ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektarhektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunang-kunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauketauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di pojok. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Darahnya berdesir. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton, memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

Teh yan digesek, disusul gambang, kecrek, gong, suling, dan kempul. Susul-menyusul. Jalin-menjalin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Mamat Jago meraihnya, melipatkannya ke pinggangnya, merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin, seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Wajahnya membiru, bibirnya terkatup, matanya terpejam. Ayo, Sarti, jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti, tetap dingin dan biru. Ditepuk-tepuknya pipinya, tak ada reaksi sedikit pun. Dipandanginya para panjak. Sepi. Tak ada yang bergerak. Semua dingin dan biru. Seperti keramik Cina.

Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat, pikirnya. Ia bopong Sarti keluar. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sepanjang jalan tak ada orang. Pohon-pohon meliuk-mabuk, rumah-rumah bisu-merunduk. Ia susuri jalan aspal, memotong sungai, membelah padang ilalang. "Kau tidak boleh mati, sayang. Hiduplah bersama abang. Di rumahku kau akan hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya.

Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun, satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Buatnya, laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Di situlah dulu istrinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti.com/abclit.processtext.html mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi.com/abclit. biniku…. Sarti sudah mati. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. Balas melumat.processtext. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. Mamat Jago menoleh. gemuruh. "Sadarlah." Mamat Jago masih tak percaya. Dalam sekejap mereka telah bergumul. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. Eng Djin. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. manis…bangun. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua." bisiknya ke telinga Sarti.mencakarmengular…terbakar. Kaku. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. "Pacarku. biru seperti keramik Cina.ABC Amber LIT Converter http://www. Bibir itu terasa bergerak. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Bang. Hangat.html ." kata Eng Djin. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. Napasnya mulai satu-dua. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. Semuanya membisu." Dikecupnya bibir Sarti. dingin. Bang. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. "Ayo. "Relakan kepergiannya… Nyebut. Tiba-tiba. Tangannya perlahan mendekap. panas. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. si gondrong.

Ada debur ombak. si cepak. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Hujan sudah mulai berhenti. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. dan kehormatanku." suara si cepak mengalahkan deru ombak. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. aku harus kembali ke rumah kawin itu.html . ABC Amber LIT Converter http://www. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. ia membatin lagi.processtext.html Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. Begitu juga kenangannya pada Sarti.com/abclit. Mungkin Tanjung Kait. Ia menduga-duga pantai apa ini. Hatinya mantap. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. tiga kali. Eng Djin. Lama ia menafsirnafsir makna mimpinya itu." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. heran. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. Rawa Saban. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. Kamal.ABC Amber LIT Converter http://www. kesenangan. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya.com/abclit. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. ia membatin. Ah. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. "Sejujurnya. rentetan tembakan itu masih terdengar. Kakinya menjejak pasir.processtext. Tak ada darah. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. Ditajamkan pendengarannya. ia tersenyum. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. Mat. Kersik daun. "Ya.

html . WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html Kembangan Selatan. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. pengiring Cokek. Desember 2002 CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.processtext.processtext. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.

dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. Marsiyam menyekam kesabarannya. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. menurut penilaian teman-teman di situ. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain.processtext. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun.com/abclit. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ.processtext. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan.ABC Amber LIT Converter http://www." kata mereka. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan.html . ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. sangat tampan.com/abclit. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. kecuali kepala penjara. dan mendadak ABC Amber LIT Converter http://www." entah sebab apa. Tapi. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. Ia sadar dirinya cantik. "Tampangnya nyebelin.

Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. ya?" Atau. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. Seperti kampung saja. Sampai malam itu. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. mau apa kau. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. Tak pernah ngidam. tak pernah muntah-muntah.com/abclit. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. "Aku memang tak bisa punya anak. "Kau tak ada keluarga.html bagaikan api kemarahannya berkobar." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjak-injak suaminya. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.processtext. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itutidak peduli ia atasan mereka atau bukan. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. "Kau sudah dibuang keluargamu. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. Aku memang gabuk. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. Perutnya rata saja. mau apa kau. ABC Amber LIT Converter http://www. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. Menurut mereka. nama Marsiyam susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya.com/abclit. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu.html . tidak pernah membantah sipir yang mana pun.

com/abclit. juga tukang copet dan dedengkot arisan.ABC Amber LIT Converter http://www. sudah sekolah. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu.processtext. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya.com/abclit. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu.processtext. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya. Selama dalam masa hukuman. ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. Sore itu akhirnya tiba juga. Marsiyam hanya tersenyum. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar.html Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. yang ia sendiri tidak tahu apa. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. tentu bayimu sudah besar. Tanpa dirasa. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya.html . Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. "Entahlah.

processtext.html "KAU mau pulang ke mana." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku.processtext. Edisi 03/23/2003 ABC Amber LIT Converter http://www." "Ke mana?" "Ke rumah.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Aku yakin ia akan menerima kami. Ini anaknya. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. Ini anaknya. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak.html . "Pulang." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir.com/abclit.

Aku bertambah heran. wajahnya terlihat samar."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang..Setelah melewati beberapa blok bangunan.."Baiklah. ABC Amber LIT Converter http://www.000 jiwa penduduk Hiroshima." katanya ramah dan kembali tersenyum. kanker. aku agak tercengang dan merasa aneh. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. jadi dia sudah familiar. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur. atau Tobo Hotel untuk beristirahat." katanya. aku tiba di Tobu Hateru. Selesai mandi. 27 September 1956.html ." kataku. Aku segera menuju kamar mandi..Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. Mungkin juga. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian.com/abclit. menjadi raksasa dunia. dan. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.Setelah menghabiskan teh dan hamburger.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya. tapi sebelum sampai di sana.com/abclit. dan kembali tersenyum. fokus. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun.Aku pun segera mengikutinya. tempat di mana bom atom meledak. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati."Sewaktu bom atom meledak. tempatnya lebih dekat dari sini.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia. bisa memulihkan tenagaku.Di dalam rumah sakit. beginilah manusia Jepang. di ambang musim dingin.orang yang terkena radiasi bom atom.Aku agak heran dengan ucapannya. di kafe yang ada di lobi. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu.benderang."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima. serba cepat. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala. aku keluar dari hotel. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima.. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. atau hamburger. karena dia memang mampu membaca pikiran orang.processtext.html HIROSHIMA. pukul 3 sore. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250.Kami berjalan masuk.Aku hanya tertidur beberapa jam. berada di Taman Perdamaian.processtext. sebagai pusat penyembuhan orang. dan kebutaan. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam." tegasnya.? Dia pasti hanya menebak-nebak saja tadi. Suasana di dalam sangat muram."Mari ikuti saya."Gedung itu satusatunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. dia menoleh ke arahku. orang-orang jompo. teh hijau khas Jepang dan hamaagu. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok. aku memesan Cha. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang.. asing. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri.... Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji.ABC Amber LIT Converter http://www. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam.

"Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. disusul mereka yang kena seminggu kemudian. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun.ABC Amber LIT Converter http://www. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku.. lorong dan beberapa pintu. Siode San. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur. trenyuh.. nama yang baguuusss. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan.processtext..Aku nelangsa. Dan di sebelah bangsal ini. seperti teh susu. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom.. Aku Siode Sadamitsu.""Aku seorang pendeta Buddha.com/abclit. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. dia membiarkanku menyusulnya.com/abclit."Aku Hartoko. Harutoku. Anda!?""Oh.processtext. yang dipisahkan dengan dinding kaca. aku lahir di Hokkaido. dan anak-anak kecil. setelah melewati beberapa bangunan. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun. Ada yang aneh.. tampak puluhan anak kecil dan bayibayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. Harutoku. sekarang tanggal 6 Januari 2003."Mereka terdiri dari beberapa golongan. rambutnya gugur. seperti yang diakuinya barusan ABC Amber LIT Converter http://www.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain."Hei.. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari.. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. tapi lidahku terasa kelu. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. dua hari kemudian.. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap.""Aku tahu. serta bayi dari ibu-ibu hamil. panjangnya sudah sampai ke punggung. aku tercenung memperhatikan mereka. hujan turun.."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke bangsal yang lain." Lengking suaranya. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran.""Oh. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. begitupun yang laki laki. tunggu. dan berdebu.Setiba di luar aku merasa lega. Ya.. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya. tapi waktuku tidak banyak. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. kotor.Dia. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini.."Tuan Siode." kilahnya malah berpromosi."Dia terus berjalan lincah. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. Nafasku sedikit tersengal.. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi. dia terus bergegas meninggalkanku. pendeta Buddha. tapi kau baik sekali.html .html ciri utama korban. mereka masih muda. Tanpa berkata-kata. Entah berapa lama.

tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu..Aku harus segera keluar dari tempat ini.Sampai di hotel. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran."Siode San. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. Diam-diam kutinggalkan Siode San. 6 Februari 1895-6 Agustus 1945. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya.. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San. dan menyalakannya. aku seperti berada di terowongan kematian.. Setelah aku keluar dari pintu itu. Dari arah pintu lain di sampingku. begitu tiba di dalam. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode..com/abclit. Di depanku duduk.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan..processtext. Aku berada di taman ABC Amber LIT Converter http://www. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam.PAGI hari.com/abclit." katanya sambil tersenyum. Aku ngeri. aku melangkah mundur ke belakang. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku.. ketika asap rokok berkurang. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. aku tercengang. aku mendatangi arah suara perempuan itu. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. dan aku mengambilnya sebatang.. sekarang 6 Januari 2003.html kalau dia adalah seorang pendeta. mentari bersinar cerah.processtext. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. aku terhenyak. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. bergerak ke arah bar. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu.Aku masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan.6 Agustus 1945. senang berkenalan dengan Anda. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya."Harutoko. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. Di tengah perjalanan. temui kapan saja aku di sini. kemari!"Tapi tak ada jawaban.ABC Amber LIT Converter http://www. atau bis umum.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha.html . Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. membuat langkahku jadi berani. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah. dengan hio yang menyala dan wangi. pikirku. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. aku suka mengantarkan orang. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode.Tapi. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya. Aku tinggal di hotel ini. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih.

keluarga pemilik kebun. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. remaja. berbunga. tak Halifa < berharga.html . anak-anak. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. kebun. Tapi. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. lalu renta dan pikun. aku harus kembali ke Jakarta. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. belajar beranak-pinak. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. ada pintu cahaya. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. Nama bangunan itu dulu. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. Di bagian depan bangunan itu. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya.processtext. bisa jadi obat sepinya.> Barangkali. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. Sepasang mata yang sipit. dan orang dewasa.processtext. dari bayi merah.html perdamaian. hidung pesek. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. atau lebih tepat lagi. seharusnya aku ke Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku.com/abclit. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. Gedung Promosi Industri Hiroshima. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang.com/abclit. ompong. turis turis asing berjalan di sekitar. Taman ini sungguh indah. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. pohon-pohon tumbuh subur. mereka memotret sambil bercakapcakap. ia jarang tertawa. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. Dari Taman Perdamaian ini. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Itu galibnya perkembangan manusia. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa.ABC Amber LIT Converter http://www. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. Akbar. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. Mungkin. Halifa kecil tak ABC Amber LIT Converter http://www.

Matanya tak pernah menyorot garang. mengantarnya pulang. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. ternyata risikonya sama saja.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. mengelupas di sana-sini.processtext. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Huh.com/abclit. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan. Halifa tersenyum-senyum bangga. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. semacam pengumuman. gelisah. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. ikuti saja aroma itu. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun. Ia duduk di bangku batu yang lembab.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. Naik pesawat memang lebih mahal. Di belakang gazebo yang sudah berlumut.Di balik awan gelap yang bergumpal. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. Di laut terancam tenggelam. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. Jadi. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. pikirnya. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. berpulang saat kembali. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Tapi. ia akan tunjukkan jalan. terutama debur ombaknya di ABC Amber LIT Converter http://www. kembali ke gazebo tadi. Sebelum mendarat. Bila ada yang ingin menemuinya. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Di seberang jendela. dua jam lalu. pesawat kembali stabil. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Bila kalian ingin bertemu tuannya.processtext. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat." kata mereka. Mungkin. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. atau menjadi buih di samudra nanti. ia akan berjanji menyampaikan pesan. mata orang yang mau menolong. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut.Sesungguhnya. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak.html urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. yang punya kebun. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. Tapi. Bila ada yang tersesat.Kayu-kayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. Tapi."Ke mana dia?" pikir Halifa. Barangkali. ia terpaksa mengubah rencana. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. Warna coklat cat berubah kehitaman.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. jari-jari petir putih bersinar. tempat kelahirannya. juga lebih cepat. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. Ya. "Biar gembur. Ia tak mau mati. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya." katanya kepada Halifa kecil.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. Lima belas tahun ia tak pernah pulang.ABC Amber LIT Converter http://www. ia seperti membaui aromanya lagi. ia akan dimakan hiu. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan.com/abclit. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. "Kenapa dia lari?" batinnya. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki.html . belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. tanah perlu makan.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini.

processtext." Halifa sempat terbahak. Kalau ada orang jahat. siapa yang tahu. lalu memacu mereka berlomba lari. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. debur ombak seperti nyanyian.processtext.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. ia dan adiknya. Mereka. tidak. tapi ia tidak. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Malida.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. tapi perlahan-lahan ia paham." kata ayah.html . Malida sempat pulang beberapa kali. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orangorang itu. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Ha-haha …. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. terutama hidupnya yang sendiri. Makanya. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas.html malam hari. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja." kisah ayah." kisah ayah. di telepon. berbagi nasib. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. Ayah ikut mogok? Oh. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya." Apa iya? Mereka kan begitu imut. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama.com/abclit. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Ibu juga tak menangis. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. Bagi Halifa. Nak. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanakkanak. Entah kenapa. jangan menginjak ke bawah. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. jauh dari orangtua. Semua sungai terpolusi. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. "Jangan kau siksa binatang. Korupsi pun tak bisa besar." Yu Sur. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. perempuan kakak-beradik. ayah curang sekali. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. lagi." lanjut ayah. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Makanya ayah harus punya prinsip. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya nenek pasti bercerita. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak. Malida kemudian menyusul Halifa. Ah. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. setelah bertukar pakaian dan makan siang. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. merusak sungaisungai.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Seringkali sepulang sekolah. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. Kata ABC Amber LIT Converter http://www. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil.

Ayah telah menjalankan wasiat kakek. tanpa mampu berteriak minta tolong. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyianyiakannya.Palang pintu ditarik. ia ingin menuruti kata hati saja.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. Barangkali. Ternyata. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. Sebelum meninggal. dia memilih tinggal di rumah kebun. seraya duduk di tepi ranjang. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. lemari pakaian dari plastik.atuk dak bise nampak jelas. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam.com/abclit. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua.Pintu pondok tertutup rapat. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita."Oh.processtext. tuk. Ranjang dan meja kayu. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil.Hujan makin menderas. Anak-anak itu terkurung di sana.html ayah.ABC Amber LIT Converter http://www. Nyai la dak ade.Bermingguminggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. begitu pula tingkap-tingkapnya.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah ABC Amber LIT Converter http://www. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai.Kau disitu pun. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. Ade yang nak atuk cerite." kata Halifa."Sekarang belum musim keremunting. membawa gelas air. dari pening. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Banyak yang berubah. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan."Benar.processtext. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya.com/abclit. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk."Atur ini Halifa. kompor minyak tanah. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Kini mereka berhadapan. sebentar agik nak pulang ke tanah. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Lelaki itu kelihatan amat tua. Macam-macam sakit pun ade. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Semue lah berubah kata Halifa. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit. dak ape-ape. Yai kau ape agik. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Tak ada sahutan. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang.html . tuk." kata lelaki itu. Papa kau pun la pensiun. Pikiran Halifa mulai bercabang. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya. Halifa cume nak mampir sebentar. Ayah suruh tinggal di rumah ini.Ia mengetuksekali lagidan disertaisuara. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut.Lame dak pulang.Mata lelaki itu mulai berair. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Atuk ni la sakit-sakit terus. Tapi."Ini Halifa. tertatih-tatih mendekati Halifa. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. Kebenaran kau pulang. Ayah sudah menganggapnya keluarga. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka. orang upahan dan anak majikan. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang.kabur lanjut lelaki tua itu. dan panci-panci tergantung di dinding.

Wey. Papamu sudah pensiun. Halifa terdiam.processtext. kek. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih.html Halifa. terdengar suara Sopa. sebentar lagi pulang ke tanah.Nenek sudah tak ada. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. Lama tidak pulang. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. Ada yang ingin kakek ceritakan. Halifa telah kembali ke tanah rantau."Ingin kukatakan yang baik. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. Macam-macam sakit ada.com/abclit. kabur. dari pusing.html .com/abclit. tidak apa-apa. di bus. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. kakek tak bisa tampak jelas. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. Ia cuma mengirim doa. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. di kamar kontrakan. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.processtext. Kakekmu apalagi. Namun. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri.Unggun terus menyala. sesak napas.Di depan hampir samar sisik danau. Kebetulan kamu pulang. Kakek ini sudah sakit-sakitan.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Kamu di situ pun.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua sudah berubah.Entah suara pungguk. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. di kantor.Ada ABC Amber LIT Converter http://www. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. begitu pula si penjaga kebun. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur. Halifa cuma mau mampir sebentar.

Tapi dampaknya sangat tidak sederhana.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam tekateki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas..""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. Kutahu kau sudah siap-sedia. Wey.""Bisakah aku meminta sesuatu."Berita tentang hidup dan masa depan. Aku kenal kau. So. Sementara waktu telah kita sepakati bersama. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. Wey. Tapi katakatamu yang terakhir begitu aneh. tentu saja. Wey. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya. So."Katakan apa adanya.com/abclit. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah sudah akan menutup semuanya..""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya.""Biaya pernikahan.""Kau jadi berteka-teki..""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir..""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu.""Kau belum katakan berita apa..""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini. So."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua.""Aku telah terima kau penuh seluruh. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk.""Aku akan jadi suamimu."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata..""Tentang kita?""Tentang kita. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku. Wey?""Tentang apa?""Suami. maksudmu?""Bukan. Ada gamang yang aneh.processtext. Bahkan."Kau belum katakan apa kesulitanmu. Malam masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. Tapi lebih dari itu. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi. Wey. Terutama berita yang menyakitkan. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku.html . jika kau belum siap."Aku tak sembunyikan apa pun.html kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar.processtext.""Mungkin bisa. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. So. So.."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. mungkin juga tidak. Mungkin dapat kita atasi bersama. Wey. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir.. sebenarnya..

Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna."Kau sakit. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. selama kuliah. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan. Wey. saat kubopong."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala.. Wey. kurasa tubuhnya lebih ringan. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia."Jika kau cinta.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat.""Kau membuat aku makin tak mengerti. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan.html melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Wey. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. Tapi rasanya saatnya belum tiba.processtext. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. So?"Tak kudengar suaranya."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras.. Wey. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini. Wey. wajahnya tampak lebih tirus. Rautan yang ayu. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. seakanakan kehilangan pancaran masa depan. So. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya dengan permintaanku padamu."Sebentar nanti kau akan mengerti."Tapi untuk permintaanmu. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. So. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. Tubuh dan akal pikiran.com/abclit.Di Jakarta. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. Demi ikrar itu aku minta. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Kampung jauhnya lebih sekilometer. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. Semuanya sehat. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan.html .com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. Kau menolak?""Tak aku menolak.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah."Saat ini aku sehat.processtext.

. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. Hanya aku dan Sopa.com/abclit. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. Sebelum ia mati. Kurasa suhu badannya lebih dingin. meskipun itu kekasihku sendiri. tetapi aku telah menjadi suami. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai.""Terima kasih.com/abclit. calon istriku. sementara bibirnya terus mengulum senyum. dan mereka bercinta. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam?Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. nadinya masih ada.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. Terkena leukemia." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain.. Wey. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész ABC Amber LIT Converter http://www. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati.processtext. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan.html aku belumlah suami.. Terima kasih untuk pemberianmu."Kengerian segera naik ke ubun-ubun. Wey.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati..""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar.processtext. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri.html . sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Tetapi matanya terkatup rapat. bahwa wanita kami dari daerah ini." kukecup ia sekali lagi. Napasnya masih ada. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu.. barulah ia mati. Wey. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang."Terima kasih.

kuning. menatapku. dan kujawab. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. meski terletak di wilayah Austria. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. aku pencet bel. Ya." "Tidak mungkin. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. Lalu.com/abclit. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka.com/abclit. Itu agak mengherankanku. Sampai di lantai tempat tinggal kami. dia sehat. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. kutanyakan tentang ibuku. Mauthaussen. Begitu melewati gerbang depan. kapan. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. Tuan Steiner tua itu memelukku. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab.AKU kembali ke tangga. dengan sandal kain. Aku masih berusaha mencegahnya.processtext. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Mereka berdiri memelototiku. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. Kucoba menjelaskan padanya. Mereka menarikku masuk ruang tamu. jenggotnya merah lebat. Dan. Ia tanya aku cari siapa. baju narapidana bergaris-garis. begitu." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. muncul.html . Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. lalu mengujarkan namaku. Dia hidup. "Ayahku?" Tanggapannya. semua diam. berdaging. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. tidak dapat diragukan". tampak bangunan yang sangat kukenal. dia berhasil menutup pintu. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman.processtext. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. "Aku tinggal di sini. Perempuan gemuk. Sejurus kemudian sebuah tangan-aku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. Tapi. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. Sebab. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit. aroma lama itu tak berubah. sayangnya. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. ia berusaha menutup pintu. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. begitu katanya." jawabnya. terganjal oleh kunci rantai. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. "kamilah yang tinggal di sini.Lalu. Lalu.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. sementara aku masih mengenakan topi. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. setengah baya. "Pasti ada salah pengertian.ABC Amber LIT Converter http://www. aku tanyakan lagi. dan tubuhku berkeringat. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. Lift ringkih dengan pintu berkisikisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. "Lalu kami sendiri. tapi kemudian berubah serius lagi. memang mereka punya suatu kabar baik. karena kutahan dengan kakiku. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Kupencet bel. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. bagaimana. Di situ kami tinggal. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. "Lalu ABC Amber LIT Converter http://www.html Sumber: Kompas. melembutkan otot muka.

"Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. mereka mengangguk-angguk senang." Lalu. "Yang paling penting. minggu.com/abclit. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. Aku hanya dapat memulai hidup baru. Ketika aku makan. "sebenarnya dalam segala hal".html ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. Tentu saja aku tak berharap. kalau kita timbang-timbang seluruhnya.ABC Amber LIT Converter http://www. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka.com/abclit.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami." Yang lain. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. pembebasan "akhirnya terjadi". hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. Sementara itu.kalau kuperhatikanbaik-baik. "kamu harus melupakan semua teror itu.html . hari. tentu. mengusik hati. Maksudku Suto. mereka jadi agak terheran-heran. begitulah mereka berujar dan berujar. kukira. Ia katakan." Dan.Misalnya.processtext. "Tapi." Aku bertanya. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku.processtext." Memang harus kubilang. Tapi Futo. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadiankejadian yang membingungkan. dan cepat kutanggapi bahwa aku tetap suka." Dengan siapa? Salah satu menjawab. Tapi. menit." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. bukan Kovacs. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. tapi.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. itu kata mereka padaku. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga." Dan. bagaimana persisnya-tiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. Entah bagaimana ABC Amber LIT Converter http://www. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. Lalu ujarnya. Di samping itu. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. kuperhatikan. warna merah anggur itu. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi. Begitu rupanya mereka memahami masalah. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. Barangkali. semuanya seakan-akan terjadi seketika. empuk." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. "Dia sudah kawin lagi." Paman Fleischmann merenung. kalau diingat lagi semuanya. Tuan Steiner tua setuju.Aku masih di situ beberapa saat lagi. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. Justrusebaliknya." Tuan Steiner menambahkan. "Tapi. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". Tapi. meskipun semua telah berlalu. dan setelah beberapa saat. kataku.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. Pada saat tertentu.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. paprika. barangkali. Dan. "Kovacs. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. ada benarnya katakatanya itu. "semuanya dapat dipahami. sulit dibayangkan. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. bahkan agak lebih terheran lagi. dan bulan. Ya. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. Paman Fleischmann mengangguk setuju. "Bukan. "ia agak terlalu cepat. Pada hakikatnya. kutambahkan. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. jam." katanya. kedua orang tua itu terdiam. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan.

com/abclit.processtext. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir.Pada katakataku yang terakhir. karena mereka juga tampak hilang kesabaran.com/abclit. "Tak ada yang istimewa. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. setiap orang biasanya lebih dari dua detik.. kami sama-sama tak bergerak. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. Baiklah. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api.ABC Amber LIT Converter http://www. mereka balik bertanya. kataku. kami melihatnya kembali ke belakang. yang di tengah-tengah. Tentu saja." kutambahkan. Tapi. begitu cepat dan sulit dipercaya. tentu saja. "Lalu apa?" mereka tanya balik. Lalu. Tak kulihat dia balik. katakanlah begitu. selama waktu itu antrean terus bergerak. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. yang di Auschwitz. kalau dilihat secara keseluruhan. Setiap menit berdetak.html . tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. kataku. ABC Amber LIT Converter http://www. Kedua orang tua itu bertanya. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. bukan itu yang penting. Padahal.. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. dan begitu kabur. karena aku tak tahu secara pasti. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat." salah seorang tua itu merenung. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. tak ada perubahan lagi. Tapi.Lalu. Tuan Steiner tua mulai gerah. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. berdiri dan bergerak memutar. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. tidaklah selalu begitu. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. "Apakah semua ini memang baik. Kukatakan padanya. "Lalu. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. Ganti kutanya mereka. misalnya. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. menurutmu. seperti halnya juga di rumah ini. Tapi. terus maju." Yang lain menyambung. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi.. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. Maka. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. masih tak jelas apakah kami akan langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. berlalu. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. di mana aku berdiri dalam antrean. setengah mengeluh. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi.Suasana hening. atau . final. Sudah tentu. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. "Ya begitulah." aku mencoba menjelaskan. dengan laku surut. setengah kesal hatinya." Memang. Setiap orang melangkah maju. Itu berarti. misalnya. Tapi. setidaknya itulah yang menimpaku.processtext. Hanya sekarang. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab.html mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat". Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. kami tetap hidup. Jumlahnya sekitar seribu. "Tak ada. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. Apa itu artinya.

yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. Bahkan. Dan.. tak ada darah lain. entah bagaimanapun caranya. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. Satu-satunya keburukan atau keindahan. "jika di sisi lain tak ada kebebasan.processtext.. jika . jelas bukan itu yang kukerjakan. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz. hanya merekalah yang ada di sini.html .. Biarkan. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah.ABC Amber LIT Converter http://www." di sini aku macet bicara. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. dengan Anne-Marie. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. dan kudengar apa yang diucapkannya. katakanlah. penyimpangan. Tapi. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. aku bisa bilang kepadanya. Lalu. Sekarang. maka tak akan ada nasib. barangkali sia-sia dan sulit dipahami."Dan. Sebetulnya itu bukan nasibku. Tapi. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. barangkali dapat kukatakan. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya." terus kulanjutkan. tapi kemudian aku ingat kata-kata wartawan itu.com/abclit. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan.. mereka ganti bahan pembicaraan. dengan ibuku. saat ini.html Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. "Biar saja. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku.. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. Dapat kulihat. Sekarang. Kupikir.com/abclit. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan kata-kataku.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. Dan. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. dan semakin merasa kesal. tapi sudah tak mungkin lagi. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. satu-satunya ketidaktepatan.processtext. memang aku berbicara."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. apa artinya jadi "orang Yahudi". Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. Sekarang. kecuali . beberapa kataku membuat hati mereka kesal.. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. Ia ingin melompat bangkit. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. lawan bicara yang lebih layak. Mereka juga menyadarinya. mukanya merah dan memukulkan kepalan ABC Amber LIT Converter http://www. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. "Apa?" ia berteriak padaku.

ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. Tentu saja itu yang diinginkannya. "teror dari kam-kam konsentrasi". "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. Tentu ia akan bahagia melihatku. "Ini bukan berarti dosa.Turun dari tangga. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. Di sana. Dan. tentu saja. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini.Baiklah. aku tak punya uang. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. memanjang dan hilang di kejauhan. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kamkam pembantaian itu. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. Juga di belakang sana. Wajah mereka tampak seolaholah tertukar satu sama lain. Ini adalah saat-saat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Barangkali. kemudian aku ingat.Dan jika aku belum lupa. menghadap ke depan. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. suara mereka lebih rendah. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. Bohus. Tapi. apa pun itu wujudnya. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. rasa siapku sedang tumbuh. dan semakin turun ke jalan. Mendadak semuanya jadi hidup. Ibu menantikanku. semuanya menggenangi kesadaranku. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. tapi sekaligus penuh seribu janji. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. dan langit bersaput jingga. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. berada di situ. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). begitu mungkin bisa dikatakan.com/abclit. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. dalam arti tertentu. Begitulah.html tangannya ke dada. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Aku jadi ingat semuanya. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. jalan tampak melebar. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. ABC Amber LIT Converter http://www. sekarang aku tahu. Di sekelilingku. lebih sederhana. dan aku merasakannya di sini-ini saat-saat favoritku selama dalam kam. ahwal dan orang. Ya. benar. satu demi satu.Jika memang mereka sampai hati bertanya. Ya. tapi bagiku. Ya.html . ke arah aku hendak pergi. untuk mendapatkan kekuatan. dokter itu.processtext. di atas jalan yang sudah diempas badai." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. Lalu lintas lebih sepi. Namun. Kasihan dia.processtext. hidup jadi lebih murni. semuanya kembali lagi. Tentu saja. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. jalanan menyambutku. mulai bertumpuk dalam diri. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini.com/abclit. dan semua yang lain. rasanya sesuatu sedang berubah.ABC Amber LIT Converter http://www. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. ekspresi wajah mereka lebih lembut. itu yang akan kuceriterakan pada mereka.

arloji itu akan dibeli buat upeti.html (Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning.SEMBILAN ribu USDolar.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami mengerti maksud Nunik. Setelah Perang Dunia II mulai. tanpa saya maupun kangmasnya. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta.com/abclit.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian.Catatan sejarah menyebutkan. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman.processtext. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe." kata Nunik. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. polisi Hungaria membantai sekitar 3. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya.com/abclit. presiden kek. mulai yang berumur 10 tahun. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. bintang Nabi Dawud. Pri! Bayangkan. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam.Titipan jendral kek. ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. itu urusan ipar sampean.processtext. 800an di antaranya orang Yahudi."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya.500 orang. Pas buat dua orang. batin saya.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. Wajahnya nampak selalu gelisah. adik kandungnya. Dia lebih percaya. Januari 1942.html . yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh."Titipan Ibu Gubernur. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi.

kedai murah di ujung Zeedijk. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Pri.html .""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya.com/abclit. Saya ingin mendengarnya. pikir saya. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang.""Oh. Tinggal menyantapnya. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. Bapak dari Kedutaan. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika.Wajah lelaki itu nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai."Maafkan. Beberapa kali sudah. ya?" kalimatnya sangat sopan. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. Dugaan saya benar. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. berkerah tutup.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. ini baru kehormatan namanya. Sudah waktunya injeksi insulin. Namun sialan. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. lantas makan siang di Nam Khe. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. ya? Tapi saya bukan orang ABC Amber LIT Converter http://www. dia berkali. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya.Nah. Sebab.com/abclit. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. Beberapa kali kami pernah makan di sana.ABC Amber LIT Converter http://www. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. mungkin sedang ngrasani kita. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60-an. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Agaknya pun berpikir."Sekarang dia menengok ke sini. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanita-wanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti.processtext. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe."Saya tidak peduli.html bukan titipan biasa seperti kata Nunik. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. Di Nam Khe. Saya mengurus visa di sana.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. Kehormatan besar buat Hargo. kancing-kancing dadanya berbentuk pilin-pilin kain yang melintang seperti anak-tangga. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe.processtext. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. langsung duduk di depannya. menurut sahabat saya. saya segera membeset meja yang baru saja kosong.

Dan sekarang mereka ini."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Layak ditegur-sapa.com/abclit.processtext. tapi tak melihat Anda.."Selamat makan. Lain kali silakan singgah di rumah saya.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami. Sahabat saya memang jejaka. sukar menemukan pasangan. tidak keliru."O.html ." jawab sahabat saya. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Terus terang harus saya akui. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. Saya tentu saja mengucap terima kasih. "Beli prangko. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka.. batin saya. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik. Pak. merasa gula di darah saya kelewat rendah. nginap di Hotel Dorin. Hargo bilang. mereka justru baru mulai. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. "Mari duduk bersama kami di sini. Itu Hargo tahu. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. saya akan pingsan."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. Sekadar menghabiskan waktu. Saya jadi kurang sopan. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. kecuali sangat perlu. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. tidak jauh dari sini."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo. mahal.com/abclit. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. menunggu pesanan mereka. Dia tak pernah punya kartu nama. Hargo lain lagi. Saya sendiri tak bisa menunggu. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai.""Wuah." kata dia tiba-tiba."Mau bangkrut lu. Dan itu sering keliru. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. tak banyak punya duit. Jika saya nekat menunda makan. saya pun singgah di Wan Nam Hong. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. Maafkan.html Kedutaan." kata saya. Hargo ketamuan. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin.""Pakaian saya tidak begini. ABC Amber LIT Converter http://www. saya keluar sebentar. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders."Ayolah Zus. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah saya di notes dia." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. bertemu dengan Pak Duta. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. Sahabat saya terpaksa menunda makan.processtext. Semua hotel di Damrak mahal.ABC Amber LIT Converter http://www. Itu dia. tidak. Jangan di hotel. Kami adalah orang-orang setanah airnya. Saya pun selalu bersikap begitu. Pak. saya menghindari rekening Nam Khe. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. Ketika saya selesai. karena dia yang bayar rekeningnya. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama.. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. pindah semeja bersama kami. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya.

Jika sial." kata suami Nunik. Nampak bengong.""Service Paspor."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar ABC Amber LIT Converter http://www. Memang terasa melonjak tinggi sekali. baunya saja pun sangat nyaman. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. Haaar. "Hukuman berat jika ketahuan. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakutnakuti.processtext. Sahabat saya nampak makin kebingungan. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Saya melahapnya."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Saya ingat. Paran. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta.com/abclit. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya."Buka saja bungkusnya. Di Malaysia malah hukuman mati. Karton itu saya buka. Tentu tak tahu apa isinya. menyisir rambut lalu keluar menuju lift." usul saya. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu.000 rupiah."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Ini bungkusan cocoknya buat saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. tapi tak bisa menahan selera.html Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. kan bisa dibungkus lagi. Kebodohan yang kini sulit saya pahami.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Nunik bisa bawa. bumbu mirip semur."Untuk keluarganya di Gondangdia."Alhamdulillah. Saya sungkan pada suami Nunik. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya."Tak perlu khawatir.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. Tak sampai setengah kilo. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian.html . "Terlalu riskan buat adik sampean. Saya tidak bisa ketawa. Kalau ternyata bukan barang larangan. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Namanya pun baru dengar sekarang. Mas!" kata istrinya. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara. Dia beri kita kartu nama dan addressnya." katanya. Priiii. Husaren Sla."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah."Isinya apa?" dia tak sabar. Saya pun tiba-tiba khawatir.""Sampean ini. Malah ngenas. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana.com/abclit.

Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan.. desir angin. Di luar sana.. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. Dan ini tentang hujan yang sebentar.INI juga pada senja. segalanya butuh perhitungan. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. Benar.S>small 2small 0<. seperti yang dulu-dulu. Senja ini tak ada kepastian. Dari kaca jendela kamar itu. memang.. tatap aku baik-baik. Tapi beberapa. Kali kedua aku bertemu dengannya.com/abclit.Kami minum kopi.processtext. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan. mungkin meratap diam-diam. tidak ada kepastian. hujanlah yang menyertai peristiwa. kupandangi lama cuaca. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. khotbah. Selamat. Tidak semua gugur daun. aku dan kamu.. aku kira. dan berbisik: ABC Amber LIT Converter http://www. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. di kotanya. Aku tahu. percakapan.Hujan reda. bahkan untuk sedikit kepastian.Tengadahlah. Ia masih seperti setahun yang lalu.. Di stasiun kereta api. meyakinkan lebih tepatnya. . Semua selesai.Beberapa selamat? Beberapa selamat. Tapi tidak mungkin. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. dan rintik hujan. Kami berpisah. aku pikir akan selamat. tak kuasa menanggungnya. Dan ia menggeleng pelan. matahari yang tenggelam. selain hujan dan waktu yang bergulung.html Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. lebih nyeri dari ini. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya.Aku kurus ya.com/abclit. sahabatku.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu.processtext. Tak semua selamat. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. Dan kita.html . lalu mencari tempat berdiamnya sendiri. semenjak gelengan itu. Ia rindu. di senja hari. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. yang kekal dalam ingatan.. mataku.. Sayang. Atau mungkin sebaliknya.. begitu sendu.Ah. bahkan bila kita mau. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya.. nyanyian. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. Dan di pojok entah mana. juga yang berpasangan. Sangat rindu. dan hujan yang sebentar.Aku mengangguk. Sebentar ditatapnya wajahku. . Setelah sebelumnya. kamu ingin hidup yang tenteram saja. Apalagi. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. ya. hanya agak kurus. Aku tahu itu. sembari menunggu hujan reda. Tetanggaku.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia agak kikuk. dibuntal oleh hujan yang sebentar.LALU aku bertemu dengannya lagi. membasuh sedih di luar sana. beberapa mengalaminya. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. juga dalam hal ingatan. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. Seperti percakapanpercakapan yang terusir. Tapi lebih banyak yang tidak. Ia tidak secerah dulu. Lebih berpuing dari ini. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. himpitan beban seperti tak tertanggungkan. tapi aku yakin. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. juga pada senja dan hujan yang sebentar. walau aku tak yakin benar.

Begitu singkat. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. dari dulu. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih. Aku merobek kertas yang di atasnya. mungkin karena baru beberapa bulan. Ah. Aku mengambil kertas. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik.Tapi kamu tahu. dan memelukmu. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan.Kamu!Di luar.Kamu duduk lagi..Kamu mengedarkan pandangan. Apa pun. dan ingin juga bertemu. dan mulai menulis. Kamu di mana.html sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. Makan yang begitu tertib.Di hadapanku kini. Mengapa jika kamu menangis. seperti sekarang ini.. kamu mulai basa-basi. beberapa bulan yang lalu. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. keponakanku.TAPI kepastian itu datang juga.Bisa minta tolong. Sebelum banyak bicara.. hendak membuat kopi. Hujan dengan cepat reda. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap. menghampiriku. Cara menulis yang tenang dan ABC Amber LIT Converter http://www..Dari jendela. Tapi kali ini tidak.Seseorang mengetuk pintu. Seperti dulu-dulu. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu.Dan sekarang. aku tak kuasa menatap matamu. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu. kebiasaan buruk. Mengambil kertas dan menulis. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. aku selalu ingin kamu menatap mataku. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan..com/abclit.Aku mengangguk. Kamu bergetar. Lucu-lucu.html . sebelum banyak dusta. Aku beranjak dengan malas.. Mengingatkan dulu.. misalnya.Kamu menunduk...Kamu menyeka hidung dengan tisu.Aduh. senja dibekap cuaca yang murung. Ah. Hujan akan segera turun.Kamu menangis sesunggukan.Ini Dede dan Kahfi.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan.com/abclit. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. televisi yang mati. sampai sekarang.Harusnya aku mendekatimu. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih. Senja mulai mengetuk malam. sesedih aku. sebagaimana aku juga tidak. mengambil gelas yang kusentuh. kamu. Tidak mungkin. Sangat deras.Aku tidak begitu peduli waktu itu. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. Juga luka dan getir itu. Kangen.Aku sedang ada urusan di sini. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. dan ini kakakku. ya?Aku mengalaminya. yang selalu kamu seka hidungmu. Belum ada tanda-tanda. Memandang caramu menulis. pigura-pigura.processtext. Seorang laki-laki juga menghampirimu. lampu-lampu mulai menyala. dan lagilagi sesunggukan menangis.... tentang pertanyaan-pertanyaanku padamu. dalam tubuh yang agak basah. Aku hanya memandangmu. Tapi kamu juga bangkit. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. menunggumu menyeduhkan kopiku. tidak sepertiku. Mataku menatap perutmu. hujan mengguyur deras.Jangan tanya tentang pernikahanku.. senja. Apalagi hujan yang sebentar. dan hujan. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan.ABC Amber LIT Converter http://www. pertemuan itu telah menutup segalanya. bukan?! Tapi bisa jadi. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu.Uhf. menatap buku-buku.. air mata itu. akhirnya.. sepintas kulihat. Aku bangkit.Tidak. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. Baru setahun yang lalu. almari pakaian. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. baru kutulis nama sayangku untukmu. kedua tanganmu pasti kotor. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. tapi kuseduhkan secangkir teh. bahkan di diriku. Aku kembali ke tempatku semula.processtext.. Aku memandang ke jendela. Suamimu duda. Dan kamu berubah sekejap.Aku panik.

. padahal sangat peduli. tak lelap. istriku.Di luar. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. sudah terasa hilang sejak lama.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Di seberang. Menatapmu.Sore nanti. tepat yang kelima. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu.html . Kamu juga. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. Sialan.. dan pernah bersumpah akan mencurinya. Pintu terbuka. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. ada janji makan malam. Lalu aku ingat. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja.ABC Amber LIT Converter http://www.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. di dalamnya.Aku mengangguk. kan?Aku menggeleng. Kamu belum makan. Perpisahan itu tidak enak. Mau nggak.Aku bawakan makanan kesukaanmu. Seperti kemarin.Kamu bangkit. Selebihnya. Brengsek. Kuangkat. sungguh.Kamu masih gampang terharu. Kututup pintu.processtext. Tak menahanmu. kamu tahu kalau aku menatapmu. Pagi ini aku tidur.Kenapa?Aku menggeleng. Bukan. Aku menjilati sisa makanan di jariku. dan kamu sesekali main di sana.html sepertinya sangat tidak peduli. Aku tahu. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. telepon berdering. minum kopi hasil seduhanmu. Tapi urung. Aku hendak menahanmu.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. Dan seperti tidak peduli. Kuambil nasi dan makan. aku yakin. mampus...Kenapaaaa. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Kamu duduk lagi. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri.. Balik-balik. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. Sebab kalau kamu. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. Lagu-lagu sedih. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku.Aku masuk. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu.Aku sedih. bukan kamu. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri.. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. Sangat indah.Pintu kututup pelan.com/abclit. Pasti ada yang hilang lagi. Tapi aku mencintaimu. ya. Kubaca. bersamamu dalam bayanganku. Musik mengalun. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Kamu sodorkan kertas itu. Aku tidak jadi menangis.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku.processtext.Aku harus pergi.com/abclit.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. aku balik. Nada suara tinggi yang merajuk itu. Lalu kudengar ketukan pintu lagi. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri. Membuatku tertawa sendiri. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu.Aduh. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa..Kamu tersenyum. Dan mungkin menangis. cuaca cerah.*** ABC Amber LIT Converter http://www. menuju komputer.

html . ke rumah orangtuanya. Sebetulnya. Bukan untuk membuat Berbi penasaran.000 dollar AS lebih. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Namun. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu." Seperti biasa. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.processtext." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa.html Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman. Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Jadi. Kalau disebutkan dalam surat. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse.com/abclit." tulis ayah Berbi. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini.

Pohon-pohon sudah mulai meranggas. Tidak dengan mesin tik. kalau tiket sudah dilunasi. apalagi dengan komputer. Meskipun salju belum turun.html .processtext. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. Pada bulan Maret tahun depannya. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul." Begitu bunyi surat itu.processtext..com/abclit. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. Berbi masih tidak habis pikir. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt.com/abclit.. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. Rothenbaumchaussee. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. pertanda musim gugur telah tiba. Jakarta. Jadi. meski teknologi sudah maju pesat.. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Apalagi ditambah dengan angin kencang. Di Frankfurt. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon.html Lagi pula.ABC Amber LIT Converter http://www. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Dalam satu-dua bulan. Hamburg 1 "Pulanglah segera.

Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. Namun. di Rothenbaumchaussee. seberapa pun kecil atau besarnya. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. Apalagi pengarang cerpen atau novel.com/abclit. Kalau pulang.html .com/abclit. risikonya apa? ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu." Surat ini mirip telegram saja. Oleh karena itu. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. uang 2. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. uang tetaplah uang bagi Berbi.processtext. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. si hemat kata. Palingpaling hanya akan menjadi penyair.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. Di apartemennya. Berbi tahu.html kenapa. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. Hamburg 2 Memang. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak.processtext. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan.ABC Amber LIT Converter http://www. sang ayah hanya mengatakan. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. Kalau toh terpaksa menulis surat.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Di pihak lain, Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Sebagai putri tunggal, ia mengerti perasaan ayahnya. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga, pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau tidak, untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala?

Mudik 1

Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu, Berbi sudah dua kali menerima surat serupa, yakni memintanya pulang dengan segera, "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg, tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah.

"Pulanglah segera, ada yang akan kubicarakan denganmu."

Hanya itu isi suratnya.

Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi," kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.

"Oh, ya."

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Hanya itu komentar Berbi.

"Ayah ingin tahu, bagaimana pendapatmu."

Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.

Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab. Ia tidak menyangka, pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. Oleh karena itu, ia menjawab sekenanya, "Terserah Ayah sajalah...."

"Maksudmu bagaimana?"

"Maksudku, kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah, ya, apa salahnya menikah lagi. Sebaliknya, kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi, ya, tentu tak perlu menikah lagi. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru."

Ayah Berbi terdiam sejenak. Oleh karena itu, Berbi menyambung, "Omong-omong, apa Ayah sudah punya calon...?"

Sebetulnya, Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Cuma karena ayahnya sudah to the point, ia pun tak sungkan bertanya langsung.

Ayah Berbi menggeleng. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.

"Lho, bagaimana sih Ayah ini?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Teman-teman Ayah di kantor, katanya, siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi."

"Saya pikir, Ayah sudah punya calon...."

"Belum."

Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam, Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Apa boleh buat, peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Mudik 2

Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima Berbi.

Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta, Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.

"Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?"

"Aku pikir, aku mengidap penyakit."

"Lantas?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Setelah diperiksa dokter, ternyata aku dinyatakan sehat."

"Lho, memangnya Ayah merasakan apa?"

"Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Makan tak enak. Baca tak enak. Tidur tak enak, tak nyenyak. Badan serasa meriang sepanjang hari. Pada saat lain, badanku serasa gatal seluruhnya."

"Tensi Ayah, bagaimana?"

"130/90."

"Normal dong."

Graha Taman 1

Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah, pikir Berbi. Kalau tidak, tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.

"Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup," kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman, Jakarta.

"Maksud Ayah?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Maksudku, aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya."

"Lho, memangnya Ayah sakit?"

Sang ayah membisu.

"Ayah mengidap penyakit berat?"

Sang ayah menggeleng.

"Ayah sakit jantung?"

Sang ayah menggeleng lagi.

Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Berbi mengubah cara bertanyanya.

"Kenapa Ayah merasa akan mati?"

Dengan enteng ayah Berbi menjawab, "Aku dapat firasat...."

Graha Taman 2

Keesokan harinya, ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Kabar Duka Cita".com/abclit." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu. ’Sedia payung sebelum hujan’. ABC Amber LIT Converter http://www.html "Begini. Kata peribahasa.processtext. kalau aku mati nanti. agar tidak mengecewakan sang ayah.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku ingin. "Rencana Ayah bagaimana?" Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya.processtext. Kita kan perlu bersiap-siap. Berbi mengajukan pertanyaan. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map." kata sang ayah. kamu pasang iklan kematian untuk aku. "Turut Berduka Cita". Kemudian Berbi melanjutkan. "Lho.com/abclit." Mereka terdiam sejenak.html . Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus. Namun.

P".processtext. sih.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext." "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. kerabat. kalau aku sudah mati. "Telah Mendahului Kita". Teman-teman." ABC Amber LIT Converter http://www.html "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". Ayah Berbi meneruskan. dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. "Kok Ayah ingin diiklankan.com/abclit. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini. tetangga.html .I. "R. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran." Berbi terdiam.com/abclit. "Rest in peace". "Telah Beristirahat dengan Tenang".

Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. aku segera kabari Ayah" Dengan kata-kata itu. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. Dengan langkah berat. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. Soekarno-Hatta. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan.com/abclit. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita.ABC Amber LIT Converter http://www. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. "Berita Duka Cita". Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu.P". Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. "Telah Mendahului Kita". Akan tetapi.html . Firasat. "Telah Beristirahat dengan Tenang". Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita.html Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. kata ayahnya. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". Di pihak lain.I. "Rest in Peace". atau "R. "Pilihlah ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi menuju Gate 1. Berbi hanya berjanji. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". "Kabar Duka Cita". Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747.processtext.processtext.com/abclit.

Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. atau surat. Menurut berita CNN. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. atau faksimile. Jakarta. Italia. "Pokoknya.processtext. tentu akan aku pasang iklan di semua koran.. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan karyawisata ke Roma.com/abclit. Berbi namanya. Semua penumpang bus meninggal dunia." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta.html judul iklan yang paling bagus..html .ABC Amber LIT Converter http://www. iklan mana yang kupilih.processtext. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. atau e-mail. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. atau telegram. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik ABC Amber LIT Converter http://www." katanya kepada sang ayah.com/abclit. kalau sudah sampai waktunya. termasuk sopir bus..

Dengan nafas terengah-engah. pakaian dalam. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP..yang panjangnya selalu di bawah lutut. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa.Bagi Yustin. bunda. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya.html Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Meta?""Aku beli sendiri. bayangan-bayangan buruk itu memang tinggal bayangan.com/abclit.com/abclit. "Bunda mau bicara sebentar. Sampai ia lulus SMP. bunda. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ.. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini. mata sembab dan isak tertahan.yang tak pernah berlengan pendek. sepatu. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju .processtext.""Tapi Meta sudah ABC Amber LIT Converter http://www.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. Sebab nyatanya. shampo. justru karena ia tahu persis. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. anggun dan mempesona. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas.. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah.html . "Bukan di situ. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki.processtext.. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki. Tapi luka dalam. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. Lalu dirangkulnya. bedak.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi tidak demikian bagi Yustin. rok . Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. Namun. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh. Sampai ia masuk SMU.. Untuk sementara. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya.. Meta sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Sampai ia berusia enam-belas tahun.

Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis.. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik."Meta mengiyakan dengan cara terdiam. Pipinya membasah.""Bibir saya kenapa.""Kau pasti pernah merasakan. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. Meta. memelukmu. Dan ini membuatnya jumawa."Meta terdiam.. atau senantiasa merasakan.. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah.. Matanya terpejam."Mungkin kau benar... Buka saja dulu pakaianmu.""Tak usah. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu.""Meta tak tahu apa maksud bunda. Tak mungkin ia bercerita. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. "Perhatikan bibirmu secara saksama. nak. menyentuhmu. Ia tak bisa datang menjemput.. bunda. Aku harus berangkat naik bis kota.""Apa." "Lalu. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah. Badannya besar dan kekar... Meta.""Jangan berpikir sejauh itu. Dengan berbagai kecemasan. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini. bunda.." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu.html mau berangkat sekolah. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup. memujimu. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah.""Bunda khawatir. Semuanya.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. atau sering merasakan.com/abclit. Bunda cuma khawatir. membelaimu. siutan panjang. Kapan pun. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya.processtext. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip.. yang setiap hari mendengar decak kagum.""Tapi. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu...ABC Amber LIT Converter http://www.. serta rayuan dari para ABC Amber LIT Converter http://www. Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih.html ."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar.com/abclit. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan.. Meta.. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin."Dengan perasaan berdebar dan bertanya-tanya Meta membuka seluruh pakaiannya. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. pujian.processtext. panggilan mesra. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin.??""Jangan bertanya dulu buat apa.atau. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan.. hingga yang pada mulanya ia hidup biasabiasa saja sebagai layaknya pemuda desa.. Meta.. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. "Kenapa... betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu.

Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. Ada nama seorang pria tertayang di layar.. eyeliner. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang. minta aja kunci ke resepsionis.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. sebab segala rupa sanjungan itu lama-lama sangat dinikmatinya. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. maskara.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anak-anakku.. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir.processtext.com/abclit. stiker tattoo dan pernikpernik lainnya. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. gelang..ABC Amber LIT Converter http://www.html pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. dan gunakanlah kartu debet atas-namamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. ya?" "Sebentar. "Kau bicara sama siapa. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. giwang. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. kalung.com/abclit. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu.html . blush-on. Dan Yustin tak mungkin bercerita. Kamar 501. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. Oke. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar.processtext."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. Ia pun buru-buru membuka almari. anting. Dan Yustina tak kuat bertahan.. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. "Halo. eyeshadow. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. oom. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkat-angkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. Sekarang aku sudah di kamar. 11 Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Ketukan pintu membuatnya kaget. "Ya. dan bicara dengan suara selirih-lirihnya. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. Meta?" Jakarta.

menari. Dina menikah dengan Bram.html . apakah dia masih mencintai Bram.com/abclit.processtext. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. Bram. ketika selesai menyetrika. lebihlebih. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). Dina menyanyi.html Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.Kemudian dengan bayinya.Malam itu. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. bersihkan sarang laba-laba itu. Dina membawa sebuah buku.PADA saat itu. Tapi. waktuku.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki.processtext. cintaku kepada sulungku dan Bram. "Kubisikkan pada mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. Dina tahu Bram ada di sisinya.com/abclit. Kala mendongakkan kepalanya. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. aku cinta Bram. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. aku cinta Bram." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. "Kuberikan diriku. Ia menampar habis-habisan sulungmu. Sekarang." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. yang ABC Amber LIT Converter http://www. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. untungnya aku datang. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih. seorang lelaki Indonesia. setamat sekolah pulang ke Indonesia. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam kandanganku. ketakutan. hal itu diomongkan kepada Bram. sebenarnya Dina merasa. aku cinta Bram. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. di halte sambil menunggu bus. tiba-tiba Dina tidak tahu. "Non."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah)."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mail-nya. langit menulis kata-kata itu. kalau kau punya suami.Anaknya lahir dengan sehat. Itu rasanya tidak mungkin. Dina duduk di ruang tamu. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). Kamar Masmu memang jorok. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. harapan. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu.JALANjalan. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. dan berucap. Namun. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. berdiri di mukanya!Jaringjaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. dan kesedihan adalah milik mereka. Mereka samasama bekerja keras.

Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya).html . sebaiknya minum susu dan aspirin. "Ibu.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. Hal ini dibicarakan dengan Bram. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu."Dina diam saja. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. Dia merasa. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba.DINA menyusun rencananya. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. kamu depresi. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut. "Nduk.ABC Amber LIT Converter http://www. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. Langkah satu."Ibu memeluknya. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. sebisa-bisanya. "Din. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. aku tidak pernah mengurungmu. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. yang sampai pada saat ini. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. Dina tidak ingin peduli. Dia naik ke lantai dua. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang.Langit di sana diam-diam saja. tapi untuk keluarga.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. Dina mengatakan kepada Ibunya. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. "Nduk.processtext. Bram suatu senja mengajaknya ngomong.Dina menjerit-jerit. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. ia membersihkan sarang laba-laba di rumah Ibu. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. Celakanya mereka bukan laba-laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. Sebetulnya."Ibu memeluknya. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. Karena semua orang bilang. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan.html kemudian menjadi suaminya. perceraian. mengirim cintanya lewat telepon. bukan untuk diriku sendiri. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi.SUNGGUH. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. bajubaju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. mereka adalah labalaba ganas. masih menjerat seluruh tubuh. Dina mungkin capek. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. Semua perabot rumah."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka.com/abclit. perasaan dan pikirannya.processtext.com/abclit. Memang ada ABC Amber LIT Converter http://www.

Ada pembantu yang mengerjakan itu semua.processtext. Namun.com/abclit. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah.html .Sampai di rumah ini. selamat tinggal.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. Dan jaring laba-laba itu. "Sudahlah. ketika Dina merasa pusing yang hebat. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun. Bram berkata pelan-pelan. Dina jijik dan sekarang. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. "Saya harap. kasihan anakmu. Kamu masih dalam proses penyembuhan.""Jadi. dia harus memisahkan anaknya dari Bram.processtext. harga obatmu sangat mahal. 18 November 2002 ABC Amber LIT Converter http://www."Bram melihatnya lekat-lekat. Beberapa tetangga berdatangan."Bram. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. tapi harus dihormati). namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. karena tanpa tugas-tugas itu. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. "Pa. "Ma. turuti sajalah apa kata dokter. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan mengurus dirinya. mereka berdua melenggang ke kota lain.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang labalaba. Dina berkata pelan-pelan. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. ayo tidur. kamu sudah sembuh.Dina menangis.ABC Amber LIT Converter http://www. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Dina menganggap.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya.com/abclit.Kesedihan.Malang. Din. ketika kita baru saja bertemu di halte bus.html ekspresi cinta dari Bram. Bram yang seharusnya merawat. Dilihatnya Bram dan anaknya. "Din. padahal kuberikan semua cintaku untukmu. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi.""Kau tidak mencintaiku lagi. mengejar-ngejarnya. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). mereka akan datang menjemputmu. Bram berdiri di antara tetangganya.Akhirnya. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas Bram dan anakmu. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. Padahal. anaknya.

Ia bercita-cita menjadi tentara. Berbeda sekali dengan si Upik. lalu tumbuh berpasang-pasang.com/abclit. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Ketika si Upik masih kecil. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. Tanpa harus menguak dan meraba. tak perlu menunggu tamat sekolah. Konon. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak.html . Dan kenyataannya memang demikian. menampakkan wataknya yang keras. cukup dengan berkata.processtext. mencari kutu. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. nanti mendaftar jadi tentara. terhindar dari segala penyakit dan kematian. Karenanya. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. Upik merasa tersanjung. "Ayam ini untuk si Upik. bakal cepat berkembang. dan Ayah merestuinya. pusar-pusar ternak itulah. sekolah si Kandik harus terus disambung. Alangkah indah dan menyenangkan. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun.processtext. Rambutnya kasar seperti ijuk. kanan dan kiri. ya. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang." maka. cukup angin saja yang menyibak. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. pusarpusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji. Ayah telah memberinya sejumlah kambingABC Amber LIT Converter http://www. sambil menyibak pusaran rambut itu. semuanya selamat dierami. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. Merimuk saja di sudut kandang. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. Tak perlu menunggu lama.Akan tetapi. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. Atau ada yang sempat bertelur. tiada dua. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. berdiri tegak umpama dari landak. tamat SMP ke SMA. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya. Ayah tentu merestui.html Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas.Demikianlah.com/abclit. baru akan naik ke kelas enam saja. Bila ayahnya membeli sepasang ayam.ABC Amber LIT Converter http://www. ayam-ayam berkotek di kandang. Dan.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. ajaib. dua-tiga butir yang dierami. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. dan turun dari kandang berkembang-biak. orang-orang percaya pada pertanda.

Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. di usia sehijau itu. tapi bukan penghiburan yang didapat.ABC Amber LIT Converter http://www.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuansungguh dianggap keterlaluan. Maka. Akhirnya Ayah bertindak ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi si Upik. berkat tetua yang pandai membaca. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". ternak si Upik memang berkembang-biak. dari ayam. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. seorang sahaja di tengah padang. Sungguh menambah beban.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). Tak hanya kambing. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. berarti menantang adat dan kebiasaan. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. berkah dari adat yang bertuah. turun-temurun.com/abclit. begitulah keadaan diri si Upik. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. Membuat si Upik tak nafsu makan. dengan sekali sentak. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambing-kambingnya ke padang gembala. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan.processtext. dan Mak tak kuasa membujuk.Pagi-pagi sekali. dan berseru di tengah padang. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang.processtext. dan ia tak peduli. tanpa pernah berunding dengan dirinya. dengan kumis melintang. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. mungkin juga seorang bandar!). berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan?SEPERTI diduga. Maka. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. sapi dan kini kerbau. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. Selalu. Tidak. begitulah. tidak berbaju buka kepala. kakak-adik. "Upik. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada.. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi! Dan petang itu si Upik teramat sedih. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Berhujan-berpanas sudah biasa. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ.html kambing orang dengan sistem paroan2." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. "Anak gembala. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati.com/abclit. Si Upik tak kuasa menahan tangis.. melainkan dampratan dan umpatan. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. Ia merajuk. tapi bermacam-macam. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. setiap isyarat jadi sebab. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. Setiap tanda jadi tanya. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. Menjadi adat orang seranah. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang.html . Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. ayah butuh seekor kambing!" Maka. Sendiri memintal hari. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. Dan semua ternak diterima Ayah. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama.

com/abclit. patuklah pusar-pusar di rambutnya. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. tak sekadar membentak tapi menggampar. ia lihat wajahnya.Tapi Upik menyukainya. Tak tergurat tanda amarah. orang mahfum. diserbu belalang dalam semalam. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua.html .html lebih jauh. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. apalagi mereka tak punya anak. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. Apakah sekadar mendapat teman bercakap. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. Dan merasa lengang bila lakilaki itu melanjutkan perjalanan. "Kamu sakit. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan uratABC Amber LIT Converter http://www. Upik.Terhuyung Upik meniti pematang. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. ketika seseorang datang berseru. Cepat Upik berlalu. mengancam. "Panen gagal. itulah yang utama.. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam." kata Mak kelu. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekat-dekat. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. kawanan bangau yang putih yang suci.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. Mengobati sakit dan lelahnya. dijambak dan diacak-acak.. Dan penuh perhatian. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar..com/abclit. Sebenarnya. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam." Lama-lama.ABC Amber LIT Converter http://www. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. Dengan satu sentakan. Dipijatnya kepala Upik di sana. "Kamu mesti berangkat. Perutnya mual. entah kenapa. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. Yang jelas. juga rambutnya yang kusut. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. "Awas. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. dialasi tikar. kurus dan menderita. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. "Hampir panen. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. kecuali dari Pak Kudun!Ah. Isi ladangnya tak pernah jelas. Di kubangan. Ayah menyeretnya ke belakang. mampir sebentar dan bercakap." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. Dan petang itu. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah.processtext.processtext. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. tapi sudah cukup akrab-bercakap. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. dan Kandik segera mengejar. ia dengan nyentrik bilang. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. Wajahnya bersih. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. Pik. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. rasa diperhatikan dan penghiburan. orang tua penuh perhatian. O. menyejukkan. bangau-bangau itu lantas menjauh.. yang menjadi latar perkampungan. ingin muntah.

merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. Awas. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. seperti tersadar. Pak. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. "Sudah lumayan enak. dengan tatapan orang yang minta diri. berarti kau yang memberi tahu. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. Barulah sesampai di tempat yang sedikit terbuka. "Mbheeeeekk. Batal ia mengambil mangsa. dengan ucapan yang tak selesai itu. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. Seperti sekarang! LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. dan berteriak seperti biasa. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak. Sebelum pergi.PETANG itu. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayah-bila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. Maka. melainkan datang dengan ancaman yang sama. Upik sungguh tak bisa berbuat apa-apa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. meniup puput-serunai batang padi."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. "Upik.. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor.. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Kandik segera berlalu menyusul kawankawannya yang kian jauh. kalau Ayah sampai tahu. dan merasa agak enak sekarang. Terima kasih. Keduanya bersitatap.processtext. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. Upik merasa lengang tiba-tiba.com/abclit. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. menggeleng-gelengkan kepalanya kirikanan. iramanya melengking tinggi!Tapi. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. tidakkah juga. Ah. si Upik melepaskan jerit.com/abclit. Gadis itu terpana diam. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diam-diam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang.html . bukan mengembalikan mangsa.ABC Amber LIT Converter http://www..Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu.Upik menggerakkan kedua lengannya.html urat di tangannya. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. Dan karenanya. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala.. Tapi." Pak Kudun tak melanjutkan. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Pak Kudun memandangnya. Ayah lalu berbalik langkah. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. Upik ingin tak mengenang."Dan kau. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Iya 'kan?"Begitulah. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. Dan Upik." katanya dengan suara bergetar. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. irama itu terputus tiba-tiba.processtext. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada ABC Amber LIT Converter http://www. lantas si Upik berlari menuju ke sana. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. Mak. Tinggallah Upik dengan hati senyap. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. Lantas.. untuk kali itu.

Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. Disebut juga uyenguyeng atau pusa-pusa.html . bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. "Ya. Kai. Sistem paroan.." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu.Aku juga tidak bisa cerita banyak." katanya.. Yogyakarta. Ayahkah. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba Sumber: Kompas. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. Ia ingin menjerit. baru beberapa langkah.html pancang di kandang. Senja mulai turun. hantu.processtext. Edisi 01/05/2003 "KAI. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama.. ada apa ramai-ramai.. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. Upik... namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang.. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. atau.ABC Amber LIT Converter http://www. Pusar-pusar. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. "Upik. Tetapi. semakin bebal. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan.Upik beranjak ke arah semak-semak. ceritakan apa adanya saja.Rumahlebah.. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. tapi setidaknya. Kita ke ladang saja sekarang.2. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. Aku telat datang!" pintanya kemudian. "Cuma.. Pu. berpulun kain sarung. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sanaABC Amber LIT Converter http://www. sesuara lebih dulu menyentaknya."Tenanglah. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar." bisik Pak Kudun. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. dan kalau nanti Ayah datang mencari. tenanglah. 2002Catatan:1. Semakin tebal. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas.. "Ceritakan dong." beritahu Tangkai. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun.processtext.com/abclit. meski sulit dipercaya. Namun.com/abclit. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda.

Harus mendengar sekalipun tidak ingin. maaf. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi." kata Kupu-kupu. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin.processtext. hingga kemudian. aku pergiii!. "Sudah risiko. Bahkan dalam tidur pun... "Nanti." kata Kupu-kupu. Melihat Kupu-kupu datang lagi. Dua lelaki. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. aku masih agak terganggu sampai sekarang." kata Kupu-kupu. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang.. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan." "Mau dengar nggak?" "Maaf. Di antara tiupan angin yang membawanya. sekarang. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. Tangkai akhirnya mengangguk." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar. ada angin lagi. Capung kemudian terbang dengan tak acuh. "Jadi ketinggalan berita. Ceritakanlah. tenang dulu. Di sini nggak ada enaknya. "Demi persahabatan.com/abclit. nanti dulu.processtext. "Oohhh. tadi lebih pikuk. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. Aku belum mendengar apa-apa. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. "Wah. Kelihatannya ada jalan keluar. tidak begitu. Mau dengar nggak?" "Maaf. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu." kata Tangkai." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi.. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggasunggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala.ABC Amber LIT Converter http://www." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin. Bukan ingin tahu pendapatmu.. "Lho. Aku baru terbang dari luar kampung sana." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. "Jangan di sini. aku malah hampir lupa. Kok kamu tahu mereka ayah anak. teruskan ceritamu. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. teruskan." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana.." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. "Ya. "Sudah. Agak sedih malah.html . jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. "Cerewet. nanti saja ceritanya. Masalahnya." lanjut Kupukupu." kata Kupu-kupu." "Kok berkomentar lagi.html sini!" tegas Kupu-kupu. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang.com/abclit. peristiwa apa sih sebenarnya. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. "Kuringkas ABC Amber LIT Converter http://www. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. teruskan ceritamu. Hm. karena tadi terbawa angin. Jangan pikirkan si Capung.. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. Seru sekalii." "Begitu?" "Ya. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. Sampai nantiiii.." kata Kupu-kupu. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi. "Jadi tidak mau mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal. Kupu-kupu tampak berpikir.. Ayah dan anak. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. Ah. "Nanti dulu. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu." kata Tangkai bergoyang." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf. "Wah wah.. "Nanti dulu." kata Capung." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya.." "Dua orang kataku. "Sudah." "Karena mereka saling memanggil begitu. maaf. "Pergi juga tak apa-apa. Oya..

Itulah ringkasannya. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian.." kata Kupu-kupu. karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi." kata Kupu-kupu. Ayah dan anak dikeroyok. Biar informasiku lengkap. "Maksudku. tak tak puas.com/abclit.... "Ah. Hinggaaaaa. Tak percaya oleh kenyataan. Kejadiannya berjam-jam. kau seserius. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. Darah berceceran di mana-mana." "Yuk. Nafasmu nanti habis. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan. Begitu saja.. Hinggaaa. tikam-menikam. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. akhir dari kejadiannya. kok biasa saja. kemudian ikut berkelahi.. yang ditembaki. setiap kepala.." kata Tangkai." "Terserah kalau begitu.. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah dan anak berteduh di halte sana. dan menghilang ke ujung jalan sana. Hing..ABC Amber LIT Converter http://www. lempar-melempar.. Dia tidak begitu hebat. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. teriak-meneriak.html . yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah. "Ya. yang diteriaki. "Begitulah. Para penumpang menontoni. "Ya dong." "Daag." "Hussh! Hussh! Kau.. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai. lalu menaiki sebuah angkot.. Pukul-memukul. Akhirnya tak jelas lagi.processtext. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan." kata Kupu-kupu. "Iya. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan. Daaag. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. sama-sama meninggalkan kerumuman. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya." "Itu dia. Masih cukup dekat dari halte. Lalu kau dating. Lalu tentara datang.." "Apa itu?" "Kedua lelaki. Bisa kau bayangkan. Tapi perkelahian masih berlanjut. masing-masing akan terdengar khas. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu. Polisi semakin banyak berdatangan.html saja. penembak. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri. "Itulah. hingga tembak-menembak. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu.. Polisi datang dan melerai. setiap penilaian." kata Tangkai.. maki-memaki. peneriak. tahan dulu. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul.. Atau malah kurang seru. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. "Terserah." Tangkai bergoyang." kata Kupu-kupu." "Aku kan Kupu-kupu pintar. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu." kata Tangkai.com/abclit. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. "Wah. Jalanan benar-benar macet. Para penumpang yang ditodong melawan." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Cuma kejadian sederhana. yang diinjak. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. "Kukira ada hal yang luar biasa. Setiap mata. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu." "Wah. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. tahan dulu..processtext.. Bisa kau bayangkan. Bus-bus berhenti. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. Tak ada yang mengejutkan. penginjak... Ya. setiap hati. Begitulah. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja.. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul. "Itulah.

Aneh banget Ayah itu. katanya lagi dan lagi." kata Ayah. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Rembang. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. menceritakan hal sederhana." ujarnya kembali berpuisi. yang masih dapat dimanfaatkannya." nasihat Ayah seperti berpuisi.Pada tahun 2003. Kini komputer menggantikan perannya. Tentu saja. Turuti saja panggilan sinarnya. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu.com/abclit. membawanya. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. Atau menutup berbagai lokakarya.html heboh.processtext. "Lontar telah pergi. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. Kalau tidak. Tukang-tukang kayu dari Jepara. Tahun yang sangat ditakuti. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik." Pada tahun 2003. atau memang sudah mati percuma. karier Anda sekalian bisa lebih suram. dan Pati akan panen order dari Thailand. tapi juga tahun 2003 itu.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah. dan Brunei Darussalam. Sampai ketika kedua orang itu. sudah pingsan berdarahdarah. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang ABC Amber LIT Converter http://www. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati.com/abclit. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. menonton sejenak. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai.processtext. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya.html . Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. Bukan hanya Bulan."Makanya jangan melawan Rembulan.ABC Amber LIT Converter http://www. dan sekaligus dibanggakan. namun sebagian lainnya tak perduli. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. ayah dan anak. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. katanya lagi. Singapura. Pada tahun 2003. Lunglai. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. bagaimana kedua orang itu. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu.

sekarang pohon itu tak ada lagi. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. maupun indeks gabungan harga saham. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. melalui jendela yang terbuka. yang buahnya segar. Seolah-olah bersyukur. hari-hari kami seperti lebih teduh. Sekarang pada layar monitor. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami.Anak-anaknya berkumpul. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. pohon lontar itu. kebanggaan keluarga kami.Makanya. Tapi. cinta pada anak-anak. belum pernah bicara.html . adalah tulisan. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. Itulah nama Latinnya. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. pribumi maupun Tionghoa. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. tapi hitam legam di panggung sejarah.html menghasilkan daun tal atau lontar. cinta pada kebenaran. Setiap benda itu. Ayah tidak berdiri di sana. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. siwalan alias lontar. cinta pada Tanah Air. itulah pohon tal. ***SEPULANG pidato. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. Cinta pada pohon. Yang daunnya berbentuk kipas. Ia menggiling beras untuk petani setempat. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. dan cinta pada pengetahuan. baik sipil maupun militer. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol.com/abclit. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. banyak orang belum siap. Tetapi. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. pada disket. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. semangat hidupnya seperti menggelegak. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. tiga anak-anak lontar yang setia. Ya. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Universalitas ini yang penting. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. blue print. Dulu. juga punya karakter universal. cinta pada keindahan. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. Apakah mereka harus dikabari. Pendeknya. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. cintamu juga harus lebih canggih. Kesehatannya tampak terganggu. Ayah bergumam. fluktuasi harga.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di kabupaten Klaten pun. Tak ada action plan. seperti yang semua sudah tahu.Sepeninggal pohon lontar. Kami tak mau mengecewakan hatinya. punya karakter lokal dan manfaat lokal. Bukan. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa.processtext. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. Seolaholah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. kata Ayah. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Padahal. akan mati. Kini menunggui Ayah. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. Tak ada cetak biru. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. hidup ini perlu penerangan. cinta pada Ibu.Namun. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. Tahun 2003 sudah datang. Tiga anaknya berkumpul. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang.Bukan hanya gelap gulita. Ia cuma melayani dan melayani. katanya.com/abclit. Matahari tidak langsung memancar dari langit. Belum mengerti pasar modal. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu.Borassus flabellifer. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ABC Amber LIT Converter http://www. pada hard disk. Sepeninggal lontar. berbuah maupun tidak berbuah.processtext. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita.Aku sengaja mendampinginya.

Semua dilakukan dengan senang hati. yang sudah punya tiga orang anak. Ayah mengajari kami hidup tekun. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Daunnya tebal. Tapi. Setiap orang punya perlambang sendiri. dan nyeri perut. kebun. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina.html ini? Berangkat dalam tanda petik. kukuh. atau mungkin hutan bagi Ayah. berkilat-kilat.com/abclit. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. obat batuk. Aku membangunkan adik-adikku. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. Ada Garcinia mangostana. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. yang telah duluan meninggalkan kami." Ayah mengigau lagi. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. mendengar Ayah memasukkan sepeda. lalu sunyi lagi. Wajahnya pucat. Ayah seperti batuk keras sekali.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali.html .***MALAM sudah larut. juga tapak liman dan tempuyung. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan.processtext. Ia akan menyusul pohon lontar. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta. tumbuh rajin. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. Malam itu bulan bersinar sangat terang. dan terlalu merdeka. atau mungkin juga kecapaian. tentunya. taman. Sekarang ABC Amber LIT Converter http://www. Memang ada banyak macam manggis. sepertinya semua baik. Bukan hanya tapak dara. Tapi malam ini. Sekali dilirik. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi."Ibumu tahu. Napasnya normal. guru sekolah dasar luar-biasa. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. kira-kira pukul empat pagi. dan berbuah. aku terbangun. Meskipun jalanan berbatu. aku terbangun. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. kami tidur di sekeliling Ayah.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Garcinia porecta! Manggis hitam. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber). Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita."Jangan melawan sinar rembulan. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. Tapi. Rumah sakit mana saja.Namun. Batangnya kuat.. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. katanya. Napasnya semakin jarang. Tapi. elegan. Napasnya kembali tersengal-sengal. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. bahkan di semen sekalipun.. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. yang terakhir itu bukan manggis biasa. bisa teringat selamanya. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu." Ayah mengigau lagi. Satu per satu. juga di jendela kamar Tante Yetti. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara.Hidup ini seperti sebuah lapangan. Ya. semua laki-laki. Aku teringat perempuan tinggi. Dini hari betul. Semua anak Ibu tahu hal itu. ibumu tahu. aku curiga. Anak-anak sudah tidur. Ayah tampak sedikit tenang.ABC Amber LIT Converter http://www. berkembang. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. Ia bisa tumbuh di mana saja. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. anggun. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku.processtext.com/abclit. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. ada Garcinia dulcis.. dan seindah-indahnya. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Air mukanya tidak pucat lagi. Lewat tengah malam.

Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Begitu banyak hal disingkat AFTA. Mungkin juga lontar.Sayangnya. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. siapa pun Rrembulan. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. kami panggil suka-suka kami. Ia mengingatkan orang pada AFTA. mungkin juga kurma. kini menjadi yatim piatu. Atau kelapa. bila Rembulan bicara.html .Aneh. teguh dalam badai. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. Tetapi. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. tidak bisa diajarkan. Ia bisa jadi palem raja. Makin tua makin rajin belajar. Kami tidak boleh berargumen apa pun. ketika matahari terbit." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. Melalui Internet.***PUKUL setengah enam. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. yang gugur sebelum tahun 2003) ABC Amber LIT Converter http://www." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. mirip seperti Ayah. Sebaliknya. Buahnya banyak. lindungilah Ayah kami. yang bungsu adalah pohon salam. Bahasa itu. Pencipta alam. ada atau tidak ada Rembulan. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. dan si kecil. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. berpusat di Miami Florida. atau palem puteri. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. aku. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. sekali! Ibu bukan Rembulan. siapa yang mau melawan?Yang terang. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. Sejak ada komputer. ada atau tidak ada AFTA. Borassus flabellifer yang kuat. tetap saja tidak bisa. cantik dan setia. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. Ia terus tumbuh ke langit. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. terkait dengan pemahaman ekologi. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. bila rajin buka kamus.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. "Jangan takut pada hutan. kegemarannya makin berkobarkobar. Ia pohon asli Indonesia. tingginya bisa 25 meter. Tamarindus indica. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. seperti ibunya. Atau ada "rembulan" beneran. Mungkin Ayah lupa. makin ingin tahu."(Sebagai ziarah abadi. barangkali.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. sejak 1977. "Jangan melawan Rembulan. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. Bahasa itu harus dipelajari.com/abclit.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. Terserah pada kami. Ia tidak takut cahaya Rembulan. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri.processtext. kakak memilih jadi asam jawa. kakak dan adikku. tapi menyeramkan. meskipun tinggal di dusun terpencil.com/abclit. Katanya juga jelas dan tegas. Aku pohon manggis hitam. Entah pula Association of Temperate Agroforestry. perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. membaca berbagai koran dan majalah. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. dan American Family Therapy Academy. sadeng. menurut ayahku.Aku senang Ayah banyak membaca.processtext. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. anak-anak siwalan ini. Kalau sedang pemurah.Si pohon asam jawa. kelapa sawit. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya.ABC Amber LIT Converter http://www. ia mirip palem raja.html juga. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. Bukan nyeri. tapi siwalan. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Kalau sedang pelit. persis seperti tertulis di sini. untuk Muhammad Saleh Kismadi.

Juga sedikit bercak darah pada gerutan kasar di tembok." Atau kecupan mesra di pipi. Ia terus berdiri.Namun. Lama. Lama. Mandilah dengan air hangat. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar ABC Amber LIT Converter http://www. Masih menunggu seseorang. sepi.Gemetar ia melangkah.processtext. Ia tampak takut. Dan ia masih mencoba menunggu. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. Ruang tamu itu kosong. Menunggu seseorang membuka pintu. Lalu. ia ingat. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Dingin menembus tulang. almari.html Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Berdiri gamang di depan pintu. Di dahi. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi.com/abclit. pintu itu belum juga terbuka. Mengedarkan pandang. Tetapi. meremang. Sulur laba-laba menghiasi tembok.-ah. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. kursi. Tetapi. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Lalu lengang.Malam merayap. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti.. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. begitu miris.html . Meja. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. terdengar berulang-ulang. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. tapi niatnya tak surut. Mai? Kau tampak capai sekali. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. bagai habis terbakar. Tetapi. "Bagaimana kuliahmu hari ini.processtext. vas bunga. Tampak kotor. Langit bergetar. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan.com/abclit. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. dan akuarium. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. Juga sayup jerit. Tetapi. menjijikkan. ia masih berdiri di depan pintu. cermin asbak. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik.. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. Ia terus melangkah.ABC Amber LIT Converter http://www. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. entah dari mana. itu sia-sia.

Juga gelas. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. Ia sangat tersiksa. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. Membuat ia kian gemetar. mengumpat penuh kebencian. menepiskan tangan. piring. Lalu tawa mereka. Lututnya bergetar hebat. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. dan ABC Amber LIT Converter http://www. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Semua itu begitu jelas terbayang.com/abclit. Ia masih ingat. Tetapi. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. Tetapi. Di situ ia kembali terpaku lama. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. sendok.Ia melangkah menghampiri foto itu. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. memaki. Malamnya ia nyalakan lilin. menggeleng pelan. berteriak. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Ia ingin berontak. Membuat tenaganya sesaat lesap. Ah.processtext. Ia jongkok. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Ia mengenakan toga.processtext. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. tubuhnya huyung seperti mau roboh. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. Mata-mata merah. Juga suara orang-orang itu. dan dirinya tampak semakin nyata. Mama. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. Hingga bulu kuduknya meremang. Dan darah. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. Ia ingin menangis.ABC Amber LIT Converter http://www. ingin mencium bercak darah di tembok. berteriak.html cahaya kristal. Melotot. Ia lupa. hingga wajah Papa. menggigil ketakutan. Mengatur napas yang mendadak sengal. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Tidak lama kemudian. Berteriak serupa kesurupan. Keringat di dahinya kembali berleleran.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. Malam kembali senyap. urung. ya. Malam kian mencekam. namun air matanya enggan tumpah. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Wajah-wajah beringas. Ya. mangkok.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Foto itu buram tertutup debu. "Tidak! Itu masa lalu. Tenggorokannya seperti tercekik. Di lorong jauh.***BAYANGAN itu begitu kental. Mengejutkan! Susah payah ia mencoba berdiri tegak. Mengkilat. merunduk. tibatiba ia tersenyum tipis. mengusap-usap dengan jemarinya.html . Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. saat ini. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar.com/abclit. Tetapi.

Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. Meja. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri.Yogya. kusut. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. mengelus-elusnya. harganya pun pasti mahal.Mula-mula taksi meluncur cepat. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah.Akan tetapi. mengusap-usapnya. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap..***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. miliknya. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. Menyusul Papa dan Mama. Itu adalah kamar miliknya. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi.com/abclit. 1998-2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. Sebentar lagi pagi tiba. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. Jantungnya berkeretap kuat. *Depok . Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Begitu kuat. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. juga segelas susu. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Bocah lakilaki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. Ia terus hidup. Menenteng kapak. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapasiapa. Tetapi. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. tumbuh. Terus tumbuh. Juga sprei di atasnya yang acak. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Selain itu. Berjam-jam. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Dan seperti tanpa sadar. kursi. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. sopir taksi itu justru tertawa lebar. Tetapi. Sebelum orang-orang ke luar rumah. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. Mata mereka menyala. Gamang. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. almari. Bergiliran. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak.. ia takut. Pelan ia merapat tembok. Ia sangat ketakutan. Hingga ia pingsan.processtext. Letih. Tetapi. Ia ingin sekali memegang bendabenda itu. Tetapi. ia terlalu letih untuk terus melangkah. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. Ia ingin mati saja. Entah apa.html . Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. selain tampak kotor berdebu. perlahan-lahan tenaganya pulih.html botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter.processtext. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. bocah laki-laki tampan. rak buku. Memberinya makanan enak. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar.Namun.ABC Amber LIT Converter http://www. di sebuah kamar hotel.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. berkilat-kilat. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. Waktu beringsut cepat.Lima jam setelah kejadian itu. menenangkannya. Tetapi. namun selalu gagal.com/abclit. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya.Ah. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. Ah.

Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Bisa kupastikan. melainkan. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan.. Ia lalu kunamai Si Peri. Inggrisnya beraksen Amerika kental. panjangnya sebahu diurai lepas. Ternyata seat-nya nomor 10-B. "Hello. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. it's mine. kekikukan yang kali ini berbeda dengan kekikukan yang biasanya ABC Amber LIT Converter http://www. rupanya dialah si peri. Edisi 12/15/2002 OHHHH.! Yes. Dengan kalem ia menutup bagasi. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A.."Number ten-bi. Paha itu menjadi perhatian banyak orang. suaranya lembut. Tetapi. bergaun panjang.com/abclit. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. ketat. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya.html Kepada Tiankong. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas.processtext. sumber wangi aroma melati.com/abclit.Tetapi. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.processtext. Perilakunya santun. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. Ia bertubuh tinggi semampai. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. Pikirku spontan. karena action Si Peri. Sorry!" kata Si Peri. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya.Ternyata. berkulit warna almond. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. Jadi. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku. Rambutnya hitam legam. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. Kata teman-temanku. warna merah darah.html .. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu.. Itu.ABC Amber LIT Converter http://www. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku.

karena alur pembicaraan saya rancu. tahun '62.."E.. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan. ya kata nenek saya.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali.com/abclit. bisa juga dimaknakan Surga. karena penasaran... absolutely correct! Thanks!" ia bersorak.html . kembali berbinar.""E.processtext."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. "Itu. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. Miss Peony."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta."Tentu saja Anda tidak memahaminya. Tapi. Maka.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. sorry.. nenek saya termasuk di dalamnya. nenek Anda. saya mau ke Jakarta. seindah Surga. Biasanya. Tian-Tiankong itu artinya Langit.. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan. Apa sih profesinya?. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku... Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang.tapi. Maka. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak." mata Peony yang semula redup. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata. saya tidak tahu!" aku berterus terang.. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. "Jadi.html kurasakan.""Nama saya Peony. Yang saya tahu. di Surabaya."Ya. ia terkena PP-10.. karena aku sedang memikirkan profesinya.processtext. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok."Ke BatuMalang."Yes. Ini menyangkut sejarah. "Jadi. Sedangkan kekikukanku kali ini. Ironisnya. dari mana saya harus memulainya.ABC Amber LIT Converter http://www. maka ia merasa asing ABC Amber LIT Converter http://www."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI.Aku bingung. karena kecintaannya terhadap Indonesia.." ia memenggal kalimatku."Maaf. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan ragu-ragu. Saya suka. maafkan saya. "Hem. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. Nah. Tetapi.nah. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. Sungguh.. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya... karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. Nenek saya bilang. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum. ia dagang palawija..."O."Nah. saya berbahasa Mandarin. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar. memberi makan para pejuang. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia. negeri yang kata waipo-ya. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik."Maaf. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. ". Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian... kulanjutkan dialogku dengannya. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat.. pertanyaannya mengejutkanku. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. ". Langit Yang Jauh. sambil mengguncang-guncang tanganku. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. Itu. menahan tangis. Materinya terlalu panjang dan rumit. saya mau ke Langit."Yes! Anda cerdas.. Maksud saya Peony Wu.. Aku tidak memahami alur pembicaraannya. maksud saya.. Karena ia lahir dan besar di Indonesia.Miss.ee. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. karena saya tidak tahu.com/abclit. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan.."Sama. Itu. Di kota itu nenek saya lahir. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah." ralatnya. Setelah menikah. Ya.

. Ia memilih tinggal di Indonesia. usianya 78 tahun. Tetapi kedua anaknya hilang. Jadi. Itu. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok." tanggapku serius.di Tiongkok. "Oiya. untuk melaksanakan li bagi neneknya. Jangan.."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya.. Kemudian.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh.com/abclit." sambung Peony tersenyum getir.processtext.!""O. Kemudian. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. Maka.Malang. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini. Katanya. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis.. ia lalu berpesan. "Nenek saya ada di sini.""Ah. usianya 38 tahun."Ya. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis.. ketika meletus G 30 S PKI. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas.Jakarta. Jangan. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. saya sekarang punya usaha di Singapura."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu.html terhadap Tiongkok. Kabarnya. Sayangnya. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. "tapi.html ... Keterasingannya itu membuatnya gamang dalam menjalani hidup.. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya." Komentarku tentang dirinya. Anda jangan bercanda. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. Suatu tempat yang ia rindu-kan.. besar di Amerika. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. Ia lalu mengajakku ke Batu. buka butik!""O.com/abclit."Ohhh. Ia takut. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. akhir Oktober 2002 Lebaran. lahir di Macao. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis."Saya tidak bercanda. Untung. tempat itu sangat indah bak surga...processtext." lagi-lagi ia memandangiku. makanya Anda modis. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia.ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat. ".

Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. Kue dan baju. ***MENGGILING. Bohong... Pulu.. tak ada gelombang. Kenapa bisa datang berkali-kali. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. Jermal..processtext. Setiap gerakan. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. tetapi semua sia-sia. "lebaran! Kita bisa buat kue. Beli baju. Kita bisa. Dulu. artinya menarik jaring. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya. Orang-orang itu. Janjinya.html . dan Kabir (temantemannya) telah menarik tuas penggiling." "Tapi . Tetapi. Lelap saja. Mak ragu. Bang Tohar.. kalau Rp 200.processtext. Untuk toke atau cukong saja. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. ***SEGALANYA? Entah. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. Jadi. Amri. telah tiba saat menggiling... yang jelas.com/abclit. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. Tangan kecilnya menggapai-gapai. Bagi Openg. kalau kebetulan tak menggiling.com/abclit.. mengepak-ngepak. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. hanya dua bulan. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak.. Sebaiknya kau tak pergi. Mak! Dan ketika aku pulang. Tenang saja." "Tapi. Dengan napas masih sesak." "Ah. Orang-orang dewasa itu." "Dah. Tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. sungguh membuat Openg tambah letih lagi. Empat ratus ribu rupiah. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Dua jam itu.000.000 per bulan. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. mandor itu. nanti. Dibukanya mata. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. Tolong. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. betapa meletihkan." Tapi.. telah menipuku. Mak ini bagaimana. Bagai tak ada antara. mengangkat. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali.. apa itu? Di tengah laut. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. butuh Rp 500. Di hadapan mereka." Atin menyela. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Dua bulan. Gelombang membalik. Mak. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. Begitu aku pulang." Mak masih ragu.. bukan persoalan memutar atau menggilingnya.ternyata Mak benar. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. dilihatnya Ucok... Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya.." "Tapi. melambungkannya ke permukaan. bawa uang.. dengan pandangan masih nanar. Wajah Mak. Tatapan itu. masih terbatuk-batuk.. Segalanya.. "Sudah. Wajah Atin. Ah-ah. itu bukan mimpi pertama. Mak bisa ke Malaysia.000. bilang hanya Rp 200.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. setiap tenaga yang ia keluarkan. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. tak usah mimpi. Dan. ABC Amber LIT Converter http://www. Betapa cepat. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. kata Mak. Openg terus terbatuk.000. Sudah berkali-kali. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk." "Ya. itu tepat jelang Lebaran. Gelombang. Mak. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. menatap ke arah Openg. terbatuk-batuk. Selalu. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur..telah menipu. Tak sampai dua jam. Edisi 12/01/2002 AIR.. Betapa melelahkan. Jangan khawatir. di jermal." "Aduh. tak pulangpulang. Mata itu.. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Openg terbayang Atin. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini.

Delapan mil. Lelaki besar. Kenapa. tak ada yang namanya puasa. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. sungguh membuat Openg sangat capek.. Tangan kecilnya menggapai-gapai.. Kenapa!" "Aku tidak bisa. kalaupun cuma menggiling. Nenek. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. tetapi semua sia-sia. melambungkannya ke permukaan. "menindih" malam-malam. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. Tentang Nenek. Bang Tohar (tatapan itu. Mereka telah menipuku. mengalahkan deru angin dan desau ombak. bergegas mencari Bang Tohar. setiap tenaga yang ia keluarkan...processtext.html . lihatlah. Delapan mil.. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah.. "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara... Busuk. kata Pulu. harus pulang. satu lagi. Amri. Openg takut)... Soal upah mungkin satu hal. kemudian dipenuhi pikiran. Kepalanya jadi sering pusing. ABC Amber LIT Converter http://www.. dan takut. kenapa mereka. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. Setiap gerakan... mengangkat. bila malam.. berjalan menghampiri bocah itu.html Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah itu-akan sangat kecewa. Untuk sisanya. Ia hanya bisa tidur-tidur ayam.akan ucapan Amri. Hal lain. Tertunduk. gempal. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. suka. lima hari menjelang lebaran. Ah Mak. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. Kembali.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. entah sebab apa. Betapa jauh.. pulang?" Bang Tohar berdiri. waktu itu.com/abclit. si juru masak.. aduh! Dua-dua jam itu. "Hua ha-ha.. Openg mendapat cerita lain. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa. Dengan marah. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. Dan." "O. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. Matanya menatap ke sana.. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. kata Mak. mata itu. Tentang uang yang.. dengan berenang!" Openg tertegun.. menggigil. Tertunduk. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. Dan. "Kata Amri. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah... ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. Yang membuat kepalanya. "Jika pun bisa. Openg ingin berteriak. Lututnya. Tetapi..ABC Amber LIT Converter http://www. Tak tahan-dan tak percaya. yang tak berhenti sakit. Mak.. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. bertemu Atin. Mata itu. di negeri Malaysia begitu gampang. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. Mak benar." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri... Jadi. tak pulang-pulang. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa.processtext. kerja harus tiga bulan. ingin memekik.. kata kabir. ternyata tidak.. itulah pekerjaan orangorang kampungnya sejak lama... Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke mana-mana. Openg tak menjawab. Tatapan itu. benci. Betulkah? ***HARI ini.. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. Tentang Atin yang ingin sekolah. Puasa? Ah! Di sini. Hahhh. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekuk-cekuk. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. Kata Amri. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. ingin menangis. kata orang-orang. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Openg tiba-tiba takut.. Gelombang membalik.. mereka benar-benar telah menipuku. mengepak-ngepak. Tentang Mak. Lagi pula. kau hanya boleh bawa seratus ribu. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya.com/abclit. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut.. Napasnya mengoar. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek..." "Memang tiga bulan... Tentang begitu pentingnya uang. orang-orang kampungnya. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya.

Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. Dia melukis mulai perempuan cantik. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi.. tak ada gelombangnya.. Melawan.. Diewany dan Faarisy.processtext. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa.processtext. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab..html terbatuk-batuk. tentang komposisi. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal. dan istilah-istilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu.com/abclit. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. Menendang-nendang.. kedatangannya di samping silaturrahmi. surealis. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. Namun. * Payakumbuh. hingga kaligrafi. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. Openg terus terbatuk. tidak! Jangan! Kenapa. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. dan entah apa lagi. Apalagi falsafahnya. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. okh! Jangan. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal. membungkam mulutnya. Dibukanya mata. Tetapi. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran ABC Amber LIT Converter http://www. pembesar negeri. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. Tentang teknik melukis. kasar.com/abclit. segera menyambutnya antusias. Ada tangan besar. atau Riq'ah dan Kufi. Dengan tangan lain. ekpresionis.html .... Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. Menurut Hardi.. ternyata. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. Mungkin karena kecerdasannya. tentang perspektif. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Katanya dia asal “menggambar” tulisan.tengah menindihnya.ABC Amber LIT Converter http://www. masih terbatuk-batuk. Seperti kebanyakan bangsanya. jangan. dadais.

Kadang-kadang sampai subuh. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. Hal itu terjadi berulang kali. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan.html Departemen Agama. tokoh wayang. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. Kalau tidak begitu. ***RINGKAS cerita. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata.com/abclit. terutama seni rupa. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. ramai-ramai juga mereka menyemangati. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya. dia ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu.html .” “Itu kok warnanya aneh. burung. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. Tapi. dan sebagainya. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. Tahu kanvas kan?! Betul ya. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. namun melihat keseriusannya. cat. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. “Itu rajah. “Tidak. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. ketika didesak tamunya. Setiap kali duduk-duduk sendirian. dia hanya mengangguk asal mengangguk. lalu katanya. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. macan.” katanya suatu ketika dalam hati. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi.com/abclit. Ya.” tukas tamunya. kata Kiai yang memberi ijazah. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas.” “Rajah?” “Ya. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. itu rajah penangkal jin. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. dia oret-oret kertas. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. Nah. dan kuas. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. Setelah tamunya itu pergi. Kenapa tidak. Saya yang menulisnya sendiri. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. Nanti sampeyan ikut. “Ternyata sulit juga melukis itu.” “Wah. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. tak paham). Kalau bisa di atas kanvas. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. Tiga bulan lagi. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. mengapa dia tidak? Namun. Maka. “sampeyan mesti melukis kaligrafi.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. karena sering ditindas.processtext.processtext. dia baru keluar.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. pikirnya. maka dia pun melukis pemandangan. Saya serius ini. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya.

Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. Wah. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. alhamdulillah. Pertanyaan-pertanyaan para ABC Amber LIT Converter http://www.html . ingin membeli lukisan sampeyan.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. seketika dia merasa seperti diejek. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan.ABC Amber LIT Converter http://www. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. pikirnya. sini.” Aneh.com/abclit. Ini. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. belum juga menemukan lukisannya. Anda baru kali ini ikut pameran.processtext. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. Wah. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana.processtext. “Bilang saja kepada Mas Hardi. dia hanya-atau. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. Mungkin mencari-cari dirinya. terserah dia!” katanya. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. “Kemana saja sampeyan. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. mendapat pikiran begitu. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. karena tidak memenuhi standar. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. “Selamat. lalu ditujukan kepada dirinya. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. Hardi membisikinya. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. Dia sama sekali tidak menyangka. Dia benar-benar salah tingkah. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. Bahkan. Di samping namanya. Sampai akhirnya. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawan-wartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. saya langsung tertarik. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. apalagi menikmatinya. tidak diikutkan pameran. huruf alif. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri.html pun bertekad. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya.” Astaga.000 dollar AS.com/abclit. Ada pidatopidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal.” tibatiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya.

kok ikut-ikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. Hampir semua koran. Allahu Akbar. Yang saya sendiri kemudian bingung.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaanpertanyaan anak-anaknya. ya sudah. Ketika makan siang.” tukas ABC Amber LIT Converter http://www. ketika saya pandang-pandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas.com/abclit. beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. Kepada para wartawan dan orang lain.” “Jadi. Namun. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Saya merasa tertantang. Mulailah saya menulis alif.processtext. “terus terang saja.html wartawan dijawabnya sekenanya. di gudang kita. niat semula begitu. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. “Ya. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya.” “Tetapi.” katanya sambil menyantaikan duduknya. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. Maka. Cukup alif itu saja. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. Tapi. tamu kita yang pelukis itu. “Tidak pak. tekad saya sudah bulat. Mas. memperbaiki letak duduknya. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. tentang prinsip keseniannya. biar hanya dengan dua warna ini. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis.com/abclit. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. Lihatlah. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. akan jadi wagu.processtext. dia bisa tidak terus terang. Kalian tahu sendiri. menurut selera saya waktu itu. Apalagi. baik ibu kota maupun daerah. dlsb. tak usah saya lanjutkan. “Kalian ini kenapa. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. “Ketika saya sudah siap akan melukis. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan.ABC Amber LIT Converter http://www. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. “mengapa tidak sekalian Bismillah. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. Tentang proses kreatifnya. sebelumnya saya tidak pernah melukis. Bahkan. Tetapi.html . ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja. tidak pas. “Terus terang saja. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. saya melukis karena dipaksa Hardi. baru kemudian lanjutnya. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. sampeyan menggunakan ilmu apa. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. kalian tahu sendiri. atau setidaknya Allah.” “Lalu. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. “Begini.

. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang.. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang." jawab Dirun." kata Nurmi.. tetapi Ustadz Bachri tak tahu apa mereka percaya penjelasannya atau tidak.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi."Menurut kabar yang aku dengar. Seperti tersirat dalam namanya. duduk-duduk di pinggir jalan. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. apalagi di Simpang." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. .com/abclit. Mungkin.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ.. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas.Kabarnya toko.html istrinya. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. restoran. “sampeyan menggunakan ilmu apa. perempuan setengah baya pemilik warung itu.. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. banyak kabar selentingan tersebar di Koto. "kedua-duanya. "Toko keperluan sehari-hari. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ."Aku dengar warung kopi. Karena itu. Toko merangkap warung kopi. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang.. dan lain-lain.. di ujung Desa Koto itu." Cemburu nada suaranya. salon. minum kopi..processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. toko kelontong. Tapi moderen. belanja. tempat mereka makan ketan dan goreng ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. Tidak seperti ini.".com/abclit. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain.html .

" kata yang pertama tadi. "kau juga bisa begitu. Lihat badannya. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto.Akan tetapi." kata yang duduk di sudut. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. Kini sudah besar-besar. pemuda desa menyukainya." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. Penuh gairah hidup. jadi perlu lahan subur yang baru. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. "Dan Nurmi pasti subur. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua."Datuak dan Nurmi punya lima anak. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal." pembicaraan makin ramai. Semua tertawa lagi.Datuak sering di rumah isteri tuanya." kata yang ketiga. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang.com/abclit."Kalau kau sekaya dia. ya.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan."Apalagi." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. mungkin Datuak itu yang gatal. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. Atau minum minuman keras dan berjudi.html . Sekalipun terbuat dari kayu. Tetapi. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. pikir mereka. paling tinggi tamat SMU."Siapa tahu.ABC Amber LIT Converter http://www." sahut yang memulai tadi. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Bicaranya lancar dan masuk akal. Dia memerlukan ABC Amber LIT Converter http://www." jawab seseorang. Berangsur-angsur. Si Nurmi itu lihat kayanya aja."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula."Mereka tertangkap basah. Selalu bicara dan suaranya keras. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna. Yang lain ikut tertawa. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya." kata yang lain. bahannya jarang. Ada unsur iri di dalam masyarakat. dan semuanya sudah merantau. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain. tentu aku yang dapat."Dan lahan pertama itu sudah gersang."Benar apanya?" kata yang pertama. "Coba lihat genitnya anak itu. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka memburukkan nama Koto."Ah. orang Koto lebih senang di rumah menonton." katanya sambil tertawa keras.com/abclit. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku. mereka iri saja. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. kalau tidak boleh dikatakan cantik. Dibangun bertingkat dua. terutama anak-anak dan yang tua-tua. tempat itu bagus dan menyenangkan. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. Nurmi orangnya menarik.""Jadi. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung."Ya. Dia pintar. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka. "berapa.processtext.html pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka.Nurmi tidak seratus persen salah. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. di belakang.processtext. Sumur gali dengan pompa Sanyo. Yang jelas. Tingkah lakunya tidak sopan. Kalau tidak ketat. Ini menambah jengkel orang Koto.

dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. kami miskin. Suatu hari. ketua preman Simpang saat itu. Dia terkejut dan gemetar. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. Separoh lagi menerima." kata Nurmi lembut. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal. Amran. di sawah dan ladang.""O. pintar merayu. Merusakkan keluarga orang lain. Aku ingin hidup bahagia."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. Amran. bukan karena kedinginan.html . Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya." kata Amran. Diremasnya lengan Nurmi."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran.processtext. Dia kaya. kalau mereka tahu. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. Separoh hatiku enggan.""Ya." kata Nurmi. ada yang kami perlukan dari dia. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. Terus terang. Dia menikmatinya." kata Nurmi. Di tempat tidurnya. mengabdi kepadanya. Ya. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. Didekatkannya badannya pada lelaki itu.""Apa benar. ya pekerjaan rumah.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. Ingat itu.html mereka. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. Yang lemah tak kuasa melawannya. Nurmi lebih berkuasa. Yang kuat menentukan berita. Pasti suaranya. Tapi bisa pula dibuat gampang.com/abclit. kan?" kata Amran gagap. Kalau mereka tahu." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. tapi mulai berani. Peresmiannya meriah. aku ditidurinya..com/abclit. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. hidup kita tidak akan tenteram. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Ingat. Amran kaget. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. mengundang semua penduduk Koto dan desa ABC Amber LIT Converter http://www. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. Di luar warung hanya ada bisik-bisik. Nurmi pintar mengatur siasat."Diciumnya Amran yang menggigil. tak tahu harus mengatakan apa.""Jangan lupa. Dia tahu di antara mereka. Aku bekerja dengan dia juga. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya.""Seperti sekarang?" kata Amran. Hamil tanpa suami. Amran kelabakan. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu. Sejak itu. tentu aku dan keluargaku akan malu. Mencuri suami orang."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. "Kalau se-mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Begitulah. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. Pemiliknya mengadakan pesta besar.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk. Dia membiarkannya. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui temantemannya sebagai imbalan. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. Yang penting apa yang dipercayai orang."Tidak?""Dia yang menggodaku. tetapi warung Nurmi tetap aman. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anak-anaknya."Kak Nurmi pin.. Kebenaran tidak penting. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. menulis kisah kehidupan Desa. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu."Pintar sekali. Di rumahnya. yang lain akan jinak juga.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.

Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. ah."Api! Api!" Simpang gempar. ketua preman Simpang. dan lain-lain." pemuda tadi bela diri. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne.html tetangga. Dia bersenang-senang entah di mana. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. aku pikir begitu. Warung Nurmi kehilangan banyak langganan. Musim bunga 2002 Permata Bernstein ABC Amber LIT Converter http://www. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat. kan. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. Direbusnya air seperiuk lagi. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto. Tidak lupa.processtext. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi." Ada rupanya yang memakan umpan itu. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api. Dengar saja ocehan orang.com/abclit.""Mungkin Setan Api marah."Banyak. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya.""Iya.com/abclit." kata seorang pengunjung warung Nurmi. Maman. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa.ABC Amber LIT Converter http://www.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai. Jam dua dini hari itu.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu. Penuh siang malam.""Ini kan memajukan Koto. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. ya. pakaian. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa."Bisa saja. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. Plaza Koto dilalap api. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum." kata yang menyela tadi." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi. alat-alat sekolah."Masa!" protes yang lain. Mentang-mentang kaya di rantau. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya."Ya. ya. pemuda yang duduk dekatnya itu. Membuat usaha di sini. Pelayannya muda-muda dan cantik." sela yang lain. di bagian bangunan di sebelah jalan. Tetapi dia masih untung. orang yang punya itu. Ruangannya pakai AC. "Kalau pun ada yang iri."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. "Tapi siapa tahu." kata yang lain."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang.html . Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. Termasuk ketuanya. "Sok.processtext.

" "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. Tapi.. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku.. Alex. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan..processtext. Sebuah layanan berlebihan... Sejak turun dari pesawat RRC itu. be hurry. tak ingin tinggal di Jerman. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. "Tuan ABC Amber LIT Converter http://www. Alex nampak sudah lemas dan capek. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja. "Take it with you. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari menjelang Natal tahun itu.. apa sebabnya? "Follow me sir... WWW WAku spontan berdiri. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. pasasir lain pun tidak. atau gerak-gerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasakkusuk masuk ke daerah wewenangnya. penduduk melimpah. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. industri galak.. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu.com/abclit." kata petugas itu kepadaku. Jadi. Karena malu. ingin mengorek informasi tangan pertama. Di luar dugaanku dia bersikap begitu.. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas..processtext. Alex tidak." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. Follow me please.. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. tampangku. Alex dan aku." tegur pejabat yang menggiringku. Dia tentu cuma pura-pura. tinggal satu rintangan saja. Mendegup juga jantungku ketika itu. nampak tak senang bahwa mataku meleng. padahal kami saling pandang.html Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas.. namun bukan tanpa alasan. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika.. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen.html . Ketika melewati kelompok itu. Bisa studi di sana jurusan apa saja. aku yakin benar lelaki itu mengenalku.. Barangkali pakaianku. "Sorry. Tentu ada sebabnya. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut. tapi karena cuma aku yang disasar. ahli tak kurang. Ketika itu dia memancing-mancing. Jerman Timur maksudnya.. Tersenyum saja pun tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi." perintahnya tegas. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas. minyak banyak. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja.com/abclit. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. mengapa kami pergi ke barat. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa.. bahkan bisa minta Stipendium3.. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman." jawab sahabatku agak menggebu.

tapi lantas melanjutkan penggeledahan. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. Bernstein Siberia itu top quality. Sekali lagi alisnya mengkerut." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. "Sakudalam. aman saja. Aman. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing.I've just forgot it. the best in the world. Stockholm. Nothing to do with customs. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. Sir. "Sorry. Bila aku tak hati-hati. Pas-pasan saja seperti kursnya. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong." jawabku. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. "Tak mungkin keliru.com/abclit. berdisiplin.. Lain tidak. Tapi. segenggam permen kecut. Sir." "Just a sentimental journey.. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. keluarkan semua isinya. "Kalau saja ada waktu. singgah di Moskwa. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa. saku-dada kiri-kanan.. Ternyata. Dia tidak menaruh selera.. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. Isi dompetku dua ratus US-dollar. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius.. ". Sehelai sapu tangan. Indah bukan main. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok." elakku. menaruhnya di atas meja." katanya tiba-tiba.. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu.. Gunakan kesempatan." Dia tergelak. Mereka suka!" "Saya percaya. Sir." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ.processtext. "Don't worry." jawabku. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya." bantahnya. Amsterdam.. sekadar ingin mengakhiri percakapan.. lebih dari tiga kali.html . "Sayang. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda ABC Amber LIT Converter http://www. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5." terkanya. Tapi.. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. please.." jawabku ringkas. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. teliti. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. Paris. "Keluarkan isinya." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku.." bantahku. padahal valas barang langka di sana. "Keluarkan semua isinya. Jangan ragu Sir. this ugly me. "Tidak. dia mencegah. Tapi. tidak. Meski kami bukan diplomat. saya tak punya cukup uang. janganjangan asal-usul dollarku dipersoalkan. tapi mengangguk-angguk. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana.html tentu keliru. Tak ada hitungan untungrugi antara kami. "Dua ratus dollar. Semua kuletakkan di meja. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. tiba-tiba aku khawatir." Pejabat itu diam..com/abclit. Cuma stopover.." tangannya merenggut mantel itu. suaranya sedikit berbisik. Bisa beli dari saya. "Bakat itu tak perlu. bisa celaka seperti ikan kena pancing. Sir. Tuan mesti nonton Bolshoi. please. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. "Tidak.. dia mendesak lagi: "Anyway. Itu saja isi saku mantelku.. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku. "Nothing more?" "That's all. juga ketika mengurus visa bersama Alex. What a wonderful journey you have." aku pun makin berhati-hati." sesalku. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur.processtext. "Permata Bernstein murah di Moskwa. Aku mendadak khawatir.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka.

ada kala manusia merasa takut membuka mulut.. Ternyata digaet juga?" "He-eh. Sangat mendesak. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa. My stomack." "Aku bayar lima dollar dua kantung. kebelet nih. Apa yang tadi kualami kubisikkan. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan." "Ha.. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. "What?" bentak si petugas. "No." sahut Alex. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat... Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. "I must go quickly right there.." kataku.. no. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya. mendadak lupa Inggris-nya. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC. Malah mirip pasar loak. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macam-macam urusan. "Fine. Wajahnya nampak riang." dia menjelaskan dengan menekanABC Amber LIT Converter http://www. tapi tetap saja pura-pura tak melihatku. Have a beautiful journey. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya.." kata Alex. "Pasti tidak. thank you. Dibiarkannya aku keluar sendirian. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku.. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. Sir!" perintah si petugas.processtext... Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. sial. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. Aku sengaja mendekatinya. Urusan Alex lain lagi."6 Aku pun bungkam. lima belas dollar?" Dia tak mengangguk. Sir." "Maafkan ya... "Tapi... menyadari kenaifanku sendiri." tolak Alex. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki. kulihat Alex masih berada di tempat semula. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. follow me!" "Sorry. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan.... dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya... tapi itu benda kenangan. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen." matanya membelalak." kataku. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. lalu lari. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku.. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. Menggeleng juga tidak. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. Tapi. "Impossible!" "I say. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. Kalaupun ada penggeledahan. oooh.ABC Amber LIT Converter http://www...com/abclit.. Dikendorinya tali kantung itu.." Disalaminya aku.html . Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. Komentar Alex: "Gila kau. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turun-temurun.." "Jangan-jangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi...?" aku ganti membelalak. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku.. Dia pasti tahu. tentu tidak terang-terangan. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. sir.. takkan kulepaskan.. Aku mulai yakin akan kejujurannya. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein.. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya.. Perutnya mulas. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku. Arloji Shanghaiku ditawar rubel. "Follow me.processtext.. Aerovlot siap berangkat. ".html yang ditimang-timangnya di telapak tangan. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. "Hallo! Stop!" cegah si petugas.com/abclit. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. berdiri di sisinya.

juga pada diri sendiri. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. Segera pula aku sadar. "Jangan kaget." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Beberapa toko permata menolak membelinya. Bung.com/abclit. tapi kami bungkam. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. Bung. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug.processtext. "Kami mau ke Jerman Barat. di sana ada kenalan. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. Terima kasih atas perhatian kalian. Si pejabat ternyata toleran.." jawab Alex. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi. Menawar pun tidak. Semuanya permata palsu dari plastik. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuklikunya. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ ABC Amber LIT Converter http://www. tak berani berbicara. parkir di sana hampir setengah jam lamanya.com/abclit. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka." perintah yang itu-itu lagi.html . Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Kami melewati juga deretan kabin-kabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. Tanpa keterangan apa sebabnya. Barangkali Alex juga berpikir begitu. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. please.** Paran. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. "You are coming from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami.html nekan perutnya. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana.. "Follow me. Hampir-hampir kami tak percaya. Kami tak mengalami penggeledahan.ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih tak masuk akal lagi. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. Kali ini pasti urusan gawat.. "Yes. buat sementara segalanya telah tersedia. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam.processtext. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. Aku kini yakin sekali. Harap jangan repotlah." hampir bersamaan kami menjawabnya. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. pikirku. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran.

berikut kabel listrik menyilang di sana-sini.. Ruang atas katanya ABC Amber LIT Converter http://www. Nosferatu. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. ia benar-benar datang.com/abclit... Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. Kehadirannya mulamula hanya berupa suara.. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. menggema dari dinding-dinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan.html Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana Sumber: Kompas. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. kegentaran.Si pretensius mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu..processtext... kecemburuan.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding.. Semua orang kemudian berkasak-kusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut. terus menunggunya. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon.processtext. Kain putih korden jendela bergerak-gerak... namun siapa saja diam-diam menangkap tandatanda kehadirannya.com/abclit."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Atau memang tak pernah terselesaikan." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya. Pantas. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku.html . Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. meski agak pucat. ingin tahu.. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar.. Tak ada yang bisa melihatnya. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan.. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. dan gentar. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita.ABC Amber LIT Converter http://www. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. ketidakberdayaan. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya. Begitu pikirnya. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap.. Belum selesai. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya.

terlihat kusut-masai.processtext. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku. Dengan mata terpejam. sejuta kali. seribu kali. tutup matamu.Aaaaaahhhh." jawabnya. paranormal. jawaban atas doaku. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur.."Aku-maksud saya wanita kita ini-memejamkan matanya. Jangankan menangkap dan mengadilinya."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan. gelap.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir."Kalau begitu kau perlu dukun. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. tidak kering tidak lembab.. dijadikan gudang... Wanita kita menjerit.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat.. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib. tersadar dari mimpinya. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. "Tutup matamu. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan.html . seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal..***DEMIKIANLAH..Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan. Jantungnya berdegup-degup. pejamkan matamu kekasihku. tidak. ia bolak-balik menuju dapur."Belum selesai wanita itu berkata-kata. Rambutnya panjang.. "Pejamkan. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar..processtext.. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotakatik misteri tersebut..html memang belum diapa-apakan. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih.. Pada kali lain.."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. Mari. Rambut itu begitu lembut. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir."Kau perlu pastor. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya.ABC Amber LIT Converter http://www... Asap rokok mengepul dari bibirnya. Setelah agak tenang. Datang setiap kali. Dia tak lebih seperti ABC Amber LIT Converter http://www. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok. Dalam kegelapan. baru dia menyalakan rokok. masuk dalam dunia kegelapanku. Suara tawa meledak. Keringat membasahi seluruh tubuhnya..""Dia suka menertawakan mereka. Akan tetapi.com/abclit. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan." yang lain lagi memberi nasihat. "Tutup. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan..." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu.. karena matamu hanya akan melihat kenyataan.. Tak jelas. namun aku terperanjat luar biasa ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya.Hua-ha-ha-ha. . seperti ledakan tawanya tadi. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. Dadanya turun naik. atau. Ini suasana Gothic. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu... Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. mengapung di atas sungai yang tenang."Rahmat.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan.com/abclit. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata.

Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat. dia bisa pulang ke Indonesia. melainkan pria biasa. Adakah aku harus menerima saja sebagai nasib. mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu. menjaga rumah. sepanjang sejarah.html . Edisi 10/27/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. memasak. berlibur ke Bali. Australia.com/abclit. selalu hidup cerita semacam itu.Lalu. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. Dia menemukan pasangan hidupnya. Kota.processtext. sebagian menutupi kening. muncul kebahagiaan luar biasa.Taman Ayu. selain hidup yang rutin."Aku takut ditinggalkannya.Diakui berkali-kali oleh wanita itu.ABC Amber LIT Converter http://www.html bayang-bayang malam. Dengan itu pula. tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Menunduk. kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales. dan seterusnya. 2002 Ilmuwan. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar. sebagai sesuatu yang apa adanya saja. Pada waktu-waktu tertentu. Hanya saja. benak saya. berdarah-daging. Laut. buruh tambang di Wollongong.processtext. Hatinya berbuncah-buncah. dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. menunggu suami pulang. Dps. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama.com/abclit. kebahagiaan atau kecemasan. bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya.Aneh. kamu mengaku takut atas kedatangannya. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi." katanya. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ. bahkan bisa tak terkontrol. senyum atau tangis. tapi dia tak takut lagi. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri. warga negara Australia. kepastian atau ketidak-pastian.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya.

. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin. Ia bodoh. entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini. bahwa jumlah penduduk akan menjadi dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya.com/abclit. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. "Ini kenyataan. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Harus masuk minggu depan. entah ke mana aku tak tahu. Sang Bos. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. Pak. semakin jauh meresap. masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi. semakin berat beban bangsa dan negara. laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin. dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan. yang sangat sederhana. Semakin dihalaunya. ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba. tidak menjadi soal. data itu mudah sekali diubah. namun bentakan yang didapatnya. senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram.. "Ah. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya.html . saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya. kepada burung camar.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane. ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan. persaingan sejagat.. entah itu dengan utang. Sumatera Utara. kau masih kecil. Waktu muda ia terlalu muda untuk ABC Amber LIT Converter http://www. kau masih kecil. "Kau harus mengubahnya. ketika usianya sudah semakin lanjut. "Alun membawa bidukku pelahan. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat." Bernard bingung. Ini realitas!" Sang Bos. perbaikan ekonomi yang mulai terasa. Itu soal lain." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya.processtext. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. Ubah juga data tingkat inflasi. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional.. angka itu terlalu rendah. Misalnya saja.html Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. Kalau negeri ini tidak bangkit. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik." gemanya bergaung terus. "Hidup hanya menunda kekalahan. Nak! Tanyakan saja kepada laut.processtext. Dengan komputer. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah.ABC Amber LIT Converter http://www. soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. sesuai dengan permintaan menteri. Jangan bicara soal kejujuran. semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapislapis.com/abclit. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk. rasio penghasilan rata-rata. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. "Realitas.

sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Kini realitas baru muncul di depannya.processtext. kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu. ia membuka komputernya. Jadinya. setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. ombak. Ambillah cutimu ke luar negeri. melainkan penuh dengan perahu nelayan. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Sebegitu jauh. menghilangkan ketegangan. hotel berbintang yang menjulang. Hati nurani? Ah. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. membawa makanan untuk anak-anaknya di rumput-rumput sekitar pantai. setiap kali kita menggerakkan tangan. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne." Sampai sore tiba. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga. Ubah? Tidak. Tetapi jangan lupa. Malam terang bulan yang cerah. "Tiiiidaaaak. Ubah? Tidak. dan nyaman. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. "Datamu belum lengkap. Atas kemurahan kawan itu. ia menemukan ketegangan baru. ombak besar mungkin menggulung kita. hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Ingat. kepada gelombang. seperti kata bosnya. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan.html . ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. Tiba di kantor. Burung-burung itu merayap di pantai. menyaksikan nelayan. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut.processtext. ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang. kita telah berenang di samudera kehidupan. Tidak seorang pun dapat menduganya. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat.com/abclit. Philips Island. pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan. di atas tanah bekas kuburan. mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Ia harus pergi. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja.ABC Amber LIT Converter http://www. Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. Ia berteriak seorang diri. ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol. para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai." Bernard merasa itu ancaman halus. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat.html mengerti sesuatu. menghadang gelombang dan ikan-ikan besar. menjelang pukul sepuluh malam.com/abclit. Datamu kuubah atas namamu. pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. kepada angin. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. "Apakah aku yang harus mengubahnya. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. Sebuah atraksi ABC Amber LIT Converter http://www. nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang.

" katanya.com/abclit. membayar beberapa dollar. Bernard menerima kertas kecil. berbaur bajak laut. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. setting-nya pada abad kelima belas. konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk. kota besar yang menjanjikan itu.html . Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. penyelundup. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Kaki mereka berjuntai ke air. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. "Dengan keahlianmu. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. atau dari ATM. Maluku Tenggara. Di Jakarta. menghasilkan "mutiara" yang berkilau. Gadis itu menyelam ke dasar kolam. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara. mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. Bernard melupakan statistik. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. lalu diserahkan kepada Bernard. tradisional. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. bergerak di bawah. Di selat itu. "Itu. menangkap kerang itu." ABC Amber LIT Converter http://www. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya." jawabnya sambil berdiri. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual. dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton. dan ekstrakonvensional.processtext. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya.ABC Amber LIT Converter http://www. dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu.html dipegelarkan. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya. atau dari balik kaca. dengan sistem perdagangan bebas. dalam dan airnya bening. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. Alasan yang klasik. "Tidak juga. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula." jawabnya. demi kemajuan ekonomi negerinya. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya.com/abclit. dari lenganlengan TKI yang pulang dari luar negeri. Tepuk tangan yang riuh menggema. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat. orang menggali mutiara dari belakang meja. dan tentu saja memeras kapal penyelundup. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles. Dua peristiwa alam yang berbeda. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah. harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta. membiarkannya tumbuh dan membesar. seperti pelancong di Roma di stasiun kereta.processtext. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. dari leher penumpang taksi. "Bawa ke sana." katanya menunjuk. dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam. kau dapat pekerjaan yang baik di sini. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. setahu dia menurut data statistik. atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. pembelinya menyambut dengan antusias. dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir. "Kita ke tempat lain.

dan toko yang hangus tinggal tiang-tiang yang menghitam. Ia menatap sekelilingnya. Ia merasa sia-sia. Basa-basi mana oleh-oleh. menghabiskan hidupnya di kota. dengan kanvas yang masih separo kosong. dan kemudian duduk menghadap meja. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. membereskan beberapa barang milik pribadinya. "Wah.processtext. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos.processtext. hotel berbintang. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. "Sudahlah. kondominium. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. Usia Anda masih relatif muda. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia.ABC Amber LIT Converter http://www. membuatnya tersenyum. Ia dipersilakan masuk dan duduk. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga.com/abclit. mengetuk pintu. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. perumahan mewah.. melewati jalan tol. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". Ia memasukkannya ke dalam amplop. Mulai bulan depan. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Ia berjalan gontai menuju kantornya. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. demikianlah bos berkata. Taksi membawanya ke rumah. di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. Sepulang ke Tanah Air.. bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. menaruhnya di atas meja sekretaris." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. Minggu berikutnya. Ia diam. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. Ia membagi-baginya. dan kemudian. dengan pilihan alternatif yang mungkin. ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Keesokan harinya ia masuk kantor. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja".com/abclit. Masa depan Anda masih terbuka. Kau memang cinta negerimu. lima puluh tahun silam. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel.. Ia tidak dapat meninggalkannya. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. menulis surat untuk sekretarisnya. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. * Bandung. Bernard agak was was. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. Ia amat menyukainya. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. Sore itu.html . kemudian barisan rumah kumuh. penuh cita-cita. Kawannya tersenyum. tidak memikirkan orang lain. tidak memikirkan keluarga demi karier.html ajaknya. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. di tangan seorang pelukis yang gamang. Ia tidak tahu agenda apa. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. ia bergegas ke jalur pemeriksaan.

yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. dan berdoa. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. paling tidak. dan satu untuk saya. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup sehari-hari. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. dan Ayu (4) . menyanyi. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar.ABC Amber LIT Converter http://www. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin.pun menari. Saya ajak mereka menyanyi. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. Dunia memang penuh penderitaan. Agra (6). Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas.html .Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian. energetik. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. Antok (8). Ajeng (10). Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. satu untuk anak-anak. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan.Astri (12).Anak-anak yang sehat. Media Indonesia. saya pikir. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. satu untuk istri. dan berdoa. dan periang. maupun Republika. Itulah yang pokok. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan.com/abclit.processtext. Koran Tempo.com/abclit. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler.html Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto Sumber: Kompas. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selamalamanya. Selalu bertemu setiap hari. anak saya yang berumur 12 tahun. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. menari. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. Astri telah tiga hari pingsan.Ketika adzan subuh terdengar. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. Jika mau bersedih. dan kelima anak saya itu .

saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan kolokan. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya."Sehat. bungsu kami. Bagi kami-saya dan anak-anak. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun. Bahkan anak-anak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak.""Suruh Totok mendobrak.Saya kaget lalu berteriak. adik-adik Astri." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. Di sisinya. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam.ABC Amber LIT Converter http://www. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. Menderu dan melakukan zig-zag.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. yang agaknya berada di samping pembantu. Saya tidak berani. Sambil memegangi tangan Astri.tak menjadi soal amat. siapa pun bisa pingsan.""Ya.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anakanaknya.html . tetapi enggak ada sahutan."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis."Bagaimana dengan jantungnya. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. sopir anak-anak."Dobrak pintunya. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya. Pak. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. tetapi kami. terima beres.processtext. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya.""Mohon maaf."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. anak-anak dan saya. mamanya anak-anak. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai." jawab dokter. dari hobi sampai jenis permainan.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut.com/abclit.processtext. Astri saya peluk erat-erat."MULA-mula Laksmi. Bawa keduanya ke mamanya. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya ABC Amber LIT Converter http://www. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Dok?" tanya saya. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. begitu cermat dan cekatan.""Totok enggak berani.Dengan kamar barunya itu.""Dobrak!""Enggak berani. Pak. Kami semua sangat mencintainya. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. Pak."Karena kaget." sahut Totok." Dia hanya menjawab dengan senyum. keluarga dekat dan teman-temannya.html reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. Pak. tak boleh menjenguk kamarnya. Pernah Ayu yang berumur empat tahun. Tentang sikapnya ini."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan. Pak. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil." teriak pembantu dari rumah. Tidak pernah mengeluh. Pak. Astri bisa dibawa pulang.""Mana Totok. kok pakai dikunci segala. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari.com/abclit. saya mau bicara. "Nanti kalau sudah siuman. Ajeng dan Antok. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. "Ada rahasia apa.""Enggak berani. Masih dalam keadaan pingsan.

Mereka menanyakan mamanya anak-anak. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami.""Ayolah.""Kamu suaminya kok enggak tahu.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan."Itulah."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. Malam yang khusyuk.. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. "Mama!" lalu dia terkulai kembali.Telepon genggam berciluit. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucu-cucunya. Beberapa dokter hilirmudik memeriksa Astri lagi. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. Saya jawab. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga. Laksmi tidak mau ketemu Ibu.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu. tetapi dia tidak mau.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. neneknya anak-anak. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos."Istrimu ke mana?" tanya Nenek.""Sungguh tidak."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri. Kami pulang ke rumah Nenek. kamu bertengkar. Saudara-saudara kami di ABC Amber LIT Converter http://www. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. Tetapi. Juga teman-teman Astri di sekolah. pingsan lagi.""Sudah saya suruh.""Aneh. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri.. Tentu ada yang hilang.processtext. Bu.""Apa?""Aneh.ABC Amber LIT Converter http://www. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. Malam yang berbeda. telah kembali merapat ke tepi.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. sekarang berkumpul separuh keluarga. berhasil membangunkannya. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati."Sebelum ke rumah sakit. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. Sampan yang menjauh ke tengah danau. Air mata saya terus berlelehan.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana.processtext. diam. Kami tidak pulang ke rumah. Angin malam yang berembus pelan. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri.Di kamar Astri.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas.Tak terduga. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali."Ibu merahasiakan omongan dia. Mirip reuni keluarga." desak saya. Tiba-tiba Astri berteriak.html beberapa potong lumpia. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezat-lezat. Laksmi tidak kelihatan. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri.""Benar. suaminya.com/abclit. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang tak bisa dihubungi.html .com/abclit. ibu Laksmi. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. Bu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Bandung, Yogya, Solo, dan Surabaya, juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Untung Ayu, si bungsu, tidak meronta-ronta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria, di taman belakang rumah Eyang, di tepi kolam ikan koi, diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita."Ada kereta api lewat, kencang sekali, berderak-derak, angin menderu, Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu, meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Astri terempas, terguling ke samping, lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh, 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan, mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk, menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.Ajeng, Antok, Agra, Ayu, dan Eyang Niniek saya bawa serta. Sopir saya perintahkan ngebut. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh, "Mama cuma beli tiket sekali jalan."Bisakah saya mengejar suara itu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api, menderu menyibak tanaman, geliat rel pada tikungan, dengan peluitnya yang panjang, kereta itu lenyap ditelan cakrawala.Sesampai di rumah, para pembantu kaget menyambut kami. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Kami beramai-ramai memasukinya. Ternyata kamar itu kosong-melompong. Tak ada sepotong pun perabotan. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Menyaksikan keadaan itu, tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Saya tak peduli. Saya minta sopir untuk membongkar plafon, barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Lalu tercipta jalan setapak, menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus, api tiba-tiba terhunus. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukangundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita, suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan, di depan kompleks TVRI, untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Saya memilih kembangkembang itu sendiri. Pada pukul delapan sehabis makan malam, saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. Kami persis anak yatim piatu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Seketika saya terkesiap. Di dapur, pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu, pak," jawab pembantu."Kamu gila!" bentak saya."Jus itu selalu habis diminum ibu, pak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu, he!""Ibu tidak ada tapi ada, pak."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Para pembantu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Air mata saya berlelehan. Laksmi tidak ada, tetapi ada. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Setiap perahu menyimpan gelombang. Setiap hasrat menyimpan nafsu, dendam, dan tindakan yang tidak masuk akal.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Kamu pikir, papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu...?""Cobalah berterus terang Astri, apa kata hatimu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa, bagaimana.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu, ya, berterus terang.""Nah, kamu curiga. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah, Papa yang curiga.""Kamu.""Papa.""Kamu.""Papa."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana, penuh kegembiraan, tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya harus mencari sebab-sebabnya.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Di atas karpet, kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Memang, harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor, terdengar dari dalam kamar Laksmi, anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Mama curang. Mama curang," teriak anak-anak tertawa penuh canda."Tentu saja Mama selalu menang, habis Mama enggak kelihatan, sih."Saya intip dari pintu, anak-anak tertawa, berteriak, berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Ini gila. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini keterlaluan. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Saya harus merebut kembali Laksmi.Ketika malam telah hening, ketika anak-anak sudah berada di dunia lain, barangkali, pelan saya masuk. Setelah shalat istikharah, saya berdoa di pojok. Mencoba memusatkan pikiran. Kamar itu temaram, menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Perjanjian baru perlu ditandatangani, dengan keyakinan penuh, dengan kedisiplinan, dengan kesetiaan."Laksmi," bisik saya. "Maafkan saya. Saya telah mengacaukan segalanya. Saya telah merusak rumah tanga kita. Ketika Astri bertanya, apakah saya punya salah padamu, saya sadar, inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi, saya minta maaf. Benar, saya bersalah kepadamu. Di depanmu ini, saya mengakui, saya berselingkuh. Berkali-kali. Secara sadar saya melakukannya. Itu kesalahan besar. Suatu dosa besar. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. Beban pekerjaan terlalu berat. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. Maafkan saya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu, maafkanlah saya. Kembalilah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Kamu tahu, anak-anak sangat membutuhkanmu. Laksmi, mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Mereka sangat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Lebih-lebih saya. Dengan ini saya berjanji, juga bersumpah, saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Kasih kesempatan kepada saya. Laksmi. Kasih kesempatan. Saya paham sekali sekarang, tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Laksmi, engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Engkau suci, Laksmi sedang saya profan."Tangerang, 11 Juni 2002

Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas, Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O, besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya, ya, malam itu kulihat sebilah pisau besar, bentuknya cukup aneh, paduan antara golok dan celurit. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni, pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi, tetapi ujungnya seperti celurit Madura. Penampilannya berkilat-kilat, pancaran ketajamannya.Ini pisau dari Tokyo. Pisau kesayangan Taro, ya, suamiku. Maksudku, Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Lebih baik Taro tidak memasak, bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur...." "O, tapi... ee... pisau itu menakutkan. Eee... maksudku, terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja," selaku, sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa, share-mate-ku (teman serumahku), ketika aku belajar di Benua Kangguru. Ya, aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan, untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Maka, aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Aku memilih Naomi sebagai sharemate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif, lincah, dan pernah berkunjung ke Jakarta, Yogya, dan Bali. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Oya, Naomi juga suka masakan Indonesia, khususnya sate ayam Madura. Malam itu, aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo, untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Nah, you saja yang memotong-motong daging ini, aku yang mengupas rempah-rempahnya. Oke?" kata Naomi, ketika aku mengambil pisau kecil ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html untuk mengupas bawang merah untuk lalap. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging, memangnya kenapa?" tanyaku heran, karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Eee... aku takut sama pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku memang takut. Heehhhh... maafkan aku!" mata Naomi memejam, lalu membalikkan diri ke arah lain, memunggungi pisau yang berkilauan itu. "Naaah... kalau kau takut, mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku, sambil mengikuti arah muka Naomi. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. Tapi, eee... maaf," tiba-tiba ia tertawa, tetapi tawanya sumbang. "Lho... kok tertawa. Katamu.... kau takut, tapi tertawa!" aku ikut tertawa, karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut, tetapi berusaha sok kalem. "Ya, aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu," Naomi masih tertawa, "Lucu, kisahnya! Ya, lucu-lucu seram," sambungnya, sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. "Lucu, kisahnya. Lucu-lucu seram, bagaimana itu?" aku penasaran. "Pisau itu, pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro," Naomi mulai bercerita, "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Maka, ia lalu diasuh Paman Tsuda. Nah, Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya, di pinggiran Tokyo. Taro juga dilatih membuat pisau. Tetapi, ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. Maka, ketika aku berkenalan dengan Taro, ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. Kami pacaran tiga bulan, lalu menikah...." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Nanti dulu. Ceritaku belum sampai ke pisau...," Naomi memintaku bersabar. "Okay. Lalu, bagaimana?" desakku. "Nah, setelah aku jadi istri Taro, aku tinggal bersama Paman Tsuda. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya, untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini, Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. Aku menolak, karena aku merasa tidak memerlukannya. Yang memerlukan pisau itu Taro, karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Tapi, Paman Tsuda mendesakku. Katanya, pisau itu bisa kujadikan senjata...." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "Ini dia yang lucu. Tapi, lucu yang sekaligus seram," Naomi menggeleng-geleng, "E... sungguh menyeramkan. Kata Paman Tsuda, pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro, kalau Taro menyeleweng...." "Heehhh... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. "Ya, kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga...," jelas Naomi. "Apa Taro... ee... maaf, suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. "Kok sampai pamannya bilang begitu..." "No, no... Taro bukan laki-laki tipe itu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu, dia sangat mencintaiku, suka membangga-banggakanku...." "Ya, ya, jelas, karena kau cantik dan pintar...," komentarku. "Ya, mungkin," Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. "Sayangnya, ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...! Ya, dia punya kelainan. Itu, yang kubenci... itu yang kutakuti. Maka, sering terlintas dalam benakku, aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Atau, paling tidak ...jauh darinya, agar aku bebas dari...." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ohhh, Naomi!" desisku dengan bingung, karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Maka, aku senang, ketika Taro mengirimku belajar kemari ya... di Australia ini. Jadi, aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sampai tiga kali, maka tubuhku hancur, babak belur. Pangkal pahaku, perutku, leherku, dan payudaraku akan biru-biru lebam. Aku biasanya jadi malas keluar rumah, Selain sakit, aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya, payudaraku juga nyeri, apalagi lubang vaginaku... seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. "Sampai begitu? Ohhh... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro, suami Naomi. "Makanya, aku sebetulnya tidak happy, kalau suamiku nyusul aku kemari," suara Naomi tiba-tiba merendah, seperti berbisik. "Lho, tapi, bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang, dia mau melamar jadi PiAr- permanent resident di sini, bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku, sebelum ia jadi share-mate-ku. "Ya, mau dia memang begitu. Dia ingin tinggal di Australia, karena ingin menginjak tanah. Maksudku, ia ingin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Maklum, hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. Maksudku, hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter, untuk keperluan segalanya. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen...," Naomi memandangiku, sebagai penegasan, "Makanya, bagi Taro, tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi, kapan dia kemari?" aku ingin tahu. "Ya, tiga bulan lagi, setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini...." "Oh... indah sekali. Kalian bakal menemukan surga di Australia. Orang Jepang uangnya banyak. Kulihat, banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini...." "O... tidak semua orang Jepang begitu," Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. "Walau Taro sudah manager, tetapi gajinya tidak besar. Jadi, ya... kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa...," Naomi merendah. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini," seruku, karena kuliah Naomi, yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "Mudah-mudahan," mata Naomi sedikit berbinar. "Yuk, sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Bukan main, pisaunya tajam sekali. Maka, Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya, agar tanganku tidak teriris olehnya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi, Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo, untuk memotong bahanbahan yang dimasaknya. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu, saat memotong apa saja: dari bawang putih, seledri, daun bawang, hingga ikan dan daging yang diolahnya. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Karena, aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Sejak ada Taro, aku memang sering tukar-menukar makanan. Sebelum Taro datang, Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi, kalau ia memasak, artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia, Naomi tidak pernah ke dapur. Jadi, pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Aku juga tidak memegangnya, karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta, untuk mengupas bumbu-bumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo, dengan alasan, lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Sampai di rumah.. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah." "Ya. merancang program juga bisa di rumah. Maklum. kan. ya. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia.. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat.html tajam dari pisauku. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. Setahuku... Aku kan juga pernah belajar komputerIT. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. Tapi.. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. otodidak. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. betapa tampannya Ferdinand... "Tapi. Taro. Pikirku. Di balik tawaku. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. ia menanyakan keadaanku. Diam-diam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. terlambat lagi. "Taro. teman sekelasnya. selalu pulang terlambat. "Ya. Aku jadi ingat. Naomi belum pulang. "Taro. pisau ini akan kuberikan padamu. kami dituntut banyak membaca. suaranya berat dan patah-patah.html . kupikir.processtext. dan pulang ke rumah pukul 21.. ke apartemen kampus Blok A. tetapi ditahannya. Maka. kalau memasak pukul 18.00. aku ABC Amber LIT Converter http://www.! Tapi. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya.. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro." "Ah. ia ingin mengeluh kepadaku... Naomi dan Ferdinand naik lift. Bersikap tenang. "Ya. di kampus. Terus terang. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan.." Taro memandangiku dengan mata kosong. Begitu. tidak sampai malam kalau belajar bersama.30. begitu?" Aku diam saja. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" "Tergantung fakultasnya.00 dan wajahnya ceria.ABC Amber LIT Converter http://www. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. Iya. "Bila aku berpisah denganmu. Padahal biasanya. barangkali ada meeting-kerja grup. Naomi belum pulang?" tanyaku. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus. bikin program yang aneh-aneh dan rumit. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. untuk kenang-kenangan. Aku tahu. Terus. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. tentu bukan bandingan Ferdinand. Naomi pulang terlambat lagi. Seperti biasanya juga. nama sebenarnya Ferdinand. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. Kuperhatikan. membabat ilalang dan rumput ya tidak apa-apa. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan.processtext. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau.. Hari berikutnya. untuk makan malamnya bersama Naomi. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku.com/abclit.. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Maka dapat dibayangkan. barangkali. Memang sih.. Ferdinand memang tinggal di Blok A.." sahut Taro dengan sikap tenang." tuturku.com/abclit. yang ambil ilmu sosial ya. jadi selama ini. "Taro. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. Naomi. Meskipun demikian.. Jam telah menunjukkan pukul 21. Maka ia lalu kuhibur sebisaku." sahut Taro. suka memukul dan menggigit pasangannya.. Seperti biasanya. student IT memang banyak tugas. kupikir. Atau. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh. jangan takut. yang menggandeng Naomi. Kalau aku. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. ada meeting. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika.. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan.

. Aku buat sushi dan sup sirip ikan. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. "Itu.. Aku tidak mau dan memang tidak bisa memenuhi ajakannya. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang. ke kamar Ferdinand. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. "Malam ini Naomi tidak pulang. makan malam bersamaku..processtext.com/abclit.com/abclit. menuju ke kamarku. very good! Very good!" Taro menanggapiku. tapi membuatku terkejut.... "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian.!" sahut Taro.." kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan.html . dengan suara tenang.html menjawab: fine. Dan.. Ia berkata. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini." sambungnya. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai Naomi-Ferdinand. Lalu. Lalu.. Edisi 10/06/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. Taro?" tanyaku spontan. Aku mengundangmu makan malam. "Mari. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. Aku mengenali rambut itu. perutku mual... sebelum polisi menangkapku. Bisa ditebak.processtext. nadanya tenang. Naomi ke Blok A.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas. rambut Naomi. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. thank you! "Ohhh. Tapi..ABC Amber LIT Converter http://www..! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku." kata Taro. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. "Apa maksudmu. Pisau jagal. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi.. "Jangan masuk ke kamar dulu.! Kenanganku di Gold Coast. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. Ohhh. karena kepalaku tiba-tiba pusing. lalu lupa segalanya.. mataku berkunang-kunang.. Taro tidak menjawab. Atau.. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng.

dipenuhi dengan sardencis. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. dan ada ABC Amber LIT Converter http://www. Pohon mangga gatal-gatal.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. sering melihat ke sumur-sumur itu. Tetapi apa bedanya.html SETELAH banjir sebulan yang lalu. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. dong. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. Uang beredar trilyunan dalam sehari. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan Depok-Kota. bukan? Dan mimpi buruk. Jakarta. juga tentang kematian gubernur. anakku. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Ada bandar heroin yang tertangkap. Aih.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Harga kurs dan saham.html . mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. Kedubes Amerika ditutup. Orangorang juga lebih banyak tinggal di rumah. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. kualitas itu tidak penting. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Rakyat melakukan doa di atas perahu. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. Warga kota hanya soal hitungan pajak. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya.com/abclit. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. dan mentega. Dan setiap ia pulang.processtext.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. airnya jernih. setelah melihat sumur-sumur itu.Tidak usah khawatir. bagaimana orang bisa membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. sosis. Kampungkampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. Kota ini selalu ramai dengan berita.Aku membeli koran pagi itu. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup."Buset. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. jutaan warga dalam waktu cepat.com/abclit. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. banyak jalan yang berlubang. dong.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. kenaikan terigu. Dalam sumur itu hidup ikanikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. badannya dijangkiti jamur berwarna putih.Jilan. Airnya jernih. yang airnya jernih.

processtext.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya.Orangorang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru.processtext. Gejala lain kemudian muncul. Mereka mendapat pengawalan super ketat. ada tomat. deh. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. tanaman ada di sini. Waktu juga berjalan normal.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan ABC Amber LIT Converter http://www. lihat. karena orang yang berusaha menutupnya.. dan terasa halus. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. Masalahnya tidak sederhana. tak henti-henti. "Lihat.. sayang. mesinnya seketika mati..Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. kini. segar. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. Princess. Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. Kulit mereka. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. natural. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka."Morgen. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. Sejak kejadian itu.com/abclit. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda.html ." kata Princess. bahwa aku hidup!""Lihat. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. ada wortel. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhluk-makhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini.ABC Amber LIT Converter http://www. aku hidup. aku baru percaya sekarang. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. Semuanya. ada cabai. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. Darah yang lama. Tapi berwarna merah seperti tomat. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. ada.com/abclit.html ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. bukan?" teriak mereka. aku baru bisa merasakan sekarang.."Kota ini. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. "Aduh. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur.. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. akan ditembak di tempat. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana..Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumursumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. Gerak menjadi normal. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik. Tangisan yang sedih dan pedih.

dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. Cinta adalah . rumah untuk bercinta. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. 2002 Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas.. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini." kata Jilan. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah ABC Amber LIT Converter http://www. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. pada setiap udara yang kuhirup. Dan cinta. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti.ABC Amber LIT Converter http://www."Ayah. juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu. pada setiap air yang kuminum. Pohon yang berbuah. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu.Kalimalang.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu..SUATU hari. Uang pajak untuk pemerintahan kota. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah.processtext. Dan kau tertawa mendengarnya. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. Orang berjalan seperti tarian. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai.html .com/abclit. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Pemandangan itu bagiku memilukan. Pakaian mereka. entah siapa yang memulai.html kaku. aih.processtext. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka.com/abclit.

rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa.ABC Amber LIT Converter http://www. Hmm. langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. ombak menghempas. Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu.com/abclit. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. daun berguguran. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu.html . Semuanya sudah kulupakan. seperti angan-angan melintas. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. tampak ia baru saja keluar rumah. meski tetap saja teringat sampai mati .html terlalu menyenangkan. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. sekali.processtext. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. Kereta api itu lewat begitu cepat. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. seperti tidak pernah terjadi. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Kenanganku adalah bunyi genta itu. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. membuat masa lalu tak pernah berlalu.processtext. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. senyuman yang manis. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup.

Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. Perempuan itu berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang." "Aku memang tidak ke mana-mana. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali.com/abclit. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. Kemudian ia juga ke luar. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Ia mengikuti jejaknya. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. dan perempuan itu melihat lewat jendela. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah." Ia mengikutinya. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. bukan hanya sedetik sebelumnya. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih ABC Amber LIT Converter http://www.html yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. lampu-lampu menyala menjelang gelap. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. sepanjang padang. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. bukan pula ketika di dalam kereta api itu. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. Dari kejauhan. dan kenanganku akan menjadi lain. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. tidak pernah kuapa-apakan. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Dunia memutih dan kelabu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali.com/abclit. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu.ABC Amber LIT Converter http://www. tidak pernah kukatakan. berjalan lambat menuju rumah itu. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi.html .processtext. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda.processtext. Bukan di luar daerah itu." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. mengikuti bekas jejaknya kembali.

Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai salju-aku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku selalu membayangkan ada bekas-bekas darah di atas salju. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela. menutupnya kembali. dan aku tidak melihatnya membuka pintu.Cape Town. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah.html digenggamnya. dan hanya ada bekas da-rahnya. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan.com/abclit. dan melang-kah ke padang salju. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat.processtext. Maret 2002. serentak. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada.processtext. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik ABC Amber LIT Converter http://www. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu.html . Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. Sayang sekali. Durban . memperlakukan dirinya begitu rupa. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru.com/abclit.

yang kiri. bayang atmosfer bagai menggigil. ia ngangakan tas yang dikepitnya. sangat sering ini terjadi. Hatihati. kotak pos. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. Tapi.com/abclit. membonceng kurir tandem-annya di belakang. Dan jika hal itu terjadi. jauhnya . Lembar-lembar promosi. tapi pasti. Berkesan gagah .. diayunkannya langkah ke kompleks itu. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembarlembar promosi ini. satpam . Di permukaan aspal. Ditolak satpam. memang mengerikan. menjulang.com/abclit. "Lihat. tinggalkan di sini. tak putus asa. Bulat.ah. kadang. Siapa tahu ia memang seorang bandit.ada kompleks perumahan lain yang.""Tetap tidak bisa. Kepul motornya pun tidak.processtext. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun ABC Amber LIT Converter http://www. rampok. ia membalikkan tubuh. Jika brosur ini ia serahkan.processtext. Atau. mungkin tidak.pikirannya kembali ke tadi. Dan atap. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. memetakan lokasi. jauh ke dalam gerbang." Disodorkannya ke hadapan si satpam. yang menyamar jadi kurir. sering ia bayangkan. Bandit. Dan karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. Pak. dirinyalah yang ada di depan. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. Harus waspada. terpikir juga olehnya. begitulah yang tercantum di kartu namanya. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. atau mungkin suatu malam."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. bajunya. Debu. ah. Biar kami yang memasukkan.html . sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. Jadi. "Hanya brosur."Sini!"Tidak. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan.karena tertulis dalam bahasa asing . Padahal. memang mengerikan. dan gempal. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana.Kadang... Disaputnya peluh.ABC Amber LIT Converter http://www. kotak pos-kotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah.html napas. Dan. Courier. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. Dan di bagian punggung. siapa tahu. Lebih ia benamkan topi. seperti biasa. berjenjang-jenjang. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari.SEBENARNYA. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga.Menghela napas. Sekilas."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. Panas. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. pejal. wajarlah kalau satpamsatpam itu bersikap begitu. Samar-samar tampak pagar tembok. mencuat bertingkat-tingkat. mengucapkan terima kasih. pastilah satpam ini seoran kidal. ke sana..padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. Atau lebih gila. Hmm. Tetapi. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. memastikan satpam mengizinkan. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh.. mulai melengket.Dan.. Sungguh menyenangkan. kenapa satpamsatpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. di sebelah sana .Perlahan.

processtext.)Parto bukannya tak menunggunya. badak.Dibacanya alamat paket. yang ia bisa. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. ia ingat kampung.. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. Pagi tadi. ular. Hanya itu yang ia dapat. Bukan lembaran lepas promosi. Bahkan jarak masing-masing perumahan. kelas kaki. Hmm.. Minahasa. Bahkan di sana.Kadang. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. jadi courier. Mereka terdiri dari orang-orang kejam. Minahasa. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. terjadilah hal yang mencengangkan. nenek moyangnya.ABC Amber LIT Converter http://www. (Si bos. tak berhati nurani seperti binatang. itu seperti paket.. buas. terjepit di sebuah gang. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. sebenarnya. sebenarnya. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. Di jalan. pemerasan.. aih. Penduduk daerah bersangkutan. Tak ada lagi siapa-siapa.Kembali. dadanya berdebar. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. dalam mobil. sebuah kawasan di pusat kota. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. Seperti ini.. ia muncul di kantor agak terlambat. di sini. buaya.. Memang alangkah jauh. ah... Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi.. macet. alangkah kasihan mereka. memang berhalangan.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. kerontang.ya sekretaris ya personalia ya entah apa.aduh. "Pak Ogah".yang rupanya semacam serbuk . tak ada Parto yang menunggunya.html . adalah juga seorang kurir.Kampung yang jauh nun di luar pulau. Noon express. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. tembok tinggi. di perempatan .. macet yang panjang. Ah.Hamparan hijau. lihatlah rumah mereka. betapa jauh di pinggir kota.Sesuatu yang lebih berharga. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. Dotu.com/abclit. Mungkin lebih. Melainkan seperti kata Nina. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan.. Isi kotak . yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana...Ya. seorang lelaki 40-an dengan van tua. Kurir. disaputnya peluh. masih banyak waktu. di atas motorlah ABC Amber LIT Converter http://www. Jeruji besi. sama sekali ranggas. tapi kurus. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol.Maka. serigala. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. Bukan brosur. itu seperti kurir.html dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. ia gembiragembirakan diri. kerbau.harus ia tebarkan ke udara. kawat berduri.com/abclit. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap . Mungkin ada sekilometer. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. Juga tak ada si bos. Menggantikan Parto . ia senang bagian itu. berubah jadi binatang.processtext. luput dari kebisingan. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. Kotak tembikar. Kapak Merah.HARI ini. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. Dan binatang? Ah! Harimau. Seraya mengenang kampung. Dan. Kaki Gunung Lokon. Ah.

Ah.Ternyata bukan hari bahagia. dalam satu hari ini saja. banyak sekali. Ah. rumah itu tampak lebih suram. Apa?Ada yang berubah. Dan tak lupa. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda itu. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang.. dihidupkannya motor. Jalan raya dan kecepatan. Dilihat penampilannya ketika siang. Di sini juga. Seraya tancap gas. Psikis. Tetap juga tidak. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. Ternyata juga tidak. Tembok pejal. Lagi pula. Salah alamat yang aneh. Dan dua orang satpam. Babi. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. sendiri. tetap tidak. tapi tak bertemu. Dan satu lagi.ia datangi. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Sungguh memang sial. Menyelip. terhenyak. membayang wajah si bos. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Ganjil. tapi lalu ia lupakan. megah. Salah alamat. Diperhatikannya lebih cermat. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Seluruh detik mestinya berharga. Tapi.Sebenarnya. ini hari bahagia. senja. tapi 4. ABC Amber LIT Converter http://www. Betapa ia sangat gembira. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak.. seperti pernah dibayangkannya. Bengis. Ia tahu hari telah senja. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota.. Lagi. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Melainkan hari sial. Tetapi. Sedetik.com/abclit. Siapa tahu. Sudah biasa. Beratusan 9. lalu melayangkan pandang ke sekitar. Terdengar teriakan.. Alamatnya betul.Dihelanya napas. Ini jugakah yang menyebabkan senja. noon express)!Putus asa.html . jeruji. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. Berpagar tembok. ia kembali ke alamat semula. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. Bahagia. Sebuah rumah besar. tetapi seseorang lain di rumah itu. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. Itu sepele. Mulai ada rasa cemas. satpam itu mengernyitkan dahi. Maka. Ataukah. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam.processtext. ia menyelip. Ia memarkir motor. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. Fisik.. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. Dan akhirnya.html ia kini. Pos satpam! Pos satpam. meski lampu bernyalaan di mana-mana. pagar tinggi.Sungguh alangkah lelah. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. ia cek. bukan 9. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. Sudah lewat pukul 12.. bukan hanya itu. ke supir yang meneriakinya. pos penjaga. ke rumah berarsitektur Belanda itu. sesial-sialnya. ada ketertusukan dalam dada. berarsitektur gaya Belanda. badak..TETAPI.com/abclit. kerbau. yang nanti tentu marah atau kecewa. wajah kedua satpam itu berubah. tiga kali ia dimaki sebagai binatang.Di matanya. Mungkin 8. betapa mengasyikkan. dalam. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. Mungkin bukan satu angka. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. sekelebat. Menyalip. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. begitu katanya. mestinya kini lebih menonjol. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju.processtext. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. Dibanding yang lain. "Badak!" Satpam lain menimpal.

singa. sosoknya begitu besar. "Sembilan ratus tahun.""Ya. Kencang. Pengendara motor yang melintas di depannya.""Ya. kera. kerbau. Adakah rumah yang bisa disetel. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai.""Noon express.... seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. Tak yakin. Bengkak! Dipacunya motor. metromini.Sedetik. jelas sekali ia lihat si pengemudi. manusia yang tak bisa diselamatkan.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. serbuk itu.."Walau telah tak peduli. muncul bagai menyambut. Jadi ia bebas. berkumis dan berjenggot tebal.. ternyata juga adalah para binatang. Sembilan ratus tahun. mendahului. Ah. tak bercanda. orangorang kejam...Disodorkannya tanda terima. Dotu. Maaf. Sejak pagi saya mencari. ke dalam pagar. saya tahu. mungkinkah? Paket. Terengah.. "Paket.Ternyata.processtext. Takjub.html . seekor babi! Diamatinya angkot. astaga! Benar. buaya.mungkin juga arsitekturnya. Agustus 2002 Cermin Pasir ABC Amber LIT Converter http://www.Mendadak.processtext. Tapi. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. Dimatikannya mesin. Kotak tembikar..html Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. Hari yang tiba-tiba panjang ini. badak. Ada yang lain . Pos satpam itu lenyap! Dan. lelaki itu tak berkelakar. "Sembilan ratus tahun. ia tak perlu mengebel atau mengetuk.. Begitu tubuhnya ada di teras. sudah tak ada. Telah lama saya menunggu... buas. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. Dan. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. Dan penumpangnya: Orangutan.. tak berhenti nurani. serigala. paket itu... tapi ia tak begitu ingat. Diparkirnya motor. Oh!Dihentikannya motor. *Payakumbuh.com/abclit. bergumam. Dipacunya motor. ia mendengarnya. Sembilan ratus tahun! Kiranya.com/abclit. saya menunggu. seekor badak!Ia terlongong. ia tertegun. tinggi.... ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala.. serigala. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. sesosok lelaki besar. lalu berjalan menuju teras.ABC Amber LIT Converter http://www. Lelaki itu seperti tahu keheranannya. ular. Tetapi. mengulang.. Pengemudinya. harimau. para pejalan kaki. sedemikian rupa. Lelaki tinggi besar itu menandatangani. saya tahu. Memang tak ada. Binatang? Ah! harimau. Toar Lumimuut.Dibelokkannya motor. telah membuatnya sangat lega. tapi. Andalah orangnya. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. Barulah ia sadar... yang kini rendah saja.. Ia bingung. saat itulah ia tiba-tiba terkejut. bukan pula hanya pagar yang berubah..

sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu.com/abclit.Dan. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk.Baiklah.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang.” penambang sepuh mendesah lagi. Batu. Kami cuma berkumpul di gereja dan mensyukuri panen.”Mungkin hujan akan segera turun.html . pasir.”Aku punya firasat buruk. berlubang. Kalau marah.Kiai Petruk. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat.””Malam nanti kami hanya slametan. Tetapi. Kami tak akan menari. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa.processtext. dan puluhan perempuan. kau tahu.Tentang Romo Sentanu: ah.com/abclit. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang ABC Amber LIT Converter http://www. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.Lihatlah. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. Maka.Sejenak sunyi. Keheningan sehabis hujan. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. dia hanyalah pastor desa.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk.ABC Amber LIT Converter http://www. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air.Selalu ada yang hilang. atau sama sekali hilang.html Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. koral. Tak perlu berbelitbelit. tetapi sebenarnya aku penari.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. serupa mambang. Selalu ada yang tak kembali. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. menyebut nama Kiai Petruk. Romo Sentanu. Dan.processtext.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. Namun. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda. berhentilah menggoda kami. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. Izinkan saya berlatih barang sejenak. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. saya akan berhenti. adalah kedahsyatan yang indah2. Selalu ada yang tak kembali. Ya.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pasir dengan penduduk. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dan, salah satu tugasku ke desa ini, kau tahu, adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan, desah manja wanita sehabis senja, dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa, aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam, teman-temanku yang tak banyak cakap itu, membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit, memaku kedua telapak tangan, dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dan, selalu pada saat dia mengerang kesakitan, aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.Jadi, dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.Ah, kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu, koral, lumut, dan keheningan desa ini. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata, ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Ya, di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel, tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Dan kalau sudah mendalang, Ayat bisa berubah menjadi dewa. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Suatu hari ketika dia bilang, ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Ayat juga mahir menari. Melihat Ayat menari, orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar, awan panas, dan hujan batu yang tak kunjung henti. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian, pertikaian, dan kebencian.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dia, aku dengar dari para penari lain, gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Ibarat Samson, dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Maka, baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari.Lihatlah, bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa, aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.”Mungkin hujan akan segera turun, mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Dan, aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan, Ayat akan bilang, ”Mangga Den Ayu, Putri ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Keratonku, mari menari bersamaku.”Ya, dia boleh bilang begitu. ”Tetapi, aku datang untuk menggodamu, meruntuhkan, dan meluluhlantakkanmu.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg, segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos, puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat, Romo. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun,” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Ya, biarkan dia menari dan jadi pesinden saya, Romo,” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Tak ada jawaban. Dan, ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa, ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung, Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini, Romo. Biarkan dia menari bersama saya,” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Belum ada jawaban. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan, di luar dugaan Ayat, Romo Sentanu meninggalkan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja, bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil, Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Dan, malam itu di antara ratusan obor yang diacung-acungkan ke langit, di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih, Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.”Gusti, firmanMu akan jadi kasunyatan”, Romo Sentanu mendesah.Ya. Dan, Aku tahu siapa yang akan jadi korban.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos, Gusti.”Ya. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Setelah itu, lambungmu akan dihujami puluhan peluru.”Mengapa harus saya, Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O, bukan hanya kau, Sentanu. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Kadang-kadang saat gerimis mendera, binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. KadangABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tetapi, tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk, berlubang, atau sama sekali hilang.Dan, truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam, kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Batu, koral, pasir, dan puluhan perempuan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.Dan, malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Sebagaimana aku, (o, kau tahu namaku Nagreg bukan?), mereka telah menghirup udara, cahaya, tradisi, kebodohan-kebodohan, tarian-tarian aneh, mitologi Kiai Petruk, wedhus gembel yang prek kethek, dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Maka, mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Di tengah kegelapan malam, mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengah-tengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk, membabat kaki, kepala, atau menembak lambung tanpa suara.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Sebab, mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Sebab, mereka tak pernah bersengketa dengan orangorang miskin itu. Tetapi, bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun— mahir menjadi bunglon, pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi, jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Baiklah, sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Namun, setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung, kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi, mereka juga akan menghabisiku. Tak boleh ada saksi. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini, di keriuhan segala bunyi, obor, cahaya mata Romo Sentanu, dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas, lelehan lahar di Puncak Merapi, dan jerit tangis dalam tari, aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Ah, haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Hanya jerit gamelan. Hanya jerit kesakitan. * Semarang, 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata dalam Cikar Bobrok. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin, dalang dari Desa Tutup Ngisor, saat memainkan lakon Kunjarakarna. 4) Trisik, mangenjali, ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas, Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai, juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Sebab begitulah pada dasarnya manusia, salah seorang bisa menggantikan yang lain, tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain, untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu, tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel, punya daya ingat tinggi, renyah, hangat, dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca, tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Kutemui ia dalam diam yang cukup, tidak bawel, serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.Tapi, kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan, sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan, ia memesan apa-apa yang aku pesan. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku, mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Aku memesan daging berlemak, mereka, perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku, memesan sayur-mayur. Aku memesan teh hangat, mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Berbeda dengan perempuan yang satu ini, ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Bahkan, ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari, ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja, walau pada saat-saat tertentu, kami masih saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Berbicara tentang sepak bola, merokok bersama sambil menonton acara televisi, berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam, berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi, rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Kamar mandi kotor, cucian menggunung, dapur berantak-an, ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.Tapi, aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Dia juga. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi, ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa, tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat.Tapi ingatan-ingatanku atasnya, pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Tangis yang tidak lagi biasa, tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi, bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan, aku tidak menyesal menangis, aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri, bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku.Tapi, aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benar-benar mencintainya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting, tapi tiga hal ini penting bagiku. Pertama, apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua, apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga, apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Meninggalkan? Ah, mungkin itu bukan kata yang tepat. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat, tapi begini, aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Beri maklumlah pada diriku. Aku seorang selebriti terkenal, muda, cantik, di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi, laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau, empat lima tahun yang lalu, ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Bahwa, ia mengagumi kecantikanku, aku bisa merasakannya, itu pun dengan samar, tidak seperti orang lain. Tapi di hadapannya, segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya, bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Ia hanya memberiku tempat, tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja, dalam acara apa saja. Dan ia hadir, tanpa wajah yang menunggu kedatanganku, menunggu kemunculanku. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Laki-laki itu tidak seharusnya begitu, sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh, maka aku harus bersiap, aku membutuhkannya. Tapi sejujurnya, perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Semua kusimpan dengan rapi, bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu, aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Lalu kami saling berbicara. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya, mendengar suaranya, bersitatap ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

dan aku adalah perempuan yang dia tunggu.ABC Amber LIT Converter http://www. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. Ruang-ruang ragu dimampatkan. Tapi benar kata orang. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. Bukan. Dadaku sesak dan panas.html . Semua dicabutnya. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Saat yang sangat tepat. Ia merasakannya dengan biasa. cinta saja tidak cukup.Serangan balik yang maha dahsyat. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang.Aku bangkit minum air dingin sebanyakbanyaknya. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi.Maaf. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. dan makanan. air. Aku menangis. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. semua ditinggalkan berlubang. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus — bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. aku pada banyak hal bukan orang hebat. sangat tahu.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. telah benar-benar kehilangan dia. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. menjerit. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. dan terima kasih. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. rasa bahagia. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. dan segalanya menjadi tidak terkendali. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum.com/abclit. menyalakan ABC Amber LIT Converter http://www.Kami semakin akrab. Sendirian di kamarku yang menyimpan hampir seluruh bayangannya. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. Tentu kami juga bercinta. maka aku memang harus pergi. Aku harus memaksanya untuk duduk. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. Aku sangat tahu. Tak ada kekagetan. napasku seperti terbakar. Menggenggam gelas minum erat-erat.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Diciptakannya dalam dada. lalu aku me-nangis lagi. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan.com/abclit. keyakinan yang sempurna. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. Benar-benar menangis. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping bendabenda.Lalu kuputuskan untuk pergi. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. Seakan ikut menahan beban yang menimpa—awas.html dengannya. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu.processtext. rapuh. Kupandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya.Aku sangat mencintainya. Begitu kulakukan saban waktu.Ia seorang aktris.Hingga suatu saat. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. setengah melenyap. otakku ikut terbakar. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Aku meraung. Tapi aku tahu. Ruang berganti warna merah dan hitam. Lalu aku duduk.processtext. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu.

Sebab sore tadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. Tubuhku dibakar cemburu. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi.Tubuhku demam.processtext. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. aku pasti akan larut. *** Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. sebab aku tidak mau sakit hati.com/abclit. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. Tak peduli. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi.Tapi sekarang aku nyaris gila. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. dan ia pergi meninggalkanku. Bahkan. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. merokok. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Lalu aku teringat dia malam ini. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. dan nonton sepak bola.html rokok. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintaiku.Aku petakan lagi sejarahku dengannya.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. Aku harus berpikir dengan tenang.processtext. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. tak mau peduli. Tangisan yang sewajarnya. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku.html . Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya.com/abclit. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Edisi 08/11/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. sebab jika melihat kenyataannya. ruang-ruang yang berantakan. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. dan menangis. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. Hal-hal yang menurutku tidak kusukai.

ABC Amber LIT Converter http://www. karena saya sendiri masih belum tidur. saya segera mengatakan bahwa malam ini. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya.html . ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. meskipun telah ngantuk sekali. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana.com/abclit. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Ia berdiri saja seperti orang linglung. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi.processtext.com/abclit. Akan tetapi malam ini. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. Begitulah. Akan tetapi. sementara saya segera menutupkan pintu. Meskipun demikian. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. yang jadi hambar. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. Yang jelas. Akan tetapi. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Usaha saya berhasil.processtext. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. saya tak tahu pasti. gundah. pastilah itu Mayumi. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal.ABC Amber LIT Converter http://www. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. Ah. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. tapi menurut saya ini hal biasa. segera saya membukakan pintu. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. Entah gelisah. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. tetangga saya. anaknya. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami.html SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya.

Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi..""Saya betah tinggal di negeri ini. Bedanya. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. meskipun dengan sikap ragu-ragu. sayang!" Katanya dengan nada jumawa. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini.html . sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo..saya.com/abclit. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini. Sedangkan Mayumi. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. sehingga meskipun saya meninggalkannya."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. Sering kami ngobrol berdua.com/abclit."Ya. sayang."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan kata-katanya. jika ia meninggalkan ayahnya.processtext.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya.ABC Amber LIT Converter http://www. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri ABC Amber LIT Converter http://www.. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. Ia lalu melanjutkan."Ya. Telah beberapa lama. suatu kali. Nakamura-san.. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. masih ada yang menemani ibu.. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami.. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar.. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan. Atas pertanyaan saya.. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas.processtext.html saya dan Nakamura. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu saat saya kembali ke negeri saya. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. penuh KKN. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya.

html karena ayahnya adalah anak tunggal.processtext. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Dua kidung malam mengalun bersamaan. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang.processtext. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen ABC Amber LIT Converter http://www.html . "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal.com/abclit. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. Setelah itu. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Melalui telepon. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. Menyadari saya diam saja. ***Tokyo. Haji Mahmud Soeharto. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara. Aneh benar. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah. Kami tetap bergaul seperti biasa.ABC Amber LIT Converter http://www.Menyadari kenyataan itu. Pendeknya.com/abclit. Mungkin juga saya linglung. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar. Meskipun demikian. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saat-saat terakhirnya. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Lagunya pedih mengiris-iris. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Akan tetapi. ia lantas mengatakan. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. paman saya. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. Tanpa menunggu jawaban saya.

” ”Bapak sudah tiba. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya.”Pak Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. Jalan Kaliurang Km 6. satu tahun menjelang pensiun. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu.Namun.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya.processtext.html Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Harga barang kebutuhan.Itulah sebabnya. tidak semahal di Jakarta. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. lalu menutup pembicaraan. Selama dibangun. Bu. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi. Itu ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Sesaat.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. Takhyul.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa.” kata seorang rekan Pak Jek. Seumur-umur.com/abclit. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta.””Ada apa.30. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek.”Dari Bapak. Mitos. itu telepon dari Bapak.html . ”Nah.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan.60 Yogyakarta. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek.” ”Tolong diangkat teleponnya. itu hanya omong kosong.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. terutama makanan. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan.”Betul.

Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala. Sentolo. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah satu hotel di Yogya? Lagi pula. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki.ABC Amber LIT Converter http://www.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. Rumahmu ‘kan di Semarang. Cuma sekali kok dalam hidup saya. mereka bisa beli. Makin capek menyapunya. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek. Makin luas pagarnya.200 meter. Belum terpolusi udaranya.”Namun. Di hotel ‘kan ada AC-nya. Berapa pun harga tanah. makin lama memotongnya. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. Makin banyak rumputnya. Makin banyak kebutuhan listriknya. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.html pun hanya sekali seminggu. Termasuk sampah dari luar negeri.””Lho. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. Pokoknya.”Biar ada kejutan. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. Keraton Yogya. tentu makin banyak ruangannya. Gunungkidul. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. cukuplah 60 meter persegi. hari Sabtu atau hari Minggu. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu.. Di Yogya kan banyak hotel. kita tentu bertanya. Nak?””Lagi pula. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Masih banyak pepohonan hijau.processtext. tentu makin repot pemeliharaannya. atau setelah keliling ke Borobudur.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. Enak. yang mengharuskan itu siapa toh. Padahal. Pak.com/abclit. Mengapa tidak memilih Bantul. atau bahkan 1. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. apa pun mereka bisa beli..” lanjut Pak Jek. atau 1.000 meter. kan? Lagi pula.”Lho. menantu Bapak.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter.. Jadi. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. padahal mereka belum tentu suka. ibumu tidak suka. termasuk biayanya.”Makin luas tanahnya. Parangtritis. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. makin banyak segala-galanya. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula ABC Amber LIT Converter http://www. dengan bangunan 60 meter persegi. Pak Jek juga punya pendirian.”Menurut Pak Jek. Makin banyak tanamannya.processtext. makin banyak sampahnya.” kata anaknya yang di Semarang. Magelang.” kata Pak Jek memberi alasan. yang lebih besaran Pak rumahnya. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. Pokoknya.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho.. aku dan istriku makin renta. Jadi. Prambanan.”Mbok. bukannya anak Bapak.”Lalu. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. itu soal gampang.”Tapi tak apa. ”Semacam surprise-lah. betul-betul rumah baru bagi saya.html . mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. dan mulai tinggal di situ.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam.com/abclit. Pasti mereka beli. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Lagi pula. lebih dekat ke Malioboro. memasukinya. Prambanan.”Kayak rumah BTN saja.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. Pak?””Ah. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.”Aku hanya berdua dengan istri.

para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe. kok.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini. bagaimana mungkin. berarti tak ada tafsiran lain di luar A.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.processtext. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja..Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit.””Makanan di kereta ’kan tidak enak. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. Sekarang. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. Lagi pula. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek. Pak.html . Pukul 07.””Lho. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. di Gambir. ia memberi penjelasan berikut. Santai saja. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.”Kalau begitu. Jadi. Jadi.. Entah pertanda mengerti.00 pagi.”Nanti kapan.” ujar Pak Jek dengan kalem. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. sudah jauh-jauh hari.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka tahu.”Pada acara di Gambir. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi.”Ya. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.com/abclit.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. dan juga atas biaya sendiri. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. Sekali berkata A.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. Lagi pula. Pak Jek mengingatkan para karyawannya.com/abclit.”Para karyawan pun manggut-manggut.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. seorang direktur perusahaan MNC. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisikbisik di kalangan karyawan. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian. ah.Oleh karena itu.””Bagaimana mungkin santai. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya. tak usah ada acara penyerahan kado kepada saya..Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir.html perusahaan. Oleh karena itu. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. Pak Jek menepati janjinya. lalu. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas..””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. Namun.processtext. Pak?””Mungkin saja. tidak bisa muat banyak ABC Amber LIT Converter http://www.

Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. Pak Jek langsung pulas. jika ditinggal sendirian. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres.”Secara bergiliran. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya.Pak Jek membuka mata. Siapa tahu.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek.com/abclit. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Pak Jek juga tidak tahu. Terima kasih. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Pak Jek tidak mengorok. tusuk gigi. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. Ada yang memeluk Pak Jek.Beberapa saat kemudian. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. Bandung. Ada yang menyalami dengan dua tangan. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Begitu bertemu dengan bantal. Lalu. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. Kursi di sebelahnya. Pak Jek tidak mau ambil pusing. masih kosong. Barangkali alokasi dana untuk makanan para penumpang memang terbatas. Bagusnya.ABC Amber LIT Converter http://www. dari mikrofon terdengar pengumuman.00. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita. termasuk kado dari kalian. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. makan siang Pak.html . yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Pak. Namun. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Tak usah dijemput. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang.” ujar seseorang. Pak Jek ingin. Menurut Pak Jek. Atau selera petinggi kereta api. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. menunggu di rumah baru.html barang.processtext. dan kuli angkut. khususnya Jogja Ekspres. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. Secuil nasi putih. Semarang. Di rumah pun selalu begitu. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja. Namun.”Hati-hati copet.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya.com/abclit. pengantar. Namun. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. Ada pula sendok garpu. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. Bertemu sofa empuk. nomor 6B. ia gampang terlelap.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela.Pak Jek memang gampang tertidur.”Pak.processtext.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya.” kata pramugari. Tiba di Tugu pukul 16.”Beberapa detik kemudian. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Sepotong paha ayam goreng yang keras. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. dan Stasiun Purwokerto. di mana saja. Kapan saja. Stasiun Cirebon. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. dan sepotong tisu. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan.00. Pak Jek juga bisa terlena.

”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.Lantas. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari.. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A.””Kopernya saya bawa. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu.processtext. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. Bantal menutupi mukanya.””Angkat barang.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.Tak ada respons. Pak.”Napasnya kok tidak terasa lagi. Bangun. Berarti Yogya sudah hampir tiba.”Coba kamu yang bangunkan. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. dan Stasiun Sentolo.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan. Stasiun Kutoarjo.”Para penumpang yang terhormat. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain. bangun. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien). Lalu tiba pada kesimpulan.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan.””Jangan-jangan sakit jantung. Jangan sampai ada yang ketinggalan.com/abclit.””Mari Bu saya bantu. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto..”Tukang sapu kedua coba membangunkan.”Pak. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres.com/abclit.””Jangan-jangan sudah seda. Boleh jadi.ABC Amber LIT Converter http://www... Pak.Laki-laki itu tak juga bangun. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain.”Lha. Pak.processtext. Bereaksi sedikit pun tidak. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.html . Pak.. Tinggal beberapa kilometer lagi. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi.”Sudah sampai.”Keasyikan mungkin tidurnya. Siapa nyana.. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta.Sambil meluncur ke arah timur.Namun. Anak-anak pun mulai ribut.html kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya.”Pak sudah sampai Yogya.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh lakilaki berusia 60 tahun itu.””Bisa saya bantu.”Jakarta.. tangannya sudah dingin ’gitu kok.”Barangnya. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Stasiun Kebumen.”Karena tak bereaksi sedikit pun. Bu..Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar.””Barangnya saya bawa. Bu.Karena tak bereaksi juga. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet.Setelah dicoba berulang kali. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek. penumpang itu tetap saja tak mau bangun.

ABC Amber LIT Converter http://www. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. bahkan bajaj. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. Tembok tinggi merendah. Semua tidak berani bergerak. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari.Adjani bersimbah peluh. Adjani menahan luka. Maka. Adjani bersimbah peluh. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. Atau mengapa Adjani bisa terluka. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan.Ketika Adjani berlari. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Waktu ia menyeberang jalan. pada setiap headline koran-koran. siaran radio. Adjani bersimbah peluh. Semua menahan napas. sungai ke sungai. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani.processtext. mobil-mobil langsung berhenti. Sungai terbelah.html . Edisi 07/28/2002 ASMORO. Para fotografer. Luka yang begitu perih. talk show. Bahkan. Ruangan itu begitu sunyi. langsung terbelah dua. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil.com/abclit. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Pipinya merah terbakar matahari. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. laut ke laut dan benua ke benua. waktu kita hampir habis. motor. Tetapi. Pelupuk matanya merapat. ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Luka dari segala maha luka.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. majalah-majalah. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. kuli tinta. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. rumah ke rumah.processtext. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Mereka hanya tahu Adjani luka. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup.com/abclit. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Tetapi. Luka yang begitu dalam. siaran berita televisi. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut.

kecuali Adjani bersimbah peluh. Kadang mawar. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. dan burung-burung gereja. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. sementara ketukan itu terus membahana. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Mendadak perut Asmoro keroncongan. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. "Adjani bersimbah peluh. Tetapi. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. tidak ada apa-apa di sana. Naik-turun dada Adjani mengatur napas. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari.com/abclit. walaupun terkesan tidak memaksa. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. kumbang. Barulah Asmoro sadar. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. lalu makin lama ABC Amber LIT Converter http://www. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. Pesawat televisi yang panas. Derap kaki Adjani yang teratur. Asmoro mabuk kepayang. Irama musik sendu mendayu-dayu. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu.html . Adjani yang bersimbah peluh. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. Ia tidak dapat berhenti menulis. Kadang melati. Kadang lili. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Tetapi. ketukan itu tidak juga berhenti.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Lalu empat Adjani bersimbah peluh.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Asmoro hanya mau menulis. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. ia berada di lantai ketujuh.processtext.ADJANI bersimbah peluh. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani.ABC Amber LIT Converter http://www." bisik angin. Dan semakin ia menulis. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. Awalnya ia tidak mempedulikan. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani.processtext. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Di tengah-tengah rasa putus asa. Menyerang segenap jiwa Asmoro. Tetapi. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. Kadang sedap malam. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. menceritakan dan membahas Adjani.com/abclit. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya.html semua memuat. Tetapi. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Di sela-sela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu.

Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Asmara.html semakin jelas tertangkap pendengaran. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. Dengus napasnya semakin dekat.. Peluh itu tidak hanya asin. Ada gurita. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Aktivitas di kota itu lumpuh. Namun.Adjani bersimbah peluh. lama kelamaan makin tajam. terus berlari di bawah samudera. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Asmoro tahu.. Jalanan macet total. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerah-merahan tertimpa matahari senja."ASMORO. Suara orkestra semakin keras. Seorang reporter meliput. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. ia tidak akan berhenti. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat.processtext. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. waktu kita hampir habis. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. ikan pari. Dan bau wangi yang samar-samar. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. restoran. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. "Bintang jatuh. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. Semua orang keluar dari rumah. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Asmara.com/abclit. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani...com/abclit. Adjani tahu. Suara lembut denting piano tunggal.html . Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. sebentar lagi tulisannya selesai. hanya untuk menyaksikan Adjani. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. Lampu-lampu lalu lintas tidak bekerja.Adjani bersimbah peluh. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. Asmoro menunggu Adjani. Bulan bersinar temaram. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari..ABC Amber LIT Converter http://www. gedung perkantoran. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambar-gambar Adjani yang pernah disiarkan. Dari sinar kemerahan itu. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini.. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. Dan ia pun sangat tahu.Adjani bersimbah peluh. Adjani hanya bergumam. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh lakilaki. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. paus. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani.

hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu.ABC Amber LIT Converter http://www. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. yaitu Adjani. satu suara. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro. ASMORO.. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. Adjani bersimbah peluh. satu tema di seluruh dunia. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. jadi mereka bisa berciuman sambil berlari. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya.Jakarta.Adjani bersimbah peluh. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. Adjani bersimbah peluh. Tidak ada yang berani bertanya.Asmoro bersimbah peluh.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. Asmoro tidak dapat berhenti.com/abclit. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu.processtext. Dihirupnya dalam-dalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya.com/abclit. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. Tidak ada yang berani meliput. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya.html kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. waktu kita hampir habis.. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. 21 April 2002. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya.html . Segala asumsi pun merebak. Atau jangan-jangan orang kaya itu.. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Pelupuk matanya merapat.processtext. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. Adjani menahan luka. Atau orang kaya.Di kota itu.

dikelilingi hutan.""Tapi. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah.html Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya.com/abclit. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang.processtext. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama."Panikov menaruh serulingnya. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. lima tahun yang lalu. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si ABC Amber LIT Converter http://www."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. kota yang sudah dua kali berganti nama. yang sebagian besar bekerja sebagai petani.com/abclit.Sementara itu. dengan maksud menghindar. yang ia kenal selama tiga puluh tahun. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. ayahnya tercinta. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. Panikov hanya menjawab. Ia tak pernah mengungkapkan alasan. Lalu ia angkat bicara. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong. Di izba yang reyot. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya.processtext. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu.ABC Amber LIT Converter http://www.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi..html . sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. Banyak pembunuhan. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah"."Hey. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara.. Pernah suatu kali. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. bermantel lusuh. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung. Dulu."Di kota tak ada lagi ruang untukku.

html tentara. mengapa ayahnya ditembak. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu.Yach Panikov ingat.! Itu api. lalu berteriak. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. Panikov diseret.. Anna langsung menghampiri Panikov. serta tak lupa meniup serulingnya. Ia enggan ikut bergabung. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana. Di depan mereka. Seperti biasa. lalu diam lagi.processtext... ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan.!!!"Saat itu musim dingin.html . Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. Panikov keluarlah."Api. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa....com/abclit. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak. "Persetan!" gumamnya. meniup serulingnya. Anna berteriak lebih keras. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. angin bergerak lebih lambat. "Oh. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. namun tetap tak ada jawaban.. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya.."Brak.. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku..Saat ini. dan terus ia meniup. "Panikov. tentara bajingan! Oh. Yang terdengar hanya bunyi seruling.Tak ada sahutan. Bila hari menjelang malam. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak.. Ia terus meniup dan meniup. kota laknat! Aku rindu kalian. sadarlah. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur.. malam ini terasa dingin lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. tentara bajingan! Oh. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. diam dan hening. Anna". Muka mereka pucat seperti hendak mati. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu. Kata orang desa. berteriak dan meniup seruling-nya lagi. kali ini tepat di samping telinganya. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa... Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. indah menakjubkan.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat.. Ia menangis. air matanya membeku akibat udara dingin malam.! Di sebelah timur desa ada api. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. Panikov tak peduli..!" Terdengar pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya.com/abclit. Panikov terus meniup serulingnya.. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba.! Hey... Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak. "Oh.. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. dan Panikov. Panikov tidak peduli. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus.. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya..ABC Amber LIT Converter http://www. tanpa mantel dan menggigil kedinginan.

Terlihat ada seorang tentara."Tertulis lagi di bawahnya. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Turgeyev namanya. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya.processtext. sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling. Saat itu juga. telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. Beberapa hari selang kematian ayahnya. Anna. lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba.html . Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya.Selagi ia membereskan barangnya. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka. gadis kecil itu mendekati mayat Panikov. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya. begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya.."Panikov! Jangan Panikov.. dan meneruskan kalimatnya. ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung. ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Lalu memandang ke arah danau.com/abclit. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. ia bergumam. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa. Sesampainya di desa. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang bolong dengan tangan kirinya.. giginya gemeretak. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. dingin mencengkram kuat tubuhnya. dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan.com/abclit. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi.Panikov menangis melihat mayat ayahnya.. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Keadaan semakin beku. ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya."Terdengar enam letusan senapan.html menggigit. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal. ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun. ia memeluknya. Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. tapi toh."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan."untuk petani kecil ABC Amber LIT Converter http://www. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu."Ayah. ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok.. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu.. 'si kumis tebal' lalu berteriak.Ia menggigil. masih tetap hening. serta dua tubuh tergeletak ke tanah.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa.

com/abclit. kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan. Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. Dihajar."Meski begitu.processtext."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati. Kalau tak percaya. seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukangundukan tanah kelabu padat itu. mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah.ABC Amber LIT Converter http://www. perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam.Dan. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam.Seperti biasa merpati-merpati itu tak ABC Amber LIT Converter http://www. apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. Lihatlah.html . Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. melesat ke pelataran makam Al-Baqi yang dipenuhi para peziarah. anak-anak itu kemudian membentangkan tangan. mari kita tanyakan kepada ibuku. para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada." kata Zulaikha. kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. buk! buk! buk. kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. pondok petani2. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain. Oktober 20011. kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi.com/abclit.processtext.html November 1936"Bandung. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati."Bagai capung.

telah berkali-kali kukatakan kepadamu. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang.ABC Amber LIT Converter http://www. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu. perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur. Apalagi kau hanya orang Takroni. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan. dan terus berlari ke bibir pintu makam.Dan. dia meliuk. kau tak perlu memasuki makam keramat."Jangan. Anakku. berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu.com/abclit. Ibu. ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu.Sayang sekali. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah."Ibu.html .AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu. Zubaedah langsung berdiri tegak.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau.OHO. dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan. Apalagi kau perempuan. sebagai orang Takroni. hanya para lelaki yang diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah. ratusan keluarga raja.com/abclit. tak perlu kau risaukan asalABC Amber LIT Converter http://www."Ampunilah Anakku. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukan-gundukan makam. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang. memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Anakku. mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan. wahai Anakku yang malang. dan para peziarah yang taklid kepada adat. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu."Zulaikha. tak puas mendengar jawaban itu.html langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu.processtext.. pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah. Anakku. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu. ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi. Anakku. ibarat air kita bukanlah zamzam. kita masuk ke sana. Dan."Ayolah."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu.. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta. Sebagaimana Bilal. kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk. menendang tampah habbah.processtext. menyusup.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari. Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta.

jangan usil."Sejak itu tak seorang pun. Tetapi kau terus mencerocos. engkau dilahirkan sebagai engkau. sebagaimana Ibu. Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu. Jangan mempertanyakan apa-apa. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah. mempertanyakan asal-usul kebutaanku. tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas. kerudung.""Jadi.. Ketahuilah Anakku. Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. termasuk pedagang tasbih. Anakku. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih. ayahku."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu. menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya. berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun." ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria. Bilal dilahirkan sebagai budak. ya Allah.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain. sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Anakku.. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu. Aku tak akan marah. Ibu pernah melihat segalanya?""Ya."Ya. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain. aku benar-benar buta. perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan. dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku.html .ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia. kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja. Tak kepada ayah atau ibunya. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal."Sebagaimana Nabi.processtext. kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anakanak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu. ABC Amber LIT Converter http://www. kau tahu Anakku.com/abclit. aku dilahirkan sebagai aku. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan. Hanya engkau. telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya.com/abclit. tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. pada usia yang sedang mekar. Dia. Jangan melihat yang tak pantas dilihat."Sampai pada kata-kata itu. yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan. Saat berbeda pendapat dengan Ibu. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan..Dan." begitu kata Musa bin Zakaria.. "Engkau memang buta. "Sudah kubilang. Ayah."Maryam-ibuku. "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku. Apalagi kepada Zulaikha. ibu pernah melihat segalanya.html usulmu. Meski demikian. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. raja disebut sebagai tuan. sebagaimana pria Takroni lain." Menjelang Ayah meninggal. wahai Anakku.processtext.Menjelang aku remaja Ibu bilang. dia berdoa. Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. Ayah sangat memuliakan perempuan. memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. dan habbah Madinah hanya layak dipatuki merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu. Aku tak akan marah. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. Jangan.

malam itu dia menyusup ke makam. "Mati di Madinah memang baik. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal." pikir perempuan yang sedang mekar itu. Tetapi. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang.Sambil berjingkat pelan-pelan."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. Puluhan. melambai-lambaikan sayap."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap.Alhasil. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. Jadi. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah.ABC Amber LIT Converter http://www. salat di masjid Nabawi.processtext.7 Tetapi. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tibatiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam.html Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah. kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga. dia mendengar suarasuara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. "Kalau bisa matilah di Madinah.Tetapi. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan."Waktu itu.html . perempuan buta itu.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. karena diserang demam tak berkesudahan. bercanda dengan merpati-merpati. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam Al-Baqi. Anakku.com/abclit. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. tidak-tidak."Ya. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada.processtext. dia mengingat-ingat petuah ayahnya. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan ABC Amber LIT Converter http://www. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. masya Allah. Madinah Munawarrah. jauh sebelum menggapai pintu makam.Dan Zubaedah. Lalu segalanya menggelap. camkan nasihatku. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya.Karena itu. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam."Dasar Takroni. Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. sebelum pingsan. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi.com/abclit. *Hotel Sanabel Al Madina. Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu makam."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. Anakku. Jangan pernah masuk ke makam. Cahaya lampulampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Dia terjengkang. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. Pegangan Zubaedah terlepas. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah.

html .processtext.processtext. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. ia benar-benar jadi kehabisan alasan. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat ABC Amber LIT Converter http://www. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. saat sepupunya. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. jangan salah paham. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar. Gianyar.com/abclit. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. menelepon lagi. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi.7) Riyal:mata uang resmi Arab. Jadi. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat." pikirnya. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatankesepakatan yang diputuskan adat. Bahkan. Namun." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah.com/abclit. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Mangku. ayah Kroda.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. "Kasar dan kejam.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. I Raneh.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. siang hari menjemputnya kembali. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar.html tersebut. Waktu itu tahun 1971. Meski masih berusia belasan tahun.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget.

Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. Wayan Kroda terdiam. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Ia tahu..html . Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Tetapi. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. kita tidak akan mau pentas. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. termasuk Susila. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. Sejak tinggal di Jakarta. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. dendam turunan. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga.. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat.html di Banjar Sari. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Selain menghasut warga menentang Golkar. Kalau toh diizinkan.." ungkap I Kleteg.""Sepanjang hidup. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu.. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari.processtext. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari ABC Amber LIT Converter http://www. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Karena tinggal jauh. Meski telah kena sanksi adat.com/abclit. Sampai kini. Luh. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya.processtext. "Ikat babinya. Tetapi. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara.. seluruh keturunannya. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotel-hotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. karena ia bukan anggotanya. Warga menilai dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. "Luh. Jangan dibiarkan liar begitu. Padahal. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. berarti jalan buntu. "Kamu tentu masih ingat juga.com/abclit. Itu kebanggaan. Ini hanya dendam pribadi. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku.ABC Amber LIT Converter http://www. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. Dendam Kroda. Tetapi.

.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. SANKSI ini terlalu berat. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. bikin saja surat dulu. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Mereka umumnya mengatakan ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tahu pasti. Bahkan. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Kalau kamu mau sanksi itu diubah. Paling tidak harus menunggu seminggu. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. seseorang yang dituakan dalam adat." ujar petugas lelaki itu.. kalau menyangkut penemuan jenazah. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. Meski harus mengorbankan harga dirinya. "Bli.html dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. ini keputusan paruman adat. saya harap bisa bertemu Gubernur.""Lebih baik berurusan dengan polisi.ABC Amber LIT Converter http://www.""Ini soal jenazah! Jadi.html . Namun. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya." kata petugas itu. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. Jangan datang lagi kepada saya. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Ini soal penting dan sangat mendesak. Itu mutlak urusan keluargamu. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. Jadi. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Kendati sudah lama tinggal di kota seperti Jakarta."Sudah berapa kali pula saya katakan. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Bahkan. Tetapi. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. bukan lagi urusan adat. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu.processtext. Tapi. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya. mintakan kepada seluruh warga. Wakil atau siapa sajalah.processtext. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. Padahal. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu.." Wayan Kroda tak segera menyahut. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. niat itu ditepisnya. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. "Tamu itu sangat penting. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan.com/abclit. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda.com/abclit. Bukan. Tetapi. Sebagai kelihan adat. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Bahkan. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Jadi.

Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang.html . Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. Pertanyaanpertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila.. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah.processtext.. Sebagai orang yang lama merantau. ABC Amber LIT Converter http://www. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji.Ketika melewati pintu depan. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam. "Tapi. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila. makin lama jenazah berada di rumah.! Ayo duduk dan berdoa.. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia berbaring di dekat ayahnya. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo..html penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat.. Ada sesak dalam dadanya. "Jadi..com/abclit.com/abclit." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. aku diam-diam membuatnya. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. mengapa masih bengong. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa.." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa.processtext. "Ia keberatan.. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. Sewaktu kalian lelap." kata seorang kerabat liannya. "Dan.ah. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda.. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila.. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. kalau banjar adat mengenakan sanksi. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari. Ayo semua berdoa. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku. Mereka ingin menuntut keadilan.

terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Pantat panci bergeser di lantai."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. didorong ke bawah tempat tidur.processtext. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak.Waktu terus bergeser. setiap hari. Mengambil pispot. ABC Amber LIT Converter http://www. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. langkah-langkah mendekat masuk ruangan. terbaring dalam rahim waktu. Menampung muntah.processtext. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. Dia memang tegang. Dia kurang tidur. Banyak faktor yang dipikirkannya. yang datang dari luar dirinya. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. Menyuapiku. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Menampungkannya. diiring doa sanak keluarga.ABC Amber LIT Converter http://www. Tiap hari kau menanyakan orangorang yang kau kira memperhatikanmu. Dia terus menerus menungguiku. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Dia lelah.html Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti Sumber: Kompas. Perangkat medis itu. masuk ke dalam urat nadi mereka. memerahnya dan mulai melap tubuhku. tubuh yang terbujur dalam sekat-sekat kain pembatas. Meneteskan madu ke dalam mulutku.html . Membuangnya ke kamar mandi. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Di bawah tabung. dari waktu ke waktu. datang pula mereka dalam urutan yang sama. di sisi tempat tidur. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Aku sekarang adalah bayi itu. Dia memang benar-benar lelah. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Pintu dibuka. Pagi tiba juga seperti biasa. Menyuruh mengeluarkan mobil.com/abclit.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin.com/abclit. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Mencelupkan handuk kecil. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. Datangnya waktu.

ibu. Angin malam yang dingin. Dia muda. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Kita seperti burung pemakan ulat. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami.""Tidak. Direntangkannya tangan sebagai awal pelepas rindu. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. Lupakan semuanya. Angin malam yang lembab. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudara-saudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Kau bekerja telah terlalu lama."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Saya sedang tidak menunggu Tuan."Aku datang!" kata suara itu. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. ABC Amber LIT Converter http://www. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. tidak mereka cegah. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana. Ketika aku meninggalkan kalian. Anakku masih kecil-kecil. Tuan. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. Hentikan omong kosong itu.processtext. Tinggalkan semua itu.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu.""Tetapi. Jangan sekarang. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. si penjaga malam itu. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Abangmu. Empat puluh tujuh tahun. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu."Dia tidak hiraukan aku. Terlalu banyak yang membebaninya. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. kau telah bekerja. Kemiskinan kita yang pahit. Masih banyak yang belum kukerjakan. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Akhirnya tiba juga saat itu. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. adikmu.html Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. menyibaknya.""Tak ada waktu untuk menunda. kalian masih kecil-kecil. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. sekarang. Tidak sekarang. mengurus segala yang remeh temeh dunia. saya masih belum menuliskan semua itu. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau.html .""Tolonglah. Lihat.com/abclit. Sebelum mencapai usia sekolah.ABC Amber LIT Converter http://www. Kau sudah lelah. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Masih banyak yang harus kukerjakan. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Harusnya Tuan tak datang. si Abdullah. Rentang waktu yang panjang. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau.processtext. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Beristirahatlah sekarang. Kau sudah cukup lelah. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Mendekatlah. Kau lihat itu. Muhammad Saleh.com/abclit. di kebun tembakau itu. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Ayolah mendekat. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Terbang dari daun ke daun.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. siapa di sana? Ayahmu. anakku. Dia memang lelah. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Ini takdirmu. Sekarang adalah saatnya bagimu. Itulah penyebab penyakit ibu. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. Lebih muda dari aku. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. si Choliq. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Mari. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh.

Ayah adalah si penjaga malam itu. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka.html Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. Maka kau harus berusia sama seperti aku. delapan puluh delapan tahun. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. setidaknya mendekati usia aku. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Jauhi sumber fitnah. Jauhkan diri dari rasa iri. Mari. 88 tahun. Penjaga malam di pajak. Dia belum boleh menyerah. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. saat nanti kau menemui kami.com/abclit. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Pulanglah. Sejak kecil kau dekat denganku. Ayah membiarkanmu seperti itu. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Datang kepada kami. pengalih perhatian. Selamat datang. Pergi sana cari kehidupan. kau mendapat ABC Amber LIT Converter http://www. Masuklah ke keabadian. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. Mimpi membuat kehidupan berlanjut."Aku mundur menjauh.processtext."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. mengorbankan damar untuk nyalanya. Tidak sekarang. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Kau harus seperti aku. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. Ayah tahu semua itu. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Kita suka malam hari. Jendela. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Tidak sekarang saya datang kepada ibu."Biarkan dia.Ayah menghentikan langkah ibu. dalam usia delapan puluh delapan tahun.ABC Amber LIT Converter http://www.""Ketahuilah. anakku. Hidup bagaikan hadiah." kata ayah. Kau adalah si penghayal itu.com/abclit. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Kau sudah lelah. temui istri dan anak-anakmu. dengki dan tamak. sementara kau mendongeng di atas kertas. Jauhi segala yang bisa menghasutmu.html . Kau sama seperti aku. Bermohonlah kepadaNya. anakku. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Temui sahabat-sahabatmu. ayah tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Kalau Tuhan berkenan. Ingat. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Pergi sana. insya Allah. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Tinggalkan kekacauan dunia. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. Jangan hidup seperti lilin."Tidak. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Menemaniku di malam-malam dingin. Jangan dipaksakan. Duduk di dalam gelap.processtext. Ibu mendekat. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Sudah tua. Kalau kau bisa menuruti semua itu. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Golongan para pendongeng.

menolongku masuk dan.ABC Amber LIT Converter http://www. menutupnya. Aku ingin sebutir jeruk. sayur. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya. Bulan tak ikut masuk." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. Bulan tergantung di sudutnya. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. Jendela dia tutup. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Tak ada gelap di dalam los kecuali terangbenderang yang membungkus. Penuh kristal cahaya. salak dan mangga. kadang dia membuang sampah dapur. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Bila ada nasi. "Pergilah. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Sesuatu bergeser di atas. daun jendela itu terkuak. Tak kuberi jalan untuk pulang. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. aku menimbunnya. Aku melirik kepadanya. ayah mengambil sebutir jeruk. los tempat berjual ikan. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. Aku menghalaunya jauh dari rumah. markisah. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. Aku senang kalau dia tak pulang. menerobos langit-langit kelambu. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. Nasi selalu tak tersedia di rumah. lalu lari ke pintu. melejit di dalamnya. dukuh. Dia lihat aku. datang berlari mendekat kepada ayah. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku.html kesempatan meneruskan hidup. sapu ijuk. Tak ada atap penghalang langit. buah.processtext. Aku membawa sekop dan menggali lubang.Dia berdiri di samping keranjang jeruk. Ambillah sebutir. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Kuambil batu. sapu lidi. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari.html . tepat di dada. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. semangka. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. muncul di luar jendela. Sepiring untuk anjing itu. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. Selangkah demi selangkah aku naik dan. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Jendela. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. mengusir cahaya bulan. Aku bersaing sepiring nasi dengannya. dan menguncinya dari dalam. pajak sayur. Diraihnya tanganku. pengalih perhatian."Malam dengan pancaran bulan penuh. ibu membaginya sepuluh piring. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. berburu kancil dengan sebatang tombak. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. Apel yang dibungkus jaringan lembut."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni.com/abclit. seperti gelembung dalam pipa air. ke seberang jalan. Dia pulang pada jam-jam makan. aku naik dan merobah posisi tangga. Kulempar kakinya.Aku kempeskan ban sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Tanganku meraba di bawah karung.processtext."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. seekor kancil yang terluka. Kuhadang dia di tengah jalan. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. Jangan lebih dari satu. Ibu menyambut hasil buruan ayah. Ayah melempar ABC Amber LIT Converter http://www. mendorong ujung tangga. Aku terus meraba. Aku terbatuk.com/abclit. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu.

Kulihat wanita itu. Di kamar itu. Penyesalan yang tak pernah habisnya. biar diberi umur oleh Allah.""Aku takut. Dada kiri dan kanan bersamaan.com/abclit. Kupaksa membuka mata. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. berada di samping tempat aku terbaring." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu.""Bersyukurlah.ABC Amber LIT Converter http://www. Kita semua tahu itu. Masa kritismu sudah lewat."Di mana aku?""Di rumah sakit. Ibuku.com/abclit."Siapa engkau?""Aku istrimu.html . siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Mereka memberi semangat hidup kepadamu.html senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Dosa-dosaku. Semua terasa masih melayang. Alhamdulillah. abangku. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Kami semakin jauh meninggalkannya.processtext. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. ayahku.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. adikku dan orang yang pernah dekat denganku."Aku akan menjemputmu nanti. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. dia senyum kepadaku. Selalu begitu. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia. Mereka masih belum mau beranjak dari sana ABC Amber LIT Converter http://www." Disingkirkannya benda yang terjulai. mengejar kami. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Tapi tak kuasa. Para sahabatmu. Lihatlah. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. tapi tak begitu jelas. Aku tak tahu aku berada di mana."Bangunlah. "Bangunlah. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Aku terus menerus berdoa kepada Allah."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Jangan terlampau dipikirkan." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang.""Aku takut.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Lihat di balik dinding kaca itu. kata dokter. Kau yakinkan itu. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Segala puji bagi Allah. Di jendela itu.""Suatu hari semua kita akan pulang. Jantungmu kembali berdetak." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. coba lihat. Masing-masing ada pada takdirnya. Tuan itu melepas pegangannya. sampai semuanya lenyap. Tak begitu jelas. Tapi semua kita belum siap. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. Masih ada kesempatan untuk hidup. Aku bertemu orang-orang yang telah meninggal. kau sekarang sedang tidak menunggu dia. Jantungmu telah berhenti berdetak.processtext. Kami telah kau bikin cemas.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu."Bangun Bang.""Itu bukan mimpi."Bangunlah. yang menghalangi pandangannya padaku. Disambut sahabat-sahabatku. Aku belum siap untuk mati. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. Nurwindasari. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Kau belum mau mati. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Aku datang kepada mereka. Lupakan semua itu. Hilangkan rasa takutmu. Itulah sebabnya kita berdoa. Sebelum menutup gerbang fana. cerpenis. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Belum siap untuk mati.

Remi Novaris. Ibrahim Basalmah. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda.processtext. Lazuardi Adi Sage. Agus R.""Siapa lagi mereka?" *** Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah.com/abclit. Elanda Rosi DS. Lukman Setiawan. yang syukurlah semuanya makmur. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu.. Adri Darmadji Woko. Lihatlah. Sarjono. Sapardi Djoko Damono.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala.html . Wisnu Murti Ardjo. Rahman.processtext. Kak Atie. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. Galeb Husyen. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk ABC Amber LIT Converter http://www. Untuk semua itu. Kenedi Nurhan. yakni Bahasa Indonesia. dan namanya adalah Indonesia. Di sana ada Haji Danarto. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. bisa boneka wayang golek. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. Abrar Siregar. Titik Ws.ABC Amber LIT Converter http://www. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. Sori Siregar. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan.com/abclit. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. Jamal D.html meninggalkanmu. Syahnagra Ismail. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Martin Alaida. sebagai warisan masa lalu. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. bisa boneka yang digerakkan tali. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu".

Di kompleks perumahan semacam itu anjinganjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. menghilang ke bawah tenda. "pertama. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. dan di sanalah mereka menemui ajalnya.processtext. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata.html . aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. diberi bantal untuk tidur." kata istrinya. yang tidak beralas kaki. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. boleh diburu. tapi juga dimandikan. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. dan dimakan. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat.com/abclit. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng.Masih terbayang di depan matanya. anjing tetaplah anjing. Dulu ia begitu miskin. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. kedua. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula.ABC Amber LIT Converter http://www. mengincar anjing-anjing yang lengah. menjadi pemburu anjing di Jakarta. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. hanya dengan beralaskan kertas koran.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. bercelana pendek. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. melayani sopir-sopir bajaj.com/abclit. sehingga tidak mampu membeli potas. kamu toh tahu aku ini ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa." kata istrinya dahulu. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjinganjing kurang pikir.html berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. dibinasakan. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik.Namun. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. "Sukab. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. Sukab tidak pernah peduli. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Begitulah Sukab. Apabila kesempatan terbuka. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. Ia tidak menggunakan potas.processtext.

nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. Tangkapan Sukab disukai. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. ia memperhatikan. Apa pun jenisnya.com/abclit. biasa habis di lingkaran judi. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing.***SEPANJANG rel. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya."Ia perhatikan."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga.Perburuan anjing itu menolong kehidupan Sukab. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. tentu saja ia ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi Sukab tidak pandang bulu. "Aduhai anak-anakku. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. Ketika musim PHK tiba. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. dari chihuahua sampai bulldog. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. lantas tinggal dilumpuhkan. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepatcepatnya. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup.processtext. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa.html . hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala? Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya.ABC Amber LIT Converter http://www. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. sampai ia menjadi pemburu anjing."Mereka begitu miskin. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli. Itulah riwayat singkat Sukab.html sebetulnya bukan istrimu. dan ia mengincar. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. anak-anak berteriak mengejeknya. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. sehingga tidak punya cermin. Meski sudah tidak melacur. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung.processtext. namun dari sinilah cerita baru dimulai. surat nikah apalagi. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. Perempuan itu menangis. begitu pikiran Sukab yang sederhana. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu. Tidak ada cerita sehidup semati.Betul juga. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. Perasaan Sukab remuk redam.com/abclit. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. kehidupan Sukab masih terhormat."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan." kata Sukab. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. Ia berjalan. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang.

Bukan karena anjing-anjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka." katanya lagi.""Husssss. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. seseorang berteriak kepadanya. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu. "mereka juga bisa menangkap saudara."Oh.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka.. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing.html ." kata polisi itu.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing. Mereka dibawa pergi.""Tapi kita semua makan anjing. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke ABC Amber LIT Converter http://www. seolah-olah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing.com/abclit."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. tapi hati dan otaknya masih manusia.. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru."Hati-hati lewat sana. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. Begitu juga Sukab. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya.Setelah malam tiba..html tetap ingin kelihatan cantik..ABC Amber LIT Converter http://www. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara. Bukan polisi yang mengangkut.processtext."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali.. tapi petugas tibum. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima. itu. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali."Ke mana?""Entahlah."Mereka menyalaknyalak dan berkaing-kaing seperti anjing. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa.."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. menangis. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa.com/abclit."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda..processtext. seperti upacara pengorbanan diri. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka.

Susan. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. dan orangorang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan.html arah rembulan dengan memilukan."Lho. ketika matahari terbit. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan. Sambil menenggak Red Wine. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir.processtext."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing.processtext. mereka bangkit dan menyalak-nyalak. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. Januari 2002. itu tidak penting.ABC Amber LIT Converter http://www."Apa yang penting?""Esoknya. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas."Yang bener aje.html . Para penonton yang semuanya berkepala anjing itu pulang ke rumah. berbalik lagi. dan para pendengar menahan nafas. Mereka membawa segala macam senjata tajam. Aku akan membakar wajahmu. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya." ujar tukang cerita itu.Di langit masih terlihat rembulan yang sama.***"MEREKA membantai Sukab. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak.com/abclit. ikan-ikan itu ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum.

com/abclit. Sebagaimana malammalam sebelumnya. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. Selalu. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. Fiona mengerti maksud Susan. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. selalu hanya untuk uang mereka. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini.html . karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. bersama Susan.ABC Amber LIT Converter http://www. penyanyi jazz dari Betawi. lenguh yang tak lenguh. Hentikan denting kecapimu.processtext. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. Susan.Sesungguhnya saya hanya penari bugil.Saat itu.Asal tahu. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. seperti malam-malam penuh pasir. ABC Amber LIT Converter http://www. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. saya akan melesat ke King Cross.com/abclit. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. dan gelepar angin di Bondi Beach.Dan."Susan. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana. Waktu itu. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. Aha.html pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. selalu tampil menawan itu. Bukan untuk yang lain-lain." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih. saat melantunkan New York New York. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. ngiau yang tak ngiau. Are You Girl Friend. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha.processtext.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono. Hanya berdua. Apalagi terperangkap cinta para Anoman." lenguh Susan pelan. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu. selalu hanya untuk kedunguan mereka. serupa riuh angin yang membelai rambut indah Fiona. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. kita toh masih punya banyak acara. kerang. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. Nigel Jamieson.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith. Lalu."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma.Teramat pelan. ketam. menyamar sebagai penari bugil. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan."Ingat.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. "Sudahlah darling.""Ya.

Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. Dan cinta kami. Ya. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. Yang jelas pria itu berambut cepak. kamu terlalu banyak minum.processtext. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. Tanpa sungkan-sungkan. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan. Cuma sesaat."Aku kira. begitulah. atau Anoman sebagai pahlawan. Dan aku? Aku. Fiona. ke rumah indahnya. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. Well. Dengan sigap. sebagaimana Ki Manteb. Seperti kepada nenek moyangku. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. Tetapi cuma sesaat. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. aku juga akan jadi pejuang. pub. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka.html . sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. Sejak itu.html memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu.com/abclit. Dan."Dengar. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. Fiona. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. Karena itu. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. gereja.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. dan bar. itu mencium kening. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. Sambil terus menenggak Red Wine."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. Tetapi. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengah-tengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. Saya tak peduli.Sejak itu. siapa pun dirimu.Meski begitu."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. Akan aku tunjukkan kepada Howard. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. New South Wales 2029. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban."Sudahlah. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya. Subali.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. saya tahu. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. Rose Bay. Dan. sebagaimana dia. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. adalah cucu Thancoupie."Lagi-lagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. Fiona hanya mengguratkan senyum indah di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. Sayang. Sorot matanya ABC Amber LIT Converter http://www.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. O.com/abclit. Sebelumnya.

Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramik-keramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. Akhirnya. tarian. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. di ujung jalan. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. tentu saya tak perlu terus-menerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu.html mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuanperempuan bule yang melintas di Jalan Braga. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. Fiona. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin. atau Long Island. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaranpenyamaran yang memuakkan ini.processtext. dan pikiran-pikiran saya."Jangan terlalu menimbang-nimbang.Tetapi. Maka. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. Susan. Bahkan.com/abclit.processtext. lukisan. selama menjadi mata-mata.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. dan Thancoupie bukanlah duniaku. O. saat ditampar.com/abclit.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Kahlua Cream. aku memang harus membunuhmu. rasa hampa penuh iblis. malam itu. Kini. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. Dan."Kau tak akan pernah berani membunuhku. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. Rahwana. Aborigin. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah."Sudahlah."Untuk sementara. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang ABC Amber LIT Converter http://www. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. dan ribuan kera sialan itu. Sayang.html .Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Sebab.Ya.ABC Amber LIT Converter http://www.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. Kita akan bisa segera pentas bersama. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. rupa-rupanya bisa mengubah kesucian cinta. Fiona."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di WeipaNappranum. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. pria England yang tampan itu.

disusupkan ke balik kaosnya. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan. Bondas merasa terlindung kegelapan. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. Pagi masih gelap.html tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. berdandan menor. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. Tersungkur.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu. Dipanjatnya pohon mangga itu. kau akan jadi ikan bakar. Di otaknya yang disusupi alkohol.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. Meringis. Tak ada denting kecapi.com/abclit. Buah mangga berceceran dari kaosnya. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak."Ketahuilah."O... Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. Bondas berlari.processtext. masih dingin. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut.ABC Amber LIT Converter http://www. Yang jelas. Fiona. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. agak sayu. Seperti tahun-tahun lalu. Lengan ABC Amber LIT Converter http://www.Buru-buru Bondas turun. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. mengendap-endap. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan. Menggeliat. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Alangkah kaget lelaki kecil itu. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu.processtext."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. dentingkan kecapi Sundamu." Susan melenguh lagi. membawa cambuk yang bergetar. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. dengan perasaan takut.Dari lorong gang muncul ibu Bondas. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium.com/abclit. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing.Tak ada jawaban." desis Susan sambil memperkeras ketukan. turun dari becak. Dan kobaran api itu. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. cantik. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. Dengan murka Pak Gendut memburunya. 2001 Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. muda.html . Sydney. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan.

Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. Ditendanginya pintu itu. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada.***TENGAH malam. Terdiam sejenak.Berlari meninggalkan rumah. Kakinya seperti patah. kembali duduk.html . Ia mendekam di sudut kamarnya. Menggigil. Tertawa-tawa. Ibunya tak beranjak dari kamar. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu. Kulit pipinya mengelupas.nyeri sampai ke dalam dada. Bondas mempertajam pendengarannya. di rumah. melecut wajah lelaki kecil itu. Terpuruk di sudut kamar.com/abclit. Pak Gendut terus tertawa-tawa. Ira menjerit-jerit kesakitan. wajah garang Pak Gendut menyeruak. membawa cambuk. teramat pedih."Kita harus menyelamatkan Ibu. dari celah pintu.processtext. Bercanda. Tak berani bergerak. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. Ira lebih tenang. merasakan dadanya bergolak. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. kulit memerah-biru bilur-bilur cambuk. ramah. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Suaranya riang. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Ia menandai. Dan sekilas. Terus berlari. Ingin sekali Bondas berlari. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. cuma bergolek saja di tempat tidurnya.***PADA malam yang menggetarkan.Dari dalam kamar. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. Tatapan lelaki itu. Suara mereka samarsamar terdengar di dalam kamar Ira."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda. Ia tak berani beringsut. mendobrak pintu kamar ibunya. Ia berlari ke pintu kamar ibunya. menggeram. Bondas berlari.Menggigil di sudut kamar. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. bangkit lagi. Cambuk di tangannya diayunkan. Terasa pedih. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. Bondas berdiri menganga. Menahan nafasnya kuat-kuat. Tangannya terasa sakit. Mendengarkan rintihan ibunya. Digedornya dengan kepalan tangannya. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan ABC Amber LIT Converter http://www. Pak Gendut menjadi sangat lembut."Terheranheran. berada di balik kegelapan. diberikan pada ibu Bondas.com/abclit.html perempuan itu tampak menawan. Senyumnya menggoda." bisik Bondas. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. menghardik Bondas. masih menyisakan kepedihannya. dipungutinya. Meninggalkan rumah. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya.processtext. berdebar-debar. merasa Pak Gendut memburunya. Nyeri. Tetap saja pintu itu tertutup. Memaki.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. sesekali tersentak. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. yang sebelumnya garang. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut.ABC Amber LIT Converter http://www. Kokoh di depan hidungnya. memburunya dengan cambuk. itu cambuk Pak Gendut. Punggungnya. dan merasakan betapa pedihnya. Agak lama mereka berbincangbincang. berpapasan dengan ibu Bondas. kakak perempuannya. Bondas terbangun dari lelap tidur. Terdiam. menyembulkan pusarnya. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira.Ketika pintu terbentang. Takut. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. Dia melihat Ira terjaga. berubah mesum. Sesekali ia bangkit. telungkup. Ia mendengar suara cambuk.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. Bondas belum sempat menghindar.

Tanpa menoleh. Menghirup air kembang. Dadanya mendesirdesir lantaran dendam. dengan telapak kaki retak-retak berdebu. kian lama kian rapat. menggetarkan udara. Dia memilih diam. Pak Sukra. Pak ABC Amber LIT Converter http://www. dan seirama dengan hentakan gendang. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. seperangkat gamelan diletakkan.com/abclit. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. Meraih kuda lumping. mencampakkannya ke tanah. tar."Mau lari ke mana kau. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. Dan Bondas yang lapar. Gamelan bertalu-talu.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. memberikan bungkusan nasinya. seketika Bondas kesurupan. Menjilatinya dengan liur berlelehan. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. lentur. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. Ia tak tahu ke mana. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. Meloncat. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. buruburu Bondas memungutnya. terasa tercabik-cabik. Pakaian mereka sudah aus.com/abclit. Mereka meletakkan gamelan. samar. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. Tak tersisa tenaga padanya. segera menghampiri Bondas.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. Pada saat menatap Pak Gendut. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. anak laknat!" seru Pak Gendut. tak terurus.html cambuknya. Anak-anak kecil berdatangan.Meski punggung terasa nyeri.***LAPAR. malu-malu. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. Menari. Tatapan matanya mengatur. Anak-anak bersorak. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. Yang lain tiduran. kusam. Menari dengan gerakan cepat. terus saja berlari.processtext. Dengan takut. bergetar. Menyusup-nyusup di antara para penari. ia terus berlari. Tak berani pulang.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. perempuan muda. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. Tapi Bondas terus berlari. Gerakan tarian kian cepat. dan bergoyang.html . Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. haus. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. mendengus.processtext. Telah seharisemalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. Bondas terus berlari. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. tanpa arah. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu.Orang-orang terus berdatangan. Lecutan cambuk berulang-ulang. Pak Gendut kehilangan lacak.ABC Amber LIT Converter http://www. letih. mendera punggung.Di tanah lapang. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. tar. dan segera ditabuh. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. bergurat-gurat menghitam. kuda lumping dan cambuk. Seorang penari kuda lumping menari di tengah-tengah tanah lapang itu. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. melelehkan air mata.

sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. Menggeliat-geliat kesakitan. Kawankawan karibnya manggut-manggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu.ABC Amber LIT Converter http://www. merobek kulit muka. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. terus. Pasien-pasiennya banyak. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka.berjingkrak-jingkrak. tetapi sebuah nasihat.html . Menggelepar-gelepar. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu.processtext.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. Ia memberi resep obat generik. Sampai jauh malam. Ia bukannya memberikan resep atau obat. Tapi masih saja ia menari. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain.com/abclit.html Gendut mengerang beringas. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang.com/abclit. mau diapakan hasil tanaman itu. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubun-ubunnya. memekik senang. pasien selalu berdatangan. Tanpa henti. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. "Terus. Anak-anak bersorak.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepargelepar kesakitan itu. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. Bahkan. membuat perawat yang membantunya agak bingung.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman.processtext. jarang antibiotik. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu.Dokter Isman tidak memasang tarif. dada dan punggung yang terbuka. ABC Amber LIT Converter http://www. bertubi-tubi. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya.

ia harus bekerja keras. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya.processtext.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. Sejak kepergian ayahnya. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. dan tidak pernah kembali.Waktu ia mahasiswa kedokteran. Namun. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. ayahnya hanyalah petani kecil. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat".com/abclit. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. dan subuh pulang kemudian kuliah.. Ayahnya dijemput dari rumah. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. agar ia segera menikah. Seorang kawannya. Kalau bisa. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. Tapi anehnya. Ia tidak mengerti mengapa. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. "Tidurlah. ibunya mengelus-elus kepalanya.ABC Amber LIT Converter http://www.html Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. ibu bersedia mencarikan calon menantunya.processtext. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan. Kalau bisa. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. Ketika ia terbangun. Sulit sekali mencari obat di sana. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke ABC Amber LIT Converter http://www. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. tinggal dengan aku. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan.html . Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh.com/abclit. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran.Subuh sekali. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Di rumah pamannya ini. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. dengan kereta roda.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. Ia mengambil spesialisasi jantung. ubi jalar..***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. ibunya sudah menanak nasi. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. Setahunya. isinya. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. memandikan saudara sepupunya. Ketika tamat dari SMP. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan.

Nak. tetapi ia selalu menghindar. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya.""Oh. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Di seberang. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. Ia pulang dengan murung.ABC Amber LIT Converter http://www. ibu rekannya. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. Ia merasa bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga.com/abclit. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka.html sekolah perawat. kampung halamannya. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. Nak. Sebagai dokter ahli jantung." kata dokter Isman. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. kalau ia tahu.Setelah sampai di rumah sakit. Ia merasa amat berdosa. Gilirannya. ia merasa amat terpukul. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya.processtext."Pesanku kepada kalian. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka.Setelah beberapa hari penguburan. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. Bu. Dokter-dokter. entah kapan. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang. udara pegunungan agak segar. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. Bila dada sesak."Aku datang. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum.com/abclit. Bang.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. ibunya dimasukkan ke ICU."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga.html . Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. Kami ingat itu. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. juga dengan ipar-iparnya. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. Menghitung de-nyut jantungnya. lalu pamit. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. rasanya hampir mau ma-ti. yang bungsu dari akademi sekretaris. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. yang satu dari akademi perawat. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan." kata ibunya dengan suara pelahan. Nak. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. ia mendapat berita dari kampung halaman. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa." kata Isman terkejut. pulang. Nak. "Ya. dan menangis terisak-isak.processtext. Ia tidak ABC Amber LIT Converter http://www.Dua tahun kemudian."Dekatlah ke mari. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. Tetapi yang kami rasa. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. "Penyakit jantungku kumat. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. tertunduk. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. Ia geleng-geleng kepala.

Bu. Gambar yang terpampang di samping berita. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. Ia terkena serangan jantung.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu.com/abclit. ia menjerit-jerit.html . Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. Ia ada di kamar. toloooong. ia membuka pintu gerbang. tidak boleh pulang sampai petang. 18 November 2001 ABC Amber LIT Converter http://www.Para tetangga mengurut dada. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya.. dan sesudah itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Adiknya yang perawat. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik.Setahun kemudian. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. dengan syarat. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. dokter! Ooohhh.""Oh. Istri dokter tinggal mengawasi saja. (Ia jatuh pingsan lagi).processtext. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya.com/abclit.Bulan berikutnya.. Menurut pihak kepolisian. menurut pengakuan suami korban. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Ia bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok."Tenanglah. Tuhan.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. Perawat memapahnya. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. "Dokter Isman sudah tiada. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. ia membiarkannya bertandang sendirian. Semuanya diam tidak mampu berbicara. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu.Setengah tahun kemudian mereka menikah.processtext. menyuruhnya duduk. sekitar bulan Maret.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Ketika ia siuman. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. salon itu banyak dikunjungi orang. di ruang tunggu. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. mendorongnya.html menjawab. Pelahan ia berkata. Ia kenal betul gambar itu. Daripada hidup bengong di rumah. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia?Bandung. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. Jantungnya berdebar-debar.

Kuta sudah jam satu pagi.html Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Dagunya lunglai. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. atau orang kita sendiri semua sama saja. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Mulanya ia menolak. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Meski ia tertawa.com/abclit.. meski ia tersenyum. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. Namanya Tanesia. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe tempat kami bertemu. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing.. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki.html . Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangantangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun.processtext. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya.com/abclit. Tanesia tidak sedikit pun tertarik.ABC Amber LIT Converter http://www. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Tentu aku tidak perlu menjawab. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu.

Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi.com/abclit.processtext. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. Tanesia takluk. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. Semua berakhir pada tempat yang sama. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. dua orang. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. semua sama saja. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya.com/abclit. Hanya untuk berdua.html . Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. luruh ke seluruh hatinya. malam dengan rembulan. apa bedanya? Orang asing. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. atau tiga. Beberapa saat ia menunggu respons. Jika malam tiba.html Tanpa gairah maupun penolakan. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. Kali ini semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Tidak ada masalah di kota asalnya. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya.processtext. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. orang kita sendiri. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. namun setengahnya malah berupa pernyataan. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Ia menganggap itu sebagai respons. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Berdasarkan ceritanya."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. tapi aku tetap diam saja. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. dari sekian lama mati."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. Ia menunggu respons. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. tapi aku sengaja diam saja. Pipinya ABC Amber LIT Converter http://www. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku.ABC Amber LIT Converter http://www. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Satu orang laki-laki. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. lalu pergi. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan.

Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. "Hidup ini hanya deretan botolbotol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. Atau apa saja yang akan kutanyakan. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Meski tidak seindah dulu. Pertanyaan-pertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. lalu menenggaknya sampai setengah habis. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita. terlalu biasa. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan.com/abclit. sejenak menyelidik ekspresiku.html memerah kembali seperti sediakala. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Tapi bahwa. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja.html . Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. Kasihan. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. Metafornya kurang dalam. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi.processtext. memabukkan. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas.com/abclit. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. Mungkin dia benar. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya.processtext. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya.ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa berani bertanya. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. ABC Amber LIT Converter http://www.

Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi.processtext. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel.processtext.com/abclit. Patung itu terletak di Moskwa. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. sementara pemusik ABC Amber LIT Converter http://www. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. Namanya Tanesia. telah hinggap seekor burung gereja. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar.ABC Amber LIT Converter http://www. Suaranya sungguh menggoda. Di sore lain. Blues bubar setengah jam yang lalu. sebagian besar bulunya telah beruban.html tidak ada perlunya bertanya. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. Si burung masuk sibuk dengan makanannya.html .Sudah jam tiga pagi. mereka semua terdiam menanti permainan musik. Dengan menaiki tangga-tangga itu. Burung itu tampaknya sudah tua. orang-orang yang lewat.com/abclit. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman.

Sepi. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia.Sore berikutnya. dan ia mulai melupakan si burung.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. membalut kepala dan lehernya dengan syal. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi ABC Amber LIT Converter http://www. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remahremah roti. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. mungkin setengah jam penuh.html . Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu.com/abclit. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. seperti musik. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. yang ditiup angin kencang. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. Saat itu di antara angin dan salju. Sore itu cuaca tenang. agar tidak membuang tenaga sia-sia. Walau begitu.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. sebab badai akan datang. Pasti. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. dalam kegelapan. salju sudah mulai berguguran.processtext. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung.processtext.html memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela.. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. Pak Tua. Dengan susah payah. Setelah makan.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. Sudah lewat lima hari.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. terjaga di kamarnya.com/abclit. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. seperti manusia.Fajar tidak segera menyingsing. pada saat-saat ini. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. lalu sedikit berputar sekitar kotak. karena ia memiliki otak yang sangat besar. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. sambil memainkan musik dengan biolanya. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. Sementara kaca jendela masih malam. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. Lama ia makan. Akhirnya si burung gereja keluar. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju.ABC Amber LIT Converter http://www. dan bersiap pulang untuk beristirahat. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. sibuk dengan makanannya. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. ia berhenti meremukkan roti. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku.. Violis tua. sebelum berangkat ke bulevar. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya.

Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. mungkin.html Bulvar. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan.com/abclit. keras oleh kekuatannya yang menyatu.com/abclit.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorekngorek dengan kakinya ke salju. Ia pergi ke sana berjalan kaki. di sebuah jalan kecil di Moskwa. cuma angin bersih telanjang. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. Pada bulan Maret. dinding kamar bergetar: angin. Di sini bahkan salju pun tak ada. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan.processtext. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik.ABC Amber LIT Converter http://www. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat. Kemudian tampak seperti biasa saja. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengahtengah kamar. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. Salju yang jatuh. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai.html . dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu.Hidup bersama seekor kura-kura. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. ia masih hidup. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah.processtext. dari arah musim semi. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: ABC Amber LIT Converter http://www. dan di balik jendela. dan badai satu saat berhenti. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. malam yang hening masih berlalu. Kura-kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin. berhembus dari selatan. setelah terbangun dari kebekuan jiwa..

ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu.com/abclit. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. dengan cara mengkeratkan badannya. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. seandainya burung itu masih hidup. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur. kaki-kaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya."Baiklah. seperti kita melewati masa pensiun. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. Pak Tua menaruhnya di sakunya. apakah ia mati suri atau mati benar. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. kadang biji kacang. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. melesat dengan satu sayap. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. Tak tahu. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya." katanya. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti.Setelah menghabiskan tehnya. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting.html sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Pak Tua kembali terlelap. salah seorang berkata kepada pemusik itu:"Paman.. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. pemusik itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. yang keras seperti batu.html . karena paruhnya seperti menyangga badai. dan itu cukup baginya. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. Kotak biola seperti dulu. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. Selama musik dimainkan kura-kura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. belilah burung kami ini.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. Jatuh sendiri ia dari langit. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar.. matanya tertutup. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk.Sang burung juga tidur malam itu. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya.processtext.processtext.. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali.Burung itu mungkin sudah mati. Tak hanya kenyang. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya.. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat.

25 tahun. Luar biasa. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik." pikir Pak Tua. Ia hanya iseng. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya.html .processtext. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu. "Hidup. Hanya ingin berkomunikasi. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran.com/abclit. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua. kematian. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. tapi segera terbangun.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura. Perempuan di Layar Maya Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas.com/abclit. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan.processtext. dan keabadian. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. supaya tidak menggencet burung itu.html hati-hati merebahkan diri tidur miring.Sesaat Pak Tua tertidur. bahwa pernah ada di dunia. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam.ABC Amber LIT Converter http://www.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. Je! Perempuan. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. Padahal.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Sekretaris.

Di tengah rumah. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri.html . Matanya jadi berkedip-kedip. saudara. Bukan juga anak.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik.. ya. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Dari kawasan off-shore. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Ya. tapi buntu. Aku sudah mulai.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. + Aku sudah perkenalkan diri. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hidup-hidup. Di manamana. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. Meski kabinet pemerintahan. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basabasi.. Aku keliru.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Bukan teman kencan di diskotik. Di lapangan. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca.OK.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. Tanpa direkayasa.processtext.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang.. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah.. Sungguh. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. Antara keisengan dan kesungguhan. Antara realita dan alam maya.processtext. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah lampu pijar di kegelapan. bajingan! Dengar nggak. Tanpa direncanakan.. istri... baru saja diumumkan. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. Bukan teman kantor. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Sungguh. aku sudah bilang. Antara sadar dan bermimpi. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Apa maumu sekarang?Ya. Bagai burung. Ia juga bosan kriminal. Lama ia terperangah. Karenanya. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. orangtua. Di pasar. Antara ya dan tiada. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. Tapi kamu?Ya. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang ABC Amber LIT Converter http://www.+ Hai. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. dibiarkan bebas berkeliaran. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. Bila dijawab. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Ia merasa tertantang. Antara ingin menjawab dan takjub. Di halamanhalaman suratkabar dan majalah.. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya. Hai. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. ia tertantang. siapa pun mereka. aku mau ngobrol aja.. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. Jadi berkaca-kaca. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat.com/abclit. ia butuh seseorang. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi..+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. kantor atau lapangan golf.Bagai kapal kini. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. aku tahu.html siapa pun dia.

Darahnya terkesiap.Hari-harinya jadi kosong seketika. Bisa jadi. manja dan sedikit centil. Dan seketika ia jadi benci Je. berlesung pipit. ya?Ya.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. Tapi bagai angin. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. gitu. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benarbenar seorang perempuan cantik. kamu kemana aja?+ Capek aku. dia digombalkan seorang perempuan-ah.+ Ah. Aku bermain-main di pelupuk matamu. ia jadi ragu. Tak ada lagi kata-kata baru. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. Sepekan menunggu.html sejak lama.processtext..Ia terhenyak seketika..Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Sebagai lelaki. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan.com/abclit. layar komputer itu telah kosong. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. siapa pun. Begitu penasaran.html . ia hanya bisa memaki-maki Je. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. ia tak tahu siapa Je sebenarnya. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. bisa macam-macam. Ya. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angkaangka yang membosankan itu. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Saat terjaga beberapa saat kemudian. Je tak membalas emailnya. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. Bisa gombal. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Sekarang. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. Dalam hatinya. barangkali itulah jodohnya.. Ya. jangan-jangan Je itu seorang laki-laki. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je.. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. Ia membuka mail itu segera. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Tapi di belahan hatinya yang lain. Ia berharap. Sebulan berlalu. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Begitu membenciku. Tak ada lagi Je di situ. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. ya. Ia menatap kosong ke layar maya. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. kamu begitu marah. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je.Siang benderang.processtext. Lebih lagi. Sungguh. ia jadi ragu juga. Aku jadi rindu kamu.com/abclit. Aku mengembara ke dalam benakmu. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. Apalagi. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Namanya juga iseng. sebuah mail muncul di deretan inbox.ABC Amber LIT Converter http://www.Aku jadi penasaran. Aku tahu. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya. Aku merasakan getaranmu. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. ia jadi kelelahan juga. gombal kamu. Je bisa muncul barang sejenak.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Artinya. Benar kamu seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Lelaki bila ada maunya.

ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. Di layar maya itu. Je memang cantik. Sinting. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu.Je. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. Rambutnya tergerai diditup angin sakal.. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. berangkat kerja. keduanya saling bersentuhan.processtext.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum.html perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Ah. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. mandi dengan shower. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Ia merasa heran dan takjub. ciuman dan menyalurkan birahinya. Keduanya semakin birahi.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian.+ Selamat pagi. Ia mengejar Je dan menggapaigapai. tapi tak kunjung berhasil.Di layar maya itu.Di atas sosok Je itu. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah.com/abclit. Dan. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu. edan kamu. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. Kadang marah menyebalkan.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi.html . Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. berpelukan dan berciuman. Hebatnya lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je. Tak percaya? Lihat aja sendiri. Keduanya saling menikmati. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. Keduanya saling mendekat. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Ia terpaksa melakukan down-load agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya.. Aku tiba-tiba ingin. Ia berdebar-debar. Je tak berbohong. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Semakin lama ia tatap wajah Je.Setiap pagi.processtext. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar ABC Amber LIT Converter http://www. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. Angin memukul-mukul punggung keduanya. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. manis. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. nggak.+ OK deh. gagal karena terserang virus yang hebat. Ia ingin berpelukan. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. Ia meringis kesakitan.Kalau betul kamu perempuan. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. tentu sosok Je akan semakin jelas.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan.. Aku hanya ragu. Kadang Je tertidur pulas. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya.Sehari kemudian. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Je selalu berubah ekspresi. aku rindu kamu. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya.com/abclit. Kapan-kapan kukirim potretku..+ Lha.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi.. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya.. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. Yang pertama. Kadang ia tertawa manis.

Ia segera kirim mail buat Je. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. Ia betul-betul miskin data. Urat-urat lehernya menegang. ABC Amber LIT Converter http://www. ia cepat-cepat mengetik di keyboard. Ia terbius oleh Je. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. jawaban yang diterimanya: undelivery. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je..! Aku juga. Bola matanya mencorong tajam. Aku berharap.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. jawab aku kapan pun kamu mau. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. Ia terkesima.com/abclit. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. adegan itu terulang lagi. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Ia jadi penasaran. Je. Tapi.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu.Begitu tersadar. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu.processtext. ia mematikan komputernya. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. sayang. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.html maya itu. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. kali?Ah. bisiknya lirih. Antara mimpi dan nyata.Ia jadi nekad. Wajahnya memerah menahan kemarahan.Je tak menjawab. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu.com/abclit. kapan-kapan.. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je." Sesudahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Busyet.. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya Sumber: Kompas. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian. bukan tak terpikirkan.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. nggak juga. Ah. Setiap ia mengirim mail buat Je. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya.html .Je. Lama layar komputer itu kosong. sedikit pun tak menarik baginya. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa.processtext. Tunggu dulu.

"Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. pendek betul pikiran wa'ang4.. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik.html Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. saat aden1 masih di situ. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. Bujang Sami mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. bukan begitu. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar.processtext. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Kapan perlu. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. Mak." Bujang Sami menarik nafas pendek. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. Pik.com/abclit. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Harta dapat dicari. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6..processtext. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. Upik menarik napas panjang. "Uda tidak usah ikut ribut. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. "Alaa. "Dia manakiak5. Beberapa lakilaki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. sungai kecil itu adalah batasnya.ABC Amber LIT Converter http://www. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk ABC Amber LIT Converter http://www.otomatis ikut tegang. Menjelang jam sembilan malam. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Mak. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah." "Buuuk. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. Dalam pembagian ulayat. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Kami hanya segan beradu pendapat..html ." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. Kemudian meneguk kopi manis. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. Kemudian dimintanya Pidin.. ***"BAGAIMANA.com/abclit. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. setelah sedikit basa-basi. Tangannya memilinmilin rokok daun nipah.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin.

rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. Bujang Sami berdehem. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. "Apaah rombongan Uda. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. mereka membantah. Upik Sida menekur. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. pada hari yang telah ditentukan. "Untuk apa lagi. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres.. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati. seperti yang telah disepakati. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. Datuk. ***SEBELUM benar-benar senja.html . "Hati-hati. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita.processtext. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin. Tapi. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan.. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. "Begini Tungganai." jawab Pidin." Pidin langsung pada pokok persoalan. tak ada salahnya bersiapsiap. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum. "Tenang dulu. "Belum tentu. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. Sebelum berangkat. "Itu sudah kami jelaskan.com/abclit." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. Tapi.. "Baiknya bagaimana. "Sebaliknya. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada ABC Amber LIT Converter http://www. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. Dan. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. Di sanalah kusut akan diselesaikan.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. kita tak bisa juga memutuskan sepihak. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. Di situlah keruh akan dijernihkan. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. "Bertemu pantang dielakkan." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. Suasana mendadak hening.com/abclit. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. Da. "Katanya. Dan." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati.html menjelaskan persoalan yang menjadi perkara." dialihkan topik pembicaraan. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis.. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi." suara paraunya mengandung wibawa. Datuk?" sela Mak Kimin. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin. Datuk?" sergah Mak Kimin. musuh jangan dicari." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak.processtext." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin.

Patih Sati gelisah. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga. Mengingat perangai kawannya itu. karena teringat silsilah Kaum Patopang. "Lanjutkanlah. berarti keterangan Pidin berat sebelah. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh..com/abclit. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. dia adalah kemenakan Pidin. Namun.html beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. Bujang Sami lebih gelisah. "Jika itu persoalannya. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. Juga Lencun.. waktu itu dia sengaja mengikuti. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. Mak Kimin lebih gelisah. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita." Patih Sati berdehem keras. Bahkan.html .processtext.. Makanya. Kedua rombongan tentu saling menunggu. Bergegas pulang. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. kami berharap. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura... "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin.processtext. Kiri dan." pinta Patih Sati.com/abclit. Cuma. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. pekan lalu. walau berumur lebih muda. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali ABC Amber LIT Converter http://www." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali.ABC Amber LIT Converter http://www.. terdengar bernada miring. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. Lobai.. kami minta maaf." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap.. mengingat Pidin belum juga datang." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. Padahal." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. "Kami belum bisa memastikan. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. lebih keras. Tapi. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan.

mengapa memendam rasa aku tak kuasa. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. terutama di penjara wanita Pelatungan. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Dan itu adalah juga aku.com/abclit. Tapi. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. namaku ditulis dengan ejaan ABC Amber LIT Converter http://www. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu.html . telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. Sedangkan kami. Lupakahlah.Aku mengenakan pakaian terbaik. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. Umurku tujuh-puluh dua. seorang istri. Rasanya. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali.html Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah.processtext. anakku yang terkecil. katamu melerai perasaanku. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. Membanding-banding. Kemarin.com/abclit. Dunia di luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa.processtext. ketika aku pulang dari kantor kelurahan. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. Hanya karena aku seorang istri. dan dibalut plastik mengkilap itu. senangnya mengamat-amati KTP ini. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. masih terus berbagi degup jantung. Membersitkan kebanggaan. Bisa kubayangkan. aku dan anakku. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau kuingat-ingat. menjaga nyawa.Sudahlah. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Tetapi. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. keterangan diri yang mungil. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. Lihatlah. Cukup. yang selalu ingin menyusu di dadaku. Ya. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Terlahir sebagai Yahudi. yang buat kompos pun tak berguna. mengambil kartu tanda pendudukku.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. Ah. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. Permukaannya yang mengkilap. lebih dua puluh tahun yang lampau. maka dia telah kujalani dengan sempurna.

Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP.processtext. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Duduk sambil merenda. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Dan istrinya. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. mematikan. sehingga dia harus dilenyapkan. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap suamiku kalau ABC Amber LIT Converter http://www. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. anak-anaknya yang masih merah. Terkadang. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Tetapi. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. mereka tidak percaya. Tetapi. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya.. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. Padahal aku hanyalah seorang istri. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. Hak bergerak bebas. Tapi.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu.html . Cuma meminjamkan peniti.ABC Amber LIT Converter http://www. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku.html yang benar.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tigabelas tahun.com/abclit. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Masih kuingat. Sesungguhnya. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Masih kuingat. Dan buatku. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Memang..Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. Juga anakanakku.com/abclit. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Hanya karena aku seorang istri. eks tahanan politik.processtext. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Aku hanya tidak tertarik. Bukan mesin tik tua. harus menderita. Mesin kejayaan manusia yang baru. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan.

"Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia..com/abclit. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini.. Sesuatu yang percuma.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. begitu murni. Membisu seribu laut. Tapi. Mulutnya agak ternganga." Tatiana seperti meratap. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya.Aku terpaku. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali. Aku tahu. Aku sambut tangannya.processtext. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Bu?. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. Aku tidak hanya kaget. memegangi dengkulku. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. sangat ABC Amber LIT Converter http://www. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. Dia anakku yang paling bungsu. hidup kami. Tanganku tak lepas dari KTP.processtext.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Dia tetap berlutut. tersingkir."Sedang apa. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. dia cuma diam. diri kami. Begitulah caranya membujuk hatiku. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku. walaupun ada.. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogok-menyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja.html . begitu membebaskan. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. Gong sudah ditalu. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. tetapi juga malu. yang ditebarkan KTP itu. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja.. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. Siksa itu harus diakhiri. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. bisa. Kini. Bisa. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. jauh di dalam hatinya. Aku tahu hatinya luka. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. Ditemani daundaun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. Wajahnya yang licin bersih.. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terus-menerus mengepung. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis.html aku disekap sampai ke ujung zaman."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. membelenggu.. Jari-jari tangannya memagari bibirnya.. Mas Awang bisa membuka bengkel.. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. Meskipun tidak dia ucapkan. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Mbak Rin bisa membuka toko obras..ABC Amber LIT Converter http://www. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih." tanya Tatiana. dan terang sebiru laut. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Dengan berbuat begitu.com/abclit.. Tak berkata barang sepenggal. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang.

Sejak saat itu. Di antara isak tangisnya. lebaran nanti tidak ada Eyang.Aku cuma diam.com/abclit.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. di dalam hati dia meratapi kebodohanku.. Tetapi. tibatiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. Aku tahu. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. anak-anakku. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. Malang. Dari keenam saudaraku. "Kita bangga ya Pa. aku tak menyesal. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. Eyang itu baik ya Pa. Tapi. aku tahu. berusia 78 tahun.html terluka. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor.ABC Amber LIT Converter http://www. Pasti tidak enak ya Pa.processtext. Eyang itu kan ABC Amber LIT Converter http://www. Di sisi lain. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi.. Kalau tidak. Aku tak bisa menunggu. saat pemakaman eyang. "Papa. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku.processtext. Kepercayaanku timpas sudah. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. Sesungguhnya." Bungsu menimpali.html . berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. cuma akulah yang sarjana. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. Takkan. pukul satu malam. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. sup buntut. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil.com/abclit. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. Sementara aku sendiri. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku).

"Saya lapar. Sedang aku sendiri. Oleh karena itu. (Mbaknya Ninil. Dan Mama kan sudah bilang tadi. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. Namun. aku tahu. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. "San. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum." Kami masih mencari-cari restoran. pada awal pernikahan sampai sekarang. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. Sulungku berkata. Kalau panen tebu kita baik. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia.com/abclit. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. Di sisi lain.processtext. aku ingin membeli teko di Malang. atas meninggalnya Eyang. Orangnya cantik." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya." Ya. jadi pasti cantik ya Pa. Namun. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. Lama-lama. pinter. Eyang sudah mulai membaik. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. Aku tahu betul perasaan Ibu. pada awal pernikahan. "Le. piyama. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. Jadi. LANTAS. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. aku takut Ninil akan tertawa. Di rumah kami sendiri. Peristiwa ini begitu mendadak.processtext. sekalipun aku tahu kalau anakanakku ke desa (ke rumah embahnya).ABC Amber LIT Converter http://www. tetap seperti bayangan anak-anak. Perjalanan kami masih separuh lagi. Namun. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. capai. dan turunannya priayi. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini). aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang.com/abclit. Tante Yus yang di Australia. menikah dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. Ini sedikit melegakan. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. pohon kelapa. Kabar terakhir dari Ninil. Kita kan wong ndeso. ada gunung." Lantas Bungsuku bilang. Pa. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini.html tetap cantik sampai tua. Tetapi. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Ada orang yang menjual minuman di sana. Aku takut anak-anakku jatuh sakit. Semua sudah datang.html . mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. aku mengajak mereka makan. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. Eyang kan turunan putri raja. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudarasaudara ibunya. Ya. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. wajah seorang yang kacau. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. Oleh karena itu.

mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Sekarang sudah meninggal. om-omku. Kita suka mencium Eyang. Tetapi waktu itu. dengan semangat cinta." Sesungguhnya. Lantas. Ya. karena wajah saya seperti putri-putri. "Maksudnya begini lho Pa. kedua orangtuaku meninggal. hubungan kekerabatan mereka dekat). aku sayang kamu. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. bajubaju kebaya brokat dengan warna meriah. "Santoso. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor.com/abclit. Mama kan sama Papa pacaran. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. ya Mas. baru besok kita bisa berangkat. Papa sayang sama Eyang. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. aku cuma bisa bilang.processtext. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. ibuku tidak pernah berulang tahun. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. jatuh cinta ya Pa. kita memang kehilangan orang yang kita cintai.processtext. mereka kelihatan tidur kembali. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami." Ninil tertawa mendengarkan itu. Saya takut kalau service restoran itu lambat. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. Tetapi. "Papa memang sayang. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. "Maaf ya.com/abclit.html Tomo." Aku merasa lega. Setelah makan roti. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil." Aku ketakutan. rasanya kok tidak sampai-sampai. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. waktu lebaran yang lewat." Kedua putriku melihatku dengan tercengang." Putri sulungku memotong.ABC Amber LIT Converter http://www. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. "Pa. Papa lagi emosional. Nduk. Eyang bilang. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya ABC Amber LIT Converter http://www." "Ya tentu. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu." "Kita coba saja. mereka sama-sama dokter. dia juga mencintaimu. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. "Dik Santoso. Aku juga tahu. Aku tidak tahu. Dia tidak butuh itu. Itu kan untung ya Pa. Kamu tahu sendiri kan. Tentu saja." Jawaban itu memuaskan putriku. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. bilang kepadaku berulang-ulang. "Ya Mas. Sulungku berkata. Saya masih ingat. Dan Bungsu mengusulkan.html . jangan peduli dengan sikap tante-tante. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. "Pa. kita bisa makan di mobil kan. air mineral. dengan bangga Eyang sering menceritakan menantunya itu kepada orang lain." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya. "Kalau ada roti." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. Kalau dengan pesawat." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. Jadinya. kita beli sajalah Pa. Papa kan juga sayang sama Eyang. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. kan? Eyang selalu wangi. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. Dan sekalipun bukan dijodohkan. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuatkuat. "Ya Pa. Ninil berbisik padaku. rupa kita mirip tante-tante. Eyang senang sekali. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. kan mantan pacar. aku kini merasa betul-betul yatim piatu. ketika kedua putriku tersenyum. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. ada restoran yang buka di sana." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). Aku tahu. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. Tentu saja Mama memilih Papa.

kita tidak perlu lagi saling membenci. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. Yang ada cuma satu. nol ABC Amber LIT Converter http://www. Hatinya dirundung kecemasan. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu.com/abclit. kupeluk istri dan anakanakku. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau. aku berpikir. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. kita seharusnya saling memaafkan. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain. langit begitu hitam.html Eyang. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya seperti orangtuanya sendiri. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan.com/abclit. Namun. Juga jam lima petang. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil. Terdengar suara operator dari seberang. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Matahari sudah lama tenggelam. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas.ABC Amber LIT Converter http://www. Selama ini kalau aku bisa jujur. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. Namun. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai.html . cinta-Nya kepada kita. Pada akhir-akhir tahun perjalananku.processtext.processtext. Baru jam lima petang. "Le." Setelah upacara penguburan selesai. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya." Malang. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. Ia memijit nomor satu nol tiga. aku merasa dia berbicara seperti ini.

Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. jawaban dari mereka adalah sama. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Mengiris wortel. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali.ABC Amber LIT Converter http://www. Mengantar anak ke sekolah. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Ia harus menemukan seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna.processtext. Ngeceng di Plaza Senayan. dan jam lima lewat tujuh. Membaca stensilan. Menghapus air mata yang menitik. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Membeli hadiah Natal. Kehidupan yang selama ini ia idamidamkan. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. Rekreasi. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat.html . berarti ia akan kehilangan waktu.com/abclit. nenek dan leluhur. dan dua puluh tiga detik. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Pergi ke dokter. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak ABC Amber LIT Converter http://www. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Melamun. jam lima petang. Menyusui. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. Bercinta berdasarkan sistem kalender.com/abclit. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. yaitu jam lima petang. Berdoa di dalam kegelapan." Lalu manakah yang lebih benar. Memandikan bayi. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. hampir abadi. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. kakek. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. ulang tahun dan hari kasih sayang. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Menelepon teman-teman. mobil sedannya berubah jadi labu. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. dan dirinya berubah menjadi abu. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Kala itu. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. waktu adalah pelengkap. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Menatap matahari terbenam. Memarahi pembantu. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan.processtext. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Makan nasi goreng kambing ramai-ramai dalam mobil di pinggir jalan. Karena waktu yang berjalan. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Membuka album foto yang berdebu. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka.html menit. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. jam lima lewat tiga. Bercinta malam hari. Sementara banyak yang sudah terlupakan. sebuah sarana.

Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. sepuluh ribu. dada. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. sepuluh. Menelan biji durian. Bercinta dengan rasa.com/abclit. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. seratus ribu. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. hati. Bungy jumping. tangan. punggung. ia hanya tidak sadar. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Imajinasinya buntu. lonceng tanda masuk sekolah. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupukupu. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. leher. Minum sirup markisa. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Satu. Diculik UFO. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Suara alarm itu. payudara. Makan rambutan. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. seribu. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. masa kini dan masa depan. berdebar. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. pipi.processtext. Arung jeram. Suara kokok ayam jantan.ABC Amber LIT Converter http://www.html tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. vagina.processtext. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. Tapi mimpi juga terbatas waktu. berdetak keras memekakkan telinganya. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. Menanti pujian dengan rasa berdebar. Nonton Cirque du Soleil. jantung. semua ABC Amber LIT Converter http://www. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Kicau burung. Bertinju dengan Moehammad Ali. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. cakrawala harapan. samudera getar. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Merebut suami Victoria Beckham. mata. Mengalahkan Michael Jordan. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Suara alarm itu. merasa terancam atau bersyukur. Hatinya membatu. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. Suara alarm itu. Baca komik Petualangan Tintin. seratus. hidung. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. mulut. Kemilau sinar matahari menerobos jendela.html . Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. raga. kaki. ketiak. Suara alarm itu. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran.com/abclit. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Lidahnya kelu. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. Membuat raganya beku. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center.

Kaki anjing pincang sebelah.. ia baru mengambil keputusan perlu ABC Amber LIT Converter http://www.. Tapi Nayla selalu terlambat. Sejak saat itu... Dan masih saja ada yang kurang. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah.html orang tidak mau ketinggalan. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar.. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar.. Masih ada saja yang tidak sempurna. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon.. Tidak pergi ke klab malam. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman.. Sarang laba-laba di atas plafon.. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Burung bercinta di atas rumah. Ketika. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Terlalu banyak pemborosan. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah.. Waktu. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang. Kurang waktu. Nayla ingin menunda kematian.com/abclit. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman.ABC Amber LIT Converter http://www. Kurang becus mengatur keuangan. penguin. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan.. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam... Kurang peka.processtext. ***NAYLA ingin menunda waktu. Kurang perhatian. Padi menguning di sawah.. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. semar atau gajah. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. sarapan dan seragam. Tidak belanja perhiasan. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar.. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluhkesah tentang pekerjaan. Awan berbentuk mutiara.. Semangatnya bergetar. Buah dada yang mulai mengendur. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar.. panda dan beruang masing-masing satu pasang.. Memberi makan ikan. Seragam sekolah yang luntur. kucing.html . Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam..com/abclit. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. Waktu... Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar... Waktu. Ia ingin memelihara anjing.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan.. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang.processtext. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. babi. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran.. Kelopak bunga mulai merekah.. Semut terinjak-injak hingga lebur dengan tanah. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Waktu.. Vagina yang tidak lagi lentur.

com/abclit. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran.processtext. lalu berhenti di depan sebuah dangau. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. Ayo kita terus. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu." x"Wah. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum.html tidaknya pendingin digunakan. Mobil bergerak pula. karena lurus saja sepanjang lima km.*** Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Sebelah kiri jalan. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar.processtext. mobil sedannya berubah jadi labu. Pada kedua sisi jalan berderet ABC Amber LIT Converter http://www. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda." Din melekatkan kaca mata hitam. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit...html . sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu.com/abclit. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. Bang. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu. dekat-dekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. untuk memperpanjang perjalanan. dan dirinya berubah jadi abu.

menunjuk. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. dan mulutnya yang melengkung indah. Dekat-dekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru.processtext. Suaminya penjahit.html kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja.Din mengajak ikut pulang ke desa. Mereka membalik. Itulah jalan menuju desaku."Kau coba dulu jeruk sini. tak puaspuasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. Aku sering datang ke rumahnya. Jika ia menumbuk padi dan menampi."Berapa hari di sini?" tanya si istri. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. "Kenapa kau perhatikan terus aku.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. Persis seperti buntil Gyugun. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalamsalaman. ABC Amber LIT Converter http://www.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. "Di sana ada jalan ke dalam."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Sekali aku pulang kehujanan. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Ia berteriak."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. persis seperti buntil laskar Gyugun. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau."Besok kembali. Kaca mata hitamnya dilekatkan. dan rasakan manisnya. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit! Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. ia akan bilang. dengan yang sekarang juga dua. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. Bukit Tinggi. bingkai pintu serta jendela dicat merah. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi."Ini Bang Tamrin. Jika ia merasa diperhatikan. dan Medan. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah. Ia menawar. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas.com/abclit. Sidempuan."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading.html .com/abclit. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. Si suami bertopi pandan. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok.

Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. sebagian besar sudah aku baca. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. dan potlot pendek. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. Aku memeluknya rapat-rapat. Din bilang kami akan balik besok pagi. sayang ia tidak kemana-mana. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Kata Ibu. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Kain sarung disampirkan di bahu. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk.processtext. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi ABC Amber LIT Converter http://www. masih yang dulu. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Kami makan berempat di meja dapur. Ketika jadi juga merdeka. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din.html buntilnya juga berisi sepatu lars. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. kata orang ia bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Ketika baru diajak makan. senter. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus.Aku kembali ke depan. Terdengar suara dendang kawanan siamang.com/abclit. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Kumis dan berewoknya sudah berhari-hari tak dicukur. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Ayah punya banyak buku dan majalah. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. Bapaknya seniman. Tampak kasar jemari ayah.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Pohon sirsak. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. buku notes. tampaknya seperti dapat firasat. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adikadik di kampung-halaman. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. dan salak. nangka. Ayah sedang bekerja di sawah. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat.com/abclit. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan.html . Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit.processtext. Dia pintar pidato. dan uban memutih di sana-sini. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Aku respek padanya. Mak Panto adalah adik Ibu. Ayah pulang dari sawah.

" kata mereka. matanya berkacakaca. dan Mamak diberi baju bersih.html pula. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. Bibit ketiga jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. Tapi kelapa sawit. Meski umurnya enam tahun lebih tua. dan menyalami orang-orang. Apalagi di musim kupon karet dibuka. istri mamak. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. Beda sekali dengan kebun para. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Sesewaktu mobil ditepikan. Labai. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak.processtext. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya.Beberapa lama mobil lewat kebun para. Kebun para itu tampak sudah pada tua. duku. Kurangkul dia. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. Kejai adalah sejenis beringin. apalagi jadi kaya. dan mencari buah manggis. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Ketika uci bilang supaya ABC Amber LIT Converter http://www. yaitu perca. dan ketika melihat Din mereka melambai. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. Rumahnya bertiang tinggi. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi.processtext. istri.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. "Sedang di sini rupanya beliau. berkulit kuning seperti Ibu. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka.com/abclit.com/abclit. main domino di lepau. Kami pun menyalami dia.html ." kata Din.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda. Tapi mereka tidak punya biaya. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. Buru-buru tikar dibentangkan. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. Kasihan kebun para itu. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. lantai dan dinding dari papan.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Badannya besar dan tinggi. Sebelum para. Di hilir tadi. dan atapnya seng."Ini Tam datang. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. atau ringkanang ke hutan. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. kami turun. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit." katanya. Mak! Ayah kami juga ikut. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. karena sedang sekolah. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. Jaga durian waktu malam. Uci. lalu dibawa duduk di ujung tikar.

Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung.html masak nasi dulu. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. sisiran klemis.processtext. Semua anaknya tinggal di hilir. ia selalu menambahnya beberapa rupiah. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. dan bicara riang. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. janganlah ikut-ikutan terburu dengan Din. hanya memakai celana sontok yang lusuh. dan mendesah lebar di lembah. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Aku terkejut.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. kuning. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. lalu melekatkan kaca mata hitam.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. ia juga terkejut dan agak tersipu. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para.*** ABC Amber LIT Converter http://www. kubilang tak usah."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang.ABC Amber LIT Converter http://www. "Rumah besar di hilir dijual. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. Istrinya datang dan menyalami pula. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. Ayah diam saja. dan buahnya bergelantungan. Ia tidak berbaju. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang.processtext. badannya kutarik lalu kupeluk.html . panggilan sehari-hari Mamak Marzuki.com/abclit. Ia menepuki punggungku. ia tertegun menatapku."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah.000. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi. Setelah menyalam Din dan Ayah. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai.com/abclit. dan lezat. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. Kami pun makan durian. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini." kata Din. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Aku menyalami. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. Mak Suki menolak dengan menggelenggeleng berat.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Lalu kami pamit."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. Di atas pita biru itu awan kini seperti corat-coretan potlot merah jingga. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan.

SETELAH dua tahunan." Bagi penghuni Perumnas yang lain. saya tidak tinggal di Perumnas. Kata mereka. memang banyak yang bisa membangun-bangun. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Orang Belanda setidaknya punya satu ABC Amber LIT Converter http://www. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. tidak suka membuang-buang. sangat kaya. di malam hari kamar-kamar dimatikan." Bagi orang yang masih menyewa. atau "kami tinggal di kandang ayam".html . Daripada menyewa berpindah-pindah. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. "kami tinggal di peternakan manusia". "Alhamdulillah. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. jelek-jelek saya tidak tinggal di Perumnas. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). istri tidak arisan. Meskipun. Tetangga sekitar. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. melik-melik di kamar utama. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. "Alhamdulillah. begitulah gaya hidup orang Belanda. Tertutuplah. genteng tanah nomor satu dari Gombong. Pada mulanya berdinding kayu lapis. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau.html Jl Kembang Setaman. Rumahnya ditingkat. rumah bertingkat itu membuat masalah. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. Tetapi. Kami sangat senang mendapat rumah. "Alhamdulillah.processtext. menurut pembantu. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. dan pagar merah dari batu laut.com/abclit. Lebih dari itu. Artinya. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. mereka juga hemat waktu." Bagi para tetangga rumah bertingkat. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa." Begitulah. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. saya tidak tinggal di situ. "Alhamdulillah.com/abclit. tinggal satu lampu 10 Watt. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. dinding bata dan semen sungguhan. usuk kayu Kalimantan. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo Sumber: Kompas. Ada delapn ekor anjing kecil yang lucu-lucu dengan bulu yang sangat tebal. Rumah dan tanah berukuran 36/80. "kami tinggal di kaleng sarden".processtext. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. termasuk kami. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. Bagi orang gedongan katakan. itu adalah kemauan anaknya. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. Suami tidak rapat RT. Kata anaknya. dan atap asbes gelombang. rumah kami sederhana saja. lantai keramik.

Diulang. Namun. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. Atau yang lebih thok-leh. di luar prinsipnya. tanggap sasmita. Tidak juga laku. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. demonstrasi." "Amin. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. Ha? Benar! Menurut mereka. itulah. omong kesana-kemari. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Singkatnya. Rapat RT memutuskan. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. ya Bapak-Ibu. ada perkembangan baru.processtext. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'.. "Itulah. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. Diulang." CERITA ini yang lebih penting. Seperti diketahui." kata istri dalam arisan ibu-ibu.processtext." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. semoga. sepulang haji. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. Siapa tahu mereka lebih diridhai. Kami tahu banyak salah. Tetapi tidak ada protes. Dokter menanyakan. Setelah sampai rumah. ya'. Untuk apa tinggal di Perumnas.com/abclit. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Kami saling berpelukan. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. Belum sempat Ketua RT bertindak. dan rasanan." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. Amin. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. seperti waktu di rumah. Bikin kulit gatalgatal. Namun. keluar juga jujurnya. Disuruh dia mengingat-ingat. "Semoga jadi haji mabrur.. tapi mbok yaa ingat tetangga'. mereka tidak kembali ke Perumnas. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu." kami berdoa. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. bukan bahasa pergaulan. Maka kami senang. rumah itu gelap." Lalu dilakukan tes suntik." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. "Maafkan kesalahan kami. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf." jelas suami. kata anaknya menurut pembantu. Harganya diturunkan.com/abclit.html ekor anjing. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ah-uh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. dan menuntut' itu bahasa politik." "Semoga dapat hidayah. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. ABC Amber LIT Converter http://www. saya bilang pada istri. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. seperti 'pelihara anjing boleh. Tuhan! Baca sendiri'. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. Walhasil. Ia memberi-berikan anjing pada kawankawannya. Mesti orang berpikir.html ." balas Ketua RT. Mereka mau naik haji." kata suami mewakili keluarga. "Kita harus hidup rukun. dan bulunya suka beterbangan. tentu. Semuanya lewat pembantu. Diturunkan. nol-nol. "Ya. "Bulunya itu. 'Ini. karena praktis melibatkan seluruh RT. "Amin." "Jangan begitu. Namun. Logikanya begini. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. lama-lama keluhan datang juga." katanya. Ditinggal haji. lho. "Ya. tidak ada teguran.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. rasa-rumangsa. Sindiran yang agak tegas. 'protes.." "Ada anjing?" "Tidak. Ujungnya. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Orang hidup itu harus tenggang rasa.

kok keluarga besar. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. digantung di temboknya. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. sejenis lulur." Pasar Kembang adalah nama tempat. Al-Falaq. Lain dengan kami.com/abclit. Jadi. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin.00. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Bunga Setaman itu makanan jin. lalu Siskamling diajukan pukul 19. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. tanpa debat berkepanjangan. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. dasar orang Jawa. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. Jin itu bertambah nekat. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon.00. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Tetapi.00 sebab mereka ketakutan.html Maka. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai waktu yang belum ditentukan. misalnya. Mula-mula mereka heran. Dan. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. karangan. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. Meskipun demikian. Itu dianggap yang terbaik. rapat RT menyetujui Kembang Boreh. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya.com/abclit. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri.html . Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. warna-warni bunga sejenis (artikel. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. sama-sama segannya untuk berkata tidak.processtext. dan lari tunggang-langgang. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Alasannya. Setelah dihitung. Malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. Sambil menunjuknunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. Anak kami menitipkan anaknya. kumpulan cerita). Nama jalan itu terserah." Maka RT mengadakan rapat. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. dan An-Naas. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu.processtext. Tentu saja. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21. Tetapi tidak ada perubahan. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. asal jangan menyarankan makanan jin. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. "Lho. bulu kuduk mereka berdiri. yang tidak menyakitkan hati orang." Setelah ck-ck dia membuat saran. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. ada adik-adik dari kedua belah pihak. Orang pintar itu datang. setan ora doyan.

yang iseng. Mbah? Kami sudah kehabisan akal." "Jangan. Tidak ada jalan lain." "Pakai kembang. dan yang duda akan datang. Satu. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. bagaimana kalau dikromokan. mereka kehausan! Tetapi tidak. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. Tetapi. "Mereka sudah satu suku. Mereka memborong ronde. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi.com/abclit. Malu-lah RT kami. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. sama sekali tidak ada bunga. ada jalan. "Inilah hasil maksimalnya.html . Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. mengganti nama jalan. Terpilih nama Kembang Desa. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. mereka tidak boleh mengganggu orang. gadis." "Lalu enaknya apa. "Lha. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. Nama diserahkan pada RT. "Kembang desa?" Primadona desa. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu." kata advokat itu. menggaya). Jin terbuat dari api. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. Wedang ronde yang panas itu dilahap. Mereka akan ketakutan dan lari. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami turunkan papan nama. Ia pulang bersama orang pintar itu. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. "Kita buang saja kata kembang. Tertutup sudah. Jangan Kembang Desa. Lho! Iya saja. ini biangnya. meninggalkan gerobak dagangan. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Ketua RT menyampaikan pesan orang pintar. Biar jin-jin kepanasan! Biar. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian. RT langsung mengadakan rapat darurat. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. Tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Tapi kami keliru. Rapat RT lagi. Benar jin tua. Mereka akan kecelik. Kami menemukannya juga. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. tapi menggantung di udara. tukang ronde lapor Ketua RT. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Penjual curiga. pandai ilmu dalam. Keesokan sorenya kami gotong-royong. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. dan anak-anak menghilang.html banyak jin perempuan yang mejeng (pamer.processtext.com/abclit. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. ya. Jadi. Tiga. Maka datanglah orang pintar itu. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. dan bijaksana." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. Jalan buntu. Api akan membakar mereka." "Nah. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. Ia duduk berdzikir di teras rumah. Kami berpikir keras. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. Dua. mereka merasa kembali ke asal.processtext. Mmm. Suatu malam ada penjual ronde lewat. kita ganti dengan yang baru. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. Menurut mereka yang sensitif. kembang yang tidak berarti bunga. Maka. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Itu jin voiyeur. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. Jin yang thukmis (suka wanita). Harapan kami sama seperti dulu. Setelah melihat papan nama katanya. pintar ilmu hukum. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ada ronde teng-teng, tidak ada sate te-satte, tidak ada bakmi duk-duk sreng. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong, nyanyi dangdut, suara klenengan, suara air terjun, suara anak-anak bermain, bayi menangis. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta, 13 April 2002

Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas, Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah, sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita, lebam-membiru bagai tersengat, sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu, berubah menjadi sarang lebah, penuh dengung, tanpa bahasa puji-sanjung; tak sedikit pun madu menetes dari situ. Yang ada hanya kepahitan, menetes-netes dari bahasa kutukan.Duh, betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon, bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Konon, perempuan yang jatuh dari pohon, bila sakit, sakitnya tak akan diobati; bila mati, matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Ya, betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Pohon apa yang ia panjat, dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat, tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai, mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun, kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini, aku tercengang dan merinding; masyaallah!). Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja, dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala, di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Tiga orang kakak Hindun, laki semua, dan entah sejak kapan tepatnya, satupersatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Merantau, sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bangau yang terbang tinggi? Tapi, ah, anak lelaki, begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Seperti Hindun dan ibunya, menunggu, mungkin pula tidak menunggu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang, di atas rumah pondok yang sederhana, meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua, mereka biarkan lapuk telantar. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu, itupun jarang bermalam. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah, sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula, tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya, dan mereka beralih menjadi pekerja sawah, pekerja tambang, atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Tak apa. Setidaknya, dengan tinggal di ladang, sayur-mayur tak hendak membeli. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Asal ada beras, urusan makan beres. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku, bila kami bertemu di pasar. Maklum, aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan, sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Maklum mata bujangan. Apalagi, ia lumayan cerdik. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tak jarang ia cekikik, yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. Perempuan jangan ketawa cekikik, senyum dikulum pasti lebih manis, itu pesan yang tak boleh diremehkan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal, membuka mulutnya agak lebar, tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Anehnya, justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Di samping tentu, hidungnya yang bangir, rambutnya berombak-panjang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping, bentukan alam pebukitan yang bergelombang. "Biarlah kami tinggal di ladang, merawat tanaman yang masih tersisa, sekalian menjaga makam ayahku," kata-nya jujur. Kutahu, ia memang sangat mencintai ayahnya, sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. Konon, ketika hidup, ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik, tapi usiamu, Hindun...," bisikku usil, merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang, mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa, yang datang malah bisa macam-macam; kera, beruang, celeng..." maka ia pun tertawa sesukanya. Tak terpikirkan, bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri, di dalam kampung. Bukan di pondok ladang. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup; tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan... Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang, harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. Dikeping dan diikat, dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya, membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api, melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh, nangka, jengkol atau apa saja ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html yang telah menyatu dengan belukar. Tapi bila musimnya, pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah, meski sedikit, dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ibunya tak bisa mencegah. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan, tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin, sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka, begitulah, ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Begitu banyak rambu-rambu tanda larangan, meski tak dituliskan. Anehnya, dari sekian banyak larangan, perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. Misal, perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman, tak boleh duduk di depan pintu, tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari, entah mengapa. Memang akan ada saja alasannya, seperti tak bakal dapat laki, jauh dari rezeki, bahkan bisa gila, tapi juga entah mengapa. Memang pula larangan-larangan itu baik maksudnya, sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak, apalagi kalau rambutnya basah. Tampaknya, soal etiket. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas, mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum, meski tak harus melanggar. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga; kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman, tak seda dipandang, laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut, sampai-sampai harus ke halaman, kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau, bila perempuan larut berdandan, tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm... Namun, pantangan itu masih lumayan adil. Artinya, tidak hanya buat perempuan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari, tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Bukan, bukan itu alasannya. Tapi, dengarlah; mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu, dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Begitu. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami, tak luput dari rambu-rambu yang digariskan, semisal dalam urusan berpergian. Jangan berjalan di hari Selasa, sebab Selasa hari api. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Benarkah? Entah. Yang jelas, bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh, mereka memilih hari selain Selasa. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk, atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa, yakni petang Kamis malam Jumat. Inilah hari baik penuh berkat. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa; kupu-kupu pertanda tamu, ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting, elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi, membuat kami begitu berhati-hati. Begitulah. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Sedari kecil, anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon, meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan, rimbun dan rindang. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki, begitu adat kami mengajari. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Mereka cukup puas bermain yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sepantasnya saja; petak umpet atau lompat tali. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Kami akan berteriak dari ketinggian, mengabarkan betapa kami telah melihat laut, laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka, dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak, ada kapalnya enggak... Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada, lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur, jawab yang lain menghibur. Tentu, karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut, bahkan danau pun tidak, melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah... Namun, bagaimanapun juga, kami yang laki-laki masih lebih beruntung; menerka-nerka yang tampak. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Atau, mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Yang jelas, tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Juga saat musim buah tiba. Anak-anak perempuan cukup jadi pengumpul buah yang kami petik, dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahandahan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun), tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting, dedaunan, di semaksemak tepi jalan, di antara batu-batu di tepian... Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru, benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu, dengan melewati ladang-ladang yang ditinggalkan, mata Hindun masih saja penuh keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Hindun, perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan, dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan, bahkan untuk sebuah larangan. Maka, begitulah, hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa, kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum, menggelinding di lereng bukit, tersangkut di akar. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih, tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang, mencari buah yang masih menggantung. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh; dilobangi tupai atau kera. Hati-hati kakinya berpijak, sigap tangannya mencari dahan berpegang, karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Saat-saat memuntir sisa buah, seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. Begitulah, buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Tentu, saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar, beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas, atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Bahkan dengan pandangan. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Dikatakan begitu, karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sebenarnya. Dikatakan pohon Barangan, hanya daunnya yang mirip, tapi tak berbuah. Dikatakan pohon damar, hanya batangnya yang serupa, tapi tak bergetah saat ditakik. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua, mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah, mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). O, ya, mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Pokok pohon itu teramat kukuh, penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Bila memandang dari jauh, lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh, tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekukbergelombang, membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Andai saja ia ditebang, tentu akan segera terasakan ada yang hilang; lereng bukit itu bakal kosong, dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca; para pencari damar yang tersesat di hutan, para perantau yang lama tak pulang, atau pengembala ternak yang kemalaman. Tapi, tentu tak bakal ada yang berani menebang. Jangankan menebang, mendekat saja tak ada yang berani, kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun, gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu, nekad. Tanpa sepengetahuan ibunya, ia datangi pohon itu, dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit, cengkeh mati bujang, kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan, sekaligus melunaskan dendam! Ya, bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Tapi selalu terbentur soal hak. Hak tetua suku. Bukan si puak. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Pohon keramat. Milik tetua. Dan terjatuh. Hari Selasa. Dan ia, seorang perempuan. Lengkap sudah. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Bahkan mungkin lebih. Kubayangkan, telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar), namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar, tapi menyaksikan. Aku yang dulu hanya penerima kabar, kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya, Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon itu, mati. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bokongnya remuk, bernanah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan, sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk, dan tak seorang pun berani menjenguk. Hanya aku, kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah, ia ceritakan segala padaku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. Tentang dendam. Semuanya. Kecuali mungkin... hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya, dan aku pun tak berkata soal itu, meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau, di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau; tentang lautan, lembah, ayah dan saudara laki-lakinya. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Aku bergegas turun dari bukit, membawa kabar itu ke tengah kampung. Dan seperti kubayangkan, kampung memang teramat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya. Namun. yang kepala dusun di sini: apakah betul. Hamdani. yang datang pada tahun 1653-1655. dari tengah lautan. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh.com/abclit. ikut menggulung layar pada saat badai.html gempar. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini.. terletak di Lolohan Timur.com/abclit. lebih sering bermimpi. Sementara itu. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu.processtext. Hasil diskusi.ABC Amber LIT Converter http://www. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini.. itu tidak menambah apa pun. Rumahlebah Yogyakarta.processtext. teman sekuliah dulu. akhir-akhir ini. bagaimana. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. ketika lautan tanpa badai. Nurhayati berpikir. waktu remaja dulu. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. Perempuan-perempuan. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. Seakan tak berujung. melantunkan syair-syair. karena mereka membelot dari Belanda. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. Sepertinya.Nurhayati. akan datang seorang laki-laki. Itu memang mimpi remaja. melihat nenek-moyangnya. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. adalah pelarian dari Armada Bugis. Di surau kecil itu. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. Beratap genting Palembang berwarna gading. Juga aku. dia selalu mengimpikan. Konon. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). Sebentar saja. Sesungguhnya. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik.html . 2002 Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi ABC Amber LIT Converter http://www. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. lebar 6 meter dan panjang 12 meter.

atau hanya untuk membunuh waktunya. sebagai sebuah proses "menjadi". Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. Kadang. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. aku bisa melihat kegelisahan di matamu.html meninggalkan tempat ini! (Yah. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. Apalagi. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. beberapa turis domestik. Di sisi lain. melainkan ibadah setiap manusia. Dia melihat ke panggung rumahnya. Sebetulnya. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. Mereka berpikir. Dan setelah beberapa kali bertemu. Khotijah. Jangan lupa kau datang lebiha awal. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. Padahal. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. Dia tahu. cobalah. untuk mendinginkan tubuh." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata." "Nur. Kau sering terlambat. yang bisa keliling dunia. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. kemarin malam. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah." Nurhayati diam saja. mungkin Mbak Mila setuju. tanpa sekolah. waktunya selepas sembahyang isya. Namun. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. ***PAGI ini.com/abclit. menjadi guru di perkampungan nelayan itu.ABC Amber LIT Converter http://www. aku mau sederhana saja.com/abclit. bisa jadi bapaknya tidak setuju. bapaknya tidak pernah ingin menjual). Mendengarkan pantunpantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. seharusnya engkau jadi penyair." "Aku bisa menggantikannya. Pikirannya terpotong. bertempat di masjid. tidak yakin. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. di mana udara panas menggulung. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. Tidak seperti engkau. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. yaitu menjadi ibu. nasehat ini sering diucapkan. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang.html . kamu sekolahnya paling tinggi. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). mengajaknya ngobrol. ABC Amber LIT Converter http://www." Nurhayati mengangguk cepat. Namun. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. kali ini. Nurhayati. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. tertawa-tawa. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). "Kau bukan dari jurusan keguruan. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. Benar juga kata temanteman. Ada apa sih? Sebagai perempuan. Aneh. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. Padahal. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. honor guru TK di sana sangat kecil. Namun.processtext. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela." Yah. "Nur. aku mendengar kabar. Kita kan pengurus.processtext. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. Kemarin. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. Karena. tampak dari jauh. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah." Khotijah melihatnya. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. "Rapat untuk organisasi sosial kita.

com/abclit. tidak banyak waktu untuk organisasi. Tapi suatu ketika. Namun. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Beserta beberapa anak muda. Khotijah. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab." Nurhayati cuma diam saja. Tapi sayang sekali. akan menikah dalam bulan ini. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin.processtext. aku mau menggantikan jabatanmu. Rasanya semua sudah hampir selesai. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. aku tidak bisa menjadi ketua. kalau organisasi kita telantar. Kau masih ingatkan. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Namun. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. camat dan bupati. tempat bermainnya di masa kecil. Akhirnya. ABC Amber LIT Converter http://www. semakin kena abrasi dari lautan. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. (Sesungguhnya. dia tidak tahu lagi. sekalipun tak banyak juga waktuku. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. kami menemukan sesuatu. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. Khotijah memegang tangannya. kau tahu kan. Seperti nenek-moyangnya. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh.ABC Amber LIT Converter http://www. Sambil menyusuri tepi laut ini. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. Lebihlebih ketika TK tempatnya mengajar. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. teman terakhirnya yang masih bujangan. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. yang keluar dari bibirnya. Di saat-saat seperti itu. Nur.html Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. Buat mereka. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). Dia mengatupkan bibirnya. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun.com/abclit. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. Inikah sebuah penindasan! Namun. setelah ini. Karena begitulah norma. Di situ. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. "Tentu saja. Sementara itu. "Nur. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. Khotijah bercerita. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. yang pasti akan mengganggu proses belajarmengajar mereka." Nurhayati membatin. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. apakah itu masih disebut cinta. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. kau akan menjadi ibu dan istri. Sekali lagi. Di luar dugaannya. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana.html . Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri.processtext.

Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Di pantai ini. Banyak orang memberi selamat.com/abclit. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya.processtext.html Sambil belajar. namun masih menampakkan kekokohannya. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. di sebuah perumahan BTN! Malang. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. Nurhayati tak akan risau lagi. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. air matanya mengalir. Keluarganya dan keluarga Hamdani. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. setelah itu. Dia mulai berpikir. kalau bercermin. dia ikut mencarikan datanya).ABC Amber LIT Converter http://www. 29 Maret 2002 Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. Nurhayati menyusuri pantai. dalam beberapa hari ini. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi)." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. Memandangi jalan di depan rumahnya.com/abclit. sebagai istri. tinggal nenek. Ini berarti. Hamdani lewat surat. Koran-koran lokal memuat fotonya. Karena rumah panggung itu. ***KALI ini. yang menuju sebuah sungai besar. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. apakah pernikahan itu perlu.html . di lantai dua. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. "Aku tidak tahu. Sementara itu. adalah bagian dari dirimu sendiri. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. dan diriset oleh Budiman. sepulang dari mengajar. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Nenek berteriak-teriak ABC Amber LIT Converter http://www. yang peneliti. Dan penelitian itu. Di ambang pintu yang terbentang. (dengan bahagia.processtext. mengatakan kegembiraannya. akan selesai. Dan tak seorangpun yang tahu. Dan rumah tinggal mereka. dia duduk menghadapi fajar. Budiman berkata. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu.

Begitu asyiknya mereka.Saat ia melepaskan tembakan. Kehilangan kekaguman. tertawa-tawa. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. dengan kaki pengkor. Ia ingin turun dari rumah panggung.processtext. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi.***LELAKI itu masih muda. Ditinggalkannya tepi sungai itu. gadis-gadis terpekik. Di lantai dua. Dia tak menghendaki buaya itu segera mati. menanti seekor buaya mengapung. dan melepaskan tembakan.html dari ambang pintu rumahnya.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. dan luput dari perhatian.com/abclit. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. bermain lumpur dan lumut sampai siang. Anak-anak itu mengelilingi Nenek. menyelam.Orang-orang kampung mencebur ke sungai.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. Kehilangan kengerian. diam-diam. Sungai menjadi amis bau darah buaya. Berderak-derak. mereka meninggalkan tanggul sungai. Mati. Nenek duduk di lantai papan.Dia cuma membidik. Berburu buaya. anakanak itu termangu-mangu di tebing. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. seorang gadis dengan rambut tergerai. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan.***DI rumah panggung. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya.com/abclit.html . Seseorang berseru. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. dan ingin bertemu. di ruang tamu. Buaya itu tak segera mati. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. memandang ke arah permukaan air. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. berjalan tertatih-tatih. Orang-orang terus berkerumun. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. "Kaulah buayanya!"Berlarian. Ia tak begitu jelas mendengar. Dua tungku panas itu padam. tampan. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. Mengulitinya. ABC Amber LIT Converter http://www. berang."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. mendekati lelaki pembawa senapan. Dia selalu membawa senapan ke sungai. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. Terus menggelepar. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. menuturkan kisah masa gadisnya. Orang-orang akan kehilangan tontonan. menyemburkan darah searus dengan air sungai. Menyeret buaya ke darat."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anakanak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. dalam penantian yang memualkan. si tukang cerita itu. Lama dia menyusuri tanggul sungai. membaur di antara orang yang berkerumun. Wajahnya mengeras. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor.Nenek. Melihat buaya yang terus berkecipak. Matanya meradang. sambil bergumam. berteriak-teriak. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek.

Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. Terdengar ketukan pintu."Hai. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. yang berjalan dengan terseok-seok. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. Kadang membujuk. Mencari-cari wajah gadis itu. Ditutupnya kembali jendela kamar. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. dia berhenti. Tapi.html ."Di kamar melulu. berkedip-kedip. Berkali-kali. terpikat pada cerita Nenek. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. Ibu muncul belakangan. Sopan. mencibir.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. lelaki pembawa senapan itu melamarnya. Berkecipak. Terpana. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahuntahun ia dalam pingitan. Tak yakin hatinya. melongok ke bawah.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan."Nah.processtext. Mengembangkan senyumnya. lelaki dan perempuan. dan merasakan kekecewaan. Bermain-main air."Gadis berambut panjang merasa terhina. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. yang gagah dan lucu. Berjingkat bangkit. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada."Anak-anak itu bersorak. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. saat ia dengar.processtext. tidak.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. Nek?""Masih. hingga dia berani mandi di kali.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Dia murka. Dia menyangka. berhenti bergurau. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Tengadah. malu-malu. Lelaki pengkor itu ingin disapa. berlarian ke sungai. Saling dorong. memandangi Nenek. mengajak berbincang-bincang. Neneklah orangnya. tertatih-tatih. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. ABC Amber LIT Converter http://www. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Berenang. Mereka hidup bahagia. Mereka menghambur ke jalan. Tertawa-tawa. rupanya kau pura-pura bisu-tuli.""Mereka di mana. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. kau akan memperoleh anak bisu-tuli.""Ooo. dengan bibir yang jontor. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu mengguncang dada perempuan berambut panjang. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. Kelak."O. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. hingga terasa kegelapan menyekap. Berjejalan.Mendadak anak-anak berhenti bermain."He.Lelaki pengkor."O. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. Tak disangkanya.Si gadis berambut panjang tak menyahut. Gadis berambut panjang itu mengerling. Hati-hati. anakmu yang kedua. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang. Berdebar-debar. membosankan!"Tak ada sahutan.com/abclit. Nek?""Merantau."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk." sahut Nenek. Wajah Nenek tampak sedih.""Di mana ia tinggal?""Di sini. Bertabrakan. Bergerak menuruni anak tangga. akan lahir dengan mata juling.""Lalu."Tentu."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. Tercengang. mencabik-cabik tubuhnya. agak lamban. setengah hati."Anak-anak terpana.html dari jarak dekat. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. gadis berambut panjang. Mencebur ke dalamnya. "Gadis berambut panjang itu masih hidup.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. semua buaya sudah ditembak mati.

tak terurus. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. ia mencambuk kudanya. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Sang opsir duduk di kursi penumpang. menyambar pakaian mereka. "Hai. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan).com/abclit. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu.. ke Viborskaya.NegaraPandana Merdeka. mau kemana kau. sang kusir.html Rambutnya panjang. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung.. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. dia mirip permen jahe. memutih. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja.processtext. telah lama memutih karenanya. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. menggelengkan kepala.html . Anakanak bersorak ketakutan. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. Kakinya pengkor. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. Iona Potapov.com/abclit. Tumpukan salju telah menimbuninya. Sesaat. Si kuda betina menggerakkan leher. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke ABC Amber LIT Converter http://www. punggung kuda. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. dari lukisan-lukisan alam nan biru. Iona mendecak. "Kusir!" Iona terkejut. dan selanjutnya tidak. meninggalkan sungai. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. pundak dan topi-topi.processtext. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming.. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. kegelapan malam datang menghampiri kota. "Ah.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya. melewati rumah-rumah panggung. Matanya kelabu." terdengar oleh Iona.ABC Amber LIT Converter http://www. "Kusir. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya.

html sebelah kanan!" Sang Opsir marah.. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk. maka ia lah yang harus berdiri. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya. betul kok. naik ke kereta.processtext. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu.. "Ada apa?" tanya sang Opsir. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit.. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. Iona menoleh pada mereka. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan.." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya. lima kopek... Yang penting ada penumpang.. minggu ini.... he.. "Kau akan berangkat atau tidak." "Demi Tuhan..... Dia mendengar pula cacian orang-orang. buat apa kau berdusta. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang.. "Kamu linglung. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya.. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya. sebetul kutu batuk!" "He.." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini. kecuali hanya desisan. harga yang tidak seimbang.. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.processtext. "Dia bohong seperti binatang... dua jam. Ha. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar... tingkah polah dan omelan yang panjang. baginya sama saja. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana.ABC Amber LIT Converter http://www. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. Tiga orang laki-laki. ada. ha." "Aku tak mengerti.html .. "Cambuk! A ha. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut..." Iona tertawa.. "Kami bertiga. demi setan!" Si Bungkuk menyela.... Anak ABC Amber LIT Converter http://www. Anak saya meninggal.....com/abclit. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah..." "Ha.. saya dan Vaska minum empat botol brendi. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta.. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar. "Kusir. Mereka tentunya tahu hal itu. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda.. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya." kata salah seorang yang jangkung.com/abclit. "Kemarin di rumah Duhmasov.. satu rubel**. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. "Tuantuan yang berbahagia!" "Cuih. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau." "Hmmm... tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal.. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. "Baik. Dua puluh kopek... "Ada kok. Satu jam berlalu. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir." "Ya. Tetapi harga tidak menjadi masalah..... dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda. Setelah menunggu sedikit jeda.. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram. he.." Iona tersenyum lebar.. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. dua di antaranya tinggi dan kurus.." "Ya betul.

jam berapa ini?" tanya Iona.. "Saya? Ha. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja. Sebesar rasa haus pemuda itu.. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar. Udara pengap dan bau. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. "Kita semua akan mati. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu. "Itu sebabnya aku sedih. "Kawan.. ha.. "Ha.. bertekuk dan menyerah pada duka lara.. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. di rumah sakit.. kau dengar... Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. he. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah.. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. Belum juga lima menit berlalu...com/abclit.. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya.. Setelah menerima 20 kopek.. yang sanggup mencukupi makanannya. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya..." Si Bungkuk menarik napas. Tetapi ia tak melihat apa pun. "Kembali ke terminal!" pikirnya.. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi. ke terminal. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. Seharusnya dia menjemputku......ABC Amber LIT Converter http://www. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir.. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.. "Ayo Cepat! Tuan-tuan.... apa yang ABC Amber LIT Converter http://www... eh malah dia datang pada anak saya.. he. seorang kusir muda terbangun. Kematian memasuki pintu yang salah. kuburan! Anak saya pun meninggal... dan makanan kudanya." Di salah satu sudut..processtext.processtext. "Buat dedak saja sudah tak cukup. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung. akhirnya mereka sampai. He. "Mau minum?" "Begitulah.html saya minggu ini. ha. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu... dan memutuskan untuk bicara dengannya. Ia ingin membicarakannya dengan serius. Di lantai. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya.com/abclit. anakku meninggal minggu ini. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. demi kesehatanmu.. ha.... "Ya. Anakku... kau telah kawin?" tanya Si Jangkung. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya.." "Minumlah..html .. Iona melihat pada orang-orang ini.. meninggal". bagaimana anaknya menderita. dan tersusun. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil... tetapi belum terlihat. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi.. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab.. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat...... Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia. Ia mengibaskan pecutnya... "Hampir jam sepuluh. ia mulai berlari kecil. Hal yang aneh.. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur.. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli. ha." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. selalu hidup lebih tenang. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air." pikirnya. "Tuan-tuan yang berbahagia. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal." Iona tertawa. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'..

... juga padanya." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A. cuaca. kita hanya makan jerami..." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. "Ah lebih baik melihat kuda. Chekov-Raskazy I Povesty. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. Aku terlalu tua untuk jadi kusir. Kuzma Ionitc telah pergi.com/abclit. tak ada yang perlu ditakuti.. dan mengendus tangan sang majikan.processtext... Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. Ia masih mempunyai seorang putri.P.ABC Amber LIT Converter http://www...html .. Mestinya dia masih hidup... dan kamu adalah ibu kandungnya. mendengarkan... Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya.. Ya. hal: 56-60. Dia pergi tanpa alasan. Sang pendengar akan mengaduh. Gus Jakfar memang luar biasa. . di desa... Makanya harus bicara pada seorang wanita.html dikatakan sebelum anaknya meninggal. 'Toska'.. kemudian anakmu mati.. kusirmu sekarang.. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. Ya.processtext... Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. bagaimana anaknya meninggal. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. ketika sendirian begini. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. kemudian melanjutkan: "Begitulah. sambil menatap matanya yang bercahaya.. Moskwa. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama.." kata Mas ABC Amber LIT Converter http://www. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini. jerami. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. "Ayo terus kunyah. Kau akan tidur nyenyak. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. seandainya kamu punya anak.. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir...com/abclit. meratap. menarik napas. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya." pikir Iona. Bayangkan." "Tapi. bukan aku. 1964. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. Dia berpikir tentang dedak..." Iona terdiam sejenak. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya.. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. Anisya.. "Selalu ada waktu untuk tidur.

malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. 'Wah saku sampeyan kok mondol-mondol." timpal Mas Guru Slamet. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. dimana Gus Jakfar prei. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar.com/abclit. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. tidak mengajar." tukas Mas Guru Slamet. sesuai usul Ustadz Kamil. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun ABC Amber LIT Converter http://www. lalu pikiran saya terganggu. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. was-was." "Kang Kandar kan juga begitu. terutama para santri kalong. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. masyarakat pun geger. "kok sekarang tiba-tiba mak pet." kata Lik Salamun. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. kan ketemu Gus Jakfar. Singkatnya. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. Sekilas saja beliau melihat kening orang. di samping silaturahmi seperti biasa." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. kulihat keningmu kok bersinar. 'Sum. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. "Matanya itu lho." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau.html Bambang." "Saya malah mengalami sendiri. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. "wah. kita tidak tahu. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. "Mungkin saja. tak ada hujan tak ada angin. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. "paling tidak kini. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar." "Ya. Sebelum dilamar orang sabrang. Kalian ingat. esok harinya. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. Saya kok merasa tidak berubah. Dan percaya atau tidak. "waktu itu." ujar Ustadz Kamil. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. Waktu itu Gus Jakfar bilang. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. Gus Jakfar bilang kepada saya.com/abclit. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. "kalau saja kita tahu kemana beliau.html . Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar.processtext." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan." "Tapi bagaimana pun." sahut Ustadz Kamil. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. jauh melebihi yang sudah-sudah." Begitulah. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. "Gus. Takut dibaca tandatanda buruk saya." kata Lik Salamun." jawab Ustadz Kamil. 'Kang. dan rasa takut.ABC Amber LIT Converter http://www. ini ada hikmahnya. sudah ada yang ngelamar ya?!'. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya.processtext.

menarik nafas panjang. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. Bicaranya jelas dan teratur. Ternyata ketika sampai disana.' katanya. "Kalian ingat. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua. tapi kami diam saja. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan.processtext. ada seorang tua yang memberi petunjuk. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. sejak bermimpi itu. Di gubuk yang terletak di tengahtengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. maka serempak kami mengangguk. tapi tak bisa." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. dan disegani banyak kiai yang lain. itu. Gila. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. kiai Tawakal. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. Begitu sampai seberang. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. Dan betul. Masak seorang yang dikenal wali. membuat kami tidak sabar. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. Tak mungkin. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Nama Kiai Tawakkal.com/abclit. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang." "Terus terang. ada tanda yang jelas sekali. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. terus saja nakmas menyeberang. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. berilmu tinggi. Mbah Jogo. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana." Dia berhenti lagi. baru kemudian melanjutkan.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil.processtext. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. Pasti saya keliru.' 'Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. Saya melihat di kening beliau yang lapang. disurat sebagai ahli neraka. Saya yakin itulah orangnya. Diam agak lama." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. ABC Amber LIT Converter http://www. Saya diterima dengan penuh keramahan. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa." "O. Kata ayah dalam mimpi itu. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha.html tak mau.com/abclit.html . Tanda itu terus melekat di kening beliau. Saya mencoba meyakinyakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi.

" "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. beliau berbelok. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. mujahadah. Masya Allah. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. Akrab dengan orang-orang beginian.' Mereka yang duduknya dekat. Terdengar gelak tawa ramai sekali. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. dzikir malam. ke warung biasa saja tidak pantas. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. dan semisalnya. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung.processtext. menjabat tangan saya dengan ramah. Dengan bengong. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. kepada orang-orang yang ada di warung. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. Semacam lelana brata kata mereka. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. sementara yang jauh. Ketika kemudian saya ikut belok. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. tidak terlalu dekat." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. Memang betul. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. Cari pengalaman katanya. Lalu. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain.mengisi pengajian umum. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. Saya masih tak habis pikir. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya ABC Amber LIT Converter http://www. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. tapi menurut santri-santri yang lama.html . melambaikan tangan. masih seperti dalam mimpi. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. bercanda dengan wanita warung. 'Kopi satu lagi. Dengan hati-hati. Warung penuh dengan asap rokok. dan sebagainya. tapi juga tidak terlalu jauh. menemui tamu.html tahajjud. bisa berada di sini. memanggil-manggil nama saya. saya pun membuntutinya dari belakang. pada suatu malam purnama.ABC Amber LIT Converter http://www. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar).processtext. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya.com/abclit. Katanya: 'Ini kawan saya. Ah. saya hampirhampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. witir. Ah. kiai memperkenalkan saya. saya kaget. Melihat waktunya yang sudah larut. serta merta mengulurkan tangan. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi.com/abclit." "Begitulah. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. pikir saya.

Karena pertama. Sebagai kiai.com/abclit. 'Sebentar lagi subuh. sebagaimana neraka dan sorga. Dan. lalu menerobos hutan. menunggu. sudah larut malam. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. Ternyata setelah melewati kebun sengon. Beliau melambai. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok. kemudian keluar.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. berdiri. Setelah sembahyang subuh nanti. Saya tidak bisa berkata apa-apa. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita.' Saya tidak merasa diusir.processtext. 'kita masih punya waktu. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. pantas di keningnya kulihat tanda itu. kau kan tahu. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. Untung saya bisa berenang. kiai membayari minuman dan makanan kami. O.processtext. Beliau yang kemudian terus berbicara." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. saya pun mengikutinya. 'Anak muda." "Ketika saya ikut bangkit. kebanyakan mereka orang susah. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. seolah-olah di atas jalan biasa saja. kiai berkata mengejutkan. 'Ayo. Kedua. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. Sampai di seberang. Maka terserah kehendak-Nya.html . 'Biar cepat. kau boleh pulang. 'Ayo!' teriaknya. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. Seperti mereka yang di warung tadi. 'Kita istirahat sebentar. melambai kepada semua. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. aku adalah milik Allah. saya ABC Amber LIT Converter http://www. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar.ABC Amber LIT Converter http://www. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. ujub." "Kami melewati pematang.html malam ini. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. tiba-tiba dengan suara berwibawa. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. kita ingin berdekat-dekat denganNya.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya.com/abclit. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. 'kita pulang. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. 'Mas. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. Seperti kerbau dicocok hidung. Sampai di seberang.

tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. teater. seni lukis. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. mengapa dia ABC Amber LIT Converter http://www. jangankan Kiai Tawakkal. Tinggal meja kami yang masih bertahan. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. atau agama atau desasdesus yang jalang. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. Kami. 'Ini titipan Mbah Jogo. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga.ABC Amber LIT Converter http://www. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri.' Begitulah ceritanya. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari.processtext.html celingukan. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. tapi bukan surau bambu. dan pamit. seseorang menghampiri saya. masih diam tercenung. tak jadi di lobi United Nations. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. ***Rembang.com/abclit. Baru setelah sembahyang. katanya milik sampeyan. Tapi. tapi kami yang dari tadi mendengarkan. 'Mana saya tahu?' jawabnya. Menjelang pukul sepuluh. orang yang mirip beliau pun tak ada. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. "Bung. Dengan bingung saya terus berjalan. Seperti orang linglung. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. politik.com/abclit. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi.processtext. Ketika saya mengiyakan. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. aku bangkit dari tempat duduk. Namun.html . 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. filsafat. Aku tertanya-tanya. Edisi 05/05/2002 PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong.

processtext. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. katanya pada malam berikutnya. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan.." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. aku membayar pesanannya. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. di New York juga. Dan dia ngeloyor ke luar." Setelah itu dia benar-benar menghilang. di depan counter. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe.com/abclit. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. lantas Stockholm. ini hanya untuk Bung. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. mudah-mudahan yang ini berhasil. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. Aku diam saja. saya bahagia mendengar rencana Anda ini. Setelah United Nations Plaza tempo hari. mengikuti pameran lukisan di sana. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. katanya. bisikku membujuk hati sendiri. Dan menjadi tanda-tanya besar bagiku.. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. Pernah sekali.html . "Selamat.com/abclit. "Kuatkan hatimu. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. tanpa sepengetahuannya. "Bagus.processtext. National Meseum of Modern Art di Washington DC.html tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. telah terbang ke Jerman. Hati-hati. di kota itu masih banyak propagandis merah. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. hidup dengan pembicaraan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. Selamat. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. tapi akan terbang ke Praha. dia akan berpameran. siap menyambut kedatangannya. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. di mana katanya. "Sekali lagi. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. Jangan ceritakan kepada yang lain." pintanya. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. tujuan yang benar adalah London. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. bergabung kembali dengan teman-teman.ABC Amber LIT Converter http://www.. tak jadi ke sana. Kemudian. Seingat saya. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kotakota metropolis yang baru. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. Ternyata aku salah sangka. lantas di Guggenheim Museum. Tak jadi di sana. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. Beberapa hari kemudian. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. dan kataku. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. menyusul Pretoria. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Semua bon sudah dia lunasi. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini.

Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya.. Waktu itu. apa mau dikata. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib seburuk ini. Katanya meyakinkan. sebulan yang lalu. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. Katanya." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubun-ubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. Semua murung. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. Dicapai kata sepakat. Tetapi. Anehnya. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. Demi Tuhan. memang dia. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain.html ngalor-ngidul dan tawa berderai.ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. Tetapi. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. dia enggan untuk menghampiri.processtext. Apalagi sipembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin mainmain dengan nasib si-pelukis. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. selalu serius. dia hanya diam membeku. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. Keesokan harinya. Ketika meja sudah penuh terisi. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. Kalau ditanya dia tak menyahut. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. tak jauh dari rumahnya. tetapi juga merangkulinya. Semuanya kena. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. ***DARI udara. Katanya. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura.com/abclit. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin.com/abclit. Matanya kosong. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. jidat selalu berkerut. Tetapi. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana.html .. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. cuma memakukan matanya ke lantai. ABC Amber LIT Converter http://www. Semua mutung. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. Ya. katanya. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Kami tak percaya. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Ibarat lukisan.processtext. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak.

teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. "Kalau dia punya uang suatu ketika. mau menegakkan harga diri."* ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. Kami kembali saling-pandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. Perhatikan matanya. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Sungguh. kapan diselesaikan. apa yang dia katakan?" tanya mereka. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. ini lukisannya yang terbaik.com/abclit. "Maaf Bung. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. "Heran. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas." komentar seorang teman. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. "Takkan salah.processtext. Sebelum tiba giliranku berpamitan. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita.html . Bingkainya belum dirapikan benar.." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. ribuan. Anda akan menjadi besar di sini.ABC Amber LIT Converter http://www. dan aku meletup. Di belakangnya. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama." Dalam perjalanan pulang.html persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. Sesekali.. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. saya telah beratus kali berbohong. menatap mataku. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. Kami tanya. tumpang-tindih di situ. dan katanya.processtext. benar kata teman tadi. Beberapa lembar uang ratusan. kupikir. "Jangan lagi berangan-angan terbang ke mana-mana. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya.com/abclit. Kami melangkah mendekati pelukis kita. boleh juga mengecoh berseloroh. dia tidak menjawab. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. walaupun penderitaan mengelilingi. begitu hendak memeluknya. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. sehingga dapat ganjaran seperti ini. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. Aku tersenyum. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. walaupun dia hanya tetap membisu.

Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. Namun. Namun. Ia tampak cemas. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar.processtext. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal.processtext. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. Tidak terlalu tinggi memang. tergesa-gesa. Atau.com/abclit. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Orang-orang yang ABC Amber LIT Converter http://www. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. sepeda onthel dengan keranjang sayur. Matanya mendelik.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan.com/abclit. lidahnya terjulur. menghadang kendaraan umum lewat. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar.html . Ya.html Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. menggigit bibir. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. berhenti di pinggir.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas.

Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. Percakapan kembali membuncah. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Mereka bertanya-tanya dalam hati. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. Tubuhnya basah keringat. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju.html .Matahari kian merangkak ke atas. Kedua lututnya gemetar. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. membuka. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. Tubuhnya kekar.processtext. merangsek masuk ke dalam. atau memejamkan mata. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya.com/abclit. menampakkan keterkejutan luar biasa. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Betapa mengerikan. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. terus tegak di situ. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. ah. Mereka tahu.Percakapan mengalir dari mulut orangorang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar. Mudrika. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian.com/abclit. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. menutup mulut dengan telapak tangan. Namun. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika.html hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah.processtext. kaku seperti gelondong kayu. melainkan gambar tato keris.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika.

mengerutkan kening. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri. tajam. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku."Shin Ling. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. Membuat gadis itu gugup. Atau.html .. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Kenapa Mudrika.. tidak bagi perempuan itu.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu.html secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". luntur terkena keringat.Dan perempuan itu. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL".. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. toko kita kini aman. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. Shin Ling. dibaca.processtext. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama.processtext. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada.com/abclit. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam. Ah. secepat itu pula mereka segera melupakannya. andai saja dia mau bersabar. seperti tidak bergairah. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. Namun. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu.com/abclit. juga tulisannya jelek persis cakar ayam. cintanya ditolak. Shin Ling. dibuka. memang begitukah tabiat seorang laki-laki. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. dibolak-balik. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas. pasti tidak begini kejadiannya. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. Namun. lalu. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping."Tergeragap. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. mengedarkan pandangan pada kerumunan. * Depok. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan.ABC Amber LIT Converter http://www.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. Pula hatinya kian disesah rindu."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat.. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu.

lalu nyerocos menembus pintu pagar.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. ia tampak bersemangat. sehabis jam kerja saya. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal. tidak terlalu pagi. "Papi sih. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. Istri saya menarik napas. Kami sudah menduga apa yang terjadi. mestinya keluar masuk pekarangan. ia berkata: "Kasihan Rudi. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Sudah barang tentu ada apa-apanya. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya.processtext." Saya belum sempat bereaksi. bapaknya capek.Ibu mana?" tanyanya cemas.html Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas.com/abclit. tapi tidak dalam waktu yang lama. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. Padahal. Dan."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. Tapi saya curiga. Padahal. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat.html . Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. ibulah yang paling tahu apa ABC Amber LIT Converter http://www. Di waktu yang lain. Kalau tidak.com/abclit. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya." keluhnya mengenang. istrinya tidak telaten merawat suaminya. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. Kasihan Rudi. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anakanak seperti ketakutan.ABC Amber LIT Converter http://www." kata ibu mertua saya itu kepada saya. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. kecuali masakan ibu.processtext. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang katakata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. Tidak lebih dari seminggu. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. ibu pasti kabur. pintu pagar digembok. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami. Sayalah satusatunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja.

Kami semua terpukul. Ibu sekarang mau ke sana."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. kamu tertawa?""Habis. ketika ibu ingin makan buah itu. Tanya sama dia. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Padahal. Dan. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. Pandangan matanya terlihat kosong. Tapi. Siapa lagi kalau bukan dia.html yang disuka Rudi. apakah artinya kertas-kertas itu.com/abclit. Untung pembantu itu jujur.Sejak kepergian Rudi. Nanti. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. kalau hari tidak hujan.processtext. Soalnya. ibu tahu apa yang disukai Rudi. Nah.""Kalau untuk akhirat. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya."Ah. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. hilang. Gerombolan pengemis. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. sekaligus pendiam. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu. suka lupa. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir.processtext. sejak dari dalam kandungan. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma."Anak itu memang pencuri. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. seminggu sebelumnya. jeruk busuk. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti.html . ibu mau boros. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman."Kok. Atau untuk membeli keperluan dapur." kata istri saya. Bu." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. juga sering ditemukan apel busuk."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. Di bulan pertama itu. Soalnya ibu hampir-hampir tidak mengenal lagi nilai mata uang." jelas istri saya. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Bu. apalagi ibu. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. Bahkan. atau seratus ribuan. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. ibu sangat berubah. Kamu mau. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk.Kalau sudah begitu." saya bilang. selalu bilang tidak tahu."TUHAN punya kehendak lain.ABC Amber LIT Converter http://www. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu.Seperti kejadian seminggu lalu. orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. saban Kak Nurma menelepon saya. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. Kami. petugas kebersihan pemakaman. Tapi yang lainlain?""Apa misalnya?""Banyak.

Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi. tapi tidak tahu mau mencari ke mana. Namun. Tapi.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas. Bu. istri seorang ambtenaar. makan saya jadi enak. berencana melapor ke kantor polisi terdekat. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya.""Ibu jangan ambil hati. dikaruniai tujuh anak. ibu masih kenyang. Saya menghadiahi ibu senyuman. Tentu saja dengan menjaga perasaannya. telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya.PUTRI bungsu saya." katanya ketika mau duduk. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar." saya menengahi suasana. Ibu tak ada di sana. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. saya masih punya harapan. Betapa bahagianya dulu ia. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia. Itu kan menambah dosa jadinya.com/abclit. terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.Mata ibu berkedip-kedip menahan sinar senter saya.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. Dan. kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki.com/abclit. tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Tapi. dengan senyum seramah mungkin kepadanya.html . Bang Sapar. yang tadi mengejar neneknya. Kita makan. Ya. Katanya mau beribadat. Ibu berdiri menuju teras kembali."Ayo. memberi kabar tak sedap itu. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari kata-kata istri saya yang menusuk sanubarinya.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Saya meneruskan makan agak cepat. berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Saya pulang ke rumah. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap.""Ayolah. Ibu menurut. ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu.ABC Amber LIT Converter http://www.html Jadi. 10 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Kini. Saya langsung mengeluarkan mobil."Saya tak berhasil. dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu. suami Kak Nurma. sesama menantu ibu. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri. Ibu tidak ada. ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. Begitu mencuci tangan. ibu mulai lagi bikin dosa. enggak?"Ibu lama terdiam. **Padang. ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Biasanya kalau bersama ibu. Ibu membalasnya. langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana."Tidak. saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu. masa tua yang tak berdaya.processtext. istri saya kelihatan cemas. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. sambil menyusuri jalan pelahan-lahan. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Pintu pagar terbuka. Saya mengajak ibu makan bersama saya.Di kuburan kami bertemu berempat. saya mengulurkan tangan. sedikit saja.

dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya.processtext. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya.com/abclit. aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku.html Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. dan setelah itu sering menemaninya ngobrol. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan.processtext. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Saat itu aku cuma diam memandangnya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap. dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran.html . seperti sekarang ini.com/abclit. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya. aku selalu terpesona olehnya. Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. kami menjadi akrab. semilir angin. hijau perbukitan. tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya.ABC Amber LIT Converter http://www. memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Semerbak wangi kembangnya. dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah. mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa. namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua. "Jadilah kau sahabatku yang baik setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah ABC Amber LIT Converter http://www. aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu. hijau tumbuhan. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik.

Yoshida Tua.com/abclit.processtext.. Jika vila ini berada di ujung tanjung. jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya. aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukitbukit di kaki Gunung Fuji.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara ABC Amber LIT Converter http://www. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif.html yang palsu. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua. pernah pula aku mendapat ikan inada. Akan tetapi. di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan.html . Yoshida Tua. tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimatkalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami. "Sekaruno itu. Soeharto. yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. Karenanya. paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memuji-muji indahnya alam negeriku. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih.processtext. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu. tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas. kami jadi banyak membicarakan negeriku. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk. Dengan demikian. antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua. Jika kita bicara juga. sawara. hingga aku selalu menunda kepulanganku. sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari. pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila. waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Dan meskipun sangat jarang. biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masing-masing.. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung. akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. Anehnya. kadang-kadang juga iwashi. atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku." "Soekarno. yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu. sejak saat itu aku mengendorkan sikapku.

Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya.processtext. ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian. Yoshida Tua terdiam beberapa saat. Karena ia tetap membisu. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua.html . Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup. bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. cinta. jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut. Juga dalam keadaan masih terdiam. untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali.html kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian.ABC Amber LIT Converter http://www. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku.processtext. tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. yang telah maupun yang masih berkuasa. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa. kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Ia lalu melanjutkan. lantas merasa berhak menjadi galak. Jika di luar sana kabut mulai turun. maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Setelah itu. dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. "Aku malah berpikir.com/abclit. "Waktu muda. kutenggak sake itu sekaligus. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! ABC Amber LIT Converter http://www. kaca-kaca jendela mulai mengembun. aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini.com/abclit.

Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Edisi 08/18/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. pikirku. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk.com/abclit. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. bergerak-gerak. Gempa bumi. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. perlahan-lahan menjadi suram. Kabut yang kali ini turun teramat tebal. dan akhirnya lenyap.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tak tahu pasti. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar.com/abclit.processtext.html . April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali.html Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk.processtext. ***Tokyo. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. setelah beberapa lama menunggu. Kubayangkan. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. Ya. Mula-mula pelan. Sayang sekali.

Mereka bertiga berpelukan. Ia seperti merasakan betapa haruABC Amber LIT Converter http://www. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah.html . Sambil menghapus air matanya. Lama sekali. Gadis kecilnya itu. anak Mariko sempat kaget." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom.com/abclit. Puspa gelagapan. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Seerat yang dapat ia lakukan. sudah sangat merindukannya. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. Ia ingin menelan tangisnya. Belum bisa pergi ke sana." Selama bercerita. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. saya masih harus menyelesaikan studi S2.com/abclit. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot.Sejak beberapa tahun lalu. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. suaminya. "Saya hanya ingat suami saya di Bali.html SEPULANG dari Jepang. Mereka berpelukan sekali lagi. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. asin sekali.***PERISTIWA di belakang panggung gedung pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. Terasa asin. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. seperti meledak-ledak. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. begini.ABC Amber LIT Converter http://www. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa." cerita Mariko lagi."Sampai umurnya empat tahun." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. Lebih dari empat tahun yang lampau. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. tak mengerti. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. katanya. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. air mata Mariko tak henti berderai. Ia ingat. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan." keluhnya lagi.processtext. sembari tersedu menangis. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. tentu saja Cempaka. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya. Bulir-bulir bening itu."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. "Saya hanya titip salam buat Bali.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom.processtext. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. ia belum melihat ayahnya.Noriko. keluhnya dalam hati. membungkuk sebagai tanda hormat. Diam-diam air matanya menitik. Ah. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. "Kami tak punya pilihan. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. sementara Ngurah Anom. Puspa erat-erat memeluk anaknya. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu.

Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI.""Soal itu biar saya yang mengurusnya. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI.processtext. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Ratnasari. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh Yamasita-san. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama. Lelaki berkaca mata itu ABC Amber LIT Converter http://www."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya.html birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahuntahun tak mengenal ayahnya. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. ah. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Usai menari.. Komang Widiati.com/abclit.processtext. dekat sekali rasanya. empat mahasiswanya.com/abclit. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari. Yamasita-san di Bali juga dikenal sebagai seniman. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai . seolah lebih kepada diri sendiri." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. dan Gung Dewi." tambah Puspa. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang. Puspa merasa sangat teledor. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap." kata Yamasita-san."Huuss."Udah.. Tiga penari lainnya cekikikan.ABC Amber LIT Converter http://www. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. kita biasanya diajak jalan-jalan ke Akihabara.. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati. Mungkin ia terlalu yakin. ia tak kuasa menolak.. "Sudah saya pastikan untuk berangkat. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. Anda siap?" tanya Yamasita-san. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasitasan.."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. pedihnya.Selama ini.Narita. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini.html . siapa yang bakal menjemput rombongan. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo.. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya." jawab Puspa. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya.. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI." kata Ratnasari singkat. Selain sudah sering ke Jepang. Terpenting dari misi ini. Ah. Selain menjadi penghubung para seniman. menurut cerita Mariko.

tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor.Pikiran Puspa mulai tak keruan.processtext. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. bahkan menjual kami. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. tak lebih dari satu jam. saya datang menjemput Anda. Ini gila!""Ah. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. Gung Dewi. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi.. Tempat ini tidak tampak seperti itu.html bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Saya datang atas permintaan Kimura-san. Mereka terdiam. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya."Ah tidak-tidak. Puspa-san. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. yang akan mengontrak para penari dari Bali.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Puspa menolak. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat.."Oh.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.Setelah menghilang beberapa saat.. Kimura-san minta kita ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. "Tetapi mengapa ia tak muncul. Saya akan mengantar Puspa-san.890 yen.. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. "Nama saya Miki. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta. daratan Jepang sedang memasuki musim semi. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. Ia memang tidak sedang berselera. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya.Bandara Narita tampak sibuk. ke tempat kami. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. Ia makin tampak gelisah. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa.Miki-san. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. ***SAAT turun dari bus. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang.processtext. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. Meski lanskap pagi seelok itu. Ia tertidur.. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Widiati. Puspa tampak sangat gelisah.html . Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Puspa tidak mengerti. "Ia ingin menjerumuskan. Pada bulan April. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2.

Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan.html semua istirahat dulu. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali.processtext. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. hingga akhirnya. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Puspa memanggil seluruh penari. Bapak terus menghajarku. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. Kalau benar para penari dikontrak. Apa benar Kimurasan akan mengundang makan malam.. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. aku tak merasakan lagi rasa ABC Amber LIT Converter http://www. *** Jakarta.com/abclit. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Setelah mandi. kalau-kalau tawaran kontrak itu tidak benar. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. Puspa belum sempat menjawab.processtext. Ada lima kamar. para penari tak berbuat apa-apa..com/abclit. Di sini sudah disiapkan kamar sementara." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang.Sampai siang hari. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka. silakan saya antar. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui." tambah Miki-san. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka.

com/abclit. kuayunkan pisau lipat. Tak ada yang ditinggalkan. kalau hanya tanggung. Kalau jadi maling atau pembunuh. Ibu. dengan saya sendiri. Yang kuingat. Melindungiku dari serangan Bapak. entah berapa lelaki telah menggauliku." Ketika aku lulus SMU." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. Darah menetes. Tidak mahal Pak. "Justru kamu yang harus pergi. mengiringi rebah tubuhku. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. Mungkin dua puluh tahun. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu.. buaya. tangisku pun terhenti. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. Namun.Sekarang pukul aku. Oke... meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. Bapak meninggalkan ibu. selain sumpah serapah. setan atau bahkan iblis.. "Sebelum aku kau tiduri.. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. Aku yang mengandungnya. Soal itu gampang.html sakit itu. garong atau rampok sekalipun. Wajah Bapak tergores.. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. manusia sejenis ular. Entah ke mana. Tawa Bapak berderai. pengusaha. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. kadal.. Sinis. Kamu tak lebih dari pejantan. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. "Aku ingin jadi politisi saja." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. yang sejak tadi menangis terisak... Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. macan. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak..com/abclit. atau koruptor. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. hanya tanganmu yang kotor. Bapak langsung bergegas. Ini siapa ya? Oooo Bapak. "Jadi apa saja. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Bentakan ABC Amber LIT Converter http://www. Bapak tahu sendiri. Jadi. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar.html . tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. seniman. Aku masih menyisakan perlawanan dengan menatap Bapak lekat-lekat. Aroma alkohol terus membadai. langsung menubruk tubuhku. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Bapak tertawa. Hingga aku hamil.processtext. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. Ayo teruskan. "Ya.. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung.ABC Amber LIT Converter http://www.. politikus. Sejak saat itu." "Bagaimanapun dia anakku. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. Masam.processtext. hanya angin yang bisa kurobek. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. Ia tertawa. Ia pergi bagai angin.. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. bisa-bisa. Dengan sisa-sisa kekuatanku. ini risikonya kan besar. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. "Aku senang kamu mulai berani melawan. Atau mungkin lebih. Maling besar." Tanpa memandang kami sedetik pun. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. Terima kasih. Aku terhuyung. birokrat. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. Bisa saja dia anak cendekiawan. Tapi tidak mulutmu. hingga aku terpojok di sudut ruangan. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat.

sudah berapa orang yang kau bunuh.." Akhirnya. ABC Amber LIT Converter http://www. Pertanyaan itu begitu telak. Ia dengan cepat mengenaliku.. Tubuhnya tampak kurus.com/abclit.. Maafkan aku.. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku.. Dan aku sepakat pada aturan permainan. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut.. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. Ibu pernah mengucap.. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. Ibu terlalu berlebihan. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan.ABC Amber LIT Converter http://www." Aku tersengat.. Bahkan harus disyukuri. dia harus menghadapi regu tembak." Suaraku tertahan. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat.. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. darah. Tidak akan menyebut nama dia. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit. anakku. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. maling atau pembunuh macam Bapak. Bola matanya serupa bola api. "Tak ada yang perlu disesali. Pembunuh besar!" Dengan pedih. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku. Ia berani membayarku dengan mahal.processtext. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu." Bapak mendesis. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. tapi cepat kecegah. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah payah. dan darah! Aku sangat sedih. Air mataku hendak tumpah. darah. Meskipun tampak sedikit lemah. Aku telah mengecewakan Bapak..com/abclit. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku.. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan.. Ibu harus menyerah pada maut. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu.html kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. Keharuan menggenang di kantung batinku. Aku sudah berusaha keras. "Ya.html . dingin dan terkenal "angker". selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. hingga sampai di ruang besuk." "Maafkan aku...processtext. Juga siang itu. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu.. Eeeee. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayap-sayap kecil terbang mengawal arwahku kelak. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. Bapak masih menatapku dengan nanar. Malaikat kecil? Ah aku yakin. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar..

Waktu terasa melaju begitu cepat. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu.. Erat. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. Kurasakan pundakku basah." "Bukan itu. ***Jogja.. kemudian nyawanya loncat.. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. "Biarkan kami bicara dulu.processtext. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca.?" "Ya. Aku melihat wajah Bapak tersenyum.. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu." "Mungkin juga arwah Bapakmu. Pelan-pelan. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. mencoba mengalihkan pembicaraan. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun. Erat sekali. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram.. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan.. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. "Kapan pun aku siap. bersama angin. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka.processtext.. Tapi aku tak pernah tahu. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku." Bapak langsung memelukku. aku dengan senang hati menerimanya.com/abclit." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar. Sangat erat. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa. ah.. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain. Pelukan Bapak merenggang." ucapku pelan." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. pelan. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. Aku tetap saja gagal menguasai diriku.... Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar.. Dan kematian itu sangat indah. Kematian itu begitu indah. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik.html . Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku. Tapi tak juga menolong. anakku. fantastis. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu.com/abclit.. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk..ABC Amber LIT Converter http://www." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. semakin gelap. Berulang kali aku membikin orang mengerjatngerjat kesakitan. Kami berpelukan. awal Mei 2001 ABC Amber LIT Converter http://www... ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. atau pembunuh besar.html Tapi. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah.

menajamkan telinga. orang-orang Moni. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. di depan benda-benda keramat lain. karena perang. karena tiupan angin. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh.. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé... angin mengeras bagai menerpa. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. hmm. Torang sandar pada tugé. o. tiba-tiba bersuit bagai melengking.. betulkan kata Wetipo . suara itu tak lain suara punai. Dan. saat itulah. orang-orang Moni. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih.com/abclit.com/abclit. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. sama sekali berbeda. Dan. kutarik tangan. Wetipo. sungguh mengagumkan. Tetapi bagiku. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. Angin yang selalu ada di sini. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. Dan si batu.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Sungguh aku tak habis pikir. Dan benar. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. Torang1 sandar pada kareken. bisa bersuara seperti suling. Kuamati dengan teliti. Betul kata Wetipo. honai atau rumah adat suku kami. ada dalam kesenjangan beribu tahun." Bagi kami. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang.000 meter dpl ini. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke ABC Amber LIT Converter http://www. aku pun melihatnya: Tugé itu. Terkejut. bagai menyelusup di kedalaman kabut. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. yang walau seorang dari orang-orang Moni. lubang-lubang itu.html Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. "Saya lapar manusia. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. aku mendengarnya.. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. kami akan menjawab. kami. Suara itu berasal dari tugé." Perang? Begitulah. semua telah tak lebih dari kenangan. Sungguh ajaib! Dan.processtext. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. Sebuah karya alam yang aih. di atas barisan uwarek3. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. Suara itu seperti desing. Tetapi tidak. kali ini tentu bukan karena desingnya.. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya.dan aku harus percaya. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. aku melangkah mendekati wesa. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. melainkan pada roh. melainkan karena bentuknya yang ganjil. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. "Kau kini yakin. orang-orang Moni. Ah. meliuk lapat menyentuh telinga. ***KESENJANGAN beribu tahun. Kecuali salah satu sisi yang pipih. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. Meski samar.. di punggung gunung di ketinggian 3. Angin.processtext. tugé itu. Tubuh kami besar. tampak mencolok.

Betapa tidak. waktu aku kanak-kanak dulu. Walau entah kapan. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. Maka. dengan punggung tertancap panah. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. melintas wajah Pak Piet. dengan karung-karung garam berserakan. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda.html . tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga sungguh ajaib. inilah semua. orang-orang Moni. dari depan honai-nya. "Kau harus ke sana. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. aku pun bertemu Pak Piet." ***BETULKAH. Hanya kau yang bisa. Bersama babi. leha-leha. kami tidak. Bayangkan. Ah! Dan kembali. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Ketika pertama datang. orang-orang asing itu. Dan. Jadi. Bukan danau biasa atau danau air tawar. ternyata. kami hidup. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). tak berkedip. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. dengan tombak kayu. Betapa.html belakang. Katanya. pada pikir kau bagaimana. Seperti kata Wetipo. seperti yang kukatakan.ABC Amber LIT Converter http://www. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. Gudang-gudang garam rubuh. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. dunia mulai berubah. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek.. berlarian turun ke arah Lembah. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. bertaburan. kemarin. Jermias?" Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. tetapi bagi yang lain seperti juga keyakinanku. Abgoktek." Melintas pula wajah Pastor Theo. betulkah aku bisa? Walau dunia kami.. Kalimatnya. nyaris tak berubah. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orang-orang asing (kami menyebutnya orangorang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. Di antara mereka ada yang rebah. melainkan sebuah danau berair asin.. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. pergi. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. beginilah semua. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam.. panah. berburu. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau.. Begitu Jermias Gabey. selalu . porak-poranda. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. Sarius Hopogan. menenggak sopa4. dan itu artinya pula. kini. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar.processtext. bergeming. "Jadi. di tanah kami. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. kami percaya. Tetapi begitulah. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. Melintas ingatan masa kecil. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. walau ia bukan keturunan kepala suku. di belakangnya tergopoh mamamama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. aku kembali bagai disadarkan. Dan. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. dan kapak batu. dan berperang.com/abclit.com/abclit. Di sini.processtext. dan Pastor Theo. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. segera.ada hal yang telah tak lagi sama. tapi juga misionaris. Sampai kini aku masih heran. kami lebih asyik menggulung tembakau. Pergilah. burung-burung dan binatang lain. di mataku. si Gabey terakhir.. Butir-butir garam berhamburan. "Kewajiban itu jatuh padamu. bergulingan. Ah! Terbayang pula mereka. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. Jermias.

abgoktek. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan . Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. Pada pikirku? Jelas. Meninggi. kami akan menjawab. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu.. "Iii. Dan kata itu. terus naik.. di ketinggian. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. diikuti yang lain. di sana. "Akan kaulihat. ini keliru. Abgoktek itu. sungguh berbahaya. untuk kesuburan tanah. cukup sudah semua kusaksikan.. bergerak turun menujuku. memang sungguh di luar dugaanku. orang-orang Moni. Cukup. ***BAGI kami orang-orang Moni. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan.processtext.. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. dengan gigih dan tekun.. lelaki lain mulai mengikutigerakan itu. Tapi tak lagi. Masih 50 atau 60 meter lagi.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. Aku masih mencari-cari kata (ah. Jermias. bagai diberi aba-aba. tidak. kasih dorang6. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. Harus dihentikan ini semua. kami bertatapan. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. hidup." Semua suku di gunung ini? Ya. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. hanya suku-suku di gunung ini.. Naik.html .. datang dari jauh.. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih.html disadarkan oleh suara Wetipo. yeeeee..di depan honai-nya.ABC Amber LIT Converter http://www.!" Di belakang si tua. karena kata itulah . Menghancurkan? O. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas. kulangkahkan kaki meninggalkan danau.. hah! Kaudengar suara tugé. di kawasan gunung dan Lembah Besar. Lalu mendaki.. Sarius Hopogan. menegarkan dada menguak kabut. Aku yakin. yang kasih torang. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. Dan mana-mana. rendah bagai mencecah. semua sudah. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun.. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain.!" Orangtua itu menjuntaikan tangan." "Masa lalu? Masa lalu. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu.... Itu pun sudah masa lalu. Kataku. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. "Torang tahu kau punya maksud. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni.." suara Wetipo ragu. itulah saat iko kunolepu datang. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun. saputan gemuk hitam wam (babi). satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. Menghela napas.processtext. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan... Torang mesti pelihara tanah. dan mendewasakan semua yang lahir.com/abclit. Perang suku hanya buat kita. Tetapi . melahirkan anak. mereka orang-orang amber. Harus perang!" Kulayangkan tatap .. bila Anda bertanya perang suku buat apa. semua suku di gunungg ini.. Memanfaatkan perang suku. hanya. itu sudah pasti.berusaha. ya. aku juga tahu. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku.com/abclit. Aku mengangguk. ke semua mata. Akan sia-sia? "Tetapi. "Torang butuh darah tumpah. Iko kunolepu mimintaminta! Waa. Ya. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma.. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara.. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. "Perang suku!" Bagi kami. Tetapi. "Tapi . bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. ABC Amber LIT Converter http://www. Kuteruskan langkah.! Waaa.

. Ia tidak tahu pasti. Hidungnya yang bagus.ABC Amber LIT Converter http://www.. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. 2. Dan kekalapan.html Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. Aku. Ya.. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. mereka.. 5.com/abclit. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. Setelah membuka pita rambut. Cuaca tidak mendung. hatinya berguncang. 6 Juni 2002 Catatan: 1. setidaknya perintang kejenuhan. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu.html .processtext. Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. kami. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Tugé ajaib itu. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. yang Asti pikir pasti untuknya. kalap. ***Payakumbuh. 3. Panggilan hormat untuk perempuan. Ah. dadanya. menuntunnya.processtext..Hari sudah malam. Dadanya. embun! peluklah aku. Dia. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. ingin pagi cepat datango. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. cukup. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanak-kanak bermain galah di bawah bulan. tak satu pun yang harus ditakutkan. Tetapi pada saat yang lain.. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh. Di kaca bayangnya memantul. 4. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. Bibirnya. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. Lehernya yang jenjang.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. dan mengatakan: bagi hidup. satu retakan saja. Sesekali terdengar sayup suara penjaja.com/abclit.

sangat berdekatan dengan Asti.Setelah menghidupkan televisi. Menanggalkan dasi.html tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. sesungguhnya telah tua. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti. Harga yang cukup tinggi. Dan jelas. tersenyum ke arahnya. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. Ketika sesuatu telah dimulai. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. seolah-olah mulai terjual.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri. Ia mencoba untuk tersenyum. Asti terkesiap. rakus. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. Mungkin membersihkan muka.Laki-laki itu tertawa.``Taik!`` umpat Asti kesal. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. Ingin rasanya ia meninju cermin.Di televisi. buruk. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. demikian pikir Asti. entah cemas. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. Berdiri meletakkan minuman.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. Dadanya tersembul. Asti barangkali tidak perlu tahu.. Ia mencoba untuk tenang. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Pekerjaan itu harus dilakukannya.. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. Pahanya tersingkap. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. menghantamnya. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. dimusuhi. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. Kalau tidak. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga.com/abclit. lalu menawarkan pada Asti. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun.html .Namun dugaan Asti jauh meleset... barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. yang selama ini dijaganya. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Ia menghapus air matanya.``Tetapi aku telah siap! `` ucap Asti lagi.com/abclit. Televisi pun mati. Entah takut. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi.ABC Amber LIT Converter http://www.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. menjemukan tetapi kaya. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. lapangan kerja harus dibuka. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos.processtext. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. Seorang laki-laki muda. Jantung Asti berdegup. karena untuk sesuatu yang pertama. Asti menyelai sebatang rokok.````Sudah. Kemudian terdengar handel pintu berderit. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti.. ``Maaf. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu. embun! peluklah aku..processtext. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. Masuk ke kamar mandi. mengatasi pengangguran serta gelandangan.Ada suara ketukan. Kulit Asti yang putih. entah apa. ingin pagi cepat datango. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti.

processtext. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. Kupu-kupu malam! Ah. saya tidak suka. Tapi. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. gelap mungkin telah semakin jelas.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Ia berusaha melawannya.processtext.. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus.com/abclit.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. pelan dan ragu-ragu.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. Asti bingung. Tapi kami tidak pernah menyesalinya.com/abclit. Telah cukup lama ia tersiksa. Tak ada jalan lain. otomatis aku berhenti sekolah. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Di luar. jauh dari kekurangan. Bukan! Bukan kesederhanaan. Sebagai seorang buruh pabrik. pikir Asti. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. sedangkan kami tidak punya uang. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku. Tapi semakin lama ditatapnya.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. Jelas aku tidak paham. Aku lebih ABC Amber LIT Converter http://www.Kini sudah enam belas tahun usiaku. Tidak! Aku tidak akan menyesal. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya.html . bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya.ABC Amber LIT Converter http://www. Karena tibatiba ibuku sakit. ingin pagi cepat datango.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku.Waktu terus bergerak.. aku menerimanya.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya.html mengambilnya. barangkali ini baru permulaan.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. embun! peluklah aku.``Jangan tergesa-gesa. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa. Dadanya bergemuruh. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan. kebahagiaan. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya laki-laki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya.. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. duduk di sebuah kursi. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. Tapi ia mengangguk. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. Jantungya perih. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. Kian hari sakit ibuku kian parah.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. Asti jadi gugup.Asti tidak menjawab. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini.`` ucap Asti akhirnya memulai.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita.

Asti telah menunggu di ranjang. tergantung di langit kota. dini hari. tanpa sedikit pun kegelisahan. ia harus bertarung melawan nasib. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. Kini. tanpa rintang. Dan perubahan itu. tanpa aral.Malam barangkali telah sampai di ujungnya. Gemetar. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.. Namun yang ia pikir. embun! peluklah aku. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. Dingin semakin menyergap. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya.com/abclit.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. Seluruhnya! Asti telah pasrah.html mencintai ibuku daripada kehidupanku. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama.***Payakumbuh.ABC Amber LIT Converter http://www.. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. bahwa aku akan menikahimu.. tinggalkan alamatmu.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan.html .Tetapi setelahnya.Asti tidak sempat berkata-kata. Bila aku telah tertidur. ingin pagi cepat datang o. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit pertolongan. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. tandanya pagi telah datang. Ia pikir. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. dan berjalan ke arah Asti. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya.processtext.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku.processtext.Laki-laki itu berdiri. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak. atau mungkin takut.com/abclit. Suara penjaja telah sepi. ABC Amber LIT Converter http://www.

"Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. ketika jasad kita terbujur di sini. "Itu biasa rekan Durmo. menggoyang-goyangkan kaki. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. ada lapangan golf pribadi. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini. Mulut mereka menguap kompak. Negeri ini benar-benar megah. Ya. Mungkin. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya." tukas Wibagso. mereka menggaruk apa saja. pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. menjerit dan berteriak." desis patung lelaki bernama Durmo. yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap.Ratri. Bung Wibagso.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Dalam negeri yang gemerlap. orang-orang berdansa-dansi sampai pagi." ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya."Tapi lihatlah di sana.YU Seblak. negeri ini sangat kaya."Dulu. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. patung-patung pahlawan itu terus bergumam. puluhan bahkan ratusan lampu.. yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum. selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Yaaa. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat. menukas. Tuhan.html . Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. di tempat njepit ini." gugat patung perempuan bernama Cempluk. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap....ABC Amber LIT Converter http://www. patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan. ampun malah ada yang orgi. mereka mengunyah lalat-lalat itu.. kota ini sangat sunyi. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Buktinya. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. dan masing-masing kembali pada tempatnya. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. tipis berselaput kabut.processtext. "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya.com/abclit.com/abclit. mereka membangunkan kita monumen yang megah.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan."Patung Sidik. Tentu. Tercium oleh para patung pahlawan. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning. Sontak mereka serempak berdiri. kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini. menguasai udara sekitar. bependar-pendar seterang siang. bahkan ada pesawat terbang pribadi. menggerakkan tangan.processtext.. dari posisi mereka yang berdiri tegak. Dan di sana.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota. Wajah mereka yang kaku. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran." timpal Durmo. lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. Ada mobil-mobil mewah.. Kita mesti bangga. mengeluh. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu ABC Amber LIT Converter http://www. Kini. Aku jadi menyesal. sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh. duduk takzim di kaki monumen.html Cahayanya yang lembut.Dalam posisi asal.. Dan lihatlah di sana. Buktinya. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan.""Kamu jangan terlalu sentimentil. Tangannya di angkat di atas kepala.

""Ah. sudah jadi arwah kok masih perasa." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim.." sergah Wibagso..""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua ABC Amber LIT Converter http://www. akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang." ujar Ajeng.html Seblak. sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar... saya selalu kena garuk. Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"." sahut Wibagso. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia." Ratri menimpali..." ujar Sidik."Tapi urusan kita banyak. dan ke bawah." ujar Wibagso. Tenanglah. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam. Yu."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini.com/abclit. Yu. Ratri menari-nari. Wibagso meloncat girang. Sidik berdiri mematung.""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan." mata Durmo menerawang jauh.ABC Amber LIT Converter http://www."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Sidik manggut-manggut."Wibagso tersenyum."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo. Ada bunga-bunga."Mereka ini payah. Cempluk hanya diam terpekur. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita."Kita yakin saja."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. waktu berjuang dulu. aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus.. Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho."Itu bukan urusan kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat.Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat. Mereka memberi kita sesaji. Bung. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu." tukas Ratri."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk."Tampung saja keluhan itu. ke kiri. Tugas kita sudah selesai. Durmo tampak tersinggung. ada jajan pasar.. Bung. ke atas.."Yaahhh akan saya usahaken." Wibagso mencoba menghibur Durmo."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso.. diikuti orang-orang di belakangnya.html . meskipun sudah sangat lama jadi patung."Perang memungkinkan segalanya. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian... sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak.""Habis. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini. karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka.com/abclit. Selesai memimpin doa."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur."Ssssttt. Justru menghardik mereka.. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh. perempuan berparas malam itu. Sedang jutaan mulut yang lain." ujar Sidik. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera. Tolong ya. yang mengincar nyawa kita. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar. ada juga rokok klembak menyan. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan. Ehhh siapa tahu. Jadinya 'dagangan' saya sepi.processtext.. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku. ya enggak bisa. hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta. Durmo masih dibalut perasaan gelisah." Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak. Ke kanan.processtext.."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita.Dari penjual rokok di seberang jalan. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita. Jujur saja..

kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Hidup ini perlombaan. Menurut Drs Gingsir."Tapi perang tidak hanya pakai otot. seperti tersentak. bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek." tukar Sidik."Kita harus turun ke jalan. Angin terasa mati. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo. proyek itu mubazir. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain."Begitu juga aku."Saya setuju saja. "Aku berpesan kepada anak-anakku.Bulan kembali mengerjap. ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Kalian tahu."Aku yakin. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat. pelacur dan copet kembali menggeliat. untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku. aku dan Sidik yang berdiri paling depan. puluhan peluru merajamku. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso. Gerakan tubuh mereka semakin rancak. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. karena berkat keberanianku. Dan aku yakin. Bung Sidik." timpal Ratri."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. tampak lampu masih menyala.""Ooo kalau soal itu. kepada seluruh keturunanku. aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun. lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh.ABC Amber LIT Converter http://www. Jantung mereka berdetak cepat.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir." sergah Durmo. ada juga pecundang!""Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang. membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. kita akan kehilangan tempat."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo." ujar Kalur. menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku. demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak."Gelandangan-gelandangan sontak bersorak.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng. Kota kembali tidur. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. penderitaanku lebih dahsyat. nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. maut keburu menjemputku. puji Tuhan. Kamu sendiri. Kalau masih ada yang kurang beruntung. semakin panas." ujar Sidik. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera. kalau monumen ini jadi dipugar. pencopet bertubuh tinggi kurus itu. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik.processtext. Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis." sergah Durmo. Gelandangan. Tapi aku puas.html itu."Bung Wibagso. Tak ada jabatan. "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap. Wajah Wibagso memerah. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin. Ada pemenang. Tapi. Mereka menari. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Dan kamu. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.processtext. itu biasa. waktu berjuang dulu.com/abclit.com/abclit. jika ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada hierarki. Menghadapi musuh satu lawan satu. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik.Napas kota kembali berhembus. ketika negeri ini merdeka. tanpa malu.html . Jantung kota kembali berdegup. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja. Bung! Perang juga pakai otak. Wibagso? Siapa? Waktu itu. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus.

Di belakangmu!" jawab mereka kompak." ujar Drs Ginsir sambil minum anggur. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.processtext. Alun-alun. itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. mendadak cerdas. Angin mati."Aku tak butuh penjelasan. Cekik leher sopir-sopir itu. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan.. Ratri menjerit histeris.Buldoser terus merangsek."Den Bei tinggal pilih. Kita pertahankan liang-liang kita.Wibagso tersentak..Bulan di angkasa mengerjap.well.com/abclit."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka. apalagi kecoa makam kita! Menyingkir.."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku." Den Bei menenggak anggur merah. Karep. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Buldoser-buldoser terus merangsek. Setidaknya.Di bawah monumen. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran.. Tapi Yu Seblak tetap bertahan. Kalur.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang. dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak.html . Meluluhlantakkan badan monumen."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak. Ini peningkatan yang sangat progresif. di mana kalian?" teriak Yu Seblak. terima kasih. itu dinegosiasikan.ABC Amber LIT Converter http://www. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso. Maklum. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen.processtext. Kita harus bertahan."Kita menyingkir saja. Kalur. Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser." ujar Wibagso lirih."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya. Karep.Sidik.well."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Bapak Ginsir ternyata welcome. ABC Amber LIT Converter http://www.. Den Bei. Dan biasanya itu agak lama.""Well... Tidak ada konglomerat gila macam saya. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender. Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu.html Den Bei Taipan mau bikin mall di sini... dan orang-orang lainnya lari lintang pukang.com/abclit. dan Cempluk tersenyum."Kami di sini.. Pahlawan saja mereka gilas.. Dan masuklah ke ruang kemudi.. meloncatlah kamu. ternyata hanya bertukar rupa. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng. Eeee soal pembagian keuntungan.""Eeee bagaimana kalau 35:65."Terima kasih. sambil terus mengibarngibarkan kain dan kutangnya..""Bapak ini ternyata cerdas.""Terima kasih. Cempluk. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan.. bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang. Berderap-derap. 30:60."Keduanya berjabat tangan."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu."Keduanya tertawa berderai."Tapi tunggu dulu. mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Durmo.""Semuanya akan saya ambil. tahan moncong buldoser itu. Sidik. Biasanya. Den Bei. Ganjal dengan tubuhmu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah."Kita lawan mereka.. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan.""Bagaimana kalau 40:60. Bertahan!" teriak Wibagso.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila."Lihatlah. hingga tubuh monumen bergetar. Ajeng. Tanah di sini masih sangat luas. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang.

kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. Di mulut burung-burung. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. suara-suara itu terus mengalun. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. paling tidak di kota ini. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya.com/abclit.com/abclit. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan ABC Amber LIT Converter http://www. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo) Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah.ABC Amber LIT Converter http://www. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna.processtext.*Jogja. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. hingga mall itu selesai dibangun. dan diresmikan Kepala Kotapraja. Burungburung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam.processtext.html Ucapan itu terus bergema. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian. Drs Gingsir. Sekarang adalah dunia presisi. maka burung-burung mengambilalihnya. Hingga kini. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard.html . Dia digelindingkan begitu saja di daratan.Kata-kata.

yang hidup di atas angin. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. Tetapi. Utan Kayu. orang-orang yang tidak beruntung. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. seperti Satu Merah Panggung.com/abclit. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. Kepekaan menjadi tumpul. Orang-orang kaya. Jeruk Purut. menguburkan diri di luar negeri.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar.com/abclit. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Lidah Buaya. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. Bambu. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. Garuda. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Emosi mereka tumpat. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. yang jelas komunitas-komunitas tadi. Tetapi. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benarbenar mereka butuhkan. Kota terkurung dalam tembok. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis.kubur. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. Delapan menit setelah mengklik home page itu. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia.Namun. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. Tanah Kusir.html yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh.html . karena kekurangan vitamin D. Kaum budayawan berdiam diri. Dia melaksanakan hukumnya sendiri. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok.processtext. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. Ngelencer kesana-kemari. dijadikan tumbal. Untuk menghindari kematian dini. di Australia atau Afrika. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda.ABC Amber LIT Converter http://www. menemukan diri mereka tersisih. zaman tak tertahankan. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. miskin. Hati mereka lebih tersentuh oleh teka-teki silang. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www.Karet. sementara kaum politisi dan negarawan bermain-main mencari keuntungan dari situasi ini. Seribu tahun dalam pemujaan. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis.processtext. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D.com. yang bercita-cita sangat sederhana. dan kelompok-kelompok lain. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. adil ataupun tidak.

" kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. Memekikmekik. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. Sepuluh detik setelah meninggal. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. Menggugah tapi liris. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia.Kepekaan penduduk kota semakin majal. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. Apakah kita tak boleh ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. Pada satu situs. Seperti ditangkup gerhana.""Ya. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. di mana mereka bertengger. memekakkan telinga penduduk. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. menukik tajam. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan.html menyebabkan bau busuk yang menyengat kota.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh.ABC Amber LIT Converter http://www. Suaranya berat dan parau. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Sambil melayang-layang. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Namun. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Tetapi.com/abclit. Di kota bawah. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu." sambut suara di tengah kerumunan burung itu.com/abclit. Jadi.processtext. Bahwa. membubung tinggi menerjang langit. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu.processtext. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. Mereka berputar-putar di atas monumen. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulan-bulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen.html . Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Makna maupun tafsirnya beragam. dengan sayap setengah terentang. Membuat busuk dan meracuni angkasa.

Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. Semut sudah sirna dari kulit bumi. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. Tanpa sinar Matahari. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. Kota dicekik bau bangkai. diperjualbelikan. Ke jantung Asia. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. *Bengkalis. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. Ini ejekan permanen.processtext. dari mana kita telah dirampas. Maka.processtext. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong." katanya membujuk. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak.com/abclit.html .html mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan.com/abclit. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa menghiraukan protes penduduk. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara.Sebenarnya. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak. rrrruuuuummmm. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Jadi.ABC Amber LIT Converter http://www. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. kecuali di wilayah aliran sungai ini. Karena itu harus dibasmi.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. Tetapi.Beberapa detik kemudian.