ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektarhektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunang-kunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauketauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di pojok. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Darahnya berdesir. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton, memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

Teh yan digesek, disusul gambang, kecrek, gong, suling, dan kempul. Susul-menyusul. Jalin-menjalin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Mamat Jago meraihnya, melipatkannya ke pinggangnya, merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin, seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Wajahnya membiru, bibirnya terkatup, matanya terpejam. Ayo, Sarti, jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti, tetap dingin dan biru. Ditepuk-tepuknya pipinya, tak ada reaksi sedikit pun. Dipandanginya para panjak. Sepi. Tak ada yang bergerak. Semua dingin dan biru. Seperti keramik Cina.

Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat, pikirnya. Ia bopong Sarti keluar. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sepanjang jalan tak ada orang. Pohon-pohon meliuk-mabuk, rumah-rumah bisu-merunduk. Ia susuri jalan aspal, memotong sungai, membelah padang ilalang. "Kau tidak boleh mati, sayang. Hiduplah bersama abang. Di rumahku kau akan hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya.

Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun, satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Buatnya, laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Di situlah dulu istrinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu. manis…bangun. Sarti sudah mati. Hangat. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Tangisan pilu meledak dari mulutnya." bisiknya ke telinga Sarti. Bang. Tiba-tiba.html . Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas.html mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering." Mamat Jago masih tak percaya. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua.ABC Amber LIT Converter http://www. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. dingin. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Semuanya membisu. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. biniku…. Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara.mencakarmengular…terbakar.com/abclit. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti. panas. "Relakan kepergiannya… Nyebut. Kaku. "Pacarku. "Sadarlah. Balas melumat. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip. Tangannya perlahan mendekap. Bibir itu terasa bergerak. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Bang.processtext. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. Dalam sekejap mereka telah bergumul. Napasnya mulai satu-dua." Dikecupnya bibir Sarti." kata Eng Djin. si gondrong. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. "Ayo. biru seperti keramik Cina. Eng Djin. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. gemuruh.com/abclit. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. Mamat Jago menoleh.

Butiran pasir asin memenuhi mulutnya.processtext. Begitu juga kenangannya pada Sarti. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. dan kehormatanku. Ada debur ombak. Lama ia menafsirnafsir makna mimpinya itu. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. heran. Mungkin Tanjung Kait. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu. Ah. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. kesenangan. ia membatin lagi. ia tersenyum. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. Mat. aku harus kembali ke rumah kawin itu. Ia menduga-duga pantai apa ini. rentetan tembakan itu masih terdengar. Kersik daun." suara si cepak mengalahkan deru ombak. si cepak. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga.processtext. Kamal.com/abclit. Rawa Saban. ia membatin. Ditajamkan pendengarannya. "Ya. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. Kakinya menjejak pasir. Hujan sudah mulai berhenti. Tak ada darah. Hatinya mantap. "Sejujurnya. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu.html . ABC Amber LIT Converter http://www. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. tiga kali. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat.html Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. Eng Djin.

CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. pengiring Cokek.html . WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.html Kembangan Selatan. ABC Amber LIT Converter http://www. Desember 2002 CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.processtext.com/abclit.processtext.

" kata mereka. menurut penilaian teman-teman di situ. Anak muda itu memang lumayan tampangnya. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. Tapi. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. dan mendadak ABC Amber LIT Converter http://www.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. "Tampangnya nyebelin.com/abclit.processtext.com/abclit." entah sebab apa. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. kecuali kepala penjara.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru.processtext. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. Ia sadar dirinya cantik. Marsiyam menyekam kesabarannya. Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya.html . Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain. sangat tampan. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya.

ya?" Atau." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. mau apa kau. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya.processtext. nama Marsiyam susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. Seperti kampung saja. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. ABC Amber LIT Converter http://www. "Kau sudah dibuang keluargamu. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya.com/abclit. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam.html bagaikan api kemarahannya berkobar. mau apa kau. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka.com/abclit. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itutidak peduli ia atasan mereka atau bukan. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. Tak pernah ngidam. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. "Kau tak ada keluarga. tak pernah muntah-muntah. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba. Sampai malam itu.html . Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya. ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun.processtext. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjak-injak suaminya. "Aku memang tak bisa punya anak. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. Menurut mereka. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. Aku memang gabuk. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat. Perutnya rata saja.

Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya.html Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. Marsiyam hanya tersenyum.processtext. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya. "Entahlah. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu. Sore itu akhirnya tiba juga. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya.processtext. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan.ABC Amber LIT Converter http://www." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu.com/abclit. Selama dalam masa hukuman. Mariyam? Kalau aku keluar nanti. Tanpa dirasa. ABC Amber LIT Converter http://www. sudah sekolah. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan.html . Perempuan itu menyimpan saja perasaannya." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. tentu bayimu sudah besar. yang ia sendiri tidak tahu apa. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu.com/abclit. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. juga tukang copet dan dedengkot arisan.

ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ini anaknya. Aku yakin ia akan menerima kami.processtext. "Pulang.html . Edisi 03/23/2003 ABC Amber LIT Converter http://www.html "KAU mau pulang ke mana.processtext." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak.com/abclit. Marsiyam?" tanya salah seorang sipir." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu. Ini anaknya." "Ke mana?" "Ke rumah.

"Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956. ABC Amber LIT Converter http://www. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima. Selesai mandi. orang-orang jompo. Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur.com/abclit." katanya. di kafe yang ada di lobi." kataku. tapi sebelum sampai di sana. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. Suasana di dalam sangat muram.com/abclit.. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya.Aku hanya tertidur beberapa jam. Aku bertambah heran. aku memesan Cha. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. tempatnya lebih dekat dari sini.. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. serba cepat. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang."Baiklah. aku agak tercengang dan merasa aneh. asing. pukul 3 sore. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. teh hijau khas Jepang dan hamaagu.? Dia pasti hanya menebak-nebak saja tadi. 27 September 1956. aku keluar dari hotel. bisa memulihkan tenagaku. kanker.. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri. di ambang musim dingin..Setelah melewati beberapa blok bangunan.processtext. sebagai pusat penyembuhan orang. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan. berada di Taman Perdamaian.. Mungkin juga.processtext. tempat di mana bom atom meledak. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. menjadi raksasa dunia.. beginilah manusia Jepang. dan kembali tersenyum.Aku agak heran dengan ucapannya.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau."Sewaktu bom atom meledak.benderang. kita bisa melihatnya ke sana sekarang. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati. atau Tobo Hotel untuk beristirahat.Kami berjalan masuk.html . atau hamburger.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal.html HIROSHIMA. wajahnya terlihat samar. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan... mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. aku tiba di Tobu Hateru. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia.Aku pun segera mengikutinya. dan.Di dalam rumah sakit." katanya dengan ramah setelah dekat denganku. dan kebutaan.orang yang terkena radiasi bom atom. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. Aku segera menuju kamar mandi. karena dia memang mampu membaca pikiran orang.000 jiwa penduduk Hiroshima. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku." tegasnya."Mari ikuti saya. dia menoleh ke arahku. fokus."Gedung itu satusatunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom." katanya ramah dan kembali tersenyum. jadi dia sudah familiar. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok.ABC Amber LIT Converter http://www.

Ada yang aneh. setelah melewati beberapa bangunan.. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa."Mereka terdiri dari beberapa golongan.Aku nelangsa.""Aku seorang pendeta Buddha.com/abclit."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. aku lahir di Hokkaido. panjangnya sudah sampai ke punggung.""Aku tahu. serta bayi dari ibu-ibu hamil."Seperti yang kukatakan di hotel tadi. dia terus bergegas meninggalkanku. dan anak-anak kecil.. kotor. pendeta Buddha. Tanpa berkata-kata. dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. begitupun yang laki laki. Ya. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong. Nafasku sedikit tersengal."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. rambutnya gugur."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945.. tapi waktuku tidak banyak.""Oh."Dia terus berjalan lincah. disusul mereka yang kena seminggu kemudian. sekarang tanggal 6 Januari 2003.. yang dipisahkan dengan dinding kaca. Entah berapa lama. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu. nama yang baguuusss. Siode San. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan.. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari." Lengking suaranya. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan. seperti yang diakuinya barusan ABC Amber LIT Converter http://www. Anda!?""Oh. seperti teh susu. lorong dan beberapa pintu. trenyuh. tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu."Tuan Siode. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. dua hari kemudian."Aku Hartoko.Setiba di luar aku merasa lega. tunggu. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. Harutoku.processtext. di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke bangsal yang lain. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. tapi lidahku terasa kelu."Hei.com/abclit.Dia."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap.html . Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya.... kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku. Harutoku...ABC Amber LIT Converter http://www. tapi kau baik sekali. aku tercenung memperhatikan mereka. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. tampak puluhan anak kecil dan bayibayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster. mereka masih muda. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain. Aku Siode Sadamitsu. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan..Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi. dan berdebu. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom." kilahnya malah berpromosi. dia membiarkanku menyusulnya.. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya.html ciri utama korban. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman. Dan di sebelah bangsal ini. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. hujan turun. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran.processtext.

6 Februari 1895-6 Agustus 1945. senang berkenalan dengan Anda..processtext. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha.html ."Harutoko. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. Aku tinggal di hotel ini.. bergerak ke arah bar.Tapi. temui kapan saja aku di sini. aku suka mengantarkan orang.Sampai di hotel. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah.. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. dan aku mengambilnya sebatang.processtext. Di tengah perjalanan. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan. Di depanku duduk. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. ketika asap rokok berkurang. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan.Aku masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. mentari bersinar cerah. aku tercengang. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya.PAGI hari.. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. dengan hio yang menyala dan wangi. aku terhenyak. Aku ngeri. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku.com/abclit. begitu tiba di dalam. pikirku."Siode San. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. aku mendatangi arah suara perempuan itu. sekarang 6 Januari 2003. Setelah aku keluar dari pintu itu. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi.html kalau dia adalah seorang pendeta. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San.. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. aku melangkah mundur ke belakang. kemari!"Tapi tak ada jawaban. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. aku seperti berada di terowongan kematian. Diam-diam kutinggalkan Siode San. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya.. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu." katanya sambil tersenyum. atau bis umum. Aku berada di taman ABC Amber LIT Converter http://www. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. dan menyalakannya..com/abclit. Dari arah pintu lain di sampingku.orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini.Aku harus segera keluar dari tempat ini.6 Agustus 1945. membuat langkahku jadi berani. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar.ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode.

lalu renta dan pikun. Di bagian depan bangunan itu. Mungkin. turis turis asing berjalan di sekitar. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. keluarga pemilik kebun. ompong. Gedung Promosi Industri Hiroshima. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata.processtext. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. Nama bangunan itu dulu. belajar beranak-pinak. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. ia jarang tertawa. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. pohon-pohon tumbuh subur. bisa jadi obat sepinya. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu.html .com/abclit. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. tak Halifa < berharga. mereka memotret sambil bercakapcakap. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya.ABC Amber LIT Converter http://www. Itu galibnya perkembangan manusia. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. aku harus kembali ke Jakarta. anak-anak. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang. Halifa kecil tak ABC Amber LIT Converter http://www. Akbar. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. seharusnya aku ke Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku.com/abclit. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. Sepasang mata yang sipit. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. Taman ini sungguh indah. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas.processtext. remaja. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang. dan orang dewasa. berbunga. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya. ada pintu cahaya. atau lebih tepat lagi. kebun. hidung pesek. dari bayi merah. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. Dari Taman Perdamaian ini.> Barangkali. Tapi.html perdamaian.

Di laut terancam tenggelam. Barangkali. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong.Kayu-kayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. Tapi.ABC Amber LIT Converter http://www. berpulang saat kembali. ia akan dimakan hiu.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. kembali ke gazebo tadi. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. Huh. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. Tapi. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. gelisah. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. dua jam lalu. Warna coklat cat berubah kehitaman. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. jari-jari petir putih bersinar.processtext. Naik pesawat memang lebih mahal. pesawat kembali stabil.html urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan.Sesungguhnya. Mungkin.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini.html . lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. ia akan berjanji menyampaikan pesan. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. Di seberang jendela. Lima belas tahun ia tak pernah pulang.com/abclit.processtext. Ia tak mau mati. tanah perlu makan. Sebelum mendarat. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. mata orang yang mau menolong. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. Matanya tak pernah menyorot garang. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. Bila ada yang tersesat. juga lebih cepat. mengantarnya pulang.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. terutama debur ombaknya di ABC Amber LIT Converter http://www.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi." kata mereka. ia seperti membaui aromanya lagi. ia terpaksa mengubah rencana. Jadi. "Biar gembur." katanya kepada Halifa kecil.Di balik awan gelap yang bergumpal. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. pikirnya. ia akan tunjukkan jalan. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya. atau menjadi buih di samudra nanti. Tapi. yang punya kebun. mengelupas di sana-sini."Ke mana dia?" pikir Halifa. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan. Ia duduk di bangku batu yang lembab. Bila ada yang ingin menemuinya. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. "Kenapa dia lari?" batinnya. ikuti saja aroma itu. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. ternyata risikonya sama saja. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. Halifa tersenyum-senyum bangga. Ya.com/abclit. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. tempat kelahirannya. semacam pengumuman.

Kata ABC Amber LIT Converter http://www.html .Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya nenek pasti bercerita." Halifa sempat terbahak. Ayah ikut mogok? Oh. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. Ah. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja. Korupsi pun tak bisa besar. Kalau ada orang jahat. Ha-haha ….Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. setelah bertukar pakaian dan makan siang.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. Bagi Halifa. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. merusak sungaisungai. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak." Yu Sur. Mereka.processtext. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Semua sungai terpolusi. Entah kenapa. Makanya ayah harus punya prinsip. ayah curang sekali. terutama hidupnya yang sendiri. berbagi nasib. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah." lanjut ayah. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. tapi perlahan-lahan ia paham. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orangorang itu. Seringkali sepulang sekolah.html malam hari. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. di telepon. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu." Apa iya? Mereka kan begitu imut. jauh dari orangtua. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang." kisah ayah. siapa yang tahu. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil. Malida sempat pulang beberapa kali. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. lalu memacu mereka berlomba lari. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. Ibu juga tak menangis. perempuan kakak-beradik. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Nak. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. Malida kemudian menyusul Halifa. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. tapi ia tidak. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. "Jangan kau siksa binatang.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. jangan menginjak ke bawah. Makanya. lagi. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal.com/abclit. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka." kata ayah.processtext. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanakkanak. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya." kisah ayah. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. tidak. debur ombak seperti nyanyian. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. ia dan adiknya. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. Malida.com/abclit. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri.

html . membawa gelas air. Ternyata. Ade yang nak atuk cerite. tertatih-tatih mendekati Halifa. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang."Ini Halifa. Ayah sudah menganggapnya keluarga. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. dia memilih tinggal di rumah kebun.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah ABC Amber LIT Converter http://www. Anak-anak itu terkurung di sana.com/abclit. tanpa mampu berteriak minta tolong.Pintu pondok tertutup rapat. Barangkali.kabur lanjut lelaki tua itu. Nyai la dak ade. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia.Hujan makin menderas.processtext. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan. Yai kau ape agik. begitu pula tingkap-tingkapnya. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil."Benar." kata Halifa. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyianyiakannya. Papa kau pun la pensiun. orang upahan dan anak majikan.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa.Mata lelaki itu mulai berair. Tapi. Atuk ni la sakit-sakit terus. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. kompor minyak tanah. Macam-macam sakit pun ade. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang.atuk dak bise nampak jelas. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. tuk. dari pening. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya. Ranjang dan meja kayu. Sebelum meninggal. Pikiran Halifa mulai bercabang.Ia mengetuksekali lagidan disertaisuara. Kini mereka berhadapan. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang."Oh.Lame dak pulang. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi. sebentar agik nak pulang ke tanah. Semue lah berubah kata Halifa."Sekarang belum musim keremunting. Lelaki itu kelihatan amat tua.Ayah telah menjalankan wasiat kakek. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. Banyak yang berubah. Halifa cume nak mampir sebentar. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai.ABC Amber LIT Converter http://www. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya.com/abclit. lemari pakaian dari plastik. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka.Bermingguminggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit.Palang pintu ditarik." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. dan panci-panci tergantung di dinding. ia ingin menuruti kata hati saja. Tak ada sahutan. seraya duduk di tepi ranjang.html ayah." kata lelaki itu. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya."Atur ini Halifa. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Kebenaran kau pulang.processtext. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun.Kau disitu pun." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. dak ape-ape. Ayah suruh tinggal di rumah ini. tuk. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir.

Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi.processtext. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala.Ada ABC Amber LIT Converter http://www.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. di kamar kontrakan.processtext. begitu pula si penjaga kebun. Kamu di situ pun. dari pusing.ABC Amber LIT Converter http://www. kabur. di bus.com/abclit. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah. Kakek ini sudah sakit-sakitan. Kakekmu apalagi. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Namun. Halifa cuma mau mampir sebentar. Ada yang ingin kakek ceritakan. Halifa telah kembali ke tanah rantau.Unggun terus menyala. kakek tak bisa tampak jelas.Di depan hampir samar sisik danau. sebentar lagi pulang ke tanah. Semua sudah berubah.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. Wey. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas.com/abclit.html ."Ingin kukatakan yang baik. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur. Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya. di kantor. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung. Halifa terdiam. Kebetulan kamu pulang.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. Macam-macam sakit ada. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. Lama tidak pulang. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma. Ia cuma mengirim doa.html Halifa. kek.Entah suara pungguk. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. sesak napas. Papamu sudah pensiun. terdengar suara Sopa. tidak apa-apa.Nenek sudah tak ada.

Tapi akhirnya pasti dapat diatasi. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini. Mungkin dapat kita atasi bersama.. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa. Ada gamang yang aneh.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam tekateki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. Wey. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan. Wey. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan.""Kau belum katakan berita apa. Ayah sudah akan menutup semuanya. Tapi katakatamu yang terakhir begitu aneh.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita.""Bisakah aku meminta sesuatu."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata. maksudmu?""Bukan.. Wey?""Tentang apa?""Suami. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku..""Tentang kita?""Tentang kita.""Aku akan jadi suamimu. So.. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma. So.."Katakan apa adanya. Tapi lebih dari itu. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi. Wey..com/abclit.. mungkin juga tidak. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau ABC Amber LIT Converter http://www.""Aku telah terima kau penuh seluruh."Berita tentang hidup dan masa depan. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. So. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk. Aku kenal kau.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya.""Kau jadi berteka-teki. jika kau belum siap. Bahkan.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Terutama berita yang menyakitkan.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri.""Biaya pernikahan.processtext.com/abclit. Malam masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. Sementara waktu telah kita sepakati bersama.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu.""Mungkin bisa.. So. Wey. sebenarnya. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini. So. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. tentu saja. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir. Wey.processtext. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana. Kutahu kau sudah siap-sedia."Aku tak sembunyikan apa pun.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya."Kau belum katakan apa kesulitanmu. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar.html kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar..""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu.""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini.

selama kuliah. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun. So. Tapi rasanya saatnya belum tiba."Saat ini aku sehat. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna.processtext. Demi ikrar itu aku minta. saat kubopong. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau. seakanakan kehilangan pancaran masa depan. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras."Kau sakit. Wey.. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta. So.html . Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana. Wey. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku."Sebentar nanti kau akan mengerti.Di Jakarta.""Kau membuat aku makin tak mengerti. Wey. wajahnya tampak lebih tirus."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Wey. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan."Tapi untuk permintaanmu. Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini.processtext. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau.Kurasa pagutannya penuh penyerahan."Jika kau cinta. kurasa tubuhnya lebih ringan. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya dengan permintaanku padamu. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. Kau menolak?""Tak aku menolak. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima.html melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan. So?"Tak kudengar suaranya.com/abclit.. Namun. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan. Rautan yang ayu. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa ABC Amber LIT Converter http://www. Kampung jauhnya lebih sekilometer. Wey.com/abclit. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat. Semuanya sehat. Tubuh dan akal pikiran. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini.

Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan. barulah ia mati. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima.."Kengerian segera naik ke ubun-ubun.." kukecup ia sekali lagi.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati.processtext. tetapi aku telah menjadi suami. dan mereka bercinta. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. Napasnya masih ada. calon istriku. Sebelum ia mati. Tetapi matanya terkatup rapat. Wey. sementara bibirnya terus mengulum senyum. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian.processtext. meskipun itu kekasihku sendiri. bahwa wanita kami dari daerah ini. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam?Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar. Hanya aku dan Sopa.com/abclit.. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya.ABC Amber LIT Converter http://www. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang. Terkena leukemia. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati.""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu."Terima kasih.html .""Terima kasih. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Wey. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész ABC Amber LIT Converter http://www. Terima kasih untuk pemberianmu. nadinya masih ada.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan. Wey.com/abclit. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri.. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya. Kurasa suhu badannya lebih dingin.. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau.html aku belumlah suami. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin.

Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. Tapi. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan.com/abclit. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. tampak bangunan yang sangat kukenal. Begitu melewati gerbang depan. Dia hidup. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. Dan. dia sehat. "Pasti ada salah pengertian. karena kutahan dengan kakiku. Lalu. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. dan kujawab." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. aku pencet bel. terganjal oleh kunci rantai. Sampai di lantai tempat tinggal kami. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu.processtext. jenggotnya merah lebat. kutanyakan tentang ibuku. Perempuan gemuk. ia berusaha menutup pintu. kuning. meski terletak di wilayah Austria.Lalu. bagaimana. Lift ringkih dengan pintu berkisikisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. Sebab. Ya. Di situ kami tinggal. tidak dapat diragukan". dia berhasil menutup pintu. Mauthaussen. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. Mereka menarikku masuk ruang tamu.com/abclit. "kamilah yang tinggal di sini. "Aku tinggal di sini. semua diam. "Ayahku?" Tanggapannya. aroma lama itu tak berubah. begitu katanya. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. kapan. aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. melembutkan otot muka. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami.AKU kembali ke tangga. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku.html . dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. lalu mengujarkan namaku. baju narapidana bergaris-garis. Aku masih berusaha mencegahnya. Sejurus kemudian sebuah tangan-aku yakin ini pasti tangan Paman Steiner.processtext. begitu. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. dan tubuhku berkeringat. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. Kupencet bel. Itu agak mengherankanku. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. Ia tanya aku cari siapa. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab.html Sumber: Kompas. sementara aku masih mengenakan topi. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali.ABC Amber LIT Converter http://www. Tuan Steiner tua itu memelukku. memang mereka punya suatu kabar baik. "Lalu kami sendiri. aku tanyakan lagi. menatapku. sayangnya. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". muncul. Mereka berdiri memelototiku." "Tidak mungkin. dengan sandal kain. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Kucoba menjelaskan padanya. tapi kemudian berubah serius lagi." jawabnya. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. "Lalu ABC Amber LIT Converter http://www. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. berdaging. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. setengah baya. Lalu.

ABC Amber LIT Converter http://www." Tuan Steiner menambahkan.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. kuperhatikan. bukan Kovacs. Ya. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah." Aku bertanya. mereka mengangguk-angguk senang." Paman Fleischmann merenung. Lalu ujarnya." Dan." katanya. Ia katakan. begitulah mereka berujar dan berujar. seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. paprika.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. dan setelah beberapa saat. "sebenarnya dalam segala hal". seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya.processtext. mereka jadi agak terheran-heran. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin." Dengan siapa? Salah satu menjawab. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. Sementara itu. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. hari. barangkali. Justrusebaliknya.com/abclit. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. jam. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. kalau diingat lagi semuanya. Entah bagaimana ABC Amber LIT Converter http://www. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. Pada hakikatnya. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. Tapi.html ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya." Dan. "semuanya dapat dipahami. tentu. Tentu saja aku tak berharap. "Tapi." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan.com/abclit. Ketika aku makan. ada benarnya katakatanya itu. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. Maksudku Suto. dan cepat kutanggapi bahwa aku tetap suka.processtext. Tapi. Tuan Steiner tua setuju. itu kata mereka padaku. meskipun semua telah berlalu. dan bulan. Paman Fleischmann mengangguk setuju. "Yang paling penting. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian"." dan Tuan Steiner tua setuju lagi. Dan. tapi. mengusik hati. "kamu harus melupakan semua teror itu. bahkan agak lebih terheran lagi." Memang harus kubilang. Tapi Futo. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan. merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka. kukira. semuanya seakan-akan terjadi seketika.kalau kuperhatikanbaik-baik." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". sulit dibayangkan. minggu. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadiankejadian yang membingungkan. "Bukan. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. kutambahkan. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. empuk. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. Begitu rupanya mereka memahami masalah. kedua orang tua itu terdiam.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami. kataku. Di samping itu.Misalnya. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi." Yang lain. Aku hanya dapat memulai hidup baru. "Kovacs. pembebasan "akhirnya terjadi". dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya." Lalu. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup. kalau kita timbang-timbang seluruhnya.html .Aku masih di situ beberapa saat lagi. Pada saat tertentu. warna merah anggur itu. menit. "Dia sudah kawin lagi. Barangkali. bagaimana persisnya-tiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan. "Tapi. "ia agak terlalu cepat.

seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. kami sama-sama tak bergerak. selama waktu itu antrean terus bergerak. final." Yang lain menyambung. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. tak ada perubahan lagi. Setiap orang melangkah maju. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. "Apakah semua ini memang baik.. karena aku tak tahu secara pasti. "Lalu apa?" mereka tanya balik. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. Tapi. Hanya sekarang.com/abclit. kami melihatnya kembali ke belakang. Tuan Steiner tua mulai gerah. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa. Maka. Tentu saja.processtext. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. mereka balik bertanya. di mana aku berdiri dalam antrean.Pada katakataku yang terakhir. Tapi. Ganti kutanya mereka. Lalu. Apa itu artinya. Setiap menit berdetak. setidaknya itulah yang menimpaku. Padahal. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. tentu saja. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. "Ya begitulah. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. Baiklah. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. "Lalu. dengan laku surut. setengah mengeluh. Kedua orang tua itu bertanya. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. Tapi. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan. yang di Auschwitz. begitu cepat dan sulit dipercaya. misalnya. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya.Lalu." salah seorang tua itu merenung. tidaklah selalu begitu. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz." aku mencoba menjelaskan. yang di tengah-tengah. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. Sudah tentu. atau . Itu berarti. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit." Memang.Suasana hening. misalnya. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. "Tak ada yang istimewa. kalau dilihat secara keseluruhan. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab.html . setengah kesal hatinya.ABC Amber LIT Converter http://www. Kukatakan padanya. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. Tapi. "Tak ada." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya.processtext. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. kami tetap hidup. bukan itu yang penting. dan begitu kabur. kataku. katakanlah begitu. masih tak jelas apakah kami akan langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. terus maju. berdiri dan bergerak memutar. ABC Amber LIT Converter http://www. menurutmu. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal..com/abclit. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. berlalu. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat.html mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat"." kutambahkan. Jumlahnya sekitar seribu. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. kataku. seperti halnya juga di rumah ini.. Tak kulihat dia balik.

sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya.. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua. dan memang tak ada apa-apa sama sekali."Dan. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. aku bisa bilang kepadanya.. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. "jika di sisi lain tak ada kebebasan. Biarkan.com/abclit. Mereka juga menyadarinya. satu-satunya ketidaktepatan. maka tak akan ada nasib. lawan bicara yang lebih layak.. Sekarang. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. apa artinya jadi "orang Yahudi". Lalu. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. barangkali dapat kukatakan. Tapi.ABC Amber LIT Converter http://www. "Apa?" ia berteriak padaku." di sini aku macet bicara. tapi kemudian aku ingat kata-kata wartawan itu. jelas bukan itu yang kukerjakan.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. dan kudengar apa yang diucapkannya. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti.html . Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. memang aku berbicara." terus kulanjutkan. penyimpangan. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. Ia ingin melompat bangkit. Dan. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. Sebetulnya itu bukan nasibku. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. entah bagaimanapun caranya. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. katakanlah. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir. tak ada darah lain. Kupikir. kecuali .. tapi sudah tak mungkin lagi. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. dengan ibuku. aku semakin heran juga pada diriku sendiri. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. Tapi. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan kata-kataku.com/abclit. Dapat kulihat.. dan semakin merasa kesal. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. Sekarang.processtext. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. Satu-satunya keburukan atau keindahan. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. Dan. saat ini. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz.html Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya. hanya merekalah yang ada di sini."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. dengan Anne-Marie. mukanya merah dan memukulkan kepalan ABC Amber LIT Converter http://www. Sekarang. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. mereka ganti bahan pembicaraan.. "Biar saja. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku. jika .processtext. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain. Bahkan. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini.

karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. mulai bertumpuk dalam diri. Tentu saja itu yang diinginkannya. ekspresi wajah mereka lebih lembut. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. untuk mendapatkan kekuatan. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. aku tak punya uang. rasanya sesuatu sedang berubah. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku jadi ingat semuanya. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. Ini adalah saat-saat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita.html tangannya ke dada. Tapi.html . bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan.Turun dari tangga. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini. tentu saja. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. suara mereka lebih rendah. berada di situ. Kasihan dia.Dan jika aku belum lupa. dalam arti tertentu. dan langit bersaput jingga. menghadap ke depan. ABC Amber LIT Converter http://www. Begitulah.Jika memang mereka sampai hati bertanya. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. Wajah mereka tampak seolaholah tertukar satu sama lain. Tentu saja. "Ini bukan berarti dosa. satu demi satu. benar. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. dokter itu. dan semua yang lain. Ya. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. Di sana. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu.processtext. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. begitu mungkin bisa dikatakan. semuanya menggenangi kesadaranku. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. semuanya kembali lagi. rasa siapku sedang tumbuh. Mendadak semuanya jadi hidup. Ya. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. Barangkali.com/abclit. tapi bagiku. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?).processtext. Dan. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah. dan aku merasakannya di sini-ini saat-saat favoritku selama dalam kam. Lalu lintas lebih sepi. memanjang dan hilang di kejauhan. bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. Ya. jalan tampak melebar. Di sekelilingku. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. ke arah aku hendak pergi. Ibu menantikanku. Juga di belakang sana. hidup jadi lebih murni. Namun. tapi sekaligus penuh seribu janji.com/abclit. Bohus. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. "teror dari kam-kam konsentrasi". itu yang akan kuceriterakan pada mereka. kemudian aku ingat. lebih sederhana. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. dan semakin turun ke jalan.Baiklah. sekarang aku tahu. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kamkam pembantaian itu. Tentu ia akan bahagia melihatku. jalanan menyambutku. apa pun itu wujudnya. di atas jalan yang sudah diempas badai. ahwal dan orang.

adik kandungnya. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel." kata Nunik. Wajahnya nampak selalu gelisah. Kami mengerti maksud Nunik.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur.Catatan sejarah menyebutkan. arloji itu akan dibeli buat upeti. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik.processtext. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. batin saya.Titipan jendral kek.SEMBILAN ribu USDolar.ABC Amber LIT Converter http://www."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. itu urusan ipar sampean. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan.com/abclit. Pas buat dua orang.html . polisi Hungaria membantai sekitar 3. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya. bintang Nabi Dawud. Setelah Perang Dunia II mulai. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak. tanpa saya maupun kangmasnya. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. Dia lebih percaya. ABC Amber LIT Converter http://www. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman.html (Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. presiden kek.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust.processtext.500 orang. mulai yang berumur 10 tahun. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. Januari 1942. Pri! Bayangkan."Titipan Ibu Gubernur. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula.com/abclit. 800an di antaranya orang Yahudi. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam.

Bapak dari Kedutaan. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanita-wanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali. Tinggal menyantapnya. berkerah tutup. Sudah waktunya injeksi insulin. Sebab.com/abclit. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi. menurut sahabat saya. kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe.""Oh. Agaknya pun berpikir. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. dia berkali. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Saya ingin mendengarnya. Dugaan saya benar.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. saya segera membeset meja yang baru saja kosong.Nah."Saya tidak peduli.html bukan titipan biasa seperti kata Nunik.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. lantas makan siang di Nam Khe. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi."Maafkan.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. Beberapa kali sudah.Wajah lelaki itu nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. Di Nam Khe. Kehormatan besar buat Hargo. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin."Sekarang dia menengok ke sini. Beberapa kali kami pernah makan di sana. pikir saya. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya. ya?" kalimatnya sangat sopan. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. langsung duduk di depannya. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. Pri. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. mungkin sedang ngrasani kita. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. ya? Tapi saya bukan orang ABC Amber LIT Converter http://www. kedai murah di ujung Zeedijk. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. Saya mengurus visa di sana. Namun sialan.processtext. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti.html . kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60-an. kancing-kancing dadanya berbentuk pilin-pilin kain yang melintang seperti anak-tangga. ini baru kehormatan namanya.

"O. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah saya di notes dia. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama.com/abclit.. karena dia yang bayar rekeningnya. menunggu pesanan mereka."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo. Saya tentu saja mengucap terima kasih. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. tapi tak melihat Anda. Dan itu sering keliru. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. Saya jadi kurang sopan.. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya. kecuali sangat perlu.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. saya menghindari rekening Nam Khe. ABC Amber LIT Converter http://www." kata saya. Maafkan. tak banyak punya duit. "Mari duduk bersama kami di sini." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. pindah semeja bersama kami. Lain kali silakan singgah di rumah saya. Saya pun selalu bersikap begitu. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. tidak keliru. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. batin saya. tidak. Sahabat saya terpaksa menunda makan. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. Nampaknya Hargo berlagak kaya. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman.html Kedutaan." jawab sahabat saya. Pak. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana. Saya sendiri tak bisa menunggu. nginap di Hotel Dorin. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya.processtext. bertemu dengan Pak Duta. Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. Jangan di hotel. sukar menemukan pasangan. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. Itu dia. Hargo ketamuan. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik. saya keluar sebentar. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk. Itu Hargo tahu. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. saya pun singgah di Wan Nam Hong.. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat.""Pakaian saya tidak begini. Kami adalah orang-orang setanah airnya. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal. tidak jauh dari sini. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama. Ketika saya selesai. Hargo bilang."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai. Hargo lain lagi."Ayolah Zus. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. "Beli prangko.processtext. Pak. Semua hotel di Damrak mahal. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan." kata dia tiba-tiba. Layak ditegur-sapa. mahal. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk. Sahabat saya memang jejaka. Terus terang harus saya akui.com/abclit. Dia tak pernah punya kartu nama. Dan sekarang mereka ini. Jika saya nekat menunda makan. Sekadar menghabiskan waktu."Mau bangkrut lu."Selamat makan. mereka justru baru mulai. merasa gula di darah saya kelewat rendah.""Wuah. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. saya akan pingsan.

"Hukuman berat jika ketahuan."Buka saja bungkusnya."Isinya apa?" dia tak sabar.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. Saya tidak bisa ketawa."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya." katanya. "Terlalu riskan buat adik sampean. Malah ngenas.processtext. Jika sial.000 rupiah. Tak sampai setengah kilo. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. Kalau ternyata bukan barang larangan. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah.processtext. Saya sungkan pada suami Nunik. kan bisa dibungkus lagi. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar ABC Amber LIT Converter http://www.html .ABC Amber LIT Converter http://www."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya." kata suami Nunik.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam. Nampak bengong. tapi tak bisa menahan selera.""Sampean ini. Di Malaysia malah hukuman mati.html Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda. Ini bungkusan cocoknya buat saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. Sahabat saya nampak makin kebingungan.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan. Mas!" kata istrinya. bumbu mirip semur. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakutnakuti. menyisir rambut lalu keluar menuju lift."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami. Memang terasa melonjak tinggi sekali."Alhamdulillah. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian." usul saya. Tentu tak tahu apa isinya. Paran. Namanya pun baru dengar sekarang. Priiii. Nunik bisa bawa. Dia beri kita kartu nama dan addressnya.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal. Saya pun tiba-tiba khawatir."Untuk keluarganya di Gondangdia. Kebodohan yang kini sulit saya pahami.com/abclit.""Service Paspor. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. Husaren Sla. Haaar. baunya saja pun sangat nyaman. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana.com/abclit. Karton itu saya buka. Saya ingat. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. Saya melahapnya."Tak perlu khawatir. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton.

Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya.. mungkin meratap diam-diam. Sangat rindu. Tapi tidak mungkin. Ia rindu. Dan ia menggeleng pelan. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku. khotbah. matahari yang tenggelam. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan.Beberapa selamat? Beberapa selamat. tidak ada kepastian. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. tapi aku yakin.INI juga pada senja. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. Dan di pojok entah mana. selain hujan dan waktu yang bergulung. Dan ini tentang hujan yang sebentar. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan.. Sayang.. Tetanggaku. Setelah sebelumnya.com/abclit. himpitan beban seperti tak tertanggungkan. Seperti percakapanpercakapan yang terusir. dan berbisik: ABC Amber LIT Converter http://www. Di stasiun kereta api. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu. Selamat.LALU aku bertemu dengannya lagi. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan.Ah. Ia masih seperti setahun yang lalu. Ia tidak secerah dulu. lebih nyeri dari ini.html Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas. juga yang berpasangan. Ia agak kikuk.Tengadahlah. Atau mungkin sebaliknya.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. di senja hari. Dari kaca jendela kamar itu. aku kira.. di kotanya.. seperti yang dulu-dulu. Tapi beberapa.com/abclit. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. dan hujan yang sebentar. segalanya butuh perhitungan. Di luar sana. Tapi lebih banyak yang tidak. hanya agak kurus.S>small 2small 0<. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. kamu ingin hidup yang tenteram saja. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. meyakinkan lebih tepatnya. aku dan kamu.Aku mengangguk. Sebentar ditatapnya wajahku. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri.html . aku pikir akan selamat.ABC Amber LIT Converter http://www. membasuh sedih di luar sana. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. sembari menunggu hujan reda.processtext. juga dalam hal ingatan. Benar. bahkan bila kita mau. Senja ini tak ada kepastian. percakapan. sahabatku. Lebih berpuing dari ini. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan. walau aku tak yakin benar. Tak semua selamat. bahkan untuk sedikit kepastian. hujanlah yang menyertai peristiwa.. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan. kupandangi lama cuaca.Aku kurus ya.Hujan reda.Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu.. ya. tatap aku baik-baik. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. dan rintik hujan. Aku tahu itu. Semua selesai. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. Apalagi. dibuntal oleh hujan yang sebentar. nyanyian. Kali kedua aku bertemu dengannya.. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. yang kekal dalam ingatan. . semenjak gelengan itu.. Kami berpisah. Tidak semua gugur daun. begitu sendu. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. tak kuasa menanggungnya. Dan kita. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. Aku tahu.processtext. desir angin. memang. juga pada senja dan hujan yang sebentar. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. . mataku. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan.Kami minum kopi. beberapa mengalaminya.

Senja mulai mengetuk malam. hujan mengguyur deras. aku tak kuasa menatap matamu.Harusnya aku mendekatimu. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. Memandang caramu menulis. dan mulai menulis. senja dibekap cuaca yang murung.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku bangkit.Dari jendela.Kamu menunduk. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu. kebiasaan buruk. Aku kembali ke tempatku semula. Apa pun. kedua tanganmu pasti kotor. Seperti dulu-dulu.processtext. kamu. dan ingin juga bertemu.Aku panik. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. Mengingatkan dulu. mengambil gelas yang kusentuh.processtext. sepintas kulihat. Mataku menatap perutmu.Kamu duduk lagi... Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. Tapi kamu juga bangkit. tidak sepertiku. Kamu di mana.Dan sekarang.. Hujan dengan cepat reda. Aku memandang ke jendela. Juga luka dan getir itu. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa..TAPI kepastian itu datang juga. Belum ada tanda-tanda. air mata itu. Lucu-lucu.. baru kutulis nama sayangku untukmu. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. sesedih aku. senja. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap.Aduh.Aku tidak begitu peduli waktu itu. akhirnya. Kangen. Aku hanya memandangmu. bahkan aku membatin: dihajar kenangan.. tentang pertanyaan-pertanyaanku padamu.Kamu menyeka hidung dengan tisu.. pigura-pigura. Dan kamu berubah sekejap. Ah. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan.com/abclit. Suamimu duda. Aku beranjak dengan malas. misalnya. Seorang laki-laki juga menghampirimu. menatap buku-buku. kamu mulai basa-basi..Tapi kamu tahu. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan. Mengambil kertas dan menulis. aku selalu ingin kamu menatap mataku. Baru setahun yang lalu. seperti sekarang ini..Tidak.Kamu mengedarkan pandangan. Sebelum banyak bicara. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih..Uhf.Di hadapanku kini. bahkan di diriku.Kamu menangis sesunggukan. Makan yang begitu tertib. Cara menulis yang tenang dan ABC Amber LIT Converter http://www. dan memelukmu. sebab itu salah satu yang kusuka darimu. dalam tubuh yang agak basah. mungkin karena baru beberapa bulan.html . begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. Kamu bergetar. Ah.Kamu!Di luar.Seseorang mengetuk pintu. dari dulu. almari pakaian. menunggumu menyeduhkan kopiku. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. Begitu singkat. dan ini kakakku. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik. Apalagi hujan yang sebentar. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih. keponakanku.. Hujan akan segera turun.Jangan tanya tentang pernikahanku.com/abclit. bukan?! Tapi bisa jadi. dan lagilagi sesunggukan menangis. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu..Aku sedang ada urusan di sini. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia.. Sangat deras. Aku merobek kertas yang di atasnya. sebagaimana aku juga tidak. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman. tapi kuseduhkan secangkir teh. lampu-lampu mulai menyala. Aku mengambil kertas.. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan. pertemuan itu telah menutup segalanya. beberapa bulan yang lalu.Aku mengangguk.html sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. sebelum banyak dusta. yang selalu kamu seka hidungmu.Ini Dede dan Kahfi. Tapi kali ini tidak. Mengapa jika kamu menangis.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan. hendak membuat kopi.. menghampiriku. ya?Aku mengalaminya. dan hujan. sampai sekarang. Tidak mungkin. televisi yang mati.Bisa minta tolong. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana.. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu.

Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga.Aduh.com/abclit. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar.Aku harus pergi. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. Dan mungkin menangis. Aku menjilati sisa makanan di jariku.Aku masuk. minum kopi hasil seduhanmu.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku. dan pernah bersumpah akan mencurinya. Lagu-lagu sedih. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. cuaca cerah. sudah terasa hilang sejak lama. Kamu sodorkan kertas itu. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. istriku.processtext. Kubaca. Perpisahan itu tidak enak.*** ABC Amber LIT Converter http://www. aku yakin. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu. mampus. Mau nggak. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. ada janji makan malam. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Musik mengalun. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku. kan?Aku menggeleng. bukan kamu. telepon berdering. Membuatku tertawa sendiri.Sore nanti. Seperti kemarin. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri. tepat yang kelima. Lalu aku ingat. Dan seperti tidak peduli. Aku tahu. Pintu terbuka. aku balik. sungguh. Pasti ada yang hilang lagi.processtext. Balik-balik. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku.html . Kututup pintu. Kamu duduk lagi. ya.. Tapi aku mencintaimu. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan.ABC Amber LIT Converter http://www. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan. Kamu juga. Menatapmu. Nada suara tinggi yang merajuk itu. Sialan... tak lelap.com/abclit. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya. . Kuangkat. padahal sangat peduli. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian.. Kamu belum makan. Kuambil nasi dan makan.Pintu kututup pelan. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku. Pagi ini aku tidur.Aku bawakan makanan kesukaanmu. Sebab kalau kamu. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. Lalu kudengar ketukan pintu lagi. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. Tak menahanmu. bersamamu dalam bayanganku. Sangat indah.Kamu bangkit. Tapi urung.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Brengsek.Kenapaaaa... atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri.Kenapa?Aku menggeleng. di dalamnya. Bukan. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. dan kamu sesekali main di sana. Aku tidak jadi menangis.html sepertinya sangat tidak peduli.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu.Aku sedih.Kamu tersenyum. kamu tahu kalau aku menatapmu. menuju komputer.Kamu masih gampang terharu.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. Selebihnya.Di luar.Aku mengangguk. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. Aku hendak menahanmu. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. Di seberang.

Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu.000 dollar AS lebih. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. Namun. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. ke rumah orangtuanya. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2.processtext. Jadi.html Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Bukan untuk membuat Berbi penasaran.html ." tulis ayah Berbi. Sebetulnya. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.processtext. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Kalau disebutkan dalam surat. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa." Seperti biasa. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu.

Berbi masih tidak habis pikir.com/abclit.com/abclit. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. Pada bulan Maret tahun depannya. Apalagi ditambah dengan angin kencang. Dalam satu-dua bulan. Entah ABC Amber LIT Converter http://www.. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. Jadi. apalagi dengan komputer.html Lagi pula. Meskipun salju belum turun. Hamburg 1 "Pulanglah segera. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern.. Di Frankfurt. meski teknologi sudah maju pesat.processtext. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng.ABC Amber LIT Converter http://www." Begitu bunyi surat itu. kalau tiket sudah dilunasi. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit. Jakarta.. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. Tidak dengan mesin tik.processtext. Rothenbaumchaussee. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas.html . pertanda musim gugur telah tiba. Pohon-pohon sudah mulai meranggas. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul.

uang tetaplah uang bagi Berbi. Di apartemennya. Berbi tahu. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal." Surat ini mirip telegram saja.com/abclit.processtext. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. Apalagi pengarang cerpen atau novel. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Oleh karena itu. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. uang 2. Namun. di Rothenbaumchaussee.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu. sang ayah hanya mengatakan. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. si hemat kata. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. Kalau toh terpaksa menulis surat. risikonya apa? ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. Hamburg 2 Memang.html . biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. Palingpaling hanya akan menjadi penyair. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan. ayahnya tergolong paling malas menulis surat.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. Kalau pulang.html kenapa. seberapa pun kecil atau besarnya.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Di pihak lain, Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Sebagai putri tunggal, ia mengerti perasaan ayahnya. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga, pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau tidak, untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala?

Mudik 1

Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu, Berbi sudah dua kali menerima surat serupa, yakni memintanya pulang dengan segera, "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg, tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah.

"Pulanglah segera, ada yang akan kubicarakan denganmu."

Hanya itu isi suratnya.

Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi," kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.

"Oh, ya."

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Hanya itu komentar Berbi.

"Ayah ingin tahu, bagaimana pendapatmu."

Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.

Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab. Ia tidak menyangka, pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. Oleh karena itu, ia menjawab sekenanya, "Terserah Ayah sajalah...."

"Maksudmu bagaimana?"

"Maksudku, kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah, ya, apa salahnya menikah lagi. Sebaliknya, kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi, ya, tentu tak perlu menikah lagi. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru."

Ayah Berbi terdiam sejenak. Oleh karena itu, Berbi menyambung, "Omong-omong, apa Ayah sudah punya calon...?"

Sebetulnya, Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Cuma karena ayahnya sudah to the point, ia pun tak sungkan bertanya langsung.

Ayah Berbi menggeleng. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.

"Lho, bagaimana sih Ayah ini?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Teman-teman Ayah di kantor, katanya, siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi."

"Saya pikir, Ayah sudah punya calon...."

"Belum."

Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam, Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Apa boleh buat, peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Mudik 2

Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima Berbi.

Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta, Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.

"Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?"

"Aku pikir, aku mengidap penyakit."

"Lantas?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Setelah diperiksa dokter, ternyata aku dinyatakan sehat."

"Lho, memangnya Ayah merasakan apa?"

"Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Makan tak enak. Baca tak enak. Tidur tak enak, tak nyenyak. Badan serasa meriang sepanjang hari. Pada saat lain, badanku serasa gatal seluruhnya."

"Tensi Ayah, bagaimana?"

"130/90."

"Normal dong."

Graha Taman 1

Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah, pikir Berbi. Kalau tidak, tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.

"Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup," kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman, Jakarta.

"Maksud Ayah?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Maksudku, aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya."

"Lho, memangnya Ayah sakit?"

Sang ayah membisu.

"Ayah mengidap penyakit berat?"

Sang ayah menggeleng.

"Ayah sakit jantung?"

Sang ayah menggeleng lagi.

Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Berbi mengubah cara bertanyanya.

"Kenapa Ayah merasa akan mati?"

Dengan enteng ayah Berbi menjawab, "Aku dapat firasat...."

Graha Taman 2

Keesokan harinya, ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus.processtext. Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh.html . "Turut Berduka Cita". "Rencana Ayah bagaimana?" Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya. "Kabar Duka Cita"." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. "Aku ingin.com/abclit.html "Begini." kata sang ayah." Mereka terdiam sejenak." Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. ABC Amber LIT Converter http://www. Kata peribahasa.processtext. kamu pasang iklan kematian untuk aku. Berbi mengajukan pertanyaan. Kita kan perlu bersiap-siap. kalau aku mati nanti. "Lho.ABC Amber LIT Converter http://www. Kemudian Berbi melanjutkan. ’Sedia payung sebelum hujan’. Namun.com/abclit. agar tidak mengecewakan sang ayah.

Teman-teman. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. "Rest in peace"." "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti.com/abclit. "Telah Beristirahat dengan Tenang". sih. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. "Kok Ayah ingin diiklankan. "Telah Mendahului Kita". kalau aku sudah mati. kerabat.html "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak"." ABC Amber LIT Converter http://www. tetangga. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran.I. Ayah Berbi meneruskan.processtext.processtext." Berbi terdiam.html . "R.P". dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka.

"Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1". atau "R. "Rest in Peace". Akan tetapi. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita. "Pilihlah ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi hanya berjanji. "Telah Mendahului Kita". Berbi menuju Gate 1. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. "Berita Duka Cita". "Kabar Duka Cita". "Kalau aku sudah sampai di Hamburg. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri. aku segera kabari Ayah" Dengan kata-kata itu. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. "Telah Beristirahat dengan Tenang". Soekarno-Hatta.com/abclit. Dengan langkah berat.html Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan.html .processtext. Firasat.P".com/abclit. Di pihak lain.I.processtext. kata ayahnya. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu.

html judul iklan yang paling bagus. iklan mana yang kupilih..processtext. "Pokoknya. kalau sudah sampai waktunya. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik ABC Amber LIT Converter http://www. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. atau surat. Jakarta." Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan karyawisata ke Roma.com/abclit. Italia. atau faksimile. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN. Berbi namanya. atau telegram.html ." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta.com/abclit." katanya kepada sang ayah. termasuk sopir bus. tentu akan aku pasang iklan di semua koran.. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. Menurut berita CNN.. Semua penumpang bus meninggal dunia.ABC Amber LIT Converter http://www. atau e-mail.processtext.

Lalu dirangkulnya. Dengan nafas terengah-engah. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama. sepatu.processtext. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya. bunda. Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Tapi luka dalam.. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. anggun dan mempesona. Meta?""Aku beli sendiri. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. bedak. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Sampai ia lulus SMP. "Bukan di situ. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki. Sampai ia masuk SMU. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. Untuk sementara.""Tapi Meta sudah ABC Amber LIT Converter http://www. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. "Bunda mau bicara sebentar. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. justru karena ia tahu persis. pakaian dalam.Bagi Yustin. Meta lari kencang memasuki halaman rumah. mata sembab dan isak tertahan. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju . mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. shampo. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya. Meta sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa..html Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Tapi tidak demikian bagi Yustin. rok .. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega.com/abclit.html . bayangan-bayangan buruk itu memang tinggal bayangan... Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya.. Sampai ia berusia enam-belas tahun. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini.processtext. bunda.yang panjangnya selalu di bawah lutut. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas.""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. Sebab nyatanya. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP.com/abclit. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya.yang tak pernah berlengan pendek. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar.

""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. yang setiap hari mendengar decak kagum. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. serta rayuan dari para ABC Amber LIT Converter http://www. memelukmu. Aku harus berangkat naik bis kota.""Kau pasti pernah merasakan. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya. atau sering merasakan. menyentuhmu. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah. bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. pujian."Meta mengiyakan dengan cara terdiam.html mau berangkat sekolah. Tak mungkin ia bercerita.""Tapi.. Badannya besar dan kekar. bunda.. Dengan berbagai kecemasan. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari. "Kenapa.. Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. Dan ini membuatnya jumawa. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik."Dengan perasaan berdebar dan bertanya-tanya Meta membuka seluruh pakaiannya.. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu.atau. Meta. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup.processtext. nak. "Perhatikan bibirmu secara saksama. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini.""Apa. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar.""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. Pipinya membasah. Meta.""Bunda khawatir."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. Meta... Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya.aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. memujimu..""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku. hingga yang pada mulanya ia hidup biasabiasa saja sebagai layaknya pemuda desa." "Lalu." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip.. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu. panggilan mesra.. siutan panjang. atau senantiasa merasakan. Semuanya. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu...processtext.""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis.??""Jangan bertanya dulu buat apa.. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa.""Bibir saya kenapa. Kapan pun.. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih. bunda. Meta.html ."Mungkin kau benar. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan.. Matanya terpejam.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi..""Tak usah. Bunda cuma khawatir. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan..""Meta tak tahu apa maksud bunda.. membelaimu. Buka saja dulu pakaianmu. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. Ia tak bisa datang menjemput...com/abclit."Meta terdiam.. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah..""Jangan berpikir sejauh itu. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu.

stiker tattoo dan pernikpernik lainnya.. dan bicara dengan suara selirih-lirihnya. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. Ketukan pintu membuatnya kaget. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya. oom. eyeliner. "Kau bicara sama siapa.. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. eyeshadow. 11 Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. ya?" "Sebentar. Meta?" Jakarta. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi.. Ia pun buru-buru membuka almari. sebab segala rupa sanjungan itu lama-lama sangat dinikmatinya.processtext. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. anting. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. blush-on. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju. giwang. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkat-angkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. "Ya. dan gunakanlah kartu debet atas-namamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya.processtext.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar.html pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. Kamar 501. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang."Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja. kalung. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. Ada nama seorang pria tertayang di layar. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Dan Yustina tak kuat bertahan. gelang. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi.. Dan Yustin tak mungkin bercerita. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya.com/abclit. Oke.ABC Amber LIT Converter http://www."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. "Halo.html . Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar.com/abclit. maskara. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. minta aja kunci ke resepsionis.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang.!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anak-anakku."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. Sekarang aku sudah di kamar.

kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini.Malam itu. aku cinta Bram. Tapi. "Kubisikkan pada mereka.Anaknya lahir dengan sehat. lebihlebih. aku cinta Bram. tiba-tiba Dina tidak tahu. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara)."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. bersihkan sarang laba-laba itu.com/abclit. hal itu diomongkan kepada Bram.processtext. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. Dina tahu Bram ada di sisinya. kalau kau punya suami. Ia menampar habis-habisan sulungmu. Dina membawa sebuah buku. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. dan kesedihan adalah milik mereka.Kemudian dengan bayinya.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Kala mendongakkan kepalanya."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih.com/abclit. Mereka samasama bekerja keras. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. cintaku kepada sulungku dan Bram. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. sebenarnya Dina merasa. menari.JALANjalan.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. untungnya aku datang. ketakutan." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. setamat sekolah pulang ke Indonesia. Namun. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih. ketika selesai menyetrika. "Non. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu. apakah dia masih mencintai Bram. dan berucap. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. Dina menikah dengan Bram. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam kandanganku. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. harapan. Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang. berdiri di mukanya!Jaringjaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. Itu rasanya tidak mungkin."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah). "Kuberikan diriku. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak.PADA saat itu. Bram. Dina menyanyi. aku cinta Bram." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. waktuku."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). di halte sambil menunggu bus. Dina duduk di ruang tamu.html Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.html . dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. langit menulis kata-kata itu. seorang lelaki Indonesia." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mail-nya. Sekarang. Kamar Masmu memang jorok. yang ABC Amber LIT Converter http://www.

kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu.Langit di sana diam-diam saja. Dina tidak ingin peduli. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram.html . masih menjerat seluruh tubuh. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba.ABC Amber LIT Converter http://www."Ibu memeluknya. Semua perabot rumah."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. Celakanya mereka bukan laba-laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. Memang ada ABC Amber LIT Converter http://www.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. perasaan dan pikirannya."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba."Ibu memeluknya. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk. Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. tapi mengantarkan kamu ke psikolog. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. yang sampai pada saat ini. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. mereka adalah labalaba ganas. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. Hal ini dibicarakan dengan Bram. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini."Dina diam saja.Dina menjerit-jerit.html kemudian menjadi suaminya. Dina mungkin capek. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. Dina mengatakan kepada Ibunya. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. "Din. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi.DINA menyusun rencananya. bajubaju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. tapi untuk keluarga. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. sebaiknya minum susu dan aspirin.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. perceraian. ia membersihkan sarang laba-laba di rumah Ibu. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. kamu depresi.processtext.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini.com/abclit. Sebetulnya. sebisa-bisanya. Langkah satu.processtext. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun. aku tidak pernah mengurungmu. "Ibu. bukan untuk diriku sendiri. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. "Nduk. Dia merasa. Dia naik ke lantai dua. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. Karena semua orang bilang.com/abclit. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan. mengirim cintanya lewat telepon. "Nduk.SUNGGUH.

Bram berkata pelan-pelan. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan mengurus dirinya.""Jadi. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. karena tanpa tugas-tugas itu. Namun. Dina berkata pelan-pelan. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas Bram dan anakmu." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. Din. kasihan anakmu. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. padahal kuberikan semua cintaku untukmu."Bram. "Sudahlah.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu.processtext. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya.Kesedihan. Kamu masih dalam proses penyembuhan.""Kau tidak mencintaiku lagi. "Ma. 18 November 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit."Bram melihatnya lekat-lekat. mereka akan datang menjemputmu.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya.Malang. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan. turuti sajalah apa kata dokter.Sampai di rumah ini. Bram berdiri di antara tetangganya. ayo tidur.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang labalaba. Dan jaring laba-laba itu. kamu sudah sembuh. mereka berdua melenggang ke kota lain. "Saya harap.com/abclit.html ekspresi cinta dari Bram. Dina jijik dan sekarang. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya.ABC Amber LIT Converter http://www."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. selamat tinggal. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. Beberapa tetangga berdatangan. Dilihatnya Bram dan anaknya. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat). dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. Bram yang seharusnya merawat. "Din. "Pa. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun.Dina menangis. tapi harus dihormati). namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka.html . "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur.Akhirnya. harga obatmu sangat mahal. Padahal. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu. mengejar-ngejarnya. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. Dina menganggap. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. anaknya.processtext. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). ketika Dina merasa pusing yang hebat.

Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. dan Ayah merestuinya. pusarpusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji. Tak perlu menunggu lama. Mak akan berkata tentang keberuntungannya. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. sambil menyibak pusaran rambut itu. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya.Demikianlah. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam.html . cukup dengan berkata. semuanya selamat dierami. bakal cepat berkembang.Akan tetapi. tamat SMP ke SMA. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. dua-tiga butir yang dierami." maka. dan turun dari kandang berkembang-biak. mencari kutu. Rambutnya kasar seperti ijuk. "Ayam ini untuk si Upik. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. pusar-pusar ternak itulah. ajaib. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat. Alangkah indah dan menyenangkan. tiada dua. ya.com/abclit. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. Berbeda sekali dengan si Upik. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. cukup angin saja yang menyibak. kanan dan kiri.processtext.processtext. sekolah si Kandik harus terus disambung. Atau ada yang sempat bertelur. tak perlu menunggu tamat sekolah. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. Tanpa harus menguak dan meraba. Ayah tentu merestui. baru akan naik ke kelas enam saja. Ayah telah memberinya sejumlah kambingABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. Dan kenyataannya memang demikian. berdiri tegak umpama dari landak. Karenanya. Dan. Bila ayahnya membeli sepasang ayam. Upik merasa tersanjung. menampakkan wataknya yang keras. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. Merimuk saja di sudut kandang. lalu tumbuh berpasang-pasang. Ia bercita-cita menjadi tentara. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. nanti mendaftar jadi tentara. Konon. ayam-ayam berkotek di kandang. terhindar dari segala penyakit dan kematian. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. Ketika si Upik masih kecil.html Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya.com/abclit. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala. orang-orang percaya pada pertanda.

Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. sapi dan kini kerbau. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. dengan sekali sentak. berarti menantang adat dan kebiasaan.. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak. "Upik.html kambing orang dengan sistem paroan2. di usia sehijau itu. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. kakak-adik. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. tapi bermacam-macam.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!).Pagi-pagi sekali. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. Maka. Sungguh menambah beban. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi! Dan petang itu si Upik teramat sedih. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. begitulah. tidak berbaju buka kepala. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. berkat tetua yang pandai membaca. Maka. Membuat si Upik tak nafsu makan. setiap isyarat jadi sebab. Sendiri memintal hari. ayah butuh seekor kambing!" Maka. tapi bukan penghiburan yang didapat. turun-temurun. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. Tidak. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak.ABC Amber LIT Converter http://www. bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan.com/abclit. Dan semua ternak diterima Ayah. Setiap tanda jadi tanya. begitulah keadaan diri si Upik. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. ternak si Upik memang berkembang-biak. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan?SEPERTI diduga. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu.com/abclit. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". Selalu.. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. apalagi si Upik.html . melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. mungkin juga seorang bandar!). dari ayam. dan ia tak peduli. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambing-kambingnya ke padang gembala. Berhujan-berpanas sudah biasa. dan Mak tak kuasa membujuk. Tak hanya kambing. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. seorang sahaja di tengah padang. tanpa pernah berunding dengan dirinya. Menjadi adat orang seranah. berkah dari adat yang bertuah.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuansungguh dianggap keterlaluan. Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. "Anak gembala. dan berseru di tengah padang. Si Upik tak kuasa menahan tangis.processtext. dengan kumis melintang. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah.processtext. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. Akhirnya Ayah bertindak ABC Amber LIT Converter http://www. melainkan dampratan dan umpatan. Ia merajuk. Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit.

Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya." kata Mak kelu. "Kamu mesti berangkat. orang tua penuh perhatian. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. Pik..html lebih jauh. kurus dan menderita. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. yang menjadi latar perkampungan. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. entah kenapa. Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. Upik. itulah yang utama. Dan penuh perhatian. kawanan bangau yang putih yang suci. orang mahfum. Mengobati sakit dan lelahnya. "Kamu sakit.com/abclit. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. dialasi tikar. si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. ia lihat wajahnya.ABC Amber LIT Converter http://www. rasa diperhatikan dan penghiburan.processtext.. ketika seseorang datang berseru. bangau-bangau itu lantas menjauh. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. dijambak dan diacak-acak. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. Cepat Upik berlalu. Perutnya mual. apalagi mereka tak punya anak." Lama-lama. "Panen gagal. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. Wajahnya bersih.Terhuyung Upik meniti pematang. dan Kandik segera mengejar.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. Sebenarnya. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. juga rambutnya yang kusut. O. Ayah menyeretnya ke belakang. Isi ladangnya tak pernah jelas. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. mengancam. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng. kecuali dari Pak Kudun!Ah. Apakah sekadar mendapat teman bercakap. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. Dan merasa lengang bila lakilaki itu melanjutkan perjalanan.. patuklah pusar-pusar di rambutnya. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. tapi sudah cukup akrab-bercakap. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan uratABC Amber LIT Converter http://www. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini. tak sekadar membentak tapi menggampar.Tabiat buruk Ayah kian menjadi.Tapi Upik menyukainya. Dan petang itu. ingin muntah. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. menyejukkan. Dengan satu sentakan.com/abclit. Yang jelas.processtext.html . mampir sebentar dan bercakap. Dipijatnya kepala Upik di sana. Tak tergurat tanda amarah. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah.. "Hampir panen. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. "Awas. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekat-dekat. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. Di kubangan. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. diserbu belalang dalam semalam. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. ia dengan nyentrik bilang.

Maka. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. seperti tersadar. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada ABC Amber LIT Converter http://www. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. dan berteriak seperti biasa. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik. Upik sungguh tak bisa berbuat apa-apa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. Mak. Terima kasih.. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu.. Dan Upik.html . atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diam-diam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan. kalau Ayah sampai tahu. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. Ayah lalu berbalik langkah. Pak." Pak Kudun tak melanjutkan. Barulah sesampai di tempat yang sedikit terbuka. Iya 'kan?"Begitulah. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan. meniup puput-serunai batang padi.processtext." katanya dengan suara bergetar.Upik menggerakkan kedua lengannya. berarti kau yang memberi tahu.html urat di tangannya. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya. Ah.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. Lantas.. melainkan datang dengan ancaman yang sama. Awas. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. tidakkah juga. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram."Dan kau. lantas si Upik berlari menuju ke sana. dengan ucapan yang tak selesai itu. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya. Seperti sekarang! LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. irama itu terputus tiba-tiba. dengan tatapan orang yang minta diri. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala. si Upik melepaskan jerit. untuk kali itu..Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang. Upik merasa lengang tiba-tiba.com/abclit.processtext. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayah-bila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. Dan karenanya. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. "Upik.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. Kandik segera berlalu menyusul kawankawannya yang kian jauh. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. Sebelum pergi."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab.. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. bukan mengembalikan mangsa. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala.PETANG itu. menggeleng-gelengkan kepalanya kirikanan. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Tinggallah Upik dengan hati senyap. iramanya melengking tinggi!Tapi. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. Tapi. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. Batal ia mengambil mangsa. "Mbheeeeekk.com/abclit. Gadis itu terpana diam. Upik ingin tak mengenang. dan merasa agak enak sekarang. Pak Kudun memandangnya. Keduanya bersitatap. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. "Sudah lumayan enak. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak.

tenanglah. 2002Catatan:1. Semakin tebal.. ada apa ramai-ramai. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu. semakin bebal.. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman. Disebut juga uyenguyeng atau pusa-pusa. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda.html pancang di kandang.. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam.. ceritakan apa adanya saja. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. Namun.. Pusar-pusar. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. Ia ingin menjerit. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. "Ceritakan dong. berpulun kain sarung. Pu. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya. Ayahkah. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas. Kai. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. Edisi 01/05/2003 "KAI. Menembus pekatnya ranah yang berkabut.Rumahlebah. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba Sumber: Kompas. baru beberapa langkah. sesuara lebih dulu menyentaknya. "Cuma..Aku juga tidak bisa cerita banyak.."Tenanglah." beritahu Tangkai. "Upik. Tetapi. dan kalau nanti Ayah datang mencari." katanya.com/abclit.. tapi setidaknya.. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga. "Ya. Sistem paroan. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sanaABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin menyelinap ke semak-semak. Aku telat datang!" pintanya kemudian. suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan.processtext. Upik.ABC Amber LIT Converter http://www.Upik beranjak ke arah semak-semak. hantu. Kita ke ladang saja sekarang. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. Senja mulai turun.." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan.2. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. Yogyakarta. Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal.processtext." bisik Pak Kudun. meski sulit dipercaya.html . mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. atau.com/abclit. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama.

" "Terus terang aku agak enggan menceritakannya." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah. "Jangan di sini." kata Kupu-kupu." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. "Wah wah.com/abclit..processtext. Capung kemudian terbang dengan tak acuh." kata Kupu-kupu. Bukan ingin tahu pendapatmu. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi.html sini!" tegas Kupu-kupu. "Wah. Ah. "Sudah. maaf." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. "Lho. aku malah hampir lupa.. Di sini nggak ada enaknya. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. "Sudah. Tangkai akhirnya mengangguk. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggasunggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala." lanjut Kupukupu. Sampai nantiiii. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia." kata Tangkai.. Aku belum mendengar apa-apa. teruskan ceritamu.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. "Nanti dulu. maaf. nanti dulu. "Jadi tidak mau mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal.processtext. ada angin lagi. nanti saja ceritanya." "Mau dengar nggak?" "Maaf." "Karena mereka saling memanggil begitu. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. Hm.. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar.. "Sudah risiko. teruskan. Di antara tiupan angin yang membawanya.. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi." "Kok berkomentar lagi. Dua lelaki. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. tidak begitu. Kelihatannya ada jalan keluar." kata Kupu-kupu.." "Dua orang kataku. "Nanti.." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan.. hingga kemudian. Jangan pikirkan si Capung. Masalahnya. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. Aku baru terbang dari luar kampung sana. Kok kamu tahu mereka ayah anak. Kelompok Bunga belum sempat bercerita. Bahkan dalam tidur pun. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. "Pergi juga tak apa-apa. peristiwa apa sih sebenarnya. Oya. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak. "Demi persahabatan. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. teruskan ceritamu. tenang dulu." "Begitu?" "Ya. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap.html . Mau dengar nggak?" "Maaf. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan. Agak sedih malah. Ayah dan anak." kata Capung.. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya. sekarang.. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang." kata Kupu-kupu. Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. "Jadi ketinggalan berita. karena tadi terbawa angin. Melihat Kupu-kupu datang lagi." kata Tangkai bergoyang. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. "Cerewet. tadi lebih pikuk. Ceritakanlah.. "Ya. "Kuringkas ABC Amber LIT Converter http://www. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. aku masih agak terganggu sampai sekarang. Seru sekalii. "Nanti dulu." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf." kata Kupu-kupu." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. "Oohhh. aku pergiii!. Kupu-kupu tampak berpikir." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi.

..html saja. Tapi perkelahian masih berlanjut. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. masing-masing akan terdengar khas. kau seserius. akhir dari kejadiannya. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. Atau malah kurang seru. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. "Kukira ada hal yang luar biasa.. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. tikam-menikam. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. yang diinjak. Bisa kau bayangkan. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan. Hing.. Tak ada yang mengejutkan. "Ah." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul. "Wah. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. dan menghilang ke ujung jalan sana. "Iya. Masih cukup dekat dari halte. Begitu saja. Hinggaaaaa. peneriak.ABC Amber LIT Converter http://www.. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan. kok biasa saja. Ayah dan anak dikeroyok. lalu menaiki sebuah angkot. Sementara si Tangkai kembali bergoyang.. Polisi semakin banyak berdatangan.com/abclit. Ya." kata Kupu-kupu. karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. Polisi datang dan melerai. sama-sama meninggalkan kerumuman. "Ya dong. Bus-bus berhenti.. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai. tahan dulu. setiap kepala." kata Tangkai. hingga tembak-menembak.processtext. Darah berceceran di mana-mana.. setiap penilaian. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. "Ya. teriak-meneriak. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan.." Tangkai bergoyang. yang ditembaki. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul... "Begitulah." kata Tangkai." "Apa itu?" "Kedua lelaki. Setiap mata." "Yuk. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang ABC Amber LIT Converter http://www. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. lempar-melempar." kata Kupu-kupu." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana.. Biar informasiku lengkap. Ayah dan anak berteduh di halte sana. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. tak tak puas. Bisa kau bayangkan. Para penumpang menontoni. Para penumpang yang ditodong melawan.. kemudian ikut berkelahi. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. "Terserah." "Hussh! Hussh! Kau." "Daag. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah... penginjak. Kejadiannya berjam-jam. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu.html . Lalu tentara datang. Tak percaya oleh kenyataan. Nafasmu nanti habis. Cuma kejadian sederhana. Hinggaaa. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit.. setiap hati. Lalu kau dating. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu. Pukul-memukul." "Wah." kata Kupu-kupu.processtext. tahan dulu.. yang diteriaki. Dia tidak begitu hebat.. maki-memaki. Jalanan benar-benar macet.. penembak.com/abclit." kata Tangkai. "Itulah. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar." kata Kupu-kupu. "Itulah.. Akhirnya tak jelas lagi. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai." "Aku kan Kupu-kupu pintar. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong. "Maksudku.. Itulah ringkasannya. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri." "Terserah kalau begitu." "Itu dia. Daaag. Begitulah. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai.

" Pada tahun 2003.com/abclit. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang ABC Amber LIT Converter http://www. pandangannya melulu terpancang pada Bulan." nasihat Ayah seperti berpuisi. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. ayah dan anak.processtext. menceritakan hal sederhana. dan sekaligus dibanggakan.Aneh banget Ayah itu. bagaimana kedua orang itu. Bukan hanya Bulan. menonton sejenak. katanya lagi. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik.ABC Amber LIT Converter http://www. namun sebagian lainnya tak perduli. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. dan Brunei Darussalam."Makanya jangan melawan Rembulan. "Lontar telah pergi.html heboh. Atau menutup berbagai lokakarya. tapi juga tahun 2003 itu. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. Tukang-tukang kayu dari Jepara. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. katanya lagi dan lagi. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya.Pada tahun 2003.html . sudah pingsan berdarahdarah. dan Pati akan panen order dari Thailand. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri." ujarnya kembali berpuisi.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas. Tahun yang sangat ditakuti. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. Pada tahun 2003. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati. si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu. Tentu saja. Lunglai. atau memang sudah mati percuma. karier Anda sekalian bisa lebih suram." kata Ayah. membawanya. Kalau tidak.com/abclit. Kini komputer menggantikan perannya. Singapura.processtext. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. yang masih dapat dimanfaatkannya. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi. Rembang. Turuti saja panggilan sinarnya. Sampai ketika kedua orang itu. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah.

Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita.Borassus flabellifer.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di kabupaten Klaten pun. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. cintamu juga harus lebih canggih. kebanggaan keluarga kami. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. pribumi maupun Tionghoa. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. yang buahnya segar. Ya. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Padahal. Kami tak mau mengecewakan hatinya. belum pernah bicara. cinta pada Tanah Air. hari-hari kami seperti lebih teduh.html menghasilkan daun tal atau lontar. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. seperti yang semua sudah tahu.ABC Amber LIT Converter http://www. adalah tulisan. akan mati.Namun. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ABC Amber LIT Converter http://www. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. ***SEPULANG pidato. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami. Tiga anaknya berkumpul. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. cinta pada anak-anak. sekarang pohon itu tak ada lagi. Ia cuma melayani dan melayani.html . Tak ada action plan. Seolah-olah bersyukur. Dulu.Makanya. Tak ada cetak biru.com/abclit. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. Kini menunggui Ayah. Matahari tidak langsung memancar dari langit. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris.Sepeninggal pohon lontar. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. cinta pada keindahan. Itulah nama Latinnya. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. Pendeknya. Universalitas ini yang penting. Ayah tidak berdiri di sana.Bukan hanya gelap gulita.Anak-anaknya berkumpul. itulah pohon tal. melalui jendela yang terbuka. Ya. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. pohon lontar itu. tiga anak-anak lontar yang setia.processtext. Belum mengerti pasar modal. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. katanya. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir.Aku sengaja mendampinginya. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. semangat hidupnya seperti menggelegak. Kesehatannya tampak terganggu. Sepeninggal lontar. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. tapi hitam legam di panggung sejarah. fluktuasi harga. Bukan. Ia menggiling beras untuk petani setempat. pada hard disk. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu.com/abclit. punya karakter lokal dan manfaat lokal. maupun indeks gabungan harga saham. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. pada disket. kata Ayah. banyak orang belum siap. cinta pada Ibu. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. Setiap benda itu. siwalan alias lontar. berbuah maupun tidak berbuah. Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio. dan cinta pada pengetahuan. Sekarang pada layar monitor. Tahun 2003 sudah datang. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. Tapi. cinta pada kebenaran. hidup ini perlu penerangan. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. juga punya karakter universal. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. Tetapi. Seolaholah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya.processtext. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. Ayah bergumam. Cinta pada pohon. blue print. Yang daunnya berbentuk kipas. Apakah mereka harus dikabari. baik sipil maupun militer.

Napasnya normal. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. berkembang. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu.html ini? Berangkat dalam tanda petik. elegan. Malam itu bulan bersinar sangat terang. Napasnya kembali tersengal-sengal. dan berbuah. tentunya. Lewat tengah malam." Ayah mengigau lagi. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. guru sekolah dasar luar-biasa. taman. kebun."Jangan melawan sinar rembulan. berkilat-kilat."Ibumu tahu. mendengar Ayah memasukkan sepeda. dan nyeri perut. Anak-anak sudah tidur. Air mukanya tidak pucat lagi.com/abclit. dan terlalu merdeka. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Aku teringat perempuan tinggi. Dini hari betul.. lalu sunyi lagi. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. Rumah sakit mana saja.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. Ayah seperti batuk keras sekali. Napasnya semakin jarang. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. aku curiga. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. kami tidur di sekeliling Ayah. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. Sekali dilirik. ibumu tahu. Memang ada banyak macam manggis. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah. Tapi..com/abclit. Ia bisa tumbuh di mana saja.Namun. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. Batangnya kuat.processtext. semua laki-laki. Ya. Ayah tampak sedikit tenang. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. kukuh. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. Tapi malam ini. aku terbangun. yang terakhir itu bukan manggis biasa.. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. atau mungkin juga kecapaian.html . orang Pasar Minggu memanggilnya mundu." Ayah mengigau lagi. yang telah duluan meninggalkan kami. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. sepertinya semua baik. Semua dilakukan dengan senang hati.processtext. Garcinia porecta! Manggis hitam.ABC Amber LIT Converter http://www. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Daunnya tebal. Aku membangunkan adik-adikku. Ayah mengajari kami hidup tekun. Wajahnya pucat. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber). bisa teringat selamanya. Ada Garcinia mangostana. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. anggun. atau mungkin hutan bagi Ayah. Tapi.***MALAM sudah larut. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita. katanya. Semua anak Ibu tahu hal itu. Bukan hanya tapak dara. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. Satu per satu. Meskipun jalanan berbatu. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. juga tapak liman dan tempuyung. kira-kira pukul empat pagi. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. dan seindah-indahnya. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. yang sudah punya tiga orang anak. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Tapi. Setiap orang punya perlambang sendiri. tumbuh rajin.Hidup ini seperti sebuah lapangan. bahkan di semen sekalipun. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. Ia akan menyusul pohon lontar. ada Garcinia dulcis. obat batuk. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. Dalam perjalanan panjang hidup ini. juga di jendela kamar Tante Yetti. Sekarang ABC Amber LIT Converter http://www. aku terbangun.

Ia mengingatkan orang pada AFTA.Aku senang Ayah banyak membaca. dan si kecil. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah. Atau kelapa. Ia bisa jadi palem raja. Begitu banyak hal disingkat AFTA.***PUKUL setengah enam. siapa yang mau melawan?Yang terang. kakak memilih jadi asam jawa. berpusat di Miami Florida." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. sekali! Ibu bukan Rembulan. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah.html juga.Si pohon asam jawa. Bahasa itu harus dipelajari. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya.html . yang bungsu adalah pohon salam. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. Atau ada "rembulan" beneran. Mungkin Ayah lupa. Tamarindus indica. sadeng. "Jangan melawan Rembulan. sebaiknya mati saja pada tahun 2003. Bukan nyeri. Makin tua makin rajin belajar. Ia terus tumbuh ke langit. Sejak ada komputer. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. cantik dan setia. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. kegemarannya makin berkobarkobar. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya. kini menjadi yatim piatu. Bahasa itu. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. terkait dengan pemahaman ekologi. sejak 1977.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. tidak bisa diajarkan. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. teguh dalam badai. Terserah pada kami. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. kakak dan adikku. atau palem puteri. tapi menyeramkan. ia mirip palem raja. ketika matahari terbit. tetap saja tidak bisa. ada atau tidak ada AFTA. ada atau tidak ada Rembulan. tingginya bisa 25 meter.com/abclit. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. Entah pula Association of Temperate Agroforestry.***AYAH adalah sebatang palem yang lain."(Sebagai ziarah abadi.Sayangnya. Borassus flabellifer yang kuat. Ia tidak takut cahaya Rembulan. bila Rembulan bicara.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau sedang pemurah. lindungilah Ayah kami. Buahnya banyak. mirip seperti Ayah. Katanya juga jelas dan tegas. Kami tidak boleh berargumen apa pun. yang gugur sebelum tahun 2003) ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.processtext. bila rajin buka kamus. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. membaca berbagai koran dan majalah. seperti ibunya. menurut ayahku. siapa pun Rrembulan. untuk Muhammad Saleh Kismadi. dan American Family Therapy Academy. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. aku. kelapa sawit. barangkali. meskipun tinggal di dusun terpencil. Entah itu Asean Free Trade Agreement.com/abclit. "Jangan takut pada hutan. mungkin juga kurma. Mungkin juga lontar. Tetapi. tapi siwalan. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. Yang terang batangnya lurus ke angkasa. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Aku pohon manggis hitam. Pencipta alam. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. anak-anak siwalan ini. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang.Aneh. Ia pohon asli Indonesia. Sebaliknya. persis seperti tertulis di sini. makin ingin tahu. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Melalui Internet." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu. sepeninggal lontar ia banyak pidato. Kalau sedang pelit. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. kami panggil suka-suka kami.

ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu. kursi.Namun. Sulur laba-laba menghiasi tembok. "Bagaimana kuliahmu hari ini. Lama. Masih menunggu seseorang. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu. Tetapi." Atau kecupan mesra di pipi. Tampak kotor. sepi. Dan ia masih mencoba menunggu. vas bunga. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam. almari. menjijikkan. pintu itu belum juga terbuka. itu sia-sia. Tetapi. ia ingat. Meja. Dingin menembus tulang. Ia terus berdiri. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. dan akuarium. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat.Gemetar ia melangkah. terdengar berulang-ulang. meremang. Mandilah dengan air hangat. Ia tampak takut. Juga sayup jerit.processtext. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin.processtext. tapi niatnya tak surut. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. entah dari mana.-ah. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. Menunggu seseorang membuka pintu. Ia terus melangkah. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia.html Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. berjumpalitan ditingkah pecahan guci.html . Ruang tamu itu kosong. Berdiri gamang di depan pintu. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. ia masih berdiri di depan pintu. Langit bergetar. Mengedarkan pandang. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. cermin asbak. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik.. Tetapi. Lalu lengang.Malam merayap. Mai? Kau tampak capai sekali. Tetapi. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. begitu miris. Juga sedikit bercak darah pada gerutan kasar di tembok.com/abclit.. Lama. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka.com/abclit. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. bagai habis terbakar. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar ABC Amber LIT Converter http://www. Di dahi. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah.

Berteriak serupa kesurupan. memaki. Foto itu buram tertutup debu. Tetapi. Di situ ia kembali terpaku lama. Juga suara orang-orang itu. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. mengumpat penuh kebencian. dan dirinya tampak semakin nyata.***BAYANGAN itu begitu kental. Tenggorokannya seperti tercekik. Ah. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan.ABC Amber LIT Converter http://www. berteriak. Tetapi.Ia melangkah menghampiri foto itu. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. Ia jongkok. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. menggeleng pelan. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Malam kian mencekam. berteriak.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. saat ini. Juga gelas. Wajah-wajah beringas. Ia ingin berontak. Mengkilat. Lututnya bergetar hebat. tubuhnya huyung seperti mau roboh. Malamnya ia nyalakan lilin.html cahaya kristal. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. "Tidak! Itu masa lalu. urung. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. dan ABC Amber LIT Converter http://www. ya. mengusap-usap dengan jemarinya. menepiskan tangan. Membuat ia kian gemetar. mangkok. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu. piring. Melotot. menggigil ketakutan.com/abclit. Mama. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. namun air matanya enggan tumpah. Semua itu begitu jelas terbayang. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Membuat tenaganya sesaat lesap. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. Di lorong jauh. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. Ia sangat tersiksa. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Tetapi. mengingatkannya pada kawanan serigala liar. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. Mengatur napas yang mendadak sengal. Hingga bulu kuduknya meremang.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan.processtext. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. hingga wajah Papa. Lalu tawa mereka. Dan darah. Ia masih ingat. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. Malam kembali senyap.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Keringat di dahinya kembali berleleran. merunduk.html . belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya.com/abclit. sendok. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap.processtext. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. ingin mencium bercak darah di tembok. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. tibatiba ia tersenyum tipis. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. Tidak lama kemudian. Ia mengenakan toga. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. Ia lupa. Mengejutkan! Susah payah ia mencoba berdiri tegak. Mata-mata merah. Ya. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. Ia ingin menangis.

Jantungnya berkeretap kuat. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri.. Pelan ia merapat tembok. kursi. rak buku.html botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping.Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. Waktu beringsut cepat. Gamang. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapasiapa. bocah laki-laki tampan. Selain itu. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. Tetapi. Ia ingin mati saja. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. Tetapi. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu.Lima jam setelah kejadian itu. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan.Ah. Ia terus hidup.Akan tetapi. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. mengusap-usapnya. Begitu kuat. Bergiliran. Sebelum orang-orang ke luar rumah.processtext. Juga sprei di atasnya yang acak. Hingga ia pingsan. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu.Mula-mula taksi meluncur cepat. Mata mereka menyala. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar. Tetapi. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. Ia ingin sekali memegang bendabenda itu. Tetapi. tumbuh. ia takut. *Depok . sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya. Menenteng kapak. Memberinya makanan enak. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. almari.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. Tetapi. perlahan-lahan tenaganya pulih. juga segelas susu. Letih.. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. Berjam-jam. Bocah lakilaki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. miliknya. mengelus-elusnya. sopir taksi itu justru tertawa lebar.html . Terus tumbuh. Ia sangat ketakutan. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu.Yogya. Dan seperti tanpa sadar. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. harganya pun pasti mahal. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. Ah. di sebuah kamar hotel.com/abclit. berkilat-kilat. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Entah apa.com/abclit. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah. Sebentar lagi pagi tiba. menenangkannya. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. Itu adalah kamar miliknya. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. namun selalu gagal. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang. ia terlalu letih untuk terus melangkah. 1998-2002 ABC Amber LIT Converter http://www. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. selain tampak kotor berdebu. Menyusul Papa dan Mama. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat.Namun. Meja. kusut. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya.processtext. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram.ABC Amber LIT Converter http://www.

panjangnya sebahu diurai lepas. Inggrisnya beraksen Amerika kental.. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. "Hello. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan."Number ten-bi.com/abclit. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. Rambutnya hitam legam. Paha itu menjadi perhatian banyak orang. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu.. Ternyata seat-nya nomor 10-B. Dengan kalem ia menutup bagasi.com/abclit. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A.! Yes. Itu. Ia bertubuh tinggi semampai. melainkan. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku.html Kepada Tiankong. rupanya dialah si peri. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. Bisa kupastikan. karena action Si Peri. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. bergaun panjang.Ternyata. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.processtext. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat. Jadi. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. Ia lalu kunamai Si Peri.Tetapi. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta.. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Pikirku spontan. Kata teman-temanku. Sorry!" kata Si Peri. berkulit warna almond.. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja.html . it's mine. Edisi 12/15/2002 OHHHH. sumber wangi aroma melati. warna merah darah.ABC Amber LIT Converter http://www. Perilakunya santun. ketat. kekikukan yang kali ini berbeda dengan kekikukan yang biasanya ABC Amber LIT Converter http://www. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. Tetapi.processtext. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. suaranya lembut.

maka ia merasa asing ABC Amber LIT Converter http://www. sambil mengguncang-guncang tanganku. menahan tangis.ABC Amber LIT Converter http://www." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya. Ya. saya tidak tahu!" aku berterus terang..Miss.. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak.. tahun '62. Tian-Tiankong itu artinya Langit. Maka. nenek saya termasuk di dalamnya. Nenek saya bilang."O. karena penasaran..html . Materinya terlalu panjang dan rumit. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang.""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti.Aku bingung. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. Langit Yang Jauh."Sama.processtext.. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup.. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok. ". Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. karena aku sedang memikirkan profesinya.. Itu. Sedangkan kekikukanku kali ini.processtext."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda.. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan.. nenek Anda."Maaf." mata Peony yang semula redup.ee. maafkan saya.. Apa sih profesinya?."Ke BatuMalang. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan ragu-ragu."Maaf. saya berbahasa Mandarin. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah." ia memenggal kalimatku. ia dagang palawija. bisa juga dimaknakan Surga..."Nah.. memberi makan para pejuang. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. ia terkena PP-10."Tentu saja Anda tidak memahaminya.. maksud saya. Setelah menikah. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum.. "Jadi. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia. Sungguh.. saya mau ke Langit."Yes! Anda cerdas. Miss Peony. seindah Surga."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. Maka. Ini menyangkut sejarah. Di kota itu nenek saya lahir. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan.. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. "Hem. negeri yang kata waipo-ya. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali." ralatnya. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku. kulanjutkan dialogku dengannya.tapi. karena kecintaannya terhadap Indonesia. pertanyaannya mengejutkanku.com/abclit.""E. Ironisnya. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. Tetapi. Tapi. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata.. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. dari mana saya harus memulainya. saya mau ke Jakarta."E."Yes. Itu. sorry. di Surabaya. kembali berbinar.. Maksud saya Peony Wu. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar.nah."Ya..""Nama saya Peony. "Itu. karena alur pembicaraan saya rancu. "Jadi.. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya.. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu.com/abclit.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. Biasanya. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan. Aku tidak memahami alur pembicaraannya. Saya suka. ya kata nenek saya. Nah. karena saya tidak tahu. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana.. Yang saya tahu.html kurasakan. ". Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian.

bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini.Malang... Maka.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. Anda jangan bercanda.processtext."Ya. Ia memilih tinggal di Indonesia.." Komentarku tentang dirinya. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis.html terhadap Tiongkok. Untung. Jadi. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis." lagi-lagi ia memandangiku. "Nenek saya ada di sini. Kemudian. akhir Oktober 2002 Lebaran.. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Kabarnya. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok.. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya. buka butik!""O.processtext. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan.. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat."Ohhh. ia lalu berpesan. "tapi..""Ah. usianya 78 tahun." tanggapku serius..html . Jangan. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya.. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera. Ia takut. Suatu tempat yang ia rindu-kan. Jangan. "Oiya. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Ia lalu mengajakku ke Batu. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya.ABC Amber LIT Converter http://www. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. lahir di Macao."Saya tidak bercanda.di Tiongkok.com/abclit. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh. tempat itu sangat indah bak surga. saya sekarang punya usaha di Singapura. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao." sambung Peony tersenyum getir. besar di Amerika. Itu.. usianya 38 tahun. makanya Anda modis. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. Tetapi kedua anaknya hilang. ". Sayangnya.. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao. Kemudian. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya.!""O."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat.com/abclit. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. untuk melaksanakan li bagi neneknya. Katanya. ketika meletus G 30 S PKI. Keterasingannya itu membuatnya gamang dalam menjalani hidup.Jakarta."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas.

000. ***SEGALANYA? Entah. Kue dan baju. dengan pandangan masih nanar. itu bukan mimpi pertama.processtext. Betapa cepat.000 per bulan. ***MENGGILING. sungguh membuat Openg tambah letih lagi.telah menipu. Dulu.. Bang Tohar. Amri. kalau kebetulan tak menggiling. Dibukanya mata. Mak! Dan ketika aku pulang. Openg terus terbatuk. dilihatnya Ucok. Openg terbayang Atin. masih terbatuk-batuk... Selalu. dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena. Tetapi. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. Gelombang membalik. Pulu. Setiap gerakan.000. telah menipuku. nanti. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam.html . Kita bisa. Jermal. Lelap saja.html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. mengepak-ngepak. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali.. melambungkannya ke permukaan. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. Bagi Openg. betapa meletihkan. ABC Amber LIT Converter http://www. Wajah Mak. Jadi. Segalanya.. saat tiba-tiba menyadari tak ada air.. hanya dua bulan. Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400. Untuk toke atau cukong saja. Sebaiknya kau tak pergi. bawa uang. Jangan khawatir. Betapa melelahkan." Tapi.. Edisi 12/01/2002 AIR. "Sudah. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. tak ada gelombang. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam.com/abclit. Dan." Atin menyela. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Sudah berkali-kali. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin." "Aduh. artinya menarik jaring. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. Orang-orang dewasa itu. Gelombang." "Tapi. Tangan kecilnya menggapai-gapai.com/abclit. Tenang saja. Bagai tak ada antara. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya. dan Kabir (temantemannya) telah menarik tuas penggiling. "lebaran! Kita bisa buat kue." "Ah. Dengan napas masih sesak. Di hadapan mereka." "Tapi. apa itu? Di tengah laut. Mak. menatap ke arah Openg. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. Beli baju.. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. Dua bulan. Orang-orang itu. tetapi semua sia-sia.. terbatuk-batuk." "Ya. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang.. kata Mak." "Tapi .. Begitu aku pulang. Janjinya. itu tepat jelang Lebaran... Ah-ah... Mak ini bagaimana. tak pulangpulang. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut.ABC Amber LIT Converter http://www.000.ternyata Mak benar.... Mak bisa ke Malaysia.processtext. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. mandor itu. kalau Rp 200. yang jelas. bilang hanya Rp 200. Mak. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Kenapa bisa datang berkali-kali. mengangkat. Dua jam itu. setiap tenaga yang ia keluarkan. bukan persoalan memutar atau menggilingnya. Tatapan itu." Mak masih ragu.. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini.. Tak sampai dua jam. Empat ratus ribu rupiah. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. di jermal. telah tiba saat menggiling. Wajah Atin. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. Mak ragu. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau. Mata itu. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. butuh Rp 500. Bohong. tak usah mimpi.. Tetapi." "Dah. Tolong.

lihatlah... Openg tiba-tiba takut... Tentang begitu pentingnya uang..." "Memang tiga bulan. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa... kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil. menyodorkan wajahnya ke muka Openg. tetapi semua sia-sia... menggigil.. Openg ingin berteriak. Betapa jauh. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. Dengan marah. ternyata tidak.. sungguh membuat Openg sangat capek. satu lagi. Tertunduk. Delapan mil.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. melambungkannya ke permukaan. Dan.. Amri. berjalan menghampiri bocah itu. mata itu. Untuk sisanya. Apalagi tiga atau empat! Ah-ah. "Jika pun bisa. Ia hanya bisa tidur-tidur ayam.. ingin menangis.. Ah Mak. Busuk.. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke mana-mana. Openg tak menjawab. tak ada yang namanya puasa. Yang membuat kepalanya. Bang Tohar (tatapan itu. ABC Amber LIT Converter http://www.. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan. Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. Tentang uang yang. Tentang Nenek. Tertunduk. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana. Delapan mil. "Kata Amri. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan. Kata Amri.. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut. Kenapa.... mengalahkan deru angin dan desau ombak. di negeri Malaysia begitu gampang. Napasnya mengoar. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal.html . "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti.. kau hanya boleh bawa seratus ribu." "O. Dan. harus pulang. kenapa mereka.. Matanya menatap ke sana. Tatapan itu.. Lututnya. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak. si juru masak. Tentang Mak. Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. Tetapi.com/abclit. Tentang Atin yang ingin sekolah. setiap tenaga yang ia keluarkan. Tak tahan-dan tak percaya. Betulkah? ***HARI ini. Lelaki besar. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek.. kata orang-orang. Puasa? Ah! Di sini. mereka benar-benar telah menipuku. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi.. mengepak-ngepak. Kembali... Jadi. pulang?" Bang Tohar berdiri. "menindih" malam-malam." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri. Hal lain.. Kepalanya jadi sering pusing. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekuk-cekuk. kata Mak. Tangan kecilnya menggapai-gapai. itulah pekerjaan orangorang kampungnya sejak lama. Openg takut). bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. Setiap gerakan. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. dan takut. kerja harus tiga bulan. Lagi pula. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. Hahhh. mengangkat. dengan berenang!" Openg tertegun.. orang-orang kampungnya. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk.ABC Amber LIT Converter http://www.. bila malam. kalaupun cuma menggiling. Mata itu. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. entah sebab apa. waktu itu. bergegas mencari Bang Tohar. tak pulang-pulang. Gelombang membalik.processtext.processtext... Mak benar. suka. kemudian dipenuhi pikiran.akan ucapan Amri. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. kata Pulu. yang tak berhenti sakit. benci. bertemu Atin. kata kabir. Kenapa!" "Aku tidak bisa. ingin memekik. Mereka telah menipuku.. Mak. aduh! Dua-dua jam itu.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir.com/abclit.. Soal upah mungkin satu hal. Nenek.. gempal. lima hari menjelang lebaran..html Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah itu-akan sangat kecewa. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa. Openg mendapat cerita lain.. "Hua ha-ha.

mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. meskipun sudah sering pameran kaligrafi. Tetapi. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal.ABC Amber LIT Converter http://www. hingga kaligrafi. ekpresionis. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. dadais.. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi. Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. saat tiba-tiba menyadari tak ada air.. masih terbatuk-batuk. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. Dia melukis mulai perempuan cantik. dan entah apa lagi. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts.. Menendang-nendang..tengah menindihnya. okh! Jangan. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. jangan. Mungkin karena kecerdasannya. Katanya dia asal “menggambar” tulisan. ternyata. Namun.processtext. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. dan istilah-istilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu. pembesar negeri. atau Riq'ah dan Kufi.. Seperti kebanyakan bangsanya. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Apalagi falsafahnya. Openg terus terbatuk. Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab.. tentang komposisi. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal.com/abclit. Dengan tangan lain. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. * Payakumbuh.. Tentang teknik melukis. segera menyambutnya antusias. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. Melawan.processtext.html . Menurut Hardi. Ada tangan besar.. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. Dibukanya mata.. membungkam mulutnya. tentang perspektif. Diewany dan Faarisy. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar.html terbatuk-batuk. kasar. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. tidak! Jangan! Kenapa.com/abclit. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran ABC Amber LIT Converter http://www. tak ada gelombangnya. kedatangannya di samping silaturrahmi. surealis.

Saya yang menulisnya sendiri. Tapi. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. itu rajah penangkal jin.” “Itu kok warnanya aneh. dia hanya mengangguk asal mengangguk. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum. “Tidak. Kalau tidak begitu. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. burung. namun melihat keseriusannya.” tukas tamunya. Tahu kanvas kan?! Betul ya. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. ketika didesak tamunya.com/abclit. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. lalu katanya. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. Setiap kali duduk-duduk sendirian. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. pikirnya.” “Wah.html Departemen Agama.processtext. Nanti sampeyan ikut. “Ternyata sulit juga melukis itu. Kalau bisa di atas kanvas. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. dan sebagainya.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. Setelah tamunya itu pergi.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. ramai-ramai juga mereka menyemangati. “Itu rajah.com/abclit. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. mengapa dia tidak? Namun. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. kata Kiai yang memberi ijazah. dia ABC Amber LIT Converter http://www. tak paham). lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. macan. Nah. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan. maka dia pun melukis pemandangan. dia baru keluar. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya.processtext. Tiga bulan lagi. dia oret-oret kertas. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut.” katanya suatu ketika dalam hati. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi.” “Rajah?” “Ya. Goresan-goresan sampeyan berkarakter. karena sering ditindas. Kenapa tidak. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. ***RINGKAS cerita. terutama seni rupa. cat.html . Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. dan kuas. tokoh wayang. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. Kadang-kadang sampai subuh. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Hal itu terjadi berulang kali.ABC Amber LIT Converter http://www. Maka.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. Saya serius ini. Ya. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas.

” Aneh. “Bilang saja kepada Mas Hardi. “Selamat. Wah. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. mendapat pikiran begitu. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawan-wartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar.processtext. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang. Pertanyaan-pertanyaan para ABC Amber LIT Converter http://www. saya langsung tertarik. Ada pidatopidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. Sampai akhirnya. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu.com/abclit. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. dia hanya-atau. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda.” tibatiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya.html . Wah. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. tidak diikutkan pameran. Bahkan. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. apalagi menikmatinya. Anda baru kali ini ikut pameran. alhamdulillah. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya. seketika dia merasa seperti diejek. tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. Mungkin mencari-cari dirinya. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona.html pun bertekad. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. “Kemana saja sampeyan. Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga. terserah dia!” katanya. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. Dia benar-benar salah tingkah. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. huruf alif. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran. sini. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir.000 dollar AS. pikirnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sama sekali tidak menyangka. lalu ditujukan kepada dirinya. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. karena tidak memenuhi standar. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. Di samping namanya.processtext. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung. ingin membeli lukisan sampeyan.” Astaga.com/abclit. Ini. Hardi membisikinya. belum juga menemukan lukisannya. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah.

biar hanya dengan dua warna ini. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Kepada para wartawan dan orang lain. menurut selera saya waktu itu. Cukup alif itu saja. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Namun. dlsb. sementara semuanya menunggu penuh perhatian. akan jadi wagu. Ketika makan siang. ketika saya pandang-pandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas. “Begini. kalian tahu sendiri. saya melukis karena dipaksa Hardi. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. “mengapa tidak sekalian Bismillah. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran.html . baru kemudian lanjutnya. “Ya. Tapi. “Ketika saya sudah siap akan melukis. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. tekad saya sudah bulat. tentang prinsip keseniannya. Mulailah saya menulis alif. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. kok ikut-ikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal.com/abclit. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. di gudang kita. beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. tamu kita yang pelukis itu.” tukas ABC Amber LIT Converter http://www. sebelumnya saya tidak pernah melukis. Tetapi.” “Jadi. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. dia bisa tidak terus terang. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. Allahu Akbar. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. “Terus terang saja. sampeyan menggunakan ilmu apa. tidak pas. Maka. “Kalian ini kenapa. Apalagi. niat semula begitu. memperbaiki letak duduknya.ABC Amber LIT Converter http://www. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. Hampir semua koran.processtext. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi.” katanya sambil menyantaikan duduknya. atau setidaknya Allah. tak usah saya lanjutkan.” “Tetapi.processtext. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Mas.com/abclit. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaanpertanyaan anak-anaknya. Saya merasa tertantang. ya sudah.” “Lalu. mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. Lihatlah. baik ibu kota maupun daerah. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Kalau saya lanjutkan menulis Allah.html wartawan dijawabnya sekenanya. Tentang proses kreatifnya. Yang saya sendiri kemudian bingung. Bahkan. “terus terang saja. “Tidak pak. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. Kalian tahu sendiri. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja.

processtext. Tidak seperti ini. "Toko keperluan sehari-hari." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto.. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi.ABC Amber LIT Converter http://www. Seperti tersirat dalam namanya. Tapi moderen. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah..." Cemburu nada suaranya.". Mungkin. apalagi di Simpang. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang. restoran. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang. duduk-duduk di pinggir jalan.. Toko merangkap warung kopi.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ. di ujung Desa Koto itu. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang..Kabarnya toko." jawab Dirun."Menurut kabar yang aku dengar.. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya.com/abclit. toko kelontong. tetapi Ustadz Bachri tak tahu apa mereka percaya penjelasannya atau tidak. salon. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri.html istrinya."Aku dengar warung kopi. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul. belanja. tempat mereka makan ketan dan goreng ABC Amber LIT Converter http://www. . banyak kabar selentingan tersebar di Koto. jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ. minum kopi. Karena itu. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto." kata Nurmi.. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. perempuan setengah baya pemilik warung itu. dan lain-lain. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi.processtext.com/abclit.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. "kedua-duanya.html . Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. “sampeyan menggunakan ilmu apa...

Datuak sering di rumah isteri tuanya. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka memburukkan nama Koto.com/abclit. Dibangun bertingkat dua. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Dia pintar. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu. Ada unsur iri di dalam masyarakat. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil. Dia memerlukan ABC Amber LIT Converter http://www.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. "Dan Nurmi pasti subur. pikir mereka. tempat itu bagus dan menyenangkan." kata yang pertama tadi. Nurmi orangnya menarik. Semua tertawa lagi."Benar apanya?" kata yang pertama. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Yang jelas. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi.Akan tetapi. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. Selalu bicara dan suaranya keras. Si Nurmi itu lihat kayanya aja. Lihat badannya. orang Koto lebih senang di rumah menonton. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna. Yang lain ikut tertawa." pembicaraan makin ramai."Ah. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. paling tinggi tamat SMU."Datuak dan Nurmi punya lima anak. Tingkah lakunya tidak sopan. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. "berapa." Dia menjawab pertanyaannya sendiri. Sumur gali dengan pompa Sanyo. Bicaranya lancar dan masuk akal. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri."Dan lahan pertama itu sudah gersang."Ya."Siapa tahu. Berangsur-angsur. mereka iri saja. "kau juga bisa begitu.Nurmi tidak seratus persen salah. Dia bersekolah sampai tamat SD saja. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. di belakang. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna.html ." katanya sambil tertawa keras. terutama anak-anak dan yang tua-tua." jawab seseorang." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya."Kalau kau sekaya dia. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik.com/abclit."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. Kini sudah besar-besar. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku.processtext.""Jadi. pemuda desa menyukainya.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. mungkin Datuak itu yang gatal. Tetapi. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal. Sekalipun terbuat dari kayu. Ini menambah jengkel orang Koto. dan semuanya sudah merantau. bahannya jarang. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain." sahut yang memulai tadi. Penuh gairah hidup. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan." kata yang lain. jadi perlu lahan subur yang baru."Mereka tertangkap basah. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan." kata yang duduk di sudut. tentu aku yang dapat. "Coba lihat genitnya anak itu.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang.processtext."Apalagi. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. Kalau tidak ketat. ya." kata yang ketiga. kalau tidak boleh dikatakan cantik. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. Atau minum minuman keras dan berjudi. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin.html pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk.

suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang." kata Nurmi lembut. hidup kita tidak akan tenteram. Nurmi lebih berkuasa.ABC Amber LIT Converter http://www. Yang lemah tak kuasa melawannya. Tapi bisa pula dibuat gampang. Dia tahu di antara mereka. Peresmiannya meriah. ya pekerjaan rumah. Aku ingin hidup bahagia. Diremasnya lengan Nurmi." kata Amran. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu..com/abclit."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. di sawah dan ladang."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Nurmi pintar mengatur siasat. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. Dia terkejut dan gemetar.processtext. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui temantemannya sebagai imbalan. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu."Pintar sekali. Pasti suaranya.""O."Tidak?""Dia yang menggodaku. Sejak itu. Amran. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu.processtext. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. Hamil tanpa suami. Separoh lagi menerima. Ingat. Mencuri suami orang. ada yang kami perlukan dari dia.. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Di tempat tidurnya. Yang penting apa yang dipercayai orang.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. pintar merayu."Diciumnya Amran yang menggigil. kan?" kata Amran gagap. menulis kisah kehidupan Desa. tentu aku dan keluargaku akan malu. Amran kelabakan. Aku bekerja dengan dia juga. Suatu hari. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling.com/abclit."Kak Nurmi pin. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. tak tahu harus mengatakan apa. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. Terus terang. mengabdi kepadanya. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Di luar warung hanya ada bisik-bisik.html mereka. kalau mereka tahu. Yang kuat menentukan berita.""Apa benar. Separoh hatiku enggan. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku. Dia kaya. Dia membiarkannya. Amran kaget. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anak-anaknya. Kebenaran tidak penting.html . Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. Didekatkannya badannya pada lelaki itu.""Ya. kami miskin. yang lain akan jinak juga. Di rumahnya. tetapi warung Nurmi tetap aman. "Kalau se-mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya. Amran. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal.""Jangan lupa. mengundang semua penduduk Koto dan desa ABC Amber LIT Converter http://www. tapi mulai berani. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya. Merusakkan keluarga orang lain. Begitulah. Dia menikmatinya.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. Ya. Ingat itu. aku ditidurinya. Kalau mereka tahu." kata Nurmi." kata Nurmi. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya. bukan karena kedinginan. ketua preman Simpang saat itu.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak.""Seperti sekarang?" kata Amran.

Mereka ingin membuat toko moderen di Koto. Direbusnya air seperiuk lagi.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu." kata yang menyela tadi. "Sok. "Tapi siapa tahu. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. orang yang punya itu. dan lain-lain.html .""Mungkin Setan Api marah. "Dibakar siapa?""Yang iri hati."Masa!" protes yang lain. Plaza Koto dilalap api. Mentang-mentang kaya di rantau.""Ini kan memajukan Koto. Warung Nurmi kehilangan banyak langganan. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya. Dia bersenang-senang entah di mana. pakaian. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat.com/abclit. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. Tetapi dia masih untung.processtext.com/abclit. Tidak lupa. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api. Jam dua dini hari itu. Termasuk ketuanya. pemuda yang duduk dekatnya itu.""Iya. "Kalau pun ada yang iri. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya.processtext. Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. ketua preman Simpang.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. ya."Bisa saja." kata yang lain.html tetangga.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru." Ada rupanya yang memakan umpan itu. kan. di bagian bangunan di sebelah jalan." kata seorang pengunjung warung Nurmi. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. aku pikir begitu. Ruangannya pakai AC. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. Penuh siang malam. alat-alat sekolah. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing. ya."Api! Api!" Simpang gempar."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang."Banyak. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. Maman." sela yang lain."Ya. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu. Dengar saja ocehan orang." pemuda tadi bela diri. ah. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. Membuat usaha di sini. Pelayannya muda-muda dan cantik. Musim bunga 2002 Permata Bernstein ABC Amber LIT Converter http://www." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi.

Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. Barangkali pakaianku.. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). Jadi. penduduk melimpah. Ketika itu dia memancing-mancing." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. Tapi.. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. "Tuan ABC Amber LIT Converter http://www.. ingin mengorek informasi tangan pertama. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. Mendegup juga jantungku ketika itu. Dia tentu cuma pura-pura.. Alex.. mengapa kami pergi ke barat. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari menjelang Natal tahun itu. Karena malu." jawab sahabatku agak menggebu. padahal kami saling pandang. "Sorry. tinggal satu rintangan saja. apa sebabnya? "Follow me sir.. industri galak. Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja.com/abclit. Ketika melewati kelompok itu. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja.html Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku." tegur pejabat yang menggiringku.. atau gerak-gerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasakkusuk masuk ke daerah wewenangnya. ahli tak kurang. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas. pasasir lain pun tidak. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas.processtext. Alex nampak sudah lemas dan capek.. nampak tak senang bahwa mataku meleng. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. Alex tidak. tak ingin tinggal di Jerman. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu. WWW WAku spontan berdiri. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa.. namun bukan tanpa alasan. bahkan bisa minta Stipendium3.. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku.. Tentu ada sebabnya. Di luar dugaanku dia bersikap begitu.. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku.. Sejak turun dari pesawat RRC itu.. Alex dan aku. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi.. Follow me please.. minyak banyak." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika." kata petugas itu kepadaku.ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1.. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami. Bisa studi di sana jurusan apa saja. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. tapi karena cuma aku yang disasar. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. Jerman Timur maksudnya.html . Tersenyum saja pun tidak.processtext. tampangku. Sebuah layanan berlebihan. Tapi.. "Take it with you.com/abclit. be hurry. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku." perintahnya tegas. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan.

"Kalau saja ada waktu. Nothing to do with customs. Bernstein Siberia itu top quality. lebih dari tiga kali. dia mencegah. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku. Cuma stopover. saya tak punya cukup uang. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi." "Just a sentimental journey. bisa celaka seperti ikan kena pancing. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. "Nothing more?" "That's all. padahal valas barang langka di sana. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa. tidak.processtext.. Gunakan kesempatan. Sir. "Sakudalam.." bantahku. Sir.." terkanya. tiba-tiba aku khawatir. please. aman saja. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. "Sayang. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. Tapi." Dia tergelak. this ugly me. Lain tidak. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan... Isi dompetku dua ratus US-dollar. "Tidak.com/abclit. "Don't worry.ABC Amber LIT Converter http://www. "Keluarkan isinya. Indah bukan main." aku pun makin berhati-hati. menaruhnya di atas meja. suaranya sedikit berbisik. Tapi.. "Sorry. Bila aku tak hati-hati. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. "Dua ratus dollar. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius." jawabku.. Sir. keluarkan semua isinya. "Permata Bernstein murah di Moskwa. Paris.." jawabku.html tentu keliru.html .. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.processtext. Aku mendadak khawatir. Ternyata." katanya tiba-tiba. Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. saku-dada kiri-kanan. tapi mengangguk-angguk." Pejabat itu diam. Sir. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa.I've just forgot it. Stockholm. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya. Jangan ragu Sir. dia mendesak lagi: "Anyway. Sekali lagi alisnya mengkerut.. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. "Tak mungkin keliru. please. Bisa beli dari saya. Sehelai sapu tangan. Amsterdam. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar.. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka. ". Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur. What a wonderful journey you have. Tapi. Pas-pasan saja seperti kursnya. segenggam permen kecut. "Bakat itu tak perlu. Semua kuletakkan di meja. Meski kami bukan diplomat. Aman. "Tidak. berdisiplin.. Mereka suka!" "Saya percaya." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. janganjangan asal-usul dollarku dipersoalkan. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. sekadar ingin mengakhiri percakapan. the best in the world. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. tapi sayang saya tak punya bakat dagang.." tangannya merenggut mantel itu.. juga ketika mengurus visa bersama Alex. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong.. Tuan mesti nonton Bolshoi." jawabku ringkas. singgah di Moskwa. Itu saja isi saku mantelku." sesalku. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin. teliti." elakku.. Tak ada hitungan untungrugi antara kami. "Keluarkan semua isinya." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku." bantahnya. Dia tidak menaruh selera.

Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya. menyadari kenaifanku sendiri. kebelet nih." "Ha.. follow me!" "Sorry.. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. Have a beautiful journey.. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan." matanya membelalak. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa... "Pasti tidak. Kalaupun ada penggeledahan." kata Alex.. Perutnya mulas.?" aku ganti membelalak. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. takkan kulepaskan. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. "I must go quickly right there.. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. Ternyata digaet juga?" "He-eh.processtext... Aku sengaja mendekatinya... Dibiarkannya aku keluar sendirian.. "Tapi. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku.. Aku mulai yakin akan kejujurannya. "Impossible!" "I say. Sir.."6 Aku pun bungkam.. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. lalu lari." dia menjelaskan dengan menekanABC Amber LIT Converter http://www." "Maafkan ya.. Urusan Alex lain lagi.. "Hallo! Stop!" cegah si petugas. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macam-macam urusan. Wajahnya nampak riang. "No." "Jangan-jangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. Aerovlot siap berangkat. "What?" bentak si petugas.." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. berdiri di sisinya. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. Komentar Alex: "Gila kau. tapi itu benda kenangan. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. sir. Tapi." "Aku bayar lima dollar dua kantung. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". kulihat Alex masih berada di tempat semula. sial. Stopover di Omsk berlangsung dini hari.processtext... lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata. "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau. lima belas dollar?" Dia tak mengangguk. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja.. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana. "." Disalaminya aku." tolak Alex. tapi tetap saja pura-pura tak melihatku.com/abclit.. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat. "Follow me. mendadak lupa Inggris-nya..html yang ditimang-timangnya di telapak tangan. ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. oooh. "Fine. no. thank you. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah.. Dikendorinya tali kantung itu. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. ada kala manusia merasa takut membuka mulut." sahut Alex. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turun-temurun." kataku. Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa... Dia pasti tahu. Apa yang tadi kualami kubisikkan.. Malah mirip pasar loak.. Sangat mendesak. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen.html . Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan.. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein.com/abclit. Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki.. Menggeleng juga tidak. tentu tidak terang-terangan." kataku..ABC Amber LIT Converter http://www.. My stomack.. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya. Sir!" perintah si petugas. Arloji Shanghaiku ditawar rubel. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya.

" hampir bersamaan kami menjawabnya. "Follow me. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ ABC Amber LIT Converter http://www. "Yes. Bung. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. "You are coming from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami. Si pejabat ternyata toleran. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. "Kami mau ke Jerman Barat. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. Aku kini yakin sekali. please.." jawab Alex. Harap jangan repotlah. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. tapi kami bungkam. Barangkali Alex juga berpikir begitu. Terima kasih atas perhatian kalian. Hampir-hampir kami tak percaya. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuklikunya. buat sementara segalanya telah tersedia. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. di sana ada kenalan.. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. tak berani berbicara.** Paran.html .html nekan perutnya. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku. Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. "Jangan kaget. Semuanya permata palsu dari plastik. Kami melewati juga deretan kabin-kabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. Tanpa keterangan apa sebabnya. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa. Kali ini pasti urusan gawat. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. pikirku. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. Kami tak mengalami penggeledahan. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. menyambut salam mereka tanpa ingat nama.processtext.. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku.processtext. Segera pula aku sadar. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka. juga pada diri sendiri. Menawar pun tidak. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal. Bung.com/abclit." perintah yang itu-itu lagi. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya.com/abclit. Beberapa toko permata menolak membelinya. Lebih tak masuk akal lagi. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi.

Si pretensius mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. Tak ada yang bisa melihatnya.."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali.. Semua orang kemudian berkasak-kusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya.processtext. ia benar-benar datang. Nosferatu.. ketidakberdayaan. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. Kain putih korden jendela bergerak-gerak... kegentaran. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. Kehadirannya mulamula hanya berupa suara. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu. kecemburuan... dan gentar. Ruang atas katanya ABC Amber LIT Converter http://www.. namun siapa saja diam-diam menangkap tandatanda kehadirannya. meski agak pucat. Belum selesai.. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan.ABC Amber LIT Converter http://www.. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar.. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu. Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya. Atau memang tak pernah terselesaikan.com/abclit.. menggema dari dinding-dinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku.html . Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. terus menunggunya. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini.html Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana Sumber: Kompas. Pantas... ingin tahu.processtext. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku. Begitu pikirnya. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon.com/abclit.

... Datang setiap kali. mengapung di atas sungai yang tenang. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih..Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan... demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. Pada kali lain." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu.. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. tersadar dari mimpinya.. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. Tak jelas. baru dia menyalakan rokok. seribu kali..... Ini suasana Gothic. Dalam kegelapan.. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. tidak kering tidak lembab. ia bolak-balik menuju dapur.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti. Jangankan menangkap dan mengadilinya."Rahmat.. pejamkan matamu kekasihku. tutup matamu. paranormal. terlihat kusut-masai. masuk dalam dunia kegelapanku. Dengan mata terpejam.com/abclit.processtext. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan.***DEMIKIANLAH. Rambutnya panjang. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotakatik misteri tersebut."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK.html ."Belum selesai wanita itu berkata-kata.processtext. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. Setelah agak tenang. seperti ledakan tawanya tadi. "Tutup. Wanita kita menjerit.Hua-ha-ha-ha. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan.Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan. "Pejamkan. jawaban atas doaku. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau.. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan. gelap. dijadikan gudang.Aaaaaahhhh." yang lain lagi memberi nasihat.. sejuta kali. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat."Aku-maksud saya wanita kita ini-memejamkan matanya."Kalau begitu kau perlu dukun.. "Tutup matamu. atau. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku.." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir. Dia tak lebih seperti ABC Amber LIT Converter http://www. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa. tidak.. Mari. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata.com/abclit... adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir..""Dia suka menertawakan mereka. Asap rokok mengepul dari bibirnya." jawabnya. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok.ABC Amber LIT Converter http://www. Akan tetapi. Jantungnya berdegup-degup. Suara tawa meledak."Kau perlu pastor. Rambut itu begitu lembut. .html memang belum diapa-apakan. Dadanya turun naik. namun aku terperanjat luar biasa ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya.

Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. berlibur ke Bali. warga negara Australia. bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya. sebagai sesuatu yang apa adanya saja. selalu hidup cerita semacam itu. menunggu suami pulang. menjaga rumah.Taman Ayu.com/abclit. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi. selain hidup yang rutin. sebagian menutupi kening.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia menemukan pasangan hidupnya.Diakui berkali-kali oleh wanita itu. muncul kebahagiaan luar biasa. Edisi 10/27/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri. dan seterusnya. wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya. Hanya saja. Hatinya berbuncah-buncah. Kota. tapi dia tak takut lagi.com/abclit. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ. kebahagiaan atau kecemasan. memasak. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa. Adakah aku harus menerima saja sebagai nasib. Menunduk.Aneh.processtext.html bayang-bayang malam.html . melainkan pria biasa. kepastian atau ketidak-pastian.processtext. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. buruh tambang di Wollongong. senyum atau tangis. benak saya. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya. sepanjang sejarah. Dengan itu pula. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat. mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu." katanya. tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu.Lalu. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama. dia bisa pulang ke Indonesia. 2002 Ilmuwan. Laut. berdarah-daging. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar. Dps."Aku takut ditinggalkannya. dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. kamu mengaku takut atas kedatangannya. bahkan bisa tak terkontrol. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong. Pada waktu-waktu tertentu. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales. Australia.

Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat. Sang Bos. laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin.html . Semakin dihalaunya. Ubah juga data tingkat inflasi.. dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan. bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba.. namun bentakan yang didapatnya. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah. data itu mudah sekali diubah. "Realitas. Ini realitas!" Sang Bos. tidak menjadi soal.ABC Amber LIT Converter http://www.." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. Itu soal lain." Bernard bingung. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. semakin berat beban bangsa dan negara. kau masih kecil. semakin jauh meresap. Misalnya saja. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk. "Ah. angka itu terlalu rendah. Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. "Alun membawa bidukku pelahan. Jangan bicara soal kejujuran.html Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai. Ia bodoh. sesuai dengan permintaan menteri. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. Sumatera Utara.processtext. Kalau negeri ini tidak bangkit. baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi. semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapislapis. bahwa jumlah penduduk akan menjadi dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya. rasio penghasilan rata-rata. Nak! Tanyakan saja kepada laut. "Ini kenyataan. perbaikan ekonomi yang mulai terasa. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya. katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik. Dengan komputer. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin. "Kau harus mengubahnya. entah ke mana aku tak tahu. Waktu muda ia terlalu muda untuk ABC Amber LIT Converter http://www. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan. yang sangat sederhana. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan. "Hidup hanya menunda kekalahan. persaingan sejagat." gemanya bergaung terus.processtext. saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya. Harus masuk minggu depan.com/abclit. entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini. entah itu dengan utang. Pak.com/abclit. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. kau masih kecil. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat. masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. kepada burung camar. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik. ketika usianya sudah semakin lanjut.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane. soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut..

menghilangkan ketegangan. Ambillah cutimu ke luar negeri. Sebuah atraksi ABC Amber LIT Converter http://www. kita telah berenang di samudera kehidupan. kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan. hotel berbintang yang menjulang. "Apakah aku yang harus mengubahnya. di atas tanah bekas kuburan. dan nyaman. Atas kemurahan kawan itu. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. seperti kata bosnya. kepada gelombang. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne. mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan.processtext. Philips Island. nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Datamu kuubah atas namamu. yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran. Jadinya. setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas." Sampai sore tiba. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. membawa makanan untuk anak-anaknya di rumput-rumput sekitar pantai. Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. hanya sekadar mempertahankan hidupnya. ia membuka komputernya. Biaya? Hubungi bagian keuangan.html mengerti sesuatu. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Ia berteriak seorang diri. kepada angin. menyaksikan nelayan. ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga. Tidak seorang pun dapat menduganya. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu. Sebegitu jauh. Kini realitas baru muncul di depannya. Burung-burung itu merayap di pantai. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. ombak besar mungkin menggulung kita.processtext. melainkan penuh dengan perahu nelayan. ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya.ABC Amber LIT Converter http://www. menjelang pukul sepuluh malam. Tetapi jangan lupa. Malam terang bulan yang cerah.html . ia menemukan ketegangan baru. Ingat. atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan. "Tiiiidaaaak. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. "Datamu belum lengkap. menghadang gelombang dan ikan-ikan besar. ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne.com/abclit. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol. Ubah? Tidak. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Tiba di kantor. Ia harus pergi. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. Hati nurani? Ah. ombak.com/abclit. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut." Bernard merasa itu ancaman halus. para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai. setiap kali kita menggerakkan tangan. Ubah? Tidak.

Tepuk tangan yang riuh menggema. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara. dari lenganlengan TKI yang pulang dari luar negeri. penyelundup.html . pembelinya menyambut dengan antusias. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya. hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat. kau dapat pekerjaan yang baik di sini. membiarkannya tumbuh dan membesar. dengan sistem perdagangan bebas.com/abclit.processtext. tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam. "Tidak juga. dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk. Kaki mereka berjuntai ke air. Bernard menerima kertas kecil. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. Gadis itu menyelam ke dasar kolam.ABC Amber LIT Converter http://www. dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. lalu diserahkan kepada Bernard. "Bawa ke sana. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton. dari leher penumpang taksi. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum." katanya. bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula. harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta. Maluku Tenggara. demi kemajuan ekonomi negerinya." jawabnya sambil berdiri. orang menggali mutiara dari belakang meja. atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. "Kita ke tempat lain. menghasilkan "mutiara" yang berkilau. dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir. atau dari balik kaca. dan tentu saja memeras kapal penyelundup. seperti pelancong di Roma di stasiun kereta. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya. kota besar yang menjanjikan itu. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah.html dipegelarkan. mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil. dan ekstrakonvensional. "Itu. tradisional. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. "Dengan keahlianmu. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. membayar beberapa dollar. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam." ABC Amber LIT Converter http://www. bergerak di bawah. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu." katanya menunjuk. Di selat itu. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. Dua peristiwa alam yang berbeda. dalam dan airnya bening. Alasan yang klasik. dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. setting-nya pada abad kelima belas. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain. Di Jakarta.processtext. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual. berbaur bajak laut. Bernard melupakan statistik. airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai.com/abclit. Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. menangkap kerang itu. setahu dia menurut data statistik." jawabnya. atau dari ATM. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana.

Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. dengan kanvas yang masih separo kosong. Ia merasa sia-sia. tidak memikirkan orang lain. di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. dan kemudian. di tangan seorang pelukis yang gamang. menaruhnya di atas meja sekretaris. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja".com/abclit. Sore itu. Keesokan harinya ia masuk kantor. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. Ia membagi-baginya. Mulai bulan depan. Ia menatap sekelilingnya. Minggu berikutnya. Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. Ia tidak tahu agenda apa. membuatnya tersenyum. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. kondominium. Kawannya tersenyum. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. tidak memikirkan keluarga demi karier. dan kemudian duduk menghadap meja...html ajaknya. "Sudahlah. mengetuk pintu. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. Bernard agak was was.. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah. bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang". membereskan beberapa barang milik pribadinya. hotel berbintang. menghabiskan hidupnya di kota. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. Sepulang ke Tanah Air. dan toko yang hangus tinggal tiang-tiang yang menghitam.html . dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. Ia diam. perumahan mewah. dengan pilihan alternatif yang mungkin. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Ia amat menyukainya. menulis surat untuk sekretarisnya. Taksi membawanya ke rumah.com/abclit. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya. Ia berjalan gontai menuju kantornya. * Bandung. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus.ABC Amber LIT Converter http://www. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan. Kau memang cinta negerimu. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir. demikianlah bos berkata. ia bergegas ke jalur pemeriksaan. lima puluh tahun silam. Masa depan Anda masih terbuka. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. penuh cita-cita.processtext. Basa-basi mana oleh-oleh. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Ia tidak dapat meninggalkannya. melewati jalan tol. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda. Usia Anda masih relatif muda. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. ia merasa seperti baru bangun dari tidur. kemudian barisan rumah kumuh. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. "Wah. Ia dipersilakan masuk dan duduk. Ia memasukkannya ke dalam amplop.processtext.

com/abclit. Selalu bertemu setiap hari. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan. Antok (8). Saya ajak mereka menyanyi. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. menyanyi. belum juga ada tanda-tanda mau siuman. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. dan satu untuk saya. Astri telah tiga hari pingsan. Koran Tempo. dan periang. dan berdoa. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup sehari-hari. paling tidak. saya pikir. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin. dan berdoa. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri.processtext. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih. Ajeng (10). juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. Media Indonesia. maupun Republika. satu untuk anak-anak. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar.ABC Amber LIT Converter http://www. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas. Jika mau bersedih. Itulah yang pokok.com/abclit.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. satu untuk istri. Dunia memang penuh penderitaan. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan ABC Amber LIT Converter http://www.pun menari. Agra (6).processtext. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian.Anak-anak yang sehat. anak saya yang berumur 12 tahun. energetik. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler.Astri (12).Ketika adzan subuh terdengar. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih.html Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto Sumber: Kompas. tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selamalamanya. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. menari. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. dan Ayu (4) . Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan.html . dan kelima anak saya itu .

saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. sopir anak-anak.""Ya. adik-adik Astri.html reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya ABC Amber LIT Converter http://www."MULA-mula Laksmi. Tidak pernah mengeluh. Astri saya peluk erat-erat. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri. anak-anak dan saya. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan kolokan. tetapi enggak ada sahutan.processtext. Sambil memegangi tangan Astri. Bawa keduanya ke mamanya.Saya kaget lalu berteriak." sahut Totok. Pak. Tentang sikapnya ini. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam.processtext.com/abclit. keluarga dekat dan teman-temannya. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya."Karena kaget. Pak. tetapi kami. Astri bisa dibawa pulang. Bahkan anak-anak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya." jawab dokter. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. dari hobi sampai jenis permainan. begitu cermat dan cekatan.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. kok pakai dikunci segala." Dia hanya menjawab dengan senyum. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. Pak. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai. Saya tidak berani. Pak. siapa pun bisa pingsan.""Mana Totok.Dengan kamar barunya itu."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang. Masih dalam keadaan pingsan.""Mohon maaf. Pak. Di sisinya. bungsu kami. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Ada rahasia apa.""Totok enggak berani."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu.""Dobrak!""Enggak berani. Pernah Ayu yang berumur empat tahun. saya mau bicara.""Suruh Totok mendobrak. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. Dok?" tanya saya. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. mamanya anak-anak." kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anakanaknya. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. tak boleh menjenguk kamarnya. "Nanti kalau sudah siuman. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil.com/abclit. Bagi kami-saya dan anak-anak. Kami semua sangat mencintainya. terima beres.tak menjadi soal amat. Ajeng dan Antok." teriak pembantu dari rumah. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis.html . Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada.""Enggak berani. yang agaknya berada di samping pembantu. Pak. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya."Dobrak pintunya. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri."Sehat. Menderu dan melakukan zig-zag. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan."Bagaimana dengan jantungnya.

Tak terduga. Mereka menanyakan mamanya anak-anak.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri. suaminya. Tentu ada yang hilang. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya. tetapi dia tidak mau. neneknya anak-anak. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucu-cucunya. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang tak bisa dihubungi. Beberapa dokter hilirmudik memeriksa Astri lagi. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya.com/abclit.. Kami pulang ke rumah Nenek. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. Tetapi. Laksmi tidak kelihatan. Sampan yang menjauh ke tengah danau."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. Kami tidak pulang ke rumah. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga. sekarang berkumpul separuh keluarga. Mirip reuni keluarga.html . Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk.""Aneh." desak saya. Bu. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati.Telepon genggam berciluit.ABC Amber LIT Converter http://www. kamu bertengkar. telah kembali merapat ke tepi. Juga teman-teman Astri di sekolah.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu.""Kamu suaminya kok enggak tahu. ibu Laksmi. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa.""Benar.""Apa?""Aneh. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya.processtext. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali."Ibu merahasiakan omongan dia. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya.""Sungguh tidak. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. Bu. Angin malam yang berembus pelan.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana. diam. Air mata saya terus berlelehan. Laksmi tidak mau ketemu Ibu."Istrimu ke mana?" tanya Nenek."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri."Itulah. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar.""Sudah saya suruh.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah. Malam yang berbeda. Saya jawab.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezat-lezat. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. Malam yang khusyuk.Di kamar Astri.""Ayolah. pingsan lagi.html beberapa potong lumpia.processtext. Saudara-saudara kami di ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah. Tiba-tiba Astri berteriak. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. berhasil membangunkannya.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya.. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah."Sebelum ke rumah sakit.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Bandung, Yogya, Solo, dan Surabaya, juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Untung Ayu, si bungsu, tidak meronta-ronta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria, di taman belakang rumah Eyang, di tepi kolam ikan koi, diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita."Ada kereta api lewat, kencang sekali, berderak-derak, angin menderu, Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu, meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Astri terempas, terguling ke samping, lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh, 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan, mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk, menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.Ajeng, Antok, Agra, Ayu, dan Eyang Niniek saya bawa serta. Sopir saya perintahkan ngebut. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh, "Mama cuma beli tiket sekali jalan."Bisakah saya mengejar suara itu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api, menderu menyibak tanaman, geliat rel pada tikungan, dengan peluitnya yang panjang, kereta itu lenyap ditelan cakrawala.Sesampai di rumah, para pembantu kaget menyambut kami. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Kami beramai-ramai memasukinya. Ternyata kamar itu kosong-melompong. Tak ada sepotong pun perabotan. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Menyaksikan keadaan itu, tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Saya tak peduli. Saya minta sopir untuk membongkar plafon, barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Lalu tercipta jalan setapak, menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus, api tiba-tiba terhunus. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukangundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita, suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan, di depan kompleks TVRI, untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Saya memilih kembangkembang itu sendiri. Pada pukul delapan sehabis makan malam, saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. Kami persis anak yatim piatu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Seketika saya terkesiap. Di dapur, pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu, pak," jawab pembantu."Kamu gila!" bentak saya."Jus itu selalu habis diminum ibu, pak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu, he!""Ibu tidak ada tapi ada, pak."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Para pembantu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Air mata saya berlelehan. Laksmi tidak ada, tetapi ada. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Setiap perahu menyimpan gelombang. Setiap hasrat menyimpan nafsu, dendam, dan tindakan yang tidak masuk akal.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Kamu pikir, papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu...?""Cobalah berterus terang Astri, apa kata hatimu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa, bagaimana.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu, ya, berterus terang.""Nah, kamu curiga. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah, Papa yang curiga.""Kamu.""Papa.""Kamu.""Papa."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana, penuh kegembiraan, tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya harus mencari sebab-sebabnya.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Di atas karpet, kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Memang, harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor, terdengar dari dalam kamar Laksmi, anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Mama curang. Mama curang," teriak anak-anak tertawa penuh canda."Tentu saja Mama selalu menang, habis Mama enggak kelihatan, sih."Saya intip dari pintu, anak-anak tertawa, berteriak, berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Ini gila. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini keterlaluan. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Saya harus merebut kembali Laksmi.Ketika malam telah hening, ketika anak-anak sudah berada di dunia lain, barangkali, pelan saya masuk. Setelah shalat istikharah, saya berdoa di pojok. Mencoba memusatkan pikiran. Kamar itu temaram, menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Perjanjian baru perlu ditandatangani, dengan keyakinan penuh, dengan kedisiplinan, dengan kesetiaan."Laksmi," bisik saya. "Maafkan saya. Saya telah mengacaukan segalanya. Saya telah merusak rumah tanga kita. Ketika Astri bertanya, apakah saya punya salah padamu, saya sadar, inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi, saya minta maaf. Benar, saya bersalah kepadamu. Di depanmu ini, saya mengakui, saya berselingkuh. Berkali-kali. Secara sadar saya melakukannya. Itu kesalahan besar. Suatu dosa besar. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. Beban pekerjaan terlalu berat. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. Maafkan saya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu, maafkanlah saya. Kembalilah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Kamu tahu, anak-anak sangat membutuhkanmu. Laksmi, mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Mereka sangat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Lebih-lebih saya. Dengan ini saya berjanji, juga bersumpah, saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Kasih kesempatan kepada saya. Laksmi. Kasih kesempatan. Saya paham sekali sekarang, tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Laksmi, engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Engkau suci, Laksmi sedang saya profan."Tangerang, 11 Juni 2002

Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas, Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O, besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya, ya, malam itu kulihat sebilah pisau besar, bentuknya cukup aneh, paduan antara golok dan celurit. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni, pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi, tetapi ujungnya seperti celurit Madura. Penampilannya berkilat-kilat, pancaran ketajamannya.Ini pisau dari Tokyo. Pisau kesayangan Taro, ya, suamiku. Maksudku, Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Lebih baik Taro tidak memasak, bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur...." "O, tapi... ee... pisau itu menakutkan. Eee... maksudku, terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja," selaku, sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa, share-mate-ku (teman serumahku), ketika aku belajar di Benua Kangguru. Ya, aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan, untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Maka, aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Aku memilih Naomi sebagai sharemate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif, lincah, dan pernah berkunjung ke Jakarta, Yogya, dan Bali. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Oya, Naomi juga suka masakan Indonesia, khususnya sate ayam Madura. Malam itu, aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo, untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Nah, you saja yang memotong-motong daging ini, aku yang mengupas rempah-rempahnya. Oke?" kata Naomi, ketika aku mengambil pisau kecil ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html untuk mengupas bawang merah untuk lalap. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging, memangnya kenapa?" tanyaku heran, karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Eee... aku takut sama pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku memang takut. Heehhhh... maafkan aku!" mata Naomi memejam, lalu membalikkan diri ke arah lain, memunggungi pisau yang berkilauan itu. "Naaah... kalau kau takut, mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku, sambil mengikuti arah muka Naomi. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. Tapi, eee... maaf," tiba-tiba ia tertawa, tetapi tawanya sumbang. "Lho... kok tertawa. Katamu.... kau takut, tapi tertawa!" aku ikut tertawa, karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut, tetapi berusaha sok kalem. "Ya, aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu," Naomi masih tertawa, "Lucu, kisahnya! Ya, lucu-lucu seram," sambungnya, sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. "Lucu, kisahnya. Lucu-lucu seram, bagaimana itu?" aku penasaran. "Pisau itu, pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro," Naomi mulai bercerita, "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Maka, ia lalu diasuh Paman Tsuda. Nah, Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya, di pinggiran Tokyo. Taro juga dilatih membuat pisau. Tetapi, ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. Maka, ketika aku berkenalan dengan Taro, ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. Kami pacaran tiga bulan, lalu menikah...." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Nanti dulu. Ceritaku belum sampai ke pisau...," Naomi memintaku bersabar. "Okay. Lalu, bagaimana?" desakku. "Nah, setelah aku jadi istri Taro, aku tinggal bersama Paman Tsuda. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya, untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini, Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. Aku menolak, karena aku merasa tidak memerlukannya. Yang memerlukan pisau itu Taro, karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Tapi, Paman Tsuda mendesakku. Katanya, pisau itu bisa kujadikan senjata...." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "Ini dia yang lucu. Tapi, lucu yang sekaligus seram," Naomi menggeleng-geleng, "E... sungguh menyeramkan. Kata Paman Tsuda, pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro, kalau Taro menyeleweng...." "Heehhh... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. "Ya, kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga...," jelas Naomi. "Apa Taro... ee... maaf, suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. "Kok sampai pamannya bilang begitu..." "No, no... Taro bukan laki-laki tipe itu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu, dia sangat mencintaiku, suka membangga-banggakanku...." "Ya, ya, jelas, karena kau cantik dan pintar...," komentarku. "Ya, mungkin," Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. "Sayangnya, ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...! Ya, dia punya kelainan. Itu, yang kubenci... itu yang kutakuti. Maka, sering terlintas dalam benakku, aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Atau, paling tidak ...jauh darinya, agar aku bebas dari...." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ohhh, Naomi!" desisku dengan bingung, karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Maka, aku senang, ketika Taro mengirimku belajar kemari ya... di Australia ini. Jadi, aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sampai tiga kali, maka tubuhku hancur, babak belur. Pangkal pahaku, perutku, leherku, dan payudaraku akan biru-biru lebam. Aku biasanya jadi malas keluar rumah, Selain sakit, aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya, payudaraku juga nyeri, apalagi lubang vaginaku... seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. "Sampai begitu? Ohhh... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro, suami Naomi. "Makanya, aku sebetulnya tidak happy, kalau suamiku nyusul aku kemari," suara Naomi tiba-tiba merendah, seperti berbisik. "Lho, tapi, bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang, dia mau melamar jadi PiAr- permanent resident di sini, bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku, sebelum ia jadi share-mate-ku. "Ya, mau dia memang begitu. Dia ingin tinggal di Australia, karena ingin menginjak tanah. Maksudku, ia ingin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Maklum, hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. Maksudku, hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter, untuk keperluan segalanya. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen...," Naomi memandangiku, sebagai penegasan, "Makanya, bagi Taro, tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi, kapan dia kemari?" aku ingin tahu. "Ya, tiga bulan lagi, setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini...." "Oh... indah sekali. Kalian bakal menemukan surga di Australia. Orang Jepang uangnya banyak. Kulihat, banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini...." "O... tidak semua orang Jepang begitu," Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. "Walau Taro sudah manager, tetapi gajinya tidak besar. Jadi, ya... kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa...," Naomi merendah. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini," seruku, karena kuliah Naomi, yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "Mudah-mudahan," mata Naomi sedikit berbinar. "Yuk, sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Bukan main, pisaunya tajam sekali. Maka, Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya, agar tanganku tidak teriris olehnya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi, Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo, untuk memotong bahanbahan yang dimasaknya. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu, saat memotong apa saja: dari bawang putih, seledri, daun bawang, hingga ikan dan daging yang diolahnya. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Karena, aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Sejak ada Taro, aku memang sering tukar-menukar makanan. Sebelum Taro datang, Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi, kalau ia memasak, artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia, Naomi tidak pernah ke dapur. Jadi, pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Aku juga tidak memegangnya, karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta, untuk mengupas bumbu-bumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo, dengan alasan, lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

00 dan wajahnya ceria. Jam telah menunjukkan pukul 21.. Seperti biasanya juga. Maka dapat dibayangkan.00.html tajam dari pisauku. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. merancang program juga bisa di rumah. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. Taro. Maka ia lalu kuhibur sebisaku. Memang sih. Ferdinand memang tinggal di Blok A. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus. teman sekelasnya. Naomi dan Ferdinand naik lift. Iya. untuk kenang-kenangan. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun.. "Ya. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol.. pisau ini akan kuberikan padamu. di kampus. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. student IT memang banyak tugas. suaranya berat dan patah-patah. "Taro. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika.. jadi selama ini.com/abclit. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas.ABC Amber LIT Converter http://www.." "Ya. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan.html . ia menanyakan keadaanku. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung. "Taro. Bersikap tenang. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. Di balik tawaku. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. Kalau aku. ia ingin mengeluh kepadaku. Begitu. Terus. membabat ilalang dan rumput ya tidak apa-apa.. Tapi. "Taro. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. ya." sahut Taro dengan sikap tenang. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. yang ambil ilmu sosial ya. Meskipun demikian. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah. Maka.processtext. barangkali. begitu?" Aku diam saja. Hari berikutnya. terlambat lagi. Diam-diam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara.processtext. dan pulang ke rumah pukul 21.30. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore.. "Tapi. betapa tampannya Ferdinand." "Ah. tidak sampai malam kalau belajar bersama. Aku tahu. suka memukul dan menggigit pasangannya. Seperti biasanya. kami dituntut banyak membaca. selalu pulang terlambat. yang menggandeng Naomi. nama sebenarnya Ferdinand." tuturku. Sampai di rumah.. kalau memasak pukul 18. Naomi pulang terlambat lagi. kupikir. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal.com/abclit. kan." Taro memandangiku dengan mata kosong. tetapi ditahannya. Aku kan juga pernah belajar komputerIT. Padahal biasanya. "Ya.. Aku jadi ingat... Atau. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat. Maklum.. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan.. aku ABC Amber LIT Converter http://www. Naomi.." sahut Taro.. tentu bukan bandingan Ferdinand. ke apartemen kampus Blok A. kupikir. "Bila aku berpisah denganmu. Pikirku. jangan takut. bikin program yang aneh-aneh dan rumit.! Tapi... ada meeting. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" "Tergantung fakultasnya. otodidak." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. Setahuku. Naomi belum pulang?" tanyaku. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. untuk makan malamnya bersama Naomi. Naomi belum pulang.. barangkali ada meeting-kerja grup. Kuperhatikan. Terus terang.. sebagai salah satu pria terseksi di dunia.

"Malam ini Naomi tidak pulang. Atau.processtext.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo. Taro tidak menjawab. "Mari. "Apa maksudmu. Ohhh. mataku berkunang-kunang. dengan suara tenang. Taro?" tanyaku spontan.com/abclit. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai Naomi-Ferdinand... Dan. thank you! "Ohhh. nadanya tenang. makan malam bersamaku.ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu.. lalu lupa segalanya.... Bisa ditebak.." kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan. Ia berkata. tapi membuatku terkejut. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi.. "Jangan masuk ke kamar dulu. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. karena kepalaku tiba-tiba pusing.html menjawab: fine.. very good! Very good!" Taro menanggapiku. Edisi 10/06/2002 ABC Amber LIT Converter http://www.. rambut Naomi..com/abclit. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini. Pisau jagal. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang.. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. Naomi ke Blok A. Lalu.!" sahut Taro. Aku tidak mau dan memang tidak bisa memenuhi ajakannya.processtext. Tapi. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. sebelum polisi menangkapku.. Aku buat sushi dan sup sirip ikan.. Aku mengenali rambut itu. ke kamar Ferdinand." sambungnya.." kata Taro. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi.! Kenanganku di Gold Coast.html . menuju ke kamarku.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng. perutku mual. "Itu... Aku mengundangmu makan malam.

Lebih baik aku meralat dusta pagi ini. Tetapi apa bedanya. Harga kurs dan saham. Pohon mangga gatal-gatal. Kota ini selalu ramai dengan berita. airnya jernih. sosis. yang airnya jernih. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. badannya dijangkiti jamur berwarna putih.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Tidak banyak kendaraan yang lewat. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. juga tentang kematian gubernur. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. sering melihat ke sumur-sumur itu. kualitas itu tidak penting. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. Orangorang juga lebih banyak tinggal di rumah. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca."Buset. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan setiap ia pulang. Airnya jernih.Jilan. Dalam sumur itu hidup ikanikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya.processtext. Rakyat melakukan doa di atas perahu. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. dong. jutaan warga dalam waktu cepat. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. dan ada ABC Amber LIT Converter http://www. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur.html SETELAH banjir sebulan yang lalu. Ada seorang presiden yang disandera dalam video. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. Uang beredar trilyunan dalam sehari. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan Depok-Kota. dong. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. dan mentega. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. bagaimana orang bisa membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya.com/abclit. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. Aih. banyak jalan yang berlubang. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. kenaikan terigu. Warga kota hanya soal hitungan pajak. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya.Tidak usah khawatir. Kedubes Amerika ditutup. Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan.com/abclit. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung. Kampungkampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. bukan? Dan mimpi buruk. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. setelah melihat sumur-sumur itu.processtext. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu.Aku membeli koran pagi itu.html ."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran. Ada bandar heroin yang tertangkap. Jakarta. anakku. dipenuhi dengan sardencis.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa.

ada cabai."Kota ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Tangisan yang sedih dan pedih.processtext. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini.. mesinnya seketika mati.Orangorang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. tak henti-henti. aku baru bisa merasakan sekarang.. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. bukan?" teriak mereka. kini.. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari.. ada tomat. lihat. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. aku baru percaya sekarang. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhluk-makhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun. akan ditembak di tempat. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. Waktu juga berjalan normal. Gejala lain kemudian muncul. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. Sejak kejadian itu.. Tapi berwarna merah seperti tomat. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan ABC Amber LIT Converter http://www. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Semuanya. segar. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan.processtext.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Masalahnya tidak sederhana. Kulit mereka. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. Mereka mendapat pengawalan super ketat.. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumursumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini.html .Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. deh. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota. Gerak menjadi normal. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda. karena orang yang berusaha menutupnya. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. Princess. natural. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga. dan terasa halus. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu.com/abclit. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. ada. "Lihat.html ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya.com/abclit. ada wortel. Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. sayang. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu." kata Princess. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya. Darah yang lama."Morgen. aku hidup. "Aduh. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. tanaman ada di sini.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. bahwa aku hidup!""Lihat.

juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu..Kalimalang. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan. rumah untuk bercinta. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti.processtext. Cinta adalah . 2002 Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. aih."Ayah. Pemandangan itu bagiku memilukan.. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. pada setiap udara yang kuhirup.Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu.ABC Amber LIT Converter http://www. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. Orang berjalan seperti tarian. entah siapa yang memulai. Pakaian mereka. Dan cinta. Dan kau tertawa mendengarnya." kata Jilan. pada setiap air yang kuminum. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu.processtext.com/abclit. Pohon yang berbuah.html kaku. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. Uang pajak untuk pemerintahan kota.SUATU hari.html . dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air.

ABC Amber LIT Converter http://www. Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan.ABC Amber LIT Converter http://www. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela.html .html terlalu menyenangkan. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup.com/abclit. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. ombak menghempas. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya.processtext. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. meski tetap saja teringat sampai mati . tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. daun berguguran.com/abclit. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Kenanganku adalah bunyi genta itu. Hmm.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa. Semuanya sudah kulupakan. langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan. senyuman yang manis. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru.processtext. seperti angan-angan melintas. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. tampak ia baru saja keluar rumah. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. Kereta api itu lewat begitu cepat. membuat masa lalu tak pernah berlalu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. sekali. seperti tidak pernah terjadi.

sepanjang padang. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. Langkahnya berat dan udara begitu dingin. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih ABC Amber LIT Converter http://www. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu.html yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Ia mengikuti jejaknya. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. mengikuti bekas jejaknya kembali. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. lampu-lampu menyala menjelang gelap. dan perempuan itu melihat lewat jendela. bukan hanya sedetik sebelumnya. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu.processtext. Bukan di luar daerah itu. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana. Perempuan itu berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. Kemudian ia juga ke luar. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. berjalan lambat menuju rumah itu. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya." "Aku memang tidak ke mana-mana." Ia mengikutinya." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. Dunia memutih dan kelabu.html .com/abclit. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. tidak pernah kukatakan. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. Dari kejauhan. bukan pula ketika di dalam kereta api itu.processtext. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. dan kenanganku akan menjadi lain. tidak pernah kuapa-apakan.com/abclit.

dan melang-kah ke padang salju. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. menutupnya kembali. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk. dan hanya ada bekas da-rahnya. memperlakukan dirinya begitu rupa. Sayang sekali. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai salju-aku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. serentak.com/abclit. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu.com/abclit. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik ABC Amber LIT Converter http://www. Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan.html . dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. Maret 2002. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. Aku selalu membayangkan ada bekas-bekas darah di atas salju. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa.html digenggamnya. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. Durban .processtext. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas.Cape Town. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi.

terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan.Kadang. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah. ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembarlembar promosi ini. Atau lebih gila. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan..html . Berkesan gagah . pejal. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. Biar kami yang memasukkan. rampok. bayang atmosfer bagai menggigil. Harus waspada. jauhnya . Tetapi. kotak pos. sering ia bayangkan. Dan jika hal itu terjadi.processtext."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi." Disodorkannya ke hadapan si satpam. terpikir juga olehnya. mencuat bertingkat-tingkat. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri."Sini!"Tidak. di sebelah sana . kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. Ditolak satpam. Sekilas.""Tetap tidak bisa. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk.. dan gempal. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang.Menghela napas. Dan atap. Samar-samar tampak pagar tembok. kenapa satpamsatpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. ah. Bulat. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. memang mengerikan. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas. Hatihati. "Lihat. Atau. satpam .pikirannya kembali ke tadi. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". memang mengerikan. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Di permukaan aspal. mungkin tidak. Sungguh menyenangkan.. Lembar-lembar promosi. Jika brosur ini ia serahkan. bajunya.com/abclit. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. Debu.Dan. sangat sering ini terjadi. Jadi. "Hanya brosur. begitulah yang tercantum di kartu namanya. Disaputnya peluh. diayunkannya langkah ke kompleks itu. memetakan lokasi. wajarlah kalau satpamsatpam itu bersikap begitu. memastikan satpam mengizinkan. membonceng kurir tandem-annya di belakang. ia membalikkan tubuh.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. Panas. ke sana. tinggalkan di sini. tapi pasti. dirinyalah yang ada di depan. Dan. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun ABC Amber LIT Converter http://www. kotak pos-kotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya. Hmm.html napas. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. pastilah satpam ini seoran kidal. tak putus asa. yang kiri. Dan karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. yang menyamar jadi kurir. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari.processtext. Tapi. mengucapkan terima kasih.Perlahan.. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. Bandit. siapa tahu. seperti biasa. Padahal. ia ngangakan tas yang dikepitnya.com/abclit. Pak. Courier.SEBENARNYA.."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu. menjulang.karena tertulis dalam bahasa asing . jauh ke dalam gerbang. Kepul motornya pun tidak. berjenjang-jenjang.ada kompleks perumahan lain yang. mulai melengket. Dan di bagian punggung. atau mungkin suatu malam. kadang. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah.ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih ia benamkan topi..ah.

Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. Di jalan. ular. Hanya itu yang ia dapat. tak berhati nurani seperti binatang. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. Kapak Merah. yang ia bisa. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap .... Minahasa. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. nenek moyangnya. Ah. terjepit di sebuah gang.ABC Amber LIT Converter http://www. betapa jauh di pinggir kota. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. macet. di sini. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan.ya sekretaris ya personalia ya entah apa. jadi courier. tembok tinggi. sebenarnya. Kaki Gunung Lokon. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. Hmm. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. tak ada Parto yang menunggunya. berubah jadi binatang. ia gembiragembirakan diri.html . ia muncul di kantor agak terlambat. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun..Kampung yang jauh nun di luar pulau. buas. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. terjadilah hal yang mencengangkan. Tak ada lagi siapa-siapa.aduh.processtext. Dan binatang? Ah! Harimau. dalam mobil. Dotu.com/abclit. Memang alangkah jauh. ah. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. pemerasan.. itu seperti kurir.HARI ini. Bahkan di sana. macet yang panjang. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. Bahkan jarak masing-masing perumahan.html dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat.. ia senang bagian itu. dadanya berdebar. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol..yang rupanya semacam serbuk .. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu.com/abclit. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. Mungkin ada sekilometer. memang berhalangan. kerbau. tapi kurus. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat. Juga tak ada si bos. itu seperti paket.Kadang. seorang lelaki 40-an dengan van tua. sama sekali ranggas. sebenarnya. Melainkan seperti kata Nina.Dibacanya alamat paket. alangkah kasihan mereka.Kembali. Seperti ini. Bukan brosur. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. Kurir.Sesuatu yang lebih berharga. di atas motorlah ABC Amber LIT Converter http://www. Dan. adalah juga seorang kurir. sebuah kawasan di pusat kota.harus ia tebarkan ke udara.Hamparan hijau. Kotak tembikar.Maka. masih banyak waktu. serigala. "Pak Ogah". (Si bos. lihatlah rumah mereka. Penduduk daerah bersangkutan. kelas kaki.processtext. Mungkin lebih. Noon express. aih.. disaputnya peluh. badak. Bukan lembaran lepas promosi. Jeruji besi. luput dari kebisingan. Ah. kawat berduri.Ya.. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi.)Parto bukannya tak menunggunya. Minahasa. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. di perempatan .meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. Menggantikan Parto . kerontang. ia ingat kampung. buaya... Pagi tadi. Isi kotak .. Seraya mengenang kampung. Mereka terdiri dari orang-orang kejam.

Di matanya. seperti pernah dibayangkannya.com/abclit. terhenyak. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. senja. Fisik. Salah alamat. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Seraya tancap gas. Sudah lewat pukul 12. bukan 9.ia datangi. tetap tidak. Tetap juga tidak. mestinya kini lebih menonjol. Dan tak lupa. badak. Ah. kerbau.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. Mungkin 8. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda itu. bukan hanya itu.TETAPI. pagar tinggi.Dihelanya napas. Ternyata juga tidak. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. Dan dua orang satpam.. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju.. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9.Sebenarnya. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. Menyelip. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. yang nanti tentu marah atau kecewa. ABC Amber LIT Converter http://www. lalu melayangkan pandang ke sekitar. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. Dan satu lagi. ia cek.. berarsitektur gaya Belanda. Sebuah rumah besar. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam. tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. Salah alamat yang aneh. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Seluruh detik mestinya berharga. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata. Menyalip. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. Siapa tahu. betapa mengasyikkan. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. begitu katanya. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak.processtext. Ini jugakah yang menyebabkan senja.. Terdengar teriakan. rumah itu tampak lebih suram. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. meski lampu bernyalaan di mana-mana. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. Alamatnya betul. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. Tapi. Betapa ia sangat gembira. ia menyelip. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. tapi tak bertemu.processtext.Ternyata bukan hari bahagia.ABC Amber LIT Converter http://www. sekelebat. satpam itu mengernyitkan dahi. Melainkan hari sial. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya. ada ketertusukan dalam dada. Dibanding yang lain.. Tembok pejal. Ganjil. noon express)!Putus asa. tapi lalu ia lupakan. wajah kedua satpam itu berubah. Itu sepele. Berpagar tembok. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya. Sedetik. Ia tahu hari telah senja. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. Bahagia. Mulai ada rasa cemas. Sudah biasa. Maka.html . Di sini juga. Diperhatikannya lebih cermat. Lagi. Ah. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak.Sungguh alangkah lelah. Mungkin bukan satu angka.. dihidupkannya motor. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). Jalan raya dan kecepatan.. Apa?Ada yang berubah. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. Babi. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Psikis. Pos satpam! Pos satpam. dalam satu hari ini saja. pos penjaga. Dilihat penampilannya ketika siang. tiga kali ia dimaki sebagai binatang. Dan akhirnya. dalam. Ia memarkir motor. ke rumah berarsitektur Belanda itu. tetapi seseorang lain di rumah itu. tapi 4. megah. ke supir yang meneriakinya. Beratusan 9. ini hari bahagia. Tetapi.html ia kini. Sungguh memang sial. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. banyak sekali. "Badak!" Satpam lain menimpal. Lagi pula. membayang wajah si bos. sesial-sialnya. sendiri. ia kembali ke alamat semula. Ataukah. jeruji. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru. Bengis. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh.com/abclit.

berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. Ia bingung.processtext. buas. Toar Lumimuut. Dipacunya motor.. Pos satpam itu lenyap! Dan.. buaya. saya tahu.html Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. Barulah ia sadar. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu. Sejak pagi saya mencari.Disodorkannya tanda terima.. Sembilan ratus tahun. kerbau. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. Dimatikannya mesin.ABC Amber LIT Converter http://www. Lelaki tinggi besar itu menandatangani. tak bercanda. tak berhenti nurani.. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli.. saat itulah ia tiba-tiba terkejut. Ada yang lain . Jadi ia bebas. Telah lama saya menunggu..processtext.mungkin juga arsitekturnya. Sembilan ratus tahun! Kiranya. Oh!Dihentikannya motor. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. Diparkirnya motor."Walau telah tak peduli. Dan. orangorang kejam. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. Kencang. Lelaki itu seperti tahu keheranannya..Dibelokkannya motor. Terengah. Memang tak ada. badak.. Tapi... paket itu. tapi ia tak begitu ingat. jelas sekali ia lihat si pengemudi. para pejalan kaki.. berkumis dan berjenggot tebal.. sesosok lelaki besar.. Binatang? Ah! harimau. Maaf.Mendadak.html . lelaki itu tak berkelakar. seekor babi! Diamatinya angkot.com/abclit. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain. ia tertegun.""Ya. Kotak tembikar. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega. Tak yakin. serigala. astaga! Benar. saya menunggu. telah membuatnya sangat lega.. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini.""Ya. ternyata juga adalah para binatang.Ternyata. bukan pula hanya pagar yang berubah. Adakah rumah yang bisa disetel. mendahului... *Payakumbuh. Hari yang tiba-tiba panjang ini. Tetapi.Sedetik... Andalah orangnya. lalu berjalan menuju teras. "Sembilan ratus tahun. singa. Pengendara motor yang melintas di depannya. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala. Agustus 2002 Cermin Pasir ABC Amber LIT Converter http://www. ular. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu. yang kini rendah saja.. manusia yang tak bisa diselamatkan. sedemikian rupa.com/abclit. Bengkak! Dipacunya motor.""Noon express. metromini. Dan penumpangnya: Orangutan. saya tahu. "Sembilan ratus tahun.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama.. serigala. sudah tak ada. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. ke dalam pagar. serbuk itu. Ah. seekor badak!Ia terlongong.. muncul bagai menyambut. mungkinkah? Paket. "Paket.. harimau. Pengemudinya. ia mendengarnya. bergumam. Dotu. tinggi.. tapi. sosoknya begitu besar. mengulang. kera. Begitu tubuhnya ada di teras.. Takjub.

Tentang Romo Sentanu: ah.processtext. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. Selalu ada yang tak kembali. tetapi sebenarnya aku penari.html Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Kalau marah. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang.”Aku punya firasat buruk.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa.” penambang sepuh mendesah lagi. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. serupa mambang. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. saya akan berhenti. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Namun.Lihatlah.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku.com/abclit. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman.Dan. Tak ada yang berani menghentikan tarianku. berhentilah menggoda kami. berlubang. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang ABC Amber LIT Converter http://www. Romo Sentanu. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. kau tahu.Baiklah. Izinkan saya berlatih barang sejenak.Selalu ada yang hilang. Ya. Tetapi. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk. Batu. menyebut nama Kiai Petruk. Tak perlu berbelitbelit.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. atau sama sekali hilang.””Malam nanti kami hanya slametan.Kiai Petruk.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu. aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air.processtext. Kami cuma berkumpul di gereja dan mensyukuri panen. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Kami tak akan menari. pasir.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. Selalu ada yang tak kembali. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit.”Mungkin hujan akan segera turun. koral. Dan.com/abclit. Maka. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda.Sejenak sunyi. Keheningan sehabis hujan. dia hanyalah pastor desa. adalah kedahsyatan yang indah2. dan puluhan perempuan. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pasir dengan penduduk. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dan, salah satu tugasku ke desa ini, kau tahu, adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan, desah manja wanita sehabis senja, dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa, aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam, teman-temanku yang tak banyak cakap itu, membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit, memaku kedua telapak tangan, dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dan, selalu pada saat dia mengerang kesakitan, aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.Jadi, dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.Ah, kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu, koral, lumut, dan keheningan desa ini. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata, ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Ya, di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel, tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Dan kalau sudah mendalang, Ayat bisa berubah menjadi dewa. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Suatu hari ketika dia bilang, ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Ayat juga mahir menari. Melihat Ayat menari, orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar, awan panas, dan hujan batu yang tak kunjung henti. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian, pertikaian, dan kebencian.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dia, aku dengar dari para penari lain, gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Ibarat Samson, dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Maka, baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari.Lihatlah, bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa, aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.”Mungkin hujan akan segera turun, mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Dan, aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan, Ayat akan bilang, ”Mangga Den Ayu, Putri ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Keratonku, mari menari bersamaku.”Ya, dia boleh bilang begitu. ”Tetapi, aku datang untuk menggodamu, meruntuhkan, dan meluluhlantakkanmu.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg, segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos, puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat, Romo. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun,” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Ya, biarkan dia menari dan jadi pesinden saya, Romo,” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Tak ada jawaban. Dan, ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa, ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung, Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini, Romo. Biarkan dia menari bersama saya,” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Belum ada jawaban. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan, di luar dugaan Ayat, Romo Sentanu meninggalkan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja, bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil, Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Dan, malam itu di antara ratusan obor yang diacung-acungkan ke langit, di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih, Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.”Gusti, firmanMu akan jadi kasunyatan”, Romo Sentanu mendesah.Ya. Dan, Aku tahu siapa yang akan jadi korban.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos, Gusti.”Ya. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Setelah itu, lambungmu akan dihujami puluhan peluru.”Mengapa harus saya, Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O, bukan hanya kau, Sentanu. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Kadang-kadang saat gerimis mendera, binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. KadangABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tetapi, tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk, berlubang, atau sama sekali hilang.Dan, truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam, kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Batu, koral, pasir, dan puluhan perempuan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.Dan, malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Sebagaimana aku, (o, kau tahu namaku Nagreg bukan?), mereka telah menghirup udara, cahaya, tradisi, kebodohan-kebodohan, tarian-tarian aneh, mitologi Kiai Petruk, wedhus gembel yang prek kethek, dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Maka, mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Di tengah kegelapan malam, mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengah-tengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk, membabat kaki, kepala, atau menembak lambung tanpa suara.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Sebab, mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Sebab, mereka tak pernah bersengketa dengan orangorang miskin itu. Tetapi, bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun— mahir menjadi bunglon, pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi, jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Baiklah, sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Namun, setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung, kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi, mereka juga akan menghabisiku. Tak boleh ada saksi. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini, di keriuhan segala bunyi, obor, cahaya mata Romo Sentanu, dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas, lelehan lahar di Puncak Merapi, dan jerit tangis dalam tari, aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Ah, haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Hanya jerit gamelan. Hanya jerit kesakitan. * Semarang, 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata dalam Cikar Bobrok. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin, dalang dari Desa Tutup Ngisor, saat memainkan lakon Kunjarakarna. 4) Trisik, mangenjali, ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas, Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai, juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Sebab begitulah pada dasarnya manusia, salah seorang bisa menggantikan yang lain, tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain, untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu, tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel, punya daya ingat tinggi, renyah, hangat, dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca, tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Kutemui ia dalam diam yang cukup, tidak bawel, serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.Tapi, kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan, sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan, ia memesan apa-apa yang aku pesan. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku, mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Aku memesan daging berlemak, mereka, perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku, memesan sayur-mayur. Aku memesan teh hangat, mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Berbeda dengan perempuan yang satu ini, ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Bahkan, ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari, ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja, walau pada saat-saat tertentu, kami masih saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Berbicara tentang sepak bola, merokok bersama sambil menonton acara televisi, berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam, berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi, rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Kamar mandi kotor, cucian menggunung, dapur berantak-an, ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.Tapi, aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Dia juga. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi, ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa, tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat.Tapi ingatan-ingatanku atasnya, pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Tangis yang tidak lagi biasa, tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi, bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan, aku tidak menyesal menangis, aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri, bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku.Tapi, aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benar-benar mencintainya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting, tapi tiga hal ini penting bagiku. Pertama, apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua, apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga, apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Meninggalkan? Ah, mungkin itu bukan kata yang tepat. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat, tapi begini, aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Beri maklumlah pada diriku. Aku seorang selebriti terkenal, muda, cantik, di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi, laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau, empat lima tahun yang lalu, ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Bahwa, ia mengagumi kecantikanku, aku bisa merasakannya, itu pun dengan samar, tidak seperti orang lain. Tapi di hadapannya, segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya, bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Ia hanya memberiku tempat, tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja, dalam acara apa saja. Dan ia hadir, tanpa wajah yang menunggu kedatanganku, menunggu kemunculanku. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Laki-laki itu tidak seharusnya begitu, sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh, maka aku harus bersiap, aku membutuhkannya. Tapi sejujurnya, perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Semua kusimpan dengan rapi, bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu, aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Lalu kami saling berbicara. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya, mendengar suaranya, bersitatap ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. Tapi benar kata orang. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Lalu aku duduk. Tapi aku tahu. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum.html . lalu aku me-nangis lagi. Tentu kami juga bercinta.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Aku menangis. Ruang berganti warna merah dan hitam. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya.Serangan balik yang maha dahsyat. keyakinan yang sempurna.Ia seorang aktris. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu.ABC Amber LIT Converter http://www. Diciptakannya dalam dada. Kupandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku.Maaf. Aku harus memaksanya untuk duduk.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora.com/abclit. air. menyalakan ABC Amber LIT Converter http://www. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan. rapuh.Aku bangkit minum air dingin sebanyakbanyaknya. Aku sangat tahu. Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Dadaku sesak dan panas. aku pada banyak hal bukan orang hebat. napasku seperti terbakar. otakku ikut terbakar. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. Semua dicabutnya.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. cinta saja tidak cukup.com/abclit. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. Benar-benar menangis. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang.processtext. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu.html dengannya. telah benar-benar kehilangan dia.Aku sangat mencintainya. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus — bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. maka aku memang harus pergi. dan terima kasih. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. rasa bahagia. menjerit.Lalu kuputuskan untuk pergi.Kami semakin akrab. dan makanan. setengah melenyap. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. dan segalanya menjadi tidak terkendali. Tak ada kekagetan. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping bendabenda. Menggenggam gelas minum erat-erat.Hingga suatu saat. Saat yang sangat tepat. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. Seakan ikut menahan beban yang menimpa—awas. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. Aku meraung. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima.processtext. Ruang-ruang ragu dimampatkan. Begitu kulakukan saban waktu. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. sangat tahu. Ia merasakannya dengan biasa. semua ditinggalkan berlubang. Sendirian di kamarku yang menyimpan hampir seluruh bayangannya. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi. Bukan.

Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya. Tak peduli. Tubuhku dibakar cemburu. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku.Tubuhku demam. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku.com/abclit. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku. Tangisan yang sewajarnya. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi.html . Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. merokok. sebab jika melihat kenyataannya. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. sebab aku tidak mau sakit hati. Hal-hal yang menurutku tidak kusukai.processtext. Edisi 08/11/2002 ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat. aku pasti akan larut. ruang-ruang yang berantakan. Aku harus berpikir dengan tenang. Lalu aku teringat dia malam ini. dan menangis. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. Sebab sore tadi. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Bahkan.Tapi sekarang aku nyaris gila.com/abclit. memesan makanan dan minuman yang sama denganku.processtext. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. tak mau peduli. dan ia pergi meninggalkanku.Aku petakan lagi sejarahku dengannya. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. Aku tidak bisa menerima kepergiannya. *** Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas.html rokok. dan nonton sepak bola.

processtext.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. Meskipun demikian. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi. saya tak tahu pasti. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya.html . saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya. tetangga saya. Akan tetapi malam ini. segera saya membukakan pintu. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. Yang jelas.com/abclit. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab. gundah. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. anaknya. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. Ia berdiri saja seperti orang linglung. Ah. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. Begitulah. Akan tetapi. Akan tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. yang jadi hambar.processtext. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya.html SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu.com/abclit. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. Usaha saya berhasil. pastilah itu Mayumi. saya segera mengatakan bahwa malam ini. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. Entah gelisah. ABC Amber LIT Converter http://www. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. tapi menurut saya ini hal biasa. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. sementara saya segera menutupkan pintu. meskipun telah ngantuk sekali. karena saya sendiri masih belum tidur. Wajahnya yang cantik tampak rusuh.

sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini.saya.. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm. Bedanya. penuh KKN. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu saat saya kembali ke negeri saya. Ia lalu melanjutkan. Sedangkan Mayumi. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit. meskipun dengan sikap ragu-ragu. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. suatu kali.processtext.com/abclit. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas.""Saya betah tinggal di negeri ini."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa.processtext. Sering kami ngobrol berdua. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. masih ada yang menemani ibu. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. sehingga meskipun saya meninggalkannya. jika ia meninggalkan ayahnya. dan pelaksanaan hukum yang amburadul."Ya."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan kata-katanya. sayang. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya.. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang. Atas pertanyaan saya. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya.."Ya.. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.html saya dan Nakamura.html . Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram.. Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo... Nakamura-san.ABC Amber LIT Converter http://www.. Telah beberapa lama."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini. sayang!" Katanya dengan nada jumawa.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya .

Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk. Dua kidung malam mengalun bersamaan.html karena ayahnya adalah anak tunggal. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya.html . saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Haji Mahmud Soeharto. Tanpa menunggu jawaban saya. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen ABC Amber LIT Converter http://www.Menyadari kenyataan itu. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini.processtext. Menyadari saya diam saja. Kami tetap bergaul seperti biasa. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur.com/abclit. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Pendeknya. Melalui telepon. paman saya. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin juga saya linglung. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. ia lantas mengatakan. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. ***Tokyo.processtext. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. Setelah itu. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman.com/abclit. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saat-saat terakhirnya. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. Lagunya pedih mengiris-iris. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. Sampai di situ pula pikiran saya mampat. Akan tetapi. Aneh benar. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. Meskipun demikian. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan.

” ”Bapak sudah tiba.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya. telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16. Sesaat.Itulah sebabnya. lalu menutup pembicaraan. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu. Selama dibangun.Namun. tidak semahal di Jakarta.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek.” kata seorang rekan Pak Jek. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito.”Dari Bapak.html . ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar.processtext. terutama makanan.60 Yogyakarta. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek.”Betul.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak.30. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa. itu telepon dari Bapak.com/abclit. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta. Harga barang kebutuhan. Bu. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti. Takhyul.processtext. itu hanya omong kosong. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan. ”Nah.com/abclit. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun.”Pak Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang.ABC Amber LIT Converter http://www.””Ada apa. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. Mitos. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. Itu ABC Amber LIT Converter http://www.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. satu tahun menjelang pensiun. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon.” ”Tolong diangkat teleponnya. Jalan Kaliurang Km 6.html Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. Seumur-umur.

atau setelah keliling ke Borobudur. Pak.”Mbok. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. Makin capek menyapunya. Rumahmu ‘kan di Semarang. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. cukuplah 60 meter persegi.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. Gunungkidul. Mengapa tidak memilih Bantul. padahal mereka belum tentu suka. Nak?””Lagi pula. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. Makin banyak tanamannya. Enak. makin banyak sampahnya.”Menurut Pak Jek. Lagi pula. makin lama memotongnya. Magelang.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus.” kata Pak Jek memberi alasan. aku dan istriku makin renta. Prambanan. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan.”Namun. atau bahkan 1. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki.processtext. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu. atau 1.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. Prambanan.html pun hanya sekali seminggu. Di hotel ‘kan ada AC-nya. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti.”Aku hanya berdua dengan istri. termasuk biayanya. itu soal gampang. Keraton Yogya. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter. hari Sabtu atau hari Minggu. Cuma sekali kok dalam hidup saya. Pasti mereka beli. Pak Jek juga punya pendirian. Jadi. yang lebih besaran Pak rumahnya. Padahal. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang.processtext.”Tapi tak apa. Berapa pun harga tanah. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala. tentu makin repot pemeliharaannya. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah satu hotel di Yogya? Lagi pula. Pokoknya.. Sentolo. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu. Makin banyak kebutuhan listriknya. ibumu tidak suka. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.000 meter. mereka bisa beli. Makin banyak rumputnya. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. dengan bangunan 60 meter persegi.”Kayak rumah BTN saja. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar.”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. kan? Lagi pula. Pokoknya. betul-betul rumah baru bagi saya. Makin luas pagarnya. memasukinya. tentu makin banyak ruangannya. Parangtritis.com/abclit. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang. apa pun mereka bisa beli. di rumah Bapak kan tidak ada AC. Belum terpolusi udaranya.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. bukannya anak Bapak.” lanjut Pak Jek.200 meter. kita tentu bertanya. Di Yogya kan banyak hotel. Masih banyak pepohonan hijau..com/abclit.”Lalu. menantu Bapak.html .””Lho..” kata anaknya yang di Semarang. yang mengharuskan itu siapa toh. makin banyak segala-galanya. Jadi. lebih dekat ke Malioboro. dan mulai tinggal di situ.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula ABC Amber LIT Converter http://www. Termasuk sampah dari luar negeri. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja.. Pak?””Ah. ”Semacam surprise-lah.ABC Amber LIT Converter http://www.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek.”Makin luas tanahnya.”Lho.”Biar ada kejutan.

””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja. berarti tak ada tafsiran lain di luar A. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. lalu.00 pagi. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisikbisik di kalangan karyawan.com/abclit. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”. kok. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja..com/abclit. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor.”Ya.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi. Lagi pula.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu. bagaimana mungkin. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi.processtext. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir.”Nanti kapan. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu. Santai saja. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. Sekali berkata A. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08. ia memberi penjelasan berikut.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang.html .Oleh karena itu.ABC Amber LIT Converter http://www.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. ah. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas.html perusahaan.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya.. Jadi.”Para karyawan pun manggut-manggut..” ujar Pak Jek dengan kalem.””Makanan di kereta ’kan tidak enak. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek. Entah pertanda mengerti. tak usah ada acara penyerahan kado kepada saya. Lagi pula..””Bagaimana mungkin santai. Pak. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan.””Lho. Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. tidak bisa muat banyak ABC Amber LIT Converter http://www. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya. Namun. Mereka tahu. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit.”Pada acara di Gambir. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Pak?””Mungkin saja. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita. dan juga atas biaya sendiri.processtext. di Gambir. Pukul 07. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan. Pak Jek menepati janjinya. Sekarang. Jadi.”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu. seorang direktur perusahaan MNC. sudah jauh-jauh hari.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya. tak usah pakai panitia-panitia segalalah. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek.”Kalau begitu.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. Oleh karena itu.

”Hati-hati copet. pengantar. Secuil nasi putih.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. Ada pula sendok garpu. Pak Jek juga tidak tahu.” kata pramugari.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. ia gampang terlelap. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun.processtext. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08. khususnya Jogja Ekspres.”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. Bandung. Namun.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita. Tiba di Tugu pukul 16.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. Barangkali alokasi dana untuk makanan para penumpang memang terbatas. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api.Beberapa saat kemudian. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja.” ujar seseorang.00.com/abclit. dan kuli angkut. Menurut Pak Jek. tusuk gigi. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam.html . Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Stasiun Cirebon. Pak. Namun.”Secara bergiliran. makan siang Pak.ABC Amber LIT Converter http://www. Kursi di sebelahnya. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. dan sepotong tisu. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. di mana saja. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. Ada yang menyalami dengan dua tangan.html barang. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. Tak usah dijemput.com/abclit. Pak Jek langsung pulas. jika ditinggal sendirian. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Bertemu sofa empuk. Kapan saja. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. nomor 6B.”Pak. Bagusnya. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. Pak Jek tidak mengorok.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. Di rumah pun selalu begitu.processtext. Pak Jek tidak mau ambil pusing.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. Siapa tahu. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Pak Jek ingin.Pak Jek membuka mata. Begitu bertemu dengan bantal. Namun. para karyawan pun menyalami Pak Jek.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. Ada yang memeluk Pak Jek. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. dan Stasiun Purwokerto. termasuk kado dari kalian. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket. Pak Jek juga bisa terlena. Terima kasih. dari mikrofon terdengar pengumuman.Pak Jek memang gampang tertidur. masih kosong.”Beberapa detik kemudian. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang ABC Amber LIT Converter http://www. Semarang.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. Lalu. Sepotong paha ayam goreng yang keras. Atau selera petinggi kereta api.00. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam. menunggu di rumah baru.

processtext.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A. Bereaksi sedikit pun tidak. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu.””Angkat barang. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6.com/abclit.””Kopernya saya bawa.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya. Pak. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres..””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto.””Barangnya saya bawa. Stasiun Kutoarjo.Setelah dicoba berulang kali.”Jakarta. Siapa nyana.”Napasnya kok tidak terasa lagi. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan.Tak ada respons.Laki-laki itu tak juga bangun.”Karena tak bereaksi sedikit pun. Anak-anak pun mulai ribut.”Tukang sapu kedua coba membangunkan.. tangannya sudah dingin ’gitu kok. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir. dan Stasiun Sentolo. Pak.ABC Amber LIT Converter http://www.. Stasiun Kebumen. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.processtext. Jangan sampai ada yang ketinggalan.”Para penumpang yang terhormat. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).”Lha. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun.”Coba kamu yang bangunkan. Bu.. Pak. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda.”Pak sudah sampai Yogya.””Jangan-jangan sudah seda.. bangun.”Keasyikan mungkin tidurnya.””Bisa saya bantu. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh lakilaki berusia 60 tahun itu.Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar. Lalu tiba pada kesimpulan.Lantas. Berarti Yogya sudah hampir tiba. Boleh jadi. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Tinggal beberapa kilometer lagi. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi.html .””Jangan-jangan sakit jantung. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta. Bu..com/abclit.”Sudah sampai. Pak.Namun.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu. Bantal menutupi mukanya. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya. penumpang itu tetap saja tak mau bangun. Bangun.html kurang membangkitkan selera bagi para penumpang.”Barangnya.””Mari Bu saya bantu.Karena tak bereaksi juga..”Pak. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.Sambil meluncur ke arah timur..

Adjani bersimbah peluh. mobil-mobil langsung berhenti. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani. kuli tinta. Semua menahan napas.ABC Amber LIT Converter http://www. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. pada setiap headline koran-koran. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. Ruangan itu begitu sunyi. Tetapi. Atau mengapa Adjani bisa terluka.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. sungai ke sungai. Luka yang begitu dalam. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. Waktu ia menyeberang jalan. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas.processtext. Edisi 07/28/2002 ASMORO. ABC Amber LIT Converter http://www. majalah-majalah.Ketika Adjani berlari. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera. Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. Bahkan. Tetapi. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. waktu kita hampir habis. bahkan bajaj. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Adjani bersimbah peluh.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. langsung terbelah dua. Pipinya merah terbakar matahari. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Luka dari segala maha luka. Tembok tinggi merendah.com/abclit. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan.com/abclit. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. Semua tidak berani bergerak. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. rumah ke rumah.processtext. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. Mereka hanya tahu Adjani luka. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Luka yang begitu perih.html . Pelupuk matanya merapat. laut ke laut dan benua ke benua. Sungai terbelah. siaran radio. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi.Adjani bersimbah peluh. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. siaran berita televisi. Para fotografer. Maka. talk show. Adjani menahan luka. motor.

Kadang lili.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Awalnya ia tidak mempedulikan. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari.processtext. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Dan semakin ia menulis. Di sela-sela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Tetapi. Tetapi. Di tengah-tengah rasa putus asa. Asmoro hanya mau menulis. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu.com/abclit.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh. Naik-turun dada Adjani mengatur napas.html semua memuat. menceritakan dan membahas Adjani. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. Irama musik sendu mendayu-dayu. Tetapi. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Kadang mawar. "Adjani bersimbah peluh. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan.ADJANI bersimbah peluh. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. kecuali Adjani bersimbah peluh. kumbang. Ia tidak dapat berhenti menulis.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. Pesawat televisi yang panas. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. ia berada di lantai ketujuh. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. sementara ketukan itu terus membahana.Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. ketukan itu tidak juga berhenti. tidak ada apa-apa di sana. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu. Menyerang segenap jiwa Asmoro. Tetapi. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. walaupun terkesan tidak memaksa. dan burung-burung gereja. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani.html ." bisik angin. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. Asmoro mabuk kepayang. Mendadak perut Asmoro keroncongan. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Derap kaki Adjani yang teratur. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya.com/abclit. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Adjani yang bersimbah peluh. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. Kadang sedap malam. Kadang melati. lalu makin lama ABC Amber LIT Converter http://www. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Barulah Asmoro sadar. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya.

Dengus napasnya semakin dekat. Ada gurita. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. waktu kita hampir habis. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Suara orkestra semakin keras. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang. restoran. paus. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Lampu-lampu lalu lintas tidak bekerja. Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. ia tidak akan berhenti. Semua orang keluar dari rumah. Dari sinar kemerahan itu. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Asmoro tahu. Bulan bersinar temaram.. Peluh itu tidak hanya asin.com/abclit. Namun. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh.html semakin jelas tertangkap pendengaran..html . Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. terus berlari di bawah samudera."ASMORO. hanya untuk menyaksikan Adjani.. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. Seorang reporter meliput. Asmara.. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali.processtext. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan. ikan pari. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. Asmoro menunggu Adjani.processtext. "Bintang jatuh. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani.Adjani bersimbah peluh. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama..com/abclit. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya.Adjani bersimbah peluh. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerah-merahan tertimpa matahari senja. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. gedung perkantoran. Suara lembut denting piano tunggal. "Antarkan saya kepada aroma segar ini. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari. Asmoro tidak bisa berhenti menulis. Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Dan bau wangi yang samar-samar.ABC Amber LIT Converter http://www. Jalanan macet total. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro. Asmara. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan ABC Amber LIT Converter http://www. Aktivitas di kota itu lumpuh. Adjani tahu. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambar-gambar Adjani yang pernah disiarkan. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh lakilaki. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai.Adjani bersimbah peluh. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. lama kelamaan makin tajam. Adjani hanya bergumam. sebentar lagi tulisannya selesai. Dan ia pun sangat tahu.. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara.

Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. 21 April 2002. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Atau jangan-jangan orang kaya itu. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri.ABC Amber LIT Converter http://www. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. yaitu Adjani. Pelupuk matanya merapat. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama.. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. jadi mereka bisa berciuman sambil berlari. Adjani menahan luka. satu suara..com/abclit.processtext. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya.html . waktu kita hampir habis. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. Asmoro tidak dapat berhenti. satu tema di seluruh dunia. Tidak ada yang berani bertanya. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro.processtext. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi. Dihirupnya dalam-dalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya.Asmoro bersimbah peluh. Tidak ada yang berani meliput. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda.. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. Adjani bersimbah peluh. Atau orang kaya. Segala asumsi pun merebak. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov ABC Amber LIT Converter http://www. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu.Di kota itu. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya.Adjani bersimbah peluh. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. ASMORO. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.html kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani. Adjani bersimbah peluh.com/abclit.Jakarta.

processtext. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. Pernah suatu kali."Di kota tak ada lagi ruang untukku.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. Dulu. kota yang sudah dua kali berganti nama. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling.html . seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si ABC Amber LIT Converter http://www. Panikov hanya menjawab.ABC Amber LIT Converter http://www. yang ia kenal selama tiga puluh tahun. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. Lalu ia angkat bicara. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang. dengan maksud menghindar."Hey. Semuanya terkesan halal di balik sejarah. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya.""Tapi. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua.. Di izba yang reyot. lima tahun yang lalu.Sementara itu. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan.html Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. dikelilingi hutan. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat.com/abclit. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. yang sebagian besar bekerja sebagai petani. bermantel lusuh. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah..Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis. ayahnya tercinta. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong."Panikov menaruh serulingnya. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa.processtext.com/abclit.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. Banyak pembunuhan. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah". Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1. Ia tak pernah mengungkapkan alasan.

. kota laknat! Aku rindu kalian. Panikov terus meniup serulingnya. sadarlah.. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa. serta tak lupa meniup serulingnya. Di depan mereka.Yach Panikov ingat. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus.! Di sebelah timur desa ada api. Ia enggan ikut bergabung. "Oh.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar. Muka mereka pucat seperti hendak mati.Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian.. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu.."Api.. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku.Tak ada sahutan. berteriak dan meniup seruling-nya lagi. dan terus ia meniup. Seperti biasa. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau.. Anna". kali ini tepat di samping telinganya. Yang terdengar hanya bunyi seruling.. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak.. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. Panikov diseret. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya.Saat ini.!!!"Saat itu musim dingin. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana.... "Panikov.. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. diam dan hening. lalu berteriak. air matanya membeku akibat udara dingin malam.. Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. tentara bajingan! Oh.com/abclit.html .ABC Amber LIT Converter http://www. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan."Brak. Panikov keluarlah. Anna langsung menghampiri Panikov. angin bergerak lebih lambat. Panikov tidak peduli. "Oh.. "Persetan!" gumamnya. Anna berteriak lebih keras. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya.com/abclit. tentara bajingan! Oh. Kata orang desa. Ia terus meniup dan meniup.processtext. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu.. mengapa ayahnya ditembak. malam ini terasa dingin lebih ABC Amber LIT Converter http://www.. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa.. tanpa mantel dan menggigil kedinginan.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak.. lalu diam lagi. Ia menangis.! Itu api.! Hey. Bila hari menjelang malam. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya.processtext. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba. memandangnya sesaat dan berteriak lagi.html tentara. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak.!" Terdengar pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya... meniup serulingnya... Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. Panikov tak peduli. namun tetap tak ada jawaban. indah menakjubkan. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov. dan Panikov.

ia bergumam. begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya. ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya.. karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu. Keadaan semakin beku. ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku.com/abclit. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang bolong dengan tangan kirinya. Terlihat ada seorang tentara. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya. Lalu memandang ke arah danau. Turgeyev namanya. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal.processtext. dingin mencengkram kuat tubuhnya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. 'si kumis tebal' lalu berteriak. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu."Terdengar enam letusan senapan. ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun."Panikov! Jangan Panikov. Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. serta dua tubuh tergeletak ke tanah. Saat itu juga. giginya gemeretak.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa. dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya."Tertulis lagi di bawahnya.Selagi ia membereskan barangnya.processtext. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu.Ia menggigil.html menggigit. gadis kecil itu mendekati mayat Panikov.html . Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan. Sesampainya di desa."untuk petani kecil ABC Amber LIT Converter http://www. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara.. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya.com/abclit. lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya.. dan meneruskan kalimatnya. Beberapa hari selang kematian ayahnya. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu. Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba."Ayah. malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa. masih tetap hening. ia memeluknya.. Anna. tapi toh. ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya.. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan. ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok.. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka. telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota.ABC Amber LIT Converter http://www."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya.

processtext."Meski begitu. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam. Oktober 20011. kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi. Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga. mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah.Dan." kata Zulaikha.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi. perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3.html November 1936"Bandung."Bagai capung.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukangundukan tanah kelabu padat itu. buk! buk! buk.Seperti biasa merpati-merpati itu tak ABC Amber LIT Converter http://www. melesat ke pelataran makam Al-Baqi yang dipenuhi para peziarah. Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi.com/abclit. anak-anak itu kemudian membentangkan tangan. kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa. Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Lihatlah. mari kita tanyakan kepada ibuku.html . para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada. pondok petani2.processtext. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati. apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir. seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba. Dihajar.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau tak percaya.com/abclit. kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu.

Sayang sekali. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu. ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah. Anakku.com/abclit. Sebagaimana Bilal. perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur.OHO. Jika hanya ingin berbagi rasa cinta. telah berkali-kali kukatakan kepadamu. hanya para lelaki yang diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam. Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta. Apalagi kau hanya orang Takroni. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah. Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari.com/abclit."Jangan. Anakku. sebagai orang Takroni."Zulaikha. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. tak puas mendengar jawaban itu.html . ibarat air kita bukanlah zamzam. dia meliuk..Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu. ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi.Dan. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah. ratusan keluarga raja. pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah.processtext. wahai Anakku yang malang. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu. kau tak perlu memasuki makam keramat. dan para peziarah yang taklid kepada adat. mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan. dan terus berlari ke bibir pintu makam. Anakku. berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu. menyusup. mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu. tak perlu kau risaukan asalABC Amber LIT Converter http://www. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukan-gundukan makam. Dan. menendang tampah habbah. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan. kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk.html langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan. Apalagi kau perempuan.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu. Zubaedah langsung berdiri tegak."Ampunilah Anakku. dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan. Ibu. kita masuk ke sana."Ibu..ABC Amber LIT Converter http://www. memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. Anakku.processtext."Ayolah.

ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan. Hanya engkau.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. ABC Amber LIT Converter http://www. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain. ayahku. Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu. telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Tetapi kau terus mencerocos."Maryam-ibuku.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan. memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam." Menjelang Ayah meninggal. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu. pada usia yang sedang mekar. menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya. Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi.. Apalagi kepada Zulaikha. wahai Anakku. Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu.. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi. Aku tak akan marah. sebagaimana Ibu. dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Jangan mempertanyakan apa-apa. Anakku.com/abclit. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih.. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya."Ya. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. termasuk pedagang tasbih. Meski demikian. Tak kepada ayah atau ibunya. Aku tak akan marah. Dia. Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan.. raja disebut sebagai tuan. tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas."Sejak itu tak seorang pun. sebagaimana pria Takroni lain. Anakku. mempertanyakan asal-usul kebutaanku. Saat berbeda pendapat dengan Ibu.com/abclit.""Jadi."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal. engkau dilahirkan sebagai engkau. ibu pernah melihat segalanya. kerudung. Jangan melihat yang tak pantas dilihat." begitu kata Musa bin Zakaria.Dan. "Sudah kubilang. sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku. dan habbah Madinah hanya layak dipatuki merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu.html usulmu. kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja.html . berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya. yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan. bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia."Sebagaimana Nabi. aku benar-benar buta. kau tahu Anakku. Bilal dilahirkan sebagai budak.processtext. jangan usil." ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria. aku dilahirkan sebagai aku. dia berdoa. perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah. Ibu pernah melihat segalanya?""Ya.processtext. Ketahuilah Anakku. ya Allah.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain."Sampai pada kata-kata itu. "Engkau memang buta. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan. "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku. Ayah. kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anakanak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu. Ayah sangat memuliakan perempuan.Menjelang aku remaja Ibu bilang. dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku. Jangan.

salat di masjid Nabawi.Sambil berjingkat pelan-pelan. Jangan pernah masuk ke makam. tidak-tidak.processtext. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan ABC Amber LIT Converter http://www. "Mati di Madinah memang baik."Ya. karena diserang demam tak berkesudahan. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam." pikir perempuan yang sedang mekar itu. bercanda dengan merpati-merpati.com/abclit. perempuan buta itu. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi.Tetapi."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. "Kalau bisa matilah di Madinah. dia mengingat-ingat petuah ayahnya. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara.html . Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tibatiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. masya Allah."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah.ABC Amber LIT Converter http://www. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun.com/abclit. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. Cahaya lampulampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. melambai-lambaikan sayap. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. Jadi."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi.Dan Zubaedah. Anakku. malam itu dia menyusup ke makam. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam.Karena itu. Lalu segalanya menggelap. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. dia mendengar suarasuara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. Tetapi. Pegangan Zubaedah terlepas.html Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah. jauh sebelum menggapai pintu makam. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan. *Hotel Sanabel Al Madina. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. Puluhan.7 Tetapi. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam Al-Baqi. Madinah Munawarrah. Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu makam.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking."Dasar Takroni. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah. Anakku. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. camkan nasihatku. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam. Dia terjengkang. sebelum pingsan.Alhasil. kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga.processtext."Waktu itu.

"Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda.ABC Amber LIT Converter http://www.html .Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. Bahkan. Waktu itu tahun 1971. ayah Kroda. Namun. saat sepupunya. ia benar-benar jadi kehabisan alasan. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar.7) Riyal:mata uang resmi Arab. I Raneh.com/abclit." pikirnya. "Kasar dan kejam. Meski masih berusia belasan tahun.processtext.com/abclit. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. siang hari menjemputnya kembali. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi. menelepon lagi. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. Gianyar. Mangku. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat.html tersebut. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatankesepakatan yang diputuskan adat. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan.processtext.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. Jadi. jangan salah paham. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat ABC Amber LIT Converter http://www. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad.

"Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa.. Sejak tinggal di Jakarta. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara. Tetapi. "Luh. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada. Tetapi. Sampai kini. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari ABC Amber LIT Converter http://www. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. Wayan Kroda terdiam.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. Selain menghasut warga menentang Golkar. termasuk Susila. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. seluruh keturunannya. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. Dendam Kroda. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat.. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. dendam turunan... Itu kebanggaan. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Ia tahu. "Kamu tentu masih ingat juga.html .. Kalau toh diizinkan.processtext. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar.ABC Amber LIT Converter http://www. karena ia bukan anggotanya. kita tidak akan mau pentas.com/abclit. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotel-hotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya.processtext. Luh. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya.com/abclit. Meski telah kena sanksi adat. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat. Tetapi. Ini hanya dendam pribadi. Jangan dibiarkan liar begitu. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. berarti jalan buntu. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda." tegas I Raneh sewaktu masih hidup. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. Warga menilai dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. "Ikat babinya. Padahal. Karena tinggal jauh. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat.html di Banjar Sari." ungkap I Kleteg. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh.""Sepanjang hidup. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi.

tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. saya harap bisa bertemu Gubernur. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda.com/abclit. Bahkan.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu. Paling tidak harus menunggu seminggu. Sebagai kelihan adat. Jangan datang lagi kepada saya.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Namun. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat.processtext.""Lebih baik berurusan dengan polisi. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. Itu mutlak urusan keluargamu. Jadi. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. "Bli. niat itu ditepisnya. bikin saja surat dulu.. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa.. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu. Mereka umumnya mengatakan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. Kalau kamu mau sanksi itu diubah." kata petugas itu. Tapi. SANKSI ini terlalu berat..""Ini soal jenazah! Jadi. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. mintakan kepada seluruh warga.html . Ini soal penting dan sangat mendesak. Wakil atau siapa sajalah. kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. Bahkan. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar.html dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. kalau menyangkut penemuan jenazah."Sudah berapa kali pula saya katakan. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif. Tetapi. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung." Wayan Kroda tak segera menyahut. Bukan. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. bukan lagi urusan adat." ujar petugas lelaki itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan. seseorang yang dituakan dalam adat. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Tetapi. Kendati sudah lama tinggal di kota seperti Jakarta. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. Padahal.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak.processtext. ini keputusan paruman adat. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. Bahkan. Jadi. "Tamu itu sangat penting. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Ia tahu pasti. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah.

com/abclit. Pertanyaanpertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www.. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki..! Ayo duduk dan berdoa.html .processtext. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang. Sebagai orang yang lama merantau. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. aku diam-diam membuatnya. "Ia keberatan. Mereka ingin menuntut keadilan.. Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. "Jadi. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga.ah. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo. Sewaktu kalian lelap. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat. "Tapi.processtext. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi.. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila..html penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku.Ketika melewati pintu depan. Ada sesak dalam dadanya. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu..Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa.." kata seorang kerabat liannya. Ia berbaring di dekat ayahnya. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari.. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap. makin lama jenazah berada di rumah. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji.. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh.com/abclit. Ayo semua berdoa. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. mengapa masih bengong. "Dan. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda.. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. kalau banjar adat mengenakan sanksi. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman.

memerahnya dan mulai melap tubuhku. tubuh yang terbujur dalam sekat-sekat kain pembatas. Mengambil pispot. terbaring dalam rahim waktu. setiap hari. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. Mencelupkan handuk kecil. diiring doa sanak keluarga. Pintu dibuka. Di bawah tabung. tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. didorong ke bawah tempat tidur. Banyak faktor yang dipikirkannya.processtext. Dia terus menerus menungguiku. Meneteskan madu ke dalam mulutku. Menampung muntah. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. Datangnya waktu. Membuangnya ke kamar mandi.processtext. Pantat panci bergeser di lantai.ABC Amber LIT Converter http://www. Menyuapiku. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. ABC Amber LIT Converter http://www. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. di sisi tempat tidur. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. yang datang dari luar dirinya. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera.com/abclit. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. Air kehidupan yang tak berhenti menetes.html . dari waktu ke waktu. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya.Waktu terus bergeser.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin.com/abclit. Aku sekarang adalah bayi itu. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Dia kurang tidur. Menyuruh mengeluarkan mobil. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. langkah-langkah mendekat masuk ruangan. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan.html Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti Sumber: Kompas. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. masuk ke dalam urat nadi mereka. Dia memang tegang. Tiap hari kau menanyakan orangorang yang kau kira memperhatikanmu. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Dia lelah. Dia memang benar-benar lelah. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak. Pagi tiba juga seperti biasa. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya. Menampungkannya. Perangkat medis itu."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu.

Ibu datang menyongsong dari kejauhan. ibu. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. kau telah bekerja. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Sekarang adalah saatnya bagimu. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. di kebun tembakau itu. Terbang dari daun ke daun.processtext. Beristirahatlah sekarang.""Tolonglah. saya masih belum menuliskan semua itu. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Angin malam yang lembab. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. kalian masih kecil-kecil. Ini takdirmu. Kita seperti burung pemakan ulat. Tuan. Anakku masih kecil-kecil. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop. Lebih muda dari aku.""Tidak. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami. tidak mereka cegah. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. menyibaknya. si Choliq. Lihat. Jangan sekarang. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya."Aku datang!" kata suara itu."Dia tidak hiraukan aku. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Kau lihat itu. Ketika aku meninggalkan kalian. Ayolah mendekat. Hentikan omong kosong itu. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Lupakan semuanya. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. si penjaga malam itu. si Abdullah. Mari. Masih banyak yang harus kukerjakan. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. ABC Amber LIT Converter http://www. Dia memang lelah. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. Tinggalkan semua itu. anakku. Harusnya Tuan tak datang. sekarang.""Tak ada waktu untuk menunda. Akhirnya tiba juga saat itu. mengurus segala yang remeh temeh dunia. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudara-saudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Kau sudah cukup lelah. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan.processtext. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Rentang waktu yang panjang. Direntangkannya tangan sebagai awal pelepas rindu. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu. Masih banyak yang belum kukerjakan. Empat puluh tujuh tahun.com/abclit. Kau masih kelas enam sekolah rakyat. adikmu.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia.com/abclit. Tidak sekarang. Kau bekerja telah terlalu lama. Itulah penyebab penyakit ibu. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Muhammad Saleh. Angin malam yang dingin.html Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah.html . Abangmu.""Tetapi. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan.ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum mencapai usia sekolah. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Kemiskinan kita yang pahit. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu. Terlalu banyak yang membebaninya. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Kau sudah lelah. Dia muda. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. Mendekatlah. siapa di sana? Ayahmu. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu.

sementara kau mendongeng di atas kertas. Menemaniku di malam-malam dingin. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Jangan hidup seperti lilin. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Ayah membiarkanmu seperti itu."Aku mundur menjauh. Maka kau harus berusia sama seperti aku. Kau sama seperti aku. Pulanglah. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Kau sudah lelah.processtext. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka.com/abclit."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. kau mendapat ABC Amber LIT Converter http://www. Ayah tahu semua itu. Jendela.html . Golongan para pendongeng. 88 tahun. Duduk di dalam gelap. Dalam banyak hal kau sama seperti aku. Ibu mendekat. Bermohonlah kepadaNya. anakku. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Mimpi membuat kehidupan berlanjut.ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Selamat datang. Ingat. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. Jauhkan diri dari rasa iri. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal.html Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. anakku." kata ayah. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. Pergi sana. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan. delapan puluh delapan tahun.""Ketahuilah. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Kalau Tuhan berkenan. Jauhi segala yang bisa menghasutmu. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. setidaknya mendekati usia aku. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Jauhi sumber fitnah. Tinggalkan kekacauan dunia. Pergi sana cari kehidupan. Temui sahabat-sahabatmu. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu."Tidak. temui istri dan anak-anakmu. Hidup bagaikan hadiah. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Mari. Tidak sekarang saya datang kepada ibu. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami.Ayah menghentikan langkah ibu. insya Allah. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. saat nanti kau menemui kami. mengorbankan damar untuk nyalanya. Dia belum boleh menyerah. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. pengalih perhatian. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. Sejak kecil kau dekat denganku. Sudah tua. Penjaga malam di pajak. Kita suka malam hari. ayah tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Datang kepada kami. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Kau adalah si penghayal itu. dengki dan tamak. Kau harus seperti aku.processtext."Biarkan dia. Ayah adalah si penjaga malam itu. Jangan dipaksakan. Masuklah ke keabadian. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi.com/abclit. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. Tidak sekarang. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi.

Kuambil batu. los tempat berjual ikan. Aku ingin sebutir jeruk.processtext.html . Aku membawa sekop dan menggali lubang."Malam dengan pancaran bulan penuh. Tanganku meraba di bawah karung. mendorong ujung tangga. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Bila ada nasi. Bulan tak ikut masuk. markisah. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. Kuhadang dia di tengah jalan. sayur. muncul di luar jendela. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu. seekor kancil yang terluka. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya.html kesempatan meneruskan hidup. Nasi selalu tak tersedia di rumah. Tak ada atap penghalang langit. Tak ada gelap di dalam los kecuali terangbenderang yang membungkus. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. Tak kuberi jalan untuk pulang. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Jendela. ibu membaginya sepuluh piring. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. ke seberang jalan. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. menolongku masuk dan. salak dan mangga.Dia berdiri di samping keranjang jeruk."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. pajak sayur. dukuh. Jendela dia tutup. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. Apel yang dibungkus jaringan lembut. Ayah melempar ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. buah. Bulan tergantung di sudutnya. menutupnya. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. dan menguncinya dari dalam. daun jendela itu terkuak. sapu lidi. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. seperti gelembung dalam pipa air. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Aku senang kalau dia tak pulang. Ambillah sebutir.processtext. Dia lari membawa kakinya yang pincang. Jangan lebih dari satu. Dia pulang pada jam-jam makan. Aku terbatuk. di loteng rumah penambal ban sepeda itu." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. pengalih perhatian.ABC Amber LIT Converter http://www. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan. Penuh kristal cahaya. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. tepat di dada. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. mengusir cahaya bulan. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. lalu lari ke pintu. Diraihnya tanganku. "Pergilah. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. Kulempar kakinya. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Selangkah demi selangkah aku naik dan. Dia lihat aku. aku menimbunnya. aku naik dan merobah posisi tangga.com/abclit. datang berlari mendekat kepada ayah. Aku melirik kepadanya. Aku menghalaunya jauh dari rumah. Aku bersaing sepiring nasi dengannya.Aku kempeskan ban sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. Sesuatu bergeser di atas. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. Ibu menyambut hasil buruan ayah. kadang dia membuang sampah dapur."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. sapu ijuk. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. berburu kancil dengan sebatang tombak. Aku terus meraba. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Sepiring untuk anjing itu. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. semangka. melejit di dalamnya. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. menerobos langit-langit kelambu. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. ayah mengambil sebutir jeruk.

dia senyum kepadaku. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata. Aku belum siap untuk mati. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Tak begitu jelas. Lupakan semua itu."Bangun Bang. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. tapi tak begitu jelas. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu. Kita semua tahu itu. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus. Masih ada kesempatan untuk hidup. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia.com/abclit. Kami semakin jauh meninggalkannya. Dada kiri dan kanan bersamaan.""Itu lagi yang kau ulang-ulang."Di mana aku?""Di rumah sakit. Kau yakinkan itu.html senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Masa kritismu sudah lewat. Di jendela itu. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Jantungmu telah berhenti berdetak. yang menghalangi pandangannya padaku. Sebelum menutup gerbang fana.""Aku takut. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Tuan itu melepas pegangannya. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. Alhamdulillah. Itulah sebabnya kita berdoa. biar diberi umur oleh Allah."Siapa engkau?""Aku istrimu. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai.""Bersyukurlah. mengejar kami. Kau belum mau mati. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Kulihat wanita itu. Aku tak tahu aku berada di mana.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. Di kamar itu. ayahku.ABC Amber LIT Converter http://www. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur. coba lihat. "Bangunlah. kau sekarang sedang tidak menunggu dia."Aku akan menjemputmu nanti. Segala puji bagi Allah. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. adikku dan orang yang pernah dekat denganku." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Jantungmu kembali berdetak.html ."Bangunlah."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Selalu begitu." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Semua terasa masih melayang. Penyesalan yang tak pernah habisnya.""Suatu hari semua kita akan pulang. Menunggu orang-orang yang menyayangimu.""Aku takut. Ibuku.com/abclit.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. cerpenis. Dosa-dosaku. abangku. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. Para sahabatmu. Belum siap untuk mati. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Aku bertemu orang-orang yang telah meninggal. sampai semuanya lenyap. Aku datang kepada mereka. Hilangkan rasa takutmu. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut.""Itu bukan mimpi." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Tapi semua kita belum siap. Lihat di balik dinding kaca itu.processtext. Kami telah kau bikin cemas. berada di samping tempat aku terbaring. Tapi tak kuasa. kata dokter. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Masing-masing ada pada takdirnya. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu."Bangunlah. Jangan terlampau dipikirkan.processtext. Kupaksa membuka mata." Disingkirkannya benda yang terjulai. Nurwindasari. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Lihatlah. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama. Disambut sahabat-sahabatku. Mereka masih belum mau beranjak dari sana ABC Amber LIT Converter http://www.

Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing.ABC Amber LIT Converter http://www. yang syukurlah semuanya makmur.processtext. yakni Bahasa Indonesia. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca.html . sebagai warisan masa lalu. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. Agus R.processtext. bisa boneka yang digerakkan tali. Wisnu Murti Ardjo. Galeb Husyen. Lukman Setiawan.html meninggalkanmu. Jamal D. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda. Lazuardi Adi Sage. Ibrahim Basalmah. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. Kak Atie. Lihatlah. Untuk semua itu. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan.""Siapa lagi mereka?" *** Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. bisa boneka wayang golek. Syahnagra Ismail. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada.com/abclit. Martin Alaida. itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. Abrar Siregar. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Rahman.com/abclit. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. Sarjono.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. Adri Darmadji Woko. Titik Ws. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. Kenedi Nurhan. Elanda Rosi DS..""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. dengan panggung yang luar biasa kecilnya. Sori Siregar. Sapardi Djoko Damono. dan namanya adalah Indonesia. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk ABC Amber LIT Converter http://www. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. Di sana ada Haji Danarto. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama. Remi Novaris. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan.

melayani sopir-sopir bajaj. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. mengincar anjing-anjing yang lengah.html . bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini.processtext. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. menghilang ke bawah tenda. bercelana pendek. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan. kamu toh tahu aku ini ABC Amber LIT Converter http://www. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. boleh diburu.com/abclit. Di kompleks perumahan semacam itu anjinganjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng.html berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya." kata istrinya. Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. kedua. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjinganjing kurang pikir. menjadi pemburu anjing di Jakarta. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. hanya dengan beralaskan kertas koran. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. Sukab tidak pernah peduli. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin.processtext. dibinasakan. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. anjing tetaplah anjing. Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik.Namun.com/abclit. tapi juga dimandikan. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda.Masih terbayang di depan matanya. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. Begitulah Sukab. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. "Sukab. Dulu ia begitu miskin. "pertama.ABC Amber LIT Converter http://www.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. Apabila kesempatan terbuka. Ia tidak menggunakan potas. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api. dan dimakan.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. jangan engkau pulang dengan tangan hampa." kata istrinya dahulu. yang tidak beralas kaki. diberi bantal untuk tidur. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. sehingga tidak mampu membeli potas. dan di sanalah mereka menemui ajalnya.

yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi. Perasaan Sukab remuk redam. Ketika musim PHK tiba. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. dari chihuahua sampai bulldog. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. tentu saja ia ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit."Ia perhatikan. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepatcepatnya.com/abclit. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala? Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. sampai ia menjadi pemburu anjing. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. Tangkapan Sukab disukai. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. Ia berjalan. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. Bukan berarti Sukab seorang penjudi. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan. Apa pun jenisnya. Tapi Sukab tidak pandang bulu. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran. lantas tinggal dilumpuhkan. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang.Perburuan anjing itu menolong kehidupan Sukab. dan ia mengincar. begitu pikiran Sukab yang sederhana. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu.processtext.html . namun dari sinilah cerita baru dimulai."Mereka begitu miskin. "Aduhai anak-anakku. biasa habis di lingkaran judi. anak-anak berteriak mengejeknya. ia memperhatikan. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya.html sebetulnya bukan istrimu. sehingga tidak punya cermin. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta.***SEPANJANG rel. Itulah riwayat singkat Sukab.ABC Amber LIT Converter http://www.Betul juga. Meski sudah tidak melacur."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu.processtext. Tidak ada cerita sehidup semati." kata Sukab. lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Perempuan itu menangis. surat nikah apalagi. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. kehidupan Sukab masih terhormat. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya.

ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing.processtext.. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus..""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini.com/abclit. apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali.Setelah malam tiba."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari..ABC Amber LIT Converter http://www. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima. Bukan karena anjing-anjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka.. Mereka dibawa pergi. Begitu juga Sukab. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali."Mereka menyalaknyalak dan berkaing-kaing seperti anjing."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya."Hati-hati lewat sana."Ke mana?""Entahlah. seperti upacara pengorbanan diri. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.com/abclit. itu." katanya lagi. Bukan polisi yang mengangkut. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah.. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula.html . Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. tapi petugas tibum. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu. seseorang berteriak kepadanya. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru.html tetap ingin kelihatan cantik. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing.. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke ABC Amber LIT Converter http://www. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali.""Tapi kita semua makan anjing.processtext. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah." kata polisi itu.. "mereka juga bisa menangkap saudara. seolah-olah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. tapi hati dan otaknya masih manusia. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka."Oh. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka.""Husssss. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. menangis."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya.

Para penonton terlongong dengan lidah terjulur. Sambil menenggak Red Wine. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing. Para penonton yang semuanya berkepala anjing itu pulang ke rumah.html .""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. dan para pendengar menahan nafas. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. berbalik lagi.***"MEREKA membantai Sukab.com/abclit."Yang bener aje. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang.com/abclit.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. itu tidak penting. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir. dan orangorang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan.ABC Amber LIT Converter http://www.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan. Susan.html arah rembulan dengan memilukan. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. ikan-ikan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka membawa segala macam senjata tajam. mereka bangkit dan menyalak-nyalak.processtext. Aku akan membakar wajahmu. Januari 2002.processtext. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis."Apa yang penting?""Esoknya." ujar tukang cerita itu. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan. ketika matahari terbit.Di langit masih terlihat rembulan yang sama."Lho.

""Ya." lenguh Susan pelan. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. Selalu. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. Nigel Jamieson. Aha. Waktu itu. seperti malam-malam penuh pasir." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. lenguh yang tak lenguh. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. Hanya berdua.com/abclit. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. kita toh masih punya banyak acara.Saat itu. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu. dan gelepar angin di Bondi Beach. Lalu. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu.Dan. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking. ketam. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. saya akan melesat ke King Cross. bersama Susan. saat melantunkan New York New York. selalu hanya untuk uang mereka. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. Apalagi terperangkap cinta para Anoman. Hentikan denting kecapimu.Sesungguhnya saya hanya penari bugil. selalu tampil menawan itu."Susan. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. Fiona mengerti maksud Susan. Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. ABC Amber LIT Converter http://www. kerang.processtext."Ingat. menyamar sebagai penari bugil. ngiau yang tak ngiau. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono.ABC Amber LIT Converter http://www. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana.html pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. Bukan untuk yang lain-lain."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona.Teramat pelan. penyanyi jazz dari Betawi. Are You Girl Friend. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki.Tidak! Tidak! Di telinga Susan.Asal tahu. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu. "Sudahlah darling. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih.processtext." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. Susan. Sebagaimana malammalam sebelumnya.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha.com/abclit. selalu hanya untuk kedunguan mereka.html . serupa riuh angin yang membelai rambut indah Fiona.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith.

Cuma sesaat. Akan aku tunjukkan kepada Howard. Sorot matanya ABC Amber LIT Converter http://www. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. Dan. O."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney. Subali."Dengar. Sambil terus menenggak Red Wine.ABC Amber LIT Converter http://www. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. Sebelumnya. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah.com/abclit.Meski begitu. itu mencium kening. sebagaimana Ki Manteb.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. Tetapi. Karena itu. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa.com/abclit. dan bar.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith."Aku kira. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan.html memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu. Fiona.html . dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. Fiona. pasti tahu sepak terjang Thancoupie.processtext.processtext. siapa pun dirimu. aku juga akan jadi pejuang. begitulah. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. Dan cinta kami. gereja. sebagaimana dia. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengah-tengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum. Sejak itu. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. Fiona hanya mengguratkan senyum indah di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. Sayang. adalah cucu Thancoupie. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Seperti kepada nenek moyangku." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. Tanpa sungkan-sungkan. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. Saya tak peduli."Sudahlah. saya tahu. Well. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi. kamu terlalu banyak minum. Dan. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. ke rumah indahnya. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. Yang jelas pria itu berambut cepak. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. pub. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing. Rose Bay. Dengan sigap. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain.Sejak itu. Tetapi cuma sesaat. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. New South Wales 2029. Dan aku? Aku. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. Ya. atau Anoman sebagai pahlawan."Lagi-lagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya.

dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. dan pikiran-pikiran saya. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu. Fiona. di ujung jalan. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan. Kita akan bisa segera pentas bersama."Jangan terlalu menimbang-nimbang. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir.com/abclit.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. atau Long Island. Rahwana.html . Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. Sebab. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di WeipaNappranum."Sudahlah. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Kahlua Cream. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi.Tetapi. Sayang. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang ABC Amber LIT Converter http://www. tarian. Maka.Ya.com/abclit."Untuk sementara. Dan."Kau tak akan pernah berani membunuhku. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. Susan.ABC Amber LIT Converter http://www."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. Kini. O. Akhirnya. Fiona. Bahkan. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramik-keramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. dan ribuan kera sialan itu. rupa-rupanya bisa mengubah kesucian cinta. Aborigin. lukisan. aku memang harus membunuhmu. rasa hampa penuh iblis. tentu saya tak perlu terus-menerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu. selama menjadi mata-mata.Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik.html mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuanperempuan bule yang melintas di Jalan Braga.processtext. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin. saat ditampar.processtext.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. malam itu. dan Thancoupie bukanlah duniaku. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaranpenyamaran yang memuakkan ini. pria England yang tampan itu.

Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung. Bondas berlari. dentingkan kecapi Sundamu. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu.Tak ada jawaban.ABC Amber LIT Converter http://www." desis Susan sambil memperkeras ketukan. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing. Sydney. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya. Tak ada denting kecapi. berdandan menor. 2001 Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Lengan ABC Amber LIT Converter http://www.Buru-buru Bondas turun. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. Buah mangga berceceran dari kaosnya.html tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. kau akan jadi ikan bakar. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak.. masih dingin. membawa cambuk yang bergetar. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ. Meringis. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan.html . Alangkah kaget lelaki kecil itu."O."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut. mengendap-endap. Dengan murka Pak Gendut memburunya. agak sayu. Fiona. Dipanjatnya pohon mangga itu. Dan kobaran api itu. Di otaknya yang disusupi alkohol. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. Menggeliat. dengan perasaan takut. disusupkan ke balik kaosnya.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. turun dari becak."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Seperti tahun-tahun lalu. Yang jelas. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut.com/abclit." Susan melenguh lagi."Ketahuilah. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera.processtext. Tersungkur.Dari lorong gang muncul ibu Bondas.processtext. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan..com/abclit. Pagi masih gelap. muda. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. cantik. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Bondas merasa terlindung kegelapan.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar.

Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. melecut wajah lelaki kecil itu. dari celah pintu. Menahan nafasnya kuat-kuat. menyembulkan pusarnya.***TENGAH malam. bangkit lagi. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya. Pak Gendut terus tertawa-tawa. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali.Dari dalam kamar. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. kulit memerah-biru bilur-bilur cambuk.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. Tak berani bergerak."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. Digedornya dengan kepalan tangannya. kakak perempuannya. Bercanda. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Tatapan lelaki itu. membawa cambuk.processtext. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda. Ia tak berani beringsut. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih." bisik Bondas. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. memburunya dengan cambuk. Suara mereka samarsamar terdengar di dalam kamar Ira. Tertawa-tawa. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya. Ia mendekam di sudut kamarnya. Meninggalkan rumah. Bondas berlari. Dan sekilas. Bondas mempertajam pendengarannya.Menggigil di sudut kamar. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu.***PADA malam yang menggetarkan. Ira menjerit-jerit kesakitan. Agak lama mereka berbincangbincang. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya. berada di balik kegelapan. Kakinya seperti patah. Senyumnya menggoda. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada. Takut. Kokoh di depan hidungnya. berpapasan dengan ibu Bondas. Nyeri. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. Suaranya riang. Terdiam sejenak.ABC Amber LIT Converter http://www. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. ramah. Cambuk di tangannya diayunkan. Terpuruk di sudut kamar.Berlari meninggalkan rumah. diberikan pada ibu Bondas. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. Ia mendengar suara cambuk. Terus berlari.com/abclit. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan ABC Amber LIT Converter http://www. Memaki. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. merasakan dadanya bergolak. berubah mesum. Terasa pedih. Ira lebih tenang. Ingin sekali Bondas berlari. kembali duduk.com/abclit. yang sebelumnya garang. sesekali tersentak. Menggigil. Ia berlari ke pintu kamar ibunya.html perempuan itu tampak menawan. Ditendanginya pintu itu. Ibunya tak beranjak dari kamar. Sesekali ia bangkit. Terdiam. Dia melihat Ira terjaga. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. Pak Gendut menjadi sangat lembut.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. mendobrak pintu kamar ibunya. masih menyisakan kepedihannya.Ketika pintu terbentang. di rumah. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja.nyeri sampai ke dalam dada."Terheranheran. itu cambuk Pak Gendut. Mendengarkan rintihan ibunya. dipungutinya. Bondas belum sempat menghindar. merasa Pak Gendut memburunya. Tangannya terasa sakit. teramat pedih. Punggungnya. Tetap saja pintu itu tertutup. Bondas terbangun dari lelap tidur. dan merasakan betapa pedihnya. menggeram. wajah garang Pak Gendut menyeruak. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. berdebar-debar.processtext. menghardik Bondas. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. Bondas berdiri menganga. Ia menandai."Kita harus menyelamatkan Ibu. telungkup.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. Kulit pipinya mengelupas. dan perutnya yang singset sedikit terbuka.html .

com/abclit. haus. memberikan bungkusan nasinya.Orang-orang terus berdatangan. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. letih. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. Menari dengan gerakan cepat.com/abclit. kusam. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. Telah seharisemalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. tak terurus.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji.Di tanah lapang. bergetar. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. Menghirup air kembang. Pak Sukra. buruburu Bondas memungutnya. Menyusup-nyusup di antara para penari.Tanpa menoleh. bergurat-gurat menghitam. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. kuda lumping dan cambuk. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. mencampakkannya ke tanah. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. Meraih kuda lumping. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. melelehkan air mata. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. lentur.html . menggetarkan udara. dan bergoyang. Dengan takut."Mau lari ke mana kau. memandangi penari kuda lumping yang lusuh.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. Bondas terus berlari. mendengus. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang. Lecutan cambuk berulang-ulang. Dan Bondas yang lapar. kian lama kian rapat. Pada saat menatap Pak Gendut. Tapi Bondas terus berlari. malu-malu. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. Menari. dan seirama dengan hentakan gendang. Pak Gendut kehilangan lacak. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. tanpa arah. terasa tercabik-cabik. ia terus berlari. Yang lain tiduran. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Anak-anak bersorak.Meski punggung terasa nyeri. Mereka meletakkan gamelan. tar. seketika Bondas kesurupan. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan.html cambuknya. Tatapan matanya mengatur. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. Meloncat. Menjilatinya dengan liur berlelehan. seperangkat gamelan diletakkan. dan segera ditabuh. mendera punggung. dengan telapak kaki retak-retak berdebu.processtext. Pakaian mereka sudah aus.***LAPAR. anak laknat!" seru Pak Gendut. terus saja berlari. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. Seorang penari kuda lumping menari di tengah-tengah tanah lapang itu. tar. Dadanya mendesirdesir lantaran dendam. Dia memilih diam. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan. Tak berani pulang. Gamelan bertalu-talu. Anak-anak kecil berdatangan. Gerakan tarian kian cepat. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. Ia tak tahu ke mana. Tak tersisa tenaga padanya. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. perempuan muda. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan.processtext. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. samar. segera menghampiri Bondas. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana.

anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Sampai jauh malam.com/abclit.berjingkrak-jingkrak. mau diapakan hasil tanaman itu. melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepargelepar kesakitan itu.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. "Terus. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. terus. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. Kawankawan karibnya manggut-manggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir.com/abclit. Ia bukannya memberikan resep atau obat. Tapi masih saja ia menari. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. jarang antibiotik. ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan. membuat perawat yang membantunya agak bingung. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu.Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. Tanpa henti. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubun-ubunnya. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. merobek kulit muka. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. Menggelepar-gelepar. tetapi sebuah nasihat. Pasien-pasiennya banyak. Menggeliat-geliat kesakitan. Anak-anak bersorak. bertubi-tubi. dada dan punggung yang terbuka.processtext. Ia memberi resep obat generik.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman.ABC Amber LIT Converter http://www. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka.Dokter Isman tidak memasang tarif. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. memekik senang.html Gendut mengerang beringas.processtext.html . pasien selalu berdatangan.

Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat. Ia tidak mengerti mengapa. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. Ayahnya dijemput dari rumah. ibunya sudah menanak nasi. "Tidurlah. ubi jalar.com/abclit. dengan kereta roda. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang".***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. Setahunya. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran.processtext.Ibunya datang dengan kedua adiknya.Waktu ia mahasiswa kedokteran. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. ayahnya hanyalah petani kecil. meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. Di rumah pamannya ini. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka.Subuh sekali. memandikan saudara sepupunya. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. agar ia segera menikah.html Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". Kalau bisa. ia harus bekerja keras. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta.. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. Sulit sekali mencari obat di sana..processtext. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. ibunya mengelus-elus kepalanya. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. dan subuh pulang kemudian kuliah. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. Ketika tamat dari SMP. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres. Waktu tamat dari fakultas kedokteran. dan tidak pernah kembali. Ia mengambil spesialisasi jantung. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. Tapi anehnya.ABC Amber LIT Converter http://www. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan.html . Kalau bisa. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. Namun. isinya. Sejak kepergian ayahnya. tinggal dengan aku. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke ABC Amber LIT Converter http://www. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya.com/abclit. Ketika ia terbangun. Seorang kawannya.

Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. udara pegunungan agak segar. ibunya dimasukkan ke ICU. kampung halamannya.html . Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. ia merasa amat terpukul. Nak. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. Bila dada sesak. yang satu dari akademi perawat. pulang. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. yang sewaktu-waktu berjualan berlian. Bu. Nak. Kami ingat itu."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta." kata Isman terkejut. Nak. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka. entah kapan. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. Tetapi yang kami rasa. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. Gilirannya.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. lalu pamit.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. Dokter-dokter.ABC Amber LIT Converter http://www. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah. Ia geleng-geleng kepala. juga dengan ipar-iparnya. Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan.com/abclit.processtext. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. kalau ia tahu. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. "Penyakit jantungku kumat. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Di seberang. "Ya."Dekatlah ke mari. Sebagai dokter ahli jantung. Bang. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. Ia tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada. rasanya hampir mau ma-ti. ibu rekannya. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan.com/abclit. tetapi ia selalu menghindar. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. Menghitung de-nyut jantungnya. yang bungsu dari akademi sekretaris." kata dokter Isman. dan menangis terisak-isak. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat." kata ibunya dengan suara pelahan.Setelah sampai di rumah sakit. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. Ia merasa amat berdosa.Dua tahun kemudian. Ia merasa bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja.html sekolah perawat. tertunduk. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan."Pesanku kepada kalian. Ia pulang dengan murung.processtext. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya.""Oh."Aku datang.Setelah beberapa hari penguburan. Nak. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. ia mendapat berita dari kampung halaman. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka.

Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. menurut pengakuan suami korban. ia membuka pintu gerbang. Bu.Setengah tahun kemudian mereka menikah. Daripada hidup bengong di rumah. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Ketika ia siuman. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Gambar yang terpampang di samping berita.com/abclit. dokter! Ooohhh.Bulan berikutnya. di ruang tunggu.Setahun kemudian. toloooong. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Ia kenal betul gambar itu. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. dengan syarat. Ia terkena serangan jantung.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya.processtext. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit.Para tetangga mengurut dada. mendorongnya."Tenanglah.""Oh. Ia ada di kamar. ia menjerit-jerit.html . salon itu banyak dikunjungi orang. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Perawat memapahnya. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur.processtext. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia?Bandung. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya."Istri dokter Isman jatuh pingsan. Menurut pihak kepolisian.." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. sekitar bulan Maret."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu. Pelahan ia berkata. (Ia jatuh pingsan lagi). Semuanya diam tidak mampu berbicara. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah. Tuhan. ia membiarkannya bertandang sendirian. ia bergegas ke ruang kerja suaminya. Adiknya yang perawat. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. menyuruhnya duduk. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan.html menjawab.com/abclit. dan sesudah itu. Ia bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. tidak boleh pulang sampai petang. "Dokter Isman sudah tiada. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku.. Jantungnya berdebar-debar. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan. 18 November 2001 ABC Amber LIT Converter http://www.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu.

..com/abclit. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Kuta sudah jam satu pagi.html . Tentu aku tidak perlu menjawab. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Dagunya lunglai. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya.html Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangantangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. Meski ia tertawa.processtext. Namanya Tanesia. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe tempat kami bertemu.com/abclit. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. meski ia tersenyum. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat. akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Mulanya ia menolak. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali. atau orang kita sendiri semua sama saja.

Kali ini semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. lalu pergi. malam dengan rembulan. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya. Hanya untuk berdua. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. atau tiga. apa bedanya? Orang asing. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan.html Tanpa gairah maupun penolakan. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. namun setengahnya malah berupa pernyataan. dari sekian lama mati. Beberapa saat ia menunggu respons. tapi aku sengaja diam saja. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Pipinya ABC Amber LIT Converter http://www. orang kita sendiri. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu.processtext."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Ia menunggu respons. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku. Semua berakhir pada tempat yang sama. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya.com/abclit. dua orang.processtext. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. semua sama saja. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. Berdasarkan ceritanya. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. tapi aku tetap diam saja. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. Tidak ada masalah di kota asalnya. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. Jika malam tiba. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. luruh ke seluruh hatinya. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. Ia menganggap itu sebagai respons.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali.com/abclit. Tanesia takluk. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. Satu orang laki-laki.

Meski tidak seindah dulu. memabukkan. Pertanyaan-pertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. Kasihan.processtext.com/abclit. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu.com/abclit. Tanpa berani bertanya. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Tapi bahwa.processtext. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. sejenak menyelidik ekspresiku. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. Mungkin dia benar." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya.html . Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita. Metafornya kurang dalam. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. ABC Amber LIT Converter http://www. terlalu biasa.html memerah kembali seperti sediakala. Kali ini pernyataannya mulai cengeng. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Atau apa saja yang akan kutanyakan. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. "Hidup ini hanya deretan botolbotol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya.ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi.

pemusik tua itu membuka kotak biolanya. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya. sementara pemusik ABC Amber LIT Converter http://www. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. Di sore lain.Sudah jam tiga pagi.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.processtext. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman.html .Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. Blues bubar setengah jam yang lalu. Burung itu tampaknya sudah tua.com/abclit.com/abclit. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu. sebagian besar bulunya telah beruban. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya.html tidak ada perlunya bertanya. Suaranya sungguh menggoda. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. Patung itu terletak di Moskwa. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. orang-orang yang lewat. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. telah hinggap seekor burung gereja. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut. Namanya Tanesia. Dengan menaiki tangga-tangga itu. mereka semua terdiam menanti permainan musik.

agar tidak membuang tenaga sia-sia.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. sambil memainkan musik dengan biolanya. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. salju sudah mulai berguguran.Fajar tidak segera menyingsing. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya. sebab badai akan datang. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. yang ditiup angin kencang. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya.html memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. Saat itu di antara angin dan salju. karena ia memiliki otak yang sangat besar. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. Violis tua.. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar. sebelum berangkat ke bulevar. Akhirnya si burung gereja keluar. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. seperti musik.. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu.html . mungkin setengah jam penuh. Sementara kaca jendela masih malam. dan bersiap pulang untuk beristirahat. Pasti. ia berhenti meremukkan roti. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin. dan membiarkan tempat biola itu terbuka. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya.Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. membalut kepala dan lehernya dengan syal. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert. lalu sedikit berputar sekitar kotak. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remahremah roti.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. Lama ia makan. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. seperti manusia. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu.ABC Amber LIT Converter http://www. burung itu datang lagi ke patung Pushkin.com/abclit. pada saat-saat ini. Pak Tua.processtext.Sore berikutnya. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. sibuk dengan makanannya. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti. terjaga di kamarnya. Sepi. Sudah lewat lima hari. Setelah makan. Sore itu cuaca tenang. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. dan ia mulai melupakan si burung. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku.processtext.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. dalam kegelapan.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. Walau begitu. Dengan susah payah. berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. meremukkan roti di kantung dan pergi keluar.

.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. malam yang hening masih berlalu.com/abclit. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengahtengah kamar. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan. keras oleh kekuatannya yang menyatu. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya. Kura-kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. cuma angin bersih telanjang. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. Pada bulan Maret. Salju yang jatuh.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. ia masih hidup. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. dinding kamar bergetar: angin. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. berhembus dari selatan. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: ABC Amber LIT Converter http://www. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. di sebuah jalan kecil di Moskwa. Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. Di sini bahkan salju pun tak ada. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorekngorek dengan kakinya ke salju. dan di balik jendela. Ia pergi ke sana berjalan kaki. mungkin. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai.html Bulvar. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik.processtext. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek. Kemudian tampak seperti biasa saja. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah.com/abclit. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin.Hidup bersama seekor kura-kura. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. dan badai satu saat berhenti. setelah terbangun dari kebekuan jiwa..html . dari arah musim semi. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam.

matanya tertutup. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. kaki-kaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya. melesat dengan satu sayap. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya.ABC Amber LIT Converter http://www.. salah seorang berkata kepada pemusik itu:"Paman.Sang burung juga tidur malam itu. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya. pemusik itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. seandainya burung itu masih hidup.processtext. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. seperti kita melewati masa pensiun. kadang biji kacang. ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur. Kotak biola seperti dulu. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang."Baiklah. karena paruhnya seperti menyangga badai. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu. Jatuh sendiri ia dari langit. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu.Burung itu mungkin sudah mati. Tak hanya kenyang. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. yang keras seperti batu. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. Selama musik dimainkan kura-kura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting.html sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. entah esok pagi ia menghangat dan siuman. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya.. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya. apakah ia mati suri atau mati benar. dan itu cukup baginya. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh." katanya. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua..Setelah menghabiskan tehnya. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya.com/abclit. dengan cara mengkeratkan badannya. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. Pak Tua menaruhnya di sakunya." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. Pak Tua kembali terlelap. belilah burung kami ini.. Tak tahu.html . bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup.com/abclit. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan.processtext.

Luar biasa. bahwa pernah ada di dunia.com/abclit. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia.processtext.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. 25 tahun.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. Edisi 02/10/2002 + Namaku. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Je! Perempuan. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. Ia hanya iseng. kematian. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. Hanya ingin berkomunikasi.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas. Padahal. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan." pikir Pak Tua. Perempuan di Layar Maya Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas.html hati-hati merebahkan diri tidur miring.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing. supaya tidak menggencet burung itu.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Sekretaris.processtext. tapi segera terbangun. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.html . "Hidup. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis.Sesaat Pak Tua tertidur. dan keabadian. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya.

orangtua.Bagai kapal kini.html siapa pun dia. Bukan teman sehobi di lapangan golf. Sungguh. Bagai burung.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. Di lapangan. aku tahu.. istri. Antara sadar dan bermimpi. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. baru saja diumumkan. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basabasi. Antara realita dan alam maya. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Dari kawasan off-shore. Hai. Tanpa direkayasa. Apa maumu sekarang?Ya.. Aku keliru. ya. aku mau ngobrol aja. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. Karenanya. bajingan! Dengar nggak.. tapi buntu. Aku sudah mulai. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya.apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang ABC Amber LIT Converter http://www. Di halamanhalaman suratkabar dan majalah.. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa.ABC Amber LIT Converter http://www.. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin.processtext. Tanpa direncanakan. Meski kabinet pemerintahan.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang.. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Matanya jadi berkedip-kedip. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah lampu pijar di kegelapan. Barangkali inilah sesuatu yang lain.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. Bukan teman kencan di diskotik.processtext. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu. ia tertantang. Di manamana.. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hidup-hidup. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Ia juga bosan kriminal.+ Hai.. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. dibiarkan bebas berkeliaran. ia butuh seseorang. Ia merasa tertantang. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat.. + Aku sudah perkenalkan diri. Antara ya dan tiada.html . saudara. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Lama ia terperangah. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai.com/abclit. Bukan teman kantor. Di tengah rumah. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. siapa pun mereka. Bukan juga anak. Bila dijawab. Ya. Antara ingin menjawab dan takjub. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian. kantor atau lapangan golf. Di pasar. Jadi berkaca-kaca.+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. Tapi kamu?Ya. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis.OK. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. aku sudah bilang. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Sungguh.com/abclit. Antara keisengan dan kesungguhan. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu..

Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. berlesung pipit.processtext. Apalagi. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. Benar kamu seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Je tak membalas emailnya. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. Tapi bagai angin. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. Dan seketika ia jadi benci Je. sebuah mail muncul di deretan inbox. kamu kemana aja?+ Capek aku.+ Ah. ia jadi ragu juga. Begitu membenciku. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan.com/abclit. ia hanya bisa memaki-maki Je. Sekarang. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. Begitu penasaran. jangan-jangan Je itu seorang laki-laki.html . gombal kamu.Aku jadi penasaran. Sepekan menunggu. Sebagai lelaki. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana.Siang benderang. bisa macam-macam.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Aku jadi rindu kamu. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. ia jadi ragu. Aku bermain-main di pelupuk matamu. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki.html sejak lama. Ia membuka mail itu segera. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Ya.Ia terhenyak seketika. Bisa jadi. Sebulan berlalu. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Tak ada lagi Je di situ.processtext. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. layar komputer itu telah kosong. Aku tahu. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. Darahnya terkesiap. ia jadi kelelahan juga.. Aku merasakan getaranmu. Artinya.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. manja dan sedikit centil.com/abclit. Lelaki bila ada maunya. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Bisa gombal. Sungguh. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. kamu begitu marah. Saat terjaga beberapa saat kemudian. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. Ia menatap kosong ke layar maya. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Ya. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je.Hari-harinya jadi kosong seketika. Ia berharap. ya?Ya. Tak ada lagi kata-kata baru. Aku mengembara ke dalam benakmu. Namanya juga iseng. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya. barangkali itulah jodohnya. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan.. Tapi di belahan hatinya yang lain. gitu. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya. Dalam hatinya. ya. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angkaangka yang membosankan itu. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan.. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benarbenar seorang perempuan cantik. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Je bisa muncul barang sejenak. ia tak tahu siapa Je sebenarnya. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya. dia digombalkan seorang perempuan-ah.ABC Amber LIT Converter http://www. siapa pun. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya.. Lebih lagi.

Kalau betul kamu perempuan.. Kapan-kapan kukirim potretku..processtext. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. Je selalu berubah ekspresi. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar.. Je memang cantik. Dan. Keduanya saling menikmati. Ia meringis kesakitan. ciuman dan menyalurkan birahinya. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah.Je. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya.html . Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu. Ia merasa heran dan takjub.Sehari kemudian.Di atas sosok Je itu.+ Selamat pagi. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar ABC Amber LIT Converter http://www. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. keduanya saling bersentuhan. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa.Ia jadi berkeringat dan kelelahan.Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Kadang ia tertawa manis.. tentu sosok Je akan semakin jelas. Di layar maya itu. Kadang Je tertidur pulas. Ah. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya.Di layar maya itu. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. Angin memukul-mukul punggung keduanya. Keduanya saling mendekat. ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je.com/abclit. Hebatnya lagi. edan kamu. berangkat kerja. Aku hanya ragu. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. pasti kamu cantik dan menggemaskan. Yang pertama. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. Je tersenyum dan melambai-lambai manja. Ia berdebar-debar. gagal karena terserang virus yang hebat.com/abclit. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. tapi tak kunjung berhasil..+ Lha.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah.ABC Amber LIT Converter http://www. manis. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. Kadang marah menyebalkan. Tak percaya? Lihat aja sendiri. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya.Setiap pagi. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya.+ OK deh.processtext. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. Sinting. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja. Semakin lama ia tatap wajah Je. nggak. Ia mengejar Je dan menggapaigapai. Ia ingin berpelukan. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya. Aku tiba-tiba ingin.. mandi dengan shower.html perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Je tak berbohong. aku rindu kamu. berpelukan dan berciuman. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya. Keduanya semakin birahi. Ia terpaksa melakukan down-load agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum.

Ia terkesima. Setiap ia mengirim mail buat Je.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya. Busyet. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. ia mematikan komputernya. jawaban yang diterimanya: undelivery. Aku berharap.! Aku juga. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Ia betul-betul miskin data.processtext. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je.Je. Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian. bisiknya lirih.html maya itu.. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. nggak juga. Lama layar komputer itu kosong. Antara mimpi dan nyata. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je." Sesudahnya.. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. kapan-kapan.Je tak menjawab. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu.html . aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. bukan tak terpikirkan. Tunggu dulu. sayang.. Bola matanya mencorong tajam. Ia jadi penasaran. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu.com/abclit. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je.processtext. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. Urat-urat lehernya menegang.ABC Amber LIT Converter http://www. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. sedikit pun tak menarik baginya. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Ah. jawab aku kapan pun kamu mau. Tapi. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya Sumber: Kompas. kali?Ah. Je. adegan itu terulang lagi. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi.Begitu tersadar.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya.Ia jadi nekad. Ia terbius oleh Je. ia cepat-cepat mengetik di keyboard. Ia segera kirim mail buat Je.

setelah sedikit basa-basi.com/abclit.html . Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin.processtext. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu. "Dia manakiak5. Beberapa lakilaki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana.html Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan.otomatis ikut tegang.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Bujang Sami mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. Kemudian meneguk kopi manis. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk ABC Amber LIT Converter http://www. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. ***"BAGAIMANA. Kapan perlu. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir.. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk." jawab Bujang Sami masih sambil menekur. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. Kami hanya segan beradu pendapat. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. Mak." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu. mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. "Alaa. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. Pik. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya." "Buuuk.. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. Mak." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. saat aden1 masih di situ. pendek betul pikiran wa'ang4. bukan begitu. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. Kemudian dimintanya Pidin. Upik menarik napas panjang. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. Dia tahu betul tabiat Mamaknya. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.processtext. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik. Harta dapat dicari. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta. Menjelang jam sembilan malam. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara.. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen.. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. Tangannya memilinmilin rokok daun nipah." Bujang Sami menarik nafas pendek. sungai kecil itu adalah batasnya." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. "Uda tidak usah ikut ribut. Dalam pembagian ulayat. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu.

" suara paraunya mengandung wibawa. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan. Tapi. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. "Bertemu pantang dielakkan. pada hari yang telah ditentukan.com/abclit.processtext. Bujang Sami berdehem. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. Datuk. "Tenang dulu. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita.html menjelaskan persoalan yang menjadi perkara. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada ABC Amber LIT Converter http://www. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam. Da. "Apaah rombongan Uda. seperti yang telah disepakati. "Sebaliknya.html . rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan.. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati... dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati.." jawab Pidin. Tapi. "Hati-hati. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. Di situlah keruh akan dijernihkan. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. Dan. Dan. musuh jangan dicari. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek.processtext. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. "Untuk apa lagi." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada." Pidin langsung pada pokok persoalan. Sebelum berangkat. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum." dialihkan topik pembicaraan. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. mereka membantah. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. Datuk?" sergah Mak Kimin. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. Di sanalah kusut akan diselesaikan. kita tak bisa juga memutuskan sepihak.ABC Amber LIT Converter http://www. Datuk?" sela Mak Kimin. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. "Begini Tungganai. "Belum tentu. "Itu sudah kami jelaskan. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin.com/abclit. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. ***SEBELUM benar-benar senja. tak ada salahnya bersiapsiap. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. Suasana mendadak hening. "Katanya. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. "Baiknya bagaimana. Upik Sida menekur. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan.

. kami minta maaf. karena teringat silsilah Kaum Patopang. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga.." pinta Patih Sati. Lobai. Mak Kimin lebih gelisah. Cuma. Kedua rombongan tentu saling menunggu.. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. Kiri dan. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah." Patih Sati berdehem keras. Patih Sati gelisah. dia adalah kemenakan Pidin.. terdengar bernada miring." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham. lebih keras. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah. Bahkan.html . Tapi.processtext.. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. "Jika itu persoalannya. Bergegas pulang. Bujang Sami lebih gelisah..processtext.html beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. "Kami belum bisa memastikan. Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura. walau berumur lebih muda." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. pekan lalu. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. Mengingat perangai kawannya itu. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah.com/abclit. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. berarti keterangan Pidin berat sebelah." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap.." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. Namun. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan.ABC Amber LIT Converter http://www. Juga Lencun. Makanya. "Lanjutkanlah.com/abclit. Padahal. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali ABC Amber LIT Converter http://www. mengingat Pidin belum juga datang. kami berharap. waktu itu dia sengaja mengikuti..

html . aku dan anakku. mengapa memendam rasa aku tak kuasa. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. Sedangkan kami. lebih dua puluh tahun yang lampau. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. Lupakahlah.ABC Amber LIT Converter http://www. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. seorang istri. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. Ya. ketika aku pulang dari kantor kelurahan. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku.html Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Permukaannya yang mengkilap. Dan itu adalah juga aku.com/abclit. Bisa kubayangkan. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. Terlahir sebagai Yahudi. masih terus berbagi degup jantung. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan. senangnya mengamat-amati KTP ini. maka dia telah kujalani dengan sempurna. namaku ditulis dengan ejaan ABC Amber LIT Converter http://www. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. anakku yang terkecil. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. katamu melerai perasaanku. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. Tapi. Rasanya. yang buat kompos pun tak berguna. sebagai siksa tambahan bagi ibunya. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu.Sudahlah. yang selalu ingin menyusu di dadaku. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. Ah. dan dibalut plastik mengkilap itu. Membersitkan kebanggaan.com/abclit. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Kalau kuingat-ingat. Dunia di luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. menjaga nyawa. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. Umurku tujuh-puluh dua. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya. mengambil kartu tanda pendudukku. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. Cukup. Hanya karena aku seorang istri. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu. Kemarin.Aku mengenakan pakaian terbaik.processtext. terutama di penjara wanita Pelatungan. Membanding-banding. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. Tetapi. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. keterangan diri yang mungil. Lihatlah. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku.processtext.

Masih kuingat.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer. sehingga dia harus dilenyapkan.html . Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. mereka tidak percaya. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. anak-anaknya yang masih merah. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal. Memang. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. Terkadang. Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. Dan istrinya. harus menderita.com/abclit. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib. Bukan mesin tik tua. mematikan. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. Tetapi. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Cuma meminjamkan peniti. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. Hanya karena aku seorang istri. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap suamiku kalau ABC Amber LIT Converter http://www. eks tahanan politik.processtext. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tigabelas tahun. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Padahal aku hanyalah seorang istri. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. Tapi. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. Dan buatku. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. Juga anakanakku. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. Masih kuingat..html yang benar. Sesungguhnya. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku.com/abclit. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. Mesin kejayaan manusia yang baru..processtext. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Hak bergerak bebas. Duduk sambil merenda. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. Aku hanya tidak tertarik. Tetapi.

Membisu seribu laut. Gong sudah ditalu. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. yang ditebarkan KTP itu. Jari-jari tangannya memagari bibirnya. walaupun ada."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia.processtext. Tanganku tak lepas dari KTP.. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. dia cuma diam. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. sangat ABC Amber LIT Converter http://www. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. dan terang sebiru laut. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. Tak berkata barang sepenggal. diri kami.. jauh di dalam hatinya. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku.Aku terpaku.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih... Bisa.com/abclit. Aku sambut tangannya." tanya Tatiana.ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi juga malu. Aku tahu hatinya luka.Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu.processtext. Dia tetap berlutut. Bu?. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. Mas Awang bisa membuka bengkel.. Kini."Sedang apa. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. begitu murni.. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali.. Dia anakku yang paling bungsu. Aku tidak hanya kaget.html aku disekap sampai ke ujung zaman. tersingkir."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku. Mulutnya agak ternganga. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. begitu membebaskan. Aku tahu.Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. Tapi.. memegangi dengkulku. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk..Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. Dengan berbuat begitu."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. hidup kami. Ditemani daundaun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku. Wajahnya yang licin bersih. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. membelenggu. bisa. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. Sesuatu yang percuma.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogok-menyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam. Siksa itu harus diakhiri. Mbak Rin bisa membuka toko obras.com/abclit..html . Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Begitulah caranya membujuk hatiku." Tatiana seperti meratap. Meskipun tidak dia ucapkan. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terus-menerus mengepung. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya.

Sejak saat itu. berusia 78 tahun.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. aku tahu. "Papa. aku tak menyesal. pukul satu malam. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. di dalam hati dia meratapi kebodohanku.processtext. Aku tak bisa menunggu.processtext. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya. Malang.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Takkan. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. Eyang itu kan ABC Amber LIT Converter http://www. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi.Aku cuma diam. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). Sesungguhnya.com/abclit. Eyang itu baik ya Pa. cuma akulah yang sarjana. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya.html terluka.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Kalau tidak. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali. Sementara aku sendiri. Di sisi lain. anak-anakku. Di antara isak tangisnya. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. Aku tahu. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku. tibatiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku. "Kita bangga ya Pa. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. lebaran nanti tidak ada Eyang. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon. saat pemakaman eyang. Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku.." Bungsu menimpali. sup buntut. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. Tapi. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. Tetapi. Dari keenam saudaraku. Kepercayaanku timpas sudah.html . (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku). Pasti tidak enak ya Pa. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor..

ABC Amber LIT Converter http://www. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. Semua sudah datang.html ." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku. Ada orang yang menjual minuman di sana. Peristiwa ini begitu mendadak. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya." Ya." Lantas Bungsuku bilang. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. Di rumah kami sendiri. (Mbaknya Ninil. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini).html tetap cantik sampai tua. ada gunung. capai." Kami masih mencari-cari restoran. Aku tahu betul perasaan Ibu. Orangnya cantik. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Sulungku berkata. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudarasaudara ibunya. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. Ya. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. pohon kelapa. Namun. Pa. wajah seorang yang kacau. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. Eyang kan turunan putri raja.processtext." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. Aku tidak mendengar tangisannya lagi.com/abclit. pada awal pernikahan. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk. pada awal pernikahan sampai sekarang. LANTAS. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. aku tahu.com/abclit. Tante Yus yang di Australia. dan turunannya priayi. "Le. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. Oleh karena itu. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. menikah dengan ABC Amber LIT Converter http://www. atas meninggalnya Eyang. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia.processtext. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. Eyang sudah mulai membaik. Jadi. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. Perjalanan kami masih separuh lagi. Dan Mama kan sudah bilang tadi. aku takut Ninil akan tertawa. Oleh karena itu. Sedang aku sendiri. Kalau panen tebu kita baik. Kabar terakhir dari Ninil. jadi pasti cantik ya Pa. Namun. Lama-lama. "San. tetap seperti bayangan anak-anak. pinter. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. sekalipun aku tahu kalau anakanakku ke desa (ke rumah embahnya). aku ingin membeli teko di Malang. Ini sedikit melegakan. Namun. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. "Saya lapar. Kita kan wong ndeso. aku mengajak mereka makan. piyama. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering). Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. Di sisi lain. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. Aku takut anak-anakku jatuh sakit. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. Tetapi. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur.

"Dik Santoso. Itu kan untung ya Pa. Tetapi. "Pa. kan? Eyang selalu wangi. waktu lebaran yang lewat. "Maaf ya. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu." Aku ketakutan. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Jadinya. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. aku kini merasa betul-betul yatim piatu.com/abclit." Ninil tertawa mendengarkan itu. Tentu saja Mama memilih Papa. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami." Aku merasa lega. jangan peduli dengan sikap tante-tante. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. bajubaju kebaya brokat dengan warna meriah. jatuh cinta ya Pa. Saya masih ingat. "Ya Mas. kita bisa makan di mobil kan. "Papa memang sayang. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. dengan semangat cinta. ibuku tidak pernah berulang tahun. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. Sulungku berkata. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. Eyang bilang. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. bilang kepadaku berulang-ulang." Kedua putriku melihatku dengan tercengang. Kalau dengan pesawat.html Tomo. mereka kelihatan tidur kembali." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku. Papa kan juga sayang sama Eyang. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. Ninil berbisik padaku. om-omku. "Santoso. Dan sekalipun bukan dijodohkan. Kita suka mencium Eyang. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil. Dan Bungsu mengusulkan. dengan bangga Eyang sering menceritakan menantunya itu kepada orang lain. "Kalau ada roti. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar. ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. Setelah makan roti. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya)." Sesungguhnya. kita beli sajalah Pa. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. Nduk. Saya takut kalau service restoran itu lambat." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Papa lagi emosional." "Ya tentu. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya." Putri sulungku memotong. Aku tidak tahu." "Kita coba saja.html ." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi.processtext. Aku tahu. Tetapi waktu itu. aku cuma bisa bilang. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. ada restoran yang buka di sana. Eyang senang sekali. kan mantan pacar. rasanya kok tidak sampai-sampai. rupa kita mirip tante-tante. karena wajah saya seperti putri-putri. mereka sama-sama dokter. Lantas. Tentu saja.processtext. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. "Pa. dia juga mencintaimu. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. aku sayang kamu." Jawaban itu memuaskan putriku. ketika kedua putriku tersenyum. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. Kamu tahu sendiri kan. Mama kan sama Papa pacaran. Ya." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. Aku juga tahu. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuatkuat. kedua orangtuaku meninggal. "Ya Pa. hubungan kekerabatan mereka dekat). kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. Sekarang sudah meninggal. ya Mas. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. air mineral. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya ABC Amber LIT Converter http://www. "Maksudnya begini lho Pa. baru besok kita bisa berangkat. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. Dia tidak butuh itu. Papa sayang sama Eyang. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini.

Terdengar suara operator dari seberang. aku merasa dia berbicara seperti ini. kita tidak perlu lagi saling membenci. aku berpikir. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau. Matahari sudah lama tenggelam. Ia memijit nomor satu nol tiga. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. Yang ada cuma satu.html . Namun. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le.html Eyang. kita seharusnya saling memaafkan. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain." Malang. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil.ABC Amber LIT Converter http://www. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan.com/abclit. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. Juga jam lima petang. Selama ini kalau aku bisa jujur. nol ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. Hatinya dirundung kecemasan. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. langit begitu hitam. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. "Le." Setelah upacara penguburan selesai. kupeluk istri dan anakanakku. cinta-Nya kepada kita. Namun. Baru jam lima petang. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya seperti orangtuanya sendiri.processtext.com/abclit. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu.

jam lima lewat tiga. dan dua puluh tiga detik. sebuah sarana. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya.processtext. waktu adalah pelengkap. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Pergi ke dokter. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan. Memandikan bayi. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Ngeceng di Plaza Senayan. Bercinta malam hari. Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Menghapus air mata yang menitik. nenek dan leluhur. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. Bercinta berdasarkan sistem kalender. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. jam lima petang. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. berarti ia akan kehilangan waktu.html menit.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. Kehidupan yang selama ini ia idamidamkan. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Membaca stensilan. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi.com/abclit. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Karena waktu yang berjalan. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Membeli hadiah Natal. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. Memarahi pembantu. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati. Menatap matahari terbenam. Sementara banyak yang sudah terlupakan. kakek. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. dan dirinya berubah menjadi abu. ulang tahun dan hari kasih sayang. Menyusui. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Makan nasi goreng kambing ramai-ramai dalam mobil di pinggir jalan. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. dan jam lima lewat tujuh. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang. Menelepon teman-teman. Berdoa di dalam kegelapan. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Mengantar anak ke sekolah. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. hampir abadi. Mengiris wortel. Melamun.com/abclit. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Kala itu. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. Ia harus menemukan seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Membuka album foto yang berdebu. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. jawaban dari mereka adalah sama.html . Rekreasi. yaitu jam lima petang. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran." Lalu manakah yang lebih benar. mobil sedannya berubah jadi labu.

Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupukupu. semua ABC Amber LIT Converter http://www. lonceng tanda masuk sekolah. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. Bungy jumping. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran.ABC Amber LIT Converter http://www. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. samudera getar. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Membuat raganya beku. sepuluh. Arung jeram. Suara alarm itu. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki.com/abclit. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. dada. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. Suara kokok ayam jantan. masa kini dan masa depan. hati. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. hidung. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. leher. Bertinju dengan Moehammad Ali. Merebut suami Victoria Beckham. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. Imajinasinya buntu. Diculik UFO. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Satu. ketiak.html tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. Lidahnya kelu. berdebar. mulut. vagina. Kicau burung. raga. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu. seribu. Makan rambutan. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. cakrawala harapan. merasa terancam atau bersyukur. Suara alarm itu. jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. Suara alarm itu. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. seratus ribu. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang.processtext. punggung. Menanti pujian dengan rasa berdebar. tangan.processtext. Suara alarm itu. Baca komik Petualangan Tintin. payudara. Minum sirup markisa. Hatinya membatu.com/abclit. kaki. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. mata. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas. seratus. pipi. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Bercinta dengan rasa. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. Mengalahkan Michael Jordan. jantung. Nonton Cirque du Soleil. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. sepuluh ribu. Menelan biji durian. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. berdetak keras memekakkan telinganya.html . ia hanya tidak sadar.

alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. Burung bercinta di atas rumah. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Seragam sekolah yang luntur.. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah. Kurang perhatian.. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one..html .. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Kaki anjing pincang sebelah.com/abclit. Kelopak bunga mulai merekah.. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban.. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. Waktu. kucing... Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Sarang laba-laba di atas plafon.. Semua orang tidak lagi punya kesempatan. Waktu. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. Tidak belanja perhiasan. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar. Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman.. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman... Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan. Sejak saat itu.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Buah dada yang mulai mengendur. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan.. ***NAYLA ingin menunda waktu. ia baru mengambil keputusan perlu ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika... Kurang becus mengatur keuangan. Waktu.. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Waktu. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. semar atau gajah. panda dan beruang masing-masing satu pasang. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar. Tapi Nayla selalu terlambat... Semangatnya bergetar. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Kurang waktu.. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman.... Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluhkesah tentang pekerjaan. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang.. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Semut terinjak-injak hingga lebur dengan tanah. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan.ABC Amber LIT Converter http://www..html orang tidak mau ketinggalan. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. babi. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar. Ia ingin memelihara anjing.processtext. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. Memberi makan ikan. Tidak pergi ke klab malam.. Masih ada saja yang tidak sempurna. Dan masih saja ada yang kurang. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. penguin. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Vagina yang tidak lagi lentur. Padi menguning di sawah. Nayla ingin menunda kematian.. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar.com/abclit.. Awan berbentuk mutiara. Kurang peka. Terlalu banyak pemborosan. sarapan dan seragam. Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan.processtext.

*** Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus"... karena lurus saja sepanjang lima km. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun. Pada kedua sisi jalan berderet ABC Amber LIT Converter http://www. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan.com/abclit. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. untuk memperpanjang perjalanan." x"Wah. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. dan dirinya berubah jadi abu.html . Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. Mobil bergerak pula. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar.ABC Amber LIT Converter http://www.html tidaknya pendingin digunakan. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang. Sebelah kiri jalan. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah. lalu berhenti di depan sebuah dangau.com/abclit.processtext. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar. Ayo kita terus. mobil sedannya berubah jadi labu.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang.processtext. Bang. dekat-dekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan." Din melekatkan kaca mata hitam. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu.

Jika ia menumbuk padi dan menampi. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah.com/abclit.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Ia berteriak. dan mulutnya yang melengkung indah."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. Bukit Tinggi."Besok kembali. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. Mereka membalik. ABC Amber LIT Converter http://www. Si suami bertopi pandan."Kau coba dulu jeruk sini. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok. dan Medan. Sekali aku pulang kehujanan. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit! Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang. bingkai pintu serta jendela dicat merah."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Persis seperti buntil Gyugun.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. "Kenapa kau perhatikan terus aku. ia akan bilang. menunjuk.html kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalamsalaman. Kaca mata hitamnya dilekatkan. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. dengan yang sekarang juga dua.ABC Amber LIT Converter http://www. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi.processtext. dan rasakan manisnya. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari. Jika ia merasa diperhatikan. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. lalu terus ke perbatasan Tapanuli.processtext. Dekat-dekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. Itulah jalan menuju desaku. "Di sana ada jalan ke dalam. Aku sering datang ke rumahnya. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. tak puaspuasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. persis seperti buntil laskar Gyugun. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. Sidempuan. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Suaminya penjahit.html ."Ini Bang Tamrin. Ia menawar. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat.Din mengajak ikut pulang ke desa. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas.com/abclit."Berapa hari di sini?" tanya si istri. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit.

Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Kata Ibu. Ayah sedang bekerja di sawah. sebagian besar sudah aku baca. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. buku notes. Tampak kasar jemari ayah. Kami makan berempat di meja dapur. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus.processtext. Kain sarung disampirkan di bahu. dan salak. masih yang dulu. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi ABC Amber LIT Converter http://www. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Ayah pulang dari sawah. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah. Ayah punya banyak buku dan majalah. Rupanya Ayah ikut ke mudik.processtext. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Ketika baru diajak makan. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. Ketika jadi juga merdeka. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Pohon sirsak. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adikadik di kampung-halaman. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Dia pintar pidato. Bapaknya seniman. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. Kumis dan berewoknya sudah berhari-hari tak dicukur.html buntilnya juga berisi sepatu lars. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. Terdengar suara dendang kawanan siamang. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk. senter. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. sayang ia tidak kemana-mana.Aku kembali ke depan. Aku memeluknya rapat-rapat. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. dan uban memutih di sana-sini.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab.com/abclit. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. kata orang ia bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang.com/abclit. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Din bilang kami akan balik besok pagi. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Aku respek padanya. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. dan potlot pendek. nangka. tampaknya seperti dapat firasat. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Mak Panto adalah adik Ibu.

Kejai adalah sejenis beringin. atau ringkanang ke hutan. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan." katanya. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. Jaga durian waktu malam. Uci. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang. Kasihan kebun para itu. dan menyalami orang-orang. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. Meski umurnya enam tahun lebih tua. matanya berkacakaca. kami turun." kata Din. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. Badannya besar dan tinggi.processtext.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. Kebun para itu tampak sudah pada tua. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Apalagi di musim kupon karet dibuka. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. dan mencari buah manggis. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. Buru-buru tikar dibentangkan."Ini Tam datang. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit.com/abclit. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. main domino di lepau. istri. yaitu perca. Ketika uci bilang supaya ABC Amber LIT Converter http://www. "Sedang di sini rupanya beliau. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. lantai dan dinding dari papan. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. Sebelum para.com/abclit. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda." kata mereka. dan ketika melihat Din mereka melambai. apalagi jadi kaya. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. istri mamak. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. dan Mamak diberi baju bersih.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. Kurangkul dia. Tapi mereka tidak punya biaya.html . dan atapnya seng. berkulit kuning seperti Ibu. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. Di hilir tadi. karena sedang sekolah. dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. Bibit ketiga jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. lalu dibawa duduk di ujung tikar. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. Rumahnya bertiang tinggi.Beberapa lama mobil lewat kebun para.processtext. Tapi kelapa sawit. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. Mak! Ayah kami juga ikut.ABC Amber LIT Converter http://www. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka.html pula. Labai. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. Sesewaktu mobil ditepikan. Beda sekali dengan kebun para. duku. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. Kami pun menyalami dia.

"Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah.html masak nasi dulu. Semua anaknya tinggal di hilir. panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Aku menyalami. dan bicara riang.000. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. kuning. badannya kutarik lalu kupeluk. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. Lalu kami pamit. dan mendesah lebar di lembah. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. Aku terkejut. ia selalu menambahnya beberapa rupiah.processtext.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. Kami pun makan durian." kata Din. Ia menepuki punggungku. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. ia juga terkejut dan agak tersipu. Mak Suki menolak dengan menggelenggeleng berat.ABC Amber LIT Converter http://www. ia tertegun menatapku. Di atas pita biru itu awan kini seperti corat-coretan potlot merah jingga.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi.com/abclit. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. hanya memakai celana sontok yang lusuh. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini.html .Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. Ia tidak berbaju.processtext. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki. "Rumah besar di hilir dijual. Ayah diam saja. Inilah jenis durian yang berdaging tebal.*** ABC Amber LIT Converter http://www. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan. dan buahnya bergelantungan. lalu melekatkan kaca mata hitam. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. Istrinya datang dan menyalami pula. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. dan lezat. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah.com/abclit. Setelah menyalam Din dan Ayah. kubilang tak usah. janganlah ikut-ikutan terburu dengan Din. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. sisiran klemis.

melik-melik di kamar utama. tidak suka membuang-buang." Bagi para tetangga rumah bertingkat. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. termasuk kami. istri tidak arisan. atau "kami tinggal di kandang ayam". tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara". jelek-jelek saya tidak tinggal di Perumnas.ABC Amber LIT Converter http://www. "kami tinggal di peternakan manusia".processtext. dinding bata dan semen sungguhan. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. "kami tinggal di kaleng sarden".com/abclit. Lebih dari itu. "Alhamdulillah. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. sangat kaya. lantai keramik. "Alhamdulillah. begitulah gaya hidup orang Belanda. mereka juga hemat waktu. genteng tanah nomor satu dari Gombong. Tetapi. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. dan pagar merah dari batu laut.processtext. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. Kata anaknya. Orang Belanda setidaknya punya satu ABC Amber LIT Converter http://www. tinggal satu lampu 10 Watt. saya tidak tinggal di Perumnas.html . semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. Tertutuplah. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Kata mereka. relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna. "Alhamdulillah. Ada delapn ekor anjing kecil yang lucu-lucu dengan bulu yang sangat tebal." Bagi orang yang masih menyewa. rumah bertingkat itu membuat masalah. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. Kami sangat senang mendapat rumah. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. SETELAH dua tahunan. dan atap asbes gelombang. Meskipun. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo Sumber: Kompas. rumah kami sederhana saja. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. Pada mulanya berdinding kayu lapis. Rumahnya ditingkat. Bagi orang gedongan katakan. saya tidak tinggal di situ. usuk kayu Kalimantan. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. itu adalah kemauan anaknya. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. di malam hari kamar-kamar dimatikan. Rumah dan tanah berukuran 36/80. menurut pembantu. Artinya.com/abclit." Begitulah." Bagi penghuni Perumnas yang lain. Tetangga sekitar. Daripada menyewa berpindah-pindah. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah. Suami tidak rapat RT.html Jl Kembang Setaman. "Alhamdulillah. memang banyak yang bisa membangun-bangun.

Tuhan! Baca sendiri'. Setelah sampai rumah. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah. Seperti diketahui. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas.. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing." Lalu dilakukan tes suntik. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter." katanya. Sindiran yang agak tegas. itulah. Atau yang lebih thok-leh. "Ada kucing di rumah?" "Tidak.ABC Amber LIT Converter http://www. ya'." "Ada anjing?" "Tidak. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal." jelas suami. Ditinggal haji. Belum sempat Ketua RT bertindak. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu." "Semoga dapat hidayah. saya bilang pada istri. karena praktis melibatkan seluruh RT. ya Bapak-Ibu. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. demonstrasi. Namun. 'protes. ABC Amber LIT Converter http://www. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. tentu.html ekor anjing. lama-lama keluhan datang juga. Semuanya lewat pembantu. Maka kami senang." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. Tetapi tidak ada protes. omong kesana-kemari. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. seperti 'pelihara anjing boleh. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. Walhasil. Namun. mereka tidak kembali ke Perumnas. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. Rapat RT memutuskan. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. Mesti orang berpikir. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu.com/abclit. Diulang. "Semoga jadi haji mabrur. di luar prinsipnya.. rasa-rumangsa. Orang hidup itu harus tenggang rasa. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. Namun." CERITA ini yang lebih penting. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. Tidak juga laku. bukan bahasa pergaulan.com/abclit. Harganya diturunkan. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing. keluar juga jujurnya. dan bulunya suka beterbangan. rumah itu gelap. Kami tahu banyak salah. "Amin. kata anaknya menurut pembantu. Ha? Benar! Menurut mereka. ada perkembangan baru. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. Bikin kulit gatalgatal. Ujungnya. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. Kami saling berpelukan. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. dan rasanan. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ah-uh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus.html . 'Ini. "Maafkan kesalahan kami. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi." kami berdoa. nol-nol. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan." kata istri dalam arisan ibu-ibu. Siapa tahu mereka lebih diridhai. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. "Itulah." "Amin.processtext. Disuruh dia mengingat-ingat. "Ya. "Bulunya itu. "Kita harus hidup rukun. sepulang haji. Diturunkan.processtext. Dokter menanyakan. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. dan menuntut' itu bahasa politik. Diulang. Untuk apa tinggal di Perumnas. tidak ada teguran." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. lho." "Jangan begitu. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'.. tanggap sasmita." balas Ketua RT. seperti waktu di rumah." kata suami mewakili keluarga. Ia memberi-berikan anjing pada kawankawannya. Amin. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt. "Ya. Singkatnya. semoga. Mereka mau naik haji. Logikanya begini. tapi mbok yaa ingat tetangga'.

jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. Jadi." Pasar Kembang adalah nama tempat. rapat RT menyetujui Kembang Boreh.00. Tetapi tidak ada perubahan. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. tanpa debat berkepanjangan. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong.com/abclit. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. sama-sama segannya untuk berkata tidak. Jin itu bertambah nekat. "Lho.processtext. Al-Falaq. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. sejenis lulur. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu.00. kumpulan cerita). lalu Siskamling diajukan pukul 19. warna-warni bunga sejenis (artikel. dan lari tunggang-langgang. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. bulu kuduk mereka berdiri. Dan. Alasannya.00 sebab mereka ketakutan. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. Bunga Setaman itu makanan jin. misalnya. yang tidak menyakitkan hati orang. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. Anak kami menitipkan anaknya. Lain dengan kami. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya.processtext. asal jangan menyarankan makanan jin. dasar orang Jawa. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. Mula-mula mereka heran. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. Itu dianggap yang terbaik. ada adik-adik dari kedua belah pihak. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. karangan. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21.html Maka. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. digantung di temboknya.com/abclit. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. Nama jalan itu terserah." Setelah ck-ck dia membuat saran. setan ora doyan. Malam hari ABC Amber LIT Converter http://www. dan An-Naas." Maka RT mengadakan rapat. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai waktu yang belum ditentukan. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23. Tetapi. Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. Meskipun demikian. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin.html . Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. Sambil menunjuknunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. Orang pintar itu datang. Tentu saja. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Setelah dihitung. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak. Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. kok keluarga besar.

Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng.processtext. Biar jin-jin kepanasan! Biar. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi. Mmm. pintar ilmu hukum. mengganti nama jalan. pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. "Kita buang saja kata kembang. Penjual curiga. Rapat RT lagi. Benar jin tua. Ia pulang bersama orang pintar itu. Suatu malam ada penjual ronde lewat. Jadi.html . Kami menemukannya juga. RT langsung mengadakan rapat darurat. Jin terbuat dari api. Setelah melihat papan nama katanya. Jin yang thukmis (suka wanita). Ia duduk berdzikir di teras rumah. Tertutup sudah. dan anak-anak menghilang. Maka datanglah orang pintar itu. ini biangnya. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. Maka. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari. Dua. mereka merasa kembali ke asal. Wedang ronde yang panas itu dilahap. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Satu. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. ya. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. Ketua RT menyampaikan pesan orang pintar. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. "Kembang desa?" Primadona desa.com/abclit. Kami berpikir keras. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu.ABC Amber LIT Converter http://www. mereka tidak boleh mengganggu orang. Jangan Kembang Desa. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. pandai ilmu dalam. Nama diserahkan pada RT. gadis. Tidak ABC Amber LIT Converter http://www. meninggalkan gerobak dagangan. "Mereka sudah satu suku. Mereka akan kecelik. mereka kehausan! Tetapi tidak. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. "Lha.html banyak jin perempuan yang mejeng (pamer." "Pakai kembang. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. Mereka memborong ronde. Kami turunkan papan nama. Malu-lah RT kami. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. dan bijaksana. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. Tapi kami keliru. Mereka akan ketakutan dan lari. Tetapi. dan yang duda akan datang. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual. kita ganti dengan yang baru. Menurut mereka yang sensitif. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. menggaya). kembang yang tidak berarti bunga." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api." "Nah. Lho! Iya saja. Api akan membakar mereka. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. ada jalan." "Jangan. bagaimana kalau dikromokan. Keesokan sorenya kami gotong-royong. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif.processtext. tapi menggantung di udara. tukang ronde lapor Ketua RT. yang iseng. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah. Itu jin voiyeur.com/abclit. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib. "Inilah hasil maksimalnya. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. sama sekali tidak ada bunga. Tiga." kata advokat itu. Harapan kami sama seperti dulu. Tidak ada jalan lain. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. Jalan buntu. Terpilih nama Kembang Desa. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian." "Lalu enaknya apa.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ada ronde teng-teng, tidak ada sate te-satte, tidak ada bakmi duk-duk sreng. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong, nyanyi dangdut, suara klenengan, suara air terjun, suara anak-anak bermain, bayi menangis. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta, 13 April 2002

Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas, Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah, sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita, lebam-membiru bagai tersengat, sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu, berubah menjadi sarang lebah, penuh dengung, tanpa bahasa puji-sanjung; tak sedikit pun madu menetes dari situ. Yang ada hanya kepahitan, menetes-netes dari bahasa kutukan.Duh, betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon, bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Konon, perempuan yang jatuh dari pohon, bila sakit, sakitnya tak akan diobati; bila mati, matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Ya, betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Pohon apa yang ia panjat, dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat, tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai, mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun, kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini, aku tercengang dan merinding; masyaallah!). Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja, dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala, di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Tiga orang kakak Hindun, laki semua, dan entah sejak kapan tepatnya, satupersatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Merantau, sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bangau yang terbang tinggi? Tapi, ah, anak lelaki, begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Seperti Hindun dan ibunya, menunggu, mungkin pula tidak menunggu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang, di atas rumah pondok yang sederhana, meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua, mereka biarkan lapuk telantar. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu, itupun jarang bermalam. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah, sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula, tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya, dan mereka beralih menjadi pekerja sawah, pekerja tambang, atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Tak apa. Setidaknya, dengan tinggal di ladang, sayur-mayur tak hendak membeli. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Asal ada beras, urusan makan beres. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku, bila kami bertemu di pasar. Maklum, aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan, sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Maklum mata bujangan. Apalagi, ia lumayan cerdik. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tak jarang ia cekikik, yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. Perempuan jangan ketawa cekikik, senyum dikulum pasti lebih manis, itu pesan yang tak boleh diremehkan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal, membuka mulutnya agak lebar, tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Anehnya, justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Di samping tentu, hidungnya yang bangir, rambutnya berombak-panjang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping, bentukan alam pebukitan yang bergelombang. "Biarlah kami tinggal di ladang, merawat tanaman yang masih tersisa, sekalian menjaga makam ayahku," kata-nya jujur. Kutahu, ia memang sangat mencintai ayahnya, sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. Konon, ketika hidup, ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik, tapi usiamu, Hindun...," bisikku usil, merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang, mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa, yang datang malah bisa macam-macam; kera, beruang, celeng..." maka ia pun tertawa sesukanya. Tak terpikirkan, bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri, di dalam kampung. Bukan di pondok ladang. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup; tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan... Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang, harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. Dikeping dan diikat, dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya, membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api, melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh, nangka, jengkol atau apa saja ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html yang telah menyatu dengan belukar. Tapi bila musimnya, pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah, meski sedikit, dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ibunya tak bisa mencegah. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan, tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin, sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka, begitulah, ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Begitu banyak rambu-rambu tanda larangan, meski tak dituliskan. Anehnya, dari sekian banyak larangan, perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. Misal, perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman, tak boleh duduk di depan pintu, tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari, entah mengapa. Memang akan ada saja alasannya, seperti tak bakal dapat laki, jauh dari rezeki, bahkan bisa gila, tapi juga entah mengapa. Memang pula larangan-larangan itu baik maksudnya, sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak, apalagi kalau rambutnya basah. Tampaknya, soal etiket. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas, mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum, meski tak harus melanggar. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga; kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman, tak seda dipandang, laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut, sampai-sampai harus ke halaman, kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau, bila perempuan larut berdandan, tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm... Namun, pantangan itu masih lumayan adil. Artinya, tidak hanya buat perempuan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari, tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Bukan, bukan itu alasannya. Tapi, dengarlah; mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu, dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Begitu. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami, tak luput dari rambu-rambu yang digariskan, semisal dalam urusan berpergian. Jangan berjalan di hari Selasa, sebab Selasa hari api. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Benarkah? Entah. Yang jelas, bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh, mereka memilih hari selain Selasa. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk, atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa, yakni petang Kamis malam Jumat. Inilah hari baik penuh berkat. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa; kupu-kupu pertanda tamu, ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting, elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi, membuat kami begitu berhati-hati. Begitulah. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Sedari kecil, anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon, meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan, rimbun dan rindang. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki, begitu adat kami mengajari. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Mereka cukup puas bermain yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sepantasnya saja; petak umpet atau lompat tali. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Kami akan berteriak dari ketinggian, mengabarkan betapa kami telah melihat laut, laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka, dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak, ada kapalnya enggak... Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada, lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur, jawab yang lain menghibur. Tentu, karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut, bahkan danau pun tidak, melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah... Namun, bagaimanapun juga, kami yang laki-laki masih lebih beruntung; menerka-nerka yang tampak. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Atau, mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Yang jelas, tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Juga saat musim buah tiba. Anak-anak perempuan cukup jadi pengumpul buah yang kami petik, dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahandahan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun), tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting, dedaunan, di semaksemak tepi jalan, di antara batu-batu di tepian... Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru, benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu, dengan melewati ladang-ladang yang ditinggalkan, mata Hindun masih saja penuh keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Hindun, perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan, dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan, bahkan untuk sebuah larangan. Maka, begitulah, hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa, kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum, menggelinding di lereng bukit, tersangkut di akar. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih, tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang, mencari buah yang masih menggantung. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh; dilobangi tupai atau kera. Hati-hati kakinya berpijak, sigap tangannya mencari dahan berpegang, karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Saat-saat memuntir sisa buah, seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. Begitulah, buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Tentu, saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar, beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas, atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Bahkan dengan pandangan. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Dikatakan begitu, karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sebenarnya. Dikatakan pohon Barangan, hanya daunnya yang mirip, tapi tak berbuah. Dikatakan pohon damar, hanya batangnya yang serupa, tapi tak bergetah saat ditakik. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua, mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah, mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). O, ya, mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Pokok pohon itu teramat kukuh, penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Bila memandang dari jauh, lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh, tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekukbergelombang, membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Andai saja ia ditebang, tentu akan segera terasakan ada yang hilang; lereng bukit itu bakal kosong, dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca; para pencari damar yang tersesat di hutan, para perantau yang lama tak pulang, atau pengembala ternak yang kemalaman. Tapi, tentu tak bakal ada yang berani menebang. Jangankan menebang, mendekat saja tak ada yang berani, kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun, gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu, nekad. Tanpa sepengetahuan ibunya, ia datangi pohon itu, dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit, cengkeh mati bujang, kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan, sekaligus melunaskan dendam! Ya, bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Tapi selalu terbentur soal hak. Hak tetua suku. Bukan si puak. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Pohon keramat. Milik tetua. Dan terjatuh. Hari Selasa. Dan ia, seorang perempuan. Lengkap sudah. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Bahkan mungkin lebih. Kubayangkan, telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar), namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar, tapi menyaksikan. Aku yang dulu hanya penerima kabar, kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya, Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon itu, mati. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bokongnya remuk, bernanah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan, sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk, dan tak seorang pun berani menjenguk. Hanya aku, kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah, ia ceritakan segala padaku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. Tentang dendam. Semuanya. Kecuali mungkin... hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya, dan aku pun tak berkata soal itu, meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau, di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau; tentang lautan, lembah, ayah dan saudara laki-lakinya. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Aku bergegas turun dari bukit, membawa kabar itu ke tengah kampung. Dan seperti kubayangkan, kampung memang teramat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Nurhayati. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi ABC Amber LIT Converter http://www. Sesungguhnya. yang datang pada tahun 1653-1655. Namun. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya.html . sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh.com/abclit. Di surau kecil itu. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. karena mereka membelot dari Belanda. Juga aku. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. terletak di Lolohan Timur. 2002 Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. dia selalu mengimpikan. Rumahlebah Yogyakarta. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. Sebentar saja. melantunkan syair-syair.com/abclit. yang kepala dusun di sini: apakah betul. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. ikut menggulung layar pada saat badai. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain.processtext. Beratap genting Palembang berwarna gading.ABC Amber LIT Converter http://www. Perempuan-perempuan. Sementara itu. akan datang seorang laki-laki. Itu memang mimpi remaja. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. akhir-akhir ini.. melihat nenek-moyangnya. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. lebih sering bermimpi. Nurhayati berpikir. Hasil diskusi. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. bagaimana. ketika lautan tanpa badai. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya). Konon. waktu remaja dulu. Hamdani. Sepertinya. teman sekuliah dulu. Seakan tak berujung.processtext. adalah pelarian dari Armada Bugis. dari tengah lautan.html gempar.. itu tidak menambah apa pun. di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya.

dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya." "Nur. Namun. kali ini. Namun. bisa jadi bapaknya tidak setuju. tidak yakin. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. Jangan lupa kau datang lebiha awal. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. sebagai sebuah proses "menjadi". untuk mendinginkan tubuh. Dia tahu.html meninggalkan tempat ini! (Yah. atau hanya untuk membunuh waktunya. di mana udara panas menggulung. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. cobalah. bapaknya tidak pernah ingin menjual). dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. Aneh. Tidak seperti engkau. "Kau bukan dari jurusan keguruan. ***PAGI ini. pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). Mereka berpikir. Pikirannya terpotong. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. Nurhayati. beberapa turis domestik. mungkin Mbak Mila setuju. "Nur. Karena. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. Khotijah. kamu sekolahnya paling tinggi. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. bertempat di masjid. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. Kemarin. kemarin malam. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. nasehat ini sering diucapkan. melainkan ibadah setiap manusia. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya.html . tanpa sekolah. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. mengajaknya ngobrol. Padahal. ABC Amber LIT Converter http://www. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya). beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. seharusnya engkau jadi penyair." Yah. honor guru TK di sana sangat kecil. aku mendengar kabar.processtext." Khotijah melihatnya. saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata. "Rapat untuk organisasi sosial kita. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. aku mau sederhana saja. Sebetulnya. Dan setelah beberapa kali bertemu. Padahal. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. Dia melihat ke panggung rumahnya." "Aku bisa menggantikannya. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. yang bisa keliling dunia. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. yaitu menjadi ibu. tertawa-tawa. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. tampak dari jauh. Kadang. Kita kan pengurus. Di sisi lain. (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu.com/abclit. Namun. Apalagi. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. Benar juga kata temanteman. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. Ada apa sih? Sebagai perempuan.processtext." Nurhayati diam saja. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah.com/abclit." Nurhayati mengangguk cepat. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. waktunya selepas sembahyang isya. Kau sering terlambat. Mendengarkan pantunpantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan.

Inikah sebuah penindasan! Namun. Sementara itu. yang keluar dari bibirnya. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain). Tapi suatu ketika. tempat bermainnya di masa kecil. Rasanya semua sudah hampir selesai. kau tahu kan. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya.html . Khotijah memegang tangannya. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. ABC Amber LIT Converter http://www. Khotijah. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara." Nurhayati membatin. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. Dia mengatupkan bibirnya. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Seperti nenek-moyangnya. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Buat mereka.html Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Sekali lagi. Di luar dugaannya. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. Beserta beberapa anak muda. yang pasti akan mengganggu proses belajarmengajar mereka. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. aku mau menggantikan jabatanmu. atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin.processtext. Akhirnya. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. camat dan bupati. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. Sambil menyusuri tepi laut ini. "Tentu saja. dia tidak tahu lagi. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. Nur. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. Karena begitulah norma. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. Tapi sayang sekali.processtext. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta.com/abclit. kami menemukan sesuatu." Nurhayati cuma diam saja. teman terakhirnya yang masih bujangan. Khotijah bercerita. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). kalau organisasi kita telantar. setelah ini. akan menikah dalam bulan ini. Di saat-saat seperti itu. (Sesungguhnya. aku tidak bisa menjadi ketua. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. Kau masih ingatkan. Lebihlebih ketika TK tempatnya mengajar. apakah itu masih disebut cinta. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. semakin kena abrasi dari lautan. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening.com/abclit. kau akan menjadi ibu dan istri. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. tidak banyak waktu untuk organisasi. Namun. "Nur. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan.ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. sekalipun tak banyak juga waktuku. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. Di situ.

yang peneliti. "Aku tidak tahu. Nurhayati tak akan risau lagi. setelah itu. Dan tak seorangpun yang tahu. Nenek berteriak-teriak ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. ***KALI ini. Dia mulai berpikir. Memandangi jalan di depan rumahnya. Keluarganya dan keluarga Hamdani. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. Dan rumah tinggal mereka. dalam beberapa hari ini. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. mengatakan kegembiraannya. Nurhayati menyusuri pantai.html Sambil belajar. 29 Maret 2002 Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Banyak orang memberi selamat. Koran-koran lokal memuat fotonya. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. Di pantai ini. di lantai dua. tinggal nenek.processtext. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. yang menuju sebuah sungai besar. sudah menetapkan kapan mereka akan menikah." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. Ini berarti. Di ambang pintu yang terbentang. di sebuah perumahan BTN! Malang. Budiman berkata. kalau bercermin. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya.ABC Amber LIT Converter http://www. dia ikut mencarikan datanya).com/abclit. apakah pernikahan itu perlu. Sementara itu. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini. dia duduk menghadapi fajar. Dan penelitian itu. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. Hamdani lewat surat. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. sepulang dari mengajar. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. (dengan bahagia.com/abclit. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu.html . Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. sebagai istri. namun masih menampakkan kekokohannya. dan diriset oleh Budiman. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. akan selesai. adalah bagian dari dirimu sendiri. air matanya mengalir. Karena rumah panggung itu.

"Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. Ditinggalkannya tepi sungai itu. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. menanti seekor buaya mengapung. si tukang cerita itu."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat.Dia cuma membidik.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. gadis-gadis terpekik.ABC Amber LIT Converter http://www. berteriak-teriak.com/abclit.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. Mati. Ia tak begitu jelas mendengar.***DI rumah panggung. Terus menggelepar. tertawa-tawa. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu. seorang gadis dengan rambut tergerai."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan. di ruang tamu. memandang ke arah permukaan air. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Ia ingin turun dari rumah panggung. dan luput dari perhatian. Seseorang berseru. menyelam. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. mereka meninggalkan tanggul sungai. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis. Begitu asyiknya mereka. Lama dia menyusuri tanggul sungai. Dia tak menghendaki buaya itu segera mati. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek. Berderak-derak. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. Wajahnya mengeras. bermain lumpur dan lumut sampai siang. Kehilangan kengerian. dalam penantian yang memualkan. Berburu buaya. dan ingin bertemu. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. Melihat buaya yang terus berkecipak. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh.Orang-orang kampung mencebur ke sungai.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai.Nenek. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. Dua tungku panas itu padam.html dari ambang pintu rumahnya. menyemburkan darah searus dengan air sungai. Kehilangan kekaguman. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. Menyeret buaya ke darat. Matanya meradang. dan melepaskan tembakan.processtext.***LELAKI itu masih muda. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. Anak-anak itu mengelilingi Nenek.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. Orang-orang akan kehilangan tontonan. "Kaulah buayanya!"Berlarian. dengan kaki pengkor. tampan. Buaya itu tak segera mati. Nenek duduk di lantai papan. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. membaur di antara orang yang berkerumun.processtext. ABC Amber LIT Converter http://www. Sungai menjadi amis bau darah buaya.Saat ia melepaskan tembakan. menuturkan kisah masa gadisnya. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai.html . Dia selalu membawa senapan ke sungai. mendekati lelaki pembawa senapan. Di lantai dua. Orang-orang terus berkerumun. berjalan tertatih-tatih. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan. Mengulitinya. anakanak itu termangu-mangu di tebing. berang. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari. sambil bergumam. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anakanak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. diam-diam.com/abclit.

Bergerak menuruni anak tangga. Saling dorong. tidak."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. Lelaki pengkor itu ingin disapa. Bermain-main air. Nek?""Masih. malu-malu.html dari jarak dekat."Anak-anak itu bersorak. Kadang membujuk. akan lahir dengan mata juling. gadis berambut panjang.""Ooo. agak lamban."Gadis berambut panjang merasa terhina."O. memandangi Nenek."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. Mencebur ke dalamnya. Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara.com/abclit."Nah." sahut Nenek.""Lalu. Tengadah. Berkali-kali. hingga terasa kegelapan menyekap. yang berjalan dengan terseok-seok. Berenang. Neneklah orangnya. setengah hati. Terpana.Mendadak anak-anak berhenti bermain. Wajah Nenek tampak sedih.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Ditutupnya kembali jendela kamar. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa."Di kamar melulu. mencabik-cabik tubuhnya. tertatih-tatih. Berjejalan. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. hingga dia berani mandi di kali. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. melongok ke bawah. ABC Amber LIT Converter http://www. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. membosankan!"Tak ada sahutan. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya. berkedip-kedip. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. Kelak. Mengembangkan senyumnya."Hai. Tertawa-tawa. Ibu muncul belakangan.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak.Si gadis berambut panjang tak menyahut.ABC Amber LIT Converter http://www. Berjingkat bangkit. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. Dia murka. Tak disangkanya.html . mengajak berbincang-bincang."Tentu. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu. terpikat pada cerita Nenek."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. saat ia dengar. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. lelaki dan perempuan. dia berhenti. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. Terdengar ketukan pintu. Mencari-cari wajah gadis itu. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada. Dia menyangka. Tercengang."O.processtext. "Gadis berambut panjang itu masih hidup. lelaki pembawa senapan itu melamarnya.Lelaki pengkor. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. Tapi. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. Hati-hati. berlarian ke sungai. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu mengguncang dada perempuan berambut panjang."Anak-anak terpana. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka.""Di mana ia tinggal?""Di sini. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. berhenti bergurau. Berdebar-debar. dan merasakan kekecewaan. Gadis berambut panjang itu mengerling. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Bertabrakan. dengan bibir yang jontor. Berkecipak. Nek?""Merantau. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahuntahun ia dalam pingitan. Sopan. Mereka hidup bahagia. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung.com/abclit. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. semua buaya sudah ditembak mati. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. Mereka menghambur ke jalan.processtext.""Mereka di mana."He. mencibir. yang gagah dan lucu. anakmu yang kedua. Tak yakin hatinya.

Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. pundak dan topi-topi. kegelapan malam datang menghampiri kota.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. ke Viborskaya. memutih. melewati rumah-rumah panggung. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya. Sesaat. "Hai.processtext. Iona mendecak. Sang opsir duduk di kursi penumpang. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya.html Rambutnya panjang. dia mirip permen jahe. dari lukisan-lukisan alam nan biru. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke ABC Amber LIT Converter http://www. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. ia mencambuk kudanya. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. mau kemana kau. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. menggelengkan kepala.NegaraPandana Merdeka. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai. menyambar pakaian mereka. Iona Potapov. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan).com/abclit. "Kusir. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. "Ah. Matanya kelabu... Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. telah lama memutih karenanya.com/abclit.processtext. "Kusir!" Iona terkejut. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja.html . Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. Anakanak bersorak ketakutan. meninggalkan sungai." terdengar oleh Iona. dan selanjutnya tidak. tak terurus. Si kuda betina menggerakkan leher. Tumpukan salju telah menimbuninya.. gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. sang kusir. punggung kuda.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. Kakinya pengkor.ABC Amber LIT Converter http://www.

." Iona tertawa. Ha. maka ia lah yang harus berdiri. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda.html sebelah kanan!" Sang Opsir marah..html ... he. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda.. harga yang tidak seimbang. he." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya... Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya. "Ada apa?" tanya sang Opsir." "Ya.. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar... Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta. "Kamu linglung.... sebetul kutu batuk!" "He. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk. Yang penting ada penumpang." Iona tersenyum lebar... tingkah polah dan omelan yang panjang. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya. "Kau akan berangkat atau tidak." "Demi Tuhan." kata salah seorang yang jangkung... Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh. dua jam. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat.. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk.. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal.. saya dan Vaska minum empat botol brendi.... dua di antaranya tinggi dan kurus. "Ada kok. "Mereka bajingan!" kata sang Opsir... Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah.... Iona menoleh pada mereka... "Kemarin di rumah Duhmasov... ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit. "Tuantuan yang berbahagia!" "Cuih. menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana.." "Ya betul. Seorang kusir pedati menyumpahi Iona.processtext. naik ke kereta. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar.. Mereka tentunya tahu hal itu. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram.. Tetapi harga tidak menjadi masalah... "Baik.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.. "Kusir. demi setan!" Si Bungkuk menyela. satu rubel**.. betul kok. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut. kecuali hanya desisan... tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan... Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini. ha." "Aku tak mengerti. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya. Dua puluh kopek. buat apa kau berdusta. "Kami bertiga... Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang. "Dia bohong seperti binatang. Setelah menunggu sedikit jeda. "Cambuk! A ha. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. Dia mendengar pula cacian orang-orang. Satu jam berlalu. minggu ini.processtext. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau.. Tiga orang laki-laki. lima kopek.com/abclit.. baginya sama saja." "Hmmm. Anak ABC Amber LIT Converter http://www..." "Ha. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda.... Anak saya meninggal." kata Si Jangkung yang lain dengan marah. ada..

.ABC Amber LIT Converter http://www.. jam berapa ini?" tanya Iona. Ia ingin membicarakannya dengan serius.." "Minumlah.. Hal yang aneh. tetapi belum terlihat. anakku meninggal minggu ini.. "Ya.." Di salah satu sudut.html . yang sanggup mencukupi makanannya. dan tersusun. akhirnya mereka sampai...... Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi... sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara. he. di rumah sakit.com/abclit. kuburan! Anak saya pun meninggal.. "Ha.. "Buat dedak saja sudah tak cukup. Di lantai." Si Bungkuk menarik napas.. he." pikirnya. ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar.... eh malah dia datang pada anak saya. Ia mengibaskan pecutnya.. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya.. "Mau minum?" "Begitulah. "Kita semua akan mati. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung.. "Hampir jam sepuluh. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air. meninggal".. seorang kusir muda terbangun... Anakku.. "Ayo Cepat! Tuan-tuan. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia.. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi. Iona melihat pada orang-orang ini.processtext.. demi kesehatanmu. "Saya? Ha.. apa yang ABC Amber LIT Converter http://www... Udara pengap dan bau.. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar. He. "Kawan. "Tuan-tuan yang berbahagia. ha..... yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. Seharusnya dia menjemputku.... setelah menyeka bibirnya sehabis batuk...processtext. ha....." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. selalu hidup lebih tenang. dan makanan kudanya. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu.. semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir... Sebesar rasa haus pemuda itu. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja.. ha.. Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat. ha. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah. dan memutuskan untuk bicara dengannya. bagaimana anaknya menderita.. Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. bertekuk dan menyerah pada duka lara. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu. Setelah menerima 20 kopek. ke terminal.. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya." Iona tertawa. satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab... Belum juga lima menit berlalu.html saya minggu ini... Kematian memasuki pintu yang salah. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung. "Kembali ke terminal!" pikirnya. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya. Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu.. kau dengar." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona. "Itu sebabnya aku sedih. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli.com/abclit.. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu.. Tetapi ia tak melihat apa pun.. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya. ia mulai berlari kecil.

. kusirmu sekarang. Makanya harus bicara pada seorang wanita. dan kamu adalah ibu kandungnya. bagaimana anaknya meninggal.ABC Amber LIT Converter http://www.. Aku terlalu tua untuk jadi kusir.com/abclit. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. "Selalu ada waktu untuk tidur.. Sang pendengar akan mengaduh... "Ayo terus kunyah....processtext. Dia berpikir tentang dedak." "Tapi. Diambil dari buku kumpulan cerpen: A.." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Gus Jakfar memang luar biasa. Anisya.. tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. sambil menatap matanya yang bercahaya.. Ya. 'Toska'. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini.. Dia pergi tanpa alasan. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. Mestinya dia masih hidup.. bukan aku.html .." pikir Iona.. jerami..P. kita hanya makan jerami. Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu.. di desa.. Moskwa....com/abclit. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya. kemudian melanjutkan: "Begitulah. mendengarkan.html dikatakan sebelum anaknya meninggal. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. tak ada yang perlu ditakuti.. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. Chekov-Raskazy I Povesty.. meratap. juga padanya. Bayangkan.. Ya.. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir. kemudian anakmu mati. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. seandainya kamu punya anak.. dan mengendus tangan sang majikan..." Iona terdiam sejenak. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri. cuaca. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya.." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. ketika sendirian begini.processtext. menarik napas. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak. "Ah lebih baik melihat kuda. Kuzma Ionitc telah pergi. 1964. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama.. .. hal: 56-60.. Ia masih mempunyai seorang putri." kata Mas ABC Amber LIT Converter http://www.. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. Kau akan tidur nyenyak. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan.

'Wah saku sampeyan kok mondol-mondol." kata Lik Salamun. tak ada hujan tak ada angin. di samping silaturahmi seperti biasa. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini.html Bambang. lalu pikiran saya terganggu. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar. "wah." ujar Ustadz Kamil." kata Lik Salamun. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Gus Jakfar bilang kepada saya. "paling tidak kini. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was. ini ada hikmahnya. kulihat keningmu kok bersinar. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi." "Tapi bagaimana pun. "kalau saja kita tahu kemana beliau." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. kita tidak tahu. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. terutama para santri kalong. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal.processtext." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. Takut dibaca tandatanda buruk saya." "Saya malah mengalami sendiri.processtext. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. Saya kok merasa tidak berubah. was-was. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. "waktu itu. tidak mengajar.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.com/abclit. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. masyarakat pun geger. sudah ada yang ngelamar ya?!'. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. jauh melebihi yang sudah-sudah. 'Sum. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. "Gus. sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. dan rasa takut." "Ya. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes." Begitulah." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun ABC Amber LIT Converter http://www. sesuai usul Ustadz Kamil. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. Sebelum dilamar orang sabrang." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti. "kok sekarang tiba-tiba mak pet." jawab Ustadz Kamil. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. Sekilas saja beliau melihat kening orang. Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. "Matanya itu lho." tukas Mas Guru Slamet. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho. kan ketemu Gus Jakfar.html . Kalian ingat." timpal Mas Guru Slamet. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda. "Mungkin saja. Waktu itu Gus Jakfar bilang. Singkatnya. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. "makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. Dan percaya atau tidak. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. dimana Gus Jakfar prei. 'Kang. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu." "Kang Kandar kan juga begitu. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar." sahut Ustadz Kamil. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. esok harinya.

tapi kami diam saja. Masak seorang yang dikenal wali. sejak bermimpi itu. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Saya diterima dengan penuh keramahan. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. Saya yakin itulah orangnya. Begitu sampai seberang. ada seorang tua yang memberi petunjuk. tapi tak bisa. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu." "Terus terang. Saya melihat di kening beliau yang lapang. Pasti saya keliru. Tak mungkin.ABC Amber LIT Converter http://www." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu.com/abclit. Tanda itu terus melekat di kening beliau. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. Di gubuk yang terletak di tengahtengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha.' 'Ya. baru kemudian melanjutkan. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing. terus saja nakmas menyeberang. Saya mencoba meyakinyakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang.com/abclit. dan disegani banyak kiai yang lain. meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian. "Kalian ingat. menarik nafas panjang. maka serempak kami mengangguk. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. ABC Amber LIT Converter http://www.' katanya. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. Diam agak lama. Mbah Jogo.html tak mau. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal." Dia berhenti lagi. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. Bicaranya jelas dan teratur. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. itu.html .processtext. Kata ayah dalam mimpi itu. membuat kami tidak sabar.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. kiai Tawakal. disurat sebagai ahli neraka. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya.processtext. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti. Nama Kiai Tawakkal. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan. berilmu tinggi. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua." "O. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. ada tanda yang jelas sekali. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. Ternyata ketika sampai disana. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. Gila. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Dan betul.

' Mereka yang duduknya dekat. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. Katanya: 'Ini kawan saya. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya ABC Amber LIT Converter http://www. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. tapi menurut santri-santri yang lama. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk.com/abclit. Saya masih tak habis pikir. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. saya hampirhampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. dan semisalnya." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. sementara yang jauh. kepada orang-orang yang ada di warung. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. Terdengar gelak tawa ramai sekali. Dengan hati-hati. bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. beliau berbelok. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. Lalu. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap. kiai memperkenalkan saya.processtext. menemui tamu. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi.html tahajjud. tapi juga tidak terlalu jauh. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya. saya pun membuntutinya dari belakang.com/abclit. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. mujahadah. pikir saya.mengisi pengajian umum. witir. 'Kopi satu lagi. saya kaget. serta merta mengulurkan tangan. Warung penuh dengan asap rokok. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi.ABC Amber LIT Converter http://www. Akrab dengan orang-orang beginian. melambaikan tangan. bisa berada di sini. Masya Allah. memanggil-manggil nama saya. Semacam lelana brata kata mereka. Ah. masih seperti dalam mimpi. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). bercanda dengan wanita warung. pada suatu malam purnama.processtext. Memang betul. Ah. ke warung biasa saja tidak pantas.html ." "Begitulah. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. tidak terlalu dekat. Ketika kemudian saya ikut belok." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. Dengan bengong. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Cari pengalaman katanya. dzikir malam. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang. Melihat waktunya yang sudah larut. menjabat tangan saya dengan ramah. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. dan sebagainya." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri.

lalu menerobos hutan. Sampai di seberang. berdiri. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. melambai kepada semua." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya. aku adalah milik Allah. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. menunggu. Sampai di seberang.' Saya tidak merasa diusir. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka.ABC Amber LIT Converter http://www. 'Kita istirahat sebentar. seolah-olah di atas jalan biasa saja. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. kiai membayari minuman dan makanan kami. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. Setelah sembahyang subuh nanti.html . 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah." "Kami melewati pematang. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. Untung saya bisa berenang. pantas di keningnya kulihat tanda itu. Seperti kerbau dicocok hidung. sebagaimana neraka dan sorga. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. kau kan tahu. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. kau boleh pulang. 'Mas. Ternyata setelah melewati kebun sengon. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita.html malam ini. kita ingin berdekat-dekat denganNya. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Dan. Maka terserah kehendak-Nya. 'Sebentar lagi subuh. ujub. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok.com/abclit. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda. Seperti mereka yang di warung tadi. sudah larut malam. 'kita masih punya waktu. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. dan akhirnya sampai di sebuah sungai.processtext. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. Sebagai kiai. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. O. Saya tidak bisa berkata apa-apa. kebanyakan mereka orang susah. saya pun mengikutinya. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. 'Anak muda.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui." "Ketika saya ikut bangkit.processtext. 'Ayo. kiai berkata mengejutkan. 'kita pulang. tiba-tiba dengan suara berwibawa. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. saya ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Beliau melambai. Kedua. kemudian keluar. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. 'Ayo!' teriaknya. 'Biar cepat. Beliau yang kemudian terus berbicara. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. Karena pertama.

seni lukis. Tinggal meja kami yang masih bertahan. ***Rembang. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau. Edisi 05/05/2002 PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong. Ketika saya mengiyakan.processtext. Namun. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. orang yang mirip beliau pun tak ada. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Dengan bingung saya terus berjalan. Aku tertanya-tanya. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini. jangankan Kiai Tawakkal.html . katanya milik sampeyan.' Begitulah ceritanya. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. tak jadi di lobi United Nations. teater. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. Baru setelah sembahyang. politik. "Bung." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. tapi kami yang dari tadi mendengarkan. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. Kami. tapi bukan surau bambu. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. dan pamit. Menjelang pukul sepuluh. aku bangkit dari tempat duduk. masih diam tercenung. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. 'Mana saya tahu?' jawabnya.html celingukan. seseorang menghampiri saya. atau agama atau desasdesus yang jalang. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. mengapa dia ABC Amber LIT Converter http://www. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya.com/abclit.processtext.com/abclit. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. filsafat. 'Ini titipan Mbah Jogo. Seperti orang linglung.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal.

menyusul Pretoria. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. National Meseum of Modern Art di Washington DC. Selamat. Seingat saya. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. saya bahagia mendengar rencana Anda ini. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. di kota itu masih banyak propagandis merah. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. ini hanya untuk Bung. tujuan yang benar adalah London. di mana katanya. Jangan ceritakan kepada yang lain.com/abclit. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian. aku membayar pesanannya. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar.com/abclit. "Kuatkan hatimu. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. bergabung kembali dengan teman-teman. bisikku membujuk hati sendiri. Beberapa hari kemudian. Setelah United Nations Plaza tempo hari. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu.html . Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. di depan counter. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. Ternyata aku salah sangka. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kotakota metropolis yang baru. Hati-hati.html tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. tanpa sepengetahuannya. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa.. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa..ABC Amber LIT Converter http://www. Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk. mudah-mudahan yang ini berhasil. "Bagus. Kemudian. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama." Setelah itu dia benar-benar menghilang. katanya pada malam berikutnya. Semua bon sudah dia lunasi. lantas di Guggenheim Museum. "Selamat. katanya. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. Dan dia ngeloyor ke luar. tapi akan terbang ke Praha. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis. dan kataku. Aku diam saja. Pernah sekali. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. "Sekali lagi.processtext. dia akan berpameran. mengikuti pameran lukisan di sana. siap menyambut kedatangannya." pintanya. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. di New York juga." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan.processtext. Tak jadi di sana. tak jadi ke sana. Dan menjadi tanda-tanya besar bagiku.. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. hidup dengan pembicaraan yang ABC Amber LIT Converter http://www. telah terbang ke Jerman. lantas Stockholm. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini.

ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. jidat selalu berkerut. memang dia. Ibarat lukisan. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. selalu serius. Katanya. tetapi juga merangkulinya. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. Tetapi.processtext. Ya. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Tetapi. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Ketika meja sudah penuh terisi.. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Apalagi sipembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. Semuanya kena. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. Kalau ditanya dia tak menyahut. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir.ABC Amber LIT Converter http://www. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam. Keesokan harinya. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. Waktu itu. Matanya kosong. dia hanya diam membeku. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib seburuk ini. Katanya meyakinkan. Katanya.. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. Dicapai kata sepakat.html ngalor-ngidul dan tawa berderai. Kami tak percaya. Tetapi. sebulan yang lalu. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin mainmain dengan nasib si-pelukis. Anehnya. Semua murung. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. "Jangan suka guyon dengan dunia ini. Demi Tuhan. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi.com/abclit. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. katanya. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir.com/abclit. tak jauh dari rumahnya. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding.processtext." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubun-ubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Semua mutung. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ.html . apa mau dikata. ***DARI udara. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. cuma memakukan matanya ke lantai. ABC Amber LIT Converter http://www. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa. dia enggan untuk menghampiri. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta.

Beberapa lembar uang ratusan. tumpang-tindih di situ. saya telah beratus kali berbohong. ribuan. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas. sehingga dapat ganjaran seperti ini." komentar seorang teman. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan. Anda akan menjadi besar di sini. begitu hendak memeluknya. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. walaupun dia hanya tetap membisu. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. Di belakangnya.html ."* ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. ini lukisannya yang terbaik. Sesekali. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. Kami tanya." Dalam perjalanan pulang. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan. dan katanya. boleh juga mengecoh berseloroh. benar kata teman tadi. Sebelum tiba giliranku berpamitan. dia tidak menjawab. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. apa yang dia katakan?" tanya mereka.processtext. Aku tersenyum. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. "Kalau dia punya uang suatu ketika. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. "Takkan salah. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Kami melangkah mendekati pelukis kita. "Maaf Bung.com/abclit. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan. "Jangan lagi berangan-angan terbang ke mana-mana.. mau menegakkan harga diri. menatap mataku. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. Sungguh. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. walaupun penderitaan mengelilingi. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif.processtext. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya. kupikir.html persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. Kami kembali saling-pandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan. dan aku meletup. kapan diselesaikan. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Perhatikan matanya.com/abclit.. Bingkainya belum dirapikan benar. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. "Heran. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau.

Matanya mendelik.html . Orang-orang yang ABC Amber LIT Converter http://www. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. berhenti di pinggir. menggigit bibir. menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Ya.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. Namun. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. tergesa-gesa. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut. Atau.html Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Tidak terlalu tinggi memang. Namun. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher.ABC Amber LIT Converter http://www. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. lidahnya terjulur. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. Ia tampak cemas.com/abclit.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas.com/abclit. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. sepeda onthel dengan keranjang sayur. menghadang kendaraan umum lewat. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu.processtext.processtext. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang.

Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Lalu.processtext. kaku seperti gelondong kayu. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. Mereka bertanya-tanya dalam hati.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang.Matahari kian merangkak ke atas. terus tegak di situ. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. menampakkan keterkejutan luar biasa. Mereka tahu. Mudrika.html hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri. Betapa mengerikan.com/abclit. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak. atau memejamkan mata. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. ah. Percakapan kembali membuncah. dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika.com/abclit. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya.Percakapan mengalir dari mulut orangorang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis.html . Namun. Tubuhnya kekar. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. membuka. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. melainkan gambar tato keris. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. Kedua lututnya gemetar. merangsek masuk ke dalam.ABC Amber LIT Converter http://www. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. Tubuhnya basah keringat. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. menutup mulut dengan telapak tangan. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar.processtext.

Membuat gadis itu gugup. luntur terkena keringat. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Shin Ling. lalu. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku. secepat itu pula mereka segera melupakannya.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu.. dibuka. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati. preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri. Shin Ling. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. Kenapa Mudrika.processtext.Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu.. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. dibolak-balik. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu. Namun. tajam. andai saja dia mau bersabar.. mengerutkan kening. pasti tidak begini kejadiannya. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya.Dan perempuan itu. memang begitukah tabiat seorang laki-laki.com/abclit. Atau. seperti tidak bergairah.html secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap.."Tergeragap.com/abclit. Ah.html .processtext. tidak bagi perempuan itu. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. Pula hatinya kian disesah rindu. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. dibaca. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. mengedarkan pandangan pada kerumunan. toko kita kini aman. cintanya ditolak."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. * Depok. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ. Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam.ABC Amber LIT Converter http://www. juga tulisannya jelek persis cakar ayam."Shin Ling. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Namun.

Kasihan Rudi. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Sayalah satusatunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya.Ibu mana?" tanyanya cemas. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang katakata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. "Papi sih.com/abclit. ia tampak bersemangat. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal. pintu pagar digembok." kata ibu mertua saya itu kepada saya." keluhnya mengenang.ABC Amber LIT Converter http://www. Istri saya menarik napas.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. Di waktu yang lain. mestinya keluar masuk pekarangan. Padahal. Dan. tapi tidak dalam waktu yang lama. bapaknya capek. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu.processtext. tidak terlalu pagi. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis.html . ibu pasti kabur.com/abclit. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. Kalau tidak. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu." Saya belum sempat bereaksi. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anakanak seperti ketakutan. istrinya tidak telaten merawat suaminya.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. Kami sudah menduga apa yang terjadi."Istri Rudi itu tidak bisa masak. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi. Padahal. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu. ibulah yang paling tahu apa ABC Amber LIT Converter http://www. ia berkata: "Kasihan Rudi. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. Tidak lebih dari seminggu. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. Tapi saya curiga. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. sehabis jam kerja saya. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya. Sudah barang tentu ada apa-apanya. lalu nyerocos menembus pintu pagar. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan. kecuali masakan ibu. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya.processtext. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami.html Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput.

processtext.ABC Amber LIT Converter http://www."TUHAN punya kehendak lain. apakah artinya kertas-kertas itu."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma. atau seratus ribuan. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. hilang. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi. sekaligus pendiam. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu.com/abclit. apalagi ibu. Bahkan. kalau hari tidak hujan. Di bulan pertama itu. Nanti. suka lupa. Gerombolan pengemis. saban Kak Nurma menelepon saya. Siapa lagi kalau bukan dia. Nah."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. tidak peduli lembaran lima puluh ribuan. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Tanya sama dia.""Kalau untuk akhirat."Ah. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti.html yang disuka Rudi. Ibu sekarang mau ke sana. Kami semua terpukul. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi." kata istri saya. Tapi yang lainlain?""Apa misalnya?""Banyak. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. sejak dari dalam kandungan. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. Untung pembantu itu jujur. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir." jelas istri saya. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami. petugas kebersihan pemakaman. di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Padahal. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman.html . Bu. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi." ujar orang tua itu dengan mata berlinang." saya bilang.Seperti kejadian seminggu lalu. Soalnya ibu hampir-hampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. Soalnya. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak.Kalau sudah begitu.processtext. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. jeruk busuk. kamu tertawa?""Habis. selalu bilang tidak tahu."Kok."Anak itu memang pencuri. Dan. Kamu mau. ibu tahu apa yang disukai Rudi. Kami. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi. juga sering ditemukan apel busuk. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu. Tapi. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. ABC Amber LIT Converter http://www. Pandangan matanya terlihat kosong. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu.com/abclit. ibu mau boros. ibu sangat berubah. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Bu.Sejak kepergian Rudi. seminggu sebelumnya. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. Atau untuk membeli keperluan dapur. ketika ibu ingin makan buah itu.

**Padang. enggak?"Ibu lama terdiam. Bang Sapar. saya mengulurkan tangan. Ya. Ibu menurut.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi. makan saya jadi enak. ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Begitu mencuci tangan.processtext. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas. Dan. Ibu membalasnya." saya menengahi suasana. Saya langsung mengeluarkan mobil. Saya mengajak ibu makan bersama saya. Ibu tak ada di sana. Ibu tidak ada. telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. Saya pulang ke rumah.processtext. Tapi. saya masih punya harapan. Saya menghadiahi ibu senyuman. yang tadi mengejar neneknya. Saya meneruskan makan agak cepat. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu. Betapa bahagianya dulu ia.PUTRI bungsu saya.html Jadi. dengan senyum seramah mungkin kepadanya. istri saya kelihatan cemas. berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. Bu."Saya tak berhasil. sambil menyusuri jalan pelahan-lahan.""Ayolah.Mata ibu berkedip-kedip menahan sinar senter saya. Kita makan. memberi kabar tak sedap itu. tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya. istri seorang ambtenaar. ia sudah kehilangan kesadaran geografis. Biasanya kalau bersama ibu.com/abclit. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri. saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu. langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah. kembali terengah-engah dengan air mata berlinang. tapi tidak tahu mau mencari ke mana. sesama menantu ibu. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari kata-kata istri saya yang menusuk sanubarinya. ibu masih kenyang. berencana melapor ke kantor polisi terdekat."Tidak.Di kuburan kami bertemu berempat.com/abclit. Pintu pagar terbuka. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet." katanya ketika mau duduk. Namun. Katanya mau beribadat. Itu kan menambah dosa jadinya. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia. dikaruniai tujuh anak. Tentu saja dengan menjaga perasaannya. 10 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. suami Kak Nurma. Kini. sedikit saja. ibu mulai lagi bikin dosa.html .Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya. masa tua yang tak berdaya. ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri."Ayo. Ibu berdiri menuju teras kembali.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu.""Ibu jangan ambil hati. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya.

Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan. dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. dan setelah itu sering menemaninya ngobrol. namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan.processtext. dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. seperti sekarang ini. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah. mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu.html Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. hijau perbukitan. tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya. Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa. memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut.com/abclit. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung. hijau tumbuhan.html . dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang. semilir angin. aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap. kami menjadi akrab. "Jadilah kau sahabatku yang baik setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Semerbak wangi kembangnya.processtext. bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna. Saat itu aku cuma diam memandangnya. aku selalu terpesona olehnya.

sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk.. kadang-kadang juga iwashi. Akan tetapi. jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah. tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimatkalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk.html yang palsu. kami jadi banyak membicarakan negeriku. biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut." "Soekarno. saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan meskipun sangat jarang. Yoshida Tua. sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas. akhirnya merendah sampai ke permukaan laut. aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif. sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua.html . Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari. paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memuji-muji indahnya alam negeriku. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak. "Sekaruno itu. Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masing-masing. Dengan demikian. Jika kita bicara juga.com/abclit.. yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu. Yoshida Tua. waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. pernah pula aku mendapat ikan inada. yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning.com/abclit. Anehnya. Soeharto. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung. maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua. aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Jika vila ini berada di ujung tanjung. pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila.processtext. Karenanya.processtext. hingga aku selalu menunda kepulanganku. di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. sawara. atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku. secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukitbukit di kaki Gunung Fuji.

lantas merasa berhak menjadi galak.processtext. "Aku malah berpikir. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Juga dalam keadaan masih terdiam. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut. bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam. tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian. Ia lalu melanjutkan.html .html kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan. untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian. Setelah itu. Yoshida Tua terdiam beberapa saat.com/abclit. ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku. aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! ABC Amber LIT Converter http://www. dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja. bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa. kutenggak sake itu sekaligus.ABC Amber LIT Converter http://www. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk. kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut. cinta. yang telah maupun yang masih berkuasa. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. Karena ia tetap membisu. "Waktu muda. pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut.processtext. lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup.com/abclit. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. Jika di luar sana kabut mulai turun. mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini.

pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Sayang sekali.html Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. pikirku. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. Kabut yang kali ini turun teramat tebal.com/abclit. dan akhirnya lenyap. Edisi 08/18/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Kubayangkan.processtext. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. Mula-mula pelan. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. setelah beberapa lama menunggu. Ya.com/abclit. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. perlahan-lahan menjadi suram. ***Tokyo. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. Aku tak tahu pasti. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat.processtext. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. bergerak-gerak. Gempa bumi. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja.

Seerat yang dapat ia lakukan. keluhnya dalam hati. Belum bisa pergi ke sana. sementara Ngurah Anom.com/abclit." keluhnya lagi.Mereka bertiga berpelukan. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. anak Mariko sempat kaget.com/abclit. ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. Ia ingat.processtext. Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. "Kami tak punya pilihan. air mata Mariko tak henti berderai. katanya. Diam-diam air matanya menitik. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. Lebih dari empat tahun yang lampau." cerita Mariko lagi. sembari tersedu menangis. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya." Selama bercerita. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Ah. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom.Sejak beberapa tahun lalu. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot. Bulir-bulir bening itu. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san. Sambil menghapus air matanya. tentu saja Cempaka. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. membungkuk sebagai tanda hormat. Ia ingin menelan tangisnya. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. sudah sangat merindukannya. Puspa gelagapan. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. ia belum melihat ayahnya. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya.Noriko. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya.processtext. tak mengerti. suaminya. Ia seperti merasakan betapa haruABC Amber LIT Converter http://www. Gadis kecilnya itu.html SEPULANG dari Jepang." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. seperti meledak-ledak. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari. begini.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka berpelukan sekali lagi. saya masih harus menyelesaikan studi S2. asin sekali. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. Lama sekali. "Saya hanya titip salam buat Bali.html . Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. "Saya hanya ingat suami saya di Bali." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah.***PERISTIWA di belakang panggung gedung pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. Puspa erat-erat memeluk anaknya. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak."Sampai umurnya empat tahun.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom. Terasa asin. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya.

asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI." kata Ratnasari singkat. siapa yang bakal menjemput rombongan.Narita. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Yamasita-san di Bali juga dikenal sebagai seniman. ah. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Puspa merasa sangat teledor. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa. Ratnasari." jawab Puspa."Huuss.Selama ini. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo.com/abclit. Komang Widiati. seolah lebih kepada diri sendiri. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo. Usai menari. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya.processtext." tambah Puspa.. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan.""Soal itu biar saya yang mengurusnya.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh Yamasita-san. "Sudah saya pastikan untuk berangkat.."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk.. Anda siap?" tanya Yamasita-san.html . menurut cerita Mariko. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon. Ah."Udah. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja.processtext.. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati.. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Mungkin ia terlalu yakin.html birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahuntahun tak mengenal ayahnya. Selain sudah sering ke Jepang. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai . Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. Terpenting dari misi ini. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang." kata Yamasita-san. Selain menjadi penghubung para seniman. dekat sekali rasanya. Lelaki berkaca mata itu ABC Amber LIT Converter http://www."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. pedihnya. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang.. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama. kita biasanya diajak jalan-jalan ke Akihabara. Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Tiga penari lainnya cekikikan..com/abclit."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. ia tak kuasa menolak. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasitasan. dan Gung Dewi. empat mahasiswanya. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya.

apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya.com/abclit.890 yen. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Puspa-san. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. yang akan mengontrak para penari dari Bali. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam.processtext. ***SAAT turun dari bus.. saya datang menjemput Anda."Oh. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. Ia tertidur. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. Widiati. Saya akan mengantar Puspa-san. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. "Nama saya Miki.Bandara Narita tampak sibuk. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan. Puspa menolak.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Saya datang atas permintaan Kimura-san..com/abclit. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya.html bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. Ia makin tampak gelisah. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. ke tempat kami."Ah tidak-tidak."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. Meski lanskap pagi seelok itu. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. "Tetapi mengapa ia tak muncul. daratan Jepang sedang memasuki musim semi.html . Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju.Setelah menghilang beberapa saat.Miki-san. Ia memang tidak sedang berselera. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. tak lebih dari satu jam. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya.. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan..processtext. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Kimura-san minta kita ABC Amber LIT Converter http://www. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. "Ia ingin menjerumuskan.Pikiran Puspa mulai tak keruan. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta. Ini gila!""Ah. Puspa tampak sangat gelisah. Pada bulan April. Mereka terdiam. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Gung Dewi. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Puspa tidak mengerti. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin. bahkan menjual kami..

Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing.com/abclit. kalau-kalau tawaran kontrak itu tidak benar. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. para penari tak berbuat apa-apa. Puspa belum sempat menjawab. aku tak merasakan lagi rasa ABC Amber LIT Converter http://www. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali. Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi." tambah Miki-san.processtext. Setelah mandi. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www. *** Jakarta. Puspa memanggil seluruh penari. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Kalau benar para penari dikontrak. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. serupa petinju kelas berat menghajar sansak. Bapak terus menghajarku. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. Ada lima kamar. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari.html semua istirahat dulu. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit.Sampai siang hari. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol. hingga akhirnya. silakan saya antar..processtext. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. Di sini sudah disiapkan kamar sementara..html .com/abclit. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. Apa benar Kimurasan akan mengundang makan malam. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya.

ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya.ABC Amber LIT Converter http://www. kalau hanya tanggung. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. Atau mungkin lebih." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti." Ketika aku lulus SMU. macan. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. ini risikonya kan besar. entah berapa lelaki telah menggauliku.processtext.com/abclit. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. Masam. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya.. Tapi tidak mulutmu. Sejak saat itu. langsung menubruk tubuhku. Tawa Bapak berderai.com/abclit." "Bagaimanapun dia anakku. Kalau jadi maling atau pembunuh.. Mungkin dua puluh tahun. kuayunkan pisau lipat. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar. tawuran atau kegiatan remeh lainnya. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. Bapak tahu sendiri. kadal. Ia pergi bagai angin. bisa-bisa.. Bapak tertawa. Soal itu gampang. buaya. yang sejak tadi menangis terisak.. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar.. Aroma alkohol terus membadai. Bisa saja dia anak cendekiawan. seniman. birokrat. Bentakan ABC Amber LIT Converter http://www. dengan saya sendiri. Namun." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama." Tanpa memandang kami sedetik pun. Oke. Aku masih menyisakan perlawanan dengan menatap Bapak lekat-lekat. Maling besar. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. Ibu. Bapak langsung bergegas. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum.. "Sebelum aku kau tiduri. hingga aku terpojok di sudut ruangan. pengusaha. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku.. Tidak mahal Pak. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit..html sakit itu.. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak. atau koruptor. Sinis. Hingga aku hamil. Ia tertawa. Yang kuingat. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. manusia sejenis ular. tangisku pun terhenti.Sekarang pukul aku. Kamu tak lebih dari pejantan. Aku yang mengandungnya. politikus. "Aku senang kamu mulai berani melawan. selain sumpah serapah. Dengan sisa-sisa kekuatanku. hanya angin yang bisa kurobek.html . Melindungiku dari serangan Bapak. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku. "Ya.. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. mengiringi rebah tubuhku.. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana.processtext. "Justru kamu yang harus pergi. hanya tanganmu yang kotor. "Jadi apa saja. Wajah Bapak tergores. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal.. "Aku ingin jadi politisi saja. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Entah ke mana.. Tak ada yang ditinggalkan." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. garong atau rampok sekalipun. Aku terhuyung. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. Ini siapa ya? Oooo Bapak. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. Bapak meninggalkan ibu. Jadi. Darah menetes. Terima kasih. setan atau bahkan iblis. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. Ayo teruskan. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar.

Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Ia berani membayarku dengan mahal. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab.processtext. Bahkan harus disyukuri.. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku." "Maafkan aku.com/abclit. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup.. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. Aku sudah berusaha keras.html kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku.. Meskipun tampak sedikit lemah. Bola matanya serupa bola api. maling atau pembunuh macam Bapak. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam.. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu. sudah berapa orang yang kau bunuh.. tapi cepat kecegah. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. Ibu terlalu berlebihan. ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang.processtext. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu. Air mataku hendak tumpah.. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. Maafkan aku.. kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku. dan darah! Aku sangat sedih. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. darah.com/abclit. "Ya.. Tidak akan menyebut nama dia. Pembunuh besar!" Dengan pedih." Suaraku tertahan. Tubuhnya tampak kurus. hingga sampai di ruang besuk. Ibu harus menyerah pada maut. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu.. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah." Akhirnya. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu.. dia harus menghadapi regu tembak.. Aku telah mengecewakan Bapak. Malaikat kecil? Ah aku yakin. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. Juga siang itu. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. anakku.. darah.. kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar." Bapak mendesis. Dan aku sepakat pada aturan permainan. Ibu pernah mengucap." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. Eeeee.html . Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Bapak masih menatapku dengan nanar. Ia dengan cepat mengenaliku. "Tak ada yang perlu disesali. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah payah. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. dingin dan terkenal "angker". Pertanyaan itu begitu telak.." Aku tersengat. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku.. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayap-sayap kecil terbang mengawal arwahku kelak.. Keharuan menggenang di kantung batinku. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi.

" Bapak langsung memelukku. Pelukan Bapak merenggang. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa.com/abclit.processtext. pelan. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun.. awal Mei 2001 ABC Amber LIT Converter http://www.." "Bukan itu. ah. "Kapan pun aku siap. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu. "Biarkan kami bicara dulu. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian. Waktu terasa melaju begitu cepat. Aku tetap saja gagal menguasai diriku.ABC Amber LIT Converter http://www.. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun.. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik. Dan kematian itu sangat indah. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat. kemudian nyawanya loncat. Pelan-pelan. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami. anakku. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram.." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya.?" "Ya... Berulang kali aku membikin orang mengerjatngerjat kesakitan. Tapi tak juga menolong.. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku. Sangat erat. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan." "Mungkin juga arwah Bapakmu.. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba.html ." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. Erat.. Erat sekali. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu.. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca.processtext. Tapi aku tak pernah tahu." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu. Kami berpelukan. Kematian itu begitu indah.com/abclit. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar.. mencoba mengalihkan pembicaraan. atau pembunuh besar. bersama angin.. Kurasakan pundakku basah. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan. aku dengan senang hati menerimanya.. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka. fantastis. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku.. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu." ucapku pelan. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua.. ***Jogja. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk.html Tapi. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. semakin gelap.

Sebuah karya alam yang aih. karena tiupan angin. betulkan kata Wetipo . Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang. orang-orang Moni. saat itulah.. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. karena perang. ada dalam kesenjangan beribu tahun. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. orang-orang Moni. bisa bersuara seperti suling. melainkan pada roh. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling. tiba-tiba bersuit bagai melengking.. Ah. Sungguh aku tak habis pikir. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. Angin. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. lubang-lubang itu. kami akan menjawab. Dan. o. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. ***KESENJANGAN beribu tahun.. honai atau rumah adat suku kami..html . tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. Tetapi tidak. tampak mencolok. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. kali ini tentu bukan karena desingnya. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. di depan benda-benda keramat lain. orang-orang Moni. tugé itu. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. Dan benar. Torang sandar pada tugé." Perang? Begitulah. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. "Saya lapar manusia. Torang1 sandar pada kareken. melainkan karena bentuknya yang ganjil. Suara itu berasal dari tugé. Dan. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. aku melangkah mendekati wesa. yang walau seorang dari orang-orang Moni. Wetipo. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu." Bagi kami. Angin yang selalu ada di sini. Kuamati dengan teliti.. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. bagai menyelusup di kedalaman kabut. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. meliuk lapat menyentuh telinga.dan aku harus percaya.000 meter dpl ini. menajamkan telinga. Tubuh kami besar. "Kau kini yakin. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. kutarik tangan.processtext. suara itu tak lain suara punai. aku mendengarnya. Betul kata Wetipo. semua telah tak lebih dari kenangan. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke ABC Amber LIT Converter http://www. Dan si batu. sama sekali berbeda.com/abclit. di punggung gunung di ketinggian 3. Sungguh ajaib! Dan..ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. sungguh mengagumkan. Tetapi bagiku. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. Meski samar. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. di atas barisan uwarek3.com/abclit. Terkejut. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu. hmm. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. angin mengeras bagai menerpa. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. aku pun melihatnya: Tugé itu. Kecuali salah satu sisi yang pipih. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan..html Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. Suara itu seperti desing. kami.

Melintas ingatan masa kecil. kami hidup. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. nyaris tak berubah. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. bergulingan. Gudang-gudang garam rubuh. orang-orang asing itu. melintas wajah Pak Piet. Jermias?" Aku ABC Amber LIT Converter http://www.ada hal yang telah tak lagi sama. menenggak sopa4. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. Bersama babi. betulkah aku bisa? Walau dunia kami. walau ia bukan keturunan kepala suku. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. Tetapi begitulah..ABC Amber LIT Converter http://www. aku pun bertemu Pak Piet. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. bergeming. Bukan danau biasa atau danau air tawar. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh. dengan karung-karung garam berserakan. beginilah semua.html belakang. berlarian turun ke arah Lembah. Butir-butir garam berhamburan. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. Jermias. Jadi. kami lebih asyik menggulung tembakau. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. dan berperang. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar.processtext. dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. Maka. Abgoktek. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. tak berkedip. orang-orang Moni. Seperti kata Wetipo. di tanah kami. Sampai kini aku masih heran. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. inilah semua. kami percaya. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. Betapa tidak. Sarius Hopogan. segera. Hanya kau yang bisa. Dan. dan Pastor Theo. "Kewajiban itu jatuh padamu.. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga sungguh ajaib. dengan tombak kayu. di belakangnya tergopoh mamamama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. waktu aku kanak-kanak dulu.. aku kembali bagai disadarkan. porak-poranda. Ketika pertama datang. Di sini. Ah! Dan kembali.. Bayangkan. kami tidak. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo. di mataku.processtext." Melintas pula wajah Pastor Theo. si Gabey terakhir. kemarin. dunia mulai berubah. burung-burung dan binatang lain. tetapi bagi yang lain seperti juga keyakinanku. leha-leha. Katanya. selalu . apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Di antara mereka ada yang rebah. panah.. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. Kalimatnya. Ah! Terbayang pula mereka. kini. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. Pergilah.com/abclit. pergi. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orang-orang asing (kami menyebutnya orangorang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. bertaburan. dan itu artinya pula. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan.. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu.com/abclit.html . dan kapak batu. Walau entah kapan. "Jadi. melainkan sebuah danau berair asin. dengan punggung tertancap panah. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. Dan. Betapa. ternyata. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. seperti yang kukatakan. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. pada pikir kau bagaimana. "Kau harus ke sana. Begitu Jermias Gabey. Jadi. tapi juga misionaris. berburu." ***BETULKAH. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. dari depan honai-nya.

aku juga tahu. ABC Amber LIT Converter http://www. Dan kata itu. cukup sudah semua kusaksikan. dan mendewasakan semua yang lahir... Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan.processtext.processtext. hah! Kaudengar suara tugé.berusaha. Torang mesti pelihara tanah. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. Itu pun sudah masa lalu.. Perang suku hanya buat kita. Tetapi .. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan. bagai diberi aba-aba.!" Di belakang si tua. semua suku di gunungg ini. kasih dorang6. kami akan menjawab. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. Menghela napas.. dengan gigih dan tekun. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. ke semua mata.. lelaki lain mulai mengikutigerakan itu. "Akan kaulihat. Harus dihentikan ini semua.. Masih 50 atau 60 meter lagi. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu.." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo... orang-orang Moni. yang kasih torang. menegarkan dada menguak kabut. bila Anda bertanya perang suku buat apa. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain. Memanfaatkan perang suku.html . terus naik. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. Ya. diikuti yang lain.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. Menghancurkan? O.. Kuteruskan langkah. Sarius Hopogan. Aku yakin. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. ini keliru. sungguh berbahaya." suara Wetipo ragu. Meninggi.. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas. untuk kesuburan tanah. "Iii. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius.. Aku mengangguk. bergerak turun menujuku. karena kata itulah . masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku.! Waaa. Dan mana-mana. hidup. Lalu mendaki." Semua suku di gunung ini? Ya.." "Masa lalu? Masa lalu.ABC Amber LIT Converter http://www. kami bertatapan. "Perang suku!" Bagi kami.. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. Akan sia-sia? "Tetapi. Jermias. Cukup..com/abclit. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. "Torang tahu kau punya maksud.. rendah bagai mencecah. itu sudah pasti. "Tapi . mereka orang-orang amber. semua sudah. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. Harus perang!" Kulayangkan tatap . di ketinggian. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. Tetapi. Abgoktek itu. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. Naik..di depan honai-nya. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. hanya suku-suku di gunung ini. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. datang dari jauh. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. yeeeee. Aku masih mencari-cari kata (ah. "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun.html disadarkan oleh suara Wetipo. Pada pikirku? Jelas. "Torang butuh darah tumpah.. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. di kawasan gunung dan Lembah Besar.com/abclit.. di sana. abgoktek. ya. Kataku. ***BAGI kami orang-orang Moni. saputan gemuk hitam wam (babi). tidak. itulah saat iko kunolepu datang. hanya. memang sungguh di luar dugaanku. Iko kunolepu mimintaminta! Waa. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan .!" Orangtua itu menjuntaikan tangan... Tapi tak lagi. melahirkan anak. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku.

Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. mereka. dadanya. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. Lehernya yang jenjang.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Bibirnya.Hari sudah malam. Tetapi pada saat yang lain. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang.processtext. 4. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin... Cuaca tidak mendung.html Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah. Dan kekalapan. ***Payakumbuh. satu retakan saja. 5. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. kami. 2. yang Asti pikir pasti untuknya. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati. Dia.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai..html . 3. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanak-kanak bermain galah di bawah bulan. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. 6 Juni 2002 Catatan: 1. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. menuntunnya. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. lakukanlah apa yang kauanggap perlu.processtext. embun! peluklah aku. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut.. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini. cukup. Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas. Panggilan hormat untuk perempuan. Ia tidak tahu pasti.. hatinya berguncang. Ah. Di kaca bayangnya memantul. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. Ya. ingin pagi cepat datango. setidaknya perintang kejenuhan. Setelah membuka pita rambut. kalap.. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Hidungnya yang bagus.com/abclit. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh.com/abclit. Aku. dan mengatakan: bagi hidup. Dadanya. tak satu pun yang harus ditakutkan. Tugé ajaib itu. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah.

Ingin rasanya ia meninju cermin.``Tetapi aku telah siap! `` ucap Asti lagi. Kemudian terdengar handel pintu berderit. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri.``Taik!`` umpat Asti kesal.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin.. embun! peluklah aku. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. entah apa.. Harga yang cukup tinggi. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu. Masuk ke kamar mandi. ingin pagi cepat datango. Dadanya tersembul. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak.com/abclit. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang.. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar. Jantung Asti berdegup. dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka. Kalau tidak. buruk. dimusuhi. Dan jelas. entah cemas. Asti barangkali tidak perlu tahu. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. Pahanya tersingkap. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. Seorang laki-laki muda.Laki-laki itu tertawa.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. menghantamnya. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. Kulit Asti yang putih. Asti menyelai sebatang rokok. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti.Namun dugaan Asti jauh meleset. mengatasi pengangguran serta gelandangan.Di televisi.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. ``Maaf. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang.Setelah menghidupkan televisi. rakus.Ada suara ketukan. Mungkin membersihkan muka. sesungguhnya telah tua. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu.html . seolah-olah mulai terjual. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti.html tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti. Asti terkesiap. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. lalu menawarkan pada Asti. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. Pekerjaan itu harus dilakukannya.````Sudah. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. Ia mencoba untuk tenang.com/abclit. karena untuk sesuatu yang pertama. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. Menanggalkan dasi. Ketika sesuatu telah dimulai. tersenyum ke arahnya. Berdiri meletakkan minuman.. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. yang selama ini dijaganya.. lapangan kerja harus dibuka. sangat berdekatan dengan Asti. Ia menghapus air matanya. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. Televisi pun mati.. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. demikian pikir Asti. Ia mencoba untuk tersenyum. Entah takut. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala.processtext. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. menjemukan tetapi kaya.

barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan.ABC Amber LIT Converter http://www. gelap mungkin telah semakin jelas. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami.Kini sudah enam belas tahun usiaku. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Tak ada jalan lain.`` ucap Asti akhirnya memulai..``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. kebahagiaan.``Jangan tergesa-gesa.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. Di luar. Dadanya bergemuruh. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa.processtext.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Karena tibatiba ibuku sakit.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama. Asti bingung.Waktu terus bergerak. Jantungya perih. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. Kian hari sakit ibuku kian parah. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. pelan dan ragu-ragu. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya laki-laki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya.Asti tidak menjawab. saya tidak suka. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. ingin pagi cepat datango.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP. Tapi semakin lama ditatapnya. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi.. Jelas aku tidak paham.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya. pikir Asti. Kupu-kupu malam! Ah. dan itu memerlukan pengobatan yang serius.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. barangkali ini baru permulaan.processtext.. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. Tapi. aku menerimanya.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya. jauh dari kekurangan.html mengambilnya. Aku lebih ABC Amber LIT Converter http://www. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. Tapi kami tidak pernah menyesalinya.html . Sebagai seorang buruh pabrik. Tapi ia mengangguk.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. Ia berusaha melawannya. Bukan! Bukan kesederhanaan. Tidak! Aku tidak akan menyesal.com/abclit. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah. menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. Telah cukup lama ia tersiksa. sedangkan kami tidak punya uang. duduk di sebuah kursi.com/abclit. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. embun! peluklah aku. otomatis aku berhenti sekolah. Asti jadi gugup.

. tanpa aral. lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya.com/abclit.Asti tidak sempat berkata-kata. Dan perubahan itu.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan. Asti telah menunggu di ranjang. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan.processtext. tandanya pagi telah datang. Suara penjaja telah sepi. ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah.. tergantung di langit kota. embun! peluklah aku. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang.Tetapi setelahnya. tanpa rintang.processtext. ingin pagi cepat datang o. Namun yang ia pikir. Seluruhnya! Asti telah pasrah. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku.html .seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. tinggalkan alamatmu. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak. Kini. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. Dingin semakin menyergap. bahwa aku akan menikahimu.ABC Amber LIT Converter http://www. atau mungkin takut. dini hari. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya.. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu. ia harus bertarung melawan nasib. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. Bila aku telah tertidur. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. dan berjalan ke arah Asti. Gemetar. tanpa sedikit pun kegelisahan.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit pertolongan. Ia pikir. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti.html mencintai ibuku daripada kehidupanku.***Payakumbuh. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai.Laki-laki itu berdiri.Malam barangkali telah sampai di ujungnya.

Dalam posisi asal. Sontak mereka serempak berdiri.""Kamu jangan terlalu sentimentil. selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat." ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya. mereka mengunyah lalat-lalat itu. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. Yaaa. yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum. ampun malah ada yang orgi. mereka membangunkan kita monumen yang megah. mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri.processtext. "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. mereka menggaruk apa saja. duduk takzim di kaki monumen.. Tercium oleh para patung pahlawan. Kita mesti bangga. ada lapangan golf pribadi.html Cahayanya yang lembut... Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. patung-patung pahlawan itu terus bergumam. yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya. Buktinya.ABC Amber LIT Converter http://www.html . tipis berselaput kabut. kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana. Dalam negeri yang gemerlap. patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan." gugat patung perempuan bernama Cempluk. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. bahkan ada pesawat terbang pribadi. menggoyang-goyangkan kaki. pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Buktinya. Negeri ini benar-benar megah. Dan lihatlah di sana. dari posisi mereka yang berdiri tegak. sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Mungkin. Ya. menjerit dan berteriak. ketika jasad kita terbujur di sini. kota ini sangat sunyi."Tapi lihatlah di sana. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. di tempat njepit ini. Tuhan.Ratri. Tangannya di angkat di atas kepala. Bung Wibagso.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan.. Mulut mereka menguap kompak. Aku jadi menyesal.processtext. Tentu. menukas.. lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. dan masing-masing kembali pada tempatnya. mengeluh."Dulu. sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota. Wajah mereka yang kaku. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. bependar-pendar seterang siang. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam.. "Itu biasa rekan Durmo.YU Seblak. Kini.. menguasai udara sekitar. puluhan bahkan ratusan lampu. menggerakkan tangan."Patung Sidik. negeri ini sangat kaya." tukas Wibagso." desis patung lelaki bernama Durmo. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Ada mobil-mobil mewah.Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi." timpal Durmo.. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. orang-orang berdansa-dansi sampai pagi.com/abclit.

" mata Durmo menerawang jauh."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho."Kita yakin saja." sergah Wibagso. Bung.Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat.. sudah jadi arwah kok masih perasa. Ehhh siapa tahu."Mereka ini payah.ABC Amber LIT Converter http://www.html Seblak."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan." Wibagso mencoba menghibur Durmo. Mereka memberi kita sesaji."Yaahhh akan saya usahaken.. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku. Jujur saja. Ada bunga-bunga. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Sedang jutaan mulut yang lain." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita..." ujar Ajeng. sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar."Ssssttt."Tampung saja keluhan itu. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. ada jajan pasar." ujar Wibagso. Tolong ya.com/abclit. perempuan berparas malam itu. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." tukas Ratri. diikuti orang-orang di belakangnya.com/abclit. meskipun sudah sangat lama jadi patung. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk. Sidik berdiri mematung. Cempluk hanya diam terpekur. Yu... Tugas kita sudah selesai. aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus. Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya". hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta..""Ah. Yu. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira.... ada juga rokok klembak menyan. Bung."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini."Wibagso tersenyum."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup."Itu bukan urusan kita. ke atas."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh... Ratri menari-nari. waktu berjuang dulu. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat.""Habis. Durmo tampak tersinggung.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua ABC Amber LIT Converter http://www..html . karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Sidik manggut-manggut. akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang..processtext. sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak. ya enggak bisa." Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak. Justru menghardik mereka. Selesai memimpin doa. para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken. Jadinya 'dagangan' saya sepi.."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita." sahut Wibagso. dan ke bawah. Ke kanan.processtext.Dari penjual rokok di seberang jalan. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita." ujar Sidik.. Tenanglah. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera." ujar Sidik."Tapi urusan kita banyak. ke kiri. saya selalu kena garuk. yang mengincar nyawa kita.""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan. Wibagso meloncat girang."Hidup mereka gelap rekan Cempluk." Ratri menimpali."Perang memungkinkan segalanya. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam.

Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh." timpal Ratri. Kamu sendiri. Tapi aku puas. Kota kembali tidur. pelacur dan copet kembali menggeliat. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat. Gelandangan. aku dan Sidik yang berdiri paling depan."Gelandangan-gelandangan sontak bersorak. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja. Wajah Wibagso memerah. Menghadapi musuh satu lawan satu. tanpa malu. nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran."Bung Wibagso. jika ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng. pencopet bertubuh tinggi kurus itu. kita akan kehilangan tempat.com/abclit. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Wibagso? Siapa? Waktu itu. Ada pemenang." sergah Durmo. Tak ada hierarki."Tapi perang tidak hanya pakai otot. Tak ada jabatan. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo. Jantung kota kembali berdegup."Begitu juga aku. Kalian tahu. Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis.Bulan kembali mengerjap. aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek." ujar Kalur.ABC Amber LIT Converter http://www. membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang.""Ooo kalau soal itu. Bung Sidik. menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. tampak lampu masih menyala. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. proyek itu mubazir. ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku." ujar Sidik. "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap. seperti tersentak. Menurut Drs Gingsir. puji Tuhan. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin. ketika negeri ini merdeka. puluhan peluru merajamku. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain.Napas kota kembali berhembus. demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. ada juga pecundang!""Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Dan aku yakin. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir. aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Jantung mereka berdetak cepat." sergah Durmo. Bung! Perang juga pakai otak. lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. semakin panas. waktu berjuang dulu. kalau monumen ini jadi dipugar.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Tapi. kepada seluruh keturunanku. itu biasa. ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Angin terasa mati. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso. Kalau masih ada yang kurang beruntung."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun. Kalau aku mau. Gerakan tubuh mereka semakin rancak. kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali.html ."Saya setuju saja. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera. maut keburu menjemputku. Hidup ini perlombaan.com/abclit.html itu. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus." tukar Sidik."Kita harus turun ke jalan.processtext. Mereka menari. karena berkat keberanianku. bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. "Aku berpesan kepada anak-anakku. penderitaanku lebih dahsyat."Aku yakin. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional.processtext. Dan kamu."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri.

""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan.."Aku tak butuh penjelasan. Ganjal dengan tubuhmu. Angin mati.html . itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Maklum. mereka yang hanya gelandangan saja membela kita.."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku..""Well. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat."Keduanya berjabat tangan. Ratri menjerit histeris. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tanah di sini masih sangat luas.well. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak. 30:60. Kita harus bertahan.well. hingga tubuh monumen bergetar. Setidaknya.. Cempluk. Biasanya.Wibagso tersentak. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng." ujar Drs Ginsir sambil minum anggur. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. ABC Amber LIT Converter http://www."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya."Kita menyingkir saja. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang... Karep."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak.""Bapak ini ternyata cerdas. Kalur. mendadak cerdas. Ajeng."Keduanya tertawa berderai."Terima kasih.. Buldoser-buldoser terus merangsek... Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Karep. Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. tahan moncong buldoser itu. terima kasih.com/abclit. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender. Tidak ada konglomerat gila macam saya. Durmo.. dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. di mana kalian?" teriak Yu Seblak.""Terima kasih.Di bawah monumen. Meluluhlantakkan badan monumen.Sidik. Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Dan biasanya itu agak lama.""Eeee bagaimana kalau 35:65. Dan masuklah ke ruang kemudi. itu dinegosiasikan.. bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. sambil terus mengibarngibarkan kain dan kutangnya. Kita pertahankan liang-liang kita. Sidik.Bulan di angkasa mengerjap. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.html Den Bei Taipan mau bikin mall di sini. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso. dan orang-orang lainnya lari lintang pukang. Den Bei.processtext.. Tapi Yu Seblak tetap bertahan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.""Semuanya akan saya ambil.. Bapak Ginsir ternyata welcome.. Alun-alun. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. apalagi kecoa makam kita! Menyingkir.processtext.Buldoser terus merangsek." ujar Wibagso lirih. ternyata hanya bertukar rupa. Cekik leher sopir-sopir itu." Den Bei menenggak anggur merah. Bertahan!" teriak Wibagso. Eeee soal pembagian keuntungan."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka. Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser..""Bagaimana kalau 40:60. Pahlawan saja mereka gilas."Den Bei tinggal pilih."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur."Tapi tunggu dulu. Den Bei. meloncatlah kamu. Ini peningkatan yang sangat progresif. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan."Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak. Berderap-derap.com/abclit.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang. Kalur.."Kita lawan mereka."Lihatlah. dan Cempluk tersenyum.

kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu. Di mulut burung-burung.processtext. Sekarang adalah dunia presisi.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. Drs Gingsir. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah. Burungburung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal.html .processtext.Kata-kata. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka.com/abclit. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. Hingga kini. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo) Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. dan diresmikan Kepala Kotapraja. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. suara-suara itu terus mengalun.html Ucapan itu terus bergema. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian.*Jogja. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. paling tidak di kota ini. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. maka burung-burung mengambilalihnya. hingga mall itu selesai dibangun.

Kaum budayawan berdiam diri.com/abclit. Ngelencer kesana-kemari. Delapan menit setelah mengklik home page itu. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. yang bercita-cita sangat sederhana. diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Hati mereka lebih tersentuh oleh teka-teki silang. yang hidup di atas angin. Tetapi. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. dan kelompok-kelompok lain.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. yang jelas komunitas-komunitas tadi. Kota terkurung dalam tembok. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana.processtext. Jeruk Purut. Garuda. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak ABC Amber LIT Converter http://www. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal.kubur.html . Untuk tetap mensakralkan pemakaman. dijadikan tumbal. Emosi mereka tumpat. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan.processtext. Bambu. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap.com/abclit. menemukan diri mereka tersisih. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. Seribu tahun dalam pemujaan. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. Untuk menghindari kematian dini. zaman tak tertahankan. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama.com. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. Tetapi. Lidah Buaya. adil ataupun tidak.html yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. menguburkan diri di luar negeri.Namun. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis. karena kekurangan vitamin D. miskin. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. seperti Satu Merah Panggung.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. Tanah Kusir. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. Orang-orang kaya. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. sementara kaum politisi dan negarawan bermain-main mencari keuntungan dari situasi ini. di Australia atau Afrika. Kepekaan menjadi tumpul. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin.ABC Amber LIT Converter http://www. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benarbenar mereka butuhkan. Utan Kayu. Dia melaksanakan hukumnya sendiri.Karet. orang-orang yang tidak beruntung.

Di kota bawah. Jeritan mereka menyebarkan ngeri. Sepuluh detik setelah meninggal."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan. Apakah kita tak boleh ABC Amber LIT Converter http://www. memekakkan telinga penduduk. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh.com/abclit. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan. membubung tinggi menerjang langit.""Ya. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk. di mana mereka bertengger.html menyebabkan bau busuk yang menyengat kota.html . apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Namun.processtext. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulan-bulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. Suaranya berat dan parau. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. menukik tajam. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam.ABC Amber LIT Converter http://www. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota.processtext. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. Mereka berputar-putar di atas monumen. Sambil melayang-layang."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya. Pada satu situs."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. Seperti ditangkup gerhana. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia.com/abclit. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. Menggugah tapi liris. Memekikmekik. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Tetapi. Membuat busuk dan meracuni angkasa. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. Bahwa. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. dengan sayap setengah terentang. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. Jadi. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh.Kepekaan penduduk kota semakin majal. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. Makna maupun tafsirnya beragam.

Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. dari mana kita telah dirampas.Sebenarnya." katanya membujuk. Ini ejekan permanen.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Tanpa sinar Matahari. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. Karena itu harus dibasmi.ABC Amber LIT Converter http://www. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. Tanpa menghiraukan protes penduduk. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. Jadi. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. Semut sudah sirna dari kulit bumi. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak.processtext. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping.html . masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang.com/abclit. Maka. Ke jantung Asia. rrrruuuuummmm." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain.processtext. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak.com/abclit.html mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. diperjualbelikan. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. kecuali di wilayah aliran sungai ini. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. *Bengkalis. Kota dicekik bau bangkai.Beberapa detik kemudian. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. Tetapi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful