ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektarhektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunang-kunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauketauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di pojok. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Darahnya berdesir. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton, memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

Teh yan digesek, disusul gambang, kecrek, gong, suling, dan kempul. Susul-menyusul. Jalin-menjalin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Mamat Jago meraihnya, melipatkannya ke pinggangnya, merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin, seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Wajahnya membiru, bibirnya terkatup, matanya terpejam. Ayo, Sarti, jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti, tetap dingin dan biru. Ditepuk-tepuknya pipinya, tak ada reaksi sedikit pun. Dipandanginya para panjak. Sepi. Tak ada yang bergerak. Semua dingin dan biru. Seperti keramik Cina.

Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat, pikirnya. Ia bopong Sarti keluar. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sepanjang jalan tak ada orang. Pohon-pohon meliuk-mabuk, rumah-rumah bisu-merunduk. Ia susuri jalan aspal, memotong sungai, membelah padang ilalang. "Kau tidak boleh mati, sayang. Hiduplah bersama abang. Di rumahku kau akan hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya.

Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun, satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Buatnya, laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Di situlah dulu istrinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

com/abclit. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Tangisan pilu meledak dari mulutnya." Mamat Jago masih tak percaya. ABC Amber LIT Converter http://www. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Bang. Tangannya perlahan mendekap. Tiba-tiba. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. Napasnya mulai satu-dua. dingin. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. "Sadarlah. "Relakan kepergiannya… Nyebut. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. "Ayo. Kaku." Dikecupnya bibir Sarti. manis…bangun. Dalam sekejap mereka telah bergumul." bisiknya ke telinga Sarti. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Bang. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. "Pacarku. biniku…. gemuruh. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi.html . Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua. Mamat Jago menoleh. biru seperti keramik Cina.ABC Amber LIT Converter http://www. panas. Sarti sudah mati. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya." kata Eng Djin.processtext. Bibir itu terasa bergerak. Balas melumat.mencakarmengular…terbakar.html mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. Eng Djin. si gondrong. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Hangat. Semuanya membisu. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti.com/abclit. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya.processtext.

Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. Hujan sudah mulai berhenti. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Begitu juga kenangannya pada Sarti.html Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. Kamal.com/abclit. Kersik daun. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. rentetan tembakan itu masih terdengar. Tak ada darah. kesenangan." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya.com/abclit. Hatinya mantap. Ah. aku harus kembali ke rumah kawin itu. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. tiga kali. Mat. Ia menduga-duga pantai apa ini. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. ia tersenyum. si cepak. ia membatin lagi. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. ia membatin.processtext. Eng Djin. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. heran. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin Tanjung Kait." suara si cepak mengalahkan deru ombak. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. dan kehormatanku. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. Lama ia menafsirnafsir makna mimpinya itu. Kakinya menjejak pasir. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. Ditajamkan pendengarannya. "Sejujurnya.html . Rawa Saban. Ada debur ombak. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. "Ya.

pengiring Cokek.html Kembangan Selatan. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.com/abclit.html .com/abclit. Desember 2002 CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.

yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. sangat tampan.processtext. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. "Tampangnya nyebelin. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya.html . Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar.processtext. Marsiyam menyekam kesabarannya. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya." entah sebab apa. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. Tapi. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. kecuali kepala penjara. Ia sadar dirinya cantik. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. dan mendadak ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. menurut penilaian teman-teman di situ.ABC Amber LIT Converter http://www.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas." kata mereka. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak.com/abclit.com/abclit.

bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. "Kau tak ada keluarga. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. tak pernah muntah-muntah.com/abclit. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. Menurut mereka. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. Sampai malam itu. nama Marsiyam susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya.com/abclit. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. mau apa kau. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itutidak peduli ia atasan mereka atau bukan. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjak-injak suaminya. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. ABC Amber LIT Converter http://www. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. Tak pernah ngidam. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya.processtext. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu.ABC Amber LIT Converter http://www. ya?" Atau.html . ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Aku memang gabuk. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. Seperti kampung saja. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. "Kau sudah dibuang keluargamu. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu.html bagaikan api kemarahannya berkobar. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah.processtext. Perutnya rata saja. "Aku memang tak bisa punya anak. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. mau apa kau. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya.

"Entahlah. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. Sore itu akhirnya tiba juga. ABC Amber LIT Converter http://www. Marsiyam hanya tersenyum. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya.processtext. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu.com/abclit." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi.html Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. juga tukang copet dan dedengkot arisan." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. tentu bayimu sudah besar. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. Selama dalam masa hukuman. sudah sekolah.ABC Amber LIT Converter http://www. yang ia sendiri tidak tahu apa. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul.processtext. Tanpa dirasa.html . Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya.com/abclit. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya.

ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/23/2003 ABC Amber LIT Converter http://www. Aku yakin ia akan menerima kami." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir.com/abclit.processtext. Ini anaknya.com/abclit. "Pulang.html "KAU mau pulang ke mana.processtext. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak. Ini anaknya." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku.html . Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu." "Ke mana?" "Ke rumah.

tempat di mana bom atom meledak."Gedung itu satusatunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. di ambang musim dingin. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. Aku bertambah heran. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini.Setelah melewati beberapa blok bangunan. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. Aku segera menuju kamar mandi. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan. menjadi raksasa dunia."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. beginilah manusia Jepang. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal.Di dalam rumah sakit. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. dan kembali tersenyum. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya.000 jiwa penduduk Hiroshima."Baiklah. jadi dia sudah familiar. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku.. orang-orang jompo."Mari ikuti saya.? Dia pasti hanya menebak-nebak saja tadi.Aku pun segera mengikutinya. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala.benderang. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok. atau hamburger.Aku hanya tertidur beberapa jam."Sewaktu bom atom meledak. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. asing. bisa memulihkan tenagaku.html .processtext.. aku keluar dari hotel..S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia.ABC Amber LIT Converter http://www. ABC Amber LIT Converter http://www. fokus. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu.Kami berjalan masuk.. aku agak tercengang dan merasa aneh. aku memesan Cha. dia menoleh ke arahku.. Mungkin juga.. dan. kanker." katanya.com/abclit. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang. teh hijau khas Jepang dan hamaagu.Setelah menghabiskan teh dan hamburger." kataku. atau Tobo Hotel untuk beristirahat. serba cepat. tempatnya lebih dekat dari sini. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau.Aku agak heran dengan ucapannya. dan kebutaan. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian. sebagai pusat penyembuhan orang. Selesai mandi.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. Suasana di dalam sangat muram. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia." katanya ramah dan kembali tersenyum. wajahnya terlihat samar. di kafe yang ada di lobi. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. aku tiba di Tobu Hateru. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. tapi sebelum sampai di sana. karena dia memang mampu membaca pikiran orang." tegasnya... Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. 27 September 1956.orang yang terkena radiasi bom atom. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.com/abclit. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur. berada di Taman Perdamaian. pukul 3 sore.html HIROSHIMA.processtext.

" kilahnya malah berpromosi.. dan anak-anak kecil. hujan turun. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan. sekarang tanggal 6 Januari 2003. Harutoku. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima...ABC Amber LIT Converter http://www. Anda!?""Oh."Tuan Siode. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu...."Aku Hartoko..Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi. mereka masih muda. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku.Dia.html . kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa.""Aku seorang pendeta Buddha. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Harutoku. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. pendeta Buddha."Mereka terdiri dari beberapa golongan. rambutnya gugur."Dia terus berjalan lincah.html ciri utama korban. lorong dan beberapa pintu. Ya. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. dia terus bergegas meninggalkanku. nama yang baguuusss.. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari. seperti teh susu. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom.com/abclit."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. Aku Siode Sadamitsu.processtext. Tanpa berkata-kata. aku tercenung memperhatikan mereka. tapi waktuku tidak banyak.processtext. trenyuh. tunggu. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain. kotor. dua hari kemudian. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. yang dipisahkan dengan dinding kaca..Setiba di luar aku merasa lega. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. disusul mereka yang kena seminggu kemudian."Hei. Ada yang aneh. Entah berapa lama. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun. tampak puluhan anak kecil dan bayibayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster.""Aku tahu."Seperti yang kukatakan di hotel tadi.""Oh."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke bangsal yang lain."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. Dan di sebelah bangsal ini. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya.." Lengking suaranya. setelah melewati beberapa bangunan. panjangnya sudah sampai ke punggung."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. tapi kau baik sekali. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. begitupun yang laki laki. seperti yang diakuinya barusan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. tapi lidahku terasa kelu. Siode San. serta bayi dari ibu-ibu hamil. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur.. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan.Aku nelangsa. Nafasku sedikit tersengal. aku lahir di Hokkaido.. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. dan berdebu. dia membiarkanku menyusulnya.

aku terhenyak. Diam-diam kutinggalkan Siode San.. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode.6 Agustus 1945.com/abclit. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. dan menyalakannya. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode.. begitu tiba di dalam. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan.html . aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San. ketika asap rokok berkurang..processtext. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. temui kapan saja aku di sini.Aku harus segera keluar dari tempat ini.. dengan hio yang menyala dan wangi. aku tercengang. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan. Aku berada di taman ABC Amber LIT Converter http://www. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan.. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. Dari arah pintu lain di sampingku. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. Di depanku duduk.html kalau dia adalah seorang pendeta. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. Di tengah perjalanan.Sampai di hotel.Tapi. atau bis umum. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku."Siode San. dan aku mengambilnya sebatang. senang berkenalan dengan Anda. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah.. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan. Setelah aku keluar dari pintu itu." katanya sambil tersenyum.. aku mendatangi arah suara perempuan itu. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. 6 Februari 1895-6 Agustus 1945. sekarang 6 Januari 2003. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar.PAGI hari. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku.com/abclit. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. aku melangkah mundur ke belakang. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. aku suka mengantarkan orang. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat.processtext. membuat langkahku jadi berani.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya. bergerak ke arah bar. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. pikirku.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara."Harutoko. Aku ngeri. mentari bersinar cerah. kemari!"Tapi tak ada jawaban.Aku masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. aku seperti berada di terowongan kematian. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode.ABC Amber LIT Converter http://www. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. Aku tinggal di hotel ini. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati.

Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Halifa kecil tak ABC Amber LIT Converter http://www. ada pintu cahaya. berbunga. dari bayi merah. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. keluarga pemilik kebun. Itu galibnya perkembangan manusia. kebun. atau lebih tepat lagi. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. turis turis asing berjalan di sekitar.html . bisa jadi obat sepinya. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. ompong. Di bagian depan bangunan itu. lalu renta dan pikun. hidung pesek. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. Dari Taman Perdamaian ini. pohon-pohon tumbuh subur. belajar beranak-pinak. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. anak-anak.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya.com/abclit. tak Halifa < berharga. dan orang dewasa. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia.> Barangkali. Gedung Promosi Industri Hiroshima. ia jarang tertawa. remaja. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. Tapi. betul seperti apa yang dikatakan Siode San.com/abclit. Taman ini sungguh indah. aku harus kembali ke Jakarta. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.html perdamaian. Akbar. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. Mungkin. mereka memotret sambil bercakapcakap. seharusnya aku ke Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. Nama bangunan itu dulu. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata.processtext. Sepasang mata yang sipit. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya.

lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. Warna coklat cat berubah kehitaman. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. Mungkin. jari-jari petir putih bersinar. Sebelum mendarat. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. tempat kelahirannya. pikirnya. juga lebih cepat.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. ia terpaksa mengubah rencana. Di seberang jendela.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. Bila ada yang tersesat. "Kenapa dia lari?" batinnya. berpulang saat kembali. gelisah. Ya.Sesungguhnya. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar.Di balik awan gelap yang bergumpal. Barangkali."Ke mana dia?" pikir Halifa. mengelupas di sana-sini.com/abclit. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. atau menjadi buih di samudra nanti. semacam pengumuman.html .com/abclit. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. Tapi. tanah perlu makan. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. Lima belas tahun ia tak pernah pulang.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. ia akan tunjukkan jalan. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat.Kayu-kayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. yang punya kebun. Naik pesawat memang lebih mahal. Ia tak mau mati.processtext. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. kembali ke gazebo tadi. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. Matanya tak pernah menyorot garang. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. ia akan dimakan hiu. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Di belakang gazebo yang sudah berlumut.processtext. Ia duduk di bangku batu yang lembab. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. dua jam lalu. Jadi. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Halifa tersenyum-senyum bangga. Huh. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. Tapi. mengantarnya pulang. Bila kalian ingin bertemu tuannya. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya." katanya kepada Halifa kecil. terutama debur ombaknya di ABC Amber LIT Converter http://www. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini.html urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Bila ada yang ingin menemuinya. mata orang yang mau menolong. Di laut terancam tenggelam. ia akan berjanji menyampaikan pesan.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. ia seperti membaui aromanya lagi. pesawat kembali stabil. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. ikuti saja aroma itu. ternyata risikonya sama saja. "Biar gembur. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap." kata mereka.

Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. jauh dari orangtua. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. tidak. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. ia dan adiknya. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya nenek pasti bercerita. debur ombak seperti nyanyian." Halifa sempat terbahak. Nak. ayah curang sekali.com/abclit. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. Kata ABC Amber LIT Converter http://www. Entah kenapa. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Makanya ayah harus punya prinsip. Ibu juga tak menangis. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Malida." Yu Sur. terutama hidupnya yang sendiri. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali." kisah ayah. tapi ia tidak. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. merusak sungaisungai. di telepon. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanakkanak. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu.processtext." Apa iya? Mereka kan begitu imut.com/abclit. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Seringkali sepulang sekolah.html . kecuali kenangan dan sejarah keluarga. Ah. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Kalau ada orang jahat. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Mereka. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. jangan menginjak ke bawah. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. lalu memacu mereka berlomba lari. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Malida sempat pulang beberapa kali. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orangorang itu.html malam hari." lanjut ayah. Makanya. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. Ayah ikut mogok? Oh." kisah ayah. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Korupsi pun tak bisa besar.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada." kata ayah.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. lagi.processtext. "Jangan kau siksa binatang. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. Semua sungai terpolusi. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. siapa yang tahu. berbagi nasib. Malida kemudian menyusul Halifa. Bagi Halifa. Ha-haha …. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. tapi perlahan-lahan ia paham. setelah bertukar pakaian dan makan siang. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. perempuan kakak-beradik.ABC Amber LIT Converter http://www.

orang upahan dan anak majikan. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. Ade yang nak atuk cerite.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya."Ini Halifa. Macam-macam sakit pun ade. Ayah sudah menganggapnya keluarga.atuk dak bise nampak jelas.processtext. Atuk ni la sakit-sakit terus.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah ABC Amber LIT Converter http://www. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. Anak-anak itu terkurung di sana.Kau disitu pun. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Kini mereka berhadapan.html . Sebelum meninggal. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang."Atur ini Halifa.html ayah. lemari pakaian dari plastik. Ranjang dan meja kayu. dak ape-ape. dia memilih tinggal di rumah kebun. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam.com/abclit. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. Banyak yang berubah. Tapi. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. Lelaki itu kelihatan amat tua. ia ingin menuruti kata hati saja. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. seraya menuang segelas air untuk Halifa. dari pening. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. Pikiran Halifa mulai bercabang." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar.Palang pintu ditarik. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Tak ada sahutan.processtext. Kebenaran kau pulang. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi.Ayah telah menjalankan wasiat kakek."Sekarang belum musim keremunting. Nyai la dak ade. Papa kau pun la pensiun. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. begitu pula tingkap-tingkapnya.Bermingguminggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. membawa gelas air. Halifa cume nak mampir sebentar.Hujan makin menderas. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun.com/abclit. dan panci-panci tergantung di dinding. tertatih-tatih mendekati Halifa. sebentar agik nak pulang ke tanah. Barangkali."Benar. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut.Ia mengetuksekali lagidan disertaisuara." kata Halifa. seraya duduk di tepi ranjang."Oh. tuk.Lame dak pulang. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyianyiakannya. Semue lah berubah kata Halifa.ABC Amber LIT Converter http://www. Yai kau ape agik. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua." kata lelaki itu.kabur lanjut lelaki tua itu. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang.Pintu pondok tertutup rapat.Mata lelaki itu mulai berair. tanpa mampu berteriak minta tolong. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Ternyata. tuk. kompor minyak tanah.

Halifa cuma mau mampir sebentar. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. dari pusing.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung.com/abclit. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah.Di depan hampir samar sisik danau. begitu pula si penjaga kebun. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Wey.html . aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.Unggun terus menyala. Halifa telah kembali ke tanah rantau. di kantor.Nenek sudah tak ada. kakek tak bisa tampak jelas. kabur."Ingin kukatakan yang baik.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh.Entah suara pungguk. Kakek ini sudah sakit-sakitan. terdengar suara Sopa. di kamar kontrakan. sebentar lagi pulang ke tanah.com/abclit. sesak napas. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. di bus. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama.processtext. tidak apa-apa. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. Ia cuma mengirim doa. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. Papamu sudah pensiun. Kamu di situ pun. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. Lama tidak pulang. kek. Kebetulan kamu pulang. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala.html Halifa. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya.processtext. Halifa terdiam. Kakekmu apalagi. Macam-macam sakit ada. Namun. Semua sudah berubah.Ada ABC Amber LIT Converter http://www. Ada yang ingin kakek ceritakan.ABC Amber LIT Converter http://www. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata.

Wey?""Tentang apa?""Suami. Wey.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu. Aku kenal kau.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan.com/abclit.""Mungkin bisa. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan. Wey.""Kau jadi berteka-teki.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana. Ada gamang yang aneh. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan. Malam masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir.html kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar. Bahkan."Kau belum katakan apa kesulitanmu."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata.""Aku telah terima kau penuh seluruh. Wey. So. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku. Tapi katakatamu yang terakhir begitu aneh.processtext.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. mungkin juga tidak. Sementara waktu telah kita sepakati bersama.com/abclit. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya. tentu saja.""Tentang kita?""Tentang kita."Aku tak sembunyikan apa pun. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan.""Biaya pernikahan."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. maksudmu?""Bukan. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh."Katakan apa adanya. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. Mungkin dapat kita atasi bersama..""Aku akan jadi suamimu. Wey. Tapi lebih dari itu..""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta.. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. sebenarnya.html ...""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau ABC Amber LIT Converter http://www..""Bisakah aku meminta sesuatu."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya. Ayah sudah akan menutup semuanya. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam tekateki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. So.processtext. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. So. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku. Wey. So..""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita.""Kau belum katakan berita apa."Berita tentang hidup dan masa depan. Terutama berita yang menyakitkan... Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini. jika kau belum siap. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk.ABC Amber LIT Converter http://www. Kutahu kau sudah siap-sedia. So.

Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana."Tapi untuk permintaanmu. So."Kau sakit. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. saat kubopong. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun.com/abclit. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya dengan permintaanku padamu. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. So. kurasa tubuhnya lebih ringan. Tapi rasanya saatnya belum tiba. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. selama kuliah. Kau menolak?""Tak aku menolak. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. seakanakan kehilangan pancaran masa depan.com/abclit.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Wey. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan. Wey. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. Kampung jauhnya lebih sekilometer. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. So?"Tak kudengar suaranya. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. Semuanya sehat. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu.processtext.html melakukan hal serupa itu tak halangan apa.html . Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa ABC Amber LIT Converter http://www. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini."Jika kau cinta. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. Wey. Wey. wajahnya tampak lebih tirus. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras."Sebentar nanti kau akan mengerti. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Demi ikrar itu aku minta. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan.processtext. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan.. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. Tubuh dan akal pikiran. Wey.. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna. Rautan yang ayu. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan."Saat ini aku sehat.""Kau membuat aku makin tak mengerti. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Namun.Di Jakarta.ABC Amber LIT Converter http://www. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu.

" suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan.""Terima kasih.processtext.. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam?Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. Wey. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau.com/abclit.. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. tetapi aku telah menjadi suami. Wey. meskipun itu kekasihku sendiri. Kurasa suhu badannya lebih dingin.html . nadinya masih ada. calon istriku.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. Wey. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. bahwa wanita kami dari daerah ini. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. dan mereka bercinta. Terima kasih untuk pemberianmu.processtext..html aku belumlah suami. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. Napasnya masih ada."Terima kasih. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. Tetapi matanya terkatup rapat. barulah ia mati. Hanya aku dan Sopa.. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. Sebelum ia mati.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész ABC Amber LIT Converter http://www. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian.. sementara bibirnya terus mengulum senyum.com/abclit.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. Terkena leukemia." kukecup ia sekali lagi."Kengerian segera naik ke ubun-ubun.ABC Amber LIT Converter http://www.

perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. meski terletak di wilayah Austria. Aku masih berusaha mencegahnya. dia berhasil menutup pintu. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku.processtext. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana.Lalu. Begitu melewati gerbang depan. tapi kemudian berubah serius lagi. sayangnya. ia berusaha menutup pintu. "kamilah yang tinggal di sini." jawabnya. "Ayahku?" Tanggapannya." "Tidak mungkin. Tuan Steiner tua itu memelukku. Sejurus kemudian sebuah tangan-aku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. Tapi. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. tampak bangunan yang sangat kukenal. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. Lalu. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. Lalu. terganjal oleh kunci rantai. "Pasti ada salah pengertian. semua diam. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. kuning. Kupencet bel. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik.com/abclit. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. jenggotnya merah lebat. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. Sampai di lantai tempat tinggal kami. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. "Lalu kami sendiri. setengah baya. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Mereka menarikku masuk ruang tamu. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. melembutkan otot muka. Kucoba menjelaskan padanya. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". Dia hidup. aku tanyakan lagi.html Sumber: Kompas. dan tubuhku berkeringat. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu.ABC Amber LIT Converter http://www. menatapku. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. Di situ kami tinggal. lalu mengujarkan namaku. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Itu agak mengherankanku. kutanyakan tentang ibuku. Sebab. Mauthaussen. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. dan kujawab. muncul. dengan sandal kain. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit. Dan. Mereka berdiri memelototiku." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. "Aku tinggal di sini. Perempuan gemuk. aroma lama itu tak berubah. bagaimana. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. berdaging. sementara aku masih mengenakan topi. memang mereka punya suatu kabar baik. aku pencet bel. Lift ringkih dengan pintu berkisikisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku.AKU kembali ke tangga. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka.processtext. baju narapidana bergaris-garis. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. begitu. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. begitu katanya. karena kutahan dengan kakiku. tidak dapat diragukan". kapan. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. "Lalu ABC Amber LIT Converter http://www.html . Ia tanya aku cari siapa. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. dia sehat.com/abclit. Ya.

kukira. dan bulan. mereka mengangguk-angguk senang. barangkali. "Tapi.html ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. kedua orang tua itu terdiam. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup." Tuan Steiner menambahkan. Pada hakikatnya. bahkan agak lebih terheran lagi. "Tapi. Maksudku Suto. Tapi." katanya. Barangkali.Aku masih di situ beberapa saat lagi. Ia katakan.html . Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. empuk. Justrusebaliknya. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. ada benarnya katakatanya itu." Memang harus kubilang. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Ya." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. kuperhatikan. dan cepat kutanggapi bahwa aku tetap suka. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. "Kehidupan di rumah juga tak mudah.processtext. Tentu saja aku tak berharap. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. dan setelah beberapa saat. Entah bagaimana ABC Amber LIT Converter http://www. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. tapi. jam. Lalu ujarnya. Ketika aku makan." Dan. menit. begitulah mereka berujar dan berujar. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. mengusik hati. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. "sebenarnya dalam segala hal".Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. "Kovacs. warna merah anggur itu.Misalnya. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. Tapi Futo. Pada saat tertentu. Begitu rupanya mereka memahami masalah." Yang lain. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". hari.com/abclit. paprika. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. sulit dibayangkan.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. Dan.kalau kuperhatikanbaik-baik." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. kutambahkan. "kamu harus melupakan semua teror itu." Lalu. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. semuanya seakan-akan terjadi seketika. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadiankejadian yang membingungkan. bukan Kovacs. meskipun semua telah berlalu.processtext. "Dia sudah kawin lagi. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. mereka jadi agak terheran-heran. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi." Paman Fleischmann merenung.com/abclit. pembebasan "akhirnya terjadi"." Aku bertanya.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. bagaimana persisnya-tiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. Tuan Steiner tua setuju. Tapi. minggu. kalau diingat lagi semuanya. "Bukan. itu kata mereka padaku. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. "Yang paling penting." Dengan siapa? Salah satu menjawab. tentu. Sementara itu. "semuanya dapat dipahami. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. kataku. Di samping itu. "ia agak terlalu cepat." Dan. Paman Fleischmann mengangguk setuju. Aku hanya dapat memulai hidup baru. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya.

tak ada perubahan lagi. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. masih tak jelas apakah kami akan langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. Apa itu artinya. atau . Tuan Steiner tua mulai gerah. Tapi. dengan laku surut. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung.processtext. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. katakanlah begitu. kami tetap hidup. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah.com/abclit." salah seorang tua itu merenung. dan begitu kabur. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. misalnya. kataku. Jumlahnya sekitar seribu. karena aku tak tahu secara pasti." aku mencoba menjelaskan. Setiap menit berdetak. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu.. "Ya begitulah. "Lalu. final. bukan itu yang penting." Memang. "Apakah semua ini memang baik.html . menurutmu. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi." kutambahkan. setengah mengeluh. selama waktu itu antrean terus bergerak. Ganti kutanya mereka." Yang lain menyambung.html mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". Itu berarti.Lalu. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. kataku. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. terus maju. Hanya sekarang. Kedua orang tua itu bertanya.. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. "Tak ada. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya.Pada katakataku yang terakhir. Tapi.Suasana hening. Tapi. "Tak ada yang istimewa. yang di Auschwitz. Kukatakan padanya. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. Tak kulihat dia balik. Setiap orang melangkah maju. Padahal. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. Sudah tentu. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. mereka balik bertanya. kalau dilihat secara keseluruhan. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. Tentu saja. Baiklah. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut.com/abclit. setidaknya itulah yang menimpaku. misalnya. Tapi. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. begitu cepat dan sulit dipercaya. berdiri dan bergerak memutar. berlalu. kami melihatnya kembali ke belakang. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. "Lalu apa?" mereka tanya balik. setengah kesal hatinya. tidaklah selalu begitu. yang di tengah-tengah. Maka. di mana aku berdiri dalam antrean. kami sama-sama tak bergerak. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. tentu saja. Lalu.processtext.. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. seperti halnya juga di rumah ini. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun.

Ia ingin melompat bangkit. lawan bicara yang lebih layak. Sekarang. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara.processtext.html . dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan kata-kataku." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. Dapat kulihat. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup.com/abclit. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah.. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. Lalu. aku bisa bilang kepadanya. Bahkan.html Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. Satu-satunya keburukan atau keindahan. kecuali . Mereka juga menyadarinya. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. "Apa?" ia berteriak padaku. Sekarang. apa artinya jadi "orang Yahudi". penyimpangan. Sekarang. tapi sudah tak mungkin lagi. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini."Dan. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan.processtext.. Tapi. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. dengan Anne-Marie. satu-satunya ketidaktepatan. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir." di sini aku macet bicara. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. jika .. "Biar saja. Kupikir. Sebetulnya itu bukan nasibku." terus kulanjutkan. mukanya merah dan memukulkan kepalan ABC Amber LIT Converter http://www. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. tapi kemudian aku ingat kata-kata wartawan itu. katakanlah. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. saat ini. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. Dan. entah bagaimanapun caranya. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri.."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. dan kudengar apa yang diucapkannya. Tapi. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. dan semakin merasa kesal. Dan. memang aku berbicara. maka tak akan ada nasib. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. mereka ganti bahan pembicaraan.. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. dengan ibuku.. Biarkan.com/abclit. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku.ABC Amber LIT Converter http://www. hanya merekalah yang ada di sini. tak ada darah lain. barangkali dapat kukatakan. jelas bukan itu yang kukerjakan. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya.

Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. menghadap ke depan. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. jalanan menyambutku. suara mereka lebih rendah. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. Namun. Aku jadi ingat semuanya. dokter itu. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. tapi sekaligus penuh seribu janji. tentu saja. dan aku merasakannya di sini-ini saat-saat favoritku selama dalam kam. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. rasanya sesuatu sedang berubah. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. sekarang aku tahu. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. ABC Amber LIT Converter http://www. dan semua yang lain. Tentu saja. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. Tapi.processtext. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. Ya. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. Bohus. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. Tentu saja itu yang diinginkannya. mulai bertumpuk dalam diri.com/abclit. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Tentu ia akan bahagia melihatku. satu demi satu. lebih sederhana. aku tak punya uang. Ya.processtext. dalam arti tertentu. lalu kuputuskan untuk jalan kaki.html tangannya ke dada. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. Ibu menantikanku. ekspresi wajah mereka lebih lembut. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. Begitulah. Barangkali. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan.html . begitu mungkin bisa dikatakan. Wajah mereka tampak seolaholah tertukar satu sama lain. Ya. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. Kasihan dia. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. kemudian aku ingat. untuk mendapatkan kekuatan. tapi bagiku. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. benar. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). ahwal dan orang. Mendadak semuanya jadi hidup. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. berada di situ. semuanya kembali lagi. ke arah aku hendak pergi. rasa siapku sedang tumbuh.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu lintas lebih sepi. Juga di belakang sana. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. Dan. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. di atas jalan yang sudah diempas badai.Baiklah." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku.Jika memang mereka sampai hati bertanya. dan semakin turun ke jalan. "teror dari kam-kam konsentrasi".Dan jika aku belum lupa. memanjang dan hilang di kejauhan. Di sekelilingku. "Ini bukan berarti dosa. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kamkam pembantaian itu.Turun dari tangga. hidup jadi lebih murni. semuanya menggenangi kesadaranku. apa pun itu wujudnya. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini.com/abclit. dan langit bersaput jingga. Di sana. jalan tampak melebar. Ini adalah saat-saat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang.

500 orang. arloji itu akan dibeli buat upeti.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur." kata Nunik.processtext.Catatan sejarah menyebutkan. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta.Titipan jendral kek. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. Pri! Bayangkan. Setelah Perang Dunia II mulai. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. Wajahnya nampak selalu gelisah.processtext. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. mulai yang berumur 10 tahun. polisi Hungaria membantai sekitar 3. Pas buat dua orang. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. ABC Amber LIT Converter http://www. Kami mengerti maksud Nunik. presiden kek. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. batin saya. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian.com/abclit. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula. bintang Nabi Dawud.ABC Amber LIT Converter http://www. Januari 1942. Dia lebih percaya. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. itu urusan ipar sampean.html . adik kandungnya. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam.html (Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning."Titipan Ibu Gubernur. 800an di antaranya orang Yahudi. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah.com/abclit."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya.SEMBILAN ribu USDolar. tanpa saya maupun kangmasnya. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya.

Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. menurut sahabat saya. dia berkali. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. kedai murah di ujung Zeedijk."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. Namun sialan. lantas makan siang di Nam Khe. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. kancing-kancing dadanya berbentuk pilin-pilin kain yang melintang seperti anak-tangga."Sekarang dia menengok ke sini. Di Nam Khe.html . Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. Saya ingin mendengarnya. Saya mengurus visa di sana. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. ya?" kalimatnya sangat sopan. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. langsung duduk di depannya. Beberapa kali kami pernah makan di sana.com/abclit. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat.Nah.processtext. Dugaan saya benar. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanita-wanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. Kehormatan besar buat Hargo.html bukan titipan biasa seperti kata Nunik. Agaknya pun berpikir. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia."Saya tidak peduli. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60-an. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya.com/abclit. berkerah tutup. Sudah waktunya injeksi insulin. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel.Wajah lelaki itu nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca.processtext. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang."Maafkan. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. Tinggal menyantapnya. Beberapa kali sudah. Pri. Bapak dari Kedutaan. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu.""Oh. mungkin sedang ngrasani kita. ini baru kehormatan namanya. ya? Tapi saya bukan orang ABC Amber LIT Converter http://www. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. pikir saya.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. Sebab.ABC Amber LIT Converter http://www.

Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Pak. tidak jauh dari sini.""Wuah. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah saya di notes dia.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua hotel di Damrak mahal. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. tidak keliru. Layak ditegur-sapa. Saya jadi kurang sopan. tidak."O. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. Itu dia. Saya pun selalu bersikap begitu. Kami adalah orang-orang setanah airnya. Dan itu sering keliru. Terus terang harus saya akui.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. pindah semeja bersama kami.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Sahabat saya memang jejaka. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. mahal. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja.""Pakaian saya tidak begini. Jangan di hotel.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. Dia tak pernah punya kartu nama. Hargo lain lagi. kecuali sangat perlu." jawab sahabat saya. bertemu dengan Pak Duta.."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air.html Kedutaan. merasa gula di darah saya kelewat rendah." kata saya." kata dia tiba-tiba. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. Sekadar menghabiskan waktu. saya akan pingsan. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama.. Jika saya nekat menunda makan. Pak. nginap di Hotel Dorin.com/abclit. saya keluar sebentar.com/abclit."Selamat makan.processtext. karena dia yang bayar rekeningnya. batin saya. Sahabat saya terpaksa menunda makan. saya pun singgah di Wan Nam Hong."Ayolah Zus. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. tak banyak punya duit. tapi tak melihat Anda.html . Saya sendiri tak bisa menunggu. menunggu pesanan mereka. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. Hargo bilang. saya menghindari rekening Nam Khe. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. Itu Hargo tahu."Mau bangkrut lu. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. "Beli prangko. mereka justru baru mulai. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. Maafkan. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. "Mari duduk bersama kami di sini. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai. Lain kali silakan singgah di rumah saya. sukar menemukan pasangan. Dan sekarang mereka ini. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika saya selesai. Hargo ketamuan. Saya tentu saja mengucap terima kasih.processtext..

baunya saja pun sangat nyaman. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara. Kalau ternyata bukan barang larangan. "Hukuman berat jika ketahuan. kan bisa dibungkus lagi.processtext. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. Ini bungkusan cocoknya buat saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton.com/abclit."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah.""Service Paspor. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Nampak bengong. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam.html Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya.""Sampean ini. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. Malah ngenas. Saya tidak bisa ketawa. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar ABC Amber LIT Converter http://www."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. Saya sungkan pada suami Nunik.000 rupiah.ABC Amber LIT Converter http://www." katanya. Haaar." kata suami Nunik. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian."Alhamdulillah. Tentu tak tahu apa isinya. Saya ingat. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya.processtext. bumbu mirip semur. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. Sahabat saya nampak makin kebingungan.html . Mas!" kata istrinya. Saya melahapnya. Kebodohan yang kini sulit saya pahami."Isinya apa?" dia tak sabar. Memang terasa melonjak tinggi sekali. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. Dia beri kita kartu nama dan addressnya. Saya pun tiba-tiba khawatir."Buka saja bungkusnya."Untuk keluarganya di Gondangdia. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. Jika sial. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. Nunik bisa bawa. Di Malaysia malah hukuman mati. Karton itu saya buka. Namanya pun baru dengar sekarang.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. Paran. Husaren Sla." usul saya.com/abclit. Priiii. tapi tak bisa menahan selera. "Terlalu riskan buat adik sampean. Tak sampai setengah kilo."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya."Tak perlu khawatir.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakutnakuti.

Tapi beberapa. meyakinkan lebih tepatnya. ya. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. Di stasiun kereta api. Aku tahu itu. Tak semua selamat. hanya agak kurus. Dan ini tentang hujan yang sebentar. Sebentar ditatapnya wajahku. dan hujan yang sebentar.Ah. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. Aku tahu. Tapi tidak mungkin.html Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. bahkan untuk sedikit kepastian. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. dan rintik hujan. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya.Tengadahlah. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. mataku.. Ia masih seperti setahun yang lalu. seperti yang dulu-dulu.com/abclit.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram.. matahari yang tenggelam. himpitan beban seperti tak tertanggungkan. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Ia rindu. Tapi lebih banyak yang tidak. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan... Dan kita. Dari kaca jendela kamar itu. di kotanya. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. dibuntal oleh hujan yang sebentar. aku kira.processtext. Tetanggaku. hujanlah yang menyertai peristiwa. memang. begitu sendu. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. tidak ada kepastian.processtext. Semua selesai.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami berpisah. Ia tidak secerah dulu. semenjak gelengan itu. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. Sayang.INI juga pada senja. bahkan bila kita mau. mungkin meratap diam-diam. sembari menunggu hujan reda. Setelah sebelumnya. tatap aku baik-baik. di senja hari.. sahabatku. Di luar sana. walau aku tak yakin benar.Aku mengangguk. khotbah.S>small 2small 0<. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. Benar. juga dalam hal ingatan. juga yang berpasangan.. kamu ingin hidup yang tenteram saja.html . Ia agak kikuk. yang kekal dalam ingatan. lebih nyeri dari ini.Hujan reda. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. desir angin. percakapan. Seperti percakapanpercakapan yang terusir. beberapa mengalaminya. dan berbisik: ABC Amber LIT Converter http://www. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. Atau mungkin sebaliknya. tapi aku yakin. . bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri.com/abclit. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. Senja ini tak ada kepastian. nyanyian. aku dan kamu.. kupandangi lama cuaca. Dan di pojok entah mana.Beberapa selamat? Beberapa selamat. Kali kedua aku bertemu dengannya. segalanya butuh perhitungan. Sangat rindu.Aku kurus ya.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. aku pikir akan selamat.. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. Lebih berpuing dari ini. membasuh sedih di luar sana. selain hujan dan waktu yang bergulung. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja.Kami minum kopi. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. juga pada senja dan hujan yang sebentar. Tidak semua gugur daun.. Dan ia menggeleng pelan. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. Selamat.LALU aku bertemu dengannya lagi. . tak kuasa menanggungnya. Apalagi. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran.

mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana.. sebab itu salah satu yang kusuka darimu.html .Jangan tanya tentang pernikahanku.. dan memelukmu.Seseorang mengetuk pintu. lampu-lampu mulai menyala. baru kutulis nama sayangku untukmu. Suamimu duda. Mengapa jika kamu menangis. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu.processtext.. kebiasaan buruk. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka.html sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. Cara menulis yang tenang dan ABC Amber LIT Converter http://www. Memandang caramu menulis. Hujan dengan cepat reda. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu.Bisa minta tolong. Apa pun. tapi kuseduhkan secangkir teh. dan mulai menulis. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. Kangen. Hujan akan segera turun. tentang pertanyaan-pertanyaanku padamu.Harusnya aku mendekatimu.Ini Dede dan Kahfi. Aku kembali ke tempatku semula. Sangat deras. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. aku tak kuasa menatap matamu.com/abclit. kamu mulai basa-basi. sepintas kulihat. ya?Aku mengalaminya. Aku merobek kertas yang di atasnya.Aku tidak begitu peduli waktu itu. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. Apalagi hujan yang sebentar. mengambil gelas yang kusentuh. akhirnya. Sebelum banyak bicara. Tapi kamu juga bangkit. aku selalu ingin kamu menatap mataku. Dan kamu berubah sekejap.TAPI kepastian itu datang juga. seperti sekarang ini.Di hadapanku kini. mungkin karena baru beberapa bulan.. menghampiriku. sebelum banyak dusta. Belum ada tanda-tanda.Kamu menunduk. sesedih aku.Kamu!Di luar. bahkan di diriku. Tidak mungkin. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu. Aku hanya memandangmu. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. dan ini kakakku.Kamu menangis sesunggukan. kamu. sebagaimana aku juga tidak. keponakanku. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. senja dibekap cuaca yang murung. beberapa bulan yang lalu. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap... televisi yang mati...Tidak. Kamu di mana. Juga luka dan getir itu.Kamu duduk lagi. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. dan hujan. Ah. kedua tanganmu pasti kotor.. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. air mata itu. Makan yang begitu tertib. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. Mengambil kertas dan menulis. hujan mengguyur deras.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan.Dan sekarang. Ah. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih.processtext. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana. Baru setahun yang lalu.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan.. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. bukan?! Tapi bisa jadi. Mataku menatap perutmu.Aku mengangguk. Mengingatkan dulu.Aku sedang ada urusan di sini. hendak membuat kopi. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih. misalnya. Aku memandang ke jendela.Uhf. Aku beranjak dengan malas.Kamu menyeka hidung dengan tisu.. yang selalu kamu seka hidungmu. senja. Tapi kali ini tidak. menunggumu menyeduhkan kopiku.Aduh... sampai sekarang.Dari jendela. pigura-pigura. tidak sepertiku.. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa.Tapi kamu tahu. almari pakaian. pertemuan itu telah menutup segalanya. dari dulu.Kamu mengedarkan pandangan.Aku panik. Begitu singkat. Seperti dulu-dulu. Senja mulai mengetuk malam. dan lagilagi sesunggukan menangis. menatap buku-buku. dan ingin juga bertemu. Lucu-lucu. Seorang laki-laki juga menghampirimu. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik.. dalam tubuh yang agak basah.. Aku bangkit. Aku mengambil kertas. Kamu bergetar.

aku yakin. cuaca cerah.Aku masuk.processtext.Kamu masih gampang terharu. .Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu.processtext. Seperti kemarin. Dan mungkin menangis. Lalu kudengar ketukan pintu lagi.. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. mampus. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Kututup pintu. menuju komputer. Lalu aku ingat. aku balik.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film..ABC Amber LIT Converter http://www. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. Sebab kalau kamu. sudah terasa hilang sejak lama.Aku bawakan makanan kesukaanmu. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu.Pintu kututup pelan. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu. Kamu belum makan..Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri.. dan kamu sesekali main di sana.html . kamu tahu kalau aku menatapmu.Kamu bangkit. tepat yang kelima.Aku mengangguk. Aku tidak jadi menangis. Sialan. Kuambil nasi dan makan. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. Tapi aku mencintaimu. Mau nggak. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Pagi ini aku tidur.*** ABC Amber LIT Converter http://www. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. Lagu-lagu sedih. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. dan pernah bersumpah akan mencurinya.Kenapaaaa. bersamamu dalam bayanganku.Kamu tersenyum. Selebihnya. Aku hendak menahanmu. Brengsek.. Kamu juga. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. Tak menahanmu.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas.com/abclit. Pasti ada yang hilang lagi. Perpisahan itu tidak enak. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. Sangat indah. ada janji makan malam. Menatapmu. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. Kamu duduk lagi. Bukan. Di seberang. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. Balik-balik. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya. sungguh.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku.. Dan seperti tidak peduli. Membuatku tertawa sendiri. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. istriku. telepon berdering. Kamu sodorkan kertas itu. Tapi urung. ya.Aku sedih. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. Kubaca. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. tak lelap.html sepertinya sangat tidak peduli. kan?Aku menggeleng.Di luar. Nada suara tinggi yang merajuk itu. Musik mengalun. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. Pintu terbuka.Aku harus pergi. bukan kamu. padahal sangat peduli. Aku menjilati sisa makanan di jariku. minum kopi hasil seduhanmu.Sore nanti.Aduh. Kuangkat.com/abclit. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. di dalamnya. Aku tahu.Kenapa?Aku menggeleng.

" Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. ke rumah orangtuanya. Bukan untuk membuat Berbi penasaran. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta.com/abclit. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu." Seperti biasa. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Namun. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse.processtext. Jadi. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. kalau sudah ada keinginan orangtuanya.com/abclit.000 dollar AS lebih." tulis ayah Berbi.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau disebutkan dalam surat. Sebetulnya. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa.html Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas.

secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. Jakarta. kalau tiket sudah dilunasi. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak dengan mesin tik. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. Dalam satu-dua bulan. Meskipun salju belum turun. Hamburg 1 "Pulanglah segera. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Rothenbaumchaussee. Berbi masih tidak habis pikir. Entah ABC Amber LIT Converter http://www." Begitu bunyi surat itu.com/abclit. Di Frankfurt. apalagi dengan komputer.html Lagi pula. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta.com/abclit. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul.. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. pertanda musim gugur telah tiba. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit.. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon. Pada bulan Maret tahun depannya. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan.processtext. meski teknologi sudah maju pesat. Jadi.processtext..html . Apalagi ditambah dengan angin kencang. Pohon-pohon sudah mulai meranggas.

untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. di Rothenbaumchaussee. Berbi tahu." Surat ini mirip telegram saja.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi.com/abclit. Hamburg 2 Memang.html . Kalau toh terpaksa menulis surat. sang ayah hanya mengatakan. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. risikonya apa? ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. Kalau pulang. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. seberapa pun kecil atau besarnya. Apalagi pengarang cerpen atau novel. Palingpaling hanya akan menjadi penyair.html kenapa. Oleh karena itu. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. si hemat kata. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. Di apartemennya.processtext. uang tetaplah uang bagi Berbi.ABC Amber LIT Converter http://www. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee.com/abclit. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. uang 2. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan.processtext. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Di pihak lain, Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Sebagai putri tunggal, ia mengerti perasaan ayahnya. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga, pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau tidak, untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala?

Mudik 1

Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu, Berbi sudah dua kali menerima surat serupa, yakni memintanya pulang dengan segera, "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg, tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah.

"Pulanglah segera, ada yang akan kubicarakan denganmu."

Hanya itu isi suratnya.

Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi," kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.

"Oh, ya."

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Hanya itu komentar Berbi.

"Ayah ingin tahu, bagaimana pendapatmu."

Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.

Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab. Ia tidak menyangka, pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. Oleh karena itu, ia menjawab sekenanya, "Terserah Ayah sajalah...."

"Maksudmu bagaimana?"

"Maksudku, kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah, ya, apa salahnya menikah lagi. Sebaliknya, kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi, ya, tentu tak perlu menikah lagi. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru."

Ayah Berbi terdiam sejenak. Oleh karena itu, Berbi menyambung, "Omong-omong, apa Ayah sudah punya calon...?"

Sebetulnya, Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Cuma karena ayahnya sudah to the point, ia pun tak sungkan bertanya langsung.

Ayah Berbi menggeleng. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.

"Lho, bagaimana sih Ayah ini?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Teman-teman Ayah di kantor, katanya, siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi."

"Saya pikir, Ayah sudah punya calon...."

"Belum."

Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam, Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Apa boleh buat, peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Mudik 2

Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima Berbi.

Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta, Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.

"Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?"

"Aku pikir, aku mengidap penyakit."

"Lantas?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Setelah diperiksa dokter, ternyata aku dinyatakan sehat."

"Lho, memangnya Ayah merasakan apa?"

"Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Makan tak enak. Baca tak enak. Tidur tak enak, tak nyenyak. Badan serasa meriang sepanjang hari. Pada saat lain, badanku serasa gatal seluruhnya."

"Tensi Ayah, bagaimana?"

"130/90."

"Normal dong."

Graha Taman 1

Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah, pikir Berbi. Kalau tidak, tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.

"Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup," kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman, Jakarta.

"Maksud Ayah?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Maksudku, aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya."

"Lho, memangnya Ayah sakit?"

Sang ayah membisu.

"Ayah mengidap penyakit berat?"

Sang ayah menggeleng.

"Ayah sakit jantung?"

Sang ayah menggeleng lagi.

Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Berbi mengubah cara bertanyanya.

"Kenapa Ayah merasa akan mati?"

Dengan enteng ayah Berbi menjawab, "Aku dapat firasat...."

Graha Taman 2

Keesokan harinya, ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

agar tidak mengecewakan sang ayah." kata sang ayah. Kita kan perlu bersiap-siap.ABC Amber LIT Converter http://www.html "Begini. Berbi mengajukan pertanyaan. kalau aku mati nanti.com/abclit.html .processtext. Kata peribahasa." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. ’Sedia payung sebelum hujan’. "Turut Berduka Cita". "Aku ingin. kamu pasang iklan kematian untuk aku.com/abclit. Namun." Mereka terdiam sejenak.processtext. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. "Lho. Kemudian Berbi melanjutkan. ABC Amber LIT Converter http://www. "Rencana Ayah bagaimana?" Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya. "Kabar Duka Cita".

sih. "Rest in peace". Ayah Berbi meneruskan. tetangga. Teman-teman. kalau aku sudah mati.html "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". kerabat.P".com/abclit. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati.processtext.I. "Kok Ayah ingin diiklankan.html .ABC Amber LIT Converter http://www. "Telah Beristirahat dengan Tenang".com/abclit. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran.processtext. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini." "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. "Telah Mendahului Kita". dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. "R." Berbi terdiam." ABC Amber LIT Converter http://www.

"Kabar Duka Cita". Berbi hanya berjanji. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri.processtext. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. atau "R.com/abclit.html . Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. Di pihak lain. "Rest in Peace". sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1".ABC Amber LIT Converter http://www. "Berita Duka Cita". aku segera kabari Ayah" Dengan kata-kata itu. Firasat. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747. Soekarno-Hatta. "Telah Mendahului Kita". Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. "Pilihlah ABC Amber LIT Converter http://www.P". Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita".html Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu.I. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu. Berbi menuju Gate 1. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita. "Telah Beristirahat dengan Tenang".processtext. kata ayahnya. Dengan langkah berat. Akan tetapi.com/abclit. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita.

Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. atau telegram. tentu akan aku pasang iklan di semua koran." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta. Menurut berita CNN. atau e-mail." katanya kepada sang ayah.html judul iklan yang paling bagus. atau surat.html ." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. Berbi namanya. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan karyawisata ke Roma. atau faksimile.com/abclit.. kalau sudah sampai waktunya. Italia. Semua penumpang bus meninggal dunia. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN.. "Pokoknya. termasuk sopir bus.processtext. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya.. iklan mana yang kupilih. Jakarta. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.

Namun. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. anggun dan mempesona. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega.yang tak pernah berlengan pendek.. sepatu. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. Sebab nyatanya. Meta sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. "Bunda mau bicara sebentar. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. Meta?""Aku beli sendiri. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah.. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam..html Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki. Sampai ia lulus SMP. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. shampo. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.html . Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini. Sampai ia masuk SMU. justru karena ia tahu persis. Lalu dirangkulnya.processtext."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. rok . pakaian dalam. bayangan-bayangan buruk itu memang tinggal bayangan. bedak. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja.processtext. Tapi luka dalam. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. mata sembab dan isak tertahan. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh.. bunda. jauh mendahului kawan-kawan seusianya..yang panjangnya selalu di bawah lutut. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju .""Tapi Meta sudah ABC Amber LIT Converter http://www. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas.Bagi Yustin. Tapi tidak demikian bagi Yustin. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. Dengan nafas terengah-engah. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP.. bunda.com/abclit. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Untuk sementara. "Bukan di situ. Sampai ia berusia enam-belas tahun. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya.

aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. Pipinya membasah. "Kenapa. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir.."Dengan perasaan berdebar dan bertanya-tanya Meta membuka seluruh pakaiannya.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya. Tak mungkin ia bercerita.. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup. Meta. Dan ini membuatnya jumawa. nak. atau senantiasa merasakan. panggilan mesra.. atau sering merasakan. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu. memujimu.""Meta tak tahu apa maksud bunda. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu.atau.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku..""Tapi.""Tak usah. yang setiap hari mendengar decak kagum. "Perhatikan bibirmu secara saksama.""Bunda khawatir.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. menyentuhmu. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. Meta. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. Matanya terpejam.."Mungkin kau benar. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan. Meta. Bunda cuma khawatir.. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih.ABC Amber LIT Converter http://www.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat....""Apa. membelaimu. serta rayuan dari para ABC Amber LIT Converter http://www. Buka saja dulu pakaianmu.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu.processtext. siutan panjang.. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah.html mau berangkat sekolah.""Bibir saya kenapa... Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu... bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah."Meta mengiyakan dengan cara terdiam.??""Jangan bertanya dulu buat apa. memelukmu.."Meta terdiam. Ia tak bisa datang menjemput. Kapan pun. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. hingga yang pada mulanya ia hidup biasabiasa saja sebagai layaknya pemuda desa.. Badannya besar dan kekar. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh.com/abclit. bunda.. Meta. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini. pujian.processtext.html .com/abclit.""Jangan berpikir sejauh itu. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang." "Lalu..."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin.. Semuanya. Aku harus berangkat naik bis kota.""Kau pasti pernah merasakan. Dengan berbagai kecemasan.. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip. bunda.

menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. Dan Yustina tak kuat bertahan. oom. Kamar 501. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. "Kau bicara sama siapa. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. "Ya.. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. Oke. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Ketukan pintu membuatnya kaget.. dan bicara dengan suara selirih-lirihnya. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. maskara. anting.com/abclit. Ada nama seorang pria tertayang di layar. Dan Yustin tak mungkin bercerita. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang.html . "Halo."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anak-anakku. eyeshadow. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. dan gunakanlah kartu debet atas-namamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. kalung.html pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. gelang."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. Ia pun buru-buru membuka almari.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. stiker tattoo dan pernikpernik lainnya. 11 Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. Meta?" Jakarta. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima.processtext. giwang.. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar.com/abclit. Sekarang aku sudah di kamar. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. blush-on. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi..?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkat-angkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. ya?" "Sebentar. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. sebab segala rupa sanjungan itu lama-lama sangat dinikmatinya.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya. minta aja kunci ke resepsionis. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. eyeliner. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar.

"Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). Kamar Masmu memang jorok. aku cinta Bram. lebihlebih.html . Tapi. cintaku kepada sulungku dan Bram. ketika selesai menyetrika. "Non." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki.html Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mail-nya.processtext. "Kuberikan diriku.Kemudian dengan bayinya. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih.ABC Amber LIT Converter http://www. bersihkan sarang laba-laba itu. Dina tahu Bram ada di sisinya. Ia menampar habis-habisan sulungmu. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. Dina menikah dengan Bram. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. untungnya aku datang. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam kandanganku."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. kalau kau punya suami.Malam itu. Mereka samasama bekerja keras.processtext. dan berucap. Dina menyanyi. aku cinta Bram. waktuku."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. aku cinta Bram. yang ABC Amber LIT Converter http://www. Sekarang. "Kubisikkan pada mereka. dan kesedihan adalah milik mereka. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang. setamat sekolah pulang ke Indonesia.com/abclit. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. ketakutan. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. berdiri di mukanya!Jaringjaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. Dina duduk di ruang tamu. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak.PADA saat itu. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih. menari.JALANjalan. seorang lelaki Indonesia. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. tiba-tiba Dina tidak tahu. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. apakah dia masih mencintai Bram. Bram. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. Namun. hal itu diomongkan kepada Bram.Anaknya lahir dengan sehat. Dina membawa sebuah buku. Kala mendongakkan kepalanya. di halte sambil menunggu bus. Itu rasanya tidak mungkin. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. langit menulis kata-kata itu. sebenarnya Dina merasa. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi.com/abclit. harapan.

"Din. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba. mereka adalah labalaba ganas. Dia merasa. Langkah satu. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. Semua perabot rumah."Ibu memeluknya.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan.html kemudian menjadi suaminya. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. "Ibu. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar.html . Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. sebaiknya minum susu dan aspirin."Dina diam saja. perceraian. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku.Langit di sana diam-diam saja. bukan untuk diriku sendiri. "Nduk. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. masih menjerat seluruh tubuh. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. Dia naik ke lantai dua. mengirim cintanya lewat telepon. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. Dina tidak ingin peduli. perasaan dan pikirannya. Dina mengatakan kepada Ibunya. Memang ada ABC Amber LIT Converter http://www. yang sampai pada saat ini. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. "Nduk. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. ia membersihkan sarang laba-laba di rumah Ibu. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. Sebetulnya.com/abclit. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu.com/abclit. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). Dina mungkin capek. tapi untuk keluarga. aku tidak pernah mengurungmu.processtext. Celakanya mereka bukan laba-laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. kamu depresi. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu.ABC Amber LIT Converter http://www. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini.SUNGGUH. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. Tiba-tiba di ruang ini terdengar."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun.DINA menyusun rencananya. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain)."Ibu memeluknya. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku.processtext.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. bajubaju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. Karena semua orang bilang. sebisa-bisanya. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. Hal ini dibicarakan dengan Bram.Dina menjerit-jerit.

Padahal. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya.html . mengejar-ngejarnya. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. ketika Dina merasa pusing yang hebat. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. mereka akan datang menjemputmu. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta).Kesedihan.""Kau tidak mencintaiku lagi.Sampai di rumah ini.processtext.html ekspresi cinta dari Bram. Bram berkata pelan-pelan. Beberapa tetangga berdatangan. Namun.Dina menangis. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. "Saya harap.com/abclit. Bram yang seharusnya merawat.processtext. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. turuti sajalah apa kata dokter.""Jadi. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. Dina jijik dan sekarang. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka.ABC Amber LIT Converter http://www. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. Dan jaring laba-laba itu. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Dilihatnya Bram dan anaknya. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas Bram dan anakmu."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. Din. kasihan anakmu. selamat tinggal. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan mengurus dirinya. Bram berdiri di antara tetangganya. harga obatmu sangat mahal. 18 November 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. kamu sudah sembuh.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang labalaba.Malang. "Din.com/abclit. "Sudahlah. Dina berkata pelan-pelan. anaknya."Bram. mereka berdua melenggang ke kota lain. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. Kamu masih dalam proses penyembuhan. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. karena tanpa tugas-tugas itu. "Pa. Dina menganggap. "Ma."Bram melihatnya lekat-lekat.Akhirnya. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. ayo tidur. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. tapi harus dihormati). ketika kita baru saja bertemu di halte bus.

itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. Karenanya. Berbeda sekali dengan si Upik.com/abclit.Akan tetapi. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. pusarpusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji.processtext. tiada dua. dan turun dari kandang berkembang-biak.processtext. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. Ayah tentu merestui. Dan kenyataannya memang demikian. Atau ada yang sempat bertelur. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. Merimuk saja di sudut kandang. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. "Ayam ini untuk si Upik. Ia bercita-cita menjadi tentara. Upik merasa tersanjung. cukup angin saja yang menyibak. tak perlu menunggu tamat sekolah. orang-orang percaya pada pertanda. Tanpa harus menguak dan meraba. sambil menyibak pusaran rambut itu.html . tamat SMP ke SMA. ya. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. dua-tiga butir yang dierami. kanan dan kiri. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala.html Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. ayam-ayam berkotek di kandang. Alangkah indah dan menyenangkan. Ketika si Upik masih kecil. Mak akan berkata tentang keberuntungannya." maka. terhindar dari segala penyakit dan kematian. Tak perlu menunggu lama. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. pusar-pusar ternak itulah. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. semuanya selamat dierami. bakal cepat berkembang. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. Rambutnya kasar seperti ijuk. cukup dengan berkata. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. baru akan naik ke kelas enam saja. Konon. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. berdiri tegak umpama dari landak. Bila ayahnya membeli sepasang ayam.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. nanti mendaftar jadi tentara. dan Ayah merestuinya. menampakkan wataknya yang keras.Demikianlah. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan.com/abclit. mencari kutu. lalu tumbuh berpasang-pasang. ajaib. Ayah telah memberinya sejumlah kambingABC Amber LIT Converter http://www. sekolah si Kandik harus terus disambung.

Menjadi adat orang seranah. tapi bermacam-macam. "Anak gembala. Sendiri memintal hari. di usia sehijau itu. Akhirnya Ayah bertindak ABC Amber LIT Converter http://www. tanpa pernah berunding dengan dirinya. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. berkah dari adat yang bertuah.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). Selalu. dan berseru di tengah padang. dengan kumis melintang. dari ayam. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. melainkan dampratan dan umpatan. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. Ia merajuk. tapi bukan penghiburan yang didapat. Maka. berkat tetua yang pandai membaca.com/abclit." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan?SEPERTI diduga. kakak-adik. turun-temurun. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak".Pagi-pagi sekali. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. mungkin juga seorang bandar!). "Upik. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan.processtext. dan ia tak peduli.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuansungguh dianggap keterlaluan. dengan sekali sentak. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. berarti menantang adat dan kebiasaan. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi! Dan petang itu si Upik teramat sedih. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. Maka. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". begitulah keadaan diri si Upik. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. ternak si Upik memang berkembang-biak..html kambing orang dengan sistem paroan2. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. Setiap tanda jadi tanya. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. setiap isyarat jadi sebab.. begitulah.processtext. Si Upik tak kuasa menahan tangis. Sungguh menambah beban. ayah butuh seekor kambing!" Maka. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambing-kambingnya ke padang gembala. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. sapi dan kini kerbau. apalagi si Upik. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. dan Mak tak kuasa membujuk. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan.com/abclit. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. Dan semua ternak diterima Ayah. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. Tidak. seorang sahaja di tengah padang. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. Membuat si Upik tak nafsu makan. Berhujan-berpanas sudah biasa. tidak berbaju buka kepala. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. Tak hanya kambing. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk.

Terhuyung Upik meniti pematang.. entah kenapa. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. Mengobati sakit dan lelahnya. dan Kandik segera mengejar. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. Dan petang itu. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. kecuali dari Pak Kudun!Ah." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. ingin muntah. Wajahnya bersih. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. Sebenarnya. ia dengan nyentrik bilang. ia lihat wajahnya. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. orang mahfum. apalagi mereka tak punya anak. Cepat Upik berlalu. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan uratABC Amber LIT Converter http://www." kata Mak kelu. kurus dan menderita. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. kawanan bangau yang putih yang suci." Lama-lama.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. Dipijatnya kepala Upik di sana.html . Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. mengancam. Yang jelas. menyejukkan. "Hampir panen. rasa diperhatikan dan penghiburan. Di kubangan.com/abclit. juga rambutnya yang kusut. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit.com/abclit. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya.ABC Amber LIT Converter http://www.html lebih jauh. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. Isi ladangnya tak pernah jelas. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. Tak tergurat tanda amarah.processtext. "Panen gagal.processtext. O. Dengan satu sentakan. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. Ayah menyeretnya ke belakang. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. bangau-bangau itu lantas menjauh. orang tua penuh perhatian. Apakah sekadar mendapat teman bercakap.. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. dialasi tikar. Upik. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. Dan merasa lengang bila lakilaki itu melanjutkan perjalanan. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. "Awas. Dan penuh perhatian. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. "Kamu mesti berangkat. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya.. mampir sebentar dan bercakap. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar.. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. itulah yang utama. yang menjadi latar perkampungan.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekat-dekat. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. Perutnya mual. Pik. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. dijambak dan diacak-acak. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. patuklah pusar-pusar di rambutnya. diserbu belalang dalam semalam. "Kamu sakit. ketika seseorang datang berseru. tapi sudah cukup akrab-bercakap. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. tak sekadar membentak tapi menggampar.Tapi Upik menyukainya. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun.

secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. bukan mengembalikan mangsa..html . menggeleng-gelengkan kepalanya kirikanan. melainkan datang dengan ancaman yang sama. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. Upik merasa lengang tiba-tiba. si Upik melepaskan jerit. Lantas. Barulah sesampai di tempat yang sedikit terbuka. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. dan berteriak seperti biasa. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. Dan Upik. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. dengan ucapan yang tak selesai itu. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. dengan tatapan orang yang minta diri. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. lantas si Upik berlari menuju ke sana. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu. Dan karenanya. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. iramanya melengking tinggi!Tapi. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang.html urat di tangannya. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. dan merasa agak enak sekarang. irama itu terputus tiba-tiba. Batal ia mengambil mangsa. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum pergi. Keduanya bersitatap. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayah-bila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. Tinggallah Upik dengan hati senyap. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diam-diam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan.. seperti tersadar. Awas. berarti kau yang memberi tahu. Pak. Seperti sekarang! LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. Maka. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang.. Upik sungguh tak bisa berbuat apa-apa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak.com/abclit. meniup puput-serunai batang padi.processtext. "Sudah lumayan enak. tidakkah juga.processtext. Upik ingin tak mengenang.. kalau Ayah sampai tahu.Upik menggerakkan kedua lengannya. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah." katanya dengan suara bergetar. untuk kali itu. Terima kasih." Pak Kudun tak melanjutkan. Mak. Pak Kudun memandangnya.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Gadis itu terpana diam. Ah."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab.PETANG itu. Ayah lalu berbalik langkah. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan..com/abclit. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. Iya 'kan?"Begitulah. "Mbheeeeekk. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. Tapi. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian.ABC Amber LIT Converter http://www."Dan kau. Kandik segera berlalu menyusul kawankawannya yang kian jauh. "Upik. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa.

html pancang di kandang... bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. Kai. Namun. 2002Catatan:1. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. atau. Aku telat datang!" pintanya kemudian. semakin bebal.2. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda. Upik. tenanglah. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan. "Ceritakan dong. tapi setidaknya.Rumahlebah. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. Pusar-pusar. Sistem paroan.. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya.. sesuara lebih dulu menyentaknya. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. ceritakan apa adanya saja..Upik beranjak ke arah semak-semak. hantu. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. "Upik. Semakin tebal. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama." katanya. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. "Ya. Ia ingin menyelinap ke semak-semak." bisik Pak Kudun." beritahu Tangkai. ada apa ramai-ramai. Edisi 01/05/2003 "KAI. Disebut juga uyenguyeng atau pusa-pusa. Yogyakarta.com/abclit.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. baru beberapa langkah. Tetapi.."Tenanglah. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba Sumber: Kompas.Aku juga tidak bisa cerita banyak." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. berpulun kain sarung.com/abclit. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sanaABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin menjerit.. Ayahkah. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman.. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. dan kalau nanti Ayah datang mencari. Kita ke ladang saja sekarang. Pu. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang.. "Cuma.processtext. meski sulit dipercaya.html . Senja mulai turun. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan.

Di antara tiupan angin yang membawanya. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. "Jangan di sini." "Dua orang kataku. Hm. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. Kelihatannya ada jalan keluar. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggasunggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. "Nanti." kata Capung. "Ya. "Jadi ketinggalan berita. Kupu-kupu tampak berpikir. "Sudah risiko. "Demi persahabatan. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. tenang dulu." "Kok berkomentar lagi. Bahkan dalam tidur pun. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. nanti dulu. Melihat Kupu-kupu datang lagi..com/abclit." kata Kupu-kupu." kata Kupu-kupu. aku pergiii!. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. Seru sekalii. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. Ah." kata Tangkai bergoyang. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Tangkai akhirnya mengangguk. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh.processtext. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. Di sini nggak ada enaknya. karena tadi terbawa angin. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan.. Aku baru terbang dari luar kampung sana. tidak begitu. "Wah wah. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. maaf." "Mau dengar nggak?" "Maaf. Kok kamu tahu mereka ayah anak.com/abclit.html sini!" tegas Kupu-kupu. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana.processtext.." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Kuringkas ABC Amber LIT Converter http://www. sekarang.. "Sudah." kata Kupu-kupu." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu." kata Kupu-kupu." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin.html . ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan.. teruskan ceritamu.. hingga kemudian. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. "Nanti dulu. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. Oya. peristiwa apa sih sebenarnya." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. aku malah hampir lupa.." "Karena mereka saling memanggil begitu. "Cerewet. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. Ceritakanlah.. teruskan ceritamu." "Begitu?" "Ya. teruskan." lanjut Kupukupu. tadi lebih pikuk. Capung kemudian terbang dengan tak acuh. Agak sedih malah.." kata Kupu-kupu. Bukan ingin tahu pendapatmu. Aku belum mendengar apa-apa. "Sudah. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. Mau dengar nggak?" "Maaf. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. "Lho.. "Nanti dulu. nanti saja ceritanya. Ayah dan anak.. aku masih agak terganggu sampai sekarang." kata Tangkai. Dua lelaki. "Pergi juga tak apa-apa. "Wah. Jangan pikirkan si Capung. maaf. Sampai nantiiii.. "Oohhh. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang. "Jadi tidak mau mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. Masalahnya. ada angin lagi.

..processtext. hingga tembak-menembak. Jalanan benar-benar macet. "Itulah." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. Hinggaaa. dan menghilang ke ujung jalan sana. Tapi perkelahian masih berlanjut.. Tak ada yang mengejutkan. "Kukira ada hal yang luar biasa. Begitulah. Bus-bus berhenti.. Setiap mata." kata Tangkai..processtext. Ayah dan anak berteduh di halte sana. tahan dulu." "Yuk. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu kau dating. penembak. Ya. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. Itulah ringkasannya. setiap hati. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian." "Itu dia. setiap penilaian.. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan. "Ya dong. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. Daaag. Hinggaaaaa. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul. Para penumpang yang ditodong melawan.. Biar informasiku lengkap." kata Tangkai. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. lempar-melempar. kau seserius. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu. Sementara si Tangkai kembali bergoyang... Ayah dan anak dikeroyok. "Ah." "Aku kan Kupu-kupu pintar.com/abclit.. Bisa kau bayangkan. setiap kepala.html . mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. Cuma kejadian sederhana. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. tahan dulu." kata Tangkai. sama-sama meninggalkan kerumuman. peneriak.." "Wah.. karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. "Ya. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya." Tangkai bergoyang. "Maksudku.com/abclit. yang ditembaki. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. Masih cukup dekat dari halte. "Iya. "Begitulah. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. "Terserah. tikam-menikam. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang ABC Amber LIT Converter http://www. "Wah. Dia tidak begitu hebat." "Terserah kalau begitu. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Begitu saja. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul.. Atau malah kurang seru. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. Para penumpang menontoni. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. Nafasmu nanti habis." kata Kupu-kupu. tak tak puas." kata Kupu-kupu. Pukul-memukul.." "Daag... yang diteriaki.. lalu menaiki sebuah angkot. "Itulah." "Hussh! Hussh! Kau. maki-memaki. kemudian ikut berkelahi. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte.. masing-masing akan terdengar khas. Hing. Darah berceceran di mana-mana. Lalu tentara datang. penginjak. Tak percaya oleh kenyataan. Akhirnya tak jelas lagi." "Apa itu?" "Kedua lelaki.html saja.. teriak-meneriak." kata Kupu-kupu. kok biasa saja. yang diinjak. Kejadiannya berjam-jam.. Polisi semakin banyak berdatangan." kata Kupu-kupu.. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. Polisi datang dan melerai. Bisa kau bayangkan." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. akhir dari kejadiannya.

Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami.processtext. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Rembang." ujarnya kembali berpuisi. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. Tentu saja. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu. katanya lagi. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. Sampai ketika kedua orang itu.processtext. ayah dan anak. yang masih dapat dimanfaatkannya.com/abclit. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Tahun yang sangat ditakuti. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Atau menutup berbagai lokakarya.Aneh banget Ayah itu. katanya lagi dan lagi. "Lontar telah pergi." Pada tahun 2003. dan sekaligus dibanggakan. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. namun sebagian lainnya tak perduli. membawanya. bagaimana kedua orang itu. sudah pingsan berdarahdarah. dan Pati akan panen order dari Thailand.html ." nasihat Ayah seperti berpuisi. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah. dan Brunei Darussalam. Turuti saja panggilan sinarnya. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu." kata Ayah. Tukang-tukang kayu dari Jepara. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati.com/abclit. Lunglai. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik. menceritakan hal sederhana. Kalau tidak. menonton sejenak.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. atau memang sudah mati percuma. tapi juga tahun 2003 itu.ABC Amber LIT Converter http://www. karier Anda sekalian bisa lebih suram. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Pada tahun 2003.Pada tahun 2003. Bukan hanya Bulan."Makanya jangan melawan Rembulan. Singapura.html heboh. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. Kini komputer menggantikan perannya. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya.

Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. itulah pohon tal. Setiap benda itu. cinta pada kebenaran. Dulu. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. fluktuasi harga. tiga anak-anak lontar yang setia. kata Ayah. Ayah bergumam. Tapi. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. Ia menggiling beras untuk petani setempat. Universalitas ini yang penting. pohon lontar itu. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. cinta pada Ibu. Sekarang pada layar monitor. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Kami tak mau mengecewakan hatinya. Tak ada cetak biru. Ayah tidak berdiri di sana. adalah tulisan. katanya.Namun. berbuah maupun tidak berbuah. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer.ABC Amber LIT Converter http://www. semangat hidupnya seperti menggelegak. pribumi maupun Tionghoa.Anak-anaknya berkumpul. Matahari tidak langsung memancar dari langit.Sepeninggal pohon lontar. pada disket. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. Belum mengerti pasar modal. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani.com/abclit. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. punya karakter lokal dan manfaat lokal. akan mati. blue print. cintamu juga harus lebih canggih. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. Itulah nama Latinnya. melalui jendela yang terbuka. ***SEPULANG pidato. Ya. kebanggaan keluarga kami. Padahal. sekarang pohon itu tak ada lagi. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. pada hard disk. seperti yang semua sudah tahu. Pendeknya. maupun indeks gabungan harga saham. Seolaholah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. hari-hari kami seperti lebih teduh. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. belum pernah bicara. Tetapi. Yang daunnya berbentuk kipas. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. tapi hitam legam di panggung sejarah. Bukan.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di kabupaten Klaten pun. Tahun 2003 sudah datang. Kini menunggui Ayah. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol.Bukan hanya gelap gulita. Ya.Borassus flabellifer. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. dan cinta pada pengetahuan. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu.Makanya. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Tiga anaknya berkumpul. baik sipil maupun militer. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. cinta pada anak-anak. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. Ia cuma melayani dan melayani. cinta pada keindahan. siwalan alias lontar.processtext.processtext. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. juga punya karakter universal. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ABC Amber LIT Converter http://www. yang buahnya segar. hidup ini perlu penerangan. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Seolah-olah bersyukur.html menghasilkan daun tal atau lontar. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Sepeninggal lontar.com/abclit. Apakah mereka harus dikabari. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah.html .Aku sengaja mendampinginya. Tak ada action plan. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. Kesehatannya tampak terganggu. banyak orang belum siap. cinta pada Tanah Air. Cinta pada pohon.

dan nyeri perut." Ayah mengigau lagi. semua laki-laki. Semua anak Ibu tahu hal itu. Tapi malam ini. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. berkilat-kilat.html ini? Berangkat dalam tanda petik. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya.ABC Amber LIT Converter http://www. ibumu tahu. Lewat tengah malam.. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. bahkan di semen sekalipun. Air mukanya tidak pucat lagi.. atau mungkin juga kecapaian. kami tidur di sekeliling Ayah.. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. yang telah duluan meninggalkan kami. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta.html . Tapi.***MALAM sudah larut. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Aku membangunkan adik-adikku. dan terlalu merdeka. dan seindah-indahnya. yang sudah punya tiga orang anak. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari."Ibumu tahu. Ayah tampak sedikit tenang.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. aku curiga. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Ia bisa tumbuh di mana saja. katanya. berkembang. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. aku terbangun. Garcinia porecta! Manggis hitam. Setiap orang punya perlambang sendiri. ada Garcinia dulcis. Rumah sakit mana saja. tumbuh rajin. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. Napasnya kembali tersengal-sengal. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. Daunnya tebal. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini.processtext. Sekarang ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. juga tapak liman dan tempuyung. Bukan hanya tapak dara. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. elegan. anggun. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. Wajahnya pucat. Ayah mengajari kami hidup tekun. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun.Namun. kukuh.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Ya. Satu per satu. bisa teringat selamanya. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. yang terakhir itu bukan manggis biasa. Ia akan menyusul pohon lontar. Napasnya semakin jarang. aku terbangun. Napasnya normal. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Aku teringat perempuan tinggi. Ayah seperti batuk keras sekali. taman. juga di jendela kamar Tante Yetti. sepertinya semua baik. lalu sunyi lagi. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. Memang ada banyak macam manggis." Ayah mengigau lagi.processtext. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber).com/abclit. kira-kira pukul empat pagi. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. kebun. Anak-anak sudah tidur. tentunya. atau mungkin hutan bagi Ayah."Jangan melawan sinar rembulan. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. Meskipun jalanan berbatu. Dini hari betul. obat batuk. Tapi.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Batangnya kuat. mendengar Ayah memasukkan sepeda. guru sekolah dasar luar-biasa. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Semua dilakukan dengan senang hati. Tapi. dan berbuah.Hidup ini seperti sebuah lapangan. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Sekali dilirik. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. Ada Garcinia mangostana. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah.

Kalimatnya yang penghabisan kami catat.com/abclit. ada atau tidak ada AFTA. Tamarindus indica. Kami tidak boleh berargumen apa pun. "Jangan takut pada hutan. berpusat di Miami Florida.ABC Amber LIT Converter http://www. "Jangan melawan Rembulan. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Atau kelapa. mungkin juga kurma. persis seperti tertulis di sini. ia mirip palem raja. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung.Sayangnya. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. tetap saja tidak bisa. Ia tidak takut cahaya Rembulan. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. anak-anak siwalan ini."(Sebagai ziarah abadi.processtext.html juga. Sebaliknya. ada atau tidak ada Rembulan. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. meskipun tinggal di dusun terpencil. Bahasa itu harus dipelajari." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Kalau sedang pemurah. yang bungsu adalah pohon salam. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. tapi siwalan.html . Pencipta alam. kakak dan adikku. menurut ayahku. Ia mengingatkan orang pada AFTA. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. makin ingin tahu. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Makin tua makin rajin belajar. mirip seperti Ayah. kakak memilih jadi asam jawa.Aneh. terkait dengan pemahaman ekologi. siapa yang mau melawan?Yang terang. Katanya juga jelas dan tegas." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. kini menjadi yatim piatu. kami panggil suka-suka kami. untuk Muhammad Saleh Kismadi. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. yang gugur sebelum tahun 2003) ABC Amber LIT Converter http://www. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. tapi menyeramkan. Aku pohon manggis hitam. cantik dan setia. Ia pohon asli Indonesia. Nama latinnya Syzygium pollyanthum.Aku senang Ayah banyak membaca. siapa pun Rrembulan. Ia bisa jadi palem raja. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. kegemarannya makin berkobarkobar. sekali! Ibu bukan Rembulan. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. aku. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. teguh dalam badai. Kalau sedang pelit.com/abclit. Atau ada "rembulan" beneran. sejak 1977. sadeng. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. Terserah pada kami. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. ketika matahari terbit. tingginya bisa 25 meter. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. Mungkin juga lontar. Sejak ada komputer. dan si kecil. Ia terus tumbuh ke langit. lindungilah Ayah kami. Begitu banyak hal disingkat AFTA.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Mungkin Ayah lupa. bila rajin buka kamus.***PUKUL setengah enam. tidak bisa diajarkan. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Tetapi.Si pohon asam jawa. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. dan American Family Therapy Academy. barangkali. seperti ibunya. Buahnya banyak. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. atau palem puteri. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. kelapa sawit. Borassus flabellifer yang kuat. Bukan nyeri. membaca berbagai koran dan majalah.processtext. Yang terang batangnya lurus ke angkasa.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. Melalui Internet. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. bila Rembulan bicara. Bahasa itu. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga.

processtext. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Dingin menembus tulang. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. tapi niatnya tak surut." Atau kecupan mesra di pipi. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu.. Di dahi. ia masih berdiri di depan pintu.com/abclit. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Ia terus melangkah. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. Lama. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. vas bunga.processtext.html . meremang. almari. cermin asbak. menjijikkan. ia ingat.-ah. Tetapi. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. Dan ia masih mencoba menunggu. Mai? Kau tampak capai sekali. Tetapi. Lalu lengang. sepi. Tetapi. Juga sedikit bercak darah pada gerutan kasar di tembok.Namun. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. dan akuarium. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. Lama. Juga sayup jerit. Tampak kotor. Berdiri gamang di depan pintu. Mandilah dengan air hangat. Sulur laba-laba menghiasi tembok. "Bagaimana kuliahmu hari ini. bagai habis terbakar. Langit bergetar.Gemetar ia melangkah. Lalu. Masih menunggu seseorang.html Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas.Malam merayap. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. Ia terus berdiri. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar ABC Amber LIT Converter http://www. Meja. Ia tampak takut. kursi. terdengar berulang-ulang. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Tetapi. pintu itu belum juga terbuka. entah dari mana. Mengedarkan pandang. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. itu sia-sia. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar..com/abclit. begitu miris. Ruang tamu itu kosong. Menunggu seseorang membuka pintu. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati.

Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Tetapi.Ia melangkah menghampiri foto itu. Hingga bulu kuduknya meremang. "Tidak! Itu masa lalu. Semua itu begitu jelas terbayang. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. Keringat di dahinya kembali berleleran.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Mengatur napas yang mendadak sengal. Juga suara orang-orang itu. menepiskan tangan.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Tenggorokannya seperti tercekik. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. Melotot. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. menggigil ketakutan. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. dan ABC Amber LIT Converter http://www. Mama. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. merunduk. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta.processtext. Wajah-wajah beringas. Berteriak serupa kesurupan. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Malam kembali senyap. Tidak lama kemudian. Ia jongkok. dan dirinya tampak semakin nyata. Membuat ia kian gemetar.com/abclit. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. ingin mencium bercak darah di tembok.html .html cahaya kristal. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Tetapi. Malamnya ia nyalakan lilin. Malam kian mencekam. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. saat ini. Lalu tawa mereka. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Tetapi. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Ia lupa. hingga wajah Papa. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. Ah. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. Ya. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. Membuat tenaganya sesaat lesap. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. namun air matanya enggan tumpah. Lututnya bergetar hebat. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Di lorong jauh. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Juga gelas. urung. Dan darah. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. mengusap-usap dengan jemarinya. piring. Foto itu buram tertutup debu. Ia masih ingat. mengumpat penuh kebencian. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam.processtext. mangkok. Mengkilat. Ia sangat tersiksa. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia mengenakan toga. menggeleng pelan. Ia ingin menangis. sendok. berteriak.***BAYANGAN itu begitu kental. tibatiba ia tersenyum tipis. memaki. tubuhnya huyung seperti mau roboh. Ia ingin berontak. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. Mengejutkan! Susah payah ia mencoba berdiri tegak. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. berteriak. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. ya. Di situ ia kembali terpaku lama. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai.com/abclit. Mata-mata merah.

almari. Ia ingin mati saja.. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Berjam-jam. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama.Yogya.Namun.html . batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. Sebelum orang-orang ke luar rumah. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang.Lima jam setelah kejadian itu. kursi..com/abclit. Tetapi. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Jantungnya berkeretap kuat. Terus tumbuh. 1998-2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. perlahan-lahan tenaganya pulih. menenangkannya. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya.processtext. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. Memberinya makanan enak. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter.Akan tetapi. sopir taksi itu justru tertawa lebar. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Ia terus hidup. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib.Mula-mula taksi meluncur cepat. *Depok . Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. namun selalu gagal. Hingga ia pingsan. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. ia takut. mengusap-usapnya. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. di sebuah kamar hotel. Ah. Waktu beringsut cepat. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. Pelan ia merapat tembok. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya.html botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Juga sprei di atasnya yang acak. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. ia terlalu letih untuk terus melangkah.com/abclit. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. tumbuh. rak buku.processtext. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. Bergiliran. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapasiapa. miliknya. juga segelas susu. Itu adalah kamar miliknya. Tetapi. Tetapi. Letih. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. Entah apa. Gamang. berkilat-kilat. selain tampak kotor berdebu.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. Bocah lakilaki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. Meja. Tetapi. Begitu kuat. Menenteng kapak. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. Tetapi. kusut. mengelus-elusnya. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. harganya pun pasti mahal. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Mata mereka menyala.ABC Amber LIT Converter http://www. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. bocah laki-laki tampan. Ia sangat ketakutan. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. Menyusul Papa dan Mama. Dan seperti tanpa sadar. Selain itu. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi.Ah. Ia ingin sekali memegang bendabenda itu. Sebentar lagi pagi tiba.

lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. ketat. karena action Si Peri. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. Pikirku spontan. sumber wangi aroma melati. rupanya dialah si peri. warna merah darah. Ia lalu kunamai Si Peri. panjangnya sebahu diurai lepas. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku... bergaun panjang. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. Kata teman-temanku. it's mine.com/abclit.html Kepada Tiankong. Itu. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. Perilakunya santun. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat.com/abclit. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan.. berkulit warna almond. Dengan kalem ia menutup bagasi. suaranya lembut.Ternyata.Tetapi.processtext. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. Inggrisnya beraksen Amerika kental. Rambutnya hitam legam.html . Jadi. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Edisi 12/15/2002 OHHHH. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat.! Yes. Sorry!" kata Si Peri. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Paha itu menjadi perhatian banyak orang.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. Tetapi. Ternyata seat-nya nomor 10-B.."Number ten-bi. "Hello.processtext. melainkan. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. kekikukan yang kali ini berbeda dengan kekikukan yang biasanya ABC Amber LIT Converter http://www. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. Ia bertubuh tinggi semampai. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. Bisa kupastikan. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut.

processtext."O.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. "Jadi.html . Itu. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar.""E. Ya."Yes! Anda cerdas."Sama. Maksud saya Peony Wu. pertanyaannya mengejutkanku. ya kata nenek saya.. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. karena aku sedang memikirkan profesinya. Apa sih profesinya?. karena alur pembicaraan saya rancu. Sedangkan kekikukanku kali ini.. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku." ralatnya. nenek saya termasuk di dalamnya. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak.Miss."Yes. Langit Yang Jauh. ia terkena PP-10. karena kecintaannya terhadap Indonesia. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan ragu-ragu.. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok."Ke BatuMalang. sambil mengguncang-guncang tanganku.. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. kulanjutkan dialogku dengannya.. kembali berbinar. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia.. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. ". maka ia merasa asing ABC Amber LIT Converter http://www.html kurasakan. saya mau ke Jakarta. Saya suka. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya.ee. nenek Anda. Tapi.tapi." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. Materinya terlalu panjang dan rumit. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. Tian-Tiankong itu artinya Langit. karena saya tidak tahu. tahun '62. seindah Surga. Nah.. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan.""Nama saya Peony. Biasanya.. negeri yang kata waipo-ya. Ini menyangkut sejarah. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya."Nah. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum.nah...""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti.. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan.. ia dagang palawija. Maka. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta..."Maaf. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. saya mau ke Langit.. bisa juga dimaknakan Surga.. saya tidak tahu!" aku berterus terang. memberi makan para pejuang. Yang saya tahu. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan. Itu.."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. sorry."Ya.. Tetapi..." ia memenggal kalimatku. di Surabaya. maksud saya. Aku tidak memahami alur pembicaraannya."E."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah.. Maka. Miss Peony. Sungguh.ABC Amber LIT Converter http://www. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. saya berbahasa Mandarin. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. dari mana saya harus memulainya. "Jadi."Maaf. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. ".. karena penasaran. Nenek saya bilang." mata Peony yang semula redup. "Itu. maafkan saya. menahan tangis. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. Ironisnya.processtext..Aku bingung."Tentu saja Anda tidak memahaminya. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata.com/abclit."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. Di kota itu nenek saya lahir. Setelah menikah.com/abclit. "Hem.

. Suatu tempat yang ia rindu-kan."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya..karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. besar di Amerika. Kemudian.. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan. saya sekarang punya usaha di Singapura.. Maka. buka butik!""O.."Saya tidak bercanda. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. "tapi.Malang. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www.Jakarta. Kabarnya.!""O.processtext. usianya 38 tahun. untuk melaksanakan li bagi neneknya. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini.." sambung Peony tersenyum getir.. Itu. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. "Nenek saya ada di sini.com/abclit.""Ah. Jangan. ia lalu berpesan. Ia lalu mengajakku ke Batu. tempat itu sangat indah bak surga. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya. makanya Anda modis. Untung. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. Kemudian. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok.com/abclit." Komentarku tentang dirinya.." lagi-lagi ia memandangiku. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh. Anda jangan bercanda." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas.html terhadap Tiongkok. Ia takut. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku.processtext. Sayangnya. Ia memilih tinggal di Indonesia. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. akhir Oktober 2002 Lebaran. lahir di Macao." tanggapku serius.di Tiongkok."Ya. Katanya. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. ".ABC Amber LIT Converter http://www. usianya 78 tahun.."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok."Ohhh. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis.html . Tetapi kedua anaknya hilang. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. Keterasingannya itu membuatnya gamang dalam menjalani hidup. Jangan. "Oiya.. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Jadi. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao. ketika meletus G 30 S PKI..

jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. Jermal. Ah-ah. Mak.000 per bulan. Gelombang. Bohong. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak." "Dah. Untuk toke atau cukong saja. di hari-hari pertama di malam-malam pertama." "Tapi . Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. Bang Tohar. Kue dan baju. Jadi.. Kenapa bisa datang berkali-kali. Di hadapan mereka. Openg terbayang Atin. Bagai tak ada antara. Mak! Dan ketika aku pulang. Openg terus terbatuk. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. tak ada gelombang. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya. bilang hanya Rp 200. Mak.processtext. dan Kabir (temantemannya) telah menarik tuas penggiling. Tolong.. betapa meletihkan. Dan..000. itu bukan mimpi pertama. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400." "Ah. Orang-orang dewasa itu." "Aduh. Tetapi. Dibukanya mata. Gelombang membalik. telah menipuku. Dulu. Betapa melelahkan. ***MENGGILING.ternyata Mak benar. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. telah tiba saat menggiling. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali... butuh Rp 500. Tenang saja. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 12/01/2002 AIR. Mak bisa ke Malaysia. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu." "Tapi.. tak usah mimpi. Janjinya. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. bawa uang.. Dua jam itu. Amri... "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal." Mak masih ragu. Sudah berkali-kali.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga..000.. Dengan napas masih sesak. ***SEGALANYA? Entah. "Sudah. tetapi semua sia-sia. Beli baju.html . saat tiba-tiba menyadari tak ada air. masih terbatuk-batuk.000. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. terbatuk-batuk. Tak sampai dua jam. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia.. Begitu aku pulang. bukan persoalan memutar atau menggilingnya.. Selalu. Tatapan itu. Setiap gerakan. Segalanya.processtext.com/abclit. Betapa cepat.. Tangan kecilnya menggapai-gapai. mandor itu. tak pulangpulang." "Ya. Lelap saja. Wajah Atin. Mata itu. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah.. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. yang jelas.. Tetapi. apa itu? Di tengah laut. Wajah Mak. Kita bisa.com/abclit. Mak ragu.. Dua bulan. nanti. Sebaiknya kau tak pergi. di jermal. Mak ini bagaimana. Bagi Openg. hanya dua bulan. setiap tenaga yang ia keluarkan. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. melambungkannya ke permukaan. kata Mak." Tapi. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. menatap ke arah Openg. Pulu. Empat ratus ribu rupiah. mengepak-ngepak. mengangkat.. dengan pandangan masih nanar." "Tapi. kalau kebetulan tak menggiling.telah menipu." Atin menyela.. artinya menarik jaring... "lebaran! Kita bisa buat kue. dilihatnya Ucok. itu tepat jelang Lebaran. kalau Rp 200.ABC Amber LIT Converter http://www. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. Orang-orang itu. Jangan khawatir.

Kata Amri. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak.com/abclit. benci. Napasnya mengoar.processtext. Tentang Nenek. Yang membuat kepalanya. Openg ingin berteriak. melambungkannya ke permukaan.html .... kau hanya boleh bawa seratus ribu. Dan.. Dan. di negeri Malaysia begitu gampang." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. Tertunduk. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. kalaupun cuma menggiling. Puasa? Ah! Di sini.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka telah menipuku. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan.. Matanya menatap ke sana... bila malam. bertemu Atin.. kata Mak. Tentang Atin yang ingin sekolah.com/abclit. "Jika pun bisa. si juru masak. waktu itu. mereka benar-benar telah menipuku. berjalan menghampiri bocah itu. Mak benar. bergegas mencari Bang Tohar. Tangan kecilnya menggapai-gapai. ABC Amber LIT Converter http://www. Betulkah? ***HARI ini... Kembali. dengan berenang!" Openg tertegun. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. Openg takut). Tak tahan-dan tak percaya. Setiap gerakan. mengangkat. mengalahkan deru angin dan desau ombak..processtext. dan takut.. gempal. satu lagi. kata kabir.. ternyata tidak.. Betapa jauh." "Memang tiga bulan. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. Bang Tohar (tatapan itu. kenapa mereka. Jadi. lihatlah. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. tetapi semua sia-sia. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekuk-cekuk.. Tertunduk.. lima hari menjelang lebaran. Ia hanya bisa tidur-tidur ayam. Openg tiba-tiba takut. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. Tentang begitu pentingnya uang. itulah pekerjaan orangorang kampungnya sejak lama.. Tentang Mak. aduh! Dua-dua jam itu. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah.. suka.. Lelaki besar. entah sebab apa. "Hua ha-ha. Dengan marah. Gelombang membalik. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. menggigil. Soal upah mungkin satu hal. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek.. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya.. yang tak berhenti sakit. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. tak ada yang namanya puasa. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. "Kata Amri." "O. mengepak-ngepak.. Mak. Kenapa. Ah Mak. Nenek. tak pulang-pulang. kerja harus tiga bulan. setiap tenaga yang ia keluarkan.. orang-orang kampungnya.. sungguh membuat Openg sangat capek. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir... ingin menangis. ingin memekik. Kepalanya jadi sering pusing. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi... Kenapa!" "Aku tidak bisa. Lututnya. Mata itu. Busuk. Delapan mil. mata itu. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana.. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Untuk sisanya.. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke mana-mana. kata Pulu.. pulang?" Bang Tohar berdiri. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut.html Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah itu-akan sangat kecewa. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti.. Lagi pula. Openg tak menjawab... Tatapan itu. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. "menindih" malam-malam... kata orang-orang. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. kemudian dipenuhi pikiran. Tentang uang yang. Openg mendapat cerita lain. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. Amri.akan ucapan Amri. Delapan mil... Hal lain. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. harus pulang. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. Tetapi. Hahhh.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut.

segera menyambutnya antusias.. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. tidak! Jangan! Kenapa. Mungkin karena kecerdasannya. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal.processtext.processtext. pembesar negeri. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. Melawan. kasar. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab.. Dengan tangan lain.com/abclit. Tentang teknik melukis. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. Seperti kebanyakan bangsanya. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.. Dibukanya mata. Menendang-nendang.. surealis. Namun.. membungkam mulutnya. Apalagi falsafahnya. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.tengah menindihnya. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi.html . dan istilah-istilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak.. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar.. hingga kaligrafi. dadais. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. Ada tangan besar. kedatangannya di samping silaturrahmi. okh! Jangan. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. Tetapi. tentang perspektif.. dan entah apa lagi. masih terbatuk-batuk. jangan.. Openg terus terbatuk. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Dia melukis mulai perempuan cantik. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi.html terbatuk-batuk. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. tak ada gelombangnya. Menurut Hardi. ternyata. ekpresionis. * Payakumbuh. Diewany dan Faarisy. atau Riq'ah dan Kufi. Katanya dia asal “menggambar” tulisan.com/abclit. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. tentang komposisi.

Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. ramai-ramai juga mereka menyemangati. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya.” “Rajah?” “Ya. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. dan sebagainya. Setelah tamunya itu pergi.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. maka dia pun melukis pemandangan. kata Kiai yang memberi ijazah. Kalau tidak begitu. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. Tiga bulan lagi. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. Nah.processtext. “Ternyata sulit juga melukis itu. dia oret-oret kertas. lalu katanya.” “Wah. Nanti sampeyan ikut. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. Maka. Kadang-kadang sampai subuh. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu.html Departemen Agama. “Tidak. dia hanya mengangguk asal mengangguk. Setiap kali duduk-duduk sendirian. Saya serius ini. macan. namun melihat keseriusannya. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. Kalau bisa di atas kanvas. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. dia ABC Amber LIT Converter http://www. karena sering ditindas. ***RINGKAS cerita. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya.com/abclit. Tapi. Saya yang menulisnya sendiri. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah.” “Itu kok warnanya aneh. terutama seni rupa. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. Tahu kanvas kan?! Betul ya. itu rajah penangkal jin. cat. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. Hal itu terjadi berulang kali. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu.processtext.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. “Itu rajah. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. tokoh wayang. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. Ya. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. Kenapa tidak. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. pikirnya.ABC Amber LIT Converter http://www. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran.html . ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. burung. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. dan kuas. ketika didesak tamunya.com/abclit.” katanya suatu ketika dalam hati.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. mengapa dia tidak? Namun. tak paham). dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat.” tukas tamunya. dia baru keluar.

lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. tidak diikutkan pameran. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. Anda baru kali ini ikut pameran. Dia sama sekali tidak menyangka. Mungkin mencari-cari dirinya. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”.” tibatiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. seketika dia merasa seperti diejek. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Bahkan. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. Ini. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. apalagi menikmatinya. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. terserah dia!” katanya. huruf alif. Pertanyaan-pertanyaan para ABC Amber LIT Converter http://www.html . Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. Wah. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. mendapat pikiran begitu.processtext. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan.” Aneh. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan.ABC Amber LIT Converter http://www. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat.000 dollar AS. Sampai akhirnya.html pun bertekad. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. Hardi membisikinya.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawan-wartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. ingin membeli lukisan sampeyan. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. karena tidak memenuhi standar. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Dia benar-benar salah tingkah. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. belum juga menemukan lukisannya.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. “Kemana saja sampeyan. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. alhamdulillah. pikirnya. Ada pidatopidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. “Selamat. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. lalu ditujukan kepada dirinya. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. dia hanya-atau.processtext. Di samping namanya. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi.” Astaga. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. saya langsung tertarik. sini.com/abclit. Wah.com/abclit.

tekad saya sudah bulat. ketika saya pandang-pandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas. baru kemudian lanjutnya. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. Cukup alif itu saja. Bahkan.html wartawan dijawabnya sekenanya. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. Mas. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. Kalian tahu sendiri. Yang saya sendiri kemudian bingung. Lihatlah. “terus terang saja. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. biar hanya dengan dua warna ini. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. baik ibu kota maupun daerah. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. kalian tahu sendiri. ya sudah. niat semula begitu.” “Jadi. Apalagi. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. tentang prinsip keseniannya. Tetapi.” “Tetapi. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi.com/abclit. menurut selera saya waktu itu. sampeyan menggunakan ilmu apa. tidak pas. Kalau saya lanjutkan menulis Allah.” “Lalu. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. di gudang kita. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. kok ikut-ikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Kepada para wartawan dan orang lain.html . ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. “Kalian ini kenapa. “Ketika saya sudah siap akan melukis. memperbaiki letak duduknya. “mengapa tidak sekalian Bismillah. “Ya. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. Hampir semua koran. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. sebelumnya saya tidak pernah melukis. Tapi. Maka. dia bisa tidak terus terang. Allahu Akbar. “Begini.processtext. “Terus terang saja. Mulailah saya menulis alif.” katanya sambil menyantaikan duduknya. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. akan jadi wagu. tamu kita yang pelukis itu. saya melukis karena dipaksa Hardi. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu.” tukas ABC Amber LIT Converter http://www. “Tidak pak. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Ketika makan siang. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. atau setidaknya Allah. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran.com/abclit. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. Tentang proses kreatifnya. Namun. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaanpertanyaan anak-anaknya. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. tak usah saya lanjutkan. dlsb. Saya merasa tertantang. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu.ABC Amber LIT Converter http://www. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula.processtext. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu.

"Toko keperluan sehari-hari. “sampeyan menggunakan ilmu apa. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ. salon. Seperti tersirat dalam namanya...com/abclit. restoran. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. Tidak seperti ini. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang.com/abclit. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. perempuan setengah baya pemilik warung itu. duduk-duduk di pinggir jalan. toko kelontong. "kedua-duanya. Karena itu. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ.."Menurut kabar yang aku dengar." kata Nurmi. apalagi di Simpang. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk...". . Tapi moderen." jawab Dirun. di ujung Desa Koto itu.Kabarnya toko.html . minum kopi. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang. banyak kabar selentingan tersebar di Koto. tempat mereka makan ketan dan goreng ABC Amber LIT Converter http://www. Toko merangkap warung kopi. belanja.. dan lain-lain. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang.processtext." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain.. tetapi Ustadz Bachri tak tahu apa mereka percaya penjelasannya atau tidak..html istrinya. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul.ABC Amber LIT Converter http://www. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto.."Aku dengar warung kopi. Mungkin. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa.processtext." Cemburu nada suaranya.

" kata yang duduk di sudut. pemuda desa menyukainya. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan.com/abclit. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. "kau juga bisa begitu." kata yang ketiga."Mereka tertangkap basah. Sumur gali dengan pompa Sanyo."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang."Kalau kau sekaya dia. dan semuanya sudah merantau. Ini menambah jengkel orang Koto. "Coba lihat genitnya anak itu. Penuh gairah hidup. Dia pintar. Berangsur-angsur. Yang jelas. Dibangun bertingkat dua. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah.html pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto." kata yang pertama tadi. Yang lain ikut tertawa. "berapa." pembicaraan makin ramai."Ya.Datuak sering di rumah isteri tuanya. Kalau tidak ketat. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. mungkin Datuak itu yang gatal."Ah.processtext. Bicaranya lancar dan masuk akal. bahannya jarang. orang Koto lebih senang di rumah menonton. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. mereka iri saja.com/abclit. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Ada unsur iri di dalam masyarakat. Tetapi."Siapa tahu."Benar apanya?" kata yang pertama." sahut yang memulai tadi. ya."Datuak dan Nurmi punya lima anak. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Semua tertawa lagi. terutama anak-anak dan yang tua-tua. Selalu bicara dan suaranya keras. Dia memerlukan ABC Amber LIT Converter http://www.Nurmi tidak seratus persen salah. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. Atau minum minuman keras dan berjudi. Nurmi orangnya menarik. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain. kalau tidak boleh dikatakan cantik.""Jadi. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil.Akan tetapi.html . Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. paling tinggi tamat SMU." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. Lihat badannya. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. Tingkah lakunya tidak sopan." katanya sambil tertawa keras." jawab seseorang. Sekalipun terbuat dari kayu. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka memburukkan nama Koto. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. tentu aku yang dapat." kata yang lain.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. jadi perlu lahan subur yang baru. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. Kini sudah besar-besar. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung."Dan lahan pertama itu sudah gersang.processtext. tempat itu bagus dan menyenangkan. "Dan Nurmi pasti subur." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. pikir mereka."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka. di belakang."Apalagi.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua.

Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. Yang penting apa yang dipercayai orang. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya.""Apa benar. Ingat itu. Di rumahnya. Yang kuat menentukan berita. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Dia kaya. tak tahu harus mengatakan apa. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Peresmiannya meriah. Amran. mengundang semua penduduk Koto dan desa ABC Amber LIT Converter http://www. ya pekerjaan rumah.processtext."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting.""Jangan lupa. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. Dia terkejut dan gemetar. di sawah dan ladang. Di luar warung hanya ada bisik-bisik. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. yang lain akan jinak juga. Kebenaran tidak penting. Amran kelabakan."Kak Nurmi pin. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil." kata Nurmi lembut.com/abclit.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. Terus terang.com/abclit. Separoh hatiku enggan. tetapi warung Nurmi tetap aman. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui temantemannya sebagai imbalan." kata Amran. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. hidup kita tidak akan tenteram. ketua preman Simpang saat itu."Pintar sekali. mengabdi kepadanya. Mencuri suami orang. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. Dia menikmatinya. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. Tapi bisa pula dibuat gampang. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang.." kata Nurmi.processtext. Aku bekerja dengan dia juga. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. Amran. kalau mereka tahu."Tidak?""Dia yang menggodaku. Ingat. tentu aku dan keluargaku akan malu.""Seperti sekarang?" kata Amran.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. Hamil tanpa suami.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. bukan karena kedinginan. tapi mulai berani.""O. kami miskin. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Merusakkan keluarga orang lain.html mereka. menulis kisah kehidupan Desa. Diremasnya lengan Nurmi. Di tempat tidurnya. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai." kata Nurmi. Dia membiarkannya. Suatu hari. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anak-anaknya. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. Sejak itu. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran.""Ya. Aku ingin hidup bahagia. aku ditidurinya. Kalau mereka tahu.html ."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. kan?" kata Amran gagap.ABC Amber LIT Converter http://www. Begitulah.. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. Pasti suaranya."Diciumnya Amran yang menggigil. Ya." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. Amran kaget. Nurmi lebih berkuasa. Nurmi pintar mengatur siasat. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Yang lemah tak kuasa melawannya. "Kalau se-mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. ada yang kami perlukan dari dia. Dia tahu di antara mereka. pintar merayu. Separoh lagi menerima.

html . Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu. Maman.html tetangga.""Ini kan memajukan Koto. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto.com/abclit. pemuda yang duduk dekatnya itu." Ada rupanya yang memakan umpan itu. Jam dua dini hari itu. aku pikir begitu. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain." pemuda tadi bela diri. Termasuk ketuanya.""Iya. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. pakaian." kata yang lain. Plaza Koto dilalap api.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. ah."Ya. kan."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. Musim bunga 2002 Permata Bernstein ABC Amber LIT Converter http://www."Banyak. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. Direbusnya air seperiuk lagi. Tetapi dia masih untung. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya."Api! Api!" Simpang gempar."Bisa saja. Membuat usaha di sini. "Kalau pun ada yang iri." sela yang lain.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. Dengar saja ocehan orang. Warung Nurmi kehilangan banyak langganan." kata seorang pengunjung warung Nurmi. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. Ruangannya pakai AC. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. Penuh siang malam. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. ya. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat. "Tapi siapa tahu.processtext."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang. ketua preman Simpang. Mentang-mentang kaya di rantau. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. Pelayannya muda-muda dan cantik. ya." kata yang menyela tadi. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api."Masa!" protes yang lain. orang yang punya itu. di bagian bangunan di sebelah jalan. Dia bersenang-senang entah di mana. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya. alat-alat sekolah. dan lain-lain.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai.com/abclit. "Sok.processtext.""Mungkin Setan Api marah." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi. Tidak lupa. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar.ABC Amber LIT Converter http://www.

minyak banyak.processtext." jawab sahabatku agak menggebu. Follow me please. "Take it with you.. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. ahli tak kurang. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. tinggal satu rintangan saja. Tapi. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku.. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. atau gerak-gerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasakkusuk masuk ke daerah wewenangnya." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya.com/abclit. mengapa kami pergi ke barat. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku.. Ketika melewati kelompok itu. Alex nampak sudah lemas dan capek." kata petugas itu kepadaku. Dia tentu cuma pura-pura. Alex.html . Jerman Timur maksudnya. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. pasasir lain pun tidak. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas... seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa... tampangku. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. padahal kami saling pandang. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1.com/abclit. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu.. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue." tegur pejabat yang menggiringku. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari menjelang Natal tahun itu. Tersenyum saja pun tidak. nampak tak senang bahwa mataku meleng. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang).. "Tuan ABC Amber LIT Converter http://www. Alex dan aku. ingin mengorek informasi tangan pertama.html Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. industri galak.. tapi karena cuma aku yang disasar. tak ingin tinggal di Jerman. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi.. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas. apa sebabnya? "Follow me sir.processtext... Mendegup juga jantungku ketika itu. Jadi.. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. Tentu ada sebabnya." perintahnya tegas." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex.. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut. be hurry.. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. Alex tidak. Karena malu.ABC Amber LIT Converter http://www. namun bukan tanpa alasan." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika.. WWW WAku spontan berdiri. Sejak turun dari pesawat RRC itu. Ketika itu dia memancing-mancing. Tapi. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. Bisa studi di sana jurusan apa saja. Di luar dugaanku dia bersikap begitu. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. Barangkali pakaianku. bahkan bisa minta Stipendium3. Sebuah layanan berlebihan.. "Sorry. penduduk melimpah.

the best in the world.com/abclit. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. Indah bukan main. keluarkan semua isinya. "Keluarkan semua isinya. Stockholm.html tentu keliru. "Nothing more?" "That's all. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. tiba-tiba aku khawatir. Aman." jawabku. ". Ternyata. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. "Sayang. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. "Permata Bernstein murah di Moskwa. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok.processtext." bantahnya. "Tidak.. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing." elakku. Semua kuletakkan di meja. lebih dari tiga kali. Pas-pasan saja seperti kursnya. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. please. Meski kami bukan diplomat. Paris. tapi mengangguk-angguk. this ugly me. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. teliti. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. Sir. Dia tidak menaruh selera...." jawabku. Bila aku tak hati-hati.processtext. Cuma stopover. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5." terkanya. Mereka suka!" "Saya percaya.. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. dia mencegah. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. menaruhnya di atas meja. saya tak punya cukup uang. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa... memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. "Sorry." bantahku. What a wonderful journey you have. Bernstein Siberia itu top quality.. dia mendesak lagi: "Anyway. "Keluarkan isinya.I've just forgot it.. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. "Tidak.." tangannya merenggut mantel itu. Tapi. "Don't worry. segenggam permen kecut." aku pun makin berhati-hati.. suaranya sedikit berbisik. Tapi.. Isi dompetku dua ratus US-dollar. singgah di Moskwa. "Sakudalam.ABC Amber LIT Converter http://www. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda ABC Amber LIT Converter http://www. Sekali lagi alisnya mengkerut. saku-dada kiri-kanan. bisa celaka seperti ikan kena pancing. "Tak mungkin keliru. Gunakan kesempatan.. "Dua ratus dollar. Tuan mesti nonton Bolshoi. berdisiplin. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. sekadar ingin mengakhiri percakapan. Tak ada hitungan untungrugi antara kami." "Just a sentimental journey. Nothing to do with customs.. tidak. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya." jawabku ringkas. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. please. "Kalau saja ada waktu. Aku mendadak khawatir. juga ketika mengurus visa bersama Alex. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius." Pejabat itu diam. Sir. Lain tidak. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson.. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. Tapi. Amsterdam. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka. Bisa beli dari saya.html . Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. Sir. Sehelai sapu tangan. janganjangan asal-usul dollarku dipersoalkan.. "Bakat itu tak perlu." Dia tergelak. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku.com/abclit. Itu saja isi saku mantelku." katanya tiba-tiba. aman saja. Jangan ragu Sir. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. Sir." sesalku. padahal valas barang langka di sana.

com/abclit. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. Sir. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. menyadari kenaifanku sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www... Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. Aku sengaja mendekatinya. Sir!" perintah si petugas. sial. Sangat mendesak. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah.?" aku ganti membelalak. berdiri di sisinya. Dibiarkannya aku keluar sendirian. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. Wajahnya nampak riang.. "Follow me. "Fine. kulihat Alex masih berada di tempat semula. "No. My stomack... Malah mirip pasar loak." tolak Alex. ".." kata Alex. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Urusan Alex lain lagi.. Dia pasti tahu.. Tapi. takkan kulepaskan. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC..... Aerovlot siap berangkat.. Kalaupun ada penggeledahan. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turun-temurun.. Komentar Alex: "Gila kau. Perutnya mulas.. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku.. lima belas dollar?" Dia tak mengangguk.. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan. no. Apa yang tadi kualami kubisikkan. tentu tidak terang-terangan. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen.." kataku. oooh. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. "I must go quickly right there. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki.processtext. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. "Tapi. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya.. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macam-macam urusan. Aku mulai yakin akan kejujurannya.. sir. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku.." "Ha. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya.processtext.." sahut Alex.com/abclit."6 Aku pun bungkam. mendadak lupa Inggris-nya. Menggeleng juga tidak.. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang..." matanya membelalak. "Impossible!" "I say. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat." "Jangan-jangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi.. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. Dikendorinya tali kantung itu.html .. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. kebelet nih. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. Have a beautiful journey.." "Aku bayar lima dollar dua kantung. "Pasti tidak. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. tapi tetap saja pura-pura tak melihatku. lalu lari. "What?" bentak si petugas." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku." kataku." "Maafkan ya. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. Arloji Shanghaiku ditawar rubel. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC".." dia menjelaskan dengan menekanABC Amber LIT Converter http://www. ada kala manusia merasa takut membuka mulut. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana." Disalaminya aku. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. tapi itu benda kenangan.html yang ditimang-timangnya di telapak tangan.. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan. thank you... Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan.. follow me!" "Sorry.

com/abclit." hampir bersamaan kami menjawabnya. Aku kini yakin sekali. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. "Kami mau ke Jerman Barat." jawab Alex. Tanpa keterangan apa sebabnya." perintah yang itu-itu lagi.html nekan perutnya. juga pada diri sendiri.. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran. pikirku. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian.. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Kami tak mengalami penggeledahan. Si pejabat ternyata toleran. buat sementara segalanya telah tersedia. Kali ini pasti urusan gawat. Kami melewati juga deretan kabin-kabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ ABC Amber LIT Converter http://www. Menawar pun tidak.. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. Bung. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Segera pula aku sadar. Beberapa toko permata menolak membelinya. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. "Jangan kaget. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. "You are coming from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami.ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih tak masuk akal lagi. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. Semuanya permata palsu dari plastik. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Bung. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi.** Paran.processtext. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi.html . Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. "Yes. tapi kami bungkam. di sana ada kenalan. Harap jangan repotlah. tak berani berbicara. "Follow me. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana.processtext. Hampir-hampir kami tak percaya. Terima kasih atas perhatian kalian. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuklikunya. please. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku.com/abclit. Barangkali Alex juga berpikir begitu.

dan gentar.. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya." wanita ini bercerita dengan suara bergetar.. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku.. ketidakberdayaan. Kehadirannya mulamula hanya berupa suara.. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. meski agak pucat. Kain putih korden jendela bergerak-gerak. Ruang atas katanya ABC Amber LIT Converter http://www. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya. Pantas.. namun siapa saja diam-diam menangkap tandatanda kehadirannya.processtext... terus menunggunya. menggema dari dinding-dinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku. Nosferatu. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan.. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya.. Tak ada yang bisa melihatnya.html . Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. kecemburuan. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini. kegentaran.processtext."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. Belum selesai.. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat.Si pretensius mendengarkan dengan sungguh-sungguh. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan. Atau memang tak pernah terselesaikan. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap... Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar. ia benar-benar datang. Semua orang kemudian berkasak-kusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut. Begitu pikirnya."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali..com/abclit..html Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana Sumber: Kompas. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. ingin tahu. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya.

."Aku-maksud saya wanita kita ini-memejamkan matanya. ia bolak-balik menuju dapur. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. Mari." jawabnya.processtext.... Dengan mata terpejam. Keringat membasahi seluruh tubuhnya.Aaaaaahhhh. namun aku terperanjat luar biasa ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya. gelap.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti.Hua-ha-ha-ha. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir."Rahmat."Kau perlu pastor.ABC Amber LIT Converter http://www. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku.com/abclit. sejuta kali. atau.. jawaban atas doaku..com/abclit..Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya..processtext. "Tutup matamu.. Ini suasana Gothic. Jangankan menangkap dan mengadilinya. Tak jelas. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. Wanita kita menjerit."Belum selesai wanita itu berkata-kata.. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. Setelah agak tenang. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. dijadikan gudang.. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata.html memang belum diapa-apakan. masuk dalam dunia kegelapanku. Rambut itu begitu lembut. baru dia menyalakan rokok.... apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan." yang lain lagi memberi nasihat. Suara tawa meledak. tidak. Dadanya turun naik. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotakatik misteri tersebut."Kalau begitu kau perlu dukun. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan. Rambutnya panjang. Dalam kegelapan. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya. tidak kering tidak lembab."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan.""Dia suka menertawakan mereka. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur. ... Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu.. seperti ledakan tawanya tadi.html . yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya... lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan. Datang setiap kali. "Tutup. mengapung di atas sungai yang tenang. pejamkan matamu kekasihku.. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok. tersadar dari mimpinya. terlihat kusut-masai. Jantungnya berdegup-degup.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat. Akan tetapi. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan.. Asap rokok mengepul dari bibirnya."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. "Pejamkan.***DEMIKIANLAH.. tutup matamu. Pada kali lain. seribu kali. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. paranormal. Dia tak lebih seperti ABC Amber LIT Converter http://www.

ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas." katanya. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. Menunduk. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. kebahagiaan atau kecemasan. dia bisa pulang ke Indonesia.ABC Amber LIT Converter http://www. Dps. warga negara Australia. sebagai sesuatu yang apa adanya saja. Dengan itu pula. berdarah-daging. Pada waktu-waktu tertentu. selain hidup yang rutin. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. senyum atau tangis. menjaga rumah.html . Laut.Aneh.com/abclit. Edisi 10/27/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. sepanjang sejarah. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata.Taman Ayu. kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales.html bayang-bayang malam. muncul kebahagiaan luar biasa. tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. kepastian atau ketidak-pastian. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar. Dia menemukan pasangan hidupnya. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong. bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. tapi dia tak takut lagi.Lalu. kamu mengaku takut atas kedatangannya. benak saya.processtext. Hanya saja. menunggu suami pulang. mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu. melainkan pria biasa. memasak. sebagian menutupi kening."Aku takut ditinggalkannya. selalu hidup cerita semacam itu. Australia.Diakui berkali-kali oleh wanita itu. dan seterusnya. wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. 2002 Ilmuwan. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy.com/abclit. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama. buruh tambang di Wollongong. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat. Adakah aku harus menerima saja sebagai nasib. berlibur ke Bali.processtext. Kota. bahkan bisa tak terkontrol. Hatinya berbuncah-buncah. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri.

Itu soal lain. Waktu muda ia terlalu muda untuk ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan bicara soal kejujuran.. Sang Bos. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat. Kalau negeri ini tidak bangkit. data itu mudah sekali diubah. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya. semakin berat beban bangsa dan negara. angka itu terlalu rendah. baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. namun bentakan yang didapatnya. Ini realitas!" Sang Bos.com/abclit. bahwa jumlah penduduk akan menjadi dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan.ABC Amber LIT Converter http://www. "Realitas.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane. soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. entah ke mana aku tak tahu.com/abclit. Misalnya saja. katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik. senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram. ketika usianya sudah semakin lanjut. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.html . "Ah. semakin jauh meresap. semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapislapis." Bernard bingung.processtext. Pak. "Kau harus mengubahnya. "Hidup hanya menunda kekalahan. Nak! Tanyakan saja kepada laut. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik. saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya. Semakin dihalaunya. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat. kepada burung camar. tidak menjadi soal." gemanya bergaung terus. "Alun membawa bidukku pelahan. yang sangat sederhana. rasio penghasilan rata-rata. sesuai dengan permintaan menteri. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang. Dengan komputer. kau masih kecil. ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan. dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya.html Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai. persaingan sejagat. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh.. Ia bodoh.. "Ini kenyataan. Sumatera Utara.. bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. perbaikan ekonomi yang mulai terasa. Ubah juga data tingkat inflasi. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Harus masuk minggu depan. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil.processtext. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. entah itu dengan utang. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. kau masih kecil. entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan.

dan nyaman. Sebuah atraksi ABC Amber LIT Converter http://www. pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan. ombak. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Ubah? Tidak. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. melainkan penuh dengan perahu nelayan. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat. menghadang gelombang dan ikan-ikan besar. Tidak seorang pun dapat menduganya. kita telah berenang di samudera kehidupan. kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan.processtext. yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. menyaksikan nelayan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu.com/abclit. ia membuka komputernya." Sampai sore tiba. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. "Datamu belum lengkap. Ubah? Tidak. Kini realitas baru muncul di depannya.html . Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Tetapi jangan lupa. pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. menjelang pukul sepuluh malam. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga. Philips Island.com/abclit. "Apakah aku yang harus mengubahnya. di atas tanah bekas kuburan. membawa makanan untuk anak-anaknya di rumput-rumput sekitar pantai. seperti kata bosnya. nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. Ia harus pergi.processtext. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya.html mengerti sesuatu. Burung-burung itu merayap di pantai. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut. Atas kemurahan kawan itu. menghilangkan ketegangan. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini. ia menemukan ketegangan baru. Tiba di kantor. Datamu kuubah atas namamu. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol. Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Malam terang bulan yang cerah. Sebegitu jauh. Ingat. "Tiiiidaaaak. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. setiap kali kita menggerakkan tangan. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai." Bernard merasa itu ancaman halus. kepada angin.ABC Amber LIT Converter http://www. Hati nurani? Ah. sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. hanya sekadar mempertahankan hidupnya. ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia berteriak seorang diri. ombak besar mungkin menggulung kita. hotel berbintang yang menjulang. kepada gelombang. ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga. ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Ambillah cutimu ke luar negeri. Jadinya. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran.

Maluku Tenggara. pembelinya menyambut dengan antusias. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat. demi kemajuan ekonomi negerinya. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. penyelundup. Di Jakarta. mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual. kau dapat pekerjaan yang baik di sini. "Itu. membiarkannya tumbuh dan membesar. "Tidak juga.processtext. dan tentu saja memeras kapal penyelundup. orang menggali mutiara dari belakang meja. "Dengan keahlianmu. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. dari leher penumpang taksi. dengan sistem perdagangan bebas." katanya menunjuk. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. membayar beberapa dollar. kota besar yang menjanjikan itu. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok." ABC Amber LIT Converter http://www. "Bawa ke sana. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir. Kaki mereka berjuntai ke air." katanya. tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton.com/abclit. dari lenganlengan TKI yang pulang dari luar negeri. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah. Gadis itu menyelam ke dasar kolam. Dua peristiwa alam yang berbeda. Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan.processtext. dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. seperti pelancong di Roma di stasiun kereta.com/abclit. setahu dia menurut data statistik. dan ekstrakonvensional. bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula. tradisional. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. berbaur bajak laut.ABC Amber LIT Converter http://www. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya. atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. "Kita ke tempat lain. lalu diserahkan kepada Bernard. atau dari ATM. dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles. menangkap kerang itu.html dipegelarkan. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. setting-nya pada abad kelima belas. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam. bergerak di bawah. dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi." jawabnya. Bernard menerima kertas kecil.html . Di selat itu. konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk. atau dari balik kaca. Tepuk tangan yang riuh menggema. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam." jawabnya sambil berdiri. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional. dalam dan airnya bening. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Bernard melupakan statistik. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta. menghasilkan "mutiara" yang berkilau. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. Alasan yang klasik.

melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya.com/abclit. Ia menatap sekelilingnya. ia bergegas ke jalur pemeriksaan.. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Kawannya tersenyum. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. Minggu berikutnya. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. kondominium. Masa depan Anda masih terbuka.ABC Amber LIT Converter http://www. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". Sore itu. Kau memang cinta negerimu.. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan.. dan toko yang hangus tinggal tiang-tiang yang menghitam. penuh cita-cita. Usia Anda masih relatif muda. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. dan kemudian duduk menghadap meja. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. hotel berbintang. menulis surat untuk sekretarisnya. Ia amat menyukainya. tidak memikirkan keluarga demi karier. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. Ia diam. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Ia memasukkannya ke dalam amplop. kemudian barisan rumah kumuh. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Keesokan harinya ia masuk kantor. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Sepulang ke Tanah Air. dan kemudian. Taksi membawanya ke rumah. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. demikianlah bos berkata. di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Ia tidak tahu agenda apa. tidak memikirkan orang lain. "Sudahlah. mengetuk pintu.com/abclit. Bernard agak was was. perumahan mewah. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. di tangan seorang pelukis yang gamang. Ia berjalan gontai menuju kantornya.processtext. Ia merasa sia-sia. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. Ia dipersilakan masuk dan duduk. menghabiskan hidupnya di kota. menaruhnya di atas meja sekretaris. melewati jalan tol. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. "Wah. Basa-basi mana oleh-oleh." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. Mulai bulan depan.processtext. dengan kanvas yang masih separo kosong. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. membuatnya tersenyum. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. membereskan beberapa barang milik pribadinya. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. lima puluh tahun silam.html ajaknya. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. Ia membagi-baginya. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Ia tidak dapat meninggalkannya. bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. * Bandung.html .

Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. dan berdoa.com/abclit. Jika mau bersedih. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas.Astri (12). Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. dan berdoa. Itulah yang pokok. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. Astri telah tiga hari pingsan. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. Dunia memang penuh penderitaan. dan Ayu (4) . kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. menyanyi.Anak-anak yang sehat. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. maupun Republika. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup sehari-hari. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. Media Indonesia. satu untuk istri. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail.com/abclit.Ketika adzan subuh terdengar. Koran Tempo.processtext. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis.html Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto Sumber: Kompas. Agra (6).Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. paling tidak. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selamalamanya. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan ABC Amber LIT Converter http://www. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. energetik. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan.html . dan kelima anak saya itu .pun menari. Selalu bertemu setiap hari. Antok (8). Saya ajak mereka menyanyi.processtext. anak saya yang berumur 12 tahun. saya pikir. Ajeng (10). dan satu untuk saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. menari. dan periang. satu untuk anak-anak. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih.

kok pakai dikunci segala. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. Pak."Karena kaget. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali."Dobrak pintunya. Astri bisa dibawa pulang. mamanya anak-anak."Bagaimana dengan jantungnya.""Suruh Totok mendobrak."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. Tidak pernah mengeluh.tak menjadi soal amat. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan kolokan. keluarga dekat dan teman-temannya.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. Masih dalam keadaan pingsan.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari."Sehat. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anakanaknya. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil. Bagi kami-saya dan anak-anak. begitu cermat dan cekatan. Saya tidak berani. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam.html reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. Bawa keduanya ke mamanya. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya.""Mohon maaf. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan.Saya kaget lalu berteriak. Pernah Ayu yang berumur empat tahun. tak boleh menjenguk kamarnya. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. Kami semua sangat mencintainya. terima beres."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. Sambil memegangi tangan Astri. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya ABC Amber LIT Converter http://www.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. siapa pun bisa pingsan.""Ya. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya." Dia hanya menjawab dengan senyum.ABC Amber LIT Converter http://www. Astri saya peluk erat-erat. Ajeng dan Antok."MULA-mula Laksmi. saya mau bicara. tetapi kami.Dengan kamar barunya itu. dari hobi sampai jenis permainan. Pak. sopir anak-anak." jawab dokter." teriak pembantu dari rumah. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri.html . Pak.""Enggak berani.com/abclit. Pak. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. "Nanti kalau sudah siuman.""Totok enggak berani. Tentang sikapnya ini." sahut Totok. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Dok?" tanya saya. "Ada rahasia apa. anak-anak dan saya.processtext. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis.com/abclit. bungsu kami. Menderu dan melakukan zig-zag. Bahkan anak-anak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. Pak. Di sisinya.processtext. adik-adik Astri. yang agaknya berada di samping pembantu. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada.""Mana Totok. tetapi enggak ada sahutan. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. Pak.""Dobrak!""Enggak berani.

"Mama!" lalu dia terkulai kembali.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat.""Kamu suaminya kok enggak tahu. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucu-cucunya. telah kembali merapat ke tepi."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak."Istrimu ke mana?" tanya Nenek. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. Tentu ada yang hilang. Air mata saya terus berlelehan."Itulah. diam.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. tetapi dia tidak mau. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri.processtext. Mirip reuni keluarga. berhasil membangunkannya.""Benar..processtext. Tiba-tiba Astri berteriak. Sampan yang menjauh ke tengah danau. Saya jawab. Malam yang berbeda. Kami pulang ke rumah Nenek. Tetapi.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. pingsan lagi.""Aneh. Beberapa dokter hilirmudik memeriksa Astri lagi.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. Juga teman-teman Astri di sekolah. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. suaminya.""Apa?""Aneh.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Angin malam yang berembus pelan. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya.com/abclit. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati.Tak terduga.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. kamu bertengkar.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. Bu. Saudara-saudara kami di ABC Amber LIT Converter http://www.""Sudah saya suruh. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya.html ." desak saya. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang tak bisa dihubungi.Di kamar Astri. Malam yang khusyuk. ibu Laksmi. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. Kami tidak pulang ke rumah.. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. Mereka menanyakan mamanya anak-anak.""Sungguh tidak.html beberapa potong lumpia. Laksmi tidak kelihatan. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami."Ibu merahasiakan omongan dia.""Ayolah. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezat-lezat.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana. sekarang berkumpul separuh keluarga."Sebelum ke rumah sakit. neneknya anak-anak. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.com/abclit.Telepon genggam berciluit. Bu.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Bandung, Yogya, Solo, dan Surabaya, juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Untung Ayu, si bungsu, tidak meronta-ronta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria, di taman belakang rumah Eyang, di tepi kolam ikan koi, diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita."Ada kereta api lewat, kencang sekali, berderak-derak, angin menderu, Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu, meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Astri terempas, terguling ke samping, lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh, 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan, mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk, menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.Ajeng, Antok, Agra, Ayu, dan Eyang Niniek saya bawa serta. Sopir saya perintahkan ngebut. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh, "Mama cuma beli tiket sekali jalan."Bisakah saya mengejar suara itu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api, menderu menyibak tanaman, geliat rel pada tikungan, dengan peluitnya yang panjang, kereta itu lenyap ditelan cakrawala.Sesampai di rumah, para pembantu kaget menyambut kami. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Kami beramai-ramai memasukinya. Ternyata kamar itu kosong-melompong. Tak ada sepotong pun perabotan. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Menyaksikan keadaan itu, tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Saya tak peduli. Saya minta sopir untuk membongkar plafon, barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Lalu tercipta jalan setapak, menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus, api tiba-tiba terhunus. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukangundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita, suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan, di depan kompleks TVRI, untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Saya memilih kembangkembang itu sendiri. Pada pukul delapan sehabis makan malam, saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. Kami persis anak yatim piatu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Seketika saya terkesiap. Di dapur, pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu, pak," jawab pembantu."Kamu gila!" bentak saya."Jus itu selalu habis diminum ibu, pak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu, he!""Ibu tidak ada tapi ada, pak."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Para pembantu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Air mata saya berlelehan. Laksmi tidak ada, tetapi ada. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Setiap perahu menyimpan gelombang. Setiap hasrat menyimpan nafsu, dendam, dan tindakan yang tidak masuk akal.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Kamu pikir, papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu...?""Cobalah berterus terang Astri, apa kata hatimu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa, bagaimana.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu, ya, berterus terang.""Nah, kamu curiga. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah, Papa yang curiga.""Kamu.""Papa.""Kamu.""Papa."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana, penuh kegembiraan, tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya harus mencari sebab-sebabnya.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Di atas karpet, kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Memang, harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor, terdengar dari dalam kamar Laksmi, anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Mama curang. Mama curang," teriak anak-anak tertawa penuh canda."Tentu saja Mama selalu menang, habis Mama enggak kelihatan, sih."Saya intip dari pintu, anak-anak tertawa, berteriak, berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Ini gila. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini keterlaluan. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Saya harus merebut kembali Laksmi.Ketika malam telah hening, ketika anak-anak sudah berada di dunia lain, barangkali, pelan saya masuk. Setelah shalat istikharah, saya berdoa di pojok. Mencoba memusatkan pikiran. Kamar itu temaram, menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Perjanjian baru perlu ditandatangani, dengan keyakinan penuh, dengan kedisiplinan, dengan kesetiaan."Laksmi," bisik saya. "Maafkan saya. Saya telah mengacaukan segalanya. Saya telah merusak rumah tanga kita. Ketika Astri bertanya, apakah saya punya salah padamu, saya sadar, inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi, saya minta maaf. Benar, saya bersalah kepadamu. Di depanmu ini, saya mengakui, saya berselingkuh. Berkali-kali. Secara sadar saya melakukannya. Itu kesalahan besar. Suatu dosa besar. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. Beban pekerjaan terlalu berat. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. Maafkan saya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu, maafkanlah saya. Kembalilah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Kamu tahu, anak-anak sangat membutuhkanmu. Laksmi, mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Mereka sangat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Lebih-lebih saya. Dengan ini saya berjanji, juga bersumpah, saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Kasih kesempatan kepada saya. Laksmi. Kasih kesempatan. Saya paham sekali sekarang, tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Laksmi, engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Engkau suci, Laksmi sedang saya profan."Tangerang, 11 Juni 2002

Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas, Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O, besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya, ya, malam itu kulihat sebilah pisau besar, bentuknya cukup aneh, paduan antara golok dan celurit. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni, pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi, tetapi ujungnya seperti celurit Madura. Penampilannya berkilat-kilat, pancaran ketajamannya.Ini pisau dari Tokyo. Pisau kesayangan Taro, ya, suamiku. Maksudku, Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Lebih baik Taro tidak memasak, bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur...." "O, tapi... ee... pisau itu menakutkan. Eee... maksudku, terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja," selaku, sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa, share-mate-ku (teman serumahku), ketika aku belajar di Benua Kangguru. Ya, aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan, untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Maka, aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Aku memilih Naomi sebagai sharemate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif, lincah, dan pernah berkunjung ke Jakarta, Yogya, dan Bali. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Oya, Naomi juga suka masakan Indonesia, khususnya sate ayam Madura. Malam itu, aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo, untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Nah, you saja yang memotong-motong daging ini, aku yang mengupas rempah-rempahnya. Oke?" kata Naomi, ketika aku mengambil pisau kecil ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html untuk mengupas bawang merah untuk lalap. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging, memangnya kenapa?" tanyaku heran, karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Eee... aku takut sama pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku memang takut. Heehhhh... maafkan aku!" mata Naomi memejam, lalu membalikkan diri ke arah lain, memunggungi pisau yang berkilauan itu. "Naaah... kalau kau takut, mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku, sambil mengikuti arah muka Naomi. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. Tapi, eee... maaf," tiba-tiba ia tertawa, tetapi tawanya sumbang. "Lho... kok tertawa. Katamu.... kau takut, tapi tertawa!" aku ikut tertawa, karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut, tetapi berusaha sok kalem. "Ya, aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu," Naomi masih tertawa, "Lucu, kisahnya! Ya, lucu-lucu seram," sambungnya, sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. "Lucu, kisahnya. Lucu-lucu seram, bagaimana itu?" aku penasaran. "Pisau itu, pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro," Naomi mulai bercerita, "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Maka, ia lalu diasuh Paman Tsuda. Nah, Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya, di pinggiran Tokyo. Taro juga dilatih membuat pisau. Tetapi, ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. Maka, ketika aku berkenalan dengan Taro, ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. Kami pacaran tiga bulan, lalu menikah...." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Nanti dulu. Ceritaku belum sampai ke pisau...," Naomi memintaku bersabar. "Okay. Lalu, bagaimana?" desakku. "Nah, setelah aku jadi istri Taro, aku tinggal bersama Paman Tsuda. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya, untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini, Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. Aku menolak, karena aku merasa tidak memerlukannya. Yang memerlukan pisau itu Taro, karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Tapi, Paman Tsuda mendesakku. Katanya, pisau itu bisa kujadikan senjata...." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "Ini dia yang lucu. Tapi, lucu yang sekaligus seram," Naomi menggeleng-geleng, "E... sungguh menyeramkan. Kata Paman Tsuda, pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro, kalau Taro menyeleweng...." "Heehhh... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. "Ya, kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga...," jelas Naomi. "Apa Taro... ee... maaf, suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. "Kok sampai pamannya bilang begitu..." "No, no... Taro bukan laki-laki tipe itu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu, dia sangat mencintaiku, suka membangga-banggakanku...." "Ya, ya, jelas, karena kau cantik dan pintar...," komentarku. "Ya, mungkin," Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. "Sayangnya, ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...! Ya, dia punya kelainan. Itu, yang kubenci... itu yang kutakuti. Maka, sering terlintas dalam benakku, aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Atau, paling tidak ...jauh darinya, agar aku bebas dari...." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ohhh, Naomi!" desisku dengan bingung, karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Maka, aku senang, ketika Taro mengirimku belajar kemari ya... di Australia ini. Jadi, aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sampai tiga kali, maka tubuhku hancur, babak belur. Pangkal pahaku, perutku, leherku, dan payudaraku akan biru-biru lebam. Aku biasanya jadi malas keluar rumah, Selain sakit, aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya, payudaraku juga nyeri, apalagi lubang vaginaku... seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. "Sampai begitu? Ohhh... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro, suami Naomi. "Makanya, aku sebetulnya tidak happy, kalau suamiku nyusul aku kemari," suara Naomi tiba-tiba merendah, seperti berbisik. "Lho, tapi, bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang, dia mau melamar jadi PiAr- permanent resident di sini, bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku, sebelum ia jadi share-mate-ku. "Ya, mau dia memang begitu. Dia ingin tinggal di Australia, karena ingin menginjak tanah. Maksudku, ia ingin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Maklum, hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. Maksudku, hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter, untuk keperluan segalanya. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen...," Naomi memandangiku, sebagai penegasan, "Makanya, bagi Taro, tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi, kapan dia kemari?" aku ingin tahu. "Ya, tiga bulan lagi, setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini...." "Oh... indah sekali. Kalian bakal menemukan surga di Australia. Orang Jepang uangnya banyak. Kulihat, banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini...." "O... tidak semua orang Jepang begitu," Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. "Walau Taro sudah manager, tetapi gajinya tidak besar. Jadi, ya... kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa...," Naomi merendah. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini," seruku, karena kuliah Naomi, yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "Mudah-mudahan," mata Naomi sedikit berbinar. "Yuk, sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Bukan main, pisaunya tajam sekali. Maka, Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya, agar tanganku tidak teriris olehnya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi, Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo, untuk memotong bahanbahan yang dimasaknya. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu, saat memotong apa saja: dari bawang putih, seledri, daun bawang, hingga ikan dan daging yang diolahnya. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Karena, aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Sejak ada Taro, aku memang sering tukar-menukar makanan. Sebelum Taro datang, Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi, kalau ia memasak, artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia, Naomi tidak pernah ke dapur. Jadi, pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Aku juga tidak memegangnya, karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta, untuk mengupas bumbu-bumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo, dengan alasan, lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

membabat ilalang dan rumput ya tidak apa-apa.." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. barangkali. ia ingin mengeluh kepadaku..processtext. kami dituntut banyak membaca. barangkali ada meeting-kerja grup. "Taro.. Terus. Aku tahu. Aku kan juga pernah belajar komputerIT..30. dan pulang ke rumah pukul 21. ya. "Taro. Memang sih. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku.." Taro memandangiku dengan mata kosong.! Tapi. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus.processtext.00 dan wajahnya ceria. yang ambil ilmu sosial ya. untuk makan malamnya bersama Naomi. aku ABC Amber LIT Converter http://www. Diam-diam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. Taro. Maka ia lalu kuhibur sebisaku. bikin program yang aneh-aneh dan rumit. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. Maklum. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" "Tergantung fakultasnya. Meskipun demikian... merancang program juga bisa di rumah. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. tidak sampai malam kalau belajar bersama. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. "Bila aku berpisah denganmu. untuk kenang-kenangan. di kampus. betapa tampannya Ferdinand.html . Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm.. Bersikap tenang. suaranya berat dan patah-patah. Kuperhatikan. Naomi belum pulang?" tanyaku.. Terus terang. Seperti biasanya juga. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan." "Ya. Aku jadi ingat.com/abclit. pisau ini akan kuberikan padamu. kupikir. Pikirku.. teman sekelasnya. selalu pulang terlambat." "Ah. "Ya.. otodidak. ke apartemen kampus Blok A. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut. Jam telah menunjukkan pukul 21. Maka dapat dibayangkan. yang menggandeng Naomi. tentu bukan bandingan Ferdinand. "Tapi. Hari berikutnya. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Padahal biasanya." sahut Taro dengan sikap tenang. ada meeting. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh.. Atau. ia menanyakan keadaanku. Kalau aku. Di balik tawaku. tetapi ditahannya. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. Naomi pulang terlambat lagi. kupikir. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung.com/abclit. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. Tapi.." sahut Taro. terlambat lagi. suka memukul dan menggigit pasangannya... jangan takut. "Ya. begitu?" Aku diam saja..ABC Amber LIT Converter http://www. nama sebenarnya Ferdinand. Iya. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol.. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. Ferdinand memang tinggal di Blok A.." tuturku. student IT memang banyak tugas. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. Naomi.. Sampai di rumah. Setahuku. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. jadi selama ini. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika.html tajam dari pisauku.00. Begitu. kalau memasak pukul 18. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. Seperti biasanya. Naomi dan Ferdinand naik lift. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. Maka. "Taro. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. kan. Naomi belum pulang. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh.

! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku.. Tapi. Aku mengenali rambut itu.. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. tapi membuatku terkejut.processtext. "Malam ini Naomi tidak pulang. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian... Dan. menuju ke kamarku..." kata Taro. Atau. Naomi ke Blok A.com/abclit... sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. Aku mengundangmu makan malam. Bisa ditebak... Ohhh. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. mataku berkunang-kunang. Aku tidak mau dan memang tidak bisa memenuhi ajakannya. Taro?" tanyaku spontan. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. perutku mual...html menjawab: fine." kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan.com/abclit. "Jangan masuk ke kamar dulu. Pisau jagal. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. lalu lupa segalanya. sebelum polisi menangkapku. dengan suara tenang. thank you! "Ohhh. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. Taro tidak menjawab. Lalu.." sambungnya.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www... makan malam bersamaku. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. rambut Naomi.! Kenanganku di Gold Coast. "Mari.!" sahut Taro. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng. Lalu. karena kepalaku tiba-tiba pusing. ke kamar Ferdinand. "Itu. Edisi 10/06/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Aku buat sushi dan sup sirip ikan. "Apa maksudmu.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas.. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. Ia berkata.html . apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai Naomi-Ferdinand. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini.. very good! Very good!" Taro menanggapiku. nadanya tenang.

Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan.processtext. Dan setiap ia pulang. Aih. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah.Tidak usah khawatir. yang airnya jernih.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas."Buset. Sesuatu sedang terjadi di kota ini.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. Tetapi apa bedanya. airnya jernih.com/abclit. bukan? Dan mimpi buruk. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. jutaan warga dalam waktu cepat. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. Rakyat melakukan doa di atas perahu. Jakarta. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. anakku.Aku membeli koran pagi itu. setelah melihat sumur-sumur itu. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. sering melihat ke sumur-sumur itu. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. dong. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. Dalam sumur itu hidup ikanikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. kualitas itu tidak penting. Airnya jernih. Kota ini selalu ramai dengan berita. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. dan mentega. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Warga kota hanya soal hitungan pajak. dipenuhi dengan sardencis. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh.html SETELAH banjir sebulan yang lalu.processtext. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Orangorang juga lebih banyak tinggal di rumah. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan Depok-Kota. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya.com/abclit. matanya berubah menjadi sumur yang dalam.ABC Amber LIT Converter http://www. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. dan ada ABC Amber LIT Converter http://www. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. juga tentang kematian gubernur.Jilan. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. Harga kurs dan saham. Pohon mangga gatal-gatal. Ada bandar heroin yang tertangkap. bagaimana orang bisa membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. Kampungkampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. kenaikan terigu. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini.html . Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. sosis. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. Kedubes Amerika ditutup. Uang beredar trilyunan dalam sehari. banyak jalan yang berlubang.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. dong. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas.

processtext. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. Semuanya.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumursumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. akan ditembak di tempat. ada. segar.com/abclit. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhluk-makhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta.ABC Amber LIT Converter http://www. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. aku baru bisa merasakan sekarang. Waktu juga berjalan normal. kini.html . ada cabai. Gerak menjadi normal." kata Princess.processtext. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. sayang. Sejak kejadian itu. "Lihat. Darah yang lama. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. bahwa aku hidup!""Lihat. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. aku baru percaya sekarang. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka.Orangorang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. natural. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. dan terasa halus.com/abclit. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. Princess. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. ada tomat.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. tak henti-henti. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. ada wortel. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Masalahnya tidak sederhana. tanaman ada di sini. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini.html ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. aku hidup. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu.. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. lihat. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan ABC Amber LIT Converter http://www.. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. Tangisan yang sedih dan pedih. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Tapi berwarna merah seperti tomat. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun."Kota ini. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. deh. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. karena orang yang berusaha menutupnya. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. Kulit mereka. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. Mereka mendapat pengawalan super ketat. bukan?" teriak mereka..Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. mesinnya seketika mati."Morgen.. Gejala lain kemudian muncul.. "Aduh.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. juga seperti berganti dengan kulit yang baru..

Orang berjalan seperti tarian.processtext. aih. pada setiap air yang kuminum. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. Dan cinta.html .. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. Uang pajak untuk pemerintahan kota.ABC Amber LIT Converter http://www. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. entah siapa yang memulai.com/abclit. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah ABC Amber LIT Converter http://www.SUATU hari." kata Jilan. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. Pohon yang berbuah."Ayah. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. pada setiap udara yang kuhirup. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. Pakaian mereka. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Dan kau tertawa mendengarnya. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu.com/abclit. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini.. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. Pemandangan itu bagiku memilukan. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani.Kalimalang. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah. rumah untuk bercinta. Cinta adalah .Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. 2002 Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala.processtext.html kaku. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu.

meski tetap saja teringat sampai mati . langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. Kenanganku adalah bunyi genta itu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. senyuman yang manis. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. ABC Amber LIT Converter http://www. seperti tidak pernah terjadi. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali.html terlalu menyenangkan. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. Hmm.processtext. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. Semuanya sudah kulupakan. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. daun berguguran. tampak ia baru saja keluar rumah. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. Kereta api itu lewat begitu cepat. sekali. Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. ombak menghempas.com/abclit. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. seperti angan-angan melintas.html . sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. membuat masa lalu tak pernah berlalu. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju.com/abclit. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.

Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. mengikuti bekas jejaknya kembali. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. bukan hanya sedetik sebelumnya. Kemudian ia juga ke luar. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. tidak pernah kukatakan. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa.processtext. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali.com/abclit. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Dunia memutih dan kelabu. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. Bukan di luar daerah itu. lampu-lampu menyala menjelang gelap. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. Dari kejauhan.html .processtext. sepanjang padang. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali." "Aku memang tidak ke mana-mana." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. dan kenanganku akan menjadi lain. dan perempuan itu melihat lewat jendela. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku." Ia mengikutinya. tidak pernah kuapa-apakan. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Perempuan itu berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. berjalan lambat menuju rumah itu. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah.html yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu.ABC Amber LIT Converter http://www. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. Ia mengikuti jejaknya.

Maret 2002. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. memperlakukan dirinya begitu rupa. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.html digenggamnya. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Sayang sekali.processtext. Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas.com/abclit. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. serentak. Durban . dan hanya ada bekas da-rahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela.html .com/abclit. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. dan melang-kah ke padang salju. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai salju-aku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. Aku selalu membayangkan ada bekas-bekas darah di atas salju. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah.processtext. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik ABC Amber LIT Converter http://www. menutupnya kembali. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. dan aku tidak melihatnya membuka pintu.Cape Town. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi.

. Hatihati. siapa tahu. bayang atmosfer bagai menggigil. atau mungkin suatu malam. Dan. satpam . memang mengerikan.. Courier. Dan jika hal itu terjadi. kadang. sering ia bayangkan. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". yang kiri..Dan. ah.karena tertulis dalam bahasa asing . di sebelah sana . Jadi. Dan karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. memang mengerikan. ia membalikkan tubuh. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. membonceng kurir tandem-annya di belakang. Tapi.Kadang. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat.ada kompleks perumahan lain yang. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. begitulah yang tercantum di kartu namanya.ABC Amber LIT Converter http://www. jauhnya . Debu. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. kotak pos-kotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang.ah. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. mungkin tidak. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan.processtext. kenapa satpamsatpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki.. tak putus asa. jauh ke dalam gerbang. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. tinggalkan di sini. tapi pasti.html . Bulat. rampok. Sekilas." Disodorkannya ke hadapan si satpam."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. memastikan satpam mengizinkan. Jika brosur ini ia serahkan.Perlahan. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. mengucapkan terima kasih. Atau. "Hanya brosur. Padahal. Harus waspada. diayunkannya langkah ke kompleks itu. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. Dan di bagian punggung. Atau lebih gila. Sungguh menyenangkan. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. Lembar-lembar promosi. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. sangat sering ini terjadi.. Hmm. menjulang. Berkesan gagah . Tetapi. Biar kami yang memasukkan. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. pastilah satpam ini seoran kidal. Dan atap. terpikir juga olehnya. Di permukaan aspal. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. pejal."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi.""Tetap tidak bisa. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. mencuat bertingkat-tingkat.SEBENARNYA. Bandit.processtext. Siapa tahu ia memang seorang bandit. ia ngangakan tas yang dikepitnya. dan gempal.pikirannya kembali ke tadi. Ditolak satpam.com/abclit. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. mulai melengket. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun ABC Amber LIT Converter http://www.Menghela napas. wajarlah kalau satpamsatpam itu bersikap begitu.com/abclit. berjenjang-jenjang. dirinyalah yang ada di depan. Lebih ia benamkan topi.. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembarlembar promosi ini. memetakan lokasi."Sini!"Tidak. kotak pos. yang menyamar jadi kurir. Disaputnya peluh. Kepul motornya pun tidak. seperti biasa. Panas.html napas. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. Samar-samar tampak pagar tembok. "Lihat. Pak. bajunya. ke sana.

terjepit di sebuah gang. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. Juga tak ada si bos. Mungkin ada sekilometer. Melainkan seperti kata Nina. Dan.harus ia tebarkan ke udara.)Parto bukannya tak menunggunya. Bahkan di sana. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. masih banyak waktu. Kurir. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. sama sekali ranggas.Ya. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya.aduh. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain.html dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. Minahasa. Kotak tembikar. aih.. Dotu.. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. betapa jauh di pinggir kota. di sini. berubah jadi binatang. Kaki Gunung Lokon. tembok tinggi.. buas. dalam mobil. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri.yang rupanya semacam serbuk . alangkah kasihan mereka. Di jalan.. yang ia bisa. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba..HARI ini. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. Jeruji besi.Maka. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. Seraya mengenang kampung. kawat berduri. serigala. sebuah kawasan di pusat kota.ya sekretaris ya personalia ya entah apa.com/abclit. sebenarnya. di atas motorlah ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.Dibacanya alamat paket. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. Seperti ini. badak. (Si bos. Tak ada lagi siapa-siapa. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. Bahkan jarak masing-masing perumahan. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. memang berhalangan. nenek moyangnya.Kembali. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi.Kampung yang jauh nun di luar pulau.. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. Penduduk daerah bersangkutan. kelas kaki. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. sebenarnya. Ah. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. tak ada Parto yang menunggunya.Kadang. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. Noon express. adalah juga seorang kurir. itu seperti paket. disaputnya peluh. ia gembiragembirakan diri.processtext. ia muncul di kantor agak terlambat. Bukan brosur. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu.. ular. lihatlah rumah mereka. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto.html . Bukan lembaran lepas promosi. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. ah. terjadilah hal yang mencengangkan. Ah. Dan binatang? Ah! Harimau. Kapak Merah. macet. itu seperti kurir. Isi kotak . yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. luput dari kebisingan.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. tak berhati nurani seperti binatang. Hanya itu yang ia dapat..Sesuatu yang lebih berharga. dadanya berdebar.. kerbau. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat..meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. kerontang. ia senang bagian itu. Mungkin lebih. jadi courier..com/abclit. tapi kurus. di perempatan . Memang alangkah jauh. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. Pagi tadi.processtext. seorang lelaki 40-an dengan van tua.Hamparan hijau. Minahasa. ia ingat kampung. Hmm. "Pak Ogah". Menggantikan Parto .. buaya. pemerasan. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. macet yang panjang..

dihidupkannya motor. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. Bengis. "Badak!" Satpam lain menimpal. tapi tak bertemu. Berpagar tembok.TETAPI.html ia kini. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam.com/abclit. sendiri. seperti pernah dibayangkannya.. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. Diperhatikannya lebih cermat. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). ini hari bahagia.. dalam. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran.Dihelanya napas. Mungkin bukan satu angka.ia datangi. rumah itu tampak lebih suram. Bahagia. tetap tidak. Dilihat penampilannya ketika siang. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.Sungguh alangkah lelah. berarsitektur gaya Belanda. pos penjaga. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. jeruji. meski lampu bernyalaan di mana-mana. ke rumah berarsitektur Belanda itu. Mulai ada rasa cemas. Ini jugakah yang menyebabkan senja. Beratusan 9. Lagi pula. ia menyelip. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. Terdengar teriakan. betapa mengasyikkan. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda itu. sesial-sialnya. Di sini juga.Sebenarnya. Sebuah rumah besar. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Seluruh detik mestinya berharga. Tetapi. terhenyak. ada ketertusukan dalam dada. Dan satu lagi. bukan 9. Sudah lewat pukul 12. Betapa ia sangat gembira. ia cek. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. Ternyata juga tidak. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 .Di matanya. wajah kedua satpam itu berubah. ke supir yang meneriakinya. Melainkan hari sial. Siapa tahu.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. Salah alamat yang aneh. Ia memarkir motor.. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. Ia tahu hari telah senja. Maka. noon express)!Putus asa. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. Salah alamat. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu.. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. Tetap juga tidak. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. tapi 4. Fisik. megah. Itu sepele. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail.Ternyata bukan hari bahagia.ABC Amber LIT Converter http://www. ia kembali ke alamat semula. satpam itu mengernyitkan dahi. tapi lalu ia lupakan. Tembok pejal. Menyelip. Dan akhirnya. Dibanding yang lain.processtext. mestinya kini lebih menonjol. Ah. senja. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. tetapi seseorang lain di rumah itu. yang nanti tentu marah atau kecewa. bukan hanya itu. Ganjil. Sungguh memang sial. Sudah biasa. begitu katanya. Alamatnya betul. Dan dua orang satpam. Seraya tancap gas. badak. Ataukah. Apa?Ada yang berubah. Babi. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah.processtext. Sedetik.com/abclit.. banyak sekali. Tapi. Ah. ABC Amber LIT Converter http://www. Psikis.. Jalan raya dan kecepatan. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Dan tak lupa. Pos satpam! Pos satpam. kerbau. Menyalip. sekelebat.html . pagar tinggi. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi.. Lagi. membayang wajah si bos. dalam satu hari ini saja. Mungkin 8.

Disodorkannya tanda terima. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. Tetapi.. Dipacunya motor. badak. Binatang? Ah! harimau. Terengah. paket itu. Sembilan ratus tahun. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai.. lalu berjalan menuju teras. bergumam. mengulang. Kencang. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu.. buaya. mendahului. Maaf. tak bercanda. Tak yakin. Ah... Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. Oh!Dihentikannya motor. Jadi ia bebas..""Ya. Lelaki itu seperti tahu keheranannya.""Noon express.. berkumis dan berjenggot tebal. Dan. Sejak pagi saya mencari. tinggi.. Pengemudinya. Pos satpam itu lenyap! Dan. harimau. yang kini rendah saja... bukan pula hanya pagar yang berubah. manusia yang tak bisa diselamatkan.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. Andalah orangnya.Sedetik. serbuk itu. sosoknya begitu besar. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. Sembilan ratus tahun! Kiranya. Bengkak! Dipacunya motor. tak berhenti nurani. Adakah rumah yang bisa disetel.. Tapi.Ternyata. Dotu. saat itulah ia tiba-tiba terkejut. metromini. seekor babi! Diamatinya angkot.html . telah membuatnya sangat lega. lelaki itu tak berkelakar.com/abclit. Barulah ia sadar. Pengendara motor yang melintas di depannya. ia mendengarnya..processtext. saya tahu. Telah lama saya menunggu. buas. serigala.. Begitu tubuhnya ada di teras. orangorang kejam.. para pejalan kaki. "Sembilan ratus tahun.. serigala. singa. tapi ia tak begitu ingat. muncul bagai menyambut...html Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. "Paket.Dibelokkannya motor.com/abclit.. Dimatikannya mesin. Ada yang lain . ia tak perlu mengebel atau mengetuk. ternyata juga adalah para binatang. Diparkirnya motor. Toar Lumimuut.ABC Amber LIT Converter http://www... sesosok lelaki besar. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. "Sembilan ratus tahun. seekor badak!Ia terlongong. Lelaki tinggi besar itu menandatangani.. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. ia tertegun. Dan penumpangnya: Orangutan. jelas sekali ia lihat si pengemudi. Hari yang tiba-tiba panjang ini. saya menunggu. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. saya tahu. ke dalam pagar."Walau telah tak peduli. Agustus 2002 Cermin Pasir ABC Amber LIT Converter http://www.""Ya. mungkinkah? Paket. kerbau. astaga! Benar. Kotak tembikar. Memang tak ada. sudah tak ada..processtext.mungkin juga arsitekturnya. kera. tapi. sedemikian rupa. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain.. Ia bingung. *Payakumbuh. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu.Mendadak. Takjub. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu.. ular.

Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. Kami tak akan menari. pasir. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. Dan. Kami cuma berkumpul di gereja dan mensyukuri panen. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. adalah kedahsyatan yang indah2. Kadang-kadang ketika gerimis mendera.ABC Amber LIT Converter http://www. berlubang. dan puluhan perempuan. Tetapi.Kiai Petruk. tetapi sebenarnya aku penari.com/abclit. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. saya akan berhenti.processtext. serupa mambang.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. Tak perlu berbelitbelit. kau tahu. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk.Lihatlah. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.” penambang sepuh mendesah lagi. Maka.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa.html Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku.””Malam nanti kami hanya slametan. Ya. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. koral.Baiklah. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. Batu. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. Izinkan saya berlatih barang sejenak. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit.Tentang Romo Sentanu: ah. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.”Mungkin hujan akan segera turun.html . dia hanyalah pastor desa. atau sama sekali hilang. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular.com/abclit. berhentilah menggoda kami.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. Selalu ada yang tak kembali. Romo Sentanu.Dan.Sejenak sunyi. Keheningan sehabis hujan. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang ABC Amber LIT Converter http://www. menyebut nama Kiai Petruk. Namun. Kalau marah.”Aku punya firasat buruk. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat.processtext. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pasir dengan penduduk. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dan, salah satu tugasku ke desa ini, kau tahu, adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan, desah manja wanita sehabis senja, dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa, aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam, teman-temanku yang tak banyak cakap itu, membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit, memaku kedua telapak tangan, dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dan, selalu pada saat dia mengerang kesakitan, aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.Jadi, dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.Ah, kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu, koral, lumut, dan keheningan desa ini. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata, ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Ya, di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel, tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Dan kalau sudah mendalang, Ayat bisa berubah menjadi dewa. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Suatu hari ketika dia bilang, ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Ayat juga mahir menari. Melihat Ayat menari, orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar, awan panas, dan hujan batu yang tak kunjung henti. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian, pertikaian, dan kebencian.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dia, aku dengar dari para penari lain, gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Ibarat Samson, dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Maka, baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari.Lihatlah, bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa, aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.”Mungkin hujan akan segera turun, mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Dan, aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan, Ayat akan bilang, ”Mangga Den Ayu, Putri ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Keratonku, mari menari bersamaku.”Ya, dia boleh bilang begitu. ”Tetapi, aku datang untuk menggodamu, meruntuhkan, dan meluluhlantakkanmu.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg, segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos, puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat, Romo. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun,” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Ya, biarkan dia menari dan jadi pesinden saya, Romo,” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Tak ada jawaban. Dan, ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa, ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung, Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini, Romo. Biarkan dia menari bersama saya,” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Belum ada jawaban. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan, di luar dugaan Ayat, Romo Sentanu meninggalkan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja, bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil, Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Dan, malam itu di antara ratusan obor yang diacung-acungkan ke langit, di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih, Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.”Gusti, firmanMu akan jadi kasunyatan”, Romo Sentanu mendesah.Ya. Dan, Aku tahu siapa yang akan jadi korban.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos, Gusti.”Ya. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Setelah itu, lambungmu akan dihujami puluhan peluru.”Mengapa harus saya, Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O, bukan hanya kau, Sentanu. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Kadang-kadang saat gerimis mendera, binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. KadangABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tetapi, tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk, berlubang, atau sama sekali hilang.Dan, truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam, kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Batu, koral, pasir, dan puluhan perempuan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.Dan, malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Sebagaimana aku, (o, kau tahu namaku Nagreg bukan?), mereka telah menghirup udara, cahaya, tradisi, kebodohan-kebodohan, tarian-tarian aneh, mitologi Kiai Petruk, wedhus gembel yang prek kethek, dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Maka, mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Di tengah kegelapan malam, mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengah-tengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk, membabat kaki, kepala, atau menembak lambung tanpa suara.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Sebab, mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Sebab, mereka tak pernah bersengketa dengan orangorang miskin itu. Tetapi, bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun— mahir menjadi bunglon, pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi, jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Baiklah, sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Namun, setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung, kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi, mereka juga akan menghabisiku. Tak boleh ada saksi. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini, di keriuhan segala bunyi, obor, cahaya mata Romo Sentanu, dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas, lelehan lahar di Puncak Merapi, dan jerit tangis dalam tari, aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Ah, haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Hanya jerit gamelan. Hanya jerit kesakitan. * Semarang, 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata dalam Cikar Bobrok. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin, dalang dari Desa Tutup Ngisor, saat memainkan lakon Kunjarakarna. 4) Trisik, mangenjali, ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas, Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai, juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Sebab begitulah pada dasarnya manusia, salah seorang bisa menggantikan yang lain, tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain, untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu, tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel, punya daya ingat tinggi, renyah, hangat, dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca, tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Kutemui ia dalam diam yang cukup, tidak bawel, serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.Tapi, kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan, sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan, ia memesan apa-apa yang aku pesan. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku, mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Aku memesan daging berlemak, mereka, perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku, memesan sayur-mayur. Aku memesan teh hangat, mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Berbeda dengan perempuan yang satu ini, ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Bahkan, ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari, ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja, walau pada saat-saat tertentu, kami masih saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Berbicara tentang sepak bola, merokok bersama sambil menonton acara televisi, berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam, berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi, rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Kamar mandi kotor, cucian menggunung, dapur berantak-an, ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.Tapi, aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Dia juga. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi, ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa, tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat.Tapi ingatan-ingatanku atasnya, pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Tangis yang tidak lagi biasa, tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi, bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan, aku tidak menyesal menangis, aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri, bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku.Tapi, aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benar-benar mencintainya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting, tapi tiga hal ini penting bagiku. Pertama, apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua, apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga, apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Meninggalkan? Ah, mungkin itu bukan kata yang tepat. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat, tapi begini, aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Beri maklumlah pada diriku. Aku seorang selebriti terkenal, muda, cantik, di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi, laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau, empat lima tahun yang lalu, ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Bahwa, ia mengagumi kecantikanku, aku bisa merasakannya, itu pun dengan samar, tidak seperti orang lain. Tapi di hadapannya, segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya, bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Ia hanya memberiku tempat, tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja, dalam acara apa saja. Dan ia hadir, tanpa wajah yang menunggu kedatanganku, menunggu kemunculanku. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Laki-laki itu tidak seharusnya begitu, sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh, maka aku harus bersiap, aku membutuhkannya. Tapi sejujurnya, perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Semua kusimpan dengan rapi, bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu, aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Lalu kami saling berbicara. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya, mendengar suaranya, bersitatap ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. Diciptakannya dalam dada. rasa bahagia. lalu aku me-nangis lagi. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. Tentu kami juga bercinta.ABC Amber LIT Converter http://www.Kami semakin akrab.com/abclit. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Ia merasakannya dengan biasa. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. Semua dicabutnya. dan terima kasih. Tak ada kekagetan. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus — bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Sendirian di kamarku yang menyimpan hampir seluruh bayangannya.processtext.com/abclit. Aku harus memaksanya untuk duduk. keyakinan yang sempurna. telah benar-benar kehilangan dia. Saat yang sangat tepat. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang.Hingga suatu saat.Serangan balik yang maha dahsyat. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. otakku ikut terbakar. dan segalanya menjadi tidak terkendali. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. semua ditinggalkan berlubang. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. setengah melenyap. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu.html dengannya. air. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. Ruang berganti warna merah dan hitam. menjerit. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. Tapi benar kata orang.Ia seorang aktris. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum.Aku bangkit minum air dingin sebanyakbanyaknya. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara.Maaf. menyalakan ABC Amber LIT Converter http://www. Aku meraung. Kupandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya.Lalu kuputuskan untuk pergi. cinta saja tidak cukup. maka aku memang harus pergi. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. Aku menangis. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. Bukan. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. sangat tahu. Benar-benar menangis. Seakan ikut menahan beban yang menimpa—awas. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. Aku sangat tahu.html .Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya.Aku sangat mencintainya. Lalu aku duduk.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. Begitu kulakukan saban waktu. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. napasku seperti terbakar. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping bendabenda. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa.processtext. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Tapi aku tahu. Menggenggam gelas minum erat-erat. aku pada banyak hal bukan orang hebat. rapuh. Dadaku sesak dan panas. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. Ruang-ruang ragu dimampatkan. dan makanan.

*** Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang.com/abclit. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. dan menangis. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. dan nonton sepak bola. sebab jika melihat kenyataannya. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. aku pasti akan larut. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. Hal-hal yang menurutku tidak kusukai.Tubuhku demam. merokok. Edisi 08/11/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. ruang-ruang yang berantakan. Aku harus berpikir dengan tenang. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya.Tapi sekarang aku nyaris gila. sebab aku tidak mau sakit hati. Tubuhku dibakar cemburu. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. Sebab sore tadi.processtext. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. tak mau peduli. Tangisan yang sewajarnya. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Bahkan.html rokok. dan ia pergi meninggalkanku. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya.html . Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. Tak peduli. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Lalu aku teringat dia malam ini. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku.processtext.com/abclit. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi.

malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. Yang jelas.processtext.html .MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. anaknya. pastilah itu Mayumi. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. Akan tetapi. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. saya segera mengatakan bahwa malam ini. Usaha saya berhasil. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu.html SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. karena saya sendiri masih belum tidur. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. saya tak tahu pasti. tapi menurut saya ini hal biasa. tetangga saya. Ah. meskipun telah ngantuk sekali. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. segera saya membukakan pintu. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. Begitulah. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. gundah. Ia berdiri saja seperti orang linglung. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Akan tetapi. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. Meskipun demikian. ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang.com/abclit. sementara saya segera menutupkan pintu. Entah gelisah.processtext. Akan tetapi malam ini. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi.com/abclit. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. yang jadi hambar.

mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja.com/abclit.saya. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini.processtext. Bedanya. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm.. Sering kami ngobrol berdua. penuh KKN. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. meskipun dengan sikap ragu-ragu.. jika ia meninggalkan ayahnya. sayang. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan kata-katanya. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti.""Saya betah tinggal di negeri ini. sehingga meskipun saya meninggalkannya. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja.html . saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai.. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya .. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka."Ya. Atas pertanyaan saya. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar.com/abclit. suatu kali.. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya.. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. masih ada yang menemani ibu. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini.. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu saat saya kembali ke negeri saya. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri ABC Amber LIT Converter http://www. Ia lalu melanjutkan.ABC Amber LIT Converter http://www."Ya.processtext. Telah beberapa lama. Nakamura-san. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. Sedangkan Mayumi.html saya dan Nakamura..

terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Setelah itu. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. Akan tetapi. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. Melalui telepon.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. Dua kidung malam mengalun bersamaan.html karena ayahnya adalah anak tunggal.processtext. Mungkin juga saya linglung. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. ***Tokyo.html . Kami tetap bergaul seperti biasa.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. paman saya.Menyadari kenyataan itu. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. Haji Mahmud Soeharto.processtext. Pendeknya. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Meskipun demikian. Menyadari saya diam saja. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen ABC Amber LIT Converter http://www. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib.com/abclit. Lagunya pedih mengiris-iris. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Aneh benar. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. Tanpa menunggu jawaban saya. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saat-saat terakhirnya. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana.com/abclit. ia lantas mengatakan. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung.

”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya.””Ada apa. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek. tidak semahal di Jakarta. Jalan Kaliurang Km 6. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Takhyul.60 Yogyakarta. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. Sesaat.ABC Amber LIT Converter http://www. Bu. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan.com/abclit. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. Seumur-umur.” kata seorang rekan Pak Jek. itu hanya omong kosong. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun.processtext. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu.processtext. satu tahun menjelang pensiun.” ”Bapak sudah tiba.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan. ”Nah.”Betul.html Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. lalu menutup pembicaraan. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti.com/abclit.”Dari Bapak.30.”Pak Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. Harga barang kebutuhan.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa.Namun.html . Selama dibangun. itu telepon dari Bapak. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. Mitos.Itulah sebabnya. Itu ABC Amber LIT Converter http://www.” ”Tolong diangkat teleponnya. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. terutama makanan. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito.

html . Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. mereka bisa beli. dan mulai tinggal di situ.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula ABC Amber LIT Converter http://www. Pokoknya. Rumahmu ‘kan di Semarang. ibumu tidak suka. kita tentu bertanya.”Makin luas tanahnya. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. makin banyak sampahnya. Cuma sekali kok dalam hidup saya. Masih banyak pepohonan hijau. Pokoknya. Makin capek menyapunya.”Lalu. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. Mengapa tidak memilih Bantul. dengan bangunan 60 meter persegi.” lanjut Pak Jek.”Mbok. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. ”Semacam surprise-lah. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. Pak Jek juga punya pendirian. Berapa pun harga tanah.html pun hanya sekali seminggu. Sentolo. tentu makin repot pemeliharaannya. menantu Bapak. Padahal. padahal mereka belum tentu suka.”Aku hanya berdua dengan istri. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. Prambanan. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Termasuk sampah dari luar negeri. Di hotel ‘kan ada AC-nya.processtext. makin lama memotongnya. Pasti mereka beli. di rumah Bapak kan tidak ada AC.. kamu dan keluargamu kembali ke hotel.”Lho. betul-betul rumah baru bagi saya.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. yang mengharuskan itu siapa toh. Pak?””Ah. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana.com/abclit.”Namun. Nak?””Lagi pula.ABC Amber LIT Converter http://www. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. Lagi pula. termasuk biayanya.”Biar ada kejutan.”Tapi tak apa. Makin banyak kebutuhan listriknya.” kata anaknya yang di Semarang. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter. Makin banyak tanamannya. Makin luas pagarnya. atau bahkan 1. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi.” kata Pak Jek memberi alasan. aku dan istriku makin renta. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. Prambanan. memasukinya.000 meter. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. atau 1. yang lebih besaran Pak rumahnya. Enak.. Keraton Yogya.. tentu makin banyak ruangannya. itu soal gampang. makin banyak segala-galanya. cukuplah 60 meter persegi. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. Magelang. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang.com/abclit. Jadi. atau setelah keliling ke Borobudur.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. Di Yogya kan banyak hotel. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan.200 meter. kan? Lagi pula. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah satu hotel di Yogya? Lagi pula.processtext. bukannya anak Bapak. Parangtritis. Belum terpolusi udaranya. Pak. apa pun mereka bisa beli.. hari Sabtu atau hari Minggu. Jadi. lebih dekat ke Malioboro. Gunungkidul. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga.”Menurut Pak Jek.””Lho. Makin banyak rumputnya. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti.”Kayak rumah BTN saja. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki.

bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.00 pagi. tak usah ada acara penyerahan kado kepada saya.html perusahaan. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita. Lagi pula. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi. Pak Jek menepati janjinya.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. seorang direktur perusahaan MNC. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. bagaimana mungkin. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.” ujar Pak Jek dengan kalem. Pukul 07.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisikbisik di kalangan karyawan.”Nanti kapan. Namun.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. di Gambir. sudah jauh-jauh hari.processtext. ah. lalu.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini. tidak bisa muat banyak ABC Amber LIT Converter http://www. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.”Pada acara di Gambir. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. Santai saja.”Para karyawan pun manggut-manggut.html .processtext. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu.com/abclit. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja.”Kalau begitu. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe. Entah pertanda mengerti. Sekarang.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. Jadi.. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. Mereka tahu. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja.. Pak?””Mungkin saja.. ia memberi penjelasan berikut.”Ya.Oleh karena itu. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. Lagi pula. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.””Lho.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. dan juga atas biaya sendiri. Oleh karena itu. Pak. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. Sekali berkata A.””Bagaimana mungkin santai. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal..””Makanan di kereta ’kan tidak enak. kok. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Jadi.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir.

Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. Pak Jek langsung pulas.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan.”Pak. Stasiun Cirebon. Atau selera petinggi kereta api. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Pak Jek juga bisa terlena. Secuil nasi putih. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja.”Hati-hati copet. tusuk gigi. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. Tak usah dijemput.”Beberapa detik kemudian. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket.Beberapa saat kemudian. Terima kasih. Pak. termasuk kado dari kalian. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. Ada yang menyalami dengan dua tangan.Pak Jek memang gampang tertidur.processtext. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. Pak Jek juga tidak tahu.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. Ada yang memeluk Pak Jek. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. dari mikrofon terdengar pengumuman. Barangkali alokasi dana untuk makanan para penumpang memang terbatas. dan kuli angkut. di mana saja. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. jika ditinggal sendirian. Begitu bertemu dengan bantal. Pak Jek ingin.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat.” ujar seseorang. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Lalu.” kata pramugari.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. pengantar. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Bertemu sofa empuk.processtext. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang ABC Amber LIT Converter http://www. dan Stasiun Purwokerto. Bandung. Pak Jek tidak mau ambil pusing.com/abclit. makan siang Pak. menunggu di rumah baru. khususnya Jogja Ekspres. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. Pak Jek tidak mengorok. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. nomor 6B. Namun. masih kosong.Pak Jek membuka mata.html . Sepotong paha ayam goreng yang keras. ia gampang terlelap.00. Semarang. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun.”Secara bergiliran. Menurut Pak Jek. Kursi di sebelahnya.html barang.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. Ada yang hanya memegang kedua bahunya.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita.00. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. Tiba di Tugu pukul 16. dan sepotong tisu. Ada pula sendok garpu. Bagusnya. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08.com/abclit. Di rumah pun selalu begitu. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Siapa tahu. Namun. Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. Kapan saja.

Bangun. Pak.”Napasnya kok tidak terasa lagi.””Bisa saya bantu.”Pak sudah sampai Yogya.html .”Karena tak bereaksi sedikit pun. Stasiun Kutoarjo.”Tukang sapu kedua coba membangunkan.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain. penumpang itu tetap saja tak mau bangun. Bu.Setelah dicoba berulang kali. Pak. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto.””Mari Bu saya bantu.Lantas.com/abclit..Laki-laki itu tak juga bangun.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan. Lalu tiba pada kesimpulan. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan. tangannya sudah dingin ’gitu kok.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6.Namun.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta..processtext... Bantal menutupi mukanya.”Sudah sampai. Boleh jadi. dan Stasiun Sentolo. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu.””Jangan-jangan sakit jantung.””Barangnya saya bawa. Siapa nyana. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu.”Coba kamu yang bangunkan.html kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.””Angkat barang.”Lha.com/abclit. Anak-anak pun mulai ribut. Pak.. bangun.”Para penumpang yang terhormat. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek.”Jakarta. Tinggal beberapa kilometer lagi..processtext. Stasiun Kebumen. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh lakilaki berusia 60 tahun itu. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi.””Jangan-jangan sudah seda. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain. Jangan sampai ada yang ketinggalan.””Kopernya saya bawa. Bu.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. Pak.”Pak. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.”Keasyikan mungkin tidurnya. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.. Bereaksi sedikit pun tidak.Tak ada respons. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).”Barangnya.Karena tak bereaksi juga.Sambil meluncur ke arah timur. Berarti Yogya sudah hampir tiba. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya.

Luka yang begitu dalam. Atau mengapa Adjani bisa terluka. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. sungai ke sungai. Pipinya merah terbakar matahari. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. Adjani bersimbah peluh. siaran berita televisi.com/abclit. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya.processtext. Edisi 07/28/2002 ASMORO. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. Mereka hanya tahu Adjani luka.ABC Amber LIT Converter http://www.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. Maka. Waktu ia menyeberang jalan. laut ke laut dan benua ke benua. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Adjani menahan luka.html . Tetapi. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak.Adjani bersimbah peluh. Semua tidak berani bergerak. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. langsung terbelah dua. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. rumah ke rumah.processtext.Ketika Adjani berlari.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. siaran radio. Adjani bersimbah peluh. talk show. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Para fotografer. majalah-majalah. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. motor. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Tembok tinggi merendah. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. kuli tinta.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. waktu kita hampir habis. Sungai terbelah. ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan bajaj. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Luka yang begitu perih. Bahkan. Semua menahan napas.com/abclit. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. Luka dari segala maha luka. Tetapi. Ruangan itu begitu sunyi. Pelupuk matanya merapat. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. mobil-mobil langsung berhenti. pada setiap headline koran-koran.

menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. sementara ketukan itu terus membahana. Asmoro mabuk kepayang." bisik angin. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. Menyerang segenap jiwa Asmoro.processtext. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. Awalnya ia tidak mempedulikan.com/abclit. Ia tidak dapat berhenti menulis. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan.com/abclit. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Di sela-sela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. tidak ada apa-apa di sana.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga.html .Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Tetapi. Tetapi. Tetapi. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. Irama musik sendu mendayu-dayu. lalu makin lama ABC Amber LIT Converter http://www. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. Mendadak perut Asmoro keroncongan. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. ia berada di lantai ketujuh. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. "Adjani bersimbah peluh. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. Derap kaki Adjani yang teratur. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. Asmoro hanya mau menulis. kumbang. Kadang sedap malam. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu.html semua memuat. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show.ABC Amber LIT Converter http://www. Kadang mawar.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. dan burung-burung gereja. Di tengah-tengah rasa putus asa. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. ketukan itu tidak juga berhenti. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. menceritakan dan membahas Adjani. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. kecuali Adjani bersimbah peluh. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. Pesawat televisi yang panas. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. Dan semakin ia menulis. Barulah Asmoro sadar. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan.ADJANI bersimbah peluh. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. walaupun terkesan tidak memaksa.processtext. Adjani yang bersimbah peluh. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Kadang lili. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Kadang melati. Tetapi.

"Antarkan saya kepada aroma segar ini. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh."ASMORO. Semua orang keluar dari rumah. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan ABC Amber LIT Converter http://www... Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. ikan pari. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh lakilaki. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. hanya untuk menyaksikan Adjani. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Asmoro tahu. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri.. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai. Asmara. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. Dan ia pun sangat tahu. Dari sinar kemerahan itu. gedung perkantoran. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Lampu-lampu lalu lintas tidak bekerja. Suara lembut denting piano tunggal. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. Asmara. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. Jalanan macet total.Adjani bersimbah peluh. lama kelamaan makin tajam.com/abclit. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. Peluh itu tidak hanya asin. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti.html semakin jelas tertangkap pendengaran.processtext. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. terus berlari di bawah samudera. Ada gurita. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. Seorang reporter meliput. Namun. paus. Dan bau wangi yang samar-samar.Adjani bersimbah peluh.. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. Asmoro tidak bisa berhenti menulis." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. Adjani tahu. Suara orkestra semakin keras. "Bintang jatuh.. Bulan bersinar temaram. sebentar lagi tulisannya selesai.processtext. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan.html . Asmoro menunggu Adjani. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang.Adjani bersimbah peluh. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. restoran.com/abclit. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. waktu kita hampir habis. ia tidak akan berhenti. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambar-gambar Adjani yang pernah disiarkan. Aktivitas di kota itu lumpuh. Dengus napasnya semakin dekat.. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerah-merahan tertimpa matahari senja. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Adjani hanya bergumam.

Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro.html kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi.ABC Amber LIT Converter http://www. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu.com/abclit. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov ABC Amber LIT Converter http://www. satu suara. yaitu Adjani. waktu kita hampir habis.html .. jadi mereka bisa berciuman sambil berlari. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya. Pelupuk matanya merapat.Adjani bersimbah peluh.processtext.com/abclit.Jakarta. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. Dihirupnya dalam-dalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya. Adjani bersimbah peluh.Di kota itu. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. satu tema di seluruh dunia. 21 April 2002. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik.. Tidak ada yang berani meliput. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. Atau jangan-jangan orang kaya itu. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. Atau orang kaya. Tidak ada yang berani bertanya.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet..processtext. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. Asmoro tidak dapat berhenti. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. Adjani bersimbah peluh. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama.Asmoro bersimbah peluh. ASMORO. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Adjani menahan luka. Segala asumsi pun merebak.

Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. lima tahun yang lalu. bermantel lusuh.""Tapi.. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling..Sementara itu. dikelilingi hutan. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. Panikov hanya menjawab. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama."Hey. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini.html . cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. kota yang sudah dua kali berganti nama. Lalu ia angkat bicara. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah". yang sebagian besar bekerja sebagai petani. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. yang ia kenal selama tiga puluh tahun. dengan maksud menghindar.com/abclit. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. Di izba yang reyot. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi.processtext. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah.ABC Amber LIT Converter http://www. Banyak pembunuhan. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg. Dulu. ayahnya tercinta."Di kota tak ada lagi ruang untukku.com/abclit.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget.html Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas.processtext." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi. Pernah suatu kali. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si ABC Amber LIT Converter http://www."Panikov menaruh serulingnya.

. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana.. Di depan mereka. Panikov terus meniup serulingnya. "Oh. Anna berteriak lebih keras. "Oh. kota laknat! Aku rindu kalian. Panikov tak peduli. mengapa ayahnya ditembak.Saat ini. Ia enggan ikut bergabung. meniup serulingnya."Brak... Kata orang desa. Ia terus meniup dan meniup.!!!"Saat itu musim dingin. Bila hari menjelang malam. dan terus ia meniup.com/abclit. tentara bajingan! Oh. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba.. Anna".. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. angin bergerak lebih lambat. air matanya membeku akibat udara dingin malam..ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.Yach Panikov ingat. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan..! Itu api.. lalu diam lagi.. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak.processtext. Panikov keluarlah. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. "Panikov. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya.! Hey... Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau.. Yang terdengar hanya bunyi seruling.!" Terdengar pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. dan Panikov. Seperti biasa..processtext.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. namun tetap tak ada jawaban. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. Anna langsung menghampiri Panikov. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa. diam dan hening. "Persetan!" gumamnya.! Di sebelah timur desa ada api. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan.. serta tak lupa meniup serulingnya.. tentara bajingan! Oh. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. Ia menangis.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu.. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku. indah menakjubkan. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Muka mereka pucat seperti hendak mati.. malam ini terasa dingin lebih ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov. Panikov tidak peduli. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. kali ini tepat di samping telinganya. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab.. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. Panikov diseret. berteriak dan meniup seruling-nya lagi.html tentara. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur."Api.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat..Tak ada sahutan.html . Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya.. lalu berteriak. sadarlah..

Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. Sesampainya di desa. malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa.. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya. dan meneruskan kalimatnya.. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. Keadaan semakin beku. Anna."untuk petani kecil ABC Amber LIT Converter http://www. ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Turgeyev namanya. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling. Terlihat ada seorang tentara. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong.processtext. serta dua tubuh tergeletak ke tanah. ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok. begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya. Lalu memandang ke arah danau. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu.. ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya."Panikov! Jangan Panikov. giginya gemeretak. dingin mencengkram kuat tubuhnya. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu."Ayah. ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun.com/abclit. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. tapi toh. masih tetap hening.Selagi ia membereskan barangnya.html menggigit. ia bergumam.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.com/abclit.. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka. telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota."Terdengar enam letusan senapan."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.processtext. dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya.html . Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu."Tertulis lagi di bawahnya. lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya... ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang bolong dengan tangan kirinya. Beberapa hari selang kematian ayahnya.Ia menggigil. ia memeluknya. 'si kumis tebal' lalu berteriak. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. Saat itu juga.ABC Amber LIT Converter http://www.

ABC Amber LIT Converter http://www."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati. Oktober 20011. Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa. kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain." kata Zulaikha. mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain. melesat ke pelataran makam Al-Baqi yang dipenuhi para peziarah. kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba. apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukangundukan tanah kelabu padat itu. Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. anak-anak itu kemudian membentangkan tangan.com/abclit.Dan. para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada. kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi."Bagai capung. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam. Lihatlah. Kalau tak percaya. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu. pondok petani2.processtext.Seperti biasa merpati-merpati itu tak ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html . Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas.html November 1936"Bandung."Meski begitu. Dihajar. mari kita tanyakan kepada ibuku.processtext. buk! buk! buk.

Anakku. menendang tampah habbah. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu. mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu. perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur. wahai Anakku yang malang. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan. ratusan keluarga raja. kau tak perlu memasuki makam keramat. menyusup."Jangan. ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu. Anakku.. mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta. Dan. memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah. berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu. ibarat air kita bukanlah zamzam.processtext. sebagai orang Takroni."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka.. Ibu."Zulaikha. Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. tak puas mendengar jawaban itu. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu. Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari."Ibu. dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan. dan para peziarah yang taklid kepada adat. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang. Apalagi kau hanya orang Takroni. Anakku. ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi. pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah.Dan.OHO. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau."Ampunilah Anakku.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan."Ayolah. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah. kita masuk ke sana.html .html langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. dia meliuk.com/abclit. Zubaedah langsung berdiri tegak. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. tak perlu kau risaukan asalABC Amber LIT Converter http://www. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu. dan terus berlari ke bibir pintu makam.processtext. telah berkali-kali kukatakan kepadamu.Sayang sekali. kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. Anakku. Apalagi kau perempuan. hanya para lelaki yang diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam. Sebagaimana Bilal. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang.ABC Amber LIT Converter http://www. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukan-gundukan makam.com/abclit.

perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. Meski demikian."Sampai pada kata-kata itu.""Jadi. Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. pada usia yang sedang mekar. ABC Amber LIT Converter http://www. "Engkau memang buta. ibu pernah melihat segalanya. yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan."Sejak itu tak seorang pun." Menjelang Ayah meninggal. memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. dan habbah Madinah hanya layak dipatuki merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu. "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku. sebagaimana Ibu.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain. raja disebut sebagai tuan. jangan usil. dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Apalagi kepada Zulaikha. ayahku. Aku tak akan marah."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu.processtext..ABC Amber LIT Converter http://www. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain."Ya. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi. aku dilahirkan sebagai aku. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih." ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria. Anakku.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan."Sebagaimana Nabi. Ibu pernah melihat segalanya?""Ya.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun.com/abclit. kau tahu Anakku. aku benar-benar buta."Maryam-ibuku. tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas. engkau dilahirkan sebagai engkau." begitu kata Musa bin Zakaria.Dan.. Jangan mempertanyakan apa-apa. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya. Aku tak akan marah. dia berdoa. Tetapi kau terus mencerocos. Dia. wahai Anakku. Ketahuilah Anakku. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal. "Sudah kubilang. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. Bilal dilahirkan sebagai budak. Ayah sangat memuliakan perempuan. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya.Menjelang aku remaja Ibu bilang. telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya.html . mempertanyakan asal-usul kebutaanku. kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anakanak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu. tak meratapi peristiwa duka nestapa itu.. Tak kepada ayah atau ibunya. menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.. Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Anakku. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah. sebagaimana pria Takroni lain.html usulmu.com/abclit.processtext. Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Ayah. Hanya engkau. ya Allah. Jangan. kerudung. kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja. dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. termasuk pedagang tasbih.

Cahaya lampulampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. perempuan buta itu.Alhasil. jauh sebelum menggapai pintu makam. "Mati di Madinah memang baik. Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu makam.com/abclit. kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Waktu itu. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tibatiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu.html Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah. namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. malam itu dia menyusup ke makam. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. bercanda dengan merpati-merpati.7 Tetapi. salat di masjid Nabawi. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam."Dasar Takroni. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. Puluhan. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. Pegangan Zubaedah terlepas. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka.Karena itu. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. tidak-tidak. "Kalau bisa matilah di Madinah. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. Jangan pernah masuk ke makam. Anakku. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan ABC Amber LIT Converter http://www. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha.processtext.Dan Zubaedah. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah. Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara.processtext. Anakku. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. karena diserang demam tak berkesudahan. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun.Sambil berjingkat pelan-pelan."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. dia mendengar suarasuara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. Madinah Munawarrah. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas.html . Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam.ABC Amber LIT Converter http://www."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Dia terjengkang.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. Lalu segalanya menggelap." pikir perempuan yang sedang mekar itu. sebelum pingsan. melambai-lambaikan sayap. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah. masya Allah."Ya.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. Jadi. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya.Tetapi. dia mengingat-ingat petuah ayahnya. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam Al-Baqi. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. Tetapi.com/abclit. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. camkan nasihatku. *Hotel Sanabel Al Madina.

I Raneh. menelepon lagi.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatankesepakatan yang diputuskan adat. Waktu itu tahun 1971."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda. Namun. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. jangan salah paham.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya.html . Meski masih berusia belasan tahun." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. Bahkan.com/abclit. "Kasar dan kejam.processtext. saat sepupunya. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain.7) Riyal:mata uang resmi Arab.com/abclit. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah. ia benar-benar jadi kehabisan alasan.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Jadi. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. siang hari menjemputnya kembali. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. ayah Kroda. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat." pikirnya. Gianyar. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga.html tersebut. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat ABC Amber LIT Converter http://www. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. Mangku. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad.

Padahal. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Sampai kini.com/abclit. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara... itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. "Luh. Tetapi. Wayan Kroda terdiam. Sejak tinggal di Jakarta. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. termasuk Susila. Warga menilai dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. Karena tinggal jauh.""Sepanjang hidup.processtext. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. "Kamu tentu masih ingat juga. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Kalau toh diizinkan.. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Ini hanya dendam pribadi. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotel-hotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Ia tahu. Jangan dibiarkan liar begitu. berarti jalan buntu. seluruh keturunannya. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila." ungkap I Kleteg. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. "Ikat babinya. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. Tetapi. Dendam Kroda.html di Banjar Sari. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari ABC Amber LIT Converter http://www.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras.processtext." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. karena ia bukan anggotanya. Luh. Itu kebanggaan. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. Meski telah kena sanksi adat. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh.com/abclit. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. kita tidak akan mau pentas. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. Tetapi. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Selain menghasut warga menentang Golkar. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah.. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya.ABC Amber LIT Converter http://www. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari.html . karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. dendam turunan. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg..

Bahkan. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Bukan. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah.. mintakan kepada seluruh warga. saya harap bisa bertemu Gubernur." Wayan Kroda tak segera menyahut. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak.html dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. Bahkan. Jangan datang lagi kepada saya. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. Paling tidak harus menunggu seminggu."Sudah berapa kali pula saya katakan. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. Padahal.. Kendati sudah lama tinggal di kota seperti Jakarta. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. Mereka umumnya mengatakan ABC Amber LIT Converter http://www. Namun.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. seseorang yang dituakan dalam adat. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. Ini soal penting dan sangat mendesak.html . Tetapi. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap.processtext. Ia tahu pasti." ujar petugas lelaki itu. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga.com/abclit. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati." kata petugas itu. bikin saja surat dulu. Sebagai kelihan adat. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya.. Tapi. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya.ABC Amber LIT Converter http://www. SANKSI ini terlalu berat. bukan lagi urusan adat. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya.""Ini soal jenazah! Jadi. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. Jadi. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Itu mutlak urusan keluargamu. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. niat itu ditepisnya. Tetapi. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan.""Lebih baik berurusan dengan polisi. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. Jadi. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. kalau menyangkut penemuan jenazah. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Bahkan. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar.processtext. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. Wakil atau siapa sajalah. Meski harus mengorbankan harga dirinya. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. "Bli.com/abclit. "Tamu itu sangat penting. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. ini keputusan paruman adat.

" kata seorang kerabat liannya. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya.com/abclit. kalau banjar adat mengenakan sanksi.html .processtext. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa.. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat.ABC Amber LIT Converter http://www." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. "Jadi. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang. aku diam-diam membuatnya. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Sewaktu kalian lelap. Pertanyaanpertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila.. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku.. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah.. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor. makin lama jenazah berada di rumah. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. "Ia keberatan.. "Dan. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. mengapa masih bengong.! Ayo duduk dan berdoa.html penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. "Tapi.Ketika melewati pintu depan. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. ABC Amber LIT Converter http://www. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. Ada sesak dalam dadanya. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu.. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam.. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman.com/abclit.. Mereka ingin menuntut keadilan. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru.. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. Ayo semua berdoa. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki.processtext. Ia berbaring di dekat ayahnya.ah.. Sebagai orang yang lama merantau. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi.

Air kehidupan yang tak berhenti menetes.html . Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. dari waktu ke waktu. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. Menampung muntah.html Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti Sumber: Kompas. Dia terus menerus menungguiku. Di bawah tabung. Dia memang benar-benar lelah.ABC Amber LIT Converter http://www. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. diiring doa sanak keluarga. tubuh yang terbujur dalam sekat-sekat kain pembatas. Perangkat medis itu.processtext. didorong ke bawah tempat tidur. Tiap hari kau menanyakan orangorang yang kau kira memperhatikanmu. masuk ke dalam urat nadi mereka. yang datang dari luar dirinya. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. memerahnya dan mulai melap tubuhku.Waktu terus bergeser. Datangnya waktu. Mencelupkan handuk kecil. terbaring dalam rahim waktu."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Mengambil pispot. langkah-langkah mendekat masuk ruangan. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Membuangnya ke kamar mandi. Dia memang tegang. Banyak faktor yang dipikirkannya. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu.processtext. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. Meneteskan madu ke dalam mulutku. Menyuapiku. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Pantat panci bergeser di lantai. Menampungkannya. Pintu dibuka.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. Dia lelah. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. di sisi tempat tidur. Menyuruh mengeluarkan mobil. Dia kurang tidur. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Aku sekarang adalah bayi itu. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Pagi tiba juga seperti biasa. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. setiap hari. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu.

Direntangkannya tangan sebagai awal pelepas rindu.html Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. ABC Amber LIT Converter http://www. sekarang. Kemiskinan kita yang pahit. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudara-saudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Terbang dari daun ke daun. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. Anakku masih kecil-kecil. mengurus segala yang remeh temeh dunia.processtext. Ini takdirmu. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Tidak sekarang."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Mereka tidak membawa ibu ke dokter.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. Dia memang lelah. Kau sudah lelah. Mendekatlah."Dia tidak hiraukan aku. Sebelum mencapai usia sekolah.""Tolonglah. Hentikan omong kosong itu. Jangan sekarang. Masih banyak yang harus kukerjakan.com/abclit.""Tak ada waktu untuk menunda."Aku datang!" kata suara itu. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Mari. Lupakan semuanya.html . Kita seperti burung pemakan ulat. Harusnya Tuan tak datang. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu.processtext. Angin malam yang dingin. Muhammad Saleh. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Kau sudah cukup lelah. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop.com/abclit. Kau bekerja telah terlalu lama. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Terlalu banyak yang membebaninya. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Empat puluh tujuh tahun. anakku. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. ibu. siapa di sana? Ayahmu. menyibaknya. Beristirahatlah sekarang. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Ayolah mendekat. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih muda dari aku. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam.""Tidak. Kau lihat itu. Dia muda. di kebun tembakau itu. kau telah bekerja. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja.""Tetapi. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Lihat. Angin malam yang lembab. Sekarang adalah saatnya bagimu. Tuan. si penjaga malam itu. saya masih belum menuliskan semua itu. Akhirnya tiba juga saat itu. adikmu. si Choliq. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Masih banyak yang belum kukerjakan. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Abangmu. Tinggalkan semua itu. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. kalian masih kecil-kecil. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. tidak mereka cegah. si Abdullah. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Itulah penyebab penyakit ibu. Rentang waktu yang panjang. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Ketika aku meninggalkan kalian.

" kata ayah. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. pengalih perhatian. delapan puluh delapan tahun. anakku. kau mendapat ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan hidup seperti lilin. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Mari. setidaknya mendekati usia aku. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Jangan dipaksakan. Kau sudah lelah. Golongan para pendongeng. sementara kau mendongeng di atas kertas.com/abclit. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Jendela. Ayah membiarkanmu seperti itu. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Menemaniku di malam-malam dingin. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. Ingat. Pergi sana cari kehidupan. 88 tahun.html . Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Ayah tahu semua itu. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Selamat datang. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Ayah adalah si penjaga malam itu. Jauhi sumber fitnah. Kau harus seperti aku."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Jauhi segala yang bisa menghasutmu.com/abclit. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Tidak sekarang. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. Kalau Tuhan berkenan. mengorbankan damar untuk nyalanya. Pulanglah. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Sudah tua. Sejak kecil kau dekat denganku. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Jauhkan diri dari rasa iri. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. anakku. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. insya Allah. Penjaga malam di pajak. ayah tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. dengki dan tamak. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu.""Ketahuilah. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua.processtext."Tidak. Masuklah ke keabadian. Hidup bagaikan hadiah. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka.html Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Temui sahabat-sahabatmu.Ayah menghentikan langkah ibu. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Datang kepada kami. Kita suka malam hari. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Kau sama seperti aku. saat nanti kau menemui kami. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Bermohonlah kepadaNya. Dia belum boleh menyerah. Duduk di dalam gelap. Tinggalkan kekacauan dunia. Kau adalah si penghayal itu. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu."Aku mundur menjauh. temui istri dan anak-anakmu. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau."Biarkan dia. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas.processtext. Ibu mendekat. Pergi sana. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku.ABC Amber LIT Converter http://www.

Bila ada nasi. mengusir cahaya bulan. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. mendorong ujung tangga. Aku terus meraba. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. menerobos langit-langit kelambu. dan menguncinya dari dalam. sapu ijuk. ayah mengambil sebutir jeruk. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. los tempat berjual ikan. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. dukuh. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. Selangkah demi selangkah aku naik dan. sapu lidi. salak dan mangga. Sepiring untuk anjing itu. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu.html . Ibu menyambut hasil buruan ayah. menutupnya. Tak ada atap penghalang langit. Bulan tak ikut masuk. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. ibu membaginya sepuluh piring. lalu lari ke pintu. Diraihnya tanganku. seekor kancil yang terluka. Kuhadang dia di tengah jalan." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. Kulempar kakinya. berburu kancil dengan sebatang tombak. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Aku terbatuk. markisah. pengalih perhatian. Aku menghalaunya jauh dari rumah. pajak sayur. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. menolongku masuk dan. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. "Pergilah. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Bulan tergantung di sudutnya. daun jendela itu terkuak."Malam dengan pancaran bulan penuh. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. Dia lihat aku.ABC Amber LIT Converter http://www. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. seperti gelembung dalam pipa air. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. Tak kuberi jalan untuk pulang. Penuh kristal cahaya. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. Jendela dia tutup. Aku senang kalau dia tak pulang. buah. aku naik dan merobah posisi tangga. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. Apel yang dibungkus jaringan lembut.com/abclit.processtext. Ada yang terdorong oleh tubuhku. kadang dia membuang sampah dapur. Tanganku meraba di bawah karung.com/abclit.Dia berdiri di samping keranjang jeruk. Aku ingin sebutir jeruk. sayur. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. semangka.Aku kempeskan ban sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Jendela. datang berlari mendekat kepada ayah. Dia pulang pada jam-jam makan.html kesempatan meneruskan hidup. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Kuambil batu. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Aku melirik kepadanya. melejit di dalamnya. ke seberang jalan. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. aku menimbunnya. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Ambillah sebutir. muncul di luar jendela. Ayah melempar ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari.processtext. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Jangan lebih dari satu. Sesuatu bergeser di atas. tepat di dada. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. Tak ada gelap di dalam los kecuali terangbenderang yang membungkus. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya.

"Di mana aku?""Di rumah sakit. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata.ABC Amber LIT Converter http://www. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut."Bangun Bang. berada di samping tempat aku terbaring.""Itu bukan mimpi. Lupakan semua itu. Hilangkan rasa takutmu.""Aku takut. Jantungmu telah berhenti berdetak."Bangunlah."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. adikku dan orang yang pernah dekat denganku. Aku datang kepada mereka.processtext. ayahku. Mereka masih belum mau beranjak dari sana ABC Amber LIT Converter http://www. abangku. Tuan itu melepas pegangannya."Aku akan menjemputmu nanti."Bangunlah. dia senyum kepadaku.html . Kami telah kau bikin cemas. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Alhamdulillah. Masing-masing ada pada takdirnya. Nurwindasari.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. Belum siap untuk mati. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Aku tak tahu aku berada di mana. Disambut sahabat-sahabatku. Jangan terlampau dipikirkan. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. Selalu begitu. mengejar kami. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Aku belum siap untuk mati. Dosa-dosaku. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Aku bertemu orang-orang yang telah meninggal. yang menghalangi pandangannya padaku. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Kami semakin jauh meninggalkannya. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. kata dokter. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Ibuku. Tak begitu jelas. Kau belum mau mati. cerpenis. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Para sahabatmu.""Bersyukurlah. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Kupaksa membuka mata. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Sebelum menutup gerbang fana.com/abclit. biar diberi umur oleh Allah.processtext.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Dada kiri dan kanan bersamaan. Di kamar itu. Di jendela itu. Tapi tak kuasa. Tapi semua kita belum siap. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Kau yakinkan itu. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Jantungmu kembali berdetak. Lihatlah. Semua terasa masih melayang. coba lihat. Masih ada kesempatan untuk hidup. Itulah sebabnya kita berdoa. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Segala puji bagi Allah."Siapa engkau?""Aku istrimu.com/abclit. Kulihat wanita itu.""Suatu hari semua kita akan pulang. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. Kita semua tahu itu. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang.html senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya.""Aku takut. tapi tak begitu jelas. Lihat di balik dinding kaca itu. Masa kritismu sudah lewat. "Bangunlah.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta." Disingkirkannya benda yang terjulai. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. sampai semuanya lenyap. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku.

Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. Jamal D. Elanda Rosi DS. Sori Siregar. yang syukurlah semuanya makmur." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. Sapardi Djoko Damono. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". Coba kau perhatikan dari sisi kirimu.processtext. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Wisnu Murti Ardjo.processtext.html meninggalkanmu. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak.html . dan namanya adalah Indonesia. Kenedi Nurhan. yakni Bahasa Indonesia. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Remi Novaris.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. Lukman Setiawan. bisa boneka yang digerakkan tali.com/abclit.. Ibrahim Basalmah. Galeb Husyen. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. Syahnagra Ismail. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. sebagai warisan masa lalu. Adri Darmadji Woko. Kak Atie. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. Abrar Siregar. Agus R. Lihatlah. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. Titik Ws.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. Di sana ada Haji Danarto. Sarjono. Lazuardi Adi Sage. Rahman. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda. Martin Alaida. Untuk semua itu. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu.com/abclit. bisa boneka wayang golek. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan.""Siapa lagi mereka?" *** Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing.

Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan.html berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. diberi bantal untuk tidur. Di kompleks perumahan semacam itu anjinganjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. kedua. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. Apabila kesempatan terbuka. anjing tetaplah anjing.Masih terbayang di depan matanya. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin.processtext. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. Sukab tidak pernah peduli.com/abclit. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda. boleh diburu. Dulu ia begitu miskin. sehingga tidak mampu membeli potas." kata istrinya. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. menjadi pemburu anjing di Jakarta. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjinganjing kurang pikir. "Sukab. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. kamu toh tahu aku ini ABC Amber LIT Converter http://www. dibinasakan. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng." kata istrinya dahulu. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. hanya dengan beralaskan kertas koran. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. menghilang ke bawah tenda. mengincar anjing-anjing yang lengah. Ia tidak menggunakan potas. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. Begitulah Sukab. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. "pertama. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan.processtext. dan dimakan. bercelana pendek. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. yang tidak beralas kaki. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya.com/abclit.Namun. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. melayani sopir-sopir bajaj.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor.html . tapi juga dimandikan.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. dan di sanalah mereka menemui ajalnya.

hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala? Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang.processtext. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. surat nikah apalagi. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. Perempuan itu menangis. begitu pikiran Sukab yang sederhana. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. biasa habis di lingkaran judi. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepatcepatnya. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. namun dari sinilah cerita baru dimulai. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas.processtext. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing."Ia perhatikan. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap.ABC Amber LIT Converter http://www.html sebetulnya bukan istrimu. ia memperhatikan. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. Apa pun jenisnya. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Perasaan Sukab remuk redam."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli.com/abclit."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. sampai ia menjadi pemburu anjing."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. Tidak ada cerita sehidup semati. Tangkapan Sukab disukai. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. lantas tinggal dilumpuhkan. dan ia mengincar.html . Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. sehingga tidak punya cermin. Itulah riwayat singkat Sukab. Ketika musim PHK tiba. "Aduhai anak-anakku. anak-anak berteriak mengejeknya."Mereka begitu miskin.***SEPANJANG rel. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya.Perburuan anjing itu menolong kehidupan Sukab. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. tentu saja ia ABC Amber LIT Converter http://www. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. Ia berjalan. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa." kata Sukab. dari chihuahua sampai bulldog. Tapi Sukab tidak pandang bulu.Betul juga. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. Meski sudah tidak melacur. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. kehidupan Sukab masih terhormat. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan.com/abclit. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah.

seperti upacara pengorbanan diri. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya.Setelah malam tiba.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda." katanya lagi. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur."Mereka menyalaknyalak dan berkaing-kaing seperti anjing.. tapi petugas tibum. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum.""Tapi kita semua makan anjing. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya.. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. Begitu juga Sukab.."Hati-hati lewat sana. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya.."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela."Oh. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing.com/abclit.. itu. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa.html tetap ingin kelihatan cantik.html . Mereka dibawa pergi. tapi hati dan otaknya masih manusia. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.processtext."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. "mereka juga bisa menangkap saudara.. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. seolah-olah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing."Ke mana?""Entahlah. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. seseorang berteriak kepadanya. Bukan karena anjing-anjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka.com/abclit.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. Bukan polisi yang mengangkut.. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa. menangis. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda." kata polisi itu. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke ABC Amber LIT Converter http://www. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula.""Husssss.processtext. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima.

"Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. dan para pendengar menahan nafas. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. ketika matahari terbit. berbalik lagi.html . Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. ikan-ikan itu ABC Amber LIT Converter http://www. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. Sambil menenggak Red Wine. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. itu tidak penting."Yang bener aje.com/abclit. dan orangorang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan.html arah rembulan dengan memilukan. mereka bangkit dan menyalak-nyalak. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas.com/abclit. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing.processtext."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai."Apa yang penting?""Esoknya.ABC Amber LIT Converter http://www." ujar tukang cerita itu. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. Aku akan membakar wajahmu. Januari 2002. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum."Lho. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir.Di langit masih terlihat rembulan yang sama. Susan.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan.***"MEREKA membantai Sukab.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. Para penonton yang semuanya berkepala anjing itu pulang ke rumah. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur. Mereka membawa segala macam senjata tajam.processtext.

dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. selalu hanya untuk kedunguan mereka.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. Fiona mengerti maksud Susan. kerang. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. Sebagaimana malammalam sebelumnya. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. Are You Girl Friend." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih.com/abclit. Bukan untuk yang lain-lain. Susan. Hanya berdua.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono.html pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. Waktu itu. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap.""Ya. Hentikan denting kecapimu. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana. seperti malam-malam penuh pasir. Nigel Jamieson. ngiau yang tak ngiau. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. penyanyi jazz dari Betawi. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. dan gelepar angin di Bondi Beach. Selalu."Ingat. saya akan melesat ke King Cross.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. selalu hanya untuk uang mereka. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu.ABC Amber LIT Converter http://www. lenguh yang tak lenguh." lenguh Susan pelan. ketam."Susan. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih.Teramat pelan. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona.Saat itu."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking.Dan.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney.processtext. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. bersama Susan. Aha. saat melantunkan New York New York.html . Lalu. selalu tampil menawan itu. "Sudahlah darling. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan.Asal tahu.com/abclit. serupa riuh angin yang membelai rambut indah Fiona. menyamar sebagai penari bugil. kita toh masih punya banyak acara. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan.

" kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka.html . siapa pun dirimu. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. sebagaimana dia.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. Dengan sigap. Well. pasti tahu sepak terjang Thancoupie.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan cinta kami. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. Dan. New South Wales 2029. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi. Ya. Cuma sesaat. Subali.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk.processtext. O. Tanpa sungkan-sungkan."Dengar. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum.com/abclit. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. Fiona. Dan aku? Aku. Saya tak peduli. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. Karena itu."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. Seperti kepada nenek moyangku.html memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. Akan aku tunjukkan kepada Howard. Sejak itu. gereja."Lagi-lagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain."Aku kira. Tetapi cuma sesaat. kamu terlalu banyak minum. Sebelumnya. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. dan bar. Tetapi. Yang jelas pria itu berambut cepak.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengah-tengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. atau Anoman sebagai pahlawan.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. Rose Bay.Sejak itu. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. saya tahu. Fiona hanya mengguratkan senyum indah di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu.Meski begitu. Sayang. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. Sorot matanya ABC Amber LIT Converter http://www. ke rumah indahnya. itu mencium kening."Sudahlah.com/abclit. adalah cucu Thancoupie. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. begitulah. sebagaimana Ki Manteb. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. Fiona. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin.processtext. pub. Dan. aku juga akan jadi pejuang. Sambil terus menenggak Red Wine. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah.

dan Thancoupie bukanlah duniaku. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. di ujung jalan.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. Kini. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di WeipaNappranum. pria England yang tampan itu. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang ABC Amber LIT Converter http://www. tentu saya tak perlu terus-menerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin.Tetapi. Kahlua Cream. O. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaranpenyamaran yang memuakkan ini. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis."Sudahlah. Dan. Akhirnya. saat ditampar. rasa hampa penuh iblis.com/abclit. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Rahwana. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. tarian. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah.processtext. Fiona. selama menjadi mata-mata. Aborigin. Kita akan bisa segera pentas bersama. Sayang. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine.processtext. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramik-keramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka."Jangan terlalu menimbang-nimbang."Kau tak akan pernah berani membunuhku. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan. aku memang harus membunuhmu.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. rupa-rupanya bisa mengubah kesucian cinta. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. atau Long Island.html . Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar.com/abclit. Sebab.Ya. Fiona. Maka. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. lukisan. Susan."Untuk sementara.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan. dan ribuan kera sialan itu. dan pikiran-pikiran saya. malam itu. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia.html mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuanperempuan bule yang melintas di Jalan Braga. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin.

ABC Amber LIT Converter http://www. Lengan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. turun dari becak. membawa cambuk yang bergetar. masih dingin. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. Tersungkur. Bondas berlari. Dipanjatnya pohon mangga itu..com/abclit.html . Sydney."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. 2001 Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. mengendap-endap.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu. berdandan menor." desis Susan sambil memperkeras ketukan. Tak ada denting kecapi. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. Dan kobaran api itu.processtext. cantik. dengan perasaan takut. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Fiona. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ.Tak ada jawaban."Ketahuilah."O." Susan melenguh lagi. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. Meringis. Menggeliat. Di otaknya yang disusupi alkohol.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. Bondas merasa terlindung kegelapan. Dengan murka Pak Gendut memburunya. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu. Seperti tahun-tahun lalu. dentingkan kecapi Sundamu. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. Alangkah kaget lelaki kecil itu.com/abclit. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. muda. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan.Buru-buru Bondas turun.html tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. agak sayu. kau akan jadi ikan bakar. Pagi masih gelap. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Yang jelas.Dari lorong gang muncul ibu Bondas. Buah mangga berceceran dari kaosnya. disusupkan ke balik kaosnya..

Tatapan lelaki itu. Sesekali ia bangkit. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. dari celah pintu. Digedornya dengan kepalan tangannya. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. Kokoh di depan hidungnya.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. dan merasakan betapa pedihnya. berada di balik kegelapan. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menandai. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya.com/abclit. berpapasan dengan ibu Bondas. Bondas berdiri menganga.nyeri sampai ke dalam dada. Tetap saja pintu itu tertutup. telungkup. Cambuk di tangannya diayunkan. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. ramah. mendobrak pintu kamar ibunya. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. berdebar-debar. wajah garang Pak Gendut menyeruak. Terasa pedih.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. itu cambuk Pak Gendut. Suara mereka samarsamar terdengar di dalam kamar Ira. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. Ira lebih tenang.Berlari meninggalkan rumah.Menggigil di sudut kamar.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. merasakan dadanya bergolak. melecut wajah lelaki kecil itu. Tertawa-tawa. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. Menahan nafasnya kuat-kuat. memburunya dengan cambuk. menghardik Bondas. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Terdiam. merasa Pak Gendut memburunya.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. Senyumnya menggoda." bisik Bondas. Pak Gendut terus tertawa-tawa. yang sebelumnya garang.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. Nyeri."Kita harus menyelamatkan Ibu. berubah mesum. Ibunya tak beranjak dari kamar.***PADA malam yang menggetarkan. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. Dan sekilas. kakak perempuannya. Bondas mempertajam pendengarannya. dipungutinya. diberikan pada ibu Bondas.com/abclit. Ingin sekali Bondas berlari. Menggigil. Ia mendekam di sudut kamarnya. Ira menjerit-jerit kesakitan. Tangannya terasa sakit. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan.html perempuan itu tampak menawan. membawa cambuk. menyembulkan pusarnya. kembali duduk. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Pak Gendut menjadi sangat lembut. Bondas berlari.html . masih menyisakan kepedihannya. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. Mendengarkan rintihan ibunya. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. Ditendanginya pintu itu. bangkit lagi.processtext. Bercanda. Terpuruk di sudut kamar. Punggungnya. sesekali tersentak. Meninggalkan rumah.Dari dalam kamar. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. Suaranya riang. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. kulit memerah-biru bilur-bilur cambuk. Terus berlari. Bondas terbangun dari lelap tidur. Kakinya seperti patah. Ia mendengar suara cambuk. Terdiam sejenak. menggeram. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. teramat pedih.Ketika pintu terbentang.***TENGAH malam. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. di rumah. Bondas belum sempat menghindar. Memaki. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk.processtext. Agak lama mereka berbincangbincang. Ia tak berani beringsut. Takut."Terheranheran. Tak berani bergerak. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. Kulit pipinya mengelupas. Dia melihat Ira terjaga. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya.

processtext.html . Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. Pak ABC Amber LIT Converter http://www.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. Pak Sukra. Yang lain tiduran. Anak-anak kecil berdatangan. Gerakan tarian kian cepat. Telah seharisemalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. melelehkan air mata. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. Dia memilih diam. Menghirup air kembang. anak laknat!" seru Pak Gendut. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. terus saja berlari. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. perempuan muda.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. dan seirama dengan hentakan gendang. mendengus.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar.Di tanah lapang. kian lama kian rapat. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. Bondas terus berlari. Menari. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. bergurat-gurat menghitam. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. letih. Menari dengan gerakan cepat. segera menghampiri Bondas. tak terurus.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas.Tanpa menoleh.html cambuknya. Dan Bondas yang lapar. tar. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. buruburu Bondas memungutnya. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. ia terus berlari. memberikan bungkusan nasinya. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. Menjilatinya dengan liur berlelehan. lentur. terasa tercabik-cabik. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. Dadanya mendesirdesir lantaran dendam.Meski punggung terasa nyeri. Ia tak tahu ke mana. bergetar. Dengan takut. Menyusup-nyusup di antara para penari. seketika Bondas kesurupan. Tak tersisa tenaga padanya. Dia bangkit dari ketakberdayaannya.***LAPAR. tanpa arah. malu-malu. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang.Orang-orang terus berdatangan.com/abclit. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. dan segera ditabuh. seperangkat gamelan diletakkan. Seorang penari kuda lumping menari di tengah-tengah tanah lapang itu. Mereka meletakkan gamelan. Lecutan cambuk berulang-ulang. kusam. Anak-anak bersorak. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. dan bergoyang. kuda lumping dan cambuk. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. tar. samar. Pada saat menatap Pak Gendut. Tapi Bondas terus berlari.processtext. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. mendera punggung. Tak berani pulang. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas.com/abclit. Pak Gendut kehilangan lacak. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. mencampakkannya ke tanah. Tatapan matanya mengatur. Gamelan bertalu-talu. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. menggetarkan udara. Pakaian mereka sudah aus. haus. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. Meraih kuda lumping."Mau lari ke mana kau. Meloncat. Bondas ketakutan melihat cambuk itu.

Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu.html Gendut mengerang beringas. tetapi sebuah nasihat. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubun-ubunnya. Tapi masih saja ia menari. "Terus. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. Anak-anak bersorak.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. Sampai jauh malam.ABC Amber LIT Converter http://www. bertubi-tubi. mau diapakan hasil tanaman itu. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepargelepar kesakitan itu. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. memekik senang.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www.Dokter Isman tidak memasang tarif. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. Kawankawan karibnya manggut-manggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Menggeliat-geliat kesakitan. dada dan punggung yang terbuka.com/abclit. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. terus. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. jarang antibiotik. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. Pasien-pasiennya banyak. membuat perawat yang membantunya agak bingung. merobek kulit muka.processtext. Menggelepar-gelepar. Ia bukannya memberikan resep atau obat. pasien selalu berdatangan. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. Tanpa henti.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya.html . pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu.berjingkrak-jingkrak.com/abclit. Ia memberi resep obat generik. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. Bahkan.

Kalau bisa.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Ayahnya dijemput dari rumah.Waktu ia mahasiswa kedokteran. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Tapi anehnya. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi.html Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Di rumah pamannya ini. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. Namun. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan.processtext. tinggal dengan aku. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal.. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. Ketika ia terbangun. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. Sejak kepergian ayahnya. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. "Tidurlah. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. agar ia segera menikah. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya.Subuh sekali. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". Seorang kawannya. dan subuh pulang kemudian kuliah. Ketika tamat dari SMP. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. Kalau bisa. Ia mengambil spesialisasi jantung. ia harus bekerja keras. Ia tidak mengerti mengapa. isinya. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. ubi jalar. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan.. dengan kereta roda. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. ibunya mengelus-elus kepalanya. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya.ABC Amber LIT Converter http://www.html .Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. dan tidak pernah kembali. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke ABC Amber LIT Converter http://www. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. Sulit sekali mencari obat di sana. Setahunya. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku.processtext.com/abclit. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. ayahnya hanyalah petani kecil. ibunya sudah menanak nasi.com/abclit. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. memandikan saudara sepupunya.

processtext. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya. lagipula Jakarta terlalu panas baginya." kata ibunya dengan suara pelahan. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. Nak. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. ibunya dimasukkan ke ICU. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan.com/abclit."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Sebagai dokter ahli jantung. yang bungsu dari akademi sekretaris.html .""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat.ABC Amber LIT Converter http://www."Aku datang. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami.Dua tahun kemudian. tetapi ia selalu menghindar." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara.processtext. Bila dada sesak. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan." kata dokter Isman. dan menangis terisak-isak. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah."Pesanku kepada kalian. tertunduk. ia mendapat berita dari kampung halaman. Ia merasa amat berdosa.com/abclit. Kami ingat itu. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. ibu rekannya. Nak. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. ia merasa amat terpukul."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga."Dekatlah ke mari. Tetapi yang kami rasa. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. rasanya hampir mau ma-ti.Setelah beberapa hari penguburan.html sekolah perawat. kampung halamannya.""Oh. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. "Penyakit jantungku kumat. Ia geleng-geleng kepala.Setelah sampai di rumah sakit. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Nak. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. Gilirannya. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Bang. Menghitung de-nyut jantungnya. pulang. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. juga dengan ipar-iparnya. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. Ia pulang dengan murung. Ia tidak ABC Amber LIT Converter http://www. yang satu dari akademi perawat. "Ya. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Bu. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. Ia merasa bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. Nak." kata Isman terkejut. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. entah kapan. Di seberang. lalu pamit. kalau ia tahu. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. Dokter-dokter. udara pegunungan agak segar. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka.

Ia ada di kamar.Bulan berikutnya. Jantungnya berdebar-debar.html menjawab. ia menjerit-jerit. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Perawat memapahnya.com/abclit.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. sekitar bulan Maret. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. Bu. Adiknya yang perawat. toloooong. menurut pengakuan suami korban. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. Daripada hidup bengong di rumah. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. "Dokter Isman sudah tiada.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia?Bandung.processtext. Ia bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang.Para tetangga mengurut dada. Semuanya diam tidak mampu berbicara." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. Ia kenal betul gambar itu. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit.Setahun kemudian.processtext. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. di ruang tunggu. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia.""Oh. 18 November 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya.Dokter Isman memperhatikan gambar itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Pelahan ia berkata. (Ia jatuh pingsan lagi). Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu.Setengah tahun kemudian mereka menikah. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. ia membuka pintu gerbang."Tenanglah. dokter! Ooohhh. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan.html .com/abclit. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. tidak boleh pulang sampai petang.. ia membiarkannya bertandang sendirian. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur.. Gambar yang terpampang di samping berita. Menurut pihak kepolisian. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. Tuhan. menyuruhnya duduk. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. Ia terkena serangan jantung. dengan syarat. dan sesudah itu. mendorongnya."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Ketika ia siuman. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. salon itu banyak dikunjungi orang.

bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Tentu aku tidak perlu menjawab. Dagunya lunglai. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing.processtext. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Namanya Tanesia. meski ia tersenyum. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya.com/abclit. Mulanya ia menolak. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Meski ia tertawa.html . Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. ABC Amber LIT Converter http://www. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri.html Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe tempat kami bertemu.processtext. Kuta sudah jam satu pagi.. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangantangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.com/abclit. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. atau orang kita sendiri semua sama saja. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga..ABC Amber LIT Converter http://www.

Sebetulnya ia wanita yang cerdas. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya.processtext.com/abclit. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. dari sekian lama mati. Tanesia takluk.ABC Amber LIT Converter http://www. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. tapi aku tetap diam saja. Kali ini semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. orang kita sendiri. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya.com/abclit. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. luruh ke seluruh hatinya. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Ia menunggu respons. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu.html .html Tanpa gairah maupun penolakan. Tidak ada masalah di kota asalnya. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Hanya untuk berdua. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Satu orang laki-laki. malam dengan rembulan. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. semua sama saja. Beberapa saat ia menunggu respons. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. Ia menganggap itu sebagai respons. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. dua orang. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja.processtext. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. atau tiga. lalu pergi. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. Semua berakhir pada tempat yang sama. Berdasarkan ceritanya."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Pipinya ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Jika malam tiba. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. tapi aku sengaja diam saja. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. apa bedanya? Orang asing.

Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. memabukkan."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. Kasihan.com/abclit. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Tanesia sempat kembali seperti sediakala.html memerah kembali seperti sediakala. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Pertanyaan-pertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. sejenak menyelidik ekspresiku. Metafornya kurang dalam. ABC Amber LIT Converter http://www. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Mungkin dia benar. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. "Hidup ini hanya deretan botolbotol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya.html . Meski tidak seindah dulu. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. terlalu biasa.com/abclit. Tapi bahwa. Tanpa berani bertanya. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat.processtext. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik.ABC Amber LIT Converter http://www. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Atau apa saja yang akan kutanyakan. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita.processtext.

Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. Dengan menaiki tangga-tangga itu. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. telah hinggap seekor burung gereja. orang-orang yang lewat. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak.ABC Amber LIT Converter http://www. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. Burung itu tampaknya sudah tua. sementara pemusik ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.Sudah jam tiga pagi.processtext. Suaranya sungguh menggoda. Patung itu terletak di Moskwa. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. sebagian besar bulunya telah beruban. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya.html tidak ada perlunya bertanya. Di sore lain.com/abclit. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. Namanya Tanesia. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi.processtext. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. mereka semua terdiam menanti permainan musik. Blues bubar setengah jam yang lalu.com/abclit.html . Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu.

Sore itu cuaca tenang. dan bersiap pulang untuk beristirahat. terjaga di kamarnya.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. Sementara kaca jendela masih malam. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita.com/abclit. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remahremah roti. seperti musik. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. ia berhenti meremukkan roti.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. Pak Tua.com/abclit. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. yang ditiup angin kencang. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. lalu sedikit berputar sekitar kotak. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. mungkin setengah jam penuh.html memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. sebab badai akan datang. Violis tua. Pasti. dan ia mulai melupakan si burung. sebelum berangkat ke bulevar. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. Setelah makan. Sepi. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. karena ia memiliki otak yang sangat besar. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. pada saat-saat ini. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. Lama ia makan.processtext. sambil memainkan musik dengan biolanya. seperti manusia. Walau begitu.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. dalam kegelapan. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju.ABC Amber LIT Converter http://www. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. Dengan susah payah. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. agar tidak membuang tenaga sia-sia. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi ABC Amber LIT Converter http://www. sibuk dengan makanannya. Sudah lewat lima hari.processtext. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin.Fajar tidak segera menyingsing.html . Akhirnya si burung gereja keluar. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin.. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya.. Saat itu di antara angin dan salju.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. salju sudah mulai berguguran. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. membalut kepala dan lehernya dengan syal.Sore berikutnya.

Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.processtext. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. keras oleh kekuatannya yang menyatu. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat.html . karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. dinding kamar bergetar: angin. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. Kura-kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya.. Salju yang jatuh. dan di balik jendela. dan badai satu saat berhenti. di sebuah jalan kecil di Moskwa. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem..Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. Kemudian tampak seperti biasa saja. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin. malam yang hening masih berlalu.html Bulvar. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorekngorek dengan kakinya ke salju. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. ia masih hidup. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek. berhembus dari selatan. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. cuma angin bersih telanjang. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. mungkin. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. Ia pergi ke sana berjalan kaki. Pada bulan Maret. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengahtengah kamar. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu.processtext. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat.com/abclit. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik.Hidup bersama seekor kura-kura. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. Di sini bahkan salju pun tak ada.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. dari arah musim semi.

seandainya burung itu masih hidup. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. kaki-kaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. seperti kita melewati masa pensiun. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti... Sebuah biji kecil terbang dekat sekali.com/abclit. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur.html ." katanya.. Tak hanya kenyang. Tak tahu. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. Pak Tua menaruhnya di sakunya. Pak Tua kembali terlelap. yang keras seperti batu.html sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang.Burung itu mungkin sudah mati. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas.Sang burung juga tidur malam itu. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. Jatuh sendiri ia dari langit. kadang biji kacang. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. Selama musik dimainkan kura-kura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. karena paruhnya seperti menyangga badai. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. apakah ia mati suri atau mati benar. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup.processtext. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar."Baiklah. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. melesat dengan satu sayap.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. Kotak biola seperti dulu.. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. dengan cara mengkeratkan badannya. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya.processtext. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. belilah burung kami ini.com/abclit. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. salah seorang berkata kepada pemusik itu:"Paman. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. dan itu cukup baginya. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. matanya tertutup. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting.Setelah menghabiskan tehnya. pemusik itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www.

Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Je! Perempuan. Sekretaris. Edisi 02/10/2002 + Namaku. bahwa pernah ada di dunia.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura.html .Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura.com/abclit.html hati-hati merebahkan diri tidur miring. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam." pikir Pak Tua.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas. tapi segera terbangun. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. Luar biasa.processtext.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. Padahal. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. 25 tahun. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu. Ia hanya iseng. Hanya ingin berkomunikasi. kematian. dan keabadian. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. supaya tidak menggencet burung itu.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian. Perempuan di Layar Maya Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing.com/abclit.processtext. "Hidup. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya.Sesaat Pak Tua tertidur.

Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan.. Bukan teman kantor. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat.. istri. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. aku mau ngobrol aja. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. Hai. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Tanpa direncanakan.Bagai kapal kini. Jadi berkaca-kaca. + Aku sudah perkenalkan diri. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basabasi. aku tahu. saudara. Dari kawasan off-shore. Matanya jadi berkedip-kedip.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. aku sudah bilang.+ Hai. Apa maumu sekarang?Ya.. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang ABC Amber LIT Converter http://www. ia butuh seseorang. Antara keisengan dan kesungguhan. Karenanya. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan.com/abclit. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian.html .+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. ya.com/abclit. Sungguh.. Di manamana. dibiarkan bebas berkeliaran. siapa pun mereka.. Barangkali inilah sesuatu yang lain.. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. Tanpa direkayasa. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. Meski kabinet pemerintahan. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu.. Di tengah rumah. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. Antara ingin menjawab dan takjub.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. Ia juga bosan kriminal. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hidup-hidup. Ia merasa tertantang. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Antara sadar dan bermimpi. Tapi kamu?Ya. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai.processtext.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Bukan juga anak.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut.ABC Amber LIT Converter http://www. Sungguh. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. bajingan! Dengar nggak.. Antara realita dan alam maya. Aku sudah mulai. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah lampu pijar di kegelapan. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu.html siapa pun dia. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Bila dijawab. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. ia tertantang. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. baru saja diumumkan. orangtua. Antara ya dan tiada. Di halamanhalaman suratkabar dan majalah.. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Bukan teman kencan di diskotik. Aku keliru.processtext. Di lapangan. Ya. Di pasar. Bagai burung. tapi buntu.. Lama ia terperangah. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat.OK. kantor atau lapangan golf.

Ya. Dalam hatinya. Ia menatap kosong ke layar maya. Begitu membenciku. Tapi bagai angin. berlesung pipit. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angkaangka yang membosankan itu. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Aku jadi rindu kamu. ya?Ya. Aku tahu.. Aku mengembara ke dalam benakmu. Tak ada lagi kata-kata baru. Apalagi. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. siapa pun. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta.+ Ah. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Sepekan menunggu. ya. manja dan sedikit centil. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je.. barangkali itulah jodohnya. Begitu penasaran. Bisa gombal. Sekarang.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu.processtext. ia jadi ragu juga. jangan-jangan Je itu seorang laki-laki. Sebagai lelaki. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan.. Ia berharap. Sungguh. Aku bermain-main di pelupuk matamu. Aku merasakan getaranmu.com/abclit. Sebulan berlalu. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu.. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Darahnya terkesiap. Lelaki bila ada maunya. Saat terjaga beberapa saat kemudian. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benarbenar seorang perempuan cantik. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. Lebih lagi. ia jadi kelelahan juga. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja.Ia terhenyak seketika.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Je bisa muncul barang sejenak.Siang benderang. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je.html . mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Ya. gitu. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. dia digombalkan seorang perempuan-ah. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. Artinya. kamu kemana aja?+ Capek aku. Bisa jadi. Dan seketika ia jadi benci Je. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. Tak ada lagi Je di situ. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Ia membuka mail itu segera. bisa macam-macam. Namanya juga iseng. Benar kamu seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Je tak membalas emailnya. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan.Hari-harinya jadi kosong seketika. sebuah mail muncul di deretan inbox. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. kamu begitu marah. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. ia tak tahu siapa Je sebenarnya. Tapi di belahan hatinya yang lain. layar komputer itu telah kosong.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya.com/abclit.processtext. ia jadi ragu. ia hanya bisa memaki-maki Je.html sejak lama.Aku jadi penasaran. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. gombal kamu. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu.

+ Lha. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar ABC Amber LIT Converter http://www.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. Ia mengejar Je dan menggapaigapai. Angin memukul-mukul punggung keduanya. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah. Tak percaya? Lihat aja sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. nggak.Ia jadi berkeringat dan kelelahan.com/abclit.html . bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. Kadang marah menyebalkan. Dan. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Ah. Yang pertama. Aku tiba-tiba ingin. Keduanya saling menikmati. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya..+ OK deh. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan.processtext. Keduanya saling mendekat. Ia berdebar-debar. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. berangkat kerja. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. berpelukan dan berciuman. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan. gagal karena terserang virus yang hebat.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya.. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya.processtext. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. Ia terpaksa melakukan down-load agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. keduanya saling bersentuhan. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan.. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang.Di layar maya itu. Ia meringis kesakitan. Ia merasa heran dan takjub. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Hebatnya lagi. Kapan-kapan kukirim potretku.+ Selamat pagi. tentu sosok Je akan semakin jelas. Rambutnya tergerai diditup angin sakal.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu.Kalau betul kamu perempuan. Semakin lama ia tatap wajah Je.. Di layar maya itu. edan kamu. ciuman dan menyalurkan birahinya. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya.. manis. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. Je selalu berubah ekspresi. Je memang cantik. Kadang ia tertawa manis. Kadang Je tertidur pulas. mandi dengan shower. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya.com/abclit. Sinting.Sehari kemudian. Je tak berbohong. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu.. Keduanya semakin birahi. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya.Di atas sosok Je itu. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. aku rindu kamu. tapi tak kunjung berhasil.html perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku.Setiap pagi.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus.Je. Aku hanya ragu. Ia ingin berpelukan.

ia mematikan komputernya. Ia terkesima. nggak juga. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. jawab aku kapan pun kamu mau.! Aku juga.Je tak menjawab. Ah. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. Ia betul-betul miskin data. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je.com/abclit. Kok bisa? Kamu berhalusinasi.processtext. Bola matanya mencorong tajam. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Antara mimpi dan nyata. sayang. adegan itu terulang lagi.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu.Je.com/abclit.html maya itu. jawaban yang diterimanya: undelivery. kali?Ah.. Ia segera kirim mail buat Je. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je.html .. ABC Amber LIT Converter http://www. bisiknya lirih. Ia terbius oleh Je.processtext. Busyet. Setiap ia mengirim mail buat Je. kapan-kapan. Tapi. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. sedikit pun tak menarik baginya. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu." Sesudahnya. Urat-urat lehernya menegang. Je. ia cepat-cepat mengetik di keyboard. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Tunggu dulu.. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya Sumber: Kompas. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya.Ia jadi nekad. Ia jadi penasaran. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. Aku berharap. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul.Begitu tersadar. Lama layar komputer itu kosong. bukan tak terpikirkan. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian.

mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. Bujang Sami hanya tertunduk kaku.com/abclit. Beberapa lakilaki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. Mak. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas." "Buuuk. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. Dalam pembagian ulayat. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga.html Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. Pik. bukan begitu.. Kemudian dimintanya Pidin. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. Upik menarik napas panjang. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng.html . suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. pendek betul pikiran wa'ang4. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Kapan perlu. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. ***"BAGAIMANA. sungai kecil itu adalah batasnya. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita." Bujang Sami menarik nafas pendek. "Dia manakiak5.." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. Bujang Sami mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. setelah sedikit basa-basi.processtext.processtext. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta..otomatis ikut tegang. Tangannya memilinmilin rokok daun nipah." jawab Bujang Sami masih sambil menekur." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. Harta dapat dicari. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. saat aden1 masih di situ. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya.. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Menjelang jam sembilan malam. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas.com/abclit. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk ABC Amber LIT Converter http://www. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Kemudian meneguk kopi manis. "Uda tidak usah ikut ribut. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Kami hanya segan beradu pendapat. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. Mak.ABC Amber LIT Converter http://www. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. "Alaa. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi.

" Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. Da. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin.. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. "Hati-hati. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan.html . tak ada salahnya bersiapsiap. Upik Sida menekur." Pidin langsung pada pokok persoalan. ***SEBELUM benar-benar senja. Datuk?" sela Mak Kimin. Datuk?" sergah Mak Kimin. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. seperti yang telah disepakati. "Baiknya bagaimana. "Bertemu pantang dielakkan.processtext. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. Suasana mendadak hening. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. Dan.processtext. "Sebaliknya." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin.. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan." dialihkan topik pembicaraan. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. Datuk. pada hari yang telah ditentukan. "Tenang dulu.html menjelaskan persoalan yang menjadi perkara.com/abclit." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. Dan. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. Bujang Sami berdehem. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum." suara paraunya mengandung wibawa. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. Tapi. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. "Untuk apa lagi. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak." jawab Pidin. mereka membantah. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang.ABC Amber LIT Converter http://www. musuh jangan dicari.. "Itu sudah kami jelaskan. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada ABC Amber LIT Converter http://www. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. "Katanya. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. Sebelum berangkat. Di situlah keruh akan dijernihkan." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. "Begini Tungganai. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. Tapi." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. "Apaah rombongan Uda. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. "Belum tentu..com/abclit. Di sanalah kusut akan diselesaikan." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada.

Juga Lencun.." Patih Sati berdehem keras. terdengar bernada miring. berarti keterangan Pidin berat sebelah.html . "Jika itu persoalannya. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. Bergegas pulang. "Lanjutkanlah. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar.. Makanya." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali.. waktu itu dia sengaja mengikuti. "Piiidin?" gagap Bujang Sami.html beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. Kedua rombongan tentu saling menunggu. Namun. Cuma. dia adalah kemenakan Pidin. Lalu Patih Sati menggantikan ujar.... lebih keras. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan.. kami minta maaf. Patih Sati gelisah. Bujang Sami lebih gelisah. Padahal. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. Mengingat perangai kawannya itu.com/abclit. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. pekan lalu." pinta Patih Sati. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. Bahkan. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. kami berharap.com/abclit.processtext. Kiri dan. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. karena teringat silsilah Kaum Patopang.. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. mengingat Pidin belum juga datang. Mak Kimin lebih gelisah. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. "Kami belum bisa memastikan. Lobai. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. walau berumur lebih muda. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai.processtext. Tapi. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.

keterangan diri yang mungil. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Terlahir sebagai Yahudi. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. seorang istri.processtext. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. Cukup. maka dia telah kujalani dengan sempurna. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. Rasanya.com/abclit. Dunia di luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. lebih dua puluh tahun yang lampau. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang.html . Ah. Umurku tujuh-puluh dua. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. yang selalu ingin menyusu di dadaku. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. menjaga nyawa.Sudahlah. aku dan anakku. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. ketika aku pulang dari kantor kelurahan.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu.html Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. Kemarin.Aku mengenakan pakaian terbaik. terutama di penjara wanita Pelatungan. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Membersitkan kebanggaan. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana.ABC Amber LIT Converter http://www. namaku ditulis dengan ejaan ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. dan dibalut plastik mengkilap itu. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. Sedangkan kami.com/abclit. Bisa kubayangkan. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. Kalau kuingat-ingat. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. Permukaannya yang mengkilap. senangnya mengamat-amati KTP ini. Ya. Dan itu adalah juga aku. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. katamu melerai perasaanku.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. Tapi. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. Hanya karena aku seorang istri. Lupakahlah.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan.processtext. yang buat kompos pun tak berguna. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. mengambil kartu tanda pendudukku. masih terus berbagi degup jantung. Lihatlah. anakku yang terkecil. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Membanding-banding.

processtext. Memang. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Terkadang. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. Masih kuingat.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. Mesin kejayaan manusia yang baru. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tigabelas tahun. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Padahal aku hanyalah seorang istri. Duduk sambil merenda. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya.processtext. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. mereka tidak percaya. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Tetapi. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Bukan mesin tik tua. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Tapi. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya.html . Juga anakanakku. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Sesungguhnya.com/abclit. Tetapi. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. anak-anaknya yang masih merah. Hanya karena aku seorang istri. harus menderita. Masih kuingat. Aku hanya tidak tertarik. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. sehingga dia harus dilenyapkan.ABC Amber LIT Converter http://www. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat.. mematikan. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia.html yang benar. Hak bergerak bebas. menulis editorial di koran yang dia pimpin. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya.com/abclit. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan.. Cuma meminjamkan peniti. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. eks tahanan politik.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. Dan buatku. Dan istrinya. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap suamiku kalau ABC Amber LIT Converter http://www.

aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. sangat ABC Amber LIT Converter http://www. begitu membebaskan. Bu?. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terus-menerus mengepung.. Mulutnya agak ternganga. walaupun ada. Aku tidak hanya kaget. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya.. Tapi.. Membisu seribu laut.html . Aku tahu. bisa. Karena Presiden Republik yang sekarang ini... dan terang sebiru laut. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. dia cuma diam. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini.. Mas Awang bisa membuka bengkel. Aku sambut tangannya.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu.html aku disekap sampai ke ujung zaman. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Bisa. Wajahnya yang licin bersih. tersingkir. Kini.Aku terpaku. Dia tetap berlutut.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. begitu murni. Tak berkata barang sepenggal. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. tetapi juga malu.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. Begitulah caranya membujuk hatiku.. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja.. jauh di dalam hatinya. diri kami.com/abclit. Siksa itu harus diakhiri. yang ditebarkan KTP itu.ABC Amber LIT Converter http://www.. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. Gong sudah ditalu. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini." Tatiana seperti meratap.. Aku tahu hatinya luka. Jari-jari tangannya memagari bibirnya. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku.processtext." tanya Tatiana."Sedang apa. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah.com/abclit. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia. Ditemani daundaun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. hidup kami. Dia anakku yang paling bungsu.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Meskipun tidak dia ucapkan. memegangi dengkulku. Sesuatu yang percuma. Mbak Rin bisa membuka toko obras. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. Tanganku tak lepas dari KTP.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogok-menyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. membelenggu.processtext. Dengan berbuat begitu.

aku tahu. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ.com/abclit. berusia 78 tahun. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. anak-anakku. Eyang itu baik ya Pa. saat pemakaman eyang. sup buntut. tibatiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Aku tak bisa menunggu. Aku tahu. "Kita bangga ya Pa. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. lebaran nanti tidak ada Eyang.. Sementara aku sendiri. Sesungguhnya. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. Malang. pukul satu malam. Kepercayaanku timpas sudah.. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya.Aku cuma diam. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. Takkan. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan.com/abclit. Eyang itu kan ABC Amber LIT Converter http://www. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. Di sisi lain. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Di antara isak tangisnya. cuma akulah yang sarjana. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). aku tak menyesal. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. Dari keenam saudaraku.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. Pasti tidak enak ya Pa. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. Kalau tidak. "Papa.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Sejak saat itu. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. Tapi.processtext. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku.html . (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku).html terluka. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami." Bungsu menimpali. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. Tetapi.

Tetapi. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. tetap seperti bayangan anak-anak. Kabar terakhir dari Ninil. piyama. atas meninggalnya Eyang. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. (Mbaknya Ninil. Ada orang yang menjual minuman di sana. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. Di rumah kami sendiri. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. Eyang sudah mulai membaik. aku mengajak mereka makan.processtext. aku takut Ninil akan tertawa. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. pada awal pernikahan sampai sekarang.processtext. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Semua sudah datang. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. "Le. capai.html . Oleh karena itu. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. ada gunung. Sedang aku sendiri. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Ya.com/abclit." Kami masih mencari-cari restoran. "Saya lapar." Lantas Bungsuku bilang. Eyang kan turunan putri raja. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. dan turunannya priayi. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. Namun. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. Dan Mama kan sudah bilang tadi. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). aku tahu. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. Jadi. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. Pa. pada awal pernikahan. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. sekalipun aku tahu kalau anakanakku ke desa (ke rumah embahnya). Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. Oleh karena itu. "San. Namun." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku. pohon kelapa. Peristiwa ini begitu mendadak. Di sisi lain. Sulungku berkata. aku ingin membeli teko di Malang. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. Aku tidak mendengar tangisannya lagi.ABC Amber LIT Converter http://www." Ya. menikah dengan ABC Amber LIT Converter http://www. jadi pasti cantik ya Pa. pinter. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudarasaudara ibunya. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). Lama-lama. Kita kan wong ndeso. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. Orangnya cantik. Kalau panen tebu kita baik. wajah seorang yang kacau. Aku takut anak-anakku jatuh sakit. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. LANTAS.com/abclit. Aku tahu betul perasaan Ibu. Perjalanan kami masih separuh lagi.html tetap cantik sampai tua. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. Namun. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. Tante Yus yang di Australia. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. Ini sedikit melegakan.

kan? Eyang selalu wangi. Kamu tahu sendiri kan. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya ABC Amber LIT Converter http://www." Aku ketakutan. Dan Bungsu mengusulkan. waktu lebaran yang lewat. kedua orangtuaku meninggal. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuatkuat. Itu kan untung ya Pa. Kita suka mencium Eyang. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. rasanya kok tidak sampai-sampai.com/abclit. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. "Papa memang sayang. ya Mas. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. kita bisa makan di mobil kan. Nduk. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. Lantas. Aku juga tahu. "Maksudnya begini lho Pa. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. Kalau dengan pesawat. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. bilang kepadaku berulang-ulang." Ninil tertawa mendengarkan itu. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya.processtext. ada restoran yang buka di sana. Aku tahu.html Tomo. Tetapi. "Kalau ada roti. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal." "Kita coba saja. dengan bangga Eyang sering menceritakan menantunya itu kepada orang lain. "Santoso. Papa lagi emosional. Saya masih ingat. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar.ABC Amber LIT Converter http://www. Eyang bilang. "Dik Santoso. kita beli sajalah Pa. hubungan kekerabatan mereka dekat). "Pa. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku." Putri sulungku memotong. "Ya Pa. dia juga mencintaimu. Dan sekalipun bukan dijodohkan." Sesungguhnya. baru besok kita bisa berangkat. Mama kan sama Papa pacaran. rupa kita mirip tante-tante. aku sayang kamu. Eyang senang sekali." Jawaban itu memuaskan putriku. bajubaju kebaya brokat dengan warna meriah." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. Ninil berbisik padaku. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. om-omku." "Ya tentu. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. mereka sama-sama dokter. Sulungku berkata. karena wajah saya seperti putri-putri.com/abclit. Sekarang sudah meninggal. jangan peduli dengan sikap tante-tante. aku kini merasa betul-betul yatim piatu." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. Papa sayang sama Eyang. Jadinya. kan mantan pacar. mereka kelihatan tidur kembali." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. "Maaf ya. Tentu saja. Saya takut kalau service restoran itu lambat. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. Tentu saja Mama memilih Papa. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. jatuh cinta ya Pa. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. Dia tidak butuh itu.html . dengan semangat cinta. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). Papa kan juga sayang sama Eyang." Aku merasa lega. Ya." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita.processtext. Tetapi waktu itu. aku cuma bisa bilang. ibuku tidak pernah berulang tahun. "Pa. Setelah makan roti. ketika kedua putriku tersenyum. air mineral. "Ya Mas. Aku tidak tahu.

Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. Pada akhir-akhir tahun perjalananku.html . Juga jam lima petang. aku berpikir. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. Selama ini kalau aku bisa jujur. cinta-Nya kepada kita. kupeluk istri dan anakanakku. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. kita seharusnya saling memaafkan.processtext. kita tidak perlu lagi saling membenci. Namun. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai.com/abclit. "Le. Terdengar suara operator dari seberang. Yang ada cuma satu. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau. nol ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya seperti orangtuanya sendiri. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. aku merasa dia berbicara seperti ini. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. langit begitu hitam.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. Namun. Hatinya dirundung kecemasan." Setelah upacara penguburan selesai. Matahari sudah lama tenggelam.com/abclit. Ia memijit nomor satu nol tiga. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. Baru jam lima petang. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan.html Eyang. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman." Malang. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya.

Mengantar anak ke sekolah. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak ABC Amber LIT Converter http://www. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. waktu adalah pelengkap. Memarahi pembantu. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Menghapus air mata yang menitik. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ngeceng di Plaza Senayan. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat.com/abclit. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Membuka album foto yang berdebu. Karena waktu yang berjalan. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. sebuah sarana. Kehidupan yang selama ini ia idamidamkan. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Melamun. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua.html menit. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Kala itu. berarti ia akan kehilangan waktu. Ia harus menemukan seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. jam lima petang. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. ulang tahun dan hari kasih sayang." Lalu manakah yang lebih benar.processtext. Menelepon teman-teman.processtext. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Membeli hadiah Natal. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Berdoa di dalam kegelapan. mobil sedannya berubah jadi labu. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Membaca stensilan.html . jam lima lewat tiga. jawaban dari mereka adalah sama. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. Pergi ke dokter. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. dan dirinya berubah menjadi abu. Mengiris wortel. yaitu jam lima petang. dan dua puluh tiga detik. Bercinta malam hari. Makan nasi goreng kambing ramai-ramai dalam mobil di pinggir jalan. dan jam lima lewat tujuh. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. kakek. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Menatap matahari terbenam. Memandikan bayi. Sementara banyak yang sudah terlupakan. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. nenek dan leluhur. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Rekreasi. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. Bercinta berdasarkan sistem kalender. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Menyusui. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. hampir abadi.

html tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. payudara. kaki. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupukupu. punggung.processtext. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Minum sirup markisa. jantung. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. mata. cakrawala harapan. lonceng tanda masuk sekolah. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Baca komik Petualangan Tintin. Makan rambutan. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Hatinya membatu. Imajinasinya buntu. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Diculik UFO. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. berdetak keras memekakkan telinganya. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. semua ABC Amber LIT Converter http://www. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. dada. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Suara alarm itu. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Membuat raganya beku. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. sepuluh. mulut. hidung. Bercinta dengan rasa.html . Arung jeram. pipi.com/abclit. Lidahnya kelu. seratus.processtext. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar.ABC Amber LIT Converter http://www. samudera getar. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. masa kini dan masa depan. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Merebut suami Victoria Beckham. Suara alarm itu. Suara alarm itu. seribu. Menelan biji durian. seratus ribu. vagina. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. Kicau burung. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. berdebar. merasa terancam atau bersyukur. Bertinju dengan Moehammad Ali. ia hanya tidak sadar. Mengalahkan Michael Jordan. hati. leher. Menanti pujian dengan rasa berdebar. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Satu. tangan. Suara kokok ayam jantan. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. raga. Bungy jumping.com/abclit. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. ketiak. Suara alarm itu. sepuluh ribu. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. Nonton Cirque du Soleil. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu.

Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet.. Semut terinjak-injak hingga lebur dengan tanah. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran.processtext. Waktu. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan.ABC Amber LIT Converter http://www. Vagina yang tidak lagi lentur. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon.. Sarang laba-laba di atas plafon.. Terlalu banyak pemborosan. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. penguin.. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban. Nayla ingin menunda kematian.. Ketika. Ia ingin memelihara anjing. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah..html orang tidak mau ketinggalan. Tidak nongkrong bersama teman-teman. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Semua orang tidak lagi punya kesempatan.. Tapi Nayla selalu terlambat. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Masih ada saja yang tidak sempurna. Waktu.processtext.. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam. Tidak pergi ke klab malam. Waktu. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah.. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Awan berbentuk mutiara. panda dan beruang masing-masing satu pasang.. Sejak saat itu. Kelopak bunga mulai merekah.. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. ***NAYLA ingin menunda waktu.. Memberi makan ikan.. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. kucing. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Semangatnya bergetar..html . babi. Kurang peka. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. Kurang perhatian. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluhkesah tentang pekerjaan. Dan masih saja ada yang kurang. Tidak belanja perhiasan. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah..... Waktu. Buah dada yang mulai mengendur.... Seragam sekolah yang luntur.. Kaki anjing pincang sebelah.com/abclit. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman.. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Kurang becus mengatur keuangan. Padi menguning di sawah. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan... Kurang waktu. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar. semar atau gajah. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. Burung bercinta di atas rumah. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. ia baru mengambil keputusan perlu ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. sarapan dan seragam... Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam.com/abclit.

Pada kedua sisi jalan berderet ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar.processtext. dan dirinya berubah jadi abu.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. mobil sedannya berubah jadi labu. lalu berhenti di depan sebuah dangau. Ayo kita terus." Din melekatkan kaca mata hitam. Mobil bergerak pula.html tidaknya pendingin digunakan. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo.ABC Amber LIT Converter http://www. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan.com/abclit.*** Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu.html . Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. dekat-dekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun.processtext. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses.. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang.." x"Wah. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu. untuk memperpanjang perjalanan. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. karena lurus saja sepanjang lima km. Bang. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. Sebelah kiri jalan. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar.

processtext. Suaminya penjahit. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. dan Medan. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok.html .""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. Jika ia merasa diperhatikan. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. bingkai pintu serta jendela dicat merah. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Mereka membalik. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. Persis seperti buntil Gyugun. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. dan rasakan manisnya. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. "Kenapa kau perhatikan terus aku."Kau coba dulu jeruk sini. persis seperti buntil laskar Gyugun. Bukit Tinggi. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. ia akan bilang.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit! Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil.Din mengajak ikut pulang ke desa."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. tak puaspuasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. ABC Amber LIT Converter http://www. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini.com/abclit. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalamsalaman. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Ia berteriak. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi.processtext."Ini Bang Tamrin. Si suami bertopi pandan. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk."Berapa hari di sini?" tanya si istri.com/abclit.html kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. menunjuk. Sekali aku pulang kehujanan. dan mulutnya yang melengkung indah."Besok kembali. Itulah jalan menuju desaku. Aku sering datang ke rumahnya. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Sidempuan."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Kaca mata hitamnya dilekatkan. Ia menawar. "Di sana ada jalan ke dalam. dengan yang sekarang juga dua.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan.ABC Amber LIT Converter http://www. Dekat-dekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. Jika ia menumbuk padi dan menampi. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi.

Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit.processtext. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. senter. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya.processtext. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. dan uban memutih di sana-sini. Ayah sedang bekerja di sawah. kata orang ia bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya.Aku kembali ke depan.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. dan potlot pendek.ABC Amber LIT Converter http://www. Tampak kasar jemari ayah. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. Mak Panto adalah adik Ibu. tampaknya seperti dapat firasat. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Din bilang kami akan balik besok pagi. Kain sarung disampirkan di bahu. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Ketika jadi juga merdeka. Dia pintar pidato. sayang ia tidak kemana-mana. Kata Ibu. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. sebagian besar sudah aku baca. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adikadik di kampung-halaman. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Pohon sirsak. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika baru diajak makan. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Bapaknya seniman. Ayah pulang dari sawah. masih yang dulu. dan salak. Kami makan berempat di meja dapur. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung.html buntilnya juga berisi sepatu lars. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Ayah punya banyak buku dan majalah. buku notes. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. nangka. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. Aku memeluknya rapat-rapat.com/abclit. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil.html . Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor.com/abclit. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. Kumis dan berewoknya sudah berhari-hari tak dicukur. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. Aku respek padanya. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ.

dan ketika melihat Din mereka melambai. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. Jaga durian waktu malam. lantai dan dinding dari papan. Tapi mereka tidak punya biaya. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. dan Mamak diberi baju bersih. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. Sesewaktu mobil ditepikan. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. istri. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian.processtext. berkulit kuning seperti Ibu. yaitu perca. atau ringkanang ke hutan. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri.com/abclit. "Sedang di sini rupanya beliau.html pula.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Badannya besar dan tinggi. matanya berkacakaca. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. Di hilir tadi. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. Rumahnya bertiang tinggi.html . kami turun. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. istri mamak. apalagi jadi kaya. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. duku. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. Sebelum para. Kebun para itu tampak sudah pada tua. Buru-buru tikar dibentangkan. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. Beda sekali dengan kebun para. Kejai adalah sejenis beringin. Kami pun menyalami dia. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. Kasihan kebun para itu. dan atapnya seng.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. dan mencari buah manggis. main domino di lepau.processtext." kata mereka. Apalagi di musim kupon karet dibuka. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa."Ini Tam datang. Ketika uci bilang supaya ABC Amber LIT Converter http://www. karena sedang sekolah. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. lalu dibawa duduk di ujung tikar. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar.com/abclit. Kurangkul dia. Uci. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. dan menyalami orang-orang. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma." kata Din. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. Meski umurnya enam tahun lebih tua. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. Mak! Ayah kami juga ikut. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. Bibit ketiga jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan." katanya. Tapi kelapa sawit.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. Labai.

Setelah menyalam Din dan Ayah. ia juga terkejut dan agak tersipu.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. dan mendesah lebar di lembah. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. janganlah ikut-ikutan terburu dengan Din. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. Lalu kami pamit." kata Din. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. hanya memakai celana sontok yang lusuh. "Rumah besar di hilir dijual. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini.000. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. kuning. ia tertegun menatapku. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Di atas pita biru itu awan kini seperti corat-coretan potlot merah jingga.html . Semua anaknya tinggal di hilir. lalu melekatkan kaca mata hitam. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Aku menyalami. Aku terkejut. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang.com/abclit. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok.html masak nasi dulu. dan lezat."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. badannya kutarik lalu kupeluk. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Ia menepuki punggungku. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. dan bicara riang. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung.*** ABC Amber LIT Converter http://www. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. Ayah diam saja. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat.processtext. Istrinya datang dan menyalami pula. Kami pun makan durian.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. Mak Suki menolak dengan menggelenggeleng berat. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. kubilang tak usah. Inilah jenis durian yang berdaging tebal.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat.processtext. sisiran klemis. dan buahnya bergelantungan. Ia tidak berbaju.

SETELAH dua tahunan. memang banyak yang bisa membangun-bangun. "Alhamdulillah.processtext. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. Pada mulanya berdinding kayu lapis." Bagi para tetangga rumah bertingkat. melik-melik di kamar utama. Tertutuplah. jelek-jelek saya tidak tinggal di Perumnas. di malam hari kamar-kamar dimatikan. Kata anaknya. istri tidak arisan. termasuk kami. usuk kayu Kalimantan. dinding bata dan semen sungguhan. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). Bagi orang gedongan katakan. Ada delapn ekor anjing kecil yang lucu-lucu dengan bulu yang sangat tebal. saya tidak tinggal di situ. "kami tinggal di peternakan manusia". kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau.com/abclit. tinggal satu lampu 10 Watt." Bagi penghuni Perumnas yang lain. atau "kami tinggal di kandang ayam"." Bagi orang yang masih menyewa. Rumah dan tanah berukuran 36/80. menurut pembantu. dan atap asbes gelombang. mereka juga hemat waktu. Suami tidak rapat RT. Lebih dari itu. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara".com/abclit. "Alhamdulillah. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. Orang Belanda setidaknya punya satu ABC Amber LIT Converter http://www. tidak suka membuang-buang.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. "kami tinggal di kaleng sarden". lantai keramik. rumah kami sederhana saja. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. Kata mereka. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Artinya. dan pagar merah dari batu laut. saya tidak tinggal di Perumnas. "Alhamdulillah. Kami sangat senang mendapat rumah. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman.html Jl Kembang Setaman. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo Sumber: Kompas. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. Tetapi. Daripada menyewa berpindah-pindah. Tetangga sekitar." Begitulah. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. itu adalah kemauan anaknya. "Alhamdulillah. sangat kaya. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. rumah bertingkat itu membuat masalah. Rumahnya ditingkat. genteng tanah nomor satu dari Gombong.html . Meskipun. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. begitulah gaya hidup orang Belanda.

Ujungnya. Atau yang lebih thok-leh. itulah." "Amin. Orang hidup itu harus tenggang rasa. ya Bapak-Ibu. Kami tahu banyak salah.. kata anaknya menurut pembantu. Siapa tahu mereka lebih diridhai. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. dan bulunya suka beterbangan." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. nol-nol. Namun. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu.processtext. Harganya diturunkan. ya'. "Kita harus hidup rukun." kami berdoa. Logikanya begini." "Semoga dapat hidayah. sepulang haji. Tidak juga laku. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. omong kesana-kemari. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu.. Diulang.processtext. bukan bahasa pergaulan. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. lho. tanggap sasmita. Disuruh dia mengingat-ingat. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. rasa-rumangsa. saya bilang pada istri." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. lama-lama keluhan datang juga. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ah-uh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. tapi mbok yaa ingat tetangga'. seperti 'pelihara anjing boleh. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. semoga.html ekor anjing. Dokter menanyakan." katanya. Ha? Benar! Menurut mereka. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. dan menuntut' itu bahasa politik. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. keluar juga jujurnya. ABC Amber LIT Converter http://www. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. ada perkembangan baru." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. rumah itu gelap. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'. "Ya. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. tidak ada teguran." jelas suami.html . Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu." Lalu dilakukan tes suntik. "Maafkan kesalahan kami. Rapat RT memutuskan. demonstrasi. Diturunkan. Singkatnya. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Seperti diketahui. 'protes. Maka kami senang. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf.. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. seperti waktu di rumah.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. "Ya. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Bikin kulit gatalgatal. "Bulunya itu. Semuanya lewat pembantu. Ia memberi-berikan anjing pada kawankawannya. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. Tetapi tidak ada protes. dan rasanan. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. karena praktis melibatkan seluruh RT. "Itulah." "Ada anjing?" "Tidak.com/abclit. Namun." kata suami mewakili keluarga. "Semoga jadi haji mabrur. Mesti orang berpikir. Kami saling berpelukan. Diulang. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. Belum sempat Ketua RT bertindak. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah." "Jangan begitu. "Amin. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. Sindiran yang agak tegas. Amin. Setelah sampai rumah. mereka tidak kembali ke Perumnas. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. Tuhan! Baca sendiri'." CERITA ini yang lebih penting." kata istri dalam arisan ibu-ibu. Walhasil. di luar prinsipnya." balas Ketua RT. Namun. Untuk apa tinggal di Perumnas. tentu. 'Ini. Ditinggal haji. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan. Mereka mau naik haji. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor.

Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. Anak kami menitipkan anaknya. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai waktu yang belum ditentukan. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. bulu kuduk mereka berdiri." Pasar Kembang adalah nama tempat.html Maka. Jadi.00. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Bunga Setaman itu makanan jin. warna-warni bunga sejenis (artikel. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. asal jangan menyarankan makanan jin. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. kok keluarga besar. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. "Nama jalan jangan Kembang Setaman.00. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. dan lari tunggang-langgang. Al-Falaq. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. rapat RT menyetujui Kembang Boreh." Setelah ck-ck dia membuat saran. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia." Maka RT mengadakan rapat. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Tentu saja. tanpa debat berkepanjangan. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. yang tidak menyakitkan hati orang. digantung di temboknya. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Nama jalan itu terserah. Malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. Orang pintar itu datang. Lain dengan kami.processtext. ada adik-adik dari kedua belah pihak. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. Itu dianggap yang terbaik. dan An-Naas. lalu Siskamling diajukan pukul 19. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. Jin itu bertambah nekat. Tetapi.com/abclit. Alasannya. kumpulan cerita). rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. Dan. Tetapi tidak ada perubahan. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. "Lho.ABC Amber LIT Converter http://www. setan ora doyan.com/abclit. dasar orang Jawa. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. karangan. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. Mula-mula mereka heran. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. Meskipun demikian. Sambil menunjuknunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. sejenis lulur. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka.html . sama-sama segannya untuk berkata tidak. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil.00 sebab mereka ketakutan. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. misalnya. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. Setelah dihitung.processtext.

Penjual curiga. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. kembang yang tidak berarti bunga. Tertutup sudah. Rapat RT lagi. Kami menemukannya juga. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. mereka tidak boleh mengganggu orang." "Nah. sama sekali tidak ada bunga. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. ada jalan. tapi menggantung di udara. ini biangnya. Mereka akan ketakutan dan lari. Tetapi. Mereka memborong ronde. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. "Inilah hasil maksimalnya. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. Menurut mereka yang sensitif. Benar jin tua. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Tiga. Ia pulang bersama orang pintar itu. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. Setelah melihat papan nama katanya.processtext. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Mereka akan kecelik. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Jin terbuat dari api. "Mereka sudah satu suku. pandai ilmu dalam." kata advokat itu. mereka merasa kembali ke asal. Jalan buntu.com/abclit.processtext. Tapi kami keliru. Nama diserahkan pada RT.html . Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. Ketua RT menyampaikan pesan orang pintar. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. Keesokan sorenya kami gotong-royong. Wedang ronde yang panas itu dilahap." "Lalu enaknya apa. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. yang iseng. Ia duduk berdzikir di teras rumah. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. Jangan Kembang Desa. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Tidak ada jalan lain. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. Mmm. RT langsung mengadakan rapat darurat. Tidak ABC Amber LIT Converter http://www. dan bijaksana. tukang ronde lapor Ketua RT. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. dan anak-anak menghilang. Jin yang thukmis (suka wanita). Kami turunkan papan nama. Api akan membakar mereka. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Maka. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu." "Pakai kembang. meninggalkan gerobak dagangan.html banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. Harapan kami sama seperti dulu. mereka kehausan! Tetapi tidak. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Dua. menggaya). malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. Malu-lah RT kami. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. "Lha. Terpilih nama Kembang Desa. bagaimana kalau dikromokan. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. ya. kita ganti dengan yang baru." "Jangan. Suatu malam ada penjual ronde lewat. gadis. Itu jin voiyeur. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Maka datanglah orang pintar itu. "Kita buang saja kata kembang. Jadi. pintar ilmu hukum. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. mengganti nama jalan. Satu. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Kami berpikir keras.ABC Amber LIT Converter http://www. Biar jin-jin kepanasan! Biar. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. Lho! Iya saja. dan yang duda akan datang. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik.com/abclit. "Kembang desa?" Primadona desa.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ada ronde teng-teng, tidak ada sate te-satte, tidak ada bakmi duk-duk sreng. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong, nyanyi dangdut, suara klenengan, suara air terjun, suara anak-anak bermain, bayi menangis. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta, 13 April 2002

Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas, Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah, sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita, lebam-membiru bagai tersengat, sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu, berubah menjadi sarang lebah, penuh dengung, tanpa bahasa puji-sanjung; tak sedikit pun madu menetes dari situ. Yang ada hanya kepahitan, menetes-netes dari bahasa kutukan.Duh, betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon, bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Konon, perempuan yang jatuh dari pohon, bila sakit, sakitnya tak akan diobati; bila mati, matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Ya, betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Pohon apa yang ia panjat, dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat, tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai, mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun, kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini, aku tercengang dan merinding; masyaallah!). Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja, dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala, di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Tiga orang kakak Hindun, laki semua, dan entah sejak kapan tepatnya, satupersatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Merantau, sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bangau yang terbang tinggi? Tapi, ah, anak lelaki, begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Seperti Hindun dan ibunya, menunggu, mungkin pula tidak menunggu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang, di atas rumah pondok yang sederhana, meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua, mereka biarkan lapuk telantar. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu, itupun jarang bermalam. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah, sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula, tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya, dan mereka beralih menjadi pekerja sawah, pekerja tambang, atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Tak apa. Setidaknya, dengan tinggal di ladang, sayur-mayur tak hendak membeli. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Asal ada beras, urusan makan beres. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku, bila kami bertemu di pasar. Maklum, aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan, sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Maklum mata bujangan. Apalagi, ia lumayan cerdik. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tak jarang ia cekikik, yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. Perempuan jangan ketawa cekikik, senyum dikulum pasti lebih manis, itu pesan yang tak boleh diremehkan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal, membuka mulutnya agak lebar, tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Anehnya, justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Di samping tentu, hidungnya yang bangir, rambutnya berombak-panjang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping, bentukan alam pebukitan yang bergelombang. "Biarlah kami tinggal di ladang, merawat tanaman yang masih tersisa, sekalian menjaga makam ayahku," kata-nya jujur. Kutahu, ia memang sangat mencintai ayahnya, sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. Konon, ketika hidup, ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik, tapi usiamu, Hindun...," bisikku usil, merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang, mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa, yang datang malah bisa macam-macam; kera, beruang, celeng..." maka ia pun tertawa sesukanya. Tak terpikirkan, bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri, di dalam kampung. Bukan di pondok ladang. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup; tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan... Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang, harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. Dikeping dan diikat, dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya, membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api, melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh, nangka, jengkol atau apa saja ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html yang telah menyatu dengan belukar. Tapi bila musimnya, pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah, meski sedikit, dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ibunya tak bisa mencegah. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan, tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin, sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka, begitulah, ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Begitu banyak rambu-rambu tanda larangan, meski tak dituliskan. Anehnya, dari sekian banyak larangan, perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. Misal, perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman, tak boleh duduk di depan pintu, tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari, entah mengapa. Memang akan ada saja alasannya, seperti tak bakal dapat laki, jauh dari rezeki, bahkan bisa gila, tapi juga entah mengapa. Memang pula larangan-larangan itu baik maksudnya, sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak, apalagi kalau rambutnya basah. Tampaknya, soal etiket. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas, mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum, meski tak harus melanggar. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga; kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman, tak seda dipandang, laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut, sampai-sampai harus ke halaman, kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau, bila perempuan larut berdandan, tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm... Namun, pantangan itu masih lumayan adil. Artinya, tidak hanya buat perempuan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari, tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Bukan, bukan itu alasannya. Tapi, dengarlah; mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu, dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Begitu. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami, tak luput dari rambu-rambu yang digariskan, semisal dalam urusan berpergian. Jangan berjalan di hari Selasa, sebab Selasa hari api. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Benarkah? Entah. Yang jelas, bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh, mereka memilih hari selain Selasa. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk, atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa, yakni petang Kamis malam Jumat. Inilah hari baik penuh berkat. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa; kupu-kupu pertanda tamu, ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting, elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi, membuat kami begitu berhati-hati. Begitulah. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Sedari kecil, anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon, meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan, rimbun dan rindang. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki, begitu adat kami mengajari. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Mereka cukup puas bermain yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sepantasnya saja; petak umpet atau lompat tali. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Kami akan berteriak dari ketinggian, mengabarkan betapa kami telah melihat laut, laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka, dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak, ada kapalnya enggak... Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada, lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur, jawab yang lain menghibur. Tentu, karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut, bahkan danau pun tidak, melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah... Namun, bagaimanapun juga, kami yang laki-laki masih lebih beruntung; menerka-nerka yang tampak. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Atau, mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Yang jelas, tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Juga saat musim buah tiba. Anak-anak perempuan cukup jadi pengumpul buah yang kami petik, dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahandahan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun), tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting, dedaunan, di semaksemak tepi jalan, di antara batu-batu di tepian... Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru, benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu, dengan melewati ladang-ladang yang ditinggalkan, mata Hindun masih saja penuh keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Hindun, perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan, dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan, bahkan untuk sebuah larangan. Maka, begitulah, hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa, kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum, menggelinding di lereng bukit, tersangkut di akar. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih, tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang, mencari buah yang masih menggantung. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh; dilobangi tupai atau kera. Hati-hati kakinya berpijak, sigap tangannya mencari dahan berpegang, karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Saat-saat memuntir sisa buah, seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. Begitulah, buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Tentu, saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar, beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas, atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Bahkan dengan pandangan. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Dikatakan begitu, karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sebenarnya. Dikatakan pohon Barangan, hanya daunnya yang mirip, tapi tak berbuah. Dikatakan pohon damar, hanya batangnya yang serupa, tapi tak bergetah saat ditakik. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua, mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah, mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). O, ya, mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Pokok pohon itu teramat kukuh, penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Bila memandang dari jauh, lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh, tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekukbergelombang, membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Andai saja ia ditebang, tentu akan segera terasakan ada yang hilang; lereng bukit itu bakal kosong, dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca; para pencari damar yang tersesat di hutan, para perantau yang lama tak pulang, atau pengembala ternak yang kemalaman. Tapi, tentu tak bakal ada yang berani menebang. Jangankan menebang, mendekat saja tak ada yang berani, kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun, gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu, nekad. Tanpa sepengetahuan ibunya, ia datangi pohon itu, dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit, cengkeh mati bujang, kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan, sekaligus melunaskan dendam! Ya, bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Tapi selalu terbentur soal hak. Hak tetua suku. Bukan si puak. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Pohon keramat. Milik tetua. Dan terjatuh. Hari Selasa. Dan ia, seorang perempuan. Lengkap sudah. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Bahkan mungkin lebih. Kubayangkan, telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar), namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar, tapi menyaksikan. Aku yang dulu hanya penerima kabar, kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya, Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon itu, mati. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bokongnya remuk, bernanah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan, sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk, dan tak seorang pun berani menjenguk. Hanya aku, kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah, ia ceritakan segala padaku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. Tentang dendam. Semuanya. Kecuali mungkin... hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya, dan aku pun tak berkata soal itu, meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau, di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau; tentang lautan, lembah, ayah dan saudara laki-lakinya. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Aku bergegas turun dari bukit, membawa kabar itu ke tengah kampung. Dan seperti kubayangkan, kampung memang teramat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

lebih sering bermimpi. 2002 Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. yang datang pada tahun 1653-1655. Nurhayati berpikir. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. Perempuan-perempuan. Namun.html gempar. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. akhir-akhir ini. yang kepala dusun di sini: apakah betul. Rumahlebah Yogyakarta.com/abclit. melantunkan syair-syair. itu tidak menambah apa pun. teman sekuliah dulu. karena mereka membelot dari Belanda. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. terletak di Lolohan Timur. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain.ABC Amber LIT Converter http://www. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Itu memang mimpi remaja. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. Sebentar saja. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. Hasil diskusi. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi ABC Amber LIT Converter http://www. Hamdani. Sesungguhnya. melihat nenek-moyangnya. Seakan tak berujung. waktu remaja dulu.html . dari tengah lautan. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya).processtext. Juga aku. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. Di surau kecil itu. ketika lautan tanpa badai. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. Beratap genting Palembang berwarna gading. akan datang seorang laki-laki. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya... adalah pelarian dari Armada Bugis.processtext. Sepertinya. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. Konon. bagaimana. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh.Nurhayati. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. ikut menggulung layar pada saat badai. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini.com/abclit. Sementara itu. dia selalu mengimpikan.

pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). nasehat ini sering diucapkan. aku mau sederhana saja. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). honor guru TK di sana sangat kecil. kali ini. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya." Nurhayati mengangguk cepat. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. "Rapat untuk organisasi sosial kita." "Nur. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. Benar juga kata temanteman. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). yaitu menjadi ibu. tidak yakin. Kadang. Aneh. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. Sebetulnya." Khotijah melihatnya. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. tanpa sekolah." Nurhayati diam saja. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga.html . terkagum-kagum melihat rumah panggungnya.com/abclit. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang.ABC Amber LIT Converter http://www. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. Kau sering terlambat. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. cobalah. Padahal. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). aku mendengar kabar. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. Khotijah. melainkan ibadah setiap manusia. Mereka berpikir. beberapa turis domestik.com/abclit. bertempat di masjid." Yah. Apalagi. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. Jangan lupa kau datang lebiha awal. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. tertawa-tawa. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. Dan setelah beberapa kali bertemu. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. Kemarin. Ada apa sih? Sebagai perempuan.processtext. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. waktunya selepas sembahyang isya. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. bisa jadi bapaknya tidak setuju. sebagai sebuah proses "menjadi". "Kau bukan dari jurusan keguruan. atau hanya untuk membunuh waktunya. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. Kita kan pengurus. seharusnya engkau jadi penyair. Namun. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. kamu sekolahnya paling tinggi. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya." "Aku bisa menggantikannya. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. Dia melihat ke panggung rumahnya. mengajaknya ngobrol. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. ***PAGI ini. ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. mungkin Mbak Mila setuju. "Nur. untuk mendinginkan tubuh. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya.processtext. Dia tahu. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. Di sisi lain. Mendengarkan pantunpantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. Namun. yang bisa keliling dunia. Tidak seperti engkau.html meninggalkan tempat ini! (Yah. Padahal. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. di mana udara panas menggulung." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. kemarin malam. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. Pikirannya terpotong. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. Nurhayati. bapaknya tidak pernah ingin menjual). tampak dari jauh. Karena.

Di saat-saat seperti itu. tidak banyak waktu untuk organisasi. Dia mengatupkan bibirnya. akan menikah dalam bulan ini. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. Namun. "Tentu saja. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah.processtext. "Nur. Inikah sebuah penindasan! Namun. Lebihlebih ketika TK tempatnya mengajar. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. Namun. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. kau tahu kan. tempat bermainnya di masa kecil. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. Tapi suatu ketika." Nurhayati membatin. Khotijah bercerita. Sementara itu. Kau masih ingatkan. Buat mereka. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini.com/abclit. sekalipun tak banyak juga waktuku. kau akan menjadi ibu dan istri. aku mau menggantikan jabatanmu. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. apakah itu masih disebut cinta. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. ABC Amber LIT Converter http://www. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Sambil menyusuri tepi laut ini. Sekali lagi. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). Seperti nenek-moyangnya. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. Di luar dugaannya. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun.processtext. Nur. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. Rasanya semua sudah hampir selesai. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini." Nurhayati cuma diam saja. kalau organisasi kita telantar. (Sesungguhnya. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. aku tidak bisa menjadi ketua. Beserta beberapa anak muda. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. setelah ini. dia tidak tahu lagi. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. teman terakhirnya yang masih bujangan. yang pasti akan mengganggu proses belajarmengajar mereka. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Di situ. camat dan bupati. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. Khotijah.html Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. semakin kena abrasi dari lautan. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. Akhirnya. yang keluar dari bibirnya. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi sayang sekali. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). kami menemukan sesuatu.com/abclit. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini).html . Karena begitulah norma. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. Khotijah memegang tangannya.

sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. dia duduk menghadapi fajar. "Aku tidak tahu. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. kalau bercermin. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. Nurhayati tak akan risau lagi. Banyak orang memberi selamat. Koran-koran lokal memuat fotonya. dan diriset oleh Budiman. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. Karena rumah panggung itu. (dengan bahagia. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. adalah bagian dari dirimu sendiri. Dia mulai berpikir. Dan rumah tinggal mereka. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). Di pantai ini. Keluarganya dan keluarga Hamdani. mengatakan kegembiraannya. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. air matanya mengalir. dalam beberapa hari ini.com/abclit. yang menuju sebuah sungai besar. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. sepulang dari mengajar. Memandangi jalan di depan rumahnya. sebagai istri. 29 Maret 2002 Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya.processtext. yang peneliti. Dan penelitian itu.html Sambil belajar. Di ambang pintu yang terbentang. apakah pernikahan itu perlu. Dan tak seorangpun yang tahu. di sebuah perumahan BTN! Malang.com/abclit. Sementara itu. setelah itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Budiman berkata. tinggal nenek.processtext. di lantai dua. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. dia ikut mencarikan datanya). Nurhayati menyusuri pantai.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Hamdani lewat surat. akan selesai. Nenek berteriak-teriak ABC Amber LIT Converter http://www. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. Ini berarti. ***KALI ini." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. namun masih menampakkan kekokohannya.html . mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya.

Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai. Ia tak begitu jelas mendengar. Kehilangan kekaguman."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. anakanak itu termangu-mangu di tebing. Wajahnya mengeras.Saat ia melepaskan tembakan. Berburu buaya. sambil bergumam. dan ingin bertemu. Orang-orang terus berkerumun. Nenek duduk di lantai papan. Dia tak menghendaki buaya itu segera mati. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. diam-diam. Buaya itu tak segera mati.processtext. dan luput dari perhatian. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. Matanya meradang.html dari ambang pintu rumahnya. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. dan melepaskan tembakan. Seseorang berseru. dalam penantian yang memualkan. "Kaulah buayanya!"Berlarian. menyelam.Orang-orang kampung mencebur ke sungai.com/abclit. dengan kaki pengkor. Ditinggalkannya tepi sungai itu.***LELAKI itu masih muda. Melihat buaya yang terus berkecipak. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. Orang-orang akan kehilangan tontonan.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. membaur di antara orang yang berkerumun.Dia cuma membidik. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. si tukang cerita itu. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan.html .processtext.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita.com/abclit. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. Dua tungku panas itu padam. ABC Amber LIT Converter http://www. di ruang tamu. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. menyemburkan darah searus dengan air sungai.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. berjalan tertatih-tatih. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. Begitu asyiknya mereka. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan.ABC Amber LIT Converter http://www. mereka meninggalkan tanggul sungai. Kehilangan kengerian. Terus menggelepar. tampan. Di lantai dua. mendekati lelaki pembawa senapan. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. gadis-gadis terpekik. Menyeret buaya ke darat. seorang gadis dengan rambut tergerai. Sungai menjadi amis bau darah buaya. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. Mati. tertawa-tawa. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Dia selalu membawa senapan ke sungai."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anakanak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. bermain lumpur dan lumut sampai siang."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat.Nenek. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. berang. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. Anak-anak itu mengelilingi Nenek. Berderak-derak. memandang ke arah permukaan air. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan. menanti seekor buaya mengapung.***DI rumah panggung. Lama dia menyusuri tanggul sungai.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. menuturkan kisah masa gadisnya. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Ia ingin turun dari rumah panggung. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. Mengulitinya. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. berteriak-teriak.

Tapi.processtext. Berjejalan."Anak-anak itu bersorak. dan merasakan kekecewaan. berhenti bergurau. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. anakmu yang kedua. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Hati-hati. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. yang gagah dan lucu.processtext. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa."Anak-anak terpana. berlarian ke sungai. ABC Amber LIT Converter http://www.""Di mana ia tinggal?""Di sini. Mereka menghambur ke jalan. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. Tengadah. terpikat pada cerita Nenek.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. membosankan!"Tak ada sahutan."Di kamar melulu. Saling dorong. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. Terdengar ketukan pintu. "Gadis berambut panjang itu masih hidup.Lelaki pengkor. Berdebar-debar. berkedip-kedip.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung.""Mereka di mana. Nek?""Masih. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahuntahun ia dalam pingitan. tidak. Dia murka."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Mencari-cari wajah gadis itu. lelaki pembawa senapan itu melamarnya."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. Bertabrakan. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. Dia menyangka. lelaki dan perempuan.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. Mencebur ke dalamnya."He. Berjingkat bangkit. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Neneklah orangnya. gadis berambut panjang. Bermain-main air. Ditutupnya kembali jendela kamar. Tak yakin hatinya.com/abclit. hingga dia berani mandi di kali."Tentu.Mendadak anak-anak berhenti bermain."Hai.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Tercengang. memandangi Nenek." sahut Nenek. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. Berkecipak. semua buaya sudah ditembak mati. Tak disangkanya.Si gadis berambut panjang tak menyahut. dia berhenti. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. Sopan.html . Kadang membujuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan.""Ooo. akan lahir dengan mata juling. Bergerak menuruni anak tangga. Mereka hidup bahagia. Kelak. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu mengguncang dada perempuan berambut panjang.com/abclit. Mengembangkan senyumnya. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Nek?""Merantau. agak lamban. dengan bibir yang jontor. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. Terpana."O. mencibir. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. mencabik-cabik tubuhnya. Lelaki pengkor itu ingin disapa. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. yang berjalan dengan terseok-seok. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu."Gadis berambut panjang merasa terhina. Wajah Nenek tampak sedih. mengajak berbincang-bincang."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. setengah hati. Tertawa-tawa. malu-malu. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. hingga terasa kegelapan menyekap. Berenang. Gadis berambut panjang itu mengerling. Berkali-kali. melongok ke bawah."Nah. tertatih-tatih.""Lalu. saat ia dengar."O.html dari jarak dekat. Ibu muncul belakangan.

duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. ia mencambuk kudanya. menggelengkan kepala. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. menyambar pakaian mereka.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming.. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. "Hai. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. Anakanak bersorak ketakutan.html Rambutnya panjang.. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya.processtext. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke ABC Amber LIT Converter http://www.. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. Tumpukan salju telah menimbuninya. "Kusir!" Iona terkejut.ABC Amber LIT Converter http://www. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. mau kemana kau." terdengar oleh Iona. Kakinya pengkor. sang kusir. melewati rumah-rumah panggung. punggung kuda. "Kusir. memutih. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Si kuda betina menggerakkan leher. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. Matanya kelabu. pundak dan topi-topi. dari lukisan-lukisan alam nan biru. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja. Sang opsir duduk di kursi penumpang. meninggalkan sungai. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. "Ah. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. tak terurus. Sesaat. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. dia mirip permen jahe. Iona mendecak.com/abclit. kegelapan malam datang menghampiri kota. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai.NegaraPandana Merdeka. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. dan selanjutnya tidak. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu.com/abclit. telah lama memutih karenanya. Iona Potapov.html . ke Viborskaya.processtext. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan). kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan.

.. "Kusir. "Kau akan berangkat atau tidak. "Ada kok. baginya sama saja. betul kok.. harga yang tidak seimbang. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. Anak ABC Amber LIT Converter http://www. "Cambuk! A ha.... ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit.. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar...." Iona tertawa." kata salah seorang yang jangkung. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya." "Ya betul.. "Tuantuan yang berbahagia!" "Cuih. ada. satu rubel**.. Dia mendengar pula cacian orang-orang. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya.processtext. saya dan Vaska minum empat botol brendi." kata Si Jangkung yang lain dengan marah.." "Ya. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu..... ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. buat apa kau berdusta. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. sebetul kutu batuk!" "He... Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda. ha. maka ia lah yang harus berdiri. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta....." "Hmmm. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal.. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan.. "Baik. minggu ini..com/abclit." "Ha. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. Ha. he. "Kami bertiga. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini...html . Dua puluh kopek. naik ke kereta. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana.ABC Amber LIT Converter http://www.. Mereka tentunya tahu hal itu. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda.html sebelah kanan!" Sang Opsir marah." Iona tersenyum lebar. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna..... tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya. "Kemarin di rumah Duhmasov. tingkah polah dan omelan yang panjang. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona.. Satu jam berlalu." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya." "Demi Tuhan. kecuali hanya desisan. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah. Setelah menunggu sedikit jeda.. Anak saya meninggal. Yang penting ada penumpang. dua jam. Tiga orang laki-laki. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk. "Dia bohong seperti binatang.. Tetapi harga tidak menjadi masalah. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar... dua di antaranya tinggi dan kurus... sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona.. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya. "Kamu linglung..com/abclit... Iona menoleh pada mereka.. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.. demi setan!" Si Bungkuk menyela.. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. lima kopek..." "Aku tak mengerti.... "Ada apa?" tanya sang Opsir..processtext. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau. he.

. meninggal". tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air...... seorang kusir muda terbangun.. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil.. "Tuan-tuan yang berbahagia.... Seharusnya dia menjemputku..... "Saya? Ha. ha... dan tersusun.. "Kembali ke terminal!" pikirnya. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur..." pikirnya.processtext. ha.." Si Bungkuk menarik napas. anakku meninggal minggu ini. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. akhirnya mereka sampai...com/abclit. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah. "Itu sebabnya aku sedih. demi kesehatanmu. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar.html saya minggu ini. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. "Kawan. "Kita semua akan mati. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir.." Di salah satu sudut." "Minumlah... Ia ingin membicarakannya dengan serius. eh malah dia datang pada anak saya. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor.. he. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung... ia mulai berlari kecil.. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung. "Ayo Cepat! Tuan-tuan. apa yang ABC Amber LIT Converter http://www... Hal yang aneh.. He. Sebesar rasa haus pemuda itu.. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli.. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi. Ia mengibaskan pecutnya. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu.. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit.. dan makanan kudanya.... Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu.processtext. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah.. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. kau dengar.. ha. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. ha. yang sanggup mencukupi makanannya..." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. "Hampir jam sepuluh.... Iona melihat pada orang-orang ini. di rumah sakit... bertekuk dan menyerah pada duka lara.ABC Amber LIT Converter http://www. "Ha. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi. he.. Udara pengap dan bau.. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.. bagaimana anaknya menderita. dan memutuskan untuk bicara dengannya.com/abclit. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya. jam berapa ini?" tanya Iona...." Iona tertawa.. "Buat dedak saja sudah tak cukup. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya. kuburan! Anak saya pun meninggal. Kematian memasuki pintu yang salah. Setelah menerima 20 kopek. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu. Belum juga lima menit berlalu.. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap.. Tetapi ia tak melihat apa pun. tetapi belum terlihat. Di lantai. "Ya. "Mau minum?" "Begitulah. Anakku.html . ke terminal. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'... selalu hidup lebih tenang.

Kuzma Ionitc telah pergi... Gus Jakfar memang luar biasa... mendengarkan. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. Mestinya dia masih hidup. 1964.. Ia masih mempunyai seorang putri. kita hanya makan jerami....... sambil menatap matanya yang bercahaya. Anisya. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. dan kamu adalah ibu kandungnya. Moskwa. juga padanya. bagaimana anaknya meninggal.. hal: 56-60. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. Sang pendengar akan mengaduh.. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. Bayangkan. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir.. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A. Dia pergi tanpa alasan.P. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda.. "Ayo terus kunyah. di desa.... Ya. dan mengendus tangan sang majikan." pikir Iona. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. Makanya harus bicara pada seorang wanita. tak ada yang perlu ditakuti.. kusirmu sekarang. seandainya kamu punya anak. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri." "Tapi. .com/abclit.. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. menarik napas.. kemudian anakmu mati.processtext.. Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas." Iona terdiam sejenak. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai.html .com/abclit.. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan.. meratap. Chekov-Raskazy I Povesty. "Ah lebih baik melihat kuda... timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. jerami.. cuaca. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. kemudian melanjutkan: "Begitulah.." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.." kata Mas ABC Amber LIT Converter http://www.. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu.processtext. Dia berpikir tentang dedak. 'Toska'." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. "Selalu ada waktu untuk tidur.. ketika sendirian begini.. bukan aku. Aku terlalu tua untuk jadi kusir.. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. Kau akan tidur nyenyak. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya.html dikatakan sebelum anaknya meninggal.

ABC Amber LIT Converter http://www. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. Dan percaya atau tidak. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. jauh melebihi yang sudah-sudah." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. Kalian ingat. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was. Singkatnya. 'Kang. sudah ada yang ngelamar ya?!'." kata Lik Salamun. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda.processtext. "paling tidak kini.html Bambang. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar." sahut Ustadz Kamil. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. kita tidak tahu. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu.com/abclit. "Mungkin saja.com/abclit. tidak mengajar." "Kang Kandar kan juga begitu. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. terutama para santri kalong. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. "wah. Sebelum dilamar orang sabrang.processtext. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. Waktu itu Gus Jakfar bilang. di samping silaturahmi seperti biasa. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan." kata Lik Salamun." "Saya malah mengalami sendiri." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti." tukas Mas Guru Slamet. sesuai usul Ustadz Kamil. dimana Gus Jakfar prei." "Tapi bagaimana pun. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun ABC Amber LIT Converter http://www. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang." jawab Ustadz Kamil. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. 'Wah saku sampeyan kok mondol-mondol. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. "Gus." ujar Ustadz Kamil. Takut dibaca tandatanda buruk saya. masyarakat pun geger." timpal Mas Guru Slamet. Saya kok merasa tidak berubah. 'Sum." Begitulah. Sekilas saja beliau melihat kening orang. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. dan rasa takut. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. tak ada hujan tak ada angin. ini ada hikmahnya. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. "kalau saja kita tahu kemana beliau. was-was." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan." "Ya. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan.html . Gus Jakfar bilang kepada saya. kulihat keningmu kok bersinar. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. "Matanya itu lho. lalu pikiran saya terganggu. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. kan ketemu Gus Jakfar. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. esok harinya. "waktu itu." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok.

ada tanda yang jelas sekali. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. tapi tak bisa. "Kalian ingat. berilmu tinggi. Saya melihat di kening beliau yang lapang. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. Saya mencoba meyakinyakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. menarik nafas panjang. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. dan disegani banyak kiai yang lain. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Mbah Jogo. Saya yakin itulah orangnya.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau." Dia berhenti lagi. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Di gubuk yang terletak di tengahtengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan.processtext. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. Kata ayah dalam mimpi itu.' 'Ya. tapi kami diam saja." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. itu. kiai Tawakal. Bicaranya jelas dan teratur. Nama Kiai Tawakkal. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. Saya diterima dengan penuh keramahan.ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu sampai seberang. maka serempak kami mengangguk. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. ABC Amber LIT Converter http://www." "Terus terang. sejak bermimpi itu. Masak seorang yang dikenal wali.' katanya. Diam agak lama. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu." "O. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. ada seorang tua yang memberi petunjuk. membuat kami tidak sabar. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. Pasti saya keliru. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. baru kemudian melanjutkan. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini.html tak mau. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu.com/abclit.com/abclit. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. Ternyata ketika sampai disana." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. disurat sebagai ahli neraka. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. Tak mungkin. Dan betul. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. Kedua matanya indah memancarkan kearifan.processtext. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. Gila.html . Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. terus saja nakmas menyeberang. Tanda itu terus melekat di kening beliau.

masih seperti dalam mimpi." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. witir. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. memanggil-manggil nama saya. Ah.html . Warung penuh dengan asap rokok. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap.processtext. Semacam lelana brata kata mereka. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri.mengisi pengajian umum. saya kaget. beliau berbelok. melambaikan tangan. dan semisalnya. pada suatu malam purnama. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya.processtext.' Mereka yang duduknya dekat.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. Ah." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). tapi menurut santri-santri yang lama. Dengan hati-hati. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. saya pun membuntutinya dari belakang. bisa berada di sini. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya.com/abclit. kepada orang-orang yang ada di warung. ke warung biasa saja tidak pantas. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. Akrab dengan orang-orang beginian. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. saya hampirhampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. serta merta mengulurkan tangan. Cari pengalaman katanya. sementara yang jauh.com/abclit. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. dzikir malam. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu.html tahajjud. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. Dengan bengong. menemui tamu. dan sebagainya. Masya Allah. mujahadah. Melihat waktunya yang sudah larut." "Begitulah. Memang betul. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. tapi juga tidak terlalu jauh. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. Terdengar gelak tawa ramai sekali. bercanda dengan wanita warung. 'Kopi satu lagi. tidak terlalu dekat. menjabat tangan saya dengan ramah. Katanya: 'Ini kawan saya. kiai memperkenalkan saya. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. Saya masih tak habis pikir. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. Ketika kemudian saya ikut belok. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. pikir saya.

menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. Dan. sudah larut malam. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. 'kita masih punya waktu. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. sebagaimana neraka dan sorga.com/abclit.processtext.html malam ini. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Sampai di seberang. kau kan tahu. kita ingin berdekat-dekat denganNya. 'Mas. seolah-olah di atas jalan biasa saja. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. 'Anak muda. melambai kepada semua. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. kemudian keluar." "Kami melewati pematang. kiai berkata mengejutkan.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. 'Ayo!' teriaknya. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya.' Saya tidak merasa diusir.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya.html . Karena pertama. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. Ternyata setelah melewati kebun sengon. 'Sebentar lagi subuh. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. ujub. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. kiai membayari minuman dan makanan kami. Saya tidak bisa berkata apa-apa. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Kedua. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan.com/abclit. 'kita pulang. menunggu. lalu menerobos hutan. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. pantas di keningnya kulihat tanda itu. Seperti kerbau dicocok hidung. 'Biar cepat. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk." "Ketika saya ikut bangkit. tiba-tiba dengan suara berwibawa. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. Untung saya bisa berenang. berdiri. 'Kita istirahat sebentar. aku adalah milik Allah. Seperti mereka yang di warung tadi. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. Sebagai kiai. kau boleh pulang. Maka terserah kehendak-Nya. saya pun mengikutinya. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. Setelah sembahyang subuh nanti. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. 'Ayo.ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya.processtext. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. saya ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai di seberang. O. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. kebanyakan mereka orang susah. Beliau yang kemudian terus berbicara. Beliau melambai.

Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. dan pamit. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. orang yang mirip beliau pun tak ada. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. jangankan Kiai Tawakkal. katanya milik sampeyan.com/abclit. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri.processtext. Baru setelah sembahyang.processtext. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. Kami. 'Ini titipan Mbah Jogo. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. tapi bukan surau bambu.com/abclit. tak jadi di lobi United Nations.' Begitulah ceritanya. seseorang menghampiri saya. teater.html ." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. Tapi. ***Rembang. Ketika saya mengiyakan. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. mengapa dia ABC Amber LIT Converter http://www. aku bangkit dari tempat duduk." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. politik. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. Menjelang pukul sepuluh. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. Tinggal meja kami yang masih bertahan. tapi kami yang dari tadi mendengarkan. masih diam tercenung. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. seni lukis. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. Aku tertanya-tanya. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. Dengan bingung saya terus berjalan. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. Seperti orang linglung.html celingukan. filsafat. "Bung. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. Namun. atau agama atau desasdesus yang jalang. 'Mana saya tahu?' jawabnya. Edisi 05/05/2002 PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas.

belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. lantas di Guggenheim Museum. katanya pada malam berikutnya. aku membayar pesanannya. Beberapa hari kemudian. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. di New York juga. "Bagus.html ... Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. bergabung kembali dengan teman-teman. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. Tak jadi di sana. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. di kota itu masih banyak propagandis merah. siap menyambut kedatangannya. National Meseum of Modern Art di Washington DC.processtext. Setelah United Nations Plaza tempo hari. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. Seingat saya.html tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. hidup dengan pembicaraan yang ABC Amber LIT Converter http://www. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe.processtext.. Jangan ceritakan kepada yang lain. di mana katanya. Semua bon sudah dia lunasi. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Dan menjadi tanda-tanya besar bagiku. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. Dan dia ngeloyor ke luar. tapi akan terbang ke Praha. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. tanpa sepengetahuannya. "Sekali lagi. Ternyata aku salah sangka." pintanya. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris.com/abclit. "Selamat. tujuan yang benar adalah London. Selamat. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. Hati-hati. di depan counter. mengikuti pameran lukisan di sana. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kotakota metropolis yang baru. tak jadi ke sana. katanya. menyusul Pretoria. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. Aku diam saja. dia akan berpameran.com/abclit." Setelah itu dia benar-benar menghilang.ABC Amber LIT Converter http://www. saya bahagia mendengar rencana Anda ini. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. Pernah sekali. lantas Stockholm. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. ini hanya untuk Bung. telah terbang ke Jerman. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. bisikku membujuk hati sendiri. "Kuatkan hatimu. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. Kemudian. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. dan kataku. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. mudah-mudahan yang ini berhasil.

Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. selalu serius. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi.com/abclit. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. apa mau dikata. Waktu itu. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Katanya. Tetapi. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. memang dia.ABC Amber LIT Converter http://www. jidat selalu berkerut. Katanya meyakinkan. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib seburuk ini. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Keesokan harinya. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. katanya.html . Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. Semua mutung. Ya. Demi Tuhan. Ketika meja sudah penuh terisi. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. Apalagi sipembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. ABC Amber LIT Converter http://www. sebulan yang lalu.processtext.. Anehnya. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. ***DARI udara. Ibarat lukisan. cuma memakukan matanya ke lantai. dia hanya diam membeku. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir.html ngalor-ngidul dan tawa berderai. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. Kami tak percaya. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubun-ubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. Matanya kosong. tetapi juga merangkulinya. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak.. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. Semuanya kena. tak jauh dari rumahnya. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. dia enggan untuk menghampiri. Semua murung.processtext.com/abclit. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Tetapi. Katanya. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. Tetapi. Kalau ditanya dia tak menyahut. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin mainmain dengan nasib si-pelukis. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Dicapai kata sepakat.

Kami tanya. Kami melangkah mendekati pelukis kita. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan." Dalam perjalanan pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. Alat-alat lukis terserak di dekatnya.processtext. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. tumpang-tindih di situ. "Maaf Bung. "Takkan salah. kapan diselesaikan. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. mau menegakkan harga diri. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. Beberapa lembar uang ratusan. benar kata teman tadi. Sebelum tiba giliranku berpamitan. kupikir." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. dan aku meletup. Aku tersenyum. Bingkainya belum dirapikan benar. begitu hendak memeluknya. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. Anda akan menjadi besar di sini. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita.com/abclit."* ABC Amber LIT Converter http://www." komentar seorang teman. saya telah beratus kali berbohong. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. "Jangan lagi berangan-angan terbang ke mana-mana. boleh juga mengecoh berseloroh. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. dan katanya. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. sehingga dapat ganjaran seperti ini. Kami kembali saling-pandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan.html . walaupun penderitaan mengelilingi. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. apa yang dia katakan?" tanya mereka.com/abclit.. Perhatikan matanya. "Kalau dia punya uang suatu ketika. Sesekali. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. dia tidak menjawab.html persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. menatap mataku.. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. walaupun dia hanya tetap membisu. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. Di belakangnya. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan.processtext. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. "Heran. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. Sungguh. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. ribuan. ini lukisannya yang terbaik.

processtext. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. Matanya mendelik.ABC Amber LIT Converter http://www. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. Tidak terlalu tinggi memang. lidahnya terjulur. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. sepeda onthel dengan keranjang sayur. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. menghadang kendaraan umum lewat. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar.processtext.html Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas.com/abclit.html . tergesa-gesa. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun.com/abclit. Orang-orang yang ABC Amber LIT Converter http://www. menggigit bibir. berhenti di pinggir. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. Ya. Atau. Ia tampak cemas. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. Namun. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. Namun. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya.

Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. Tubuhnya kekar. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. Mereka tahu.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. menampakkan keterkejutan luar biasa. atau memejamkan mata. melainkan gambar tato keris. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya.html hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. Tubuhnya basah keringat. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. kaku seperti gelondong kayu. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. ah.processtext. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi ABC Amber LIT Converter http://www. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. Lalu. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah.Percakapan mengalir dari mulut orangorang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak.processtext. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. menutup mulut dengan telapak tangan. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah.html .com/abclit. Percakapan kembali membuncah. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. merangsek masuk ke dalam.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. Namun. terus tegak di situ. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Mudrika. membuka. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Kedua lututnya gemetar. Betapa mengerikan.com/abclit. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Mereka bertanya-tanya dalam hati. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman.Matahari kian merangkak ke atas.

pasti tidak begini kejadiannya. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. seperti tidak bergairah. tajam. Shin Ling. Membuat gadis itu gugup.com/abclit.processtext. toko kita kini aman. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL".. Shin Ling. mengerutkan kening. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu. andai saja dia mau bersabar. * Depok. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. Kenapa Mudrika.html .."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. Pula hatinya kian disesah rindu. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. Ah. dibaca.processtext.Dan perempuan itu. Atau. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ.com/abclit. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato."Tergeragap. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku."Shin Ling. luntur terkena keringat. juga tulisannya jelek persis cakar ayam.. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. tidak bagi perempuan itu. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika.. cintanya ditolak. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. mengedarkan pandangan pada kerumunan. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. dibuka. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. Namun. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. dibolak-balik.html secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. Namun. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. secepat itu pula mereka segera melupakannya. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri.

Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anakanak seperti ketakutan. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. kecuali masakan ibu. bapaknya capek. "Papi sih. tidak terlalu pagi. Dan. ibu pasti kabur.Ibu mana?" tanyanya cemas. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. ingin tahu apa gerangan yang terjadi.processtext.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. Istri saya menarik napas. mestinya keluar masuk pekarangan. Tapi saya curiga. ia tampak bersemangat. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang katakata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam." keluhnya mengenang. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. Kalau tidak. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. istrinya tidak telaten merawat suaminya." kata ibu mertua saya itu kepada saya.com/abclit. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. ibulah yang paling tahu apa ABC Amber LIT Converter http://www. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. tapi tidak dalam waktu yang lama. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Padahal.com/abclit. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya.processtext. lalu nyerocos menembus pintu pagar." Saya belum sempat bereaksi. Sudah barang tentu ada apa-apanya.html . Tidak lebih dari seminggu. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput.ABC Amber LIT Converter http://www. Sayalah satusatunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. ia berkata: "Kasihan Rudi. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal.html Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. pintu pagar digembok. sehabis jam kerja saya. Di waktu yang lain. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat. Padahal. Kasihan Rudi. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. Kami sudah menduga apa yang terjadi.

apakah artinya kertas-kertas itu. Tapi yang lainlain?""Apa misalnya?""Banyak.Sejak kepergian Rudi. selalu bilang tidak tahu. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. saban Kak Nurma menelepon saya. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu.ABC Amber LIT Converter http://www." saya bilang. apalagi ibu. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. sekaligus pendiam. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti."Ah. di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. ketika ibu ingin makan buah itu. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi." kata istri saya. Kamu mau. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. Dan. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. Bu. seminggu sebelumnya. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. Padahal. Soalnya ibu hampir-hampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. kamu tertawa?""Habis."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu.""Kalau untuk akhirat.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. Kami semua terpukul. Tanya sama dia. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. Atau untuk membeli keperluan dapur. Bu. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya.html . Bahkan.processtext. Gerombolan pengemis. pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. suka lupa."TUHAN punya kehendak lain. Kami. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. Nah. Di bulan pertama itu. Siapa lagi kalau bukan dia.Seperti kejadian seminggu lalu. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri.com/abclit.processtext. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu. Pandangan matanya terlihat kosong.html yang disuka Rudi. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi.com/abclit. Soalnya. Tapi."Kok. sejak dari dalam kandungan. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. Untung pembantu itu jujur. ibu sangat berubah." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. kalau hari tidak hujan."Anak itu memang pencuri. atau seratus ribuan. ABC Amber LIT Converter http://www. jeruk busuk." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. juga sering ditemukan apel busuk. petugas kebersihan pemakaman." jelas istri saya. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. ibu tahu apa yang disukai Rudi. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. Ibu sekarang mau ke sana.Kalau sudah begitu. ibu mau boros. Nanti. orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak. hilang. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi.

masa tua yang tak berdaya.com/abclit.com/abclit. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri. Ibu membalasnya. Katanya mau beribadat. Ibu menurut. dikaruniai tujuh anak. tapi tidak tahu mau mencari ke mana. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu.ABC Amber LIT Converter http://www.Mata ibu berkedip-kedip menahan sinar senter saya.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu. tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. Bang Sapar.html . Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana. sedikit saja.Di kuburan kami bertemu berempat. Ibu tidak ada. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari kata-kata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya langsung mengeluarkan mobil. dengan senyum seramah mungkin kepadanya. berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi."Saya tak berhasil. ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. Itu kan menambah dosa jadinya." katanya ketika mau duduk. Saya pulang ke rumah. istri saya kelihatan cemas. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya. langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah.PUTRI bungsu saya. enggak?"Ibu lama terdiam. saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu." saya menengahi suasana. ibu masih kenyang. terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet. istri seorang ambtenaar. memberi kabar tak sedap itu. Betapa bahagianya dulu ia. yang tadi mengejar neneknya. Tapi.processtext. Ibu berdiri menuju teras kembali. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya.processtext. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Pintu pagar terbuka.""Ayolah. Tentu saja dengan menjaga perasaannya. saya masih punya harapan. makan saya jadi enak."Tidak. ibu mulai lagi bikin dosa. Kini. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas. Ya. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia. Begitu mencuci tangan. Bu. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja. **Padang. saya mengulurkan tangan. sesama menantu ibu. dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya. 10 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www."Ayo. Ibu tak ada di sana. berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Kita makan. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Saya menghadiahi ibu senyuman. Saya mengajak ibu makan bersama saya.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Saya meneruskan makan agak cepat. ia sudah kehilangan kesadaran geografis. suami Kak Nurma. telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Biasanya kalau bersama ibu.""Ibu jangan ambil hati.html Jadi. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. sambil menyusuri jalan pelahan-lahan. kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki. Dan. kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. Tapi. ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Namun. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya.

aku selalu terpesona olehnya. dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung. "Jadilah kau sahabatku yang baik setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya. hijau perbukitan. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap. namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua. Semerbak wangi kembangnya. aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku.processtext.processtext. memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. kami menjadi akrab. semilir angin.com/abclit. Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut.html Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang. seperti sekarang ini.com/abclit. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah ABC Amber LIT Converter http://www. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. dan setelah itu sering menemaninya ngobrol. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah. bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun.html . Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan.ABC Amber LIT Converter http://www. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna. hijau tumbuhan. Saat itu aku cuma diam memandangnya.

aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Akan tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu. tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Jika kita bicara juga. Yoshida Tua. Yoshida Tua. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami. jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimatkalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk. antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah. kami jadi banyak membicarakan negeriku. atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak.processtext. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk.processtext. "Sekaruno itu. sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari.. Dan meskipun sangat jarang. secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. sawara. maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua. Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masing-masing.html . Anehnya. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung. yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning.html yang palsu. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukitbukit di kaki Gunung Fuji. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif. Dengan demikian. sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih. biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu. saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara ABC Amber LIT Converter http://www. Karenanya.com/abclit. pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memuji-muji indahnya alam negeriku. Jika vila ini berada di ujung tanjung. aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas. hingga aku selalu menunda kepulanganku." "Soekarno. kadang-kadang juga iwashi. pernah pula aku mendapat ikan inada.com/abclit. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat.. Soeharto.

yang telah maupun yang masih berkuasa. maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk. bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! ABC Amber LIT Converter http://www. untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. cinta. bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam. Ia lalu melanjutkan. ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam.html kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. "Waktu muda. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. lantas merasa berhak menjadi galak. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut. Juga dalam keadaan masih terdiam. jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan. Karena ia tetap membisu. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini. lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup. Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. "Aku malah berpikir. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa.com/abclit. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Setelah itu. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian. pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian.processtext. Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut.com/abclit. aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku.html .processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut. kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. Jika di luar sana kabut mulai turun. kaca-kaca jendela mulai mengembun. aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. kutenggak sake itu sekaligus.

Kubayangkan. Mula-mula pelan. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. bergerak-gerak. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat.processtext. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Aku tak tahu pasti. Sayang sekali. pikirku. Ya. perlahan-lahan menjadi suram. setelah beberapa lama menunggu.com/abclit. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing.com/abclit. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. ***Tokyo. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. dan akhirnya lenyap. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk. Edisi 08/18/2002 ABC Amber LIT Converter http://www.html Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf.processtext. Gempa bumi.

Sejak beberapa tahun lalu. Lama sekali." keluhnya lagi. air mata Mariko tak henti berderai. Puspa erat-erat memeluk anaknya." Selama bercerita. sudah sangat merindukannya. tak mengerti.processtext.com/abclit. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya.***PERISTIWA di belakang panggung gedung pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. ia belum melihat ayahnya. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. saya masih harus menyelesaikan studi S2. Belum bisa pergi ke sana." cerita Mariko lagi. "Kami tak punya pilihan.com/abclit. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. tentu saja Cempaka. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. anak Mariko sempat kaget.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. Mereka berpelukan sekali lagi. begini. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. membungkuk sebagai tanda hormat.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. Seerat yang dapat ia lakukan. Sambil menghapus air matanya. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. suaminya. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. katanya. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom.html . Diam-diam air matanya menitik. keluhnya dalam hati. Ia ingin menelan tangisnya. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. Lebih dari empat tahun yang lampau. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat."Sampai umurnya empat tahun. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. sementara Ngurah Anom. Bulir-bulir bening itu.Noriko.processtext. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai.html SEPULANG dari Jepang. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. asin sekali. Ah.Mereka bertiga berpelukan. Ia ingat. seperti meledak-ledak."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Gadis kecilnya itu. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. Terasa asin." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko.ABC Amber LIT Converter http://www. sembari tersedu menangis. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. "Saya hanya titip salam buat Bali. Ia seperti merasakan betapa haruABC Amber LIT Converter http://www. Puspa gelagapan. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom.

. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Puspa merasa sangat teledor.html .""Soal itu biar saya yang mengurusnya.com/abclit. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja.. ah. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita." kata Yamasita-san. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. Selain menjadi penghubung para seniman." kata Ratnasari singkat. Tiga penari lainnya cekikikan. Ratnasari. dekat sekali rasanya. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya." jawab Puspa. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. Selain sudah sering ke Jepang. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai ."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. Mungkin ia terlalu yakin.Narita.com/abclit. ia tak kuasa menolak."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan."Huuss. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak. siapa yang bakal menjemput rombongan. Terpenting dari misi ini. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta.html birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahuntahun tak mengenal ayahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri.. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan. Yamasita-san di Bali juga dikenal sebagai seniman."Udah. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon.. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh Yamasita-san." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. menurut cerita Mariko. Anda siap?" tanya Yamasita-san. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasitasan. Usai menari. kita biasanya diajak jalan-jalan ke Akihabara. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI. Komang Widiati. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya.processtext. Lelaki berkaca mata itu ABC Amber LIT Converter http://www. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. "Sudah saya pastikan untuk berangkat. pedihnya. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon.."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya. seolah lebih kepada diri sendiri. dan Gung Dewi. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. empat mahasiswanya.processtext." tambah Puspa.Selama ini.. Ah.. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo.

Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. yang akan mengontrak para penari dari Bali." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota.Setelah menghilang beberapa saat.Miki-san. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo.processtext. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. Gung Dewi. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. Ini gila!""Ah. Puspa tidak mengerti. Puspa-san. "Nama saya Miki. Ia tertidur. tak lebih dari satu jam. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya.Bandara Narita tampak sibuk.com/abclit. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Meski lanskap pagi seelok itu. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Ia memang tidak sedang berselera. Saya datang atas permintaan Kimura-san. bahkan menjual kami. ke tempat kami. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan.html bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Ia makin tampak gelisah.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san."Ah tidak-tidak.html . Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Pada bulan April.890 yen.. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan.. Widiati. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan.. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tetapi mengapa ia tak muncul. Puspa tampak sangat gelisah. "Ia ingin menjerumuskan. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Puspa menolak. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar.com/abclit."Oh. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. ***SAAT turun dari bus.. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama.processtext. Mereka terdiam.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. saya datang menjemput Anda. Kimura-san minta kita ABC Amber LIT Converter http://www. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan.. Saya akan mengantar Puspa-san. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya.

html .com/abclit. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit.. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka.html semua istirahat dulu. hingga akhirnya." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Apa benar Kimurasan akan mengundang makan malam. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Bapak terus menghajarku. Di sini sudah disiapkan kamar sementara. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. Kalau benar para penari dikontrak. *** Jakarta. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. Setelah mandi.com/abclit. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. aku tak merasakan lagi rasa ABC Amber LIT Converter http://www.Sampai siang hari.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Puspa belum sempat menjawab." tambah Miki-san. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. Ada lima kamar. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Puspa memanggil seluruh penari. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. silakan saya antar.processtext. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui.. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. para penari tak berbuat apa-apa. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. kalau-kalau tawaran kontrak itu tidak benar. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan.

Ia pergi bagai angin. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. Kalau jadi maling atau pembunuh. Yang kuingat. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu.. Wajah Bapak tergores. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. Entah ke mana." Ketika aku lulus SMU. Masam. setan atau bahkan iblis. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. selain sumpah serapah. Ini siapa ya? Oooo Bapak... tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tawa Bapak berderai. mengiringi rebah tubuhku. hingga aku terpojok di sudut ruangan.. Bapak tahu sendiri.Sekarang pukul aku. Ayo teruskan. Jadi. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya.. Namun. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. Dengan sisa-sisa kekuatanku. Terima kasih. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. Aku terhuyung. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku.. "Justru kamu yang harus pergi. manusia sejenis ular. Bapak meninggalkan ibu. Maling besar. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Ibu. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Sinis.. birokrat. Soal itu gampang.. entah berapa lelaki telah menggauliku. kadal. pengusaha. bisa-bisa." "Bagaimanapun dia anakku. garong atau rampok sekalipun. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. ini risikonya kan besar. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak. yang sejak tadi menangis terisak. Bapak langsung bergegas. kalau hanya tanggung. "Aku ingin jadi politisi saja. Tak ada yang ditinggalkan." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. buaya. Sejak saat itu.. Darah menetes. seniman. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. Aroma alkohol terus membadai. "Ya.. "Aku senang kamu mulai berani melawan.. Bapak tertawa. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Hingga aku hamil. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. Tidak mahal Pak. hanya tanganmu yang kotor.com/abclit. Mungkin dua puluh tahun." Tanpa memandang kami sedetik pun. Tapi tidak mulutmu." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama.com/abclit." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. Bisa saja dia anak cendekiawan. Bentakan ABC Amber LIT Converter http://www. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. Aku yang mengandungnya. dengan saya sendiri. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya.processtext.html .. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. langsung menubruk tubuhku. "Sebelum aku kau tiduri. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. kuayunkan pisau lipat. Melindungiku dari serangan Bapak.processtext. "Jadi apa saja. Aku masih menyisakan perlawanan dengan menatap Bapak lekat-lekat. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. Ia tertawa. macan. hanya angin yang bisa kurobek. Kamu tak lebih dari pejantan. Atau mungkin lebih. politikus.. tangisku pun terhenti. Oke. atau koruptor. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee.html sakit itu. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu.

"Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku.. "Tak ada yang perlu disesali. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah payah. Ibu pernah mengucap.. Malaikat kecil? Ah aku yakin.. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. dingin dan terkenal "angker". Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. Aku sudah berusaha keras. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab.. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang.html kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. Bola matanya serupa bola api. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku.. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan.. Ibu harus menyerah pada maut.. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayap-sayap kecil terbang mengawal arwahku kelak." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. anakku. Pembunuh besar!" Dengan pedih.processtext." "Maafkan aku..ABC Amber LIT Converter http://www.. Bapak masih menatapku dengan nanar. Dan aku sepakat pada aturan permainan." Bapak mendesis. Eeeee.com/abclit. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. dan darah! Aku sangat sedih." Akhirnya." Suaraku tertahan.com/abclit.processtext. hingga sampai di ruang besuk. dia harus menghadapi regu tembak.. darah. Aku telah mengecewakan Bapak.html . Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit. sudah berapa orang yang kau bunuh. Ibu terlalu berlebihan.. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Keharuan menggenang di kantung batinku.. darah. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu. "Ya. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam.. Juga siang itu." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. Ia berani membayarku dengan mahal. Air mataku hendak tumpah. ABC Amber LIT Converter http://www.. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku. Pertanyaan itu begitu telak. maling atau pembunuh macam Bapak. Ia dengan cepat mengenaliku.. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. Tidak akan menyebut nama dia. Bahkan harus disyukuri. Maafkan aku. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas." Aku tersengat. Tubuhnya tampak kurus. Meskipun tampak sedikit lemah.. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. tapi cepat kecegah. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu.

mencoba mengalihkan pembicaraan.. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. awal Mei 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. bersama angin. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram.html Tapi. Waktu terasa melaju begitu cepat. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Dan kematian itu sangat indah.. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. Erat.. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Pelan-pelan." "Mungkin juga arwah Bapakmu.?" "Ya." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar.. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. aku dengan senang hati menerimanya.. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua.. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. Pelukan Bapak merenggang. kemudian nyawanya loncat. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar. semakin gelap." "Bukan itu. "Biarkan kami bicara dulu.. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. Berulang kali aku membikin orang mengerjatngerjat kesakitan.. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. Kurasakan pundakku basah. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian. atau pembunuh besar... Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik.. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka.. fantastis. pelan." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami... Kami berpelukan. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. Tapi aku tak pernah tahu. "Kapan pun aku siap. Kematian itu begitu indah." ucapku pelan.. Tapi tak juga menolong. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun." Bapak langsung memelukku. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. Aku tetap saja gagal menguasai diriku.com/abclit. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan. anakku.processtext. Erat sekali. ah. Sangat erat.html . ***Jogja.com/abclit.processtext. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain.." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk.

dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke ABC Amber LIT Converter http://www. lubang-lubang itu. Tetapi tidak. "Saya lapar manusia. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil.dan aku harus percaya. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan.. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. Meski samar. Kecuali salah satu sisi yang pipih. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu.ABC Amber LIT Converter http://www. hmm. kali ini tentu bukan karena desingnya. Suara itu berasal dari tugé. Kuamati dengan teliti. ***KESENJANGAN beribu tahun. melainkan karena bentuknya yang ganjil. Sungguh aku tak habis pikir. di atas barisan uwarek3.. aku mendengarnya.000 meter dpl ini. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. menajamkan telinga. aku melangkah mendekati wesa.html .html Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. orang-orang Moni. honai atau rumah adat suku kami. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. orang-orang Moni. Angin. Terkejut. Ah. di depan benda-benda keramat lain. tiba-tiba bersuit bagai melengking. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. Dan. betulkan kata Wetipo . karena perang. aku pun melihatnya: Tugé itu." Perang? Begitulah. Sungguh ajaib! Dan..processtext. orang-orang Moni. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. tugé itu. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. kutarik tangan. ada dalam kesenjangan beribu tahun. Suara itu seperti desing. Dan benar. sama sekali berbeda. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. melainkan pada roh. angin mengeras bagai menerpa. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. bagai menyelusup di kedalaman kabut. meliuk lapat menyentuh telinga. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. o. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih..com/abclit. tampak mencolok.... karena tiupan angin. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. "Kau kini yakin. yang walau seorang dari orang-orang Moni.com/abclit. semua telah tak lebih dari kenangan. Torang sandar pada tugé. Wetipo." Bagi kami. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. suara itu tak lain suara punai. Dan. Dan si batu.processtext. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. Tetapi bagiku. kami akan menjawab. Betul kata Wetipo. kami. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. bisa bersuara seperti suling. Torang1 sandar pada kareken. sungguh mengagumkan. Angin yang selalu ada di sini. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. Sebuah karya alam yang aih. di punggung gunung di ketinggian 3. Tubuh kami besar. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. saat itulah.

siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. Jadi. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. Betapa. kami lebih asyik menggulung tembakau. Ah! Terbayang pula mereka. bertaburan. orang-orang asing itu. "Kewajiban itu jatuh padamu. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut.com/abclit. porak-poranda. dan itu artinya pula. dengan tombak kayu. Betapa tidak. Kalimatnya. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. bergeming. inilah semua.html belakang.. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. walau ia bukan keturunan kepala suku. aku pun bertemu Pak Piet. dunia mulai berubah. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. Di sini. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orang-orang asing (kami menyebutnya orangorang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. Bukan danau biasa atau danau air tawar.. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. seperti yang kukatakan. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. dan Pastor Theo. pada pikir kau bagaimana. "Jadi. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. Bayangkan. kami percaya. Ah! Dan kembali.ada hal yang telah tak lagi sama. dengan karung-karung garam berserakan. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. segera. Pergilah. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. selalu . Maka. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. Sarius Hopogan. Butir-butir garam berhamburan. kemarin. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. Seperti kata Wetipo. Katanya. Bersama babi. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. Ketika pertama datang. tak berkedip. Jadi. Jermias?" Aku ABC Amber LIT Converter http://www. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. Melintas ingatan masa kecil." Melintas pula wajah Pastor Theo. kini. beginilah semua. si Gabey terakhir. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. di belakangnya tergopoh mamamama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak.processtext. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. kami tidak. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital.processtext. dan berperang. leha-leha. kami hidup. Di antara mereka ada yang rebah. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. bergulingan.ABC Amber LIT Converter http://www. nyaris tak berubah.. berburu.. tapi juga misionaris. "Kau harus ke sana. menenggak sopa4. pergi. ternyata. dengan punggung tertancap panah. Tetapi begitulah. Gudang-gudang garam rubuh. Walau entah kapan. aku kembali bagai disadarkan." ***BETULKAH. Hanya kau yang bisa. Dan. Sampai kini aku masih heran. Dan.. melintas wajah Pak Piet. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. di tanah kami. di mataku.. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku).html . Jermias. berlarian turun ke arah Lembah. panah. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga sungguh ajaib. Abgoktek. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. tetapi bagi yang lain seperti juga keyakinanku. dan kapak batu. orang-orang Moni. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. waktu aku kanak-kanak dulu. Begitu Jermias Gabey. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek.com/abclit. melainkan sebuah danau berair asin. dari depan honai-nya. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. burung-burung dan binatang lain.

Dan mana-mana.. dan mendewasakan semua yang lahir.. Aku yakin. yang kasih torang. semua sudah. Masih 50 atau 60 meter lagi. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. Aku mengangguk. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. ABC Amber LIT Converter http://www. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan.. menegarkan dada menguak kabut. bergerak turun menujuku. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. "Iii.. Harus dihentikan ini semua. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. hah! Kaudengar suara tugé. untuk kesuburan tanah. mereka orang-orang amber. bila Anda bertanya perang suku buat apa. Lalu mendaki. Sarius Hopogan. yeeeee.processtext. Kataku. hanya. Jermias. ini keliru.. Memanfaatkan perang suku. "Tapi ..processtext.. "Torang tahu kau punya maksud.html disadarkan oleh suara Wetipo. Tetapi .. sungguh berbahaya.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. hanya suku-suku di gunung ini. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. Pada pikirku? Jelas.. Menghancurkan? O. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. Dan kata itu. lelaki lain mulai mengikutigerakan itu. "Perang suku!" Bagi kami. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. hidup. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. Aku masih mencari-cari kata (ah.di depan honai-nya.com/abclit.! Waaa." "Masa lalu? Masa lalu. Meninggi. karena kata itulah . Itu pun sudah masa lalu.. abgoktek.ABC Amber LIT Converter http://www. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. melahirkan anak. cukup sudah semua kusaksikan. saputan gemuk hitam wam (babi). kasih dorang6. Harus perang!" Kulayangkan tatap ..!" Di belakang si tua. semua suku di gunungg ini. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih..karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. Ya. dengan gigih dan tekun. di ketinggian. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan. itu sudah pasti." Semua suku di gunung ini? Ya. kami akan menjawab." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. ***BAGI kami orang-orang Moni. aku juga tahu. Torang mesti pelihara tanah.. Iko kunolepu mimintaminta! Waa. Tetapi." suara Wetipo ragu.. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. Kuteruskan langkah. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. diikuti yang lain. Abgoktek itu. ke semua mata. terus naik. di kawasan gunung dan Lembah Besar. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. Menghela napas..berusaha. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. kami bertatapan... kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . orang-orang Moni. Akan sia-sia? "Tetapi. itulah saat iko kunolepu datang. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. ya. Perang suku hanya buat kita. "Akan kaulihat. tidak. di sana..com/abclit. "Torang butuh darah tumpah. memang sungguh di luar dugaanku.. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Cukup. Tapi tak lagi... Naik. rendah bagai mencecah. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. bagai diberi aba-aba.. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang.html . datang dari jauh.

com/abclit.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. menuntunnya. Dia. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah. satu retakan saja. ***Payakumbuh. Ah. 4. 6 Juni 2002 Catatan: 1.. Ya. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut.com/abclit.Hari sudah malam.processtext. 2. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanak-kanak bermain galah di bawah bulan. Bibirnya.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. tak satu pun yang harus ditakutkan. Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. Dan kekalapan. Cuaca tidak mendung. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Panggilan hormat untuk perempuan. hatinya berguncang.. Lehernya yang jenjang. yang Asti pikir pasti untuknya. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih.html Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. mereka. dan mengatakan: bagi hidup.ABC Amber LIT Converter http://www. 5. Tugé ajaib itu. embun! peluklah aku. Di kaca bayangnya memantul. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. dadanya. kalap.. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. Dadanya. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati..processtext.html . lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. kami. ingin pagi cepat datango.. setidaknya perintang kejenuhan. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. 3. Ia tidak tahu pasti. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Aku. Setelah membuka pita rambut. cukup.. Hidungnya yang bagus. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. Tetapi pada saat yang lain.

com/abclit. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. Ingin rasanya ia meninju cermin. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. yang selama ini dijaganya. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. lalu menawarkan pada Asti. entah cemas.``Taik!`` umpat Asti kesal. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar... seolah-olah mulai terjual. Harga yang cukup tinggi.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi.html . Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Kulit Asti yang putih. demikian pikir Asti. Asti terkesiap.Setelah menghidupkan televisi.Laki-laki itu tertawa. Kalau tidak. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. Jantung Asti berdegup. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang.processtext.Namun dugaan Asti jauh meleset. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin. Ia mencoba untuk tersenyum.. lapangan kerja harus dibuka. dimusuhi. Pekerjaan itu harus dilakukannya.. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. Ia mencoba untuk tenang. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. rakus. sesungguhnya telah tua. ingin pagi cepat datango. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Dan jelas. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. Dadanya tersembul. Asti barangkali tidak perlu tahu.processtext.````Sudah. tersenyum ke arahnya. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. Kemudian terdengar handel pintu berderit.Di televisi. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. Asti menyelai sebatang rokok.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya.Ada suara ketukan. Pahanya tersingkap. Seorang laki-laki muda. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. sangat berdekatan dengan Asti. Berdiri meletakkan minuman.. Televisi pun mati. buruk. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. embun! peluklah aku. Entah takut.html tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. menjemukan tetapi kaya.``Tetapi aku telah siap! `` ucap Asti lagi.com/abclit. mengatasi pengangguran serta gelandangan. menghantamnya. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. karena untuk sesuatu yang pertama. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. Menanggalkan dasi.. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. entah apa.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika sesuatu telah dimulai. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Masuk ke kamar mandi. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. Ia menghapus air matanya. ``Maaf. Mungkin membersihkan muka. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. Sudah pukul sebelas lewat lima menit.

dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. jauh dari kekurangan. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. aku menerimanya. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. Di luar. gelap mungkin telah semakin jelas.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. Tidak! Aku tidak akan menyesal. Tapi ia mengangguk.. Dadanya bergemuruh.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. embun! peluklah aku. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. kebahagiaan. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. Kehidupan sungguh aneh dan gaib.``Jangan tergesa-gesa. Tapi kami tidak pernah menyesalinya.Asti tidak menjawab. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya laki-laki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. Asti bingung. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Asti jadi gugup. Ia berusaha melawannya. Jelas aku tidak paham.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini.html . saya tidak suka.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku lebih ABC Amber LIT Converter http://www.. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. otomatis aku berhenti sekolah. duduk di sebuah kursi.Kini sudah enam belas tahun usiaku. ingin pagi cepat datango. Karena tibatiba ibuku sakit.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. pikir Asti. Bukan! Bukan kesederhanaan. Jantungya perih. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami. pelan dan ragu-ragu.processtext.com/abclit. Kupu-kupu malam! Ah. Segala berlangsung dalam kesederhanaan.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. barangkali ini baru permulaan. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa.html mengambilnya. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. Tak ada jalan lain. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. sedangkan kami tidak punya uang.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku.`` ucap Asti akhirnya memulai. Tapi. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan. Tapi semakin lama ditatapnya. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku.Waktu terus bergerak.processtext. dan itu memerlukan pengobatan yang serius.com/abclit. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan..`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Telah cukup lama ia tersiksa. Kian hari sakit ibuku kian parah. Sebagai seorang buruh pabrik. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada.

tanpa aral. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit pertolongan. tinggalkan alamatmu. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti.html . dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan.. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya.Laki-laki itu berdiri.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya.. Asti telah menunggu di ranjang. ia harus bertarung melawan nasib. Ia pikir. dan berjalan ke arah Asti. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai. tergantung di langit kota. tanpa rintang.Tetapi setelahnya.html mencintai ibuku daripada kehidupanku. tanpa sedikit pun kegelisahan.processtext. Dan perubahan itu.com/abclit. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. bahwa aku akan menikahimu. Seluruhnya! Asti telah pasrah. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak.Malam barangkali telah sampai di ujungnya. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. tandanya pagi telah datang.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu.Asti tidak sempat berkata-kata.ABC Amber LIT Converter http://www. Suara penjaja telah sepi. atau mungkin takut.processtext. dini hari. Namun yang ia pikir. Bila aku telah tertidur. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku. Kini. Gemetar.. ingin pagi cepat datang o. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya.***Payakumbuh. Dingin semakin menyergap.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. embun! peluklah aku. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama.

Wajah mereka yang kaku. Ada mobil-mobil mewah. "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah.Dalam posisi asal..ABC Amber LIT Converter http://www. Tercium oleh para patung pahlawan.. menjerit dan berteriak.html Cahayanya yang lembut. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. menggerakkan tangan.com/abclit."Dulu. pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu. mengeluh. mereka menggaruk apa saja.html . Aku jadi menyesal. menukas. Sontak mereka serempak berdiri.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. dari posisi mereka yang berdiri tegak. lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. Buktinya. patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan. Kini. Tuhan. Dan di sana. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. dan masing-masing kembali pada tempatnya. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan. bahkan ada pesawat terbang pribadi. tipis berselaput kabut. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. "Itu biasa rekan Durmo. menguasai udara sekitar. selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Negeri ini benar-benar megah. mereka membangunkan kita monumen yang megah. Dalam negeri yang gemerlap.""Kamu jangan terlalu sentimentil.. Mungkin.. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam.com/abclit. negeri ini sangat kaya." desis patung lelaki bernama Durmo. sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Yaaa.. bependar-pendar seterang siang. mereka mengunyah lalat-lalat itu. Bung Wibagso. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh." ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap.. kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini. duduk takzim di kaki monumen. orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Kita mesti bangga. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum."Patung Sidik. Mulut mereka menguap kompak."Tapi lihatlah di sana. ketika jasad kita terbujur di sini." gugat patung perempuan bernama Cempluk.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini. Dan lihatlah di sana. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut.Ratri. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu ABC Amber LIT Converter http://www. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning.. Tentu.. Buktinya. Tangannya di angkat di atas kepala. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. ampun malah ada yang orgi. patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Ya. kota ini sangat sunyi. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri.YU Seblak. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat. di tempat njepit ini. puluhan bahkan ratusan lampu.processtext. menggoyang-goyangkan kaki." timpal Durmo.processtext.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal. ada lapangan golf pribadi." tukas Wibagso. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia.

html Seblak." ujar Sidik.. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita."Ssssttt.. Ehhh siapa tahu."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan.com/abclit. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian. Jujur saja. ya enggak bisa. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira." tukas Ratri..html . Wibagso meloncat girang.""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan. Tenanglah. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam."Tapi urusan kita banyak. para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini.Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat.""Habis..ABC Amber LIT Converter http://www. ada juga rokok klembak menyan. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan. Durmo tampak tersinggung. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita.. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho. ada jajan pasar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar.Dari penjual rokok di seberang jalan. ke atas. ke kiri.." mata Durmo menerawang jauh.. Sidik berdiri mematung. Tugas kita sudah selesai."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita." sergah Wibagso." sahut Wibagso." ujar Ajeng." ujar Wibagso. waktu berjuang dulu. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. meskipun sudah sangat lama jadi patung. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken."Wibagso tersenyum. akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Mereka memberi kita sesaji. Ke kanan. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka." Wibagso mencoba menghibur Durmo. Ada bunga-bunga. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera..com/abclit.. Ratri menari-nari."Itu bukan urusan kita..." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. perempuan berparas malam itu. Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup.""Ah.processtext. Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Tampung saja keluhan itu."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso..."Kita yakin saja. Yu. Sedang jutaan mulut yang lain. dan ke bawah. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh." ujar Sidik. Selesai memimpin doa."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta. sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak. Bung.processtext."Mereka ini payah. Durmo masih dibalut perasaan gelisah." Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak. sudah jadi arwah kok masih perasa. aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua ABC Amber LIT Converter http://www." Ratri menimpali. Jadinya 'dagangan' saya sepi. sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar.. Justru menghardik mereka.. diikuti orang-orang di belakangnya. Yu."Yaahhh akan saya usahaken. saya selalu kena garuk. Tolong ya. yang mengincar nyawa kita. Sidik manggut-manggut.. Cempluk hanya diam terpekur. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini. Bung. malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Hidup mereka gelap rekan Cempluk."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo."Perang memungkinkan segalanya.

Angin terasa mati. membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin. bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Bung! Perang juga pakai otak.html itu. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun. ketika negeri ini merdeka."Gelandangan-gelandangan sontak bersorak. Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis." tukar Sidik. ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. kepada seluruh keturunanku. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng. Kalau masih ada yang kurang beruntung. Tapi aku puas. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. kita akan kehilangan tempat. nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.""Ooo kalau soal itu. kalau monumen ini jadi dipugar. Jantung mereka berdetak cepat. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja.com/abclit. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso. Tapi. semakin panas. "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap."Bung Wibagso. Wajah Wibagso memerah."Aku yakin.processtext. penderitaanku lebih dahsyat." sergah Durmo. Jantung kota kembali berdegup. lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. pencopet bertubuh tinggi kurus itu. Kalian tahu. "Aku berpesan kepada anak-anakku. Kalau aku mau. Tak ada hierarki." timpal Ratri. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Hidup ini perlombaan. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional.ABC Amber LIT Converter http://www. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu. untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku.processtext. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri. karena berkat keberanianku. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. proyek itu mubazir. Mereka menari. tanpa malu. Tak ada jabatan. Ada pemenang. seperti tersentak.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut.html . Dan aku yakin." ujar Kalur."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Wibagso? Siapa? Waktu itu. pelacur dan copet kembali menggeliat. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo." sergah Durmo."Begitu juga aku. Menghadapi musuh satu lawan satu.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir. aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. puluhan peluru merajamku. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."Kita harus turun ke jalan.Napas kota kembali berhembus. Dan kamu. Bung Sidik. tampak lampu masih menyala. ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh. itu biasa. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Menurut Drs Gingsir. ada juga pecundang!""Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang."Tapi perang tidak hanya pakai otot. Kamu sendiri. menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Kota kembali tidur. demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak."Saya setuju saja. waktu berjuang dulu."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo. Gelandangan. maut keburu menjemputku. Gerakan tubuh mereka semakin rancak. jika ABC Amber LIT Converter http://www.Bulan kembali mengerjap. puji Tuhan. kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat. aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek.com/abclit." ujar Sidik.

com/abclit. itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan.""Terima kasih."Aku tak butuh penjelasan."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka."Tapi tunggu dulu.. di mana kalian?" teriak Yu Seblak. Di belakangmu!" jawab mereka kompak.. Bertahan!" teriak Wibagso. Kita harus bertahan. tahan moncong buldoser itu. Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Sidik. mendadak cerdas. 30:60."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya. Alun-alun. dan Cempluk tersenyum.ABC Amber LIT Converter http://www."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang.""Bapak ini ternyata cerdas. apalagi kecoa makam kita! Menyingkir.processtext. Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran.. Maklum.""Well. Buldoser-buldoser terus merangsek.."Lihatlah."Keduanya tertawa berderai. Tanah di sini masih sangat luas. Cempluk. Karep.Buldoser terus merangsek. Ganjal dengan tubuhmu. Dan biasanya itu agak lama. Tapi Yu Seblak tetap bertahan."Terima kasih."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. terima kasih...""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri."Den Bei tinggal pilih. Eeee soal pembagian keuntungan. Bapak Ginsir ternyata welcome. Ajeng. ternyata hanya bertukar rupa."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. itu dinegosiasikan.html .processtext.well.. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah. Pahlawan saja mereka gilas.. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan.. hingga tubuh monumen bergetar.com/abclit. Tidak ada konglomerat gila macam saya. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Setidaknya."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur. Durmo. bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba.. Dan masuklah ke ruang kemudi." Den Bei menenggak anggur merah." ujar Wibagso lirih. dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kita menyingkir saja..Wibagso tersentak.html Den Bei Taipan mau bikin mall di sini. Ratri menjerit histeris. Angin mati.Sidik. mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Kalur.well. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng.. Cekik leher sopir-sopir itu." ujar Drs Ginsir sambil minum anggur. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.""Bagaimana kalau 40:60. meloncatlah kamu. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang..***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang.""Semuanya akan saya ambil. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak...Di bawah monumen. Den Bei. Meluluhlantakkan badan monumen. Kalur."Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. ABC Amber LIT Converter http://www."Keduanya berjabat tangan."Kami di sini. sambil terus mengibarngibarkan kain dan kutangnya. Den Bei. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik. Berderap-derap. Karep.. Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak.""Eeee bagaimana kalau 35:65. Ini peningkatan yang sangat progresif. dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Biasanya.Bulan di angkasa mengerjap.

processtext. Burungburung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. Sekarang adalah dunia presisi.com/abclit. Hingga kini.html Ucapan itu terus bergema. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya.processtext. dan diresmikan Kepala Kotapraja. paling tidak di kota ini. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna. Di mulut burung-burung. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo) Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. maka burung-burung mengambilalihnya. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia digelindingkan begitu saja di daratan.*Jogja. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM.com/abclit. suara-suara itu terus mengalun. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam. Drs Gingsir.Kata-kata.html . Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. hingga mall itu selesai dibangun. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan ABC Amber LIT Converter http://www.

processtext.com. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. menemukan diri mereka tersisih. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Untuk menghindari kematian dini. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. yang hidup di atas angin.html yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. Ngelencer kesana-kemari. karena kekurangan vitamin D. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. Orang-orang kaya.html .kubur. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benarbenar mereka butuhkan. Hati mereka lebih tersentuh oleh teka-teki silang. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Utan Kayu. di Australia atau Afrika.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Garuda. zaman tak tertahankan. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. adil ataupun tidak.Namun. yang jelas komunitas-komunitas tadi.processtext. miskin. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. Kaum budayawan berdiam diri. Tanah Kusir.com/abclit. sementara kaum politisi dan negarawan bermain-main mencari keuntungan dari situasi ini. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. Seribu tahun dalam pemujaan. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. Kota terkurung dalam tembok. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung.Karet.com/abclit. Kepekaan menjadi tumpul. Bambu. Delapan menit setelah mengklik home page itu. Tetapi. seperti Satu Merah Panggung. Tetapi. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. menguburkan diri di luar negeri. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. dijadikan tumbal. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Jeruk Purut. Emosi mereka tumpat. yang bercita-cita sangat sederhana. Lidah Buaya. orang-orang yang tidak beruntung. dan kelompok-kelompok lain.

ABC Amber LIT Converter http://www. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Apakah kita tak boleh ABC Amber LIT Converter http://www.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. dengan sayap setengah terentang. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. Menggugah tapi liris. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. Di kota bawah. Suaranya berat dan parau. Sambil melayang-layang. Jadi. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Sepuluh detik setelah meninggal. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya.html menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. Membuat busuk dan meracuni angkasa. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. Seperti ditangkup gerhana."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu.processtext. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. di mana mereka bertengger.""Ya. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. Tetapi. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. Pada satu situs.com/abclit. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. menukik tajam. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. memekakkan telinga penduduk."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk.Kepekaan penduduk kota semakin majal." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Namun.html . Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. Makna maupun tafsirnya beragam. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Bahwa. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. Mereka berputar-putar di atas monumen.processtext. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulan-bulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. Memekikmekik. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. membubung tinggi menerjang langit. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah.com/abclit.

Ke jantung Asia. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak.com/abclit. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami.html mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita.com/abclit. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. dari mana kita telah dirampas.Sebenarnya. Tetapi. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. Jadi. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. Ini ejekan permanen.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut.Beberapa detik kemudian. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. Tanpa menghiraukan protes penduduk." katanya membujuk. Tanpa sinar Matahari. Semut sudah sirna dari kulit bumi. diperjualbelikan. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. rrrruuuuummmm. Karena itu harus dibasmi. kecuali di wilayah aliran sungai ini. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. *Bengkalis.processtext. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. Maka. Kota dicekik bau bangkai.html .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful