cantik dan pintar...," komentarku. "Ya, mungkin," Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. "Sayangnya, ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...! Ya, dia punya kelainan. Itu, yang kubenci... itu yang kutakuti. Maka, sering terlintas dalam benakku, aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Atau, paling tidak ...jauh darinya, agar aku bebas dari...." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ohhh, Naomi!" desisku dengan bingung, karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Maka, aku senang, ketika Taro mengirimku belajar kemari ya... di Australia ini. Jadi, aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sampai tiga kali, maka tubuhku hancur, babak belur. Pangkal pahaku, perutku, leherku, dan payudaraku akan biru-biru lebam. Aku biasanya jadi malas keluar rumah, Selain sakit, aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya, payudaraku juga nyeri, apalagi lubang vaginaku... seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. "Sampai begitu? Ohhh... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro, suami Naomi. "Makanya, aku sebetulnya tidak happy, kalau suamiku nyusul aku kemari," suara Naomi tiba-tiba merendah, seperti berbisik. "Lho, tapi, bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang, dia mau melamar jadi PiAr- permanent resident di sini, bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku, sebelum ia jadi share-mate-ku. "Ya, mau dia memang begitu. Dia ingin tinggal di Australia, karena ingin menginjak tanah. Maksudku, ia ingin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Maklum, hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. Maksudku, hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter, untuk keperluan segalanya. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen...," Naomi memandangiku, sebagai penegasan, "Makanya, bagi Taro, tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi, kapan dia kemari?" aku ingin tahu. "Ya, tiga bulan lagi, setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini...." "Oh... indah sekali. Kalian bakal menemukan surga di Australia. Orang Jepang uangnya banyak. Kulihat, banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini...." "O... tidak semua orang Jepang begitu," Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. "Walau Taro sudah manager, tetapi gajinya tidak besar. Jadi, ya... kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa...," Naomi merendah. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini," seruku, karena kuliah Naomi, yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "Mudah-mudahan," mata Naomi sedikit berbinar. "Yuk, sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Bukan main, pisaunya tajam sekali. Maka, Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya, agar tanganku tidak teriris olehnya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi, Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo, untuk memotong bahanbahan yang dimasaknya. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu, saat memotong apa saja: dari bawang putih, seledri, daun bawang, hingga ikan dan daging yang diolahnya. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Karena, aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Sejak ada Taro, aku memang sering tukar-menukar makanan. Sebelum Taro datang, Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi, kalau ia memasak, artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia, Naomi tidak pernah ke dapur. Jadi, pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Aku juga tidak memegangnya, karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta, untuk mengupas bumbu-bumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo, dengan alasan, lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Aku jadi ingat. ya.. Kuperhatikan.html . Pikirku.. Naomi pulang terlambat lagi. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal.. Sampai di rumah.processtext. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm.. betapa tampannya Ferdinand." Taro memandangiku dengan mata kosong. ke apartemen kampus Blok A. ia menanyakan keadaanku. barangkali.00. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" "Tergantung fakultasnya. kupikir.. suaranya berat dan patah-patah. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. jadi selama ini. Setahuku. begitu?" Aku diam saja. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus.com/abclit. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung.. Seperti biasanya. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara." "Ah.processtext. Padahal biasanya." tuturku. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut.html tajam dari pisauku. dan pulang ke rumah pukul 21... "Taro. Bersikap tenang. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. Maklum. Aku tahu. Naomi belum pulang. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan.. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. "Ya.. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia.. suka memukul dan menggigit pasangannya. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. tidak sampai malam kalau belajar bersama. Hari berikutnya. Atau. Aku kan juga pernah belajar komputerIT.00 dan wajahnya ceria. Jam telah menunjukkan pukul 21. student IT memang banyak tugas. Iya. Ferdinand memang tinggal di Blok A. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol.. kupikir. Kalau aku. Terus. Naomi. tetapi ditahannya. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. ada meeting. "Bila aku berpisah denganmu. kami dituntut banyak membaca. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh. nama sebenarnya Ferdinand. "Taro. pisau ini akan kuberikan padamu.30. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. bikin program yang aneh-aneh dan rumit.. untuk kenang-kenangan. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. "Taro. selalu pulang terlambat. di kampus." sahut Taro dengan sikap tenang. Seperti biasanya juga. Maka dapat dibayangkan." "Ya. Maka. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. Diam-diam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. teman sekelasnya. Di balik tawaku. yang menggandeng Naomi. Naomi belum pulang?" tanyaku. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia.. otodidak. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. kalau memasak pukul 18. tentu bukan bandingan Ferdinand. aku ABC Amber LIT Converter http://www. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. ia ingin mengeluh kepadaku. kan. "Tapi.! Tapi. Begitu.com/abclit. Memang sih. membabat ilalang dan rumput ya tidak apa-apa.. merancang program juga bisa di rumah." sahut Taro... Tapi. Taro. Maka ia lalu kuhibur sebisaku. jangan takut. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya.. Terus terang. barangkali ada meeting-kerja grup. terlambat lagi. Meskipun demikian. yang ambil ilmu sosial ya. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. "Ya. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Naomi dan Ferdinand naik lift. untuk makan malamnya bersama Naomi..

! Kenanganku di Gold Coast.processtext. perutku mual.. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. "Jangan masuk ke kamar dulu. Taro?" tanyaku spontan. Dan.. Taro tidak menjawab. Atau.. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi..Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo.html .ABC Amber LIT Converter http://www. tapi membuatku terkejut. Edisi 10/06/2002 ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.. "Itu... mataku berkunang-kunang." kata Taro. Lalu. Aku tidak mau dan memang tidak bisa memenuhi ajakannya.. Ohhh.. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya.com/abclit. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. "Mari.. Lalu. "Apa maksudmu. ke kamar Ferdinand. karena kepalaku tiba-tiba pusing...html menjawab: fine. sebelum polisi menangkapku. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai Naomi-Ferdinand. Aku mengundangmu makan malam. very good! Very good!" Taro menanggapiku. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng. Naomi ke Blok A. thank you! "Ohhh.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Bisa ditebak.processtext.." sambungnya. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya." kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan. dengan suara tenang.. "Malam ini Naomi tidak pulang. menuju ke kamarku. Tapi. rambut Naomi. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya.. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. Aku mengenali rambut itu. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. Aku buat sushi dan sup sirip ikan.!" sahut Taro. Pisau jagal. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini.. Ia berkata. lalu lupa segalanya. nadanya tenang. makan malam bersamaku..

kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. dipenuhi dengan sardencis. Sesuatu sedang terjadi di kota ini.Aku membeli koran pagi itu. dan mentega. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. Pohon mangga gatal-gatal. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. anakku.Jilan."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. Uang beredar trilyunan dalam sehari. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. kenaikan terigu. Warga kota hanya soal hitungan pajak."Buset. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. sering melihat ke sumur-sumur itu. Dalam sumur itu hidup ikanikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Kedubes Amerika ditutup. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. bukan? Dan mimpi buruk.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. dong. dong. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Airnya jernih. yang airnya jernih. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung.html SETELAH banjir sebulan yang lalu. setelah melihat sumur-sumur itu. Tetapi apa bedanya. Aih. Dan setiap ia pulang. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat.com/abclit. Kota ini selalu ramai dengan berita. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. dan ada ABC Amber LIT Converter http://www. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air.com/abclit. Tidak banyak kendaraan yang lewat.processtext. kualitas itu tidak penting. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada.Tidak usah khawatir.processtext. Harga kurs dan saham. juga tentang kematian gubernur. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. Jakarta. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan Depok-Kota. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. bagaimana orang bisa membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. jutaan warga dalam waktu cepat. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. sosis. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat.html . Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. airnya jernih. Rakyat melakukan doa di atas perahu. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. Kampungkampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. banyak jalan yang berlubang. Ada bandar heroin yang tertangkap. Orangorang juga lebih banyak tinggal di rumah. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca.ABC Amber LIT Converter http://www.

tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. Gerak menjadi normal. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhluk-makhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan ABC Amber LIT Converter http://www. Kulit mereka.com/abclit. sayang.."Morgen. ada wortel. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. lihat. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. Princess.html . "Lihat. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu.html ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. ada tomat. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit."Kota ini. tanaman ada di sini. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. Tangisan yang sedih dan pedih.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. "Aduh. akan ditembak di tempat. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. Darah yang lama.Orangorang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini.. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. mesinnya seketika mati. kini. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. aku baru percaya sekarang. ada cabai. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. Tapi berwarna merah seperti tomat..Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. segar.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. deh. aku baru bisa merasakan sekarang. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur..com/abclit. Gejala lain kemudian muncul. Mereka mendapat pengawalan super ketat. tak henti-henti. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang.processtext. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu.processtext. bukan?" teriak mereka. Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. Waktu juga berjalan normal. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. bahwa aku hidup!""Lihat. Semuanya. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Masalahnya tidak sederhana. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumursumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. dan terasa halus." kata Princess. karena orang yang berusaha menutupnya. ada. natural.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. Sejak kejadian itu. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu... yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. aku hidup. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka.

Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah."Ayah. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. 2002 Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. pada setiap air yang kuminum. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat..processtext.processtext. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. Pemandangan itu bagiku memilukan. rumah untuk bercinta. Cinta adalah . mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah ABC Amber LIT Converter http://www. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu..html kaku. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu.com/abclit." kata Jilan.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. Orang berjalan seperti tarian.SUATU hari. pada setiap udara yang kuhirup. Dan kau tertawa mendengarnya. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. aih. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. Pakaian mereka. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu.Kalimalang. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani.com/abclit. Dan cinta. Pohon yang berbuah. entah siapa yang memulai. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. Uang pajak untuk pemerintahan kota.html . Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan.

ombak menghempas. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. ABC Amber LIT Converter http://www. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali.ABC Amber LIT Converter http://www. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu.html . termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.processtext. senyuman yang manis. Semuanya sudah kulupakan. seperti tidak pernah terjadi. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. meski tetap saja teringat sampai mati . Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. Kenanganku adalah bunyi genta itu. seperti angan-angan melintas. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. sekali. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya.com/abclit.com/abclit. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu.processtext. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu.html terlalu menyenangkan. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. tampak ia baru saja keluar rumah. Hmm. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. membuat masa lalu tak pernah berlalu. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan. daun berguguran. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. Kereta api itu lewat begitu cepat. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu.

com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Dari kejauhan. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. sepanjang padang. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.html .com/abclit. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya.html yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana.processtext. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Perempuan itu berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. mengikuti bekas jejaknya kembali. tidak pernah kuapa-apakan. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. dan perempuan itu melihat lewat jendela. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. Kemudian ia juga ke luar. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Bukan di luar daerah itu. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. bukan hanya sedetik sebelumnya. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. Ia mengikuti jejaknya. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. berjalan lambat menuju rumah itu." Ia mengikutinya. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. lampu-lampu menyala menjelang gelap. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. tidak pernah kukatakan. dan kenanganku akan menjadi lain. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap." "Aku memang tidak ke mana-mana. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. Dunia memutih dan kelabu. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela.

Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. serentak. Sayang sekali. memperlakukan dirinya begitu rupa. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. dan hanya ada bekas da-rahnya. Durban . Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. menutupnya kembali. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah.com/abclit. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik ABC Amber LIT Converter http://www. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai salju-aku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan.ABC Amber LIT Converter http://www.html . dan melang-kah ke padang salju.processtext.html digenggamnya. Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Aku selalu membayangkan ada bekas-bekas darah di atas salju. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan.processtext.Cape Town. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Maret 2002.com/abclit.

terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan.processtext. satpam . tak putus asa. Tetapi. sering ia bayangkan.karena tertulis dalam bahasa asing . memang mengerikan.pikirannya kembali ke tadi. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan.html . seperti biasa."Sini!"Tidak.ada kompleks perumahan lain yang.SEBENARNYA. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Ditolak satpam. jauhnya . Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari.""Tetap tidak bisa. Biar kami yang memasukkan."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. kotak pos. Bandit. pastilah satpam ini seoran kidal. Bulat. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. mulai melengket. atau mungkin suatu malam.html napas. ia ngangakan tas yang dikepitnya. Atau. siapa tahu. Samar-samar tampak pagar tembok. Berkesan gagah .ah."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. membonceng kurir tandem-annya di belakang.Perlahan.. Dan jika hal itu terjadi. wajarlah kalau satpamsatpam itu bersikap begitu. begitulah yang tercantum di kartu namanya. Jadi. Pak.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. ah. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari.. kotak pos-kotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. Dan karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. bajunya. Jika brosur ini ia serahkan. dirinyalah yang ada di depan. ke sana. Dan di bagian punggung. Harus waspada. rampok. Lebih ia benamkan topi. berjenjang-jenjang. tinggalkan di sini. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. memetakan lokasi. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. memang mengerikan. "Lihat. kenapa satpamsatpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. menjulang. mengucapkan terima kasih. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. "Hanya brosur. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar".com/abclit. Di permukaan aspal. kadang. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. terpikir juga olehnya. Kepul motornya pun tidak. mungkin tidak. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun ABC Amber LIT Converter http://www. mencuat bertingkat-tingkat. Dan. di sebelah sana . Sungguh menyenangkan. dan gempal.. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. Courier. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. Hmm. Hatihati. bayang atmosfer bagai menggigil. tapi pasti. Lembar-lembar promosi. Tapi. Sekilas." Disodorkannya ke hadapan si satpam.Kadang. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. Panas. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembarlembar promosi ini. yang kiri.ABC Amber LIT Converter http://www. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. sangat sering ini terjadi.Dan.com/abclit. Debu. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu.. pejal..processtext. diayunkannya langkah ke kompleks itu. jauh ke dalam gerbang. ia membalikkan tubuh. Dan atap. Disaputnya peluh. Padahal.Menghela napas. memastikan satpam mengizinkan. yang menyamar jadi kurir. Atau lebih gila. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang..

kerbau. ia senang bagian itu. Bahkan jarak masing-masing perumahan. Minahasa. Kaki Gunung Lokon. Jeruji besi. yang ia bisa. sebenarnya. Penduduk daerah bersangkutan. badak.HARI ini. pemerasan. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu.ya sekretaris ya personalia ya entah apa... Seperti ini. memang berhalangan. disaputnya peluh. di atas motorlah ABC Amber LIT Converter http://www.. buaya. jadi courier. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. nenek moyangnya. sebenarnya.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. Bukan lembaran lepas promosi..Ya..com/abclit. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut.Dibacanya alamat paket. Mungkin lebih. Di jalan. Dotu. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. Melainkan seperti kata Nina.. Memang alangkah jauh. Bahkan di sana. dalam mobil. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. itu seperti kurir. Kurir. (Si bos. berubah jadi binatang. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. lihatlah rumah mereka. Seraya mengenang kampung. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain.html dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat.. Juga tak ada si bos.Kampung yang jauh nun di luar pulau. betapa jauh di pinggir kota.processtext. Dan binatang? Ah! Harimau. Kapak Merah. buas. di perempatan . tembok tinggi. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. ia gembiragembirakan diri. sebuah kawasan di pusat kota. Pagi tadi. Kotak tembikar. luput dari kebisingan. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap .. tak ada Parto yang menunggunya. ia ingat kampung. Ah. "Pak Ogah". Minahasa. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. macet. itu seperti paket. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya.Kadang. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. Menggantikan Parto .Maka.. Noon express. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. alangkah kasihan mereka.. kawat berduri.harus ia tebarkan ke udara. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. aih. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto.com/abclit. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang.ABC Amber LIT Converter http://www. tak berhati nurani seperti binatang.yang rupanya semacam serbuk . kelas kaki. adalah juga seorang kurir. serigala. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. terjepit di sebuah gang. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi.. seorang lelaki 40-an dengan van tua.html .)Parto bukannya tak menunggunya. ah.Sesuatu yang lebih berharga. macet yang panjang. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. Hanya itu yang ia dapat.Kembali. Ah. masih banyak waktu. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. Bukan brosur. dadanya berdebar...processtext. Mungkin ada sekilometer. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri. di sini. ia muncul di kantor agak terlambat. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. terjadilah hal yang mencengangkan. Dan. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. sama sekali ranggas. kerontang. tapi kurus. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam.aduh.Hamparan hijau. Isi kotak . yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. ular. Hmm. Tak ada lagi siapa-siapa.

sekelebat. bukan 9. Ah.processtext. sesial-sialnya. Alamatnya betul.Di matanya. Mulai ada rasa cemas. tapi 4.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. pos penjaga. Dan akhirnya.html ia kini. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Menyalip.Ternyata bukan hari bahagia. Apa?Ada yang berubah. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. Terdengar teriakan. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. ada ketertusukan dalam dada. rumah itu tampak lebih suram. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya.. tapi tak bertemu. Fisik. seperti pernah dibayangkannya. meski lampu bernyalaan di mana-mana. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9.. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. ABC Amber LIT Converter http://www. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. "Badak!" Satpam lain menimpal. yang nanti tentu marah atau kecewa.TETAPI. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi.. betapa mengasyikkan. badak. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata.. Ini jugakah yang menyebabkan senja. dihidupkannya motor. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. ke rumah berarsitektur Belanda itu. Dilihat penampilannya ketika siang. mestinya kini lebih menonjol. satpam itu mengernyitkan dahi. banyak sekali. Siapa tahu. ia kembali ke alamat semula. Sedetik. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. Dibanding yang lain. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda itu. tetapi seseorang lain di rumah itu.com/abclit. Berpagar tembok. pagar tinggi. sendiri. Sudah biasa. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. Di sini juga. Bahagia. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. dalam. Diperhatikannya lebih cermat. Menyelip. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Seluruh detik mestinya berharga. kerbau. Ataukah. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. Tembok pejal. Psikis. Pos satpam! Pos satpam.. Mungkin bukan satu angka. dalam satu hari ini saja. Salah alamat yang aneh. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. Bengis.Sungguh alangkah lelah. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak.processtext. tetap tidak..ia datangi. Ia memarkir motor. ke supir yang meneriakinya. Betapa ia sangat gembira.Dihelanya napas. Dan tak lupa. Sudah lewat pukul 12. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. Maka. berarsitektur gaya Belanda. Ternyata juga tidak. Ganjil. Itu sepele. Jalan raya dan kecepatan. Beratusan 9. noon express)!Putus asa. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. senja. Dan dua orang satpam. Salah alamat. Mungkin 8. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. Ah. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. Tetapi. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. Ia tahu hari telah senja.. Sebuah rumah besar. Melainkan hari sial. wajah kedua satpam itu berubah. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). Seraya tancap gas. jeruji. ia cek. Lagi pula. Tetap juga tidak. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. ini hari bahagia.com/abclit. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. terhenyak.html . Dan satu lagi. ia menyelip. membayang wajah si bos. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. Lagi. begitu katanya.Sebenarnya. bukan hanya itu. Babi. megah. Sungguh memang sial. tapi lalu ia lupakan. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.

saat itulah ia tiba-tiba terkejut....""Ya. Sembilan ratus tahun! Kiranya. ternyata juga adalah para binatang.Dibelokkannya motor.""Noon express. para pejalan kaki..html Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. sedemikian rupa. seekor babi! Diamatinya angkot. kerbau. buas. Kencang.. Pos satpam itu lenyap! Dan. "Sembilan ratus tahun. ia mendengarnya. Tetapi.html .. orangorang kejam.. "Paket. Takjub. ular.. *Payakumbuh. Barulah ia sadar. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu.. metromini. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. Begitu tubuhnya ada di teras. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. Ada yang lain ..com/abclit. Dan. mungkinkah? Paket.. Tak yakin. tak bercanda. Dotu. Dipacunya motor. Memang tak ada. serigala. berkumis dan berjenggot tebal. Bengkak! Dipacunya motor. Kotak tembikar. bergumam. Ah.. Diparkirnya motor..processtext. tapi ia tak begitu ingat.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. "Sembilan ratus tahun. Andalah orangnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. Ia bingung. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. serigala. muncul bagai menyambut. saya tahu.com/abclit. tapi. lelaki itu tak berkelakar. buaya. badak. sesosok lelaki besar. Dimatikannya mesin. Oh!Dihentikannya motor.. Sejak pagi saya mencari. sosoknya begitu besar. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala.Disodorkannya tanda terima. Agustus 2002 Cermin Pasir ABC Amber LIT Converter http://www.. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain.. saya tahu. Pengemudinya.. astaga! Benar. manusia yang tak bisa diselamatkan. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. bukan pula hanya pagar yang berubah. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. jelas sekali ia lihat si pengemudi. Jadi ia bebas. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. Hari yang tiba-tiba panjang ini. lalu berjalan menuju teras.. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. ke dalam pagar. Maaf. saya menunggu. serbuk itu.mungkin juga arsitekturnya.. sudah tak ada.. telah membuatnya sangat lega. Lelaki tinggi besar itu menandatangani. mendahului. ia tertegun. Toar Lumimuut.Ternyata.. Pengendara motor yang melintas di depannya. Binatang? Ah! harimau. Terengah. tinggi. kera. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. mengulang. yang kini rendah saja. singa. seekor badak!Ia terlongong."Walau telah tak peduli. tak berhenti nurani. Sembilan ratus tahun.Mendadak..processtext. Telah lama saya menunggu. paket itu. Adakah rumah yang bisa disetel. Dan penumpangnya: Orangutan. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. Lelaki itu seperti tahu keheranannya.""Ya.Sedetik... harimau.

Tak perlu berbelitbelit. Namun.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. adalah kedahsyatan yang indah2.Dan. Selalu ada yang tak kembali. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. berlubang.Tentang Romo Sentanu: ah. Keheningan sehabis hujan. Kami tak akan menari. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. serupa mambang. menyebut nama Kiai Petruk.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku.com/abclit. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. pasir. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. koral. berhentilah menggoda kami. Tetapi.processtext. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. Selalu ada yang tak kembali.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. kau tahu. dan puluhan perempuan.”Mungkin hujan akan segera turun.processtext. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.html .” penambang sepuh mendesah lagi. Kalau marah. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. Kami cuma berkumpul di gereja dan mensyukuri panen. Ya. tetapi sebenarnya aku penari. atau sama sekali hilang.Lihatlah.””Malam nanti kami hanya slametan. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. Izinkan saya berlatih barang sejenak. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. Batu. Kadang-kadang ketika gerimis mendera.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang.html Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang ABC Amber LIT Converter http://www. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. Dan. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat.Sejenak sunyi. saya akan berhenti.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu.Baiklah. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.Selalu ada yang hilang. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi.Kiai Petruk. dia hanyalah pastor desa. Maka. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. Romo Sentanu.”Aku punya firasat buruk.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pasir dengan penduduk. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dan, salah satu tugasku ke desa ini, kau tahu, adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan, desah manja wanita sehabis senja, dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa, aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam, teman-temanku yang tak banyak cakap itu, membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit, memaku kedua telapak tangan, dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dan, selalu pada saat dia mengerang kesakitan, aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.Jadi, dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.Ah, kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu, koral, lumut, dan keheningan desa ini. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata, ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Ya, di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel, tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Dan kalau sudah mendalang, Ayat bisa berubah menjadi dewa. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Suatu hari ketika dia bilang, ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Ayat juga mahir menari. Melihat Ayat menari, orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar, awan panas, dan hujan batu yang tak kunjung henti. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian, pertikaian, dan kebencian.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dia, aku dengar dari para penari lain, gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Ibarat Samson, dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Maka, baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari.Lihatlah, bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa, aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.”Mungkin hujan akan segera turun, mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Dan, aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan, Ayat akan bilang, ”Mangga Den Ayu, Putri ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Keratonku, mari menari bersamaku.”Ya, dia boleh bilang begitu. ”Tetapi, aku datang untuk menggodamu, meruntuhkan, dan meluluhlantakkanmu.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg, segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos, puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat, Romo. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun,” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Ya, biarkan dia menari dan jadi pesinden saya, Romo,” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Tak ada jawaban. Dan, ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa, ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung, Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini, Romo. Biarkan dia menari bersama saya,” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Belum ada jawaban. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan, di luar dugaan Ayat, Romo Sentanu meninggalkan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja, bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil, Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Dan, malam itu di antara ratusan obor yang diacung-acungkan ke langit, di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih, Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.”Gusti, firmanMu akan jadi kasunyatan”, Romo Sentanu mendesah.Ya. Dan, Aku tahu siapa yang akan jadi korban.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos, Gusti.”Ya. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Setelah itu, lambungmu akan dihujami puluhan peluru.”Mengapa harus saya, Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O, bukan hanya kau, Sentanu. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Kadang-kadang saat gerimis mendera, binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. KadangABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tetapi, tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk, berlubang, atau sama sekali hilang.Dan, truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam, kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Batu, koral, pasir, dan puluhan perempuan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.Dan, malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Sebagaimana aku, (o, kau tahu namaku Nagreg bukan?), mereka telah menghirup udara, cahaya, tradisi, kebodohan-kebodohan, tarian-tarian aneh, mitologi Kiai Petruk, wedhus gembel yang prek kethek, dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Maka, mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Di tengah kegelapan malam, mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengah-tengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk, membabat kaki, kepala, atau menembak lambung tanpa suara.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Sebab, mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Sebab, mereka tak pernah bersengketa dengan orangorang miskin itu. Tetapi, bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun— mahir menjadi bunglon, pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi, jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Baiklah, sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Namun, setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung, kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi, mereka juga akan menghabisiku. Tak boleh ada saksi. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini, di keriuhan segala bunyi, obor, cahaya mata Romo Sentanu, dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas, lelehan lahar di Puncak Merapi, dan jerit tangis dalam tari, aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Ah, haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Hanya jerit gamelan. Hanya jerit kesakitan. * Semarang, 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata dalam Cikar Bobrok. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin, dalang dari Desa Tutup Ngisor, saat memainkan lakon Kunjarakarna. 4) Trisik, mangenjali, ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas, Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai, juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Sebab begitulah pada dasarnya manusia, salah seorang bisa menggantikan yang lain, tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain, untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu, tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel, punya daya ingat tinggi, renyah, hangat, dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca, tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Kutemui ia dalam diam yang cukup, tidak bawel, serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.Tapi, kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan, sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan, ia memesan apa-apa yang aku pesan. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku, mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Aku memesan daging berlemak, mereka, perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku, memesan sayur-mayur. Aku memesan teh hangat, mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Berbeda dengan perempuan yang satu ini, ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Bahkan, ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari, ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja, walau pada saat-saat tertentu, kami masih saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Berbicara tentang sepak bola, merokok bersama sambil menonton acara televisi, berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam, berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi, rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Kamar mandi kotor, cucian menggunung, dapur berantak-an, ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.Tapi, aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Dia juga. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi, ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa, tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat.Tapi ingatan-ingatanku atasnya, pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Tangis yang tidak lagi biasa, tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi, bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan, aku tidak menyesal menangis, aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri, bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku.Tapi, aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benar-benar mencintainya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting, tapi tiga hal ini penting bagiku. Pertama, apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua, apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga, apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Meninggalkan? Ah, mungkin itu bukan kata yang tepat. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat, tapi begini, aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Beri maklumlah pada diriku. Aku seorang selebriti terkenal, muda, cantik, di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi, laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau, empat lima tahun yang lalu, ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Bahwa, ia mengagumi kecantikanku, aku bisa merasakannya, itu pun dengan samar, tidak seperti orang lain. Tapi di hadapannya, segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya, bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Ia hanya memberiku tempat, tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja, dalam acara apa saja. Dan ia hadir, tanpa wajah yang menunggu kedatanganku, menunggu kemunculanku. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Laki-laki itu tidak seharusnya begitu, sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh, maka aku harus bersiap, aku membutuhkannya. Tapi sejujurnya, perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Semua kusimpan dengan rapi, bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu, aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Lalu kami saling berbicara. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya, mendengar suaranya, bersitatap ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Serangan balik yang maha dahsyat. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. Kupandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. maka aku memang harus pergi. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. Aku sangat tahu. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. rasa bahagia. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. semua ditinggalkan berlubang. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. menyalakan ABC Amber LIT Converter http://www. aku pada banyak hal bukan orang hebat.processtext. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu.com/abclit. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. cinta saja tidak cukup. Sendirian di kamarku yang menyimpan hampir seluruh bayangannya. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba.processtext. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Tentu kami juga bercinta.Maaf.html . otakku ikut terbakar. Bukan. Aku meraung. Tak ada kekagetan. lalu aku me-nangis lagi. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. Semua dicabutnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Menggenggam gelas minum erat-erat.Aku bangkit minum air dingin sebanyakbanyaknya. telah benar-benar kehilangan dia. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. setengah melenyap.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. Tapi benar kata orang. sangat tahu. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. Tapi aku tahu.com/abclit.Lalu kuputuskan untuk pergi. dan terima kasih.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora.Hingga suatu saat. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. air. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. Seakan ikut menahan beban yang menimpa—awas. menjerit. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. napasku seperti terbakar. Ruang berganti warna merah dan hitam. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu.Kami semakin akrab.html dengannya. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. dan segalanya menjadi tidak terkendali. Aku harus memaksanya untuk duduk. Begitu kulakukan saban waktu. Aku menangis. Ia merasakannya dengan biasa. Benar-benar menangis. Ruang-ruang ragu dimampatkan. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Saat yang sangat tepat. keyakinan yang sempurna. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus — bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. Lalu aku duduk. dan makanan. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping bendabenda.Aku sangat mencintainya. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. rapuh.Ia seorang aktris. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. Diciptakannya dalam dada. Dadaku sesak dan panas.

processtext. dan nonton sepak bola. Hal-hal yang menurutku tidak kusukai. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. dan ia pergi meninggalkanku. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. Bahkan. Tangisan yang sewajarnya. Sebab sore tadi. tak mau peduli. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. merokok. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. Tubuhku dibakar cemburu. memesan makanan dan minuman yang sama denganku.com/abclit.com/abclit. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Lalu aku teringat dia malam ini. dan menangis. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta.html rokok. Tak peduli. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. Aku harus berpikir dengan tenang. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. sebab aku tidak mau sakit hati. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. ruang-ruang yang berantakan. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang.html . *** Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan.Tapi sekarang aku nyaris gila. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku.Tubuhku demam.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Edisi 08/11/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. sebab jika melihat kenyataannya. aku pasti akan larut. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik.

juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. anaknya. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya.com/abclit. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. Entah gelisah. saya segera mengatakan bahwa malam ini. Akan tetapi malam ini.ABC Amber LIT Converter http://www. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. yang jadi hambar. Akan tetapi. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. tapi menurut saya ini hal biasa. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. ABC Amber LIT Converter http://www. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate.com/abclit.html . gundah. Yang jelas. Meskipun demikian. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. Ah. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. Usaha saya berhasil. meskipun telah ngantuk sekali. Ia berdiri saja seperti orang linglung. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. sementara saya segera menutupkan pintu. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Begitulah. pastilah itu Mayumi.processtext. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu.html SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. segera saya membukakan pintu. tetangga saya. saya tak tahu pasti. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. Akan tetapi. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. karena saya sendiri masih belum tidur. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun.processtext.

Nakamura-san.. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya..ABC Amber LIT Converter http://www. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap.html saya dan Nakamura... sayang.. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini. masih ada yang menemani ibu. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. Sedangkan Mayumi. Sering kami ngobrol berdua. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian."Ya. Ia lalu melanjutkan. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar. sehingga meskipun saya meninggalkannya.processtext. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo.processtext. meskipun dengan sikap ragu-ragu.. penuh KKN. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm.""Saya betah tinggal di negeri ini. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya..com/abclit. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. jika ia meninggalkan ayahnya. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri ABC Amber LIT Converter http://www.html . Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu saat saya kembali ke negeri saya. Telah beberapa lama."Ya. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan kata-katanya. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini.saya. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. suatu kali.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. Atas pertanyaan saya.com/abclit. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. Bedanya. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu.

ia lantas mengatakan.html .com/abclit. Menyadari saya diam saja. Melalui telepon. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman.processtext. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen ABC Amber LIT Converter http://www. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya.ABC Amber LIT Converter http://www.html karena ayahnya adalah anak tunggal. ***Tokyo. Meskipun demikian. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya.Menyadari kenyataan itu. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. Pendeknya. Haji Mahmud Soeharto. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi.com/abclit. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. Akan tetapi. Tanpa menunggu jawaban saya. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Aneh benar. Setelah itu. paman saya.processtext. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saat-saat terakhirnya. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Lagunya pedih mengiris-iris. Mungkin juga saya linglung. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. Kami tetap bergaul seperti biasa. Dua kidung malam mengalun bersamaan. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. Sampai di situ pula pikiran saya mampat.

istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu.”Betul.com/abclit. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek. tidak semahal di Jakarta. itu telepon dari Bapak.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya.ABC Amber LIT Converter http://www.30. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun.”Pak Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. Seumur-umur. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon.” ”Tolong diangkat teleponnya. Selama dibangun. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan.” kata seorang rekan Pak Jek.60 Yogyakarta.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. Sesaat.””Ada apa. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. satu tahun menjelang pensiun.html .processtext. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang.com/abclit. lalu menutup pembicaraan. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek.html Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. terutama makanan.Namun. Mitos. Jalan Kaliurang Km 6. Harga barang kebutuhan. Itu ABC Amber LIT Converter http://www.”Dari Bapak. itu hanya omong kosong.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.Itulah sebabnya. ”Nah. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun.” ”Bapak sudah tiba. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. Takhyul.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Bu.processtext. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya.

gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. dan mulai tinggal di situ.”Tapi tak apa.com/abclit. Prambanan. Cuma sekali kok dalam hidup saya. lebih dekat ke Malioboro. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah satu hotel di Yogya? Lagi pula.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. Belum terpolusi udaranya.”Menurut Pak Jek. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti.html . Jadi. atau bahkan 1. Jadi.000 meter. Harus masak ini dan itu untuk anakmu.” lanjut Pak Jek.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes.”Aku hanya berdua dengan istri. Mengapa tidak memilih Bantul. Makin banyak rumputnya. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya.. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki. menantu Bapak. mereka bisa beli. Pak?””Ah. Makin banyak kebutuhan listriknya. hari Sabtu atau hari Minggu. Pokoknya. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu.”Namun.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana..”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. tentu makin banyak ruangannya. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. Pasti mereka beli. Makin banyak tanamannya. Sentolo.200 meter. Magelang. Padahal.processtext.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. kita tentu bertanya.”Makin luas tanahnya.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula ABC Amber LIT Converter http://www. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu.”Biar ada kejutan. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Pokoknya. Prambanan. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala.””Lho. cukuplah 60 meter persegi.html pun hanya sekali seminggu.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. Di hotel ‘kan ada AC-nya. dengan bangunan 60 meter persegi.” kata anaknya yang di Semarang. tentu makin repot pemeliharaannya. ”Semacam surprise-lah. Masih banyak pepohonan hijau. kan? Lagi pula. bukannya anak Bapak. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. Pak. Berapa pun harga tanah. Parangtritis.. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Nak?””Lagi pula.ABC Amber LIT Converter http://www. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. itu soal gampang. termasuk biayanya. makin banyak sampahnya. Di Yogya kan banyak hotel. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.”Kayak rumah BTN saja. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. ibumu tidak suka.com/abclit. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. atau 1. Enak. Pak Jek juga punya pendirian. Makin luas pagarnya. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. Gunungkidul. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.”Lalu.. padahal mereka belum tentu suka. memasukinya. makin lama memotongnya. Rumahmu ‘kan di Semarang.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Lagi pula.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. apa pun mereka bisa beli. Termasuk sampah dari luar negeri.” kata Pak Jek memberi alasan. aku dan istriku makin renta. Keraton Yogya. atau setelah keliling ke Borobudur. betul-betul rumah baru bagi saya.”Mbok.”Lho. makin banyak segala-galanya.processtext. yang lebih besaran Pak rumahnya. yang mengharuskan itu siapa toh. Makin capek menyapunya. kamu dan keluargamu kembali ke hotel.

”Nanti kapan. Entah pertanda mengerti. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya.html . Pak?””Mungkin saja. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya. dan juga atas biaya sendiri. Namun. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. bagaimana mungkin. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. lalu. Sekarang. ia memberi penjelasan berikut. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja.html perusahaan. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir. Pak Jek mengingatkan para karyawannya.”Para karyawan pun manggut-manggut. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. Lagi pula.. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. Jadi.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. sudah jauh-jauh hari. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu.””Bagaimana mungkin santai. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.. Santai saja. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek.”Kalau begitu.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.”Pada acara di Gambir. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.processtext. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas.00 pagi. Jadi.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe. di Gambir. seorang direktur perusahaan MNC.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. Sekali berkata A. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. kok.””Makanan di kereta ’kan tidak enak.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian. Lagi pula.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu.com/abclit. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. Mereka tahu.Oleh karena itu. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.processtext.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisikbisik di kalangan karyawan.ABC Amber LIT Converter http://www.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu.”Ya. Pak Jek menepati janjinya. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta. tidak bisa muat banyak ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. Pukul 07. tak usah ada acara penyerahan kado kepada saya. Oleh karena itu. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. Pak. ah. tak usah pakai panitia-panitia segalalah.. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita.. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi.com/abclit.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok.” ujar Pak Jek dengan kalem. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima.””Lho.

Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. Namun.processtext. ia gampang terlelap. Pak Jek juga bisa terlena. Pak. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara.”Secara bergiliran.com/abclit. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Pak Jek juga tidak tahu. masih kosong.”Hati-hati copet. Siapa tahu. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. nomor 6B. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Pak Jek tidak mengorok. Begitu bertemu dengan bantal. Terima kasih.” ujar seseorang. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. tusuk gigi. Menurut Pak Jek. Pak Jek tidak mau ambil pusing.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita. Lalu. dari mikrofon terdengar pengumuman.com/abclit. Pak Jek langsung pulas. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. Pak Jek ingin. Semarang. Stasiun Cirebon. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Sepotong paha ayam goreng yang keras. Ada yang memeluk Pak Jek.00. pengantar.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek. dan Stasiun Purwokerto.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya.html barang. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan.processtext. jika ditinggal sendirian. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. Bertemu sofa empuk. Ada yang menyalami dengan dua tangan. Kapan saja.Pak Jek memang gampang tertidur. Tiba di Tugu pukul 16.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Barangkali alokasi dana untuk makanan para penumpang memang terbatas. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Bandung. khususnya Jogja Ekspres. Ada pula sendok garpu. makan siang Pak. dan sepotong tisu. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. Atau selera petinggi kereta api.Pak Jek membuka mata. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang ABC Amber LIT Converter http://www.00.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir.Beberapa saat kemudian.”Pak.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek.ABC Amber LIT Converter http://www.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam.” kata pramugari.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. dan kuli angkut. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. termasuk kado dari kalian. menunggu di rumah baru. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam.html . ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08.”Beberapa detik kemudian. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. Secuil nasi putih. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Namun. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. di mana saja. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. Di rumah pun selalu begitu. Kursi di sebelahnya. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. Namun. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Bagusnya. Tak usah dijemput.

Namun. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh lakilaki berusia 60 tahun itu.”Para penumpang yang terhormat. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto.”Lha. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu. bangun..ABC Amber LIT Converter http://www. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www..Sambil meluncur ke arah timur. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. penumpang itu tetap saja tak mau bangun.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.”Pak.”Jakarta.processtext. Bangun. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya.”Pak sudah sampai Yogya. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya. Bantal menutupi mukanya. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.processtext.html kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.””Kopernya saya bawa.”Keasyikan mungkin tidurnya.. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek. Stasiun Kebumen. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun.Laki-laki itu tak juga bangun.””Jangan-jangan sudah seda.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. Pak.Setelah dicoba berulang kali. Boleh jadi. Pak.Lantas. Tinggal beberapa kilometer lagi. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.com/abclit. Anak-anak pun mulai ribut.”Sudah sampai. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta. tangannya sudah dingin ’gitu kok. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan. Pak. Bu. dan Stasiun Sentolo. Jangan sampai ada yang ketinggalan..Karena tak bereaksi juga..”Napasnya kok tidak terasa lagi.”Barangnya. Bu.””Barangnya saya bawa..””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif..”Tukang sapu kedua coba membangunkan. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela.”Karena tak bereaksi sedikit pun.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.html . Berarti Yogya sudah hampir tiba.””Jangan-jangan sakit jantung.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6.””Angkat barang. Lalu tiba pada kesimpulan. Stasiun Kutoarjo.”Coba kamu yang bangunkan.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.””Bisa saya bantu. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres. Pak.com/abclit. Bereaksi sedikit pun tidak. Siapa nyana.””Mari Bu saya bantu.Tak ada respons. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.

Adjani bersimbah peluh. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Adjani menahan luka. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. kuli tinta. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil.com/abclit. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani.html . Mereka hanya tahu Adjani luka. Ruangan itu begitu sunyi. ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. Semua menahan napas. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Adjani bersimbah peluh. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya.processtext.processtext. Luka yang begitu dalam. langsung terbelah dua. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani.ABC Amber LIT Converter http://www. pada setiap headline koran-koran. Maka. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan.Adjani bersimbah peluh. Para fotografer. Tetapi. Luka dari segala maha luka. Edisi 07/28/2002 ASMORO. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Pipinya merah terbakar matahari. Waktu ia menyeberang jalan. talk show. Atau mengapa Adjani bisa terluka. Pelupuk matanya merapat. rumah ke rumah. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. majalah-majalah. bahkan bajaj. motor. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. mobil-mobil langsung berhenti. Menyeberang dari satu telinga ke telinga.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. waktu kita hampir habis. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. siaran radio.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu.com/abclit.Ketika Adjani berlari. Sungai terbelah. siaran berita televisi. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. sungai ke sungai. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Tembok tinggi merendah. Semua tidak berani bergerak. Tetapi. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. laut ke laut dan benua ke benua. Luka yang begitu perih. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi.

ketukan itu tidak juga berhenti. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga.com/abclit. Ia tidak dapat berhenti menulis.com/abclit. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. Kadang sedap malam. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya.ABC Amber LIT Converter http://www. Barulah Asmoro sadar.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio.ADJANI bersimbah peluh. Kadang melati. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Tetapi. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Menyerang segenap jiwa Asmoro. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Kadang mawar. "Adjani bersimbah peluh. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. ia berada di lantai ketujuh.processtext. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. sementara ketukan itu terus membahana. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. Tetapi.html . pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Irama musik sendu mendayu-dayu. tidak ada apa-apa di sana. walaupun terkesan tidak memaksa. Kadang lili. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. kumbang. Derap kaki Adjani yang teratur. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Tetapi. Di sela-sela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. Dan semakin ia menulis. Di tengah-tengah rasa putus asa. Tetapi. Awalnya ia tidak mempedulikan. lalu makin lama ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh.processtext." bisik angin. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. dan burung-burung gereja. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan.html semua memuat. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Asmoro mabuk kepayang. menceritakan dan membahas Adjani. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Adjani yang bersimbah peluh. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. Asmoro hanya mau menulis. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Pesawat televisi yang panas. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. kecuali Adjani bersimbah peluh. Mendadak perut Asmoro keroncongan. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu.

Dengus napasnya semakin dekat. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini..Adjani bersimbah peluh. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. paus. "Bintang jatuh. hanya untuk menyaksikan Adjani. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerah-merahan tertimpa matahari senja. Suara lembut denting piano tunggal. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. ia tidak akan berhenti. Adjani hanya bergumam. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. berubah menjadi kesatuan orkestra besar." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari.com/abclit. Dan ia pun sangat tahu. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Adjani tahu. Asmoro tahu. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara.Adjani bersimbah peluh.html semakin jelas tertangkap pendengaran. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai.. Asmoro menunggu Adjani. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh lakilaki. Asmara. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. terus berlari di bawah samudera. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. ikan pari. Ada gurita. Sementara derap kaki Adjani makin jelas.processtext. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro.. sebentar lagi tulisannya selesai.."ASMORO. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. Asmara.html . Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Lampu-lampu lalu lintas tidak bekerja.com/abclit. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. gedung perkantoran. waktu kita hampir habis. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang.Adjani bersimbah peluh. Jalanan macet total. restoran. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Suara orkestra semakin keras. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat.. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. Dan bau wangi yang samar-samar. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambar-gambar Adjani yang pernah disiarkan. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Seorang reporter meliput. Semua orang keluar dari rumah.processtext. Aktivitas di kota itu lumpuh. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. Dari sinar kemerahan itu. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. lama kelamaan makin tajam. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa.. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Peluh itu tidak hanya asin.ABC Amber LIT Converter http://www. Bulan bersinar temaram. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Namun.

Di kota itu. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. Atau jangan-jangan orang kaya itu.processtext..ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada yang berani meliput.html kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani.Jakarta. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu.processtext. Pelupuk matanya merapat. Asmoro tidak dapat berhenti. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. Adjani menahan luka. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. waktu kita hampir habis. ASMORO. Segala asumsi pun merebak. yaitu Adjani.. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. Atau orang kaya. Tidak ada yang berani bertanya.html .Asmoro bersimbah peluh. satu suara. jadi mereka bisa berciuman sambil berlari. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti.Adjani bersimbah peluh.com/abclit. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro.. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov ABC Amber LIT Converter http://www. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. satu tema di seluruh dunia.com/abclit.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. Dihirupnya dalam-dalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. Adjani bersimbah peluh. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. 21 April 2002. Adjani bersimbah peluh. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu.

yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si ABC Amber LIT Converter http://www. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh."Panikov menaruh serulingnya.com/abclit. Semuanya terkesan halal di balik sejarah."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. bermantel lusuh.com/abclit. kota yang sudah dua kali berganti nama.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. yang ia kenal selama tiga puluh tahun. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. dengan maksud menghindar.html . Di izba yang reyot. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang.html Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. Panikov hanya menjawab. Pernah suatu kali.""Tapi. lima tahun yang lalu. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk."Hey. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. yang sebagian besar bekerja sebagai petani.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. dikelilingi hutan. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling. Lalu ia angkat bicara.Sementara itu. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg...processtext. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. Banyak pembunuhan. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah.processtext. ayahnya tercinta."Di kota tak ada lagi ruang untukku. Dulu. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah".

com/abclit. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. namun tetap tak ada jawaban. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak.. sadarlah. Panikov tidak peduli. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. Anna"... cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur. Ia terus meniup dan meniup. Muka mereka pucat seperti hendak mati. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. mengapa ayahnya ditembak...!!!"Saat itu musim dingin. air matanya membeku akibat udara dingin malam....Yach Panikov ingat. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana. "Panikov."Api.. Panikov diseret.! Itu api..ABC Amber LIT Converter http://www.Tak ada sahutan. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya..html . berteriak dan meniup seruling-nya lagi.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. indah menakjubkan. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab.. "Persetan!" gumamnya.. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. tentara bajingan! Oh. meniup serulingnya. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. angin bergerak lebih lambat.. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. kota laknat! Aku rindu kalian. Bila hari menjelang malam.. Panikov tak peduli.. Ia menangis. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. Kata orang desa. diam dan hening.processtext. Anna langsung menghampiri Panikov. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. tentara bajingan! Oh. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya..html tentara. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian..Saat ini. lalu berteriak.com/abclit.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu.!" Terdengar pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya. "Oh. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa."Brak. malam ini terasa dingin lebih ABC Amber LIT Converter http://www.. lalu diam lagi.! Di sebelah timur desa ada api. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. Anna berteriak lebih keras. dan terus ia meniup. Panikov terus meniup serulingnya. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. "Oh.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. Seperti biasa. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. kali ini tepat di samping telinganya. Panikov keluarlah. Yang terdengar hanya bunyi seruling.processtext. dan Panikov.. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku. Ia enggan ikut bergabung. Di depan mereka.! Hey. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba.. serta tak lupa meniup serulingnya. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang..

Anna. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka. lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung.com/abclit.. Keadaan semakin beku. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. 'si kumis tebal' lalu berteriak. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Sesampainya di desa. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun...html . Terlihat ada seorang tentara.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan. telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa. ia memeluknya."Tertulis lagi di bawahnya. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling. Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. masih tetap hening."Terdengar enam letusan senapan."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan.processtext. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. tapi toh.Ia menggigil. ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya."Panikov! Jangan Panikov.. Turgeyev namanya."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah.. dingin mencengkram kuat tubuhnya. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. ia bergumam. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang bolong dengan tangan kirinya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.. giginya gemeretak.ABC Amber LIT Converter http://www. ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya. gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku.html menggigit. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu. Beberapa hari selang kematian ayahnya. serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Saat itu juga."Ayah. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya.processtext. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. dan meneruskan kalimatnya."untuk petani kecil ABC Amber LIT Converter http://www. ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.com/abclit. Lalu memandang ke arah danau.Selagi ia membereskan barangnya. ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok.

mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam. mari kita tanyakan kepada ibuku. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa."Bagai capung. Lihatlah. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.processtext."Meski begitu."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukangundukan tanah kelabu padat itu.com/abclit. anak-anak itu kemudian membentangkan tangan. Kalau tak percaya. Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain. kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain.Dan. buk! buk! buk. Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga.Seperti biasa merpati-merpati itu tak ABC Amber LIT Converter http://www.html .processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. pondok petani2. Dihajar. melesat ke pelataran makam Al-Baqi yang dipenuhi para peziarah. para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada. Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa. seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba. kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan. Oktober 20011.html November 1936"Bandung." kata Zulaikha. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3.com/abclit. kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.

Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu.com/abclit.. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah. kita masuk ke sana. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang.html . ibarat air kita bukanlah zamzam. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu.OHO.html langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta."Ampunilah Anakku. pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah. Dan. Anakku. dia meliuk. dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan. berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu. Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Apalagi kau hanya orang Takroni.Dan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan."Ibu. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah. telah berkali-kali kukatakan kepadamu. mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan. mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu. dan terus berlari ke bibir pintu makam. sebagai orang Takroni. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukan-gundukan makam."Zulaikha. menendang tampah habbah. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan.ABC Amber LIT Converter http://www. ratusan keluarga raja. Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan."Jangan. perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur. kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk.com/abclit.processtext. ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi. tak perlu kau risaukan asalABC Amber LIT Converter http://www. Apalagi kau perempuan.processtext. tak puas mendengar jawaban itu. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah.. menyusup. dan para peziarah yang taklid kepada adat.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu. Anakku. Ibu. Sebagaimana Bilal.Sayang sekali. merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu."Ayolah. Anakku. kau tak perlu memasuki makam keramat. ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka. wahai Anakku yang malang. Anakku. Zubaedah langsung berdiri tegak. hanya para lelaki yang diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam. memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi.

. aku benar-benar buta.Dan. "Sudah kubilang."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal." begitu kata Musa bin Zakaria. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan.processtext."Sebagaimana Nabi. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan. Hanya engkau."Sejak itu tak seorang pun. engkau dilahirkan sebagai engkau. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku. sebagaimana pria Takroni lain. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain. dan habbah Madinah hanya layak dipatuki merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu. Jangan mempertanyakan apa-apa..com/abclit. raja disebut sebagai tuan. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi.."Sampai pada kata-kata itu. Meski demikian." ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain. menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya. wahai Anakku. Aku tak akan marah. telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. kau tahu Anakku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu.html . Ketahuilah Anakku. Anakku. pada usia yang sedang mekar.Menjelang aku remaja Ibu bilang. mempertanyakan asal-usul kebutaanku. kerudung. kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anakanak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu. dia berdoa. dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. termasuk pedagang tasbih. sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku." Menjelang Ayah meninggal. sebagaimana Ibu."Maryam-ibuku. Aku tak akan marah. Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. Ayah sangat memuliakan perempuan. dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. "Engkau memang buta.ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi kau terus mencerocos. Anakku. Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. ayahku. perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. Jangan. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya.com/abclit.processtext. berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya. Ayah.. Dia. bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia. tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan. Apalagi kepada Zulaikha. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja. jangan usil. ya Allah. aku dilahirkan sebagai aku.""Jadi. Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Ibu pernah melihat segalanya?""Ya. Tak kepada ayah atau ibunya. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas.html usulmu. Bilal dilahirkan sebagai budak."Ya. Saat berbeda pendapat dengan Ibu. ibu pernah melihat segalanya. memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. ABC Amber LIT Converter http://www.

Tetapi. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi. camkan nasihatku. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam Al-Baqi. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu.7 Tetapi. Lalu segalanya menggelap."Waktu itu. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan ABC Amber LIT Converter http://www.html Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah. malam itu dia menyusup ke makam. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. salat di masjid Nabawi.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. melambai-lambaikan sayap. Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga.processtext. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. "Mati di Madinah memang baik. perempuan buta itu. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam. Jangan pernah masuk ke makam."Ya. karena diserang demam tak berkesudahan. bercanda dengan merpati-merpati.Tetapi. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Puluhan. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha. Anakku.com/abclit.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tibatiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu makam. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah.Alhasil. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. Pegangan Zubaedah terlepas. Jadi. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. sebelum pingsan. *Hotel Sanabel Al Madina. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. Cahaya lampulampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan."Dasar Takroni. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. dia mendengar suarasuara orang-orang kekar menyumpah tak keruan.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. tidak-tidak. masya Allah. Madinah Munawarrah. Dia terjengkang. jauh sebelum menggapai pintu makam."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. Anakku. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam." pikir perempuan yang sedang mekar itu.Karena itu.com/abclit. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka.html . lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah. dia mengingat-ingat petuah ayahnya.Sambil berjingkat pelan-pelan."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. "Kalau bisa matilah di Madinah.Dan Zubaedah.

tapi ia merasa tak diberi pilihan lain. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi.com/abclit. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor.com/abclit."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Gianyar. Jadi." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. "Kasar dan kejam. ia benar-benar jadi kehabisan alasan.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. Waktu itu tahun 1971." pikirnya. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. Namun. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat.html .processtext. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah. jangan salah paham. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. I Raneh. siang hari menjemputnya kembali. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. Mangku.ABC Amber LIT Converter http://www.html tersebut. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatankesepakatan yang diputuskan adat. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari.7) Riyal:mata uang resmi Arab. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat ABC Amber LIT Converter http://www.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. Bahkan. menelepon lagi. Meski masih berusia belasan tahun. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. ayah Kroda. saat sepupunya.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi.processtext.

dendam turunan. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. Ia tahu. "Kamu tentu masih ingat juga.com/abclit. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa.. Tetapi.. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. kita tidak akan mau pentas. karena ia bukan anggotanya. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Meski telah kena sanksi adat. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu.. Padahal. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Selain menghasut warga menentang Golkar. Sampai kini. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi." ungkap I Kleteg. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Warga menilai dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari ABC Amber LIT Converter http://www. termasuk Susila. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. "Ikat babinya. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara.html di Banjar Sari. seluruh keturunannya. Jangan dibiarkan liar begitu.com/abclit. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotel-hotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah.. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Kalau toh diizinkan. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. Tetapi.. Ini hanya dendam pribadi.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. Itu kebanggaan. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya.processtext. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. "Luh. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina.""Sepanjang hidup. Sejak tinggal di Jakarta. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari.ABC Amber LIT Converter http://www.html . aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. Dendam Kroda. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha.processtext. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. Wayan Kroda terdiam. Tetapi. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. Luh. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. Karena tinggal jauh. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. berarti jalan buntu. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya.

sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring.processtext. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. Tapi. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila.html dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Namun. Tetapi. Jangan datang lagi kepada saya. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Paling tidak harus menunggu seminggu..Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga.com/abclit. kalau menyangkut penemuan jenazah. Itu mutlak urusan keluargamu. bikin saja surat dulu. ini keputusan paruman adat. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Mereka umumnya mengatakan ABC Amber LIT Converter http://www. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. "Tamu itu sangat penting.html ." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras."Sudah berapa kali pula saya katakan. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur.processtext." ujar petugas lelaki itu. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut.""Ini soal jenazah! Jadi. Bukan. niat itu ditepisnya. Ini soal penting dan sangat mendesak. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap." Wayan Kroda tak segera menyahut.com/abclit. SANKSI ini terlalu berat. Jadi. Kendati sudah lama tinggal di kota seperti Jakarta.. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Bahkan. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. bukan lagi urusan adat.""Lebih baik berurusan dengan polisi. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Bahkan. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. "Bli.ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. Sebagai kelihan adat. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Tetapi. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. mintakan kepada seluruh warga. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. saya harap bisa bertemu Gubernur. Bahkan. Padahal. seseorang yang dituakan dalam adat. Wakil atau siapa sajalah. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar.." kata petugas itu. Ia tahu pasti.

Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. aku diam-diam membuatnya. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. "Tapi.ABC Amber LIT Converter http://www. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam.ah.. mengapa masih bengong. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat.. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor.." kata seorang kerabat liannya. "Jadi. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu.Ketika melewati pintu depan. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang. Sewaktu kalian lelap.com/abclit. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es. makin lama jenazah berada di rumah. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda. Ia berbaring di dekat ayahnya. Ayo semua berdoa. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi.. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. kalau banjar adat mengenakan sanksi. "Dan. Pertanyaanpertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila.processtext. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi.processtext. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh.html penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. ABC Amber LIT Converter http://www.. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. Ada sesak dalam dadanya. Mereka ingin menuntut keadilan. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda.. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru.com/abclit.. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. "Ia keberatan.html .! Ayo duduk dan berdoa.. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap.. Sebagai orang yang lama merantau.. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa.

Menyuapiku. terbaring dalam rahim waktu. Menampungkannya. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Dia memang tegang. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Datangnya waktu. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. Dia terus menerus menungguiku. ABC Amber LIT Converter http://www. didorong ke bawah tempat tidur. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera.com/abclit. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. Dia lelah. masuk ke dalam urat nadi mereka. memerahnya dan mulai melap tubuhku. Mencelupkan handuk kecil. Mengambil pispot.com/abclit.processtext. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Banyak faktor yang dipikirkannya. Di bawah tabung. yang datang dari luar dirinya. Pagi tiba juga seperti biasa. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Tiap hari kau menanyakan orangorang yang kau kira memperhatikanmu. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. di sisi tempat tidur. diiring doa sanak keluarga. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Dia memang benar-benar lelah. Air kehidupan yang tak berhenti menetes.html . tubuh yang terbujur dalam sekat-sekat kain pembatas. Meneteskan madu ke dalam mulutku.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. Pantat panci bergeser di lantai.processtext. Aku sekarang adalah bayi itu. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. setiap hari. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Pintu dibuka. Menampung muntah. Dia kurang tidur. Membuangnya ke kamar mandi. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil.html Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti Sumber: Kompas. Menyuruh mengeluarkan mobil. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. dari waktu ke waktu.Waktu terus bergeser. Perangkat medis itu. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. langkah-langkah mendekat masuk ruangan.

Masih banyak yang belum kukerjakan."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. mengurus segala yang remeh temeh dunia. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel.com/abclit. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. ABC Amber LIT Converter http://www. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. anakku. Ini takdirmu. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya.""Tidak. sekarang. Sebelum mencapai usia sekolah. Kau sudah lelah. Kau lihat itu."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang.html Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Dia memang lelah. Muhammad Saleh. Mari. siapa di sana? Ayahmu.com/abclit. tidak mereka cegah. Jangan sekarang. Terlalu banyak yang membebaninya. Itulah penyebab penyakit ibu.""Tolonglah. kalian masih kecil-kecil. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Ketika aku meninggalkan kalian. Sekarang adalah saatnya bagimu. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Tuan. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Harusnya Tuan tak datang. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Kemiskinan kita yang pahit. Mendekatlah. Empat puluh tujuh tahun. si Abdullah. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Masih banyak yang harus kukerjakan. Ayolah mendekat. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. kau telah bekerja. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang.html . Tidak sekarang. Tinggalkan semua itu. adikmu. ibu. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Beristirahatlah sekarang. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Rentang waktu yang panjang. Anakku masih kecil-kecil. Angin malam yang dingin. Kau sudah cukup lelah. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Direntangkannya tangan sebagai awal pelepas rindu. di kebun tembakau itu. Lihat.processtext. Abangmu. Angin malam yang lembab. Kau bekerja telah terlalu lama. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. Akhirnya tiba juga saat itu. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. Saya tidak tahu untuk berbuat apa."Aku datang!" kata suara itu. Lebih muda dari aku.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. Dia muda. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Kau masih kelas enam sekolah rakyat."Dia tidak hiraukan aku. Terbang dari daun ke daun. Hentikan omong kosong itu.processtext. si Choliq. saya masih belum menuliskan semua itu. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop.ABC Amber LIT Converter http://www.""Tetapi. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. si penjaga malam itu. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu.""Tak ada waktu untuk menunda. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. menyibaknya. Kita seperti burung pemakan ulat. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Lupakan semuanya. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudara-saudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu.

Masuklah ke keabadian. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Ayah membiarkanmu seperti itu. Pulanglah. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Datang kepada kami. temui istri dan anak-anakmu. Selamat datang.processtext. Mari. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. 88 tahun. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku.Ayah menghentikan langkah ibu. Kau sudah lelah. Penjaga malam di pajak. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek.ABC Amber LIT Converter http://www. Kita suka malam hari. Kalau Tuhan berkenan. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Jauhkan diri dari rasa iri. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. ayah tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. anakku.html Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. Pergi sana cari kehidupan. anakku. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Pergi sana. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. Kau adalah si penghayal itu. Ibu mendekat. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Temui sahabat-sahabatmu. Hidup bagaikan hadiah. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Ayah adalah si penjaga malam itu. Kau sama seperti aku. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Jauhi sumber fitnah. Sejak kecil kau dekat denganku."Biarkan dia. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. sementara kau mendongeng di atas kertas. Jangan dipaksakan. Sudah tua. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Duduk di dalam gelap. Bermohonlah kepadaNya. Ingat. insya Allah." kata ayah."Aku mundur menjauh. Jendela. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Ayah tahu semua itu. Menemaniku di malam-malam dingin."Tidak. setidaknya mendekati usia aku."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. saat nanti kau menemui kami. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. dengki dan tamak. kau mendapat ABC Amber LIT Converter http://www. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. Jangan hidup seperti lilin.""Ketahuilah. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan.com/abclit. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Kau harus seperti aku. Dia belum boleh menyerah. mengorbankan damar untuk nyalanya. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Golongan para pendongeng. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. pengalih perhatian.com/abclit.html . Tidak sekarang. Tinggalkan kekacauan dunia. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. delapan puluh delapan tahun.processtext.

sapu lidi. menerobos langit-langit kelambu. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Apel yang dibungkus jaringan lembut. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. ayah mengambil sebutir jeruk. aku menimbunnya. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Kuhadang dia di tengah jalan. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. menutupnya. Aku menghalaunya jauh dari rumah. sapu ijuk. Dia pulang pada jam-jam makan. buah. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. Ambillah sebutir.Aku kempeskan ban sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. daun jendela itu terkuak. Dia lihat aku. Ayah melempar ABC Amber LIT Converter http://www. lalu lari ke pintu." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. los tempat berjual ikan. Aku senang kalau dia tak pulang. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. seperti gelembung dalam pipa air. Dia lari membawa kakinya yang pincang."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. "Pergilah. aku naik dan merobah posisi tangga.Dia berdiri di samping keranjang jeruk. muncul di luar jendela. melejit di dalamnya. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela.processtext.processtext. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Jendela. Kuambil batu. Aku ingin sebutir jeruk. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. sayur. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. dan menguncinya dari dalam. Penuh kristal cahaya. seekor kancil yang terluka. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Jendela dia tutup. ibu membaginya sepuluh piring.ABC Amber LIT Converter http://www. mendorong ujung tangga. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. Diraihnya tanganku. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Jangan lebih dari satu. Selangkah demi selangkah aku naik dan. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Bila ada nasi. semangka. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. menolongku masuk dan. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. Tak kuberi jalan untuk pulang. dukuh. Bulan tergantung di sudutnya. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan. Aku melirik kepadanya. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. ke seberang jalan. Bulan tak ikut masuk. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal.html kesempatan meneruskan hidup. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni.com/abclit. Ibu menyambut hasil buruan ayah. Kulempar kakinya. Tanganku meraba di bawah karung. Sesuatu bergeser di atas. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. salak dan mangga."Malam dengan pancaran bulan penuh. datang berlari mendekat kepada ayah. Aku terus meraba. mengusir cahaya bulan.com/abclit. markisah. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. kadang dia membuang sampah dapur. Tak ada gelap di dalam los kecuali terangbenderang yang membungkus. Sepiring untuk anjing itu. Aku terbatuk. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Tak ada atap penghalang langit. pajak sayur. tepat di dada. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu.html . Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. pengalih perhatian. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. berburu kancil dengan sebatang tombak.

" Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Masa kritismu sudah lewat.""Bersyukurlah. Masih ada kesempatan untuk hidup.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Kupaksa membuka mata. Mereka masih belum mau beranjak dari sana ABC Amber LIT Converter http://www. Kau belum mau mati. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga.html senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Kita semua tahu itu. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Kami semakin jauh meninggalkannya.com/abclit. Tapi tak kuasa.processtext. berada di samping tempat aku terbaring. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Tuan itu melepas pegangannya. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Belum siap untuk mati."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. Segala puji bagi Allah. Aku belum siap untuk mati. Aku tak tahu aku berada di mana. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. mengejar kami. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun.""Aku takut. adikku dan orang yang pernah dekat denganku. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Kulihat wanita itu. Hilangkan rasa takutmu.html . ayahku."Di mana aku?""Di rumah sakit. Di kamar itu. Aku datang kepada mereka. biar diberi umur oleh Allah. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Lihatlah.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. tapi tak begitu jelas. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. abangku. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Para sahabatmu. Nurwindasari. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Kami telah kau bikin cemas." Disingkirkannya benda yang terjulai. Itulah sebabnya kita berdoa. Jantungmu kembali berdetak.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta."Aku akan menjemputmu nanti. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. "Bangunlah.com/abclit. cerpenis. Sebelum menutup gerbang fana.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. Selalu begitu.""Aku takut. Jantungmu telah berhenti berdetak. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Tak begitu jelas."Bangunlah. kau sekarang sedang tidak menunggu dia."Bangun Bang. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Aku terus menerus berdoa kepada Allah."Siapa engkau?""Aku istrimu. Lupakan semua itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua terasa masih melayang. Ibuku.""Itu bukan mimpi. dia senyum kepadaku."Bangunlah. coba lihat.""Suatu hari semua kita akan pulang. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Disambut sahabat-sahabatku. Dosa-dosaku. Kau yakinkan itu. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Jangan terlampau dipikirkan. Masing-masing ada pada takdirnya. Disambut orang-orang yang mencintaiku. kata dokter.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Dada kiri dan kanan bersamaan. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. Tapi semua kita belum siap. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. Lihat di balik dinding kaca itu.processtext. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. Alhamdulillah. Aku bertemu orang-orang yang telah meninggal. yang menghalangi pandangannya padaku. sampai semuanya lenyap. Di jendela itu.

Galeb Husyen. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk ABC Amber LIT Converter http://www. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka.""Siapa lagi mereka?" *** Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. Adri Darmadji Woko. Ibrahim Basalmah.processtext. Di sana ada Haji Danarto.processtext. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. Lihatlah. Untuk semua itu. Martin Alaida. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Titik Ws. Jamal D. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Kenedi Nurhan. yakni Bahasa Indonesia. Sori Siregar..Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. dan namanya adalah Indonesia. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. Wisnu Murti Ardjo. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu.com/abclit. bisa boneka wayang golek. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda. Agus R. Sarjono. sebagai warisan masa lalu. Abrar Siregar. Rahman. Lazuardi Adi Sage. yang syukurlah semuanya makmur. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. Kak Atie. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu.com/abclit. Elanda Rosi DS. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. Lukman Setiawan.html . dengan panggung yang luar biasa kecilnya." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. Sapardi Djoko Damono. bisa boneka yang digerakkan tali. Remi Novaris.ABC Amber LIT Converter http://www. Syahnagra Ismail.html meninggalkanmu.

bercelana pendek."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. mengincar anjing-anjing yang lengah. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan. anjing tetaplah anjing. hanya dengan beralaskan kertas koran. Begitulah Sukab. diberi bantal untuk tidur. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. menghilang ke bawah tenda.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. "pertama. Ia tidak menggunakan potas. yang tidak beralas kaki.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing.com/abclit. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. melayani sopir-sopir bajaj. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. sehingga tidak mampu membeli potas.Namun. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. Dulu ia begitu miskin. Apabila kesempatan terbuka.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. dan dimakan. menjadi pemburu anjing di Jakarta. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. kamu toh tahu aku ini ABC Amber LIT Converter http://www. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjinganjing kurang pikir. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng. tapi juga dimandikan. Sukab tidak pernah peduli. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan." kata istrinya. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. "Sukab. kedua. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya.html berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya.Masih terbayang di depan matanya." kata istrinya dahulu. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. boleh diburu.html . aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. Di kompleks perumahan semacam itu anjinganjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda.com/abclit. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. dibinasakan. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong.processtext. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi.processtext.

Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah.ABC Amber LIT Converter http://www. dari chihuahua sampai bulldog. Tidak ada cerita sehidup semati. begitu pikiran Sukab yang sederhana. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepatcepatnya. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. Tapi Sukab tidak pandang bulu. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing.processtext. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. Ia berjalan. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab.processtext. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli.Perburuan anjing itu menolong kehidupan Sukab. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. kehidupan Sukab masih terhormat. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta."Ia perhatikan. Apa pun jenisnya.com/abclit. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. lantas tinggal dilumpuhkan. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. ia memperhatikan. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati."Mereka begitu miskin. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian.html . Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. Perempuan itu menangis. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu.Betul juga. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala? Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa. namun dari sinilah cerita baru dimulai. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. biasa habis di lingkaran judi. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. Tangkapan Sukab disukai. tentu saja ia ABC Amber LIT Converter http://www. Itulah riwayat singkat Sukab. "Aduhai anak-anakku. anak-anak berteriak mengejeknya. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. surat nikah apalagi." kata Sukab.***SEPANJANG rel."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing.html sebetulnya bukan istrimu."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. Ketika musim PHK tiba.com/abclit. sampai ia menjadi pemburu anjing. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. Perasaan Sukab remuk redam. dan ia mengincar. sehingga tidak punya cermin. Meski sudah tidak melacur. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit.

Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima."Mereka menyalaknyalak dan berkaing-kaing seperti anjing.com/abclit. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya.. seolah-olah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu..ABC Amber LIT Converter http://www.. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa.Setelah malam tiba. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah.""Tapi kita semua makan anjing. Bukan karena anjing-anjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.html tetap ingin kelihatan cantik. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing.""Husssss.processtext. itu. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke ABC Amber LIT Converter http://www."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. menangis. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. tapi petugas tibum. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang.com/abclit. Bukan polisi yang mengangkut.."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. "mereka juga bisa menangkap saudara.. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu..html . Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia.processtext."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka."Hati-hati lewat sana. seperti upacara pengorbanan diri."Oh. tapi hati dan otaknya masih manusia. Begitu juga Sukab. seseorang berteriak kepadanya.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing."Ke mana?""Entahlah. Mereka dibawa pergi. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap." katanya lagi..""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita." kata polisi itu. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum.

Para penonton terlongong dengan lidah terjulur.ABC Amber LIT Converter http://www."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. ikan-ikan itu ABC Amber LIT Converter http://www. berbalik lagi.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. dan para pendengar menahan nafas. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing. Januari 2002. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir. Para penonton yang semuanya berkepala anjing itu pulang ke rumah. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah.html arah rembulan dengan memilukan." ujar tukang cerita itu.com/abclit. Sambil menenggak Red Wine.html .Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai."Apa yang penting?""Esoknya. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. mereka bangkit dan menyalak-nyalak. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing.Di langit masih terlihat rembulan yang sama. Aku akan membakar wajahmu.com/abclit. ketika matahari terbit. dan orangorang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. itu tidak penting.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang."Lho.***"MEREKA membantai Sukab. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. Susan.processtext."Yang bener aje."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. Mereka membawa segala macam senjata tajam. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan.processtext.

kerang.html pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan.ABC Amber LIT Converter http://www. Are You Girl Friend. Nigel Jamieson. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu." lenguh Susan pelan. lenguh yang tak lenguh.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. Fiona mengerti maksud Susan. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. menyamar sebagai penari bugil. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. ngiau yang tak ngiau. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap.""Ya.processtext. Waktu itu. ABC Amber LIT Converter http://www. saya akan melesat ke King Cross. Bukan untuk yang lain-lain. selalu tampil menawan itu."Ingat. penyanyi jazz dari Betawi. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. ketam. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. Hanya berdua. Aha. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan.html . dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu.Saat itu.processtext. Selalu.Teramat pelan. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. Lalu. Susan. dan gelepar angin di Bondi Beach. Sebagaimana malammalam sebelumnya.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. saat melantunkan New York New York. selalu hanya untuk uang mereka. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. "Sudahlah darling. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana."Susan.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. selalu hanya untuk kedunguan mereka. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan.Dan. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. Hentikan denting kecapimu. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih. bersama Susan. kita toh masih punya banyak acara. seperti malam-malam penuh pasir.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. Apalagi terperangkap cinta para Anoman.Asal tahu. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. serupa riuh angin yang membelai rambut indah Fiona.com/abclit. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan.com/abclit.

saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. gereja.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. Tetapi.Sejak itu. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. Sorot matanya ABC Amber LIT Converter http://www. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain.com/abclit. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. Dan cinta kami. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. pub."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. bahkan dari jalanan gelap sekalipun.Meski begitu."Dengar.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. Rose Bay. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung.processtext. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. O."Aku kira. saya tahu. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengah-tengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya.com/abclit. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. Fiona. Dan. Akan aku tunjukkan kepada Howard. Saya tak peduli. Tanpa sungkan-sungkan. aku juga akan jadi pejuang. New South Wales 2029. Seperti kepada nenek moyangku. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. Cuma sesaat."Sudahlah. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. ke rumah indahnya. atau Anoman sebagai pahlawan. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. Fiona hanya mengguratkan senyum indah di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu.html memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu.processtext. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney.ABC Amber LIT Converter http://www. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. siapa pun dirimu. Sayang. Ya. Well. Fiona. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. begitulah." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. kamu terlalu banyak minum. Sambil terus menenggak Red Wine."Lagi-lagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. itu mencium kening. Yang jelas pria itu berambut cepak. Dan. Sejak itu. Tetapi cuma sesaat. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. sebagaimana dia. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. sebagaimana Ki Manteb. dan bar. Sebelumnya. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. Dan aku? Aku. Karena itu.html . jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. Subali. adalah cucu Thancoupie. Dengan sigap.

Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. Bahkan. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. saat ditampar. atau Long Island. di ujung jalan. Aborigin.processtext. lukisan. Akhirnya. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit."Jangan terlalu menimbang-nimbang. pria England yang tampan itu. tentu saya tak perlu terus-menerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. Rahwana.processtext. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di WeipaNappranum. rupa-rupanya bisa mengubah kesucian cinta.html mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuanperempuan bule yang melintas di Jalan Braga. Dan. malam itu.Tetapi.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. selama menjadi mata-mata. Kini. dan ribuan kera sialan itu.com/abclit. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaranpenyamaran yang memuakkan ini. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin.Ya. Kahlua Cream. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. dan pikiran-pikiran saya."Untuk sementara. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. aku memang harus membunuhmu. rasa hampa penuh iblis. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi."Sudahlah.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Sayang. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. O. Sebab. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. Susan. tarian.ABC Amber LIT Converter http://www. Fiona.html ."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. dan Thancoupie bukanlah duniaku. Maka. Kita akan bisa segera pentas bersama. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramik-keramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. Fiona. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin."Kau tak akan pernah berani membunuhku. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar.

"Ketahuilah. Bondas berlari. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut.processtext.Buru-buru Bondas turun. Bondas merasa terlindung kegelapan. Dan kobaran api itu. muda. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. Tersungkur.Tak ada jawaban. agak sayu. cantik. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. Alangkah kaget lelaki kecil itu. mengendap-endap..html tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. kau akan jadi ikan bakar. Meringis.com/abclit. Sydney. Fiona. Pagi masih gelap. turun dari becak. Buah mangga berceceran dari kaosnya. Dengan murka Pak Gendut memburunya.ABC Amber LIT Converter http://www. disusupkan ke balik kaosnya. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu." Susan melenguh lagi.html .Dari lorong gang muncul ibu Bondas.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu. dentingkan kecapi Sundamu. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak."O. Yang jelas. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. membawa cambuk yang bergetar. Tak ada denting kecapi. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. berdandan menor. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut.com/abclit. masih dingin. Di otaknya yang disusupi alkohol. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. 2001 Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas.processtext. Dipanjatnya pohon mangga itu. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu.. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. Lengan ABC Amber LIT Converter http://www." desis Susan sambil memperkeras ketukan. Menggeliat. Seperti tahun-tahun lalu. dengan perasaan takut.

Pak Gendut terus tertawa-tawa. menghardik Bondas. wajah garang Pak Gendut menyeruak. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. memburunya dengan cambuk."Terheranheran. melecut wajah lelaki kecil itu. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Agak lama mereka berbincangbincang. Suaranya riang.Ketika pintu terbentang. Nyeri. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. membawa cambuk. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. Terasa pedih.Menggigil di sudut kamar. kembali duduk. Ia berlari ke pintu kamar ibunya.nyeri sampai ke dalam dada." bisik Bondas. Kulit pipinya mengelupas. Mendengarkan rintihan ibunya. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Punggungnya. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. Bondas terbangun dari lelap tidur. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda. Ia tak berani beringsut. merasa Pak Gendut memburunya. berada di balik kegelapan. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Bondas belum sempat menghindar.***PADA malam yang menggetarkan.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. Terdiam. dipungutinya. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan ABC Amber LIT Converter http://www. masih menyisakan kepedihannya. menyembulkan pusarnya. Dia melihat Ira terjaga. dan merasakan betapa pedihnya.com/abclit. Terpuruk di sudut kamar. Bondas berdiri menganga. Bondas berlari. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. merasakan dadanya bergolak. cuma bergolek saja di tempat tidurnya.html . Ia mendengar suara cambuk.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. Terus berlari. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. Cambuk di tangannya diayunkan.processtext.***TENGAH malam. Ira menjerit-jerit kesakitan. Bercanda. Memaki. Terdiam sejenak. Menggigil.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. berpapasan dengan ibu Bondas.com/abclit. Tertawa-tawa. berubah mesum. Ia menandai. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. Sesekali ia bangkit. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. dari celah pintu. bangkit lagi. Suara mereka samarsamar terdengar di dalam kamar Ira. teramat pedih.ABC Amber LIT Converter http://www. Digedornya dengan kepalan tangannya. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Ingin sekali Bondas berlari. Takut."Kita harus menyelamatkan Ibu. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya. Tatapan lelaki itu. kulit memerah-biru bilur-bilur cambuk. diberikan pada ibu Bondas. Tak berani bergerak. Dan sekilas. Menahan nafasnya kuat-kuat. Pak Gendut menjadi sangat lembut. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. Bondas mempertajam pendengarannya. kakak perempuannya. ramah. itu cambuk Pak Gendut. telungkup.html perempuan itu tampak menawan. Tetap saja pintu itu tertutup. berdebar-debar. di rumah. yang sebelumnya garang. Meninggalkan rumah.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. Kakinya seperti patah.Berlari meninggalkan rumah. Tangannya terasa sakit. Kokoh di depan hidungnya.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. Ia mendekam di sudut kamarnya. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. Ditendanginya pintu itu. Ibunya tak beranjak dari kamar. Ira lebih tenang. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan.Dari dalam kamar."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. menggeram. sesekali tersentak. mendobrak pintu kamar ibunya.processtext. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. Senyumnya menggoda.

***LAPAR. terasa tercabik-cabik. seperangkat gamelan diletakkan.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. Bondas terus berlari. kuda lumping dan cambuk. Ia tak tahu ke mana. perempuan muda. samar. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. Yang lain tiduran. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu."Mau lari ke mana kau. malu-malu. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. Meloncat. Dadanya mendesirdesir lantaran dendam. lentur. dan segera ditabuh. kusam.com/abclit. melelehkan air mata. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. Pak Gendut kehilangan lacak.processtext. Pada saat menatap Pak Gendut. Anak-anak bersorak. Gamelan bertalu-talu. mencampakkannya ke tanah. Menari. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. tar.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. Dengan takut. Telah seharisemalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. Lecutan cambuk berulang-ulang. dan seirama dengan hentakan gendang. segera menghampiri Bondas. kian lama kian rapat. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. memberikan bungkusan nasinya. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. tak terurus.html cambuknya. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Tapi Bondas terus berlari. Anak-anak kecil berdatangan. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Tak tersisa tenaga padanya. Menyusup-nyusup di antara para penari. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. Meraih kuda lumping. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. letih. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. mendengus. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. Seorang penari kuda lumping menari di tengah-tengah tanah lapang itu. buruburu Bondas memungutnya. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya.html . Menjilatinya dengan liur berlelehan. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar.ABC Amber LIT Converter http://www. Tatapan matanya mengatur. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. mendera punggung. anak laknat!" seru Pak Gendut. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Yang lain lagi membuka nasi bungkus.processtext. bergurat-gurat menghitam. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Dan Bondas yang lapar. ia terus berlari. Pakaian mereka sudah aus. tanpa arah.Meski punggung terasa nyeri. menggetarkan udara. Menghirup air kembang. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. bergetar.Orang-orang terus berdatangan. memandangi penari kuda lumping yang lusuh.com/abclit. seketika Bondas kesurupan. terus saja berlari. Menari dengan gerakan cepat. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah.Di tanah lapang. haus.Tanpa menoleh. Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Dia memilih diam. Gerakan tarian kian cepat. dan bergoyang. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. Mereka meletakkan gamelan. Pak Sukra. Tak berani pulang. tar.

Pasien-pasiennya banyak. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. terus. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepargelepar kesakitan itu. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. Menggeliat-geliat kesakitan. Tapi masih saja ia menari. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri.berjingkrak-jingkrak. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. Ia bukannya memberikan resep atau obat. Menggelepar-gelepar. ABC Amber LIT Converter http://www. jarang antibiotik. pasien selalu berdatangan. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu.com/abclit. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. membuat perawat yang membantunya agak bingung.Dokter Isman tidak memasang tarif.com/abclit. Anak-anak bersorak. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubun-ubunnya.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. mau diapakan hasil tanaman itu.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. bertubi-tubi. dada dan punggung yang terbuka.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. merobek kulit muka.processtext. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya.ABC Amber LIT Converter http://www. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. "Terus. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang.processtext.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Kawankawan karibnya manggut-manggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. Ia memberi resep obat generik. Bahkan. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya.html Gendut mengerang beringas. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu. Sampai jauh malam.html . Tanpa henti. tetapi sebuah nasihat. memekik senang.

Kalau bisa. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan.Subuh sekali. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. ibunya mengelus-elus kepalanya. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. tinggal dengan aku. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. agar ia segera menikah. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. Ayahnya dijemput dari rumah. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu.. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. ubi jalar. Namun.. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota.com/abclit. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan.com/abclit.Ibunya datang dengan kedua adiknya. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. Kalau bisa. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. ia harus bekerja keras. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Ketika ia terbangun. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. ibunya sudah menanak nasi. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Setahunya.html Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi.Waktu ia mahasiswa kedokteran. isinya. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme.processtext. Ketika tamat dari SMP. ayahnya hanyalah petani kecil.processtext. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Ia mengambil spesialisasi jantung. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. dan subuh pulang kemudian kuliah.ABC Amber LIT Converter http://www. memandikan saudara sepupunya. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. Seorang kawannya. Sejak kepergian ayahnya. Sulit sekali mencari obat di sana. dan tidak pernah kembali." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil.html . aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Ia tidak mengerti mengapa. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. Tapi anehnya. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. dengan kereta roda. "Tidurlah. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. Di rumah pamannya ini. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah.

"Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami.Setelah beberapa hari penguburan. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. Ia merasa amat berdosa. Dokter-dokter. Sebagai dokter ahli jantung. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya."Aku datang. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan. Bila dada sesak.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka." kata ibunya dengan suara pelahan. "Penyakit jantungku kumat.Dua tahun kemudian. Menghitung de-nyut jantungnya.processtext. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Tetapi yang kami rasa. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul.com/abclit.com/abclit. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. rasanya hampir mau ma-ti. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. Di seberang. dan menangis terisak-isak. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya.""Oh. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. Gilirannya. Bang. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. "Ya.html . Nak. yang bungsu dari akademi sekretaris."Pesanku kepada kalian."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. ibunya dimasukkan ke ICU. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. lalu pamit. Ia pulang dengan murung. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. kalau ia tahu. entah kapan. Ia merasa bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. ia mendapat berita dari kampung halaman. udara pegunungan agak segar. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. Nak. Bu.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. pulang. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga." kata Isman terkejut. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan.processtext."Dekatlah ke mari. Ia geleng-geleng kepala. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya.html sekolah perawat. juga dengan ipar-iparnya. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. Kami ingat itu. kampung halamannya. Nak.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi ia selalu menghindar.Setelah sampai di rumah sakit. ia merasa amat terpukul. tertunduk. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. ibu rekannya. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. yang satu dari akademi perawat." kata dokter Isman. Ia tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. Nak.

""Oh." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu.html menjawab.ABC Amber LIT Converter http://www. Gambar yang terpampang di samping berita. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit.Setahun kemudian. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Istri dokter tinggal mengawasi saja."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. tidak boleh pulang sampai petang. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan.Bulan berikutnya. Ia terkena serangan jantung. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. menyuruhnya duduk. Ia kenal betul gambar itu. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. 18 November 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. Tuhan. Bu. Ketika ia siuman.processtext. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. ia menjerit-jerit. salon itu banyak dikunjungi orang.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. toloooong. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia.. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Menurut pihak kepolisian. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya.processtext. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan.com/abclit. Adiknya yang perawat. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu."Tenanglah. Ia ada di kamar. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. menurut pengakuan suami korban."Istri dokter Isman jatuh pingsan. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. sekitar bulan Maret. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang..html . di ruang tunggu.Para tetangga mengurut dada. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Jantungnya berdebar-debar.com/abclit. Daripada hidup bengong di rumah.Setengah tahun kemudian mereka menikah. Ia bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. dengan syarat. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. dokter! Ooohhh. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya. "Dokter Isman sudah tiada. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. Semuanya diam tidak mampu berbicara. dan sesudah itu. (Ia jatuh pingsan lagi). Perawat memapahnya. mendorongnya. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. ia membiarkannya bertandang sendirian.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia?Bandung. ia membuka pintu gerbang. Pelahan ia berkata.

Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangantangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. Meski ia tertawa. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Tentu aku tidak perlu menjawab. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya.ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya.. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya..html Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Kuta sudah jam satu pagi. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku.html . meski ia tersenyum. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. atau orang kita sendiri semua sama saja.processtext. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya.com/abclit. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe tempat kami bertemu. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.processtext.com/abclit. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Mulanya ia menolak. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. Namanya Tanesia. Dagunya lunglai. ABC Amber LIT Converter http://www.

Tidak ada masalah di kota asalnya. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga.html Tanpa gairah maupun penolakan.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. malam dengan rembulan. semua sama saja. dua orang. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. tapi aku sengaja diam saja."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Beberapa saat ia menunggu respons. luruh ke seluruh hatinya. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku.processtext. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. apa bedanya? Orang asing. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. Ia menunggu respons. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. Kali ini semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu.com/abclit. Ia menganggap itu sebagai respons. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. Hanya untuk berdua. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. lalu pergi. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. Pipinya ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta.com/abclit. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. Jika malam tiba."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. tapi aku tetap diam saja. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. Tanesia takluk. Berdasarkan ceritanya.processtext. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas.html . dari sekian lama mati. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. atau tiga. orang kita sendiri. Semua berakhir pada tempat yang sama. Satu orang laki-laki.

processtext. memabukkan. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. sejenak menyelidik ekspresiku."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita.com/abclit. Tanpa berani bertanya. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. Atau apa saja yang akan kutanyakan. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. Meski tidak seindah dulu. "Hidup ini hanya deretan botolbotol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. ABC Amber LIT Converter http://www. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya.html memerah kembali seperti sediakala. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Mungkin dia benar. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya.html . Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Metafornya kurang dalam. Kasihan. Tapi bahwa. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Pertanyaan-pertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya.ABC Amber LIT Converter http://www. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya.processtext.com/abclit. terlalu biasa. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya.

com/abclit. telah hinggap seekor burung gereja. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin.html . Si burung masuk sibuk dengan makanannya. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. mereka semua terdiam menanti permainan musik. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu.com/abclit. Blues bubar setengah jam yang lalu. Dengan menaiki tangga-tangga itu. sementara pemusik ABC Amber LIT Converter http://www. Suaranya sungguh menggoda. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. sebagian besar bulunya telah beruban. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.Sudah jam tiga pagi. dengan harapan jika datang burung yang kemarin.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa.processtext.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas.processtext. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. Di sore lain. orang-orang yang lewat. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. Burung itu tampaknya sudah tua. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.ABC Amber LIT Converter http://www.html tidak ada perlunya bertanya. Namanya Tanesia. Patung itu terletak di Moskwa.

namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. Sementara kaca jendela masih malam. yang ditiup angin kencang.com/abclit. Saat itu di antara angin dan salju. sambil memainkan musik dengan biolanya.com/abclit.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju.Sore berikutnya. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. seperti musik. membalut kepala dan lehernya dengan syal. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. Sudah lewat lima hari. sebab badai akan datang. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remahremah roti. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. dan ia mulai melupakan si burung. ia berhenti meremukkan roti. terjaga di kamarnya.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. agar tidak membuang tenaga sia-sia. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang.. Violis tua. sibuk dengan makanannya. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert.html memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju.Fajar tidak segera menyingsing. mungkin setengah jam penuh. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. Dengan susah payah.processtext. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. Sepi. berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah.. Walau begitu. seperti manusia. Akhirnya si burung gereja keluar. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. salju sudah mulai berguguran.processtext. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. pada saat-saat ini. Setelah makan.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. Lama ia makan. dalam kegelapan. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. karena ia memiliki otak yang sangat besar. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. sebelum berangkat ke bulevar. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. Sore itu cuaca tenang. dan bersiap pulang untuk beristirahat. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. Pasti.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. Pak Tua.html . lalu sedikit berputar sekitar kotak. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi ABC Amber LIT Converter http://www. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti.

Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa.. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek.processtext. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. Kemudian tampak seperti biasa saja.html Bulvar. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Salju yang jatuh. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. di sebuah jalan kecil di Moskwa.Hidup bersama seekor kura-kura. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. Pada bulan Maret. dan di balik jendela.html . hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. cuma angin bersih telanjang. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. berhembus dari selatan. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. dari arah musim semi.com/abclit. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. ia masih hidup. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengahtengah kamar. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang.com/abclit. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorekngorek dengan kakinya ke salju. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. mungkin. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. dan badai satu saat berhenti. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. dinding kamar bergetar: angin. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik.processtext. Di sini bahkan salju pun tak ada. malam yang hening masih berlalu. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang.ABC Amber LIT Converter http://www. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. keras oleh kekuatannya yang menyatu.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. Ia pergi ke sana berjalan kaki. Kura-kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong.. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama.

entah esok pagi ia menghangat dan siuman. seandainya burung itu masih hidup. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. melesat dengan satu sayap.html sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti. belilah burung kami ini. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. Jatuh sendiri ia dari langit.com/abclit.com/abclit. Tak tahu. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. dengan cara mengkeratkan badannya.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu."Baiklah. Tak hanya kenyang. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan.processtext. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya.. matanya tertutup. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. Selama musik dimainkan kura-kura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola.processtext. Pak Tua kembali terlelap." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. apakah ia mati suri atau mati benar.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Tua menaruhnya di sakunya. pemusik itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat.. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. karena paruhnya seperti menyangga badai. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh.Setelah menghabiskan tehnya. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting.Sang burung juga tidur malam itu. seperti kita melewati masa pensiun.html . kaki-kaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. yang keras seperti batu. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. salah seorang berkata kepada pemusik itu:"Paman.Burung itu mungkin sudah mati. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai.. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. dan itu cukup baginya. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. Kotak biola seperti dulu. kadang biji kacang. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar." katanya. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur.. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh.

** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Padahal. dan keabadian. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian.com/abclit. Sekretaris. bahwa pernah ada di dunia. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. Je! Perempuan.html hati-hati merebahkan diri tidur miring.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. tapi segera terbangun. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua.html .processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. supaya tidak menggencet burung itu. 25 tahun. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. Perempuan di Layar Maya Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu." pikir Pak Tua. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. "Hidup.Sesaat Pak Tua tertidur.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. Ia hanya iseng.processtext. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. Hanya ingin berkomunikasi.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya.com/abclit. Luar biasa. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. kematian. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu.

Bukan teman sehobi di lapangan golf.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Tapi kamu?Ya. Antara realita dan alam maya. Sungguh. saudara.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan teman kantor. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Hai. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. Meski kabinet pemerintahan.com/abclit.com/abclit. Bukan juga anak...+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. kantor atau lapangan golf. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hidup-hidup.. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. Di lapangan. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Ia juga bosan kriminal. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. Ia merasa tertantang.html siapa pun dia. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja.processtext. Di halamanhalaman suratkabar dan majalah. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah lampu pijar di kegelapan. Tanpa direncanakan. aku tahu.processtext. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. ia tertantang. Ya. aku sudah bilang. Aku sudah mulai. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Lama ia terperangah. Bagai burung. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. orangtua. istri.. Bukan teman kencan di diskotik.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. Aku keliru. Jadi berkaca-kaca... Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. + Aku sudah perkenalkan diri. Bila dijawab. Di pasar.+ Hai. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Sungguh. Antara ya dan tiada. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. Apa maumu sekarang?Ya. ia butuh seseorang.. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. Antara sadar dan bermimpi. Dari kawasan off-shore. aku mau ngobrol aja. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. tapi buntu. Di tengah rumah.. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol..html . Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu.Bagai kapal kini. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basabasi. Di manamana. ya. siapa pun mereka. dibiarkan bebas berkeliaran. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang ABC Amber LIT Converter http://www. Antara keisengan dan kesungguhan. Tanpa direkayasa.. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. Antara ingin menjawab dan takjub. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. Karenanya.OK. baru saja diumumkan. bajingan! Dengar nggak. Matanya jadi berkedip-kedip.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut.

Benar kamu seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. sebuah mail muncul di deretan inbox. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. ia jadi ragu juga. nama Je tidak membersitkan sentimen gender.. Tak ada lagi Je di situ. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Ya. bisa macam-macam. kamu kemana aja?+ Capek aku.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan.+ Ah. Apalagi. Lelaki bila ada maunya. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. manja dan sedikit centil. Tapi di belahan hatinya yang lain. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angkaangka yang membosankan itu. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja.Ia terhenyak seketika. Bisa gombal. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Ia menatap kosong ke layar maya.Siang benderang. Je tak membalas emailnya. Namanya juga iseng. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. Artinya. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benarbenar seorang perempuan cantik. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. kamu begitu marah. dia digombalkan seorang perempuan-ah.processtext. Ia berharap. barangkali itulah jodohnya.html sejak lama. Sebulan berlalu. Aku bermain-main di pelupuk matamu.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Aku mengembara ke dalam benakmu. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Aku merasakan getaranmu. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. Je bisa muncul barang sejenak. Sekarang. Darahnya terkesiap. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je.html .Aku jadi penasaran. ia jadi kelelahan juga. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya. Begitu penasaran. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. Tak ada lagi kata-kata baru. Ya. ia jadi ragu. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya.. Bisa jadi.com/abclit.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan.. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. ia hanya bisa memaki-maki Je. ya. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. Sepekan menunggu.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi bagai angin. berlesung pipit. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Sebagai lelaki. Lebih lagi.processtext. Begitu membenciku. Aku tahu. jangan-jangan Je itu seorang laki-laki. Sungguh.Hari-harinya jadi kosong seketika. gombal kamu. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Dan seketika ia jadi benci Je. ya?Ya. Dalam hatinya. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan.. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. ia tak tahu siapa Je sebenarnya.com/abclit. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. Ia membuka mail itu segera. Aku jadi rindu kamu. siapa pun. gitu. layar komputer itu telah kosong.

Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. nggak. Ia terpaksa melakukan down-load agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. Hebatnya lagi. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya.processtext. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je.processtext.. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. Ah. Ia merasa heran dan takjub. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Tak percaya? Lihat aja sendiri. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. edan kamu. keduanya saling bersentuhan. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar ABC Amber LIT Converter http://www. Kadang Je tertidur pulas. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi.com/abclit. Kadang marah menyebalkan. berpelukan dan berciuman. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan.html .Di layar maya itu. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Je tak berbohong.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya.Di atas sosok Je itu. gagal karena terserang virus yang hebat. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu.Je. Ia mengejar Je dan menggapaigapai.+ OK deh. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. Keduanya semakin birahi.Kalau betul kamu perempuan. Keduanya saling menikmati. mandi dengan shower. tapi tak kunjung berhasil. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. Ia ingin berpelukan. Je memang cantik. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. Keduanya saling mendekat. aku rindu kamu.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Kapan-kapan kukirim potretku. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum.. Yang pertama. ciuman dan menyalurkan birahinya.+ Lha. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu.. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. Aku hanya ragu.ABC Amber LIT Converter http://www. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian.Sehari kemudian. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus.. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Angin memukul-mukul punggung keduanya.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. tentu sosok Je akan semakin jelas. Ia berdebar-debar. Di layar maya itu. Dan. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya.. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Aku tiba-tiba ingin..com/abclit. Ia meringis kesakitan. Sinting. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. manis.Setiap pagi.+ Selamat pagi. Kadang ia tertawa manis. berangkat kerja. Je selalu berubah ekspresi.html perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Semakin lama ia tatap wajah Je. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya.

sedikit pun tak menarik baginya. Ia segera kirim mail buat Je. jawab aku kapan pun kamu mau. Ah. Kok bisa? Kamu berhalusinasi.! Aku juga." Sesudahnya. Busyet.com/abclit.Je tak menjawab. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia jadi penasaran. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. sayang.html maya itu. nggak juga. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. bukan tak terpikirkan.Begitu tersadar. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian. Antara mimpi dan nyata. Bola matanya mencorong tajam.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya.processtext. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu.Je. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.com/abclit. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. bisiknya lirih.. ia cepat-cepat mengetik di keyboard. Setiap ia mengirim mail buat Je.processtext. Urat-urat lehernya menegang. Ia terkesima. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. Tunggu dulu.. ABC Amber LIT Converter http://www. Aku berharap. Lama layar komputer itu kosong. kali?Ah. Je. kapan-kapan.html . Ia betul-betul miskin data. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya Sumber: Kompas. adegan itu terulang lagi. ia mematikan komputernya. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Ia terbius oleh Je. jawaban yang diterimanya: undelivery. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Tapi..Ia jadi nekad. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya.

Harta dapat dicari. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. Kemudian dimintanya Pidin. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Beberapa lakilaki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas.processtext. bukan begitu.ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam pembagian ulayat. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen.processtext. setelah sedikit basa-basi. "Dia manakiak5.html . Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. ***"BAGAIMANA. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Kemudian meneguk kopi manis. Pik. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya." "Buuuk.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Upik menarik napas panjang. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. saat aden1 masih di situ. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita.html Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Mak.otomatis ikut tegang. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah.com/abclit. Menjelang jam sembilan malam. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Kapan perlu. pendek betul pikiran wa'ang4. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. Mak." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. "Uda tidak usah ikut ribut. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah.. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas.. Tangannya memilinmilin rokok daun nipah. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu.. Bujang Sami mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Kami hanya segan beradu pendapat." Bujang Sami menarik nafas pendek. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. sungai kecil itu adalah batasnya.com/abclit. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. "Alaa.. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk ABC Amber LIT Converter http://www.

yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada ABC Amber LIT Converter http://www. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati.html . Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. "Katanya. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. "Begini Tungganai.html menjelaskan persoalan yang menjadi perkara. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu.processtext. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. Datuk?" sela Mak Kimin. Dan bersikeras menyodorkan peraturan." Pidin langsung pada pokok persoalan.ABC Amber LIT Converter http://www. "Apaah rombongan Uda. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. "Itu sudah kami jelaskan." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita..processtext. "Hati-hati. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. Da. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. Bujang Sami berdehem. Di sanalah kusut akan diselesaikan. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. Datuk. Dan. pada hari yang telah ditentukan." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. Datuk?" sergah Mak Kimin. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. "Tenang dulu. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres. Tapi." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. "Sebaliknya. mereka membantah." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba.com/abclit. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. musuh jangan dicari.. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita." suara paraunya mengandung wibawa. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. Suasana mendadak hening.com/abclit. ***SEBELUM benar-benar senja. Di situlah keruh akan dijernihkan. "Bertemu pantang dielakkan.." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati. Sebelum berangkat." jawab Pidin. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. Upik Sida menekur. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak.. "Belum tentu. "Untuk apa lagi. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. Tapi." dialihkan topik pembicaraan. Dan. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. tak ada salahnya bersiapsiap. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. seperti yang telah disepakati. "Baiknya bagaimana.

ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. waktu itu dia sengaja mengikuti. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. berarti keterangan Pidin berat sebelah. mengingat Pidin belum juga datang. Patih Sati gelisah. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. kami minta maaf. Kiri dan. "Piiidin?" gagap Bujang Sami." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah." Patih Sati berdehem keras. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. Makanya. Juga Lencun. lebih keras. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan... Mak Kimin lebih gelisah. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. Cuma. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali ABC Amber LIT Converter http://www. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. Mengingat perangai kawannya itu.html beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing.processtext. "Lanjutkanlah." pinta Patih Sati..processtext. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura.com/abclit.. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. Padahal. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin.. kami berharap. terdengar bernada miring.ABC Amber LIT Converter http://www.html ... Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. "Jika itu persoalannya. pekan lalu.. Kedua rombongan tentu saling menunggu. Namun. "Kami belum bisa memastikan. Bahkan. Bergegas pulang. walau berumur lebih muda. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. dia adalah kemenakan Pidin. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. karena teringat silsilah Kaum Patopang. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap.com/abclit. Lobai. Bujang Sami lebih gelisah. Tapi. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga.

mengapa memendam rasa aku tak kuasa. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. namaku ditulis dengan ejaan ABC Amber LIT Converter http://www. Lihatlah. aku dan anakku. Ah.ABC Amber LIT Converter http://www. Terlahir sebagai Yahudi. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu.Aku mengenakan pakaian terbaik.processtext. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup.Sudahlah. Permukaannya yang mengkilap. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. anakku yang terkecil.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. Tapi. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. terutama di penjara wanita Pelatungan. Dunia di luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Membersitkan kebanggaan. lebih dua puluh tahun yang lampau. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. senangnya mengamat-amati KTP ini. Umurku tujuh-puluh dua. Cukup. masih terus berbagi degup jantung. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. maka dia telah kujalani dengan sempurna. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. Ya. Sedangkan kami. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. katamu melerai perasaanku. keterangan diri yang mungil. Hanya karena aku seorang istri. Tetapi. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan.com/abclit. Lupakahlah. seorang istri. mengambil kartu tanda pendudukku.com/abclit. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Bisa kubayangkan. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. menjaga nyawa.html Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas.html . ketika aku pulang dari kantor kelurahan. Dan itu adalah juga aku. Rasanya. Kemarin. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi.processtext. Kalau kuingat-ingat. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. dan dibalut plastik mengkilap itu. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. yang buat kompos pun tak berguna. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. Membanding-banding. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. yang selalu ingin menyusu di dadaku.

Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. sehingga dia harus dilenyapkan. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi.com/abclit. Terkadang. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Tetapi. Aku hanya tidak tertarik. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tigabelas tahun. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Dan istrinya. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. harus menderita. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Cuma meminjamkan peniti. Tetapi. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat.html yang benar. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan.ABC Amber LIT Converter http://www. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. Masih kuingat. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. mereka tidak percaya.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. mematikan. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Masih kuingat. eks tahanan politik. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. Juga anakanakku.. Bukan mesin tik tua. Duduk sambil merenda. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya.processtext. Hanya karena aku seorang istri. Padahal aku hanyalah seorang istri.html . anak-anaknya yang masih merah. Tapi. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Memang.. Mesin kejayaan manusia yang baru. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Dan buatku. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya.processtext.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Sesungguhnya.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap suamiku kalau ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. Hak bergerak bebas.

Mas Awang bisa membuka bengkel.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terus-menerus mengepung. Membisu seribu laut.. dan terang sebiru laut. membelenggu.com/abclit. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali. Mulutnya agak ternganga.com/abclit. tetapi juga malu. Tapi. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan.. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya.html aku disekap sampai ke ujung zaman. Aku tidak hanya kaget. Meskipun tidak dia ucapkan." tanya Tatiana. begitu murni. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. Jari-jari tangannya memagari bibirnya. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. Wajahnya yang licin bersih. Tanganku tak lepas dari KTP.Perilakunya itu membuat jariku tergerai.. Mbak Rin bisa membuka toko obras. Gong sudah ditalu. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. dia cuma diam. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. Dia anakku yang paling bungsu. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogok-menyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan. tersingkir. yang ditebarkan KTP itu. Bisa. hidup kami.. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu.. diri kami.. Ditemani daundaun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku. Aku tahu. sangat ABC Amber LIT Converter http://www.Aku terpaku."Sedang apa. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. bisa.. Begitulah caranya membujuk hatiku."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia.. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati.html . Aku sambut tangannya. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku.processtext.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang.. Aku tahu hatinya luka.processtext. Dengan berbuat begitu. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. Siksa itu harus diakhiri. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. Bu?. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Dia tetap berlutut.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. jauh di dalam hatinya. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. begitu membebaskan. Sesuatu yang percuma.. Kini. walaupun ada. Tak berkata barang sepenggal. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. memegangi dengkulku." Tatiana seperti meratap.

com/abclit. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. Eyang itu kan ABC Amber LIT Converter http://www. "Kita bangga ya Pa. Pasti tidak enak ya Pa." Bungsu menimpali. Kalau tidak. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. cuma akulah yang sarjana. Takkan. pukul satu malam. Sejak saat itu.com/abclit. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil.Aku cuma diam. aku tahu. Kepercayaanku timpas sudah. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. Malang. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. berusia 78 tahun. Di sisi lain. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku).html . Sesungguhnya..processtext. lebaran nanti tidak ada Eyang. Aku tahu. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. Sementara aku sendiri. Di antara isak tangisnya. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. Aku tak bisa menunggu.ABC Amber LIT Converter http://www. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. Tapi. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku.. Tetapi. tibatiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Eyang itu baik ya Pa. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). "Papa. aku tak menyesal. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya.processtext.html terluka. sup buntut. saat pemakaman eyang. Dari keenam saudaraku. anak-anakku. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya.

sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. "Le." Ya. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). pada awal pernikahan sampai sekarang. jadi pasti cantik ya Pa. Aku takut anak-anakku jatuh sakit. menikah dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau panen tebu kita baik. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku. Oleh karena itu. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. Sedang aku sendiri.com/abclit. pinter. capai. atas meninggalnya Eyang.ABC Amber LIT Converter http://www. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. Eyang kan turunan putri raja.processtext. Jadi. pohon kelapa. Kabar terakhir dari Ninil. Aku tahu betul perasaan Ibu." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. aku ingin membeli teko di Malang. wajah seorang yang kacau.html . enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. Namun. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan.html tetap cantik sampai tua. Pa. Namun. "San. Eyang sudah mulai membaik. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. Namun. dan turunannya priayi. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. Di rumah kami sendiri. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudarasaudara ibunya. (Mbaknya Ninil. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Ya." Kami masih mencari-cari restoran. Ini sedikit melegakan. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. Orangnya cantik. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. tetap seperti bayangan anak-anak. "Saya lapar. Peristiwa ini begitu mendadak. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. Kita kan wong ndeso. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. pada awal pernikahan. piyama.processtext. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. Tante Yus yang di Australia. Perjalanan kami masih separuh lagi. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini." Lantas Bungsuku bilang. aku takut Ninil akan tertawa. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. Oleh karena itu. Sulungku berkata. Ada orang yang menjual minuman di sana. aku mengajak mereka makan. Semua sudah datang. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). sekalipun aku tahu kalau anakanakku ke desa (ke rumah embahnya). Di sisi lain. Dan Mama kan sudah bilang tadi. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. LANTAS.com/abclit. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. aku tahu. Lama-lama. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. ada gunung. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. Tetapi.

Papa kan juga sayang sama Eyang. dengan semangat cinta. kan mantan pacar." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. Jadinya. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor.com/abclit.processtext. Setelah makan roti. Papa sayang sama Eyang. hubungan kekerabatan mereka dekat). yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. Saya masih ingat. "Ya Pa. Dan sekalipun bukan dijodohkan. dengan bangga Eyang sering menceritakan menantunya itu kepada orang lain." Kedua putriku melihatku dengan tercengang." Sesungguhnya. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. kedua orangtuaku meninggal. aku cuma bisa bilang. bajubaju kebaya brokat dengan warna meriah. Nduk. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuatkuat. Sekarang sudah meninggal. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. "Papa memang sayang. ketika kedua putriku tersenyum. aku kini merasa betul-betul yatim piatu.processtext. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. mereka sama-sama dokter. Lantas. kan? Eyang selalu wangi. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Eyang bilang. mereka kelihatan tidur kembali. Papa lagi emosional." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. "Pa. waktu lebaran yang lewat.html . mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. rasanya kok tidak sampai-sampai." Jawaban itu memuaskan putriku. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. Itu kan untung ya Pa. Kalau dengan pesawat." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. "Ya Mas. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku." Ninil tertawa mendengarkan itu. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal.com/abclit. "Kalau ada roti. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. rupa kita mirip tante-tante. ada restoran yang buka di sana. Tetapi waktu itu. Mama kan sama Papa pacaran. "Pa. bilang kepadaku berulang-ulang.html Tomo. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. "Maksudnya begini lho Pa. jangan peduli dengan sikap tante-tante. om-omku. karena wajah saya seperti putri-putri. Aku tahu. "Santoso. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. ya Mas. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya ABC Amber LIT Converter http://www. Tentu saja Mama memilih Papa. "Maaf ya. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. kita bisa makan di mobil kan. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. Ya. Dia tidak butuh itu. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar." Putri sulungku memotong. ibuku tidak pernah berulang tahun. air mineral." "Ya tentu. baru besok kita bisa berangkat. Aku tidak tahu. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum." Aku ketakutan. Sulungku berkata. Tetapi. "Dik Santoso.ABC Amber LIT Converter http://www. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. Saya takut kalau service restoran itu lambat. dia juga mencintaimu. kita beli sajalah Pa. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. Aku juga tahu." Aku merasa lega." "Kita coba saja. jatuh cinta ya Pa. Dan Bungsu mengusulkan. Kamu tahu sendiri kan. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. Ninil berbisik padaku. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. Kita suka mencium Eyang. aku sayang kamu. Eyang senang sekali. Tentu saja.

Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. Namun. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas.com/abclit. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman.com/abclit. Hatinya dirundung kecemasan. nol ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. aku berpikir. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya seperti orangtuanya sendiri. kita seharusnya saling memaafkan. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan.processtext. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. Terdengar suara operator dari seberang. Juga jam lima petang. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. Baru jam lima petang. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang.html . Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. aku merasa dia berbicara seperti ini. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. cinta-Nya kepada kita. Matahari sudah lama tenggelam. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. "Le. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. Ia memijit nomor satu nol tiga. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan." Setelah upacara penguburan selesai. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram.processtext. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau.html Eyang. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. kupeluk istri dan anakanakku. Yang ada cuma satu. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. kita tidak perlu lagi saling membenci." Malang. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. Selama ini kalau aku bisa jujur. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. langit begitu hitam.

Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. kakek. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Membuka album foto yang berdebu. Masak Indomie rebus rasa kari ayam.html . jam lima lewat tiga. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. Mengiris wortel. Ngeceng di Plaza Senayan. Berdoa di dalam kegelapan. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Sementara banyak yang sudah terlupakan. nenek dan leluhur. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Kala itu. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Kehidupan yang selama ini ia idamidamkan. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. Makan nasi goreng kambing ramai-ramai dalam mobil di pinggir jalan. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Bercinta berdasarkan sistem kalender. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Ia harus menemukan seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Melamun. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Rekreasi. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Memandikan bayi. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. hampir abadi. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. mobil sedannya berubah jadi labu.com/abclit. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi.ABC Amber LIT Converter http://www. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Bercinta malam hari. Membaca stensilan. Membeli hadiah Natal. Menelepon teman-teman. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran.processtext. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. dan dirinya berubah menjadi abu. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak ABC Amber LIT Converter http://www.processtext." Lalu manakah yang lebih benar. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. Karena waktu yang berjalan. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Pergi ke dokter. yaitu jam lima petang. Menyusui. Menatap matahari terbenam. dan dua puluh tiga detik. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu.com/abclit. jawaban dari mereka adalah sama. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. berarti ia akan kehilangan waktu. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. waktu adalah pelengkap. jam lima petang. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. sebuah sarana. ulang tahun dan hari kasih sayang. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam.html menit. Memarahi pembantu. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Mengantar anak ke sekolah. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. Menghapus air mata yang menitik. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. dan jam lima lewat tujuh. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Suara alarm itu. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. masa kini dan masa depan. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Makan rambutan. Bercinta dengan rasa. kaki. dada. Satu. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. mata. semua ABC Amber LIT Converter http://www. Baca komik Petualangan Tintin. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Nonton Cirque du Soleil. Tapi mimpi juga terbatas waktu. sepuluh ribu. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. ia hanya tidak sadar.processtext. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. hati. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. tangan. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. Bertinju dengan Moehammad Ali. mulut. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. Arung jeram. samudera getar. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. berdetak keras memekakkan telinganya. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. merasa terancam atau bersyukur. Menelan biji durian. sepuluh. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Minum sirup markisa. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. raga. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupukupu. Merebut suami Victoria Beckham. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Suara alarm itu. hidung. ketiak. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan.html tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. Kicau burung. vagina. payudara. Diculik UFO. seratus ribu.html . adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. punggung. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. lonceng tanda masuk sekolah. leher. Mengalahkan Michael Jordan. Suara alarm itu. Bungy jumping. seratus. cakrawala harapan. jantung. Suara alarm itu. seribu. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake.com/abclit. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. berdebar. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. Suara kokok ayam jantan. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar.processtext. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Menanti pujian dengan rasa berdebar. Hatinya membatu. pipi. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun.com/abclit. Lidahnya kelu. Membuat raganya beku. Imajinasinya buntu.

Tapi Nayla selalu terlambat. babi. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan.processtext. Buah dada yang mulai mengendur.. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan. Padi menguning di sawah. Nayla ingin menunda kematian. kucing. Memberi makan ikan. Kaki anjing pincang sebelah. panda dan beruang masing-masing satu pasang.html .processtext.... Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Semut terinjak-injak hingga lebur dengan tanah.. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam.com/abclit. penguin... Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan... ***NAYLA ingin menunda waktu. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. Kurang perhatian. Waktu. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Sarang laba-laba di atas plafon.. Semangatnya bergetar. Ketika.ABC Amber LIT Converter http://www... Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluhkesah tentang pekerjaan. semar atau gajah.html orang tidak mau ketinggalan. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Kurang becus mengatur keuangan.. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon.. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. Dan masih saja ada yang kurang.. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. Kelopak bunga mulai merekah. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Kurang peka. Waktu. Sejak saat itu.com/abclit. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Waktu. ia baru mengambil keputusan perlu ABC Amber LIT Converter http://www. Awan berbentuk mutiara. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Seragam sekolah yang luntur. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran.. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar.. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang.. Vagina yang tidak lagi lentur...? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Kurang waktu.. Tidak pergi ke klab malam. Burung bercinta di atas rumah.. Tidak belanja perhiasan. Terlalu banyak pemborosan. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Ia ingin memelihara anjing. Masih ada saja yang tidak sempurna. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Waktu... Mengikuti senam seks dan kebugaran. sarapan dan seragam. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban.. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat...

" Din melekatkan kaca mata hitam. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Bang. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. lalu berhenti di depan sebuah dangau. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua.html tidaknya pendingin digunakan. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun." x"Wah. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah.html . Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. karena lurus saja sepanjang lima km.ABC Amber LIT Converter http://www. dan dirinya berubah jadi abu..com/abclit. mobil sedannya berubah jadi labu. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran.*** Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. Pada kedua sisi jalan berderet ABC Amber LIT Converter http://www. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Ayo kita terus.processtext. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu.. Mobil bergerak pula. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. Sebelah kiri jalan.com/abclit. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar.processtext. untuk memperpanjang perjalanan. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang. dekat-dekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu.

"Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. Sidempuan. Mereka membalik. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok.processtext. dan Medan.com/abclit. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik."Ini Bang Tamrin. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. ABC Amber LIT Converter http://www. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. Ia berteriak. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. "Di sana ada jalan ke dalam. bingkai pintu serta jendela dicat merah. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Bukit Tinggi. menunjuk. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. ia akan bilang. lalu terus ke perbatasan Tapanuli.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit! Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. Kaca mata hitamnya dilekatkan."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. Suaminya penjahit. "Kenapa kau perhatikan terus aku. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. Jika ia merasa diperhatikan. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. Persis seperti buntil Gyugun.html ."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan."Besok kembali. dan mulutnya yang melengkung indah. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. Dekat-dekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru.processtext.Din mengajak ikut pulang ke desa. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah. Ia menawar."Kau coba dulu jeruk sini. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar.ABC Amber LIT Converter http://www. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. persis seperti buntil laskar Gyugun. dengan yang sekarang juga dua. Aku sering datang ke rumahnya.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalamsalaman."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing.html kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. dan rasakan manisnya. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang.com/abclit."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. tak puaspuasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. Si suami bertopi pandan. Itulah jalan menuju desaku. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi. Sekali aku pulang kehujanan."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Jika ia menumbuk padi dan menampi. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi."Berapa hari di sini?" tanya si istri.

tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. Pohon sirsak. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Kumis dan berewoknya sudah berhari-hari tak dicukur. Kata Ibu. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. buku notes. masih yang dulu. nangka.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. dan potlot pendek.com/abclit. Ketika baru diajak makan. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Dia pintar pidato. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Aku memeluknya rapat-rapat.processtext. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adikadik di kampung-halaman. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. Mak Panto adalah adik Ibu. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin.Aku kembali ke depan. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Aku respek padanya. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur.html buntilnya juga berisi sepatu lars.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. sayang ia tidak kemana-mana. Kain sarung disampirkan di bahu. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. dan uban memutih di sana-sini. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Tampak kasar jemari ayah. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. dan salak. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Ayah pulang dari sawah. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. Rupanya Ayah ikut ke mudik. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. tampaknya seperti dapat firasat. Kami makan berempat di meja dapur. Bapaknya seniman.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. senter. sebagian besar sudah aku baca.com/abclit. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. kata orang ia bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Ayah sedang bekerja di sawah. Ayah punya banyak buku dan majalah. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi ABC Amber LIT Converter http://www. Din bilang kami akan balik besok pagi. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Ketika jadi juga merdeka.html . sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah.

kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet."Ini Tam datang. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa.ABC Amber LIT Converter http://www. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. Kasihan kebun para itu. lalu dibawa duduk di ujung tikar. Kurangkul dia. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Buru-buru tikar dibentangkan. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Uci. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. istri mamak.com/abclit. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit.processtext. Labai. Jaga durian waktu malam. dan atapnya seng. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. Badannya besar dan tinggi. duku. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. apalagi jadi kaya. karena sedang sekolah. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. lantai dan dinding dari papan. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. Meski umurnya enam tahun lebih tua. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. Rumahnya bertiang tinggi. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Kejai adalah sejenis beringin. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. istri. Tapi mereka tidak punya biaya. Beda sekali dengan kebun para. main domino di lepau.html . "Sedang di sini rupanya beliau. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang.com/abclit. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri." kata mereka. dan Mamak diberi baju bersih." katanya. Di hilir tadi. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. matanya berkacakaca. berkulit kuning seperti Ibu. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. Kami pun menyalami dia.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. yaitu perca. Mak! Ayah kami juga ikut. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. Sesewaktu mobil ditepikan. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. kami turun. dan mencari buah manggis." kata Din. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. Apalagi di musim kupon karet dibuka. dan menyalami orang-orang. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Ketika uci bilang supaya ABC Amber LIT Converter http://www. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian.html pula. atau ringkanang ke hutan. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. Kebun para itu tampak sudah pada tua. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Bibit ketiga jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. Sebelum para. dan ketika melihat Din mereka melambai. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit.processtext. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. Tapi kelapa sawit.

ia tertegun menatapku." kata Din. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. sisiran klemis. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. Aku menyalami. Ayah diam saja.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. dan buahnya bergelantungan. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Di atas pita biru itu awan kini seperti corat-coretan potlot merah jingga. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus.processtext. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Lalu kami pamit. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para.ABC Amber LIT Converter http://www. badannya kutarik lalu kupeluk. kubilang tak usah. Aku berharap gigi Salmah belum begitu.processtext. "Rumah besar di hilir dijual. lalu melekatkan kaca mata hitam.com/abclit. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. janganlah ikut-ikutan terburu dengan Din.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. hanya memakai celana sontok yang lusuh. dan bicara riang. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Ia tidak berbaju. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. dan mendesah lebar di lembah. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. Mak Suki menolak dengan menggelenggeleng berat. dan lezat. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. ia juga terkejut dan agak tersipu. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan.com/abclit.html . Semua anaknya tinggal di hilir. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. Ia menepuki punggungku. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. Kami pun makan durian.000. Istrinya datang dan menyalami pula."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. Aku terkejut.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat.html masak nasi dulu. kuning. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. Setelah menyalam Din dan Ayah."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang.*** ABC Amber LIT Converter http://www.

kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing.com/abclit. Kata anaknya. saya tidak tinggal di Perumnas. Lebih dari itu. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. Kami sangat senang mendapat rumah.processtext. "kami tinggal di kaleng sarden". sangat kaya. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. rumah bertingkat itu membuat masalah. itu adalah kemauan anaknya.html .html Jl Kembang Setaman. Tetapi. Rumah dan tanah berukuran 36/80. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. Orang Belanda setidaknya punya satu ABC Amber LIT Converter http://www. "Alhamdulillah. mereka juga hemat waktu." Bagi para tetangga rumah bertingkat. melik-melik di kamar utama. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. dan pagar merah dari batu laut. "Alhamdulillah. termasuk kami. begitulah gaya hidup orang Belanda. "Alhamdulillah.com/abclit. Bagi orang gedongan katakan. tidak suka membuang-buang. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. "kami tinggal di peternakan manusia". saya tidak tinggal di situ. di malam hari kamar-kamar dimatikan. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo Sumber: Kompas. jelek-jelek saya tidak tinggal di Perumnas.ABC Amber LIT Converter http://www. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. dan atap asbes gelombang. Daripada menyewa berpindah-pindah. Kata mereka. SETELAH dua tahunan. menurut pembantu. Rumahnya ditingkat. rumah kami sederhana saja. Meskipun. genteng tanah nomor satu dari Gombong." Begitulah. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa. Pada mulanya berdinding kayu lapis. Tertutuplah. Artinya. usuk kayu Kalimantan. dinding bata dan semen sungguhan. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Ada delapn ekor anjing kecil yang lucu-lucu dengan bulu yang sangat tebal. atau "kami tinggal di kandang ayam". Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. tinggal satu lampu 10 Watt." Bagi penghuni Perumnas yang lain. memang banyak yang bisa membangun-bangun. istri tidak arisan. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah.processtext." Bagi orang yang masih menyewa. lantai keramik. Tetangga sekitar. Suami tidak rapat RT. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. "Alhamdulillah.

rumah itu gelap. Logikanya begini. Semuanya lewat pembantu. Maka kami senang. Walhasil. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. Mesti orang berpikir. "Maafkan kesalahan kami. ya Bapak-Ibu. tentu. Tuhan! Baca sendiri'. 'Ini." CERITA ini yang lebih penting. Ha? Benar! Menurut mereka. "Ya." katanya. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. dan bulunya suka beterbangan.. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. ada perkembangan baru. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. seperti 'pelihara anjing boleh. Setelah sampai rumah. di luar prinsipnya. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. "Kita harus hidup rukun." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. ABC Amber LIT Converter http://www. Orang hidup itu harus tenggang rasa.com/abclit. Untuk apa tinggal di Perumnas.. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan. Singkatnya. lho. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya.. itulah. "Itulah. lama-lama keluhan datang juga." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. Kami saling berpelukan. seperti waktu di rumah." Lalu dilakukan tes suntik. Mereka mau naik haji. "Bulunya itu. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ah-uh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. tanggap sasmita. sepulang haji. Siapa tahu mereka lebih diridhai. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. Atau yang lebih thok-leh.com/abclit. bukan bahasa pergaulan. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali.processtext. "Amin.ABC Amber LIT Converter http://www. 'protes." kami berdoa. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'." jelas suami. Diulang. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. Namun. Diturunkan. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. ya'. Disuruh dia mengingat-ingat. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. Bikin kulit gatalgatal." kata istri dalam arisan ibu-ibu. dan rasanan. Diulang. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Belum sempat Ketua RT bertindak. Ujungnya." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. Sindiran yang agak tegas. kata anaknya menurut pembantu. demonstrasi." balas Ketua RT. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. Harganya diturunkan. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. tapi mbok yaa ingat tetangga'. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. Tetapi tidak ada protes. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. "Ya. saya bilang pada istri." "Ada anjing?" "Tidak. Ia memberi-berikan anjing pada kawankawannya." "Jangan begitu. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. Seperti diketahui. Namun. semoga. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. Ditinggal haji. Dokter menanyakan.html ekor anjing. rasa-rumangsa. dan menuntut' itu bahasa politik. Kami tahu banyak salah. tidak ada teguran. Amin. "Semoga jadi haji mabrur.html . keluar juga jujurnya. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. nol-nol. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. omong kesana-kemari. karena praktis melibatkan seluruh RT." "Amin. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Rapat RT memutuskan. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. Tidak juga laku. mereka tidak kembali ke Perumnas." kata suami mewakili keluarga. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. "Ada kucing di rumah?" "Tidak.processtext. Namun." "Semoga dapat hidayah.

rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. tanpa debat berkepanjangan. Alasannya. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. Jin itu bertambah nekat. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. Tetapi. bulu kuduk mereka berdiri. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. asal jangan menyarankan makanan jin. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. Tetapi tidak ada perubahan. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar.com/abclit. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Sambil menunjuknunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. warna-warni bunga sejenis (artikel." Setelah ck-ck dia membuat saran. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. kok keluarga besar.processtext. Dan. misalnya. Al-Falaq. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. lalu Siskamling diajukan pukul 19. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. Bunga Setaman itu makanan jin.processtext.00. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai waktu yang belum ditentukan. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. Nama jalan itu terserah.html Maka. Malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. "Lho. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya." Maka RT mengadakan rapat. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. Orang pintar itu datang. Jadi. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. sama-sama segannya untuk berkata tidak. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. dan lari tunggang-langgang. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. Anak kami menitipkan anaknya. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. ada adik-adik dari kedua belah pihak. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. digantung di temboknya. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. dan An-Naas. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. karangan. Mula-mula mereka heran. Tentu saja.ABC Amber LIT Converter http://www. Itu dianggap yang terbaik. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. Setelah dihitung. kumpulan cerita). yang tidak menyakitkan hati orang. Lain dengan kami. Meskipun demikian.com/abclit. sejenis lulur. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. dasar orang Jawa. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu.00 sebab mereka ketakutan." Pasar Kembang adalah nama tempat. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23.html . setan ora doyan. "Nama jalan jangan Kembang Setaman.00.

Ia pulang bersama orang pintar itu. bagaimana kalau dikromokan. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. sama sekali tidak ada bunga. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api." "Jangan. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Kami turunkan papan nama. Mbah? Kami sudah kehabisan akal." "Nah. ini biangnya. mereka merasa kembali ke asal. "Lha. Tertutup sudah. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. mengganti nama jalan. "Mereka sudah satu suku.html . Suatu malam ada penjual ronde lewat. ya.com/abclit." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya.com/abclit. Tidak ada jalan lain. dan anak-anak menghilang. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Terpilih nama Kembang Desa. Maka datanglah orang pintar itu. Keesokan sorenya kami gotong-royong. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Mmm. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. dan bijaksana. "Kita buang saja kata kembang. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. tapi menggantung di udara. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. gadis. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual." kata advokat itu. tukang ronde lapor Ketua RT. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. Lho! Iya saja." "Pakai kembang. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. Ketua RT menyampaikan pesan orang pintar.processtext. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari.html banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. menggaya). Nama diserahkan pada RT. "Kembang desa?" Primadona desa. Tiga. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. Tapi kami keliru. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. Itu jin voiyeur. Jin yang thukmis (suka wanita). Jin terbuat dari api. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. ada jalan. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata.processtext. Ia duduk berdzikir di teras rumah. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. Tidak ABC Amber LIT Converter http://www. pintar ilmu hukum. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Satu. Setelah melihat papan nama katanya. Mereka akan kecelik. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. Biar jin-jin kepanasan! Biar. kita ganti dengan yang baru. "Inilah hasil maksimalnya. mereka tidak boleh mengganggu orang. Kami berpikir keras. Kami menemukannya juga. Malu-lah RT kami. Penjual curiga. Api akan membakar mereka. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. Wedang ronde yang panas itu dilahap. yang iseng. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Maka. Jadi. RT langsung mengadakan rapat darurat. kembang yang tidak berarti bunga. Mereka memborong ronde. mereka kehausan! Tetapi tidak." "Lalu enaknya apa. Rapat RT lagi. Dua. pandai ilmu dalam. Jalan buntu. Jangan Kembang Desa. Tetapi. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Mereka akan ketakutan dan lari. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi.ABC Amber LIT Converter http://www. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. Benar jin tua. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Menurut mereka yang sensitif. meninggalkan gerobak dagangan. Harapan kami sama seperti dulu. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. dan yang duda akan datang.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ada ronde teng-teng, tidak ada sate te-satte, tidak ada bakmi duk-duk sreng. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong, nyanyi dangdut, suara klenengan, suara air terjun, suara anak-anak bermain, bayi menangis. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta, 13 April 2002

Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas, Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah, sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita, lebam-membiru bagai tersengat, sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu, berubah menjadi sarang lebah, penuh dengung, tanpa bahasa puji-sanjung; tak sedikit pun madu menetes dari situ. Yang ada hanya kepahitan, menetes-netes dari bahasa kutukan.Duh, betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon, bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Konon, perempuan yang jatuh dari pohon, bila sakit, sakitnya tak akan diobati; bila mati, matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Ya, betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Pohon apa yang ia panjat, dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat, tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai, mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun, kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini, aku tercengang dan merinding; masyaallah!). Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja, dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala, di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Tiga orang kakak Hindun, laki semua, dan entah sejak kapan tepatnya, satupersatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Merantau, sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bangau yang terbang tinggi? Tapi, ah, anak lelaki, begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Seperti Hindun dan ibunya, menunggu, mungkin pula tidak menunggu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang, di atas rumah pondok yang sederhana, meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua, mereka biarkan lapuk telantar. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu, itupun jarang bermalam. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah, sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula, tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya, dan mereka beralih menjadi pekerja sawah, pekerja tambang, atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Tak apa. Setidaknya, dengan tinggal di ladang, sayur-mayur tak hendak membeli. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Asal ada beras, urusan makan beres. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku, bila kami bertemu di pasar. Maklum, aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan, sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Maklum mata bujangan. Apalagi, ia lumayan cerdik. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tak jarang ia cekikik, yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. Perempuan jangan ketawa cekikik, senyum dikulum pasti lebih manis, itu pesan yang tak boleh diremehkan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal, membuka mulutnya agak lebar, tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Anehnya, justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Di samping tentu, hidungnya yang bangir, rambutnya berombak-panjang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping, bentukan alam pebukitan yang bergelombang. "Biarlah kami tinggal di ladang, merawat tanaman yang masih tersisa, sekalian menjaga makam ayahku," kata-nya jujur. Kutahu, ia memang sangat mencintai ayahnya, sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. Konon, ketika hidup, ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik, tapi usiamu, Hindun...," bisikku usil, merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang, mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa, yang datang malah bisa macam-macam; kera, beruang, celeng..." maka ia pun tertawa sesukanya. Tak terpikirkan, bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri, di dalam kampung. Bukan di pondok ladang. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup; tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan... Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang, harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. Dikeping dan diikat, dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya, membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api, melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh, nangka, jengkol atau apa saja ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html yang telah menyatu dengan belukar. Tapi bila musimnya, pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah, meski sedikit, dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ibunya tak bisa mencegah. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan, tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin, sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka, begitulah, ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Begitu banyak rambu-rambu tanda larangan, meski tak dituliskan. Anehnya, dari sekian banyak larangan, perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. Misal, perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman, tak boleh duduk di depan pintu, tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari, entah mengapa. Memang akan ada saja alasannya, seperti tak bakal dapat laki, jauh dari rezeki, bahkan bisa gila, tapi juga entah mengapa. Memang pula larangan-larangan itu baik maksudnya, sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak, apalagi kalau rambutnya basah. Tampaknya, soal etiket. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas, mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum, meski tak harus melanggar. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga; kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman, tak seda dipandang, laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut, sampai-sampai harus ke halaman, kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau, bila perempuan larut berdandan, tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm... Namun, pantangan itu masih lumayan adil. Artinya, tidak hanya buat perempuan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari, tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Bukan, bukan itu alasannya. Tapi, dengarlah; mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu, dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Begitu. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami, tak luput dari rambu-rambu yang digariskan, semisal dalam urusan berpergian. Jangan berjalan di hari Selasa, sebab Selasa hari api. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Benarkah? Entah. Yang jelas, bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh, mereka memilih hari selain Selasa. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk, atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa, yakni petang Kamis malam Jumat. Inilah hari baik penuh berkat. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa; kupu-kupu pertanda tamu, ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting, elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi, membuat kami begitu berhati-hati. Begitulah. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Sedari kecil, anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon, meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan, rimbun dan rindang. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki, begitu adat kami mengajari. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Mereka cukup puas bermain yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sepantasnya saja; petak umpet atau lompat tali. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Kami akan berteriak dari ketinggian, mengabarkan betapa kami telah melihat laut, laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka, dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak, ada kapalnya enggak... Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada, lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur, jawab yang lain menghibur. Tentu, karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut, bahkan danau pun tidak, melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah... Namun, bagaimanapun juga, kami yang laki-laki masih lebih beruntung; menerka-nerka yang tampak. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Atau, mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Yang jelas, tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Juga saat musim buah tiba. Anak-anak perempuan cukup jadi pengumpul buah yang kami petik, dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahandahan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun), tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting, dedaunan, di semaksemak tepi jalan, di antara batu-batu di tepian... Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru, benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu, dengan melewati ladang-ladang yang ditinggalkan, mata Hindun masih saja penuh keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Hindun, perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan, dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan, bahkan untuk sebuah larangan. Maka, begitulah, hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa, kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum, menggelinding di lereng bukit, tersangkut di akar. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih, tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang, mencari buah yang masih menggantung. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh; dilobangi tupai atau kera. Hati-hati kakinya berpijak, sigap tangannya mencari dahan berpegang, karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Saat-saat memuntir sisa buah, seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. Begitulah, buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Tentu, saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar, beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas, atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Bahkan dengan pandangan. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Dikatakan begitu, karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sebenarnya. Dikatakan pohon Barangan, hanya daunnya yang mirip, tapi tak berbuah. Dikatakan pohon damar, hanya batangnya yang serupa, tapi tak bergetah saat ditakik. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua, mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah, mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). O, ya, mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Pokok pohon itu teramat kukuh, penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Bila memandang dari jauh, lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh, tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekukbergelombang, membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Andai saja ia ditebang, tentu akan segera terasakan ada yang hilang; lereng bukit itu bakal kosong, dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca; para pencari damar yang tersesat di hutan, para perantau yang lama tak pulang, atau pengembala ternak yang kemalaman. Tapi, tentu tak bakal ada yang berani menebang. Jangankan menebang, mendekat saja tak ada yang berani, kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun, gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu, nekad. Tanpa sepengetahuan ibunya, ia datangi pohon itu, dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit, cengkeh mati bujang, kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan, sekaligus melunaskan dendam! Ya, bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Tapi selalu terbentur soal hak. Hak tetua suku. Bukan si puak. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Pohon keramat. Milik tetua. Dan terjatuh. Hari Selasa. Dan ia, seorang perempuan. Lengkap sudah. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Bahkan mungkin lebih. Kubayangkan, telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar), namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar, tapi menyaksikan. Aku yang dulu hanya penerima kabar, kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya, Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon itu, mati. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bokongnya remuk, bernanah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan, sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk, dan tak seorang pun berani menjenguk. Hanya aku, kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah, ia ceritakan segala padaku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. Tentang dendam. Semuanya. Kecuali mungkin... hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya, dan aku pun tak berkata soal itu, meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau, di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau; tentang lautan, lembah, ayah dan saudara laki-lakinya. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Aku bergegas turun dari bukit, membawa kabar itu ke tengah kampung. Dan seperti kubayangkan, kampung memang teramat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik.com/abclit. yang kepala dusun di sini: apakah betul. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi ABC Amber LIT Converter http://www. Juga aku. Namun. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. Nurhayati berpikir. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. dari tengah lautan. 2002 Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. itu tidak menambah apa pun.ABC Amber LIT Converter http://www. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. Konon.. terletak di Lolohan Timur. melihat nenek-moyangnya.html gempar. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Sesungguhnya. Sebentar saja. melantunkan syair-syair. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. karena mereka membelot dari Belanda. lebih sering bermimpi. Di surau kecil itu. teman sekuliah dulu. Perempuan-perempuan.com/abclit. ketika lautan tanpa badai.processtext. yang datang pada tahun 1653-1655. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). Rumahlebah Yogyakarta. Itu memang mimpi remaja.Nurhayati. Seakan tak berujung. Hasil diskusi. akhir-akhir ini. Beratap genting Palembang berwarna gading. bagaimana.. adalah pelarian dari Armada Bugis. Sementara itu. dia selalu mengimpikan. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. waktu remaja dulu. Sepertinya. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. ikut menggulung layar pada saat badai. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. Hamdani. akan datang seorang laki-laki. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini.processtext. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas.html .

ABC Amber LIT Converter http://www." "Nur.html . saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. Kita kan pengurus. Apalagi. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. Kemarin. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). cobalah. kamu sekolahnya paling tinggi. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia.com/abclit. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. yang bisa keliling dunia. beberapa turis domestik. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. mengajaknya ngobrol. kemarin malam. Namun." Nurhayati mengangguk cepat. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. ABC Amber LIT Converter http://www. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. melainkan ibadah setiap manusia. bisa jadi bapaknya tidak setuju. Karena. "Rapat untuk organisasi sosial kita. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. Nurhayati. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun." "Aku bisa menggantikannya. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. tanpa sekolah. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. seharusnya engkau jadi penyair. ***PAGI ini. aku mendengar kabar. waktunya selepas sembahyang isya. Mendengarkan pantunpantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. Benar juga kata temanteman. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. "Kau bukan dari jurusan keguruan.processtext. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. honor guru TK di sana sangat kecil. bertempat di masjid. Kau sering terlambat. Kadang. Dia tahu. Ada apa sih? Sebagai perempuan.com/abclit. Di sisi lain. tampak dari jauh. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. Sebetulnya. nasehat ini sering diucapkan. yaitu menjadi ibu. atau hanya untuk membunuh waktunya. Dan setelah beberapa kali bertemu. menjadi guru di perkampungan nelayan itu.html meninggalkan tempat ini! (Yah. bapaknya tidak pernah ingin menjual). Namun. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. "Nur. kali ini. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. Khotijah. aku mau sederhana saja. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. Padahal. Dia melihat ke panggung rumahnya." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. Namun. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya.processtext. Jangan lupa kau datang lebiha awal. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. Mereka berpikir." Yah. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). Tidak seperti engkau. sebagai sebuah proses "menjadi". Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. Pikirannya terpotong. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. tidak yakin. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. di mana udara panas menggulung. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. mungkin Mbak Mila setuju. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. Padahal." Nurhayati diam saja. Aneh. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). untuk mendinginkan tubuh. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. tertawa-tawa." Khotijah melihatnya.

Beserta beberapa anak muda. Khotijah. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. Karena begitulah norma. Di luar dugaannya. aku tidak bisa menjadi ketua. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. setelah ini. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Di saat-saat seperti itu. Inikah sebuah penindasan! Namun. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). camat dan bupati.ABC Amber LIT Converter http://www. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Namun. yang keluar dari bibirnya.processtext. Khotijah bercerita. kau tahu kan. sekalipun tak banyak juga waktuku. Sementara itu. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. kami menemukan sesuatu. Seperti nenek-moyangnya. Khotijah memegang tangannya." Nurhayati cuma diam saja. Tapi suatu ketika. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. tidak banyak waktu untuk organisasi. "Nur.html . Akhirnya. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain).processtext. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. Tapi sayang sekali. Di situ. yang pasti akan mengganggu proses belajarmengajar mereka. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. akan menikah dalam bulan ini. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Namun. Lebihlebih ketika TK tempatnya mengajar. dia tidak tahu lagi. "Tentu saja. Buat mereka. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. Dia mengatupkan bibirnya. semakin kena abrasi dari lautan. kau akan menjadi ibu dan istri. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. Sekali lagi. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara.html Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Sambil menyusuri tepi laut ini. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. apakah itu masih disebut cinta. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. Aku ingin kau yang menjadi ketua. (Sesungguhnya. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah." Nurhayati membatin. aku mau menggantikan jabatanmu. Rasanya semua sudah hampir selesai. Nur. tempat bermainnya di masa kecil. teman terakhirnya yang masih bujangan. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan.com/abclit. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. kalau organisasi kita telantar.com/abclit. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. Kau masih ingatkan. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini.

di lantai dua. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Di pantai ini. Dan rumah tinggal mereka. yang menuju sebuah sungai besar. dan diriset oleh Budiman. adalah bagian dari dirimu sendiri. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. Ini berarti. dalam beberapa hari ini. sepulang dari mengajar. yang peneliti. Memandangi jalan di depan rumahnya. Karena rumah panggung itu. (dengan bahagia.ABC Amber LIT Converter http://www." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. Nurhayati tak akan risau lagi. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Di ambang pintu yang terbentang. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan.html . dia duduk menghadapi fajar. Budiman berkata. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. Sementara itu. dia ikut mencarikan datanya).processtext. kalau bercermin. setelah itu.com/abclit. di sebuah perumahan BTN! Malang. Nenek berteriak-teriak ABC Amber LIT Converter http://www. Keluarganya dan keluarga Hamdani. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). Banyak orang memberi selamat.com/abclit. apakah pernikahan itu perlu. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. "Aku tidak tahu. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. ***KALI ini. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. mengatakan kegembiraannya. Hamdani lewat surat. Dan tak seorangpun yang tahu. Nurhayati menyusuri pantai. tinggal nenek. Dan penelitian itu.html Sambil belajar. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. sebagai istri. 29 Maret 2002 Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. Dia mulai berpikir. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. Koran-koran lokal memuat fotonya. akan selesai. namun masih menampakkan kekokohannya.processtext. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. air matanya mengalir.

html .Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor.com/abclit. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. tertawa-tawa.html dari ambang pintu rumahnya. berjalan tertatih-tatih.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. Anak-anak itu mengelilingi Nenek. Seseorang berseru. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. Lama dia menyusuri tanggul sungai.Orang-orang kampung mencebur ke sungai. dalam penantian yang memualkan. berteriak-teriak.processtext. sambil bergumam. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. Menyeret buaya ke darat. dan ingin bertemu. Mati.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. menuturkan kisah masa gadisnya. Dua tungku panas itu padam. Wajahnya mengeras. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka.Saat ia melepaskan tembakan. mendekati lelaki pembawa senapan. memandang ke arah permukaan air. Buaya itu tak segera mati.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. seorang gadis dengan rambut tergerai. Matanya meradang. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Kehilangan kekaguman. menyelam. Dia selalu membawa senapan ke sungai. Melihat buaya yang terus berkecipak. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anakanak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. si tukang cerita itu. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai.Nenek. Begitu asyiknya mereka. Ditinggalkannya tepi sungai itu. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. membaur di antara orang yang berkerumun.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Sungai menjadi amis bau darah buaya. Orang-orang terus berkerumun. Di lantai dua.processtext."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. dan melepaskan tembakan. Berderak-derak.***LELAKI itu masih muda. dengan kaki pengkor. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. Ia ingin turun dari rumah panggung. ABC Amber LIT Converter http://www. menyemburkan darah searus dengan air sungai. menanti seekor buaya mengapung. Kehilangan kengerian. berang. Mengulitinya. tampan. Orang-orang akan kehilangan tontonan. dan luput dari perhatian. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai. anakanak itu termangu-mangu di tebing. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan.***DI rumah panggung.Dia cuma membidik. mereka meninggalkan tanggul sungai. bermain lumpur dan lumut sampai siang. di ruang tamu. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. diam-diam. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai. Terus menggelepar. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Berburu buaya. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya.com/abclit. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. "Kaulah buayanya!"Berlarian."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan. Dia tak menghendaki buaya itu segera mati. Nenek duduk di lantai papan. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. gadis-gadis terpekik. Ia tak begitu jelas mendengar.

melongok ke bawah.html dari jarak dekat. Hati-hati. membosankan!"Tak ada sahutan. Neneklah orangnya. lelaki dan perempuan. saat ia dengar.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. Dia murka. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka."Gadis berambut panjang merasa terhina. Mereka hidup bahagia. Tengadah. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. berkedip-kedip. Bermain-main air. Tercengang. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. Mengembangkan senyumnya. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. dia berhenti. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. Mencari-cari wajah gadis itu. Berdebar-debar.processtext. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan."He. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung.ABC Amber LIT Converter http://www. Mencebur ke dalamnya. Tak disangkanya.""Ooo."Anak-anak terpana. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. akan lahir dengan mata juling.Si gadis berambut panjang tak menyahut. yang berjalan dengan terseok-seok. Nek?""Masih.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. "Gadis berambut panjang itu masih hidup. Saling dorong. dengan bibir yang jontor.com/abclit. agak lamban. dan merasakan kekecewaan.Lelaki pengkor. berlarian ke sungai. mencibir. Gadis berambut panjang itu mengerling. lelaki pembawa senapan itu melamarnya."O. Kadang membujuk. Terpana.processtext. Berkali-kali. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. tidak.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahuntahun ia dalam pingitan.com/abclit.html ."Di kamar melulu. Lelaki pengkor itu ingin disapa."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. Ibu muncul belakangan."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang. semua buaya sudah ditembak mati. yang gagah dan lucu. Ditutupnya kembali jendela kamar." sahut Nenek."Nah. tertatih-tatih.""Mereka di mana. Dia menyangka. berhenti bergurau.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. Kelak. Tapi. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti."Anak-anak itu bersorak. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu mengguncang dada perempuan berambut panjang. setengah hati. Mereka menghambur ke jalan. anakmu yang kedua. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. hingga terasa kegelapan menyekap. gadis berambut panjang. Bertabrakan. Nek?""Merantau. Berenang. Tak yakin hatinya.Mendadak anak-anak berhenti bermain. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai."Tentu. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. mencabik-cabik tubuhnya. Wajah Nenek tampak sedih."O. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. terpikat pada cerita Nenek. Berjingkat bangkit.""Di mana ia tinggal?""Di sini. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. Berkecipak. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. malu-malu. Tertawa-tawa. mengajak berbincang-bincang. Bergerak menuruni anak tangga. Sopan."Hai. Berjejalan. memandangi Nenek. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Terdengar ketukan pintu.""Lalu. hingga dia berani mandi di kali. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan."Gadis berambut panjang itu jadi menikah.

Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. punggung kuda. Kakinya pengkor. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. "Ah. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya.com/abclit. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. "Kusir. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. "Hai..html .com/abclit. dan selanjutnya tidak. Sesaat. Matanya kelabu. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan). Iona mendecak.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.. Sang opsir duduk di kursi penumpang. ke Viborskaya. ia mencambuk kudanya. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. pundak dan topi-topi. meninggalkan sungai. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. kegelapan malam datang menghampiri kota. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. menyambar pakaian mereka. dia mirip permen jahe. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. tak terurus. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. sang kusir. Iona Potapov. dari lukisan-lukisan alam nan biru. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Si kuda betina menggerakkan leher. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke ABC Amber LIT Converter http://www. melewati rumah-rumah panggung. memutih.. mau kemana kau. menggelengkan kepala. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. Anakanak bersorak ketakutan. telah lama memutih karenanya.html Rambutnya panjang.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. "Kusir!" Iona terkejut. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap.NegaraPandana Merdeka.processtext. Tumpukan salju telah menimbuninya. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya." terdengar oleh Iona.

" "Ya. "Kamu linglung.. baginya sama saja. dua jam. Tiga orang laki-laki. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher.ABC Amber LIT Converter http://www." kata Si Jangkung yang lain dengan marah." Iona tertawa.... sebetul kutu batuk!" "He.. Iona menoleh pada mereka. "Tuantuan yang berbahagia!" "Cuih. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. Satu jam berlalu. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk. tingkah polah dan omelan yang panjang. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. Mereka tentunya tahu hal itu.. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya.. saya dan Vaska minum empat botol brendi... dua di antaranya tinggi dan kurus. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. "Kau akan berangkat atau tidak. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang. "Ada apa?" tanya sang Opsir. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna." "Demi Tuhan. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. he." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya.. Setelah menunggu sedikit jeda.." "Ha....... betul kok. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini.. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah... Anak ABC Amber LIT Converter http://www. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda..com/abclit. Dia mendengar pula cacian orang-orang. "Baik. "Cambuk! A ha. "Kami bertiga. demi setan!" Si Bungkuk menyela. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit." "Aku tak mengerti...... Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya.. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu... Tetapi harga tidak menjadi masalah. harga yang tidak seimbang..... "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda.. buat apa kau berdusta.html sebelah kanan!" Sang Opsir marah. "Kemarin di rumah Duhmasov. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk." Iona tersenyum lebar.processtext... ada... kecuali hanya desisan... Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. lima kopek. Anak saya meninggal. naik ke kereta. minggu ini. "Kusir.. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya.. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. "Ada kok... he.... "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. maka ia lah yang harus berdiri. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar. ha. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya... ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram." "Hmmm..processtext. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta..html .com/abclit. "Dia bohong seperti binatang.. Ha. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau. Yang penting ada penumpang." kata salah seorang yang jangkung. satu rubel**. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. Dua puluh kopek." "Ya betul. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda.

. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil... "Ayo Cepat! Tuan-tuan.. he.. ha.com/abclit. "Kembali ke terminal!" pikirnya.com/abclit." Di salah satu sudut. Ia mengibaskan pecutnya. ia mulai berlari kecil. jam berapa ini?" tanya Iona.. dan tersusun. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia.. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya. meninggal".processtext. "Hampir jam sepuluh. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. di rumah sakit. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah." pikirnya. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. Tetapi ia tak melihat apa pun. bagaimana anaknya menderita. "Buat dedak saja sudah tak cukup. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu.. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. Seharusnya dia menjemputku... Iona melihat pada orang-orang ini.. Di lantai. kau dengar. apa yang ABC Amber LIT Converter http://www." Si Bungkuk menarik napas.. anakku meninggal minggu ini...html saya minggu ini.. "Tuan-tuan yang berbahagia. "Kita semua akan mati. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya.. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu.. "Kawan...... Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun. "Ha. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap..ABC Amber LIT Converter http://www... ha." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. ke terminal. seorang kusir muda terbangun... he. tetapi belum terlihat. Setelah menerima 20 kopek. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung.. dan makanan kudanya. Hal yang aneh. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya. Udara pengap dan bau.. akhirnya mereka sampai. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir.... gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli.. "Mau minum?" "Begitulah. Anakku. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu....html . ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya.. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.... ha... Kematian memasuki pintu yang salah. "Itu sebabnya aku sedih.. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi.. eh malah dia datang pada anak saya.. ha.. He. Sebesar rasa haus pemuda itu." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. bertekuk dan menyerah pada duka lara.. kuburan! Anak saya pun meninggal.. dan memutuskan untuk bicara dengannya. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit.... Belum juga lima menit berlalu.. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar." "Minumlah.. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. "Ya. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'.. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah.. selalu hidup lebih tenang. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja...processtext. demi kesehatanmu." Iona tertawa.. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. Ia ingin membicarakannya dengan serius... yang sanggup mencukupi makanannya. "Saya? Ha.

com/abclit. "Selalu ada waktu untuk tidur. dan mengendus tangan sang majikan. cuaca. kita hanya makan jerami. kusirmu sekarang... Chekov-Raskazy I Povesty. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. Anisya.. . di desa... Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri.processtext. Ia masih mempunyai seorang putri. "Ah lebih baik melihat kuda. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir.. seandainya kamu punya anak.." Iona terdiam sejenak.... hal: 56-60. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. Gus Jakfar memang luar biasa. Aku terlalu tua untuk jadi kusir. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan.. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya.... juga padanya. Sang pendengar akan mengaduh..html dikatakan sebelum anaknya meninggal." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan.. meratap.html .. ketika sendirian begini. Makanya harus bicara pada seorang wanita." "Tapi. Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. Bayangkan. menarik napas.. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. tak ada yang perlu ditakuti." pikir Iona.. mendengarkan. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. Kuzma Ionitc telah pergi. dia mengucapkan selamat tinggal padaku.. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. Moskwa. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. kemudian melanjutkan: "Begitulah.. jerami.com/abclit.. 1964. sambil menatap matanya yang bercahaya. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. bukan aku. bagaimana anaknya meninggal... "Ayo terus kunyah.... Kau akan tidur nyenyak.processtext. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya. Dia pergi tanpa alasan. kemudian anakmu mati. Dia berpikir tentang dedak. dan kamu adalah ibu kandungnya.. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu." kata Mas ABC Amber LIT Converter http://www.P.. Mestinya dia masih hidup.. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A. Ya... 'Toska'.

sesuai usul Ustadz Kamil." "Ya. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. ini ada hikmahnya. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus." Begitulah." sahut Ustadz Kamil." kata Lik Salamun. Kalian ingat. kita tidak tahu." jawab Ustadz Kamil. Sebelum dilamar orang sabrang. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. 'Sum. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. 'Wah saku sampeyan kok mondol-mondol. "wah." timpal Mas Guru Slamet.com/abclit. Takut dibaca tandatanda buruk saya. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar.html Bambang. kan ketemu Gus Jakfar. "Matanya itu lho. Gus Jakfar bilang kepada saya. kulihat keningmu kok bersinar. tak ada hujan tak ada angin. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. lalu pikiran saya terganggu." "Tapi bagaimana pun. jauh melebihi yang sudah-sudah." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. Waktu itu Gus Jakfar bilang." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. masyarakat pun geger. "waktu itu." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan." "Saya malah mengalami sendiri. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. tidak mengajar. "kalau saja kita tahu kemana beliau. sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. dimana Gus Jakfar prei. sudah ada yang ngelamar ya?!'. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. was-was. Saya kok merasa tidak berubah. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya.html . Singkatnya. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. dan rasa takut.com/abclit.processtext." "Kang Kandar kan juga begitu. Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. "paling tidak kini. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. "Mungkin saja. di samping silaturahmi seperti biasa.ABC Amber LIT Converter http://www. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu." tukas Mas Guru Slamet. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda. "Gus. terutama para santri kalong. Sekilas saja beliau melihat kening orang.processtext. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. Dan percaya atau tidak." ujar Ustadz Kamil. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun ABC Amber LIT Converter http://www." kata Lik Salamun. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. esok harinya. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. 'Kang.

membuat kami tidak sabar." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. Bicaranya jelas dan teratur. kiai Tawakal. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. Saya melihat di kening beliau yang lapang. Pasti saya keliru. Kata ayah dalam mimpi itu. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. ada seorang tua yang memberi petunjuk. tapi kami diam saja. sejak bermimpi itu. itu. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. Tanda itu terus melekat di kening beliau." Dia berhenti lagi. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. Kedua matanya indah memancarkan kearifan.html tak mau. Diam agak lama. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya.com/abclit.' 'Ya. Dan betul.com/abclit. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Ternyata ketika sampai disana. disurat sebagai ahli neraka. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. terus saja nakmas menyeberang. Saya yakin itulah orangnya. Mbah Jogo. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. tapi tak bisa. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. ada tanda yang jelas sekali." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. Nama Kiai Tawakkal." "O. Di gubuk yang terletak di tengahtengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. Gila. ABC Amber LIT Converter http://www. "Kalian ingat. Begitu sampai seberang. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. berilmu tinggi. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. menarik nafas panjang. Tak mungkin. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang.processtext. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan. Saya diterima dengan penuh keramahan. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. dan disegani banyak kiai yang lain.' katanya. Saya mencoba meyakinyakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi." "Terus terang. maka serempak kami mengangguk. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. baru kemudian melanjutkan. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Masak seorang yang dikenal wali. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita.ABC Amber LIT Converter http://www.html .processtext. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu.

Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya." "Begitulah. witir. pikir saya. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini.processtext. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. ke warung biasa saja tidak pantas. bisa berada di sini. tapi menurut santri-santri yang lama. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. Dengan hati-hati.html tahajjud.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Semacam lelana brata kata mereka. tidak terlalu dekat. saya kaget. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. beliau berbelok. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. menjabat tangan saya dengan ramah. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. melambaikan tangan. kepada orang-orang yang ada di warung. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. Memang betul.' Mereka yang duduknya dekat. Lalu. Cari pengalaman katanya.mengisi pengajian umum." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. pada suatu malam purnama. saya hampirhampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. Akrab dengan orang-orang beginian. kiai memperkenalkan saya. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk.processtext. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Terdengar gelak tawa ramai sekali.com/abclit. serta merta mengulurkan tangan. dan semisalnya. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. Ketika kemudian saya ikut belok. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan bengong. saya pun membuntutinya dari belakang. menemui tamu. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. memanggil-manggil nama saya. dan sebagainya. Ah. tapi juga tidak terlalu jauh. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya.html . Saya masih tak habis pikir. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. 'Kopi satu lagi. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. sementara yang jauh. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. Masya Allah. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Warung penuh dengan asap rokok." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. masih seperti dalam mimpi. Melihat waktunya yang sudah larut. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. Katanya: 'Ini kawan saya. dzikir malam. mujahadah. Ah. bercanda dengan wanita warung.

saya pun mengikutinya. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. Ternyata setelah melewati kebun sengon. Setelah sembahyang subuh nanti. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. Sampai di seberang. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. 'Mas. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit.html . sebagaimana neraka dan sorga. kemudian keluar. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. 'Ayo!' teriaknya. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. menunggu.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. 'Sebentar lagi subuh. kebanyakan mereka orang susah. seolah-olah di atas jalan biasa saja. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka." "Kami melewati pematang. O. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu.com/abclit. 'Ayo. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. 'Kita istirahat sebentar. lalu menerobos hutan. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. saya ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. 'kita pulang. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. kau kan tahu. aku adalah milik Allah. Dan. Karena pertama. kau boleh pulang. kiai berkata mengejutkan. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah." "Ketika saya ikut bangkit. Sampai di seberang. Beliau melambai. Seperti mereka yang di warung tadi. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. sudah larut malam. Untung saya bisa berenang. Maka terserah kehendak-Nya. Seperti kerbau dicocok hidung. Saya tidak bisa berkata apa-apa. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya.processtext. 'Biar cepat. kiai membayari minuman dan makanan kami. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. pantas di keningnya kulihat tanda itu. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. tiba-tiba dengan suara berwibawa. melambai kepada semua. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. 'Anak muda. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian.html malam ini.' Saya tidak merasa diusir. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Sebagai kiai. ujub. kita ingin berdekat-dekat denganNya.ABC Amber LIT Converter http://www. 'kita masih punya waktu. berdiri. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur.processtext. Beliau yang kemudian terus berbicara. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. Kedua. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat.

Tapi. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. aku bangkit dari tempat duduk. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. 'Mana saya tahu?' jawabnya. orang yang mirip beliau pun tak ada. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat.com/abclit. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. atau agama atau desasdesus yang jalang." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. Aku tertanya-tanya. seseorang menghampiri saya. dan pamit. Kami.processtext. Tinggal meja kami yang masih bertahan. politik. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini.html celingukan. 'Ini titipan Mbah Jogo. masih diam tercenung. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. Dengan bingung saya terus berjalan. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. tapi bukan surau bambu. jangankan Kiai Tawakkal. Ketika saya mengiyakan. seni lukis. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya.html . tapi kami yang dari tadi mendengarkan. katanya milik sampeyan. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru.ABC Amber LIT Converter http://www. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya.com/abclit.' Begitulah ceritanya. filsafat. Namun. Baru setelah sembahyang. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. Seperti orang linglung. teater. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. ***Rembang. mengapa dia ABC Amber LIT Converter http://www. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. tak jadi di lobi United Nations. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari.processtext. "Bung. Edisi 05/05/2002 PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Menjelang pukul sepuluh." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya.

mudah-mudahan yang ini berhasil. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami.processtext. menyusul Pretoria. "Kuatkan hatimu." pintanya. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. di mana katanya. ini hanya untuk Bung. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. lantas di Guggenheim Museum. "Sekali lagi. Seingat saya.. Aku diam saja.com/abclit. telah terbang ke Jerman. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku.com/abclit. bisikku membujuk hati sendiri. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kotakota metropolis yang baru. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. katanya. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. Jangan ceritakan kepada yang lain. tujuan yang benar adalah London. hidup dengan pembicaraan yang ABC Amber LIT Converter http://www." Setelah itu dia benar-benar menghilang. di New York juga. tapi akan terbang ke Praha. Setelah United Nations Plaza tempo hari. "Bagus. Dan menjadi tanda-tanya besar bagiku.ABC Amber LIT Converter http://www. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. aku membayar pesanannya. Tak jadi di sana. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. dan kataku. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. siap menyambut kedatangannya. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita..html . Beberapa hari kemudian. Semua bon sudah dia lunasi. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku.. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. Hati-hati.processtext. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. saya bahagia mendengar rencana Anda ini. Ternyata aku salah sangka." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan dia ngeloyor ke luar. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. di depan counter. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. katanya pada malam berikutnya. National Meseum of Modern Art di Washington DC. dia akan berpameran. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. mengikuti pameran lukisan di sana. tak jadi ke sana. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. bergabung kembali dengan teman-teman. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art.html tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. lantas Stockholm. di kota itu masih banyak propagandis merah. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. tanpa sepengetahuannya. "Selamat. Kemudian. Selamat. Pernah sekali.

Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin mainmain dengan nasib si-pelukis. Semua mutung. Keesokan harinya. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. tetapi juga merangkulinya. Katanya. ABC Amber LIT Converter http://www. selalu serius. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. memang dia. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. Ya. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Katanya meyakinkan. Matanya kosong." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubun-ubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. Semuanya kena. Tetapi. cuma memakukan matanya ke lantai. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya.html . Ibarat lukisan. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. apa mau dikata. Waktu itu. Katanya.. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. dia enggan untuk menghampiri. Demi Tuhan. sebulan yang lalu. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. Kami tak percaya.. Tetapi. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. ***DARI udara. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. jidat selalu berkerut. tak jauh dari rumahnya. Ketika meja sudah penuh terisi. Kalau ditanya dia tak menyahut. katanya.com/abclit.processtext. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. dia hanya diam membeku. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib seburuk ini. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. Tetapi. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda.com/abclit. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah.html ngalor-ngidul dan tawa berderai. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak.processtext. Apalagi sipembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Dicapai kata sepakat.ABC Amber LIT Converter http://www. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. Anehnya. Semua murung.

Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. sementara matahari mengapung berat di kejauhan."* ABC Amber LIT Converter http://www. dia tidak menjawab. "Maaf Bung. dan aku meletup.processtext. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. "Heran.ABC Amber LIT Converter http://www. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. Anda akan menjadi besar di sini. ini lukisannya yang terbaik. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. menatap mataku. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. "Takkan salah. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. boleh juga mengecoh berseloroh. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan." komentar seorang teman. sehingga dapat ganjaran seperti ini. Bingkainya belum dirapikan benar. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. begitu hendak memeluknya. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis.com/abclit. apa yang dia katakan?" tanya mereka. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Kami melangkah mendekati pelukis kita. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. Kami kembali saling-pandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. Sesekali. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. dan katanya.html persis di atas buntalan yang teronggok di lantai.. walaupun dia hanya tetap membisu. mau menegakkan harga diri." Dalam perjalanan pulang. Kami yang datang menjenguk saling pandang. ribuan. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. kapan diselesaikan. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. walaupun penderitaan mengelilingi. Perhatikan matanya. kupikir.html . tumpang-tindih di situ. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. Sebelum tiba giliranku berpamitan. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. Kami tanya. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. "Kalau dia punya uang suatu ketika. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Beberapa lembar uang ratusan. Di belakangnya. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. benar kata teman tadi. "Jangan lagi berangan-angan terbang ke mana-mana.. Sungguh. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis.com/abclit. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. saya telah beratus kali berbohong. Aku tersenyum.processtext." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat.

sepeda onthel dengan keranjang sayur. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut.html Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol.processtext. tergesa-gesa. Matanya mendelik.ABC Amber LIT Converter http://www. menghadang kendaraan umum lewat. Ia tampak cemas. Tidak terlalu tinggi memang. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan.processtext. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan.com/abclit. Orang-orang yang ABC Amber LIT Converter http://www. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya.html . kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan.com/abclit. berhenti di pinggir. Ya. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. Atau. lidahnya terjulur. Namun. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. menggigit bibir. Namun.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar.

processtext. dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. Mudrika. Tubuhnya basah keringat. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan.html . tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. Namun. atau memejamkan mata. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. Tubuhnya kekar. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam.com/abclit. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. kaku seperti gelondong kayu.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Mereka bertanya-tanya dalam hati. Kedua lututnya gemetar. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. ah. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Betapa mengerikan. terus tegak di situ. melainkan gambar tato keris. menampakkan keterkejutan luar biasa. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. membuka.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka tahu. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman.com/abclit. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti.processtext. Percakapan kembali membuncah. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak.html hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras.Percakapan mengalir dari mulut orangorang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi ABC Amber LIT Converter http://www.Matahari kian merangkak ke atas. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. Lalu. merangsek masuk ke dalam. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. menutup mulut dengan telapak tangan.

Membuat gadis itu gugup. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. Shin Ling. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Pula hatinya kian disesah rindu. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika.processtext.. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL"."Tergeragap. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. * Depok. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. Namun.html . Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. dibolak-balik. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. mengerutkan kening. Ah.com/abclit.html secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang.ABC Amber LIT Converter http://www. secepat itu pula mereka segera melupakannya. dibuka.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika.processtext. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ.. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. Namun. luntur terkena keringat. Shin Ling. pasti tidak begini kejadiannya. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas. tajam. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. cintanya ditolak. andai saja dia mau bersabar. seperti tidak bergairah.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. Atau. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan."Shin Ling.Dan perempuan itu.com/abclit. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. dibaca. mengedarkan pandangan pada kerumunan. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Kenapa Mudrika. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. tidak bagi perempuan itu. lalu. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. toko kita kini aman... seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah.

begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. Di waktu yang lain.processtext. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang katakata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. Padahal. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput." kata ibu mertua saya itu kepada saya. pintu pagar digembok.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. ibulah yang paling tahu apa ABC Amber LIT Converter http://www. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal. Tapi saya curiga. Padahal. Dan.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. sehabis jam kerja saya.processtext. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper." keluhnya mengenang.html . "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat. bapaknya capek. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. Sudah barang tentu ada apa-apanya. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. Istri saya menarik napas. Kami sudah menduga apa yang terjadi. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. ibu pasti kabur. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi.Ibu mana?" tanyanya cemas. mestinya keluar masuk pekarangan. kecuali masakan ibu. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. tidak terlalu pagi. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Sayalah satusatunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. tapi tidak dalam waktu yang lama. ia berkata: "Kasihan Rudi. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. Kasihan Rudi. Kalau tidak. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. ia tampak bersemangat."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. istrinya tidak telaten merawat suaminya. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. lalu nyerocos menembus pintu pagar." Saya belum sempat bereaksi. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu.com/abclit. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anakanak seperti ketakutan. "Papi sih. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya.com/abclit. Tidak lebih dari seminggu.html Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu.

Kalau sudah begitu. apalagi ibu." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. Kami semua terpukul. selalu bilang tidak tahu. Padahal. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. sejak dari dalam kandungan. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. ibu sangat berubah. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. Pandangan matanya terlihat kosong. Bu."Kok.""Kalau untuk akhirat. kamu tertawa?""Habis. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. sekaligus pendiam. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika ibu ingin makan buah itu. apakah artinya kertas-kertas itu."Anak itu memang pencuri. ibu tahu apa yang disukai Rudi. seminggu sebelumnya. Di bulan pertama itu. Untung pembantu itu jujur. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. juga sering ditemukan apel busuk. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. Bu. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu.processtext. Tapi yang lainlain?""Apa misalnya?""Banyak. Ibu sekarang mau ke sana. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. kalau hari tidak hujan."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. Dan. Kamu mau. suka lupa. Atau untuk membeli keperluan dapur. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. saban Kak Nurma menelepon saya. orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak.Seperti kejadian seminggu lalu. hilang." kata istri saya. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. atau seratus ribuan. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu.processtext. Gerombolan pengemis. petugas kebersihan pemakaman. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. Soalnya ibu hampir-hampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. Tanya sama dia. jeruk busuk. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. ABC Amber LIT Converter http://www.html yang disuka Rudi. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. Tapi. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu.html . Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas.Sejak kepergian Rudi. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. Soalnya. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. Kami." saya bilang."TUHAN punya kehendak lain."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. Nah.com/abclit.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. Bahkan." jelas istri saya. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman. ibu mau boros."Ah. Siapa lagi kalau bukan dia. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga.com/abclit. Nanti. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya.

Saya pulang ke rumah. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana. Saya langsung mengeluarkan mobil. enggak?"Ibu lama terdiam. berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi." saya menengahi suasana. saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja. terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet." katanya ketika mau duduk. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Kini. Tentu saja dengan menjaga perasaannya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri. suami Kak Nurma. ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. Betapa bahagianya dulu ia. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap. Namun.""Ibu jangan ambil hati. tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan. dikaruniai tujuh anak. **Padang.Mata ibu berkedip-kedip menahan sinar senter saya. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Pintu pagar terbuka. kembali terengah-engah dengan air mata berlinang.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu. Tapi. Kita makan. telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Bu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki. Ya.processtext.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi.com/abclit. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas. dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya.""Ayolah. Ibu tidak ada. masa tua yang tak berdaya. ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Begitu mencuci tangan. memberi kabar tak sedap itu. istri seorang ambtenaar. Bang Sapar. Ibu berdiri menuju teras kembali. ibu mulai lagi bikin dosa. Katanya mau beribadat. makan saya jadi enak. Ibu tak ada di sana.html . langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah. dengan senyum seramah mungkin kepadanya. sesama menantu ibu. yang tadi mengejar neneknya. ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Ibu menurut.html Jadi.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri."Saya tak berhasil. Saya menghadiahi ibu senyuman. sambil menyusuri jalan pelahan-lahan. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya."Tidak. istri saya kelihatan cemas. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu.PUTRI bungsu saya.processtext. Saya meneruskan makan agak cepat. berencana melapor ke kantor polisi terdekat. saya mengulurkan tangan. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Dan. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. sedikit saja. ibu masih kenyang. Biasanya kalau bersama ibu. Itu kan menambah dosa jadinya.com/abclit. tapi tidak tahu mau mencari ke mana.Di kuburan kami bertemu berempat. Tapi."Ayo. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi. Ibu membalasnya. saya masih punya harapan. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari kata-kata istri saya yang menusuk sanubarinya.ABC Amber LIT Converter http://www. 10 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.

Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. dan setelah itu sering menemaninya ngobrol. bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu.processtext. aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku. aku selalu terpesona olehnya. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna. dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang.com/abclit.html Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah ABC Amber LIT Converter http://www. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung.ABC Amber LIT Converter http://www. Saat itu aku cuma diam memandangnya. "Jadilah kau sahabatku yang baik setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. seperti sekarang ini.processtext. hijau tumbuhan. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap. Semerbak wangi kembangnya. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya. tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik.html . dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu.com/abclit. semilir angin. hijau perbukitan. kami menjadi akrab. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah. memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan. namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua.

Yoshida Tua. Soeharto. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak.processtext. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif. jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah. yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk. paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memuji-muji indahnya alam negeriku." "Soekarno.com/abclit. Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masing-masing. secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Anehnya. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukitbukit di kaki Gunung Fuji... Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu. sejak saat itu aku mengendorkan sikapku.html . maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua. "Sekaruno itu. sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Jika vila ini berada di ujung tanjung.ABC Amber LIT Converter http://www. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari. akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. sawara.com/abclit. tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. pernah pula aku mendapat ikan inada. Dengan demikian. Dan meskipun sangat jarang.html yang palsu. yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. hingga aku selalu menunda kepulanganku. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih. pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila.processtext. Akan tetapi. Yoshida Tua. di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. kami jadi banyak membicarakan negeriku. Jika kita bicara juga. atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku. waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. kadang-kadang juga iwashi. aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara ABC Amber LIT Converter http://www. biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimatkalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk. Karenanya.

lantas merasa berhak menjadi galak. bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam. pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk. Karena ia tetap membisu. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. yang telah maupun yang masih berkuasa.processtext. kaca-kaca jendela mulai mengembun.processtext. lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup. sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian. cinta. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut. jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan.html kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik.html . ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut. Setelah itu. Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Jika di luar sana kabut mulai turun. kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Juga dalam keadaan masih terdiam. Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut. mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini.com/abclit. bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. "Aku malah berpikir. dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku. aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria.com/abclit. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. kutenggak sake itu sekaligus.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Ia lalu melanjutkan. dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. "Waktu muda. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! ABC Amber LIT Converter http://www.

Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Mula-mula pelan. dan akhirnya lenyap. Kubayangkan. pikirku. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. Ya. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. setelah beberapa lama menunggu. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi.com/abclit. Edisi 08/18/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk.ABC Amber LIT Converter http://www. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. ***Tokyo. Sayang sekali. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali.processtext. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. bergerak-gerak.com/abclit. perlahan-lahan menjadi suram. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. Aku tak tahu pasti. Kabut yang kali ini turun teramat tebal.html . April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Gempa bumi.html Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi.processtext. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing.

Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Ia ingin menelan tangisnya. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. katanya. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu.com/abclit. ia belum melihat ayahnya. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun." cerita Mariko lagi. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. anak Mariko sempat kaget. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura.***PERISTIWA di belakang panggung gedung pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. Seerat yang dapat ia lakukan. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah." Selama bercerita. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang.com/abclit. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. Ia seperti merasakan betapa haruABC Amber LIT Converter http://www. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya.Mereka bertiga berpelukan.Noriko. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. Gadis kecilnya itu. Puspa erat-erat memeluk anaknya.Sejak beberapa tahun lalu.html . Diam-diam air matanya menitik. keluhnya dalam hati. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Lama sekali. tentu saja Cempaka. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah.html SEPULANG dari Jepang. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. sudah sangat merindukannya. asin sekali. Terasa asin. air mata Mariko tak henti berderai. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. begini. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. Ia ingat. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. "Kami tak punya pilihan."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. tak mengerti. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya.processtext.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. sembari tersedu menangis." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa.processtext. Bulir-bulir bening itu. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. Sambil menghapus air matanya. sementara Ngurah Anom. Mereka berpelukan sekali lagi.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. suaminya. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Belum bisa pergi ke sana.ABC Amber LIT Converter http://www. membungkuk sebagai tanda hormat. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san." keluhnya lagi. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko."Sampai umurnya empat tahun. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. "Saya hanya titip salam buat Bali. seperti meledak-ledak. Puspa gelagapan. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Lebih dari empat tahun yang lampau. Ah.

Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. Selain menjadi penghubung para seniman. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama.Selama ini.processtext. Selain sudah sering ke Jepang.. Mungkin ia terlalu yakin.. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasitasan.. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon.com/abclit. Terpenting dari misi ini. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh Yamasita-san. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang.""Soal itu biar saya yang mengurusnya. Anda siap?" tanya Yamasita-san. Usai menari.processtext. pedihnya.. empat mahasiswanya. dan Gung Dewi.html . ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai . asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. kita biasanya diajak jalan-jalan ke Akihabara. Tiga penari lainnya cekikikan. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa.. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Ah. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan."Udah. dekat sekali rasanya.. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. "Sudah saya pastikan untuk berangkat. ah. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. siapa yang bakal menjemput rombongan. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. Puspa merasa sangat teledor. ia tak kuasa menolak. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan.. Yamasita-san di Bali juga dikenal sebagai seniman.com/abclit."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari. seolah lebih kepada diri sendiri. Komang Widiati. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya.html birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahuntahun tak mengenal ayahnya."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo." tambah Puspa." jawab Puspa. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya.Narita. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta." kata Ratnasari singkat."Huuss. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. Ratnasari. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo.ABC Amber LIT Converter http://www." kata Yamasita-san. menurut cerita Mariko. Lelaki berkaca mata itu ABC Amber LIT Converter http://www. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk.

daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express."Oh. Ia memang tidak sedang berselera. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Puspa tampak sangat gelisah... Kimura-san minta kita ABC Amber LIT Converter http://www.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta.html bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Puspa menolak. yang akan mengontrak para penari dari Bali.Setelah menghilang beberapa saat. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Puspa tidak mengerti. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. Mereka terdiam. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Ia tertidur. dan Satyawati tetap terpejam-pejam.. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. ke tempat kami."Ah tidak-tidak. "Tetapi mengapa ia tak muncul.html . Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Gung Dewi. Ia makin tampak gelisah.processtext.processtext.890 yen. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin.ABC Amber LIT Converter http://www. "Nama saya Miki. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. ***SAAT turun dari bus. bahkan menjual kami. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Saya datang atas permintaan Kimura-san. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya.Miki-san.. Ini gila!""Ah. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. Meski lanskap pagi seelok itu.com/abclit. Saya akan mengantar Puspa-san. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan.Bandara Narita tampak sibuk. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan.com/abclit. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. "Ia ingin menjerumuskan.. Pada bulan April. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. tak lebih dari satu jam. Widiati. Puspa-san. saya datang menjemput Anda. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat.

Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit. Bapak terus menghajarku. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. Di sini sudah disiapkan kamar sementara. silakan saya antar. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. Puspa memanggil seluruh penari. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. para penari tak berbuat apa-apa." tambah Miki-san. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. Kalau benar para penari dikontrak. Ada lima kamar.processtext. aku tak merasakan lagi rasa ABC Amber LIT Converter http://www. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. kalau-kalau tawaran kontrak itu tidak benar. *** Jakarta. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol.html semua istirahat dulu. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. Puspa belum sempat menjawab. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan.html .. hingga akhirnya. Apa benar Kimurasan akan mengundang makan malam.ABC Amber LIT Converter http://www. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.Sampai siang hari. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui.processtext. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. serupa petinju kelas berat menghajar sansak.com/abclit. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. Setelah mandi..com/abclit.

atau koruptor. Aku masih menyisakan perlawanan dengan menatap Bapak lekat-lekat. Ini siapa ya? Oooo Bapak.. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya..processtext. "Ya.com/abclit. kuayunkan pisau lipat.com/abclit. Jadi. bisa-bisa.. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. hingga aku terpojok di sudut ruangan. Wajah Bapak tergores. Bisa saja dia anak cendekiawan. Atau mungkin lebih. Tapi tidak mulutmu. mengiringi rebah tubuhku. birokrat. "Sebelum aku kau tiduri. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. Oke.. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak. Ia pergi bagai angin. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. garong atau rampok sekalipun. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. Soal itu gampang. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Darah menetes. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. Yang kuingat.html . dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. "Aku senang kamu mulai berani melawan. ini risikonya kan besar. Ibu. dengan saya sendiri. Kamu tak lebih dari pejantan. Aroma alkohol terus membadai.. Terima kasih.processtext. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan.Sekarang pukul aku. Tak ada yang ditinggalkan. Sinis." "Bagaimanapun dia anakku. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. Bapak tahu sendiri. Mungkin dua puluh tahun. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. langsung menubruk tubuhku. kadal.. Ayo teruskan.html sakit itu. Kalau jadi maling atau pembunuh. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah.... Masam. hanya tanganmu yang kotor. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. buaya. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Ia tertawa. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. politikus." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. Entah ke mana. selain sumpah serapah.ABC Amber LIT Converter http://www. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. yang sejak tadi menangis terisak. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana.. Aku terhuyung. Dengan sisa-sisa kekuatanku. Sejak saat itu. Bapak meninggalkan ibu. "Aku ingin jadi politisi saja. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. Bapak langsung bergegas. "Justru kamu yang harus pergi. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. tangisku pun terhenti. Tidak mahal Pak.. setan atau bahkan iblis. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. pengusaha. Bapak tertawa. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. Hingga aku hamil. Maling besar. Melindungiku dari serangan Bapak." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. "Jadi apa saja. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. manusia sejenis ular. kalau hanya tanggung. macan. hanya angin yang bisa kurobek. seniman." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti." Tanpa memandang kami sedetik pun.." Ketika aku lulus SMU. Tawa Bapak berderai.. Namun. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. Bentakan ABC Amber LIT Converter http://www. entah berapa lelaki telah menggauliku. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. Aku yang mengandungnya.

. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku. darah. ABC Amber LIT Converter http://www.. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu.. hingga sampai di ruang besuk. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. Maafkan aku. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah." Bapak mendesis. Juga siang itu. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. Ibu terlalu berlebihan." Akhirnya. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Tubuhnya tampak kurus. maling atau pembunuh macam Bapak.. Malaikat kecil? Ah aku yakin. Bapak masih menatapku dengan nanar." "Maafkan aku.. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayap-sayap kecil terbang mengawal arwahku kelak.processtext. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas.. Air mataku hendak tumpah. dan darah! Aku sangat sedih. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. Eeeee. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab.processtext.... Dan aku sepakat pada aturan permainan. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. tapi cepat kecegah. dingin dan terkenal "angker". Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku. anakku. "Ya.com/abclit. "Tak ada yang perlu disesali. Aku sudah berusaha keras.html kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup." Suaraku tertahan.. darah.. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. Aku telah mengecewakan Bapak.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan harus disyukuri. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah payah. Ia berani membayarku dengan mahal. Keharuan menggenang di kantung batinku. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku.com/abclit. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini.." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. Bola matanya serupa bola api. sudah berapa orang yang kau bunuh. Meskipun tampak sedikit lemah. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. Tidak akan menyebut nama dia. Pembunuh besar!" Dengan pedih. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit.. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang.. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang.html . Ibu pernah mengucap. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. Ibu harus menyerah pada maut. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Pertanyaan itu begitu telak... Ia dengan cepat mengenaliku. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak." Aku tersengat. dia harus menghadapi regu tembak.

menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. ah." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik.." "Bukan itu. awal Mei 2001 ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. "Biarkan kami bicara dulu." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Erat. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. Kami berpelukan. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. "Kapan pun aku siap.. aku dengan senang hati menerimanya. Dan kematian itu sangat indah.com/abclit.?" "Ya. Waktu terasa melaju begitu cepat. anakku. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu.. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. Aku tetap saja gagal menguasai diriku. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. Kurasakan pundakku basah. Sangat erat. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian. bersama angin. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka." ucapku pelan. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan.. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar.." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar.. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami.. Erat sekali. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku..html . Pelan-pelan." "Mungkin juga arwah Bapakmu.com/abclit.. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain." Bapak langsung memelukku.. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu.. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan.html Tapi. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun. kemudian nyawanya loncat.ABC Amber LIT Converter http://www..processtext... fantastis. Berulang kali aku membikin orang mengerjatngerjat kesakitan. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Tapi aku tak pernah tahu. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa. Kematian itu begitu indah.. Pelukan Bapak merenggang. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu. pelan. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. semakin gelap. atau pembunuh besar.. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. ***Jogja. mencoba mengalihkan pembicaraan. Tapi tak juga menolong.

. hmm. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. Sebuah karya alam yang aih. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. karena tiupan angin. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan.dan aku harus percaya. Wetipo. Tubuh kami besar.. Tetapi tidak. sama sekali berbeda. Tetapi bagiku. lubang-lubang itu. Dan. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana.html . Meski samar. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. tiba-tiba bersuit bagai melengking. Betul kata Wetipo. kutarik tangan. suara itu tak lain suara punai. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. menajamkan telinga. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. angin mengeras bagai menerpa. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. betulkan kata Wetipo . Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. karena perang.com/abclit. meliuk lapat menyentuh telinga.. kami akan menjawab. Suara itu berasal dari tugé. ***KESENJANGAN beribu tahun. orang-orang Moni.000 meter dpl ini." Perang? Begitulah.. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke ABC Amber LIT Converter http://www. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. aku mendengarnya. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. semua telah tak lebih dari kenangan. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. Torang1 sandar pada kareken. Kuamati dengan teliti. bagai menyelusup di kedalaman kabut. orang-orang Moni. Ah. Suara itu seperti desing. "Saya lapar manusia. kali ini tentu bukan karena desingnya. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling.. Angin.com/abclit. Sungguh aku tak habis pikir. orang-orang Moni. Terkejut. Dan..processtext. di depan benda-benda keramat lain. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. aku pun melihatnya: Tugé itu. Angin yang selalu ada di sini. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. aku melangkah mendekati wesa. o.html Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. tampak mencolok. ada dalam kesenjangan beribu tahun. saat itulah. honai atau rumah adat suku kami." Bagi kami. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. di punggung gunung di ketinggian 3. melainkan pada roh. Dan si batu. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. Sungguh ajaib! Dan. Dan benar. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. di atas barisan uwarek3. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil.processtext. melainkan karena bentuknya yang ganjil. sungguh mengagumkan. kami. yang walau seorang dari orang-orang Moni. bisa bersuara seperti suling. tugé itu. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. Torang sandar pada tugé. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. Kecuali salah satu sisi yang pipih. "Kau kini yakin..

danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. di mataku. kami lebih asyik menggulung tembakau.processtext. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. porak-poranda. Katanya. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. Betapa tidak. Jadi.com/abclit. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. leha-leha. Bayangkan.processtext. burung-burung dan binatang lain. bertaburan.. bergulingan. Dan. Gudang-gudang garam rubuh. Sarius Hopogan. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orang-orang asing (kami menyebutnya orangorang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak.html belakang. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. orang-orang asing itu. inilah semua. Jermias?" Aku ABC Amber LIT Converter http://www. kemarin..html . panah. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. "Jadi. Ketika pertama datang. kami hidup. Pergilah. orang-orang Moni. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. Jermias. Di sini. Ah! Terbayang pula mereka. nyaris tak berubah. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. dan kapak batu. Kalimatnya.. "Kewajiban itu jatuh padamu. tak berkedip. Butir-butir garam berhamburan. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. "Kau harus ke sana. Dan. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). Ah! Dan kembali.ABC Amber LIT Converter http://www. Walau entah kapan. di belakangnya tergopoh mamamama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. aku kembali bagai disadarkan. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. menenggak sopa4. ternyata. melintas wajah Pak Piet.ada hal yang telah tak lagi sama. bergeming.. segera. pada pikir kau bagaimana. waktu aku kanak-kanak dulu. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. dan Pastor Theo. Seperti kata Wetipo. Di antara mereka ada yang rebah. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. kini. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. di tanah kami. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. Tetapi begitulah. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. tapi juga misionaris." ***BETULKAH. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. walau ia bukan keturunan kepala suku. melainkan sebuah danau berair asin. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. beginilah semua. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. kami tidak.. si Gabey terakhir. dengan tombak kayu. dengan punggung tertancap panah. dari depan honai-nya. selalu . kami percaya.com/abclit. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Sampai kini aku masih heran. Bukan danau biasa atau danau air tawar. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. seperti yang kukatakan. pergi. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. Jadi. Begitu Jermias Gabey." Melintas pula wajah Pastor Theo. Melintas ingatan masa kecil. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar.. dunia mulai berubah. Betapa. Hanya kau yang bisa. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. dan itu artinya pula. berlarian turun ke arah Lembah. Bersama babi. tetapi bagi yang lain seperti juga keyakinanku. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. berburu. Maka. Abgoktek. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. dengan karung-karung garam berserakan. dan berperang. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga sungguh ajaib. aku pun bertemu Pak Piet.

"Akan kaulihat. Tetapi.com/abclit. Lalu mendaki..ABC Amber LIT Converter http://www. semua suku di gunungg ini. di ketinggian. untuk kesuburan tanah. "Torang tahu kau punya maksud. hidup. kami akan menjawab. saputan gemuk hitam wam (babi)." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo.. ya. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru..!" Di belakang si tua.. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan. ***BAGI kami orang-orang Moni.com/abclit. bergerak turun menujuku. semua sudah.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. kulangkahkan kaki meninggalkan danau.. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. kami bertatapan. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. Menghela napas.. hanya. Ya. dan mendewasakan semua yang lahir. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. hanya suku-suku di gunung ini. Akan sia-sia? "Tetapi. diikuti yang lain. Menghancurkan? O." suara Wetipo ragu. ke semua mata. bagai diberi aba-aba. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. lelaki lain mulai mengikutigerakan itu.! Waaa. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. Abgoktek itu. Aku masih mencari-cari kata (ah. kasih dorang6. aku juga tahu. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. Jermias. rendah bagai mencecah. "Perang suku!" Bagi kami. tidak." Semua suku di gunung ini? Ya.processtext.. Pada pikirku? Jelas.. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. memang sungguh di luar dugaanku. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan.html disadarkan oleh suara Wetipo. dengan gigih dan tekun. Cukup.. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang.. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. "Torang butuh darah tumpah. Iko kunolepu mimintaminta! Waa.. orang-orang Moni. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Tapi tak lagi." "Masa lalu? Masa lalu. Tetapi . di kawasan gunung dan Lembah Besar. abgoktek. Aku yakin. ini keliru. Itu pun sudah masa lalu.. itu sudah pasti. yang kasih torang.. sungguh berbahaya. Masih 50 atau 60 meter lagi.html . Meninggi.. mereka orang-orang amber. terus naik. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. melahirkan anak. bila Anda bertanya perang suku buat apa. Memanfaatkan perang suku.. Sarius Hopogan. "Iii. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. Naik. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. Perang suku hanya buat kita.. di sana. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. Harus perang!" Kulayangkan tatap . Kataku. "Tapi . Torang mesti pelihara tanah. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. Dan mana-mana. itulah saat iko kunolepu datang.. Harus dihentikan ini semua. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. cukup sudah semua kusaksikan.berusaha... hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Kuteruskan langkah. Aku mengangguk.. datang dari jauh. Dan kata itu. menegarkan dada menguak kabut..di depan honai-nya.. yeeeee. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. karena kata itulah . bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. hah! Kaudengar suara tugé.

bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. Dadanya. yang Asti pikir pasti untuknya. setidaknya perintang kejenuhan.. embun! peluklah aku. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. Dia. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. hatinya berguncang.com/abclit. ingin pagi cepat datango. Tetapi pada saat yang lain. tak satu pun yang harus ditakutkan. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. kalap. Bibirnya. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. Ah. menuntunnya.. 5. Dan kekalapan. Aku.Hari sudah malam. kami. mereka. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Cuaca tidak mendung. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja.html Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. Ya. Panggilan hormat untuk perempuan. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah.processtext. Lehernya yang jenjang. Di kaca bayangnya memantul.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin.processtext. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanak-kanak bermain galah di bawah bulan. cukup. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. Asti ABC Amber LIT Converter http://www.. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. Ia tidak tahu pasti. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. Tugé ajaib itu. ***Payakumbuh. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. dadanya. 3. 6 Juni 2002 Catatan: 1.ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah membuka pita rambut.. dan mengatakan: bagi hidup. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. 4.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan.com/abclit. Hidungnya yang bagus. 2.html .. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas.. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. satu retakan saja.

Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. karena untuk sesuatu yang pertama. ingin pagi cepat datango. Pekerjaan itu harus dilakukannya. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. sesungguhnya telah tua. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya.````Sudah.. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. lalu menawarkan pada Asti.com/abclit. ``Maaf. Televisi pun mati. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Asti ABC Amber LIT Converter http://www.``Tetapi aku telah siap! `` ucap Asti lagi. Menanggalkan dasi.Namun dugaan Asti jauh meleset. Kemudian terdengar handel pintu berderit. agar ia tidak lagi melihat wajahnya.. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir.``Taik!`` umpat Asti kesal.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap.. dimusuhi. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. menjemukan tetapi kaya. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri.com/abclit. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. entah cemas. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. buruk. Bahwa kemiskinan harus dientaskan.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri.. Dadanya tersembul.Ada suara ketukan. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak. mengatasi pengangguran serta gelandangan. sangat berdekatan dengan Asti.html tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya.processtext. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. Dan jelas. demikian pikir Asti. seolah-olah mulai terjual. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. Kulit Asti yang putih..html . Asti terkesiap. Asti barangkali tidak perlu tahu.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti.processtext. Ingin rasanya ia meninju cermin. Pahanya tersingkap. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Jantung Asti berdegup. Berdiri meletakkan minuman. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. Seorang laki-laki muda.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Asti menyelai sebatang rokok.Laki-laki itu tertawa. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. rakus.Di televisi. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. yang selama ini dijaganya.Setelah menghidupkan televisi. lapangan kerja harus dibuka. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. Entah takut. Ia mencoba untuk tenang. Kalau tidak. Harga yang cukup tinggi. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. menghantamnya. tersenyum ke arahnya. Masuk ke kamar mandi. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti.. Ketika sesuatu telah dimulai. entah apa. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. embun! peluklah aku. Ia mencoba untuk tersenyum. Mungkin membersihkan muka. Ia menghapus air matanya. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga.

pelan dan ragu-ragu.. jauh dari kekurangan.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung.. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. Telah cukup lama ia tersiksa.processtext. Karena tibatiba ibuku sakit. Asti bingung. barangkali ini baru permulaan. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi. Bukan! Bukan kesederhanaan.``Jangan tergesa-gesa. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami. Tapi kami tidak pernah menyesalinya. aku menerimanya.com/abclit.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada.html . Tapi ia mengangguk.Asti tidak menjawab.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. Dadanya bergemuruh. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. Jelas aku tidak paham. Kian hari sakit ibuku kian parah. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. Aku lebih ABC Amber LIT Converter http://www.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. Sebagai seorang buruh pabrik. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. Di luar. Jantungya perih. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. embun! peluklah aku.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. Tak ada jalan lain. sedangkan kami tidak punya uang. Tapi. ingin pagi cepat datango.`` ucap Asti akhirnya memulai. Ia berusaha melawannya.ABC Amber LIT Converter http://www. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. Kupu-kupu malam! Ah. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. kebahagiaan. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Tapi semakin lama ditatapnya. gelap mungkin telah semakin jelas. Segala berlangsung dalam kesederhanaan.processtext. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir.. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah.com/abclit. otomatis aku berhenti sekolah. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Tidak! Aku tidak akan menyesal.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. duduk di sebuah kursi.Kini sudah enam belas tahun usiaku.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Asti jadi gugup.html mengambilnya. pikir Asti.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya laki-laki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. saya tidak suka. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut.Waktu terus bergerak. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.

bahwa aku akan menikahimu. ingin pagi cepat datang o.com/abclit. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. Dan perubahan itu. Asti telah menunggu di ranjang. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. dini hari. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. tergantung di langit kota. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. Gemetar.processtext.***Payakumbuh. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya. ia harus bertarung melawan nasib. Kini. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. atau mungkin takut. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku.. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan. Suara penjaja telah sepi. Bila aku telah tertidur. dan berjalan ke arah Asti. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya.html mencintai ibuku daripada kehidupanku. Ia pikir. tanpa aral.Malam barangkali telah sampai di ujungnya. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit pertolongan.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. embun! peluklah aku. tanpa rintang. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. ABC Amber LIT Converter http://www. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang.com/abclit. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. tanpa sedikit pun kegelisahan.Tetapi setelahnya.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. tinggalkan alamatmu. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak..Laki-laki itu berdiri. Seluruhnya! Asti telah pasrah.processtext. tandanya pagi telah datang. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai.html ..Asti tidak sempat berkata-kata. Dingin semakin menyergap. Namun yang ia pikir.

Ada mobil-mobil mewah. menukas.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning."Dulu. Buktinya.""Kamu jangan terlalu sentimentil. yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. bahkan ada pesawat terbang pribadi. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. menguasai udara sekitar. Kini.Ratri. menggerakkan tangan. puluhan bahkan ratusan lampu. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. kota ini sangat sunyi.YU Seblak. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. ketika jasad kita terbujur di sini. yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal. menjerit dan berteriak.. patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya. tipis berselaput kabut. Tercium oleh para patung pahlawan.. dan masing-masing kembali pada tempatnya. sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh." gugat patung perempuan bernama Cempluk. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap." desis patung lelaki bernama Durmo. Tuhan.com/abclit. menggoyang-goyangkan kaki. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Tangannya di angkat di atas kepala.processtext... ada lapangan golf pribadi. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran." ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya. mereka menggaruk apa saja. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan. Mungkin. Kita mesti bangga. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. Dan lihatlah di sana.html Cahayanya yang lembut. Sontak mereka serempak berdiri. Negeri ini benar-benar megah.. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. negeri ini sangat kaya. dari posisi mereka yang berdiri tegak. "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri." tukas Wibagso. Dalam negeri yang gemerlap. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat. selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan."Tapi lihatlah di sana. Dan di sana. sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota.."Patung Sidik. Mulut mereka menguap kompak. mereka membangunkan kita monumen yang megah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita." timpal Durmo. mengeluh.ABC Amber LIT Converter http://www. ampun malah ada yang orgi. Tentu. Buktinya. duduk takzim di kaki monumen. di tempat njepit ini.Dalam posisi asal.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ.html . kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini.com/abclit.processtext. bependar-pendar seterang siang. Yaaa. Bung Wibagso. Aku jadi menyesal. Ya... Wajah mereka yang kaku. "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. patung-patung pahlawan itu terus bergumam. orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. mereka mengunyah lalat-lalat itu. "Itu biasa rekan Durmo. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu ABC Amber LIT Converter http://www. mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya.

Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan. Bung."Wibagso tersenyum."Yaahhh akan saya usahaken.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua ABC Amber LIT Converter http://www." Ratri menimpali. Wibagso meloncat girang.Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat.." Wibagso mencoba menghibur Durmo. Ehhh siapa tahu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini. waktu berjuang dulu.com/abclit. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera.. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku." Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." ujar Ajeng."Kita yakin saja. yang mengincar nyawa kita.." ujar Sidik. Ada bunga-bunga." ujar Sidik. perempuan berparas malam itu.processtext."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur.." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia."Tapi urusan kita banyak.""Habis. Bung."Itu bukan urusan kita. Tenanglah. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken." sergah Wibagso."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak.. malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita. ya enggak bisa. Selesai memimpin doa.html Seblak. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita. hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta.." tukas Ratri. Tugas kita sudah selesai. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho. diikuti orang-orang di belakangnya.. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. meskipun sudah sangat lama jadi patung.. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh. Jujur saja. Yu."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ke kanan."Hidup mereka gelap rekan Cempluk.com/abclit."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo. ada juga rokok klembak menyan. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu.. Sidik berdiri mematung."Ssssttt... sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya".. Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. sudah jadi arwah kok masih perasa."Mereka ini payah.Dari penjual rokok di seberang jalan. karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka.""Ah."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso. saya selalu kena garuk. Ratri menari-nari." mata Durmo menerawang jauh. dan ke bawah."Perang memungkinkan segalanya. ke kiri. akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Durmo tampak tersinggung. Justru menghardik mereka.html .processtext.""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan.. Sedang jutaan mulut yang lain.." ujar Wibagso."Tampung saja keluhan itu. Sidik manggut-manggut. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mereka memberi kita sesaji.. ada jajan pasar."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk." sahut Wibagso. Yu.. Tolong ya. ke atas. Cempluk hanya diam terpekur.ABC Amber LIT Converter http://www. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian.

Tak ada jabatan. Kalau masih ada yang kurang beruntung. penderitaanku lebih dahsyat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri. ada juga pecundang!""Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang.Bulan kembali mengerjap. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu. Kamu sendiri.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir. lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung.html . puluhan peluru merajamku." tukar Sidik. Gerakan tubuh mereka semakin rancak." sergah Durmo. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja. Menghadapi musuh satu lawan satu. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat. jika ABC Amber LIT Converter http://www. untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku.""Ooo kalau soal itu. Ada pemenang. menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Dan kamu. aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. pencopet bertubuh tinggi kurus itu. tanpa malu.processtext. Bung Sidik. maut keburu menjemputku. "Aku berpesan kepada anak-anakku. semakin panas. aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional. puji Tuhan. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun. Dan aku yakin.com/abclit. kalau monumen ini jadi dipugar. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo.ABC Amber LIT Converter http://www."Bung Wibagso. ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Bung! Perang juga pakai otak." sergah Durmo. membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. kita akan kehilangan tempat. Kalau aku mau."Aku yakin. Tapi. aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh."Begitu juga aku. tampak lampu masih menyala. pelacur dan copet kembali menggeliat. ketika negeri ini merdeka. demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Angin terasa mati. Gelandangan."Kita harus turun ke jalan. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Tapi aku puas. Menurut Drs Gingsir."Saya setuju saja.html itu. itu biasa. Wajah Wibagso memerah. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Jantung mereka berdetak cepat. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng." ujar Kalur. "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap.processtext. Wibagso? Siapa? Waktu itu. Jantung kota kembali berdegup." ujar Sidik. nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Mereka menari.com/abclit. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. seperti tersentak. Hidup ini perlombaan. bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Tak ada hierarki. kepada seluruh keturunanku."Gelandangan-gelandangan sontak bersorak.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis. ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional." timpal Ratri. Kota kembali tidur."Tapi perang tidak hanya pakai otot.Napas kota kembali berhembus. waktu berjuang dulu. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku. karena berkat keberanianku. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso. proyek itu mubazir. Kalian tahu.

Angin mati." ujar Wibagso lirih.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila."Den Bei tinggal pilih. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Berderap-derap. Durmo. Tapi Yu Seblak tetap bertahan. Karep.com/abclit. Cekik leher sopir-sopir itu. Den Bei."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur. di mana kalian?" teriak Yu Seblak. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.html .. terima kasih.""Well. Di belakangmu!" jawab mereka kompak. Cempluk. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang..Wibagso tersentak.well.. hingga tubuh monumen bergetar.""Semuanya akan saya ambil. Kalur."Keduanya tertawa berderai. dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Buldoser-buldoser terus merangsek."Kami di sini..***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka. ternyata hanya bertukar rupa. Ganjal dengan tubuhmu. Dan biasanya itu agak lama... Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak.Di bawah monumen. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. meloncatlah kamu.well. Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu.. Bertahan!" teriak Wibagso. Dan masuklah ke ruang kemudi. ABC Amber LIT Converter http://www. Kita pertahankan liang-liang kita. Ini peningkatan yang sangat progresif." ujar Drs Ginsir sambil minum anggur. itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan.. dan Cempluk tersenyum. Eeee soal pembagian keuntungan. Karep.html Den Bei Taipan mau bikin mall di sini. Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser... Kita harus bertahan.""Bagaimana kalau 40:60."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah. mendadak cerdas." Den Bei menenggak anggur merah. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso."Tapi tunggu dulu. itu dinegosiasikan. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Ratri menjerit histeris.""Terima kasih. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan..Sidik..processtext. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak.Bulan di angkasa mengerjap."Aku tak butuh penjelasan. Maklum."Kita menyingkir saja. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri."Terima kasih. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender. Kalur. Setidaknya. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya. Ajeng.com/abclit. Tidak ada konglomerat gila macam saya. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng. sambil terus mengibarngibarkan kain dan kutangnya. 30:60.Buldoser terus merangsek. mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Lihatlah. Biasanya. Tanah di sini masih sangat luas. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku..processtext.. apalagi kecoa makam kita! Menyingkir. tahan moncong buldoser itu. Den Bei. Pahlawan saja mereka gilas."Kita lawan mereka.""Eeee bagaimana kalau 35:65.. Meluluhlantakkan badan monumen. Sidik. Alun-alun. Bapak Ginsir ternyata welcome. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak."Keduanya berjabat tangan. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang.. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen.""Bapak ini ternyata cerdas.ABC Amber LIT Converter http://www.

Hingga kini. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. Dia digelindingkan begitu saja di daratan.*Jogja. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan ABC Amber LIT Converter http://www. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan.html . Drs Gingsir. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu.ABC Amber LIT Converter http://www. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Sekarang adalah dunia presisi. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu. dan diresmikan Kepala Kotapraja. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM.html Ucapan itu terus bergema. awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo) Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. maka burung-burung mengambilalihnya.processtext. hingga mall itu selesai dibangun. suara-suara itu terus mengalun. paling tidak di kota ini.com/abclit. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal.processtext. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. Burungburung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian. Di mulut burung-burung. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal.com/abclit. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan.Kata-kata. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard.

Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata.processtext.com/abclit. karena kekurangan vitamin D. Orang-orang kaya. Mereka dijadikan sumber vitamin D. orang-orang yang tidak beruntung. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. Tetapi. Tanah Kusir. dan kelompok-kelompok lain. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. Kaum budayawan berdiam diri. Kota terkurung dalam tembok. dijadikan tumbal. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama.html . Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Seribu tahun dalam pemujaan. Kepekaan menjadi tumpul. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. Jeruk Purut. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. Tetapi. Bambu. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. yang hidup di atas angin. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benarbenar mereka butuhkan.Karet. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. Untuk menghindari kematian dini. yang bercita-cita sangat sederhana. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www.com. menemukan diri mereka tersisih. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah.processtext. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya.com/abclit. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Lidah Buaya. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. zaman tak tertahankan. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah.Namun. Utan Kayu. yang jelas komunitas-komunitas tadi.kubur. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. miskin.html yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. menguburkan diri di luar negeri. adil ataupun tidak. sementara kaum politisi dan negarawan bermain-main mencari keuntungan dari situasi ini.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. seperti Satu Merah Panggung. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Emosi mereka tumpat. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. Delapan menit setelah mengklik home page itu. di Australia atau Afrika. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. Ngelencer kesana-kemari. Hati mereka lebih tersentuh oleh teka-teki silang. Garuda.

siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. Menggugah tapi liris. Membuat busuk dan meracuni angkasa."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional.com/abclit. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang.processtext.com/abclit. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Balung manusia itu kemudian dikerek turun.""Ya. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah.html ."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk.html menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. Bahwa. Memekikmekik. di mana mereka bertengger.processtext. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. Suaranya berat dan parau. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. Tetapi. Di kota bawah. Pada satu situs. memekakkan telinga penduduk. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Apakah kita tak boleh ABC Amber LIT Converter http://www. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. menukik tajam. Sambil melayang-layang. membubung tinggi menerjang langit. dengan sayap setengah terentang. Makna maupun tafsirnya beragam.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulan-bulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. Sepuluh detik setelah meninggal." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. Seperti ditangkup gerhana."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Jadi. Mereka berputar-putar di atas monumen. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan.

Jadi. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain.html mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita.com/abclit. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini.processtext. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. Tetapi. dari mana kita telah dirampas. *Bengkalis. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya.processtext. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Semut sudah sirna dari kulit bumi. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Maka. kecuali di wilayah aliran sungai ini. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. Ke jantung Asia. Tanpa menghiraukan protes penduduk.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. Tanpa sinar Matahari. rrrruuuuummmm. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. diperjualbelikan.Beberapa detik kemudian. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak.com/abclit.Sebenarnya. Kota dicekik bau bangkai. Ini ejekan permanen. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih.html . Karena itu harus dibasmi. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara." katanya membujuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful