ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektarhektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunang-kunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauketauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di pojok. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Darahnya berdesir. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton, memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

Teh yan digesek, disusul gambang, kecrek, gong, suling, dan kempul. Susul-menyusul. Jalin-menjalin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Mamat Jago meraihnya, melipatkannya ke pinggangnya, merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin, seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Wajahnya membiru, bibirnya terkatup, matanya terpejam. Ayo, Sarti, jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti, tetap dingin dan biru. Ditepuk-tepuknya pipinya, tak ada reaksi sedikit pun. Dipandanginya para panjak. Sepi. Tak ada yang bergerak. Semua dingin dan biru. Seperti keramik Cina.

Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat, pikirnya. Ia bopong Sarti keluar. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sepanjang jalan tak ada orang. Pohon-pohon meliuk-mabuk, rumah-rumah bisu-merunduk. Ia susuri jalan aspal, memotong sungai, membelah padang ilalang. "Kau tidak boleh mati, sayang. Hiduplah bersama abang. Di rumahku kau akan hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya.

Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun, satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Buatnya, laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Di situlah dulu istrinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. si gondrong." Dikecupnya bibir Sarti. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara.ABC Amber LIT Converter http://www. gemuruh. "Relakan kepergiannya… Nyebut.com/abclit. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. Bibir itu terasa bergerak.processtext." kata Eng Djin. Sarti sudah mati. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. biru seperti keramik Cina. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. biniku…. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. Bang. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. "Pacarku. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Bang.mencakarmengular…terbakar. Mamat Jago menoleh. Tiba-tiba. Napasnya mulai satu-dua." bisiknya ke telinga Sarti. Dalam sekejap mereka telah bergumul. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Eng Djin. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua." Mamat Jago masih tak percaya. Balas melumat. Kaku. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. Semuanya membisu. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu.com/abclit. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang.html mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. Hangat. manis…bangun. "Ayo. ABC Amber LIT Converter http://www. panas. "Sadarlah. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Tangannya perlahan mendekap. dingin.html .processtext. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi.

Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. tiga kali. aku harus kembali ke rumah kawin itu. Ah. Tak ada darah. Rawa Saban. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. Eng Djin. Mat.com/abclit. dan kehormatanku.ABC Amber LIT Converter http://www. kesenangan. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. "Sejujurnya." suara si cepak mengalahkan deru ombak. Ia menduga-duga pantai apa ini. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. Mungkin Tanjung Kait. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya.processtext. Ada debur ombak. "Ya. ia membatin lagi. Kamal. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Kakinya menjejak pasir. Lama ia menafsirnafsir makna mimpinya itu. Hujan sudah mulai berhenti. Begitu juga kenangannya pada Sarti. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya.processtext. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. Hatinya mantap. ia membatin. rentetan tembakan itu masih terdengar. Kersik daun. heran. si cepak. Ditajamkan pendengarannya.html .html Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. ia tersenyum.

pengiring Cokek.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Desember 2002 CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.html Kembangan Selatan. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.processtext.html . ABC Amber LIT Converter http://www. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.com/abclit.com/abclit.

Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak.com/abclit. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. dan mendadak ABC Amber LIT Converter http://www. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan." kata mereka. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Ia sadar dirinya cantik. Marsiyam menyekam kesabarannya. kecuali kepala penjara. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya." entah sebab apa.ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu.processtext. "Tampangnya nyebelin.processtext. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. sangat tampan. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. menurut penilaian teman-teman di situ. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar.com/abclit.html . Tapi. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet.

Aku memang gabuk. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. tak pernah muntah-muntah.com/abclit. ya?" Atau. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjak-injak suaminya. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. mau apa kau.processtext. Tak pernah ngidam. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. nama Marsiyam susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu.html . yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Seperti kampung saja. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. Perutnya rata saja. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. "Aku memang tak bisa punya anak. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itutidak peduli ia atasan mereka atau bukan. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. "Kau sudah dibuang keluargamu. mau apa kau. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya.com/abclit. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. "Kau tak ada keluarga. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim.html bagaikan api kemarahannya berkobar. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. Sampai malam itu. Menurut mereka. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.

ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Tanpa dirasa. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul.processtext. tentu bayimu sudah besar. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. juga tukang copet dan dedengkot arisan. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya.processtext." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar.html ." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. yang ia sendiri tidak tahu apa.com/abclit. sudah sekolah. Sore itu akhirnya tiba juga. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. Marsiyam hanya tersenyum. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. ABC Amber LIT Converter http://www. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya.html Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. Selama dalam masa hukuman. "Entahlah.

Edisi 03/23/2003 ABC Amber LIT Converter http://www. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu.ABC Amber LIT Converter http://www." "Ke mana?" "Ke rumah. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak.com/abclit." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. Ini anaknya. Aku yakin ia akan menerima kami. Ini anaknya.html ." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku.com/abclit.processtext.processtext. "Pulang.html "KAU mau pulang ke mana.

kita bisa melihatnya ke sana sekarang. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. 27 September 1956. dan. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. orang-orang jompo. serba cepat. tempatnya lebih dekat dari sini. asing. dia menoleh ke arahku. atau Tobo Hotel untuk beristirahat. berada di Taman Perdamaian. menjadi raksasa dunia. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. Aku segera menuju kamar mandi. dan kebutaan."Mari ikuti saya. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. Aku bertambah heran. sebagai pusat penyembuhan orang."Baiklah. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini.Aku agak heran dengan ucapannya." kataku. Mungkin juga. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku.. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.benderang..com/abclit. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian.Kami berjalan masuk. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri.html ."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima.processtext. pukul 3 sore." katanya.. tapi sebelum sampai di sana. di ambang musim dingin. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala.Setelah melewati beberapa blok bangunan.Setelah menghabiskan teh dan hamburger.Aku pun segera mengikutinya.. aku agak tercengang dan merasa aneh. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. teh hijau khas Jepang dan hamaagu.Di dalam rumah sakit. dan kembali tersenyum.. aku tiba di Tobu Hateru. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang. beginilah manusia Jepang.? Dia pasti hanya menebak-nebak saja tadi. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok.." tegasnya. aku memesan Cha. atau hamburger. Suasana di dalam sangat muram." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya. di kafe yang ada di lobi.processtext."Gedung itu satusatunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. fokus. wajahnya terlihat samar. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia.. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. tempat di mana bom atom meledak. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. aku keluar dari hotel. Selesai mandi. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur.orang yang terkena radiasi bom atom."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956.html HIROSHIMA.000 jiwa penduduk Hiroshima." katanya ramah dan kembali tersenyum.com/abclit.. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan."Sewaktu bom atom meledak.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia. kanker. bisa memulihkan tenagaku.Aku hanya tertidur beberapa jam. jadi dia sudah familiar.

panjangnya sudah sampai ke punggung. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari. sekarang tanggal 6 Januari 2003... yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. Ada yang aneh. tunggu.."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke bangsal yang lain.processtext. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya...com/abclit.. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. aku tercenung memperhatikan mereka. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. Nafasku sedikit tersengal. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong.. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini.html ciri utama korban. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. tapi lidahku terasa kelu. nama yang baguuusss." kilahnya malah berpromosi. Harutoku. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. seperti teh susu.Setiba di luar aku merasa lega.. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. rambutnya gugur."Tuan Siode."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. dia terus bergegas meninggalkanku. begitupun yang laki laki. Entah berapa lama.. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan. Harutoku."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi.html . dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun."Aku Hartoko. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun. mereka masih muda. trenyuh."Dia terus berjalan lincah. tampak puluhan anak kecil dan bayibayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. Dan di sebelah bangsal ini.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. seperti yang diakuinya barusan ABC Amber LIT Converter http://www. lorong dan beberapa pintu. serta bayi dari ibu-ibu hamil."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran.com/abclit. dan berdebu. dua hari kemudian. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping..Dia. Anda!?""Oh. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur..""Oh."Hei.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. Siode San."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi.""Aku tahu. setelah melewati beberapa bangunan.Aku nelangsa. tapi waktuku tidak banyak.processtext. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap." Lengking suaranya. Ya. dia membiarkanku menyusulnya. tapi kau baik sekali. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa.. hujan turun. disusul mereka yang kena seminggu kemudian. kotor. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan. aku lahir di Hokkaido. yang dipisahkan dengan dinding kaca."Mereka terdiri dari beberapa golongan. Aku Siode Sadamitsu.""Aku seorang pendeta Buddha. pendeta Buddha. Tanpa berkata-kata."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. dan anak-anak kecil.ABC Amber LIT Converter http://www.

Aku masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. aku terhenyak.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya." katanya sambil tersenyum.html kalau dia adalah seorang pendeta.processtext. 6 Februari 1895-6 Agustus 1945. aku suka mengantarkan orang. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas.Aku harus segera keluar dari tempat ini. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode. kemari!"Tapi tak ada jawaban. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. Dari arah pintu lain di sampingku."Siode San. sekarang 6 Januari 2003. temui kapan saja aku di sini. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. dan aku mengambilnya sebatang. dengan hio yang menyala dan wangi. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan.. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan..com/abclit. Setelah aku keluar dari pintu itu. senang berkenalan dengan Anda.com/abclit.processtext."Harutoko. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu.6 Agustus 1945. Aku berada di taman ABC Amber LIT Converter http://www. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. Aku tinggal di hotel ini. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San. aku mendatangi arah suara perempuan itu. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu.html .Tapi. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan. atau bis umum.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. Diam-diam kutinggalkan Siode San. aku seperti berada di terowongan kematian. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah.Sampai di hotel. bergerak ke arah bar. Di depanku duduk. ketika asap rokok berkurang.. dan menyalakannya.. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. Aku ngeri. begitu tiba di dalam. Di tengah perjalanan.ABC Amber LIT Converter http://www. aku melangkah mundur ke belakang. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih... aku tercengang.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha. mentari bersinar cerah. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. pikirku. membuat langkahku jadi berani. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan.. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah.PAGI hari. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku.

mereka memotret sambil bercakapcakap. pohon-pohon tumbuh subur. Halifa kecil tak ABC Amber LIT Converter http://www. anak-anak. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. Gedung Promosi Industri Hiroshima. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. Mungkin. kebun. dan orang dewasa.processtext. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. dari bayi merah. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya.com/abclit. aku harus kembali ke Jakarta. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. belajar beranak-pinak. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. atau lebih tepat lagi. tak Halifa < berharga. hidung pesek. ada pintu cahaya.> Barangkali. keluarga pemilik kebun. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. seharusnya aku ke Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku.ABC Amber LIT Converter http://www. Dari Taman Perdamaian ini.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan.com/abclit.html . turis turis asing berjalan di sekitar. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Itu galibnya perkembangan manusia. Nama bangunan itu dulu. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Tapi. berbunga. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Di bagian depan bangunan itu. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas.processtext. bisa jadi obat sepinya. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. Akbar. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. Sepasang mata yang sipit. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. ia jarang tertawa. ompong. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. remaja. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Taman ini sungguh indah. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu.html perdamaian. lalu renta dan pikun.

Tapi. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Barangkali. tanah perlu makan. Ia tak mau mati. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. yang punya kebun. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan.processtext. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. mengantarnya pulang." kata mereka. Bila ada yang tersesat. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan.Sesungguhnya. ia akan berjanji menyampaikan pesan. mata orang yang mau menolong. Halifa tersenyum-senyum bangga.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. terutama debur ombaknya di ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum mendarat. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. Naik pesawat memang lebih mahal. Bila ada yang ingin menemuinya. jari-jari petir putih bersinar. juga lebih cepat. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. semacam pengumuman. Di laut terancam tenggelam. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. ia seperti membaui aromanya lagi. "Kenapa dia lari?" batinnya. atau menjadi buih di samudra nanti. berpulang saat kembali. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. "Biar gembur. Warna coklat cat berubah kehitaman. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. ia akan tunjukkan jalan. Bila kalian ingin bertemu tuannya. tempat kelahirannya. Matanya tak pernah menyorot garang. Ya.Di balik awan gelap yang bergumpal. Tapi.com/abclit. pesawat kembali stabil. Tapi.html urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. ternyata risikonya sama saja.html . Jadi. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. Ia duduk di bangku batu yang lembab." katanya kepada Halifa kecil.processtext. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung."Ke mana dia?" pikir Halifa. dua jam lalu. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Di seberang jendela. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. ia akan dimakan hiu.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Huh. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. ikuti saja aroma itu. pikirnya. gelisah. mengelupas di sana-sini.Kayu-kayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. Mungkin. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi.com/abclit. ia terpaksa mengubah rencana. kembali ke gazebo tadi.

Malida.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. Semua sungai terpolusi. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. tidak. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. di telepon. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. Malida sempat pulang beberapa kali. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. lagi. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Kata ABC Amber LIT Converter http://www. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. setelah bertukar pakaian dan makan siang. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. jauh dari orangtua. Ah. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput." Yu Sur. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Korupsi pun tak bisa besar. terutama hidupnya yang sendiri. berbagi nasib. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. Jabatan ayah memang jabatan tanggung.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya nenek pasti bercerita. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang.html .Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama." kata ayah." kisah ayah. ayah curang sekali.com/abclit. Malida kemudian menyusul Halifa. Bagi Halifa. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa.html malam hari. merusak sungaisungai. Kalau ada orang jahat. Makanya. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak.com/abclit. Ayah ikut mogok? Oh. lalu memacu mereka berlomba lari. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orangorang itu." Halifa sempat terbahak. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. siapa yang tahu. ia dan adiknya. Mereka. perempuan kakak-beradik. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanakkanak." Apa iya? Mereka kan begitu imut. tapi perlahan-lahan ia paham. Makanya ayah harus punya prinsip. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. debur ombak seperti nyanyian. Ha-haha …." kisah ayah. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Nak." lanjut ayah. tapi ia tidak. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. Seringkali sepulang sekolah.processtext. "Jangan kau siksa binatang. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian.processtext. Ibu juga tak menangis. jangan menginjak ke bawah. Entah kenapa. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali.

Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut." kata lelaki itu. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai.ABC Amber LIT Converter http://www. seraya duduk di tepi ranjang. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Keadaan kamar tersebut belum berubah.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah ABC Amber LIT Converter http://www. seraya menuang segelas air untuk Halifa.Pintu pondok tertutup rapat. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia.Mata lelaki itu mulai berair. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Macam-macam sakit pun ade. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. ia ingin menuruti kata hati saja.Kau disitu pun."Oh.com/abclit. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. Anak-anak itu terkurung di sana.Bermingguminggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. dak ape-ape. orang upahan dan anak majikan. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Halifa cume nak mampir sebentar. tuk. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil.Lame dak pulang. Yai kau ape agik.Hujan makin menderas." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. lemari pakaian dari plastik. sebentar agik nak pulang ke tanah. Ayah sudah menganggapnya keluarga.html ayah. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Atuk ni la sakit-sakit terus.processtext. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang."Sekarang belum musim keremunting. Sebelum meninggal. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Papa kau pun la pensiun. Ade yang nak atuk cerite.atuk dak bise nampak jelas. begitu pula tingkap-tingkapnya. dan panci-panci tergantung di dinding. Kebenaran kau pulang.Palang pintu ditarik. membawa gelas air. Semue lah berubah kata Halifa.kabur lanjut lelaki tua itu. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. Lelaki itu kelihatan amat tua. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya.Ia mengetuksekali lagidan disertaisuara. Ternyata. Pikiran Halifa mulai bercabang. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. tanpa mampu berteriak minta tolong. kompor minyak tanah. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. Nyai la dak ade. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya."Benar. Tak ada sahutan.processtext."Ini Halifa. tertatih-tatih mendekati Halifa." kata Halifa.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa.html . Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang."Atur ini Halifa.com/abclit. Banyak yang berubah. Ranjang dan meja kayu. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyianyiakannya. dia memilih tinggal di rumah kebun. Kini mereka berhadapan. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. Barangkali. Tapi. dari pening. tuk. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi.

Unggun terus menyala. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Semua sudah berubah.html Halifa.processtext. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. di kantor. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur. kabur. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan.Di depan hampir samar sisik danau. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Halifa telah kembali ke tanah rantau.Ada ABC Amber LIT Converter http://www. Papamu sudah pensiun. Macam-macam sakit ada. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. Namun.com/abclit. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. kakek tak bisa tampak jelas.Nenek sudah tak ada. sebentar lagi pulang ke tanah.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Halifa cuma mau mampir sebentar. Kakekmu apalagi.html . Halifa terdiam. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata. Lama tidak pulang. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. terdengar suara Sopa. kek. Ia cuma mengirim doa. Ada yang ingin kakek ceritakan. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma. dari pusing.ABC Amber LIT Converter http://www.Entah suara pungguk. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. Kebetulan kamu pulang.processtext. Wey. Kamu di situ pun. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. begitu pula si penjaga kebun. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. di bus. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi."Ingin kukatakan yang baik. Kakek ini sudah sakit-sakitan. tidak apa-apa. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala. di kamar kontrakan.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh.com/abclit. sesak napas.

""Kau jadi berteka-teki.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk."Aku tak sembunyikan apa pun. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini.html kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar.""Tentang kita?""Tentang kita.""Kau belum katakan berita apa..""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya..""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan.com/abclit. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba.com/abclit. Ayah sudah akan menutup semuanya. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. tentu saja.processtext. Bahkan.""Aku telah terima kau penuh seluruh. maksudmu?""Bukan. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. Wey.."Kau belum katakan apa kesulitanmu.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan. jika kau belum siap.. So.""Biaya pernikahan.ABC Amber LIT Converter http://www. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku. So.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya. Wey. Wey. So. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. sebenarnya. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana."Berita tentang hidup dan masa depan. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh. Wey?""Tentang apa?""Suami... Wey. Terutama berita yang menyakitkan. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita.. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi.. Malam masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. So.. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan. Aku kenal kau. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau ABC Amber LIT Converter http://www. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri."Katakan apa adanya. Kutahu kau sudah siap-sedia. Mungkin dapat kita atasi bersama.""Aku akan jadi suamimu.""Mungkin bisa.processtext."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. So.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua. Sementara waktu telah kita sepakati bersama.html . Tapi katakatamu yang terakhir begitu aneh. Tapi lebih dari itu.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. Ada gamang yang aneh.""Bisakah aku meminta sesuatu. Wey. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam tekateki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. mungkin juga tidak. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan.

Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. Wey. Semuanya sehat.processtext.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau. Tapi rasanya saatnya belum tiba. Demi ikrar itu aku minta. Kau menolak?""Tak aku menolak.com/abclit. Wey.. So. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah."Jika kau cinta. kurasa tubuhnya lebih ringan."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras.ABC Amber LIT Converter http://www.""Kau membuat aku makin tak mengerti. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. Tubuh dan akal pikiran. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau.html . seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan.Di Jakarta. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa ABC Amber LIT Converter http://www."Saat ini aku sehat. Namun. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna.com/abclit. So. selama kuliah. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan."Tapi untuk permintaanmu. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau.. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. So?"Tak kudengar suaranya. Kampung jauhnya lebih sekilometer. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. Wey. Wey."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. wajahnya tampak lebih tirus. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah."Kau sakit.processtext. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. seakanakan kehilangan pancaran masa depan. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya dengan permintaanku padamu."Sebentar nanti kau akan mengerti. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. Rautan yang ayu. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. saat kubopong.html melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana. Wey.

13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum ia mati. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. bahwa wanita kami dari daerah ini. calon istriku. Terima kasih untuk pemberianmu..""Terima kasih. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam?Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. tetapi aku telah menjadi suami.. barulah ia mati. Wey." kukecup ia sekali lagi.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. meskipun itu kekasihku sendiri.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima."Terima kasih. Wey. sementara bibirnya terus mengulum senyum. Hanya aku dan Sopa. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian..com/abclit.processtext.. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. Tetapi matanya terkatup rapat. Terkena leukemia. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat.processtext. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Kurasa suhu badannya lebih dingin. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. Wey. Napasnya masih ada.html .com/abclit. dan mereka bercinta. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya.html aku belumlah suami."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan..""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. nadinya masih ada. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau.

potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya.com/abclit." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. Begitu melewati gerbang depan. bagaimana.AKU kembali ke tangga.com/abclit. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. Mereka menarikku masuk ruang tamu. Kupencet bel. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". Mauthaussen. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. Dia hidup. aku tanyakan lagi. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit. Dan. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. kutanyakan tentang ibuku. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. Di situ kami tinggal. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. jenggotnya merah lebat. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. Sebab. Lalu." "Tidak mungkin. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan.html Sumber: Kompas. kuning. "Aku tinggal di sini. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. aku pencet bel. dengan sandal kain. aroma lama itu tak berubah. tapi kemudian berubah serius lagi. "kamilah yang tinggal di sini. Tuan Steiner tua itu memelukku. sementara aku masih mengenakan topi. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. sayangnya. setengah baya. meski terletak di wilayah Austria. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. "Lalu kami sendiri. baju narapidana bergaris-garis. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. menatapku. "Ayahku?" Tanggapannya. berdaging. "Pasti ada salah pengertian. Sejurus kemudian sebuah tangan-aku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. Lalu. dia berhasil menutup pintu. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. Mereka berdiri memelototiku. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab.processtext. Ya. dan kujawab. tidak dapat diragukan". Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. lalu mengujarkan namaku.processtext. Ia tanya aku cari siapa. melembutkan otot muka. Tapi. dan tubuhku berkeringat. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. Sampai di lantai tempat tinggal kami. memang mereka punya suatu kabar baik. Perempuan gemuk. "Lalu ABC Amber LIT Converter http://www. terganjal oleh kunci rantai. Kucoba menjelaskan padanya." jawabnya. kapan. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. muncul.Lalu. dia sehat." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. semua diam. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. ia berusaha menutup pintu. begitu. begitu katanya.html . tampak bangunan yang sangat kukenal. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Itu agak mengherankanku. Aku masih berusaha mencegahnya. Lift ringkih dengan pintu berkisikisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. karena kutahan dengan kakiku.ABC Amber LIT Converter http://www.

"Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. mengusik hati.com/abclit. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". bukan Kovacs. paprika. Pada hakikatnya.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. Lalu ujarnya. kataku. empuk. Ketika aku makan. Aku hanya dapat memulai hidup baru. barangkali. bahkan agak lebih terheran lagi. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. jam.Aku masih di situ beberapa saat lagi. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. "Tapi.html . tapi. kalau diingat lagi semuanya." Yang lain. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. Dan. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya." Dengan siapa? Salah satu menjawab. "kamu harus melupakan semua teror itu. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. Pada saat tertentu. Tapi. mereka mengangguk-angguk senang. "Bukan. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku." Dan. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga.kalau kuperhatikanbaik-baik." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit".processtext. sulit dibayangkan.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. begitulah mereka berujar dan berujar." katanya. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. kuperhatikan. Maksudku Suto. Barangkali. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Paman Fleischmann mengangguk setuju. kedua orang tua itu terdiam. Ya. ada benarnya katakatanya itu. Tapi. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. "Yang paling penting.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. Tentu saja aku tak berharap." Aku bertanya. Justrusebaliknya. "Tapi. pembebasan "akhirnya terjadi". meskipun semua telah berlalu. "sebenarnya dalam segala hal"." Paman Fleischmann merenung. "Kehidupan di rumah juga tak mudah.Misalnya.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. "Kovacs. semuanya seakan-akan terjadi seketika. Begitu rupanya mereka memahami masalah. bagaimana persisnya-tiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan." Memang harus kubilang." Tuan Steiner menambahkan.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru.html ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. "ia agak terlalu cepat.processtext." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. itu kata mereka padaku. mereka jadi agak terheran-heran. hari. Sementara itu. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadiankejadian yang membingungkan. menit. dan bulan. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. kukira. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. Entah bagaimana ABC Amber LIT Converter http://www. kutambahkan. Tapi Futo. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. "Dia sudah kawin lagi. Ia katakan. Di samping itu. warna merah anggur itu. dan cepat kutanggapi bahwa aku tetap suka." Dan. Tuan Steiner tua setuju. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. tentu. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. "semuanya dapat dipahami. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas." Lalu. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. dan setelah beberapa saat. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. minggu.

" Memang. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. kami sama-sama tak bergerak. Setiap menit berdetak. kalau dilihat secara keseluruhan. yang di Auschwitz. Tak kulihat dia balik. Apa itu artinya. masih tak jelas apakah kami akan langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga.com/abclit.Pada katakataku yang terakhir. ABC Amber LIT Converter http://www. Kedua orang tua itu bertanya. berlalu. kami tetap hidup.com/abclit. dan begitu kabur. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. menurutmu. Setiap orang melangkah maju. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. Tapi.processtext. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. yang di tengah-tengah. selama waktu itu antrean terus bergerak. begitu cepat dan sulit dipercaya. Tentu saja.html . ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. setengah mengeluh. Itu berarti. atau . bukan itu yang penting. Tapi. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api.Suasana hening. "Ya begitulah. terus maju. berdiri dan bergerak memutar. Hanya sekarang. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. final.Lalu. Kukatakan padanya. Maka. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah.processtext. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. katakanlah begitu. Baiklah. seperti halnya juga di rumah ini. Tapi. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. setengah kesal hatinya. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari.. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. selama kami memandang ke depan atau ke belakang.html mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". karena mereka juga tampak hilang kesabaran.. Tuan Steiner tua mulai gerah. mereka balik bertanya. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. Ganti kutanya mereka." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal." salah seorang tua itu merenung. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. "Tak ada yang istimewa. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. kataku. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. kataku. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. tentu saja.ABC Amber LIT Converter http://www. Jumlahnya sekitar seribu. misalnya. setidaknya itulah yang menimpaku. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. "Lalu apa?" mereka tanya balik. Lalu. "Lalu. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. "Apakah semua ini memang baik.. karena aku tak tahu secara pasti. Sudah tentu. tidaklah selalu begitu. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal." kutambahkan. misalnya. Tapi. tak ada perubahan lagi. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. dengan laku surut. Padahal. "Tak ada. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. di mana aku berdiri dalam antrean. kami melihatnya kembali ke belakang. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat." aku mencoba menjelaskan. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu." Yang lain menyambung. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu.

sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. barangkali dapat kukatakan. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. lawan bicara yang lebih layak. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. apa artinya jadi "orang Yahudi". Dan.. "Biar saja. satu-satunya ketidaktepatan. Satu-satunya keburukan atau keindahan. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. mukanya merah dan memukulkan kepalan ABC Amber LIT Converter http://www. Kupikir. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. Sekarang. dengan Anne-Marie. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. tak ada darah lain. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. jika . saat ini. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. tapi kemudian aku ingat kata-kata wartawan itu.processtext. Lalu." terus kulanjutkan.. jelas bukan itu yang kukerjakan. penyimpangan. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. dan kudengar apa yang diucapkannya.html Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu.com/abclit. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti.com/abclit. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. Sebetulnya itu bukan nasibku. hanya merekalah yang ada di sini. Sekarang. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. dengan ibuku. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar.. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. memang aku berbicara. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah." di sini aku macet bicara. entah bagaimanapun caranya. aku bisa bilang kepadanya. mereka ganti bahan pembicaraan. maka tak akan ada nasib. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. "Apa?" ia berteriak padaku. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. tapi sudah tak mungkin lagi.. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah.. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan kata-kataku."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya."Dan. Dapat kulihat. Mereka juga menyadarinya. dan semakin merasa kesal. Sekarang. Ia ingin melompat bangkit. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. aku semakin heran juga pada diriku sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Biarkan. Bahkan. Tapi. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. Dan. kecuali . "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu.. Tapi. katakanlah. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup.processtext. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz.html .

Tentu ia akan bahagia melihatku. dan aku merasakannya di sini-ini saat-saat favoritku selama dalam kam. jalanan menyambutku.html tangannya ke dada. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Namun. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. mulai bertumpuk dalam diri. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kamkam pembantaian itu. apa pun itu wujudnya.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. aku tak punya uang. Dan. dokter itu. suara mereka lebih rendah. ekspresi wajah mereka lebih lembut. tentu saja. Di sana.Jika memang mereka sampai hati bertanya. dan langit bersaput jingga. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Wajah mereka tampak seolaholah tertukar satu sama lain. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. Tapi. rasanya sesuatu sedang berubah. Kasihan dia. begitu mungkin bisa dikatakan. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah.com/abclit.Dan jika aku belum lupa. semuanya menggenangi kesadaranku. sekarang aku tahu. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. "teror dari kam-kam konsentrasi". Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. satu demi satu. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. Mendadak semuanya jadi hidup. di atas jalan yang sudah diempas badai. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. Barangkali. menghadap ke depan. dalam arti tertentu. Ini adalah saat-saat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. ahwal dan orang. tapi sekaligus penuh seribu janji. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. hidup jadi lebih murni.Turun dari tangga. Ya. Ya. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. Di sekelilingku. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. berada di situ. Ya. Lalu lintas lebih sepi. Tentu saja. Begitulah. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. Ibu menantikanku. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. Tentu saja itu yang diinginkannya. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. Juga di belakang sana. dan semakin turun ke jalan.html . untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. semuanya kembali lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. tapi bagiku. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. "Ini bukan berarti dosa. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?).Baiklah.processtext. rasa siapku sedang tumbuh. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. Bohus.processtext. benar. Aku jadi ingat semuanya. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. untuk mendapatkan kekuatan. ke arah aku hendak pergi. kemudian aku ingat. jalan tampak melebar. dan semua yang lain. lebih sederhana. memanjang dan hilang di kejauhan.

itu urusan ipar sampean. arloji itu akan dibeli buat upeti. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. batin saya.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust."Titipan Ibu Gubernur."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya.Catatan sejarah menyebutkan." kata Nunik. 800an di antaranya orang Yahudi. Pri! Bayangkan.ABC Amber LIT Converter http://www. ABC Amber LIT Converter http://www. presiden kek. Januari 1942. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. tanpa saya maupun kangmasnya. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. Setelah Perang Dunia II mulai.com/abclit. Wajahnya nampak selalu gelisah. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam.500 orang.html (Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. Pas buat dua orang.com/abclit. Dia lebih percaya.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah.html . Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya.processtext. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. polisi Hungaria membantai sekitar 3. adik kandungnya. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. bintang Nabi Dawud. mulai yang berumur 10 tahun.Titipan jendral kek.SEMBILAN ribu USDolar. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. Kami mengerti maksud Nunik.processtext.

Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. menurut sahabat saya. kedai murah di ujung Zeedijk. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. Sebab. Tinggal menyantapnya.processtext. Di Nam Khe.ABC Amber LIT Converter http://www. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. Agaknya pun berpikir.Wajah lelaki itu nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai. ya?" kalimatnya sangat sopan. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanita-wanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali.""Oh. Saya mengurus visa di sana. Sudah waktunya injeksi insulin. Beberapa kali sudah. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. Saya ingin mendengarnya. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. ya? Tapi saya bukan orang ABC Amber LIT Converter http://www. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60-an.html bukan titipan biasa seperti kata Nunik.html . tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi.processtext. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. Pri.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. Dugaan saya benar. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya.Nah. ini baru kehormatan namanya. Bapak dari Kedutaan. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia."Saya tidak peduli. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. Beberapa kali kami pernah makan di sana. lantas makan siang di Nam Khe."Sekarang dia menengok ke sini. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. berkerah tutup."Maafkan. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. dia berkali. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya.com/abclit. pikir saya. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. langsung duduk di depannya. Kehormatan besar buat Hargo. Namun sialan. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. mungkin sedang ngrasani kita.com/abclit. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. kancing-kancing dadanya berbentuk pilin-pilin kain yang melintang seperti anak-tangga. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap.

menunggu pesanan mereka. tak banyak punya duit. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik.. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Ketika saya selesai. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. Sekadar menghabiskan waktu. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. Itu dia. saya keluar sebentar. "Beli prangko.html Kedutaan. Saya sendiri tak bisa menunggu. Nampaknya Hargo berlagak kaya. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. mereka justru baru mulai. saya akan pingsan. tidak jauh dari sini. pindah semeja bersama kami. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu.processtext. Saya pun selalu bersikap begitu.ABC Amber LIT Converter http://www. Layak ditegur-sapa. tidak keliru.com/abclit.com/abclit.processtext." kata dia tiba-tiba." kata saya. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman."Ayolah Zus. tapi tak melihat Anda. bertemu dengan Pak Duta. Dan sekarang mereka ini. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai.html . Saya jadi kurang sopan. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. Hargo lain lagi. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Maafkan. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. karena dia yang bayar rekeningnya. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air. saya pun singgah di Wan Nam Hong.. Terus terang harus saya akui. Itu Hargo tahu."Selamat makan. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah saya di notes dia. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. Kami adalah orang-orang setanah airnya.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. "Mari duduk bersama kami di sini. merasa gula di darah saya kelewat rendah. Sahabat saya terpaksa menunda makan. Hargo ketamuan. Hargo bilang. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. sukar menemukan pasangan."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin."Mau bangkrut lu."O. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. mahal. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya.""Pakaian saya tidak begini. Lain kali silakan singgah di rumah saya.""Wuah. nginap di Hotel Dorin. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. ABC Amber LIT Converter http://www.. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. Semua hotel di Damrak mahal.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. Sahabat saya memang jejaka. batin saya.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. Pak. kecuali sangat perlu. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. Dia tak pernah punya kartu nama." jawab sahabat saya. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. Jangan di hotel. saya menghindari rekening Nam Khe. Saya tentu saja mengucap terima kasih. tidak. Pak. Jika saya nekat menunda makan. Dan itu sering keliru.

Saya melahapnya. Sahabat saya nampak makin kebingungan.processtext. Dia beri kita kartu nama dan addressnya. Ini bungkusan cocoknya buat saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. Priiii."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. bumbu mirip semur.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia."Untuk keluarganya di Gondangdia." katanya. Saya tidak bisa ketawa."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar ABC Amber LIT Converter http://www."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. Mas!" kata istrinya. Kebodohan yang kini sulit saya pahami. Haaar."Buka saja bungkusnya. Saya ingat. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. Nampak bengong.html Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya. tapi tak bisa menahan selera.html . Nunik bisa bawa."Tak perlu khawatir.com/abclit.com/abclit. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi."Isinya apa?" dia tak sabar. "Hukuman berat jika ketahuan. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton.processtext. Kalau ternyata bukan barang larangan.""Sampean ini." kata suami Nunik. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakutnakuti. Malah ngenas. Paran.000 rupiah."Alhamdulillah. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. baunya saja pun sangat nyaman. Saya pun tiba-tiba khawatir." usul saya."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Jika sial.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. kan bisa dibungkus lagi. "Terlalu riskan buat adik sampean.""Service Paspor. Karton itu saya buka. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. Saya sungkan pada suami Nunik.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. Memang terasa melonjak tinggi sekali. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta.ABC Amber LIT Converter http://www. Di Malaysia malah hukuman mati. Namanya pun baru dengar sekarang. Tentu tak tahu apa isinya. Tak sampai setengah kilo. Husaren Sla.

. jauh-jauh hari kamu sudah enggan.INI juga pada senja. Seperti percakapanpercakapan yang terusir. Kali kedua aku bertemu dengannya. dan berbisik: ABC Amber LIT Converter http://www. ya.Tengadahlah. Dan kita. Benar. matahari yang tenggelam. Di stasiun kereta api.Aku mengangguk. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. di kotanya. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. juga pada senja dan hujan yang sebentar. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. yang kekal dalam ingatan. juga yang berpasangan. hujanlah yang menyertai peristiwa. mungkin meratap diam-diam. segalanya butuh perhitungan. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. Ia agak kikuk. dibuntal oleh hujan yang sebentar.S>small 2small 0<. tak kuasa menanggungnya. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. Tapi lebih banyak yang tidak. Setelah sebelumnya.Ah. desir angin. tidak ada kepastian. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Lebih berpuing dari ini. Ia tidak secerah dulu.Hujan reda. beberapa mengalaminya. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. aku pikir akan selamat. tatap aku baik-baik. aku dan kamu. Ia rindu. Sayang.processtext.html Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. Dari kaca jendela kamar itu. kupandangi lama cuaca. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. Selamat. lebih nyeri dari ini.. juga dalam hal ingatan..html . Tidak semua gugur daun. . Dan ia menggeleng pelan.com/abclit.Aku kurus ya. semenjak gelengan itu. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan... dan rintik hujan.LALU aku bertemu dengannya lagi. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. selain hujan dan waktu yang bergulung. Tapi beberapa.Kami minum kopi. Dan di pojok entah mana. aku kira.. Aku tahu. sahabatku. nyanyian. Tak semua selamat. Tetanggaku. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. Dan ini tentang hujan yang sebentar. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. Apalagi. memang. bahkan bila kita mau.com/abclit. Di luar sana. mataku. hanya agak kurus. tapi aku yakin.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tahu itu. himpitan beban seperti tak tertanggungkan. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. Tapi tidak mungkin. khotbah. Ia masih seperti setahun yang lalu. membasuh sedih di luar sana. walau aku tak yakin benar. di senja hari. Sebentar ditatapnya wajahku. bahkan untuk sedikit kepastian.. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. seperti yang dulu-dulu..Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. Kami berpisah.. kamu ingin hidup yang tenteram saja. meyakinkan lebih tepatnya.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram..processtext. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. Senja ini tak ada kepastian. Semua selesai. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan.Beberapa selamat? Beberapa selamat. dan hujan yang sebentar. Atau mungkin sebaliknya. begitu sendu. sembari menunggu hujan reda. percakapan. Sangat rindu.

dan ini kakakku.Kamu!Di luar. Apa pun... tapi kuseduhkan secangkir teh. dan hujan. dari dulu. pertemuan itu telah menutup segalanya. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. televisi yang mati. Sebelum banyak bicara. senja dibekap cuaca yang murung. Aku bangkit. kedua tanganmu pasti kotor. dalam tubuh yang agak basah. Dan kamu berubah sekejap. Memandang caramu menulis. hendak membuat kopi. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap. menatap buku-buku.Kamu menunduk.. Aku merobek kertas yang di atasnya. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun.. kamu mulai basa-basi.Ini Dede dan Kahfi. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu. Aku hanya memandangmu. Seorang laki-laki juga menghampirimu. sebab itu salah satu yang kusuka darimu.. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. senja.Uhf.com/abclit.Kamu duduk lagi. air mata itu..Aku mengangguk.Seseorang mengetuk pintu. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. Aku beranjak dengan malas.Aku tidak begitu peduli waktu itu. aku tak kuasa menatap matamu. dan ingin juga bertemu.Harusnya aku mendekatimu. sesedih aku. misalnya. mengambil gelas yang kusentuh. keponakanku. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih.Aduh.Di hadapanku kini. tentang pertanyaan-pertanyaanku padamu. Aku memandang ke jendela.Tidak. Tidak mungkin. mungkin karena baru beberapa bulan. aku selalu ingin kamu menatap mataku. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. Mengapa jika kamu menangis. baru kutulis nama sayangku untukmu..processtext. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih. Aku mengambil kertas. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia.Aku sedang ada urusan di sini.Dari jendela. Baru setahun yang lalu.TAPI kepastian itu datang juga.Dan sekarang.. Mataku menatap perutmu. Cara menulis yang tenang dan ABC Amber LIT Converter http://www..Tapi kamu tahu. Ah. hujan mengguyur deras. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. Kamu di mana. Kamu bergetar. kebiasaan buruk.html sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. seperti sekarang ini. beberapa bulan yang lalu. Tapi kali ini tidak.ABC Amber LIT Converter http://www... dan memelukmu.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. Makan yang begitu tertib. dan mulai menulis. menghampiriku. Begitu singkat. Kangen. Lucu-lucu. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. sebagaimana aku juga tidak.Kamu menangis sesunggukan. Sangat deras. Belum ada tanda-tanda. Senja mulai mengetuk malam..Kamu mengedarkan pandangan. pigura-pigura. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu. dan lagilagi sesunggukan menangis. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. Suamimu duda. sepintas kulihat.Aku panik. Ah. tidak sepertiku... almari pakaian. Mengingatkan dulu. lampu-lampu mulai menyala.processtext. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. ya?Aku mengalaminya. sebelum banyak dusta. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana.Jangan tanya tentang pernikahanku.html . Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan. Seperti dulu-dulu. Apalagi hujan yang sebentar. Mengambil kertas dan menulis. Tapi kamu juga bangkit. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. kamu. Aku kembali ke tempatku semula. bahkan di diriku.. Hujan dengan cepat reda. akhirnya. sampai sekarang. bukan?! Tapi bisa jadi.Bisa minta tolong. yang selalu kamu seka hidungmu.com/abclit. Hujan akan segera turun. Juga luka dan getir itu.. menunggumu menyeduhkan kopiku.Kamu menyeka hidung dengan tisu.

cuaca cerah. tepat yang kelima. Aku tahu. Balik-balik. telepon berdering. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. minum kopi hasil seduhanmu. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. Kamu juga. Pintu terbuka.. Brengsek. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku.processtext.. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. Kubaca. Kuangkat. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. Kamu belum makan.html . menuju komputer. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. istriku. kan?Aku menggeleng. bukan kamu.com/abclit. Membuatku tertawa sendiri.*** ABC Amber LIT Converter http://www.Sore nanti. mampus.. Tapi urung.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Sangat indah. Sebab kalau kamu.Pintu kututup pelan. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu.Aku sedih. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri.Di luar. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya.Kamu tersenyum. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. Selebihnya. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. Dan mungkin menangis.Kenapa?Aku menggeleng. Lalu aku ingat.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. Tapi aku mencintaimu. sungguh. di dalamnya. padahal sangat peduli.. Kamu sodorkan kertas itu.com/abclit.Aku harus pergi. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. Aku tidak jadi menangis.processtext.html sepertinya sangat tidak peduli. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. Musik mengalun. Kamu duduk lagi. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Pasti ada yang hilang lagi. Lalu kudengar ketukan pintu lagi.Aku mengangguk. kamu tahu kalau aku menatapmu. aku balik. dan pernah bersumpah akan mencurinya. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu..Aku masuk.Kamu masih gampang terharu. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Kuambil nasi dan makan. Pagi ini aku tidur. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. ya. Bukan. . Nada suara tinggi yang merajuk itu. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. Perpisahan itu tidak enak. dan kamu sesekali main di sana.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. Tak menahanmu. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. Lagu-lagu sedih.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. Sialan.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Seperti kemarin. bersamamu dalam bayanganku. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. sudah terasa hilang sejak lama. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. Kututup pintu..Aduh. Menatapmu. Dan seperti tidak peduli. Di seberang. Mau nggak.ABC Amber LIT Converter http://www. ada janji makan malam.Aku bawakan makanan kesukaanmu. aku yakin. tak lelap.Kenapaaaa. Aku hendak menahanmu.Kamu bangkit. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih.

processtext. Namun. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. kalau sudah ada keinginan orangtuanya.processtext. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak." tulis ayah Berbi.com/abclit. ke rumah orangtuanya. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel.com/abclit." Seperti biasa. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Kalau disebutkan dalam surat. ABC Amber LIT Converter http://www.html ." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa.html Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Jadi. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman.ABC Amber LIT Converter http://www. Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. Sebetulnya. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.000 dollar AS lebih. Bukan untuk membuat Berbi penasaran. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa.

Pada bulan Maret tahun depannya. pertanda musim gugur telah tiba. Meskipun salju belum turun. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. Hamburg 1 "Pulanglah segera. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. Tidak dengan mesin tik. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. kalau tiket sudah dilunasi.ABC Amber LIT Converter http://www. meski teknologi sudah maju pesat.com/abclit. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas.com/abclit.processtext. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. Di Frankfurt. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. Jakarta. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon. Berbi masih tidak habis pikir. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya.." Begitu bunyi surat itu. Pohon-pohon sudah mulai meranggas. Apalagi ditambah dengan angin kencang.html Lagi pula. Jadi. apalagi dengan komputer. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik.. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt.html . Dalam satu-dua bulan. Rothenbaumchaussee. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan.. Entah ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.

ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. seberapa pun kecil atau besarnya. Apalagi pengarang cerpen atau novel. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. Oleh karena itu. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu." Surat ini mirip telegram saja. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi.processtext. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang.ABC Amber LIT Converter http://www. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. Di apartemennya.html .html kenapa. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Namun.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. Hamburg 2 Memang. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. Berbi tahu.com/abclit. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. Palingpaling hanya akan menjadi penyair. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. uang 2. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. Kalau pulang. Kalau toh terpaksa menulis surat. uang tetaplah uang bagi Berbi. si hemat kata. sang ayah hanya mengatakan. di Rothenbaumchaussee.processtext. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee.com/abclit. risikonya apa? ABC Amber LIT Converter http://www. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Di pihak lain, Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Sebagai putri tunggal, ia mengerti perasaan ayahnya. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga, pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau tidak, untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala?

Mudik 1

Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu, Berbi sudah dua kali menerima surat serupa, yakni memintanya pulang dengan segera, "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg, tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah.

"Pulanglah segera, ada yang akan kubicarakan denganmu."

Hanya itu isi suratnya.

Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi," kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.

"Oh, ya."

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Hanya itu komentar Berbi.

"Ayah ingin tahu, bagaimana pendapatmu."

Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.

Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab. Ia tidak menyangka, pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. Oleh karena itu, ia menjawab sekenanya, "Terserah Ayah sajalah...."

"Maksudmu bagaimana?"

"Maksudku, kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah, ya, apa salahnya menikah lagi. Sebaliknya, kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi, ya, tentu tak perlu menikah lagi. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru."

Ayah Berbi terdiam sejenak. Oleh karena itu, Berbi menyambung, "Omong-omong, apa Ayah sudah punya calon...?"

Sebetulnya, Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Cuma karena ayahnya sudah to the point, ia pun tak sungkan bertanya langsung.

Ayah Berbi menggeleng. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.

"Lho, bagaimana sih Ayah ini?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Teman-teman Ayah di kantor, katanya, siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi."

"Saya pikir, Ayah sudah punya calon...."

"Belum."

Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam, Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Apa boleh buat, peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Mudik 2

Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima Berbi.

Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta, Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.

"Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?"

"Aku pikir, aku mengidap penyakit."

"Lantas?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Setelah diperiksa dokter, ternyata aku dinyatakan sehat."

"Lho, memangnya Ayah merasakan apa?"

"Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Makan tak enak. Baca tak enak. Tidur tak enak, tak nyenyak. Badan serasa meriang sepanjang hari. Pada saat lain, badanku serasa gatal seluruhnya."

"Tensi Ayah, bagaimana?"

"130/90."

"Normal dong."

Graha Taman 1

Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah, pikir Berbi. Kalau tidak, tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.

"Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup," kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman, Jakarta.

"Maksud Ayah?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Maksudku, aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya."

"Lho, memangnya Ayah sakit?"

Sang ayah membisu.

"Ayah mengidap penyakit berat?"

Sang ayah menggeleng.

"Ayah sakit jantung?"

Sang ayah menggeleng lagi.

Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Berbi mengubah cara bertanyanya.

"Kenapa Ayah merasa akan mati?"

Dengan enteng ayah Berbi menjawab, "Aku dapat firasat...."

Graha Taman 2

Keesokan harinya, ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Lho.processtext. "Rencana Ayah bagaimana?" Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya. Kata peribahasa. "Turut Berduka Cita". Kemudian Berbi melanjutkan.com/abclit. "Kabar Duka Cita"." Mereka terdiam sejenak. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus. Kita kan perlu bersiap-siap. "Aku ingin. Namun." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. agar tidak mengecewakan sang ayah. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran.com/abclit.processtext. kamu pasang iklan kematian untuk aku. ABC Amber LIT Converter http://www. ’Sedia payung sebelum hujan’." kata sang ayah. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh.ABC Amber LIT Converter http://www." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu. Berbi mengajukan pertanyaan.html "Begini. kalau aku mati nanti.html .

"R. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati.html "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Rest in peace". "Telah Beristirahat dengan Tenang"." "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran. sih.processtext. Ayah Berbi meneruskan.ABC Amber LIT Converter http://www. kerabat. "Kok Ayah ingin diiklankan. "Telah Mendahului Kita".P". dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka.com/abclit. tetangga. Teman-teman." ABC Amber LIT Converter http://www. kalau aku sudah mati.I. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini.com/abclit." Berbi terdiam.html .processtext.

"Telah Dipanggil ke Rumah Bapak".html . "Telah Beristirahat dengan Tenang". Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. atau "R. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. "Telah Mendahului Kita".com/abclit. Berbi menuju Gate 1.P". "Berita Duka Cita". sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat.com/abclit. "Pilihlah ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita".html Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". "Rest in Peace". Berbi hanya berjanji. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. Di pihak lain. Akan tetapi. Dengan langkah berat. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya.ABC Amber LIT Converter http://www. kata ayahnya. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. Soekarno-Hatta. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu.I.processtext. Firasat. "Kabar Duka Cita". aku segera kabari Ayah" Dengan kata-kata itu.processtext.

kalau sudah sampai waktunya. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan.ABC Amber LIT Converter http://www..processtext.com/abclit. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan karyawisata ke Roma." katanya kepada sang ayah. atau e-mail. iklan mana yang kupilih.html . "Pokoknya. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik ABC Amber LIT Converter http://www." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. Menurut berita CNN. Berbi namanya. atau surat.html judul iklan yang paling bagus. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon..processtext. atau telegram.com/abclit. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. Semua penumpang bus meninggal dunia. Italia. Jakarta. tentu akan aku pasang iklan di semua koran. termasuk sopir bus. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg.. atau faksimile. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta.

Dengan nafas terengah-engah.processtext.yang tak pernah berlengan pendek.processtext.html . Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. Tapi luka dalam. bedak. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya.. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya.. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP. shampo. Tapi tidak demikian bagi Yustin.... sepatu. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. Sampai ia lulus SMP. Untuk sementara..""Tapi Meta sudah ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai ia masuk SMU. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. "Bukan di situ. bunda. pakaian dalam. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. justru karena ia tahu persis.com/abclit. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. anggun dan mempesona. Namun. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. Sebab nyatanya. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. rok . tapi tak dijumpainya setitik pun luka. "Bunda mau bicara sebentar. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya.Bagi Yustin. mata sembab dan isak tertahan. Meta sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya.html Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. Lalu dirangkulnya. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju .yang panjangnya selalu di bawah lutut. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Meta?""Aku beli sendiri. bayangan-bayangan buruk itu memang tinggal bayangan.com/abclit. bunda. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. Sampai ia berusia enam-belas tahun.

""Kau pasti pernah merasakan."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin.. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah.com/abclit. panggilan mesra.""Bunda khawatir. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu."Dengan perasaan berdebar dan bertanya-tanya Meta membuka seluruh pakaiannya.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan.""Tapi. Buka saja dulu pakaianmu. membelaimu. Semuanya. nak.""Tak usah. memelukmu. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. bunda. Ia tak bisa datang menjemput. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. yang setiap hari mendengar decak kagum. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu. Meta. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. pujian.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah.. "Perhatikan bibirmu secara saksama.. Mengamati anaknya sekaligus dirinya.."Meta terdiam..""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip.html mau berangkat sekolah. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup. Bunda cuma khawatir.??""Jangan bertanya dulu buat apa.. menyentuhmu.processtext. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir.ABC Amber LIT Converter http://www.. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya.." "Lalu.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu.processtext. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat.atau.html . Matanya terpejam... setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. bunda.""Bibir saya kenapa. hingga yang pada mulanya ia hidup biasabiasa saja sebagai layaknya pemuda desa. atau senantiasa merasakan. Badannya besar dan kekar. Dengan berbagai kecemasan. Meta.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya.com/abclit. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya.. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. Tak mungkin ia bercerita. serta rayuan dari para ABC Amber LIT Converter http://www.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya."Mungkin kau benar.."Meta mengiyakan dengan cara terdiam."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. Kapan pun.""Apa. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini. Meta. "Kenapa. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu.. Pipinya membasah. siutan panjang.. memujimu. atau sering merasakan. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari..""Biar bunda nanti antar kau naik taksi.. Dan ini membuatnya jumawa. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya..""Jangan berpikir sejauh itu. Meta... Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu.""Meta tak tahu apa maksud bunda.. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya.. Aku harus berangkat naik bis kota.

mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. "Halo.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus.. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. eyeliner.html .com/abclit. Ada nama seorang pria tertayang di layar. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain.processtext. kalung. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. Ia pun buru-buru membuka almari. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. gelang. blush-on. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. oom."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anak-anakku. Kamar 501. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. ya?" "Sebentar. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi.html pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. sebab segala rupa sanjungan itu lama-lama sangat dinikmatinya. stiker tattoo dan pernikpernik lainnya. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. Oke.. eyeshadow. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya. 11 Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. dan gunakanlah kartu debet atas-namamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. dan bicara dengan suara selirih-lirihnya. Dan Yustina tak kuat bertahan.. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. Meta?" Jakarta. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. giwang. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. Ketukan pintu membuatnya kaget.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. maskara. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka..Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar. anting. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. minta aja kunci ke resepsionis. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. "Ya.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkat-angkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima.ABC Amber LIT Converter http://www."Dan Yustin tak kuat untuk menolak.com/abclit. Sekarang aku sudah di kamar. Dan Yustin tak mungkin bercerita. "Kau bicara sama siapa.processtext.

Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. yang ABC Amber LIT Converter http://www.PADA saat itu. untungnya aku datang. apakah dia masih mencintai Bram. "Non."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). langit menulis kata-kata itu. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. lebihlebih. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu.processtext. kalau kau punya suami. Dina tahu Bram ada di sisinya. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang. Sekarang. Tapi." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. Dina menikah dengan Bram. "Kuberikan diriku. tiba-tiba Dina tidak tahu. aku cinta Bram.Malam itu. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. menari. di halte sambil menunggu bus. setamat sekolah pulang ke Indonesia.html . bersihkan sarang laba-laba itu. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya.JALANjalan. waktuku. Ia menampar habis-habisan sulungmu." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mail-nya. "Kubisikkan pada mereka. dan berucap.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Dina membawa sebuah buku. ketika selesai menyetrika.processtext. aku cinta Bram.html Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari.com/abclit. ketakutan. Dina menyanyi. Namun. hal itu diomongkan kepada Bram. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. seorang lelaki Indonesia. dan kesedihan adalah milik mereka. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. Kamar Masmu memang jorok. Dina duduk di ruang tamu.Kemudian dengan bayinya. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak.com/abclit. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. Kala mendongakkan kepalanya. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam kandanganku. Itu rasanya tidak mungkin. Bram.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. harapan. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram.Anaknya lahir dengan sehat. Mereka samasama bekerja keras. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). cintaku kepada sulungku dan Bram."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya)."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. berdiri di mukanya!Jaringjaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. sebenarnya Dina merasa. aku cinta Bram.

saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. Karena semua orang bilang. sebaiknya minum susu dan aspirin. Memang ada ABC Amber LIT Converter http://www. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya.processtext.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. bajubaju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. yang sampai pada saat ini.com/abclit. Dina tidak ingin peduli. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain).APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya.processtext. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku."Dina diam saja. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. Dia naik ke lantai dua. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. "Nduk. Dina mengatakan kepada Ibunya. tapi untuk keluarga. mengirim cintanya lewat telepon. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. Dina mungkin capek."Ibu memeluknya. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun.html kemudian menjadi suaminya.ABC Amber LIT Converter http://www.Dina menjerit-jerit. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. perasaan dan pikirannya. ia membersihkan sarang laba-laba di rumah Ibu. Sebetulnya. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. masih menjerat seluruh tubuh."Ibu memeluknya. "Ibu. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya).Langit di sana diam-diam saja.com/abclit. Celakanya mereka bukan laba-laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. Semua perabot rumah. perceraian. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. "Din. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku.DINA menyusun rencananya. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. aku tidak pernah mengurungmu. bukan untuk diriku sendiri.SUNGGUH. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. kamu depresi. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. Langkah satu. Dia merasa. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. "Nduk.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai.html . dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba. mereka adalah labalaba ganas. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. sebisa-bisanya. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. Hal ini dibicarakan dengan Bram.

kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang labalaba. Namun. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. anaknya. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. Padahal.""Jadi."Bram. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. 18 November 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. Beberapa tetangga berdatangan. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu.Kesedihan."Bram melihatnya lekat-lekat. Din. "Sudahlah. Dan jaring laba-laba itu. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas Bram dan anakmu. Bram berkata pelan-pelan. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. karena tanpa tugas-tugas itu. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. kasihan anakmu.com/abclit. "Ma. "Pa. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. Kamu masih dalam proses penyembuhan. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. Dina menganggap. Dilihatnya Bram dan anaknya. harga obatmu sangat mahal.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. turuti sajalah apa kata dokter. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua.processtext.com/abclit.Sampai di rumah ini.Akhirnya. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. Bram yang seharusnya merawat. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta).ABC Amber LIT Converter http://www. Dina jijik dan sekarang. mereka berdua melenggang ke kota lain. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. "Din. ketika Dina merasa pusing yang hebat. tapi harus dihormati). ayo tidur.Malang.html ekspresi cinta dari Bram. Dina berkata pelan-pelan. selamat tinggal. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka.""Kau tidak mencintaiku lagi. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat).html .processtext. "Saya harap. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan mengurus dirinya." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. kamu sudah sembuh.Dina menangis. mengejar-ngejarnya. Bram berdiri di antara tetangganya. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. mereka akan datang menjemputmu.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya.

semuanya selamat dierami. Upik merasa tersanjung. Atau ada yang sempat bertelur. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. bakal cepat berkembang. cukup dengan berkata. tak perlu menunggu tamat sekolah. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. berdiri tegak umpama dari landak. Ketika si Upik masih kecil. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik.ABC Amber LIT Converter http://www. dua-tiga butir yang dierami.Akan tetapi. terhindar dari segala penyakit dan kematian.Demikianlah. Dan. tiada dua. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. orang-orang percaya pada pertanda. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. ajaib. dan turun dari kandang berkembang-biak. pusarpusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya.html Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Ayah telah memberinya sejumlah kambingABC Amber LIT Converter http://www. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. sekolah si Kandik harus terus disambung. Alangkah indah dan menyenangkan. mencari kutu.processtext. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. Karenanya. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. menampakkan wataknya yang keras. "Ayam ini untuk si Upik. sambil menyibak pusaran rambut itu. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. ya. pusar-pusar ternak itulah.com/abclit. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian.processtext. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. baru akan naik ke kelas enam saja. tamat SMP ke SMA. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. Berbeda sekali dengan si Upik. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. Merimuk saja di sudut kandang. lalu tumbuh berpasang-pasang. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. Ia bercita-cita menjadi tentara. ayam-ayam berkotek di kandang. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Tak perlu menunggu lama.html . dan Ayah merestuinya. Tanpa harus menguak dan meraba. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. kanan dan kiri. Ayah tentu merestui." maka. Rambutnya kasar seperti ijuk. Dan kenyataannya memang demikian. Konon.com/abclit. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. cukup angin saja yang menyibak. nanti mendaftar jadi tentara.

Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. Berhujan-berpanas sudah biasa.Pagi-pagi sekali. Tidak. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambing-kambingnya ke padang gembala. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. Tak hanya kambing. di usia sehijau itu. tapi bukan penghiburan yang didapat. berarti menantang adat dan kebiasaan. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi! Dan petang itu si Upik teramat sedih. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. berkah dari adat yang bertuah. setiap isyarat jadi sebab.com/abclit. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuansungguh dianggap keterlaluan. Selalu. Sendiri memintal hari. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. Maka. tidak berbaju buka kepala. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. Maka. dengan sekali sentak. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. ternak si Upik memang berkembang-biak. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). tapi bermacam-macam. berkat tetua yang pandai membaca. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. Dan semua ternak diterima Ayah. "Anak gembala. dan Mak tak kuasa membujuk.processtext. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. dari ayam. seorang sahaja di tengah padang. Si Upik tak kuasa menahan tangis. begitulah. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. Akhirnya Ayah bertindak ABC Amber LIT Converter http://www. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala.. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. melainkan dampratan dan umpatan. Sungguh menambah beban. Ia merajuk." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. dan ia tak peduli. begitulah keadaan diri si Upik. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". ayah butuh seekor kambing!" Maka. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan?SEPERTI diduga. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. sapi dan kini kerbau. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. Membuat si Upik tak nafsu makan.com/abclit. apalagi si Upik. turun-temurun. kakak-adik.ABC Amber LIT Converter http://www. Setiap tanda jadi tanya. mungkin juga seorang bandar!). dan berseru di tengah padang.html . dengan kumis melintang..processtext. "Upik.html kambing orang dengan sistem paroan2. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. Menjadi adat orang seranah. tanpa pernah berunding dengan dirinya.

istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun." Lama-lama. orang mahfum. Apakah sekadar mendapat teman bercakap. orang tua penuh perhatian. Ayah menyeretnya ke belakang.. mengancam. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. ingin muntah. diserbu belalang dalam semalam. Tak tergurat tanda amarah. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna.Terhuyung Upik meniti pematang. yang menjadi latar perkampungan.. Dengan satu sentakan. mampir sebentar dan bercakap. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. patuklah pusar-pusar di rambutnya.Tapi Upik menyukainya. itulah yang utama. Cepat Upik berlalu. Upik." kata Mak kelu. Pik. apalagi mereka tak punya anak. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang.html . kecuali dari Pak Kudun!Ah. Mengobati sakit dan lelahnya.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. "Hampir panen. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam.com/abclit. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam.processtext. ketika seseorang datang berseru. juga rambutnya yang kusut. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. menyejukkan. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. dan Kandik segera mengejar. Wajahnya bersih. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekat-dekat. Isi ladangnya tak pernah jelas. ia lihat wajahnya. Dan petang itu. tak sekadar membentak tapi menggampar.. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. Dan penuh perhatian. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. ia dengan nyentrik bilang. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. entah kenapa. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. kawanan bangau yang putih yang suci. Dipijatnya kepala Upik di sana. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. Sebenarnya. dijambak dan diacak-acak. tapi sudah cukup akrab-bercakap. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. "Awas. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan uratABC Amber LIT Converter http://www. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. Perutnya mual. Di kubangan. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. "Panen gagal. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak.Tabiat buruk Ayah kian menjadi.processtext. rasa diperhatikan dan penghiburan. Dan merasa lengang bila lakilaki itu melanjutkan perjalanan. kurus dan menderita. "Kamu sakit. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. bangau-bangau itu lantas menjauh. Yang jelas. "Kamu mesti berangkat. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. O. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. dialasi tikar.html lebih jauh..

Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diam-diam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala.. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa.ABC Amber LIT Converter http://www. Upik merasa lengang tiba-tiba.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. Dan Upik. Upik sungguh tak bisa berbuat apa-apa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah."Dan kau. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. kalau Ayah sampai tahu. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang.PETANG itu. dengan tatapan orang yang minta diri.com/abclit. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. untuk kali itu. menggeleng-gelengkan kepalanya kirikanan. Awas. berarti kau yang memberi tahu. Dan karenanya. seperti tersadar. "Sudah lumayan enak. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. Batal ia mengambil mangsa. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. Gadis itu terpana diam. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Upik ingin tak mengenang. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada ABC Amber LIT Converter http://www. dan berteriak seperti biasa. "Mbheeeeekk. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak." katanya dengan suara bergetar."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. irama itu terputus tiba-tiba. Sebelum pergi. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. iramanya melengking tinggi!Tapi.. Tinggallah Upik dengan hati senyap. "Upik. Maka. lantas si Upik berlari menuju ke sana. Ayah lalu berbalik langkah. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. Pak Kudun memandangnya. tidakkah juga. Iya 'kan?"Begitulah. meniup puput-serunai batang padi. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian.html urat di tangannya. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang..Upik menggerakkan kedua lengannya. Barulah sesampai di tempat yang sedikit terbuka. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. Lantas. Seperti sekarang! LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian.." Pak Kudun tak melanjutkan.html . mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. si Upik melepaskan jerit. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. dan merasa agak enak sekarang.processtext. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. Kandik segera berlalu menyusul kawankawannya yang kian jauh. dengan ucapan yang tak selesai itu. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Terima kasih.. Mak. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. Keduanya bersitatap. Tapi. Pak. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. melainkan datang dengan ancaman yang sama.processtext. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayah-bila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. Ah.com/abclit. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. bukan mengembalikan mangsa.

terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. "Upik. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. Senja mulai turun. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. "Ceritakan dong. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. Aku telat datang!" pintanya kemudian. Tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. Ia ingin menjerit.." beritahu Tangkai. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan.Rumahlebah.." bisik Pak Kudun. Sistem paroan. tapi setidaknya."Tenanglah. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya.. "Ya.. sesuara lebih dulu menyentaknya. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. Upik. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. ada apa ramai-ramai. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba Sumber: Kompas. Pu. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda. meski sulit dipercaya. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. Edisi 01/05/2003 "KAI. Pusar-pusar. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. ceritakan apa adanya saja.2.html pancang di kandang..Upik beranjak ke arah semak-semak.. "Cuma....com/abclit. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sanaABC Amber LIT Converter http://www. dan kalau nanti Ayah datang mencari. Kita ke ladang saja sekarang. Namun. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal. berpulun kain sarung.processtext.Aku juga tidak bisa cerita banyak.. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. baru beberapa langkah. Yogyakarta. Disebut juga uyenguyeng atau pusa-pusa. hantu. Kai. Menembus pekatnya ranah yang berkabut.html . asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. tenanglah." katanya. atau. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. Ayahkah.processtext. 2002Catatan:1. Semakin tebal. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. semakin bebal.com/abclit.

com/abclit. tadi lebih pikuk. Di sini nggak ada enaknya. Jangan pikirkan si Capung. "Demi persahabatan. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. tenang dulu. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. Ah. Aku baru terbang dari luar kampung sana. Di antara tiupan angin yang membawanya. sekarang. "Sudah.. Bahkan dalam tidur pun. "Ya. "Jangan di sini.processtext. Sampai nantiiii." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana. "Cerewet. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. "Nanti. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. "Sudah. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah." kata Kupu-kupu. hingga kemudian.. "Wah wah.processtext." kata Kupu-kupu." "Kok berkomentar lagi. aku malah hampir lupa. "Jadi tidak mau mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. Seru sekalii. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. aku masih agak terganggu sampai sekarang. Dua lelaki." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu." lanjut Kupukupu.. karena tadi terbawa angin..." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. teruskan." kata Tangkai bergoyang." kata Tangkai. Kupu-kupu tampak berpikir." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggasunggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. "Sudah risiko. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang. Ceritakanlah.. Kok kamu tahu mereka ayah anak. maaf.. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. Kelihatannya ada jalan keluar. Agak sedih malah. maaf. tidak begitu. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar. "Kuringkas ABC Amber LIT Converter http://www. Aku belum mendengar apa-apa.com/abclit. "Pergi juga tak apa-apa. "Jadi ketinggalan berita." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi." "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Nanti dulu. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. ada angin lagi. nanti dulu. aku pergiii!." "Begitu?" "Ya. "Oohhh. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. Bukan ingin tahu pendapatmu. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. "Lho. Kelompok Bunga belum sempat bercerita.. "Nanti dulu. Masalahnya. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari." kata Kupu-kupu. nanti saja ceritanya. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan. Melihat Kupu-kupu datang lagi. "Wah. Hm..ABC Amber LIT Converter http://www." "Dua orang kataku. Tangkai akhirnya mengangguk. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. Oya. teruskan ceritamu.html . peristiwa apa sih sebenarnya." kata Kupu-kupu." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. teruskan ceritamu. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia. Capung kemudian terbang dengan tak acuh." "Karena mereka saling memanggil begitu. Ayah dan anak. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu.." kata Kupu-kupu. Mau dengar nggak?" "Maaf. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin.." kata Capung.. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin.html sini!" tegas Kupu-kupu.

" "Aku kan Kupu-kupu pintar. setiap penilaian." "Terserah kalau begitu.." "Yuk." Tangkai bergoyang." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul.. Ayah dan anak berteduh di halte sana. Lalu tentara datang. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan. "Kukira ada hal yang luar biasa. yang diteriaki." kata Kupu-kupu. lalu menaiki sebuah angkot.html .. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. Daaag. Lalu kau dating. Kejadiannya berjam-jam. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. setiap kepala. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu.. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. tahan dulu. Hinggaaaaa. sama-sama meninggalkan kerumuman. maki-memaki... yang diinjak. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar.. hingga tembak-menembak. Ayah dan anak dikeroyok. teriak-meneriak. Para penumpang yang ditodong melawan." kata Tangkai. kau seserius. Akhirnya tak jelas lagi. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. yang ditembaki. karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. tahan dulu.. "Wah." kata Kupu-kupu. "Itulah..com/abclit. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri.. "Iya. Sementara si Tangkai kembali bergoyang." "Daag.. "Itulah.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. peneriak. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul.. kok biasa saja. Jalanan benar-benar macet. "Begitulah. Dia tidak begitu hebat. Hing. tikam-menikam. Masih cukup dekat dari halte. lempar-melempar. masing-masing akan terdengar khas..html saja. Setiap mata. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. Tak percaya oleh kenyataan." kata Tangkai. penginjak. kemudian ikut berkelahi. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat..com/abclit. tak tak puas. "Ah. Tapi perkelahian masih berlanjut. Polisi semakin banyak berdatangan." "Wah. Polisi datang dan melerai.. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. Pukul-memukul. Bisa kau bayangkan. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu.." kata Kupu-kupu. Ya. "Terserah. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri.. Bisa kau bayangkan. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. Biar informasiku lengkap. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul." "Itu dia. Tak ada yang mengejutkan." "Apa itu?" "Kedua lelaki. "Ya dong. Darah berceceran di mana-mana. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. Begitu saja. "Maksudku. setiap hati." "Hussh! Hussh! Kau. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu." kata Tangkai. Para penumpang menontoni." kata Kupu-kupu.. Begitulah. Bus-bus berhenti. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. akhir dari kejadiannya.. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang ABC Amber LIT Converter http://www. Cuma kejadian sederhana. Nafasmu nanti habis. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. "Ya. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan. Hinggaaa. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. Itulah ringkasannya. Atau malah kurang seru... "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai.processtext. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. dan menghilang ke ujung jalan sana. penembak.

*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. atau memang sudah mati percuma." nasihat Ayah seperti berpuisi. dan sekaligus dibanggakan. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. Bukan hanya Bulan. Kalau tidak. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga." kata Ayah. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. dan Pati akan panen order dari Thailand. katanya lagi dan lagi. Tukang-tukang kayu dari Jepara. Kini komputer menggantikan perannya. membawanya. Atau menutup berbagai lokakarya. karier Anda sekalian bisa lebih suram. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. Lunglai. sudah pingsan berdarahdarah. Sampai ketika kedua orang itu. katanya lagi.processtext. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu.html heboh. dan Brunei Darussalam."Makanya jangan melawan Rembulan. Tentu saja.processtext. Turuti saja panggilan sinarnya.Pada tahun 2003. pandangannya melulu terpancang pada Bulan." Pada tahun 2003. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya." ujarnya kembali berpuisi.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. "Lontar telah pergi. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah. Pada tahun 2003. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu.Aneh banget Ayah itu. bagaimana kedua orang itu. yang masih dapat dimanfaatkannya. ayah dan anak.html . menceritakan hal sederhana. Singapura. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Rembang. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. menonton sejenak. tapi juga tahun 2003 itu. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. namun sebagian lainnya tak perduli. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. Tahun yang sangat ditakuti. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi.

Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. hari-hari kami seperti lebih teduh. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. kebanggaan keluarga kami. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. cinta pada keindahan. Matahari tidak langsung memancar dari langit. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Sekarang pada layar monitor. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ABC Amber LIT Converter http://www. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. cinta pada anak-anak. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. Kesehatannya tampak terganggu. Bukan. ***SEPULANG pidato. katanya. Ia menggiling beras untuk petani setempat.com/abclit. Apakah mereka harus dikabari. Ayah tidak berdiri di sana. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. Cinta pada pohon. semangat hidupnya seperti menggelegak. Setiap benda itu. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Itulah nama Latinnya. itulah pohon tal. Ayah bergumam. belum pernah bicara. Tetapi.Bukan hanya gelap gulita. Tak ada cetak biru. seperti yang semua sudah tahu. pada disket. berbuah maupun tidak berbuah. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik.com/abclit. cintamu juga harus lebih canggih. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama.Anak-anaknya berkumpul. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. pohon lontar itu. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. Belum mengerti pasar modal. Universalitas ini yang penting.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di kabupaten Klaten pun. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. Kini menunggui Ayah. cinta pada kebenaran. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. hidup ini perlu penerangan. Pendeknya. punya karakter lokal dan manfaat lokal. siwalan alias lontar. dan cinta pada pengetahuan. tiga anak-anak lontar yang setia. Kami tak mau mengecewakan hatinya. akan mati.Borassus flabellifer. Tahun 2003 sudah datang. melalui jendela yang terbuka. adalah tulisan. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. Ya. Sepeninggal lontar. baik sipil maupun militer. Tapi. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. pada hard disk. Padahal. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Ia cuma melayani dan melayani.Aku sengaja mendampinginya. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. blue print. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. cinta pada Tanah Air. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. sekarang pohon itu tak ada lagi. pribumi maupun Tionghoa.ABC Amber LIT Converter http://www.Sepeninggal pohon lontar. Seolaholah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. Dulu.html menghasilkan daun tal atau lontar. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. kata Ayah. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. cinta pada Ibu. Tak ada action plan.html . semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. maupun indeks gabungan harga saham. Ya. yang buahnya segar. Tiga anaknya berkumpul. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. fluktuasi harga.Namun. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. Seolah-olah bersyukur. Yang daunnya berbentuk kipas.Makanya.processtext.processtext. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. banyak orang belum siap. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. tapi hitam legam di panggung sejarah. juga punya karakter universal.

Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. juga tapak liman dan tempuyung. lalu sunyi lagi.. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. Sekali dilirik. dan seindah-indahnya. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. yang telah duluan meninggalkan kami. guru sekolah dasar luar-biasa."Ibumu tahu. Anak-anak sudah tidur. ibumu tahu. Memang ada banyak macam manggis.processtext. elegan. berkilat-kilat. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. taman. Air mukanya tidak pucat lagi. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. dan berbuah. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah.com/abclit.Hidup ini seperti sebuah lapangan. Aku teringat perempuan tinggi. aku terbangun. Ayah tampak sedikit tenang. kira-kira pukul empat pagi. Dalam perjalanan panjang hidup ini. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara.." Ayah mengigau lagi.processtext. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. katanya. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. yang terakhir itu bukan manggis biasa. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. Tapi. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. bisa teringat selamanya. aku curiga. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. Dini hari betul. Ayah seperti batuk keras sekali. Tapi. Ia bisa tumbuh di mana saja. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. kukuh. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. Semua dilakukan dengan senang hati. Wajahnya pucat. Rumah sakit mana saja. Bukan hanya tapak dara. Daunnya tebal. Semua anak Ibu tahu hal itu. aku terbangun. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. sepertinya semua baik. Meskipun jalanan berbatu. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. anggun. ada Garcinia dulcis. tumbuh rajin." Ayah mengigau lagi. Satu per satu. Batangnya kuat. juga di jendela kamar Tante Yetti.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. bahkan di semen sekalipun. atau mungkin hutan bagi Ayah. mendengar Ayah memasukkan sepeda. Ya."Jangan melawan sinar rembulan. tentunya. berkembang. yang sudah punya tiga orang anak. Tapi. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta.com/abclit. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Garcinia porecta! Manggis hitam. Tapi malam ini.***MALAM sudah larut. Lewat tengah malam. Napasnya normal. atau mungkin juga kecapaian. Ia akan menyusul pohon lontar. dan nyeri perut.html ini? Berangkat dalam tanda petik.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber).. obat batuk.html .Namun. dan terlalu merdeka. Napasnya kembali tersengal-sengal. kebun. Setiap orang punya perlambang sendiri. Ayah mengajari kami hidup tekun. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. Malam itu bulan bersinar sangat terang. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. Napasnya semakin jarang.ABC Amber LIT Converter http://www. semua laki-laki. Ada Garcinia mangostana. kami tidur di sekeliling Ayah. Aku membangunkan adik-adikku. Sekarang ABC Amber LIT Converter http://www.

Terserah pada kami. bila rajin buka kamus. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. Katanya juga jelas dan tegas. Tamarindus indica. mirip seperti Ayah. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman.Aneh. membaca berbagai koran dan majalah. makin ingin tahu. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. mungkin juga kurma. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba."(Sebagai ziarah abadi. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. cantik dan setia. Mungkin juga lontar. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. Ia bisa jadi palem raja. tidak bisa diajarkan." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. Pencipta alam. Sejak ada komputer.Aku senang Ayah banyak membaca. persis seperti tertulis di sini. menurut ayahku." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. tetap saja tidak bisa. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. dan American Family Therapy Academy. Ia mengingatkan orang pada AFTA. Tetapi.processtext. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. yang gugur sebelum tahun 2003) ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah.Sayangnya. ia mirip palem raja. kelapa sawit. barangkali.com/abclit. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. kami panggil suka-suka kami. Atau ada "rembulan" beneran. kakak dan adikku. Aku pohon manggis hitam. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. Kalau sedang pemurah. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. Atau kelapa. ada atau tidak ada AFTA. Ia terus tumbuh ke langit.***PUKUL setengah enam. aku.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. teguh dalam badai. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. Buahnya banyak. Bahasa itu harus dipelajari. Ia pohon asli Indonesia. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. Bahasa itu. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. lindungilah Ayah kami. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. kegemarannya makin berkobarkobar. seperti ibunya. siapa yang mau melawan?Yang terang. anak-anak siwalan ini. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. sejak 1977. Bukan nyeri. ada atau tidak ada Rembulan. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda.html juga. yang bungsu adalah pohon salam.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. ketika matahari terbit. Kalau sedang pelit.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. tingginya bisa 25 meter. Borassus flabellifer yang kuat. Sebaliknya. sekali! Ibu bukan Rembulan. Melalui Internet. kini menjadi yatim piatu. Begitu banyak hal disingkat AFTA. bila Rembulan bicara. Ia tidak takut cahaya Rembulan. "Jangan takut pada hutan. atau palem puteri.com/abclit. tapi siwalan. dan si kecil.html .processtext. siapa pun Rrembulan. meskipun tinggal di dusun terpencil.Si pohon asam jawa. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Kami tidak boleh berargumen apa pun. sadeng. "Jangan melawan Rembulan. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. terkait dengan pemahaman ekologi. Makin tua makin rajin belajar.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. Mungkin Ayah lupa. berpusat di Miami Florida. kakak memilih jadi asam jawa. untuk Muhammad Saleh Kismadi. tapi menyeramkan. Entah itu Asean Free Trade Agreement.

vas bunga. berjumpalitan ditingkah pecahan guci.-ah. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. Ruang tamu itu kosong. Di dahi. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. Lalu lengang.Gemetar ia melangkah. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. Tetapi. cermin asbak. Lama. pintu itu belum juga terbuka. Mai? Kau tampak capai sekali. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Dan ia masih mencoba menunggu.. Ia terus melangkah. kursi. Meja.ABC Amber LIT Converter http://www. Masih menunggu seseorang. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya.processtext. ia masih berdiri di depan pintu.processtext. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. "Bagaimana kuliahmu hari ini. dan akuarium. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Mandilah dengan air hangat. Tetapi..com/abclit. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Mengedarkan pandang. Tetapi. Tampak kotor. Ia tampak takut. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. bagai habis terbakar. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar ABC Amber LIT Converter http://www. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Menunggu seseorang membuka pintu. entah dari mana. Langit bergetar." Atau kecupan mesra di pipi.html .com/abclit.Namun. Juga sayup jerit. terdengar berulang-ulang. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. Berdiri gamang di depan pintu.html Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Ia terus berdiri. Lalu. menjijikkan. almari. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. sepi. tapi niatnya tak surut. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Juga sedikit bercak darah pada gerutan kasar di tembok. Dingin menembus tulang.Malam merayap. meremang. Sulur laba-laba menghiasi tembok. Lama. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. itu sia-sia. Tetapi. ia ingat. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. begitu miris. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat.

Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. berteriak. ya. sendok. menggeleng pelan. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa.processtext. Ia mengenakan toga.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. saat ini. urung. Ya. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. ingin mencium bercak darah di tembok. Melotot. dan ABC Amber LIT Converter http://www. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Membuat ia kian gemetar. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. mengusap-usap dengan jemarinya. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Hingga bulu kuduknya meremang. Mama. Tidak lama kemudian. Ia ingin berontak. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Malam kembali senyap. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya.com/abclit. hingga wajah Papa. Ia jongkok.Ia melangkah menghampiri foto itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Malam kian mencekam.com/abclit.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Mengejutkan! Susah payah ia mencoba berdiri tegak. piring. Lututnya bergetar hebat. Tenggorokannya seperti tercekik. merunduk. berteriak. Lalu tawa mereka. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. Tetapi. menggigil ketakutan. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Ia lupa. Mengkilat. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. tibatiba ia tersenyum tipis. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. tubuhnya huyung seperti mau roboh. Mengatur napas yang mendadak sengal.html . Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. Tetapi.html cahaya kristal. namun air matanya enggan tumpah.***BAYANGAN itu begitu kental. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. Malamnya ia nyalakan lilin. Di situ ia kembali terpaku lama. Ah. Juga suara orang-orang itu. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. memaki. Keringat di dahinya kembali berleleran. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Ia sangat tersiksa. Dan darah. Membuat tenaganya sesaat lesap. menepiskan tangan. Semua itu begitu jelas terbayang. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. mengumpat penuh kebencian. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. mangkok. Wajah-wajah beringas. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Ia ingin menangis. Di lorong jauh.processtext. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. dan dirinya tampak semakin nyata. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. Berteriak serupa kesurupan. Foto itu buram tertutup debu. Juga gelas. Mata-mata merah. Tetapi. Ia masih ingat. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. "Tidak! Itu masa lalu.

mengusap-usapnya. sopir taksi itu justru tertawa lebar.Lima jam setelah kejadian itu. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. di sebuah kamar hotel.Yogya. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. Mata mereka menyala. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. ia terlalu letih untuk terus melangkah. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. berkilat-kilat. Tetapi. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. Ia sangat ketakutan. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri.Mula-mula taksi meluncur cepat. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib.com/abclit. Ia terus hidup. harganya pun pasti mahal. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapasiapa.. Jantungnya berkeretap kuat. Berjam-jam. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. Gamang. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. Tetapi. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. Tetapi. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian.Ah. Sebentar lagi pagi tiba.com/abclit.Namun. Memberinya makanan enak.processtext. miliknya.html . lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. ia takut. Bocah lakilaki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. Sebelum orang-orang ke luar rumah. Juga sprei di atasnya yang acak. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya.. Hingga ia pingsan. mengelus-elusnya. Begitu kuat. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. juga segelas susu. Meja. selain tampak kotor berdebu. Menenteng kapak. Bergiliran. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. Ah. Menyusul Papa dan Mama. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. Tetapi. namun selalu gagal. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Dan seperti tanpa sadar. kursi. kusut. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak.html botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Itu adalah kamar miliknya. rak buku. Letih. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat.ABC Amber LIT Converter http://www. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. tumbuh. menenangkannya. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. Ia ingin sekali memegang bendabenda itu. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. Waktu beringsut cepat. Pelan ia merapat tembok. Terus tumbuh. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. *Depok . Entah apa. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. Ia ingin mati saja. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. bocah laki-laki tampan. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya.processtext.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. Selain itu. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Tetapi. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. perlahan-lahan tenaganya pulih. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama.Akan tetapi. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. almari. 1998-2002 ABC Amber LIT Converter http://www.

Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. warna merah darah. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. Ia lalu kunamai Si Peri.. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A.html Kepada Tiankong."Number ten-bi. berkulit warna almond. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. Ternyata seat-nya nomor 10-B. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan.. Dengan kalem ia menutup bagasi. "Hello. ketat. melainkan. sumber wangi aroma melati. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 12/15/2002 OHHHH. Perilakunya santun.processtext. it's mine. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya.com/abclit. Tetapi.com/abclit. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. Pikirku spontan.Tetapi.html . how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. Ia bertubuh tinggi semampai. Sorry!" kata Si Peri. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Bisa kupastikan. Paha itu menjadi perhatian banyak orang.! Yes. kekikukan yang kali ini berbeda dengan kekikukan yang biasanya ABC Amber LIT Converter http://www. Rambutnya hitam legam. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. suaranya lembut. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. Inggrisnya beraksen Amerika kental. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. rupanya dialah si peri. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Itu. bergaun panjang.Ternyata. Kata teman-temanku. Jadi. karena action Si Peri. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati.processtext. panjangnya sebahu diurai lepas. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku... Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar.

.. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. negeri yang kata waipo-ya.html kurasakan."Nah.. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. "Hem. karena alur pembicaraan saya rancu...""Nama saya Peony. maka ia merasa asing ABC Amber LIT Converter http://www."Sama. Itu."O. ". Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku. Ini menyangkut sejarah. menahan tangis. nenek saya termasuk di dalamnya. tahun '62.. karena penasaran. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. Sungguh."Maaf. sorry. Itu." mata Peony yang semula redup. karena saya tidak tahu. Materinya terlalu panjang dan rumit. saya tidak tahu!" aku berterus terang. "Itu. "Jadi. Apa sih profesinya?. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali."Tentu saja Anda tidak memahaminya... Ironisnya. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak.. Tapi.. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. Biasanya. sambil mengguncang-guncang tanganku. kulanjutkan dialogku dengannya. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. bisa juga dimaknakan Surga. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum. seindah Surga.processtext. Nah."Ke BatuMalang. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan."Yes! Anda cerdas. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan ragu-ragu... Setelah menikah. Yang saya tahu.""E. pertanyaannya mengejutkanku.processtext. ia dagang palawija. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum.. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. Tetapi. Nenek saya bilang. maksud saya. Maka. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. saya mau ke Jakarta.. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh.com/abclit. memberi makan para pejuang. Sedangkan kekikukanku kali ini. karena kecintaannya terhadap Indonesia. Ya.ee.html ." ralatnya. dari mana saya harus memulainya.. Di kota itu nenek saya lahir."Ya.nah...! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. maafkan saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku.. Aku tidak memahami alur pembicaraannya.. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku.tapi."E.. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan.. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia. Tian-Tiankong itu artinya Langit.com/abclit. Saya suka.." ia memenggal kalimatku. Maksud saya Peony Wu. karena aku sedang memikirkan profesinya. "Jadi. Langit Yang Jauh. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata. ia terkena PP-10. ". Maka. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. di Surabaya. nenek Anda. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu..Aku bingung."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. saya berbahasa Mandarin. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. kembali berbinar."Maaf. ya kata nenek saya. saya mau ke Langit. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan."Yes."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. Miss Peony. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik.Miss.

"Saya tidak bercanda.com/abclit. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. usianya 38 tahun. Maka. Ia lalu mengajakku ke Batu. untuk melaksanakan li bagi neneknya."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. ". apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. Ia takut. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok." sambung Peony tersenyum getir. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini.. Untung. Kabarnya. Ia memilih tinggal di Indonesia. Kemudian.Jakarta. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali.!""O.processtext.di Tiongkok. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. buka butik!""O.. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www." Komentarku tentang dirinya. ia lalu berpesan. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. Sayangnya.ABC Amber LIT Converter http://www.. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh.""Ah... Anda jangan bercanda.html terhadap Tiongkok. Jangan. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao..karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. Tetapi kedua anaknya hilang. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya.html .. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas." lagi-lagi ia memandangiku. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. usianya 78 tahun. lahir di Macao... Jadi. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. Keterasingannya itu membuatnya gamang dalam menjalani hidup. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis. Kemudian. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. akhir Oktober 2002 Lebaran. Itu.processtext."Ohhh.com/abclit. ketika meletus G 30 S PKI. Jangan. "Oiya. tempat itu sangat indah bak surga. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. Suatu tempat yang ia rindu-kan. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis. "tapi." tanggapku serius. Katanya.Malang. saya sekarang punya usaha di Singapura. besar di Amerika. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera.. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia.. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. makanya Anda modis."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya."Ya. "Nenek saya ada di sini.

.. Dua jam itu. Dua bulan. Tolong. melambungkannya ke permukaan. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. dan Kabir (temantemannya) telah menarik tuas penggiling. Gelombang membalik. mengangkat. Untuk toke atau cukong saja." "Tapi. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. tetapi semua sia-sia. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. Tetapi. Tetapi.. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. Mak.. betapa meletihkan." "Tapi .html . Dan. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Bagi Openg. Gelombang.. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang.. Kenapa bisa datang berkali-kali. Mata itu. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Wajah Mak. Sebaiknya kau tak pergi. Mak! Dan ketika aku pulang.. "lebaran! Kita bisa buat kue. apa itu? Di tengah laut. Lelap saja. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya. Kue dan baju.000. Amri. telah tiba saat menggiling. Empat ratus ribu rupiah. Segalanya. yang jelas... Openg terus terbatuk.telah menipu. Mak bisa ke Malaysia. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. ***SEGALANYA? Entah. Setiap gerakan.. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. Jermal." "Tapi. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. Selalu. tak pulangpulang. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. tak usah mimpi." "Ya. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Orang-orang itu. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. Bang Tohar. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. setiap tenaga yang ia keluarkan." "Ah. di jermal. telah menipuku. Kita bisa.ABC Amber LIT Converter http://www.. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. kalau Rp 200. Edisi 12/01/2002 AIR. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. Openg terbayang Atin." Tapi.000." Mak masih ragu." "Aduh. terbatuk-batuk. Ah-ah. Wajah Atin. Dulu. Orang-orang dewasa itu." Atin menyela... tak ada gelombang. Dengan napas masih sesak... bawa uang.com/abclit. Mak. menatap ke arah Openg. Pulu. kalau kebetulan tak menggiling.processtext. Di hadapan mereka. Bohong.. "Sudah. masih terbatuk-batuk.. dengan pandangan masih nanar. butuh Rp 500. itu bukan mimpi pertama." "Dah... Begitu aku pulang.000 per bulan. Betapa cepat. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400.000. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. mengepak-ngepak..processtext. Bagai tak ada antara. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. Mak ragu. artinya menarik jaring. kata Mak. Tangan kecilnya menggapai-gapai. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali. nanti. Beli baju. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Jadi. Dibukanya mata. dilihatnya Ucok. Tenang saja. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal.. Jangan khawatir. Janjinya. hanya dua bulan.ternyata Mak benar. Mak ini bagaimana. ***MENGGILING. Sudah berkali-kali. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. bilang hanya Rp 200. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. Tatapan itu.com/abclit. mandor itu. ABC Amber LIT Converter http://www. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. itu tepat jelang Lebaran. Tak sampai dua jam. Betapa melelahkan.

Nenek. harus pulang.. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa.ABC Amber LIT Converter http://www. lima hari menjelang lebaran.. kemudian dipenuhi pikiran.com/abclit.. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan.. kau hanya boleh bawa seratus ribu. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. Openg mendapat cerita lain.. Tentang begitu pentingnya uang. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. Tetapi. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. Kenapa!" "Aku tidak bisa.... Openg ingin berteriak. kata Mak.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh.. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke mana-mana. Puasa? Ah! Di sini. si juru masak. yang tak berhenti sakit. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. Yang membuat kepalanya. ternyata tidak. gempal. melambungkannya ke permukaan.. Mereka telah menipuku. Mak. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek.. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. mata itu. Jadi. Lagi pula. bergegas mencari Bang Tohar.. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. Gelombang membalik. mengalahkan deru angin dan desau ombak. waktu itu.. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. aduh! Dua-dua jam itu. Lelaki besar. lihatlah. sungguh membuat Openg sangat capek. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekuk-cekuk.html Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah itu-akan sangat kecewa.akan ucapan Amri. ABC Amber LIT Converter http://www. Kembali. Openg tak menjawab. ingin menangis. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. Kata Amri. di negeri Malaysia begitu gampang. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. Matanya menatap ke sana... Untuk sisanya. mengangkat. itulah pekerjaan orangorang kampungnya sejak lama. Betulkah? ***HARI ini. ingin memekik. bertemu Atin. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. kata orang-orang.. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. Mata itu. Dengan marah.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. pulang?" Bang Tohar berdiri.html .com/abclit. Openg takut). tetapi semua sia-sia. Tentang Mak. kenapa mereka. Tak tahan-dan tak percaya... tak pulang-pulang. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. "menindih" malam-malam. tak ada yang namanya puasa. "Hua ha-ha. berjalan menghampiri bocah itu. Betapa jauh. dengan berenang!" Openg tertegun.. Tentang Atin yang ingin sekolah. Tentang uang yang. benci.. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak.. dan takut. mengepak-ngepak. Dan.. entah sebab apa.. bila malam. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. Tatapan itu.processtext. "Jika pun bisa. satu lagi. kata kabir... Busuk. Dan." "Memang tiga bulan.. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. Ia hanya bisa tidur-tidur ayam. suka.. Tertunduk. Lututnya. Tertunduk. Setiap gerakan. Delapan mil.. Soal upah mungkin satu hal." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah.. Kepalanya jadi sering pusing. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil.processtext. Ah Mak. "Kata Amri. kerja harus tiga bulan.. Bang Tohar (tatapan itu." "O. Tentang Nenek. Napasnya mengoar. Hahhh. kalaupun cuma menggiling. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. Hal lain. Openg tiba-tiba takut. menggigil. Tangan kecilnya menggapai-gapai. setiap tenaga yang ia keluarkan.. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. orang-orang kampungnya.. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut.. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Mak benar. mereka benar-benar telah menipuku. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah.. Kenapa. kata Pulu.. Amri.. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya.. Delapan mil..

Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. dan entah apa lagi.html . tentang komposisi. okh! Jangan. Melawan. tentang perspektif. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran ABC Amber LIT Converter http://www. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. membungkam mulutnya. Apalagi falsafahnya. Tentang teknik melukis. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. * Payakumbuh. Tetapi. atau Riq'ah dan Kufi. Seperti kebanyakan bangsanya. Namun.processtext.. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. Katanya dia asal “menggambar” tulisan.. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal.. kasar. dadais. Mungkin karena kecerdasannya. Diewany dan Faarisy.html terbatuk-batuk. kedatangannya di samping silaturrahmi. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak.processtext. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.com/abclit. ekpresionis. dan istilah-istilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. tidak! Jangan! Kenapa. ternyata. Openg terus terbatuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan tangan lain. tak ada gelombangnya.tengah menindihnya. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. jangan.. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya.. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. pembesar negeri. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. Dia melukis mulai perempuan cantik. hingga kaligrafi. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. Menurut Hardi. segera menyambutnya antusias.. surealis. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal.. masih terbatuk-batuk.. Menendang-nendang. Ada tangan besar. Dibukanya mata.com/abclit. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar.. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar.

” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. dan kuas. namun melihat keseriusannya. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. dia baru keluar. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. dia oret-oret kertas. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. lalu katanya. pikirnya. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. dia hanya mengangguk asal mengangguk. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. maka dia pun melukis pemandangan. Setiap kali duduk-duduk sendirian. ramai-ramai juga mereka menyemangati. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. tak paham). Setelah tamunya itu pergi. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. dan sebagainya.” katanya suatu ketika dalam hati. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur.” tukas tamunya. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. Ya. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat.” “Wah. “Itu rajah. tokoh wayang. Tahu kanvas kan?! Betul ya. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk.html Departemen Agama. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. Kalau tidak begitu. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. Maka. ***RINGKAS cerita. Tiga bulan lagi. itu rajah penangkal jin. Kenapa tidak.com/abclit.processtext.processtext. terutama seni rupa. Saya yang menulisnya sendiri. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. cat. dia ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya.html . Kalau bisa di atas kanvas.com/abclit. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. ketika didesak tamunya. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”.ABC Amber LIT Converter http://www. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. Nah.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Kadang-kadang sampai subuh. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. macan. “Ternyata sulit juga melukis itu. mengapa dia tidak? Namun. “Tidak. karena sering ditindas.” “Itu kok warnanya aneh. Saya serius ini. burung. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. kata Kiai yang memberi ijazah. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya.” “Rajah?” “Ya. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. Hal itu terjadi berulang kali. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. Nanti sampeyan ikut. Goresan-goresan sampeyan berkarakter.

belum juga menemukan lukisannya. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. Wah. saya langsung tertarik. Hardi membisikinya. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. mendapat pikiran begitu. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. Ada pidatopidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. “Selamat. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. alhamdulillah. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi.ABC Amber LIT Converter http://www. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. Dia benar-benar salah tingkah. pikirnya. sini. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. huruf alif. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini.com/abclit. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya. apalagi menikmatinya. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya.processtext. Sampai akhirnya. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. dia hanya-atau. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. terserah dia!” katanya. “Kemana saja sampeyan.000 dollar AS. Dia sama sekali tidak menyangka.” Astaga. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir.processtext.” tibatiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat.html . Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. tidak diikutkan pameran. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Wah. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. Bahkan.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. karena tidak memenuhi standar. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya.” Aneh. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. Anda baru kali ini ikut pameran. ingin membeli lukisan sampeyan. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang.com/abclit. Di samping namanya. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. Mungkin mencari-cari dirinya. Ini. Pertanyaan-pertanyaan para ABC Amber LIT Converter http://www. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawan-wartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar.html pun bertekad. lalu ditujukan kepada dirinya. seketika dia merasa seperti diejek. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung.

tentang prinsip keseniannya.” katanya sambil menyantaikan duduknya. tidak pas.ABC Amber LIT Converter http://www. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. biar hanya dengan dua warna ini. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. Mas. Hampir semua koran.html . Cukup alif itu saja. memperbaiki letak duduknya. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. atau setidaknya Allah. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. “Ketika saya sudah siap akan melukis. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. Lihatlah. Tetapi. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. kok ikut-ikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal.processtext.com/abclit. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. Yang saya sendiri kemudian bingung. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. Tapi. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. dia bisa tidak terus terang. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. Saya merasa tertantang. menurut selera saya waktu itu. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. Mulailah saya menulis alif. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. Bahkan. “Begini.” “Jadi. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar.” “Tetapi. sampeyan menggunakan ilmu apa. tamu kita yang pelukis itu. Kepada para wartawan dan orang lain.html wartawan dijawabnya sekenanya. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. tak usah saya lanjutkan. “Kalian ini kenapa. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. Ketika makan siang. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala.” tukas ABC Amber LIT Converter http://www. “mengapa tidak sekalian Bismillah. Namun. lukisan kaligrafi saya harus jadi.” “Lalu. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaanpertanyaan anak-anaknya. kalian tahu sendiri. baik ibu kota maupun daerah. sebelumnya saya tidak pernah melukis. beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. ya sudah. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Tentang proses kreatifnya. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. baru kemudian lanjutnya. “Tidak pak. Allahu Akbar. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. niat semula begitu. saya melukis karena dipaksa Hardi. dlsb.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath.processtext. akan jadi wagu. Apalagi. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. Kalian tahu sendiri. “Ya. Maka. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. ketika saya pandang-pandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas.com/abclit. di gudang kita. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. tekad saya sudah bulat. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. “Terus terang saja. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. “terus terang saja.

html istrinya.".. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. Seperti tersirat dalam namanya.processtext."Menurut kabar yang aku dengar. "kedua-duanya. Mungkin. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. tempat mereka makan ketan dan goreng ABC Amber LIT Converter http://www. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. Karena itu.processtext. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. duduk-duduk di pinggir jalan. Tidak seperti ini. belanja.com/abclit. salon. minum kopi.. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi." kata Nurmi. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas.. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang.Kabarnya toko. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. “sampeyan menggunakan ilmu apa. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah." jawab Dirun."Aku dengar warung kopi. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul.. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain.. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi.com/abclit.html . di ujung Desa Koto itu..ABC Amber LIT Converter http://www." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ. banyak kabar selentingan tersebar di Koto. Tapi moderen. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. restoran. Toko merangkap warung kopi.. perempuan setengah baya pemilik warung itu. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang. dan lain-lain.." Cemburu nada suaranya..” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ. . apalagi di Simpang. tetapi Ustadz Bachri tak tahu apa mereka percaya penjelasannya atau tidak. "Toko keperluan sehari-hari. toko kelontong.

Tingkah lakunya tidak sopan. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. Berangsur-angsur. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. dan semuanya sudah merantau. "berapa. mungkin Datuak itu yang gatal. pemuda desa menyukainya. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan.com/abclit. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil."Kalau kau sekaya dia. paling tinggi tamat SMU. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. bahannya jarang."Apalagi. Yang lain ikut tertawa. "Coba lihat genitnya anak itu." pembicaraan makin ramai.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin." kata yang ketiga. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto. orang Koto lebih senang di rumah menonton. Nurmi orangnya menarik. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang.Akan tetapi.html . Semua tertawa lagi."Mereka tertangkap basah.html pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna. kalau tidak boleh dikatakan cantik.com/abclit. Bicaranya lancar dan masuk akal. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya.processtext. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka.""Jadi. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka." jawab seseorang. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan. pikir mereka. tempat itu bagus dan menyenangkan.processtext. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka memburukkan nama Koto. Selalu bicara dan suaranya keras. Yang jelas. Atau minum minuman keras dan berjudi. Tetapi. ya. Lihat badannya. Penuh gairah hidup."Ah.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia memerlukan ABC Amber LIT Converter http://www. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. di belakang. tentu aku yang dapat.Nurmi tidak seratus persen salah. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. Dia pintar. Sekalipun terbuat dari kayu. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. terutama anak-anak dan yang tua-tua." sahut yang memulai tadi."Dan lahan pertama itu sudah gersang. mereka iri saja. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan. Kini sudah besar-besar. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka." Dia menjawab pertanyaannya sendiri."Datuak dan Nurmi punya lima anak."Siapa tahu. Ada unsur iri di dalam masyarakat.Datuak sering di rumah isteri tuanya." kata yang duduk di sudut. jadi perlu lahan subur yang baru."Ya. Kalau tidak ketat. Dibangun bertingkat dua. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu." katanya sambil tertawa keras.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. "kau juga bisa begitu. "Dan Nurmi pasti subur. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah." kata yang lain. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum."Benar apanya?" kata yang pertama." kata yang pertama tadi. Ini menambah jengkel orang Koto. Sumur gali dengan pompa Sanyo.

Amran. Pemiliknya mengadakan pesta besar.processtext.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai." kata Nurmi. kan?" kata Amran gagap. Terus terang. Pasti suaranya. pintar merayu. Amran. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah." kata Nurmi lembut. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu." kata Nurmi. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai.. Di luar warung hanya ada bisik-bisik. Ingat. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anak-anaknya. tapi mulai berani. Di tempat tidurnya.""O."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Dia menikmatinya. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. Sejak itu. tetapi warung Nurmi tetap aman.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. Yang kuat menentukan berita. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu.""Seperti sekarang?" kata Amran. kami miskin. Dia membiarkannya. aku ditidurinya."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku."Diciumnya Amran yang menggigil. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. Mencuri suami orang.""Jangan lupa.processtext.html mereka.html ."Kak Nurmi pin. Ingat itu. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Kebenaran tidak penting. bukan karena kedinginan.com/abclit."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. tentu aku dan keluargaku akan malu. Yang penting apa yang dipercayai orang. di sawah dan ladang. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. Separoh hatiku enggan. mengundang semua penduduk Koto dan desa ABC Amber LIT Converter http://www." kata Amran. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui temantemannya sebagai imbalan. hidup kita tidak akan tenteram. Di rumahnya. Merusakkan keluarga orang lain. Hamil tanpa suami. Kalau mereka tahu. mengabdi kepadanya. Nurmi lebih berkuasa. Amran kaget. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Nurmi pintar mengatur siasat. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. menulis kisah kehidupan Desa. Amran kelabakan. Separoh lagi menerima..""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya. Suatu hari. ketua preman Simpang saat itu. kalau mereka tahu. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. Aku bekerja dengan dia juga. Ya.""Ya."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran. tak tahu harus mengatakan apa. yang lain akan jinak juga.ABC Amber LIT Converter http://www. ada yang kami perlukan dari dia." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. Dia tahu di antara mereka.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit.""Apa benar. Begitulah. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. Peresmiannya meriah.com/abclit. Dia kaya. "Kalau se-mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil."Tidak?""Dia yang menggodaku. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. ya pekerjaan rumah. Tapi bisa pula dibuat gampang. Aku ingin hidup bahagia. Yang lemah tak kuasa melawannya. Dia terkejut dan gemetar. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya."Pintar sekali. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. Diremasnya lengan Nurmi. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang.

Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi.html . Mentang-mentang kaya di rantau. orang yang punya itu."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang. Tetapi dia masih untung. ya. Direbusnya air seperiuk lagi. di bagian bangunan di sebelah jalan. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar.html tetangga."Bisa saja. Jam dua dini hari itu. dan lain-lain." Ada rupanya yang memakan umpan itu. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. Warung Nurmi kehilangan banyak langganan.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. Pelayannya muda-muda dan cantik.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru." pemuda tadi bela diri. Plaza Koto dilalap api. Musim bunga 2002 Permata Bernstein ABC Amber LIT Converter http://www."Api! Api!" Simpang gempar." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi.com/abclit. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya."Masa!" protes yang lain." kata yang menyela tadi. Tidak lupa. "Kalau pun ada yang iri.ABC Amber LIT Converter http://www. pemuda yang duduk dekatnya itu. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. Maman. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto."Banyak. Membuat usaha di sini. "Sok."Ya. ya." kata seorang pengunjung warung Nurmi. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu. Penuh siang malam. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. "Tapi siapa tahu.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. Ruangannya pakai AC. kan. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. ah. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Dengar saja ocehan orang. Termasuk ketuanya." sela yang lain. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat.""Ini kan memajukan Koto. Dia bersenang-senang entah di mana. alat-alat sekolah.processtext. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya.processtext.""Iya." kata yang lain. ketua preman Simpang. aku pikir begitu.""Mungkin Setan Api marah.com/abclit."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya. pakaian.

memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. Tentu ada sebabnya. tinggal satu rintangan saja.. padahal kami saling pandang. Jerman Timur maksudnya.com/abclit. tak ingin tinggal di Jerman." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. Follow me please. WWW WAku spontan berdiri. industri galak. minyak banyak. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari menjelang Natal tahun itu. tapi karena cuma aku yang disasar. Bisa studi di sana jurusan apa saja. namun bukan tanpa alasan. tampangku. Sejak turun dari pesawat RRC itu.processtext. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja. pasasir lain pun tidak. "Tuan ABC Amber LIT Converter http://www. Alex.. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu.. aku yakin benar lelaki itu mengenalku.. ingin mengorek informasi tangan pertama. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan.." jawab sahabatku agak menggebu. Karena malu. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi..html Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. apa sebabnya? "Follow me sir..processtext.. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa.com/abclit. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. Jadi. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. Tapi.. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan.. Sebuah layanan berlebihan. "Sorry. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang)." kata petugas itu kepadaku. Mendegup juga jantungku ketika itu. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas.html . Alex tidak. Ketika itu dia memancing-mancing. Ketika melewati kelompok itu.. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas.. Dia tentu cuma pura-pura. Alex dan aku. ahli tak kurang.. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. atau gerak-gerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasakkusuk masuk ke daerah wewenangnya. bahkan bisa minta Stipendium3.." perintahnya tegas. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu... Alex nampak sudah lemas dan capek." tegur pejabat yang menggiringku. Barangkali pakaianku. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. Tapi. mengapa kami pergi ke barat. Di luar dugaanku dia bersikap begitu..ABC Amber LIT Converter http://www. "Take it with you. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut. nampak tak senang bahwa mataku meleng. penduduk melimpah. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. Tersenyum saja pun tidak. be hurry.." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika.

" jawabku. Ternyata. What a wonderful journey you have. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. padahal valas barang langka di sana. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin." jawabku ringkas. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. Isi dompetku dua ratus US-dollar. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar.html tentu keliru. singgah di Moskwa. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. "Keluarkan semua isinya. "Kalau saja ada waktu..processtext. "Nothing more?" "That's all. Lain tidak. Nothing to do with customs. Jangan ragu Sir. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya." "Just a sentimental journey. Cuma stopover. please. teliti. Amsterdam. Bernstein Siberia itu top quality. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. berdisiplin. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku. Mereka suka!" "Saya percaya. Tak ada hitungan untungrugi antara kami.. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing." Dia tergelak. Gunakan kesempatan. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. segenggam permen kecut. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu.. suaranya sedikit berbisik." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku." bantahku. Aman...ABC Amber LIT Converter http://www. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. "Permata Bernstein murah di Moskwa. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. "Sakudalam. "Tidak. saku-dada kiri-kanan. sekadar ingin mengakhiri percakapan." terkanya. dia mencegah. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. Tapi." bantahnya.." aku pun makin berhati-hati. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur.I've just forgot it. Sir. Sir. the best in the world. Dia tidak menaruh selera. Bisa beli dari saya. ".com/abclit..." katanya tiba-tiba. "Bakat itu tak perlu. dia mendesak lagi: "Anyway. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. keluarkan semua isinya. Sekali lagi alisnya mengkerut. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. lebih dari tiga kali... Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda ABC Amber LIT Converter http://www. Bila aku tak hati-hati. this ugly me. aman saja." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku." jawabku. tidak. Indah bukan main. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. Tapi.processtext. tiba-tiba aku khawatir. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. Itu saja isi saku mantelku." tangannya merenggut mantel itu. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. "Sorry. Semua kuletakkan di meja. Sir. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. Sir. saya tak punya cukup uang.. "Keluarkan isinya. Tuan mesti nonton Bolshoi." Pejabat itu diam. Pas-pasan saja seperti kursnya.com/abclit. tapi mengangguk-angguk. Paris." elakku. juga ketika mengurus visa bersama Alex. Aku mendadak khawatir.. menaruhnya di atas meja. Stockholm. "Dua ratus dollar. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. Sehelai sapu tangan.. "Don't worry. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. "Tak mungkin keliru." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu.html . orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa.." sesalku. janganjangan asal-usul dollarku dipersoalkan. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka. Meski kami bukan diplomat. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. "Tidak... bisa celaka seperti ikan kena pancing. please. Tapi. "Sayang.

"Tadi kukira kau tidak diperiksa. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya.. follow me!" "Sorry. "I must go quickly right there. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana.." Disalaminya aku.. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam.processtext... Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan.. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut." "Jangan-jangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. Dia pasti tahu.com/abclit.processtext. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga.?" aku ganti membelalak..ABC Amber LIT Converter http://www. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. Dikendorinya tali kantung itu.. Dibiarkannya aku keluar sendirian. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi.. Aku mulai yakin akan kejujurannya..." "Ha.com/abclit.html . dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya.. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen."6 Aku pun bungkam. Perutnya mulas. mendadak lupa Inggris-nya. tentu tidak terang-terangan.. Apa yang tadi kualami kubisikkan. sial." sahut Alex. tapi itu benda kenangan. kulihat Alex masih berada di tempat semula. Aku sengaja mendekatinya." tolak Alex. thank you. "No. menyadari kenaifanku sendiri. Sangat mendesak. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya... "Pasti tidak. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turun-temurun. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah... My stomack. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC.. Kalaupun ada penggeledahan... "Hallo! Stop!" cegah si petugas." matanya membelalak. ". "Fine. Stopover di Omsk berlangsung dini hari.." kataku. berdiri di sisinya. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja.. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". Orang-orang berdesakan sibuk dengan macam-macam urusan. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. Ternyata digaet juga?" "He-eh. no. tapi tetap saja pura-pura tak melihatku.. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang.html yang ditimang-timangnya di telapak tangan. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. takkan kulepaskan.. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat. Tapi. lalu lari. "Tapi... sir. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. Sir!" perintah si petugas. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan." "Maafkan ya. Urusan Alex lain lagi.. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. Malah mirip pasar loak.. kebelet nih." "Aku bayar lima dollar dua kantung. Have a beautiful journey. Sir. Wajahnya nampak riang.. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku. ada kala manusia merasa takut membuka mulut.." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku.." kata Alex. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. oooh. Menggeleng juga tidak. Aerovlot siap berangkat. lima belas dollar?" Dia tak mengangguk... Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. Arloji Shanghaiku ditawar rubel. Komentar Alex: "Gila kau. "Follow me. "Impossible!" "I say. "What?" bentak si petugas." dia menjelaskan dengan menekanABC Amber LIT Converter http://www. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki." kataku.

Si pejabat ternyata toleran. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku.** Paran.html ." jawab Alex. tak berani berbicara. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. "You are coming from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami.html nekan perutnya. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. Barangkali Alex juga berpikir begitu. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran. "Kami mau ke Jerman Barat. di sana ada kenalan. Kami melewati juga deretan kabin-kabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. juga pada diri sendiri. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman." hampir bersamaan kami menjawabnya. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. Segera pula aku sadar. Semuanya permata palsu dari plastik. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. Kali ini pasti urusan gawat. Aku kini yakin sekali. Menawar pun tidak. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. Bung.com/abclit.processtext. buat sementara segalanya telah tersedia. "Jangan kaget. Terima kasih atas perhatian kalian. Beberapa toko permata menolak membelinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih tak masuk akal lagi. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air." perintah yang itu-itu lagi. "Follow me. Kami tak mengalami penggeledahan. "Yes." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. pikirku. please. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal.. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ ABC Amber LIT Converter http://www.. Harap jangan repotlah.com/abclit.. Bung. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuklikunya. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu.processtext. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. Hampir-hampir kami tak percaya. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. Tanpa keterangan apa sebabnya. tapi kami bungkam. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan.

. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. Semua orang kemudian berkasak-kusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut. Kain putih korden jendela bergerak-gerak.."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini.. Atau memang tak pernah terselesaikan..Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan..processtext. kecemburuan. ketidakberdayaan. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku. meski agak pucat. Tak ada yang bisa melihatnya.. menggema dari dinding-dinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku.html Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana Sumber: Kompas. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu.html ..ABC Amber LIT Converter http://www. dan gentar.processtext. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya. Ruang atas katanya ABC Amber LIT Converter http://www. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap.com/abclit.. Pantas.. Belum selesai. namun siapa saja diam-diam menangkap tandatanda kehadirannya.com/abclit. Kehadirannya mulamula hanya berupa suara. kegentaran. Begitu pikirnya." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. terus menunggunya. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita....Si pretensius mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon. ingin tahu.. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. ia benar-benar datang.. Nosferatu.

seperti ledakan tawanya tadi.ABC Amber LIT Converter http://www.. Dadanya turun naik. paranormal. terlihat kusut-masai. Rambutnya panjang. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok. Setelah agak tenang.processtext. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. tidak.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat. tersadar dari mimpinya."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan.." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir."Rahmat. tutup matamu. seribu kali. Tak jelas.."Aku-maksud saya wanita kita ini-memejamkan matanya. tidak kering tidak lembab. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya...Aaaaaahhhh.. baru dia menyalakan rokok.. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir.com/abclit. Dengan mata terpejam. mengapung di atas sungai yang tenang. Jangankan menangkap dan mengadilinya.."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. Datang setiap kali. Asap rokok mengepul dari bibirnya.."Kau perlu pastor. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya.. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. "Tutup matamu.. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau. dijadikan gudang.Hua-ha-ha-ha. namun aku terperanjat luar biasa ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya. sejuta kali. Mari. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. ia bolak-balik menuju dapur.processtext. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi.." jawabnya. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan.""Dia suka menertawakan mereka. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK.. "Tutup. gelap. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan. atau. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotakatik misteri tersebut. ." yang lain lagi memberi nasihat.com/abclit. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih. Suara tawa meledak. masuk dalam dunia kegelapanku. karena matamu hanya akan melihat kenyataan.html .***DEMIKIANLAH. Keringat membasahi seluruh tubuhnya.. "Pejamkan... Jantungnya berdegup-degup.html memang belum diapa-apakan.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. Ini suasana Gothic. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur. pejamkan matamu kekasihku.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya... Dia tak lebih seperti ABC Amber LIT Converter http://www. jawaban atas doaku."Belum selesai wanita itu berkata-kata... Dalam kegelapan."Kalau begitu kau perlu dukun. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata. Akan tetapi. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal.. Rambut itu begitu lembut. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu.. Wanita kita menjerit. Pada kali lain. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya.

Diakui berkali-kali oleh wanita itu. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi. menunggu suami pulang. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong. Hanya saja. melainkan pria biasa. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat. sepanjang sejarah. Australia. kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales. Edisi 10/27/2002 ABC Amber LIT Converter http://www." katanya. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri. Adakah aku harus menerima saja sebagai nasib. Laut. bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya. kepastian atau ketidak-pastian. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ. dia bisa pulang ke Indonesia. tapi dia tak takut lagi. berdarah-daging.ABC Amber LIT Converter http://www. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. warga negara Australia. menjaga rumah. Dia menemukan pasangan hidupnya. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. memasak.processtext. 2002 Ilmuwan. senyum atau tangis. dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. Dps. wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. Menunduk. mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. selalu hidup cerita semacam itu. sebagian menutupi kening."Aku takut ditinggalkannya.html . ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. bahkan bisa tak terkontrol. sebagai sesuatu yang apa adanya saja. Kota. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama.Aneh. kamu mengaku takut atas kedatangannya.html bayang-bayang malam. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar.com/abclit. Hatinya berbuncah-buncah.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. Pada waktu-waktu tertentu. berlibur ke Bali. buruh tambang di Wollongong.processtext. selain hidup yang rutin. Dengan itu pula.Taman Ayu.Lalu. benak saya. tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. muncul kebahagiaan luar biasa.com/abclit. dan seterusnya. kebahagiaan atau kecemasan.

"Kau harus mengubahnya. namun bentakan yang didapatnya. masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah.processtext. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. angka itu terlalu rendah. ketika usianya sudah semakin lanjut.. perbaikan ekonomi yang mulai terasa. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Waktu muda ia terlalu muda untuk ABC Amber LIT Converter http://www.html Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai. tidak menjadi soal. senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram. saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya. Ia bodoh. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat. katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik.. semakin jauh meresap. data itu mudah sekali diubah. "Ini kenyataan. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah. kau masih kecil. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. "Ah.com/abclit. entah itu dengan utang. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya. Nak! Tanyakan saja kepada laut. Harus masuk minggu depan. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin. "Alun membawa bidukku pelahan. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk. entah ke mana aku tak tahu. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik. bahwa jumlah penduduk akan menjadi dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya.. Ubah juga data tingkat inflasi. semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapislapis. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Pak. Jangan bicara soal kejujuran. sesuai dengan permintaan menteri. yang sangat sederhana.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane. Itu soal lain. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat. Sumatera Utara. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang. Ini realitas!" Sang Bos.. bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Sang Bos." gemanya bergaung terus. persaingan sejagat.processtext. "Hidup hanya menunda kekalahan. "Realitas. menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. semakin berat beban bangsa dan negara. entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh." Bernard bingung. Semakin dihalaunya. rasio penghasilan rata-rata. Misalnya saja.com/abclit. laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. Dengan komputer. kau masih kecil. ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba. kepada burung camar.html . Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. Kalau negeri ini tidak bangkit." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan. soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan.

ombak. dan nyaman. Ubah? Tidak. menjelang pukul sepuluh malam. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Tidak seorang pun dapat menduganya. sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini. ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Tiba di kantor. "Apakah aku yang harus mengubahnya. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Malam terang bulan yang cerah. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Ingat.com/abclit. Sebegitu jauh.html mengerti sesuatu. hotel berbintang yang menjulang. para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne. ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. menghilangkan ketegangan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga. Atas kemurahan kawan itu. Burung-burung itu merayap di pantai. ia membuka komputernya. Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas." Bernard merasa itu ancaman halus. di atas tanah bekas kuburan. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. Sebuah atraksi ABC Amber LIT Converter http://www. seperti kata bosnya. Kini realitas baru muncul di depannya. ombak besar mungkin menggulung kita.com/abclit. "Tiiiidaaaak.processtext. membawa makanan untuk anak-anaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Jadinya. mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga. Tetapi jangan lupa.ABC Amber LIT Converter http://www. nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. "Datamu belum lengkap. pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. menyaksikan nelayan. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat. kita telah berenang di samudera kehidupan. kepada angin. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran. setiap kali kita menggerakkan tangan. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne. Ia harus pergi. yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. melainkan penuh dengan perahu nelayan." Sampai sore tiba. Ia berteriak seorang diri.processtext. hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Biaya? Hubungi bagian keuangan. kepada gelombang. Ubah? Tidak. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Datamu kuubah atas namamu. menghadang gelombang dan ikan-ikan besar. ia menemukan ketegangan baru. Ambillah cutimu ke luar negeri. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut. kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Hati nurani? Ah. Philips Island.html . pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya.

dari leher penumpang taksi. hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. "Itu. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. setahu dia menurut data statistik. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat. konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. dalam dan airnya bening. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. "Dengan keahlianmu. harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain." ABC Amber LIT Converter http://www. menghasilkan "mutiara" yang berkilau. kota besar yang menjanjikan itu. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. Bernard menerima kertas kecil. dan ekstrakonvensional. dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. dari lenganlengan TKI yang pulang dari luar negeri. "Kita ke tempat lain. kau dapat pekerjaan yang baik di sini. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana.html . Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah. atau dari ATM. bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam. bergerak di bawah. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam. membiarkannya tumbuh dan membesar. Maluku Tenggara.com/abclit. membayar beberapa dollar. dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Tepuk tangan yang riuh menggema. Dua peristiwa alam yang berbeda. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual.com/abclit. berbaur bajak laut. "Tidak juga. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya.processtext. pembelinya menyambut dengan antusias. atau dari balik kaca. Alasan yang klasik. mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. setting-nya pada abad kelima belas. dengan sistem perdagangan bebas. Di selat itu. demi kemajuan ekonomi negerinya. seperti pelancong di Roma di stasiun kereta.processtext. penyelundup. Di Jakarta. tradisional. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. Bernard melupakan statistik. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar." jawabnya sambil berdiri. orang menggali mutiara dari belakang meja. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles." katanya menunjuk. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara. Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir.ABC Amber LIT Converter http://www. menangkap kerang itu.html dipegelarkan. Kaki mereka berjuntai ke air." jawabnya. Gadis itu menyelam ke dasar kolam. lalu diserahkan kepada Bernard." katanya. "Bawa ke sana.

Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. Taksi membawanya ke rumah.com/abclit. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan.processtext. Basa-basi mana oleh-oleh. demikianlah bos berkata. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. tidak memikirkan orang lain. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Ia dipersilakan masuk dan duduk. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". dan kemudian duduk menghadap meja. di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Ia diam. membuatnya tersenyum. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. Ia tidak tahu agenda apa.html . Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. Kawannya tersenyum. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Usia Anda masih relatif muda.. kemudian barisan rumah kumuh. ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. hotel berbintang. "Sudahlah. dan toko yang hangus tinggal tiang-tiang yang menghitam. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. menulis surat untuk sekretarisnya. penuh cita-cita. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. Ia memasukkannya ke dalam amplop. kondominium. Masa depan Anda masih terbuka. lima puluh tahun silam. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Ia menatap sekelilingnya. * Bandung. Bernard agak was was.com/abclit. menghabiskan hidupnya di kota. Sore itu. ia bergegas ke jalur pemeriksaan. Ia berjalan gontai menuju kantornya. menaruhnya di atas meja sekretaris.ABC Amber LIT Converter http://www.. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. mengetuk pintu. dan kemudian. melewati jalan tol. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya.html ajaknya. di tangan seorang pelukis yang gamang. Ia amat menyukainya. Minggu berikutnya. tidak memikirkan keluarga demi karier. Keesokan harinya ia masuk kantor. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. "Wah. Sepulang ke Tanah Air. dengan kanvas yang masih separo kosong. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Ia tidak dapat meninggalkannya. Ia membagi-baginya. melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. Ia merasa sia-sia. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Kau memang cinta negerimu. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus.processtext.. Mulai bulan depan. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. perumahan mewah. membereskan beberapa barang milik pribadinya.

Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. satu untuk istri. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan ABC Amber LIT Converter http://www. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan.Ketika adzan subuh terdengar. Selalu bertemu setiap hari. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup sehari-hari.processtext. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. dan berdoa. Antok (8). sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. Agra (6). Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. Ajeng (10).html . Astri telah tiga hari pingsan. belum juga ada tanda-tanda mau siuman.Anak-anak yang sehat. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. dan kelima anak saya itu .ABC Amber LIT Converter http://www. Koran Tempo. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas.com/abclit. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring.com/abclit. energetik. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. dan Ayu (4) .processtext. saya pikir. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. dan periang. dan berdoa. Dunia memang penuh penderitaan. Media Indonesia. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selamalamanya. Jika mau bersedih. Itulah yang pokok.html Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto Sumber: Kompas. paling tidak. anak saya yang berumur 12 tahun. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. menari.pun menari. Saya ajak mereka menyanyi.Astri (12). dan satu untuk saya. maupun Republika. menyanyi. satu untuk anak-anak.

tak boleh menjenguk kamarnya. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. "Nanti kalau sudah siuman. Pak. bungsu kami.com/abclit. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan kolokan. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. Astri bisa dibawa pulang. anak-anak dan saya. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil."Bagaimana dengan jantungnya. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. Pak. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. Saya tidak berani. saya mau bicara. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu.""Enggak berani.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta.Dengan kamar barunya itu. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut. Bahkan anak-anak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anakanaknya.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. Pak. dari hobi sampai jenis permainan. Pernah Ayu yang berumur empat tahun. "Ada rahasia apa. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. kok pakai dikunci segala. Masih dalam keadaan pingsan. Tentang sikapnya ini. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. adik-adik Astri.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. Pak.""Suruh Totok mendobrak. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya ABC Amber LIT Converter http://www.html ."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu."Sehat. mamanya anak-anak.processtext. Menderu dan melakukan zig-zag. Pak. tetapi kami. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Astri saya peluk erat-erat.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya.Saya kaget lalu berteriak." jawab dokter. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan.""Mohon maaf."MULA-mula Laksmi. Di sisinya.""Dobrak!""Enggak berani." Dia hanya menjawab dengan senyum. siapa pun bisa pingsan. yang agaknya berada di samping pembantu.""Totok enggak berani."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. sopir anak-anak. keluarga dekat dan teman-temannya. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Pak. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. Ajeng dan Antok.com/abclit. terima beres.tak menjadi soal amat."Dobrak pintunya. Dok?" tanya saya. Bagi kami-saya dan anak-anak. begitu cermat dan cekatan. Tidak pernah mengeluh. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari." sahut Totok. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. Bawa keduanya ke mamanya.""Ya. tetapi enggak ada sahutan.""Mana Totok." teriak pembantu dari rumah. Sambil memegangi tangan Astri. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis.html reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. Kami semua sangat mencintainya."Karena kaget.

Juga teman-teman Astri di sekolah.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. Tetapi. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. Laksmi tidak kelihatan. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri." desak saya.com/abclit. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit."Sebelum ke rumah sakit."Itulah."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. pingsan lagi. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. ibu Laksmi. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya.html beberapa potong lumpia.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Air mata saya terus berlelehan. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucu-cucunya. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. suaminya.ABC Amber LIT Converter http://www.""Benar. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga.""Aneh. Malam yang berbeda. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. Bu.""Sudah saya suruh.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang tak bisa dihubungi. berhasil membangunkannya. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya.Telepon genggam berciluit.""Apa?""Aneh.processtext. Beberapa dokter hilirmudik memeriksa Astri lagi. telah kembali merapat ke tepi. Mirip reuni keluarga. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. Angin malam yang berembus pelan."Ibu merahasiakan omongan dia. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati.Di kamar Astri. Kami tidak pulang ke rumah... Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri.com/abclit. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa.html ."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. tetapi dia tidak mau.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah.processtext. Tentu ada yang hilang.""Ayolah.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana. Bu. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. neneknya anak-anak."Istrimu ke mana?" tanya Nenek."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. Saya jawab. Kami pulang ke rumah Nenek. diam. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. Sampan yang menjauh ke tengah danau. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezat-lezat. kamu bertengkar. Tiba-tiba Astri berteriak.Tak terduga.""Sungguh tidak. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. sekarang berkumpul separuh keluarga. Saudara-saudara kami di ABC Amber LIT Converter http://www. Malam yang khusyuk.""Kamu suaminya kok enggak tahu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Bandung, Yogya, Solo, dan Surabaya, juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Untung Ayu, si bungsu, tidak meronta-ronta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria, di taman belakang rumah Eyang, di tepi kolam ikan koi, diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita."Ada kereta api lewat, kencang sekali, berderak-derak, angin menderu, Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu, meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Astri terempas, terguling ke samping, lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh, 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan, mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk, menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.Ajeng, Antok, Agra, Ayu, dan Eyang Niniek saya bawa serta. Sopir saya perintahkan ngebut. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh, "Mama cuma beli tiket sekali jalan."Bisakah saya mengejar suara itu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api, menderu menyibak tanaman, geliat rel pada tikungan, dengan peluitnya yang panjang, kereta itu lenyap ditelan cakrawala.Sesampai di rumah, para pembantu kaget menyambut kami. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Kami beramai-ramai memasukinya. Ternyata kamar itu kosong-melompong. Tak ada sepotong pun perabotan. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Menyaksikan keadaan itu, tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Saya tak peduli. Saya minta sopir untuk membongkar plafon, barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Lalu tercipta jalan setapak, menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus, api tiba-tiba terhunus. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukangundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita, suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan, di depan kompleks TVRI, untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Saya memilih kembangkembang itu sendiri. Pada pukul delapan sehabis makan malam, saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. Kami persis anak yatim piatu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Seketika saya terkesiap. Di dapur, pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu, pak," jawab pembantu."Kamu gila!" bentak saya."Jus itu selalu habis diminum ibu, pak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu, he!""Ibu tidak ada tapi ada, pak."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Para pembantu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Air mata saya berlelehan. Laksmi tidak ada, tetapi ada. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Setiap perahu menyimpan gelombang. Setiap hasrat menyimpan nafsu, dendam, dan tindakan yang tidak masuk akal.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Kamu pikir, papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu...?""Cobalah berterus terang Astri, apa kata hatimu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa, bagaimana.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu, ya, berterus terang.""Nah, kamu curiga. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah, Papa yang curiga.""Kamu.""Papa.""Kamu.""Papa."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana, penuh kegembiraan, tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya harus mencari sebab-sebabnya.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Di atas karpet, kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Memang, harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor, terdengar dari dalam kamar Laksmi, anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Mama curang. Mama curang," teriak anak-anak tertawa penuh canda."Tentu saja Mama selalu menang, habis Mama enggak kelihatan, sih."Saya intip dari pintu, anak-anak tertawa, berteriak, berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Ini gila. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini keterlaluan. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Saya harus merebut kembali Laksmi.Ketika malam telah hening, ketika anak-anak sudah berada di dunia lain, barangkali, pelan saya masuk. Setelah shalat istikharah, saya berdoa di pojok. Mencoba memusatkan pikiran. Kamar itu temaram, menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Perjanjian baru perlu ditandatangani, dengan keyakinan penuh, dengan kedisiplinan, dengan kesetiaan."Laksmi," bisik saya. "Maafkan saya. Saya telah mengacaukan segalanya. Saya telah merusak rumah tanga kita. Ketika Astri bertanya, apakah saya punya salah padamu, saya sadar, inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi, saya minta maaf. Benar, saya bersalah kepadamu. Di depanmu ini, saya mengakui, saya berselingkuh. Berkali-kali. Secara sadar saya melakukannya. Itu kesalahan besar. Suatu dosa besar. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. Beban pekerjaan terlalu berat. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. Maafkan saya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu, maafkanlah saya. Kembalilah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Kamu tahu, anak-anak sangat membutuhkanmu. Laksmi, mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Mereka sangat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Lebih-lebih saya. Dengan ini saya berjanji, juga bersumpah, saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Kasih kesempatan kepada saya. Laksmi. Kasih kesempatan. Saya paham sekali sekarang, tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Laksmi, engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Engkau suci, Laksmi sedang saya profan."Tangerang, 11 Juni 2002

Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas, Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O, besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya, ya, malam itu kulihat sebilah pisau besar, bentuknya cukup aneh, paduan antara golok dan celurit. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni, pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi, tetapi ujungnya seperti celurit Madura. Penampilannya berkilat-kilat, pancaran ketajamannya.Ini pisau dari Tokyo. Pisau kesayangan Taro, ya, suamiku. Maksudku, Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Lebih baik Taro tidak memasak, bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur...." "O, tapi... ee... pisau itu menakutkan. Eee... maksudku, terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja," selaku, sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa, share-mate-ku (teman serumahku), ketika aku belajar di Benua Kangguru. Ya, aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan, untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Maka, aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Aku memilih Naomi sebagai sharemate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif, lincah, dan pernah berkunjung ke Jakarta, Yogya, dan Bali. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Oya, Naomi juga suka masakan Indonesia, khususnya sate ayam Madura. Malam itu, aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo, untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Nah, you saja yang memotong-motong daging ini, aku yang mengupas rempah-rempahnya. Oke?" kata Naomi, ketika aku mengambil pisau kecil ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html untuk mengupas bawang merah untuk lalap. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging, memangnya kenapa?" tanyaku heran, karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Eee... aku takut sama pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku memang takut. Heehhhh... maafkan aku!" mata Naomi memejam, lalu membalikkan diri ke arah lain, memunggungi pisau yang berkilauan itu. "Naaah... kalau kau takut, mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku, sambil mengikuti arah muka Naomi. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. Tapi, eee... maaf," tiba-tiba ia tertawa, tetapi tawanya sumbang. "Lho... kok tertawa. Katamu.... kau takut, tapi tertawa!" aku ikut tertawa, karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut, tetapi berusaha sok kalem. "Ya, aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu," Naomi masih tertawa, "Lucu, kisahnya! Ya, lucu-lucu seram," sambungnya, sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. "Lucu, kisahnya. Lucu-lucu seram, bagaimana itu?" aku penasaran. "Pisau itu, pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro," Naomi mulai bercerita, "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Maka, ia lalu diasuh Paman Tsuda. Nah, Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya, di pinggiran Tokyo. Taro juga dilatih membuat pisau. Tetapi, ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. Maka, ketika aku berkenalan dengan Taro, ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. Kami pacaran tiga bulan, lalu menikah...." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Nanti dulu. Ceritaku belum sampai ke pisau...," Naomi memintaku bersabar. "Okay. Lalu, bagaimana?" desakku. "Nah, setelah aku jadi istri Taro, aku tinggal bersama Paman Tsuda. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya, untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini, Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. Aku menolak, karena aku merasa tidak memerlukannya. Yang memerlukan pisau itu Taro, karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Tapi, Paman Tsuda mendesakku. Katanya, pisau itu bisa kujadikan senjata...." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "Ini dia yang lucu. Tapi, lucu yang sekaligus seram," Naomi menggeleng-geleng, "E... sungguh menyeramkan. Kata Paman Tsuda, pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro, kalau Taro menyeleweng...." "Heehhh... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. "Ya, kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga...," jelas Naomi. "Apa Taro... ee... maaf, suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. "Kok sampai pamannya bilang begitu..." "No, no... Taro bukan laki-laki tipe itu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu, dia sangat mencintaiku, suka membangga-banggakanku...." "Ya, ya, jelas, karena kau cantik dan pintar...," komentarku. "Ya, mungkin," Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. "Sayangnya, ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...! Ya, dia punya kelainan. Itu, yang kubenci... itu yang kutakuti. Maka, sering terlintas dalam benakku, aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Atau, paling tidak ...jauh darinya, agar aku bebas dari...." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ohhh, Naomi!" desisku dengan bingung, karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Maka, aku senang, ketika Taro mengirimku belajar kemari ya... di Australia ini. Jadi, aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sampai tiga kali, maka tubuhku hancur, babak belur. Pangkal pahaku, perutku, leherku, dan payudaraku akan biru-biru lebam. Aku biasanya jadi malas keluar rumah, Selain sakit, aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya, payudaraku juga nyeri, apalagi lubang vaginaku... seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. "Sampai begitu? Ohhh... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro, suami Naomi. "Makanya, aku sebetulnya tidak happy, kalau suamiku nyusul aku kemari," suara Naomi tiba-tiba merendah, seperti berbisik. "Lho, tapi, bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang, dia mau melamar jadi PiAr- permanent resident di sini, bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku, sebelum ia jadi share-mate-ku. "Ya, mau dia memang begitu. Dia ingin tinggal di Australia, karena ingin menginjak tanah. Maksudku, ia ingin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Maklum, hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. Maksudku, hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter, untuk keperluan segalanya. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen...," Naomi memandangiku, sebagai penegasan, "Makanya, bagi Taro, tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi, kapan dia kemari?" aku ingin tahu. "Ya, tiga bulan lagi, setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini...." "Oh... indah sekali. Kalian bakal menemukan surga di Australia. Orang Jepang uangnya banyak. Kulihat, banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini...." "O... tidak semua orang Jepang begitu," Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. "Walau Taro sudah manager, tetapi gajinya tidak besar. Jadi, ya... kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa...," Naomi merendah. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini," seruku, karena kuliah Naomi, yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "Mudah-mudahan," mata Naomi sedikit berbinar. "Yuk, sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Bukan main, pisaunya tajam sekali. Maka, Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya, agar tanganku tidak teriris olehnya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi, Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo, untuk memotong bahanbahan yang dimasaknya. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu, saat memotong apa saja: dari bawang putih, seledri, daun bawang, hingga ikan dan daging yang diolahnya. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Karena, aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Sejak ada Taro, aku memang sering tukar-menukar makanan. Sebelum Taro datang, Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi, kalau ia memasak, artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia, Naomi tidak pernah ke dapur. Jadi, pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Aku juga tidak memegangnya, karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta, untuk mengupas bumbu-bumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo, dengan alasan, lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

.00 dan wajahnya ceria." sahut Taro dengan sikap tenang. dan pulang ke rumah pukul 21. "Ya. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. Atau. Kuperhatikan. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. tentu bukan bandingan Ferdinand. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut.. terlambat lagi. Seperti biasanya juga. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. Sampai di rumah. Naomi belum pulang. betapa tampannya Ferdinand..html tajam dari pisauku. ia ingin mengeluh kepadaku. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. ia menanyakan keadaanku." sahut Taro. Tapi. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. suaranya berat dan patah-patah. jangan takut. kan. Meskipun demikian. Memang sih. untuk kenang-kenangan. ya. Taro.. nama sebenarnya Ferdinand.com/abclit. Maklum. kami dituntut banyak membaca. suka memukul dan menggigit pasangannya. Ferdinand memang tinggal di Blok A. Pikirku. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. yang ambil ilmu sosial ya. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" "Tergantung fakultasnya." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. kalau memasak pukul 18. Aku jadi ingat... "Taro. Seperti biasanya. membabat ilalang dan rumput ya tidak apa-apa. otodidak. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus. Aku tahu." "Ya. ada meeting. "Ya. Maka ia lalu kuhibur sebisaku. "Tapi. tetapi ditahannya. Jam telah menunjukkan pukul 21. Padahal biasanya.30.00. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. Aku kan juga pernah belajar komputerIT. pisau ini akan kuberikan padamu. teman sekelasnya.. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya." "Ah. di kampus. Terus terang. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. barangkali ada meeting-kerja grup. "Bila aku berpisah denganmu. "Taro. selalu pulang terlambat...html . kupikir.! Tapi. "Taro. Setahuku.. barangkali.. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. Iya.ABC Amber LIT Converter http://www.. Maka dapat dibayangkan.. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. Hari berikutnya. ke apartemen kampus Blok A. Naomi dan Ferdinand naik lift.. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. Di balik tawaku. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. Terus.. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh. Diam-diam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. begitu?" Aku diam saja. Bersikap tenang. student IT memang banyak tugas. sebagai salah satu pria terseksi di dunia." tuturku. tidak sampai malam kalau belajar bersama. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan..processtext. Naomi pulang terlambat lagi. untuk makan malamnya bersama Naomi.. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. aku ABC Amber LIT Converter http://www. merancang program juga bisa di rumah. yang menggandeng Naomi. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro.com/abclit. Naomi belum pulang?" tanyaku. Maka. Kalau aku. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. kupikir. jadi selama ini.. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. Naomi. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh.processtext." Taro memandangiku dengan mata kosong. Begitu.. bikin program yang aneh-aneh dan rumit.

.. very good! Very good!" Taro menanggapiku. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. Lalu.html . "Jangan masuk ke kamar dulu. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. Aku tidak mau dan memang tidak bisa memenuhi ajakannya.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku." kata Taro. karena kepalaku tiba-tiba pusing. Ia berkata. lalu lupa segalanya.. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan." sambungnya..com/abclit. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. Aku buat sushi dan sup sirip ikan. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng.processtext..html menjawab: fine. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. Tapi.. "Malam ini Naomi tidak pulang. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini. dengan suara tenang. Pisau jagal. tapi membuatku terkejut.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas. menuju ke kamarku. ke kamar Ferdinand. "Mari.com/abclit... Ohhh. "Itu. nadanya tenang. makan malam bersamaku. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. Aku mengenali rambut itu. Taro tidak menjawab..ABC Amber LIT Converter http://www. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. perutku mual. Dan. Naomi ke Blok A.. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. "Apa maksudmu. Aku mengundangmu makan malam. mataku berkunang-kunang. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai Naomi-Ferdinand. Bisa ditebak.!" sahut Taro... ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. thank you! "Ohhh.... Edisi 10/06/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. rambut Naomi. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya..processtext. Taro?" tanyaku spontan.. Lalu. Atau." kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan. sebelum polisi menangkapku.! Kenanganku di Gold Coast.

Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. anakku.Jilan. Uang beredar trilyunan dalam sehari.Aku membeli koran pagi itu."Buset. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman.processtext. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. Dan setiap ia pulang. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. Aih. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. Kampungkampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. dan mentega. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Warga kota hanya soal hitungan pajak. banyak jalan yang berlubang. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. kualitas itu tidak penting. Harga kurs dan saham. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. Ada bandar heroin yang tertangkap.ABC Amber LIT Converter http://www. yang airnya jernih. bukan? Dan mimpi buruk.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi.com/abclit. setelah melihat sumur-sumur itu. dong. Tetapi apa bedanya. sosis. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan Depok-Kota. Pohon mangga gatal-gatal. dong.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran.Tidak usah khawatir.processtext.html SETELAH banjir sebulan yang lalu."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Kedubes Amerika ditutup. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. Dalam sumur itu hidup ikanikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. airnya jernih.html . kenaikan terigu. sering melihat ke sumur-sumur itu. dan ada ABC Amber LIT Converter http://www.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. Tidak banyak kendaraan yang lewat. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu.com/abclit. Orangorang juga lebih banyak tinggal di rumah. Rakyat melakukan doa di atas perahu. juga tentang kematian gubernur. Jakarta. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. Kota ini selalu ramai dengan berita. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. jutaan warga dalam waktu cepat. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. dipenuhi dengan sardencis. bagaimana orang bisa membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Airnya jernih.

Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. aku baru percaya sekarang. juga seperti berganti dengan kulit yang baru.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru.. segar. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu."Kota ini.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumursumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. Gejala lain kemudian muncul. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu.. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. aku baru bisa merasakan sekarang. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu.com/abclit. Princess.com/abclit. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. ada wortel. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. tak henti-henti. ada tomat."Morgen.html ." kata Princess.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. lihat. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. deh.. natural.processtext. mesinnya seketika mati. Tangisan yang sedih dan pedih. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. "Aduh. karena orang yang berusaha menutupnya.. Sejak kejadian itu. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhluk-makhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya.. dan terasa halus. Gerak menjadi normal. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. bukan?" teriak mereka. Semuanya.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. Kulit mereka.Orangorang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. Waktu juga berjalan normal. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. aku hidup. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. tanaman ada di sini. sayang. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini.html ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. "Lihat. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan.. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. ada. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. bahwa aku hidup!""Lihat. akan ditembak di tempat.ABC Amber LIT Converter http://www. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. ada cabai. Mereka mendapat pengawalan super ketat. Tapi berwarna merah seperti tomat. Darah yang lama. Masalahnya tidak sederhana. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya.processtext. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. kini. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu.

tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu.. Uang pajak untuk pemerintahan kota.html kaku. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air.Kalimalang.ABC Amber LIT Converter http://www. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu.SUATU hari. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya.processtext. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini.processtext. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan.com/abclit. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. pada setiap udara yang kuhirup. rumah untuk bercinta." kata Jilan. Pakaian mereka. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. 2002 Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas.html . entah siapa yang memulai. Orang berjalan seperti tarian. Dan kau tertawa mendengarnya. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. pada setiap air yang kuminum.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. Pohon yang berbuah.com/abclit. Cinta adalah . Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. aih. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti."Ayah. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah ABC Amber LIT Converter http://www.. Dan cinta. Pemandangan itu bagiku memilukan.

Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. Kenanganku adalah bunyi genta itu. sekali. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. daun berguguran. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. ombak menghempas. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia.processtext. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya.html terlalu menyenangkan.html . Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. ABC Amber LIT Converter http://www. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela.com/abclit. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. senyuman yang manis. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. seperti tidak pernah terjadi.processtext. meski tetap saja teringat sampai mati . tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. Kereta api itu lewat begitu cepat. membuat masa lalu tak pernah berlalu. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu.ABC Amber LIT Converter http://www. seperti angan-angan melintas. Hmm.com/abclit. tampak ia baru saja keluar rumah. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. Semuanya sudah kulupakan. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya.

mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. sepanjang padang. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah.html . aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih ABC Amber LIT Converter http://www. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Perempuan itu berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. lampu-lampu menyala menjelang gelap. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat." "Aku memang tidak ke mana-mana. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. mengikuti bekas jejaknya kembali. Kemudian ia juga ke luar. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu.com/abclit.com/abclit. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa.processtext." Ia mengikutinya. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat.processtext. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. berjalan lambat menuju rumah itu. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. Dunia memutih dan kelabu. dan kenanganku akan menjadi lain. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. dan perempuan itu melihat lewat jendela. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap.ABC Amber LIT Converter http://www. bukan hanya sedetik sebelumnya. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. tidak pernah kukatakan. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu.html yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Ia mengikuti jejaknya. Dari kejauhan. Bukan di luar daerah itu. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. tidak pernah kuapa-apakan.

serentak. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. dan melang-kah ke padang salju. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Aku selalu membayangkan ada bekas-bekas darah di atas salju. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai salju-aku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. dan aku tidak melihatnya membuka pintu.processtext. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.Cape Town. menutupnya kembali. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh.processtext. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. dan hanya ada bekas da-rahnya.html . Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.html digenggamnya.com/abclit. Durban . Maret 2002. Sayang sekali. memperlakukan dirinya begitu rupa. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat.

kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembarlembar promosi ini.SEBENARNYA. Pak. Padahal. Lebih ia benamkan topi. seperti biasa."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. Atau lebih gila. Disaputnya peluh. mulai melengket. Debu. mengucapkan terima kasih. membonceng kurir tandem-annya di belakang.. Dan jika hal itu terjadi. "Hanya brosur. Lembar-lembar promosi. Jadi. Bulat. sangat sering ini terjadi. siapa tahu. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. mungkin tidak. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. di sebelah sana . yang kiri. menjulang.processtext. tinggalkan di sini. Courier.Kadang. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah.. Atau.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari. Tetapi.ada kompleks perumahan lain yang. satpam . memang mengerikan. Tapi.ABC Amber LIT Converter http://www. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana.Dan. tak putus asa. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. kotak pos."Sini!"Tidak. jauh ke dalam gerbang. jauhnya .Perlahan. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. Dan di bagian punggung.ah. yang menyamar jadi kurir.karena tertulis dalam bahasa asing . bayang atmosfer bagai menggigil. dirinyalah yang ada di depan.. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan." Disodorkannya ke hadapan si satpam. Sungguh menyenangkan. atau mungkin suatu malam. ke sana. sering ia bayangkan. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. Di permukaan aspal. Sekilas. memetakan lokasi. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari.html napas. Dan.""Tetap tidak bisa. dan gempal. begitulah yang tercantum di kartu namanya.com/abclit. terpikir juga olehnya. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri.processtext. Jika brosur ini ia serahkan.. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan.pikirannya kembali ke tadi."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. kotak pos-kotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. Ditolak satpam. ia ngangakan tas yang dikepitnya. bajunya. kadang.. wajarlah kalau satpamsatpam itu bersikap begitu. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. mencuat bertingkat-tingkat. "Lihat. kenapa satpamsatpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. Harus waspada. Dan karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. Hmm.Menghela napas.com/abclit. Berkesan gagah . pastilah satpam ini seoran kidal. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Bandit. Kepul motornya pun tidak. memastikan satpam mengizinkan..html . rampok. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". Panas. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. diayunkannya langkah ke kompleks itu. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun ABC Amber LIT Converter http://www. pejal. berjenjang-jenjang. Dan atap. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. memang mengerikan. tapi pasti. ia membalikkan tubuh. Samar-samar tampak pagar tembok. Biar kami yang memasukkan. Hatihati. ah.

betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. Mungkin lebih.com/abclit. badak. Di jalan. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. tak ada Parto yang menunggunya. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman.. serigala. Minahasa. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. macet yang panjang. sebuah kawasan di pusat kota. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. alangkah kasihan mereka. ia ingat kampung.. ular. kerontang. Tak ada lagi siapa-siapa.ya sekretaris ya personalia ya entah apa. tembok tinggi. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain.yang rupanya semacam serbuk . Jeruji besi. nenek moyangnya. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar.. yang ia bisa. itu seperti kurir. kawat berduri.html . Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. Dan binatang? Ah! Harimau. "Pak Ogah". Bahkan di sana.. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu.processtext. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang.Kampung yang jauh nun di luar pulau.Maka. ah. Kotak tembikar. Dan. Bahkan jarak masing-masing perumahan. tak berhati nurani seperti binatang. buaya. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat.. Hmm.. adalah juga seorang kurir.com/abclit. masih banyak waktu.Sesuatu yang lebih berharga.)Parto bukannya tak menunggunya. betapa jauh di pinggir kota. Kaki Gunung Lokon. Seperti ini.. di atas motorlah ABC Amber LIT Converter http://www. sebenarnya. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. Minahasa.. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. Ah. ia muncul di kantor agak terlambat. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. jadi courier. Hanya itu yang ia dapat. terjadilah hal yang mencengangkan.processtext. tapi kurus. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. aih.Ya. lihatlah rumah mereka. Melainkan seperti kata Nina. sama sekali ranggas. Pagi tadi. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi. Noon express.. Isi kotak . ia senang bagian itu. sebenarnya.harus ia tebarkan ke udara.Hamparan hijau. seorang lelaki 40-an dengan van tua. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. itu seperti paket. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu.aduh. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. kerbau. Juga tak ada si bos. Penduduk daerah bersangkutan. di sini.Dibacanya alamat paket. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto... Menggantikan Parto . Kapak Merah. luput dari kebisingan. Bukan brosur. Ah.. ia gembiragembirakan diri. macet. dalam mobil. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. dadanya berdebar. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap .. Mungkin ada sekilometer. Memang alangkah jauh. Bukan lembaran lepas promosi. buas.html dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. (Si bos.Kembali. terjepit di sebuah gang. kelas kaki. Seraya mengenang kampung. berubah jadi binatang. Dotu.HARI ini. di perempatan . pemerasan. memang berhalangan. Kurir. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang.Kadang.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. disaputnya peluh. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain.

Sebenarnya. satpam itu mengernyitkan dahi. dihidupkannya motor. Ini jugakah yang menyebabkan senja. tapi lalu ia lupakan. berarsitektur gaya Belanda.Dihelanya napas. tetap tidak. Ternyata juga tidak. noon express)!Putus asa. Beratusan 9. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. ke rumah berarsitektur Belanda itu. ke supir yang meneriakinya.. Seluruh detik mestinya berharga. Pos satpam! Pos satpam. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. ia menyelip. menikmati terpaan angin ke tubuhnya.processtext. bukan hanya itu. Itu sepele. Salah alamat. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. Ganjil. pagar tinggi. rumah itu tampak lebih suram. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. ia cek. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. Mulai ada rasa cemas. Ah. Sedetik. Fisik. tapi tak bertemu. Tetap juga tidak. tapi 4. Salah alamat yang aneh. Lagi. Terdengar teriakan. seperti pernah dibayangkannya. Alamatnya betul. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. Betapa ia sangat gembira. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. Bahagia. sendiri. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. meski lampu bernyalaan di mana-mana. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. Diperhatikannya lebih cermat. Dibanding yang lain. Lagi pula. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal.html .Ternyata bukan hari bahagia. ada ketertusukan dalam dada. banyak sekali.Sungguh alangkah lelah. ia kembali ke alamat semula. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah.com/abclit. "Badak!" Satpam lain menimpal. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak.processtext. Sungguh memang sial. Ia memarkir motor. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda itu.Di matanya.. Bengis. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. Sudah lewat pukul 12. Siapa tahu. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh. jeruji. Melainkan hari sial. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. Dan satu lagi.. yang nanti tentu marah atau kecewa. begitu katanya. membayang wajah si bos.. senja. Menyalip.TETAPI.ABC Amber LIT Converter http://www. sekelebat. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. Jalan raya dan kecepatan. sesial-sialnya.com/abclit. Sebuah rumah besar. Apa?Ada yang berubah. Dan tak lupa.. Dan dua orang satpam.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. Mungkin bukan satu angka. Psikis. Ah. Tapi. wajah kedua satpam itu berubah.. kerbau. Di sini juga. tetapi seseorang lain di rumah itu.. Mungkin 8. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. ini hari bahagia. Sudah biasa. Berpagar tembok. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). terhenyak. Ataukah. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. Maka.html ia kini. pos penjaga. Menyelip. bukan 9. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Babi. Dilihat penampilannya ketika siang. dalam. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. Tembok pejal. dalam satu hari ini saja. betapa mengasyikkan. Dan akhirnya. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . ABC Amber LIT Converter http://www.ia datangi. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. mestinya kini lebih menonjol. badak. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. Seraya tancap gas. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. Ia tahu hari telah senja. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. megah. Tetapi.

Diparkirnya motor. saat itulah ia tiba-tiba terkejut. kera. Sejak pagi saya mencari. "Paket.html . Toar Lumimuut... saya menunggu."Walau telah tak peduli. tapi. Bengkak! Dipacunya motor. badak. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. Memang tak ada. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. mungkinkah? Paket. Jadi ia bebas. mendahului. Maaf.processtext.. serigala.ABC Amber LIT Converter http://www. Dipacunya motor... Dimatikannya mesin. manusia yang tak bisa diselamatkan. Dan. bergumam. Agustus 2002 Cermin Pasir ABC Amber LIT Converter http://www. tak bercanda. sesosok lelaki besar. tapi ia tak begitu ingat..Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. Ah. Pengemudinya. telah membuatnya sangat lega. Tak yakin. Oh!Dihentikannya motor. Tapi. "Sembilan ratus tahun. "Sembilan ratus tahun. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu.""Ya.Dibelokkannya motor. muncul bagai menyambut. serigala. Pengendara motor yang melintas di depannya.Mendadak. Kotak tembikar. sosoknya begitu besar. Barulah ia sadar. Terengah. astaga! Benar..Disodorkannya tanda terima.... tinggi. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. Ia bingung. sudah tak ada. yang kini rendah saja.. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. Lelaki itu seperti tahu keheranannya. Tetapi. sedemikian rupa.. Begitu tubuhnya ada di teras. *Payakumbuh. Dotu.. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. ia tertegun... Lelaki tinggi besar itu menandatangani.. lelaki itu tak berkelakar.. ular. orangorang kejam. jelas sekali ia lihat si pengemudi. lalu berjalan menuju teras.. Binatang? Ah! harimau.html Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. seekor badak!Ia terlongong. saya tahu. serbuk itu. Pos satpam itu lenyap! Dan.. bukan pula hanya pagar yang berubah.processtext.. Ada yang lain ... Dan penumpangnya: Orangutan. Takjub.mungkin juga arsitekturnya.com/abclit.Ternyata. mengulang. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. singa.""Noon express. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. seekor babi! Diamatinya angkot. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan.Sedetik.. Telah lama saya menunggu. Andalah orangnya. Adakah rumah yang bisa disetel. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain. Hari yang tiba-tiba panjang ini.. buas. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. buaya. ke dalam pagar. harimau. paket itu. saya tahu. ia mendengarnya. Kencang. kerbau. berkumis dan berjenggot tebal. para pejalan kaki. Sembilan ratus tahun.""Ya. tak berhenti nurani.com/abclit. Sembilan ratus tahun! Kiranya. metromini. ternyata juga adalah para binatang.

Ya. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel.html . berlubang. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah. Kami cuma berkumpul di gereja dan mensyukuri panen.””Malam nanti kami hanya slametan. pasir. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga.”Aku punya firasat buruk.Sejenak sunyi. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. Selalu ada yang tak kembali. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. Tak perlu berbelitbelit. Izinkan saya berlatih barang sejenak.” penambang sepuh mendesah lagi. atau sama sekali hilang.Baiklah.Selalu ada yang hilang. Kami tak akan menari. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda.”Mungkin hujan akan segera turun. saya akan berhenti. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. dia hanyalah pastor desa. Romo Sentanu. Namun. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. adalah kedahsyatan yang indah2.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. Tak ada yang berani menghentikan tarianku.processtext. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. menyebut nama Kiai Petruk. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Lihatlah. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa.processtext. koral.Kiai Petruk. Tetapi.html Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Batu.ABC Amber LIT Converter http://www.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Dan.com/abclit. dan puluhan perempuan. Maka.Dan. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. Kalau marah. Keheningan sehabis hujan. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang.Tentang Romo Sentanu: ah. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. Selalu ada yang tak kembali. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. kau tahu. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. berhentilah menggoda kami. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. tetapi sebenarnya aku penari. serupa mambang.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pasir dengan penduduk. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dan, salah satu tugasku ke desa ini, kau tahu, adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan, desah manja wanita sehabis senja, dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa, aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam, teman-temanku yang tak banyak cakap itu, membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit, memaku kedua telapak tangan, dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dan, selalu pada saat dia mengerang kesakitan, aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.Jadi, dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.Ah, kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu, koral, lumut, dan keheningan desa ini. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata, ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Ya, di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel, tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Dan kalau sudah mendalang, Ayat bisa berubah menjadi dewa. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Suatu hari ketika dia bilang, ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Ayat juga mahir menari. Melihat Ayat menari, orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar, awan panas, dan hujan batu yang tak kunjung henti. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian, pertikaian, dan kebencian.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dia, aku dengar dari para penari lain, gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Ibarat Samson, dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Maka, baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari.Lihatlah, bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa, aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.”Mungkin hujan akan segera turun, mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Dan, aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan, Ayat akan bilang, ”Mangga Den Ayu, Putri ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Keratonku, mari menari bersamaku.”Ya, dia boleh bilang begitu. ”Tetapi, aku datang untuk menggodamu, meruntuhkan, dan meluluhlantakkanmu.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg, segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos, puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat, Romo. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun,” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Ya, biarkan dia menari dan jadi pesinden saya, Romo,” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Tak ada jawaban. Dan, ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa, ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung, Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini, Romo. Biarkan dia menari bersama saya,” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Belum ada jawaban. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan, di luar dugaan Ayat, Romo Sentanu meninggalkan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja, bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil, Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Dan, malam itu di antara ratusan obor yang diacung-acungkan ke langit, di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih, Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.”Gusti, firmanMu akan jadi kasunyatan”, Romo Sentanu mendesah.Ya. Dan, Aku tahu siapa yang akan jadi korban.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos, Gusti.”Ya. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Setelah itu, lambungmu akan dihujami puluhan peluru.”Mengapa harus saya, Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O, bukan hanya kau, Sentanu. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Kadang-kadang saat gerimis mendera, binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. KadangABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tetapi, tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk, berlubang, atau sama sekali hilang.Dan, truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam, kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Batu, koral, pasir, dan puluhan perempuan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.Dan, malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Sebagaimana aku, (o, kau tahu namaku Nagreg bukan?), mereka telah menghirup udara, cahaya, tradisi, kebodohan-kebodohan, tarian-tarian aneh, mitologi Kiai Petruk, wedhus gembel yang prek kethek, dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Maka, mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Di tengah kegelapan malam, mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengah-tengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk, membabat kaki, kepala, atau menembak lambung tanpa suara.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Sebab, mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Sebab, mereka tak pernah bersengketa dengan orangorang miskin itu. Tetapi, bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun— mahir menjadi bunglon, pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi, jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Baiklah, sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Namun, setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung, kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi, mereka juga akan menghabisiku. Tak boleh ada saksi. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini, di keriuhan segala bunyi, obor, cahaya mata Romo Sentanu, dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas, lelehan lahar di Puncak Merapi, dan jerit tangis dalam tari, aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Ah, haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Hanya jerit gamelan. Hanya jerit kesakitan. * Semarang, 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata dalam Cikar Bobrok. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin, dalang dari Desa Tutup Ngisor, saat memainkan lakon Kunjarakarna. 4) Trisik, mangenjali, ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas, Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai, juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Sebab begitulah pada dasarnya manusia, salah seorang bisa menggantikan yang lain, tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain, untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu, tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel, punya daya ingat tinggi, renyah, hangat, dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca, tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Kutemui ia dalam diam yang cukup, tidak bawel, serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.Tapi, kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan, sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan, ia memesan apa-apa yang aku pesan. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku, mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Aku memesan daging berlemak, mereka, perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku, memesan sayur-mayur. Aku memesan teh hangat, mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Berbeda dengan perempuan yang satu ini, ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Bahkan, ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari, ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja, walau pada saat-saat tertentu, kami masih saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Berbicara tentang sepak bola, merokok bersama sambil menonton acara televisi, berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam, berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi, rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Kamar mandi kotor, cucian menggunung, dapur berantak-an, ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.Tapi, aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Dia juga. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi, ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa, tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat.Tapi ingatan-ingatanku atasnya, pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Tangis yang tidak lagi biasa, tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi, bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan, aku tidak menyesal menangis, aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri, bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku.Tapi, aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benar-benar mencintainya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting, tapi tiga hal ini penting bagiku. Pertama, apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua, apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga, apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Meninggalkan? Ah, mungkin itu bukan kata yang tepat. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat, tapi begini, aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Beri maklumlah pada diriku. Aku seorang selebriti terkenal, muda, cantik, di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi, laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau, empat lima tahun yang lalu, ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Bahwa, ia mengagumi kecantikanku, aku bisa merasakannya, itu pun dengan samar, tidak seperti orang lain. Tapi di hadapannya, segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya, bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Ia hanya memberiku tempat, tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja, dalam acara apa saja. Dan ia hadir, tanpa wajah yang menunggu kedatanganku, menunggu kemunculanku. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Laki-laki itu tidak seharusnya begitu, sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh, maka aku harus bersiap, aku membutuhkannya. Tapi sejujurnya, perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Semua kusimpan dengan rapi, bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu, aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Lalu kami saling berbicara. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya, mendengar suaranya, bersitatap ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa.com/abclit. Ia merasakannya dengan biasa. menjerit.processtext. Lalu aku duduk. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. Sendirian di kamarku yang menyimpan hampir seluruh bayangannya. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Dadaku sesak dan panas. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. Begitu kulakukan saban waktu. menyalakan ABC Amber LIT Converter http://www. Aku sangat tahu. dan makanan. Ruang berganti warna merah dan hitam. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. Aku harus memaksanya untuk duduk. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. telah benar-benar kehilangan dia. Menggenggam gelas minum erat-erat. rapuh. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. setengah melenyap. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. Ruang-ruang ragu dimampatkan. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Tapi benar kata orang. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. air.Maaf. otakku ikut terbakar. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. maka aku memang harus pergi. dan segalanya menjadi tidak terkendali. Tapi aku tahu.Aku bangkit minum air dingin sebanyakbanyaknya. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu.Aku sangat mencintainya. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. Aku meraung. semua ditinggalkan berlubang. Saat yang sangat tepat. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. aku pada banyak hal bukan orang hebat.Lalu kuputuskan untuk pergi.Hingga suatu saat.Kami semakin akrab. keyakinan yang sempurna.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Seakan ikut menahan beban yang menimpa—awas. Tak ada kekagetan. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku.com/abclit. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya.Serangan balik yang maha dahsyat. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. Tentu kami juga bercinta. Semua dicabutnya. dan terima kasih.ABC Amber LIT Converter http://www. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. lalu aku me-nangis lagi. napasku seperti terbakar. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus — bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. cinta saja tidak cukup. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah.Ia seorang aktris.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. rasa bahagia. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping bendabenda.html dengannya. Diciptakannya dalam dada. Benar-benar menangis. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. Aku menangis. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya.processtext.html .Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. Bukan. Kupandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. sangat tahu.

Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja.ABC Amber LIT Converter http://www. dan nonton sepak bola. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. Bahkan. tak mau peduli. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. ruang-ruang yang berantakan. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. Aku harus berpikir dengan tenang. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa.com/abclit. Tak peduli. Tangisan yang sewajarnya. Hal-hal yang menurutku tidak kusukai.processtext.Tapi sekarang aku nyaris gila.Tubuhku demam. dan menangis.html rokok. Edisi 08/11/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku.processtext. merokok.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. sebab jika melihat kenyataannya. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya.html . Sebab sore tadi. aku pasti akan larut. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. sebab aku tidak mau sakit hati. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. dan ia pergi meninggalkanku. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. *** Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. Tubuhku dibakar cemburu.com/abclit. Lalu aku teringat dia malam ini. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya.

sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. saya segera mengatakan bahwa malam ini. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran.processtext. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. meskipun telah ngantuk sekali. Akan tetapi malam ini. ABC Amber LIT Converter http://www. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. Ia berdiri saja seperti orang linglung.ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. Akan tetapi. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. karena saya sendiri masih belum tidur.html . saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. Usaha saya berhasil. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka.com/abclit. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. Yang jelas. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. Ah. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. tapi menurut saya ini hal biasa. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. Entah gelisah. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi.html SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu.com/abclit. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. Akan tetapi. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. anaknya. yang jadi hambar. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. segera saya membukakan pintu. Meskipun demikian. pastilah itu Mayumi. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. gundah.processtext. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. Begitulah. saya tak tahu pasti. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. tetangga saya. sementara saya segera menutupkan pintu. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah.

jika ia meninggalkan ayahnya.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . Ia lalu melanjutkan. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram.saya. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan... Sedangkan Mayumi. masih ada yang menemani ibu."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian."Ya. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya.html .html saya dan Nakamura. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu saat saya kembali ke negeri saya. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang..""Saya betah tinggal di negeri ini. Telah beberapa lama. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. sehingga meskipun saya meninggalkannya. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. Nakamura-san... bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. Atas pertanyaan saya. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan kata-katanya."Ya.processtext. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. penuh KKN. Sering kami ngobrol berdua. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm.com/abclit.processtext.com/abclit. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. sayang. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. suatu kali."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. Bedanya. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja.ABC Amber LIT Converter http://www. meskipun dengan sikap ragu-ragu. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.... Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri ABC Amber LIT Converter http://www.

saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. ia lantas mengatakan.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saat-saat terakhirnya. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana.processtext. Meskipun demikian. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Pendeknya.processtext. Sampai di situ pula pikiran saya mampat.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. Tanpa menunggu jawaban saya. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. paman saya. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. ***Tokyo. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Dua kidung malam mengalun bersamaan. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. Menyadari saya diam saja.com/abclit. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga.com/abclit. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. Kami tetap bergaul seperti biasa. Haji Mahmud Soeharto. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini.html karena ayahnya adalah anak tunggal. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Mungkin juga saya linglung. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen ABC Amber LIT Converter http://www.Menyadari kenyataan itu. Melalui telepon.ABC Amber LIT Converter http://www. Lagunya pedih mengiris-iris.html . ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. Akan tetapi. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Setelah itu. Aneh benar.

Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan.””Ada apa.processtext.Itulah sebabnya.30. Seumur-umur. Bu. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar.html . itu telepon dari Bapak. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Itu ABC Amber LIT Converter http://www. satu tahun menjelang pensiun. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Sesaat.”Pak Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. lalu menutup pembicaraan. terutama makanan.html Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas.60 Yogyakarta. tepatnya di jalan menuju Kaliurang.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak. Selama dibangun. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. Mitos. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta.” ”Bapak sudah tiba.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. ”Nah.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon.”Betul. itu hanya omong kosong. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon.com/abclit. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. tidak semahal di Jakarta.”Dari Bapak. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya.” kata seorang rekan Pak Jek. Harga barang kebutuhan. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan. Takhyul.processtext. Jalan Kaliurang Km 6.Namun.” ”Tolong diangkat teleponnya.

Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi.. Pak.”Menurut Pak Jek. Padahal. dengan bangunan 60 meter persegi. ”Semacam surprise-lah.”Makin luas tanahnya. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. cukuplah 60 meter persegi. Mengapa tidak memilih Bantul. Makin luas pagarnya. Di hotel ‘kan ada AC-nya. padahal mereka belum tentu suka. Makin banyak tanamannya.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. yang mengharuskan itu siapa toh. memasukinya.com/abclit. tentu makin repot pemeliharaannya. kan? Lagi pula. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu.”Lalu. Sentolo. Rumahmu ‘kan di Semarang. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki. Di Yogya kan banyak hotel. apa pun mereka bisa beli. Prambanan.”Kayak rumah BTN saja. Lagi pula. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. di rumah Bapak kan tidak ada AC. dan mulai tinggal di situ.200 meter. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi.com/abclit. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima.”Tapi tak apa. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. mereka bisa beli.processtext. hari Sabtu atau hari Minggu. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah.html pun hanya sekali seminggu. aku dan istriku makin renta. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. Pak Jek juga punya pendirian. yang lebih besaran Pak rumahnya.”Aku hanya berdua dengan istri. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. Makin banyak rumputnya. tentu makin banyak ruangannya.””Lho.. atau bahkan 1. Prambanan. makin lama memotongnya. Parangtritis.” kata Pak Jek memberi alasan.000 meter. Pasti mereka beli.” lanjut Pak Jek. menantu Bapak. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula ABC Amber LIT Converter http://www. Keraton Yogya.. Enak. Belum terpolusi udaranya. Termasuk sampah dari luar negeri. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. ibumu tidak suka. Jadi. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Makin capek menyapunya. Masih banyak pepohonan hijau. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah satu hotel di Yogya? Lagi pula.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus.”Biar ada kejutan..processtext.”Lho. termasuk biayanya. kita tentu bertanya. Cuma sekali kok dalam hidup saya.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes.” kata anaknya yang di Semarang. Pokoknya. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.ABC Amber LIT Converter http://www. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. Gunungkidul.”Mbok. Jadi. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. atau setelah keliling ke Borobudur. Pokoknya. Nak?””Lagi pula. Berapa pun harga tanah. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. lebih dekat ke Malioboro. Pak?””Ah. itu soal gampang. bukannya anak Bapak.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. Makin banyak kebutuhan listriknya. atau 1. betul-betul rumah baru bagi saya. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. makin banyak segala-galanya. Magelang. makin banyak sampahnya.html .”Namun.

di Gambir. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. lalu. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.processtext. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. kok. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. Pak Jek menepati janjinya. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. Pukul 07.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisikbisik di kalangan karyawan. Entah pertanda mengerti. Jadi. panitia pelepasan Pak Jek penasaran.00 pagi. Mereka tahu. Lagi pula.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir. ia memberi penjelasan berikut. Sekali berkata A. dan juga atas biaya sendiri.””Bagaimana mungkin santai. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan.html . Namun. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi. sudah jauh-jauh hari.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08.”Pada acara di Gambir.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya.”Nanti kapan.. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja.processtext.. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. Oleh karena itu.html perusahaan. Lagi pula. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita.Oleh karena itu. Jadi.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian. Sekarang.””Lho. ah.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu.””Makanan di kereta ’kan tidak enak. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun.com/abclit. Pak. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. seorang direktur perusahaan MNC.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. Santai saja.ABC Amber LIT Converter http://www. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri. tak usah ada acara penyerahan kado kepada saya. tidak bisa muat banyak ABC Amber LIT Converter http://www. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini..com/abclit.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal.”Para karyawan pun manggut-manggut.. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek.”Kalau begitu.”Ya. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi. bagaimana mungkin. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir.” ujar Pak Jek dengan kalem. Pak?””Mungkin saja.

com/abclit. Di rumah pun selalu begitu. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya.html barang. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. Begitu bertemu dengan bantal. Bandung. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. Namun. ia gampang terlelap.processtext. tusuk gigi.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. nomor 6B. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. Namun. jika ditinggal sendirian.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. khususnya Jogja Ekspres. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. Tiba di Tugu pukul 16. Pak Jek juga tidak tahu. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Atau selera petinggi kereta api. Ada yang menyalami dengan dua tangan.” kata pramugari. Menurut Pak Jek. Bagusnya. dan kuli angkut. makan siang Pak. Namun.”Secara bergiliran. di mana saja. Ada yang memeluk Pak Jek.” ujar seseorang. Pak Jek juga bisa terlena.Pak Jek memang gampang tertidur. Barangkali alokasi dana untuk makanan para penumpang memang terbatas. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. para karyawan pun menyalami Pak Jek. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup.00. dari mikrofon terdengar pengumuman. Ada pula sendok garpu. Terima kasih. menunggu di rumah baru.ABC Amber LIT Converter http://www. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Jek tidak mengorok. Siapa tahu. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. Pak Jek ingin. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. Bertemu sofa empuk. termasuk kado dari kalian. Sepotong paha ayam goreng yang keras.html . Tak usah dijemput. dan sepotong tisu. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. pengantar. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. Stasiun Cirebon. Pak Jek langsung pulas.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api.Pak Jek membuka mata.00.processtext. masih kosong. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun.”Pak.”Beberapa detik kemudian. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. Semarang. Pak. Lalu.com/abclit. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya.”Hati-hati copet.Beberapa saat kemudian. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Kursi di sebelahnya. Secuil nasi putih.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. Kapan saja.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. dan Stasiun Purwokerto.

.Laki-laki itu tak juga bangun. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain. Siapa nyana..Namun. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres. Berarti Yogya sudah hampir tiba. Anak-anak pun mulai ribut.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek..Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh lakilaki berusia 60 tahun itu.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.. Lalu tiba pada kesimpulan. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta.”Jakarta.”Tukang sapu kedua coba membangunkan.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar.””Jangan-jangan sakit jantung. Pak. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.”Sudah sampai.”Coba kamu yang bangunkan. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya.””Bisa saya bantu.Karena tak bereaksi juga..html kurang membangkitkan selera bagi para penumpang. Stasiun Kebumen.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6. Jangan sampai ada yang ketinggalan.””Barangnya saya bawa.”Karena tak bereaksi sedikit pun.Lantas.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. Bu. Bantal menutupi mukanya. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto... tangannya sudah dingin ’gitu kok. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.””Kopernya saya bawa.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.processtext..Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.”Napasnya kok tidak terasa lagi.com/abclit.”Lha. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta.”Para penumpang yang terhormat.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.”Keasyikan mungkin tidurnya.”Pak sudah sampai Yogya.Sambil meluncur ke arah timur. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda. Boleh jadi.””Angkat barang.”Pak. Pak.””Mari Bu saya bantu. Bangun. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien). Pak. Bereaksi sedikit pun tidak.””Jangan-jangan sudah seda. penumpang itu tetap saja tak mau bangun.com/abclit. bangun. Bu.Setelah dicoba berulang kali. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi. dan Stasiun Sentolo.”Barangnya. Pak.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun. Tinggal beberapa kilometer lagi.Tak ada respons. Stasiun Kutoarjo.html .

yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.com/abclit. laut ke laut dan benua ke benua.ABC Amber LIT Converter http://www. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. bahkan bajaj. siaran berita televisi. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak.Adjani bersimbah peluh.com/abclit. Tembok tinggi merendah. Maka. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. pada setiap headline koran-koran. motor. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari.processtext. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. Pelupuk matanya merapat. Bahkan. sungai ke sungai. Semua tidak berani bergerak.Ketika Adjani berlari. majalah-majalah. Sungai terbelah. Luka yang begitu dalam.html . rumah ke rumah.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Adjani menahan luka. talk show.processtext. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. Luka dari segala maha luka. waktu kita hampir habis. Luka yang begitu perih. mobil-mobil langsung berhenti. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Tetapi. Ruangan itu begitu sunyi. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. Atau mengapa Adjani bisa terluka. Waktu ia menyeberang jalan. kuli tinta. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Adjani bersimbah peluh.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. Edisi 07/28/2002 ASMORO. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. Tetapi. siaran radio.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Para fotografer. Mereka hanya tahu Adjani luka. Pipinya merah terbakar matahari. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. Semua menahan napas. Adjani bersimbah peluh. ABC Amber LIT Converter http://www. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. langsung terbelah dua. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu.

Naik-turun dada Adjani mengatur napas. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. menceritakan dan membahas Adjani. Asmoro hanya mau menulis. Tetapi. Di sela-sela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari.ADJANI bersimbah peluh. Pesawat televisi yang panas. "Adjani bersimbah peluh.com/abclit. Awalnya ia tidak mempedulikan. Dan semakin ia menulis. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. ia berada di lantai ketujuh.com/abclit. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar.html semua memuat. Irama musik sendu mendayu-dayu. Asmoro mabuk kepayang.processtext. Derap kaki Adjani yang teratur. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. kecuali Adjani bersimbah peluh. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. tidak ada apa-apa di sana. Ia tidak dapat berhenti menulis. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara.processtext. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Kadang mawar. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. lalu makin lama ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. kumbang. Kadang sedap malam. Kadang lili. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. sementara ketukan itu terus membahana. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk." bisik angin. dan burung-burung gereja. ketukan itu tidak juga berhenti. Barulah Asmoro sadar. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. Tetapi. walaupun terkesan tidak memaksa. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya.ABC Amber LIT Converter http://www. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. Mendadak perut Asmoro keroncongan. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Di tengah-tengah rasa putus asa. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Tetapi. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. Menyerang segenap jiwa Asmoro. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Kadang melati.html . Adjani yang bersimbah peluh. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu.

tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. ia tidak akan berhenti. Seorang reporter meliput. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. restoran. Jalanan macet total. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Dan bau wangi yang samar-samar. Suara lembut denting piano tunggal.com/abclit. paus. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri.Adjani bersimbah peluh. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambar-gambar Adjani yang pernah disiarkan. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama.html semakin jelas tertangkap pendengaran. Lampu-lampu lalu lintas tidak bekerja.Adjani bersimbah peluh. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh lakilaki.. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Namun. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. hanya untuk menyaksikan Adjani. Dengus napasnya semakin dekat. Ada gurita. Asmara.html . Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. Aktivitas di kota itu lumpuh. "Bintang jatuh. Asmara. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. tubuh Adjani masih bersimbah peluh.. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat.. Adjani tahu. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Bulan bersinar temaram. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. Dari sinar kemerahan itu. Asmoro tahu. terus berlari di bawah samudera. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. ikan pari.Adjani bersimbah peluh. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Peluh itu tidak hanya asin. waktu kita hampir habis. berubah menjadi kesatuan orkestra besar.processtext. lama kelamaan makin tajam. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh.ABC Amber LIT Converter http://www. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. Suara orkestra semakin keras. Adjani hanya bergumam." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari.com/abclit. gedung perkantoran. Asmoro menunggu Adjani. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Dan ia pun sangat tahu. Semua orang keluar dari rumah. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerah-merahan tertimpa matahari senja. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai.."ASMORO. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan ABC Amber LIT Converter http://www.. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala.processtext.. sebentar lagi tulisannya selesai.

satu tema di seluruh dunia.com/abclit. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya.html . ASMORO. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu.Adjani bersimbah peluh. Adjani bersimbah peluh. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Dihirupnya dalam-dalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro.html kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti.processtext. waktu kita hampir habis.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. jadi mereka bisa berciuman sambil berlari. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. Pelupuk matanya merapat. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua.Asmoro bersimbah peluh.Jakarta. Tidak ada yang berani bertanya. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. yaitu Adjani. Tidak ada yang berani meliput.Di kota itu. Atau orang kaya. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi.. Segala asumsi pun merebak. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Atau jangan-jangan orang kaya itu. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan.com/abclit. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro.. satu suara. Asmoro tidak dapat berhenti.ABC Amber LIT Converter http://www. Adjani menahan luka. Adjani bersimbah peluh.processtext. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov ABC Amber LIT Converter http://www. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. 21 April 2002.. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya.

dikelilingi hutan."Hey. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. Dulu. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg.com/abclit. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si ABC Amber LIT Converter http://www. kota yang sudah dua kali berganti nama. ayahnya tercinta. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. Semuanya terkesan halal di balik sejarah.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong. yang ia kenal selama tiga puluh tahun. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah". Pernah suatu kali. Lalu ia angkat bicara.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota.. lima tahun yang lalu. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. dengan maksud menghindar. Di izba yang reyot.""Tapi.html . dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. Panikov hanya menjawab. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. yang sebagian besar bekerja sebagai petani."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. Banyak pembunuhan.. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. bermantel lusuh.processtext."Panikov menaruh serulingnya.Sementara itu. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini.html Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat.com/abclit."Di kota tak ada lagi ruang untukku. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan.

."Brak. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak.com/abclit. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya.html .html tentara. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa.. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. Muka mereka pucat seperti hendak mati. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. meniup serulingnya.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. Yang terdengar hanya bunyi seruling. lalu diam lagi.Saat ini.. tentara bajingan! Oh.. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. tentara bajingan! Oh. mengapa ayahnya ditembak. "Panikov..Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. kali ini tepat di samping telinganya.! Di sebelah timur desa ada api. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. Di depan mereka. "Oh.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat.. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. Panikov diseret.!" Terdengar pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya.!!!"Saat itu musim dingin.. namun tetap tak ada jawaban.. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. Kata orang desa. dan Panikov.. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. dan terus ia meniup. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. Anna berteriak lebih keras.Tak ada sahutan..! Hey.. Anna langsung menghampiri Panikov. "Persetan!" gumamnya.. Bila hari menjelang malam. Panikov tak peduli.com/abclit. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku.Yach Panikov ingat.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. Ia menangis."Api. berteriak dan meniup seruling-nya lagi... Anna".processtext. Ia enggan ikut bergabung. angin bergerak lebih lambat. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. Seperti biasa. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya.! Itu api. lalu berteriak. indah menakjubkan.. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. serta tak lupa meniup serulingnya... Panikov tidak peduli. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur.. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba.. Panikov terus meniup serulingnya.. kota laknat! Aku rindu kalian.. Ia terus meniup dan meniup. "Oh. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov.ABC Amber LIT Converter http://www. air matanya membeku akibat udara dingin malam. Panikov keluarlah. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. malam ini terasa dingin lebih ABC Amber LIT Converter http://www.. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana. diam dan hening. sadarlah.processtext.

Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung. ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Keadaan semakin beku. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu.ABC Amber LIT Converter http://www."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. masih tetap hening."untuk petani kecil ABC Amber LIT Converter http://www."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah. tapi toh. serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka. ia bergumam.com/abclit. dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. giginya gemeretak. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan."Terdengar enam letusan senapan..com/abclit. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya."Tertulis lagi di bawahnya. ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. dingin mencengkram kuat tubuhnya.processtext."Panikov! Jangan Panikov. ia memeluknya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu.. Sesampainya di desa. karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu. Turgeyev namanya. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya.html menggigit."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Terlihat ada seorang tentara. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan.html ..processtext. Lalu memandang ke arah danau. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu.Selagi ia membereskan barangnya. ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya. lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang bolong dengan tangan kirinya.. Anna.. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya. ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun. malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Beberapa hari selang kematian ayahnya. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. 'si kumis tebal' lalu berteriak. gadis kecil itu mendekati mayat Panikov.Panikov menangis melihat mayat ayahnya."Ayah. begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.. dan meneruskan kalimatnya.Ia menggigil. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok. Saat itu juga. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya.

"Meski begitu. pondok petani2. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu. Dihajar. kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi. buk! buk! buk. mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain. Kalau tak percaya.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukangundukan tanah kelabu padat itu. seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam.html November 1936"Bandung. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam. Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati. Lihatlah. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain. kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan. mari kita tanyakan kepada ibuku.Dan. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. Oktober 20011. para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada." kata Zulaikha. kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa.html . anak-anak itu kemudian membentangkan tangan. apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir.com/abclit. melesat ke pelataran makam Al-Baqi yang dipenuhi para peziarah. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa.processtext. kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan."Bagai capung. Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi.Seperti biasa merpati-merpati itu tak ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.

mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan. Anakku. Zubaedah langsung berdiri tegak. wahai Anakku yang malang. ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu. ibarat air kita bukanlah zamzam. dan para peziarah yang taklid kepada adat."Zulaikha. tak puas mendengar jawaban itu. Apalagi kau perempuan.ABC Amber LIT Converter http://www. sebagai orang Takroni."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka.html langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. Dan. pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah. Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari. berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu. tak perlu kau risaukan asalABC Amber LIT Converter http://www.processtext.. kau tak perlu memasuki makam keramat. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan."Jangan. Anakku. Anakku. merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu."Ibu. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang. dan terus berlari ke bibir pintu makam.com/abclit. menyusup. kita masuk ke sana. menendang tampah habbah. ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah. memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi.com/abclit. perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur.. ratusan keluarga raja. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan.Dan. mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu. hanya para lelaki yang diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam."Ampunilah Anakku. Ibu.OHO. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan.processtext. kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Apalagi kau hanya orang Takroni."Ayolah.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu.Sayang sekali.html . telah berkali-kali kukatakan kepadamu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu. Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukan-gundukan makam. dia meliuk. Anakku. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Sebagaimana Bilal.

""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan. wahai Anakku.html usulmu. aku benar-benar buta. mempertanyakan asal-usul kebutaanku. Apalagi kepada Zulaikha."Sejak itu tak seorang pun. termasuk pedagang tasbih.. telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Ibu pernah melihat segalanya?""Ya. Jangan mempertanyakan apa-apa.Dan.processtext. kau tahu Anakku. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja. Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi.processtext. jangan usil. Aku tak akan marah.ABC Amber LIT Converter http://www. raja disebut sebagai tuan.. aku dilahirkan sebagai aku. Anakku. Tak kepada ayah atau ibunya. Hanya engkau. perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. sebagaimana pria Takroni lain. bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia. engkau dilahirkan sebagai engkau." begitu kata Musa bin Zakaria."Sampai pada kata-kata itu. dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Bilal dilahirkan sebagai budak.. dan habbah Madinah hanya layak dipatuki merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu." ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria. Ayah."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal. menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya. tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. Aku tak akan marah. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi. sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anakanak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu.. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain. ibu pernah melihat segalanya. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih. ayahku. Anakku. dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya.""Jadi. Ayah sangat memuliakan perempuan. tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu."Maryam-ibuku. sebagaimana Ibu."Sebagaimana Nabi. "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku. "Sudah kubilang. pada usia yang sedang mekar. berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan. ya Allah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam." Menjelang Ayah meninggal.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain. Dia."Ya. Tetapi kau terus mencerocos.Menjelang aku remaja Ibu bilang. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun.html . "Engkau memang buta. Saat berbeda pendapat dengan Ibu. kerudung. memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan. Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Meski demikian. dia berdoa. Jangan. Ketahuilah Anakku.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.

sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu makam. Tetapi. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara."Ya. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. tidak-tidak.html Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. perempuan buta itu. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam Al-Baqi. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Madinah Munawarrah. namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi. malam itu dia menyusup ke makam. Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip."Waktu itu. *Hotel Sanabel Al Madina.Tetapi. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha.processtext. kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. Puluhan.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. Cahaya lampulampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. bercanda dengan merpati-merpati. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan.Dan Zubaedah.Alhasil. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada."Dasar Takroni. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. Lalu segalanya menggelap. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. Anakku. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. jauh sebelum menggapai pintu makam. "Kalau bisa matilah di Madinah. sebelum pingsan. Jadi.com/abclit. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam. "Mati di Madinah memang baik." pikir perempuan yang sedang mekar itu. masya Allah. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas.Karena itu. Dia terjengkang."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. melambai-lambaikan sayap.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. salat di masjid Nabawi. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tibatiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu.com/abclit. camkan nasihatku."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Anakku. dia mengingat-ingat petuah ayahnya. Pegangan Zubaedah terlepas. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam.7 Tetapi. karena diserang demam tak berkesudahan.Sambil berjingkat pelan-pelan. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. Jangan pernah masuk ke makam.html . mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah. dia mendengar suarasuara orang-orang kekar menyumpah tak keruan.ABC Amber LIT Converter http://www. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran.

Mangku.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Bahkan.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. jangan salah paham. Waktu itu tahun 1971. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. "Kasar dan kejam. I Raneh.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga.html tersebut. siang hari menjemputnya kembali. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi. Meski masih berusia belasan tahun. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi.com/abclit.processtext. ia benar-benar jadi kehabisan alasan. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini.com/abclit. Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. Gianyar. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat ABC Amber LIT Converter http://www. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. ayah Kroda. Namun. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari." pikirnya.ABC Amber LIT Converter http://www.7) Riyal:mata uang resmi Arab.html . saat sepupunya. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatankesepakatan yang diputuskan adat."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda. menelepon lagi.processtext. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. Jadi.

. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari ABC Amber LIT Converter http://www. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi.com/abclit. Ini hanya dendam pribadi. karena ia bukan anggotanya. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. Dendam Kroda. Sampai kini. "Luh. berarti jalan buntu." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. "Kamu tentu masih ingat juga. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. Selain menghasut warga menentang Golkar. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. Kalau toh diizinkan. termasuk Susila.. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. Padahal. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Ia tahu." ungkap I Kleteg. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. Meski telah kena sanksi adat.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. Jangan dibiarkan liar begitu. Itu kebanggaan. Luh. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri.""Sepanjang hidup. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. dendam turunan.ABC Amber LIT Converter http://www. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara.. seluruh keturunannya.com/abclit. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. "Ikat babinya..html di Banjar Sari. Warga menilai dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada.processtext. Tetapi. Sejak tinggal di Jakarta. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotel-hotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah.. Karena tinggal jauh. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu.processtext. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Tetapi. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. kita tidak akan mau pentas.html . Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. Wayan Kroda terdiam. Tetapi. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat.

kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Bahkan. Mereka umumnya mengatakan ABC Amber LIT Converter http://www.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. "Tamu itu sangat penting. Tetapi. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. Itu mutlak urusan keluargamu. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. Bahkan. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. Tapi.com/abclit. Namun.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar."Sudah berapa kali pula saya katakan. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Paling tidak harus menunggu seminggu. kalau menyangkut penemuan jenazah. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. niat itu ditepisnya. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. bikin saja surat dulu. Kendati sudah lama tinggal di kota seperti Jakarta.""Ini soal jenazah! Jadi. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. SANKSI ini terlalu berat. seseorang yang dituakan dalam adat. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Bukan.html dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. "Bli. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. mintakan kepada seluruh warga.com/abclit.. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar.html . Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. Bahkan. Wakil atau siapa sajalah. Jadi. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. Meski harus mengorbankan harga dirinya.ABC Amber LIT Converter http://www." kata petugas itu.. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. Jadi. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. saya harap bisa bertemu Gubernur. Jangan datang lagi kepada saya. Ia tahu pasti." Wayan Kroda tak segera menyahut.. Tetapi.processtext. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. bukan lagi urusan adat. Sebagai kelihan adat. Padahal. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. ini keputusan paruman adat. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka.processtext.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah.""Lebih baik berurusan dengan polisi." ujar petugas lelaki itu. Ini soal penting dan sangat mendesak.

* Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat... Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es. aku diam-diam membuatnya. mengapa masih bengong. "Ia keberatan.. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji. Ayo semua berdoa. "Dan.. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang.processtext. Pertanyaanpertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila. makin lama jenazah berada di rumah.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda. kalau banjar adat mengenakan sanksi.. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat..Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Sewaktu kalian lelap. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Sebagai orang yang lama merantau.com/abclit. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo." kata seorang kerabat liannya. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari.. "Tapi. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman.processtext. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. "Jadi. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap.. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam.Ketika melewati pintu depan. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi.ah.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. ABC Amber LIT Converter http://www. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila.. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. Ia berbaring di dekat ayahnya. Ada sesak dalam dadanya.html penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.html . Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji.! Ayo duduk dan berdoa. Mereka ingin menuntut keadilan. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern..

ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. masuk ke dalam urat nadi mereka. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Dia memang tegang. di sisi tempat tidur. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Banyak faktor yang dipikirkannya. didorong ke bawah tempat tidur. memerahnya dan mulai melap tubuhku. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. Meneteskan madu ke dalam mulutku. diiring doa sanak keluarga. Tiap hari kau menanyakan orangorang yang kau kira memperhatikanmu. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. langkah-langkah mendekat masuk ruangan.com/abclit. Dia kurang tidur. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Menyuruh mengeluarkan mobil."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. yang datang dari luar dirinya. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. tubuh yang terbujur dalam sekat-sekat kain pembatas. Perangkat medis itu. Air kehidupan yang tak berhenti menetes.processtext. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Menampung muntah. Menyuapiku. Dia lelah. Membuangnya ke kamar mandi. Dia terus menerus menungguiku. Aku sekarang adalah bayi itu.processtext. Dia memang benar-benar lelah. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Mencelupkan handuk kecil. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan.com/abclit. Mengambil pispot. dari waktu ke waktu.Waktu terus bergeser.html Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti Sumber: Kompas. Di bawah tabung. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Pagi tiba juga seperti biasa. Datangnya waktu. terbaring dalam rahim waktu. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Menampungkannya. Pantat panci bergeser di lantai. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. ABC Amber LIT Converter http://www. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. setiap hari.html . tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Pintu dibuka. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya.

Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Hentikan omong kosong itu. Beristirahatlah sekarang. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. sekarang. Sebelum mencapai usia sekolah. Masih banyak yang belum kukerjakan. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Lihat. tidak mereka cegah. Kau bekerja telah terlalu lama."Dia tidak hiraukan aku."Aku datang!" kata suara itu. Direntangkannya tangan sebagai awal pelepas rindu.html . Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Akhirnya tiba juga saat itu.com/abclit.""Tidak. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Angin malam yang dingin. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu.com/abclit. Tuan. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. ABC Amber LIT Converter http://www. Muhammad Saleh.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Kemiskinan kita yang pahit. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. Kita seperti burung pemakan ulat. Dia memang lelah. kalian masih kecil-kecil.processtext. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Abangmu. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Ketika aku meninggalkan kalian. Jangan sekarang. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Rentang waktu yang panjang. Anakku masih kecil-kecil.""Tak ada waktu untuk menunda. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Sekarang adalah saatnya bagimu. menyibaknya. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Masih banyak yang harus kukerjakan.""Tetapi. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. mengurus segala yang remeh temeh dunia. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. si Choliq. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Itulah penyebab penyakit ibu. adikmu. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Lupakan semuanya. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam.""Tolonglah. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. kau telah bekerja. Empat puluh tujuh tahun. Terlalu banyak yang membebaninya. Tidak sekarang. anakku. Terbang dari daun ke daun. Ayolah mendekat.processtext. ibu. Mari. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Tinggalkan semua itu. Harusnya Tuan tak datang. saya masih belum menuliskan semua itu. Lebih muda dari aku. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. menunggu para pembeli yang pulang larut malam.html Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Kau sudah lelah. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. Ini takdirmu. di kebun tembakau itu. Saya sedang tidak menunggu Tuan.ABC Amber LIT Converter http://www. Kau lihat itu. Kau sudah cukup lelah. si Abdullah. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudara-saudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Mendekatlah. si penjaga malam itu. Dia muda.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Angin malam yang lembab."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. siapa di sana? Ayahmu.

ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan dipaksakan. Jauhkan diri dari rasa iri. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. saat nanti kau menemui kami. Sejak kecil kau dekat denganku. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. dengki dan tamak. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Datang kepada kami. Kau sama seperti aku. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Jauhi sumber fitnah. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. delapan puluh delapan tahun. anakku."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Kau adalah si penghayal itu. Golongan para pendongeng. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Ibu mendekat. Pergi sana. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Pulanglah. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Dalam banyak hal kau sama seperti aku." kata ayah. Ayah adalah si penjaga malam itu. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Pergi sana cari kehidupan. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium.processtext.html Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. ayah tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Kita suka malam hari. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Dia belum boleh menyerah. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal."Biarkan dia. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Ayah tahu semua itu. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Temui sahabat-sahabatmu."Tidak. Kalau kau bisa menuruti semua itu. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. Bermohonlah kepadaNya. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. 88 tahun.html . kau akan mendapatkan ketenangan hidup. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka.""Ketahuilah. Tidak sekarang. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. anakku. Kau harus seperti aku. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. kau mendapat ABC Amber LIT Converter http://www. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi.Ayah menghentikan langkah ibu. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Kalau Tuhan berkenan.com/abclit. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Duduk di dalam gelap. sementara kau mendongeng di atas kertas.com/abclit. Ingat. mengorbankan damar untuk nyalanya. Jendela. Mari. setidaknya mendekati usia aku.processtext. Selamat datang. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Hidup bagaikan hadiah. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. Penjaga malam di pajak. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Sudah tua. Tinggalkan kekacauan dunia. Jangan hidup seperti lilin. Ayah membiarkanmu seperti itu."Aku mundur menjauh. insya Allah. Kau sudah lelah. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Menemaniku di malam-malam dingin. pengalih perhatian. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Masuklah ke keabadian. temui istri dan anak-anakmu. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu.

Jendela. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Jendela dia tutup. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. Aku menghalaunya jauh dari rumah. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. menerobos langit-langit kelambu. ibu membaginya sepuluh piring. Diraihnya tanganku. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. Tak ada atap penghalang langit. aku menimbunnya. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. Penuh kristal cahaya."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. sayur. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. mengusir cahaya bulan. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela.com/abclit. Kulempar kakinya. datang berlari mendekat kepada ayah. Sepiring untuk anjing itu. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan.com/abclit. Bila ada nasi. mendorong ujung tangga." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan.html . menutupnya. sapu ijuk. lalu lari ke pintu. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. aku naik dan merobah posisi tangga. dia melirik kepadaku dan melempar senyum.processtext. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Sesuatu bergeser di atas. dan menguncinya dari dalam. salak dan mangga. Apel yang dibungkus jaringan lembut. Raba di mana jeruk itu tersimpan. ayah mengambil sebutir jeruk. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. Kuambil batu. Ambillah sebutir. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Aku melirik kepadanya. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. Tanganku meraba di bawah karung. Selangkah demi selangkah aku naik dan. seperti gelembung dalam pipa air. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Ibu menyambut hasil buruan ayah."Malam dengan pancaran bulan penuh. Kuhadang dia di tengah jalan. Tak kuberi jalan untuk pulang. melejit di dalamnya. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. "Pergilah.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku terus meraba. tepat di dada. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. daun jendela itu terkuak. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Dia lihat aku. buah. muncul di luar jendela. Aku ingin sebutir jeruk. kadang dia membuang sampah dapur. Aku terbatuk. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. los tempat berjual ikan. Ayah melempar ABC Amber LIT Converter http://www. ke seberang jalan. dukuh. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu.Dia berdiri di samping keranjang jeruk.Aku kempeskan ban sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. markisah. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. Bulan tergantung di sudutnya. sapu lidi.html kesempatan meneruskan hidup. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. seekor kancil yang terluka. Jangan lebih dari satu. Aku senang kalau dia tak pulang. berburu kancil dengan sebatang tombak. menolongku masuk dan. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. Tak ada gelap di dalam los kecuali terangbenderang yang membungkus. semangka. Dia pulang pada jam-jam makan. pajak sayur. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Bulan tak ikut masuk. pengalih perhatian. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya.processtext. Ada yang terdorong oleh tubuhku.

Kami semakin jauh meninggalkannya.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Masa kritismu sudah lewat. Kulihat wanita itu. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Di jendela itu. Jantungmu kembali berdetak. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Dosa-dosaku. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Aku bertemu orang-orang yang telah meninggal. Tuan itu melepas pegangannya. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang.html senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu."Aku akan menjemputmu nanti. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Nurwindasari. Lupakan semua itu. Masih ada kesempatan untuk hidup.com/abclit. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. dia senyum kepadaku. kata dokter. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Dada kiri dan kanan bersamaan.html . Tapi tak kuasa. Aku belum siap untuk mati.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. abangku.processtext. Tak begitu jelas. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama.""Aku takut. Semua terasa masih melayang. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Selalu begitu. Sebelum menutup gerbang fana. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. Ibuku. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. Jantungmu telah berhenti berdetak. adikku dan orang yang pernah dekat denganku. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Mereka masih belum mau beranjak dari sana ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. coba lihat.""Bersyukurlah." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. biar diberi umur oleh Allah.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. yang menghalangi pandangannya padaku. Tapi semua kita belum siap. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. mengejar kami." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. ayahku. tapi tak begitu jelas. Masing-masing ada pada takdirnya. Lihatlah. Lihat di balik dinding kaca itu. Aku tak tahu aku berada di mana. Kau belum mau mati."Di mana aku?""Di rumah sakit."Bangunlah. Alhamdulillah. Kita semua tahu itu."Bangunlah.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Para sahabatmu.""Itu bukan mimpi. Menunggu orang-orang yang menyayangimu." Disingkirkannya benda yang terjulai."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut.""Suatu hari semua kita akan pulang. Disambut sahabat-sahabatku. cerpenis. Hilangkan rasa takutmu. Jangan terlampau dipikirkan. Di kamar itu. berada di samping tempat aku terbaring.""Aku takut. Kami telah kau bikin cemas."Bangun Bang. Kupaksa membuka mata. Belum siap untuk mati. sampai semuanya lenyap. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Segala puji bagi Allah." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun.ABC Amber LIT Converter http://www. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Kau yakinkan itu. "Bangunlah. Itulah sebabnya kita berdoa.com/abclit. Aku datang kepada mereka."Siapa engkau?""Aku istrimu.

Di sana ada Haji Danarto. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". Abrar Siregar. Martin Alaida. Titik Ws.ABC Amber LIT Converter http://www. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. Sapardi Djoko Damono. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. Jamal D. Remi Novaris. Ibrahim Basalmah. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. Lazuardi Adi Sage. Elanda Rosi DS. Lihatlah. yakni Bahasa Indonesia. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda.html meninggalkanmu.com/abclit. Agus R. Lukman Setiawan. sebagai warisan masa lalu.html .Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. bisa boneka yang digerakkan tali. Sori Siregar. Kak Atie. Rahman. bisa boneka wayang golek. Sarjono. Untuk semua itu. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. Adri Darmadji Woko.. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu.""Siapa lagi mereka?" *** Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. dan namanya adalah Indonesia. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. yang syukurlah semuanya makmur. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. Galeb Husyen. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Syahnagra Ismail. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya.processtext. Kenedi Nurhan. Wisnu Murti Ardjo.com/abclit.processtext. dengan panggung yang luar biasa kecilnya.

com/abclit. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. Di kompleks perumahan semacam itu anjinganjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. diberi bantal untuk tidur. Dulu ia begitu miskin. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. Begitulah Sukab. Ia tidak menggunakan potas. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. menjadi pemburu anjing di Jakarta.html . Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda." kata istrinya dahulu. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan.html berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. "pertama.ABC Amber LIT Converter http://www. dan di sanalah mereka menemui ajalnya.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. tapi juga dimandikan.com/abclit. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. "Sukab.Masih terbayang di depan matanya. bercelana pendek. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. dan dimakan. sehingga tidak mampu membeli potas.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. hanya dengan beralaskan kertas koran. boleh diburu. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. yang tidak beralas kaki. kamu toh tahu aku ini ABC Amber LIT Converter http://www. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api." kata istrinya. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. mengincar anjing-anjing yang lengah. anjing tetaplah anjing. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil.processtext. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjinganjing kurang pikir. dibinasakan. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. menghilang ke bawah tenda. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. melayani sopir-sopir bajaj. Sukab tidak pernah peduli. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. Apabila kesempatan terbuka. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan.Namun. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik.processtext. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. kedua.

Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. surat nikah apalagi. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. Tangkapan Sukab disukai. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. Ketika musim PHK tiba. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. tentu saja ia ABC Amber LIT Converter http://www. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. dan ia mengincar.***SEPANJANG rel.html . karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. sehingga tidak punya cermin.com/abclit. Tidak ada cerita sehidup semati. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri." kata Sukab. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. Itulah riwayat singkat Sukab. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. begitu pikiran Sukab yang sederhana. Perasaan Sukab remuk redam. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing.com/abclit. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. dari chihuahua sampai bulldog."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli."Ia perhatikan. Ia berjalan. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala? Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. anak-anak berteriak mengejeknya. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. sampai ia menjadi pemburu anjing.html sebetulnya bukan istrimu."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing. Apa pun jenisnya. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. namun dari sinilah cerita baru dimulai.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aduhai anak-anakku. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. lantas tinggal dilumpuhkan."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya.processtext. biasa habis di lingkaran judi. Tapi Sukab tidak pandang bulu. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup.Betul juga. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepatcepatnya.Perburuan anjing itu menolong kehidupan Sukab. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. ia memperhatikan."Mereka begitu miskin. kehidupan Sukab masih terhormat. Perempuan itu menangis. Meski sudah tidak melacur. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa.processtext. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi.

Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng.""Husssss. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. seseorang berteriak kepadanya. menangis. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang.com/abclit.processtext. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda...Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke ABC Amber LIT Converter http://www.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. Mereka dibawa pergi. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima. "mereka juga bisa menangkap saudara. tapi petugas tibum. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali."Ke mana?""Entahlah. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur.html . tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari."Oh." katanya lagi.html tetap ingin kelihatan cantik.Setelah malam tiba. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda.com/abclit. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap.ABC Amber LIT Converter http://www. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.. seolah-olah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. Bukan polisi yang mengangkut." kata polisi itu.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum."Mereka menyalaknyalak dan berkaing-kaing seperti anjing. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa.. Begitu juga Sukab. seperti upacara pengorbanan diri.. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali. Bukan karena anjing-anjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka."Hati-hati lewat sana."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia.processtext. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. tapi hati dan otaknya masih manusia. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya. itu.""Tapi kita semua makan anjing.. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya.. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya.

dan orangorang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan. itu tidak penting. dan para pendengar menahan nafas."Apa yang penting?""Esoknya. Para penonton yang semuanya berkepala anjing itu pulang ke rumah.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir.***"MEREKA membantai Sukab."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir.html arah rembulan dengan memilukan.com/abclit.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan.processtext. ketika matahari terbit."Lho." ujar tukang cerita itu. Aku akan membakar wajahmu. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. Mereka membawa segala macam senjata tajam.ABC Amber LIT Converter http://www.html . masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. mereka bangkit dan menyalak-nyalak."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan.Di langit masih terlihat rembulan yang sama.com/abclit. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. ikan-ikan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Januari 2002. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona. berbalik lagi. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing."Yang bener aje. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Sambil menenggak Red Wine. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. Susan.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai.processtext.

"Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. seperti malam-malam penuh pasir.processtext. Hanya berdua. ngiau yang tak ngiau. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. lenguh yang tak lenguh. Are You Girl Friend. saya akan melesat ke King Cross. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. selalu hanya untuk kedunguan mereka. kita toh masih punya banyak acara. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api.Dan. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana.ABC Amber LIT Converter http://www.Saat itu. serupa riuh angin yang membelai rambut indah Fiona. selalu hanya untuk uang mereka. Fiona mengerti maksud Susan.processtext. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu.com/abclit. "Sudahlah darling. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha.html pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. Hentikan denting kecapimu. Aha. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. penyanyi jazz dari Betawi. Sebagaimana malammalam sebelumnya. selalu tampil menawan itu. Lalu. Nigel Jamieson. menyamar sebagai penari bugil. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. kerang.Asal tahu. ketam. Bukan untuk yang lain-lain. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. Susan. bersama Susan. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. Apalagi terperangkap cinta para Anoman.html ."Ingat. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith."Susan. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu.""Ya." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. ABC Amber LIT Converter http://www. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney.com/abclit. Selalu. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono. Waktu itu. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih." lenguh Susan pelan.Teramat pelan. dan gelepar angin di Bondi Beach. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. saat melantunkan New York New York. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak.

sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu."Sudahlah.html . Sambil terus menenggak Red Wine. Dan aku? Aku. Tetapi cuma sesaat.Sejak itu. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengah-tengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. itu mencium kening. Fiona. sebagaimana dia. ke rumah indahnya. atau Anoman sebagai pahlawan. Sebelumnya. pasti tahu sepak terjang Thancoupie.processtext. gereja. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. Subali. Cuma sesaat. Dengan sigap. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. pub. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. Sejak itu. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta.com/abclit. Yang jelas pria itu berambut cepak. adalah cucu Thancoupie.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. Sorot matanya ABC Amber LIT Converter http://www. Saya tak peduli.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih."Dengar. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi.html memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. aku juga akan jadi pejuang. Dan. begitulah. Sayang. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. Rose Bay. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum.ABC Amber LIT Converter http://www. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. kamu terlalu banyak minum.Meski begitu. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. Seperti kepada nenek moyangku."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. Fiona."Lagi-lagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Fiona hanya mengguratkan senyum indah di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. Ya. Well. New South Wales 2029.processtext. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. dan bar. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. Karena itu."Aku kira. Tetapi. Akan aku tunjukkan kepada Howard. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. sebagaimana Ki Manteb. O. Dan cinta kami. Tanpa sungkan-sungkan.com/abclit. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. saya tahu. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. Dan.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. siapa pun dirimu.

saat ditampar. lukisan. Maka. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. dan pikiran-pikiran saya. Aborigin. rasa hampa penuh iblis.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. Kita akan bisa segera pentas bersama. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramik-keramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. Kahlua Cream. aku memang harus membunuhmu. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama.com/abclit. Siapa pun dia tetaplah musuh kita."Sudahlah.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Fiona. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang ABC Amber LIT Converter http://www. dan Thancoupie bukanlah duniaku. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu.processtext.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. Rahwana. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Kini."Jangan terlalu menimbang-nimbang. tarian."Kau tak akan pernah berani membunuhku. Fiona. Dan. rupa-rupanya bisa mengubah kesucian cinta. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. pria England yang tampan itu."Untuk sementara. dan ribuan kera sialan itu. Sebab. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. Susan. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. Sayang.html mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuanperempuan bule yang melintas di Jalan Braga.ABC Amber LIT Converter http://www. tentu saya tak perlu terus-menerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. O.html .com/abclit."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. Bahkan.Tetapi. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di WeipaNappranum. malam itu. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. selama menjadi mata-mata. Akhirnya. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaranpenyamaran yang memuakkan ini."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. atau Long Island. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin.Ya. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin.processtext. di ujung jalan. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine.

"Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. Pagi masih gelap. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. berdandan menor. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. Dan kobaran api itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Seperti tahun-tahun lalu. dengan perasaan takut. Meringis. Buah mangga berceceran dari kaosnya. kau akan jadi ikan bakar. Tersungkur. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. Tak ada denting kecapi."O.Dari lorong gang muncul ibu Bondas. mengendap-endap. Lengan ABC Amber LIT Converter http://www.Buru-buru Bondas turun.Tak ada jawaban. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan.com/abclit."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. Bondas merasa terlindung kegelapan. muda. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. cantik. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Sydney. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu.html ." Susan melenguh lagi. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. Bondas berlari. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. Dipanjatnya pohon mangga itu. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. 2001 Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas."Ketahuilah. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya." desis Susan sambil memperkeras ketukan. dentingkan kecapi Sundamu.com/abclit.. Alangkah kaget lelaki kecil itu. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. agak sayu. Menggeliat.. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. Fiona. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut.processtext.html tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. turun dari becak. masih dingin.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu.processtext. membawa cambuk yang bergetar. Dengan murka Pak Gendut memburunya. Di otaknya yang disusupi alkohol. disusupkan ke balik kaosnya. Yang jelas.

Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. Cambuk di tangannya diayunkan. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya. Terpuruk di sudut kamar. Tetap saja pintu itu tertutup. di rumah.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya.Berlari meninggalkan rumah. Sesekali ia bangkit. Takut. menghardik Bondas. dari celah pintu. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. Suara mereka samarsamar terdengar di dalam kamar Ira. telungkup. berada di balik kegelapan.com/abclit. Digedornya dengan kepalan tangannya. Bondas berdiri menganga. membawa cambuk. melecut wajah lelaki kecil itu.Ketika pintu terbentang. masih menyisakan kepedihannya. Pak Gendut terus tertawa-tawa. merasakan dadanya bergolak. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. memburunya dengan cambuk. Bondas mempertajam pendengarannya. Tak berani bergerak. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja.***TENGAH malam. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. dan merasakan betapa pedihnya. Pak Gendut menjadi sangat lembut. Ditendanginya pintu itu. Ira menjerit-jerit kesakitan. Bondas berlari. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. sesekali tersentak. Bondas terbangun dari lelap tidur. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Ia mendengar suara cambuk. yang sebelumnya garang. Menahan nafasnya kuat-kuat.nyeri sampai ke dalam dada. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. Meninggalkan rumah. Terdiam sejenak. Dan sekilas. wajah garang Pak Gendut menyeruak. kakak perempuannya. Terasa pedih. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. Ingin sekali Bondas berlari. Agak lama mereka berbincangbincang. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan ABC Amber LIT Converter http://www. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. Ia tak berani beringsut."Terheranheran.***PADA malam yang menggetarkan. Ira lebih tenang. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. menyembulkan pusarnya.Dari dalam kamar.ABC Amber LIT Converter http://www. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. Tatapan lelaki itu.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. berpapasan dengan ibu Bondas. ramah. Terdiam. kulit memerah-biru bilur-bilur cambuk. Menggigil.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. berubah mesum. Memaki. Bondas belum sempat menghindar. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu.processtext. bangkit lagi. Ia menandai. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Kakinya seperti patah. Senyumnya menggoda. Bercanda. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. Ia mendekam di sudut kamarnya. Dia melihat Ira terjaga."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk." bisik Bondas. Kokoh di depan hidungnya. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. Tertawa-tawa. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. teramat pedih."Kita harus menyelamatkan Ibu. Nyeri.html perempuan itu tampak menawan. Mendengarkan rintihan ibunya. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda. berdebar-debar. itu cambuk Pak Gendut. diberikan pada ibu Bondas.Menggigil di sudut kamar. mendobrak pintu kamar ibunya. Suaranya riang. merasa Pak Gendut memburunya. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Ibunya tak beranjak dari kamar. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. Kulit pipinya mengelupas. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. Tangannya terasa sakit. Terus berlari.com/abclit. kembali duduk. menggeram. dipungutinya.processtext. Punggungnya.html .

kian lama kian rapat.com/abclit. Pada saat menatap Pak Gendut. tak terurus. tar. tanpa arah. dan seirama dengan hentakan gendang. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. Mereka meletakkan gamelan. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. Gamelan bertalu-talu. Tapi Bondas terus berlari."Mau lari ke mana kau. letih. seperangkat gamelan diletakkan. Tak berani pulang. menggetarkan udara. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. ia terus berlari. Pak Sukra.processtext. Dengan takut. perempuan muda. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Seorang penari kuda lumping menari di tengah-tengah tanah lapang itu. Gerakan tarian kian cepat. tar. Menari. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. bergurat-gurat menghitam. Pakaian mereka sudah aus. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. Pak Gendut kehilangan lacak. Lecutan cambuk berulang-ulang. terus saja berlari. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. Menghirup air kembang. dan bergoyang. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. buruburu Bondas memungutnya. Telah seharisemalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. Menjilatinya dengan liur berlelehan.Tanpa menoleh. Menari dengan gerakan cepat. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. Pak ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. anak laknat!" seru Pak Gendut. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. Yang lain tiduran. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. kuda lumping dan cambuk. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. kusam. mendengus. Ia tak tahu ke mana. memberikan bungkusan nasinya. Meloncat. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. dan segera ditabuh. mencampakkannya ke tanah. bergetar. haus. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. Meraih kuda lumping.html .Meski punggung terasa nyeri. melelehkan air mata.***LAPAR. Tak tersisa tenaga padanya. lentur. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Anak-anak bersorak. segera menghampiri Bondas.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas.Di tanah lapang. Bondas terus berlari. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. terasa tercabik-cabik. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Anak-anak kecil berdatangan.html cambuknya. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. Dia bangkit dari ketakberdayaannya.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. Tatapan matanya mengatur. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia memilih diam. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. malu-malu.com/abclit. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping.Orang-orang terus berdatangan. Dadanya mendesirdesir lantaran dendam. Dan Bondas yang lapar. mendera punggung. Menyusup-nyusup di antara para penari. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. samar. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. seketika Bondas kesurupan. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga.

processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. Bahkan.com/abclit. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. Menggelepar-gelepar. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. Pasien-pasiennya banyak. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka.com/abclit. Menggeliat-geliat kesakitan. Kawankawan karibnya manggut-manggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. memekik senang.Dokter Isman tidak memasang tarif. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. Anak-anak bersorak.processtext.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. mau diapakan hasil tanaman itu. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. membuat perawat yang membantunya agak bingung. Ia bukannya memberikan resep atau obat. merobek kulit muka. Ia memberi resep obat generik. Tanpa henti. Tapi masih saja ia menari. bertubi-tubi. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya.html . Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. pasien selalu berdatangan.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubun-ubunnya.ABC Amber LIT Converter http://www. jarang antibiotik. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. tetapi sebuah nasihat.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. terus. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. "Terus. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepargelepar kesakitan itu.berjingkrak-jingkrak. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya.html Gendut mengerang beringas. Sampai jauh malam.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. dada dan punggung yang terbuka.

ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. isinya. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. "Tidurlah. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. Ketika tamat dari SMP. Ayahnya dijemput dari rumah. dan subuh pulang kemudian kuliah. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. dengan kereta roda. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. tinggal dengan aku. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Setahunya. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. ibunya mengelus-elus kepalanya. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. ia harus bekerja keras. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis.html Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. Ia tidak mengerti mengapa." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Kalau bisa. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. dan tidak pernah kembali.processtext. Di rumah pamannya ini.Waktu ia mahasiswa kedokteran. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. Seorang kawannya. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. Ia mengambil spesialisasi jantung. ubi jalar.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. Sulit sekali mencari obat di sana.. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. memandikan saudara sepupunya. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. ayahnya hanyalah petani kecil. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi.com/abclit. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. aku mengasihimu seperti diriku sendiri.com/abclit.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh.processtext. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri.. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. ibunya sudah menanak nasi. Tapi anehnya. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. Kalau bisa. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. Ketika ia terbangun. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. agar ia segera menikah. Sejak kepergian ayahnya. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal.html . Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah.Subuh sekali. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan.ABC Amber LIT Converter http://www.

tetapi ia selalu menghindar. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. Nak. Sebagai dokter ahli jantung. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan.processtext. Bang.ABC Amber LIT Converter http://www." kata ibunya dengan suara pelahan."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. Nak. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. pulang." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. lalu pamit.com/abclit. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. Bila dada sesak. "Ya. dan menangis terisak-isak. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul.Setelah beberapa hari penguburan. Ia pulang dengan murung. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. Nak. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. ibu rekannya."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami.""Oh. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja." kata dokter Isman. Kami ingat itu. yang bungsu dari akademi sekretaris. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya."Pesanku kepada kalian. entah kapan.com/abclit. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Gilirannya. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka. ia merasa amat terpukul. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. ia mendapat berita dari kampung halaman. Bu. tertunduk. Di seberang.html . "Penyakit jantungku kumat. kalau ia tahu. ibunya dimasukkan ke ICU. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. Ia merasa bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. juga dengan ipar-iparnya.processtext."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya." kata Isman terkejut. rasanya hampir mau ma-ti. Menghitung de-nyut jantungnya.Setelah sampai di rumah sakit.html sekolah perawat. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. Ia tidak ABC Amber LIT Converter http://www."Aku datang. kampung halamannya. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat."Dekatlah ke mari. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. udara pegunungan agak segar. Tetapi yang kami rasa.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. Nak. yang satu dari akademi perawat. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Ia merasa amat berdosa.Dua tahun kemudian. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. Dokter-dokter. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan. Ia geleng-geleng kepala.

istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Bu.ABC Amber LIT Converter http://www. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Jantungnya berdebar-debar. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Daripada hidup bengong di rumah."Tenanglah. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia?Bandung.Bulan berikutnya. dengan syarat. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. Adiknya yang perawat. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. Semuanya diam tidak mampu berbicara. menyuruhnya duduk. toloooong.Para tetangga mengurut dada. mendorongnya. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya.. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman.com/abclit. ia membiarkannya bertandang sendirian. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. ia membuka pintu gerbang.processtext. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. sekitar bulan Maret. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Pelahan ia berkata. "Dokter Isman sudah tiada. Ia terkena serangan jantung.Setengah tahun kemudian mereka menikah. (Ia jatuh pingsan lagi). Ia kenal betul gambar itu. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. Perawat memapahnya. ia menjerit-jerit. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia. dokter! Ooohhh.com/abclit. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. Ketika ia siuman. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. tidak boleh pulang sampai petang. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. 18 November 2001 ABC Amber LIT Converter http://www." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya.html . Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. Tuhan. Menurut pihak kepolisian.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. dan sesudah itu. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng.""Oh.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. di ruang tunggu. Ia ada di kamar. Gambar yang terpampang di samping berita. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit.. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. menurut pengakuan suami korban.Setahun kemudian. salon itu banyak dikunjungi orang.processtext.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya.html menjawab. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Ia bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan.

Namanya Tanesia. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya.com/abclit. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Dagunya lunglai. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Mulanya ia menolak. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangantangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. atau orang kita sendiri semua sama saja. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. ABC Amber LIT Converter http://www. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. Kuta sudah jam satu pagi.processtext. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak.. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. meski ia tersenyum.com/abclit. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Meski ia tertawa. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Tentu aku tidak perlu menjawab.html . Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri.. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe tempat kami bertemu.processtext.html Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas.

Hanya untuk berdua. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya.com/abclit. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Ia menganggap itu sebagai respons. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. Tanesia takluk. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. malam dengan rembulan. luruh ke seluruh hatinya. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. Satu orang laki-laki. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga.ABC Amber LIT Converter http://www. lalu pergi. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. semua sama saja. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. dari sekian lama mati. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya.com/abclit. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. Pipinya ABC Amber LIT Converter http://www. apa bedanya? Orang asing. Jika malam tiba."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Berdasarkan ceritanya. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan.processtext. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi.html Tanpa gairah maupun penolakan.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. tapi aku tetap diam saja. atau tiga. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan.processtext. Ia menunggu respons. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. dua orang. Beberapa saat ia menunggu respons. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Semua berakhir pada tempat yang sama. Kali ini semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. tapi aku sengaja diam saja.html . Tidak ada masalah di kota asalnya. orang kita sendiri.

Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. lalu menenggaknya sampai setengah habis. terlalu biasa. Kasihan."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. "Hidup ini hanya deretan botolbotol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. memabukkan. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas.ABC Amber LIT Converter http://www. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Pertanyaan-pertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Kali ini pernyataannya mulai cengeng.processtext. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Tanpa berani bertanya.com/abclit. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Mungkin dia benar. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Tapi bahwa.com/abclit. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Atau apa saja yang akan kutanyakan.html . Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. sejenak menyelidik ekspresiku.processtext. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. Metafornya kurang dalam. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja.html memerah kembali seperti sediakala. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. Meski tidak seindah dulu. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita.

sebagian besar bulunya telah beruban. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. Patung itu terletak di Moskwa.html tidak ada perlunya bertanya. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. telah hinggap seekor burung gereja. orang-orang yang lewat. Suaranya sungguh menggoda. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Namanya Tanesia. Dengan menaiki tangga-tangga itu. dengan harapan jika datang burung yang kemarin.com/abclit. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin.com/abclit.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa.ABC Amber LIT Converter http://www. mereka semua terdiam menanti permainan musik.Sudah jam tiga pagi.processtext.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.html . seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. sementara pemusik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Blues bubar setengah jam yang lalu. Burung itu tampaknya sudah tua. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Di sore lain.

Sore itu cuaca tenang. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remahremah roti. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. mungkin setengah jam penuh.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. sebab badai akan datang. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. seperti manusia. Sudah lewat lima hari. Sementara kaca jendela masih malam. Dengan susah payah. agar tidak membuang tenaga sia-sia. dan ia mulai melupakan si burung. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. karena ia memiliki otak yang sangat besar. Saat itu di antara angin dan salju. Setelah makan. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Walau begitu. Pasti.Fajar tidak segera menyingsing. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. yang ditiup angin kencang. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. salju sudah mulai berguguran. ia berhenti meremukkan roti. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. Pak Tua. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. dan membiarkan tempat biola itu terbuka.Sore berikutnya. dan bersiap pulang untuk beristirahat.. terjaga di kamarnya. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung.html memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. sibuk dengan makanannya. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. pada saat-saat ini. lalu sedikit berputar sekitar kotak. berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi ABC Amber LIT Converter http://www. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya.processtext.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. dalam kegelapan. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin.processtext. Sepi. sambil memainkan musik dengan biolanya. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. membalut kepala dan lehernya dengan syal. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. Akhirnya si burung gereja keluar. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik.com/abclit.html . sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. Violis tua.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. Lama ia makan. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. seperti musik. sebelum berangkat ke bulevar. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu.. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita.com/abclit. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang.

dan di balik jendela. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. keras oleh kekuatannya yang menyatu. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorekngorek dengan kakinya ke salju. Pada bulan Maret. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin.com/abclit. cuma angin bersih telanjang. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk.html Bulvar. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. berhembus dari selatan.ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. Ia pergi ke sana berjalan kaki. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. Salju yang jatuh. di sebuah jalan kecil di Moskwa. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. dinding kamar bergetar: angin. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. Di sini bahkan salju pun tak ada. Kemudian tampak seperti biasa saja.processtext. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati.. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. mungkin. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. dari arah musim semi. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya..html . malam yang hening masih berlalu. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju.Hidup bersama seekor kura-kura. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengahtengah kamar. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu.com/abclit.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. ia masih hidup. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem.processtext. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: ABC Amber LIT Converter http://www. Kura-kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. dan badai satu saat berhenti. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah.

com/abclit... sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. Tak tahu. dengan cara mengkeratkan badannya.processtext. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. pemusik itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju.. matanya tertutup. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang.Burung itu mungkin sudah mati. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar.com/abclit. Selama musik dimainkan kura-kura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan.processtext.. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. yang keras seperti batu. kadang biji kacang.html sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. dan itu cukup baginya.html . Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. belilah burung kami ini. Tak hanya kenyang. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. salah seorang berkata kepada pemusik itu:"Paman." katanya. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. seandainya burung itu masih hidup. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. apakah ia mati suri atau mati benar. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. kaki-kaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya.Sang burung juga tidur malam itu. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. Pak Tua kembali terlelap. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur. seperti kita melewati masa pensiun.Setelah menghabiskan tehnya. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang."Baiklah. melesat dengan satu sayap. Jatuh sendiri ia dari langit. Pak Tua menaruhnya di sakunya. Kotak biola seperti dulu. karena paruhnya seperti menyangga badai. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya.

karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. bahwa pernah ada di dunia. Sekretaris.Sesaat Pak Tua tertidur. Hanya ingin berkomunikasi. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. Padahal. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan.html hati-hati merebahkan diri tidur miring. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Perempuan di Layar Maya Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya." pikir Pak Tua.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Ia hanya iseng. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. Luar biasa.html . dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. dan keabadian. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran. 25 tahun. tapi segera terbangun. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. dan kura-kura mengulurkan lehernya.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. Je! Perempuan. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam.com/abclit. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia.processtext. Edisi 02/10/2002 + Namaku. kematian. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. "Hidup. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua. supaya tidak menggencet burung itu.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura.com/abclit.

Di pasar. Bukan teman kantor. bajingan! Dengar nggak. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. orangtua. Hai.html siapa pun dia.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu.. dibiarkan bebas berkeliaran.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. istri... ia tertantang.com/abclit.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin.html . Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. Karenanya.. Aku sudah mulai. Di manamana. Jadi berkaca-kaca. Antara sadar dan bermimpi. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. + Aku sudah perkenalkan diri.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. aku sudah bilang. Sungguh.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. Meski kabinet pemerintahan. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah lampu pijar di kegelapan. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basabasi. ya.. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. Di tengah rumah. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. Bukan juga anak.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu... saudara. Antara keisengan dan kesungguhan.OK. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. Matanya jadi berkedip-kedip. Tapi kamu?Ya. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. Aku keliru. Dari kawasan off-shore. Ia merasa tertantang. Lama ia terperangah. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hidup-hidup. Ya.. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat.Bagai kapal kini. Di halamanhalaman suratkabar dan majalah. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Bagai burung.com/abclit. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. baru saja diumumkan. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. siapa pun mereka. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Ia juga bosan kriminal. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Antara ingin menjawab dan takjub. kantor atau lapangan golf. Bila dijawab. ia butuh seseorang. tapi buntu.. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar..processtext. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. aku tahu. Apa maumu sekarang?Ya. aku mau ngobrol aja. Tanpa direncanakan. Bukan teman kencan di diskotik. Sungguh. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Di lapangan.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Tanpa direkayasa. Antara realita dan alam maya. Antara ya dan tiada.+ Hai. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah.

Ia terhenyak seketika. Begitu penasaran..Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angkaangka yang membosankan itu.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. Tak ada lagi Je di situ.processtext. Lebih lagi. barangkali itulah jodohnya. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. Sebagai lelaki.+ Ah. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. ia jadi ragu juga. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. bisa macam-macam. Sebulan berlalu. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan.ABC Amber LIT Converter http://www. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. ya. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. ia tak tahu siapa Je sebenarnya. sebuah mail muncul di deretan inbox. ia jadi kelelahan juga. Ia membuka mail itu segera.Hari-harinya jadi kosong seketika. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. jangan-jangan Je itu seorang laki-laki. Sungguh. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je.html sejak lama. Tak ada lagi kata-kata baru. Aku tahu. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya.com/abclit. Dan seketika ia jadi benci Je. Ia berharap. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Namanya juga iseng. ya?Ya. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. Aku merasakan getaranmu.. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. Tapi di belahan hatinya yang lain.Siang benderang.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Begitu membenciku. Aku bermain-main di pelupuk matamu. Dalam hatinya. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. Je bisa muncul barang sejenak.com/abclit. Bisa gombal.html . gitu. Darahnya terkesiap. Apalagi. berlesung pipit. Ia menatap kosong ke layar maya. Sepekan menunggu. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu.processtext. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu.. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Bisa jadi. manja dan sedikit centil. Aku mengembara ke dalam benakmu. Tapi bagai angin. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. ia jadi ragu. Ya. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benarbenar seorang perempuan cantik. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. Ya. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. gombal kamu. Benar kamu seorang ABC Amber LIT Converter http://www. kamu begitu marah. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. siapa pun. Aku jadi rindu kamu. Artinya. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. Lelaki bila ada maunya. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. dia digombalkan seorang perempuan-ah. kamu kemana aja?+ Capek aku. Je tak membalas emailnya. ia hanya bisa memaki-maki Je. layar komputer itu telah kosong.Aku jadi penasaran.. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. Sekarang.

Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. Ia berdebar-debar. keduanya saling bersentuhan.Setiap pagi. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. Angin memukul-mukul punggung keduanya.com/abclit. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan. Keduanya saling menikmati.processtext.html perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Je memang cantik. aku rindu kamu. Sinting.. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja... ciuman dan menyalurkan birahinya.+ OK deh.. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. manis. mandi dengan shower. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya. Hebatnya lagi. Rambutnya tergerai diditup angin sakal.+ Selamat pagi. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar ABC Amber LIT Converter http://www.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. berangkat kerja. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Keduanya saling mendekat. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. Aku tiba-tiba ingin.processtext.Sehari kemudian. Ah.Je.Di layar maya itu. Ia terpaksa melakukan down-load agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Je tak berbohong. Kadang Je tertidur pulas.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Semakin lama ia tatap wajah Je. Di layar maya itu.html . Je selalu berubah ekspresi..+ Lha. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Ia meringis kesakitan. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. gagal karena terserang virus yang hebat.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. Tak percaya? Lihat aja sendiri.com/abclit.Kalau betul kamu perempuan. pasti kamu cantik dan menggemaskan. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. berpelukan dan berciuman. Aku hanya ragu. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. Kadang marah menyebalkan. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Keduanya semakin birahi. Ia ingin berpelukan. edan kamu. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu.ABC Amber LIT Converter http://www.Di atas sosok Je itu. tentu sosok Je akan semakin jelas. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. Dan.. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. tapi tak kunjung berhasil. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. Ia merasa heran dan takjub. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. nggak. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. Yang pertama. Kadang ia tertawa manis. Ia mengejar Je dan menggapaigapai. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. Kapan-kapan kukirim potretku.

Ia segera kirim mail buat Je. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. Antara mimpi dan nyata. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. Ia terbius oleh Je.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. bukan tak terpikirkan. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je. Ia terkesima. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise.processtext. Ah. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. jawaban yang diterimanya: undelivery.. Ia betul-betul miskin data. Ia jadi penasaran.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. ia mematikan komputernya. bisiknya lirih.html . kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. Busyet. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. Aku berharap.Je tak menjawab.Ia jadi nekad..html maya itu. kali?Ah. kapan-kapan. Urat-urat lehernya menegang. Tunggu dulu. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. nggak juga. sedikit pun tak menarik baginya. Lama layar komputer itu kosong. Kok bisa? Kamu berhalusinasi.Je. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je. jawab aku kapan pun kamu mau. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Tapi. Setiap ia mengirim mail buat Je." Sesudahnya.! Aku juga..Begitu tersadar.com/abclit.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya Sumber: Kompas. Je. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. ia cepat-cepat mengetik di keyboard. sayang. Wajahnya memerah menahan kemarahan.com/abclit. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. adegan itu terulang lagi.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Bola matanya mencorong tajam.

Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Harta dapat dicari." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. Kami hanya segan beradu pendapat. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. "Uda tidak usah ikut ribut. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Kemudian meneguk kopi manis. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. setelah sedikit basa-basi. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. "Alaa.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik.html . sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk ABC Amber LIT Converter http://www. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. sungai kecil itu adalah batasnya. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng.com/abclit. "Dia manakiak5. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. Kemudian dimintanya Pidin. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka.. Mak. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu.. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. ***"BAGAIMANA." "Buuuk. Bujang Sami mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan.processtext." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu." Bujang Sami menarik nafas pendek.com/abclit.. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. saat aden1 masih di situ. Upik menarik napas panjang. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. Beberapa lakilaki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. bukan begitu.otomatis ikut tegang. Menjelang jam sembilan malam.html Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Dalam pembagian ulayat. Pik. pendek betul pikiran wa'ang4. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Mak. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. Tangannya memilinmilin rokok daun nipah. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. Kapan perlu.

Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. Tapi. Dan. Dan. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka." suara paraunya mengandung wibawa. Tapi." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. tak ada salahnya bersiapsiap. Datuk. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada ABC Amber LIT Converter http://www. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih.processtext.html . "Tenang dulu. seperti yang telah disepakati." dialihkan topik pembicaraan. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. Upik Sida menekur." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. Di situlah keruh akan dijernihkan. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. "Hati-hati." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. Sebelum berangkat. pada hari yang telah ditentukan." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati." jawab Pidin." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. Datuk?" sergah Mak Kimin.com/abclit." Pidin langsung pada pokok persoalan. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres.ABC Amber LIT Converter http://www." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. Di sanalah kusut akan diselesaikan.. "Baiknya bagaimana.. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai.. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. "Bertemu pantang dielakkan. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. Bujang Sami berdehem. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis.. "Untuk apa lagi.processtext. "Apaah rombongan Uda. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. Datuk?" sela Mak Kimin." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. mereka membantah. Dan bersikeras menyodorkan peraturan.html menjelaskan persoalan yang menjadi perkara. ***SEBELUM benar-benar senja. Da. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. "Begini Tungganai. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita. musuh jangan dicari. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. "Itu sudah kami jelaskan. Suasana mendadak hening. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka.com/abclit. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. "Katanya. "Belum tentu. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. "Sebaliknya. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas.

. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. Mak Kimin lebih gelisah.processtext. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. walau berumur lebih muda." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. Cuma. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. "Lanjutkanlah. Tapi.. pekan lalu.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan.html beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Kedua rombongan tentu saling menunggu." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. kami berharap. Namun. Patih Sati gelisah.. Makanya. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. Bahkan. "Jika itu persoalannya. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura.. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. karena teringat silsilah Kaum Patopang. Bujang Sami lebih gelisah. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. lebih keras.com/abclit...processtext." pinta Patih Sati. berarti keterangan Pidin berat sebelah." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. Bergegas pulang.html . Lobai.. kami minta maaf. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. Mengingat perangai kawannya itu." Patih Sati berdehem keras.. mengingat Pidin belum juga datang. "Kami belum bisa memastikan. Juga Lencun. Kiri dan. waktu itu dia sengaja mengikuti. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. dia adalah kemenakan Pidin. terdengar bernada miring. Padahal.

sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. Dunia di luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. Tetapi. yang buat kompos pun tak berguna. anakku yang terkecil. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Lihatlah.processtext. masih terus berbagi degup jantung. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. Lupakahlah. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. Tapi. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. Terlahir sebagai Yahudi. senangnya mengamat-amati KTP ini. Cukup. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali.Aku mengenakan pakaian terbaik. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. Rasanya. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. namaku ditulis dengan ejaan ABC Amber LIT Converter http://www. katamu melerai perasaanku. menjaga nyawa. Membersitkan kebanggaan. Permukaannya yang mengkilap.com/abclit. dan dibalut plastik mengkilap itu. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. seorang istri. terutama di penjara wanita Pelatungan.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. Dan itu adalah juga aku. Kalau kuingat-ingat. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Bisa kubayangkan.html Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan.processtext. Ya. Kemarin. Sedangkan kami. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita.com/abclit. Membanding-banding. mengambil kartu tanda pendudukku. Umurku tujuh-puluh dua. keterangan diri yang mungil. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. Hanya karena aku seorang istri. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku.html . Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. ketika aku pulang dari kantor kelurahan. maka dia telah kujalani dengan sempurna. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini.ABC Amber LIT Converter http://www.Sudahlah.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. aku dan anakku. lebih dua puluh tahun yang lampau. Ah. yang selalu ingin menyusu di dadaku. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan.

Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa.. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap suamiku kalau ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Memang. eks tahanan politik. Dan istrinya. sehingga dia harus dilenyapkan.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Bukan mesin tik tua.html yang benar. Tetapi.com/abclit. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Sesungguhnya. Terkadang. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya.html . Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. Hanya karena aku seorang istri. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. harus menderita.. Tetapi. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak.processtext. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. Duduk sambil merenda. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya.processtext. Masih kuingat. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Tapi. Dan buatku. Masih kuingat. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. Hak bergerak bebas. anak-anaknya yang masih merah. Padahal aku hanyalah seorang istri. Cuma meminjamkan peniti. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tigabelas tahun. mematikan.com/abclit. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi.ABC Amber LIT Converter http://www. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. Juga anakanakku. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Aku hanya tidak tertarik. Mesin kejayaan manusia yang baru. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. mereka tidak percaya.

Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang... aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. Dengan berbuat begitu. Gong sudah ditalu. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku." Tatiana seperti meratap.html aku disekap sampai ke ujung zaman. Mulutnya agak ternganga.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogok-menyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. Tak berkata barang sepenggal.processtext.. dan terang sebiru laut. Jari-jari tangannya memagari bibirnya."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. tetapi juga malu. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. Bu?. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis.. Siksa itu harus diakhiri.. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. Begitulah caranya membujuk hatiku. Mbak Rin bisa membuka toko obras. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tidak hanya kaget. Kini. membelenggu."Sedang apa.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. sangat ABC Amber LIT Converter http://www. hidup kami. jauh di dalam hatinya. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. Wajahnya yang licin bersih. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. Aku tahu hatinya luka. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali. Dia anakku yang paling bungsu. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terus-menerus mengepung. Bisa."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. tersingkir. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini.com/abclit. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. memegangi dengkulku. Meskipun tidak dia ucapkan. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan.. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Sesuatu yang percuma..Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. Dia tetap berlutut. Aku sambut tangannya.Aku terpaku.. Ditemani daundaun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku." tanya Tatiana.. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Mas Awang bisa membuka bengkel.html . Tapi.processtext. begitu membebaskan. diri kami. Aku tahu. yang ditebarkan KTP itu.com/abclit. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku.. begitu murni. Tanganku tak lepas dari KTP. Membisu seribu laut.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. walaupun ada. bisa. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. dia cuma diam. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya.

Sementara aku sendiri. Aku tahu. berusia 78 tahun. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. pukul satu malam. aku tahu. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Kepercayaanku timpas sudah. anak-anakku." Bungsu menimpali. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya.Aku cuma diam.processtext. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. "Papa. Malang. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku)..Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Tetapi. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. saat pemakaman eyang. cuma akulah yang sarjana. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku. Takkan. Tapi. Eyang itu baik ya Pa. "Kita bangga ya Pa. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku.html terluka.processtext. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya.html . Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. Sesungguhnya. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. Sejak saat itu. sup buntut. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. Pasti tidak enak ya Pa.com/abclit. Aku tak bisa menunggu. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. Kalau tidak. lebaran nanti tidak ada Eyang.com/abclit. aku tak menyesal. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. Dari keenam saudaraku. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. Di sisi lain..ABC Amber LIT Converter http://www. tibatiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Eyang itu kan ABC Amber LIT Converter http://www.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Di antara isak tangisnya. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku.

com/abclit. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. piyama. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). pada awal pernikahan. aku takut Ninil akan tertawa. Semua sudah datang. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. Perjalanan kami masih separuh lagi. Namun. sekalipun aku tahu kalau anakanakku ke desa (ke rumah embahnya). agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. Aku takut anak-anakku jatuh sakit. Orangnya cantik. Oleh karena itu. Sedang aku sendiri. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. atas meninggalnya Eyang. aku tahu." Kami masih mencari-cari restoran. (Mbaknya Ninil.processtext. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. tetap seperti bayangan anak-anak. dan turunannya priayi." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku. Ya. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). pinter. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. Lama-lama. capai. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. aku mengajak mereka makan. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudarasaudara ibunya. Eyang sudah mulai membaik.html tetap cantik sampai tua. pohon kelapa." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). Aku tidak mendengar tangisannya lagi. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran." Lantas Bungsuku bilang. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. Di rumah kami sendiri. "Saya lapar. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion.ABC Amber LIT Converter http://www. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku.html . Di sisi lain. Kabar terakhir dari Ninil. "Le. Aku tahu betul perasaan Ibu." Ya. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur.processtext. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Ini sedikit melegakan. Kalau panen tebu kita baik. LANTAS. Jadi. Namun. Oleh karena itu. Peristiwa ini begitu mendadak. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. Eyang kan turunan putri raja. aku ingin membeli teko di Malang. Sulungku berkata. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Dan Mama kan sudah bilang tadi. Tante Yus yang di Australia. Namun. "San. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini.com/abclit. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. Pa. jadi pasti cantik ya Pa. pada awal pernikahan sampai sekarang. ada gunung. Tetapi. Kita kan wong ndeso. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. Ada orang yang menjual minuman di sana. wajah seorang yang kacau. menikah dengan ABC Amber LIT Converter http://www. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin.

" Jawaban itu memuaskan putriku. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. rupa kita mirip tante-tante.processtext." Aku ketakutan. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. Papa lagi emosional." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. "Santoso. Kita suka mencium Eyang. air mineral. ibuku tidak pernah berulang tahun. Itu kan untung ya Pa. Aku tidak tahu. Saya masih ingat. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor." Putri sulungku memotong. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya ABC Amber LIT Converter http://www." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). ya Mas. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang." Ninil tertawa mendengarkan itu. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. "Papa memang sayang. Tetapi. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. dia juga mencintaimu. Papa kan juga sayang sama Eyang. Saya takut kalau service restoran itu lambat. Papa sayang sama Eyang. baru besok kita bisa berangkat. mereka sama-sama dokter.com/abclit. Dan sekalipun bukan dijodohkan. "Ya Mas. ketika kedua putriku tersenyum. Kamu tahu sendiri kan. bilang kepadaku berulang-ulang. kita memang kehilangan orang yang kita cintai.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku juga tahu. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. rasanya kok tidak sampai-sampai. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. ada restoran yang buka di sana.html . om-omku. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. aku cuma bisa bilang. mereka kelihatan tidur kembali.com/abclit. "Pa. Jadinya. kedua orangtuaku meninggal." Sesungguhnya. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. Sulungku berkata. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. dengan bangga Eyang sering menceritakan menantunya itu kepada orang lain. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. Lantas. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuatkuat. aku sayang kamu. Sekarang sudah meninggal. Mama kan sama Papa pacaran. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. Setelah makan roti.html Tomo. hubungan kekerabatan mereka dekat)." "Kita coba saja. Ninil berbisik padaku. "Dik Santoso. "Ya Pa. Aku tahu. kan? Eyang selalu wangi. Tentu saja Mama memilih Papa. "Maaf ya." Aku merasa lega. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. waktu lebaran yang lewat. jatuh cinta ya Pa. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. dengan semangat cinta. kan mantan pacar.processtext. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. Nduk. jangan peduli dengan sikap tante-tante. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. Kalau dengan pesawat. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. Eyang bilang. Ya. "Maksudnya begini lho Pa. Tentu saja. karena wajah saya seperti putri-putri. "Pa. Eyang senang sekali. kita bisa makan di mobil kan. Dia tidak butuh itu." "Ya tentu. Dan Bungsu mengusulkan. bajubaju kebaya brokat dengan warna meriah. "Kalau ada roti. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. kita beli sajalah Pa. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. Tetapi waktu itu.

html . Namun.ABC Amber LIT Converter http://www." Setelah upacara penguburan selesai. aku merasa dia berbicara seperti ini. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Juga jam lima petang. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang.html Eyang. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda.processtext. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman." Malang. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai.com/abclit. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. nol ABC Amber LIT Converter http://www. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. langit begitu hitam. Hatinya dirundung kecemasan. Yang ada cuma satu. kita tidak perlu lagi saling membenci. kita seharusnya saling memaafkan.processtext. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. Namun. Ia memijit nomor satu nol tiga. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. cinta-Nya kepada kita. Selama ini kalau aku bisa jujur. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Terdengar suara operator dari seberang. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Matahari sudah lama tenggelam. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. aku berpikir. kupeluk istri dan anakanakku. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. "Le. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya seperti orangtuanya sendiri. Baru jam lima petang.com/abclit. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya.

Kala itu. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna." Lalu manakah yang lebih benar. Menghapus air mata yang menitik.html menit. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Bercinta berdasarkan sistem kalender. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Karena waktu yang berjalan. ulang tahun dan hari kasih sayang. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. dan dirinya berubah menjadi abu. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Ia harus menemukan seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Sementara banyak yang sudah terlupakan. Membaca stensilan. dan jam lima lewat tujuh. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak ABC Amber LIT Converter http://www. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu.com/abclit. nenek dan leluhur. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Memarahi pembantu. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. mobil sedannya berubah jadi labu. Menyusui. kakek. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Mengantar anak ke sekolah. jam lima petang. Kehidupan yang selama ini ia idamidamkan. Mengiris wortel. dan dua puluh tiga detik. Makan nasi goreng kambing ramai-ramai dalam mobil di pinggir jalan. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Namun Nayla pada akhirnya menyerah.html . jam lima lewat tiga. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. Membuka album foto yang berdebu. Bercinta malam hari.com/abclit. sebuah sarana. Membeli hadiah Natal. Memandikan bayi. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. hampir abadi. Berdoa di dalam kegelapan.ABC Amber LIT Converter http://www. jawaban dari mereka adalah sama. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Pergi ke dokter. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan.processtext. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya.processtext. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Rekreasi. Menatap matahari terbenam. yaitu jam lima petang. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Menelepon teman-teman. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Ngeceng di Plaza Senayan. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. berarti ia akan kehilangan waktu. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. waktu adalah pelengkap. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Melamun. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan.

Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. payudara. Menanti pujian dengan rasa berdebar. Suara kokok ayam jantan. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. ketiak. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupukupu. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. Suara alarm itu. berdebar. Hatinya membatu. Minum sirup markisa. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. cakrawala harapan. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. jantung.processtext. hidung. Merebut suami Victoria Beckham. Imajinasinya buntu. Suara alarm itu. Makan rambutan. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. Bungy jumping. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. sepuluh. Tapi mimpi juga terbatas waktu. lonceng tanda masuk sekolah. kaki. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. vagina. merasa terancam atau bersyukur. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang.com/abclit.com/abclit. ia hanya tidak sadar. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Baca komik Petualangan Tintin. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan.processtext. Arung jeram. Nonton Cirque du Soleil. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. seratus. sepuluh ribu. mulut.html . masa kini dan masa depan. seribu. raga. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. leher. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Lidahnya kelu. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. dada. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. Menelan biji durian. berdetak keras memekakkan telinganya. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Suara alarm itu. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Satu. samudera getar. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. punggung. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. pipi. Bercinta dengan rasa.ABC Amber LIT Converter http://www.html tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. hati. Mengalahkan Michael Jordan. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. Membuat raganya beku. semua ABC Amber LIT Converter http://www. mata. Bertinju dengan Moehammad Ali. Diculik UFO. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. tangan. seratus ribu. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Suara alarm itu. Kicau burung.

Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah.. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. babi. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan.. Kurang becus mengatur keuangan. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Awan berbentuk mutiara. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang.. Waktu. Padi menguning di sawah. ia baru mengambil keputusan perlu ABC Amber LIT Converter http://www. Kurang waktu. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman. Semut terinjak-injak hingga lebur dengan tanah... Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan.... Nayla ingin menunda kematian.. Tidak belanja perhiasan. Sejak saat itu. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan. Seragam sekolah yang luntur. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Ia ingin memelihara anjing.. ***NAYLA ingin menunda waktu. Kurang perhatian. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam.com/abclit. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluhkesah tentang pekerjaan. panda dan beruang masing-masing satu pasang. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. semar atau gajah. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Burung bercinta di atas rumah. Dan masih saja ada yang kurang.. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. Buah dada yang mulai mengendur. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. Waktu.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan.. kucing. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat.processtext.. Vagina yang tidak lagi lentur. Terlalu banyak pemborosan.. Kurang peka. Mengikuti senam seks dan kebugaran.. Kaki anjing pincang sebelah..com/abclit. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Kelopak bunga mulai merekah. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar.. sarapan dan seragam. Semua orang tidak lagi punya kesempatan..processtext.. Semangatnya bergetar.. Memberi makan ikan. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan..html orang tidak mau ketinggalan.. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Tidak pergi ke klab malam.html . Tapi Nayla selalu terlambat. Ketika...ABC Amber LIT Converter http://www. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran. Waktu.. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam. Masih ada saja yang tidak sempurna.. Waktu. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan.. penguin. Sarang laba-laba di atas plafon.

Mobil bergerak pula. mobil sedannya berubah jadi labu. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu.processtext.html tidaknya pendingin digunakan. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Sebelah kiri jalan.. dan dirinya berubah jadi abu. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. Bang.ABC Amber LIT Converter http://www. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar.processtext. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang.com/abclit. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. untuk memperpanjang perjalanan. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun.com/abclit. karena lurus saja sepanjang lima km. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses." x"Wah. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu.html . Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Ayo kita terus.*** Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. dekat-dekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. Pada kedua sisi jalan berderet ABC Amber LIT Converter http://www. lalu berhenti di depan sebuah dangau.. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman." Din melekatkan kaca mata hitam. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar.

lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. persis seperti buntil laskar Gyugun. "Di sana ada jalan ke dalam. Persis seperti buntil Gyugun. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Ia menawar. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Mereka membalik.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. Sekali aku pulang kehujanan. Bukit Tinggi. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Sidempuan. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. bingkai pintu serta jendela dicat merah."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalamsalaman. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan."Berapa hari di sini?" tanya si istri. dan rasakan manisnya.html . Kaca mata hitamnya dilekatkan. ia akan bilang. Aku sering datang ke rumahnya."Ini Bang Tamrin."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali.Din mengajak ikut pulang ke desa. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. Jika ia menumbuk padi dan menampi. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. Ia berteriak. Itulah jalan menuju desaku. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja.html kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon.com/abclit."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Si suami bertopi pandan.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. dan mulutnya yang melengkung indah. Jika ia merasa diperhatikan."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. "Kenapa kau perhatikan terus aku. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit! Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. menunjuk. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. Dekat-dekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru."Kau coba dulu jeruk sini.processtext. dengan yang sekarang juga dua."Besok kembali. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar.com/abclit. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. ABC Amber LIT Converter http://www. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. dan Medan. Suaminya penjahit. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing.processtext. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. tak puaspuasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir.

Aku kembali ke depan. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau.com/abclit. kata orang ia bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Mak Panto adalah adik Ibu. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. Kata Ibu. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. Pohon sirsak.com/abclit. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman.html buntilnya juga berisi sepatu lars. sayang ia tidak kemana-mana. nangka. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Kami makan berempat di meja dapur. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. masih yang dulu. Kumis dan berewoknya sudah berhari-hari tak dicukur. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Terdengar suara dendang kawanan siamang. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Dia pintar pidato. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ.processtext. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. Din bilang kami akan balik besok pagi. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adikadik di kampung-halaman.html . dan salak. Kain sarung disampirkan di bahu. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. dan potlot pendek. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Ayah punya banyak buku dan majalah.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. tampaknya seperti dapat firasat. dan uban memutih di sana-sini. Ketika baru diajak makan. Bapaknya seniman. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Ketika jadi juga merdeka. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Aku memeluknya rapat-rapat. Tampak kasar jemari ayah.processtext. Aku respek padanya. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. sebagian besar sudah aku baca. Rupanya Ayah ikut ke mudik.ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah sedang bekerja di sawah. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. senter. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. buku notes. Ayah pulang dari sawah. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi ABC Amber LIT Converter http://www.

Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. Labai. Buru-buru tikar dibentangkan. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. "Sedang di sini rupanya beliau. Kebun para itu tampak sudah pada tua. Kurangkul dia. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. istri. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri.processtext. dan Mamak diberi baju bersih. Badannya besar dan tinggi. dan ketika melihat Din mereka melambai. karena sedang sekolah. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. lantai dan dinding dari papan. matanya berkacakaca.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong.ABC Amber LIT Converter http://www. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. yaitu perca. Tapi kelapa sawit. Sebelum para. Apalagi di musim kupon karet dibuka. Kejai adalah sejenis beringin. Uci. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. Di hilir tadi."Ini Tam datang.Beberapa lama mobil lewat kebun para." kata mereka. Jaga durian waktu malam. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. kami turun.processtext. main domino di lepau. Rumahnya bertiang tinggi. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. berkulit kuning seperti Ibu.com/abclit. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. duku. Kami pun menyalami dia. Meski umurnya enam tahun lebih tua. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Ketika uci bilang supaya ABC Amber LIT Converter http://www. atau ringkanang ke hutan. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah." kata Din. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah.html pula. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai.html ." katanya. Kasihan kebun para itu. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Tapi mereka tidak punya biaya. dan mencari buah manggis. Sesewaktu mobil ditepikan. istri mamak. apalagi jadi kaya. dan atapnya seng. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. dan menyalami orang-orang. Beda sekali dengan kebun para. Bibit ketiga jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. lalu dibawa duduk di ujung tikar. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi.com/abclit. Mak! Ayah kami juga ikut. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres.

dan mendesah lebar di lembah. Lalu kami pamit. ia juga terkejut dan agak tersipu. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin.html . kuning. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah." kata Din. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi. dan lezat. dan buahnya bergelantungan.processtext. lalu melekatkan kaca mata hitam.000.processtext. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. Kami pun makan durian. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. panggilan sehari-hari Mamak Marzuki.html masak nasi dulu. Ia tidak berbaju. kubilang tak usah.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Mak Suki menolak dengan menggelenggeleng berat. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. sisiran klemis.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. Aku terkejut. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. ia selalu menambahnya beberapa rupiah.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. Ayah diam saja."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh.ABC Amber LIT Converter http://www. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. badannya kutarik lalu kupeluk. Setelah menyalam Din dan Ayah. Di atas pita biru itu awan kini seperti corat-coretan potlot merah jingga. hanya memakai celana sontok yang lusuh.com/abclit. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Istrinya datang dan menyalami pula. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat.*** ABC Amber LIT Converter http://www. ia tertegun menatapku. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. Ia menepuki punggungku. Aku menyalami. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok.com/abclit. dan bicara riang. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. Semua anaknya tinggal di hilir. janganlah ikut-ikutan terburu dengan Din. "Rumah besar di hilir dijual. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda.

atau "kami tinggal di kandang ayam"." Bagi para tetangga rumah bertingkat. "kami tinggal di peternakan manusia". Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo Sumber: Kompas. Rumahnya ditingkat. itu adalah kemauan anaknya. Daripada menyewa berpindah-pindah.processtext. Kami sangat senang mendapat rumah. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. SETELAH dua tahunan. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. Orang Belanda setidaknya punya satu ABC Amber LIT Converter http://www. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". Artinya. "Alhamdulillah. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. tidak suka membuang-buang. saya tidak tinggal di situ. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. mereka juga hemat waktu. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna." Bagi orang yang masih menyewa. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. istri tidak arisan. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. Pada mulanya berdinding kayu lapis. "kami tinggal di kaleng sarden"." Bagi penghuni Perumnas yang lain. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. menurut pembantu. sangat kaya. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. Tetapi. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. memang banyak yang bisa membangun-bangun. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. dan atap asbes gelombang. "Alhamdulillah. rumah bertingkat itu membuat masalah. rumah kami sederhana saja. Tertutuplah. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. Meskipun. Kata anaknya. melik-melik di kamar utama. usuk kayu Kalimantan. lantai keramik. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. Bagi orang gedongan katakan. dan pagar merah dari batu laut. Tetangga sekitar. Rumah dan tanah berukuran 36/80.com/abclit. begitulah gaya hidup orang Belanda. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa. saya tidak tinggal di Perumnas. "Alhamdulillah. Suami tidak rapat RT.html . Kata mereka. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. "Alhamdulillah. di malam hari kamar-kamar dimatikan.processtext. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan.html Jl Kembang Setaman. Lebih dari itu." Begitulah. termasuk kami. jelek-jelek saya tidak tinggal di Perumnas.ABC Amber LIT Converter http://www. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. tinggal satu lampu 10 Watt.com/abclit. dinding bata dan semen sungguhan. Ada delapn ekor anjing kecil yang lucu-lucu dengan bulu yang sangat tebal. genteng tanah nomor satu dari Gombong.

Singkatnya. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. demonstrasi. Dokter menanyakan. dan menuntut' itu bahasa politik. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan.. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. Diulang. Siapa tahu mereka lebih diridhai. Seperti diketahui. omong kesana-kemari. "Semoga jadi haji mabrur. ada perkembangan baru. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. "Kita harus hidup rukun. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. Sindiran yang agak tegas." Lalu dilakukan tes suntik. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT." "Ada anjing?" "Tidak. nol-nol. Namun. "Ya. Disuruh dia mengingat-ingat. kata anaknya menurut pembantu.. lho. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. rumah itu gelap. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui.html ." jelas suami. "Amin. semoga. "Bulunya itu. seperti waktu di rumah. tapi mbok yaa ingat tetangga'. tanggap sasmita. lama-lama keluhan datang juga. itulah." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. Amin. Mereka mau naik haji. keluar juga jujurnya. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. 'Ini. Kami tahu banyak salah. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'." kata suami mewakili keluarga." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. "Ya. Namun. karena praktis melibatkan seluruh RT. Logikanya begini. Tidak juga laku. ya'. bukan bahasa pergaulan. "Itulah." balas Ketua RT. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. tidak ada teguran." "Amin. mereka tidak kembali ke Perumnas." "Jangan begitu.com/abclit. Mesti orang berpikir. Belum sempat Ketua RT bertindak." kami berdoa. Walhasil. rasa-rumangsa. Ujungnya. Semuanya lewat pembantu. "Maafkan kesalahan kami. Kami saling berpelukan. Ha? Benar! Menurut mereka. Diulang." katanya. Bikin kulit gatalgatal.processtext." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. Maka kami senang. dan bulunya suka beterbangan. tentu. Harganya diturunkan.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www." kata istri dalam arisan ibu-ibu. dan rasanan. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. Tuhan! Baca sendiri'..html ekor anjing." "Semoga dapat hidayah. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. saya bilang pada istri. seperti 'pelihara anjing boleh.com/abclit. Atau yang lebih thok-leh. ABC Amber LIT Converter http://www. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. Ditinggal haji. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. Ia memberi-berikan anjing pada kawankawannya. Orang hidup itu harus tenggang rasa. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ah-uh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. Namun. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Untuk apa tinggal di Perumnas." CERITA ini yang lebih penting. 'protes. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. Rapat RT memutuskan. Setelah sampai rumah. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. Diturunkan. di luar prinsipnya. Tetapi tidak ada protes. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. sepulang haji. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. ya Bapak-Ibu.

Jin itu bertambah nekat. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. Anak kami menitipkan anaknya. asal jangan menyarankan makanan jin. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. Meskipun demikian. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar." Pasar Kembang adalah nama tempat. dan lari tunggang-langgang. Setelah dihitung. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. warna-warni bunga sejenis (artikel. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. sama-sama segannya untuk berkata tidak. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang." Maka RT mengadakan rapat. Dan. Tetapi tidak ada perubahan. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song.html Maka. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. kok keluarga besar. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai waktu yang belum ditentukan. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. Nama jalan itu terserah. Itu dianggap yang terbaik. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. Kawan itu datang dan memagari rumah kami.com/abclit.html . Malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. karangan. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak.processtext. Lain dengan kami. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. digantung di temboknya. "Lho. Jadi.processtext.00 sebab mereka ketakutan. Bunga Setaman itu makanan jin. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. setan ora doyan. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. tanpa debat berkepanjangan. ada adik-adik dari kedua belah pihak. yang tidak menyakitkan hati orang. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. lalu Siskamling diajukan pukul 19.00. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. dasar orang Jawa. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. bulu kuduk mereka berdiri. Al-Falaq. misalnya. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. Orang pintar itu datang.ABC Amber LIT Converter http://www. Mula-mula mereka heran. Alasannya." Setelah ck-ck dia membuat saran. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. Tentu saja. Tetapi. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. sejenis lulur. dan An-Naas. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. kumpulan cerita).com/abclit.00. Sambil menunjuknunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok.

"Kembang desa?" Primadona desa. Jin terbuat dari api. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. sama sekali tidak ada bunga. Harapan kami sama seperti dulu. gadis. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. menggaya)." "Jangan. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Nama diserahkan pada RT. Kami berpikir keras. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. Ia pulang bersama orang pintar itu. Biar jin-jin kepanasan! Biar. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan." "Lalu enaknya apa. dan yang duda akan datang. Malu-lah RT kami. "Inilah hasil maksimalnya. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. Benar jin tua. Kami menemukannya juga. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. Itu jin voiyeur. mereka merasa kembali ke asal. Maka. Setelah melihat papan nama katanya. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. kita ganti dengan yang baru. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Tapi kami keliru.html . pandai ilmu dalam. Tidak ada jalan lain." "Nah. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Setelah kami menunggu sekitar dua jam.com/abclit. pintar ilmu hukum. kembang yang tidak berarti bunga. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. Jangan Kembang Desa. Mereka akan ketakutan dan lari. Ia duduk berdzikir di teras rumah. Jalan buntu. Keesokan sorenya kami gotong-royong. Lho! Iya saja. "Lha. dan anak-anak menghilang. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Wedang ronde yang panas itu dilahap." kata advokat itu. Mereka akan kecelik. ya. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. Menurut mereka yang sensitif. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. Prosedur yang dulu dipakai lagi. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. ada jalan. Mereka memborong ronde. ini biangnya. Jadi. Penjual curiga. Ketua RT menyampaikan pesan orang pintar.html banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. mereka kehausan! Tetapi tidak. tukang ronde lapor Ketua RT. RT langsung mengadakan rapat darurat. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. "Kita buang saja kata kembang. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Tertutup sudah. mereka tidak boleh mengganggu orang. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. Mmm. Rapat RT lagi. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api.processtext. Suatu malam ada penjual ronde lewat. dan bijaksana.processtext. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Api akan membakar mereka. Kami turunkan papan nama. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. tapi menggantung di udara. yang iseng. bagaimana kalau dikromokan. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. Tiga.ABC Amber LIT Converter http://www. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik.com/abclit. Satu. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. Tidak ABC Amber LIT Converter http://www. meninggalkan gerobak dagangan. "Mereka sudah satu suku. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Dua. Maka datanglah orang pintar itu. Terpilih nama Kembang Desa. Tetapi. mengganti nama jalan. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam." "Pakai kembang. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. Jin yang thukmis (suka wanita).

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ada ronde teng-teng, tidak ada sate te-satte, tidak ada bakmi duk-duk sreng. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong, nyanyi dangdut, suara klenengan, suara air terjun, suara anak-anak bermain, bayi menangis. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta, 13 April 2002

Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas, Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah, sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita, lebam-membiru bagai tersengat, sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu, berubah menjadi sarang lebah, penuh dengung, tanpa bahasa puji-sanjung; tak sedikit pun madu menetes dari situ. Yang ada hanya kepahitan, menetes-netes dari bahasa kutukan.Duh, betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon, bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Konon, perempuan yang jatuh dari pohon, bila sakit, sakitnya tak akan diobati; bila mati, matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Ya, betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Pohon apa yang ia panjat, dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat, tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai, mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun, kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini, aku tercengang dan merinding; masyaallah!). Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja, dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala, di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Tiga orang kakak Hindun, laki semua, dan entah sejak kapan tepatnya, satupersatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Merantau, sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bangau yang terbang tinggi? Tapi, ah, anak lelaki, begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Seperti Hindun dan ibunya, menunggu, mungkin pula tidak menunggu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang, di atas rumah pondok yang sederhana, meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua, mereka biarkan lapuk telantar. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu, itupun jarang bermalam. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah, sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula, tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya, dan mereka beralih menjadi pekerja sawah, pekerja tambang, atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Tak apa. Setidaknya, dengan tinggal di ladang, sayur-mayur tak hendak membeli. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Asal ada beras, urusan makan beres. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku, bila kami bertemu di pasar. Maklum, aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan, sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Maklum mata bujangan. Apalagi, ia lumayan cerdik. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tak jarang ia cekikik, yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. Perempuan jangan ketawa cekikik, senyum dikulum pasti lebih manis, itu pesan yang tak boleh diremehkan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal, membuka mulutnya agak lebar, tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Anehnya, justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Di samping tentu, hidungnya yang bangir, rambutnya berombak-panjang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping, bentukan alam pebukitan yang bergelombang. "Biarlah kami tinggal di ladang, merawat tanaman yang masih tersisa, sekalian menjaga makam ayahku," kata-nya jujur. Kutahu, ia memang sangat mencintai ayahnya, sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. Konon, ketika hidup, ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik, tapi usiamu, Hindun...," bisikku usil, merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang, mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa, yang datang malah bisa macam-macam; kera, beruang, celeng..." maka ia pun tertawa sesukanya. Tak terpikirkan, bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri, di dalam kampung. Bukan di pondok ladang. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup; tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan... Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang, harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. Dikeping dan diikat, dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya, membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api, melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh, nangka, jengkol atau apa saja ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html yang telah menyatu dengan belukar. Tapi bila musimnya, pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah, meski sedikit, dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ibunya tak bisa mencegah. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan, tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin, sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka, begitulah, ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Begitu banyak rambu-rambu tanda larangan, meski tak dituliskan. Anehnya, dari sekian banyak larangan, perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. Misal, perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman, tak boleh duduk di depan pintu, tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari, entah mengapa. Memang akan ada saja alasannya, seperti tak bakal dapat laki, jauh dari rezeki, bahkan bisa gila, tapi juga entah mengapa. Memang pula larangan-larangan itu baik maksudnya, sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak, apalagi kalau rambutnya basah. Tampaknya, soal etiket. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas, mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum, meski tak harus melanggar. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga; kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman, tak seda dipandang, laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut, sampai-sampai harus ke halaman, kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau, bila perempuan larut berdandan, tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm... Namun, pantangan itu masih lumayan adil. Artinya, tidak hanya buat perempuan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari, tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Bukan, bukan itu alasannya. Tapi, dengarlah; mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu, dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Begitu. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami, tak luput dari rambu-rambu yang digariskan, semisal dalam urusan berpergian. Jangan berjalan di hari Selasa, sebab Selasa hari api. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Benarkah? Entah. Yang jelas, bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh, mereka memilih hari selain Selasa. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk, atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa, yakni petang Kamis malam Jumat. Inilah hari baik penuh berkat. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa; kupu-kupu pertanda tamu, ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting, elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi, membuat kami begitu berhati-hati. Begitulah. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Sedari kecil, anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon, meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan, rimbun dan rindang. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki, begitu adat kami mengajari. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Mereka cukup puas bermain yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sepantasnya saja; petak umpet atau lompat tali. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Kami akan berteriak dari ketinggian, mengabarkan betapa kami telah melihat laut, laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka, dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak, ada kapalnya enggak... Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada, lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur, jawab yang lain menghibur. Tentu, karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut, bahkan danau pun tidak, melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah... Namun, bagaimanapun juga, kami yang laki-laki masih lebih beruntung; menerka-nerka yang tampak. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Atau, mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Yang jelas, tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Juga saat musim buah tiba. Anak-anak perempuan cukup jadi pengumpul buah yang kami petik, dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahandahan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun), tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting, dedaunan, di semaksemak tepi jalan, di antara batu-batu di tepian... Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru, benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu, dengan melewati ladang-ladang yang ditinggalkan, mata Hindun masih saja penuh keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Hindun, perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan, dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan, bahkan untuk sebuah larangan. Maka, begitulah, hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa, kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum, menggelinding di lereng bukit, tersangkut di akar. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih, tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang, mencari buah yang masih menggantung. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh; dilobangi tupai atau kera. Hati-hati kakinya berpijak, sigap tangannya mencari dahan berpegang, karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Saat-saat memuntir sisa buah, seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. Begitulah, buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Tentu, saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar, beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas, atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Bahkan dengan pandangan. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Dikatakan begitu, karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sebenarnya. Dikatakan pohon Barangan, hanya daunnya yang mirip, tapi tak berbuah. Dikatakan pohon damar, hanya batangnya yang serupa, tapi tak bergetah saat ditakik. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua, mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah, mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). O, ya, mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Pokok pohon itu teramat kukuh, penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Bila memandang dari jauh, lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh, tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekukbergelombang, membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Andai saja ia ditebang, tentu akan segera terasakan ada yang hilang; lereng bukit itu bakal kosong, dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca; para pencari damar yang tersesat di hutan, para perantau yang lama tak pulang, atau pengembala ternak yang kemalaman. Tapi, tentu tak bakal ada yang berani menebang. Jangankan menebang, mendekat saja tak ada yang berani, kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun, gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu, nekad. Tanpa sepengetahuan ibunya, ia datangi pohon itu, dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit, cengkeh mati bujang, kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan, sekaligus melunaskan dendam! Ya, bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Tapi selalu terbentur soal hak. Hak tetua suku. Bukan si puak. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Pohon keramat. Milik tetua. Dan terjatuh. Hari Selasa. Dan ia, seorang perempuan. Lengkap sudah. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Bahkan mungkin lebih. Kubayangkan, telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar), namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar, tapi menyaksikan. Aku yang dulu hanya penerima kabar, kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya, Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon itu, mati. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bokongnya remuk, bernanah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan, sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk, dan tak seorang pun berani menjenguk. Hanya aku, kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah, ia ceritakan segala padaku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. Tentang dendam. Semuanya. Kecuali mungkin... hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya, dan aku pun tak berkata soal itu, meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau, di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau; tentang lautan, lembah, ayah dan saudara laki-lakinya. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Aku bergegas turun dari bukit, membawa kabar itu ke tengah kampung. Dan seperti kubayangkan, kampung memang teramat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini.html gempar. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. Beratap genting Palembang berwarna gading. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. Namun.Nurhayati. ketika lautan tanpa badai. Di surau kecil itu. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. akhir-akhir ini. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. Sepertinya. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. teman sekuliah dulu. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi ABC Amber LIT Converter http://www. lebih sering bermimpi. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. Hamdani.processtext. akan datang seorang laki-laki. yang kepala dusun di sini: apakah betul. Nurhayati berpikir.. Hasil diskusi. Perempuan-perempuan. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. Sementara itu. karena mereka membelot dari Belanda. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. Juga aku. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. itu tidak menambah apa pun.ABC Amber LIT Converter http://www. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Konon. lebar 6 meter dan panjang 12 meter.com/abclit. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. adalah pelarian dari Armada Bugis.. terletak di Lolohan Timur.com/abclit. bagaimana. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. ikut menggulung layar pada saat badai. dia selalu mengimpikan. Seakan tak berujung. waktu remaja dulu. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. dari tengah lautan. yang datang pada tahun 1653-1655. melihat nenek-moyangnya. Sesungguhnya. Itu memang mimpi remaja. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya).html . Sebentar saja. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. Rumahlebah Yogyakarta.processtext. 2002 Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. melantunkan syair-syair.

Nurhayati. Di sisi lain. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. Mendengarkan pantunpantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. di mana udara panas menggulung. Dan setelah beberapa kali bertemu. beberapa turis domestik. aku mau sederhana saja. tampak dari jauh. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. Karena. bertempat di masjid. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. nasehat ini sering diucapkan. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya." Khotijah melihatnya." Nurhayati mengangguk cepat. Khotijah. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini).com/abclit. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. Pikirannya terpotong. Tidak seperti engkau.html meninggalkan tempat ini! (Yah. kemarin malam. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Namun. "Nur. untuk mendinginkan tubuh. ***PAGI ini. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. ABC Amber LIT Converter http://www. aku mendengar kabar. tertawa-tawa.processtext. bapaknya tidak pernah ingin menjual). sebagai sebuah proses "menjadi". atau hanya untuk membunuh waktunya. Kadang. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. Dia tahu.html . tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. cobalah. seharusnya engkau jadi penyair. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. Mereka berpikir. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. Namun. Apalagi. Kemarin. Jangan lupa kau datang lebiha awal. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. honor guru TK di sana sangat kecil. tidak yakin. Padahal." "Aku bisa menggantikannya. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. mengajaknya ngobrol. bisa jadi bapaknya tidak setuju. waktunya selepas sembahyang isya. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). Dia melihat ke panggung rumahnya. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. kamu sekolahnya paling tinggi. yang bisa keliling dunia. mungkin Mbak Mila setuju. tanpa sekolah. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu." Yah. melainkan ibadah setiap manusia. Kau sering terlambat. Kita kan pengurus. Namun. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. "Kau bukan dari jurusan keguruan. Ada apa sih? Sebagai perempuan. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang.com/abclit. "Rapat untuk organisasi sosial kita. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. kali ini.processtext. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. Aneh." "Nur. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Sebetulnya. Padahal. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun.ABC Amber LIT Converter http://www. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi." Nurhayati diam saja. yaitu menjadi ibu. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. Benar juga kata temanteman. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi.

ABC Amber LIT Converter http://www. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. yang pasti akan mengganggu proses belajarmengajar mereka. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. apakah itu masih disebut cinta. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Di situ. Di saat-saat seperti itu. aku tidak bisa menjadi ketua. Inikah sebuah penindasan! Namun. Tapi sayang sekali. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). Khotijah. sekalipun tak banyak juga waktuku. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. (Sesungguhnya. akan menikah dalam bulan ini.processtext. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. Sekali lagi. Karena begitulah norma. kau tahu kan. Sambil menyusuri tepi laut ini. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan.processtext. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. tempat bermainnya di masa kecil. Akhirnya. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. setelah ini. "Nur. Rasanya semua sudah hampir selesai. Nur. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. camat dan bupati." Nurhayati membatin. kami menemukan sesuatu. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. yang keluar dari bibirnya. tidak banyak waktu untuk organisasi. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Dia membiaskan hal itu dengan mudah. aku mau menggantikan jabatanmu.com/abclit. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. Di luar dugaannya. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Namun. Sementara itu. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). Buat mereka. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. Lebihlebih ketika TK tempatnya mengajar.html . karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. Khotijah bercerita. "Tentu saja. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. kau akan menjadi ibu dan istri. teman terakhirnya yang masih bujangan. Namun. semakin kena abrasi dari lautan. dia tidak tahu lagi. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul.com/abclit. Kau masih ingatkan. Dia mengatupkan bibirnya. Khotijah memegang tangannya. kalau organisasi kita telantar. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Beserta beberapa anak muda. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. Seperti nenek-moyangnya. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya." Nurhayati cuma diam saja. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta.ABC Amber LIT Converter http://www.html Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Tapi suatu ketika.

bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. Karena rumah panggung itu. mengatakan kegembiraannya. 29 Maret 2002 Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Di ambang pintu yang terbentang. air matanya mengalir.html .Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. dalam beberapa hari ini. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. yang peneliti." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. (dengan bahagia. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar.com/abclit. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. yang menuju sebuah sungai besar. Koran-koran lokal memuat fotonya. ***KALI ini.processtext. Dan rumah tinggal mereka. kalau bercermin. apakah pernikahan itu perlu. akan selesai. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Nenek berteriak-teriak ABC Amber LIT Converter http://www. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. "Aku tidak tahu. Sementara itu. dan diriset oleh Budiman. Ini berarti. dia ikut mencarikan datanya). Nurhayati tak akan risau lagi.com/abclit. sebagai istri. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. Banyak orang memberi selamat. setelah itu.ABC Amber LIT Converter http://www. di lantai dua. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. tinggal nenek. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). Dan tak seorangpun yang tahu. Keluarganya dan keluarga Hamdani. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. Budiman berkata. namun masih menampakkan kekokohannya. dia duduk menghadapi fajar. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. Memandangi jalan di depan rumahnya. sepulang dari mengajar. Hamdani lewat surat. Dan penelitian itu. Dia mulai berpikir. di sebuah perumahan BTN! Malang. Di pantai ini.processtext. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu.html Sambil belajar. Nurhayati menyusuri pantai. adalah bagian dari dirimu sendiri. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu.

Orang-orang akan kehilangan tontonan. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. Buaya itu tak segera mati. Dia selalu membawa senapan ke sungai.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. Terus menggelepar.***LELAKI itu masih muda. tampan.html dari ambang pintu rumahnya. dan ingin bertemu.processtext. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek.Dia cuma membidik. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai. Menyeret buaya ke darat.com/abclit.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. dan luput dari perhatian. anakanak itu termangu-mangu di tebing.com/abclit. menuturkan kisah masa gadisnya. Anak-anak itu mengelilingi Nenek. Matanya meradang. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anakanak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. berang.ABC Amber LIT Converter http://www. berjalan tertatih-tatih. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan. Lama dia menyusuri tanggul sungai. dengan kaki pengkor. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. Berburu buaya.Nenek. menyelam. membaur di antara orang yang berkerumun. menanti seekor buaya mengapung. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. mereka meninggalkan tanggul sungai. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. Dia tak menghendaki buaya itu segera mati. Ditinggalkannya tepi sungai itu. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. Ia ingin turun dari rumah panggung. si tukang cerita itu. dan melepaskan tembakan.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus.Orang-orang kampung mencebur ke sungai. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. Wajahnya mengeras. ABC Amber LIT Converter http://www. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. Mengulitinya. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. seorang gadis dengan rambut tergerai. bermain lumpur dan lumut sampai siang. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. berteriak-teriak. Orang-orang terus berkerumun.processtext. Kehilangan kengerian. Seseorang berseru. "Kaulah buayanya!"Berlarian. menyemburkan darah searus dengan air sungai.***DI rumah panggung. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. tertawa-tawa.Belum lagi mencebur ke dalam sungai."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. dalam penantian yang memualkan.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi.html . sambil bergumam."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Dua tungku panas itu padam. Di lantai dua. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. diam-diam. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. mendekati lelaki pembawa senapan. gadis-gadis terpekik. Kehilangan kekaguman. Mati. Begitu asyiknya mereka. Berderak-derak. memandang ke arah permukaan air.Saat ia melepaskan tembakan. Melihat buaya yang terus berkecipak. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. Sungai menjadi amis bau darah buaya. di ruang tamu. Nenek duduk di lantai papan. Ia tak begitu jelas mendengar. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan.

Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. Kadang membujuk. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. Berdebar-debar.Si gadis berambut panjang tak menyahut."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. agak lamban. Berkali-kali. Bermain-main air.Mendadak anak-anak berhenti bermain. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. Mengembangkan senyumnya. dengan bibir yang jontor. Tapi."O. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai.ABC Amber LIT Converter http://www."Gadis berambut panjang merasa terhina. Berjingkat bangkit. dan merasakan kekecewaan. Dia murka. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Berkecipak. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada."Anak-anak itu bersorak. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. terpikat pada cerita Nenek.""Di mana ia tinggal?""Di sini."Anak-anak terpana. Tengadah. Ditutupnya kembali jendela kamar. mengajak berbincang-bincang. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Mereka hidup bahagia. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan."Nah. membosankan!"Tak ada sahutan. setengah hati. berhenti bergurau. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahuntahun ia dalam pingitan.html dari jarak dekat. Terdengar ketukan pintu. yang gagah dan lucu. Neneklah orangnya. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. lelaki pembawa senapan itu melamarnya. memandangi Nenek. Nek?""Masih. Tak disangkanya. Tak yakin hatinya. gadis berambut panjang. Berjejalan. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. Saling dorong. Terpana.Lelaki pengkor. Mereka menghambur ke jalan." sahut Nenek. mencibir. hingga dia berani mandi di kali. malu-malu. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. melongok ke bawah. akan lahir dengan mata juling.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan."Di kamar melulu. Mencari-cari wajah gadis itu. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor."Tentu.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Bertabrakan."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang. Wajah Nenek tampak sedih. Dia menyangka.""Lalu. Tercengang. Lelaki pengkor itu ingin disapa. hingga terasa kegelapan menyekap. tertatih-tatih. Hati-hati. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan.""Mereka di mana."Hai. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. Sopan.processtext. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu mengguncang dada perempuan berambut panjang. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. Bergerak menuruni anak tangga. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. semua buaya sudah ditembak mati. yang berjalan dengan terseok-seok. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. anakmu yang kedua.com/abclit. Kelak. Gadis berambut panjang itu mengerling. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan."Gadis berambut panjang itu jadi menikah.com/abclit. "Gadis berambut panjang itu masih hidup."He.""Ooo. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. Ibu muncul belakangan. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. dia berhenti."O.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. mencabik-cabik tubuhnya. Nek?""Merantau."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. lelaki dan perempuan. Tertawa-tawa. berkedip-kedip. Mencebur ke dalamnya. saat ia dengar. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Berenang.html .Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. tidak. berlarian ke sungai.

dari lukisan-lukisan alam nan biru. sang kusir. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke ABC Amber LIT Converter http://www. Si kuda betina menggerakkan leher. melewati rumah-rumah panggung. "Ah. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov.NegaraPandana Merdeka. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. meninggalkan sungai. tak terurus. pundak dan topi-topi. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap.processtext. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Sang opsir duduk di kursi penumpang. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Iona Potapov. dia mirip permen jahe. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. menggelengkan kepala.com/abclit. ia mencambuk kudanya. punggung kuda.html Rambutnya panjang. ke Viborskaya. Anakanak bersorak ketakutan. Sesaat. Kakinya pengkor. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. "Hai. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. Tumpukan salju telah menimbuninya. "Kusir.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak.com/abclit.. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. mau kemana kau. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. menyambar pakaian mereka.. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. "Kusir!" Iona terkejut. memutih. Matanya kelabu. Iona mendecak. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. telah lama memutih karenanya. dan selanjutnya tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi.processtext.html . sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan). bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. kegelapan malam datang menghampiri kota.." terdengar oleh Iona.

. saya dan Vaska minum empat botol brendi. "Ada kok... sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona." kata Si Jangkung yang lain dengan marah...html .. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona.. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar.. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal. buat apa kau berdusta.. ada..com/abclit. tingkah polah dan omelan yang panjang.. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda.... baginya sama saja. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit." "Ya.." "Demi Tuhan.... kecuali hanya desisan.. Dua puluh kopek.... tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan.." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda. maka ia lah yang harus berdiri.. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya.. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini... Mereka tentunya tahu hal itu. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang." "Ya betul.." Iona tertawa.. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya.." Iona tersenyum lebar. satu rubel**. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram.. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. "Kau akan berangkat atau tidak. betul kok. "Dia bohong seperti binatang. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut..com/abclit.... tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. minggu ini. harga yang tidak seimbang. Setelah menunggu sedikit jeda. "Kusir. dua jam.. "Kemarin di rumah Duhmasov. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya. "Tuantuan yang berbahagia!" "Cuih. lima kopek. "Baik. sebetul kutu batuk!" "He... "Kamu linglung... mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk.. "Ada apa?" tanya sang Opsir. Anak ABC Amber LIT Converter http://www. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.html sebelah kanan!" Sang Opsir marah. Ha.. Iona menoleh pada mereka. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar. ha." "Aku tak mengerti. Tetapi harga tidak menjadi masalah. "Kami bertiga. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya.. he. dua di antaranya tinggi dan kurus.." "Ha. Tiga orang laki-laki. he. Anak saya meninggal.processtext." kata salah seorang yang jangkung. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk.. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. demi setan!" Si Bungkuk menyela. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir...... "Cambuk! A ha. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. Satu jam berlalu. Yang penting ada penumpang. naik ke kereta.processtext... Dia mendengar pula cacian orang-orang." "Hmmm. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda..

Udara pengap dan bau.. dan memutuskan untuk bicara dengannya. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil.. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi....... yang sanggup mencukupi makanannya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Itu sebabnya aku sedih. anakku meninggal minggu ini. Sebesar rasa haus pemuda itu.. "Kawan. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun.. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'.." Di salah satu sudut. Seharusnya dia menjemputku. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.. "Saya? Ha.processtext.. selalu hidup lebih tenang.. jam berapa ini?" tanya Iona. seorang kusir muda terbangun. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia.. Iona melihat pada orang-orang ini... eh malah dia datang pada anak saya.. ke terminal..." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. he. tetapi belum terlihat. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap.. ha...html . Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. "Ya... Setelah menerima 20 kopek. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. dan makanan kudanya. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. He. "Buat dedak saja sudah tak cukup.html saya minggu ini.. dan tersusun. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu.. Ia mengibaskan pecutnya. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya.. ha. ha. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung.. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi. "Kembali ke terminal!" pikirnya.. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air.... setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. apa yang ABC Amber LIT Converter http://www. he. bertekuk dan menyerah pada duka lara." "Minumlah. di rumah sakit. Tetapi ia tak melihat apa pun. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya.... "Tuan-tuan yang berbahagia. Anakku.." pikirnya. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah." Iona tertawa. "Ayo Cepat! Tuan-tuan... Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya.. "Ha.. Ia ingin membicarakannya dengan serius. bagaimana anaknya menderita.com/abclit. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit." Si Bungkuk menarik napas. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya... kuburan! Anak saya pun meninggal.com/abclit. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. demi kesehatanmu. ia mulai berlari kecil.. akhirnya mereka sampai. "Kita semua akan mati... ha... kau dengar. Hal yang aneh.... "Mau minum?" "Begitulah.. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar..processtext. Belum juga lima menit berlalu....." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. Kematian memasuki pintu yang salah.. meninggal". rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar.. "Hampir jam sepuluh. Di lantai..

hal: 56-60. Dia pergi tanpa alasan. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. Ya. Mestinya dia masih hidup. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda... seandainya kamu punya anak. 1964.. dan mengendus tangan sang majikan. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. cuaca.. Makanya harus bicara pada seorang wanita.. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri.P. sambil menatap matanya yang bercahaya. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. Gus Jakfar memang luar biasa. Kau akan tidur nyenyak.. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan.. Sang pendengar akan mengaduh.. kita hanya makan jerami. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya...com/abclit... tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. Bayangkan.ABC Amber LIT Converter http://www. 'Toska'. kusirmu sekarang..." pikir Iona. "Ah lebih baik melihat kuda.. . mendengarkan.... dia mengucapkan selamat tinggal padaku." "Tapi.. Chekov-Raskazy I Povesty... dan kamu adalah ibu kandungnya. bukan aku. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. di desa.. Ia masih mempunyai seorang putri...html . meratap. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya..." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu.. "Selalu ada waktu untuk tidur. bagaimana anaknya meninggal. kemudian melanjutkan: "Begitulah... Ya.. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. "Ayo terus kunyah. tak ada yang perlu ditakuti. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A. jerami.processtext." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.html dikatakan sebelum anaknya meninggal. juga padanya. Kuzma Ionitc telah pergi.. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. ketika sendirian begini. Moskwa. Anisya. Aku terlalu tua untuk jadi kusir." kata Mas ABC Amber LIT Converter http://www. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura.. Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. menarik napas. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. kemudian anakmu mati.processtext. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak.com/abclit. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang." Iona terdiam sejenak. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. Dia berpikir tentang dedak..

was-was. "paling tidak kini. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. 'Kang.html Bambang. dan rasa takut." kata Lik Salamun. Sekilas saja beliau melihat kening orang." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan." kata Lik Salamun.processtext. sudah ada yang ngelamar ya?!'. terutama para santri kalong. Gus Jakfar bilang kepada saya. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. sesuai usul Ustadz Kamil. "Mungkin saja." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya." "Saya malah mengalami sendiri. esok harinya.com/abclit. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. Dan percaya atau tidak. kita tidak tahu. kulihat keningmu kok bersinar. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya." ujar Ustadz Kamil. tak ada hujan tak ada angin. kan ketemu Gus Jakfar. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. Kalian ingat." "Tapi bagaimana pun. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. "kalau saja kita tahu kemana beliau. yang selama ini merasa dekat dengan beliau.com/abclit. di samping silaturahmi seperti biasa. 'Sum. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. "Gus.processtext." "Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. "waktu itu. lalu pikiran saya terganggu. sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. "Matanya itu lho. 'Wah saku sampeyan kok mondol-mondol. Takut dibaca tandatanda buruk saya. ini ada hikmahnya. masyarakat pun geger." "Kang Kandar kan juga begitu. Sebelum dilamar orang sabrang." Begitulah. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. dimana Gus Jakfar prei. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. jauh melebihi yang sudah-sudah. Waktu itu Gus Jakfar bilang." sahut Ustadz Kamil." tukas Mas Guru Slamet." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. tidak mengajar. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar." timpal Mas Guru Slamet. Saya kok merasa tidak berubah. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau.html . Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. Singkatnya." jawab Ustadz Kamil. Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. "wah.

html tak mau. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. Saya melihat di kening beliau yang lapang." "Terus terang. membuat kami tidak sabar.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Tanda itu terus melekat di kening beliau.ABC Amber LIT Converter http://www.html . membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita.' katanya. Dan betul. ABC Amber LIT Converter http://www. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. Saya mencoba meyakinyakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. Saya diterima dengan penuh keramahan. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. ada seorang tua yang memberi petunjuk.com/abclit. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. Ternyata ketika sampai disana. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya.' 'Ya. Nama Kiai Tawakkal. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. tapi kami diam saja. Mbah Jogo. disurat sebagai ahli neraka. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha.processtext." Dia berhenti lagi. baru kemudian melanjutkan. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. Tak mungkin. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing.com/abclit. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. sejak bermimpi itu. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. Bicaranya jelas dan teratur. ada tanda yang jelas sekali. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. "Kalian ingat. Gila. dan disegani banyak kiai yang lain." "O. Begitu sampai seberang. kiai Tawakal. Masak seorang yang dikenal wali. Diam agak lama. Pasti saya keliru. Di gubuk yang terletak di tengahtengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. tapi tak bisa. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. Kata ayah dalam mimpi itu. terus saja nakmas menyeberang. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. menarik nafas panjang. Saya yakin itulah orangnya. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu.processtext. berilmu tinggi. maka serempak kami mengangguk. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. itu. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini.

Lalu. menemui tamu. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). Saya masih tak habis pikir. Ketika kemudian saya ikut belok. Katanya: 'Ini kawan saya. Cari pengalaman katanya. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu.' Mereka yang duduknya dekat." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. ke warung biasa saja tidak pantas. saya hampirhampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Melihat waktunya yang sudah larut. serta merta mengulurkan tangan. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. saya kaget. Masya Allah. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. kepada orang-orang yang ada di warung. saya pun membuntutinya dari belakang. bisa berada di sini. sementara yang jauh.mengisi pengajian umum. Terdengar gelak tawa ramai sekali. masih seperti dalam mimpi. memanggil-manggil nama saya. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. mujahadah. Ah. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. tapi juga tidak terlalu jauh. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar.html ." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. Dengan bengong. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. dan sebagainya. Warung penuh dengan asap rokok. Dengan hati-hati. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. Memang betul. tapi menurut santri-santri yang lama. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. pada suatu malam purnama. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. witir. dzikir malam.html tahajjud.com/abclit. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. 'Kopi satu lagi. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. pikir saya. melambaikan tangan. Ah.processtext. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Akrab dengan orang-orang beginian. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya.processtext. kiai memperkenalkan saya. tidak terlalu dekat. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya ABC Amber LIT Converter http://www. dan semisalnya. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. menjabat tangan saya dengan ramah. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser.com/abclit. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. beliau berbelok. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. Semacam lelana brata kata mereka." "Begitulah. bercanda dengan wanita warung.

'Anak muda.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. menunggu. Beliau melambai. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. melambai kepada semua. Kedua. 'Kita istirahat sebentar.' Saya tidak merasa diusir. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. Sampai di seberang. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. 'Ayo!' teriaknya. Sampai di seberang. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. lalu menerobos hutan. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita.processtext. 'Biar cepat. berdiri. aku adalah milik Allah.html . apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Sebagai kiai." "Ketika saya ikut bangkit. kau kan tahu. Setelah sembahyang subuh nanti." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. saya pun mengikutinya. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. Untung saya bisa berenang. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya.processtext. kebanyakan mereka orang susah. kau boleh pulang. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. kiai berkata mengejutkan. 'kita masih punya waktu. 'Mas. sudah larut malam. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. Dan. seolah-olah di atas jalan biasa saja. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya.html malam ini. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. pantas di keningnya kulihat tanda itu. kiai membayari minuman dan makanan kami. Maka terserah kehendak-Nya. saya ABC Amber LIT Converter http://www. O. Saya tidak bisa berkata apa-apa. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. Karena pertama. 'kita pulang. kita ingin berdekat-dekat denganNya. 'Sebentar lagi subuh. Seperti kerbau dicocok hidung.com/abclit. 'Ayo. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. Ternyata setelah melewati kebun sengon. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. Beliau yang kemudian terus berbicara. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka." "Kami melewati pematang. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. tiba-tiba dengan suara berwibawa. Seperti mereka yang di warung tadi. sebagaimana neraka dan sorga. kemudian keluar. ujub.

teater. Namun. Edisi 05/05/2002 PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas.processtext.' Begitulah ceritanya. Kami. Ketika saya mengiyakan. dan pamit.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. tapi bukan surau bambu. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. jangankan Kiai Tawakkal. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. Tinggal meja kami yang masih bertahan. politik. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. mengapa dia ABC Amber LIT Converter http://www. filsafat. seni lukis. 'Ini titipan Mbah Jogo. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. 'Mana saya tahu?' jawabnya. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. Aku tertanya-tanya. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. ***Rembang. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. tapi kami yang dari tadi mendengarkan.com/abclit. Seperti orang linglung. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. Dengan bingung saya terus berjalan. Tapi. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. orang yang mirip beliau pun tak ada. seseorang menghampiri saya. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. "Bung. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya.ABC Amber LIT Converter http://www. katanya milik sampeyan. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. masih diam tercenung.html . tak jadi di lobi United Nations. aku bangkit dari tempat duduk.com/abclit." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. atau agama atau desasdesus yang jalang.processtext." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. Menjelang pukul sepuluh. Baru setelah sembahyang.html celingukan.

***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. lantas Stockholm. Jangan ceritakan kepada yang lain. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. tak jadi ke sana. aku membayar pesanannya. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. bergabung kembali dengan teman-teman.. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. hidup dengan pembicaraan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar..html tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. Dan menjadi tanda-tanya besar bagiku. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kotakota metropolis yang baru. menyusul Pretoria. di New York juga. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. saya bahagia mendengar rencana Anda ini. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. Selamat.processtext. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. Tak jadi di sana. mudah-mudahan yang ini berhasil. bisikku membujuk hati sendiri. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. lantas di Guggenheim Museum. telah terbang ke Jerman. di kota itu masih banyak propagandis merah.com/abclit. "Sekali lagi. tanpa sepengetahuannya. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia." Setelah itu dia benar-benar menghilang. di depan counter. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. Kemudian. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. tujuan yang benar adalah London. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. dia akan berpameran. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. di mana katanya. "Kuatkan hatimu. katanya pada malam berikutnya. Seingat saya. Hati-hati. Ternyata aku salah sangka. Pernah sekali. National Meseum of Modern Art di Washington DC. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. "Selamat. "Bagus..processtext. ini hanya untuk Bung. Dan dia ngeloyor ke luar. mengikuti pameran lukisan di sana. Semua bon sudah dia lunasi.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. siap menyambut kedatangannya." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. Beberapa hari kemudian. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. dan kataku. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita.com/abclit. katanya. Setelah United Nations Plaza tempo hari. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir.html . Aku diam saja. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar." pintanya. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. tapi akan terbang ke Praha. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh.

Semua mutung.processtext. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe.processtext. katanya. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. yang mabuk karena angan-angannya yang liar..html . utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib seburuk ini. tak jauh dari rumahnya. Dicapai kata sepakat. Semua murung.. Ibarat lukisan. selalu serius. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Katanya. Katanya. Waktu itu. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. Tetapi. Ya. Tetapi. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. Tetapi. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. jidat selalu berkerut. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. Kalau ditanya dia tak menyahut.com/abclit. Semuanya kena. apa mau dikata. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja.html ngalor-ngidul dan tawa berderai. ***DARI udara. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. Keesokan harinya. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. Katanya meyakinkan. cuma memakukan matanya ke lantai. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. memang dia. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana.ABC Amber LIT Converter http://www. Demi Tuhan. tetapi juga merangkulinya. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubun-ubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. dia hanya diam membeku. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. ABC Amber LIT Converter http://www. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki.com/abclit. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. dia enggan untuk menghampiri. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. Ketika meja sudah penuh terisi. Kami tak percaya. Anehnya. Matanya kosong. Apalagi sipembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. sebulan yang lalu. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin mainmain dengan nasib si-pelukis.

Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Bingkainya belum dirapikan benar. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. walaupun dia hanya tetap membisu.processtext..html . walaupun penderitaan mengelilingi. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. apa yang dia katakan?" tanya mereka.processtext. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. "Heran. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. saya telah beratus kali berbohong. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. menatap mataku. "Maaf Bung. Kami melangkah mendekati pelukis kita. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. Sesekali. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. mau menegakkan harga diri. sementara matahari mengapung berat di kejauhan."* ABC Amber LIT Converter http://www. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. dan katanya. Anda akan menjadi besar di sini. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. Perhatikan matanya. "Kalau dia punya uang suatu ketika. dia tidak menjawab. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. "Jangan lagi berangan-angan terbang ke mana-mana.html persis di atas buntalan yang teronggok di lantai.com/abclit. Beberapa lembar uang ratusan. "Takkan salah. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. Di belakangnya. Aku tersenyum. Kami tanya. benar kata teman tadi. Sungguh. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. kupikir. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. tumpang-tindih di situ. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. begitu hendak memeluknya." Dalam perjalanan pulang..ABC Amber LIT Converter http://www." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. ini lukisannya yang terbaik. sehingga dapat ganjaran seperti ini. kapan diselesaikan. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. boleh juga mengecoh berseloroh. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. Sebelum tiba giliranku berpamitan. dan aku meletup. Kami kembali saling-pandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan.com/abclit. ribuan." komentar seorang teman.

Atau.com/abclit. Orang-orang yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.html . Ya. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Namun. Matanya mendelik. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. berhenti di pinggir. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. Tidak terlalu tinggi memang. menggigit bibir.processtext. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun.html Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Ia tampak cemas. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. Namun. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi.ABC Amber LIT Converter http://www. sepeda onthel dengan keranjang sayur. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. lidahnya terjulur.com/abclit. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. tergesa-gesa. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. menghadang kendaraan umum lewat.

html .html hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. menutup mulut dengan telapak tangan.Percakapan mengalir dari mulut orangorang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. melainkan gambar tato keris. Betapa mengerikan.Matahari kian merangkak ke atas.com/abclit. Tubuhnya kekar. ah. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya.processtext. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Mereka bertanya-tanya dalam hati. Percakapan kembali membuncah. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. Tubuhnya basah keringat. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. atau memejamkan mata. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. menampakkan keterkejutan luar biasa. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Mereka tahu. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. kaku seperti gelondong kayu. Lalu.com/abclit. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Mudrika. terus tegak di situ. membuka. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. Kedua lututnya gemetar. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. merangsek masuk ke dalam.processtext. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian.ABC Amber LIT Converter http://www. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas.

mengerutkan kening.Dan perempuan itu.ABC Amber LIT Converter http://www. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas.html secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang.com/abclit. tajam. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. seperti tidak bergairah. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. luntur terkena keringat. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. Namun. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. pasti tidak begini kejadiannya. toko kita kini aman. mengedarkan pandangan pada kerumunan. secepat itu pula mereka segera melupakannya. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. Namun. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika..Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu.com/abclit. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam.. * Depok. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu."Tergeragap.processtext. Shin Ling. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. dibaca. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Membuat gadis itu gugup. Kenapa Mudrika. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. andai saja dia mau bersabar. Pula hatinya kian disesah rindu. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL"."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat.. lalu. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Shin Ling. tidak bagi perempuan itu. cintanya ditolak.html . maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap."Shin Ling. Atau. dibuka. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati..HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. dibolak-balik.processtext. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri. Ah.

"Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat.html . ia berkata: "Kasihan Rudi. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. ibulah yang paling tahu apa ABC Amber LIT Converter http://www."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Kami sudah menduga apa yang terjadi. lalu nyerocos menembus pintu pagar.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu.processtext. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anakanak seperti ketakutan. sehabis jam kerja saya.com/abclit. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. "Papi sih.ABC Amber LIT Converter http://www. ibu pasti kabur. Kalau tidak.com/abclit. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi.html Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. istrinya tidak telaten merawat suaminya. Sudah barang tentu ada apa-apanya. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. tapi tidak dalam waktu yang lama. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. pintu pagar digembok. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. Tapi saya curiga.processtext. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. Istri saya menarik napas. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. Padahal.Ibu mana?" tanyanya cemas. Sayalah satusatunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang katakata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. kecuali masakan ibu. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya." Saya belum sempat bereaksi. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal. mestinya keluar masuk pekarangan." kata ibu mertua saya itu kepada saya. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput. Kasihan Rudi. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. bapaknya capek. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. Tidak lebih dari seminggu. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. Padahal. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras." keluhnya mengenang. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. tidak terlalu pagi. ia tampak bersemangat. Dan. Di waktu yang lain.

saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. ibu mau boros. Pandangan matanya terlihat kosong. Gerombolan pengemis.""Kalau untuk akhirat.html yang disuka Rudi. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Dan. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. ketika ibu ingin makan buah itu.html . Ibu sekarang mau ke sana. apakah artinya kertas-kertas itu. Nanti. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. Tanya sama dia. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. saban Kak Nurma menelepon saya. Kami. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Nah. Soalnya." kata istri saya. Bu. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. kamu tertawa?""Habis."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu. Di bulan pertama itu."Kok."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. Tapi yang lainlain?""Apa misalnya?""Banyak. pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. kalau hari tidak hujan. petugas kebersihan pemakaman. Kami semua terpukul. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. sejak dari dalam kandungan." jelas istri saya. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. Padahal. Siapa lagi kalau bukan dia. apalagi ibu.Kalau sudah begitu."Anak itu memang pencuri.com/abclit. atau seratus ribuan. juga sering ditemukan apel busuk.ABC Amber LIT Converter http://www. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. selalu bilang tidak tahu."TUHAN punya kehendak lain. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. ibu sangat berubah. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. seminggu sebelumnya. orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. hilang. suka lupa. di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat." saya bilang. Tapi."Ah. Kamu mau. Bahkan. jeruk busuk. Soalnya ibu hampir-hampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. sekaligus pendiam. ABC Amber LIT Converter http://www. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. ibu tahu apa yang disukai Rudi. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu.processtext." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman.com/abclit. Bu.processtext. Untung pembantu itu jujur.Sejak kepergian Rudi. Atau untuk membeli keperluan dapur. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya.Seperti kejadian seminggu lalu. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti.

Ibu tidak ada. ibu masih kenyang. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. sesama menantu ibu. saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu. memberi kabar tak sedap itu. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari kata-kata istri saya yang menusuk sanubarinya. Betapa bahagianya dulu ia. kembali terengah-engah dengan air mata berlinang.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi.ABC Amber LIT Converter http://www.Mata ibu berkedip-kedip menahan sinar senter saya. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana. saya masih punya harapan. 10 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu. tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Kini." katanya ketika mau duduk. Ya.com/abclit. Ibu berdiri menuju teras kembali. Tapi.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya. makan saya jadi enak. Saya menghadiahi ibu senyuman. **Padang. Ibu menurut. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi. istri saya kelihatan cemas. suami Kak Nurma. istri seorang ambtenaar. dikaruniai tujuh anak. Itu kan menambah dosa jadinya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan. Katanya mau beribadat. Ibu tak ada di sana. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Pintu pagar terbuka."Ayo. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar.processtext. yang tadi mengejar neneknya.""Ayolah. Tapi. Saya pulang ke rumah.Di kuburan kami bertemu berempat. Biasanya kalau bersama ibu. Ibu membalasnya. ia sudah kehilangan kesadaran geografis.html Jadi. berencana melapor ke kantor polisi terdekat. berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah. Saya meneruskan makan agak cepat. ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Namun. telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. sambil menyusuri jalan pelahan-lahan. Begitu mencuci tangan. Tentu saja dengan menjaga perasaannya. masa tua yang tak berdaya. dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu."Tidak. ibu mulai lagi bikin dosa. Saya mengajak ibu makan bersama saya. dengan senyum seramah mungkin kepadanya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri.com/abclit. terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet. saya mengulurkan tangan. enggak?"Ibu lama terdiam. Dan.PUTRI bungsu saya. ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya." saya menengahi suasana. Bang Sapar.html . Kita makan."Saya tak berhasil. kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.""Ibu jangan ambil hati. tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. sedikit saja. Bu.processtext. Saya langsung mengeluarkan mobil.

memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. semilir angin. aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. seperti sekarang ini. hijau perbukitan. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya. namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua. dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya.processtext. "Jadilah kau sahabatku yang baik setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa. kami menjadi akrab. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Semerbak wangi kembangnya. aku selalu terpesona olehnya. hijau tumbuhan. dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah.com/abclit.com/abclit. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. dan setelah itu sering menemaninya ngobrol. dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang. tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung. meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah ABC Amber LIT Converter http://www.html Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas.processtext.html .

Dan meskipun sangat jarang. pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masing-masing. saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara ABC Amber LIT Converter http://www. jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya.com/abclit. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih. akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Yoshida Tua. "Sekaruno itu. secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukitbukit di kaki Gunung Fuji. tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimatkalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami. antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku." "Soekarno. sawara. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari. paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memuji-muji indahnya alam negeriku. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak. hingga aku selalu menunda kepulanganku.html . kami jadi banyak membicarakan negeriku. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk. Yoshida Tua. aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat.processtext.. yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu. di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan.com/abclit. Jika vila ini berada di ujung tanjung. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu. Soeharto.. maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. Karenanya. kadang-kadang juga iwashi. pernah pula aku mendapat ikan inada. Dengan demikian. waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Akan tetapi. atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku. yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung.ABC Amber LIT Converter http://www. tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. Jika kita bicara juga. Anehnya.processtext. sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku.html yang palsu.

html kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain.com/abclit. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. "Waktu muda. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian.ABC Amber LIT Converter http://www. Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut. kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Yoshida Tua terdiam beberapa saat. yang telah maupun yang masih berkuasa. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku. ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua.com/abclit. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut. "Aku malah berpikir. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut. mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini. lantas merasa berhak menjadi galak. dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Jika di luar sana kabut mulai turun. jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. cinta. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa. Ia lalu melanjutkan. Juga dalam keadaan masih terdiam. maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk. lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup. untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. Karena ia tetap membisu. aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku.html .processtext. bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa.processtext. kutenggak sake itu sekaligus. sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. Setelah itu.

bergerak-gerak. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. perlahan-lahan menjadi suram. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. Gempa bumi.html Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. Aku tak tahu pasti. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. dan akhirnya lenyap. Sayang sekali.html .com/abclit. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Kubayangkan.com/abclit. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. Mula-mula pelan. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. Edisi 08/18/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi.processtext. setelah beberapa lama menunggu. pikirku. ***Tokyo.processtext. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk.

com/abclit." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. seperti meledak-ledak. Belum bisa pergi ke sana.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak.html . Puspa erat-erat memeluk anaknya. Seerat yang dapat ia lakukan." Selama bercerita. Beberapa penari lainnya turut terhanyut.html SEPULANG dari Jepang. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Lebih dari empat tahun yang lampau. keluhnya dalam hati." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. suaminya.processtext. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. Puspa gelagapan. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa." keluhnya lagi. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Lama sekali. sembari tersedu menangis. begini. Ia seperti merasakan betapa haruABC Amber LIT Converter http://www. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. Ah. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo." cerita Mariko lagi. Bulir-bulir bening itu.Noriko.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi.Sejak beberapa tahun lalu.processtext. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. sementara Ngurah Anom. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. ia belum melihat ayahnya."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. membungkuk sebagai tanda hormat. sudah sangat merindukannya. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Mereka berpelukan sekali lagi. Ia ingin menelan tangisnya. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. "Saya hanya ingat suami saya di Bali.com/abclit. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan.ABC Amber LIT Converter http://www. Sambil menghapus air matanya. tak mengerti. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. Ia ingat. Terasa asin. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. asin sekali. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom.***PERISTIWA di belakang panggung gedung pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. air mata Mariko tak henti berderai.Mereka bertiga berpelukan. Diam-diam air matanya menitik. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. anak Mariko sempat kaget. "Saya hanya titip salam buat Bali. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. "Kami tak punya pilihan. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. tentu saja Cempaka. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. katanya. Gadis kecilnya itu."Sampai umurnya empat tahun.

"Sudah saya pastikan untuk berangkat. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya.Narita. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. Puspa merasa sangat teledor. Komang Widiati. kita biasanya diajak jalan-jalan ke Akihabara. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. pedihnya. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh Yamasita-san. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. ah."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk.. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Tiga penari lainnya cekikikan." tambah Puspa. Selain menjadi penghubung para seniman." kata Yamasita-san. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta. Usai menari. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya.html . seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo." jawab Puspa. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. empat mahasiswanya.processtext."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan." kata Ratnasari singkat. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang.. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari.com/abclit. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai . Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam."Udah. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. menurut cerita Mariko. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. Mungkin ia terlalu yakin. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasitasan.html birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahuntahun tak mengenal ayahnya. Terpenting dari misi ini." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya.com/abclit. Selain sudah sering ke Jepang. Ah. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya.. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan.Selama ini. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa.. Anda siap?" tanya Yamasita-san."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo.""Soal itu biar saya yang mengurusnya.. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. dan Gung Dewi. siapa yang bakal menjemput rombongan. seolah lebih kepada diri sendiri."Huuss. Ratnasari."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini.. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Yamasita-san di Bali juga dikenal sebagai seniman. Lelaki berkaca mata itu ABC Amber LIT Converter http://www.. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya.processtext. ia tak kuasa menolak. dekat sekali rasanya.ABC Amber LIT Converter http://www. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri.

petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Ia makin tampak gelisah.. Puspa menolak.html . ke tempat kami.Bandara Narita tampak sibuk. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya.processtext. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin.. "Nama saya Miki. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo.. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Puspa-san. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Gung Dewi. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. "Tetapi mengapa ia tak muncul. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. Pada bulan April. Saya datang atas permintaan Kimura-san. Puspa tampak sangat gelisah.Miki-san. yang akan mengontrak para penari dari Bali. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. saya datang menjemput Anda.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta. bahkan menjual kami. Ia tertidur.processtext. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. Mereka terdiam.Pikiran Puspa mulai tak keruan.ABC Amber LIT Converter http://www. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. tak lebih dari satu jam. Ia memang tidak sedang berselera. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat.com/abclit."Oh. Saya akan mengantar Puspa-san. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Ini gila!""Ah.html bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya.Setelah menghilang beberapa saat. Widiati. Puspa tidak mengerti."Ah tidak-tidak. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. "Ia ingin menjerumuskan.890 yen." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. daratan Jepang sedang memasuki musim semi.. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. Meski lanskap pagi seelok itu. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa.. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Kimura-san minta kita ABC Amber LIT Converter http://www. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. ***SAAT turun dari bus. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta.com/abclit.

Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. Puspa memanggil seluruh penari. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. silakan saya antar. kalau-kalau tawaran kontrak itu tidak benar. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang.Sampai siang hari. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit." tambah Miki-san. aku tak merasakan lagi rasa ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Kalau benar para penari dikontrak. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka.processtext. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. Bapak terus menghajarku. Puspa belum sempat menjawab.html . Setelah mandi. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. *** Jakarta. hingga akhirnya. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. Ada lima kamar. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka.html semua istirahat dulu.com/abclit.processtext. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Di sini sudah disiapkan kamar sementara. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. Apa benar Kimurasan akan mengundang makan malam. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. para penari tak berbuat apa-apa..

Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum.. "Ya. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu.. pengusaha. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. Kamu tak lebih dari pejantan. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. Bapak tertawa. Entah ke mana. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah.. yang sejak tadi menangis terisak. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. "Aku ingin jadi politisi saja. Terima kasih. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak. Tawa Bapak berderai. kuayunkan pisau lipat. tangisku pun terhenti. Kalau jadi maling atau pembunuh.. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. hanya tanganmu yang kotor." Ketika aku lulus SMU. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal.." Tanpa memandang kami sedetik pun. Aku terhuyung. Hingga aku hamil. ini risikonya kan besar. Mungkin dua puluh tahun. Sejak saat itu. Melindungiku dari serangan Bapak..com/abclit. kalau hanya tanggung. Aroma alkohol terus membadai.. Sinis. Oke. Tapi tidak mulutmu. entah berapa lelaki telah menggauliku. Maling besar. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. dengan saya sendiri. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku.com/abclit. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. Ini siapa ya? Oooo Bapak. "Justru kamu yang harus pergi. Ayo teruskan. Ibu. birokrat. garong atau rampok sekalipun. seniman.html sakit itu. bisa-bisa. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. mengiringi rebah tubuhku. Ia tertawa. Dengan sisa-sisa kekuatanku. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana.. hingga aku terpojok di sudut ruangan. macan. Darah menetes. Tak ada yang ditinggalkan. kadal. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. Namun. "Jadi apa saja. Masam. Bisa saja dia anak cendekiawan. "Sebelum aku kau tiduri. Wajah Bapak tergores." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. Atau mungkin lebih. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Ia pergi bagai angin. Jadi. Tidak mahal Pak." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. Aku masih menyisakan perlawanan dengan menatap Bapak lekat-lekat. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. Soal itu gampang. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Aku yang mengandungnya.. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. hanya angin yang bisa kurobek. Bapak meninggalkan ibu.html . setan atau bahkan iblis... Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar.Sekarang pukul aku.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku senang kamu mulai berani melawan. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. manusia sejenis ular. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. Bentakan ABC Amber LIT Converter http://www." "Bagaimanapun dia anakku. Yang kuingat.. atau koruptor. langsung menubruk tubuhku. selain sumpah serapah. Bapak tahu sendiri.. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Bapak langsung bergegas. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu.processtext. politikus.processtext. buaya.

"Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku.processtext.. Air mataku hendak tumpah. Meskipun tampak sedikit lemah. tapi cepat kecegah." Akhirnya.. dan darah! Aku sangat sedih." Aku tersengat. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah payah. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. darah. anakku.. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. Tidak akan menyebut nama dia. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut." Bapak mendesis.. Ibu pernah mengucap. Pertanyaan itu begitu telak. Bola matanya serupa bola api.. Ibu harus menyerah pada maut. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. maling atau pembunuh macam Bapak. hingga sampai di ruang besuk. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. "Tak ada yang perlu disesali. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Aku sudah berusaha keras..com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku.processtext. dingin dan terkenal "angker". Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. ABC Amber LIT Converter http://www. dia harus menghadapi regu tembak. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. Ia dengan cepat mengenaliku. Malaikat kecil? Ah aku yakin... Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Dan aku sepakat pada aturan permainan.. Bapak masih menatapku dengan nanar. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu. Maafkan aku. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. Pembunuh besar!" Dengan pedih. "Ya." "Maafkan aku.html . "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. darah.. Tubuhnya tampak kurus. Bahkan harus disyukuri. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku.. Ia berani membayarku dengan mahal. sudah berapa orang yang kau bunuh. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu... ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. Ibu terlalu berlebihan. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu.. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar." Suaraku tertahan. Eeeee. Aku telah mengecewakan Bapak. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku.html kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak.. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayap-sayap kecil terbang mengawal arwahku kelak. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. Juga siang itu. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit. Keharuan menggenang di kantung batinku.com/abclit. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez..

. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami..html Tapi. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. Kami berpelukan. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut." "Bukan itu. fantastis. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk." Bapak langsung memelukku.processtext.com/abclit. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu.. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. atau pembunuh besar.." "Mungkin juga arwah Bapakmu.. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua.. Kematian itu begitu indah. bersama angin." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. mencoba mengalihkan pembicaraan.. aku dengan senang hati menerimanya. semakin gelap. pelan. "Biarkan kami bicara dulu..ABC Amber LIT Converter http://www. Pelan-pelan... Kurasakan pundakku basah. Erat sekali. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan. Waktu terasa melaju begitu cepat. ah. Aku melihat wajah Bapak tersenyum.. kemudian nyawanya loncat. ***Jogja." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. "Kapan pun aku siap. Aku tetap saja gagal menguasai diriku. Tapi tak juga menolong. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu. Erat. Sangat erat.." ucapku pelan. Tapi aku tak pernah tahu. Dan kematian itu sangat indah. anakku.. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun.com/abclit. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. Berulang kali aku membikin orang mengerjatngerjat kesakitan. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. awal Mei 2001 ABC Amber LIT Converter http://www.html ." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar...processtext. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa.?" "Ya." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. Pelukan Bapak merenggang.. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian.

Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. Wetipo. tugé itu. tiba-tiba bersuit bagai melengking. Meski samar. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. melainkan karena bentuknya yang ganjil. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. o. Torang sandar pada tugé. Suara itu berasal dari tugé. "Kau kini yakin. di atas barisan uwarek3.com/abclit. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. Suara itu seperti desing. Sungguh aku tak habis pikir. angin mengeras bagai menerpa. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras.. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. sama sekali berbeda. aku melangkah mendekati wesa. tampak mencolok.processtext. bisa bersuara seperti suling. orang-orang Moni. honai atau rumah adat suku kami. di punggung gunung di ketinggian 3. Kuamati dengan teliti. Kecuali salah satu sisi yang pipih. kutarik tangan. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. Tetapi bagiku." Bagi kami." Perang? Begitulah. melainkan pada roh.. Angin yang selalu ada di sini. yang walau seorang dari orang-orang Moni. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. Tubuh kami besar. Ah. Dan. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. Dan benar. "Saya lapar manusia. karena tiupan angin. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami.html . tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. meliuk lapat menyentuh telinga.. Tetapi tidak. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni.processtext. hmm. bagai menyelusup di kedalaman kabut. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. Terkejut.ABC Amber LIT Converter http://www. kali ini tentu bukan karena desingnya. Sebuah karya alam yang aih. ada dalam kesenjangan beribu tahun. Sungguh ajaib! Dan. sungguh mengagumkan. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke ABC Amber LIT Converter http://www.000 meter dpl ini. aku pun melihatnya: Tugé itu. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa.dan aku harus percaya.. di depan benda-benda keramat lain. suara itu tak lain suara punai. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. kami. semua telah tak lebih dari kenangan. orang-orang Moni. aku mendengarnya. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. Betul kata Wetipo. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. kami akan menjawab. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. karena perang. Angin.com/abclit. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan.. menajamkan telinga. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu.html Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. Dan si batu. Dan. saat itulah. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. ***KESENJANGAN beribu tahun.. Torang1 sandar pada kareken. orang-orang Moni. betulkan kata Wetipo . siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. lubang-lubang itu..

Begitu Jermias Gabey. Katanya." ***BETULKAH. Gudang-gudang garam rubuh. Jermias?" Aku ABC Amber LIT Converter http://www. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. di belakangnya tergopoh mamamama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. seperti yang kukatakan. Tetapi begitulah. Jadi. berburu. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni.ada hal yang telah tak lagi sama." Melintas pula wajah Pastor Theo. Seperti kata Wetipo. kami percaya..processtext. segera. dengan punggung tertancap panah. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau.com/abclit.processtext. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. orang-orang asing itu. Ah! Dan kembali.com/abclit. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. Jadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Di sini. porak-poranda. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. Ah! Terbayang pula mereka. waktu aku kanak-kanak dulu. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. "Kewajiban itu jatuh padamu. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. bergeming. Hanya kau yang bisa. di tanah kami. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orang-orang asing (kami menyebutnya orangorang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. ternyata. kami hidup. Maka. Sarius Hopogan. Melintas ingatan masa kecil.html belakang. selalu . tapi juga misionaris. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja... Jermias. Ketika pertama datang. Dan. bergulingan. Kalimatnya. aku pun bertemu Pak Piet. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. inilah semua. Bersama babi. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. Di antara mereka ada yang rebah. Dan. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. menenggak sopa4. dengan tombak kayu. Abgoktek. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. kini. Pergilah. leha-leha.. dan itu artinya pula. aku kembali bagai disadarkan. Bayangkan. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. dengan karung-karung garam berserakan.html . dari depan honai-nya.. "Kau harus ke sana. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. burung-burung dan binatang lain. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. orang-orang Moni. kami tidak. beginilah semua. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. walau ia bukan keturunan kepala suku. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. Betapa. Walau entah kapan. pergi. dan Pastor Theo. di mataku. tetapi bagi yang lain seperti juga keyakinanku. dunia mulai berubah. panah. dan berperang. dan kapak batu. tak berkedip. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. pada pikir kau bagaimana. Betapa tidak. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. bertaburan. kami lebih asyik menggulung tembakau. berlarian turun ke arah Lembah. kemarin. Butir-butir garam berhamburan. nyaris tak berubah. Bukan danau biasa atau danau air tawar. Sampai kini aku masih heran. si Gabey terakhir. melintas wajah Pak Piet. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat.. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga sungguh ajaib. "Jadi. melainkan sebuah danau berair asin.

dengan gigih dan tekun. hanya.. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. hanya suku-suku di gunung ini. aku juga tahu. menegarkan dada menguak kabut. karena kata itulah . yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu.. di kawasan gunung dan Lembah Besar. Meninggi. dan mendewasakan semua yang lahir... muncul pulang ke anak-cucu dan berseru.. terus naik. "Akan kaulihat.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. di ketinggian. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. hah! Kaudengar suara tugé.. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. Dan mana-mana. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo.. Sarius Hopogan. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. saputan gemuk hitam wam (babi). Naik. melahirkan anak. Menghela napas. Torang mesti pelihara tanah. ya.. Tapi tak lagi. Perang suku hanya buat kita. Aku mengangguk... "Pakaian" mereka: coretan kapur putih.html disadarkan oleh suara Wetipo. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. Aku masih mencari-cari kata (ah. kasih dorang6. Harus dihentikan ini semua.processtext. Aku yakin. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. Masih 50 atau 60 meter lagi. Cukup. bergerak turun menujuku.. Tetapi .. Ya. sungguh berbahaya. Abgoktek itu. rendah bagai mencecah.! Waaa. "Perang suku!" Bagi kami. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . itulah saat iko kunolepu datang. lelaki lain mulai mengikutigerakan itu.. untuk kesuburan tanah.!" Di belakang si tua. semua suku di gunungg ini. "Iii.. Lalu mendaki. Menghancurkan? O. Harus perang!" Kulayangkan tatap . Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan. diikuti yang lain. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. Jermias. semua sudah.. di sana. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. kami akan menjawab. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. datang dari jauh." suara Wetipo ragu. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. Pada pikirku? Jelas.com/abclit. bagai diberi aba-aba.com/abclit.. yeeeee.html . itu sudah pasti. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. Kataku. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan.di depan honai-nya. yang kasih torang. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas." Semua suku di gunung ini? Ya. Dan kata itu. ***BAGI kami orang-orang Moni.. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara.berusaha. tidak. hidup. orang-orang Moni. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter.. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. Memanfaatkan perang suku. Itu pun sudah masa lalu. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. Iko kunolepu mimintaminta! Waa. Tetapi. "Tapi . Kuteruskan langkah." "Masa lalu? Masa lalu. ABC Amber LIT Converter http://www. abgoktek.processtext.. cukup sudah semua kusaksikan. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku.. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu.. "Torang tahu kau punya maksud. ini keliru. bila Anda bertanya perang suku buat apa. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. ke semua mata.ABC Amber LIT Converter http://www. memang sungguh di luar dugaanku. "Torang butuh darah tumpah. Akan sia-sia? "Tetapi.. kami bertatapan. mereka orang-orang amber. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé.

Cuaca tidak mendung. mereka... ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. 5.Hari sudah malam. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami.ABC Amber LIT Converter http://www. menuntunnya. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. Lehernya yang jenjang. 6 Juni 2002 Catatan: 1. Ia tidak tahu pasti. kalap. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. kami. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu.processtext. Dan kekalapan.. Di kaca bayangnya memantul. satu retakan saja. Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut.com/abclit. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah. 2. yang Asti pikir pasti untuknya. Tetapi pada saat yang lain. ingin pagi cepat datango. embun! peluklah aku. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanak-kanak bermain galah di bawah bulan. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. cukup. Panggilan hormat untuk perempuan. 3.html Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. Ya. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. dadanya. Setelah membuka pita rambut. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. tak satu pun yang harus ditakutkan. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. Ah...com/abclit. ***Payakumbuh. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Dadanya. Dia. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. Hidungnya yang bagus.html . Asti ABC Amber LIT Converter http://www. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. Bibirnya.. hatinya berguncang. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.processtext. setidaknya perintang kejenuhan. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. 4. Aku. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. Tugé ajaib itu.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. dan mengatakan: bagi hidup.

dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. Kulit Asti yang putih. Kalau tidak. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. menghantamnya. dimusuhi. Entah takut. Dadanya tersembul. ingin pagi cepat datango. embun! peluklah aku. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. yang selama ini dijaganya.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.ABC Amber LIT Converter http://www. Pahanya tersingkap. Ketika sesuatu telah dimulai.Laki-laki itu tertawa. Asti barangkali tidak perlu tahu. Bahwa kemiskinan harus dientaskan..com/abclit. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. Harga yang cukup tinggi.. sangat berdekatan dengan Asti.Setelah menghidupkan televisi. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. buruk. Ia mencoba untuk tenang. Dan jelas. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. Asti menyelai sebatang rokok.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. lapangan kerja harus dibuka. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. Kemudian terdengar handel pintu berderit. Mungkin membersihkan muka. tersenyum ke arahnya. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai.html . Ia menghapus air matanya.Namun dugaan Asti jauh meleset. sesungguhnya telah tua. mengatasi pengangguran serta gelandangan. seolah-olah mulai terjual.. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak.html tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut.``Tetapi aku telah siap! `` ucap Asti lagi. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. Ia mencoba untuk tersenyum. entah apa. demikian pikir Asti. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. Masuk ke kamar mandi.Ada suara ketukan.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu.Di televisi. entah cemas. Menanggalkan dasi. lalu menawarkan pada Asti. Seorang laki-laki muda. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. ``Maaf. menjemukan tetapi kaya. Jantung Asti berdegup. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. Sudah pukul sebelas lewat lima menit.. karena untuk sesuatu yang pertama... mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting.processtext. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. Televisi pun mati. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. Berdiri meletakkan minuman. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri.``Taik!`` umpat Asti kesal. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau.processtext. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang.````Sudah. Pekerjaan itu harus dilakukannya. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. Ingin rasanya ia meninju cermin. Asti terkesiap.com/abclit. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. rakus.

html . kebahagiaan. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir.. Kupu-kupu malam! Ah. Asti bingung. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa.``Jangan tergesa-gesa. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya.Kini sudah enam belas tahun usiaku. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. Karena tibatiba ibuku sakit. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu.Asti tidak menjawab. Aku lebih ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan! Bukan kesederhanaan. saya tidak suka. Tapi semakin lama ditatapnya. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku. Asti jadi gugup. pikir Asti. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. Tapi ia mengangguk.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. pelan dan ragu-ragu. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. embun! peluklah aku.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. Di luar. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.html mengambilnya. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Kian hari sakit ibuku kian parah. Tapi. Jantungya perih. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan. Tapi kami tidak pernah menyesalinya. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus.. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. jauh dari kekurangan. Tak ada jalan lain. Jelas aku tidak paham. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya laki-laki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam.processtext.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi. Ia berusaha melawannya. aku menerimanya.`` ucap Asti akhirnya memulai.. Dadanya bergemuruh. otomatis aku berhenti sekolah.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Tidak! Aku tidak akan menyesal.processtext. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. Sebagai seorang buruh pabrik. gelap mungkin telah semakin jelas. Telah cukup lama ia tersiksa. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. ingin pagi cepat datango. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. duduk di sebuah kursi. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama.Waktu terus bergerak.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. sedangkan kami tidak punya uang. barangkali ini baru permulaan.com/abclit.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan.

lalu pulanglah! Katakan pada ibu. Kini. Dingin semakin menyergap..Asti tidak sempat berkata-kata. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit pertolongan. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya. tanpa sedikit pun kegelisahan. Dan perubahan itu.Laki-laki itu berdiri. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. atau mungkin takut. Ia pikir. tanpa rintang..***Payakumbuh.html mencintai ibuku daripada kehidupanku. tergantung di langit kota. dan berjalan ke arah Asti. Bila aku telah tertidur.ABC Amber LIT Converter http://www. embun! peluklah aku.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. tinggalkan alamatmu. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai.. bahwa aku akan menikahimu. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. ia harus bertarung melawan nasib. Namun yang ia pikir. Seluruhnya! Asti telah pasrah. dini hari. Asti telah menunggu di ranjang.Malam barangkali telah sampai di ujungnya.processtext. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan.html .Tetapi setelahnya. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya.com/abclit. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. Gemetar.processtext. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku. tandanya pagi telah datang. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. ABC Amber LIT Converter http://www. Suara penjaja telah sepi. ingin pagi cepat datang o. tanpa aral.com/abclit.

Dalam posisi asal. menguasai udara sekitar. yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal. menggoyang-goyangkan kaki. "Itu biasa rekan Durmo. bependar-pendar seterang siang. yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.. Dalam negeri yang gemerlap..com/abclit..html Cahayanya yang lembut. mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. Buktinya. mereka menggaruk apa saja. mengeluh. kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.processtext.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi." tukas Wibagso. negeri ini sangat kaya.com/abclit. mereka membangunkan kita monumen yang megah. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan. Mulut mereka menguap kompak.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat."Tapi lihatlah di sana. Kita mesti bangga. puluhan bahkan ratusan lampu. menggerakkan tangan. di tempat njepit ini. menukas. bahkan ada pesawat terbang pribadi. Ya. dari posisi mereka yang berdiri tegak.YU Seblak. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. dan masing-masing kembali pada tempatnya." timpal Durmo. Aku jadi menyesal. patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan. Negeri ini benar-benar megah. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu. Ada mobil-mobil mewah. Tuhan. orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. tipis berselaput kabut.ABC Amber LIT Converter http://www.. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning. sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh. Tentu.processtext. ampun malah ada yang orgi. ketika jasad kita terbujur di sini. Tangannya di angkat di atas kepala.. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan. ada lapangan golf pribadi. Buktinya. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu ABC Amber LIT Converter http://www. patung-patung pahlawan itu terus bergumam. kota ini sangat sunyi.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini. mereka mengunyah lalat-lalat itu. lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. Wajah mereka yang kaku.""Kamu jangan terlalu sentimentil.Ratri. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. Mungkin."Patung Sidik. Dan di sana. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut.html . hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. Kini. menjerit dan berteriak. Yaaa. Bung Wibagso. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat." gugat patung perempuan bernama Cempluk.. duduk takzim di kaki monumen. "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah." desis patung lelaki bernama Durmo. Tercium oleh para patung pahlawan. selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Dan lihatlah di sana. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran.. Sontak mereka serempak berdiri. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan." ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya. sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota. "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri."Dulu..

ada jajan pasar. Bung."Tampung saja keluhan itu.. Jujur saja. ya enggak bisa. Tugas kita sudah selesai."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk.html Seblak.html . Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia. Ratri menari-nari." Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak. Cempluk hanya diam terpekur." Ratri menimpali. Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya". Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken. Bung. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Sidik berdiri mematung... Justru menghardik mereka.processtext.."Itu bukan urusan kita..com/abclit.com/abclit. para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tenanglah."Ssssttt.""Ah. ke kiri. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku. ke atas." ujar Sidik." ujar Wibagso.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www."Hidup mereka gelap rekan Cempluk." sergah Wibagso. meskipun sudah sangat lama jadi patung. Ke kanan. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian. aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus. yang mengincar nyawa kita." ujar Ajeng. diikuti orang-orang di belakangnya. Ehhh siapa tahu. Ada bunga-bunga. Tolong ya."Mereka ini payah.Dari penjual rokok di seberang jalan.Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat.." ujar Sidik. malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita.""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan. akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam. Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta.. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh... Durmo tampak tersinggung. sudah jadi arwah kok masih perasa.. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo. Yu." Wibagso mencoba menghibur Durmo. Wibagso meloncat girang." tukas Ratri. Jadinya 'dagangan' saya sepi." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim.. saya selalu kena garuk."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso."Kita yakin saja. karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. waktu berjuang dulu. Durmo masih dibalut perasaan gelisah.."Perang memungkinkan segalanya."Yaahhh akan saya usahaken."Wibagso tersenyum."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit." mata Durmo menerawang jauh. dan ke bawah. Sidik manggut-manggut.. Sedang jutaan mulut yang lain. Selesai memimpin doa. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera."Tapi urusan kita banyak."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur.."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita.processtext." sahut Wibagso. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu.. sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Yu. ada juga rokok klembak menyan. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Mereka memberi kita sesaji.""Habis.."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. perempuan berparas malam itu.

ABC Amber LIT Converter http://www." sergah Durmo. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera. ketika negeri ini merdeka." timpal Ratri. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik." sergah Durmo. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri. itu biasa. Bung! Perang juga pakai otak."Begitu juga aku. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional.html itu. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. proyek itu mubazir. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu. Kalian tahu. tanpa malu."Aku yakin.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. ada juga pecundang!""Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang. aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo. semakin panas. Tapi aku puas.processtext."Bung Wibagso. Wajah Wibagso memerah. Jantung mereka berdetak cepat."Tapi perang tidak hanya pakai otot." ujar Sidik. pelacur dan copet kembali menggeliat. Jantung kota kembali berdegup. Hidup ini perlombaan. Dan aku yakin.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir. jika ABC Amber LIT Converter http://www. kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat. Angin terasa mati. Kalau masih ada yang kurang beruntung. kepada seluruh keturunanku. kita akan kehilangan tempat. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku. ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh. bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Kalau aku mau. nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran.com/abclit."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo. Menurut Drs Gingsir."Saya setuju saja. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin." tukar Sidik.Napas kota kembali berhembus. pencopet bertubuh tinggi kurus itu. "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso. aku dan Sidik yang berdiri paling depan. waktu berjuang dulu. Kota kembali tidur. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.Bulan kembali mengerjap. Wibagso? Siapa? Waktu itu. demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. puluhan peluru merajamku.html . puji Tuhan. Tapi. Mereka menari. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja. Gerakan tubuh mereka semakin rancak."Gelandangan-gelandangan sontak bersorak.""Ooo kalau soal itu. ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. kalau monumen ini jadi dipugar. penderitaanku lebih dahsyat. "Aku berpesan kepada anak-anakku. Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis. maut keburu menjemputku. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun.processtext. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. seperti tersentak. Dan kamu. Bung Sidik. Gelandangan. Kamu sendiri. Tak ada jabatan. Ada pemenang." ujar Kalur. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. tampak lampu masih menyala. Tak ada hierarki."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng."Kita harus turun ke jalan. karena berkat keberanianku. aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung.com/abclit.

itu dinegosiasikan.com/abclit."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya." Den Bei menenggak anggur merah. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik.html .. di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak. Karep.""Semuanya akan saya ambil. terima kasih.well. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan.com/abclit.. Kita harus bertahan. Den Bei."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka."Lihatlah. Den Bei.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang.well..Sidik. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek. dan Cempluk tersenyum. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri. Cempluk. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu.."Kita lawan mereka."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak." ujar Drs Ginsir sambil minum anggur. Durmo. Tapi Yu Seblak tetap bertahan. Di belakangmu!" jawab mereka kompak. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Kalur. Tidak ada konglomerat gila macam saya.""Bapak ini ternyata cerdas. Berderap-derap. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.Wibagso tersentak. Ajeng.processtext.. Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Meluluhlantakkan badan monumen. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang.. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat. meloncatlah kamu."Keduanya berjabat tangan.. Kalur."Tapi tunggu dulu..."Kita menyingkir saja.""Bagaimana kalau 40:60. itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. mendadak cerdas. Eeee soal pembagian keuntungan. mereka yang hanya gelandangan saja membela kita."Den Bei tinggal pilih.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender. Alun-alun. ternyata hanya bertukar rupa. Maklum. apalagi kecoa makam kita! Menyingkir. Cekik leher sopir-sopir itu."Terima kasih."Kami di sini. Setidaknya.""Eeee bagaimana kalau 35:65. 30:60. tahan moncong buldoser itu.Buldoser terus merangsek.. Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Ratri menjerit histeris.processtext."Keduanya tertawa berderai." ujar Wibagso lirih. Ganjal dengan tubuhmu. Kita pertahankan liang-liang kita.ABC Amber LIT Converter http://www. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku.."Aku tak butuh penjelasan. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng.Bulan di angkasa mengerjap. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Sidik. Bertahan!" teriak Wibagso.""Well. Tanah di sini masih sangat luas. Dan masuklah ke ruang kemudi.. dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. sambil terus mengibarngibarkan kain dan kutangnya."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur. Ini peningkatan yang sangat progresif. Pahlawan saja mereka gilas. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan.. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso. Dan biasanya itu agak lama. Bapak Ginsir ternyata welcome. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Biasanya.""Terima kasih. Karep. hingga tubuh monumen bergetar. Angin mati.Di bawah monumen. ABC Amber LIT Converter http://www.. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri. dan orang-orang lainnya lari lintang pukang...html Den Bei Taipan mau bikin mall di sini. Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran.

Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Burungburung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang.html Ucapan itu terus bergema.*Jogja. paling tidak di kota ini. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. maka burung-burung mengambilalihnya. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. hingga mall itu selesai dibangun. dan diresmikan Kepala Kotapraja. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. Drs Gingsir.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan ABC Amber LIT Converter http://www. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna. Sekarang adalah dunia presisi. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. suara-suara itu terus mengalun.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam.processtext. awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo) Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan.processtext. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia.Kata-kata. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. Hingga kini. Di mulut burung-burung. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal.html . Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.

dijadikan tumbal. Emosi mereka tumpat. yang bercita-cita sangat sederhana. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. di Australia atau Afrika. orang-orang yang tidak beruntung. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. menguburkan diri di luar negeri. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman.processtext. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. Untuk menghindari kematian dini. Hati mereka lebih tersentuh oleh teka-teki silang. Kota terkurung dalam tembok. Jeruk Purut. yang jelas komunitas-komunitas tadi. Utan Kayu.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benarbenar mereka butuhkan. yang hidup di atas angin. karena kekurangan vitamin D. Tanah Kusir. Orang-orang kaya. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. Ngelencer kesana-kemari. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal.com/abclit. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. Delapan menit setelah mengklik home page itu. Garuda. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Kaum budayawan berdiam diri. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari.processtext.kubur.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. Tetapi. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. Seribu tahun dalam pemujaan.Namun. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. Kepekaan menjadi tumpul. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. miskin.html yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah.html . Lidah Buaya. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www.com. menemukan diri mereka tersisih. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. Tetapi.com/abclit. sementara kaum politisi dan negarawan bermain-main mencari keuntungan dari situasi ini. dan kelompok-kelompok lain.ABC Amber LIT Converter http://www. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia.Karet. adil ataupun tidak. zaman tak tertahankan. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. seperti Satu Merah Panggung. Bambu.

Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. Memekikmekik."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. Suaranya berat dan parau. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu.html menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Mereka berputar-putar di atas monumen. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. Menggugah tapi liris. dengan sayap setengah terentang. Bahwa. membubung tinggi menerjang langit. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara.html . Balung manusia itu kemudian dikerek turun. Namun. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair.processtext. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. Sambil melayang-layang. Membuat busuk dan meracuni angkasa.processtext. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Tetapi."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. Pada satu situs. memekakkan telinga penduduk. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. Seperti ditangkup gerhana. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulan-bulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. Di kota bawah. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Jadi. Sepuluh detik setelah meninggal.ABC Amber LIT Converter http://www. menukik tajam. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam.com/abclit. Makna maupun tafsirnya beragam. Apakah kita tak boleh ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. di mana mereka bertengger.""Ya." sambut suara di tengah kerumunan burung itu.

kecuali di wilayah aliran sungai ini.Sebenarnya. dari mana kita telah dirampas. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. Jadi. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin.com/abclit.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. Ke jantung Asia. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. Tetapi. rrrruuuuummmm. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih.html mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. Tanpa sinar Matahari.html . Karena itu harus dibasmi. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Kota dicekik bau bangkai. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www." katanya membujuk.processtext. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. Ini ejekan permanen. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. Semut sudah sirna dari kulit bumi." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. *Bengkalis. diperjualbelikan.processtext. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. Tanpa menghiraukan protes penduduk. Maka.com/abclit. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana.ABC Amber LIT Converter http://www. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak.Beberapa detik kemudian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful