64_cerpen_Kompas_(4)

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektarhektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunang-kunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauketauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di pojok. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Darahnya berdesir. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton, memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

Teh yan digesek, disusul gambang, kecrek, gong, suling, dan kempul. Susul-menyusul. Jalin-menjalin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Mamat Jago meraihnya, melipatkannya ke pinggangnya, merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin, seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Wajahnya membiru, bibirnya terkatup, matanya terpejam. Ayo, Sarti, jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti, tetap dingin dan biru. Ditepuk-tepuknya pipinya, tak ada reaksi sedikit pun. Dipandanginya para panjak. Sepi. Tak ada yang bergerak. Semua dingin dan biru. Seperti keramik Cina.

Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat, pikirnya. Ia bopong Sarti keluar. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sepanjang jalan tak ada orang. Pohon-pohon meliuk-mabuk, rumah-rumah bisu-merunduk. Ia susuri jalan aspal, memotong sungai, membelah padang ilalang. "Kau tidak boleh mati, sayang. Hiduplah bersama abang. Di rumahku kau akan hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya.

Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun, satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Buatnya, laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Di situlah dulu istrinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

dingin. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua. Dalam sekejap mereka telah bergumul. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. Tiba-tiba. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Bibir itu terasa bergerak." Dikecupnya bibir Sarti.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit." bisiknya ke telinga Sarti. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Bang. Eng Djin. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Balas melumat. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. ABC Amber LIT Converter http://www. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut.html .processtext. biniku…. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya.html mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering.com/abclit. Sarti sudah mati. Kaku." kata Eng Djin. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. panas. biru seperti keramik Cina. "Pacarku. gemuruh." Mamat Jago masih tak percaya. manis…bangun. si gondrong. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. "Sadarlah. "Ayo. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. Bang. Tangannya perlahan mendekap. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. Semuanya membisu.processtext.mencakarmengular…terbakar. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Mamat Jago menoleh. "Relakan kepergiannya… Nyebut. Napasnya mulai satu-dua. Hangat.

"Ya. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. Eng Djin.ABC Amber LIT Converter http://www. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. heran. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya.com/abclit. Hatinya mantap. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. rentetan tembakan itu masih terdengar. ia membatin.html . Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. kesenangan. Kersik daun. Mat.html Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. ia tersenyum.com/abclit.processtext. si cepak. Mungkin Tanjung Kait. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. Hujan sudah mulai berhenti. Ah. Ditajamkan pendengarannya. ABC Amber LIT Converter http://www. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. Rawa Saban. aku harus kembali ke rumah kawin itu. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku.processtext. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. Ia menduga-duga pantai apa ini. Ada debur ombak. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. dan kehormatanku. tiga kali. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya." suara si cepak mengalahkan deru ombak. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. "Sejujurnya. Tak ada darah." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. Lama ia menafsirnafsir makna mimpinya itu. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. ia membatin lagi. Begitu juga kenangannya pada Sarti. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. Kamal. Kakinya menjejak pasir. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar.

Desember 2002 CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.html .processtext. pengiring Cokek. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html Kembangan Selatan.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.processtext. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.

com/abclit. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain.processtext. Tapi. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun.ABC Amber LIT Converter http://www. Marsiyam menyekam kesabarannya.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. menurut penilaian teman-teman di situ. Ia sadar dirinya cantik.processtext. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan." entah sebab apa. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya." kata mereka.com/abclit. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. kecuali kepala penjara. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. dan mendadak ABC Amber LIT Converter http://www. "Tampangnya nyebelin. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ.html . Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. sangat tampan. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan.

"Aku memang tak bisa punya anak. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. tak pernah muntah-muntah. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itutidak peduli ia atasan mereka atau bukan. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. Tak pernah ngidam. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjak-injak suaminya. Perutnya rata saja. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya.com/abclit. "Kau tak ada keluarga. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. Menurut mereka. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. mau apa kau. nama Marsiyam susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja.html bagaikan api kemarahannya berkobar." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu.processtext. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. "Kau sudah dibuang keluargamu. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. ya?" Atau.html .com/abclit. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. Sampai malam itu. Aku memang gabuk. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. Seperti kampung saja. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. mau apa kau.

tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa dirasa. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. sudah sekolah. Marsiyam hanya tersenyum." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. Selama dalam masa hukuman. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. tentu bayimu sudah besar.processtext.html . Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis.com/abclit. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. "Entahlah. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara.com/abclit. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. yang ia sendiri tidak tahu apa. Sore itu akhirnya tiba juga. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu.html Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. juga tukang copet dan dedengkot arisan.

"Pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 03/23/2003 ABC Amber LIT Converter http://www. Aku yakin ia akan menerima kami.processtext. Ini anaknya.com/abclit.html "KAU mau pulang ke mana. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak.com/abclit." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir." "Ke mana?" "Ke rumah.html . Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. Ini anaknya." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku.processtext.

com/abclit. wajahnya terlihat samar. serba cepat.benderang. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. asing. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. pukul 3 sore...Setelah melewati beberapa blok bangunan. berada di Taman Perdamaian. fokus.orang yang terkena radiasi bom atom. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan.Aku pun segera mengikutinya."Mari ikuti saya.." katanya ramah dan kembali tersenyum."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima... Mungkin juga. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. jadi dia sudah familiar.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. aku memesan Cha. aku keluar dari hotel.Kami berjalan masuk."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. sebagai pusat penyembuhan orang.Aku hanya tertidur beberapa jam.html HIROSHIMA. aku tiba di Tobu Hateru. Aku segera menuju kamar mandi." kataku. beginilah manusia Jepang."Sewaktu bom atom meledak. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. ABC Amber LIT Converter http://www. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya. dia menoleh ke arahku. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. aku agak tercengang dan merasa aneh." katanya.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. dan kebutaan. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau.ABC Amber LIT Converter http://www. atau Tobo Hotel untuk beristirahat." katanya dengan ramah setelah dekat denganku.processtext. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji.com/abclit. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini.processtext. orang-orang jompo. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. Selesai mandi. di kafe yang ada di lobi."Gedung itu satusatunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. dan. menjadi raksasa dunia. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. tempatnya lebih dekat dari sini. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. Aku bertambah heran. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang.? Dia pasti hanya menebak-nebak saja tadi. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. kanker. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian. 27 September 1956. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia. Suasana di dalam sangat muram. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima." tegasnya. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri. tapi sebelum sampai di sana.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal..html . dan kembali tersenyum..000 jiwa penduduk Hiroshima.Di dalam rumah sakit.Aku agak heran dengan ucapannya. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. atau hamburger. di ambang musim dingin. bisa memulihkan tenagaku. tempat di mana bom atom meledak. teh hijau khas Jepang dan hamaagu. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala."Baiklah.. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia.

dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. sekarang tanggal 6 Januari 2003. tapi lidahku terasa kelu. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur.. Ada yang aneh. Dan di sebelah bangsal ini. rambutnya gugur. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap. tapi waktuku tidak banyak. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. trenyuh. panjangnya sudah sampai ke punggung. pendeta Buddha.html . ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. setelah melewati beberapa bangunan. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. nama yang baguuusss."Dia terus berjalan lincah. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan. dia membiarkanku menyusulnya. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun.Aku nelangsa. dia terus bergegas meninggalkanku."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu.processtext. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. dan anak-anak kecil. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. Siode San. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. mereka masih muda. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. Aku Siode Sadamitsu. begitupun yang laki laki.""Oh."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke bangsal yang lain."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari..com/abclit.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. seperti yang diakuinya barusan ABC Amber LIT Converter http://www..."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu.."Mereka terdiri dari beberapa golongan. Tanpa berkata-kata.ABC Amber LIT Converter http://www. Ya.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi.."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran."Aku Hartoko. Harutoku.. hujan turun. lorong dan beberapa pintu.com/abclit. dua hari kemudian. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian.""Aku tahu. aku tercenung memperhatikan mereka. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari.""Aku seorang pendeta Buddha.. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan.. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya."Tuan Siode." kilahnya malah berpromosi.. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong. dan berdebu. tapi kau baik sekali.html ciri utama korban. disusul mereka yang kena seminggu kemudian. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. kotor.processtext. serta bayi dari ibu-ibu hamil. Harutoku."Hei. tampak puluhan anak kecil dan bayibayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini. Nafasku sedikit tersengal.. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. aku lahir di Hokkaido.. Entah berapa lama. tunggu.Dia." Lengking suaranya. Anda!?""Oh. yang dipisahkan dengan dinding kaca. seperti teh susu. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku.Setiba di luar aku merasa lega.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain.

Dari arah pintu lain di sampingku. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan."Siode San. Aku berada di taman ABC Amber LIT Converter http://www. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah. Aku tinggal di hotel ini.Aku masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri.. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. ketika asap rokok berkurang..orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya...processtext. Diam-diam kutinggalkan Siode San. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. dan aku mengambilnya sebatang. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. aku seperti berada di terowongan kematian. 6 Februari 1895-6 Agustus 1945. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu." katanya sambil tersenyum..html .processtext. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah.Aku harus segera keluar dari tempat ini. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode. Di depanku duduk. dan menyalakannya. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam.. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. bergerak ke arah bar. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas.Sampai di hotel."Harutoko. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. kemari!"Tapi tak ada jawaban. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. begitu tiba di dalam. aku suka mengantarkan orang. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. temui kapan saja aku di sini. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. pikirku. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan.com/abclit. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. aku tercengang. Setelah aku keluar dari pintu itu. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar.PAGI hari. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha. aku melangkah mundur ke belakang. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. senang berkenalan dengan Anda.html kalau dia adalah seorang pendeta.6 Agustus 1945. aku mendatangi arah suara perempuan itu. Di tengah perjalanan. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode. Aku ngeri. membuat langkahku jadi berani. atau bis umum. aku terhenyak. dengan hio yang menyala dan wangi.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan.. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. sekarang 6 Januari 2003. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. mentari bersinar cerah.Tapi. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku.

Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. ada pintu cahaya.html . Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Dari Taman Perdamaian ini. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. tak Halifa < berharga. Akbar. bisa jadi obat sepinya. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. atau lebih tepat lagi. ia jarang tertawa. hidung pesek. dari bayi merah. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata.processtext. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. seharusnya aku ke Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. Di bagian depan bangunan itu.com/abclit. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. mereka memotret sambil bercakapcakap. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. keluarga pemilik kebun. dan orang dewasa. pohon-pohon tumbuh subur. lalu renta dan pikun. berbunga. Tapi. Itu galibnya perkembangan manusia. Sepasang mata yang sipit. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. aku harus kembali ke Jakarta. Mungkin. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. Halifa kecil tak ABC Amber LIT Converter http://www. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. turis turis asing berjalan di sekitar. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. belajar beranak-pinak. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. kebun.> Barangkali. ompong. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. remaja. Nama bangunan itu dulu. anak-anak. Taman ini sungguh indah.processtext.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Gedung Promosi Industri Hiroshima. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas.html perdamaian.

atau menjadi buih di samudra nanti. jari-jari petir putih bersinar. pikirnya. Bila kalian ingin bertemu tuannya. ia akan tunjukkan jalan.html . gelisah.Di balik awan gelap yang bergumpal. semacam pengumuman. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. "Biar gembur. Tapi. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. Barangkali. mata orang yang mau menolong. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Naik pesawat memang lebih mahal. Matanya tak pernah menyorot garang. juga lebih cepat. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. ia akan berjanji menyampaikan pesan. ia akan dimakan hiu. berpulang saat kembali.processtext. tanah perlu makan. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan.processtext. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. ia terpaksa mengubah rencana.com/abclit. Di laut terancam tenggelam. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. Tapi. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. tempat kelahirannya. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. yang punya kebun. mengelupas di sana-sini. Halifa tersenyum-senyum bangga. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak." katanya kepada Halifa kecil. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. ia seperti membaui aromanya lagi. kembali ke gazebo tadi.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. Sebelum mendarat. Warna coklat cat berubah kehitaman. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. pesawat kembali stabil. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Bila ada yang ingin menemuinya. Huh. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Bila ada yang tersesat. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah.Kayu-kayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia duduk di bangku batu yang lembab. mengantarnya pulang.com/abclit. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. Jadi. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. dua jam lalu. Di seberang jendela. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. Ia tak mau mati. terutama debur ombaknya di ABC Amber LIT Converter http://www.Sesungguhnya. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. ikuti saja aroma itu.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi."Ke mana dia?" pikir Halifa." kata mereka. Tapi. ternyata risikonya sama saja. "Kenapa dia lari?" batinnya. Ya.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut.html urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. Mungkin. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak.

Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orangorang itu.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. "Jangan kau siksa binatang. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanakkanak. di telepon. Kalau ada orang jahat. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. Mereka. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik." Yu Sur. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. jauh dari orangtua.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. debur ombak seperti nyanyian. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. Makanya ayah harus punya prinsip. lalu memacu mereka berlomba lari. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput.com/abclit. Bagi Halifa. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. Malida kemudian menyusul Halifa. merusak sungaisungai. ayah curang sekali. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil.processtext. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. siapa yang tahu. ia dan adiknya.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya nenek pasti bercerita. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. berbagi nasib. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. setelah bertukar pakaian dan makan siang.com/abclit.html . Malida sempat pulang beberapa kali. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. Ha-haha …. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Kata ABC Amber LIT Converter http://www. lagi. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya.html malam hari. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri." Apa iya? Mereka kan begitu imut. Ah. Malida. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya." kata ayah." kisah ayah. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. tapi perlahan-lahan ia paham. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak." kisah ayah. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas.processtext. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Ayah ikut mogok? Oh. terutama hidupnya yang sendiri. tidak. Entah kenapa. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. Semua sungai terpolusi. jangan menginjak ke bawah.ABC Amber LIT Converter http://www. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa." lanjut ayah. Nak. Makanya. perempuan kakak-beradik.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Korupsi pun tak bisa besar. tapi ia tidak. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Seringkali sepulang sekolah. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. Ibu juga tak menangis. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ." Halifa sempat terbahak.

Anak-anak itu terkurung di sana. Ternyata. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. Pikiran Halifa mulai bercabang. dia memilih tinggal di rumah kebun.html ayah. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya.Ia mengetuksekali lagidan disertaisuara. Halifa cume nak mampir sebentar. seraya duduk di tepi ranjang.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah ABC Amber LIT Converter http://www. Semue lah berubah kata Halifa. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyianyiakannya. Ranjang dan meja kayu. Yai kau ape agik. Banyak yang berubah.Lame dak pulang." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. Atuk ni la sakit-sakit terus. Papa kau pun la pensiun. Kebenaran kau pulang. dak ape-ape. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya.Hujan makin menderas. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. dan panci-panci tergantung di dinding."Sekarang belum musim keremunting. Kini mereka berhadapan." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Tak ada sahutan. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang.processtext. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Tapi. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. tuk. Nyai la dak ade. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya. Ayah sudah menganggapnya keluarga. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya.processtext. kompor minyak tanah. Ayah suruh tinggal di rumah ini. ia ingin menuruti kata hati saja.atuk dak bise nampak jelas.Mata lelaki itu mulai berair. Halifa mengetuk daun pintu yang basah.Pintu pondok tertutup rapat. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. begitu pula tingkap-tingkapnya. Sebelum meninggal. tuk. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Barangkali. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. sebentar agik nak pulang ke tanah.com/abclit." kata Halifa. tanpa mampu berteriak minta tolong. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit.Palang pintu ditarik." kata lelaki itu. Ade yang nak atuk cerite. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Lelaki itu kelihatan amat tua.ABC Amber LIT Converter http://www. lemari pakaian dari plastik.Ayah telah menjalankan wasiat kakek."Oh. orang upahan dan anak majikan."Benar.kabur lanjut lelaki tua itu. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong.com/abclit. tertatih-tatih mendekati Halifa. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil.html . membawa gelas air.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. Keadaan kamar tersebut belum berubah."Atur ini Halifa.Bermingguminggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka."Ini Halifa.Kau disitu pun. dari pening. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang. Macam-macam sakit pun ade.

Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu.processtext. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. sebentar lagi pulang ke tanah. Halifa terdiam.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. Ada yang ingin kakek ceritakan.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. Lama tidak pulang.com/abclit. kakek tak bisa tampak jelas."Ingin kukatakan yang baik.Ada ABC Amber LIT Converter http://www. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur. tidak apa-apa.com/abclit.processtext. Kebetulan kamu pulang. Papamu sudah pensiun. dari pusing. Kakekmu apalagi. Semua sudah berubah. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. Wey. Kamu di situ pun. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma.Nenek sudah tak ada.html Halifa.Entah suara pungguk. begitu pula si penjaga kebun. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. Macam-macam sakit ada. Kakek ini sudah sakit-sakitan. sesak napas. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala. kek. Ia cuma mengirim doa.Unggun terus menyala.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. kabur. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. di bus. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. di kamar kontrakan.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. di kantor. terdengar suara Sopa. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Namun. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata. Halifa telah kembali ke tanah rantau.Di depan hampir samar sisik danau.ABC Amber LIT Converter http://www. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan. Halifa cuma mau mampir sebentar. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu.html .

ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana.. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta..""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu. Wey?""Tentang apa?""Suami.""Aku telah terima kau penuh seluruh. Kutahu kau sudah siap-sedia. Bahkan. Terutama berita yang menyakitkan."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau ABC Amber LIT Converter http://www. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri."Aku tak sembunyikan apa pun.processtext. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. Malam masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang.""Kau belum katakan berita apa. So. Wey. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti.com/abclit. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku."Berita tentang hidup dan masa depan. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi...""Kau jadi berteka-teki. So. Wey.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh. jika kau belum siap. tentu saja. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Ayah sudah akan menutup semuanya. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. Mungkin dapat kita atasi bersama. sebenarnya.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam tekateki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Aku kenal kau. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. Wey.""Biaya pernikahan.com/abclit. Sementara waktu telah kita sepakati bersama.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. So.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir.""Bisakah aku meminta sesuatu.."Katakan apa adanya. Ada gamang yang aneh."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya. Wey.""Mungkin bisa.html .. Tapi lebih dari itu..""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. mungkin juga tidak."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan. So. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai..html kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar.. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba.""Tentang kita?""Tentang kita. So. maksudmu?""Bukan."Kau belum katakan apa kesulitanmu. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir.processtext.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini.""Aku akan jadi suamimu. Tapi katakatamu yang terakhir begitu aneh. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. Wey.

"Jika kau cinta. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. Kampung jauhnya lebih sekilometer. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras. Demi ikrar itu aku minta. Rautan yang ayu. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. Semuanya sehat."Sebentar nanti kau akan mengerti."Kau sakit.com/abclit. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa ABC Amber LIT Converter http://www. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Kau menolak?""Tak aku menolak."Saat ini aku sehat. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. Wey. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan.. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya dengan permintaanku padamu.com/abclit."Tapi untuk permintaanmu. Wey.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. So. Wey. Tapi rasanya saatnya belum tiba.processtext. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau.Di Jakarta.html melakukan hal serupa itu tak halangan apa. So. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. Wey.processtext."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Tubuh dan akal pikiran. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna.ABC Amber LIT Converter http://www. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. wajahnya tampak lebih tirus.html . kurasa tubuhnya lebih ringan.. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. Wey. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana.""Kau membuat aku makin tak mengerti. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan. seakanakan kehilangan pancaran masa depan. saat kubopong. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. So?"Tak kudengar suaranya. Namun. selama kuliah.

Kurasa suhu badannya lebih dingin. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati.processtext.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. dan mereka bercinta.processtext. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam?Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész ABC Amber LIT Converter http://www.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. Wey.com/abclit. nadinya masih ada. bahwa wanita kami dari daerah ini. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang.. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian. Terkena leukemia. meskipun itu kekasihku sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri.html aku belumlah suami. tetapi aku telah menjadi suami. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat.. Terima kasih untuk pemberianmu." kukecup ia sekali lagi.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan.html ." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan. Wey.""Terima kasih.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu.com/abclit. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan.. calon istriku. sementara bibirnya terus mengulum senyum. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya."Terima kasih.. Wey. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. Napasnya masih ada. barulah ia mati.. Tetapi matanya terkatup rapat. Hanya aku dan Sopa. Sebelum ia mati.

kutanyakan tentang ibuku. karena kutahan dengan kakiku. tapi kemudian berubah serius lagi. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Aku masih berusaha mencegahnya. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. dia berhasil menutup pintu. Sebab. sayangnya. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. Kupencet bel. dengan sandal kain. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. "kamilah yang tinggal di sini. "Pasti ada salah pengertian. "Aku tinggal di sini.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Ya. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. aroma lama itu tak berubah. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. Sampai di lantai tempat tinggal kami. Sejurus kemudian sebuah tangan-aku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. aku tanyakan lagi. Mereka berdiri memelototiku.Lalu. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. menatapku.processtext. tidak dapat diragukan". melembutkan otot muka." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. Mereka menarikku masuk ruang tamu. setengah baya. "Ayahku?" Tanggapannya. semua diam. ia berusaha menutup pintu. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram.html . dan kujawab. Perempuan gemuk. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. lalu mengujarkan namaku. aku pencet bel. Di situ kami tinggal. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. jenggotnya merah lebat.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku." jawabnya. Lalu.processtext. memang mereka punya suatu kabar baik. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. bagaimana. meski terletak di wilayah Austria.html Sumber: Kompas. Ia tanya aku cari siapa. Kucoba menjelaskan padanya. Lift ringkih dengan pintu berkisikisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. dia sehat. Tapi.com/abclit. Mauthaussen. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. kapan. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. terganjal oleh kunci rantai. baju narapidana bergaris-garis. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. "Lalu ABC Amber LIT Converter http://www. Tuan Steiner tua itu memelukku. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. Begitu melewati gerbang depan. begitu katanya. sementara aku masih mengenakan topi." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. Dan. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus.AKU kembali ke tangga. begitu. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". Lalu. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. Dia hidup. tampak bangunan yang sangat kukenal. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. dan tubuhku berkeringat. muncul." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. berdaging. "Lalu kami sendiri. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya." "Tidak mungkin. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. Itu agak mengherankanku. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. kuning.

Begitu rupanya mereka memahami masalah. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. Barangkali.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. "semuanya dapat dipahami. ada benarnya katakatanya itu. paprika. Pada saat tertentu.Misalnya. barangkali. hari. kutambahkan. tentu." Aku bertanya. "Tapi. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. bagaimana persisnya-tiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. pembebasan "akhirnya terjadi". kuperhatikan. Sementara itu.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. sulit dibayangkan. kataku. Entah bagaimana ABC Amber LIT Converter http://www. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. "Dia sudah kawin lagi. Tapi. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. Tapi Futo. kedua orang tua itu terdiam. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. Tuan Steiner tua setuju.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin." Tuan Steiner menambahkan." Dan. Maksudku Suto. Dan.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. "Yang paling penting. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu.com/abclit. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. begitulah mereka berujar dan berujar.html ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. kalau diingat lagi semuanya." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". Aku hanya dapat memulai hidup baru.com/abclit. semuanya seakan-akan terjadi seketika. "Bukan. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku." Memang harus kubilang. empuk. Lalu ujarnya. "Kovacs." Yang lain." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. jam. dan bulan. Ya. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. Ia katakan. "kamu harus melupakan semua teror itu. meskipun semua telah berlalu. Paman Fleischmann mengangguk setuju.processtext. kukira.html ." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. itu kata mereka padaku. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. Justrusebaliknya. bukan Kovacs." Dengan siapa? Salah satu menjawab.processtext. warna merah anggur itu. mereka mengangguk-angguk senang. dan setelah beberapa saat. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. "Tapi. minggu.Aku masih di situ beberapa saat lagi. Tentu saja aku tak berharap. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru." Lalu. tapi. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". "ia agak terlalu cepat. dan cepat kutanggapi bahwa aku tetap suka. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. mengusik hati. mereka jadi agak terheran-heran. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadiankejadian yang membingungkan." katanya. Di samping itu." Paman Fleischmann merenung." Dan. Ketika aku makan. "sebenarnya dalam segala hal". di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. bahkan agak lebih terheran lagi. Tapi. Pada hakikatnya. menit.ABC Amber LIT Converter http://www.kalau kuperhatikanbaik-baik. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan.

Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. tak ada perubahan lagi." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. berlalu." aku mencoba menjelaskan. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal.html . Lalu. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi.Suasana hening. Tentu saja. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz." salah seorang tua itu merenung. "Ya begitulah. Tuan Steiner tua mulai gerah. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. yang di Auschwitz. di mana aku berdiri dalam antrean. Tapi. kalau dilihat secara keseluruhan. Ganti kutanya mereka. Tapi. "Tak ada. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. masih tak jelas apakah kami akan langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. seperti halnya juga di rumah ini." Memang. "Apakah semua ini memang baik. Apa itu artinya. Baiklah." Yang lain menyambung. misalnya. Kukatakan padanya. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. terus maju. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri.. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. berdiri dan bergerak memutar.com/abclit. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. kataku. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. Maka. bukan itu yang penting. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. dan begitu kabur.Lalu.html mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". setiap orang biasanya lebih dari dua detik. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. kami tetap hidup. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. Hanya sekarang. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. Jumlahnya sekitar seribu. Tapi. atau . Kedua orang tua itu bertanya. setengah mengeluh. Itu berarti. Setiap orang melangkah maju. Tapi. ABC Amber LIT Converter http://www. begitu cepat dan sulit dipercaya. final. mereka balik bertanya. misalnya. setidaknya itulah yang menimpaku. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. Sudah tentu. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. yang di tengah-tengah. "Tak ada yang istimewa..ABC Amber LIT Converter http://www. selama waktu itu antrean terus bergerak. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang.processtext. setengah kesal hatinya. "Lalu apa?" mereka tanya balik. menurutmu. dengan laku surut. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu. karena aku tak tahu secara pasti. kami sama-sama tak bergerak.Pada katakataku yang terakhir." kutambahkan. Setiap menit berdetak.com/abclit.. katakanlah begitu. tentu saja. Padahal. "Lalu. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. Tak kulihat dia balik. tidaklah selalu begitu. kami melihatnya kembali ke belakang.processtext. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. kataku. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit.

Ia ingin melompat bangkit. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan kata-kataku.. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. mukanya merah dan memukulkan kepalan ABC Amber LIT Converter http://www. dan semakin merasa kesal. barangkali dapat kukatakan. jika . Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. beberapa kataku membuat hati mereka kesal." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. tak ada darah lain. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. apa artinya jadi "orang Yahudi". dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. Biarkan. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner.html Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu. jelas bukan itu yang kukerjakan. Dapat kulihat. Sekarang. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. Sebetulnya itu bukan nasibku. "Apa?" ia berteriak padaku. penyimpangan.com/abclit.com/abclit. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. entah bagaimanapun caranya. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara.. Kupikir. Tapi. dengan Anne-Marie. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. aku bisa bilang kepadanya. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan."Dan. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru.. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. Satu-satunya keburukan atau keindahan. lawan bicara yang lebih layak. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. Lalu. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. Tapi. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. kecuali . katakanlah. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya.processtext. mereka ganti bahan pembicaraan. hanya merekalah yang ada di sini..ABC Amber LIT Converter http://www. Sekarang.processtext. Dan. tapi sudah tak mungkin lagi. tapi kemudian aku ingat kata-kata wartawan itu. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu.." terus kulanjutkan. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. satu-satunya ketidaktepatan. Bahkan. maka tak akan ada nasib." di sini aku macet bicara.. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. Mereka juga menyadarinya. memang aku berbicara. dengan ibuku. "Biar saja. dan kudengar apa yang diucapkannya. saat ini. barangkali sia-sia dan sulit dipahami.html . Dan. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. Sekarang.

tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. Ibu menantikanku. rasa siapku sedang tumbuh. ke arah aku hendak pergi.html . di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. benar. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. dokter itu. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. Tentu saja itu yang diinginkannya. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). sekarang aku tahu. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. menghadap ke depan. aku tak punya uang. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. Tentu saja. Aku jadi ingat semuanya. Di sana. Kasihan dia. Namun. Juga di belakang sana. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. Ini adalah saat-saat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. suara mereka lebih rendah. semuanya menggenangi kesadaranku. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. mulai bertumpuk dalam diri. rasanya sesuatu sedang berubah. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. jalan tampak melebar. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu.Jika memang mereka sampai hati bertanya.ABC Amber LIT Converter http://www." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. apa pun itu wujudnya.com/abclit. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini.processtext. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. tapi sekaligus penuh seribu janji. dan semakin turun ke jalan. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. ABC Amber LIT Converter http://www.Baiklah. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan.html tangannya ke dada. Tapi. satu demi satu. memanjang dan hilang di kejauhan. jalanan menyambutku. lebih sederhana. Begitulah. Wajah mereka tampak seolaholah tertukar satu sama lain. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah.processtext. "Ini bukan berarti dosa. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. tapi bagiku. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. ekspresi wajah mereka lebih lembut. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kamkam pembantaian itu.com/abclit. dalam arti tertentu. Bohus. kemudian aku ingat. hidup jadi lebih murni. tentu saja. Dan. semuanya kembali lagi. Ya. Lalu lintas lebih sepi. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. dan aku merasakannya di sini-ini saat-saat favoritku selama dalam kam. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. "teror dari kam-kam konsentrasi". Ya. dan langit bersaput jingga. Tentu ia akan bahagia melihatku. Ya. ahwal dan orang. Barangkali. Di sekelilingku. di atas jalan yang sudah diempas badai. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun.Turun dari tangga. berada di situ.Dan jika aku belum lupa. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. begitu mungkin bisa dikatakan. untuk mendapatkan kekuatan. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. Mendadak semuanya jadi hidup. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. dan semua yang lain.

800an di antaranya orang Yahudi. batin saya. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya.Catatan sejarah menyebutkan.html (Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. Kami mengerti maksud Nunik. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Pas buat dua orang. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. arloji itu akan dibeli buat upeti. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.500 orang."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya. Januari 1942. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas.html .Titipan jendral kek. bintang Nabi Dawud. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah.SEMBILAN ribu USDolar.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. Dia lebih percaya." kata Nunik. Setelah Perang Dunia II mulai. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi.processtext. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. Pri! Bayangkan.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust.com/abclit."Titipan Ibu Gubernur.com/abclit. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. itu urusan ipar sampean.ABC Amber LIT Converter http://www. adik kandungnya. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. Wajahnya nampak selalu gelisah. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. polisi Hungaria membantai sekitar 3. presiden kek. tanpa saya maupun kangmasnya. mulai yang berumur 10 tahun. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya.

ini baru kehormatan namanya. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral.processtext. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. Di Nam Khe. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. Saya ingin mendengarnya. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya."Maafkan. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. mungkin sedang ngrasani kita. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60-an. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. Dugaan saya benar.ABC Amber LIT Converter http://www. ya? Tapi saya bukan orang ABC Amber LIT Converter http://www. dia berkali. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanita-wanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. ya?" kalimatnya sangat sopan. pikir saya.Wajah lelaki itu nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai. menurut sahabat saya. Saya mengurus visa di sana. Pri."Sekarang dia menengok ke sini. Agaknya pun berpikir."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. Sebab. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. lantas makan siang di Nam Khe. Beberapa kali kami pernah makan di sana. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. berkerah tutup. Bapak dari Kedutaan.html . perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. Namun sialan.com/abclit. kedai murah di ujung Zeedijk. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti. kancing-kancing dadanya berbentuk pilin-pilin kain yang melintang seperti anak-tangga. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. saya segera membeset meja yang baru saja kosong. Tinggal menyantapnya. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya.processtext. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang.html bukan titipan biasa seperti kata Nunik.com/abclit.Nah. langsung duduk di depannya. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang. Beberapa kali sudah. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika."Saya tidak peduli. Sudah waktunya injeksi insulin. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel.""Oh. Kehormatan besar buat Hargo. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe.

"Selamat makan. sukar menemukan pasangan.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. Saya jadi kurang sopan. Pak. pindah semeja bersama kami. Saya pun selalu bersikap begitu. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. bertemu dengan Pak Duta." kata saya."Mau bangkrut lu. Layak ditegur-sapa. saya keluar sebentar. Ketika saya selesai. merasa gula di darah saya kelewat rendah. Dan itu sering keliru."Ayolah Zus. Semua hotel di Damrak mahal. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo. kecuali sangat perlu. karena dia yang bayar rekeningnya."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. batin saya. Itu Hargo tahu. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. mahal."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Terus terang harus saya akui. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. Dia tak pernah punya kartu nama. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. ABC Amber LIT Converter http://www.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. Sahabat saya terpaksa menunda makan.processtext. tidak." kata dia tiba-tiba. "Beli prangko. saya menghindari rekening Nam Khe. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai... Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan.com/abclit. Hargo ketamuan. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. tapi tak melihat Anda. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka.""Wuah.""Pakaian saya tidak begini." jawab sahabat saya. Maafkan. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. "Mari duduk bersama kami di sini. Dan sekarang mereka ini. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. Sekadar menghabiskan waktu. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting.com/abclit. tidak keliru. saya pun singgah di Wan Nam Hong. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah saya di notes dia. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. Kami adalah orang-orang setanah airnya. Hargo lain lagi. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. Jika saya nekat menunda makan. Saya sendiri tak bisa menunggu. Lain kali silakan singgah di rumah saya. menunggu pesanan mereka. Itu dia. saya akan pingsan. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya.html Kedutaan.. Pak. Jangan di hotel. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. tak banyak punya duit. mereka justru baru mulai." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya.html . Hargo bilang."O.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya tentu saja mengucap terima kasih. Sahabat saya memang jejaka. tidak jauh dari sini.processtext. nginap di Hotel Dorin. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik.

Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. tapi tak bisa menahan selera. Priiii. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton. Saya sungkan pada suami Nunik. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. Tentu tak tahu apa isinya.000 rupiah. Kebodohan yang kini sulit saya pahami."Buka saja bungkusnya. Jika sial. Dia beri kita kartu nama dan addressnya. Saya ingat."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya.""Sampean ini. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Sahabat saya nampak makin kebingungan. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu.""Service Paspor.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan."Alhamdulillah. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta."Untuk keluarganya di Gondangdia. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakutnakuti." katanya.com/abclit."Isinya apa?" dia tak sabar."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya.html Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. Memang terasa melonjak tinggi sekali. Di Malaysia malah hukuman mati. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah. Mas!" kata istrinya. "Terlalu riskan buat adik sampean. Kalau ternyata bukan barang larangan. kan bisa dibungkus lagi. Husaren Sla. Tak sampai setengah kilo.com/abclit. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar ABC Amber LIT Converter http://www. Karton itu saya buka."Tak perlu khawatir.processtext. baunya saja pun sangat nyaman.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. Paran. Haaar. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami.html .processtext. Saya melahapnya."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah." kata suami Nunik. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana. Saya pun tiba-tiba khawatir. Nunik bisa bawa."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. Saya tidak bisa ketawa. Namanya pun baru dengar sekarang. Ini bungkusan cocoknya buat saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho." usul saya."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Malah ngenas.ABC Amber LIT Converter http://www. Nampak bengong. "Hukuman berat jika ketahuan. menyisir rambut lalu keluar menuju lift. bumbu mirip semur.

. Dan ia menggeleng pelan.Kami minum kopi. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan.. Dan di pojok entah mana. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. dan rintik hujan... matahari yang tenggelam.ABC Amber LIT Converter http://www. Kali kedua aku bertemu dengannya. aku kira.Aku kurus ya. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. Benar. Aku tahu. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. Dan kita. Tak semua selamat. semenjak gelengan itu. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. bahkan bila kita mau. khotbah. kupandangi lama cuaca.com/abclit.INI juga pada senja. mungkin meratap diam-diam. Tetanggaku. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. begitu sendu.Hujan reda..LALU aku bertemu dengannya lagi.html Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. juga pada senja dan hujan yang sebentar. bahkan untuk sedikit kepastian. ya. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan. beberapa mengalaminya. tapi aku yakin.. Sayang. Tidak semua gugur daun.S>small 2small 0<. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. Sangat rindu. juga yang berpasangan. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. himpitan beban seperti tak tertanggungkan. Di stasiun kereta api. Tapi tidak mungkin. sembari menunggu hujan reda. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. meyakinkan lebih tepatnya. seperti yang dulu-dulu.. tidak ada kepastian. Kami berpisah. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. Semua selesai. Selamat. memang. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. . Dan ini tentang hujan yang sebentar.. juga dalam hal ingatan.Beberapa selamat? Beberapa selamat. segalanya butuh perhitungan. desir angin. hujanlah yang menyertai peristiwa. Sebentar ditatapnya wajahku. dibuntal oleh hujan yang sebentar. Setelah sebelumnya.processtext. membasuh sedih di luar sana. Tapi beberapa. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. mataku. lebih nyeri dari ini.Tengadahlah. Seperti percakapanpercakapan yang terusir. nyanyian. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. kamu ingin hidup yang tenteram saja. Ia masih seperti setahun yang lalu. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. di senja hari.Aku mengangguk.processtext. di kotanya. dan hujan yang sebentar. walau aku tak yakin benar. Tapi lebih banyak yang tidak. tak kuasa menanggungnya.Ah.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. selain hujan dan waktu yang bergulung. Apalagi. Lebih berpuing dari ini. aku pikir akan selamat... Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. sahabatku. tatap aku baik-baik. Ia rindu. Di luar sana. Ia agak kikuk. Aku tahu itu.html . Dari kaca jendela kamar itu. Ia tidak secerah dulu. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. Senja ini tak ada kepastian.com/abclit. aku dan kamu. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. percakapan. hanya agak kurus. yang kekal dalam ingatan. dan berbisik: ABC Amber LIT Converter http://www. Atau mungkin sebaliknya.

Aduh. Kangen. Mengambil kertas dan menulis. Mataku menatap perutmu. menunggumu menyeduhkan kopiku. tapi kuseduhkan secangkir teh. Seorang laki-laki juga menghampirimu.. bukan?! Tapi bisa jadi. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana.Kamu menyeka hidung dengan tisu. yang selalu kamu seka hidungmu. Begitu singkat. aku selalu ingin kamu menatap mataku. menghampiriku. kedua tanganmu pasti kotor. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. Makan yang begitu tertib.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan. kebiasaan buruk.Aku sedang ada urusan di sini. kamu mulai basa-basi. akhirnya. seperti sekarang ini. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. televisi yang mati. Baru setahun yang lalu. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. almari pakaian..com/abclit..Aku tidak begitu peduli waktu itu. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih..Kamu!Di luar.Tidak. aku tak kuasa menatap matamu. hujan mengguyur deras. Memandang caramu menulis. Kamu di mana.. sepintas kulihat. dan ini kakakku.Tapi kamu tahu. Ah.Aku mengangguk. Kamu bergetar. beberapa bulan yang lalu.html . Dan kamu berubah sekejap..TAPI kepastian itu datang juga. sebelum banyak dusta. mengambil gelas yang kusentuh.. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. dari dulu. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap.Kamu duduk lagi. Juga luka dan getir itu. Apalagi hujan yang sebentar. Seperti dulu-dulu. lampu-lampu mulai menyala.Jangan tanya tentang pernikahanku. Aku kembali ke tempatku semula.. Aku mengambil kertas. tidak sepertiku.Dari jendela. pigura-pigura.. air mata itu. baru kutulis nama sayangku untukmu. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. Tapi kamu juga bangkit.processtext.Aku panik. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. ya?Aku mengalaminya. dan hujan. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. Suamimu duda. misalnya. hendak membuat kopi.ABC Amber LIT Converter http://www.html sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu.Kamu menunduk.. Aku hanya memandangmu.Di hadapanku kini. senja.Kamu menangis sesunggukan.Seseorang mengetuk pintu. mungkin karena baru beberapa bulan. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. keponakanku.Kamu mengedarkan pandangan. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. Tidak mungkin. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan. Hujan akan segera turun. Mengapa jika kamu menangis. Belum ada tanda-tanda. Senja mulai mengetuk malam. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. Ah.. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. Apa pun.. pertemuan itu telah menutup segalanya. Hujan dengan cepat reda.Ini Dede dan Kahfi. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. dan memelukmu.Harusnya aku mendekatimu. tentang pertanyaan-pertanyaanku padamu. dan lagilagi sesunggukan menangis.processtext.com/abclit.. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu. Lucu-lucu. dalam tubuh yang agak basah. sampai sekarang. Aku merobek kertas yang di atasnya. bahkan di diriku. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu. Sebelum banyak bicara... Mengingatkan dulu. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. sesedih aku.Uhf. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. menatap buku-buku. Aku memandang ke jendela. dan mulai menulis. senja dibekap cuaca yang murung.. Cara menulis yang tenang dan ABC Amber LIT Converter http://www. Aku beranjak dengan malas. Sangat deras. sebagaimana aku juga tidak. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. Tapi kali ini tidak.Bisa minta tolong. dan ingin juga bertemu. kamu. Aku bangkit. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana.Dan sekarang. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka.

sudah terasa hilang sejak lama. bersamamu dalam bayanganku.Aku masuk. tak lelap.Di luar. cuaca cerah. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri.Aku mengangguk.. Mau nggak. Tapi aku mencintaimu. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. bukan kamu. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. Kubaca. Kamu duduk lagi. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. Aku menjilati sisa makanan di jariku.Sore nanti. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri. Pintu terbuka. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Pasti ada yang hilang lagi. Seperti kemarin.Kenapaaaa.html sepertinya sangat tidak peduli.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku.Kamu bangkit. minum kopi hasil seduhanmu. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. dan kamu sesekali main di sana. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. Lalu kudengar ketukan pintu lagi. Membuatku tertawa sendiri. Bukan.com/abclit. Sebab kalau kamu. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya. Kamu juga. Sialan. padahal sangat peduli. Kamu sodorkan kertas itu. Aku hendak menahanmu.Aduh. Selebihnya. mampus.ABC Amber LIT Converter http://www. Brengsek.. Musik mengalun.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. Lagu-lagu sedih. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu.Pintu kututup pelan. Di seberang.. istriku. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku.Kamu tersenyum.Aku bawakan makanan kesukaanmu. Tapi urung. Apa ya? Belum sempat kucari-cari..Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Kamu belum makan. Menatapmu. Nada suara tinggi yang merajuk itu. Kuambil nasi dan makan.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. Aku tidak jadi menangis. Dan seperti tidak peduli.html .. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. kan?Aku menggeleng. Balik-balik. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku. sungguh.processtext. Aku tahu. dan pernah bersumpah akan mencurinya. Perpisahan itu tidak enak.Kenapa?Aku menggeleng. menuju komputer.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. Kuangkat.Aku sedih.Aku harus pergi. Pagi ini aku tidur. di dalamnya. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. Tak menahanmu.. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. ada janji makan malam. telepon berdering. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. kamu tahu kalau aku menatapmu.Kamu masih gampang terharu. aku balik. Lalu aku ingat. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu.processtext. ya.com/abclit. Sangat indah. Kututup pintu. . kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. aku yakin.*** ABC Amber LIT Converter http://www. Dan mungkin menangis. tepat yang kelima.

biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu.com/abclit. Bukan untuk membuat Berbi penasaran.com/abclit. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini.000 dollar AS lebih.processtext. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Sebetulnya. Kalau disebutkan dalam surat. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. Namun.processtext.html . Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu.ABC Amber LIT Converter http://www." tulis ayah Berbi. Jadi. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.html Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas." Seperti biasa. ke rumah orangtuanya. ABC Amber LIT Converter http://www. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta.

html . Pada bulan Maret tahun depannya. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya.com/abclit.. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. kalau tiket sudah dilunasi. Jakarta.processtext. Dalam satu-dua bulan. Hamburg 1 "Pulanglah segera. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. Apalagi ditambah dengan angin kencang. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya.html Lagi pula. pertanda musim gugur telah tiba.processtext. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Jadi. Tidak dengan mesin tik. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. Berbi masih tidak habis pikir. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. Meskipun salju belum turun. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. meski teknologi sudah maju pesat. apalagi dengan komputer.. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya." Begitu bunyi surat itu..com/abclit. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. Pohon-pohon sudah mulai meranggas. Di Frankfurt.ABC Amber LIT Converter http://www. Rothenbaumchaussee. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon.

Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak.processtext. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. Berbi tahu. Di apartemennya.com/abclit. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional.processtext. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. Hamburg 2 Memang. uang tetaplah uang bagi Berbi. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. sang ayah hanya mengatakan. seberapa pun kecil atau besarnya." Surat ini mirip telegram saja. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. Oleh karena itu.com/abclit. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. Kalau toh terpaksa menulis surat.ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. di Rothenbaumchaussee. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. si hemat kata. uang 2. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Kalau pulang. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan.html kenapa. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. Palingpaling hanya akan menjadi penyair.html . ayahnya tergolong paling malas menulis surat. Apalagi pengarang cerpen atau novel. risikonya apa? ABC Amber LIT Converter http://www. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Di pihak lain, Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Sebagai putri tunggal, ia mengerti perasaan ayahnya. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga, pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau tidak, untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala?

Mudik 1

Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu, Berbi sudah dua kali menerima surat serupa, yakni memintanya pulang dengan segera, "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg, tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah.

"Pulanglah segera, ada yang akan kubicarakan denganmu."

Hanya itu isi suratnya.

Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi," kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.

"Oh, ya."

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Hanya itu komentar Berbi.

"Ayah ingin tahu, bagaimana pendapatmu."

Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.

Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab. Ia tidak menyangka, pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. Oleh karena itu, ia menjawab sekenanya, "Terserah Ayah sajalah...."

"Maksudmu bagaimana?"

"Maksudku, kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah, ya, apa salahnya menikah lagi. Sebaliknya, kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi, ya, tentu tak perlu menikah lagi. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru."

Ayah Berbi terdiam sejenak. Oleh karena itu, Berbi menyambung, "Omong-omong, apa Ayah sudah punya calon...?"

Sebetulnya, Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Cuma karena ayahnya sudah to the point, ia pun tak sungkan bertanya langsung.

Ayah Berbi menggeleng. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.

"Lho, bagaimana sih Ayah ini?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Teman-teman Ayah di kantor, katanya, siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi."

"Saya pikir, Ayah sudah punya calon...."

"Belum."

Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam, Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Apa boleh buat, peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Mudik 2

Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima Berbi.

Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta, Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.

"Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?"

"Aku pikir, aku mengidap penyakit."

"Lantas?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Setelah diperiksa dokter, ternyata aku dinyatakan sehat."

"Lho, memangnya Ayah merasakan apa?"

"Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Makan tak enak. Baca tak enak. Tidur tak enak, tak nyenyak. Badan serasa meriang sepanjang hari. Pada saat lain, badanku serasa gatal seluruhnya."

"Tensi Ayah, bagaimana?"

"130/90."

"Normal dong."

Graha Taman 1

Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah, pikir Berbi. Kalau tidak, tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.

"Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup," kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman, Jakarta.

"Maksud Ayah?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Maksudku, aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya."

"Lho, memangnya Ayah sakit?"

Sang ayah membisu.

"Ayah mengidap penyakit berat?"

Sang ayah menggeleng.

"Ayah sakit jantung?"

Sang ayah menggeleng lagi.

Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Berbi mengubah cara bertanyanya.

"Kenapa Ayah merasa akan mati?"

Dengan enteng ayah Berbi menjawab, "Aku dapat firasat...."

Graha Taman 2

Keesokan harinya, ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

kamu pasang iklan kematian untuk aku. "Rencana Ayah bagaimana?" Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya." kata sang ayah." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu. "Turut Berduka Cita". Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. "Kabar Duka Cita".com/abclit. Kita kan perlu bersiap-siap.processtext.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map.processtext. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran.html . "Lho. Kata peribahasa. Berbi mengajukan pertanyaan." Mereka terdiam sejenak. ABC Amber LIT Converter http://www. agar tidak mengecewakan sang ayah. kalau aku mati nanti. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus. Namun. "Aku ingin. Kemudian Berbi melanjutkan.html "Begini. ’Sedia payung sebelum hujan’.

kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati.html . kalau aku sudah mati. kerabat. "Kok Ayah ingin diiklankan. Teman-teman." Berbi terdiam. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini. "R.com/abclit." ABC Amber LIT Converter http://www." "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran.html "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Telah Mendahului Kita". dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. "Rest in peace".P". tetangga. sih.processtext.processtext. "Telah Beristirahat dengan Tenang". Ayah Berbi meneruskan.com/abclit.I.

Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita.html Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. "Telah Beristirahat dengan Tenang".com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. "Kalau aku sudah sampai di Hamburg.I. "Berita Duka Cita". Akan tetapi. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. Firasat. "Rest in Peace".com/abclit.processtext. Dengan langkah berat. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun.P". dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia.html . "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747. Soekarno-Hatta. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. "Telah Mendahului Kita".processtext. kata ayahnya. Di pihak lain. "Kabar Duka Cita". Berbi menuju Gate 1. Berbi hanya berjanji. aku segera kabari Ayah" Dengan kata-kata itu. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". "Pilihlah ABC Amber LIT Converter http://www. atau "R. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu.

" katanya kepada sang ayah. atau surat. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN. kalau sudah sampai waktunya.ABC Amber LIT Converter http://www.. termasuk sopir bus. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. Italia.. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan karyawisata ke Roma.. tentu akan aku pasang iklan di semua koran.com/abclit. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. Berbi namanya. Semua penumpang bus meninggal dunia. iklan mana yang kupilih.html . atau telegram. atau faksimile. atau e-mail.processtext. "Pokoknya. Menurut berita CNN. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Jakarta. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya.com/abclit. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia.html judul iklan yang paling bagus." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta.

processtext. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. bayangan-bayangan buruk itu memang tinggal bayangan. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja.. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.html Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. bunda. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama.. rok . shampo.ABC Amber LIT Converter http://www. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya.. Tapi luka dalam. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa.yang panjangnya selalu di bawah lutut. pakaian dalam.. bunda. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. Meta sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa.com/abclit. anggun dan mempesona.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. Sampai ia lulus SMP. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun.html .. Sampai ia berusia enam-belas tahun. Lalu dirangkulnya. Dengan nafas terengah-engah."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. Sampai ia masuk SMU. justru karena ia tahu persis. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. Untuk sementara. Tapi tidak demikian bagi Yustin. Meta?""Aku beli sendiri. "Bunda mau bicara sebentar. bedak. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya.Bagi Yustin. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah.processtext. "Bukan di situ.""Tapi Meta sudah ABC Amber LIT Converter http://www. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. sepatu. mata sembab dan isak tertahan. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja.yang tak pernah berlengan pendek. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki.com/abclit. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju . Namun. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. Sebab nyatanya. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu..

yang setiap hari mendengar decak kagum... Dan ini membuatnya jumawa. Buka saja dulu pakaianmu. hingga yang pada mulanya ia hidup biasabiasa saja sebagai layaknya pemuda desa.." "Lalu.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya.atau.""Apa.processtext. Tak mungkin ia bercerita. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah. Kapan pun."Mungkin kau benar.. Ia tak bisa datang menjemput. Meta.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. Dengan berbagai kecemasan. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kenapa. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu.. siutan panjang.processtext.??""Jangan bertanya dulu buat apa.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun.. nak." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat.."Meta terdiam. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya..""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit..""Bunda khawatir. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip.""Jangan berpikir sejauh itu. "Perhatikan bibirmu secara saksama... memelukmu. atau senantiasa merasakan.""Tak usah.. Meta. panggilan mesra. atau sering merasakan.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. Meta. Aku harus berangkat naik bis kota. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah.. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa.html mau berangkat sekolah. Bunda cuma khawatir.""Kau pasti pernah merasakan. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin. Mengamati anaknya sekaligus dirinya."Dengan perasaan berdebar dan bertanya-tanya Meta membuka seluruh pakaiannya. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik. Matanya terpejam. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari.html .. serta rayuan dari para ABC Amber LIT Converter http://www. menyentuhmu. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. Badannya besar dan kekar.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah. Semuanya. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. membelaimu."Meta mengiyakan dengan cara terdiam.com/abclit.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. bunda. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan. bunda.. memujimu.. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya..com/abclit. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin....""Meta tak tahu apa maksud bunda..""Tapi. Meta. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu.""Bibir saya kenapa. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. Pipinya membasah. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. pujian.

eyeshadow. Dan Yustin tak mungkin bercerita. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. kalung."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. ya?" "Sebentar..processtext. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. "Kau bicara sama siapa. Dan Yustina tak kuat bertahan.com/abclit. 11 Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. Ada nama seorang pria tertayang di layar. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. Oke. dan gunakanlah kartu debet atas-namamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. blush-on. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. Ia pun buru-buru membuka almari.. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkat-angkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. "Halo. eyeliner. dan bicara dengan suara selirih-lirihnya.html pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. oom. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. gelang. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. "Ya. Kamar 501..com/abclit. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. anting.. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. stiker tattoo dan pernikpernik lainnya. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar. sebab segala rupa sanjungan itu lama-lama sangat dinikmatinya.ABC Amber LIT Converter http://www.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. Ketukan pintu membuatnya kaget. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya.processtext."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. giwang. Meta?" Jakarta.html . maskara. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anak-anakku. minta aja kunci ke resepsionis. Sekarang aku sudah di kamar. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar.

Dina tahu Bram ada di sisinya. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Bram."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. sebenarnya Dina merasa. "Kubisikkan pada mereka. langit menulis kata-kata itu. Sekarang."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. Kamar Masmu memang jorok. tiba-tiba Dina tidak tahu.PADA saat itu. ketika selesai menyetrika." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih.com/abclit. Kala mendongakkan kepalanya.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. "Kuberikan diriku.Malam itu. lebihlebih. apakah dia masih mencintai Bram. Dina duduk di ruang tamu. menari. aku cinta Bram. aku cinta Bram. yang ABC Amber LIT Converter http://www. waktuku. aku cinta Bram. Dina menyanyi. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya.processtext. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). setamat sekolah pulang ke Indonesia." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. harapan. Mereka samasama bekerja keras.Anaknya lahir dengan sehat."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. ketakutan. dan berucap. cintaku kepada sulungku dan Bram. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. Namun. Tapi. Dina membawa sebuah buku. di halte sambil menunggu bus. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu.JALANjalan. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam kandanganku.html .html Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Itu rasanya tidak mungkin. Dina menikah dengan Bram. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih.com/abclit. dan kesedihan adalah milik mereka. untungnya aku datang. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. kalau kau punya suami. "Non. hal itu diomongkan kepada Bram. berdiri di mukanya!Jaringjaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu. seorang lelaki Indonesia. Ia menampar habis-habisan sulungmu. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mail-nya. bersihkan sarang laba-laba itu. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki.Kemudian dengan bayinya.

Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan.DINA menyusun rencananya. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. tapi untuk keluarga. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai.Dina menjerit-jerit. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. Tiba-tiba di ruang ini terdengar."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku.html . Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. kamu depresi.ABC Amber LIT Converter http://www. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. bukan untuk diriku sendiri. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. "Ibu. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini.html kemudian menjadi suaminya. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. "Din. Karena semua orang bilang. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. aku tidak pernah mengurungmu.Langit di sana diam-diam saja. Langkah satu. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). Celakanya mereka bukan laba-laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut.processtext. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. Dina tidak ingin peduli. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. sebaiknya minum susu dan aspirin. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya."Dina diam saja. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. mereka adalah labalaba ganas.com/abclit. Dina mengatakan kepada Ibunya. Sebetulnya. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. bajubaju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. Dina mungkin capek. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. ia membersihkan sarang laba-laba di rumah Ibu. perceraian. Dia merasa. Dia naik ke lantai dua. mengirim cintanya lewat telepon.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. Semua perabot rumah."Ibu memeluknya. "Nduk. Memang ada ABC Amber LIT Converter http://www. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu.com/abclit. masih menjerat seluruh tubuh."Ibu memeluknya. "Nduk. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. sebisa-bisanya. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. yang sampai pada saat ini. perasaan dan pikirannya. Hal ini dibicarakan dengan Bram.SUNGGUH.processtext. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah.

dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. mengejar-ngejarnya. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. mereka berdua melenggang ke kota lain. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. "Din. anaknya."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. karena tanpa tugas-tugas itu.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. Dina berkata pelan-pelan.html .Kesedihan. Bram berdiri di antara tetangganya. Bram yang seharusnya merawat. Dina jijik dan sekarang. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. tapi harus dihormati). dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi.""Jadi. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. "Sudahlah. Dan jaring laba-laba itu. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. ayo tidur."Bram." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. selamat tinggal. "Pa. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan mengurus dirinya. Beberapa tetangga berdatangan. Kamu masih dalam proses penyembuhan."Bram melihatnya lekat-lekat. harga obatmu sangat mahal. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas Bram dan anakmu. ketika Dina merasa pusing yang hebat. Din. Padahal. ketika kita baru saja bertemu di halte bus.""Kau tidak mencintaiku lagi. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat.Akhirnya. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. Dilihatnya Bram dan anaknya. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). kasihan anakmu. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. Namun. Dina menganggap. 18 November 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. mereka akan datang menjemputmu.com/abclit.Malang.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang labalaba. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua.html ekspresi cinta dari Bram.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu.Dina menangis.Sampai di rumah ini.processtext. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki.com/abclit. "Ma. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. "Saya harap. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). Bram berkata pelan-pelan.processtext. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. kamu sudah sembuh.ABC Amber LIT Converter http://www. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. turuti sajalah apa kata dokter.

Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. tiada dua. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. ajaib. kanan dan kiri. cukup dengan berkata.ABC Amber LIT Converter http://www.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. tamat SMP ke SMA. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. Atau ada yang sempat bertelur. Karenanya. nanti mendaftar jadi tentara. Ia bercita-cita menjadi tentara. semuanya selamat dierami. cukup angin saja yang menyibak. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. sambil menyibak pusaran rambut itu.processtext. dan Ayah merestuinya.html Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. mencari kutu. Rambutnya kasar seperti ijuk. ya. bakal cepat berkembang. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. Upik merasa tersanjung. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. dan turun dari kandang berkembang-biak. dikungkung penyakit dan dijemput kematian.com/abclit. pusar-pusar ternak itulah. lalu tumbuh berpasang-pasang. pusarpusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji. "Ayam ini untuk si Upik. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. Alangkah indah dan menyenangkan.Demikianlah. menampakkan wataknya yang keras. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. tak perlu menunggu tamat sekolah. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan.html . setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Konon. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. dua-tiga butir yang dierami.Akan tetapi. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. ayam-ayam berkotek di kandang. Ayah telah memberinya sejumlah kambingABC Amber LIT Converter http://www. sekolah si Kandik harus terus disambung. Ketika si Upik masih kecil. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. berdiri tegak umpama dari landak. terhindar dari segala penyakit dan kematian. Berbeda sekali dengan si Upik. Dan. Merimuk saja di sudut kandang. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala.processtext. Ayah tentu merestui. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. Tak perlu menunggu lama. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan." maka. Tanpa harus menguak dan meraba. Dan kenyataannya memang demikian. orang-orang percaya pada pertanda. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun.com/abclit. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. baru akan naik ke kelas enam saja.

di usia sehijau itu. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. Tidak. Sungguh menambah beban. berarti menantang adat dan kebiasaan. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam".Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). turun-temurun. Ia merajuk. apalagi si Upik. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. ternak si Upik memang berkembang-biak. seorang sahaja di tengah padang. dengan sekali sentak. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambing-kambingnya ke padang gembala. kakak-adik.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Maka. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak..Pagi-pagi sekali. dengan kumis melintang. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. Akhirnya Ayah bertindak ABC Amber LIT Converter http://www. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. dan Mak tak kuasa membujuk.com/abclit. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk.html kambing orang dengan sistem paroan2. Setiap tanda jadi tanya. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan?SEPERTI diduga. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. Si Upik tak kuasa menahan tangis. Maka. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. setiap isyarat jadi sebab. Selalu. begitulah. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. Membuat si Upik tak nafsu makan. "Upik. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. Dan semua ternak diterima Ayah.processtext. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. melainkan dampratan dan umpatan. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. tapi bermacam-macam. berkat tetua yang pandai membaca. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi! Dan petang itu si Upik teramat sedih.html . tapi bukan penghiburan yang didapat. Menjadi adat orang seranah. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. "Anak gembala. Berhujan-berpanas sudah biasa. sapi dan kini kerbau. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala.com/abclit. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. mungkin juga seorang bandar!). badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. Tak hanya kambing.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuansungguh dianggap keterlaluan. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. berkah dari adat yang bertuah. tanpa pernah berunding dengan dirinya. Sendiri memintal hari. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". ayah butuh seekor kambing!" Maka." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. tidak berbaju buka kepala. dan ia tak peduli. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak.. begitulah keadaan diri si Upik. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. dan berseru di tengah padang. dari ayam. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu.

berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna." kata Mak kelu. menyejukkan. kawanan bangau yang putih yang suci. Dengan satu sentakan. yang menjadi latar perkampungan. orang mahfum. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. Upik.. Dipijatnya kepala Upik di sana. ia lihat wajahnya. Sebenarnya. dialasi tikar. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. Dan petang itu.processtext. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. O. patuklah pusar-pusar di rambutnya.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. dijambak dan diacak-acak. bangau-bangau itu lantas menjauh. tapi sudah cukup akrab-bercakap. diserbu belalang dalam semalam. Ayah menyeretnya ke belakang. Pik. rasa diperhatikan dan penghiburan. mampir sebentar dan bercakap.processtext. juga rambutnya yang kusut. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. Mengobati sakit dan lelahnya. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. "Awas. itulah yang utama. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. ketika seseorang datang berseru. Cepat Upik berlalu. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. Tak tergurat tanda amarah." Lama-lama. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini.. Dan penuh perhatian. Dan merasa lengang bila lakilaki itu melanjutkan perjalanan. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. ia dengan nyentrik bilang. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan uratABC Amber LIT Converter http://www. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekat-dekat.Tapi Upik menyukainya. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. apalagi mereka tak punya anak. dan Kandik segera mengejar. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. Apakah sekadar mendapat teman bercakap.com/abclit. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. "Kamu mesti berangkat.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. Perutnya mual..Terhuyung Upik meniti pematang. orang tua penuh perhatian.. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. kecuali dari Pak Kudun!Ah. entah kenapa. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. Wajahnya bersih. ingin muntah. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. Isi ladangnya tak pernah jelas. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. mengancam. kurus dan menderita. Yang jelas. tak sekadar membentak tapi menggampar. "Panen gagal.html lebih jauh. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. "Kamu sakit. "Hampir panen. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. Di kubangan.com/abclit. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam.

menggeleng-gelengkan kepalanya kirikanan.. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. Seperti sekarang! LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian.. Ah. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. Sebelum pergi. iramanya melengking tinggi!Tapi. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diam-diam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. "Sudah lumayan enak. kalau Ayah sampai tahu. Iya 'kan?"Begitulah.html urat di tangannya. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. Terima kasih. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. Batal ia mengambil mangsa. berarti kau yang memberi tahu. melainkan datang dengan ancaman yang sama.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada ABC Amber LIT Converter http://www.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang.." katanya dengan suara bergetar. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. dengan ucapan yang tak selesai itu. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. Tinggallah Upik dengan hati senyap. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. "Mbheeeeekk. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. Pak. Kandik segera berlalu menyusul kawankawannya yang kian jauh. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. dan merasa agak enak sekarang. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. Upik merasa lengang tiba-tiba. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Barulah sesampai di tempat yang sedikit terbuka.html . lantas si Upik berlari menuju ke sana.Upik menggerakkan kedua lengannya.com/abclit. Maka.. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah.com/abclit. Awas. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Dan karenanya."Dan kau. bukan mengembalikan mangsa. si Upik melepaskan jerit. Ayah lalu berbalik langkah. Upik sungguh tak bisa berbuat apa-apa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. irama itu terputus tiba-tiba. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. Dan Upik. Pak Kudun memandangnya. seperti tersadar.. untuk kali itu. Lantas. dengan tatapan orang yang minta diri. tidakkah juga.PETANG itu.ABC Amber LIT Converter http://www."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab." Pak Kudun tak melanjutkan. meniup puput-serunai batang padi. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. Gadis itu terpana diam.processtext. Tapi. Mak. "Upik. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. Keduanya bersitatap. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayah-bila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. dan berteriak seperti biasa.processtext. Upik ingin tak mengenang. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu.

processtext. tapi setidaknya. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. Ia ingin menjerit. Edisi 01/05/2003 "KAI. Tetapi. "Cuma. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. Namun. dan kalau nanti Ayah datang mencari. Kita ke ladang saja sekarang.Upik beranjak ke arah semak-semak. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. ceritakan apa adanya saja.2. baru beberapa langkah. atau. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya.processtext. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu.. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga..html pancang di kandang. "Upik.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. meski sulit dipercaya. tenanglah. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan." bisik Pak Kudun.... berpulun kain sarung. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba Sumber: Kompas. "Ceritakan dong. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. semakin bebal.html . dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sanaABC Amber LIT Converter http://www. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. sesuara lebih dulu menyentaknya. Yogyakarta.com/abclit.Aku juga tidak bisa cerita banyak. Ayahkah. Aku telat datang!" pintanya kemudian. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang." katanya. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. Sistem paroan.. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. Senja mulai turun. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. Pu. 2002Catatan:1.. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan. Semakin tebal. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. Pusar-pusar. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. Upik...Rumahlebah. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun.." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. Kai. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. hantu. "Ya. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. Disebut juga uyenguyeng atau pusa-pusa." beritahu Tangkai. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal."Tenanglah. ada apa ramai-ramai.

"Nanti dulu. sekarang. Tangkai akhirnya mengangguk. Agak sedih malah." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya..." kata Tangkai bergoyang. peristiwa apa sih sebenarnya." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi.. "Jadi ketinggalan berita. Kok kamu tahu mereka ayah anak. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggasunggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. "Sudah risiko. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. maaf. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan." kata Tangkai mengangkat wajah gembira." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar." "Mau dengar nggak?" "Maaf. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. aku pergiii!. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah.. Bukan ingin tahu pendapatmu. teruskan ceritamu. Dua lelaki. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. aku malah hampir lupa." kata Kupu-kupu. Ayah dan anak. Masalahnya. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin." kata Kupu-kupu.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku baru terbang dari luar kampung sana.." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi.com/abclit. "Sudah." "Kok berkomentar lagi. "Pergi juga tak apa-apa." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. tenang dulu. Kelihatannya ada jalan keluar. Seru sekalii... aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. "Wah. Harus mendengar sekalipun tidak ingin.html sini!" tegas Kupu-kupu. "Jangan di sini." "Begitu?" "Ya. "Cerewet.. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah.. "Ya.." kata Tangkai. aku masih agak terganggu sampai sekarang.processtext. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. "Demi persahabatan. "Sudah. "Nanti dulu. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. Ceritakanlah. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan." kata Kupu-kupu. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang. maaf. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. ada angin lagi. "Kuringkas ABC Amber LIT Converter http://www. Kupu-kupu tampak berpikir. Jangan pikirkan si Capung. hingga kemudian. "Lho. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan." kata Kupu-kupu. Melihat Kupu-kupu datang lagi." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Wah wah. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali.html . "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana. Mau dengar nggak?" "Maaf. Hm. "Nanti. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. Ah. kamu kok terbang?" teriak Tangkai." "Dua orang kataku. Di sini nggak ada enaknya. nanti saja ceritanya." kata Capung. teruskan. Aku belum mendengar apa-apa. Oya.." lanjut Kupukupu. "Oohhh. Di antara tiupan angin yang membawanya. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. Sampai nantiiii.processtext.. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia." "Karena mereka saling memanggil begitu." kata Kupu-kupu." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu. Capung kemudian terbang dengan tak acuh. "Jadi tidak mau mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. nanti dulu. tadi lebih pikuk. teruskan ceritamu. karena tadi terbawa angin. tidak begitu. Bahkan dalam tidur pun.

"Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai.html saja. teriak-meneriak. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. Kejadiannya berjam-jam. Darah berceceran di mana-mana. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. "Wah. setiap hati. Lalu tentara datang." "Terserah kalau begitu. tahan dulu.. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. Para penumpang menontoni.." kata Kupu-kupu. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai.. masing-masing akan terdengar khas. Tak percaya oleh kenyataan.ABC Amber LIT Converter http://www. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya." Tangkai bergoyang. yang diteriaki. "Begitulah.. yang ditembaki. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. Hing.. "Itulah. Nafasmu nanti habis. Masih cukup dekat dari halte. hingga tembak-menembak. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. "Kukira ada hal yang luar biasa. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. tak tak puas." kata Kupu-kupu... Begitu saja. kau seserius. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. Setiap mata. Cuma kejadian sederhana. "Maksudku.html ...." kata Tangkai.processtext." kata Kupu-kupu. penginjak." "Yuk." "Itu dia. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. "Itulah. Hinggaaa. "Ya. akhir dari kejadiannya. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan." kata Tangkai. yang diinjak.. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. Bisa kau bayangkan. Polisi datang dan melerai." "Daag. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. setiap penilaian. Dia tidak begitu hebat. Tapi perkelahian masih berlanjut. tahan dulu. dan menghilang ke ujung jalan sana.. kok biasa saja. Tak ada yang mengejutkan. lempar-melempar." kata Tangkai.com/abclit. Ayah dan anak berteduh di halte sana. tikam-menikam. penembak. kemudian ikut berkelahi." "Wah.." kata Kupu-kupu. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. setiap kepala.. Polisi semakin banyak berdatangan.. "Ah.. karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. "Ya dong. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. "Iya.. Ya. Atau malah kurang seru. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. lalu menaiki sebuah angkot. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. Jalanan benar-benar macet. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. Bisa kau bayangkan. Ayah dan anak dikeroyok. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. Daaag. Itulah ringkasannya.processtext. Bus-bus berhenti.com/abclit.. Biar informasiku lengkap. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. Para penumpang yang ditodong melawan." "Aku kan Kupu-kupu pintar. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. Pukul-memukul. "Terserah." "Apa itu?" "Kedua lelaki. Hinggaaaaa. Akhirnya tak jelas lagi. sama-sama meninggalkan kerumuman. Lalu kau dating... Begitulah.. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. maki-memaki. peneriak." "Hussh! Hussh! Kau.

dan Brunei Darussalam. menonton sejenak. Sampai ketika kedua orang itu." nasihat Ayah seperti berpuisi. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang ABC Amber LIT Converter http://www. "Lontar telah pergi. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. Tahun yang sangat ditakuti.html heboh. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. atau memang sudah mati percuma.processtext. katanya lagi dan lagi." Pada tahun 2003.Pada tahun 2003. Rembang. dan Pati akan panen order dari Thailand. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu." ujarnya kembali berpuisi. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Bukan hanya Bulan. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. menceritakan hal sederhana." kata Ayah.html . meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. sudah pingsan berdarahdarah.com/abclit. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Tentu saja. Kini komputer menggantikan perannya. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik."Makanya jangan melawan Rembulan. Singapura. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. Kalau tidak. yang masih dapat dimanfaatkannya. Turuti saja panggilan sinarnya. Pada tahun 2003. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara.processtext. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga.Aneh banget Ayah itu. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. Tukang-tukang kayu dari Jepara. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. katanya lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Lunglai. bagaimana kedua orang itu. Atau menutup berbagai lokakarya. tapi juga tahun 2003 itu. membawanya. namun sebagian lainnya tak perduli.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas.com/abclit. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. ayah dan anak. dan sekaligus dibanggakan. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah. karier Anda sekalian bisa lebih suram.

html menghasilkan daun tal atau lontar.com/abclit. Belum mengerti pasar modal. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. pada disket. berbuah maupun tidak berbuah. Ia menggiling beras untuk petani setempat. Pendeknya. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. Kini menunggui Ayah. pribumi maupun Tionghoa. Tak ada cetak biru. Dulu. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. ***SEPULANG pidato. Universalitas ini yang penting.Namun. Tiga anaknya berkumpul. itulah pohon tal. Cinta pada pohon. cinta pada Ibu. Ya. banyak orang belum siap. tapi hitam legam di panggung sejarah. cinta pada keindahan. Setiap benda itu. Apakah mereka harus dikabari. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik.Makanya. Ayah bergumam. dan cinta pada pengetahuan. Seolah-olah bersyukur. Seolaholah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. Kami tak mau mengecewakan hatinya. Tetapi. kebanggaan keluarga kami. Padahal. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Tak ada action plan. kata Ayah. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. blue print. sekarang pohon itu tak ada lagi. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir.Sepeninggal pohon lontar. Sepeninggal lontar. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Ayah memang lebih sering bicara sendiri.Borassus flabellifer. Sekarang pada layar monitor. cinta pada kebenaran.processtext. Matahari tidak langsung memancar dari langit.html . juga punya karakter universal. Kesehatannya tampak terganggu. pohon lontar itu. Yang daunnya berbentuk kipas. hari-hari kami seperti lebih teduh. cinta pada anak-anak. tiga anak-anak lontar yang setia. adalah tulisan. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. baik sipil maupun militer. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. katanya.Bukan hanya gelap gulita. Ya. semangat hidupnya seperti menggelegak. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia cuma melayani dan melayani. cinta pada Tanah Air.processtext. maupun indeks gabungan harga saham. seperti yang semua sudah tahu. punya karakter lokal dan manfaat lokal. akan mati. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. pada hard disk. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. melalui jendela yang terbuka. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. Bukan. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita.com/abclit.Anak-anaknya berkumpul. yang buahnya segar. fluktuasi harga. hidup ini perlu penerangan. belum pernah bicara. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. Tapi. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. cintamu juga harus lebih canggih. Itulah nama Latinnya.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di kabupaten Klaten pun. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. siwalan alias lontar. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Ayah tidak berdiri di sana. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu.Aku sengaja mendampinginya. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ABC Amber LIT Converter http://www. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Tahun 2003 sudah datang.

Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. elegan. Ayah seperti batuk keras sekali. Lewat tengah malam. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber).Namun. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan.. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. Sekali dilirik. aku terbangun. Ada Garcinia mangostana.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua dilakukan dengan senang hati. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. yang sudah punya tiga orang anak. Napasnya semakin jarang. ada Garcinia dulcis.com/abclit. kami tidur di sekeliling Ayah. Ia bisa tumbuh di mana saja. Aku membangunkan adik-adikku.html . dan berbuah. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Batangnya kuat. Dini hari betul. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain.. guru sekolah dasar luar-biasa. aku terbangun." Ayah mengigau lagi.processtext. yang terakhir itu bukan manggis biasa. Ayah mengajari kami hidup tekun. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah.. Tapi. Aku teringat perempuan tinggi.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Napasnya kembali tersengal-sengal. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta."Jangan melawan sinar rembulan. Air mukanya tidak pucat lagi. Semua anak Ibu tahu hal itu."Ibumu tahu. lalu sunyi lagi.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Garcinia porecta! Manggis hitam. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Ya. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi.Hidup ini seperti sebuah lapangan. Wajahnya pucat. obat batuk. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. dan nyeri perut. mendengar Ayah memasukkan sepeda. kukuh.***MALAM sudah larut. Tapi. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. Memang ada banyak macam manggis.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. Setiap orang punya perlambang sendiri. bisa teringat selamanya. Satu per satu. Meskipun jalanan berbatu. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. berkilat-kilat. Tapi. yang telah duluan meninggalkan kami. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. Dalam perjalanan panjang hidup ini. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. tentunya. Ayah tampak sedikit tenang. aku curiga. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. tumbuh rajin. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. Tapi malam ini. Ia akan menyusul pohon lontar. semua laki-laki. Sekarang ABC Amber LIT Converter http://www. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. Bukan hanya tapak dara. Daunnya tebal. juga di jendela kamar Tante Yetti. juga tapak liman dan tempuyung. Rumah sakit mana saja. anggun. sepertinya semua baik. berkembang. Napasnya normal.processtext. bahkan di semen sekalipun. taman. dan terlalu merdeka. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya.html ini? Berangkat dalam tanda petik. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. kebun. ibumu tahu. dan seindah-indahnya. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Anak-anak sudah tidur. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. katanya. atau mungkin hutan bagi Ayah. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. atau mungkin juga kecapaian." Ayah mengigau lagi.com/abclit. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. Malam itu bulan bersinar sangat terang. kira-kira pukul empat pagi. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun.

meskipun tinggal di dusun terpencil. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Bukan nyeri. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. Tetapi. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. bila rajin buka kamus. ada atau tidak ada AFTA.html . kelapa sawit. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. Melalui Internet. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. atau palem puteri. Makin tua makin rajin belajar. Yang terang batangnya lurus ke angkasa.Aku senang Ayah banyak membaca. Tamarindus indica. tetap saja tidak bisa. terkait dengan pemahaman ekologi.ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. Buahnya banyak. Borassus flabellifer yang kuat. Bahasa itu. Terserah pada kami. barangkali.html juga. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. makin ingin tahu. lindungilah Ayah kami. yang bungsu adalah pohon salam. seperti ibunya. Katanya juga jelas dan tegas. sejak 1977." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. kegemarannya makin berkobarkobar. anak-anak siwalan ini. Sebaliknya. ada atau tidak ada Rembulan. Pencipta alam. Entah itu Asean Free Trade Agreement. ketika matahari terbit. kakak memilih jadi asam jawa. Kalau sedang pelit. tapi menyeramkan. sekali! Ibu bukan Rembulan. Mungkin Ayah lupa.***PUKUL setengah enam. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. Atau ada "rembulan" beneran. Ia tidak takut cahaya Rembulan. bila Rembulan bicara. Begitu banyak hal disingkat AFTA. membaca berbagai koran dan majalah. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. Mungkin juga lontar. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. persis seperti tertulis di sini. mungkin juga kurma. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. untuk Muhammad Saleh Kismadi. dan si kecil.Aneh. teguh dalam badai.***AYAH adalah sebatang palem yang lain.Sayangnya. tapi siwalan. Ia mengingatkan orang pada AFTA. Ayah menghembuskan napas terakhirnya.processtext. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. berpusat di Miami Florida. Atau kelapa. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. siapa yang mau melawan?Yang terang."(Sebagai ziarah abadi. Aku pohon manggis hitam. kini menjadi yatim piatu. tingginya bisa 25 meter. "Jangan takut pada hutan. "Jangan melawan Rembulan. sadeng. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. mirip seperti Ayah.processtext. Kalau sedang pemurah. Bahasa itu harus dipelajari. tidak bisa diajarkan.Si pohon asam jawa. yang gugur sebelum tahun 2003) ABC Amber LIT Converter http://www. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. aku. Ia sibuk dengan dunianya sendiri.com/abclit. Sejak ada komputer." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. menurut ayahku. ia mirip palem raja. kami panggil suka-suka kami. Kami tidak boleh berargumen apa pun. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. Ia pohon asli Indonesia.com/abclit. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. dan American Family Therapy Academy. cantik dan setia. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Ia bisa jadi palem raja. Ia terus tumbuh ke langit. kakak dan adikku. siapa pun Rrembulan. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah.

Sulur laba-laba menghiasi tembok. Meja. Lama. ia ingat. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa.html Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Tetapi. pintu itu belum juga terbuka. kursi. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Dan ia masih mencoba menunggu.. Ia tampak takut.Namun. Juga sayup jerit. menjijikkan. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. almari. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Lalu lengang. Berdiri gamang di depan pintu. "Bagaimana kuliahmu hari ini. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Tampak kotor. dan akuarium. Lalu. bagai habis terbakar. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Dingin menembus tulang. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. cermin asbak. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. meremang. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. entah dari mana.-ah.Gemetar ia melangkah. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. Ruang tamu itu kosong.processtext. Tetapi. Juga sedikit bercak darah pada gerutan kasar di tembok.html .processtext. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. Mandilah dengan air hangat. Masih menunggu seseorang.. tapi niatnya tak surut. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. vas bunga. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. sepi. begitu miris. Tetapi. Di dahi. Ia terus melangkah.Malam merayap." Atau kecupan mesra di pipi. Ia terus berdiri. itu sia-sia. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. Lama. terdengar berulang-ulang. Tetapi.com/abclit. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. Mai? Kau tampak capai sekali. Mengedarkan pandang. ia masih berdiri di depan pintu. Menunggu seseorang membuka pintu. Langit bergetar.ABC Amber LIT Converter http://www. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi.

Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Juga suara orang-orang itu. Malamnya ia nyalakan lilin. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. mengusap-usap dengan jemarinya. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. Tetapi.com/abclit. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. "Tidak! Itu masa lalu. Membuat tenaganya sesaat lesap. hingga wajah Papa. Ia masih ingat.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Wajah-wajah beringas. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. ingin mencium bercak darah di tembok. Di lorong jauh. menepiskan tangan. tubuhnya huyung seperti mau roboh. Lututnya bergetar hebat. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Hingga bulu kuduknya meremang. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Ah. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. Keringat di dahinya kembali berleleran. Di situ ia kembali terpaku lama. Mama. Malam kembali senyap. Ia lupa. menggeleng pelan. mangkok. berteriak.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. tibatiba ia tersenyum tipis. Tenggorokannya seperti tercekik. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. saat ini. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai.processtext. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. Mengatur napas yang mendadak sengal. piring. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. sendok. Berteriak serupa kesurupan.processtext. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. Ia jongkok. Tetapi. Mata-mata merah. Ia sangat tersiksa. Tetapi. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Melotot. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. Semua itu begitu jelas terbayang. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. dan ABC Amber LIT Converter http://www.html . Ya. Mengkilat. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Dan darah. ya. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. menggigil ketakutan.Ia melangkah menghampiri foto itu. Ia ingin berontak.***BAYANGAN itu begitu kental. berteriak. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Membuat ia kian gemetar. urung. memaki. Ia ingin menangis. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. merunduk. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Malam kian mencekam.com/abclit. dan dirinya tampak semakin nyata. Foto itu buram tertutup debu. mengumpat penuh kebencian. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu.ABC Amber LIT Converter http://www. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Ia mengenakan toga. Tidak lama kemudian. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan.html cahaya kristal. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Juga gelas. namun air matanya enggan tumpah. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Mengejutkan! Susah payah ia mencoba berdiri tegak. Lalu tawa mereka.

harganya pun pasti mahal. Ah. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram.html . mengusap-usapnya. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib.ABC Amber LIT Converter http://www. mengelus-elusnya. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. Bergiliran. Terus tumbuh. Begitu kuat. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapasiapa. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. 1998-2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum orang-orang ke luar rumah. perlahan-lahan tenaganya pulih. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Hingga ia pingsan. Pelan ia merapat tembok. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. menenangkannya. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. juga segelas susu. Bocah lakilaki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. tumbuh.processtext. Tetapi. Waktu beringsut cepat. ia takut. Menenteng kapak. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. selain tampak kotor berdebu. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. Ia ingin mati saja. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. Mata mereka menyala. Selain itu. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. sopir taksi itu justru tertawa lebar. Jantungnya berkeretap kuat. Dan seperti tanpa sadar.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. Ia sangat ketakutan. ia terlalu letih untuk terus melangkah.Akan tetapi. Menyusul Papa dan Mama. Tetapi. Juga sprei di atasnya yang acak.Lima jam setelah kejadian itu. berkilat-kilat.. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. Letih. Meja.com/abclit. miliknya. rak buku.. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. di sebuah kamar hotel. Berjam-jam. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. *Depok . seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Sebentar lagi pagi tiba.Yogya. Tetapi.Namun. Ia ingin sekali memegang bendabenda itu. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Memberinya makanan enak.com/abclit. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. kursi.html botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Tetapi.Mula-mula taksi meluncur cepat. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas.Ah. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Itu adalah kamar miliknya. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. kusut. bocah laki-laki tampan. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. namun selalu gagal. Entah apa. Gamang. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. almari. Ia terus hidup.processtext. Tetapi. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik.

rupanya dialah si peri. kekikukan yang kali ini berbeda dengan kekikukan yang biasanya ABC Amber LIT Converter http://www. it's mine. Bisa kupastikan.ABC Amber LIT Converter http://www.. Ia bertubuh tinggi semampai. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat.html Kepada Tiankong. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana.com/abclit. Rambutnya hitam legam. Pikirku spontan. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu.. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. "Hello. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. panjangnya sebahu diurai lepas. Perilakunya santun. Inggrisnya beraksen Amerika kental. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut.! Yes. Edisi 12/15/2002 OHHHH. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. ketat.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. karena action Si Peri.processtext. sumber wangi aroma melati. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan.. melainkan. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. suaranya lembut.. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. Paha itu menjadi perhatian banyak orang. Sorry!" kata Si Peri.processtext.Ternyata. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. Kata teman-temanku. warna merah darah.Tetapi. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. Jadi. berkulit warna almond. Dengan kalem ia menutup bagasi. bergaun panjang."Number ten-bi.html . Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.com/abclit. Itu. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku. Ternyata seat-nya nomor 10-B. Tetapi. Ia lalu kunamai Si Peri.

sorry. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia..processtext. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. Miss Peony.. "Hem. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. Materinya terlalu panjang dan rumit. Langit Yang Jauh. Nenek saya bilang. pertanyaannya mengejutkanku.. Setelah menikah."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. karena penasaran.""Nama saya Peony. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak..com/abclit.."Sama. Tapi. memberi makan para pejuang. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah.ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum.. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum..""E. karena kecintaannya terhadap Indonesia. tahun '62.. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti. Karena ia lahir dan besar di Indonesia."Nah. saya mau ke Langit.com/abclit.nah. "Jadi.tapi. Maka.. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. Tetapi. Biasanya."Yes. di Surabaya. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. maksud saya. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak.. "." ia memenggal kalimatku. kembali berbinar."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. "... Sedangkan kekikukanku kali ini. karena aku sedang memikirkan profesinya. Itu.. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. Ya."Ya. dari mana saya harus memulainya. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat.. nenek Anda."Tentu saja Anda tidak memahaminya. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. Ini menyangkut sejarah. Nah. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang." ralatnya. saya berbahasa Mandarin.ee.."Maaf. sambil mengguncang-guncang tanganku. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. "Jadi." mata Peony yang semula redup."Yes! Anda cerdas.Aku bingung. Itu.. Ironisnya.. bisa juga dimaknakan Surga. karena saya tidak tahu. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata."Maaf. ia dagang palawija.html . Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan ragu-ragu. kulanjutkan dialogku dengannya.html kurasakan. Di kota itu nenek saya lahir." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. negeri yang kata waipo-ya.."O. Maka. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. menahan tangis. saya tidak tahu!" aku berterus terang. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku."Ke BatuMalang. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya.processtext. Yang saya tahu. Apa sih profesinya?. maka ia merasa asing ABC Amber LIT Converter http://www.. ya kata nenek saya.. seindah Surga. Aku tidak memahami alur pembicaraannya. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. Saya suka. karena alur pembicaraan saya rancu.. Tian-Tiankong itu artinya Langit. "Itu. ia terkena PP-10. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar.. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. maafkan saya. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan. Maksud saya Peony Wu."E. nenek saya termasuk di dalamnya."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. saya mau ke Jakarta.Miss. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. Sungguh..

processtext."Saya tidak bercanda. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera.!""O." tanggapku serius. Jangan.. Kemudian. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. ". Jadi. makanya Anda modis. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. Anda jangan bercanda. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah." lagi-lagi ia memandangiku.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. saya sekarang punya usaha di Singapura. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. Itu. Maka.Jakarta.."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu. Ia lalu mengajakku ke Batu. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. Ia memilih tinggal di Indonesia.. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok.com/abclit. "tapi. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. Keterasingannya itu membuatnya gamang dalam menjalani hidup.html . tempat itu sangat indah bak surga."Ohhh.processtext. "Oiya. Kemudian. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok."Ya. akhir Oktober 2002 Lebaran. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. Katanya.html terhadap Tiongkok. "Nenek saya ada di sini."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku..""Ah. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. Suatu tempat yang ia rindu-kan. ketika meletus G 30 S PKI. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao. untuk melaksanakan li bagi neneknya. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas.. Sayangnya. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis... besar di Amerika.Malang. buka butik!""O. Kabarnya. Tetapi kedua anaknya hilang. usianya 38 tahun.. lahir di Macao.ABC Amber LIT Converter http://www." Komentarku tentang dirinya.com/abclit. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya.. Jangan. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis.di Tiongkok. Untung. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Ia takut... Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. ia lalu berpesan. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya." sambung Peony tersenyum getir. usianya 78 tahun.

dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Mak. mengepak-ngepak. Bang Tohar.ternyata Mak benar. tak pulangpulang. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. kalau kebetulan tak menggiling. Empat ratus ribu rupiah. Openg terus terbatuk. Edisi 12/01/2002 AIR.processtext. Dan. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini." "Tapi. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak. Janjinya. melambungkannya ke permukaan.processtext. Kue dan baju. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. Bohong.. Gelombang. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. di jermal.. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. menatap ke arah Openg..000. Mak bisa ke Malaysia. ***SEGALANYA? Entah. Sebaiknya kau tak pergi. Segalanya. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Wajah Mak. artinya menarik jaring. tak usah mimpi. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. Wajah Atin. mengangkat. terbatuk-batuk. Tatapan itu." "Ah. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. yang jelas. Betapa cepat. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Mak ini bagaimana. Dibukanya mata. Dua bulan. dengan pandangan masih nanar. Openg terbayang Atin. Gelombang membalik.. Setiap gerakan. betapa meletihkan. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. Lelap saja. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali." Mak masih ragu. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. Ah-ah." "Tapi.. Mak ragu. Tak sampai dua jam.. ***MENGGILING. Orang-orang dewasa itu. dan Kabir (temantemannya) telah menarik tuas penggiling. Bagai tak ada antara. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya. Mak! Dan ketika aku pulang. kalau Rp 200. telah tiba saat menggiling." Tapi.. di hari-hari pertama di malam-malam pertama.com/abclit.telah menipu. Jermal. itu bukan mimpi pertama.. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. nanti. tetapi semua sia-sia. ABC Amber LIT Converter http://www.. dilihatnya Ucok.. Begitu aku pulang. Tetapi. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. setiap tenaga yang ia keluarkan.. "lebaran! Kita bisa buat kue. bilang hanya Rp 200. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. bawa uang. Tenang saja. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga." "Dah. Betapa melelahkan...com/abclit..000. telah menipuku." "Ya. "Sudah. Tolong. Sudah berkali-kali. tak ada gelombang.. kata Mak.html . Selalu.ABC Amber LIT Converter http://www. Amri. Kenapa bisa datang berkali-kali. Mata itu. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. Dulu. Di hadapan mereka." "Aduh. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. Jangan khawatir. Untuk toke atau cukong saja. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang." Atin menyela.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Dua jam itu.. itu tepat jelang Lebaran. Pulu. Dengan napas masih sesak. Tetapi. mandor itu. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. Jadi.... Kita bisa. hanya dua bulan. butuh Rp 500.000 per bulan. Mak. masih terbatuk-batuk.000. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. Beli baju. apa itu? Di tengah laut. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Orang-orang itu.. Bagi Openg." "Tapi ..

. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. aduh! Dua-dua jam itu. itulah pekerjaan orangorang kampungnya sejak lama... kata Pulu. ingin menangis. melambungkannya ke permukaan. Openg tiba-tiba takut. pulang?" Bang Tohar berdiri.." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri.html . Amri. Tetapi.. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. orang-orang kampungnya. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. Kepalanya jadi sering pusing. mengalahkan deru angin dan desau ombak. Hahhh. ABC Amber LIT Converter http://www.... waktu itu. "Kata Amri. lima hari menjelang lebaran." "O. Jadi. Tentang Nenek. mengepak-ngepak. ternyata tidak.. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut.ABC Amber LIT Converter http://www. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. "Hua ha-ha. bergegas mencari Bang Tohar. Hal lain. Puasa? Ah! Di sini. mata itu.. kata orang-orang. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. Openg ingin berteriak. Tertunduk. Matanya menatap ke sana. tak pulang-pulang. sungguh membuat Openg sangat capek. Tentang uang yang. Mata itu.. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. Lelaki besar. yang tak berhenti sakit. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. berjalan menghampiri bocah itu. Openg mendapat cerita lain. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. Tentang begitu pentingnya uang. tetapi semua sia-sia.. Tak tahan-dan tak percaya.. gempal.... Tentang Atin yang ingin sekolah. Delapan mil. Betapa jauh. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. Openg takut). harus pulang. Soal upah mungkin satu hal. Kenapa. Dan.. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. kau hanya boleh bawa seratus ribu.. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk.... Ah Mak.. Ia hanya bisa tidur-tidur ayam. Lututnya. Kembali. Untuk sisanya. Napasnya mengoar. suka. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling.. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. "Jika pun bisa.. menggigil. Mak benar.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. "menindih" malam-malam. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekuk-cekuk. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah.. setiap tenaga yang ia keluarkan. Yang membuat kepalanya. si juru masak. satu lagi. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek.akan ucapan Amri. kalaupun cuma menggiling. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. ingin memekik... Mak.com/abclit. Bang Tohar (tatapan itu.processtext. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. dengan berenang!" Openg tertegun. Mereka telah menipuku. kemudian dipenuhi pikiran. Busuk... dan takut. entah sebab apa. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah.. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke mana-mana. kerja harus tiga bulan.. Dan.html Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah itu-akan sangat kecewa. benci. kata kabir.com/abclit.processtext.. Betulkah? ***HARI ini.. lihatlah. di negeri Malaysia begitu gampang. mereka benar-benar telah menipuku. Openg tak menjawab. Dengan marah. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. Tentang Mak. Setiap gerakan. kenapa mereka. Nenek. tak ada yang namanya puasa. mengangkat. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal.. Delapan mil." "Memang tiga bulan. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Tatapan itu.. Lagi pula... Gelombang membalik.. Tertunduk. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. bila malam. bertemu Atin. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. Kenapa!" "Aku tidak bisa. kata Mak. Kata Amri.

atau Riq'ah dan Kufi.processtext.. Diewany dan Faarisy. ternyata. membungkam mulutnya. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Tentang teknik melukis. tidak! Jangan! Kenapa. segera menyambutnya antusias. jangan.com/abclit. tentang perspektif.. tentang komposisi. kedatangannya di samping silaturrahmi.processtext. dan entah apa lagi.. Mungkin karena kecerdasannya. Seperti kebanyakan bangsanya. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. Katanya dia asal “menggambar” tulisan. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar.tengah menindihnya. Dia melukis mulai perempuan cantik. Tetapi. Namun.. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. ekpresionis..html terbatuk-batuk.. pembesar negeri. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. Menendang-nendang. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. Apalagi falsafahnya. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. Dengan tangan lain. surealis. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. Ada tangan besar. kasar. Menurut Hardi. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal.ABC Amber LIT Converter http://www. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. Openg terus terbatuk. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi.. Melawan. dan istilah-istilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. masih terbatuk-batuk.. okh! Jangan.. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. tak ada gelombangnya. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. dadais. Dibukanya mata. * Payakumbuh. hingga kaligrafi. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis.html .

namun melihat keseriusannya. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. dia hanya mengangguk asal mengangguk. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut.” tukas tamunya. dan sebagainya. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. “Itu rajah.com/abclit. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum.” “Itu kok warnanya aneh. Setiap kali duduk-duduk sendirian. Nanti sampeyan ikut. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. Kalau bisa di atas kanvas. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. dia baru keluar.html Departemen Agama. macan. karena sering ditindas. Nah. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. tokoh wayang. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. mengapa dia tidak? Namun. Kadang-kadang sampai subuh. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. Saya yang menulisnya sendiri. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. dia oret-oret kertas. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. kata Kiai yang memberi ijazah. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. Setelah tamunya itu pergi. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran.” katanya suatu ketika dalam hati. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. “Ternyata sulit juga melukis itu. maka dia pun melukis pemandangan. terutama seni rupa. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. Maka. Ya. pikirnya. cat.” “Rajah?” “Ya. dia ABC Amber LIT Converter http://www. ***RINGKAS cerita.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu.ABC Amber LIT Converter http://www. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi.processtext. Tahu kanvas kan?! Betul ya. burung. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. itu rajah penangkal jin. Hal itu terjadi berulang kali.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. ramai-ramai juga mereka menyemangati. tak paham). Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. ketika didesak tamunya. Kalau tidak begitu. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. dan kuas. Tiga bulan lagi.” “Wah. Kenapa tidak.html . “Tidak. Tapi. lalu katanya. Saya serius ini.processtext.com/abclit.

“apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. Anda baru kali ini ikut pameran. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana.processtext. “Selamat. Hardi membisikinya. “Bilang saja kepada Mas Hardi.html . Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang.html pun bertekad. Pertanyaan-pertanyaan para ABC Amber LIT Converter http://www. Ada pidatopidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. seketika dia merasa seperti diejek. lalu ditujukan kepada dirinya. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Wah.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. huruf alif.com/abclit. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. karena tidak memenuhi standar. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. “Kemana saja sampeyan. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. apalagi menikmatinya. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. Wah. Sampai akhirnya. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. Bahkan. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. Dia benar-benar salah tingkah. Ini. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. ingin membeli lukisan sampeyan.000 dollar AS. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. mendapat pikiran begitu. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. dia hanya-atau. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. belum juga menemukan lukisannya. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi.processtext. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri.com/abclit. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. Mungkin mencari-cari dirinya. Di samping namanya.” Aneh. Dia sama sekali tidak menyangka.” tibatiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawan-wartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. pikirnya. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. alhamdulillah. terserah dia!” katanya. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf.” Astaga.ABC Amber LIT Converter http://www. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. sini. saya langsung tertarik. tidak diikutkan pameran.

sampeyan menggunakan ilmu apa. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. Kepada para wartawan dan orang lain.” “Jadi. menurut selera saya waktu itu. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Allahu Akbar. Maka. Tetapi. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. Bahkan. kok ikut-ikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian.” “Tetapi. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. tekad saya sudah bulat. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. tak usah saya lanjutkan. Mulailah saya menulis alif. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. ketika saya pandang-pandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. atau setidaknya Allah. “terus terang saja.com/abclit. dia bisa tidak terus terang. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. Tentang proses kreatifnya. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Kalian tahu sendiri. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. di gudang kita. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. Tapi. Cukup alif itu saja. dlsb. tidak pas. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali.processtext. sementara semuanya menunggu penuh perhatian.com/abclit. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. “Ketika saya sudah siap akan melukis. Hampir semua koran. Apalagi. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya.html wartawan dijawabnya sekenanya. akan jadi wagu. “Ya.processtext. Lihatlah. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. baru kemudian lanjutnya. Namun. Mas. tentang prinsip keseniannya. “mengapa tidak sekalian Bismillah. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaanpertanyaan anak-anaknya. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. baik ibu kota maupun daerah. biar hanya dengan dua warna ini. “Terus terang saja. tamu kita yang pelukis itu. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. “Begini. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. kalian tahu sendiri.” tukas ABC Amber LIT Converter http://www. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy.ABC Amber LIT Converter http://www. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. memperbaiki letak duduknya. ya sudah. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu.html . sebelumnya saya tidak pernah melukis. Yang saya sendiri kemudian bingung. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. Ketika makan siang. niat semula begitu. “Tidak pak. Saya merasa tertantang.” katanya sambil menyantaikan duduknya. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya.” “Lalu. saya melukis karena dipaksa Hardi. “Kalian ini kenapa. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu.

Mungkin. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. tempat mereka makan ketan dan goreng ABC Amber LIT Converter http://www. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. dan lain-lain.html istrinya. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. di ujung Desa Koto itu. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa.processtext. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain.com/abclit.com/abclit. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto.. "kedua-duanya."Menurut kabar yang aku dengar." kata Nurmi. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang.processtext.. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. Karena itu. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. perempuan setengah baya pemilik warung itu." Cemburu nada suaranya.ABC Amber LIT Converter http://www. “sampeyan menggunakan ilmu apa.html . tetapi Ustadz Bachri tak tahu apa mereka percaya penjelasannya atau tidak. Toko merangkap warung kopi. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk.."."Aku dengar warung kopi." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu... "Toko keperluan sehari-hari.. minum kopi. belanja. salon.. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul. apalagi di Simpang.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi. toko kelontong. duduk-duduk di pinggir jalan. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ. Tapi moderen. restoran.Kabarnya toko. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang. ." jawab Dirun.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi.. Tidak seperti ini. banyak kabar selentingan tersebar di Koto. Seperti tersirat dalam namanya..

di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. mereka iri saja. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. di belakang. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. "berapa. "Dan Nurmi pasti subur. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna.processtext.com/abclit.Datuak sering di rumah isteri tuanya." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. Atau minum minuman keras dan berjudi. Tetapi. jadi perlu lahan subur yang baru. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka."Mereka tertangkap basah. Yang jelas. mungkin Datuak itu yang gatal. Penuh gairah hidup. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto." kata yang pertama tadi. Semua tertawa lagi. bahannya jarang." kata yang ketiga. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. terutama anak-anak dan yang tua-tua. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula."Dan lahan pertama itu sudah gersang."Ya. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan.""Jadi. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka memburukkan nama Koto."Benar apanya?" kata yang pertama.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. Dia bersekolah sampai tamat SD saja." kata yang duduk di sudut."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang. "Coba lihat genitnya anak itu."Kalau kau sekaya dia."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. paling tinggi tamat SMU. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. Kalau tidak ketat. orang Koto lebih senang di rumah menonton." katanya sambil tertawa keras. pemuda desa menyukainya. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. Lihat badannya. dan semuanya sudah merantau." sahut yang memulai tadi. Berangsur-angsur." jawab seseorang.processtext. Sekalipun terbuat dari kayu. Dia pintar."Ah. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain." kata yang lain. Yang lain ikut tertawa.html pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk."Siapa tahu. Nurmi orangnya menarik. tempat itu bagus dan menyenangkan."Datuak dan Nurmi punya lima anak. Tingkah lakunya tidak sopan.com/abclit.Nurmi tidak seratus persen salah. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. ya. Sumur gali dengan pompa Sanyo. Kini sudah besar-besar. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. Dibangun bertingkat dua.Akan tetapi. pikir mereka. "kau juga bisa begitu. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan.ABC Amber LIT Converter http://www. Ini menambah jengkel orang Koto." pembicaraan makin ramai.html . Ada unsur iri di dalam masyarakat. tentu aku yang dapat. Selalu bicara dan suaranya keras. Dia memerlukan ABC Amber LIT Converter http://www."Apalagi." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. Bicaranya lancar dan masuk akal. kalau tidak boleh dikatakan cantik. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.

processtext. menulis kisah kehidupan Desa."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. Aku bekerja dengan dia juga. Di rumahnya. Tapi bisa pula dibuat gampang. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui temantemannya sebagai imbalan. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya.com/abclit. Amran."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting.html ." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. Nurmi lebih berkuasa. tentu aku dan keluargaku akan malu. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anak-anaknya."Pintar sekali."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak.. Amran kaget."Tidak?""Dia yang menggodaku. tak tahu harus mengatakan apa.""Jangan lupa. Ya. Begitulah. Kalau mereka tahu. kami miskin. mengabdi kepadanya. aku ditidurinya. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu.processtext. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi mulai berani. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita.""O. ya pekerjaan rumah. Mencuri suami orang. Yang kuat menentukan berita. Diremasnya lengan Nurmi. Terus terang. ketua preman Simpang saat itu. kalau mereka tahu. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. bukan karena kedinginan. Yang lemah tak kuasa melawannya. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi.""Ya. Separoh lagi menerima. Didekatkannya badannya pada lelaki itu. Di tempat tidurnya." kata Nurmi lembut. Separoh hatiku enggan. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. Merusakkan keluarga orang lain. kan?" kata Amran gagap."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. yang lain akan jinak juga. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya. Amran kelabakan. pintar merayu. Yang penting apa yang dipercayai orang. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. Aku ingin hidup bahagia. "Kalau se-mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. tetapi warung Nurmi tetap aman. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang. Nurmi pintar mengatur siasat.. Amran. Hamil tanpa suami.""Apa benar. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Di luar warung hanya ada bisik-bisik.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. Suatu hari."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran."Diciumnya Amran yang menggigil. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. di sawah dan ladang. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi.""Seperti sekarang?" kata Amran. Dia terkejut dan gemetar. Sejak itu." kata Amran.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. mengundang semua penduduk Koto dan desa ABC Amber LIT Converter http://www. Pemiliknya mengadakan pesta besar." kata Nurmi." kata Nurmi.com/abclit. Dia menikmatinya. Pasti suaranya. Ingat. Kebenaran tidak penting. hidup kita tidak akan tenteram. Peresmiannya meriah.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak.html mereka."Kak Nurmi pin. Dia membiarkannya. ada yang kami perlukan dari dia. Ingat itu.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. Dia kaya. Dia tahu di antara mereka.

Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. Direbusnya air seperiuk lagi. Maman.html tetangga." kata seorang pengunjung warung Nurmi. "Kalau pun ada yang iri.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. Membuat usaha di sini.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengar saja ocehan orang. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. ketua preman Simpang. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya." kata yang lain. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api. orang yang punya itu. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api." kata yang menyela tadi.html . Plaza Koto dilalap api. Musim bunga 2002 Permata Bernstein ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. kan. alat-alat sekolah.com/abclit. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. ah. "Tapi siapa tahu. Mentang-mentang kaya di rantau."Ya. Warung Nurmi kehilangan banyak langganan.com/abclit. "Dibakar siapa?""Yang iri hati.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai."Banyak. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. Dia bersenang-senang entah di mana. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya.""Ini kan memajukan Koto. ya. Jam dua dini hari itu.processtext. Ruangannya pakai AC. Penuh siang malam."Bisa saja. ya. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. pemuda yang duduk dekatnya itu."Api! Api!" Simpang gempar." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi." sela yang lain."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang.processtext."Masa!" protes yang lain." pemuda tadi bela diri." Ada rupanya yang memakan umpan itu. Tetapi dia masih untung. aku pikir begitu. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu.""Iya. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. di bagian bangunan di sebelah jalan."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. Tidak lupa. pakaian. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. Pelayannya muda-muda dan cantik. "Sok. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu.""Mungkin Setan Api marah. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat. Termasuk ketuanya.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. dan lain-lain. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya.

tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami.com/abclit.." jawab sahabatku agak menggebu. namun bukan tanpa alasan. Mendegup juga jantungku ketika itu.. mengapa kami pergi ke barat. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. industri galak. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. tak ingin tinggal di Jerman.processtext.. Sebuah layanan berlebihan..html Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas. pasasir lain pun tidak. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari menjelang Natal tahun itu. WWW WAku spontan berdiri.. apa sebabnya? "Follow me sir.." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi." kata petugas itu kepadaku.com/abclit. Alex." tegur pejabat yang menggiringku. tinggal satu rintangan saja. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut.. atau gerak-gerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasakkusuk masuk ke daerah wewenangnya. Jadi. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. Tapi.html . minyak banyak. "Take it with you." perintahnya tegas. Alex dan aku. Tentu ada sebabnya. penduduk melimpah. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). Di luar dugaanku dia bersikap begitu. "Tuan ABC Amber LIT Converter http://www. "Sorry. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. Alex tidak. tampangku. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja.. aku yakin benar lelaki itu mengenalku.. bahkan bisa minta Stipendium3. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. Dia tentu cuma pura-pura.. Karena malu. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku.processtext.. Follow me please. padahal kami saling pandang. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. ahli tak kurang. tapi karena cuma aku yang disasar. be hurry. Ketika melewati kelompok itu." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. Bisa studi di sana jurusan apa saja. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu.... duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku... Tapi. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas. ingin mengorek informasi tangan pertama.. nampak tak senang bahwa mataku meleng. Jerman Timur maksudnya. Tersenyum saja pun tidak. Sejak turun dari pesawat RRC itu. Alex nampak sudah lemas dan capek.. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. Ketika itu dia memancing-mancing. Barangkali pakaianku.

" bantahnya. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur. Tapi. janganjangan asal-usul dollarku dipersoalkan. dia mendesak lagi: "Anyway. suaranya sedikit berbisik." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. "Sorry. aman saja. Meski kami bukan diplomat.. please." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. Bisa beli dari saya. Aman.html . lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. Paris." aku pun makin berhati-hati.. segenggam permen kecut. juga ketika mengurus visa bersama Alex." jawabku ringkas. tapi mengangguk-angguk.processtext.. Tapi. Sir." "Just a sentimental journey. berdisiplin.." elakku. What a wonderful journey you have. Mereka suka!" "Saya percaya. tapi sayang saya tak punya bakat dagang.. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. padahal valas barang langka di sana. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka.. "Kalau saja ada waktu. the best in the world. "Tidak.. teliti." Pejabat itu diam. sekadar ingin mengakhiri percakapan. Sir. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. Pas-pasan saja seperti kursnya. Itu saja isi saku mantelku." jawabku. Gunakan kesempatan. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. keluarkan semua isinya.html tentu keliru.. Sir. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. Tak ada hitungan untungrugi antara kami. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin.I've just forgot it. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. saku-dada kiri-kanan. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda ABC Amber LIT Converter http://www. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. Ternyata. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. "Sakudalam. please. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. menaruhnya di atas meja. Isi dompetku dua ratus US-dollar." bantahku." jawabku. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar.. saya tak punya cukup uang.. Tapi. Indah bukan main. "Sayang. bisa celaka seperti ikan kena pancing. Lain tidak. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. "Keluarkan semua isinya. Dia tidak menaruh selera. Amsterdam. tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan ragu Sir. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. this ugly me. dia mencegah.. Cuma stopover. singgah di Moskwa. Sehelai sapu tangan.processtext. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. "Tak mungkin keliru. "Nothing more?" "That's all. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa.. Sekali lagi alisnya mengkerut." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan.. Aku mendadak khawatir. Nothing to do with customs. "Bakat itu tak perlu. Sir. tiba-tiba aku khawatir. Stockholm. Tuan mesti nonton Bolshoi. Bila aku tak hati-hati. "Keluarkan isinya." katanya tiba-tiba.com/abclit. "Dua ratus dollar. ". "Don't worry. "Permata Bernstein murah di Moskwa.com/abclit. "Tidak. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin.. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya." Dia tergelak.." sesalku. Bernstein Siberia itu top quality." tangannya merenggut mantel itu." terkanya.. lebih dari tiga kali. Semua kuletakkan di meja.

. lima belas dollar?" Dia tak mengangguk. follow me!" "Sorry. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. kulihat Alex masih berada di tempat semula.. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya. Tapi..." "Aku bayar lima dollar dua kantung.. Dibiarkannya aku keluar sendirian.." matanya membelalak..html yang ditimang-timangnya di telapak tangan. Dikendorinya tali kantung itu. "What?" bentak si petugas. My stomack. Sir. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turun-temurun.. Aerovlot siap berangkat. "No. Dia pasti tahu.ABC Amber LIT Converter http://www. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. Wajahnya nampak riang. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. "Follow me. Sir!" perintah si petugas." Disalaminya aku." kataku. no. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku.... Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. Ternyata digaet juga?" "He-eh. "Impossible!" "I say.. Have a beautiful journey. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana. "Pasti tidak." dia menjelaskan dengan menekanABC Amber LIT Converter http://www. Urusan Alex lain lagi. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan.. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam.." "Jangan-jangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. sial. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya..." "Maafkan ya.. ".processtext.." tolak Alex.?" aku ganti membelalak. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. Komentar Alex: "Gila kau. Arloji Shanghaiku ditawar rubel. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya.. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku. Perutnya mulas. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja... tapi kian-kemari tak juga ketemu WC.. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. Malah mirip pasar loak. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macam-macam urusan. takkan kulepaskan.html . Aku yakin dia setuju menerima tawaranku... Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein. Apa yang tadi kualami kubisikkan." kataku. berdiri di sisinya... "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. ada kala manusia merasa takut membuka mulut. Kalaupun ada penggeledahan. Menggeleng juga tidak.. kebelet nih.. "I must go quickly right there.com/abclit. lalu lari. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. Aku mulai yakin akan kejujurannya. "Tapi. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. Sangat mendesak."6 Aku pun bungkam.processtext. thank you.. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat." "Ha. tapi itu benda kenangan. menyadari kenaifanku sendiri.. tapi tetap saja pura-pura tak melihatku. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah." kata Alex.com/abclit. tentu tidak terang-terangan.. "Fine. sir.. oooh.." sahut Alex. Aku sengaja mendekatinya. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. mendadak lupa Inggris-nya.

Bung. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. tapi kami bungkam. Harap jangan repotlah. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. Semuanya permata palsu dari plastik.html nekan perutnya. "Yes. Kali ini pasti urusan gawat. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran.. Si pejabat ternyata toleran. Beberapa toko permata menolak membelinya. pikirku. Tanpa keterangan apa sebabnya. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. Aku kini yakin sekali. Kami tak mengalami penggeledahan..com/abclit. Lebih tak masuk akal lagi. please. Hampir-hampir kami tak percaya. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. buat sementara segalanya telah tersedia. Kami melewati juga deretan kabin-kabin mirip bilik-bilik pemeriksaan.** Paran. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal.ABC Amber LIT Converter http://www. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran." hampir bersamaan kami menjawabnya. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. "Follow me. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. "Jangan kaget. Terima kasih atas perhatian kalian. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam.processtext. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ ABC Amber LIT Converter http://www. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku.. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga." perintah yang itu-itu lagi. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug.com/abclit. tak berani berbicara. di sana ada kenalan. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini." jawab Alex. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuklikunya. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. Menawar pun tidak. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. juga pada diri sendiri. Bung. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. "Kami mau ke Jerman Barat. Barangkali Alex juga berpikir begitu.html . Segera pula aku sadar. "You are coming from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu.processtext. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku.

dan gentar. Atau memang tak pernah terselesaikan. namun siapa saja diam-diam menangkap tandatanda kehadirannya.. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon. Begitu pikirnya.html . Ruang atas katanya ABC Amber LIT Converter http://www. Pantas. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. kegentaran. ketidakberdayaan.ABC Amber LIT Converter http://www. terus menunggunya. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya.. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu. Belum selesai." wanita ini bercerita dengan suara bergetar.. meski agak pucat. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan..com/abclit. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya.com/abclit. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar.. menggema dari dinding-dinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku.. Kehadirannya mulamula hanya berupa suara. Tak ada yang bisa melihatnya."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. Nosferatu."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali....processtext. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Semua orang kemudian berkasak-kusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut.processtext. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu.html Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana Sumber: Kompas.. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. ingin tahu.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya.Si pretensius mendengarkan dengan sungguh-sungguh. kecemburuan.. ia benar-benar datang.. Kain putih korden jendela bergerak-gerak. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya.. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September..

processtext.."Rahmat. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan. Dengan mata terpejam. atau..***DEMIKIANLAH. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib...processtext."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan. Dadanya turun naik..ABC Amber LIT Converter http://www. tersadar dari mimpinya. Pada kali lain. dijadikan gudang. terlihat kusut-masai.com/abclit. tidak. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir. mengapung di atas sungai yang tenang." yang lain lagi memberi nasihat. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau.. jawaban atas doaku. "Pejamkan. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu. Akan tetapi. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi.. Asap rokok mengepul dari bibirnya."Belum selesai wanita itu berkata-kata. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal..""Dia suka menertawakan mereka. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. seribu kali. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. seperti ledakan tawanya tadi. ia bolak-balik menuju dapur. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. Jantungnya berdegup-degup. Mari. Datang setiap kali. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan.. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan..."Aku-maksud saya wanita kita ini-memejamkan matanya.. "Tutup.." jawabnya. tutup matamu. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotakatik misteri tersebut. Jangankan menangkap dan mengadilinya. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri.. Rambut itu begitu lembut.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. masuk dalam dunia kegelapanku. Ini suasana Gothic. tidak kering tidak lembab.. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Suara tawa meledak. sejuta kali.Hua-ha-ha-ha.. Setelah agak tenang.com/abclit.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur.."Kalau begitu kau perlu dukun. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat. baru dia menyalakan rokok. Tak jelas.. "Tutup matamu. .."Kau perlu pastor. namun aku terperanjat luar biasa ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya. Dalam kegelapan.html memang belum diapa-apakan. Wanita kita menjerit. paranormal..html . Rambutnya panjang.. Dia tak lebih seperti ABC Amber LIT Converter http://www. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. pejamkan matamu kekasihku. gelap.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya.Aaaaaahhhh..

processtext.Lalu. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri. Pada waktu-waktu tertentu. buruh tambang di Wollongong. Australia. berlibur ke Bali. 2002 Ilmuwan. tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu.com/abclit. muncul kebahagiaan luar biasa. kamu mengaku takut atas kedatangannya. wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ. Hanya saja.html bayang-bayang malam.processtext. tapi dia tak takut lagi. Hatinya berbuncah-buncah. dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. memasak. bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. bahkan bisa tak terkontrol. sebagian menutupi kening. dan seterusnya. selalu hidup cerita semacam itu. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy." katanya. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi. Laut.Aneh.Taman Ayu.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya.com/abclit. melainkan pria biasa. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama. menunggu suami pulang.Diakui berkali-kali oleh wanita itu. menjaga rumah. Dps. sebagai sesuatu yang apa adanya saja. Dengan itu pula. Edisi 10/27/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Kota. kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales. kepastian atau ketidak-pastian. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu.html . berdarah-daging. Adakah aku harus menerima saja sebagai nasib. dia bisa pulang ke Indonesia. Dia menemukan pasangan hidupnya. Menunduk. senyum atau tangis. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar."Aku takut ditinggalkannya. sepanjang sejarah.ABC Amber LIT Converter http://www. warga negara Australia. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. benak saya. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. kebahagiaan atau kecemasan. selain hidup yang rutin.

kau masih kecil. Misalnya saja. kau masih kecil. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya. kepada burung camar. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Nak! Tanyakan saja kepada laut. sesuai dengan permintaan menteri. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik. semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapislapis. Waktu muda ia terlalu muda untuk ABC Amber LIT Converter http://www. namun bentakan yang didapatnya. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Sang Bos. perbaikan ekonomi yang mulai terasa.html Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah. Semakin dihalaunya. bahwa jumlah penduduk akan menjadi dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. ketika usianya sudah semakin lanjut. dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan. Pak. "Kau harus mengubahnya. Kalau negeri ini tidak bangkit. Dengan komputer. bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. Sumatera Utara." gemanya bergaung terus. persaingan sejagat. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane. masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini..com/abclit. semakin jauh meresap. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik. "Alun membawa bidukku pelahan.. ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin. saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya. soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. angka itu terlalu rendah. entah itu dengan utang. menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ini kenyataan. "Ah.. Itu soal lain. ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba. "Hidup hanya menunda kekalahan. senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram. data itu mudah sekali diubah. entah ke mana aku tak tahu. laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. semakin berat beban bangsa dan negara.processtext. Harus masuk minggu depan. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat. Ubah juga data tingkat inflasi. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang. "Realitas. Ini realitas!" Sang Bos. tidak menjadi soal. rasio penghasilan rata-rata. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. Jangan bicara soal kejujuran.com/abclit. baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. yang sangat sederhana. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Ia bodoh. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat." Bernard bingung.processtext..html ." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya.

Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. hotel berbintang yang menjulang. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. kepada angin." Sampai sore tiba. Sebegitu jauh. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Philips Island. Kini realitas baru muncul di depannya. menghilangkan ketegangan. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne. Ia harus pergi. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. melainkan penuh dengan perahu nelayan. Malam terang bulan yang cerah. pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. ombak besar mungkin menggulung kita. Tiba di kantor. seperti kata bosnya. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat. ombak. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol. Biaya? Hubungi bagian keuangan." Bernard merasa itu ancaman halus.html mengerti sesuatu. para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai.processtext. Ia berteriak seorang diri. setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut. mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan.html . Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. hanya sekadar mempertahankan hidupnya.com/abclit. pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan. di atas tanah bekas kuburan. Tetapi jangan lupa. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga. Burung-burung itu merayap di pantai. menjelang pukul sepuluh malam. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai. kita telah berenang di samudera kehidupan. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu. sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran. Hati nurani? Ah. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Sebuah atraksi ABC Amber LIT Converter http://www. menyaksikan nelayan. yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. membawa makanan untuk anak-anaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Ambillah cutimu ke luar negeri.processtext. ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Ubah? Tidak. "Tiiiidaaaak. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. "Apakah aku yang harus mengubahnya. Ubah? Tidak. ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. kepada gelombang.com/abclit. "Datamu belum lengkap. Tidak seorang pun dapat menduganya. ia menemukan ketegangan baru.ABC Amber LIT Converter http://www. Datamu kuubah atas namamu. Atas kemurahan kawan itu. ia membuka komputernya. Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne. ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang. menghadang gelombang dan ikan-ikan besar. setiap kali kita menggerakkan tangan. dan nyaman. Jadinya.

orang menggali mutiara dari belakang meja. dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir. setahu dia menurut data statistik. hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Bernard melupakan statistik. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain.processtext. penyelundup. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah. Maluku Tenggara. Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. bergerak di bawah. "Bawa ke sana. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam. seperti pelancong di Roma di stasiun kereta. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. Tepuk tangan yang riuh menggema.com/abclit. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya. demi kemajuan ekonomi negerinya. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. lalu diserahkan kepada Bernard. dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. setting-nya pada abad kelima belas. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. atau dari balik kaca. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Dua peristiwa alam yang berbeda. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. dan ekstrakonvensional." jawabnya. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles. dan tentu saja memeras kapal penyelundup. berbaur bajak laut." ABC Amber LIT Converter http://www. "Kita ke tempat lain. atau dari ATM. "Itu. Gadis itu menyelam ke dasar kolam. Alasan yang klasik. Di Jakarta. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. kau dapat pekerjaan yang baik di sini. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual. dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. "Dengan keahlianmu. Kaki mereka berjuntai ke air. dengan sistem perdagangan bebas. dari lenganlengan TKI yang pulang dari luar negeri. Di selat itu. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. menangkap kerang itu. dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk." katanya menunjuk. pembelinya menyambut dengan antusias. kota besar yang menjanjikan itu.com/abclit. airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam. harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta. bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. Bernard menerima kertas kecil. menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton. membayar beberapa dollar. membiarkannya tumbuh dan membesar.html . Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya.ABC Amber LIT Converter http://www.html dipegelarkan. "Tidak juga. atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. dalam dan airnya bening. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian." katanya. dari leher penumpang taksi." jawabnya sambil berdiri. tradisional.processtext. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu.

Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. "Wah.processtext. Usia Anda masih relatif muda. menghabiskan hidupnya di kota. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. "Sudahlah. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. membereskan beberapa barang milik pribadinya. Basa-basi mana oleh-oleh. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Ia menatap sekelilingnya. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. mengetuk pintu. dan toko yang hangus tinggal tiang-tiang yang menghitam. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. Ia diam. membuatnya tersenyum. menulis surat untuk sekretarisnya. penuh cita-cita. hotel berbintang. kemudian barisan rumah kumuh. Sepulang ke Tanah Air. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Bernard agak was was.. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. Kawannya tersenyum. di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. ia bergegas ke jalur pemeriksaan. melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya..processtext. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. Taksi membawanya ke rumah. dan kemudian duduk menghadap meja. di tangan seorang pelukis yang gamang. kondominium. Keesokan harinya ia masuk kantor. ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. * Bandung. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. dan kemudian.com/abclit. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya.html ajaknya.. Kau memang cinta negerimu. Ia amat menyukainya. tidak memikirkan orang lain. Ia tidak tahu agenda apa. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. Ia membagi-baginya. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. lima puluh tahun silam. perumahan mewah. Ia memasukkannya ke dalam amplop. tidak memikirkan keluarga demi karier.ABC Amber LIT Converter http://www. Sore itu. Masa depan Anda masih terbuka. Ia dipersilakan masuk dan duduk. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. Ia merasa sia-sia. Ia berjalan gontai menuju kantornya. Minggu berikutnya. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. dengan kanvas yang masih separo kosong. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. Mulai bulan depan. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. demikianlah bos berkata.com/abclit. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. melewati jalan tol. Ia tidak dapat meninggalkannya. bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. menaruhnya di atas meja sekretaris. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus.html .

tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selamalamanya. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan ABC Amber LIT Converter http://www. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan.pun menari. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar. dan satu untuk saya. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. Agra (6).Ketika adzan subuh terdengar. Ajeng (10). Antok (8).com/abclit.Anak-anak yang sehat. Jika mau bersedih. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. satu untuk istri. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. Saya ajak mereka menyanyi.html Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto Sumber: Kompas. Media Indonesia. anak saya yang berumur 12 tahun. paling tidak.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup sehari-hari. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. menyanyi. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian.processtext. Koran Tempo.com/abclit. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. dan Ayu (4) . Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler. dan periang. Itulah yang pokok. satu untuk anak-anak. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. dan berdoa.processtext. energetik. Selalu bertemu setiap hari. Astri telah tiga hari pingsan. maupun Republika. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring.Astri (12). dan kelima anak saya itu .Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. Dunia memang penuh penderitaan. saya pikir. menari. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. dan berdoa.html . Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. belum juga ada tanda-tanda mau siuman.

html reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air.ABC Amber LIT Converter http://www. terima beres." Dia hanya menjawab dengan senyum. mamanya anak-anak. adik-adik Astri."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. Di sisinya. yang agaknya berada di samping pembantu. Ajeng dan Antok. "Ada rahasia apa. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. Astri saya peluk erat-erat." jawab dokter.""Dobrak!""Enggak berani. anak-anak dan saya. Pak.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun. Bawa keduanya ke mamanya. Menderu dan melakukan zig-zag.""Mana Totok. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis. "Nanti kalau sudah siuman. Kami semua sangat mencintainya. tetapi enggak ada sahutan. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. Astri bisa dibawa pulang. Masih dalam keadaan pingsan.""Enggak berani.""Suruh Totok mendobrak. sopir anak-anak. Sambil memegangi tangan Astri.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anakanaknya." sahut Totok. dari hobi sampai jenis permainan. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. siapa pun bisa pingsan. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. Dok?" tanya saya. tak boleh menjenguk kamarnya. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya.""Ya. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. saya mau bicara."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. kok pakai dikunci segala." teriak pembantu dari rumah. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar.Saya kaget lalu berteriak. Pak.processtext. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan kolokan." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. Pak. Pak. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. bungsu kami. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. Tentang sikapnya ini. Pak.processtext. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri.tak menjadi soal amat. keluarga dekat dan teman-temannya. Tidak pernah mengeluh. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan.""Totok enggak berani.html . Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil. Pak. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut.com/abclit. Saya tidak berani. Bahkan anak-anak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. begitu cermat dan cekatan. tetapi kami. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya."Karena kaget.Dengan kamar barunya itu."Sehat."MULA-mula Laksmi. Pernah Ayu yang berumur empat tahun."Bagaimana dengan jantungnya. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta.""Mohon maaf."Dobrak pintunya. Bagi kami-saya dan anak-anak. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak.

yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucu-cucunya. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. diam. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga. Saya jawab.."Sebelum ke rumah sakit.processtext. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. sekarang berkumpul separuh keluarga."Ibu merahasiakan omongan dia. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami.html beberapa potong lumpia. Air mata saya terus berlelehan. Bu. telah kembali merapat ke tepi. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezat-lezat. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. Bu."Itulah. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. Kami pulang ke rumah Nenek.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. Laksmi tidak kelihatan.com/abclit.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri.""Sungguh tidak. Tentu ada yang hilang. Malam yang berbeda. Tiba-tiba Astri berteriak. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya.""Sudah saya suruh.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. Saudara-saudara kami di ABC Amber LIT Converter http://www." desak saya.""Benar.processtext. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. Malam yang khusyuk.Di kamar Astri.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami tidak pulang ke rumah. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. kamu bertengkar."Istrimu ke mana?" tanya Nenek.""Kamu suaminya kok enggak tahu. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. Sampan yang menjauh ke tengah danau.""Aneh. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan.html ."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah. tetapi dia tidak mau.. ibu Laksmi. pingsan lagi. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah.Tak terduga. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. suaminya. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit.""Apa?""Aneh. neneknya anak-anak. Angin malam yang berembus pelan. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar.""Ayolah. Mirip reuni keluarga. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana.com/abclit. Juga teman-teman Astri di sekolah. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya. Tetapi. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang tak bisa dihubungi. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Beberapa dokter hilirmudik memeriksa Astri lagi. berhasil membangunkannya."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos.Telepon genggam berciluit.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Bandung, Yogya, Solo, dan Surabaya, juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Untung Ayu, si bungsu, tidak meronta-ronta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria, di taman belakang rumah Eyang, di tepi kolam ikan koi, diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita."Ada kereta api lewat, kencang sekali, berderak-derak, angin menderu, Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu, meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Astri terempas, terguling ke samping, lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh, 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan, mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk, menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.Ajeng, Antok, Agra, Ayu, dan Eyang Niniek saya bawa serta. Sopir saya perintahkan ngebut. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh, "Mama cuma beli tiket sekali jalan."Bisakah saya mengejar suara itu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api, menderu menyibak tanaman, geliat rel pada tikungan, dengan peluitnya yang panjang, kereta itu lenyap ditelan cakrawala.Sesampai di rumah, para pembantu kaget menyambut kami. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Kami beramai-ramai memasukinya. Ternyata kamar itu kosong-melompong. Tak ada sepotong pun perabotan. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Menyaksikan keadaan itu, tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Saya tak peduli. Saya minta sopir untuk membongkar plafon, barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Lalu tercipta jalan setapak, menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus, api tiba-tiba terhunus. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukangundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita, suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan, di depan kompleks TVRI, untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Saya memilih kembangkembang itu sendiri. Pada pukul delapan sehabis makan malam, saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. Kami persis anak yatim piatu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Seketika saya terkesiap. Di dapur, pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu, pak," jawab pembantu."Kamu gila!" bentak saya."Jus itu selalu habis diminum ibu, pak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu, he!""Ibu tidak ada tapi ada, pak."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Para pembantu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Air mata saya berlelehan. Laksmi tidak ada, tetapi ada. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Setiap perahu menyimpan gelombang. Setiap hasrat menyimpan nafsu, dendam, dan tindakan yang tidak masuk akal.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Kamu pikir, papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu...?""Cobalah berterus terang Astri, apa kata hatimu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa, bagaimana.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu, ya, berterus terang.""Nah, kamu curiga. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah, Papa yang curiga.""Kamu.""Papa.""Kamu.""Papa."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana, penuh kegembiraan, tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya harus mencari sebab-sebabnya.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Di atas karpet, kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Memang, harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor, terdengar dari dalam kamar Laksmi, anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Mama curang. Mama curang," teriak anak-anak tertawa penuh canda."Tentu saja Mama selalu menang, habis Mama enggak kelihatan, sih."Saya intip dari pintu, anak-anak tertawa, berteriak, berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Ini gila. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini keterlaluan. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Saya harus merebut kembali Laksmi.Ketika malam telah hening, ketika anak-anak sudah berada di dunia lain, barangkali, pelan saya masuk. Setelah shalat istikharah, saya berdoa di pojok. Mencoba memusatkan pikiran. Kamar itu temaram, menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Perjanjian baru perlu ditandatangani, dengan keyakinan penuh, dengan kedisiplinan, dengan kesetiaan."Laksmi," bisik saya. "Maafkan saya. Saya telah mengacaukan segalanya. Saya telah merusak rumah tanga kita. Ketika Astri bertanya, apakah saya punya salah padamu, saya sadar, inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi, saya minta maaf. Benar, saya bersalah kepadamu. Di depanmu ini, saya mengakui, saya berselingkuh. Berkali-kali. Secara sadar saya melakukannya. Itu kesalahan besar. Suatu dosa besar. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. Beban pekerjaan terlalu berat. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. Maafkan saya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu, maafkanlah saya. Kembalilah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Kamu tahu, anak-anak sangat membutuhkanmu. Laksmi, mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Mereka sangat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Lebih-lebih saya. Dengan ini saya berjanji, juga bersumpah, saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Kasih kesempatan kepada saya. Laksmi. Kasih kesempatan. Saya paham sekali sekarang, tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Laksmi, engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Engkau suci, Laksmi sedang saya profan."Tangerang, 11 Juni 2002

Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas, Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O, besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya, ya, malam itu kulihat sebilah pisau besar, bentuknya cukup aneh, paduan antara golok dan celurit. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni, pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi, tetapi ujungnya seperti celurit Madura. Penampilannya berkilat-kilat, pancaran ketajamannya.Ini pisau dari Tokyo. Pisau kesayangan Taro, ya, suamiku. Maksudku, Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Lebih baik Taro tidak memasak, bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur...." "O, tapi... ee... pisau itu menakutkan. Eee... maksudku, terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja," selaku, sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa, share-mate-ku (teman serumahku), ketika aku belajar di Benua Kangguru. Ya, aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan, untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Maka, aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Aku memilih Naomi sebagai sharemate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif, lincah, dan pernah berkunjung ke Jakarta, Yogya, dan Bali. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Oya, Naomi juga suka masakan Indonesia, khususnya sate ayam Madura. Malam itu, aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo, untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Nah, you saja yang memotong-motong daging ini, aku yang mengupas rempah-rempahnya. Oke?" kata Naomi, ketika aku mengambil pisau kecil ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html untuk mengupas bawang merah untuk lalap. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging, memangnya kenapa?" tanyaku heran, karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Eee... aku takut sama pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku memang takut. Heehhhh... maafkan aku!" mata Naomi memejam, lalu membalikkan diri ke arah lain, memunggungi pisau yang berkilauan itu. "Naaah... kalau kau takut, mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku, sambil mengikuti arah muka Naomi. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. Tapi, eee... maaf," tiba-tiba ia tertawa, tetapi tawanya sumbang. "Lho... kok tertawa. Katamu.... kau takut, tapi tertawa!" aku ikut tertawa, karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut, tetapi berusaha sok kalem. "Ya, aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu," Naomi masih tertawa, "Lucu, kisahnya! Ya, lucu-lucu seram," sambungnya, sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. "Lucu, kisahnya. Lucu-lucu seram, bagaimana itu?" aku penasaran. "Pisau itu, pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro," Naomi mulai bercerita, "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Maka, ia lalu diasuh Paman Tsuda. Nah, Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya, di pinggiran Tokyo. Taro juga dilatih membuat pisau. Tetapi, ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. Maka, ketika aku berkenalan dengan Taro, ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. Kami pacaran tiga bulan, lalu menikah...." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Nanti dulu. Ceritaku belum sampai ke pisau...," Naomi memintaku bersabar. "Okay. Lalu, bagaimana?" desakku. "Nah, setelah aku jadi istri Taro, aku tinggal bersama Paman Tsuda. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya, untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini, Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. Aku menolak, karena aku merasa tidak memerlukannya. Yang memerlukan pisau itu Taro, karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Tapi, Paman Tsuda mendesakku. Katanya, pisau itu bisa kujadikan senjata...." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "Ini dia yang lucu. Tapi, lucu yang sekaligus seram," Naomi menggeleng-geleng, "E... sungguh menyeramkan. Kata Paman Tsuda, pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro, kalau Taro menyeleweng...." "Heehhh... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. "Ya, kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga...," jelas Naomi. "Apa Taro... ee... maaf, suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. "Kok sampai pamannya bilang begitu..." "No, no... Taro bukan laki-laki tipe itu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu, dia sangat mencintaiku, suka membangga-banggakanku...." "Ya, ya, jelas, karena kau cantik dan pintar...," komentarku. "Ya, mungkin," Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. "Sayangnya, ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...! Ya, dia punya kelainan. Itu, yang kubenci... itu yang kutakuti. Maka, sering terlintas dalam benakku, aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Atau, paling tidak ...jauh darinya, agar aku bebas dari...." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ohhh, Naomi!" desisku dengan bingung, karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Maka, aku senang, ketika Taro mengirimku belajar kemari ya... di Australia ini. Jadi, aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sampai tiga kali, maka tubuhku hancur, babak belur. Pangkal pahaku, perutku, leherku, dan payudaraku akan biru-biru lebam. Aku biasanya jadi malas keluar rumah, Selain sakit, aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya, payudaraku juga nyeri, apalagi lubang vaginaku... seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. "Sampai begitu? Ohhh... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro, suami Naomi. "Makanya, aku sebetulnya tidak happy, kalau suamiku nyusul aku kemari," suara Naomi tiba-tiba merendah, seperti berbisik. "Lho, tapi, bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang, dia mau melamar jadi PiAr- permanent resident di sini, bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku, sebelum ia jadi share-mate-ku. "Ya, mau dia memang begitu. Dia ingin tinggal di Australia, karena ingin menginjak tanah. Maksudku, ia ingin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Maklum, hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. Maksudku, hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter, untuk keperluan segalanya. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen...," Naomi memandangiku, sebagai penegasan, "Makanya, bagi Taro, tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi, kapan dia kemari?" aku ingin tahu. "Ya, tiga bulan lagi, setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini...." "Oh... indah sekali. Kalian bakal menemukan surga di Australia. Orang Jepang uangnya banyak. Kulihat, banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini...." "O... tidak semua orang Jepang begitu," Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. "Walau Taro sudah manager, tetapi gajinya tidak besar. Jadi, ya... kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa...," Naomi merendah. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini," seruku, karena kuliah Naomi, yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "Mudah-mudahan," mata Naomi sedikit berbinar. "Yuk, sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Bukan main, pisaunya tajam sekali. Maka, Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya, agar tanganku tidak teriris olehnya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi, Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo, untuk memotong bahanbahan yang dimasaknya. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu, saat memotong apa saja: dari bawang putih, seledri, daun bawang, hingga ikan dan daging yang diolahnya. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Karena, aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Sejak ada Taro, aku memang sering tukar-menukar makanan. Sebelum Taro datang, Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi, kalau ia memasak, artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia, Naomi tidak pernah ke dapur. Jadi, pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Aku juga tidak memegangnya, karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta, untuk mengupas bumbu-bumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo, dengan alasan, lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Maka. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. sebagai salah satu pria terseksi di dunia... apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" "Tergantung fakultasnya.html . Jam telah menunjukkan pukul 21.. kupikir. selalu pulang terlambat.. Iya. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. Bersikap tenang.! Tapi. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. Pikirku. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. pisau ini akan kuberikan padamu. suaranya berat dan patah-patah. ia menanyakan keadaanku. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. Meskipun demikian. kami dituntut banyak membaca. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat.. "Tapi. Aku jadi ingat. student IT memang banyak tugas.. Kuperhatikan. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. Seperti biasanya. betapa tampannya Ferdinand.. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. tetapi ditahannya. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. Aku tahu. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. kalau memasak pukul 18. Naomi.. kupikir. dan pulang ke rumah pukul 21. begitu?" Aku diam saja. Terus terang. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. barangkali. Maklum. Kalau aku. Tapi.. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan. membabat ilalang dan rumput ya tidak apa-apa. Ferdinand memang tinggal di Blok A. Padahal biasanya. Taro. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika. ya. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. Naomi belum pulang?" tanyaku.. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. "Taro. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau.... tentu bukan bandingan Ferdinand. tidak sampai malam kalau belajar bersama.. untuk kenang-kenangan. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. yang ambil ilmu sosial ya. Di balik tawaku. ia ingin mengeluh kepadaku." sahut Taro dengan sikap tenang. "Taro. "Bila aku berpisah denganmu.30.com/abclit. "Ya." sahut Taro.processtext. Maka dapat dibayangkan." "Ya. Terus.com/abclit." Taro memandangiku dengan mata kosong. Maka ia lalu kuhibur sebisaku. jadi selama ini. untuk makan malamnya bersama Naomi.... Aku kan juga pernah belajar komputerIT. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh.processtext. Naomi pulang terlambat lagi. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. nama sebenarnya Ferdinand. aku ABC Amber LIT Converter http://www. ada meeting. Naomi belum pulang. Memang sih. Sampai di rumah. Begitu.00. "Taro.00 dan wajahnya ceria. merancang program juga bisa di rumah. bikin program yang aneh-aneh dan rumit. kan.html tajam dari pisauku. Naomi dan Ferdinand naik lift. terlambat lagi. Atau. "Ya." "Ah. teman sekelasnya. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. jangan takut. barangkali ada meeting-kerja grup. Diam-diam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. di kampus. Seperti biasanya juga. otodidak. Setahuku. ke apartemen kampus Blok A. suka memukul dan menggigit pasangannya. yang menggandeng Naomi." tuturku.. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. Hari berikutnya.ABC Amber LIT Converter http://www. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas..

! Kenanganku di Gold Coast." sambungnya. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. rambut Naomi. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai Naomi-Ferdinand. "Mari. perutku mual. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas.html menjawab: fine.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas. Aku mengundangmu makan malam.. dengan suara tenang. sebelum polisi menangkapku..processtext. "Apa maksudmu.. thank you! "Ohhh.com/abclit. Lalu. karena kepalaku tiba-tiba pusing.. Aku mengenali rambut itu. Tapi. Pisau jagal. "Itu. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu.. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian..... Atau. tapi membuatku terkejut. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya..com/abclit. Taro tidak menjawab. Bisa ditebak. very good! Very good!" Taro menanggapiku. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. Aku tidak mau dan memang tidak bisa memenuhi ajakannya. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini. Lalu.. nadanya tenang. menuju ke kamarku. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. Naomi ke Blok A. Ohhh. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. "Malam ini Naomi tidak pulang.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Taro?" tanyaku spontan. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng. Edisi 10/06/2002 ABC Amber LIT Converter http://www... makan malam bersamaku. lalu lupa segalanya. Ia berkata. Dan. "Jangan masuk ke kamar dulu...ABC Amber LIT Converter http://www.. Aku buat sushi dan sup sirip ikan." kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan.. mataku berkunang-kunang." kata Taro. ke kamar Ferdinand.html .!" sahut Taro.processtext. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan.

Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya.processtext. Dalam sumur itu hidup ikanikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu.ABC Amber LIT Converter http://www. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. bagaimana orang bisa membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. Dan setiap ia pulang. Airnya jernih. airnya jernih. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. dong. Jakarta. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. dong. dan ada ABC Amber LIT Converter http://www. setelah melihat sumur-sumur itu.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Aih. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Kampungkampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas.processtext.html SETELAH banjir sebulan yang lalu. dipenuhi dengan sardencis."Buset. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. sering melihat ke sumur-sumur itu. kualitas itu tidak penting. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. Harga kurs dan saham. jutaan warga dalam waktu cepat. Ada bandar heroin yang tertangkap. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. Kota ini selalu ramai dengan berita. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Tetapi apa bedanya. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. Kedubes Amerika ditutup. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. juga tentang kematian gubernur.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. dan mentega. Pohon mangga gatal-gatal.Aku membeli koran pagi itu. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. yang airnya jernih.com/abclit.com/abclit."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Warga kota hanya soal hitungan pajak. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas.html . anakku. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. Rakyat melakukan doa di atas perahu. banyak jalan yang berlubang. Uang beredar trilyunan dalam sehari. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan Depok-Kota.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. kenaikan terigu. Orangorang juga lebih banyak tinggal di rumah. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung.Tidak usah khawatir.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. sosis. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. bukan? Dan mimpi buruk. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. badannya dijangkiti jamur berwarna putih.Jilan. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air.

Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. akan ditembak di tempat. ada tomat. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. natural. Kulit mereka. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. deh.. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. tanaman ada di sini.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumursumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini.. "Lihat. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. Princess. sayang.html ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. Gejala lain kemudian muncul. Gerak menjadi normal. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. kini. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu..Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. bahwa aku hidup!""Lihat.com/abclit. Semuanya. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. tak henti-henti. aku hidup. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. Tapi berwarna merah seperti tomat. ada cabai..processtext. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. Mereka mendapat pengawalan super ketat.com/abclit. lihat.Orangorang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia."Kota ini.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. aku baru percaya sekarang. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan.processtext. Waktu juga berjalan normal. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. ada wortel. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. segar. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota.. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhluk-makhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. bukan?" teriak mereka." kata Princess.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. mesinnya seketika mati.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. "Aduh. karena orang yang berusaha menutupnya. Masalahnya tidak sederhana. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. ada. dan terasa halus. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Tangisan yang sedih dan pedih."Morgen. aku baru bisa merasakan sekarang. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan.html . Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan ABC Amber LIT Converter http://www.. Sejak kejadian itu. Darah yang lama. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu.

pada setiap air yang kuminum. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. Cinta adalah . rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. pada setiap udara yang kuhirup.SUATU hari." kata Jilan. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat.processtext.Kalimalang. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya.html .. entah siapa yang memulai. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan. rumah untuk bercinta. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala.ABC Amber LIT Converter http://www. Orang berjalan seperti tarian. Pakaian mereka. Pemandangan itu bagiku memilukan. Dan kau tertawa mendengarnya. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. Dan cinta. Pohon yang berbuah. 2002 Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah..html kaku. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai.processtext. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah ABC Amber LIT Converter http://www. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu."Ayah. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti.com/abclit.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. aih.com/abclit. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. Uang pajak untuk pemerintahan kota.

tampak ia baru saja keluar rumah. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. meski tetap saja teringat sampai mati . sekali. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. Hmm.html .ABC Amber LIT Converter http://www. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. ombak menghempas. Kenanganku adalah bunyi genta itu. senyuman yang manis. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. membuat masa lalu tak pernah berlalu. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Semuanya sudah kulupakan. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu.processtext. Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo.html terlalu menyenangkan. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. daun berguguran. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. Kereta api itu lewat begitu cepat. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. seperti angan-angan melintas.com/abclit. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan. seperti tidak pernah terjadi. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa.processtext. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. ABC Amber LIT Converter http://www. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya.com/abclit.

Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. dan kenanganku akan menjadi lain. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali.com/abclit. dan perempuan itu melihat lewat jendela. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Ia mengikuti jejaknya. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu.processtext. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Bukan di luar daerah itu. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku.com/abclit.processtext. Dari kejauhan. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. berjalan lambat menuju rumah itu. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. sepanjang padang. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. Kemudian ia juga ke luar. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. lampu-lampu menyala menjelang gelap. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. mengikuti bekas jejaknya kembali. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. tidak pernah kuapa-apakan. tidak pernah kukatakan.html yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih ABC Amber LIT Converter http://www. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. Perempuan itu berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali." Ia mengikutinya.ABC Amber LIT Converter http://www. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. Dunia memutih dan kelabu." "Aku memang tidak ke mana-mana. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. bukan hanya sedetik sebelumnya. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana.html . dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi.

Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam.html . Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Sayang sekali. Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Maret 2002. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai salju-aku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat.com/abclit. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.html digenggamnya. Durban . Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. menutupnya kembali.Cape Town. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. memperlakukan dirinya begitu rupa. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu.ABC Amber LIT Converter http://www. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Edisi 09/22/2002 SIAL benar.processtext. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.processtext. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela. dan melang-kah ke padang salju. dan hanya ada bekas da-rahnya. serentak. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. Aku selalu membayangkan ada bekas-bekas darah di atas salju. dan aku tidak melihatnya membuka pintu.

yang kiri. kotak pos. begitulah yang tercantum di kartu namanya.Kadang. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Berkesan gagah . ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. atau mungkin suatu malam. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat.. menjulang. bajunya. siapa tahu.."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi.karena tertulis dalam bahasa asing .Menghela napas. kotak pos-kotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. Kepul motornya pun tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. Hmm. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. ke sana. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. Padahal. jauhnya . wajarlah kalau satpamsatpam itu bersikap begitu. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu.html napas..""Tetap tidak bisa. ah. memang mengerikan. Hatihati.processtext. Sekilas.. jauh ke dalam gerbang. bayang atmosfer bagai menggigil. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. "Hanya brosur. Courier. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari. kenapa satpamsatpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. Tetapi. mulai melengket. Jadi. Disaputnya peluh. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. Debu.Dan. Dan di bagian punggung. sering ia bayangkan. dirinyalah yang ada di depan. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. rampok. Dan. Siapa tahu ia memang seorang bandit.SEBENARNYA. Di permukaan aspal. Dan atap. "Lihat. dan gempal.ada kompleks perumahan lain yang. memang mengerikan. di sebelah sana . Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembarlembar promosi ini. mencuat bertingkat-tingkat."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. tinggalkan di sini. Dan jika hal itu terjadi. Pak. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan.com/abclit. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. yang menyamar jadi kurir. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. mengucapkan terima kasih.Perlahan. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana."Sini!"Tidak. memetakan lokasi. Tapi. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh.pikirannya kembali ke tadi. berjenjang-jenjang. membonceng kurir tandem-annya di belakang. tapi pasti. ia membalikkan tubuh." Disodorkannya ke hadapan si satpam. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun ABC Amber LIT Converter http://www. Bulat. pastilah satpam ini seoran kidal. sangat sering ini terjadi.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. Biar kami yang memasukkan.html . Dan karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. Sungguh menyenangkan. ia ngangakan tas yang dikepitnya. Panas. Jika brosur ini ia serahkan. pejal. Lembar-lembar promosi. tak putus asa. mungkin tidak. memastikan satpam mengizinkan..processtext. terpikir juga olehnya.com/abclit. Harus waspada.. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. Ditolak satpam. kadang. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. Samar-samar tampak pagar tembok. diayunkannya langkah ke kompleks itu. Atau lebih gila. seperti biasa. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. Lebih ia benamkan topi. Bandit. satpam . Atau.ah. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar".

Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. Seperti ini. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu.aduh. serigala. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya.processtext. (Si bos. Dan. Dan binatang? Ah! Harimau. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. ia ingat kampung.harus ia tebarkan ke udara. ah. betapa jauh di pinggir kota. sebuah kawasan di pusat kota. seorang lelaki 40-an dengan van tua.Hamparan hijau. Pagi tadi. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. sebenarnya.html dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . dadanya berdebar.ya sekretaris ya personalia ya entah apa.. Kaki Gunung Lokon. Minahasa. Menggantikan Parto . dalam mobil. itu seperti kurir. nenek moyangnya. di atas motorlah ABC Amber LIT Converter http://www. Penduduk daerah bersangkutan. Memang alangkah jauh. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. kerbau.. tak ada Parto yang menunggunya. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. kelas kaki. terjepit di sebuah gang. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. "Pak Ogah". kerontang..com/abclit..processtext..Ya. Melainkan seperti kata Nina. Bahkan di sana. aih. sebenarnya.Dibacanya alamat paket.. Minahasa. alangkah kasihan mereka. Kotak tembikar. disaputnya peluh. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. di perempatan . Isi kotak . ular. Seraya mengenang kampung. memang berhalangan.. Bukan lembaran lepas promosi. terjadilah hal yang mencengangkan. buas. berubah jadi binatang. sama sekali ranggas.. yang ia bisa.Kadang.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya.. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. tak berhati nurani seperti binatang. Mungkin lebih. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. kawat berduri.Sesuatu yang lebih berharga. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. ia senang bagian itu. buaya.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan jarak masing-masing perumahan. luput dari kebisingan. macet yang panjang. tembok tinggi. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain.html . atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba..Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. Mungkin ada sekilometer. Juga tak ada si bos.com/abclit. Hmm. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. badak.Maka. ia muncul di kantor agak terlambat. macet. Ah. Tak ada lagi siapa-siapa.Kampung yang jauh nun di luar pulau. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi. Bukan brosur. ia gembiragembirakan diri. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang.Kembali. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri.HARI ini. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil.. adalah juga seorang kurir. Kapak Merah. Dotu. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa.yang rupanya semacam serbuk . Noon express. tapi kurus. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. lihatlah rumah mereka.)Parto bukannya tak menunggunya. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. masih banyak waktu. pemerasan. Di jalan. Hanya itu yang ia dapat. di sini. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. Ah. Jeruji besi. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. Kurir... itu seperti paket. jadi courier.

Ganjil. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). Dilihat penampilannya ketika siang. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak.Sungguh alangkah lelah.. betapa mengasyikkan. "Badak!" Satpam lain menimpal. tapi tak bertemu. Pos satpam! Pos satpam.processtext. Mungkin 8. begitu katanya. banyak sekali.ia datangi. Sudah lewat pukul 12. Melainkan hari sial.. Terdengar teriakan. tetap tidak. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Bahagia.Dihelanya napas. sekelebat. tapi 4. Alamatnya betul. Sudah biasa. tetapi seseorang lain di rumah itu. membayang wajah si bos. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. pagar tinggi. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. Apa?Ada yang berubah. dihidupkannya motor. Seluruh detik mestinya berharga. Dan akhirnya. Ataukah. dalam satu hari ini saja. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. Menyelip.com/abclit. ini hari bahagia.ABC Amber LIT Converter http://www. Ah. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. berarsitektur gaya Belanda. Tapi. Lagi pula. Ia tahu hari telah senja.TETAPI. sesial-sialnya. Berpagar tembok. Fisik. Menyalip. Tetap juga tidak. Maka. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. mestinya kini lebih menonjol. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. Sungguh memang sial. meski lampu bernyalaan di mana-mana. Ah. ABC Amber LIT Converter http://www. Seraya tancap gas. Babi. Sedetik. Jalan raya dan kecepatan. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. noon express)!Putus asa. ke supir yang meneriakinya. terhenyak. ada ketertusukan dalam dada. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. kerbau. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata.processtext. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi.html ia kini. Mungkin bukan satu angka. Lagi. Dan dua orang satpam. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. ia cek. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. bukan hanya itu. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. Di sini juga. Ini jugakah yang menyebabkan senja. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. ke rumah berarsitektur Belanda itu. Bengis. dalam. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.. bukan 9. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. Beratusan 9. satpam itu mengernyitkan dahi. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Dan tak lupa. rumah itu tampak lebih suram. Psikis. seperti pernah dibayangkannya. ia menyelip. wajah kedua satpam itu berubah. ia kembali ke alamat semula. Dibanding yang lain. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. jeruji.Di matanya. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. Diperhatikannya lebih cermat. Ternyata juga tidak.html . Ia memarkir motor. megah. pos penjaga. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. Salah alamat yang aneh. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda itu. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. Mulai ada rasa cemas. Sebuah rumah besar. badak.com/abclit. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu... senja. Itu sepele. Salah alamat. yang nanti tentu marah atau kecewa. Siapa tahu. Betapa ia sangat gembira. sendiri. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak.. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang.Sebenarnya. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. tapi lalu ia lupakan.Ternyata bukan hari bahagia.. Dan satu lagi. Tetapi. Tembok pejal.

Dotu.com/abclit. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala.Sedetik. Takjub.Disodorkannya tanda terima. Telah lama saya menunggu. Dan penumpangnya: Orangutan.html Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. Binatang? Ah! harimau..""Ya. buaya.. Pengemudinya. Adakah rumah yang bisa disetel. saat itulah ia tiba-tiba terkejut.. ular.. Kotak tembikar...html .Ternyata. astaga! Benar. harimau. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. badak. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. Pos satpam itu lenyap! Dan. ia tertegun.""Noon express. tinggi. Agustus 2002 Cermin Pasir ABC Amber LIT Converter http://www. saya tahu. singa. telah membuatnya sangat lega. sedemikian rupa. Jadi ia bebas.. Tetapi. lalu berjalan menuju teras. lelaki itu tak berkelakar. Barulah ia sadar. *Payakumbuh. saya menunggu. Toar Lumimuut. seekor babi! Diamatinya angkot. mendahului. ternyata juga adalah para binatang. serigala. tapi. Dimatikannya mesin. kerbau. tak berhenti nurani.ABC Amber LIT Converter http://www.Dibelokkannya motor.processtext. Pengendara motor yang melintas di depannya. para pejalan kaki. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan.. Kencang. serbuk itu. tapi ia tak begitu ingat.. bukan pula hanya pagar yang berubah.mungkin juga arsitekturnya."Walau telah tak peduli. ke dalam pagar. Lelaki tinggi besar itu menandatangani..Mendadak. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain. Andalah orangnya. "Sembilan ratus tahun. manusia yang tak bisa diselamatkan. Diparkirnya motor. serigala. Memang tak ada. orangorang kejam.. "Paket.. Sembilan ratus tahun. muncul bagai menyambut..... saya tahu. Ada yang lain . Maaf. sesosok lelaki besar. Oh!Dihentikannya motor. Tapi. kera. Hari yang tiba-tiba panjang ini. Dan. mengulang. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. Sembilan ratus tahun! Kiranya. Begitu tubuhnya ada di teras.processtext. berkumis dan berjenggot tebal. Terengah. tak bercanda. jelas sekali ia lihat si pengemudi.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu.. Ia bingung. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. seekor badak!Ia terlongong... Tak yakin.. buas. Lelaki itu seperti tahu keheranannya.""Ya.. Sejak pagi saya mencari.. paket itu. sudah tak ada. Ah. bergumam. Bengkak! Dipacunya motor. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. "Sembilan ratus tahun.com/abclit. sosoknya begitu besar.. ia mendengarnya. yang kini rendah saja. mungkinkah? Paket.. Dipacunya motor. metromini.

com/abclit. Tetapi. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam.”Aku punya firasat buruk. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. Romo Sentanu. koral. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan.””Malam nanti kami hanya slametan.processtext. Kalau marah.Kiai Petruk. adalah kedahsyatan yang indah2. Keheningan sehabis hujan.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku. serupa mambang.Tentang Romo Sentanu: ah.” penambang sepuh mendesah lagi. Batu. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. Kami cuma berkumpul di gereja dan mensyukuri panen.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga.com/abclit.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. Kami tak akan menari. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. Dan. Namun. Maka.Dan.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. dan puluhan perempuan. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. Tak perlu berbelitbelit. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda.Lihatlah. Selalu ada yang tak kembali. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. menyebut nama Kiai Petruk.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. kau tahu. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. berlubang. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk.”Mungkin hujan akan segera turun. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. atau sama sekali hilang. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air.ABC Amber LIT Converter http://www. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. saya akan berhenti. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang ABC Amber LIT Converter http://www. Ya. berhentilah menggoda kami.Sejenak sunyi.html Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. dia hanyalah pastor desa. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang.html . tetapi sebenarnya aku penari.processtext. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. Izinkan saya berlatih barang sejenak. pasir.Baiklah.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pasir dengan penduduk. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dan, salah satu tugasku ke desa ini, kau tahu, adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan, desah manja wanita sehabis senja, dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa, aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam, teman-temanku yang tak banyak cakap itu, membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit, memaku kedua telapak tangan, dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dan, selalu pada saat dia mengerang kesakitan, aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.Jadi, dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.Ah, kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu, koral, lumut, dan keheningan desa ini. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata, ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Ya, di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel, tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Dan kalau sudah mendalang, Ayat bisa berubah menjadi dewa. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Suatu hari ketika dia bilang, ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Ayat juga mahir menari. Melihat Ayat menari, orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar, awan panas, dan hujan batu yang tak kunjung henti. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian, pertikaian, dan kebencian.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dia, aku dengar dari para penari lain, gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Ibarat Samson, dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Maka, baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari.Lihatlah, bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa, aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.”Mungkin hujan akan segera turun, mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Dan, aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan, Ayat akan bilang, ”Mangga Den Ayu, Putri ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Keratonku, mari menari bersamaku.”Ya, dia boleh bilang begitu. ”Tetapi, aku datang untuk menggodamu, meruntuhkan, dan meluluhlantakkanmu.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg, segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos, puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat, Romo. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun,” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Ya, biarkan dia menari dan jadi pesinden saya, Romo,” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Tak ada jawaban. Dan, ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa, ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung, Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini, Romo. Biarkan dia menari bersama saya,” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Belum ada jawaban. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan, di luar dugaan Ayat, Romo Sentanu meninggalkan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja, bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil, Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Dan, malam itu di antara ratusan obor yang diacung-acungkan ke langit, di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih, Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.”Gusti, firmanMu akan jadi kasunyatan”, Romo Sentanu mendesah.Ya. Dan, Aku tahu siapa yang akan jadi korban.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos, Gusti.”Ya. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Setelah itu, lambungmu akan dihujami puluhan peluru.”Mengapa harus saya, Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O, bukan hanya kau, Sentanu. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Kadang-kadang saat gerimis mendera, binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. KadangABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tetapi, tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk, berlubang, atau sama sekali hilang.Dan, truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam, kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Batu, koral, pasir, dan puluhan perempuan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.Dan, malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Sebagaimana aku, (o, kau tahu namaku Nagreg bukan?), mereka telah menghirup udara, cahaya, tradisi, kebodohan-kebodohan, tarian-tarian aneh, mitologi Kiai Petruk, wedhus gembel yang prek kethek, dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Maka, mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Di tengah kegelapan malam, mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengah-tengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk, membabat kaki, kepala, atau menembak lambung tanpa suara.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Sebab, mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Sebab, mereka tak pernah bersengketa dengan orangorang miskin itu. Tetapi, bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun— mahir menjadi bunglon, pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi, jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Baiklah, sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Namun, setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung, kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi, mereka juga akan menghabisiku. Tak boleh ada saksi. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini, di keriuhan segala bunyi, obor, cahaya mata Romo Sentanu, dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas, lelehan lahar di Puncak Merapi, dan jerit tangis dalam tari, aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Ah, haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Hanya jerit gamelan. Hanya jerit kesakitan. * Semarang, 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata dalam Cikar Bobrok. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin, dalang dari Desa Tutup Ngisor, saat memainkan lakon Kunjarakarna. 4) Trisik, mangenjali, ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas, Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai, juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Sebab begitulah pada dasarnya manusia, salah seorang bisa menggantikan yang lain, tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain, untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu, tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel, punya daya ingat tinggi, renyah, hangat, dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca, tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Kutemui ia dalam diam yang cukup, tidak bawel, serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.Tapi, kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan, sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan, ia memesan apa-apa yang aku pesan. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku, mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Aku memesan daging berlemak, mereka, perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku, memesan sayur-mayur. Aku memesan teh hangat, mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Berbeda dengan perempuan yang satu ini, ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Bahkan, ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari, ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja, walau pada saat-saat tertentu, kami masih saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Berbicara tentang sepak bola, merokok bersama sambil menonton acara televisi, berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam, berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi, rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Kamar mandi kotor, cucian menggunung, dapur berantak-an, ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.Tapi, aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Dia juga. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi, ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa, tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat.Tapi ingatan-ingatanku atasnya, pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Tangis yang tidak lagi biasa, tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi, bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan, aku tidak menyesal menangis, aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri, bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku.Tapi, aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benar-benar mencintainya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting, tapi tiga hal ini penting bagiku. Pertama, apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua, apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga, apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Meninggalkan? Ah, mungkin itu bukan kata yang tepat. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat, tapi begini, aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Beri maklumlah pada diriku. Aku seorang selebriti terkenal, muda, cantik, di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi, laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau, empat lima tahun yang lalu, ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Bahwa, ia mengagumi kecantikanku, aku bisa merasakannya, itu pun dengan samar, tidak seperti orang lain. Tapi di hadapannya, segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya, bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Ia hanya memberiku tempat, tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja, dalam acara apa saja. Dan ia hadir, tanpa wajah yang menunggu kedatanganku, menunggu kemunculanku. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Laki-laki itu tidak seharusnya begitu, sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh, maka aku harus bersiap, aku membutuhkannya. Tapi sejujurnya, perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Semua kusimpan dengan rapi, bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu, aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Lalu kami saling berbicara. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya, mendengar suaranya, bersitatap ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

maka aku memang harus pergi. Ruang berganti warna merah dan hitam. Ia merasakannya dengan biasa. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. Begitu kulakukan saban waktu. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. setengah melenyap. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Aku sangat tahu. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. menjerit. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus — bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. telah benar-benar kehilangan dia. Aku meraung.Aku sangat mencintainya. Saat yang sangat tepat. Tak ada kekagetan.Kami semakin akrab. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Semua dicabutnya. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara.processtext.Hingga suatu saat. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping bendabenda. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu.Lalu kuputuskan untuk pergi. aku pada banyak hal bukan orang hebat. Diciptakannya dalam dada. Tapi aku tahu. dan makanan. keyakinan yang sempurna. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. sangat tahu.Serangan balik yang maha dahsyat. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. Seakan ikut menahan beban yang menimpa—awas. cinta saja tidak cukup. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. Menggenggam gelas minum erat-erat.com/abclit. Aku harus memaksanya untuk duduk. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. Tentu kami juga bercinta.Aku bangkit minum air dingin sebanyakbanyaknya. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. semua ditinggalkan berlubang. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Sendirian di kamarku yang menyimpan hampir seluruh bayangannya. napasku seperti terbakar. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Aku menangis. Tapi benar kata orang.Ia seorang aktris. dan terima kasih. lalu aku me-nangis lagi.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya.Maaf.ABC Amber LIT Converter http://www. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa.com/abclit. Benar-benar menangis. Ruang-ruang ragu dimampatkan. otakku ikut terbakar. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Lalu aku duduk.html dengannya. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. dan segalanya menjadi tidak terkendali. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku.html . Dadaku sesak dan panas. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. rasa bahagia. menyalakan ABC Amber LIT Converter http://www. air.processtext. rapuh. Bukan. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. Kupandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya.

memesan makanan dan minuman yang sama denganku.html . pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Sebab sore tadi. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. tak mau peduli. *** Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. Tangisan yang sewajarnya. merokok.Tapi sekarang aku nyaris gila. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Bahkan. aku pasti akan larut. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi.Tubuhku demam.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. Tubuhku dibakar cemburu.processtext. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya.processtext. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya.com/abclit. Tak peduli. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. Lalu aku teringat dia malam ini. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. dan menangis. sebab jika melihat kenyataannya. sebab aku tidak mau sakit hati. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. Aku harus berpikir dengan tenang. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja.com/abclit. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. dan ia pergi meninggalkanku. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. dan nonton sepak bola.html rokok.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. Hal-hal yang menurutku tidak kusukai. ruang-ruang yang berantakan. Edisi 08/11/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku.

Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. tapi menurut saya ini hal biasa. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. meskipun telah ngantuk sekali.ABC Amber LIT Converter http://www.html SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. Usaha saya berhasil. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. Akan tetapi. Yang jelas. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. Meskipun demikian. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. ABC Amber LIT Converter http://www. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga.com/abclit. saya tak tahu pasti. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. tetangga saya. Akan tetapi. Akan tetapi malam ini. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. pastilah itu Mayumi. karena saya sendiri masih belum tidur. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya.html . perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. sementara saya segera menutupkan pintu. Ah. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya.processtext. saya segera mengatakan bahwa malam ini. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. anaknya. Ia berdiri saja seperti orang linglung.com/abclit. Begitulah. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. segera saya membukakan pintu.processtext. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. yang jadi hambar. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. Entah gelisah. gundah. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi.

Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya.com/abclit. Sedangkan Mayumi. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. sehingga meskipun saya meninggalkannya. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya..""Saya betah tinggal di negeri ini. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri ABC Amber LIT Converter http://www. meskipun dengan sikap ragu-ragu. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit."Ya. Telah beberapa lama. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. Sering kami ngobrol berdua.ABC Amber LIT Converter http://www. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa.. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu saat saya kembali ke negeri saya."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan kata-katanya. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini.. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. masih ada yang menemani ibu. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin.processtext.. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. penuh KKN. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu.com/abclit. Ia lalu melanjutkan. Bedanya. Nakamura-san.. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. sayang. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang.. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan..saya. jika ia meninggalkan ayahnya.processtext. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya.html . memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm."Ya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. Atas pertanyaan saya.. suatu kali.html saya dan Nakamura.

Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu.Menyadari kenyataan itu. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. paman saya. ***Tokyo. Mungkin juga saya linglung. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya.html . Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara.ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah itu. Kami tetap bergaul seperti biasa. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya.processtext. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. Haji Mahmud Soeharto. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saat-saat terakhirnya. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah.processtext. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. Menyadari saya diam saja. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen ABC Amber LIT Converter http://www. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. Dua kidung malam mengalun bersamaan. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Meskipun demikian. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. Melalui telepon. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. Aneh benar. ia lantas mengatakan. Tanpa menunggu jawaban saya. Lagunya pedih mengiris-iris. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. Pendeknya.html karena ayahnya adalah anak tunggal.com/abclit. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. Akan tetapi. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi.com/abclit. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara.

lalu menutup pembicaraan.com/abclit.html . Takhyul. tepatnya di jalan menuju Kaliurang.””Ada apa.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. Selama dibangun.Namun.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun. satu tahun menjelang pensiun.com/abclit. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta.ABC Amber LIT Converter http://www. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang.processtext.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan. Harga barang kebutuhan. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. Itu ABC Amber LIT Converter http://www.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. tidak semahal di Jakarta. Jalan Kaliurang Km 6. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. Seumur-umur. Bu.30.” ”Tolong diangkat teleponnya.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya.”Pak Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.60 Yogyakarta. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek.” kata seorang rekan Pak Jek. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. itu hanya omong kosong. Mitos. ”Nah.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.Itulah sebabnya.” ”Bapak sudah tiba. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan.”Betul. terutama makanan.”Dari Bapak. itu telepon dari Bapak.processtext.html Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Sesaat. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito.

””Lho. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah satu hotel di Yogya? Lagi pula. makin banyak segala-galanya. Keraton Yogya. Sentolo. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. Enak. Rumahmu ‘kan di Semarang.”Aku hanya berdua dengan istri. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. Termasuk sampah dari luar negeri. bukannya anak Bapak.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. Pak Jek juga punya pendirian. yang mengharuskan itu siapa toh. Prambanan. betul-betul rumah baru bagi saya. cukuplah 60 meter persegi. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki..”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. makin banyak sampahnya. Padahal. kita tentu bertanya. dan mulai tinggal di situ. tentu makin repot pemeliharaannya. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu.”Tapi tak apa. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.com/abclit. makin lama memotongnya. Nak?””Lagi pula.com/abclit. aku dan istriku makin renta.. ”Semacam surprise-lah.processtext. Magelang. Makin banyak tanamannya. yang lebih besaran Pak rumahnya. Pokoknya. Di hotel ‘kan ada AC-nya. Pasti mereka beli. Jadi. itu soal gampang.”Menurut Pak Jek.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. Mengapa tidak memilih Bantul. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Pak.. Jadi. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. hari Sabtu atau hari Minggu.” lanjut Pak Jek.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. Prambanan. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. Makin banyak kebutuhan listriknya. atau bahkan 1. Berapa pun harga tanah. menantu Bapak. di rumah Bapak kan tidak ada AC. apa pun mereka bisa beli.html pun hanya sekali seminggu. Gunungkidul.html .processtext.”Lalu. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. Makin banyak rumputnya.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. Masih banyak pepohonan hijau.”Makin luas tanahnya.”Kayak rumah BTN saja. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. atau 1.”Lho. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. Pak?””Ah. dengan bangunan 60 meter persegi. Belum terpolusi udaranya.” kata anaknya yang di Semarang.”Biar ada kejutan. mereka bisa beli. padahal mereka belum tentu suka.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. Pokoknya.. tentu makin banyak ruangannya. Di Yogya kan banyak hotel. ibumu tidak suka.ABC Amber LIT Converter http://www. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja.”Namun. atau setelah keliling ke Borobudur.” kata Pak Jek memberi alasan. termasuk biayanya.000 meter. lebih dekat ke Malioboro. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. kan? Lagi pula. Makin capek menyapunya. Lagi pula. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan.”Mbok. memasukinya.200 meter. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. Cuma sekali kok dalam hidup saya.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. Parangtritis.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. Makin luas pagarnya. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala.

ia memberi penjelasan berikut. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek. seorang direktur perusahaan MNC.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. ah. Pak?””Mungkin saja.. tak usah ada acara penyerahan kado kepada saya. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe.”Kalau begitu. Santai saja. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu.”Para karyawan pun manggut-manggut. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor.00 pagi. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi. sudah jauh-jauh hari.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah.html .”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini. Lagi pula. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. Namun.com/abclit.”Nanti kapan.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak. Pak Jek menepati janjinya. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri.””Bagaimana mungkin santai.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. Pak Jek mengingatkan para karyawannya.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. kok. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita. di Gambir. Entah pertanda mengerti. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. Pukul 07.processtext. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. Jadi.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu.com/abclit.. Jadi. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. Lagi pula... Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. bagaimana mungkin. lalu.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. Sekarang. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. Mereka tahu.” ujar Pak Jek dengan kalem.””Lho.html perusahaan.””Makanan di kereta ’kan tidak enak.processtext. dan juga atas biaya sendiri. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan.”Ya.Oleh karena itu. Oleh karena itu.”Pada acara di Gambir.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisikbisik di kalangan karyawan. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja. Sekali berkata A. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. tidak bisa muat banyak ABC Amber LIT Converter http://www. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu.

ia gampang terlelap. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya.” ujar seseorang. Kapan saja. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Ada yang hanya memegang kedua bahunya.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Barangkali alokasi dana untuk makanan para penumpang memang terbatas.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya.”Beberapa detik kemudian. pengantar. dan kuli angkut.Pak Jek membuka mata. Kursi di sebelahnya. Bertemu sofa empuk. masih kosong. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Bagusnya. Di rumah pun selalu begitu. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. di mana saja.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita.html .00. Namun. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. Ada yang menyalami dengan dua tangan. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. dan Stasiun Purwokerto. Terima kasih.Pak Jek memang gampang tertidur. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek. makan siang Pak. Tiba di Tugu pukul 16. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. jika ditinggal sendirian. Ada yang memeluk Pak Jek. tusuk gigi.com/abclit. Pak Jek juga tidak tahu.00. nomor 6B.processtext. Pak Jek ingin. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. Pak Jek juga bisa terlena.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. dan sepotong tisu. Ada pula sendok garpu. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. Pak Jek langsung pulas. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek.”Pak.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. Pak Jek tidak mengorok.ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu bertemu dengan bantal. Lalu. Bandung. Sepotong paha ayam goreng yang keras.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang ABC Amber LIT Converter http://www. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08.”Hati-hati copet. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. termasuk kado dari kalian. Menurut Pak Jek. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. dari mikrofon terdengar pengumuman. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. khususnya Jogja Ekspres. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. Semarang. Tak usah dijemput.Beberapa saat kemudian.com/abclit. Atau selera petinggi kereta api. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja.” kata pramugari. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. Siapa tahu. Pak.processtext. Namun.”Secara bergiliran.html barang. Stasiun Cirebon. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. menunggu di rumah baru. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Namun. Secuil nasi putih.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis.

Berarti Yogya sudah hampir tiba.””Barangnya saya bawa.”Pak.”Lha. bangun.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh lakilaki berusia 60 tahun itu. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir..Sambil meluncur ke arah timur.com/abclit.Tak ada respons. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api. Bangun.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun. Tinggal beberapa kilometer lagi.Lantas.””Angkat barang.”Karena tak bereaksi sedikit pun. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.””Kopernya saya bawa.. Siapa nyana.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu. Boleh jadi. Pak.ABC Amber LIT Converter http://www. Pak. Stasiun Kebumen. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek.”Tukang sapu kedua coba membangunkan.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan. tangannya sudah dingin ’gitu kok..”Barangnya.. Jangan sampai ada yang ketinggalan.. dan Stasiun Sentolo. Lalu tiba pada kesimpulan. Bu. Bu. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien). dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.””Mari Bu saya bantu.”Pak sudah sampai Yogya.. Stasiun Kutoarjo.””Jangan-jangan sakit jantung. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.Namun.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif.”Sudah sampai. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan.Karena tak bereaksi juga.Setelah dicoba berulang kali.html kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.”Keasyikan mungkin tidurnya. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain. Bereaksi sedikit pun tidak.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto.processtext. penumpang itu tetap saja tak mau bangun. Bantal menutupi mukanya. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Anak-anak pun mulai ribut.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A..Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta.”Para penumpang yang terhormat.”Napasnya kok tidak terasa lagi. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu.”Jakarta. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet. Pak.””Jangan-jangan sudah seda. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta.”Coba kamu yang bangunkan.””Bisa saya bantu. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela.Laki-laki itu tak juga bangun.processtext. Pak.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda.com/abclit.html .

tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Tetapi. Pelupuk matanya merapat. Luka yang begitu perih. Maka. siaran radio. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani.processtext. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak.processtext. Para fotografer. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. Pipinya merah terbakar matahari. Semua menahan napas. Luka dari segala maha luka. majalah-majalah. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut.ABC Amber LIT Converter http://www. Luka yang begitu dalam. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. Adjani menahan luka. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Sungai terbelah. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. Mereka hanya tahu Adjani luka. motor. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. rumah ke rumah. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu.Adjani bersimbah peluh. Atau mengapa Adjani bisa terluka. Tembok tinggi merendah. waktu kita hampir habis. kuli tinta.Ketika Adjani berlari. Ruangan itu begitu sunyi. Waktu ia menyeberang jalan. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. Menyeberang dari satu telinga ke telinga.html . siaran berita televisi. sungai ke sungai. Tetapi. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Adjani bersimbah peluh. Bahkan. Semua tidak berani bergerak. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. ABC Amber LIT Converter http://www. pada setiap headline koran-koran. mobil-mobil langsung berhenti. laut ke laut dan benua ke benua. Edisi 07/28/2002 ASMORO. bahkan bajaj. langsung terbelah dua. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. talk show.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Adjani bersimbah peluh.com/abclit.com/abclit.

Kadang sedap malam. Asmoro mabuk kepayang. Asmoro hanya mau menulis. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. tidak ada apa-apa di sana. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Mendadak perut Asmoro keroncongan. Ia tidak dapat berhenti menulis. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. Derap kaki Adjani yang teratur. kumbang. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu.ABC Amber LIT Converter http://www. sementara ketukan itu terus membahana. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu.html . Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. Dan semakin ia menulis. Di tengah-tengah rasa putus asa.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio.com/abclit. ketukan itu tidak juga berhenti. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. Tetapi. Di sela-sela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari.html semua memuat. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari.ADJANI bersimbah peluh. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. kecuali Adjani bersimbah peluh. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Irama musik sendu mendayu-dayu. lalu makin lama ABC Amber LIT Converter http://www. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. walaupun terkesan tidak memaksa. "Adjani bersimbah peluh. Kadang mawar.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Kadang lili. Menyerang segenap jiwa Asmoro.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Tetapi. Tetapi. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh.com/abclit. menceritakan dan membahas Adjani. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. dan burung-burung gereja. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Kadang melati.processtext. Adjani yang bersimbah peluh. Tetapi. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. ia berada di lantai ketujuh. Barulah Asmoro sadar. Awalnya ia tidak mempedulikan. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Pesawat televisi yang panas.processtext. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar." bisik angin. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya.

. Dan ia pun sangat tahu. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. Asmara. "Bintang jatuh.html semakin jelas tertangkap pendengaran.. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. lama kelamaan makin tajam.com/abclit. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. gedung perkantoran. Dari sinar kemerahan itu. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. terus berlari di bawah samudera. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. ia tidak akan berhenti." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Peluh itu tidak hanya asin. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerah-merahan tertimpa matahari senja. Asmoro tahu. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali.. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. Bulan bersinar temaram.processtext. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama..processtext. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh lakilaki.Adjani bersimbah peluh. Adjani hanya bergumam."ASMORO. Ada gurita. waktu kita hampir habis. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. Aktivitas di kota itu lumpuh.. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. Jalanan macet total. Asmoro menunggu Adjani. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. sebentar lagi tulisannya selesai. Suara lembut denting piano tunggal. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini.Adjani bersimbah peluh.Adjani bersimbah peluh. hanya untuk menyaksikan Adjani. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat.ABC Amber LIT Converter http://www. restoran. Dengus napasnya semakin dekat. Semua orang keluar dari rumah. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Asmara.html . Dan bau wangi yang samar-samar. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. Suara orkestra semakin keras..com/abclit. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambar-gambar Adjani yang pernah disiarkan. ikan pari. Lampu-lampu lalu lintas tidak bekerja. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Adjani tahu. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. Seorang reporter meliput. Namun. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. paus. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro.

Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti.com/abclit.com/abclit.html kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam.Asmoro bersimbah peluh. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan.html . satu tema di seluruh dunia. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.. satu suara.Jakarta. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Adjani bersimbah peluh. yaitu Adjani. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. waktu kita hampir habis. Asmoro tidak dapat berhenti. ASMORO. jadi mereka bisa berciuman sambil berlari. 21 April 2002. Pelupuk matanya merapat.ABC Amber LIT Converter http://www. Adjani bersimbah peluh.processtext. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov ABC Amber LIT Converter http://www. Atau jangan-jangan orang kaya itu. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik.processtext. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Tidak ada yang berani meliput.. Adjani menahan luka. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup.Adjani bersimbah peluh.. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. Dihirupnya dalam-dalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. Segala asumsi pun merebak.Di kota itu. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. Tidak ada yang berani bertanya. Atau orang kaya. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari.

" Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. bermantel lusuh.. dengan maksud menghindar. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. dikelilingi hutan.ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin.processtext. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya.""Tapi.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara.. yang ia kenal selama tiga puluh tahun. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. Panikov hanya menjawab.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si ABC Amber LIT Converter http://www. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah"."Di kota tak ada lagi ruang untukku. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling."Panikov menaruh serulingnya.com/abclit. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. Di izba yang reyot.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. yang sebagian besar bekerja sebagai petani. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. lima tahun yang lalu. kota yang sudah dua kali berganti nama. ayahnya tercinta. Dulu. Pernah suatu kali. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. Ia tak pernah mengungkapkan alasan.html . Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1.com/abclit. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. Lalu ia angkat bicara.processtext. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong."Hey. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya.Sementara itu. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. Banyak pembunuhan.html Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa.

. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula.. tentara bajingan! Oh. Panikov keluarlah. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu.. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus.. Yang terdengar hanya bunyi seruling. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. Anna langsung menghampiri Panikov. meniup serulingnya. Ia enggan ikut bergabung. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. "Oh. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. Seperti biasa. Anna berteriak lebih keras. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur.. sadarlah.Tak ada sahutan. namun tetap tak ada jawaban.. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. Panikov diseret.. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov. "Persetan!" gumamnya. tentara bajingan! Oh.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian.html .. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. berteriak dan meniup seruling-nya lagi.! Di sebelah timur desa ada api. mengapa ayahnya ditembak... dan Panikov. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak.Saat ini. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. lalu berteriak. Panikov tidak peduli.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu.."Brak.. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. dan terus ia meniup. "Oh. diam dan hening. indah menakjubkan.! Itu api.. Muka mereka pucat seperti hendak mati.! Hey.com/abclit. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku.. kali ini tepat di samping telinganya. malam ini terasa dingin lebih ABC Amber LIT Converter http://www. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba.ABC Amber LIT Converter http://www.. Bila hari menjelang malam.. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. Anna". Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya.. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu.processtext. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. angin bergerak lebih lambat. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana..Yach Panikov ingat.. Panikov terus meniup serulingnya. Di depan mereka. lalu diam lagi. Ia terus meniup dan meniup."Api. serta tak lupa meniup serulingnya..!!!"Saat itu musim dingin.html tentara. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. Ia menangis. Kata orang desa. Panikov tak peduli.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat.!" Terdengar pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. air matanya membeku akibat udara dingin malam.. "Panikov. Tetap di depan jendela dan meniup seruling.processtext..com/abclit. kota laknat! Aku rindu kalian.

"Panikov! Jangan Panikov.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu."Tertulis lagi di bawahnya. dan meneruskan kalimatnya. Lalu memandang ke arah danau.processtext. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya.html menggigit..processtext.. ia bergumam. tapi toh. ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya.. lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. dingin mencengkram kuat tubuhnya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan.Selagi ia membereskan barangnya. Beberapa hari selang kematian ayahnya. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok. karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu. begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung. 'si kumis tebal' lalu berteriak."Terdengar enam letusan senapan."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Saat itu juga. Anna. Turgeyev namanya.html . tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya.com/abclit.Ia menggigil. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling. dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah.. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Keadaan semakin beku. malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa.. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang bolong dengan tangan kirinya. giginya gemeretak. Terlihat ada seorang tentara."Ayah. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya. Sesampainya di desa. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. serta dua tubuh tergeletak ke tanah. ia memeluknya.. ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan."untuk petani kecil ABC Amber LIT Converter http://www. masih tetap hening.

Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi.processtext.processtext.html . kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.com/abclit. Dihajar.Seperti biasa merpati-merpati itu tak ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain. mari kita tanyakan kepada ibuku. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada. pondok petani2."Meski begitu.Dan."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3."Bagai capung. apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan. buk! buk! buk.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu. kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan.html November 1936"Bandung. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam." kata Zulaikha.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukangundukan tanah kelabu padat itu. Oktober 20011.com/abclit. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati. Kalau tak percaya. perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam. Lihatlah. anak-anak itu kemudian membentangkan tangan. melesat ke pelataran makam Al-Baqi yang dipenuhi para peziarah. Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah. seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba. kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa. Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga.ABC Amber LIT Converter http://www.

kita masuk ke sana. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah. hanya para lelaki yang diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam.. menendang tampah habbah. pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah.ABC Amber LIT Converter http://www. Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta.html . tak puas mendengar jawaban itu.com/abclit.processtext. ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu. Sebagaimana Bilal. ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi. berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu. Zubaedah langsung berdiri tegak. wahai Anakku yang malang. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang."Zulaikha. ratusan keluarga raja. Anakku."Ayolah. Anakku. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu. telah berkali-kali kukatakan kepadamu.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. ibarat air kita bukanlah zamzam. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta."Ibu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka. Apalagi kau perempuan. Dan. tak perlu kau risaukan asalABC Amber LIT Converter http://www. mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan. Ibu..Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan.Sayang sekali. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. kau tak perlu memasuki makam keramat. mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu. perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur. Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari. menyusup. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. dan terus berlari ke bibir pintu makam. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukan-gundukan makam. Anakku. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah. memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi.OHO.processtext.Dan."Jangan. Apalagi kau hanya orang Takroni. dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan. sebagai orang Takroni.com/abclit. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu. dan para peziarah yang taklid kepada adat. kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk.html langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu. merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu."Ampunilah Anakku. dia meliuk. Anakku.

mempertanyakan asal-usul kebutaanku. memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu. Saat berbeda pendapat dengan Ibu. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi. kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. jangan usil. Ayah sangat memuliakan perempuan. berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya. Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. ibu pernah melihat segalanya. Ayah.. ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan melihat yang tak pantas dilihat.processtext.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan. tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas." Menjelang Ayah meninggal. dia berdoa.com/abclit."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal.com/abclit.""Jadi. Hanya engkau. pada usia yang sedang mekar. Ketahuilah Anakku. sebagaimana pria Takroni lain. Jangan. "Sudah kubilang. dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya."Sebagaimana Nabi. Tak kepada ayah atau ibunya.processtext. Aku tak akan marah. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain." ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria. Aku tak akan marah. perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam."Ya. yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan. Aku takut kau akan mengikuti jejakku.Menjelang aku remaja Ibu bilang. engkau dilahirkan sebagai engkau. sebagaimana Ibu. "Engkau memang buta.html . Ibu pernah melihat segalanya?""Ya. kerudung. Tetapi kau terus mencerocos. Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. raja disebut sebagai tuan.."Maryam-ibuku. dan habbah Madinah hanya layak dipatuki merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu."Sampai pada kata-kata itu. kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anakanak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu. kau tahu Anakku. menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya.. dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Apalagi kepada Zulaikha. aku dilahirkan sebagai aku. ayahku. Bilal dilahirkan sebagai budak. sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku.. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah. tak meratapi peristiwa duka nestapa itu.Dan.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih. bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia. Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu." begitu kata Musa bin Zakaria.ABC Amber LIT Converter http://www. Anakku. Jangan mempertanyakan apa-apa.html usulmu. termasuk pedagang tasbih. wahai Anakku.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain. Dia. aku benar-benar buta."Sejak itu tak seorang pun. Anakku. Meski demikian. "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku. ya Allah.

tidak-tidak. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. malam itu dia menyusup ke makam. Puluhan.Sambil berjingkat pelan-pelan. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan ABC Amber LIT Converter http://www.Karena itu.processtext. melambai-lambaikan sayap. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. Cahaya lampulampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah.com/abclit."Dasar Takroni. sebelum pingsan. Madinah Munawarrah. masya Allah. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha. Pegangan Zubaedah terlepas."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam. bercanda dengan merpati-merpati.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu makam. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan.Tetapi.Alhasil. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. Anakku. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah. "Mati di Madinah memang baik. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran."Waktu itu. Jadi. camkan nasihatku.html ."Ya. salat di masjid Nabawi. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. dia mendengar suarasuara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. *Hotel Sanabel Al Madina. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. Lalu segalanya menggelap.7 Tetapi. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam Al-Baqi.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan.com/abclit. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tibatiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. perempuan buta itu. Jangan pernah masuk ke makam. Tetapi. namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi. dia mengingat-ingat petuah ayahnya."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. Dia terjengkang.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kalau bisa matilah di Madinah. jauh sebelum menggapai pintu makam. kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam.processtext.html Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip." pikir perempuan yang sedang mekar itu. karena diserang demam tak berkesudahan. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah. Anakku.Dan Zubaedah.

Meski masih berusia belasan tahun.processtext. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. siang hari menjemputnya kembali. Mangku. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk.7) Riyal:mata uang resmi Arab. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal." pikirnya. ayah Kroda.html tersebut. I Raneh. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat. Gianyar. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari.html . Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab.ABC Amber LIT Converter http://www. jangan salah paham. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat ABC Amber LIT Converter http://www."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda.processtext. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatankesepakatan yang diputuskan adat. Namun.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. saat sepupunya. Bahkan. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan.com/abclit. Jadi.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga.com/abclit. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi. "Kasar dan kejam. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. ia benar-benar jadi kehabisan alasan. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah. menelepon lagi. Waktu itu tahun 1971.

Sejak tinggal di Jakarta. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari ABC Amber LIT Converter http://www..processtext. Karena tinggal jauh. Sampai kini. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. seluruh keturunannya.. berarti jalan buntu. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. "Luh. Tetapi. "Kamu tentu masih ingat juga. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Meski telah kena sanksi adat. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini." ungkap I Kleteg. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda.ABC Amber LIT Converter http://www. Dendam Kroda." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. Ini hanya dendam pribadi.. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Itu kebanggaan. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing.html di Banjar Sari. Tetapi. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi.""Sepanjang hidup. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. kita tidak akan mau pentas. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara. Tetapi. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat.html . "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. Jangan dibiarkan liar begitu.com/abclit. dendam turunan.. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. termasuk Susila. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri.com/abclit. "Ikat babinya. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotel-hotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Luh. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. Wayan Kroda terdiam. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. Padahal. karena ia bukan anggotanya. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila.processtext. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. Ia tahu. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina.. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. Selain menghasut warga menentang Golkar. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. Kalau toh diizinkan. Warga menilai dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa.

processtext. Tapi. Kalau kamu mau sanksi itu diubah." Wayan Kroda tak segera menyahut.html dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. "Bli.. Mereka umumnya mengatakan ABC Amber LIT Converter http://www.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar.. kalau menyangkut penemuan jenazah. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. seseorang yang dituakan dalam adat. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. ini keputusan paruman adat. SANKSI ini terlalu berat. Wakil atau siapa sajalah. "Tamu itu sangat penting. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Bahkan. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu.""Ini soal jenazah! Jadi. Ini soal penting dan sangat mendesak.processtext.. Jadi.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. Bahkan. Kendati sudah lama tinggal di kota seperti Jakarta. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. niat itu ditepisnya. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. bukan lagi urusan adat. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Paling tidak harus menunggu seminggu. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. mintakan kepada seluruh warga. Ia tahu pasti." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Padahal.com/abclit. Tetapi. Sebagai kelihan adat. Tetapi. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya. saya harap bisa bertemu Gubernur. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda.""Lebih baik berurusan dengan polisi. Namun.html . Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Jadi. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Jangan datang lagi kepada saya. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. bikin saja surat dulu. Itu mutlak urusan keluargamu." kata petugas itu. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit." ujar petugas lelaki itu. Bukan."Sudah berapa kali pula saya katakan. Bahkan. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu.

" kata seorang kerabat liannya. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku. "Ia keberatan. Ia berbaring di dekat ayahnya. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es.. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh.processtext.html penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah..! Ayo duduk dan berdoa. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali.processtext. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo.. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. "Dan. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Sebagai orang yang lama merantau." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat... makin lama jenazah berada di rumah. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Pertanyaanpertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair.Ketika melewati pintu depan. Ada sesak dalam dadanya..ah. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor. "Jadi.. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah.com/abclit.. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern.. aku diam-diam membuatnya. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. "Tapi.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. kalau banjar adat mengenakan sanksi. mengapa masih bengong. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap..com/abclit. Sewaktu kalian lelap. Ayo semua berdoa. Mereka ingin menuntut keadilan.

Di bawah tabung. Pintu dibuka. didorong ke bawah tempat tidur. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Mencelupkan handuk kecil. Dia lelah. Membuangnya ke kamar mandi. di sisi tempat tidur. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Dia kurang tidur. yang datang dari luar dirinya. Dia memang benar-benar lelah. Menampungkannya. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. setiap hari. Pagi tiba juga seperti biasa. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Banyak faktor yang dipikirkannya. ABC Amber LIT Converter http://www. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk.html . Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. Perangkat medis itu. Tiap hari kau menanyakan orangorang yang kau kira memperhatikanmu. Menyuruh mengeluarkan mobil. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Pantat panci bergeser di lantai. langkah-langkah mendekat masuk ruangan. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya.com/abclit. masuk ke dalam urat nadi mereka. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta.processtext. Mengambil pispot.processtext. Dia memang tegang. tubuh yang terbujur dalam sekat-sekat kain pembatas. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. memerahnya dan mulai melap tubuhku. dari waktu ke waktu. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. diiring doa sanak keluarga. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. Menyuapiku.Waktu terus bergeser. Aku sekarang adalah bayi itu. Dia terus menerus menungguiku.com/abclit. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan.ABC Amber LIT Converter http://www."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. terbaring dalam rahim waktu. Meneteskan madu ke dalam mulutku.html Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti Sumber: Kompas. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Menampung muntah. Datangnya waktu.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin.

""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Terbang dari daun ke daun."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. anakku. Lihat. Muhammad Saleh.""Tetapi. Saya sedang tidak menunggu Tuan. ABC Amber LIT Converter http://www. Kau lihat itu.html Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Tuan. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. Masih banyak yang harus kukerjakan. si penjaga malam itu.processtext. Sebelum mencapai usia sekolah. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Tinggalkan semua itu. Dia muda. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudara-saudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Mari. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. Ini takdirmu. Kemiskinan kita yang pahit. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Harusnya Tuan tak datang. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Itulah penyebab penyakit ibu. di kebun tembakau itu.processtext.""Tidak.""Tolonglah. Angin malam yang lembab. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Kau sudah lelah. Jangan sekarang.com/abclit. kalian masih kecil-kecil. Ayolah mendekat. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. Kau bekerja telah terlalu lama. Lebih muda dari aku. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. menyibaknya. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. Kita seperti burung pemakan ulat. Lupakan semuanya.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Beristirahatlah sekarang. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. Empat puluh tujuh tahun.""Tak ada waktu untuk menunda. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. si Choliq. Tidak sekarang. Anakku masih kecil-kecil.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu. Ketika aku meninggalkan kalian. sekarang. Rentang waktu yang panjang. Direntangkannya tangan sebagai awal pelepas rindu. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Tetapi ketika itu saya masih kecil. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. si Abdullah. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. saya masih belum menuliskan semua itu. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Dia memang lelah. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda.html . adikmu. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. siapa di sana? Ayahmu. Sekarang adalah saatnya bagimu. Hentikan omong kosong itu. ibu. Terlalu banyak yang membebaninya."Aku datang!" kata suara itu. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. Masih banyak yang belum kukerjakan."Dia tidak hiraukan aku. Mendekatlah. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Kau sudah cukup lelah. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. kau telah bekerja. Akhirnya tiba juga saat itu. tidak mereka cegah. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. mengurus segala yang remeh temeh dunia. Angin malam yang dingin. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Abangmu. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu.

dengki dan tamak. Kau sama seperti aku. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. kau mendapat ABC Amber LIT Converter http://www. Mari. Duduk di dalam gelap. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. mengorbankan damar untuk nyalanya."Biarkan dia. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Tidak sekarang saya datang kepada ibu.html . Dia belum boleh menyerah. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Kau sudah lelah. Masuklah ke keabadian. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. 88 tahun. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. Ayah membiarkanmu seperti itu. Ibu mendekat. Kau adalah si penghayal itu.Ayah menghentikan langkah ibu. Hidup bagaikan hadiah. Ayah tahu semua itu. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Jangan hidup seperti lilin. pengalih perhatian. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. Sejak kecil kau dekat denganku. setidaknya mendekati usia aku. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Ayah adalah si penjaga malam itu. Kau harus seperti aku. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan.com/abclit. Pulanglah. Kalau kau bisa menuruti semua itu. saat nanti kau menemui kami.processtext. Datang kepada kami. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. anakku. delapan puluh delapan tahun. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. anakku. Selamat datang. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Jendela.processtext. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua."Tidak. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Pergi sana cari kehidupan. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. insya Allah. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. sementara kau mendongeng di atas kertas.ABC Amber LIT Converter http://www. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Penjaga malam di pajak. Golongan para pendongeng.com/abclit. Tinggalkan kekacauan dunia. Bermohonlah kepadaNya. Temui sahabat-sahabatmu."Aku mundur menjauh. Tidak sekarang. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. ayah tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Ingat.""Ketahuilah. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Pergi sana. Kalau Tuhan berkenan. Sudah tua. Jauhkan diri dari rasa iri. Menemaniku di malam-malam dingin. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. temui istri dan anak-anakmu." kata ayah. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Jauhi sumber fitnah. Jangan dipaksakan. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Kita suka malam hari.html Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda.

Bulan tergantung di sudutnya. Aku membawa sekop dan menggali lubang. menolongku masuk dan. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. dan menguncinya dari dalam. sapu ijuk. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. lalu lari ke pintu."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. sapu lidi. Sepiring untuk anjing itu. aku menimbunnya." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. Jangan lebih dari satu. dukuh. Ibu menyambut hasil buruan ayah. melejit di dalamnya. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. aku naik dan merobah posisi tangga. Kuambil batu. Kuhadang dia di tengah jalan. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. markisah. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. pengalih perhatian. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. Ayah melempar ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. Tak ada gelap di dalam los kecuali terangbenderang yang membungkus. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. kadang dia membuang sampah dapur. seekor kancil yang terluka. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Aku ingin sebutir jeruk. Dia pulang pada jam-jam makan. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. berburu kancil dengan sebatang tombak. menerobos langit-langit kelambu. Aku terbatuk. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku.Aku kempeskan ban sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya.Dia berdiri di samping keranjang jeruk.processtext. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. Apel yang dibungkus jaringan lembut. Selangkah demi selangkah aku naik dan. salak dan mangga. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. Aku senang kalau dia tak pulang. Bulan tak ikut masuk."Malam dengan pancaran bulan penuh. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. Dia lihat aku. pajak sayur. Diraihnya tanganku. Tak ada atap penghalang langit. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan. daun jendela itu terkuak. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak.com/abclit. Ambillah sebutir. Aku menghalaunya jauh dari rumah. "Pergilah. Aku terus meraba. mendorong ujung tangga. datang berlari mendekat kepada ayah. Sesuatu bergeser di atas. Tanganku meraba di bawah karung. los tempat berjual ikan. ayah mengambil sebutir jeruk. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. ibu membaginya sepuluh piring. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. seperti gelembung dalam pipa air. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. ke seberang jalan.html . Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. Jendela. Raba di mana jeruk itu tersimpan. semangka. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah.com/abclit. Jendela dia tutup. buah. Tak kuberi jalan untuk pulang. tepat di dada. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. Aku melirik kepadanya. menutupnya. Kulempar kakinya. sayur. Penuh kristal cahaya. mengusir cahaya bulan. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. Nasi selalu tak tersedia di rumah. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu.ABC Amber LIT Converter http://www. muncul di luar jendela.html kesempatan meneruskan hidup.processtext. Bila ada nasi.

Tapi semua kita belum siap. Kupaksa membuka mata. Masih ada kesempatan untuk hidup.""Itu bukan mimpi. Aku belum siap untuk mati. Semua terasa masih melayang. Selalu begitu.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi tak begitu jelas. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia.com/abclit. Lihatlah. abangku. Jangan terlampau dipikirkan."Di mana aku?""Di rumah sakit."Aku akan menjemputmu nanti. Belum siap untuk mati.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Lupakan semua itu.""Suatu hari semua kita akan pulang. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Di kamar itu. adikku dan orang yang pernah dekat denganku. sampai semuanya lenyap. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku.html . Disambut sahabat-sahabatku. Jantungmu telah berhenti berdetak. Mereka masih belum mau beranjak dari sana ABC Amber LIT Converter http://www." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Masing-masing ada pada takdirnya. Segala puji bagi Allah."Siapa engkau?""Aku istrimu. mengejar kami. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. Itulah sebabnya kita berdoa. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Jantungmu kembali berdetak. "Bangunlah. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku." Disingkirkannya benda yang terjulai.""Bersyukurlah. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. cerpenis.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu."Bangun Bang. biar diberi umur oleh Allah. coba lihat. Para sahabatmu." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta.com/abclit. Kami semakin jauh meninggalkannya. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Aku tak tahu aku berada di mana."Bangunlah.""Aku takut. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. kata dokter. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. Dosa-dosaku. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Kami telah kau bikin cemas. yang menghalangi pandangannya padaku. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Masa kritismu sudah lewat. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Ibuku. Lihat di balik dinding kaca itu.""Aku takut. Kulihat wanita itu. Kau belum mau mati. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Kau yakinkan itu. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. Alhamdulillah. dia senyum kepadaku. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Penyesalan yang tak pernah habisnya. Tak begitu jelas."Bangunlah. Di jendela itu. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. berada di samping tempat aku terbaring." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Tapi tak kuasa. Nurwindasari. ayahku.processtext.html senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Dada kiri dan kanan bersamaan. Hilangkan rasa takutmu. Aku bertemu orang-orang yang telah meninggal.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. Aku datang kepada mereka. Kita semua tahu itu. Tuan itu melepas pegangannya. Sebelum menutup gerbang fana. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata.processtext.

Syahnagra Ismail. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. Titik Ws.com/abclit. bisa boneka wayang golek.com/abclit.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. bisa boneka yang digerakkan tali. Elanda Rosi DS. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah. Sapardi Djoko Damono. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. Lihatlah. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. Kak Atie. dan namanya adalah Indonesia. Remi Novaris. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing.""Siapa lagi mereka?" *** Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk ABC Amber LIT Converter http://www.. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. Sori Siregar. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. Galeb Husyen.processtext.html meninggalkanmu. yang syukurlah semuanya makmur. Di sana ada Haji Danarto. sebagai warisan masa lalu. Abrar Siregar. Kenedi Nurhan.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu.processtext. Martin Alaida. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Rahman. yakni Bahasa Indonesia. Untuk semua itu. Adri Darmadji Woko. Lukman Setiawan. Ibrahim Basalmah. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala.html . Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. Agus R. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. Jamal D. Sarjono. Lazuardi Adi Sage. Wisnu Murti Ardjo.ABC Amber LIT Converter http://www. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda.

mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. sehingga tidak mampu membeli potas. melayani sopir-sopir bajaj. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. "Sukab. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. Sukab tidak pernah peduli. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjinganjing kurang pikir. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik.com/abclit. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. bercelana pendek. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong." kata istrinya dahulu. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan.processtext. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. Di kompleks perumahan semacam itu anjinganjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. Begitulah Sukab. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. Apabila kesempatan terbuka. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. kedua. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan." kata istrinya. menjadi pemburu anjing di Jakarta.Namun. tapi juga dimandikan.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. dibinasakan. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. yang tidak beralas kaki.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. dan dimakan. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu.Masih terbayang di depan matanya. "pertama. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan.processtext. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. hanya dengan beralaskan kertas koran. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa.html . dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. Ia tidak menggunakan potas. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor.ABC Amber LIT Converter http://www. kamu toh tahu aku ini ABC Amber LIT Converter http://www.html berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. mengincar anjing-anjing yang lengah. boleh diburu. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. menghilang ke bawah tenda. anjing tetaplah anjing. diberi bantal untuk tidur. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda.com/abclit. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. Dulu ia begitu miskin. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu.

tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. Tidak ada cerita sehidup semati. Tangkapan Sukab disukai. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. kehidupan Sukab masih terhormat. Ketika musim PHK tiba. tentu saja ia ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu.html . begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. Apa pun jenisnya. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan."Mereka begitu miskin. biasa habis di lingkaran judi. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang.processtext. dan ia mengincar. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. anak-anak berteriak mengejeknya."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing.processtext.com/abclit.com/abclit. dari chihuahua sampai bulldog. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. ia memperhatikan. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup.ABC Amber LIT Converter http://www. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. Meski sudah tidak melacur. Tapi Sukab tidak pandang bulu. Ia berjalan. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit.***SEPANJANG rel. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. namun dari sinilah cerita baru dimulai.html sebetulnya bukan istrimu. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. Itulah riwayat singkat Sukab. seperti bisa disihirnya untuk mendekat.Perburuan anjing itu menolong kehidupan Sukab. Perasaan Sukab remuk redam." kata Sukab. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala? Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang."Ia perhatikan. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. "Aduhai anak-anakku. Perempuan itu menangis."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. begitu pikiran Sukab yang sederhana. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung.Betul juga. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. lantas tinggal dilumpuhkan. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepatcepatnya. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. surat nikah apalagi. sampai ia menjadi pemburu anjing. sehingga tidak punya cermin.

Setelah malam tiba.""Husssss. Mereka dibawa pergi. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. seseorang berteriak kepadanya.""Tapi kita semua makan anjing. Bukan karena anjing-anjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Begitu juga Sukab. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang.html ."Ke mana?""Entahlah. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu."Mereka menyalaknyalak dan berkaing-kaing seperti anjing.processtext."Oh.. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. "mereka juga bisa menangkap saudara. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari.processtext. seperti upacara pengorbanan diri. tapi hati dan otaknya masih manusia.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. seolah-olah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing.. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. tapi petugas tibum."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus." katanya lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan polisi yang mengangkut." kata polisi itu. itu. menangis. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini.html tetap ingin kelihatan cantik. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa."Hati-hati lewat sana. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing..."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula.. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya.com/abclit.. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali.

masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan.com/abclit. ikan-ikan itu ABC Amber LIT Converter http://www. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. mereka bangkit dan menyalak-nyalak. dan para pendengar menahan nafas. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. itu tidak penting. Para penonton yang semuanya berkepala anjing itu pulang ke rumah."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. Mereka membawa segala macam senjata tajam." ujar tukang cerita itu."Yang bener aje.com/abclit."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. Januari 2002."Lho. dan orangorang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan. ketika matahari terbit. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja.processtext. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak.html . berbalik lagi."Apa yang penting?""Esoknya. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing.html arah rembulan dengan memilukan. Susan.***"MEREKA membantai Sukab.ABC Amber LIT Converter http://www. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai.processtext. Aku akan membakar wajahmu.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah.Di langit masih terlihat rembulan yang sama. Sambil menenggak Red Wine. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang.

suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha. Selalu. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. Hentikan denting kecapimu. Waktu itu. seperti malam-malam penuh pasir. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri.html pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. ngiau yang tak ngiau. Susan. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu.Asal tahu. dan gelepar angin di Bondi Beach.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih.Dan. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. Are You Girl Friend. penyanyi jazz dari Betawi. kita toh masih punya banyak acara. serupa riuh angin yang membelai rambut indah Fiona."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu.com/abclit. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. Bukan untuk yang lain-lain. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. kerang. Aha. Nigel Jamieson.Teramat pelan.html . Lalu. saat melantunkan New York New York."Ingat. bersama Susan. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. "Sudahlah darling. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. ketam. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali.processtext.""Ya. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. Fiona mengerti maksud Susan. selalu hanya untuk kedunguan mereka. Sebagaimana malammalam sebelumnya. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana." lenguh Susan pelan.com/abclit.Tidak! Tidak! Di telinga Susan.processtext. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api.ABC Amber LIT Converter http://www. menyamar sebagai penari bugil. lenguh yang tak lenguh. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. selalu tampil menawan itu.Saat itu."Susan. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. saya akan melesat ke King Cross. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. Hanya berdua. selalu hanya untuk uang mereka. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. ABC Amber LIT Converter http://www.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan.

sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. begitulah. Tanpa sungkan-sungkan. Saya tak peduli. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. Tetapi cuma sesaat. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Sejak itu. Sayang. Yang jelas pria itu berambut cepak. Dengan sigap."Dengar. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban."Lagi-lagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. siapa pun dirimu.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. itu mencium kening.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. pub.com/abclit. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. sebagaimana Ki Manteb. Dan cinta kami. Seperti kepada nenek moyangku. Cuma sesaat. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. Sambil terus menenggak Red Wine. New South Wales 2029. gereja. adalah cucu Thancoupie. Fiona.Meski begitu.com/abclit. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. dan bar. sebagaimana dia. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. ke rumah indahnya. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. Rose Bay. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. kamu terlalu banyak minum. Karena itu."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. Sebelumnya. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. Fiona! Kalau kita tinggal serumah.ABC Amber LIT Converter http://www. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. atau Anoman sebagai pahlawan. Dan." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. Well. Fiona hanya mengguratkan senyum indah di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. Subali. O. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. Dan. saya tahu.html memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. Akan aku tunjukkan kepada Howard. Fiona. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu."Aku kira. Dan aku? Aku.processtext. Sorot matanya ABC Amber LIT Converter http://www. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. Tetapi. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengah-tengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda.html ."Sudahlah. Ya. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. aku juga akan jadi pejuang.processtext.Sejak itu.

Kini. Fiona. malam itu. Sebab. atau Long Island. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. aku memang harus membunuhmu. di ujung jalan. Maka.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaranpenyamaran yang memuakkan ini. rupa-rupanya bisa mengubah kesucian cinta. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta.html mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuanperempuan bule yang melintas di Jalan Braga. dan ribuan kera sialan itu. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang ABC Amber LIT Converter http://www.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob."Jangan terlalu menimbang-nimbang. Rahwana."Kau tak akan pernah berani membunuhku. dan pikiran-pikiran saya."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. rasa hampa penuh iblis. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. saat ditampar.Ya.com/abclit. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu."Untuk sementara. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. Dan. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Kahlua Cream."Sudahlah. Sayang. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. Fiona. selama menjadi mata-mata. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. Akhirnya. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramik-keramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama.html . O. tentu saya tak perlu terus-menerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. lukisan.processtext.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. dan Thancoupie bukanlah duniaku."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. tarian. Aborigin.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di WeipaNappranum. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. Kita akan bisa segera pentas bersama. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Susan. Bahkan. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia.Tetapi.com/abclit. pria England yang tampan itu.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik.

Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. Di otaknya yang disusupi alkohol. Dipanjatnya pohon mangga itu. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. Dengan murka Pak Gendut memburunya. membawa cambuk yang bergetar. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. Lengan ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi.com/abclit. Yang jelas. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut." desis Susan sambil memperkeras ketukan. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. 2001 Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas.processtext.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. Fiona. Sydney. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. Tersungkur.html tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. agak sayu."Ketahuilah. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu.Dari lorong gang muncul ibu Bondas. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. masih dingin. mengendap-endap.. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Pagi masih gelap. dentingkan kecapi Sundamu. Tak ada denting kecapi. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. muda.Tak ada jawaban."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu. Alangkah kaget lelaki kecil itu."O. disusupkan ke balik kaosnya. Menggeliat.. berdandan menor. Meringis. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan.ABC Amber LIT Converter http://www. kau akan jadi ikan bakar.Buru-buru Bondas turun. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. Bondas berlari." Susan melenguh lagi.com/abclit. Bondas merasa terlindung kegelapan. cantik. dengan perasaan takut."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu. Buah mangga berceceran dari kaosnya. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. turun dari becak.processtext. Seperti tahun-tahun lalu.html . Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Dan kobaran api itu.

Terus berlari. Bondas berdiri menganga. Tak berani bergerak.Ketika pintu terbentang. Ia menandai. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. berada di balik kegelapan. Mendengarkan rintihan ibunya. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. teramat pedih. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang."Terheranheran. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. memburunya dengan cambuk. Ditendanginya pintu itu.nyeri sampai ke dalam dada. Pak Gendut menjadi sangat lembut.***PADA malam yang menggetarkan. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Menggigil. Bondas belum sempat menghindar. kulit memerah-biru bilur-bilur cambuk. Pak Gendut terus tertawa-tawa. Digedornya dengan kepalan tangannya.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. Takut. Suaranya riang. kembali duduk.Berlari meninggalkan rumah. wajah garang Pak Gendut menyeruak. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. Ia tak berani beringsut. Kulit pipinya mengelupas.Dari dalam kamar. Tangannya terasa sakit. bangkit lagi. Senyumnya menggoda. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan ABC Amber LIT Converter http://www. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. Tatapan lelaki itu. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. Ira lebih tenang. kakak perempuannya. Suara mereka samarsamar terdengar di dalam kamar Ira. Memaki. berdebar-debar. Kokoh di depan hidungnya. Bondas terbangun dari lelap tidur. dari celah pintu. yang sebelumnya garang. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Tetap saja pintu itu tertutup. Kakinya seperti patah.***TENGAH malam.processtext.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. Sesekali ia bangkit. itu cambuk Pak Gendut. Ira menjerit-jerit kesakitan. Cambuk di tangannya diayunkan."Kita harus menyelamatkan Ibu. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Menahan nafasnya kuat-kuat. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. menghardik Bondas. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. ramah. Agak lama mereka berbincangbincang. di rumah. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda.com/abclit. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. dan merasakan betapa pedihnya. Terasa pedih. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. menggeram.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. mendobrak pintu kamar ibunya. Dia melihat Ira terjaga. Punggungnya. diberikan pada ibu Bondas. berubah mesum. dipungutinya. membawa cambuk. Meninggalkan rumah. Tertawa-tawa."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. Terdiam sejenak. melecut wajah lelaki kecil itu.html perempuan itu tampak menawan.ABC Amber LIT Converter http://www." bisik Bondas. Terdiam. dan perutnya yang singset sedikit terbuka.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. merasa Pak Gendut memburunya.Menggigil di sudut kamar. Bondas berlari. Ia mendengar suara cambuk. Nyeri. Ibunya tak beranjak dari kamar. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. Ia mendekam di sudut kamarnya. sesekali tersentak. Terpuruk di sudut kamar. telungkup. merasakan dadanya bergolak. menyembulkan pusarnya.html .com/abclit. Ingin sekali Bondas berlari. Dan sekilas. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. Bondas mempertajam pendengarannya. berpapasan dengan ibu Bondas. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. Bercanda. masih menyisakan kepedihannya.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya.processtext. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah.

dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Yang lain tiduran. ia terus berlari. Gerakan tarian kian cepat. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. dan bergoyang.Orang-orang terus berdatangan. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. Dadanya mendesirdesir lantaran dendam. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. menggetarkan udara.Tanpa menoleh. buruburu Bondas memungutnya.html .***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. Menari. bergurat-gurat menghitam. lentur. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. kusam. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak berani pulang. Dia memilih diam. tar. Pakaian mereka sudah aus. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Pak Gendut kehilangan lacak. mendera punggung. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang.html cambuknya. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. dan seirama dengan hentakan gendang. Seorang penari kuda lumping menari di tengah-tengah tanah lapang itu. Telah seharisemalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. Meloncat. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. tanpa arah. Dengan takut.processtext. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. mendengus. Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. melelehkan air mata.com/abclit. Gamelan bertalu-talu. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. malu-malu. Bondas terus berlari. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. tak terurus. Mereka meletakkan gamelan. kuda lumping dan cambuk. Menjilatinya dengan liur berlelehan. segera menghampiri Bondas. mencampakkannya ke tanah. samar. memberikan bungkusan nasinya.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. Tapi Bondas terus berlari. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. dan segera ditabuh. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. Meraih kuda lumping. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. Anak-anak kecil berdatangan. seketika Bondas kesurupan. Menari dengan gerakan cepat. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. Dan Bondas yang lapar. perempuan muda. Menghirup air kembang. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. bergetar. Ia tak tahu ke mana. Tak tersisa tenaga padanya. haus.Di tanah lapang.processtext.***LAPAR. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. Menyusup-nyusup di antara para penari. kian lama kian rapat. Pak Sukra. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. letih. Anak-anak bersorak. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. terasa tercabik-cabik. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. Lecutan cambuk berulang-ulang. tar."Mau lari ke mana kau. Tatapan matanya mengatur. seperangkat gamelan diletakkan. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. anak laknat!" seru Pak Gendut. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. terus saja berlari. Pada saat menatap Pak Gendut.Meski punggung terasa nyeri.com/abclit.

Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji.processtext. Sampai jauh malam. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. Tanpa henti. Tapi masih saja ia menari. Bahkan.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubun-ubunnya. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. membuat perawat yang membantunya agak bingung.processtext. Anak-anak bersorak. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. Menggelepar-gelepar. Pasien-pasiennya banyak.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. jarang antibiotik.html Gendut mengerang beringas. Ia memberi resep obat generik. tetapi sebuah nasihat.com/abclit. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. Ia bukannya memberikan resep atau obat. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepargelepar kesakitan itu. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. terus. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. dada dan punggung yang terbuka. bertubi-tubi. Menggeliat-geliat kesakitan. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya.html . ABC Amber LIT Converter http://www. mau diapakan hasil tanaman itu. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Kawankawan karibnya manggut-manggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. "Terus.com/abclit. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya.ABC Amber LIT Converter http://www. memekik senang. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya.berjingkrak-jingkrak.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. pasien selalu berdatangan. merobek kulit muka. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu.Dokter Isman tidak memasang tarif. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya.

agar ia segera menikah. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran.com/abclit.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. Ketika ia terbangun.html . Sejak kepergian ayahnya. Sulit sekali mencari obat di sana. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. isinya. memandikan saudara sepupunya. Kalau bisa.Ibunya datang dengan kedua adiknya. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke ABC Amber LIT Converter http://www. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. ibunya mengelus-elus kepalanya.ABC Amber LIT Converter http://www. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang.. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri.Waktu ia mahasiswa kedokteran. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". Namun. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Ia mengambil spesialisasi jantung. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. tinggal dengan aku. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. dengan kereta roda. Kalau bisa. ayahnya hanyalah petani kecil. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat.processtext. Di rumah pamannya ini. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa.. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. ibunya sudah menanak nasi.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. ia harus bekerja keras. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. Seorang kawannya. dan subuh pulang kemudian kuliah. "Tidurlah. Setahunya. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. Ketika tamat dari SMP. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. Ayahnya dijemput dari rumah. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya. ubi jalar. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu.processtext. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. Tapi anehnya.Subuh sekali. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres.com/abclit. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya.html Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. dan tidak pernah kembali. Ia tidak mengerti mengapa. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat.

Gilirannya. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. kalau ia tahu. lalu pamit. entah kapan. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. Ia merasa amat berdosa.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta.com/abclit. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya." kata dokter Isman. ibunya dimasukkan ke ICU.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan." kata ibunya dengan suara pelahan.html . "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Nak. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. yang sewaktu-waktu berjualan berlian.html sekolah perawat. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Nak. ia merasa amat terpukul. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. yang bungsu dari akademi sekretaris. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. yang satu dari akademi perawat. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan."Aku datang. Ia merasa bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. kampung halamannya.Dua tahun kemudian. ia mendapat berita dari kampung halaman. Ia tidak ABC Amber LIT Converter http://www." kata Isman terkejut. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. ibu rekannya. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. tetapi ia selalu menghindar. Sebagai dokter ahli jantung. "Penyakit jantungku kumat. juga dengan ipar-iparnya.processtext. Di seberang." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Bu. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. Bila dada sesak. Kami ingat itu. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. tertunduk. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. "Ya. Bang. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. dan menangis terisak-isak. Ia geleng-geleng kepala. Nak. Tetapi yang kami rasa.com/abclit. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa.ABC Amber LIT Converter http://www. Menghitung de-nyut jantungnya. Ia pulang dengan murung. rasanya hampir mau ma-ti. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat.""Oh. Dokter-dokter."Ia memegang pergelangan tangan ibunya.Setelah beberapa hari penguburan. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. Nak. pulang. udara pegunungan agak segar. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka.processtext.Setelah sampai di rumah sakit."Dekatlah ke mari."Pesanku kepada kalian.

Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Ketika ia siuman. Menurut pihak kepolisian. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang.. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Bu. Ia bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang.html . Semuanya diam tidak mampu berbicara. Ia terkena serangan jantung. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya.processtext.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya.Bulan berikutnya."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia. Perawat memapahnya. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. di ruang tunggu. ia membiarkannya bertandang sendirian. tidak boleh pulang sampai petang. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. (Ia jatuh pingsan lagi). Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. dengan syarat. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan.""Oh. 18 November 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. toloooong. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan."Tenanglah. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku.Setahun kemudian. Ia kenal betul gambar itu. "Dokter Isman sudah tiada. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya.processtext. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya. Adiknya yang perawat.. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. ia menjerit-jerit.com/abclit. dan sesudah itu. salon itu banyak dikunjungi orang.com/abclit. sekitar bulan Maret. ia membuka pintu gerbang. menyuruhnya duduk. Jantungnya berdebar-debar. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. dokter! Ooohhh. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. mendorongnya. Gambar yang terpampang di samping berita. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Daripada hidup bengong di rumah. menurut pengakuan suami korban.Para tetangga mengurut dada.Setengah tahun kemudian mereka menikah. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan.html menjawab." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. Pelahan ia berkata. Ia ada di kamar.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia?Bandung.ABC Amber LIT Converter http://www. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Tuhan.

persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe tempat kami bertemu. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku.html Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Mulanya ia menolak.com/abclit. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga.processtext. Namanya Tanesia. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. meski ia tersenyum. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya.com/abclit. Maka jarum sudah telanjur ditusuk..processtext. Tanesia tidak sedikit pun tertarik.ABC Amber LIT Converter http://www. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya.html . Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangantangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. Meski ia tertawa. Tentu aku tidak perlu menjawab. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. atau orang kita sendiri semua sama saja. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Kuta sudah jam satu pagi. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. ABC Amber LIT Converter http://www. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Dagunya lunglai. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali..

Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. Ia menganggap itu sebagai respons. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya.com/abclit. atau tiga."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. tapi aku tetap diam saja. orang kita sendiri. apa bedanya? Orang asing. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. Pipinya ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Berdasarkan ceritanya.processtext. Tanesia takluk. tapi aku sengaja diam saja. Hanya untuk berdua. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. dari sekian lama mati. Beberapa saat ia menunggu respons. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. Satu orang laki-laki.processtext. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku.ABC Amber LIT Converter http://www. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. luruh ke seluruh hatinya. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. semua sama saja. lalu pergi. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. Tidak ada masalah di kota asalnya. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. Kali ini semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. malam dengan rembulan. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja.html Tanpa gairah maupun penolakan. dua orang.com/abclit. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Jika malam tiba. Sebetulnya ia wanita yang cerdas."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Ia menunggu respons. Semua berakhir pada tempat yang sama.html . Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu.

html memerah kembali seperti sediakala. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita.ABC Amber LIT Converter http://www. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Tanpa berani bertanya. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. Meski tidak seindah dulu.com/abclit. Pertanyaan-pertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya.html . Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. Mungkin dia benar.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. Atau apa saja yang akan kutanyakan.processtext. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya.processtext. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Kasihan. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. memabukkan. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka.com/abclit. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. terlalu biasa. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Tapi bahwa. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. "Hidup ini hanya deretan botolbotol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Metafornya kurang dalam. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. sejenak menyelidik ekspresiku.

ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. sementara pemusik ABC Amber LIT Converter http://www. sebagian besar bulunya telah beruban. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.html . Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. pemusik tua itu membuka kotak biolanya.processtext. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman.ABC Amber LIT Converter http://www. Namanya Tanesia. telah hinggap seekor burung gereja.com/abclit.Sudah jam tiga pagi. Di sore lain. Burung itu tampaknya sudah tua. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. orang-orang yang lewat. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan.html tidak ada perlunya bertanya.processtext. Suaranya sungguh menggoda.com/abclit.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. mereka semua terdiam menanti permainan musik. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Dengan menaiki tangga-tangga itu. Blues bubar setengah jam yang lalu.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. Patung itu terletak di Moskwa.

burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. Sepi. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. seperti musik. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju.Fajar tidak segera menyingsing. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. Pak Tua. pada saat-saat ini.html .com/abclit.. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. Dengan susah payah. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. Akhirnya si burung gereja keluar. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku.processtext. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. sambil memainkan musik dengan biolanya.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu.Sore berikutnya. dan ia mulai melupakan si burung. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. karena ia memiliki otak yang sangat besar. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. sibuk dengan makanannya.ABC Amber LIT Converter http://www. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. Violis tua. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. sebelum berangkat ke bulevar. Sementara kaca jendela masih malam. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi ABC Amber LIT Converter http://www. Walau begitu.. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. yang ditiup angin kencang. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. membalut kepala dan lehernya dengan syal. Pasti.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba.processtext.com/abclit. seperti manusia. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. agar tidak membuang tenaga sia-sia. lalu sedikit berputar sekitar kotak. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remahremah roti. berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin.html memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. Saat itu di antara angin dan salju. mungkin setengah jam penuh. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. Lama ia makan. Sudah lewat lima hari. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. salju sudah mulai berguguran. terjaga di kamarnya. Sore itu cuaca tenang. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. Setelah makan. ia berhenti meremukkan roti. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. dan bersiap pulang untuk beristirahat.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju. dalam kegelapan. sebab badai akan datang.

Di sini bahkan salju pun tak ada.processtext.. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. Kemudian tampak seperti biasa saja. Kura-kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. Salju yang jatuh. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan.com/abclit.html Bulvar. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam.com/abclit. dari arah musim semi. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. dan di balik jendela. Pada bulan Maret. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. Ia pergi ke sana berjalan kaki. di sebuah jalan kecil di Moskwa. malam yang hening masih berlalu. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. ia masih hidup. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. dinding kamar bergetar: angin. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. mungkin. dan badai satu saat berhenti. cuma angin bersih telanjang.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang.html . sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengahtengah kamar. berhembus dari selatan. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek.Hidup bersama seekor kura-kura. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: ABC Amber LIT Converter http://www. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur.. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. keras oleh kekuatannya yang menyatu.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorekngorek dengan kakinya ke salju.

tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. apakah ia mati suri atau mati benar. karena paruhnya seperti menyangga badai.html . Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. kadang biji kacang. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya.. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti. seperti kita melewati masa pensiun. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya.. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya.Setelah menghabiskan tehnya. seandainya burung itu masih hidup. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. pemusik itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. dengan cara mengkeratkan badannya." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. Tak tahu. melesat dengan satu sayap. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat.Burung itu mungkin sudah mati. dan itu cukup baginya. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya.com/abclit.processtext.processtext. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. Selama musik dimainkan kura-kura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. Kotak biola seperti dulu. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. Tak hanya kenyang. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. matanya tertutup. Jatuh sendiri ia dari langit. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. Pak Tua menaruhnya di sakunya. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. kaki-kaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya."Baiklah. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur.html sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali.com/abclit." katanya. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. Pak Tua kembali terlelap. belilah burung kami ini. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju... Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. salah seorang berkata kepada pemusik itu:"Paman. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. yang keras seperti batu.ABC Amber LIT Converter http://www.Sang burung juga tidur malam itu. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya.

Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian.processtext. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. Sekretaris. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext." pikir Pak Tua. Hanya ingin berkomunikasi. Je! Perempuan.Sesaat Pak Tua tertidur.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. bahwa pernah ada di dunia.html .com/abclit. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. Padahal. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu. Luar biasa. tapi segera terbangun. dan keabadian.html hati-hati merebahkan diri tidur miring. 25 tahun.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. "Hidup. kematian. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. supaya tidak menggencet burung itu. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Perempuan di Layar Maya Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas. Ia hanya iseng.com/abclit.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura.

. Sungguh. Tapi kamu?Ya.. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. Dari kawasan off-shore.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak.+ Hai. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. aku mau ngobrol aja. ia tertantang. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. tapi buntu. Matanya jadi berkedip-kedip. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. siapa pun mereka. Antara ya dan tiada. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Bila dijawab.. Ia juga bosan kriminal. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Di pasar. + Aku sudah perkenalkan diri.Bagai kapal kini. Di halamanhalaman suratkabar dan majalah. orangtua. kantor atau lapangan golf. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu...Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan.OK. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang ABC Amber LIT Converter http://www. Antara realita dan alam maya.. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basabasi. ia butuh seseorang.ABC Amber LIT Converter http://www.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hidup-hidup.com/abclit. Bukan teman kantor. Bukan juga anak.html . lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Bagai burung.html siapa pun dia. Di tengah rumah.processtext. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan.. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. Sungguh.com/abclit. dibiarkan bebas berkeliaran. istri. Karenanya. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. Lama ia terperangah. baru saja diumumkan. Aku sudah mulai... Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. aku sudah bilang. Antara keisengan dan kesungguhan.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba.processtext. Ia merasa tertantang. Antara ingin menjawab dan takjub. Tanpa direkayasa. Aku keliru. Di lapangan. Tanpa direncanakan. Hai. Antara sadar dan bermimpi. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah lampu pijar di kegelapan. Bukan teman kencan di diskotik.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. Ya. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. saudara. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. bajingan! Dengar nggak. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. ya.. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. Jadi berkaca-kaca.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. Apa maumu sekarang?Ya. Meski kabinet pemerintahan. Di manamana. aku tahu. Barangkali inilah sesuatu yang lain.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa.

Ia menatap kosong ke layar maya.com/abclit.. Ia membuka mail itu segera. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Aku tahu.processtext. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. ya?Ya. berlesung pipit.+ Ah. Dalam hatinya. jangan-jangan Je itu seorang laki-laki. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. Namanya juga iseng. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je.html sejak lama. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angkaangka yang membosankan itu. Bisa gombal. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. Bisa jadi. barangkali itulah jodohnya. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Dan seketika ia jadi benci Je. Aku merasakan getaranmu. kamu kemana aja?+ Capek aku.Siang benderang.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia berharap. ia tak tahu siapa Je sebenarnya. Begitu membenciku. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benarbenar seorang perempuan cantik. Je tak membalas emailnya.Aku jadi penasaran. Lebih lagi. layar komputer itu telah kosong. Sebagai lelaki. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Benar kamu seorang ABC Amber LIT Converter http://www.Hari-harinya jadi kosong seketika. siapa pun. Aku bermain-main di pelupuk matamu. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. Sebulan berlalu. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. gitu. kamu begitu marah. ia jadi kelelahan juga. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je.com/abclit.. Artinya. Sepekan menunggu. Tapi di belahan hatinya yang lain. Je bisa muncul barang sejenak.html . Sekarang. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. Aku jadi rindu kamu. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. Ya. ia hanya bisa memaki-maki Je. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. ia jadi ragu juga. Begitu penasaran. gombal kamu.processtext.. sebuah mail muncul di deretan inbox. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. Sungguh. bisa macam-macam. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. Tak ada lagi Je di situ. Tapi bagai angin. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu.. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan.Ia terhenyak seketika. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. Apalagi. ya.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Ya. Lelaki bila ada maunya. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Darahnya terkesiap. dia digombalkan seorang perempuan-ah. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Tak ada lagi kata-kata baru. Aku mengembara ke dalam benakmu. manja dan sedikit centil. ia jadi ragu. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala.

Keduanya semakin birahi.+ Selamat pagi. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. Tak percaya? Lihat aja sendiri. Ia meringis kesakitan. Ah. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter.+ OK deh. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu..html perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Je memang cantik.Je. Keduanya saling mendekat.+ Lha. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Je tersenyum dan melambai-lambai manja.. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Sinting. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. keduanya saling bersentuhan..processtext. berpelukan dan berciuman. Kadang Je tertidur pulas. Kadang marah menyebalkan. Ia ingin berpelukan. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan.html . tapi tak kunjung berhasil. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu.Di layar maya itu. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda.com/abclit.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk.processtext. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. Ia mengejar Je dan menggapaigapai. Di layar maya itu.com/abclit. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Keduanya saling menikmati. Dan. Ia merasa heran dan takjub. edan kamu. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian. Hebatnya lagi. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa.Kalau betul kamu perempuan... ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. berangkat kerja. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar ABC Amber LIT Converter http://www. manis. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. Je selalu berubah ekspresi. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. aku rindu kamu. Ia terpaksa melakukan down-load agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya. Je tak berbohong. Aku hanya ragu. Kapan-kapan kukirim potretku..Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. Angin memukul-mukul punggung keduanya. Ia berdebar-debar. gagal karena terserang virus yang hebat. tentu sosok Je akan semakin jelas. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. Yang pertama. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. Kadang ia tertawa manis. Semakin lama ia tatap wajah Je. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja.Sehari kemudian. ciuman dan menyalurkan birahinya.Setiap pagi. Aku tiba-tiba ingin. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. mandi dengan shower.Di atas sosok Je itu.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah.ABC Amber LIT Converter http://www. nggak. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je.

Bola matanya mencorong tajam.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. Lama layar komputer itu kosong. Ah. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. ia cepat-cepat mengetik di keyboard.html maya itu. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu." Sesudahnya..processtext. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. Ia betul-betul miskin data. kapan-kapan.. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian.com/abclit. bukan tak terpikirkan. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. jawaban yang diterimanya: undelivery. Ia jadi penasaran. Je.Je tak menjawab.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Urat-urat lehernya menegang. Setiap ia mengirim mail buat Je.Je. nggak juga.! Aku juga. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. bisiknya lirih.Ia jadi nekad.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je.processtext. Tunggu dulu. jawab aku kapan pun kamu mau.. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. adegan itu terulang lagi. sayang. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya.Begitu tersadar. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. Ia terbius oleh Je. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. ia mematikan komputernya.html . *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya Sumber: Kompas. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Aku berharap. sedikit pun tak menarik baginya. Tapi. kali?Ah. Busyet. Antara mimpi dan nyata. Ia segera kirim mail buat Je. Ia terkesima. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa.

Kemudian meneguk kopi manis. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Dalam pembagian ulayat. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. bukan begitu.html . Dia tahu betul tabiat Mamaknya. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk ABC Amber LIT Converter http://www. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. Kemudian dimintanya Pidin. sungai kecil itu adalah batasnya. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik.com/abclit. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang.ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. saat aden1 masih di situ. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin.processtext." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. ***"BAGAIMANA. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Beberapa lakilaki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang.html Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. setelah sedikit basa-basi. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi.otomatis ikut tegang. Mak. Bujang Sami mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. "Alaa. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. "Dia manakiak5. Menjelang jam sembilan malam. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. Harta dapat dicari. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen... pendek betul pikiran wa'ang4. Pik. Upik menarik napas panjang. Kapan perlu." jawab Bujang Sami masih sambil menekur.. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu." Bujang Sami menarik nafas pendek. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas.. Kami hanya segan beradu pendapat. Tangannya memilinmilin rokok daun nipah. "Uda tidak usah ikut ribut. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah.com/abclit. Mak. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu.processtext.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya." "Buuuk. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia.

"Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan.. "Apaah rombongan Uda.processtext. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. Sebelum berangkat. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati.html menjelaskan persoalan yang menjadi perkara. Di sanalah kusut akan diselesaikan. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita.html . tak ada salahnya bersiapsiap. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka.. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. "Katanya." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. Bujang Sami berdehem. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya." Pidin langsung pada pokok persoalan. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. "Tenang dulu." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. Upik Sida menekur." dialihkan topik pembicaraan." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam.. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. "Itu sudah kami jelaskan. "Untuk apa lagi. Da. Datuk?" sela Mak Kimin. Datuk?" sergah Mak Kimin. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. musuh jangan dicari. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. ***SEBELUM benar-benar senja. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres.ABC Amber LIT Converter http://www. "Sebaliknya. Datuk. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. seperti yang telah disepakati. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. Tapi. Di situlah keruh akan dijernihkan. mereka membantah." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati.processtext. pada hari yang telah ditentukan. "Baiknya bagaimana. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis.com/abclit. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada ABC Amber LIT Converter http://www." jawab Pidin. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin." suara paraunya mengandung wibawa. "Bertemu pantang dielakkan. Dan. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas.. "Hati-hati. "Begini Tungganai." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin.com/abclit. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. Dan. Suasana mendadak hening. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. "Belum tentu. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. Tapi.

berarti keterangan Pidin berat sebelah. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. Kiri dan. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. Cuma. Juga Lencun. karena teringat silsilah Kaum Patopang. Bergegas pulang." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. "Jika itu persoalannya." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.html beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. pekan lalu. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. terdengar bernada miring.com/abclit." Patih Sati berdehem keras. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. mengingat Pidin belum juga datang. kami berharap.... Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. Kedua rombongan tentu saling menunggu. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Mengingat perangai kawannya itu. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. Bujang Sami lebih gelisah. Lobai.. "Lanjutkanlah. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. Mak Kimin lebih gelisah. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. kami minta maaf. Bahkan. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. walau berumur lebih muda. dia adalah kemenakan Pidin. Padahal.com/abclit.html . Tapi. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. waktu itu dia sengaja mengikuti. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan.." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah.. Patih Sati gelisah. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura.ABC Amber LIT Converter http://www..processtext. Lalu Patih Sati menggantikan ujar.processtext. Makanya. Namun.." pinta Patih Sati. lebih keras. "Kami belum bisa memastikan.

aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. anakku yang terkecil. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. Hanya karena aku seorang istri. senangnya mengamat-amati KTP ini. yang buat kompos pun tak berguna. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. Kalau kuingat-ingat.html . Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. aku dan anakku. Umurku tujuh-puluh dua. yang selalu ingin menyusu di dadaku. keterangan diri yang mungil. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. lebih dua puluh tahun yang lampau. Cukup. Lihatlah. katamu melerai perasaanku. masih terus berbagi degup jantung. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. Membanding-banding. maka dia telah kujalani dengan sempurna. Permukaannya yang mengkilap. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. seorang istri. Ya. menjaga nyawa. Dunia di luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. namaku ditulis dengan ejaan ABC Amber LIT Converter http://www. Bisa kubayangkan. Lupakahlah. Terlahir sebagai Yahudi. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. Membersitkan kebanggaan. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. terutama di penjara wanita Pelatungan. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. begitu kau berupaya menawarkan dendamku.processtext. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. dan dibalut plastik mengkilap itu. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Kemarin. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini.html Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali.processtext.Sudahlah. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. Dan itu adalah juga aku. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu.Aku mengenakan pakaian terbaik. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. Ah. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. Rasanya. Tetapi.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. ketika aku pulang dari kantor kelurahan.com/abclit.com/abclit. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. Tapi. mengambil kartu tanda pendudukku. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. Sedangkan kami.

Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. Terkadang. Tetapi. Juga anakanakku. Mesin kejayaan manusia yang baru.. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya.html . Dan istrinya. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Hak bergerak bebas. Aku hanya tidak tertarik.processtext. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. sehingga dia harus dilenyapkan. mereka tidak percaya. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya.com/abclit. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Tapi. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. Masih kuingat. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. Hanya karena aku seorang istri. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. Masih kuingat. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. Memang.processtext. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tigabelas tahun. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. Duduk sambil merenda. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. mematikan. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. Bukan mesin tik tua.com/abclit. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. eks tahanan politik. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis.ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. harus menderita. Cuma meminjamkan peniti.. menulis editorial di koran yang dia pimpin.html yang benar. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. Dan buatku. Sesungguhnya. Tetapi. anak-anaknya yang masih merah. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Padahal aku hanyalah seorang istri. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap suamiku kalau ABC Amber LIT Converter http://www.

Siksa itu harus diakhiri. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih.com/abclit."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. sangat ABC Amber LIT Converter http://www. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya.. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. memegangi dengkulku.html aku disekap sampai ke ujung zaman.. begitu murni. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. Sesuatu yang percuma. Kini. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. dia cuma diam. hidup kami. tersingkir.ABC Amber LIT Converter http://www.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Bu?.. bisa. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada." tanya Tatiana.. Ditemani daundaun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang.. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. Tapi.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogok-menyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini.Aku terpaku.. Mulutnya agak ternganga. diri kami. Aku sambut tangannya. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Tak berkata barang sepenggal. tetapi juga malu. walaupun ada.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. jauh di dalam hatinya. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. Meskipun tidak dia ucapkan."Sedang apa."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Gong sudah ditalu. Dengan berbuat begitu.html .. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali.. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. Wajahnya yang licin bersih. Aku tahu hatinya luka. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terus-menerus mengepung. Aku tahu. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk." Tatiana seperti meratap. Jari-jari tangannya memagari bibirnya. Dia anakku yang paling bungsu. Dia tetap berlutut.processtext. Membisu seribu laut. Tanganku tak lepas dari KTP. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.com/abclit.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. yang ditebarkan KTP itu."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini.. Aku tidak hanya kaget. Mas Awang bisa membuka bengkel. begitu membebaskan. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini.. Bisa. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. dan terang sebiru laut.processtext. membelenggu. Mbak Rin bisa membuka toko obras. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. Begitulah caranya membujuk hatiku. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku.

html .Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). saat pemakaman eyang.processtext." Bungsu menimpali..processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku. Sejak saat itu. Tetapi. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ.com/abclit. Tapi. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. Sementara aku sendiri. Di sisi lain. anak-anakku.. Malang. Sesungguhnya. pukul satu malam. Dari keenam saudaraku.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Aku tahu. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. Pasti tidak enak ya Pa. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. sup buntut. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan.Aku cuma diam. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. "Kita bangga ya Pa. aku tahu. Kalau tidak. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. aku tak menyesal. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). di dalam hati dia meratapi kebodohanku. lebaran nanti tidak ada Eyang. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. cuma akulah yang sarjana. Eyang itu baik ya Pa. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. berusia 78 tahun.com/abclit. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. Kepercayaanku timpas sudah. Di antara isak tangisnya. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. tibatiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. Takkan. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. Aku tak bisa menunggu. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku). "Papa. Eyang itu kan ABC Amber LIT Converter http://www. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor.html terluka.

processtext. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. Namun. Sulungku berkata. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. Oleh karena itu. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu." Lantas Bungsuku bilang. Lama-lama. Semua sudah datang. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. pada awal pernikahan sampai sekarang. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. Oleh karena itu. sekalipun aku tahu kalau anakanakku ke desa (ke rumah embahnya). namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. Ini sedikit melegakan. (Mbaknya Ninil. pinter. aku ingin membeli teko di Malang. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). Di sisi lain. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). "Saya lapar. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. Pa. Jadi. Namun.processtext. Tetapi. Sedang aku sendiri. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. Eyang sudah mulai membaik. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. tetap seperti bayangan anak-anak. Tante Yus yang di Australia. Kita kan wong ndeso. aku tahu. ada gunung. menikah dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. atas meninggalnya Eyang. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku.html tetap cantik sampai tua." Kami masih mencari-cari restoran. capai." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya.ABC Amber LIT Converter http://www. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudarasaudara ibunya. aku mengajak mereka makan. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. "San. Kabar terakhir dari Ninil. Ya. piyama. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. jadi pasti cantik ya Pa. LANTAS. Di rumah kami sendiri. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. wajah seorang yang kacau." Ya. aku takut Ninil akan tertawa. pohon kelapa. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. "Le. Orangnya cantik. Aku takut anak-anakku jatuh sakit. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur.com/abclit. Peristiwa ini begitu mendadak. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. Dan Mama kan sudah bilang tadi. Eyang kan turunan putri raja. pada awal pernikahan.com/abclit. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. Namun. Perjalanan kami masih separuh lagi. Kalau panen tebu kita baik. Ada orang yang menjual minuman di sana. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. Aku tahu betul perasaan Ibu. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil.html . apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. dan turunannya priayi.

Setelah makan roti. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. Ya. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya ABC Amber LIT Converter http://www. ya Mas. "Ya Mas. Saya takut kalau service restoran itu lambat." Sesungguhnya. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. rasanya kok tidak sampai-sampai. Papa kan juga sayang sama Eyang. Aku tahu. Papa lagi emosional. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. rupa kita mirip tante-tante. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. jatuh cinta ya Pa. kita beli sajalah Pa. dengan bangga Eyang sering menceritakan menantunya itu kepada orang lain." Aku merasa lega. "Pa. kan mantan pacar.processtext. mereka sama-sama dokter.com/abclit. dia juga mencintaimu. Dia tidak butuh itu. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. om-omku. "Maksudnya begini lho Pa. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. "Kalau ada roti. Ninil berbisik padaku. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. ibuku tidak pernah berulang tahun. Aku juga tahu. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. mereka kelihatan tidur kembali. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. Sekarang sudah meninggal. "Dik Santoso. Lantas." Aku ketakutan. karena wajah saya seperti putri-putri. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuatkuat. Dan sekalipun bukan dijodohkan. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. Mama kan sama Papa pacaran. Aku tidak tahu." Ninil tertawa mendengarkan itu. Sulungku berkata. Dan Bungsu mengusulkan.html Tomo.html . tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. Kita suka mencium Eyang. "Ya Pa. Kalau dengan pesawat." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. Tetapi waktu itu.com/abclit. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. waktu lebaran yang lewat. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. aku sayang kamu. hubungan kekerabatan mereka dekat)." "Kita coba saja. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. ada restoran yang buka di sana. "Santoso." Putri sulungku memotong. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. Itu kan untung ya Pa. Nduk. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. kan? Eyang selalu wangi. air mineral." Jawaban itu memuaskan putriku. kedua orangtuaku meninggal. bajubaju kebaya brokat dengan warna meriah." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. Eyang bilang.ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar.processtext. ketika kedua putriku tersenyum. dengan semangat cinta. Kamu tahu sendiri kan. Jadinya. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. kita bisa makan di mobil kan. Tentu saja. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. "Papa memang sayang. Papa sayang sama Eyang. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami. Saya masih ingat. aku cuma bisa bilang. jangan peduli dengan sikap tante-tante. bilang kepadaku berulang-ulang." "Ya tentu. Tetapi. Eyang senang sekali. "Pa. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. baru besok kita bisa berangkat. "Maaf ya. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Tentu saja Mama memilih Papa.

Yang ada cuma satu. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Ia memijit nomor satu nol tiga. kita seharusnya saling memaafkan. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. Matahari sudah lama tenggelam.processtext. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau. Namun.html ." Malang.ABC Amber LIT Converter http://www. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. cinta-Nya kepada kita. aku merasa dia berbicara seperti ini. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram.processtext. Namun. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. Terdengar suara operator dari seberang. "Le. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. nol ABC Amber LIT Converter http://www. aku berpikir. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. Selama ini kalau aku bisa jujur. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. Baru jam lima petang. Hatinya dirundung kecemasan. kita tidak perlu lagi saling membenci. langit begitu hitam. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya seperti orangtuanya sendiri. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain.com/abclit." Setelah upacara penguburan selesai. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai.html Eyang. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Juga jam lima petang.com/abclit. kupeluk istri dan anakanakku. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan.

Membuka album foto yang berdebu. Membaca stensilan. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Mengiris wortel. Kehidupan yang selama ini ia idamidamkan. dan dua puluh tiga detik. Menghapus air mata yang menitik. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Membeli hadiah Natal. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. Ia harus menemukan seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Berdoa di dalam kegelapan. berarti ia akan kehilangan waktu. kakek. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak ABC Amber LIT Converter http://www. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Memarahi pembantu. hampir abadi. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Rekreasi. Memandikan bayi. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. jam lima petang. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Menyusui. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Karena waktu yang berjalan. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. yaitu jam lima petang. Ngeceng di Plaza Senayan. Mengantar anak ke sekolah. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. Menatap matahari terbenam. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya." Lalu manakah yang lebih benar. Makan nasi goreng kambing ramai-ramai dalam mobil di pinggir jalan. mobil sedannya berubah jadi labu. dan dirinya berubah menjadi abu. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Menelepon teman-teman.processtext. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. jawaban dari mereka adalah sama.html . Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. sebuah sarana. nenek dan leluhur.ABC Amber LIT Converter http://www. dan jam lima lewat tujuh. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam.processtext. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. jam lima lewat tiga. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. ulang tahun dan hari kasih sayang.com/abclit.com/abclit. Melamun. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan.html menit. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. waktu adalah pelengkap. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Kala itu. Pergi ke dokter. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Sementara banyak yang sudah terlupakan. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Bercinta berdasarkan sistem kalender. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. Bercinta malam hari.

vagina. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. Minum sirup markisa. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. merasa terancam atau bersyukur. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. Suara alarm itu. Bertinju dengan Moehammad Ali. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Suara alarm itu. Imajinasinya buntu. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. tangan. pipi. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. Menanti pujian dengan rasa berdebar. berdetak keras memekakkan telinganya. seribu. jantung. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. semua ABC Amber LIT Converter http://www. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupukupu. mata. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api.html . Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. hati. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. Merebut suami Victoria Beckham. ia hanya tidak sadar. dada. Menelan biji durian. berdebar. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. payudara. Mengalahkan Michael Jordan. Nonton Cirque du Soleil. Bungy jumping. Suara alarm itu. Satu. Hatinya membatu.ABC Amber LIT Converter http://www. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan.processtext. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Baca komik Petualangan Tintin.com/abclit. punggung. sepuluh ribu. Bercinta dengan rasa. raga. kaki. Arung jeram. seratus. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. sepuluh. Suara kokok ayam jantan. ketiak.html tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. seratus ribu. lonceng tanda masuk sekolah. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. Suara alarm itu. samudera getar. mulut. Lidahnya kelu. masa kini dan masa depan. Diculik UFO. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan.com/abclit. cakrawala harapan. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Kicau burung. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. leher. Membuat raganya beku. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam.processtext. hidung. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. Makan rambutan.

ABC Amber LIT Converter http://www. Vagina yang tidak lagi lentur. Semangatnya bergetar. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. Kelopak bunga mulai merekah... Waktu.. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan.. penguin. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Terlalu banyak pemborosan. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluhkesah tentang pekerjaan. Waktu... Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan.com/abclit. Masih ada saja yang tidak sempurna. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. Awan berbentuk mutiara. babi. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan... Terlalu letih hingga tidur mendengkur. panda dan beruang masing-masing satu pasang. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. Sejak saat itu... untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. sarapan dan seragam... Dan masih saja ada yang kurang. Mengikuti senam seks dan kebugaran. ia baru mengambil keputusan perlu ABC Amber LIT Converter http://www.. semar atau gajah. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Ia ingin memelihara anjing. Padi menguning di sawah. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang.html orang tidak mau ketinggalan.. Burung bercinta di atas rumah. Kurang perhatian. kucing. Tidak belanja perhiasan. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran. Semut terinjak-injak hingga lebur dengan tanah. Memberi makan ikan. Tidak pergi ke klab malam. Kurang becus mengatur keuangan. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar.processtext. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Kaki anjing pincang sebelah.. Kurang waktu. ***NAYLA ingin menunda waktu. Waktu.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Ketika. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam.. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Tapi Nayla selalu terlambat... Sarang laba-laba di atas plafon. Nayla ingin menunda kematian.processtext. Seragam sekolah yang luntur. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one.html . Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam.. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban.. Kurang peka... Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Waktu... Buah dada yang mulai mengendur...com/abclit. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis..

Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. dekat-dekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. karena lurus saja sepanjang lima km.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.*** Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo..processtext. dan dirinya berubah jadi abu. mobil sedannya berubah jadi labu." x"Wah. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang.html .com/abclit. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu.processtext. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. untuk memperpanjang perjalanan.. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Ayo kita terus. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. Pada kedua sisi jalan berderet ABC Amber LIT Converter http://www. lalu berhenti di depan sebuah dangau. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus".html tidaknya pendingin digunakan." Din melekatkan kaca mata hitam. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Sebelah kiri jalan. Mobil bergerak pula. Bang.

"Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Si suami bertopi pandan. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalamsalaman."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. ia akan bilang. Jika ia merasa diperhatikan. Dekat-dekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. dengan yang sekarang juga dua. tak puaspuasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Suaminya penjahit. dan mulutnya yang melengkung indah. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku."Ini Bang Tamrin. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. "Di sana ada jalan ke dalam. Jika ia menumbuk padi dan menampi."Besok kembali. Persis seperti buntil Gyugun. Itulah jalan menuju desaku. Kaca mata hitamnya dilekatkan. dan Medan. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing.com/abclit. menunjuk. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. Bukit Tinggi."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. "Kenapa kau perhatikan terus aku. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk."Kau coba dulu jeruk sini. Sekali aku pulang kehujanan. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Mereka membalik."Berapa hari di sini?" tanya si istri. persis seperti buntil laskar Gyugun. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja.html .processtext. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah.com/abclit. dan rasakan manisnya. Ia menawar. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal.Din mengajak ikut pulang ke desa.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. bingkai pintu serta jendela dicat merah.processtext. Aku sering datang ke rumahnya. Sidempuan. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai.html kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. ABC Amber LIT Converter http://www."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Ia berteriak. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit! Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami.ABC Amber LIT Converter http://www.

com/abclit. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. Bapaknya seniman. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Pohon sirsak. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. kata orang ia bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Ayah punya banyak buku dan majalah. buku notes. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. tampaknya seperti dapat firasat. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. sebagian besar sudah aku baca. Ayah sedang bekerja di sawah. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. senter. Aku memeluknya rapat-rapat. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. sayang ia tidak kemana-mana.html buntilnya juga berisi sepatu lars. Kami makan berempat di meja dapur.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. Ia sudah pensiun sebagai guru SD.processtext. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adikadik di kampung-halaman. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Dia pintar pidato.Aku kembali ke depan.processtext. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab.html . Mak Panto adalah adik Ibu. Ketika jadi juga merdeka. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. Aku respek padanya. Din bilang kami akan balik besok pagi. dan potlot pendek. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap.com/abclit. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi ABC Amber LIT Converter http://www. nangka.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. dan salak. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. Kata Ibu. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Ketika baru diajak makan. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Ayah pulang dari sawah. Kumis dan berewoknya sudah berhari-hari tak dicukur. Kain sarung disampirkan di bahu. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. masih yang dulu. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. Tampak kasar jemari ayah. dan uban memutih di sana-sini.

kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. Kami pun menyalami dia.com/abclit. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Kurangkul dia. istri mamak. Meski umurnya enam tahun lebih tua. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. Badannya besar dan tinggi. lalu dibawa duduk di ujung tikar. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Beda sekali dengan kebun para." kata mereka. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Kebun para itu tampak sudah pada tua. Kejai adalah sejenis beringin. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah."Ini Tam datang. main domino di lepau. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. karena sedang sekolah. matanya berkacakaca. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. dan mencari buah manggis. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. dan menyalami orang-orang.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. yaitu perca. atau ringkanang ke hutan. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit.html . dan ketika melihat Din mereka melambai. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. "Sedang di sini rupanya beliau. Tapi mereka tidak punya biaya.html pula.processtext. berkulit kuning seperti Ibu. Bibit ketiga jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Tapi kelapa sawit. Kasihan kebun para itu. duku. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. istri. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda." kata Din. Jaga durian waktu malam. kami turun. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. dan Mamak diberi baju bersih. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. Uci. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana.com/abclit. lantai dan dinding dari papan. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. Rumahnya bertiang tinggi. Labai. Di hilir tadi. Sesewaktu mobil ditepikan.processtext. Mak! Ayah kami juga ikut. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. apalagi jadi kaya. Apalagi di musim kupon karet dibuka. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi.ABC Amber LIT Converter http://www." katanya. Ketika uci bilang supaya ABC Amber LIT Converter http://www. dan atapnya seng. Buru-buru tikar dibentangkan.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. Sebelum para. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka.

"Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para.*** ABC Amber LIT Converter http://www. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal.ABC Amber LIT Converter http://www. Inilah jenis durian yang berdaging tebal."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah. ia juga terkejut dan agak tersipu.processtext.html masak nasi dulu. sisiran klemis. dan mendesah lebar di lembah."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. Aku menyalami. lalu melekatkan kaca mata hitam. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai.com/abclit. Di atas pita biru itu awan kini seperti corat-coretan potlot merah jingga. panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. Ia menepuki punggungku.processtext. Kami pun makan durian. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. ia tertegun menatapku." kata Din. Semua anaknya tinggal di hilir. dan lezat. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. dan bicara riang. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Setelah menyalam Din dan Ayah. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. kuning. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. Ayah diam saja. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. dan buahnya bergelantungan. badannya kutarik lalu kupeluk. "Rumah besar di hilir dijual.com/abclit. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. kubilang tak usah. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. Istrinya datang dan menyalami pula. Lalu kami pamit. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. Ia tidak berbaju. Aku terkejut. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda.000. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. janganlah ikut-ikutan terburu dengan Din. Mak Suki menolak dengan menggelenggeleng berat.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. hanya memakai celana sontok yang lusuh. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi.html .

di malam hari kamar-kamar dimatikan. mereka juga hemat waktu. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. melik-melik di kamar utama. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. SETELAH dua tahunan. Tetapi. memang banyak yang bisa membangun-bangun.processtext.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www." Bagi para tetangga rumah bertingkat. dan atap asbes gelombang. saya tidak tinggal di Perumnas. lantai keramik. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda." Begitulah. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. "Alhamdulillah. menurut pembantu. Artinya. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). Kami sangat senang mendapat rumah. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo Sumber: Kompas. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. "Alhamdulillah. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. tidak suka membuang-buang. Suami tidak rapat RT. tinggal satu lampu 10 Watt. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. Kata anaknya. itu adalah kemauan anaknya. Daripada menyewa berpindah-pindah. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. "kami tinggal di peternakan manusia". Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Rumah dan tanah berukuran 36/80. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. rumah kami sederhana saja. Tertutuplah.com/abclit. Tetangga sekitar. Meskipun. jelek-jelek saya tidak tinggal di Perumnas." Bagi orang yang masih menyewa. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. Kata mereka. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. termasuk kami. sangat kaya. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa. begitulah gaya hidup orang Belanda. Rumahnya ditingkat. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. Bagi orang gedongan katakan. "kami tinggal di kaleng sarden". saya tidak tinggal di situ. "Alhamdulillah. Pada mulanya berdinding kayu lapis. genteng tanah nomor satu dari Gombong. istri tidak arisan. Ada delapn ekor anjing kecil yang lucu-lucu dengan bulu yang sangat tebal. dan pagar merah dari batu laut. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara".html . dinding bata dan semen sungguhan.processtext. usuk kayu Kalimantan. "Alhamdulillah. rumah bertingkat itu membuat masalah." Bagi penghuni Perumnas yang lain.html Jl Kembang Setaman. atau "kami tinggal di kandang ayam". Lebih dari itu. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. Orang Belanda setidaknya punya satu ABC Amber LIT Converter http://www.

tapi mbok yaa ingat tetangga'. Diulang.com/abclit. Amin. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. ada perkembangan baru. "Ada kucing di rumah?" "Tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. rasa-rumangsa.. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'.com/abclit. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. di luar prinsipnya. tanggap sasmita. nol-nol. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan.processtext. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ah-uh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus.processtext. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. Namun. Walhasil." "Jangan begitu. Namun. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. "Maafkan kesalahan kami. Bikin kulit gatalgatal.html ekor anjing. ABC Amber LIT Converter http://www. kata anaknya menurut pembantu. saya bilang pada istri. Ia memberi-berikan anjing pada kawankawannya. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. sepulang haji." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya." balas Ketua RT. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Tuhan! Baca sendiri'. Kami tahu banyak salah. "Kita harus hidup rukun. Sindiran yang agak tegas. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. Atau yang lebih thok-leh. Dokter menanyakan. karena praktis melibatkan seluruh RT. Tidak juga laku. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. Harganya diturunkan. bukan bahasa pergaulan. seperti waktu di rumah. "Ya. Kami saling berpelukan." kata suami mewakili keluarga. Rapat RT memutuskan. Diturunkan. Logikanya begini. "Semoga jadi haji mabrur." CERITA ini yang lebih penting." katanya. Setelah sampai rumah. ya'. lho. "Itulah. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. 'protes. 'Ini. Ditinggal haji. "Bulunya itu. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. Namun. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. tentu. Ujungnya. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. "Amin.html . Maka kami senang." kami berdoa." kata istri dalam arisan ibu-ibu. semoga. Disuruh dia mengingat-ingat. Untuk apa tinggal di Perumnas. Seperti diketahui. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. Ha? Benar! Menurut mereka. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi." Lalu dilakukan tes suntik. Semuanya lewat pembantu. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. itulah. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. mereka tidak kembali ke Perumnas. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. seperti 'pelihara anjing boleh. keluar juga jujurnya." jelas suami. Singkatnya.. ya Bapak-Ibu. dan rasanan. Diulang. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. Siapa tahu mereka lebih diridhai. omong kesana-kemari. lama-lama keluhan datang juga. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. rumah itu gelap. tidak ada teguran. Orang hidup itu harus tenggang rasa." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. dan bulunya suka beterbangan." "Semoga dapat hidayah. Mesti orang berpikir. dan menuntut' itu bahasa politik." "Amin. Tetapi tidak ada protes. demonstrasi. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. Mereka mau naik haji." "Ada anjing?" "Tidak. Belum sempat Ketua RT bertindak. "Ya.. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing.

tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. Anak kami menitipkan anaknya. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. Kawan itu datang dan memagari rumah kami.processtext. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. yang tidak menyakitkan hati orang." Pasar Kembang adalah nama tempat. Tetapi. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Lain dengan kami.html Maka. misalnya. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Itu dianggap yang terbaik. warna-warni bunga sejenis (artikel. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka.com/abclit. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil.ABC Amber LIT Converter http://www." Maka RT mengadakan rapat. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. bulu kuduk mereka berdiri. kumpulan cerita). lalu Siskamling diajukan pukul 19. Orang pintar itu datang. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. Sambil menunjuknunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai waktu yang belum ditentukan. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. Alasannya. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. asal jangan menyarankan makanan jin. dasar orang Jawa. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. Tentu saja. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. ada adik-adik dari kedua belah pihak. Jalan keluarnya adalah voting tertutup.html . adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong." Setelah ck-ck dia membuat saran.00. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. Bunga Setaman itu makanan jin. karangan. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Mula-mula mereka heran. Malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Setelah dihitung. Nama jalan itu terserah. sejenis lulur. dan lari tunggang-langgang. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. Al-Falaq. sama-sama segannya untuk berkata tidak. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. kok keluarga besar. Meskipun demikian. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. Jin itu bertambah nekat. Jadi. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. setan ora doyan. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak.processtext. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. tanpa debat berkepanjangan. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Dan.com/abclit.00. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. dan An-Naas. "Lho.00 sebab mereka ketakutan. Tetapi tidak ada perubahan. digantung di temboknya. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang.

Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari.ABC Amber LIT Converter http://www. Satu. Api akan membakar mereka. Mmm. Biar jin-jin kepanasan! Biar. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. tukang ronde lapor Ketua RT. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. Jangan Kembang Desa. Setelah melihat papan nama katanya. Mereka akan ketakutan dan lari. Tiga." kata advokat itu. "Kembang desa?" Primadona desa. Mereka memborong ronde. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. Ketua RT menyampaikan pesan orang pintar. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian." "Nah. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. ini biangnya. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata.com/abclit. Malu-lah RT kami. Harapan kami sama seperti dulu. Jin terbuat dari api. menggaya). kita ganti dengan yang baru. Tetapi. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Tapi kami keliru. Tidak ada jalan lain. Terpilih nama Kembang Desa. "Kita buang saja kata kembang. Tidak ABC Amber LIT Converter http://www. "Inilah hasil maksimalnya. Keesokan sorenya kami gotong-royong. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Dua. meninggalkan gerobak dagangan. mereka tidak boleh mengganggu orang.processtext. Itu jin voiyeur. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. ada jalan. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Jadi.processtext. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. Kami menemukannya juga. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. ya. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. kembang yang tidak berarti bunga. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. sama sekali tidak ada bunga. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Kami berpikir keras. dan anak-anak menghilang." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. "Mereka sudah satu suku. Penjual curiga. Jalan buntu. Rapat RT lagi.html banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. Wedang ronde yang panas itu dilahap. yang iseng. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Ia pulang bersama orang pintar itu. Suatu malam ada penjual ronde lewat. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. tapi menggantung di udara." "Pakai kembang. dan bijaksana. Menurut mereka yang sensitif. Benar jin tua." "Lalu enaknya apa. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. Kami turunkan papan nama. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Nama diserahkan pada RT. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. pandai ilmu dalam. gadis. bagaimana kalau dikromokan. "Lha. pintar ilmu hukum. Mereka akan kecelik. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis.com/abclit. Maka. Lho! Iya saja. mereka kehausan! Tetapi tidak. Maka datanglah orang pintar itu. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga.html . Tukang ronde yang malang itu kontan lari." "Jangan. RT langsung mengadakan rapat darurat. Tertutup sudah. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. dan yang duda akan datang. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. mengganti nama jalan. Jin yang thukmis (suka wanita). kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. mereka merasa kembali ke asal. Ia duduk berdzikir di teras rumah.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ada ronde teng-teng, tidak ada sate te-satte, tidak ada bakmi duk-duk sreng. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong, nyanyi dangdut, suara klenengan, suara air terjun, suara anak-anak bermain, bayi menangis. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta, 13 April 2002

Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas, Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah, sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita, lebam-membiru bagai tersengat, sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu, berubah menjadi sarang lebah, penuh dengung, tanpa bahasa puji-sanjung; tak sedikit pun madu menetes dari situ. Yang ada hanya kepahitan, menetes-netes dari bahasa kutukan.Duh, betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon, bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Konon, perempuan yang jatuh dari pohon, bila sakit, sakitnya tak akan diobati; bila mati, matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Ya, betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Pohon apa yang ia panjat, dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat, tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai, mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun, kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini, aku tercengang dan merinding; masyaallah!). Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja, dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala, di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Tiga orang kakak Hindun, laki semua, dan entah sejak kapan tepatnya, satupersatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Merantau, sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bangau yang terbang tinggi? Tapi, ah, anak lelaki, begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Seperti Hindun dan ibunya, menunggu, mungkin pula tidak menunggu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang, di atas rumah pondok yang sederhana, meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua, mereka biarkan lapuk telantar. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu, itupun jarang bermalam. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah, sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula, tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya, dan mereka beralih menjadi pekerja sawah, pekerja tambang, atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Tak apa. Setidaknya, dengan tinggal di ladang, sayur-mayur tak hendak membeli. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Asal ada beras, urusan makan beres. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku, bila kami bertemu di pasar. Maklum, aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan, sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Maklum mata bujangan. Apalagi, ia lumayan cerdik. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tak jarang ia cekikik, yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. Perempuan jangan ketawa cekikik, senyum dikulum pasti lebih manis, itu pesan yang tak boleh diremehkan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal, membuka mulutnya agak lebar, tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Anehnya, justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Di samping tentu, hidungnya yang bangir, rambutnya berombak-panjang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping, bentukan alam pebukitan yang bergelombang. "Biarlah kami tinggal di ladang, merawat tanaman yang masih tersisa, sekalian menjaga makam ayahku," kata-nya jujur. Kutahu, ia memang sangat mencintai ayahnya, sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. Konon, ketika hidup, ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik, tapi usiamu, Hindun...," bisikku usil, merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang, mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa, yang datang malah bisa macam-macam; kera, beruang, celeng..." maka ia pun tertawa sesukanya. Tak terpikirkan, bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri, di dalam kampung. Bukan di pondok ladang. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup; tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan... Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang, harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. Dikeping dan diikat, dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya, membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api, melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh, nangka, jengkol atau apa saja ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html yang telah menyatu dengan belukar. Tapi bila musimnya, pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah, meski sedikit, dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ibunya tak bisa mencegah. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan, tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin, sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka, begitulah, ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Begitu banyak rambu-rambu tanda larangan, meski tak dituliskan. Anehnya, dari sekian banyak larangan, perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. Misal, perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman, tak boleh duduk di depan pintu, tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari, entah mengapa. Memang akan ada saja alasannya, seperti tak bakal dapat laki, jauh dari rezeki, bahkan bisa gila, tapi juga entah mengapa. Memang pula larangan-larangan itu baik maksudnya, sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak, apalagi kalau rambutnya basah. Tampaknya, soal etiket. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas, mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum, meski tak harus melanggar. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga; kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman, tak seda dipandang, laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut, sampai-sampai harus ke halaman, kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau, bila perempuan larut berdandan, tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm... Namun, pantangan itu masih lumayan adil. Artinya, tidak hanya buat perempuan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari, tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Bukan, bukan itu alasannya. Tapi, dengarlah; mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu, dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Begitu. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami, tak luput dari rambu-rambu yang digariskan, semisal dalam urusan berpergian. Jangan berjalan di hari Selasa, sebab Selasa hari api. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Benarkah? Entah. Yang jelas, bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh, mereka memilih hari selain Selasa. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk, atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa, yakni petang Kamis malam Jumat. Inilah hari baik penuh berkat. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa; kupu-kupu pertanda tamu, ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting, elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi, membuat kami begitu berhati-hati. Begitulah. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Sedari kecil, anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon, meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan, rimbun dan rindang. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki, begitu adat kami mengajari. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Mereka cukup puas bermain yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sepantasnya saja; petak umpet atau lompat tali. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Kami akan berteriak dari ketinggian, mengabarkan betapa kami telah melihat laut, laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka, dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak, ada kapalnya enggak... Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada, lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur, jawab yang lain menghibur. Tentu, karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut, bahkan danau pun tidak, melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah... Namun, bagaimanapun juga, kami yang laki-laki masih lebih beruntung; menerka-nerka yang tampak. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Atau, mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Yang jelas, tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Juga saat musim buah tiba. Anak-anak perempuan cukup jadi pengumpul buah yang kami petik, dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahandahan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun), tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting, dedaunan, di semaksemak tepi jalan, di antara batu-batu di tepian... Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru, benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu, dengan melewati ladang-ladang yang ditinggalkan, mata Hindun masih saja penuh keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Hindun, perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan, dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan, bahkan untuk sebuah larangan. Maka, begitulah, hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa, kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum, menggelinding di lereng bukit, tersangkut di akar. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih, tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang, mencari buah yang masih menggantung. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh; dilobangi tupai atau kera. Hati-hati kakinya berpijak, sigap tangannya mencari dahan berpegang, karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Saat-saat memuntir sisa buah, seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. Begitulah, buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Tentu, saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar, beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas, atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Bahkan dengan pandangan. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Dikatakan begitu, karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sebenarnya. Dikatakan pohon Barangan, hanya daunnya yang mirip, tapi tak berbuah. Dikatakan pohon damar, hanya batangnya yang serupa, tapi tak bergetah saat ditakik. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua, mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah, mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). O, ya, mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Pokok pohon itu teramat kukuh, penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Bila memandang dari jauh, lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh, tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekukbergelombang, membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Andai saja ia ditebang, tentu akan segera terasakan ada yang hilang; lereng bukit itu bakal kosong, dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca; para pencari damar yang tersesat di hutan, para perantau yang lama tak pulang, atau pengembala ternak yang kemalaman. Tapi, tentu tak bakal ada yang berani menebang. Jangankan menebang, mendekat saja tak ada yang berani, kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun, gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu, nekad. Tanpa sepengetahuan ibunya, ia datangi pohon itu, dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit, cengkeh mati bujang, kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan, sekaligus melunaskan dendam! Ya, bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Tapi selalu terbentur soal hak. Hak tetua suku. Bukan si puak. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Pohon keramat. Milik tetua. Dan terjatuh. Hari Selasa. Dan ia, seorang perempuan. Lengkap sudah. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Bahkan mungkin lebih. Kubayangkan, telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar), namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar, tapi menyaksikan. Aku yang dulu hanya penerima kabar, kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya, Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon itu, mati. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bokongnya remuk, bernanah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan, sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk, dan tak seorang pun berani menjenguk. Hanya aku, kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah, ia ceritakan segala padaku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. Tentang dendam. Semuanya. Kecuali mungkin... hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya, dan aku pun tak berkata soal itu, meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau, di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau; tentang lautan, lembah, ayah dan saudara laki-lakinya. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Aku bergegas turun dari bukit, membawa kabar itu ke tengah kampung. Dan seperti kubayangkan, kampung memang teramat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. Sesungguhnya. Seakan tak berujung. bagaimana. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. melantunkan syair-syair..com/abclit. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. karena mereka membelot dari Belanda.ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. akhir-akhir ini. ikut menggulung layar pada saat badai. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. adalah pelarian dari Armada Bugis.com/abclit. itu tidak menambah apa pun.processtext. Sebentar saja. Hasil diskusi. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya.Nurhayati. waktu remaja dulu. Nurhayati berpikir. terletak di Lolohan Timur. Konon. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. Sepertinya. Juga aku. yang kepala dusun di sini: apakah betul. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. Di surau kecil itu. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. ketika lautan tanpa badai. Rumahlebah Yogyakarta. Perempuan-perempuan. Hamdani. Sementara itu. 2002 Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Beratap genting Palembang berwarna gading.processtext. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. dia selalu mengimpikan. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini.html . melihat nenek-moyangnya. akan datang seorang laki-laki. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. teman sekuliah dulu. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi ABC Amber LIT Converter http://www. Itu memang mimpi remaja. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal.html gempar.. lebih sering bermimpi. dari tengah lautan. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. yang datang pada tahun 1653-1655. Namun.

seharusnya engkau jadi penyair. ABC Amber LIT Converter http://www. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. Kau sering terlambat. waktunya selepas sembahyang isya. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. tertawa-tawa. Nurhayati. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. bertempat di masjid. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. Karena. "Rapat untuk organisasi sosial kita.html . menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya.ABC Amber LIT Converter http://www. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. melainkan ibadah setiap manusia. kamu sekolahnya paling tinggi." "Aku bisa menggantikannya. beberapa turis domestik. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. bapaknya tidak pernah ingin menjual). aku mendengar kabar. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). Dia melihat ke panggung rumahnya. Namun. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. yang bisa keliling dunia. cobalah. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya)." Nurhayati mengangguk cepat. Dia tahu. ***PAGI ini. kali ini. tanpa sekolah." Khotijah melihatnya. mungkin Mbak Mila setuju. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). yaitu menjadi ibu. Kemarin. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. Dan setelah beberapa kali bertemu. Kadang. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. Mereka berpikir. Tidak seperti engkau. untuk mendinginkan tubuh. Pikirannya terpotong. Kita kan pengurus. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah.com/abclit. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. tampak dari jauh. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. "Nur. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. Namun. Aneh. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak.processtext.html meninggalkan tempat ini! (Yah.com/abclit. "Kau bukan dari jurusan keguruan. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. kemarin malam. tidak yakin. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. aku mau sederhana saja. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. Mendengarkan pantunpantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya." "Nur. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. mengajaknya ngobrol. nasehat ini sering diucapkan. Padahal. sebagai sebuah proses "menjadi". bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. Sebetulnya. Apalagi. Padahal." Yah. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. honor guru TK di sana sangat kecil. bisa jadi bapaknya tidak setuju. Namun. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. Khotijah. di mana udara panas menggulung." Nurhayati diam saja. Benar juga kata temanteman. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. atau hanya untuk membunuh waktunya. Ada apa sih? Sebagai perempuan. Di sisi lain.processtext. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. Jangan lupa kau datang lebiha awal.

(yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. setelah ini. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. Lebihlebih ketika TK tempatnya mengajar. apakah itu masih disebut cinta. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Dia mengatupkan bibirnya. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. (Sesungguhnya. teman terakhirnya yang masih bujangan. Khotijah bercerita. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Karena begitulah norma. tempat bermainnya di masa kecil. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. sekalipun tak banyak juga waktuku. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. Rasanya semua sudah hampir selesai. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. Di saat-saat seperti itu.com/abclit. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Tapi sayang sekali. Di luar dugaannya. aku tidak bisa menjadi ketua. Namun. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara." Nurhayati membatin. "Tentu saja. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya).html . Sambil menyusuri tepi laut ini. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). Akhirnya. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Sekali lagi. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun.processtext. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. Di situ. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. Seperti nenek-moyangnya. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. Buat mereka." Nurhayati cuma diam saja. ABC Amber LIT Converter http://www. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. semakin kena abrasi dari lautan. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Khotijah. yang pasti akan mengganggu proses belajarmengajar mereka. kami menemukan sesuatu. Kau masih ingatkan.processtext. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. kau akan menjadi ibu dan istri. tidak banyak waktu untuk organisasi. kau tahu kan. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. yang keluar dari bibirnya. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. Sementara itu. kalau organisasi kita telantar. "Nur. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. Khotijah memegang tangannya. Tapi suatu ketika. aku mau menggantikan jabatanmu. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai.com/abclit. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang.html Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. dia tidak tahu lagi. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. camat dan bupati. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. Inikah sebuah penindasan! Namun. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. Beserta beberapa anak muda. Namun. Nur. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. akan menikah dalam bulan ini.

(dengan bahagia. Dan penelitian itu. Dan tak seorangpun yang tahu. apakah pernikahan itu perlu. ***KALI ini. akan selesai.html . Sementara itu. Karena rumah panggung itu. Di pantai ini. namun masih menampakkan kekokohannya. di sebuah perumahan BTN! Malang.com/abclit. di lantai dua. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. Dia mulai berpikir. Hamdani lewat surat. Dan rumah tinggal mereka. dia ikut mencarikan datanya). perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. Budiman berkata. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. Nenek berteriak-teriak ABC Amber LIT Converter http://www. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. Di ambang pintu yang terbentang. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. dan diriset oleh Budiman. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. Koran-koran lokal memuat fotonya. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi).processtext. yang menuju sebuah sungai besar. mengatakan kegembiraannya.html Sambil belajar. Memandangi jalan di depan rumahnya. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu.com/abclit." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. sebagai istri. "Aku tidak tahu. Banyak orang memberi selamat. dia duduk menghadapi fajar.processtext. dalam beberapa hari ini. setelah itu. Nurhayati menyusuri pantai. air matanya mengalir. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. tinggal nenek. kalau bercermin. yang peneliti. 29 Maret 2002 Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Nurhayati tak akan risau lagi. Ini berarti. adalah bagian dari dirimu sendiri. sepulang dari mengajar. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual.ABC Amber LIT Converter http://www. Keluarganya dan keluarga Hamdani.

Orang-orang terus berkerumun. menanti seekor buaya mengapung. dalam penantian yang memualkan.com/abclit. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan. Berderak-derak. Mati. Orang-orang akan kehilangan tontonan. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak.html .***LELAKI itu masih muda. gadis-gadis terpekik. Ia ingin turun dari rumah panggung. Menyeret buaya ke darat. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. membaur di antara orang yang berkerumun. dan luput dari perhatian.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor.***DI rumah panggung. Dia selalu membawa senapan ke sungai. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anakanak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. ABC Amber LIT Converter http://www."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai.Nenek. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. dan ingin bertemu. tampan. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. mereka meninggalkan tanggul sungai. Begitu asyiknya mereka. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. Melihat buaya yang terus berkecipak. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. dan melepaskan tembakan. menyemburkan darah searus dengan air sungai. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. si tukang cerita itu. Berburu buaya. Dia tak menghendaki buaya itu segera mati. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. Dua tungku panas itu padam.Dia cuma membidik. diam-diam. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu.Saat ia melepaskan tembakan. berteriak-teriak. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. mendekati lelaki pembawa senapan. Wajahnya mengeras. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. bermain lumpur dan lumut sampai siang. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Seseorang berseru. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Ditinggalkannya tepi sungai itu. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. berang. sambil bergumam. Kehilangan kekaguman. menuturkan kisah masa gadisnya. Terus menggelepar. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis.Orang-orang kampung mencebur ke sungai. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. Nenek duduk di lantai papan. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. dengan kaki pengkor.html dari ambang pintu rumahnya. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. Sungai menjadi amis bau darah buaya. Anak-anak itu mengelilingi Nenek. Mengulitinya. Buaya itu tak segera mati.ABC Amber LIT Converter http://www. seorang gadis dengan rambut tergerai. "Kaulah buayanya!"Berlarian.Belum lagi mencebur ke dalam sungai.processtext.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. menyelam. di ruang tamu. Lama dia menyusuri tanggul sungai. Di lantai dua. berjalan tertatih-tatih. anakanak itu termangu-mangu di tebing.com/abclit. Ia tak begitu jelas mendengar. tertawa-tawa.processtext. memandang ke arah permukaan air. Kehilangan kengerian. Matanya meradang.

yang berjalan dengan terseok-seok. Terpana. memandangi Nenek. lelaki pembawa senapan itu melamarnya. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Mereka menghambur ke jalan. Saling dorong.""Di mana ia tinggal?""Di sini. "Gadis berambut panjang itu masih hidup. Berkali-kali. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. Berenang."O. Berkecipak. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Mereka hidup bahagia. Tengadah. berhenti bergurau. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai."He. Gadis berambut panjang itu mengerling. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. Nek?""Masih."O. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. Berjingkat bangkit. saat ia dengar."Hai. Sopan. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahuntahun ia dalam pingitan. Lelaki pengkor itu ingin disapa. Mengembangkan senyumnya.""Lalu. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. Ditutupnya kembali jendela kamar. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. mengajak berbincang-bincang.html ."Anak-anak terpana. berkedip-kedip. agak lamban. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu mengguncang dada perempuan berambut panjang." sahut Nenek. gadis berambut panjang. Nek?""Merantau. berlarian ke sungai. Tercengang. Berjejalan.html dari jarak dekat. ABC Amber LIT Converter http://www. Bergerak menuruni anak tangga. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. akan lahir dengan mata juling. Dia menyangka. Tertawa-tawa. Hati-hati. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka.""Ooo."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk.Mendadak anak-anak berhenti bermain. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. mencabik-cabik tubuhnya. dan merasakan kekecewaan. Mencari-cari wajah gadis itu.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. Dia murka.com/abclit. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Mencebur ke dalamnya. Tak disangkanya. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai.com/abclit. yang gagah dan lucu. mencibir. membosankan!"Tak ada sahutan. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Berdebar-debar. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. hingga terasa kegelapan menyekap. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Tapi. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. anakmu yang kedua. malu-malu. dengan bibir yang jontor. setengah hati. Terdengar ketukan pintu.Tangga rumah panggung itu berderak-derak.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. semua buaya sudah ditembak mati. Ibu muncul belakangan."Nah.Si gadis berambut panjang tak menyahut."Anak-anak itu bersorak.""Mereka di mana. melongok ke bawah. terpikat pada cerita Nenek. Bermain-main air. dia berhenti. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. Wajah Nenek tampak sedih. Kelak. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. Kadang membujuk. Tak yakin hatinya."Gadis berambut panjang merasa terhina. lelaki dan perempuan. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. hingga dia berani mandi di kali."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang. tertatih-tatih. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. Neneklah orangnya. Bertabrakan. tidak."Gadis berambut panjang itu jadi menikah."Tentu. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti."Di kamar melulu.Lelaki pengkor.processtext. kau akan memperoleh anak bisu-tuli.

Matanya kelabu. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. pundak dan topi-topi. "Kusir!" Iona terkejut. Sang opsir duduk di kursi penumpang.. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. melewati rumah-rumah panggung.NegaraPandana Merdeka. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. mau kemana kau. ke Viborskaya. Iona mendecak. dia mirip permen jahe. Sesaat.processtext. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. menggelengkan kepala.. tak terurus.processtext. punggung kuda. memutih. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan).html Rambutnya panjang.. sang kusir. dari lukisan-lukisan alam nan biru. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. ia mencambuk kudanya." terdengar oleh Iona. kegelapan malam datang menghampiri kota. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. Iona Potapov. meninggalkan sungai.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. Tumpukan salju telah menimbuninya.com/abclit. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke ABC Amber LIT Converter http://www. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. telah lama memutih karenanya.ABC Amber LIT Converter http://www.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. "Ah.html . Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja. Kakinya pengkor. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. Si kuda betina menggerakkan leher. Anakanak bersorak ketakutan. dan selanjutnya tidak.com/abclit. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. "Hai. "Kusir. menyambar pakaian mereka.

.. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal. dua di antaranya tinggi dan kurus. he..." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk. baginya sama saja.... tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu.. Tiga orang laki-laki.. Mereka tentunya tahu hal itu.... "Mereka bajingan!" kata sang Opsir. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar.... "Kusir. "Cambuk! A ha. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. saya dan Vaska minum empat botol brendi. satu rubel**.." "Ya betul." "Ya. "Kau akan berangkat atau tidak.. "Ada apa?" tanya sang Opsir.processtext. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda. Dia mendengar pula cacian orang-orang.. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya. naik ke kereta.processtext." "Demi Tuhan.. "Ada kok.. "Dia bohong seperti binatang. "Kami bertiga. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda..com/abclit." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya. Tetapi harga tidak menjadi masalah. dua jam... Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang.ABC Amber LIT Converter http://www.. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona... ada. "Baik. Dua puluh kopek." "Ha. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau..html sebelah kanan!" Sang Opsir marah.. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. sebetul kutu batuk!" "He. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan..." "Aku tak mengerti..html .. Yang penting ada penumpang. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher.. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya. demi setan!" Si Bungkuk menyela...com/abclit.. maka ia lah yang harus berdiri.. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona.. ha. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk." kata salah seorang yang jangkung." "Hmmm. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. he... Setelah menunggu sedikit jeda. "Kamu linglung... betul kok.. Satu jam berlalu.. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya.. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna." Iona tersenyum lebar.. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah. "Kemarin di rumah Duhmasov. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar.. Anak ABC Amber LIT Converter http://www. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit.. lima kopek. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram.. Ha. buat apa kau berdusta. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya.. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda." Iona tertawa. harga yang tidak seimbang... tingkah polah dan omelan yang panjang. Anak saya meninggal.. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. kecuali hanya desisan. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat. Iona menoleh pada mereka. minggu ini. "Tuantuan yang berbahagia!" "Cuih.

ha.. dan makanan kudanya.. demi kesehatanmu." Si Bungkuk menarik napas...processtext. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung. "Ayo Cepat! Tuan-tuan. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya.. Belum juga lima menit berlalu. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya... beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu...... "Mau minum?" "Begitulah. Hal yang aneh. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun.. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu.. jam berapa ini?" tanya Iona. "Tuan-tuan yang berbahagia." Iona tertawa..com/abclit." "Minumlah.html saya minggu ini. eh malah dia datang pada anak saya. "Ya. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya.. kuburan! Anak saya pun meninggal.com/abclit.... dan memutuskan untuk bicara dengannya. Anakku. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli.ABC Amber LIT Converter http://www.. "Saya? Ha. he... "Itu sebabnya aku sedih." Di salah satu sudut...... Tetapi ia tak melihat apa pun.. he.. seorang kusir muda terbangun.. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap.. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu. "Kembali ke terminal!" pikirnya. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air.... Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. "Kawan.. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu. Ia mengibaskan pecutnya. He.html .. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. apa yang ABC Amber LIT Converter http://www. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab." pikirnya.. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara. Di lantai. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah.. selalu hidup lebih tenang. Udara pengap dan bau. "Hampir jam sepuluh... Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya. Seharusnya dia menjemputku. yang sanggup mencukupi makanannya. bertekuk dan menyerah pada duka lara. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. Ia ingin membicarakannya dengan serius.." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal.. bagaimana anaknya menderita.. ke terminal. di rumah sakit. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur... ha. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil. ha. "Ha.. "Kita semua akan mati..... Kematian memasuki pintu yang salah. Setelah menerima 20 kopek.. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur.. kau dengar." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. meninggal"... Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar. akhirnya mereka sampai. anakku meninggal minggu ini. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung.. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah... dan tersusun.processtext. tetapi belum terlihat. Iona melihat pada orang-orang ini.. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. Sebesar rasa haus pemuda itu. "Buat dedak saja sudah tak cukup. ha... ia mulai berlari kecil.

Moskwa. "Selalu ada waktu untuk tidur. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. "Ayo terus kunyah.processtext. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. jerami.. dan kamu adalah ibu kandungnya. "Ah lebih baik melihat kuda. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. cuaca. kemudian anakmu mati." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Chekov-Raskazy I Povesty. menarik napas..... meratap. juga padanya. Anisya.com/abclit. bukan aku.. di desa.. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai.. seandainya kamu punya anak.." Iona terdiam sejenak..." "Tapi. Mestinya dia masih hidup. 'Toska'. Dia berpikir tentang dedak.. Sang pendengar akan mengaduh." kata Mas ABC Amber LIT Converter http://www. Ia masih mempunyai seorang putri.. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura.. kemudian melanjutkan: "Begitulah.. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. ..P. Ya...." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.. hal: 56-60. Makanya harus bicara pada seorang wanita. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. dan mengendus tangan sang majikan. Kau akan tidur nyenyak.ABC Amber LIT Converter http://www...html ." pikir Iona. sambil menatap matanya yang bercahaya.html dikatakan sebelum anaknya meninggal. Ya. Aku terlalu tua untuk jadi kusir..com/abclit. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya.. tak ada yang perlu ditakuti. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. Dia pergi tanpa alasan. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir.processtext. ketika sendirian begini.. bagaimana anaknya meninggal. Kuzma Ionitc telah pergi. mendengarkan.. Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. kusirmu sekarang. Bayangkan. 1964.. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. kita hanya makan jerami.. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan.. Gus Jakfar memang luar biasa.....

yang selama ini merasa dekat dengan beliau. "Gus.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. "paling tidak kini." "Ya. "Mungkin saja.com/abclit. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. masyarakat pun geger. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus.html Bambang. 'Wah saku sampeyan kok mondol-mondol." tukas Mas Guru Slamet. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar." "Saya malah mengalami sendiri. Waktu itu Gus Jakfar bilang. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. kita tidak tahu. Sekilas saja beliau melihat kening orang. sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. Saya kok merasa tidak berubah. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was.com/abclit. 'Sum. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. di samping silaturahmi seperti biasa. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. dan rasa takut." kata Lik Salamun. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa.processtext. Gus Jakfar bilang kepada saya. Takut dibaca tandatanda buruk saya. ini ada hikmahnya. sesuai usul Ustadz Kamil. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. "wah. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. 'Kang. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang." sahut Ustadz Kamil. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu." ujar Ustadz Kamil." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. "kok sekarang tiba-tiba mak pet. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. Sebelum dilamar orang sabrang. was-was. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. Kalian ingat. kulihat keningmu kok bersinar. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya." timpal Mas Guru Slamet. esok harinya." jawab Ustadz Kamil. tak ada hujan tak ada angin. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. "Matanya itu lho. Dan percaya atau tidak. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. "kalau saja kita tahu kemana beliau. kan ketemu Gus Jakfar." kata Lik Salamun. "waktu itu. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun ABC Amber LIT Converter http://www." "Tapi bagaimana pun. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. jauh melebihi yang sudah-sudah. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. lalu pikiran saya terganggu. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. Singkatnya. dimana Gus Jakfar prei." "Kang Kandar kan juga begitu. terutama para santri kalong. tidak mengajar. sudah ada yang ngelamar ya?!'.html .processtext." Begitulah. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan.

" Dia berhenti lagi. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. menarik nafas panjang. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau.processtext. Saya diterima dengan penuh keramahan. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. Masak seorang yang dikenal wali. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana.com/abclit. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. Diam agak lama." "O." "Terus terang. Bicaranya jelas dan teratur. Saya mencoba meyakinyakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. "Kalian ingat. Di gubuk yang terletak di tengahtengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. Kata ayah dalam mimpi itu. disurat sebagai ahli neraka.html tak mau. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. Saya melihat di kening beliau yang lapang. dan disegani banyak kiai yang lain. ABC Amber LIT Converter http://www. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. Tak mungkin. Nama Kiai Tawakkal. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing. Pasti saya keliru. tapi tak bisa. baru kemudian melanjutkan. Ternyata ketika sampai disana. Dan betul. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. ada tanda yang jelas sekali. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. ada seorang tua yang memberi petunjuk. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. membuat kami tidak sabar.' 'Ya. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. Gila. Mbah Jogo. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha.html .processtext. Begitu sampai seberang. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. maka serempak kami mengangguk. tapi kami diam saja. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. berilmu tinggi. baru setelah menyeruput kopi di depannya. kiai Tawakal. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. sejak bermimpi itu. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Saya yakin itulah orangnya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. terus saja nakmas menyeberang. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari.' katanya." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. itu. Tanda itu terus melekat di kening beliau.

beliau berbelok. memanggil-manggil nama saya.com/abclit." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya ABC Amber LIT Converter http://www. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. menjabat tangan saya dengan ramah. saya pun membuntutinya dari belakang. Akrab dengan orang-orang beginian. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. saya kaget. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. 'Kopi satu lagi.html tahajjud. Ketika kemudian saya ikut belok. kiai memperkenalkan saya.ABC Amber LIT Converter http://www. sementara yang jauh. kepada orang-orang yang ada di warung. mujahadah. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. tapi juga tidak terlalu jauh. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. witir. tidak terlalu dekat. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. dan sebagainya. Terdengar gelak tawa ramai sekali. Memang betul. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. Dengan bengong. Cari pengalaman katanya. serta merta mengulurkan tangan. Semacam lelana brata kata mereka. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Warung penuh dengan asap rokok. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. Ah. Lalu. melambaikan tangan. bercanda dengan wanita warung. menemui tamu. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. dzikir malam. bisa berada di sini. Masya Allah. dan semisalnya. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. Katanya: 'Ini kawan saya. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. Ah.com/abclit. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. Saya masih tak habis pikir. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar).html ." "Begitulah. saya hampirhampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini.mengisi pengajian umum. pada suatu malam purnama. Dengan hati-hati. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok.processtext.processtext. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. Melihat waktunya yang sudah larut.' Mereka yang duduknya dekat. masih seperti dalam mimpi. ke warung biasa saja tidak pantas. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. tapi menurut santri-santri yang lama. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. pikir saya.

melambai kepada semua.processtext.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya.processtext. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan.com/abclit. Kedua. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. berdiri.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. lalu menerobos hutan. Seperti kerbau dicocok hidung. aku adalah milik Allah. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. kau boleh pulang.html . Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. Dan. menunggu. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. 'Mas. pantas di keningnya kulihat tanda itu. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. kiai berkata mengejutkan. sudah larut malam. Sampai di seberang. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. Setelah sembahyang subuh nanti. 'Biar cepat. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. 'kita masih punya waktu." "Ketika saya ikut bangkit. tiba-tiba dengan suara berwibawa. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. kebanyakan mereka orang susah. 'kita pulang. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. Beliau melambai. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. kiai membayari minuman dan makanan kami. ujub. Karena pertama. O. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. 'Anak muda.' Saya tidak merasa diusir. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. Ternyata setelah melewati kebun sengon. Sampai di seberang." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. sebagaimana neraka dan sorga. kita ingin berdekat-dekat denganNya." "Kami melewati pematang. 'Ayo. 'Kita istirahat sebentar. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Saya tidak bisa berkata apa-apa. saya pun mengikutinya. saya ABC Amber LIT Converter http://www. kau kan tahu. kemudian keluar. 'Ayo!' teriaknya. seolah-olah di atas jalan biasa saja.html malam ini. Seperti mereka yang di warung tadi. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok.ABC Amber LIT Converter http://www. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. 'Sebentar lagi subuh. Beliau yang kemudian terus berbicara. Sebagai kiai. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. Maka terserah kehendak-Nya.com/abclit. Untung saya bisa berenang. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar.

html celingukan. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. politik. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya.processtext. filsafat. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe.com/abclit. "Bung. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. seseorang menghampiri saya." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. Dengan bingung saya terus berjalan. jangankan Kiai Tawakkal. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri.html . Kami. Edisi 05/05/2002 PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Tinggal meja kami yang masih bertahan.processtext. dan pamit. Namun. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. 'Ini titipan Mbah Jogo. tapi kami yang dari tadi mendengarkan. Ketika saya mengiyakan. Aku tertanya-tanya. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini.' Begitulah ceritanya. Tapi. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. ***Rembang. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. Baru setelah sembahyang. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. tak jadi di lobi United Nations. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal.com/abclit. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. mengapa dia ABC Amber LIT Converter http://www. atau agama atau desasdesus yang jalang. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. aku bangkit dari tempat duduk. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. 'Mana saya tahu?' jawabnya. orang yang mirip beliau pun tak ada. Menjelang pukul sepuluh.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. katanya milik sampeyan. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. teater. Seperti orang linglung. tapi bukan surau bambu.ABC Amber LIT Converter http://www. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. masih diam tercenung. seni lukis.

tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. maka satu goresan sudah lenyap dari sana." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir.. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. di mana katanya. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kotakota metropolis yang baru. Dan dia ngeloyor ke luar. di depan counter. Pernah sekali. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. mengikuti pameran lukisan di sana. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. Aku diam saja. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. lantas Stockholm. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. di kota itu masih banyak propagandis merah. tapi akan terbang ke Praha. Dan menjadi tanda-tanya besar bagiku. dan kataku. telah terbang ke Jerman. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. Beberapa hari kemudian. Ternyata aku salah sangka." pintanya. Semua bon sudah dia lunasi. saya bahagia mendengar rencana Anda ini. menyusul Pretoria. "Bagus. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. di New York juga. dia akan berpameran.processtext.html tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi.com/abclit. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia.html .processtext. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun.com/abclit. aku membayar pesanannya. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. siap menyambut kedatangannya. hidup dengan pembicaraan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami.ABC Amber LIT Converter http://www. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. Jangan ceritakan kepada yang lain. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. National Meseum of Modern Art di Washington DC. lantas di Guggenheim Museum. Hati-hati. Setelah United Nations Plaza tempo hari. Tak jadi di sana. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. katanya pada malam berikutnya." Setelah itu dia benar-benar menghilang. tak jadi ke sana. "Sekali lagi. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. tanpa sepengetahuannya. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. katanya. mudah-mudahan yang ini berhasil. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. ini hanya untuk Bung. "Selamat. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe.. Kemudian. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. Seingat saya. "Kuatkan hatimu. bergabung kembali dengan teman-teman. Selamat. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. tujuan yang benar adalah London. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. bisikku membujuk hati sendiri. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka..

processtext. sebulan yang lalu. selalu serius. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib seburuk ini. Ibarat lukisan. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin mainmain dengan nasib si-pelukis. tetapi juga merangkulinya. katanya. apa mau dikata.. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Dicapai kata sepakat. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. memang dia. dia enggan untuk menghampiri. Tetapi. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. tak jauh dari rumahnya. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. Kami tak percaya.com/abclit. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Semua murung. ABC Amber LIT Converter http://www. Matanya kosong. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita.html . cuma memakukan matanya ke lantai. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. dia hanya diam membeku. Katanya. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam.com/abclit. Semua mutung. Ya. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain.processtext.. Semuanya kena. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. ***DARI udara. Katanya. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. Tetapi. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. Kalau ditanya dia tak menyahut. Ketika meja sudah penuh terisi. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. Demi Tuhan. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. jidat selalu berkerut." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubun-ubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. Keesokan harinya. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah.html ngalor-ngidul dan tawa berderai. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Apalagi sipembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. Tetapi. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. Anehnya. Katanya meyakinkan. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. Waktu itu. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi.

saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. walaupun penderitaan mengelilingi. Aku tersenyum. begitu hendak memeluknya. Sungguh. dan katanya. Perhatikan matanya.html . Sebelum tiba giliranku berpamitan. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. apa yang dia katakan?" tanya mereka. sehingga dapat ganjaran seperti ini. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. "Kalau dia punya uang suatu ketika." komentar seorang teman. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. ribuan."* ABC Amber LIT Converter http://www. Kami melangkah mendekati pelukis kita. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya.ABC Amber LIT Converter http://www. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. "Takkan salah.. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah.com/abclit. "Jangan lagi berangan-angan terbang ke mana-mana. "Maaf Bung. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. menatap mataku.processtext. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. Bingkainya belum dirapikan benar.html persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. Sesekali." Dalam perjalanan pulang. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. boleh juga mengecoh berseloroh. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. mau menegakkan harga diri. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. Di belakangnya..processtext. Kami tanya. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Anda akan menjadi besar di sini. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan.com/abclit. Beberapa lembar uang ratusan. kupikir. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. tumpang-tindih di situ. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. kapan diselesaikan. dia tidak menjawab. "Heran. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. Kami yang datang menjenguk saling pandang. benar kata teman tadi. saya telah beratus kali berbohong. walaupun dia hanya tetap membisu. dan aku meletup. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. ini lukisannya yang terbaik. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. Kami kembali saling-pandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan.

Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. Namun.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. Atau. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang.com/abclit. menghadang kendaraan umum lewat. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher.processtext.html Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Ia tampak cemas. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. Ya. Orang-orang yang ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. Matanya mendelik. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. lidahnya terjulur. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. tergesa-gesa.com/abclit. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. berhenti di pinggir. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin.ABC Amber LIT Converter http://www. sepeda onthel dengan keranjang sayur. Tidak terlalu tinggi memang.processtext. menggigit bibir.html .

Namun.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya.Percakapan mengalir dari mulut orangorang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. Lalu. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. ah. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. kaku seperti gelondong kayu.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah.ABC Amber LIT Converter http://www. melainkan gambar tato keris. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan.com/abclit. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi ABC Amber LIT Converter http://www. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. merangsek masuk ke dalam. Betapa mengerikan. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. menampakkan keterkejutan luar biasa.html . menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Tubuhnya basah keringat. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. Mereka tahu. membuka. Mereka bertanya-tanya dalam hati. dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. menutup mulut dengan telapak tangan.html hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. terus tegak di situ. Tubuhnya kekar. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Mudrika. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. atau memejamkan mata. Kedua lututnya gemetar. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya.processtext.com/abclit.processtext.Matahari kian merangkak ke atas. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. Percakapan kembali membuncah.

seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. mengedarkan pandangan pada kerumunan. Membuat gadis itu gugup.html secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. memang begitukah tabiat seorang laki-laki.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu. dibolak-balik. mengerutkan kening. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. dibuka. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. tajam."Tergeragap. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu."Shin Ling. andai saja dia mau bersabar. Atau.. secepat itu pula mereka segera melupakannya. * Depok. pasti tidak begini kejadiannya.processtext. luntur terkena keringat. lalu. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu.processtext. seperti tidak bergairah. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. Shin Ling. preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri.. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. Namun.html .. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". Pula hatinya kian disesah rindu. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Kenapa Mudrika.com/abclit. cintanya ditolak. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati.com/abclit. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas. Namun. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. toko kita kini aman. tidak bagi perempuan itu. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. Shin Ling.. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. dibaca.Dan perempuan itu. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". Ah.

dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya.html . pintu pagar digembok. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. ibu pasti kabur.processtext. lalu nyerocos menembus pintu pagar. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. Padahal."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. Kasihan Rudi. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. Sudah barang tentu ada apa-apanya." keluhnya mengenang. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anakanak seperti ketakutan. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. Di waktu yang lain. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. Dan. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat. mestinya keluar masuk pekarangan. Istri saya menarik napas.com/abclit. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. Kalau tidak. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya.com/abclit. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. Tidak lebih dari seminggu. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. tapi tidak dalam waktu yang lama. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal." kata ibu mertua saya itu kepada saya."Istri Rudi itu tidak bisa masak. bapaknya capek.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. "Papi sih. istrinya tidak telaten merawat suaminya.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Tapi saya curiga. ibulah yang paling tahu apa ABC Amber LIT Converter http://www.Ibu mana?" tanyanya cemas. Kami sudah menduga apa yang terjadi. tidak terlalu pagi. kecuali masakan ibu. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. sehabis jam kerja saya. ia berkata: "Kasihan Rudi. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya. ia tampak bersemangat.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www." Saya belum sempat bereaksi. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. Padahal. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang katakata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. Sayalah satusatunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu.html Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas.

apakah artinya kertas-kertas itu. Bu. apalagi ibu."Kok. Bahkan. ibu sangat berubah. atau seratus ribuan. Siapa lagi kalau bukan dia. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. Soalnya. sekaligus pendiam. Di bulan pertama itu. Nanti. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu.Seperti kejadian seminggu lalu." jelas istri saya." kata istri saya. saban Kak Nurma menelepon saya. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. Bu. Untung pembantu itu jujur. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. kalau hari tidak hujan.ABC Amber LIT Converter http://www. Sudah lama ibu tidak mengambilnya.com/abclit. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. ketika ibu ingin makan buah itu. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. Ibu sekarang mau ke sana."TUHAN punya kehendak lain. Atau untuk membeli keperluan dapur. seminggu sebelumnya. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. kamu tertawa?""Habis." ujar orang tua itu dengan mata berlinang.processtext. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan."Anak itu memang pencuri. juga sering ditemukan apel busuk.com/abclit. Tapi. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu. Pandangan matanya terlihat kosong. suka lupa.html . dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. Soalnya ibu hampir-hampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. ABC Amber LIT Converter http://www. di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. sejak dari dalam kandungan. Kami. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. hilang. petugas kebersihan pemakaman.""Kalau untuk akhirat."Ah. ibu mau boros. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. Dan. selalu bilang tidak tahu. pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu.Kalau sudah begitu. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. Tapi yang lainlain?""Apa misalnya?""Banyak. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. Nah.processtext. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu.html yang disuka Rudi. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Kami semua terpukul. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. Tanya sama dia."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma.Sejak kepergian Rudi. orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. Padahal.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota." saya bilang. jeruk busuk. Kamu mau. Gerombolan pengemis. ibu tahu apa yang disukai Rudi. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir.

Pintu pagar terbuka. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri." katanya ketika mau duduk. tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. berencana melapor ke kantor polisi terdekat. kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki. Itu kan menambah dosa jadinya. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. 10 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. suami Kak Nurma. enggak?"Ibu lama terdiam. Dan. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia. Saya langsung mengeluarkan mobil."Tidak. **Padang.processtext. Saya pulang ke rumah. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya.Mata ibu berkedip-kedip menahan sinar senter saya. ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. Bu. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap. Begitu mencuci tangan. ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. Biasanya kalau bersama ibu. makan saya jadi enak. dengan senyum seramah mungkin kepadanya. saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu. yang tadi mengejar neneknya. saya mengulurkan tangan. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana. sedikit saja. Ibu menurut. Kini.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. sambil menyusuri jalan pelahan-lahan. Ibu tidak ada. Tapi.html . Katanya mau beribadat. istri saya kelihatan cemas. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu berdiri menuju teras kembali. dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya. sesama menantu ibu.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu. Bang Sapar.PUTRI bungsu saya. Ibu tak ada di sana. dikaruniai tujuh anak.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Tentu saja dengan menjaga perasaannya. Betapa bahagianya dulu ia. Tapi." saya menengahi suasana. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan. Saya menghadiahi ibu senyuman.com/abclit. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas.html Jadi.com/abclit. Saya mengajak ibu makan bersama saya.""Ayolah. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya. ibu masih kenyang. langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah. Kita makan. ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Ya."Saya tak berhasil. Ibu membalasnya. tapi tidak tahu mau mencari ke mana. masa tua yang tak berdaya. memberi kabar tak sedap itu. saya masih punya harapan.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. istri seorang ambtenaar. ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol.Di kuburan kami bertemu berempat. berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Namun. terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.""Ibu jangan ambil hati. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari kata-kata istri saya yang menusuk sanubarinya. Saya meneruskan makan agak cepat."Ayo.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja. ibu mulai lagi bikin dosa.

Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah.html . aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu. dan setelah itu sering menemaninya ngobrol. dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang. "Jadilah kau sahabatku yang baik setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. seperti sekarang ini. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan. namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya. tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik. aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. kami menjadi akrab. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung. mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. aku selalu terpesona olehnya. semilir angin.processtext. Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa. hijau tumbuhan. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www. memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Semerbak wangi kembangnya. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna. hijau perbukitan.com/abclit.processtext.

Jika vila ini berada di ujung tanjung. sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas. Soeharto. Dengan demikian. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih. atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku. Anehnya. pernah pula aku mendapat ikan inada. Karenanya. Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masing-masing. sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik.com/abclit. maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami. Akan tetapi. Yoshida Tua. di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu.html yang palsu. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. sawara. Yoshida Tua. aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku.html . sejak saat itu aku mengendorkan sikapku.. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukitbukit di kaki Gunung Fuji. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah. paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memuji-muji indahnya alam negeriku. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimatkalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk. akhirnya merendah sampai ke permukaan laut.processtext. "Sekaruno itu. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif. secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Jika kita bicara juga.ABC Amber LIT Converter http://www. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua.com/abclit.processtext. yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu. tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. hingga aku selalu menunda kepulanganku. pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut." "Soekarno. yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning.. waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak. kadang-kadang juga iwashi. saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara ABC Amber LIT Converter http://www. aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari. jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya. kami jadi banyak membicarakan negeriku. Dan meskipun sangat jarang.

html . kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini. bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa. sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua.com/abclit. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. Ia lalu melanjutkan. yang telah maupun yang masih berkuasa. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti.processtext. Jika di luar sana kabut mulai turun. lantas merasa berhak menjadi galak. pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina.com/abclit. maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk. cinta. "Waktu muda. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan. kutenggak sake itu sekaligus. aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku.ABC Amber LIT Converter http://www. Juga dalam keadaan masih terdiam. dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku.processtext. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut.html kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup. kaca-kaca jendela mulai mengembun. kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Setelah itu. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. "Aku malah berpikir. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut. untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Karena ia tetap membisu. bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam.

processtext. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. Mula-mula pelan. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. bergerak-gerak. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. dan akhirnya lenyap. Kubayangkan.html .ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ya. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. setelah beberapa lama menunggu. perlahan-lahan menjadi suram. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. Gempa bumi. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. Aku tak tahu pasti. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. Edisi 08/18/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. ***Tokyo. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat.com/abclit. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. pikirku. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing.com/abclit. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak.html Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. Sayang sekali.

" ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san.Sejak beberapa tahun lalu."Sampai umurnya empat tahun. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. air mata Mariko tak henti berderai. Sambil menghapus air matanya. tak mengerti." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. Belum bisa pergi ke sana. Gadis kecilnya itu.ABC Amber LIT Converter http://www." Selama bercerita. Lebih dari empat tahun yang lampau.Mereka bertiga berpelukan. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. Diam-diam air matanya menitik. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. Bulir-bulir bening itu.processtext. saya masih harus menyelesaikan studi S2. membungkuk sebagai tanda hormat.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya.com/abclit. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. katanya. Puspa gelagapan." keluhnya lagi. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. Ah."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Mereka berpelukan sekali lagi. "Saya hanya titip salam buat Bali. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. Seerat yang dapat ia lakukan. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah.html . Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Lama sekali.processtext. seperti meledak-ledak. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Ia ingin menelan tangisnya. begini.Noriko. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. keluhnya dalam hati. sementara Ngurah Anom. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya.html SEPULANG dari Jepang. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko.***PERISTIWA di belakang panggung gedung pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. ia belum melihat ayahnya. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. tentu saja Cempaka. Puspa erat-erat memeluk anaknya. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. anak Mariko sempat kaget.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. Terasa asin. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Ia ingat." cerita Mariko lagi. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. asin sekali. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu.com/abclit. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. sudah sangat merindukannya. suaminya. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Ia seperti merasakan betapa haruABC Amber LIT Converter http://www. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. sembari tersedu menangis. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. "Kami tak punya pilihan.

. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. empat mahasiswanya. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. dan Gung Dewi. Lelaki berkaca mata itu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Ah."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang." kata Yamasita-san.com/abclit. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa.ABC Amber LIT Converter http://www. "Sudah saya pastikan untuk berangkat. ia tak kuasa menolak."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Tiga penari lainnya cekikikan. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri.html .Narita. Terpenting dari misi ini. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. ah."Huuss. menurut cerita Mariko." tambah Puspa. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. dekat sekali rasanya. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk.com/abclit. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. pedihnya. Yamasita-san di Bali juga dikenal sebagai seniman. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI. Usai menari. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai ."Udah. seolah lebih kepada diri sendiri."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya.html birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahuntahun tak mengenal ayahnya. siapa yang bakal menjemput rombongan. Komang Widiati. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya.""Soal itu biar saya yang mengurusnya.. Puspa merasa sangat teledor." kata Ratnasari singkat. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. Mungkin ia terlalu yakin. Selain menjadi penghubung para seniman. Anda siap?" tanya Yamasita-san.." jawab Puspa. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Ratnasari. Selain sudah sering ke Jepang.. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap.. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa.processtext. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita.. kita biasanya diajak jalan-jalan ke Akihabara."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja.. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasitasan. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak.Selama ini. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh Yamasita-san. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari.

tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor.890 yen.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Puspa-san. "Ia ingin menjerumuskan. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus.Setelah menghilang beberapa saat. Mereka terdiam. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya.processtext.. tak lebih dari satu jam."Ah tidak-tidak.com/abclit.html bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. Puspa tampak sangat gelisah. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Saya datang atas permintaan Kimura-san. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin. Puspa menolak. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta. Pada bulan April."Oh. Gung Dewi. Ini gila!""Ah. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam.Miki-san. Saya akan mengantar Puspa-san. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. saya datang menjemput Anda. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. bahkan menjual kami. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. "Nama saya Miki. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya.. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. ***SAAT turun dari bus.. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. yang akan mengontrak para penari dari Bali.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Kimura-san minta kita ABC Amber LIT Converter http://www. Ia makin tampak gelisah. Widiati. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. ke tempat kami.html . "Tetapi mengapa ia tak muncul. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya.processtext. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. Ia tertidur.Bandara Narita tampak sibuk... Ia memang tidak sedang berselera. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Puspa tidak mengerti. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo.ABC Amber LIT Converter http://www. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san.com/abclit. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Meski lanskap pagi seelok itu. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka.

Sampai siang hari. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. hingga akhirnya. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi.processtext. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka.processtext. Apa benar Kimurasan akan mengundang makan malam. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. aku tak merasakan lagi rasa ABC Amber LIT Converter http://www. silakan saya antar. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima." tambah Miki-san. Puspa belum sempat menjawab. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Di sini sudah disiapkan kamar sementara. Setelah mandi. Kalau benar para penari dikontrak.. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. Ada lima kamar. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali.ABC Amber LIT Converter http://www. para penari tak berbuat apa-apa. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. Puspa memanggil seluruh penari.html semua istirahat dulu. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit.html .com/abclit.com/abclit.. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. kalau-kalau tawaran kontrak itu tidak benar. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Bapak terus menghajarku. *** Jakarta.

Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. Bapak tahu sendiri..ABC Amber LIT Converter http://www. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. Entah ke mana. Ia tertawa. "Justru kamu yang harus pergi. Kamu tak lebih dari pejantan.html . Ia pergi bagai angin.. Aku yang mengandungnya. "Ya.com/abclit. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. kuayunkan pisau lipat. yang sejak tadi menangis terisak. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. hingga aku terpojok di sudut ruangan.processtext." "Bagaimanapun dia anakku. Tawa Bapak berderai.. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. Tak ada yang ditinggalkan. birokrat. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. entah berapa lelaki telah menggauliku. Terima kasih. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. Ibu. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah.com/abclit. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak.. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. dengan saya sendiri. "Aku ingin jadi politisi saja. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar... bisa-bisa. garong atau rampok sekalipun.. Bapak langsung bergegas. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. Tidak mahal Pak. Bentakan ABC Amber LIT Converter http://www.html sakit itu.. Mungkin dua puluh tahun. Soal itu gampang." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. manusia sejenis ular. kadal." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama." Ketika aku lulus SMU. ini risikonya kan besar. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku.. Hingga aku hamil. Aroma alkohol terus membadai. kalau hanya tanggung.processtext. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. Ini siapa ya? Oooo Bapak. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. buaya. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. mengiringi rebah tubuhku. "Jadi apa saja. Sinis. Melindungiku dari serangan Bapak. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak. Maling besar. macan. Wajah Bapak tergores. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. Namun. hanya tanganmu yang kotor. Ayo teruskan. Kalau jadi maling atau pembunuh. Darah menetes. Dengan sisa-sisa kekuatanku. "Aku senang kamu mulai berani melawan. langsung menubruk tubuhku. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Masam.Sekarang pukul aku. Sejak saat itu. selain sumpah serapah. Aku terhuyung. Yang kuingat. Bisa saja dia anak cendekiawan. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. Aku masih menyisakan perlawanan dengan menatap Bapak lekat-lekat. "Sebelum aku kau tiduri. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu.. atau koruptor. Tapi tidak mulutmu.. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Bapak meninggalkan ibu. politikus. seniman. Oke. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung.. hanya angin yang bisa kurobek. setan atau bahkan iblis. pengusaha. Jadi. tangisku pun terhenti. Bapak tertawa.." Tanpa memandang kami sedetik pun. Atau mungkin lebih.

Pembunuh besar!" Dengan pedih. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut.processtext. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit.. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. tapi cepat kecegah. darah. Air mataku hendak tumpah. Ibu harus menyerah pada maut. ABC Amber LIT Converter http://www. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum.com/abclit.com/abclit.." Akhirnya. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. darah.. "Ya.. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu. Bahkan harus disyukuri. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. Tubuhnya tampak kurus.. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. Ibu pernah mengucap.. Bapak masih menatapku dengan nanar." "Maafkan aku. Ia dengan cepat mengenaliku. Dan aku sepakat pada aturan permainan. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang." Suaraku tertahan." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu.. hingga sampai di ruang besuk. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah payah. Ibu terlalu berlebihan. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayap-sayap kecil terbang mengawal arwahku kelak..ABC Amber LIT Converter http://www.. anakku.processtext." Bapak mendesis. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. Ia berani membayarku dengan mahal. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan..." Aku tersengat. Maafkan aku.. dan darah! Aku sangat sedih. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar.. Eeeee.. Tidak akan menyebut nama dia.html kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan.html . Malaikat kecil? Ah aku yakin. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Bola matanya serupa bola api. Aku sudah berusaha keras. Keharuan menggenang di kantung batinku. dia harus menghadapi regu tembak. maling atau pembunuh macam Bapak. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. dingin dan terkenal "angker". Aku telah mengecewakan Bapak. Juga siang itu. sudah berapa orang yang kau bunuh. Meskipun tampak sedikit lemah. Pertanyaan itu begitu telak. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. "Tak ada yang perlu disesali.. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku.. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku.

Pelukan Bapak merenggang.processtext. Erat sekali. aku dengan senang hati menerimanya." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Pelan-pelan. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua. kemudian nyawanya loncat. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa. semakin gelap.. ah. fantastis. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. ***Jogja." Bapak langsung memelukku. Tapi tak juga menolong. awal Mei 2001 ABC Amber LIT Converter http://www.. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah. Waktu terasa melaju begitu cepat. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya.html Tapi. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik." "Mungkin juga arwah Bapakmu.." "Bukan itu.?" "Ya. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain. Tapi aku tak pernah tahu.. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu. Aku melihat wajah Bapak tersenyum.com/abclit. Dan kematian itu sangat indah. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. Sangat erat. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu.. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. bersama angin.com/abclit. Berulang kali aku membikin orang mengerjatngerjat kesakitan. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami... Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut.. Aku tetap saja gagal menguasai diriku.html . Kematian itu begitu indah. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku..processtext.. mencoba mengalihkan pembicaraan. pelan." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. atau pembunuh besar." ucapku pelan. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. Kami berpelukan. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami..ABC Amber LIT Converter http://www... anakku. "Kapan pun aku siap. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian.. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar.. "Biarkan kami bicara dulu.. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. Kurasakan pundakku basah. Erat.

. di depan benda-benda keramat lain. "Saya lapar manusia. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. hmm. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. Dan. tiba-tiba bersuit bagai melengking.. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. Tubuh kami besar. di atas barisan uwarek3. karena tiupan angin. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. Kuamati dengan teliti. betulkan kata Wetipo . yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. honai atau rumah adat suku kami. orang-orang Moni. bisa bersuara seperti suling. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. Tetapi bagiku. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. di punggung gunung di ketinggian 3. karena perang. Meski samar. Torang sandar pada tugé. kali ini tentu bukan karena desingnya." Bagi kami. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. yang walau seorang dari orang-orang Moni. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. Tetapi tidak. Betul kata Wetipo. suara itu tak lain suara punai. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. lubang-lubang itu.html .com/abclit. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. "Kau kini yakin. semua telah tak lebih dari kenangan. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper.processtext. Suara itu seperti desing. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. Sungguh ajaib! Dan. kami. ada dalam kesenjangan beribu tahun. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya.000 meter dpl ini. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. Angin yang selalu ada di sini. kutarik tangan. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu.. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke ABC Amber LIT Converter http://www. melainkan pada roh..processtext. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa.html Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Angin. Dan si batu. saat itulah. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. melainkan karena bentuknya yang ganjil. aku melangkah mendekati wesa. Torang1 sandar pada kareken. Terkejut. tampak mencolok. Suara itu berasal dari tugé. sungguh mengagumkan. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. Wetipo. Sebuah karya alam yang aih. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. Dan benar.. angin mengeras bagai menerpa. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. tugé itu. meliuk lapat menyentuh telinga. kami akan menjawab. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil.. bagai menyelusup di kedalaman kabut. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar.com/abclit. aku mendengarnya. orang-orang Moni. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. aku pun melihatnya: Tugé itu.. Ah. Sungguh aku tak habis pikir. o. Kecuali salah satu sisi yang pipih.dan aku harus percaya. menajamkan telinga. sama sekali berbeda. orang-orang Moni. ***KESENJANGAN beribu tahun. Dan." Perang? Begitulah. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang.ABC Amber LIT Converter http://www.

beginilah semua. melintas wajah Pak Piet. orang-orang Moni. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini." Melintas pula wajah Pastor Theo. di tanah kami. Tetapi begitulah. si Gabey terakhir. bertaburan. Bukan danau biasa atau danau air tawar. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orang-orang asing (kami menyebutnya orangorang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. dengan punggung tertancap panah. "Kewajiban itu jatuh padamu. dan itu artinya pula. dunia mulai berubah. leha-leha. porak-poranda. Betapa. "Kau harus ke sana. tetapi bagi yang lain seperti juga keyakinanku. walau ia bukan keturunan kepala suku. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau." ***BETULKAH. Bersama babi.com/abclit. di mataku. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. Dan. orang-orang asing itu. Melintas ingatan masa kecil. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung.. burung-burung dan binatang lain. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. Sampai kini aku masih heran. berburu. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. menenggak sopa4. dari depan honai-nya. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga sungguh ajaib. nyaris tak berubah. aku pun bertemu Pak Piet. inilah semua. selalu . kini. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. Ketika pertama datang.. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. Walau entah kapan.com/abclit. dengan tombak kayu. seperti yang kukatakan. Kalimatnya. dan berperang. panah. Jadi. Hanya kau yang bisa.processtext. Di antara mereka ada yang rebah. Gudang-gudang garam rubuh. aku kembali bagai disadarkan. tapi juga misionaris. pergi. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek.html belakang. betulkah aku bisa? Walau dunia kami.. Jermias. Jadi. Sarius Hopogan. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. Butir-butir garam berhamburan. "Jadi. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku).ABC Amber LIT Converter http://www. Di sini. melainkan sebuah danau berair asin. pada pikir kau bagaimana. Jermias?" Aku ABC Amber LIT Converter http://www. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda.. bergeming. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. ternyata.. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. Maka. dan Pastor Theo. bergulingan. tak berkedip. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. kemarin. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. Ah! Terbayang pula mereka. berlarian turun ke arah Lembah. Begitu Jermias Gabey.html . Katanya. Bayangkan.ada hal yang telah tak lagi sama. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. di belakangnya tergopoh mamamama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. Ah! Dan kembali. Seperti kata Wetipo. dengan karung-karung garam berserakan. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini.. Pergilah. Betapa tidak. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. Dan. Abgoktek. kami percaya. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. dan kapak batu. kami tidak. kami lebih asyik menggulung tembakau.processtext. waktu aku kanak-kanak dulu. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. kami hidup. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. segera.

." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. ABC Amber LIT Converter http://www. Menghancurkan? O.. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. "Torang butuh darah tumpah. "Akan kaulihat.. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. yeeeee. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu..di depan honai-nya. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. Tapi tak lagi. semua suku di gunungg ini. aku juga tahu. Torang mesti pelihara tanah.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. Abgoktek itu. orang-orang Moni. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan .html . ya. di kawasan gunung dan Lembah Besar. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas.. melahirkan anak. saputan gemuk hitam wam (babi).! Waaa. Akan sia-sia? "Tetapi. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. bila Anda bertanya perang suku buat apa. semua sudah. "Torang tahu kau punya maksud. "Tapi . datang dari jauh. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni.. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. di ketinggian. Harus perang!" Kulayangkan tatap . kami akan menjawab. Dan kata itu. untuk kesuburan tanah.. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. Lalu mendaki. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. rendah bagai mencecah.. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku.!" Di belakang si tua. Aku yakin. Jermias. Pada pikirku? Jelas. hanya.. hah! Kaudengar suara tugé." "Masa lalu? Masa lalu. abgoktek. "Iii. Dan mana-mana. Harus dihentikan ini semua. dan mendewasakan semua yang lahir.. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. hanya suku-suku di gunung ini.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. karena kata itulah ." suara Wetipo ragu.processtext.. Aku mengangguk. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan... terus naik. sungguh berbahaya. memang sungguh di luar dugaanku. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter..processtext. Iko kunolepu mimintaminta! Waa. Kataku. itu sudah pasti. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. Memanfaatkan perang suku. Aku masih mencari-cari kata (ah. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. Meninggi. di sana. Menghela napas.. kasih dorang6. "Perang suku!" Bagi kami. Kuteruskan langkah. bagai diberi aba-aba. lelaki lain mulai mengikutigerakan itu. bergerak turun menujuku. dengan gigih dan tekun. diikuti yang lain. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut.html disadarkan oleh suara Wetipo. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Itu pun sudah masa lalu.. kami bertatapan. ***BAGI kami orang-orang Moni. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé.. Ya. hidup. ini keliru. cukup sudah semua kusaksikan..ABC Amber LIT Converter http://www. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. itulah saat iko kunolepu datang. Tetapi . Tetapi. Naik. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. Cukup.berusaha. Perang suku hanya buat kita.com/abclit. yang kasih torang. Sarius Hopogan. menegarkan dada menguak kabut.com/abclit.. ke semua mata.... "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan." Semua suku di gunung ini? Ya. Masih 50 atau 60 meter lagi. tidak. mereka orang-orang amber. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius.

processtext. 3. Di kaca bayangnya memantul. menuntunnya. cukup. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. Cuaca tidak mendung. Tugé ajaib itu. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. satu retakan saja. kami. kalap.. Tetapi pada saat yang lain. Setelah membuka pita rambut. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.ABC Amber LIT Converter http://www. Ah. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. Hidungnya yang bagus. 5. Dia. ingin pagi cepat datango. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit.processtext. Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Dan kekalapan. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. Panggilan hormat untuk perempuan. hatinya berguncang.html . dan mengatakan: bagi hidup.. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanak-kanak bermain galah di bawah bulan. ***Payakumbuh. tak satu pun yang harus ditakutkan. dadanya. Lehernya yang jenjang. Bibirnya..html Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. setidaknya perintang kejenuhan. embun! peluklah aku.com/abclit. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai..com/abclit.. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. Ia tidak tahu pasti. Aku.Hari sudah malam.. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. yang Asti pikir pasti untuknya. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. 2. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. 4. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Dadanya. mereka. 6 Juni 2002 Catatan: 1. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. Ya. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini.

Pekerjaan itu harus dilakukannya.````Sudah.. buruk. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. Asti terkesiap.. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. Harga yang cukup tinggi. Ketika sesuatu telah dimulai. Mungkin membersihkan muka. sesungguhnya telah tua.. rakus. menjemukan tetapi kaya. Dan jelas.processtext.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. entah cemas.``Taik!`` umpat Asti kesal. Jantung Asti berdegup.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. mengatasi pengangguran serta gelandangan.html tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. Ia mencoba untuk tersenyum. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. Pahanya tersingkap. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. ``Maaf.. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. yang selama ini dijaganya. Dadanya tersembul.Laki-laki itu tertawa. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. karena untuk sesuatu yang pertama. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Entah takut. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti. Kulit Asti yang putih.Ada suara ketukan. Menanggalkan dasi. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya..html .``Tetapi aku telah siap! `` ucap Asti lagi. Ingin rasanya ia meninju cermin. embun! peluklah aku. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. Asti menyelai sebatang rokok. entah apa. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Seorang laki-laki muda. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. seolah-olah mulai terjual. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. tersenyum ke arahnya. Kalau tidak. lapangan kerja harus dibuka. demikian pikir Asti. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin.Di televisi. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. lalu menawarkan pada Asti. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri.processtext. Asti barangkali tidak perlu tahu. Kemudian terdengar handel pintu berderit. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. sangat berdekatan dengan Asti. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. Berdiri meletakkan minuman. Ia menghapus air matanya.Namun dugaan Asti jauh meleset. Ia mencoba untuk tenang. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Masuk ke kamar mandi. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos.. ingin pagi cepat datango. menghantamnya. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir.com/abclit. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. dimusuhi. Televisi pun mati.Setelah menghidupkan televisi.

sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa.com/abclit. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan..``Jangan tergesa-gesa. duduk di sebuah kursi.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam.processtext. Asti jadi gugup. Bukan! Bukan kesederhanaan. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami.Waktu terus bergerak.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Ia berusaha melawannya. gelap mungkin telah semakin jelas.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku.processtext. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan.`` ucap Asti akhirnya memulai. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. Aku lebih ABC Amber LIT Converter http://www. Kian hari sakit ibuku kian parah.html mengambilnya. Tidak! Aku tidak akan menyesal.ABC Amber LIT Converter http://www. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. aku menerimanya. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. saya tidak suka. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa.com/abclit.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. Tapi kami tidak pernah menyesalinya. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya laki-laki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. pelan dan ragu-ragu. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta.Asti tidak menjawab. sedangkan kami tidak punya uang. pikir Asti. Asti bingung. Tapi. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. Sebagai seorang buruh pabrik. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Kupu-kupu malam! Ah. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. Jantungya perih. embun! peluklah aku. barangkali ini baru permulaan. Tapi semakin lama ditatapnya. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. Karena tibatiba ibuku sakit. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Jelas aku tidak paham. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Tak ada jalan lain. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. jauh dari kekurangan.Kini sudah enam belas tahun usiaku. Di luar. ingin pagi cepat datango. Telah cukup lama ia tersiksa. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. Dadanya bergemuruh.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. otomatis aku berhenti sekolah. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi..Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP.html ..``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. kebahagiaan. Tapi ia mengangguk.

com/abclit. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit pertolongan. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan. tanpa aral. Suara penjaja telah sepi. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. Asti telah menunggu di ranjang. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.Tetapi setelahnya. bahwa aku akan menikahimu.html . Gemetar. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku.ABC Amber LIT Converter http://www. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu.***Payakumbuh. tergantung di langit kota. embun! peluklah aku. Namun yang ia pikir. ingin pagi cepat datang o. Dingin semakin menyergap. Seluruhnya! Asti telah pasrah. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai.processtext. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya.com/abclit. ia harus bertarung melawan nasib.. Dan perubahan itu.Laki-laki itu berdiri.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Ia pikir. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti..processtext. dini hari. tanpa rintang. Kini. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. tanpa sedikit pun kegelisahan.Malam barangkali telah sampai di ujungnya. ABC Amber LIT Converter http://www.Asti tidak sempat berkata-kata. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang.. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. tandanya pagi telah datang. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. tinggalkan alamatmu. atau mungkin takut.html mencintai ibuku daripada kehidupanku. Bila aku telah tertidur. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. lalu pulanglah! Katakan pada ibu.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. dan berjalan ke arah Asti.

ABC Amber LIT Converter http://www. Aku jadi menyesal. kota ini sangat sunyi. puluhan bahkan ratusan lampu. dan masing-masing kembali pada tempatnya..com/abclit. Ya." ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya." desis patung lelaki bernama Durmo. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita.processtext. di tempat njepit ini. duduk takzim di kaki monumen. yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum. Mulut mereka menguap kompak. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh.. sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota. ada lapangan golf pribadi. Dan lihatlah di sana. bahkan ada pesawat terbang pribadi. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan. menjerit dan berteriak. Negeri ini benar-benar megah. Dan di sana. selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. patung-patung pahlawan itu terus bergumam.processtext. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia." timpal Durmo. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ.YU Seblak. mereka membangunkan kita monumen yang megah. Dalam negeri yang gemerlap.." gugat patung perempuan bernama Cempluk. menukas. dari posisi mereka yang berdiri tegak. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Tuhan. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. menggoyang-goyangkan kaki.. negeri ini sangat kaya.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini. Kita mesti bangga. kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini."Tapi lihatlah di sana."Patung Sidik. sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.html Cahayanya yang lembut. Ada mobil-mobil mewah. Mungkin. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. Sontak mereka serempak berdiri. Tentu. bependar-pendar seterang siang." tukas Wibagso. "Itu biasa rekan Durmo."Dulu.Ratri. ampun malah ada yang orgi. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. mereka menggaruk apa saja. mereka mengunyah lalat-lalat itu..""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan. pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Tercium oleh para patung pahlawan.Dalam posisi asal. orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. menggerakkan tangan. ketika jasad kita terbujur di sini.html . Bung Wibagso. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap.. Yaaa. tipis berselaput kabut. Buktinya. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu ABC Amber LIT Converter http://www. yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. menguasai udara sekitar. Tangannya di angkat di atas kepala. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya. Kini. "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Wajah mereka yang kaku.. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning.com/abclit. mengeluh. Buktinya..""Kamu jangan terlalu sentimentil.

aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus."Itu bukan urusan kita." tukas Ratri. Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Ratri menari-nari.com/abclit.. Justru menghardik mereka..." mata Durmo menerawang jauh. Mereka memberi kita sesaji. ada juga rokok klembak menyan." sahut Wibagso. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita. Bung." ujar Wibagso. dan ke bawah. Sidik manggut-manggut.com/abclit."Tampung saja keluhan itu."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit." ujar Sidik."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita.Dari penjual rokok di seberang jalan."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk. sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam." ujar Ajeng."Kita yakin saja.."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini.processtext. Yu.html . Sidik berdiri mematung. Durmo tampak tersinggung. Wibagso meloncat girang. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan.""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat." Ratri menimpali. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar.. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh. sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak. akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang.html Seblak.. ke kiri. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho. hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta."Wibagso tersenyum.."Ssssttt."Mereka ini payah."Perang memungkinkan segalanya.Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat. karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. waktu berjuang dulu. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken. Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua ABC Amber LIT Converter http://www. Ke kanan. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian.. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu... Durmo masih dibalut perasaan gelisah..ABC Amber LIT Converter http://www. meskipun sudah sangat lama jadi patung. yang mengincar nyawa kita.." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim.""Ah. Ada bunga-bunga. Jujur saja."Yaahhh akan saya usahaken. para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. saya selalu kena garuk. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita." sergah Wibagso. Tenanglah. ke atas."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo. Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi." ujar Sidik. Selesai memimpin doa... Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku. Tugas kita sudah selesai."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso. malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita. Tolong ya. ya enggak bisa." Wibagso mencoba menghibur Durmo. Cempluk hanya diam terpekur." Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak.processtext.. Ehhh siapa tahu."Tapi urusan kita banyak. Bung. Sedang jutaan mulut yang lain. diikuti orang-orang di belakangnya.""Habis. sudah jadi arwah kok masih perasa.. perempuan berparas malam itu."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. ada jajan pasar.

Mereka menari. kepada seluruh keturunanku."Bung Wibagso. ada juga pecundang!""Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut."Kita harus turun ke jalan. Bung Sidik. Bung! Perang juga pakai otak. kita akan kehilangan tempat. Menghadapi musuh satu lawan satu. Ada pemenang. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo. aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo. jika ABC Amber LIT Converter http://www. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso." sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu.Bulan kembali mengerjap. Wajah Wibagso memerah."Gelandangan-gelandangan sontak bersorak. penderitaanku lebih dahsyat. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini." sergah Durmo. pelacur dan copet kembali menggeliat.""Ooo kalau soal itu. Tapi. "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap. kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir. Jantung kota kembali berdegup. "Aku berpesan kepada anak-anakku. menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. aku dan Sidik yang berdiri paling depan."Aku yakin.com/abclit. tampak lampu masih menyala. kalau monumen ini jadi dipugar."Begitu juga aku. demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak.html ."Tapi perang tidak hanya pakai otot." timpal Ratri. Kalau aku mau. Menurut Drs Gingsir. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus."Saya setuju saja. Kamu sendiri. Wibagso? Siapa? Waktu itu. bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat.html itu. lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. karena berkat keberanianku." ujar Sidik. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Tapi aku puas. waktu berjuang dulu. ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Tak ada hierarki. itu biasa. Gelandangan. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun.com/abclit. puluhan peluru merajamku. tanpa malu. Dan aku yakin.processtext. Kalau masih ada yang kurang beruntung. Hidup ini perlombaan. untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin. proyek itu mubazir. pencopet bertubuh tinggi kurus itu. aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh." tukar Sidik. semakin panas. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku. Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis." ujar Kalur. Angin terasa mati. seperti tersentak. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng. puji Tuhan. maut keburu menjemputku. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah. Tak ada jabatan.ABC Amber LIT Converter http://www. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri.processtext. Kota kembali tidur. Kalian tahu. membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera. ketika negeri ini merdeka. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja. Dan kamu.Napas kota kembali berhembus.

Lihatlah buldoser-buldoser itu datang... Den Bei.."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng. tahan moncong buldoser itu. 30:60. ternyata hanya bertukar rupa."Kita menyingkir saja. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat. Dan masuklah ke ruang kemudi. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso. Cempluk. Karep. dan Cempluk tersenyum. Ganjal dengan tubuhmu.processtext..processtext. itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan.""Bagaimana kalau 40:60."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan.. Sidik. Maklum. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan.." Den Bei menenggak anggur merah. Kita pertahankan liang-liang kita.."Keduanya berjabat tangan. terima kasih. Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser.Wibagso tersentak...Bulan di angkasa mengerjap. dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cekik leher sopir-sopir itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang.""Terima kasih. Ini peningkatan yang sangat progresif. Tanah di sini masih sangat luas. Pahlawan saja mereka gilas. Alun-alun. di mana kalian?" teriak Yu Seblak."Kami di sini.""Bapak ini ternyata cerdas. Kalur."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka.."Kita lawan mereka. mendadak cerdas. apalagi kecoa makam kita! Menyingkir. Biasanya. ABC Amber LIT Converter http://www. mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Kita harus bertahan. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender."Den Bei tinggal pilih. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak. Setidaknya.com/abclit.html Den Bei Taipan mau bikin mall di sini."Tapi tunggu dulu.well. Eeee soal pembagian keuntungan. Durmo. Angin mati.. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. dan orang-orang lainnya lari lintang pukang. Bapak Ginsir ternyata welcome. Ajeng.Sidik. Dan biasanya itu agak lama. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah. Tapi Yu Seblak tetap bertahan.well. Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran.""Well. bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang. Buldoser-buldoser terus merangsek.com/abclit. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. hingga tubuh monumen bergetar. Di belakangmu!" jawab mereka kompak..Di bawah monumen.."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya. meloncatlah kamu. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah.""Eeee bagaimana kalau 35:65. Kalur. itu dinegosiasikan. Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu.""Semuanya akan saya ambil. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik. Bertahan!" teriak Wibagso. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri. Tidak ada konglomerat gila macam saya. Den Bei. Berderap-derap."Terima kasih.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang.. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba."Lihatlah.Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen." ujar Wibagso lirih.html ."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.. Karep."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Ratri menjerit histeris. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila."Keduanya tertawa berderai." ujar Drs Ginsir sambil minum anggur. sambil terus mengibarngibarkan kain dan kutangnya.. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak."Aku tak butuh penjelasan.

dan diresmikan Kepala Kotapraja. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka.processtext. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan.html . Burungburung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. maka burung-burung mengambilalihnya. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia.com/abclit. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah.com/abclit. suara-suara itu terus mengalun. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. paling tidak di kota ini. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu. Sekarang adalah dunia presisi. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna.*Jogja. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal.ABC Amber LIT Converter http://www. Drs Gingsir. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. Di mulut burung-burung. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo) Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian.html Ucapan itu terus bergema. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. hingga mall itu selesai dibangun. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal.processtext. Hingga kini.Kata-kata.

yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. orang-orang yang tidak beruntung. yang bercita-cita sangat sederhana. dijadikan tumbal. Tetapi.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benarbenar mereka butuhkan. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari.Namun. Untuk menghindari kematian dini. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal.processtext.html . Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman.Karet. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. menguburkan diri di luar negeri. zaman tak tertahankan. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. Emosi mereka tumpat.processtext. Tanah Kusir. Utan Kayu. Hati mereka lebih tersentuh oleh teka-teki silang. Bambu. adil ataupun tidak. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Orang-orang kaya. Kepekaan menjadi tumpul.ABC Amber LIT Converter http://www. Jeruk Purut. di Australia atau Afrika. sementara kaum politisi dan negarawan bermain-main mencari keuntungan dari situasi ini. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Kota terkurung dalam tembok. miskin. yang jelas komunitas-komunitas tadi. yang hidup di atas angin. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. Kaum budayawan berdiam diri. Ngelencer kesana-kemari.com/abclit. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak ABC Amber LIT Converter http://www.html yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Garuda. Delapan menit setelah mengklik home page itu. menemukan diri mereka tersisih. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut.kubur. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata.com. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. dan kelompok-kelompok lain. Seribu tahun dalam pemujaan. seperti Satu Merah Panggung. Lidah Buaya. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. Tetapi. karena kekurangan vitamin D. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia.com/abclit. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya.

dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. membubung tinggi menerjang langit. menukik tajam. Bahwa. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah.""Ya.html menyebabkan bau busuk yang menyengat kota. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. memekakkan telinga penduduk. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulan-bulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan.html . Jadi. Makna maupun tafsirnya beragam. Sambil melayang-layang. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Mereka berputar-putar di atas monumen. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. Membuat busuk dan meracuni angkasa.com/abclit. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. di mana mereka bertengger. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. Seperti ditangkup gerhana. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen.com/abclit. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. Memekikmekik. Di kota bawah. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah.processtext. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. Namun." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya. Suaranya berat dan parau." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. dengan sayap setengah terentang. Jeritan mereka menyebarkan ngeri.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah.processtext."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Pada satu situs.ABC Amber LIT Converter http://www. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. Apakah kita tak boleh ABC Amber LIT Converter http://www. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Menggugah tapi liris. Tetapi. Sepuluh detik setelah meninggal.

untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami.ABC Amber LIT Converter http://www.html . ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Semut sudah sirna dari kulit bumi.com/abclit. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara.Beberapa detik kemudian. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan.Sebenarnya. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. Ini ejekan permanen. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. *Bengkalis. kecuali di wilayah aliran sungai ini.html mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. Tetapi. Ke jantung Asia.com/abclit. diperjualbelikan. Jadi.processtext. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. Maka. Tanpa menghiraukan protes penduduk. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. Karena itu harus dibasmi. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. Tanpa sinar Matahari. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak. dari mana kita telah dirampas." katanya membujuk. rrrruuuuummmm. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. Kota dicekik bau bangkai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful