P. 1
64_cerpen_Kompas_(4)

64_cerpen_Kompas_(4)

|Views: 1,010|Likes:
Published by topwan

More info:

Published by: topwan on Aug 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.

html Rumah Kawin Post: 04/06/2003 Disimak: 250 kali Cerpen: Zen Hae Sumber: Kompas, Edisi 04/06/2003

LAGU Cente Manis baru saja berakhir dari mulut Gwat Nio. Para wayang cokek sudah mengosongkan kalangan. Para panjak mulai membereskan alat musiknya masing-masing. Tetapi Mamat Jago masih saja berdiri sambil memeluk Sarti di tengah kalangan. Tangannya terus meremasi pantat Sarti dan menyorongkan mulut monyongnya ke mulut wayang bermata burung hantu itu. Sarti melengos dan berusaha mendorong tubuh Mamat Jago sekuat tenaga, tetapi dengan cepat Mamat Jago meraih tangan Sarti dan melipatkannya ke pinggangnya. Kali ini Mamat Jago menggoyang-goyangkan pinggangnya sambil terus menekan pantat Sarti. "Aih, jangan tinggalkan abang, manis. Jangan pampat kawah yang mau meledak ini. Ooohh ….Heh, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

TUKANG teh yan celingukan, juga pemain musik lainnya. Ini sudah jam dua pagi. Sudah waktunya rombongan Gambang Kromong Mustika Tanjung pimpinan Tan Eng Djin dari Teluk Naga berhenti main. Izin keramaian yang mereka dapatkan dari keamanan setempat hanya sampai pukul satu. Sudah lewat satu jam.

"Heh, budek lu. Gua masih banyak duit. Gua mau nyawer lagi," teriak Mamat Jago sambil menuding-nuding para panjak yang masih saling bersambut pandang.

Sarti kembali mengibaskan tangannya. Menarik tubuhnya dari pelukan Mamat Jago yang kian sempoyongan. Terlepas. Sebagai gantinya satu tamparan Mamat Jago mendarat di pipinya. "Sundal lu!" maki Mamat Jago sambil melempar cukin merah hati ke wajah Sarti. Sambil meringis dan meme-

PEGANGI pipinya Sarti berlari ke arah wayang lain yang sejak tadi hanya bisa memandanginya dengan cemas.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ini sudah kelewatan, pikir Eng Djin. Anak buahnya memang boleh dipeluk, dicium, atau dibawa ke mana saja, tetapi pantang disakiti. Ia pun keluar dari sela-sela gong dan menghampiri pengibing mabuk itu. Merendengnya. "Maaf, kami harus berhenti, Bang. Kalau tidak cokek ini bisa digerebek polisi."

"Jangan takut, Koh. Mereka semua teman saya. Ayo, main lagi. Saya akan mati kalau gambang berhenti. Ayo, panjak…"

Bang Minan mulai menggesek teh yan-nya, tetapi segera Eng Djin menggoyanggoyangkan tangan kirinya. Sepi. "Mendingan abang pulang saja. Jangan bikin perkara…"

"Sial dangkalan lu," maki Mamat Jago. Dengan sisa tenaganya disodoknya perut Eng Djin, tetapi ia menepiskan tangan itu. Mamat Jago balas menyerang dengan pukulan siku yang diruncingkan-gentus tubruk. Eng Djin jatuh terduduk. "Engkoh jangan melecehkan saya. Saya juwara kampung. Jago berantem. Semua orang bisa saya bikin takluk."

Eng Djin bangkit dan mundur selangkah. Dipandanginya kepalan tangan Mamat Jago yang padat berisi. Empat belas jurus ilmu pukul memang masih dikuasainya, tetapi ia sadar, tidak mungkin menandingi kemahiran pukulan jawara kampung Rawa Lingi ini. Namun, ia akan melawan sebisanya kalau Mamat Jago melancarkan pukulan lagi. Itulah cara ia mempertahankan harga dirinya di depan anak buahnya. Ternyata, tidak. Mamat Jago hanya memasang jurus. Kuda-kudanya kelihatan goyah. Tubuhnya sedikit goyang.

Tiba-tiba, dua orang berjaket kulit hitam, si gondrong dan si cepak, masuk ke kalangan. Eit, Mamat Jago mengalihkan kuda-kudanya ke arah dua orang asing itu. Mencoba lebih awas, ia kibas-kibaskan kepalanya. Si gondrong lantas mencabut revolver dari balik jaketnya dan mengacungkannya ke udara. Orang-orang terkesiap. "Bapak-ibu saya minta berhenti. Bubar!" perintahnya. Dengan sigap si cepak mencekal tangan Mamat Jago, memitingnya, memborgolnya, dan menyeretnya seperti sekarung tahi ayam.

Entah sudah berapa Lebaran lewat setelah penangkapan itu. Sudah lama sekali, gumam Mamat Jago. Saat itu dengan mudah ia masuk-keluar sel. Ditangkap malam keluar pagi, ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ditangkap pagi keluar sore, ditangkap sore keluar malam. Anak-anak buahnya akan mengantarkan uang tebusan, tak lama setelah ia digelandang polisi. "Polisi teman abang," katanya berkali-kali kepada anak buahnya. Setelah itu ia akan dengan leluasa datang lagi ke rumah kawin, ngibing dan minum, membuat keributan bila perlu.

Tetapi, itu dulu. Ketika kekayaan dan kehormatan didekapnya dengan dua tangan. Ketika bisnis penjualan kebun dan sawah di kampungnya sedang ramai-ramainya. Setiap saat orang datang dan pergi dari rumahnya. Membawa dan mengambil uang. Pekerjaannya sebagai calo tanah sangat sibuk kala itu. Pernah suatu ketika anak buahnya harus memanggul berkarung-karung uang ke rumahnya untuk membebaskan berhektarhektar sawah yang kini menjadi bandar udara itu. Orang-orang kampungnya pernah berkata, ia tidur bukan di atas kasur kapuk, tetapi di atas kasur uang.

Sekarang ini semuanya sudah lain. Kekayaan dan kehormatannya rontok sudah, seperti pohon kelapa disambar petir. Meranggas dan mati. Tanahnya yang dulu hektaran kini hanya tinggal sepekarangan saja, menciut bagai kelaras terbakar. Di atasnya berdiri rumah yang dulu pernah menjadi rumah termegah dan termahal di kampungnya-kini sudah menjadi sarang kumbang, ngengat, dan laba-laba. Kosong, kusam, sepi. Mobil, motor, dan kerbaunya sirna tak berbekas. Anak buahnya yang berjumlah puluhan sudah pergi meninggalkannya, entah ke mana. Masroh, istri yang tak pernah lagi disentuhnya sejak terkena TBC, wafat dua tahun lalu. Tiga anak perempuannya sudah dibawa suami mereka ke kota lain. Menjadi orang rantau. Satu anak lelakinya menjadi pengojek untuk menghidupi istri dan empat anaknya. Hanya ia dan si bungsu yang tinggal di situ.

Ah, betapa perihnya kehilangan ini, keluhnya. "Apa ada obatnya?"

Pekerjaan sebagai calo tanah sudah tidak dilakoninya lagi. Tidak ada lagi orang yang mau menjual kebun dan sawahnya. Tanah warisan mereka sudah habis terjual, tinggal yang kini mereka tempati. Dan itu tak mungkin mereka jual, kecuali kalau mereka mau menjadi gelandangan di kampung sendiri. Lahan-lahan yang tadinya menjadi sumber penghidupan mereka kini sudah berubah fungsi. Ratusan hektar sawah itu sudah dibikin rata tanpa pematang dan diberi pagar besi setinggi dua meter di tepinya. Di tengahnya membujur dua jalur landasan beton, dari barat ke timur. Ia dan orang kampungnya hanya bisa memandangi pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat, hanya mereka yang pernah naik haji mampu menaikinya. Di malam hari pesawat-pesawat itu berubah menjadi kunang-kunang raksasa yang tubuhnya tetap berkelap-kelip meski melayang di batas langit terjauh.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Pabrik-pabrik juga sudah beroperasi, siang dan malam. Siapa pun orang terkaya di kampungnya tidak mungkin membangun dan memiliki pabrik-pabrik itu. Mereka hanya petani penggarap dan pedagang kecil, tidak mungkin menguasai bisnis dan teknologi perpabrik- an secanggih itu. Tapi, anak-anak mereka, lelaki dan perempuan, si bungsu juga, senantiasa berbondong-bondong, keluar masuk pabrik, dengan seragam yang sama. Mereka sudah menjadi manusia pabrik yang mau tidak mau dibayar murah oleh tauketauke dari Korea, Jepang, dan Taiwan.

Rumah-rumah mewah juga sudah dibangun dan ditempati orang-orang yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Mereka memang tidak mampu membeli dan menempati rumah mahal itu, tetapi mereka masih bisa menjadi pengojek di perumahan itu dengan motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan mereka. Mereka masih bisa menikmati jalan aspalnya yang lurus-menyiku, sungai kecil yang jernih dan dibeton tepinya, taman yang indah, sambil memandangi rumah-rumah besar dengan pintu dan jendela yang melengkung. Ya, gonggong anjing, tentu saja.

Ah, betapa menyesakkan kekalahan ini, keluhnya. "Aku butuh obat."

Ia menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah basah dibawa angin selatan melintasi padang ilalang setinggi pinggang. Hujan akan segera turun. Musim penghujan sudah tiba dan akan makin tinggi curahnya menjelang Tahun Baru Imlek! Ya, musim kawin orang Cina akan tiba juga. Rumah-rumah kawin di Kampung Melayu, Kosambi, Salembaran, dan Sewan akan ramai lagi. Ia rindukan semua itu.

Ia datangi lagi rumah kawin "Teratai Putih". Semuanya masih seperti dulu. Orang-orang menyingkir begitu ia melintas. Dipasangnya langkap tegap seorang jawara kampung. Hanya di sinilah aku bisa menikmati lagi seluruh kesenangan dan kehormatan hidupku, pikirnya. Bukankah sudah bertahun-tahun belakangan ini ia tidak menikmati dua hal itu lagi. Ya, di sinilah orang akan memuji kelihaiannya ngibing yang dipadu dengan keindahan jurus-jurus pukulnya, kekuatannya menenggak berbotol-botol bir campur anggur, keroyalannya nyawer. Dan tubuh wayang yang panas dan memabukkan! Liukan dan goyangan yang membangkitkan syahwat! Aih, lelaki mana yang bisa tahan.

Cukin merah hati sudah dikalungkan tukang cukin ke lehernya, tanda ia harus turun ke ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kalangan, memilih wayang mana yang ia suka. Ditatapnya Sarti yang sejak tadi duduk di pojok. Kali ini ia memakai kaus biru bergambar matahari di dadanya dan celana capri krem. Dengan pakaian itu ia tampak lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Sedikit gemuk membuat lekukan-lekukan tubuhnya tampak nyata dibalut pakaian yang serba ketat itu. Darahnya berdesir. Ditariknya tangan wayang langganannya itu. Pengibing dan wayang lain sengaja hanya menonton, memberi penghormatan atas kembalinya si raja ngibing dari Rawa Lingi itu. Mamat Jago tersenyum bangga. "Ayo, panjak, gesekin gua lagu Ayam Jago. Gua mau ngibing lagi."

Teh yan digesek, disusul gambang, kecrek, gong, suling, dan kempul. Susul-menyusul. Jalin-menjalin. Gwat Nio sudah melantunkan suaranya yang garing-melengking seperti suara burung titutit. Tapi Sarti tidak juga menggoyangkan tubuhnya. Tangannya dibiarkan terkulai. Mamat Jago meraihnya, melipatkannya ke pinggangnya, merapatkan pelukannya. Tubuh perempuan itu terasa dingin, seperti daun dadap pengusir demam anak-anak. Wajahnya membiru, bibirnya terkatup, matanya terpejam. Ayo, Sarti, jangan kaugoda aku seperti malam-malam dulu! Digoyang-goyangkannya tubuh Sarti, tetap dingin dan biru. Ditepuk-tepuknya pipinya, tak ada reaksi sedikit pun. Dipandanginya para panjak. Sepi. Tak ada yang bergerak. Semua dingin dan biru. Seperti keramik Cina.

Rumah kawin ini sudah menjadi rumah mayat, pikirnya. Ia bopong Sarti keluar. Ia tinggalkan rumah kawin itu. Menerobos hujan senja yang turun bagaikan lapis-lapis kelambu. Sepanjang jalan tak ada orang. Pohon-pohon meliuk-mabuk, rumah-rumah bisu-merunduk. Ia susuri jalan aspal, memotong sungai, membelah padang ilalang. "Kau tidak boleh mati, sayang. Hiduplah bersama abang. Di rumahku kau akan hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Air liurnya yang bercampur air hujan masuk ke mulut Sarti. Si mata burung hantu itu tersedak. Tubuhnya menggeliat. Tangannya meraih leher Mamat Jago. Ia tersenyum dan mempercepat langkahnya.

Malam dan hujan pertama benar-benar telah mengepung kampungnya. Dari kejauhan rumahnya yang terletak di tepi sawah bera dengan pematang yang lurus memanjang tampak bagaikan lukisan yang luntur. Namun, satu dua lampunya membangkitkan keriangan masa mudanya. Bukankah dulu ketika masih berpacaran ia dan Masroh selalu berlarian di atas pematang sawah begitu hujan pertama turun. Setelah basah kuyup oleh air hujan barulah mereka mandi di sumur senggot yang airnya terasa lebih hangat daripada air hujan. Buatnya, laku itu semacam perayaan untuk datangnya musim penghujan.

Sesampainya di rumah dibaringkannya Sarti di ranjang. Di situlah dulu istrinya ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Sepanjang jalan kedua polisi yang diakui sebagai temannya itu tak mencoba mengajaknya bicara. Ada Koh Eng Djin dan teman abang datang. "Relakan kepergiannya… Nyebut. "Sadarlah. Buru-buru Mamat Jago meraih dan mengenakan celana kolornya. "Pacarku." bisiknya ke telinga Sarti. si gondrong. "Ayo. manis…bangun. dan si cepak sudah berdiri di pelangkahan pintu.com/abclit. Napasnya mulai satu-dua.mencakarmengular…terbakar. ABC Amber LIT Converter http://www. Mamat Jago melucuti seluruh pakaian basah dari tubuh Sarti dan menyelimutinya dengan kain batik yang dulu pernah dipakai untuk menyelimuti mayat istrinya. Ia mengguncang-guncangkan tubuh Sarti. Bibir itu terasa bergerak. Eng Djin tertegun menyaksikan lelaki malang itu. panas. brak! Mamat Jago kaget dan melepaskan pelukannya. Tak percaya Mamat Jago menepuk-nepuk pipi Sarti." Mamat Jago masih tak percaya.com/abclit. Dalam keremangan wajah itu berganti-ganti dengan wajah istrinya.html .processtext. Bang. Dipandangi wajah Sarti yang tertidur pulas. biru seperti keramik Cina.html mengembuskan napas terakhirnya dengan tubuh kurus kering. Dalam sekejap mereka telah bergumul. Dengan mudah mereka menggelandang Mamat Jago dan memasukkannya ke mobil jip.processtext. Semuanya membisu. Mamat Jago mendekapnya lebih erat lagi. Tangannya perlahan mendekap. Kaku. dingin. Pikiran Mamat Jago kembali pada Sarti. gemuruh. Tanpa buang waktu si gondrong dan si cepak langsung membekuk Mamat Jago. Tiba-tiba. Mamat Jago menoleh. Hangat." Dikecupnya bibir Sarti. Eng Djin. Memagut-mematuk-mengecup-merenggut. Tangisan pilu meledak dari mulutnya. biniku…. Sarti sudah mati." kata Eng Djin. Kini kehangatan menjalari tubuh mereka berdua.ABC Amber LIT Converter http://www. Sarti terbaring telanjang kaku dengan sisa-sisa keringat yang meleleh di sela-sela payudaranya. Bang. Balas melumat.

ABC Amber LIT Converter http://www. rupanya hanya suara petasan dari rumah kawin! Ia keluar. Si gondrong dan si cepak menggiringnya ke sebuah tempat gelap. tiga kali. Dan kau sudah terlalu sering melakukannya. Kakinya menjejak pasir. Mat. kami tidak pernah benar-benar berteman denganmu. ia membatin. Kamal. Eng Djin. Butiran pasir asin memenuhi mulutnya. Serbuk garam yang menempeli bibirnya. atau pantai yang belum pernah ia kunjungi. "Ya. Hatinya mantap. Tak ada darah. Ada debur ombak.html . ia tersenyum. tetapi air masih menggenang di pelataran rumahnya. Rawa Saban. Bukankah barusan Sarti membalas kecupan dan pelukannya dan mereka bergumul hebat seperti di malam-malam dulu? "Keluar lu!" Bentakan si gondrong membuatnya ternganga. Ia bangkit dan duduk di tepi balai bambu.processtext. Mamat Jago tak punya lagi kuasa untuk menolak." Ia pun mengetuk-ngetukkan tumit kanannya ke lantai teraso. dan si gondrong yang barusan hadir dalam mimpinya.com/abclit.com/abclit. rentetan tembakan itu masih terdengar.ABC Amber LIT Converter http://www. kesenangan. Malam ini kami akan membuat hidupmu tamat. Mungkin Tanjung Kait. Tugas kami adalah membasmi orang-orang yang meresahkan masyarakat semacam kau. Lama ia menafsirnafsir makna mimpinya itu. Dan Sarti! Mengapa kau muncul dalam mimpiku dengan cara seaneh itu. heran. ia membatin lagi.html Benarkan Sarti sudah mati? Mungkinkah aku menyenggamai mayat. dan kehormatanku. Ah.processtext. aku harus kembali ke rumah kawin itu. si cepak. Hanya air hujan! "Mimpi apa lagi ini?" katanya. "Sejujurnya." suara si cepak mengalahkan deru ombak. Begitu juga kenangannya pada Sarti. Ditajamkan pendengarannya. Ia menduga-duga pantai apa ini. Hujan sudah mulai berhenti. Kersik daun. Dorongan keras membuatnya tersandung akar bakau dan tersungkur. Dor! Dor! Dor! Mamat Jago mengusap kepalanya. "Aku harus dapatkan lagi Sartiku.

ABC Amber LIT Converter http://www. Desember 2002 CATATAN: COKEK: Tari pergaulan masyarakat Betawi peranakan Cina.html .com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. CUKIN: selendang untuk menarik para pengibing NGIBING: menari KALANGAN: tempat ngibing TEH yan Betawi: instrumen gesek tradisional berdawai dua.html Kembangan Selatan.com/abclit. WAYANG (Cokek): penari Cokek PANJAK: pemain musik Gambang Kromong.processtext. pengiring Cokek.

com/abclit." kata mereka. Marsiyam mula-mula menerima tuduhan itu dengan tenang. yang-menurut sementara tetangga-"sudah sepantasnya dianiaya. Mereka kawin sekitar tiga tahun dan belum dikaruniai anak. Marsiyam menyekam kesabarannya. Ia sadar dirinya cantik. kecuali kepala penjara. Edisi 03/30/2003 DI rumah pemasyarakatan itu sempat timbul ribut-ribut kecil ketika Marsiyam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan.com/abclit. seorang lelaki yang bekerja sebagai guru. Tampang lelaki yang tak pernah tersenyum itu jauh dari selera perempuan mana pun. sangat tampan. yang menuduhnya telah berselingkuh dengan seorang pemuda pengangguran yang suka membantu keluarga itu membetulkan atap bocor atau kabel listrik yang korslet. apa ada alasan untuk mencurigainya sebagai bapak bayi itu? Rasanya tidak. Sampai pada suatu sore ketika ia sedang memasak untuk makan malam. Berbagai jenis pikiran baik dan buruk beredar di bangunan yang berdasarkan perhitungan akal sehat sudah tidak bisa menampung pesakitan lagi itu. Tapi.processtext. Tidak ada seorang laki-laki pun di situ. Marsiyam meladeni rentetan pertanyaan suaminya dengan sabar. tetapi semakin lama lelaki yang pendapatannya tak cukup untuk hidup layak itu menunjukkan tampang yang semakin menyebalkan. "Tampangnya nyebelin. dan mendadak ABC Amber LIT Converter http://www. Anak muda itu memang lumayan tampangnya.html Suatu Hari di Bulan Desember 2002 Post: 03/31/2003 Disimak: 161 kali Cerpen: Sapardi Djoko Damono Sumber: Kompas. Guru itu selalu menyalahkannya dan malah sering menuduhnya telah berbuat serong dengan laki-laki lain.processtext. M>small 2small 0< dikenai hukuman dua tahun penjara sebab dituduh telah menganiaya suaminya.html . Dan tampang bayi laki-laki itu minta ampun cantiknya. Sebelumnya tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa ada perempuan bunting di situ. ketika suaminya mendekatinya dan mendesakkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. menurut penilaian teman-teman di situ. dan tentunya ada alasan juga bagi suaminya untuk memelihara rasa curiganya. Dan mungkin tidak ada yang benar-benar yakin bahwa Marsiyam memang bunting sebelum melahirkan. bahkan dia yakin kecemburuan suaminya itu muncul justru karena lelaki itu sangat mencintainya. dan sering berada di rumahnya ketika guru itu sedang mengajar.ABC Amber LIT Converter http://www." entah sebab apa.

ada tukang copet yang suka beroperasi di ka-er-el. Aku memang gabuk. Sipir-sipir perempuan yang ganas itu pasti mengetahui perselingkuhan semacam itu dan akan menggunduli lelaki yang rambutnya tinggal beberapa lembar itutidak peduli ia atasan mereka atau bukan.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Menurut mereka. bahkan oleh grup-grup yang biasanya bermusuhan. ya?" Atau.html . dan ratusan perempuan lain yang entah profesinya. Tapi tiba-tiba saja ada bayi keluar dari rahimnya.html bagaikan api kemarahannya berkobar. Tidak ada yang mau percaya bahwa perempuan semacam itu telah tega memukuli dan menginjak-injak suaminya. ada organisator berbagai arisan yang menggelapkan uang puluhan juta. yang beberapa di antaranya dianggap ganas oleh rekan-rekannya. Ia ambil barang sekenanya di dapur itu. "Aku memang tak bisa punya anak. Perutnya rata saja. satu-satunya lelaki di bangunan itu yang boleh berhubungan dengan mereka? Tapi mereka tak percaya juga akan hal itu. "Kau sudah dibuang keluargamu. Suaminya telah melaporkannya ke polisi sehabis peristiwa di dapur itu. tetapi di luar dugaan Marsiyam dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat yang aneh hubunganhubungan antarmanusianya itu. dipukulkannya ke kepala suaminya yang langsung terkapar di lantai. ada pengacara yang ketahuan menyogok jaksa. Tak pernah ngidam. guru yang konon juga dikenal tidak banyak ulah. di situ ada ibu muda yang konon menganiaya madunya. Ia hanya menggelengkan kepala atau menunduk kalau ditanya. nama Marsiyam susah diingat-suatu alasan yang menurutnya pasti sekenanya saja. mau apa kau. Marsiyam yang pendiam dan tidak banyak cingcong itu diterima di kalangan mereka. Dan selama ia di sana tidak pernah ada orang yang menengoknya. mau apa kau." Tetangga pun berdatangan dan beberapa bulan kemudian ia harus duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan keputusan hakim. Seperti kampung saja. ABC Amber LIT Converter http://www. siapa gerangan yang telah membuntinginya kalau bukan kepala penjara. tak pernah muntah-muntah. Diinjaknya tubuh yang tengkurap itu berkali-kali sambil menjerit-jerit. mana ada orang jahat percaya akan hal semacam itu? Tetapi pertanyaan yang beredar tetap sama. TENTU saja penjara bukanlah tempat yang diidam-idamkannya. "Kau tak ada keluarga. ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.com/abclit.processtext. tidak pernah membantah sipir yang mana pun. ya?" Ia menjalankan tugas rutinnya dengan tekun. Tidak ada yang bisa yakin bahwa perempuan muda itu pernah bunting. Sampai malam itu. Marsiyam tidak tahu alasan apa yang menyebabkan perempuan-perempuan itu lebih suka memanggilnya Marsinah atau Mariyam. Tak ada seorang pun di sana yang percaya pada mukjizat.com/abclit. ada dokter yang kerja sambilannya menjual narkoba.

tentu bayimu sudah besar. Perempuan itu menyimpan saja perasaannya. Dokter penjual narkoba itu dengan bangga membantunya.processtext. Tanpa dirasa. "Kau pulang ke mana Marsinah?" tanya si gembong arisan. Ia gendong bayinya sambil menenteng barang bawaannya.html . Mariyam? Kalau aku keluar nanti. ABC Amber LIT Converter http://www. Selama dalam masa hukuman. Tidak memedulikan penyebutan namanya yang selalu keliru itu." "Kapan-kapan nanti aku boleh menjengukmu. Sejak semula ia tahu bahwa sebenarnya suaminyalah yang mandul. ia memang pernah beberapa kali bermimpi bertemu lelaki muda itu. Marsiyam hanya tersenyum.processtext. Ia selalu merasa bahagia setiap kali pemuda itu muncul dalam mimpinya. sudah dua tahun ia berada di dalam bangunan itu.html Marsiyam diberi kesempatan mendapatkan kamar khusus untuk mendampingi bayinya sebab toh beberapa hari lagi masa hukumannya akan habis. Ia menoleh untuk terakhir kalinya kepada rekan-rekannya ketika diiringkan oleh beberapa sipir keluar dari bangunan itu. meskipun ia tak merasa sudah dimasyarakatkan. sudah sekolah. Sore itu akhirnya tiba juga. juga tukang copet dan dedengkot arisan. Ditatapnya bayi yang digendongnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wajahnya mirip lelaki muda yang dulu suka membetulkan atap bocor dan kabel listrik yang korslet di rumahnya.com/abclit." kata dokter yang harus meringkuk di bangunan itu bertahun-tahun lagi. "Entahlah. Marsiyam harus meninggalkan rumah pemasyarakatan karena masa hukumannya sudah habis. tetapi ia tidak pernah mengatakan itu karena pasti akan menyinggung perasaan dan menyebabkan guru itu semakin tidak masuk akal tuduhan dan tindakannya. Mereka merasa mendapatkan kebahagiaan dengan membantu ibu muda itu.ABC Amber LIT Converter http://www. yang katanya menjenguknya untuk meminta maaf lantaran telah menyebabkannya masuk penjara. yang ia sendiri tidak tahu apa. tanpa sama sekali pernah berhubungan dengan dunia luar.com/abclit.

Edisi 03/23/2003 ABC Amber LIT Converter http://www. Aku yakin ia akan menerima kami.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext." *** Taman Perdamaian Hiroshima Post: 03/23/2003 Disimak: 110 kali Cerpen: Ganda Pekasih Sumber: Kompas. Ini anaknya. Ia pasti senang aku bisa mendapatkan anak.html "KAU mau pulang ke mana.html . Marsiyam?" tanya salah seorang sipir. "Pulang. Ia kaget mendengar namanya disebut dengan benar untuk pertama kali sejak dua tahun yang lalu." "Rumah siapa?" "Rumah suamiku.processtext." "Ke mana?" "Ke rumah. Ini anaknya.com/abclit.

tempatnya lebih dekat dari sini. di kafe yang ada di lobi. laki-laki dan perempuan tampak sedang bercakap-cakap dan membentuk kelompok. orang-orang jompo. atau hamburger.000 jiwa penduduk Hiroshima.html . Berbeda dengan di luar yang modern dan terang. aku tiba di Tobu Hateru. dan kebutaan.html HIROSHIMA. karena dia memang mampu membaca pikiran orang. serba cepat. fokus... 27 September 1956. aku memesan Cha.. ABC Amber LIT Converter http://www.? Dia pasti hanya menebak-nebak saja tadi.Aku pun segera mengikutinya. tapi sebelum sampai di sana.Setelah menghabiskan teh dan hamburger. dia menoleh ke arahku.processtext.."Gedung itu satusatunya gedung yang dibiarkan hancur sebagai saksi keganasan bom atom. pengaruh radiasi radioaktif menyebabkan leukimia."Baiklah. Bagaimana mungkin kalender dinding itu masih dipasang sekarang.Aku dan laki-laki itu masuk ke sebuah bangsal. si pria yang belum sempat kutanyakan siapa namanya itu. teh hijau khas Jepang dan hamaagu. Tanpa mencurigainya aku hanya berkata dalam hati.Setelah melewati beberapa blok bangunan. di ambang musim dingin. "Jangan lewatkan Hiroshima Peace Memorial Museum kalau kau masih punya waktu di Hiroshima!" terngiang ucapan rekan sekantorku Akbar sebelum aku meninggalkan Jakarta minggu lalu. radiasi radioaktif telah menjangkau sampai lima ribu meter dari pusat ledakan." katanya dengan ramah setelah dekat denganku.S>small 2small 0< aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia.com/abclit. kanker.. berada di Taman Perdamaian. sebagai pusat penyembuhan orang. tapi ada juga yang sedang membaca dan berbaring di tempat tidur. Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. wajahnya terlihat samar. tapi sangat sayang kalau aku tidak menyempatkan diri menjenguk sisa-sisa korban bom atom dan mengunjungi taman perdamaian. mungkin juga karena hotel ini banyak disinggahi oleh turis yang mau pergi ataupun pulang dari Taman Perdamaian. pukul 3 sore.Aku agak heran dengan ucapannya. dan. bisa memulihkan tenagaku. untuk apa aku ke gedung yang tadi diucapkannya itu? Aku tidak punya urusan dengan promosi industri.processtext. ada baiknya kita singgah lebih dulu di Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima. aku agak tercengang dan merasa aneh. aku keluar dari kamar dan turun ke lobi. Mungkin juga. Dia melangkah cepat melewati para pejalan kaki lainnya. karena dia membelakangi lampu jalanan yang baru saja menyala. tempat di mana bom atom meledak. bom yang kedahsyatannya merenggut hampir 250.Aku hanya tertidur beberapa jam. Di salah satu dinding yang kulewati tergantung kalender bahasa internasional disertai huruf kanji. Aku bertambah heran. Selesai mandi."Rumah sakit ini dibuka bulan September 1956.Kami berjalan masuk. tiba-tiba berbelok dan berhenti di depan.benderang."Aku akan mengantarkanmu ke Gedung Promosi Industri Hiroshima." katanya.. Aku segera menuju kamar mandi. Usianya kutaksir 50 hingga 55 tahun." kataku." tegasnya.ABC Amber LIT Converter http://www. asing. tapi ada seorang pria Jepang yang kulihat tadi duduk sendirian di pojok kafe ikut keluar dan mengikutiku. Suasana di dalam sangat muram. menjadi raksasa dunia. kita bisa melihatnya ke sana sekarang.com/abclit. mungkin tidur beberapa jam di penginapan sederhana yang murah dan terjepit di antara bangunan bangunan jangkung di tengah Hiroshima ini." katanya ramah dan kembali tersenyum. dan terbangun ketika di ambang jendela hotel tampak langit Hiroshima berwarna kelabu menjelang malam. dan kembali tersenyum.Di dalam rumah sakit."Sewaktu bom atom meledak. atau Tobo Hotel untuk beristirahat.Dari mana pula orang ini tahu rencanaku. dia tersenyum menampakkan gigi-giginya yang kuning dan sebagian tampak hitam. kawan baikku itu pernah kuliah di Universitas Hiroshima beberapa tahun yang lampau. beginilah manusia Jepang..orang yang terkena radiasi bom atom. jadi dia sudah familiar.."Mari ikuti saya. aku keluar dari hotel.

dan beberapa wanita hamil yang lain duduk duduk di lantai sambil memunguti rambut mereka yang gugur dan mengumpulkannya di tangan mereka. Ada yang aneh. Tanpa berkata-kata.. dulu gedung itu sebagai pusat Promosi Industri Kota Hiroshima. rambutnya gugur. tidak jauh dari sini kita akan sampai di Taman Perdamaian. ketika tiba-tiba laki-laki itu bergerak meninggalkanku. Harutoku. tapi lidahku terasa kelu. penampilan mereka jadi lebih menyeramkan. Siode San. sebagian lagi ada yang duduk dengan menundukkan wajahnya. Ternyata dia mengajakku ke luar dari rumah sakit ini lewat lorong yang membelok ke samping.Guide dadakanku kembali mengajakku ke bangsal lainnya lagi. bahkan aku setengah berlari untuk menyusulnya."Tapi penduduk yang berada dalam radius 1000 meter dari pusat ledakan mengalami luka yang sangat berat dan seluruhnya meninggal dalam beberapa hari. tunggu. setelah melewati beberapa bangunan.""Aku tahu. Aku pun seperti tersadar dan cepatcepat mengikutinya. dan anak anak kecil itu sekitar enam puluh tahun. setiap orang yang meminum air dari sumur sakit parut sampai berhari-hari.. seperti teh susu.processtext. disusul mereka yang kena seminggu kemudian. Anda!?""Oh. seperti yang diakuinya barusan ABC Amber LIT Converter http://www. yang dipisahkan dengan dinding kaca.""Oh.com/abclit... tapi dia tidak menghentikan jalannya yang cepat itu. kini kulihat bangsal yang berisi orang-orang yang usianya sama denganku.html ." Lengking suaranya. Di sini banyak wanita yang sedang hamil tua terbaring di tempat tidur. membukakan pintu belakang sebuah gedung yang sekelilingnya agak gelap. dia membiarkanku menyusulnya. aku mengikutinya saja seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. lorong dan beberapa pintu."Mereka terdiri dari beberapa golongan. begitupun yang laki laki. Nafasku sedikit tersengal. Seluruh penduduk Hiroshima kembali terkena radiasi. Rasa penasaranku tentang apa yang akan ditunjukkan pendeta Buddha ini. dua hari kemudian. aku tercenung memperhatikan mereka.Laki-laki itu kembali membawaku melihat ke bangsal yang lain. Harutoku."Tuan Siode. aku lahir di Hokkaido.. tapi waktuku tidak banyak. panjangnya sudah sampai ke punggung."Dia terus berjalan lincah. sekarang tanggal 6 Januari 2003. ada bangunan yang masih dibiarkan tetap seperti ketika diterjang bom atom. nama yang baguuusss. Dan di sebelah bangsal ini..com/abclit. hujan turun.html ciri utama korban. yang menderita langsung radiasi radioaktif ketika bom dijatuhkan. bom atom jatuh di Hiroshima 6 Agustus 1945. serta bayi dari ibu-ibu hamil.Aku nelangsa... di antara kaki-kaki manusia pejalan cepat lainnya.""Aku seorang pendeta Buddha.Aku akhirnya tetap mengikuti langkahnya."Hei. kesemuanya dibiarkan tidak terurus apalagi dipotong.. dan anak-anak kecil. kotor. tapi kau baik sekali.. Entah berapa lama.Setiba di luar aku merasa lega. mereka masih muda.processtext. sama denganku!? sebagian mereka terbaring dengan mata memandang hampa ke langit-langit ruangan.. pendeta Buddha." kilahnya malah berpromosi. bayi bayi di dalam rumah sakit itu mestinya sekarang sudah berusia 57 tahun."Aku Hartoko. Dengan wajah mereka yang tirus dan pucat. kenapa mereka masih terus ada sampai sekarang?"Kudengar laki-laki itu tertawa. Hujan itu berwarna kuning pekat kehitam-hitaman."Aku masih memandangi bangsal berisi ibu-ibu hamil yang sedang memunguti rambut mereka yang berguguran. Aku Siode Sadamitsu.. dan berdebu."Seperti yang kukatakan di hotel tadi.ABC Amber LIT Converter http://www.Dia."Aku mencoba mengangguk-anggukkan kepala."Aku memperhatikan rambut orang-orang jompo yang tampak memang sangat jarang itu. siapa Anda yang sebenarnya?""Aku hanya ingin mengantarmu."Laki-laki itu berbalik dan membawaku ke bangsal yang lain."Sementara Hiroshima masih terbakar waktu itu. Ya. trenyuh. dia terus bergegas meninggalkanku. tampak puluhan anak kecil dan bayibayi dalam inkubator sedang dirawat oleh beberapa orang suster.

orang ke Taman Perdamaian atau ke mana saja di Hiroshima ini. teriakanku malah membuat perempuan itu berhenti merintih. Masih banyak tempat yang belum Anda lihat. Aku ngeri.Aku harus segera keluar dari tempat ini. sesampainya di sana kulihat separuh tubuh perempuan itu tertindih puing bangunan. aku seperti berada di terowongan kematian. beberapa mayat tertimpa reruntuhan gedung bergelimpangan di sana-sini. temui kapan saja aku di sini. aku mendatangi arah suara perempuan itu. Di bawah foto itu tertera tahun dan tanggal kelahiran. pikirku."Harutoko.ABC Amber LIT Converter http://www. tiba-tiba Siode San muncul dengan kedua tangannya menjepit beberapa tangkai Hio yang ujungnya menyala dan berasap melingkar-lingkar mengikuti gerakan tangan Siode. mentari bersinar cerah. ketika asap rokok berkurang. Dari arah pintu lain di sampingku.Aku membalas senyumnya dan seperti lazimnya pemilik perusahaan di Hiroshima atau Jepang pada umumnya. Aku berada di taman ABC Amber LIT Converter http://www. lalu kutunggu Siode keluar menyusulku dari gedung yang rusak parah itu. Setelah aku keluar dari pintu itu.PAGI hari. senang berkenalan dengan Anda. lantai penuh oleh simbahan darah kering berwarma hitam. atau bis umum. Diam-diam aku bergerak meninggalkannya. dengan hio yang menyala dan wangi. bergerak ke arah bar. membuat langkahku jadi berani. aku suka mengantarkan orang. seketika ruangan mulai berasap dan tercium aroma wangi yang mengusir busuknya bau mayat dan amis darah. Aku sudah berada di taman yang indah dan terang benderang. aku membiarkan dia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati. 6 Februari 1895-6 Agustus 1945.. aku menemukan sebuah pintu yang tersiram cahaya terang benderang yang dipancarkan dari arah luar. Diam-diam kutinggalkan Siode San."Siode San. Siode lalu menjalankan ritual keagamaannya di dekat mayat itu. Di tengah perjalanan. dan aku mengambilnya sebatang. begitu tiba di dalam.processtext. Tak lama kemudian Siode San muncul di pintu cahaya itu sambil tersenyum ke arahku. aku melihat sosok Siode lewat ekor mataku.Kami sampai di Tobo Hotel setengah jam kemudian dengan menumpang Densha.processtext.html kalau dia adalah seorang pendeta. mereka biasanya memajang foto-foto mereka di setiap ruangan. aku mencoba menolongnya sambil aku memanggil Siode San. Siode mengajakku duduk di tempatnya di pojok hotel tempat pertama kali dia kulihat. Siode San tampak buru-buru menyalakan hio di ujung ruangan. aku tidak banyak bertanya tentang Rumah Sakit Bom Atom Hiroshima atau Gedung Promosi Industri Hiroshima kepada Siode.com/abclit. Dengan kedua tangan disatukan di dadanya. Densha yang rutenya melewati subway itu banyak berputar sebelum kami sampai di tujuan. beberapa mayat yang lain ada yang hangus dengan kulit mengelupas. Aku harus kembali ke pintu masuk kami tadi. aku terhenyak.Tapi. aku tercengang. aku melangkah mundur ke belakang.html . tersiram cahaya remang lampu berwarna merah di langit-langit ruangan. aku bergerak lagi ke balik reruntuhan tembok dan dalam remang lampu berwarna merah..Aku masih mencoba memperhatikan mayat-mayat yang bergelimpangan ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan merintih dari salah satu arah tak jauh dari tempatku berdiri. Aku berdiri di tengah ruangan yang hancur berantakan. dan menyalakannya..Sampai di hotel.6 Agustus 1945. tapi aku tidak bisa secepat yang kuduga menemukan pintu itu. aku segera menunjuk-nunjuk mayat perempuan itu kepada Siode. aku baru tegas memperhatikan wajah Siode dalam bingkai foto ukuran poster yang di bawahnya terdapat pedupaan. Aku tinggal di hotel ini. Dia menawariku rokok yang ada di mejanya.. kemari!"Tapi tak ada jawaban. sekarang 6 Januari 2003." katanya sambil tersenyum.com/abclit. Di depanku duduk.. Tiba-tiba aku ragu untuk memandang Siode yang duduk di sebelahku. pandanganku terhalang oleh asap rokok yang mengepul di udara. Aku bergerak cepat keluar pintu cahaya itu...

Akbar. Ratusan ekor burung merpati beterbangan dengan bebas. Dari Taman Perdamaian ini. Di bagian depan bangunan itu.com/abclit. hidung pesek. turis turis asing berjalan di sekitar. dan orang dewasa. rambut lelaki itu sudah memutih dan kerut-merut usia tua makin nyata. *** Lelaki Beraroma Kebun Post: 03/16/2003 Disimak: 144 kali Cerpen: Linda Christanty Sumber: Kompas. mereka memotret sambil bercakapcakap. Hidup sendirian di tengah kebun tentu sebuah pengorbanan. memandang ke satu-satunya bangunan yang tak karuan lagi bentuknya. remaja. bisa jadi obat sepinya. Kadangkala lelaki itu mengeluarkan suling dari tas resam dan memainkan lagu-lagu berirama Melayu. dan bibir hitam terbenam di kepala yang kecil. Nama bangunan itu dulu. Daya ingatnya pun mungkin sudah menumpul. berbisik dengan angin dari segenap cuaca dari musim yang datang.SUDAH LAMA p dan tersisa yang penting bagian menjadi itu lelaki lalunya.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Saat ia tertawa terlihat gigi-gigi yang tak rata. atau lebih tepat lagi. penjaga si diingatnya saja sesekali rantau tanah Di pulang. anak-anak. yang dibiarkan berdiri sampai sekarang sejak dihantam bom atom. keluarga pemilik kebun. tapi aku sudah tidak ada waktu lagi ke sana. dan kerak nikotin menempel di celah-celah gusinya. belajar beranak-pinak. Ia punya radio transistor yang bisa menangkap siaran dari Malaysia.processtext. Radio model lama berbentuk roti bantal itu warisan kakek Halifa. Sepasang mata yang sipit. Hanya matanya yang sering berbinar melihat orang datang.> Barangkali. berbunga. dari bayi merah. Itu galibnya perkembangan manusia. ompong. Halifa kecil tak ABC Amber LIT Converter http://www. Taman ini sungguh indah. Apakah masih juga dikenakannya topi kebun dari kain belacu lusuh itu? Mata sabitnya yang berkilau saat terayun ke batang lalang dan semak-belukar seakan hadir di depan mata. ada pintu cahaya.com/abclit. Di sana kita akan bisa melihat lebih lengkap dan lebih mengerikan apa yang terjadi ketika itu. Ia senang dikunjungi dancepat-cepat menyuguhkanair putih serta bijur rebus atau buah keremunting yang hitam-manis pada tamunya. Edisi 03/16/2003 HALIFA masih ingat wajah lelaki itu. kebun. lalu renta dan pikun. pohon-pohon tumbuh subur.processtext. lagipula Siode Sansudah mengajakkujalan-jalan. tak Halifa < berharga. aku harus kembali ke Jakarta.html perdamaian. Gedung Promosi Industri Hiroshima. masa dari hilang telah banyak melihat pulang ketika Namun. betul seperti apa yang dikatakan Siode San. Tapi. seharusnya aku ke Hiroshima Peace Memorial Museum seperti yang diingatkan rekan sekantorku. Mungkin. ia jarang tertawa.

ABC Amber LIT Converter http://www.Di balik awan gelap yang bergumpal. Di belakang gazebo yang sudah berlumut. banyak teman menyarankan ia naik pesawat terbang. ia lebih hafal pada aroma lelaki itu. pikirnya. Halifa merapatkan jaketnya ke badan sambil berlari mencari tempat berlindung. bayangan seseorang berkelebat dalam gerimis dan menghilang dibalik tapekong. Nasibnya seperti musang yang mengeluarkan wangi pandan. perlahan-lahan tepi daratan mulai tampak. Ia sempat berpikir betapa aneh dijemput maut dengan cara ini. Tapi.com/abclit. "Sekarang tengah musim angin kencang dan gelombang besar. ternyata risikonya sama saja. Ongkosnya lebih murah dengan jarak tempuh cukup sehari semalam ke pelabuhan tujuan dan dari situ satu jam menumpang otokongsi ke rumah. mata orang yang mau menolong. terutama debur ombaknya di ABC Amber LIT Converter http://www. mengusap wajahnya yang kena tempias hujan. dan rasa gusar Halifa berangsur lenyap. mengelupas di sana-sini. atau menjadi buih di samudra nanti. Halifa sudah siap menarik rompi pelampung dari bawah kursi begitu keadaan darurat diumumkan.Kayu-kayu pelawan yang menyanggah bangunan itu telah lapuk. Bila kalian ingin bertemu tuannya. Di laut terancam tenggelam. lelaki itu sudah tak ingat kepadanya lagi. yang punya kebun. Di seberang jendela. Halifa tersenyum-senyum bangga. Ia kini tumbuh jangkung dan manis. berpulang saat kembali. tanah perlu makan. ikuti saja aroma itu. ia akan dimakan hiu."Ke mana dia?" pikir Halifa.html . Ia tak mau mati. Bila ada yang tersesat. Barangkali. Huh. Mungkin. laut berwarna hijau tua terlihat tenang bagai obyek dalam lukisan." kata mereka. menyerahkan aroma khas mereka kepadanya. dua kali pesawat mengalami guncangan hebat yang membuat dinding-dindingnya berderak. ia akan berjanji menyampaikan pesan.Apa pendapat lelaki itu saat melihatnya sekarang? Ia bukan lagi Halifa cengeng dan manja dulu. di udara terancam jatuh!Ia punya banyak ingatan tentang pulau ini. Matanya tak pernah menyorot garang. Ia duduk di bangku batu yang lembab. semacam pengumuman. melihat tunas tumbuh dan dahan tua tumbang. ia terpaksa mengubah rencana. Lima belas tahun ia tak pernah pulang. Pesawat malang ini berada di atas ketinggian 24 ribu kaki. Tapi. Kalian akan sampai di hadapan lelaki yang menenteng sabit atau parang.Lelaki itu mengabdi hidupnya untuk gugur dan semi bunga pepohonan. jari-jari petir putih bersinar. sehingga si perawat tak bisa sembunyi dari siapa pun. Sebelum mendarat. belum ziarah ke makam kakek dan neneknya. Tanah rantau telah membesarkan otot-ototnya lewat kerja. Hujan deras sudah menyambutnya di landasan. Jadi. meluaskan pikiran penghuni pulau kecil itu dengan pahit-getir pengalaman. pesawat kembali stabil. Ia belum bertemu ayah dan ibunya. Tapi.Sesungguhnya. ia akan tunjukkan jalan. Warna coklat cat berubah kehitaman. Bila ada yang ingin menemuinya. "Biar gembur. gelisah. Tembok yang dulu kokoh dan putih kini retak dan berlumut. Naik pesawat memang lebih mahal." katanya kepada Halifa kecil.html urung bersiul-siul senang menimpali tiap nada yang berasal dari lubang-lubang suling si penjaga kebun. tempat kelahirannya. Ia baru ingin melangkah ke pondok kecil beratap rumbia yang tersamar pohon-pohon lada tua ketika gerimis berganti hujan deras. Ia menyiangi lalang dari tanah kebun. "Kenapa dia lari?" batinnya.Hampir lima belas tahun Halifa meninggalkan pulau ini. mengantarnya pulang.processtext. Ya.processtext. melajukan pandangan ke sudut-sudut kebun.Pohon-pohon yang dirawatnya setiap hari pun membalas budi. kembali ke gazebo tadi.com/abclit. dua jam lalu. juga lebih cepat. menabur kotoran ayam dan kambing di atasnya.Semula ia ingin menyeberang ke pulau itu dengan kapal laut. ia seperti membaui aromanya lagi. pesawat Fokker 100 milik sebuah maskapai lokal baru saja mengantarnya ke bandar udara yang makin kusam tak terawat. Embusan angin membawa aroma tubuh penjaga kebun ke rongga penciuman orang-orang yang berjalan di kejauhan.

hanya memintanya menulis surat tiap minggu kalau tak punya uang menelepon ke rumah. Dulu keluarganya tinggal dekat pantai. Kalau ada orang jahat. Suara tawa ayah yang masih nyaring lumayan melegakan hati Halifa. Ia tidur nyenyak dalam buai bunyinya. Kenapa? Ayah bagian yang menunggu saja.Ayah mengirim Halifa merantau setamat sekolah menengah pertama. tapi ia tidak. Nenek selalu mengomel panjang-pendek melihat kelakuan cucu-cucunya yang nakal." Apa iya? Mereka kan begitu imut. Malida kemudian menyusul Halifa. Ha-haha …. berlari ke pantai untuk mencari kulit-kulit lokan dan siput. Pantai yang berombak telah dipagari tembok-tembok tinggi. berbagi nasib. "Biar kau temukan nasibmu sendiri dengan berjuang di rantau. merusak sungaisungai. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja ditutup dan sebagai gantinya. perempuan muda yang membantu memasak dan membereskan rumah. Nenek memberi nasihat tentang menjaga diri. tapi perlahan-lahan ia paham." Halifa sempat terbahak. Makanya ayah harus punya prinsip. Perusahaan pertambangan tempat ayah bekerja sedang terguncang. kalau ke pantai harus ditemani Yu Sur atau Mang Cali. "Jangan kau siksa binatang. jangan menginjak ke bawah. Jabatan ayah memang jabatan tanggung. Ribuan buruh mogok menuntut pesangon yang layak. menjilat ke atas macam pejabat bumiputra zaman kolonial. Korupsi pun tak bisa besar.com/abclit. setelah bertukar pakaian dan makan siang. ayah curang sekali. Malida. Bagi Halifa. Ayah dan ibulah yang lebih sering mengunjungi anak-anaknya kemudian. Ibu juga tak menangis. Mang Cali bekerja merawat taman dan mencuci mobil-mobil.ABC Amber LIT Converter http://www. Makanya. Mereka biasa menemukan umang-umang yang menghuni bekas rumah-rumah siput. Nak. "Kau yang punya lubang kunci dan jangan biarkan anak kunci masuk ke situ. Kata ABC Amber LIT Converter http://www. penduduk pulau membuka tambang-tambang liar. perempuan kakak-beradik. tapi ia pun tak bisa menyaksikan pemakaman neneknya. Ia tak ingat lagi suasana pemakaman kakek di hutan dekat pantai itu. Berpanas-panas di terik matahari untuk meminta hak bersama buruh-buruh rasanya tak pantas.Ayah dan ibu telah memutuskan pindah ke pedalaman. Ia tak lagi merasa punya ikatan apa-apa dengan pulau ini. terutama hidupnya yang sendiri. "Semalam itu ada orang ditangkap karena smokel. Ah. Semua sungai terpolusi. Di atas puing-puing perumahan pejabat menengah itu telah berdiri kampus politeknik. "Pulau kecil membuat pikiran juga tak seberapa luas. lagi." kata ayah. ia terus terseret dalam irama kota dan arus kerja yang mengikis rasa rindunya pada tanah kelahiran. Keduanya digaji bulanan oleh ayah Halifa. Entah kenapa.html malam hari. debur ombak seperti nyanyian." Yu Sur. Biaya pulang perlu dihemat untuk biaya kuliah.Di tengah malam ia kerap mendengar suara orang ribut di jalan muka rumah dan esok harinya nenek pasti bercerita. Keuangan ayah sedang menipis waktu itu. lalu memacu mereka berlomba lari.processtext." kisah ayah.com/abclit. Harga timah dunia merosot dan korupsi besar di kalangan eselon atas mempercepat kebangkrutan perusahaan tersebut." lanjut ayah. ia dan adiknya. Malida sempat pulang beberapa kali. kecuali kenangan dan sejarah keluarga. dekat perkampungan orang-orang Tionghoa.Nenek berpulang ketika Halifa kuliah semester pertama.Kini rumah di tepi pantai sudah tak ada. Ayah ikut mogok? Oh.html . di telepon. mendirikan rumah di kebun pusaka kakek. Mereka. Penjaga kebun itulah yang selalu menarik perhatian Halifa sejak kanak-kanak. tidak. mengeluarkan binatang-binatang tadi dari dalamnya. Seringkali sepulang sekolah. jauh dari orangtua. mengikat kaki-kaki tajam-lancip tersebut dengan benang.processtext. "Sebagian besar hak pesangon mereka dimakan orangorang itu. siapa yang tahu. "Ayah rasa buaya pun sudah tak ada di pulau ini. nanti di neraka kau dibuat begitu pula oleh mereka. Kakek sudah lebih dulu mangkat saat Halifa di taman kanakkanak." kisah ayah.

dia memilih tinggal di rumah kebun.html ayah.Hujan makin menderas."Benar. Banyak yang berubah.Ia mengetuksekali lagidan disertaisuara. orang upahan dan anak majikan. Ternyata. Kebenaran kau pulang. Sepasang suami-istri merelakan bayi mereka yang baru berumur dua hari untuk diangkat anak oleh keluarga lain.com/abclit. Atuk masih ingat Halifa kan? Halifa dengar atuk sakit.processtext.Lelaki itu akhirnya mengungkap kisah yang mengguncang Halifa. Lima anak yang lahir sebelumnya harus menanggung penderitaan.Kau disitu pun.processtext. Halifa mengetuk daun pintu yang basah. Yai kau ape agik. ia mati dimangsa ular atau buaya yang menghuni sungai. tanpa mampu berteriak minta tolong. Perempuan itu tak sadarkan diri dan saat siuman ia sudah lupa pada siapa pun.Palang pintu ditarik.ABC Amber LIT Converter http://www. lemari pakaian dari plastik. kemudian di ambang pintu muncul wajah yang lama dikenalnya. lalu meraih dan menciumi punggung tangannya. "Dia turut menyaksikan jatuh-bangun keluarga kita. Tiba-tiba terdengar batuk kering dan suara orang bangkit dari ranjang kayu yang berkeriyut. Ranjang dan meja kayu.Ayah telah menjalankan wasiat kakek." Aroma kebun dari dalam mengalahkan wangi tanah dan daun-daun di luar. Macam-macam sakit pun ade. antara berlari ke rumah atau ke pondok beratap rumbia. Selang beberapa minggu setelah putra bungsu mereka diserahkan. Sebelum meninggal. sebentar agik nak pulang ke tanah. ia menemukan lima mayat tergeletak di lantai tanah dan telah membusuk. Keadaan kamar tersebut belum berubah. Ayah sudah menganggapnya keluarga. seraya menuang segelas air untuk Halifa. Pikiran Halifa mulai bercabang." kata lelaki itu."Sekarang belum musim keremunting.kabur lanjut lelaki tua itu."Oh. Ia percaya si penjaga kebun ada di dalam. Papa kau pun la pensiun. Ayah suruh tinggal di rumah ini. Permukaan kayu yang kasar tak bersugu terasa menusukbuku-buku jarinya. Mereka tak sanggup membesarkan bayi itu lantaran kehidupan yang sulit di masa Jepang. Setelah itu ia benar-benar senyap dari muka bumi. Semue lah berubah kata Halifa. kompor minyak tanah. dak ape-ape.Mata lelaki itu mulai berair. tapi katanya dia tak punya keluarga lagi.com/abclit. Ia meraih pundak Halifa dan mengajak si perempuan muda masuk ke rumah tanpa berkata-kata. Suatu hari ketika perempuan itu kembali untuk memastikan anak-anaknya telah diambil orang.Lame dak pulang. Tentang sebuah keluarga yang tercerai-berai. Halifa cume nak mampir sebentar.atuk dak bise nampak jelas. membawa gelas air. mengas sampai … mate ni la dak keliat agik la." kata Halifa. Kini mereka berhadapan. sang suami meninggal dunia akibat tuberculosa dan sang istri meninggalkan gubuk kecil mereka dengan lima anak kurus meringkuk lapar di dalamnya. Untunglah ada orang yang lebih mampu bersedia mengurus bayi mereka yang baru lahir. Dia sudah ayah minta istirahat dan kembali pada sanak-saudaranya. tuk."Ini Halifa.Bermingguminggu anak-anak tersebut ditinggalkan ibunya yang berharap ada orang kampung datang dan menyelamatkan mereka. Anak-anak itu terkurung di sana. tuk. Atuk ni la sakit-sakit terus. kakek berpesan agar ayah memperhatikan nasib penjaga kebun dan tak boleh menyianyiakannya.Putra bungsu suami istri yang malang tadi adalah ayah ABC Amber LIT Converter http://www. pikiran yang kalut membuat si perempuan telah mengunci gubuk dari luar. Barangkali.html . tertatih-tatih mendekati Halifa. Orang-orang kampung melihatnya berlari kencang ke dalam hutan sambil melolong.Pintu pondok tertutup rapat. seraya duduk di tepi ranjang. dengan uban memenuhi kepala dan tubuh makin mengecil. Ade yang nak atuk cerite. dari pening. ia ingin menuruti kata hati saja. Lelaki itu kelihatan amat tua. Sepasang mata yang kuyu menatap Halifa bimbang. Tak ada sahutan."Atur ini Halifa. dan panci-panci tergantung di dinding. begitu pula tingkap-tingkapnya. Nyai la dak ade. tapi tetap bertahan dalam kebun mereka." Lelaki itu mulai sakit-sakitan lantaran usia tua. Tapi.

Entah bulan berusia sepuluh atau dua belas. Papamu sudah pensiun. Halifa cuma mau mampir sebentar. Lelaki tua yang bercerita ini adik kandung dari pihak istri. kek.ABC Amber LIT Converter http://www. tidak apa-apa. dari pusing. sebentar lagi pulang ke tanah. sampai mata ini sudah tak bisa melihat lagi. Kakek ini sudah sakit-sakitan. begitu pula si penjaga kebun.processtext.""Berita apa?" suaraku dirangsang keingintahuan yang tinggi. kabur. di bus.Unggun terus menyala. terdengar suara Sopa.Nenek sudah tak ada.com/abclit.Ketika si penjaga kebun meninggal dan jenazahnya dimakamkan. Halifa terdiam.Di depan hampir samar sisik danau. Semua sudah berubah."Ingin kukatakan yang baik.html . Ia cuma mengirim doa.processtext. Unggun dengan bara yang memerah kadang meletikkan bunga api yang naik ke sawang yang diterangi cahaya bulan. Bersamaan dengan letupan bakaran jagung.html Halifa. Ada yang ingin kakek ceritakan. namun sinarnya yang kemilau memantul di daun-daun pohon tinggi hingga jauhan selepas pandangan mata.Jauh larut senja aku sudah ada di sini bersama Sopa yang sudah menanti. Mereka larut pada kegetiran masing-masing. Geriut rumpun bambu kewayam dan bambu betung yang merimbun di arah utara seperti petikan kecapi tua yang kehilangan satu senar utama.Entah suara pungguk. kakek tak bisa tampak jelas. Wey. aroma segar dari pohon-pohon tropis yang terbawa angin masih menyertainya di jalanan.Desember 2002Ketela rambatTempat bersembahyang pemeluk Kong Hu CuAngkutan kotaMenyelundupkan barang-barang dari luar negeriSalah satu panggilan untuk kakek berasal dari kata 'datuk'BelumOh. Namun.Ada ABC Amber LIT Converter http://www. Ia merasa ikatan hidupnya dengan pulau itu berangsur-angsur punah.*** Teluk Wengkay Post: 03/10/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Korrie Layun Rampan Sumber: Kompas. sesak napas. Bayangan bulan bersama bintang-bintang seakan dapat diraih di air yang jernih. dan di tempattempat baru yang pertama kali dikunjunginya.com/abclit. dan di dalam pasir yang panas di bawah bara ditenggelamkan umbi singkong dan talas merah yang gembur. Halifa telah kembali ke tanah rantau. di kamar kontrakan. Macam-macam sakit ada. Kamu di situ pun. Ada juga bakaran ubi jalar dan jagung muda yang barusan saja diambil dari huma. Ada sedikit desis bakaran umbut kotok bersama tya di api yang menyala. Lama tidak pulang. di kantor. entah suara rusa atau burung hantu seperti bersaing dengan desauan daun yang ditempuh angin lalu. Edisi 03/09/2003 Nyala api bekelip di bawah kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit tinggi. Kebetulan kamu pulang. Tapi berita yang kudapatkan sepahit empedu. Kakekmu apalagi.

""Maksudku lelaki sebagai suami saat ini.""Aku ingin kau menerimaku seperti seorang bocah yang lugu."Lelaki muda itu seperti meneliti wajah gadisnya.""Lalu kau panggil aku kemari? Bisakah kau sampaikan tidak di dalam tekateki?""Justru kau ada di sini agar semuanya jadi jelas. Itukah maksud Sopa memanggilnya ke rumah di tepi teluk danau? Apakah ada sesuatu yang mengguncang jiwanya sehingga membuat gadis itu seperti kehilangan diri? Bukankah jika mau ABC Amber LIT Converter http://www. Ada gamang yang aneh. Wey.. seperti seekor ayam yang sedang dalam lilitan ular pemangsa.. Tiba-tiba aku ingat kakakku pernah memancing buaya di teluk danau ini.. Hingga biaya resepsi di gedung mewah di Jakarta. Apakah mataku mirip mata buaya yang meminta hidup dari algojo kematian?""Kalimatmu jadi makin aneh. Wey.processtext."Sebenarnya sederhana apa yang ingin kukata."Aku tak sembunyikan apa pun..""Kau jadi berteka-teki.""Mungkin bisa.html kelepak malam yang dikibaskan kelelawar dengan sayapnya yang lebar.""Aku telah terima kau penuh seluruh. Iwey tak menyesali?""Menyesali apa?""Waktumu terbuang percuma.processtext. Sesungguhnya berita apa yang ingin kau sampaikan?"Sopa tampak menarik napas berat bersamaan dengan helaan angin yang bertiup dari arah pohon beringin yang tinggi. So.""Belum kutahu apa yang ingin kau sampaikan. Sementara waktu telah kita sepakati bersama.com/abclit.""Justru berita inilah yang menghapus segala cita-cita. Seperti ada sesuatu yang berat sekali untuk dikatakan."Katakan apa adanya. Wey?""Tentang apa?""Suami. So.""Dampak bagaimana?""Nasib kau dan aku selanjutnya.ABC Amber LIT Converter http://www."Napasnya makin ditarik seperti ingin menghimpun tenaga dan kekuatan. Keraguan justru karena semuanya segera berakhir.""Kau belum katakan berita apa. So.. Tapi katakatamu yang terakhir begitu aneh. Mungkin dapat kita atasi bersama. Tapi akhirnya pasti dapat diatasi.. Bagaimana mungkin dapat aku berikan saran dan cara pemecahannya.""Kalimatmu makin tak membuatku tambah mengerti. So. Ada jerit pepohonan dengan akar-akar yang haus mengharapkan dahaga akan segera berakhir. Dan itu sebabnya Sopa minta waktumu agar kita bisa bertemu yang dilengkapi dengan unggun malam yang hangat di tepi danau ini."Kau belum katakan apa kesulitanmu.""Tentang kita?""Tentang kita. Terutama berita yang menyakitkan.. Kulihat mata buaya seperti meminta belas kasihan. Malam masih menyungkup dengan lengkungan langit yang berhiaskan bulan dan bintang yang terang. Maksudmu apa dengan kalimat seperti tadi?""Maksudku tentang diriku.com/abclit. Seakan ia tak percaya pada pendengarannya sendiri.""Bisakah aku meminta sesuatu. Tak ada waktu terbuang percuma untuk orang bercinta seperti kita. Wey. jika kau belum siap. maksudmu?""Bukan.""Tentang pernikahan? Ada perubahan tentang pernikahan kita?""Memang menyangkut soal pernikahan. tentu saja. Tapi dampaknya sangat tidak sederhana. So..html ."Berita tentang hidup dan masa depan. Wey.""Tentang cinta kita? Sopa masih ragu tentang cintaku?"Tak ada keraguan tentang itu. Kau dapat mengikuti suatu proses berlelap yang penuh kerahasiaan!"Angin yang datang dari sisik danau berembus ke arah hutan yang melipat malam di dalam terang cahaya bulan.""Aku akan jadi suamimu. Ada lagu dedahanan yang menyanyikan angin musim pancaroba. Bahkan. sebenarnya. Justru pintaku kita menerimanya dengan sabar. Aku kenal kau. Kau telah kenal aku sampai ke lekuk liku. Apa hubungan matamu dengan mata buaya?""Itu yang kurasa sampai aku minta kau datang ke tepi danau ini. Kutahu kau sudah siap-sedia. Tapi lebih dari itu.""Biaya pernikahan. Wey.. mungkin juga tidak."Tampak gadis itu sekali lagi menarik napas sepenuh dada di ujung kalimatnya yang tak selesai. Ayah sudah akan menutup semuanya. Kesejukan yang khas memberi rasa nyaman di tengah hutan berdanau yang seakan memeluk teluk.""Lalu tentang apa?""Tentang kita berdua.

kurasa tubuhnya lebih ringan. Wey. Wey. kau kuminta dengan sangat untuk yang paling berharga ini.Di Jakarta. Semua yang kau tanyakan itu tak ada sangkut pautnya dengan permintaanku padamu.. "Maksudmu apa sebenarnya dengan penyerahan seperti tak mampu menunggu waktu dan kepatuhan akan kekuatan kesucian?""Karena aku sedang berburu dengan waktu. Rautan yang ayu.html . Setahun yang lalu aku juga diajak Sopa ke sini. Bau itu seperti bersaing dengan aroma air danau yang ikut naik bersama cahaya bulan. So. Dalam cahaya unggun yang marak berbauran dengan cahaya bulan.apa di Jakarta? Mengapa harus dilakukan penyerahan di malam hari di hutan tepi danau? Memangkah wanita tetap suatu rahasia tak tergali?"Saat ini?" aku sendiri hampir terperanjat oleh gema suaraku di dalam terang cahaya bulan. saat kubopong. Tapi rasanya saatnya belum tiba. seakanakan kehilangan pancaran masa depan. janji setia itu makin diperhangat oleh jarak dan waktu.com/abclit. Kekasihku wanita yang ayu dan aku lelaki yang sehat.processtext."Matanya hampir memantulkan kesayuan waktu. Adakah yang kurang untuk pekerjaan bersuami-istri? Selain saat dan waktunya yang baik dan tepat? Dan kinikah waktunya yang paling baik dan paling tepat? Meskipun sebelum ijab kabul? Bukankah kami akan segera naik ke pelaminan?Gigil yang perih dan aneh berbaur dengan rengkuhan yang hangat penyerahan. Kuingin memberi kenang-kenangan manis untuk akhir yang paling sempurna. Kau menolak?""Tak aku menolak. Semuanya sehat. Hanya berdua di rumah danau di teluk yang indah di malam penuh bulan."Kurasa gemetar tanganku saat aku rengkuh ia di depan perapian yang menyala. So?"Tak kudengar suaranya. dan jalan sunyi yang gelap di dalam malam karena rimbunan pepohonan. dan kami menikmati pepes belida yang kujala di dalam teluk danau. kehangatan kasih memadukan kami berdua dalam ikatan yang indah. Wey. seperti mengandung sauatu kenyerian yang dalam. So. oleh kerjanya di Sendawar dan aku tetap di Jakarta."Saat ini aku sehat.com/abclit. dua bulan lagi?" suaraku seperti bergema di dalam nadi. Jadi tak perlu kau ragu atas pintaku. Hanya ruapan bau merang dan tongkol jagung yang dibawa angin dari rangkiang di sebelah rumah danau seakan tak mau kalah menerpa hidung dan penciuman. Waktuku terlalu singkat untuk menunggu lebih lama. kesetiaan adalah azimat yang ampuh dalam memelihara diri dari sandungan perfum kerak-kerak dunia. Adakah lelaki lain yang ingin merampasmu dariku? Atau kau sedang bertarung dengan pilihan orang tuamu?"Letikan api seperti bersaing dengan kunang-kunang di bawah pepohonan yang rimbun. Bukankah segalanya memiliki waktunya sendiri-sendiri?Selepas kuliah.""Kau membuat aku makin tak mengerti. wajahnya tampak lebih tirus."Kepalaku seperti diputar oleh turbin listrik di air terjun yang deras.html melakukan hal serupa itu tak halangan apa. Apalagi setelah ditetapkannya tanggal yang pasti untuk pernikahan."Tapi untuk permintaanmu."Kau sakit. Namun. Bukankah kita telah berikrar untuk setia kepada segala yang baik dan benar?""Demi ikrar itulah aku minta kau datang. Aku khawatir kau dan aku akan menyesal jika terjadi sesuatu di luar rencana. namun kesetiaan kami diuji oleh kepujian yang indah yang kami buhul secara bersama di dalam janji masa depan. Bakaran ikan kapar membuat kami berdua sama tertawa memandang senja mencium sisik danau. Tubuh dan akal pikiran."Sebentar nanti kau akan mengerti. bisakah kita bersabar hingga tanggal lima. Kehangatan perapian seperti dikalahkan oleh suhu udara dari danau dan hutan membuat tubuhnya terasa lebih dingin.ABC Amber LIT Converter http://www. Bukan karena kami puritan dan takut memanggul neraka. Wey. Dalam detik-detik indah tak kuingat bahwa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Demi ikrar itu aku minta. selama kuliah.Kurasa pagutannya penuh penyerahan. Bau ampas tebu yang baru digiling meruap dari arah samping rumah pondok danau.."Jika kau cinta. Wey. Kampung jauhnya lebih sekilometer.

Terima kasih untuk pemberianmu."Kengerian segera naik ke ubun-ubun.. Kurasa suhu badannya lebih dingin. Hanya aku dan Sopa.Malam inikah ia mati? Beberapa detik lagi?Malam berbulan di teluk dengan rumah danau tanpa penghuni lain.html .ABC Amber LIT Converter http://www. dan mereka bercinta. Wey. Kudengar napasnya masih tersisa di tenggorokan. "Selebihnya kita tunggu tanggal lima.. Adakah memang orang mati mampu mempertahankan kehidupan demi kekasih dan orang yang dicintainya? Kubaringkan Sopa dengan perlahan di tilam dan kepalanya kutaruh di bantal yang hangat. tetapi aku telah menjadi suami. Biarlah aku mati dengan tenang dan damai. Sebuah pengalaman indah aneh kami terima dengan kepolosan calon pengantin. Angin mendedas dari arah hutan rotan terus menyapu permukaan danau. bahwa wanita kami dari daerah ini." suaranya yang lembut semasih dalam rengkuhan..""Satu rahasia yang belum pernah kuceritakan padamu.""Tapi Sopa tidak mati?""Seminggu yang lalu aku periksakan diri di dokter di Sendawar. Napasnya masih ada. Bagaimana mungkin aku bercintaan dengan orang mati. Tetapi matanya terkatup rapat.processtext. meskipun itu kekasihku sendiri. "Wanita kami selalu memberikan yang terbaik untuk satu kekasihnya. 13 Desember 2002 Tanpa Nasib Post: 03/02/2003 Disimak: 97 kali Cerpen: Imre Kertész ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelum ia mati.!""Tapi Sopa belum mati?""Tiga hari aku menunggu di sini dalam mati. Wey. Seharusnya tiga hari lalu aku sudah mati. calon istriku.""Terima kasih. nadinya masih ada. jika terjadi hal-hal khusus akan tetap menunggu kekasihnya.. Suara burung hantu dan suara sayap-sayap malam makin mempertegas sebuah kematian. Terkena leukemia. Kurasa Sopa merengkuhku seperti rengkuhan seorang istri. barulah ia mati. sementara bibirnya terus mengulum senyum." kukecup ia sekali lagi. Haruskah aku berjalan kaki pulang ke kampung dan meninggalkan mayat Sopa sendiri dalam malam?Siapa saksiku kalau aku tak memperkosa dan tak membunuh Sopa?Sendawar."Terima kasih. sebelum napasnya seluruhnya di angkat dari badannya..com/abclit.""Sebelum mati?""Jika ia belum menikah dan masih bertunangan.processtext. Jika ia sudah bersuami dan suaminya sedang bepergian.com/abclit. Wey. Tengkukku makin merinding dan bulu romaku sudah berdiri. Ia akan menunggu orang yang dicintainya pulang.html aku belumlah suami.

aku bertanya dan kudengarkan jawaban mereka. dan tubuhku berkeringat.html . meski terletak di wilayah Austria. Sebab.processtext. Apa nama kam itu? Manthaussen? Bukan. aku pencet bel. Pasti kakiku tadi terselip lepas dari celah itu. dan saya yakin kami sungguhsungguh tinggal di sini. bagaimana?"Karena mereka tampak sulit menjawab. Sampai di lantai tempat tinggal kami. dan Bibi Fleischmann buru-buru ke dapur menyiapkan "segigit makanan". kuning. Lalu. Ia tanya aku cari siapa. sementara aku masih mengenakan topi. Itu agak mengherankanku. memang mereka punya suatu kabar baik. karena didasarkan "pada kesaksian seorang mantan narapidana. "Aku tinggal di sini. menatapku. Kupencet bel. Tuan Steiner tua itu memelukku. potongan rambut kekanakan dan cerutu padam menggantung di bibirnya. Mauthaussen. Aku harus menjawab pertanyaan yang itu itu juga: dari mana. Begitu melewati gerbang depan. beberapa bulan yang lalu dia datang ke sini. "Ayahku?" Tanggapannya. Mereka tampak senang bisa mengingat nama itu. Mereka menarikku masuk ruang tamu.AKU kembali ke tangga." Dia sudah hampir menutup pintu tapi tak bisa. begitu. Cepat sekali pintu itu dibuka tapi hanya sedikit.ABC Amber LIT Converter http://www. Itu kebiasaan bertetangga yang menghangatkan. Aku hanya ingat mereka mengatakan bahwa "kebenaran kabar sedih itu." jawabnya. ia berusaha menutup pintu. tapi kemudian berubah serius lagi. Sejurus kemudian sebuah tangan-aku yakin ini pasti tangan Paman Steiner. kapan. orang lain sekarang memang sudah menempati apartemen kami. muncul. Mereka berdiri memelototiku. Berjalan sedikit ke atas sempat kubalas sapa seorang penghuni apartemen yang sedang turun. jenggotnya merah lebat. tampak bangunan yang sangat kukenal. Di sampingnya berdiri laki-laki tua perut buncit. dan bahwa mereka telah berbicara dengannya. Ya. dan kujawab. Masih berdiri utuh seluruhnya dalam bentuk yang bagus. "Pasti ada salah pengertian. baju narapidana bergaris-garis. Lift ringkih dengan pintu berkisikisi dan bekas jejak kaki kekuningan menyambutku. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dua kali. dia sehat. terganjal oleh kunci rantai. melembutkan otot muka. karena kutahan dengan kakiku. Lalu. "Lalu ABC Amber LIT Converter http://www. setengah baya." Dia sebaliknya terus mendesak bahwa justru akulah yang keliru. sudah sangat jelas mereka memang tinggal di situ. kutanyakan tentang ibuku. Ini Tuan Steiner tua yang dulu datang persis ketika aku hendak meninggalkan rumah pada malam terakhir sebelum hari aku diangkut dari kantor pabean. Di situ kami tinggal. Seingatku dulu tak ada rantai pencegah di pintu. aku coba melongok nomor rumah untuk memastikan bahwa memang bukan aku yang keliru. tidak dapat diragukan". "Lalu kami sendiri. Tapi. Dengan gerak kepala yang sopan dan simpatik. Ia juga hendak menutup pintu-aku mulai terbiasa dengan perlakuan seperti ini-tapi sepasang kacamata membersit dan wajah kelabu Paman Fleischmann muncul dari temaram. dia berhasil menutup pintu. perhatianku terserap pada pintu rumah yang kukenal betul bentuknya. dengan sandal kain. semua diam.Lalu.html Sumber: Kompas. aku tanyakan lagi. sayangnya. lalu mengujarkan namaku. aroma lama itu tak berubah. Dan." Menurutnya ayah telah meninggal "setelah sejurus waktu derita yang sebentar saja" di sebuah kam Jerman. bagaimana. Dia hidup.pelan-pelan terangkat dan seperti seekor kelelawar hinggap pelan-pelan di lenganku. Seorang perempuan dengan tulang pipi menonjol. Terakhir kali dulu saya pergi meninggalkan tempat ini. "kamilah yang tinggal di sini. Aku masih berusaha mencegahnya." "Tidak mungkin. Edisi 03/02/2003 SETELAH beberapa langkah maju ke depan. berdaging.com/abclit.processtext. Kucoba menjelaskan padanya. begitu katanya. Wajah tak kukenal muncul di celah itu. Apa mereka tahu kabarnya? Mereka serentak menjawab ya. Perempuan gemuk.com/abclit.

bagaimana persisnya-tiba-tiba kehilangan kepalanya dan akhirnya bahkan mereka tak tahu apa yang mereka lakukan." Tuan Steiner menambahkan." dan Tuan Steiner tua setuju lagi." Paman Fleischmann merenung. sulit buatku untuk membuat agar ingatanku tunduk pada perintahku. "Yang paling penting. seperti dalam sekali putaran kejadian kekacauan yang membingungkan. tentu. sulit dibayangkan." Aku bertanya. barangkali. Tapi Futo. aku hanya menangkap lukisan kabur tentang kejadiankejadian yang membingungkan. Tapi. Tapi. kali ini tak hanya di lenganku tapi juga di lututku. "Dengan beban seberat itu orang tak akan dapat mulai kehidupan baru. dan beberapa irisan tipis bawang merah di atas piring tembikar berhias pinggirnya. mereka jadi agak terheran-heran. Tentu saja aku tak berharap. Rasanya lama aku duduk di sofa agak tinggi. ada benarnya katakatanya itu. kutambahkan. "Tapi. Dan. Tuan Steiner tua setuju. warna merah anggur itu. kalau kita timbang-timbang seluruhnya. mereka mengangguk-angguk senang. begitulah yang terjadi: Suto tak berubah seperti yang sudah-sudah. tapi. pembebasan "akhirnya terjadi". hari.setiap kaliada perubahanatau kejadianbaru. kukira. Sementara itu. Seolah-olah semua peristiwa itu tak jelas." Dan. semuanya seakan-akan terjadi seketika. Entah bagaimana ABC Amber LIT Converter http://www. Tuan Fleischmann tua tiba-tiba bertanya padaku. kedua orang tua itu terdiam. "Bukan. Pada saat tertentu. Paman Fleischmann mengangguk setuju. Bibi Fleischmann muncul lagi dan membawakanku sepotong roti dengan lemak. "Kenapa begitu?" "Supaya kamu bisa hidup." katanya. dan cepat kutanggapi bahwa aku tetap suka. kataku. hampir-hampir tak dapat direkonstruksikan lagi." Lalu. Kelelawar itu bangkit lagi dan tampak ringan. Ketika aku makan. menit. "semuanya dapat dipahami. Lalu ujarnya. "ia agak terlalu cepat. Di samping itu. Suto adalah orang yang "menyelamatkan keberuntungan keluarga. ia ingat makanan ini adalah kesukaanku. kalau diingat lagi semuanya. kuperhatikan. "Tapi.processtext. Kukatakan bahwa apa yang terjadi sungguh-sungguh telah terjadi." Ia menyembunyikan ibumu "selama masa yang paling sulit". seandainya aku dilahirkan lagi atau jika suatu penyakit menyerang atau kecelakaan mencederai otakku. tak dapat kuingat telah kulihat ada hal-hal yang menakutkan.processtext. Aku hanya dapat memulai hidup baru. minggu.html . merekaternyata mengulang-ulangungkapan singkat yang hampir-hampir sudah usang darimulut mereka.ABC Amber LIT Converter http://www. jam. Begitu rupanya mereka memahami masalah. Ia katakan." Memang harus kubilang. begitulah mereka berujar dan berujar. dan setelah beberapa saat. di antaranya kedua orang tua itu berkata padaku. Justrusebaliknya." Dan. itu kata mereka padaku. Barangkali.com/abclit. mengusik hati. Ya.com/abclit." Berbagai peristiwa mereka ceriterakan. "sebenarnya dalam segala hal"." Yang lain. Pada hakikatnya.kalau kuperhatikanbaik-baik.Aku hanya tak mengerti bagaimana mereka bisa berharap pada sesuatu yang tak mungkin. Kemudian orang tua yang lain memutar posisi duduknya di sofa dan mengarahkan perhatian padaku. "Dia sudah kawin lagi.Misalnya.Aku masih di situ beberapa saat lagi. Maksudku Suto. Ibumu harus banyak berterima kasih padanya. bukan Kovacs. "Kehidupan di rumah juga tak mudah. dan bulan.html ibu tiriku?" kutanya dan jawabnya. "kamu harus melupakan semua teror itu. "Apa rencanamu ke depan?" Aku agak terkejut dan kukatakan padanya aku belum banyak berpikir tentang itu. meskipun semua telah berlalu. paprika. atau tak terjadi dalam batas-batas waktu.Aku perhatikan mereka membuat kesalahan yang terus diulang-ulang. empuk.semua itutak dapatkulukiskan ataukupahami." Dengan siapa? Salah satu menjawab. bintang-bintang kuning itu "akhirnya kejadian". bahkan agak lebih terheran lagi. "Kovacs. seolah-olah kejadian itu berlangsung begitu saja di suatu pertemuan di sore hari yang aneh dan tiba-tiba secara tak terduga kemudian berubah jadi pahit karena para pesertanya -hanya Tuhan yang tahu.

Ganti kutanya mereka. yang di tengah-tengah. misalnya. seperti aku sendiri juga semakin merasa kesal. "Apakah semua ini memang baik. kami dipaksa menunggu sepuluh sampai dua puluh menit. hanya disela oleh suara Bibi Fleischmann mengangkat piring kosong dari depanku lalu membawanya pergi. Padahal. tak ada perubahan lagi. setidaknya itulah yang menimpaku. Setiap orang melangkah maju. ABC Amber LIT Converter http://www. Kukatakan padanya. Jumlahnya sekitar seribu. karena aku tak tahu secara pasti. "Tak ada. "Kami berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa selamat. dengan laku surut. Mari kita bayangkan satu atau dua detik dokter membutuhkan waktu untuk memeriksa." Yang lain menyambung. apa yang mereka lakukan selama "masa-masa sulit" itu. Hanya sekarang. Paman harus membayangkan ada sekitar tiga ribu orang dalam satu kereta api. tak usah dihitung urutan pertama dan yang terakhir. setengah kesal hatinya. "Setiap menit sebenarnya dapat menyebabkan timbulnya urusan baru. tidaklah selalu begitu. kuminta mereka mempertimbangkan hal ini. katakanlah begitu.. kami sama-sama tak bergerak. bahwa Paman juga menjejak selangkah demi selangkah. terus maju. Tapi. berdiri dan bergerak memutar. di mana aku berdiri dalam antrean.html . ketika kami sampai pada titik penentuan keputusan.. apa yang seharusnya kita lakukan?" tanyanya. Lalu." Memang. ketika kita semua sedang mengucapkan kata perpisahan pada ayah. "Tak ada yang istimewa.Lalu. Tentu saja." kutambahkan. begitu cepat dan sulit dipercaya." sebab kami menjalaninya selangkah demi selangkah. mereka balik bertanya. "Lalu. selama kami memandang ke depan atau ke belakang. Hanya sekarang ini semuanya tampak sudah berakhir.processtext. sehingga tampaknya semua terjadi begitu saja. masih tak jelas apakah kami akan langsung dimasukkan kamar gas sekarang juga. tentu saja. sesuatu lain yang akhirnya sungguh-sungguh terjadi di Auschwitz. kalau dilihat secara keseluruhan. Ambil saja misalnya kaum laki-lakinya. Tapi.Pada katakataku yang terakhir. kami melihatnya kembali ke belakang. "sesuatu yang sama-sama tak bermakna seperti halnya kita tak pernah melakukan apa pun. setengah mengeluh. kami tetap hidup.com/abclit. Tuan Steiner tua mulai gerah. Kemudian kuceriterakan pada mereka bagaimana kam konsentrasi berfungsi. Apa itu artinya. Sebuah ciuman perpisahan yang tolol tentu sulit dihindari. "Ya begitulah. bukan itu yang penting.html mereka memahami ungkapanku "tak dapat kuingat telah kulihat".ABC Amber LIT Converter http://www." salah seorang tua itu merenung. Tapi.com/abclit. seandainya kami tahu nasib kami sebelumnya. karena mereka juga tampak hilang kesabaran. Tak kulihat dia balik. final. dan begitu kabur. Setiap menit berdetak. dan akhirnya berhenti sebelum menit kedua bergerak lanjut.Suasana hening. yang di Auschwitz. Mungkin tak selalu begitu dan barangkali tak sepersis itu. Baiklah. dan apa maksudmu mengatakan ini semua?" Aku menjawab. Itu berarti. langkah lebar atau langkah pendek semuanya tergantung dari kecepatan operasi itu. sesuatu entah apa pun itu mungkin saja telah terjadi selama menit-menit berlangsung. kataku. selama waktu itu antrean terus bergerak. tapi harus diakui bahwa tentu saja bisa terjadi. sebab biasanya mereka memang tak dihitung. apa yang dapat kami lakukan hanyalah mengurutkan dan menjalani bagaimana waktu berjalan. "Lalu apa?" mereka tanya balik. Tapi. seperti halnya satu hari tanpa kegiatan di kantor pabean atau di kamar gas itu. Tapi mengatakan bahwa semua itu begitu saja terjadi tidaklah seluruhnya tepat. "Yang paling penting terletak pada langkah-langkah itu sendiri. atau . Sudah tentu. Karena nyatanya dua puluh menit pada dasarnya adalah rentang waktu yang cukup panjang. Maka. misalnya.." aku mencoba menjelaskan.processtext. menurutmu. setiap orang biasanya lebih dari dua detik. berlalu. seperti halnya juga di rumah ini. Kedua orang tua itu bertanya. kataku. atau kami masih dapat waktu penangguhan hukuman mati barang sebentar? Padahal.

. tak ada darah lain. apa artinya jadi "orang Yahudi". Mereka juga menyadarinya." terus kulanjutkan. Aku pun melangkahkan kakiku-tidak hanya selama berada di antrean di Auschwitz tapi juga sebelumnya ketika aku masih di rumah. barangkali dapat kukatakan. kecuali .. "kecuali situasi yang ada dan apa pun yang ada bersamaan dengan semua itu. juga kuperhatikan orang tua yang lain menahannya."Aku juga menghidupi nasib yang menimpaku. dan-barangkali ini yang paling sulit-dengan kakak perempuanku yang paling tua.com/abclit. satu-satunya ketidaktepatan.processtext. jika . mukanya merah dan memukulkan kepalan ABC Amber LIT Converter http://www. dengan ibuku. lebih baik aku pergi dan melakukan sesuatu. beberapa kataku membuat hati mereka kesal. katakanlah. entah bagaimanapun caranya. maka tak akan ada nasib. Mereka sudah tahu itu sebelumnya. Apakah Paman berdua ingin semua kekerasan yang menakutkan itu dan semua langkahku sebelum ini kemudian hilang maknanya sama sekali begitu saja? Mengapa harus ada perubahan sikap ini. dan memang tak ada apa-apa sama sekali. Aku sungguh-sunguh tak mengerti mengapa sulit sekali membuat kedua orang tua itu mengerti. Tapi. Paman Fleischmann mencoba mencegah Paman Steiner. dan kudengar apa yang diucapkannya. barangkali sia-sia dan sulit dipahami. Biarkan.. Sebelumnya itu tak berarti apa-apa sebelum langkah-langkah itu mulai dijejakkan. Kita hanya dapat melanjutkan hidup kita yang lama. aku bisa bilang kepadanya. Bahkan. dan bagaimana pun mereka adalah orang-orang yang waktu itu berada di sini pula ketika kami semua menyampaikan kata perpisahan dengan ayah.processtext. dapat kulihat dengan jelas bahwa mereka tak memahamiku dan malah mereka tidak suka dengan kata-kataku. tapi kemudian aku ingat kata-kata wartawan itu. "jika di sisi lain tak ada kebebasan.. Dan. sementara sekarang aku tak dapat memuaskan diri dengan mengandaikan bahwa semuanya adalah kesalahan. Kupikir. dengan Anne-Marie. Aku menjangkahkan langkah hidupku sendiri. Sekarang. Dan. mengapa kita harus melawannya? Mengapa tidak bisa Paman sadari bahwa jika ada suatu hal yang disebut nasib. Saat itulah Paman Steiner dan juga Paman Fleischmann melompat bangkit dari tempat duduknya.. tapi akulah yang menghayati nasib itu sampai akhir.html Setiap orang melangkah maju sejauh dia mampu. Apakah tak kaulihat bahwa dia hanya ingin berbicara? Biarkan dia berbicara. pada akhirnya aku tetap jujur terhadap nasib yang digariskan untukku. sejenis kecelakaan atau bahwa semua itu tak pernah terjadi. Sebetulnya itu bukan nasibku. "Apa?" ia berteriak padaku. Satu-satunya keburukan atau keindahan. jelas bukan itu yang kukerjakan. sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. Dapat kulihat. Aku bergerak maju bersama dengan ayahku. mereka ganti bahan pembicaraan. Sekarang. Ia ingin melompat bangkit. saat ini.Mereka pun sudah melangkahkan kaki dalam hidup. "Kita tidak akan pernah dapat memulai suatu hidup baru. Aku menyesal mengapa hanya bertemu dengan kedua orang ini dan bukan dengan seseorang yang lebih pintar. tapi sudah tak mungkin lagi. hanya merekalah yang ada di sini. Lalu. mereka membicarakan apakah aku harus naik tram atau bus untuk menuju ke Auschwitz.com/abclit.. lawan bicara yang lebih layak. Itu tak akan dapat dilakukan oleh orang lain. Kuperhatikan beberapa kali Paman Steiner sudah hendak menyela bicaraku." Tiba-tiba aku jadi memahaminya dengan begitu jelas. sebagai akibatnya tak akan ada kebebasan? Di sisi lain."Dan. dan semakin merasa kesal.html .ABC Amber LIT Converter http://www. memang aku berbicara. Mereka juga menyampaikan ucapan perpisahan pada ayah seolah-olah kami sudah harus buru-buru keluar rumah. "Biar saja." di sini aku macet bicara. Tapi. Aku pun masih ingin menyampaikan sesuatu pada mereka. penyimpangan. yang dapat dituduhkan kepadaku oleh siapa pun adalah bahwa kita sekarang ini saling berbicara. Sekarang. aku semakin heran juga pada diriku sendiri.

bahkan mereka yang tak menarik perhatianku. "Apa? Apakah sekarang justru kami yang salah-kami para korban ini?" Aku berupaya menjelaskan. tak perlulah melebih-lebihkan persoalan. ke arah aku hendak pergi. Bohus. semuanya kembali lagi. bahwa aku ini bukanlah sebab atau akibat dari suatu tindakan tertentu. Wajah mereka tampak seolaholah tertukar satu sama lain. Setiap orang akan bertanya padaku tentang penderitaan. bukit-bukit kebiruan dimahkotai awan kemerahan. ketika sebentar saja rasa sakit itu berhenti menusuk. Ya. dan semua yang lain. memanjang dan hilang di kejauhan. Tentu ia akan bahagia melihatku. di atas jalan yang sudah diempas badai. Tentu saja itu yang diinginkannya.html . Aku ingat bagaimana dia dulu ingin aku jadi insinyur atau dokter atau sesuatu seperti itu. kebahagiaan menantikanku seperti perangkap yang menjebak." Mereka mencoba mengerti bahwa mereka tak bisa mengambil semuanya dariku. lalu kuputuskan untuk jalan kaki. jalanan menyambutku. suara mereka lebih rendah. mulai bertumpuk dalam diri. tentu saja. Lalu lintas lebih sepi. Namun. aku tak punya uang. nanti kalau mereka bertanya padaku: kebahagiaan di kamkam pembantaian itu. ahwal dan orang. "teror dari kam-kam konsentrasi". kebahagiaan justru selalu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. menghadap ke depan. benar.Turun dari tangga. Begitulah. dan muncul keinginan yang pasti jadi sia-sia. begitu mungkin bisa dikatakan. Dan. Di sekelilingku. tetapi terutama mereka yang keberadaannya dapat kunilai saat ini: Pjetyka. semuanya menggenangi kesadaranku. "Ini bukan berarti dosa.html tangannya ke dada.Dan jika aku belum lupa. Juga di belakang sana. Barangkali. Di sana. ekspresi wajah mereka lebih lembut. Dengan rendah hati kita wajib mengakuinya demi kehormatan kita. menyakitkan dan memang tajam menusuk ke dalam dada: aku rindu rumah. bergetar rasaku mengingat kenangan sampai ke perkara-perkara kecil. Aku tak mampu menelan begitu saja kepahitan tolol ini hanya karena ingin dipandang tidak bersalah.com/abclit. ABC Amber LIT Converter http://www. dan aku merasakannya di sini-ini saat-saat favoritku selama dalam kam. Ya. ada sesuatu yang mirip dengan yang disebut kebahagiaan. tapi bagiku. Aku kaget dengan perasaan yang aneh ini. Tapi. lebih sederhana. Aku hampir-hampir meminta-minta mereka untuk memahami hal ini. karena kesulitan yang kuhadapi sekarang persis ada di hadapanku: bahwa aku berada di sini. langkah orang lalu lalang tampak lebih tenang. Ibu menantikanku. Tak ada kemustahilan yang tak dapat ditembus (lolos selamat?). dan langit bersaput jingga. lalu segera kuambil topi dan tasku dan pergi dari situ.Baiklah. dalam arti tertentu. dan semakin turun ke jalan. Aku harus naik kendaraan umum untuk menuju ke ibu. kemudian aku ingat.Jika memang mereka sampai hati bertanya. Perkaranya pasti bukan apakah aku ini korban ataukah orang yang kalah. Tentu saja. hidup jadi lebih murni. dan aku tahu sepenuhnya bahwa aku harus membayar harga mengapa aku diizinkan hidup. Mendadak semuanya jadi hidup. rasanya sesuatu sedang berubah. apa pun itu wujudnya. satu demi satu. di bawah bayang cerobong-cerobong pembakaran itu. Kulihat mereka tak mau mengerti apa pun. Ini adalah saat-saat yang paling istimewa-aku ingat benar sekarang. untuk pertama kalinya sekarang aku berpikir tentang mereka dengan sedikit sesal sekaligus rasa sayang. untuk mendapatkan kekuatan. berada di situ. jalan tampak melebar. dokter itu.processtext. Aku jadi ingat semuanya. sementara masih ada kata-kata yang menggantung dan kalimat-kalimat yang tak selesai. bahwa aku tak dapat dibenarkan dan tidak dapat bersalah. Ya.ABC Amber LIT Converter http://www. Kasihan dia.processtext. aku berhenti istirahat sebentar di alun-alun lama di bangku yang sama seperti dulu. rasa siapku sedang tumbuh. ketika kurasakan petang yang lembut di alun-alun ini.com/abclit. tapi sekaligus penuh seribu janji. Aku harus melanjutkan hidup yang tak dapat lagi kulanjutkan ini. itu yang akan kuceriterakan pada mereka. sekarang aku tahu.

html (Diterjemahkan oleh PRASETYOHADI)--------------CATATAN:< p> Bintang segi tiga sama sisi bertumpuk warna kuning. Nunik dan suaminya hari itu ingin jalan-jalan sendirian. Pas buat dua orang. dan dia merasa sungkan jika kami ikut mengantarnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah Perang Dunia II mulai.Titipan jendral kek. karena harga arloji itu memang tak terbayangkan. tanpa saya maupun kangmasnya.processtext.Tanggal itu warga Yahudi Jerman dan Austria mulai dideportasikan ke dalam berbagai ghetto di Eropa Timur.Panah Bersilang adalah lambang partai fasis Hungaria yang melaksanakan keputusan Nazi Jerman melakukan holocaust. Suaminya ingin beli arloji yang kemarin dilihatnya di etalase sebuah toko mewah. Saya dan Hargo teman sekamar saya di hotel." kata Nunik. polisi Hungaria membantai sekitar 3. Edisi 02/23/2003 BARU kemarin saya melihat lelaki itu di kedai Nam Khe.500 orang. 800an di antaranya orang Yahudi. presiden kek. ABC Amber LIT Converter http://www. arloji itu akan dibeli buat upeti. Sampai kaki terasa capek belum juga sahabat saya itu tertarik buat membeli souvenir yang agak pantas untuk Nunik. adik kandungnya. itu urusan ipar sampean. Mereka membuang ribuan mayat begitu saja di sungai Danube di bagian H Untuk Keluarga di Gondangdia Post: 02/23/2003 Disimak: 164 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. para penguasa fasis memaksakan penyematan lencana Bintang Kuning pada lengan kanan orang Yahudi. yang sudah seminggu di Belanda dan besok pagi akan terbang pulang ke Jakarta. bintang Nabi Dawud. Pri! Bayangkan.com/abclit. Hargo tidak terlalu percaya pada adiknya. sepuluh bulan gaji saya!" kata sahabat saya."Titipan Ibu Gubernur.Catatan sejarah menyebutkan. mulai yang berumur 10 tahun. berkali-kali melempar pandang ke Zeedijk--sebuah jalan kecil di depan kedai yang selalu ramai dilewati orang-orang yang lalu-lalang datang dari atau ke arah Damrak.com/abclit. baru saja jalan-jalan keluar-masuk toko souvenir yang banyak terdapat di pusat pertokoan Kota Amsterdam. Wajahnya nampak selalu gelisah. Kami mengerti maksud Nunik.processtext. menjadi lambang pengejaran dan pembunuhan terhadap orang Yahudi di Jerman. batin saya. Tak ada amput-amputnya!" sahut saya."Jangan ukur gaji sampean atau gaji saya.html . Januari 1942. yang sedianya hendak dipekerjakan secara paksa atau dibunuh. Dia lebih percaya.SEMBILAN ribu USDolar. duduk di kursi yang sama menghadap meja yang sama pula.

saya segera membeset meja yang baru saja kosong. mungkin sedang ngrasani kita. perempuan yang semula disangkanya Tionghoa tulen. Nasi goreng dan khulaoro ikan yang saya pesan sudah tersaji di meja. kancing-kancing dadanya berbentuk pilin-pilin kain yang melintang seperti anak-tangga. kalau bukan jongosnya! Hargo terkejut. Saya ingin mendengarnya. Sebab.Di tengah-tengah denting suara wajan juru masak di dapur serta lagu-lagu musik Tionghoa yang nadanya tinggi sekali.""Yang mana? Laki-laki itu atau temannya?""Dua-duanya. Saya mengurus visa di sana. Sahabat saya melirik ke wajah itu sambil berlatih menjepit shomai yang sedang dipesannya. Saya perlu makan sekarang sebelum gula saya melorot dihanyut insulin yang baru saja saya suntikkan ke perut di ruang toilet. Tetapi itu bukan urusan saya saat sekarang. nampaknya telah menjadi lestari dilengkapi adat asok upeti.com/abclit. Bapak dari Kedutaan. Mereka berkali-kali menatap ke sini lantas bercakap-cakap. apakah mereka ngomong Belanda atau Indonesia. Kali ini kami menghindari lorong-lorong kumuh yang membuat bulu kuduk kontan berdiri bila berpapasan dengan kaum gelandangan pengisap ganja di kanan-kiri etalase yang dipenuhi benda-benda erotika. Saya yakin dia memang sedang menunggu seseorang. dia berkali. ya?" kalimatnya sangat sopan. ini baru kehormatan namanya. duduk sendirian menghadap meja yang itu juga: pas buat dua orang. langsung duduk di depannya.processtext. kedai murah di ujung Zeedijk. Belum lagi kami selesai membaca daftar menu. lantas makan siang di Nam Khe. tiba-tiba si Baju Shanghai sudah berdiri di dekat sahabat saya.Nah. Selain itu kami tak sampai hati melihat wanita-wanita yang terang-terangan dijajakan di balik kaca dalam pakaian mini sekali."Sekarang dia menengok ke sini. Sahabat saya tak punya pilihan lain kecuali ikut memenuhi disiplin jam makan saya. berkerah tutup. Kehormatan besar buat Hargo.kali mencuri pandang ke arah sahabat saya dan kadang juga ke arah saya. Tapi mana ada orang Kedutaan nongkrong di kedai Nam Khe. kami tak bisa menangkap kalimat-kalimat mereka.html bukan titipan biasa seperti kata Nunik. Mungkin sahabat saya itu dikira Pak Duta dan saya Atase Militernya. Dengan aling-aling selembar koran yang agaknya hanya pura-pura dia baca. Beberapa kali kami pernah makan di sana. Beberapa menit kemudian orang yang ditunggunya nampak memasuki pintu kedai. pikir saya. Namun sialan.html . kemarin telah melihat kami berdua di Nam Khe."Maafkan. Saya sangat berminat membacanya karena terkenang filmnya: Love Is A Many Splendoured Thing yang dibintangi Jenniver Jones dan William Holden tahun-tahun 60-an.Wajah lelaki itu nampak gelisah seperti sedang menanti seseorang yang sewaktu-waktu melintas di depan kedai. perempuan itu mengingatkan saya pada Han Shu Yin-pengarang Birdless Summer yang bukunya hampir selesai saya baca di hotel. tiba-tiba saya melihat wajah itu lagi. Di Nam Khe.processtext. Dengan rok ketat biru tua yang nampak agak mengkilat dan terbelah di dua sisi lututnya."Saya tidak peduli. Agaknya pun berpikir. Seorang perempuan berbaju ungu dengan gambar kembang teratai potongan gaya Shanghai. tiba-tiba menyapa dalam bahasa Indonesia. ya? Tapi saya bukan orang ABC Amber LIT Converter http://www. menurut sahabat saya.""Oh. Beberapa kali sudah. sebab beberapa kali saya lihat dia menolak orang yang bermaksud duduk semeja dengannya.ABC Amber LIT Converter http://www. seolah mereka tak lebih berharga dari barang dagangan. melangkah cepat-cepat karena tidak boleh terlambat. Tinggal menyantapnya. Dugaan saya benar. Pri. Kami memilih jalan yang lebih sopan dari arah stasiun sentral. hierarki dan kepangkatan dalam tatanan feodal yang kian disemarakkan di Tanah Air. Urusan saya yang mendesak cuma segera mengisi perut. Ia belum menjawabnya ketika si Baju Shanghai berkata lagi.com/abclit. Sudah waktunya injeksi insulin."Saya melihat Bapak di Kedutaan di Den Haag kemarin.

Tapi mungkin kali ini dia sudah disangoni Nunik-adik kandungnya yang lebih mujur dan hidup makmur sebagai istri seorang wali kota di Tanah Air. Saya jadi kurang sopan. Itu dia. Kaki dan tangan saya sudah mulai semutan. tapi dengan kecurigaan: apa kiranya yang tersembunyi di balik keramahan mereka itu. tapi tak melihat Anda.MALAM itu di Hotel Dorin si nona jaga ngebel telpon kamar kami. kecuali sangat perlu. Sahabat saya terpaksa menunda makan. punya hasrat saling menyapa kalau tidak saling kenal.. lantas menulis address dan nomor kamar kami di Hotel Dorin. sukar menemukan pasangan.. Layak ditegur-sapa.html Kedutaan. Tapi dari mana Anda tahu?""Saya tanya sekretaris Kedutaan. mereka sering belanja di toko Makro beli bumbu dan penganan Asia seperti kebanyakan warga komunitas kami.. Sahabat saya memang jejaka.ABC Amber LIT Converter http://www. lalu berdiri dan buru-buru melangkah menuju ke meja kami. merasa gula di darah saya kelewat rendah. beli terasi dan bumbu pecal titipan istri. kerjanya juru kontrol kualitas kertas di pabrik kertas Zanders. Saya pun selalu bersikap begitu."Selamat makan. Semua hotel di Damrak mahal. pindah semeja bersama kami. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. tidak jauh dari sini." kata si Baju Shanghai sambil menunjuk lelaki yang semeja dengannya. tidak keliru. Saya bisa mengerti bila tiba-tiba jadi ramah di depan wanita secantik Han Shu-Yin yang sedang berdiri di sisi kursinya.Si Baju Shanghai dengan adiknya ternyata dengan gembira memenuhi harapan Hargo. lelaki dan perempuan berbaju Shanghai ini. bertemu dengan Pak Duta. Kami adalah orang-orang setanah airnya. Dia tak pernah punya kartu nama. saya menghindari rekening Nam Khe. menunggu pesanan mereka.processtext. batin saya.""Pakaian saya tidak begini. nginap di Hotel Dorin. Ketika saya selesai. "Mari duduk bersama kami di sini. Maafkan. Bapak menginap di mana?""Kami mengantar mereka. Nampaknya Hargo berlagak kaya. Hargo ketamuan.Lelaki yang dia tunjuk dengan sendirinya mengangguk." kata dia tiba-tiba. karena dia yang bayar rekeningnya. Pak. tak banyak punya duit.com/abclit. Terus terang harus saya akui. mereka justru baru mulai." kata saya. saya akan pingsan. Saya sendiri tak bisa menunggu. Saya kurang selera buat ganti memberi dia kartu nama. tapi karena kebiasaan untuk sangat berhati-hati terhadap siapa saja yang bukan teman. tidak. Sekadar menghabiskan waktu."Sebenarnya saya tidak memerlukan prangko. Bukan karena sombong dan tidak bersahabat. saya keluar sebentar. Habis itu asyik sendiri ngobrol ini-itu dengan si Baju Shanghai."O.""Wuah. siapa mesti bayar? Saya tahu Hargo hidupnya cukupan saja seperti saya."Ayolah Zus."Lelaki itu dengan sangat antusias memberi kami kartu nama. "Yang akan pulang naik Garuda itu adik saya dan suaminya. yang saya sapa ternyata orang Filipina atau Kamboja. Jangan di hotel.html . Hargo bilang. menawarkan ini-itu yang selamanya tak pernah ditujukan kepada saya. Pak."Bapak besok pagi naik Garuda ya?" pertanyaan lelaki itu tertuju kepada Hargo. Kalau mereka benar-benar mau duduk bersama kami lantas makan bersama. Mana Bapak bisa mengenal saya lagi? Waktu itu saya bersama adik saya. Saya dan dia sekadar dompleng di Hotel Dorin atas tanggungan suami Nunik. Saya cuma mengantar saudara saya ke sana."Mau bangkrut lu. Saya diamkan saja jejaka itu yang kini jadi overacting. Baru balik ke Nam Khe ketika mereka selesai makan. Dan itu sering keliru. Hargo lain lagi. Lain kali silakan singgah di rumah saya. mahal. "Beli prangko." jawab sahabat saya. Jarang saya temui orang-orang setanah air di Belanda. Dan sekarang mereka ini. saya pun singgah di Wan Nam Hong. Itu Hargo tahu. saya harus berterima kasih kepada si Baju Shanghai.com/abclit. Saya lalu menuliskan nama dan alamat palsu rumah saya di notes dia. Saya tentu saja mengucap terima kasih. terus makan saja apa yang sudah saya pesan tanpa peduli percakapan mereka. Jika saya nekat menunda makan. Jadi saya jalan-jalan sepanjang Zeedijk.

processtext.com/abclit. Memang terasa melonjak tinggi sekali.""Sampean tahu isinya?"Hargo diam."Kalau isinya ekstasi bagaimana!" gertak saya. Saya ingat. Haaar! Itu bisa palsu!"Sungguh mati saya tidak menakutnakuti.""Sampean ini."Alhamdulillah. medio Desember 2002 Hujan yang Sebentar ABC Amber LIT Converter http://www.Menjelang tidur saya ukur gula darah saya: 270 skala Akutren! Lebih dari dua kali ukuran normal." kata suami Nunik. Tentu tak tahu apa isinya.""Jangan menakut-nakuti! Saya percaya dia.""Service Paspor.com/abclit.html . Kebodohan yang kini sulit saya pahami. Karton itu saya buka. Mas!" kata istrinya. Kalau ternyata bukan barang larangan." usul saya. Malah ngenas. tapi tak bisa menahan selera.Makan bersama di Hotel Dorin malam itu sangat mewah.Titipan itu diserahkan pada Nunik waktu makan.html Si Baju Shanghai dengan adiknya! Sahabat saya cepat-cepat berdiri di depan cermin. Semudah itu seorang jejaka memercayai wanita yang belum lagi sehari dikenalnya. menyisir rambut lalu keluar menuju lift."Kenapa?""Sampean janji di Nam Khe tadi?""Alaaah. Dia dan Pak wali kota suaminya tertawa saja mendengar cerita kangmasnya. jangan-jangan ada reserse Belanda yang tadi menguntit si Baju Shanghai lantas mendobrak pintu kamar kami."Huahaha! Huaha! Meledak-ledak ketawa sahabat saya. Paran. "Saya tak pernah digeledah di bandara Jakarta. Saya tidak bisa ketawa. Saya melahapnya. Sahabat saya nampak makin kebingungan. obat sepenting itu mesti didatangkan dari Belanda.processtext. Insulin! Ada suratnya buat bapaknya. Jangan nyesal jika Nunik dan suaminya lantas kena perkara."Karena keraguan Hargo yang sangat menjengkelkan itu maka saya ambil pisau saku dan menoreh kertas bungkusnya."Sembrono sampean Har!" saya menegurnya. Priiii. Seolah semua pengidap diabetes seperti ayah si Baju Shanghai itu mesti tersungkur ke liang kubur bila impor obat-obatan terhalang kurs US-Dollar yang ketika itu melonjak hingga 15. Saya sungkan pada suami Nunik. Husaren Sla. Saya pun tiba-tiba khawatir. Namanya pun baru dengar sekarang. "Terlalu riskan buat adik sampean. baunya saja pun sangat nyaman. Di Malaysia malah hukuman mati. Nunik bisa bawa. Jika sial."Buka saja bungkusnya. Nampak bengong. Ini bungkusan cocoknya buat saya!""Ah! Jangan mbanyol!""Bener lho. Lama sekali saya menunggu jejaka itu dengan penuh pengertian. "Hukuman berat jika ketahuan.000 rupiah. karena sesuatu hal mungkin saja Garuda terpaksa mendarat di sana. Selama hidup saya tak pernah menyantap makanan itu. Haaar. Tak sampai setengah kilo. kan bisa dibungkus lagi. Dia beri kita kartu nama dan addressnya." katanya."Isinya apa?" dia tak sabar. bumbu mirip semur."Untuk keluarganya di Gondangdia."Tak perlu khawatir. Ketika balik ke kamar dia bawa sebuah titipan berbungkus karton.ABC Amber LIT Converter http://www. di Kualalumpur tahun itu seorang turis Inggris divonis mati hanya karena kejebak bawa 250 gram ekstasi.

Beberapa selamat? Beberapa selamat. dan aku percaya potensi dibalik pertemuan. dan percik air yang masuk lewat lubang ventilasi mengajak kita untuk menghambur dalam dingin hujan.Setiap kali aku mengenangmu-yang diantar oleh hujan yang sebentar-rasa sedih pecah menjalarkan sunyi yang temaram. Tetanggaku.. Aku tahu. Dari kaca jendela kamar itu.Aku kurus ya.. jauh-jauh hari kamu sudah enggan. semenjak gelengan itu.S>small 2small 0<. juga yang berpasangan. himpitan beban seperti tak tertanggungkan. Sayang. aku pikir akan selamat. Kami berpisah..processtext. seperti yang dulu-dulu. Atau mungkin sebaliknya. Seperti percakapanpercakapan yang terusir.html Post: 02/16/2003 Disimak: 248 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas.. Senja ini tak ada kepastian. di senja hari. Tapi beberapa. Aku tahu itu. . matahari yang tenggelam.Kami minum kopi. Dan kita. yang kekal dalam ingatan. tak kuasa menanggungnya. juga dalam hal ingatan. segalanya butuh perhitungan. aku dan kamu. Sebentar ditatapnya wajahku. Tak semua selamat. yang mungkin layak tercatat dalam ingatan.processtext.. aku kira. sembari menunggu hujan reda. Edisi 02/16/2003 AKU masih berbicara tentang ingatan. dan berbisik: ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.INI juga pada senja. dan rintik hujan. Apalagi. Karena itu bukan sesuatu yang gampang ditanggung dan dilewatkan begitu saja. juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan.com/abclit. Ia tidak secerah dulu. tatap aku baik-baik. Dan ia menggeleng pelan.Ah. ya. dan aku ingin segera mengatakan-seperti yang dulu-dulu: aku mencintaimu.LALU aku bertemu dengannya lagi. mataku. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah.. begitu sendu. Dan ini tentang hujan yang sebentar. Tapi lebih banyak yang tidak.Tengadahlah. lebih nyeri dari ini. juga untuk kata-kata yang harusnya kuucapkan dengan kejujuran. juga pada senja dan hujan yang sebentar. beberapa mengalaminya. Aku ingin merapatkan tubuhku padanya. ada yang sengaja dibuka oleh setiap pertemuan. Percakapan ini tidak sebagaimana lazimnya. nyanyian. bukankah napas menjadi begitu lega?Tapi itu hanya cerita?Tidak. Dan di pojok entah mana. kupandangi lama cuaca. selain hujan dan waktu yang bergulung.Hujan reda. Sudah tidak-kah?Ia menggeleng pelan.. Tapi tidak mungkin. Tidak semua gugur daun. sahabatku. kesedihan-kesedihan banyak menimpa manusia. Tapi aku masih tetap percaya pada potensi pertemuan. meyakinkan lebih tepatnya..ABC Amber LIT Converter http://www. Benar. Selamat. Ia rindu. Setelah himpitan yang menyesakkan itu terlewatkan. Ia agak kikuk. hanya agak kurus. hujanlah yang menyertai peristiwa. Setelah sebelumnya. desir angin. lalu mencari tempat berdiamnya sendiri.. Semua selesai. dibuntal oleh hujan yang sebentar. bahkan untuk sedikit kepastian. Lebih berpuing dari ini. . bahkan bila kita mau. tapi aku yakin. Di luar sana. Di stasiun kereta api. Kali kedua aku bertemu dengannya. Ia sudah tidak mendapatkan apa-apa pada diriku.Aku mengangguk. tidak ada kepastian. memang. walau aku tak yakin benar. Ia masih seperti setahun yang lalu. di kotanya. percakapan. mungkin meratap diam-diam. dan hujan yang sebentar. membasuh sedih di luar sana. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. Sangat rindu.html .Aku coba lagi untuk memastikan kepadamu. khotbah. kamu ingin hidup yang tenteram saja.

sebab itu salah satu yang kusuka darimu.. Sebab jawabanmu tak akan menyelamatkan apa pun. baru kutulis nama sayangku untukmu. Memandang caramu menulis. Pernah kau kuyupi aku dengan air matamu. akhirnya.com/abclit.Ini Dede dan Kahfi. Hujan dengan cepat reda. Juga luka dan getir itu. dan mulai menulis. bukan? Dan aku menginginkan saat-saat kita beradu pandang. Aku kembali ke tempatku semula. Suamimu duda. Aku tidak mau menulis puisi lagi seperti tekadku dulu.html sesedih apakah kamu?Tiba-tiba dua anak muncul dan berteriak girang menyerbumu. Mengambil kertas dan menulis.Kamu masih belum banyak berubah dalam menata ruangan. aku tak kuasa menatap matamu. tertawa girang dan menyambut mereka dengan pelukan hangat dan ciuman.Bisa minta tolong. beberapa bulan yang lalu. Tapi kamu juga bangkit.. lampu-lampu mulai menyala... dan memelukmu.. dan lagilagi sesunggukan menangis. dalam tubuh yang agak basah. Aku memandang ke jendela. Sebelum banyak bicara.Tapi kamu tahu. Bayanganmu lebih cepat datang dari hujan. Hujan akan segera turun. bahkan di diriku.. begitu kamu akhiri dengan gelengan kepala: tak ada kepastian di mana-mana. Telah aku terima undangan pernikahan dengan namamu di sana. Seperti dulu-dulu. kamu mulai basa-basi. Apa pun.Kamu!Di luar. menunggumu menyeduhkan kopiku. kamu.html . Apalagi hujan yang sebentar... senja dibekap cuaca yang murung. Terutama jika senja lewat disertai dengan hujan. pigura-pigura. yang selalu kamu seka hidungmu.Aku mengangguk.TAPI kepastian itu datang juga. dan seperti apa? Kamu tidak akan bahagia. aku selalu ingin kamu menatap mataku. tapi kuseduhkan secangkir teh. jenis minuman yang tidak seberapa kamu suka. menatap buku-buku. almari pakaian. dan berhenti pada komputerku yang screen saver-nya masih tertulis namamu.Di hadapanku kini.Kamu mengedarkan pandangan. dari dulu. mungkin karena baru beberapa bulan. bahkan aku membatin: dihajar kenangan. hendak membuat kopi..Aduh. Makan yang begitu tertib. Tidak mungkin. Aku merobek kertas yang di atasnya. sebelum banyak dusta. Aku bangkit. menghampiriku.. Tapi kali ini tidak. Adakah yang sengaja kamu hindari selain tatap mata ini?Kamu tahu. televisi yang mati. Dan kamu berubah sekejap. Aku hanya memandangmu. misalnya. Mataku menatap perutmu. bukan?! Tapi bisa jadi. sesedih aku.processtext. dan ingin juga bertemu.com/abclit.Aku sedang ada urusan di sini. Aku mengambil kertas. Mengapa jika kamu menangis. Baru setahun yang lalu. hujan mengguyur deras.ABC Amber LIT Converter http://www. juga secangkir teh yang kuseduh untukmu. Tapi aku tidak rela jika kamu sedih.Kamu duduk lagi. tentang pertanyaan-pertanyaanku padamu.Aku panik. pertemuan itu telah menutup segalanya. Ah. kedua tanganmu pasti kotor. Pertemuan itu tidak membuka apa-apa. Kangen.Seseorang mengetuk pintu.. sedangkan kamu selalu memakai sendok dan garpu. dan hujan. Babak-belur dihajar kenangan dan tercabik-cabik.Dari jendela. sebab itu syarat utama dua orang hendak saling bersitatap.Jangan tanya tentang pernikahanku.. Kamu di mana. keponakanku. tidak sepertiku. sepertinya bukan matamu yang menangis tapi hidungmu? Dan juga mengapa setiap kali kita makan..Kamu menyeka hidung dengan tisu. Sangat deras. seperti sekarang ini. mungkin hanya untuk mengekalkan saat-saat pertemuan kita yang tak pernah bisa lepas dari hujan.Dan sekarang. Seorang laki-laki juga menghampirimu.Uhf. mengambil gelas yang kusentuh. Cara menulis yang tenang dan ABC Amber LIT Converter http://www. ya?Aku mengalaminya. Kamu bergetar.processtext. Senja mulai mengetuk malam.. Belum ada tanda-tanda.Kamu menangis sesunggukan. Ah. sepintas kulihat. Aku beranjak dengan malas.Tidak. Selalu menulis puisi jika terlalu bersedih.. Mengingatkan dulu. sebagaimana aku juga tidak.Harusnya aku mendekatimu.Kamu menunduk. dan ini kakakku. air mata itu.. Begitu singkat.Aku tidak begitu peduli waktu itu. senja. kebiasaan buruk. sampai sekarang. Lucu-lucu.

tepat yang kelima. sudah terasa hilang sejak lama. . mampus.com/abclit. menuju komputer. Aku tahu. aku balik. Tapi urung.html sepertinya sangat tidak peduli. lalu kulihat kedua tanganmu yang pasti kotor jika makan. Lalu kudengar ketukan pintu lagi.Aku mengangguk. Pasti ada yang hilang lagi. Dan seperti tidak peduli. Aku menjilati sisa makanan di jariku. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang hilang dari ruanganku.Kamu masih gampang terharu. Mau nggak. Lagu-lagu sedih. Lalu kutunjuk kepingan VCD: teringat film lucu. Seperti kemarin. dan kamu sesekali main di sana. sungguh. dan pernah bersumpah akan mencurinya.Kenapaaaa. Pintu terbuka. atau karena tidak mau? Sebab kamu tahu. Kututup pintu. ya. Musik mengalun.Sore nanti.. Balik-balik. Selebihnya. mengingatkan bahwa besok anak tunggal kami ulang tahun. di dalamnya. Sebuah potret! Sialan! Potret dan pigura kecilnya.Kamu bisa menangkap jawabku lewat diamku... Menatapmu. itu adalah saat terindah yang akan menghuni ingatanku.Kenapa?Aku menggeleng. Aku tidak jadi menangis. Apa ya? Belum sempat kucari-cari. kamu tak pernah bisa mendapatkan potretku. Aku hendak menahanmu. film itu bermain sendiri dan aku juga bermain sendiri.processtext. Tapi aku mencintaimu.Pintu kututup pelan. padahal sangat peduli. Kamu juga.Aduh. bersamamu dalam bayanganku. Membuatku tertawa sendiri.Aku bawakan makanan kesukaanmu.Kamu bangkit. hasil hadiah dari seorang kawan yang mengambil gambarku ketika sedang mendayung perahu. Nada suara tinggi yang merajuk itu. Sangat indah. Kuambil nasi dan makan.com/abclit. Lalu aku ingat. Kubaca.*** ABC Amber LIT Converter http://www. kamu sudah berdiri dengan senyum tanpa dosa. Ini kisah cinta apa-apaan? Kisah cinta yang mulai kurang ajar. Perpisahan itu tidak enak.Aku masuk.Kamu tersenyum. Tapi apa yang akan kamu curi? Aku tak pernah punya potret diriku sendiri.html . kan?Aku menggeleng.Aku tidak bisa melupakan saat terakhir kamu memintaku untuk mau menerimamu. Di seberang. Kuangkat. telepon berdering. Kamu sodorkan kertas itu. Dan mungkin menangis. Sialan. dan aku tak mau melewatkan yang seperti itu. Tak menahanmu. aku hanya mengantarmu sampai taksi meninggalkanku seorang diri. ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Kuantar kamu sampai taksimu meninggalkanku.Aku sedih.. Harusnya kamu tahu jawabanku: aku malas mengantar siapa pun bepergian. aku yakin. Kamu duduk lagi.ABC Amber LIT Converter http://www. Menjelang kepergian adalah saat-saat sedih.Lalu perpisahan ini berlangsung dalam diam juga. istriku.Malam ini aku menghabiskan diri dengan beberapa film. Masih meneruskan makanmu yang menyita waktu. minum kopi hasil seduhanmu.processtext.. sudah sebuah pesta kecil terhidang di meja. tak lelap.Di luar.. mengantarku ke bandara?Aku diam tak menjawab. cuaca cerah. Tak pernah aku bisa mendapatkan lagi saat indah itu. Bahkan kamu pun tidak bisa mengulangnya. Pagi ini aku tidur. bukan kamu. Sebab kalau kamu. Brengsek. masih dengan dua tangan yang pasti kotor jika makan.Aku bangkit dengan badan sakit-sakit dan mata yang panas. Bukan. Kamu belum makan. kamu tahu kalau aku menatapmu. ada janji makan malam.Aku harus pergi.

Namun. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman." Seperti biasa. Sebetulnya. "Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini. Kalau disebutkan dalam surat.html Iklan Post: 02/01/2003 Disimak: 191 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www.html .com/abclit.processtext.processtext.com/abclit. kalau sudah ada keinginan orangtuanya. biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan. Bukan untuk membuat Berbi penasaran. barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel. ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. Hamburg Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse. Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu." Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan.000 dollar AS lebih. ke rumah orangtuanya." tulis ayah Berbi. ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. "Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Jadi. tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. "Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.

kalau tiket sudah dilunasi. Pada bulan Maret tahun depannya. Berbi akan berganti dengan pesawat Lufthansa berbadan besar yang akan melontarkannya dalam tempo 14 jam ke Cengkareng. apalagi dengan komputer. ayahnya masih saja menulis surat dengan tulisan tangan. Meskipun salju belum turun. Apa pun masalah penting yang akan dibicarakan sang ayah! Apa boleh buat meski Berbi merasa di-fait accompli ayahnya. Pohon-pohon sudah mulai meranggas.processtext. meski teknologi sudah maju pesat. Jakarta.com/abclit.. Daun-daun kuning bercampur coklat beterbangan ke mana-mana ditiup angin dan mendarat di trotoar dan jalan raya.. suhu udara di Hamburg terasa kian menggigit kulit.html Lagi pula.com/abclit. pohon-pohon di seluruh kota tentu akan gundul-gerundul. Jadi. tentu akan jadi masalah jika Berbi tidak mudik. Berbi mengancingkan jaketnya sembari menunggu panggilan keberangkatan untuk naik ke pesawat Lufthansa yang akan menerbangkannya ke Frankfurt. Berbi tahu betul bahwa itu tulisan tangan ayahnya. Dalam satu-dua bulan. Berbi masih tidak habis pikir. Hamburg 1 "Pulanglah segera.ABC Amber LIT Converter http://www. Rothenbaumchaussee. Tidak dengan mesin tik. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Apalagi ditambah dengan angin kencang. secara alamiah daun-daun pepohonan itu akan muncul kembali dan lama-lama kian merimbun pada musim panas. Ayah Berbi memang tergolong konservatif bin kuno dalam hal teknologi modern. pertanda musim gugur telah tiba.. Tidak juga mengirim e-mail atau faksimile atau menelepon. Di Frankfurt. Berbi memutuskan akan pulang saja ke Jakarta.processtext." Begitu bunyi surat itu.html .

Kalau toh terpaksa menulis surat.processtext. "Dengan tulisan tangan rasanya lebih otentik dan lebih personal.processtext.html . Di apartemennya.ABC Amber LIT Converter http://www. ayahnya tergolong paling malas menulis surat. pastilah surat itu tidak akan panjang-panjang. si hemat kata. biaya penerbangan Hamburg-Frankfurt-Jakarta pulang pergi bukanlah masalah besar bagi ayah Berbi. Ketika Berbi bertanya suatu ketika mengapa begitu. untungnya apa? Kalau tetap di Hamburg. ia masih berpikir-pikir apakah ia akan pulang atau tidak. uang 2. Palingpaling hanya akan menjadi penyair. uang tetaplah uang bagi Berbi. Sebagai direktur sebuah perusahaan nasional. Apalagi ia sudah terbiasa hidup hemat di negeri orang. Kalimatnya bisa dihitung dengan jari satu tangan.html kenapa. risikonya apa? ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.000-an dollar Amerika untuk pulang pergi Jerman-Indonesia bukanlah jumlah besar bagi orangtua Berbi. Dua ribuan dollar tentu sangat besar. Kalau pulang. Ayah Berbi agaknya ditakdirkan tidak punya bakat menjadi pengarang. Namun." Surat ini mirip telegram saja. Hamburg 2 Memang. seberapa pun kecil atau besarnya. Kenapa Ayah tidak mengangkat telepon saja? Kenapa harus bicara langsung dan harus tatap muka? Kenapa harus buang-buang uang sekian ribu dollar Amerika untuk tiket pesawat terbang Lufthansa bolak-bolik Jerman-Indonesia? Seberapa penting urusan yang akan diomongkan Ayah itu? Soal warisankah? Soal pasangan hidup Berbi-kah? Rothenbaumchaussee. di Rothenbaumchaussee. cukup untuk membayar apartemennya selama beberapa bulan. ayahnya tidak mau menggunakan hasil peradaban modern itu.com/abclit. Apalagi pengarang cerpen atau novel. sang ayah hanya mengatakan. Oleh karena itu. Berbi masih berpikir-pikir apa gerangan yang akan dibicarakan ayahnya. Berbi tahu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Di pihak lain, Berbi kasihan juga kepada ayahnya kalau ia tak pulang ke Tanah Air. Sebagai putri tunggal, ia mengerti perasaan ayahnya. Dengan siapa lagi ayahnya bicara kalau bukan dengan dia? Berbi menduga, pasti ada hal penting yang hendak disampaikan ayahnya. Kalau tidak, untuk apa ayahnya menyuruhnya pulang dan membelikan tiket pulang pergi segala?

Mudik 1

Sejak kuliah tiga tahun lalu di kota pelabuhan terbesar Jerman itu, Berbi sudah dua kali menerima surat serupa, yakni memintanya pulang dengan segera, "karena ada yang akan kubicarakan denganmu" (begitu selalu ayahnya).

Ketika Berbi belum lagi setahun di Hamburg, tahu-tahu dia menerima surat dari sang ayah.

"Pulanglah segera, ada yang akan kubicarakan denganmu."

Hanya itu isi suratnya.

Persoalan yang ingin disampaikan kepada Berbi waktu itu adalah mengenai pengganti ibu Berbi.

"Teman-teman Ayah menyarankan agar Ayah menikah lagi," kata sang ayah to the point ketika Berbi sudah tiba di Jakarta.

"Oh, ya."

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Hanya itu komentar Berbi.

"Ayah ingin tahu, bagaimana pendapatmu."

Berbi menatap mata ayahnya dalam-dalam.

Berbi agak bingung juga harus berkomentar apa dan bagaimana. Ia tidak siap menjawab. Ia tidak menyangka, pada usia yang berkepala lima ayahnya masih memikirkan pernikahan. Oleh karena itu, ia menjawab sekenanya, "Terserah Ayah sajalah...."

"Maksudmu bagaimana?"

"Maksudku, kalau Ayah memerlukan orang yang akan mengopeni Ayah, ya, apa salahnya menikah lagi. Sebaliknya, kalau Ayah merasa tidak membutuhkan pendamping lagi, ya, tentu tak perlu menikah lagi. Itu kan cuma akan menambah persoalan baru."

Ayah Berbi terdiam sejenak. Oleh karena itu, Berbi menyambung, "Omong-omong, apa Ayah sudah punya calon...?"

Sebetulnya, Berbi merasa agak lancang juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Cuma karena ayahnya sudah to the point, ia pun tak sungkan bertanya langsung.

Ayah Berbi menggeleng. Berbi menjadi heran karena ia pikir ayahnya sudah memiliki calon istri baru atau istri kedua.

"Lho, bagaimana sih Ayah ini?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

"Teman-teman Ayah di kantor, katanya, siap mencarikan kalau Ayah setuju menikah lagi."

"Saya pikir, Ayah sudah punya calon...."

"Belum."

Sejak kematian istrinya sepuluh tahun silam, Berbi-lah yang menjadi teman bicara dan teman diskusi ayahnya. Apa boleh buat, peran hati harus diterima Berbi-suka atau tidak suka.

Mudik 2

Surat semacam itu ("Pulanglah segera" atau "Segeralah pulang") bukan kali ini diterima Berbi.

Pernah sekali Berbi disuruh pulang oleh ayahnya. Setiba di Jakarta, Berbi hanya dilapori bahwa sang ayah baru saja diperiksa dokter.

"Memangnya Ayah sakit?" tanya Berbi. "Kok periksa dokter segala?"

"Aku pikir, aku mengidap penyakit."

"Lantas?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Setelah diperiksa dokter, ternyata aku dinyatakan sehat."

"Lho, memangnya Ayah merasakan apa?"

"Rasanya Ayah enggak enak badan terus. Makan tak enak. Baca tak enak. Tidur tak enak, tak nyenyak. Badan serasa meriang sepanjang hari. Pada saat lain, badanku serasa gatal seluruhnya."

"Tensi Ayah, bagaimana?"

"130/90."

"Normal dong."

Graha Taman 1

Kepulangannya kali ini ke Indonesia adalah yang ketiga kalinya. Pastilah ada hal penting yang akan dibicarakan Ayah, pikir Berbi. Kalau tidak, tentulah ia tidak akan memanggilku pulang.

"Aku punya firasat bahwa aku tidak lama lagi hidup," kata sang ayah setelah Berbi tiba di rumahnya yang bernuansa Bali di Graha Taman, Jakarta.

"Maksud Ayah?"

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html "Maksudku, aku merasa sebentar lagi aku akan dipanggil-Nya."

"Lho, memangnya Ayah sakit?"

Sang ayah membisu.

"Ayah mengidap penyakit berat?"

Sang ayah menggeleng.

"Ayah sakit jantung?"

Sang ayah menggeleng lagi.

Setelah tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan, Berbi mengubah cara bertanyanya.

"Kenapa Ayah merasa akan mati?"

Dengan enteng ayah Berbi menjawab, "Aku dapat firasat...."

Graha Taman 2

Keesokan harinya, ayah Berbi mengajak Berbi ke ruang kerjanya. ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

" Berbi agak heran dengan kata-kata ayahnya itu.com/abclit. Namun. agar tidak mengecewakan sang ayah. ABC Amber LIT Converter http://www." kata ayah Berbi seraya mengeluarkan guntingan-guntingan iklan duka cita dari map. "Rencana Ayah bagaimana?" Ayah Berbi membuka sebuah map yang ada di mejanya. kalau aku mati nanti. Kata peribahasa. "Kabar Duka Cita". Kita kan perlu bersiap-siap. "Aku ingin kamu ikut memilih judul iklan duka cita yang bagus." kata sang ayah.html . Ayah ini bagaimana sih? Masih sehat begini kok sudah bicara iklan duka cita?" "Tak apa-apa toh. "Lho.ABC Amber LIT Converter http://www. Guntingan-guntingan itu diambil dari berbagai koran. ’Sedia payung sebelum hujan’.com/abclit.processtext. kamu pasang iklan kematian untuk aku.html "Begini. Berbi mengajukan pertanyaan. "Turut Berduka Cita". Kemudian Berbi melanjutkan." Mereka terdiam sejenak.processtext. "Aku ingin.

ABC Amber LIT Converter http://www. "Telah Mendahului Kita". Teman-teman. "Kok Ayah ingin diiklankan.html .I.com/abclit.html "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak"." ABC Amber LIT Converter http://www. "R. kalau aku sudah mati. "Telah Beristirahat dengan Tenang".com/abclit. kalau meninggal?" "Aku ingin semua orang tahu bahwa aku sudah mati. kerabat. "Aku ingin kamu memilih salah satu di antara bunyi iklan ini." Berbi terdiam.processtext. sih.P"." "Kalau aku sudah pilih?" "Nanti. "Rest in peace".processtext. iklan seperti itulah yang kamu pasang di koran. dan bekas karyawanku tahu bahwa aku sudah mendahului mereka. tetangga. Ayah Berbi meneruskan.

kata ayahnya. Apalagi orang yang meminta iklan itu adalah orangtua Berbi sendiri.I. Berbi pun beranjak dari tempat duduknya. Ketika dari pengeras suara terdengar suara empuk wanita. "Kabar Duka Cita". Berbi sebetulnya hanya mengulur waktu.ABC Amber LIT Converter http://www. Berbi tidak tahu persis mana yang bagus di antara judul iklan duka cita yang disodorkan sang ayah padanya: "Turut Berduka Cita". Berbi merasa rikuh membicarakan iklan duka cita. sementara orang yang akan diiklankan masih sehat walafiat. "Para calon penumpang dengan tujuan Frankfurt dengan nomor penerbangan LH-747 dipersilakan naik ke pesawat terbang melalui Gate 1".P". atau "R.html Berbi manggut-manggut meski ia tak mengerti betul keinginan ayahnya itu. dan ini sebetulnya yang tidak mengenakkan. apakah firasat itu harus dipercaya? Apakah firasat dapat dijadikan acuan kematian seseorang? Apakah firasat selalu benar? Berbi juga masih bingung dengan permintaan ayahnya mengenai bunyi iklan duka cita seandainya ayahnya betul-betul meninggal dunia.processtext. Masih terngiang-ngiang kata-kata ayahnya. Bagaimana mungkin membicarakan iklan duka cita kalau orang yang bersangkutan masih segar bugar? Gendheng apa? Ruang tunggu Keberangkatan Luar Negeri makin disesaki calon penumpang yang akan terbang ke Frankfurt dengan pesawat Lufthansa LH-747.processtext. Di pihak lain. "Telah Beristirahat dengan Tenang".com/abclit.html . Firasat. "Telah Dipanggil ke Rumah Bapak". aku segera kabari Ayah" Dengan kata-kata itu. Berbi hanya berjanji. "Rest in Peace". "Kalau aku sudah sampai di Hamburg.com/abclit. "Berita Duka Cita". Soekarno-Hatta. Dengan langkah berat. "Pilihlah ABC Amber LIT Converter http://www. Mana yang paling bagus? Berbi tidak tahu. "Telah Mendahului Kita". Akan tetapi. Berbi menuju Gate 1. Cengkareng Berbi masih terus bertanya-tanya kenapa ayahnya merasa akan mati dalam waktu dekat meski sang ayah tidak menderita penyakit apa pun.

" Ayah Berbi senang mendengar kata-kata putri kesayangannya itu.com/abclit." Ketika Berbi sudah berada di langit Jakarta.ABC Amber LIT Converter http://www. Oktober 2002 Dua Wanita Cantik ABC Amber LIT Converter http://www. atau e-mail. pada suatu malam ayah Berbi terpaku di tempat duduknya menyaksikan siaran CNN. sebuah kecelakaan mengerikan telah menimpa rombongan mahasiswa Universitas Hamburg yang mengadakan karyawisata ke Roma. atau faksimile. Berbi namanya.com/abclit.html judul iklan yang paling bagus. atau telegram.html . iklan mana yang kupilih.processtext. termasuk sopir bus. Bus yang ditumpangi oleh para mahasiswa itu masuk jurang dalam perjalanan menuju Milan. tentu akan aku pasang iklan di semua koran. Jakarta. "Nanti aku kabari Ayah lewat telepon. Semua penumpang bus meninggal dunia.processtext.. ia belum bisa memilih salah satu di antara judul iklan yang disodorkan ayahnya. Salah seorang mahasiswi yang meninggal itu berasal dari Indonesia. Graha Taman 3 Seminggu setelah kepulangan Berbi ke Hamburg. "Pokoknya. Menurut berita CNN." katanya kepada sang ayah. atau surat. Italia. kalau sudah sampai waktunya...

dalam kematangan tubuhnya Meta tetap tampil sebagai gadis lugu berwajah polos. Yang berarti untuk pertama kali ia mempunyai inisiatif sendiri untuk memiliki sesuatu di luar segala macam kebutuhan pribadi yang selama ini selalu disediakan atau dipilihkan oleh bundanya: baju . Meta tampil amat menonjol oleh tubuhnya yang begitu semampai. Dengan nafas terengah-engah.Bagi Yustin. Yang bisa tertawa dan menangis sebagaimana layaknya remaja seusianya."Bunda! Bunda! Perutku luka!"Yustin terperanjat dan dengan penuh kepanikan bergegas membuka baju anaknya.processtext. justru karena Meta tumbuh begitu pesat menjadi gadis remaja. Waktu ia kehilangan gunting kuku dan mencari-carinya di segala penjuru rumah. Tapi tidak demikian bagi Yustin. mestinya merupakan kejadian biasa-biasa saja. Yustin merasakan desir tajam mengusik perasaannya.yang tak pernah berlengan pendek. Sampai ia lulus SMP. Edisi 01/26/2003 MENEMUKAN sebatang lipstik di laci meja. sampai akhirnya membuka laci meja kamar anaknya dan secara kebetulan menemukan lipstik di situ. Sebuah desir yang nyaris sama dirasakannya empat tahun lalu ketika suatu siang Meta pulang sekolah sebelum waktunya. Tapi luka dalam. sepatu.ABC Amber LIT Converter http://www. Sampai ia masuk SMU. saat anak itu masih kelas enam sekolah dasar.. Bayangan-bayangan buruk senantiasa melintas di benaknya meski cuma sekilas..html Post: 01/26/2003 Disimak: 153 kali Cerpen: Jujur Prananto Sumber: Kompas. Ditatapnya anaknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. dan menghambur ke dalam sambil berteriak-teriak memanggil. Sementara yang lain masih menebar "bau matahari" saat berpanas-panas berjalan kaki pulang sekolah. Makin tak ada yang pantas dianggap istimewa.. Meta sudah harus mengenakan beha layaknya wanita dewasa. betapa sejenis malapetaka bisa setiap saat menerpa anaknya. Dan lipstik tak pernah ada daftar itu!DARIMANA kau dapatkan lipstik ini.. shampo. Sampai ibunya menemukan sebatang lipstik di laci meja di kamarnya. Lalu dirangkulnya. Di antara wajah-wajah kekanak-kanakan dan badan-badan mungil siswi kelas satu SMP. Sebab nyatanya. justru karena ia tahu persis. Sampai ia berusia enam-belas tahun. bayangan-bayangan buruk itu memang tinggal bayangan. pada saat yang sama Yustin merasakan pula desir tajam yang merisaukan perasaannya.""Tapi Meta sudah ABC Amber LIT Converter http://www. jauh mendahului kawan-kawan seusianya. bedak. Meta?""Aku beli sendiri. Dan kerisauan ini kian menjadi-jadi sejalan dengan terus berjalannya waktu. Apalagi meja itu ada di kamar seorang gadis remaja cantik berusia enam-belas tahun. dan menjelaskan pada Meta bahwa anaknya itu mengalami haid untuk yang pertama.html .""Kenapa? Untuk apa?""Kenapa bunda tanya begitu?"Giliran Yustin terdiam. "Bukan di situ. "Bunda mau bicara sebentar. Ada darah keluar membasahi celanaku!"Saat itu Yustin menghembuskan nafas lega. Meta sudah menebar wangi tubuh yang bisa menggetarkan birahi lelaki. hari demi hari berlalu tanpa pernah sama-sekali terbebas dari rasa cemas. Namun.com/abclit. anggun dan mempesona.processtext. bunda. rok . Sementara teman-teman wanita sekelasnya masih berkaus singlet untuk menutupi dadanya yang baru mulai tumbuh.. tapi tak dijumpainya setitik pun luka. mata sembab dan isak tertahan.. Meta lari kencang memasuki halaman rumah.yang panjangnya selalu di bawah lutut. pakaian dalam. Ialah sebuah benda yang sang bunda tak pernah membelikan untuknya. Untuk sementara.com/abclit. bunda.

""Sepagi ini? Bukankah kau masuk jam setengah satu siang?""Rosanti sakit. setelah ia berangsur-angsur sadar dirinya ditakuti orang.. bunda?""Kau dikaruniai bibir yang sangat indah.com/abclit. atau sering merasakan.atau.maksud bunda?""Kau pasti tahu maksudku.""Kenapa 'mestinya' ?""Karena keindahan ini sekaligus bisa jadi beban berat buat kamu. Pipinya membasah.""Tapi. "Perhatikan bibirmu secara saksama. Lalu menghela nafas panjang serta menggu-mamkan nama Tuhan. memujimu. "Kenapa bunda menangis?""Bunda cuma khawatir. Ia tak kuasa menolak saat ibunya membimbingnya masuk kamar. oleh sikap orang-orang di sekitarnya ini ia justru berubah.."Meta terdiam. Buka saja dulu pakaianmu. Meta. Meta. siutan panjang."Meta mengiyakan dengan cara terdiam. Bisa kaurasakan kelembutan kulitnya? Bisa kaurasakan kekenyalan daging di dalamnya?""Lalu kenapa...""Jangan berpikir sejauh itu. hingga yang pada mulanya ia hidup biasabiasa saja sebagai layaknya pemuda desa. Ongkos taksi ke sekolah tak kurang dari tigapuluh ribu.ABC Amber LIT Converter http://www. menyentuhmu. Badannya besar dan kekar..."MEMANG cuma sejauh itu yang bisa terucap dari mulut Yustin. Dengan berbagai kecemasan. Tak mungkin ia menjelaskan kenapa kekhawatiran itu senantiasa muncul dalam dirinya. atau senantiasa merasakan... Meta.??""Jangan bertanya dulu buat apa. Yang satu begitu remaja dengan tata-rambut yang mencitrakan kemasa-kinian yang begitu dinamis.. betapa setiap pria yang kaujumpai akan menyempatkan diri untuk-paling tidak-sekedar memandangmu. Yustin pun mengamatinya tanpa berkedip. Bunda cuma khawatir.""Bibir saya kenapa.... Sedemiki-an indah hingga kau tak perlu menambah apa pun untuk memperindahnya. bunda.""Bunda khawatir. Meta. Ia tak bisa datang menjemput.html mau berangkat sekolah. Membandingkan dua wajah cantik itu dengan berbagai macam perasaan. bunda.html . bunda!""Bunda tidak berpikir terlalu jauh. bunda?""Mestinya kau patut bersyukur atas karunia keindahan ini. bahwa saat melihat tubuh telanjang anaknya. bunda?""Kaulihat kulitnya yang cokelat tua kemerahan? Kaulihat bentuk tepiannya yang melengkung indah itu? Lalu coba sentuh dengan tanganmu. yang setiap hari mendengar decak kagum.com/abclit. Hingga nampaklah di sana dua wajah wanita cantik yang berbeda usia dan gaya. Kapan pun. Tak mungkin ia bercerita.""Omongan bunda kali ini akan jauh lebih berharga dibanding uang tigapuluh juta sekali pun. Dipeluknya anaknya erat-erat sambil matanya tetap memandang ke cermin." "Lalu. panggilan mesra. Lewat pandangan itu dia bisa mengagumimu."Mungkin kau benar.. atau lebih dari itu : berhasrat ingin menyayangimu. satu lagi adalah wajah penuh kematangan dan tempaan pengalaman hidup.""Apa. Matanya terpejam. Mengamati anaknya sekaligus dirinya. "Kenapa. nak.""Tak usah.""Meta tak tahu apa maksud bunda. yang sebagian rapat terlindung di balik kerudung berbordir putih bersih.. Semuanya. Lama-lama ia mulai menikmati rasa takut orang-orang ini. Aku harus berangkat naik bis kota.""Kau pasti pernah merasakan."Dengan perasaan berdebar dan bertanya-tanya Meta membuka seluruh pakaiannya."Waktu kecil bunda pernah punya tetangga bernama Amsar. Dan membawanya menghadap cermin besar yang menempel di pintu almari..aku dimanjakan oleh kecantikanku sendiri?"Yustin makin erat memeluk anaknya. ia melihat sosok dirinya duapuluh lima tahun yang lalu: Yustin yang cantik.processtext.processtext.""Biar bunda nanti antar kau naik taksi. memelukmu. membelaimu. Dan ini membuatnya jumawa. Tapi sekarang cobalah buka pakaianmu. pujian.... Penampilan fisiknya ini membuat orang-orang jadi takut padanya. Ini bisa begitu saja terjadi atas diri kamu.. serta rayuan dari para ABC Amber LIT Converter http://www..""Kau pasti ingin mengatakan bahwa memperindah yang sudah indah itu bukan tindakan yang salah." "Lalu menurut bunda aku harus bagaimana?"Yustin terdiam beberapa saat..

"Sekonyong-konyong terdengar suara getar di permukaan meja kaca. minta aja kunci ke resepsionis.META sesaat mengamati lipstik yang ditemukan ibunya dan menghela nafas panjang. stiker tattoo dan pernikpernik lainnya. 11 Desember 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau nanti kamu datang aku pas keluar.html pria yang berlomba-lomba mendapatkannya. Dan Yustina tak kuat bertahan. "Ya. Ketika tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengaku rumah tempat-tinggalnya sebagai milik mereka. Berbelanjalah apa pun yang ingin kau miliki. Ada nama seorang pria tertayang di layar. Ialah kekuatan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara sangat gampang.com/abclit. maskara. Bepergianlah ke mana pun ingin kautuju. ya?" "Sebentar. dan bicara dengan suara selirih-lirihnya. Sampai suatu saat seorang lelaki berucap padanya. Ia pun buru-buru membuka almari. Meta?" Jakarta.. Dengan tangan gemetar Meta memencet tombol terima. Dan Yustin tak mungkin bercerita.ABC Amber LIT Converter http://www. "Wanita secantik kamu tak perlu bekerja.com/abclit. giwang. Ketika tiba-tiba kartu debetnya ditolak kasir. Lalu Meta cepat-cepat memasukkan tas kulit itu ke dalam ransel berbahan parasit yang biasa dipakainya ke sekolah. anting.processtext. blush-on.Juga ketika lelaki itu sekian tahun kemudian menghilang tanpa kabar. Dan yang terdengar kemudian ialah suara ibunya yang nampaknya berdiri persis di depan pintu di luar kamar. Ketukan pintu membuatnya kaget. dengan mobil yang boleh kau pilih sesukamu pula. bunda?""Sudah siap kau berangkat?"Wajah Meta seketika menegang. dan gunakanlah kartu debet atas-namamu yang tak perlu kau pikirkan pengisian dananya. Meta bergegas mengambil handphone yang tersembunyi di balik tumpukan bukunya.processtext.html . "Kau bicara sama siapa. eyeshadow. "Halo.."Cuma ada satu syarat yang harus kau taati : Jangan ganggu istri dan anak-anakku."Dan Yustin tak kuasa untuk menggugat. Oke. Sangat disadarinya memiliki kekuatan luar-biasa yang tidak selalu dimiliki oleh wanita lain. mengambil sebuah tas yang tersimpan di bawah tumpukan baju..!"Tapi telepon di seberang sana sudah terputus. bahwa bayi itu kelak diberinya nama Meta. "Tapi bunda tidak jadi mengantarku ke sekolah naik taksi. kan?""Kenapa? Hilang limapuluh ribu pun kali ini bunda tak merasa rugi. Ketika tiba-tiba ia sadar bahwa bayi dalam kandungannya kelak secara hukum tak akan pernah berayah. kalung. dan memasukkan lipstik itu ke dalamnya. menyatukannya dengan kelengkapan rias berikut asesori lainnya: lipgloss. sebab segala rupa sanjungan itu lama-lama sangat dinikmatinya.."Dan Yustin tak kuat untuk menolak. "Kenapa aku begitu ceroboh menaruhnya di sini?" pikirnya. eyeliner. gelang. Entar aku bilang ke resepsionis kalau kamu mau datang. oom. Sekarang aku sudah di kamar. Tinggalah di rumah yang kau boleh pilih sendiri yang kau suka. Yang penting kau senantiasa ada di rumah untuk menyambutku setiap aku datang ke rumahmu.?""Meta??? Kamu di mana sih dari tadi aku nelpon nggak diangkat-angkat? Tadi hampir sejam aku tunggu di lobby kamunya nggak datang-datang. Kamar 501.

processtext. kalau Dina melek sampai malam dan membuat makalah ini."Dina menganggap omongan Ibu sangat benar. seorang lelaki Indonesia. apakah dia masih mencintai Bram.JALANjalan." cerita Dina dalam salah satu e-mail-nya lagi kepada Wiwin. Sama-sama hidup di apartemennya Bram: mimpi. ketakutan. Tapi."Dina berhenti dari pekerjaannya (Bram memintanya dengan sangat untuk berhenti dari pekerjaannya). berdiri di mukanya!Jaringjaring cinta Bram kah? (Tidak pernah jelas apa warnanya) nyatanya beberapa bulan kemudian. Edisi 01/19/2003 LABA-laba di sudut kamarnya membuat jaring berwarna putih. "Kuberikan diriku. kalau kau punya suami. lebihlebih. Bram.Malam itu."Lantas mereka belajar sekeras-kerasnya agar bisa segera balik ke Indonesia (Ibu selalu takut kalau Dina akan gagal sekolah bila menikah).com/abclit. "Kubisikkan pada mereka. ketika selesai menyetrika. Dina tahu Bram ada di sisinya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Non.html . harapan. di halte sambil menunggu bus. Dina menangis dan mengatakan kepada Bram. Itu rasanya tidak mungkin. dan berucap. Bram laba-laba yang menyamar sebagai laki-laki. dan kesedihan adalah milik mereka. bersihkan sarang laba-laba itu. Kamar Masmu memang jorok. untungnya aku datang.PADA saat itu. menari. Dina menyanyi. aku cinta Bram. dia ingat kala pertama kali bertemu Bram. Bram dan sulungnya adalah pusat dari kehidupannya." Bram melihatnya dengan heran dan kemudian tidur dengan nyenyak. hal itu diomongkan kepada Bram. Masmu kan laki-laki! Seharusnya kamar perempuan bersih. ketika anaknya berusia empat tahun Ibu menelepon. langit menulis kata-kata itu." Cerita Dina kepada Wiwin (sahabatnya) dalam salah satu e-mail-nya. setamat sekolah pulang ke Indonesia. Dina duduk di ruang tamu. tiba-tiba Dina tidak tahu. aku cinta Bram. Besok lagi aku ingin jalan-jalan dan beli es krim yang enak. mengantar anak ke sekolah dan tidak perlu melihat lagi dunia luar!Pada suatu hari. Lelaki itu tertawa dan tenggelam ke dalam pekerjaannya. Dina menikah dengan Bram. Kala mendongakkan kepalanya. Mereka samasama bekerja keras.Kemudian dengan bayinya. besok ke toko Cina bikin capcai yang enak.processtext."Setiap hari di lantai kesepuluh apartemen mereka. yang ABC Amber LIT Converter http://www. "Pagi ini kita akan masak spaghetti yang enak. Dina membawa sebuah buku. setelah itu aku akan mengetik makalah-makalah dari para dosen. "Saya seperti nyamuk yang dilahap oleh laba-laba dan labalaba itu adalah kau dan anakmu. "Baby sitter itu hampir membunuh anakmu.html Jaring Laba-Laba Post: 01/21/2003 Disimak: 197 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. sebenarnya Dina merasa.com/abclit.Anaknya lahir dengan sehat. kami tahu bahwa anakku yang pertama sudah berada di dalam kandanganku. cintaku kepada sulungku dan Bram. Sekarang. Ia menampar habis-habisan sulungmu. waktuku. setelah capek belajar (Dina mendapat beasiswa untuk mengambil S-2 nya di mancanegara). Di pusat sarangnya yang berbentuk bulat lonjong: laba-laba itu menelan seekor nyamuk yang nyasar!Ibu masuk ke kamarnya membawa sapu panjang.Dina dan Bram kalau capek bisa berbicara dalam satu bahasa. Dina mendongakkan kepalanya melihat langit yang bersih. aku cinta Bram. Dina merasa melihat nyamuk yang sedang dilahap laba-laba. Namun.

"Ibu. baik Bram maupun anaknya menambah jaring laba-laba.Langit di sana diam-diam saja. Bram suatu senja mengajaknya ngomong. kamu depresi.DINA menyusun rencananya. Satu-satunya jalan adalah memotong jaring laba-laba itu. Mereka seperti berada di tempat yang berseberangan. kami bersabar!"Dina tidak sepakat. yang sampai pada saat ini. Sebetulnya. Dina ingin sekali pergi ke kota tempat Bram dan anaknya tinggal (beberapa minggu yang lampau mereka berdua pindah ke kota lain. aku tidak pernah mengurungmu. Mereka juga tidak bersedia sekali-kali membereskan rumah. Memang ada ABC Amber LIT Converter http://www."Dina menganggap ini adalah alasan yang dibuat oleh Bram agar dia tidak berontak terhadap jaring laba-laba mereka. asal jaring laba-laba itu tidak melingkarinya. Dina mengatakan kepada Ibunya.SUNGGUH. alasan mereka: Bram mendapat promosi jabatan di kota lain). sebisa-bisanya. maka dari itu aku tidak bekerja hari ini. Jaring-jaring itu: semua kebutuhan Bram dan anaknya yang harus dilayani.com/abclit. perceraian. saya akan memotong jaring laba-laba yang ada di seluruh tubuhku. langkah ketiga membabat habis apa saja yang menjadi jaring-jaring dalam rumah ini. sehingga dia seperti seekor nyamuk yang tidak bisa pergi dari perangkap laba-laba tersebut."Dina diam saja.Dina menjerit-jerit. "Nduk. tapi mengantarkan kamu ke psikolog.APA yang dilakukan oleh Bram dan anaknya seperti bukan lagi bagian hidupnya. mereka adalah labalaba ganas.com/abclit. masih menjerat seluruh tubuh. meneriakkan kata-kata cintanya kepada Bram. tapi untuk keluarga. Semua perabot rumah. Dia naik ke lantai dua. Dina mungkin capek. Hal ini dibicarakan dengan Bram. Karena semua orang bilang. Tentu saja mereka tidak bisa setiap kali ke rumah Ibu. Jaring itu dibuat oleh Bram dan anakku. Gila! Ia masuk ke sarang laba-laba itu. Celakanya mereka bukan laba-laba yang seperti Spiderman yang suka menolong dan baik hati. sehingga dia tidak bisa berbuat apa pun.html ."Dina menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan tiba-tiba.ABC Amber LIT Converter http://www. Langkah satu. Dia merasa. Dina tidak ingin peduli."Ibu memeluknya. Kala Dina sibuk membersihkan sarang laba-laba itu Ibunya masuk."Ibu memeluknya. kalau kau jenuh di rumah kau bisa keluar dengan teman-temanmu. Tiba-tiba di ruang ini terdengar. Tak jarang baik Bram maupun anaknya kesal karena masakannya terlampau asin atau hambar. "Bersihkanlah sarang laba-laba itu!" Suara itu mengalir ke seluruh urat nadinya. sebaiknya minum susu dan aspirin.Dina melihat itu seperti sebuah bujukan. "Saya tidak tahu mengapa kau depresi! Apakah saya suami yang tidak baik? Saya tidak berselingkuh dengan siapapun. ceritakanlah apa yang menjadi permasalahanmu. dia melihat dengan jelas sekarang Bram dan anaknya adalah laba-laba. saya ingin menjadi suami dan bapak yang baik. agar dia bisa lebih terperangkap ke dalam jaring laba-laba itu. Bram kan harus ngantor dan anakmu harus sekolah. mengirim cintanya lewat telepon. bukan untuk diriku sendiri.processtext. perasaan dan pikirannya. apa yang terjadi dengan dirimu?""Saya tidak ingin mengatakan.html kemudian menjadi suaminya. Dia merasa setiap orang menindas (termasuk juga ibunya). Kita tidak perlu menyoalkan jaring laba-laba atau Spiderman. dia melihat wajah Bram yang sudah menjadi laba-laba.Dina menjerit-jerit (kepalanya terasa sakit) dan Bram cuma bilang.DINA ingin liburan sendiri ke rumah dan ketika sampai. "Din. kita ini orang biasa dan aku sibuk dengan pekerjaan. langkah dua pergi meninggalkan Bram dan anaknya. sejak kau ada di rumah Ibu Bram dan anakmu sering meneleponku mena-nyakan kabarmu. "Nduk. Bram sendirilah laba-laba yang setiap saat melumatku. Bayangkan mereka berdua mempergunakan cintanya dengan menyuruh menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya. "Ketika aku dan bapakmu tidak saling mencintai lagi. bajubaju dan makanan yang harus disiapkan setiap hari. ia membersihkan sarang laba-laba di rumah Ibu.processtext.

Beberapa tetangga berdatangan. kamu bisa bersosialisasi lagi dengan Mas Bram dan anakmu. kasihan anakmu dan sebetulnya ini berat bagi kita semua. Dilihatnya Bram dan anaknya. dan para tetangga menyeretnya ke rumah sakit jiwa!Beberapa tahun kemudian dokter Wayan bilang kepadanya. harga obatmu sangat mahal. ketika kita baru saja bertemu di halte bus. Dina jijik dan sekarang.Akhirnya. ketika Dina merasa pusing yang hebat. agar tidak menjadi laba-laba yang jahat).processtext. Dina menganggap."Bram. 18 November 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Bram berdiri di antara tetangganya. sedangkan Dina adalah nyamuk yang bisa dilahap setiap saat. "Jaring laba-laba itu akan selalu kau buat lagi kan? Oleh karena itu.com/abclit. kesembuhan ini tidak membuatnya bisa melihat lagi jaring laba-laba yang pasti masih dibuat oleh Bram dan anaknya!Dina kemudian berlari ke sembarang arah. anaknya. Bram yang seharusnya merawat.""Jadi. Papamu saya bersihkan dengan pisau itu. saya takut tidur sendirian kalau ada Mama" (mereka memang sekutu-sekutu yang tercinta). karena tanpa tugas-tugas itu. "Saya harap. ayo tidur. Bram berkata pelan-pelan. tapi harus dihormati).Kesedihan. Dina mengatakan kepada Bram akan mengerjakan semua tugas-tugasnya seperti dulu. membiarkan Ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan mengurus dirinya.processtext. mereka berdua melenggang ke kota lain. "Din. "Sudahlah. Mereka memperlakukan Dina seperti perempuan jompo (yang kehadirannya tidak dikehendaki. Mereka bersama melihat Dina yang sedang memotong jaring laba-laba yang ada di setiap sudut rumah ini. Ada pembantu yang mengerjakan itu semua. Dina merasa tidak punya arti sebagai seorang istri dan ibu.Dina mengusir mereka berdua dan dilihatnya anaknya dengan penuh sayang memeluk bapaknya. "Pa. aku harus bekerja lebih keras untuk kesembuhanmu. dengan alasan yang tidak jelas dokter mengatakan. Dan jaring laba-laba itu. dia harus memisahkan anaknya dari Bram. aku adalah bebanmu sekarang?"Bram mengangkat bahunya dan sebelum mengucapkan satu kata pun anaknya memegang tangan bapaknya. anaknya yang baru pulang dari sekolah mendekatinya. dia sembuh dan menyuruhnya kembali ke rumah Bram dan anaknya.html . Padahal.Dina menangis. kalau dia merasa sangat sakit dan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur.""Kau tidak mencintaiku lagi.SUATU kali dia membersihkan rumah ini dari sarang labalaba. "Seperti sarang laba-laba yang harus saya bersihkan.Sampai di rumah ini. Dina secepatnya menyusun bajunya dalam kopor. Bram dan anaknya memang tidak menyuruhnya mengerjakan apa pun."Dina melihat Bram dan anaknya (anaknya sudah berangkat remaja. selamat tinggal. mengejar-ngejarnya. mereka akan datang menjemputmu.com/abclit. namun ujung-ujungnya menjadi kebutuhan seks belaka. Din.html ekspresi cinta dari Bram.ABC Amber LIT Converter http://www. Namun.Malang. kemarahan semakin meledak-ledak di hatinya. padahal kuberikan semua cintaku untukmu.Dina selesai membersihkan sarang laba-laba. Dina berkata pelan-pelan. "Ma." Anaknya menjerit-jerit di rumah ini. kasihan anakmu. kamu sudah sembuh."Bram melihatnya lekat-lekat. Kamu masih dalam proses penyembuhan. turuti sajalah apa kata dokter. dari tadi Papa kok belum pulang?"Dina tidak menjawab dan ketika anaknya bertanya lagi.

Bila ayahnya membeli sepasang ayam. setiap ternak yang diperuntukkan buat si Upik. Upik merasa tersanjung. ajaib. ya. Rambut ikalnya berpusing pada satu pumpunan di ubun-ubun. Ayah tentu merestui. Tanda seperti itu-jarang orang yang beruntung memilikinya sepasang-dipercaya membawa berkah bagi ternak yang digembalakan. lalu tumbuh berpasang-pasang. Atau ada yang sempat bertelur. dan Ayah merestuinya. ayam-ayam berkotek di kandang. Ayah pasti memaksa dan mengarahkannya. orang-orang percaya pada pertanda. semacam doa yang memang tak putus-putusnya dipanjatkan.processtext. itu pun tak menetes!Bagaimana mungkin kita tidak percaya pada pertanda dan isyarat? Kandik memang tak punya pusar-pusar baik di kepala. berdiri tegak umpama dari landak.com/abclit. Dan. Alangkah indah dan menyenangkan. Boleh jadi ungkapan yang menyelubunginya semacam doa yang dipanjatkan. tiada dua. Ketika si Upik masih kecil. cukup dengan berkata.com/abclit. dua-tiga butir yang dierami. dikungkung penyakit dan dijemput kematian. sekolah si Kandik harus terus disambung. sambil menyibak pusaran rambut itu. pusar-pusar ternak itulah. dan orang-orang membacanya sebagai pusar-pusar ternak paling baik. Konon. Tanpa harus menguak dan meraba. dan segera membayangkan ternak berkembang-biak. kanan dan kiri. bakal cepat berkembang.Demikianlah. ayam itu menghasilkan telur yang banyak. bila Ayah memperuntukkan ayam itu buat si Kandik-kakak laki-laki Upik-maka tak kalah ajaibnya.Akan tetapi. Tak perlu menunggu lama. menampakkan wataknya yang keras. Edisi 01/12/2003 SI Upik punya dua pusar-pusar1 di kepala. yang dihembus-hembuskan orang sekeliling. tapi telurnya berserak-serak dalam belukar. Ayah telah memberinya sejumlah kambingABC Amber LIT Converter http://www. terhindar dari segala penyakit dan kematian." maka. mencari kutu. Sering Mak mengajaknya duduk di tubir jenjang. Semenjak kecil di telinga gadis itu telah didengungkan isyarat baik yang ia punya. dan turun dari kandang berkembang-biak. Mak akan berkata tentang keberuntungannya.ABC Amber LIT Converter http://www. sapi-kerbau dan kambing-kambing merumput riang di padang hijau. Berbeda sekali dengan si Upik. tak perlu menunggu tamat sekolah. nanti mendaftar jadi tentara. ayam-ayam itu seperti tak berdaya menghadapi alam. Ia bercita-cita menjadi tentara. Karenanya. maka rambut berpusing itu akan segera terlihat.Silau oleh semacam keindahan ajaib yang meruah direlung hati masa kecilnya. cukup angin saja yang menyibak. "Ayam ini untuk si Upik.html . semuanya selamat dierami. Merimuk saja di sudut kandang. tamat SMP ke SMA. baru akan naik ke kelas enam saja.processtext. Bahkan kalau si Upik tak bercita-cita demikian. pusarpusar ternak di kepalanya sudah cukup teruji.html Ranah Berkabut Post: 01/13/2003 Disimak: 159 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas. Rambutnya kasar seperti ijuk. Dan kenyataannya memang demikian. tanpa sadar si Upik telah bercita-cita saja ingin menjadi pengembala.

. berpusar pada kehendak alam? Meriap dalam satu pumpunan yang menjanjikan kesuburan?SEPERTI diduga. "Anak tak tahu diuntung!" itu jenis makian yang menghambur berulang-ulang. berarti menantang adat dan kebiasaan. dan di sebalik semak-semak akan nampak dataran menghijau lengang. selalu saja Ayah menjelma hantu (tapi lebih sering srigala) yang datang tiba-tiba dari balik semak-semak.Seorang sahaja di tengah padang (tentu tak buka baju karena ia perempuan!). Kian banyak orang tertarik menyerahkan hewan ternak-termasuk kepala kampung-dengan sistem paroan yang lazim berlaku di situ. badan berdegap dan wajah selalu berhias amarah. Si Upik tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu. Siapakah yang bisa mengelak dari pertanda? Tak ada. mungkin juga seorang bandar!). apalagi si Upik. Menjadi adat orang seranah. dari ayam. Di sanalah si Upik menghabiskan hari tanpa merasa berkecil hati. setiap isyarat jadi sebab. "Upik. Segala tanda dan isyarat!Begitulah. "Anak gembala. bukannya "Upik Kambing Banyak"-sebagaimana yang ia inginkan. di usia sehijau itu. Maka. sapi dan kini kerbau. seorang sahaja di tengah padang.Siapa berani menantang Ayah? Berani menantangnya-apalagi anak perempuansungguh dianggap keterlaluan.Pagi-pagi sekali.processtext.. sebaliknya menambah silau hati Ayah akan harta. Ia hanya tahu bahwa bebannya kian bertambah. tapi bermacam-macam. tak ketinggalan ternak di kandang atau di tengah padang. melainkan dampratan dan umpatan. Tidak. begitulah keadaan diri si Upik.ABC Amber LIT Converter http://www. Soalnya kambing kesayangan (tanduknya melengkung seperti tanduk rusa) dicegat Ayah di pintu kandang. sudah lama Ayah menjelma hantu yang menakutkan Mak. dengan kumis melintang. Akhirnya Ayah bertindak ABC Amber LIT Converter http://www. kakak-adik. dan di kampung ia dipanggil "Upik Itam". Bukankah ia beroleh berkah dan anugerah yang tertuntung dari langit. dan ia tak peduli." Kata itu serasa masih bergema di relung hatinya. Setiap tanda jadi tanya. tanpa pernah berunding dengan dirinya. Padang itu terletak cukup jauh dari perkampungan. tukuk-bertukuk tiada habis akibat pusar-pusar ternak di kepala. dan segera beralih ke tangan seorang juragan (ah. Ia merajuk. Dan semua ternak diterima Ayah. Dan leluhur telah mempersiapkan jawab yang layak diterima sebagai berkah warisan.html kambing orang dengan sistem paroan2. tapi bukan penghiburan yang didapat. Berhujan-berpanas sudah biasa. Berubah legam kulitnya yang kuning langsat. bagai air pada cucuran atap jatuh di pelimbahan yang sama. Selalu. turun-temurun. si Upik dengan caping di kepala dan pakaian lusuh (bukan seragam putih-biru!) juga bersegera menggiring kambing-kambingnya ke padang gembala.com/abclit. kambing yang ia minta telah membebek dibawa pergi-demi hasratnya berjudi! Dan petang itu si Upik teramat sedih. ayah butuh seekor kambing!" Maka. dengan sekali sentak. Tak hanya kambing. berkah dari adat yang bertuah. Rasanya belum lama berselang si Upik masih menghapal puisi "Gembala" karangan Muhammad Yamin di buku pelajaran Sekolah Dasar yang keburu ia tinggalkan. langsung ke ubun-ubun yang meriap bagai rumput atau alang-alang yang tunduk. tentu sambil membayangkan perempuan sanjungan dalam cerita "Puti Gelang Banyak". bagai tangannya yang bosan memintal bunga rumput jadi mainan. melewati sehamparan sawah dengan pematangnya yang kurus. Sungguh menambah beban. Si Upik tak kuasa menahan tangis.html .com/abclit. dan berseru di tengah padang. Orang di ranah itu sudah sejak dahulu berguru kepada alam. Sendiri memintal hari. Lihatlah si Upik: Pergi pagi pulang petang telah menjadi irama kesehariannya. tidak berbaju buka kepala. Membuat si Upik tak nafsu makan. berkat tetua yang pandai membaca. ternak si Upik memang berkembang-biak.processtext. begitulah. dan Mak tak kuasa membujuk. Maka. saat kawan-kawan seusia berdayung sepeda ke sekolah. si Upik sudah bergulat dengan cita-cita sederhananya dulu.

Tak jarang ia direndam ke dalam sumur berjam-jam bila Ayah marah. dialasi tikar. Dan merasa lengang bila lakilaki itu melanjutkan perjalanan. O. Apakah sekadar mendapat teman bercakap. "Hampir panen. Wajahnya bersih. Segera dibimbingnya Upik ke bawah pohon ketapang. kabarnya juga mengganggu istri Pak Kudun! Begitu pula kakaknya. dengan hidung dan telinga disumbat kapas. Semacam kompensasi yang dapat dimaklumi semua orang. itulah yang utama. pernah Upik dapatkan sedang berjudi di dalam semak-semak. diserbu belalang dalam semalam. ia lihat wajahnya.processtext. terikatlah si Upik di batang jambu yang dipenuhi semut rangrang!Upik membenturkan kepalanya ke batang pohon. Dicakarnya pusar-pusar itu seperti mencakar bara dendam. kawanan bangau yang putih yang suci. mampir sebentar dan bercakap. istirahatlah!" Ternyata Pak Kudun. ia dengan nyentrik bilang. tapi sudah cukup akrab-bercakap. Pak Kudun! Hampir tiap hari ia lewat di sini.Tabiat buruk Ayah kian menjadi. "Panen gagal." kata Mak kelu. rasa diperhatikan dan penghiburan. berjudi di rumah-rumah kosong dan mengganggu istri orang. aktivitasnya berladang sebenarnya lebih untuk mengimbangi kehidupan istrinya yang sibuk keliling kampung menawarkan barang kreditan. "Kamu sakit.. Upik. Dipijatnya kepala Upik di sana. Entah perasaan macam apa yang pantas tumbuh dan berkecambah di dada Upik yang remaja. Cepat Upik berlalu.com/abclit. Ketika hendak mencari kambingnya yang kesasar. dan Kandik segera mengejar. Apa kata orang yang ternaknya kita gembalakan kalau seharian dibiarkan di kandang. Upik merasa tak sendiri bila Pak Kudun melintas. tak sekadar membentak tapi menggampar. menyejukkan. juga rambutnya yang kusut. dijambak dan diacak-acak.. rasa sakit dan putus asa menggerakkan tangannya menarik rambut itu. apalagi mereka tak punya anak. bangau-bangau itu lantas menjauh.html . si Kandik yang mempunyai cita-cita tinggi. Yang jelas. Isi ladangnya tak pernah jelas. Dan penuh perhatian. Di kubangan.." Lama-lama. tak terduga Upik lewat di tepi sebuah "rongga" yang ternyata ditempati kakaknya. patuklah pusar-pusar di rambutnya. Sampai kemudian Pak Kudun selesai memijat kepala dan uratABC Amber LIT Converter http://www. atau sesuatu yang sukar terucap? Entah.processtext. "Kamu mesti berangkat. Mata Upik sebak menahan semacam keharuan. Dilecut pakai sabuk atau cambuk ekor pari memang telah menjadi langganan si Upik. Ayah menyeretnya ke belakang. Perutnya mual.html lebih jauh. Meski di sisi hidup yang lain ia tak bisa menghindar dari satu-satunya warna yang kelam: melulu hitam. kecuali dari Pak Kudun!Ah. ketika seseorang datang berseru. Sebenarnya. Membuat semacam rongga dari rerimbun belukar. laki-laki tetangga rumah yang sebaya dengan Ayah. dan ketika menyentuh pusar-pusar itu tangannya bergetar. jangan bilang siapa-siapa!"Lama Upik terdiam membayangkan itu semua. kehadiran Pak Kudun di padang gembalaan-walau sebagai seorang pelintas-membuat hari-hari Upik terasa lebih berwarna. Dengan satu sentakan. entah kenapa. Mengobati sakit dan lelahnya.Dan kini Pak Kudun ada di hadapan. mengancam. tapi ia tak mungkin meninggalkan tugas.ABC Amber LIT Converter http://www." Tapi bila besoknya ada yang bertanya lagi ia jawab enteng.com/abclit. dan kembalikan kepada langit yang dipuja!Tapi. yang menjadi latar perkampungan. Beberapa bangau putih terbang rendah mengitarinya seolah membawa kabar yang mesti tersampaikan. mencari jalan pintas ke ladang di lereng bukit. Kalau ada yang bertanya bagaimana keadaan tanamannya. ingin muntah.Tapi Upik menyukainya. Tak tergurat tanda amarah. seolah dengan itu pusar-pusar di rambutnya akan segera sirna!BESOKNYA Upik demam. Hal yang tak pernah ia dapatkan dari seorang pun. Pik.. kurus dan menderita. orang mahfum. orang tua penuh perhatian.Terhuyung Upik meniti pematang. "Awas. Dibentur-kan kepalanya sepuas-puasnya. bukan sekali ini saja mereka duduk berdekat-dekat. Dan petang itu.

Terima kasih. untuk kali itu. merasa sebagai pihak yang menang menghadapi Ayah. Puput-serunai batang padi yang menjadi irama nyanyiannya terhenti dan lenyap. Gadis itu terpana diam. Ah. Barulah sesampai di tempat yang sedikit terbuka.processtext.!!" Binatang apakah gerangan yang memangsa? Apakah harimau kumbang. ayah butuh seekor kambing!"Pak Kudun tersentak mendengarnya. si Upik melepaskan jerit. Tinggallah Upik dengan hati senyap. meniup puput-serunai batang padi. Dan karenanya. Dan Upik. Maka.Begitulah kehadiran Pak Kudun di tengah padang gembalaan itu. mengikuti suara yang sayup dan menjauh itu. Upik ingin tak mengenang.html urat di tangannya. dari arah berbeda Ayah pun tiba bagai srigala mencari mangsa. berarti kau yang memberi tahu. Untunglah binatang ternak itu telah mengerti jalan Pulang. Mak.html . Berkat Pak Kudun! Meski setelah itu Pak Kudun pun mengayun langkah ke pematang yang sama: pulang.. Sebelum pergi. irama itu terputus tiba-tiba. beserta kawanan seperjudiannya!Kaget oleh pemandangan serupa. Lengkingnya memaksa Kandik berbalik langkah. atau Ayah yang berubah srigala dengan cara diam-diam-setelah merasa malu berhadapan dengan Pak Kudun dalam peristiwa kemarin? Upik takut membayangkan.processtext. Datang dan perginya alangkah ajaib dan menggetarkan. Dan Pak Kudun segera melanjutkan perjalanan.. jangan sampai nanti berkecil hati kalau karena ini kubakar rumahmu!" kata Ayah geram. "Jangan kau bilang siapa-siapa! Hanya satu ekor. Lantas." katanya dengan suara bergetar. lantas si Upik berlari menuju ke sana. Sejenak ia teringat Mak yang sepagi tadi memohon-mohon kepadanya agar tetap menggembala.PETANG itu. dan merasa agak enak sekarang. sebuah kecupan melintas di tengkuk Upik." Pak Kudun tak melanjutkan. Iya 'kan?"Begitulah. Tapi. Keduanya bersitatap.. Pak. menggeleng-gelengkan kepalanya kirikanan. Sepenuhnya kini ia ingin berlagu-dendang. ia melihat sesuatu yang di luar dugaan: kambing itu dihela paksa kakaknya Kandik. Pak Kudun memandangnya. iramanya melengking tinggi!Tapi."Dan kau. seperti tersadar. Hati kosong bagai padang ditinggalkan gembala. perempuan yang sesungguhnya juga menderita kekosongan yang sama dengan dirinya. kalau Ayah sampai tahu. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Kudun dengan nada penuh perhatian. Dilemparkannya saja serunai atau puput batang padinya.. dan berteriak seperti biasa. Ayah pun tak kalah terkejut saat menyadari ada orang lain di hadapannya.ABC Amber LIT Converter http://www. "Mbheeeeekk. secepatnya ia terobos semak-semak yang penuh duri dan onak.. Kandik segera berlalu menyusul kawankawannya yang kian jauh. tidakkah juga.Upik menggerakkan kedua lengannya. Kemudian sapi dan kerbau ia tambatkan pada ABC Amber LIT Converter http://www. Seperti sekarang! LENGKING serunai batang padilah yang mengisi kekosongan hati Upik kemudian. "Sudah lumayan enak. Ayah lalu berbalik langkah. bukan mengembalikan mangsa. ketika mendengar suara ribut kawanan kambing lari berpencar. dengan tatapan orang yang minta diri. Astaga! Seekor kambing terdengar seperti tercekik dalam semak. "Upik.com/abclit. Upik menggiring kambing-kambingnya hanya sampai ujung pematang. Upik sungguh tak bisa berbuat apa-apa saat mendapatkan Mak dan Abang Juaro (seorang pemuda alim di kampungnya) bertindihan di balik kandang! Mungkinkah itu pelampiasan dari hati yang kosong? Entah. Pernah sehabis hujan ia datang bagai kijang yang melangkah lincah di padang basah.com/abclit. Kuberi tahu juga bahwa kau pacaran sama Pak Kudun. Awas. melainkan datang dengan ancaman yang sama. tapi ketakutan terhadap hukuman yang harus ia terima dari Ayah-bila kambing itu sampai hilang atau tinggal tulang-mampu mengalahkan semua ketakutan yang sedang mengaduk dirinya. Upik merasa lengang tiba-tiba."Jangan coba-coba mengganggu anakku! Sebab. Batal ia mengambil mangsa. dengan ucapan yang tak selesai itu.

Upik terteror! Dihadapannya berdiri sesosok tubuh tak dikenal.2. Upik tak bisa menjawab kecuali menghambur ke hadapan laki-laki itu. ada apa ramai-ramai... suatu sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sejumlah bidang usaha seperti pertanian dan peternakan.com/abclit. Tapi Upik memutuskan kembali ke padang gembalaan. Upik memaksakan diri menatap sosok yang baru saja mempertanyakan dan menyuarakan nasibnya. Ayahkah." beritahu Tangkai. Senja mulai turun. meski sulit dipercaya. Menembus pekatnya ranah yang berkabut. Kita ke ladang saja sekarang... Sistem paroan. Aku telat datang!" pintanya kemudian. Cara itu pasti tak meloloskannya dari hukuman.html . dan kalau nanti Ayah datang mencari.. Kai. 2002Catatan:1. dan sejumlah istilah lain yang lebih kurang bermakna sama.html pancang di kandang. apa kamu nggak bisa menahan diri sehari dua hari tanpa berita? Biar kamu bisa tenang-tenang. Kelihatannya pakai tangis-tangisan juga.. ceritakan apa adanya saja.. Disebut juga uyenguyeng atau pusa-pusa. "Upik. asal aku tahu!" Tangkai menarik nafas."Tenanglah. Pusar-pusar. "Cuma. baru beberapa langkah. hantu. Edisi 01/05/2003 "KAI. tenanglah. Ia ingin menyelinap ke semak-semak.processtext.. atau. berpulun kain sarung. "Ya." bisik Pak Kudun.com/abclit. Hidupku sudah digariskan untuk mendengar dari sanaABC Amber LIT Converter http://www. "Bukannya aku nggak mau cerita sama kamu. Yogyakarta.processtext. Pu. terbang ke sana kemari tanpa beban?" "Mana bisa begitu.. semakin bebal. Namun." kata Kupu-kupu setelah menjejakkan kakinya di bahu tangkai pepohonan itu.. "Ceritakan dong. ia akan berpura-pura sedang mencari seekor kambing yang kesasar.ABC Amber LIT Converter http://www.Upik beranjak ke arah semak-semak. sesuara lebih dulu menyentaknya.Aku juga tidak bisa cerita banyak. mengapa masih di sini? Orang-orang di kampung ribut mencari!"Itu suara Pak Kudun. bersiap menembusnya seperti menembus gelap yang mulai turun. sambil meremas rambut Upik dengan tangan bergetar. dengan cara itulah sang kakak terselamatkan. persis di pusar-pusar!Dan mereka pun melangkah dalam kelam. Semakin tebal. pusaran rambut di kepala yang oleh masyarakat tertentu dapat dibaca sedemikian rupa sebagai isyarat atau pertanda. Ia ingin menjerit. Upik. namum modal (tanah untuk pertanian dan induk untuk peternakan) tetap milik tuan atau yang punya. dimana antara penggarap dan pemilik mendapat hasil yang sama. tapi setidaknya. Tetapi. Kupu-kupu Hinggap di Tangkai Post: 01/07/2003 Disimak: 129 kali Cerpen: Arie MP Tamba Sumber: Kompas.Rumahlebah." katanya. tiba-tiba cahaya senter menerap wajahnya.

. tidak begitu.processtext." kata Tangkai.. Mau dengar nggak?" "Maaf.. ada angin kencang!" tegur Tangkai yang segera berkelit dari sebuah gelombang angin kencang yang tiba-tiba menerjang. "Wah.." "Terus terang aku agak enggan menceritakannya. Beberapa daun di pucuknya terbelai angin. "Bukannya kamu sekarang mencari bandingan.ABC Amber LIT Converter http://www.. Hm. "Kamu mau kan cerita yang kamu ketahui?" pinta Kupu-kupu lagi. "Kau pasti datang untuk peristiwa itu kan?" Tangkai bergoyang. Aku belum mendengar apa-apa. "Sudah risiko. maaf. yang tadi itu? Kok ramai? Tapi. "Baik saja!" kata si Kelompok Bunga. "Cerewet. Ah. Dua lelaki. Kupu-kupu berusaha mengatur keseimbangan. tenang dulu. karena tadi terbawa angin. "Jadi tidak mau mendengar kelanjutannya?" Tangkai jual mahal." "Mau dengar nggak?" "Maaf. Di antara tiupan angin yang membawanya. peristiwa apa sih sebenarnya.html sini!" tegas Kupu-kupu. tadi lebih pikuk. Harus mendengar sekalipun tidak ingin. Capung kemudian terbang dengan tak acuh." kata Tangkai mengangkat wajah gembira. hingga kemudian. "Jadi ketinggalan berita." kata Tangkai bergoyang." kata Kupu-kupu. ketika menampak Tangkai sesaat mengalihkan perhatiannya kepada Capung yang ingin hinggap di samping Kupu-kupu. Bahkan dalam tidur pun. "Nanti dulu. ke mana orang-orangnya?" "Mereka sudah bubar. Aku hanya bertanya apa yang tadi terjadi. Masalahnya. "Lho. di antara hembusan angin yang membawanya mendekati serumpun bunga yang kelihatan kepanasan oleh sorot matahari. teruskan ceritamu.. nanti saja ceritanya.processtext. aku masih agak terganggu sampai sekarang. "Wah wah. Kemudian memandang ke arah sekitar yang masih ramai oleh manusia. Di sini nggak ada enaknya. sekarang. Kelihatannya ada jalan keluar. teruskan. "Ya. "Jangan di sini.com/abclit." kata Kupu-kupu. maaf... Tangkai segera kehilangan Kupu-kupu. Ceritakanlah. jangan di sini!" kata Kupu-kupu menghentakkan sayap. Oya. Jangan pikirkan si Capung. ada angin lagi. Kok kamu tahu mereka ayah anak.." lanjut Kupukupu. "Pergi juga tak apa-apa. setelah mendengar dari Kelompok Bunga?" "Ooh? Tidak.. "Ada apa sih? Kok ramai sekali? Ada yang teriak-teriak lagi!" tanya Kupu-kupu. Kelompok Bunga belum sempat bercerita." "Begitu?" "Ya. telingaku dapat mendengar apa yang diteriakkan manusia dan unggasunggas itu dalam mimpinya!" Tangkai bergoyang menggeleng-gelengkan kepala. tumben kamu ketinggalan berita!" "Itulah." "Kok berkomentar lagi." Kupu-kupu mengibaskan sayapnya dengan tampilan apa boleh buat. "Nanti." kata Kupu-kupu." "Kok kamu tahu mereka ayah anak?" Kupu-kupu tak sabar lagi. aku pergiii!. Tangkai akhirnya mengangguk. dapat mengapung tenang ke arah Tangkai yang tadi dihinggapinya. kamu kok terbang?" teriak Tangkai. aku malah hampir lupa. "Sudah. Ayah dan anak. "Eh apa kabar?" tanya Kupu-kupu kepada Kelompok Bunga yang kini dihinggapinya. Bukan ingin tahu pendapatmu. Sementara Kupu-kupu sedang menyeimbangkan terbangnya." kata Kupu-kupu. Kupu-kupu tampak berpikir. Agak sedih malah." "Dua orang kataku." "Menunggu bus? Taksi?" "Mau dengar nggak?" "Maaf." Kelompok Bunga bergoyang-goyang gembira tertiup angin.. "Kau dari mana? Masa' tak tahu kejadiannya? Wah. "Oohhh. "Kuringkas ABC Amber LIT Converter http://www. "Nanti dulu. nanti dulu." Kupu-kupu terpaksa melayang lagi." kata Kupu-kupu. Sampai nantiiii." kata Capung. Aku baru terbang dari luar kampung sana. Melihat Kupu-kupu datang lagi. "Sudah. ketika segulungan angin cukup kencang datang dari arah berlawanan.com/abclit. entah kenapa Tangkai tiba-tiba memandang jemu dan serba salah! "Ada apa? Kelihatannya kau terganggu aku kembali. "Demi persahabatan.html . aku akan cerita apa yang aku ketahui!" "Eh. teruskan ceritamu." "Mulanya dua lelaki datang dan berteduh di bawah halte sana. Seru sekalii.." "Karena mereka saling memanggil begitu." kata Kupu-kupu yang tak bisa menghindari terjangan angin yang kemudian menerbangkannya itu.

. Tak ada yang mengejutkan. semua berbaur dengan kebuasan manusia-manusia yang sepertinya tadi sengaja meledak atau diledakkan oleh sesuatu. Polisi semakin banyak berdatangan." Tangkai bergoyang. Semua tangkai dan rantingranting pepohonan bergoyang-goyang gelisah.. dan menghilang ke ujung jalan sana. Sebagian peserta keributan berharap segalanya akan diselesaikan dan berakhir tenang. yang diinjak.. si Kupu-kupu hanya menyukai cerita yang ABC Amber LIT Converter http://www." "Daag." "Apa itu?" "Kedua lelaki. "Begitu saja?" tanyanya menoleh ke arah Tangkai.. "Begitulah. Ya. Hing. "Wah.." kata Kupu-kupu. yang diteriaki. akhir dari kejadiannya. mampu menghentikan kekacauan dahsyat itu?" kata Kupu-kupu. Segera bergabung dan mengambil peran sebagai pemukul. Hinggaaaaa.. Hinggaaa." "Itu dia. kok biasa saja. "Kukira ada hal yang luar biasa." kata Tangkai. Tapi ternyata semuanya tak bisa menahan diri.com/abclit. maki-memaki. Tak percaya oleh kenyataan.. Bisa kau bayangkan. Para pengasong berubah profesi dari penjaja barang dagangan menjadi penodong.." kata Kupu-kupu. Itulah ringkasannya. "Ah. Bus dan mobil-mobil remuk terbakar dan ditinggalkan. Bisa kau bayangkan. kemudian ikut berkelahi. "Maksudku.. Beberapa pejalan kaki yang berusaha melerai malah ikut terpukul. Para pemilik kendaraan yang mau dirampok melawan.. yang ditembaki. apa dia? Siapa dia? Begitu hebat. Daaag. setiap kepala. yang tadi dikatakan Tangkai sebagai tempat kejadian yang baru diceritakannya. tikam-menikam. penembak. Keduanya tidak saja ribut tapi juga pukul-pukulan.html ." "Wah. Lalu keduanya bertengkar tentang pacar dan ibu tiri." kata Kupu-kupu. Polisi datang dan melerai. Tapi kemudian ikut dalam perkelahian. Para penumpang menontoni. karena terkena beberapa batu dan peluru nyasar. masing-masing akan terdengar khas. karena bergantung pada situasi dan kondisi yang dialami si pencerita pada saat kejadian tadi. lalu menaiki sebuah angkot." kata Kupu-kupu. dan masih sempat melihat orang-orang itu sedang bubar. "Kejadian sederhana?" Kupu-kupu memandang tak percaya. teriak-meneriak." kata Tangkai.. Atau malah kurang seru. "Ya dong.processtext. setiap penilaian. Setiap mata. Nafasmu nanti habis.com/abclit.. Tapi perkelahian masih berlanjut. setiap hati. "Itulah." "Terserah kalau begitu. Terjadi baku hantam antarsesama manusia yang berkerubung di depan halte. Masih cukup dekat dari halte." "Aku kan Kupu-kupu pintar... Jalanan benar-benar macet. "Ya.processtext. apa aku terbang saja ke tangkai yang lain ya? "Kenapa? Mau mengetahui versi lain?" tanya Tangkai." "Yuk. Sementara si Tangkai kembali bergoyang. lempar-melempar. Membiarkan Kupu-kupu menjauh ke arah tangkai sebatang pohon besar lainnya di pinggir jalan itu. Pukul-memukul.html saja.. Begitu saja. "Itu masih kurang luar biasa?" tanya Tangkai. Kejadiannya berjam-jam... kau seserius.. tak tak puas. Lalu kau dating. bahwa dia mampu tak menceritakan yang sesungguhnya kepada si Kupu-kupu." kata Kupu-kupu ke arah Tangkai yang kini bergoyang-goyang kepayahan di antara tiupan angin kencang yang tiba-tiba muncul.. Ayah dan anak dikeroyok. Sebentar saja korban demi korban berjatuhan..ABC Amber LIT Converter http://www.. Dia tidak begitu hebat. "Untuk apa? Toh yang kau dengar nantinya akan sama saja. "Terserah. Begitulah. Biar informasiku lengkap. penginjak." kata Tangkai. Mobil ambulans berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. hingga tembak-menembak. Darah berceceran di mana-mana. Ayah dan anak berteduh di halte sana. Akhirnya tak jelas lagi." Kupu-kupu memandang terkesima ke arah ujung jalan sana. Cuma kejadian sederhana. Sebelum sesuatu menghentikan semuanya!" kata Tangkai. Bus-bus berhenti. Lalu tentara datang." "Hussh! Hussh! Kau. "Iya. tahan dulu. Para penumpang yang ditodong melawan. Sementara angin tak henti-hentinya bertiup kencang. sama-sama meninggalkan kerumuman. "Itulah. tahan dulu. ayah dan anak yang menjadi pangkal keributan itu. peneriak.

"Lontar telah pergi.Pada tahun 2003. ke pegunungan sampah di ujung jalan sana. Kalau tidak.html . si pemulung akan mengambil dulu barang-barang kedua ayah anak itu. dan sekaligus dibanggakan. ayah dan anak." ujarnya kembali berpuisi. Sepeninggal pohon siwalan yang dulu menaungi rumah kami. pandangannya melulu terpancang pada Bulan. menonton sejenak. Mungkin pemulung itu akan membuang kedua ayah anak itu. yang masih dapat dimanfaatkannya. katanya lagi dan lagi. atau memang sudah mati percuma. tapi bisa juga lebih cemerlang seperti sinar rembulan.html heboh."Makanya jangan melawan Rembulan. "orang yang tidak bisa berbahasa Inggris akan mati." Pada tahun 2003. dokter gigi Filipina akan datang ke desa-desa di seluruh pelosok negeri. saling bertengkar dan kemudian berbunuhan di depan orang-orang lalu-lalang yang sebagian tertarik. Singapura. Bukan hanya Bulan. Atau menutup berbagai lokakarya. karier Anda sekalian bisa lebih suram. Pada tahun 2003. Kini komputer menggantikan perannya. tapi juga tahun 2003 itu.com/abclit. Sampai ketika kedua orang itu. menceritakan hal sederhana. apakah si pemulung nanti akan benar-benar akan membuang kedua orang ayah anak itu ke timbunan sampah sana? Mengingat itu. bagaimana kedua orang itu.processtext. dan berbaik hati membuangnya sebagai sampah yang tak berguna lagi? Tapi." nasihat Ayah seperti berpuisi. Tahun ketika perdagangan bersinar bebas di seantero Asia Tenggara. Turuti saja panggilan sinarnya. Rembang. namun sebagian lainnya tak perduli. Tukang-tukang kayu dari Jepara. membawanya. Edisi 12/29/2002 AKHIRNYA tahun 2003 itu datang juga. Padahal terlalu pahit rasanya bagi Tangkai. sudah pingsan berdarahdarah. apa gunanya si pemulung memasukkannya ke gerobak sampahnya. Tahun yang sangat ditakuti. entah kenapa Tangkai merasa sedih dan bergidik.ABC Amber LIT Converter http://www. katanya lagi. dan Brunei Darussalam. meskipun mungkin ia mengantarmu ke lorong-lorong yang paling tidak engkau sukai. dan Pati akan panen order dari Thailand. Tentu saja. seorang pemulung memasukkan keduanya ke dalam gerobak sampahnya.processtext.com/abclit. Ayah percaya bahwa tanpa pohon siwalan yang ABC Amber LIT Converter http://www." kata Ayah. Lunglai.Aneh banget Ayah itu. Tahun yang sering disitir Ayah untuk memulai ceramah.*** Jangan Melawan Rembulan Post: 12/30/2002 Disimak: 156 kali Cerpen: Eka Budianta Sumber: Kompas.

Ia menggiling beras untuk petani setempat. Maklum sudah tua dan mengidap darah tinggi. belum pernah bicara.ABC Amber LIT Converter http://www. Apakah gara-gara rumah kami jadi tersiram sinar Bulan lebih sempurna? Dulu. Setiap benda itu. kata Ayah. Ya. Seolah-olah bersyukur.html menghasilkan daun tal atau lontar. cinta pada Tanah Air. pribumi maupun Tionghoa. ***SEPULANG pidato. yang bunganya bisa jadi obat sekaligus bisa disadap menjadi tuak beralkohol. Ayah mengajarkan nama-nama Latin untuk setiap hewan dan tumbuhan yang diperkenalkan pada kami. baik sipil maupun militer.Aku sengaja mendampinginya. fluktuasi harga.Namun. Pohon lontar kami menyambut panasnya lebih dulu. seluruh Asia Tenggara akan gelap gulita. Pasar bebas di seantero Asia Tenggara. Tahun 2003 sudah datang. Begitu nasihat Ayah terus nyerocos dalam mobil sepulang dari pidato di Gedung Joang. semua akan pergi meninggalkan manusia yang menanamnya atau tidak menanamnya. tiga anak-anak lontar yang setia.com/abclit. semangat hidupnya seperti menggelegak. Seolaholah hendak berterima kasih bahwa pohon lontar telah menjadi inspirasinya. Hitam seperti masa lalu penjahat tak dikenal. seolah-olah akan mendengarkan pidatonya yang terakhir. cinta pada Ibu. Seolah-olah begitu pentingnya tahun itu. melalui jendela yang terbuka. cintamu juga harus lebih canggih. adalah tulisan. pohon lontar itu.Ayah berteman dengan Pak Haji Sidik. Padahal. pada disket. Mungkin malam ini adalah malam terakhir buat Ayah. Cinta pada pohon. akan mati. Pohon yang bersejarah maupun tidak bersejarah. pada cluster informasi dan memori dalam sistem komputer. Kelam seperti masa depan pengebom bunuh diri. Yang daunnya berbentuk kipas. Ayah biasanya menatap pohon itu dari jendela. cinta pada anak-anak.Bukan hanya gelap gulita. Ayah tidak berdiri di sana. Bukan.Sepeninggal pohon lontar. Matahari tidak langsung memancar dari langit. Ia mentraktir tamu-tamu yang datang ke rumahnya. Sekarang pada layar monitor. maupun indeks gabungan harga saham. bahwa ada kemungkinan Ayah berangkat malam ABC Amber LIT Converter http://www. punya karakter lokal dan manfaat lokal.processtext. maupun sekadar resep untuk mengantisipasi AFTA. Ayah memang lebih sering bicara sendiri. Apakah mereka harus dikabari. seperti yang semua sudah tahu. kebanggaan keluarga kami. katanya.Borassus flabellifer. Bukan karena beliau guru biologi atau ahli botani. Ya. Ia tidak mengajukan rancang tindak apa-apa. Seolah-olah tahun itu akan mengubah segalanya. Tetapi. hari-hari kami seperti lebih teduh. blue print. Banyak yang belum bisa berbahasa Inggris. pohon tal yang tumbuh 20 meter di depan rumah kami. berbuah maupun tidak berbuah. tapi hitam legam di panggung sejarah. Tiga anaknya berkumpul. juga punya karakter universal. yang buahnya segar. Semata-mata karena beliau ingin kami punya wawasan dunia. sekarang pohon itu tak ada lagi. cinta pada keindahan. cinta pada kebenaran.html . Ayah berteman dengan Insinyur Sulistio.Makanya. ada kalanya rumah kami ternaungi bayang-bayang pohon tua itu. seperti pohon-pohon lain di seluruh muka Bumi. siwalan alias lontar. Belum mengerti pasar modal. Ia cuma melayani dan melayani. Kini menunggui Ayah. pada hard disk. Tinggal sinar rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama. Dulu. Kami tak mau mengecewakan hatinya. Kesehatannya tampak terganggu. Tapi. banyak orang belum siap. Universalitas ini yang penting.Pak Haji Sidik yang paling paham harga beras dan sejarah produksi padi di kabupaten Klaten pun. Dan yang paling terbukti mampu menerangi jalan hidup kita. Itulah nama Latinnya. dan cinta pada pengetahuan. Pendeknya. Sepeninggal lontar. hidup ini perlu penerangan. Tak ada action plan. itulah pohon tal. Dulu tulisan dititipkan pada daun lontar. Tak ada cetak biru. Ayah berbaring dengan napas tersengal-sengal. Ayah bergumam.Anak-anaknya berkumpul. Termasuk pohon lontar kebanggaan keluarga kami.processtext.com/abclit. Makanya kami diperkenalkan dengan Borassus flabellifer.

Ada Garcinia mangostana. Malam itu bulan bersinar sangat terang. yang telah duluan meninggalkan kami. atau mungkin juga kecapaian.Begitu juga tapak liman (Elephantopus scaber).processtext. Begitu juga pohon lontar di muka pintu yang kerjanya menampung sinar rembulan dan matahari. obat batuk. Sekali dilirik. bisa teringat selamanya. katanya. semua laki-laki. Tante Yetti adalah seorang pengagum Ayah. Rumah sakit mana saja. Semua tumbuh-tumbuhan cantik yang tiba-tiba suka menghadang jalan kita. Daun tanaman liar ini bisa dijadikan tonik atau penguat. itulah ingatanku pada Tante Lestari dari Cibodas. Ayah tak bisa menolak tumbuhnya. juga tapak liman dan tempuyung. Ia seperti minta maaf karena tidak menerangkan apa saja manfaat tumbuhan di pinggir lapangan ini.Hidup ini seperti sebuah lapangan. yang terakhir itu bukan manggis biasa.Dan entah kenapa malam itu Ayah pulang larut sekali. Ayah mengajari kami hidup tekun. Ayah seperti sedang bermimpi ketika menyebut-nyebut nama Lestari. Ia bisa tumbuh di mana saja. atau mungkin hutan bagi Ayah. Ya. Garcinia porecta! Manggis hitam. juga di jendela kamar Tante Yetti. dan nyeri perut. Napasnya normal. sepertinya semua baik. Napasnya kembali tersengal-sengal. Tapi. berkembang. kira-kira pukul empat pagi. Ia tidak mungkin menghabiskan tahun 2003 dan seterusnya. taman.com/abclit. Semua dilakukan dengan senang hati. yang sudah punya tiga orang anak. Anak-anak sudah tidur. Atau gara-gara melihat tapak dara yang lain. selembar tapak dara yang tumbuh di jalan panjang. aku terbangun. Daunnya tebal.ABC Amber LIT Converter http://www."Ibumu tahu.. Katanya mau mengembalikan buku Ayah yang terbawa olehnya. Batangnya kuat.Namun. Aku teringat perempuan tinggi. di bawah naungan pohon siwalan yang terlalu tinggi. dan terlalu merdeka. Ayah tampak sedikit tenang. Masyarakat Bali memanggilnya kembang sari cina. Tapi malam ini. bahkan di semen sekalipun. Matanya bersinar-sinar setiap kali melihat ayah kami.. elegan. Ayah seperti batuk keras sekali. anggun.processtext. Ramah pada Matahari dan tidak takut pada sinar Rembulan. mendengar Ayah memasukkan sepeda. Ia akan menyusul pohon lontar. kukuh. Wajahnya pucat."Jangan melawan sinar rembulan.Tapak dara (Vinca rosea) adalah tumbuhan penumpas kanker payudara. kebun. berkilat-kilat. kami tidur di sekeliling Ayah. Ayah harus dibawa ke unit gawat darurat. Aku membangunkan adik-adikku. Dini hari betul. Satu per satu. Memang ada banyak macam manggis. dan seindah-indahnya. Moralnya: jangan pandang enteng tanaman liar di sepanjang hidup kita.***MALAM sudah larut. yang pada suatu hari datang ke kantor Ayah. Seperti ada peristiwa besar yang harus dikuburkan di sini." Ayah mengigau lagi. Meskipun jalanan berbatu. ibumu tahu. Bukan hanya di jalan tempat Ayah bersepeda pulang dari rapat di kecamatan. Dalam perjalanan panjang hidup ini. Air mukanya tidak pucat lagi. Ia bisa tumbuh dan berbunga di celah-celahnya. tentunya. Tapi. Lewat tengah malam. Semua anak Ibu tahu hal itu. Tante Yetti itu seperti bunga tapak dara. Tapi.html .html ini? Berangkat dalam tanda petik.Aku bangga menjadi pohon manggis bagi ayahku. Ayah memperkenalkan tante itu sebagai istri seorang mandor perkebunan kopi.com/abclit. dan berbuah. Setiap orang punya perlambang sendiri. ada Garcinia dulcis. Begitu banyak tapak dara di Bumi ini. lalu sunyi lagi. Semua sudah terlelap dalam pangkuan alam semesta. guru sekolah dasar luar-biasa." Ayah mengigau lagi.. Aku sering dipanggilnya sebagai pohon manggis. Tidak mengherankan Ayah jatuh cinta pada obat kanker itu. Akarnya bisa dijadikan obat pembersih darah dan penawar racun. Bukan hanya tapak dara. Aliran darah dan pernapasannya terganggu. Napasnya semakin jarang. Sekarang ABC Amber LIT Converter http://www. Tadi mungkin hanya terlalu bersemangat. orang Pasar Minggu memanggilnya mundu. mengapa harum parfumnya sama seperti yang tercium pada Ayah sepulang dari sebuah seminar?Tapak liman. aku curiga. aku terbangun. tumbuh rajin.

sepeninggal lontar ia banyak pidato. Mungkin juga lontar. Borassus flabellifer yang kuat. persis seperti tertulis di sini. tetap saja tidak bisa. teguh dalam badai."(Sebagai ziarah abadi. Komputer adalah perpustakaan paling praktis baginya. ketika matahari terbit. Ayah bisa mengunjungi berbagai pusat kajian ilmiah. siapa yang mau melawan?Yang terang. Tetapi. Bukan nyeri. kakak memilih jadi asam jawa. ada atau tidak ada AFTA. Mungkin Ayah lupa. menurut ayahku. bahkan mencari kutipan dari bermacam buku. Sebaliknya. Melalui Internet. terkait dengan pemahaman ekologi. ia mirip palem raja. Bahasa itu harus dipelajari. Terserah pada kami. Ia mengingatkan orang pada AFTA. "Jangan melawan Rembulan. Makin tua makin rajin belajar. Atau kelapa.***AYAH adalah sebatang palem yang lain. aku. atau palem puteri.processtext. Ia terus tumbuh ke langit. kakak dan adikku. mungkin juga kurma. berpusat di Miami Florida. Kami harus selalu mendengarkan Ibu. Nama latinnya Syzygium pollyanthum. tidak bisa diajarkan.***PUKUL setengah enam. Tamarindus indica. Yang terakhir ini sebuah lembaga nirlaba. kita bisa tahu nama Latin semua satwa dan tanaman. mirip seperti Ayah. Mengapa Ayah memanggil rembulan sebagai Ibu? Ibu Presiden Megawati? Ah.com/abclit. Katanya juga jelas dan tegas. cantik dan setia. ada atau tidak ada Rembulan.html . perdagangan bebas di seantero Asia Tenggara. kegemarannya makin berkobarkobar. Ia mendengar sisi lain pesan Ayah. kelapa sawit. Ayah telah memberi contoh dengan sebaik-baiknya. Dunia ilmu pengetahuan dan kemerdekaan. "Jangan takut pada hutan.ABC Amber LIT Converter http://www. yang gugur sebelum tahun 2003) ABC Amber LIT Converter http://www. Kalau sedang pelit. Yang terang batangnya lurus ke angkasa.html juga. Entah itu Asean Free Trade Agreement. Tidak mengherankan ia menjadi semakin kaya dan bernas pada akhir hidupnya.Aku senang Ayah banyak membaca. Kalau sedang pemurah. Pencipta alam. sebaiknya mati saja pada tahun 2003.com/abclit. ia adalah nyiur yang amat lebat buahnya. bila Rembulan bicara.Memang begitulah yang kami rindukan pada setiap manusia Indonesia. makin ingin tahu. Atau ada "rembulan" beneran. seperti ibunya. Termasuk di antaranya Australian Federation of Travel Agents. bila rajin buka kamus. kalau tidak mau belajar bahasa Sunda. siapa pun Rrembulan. sekali! Ibu bukan Rembulan. Ia bisa jadi palem raja. tingginya bisa 25 meter. Termasuk kalau kami ingin menjadi pohon-pohon yang lain. dan si kecil.Si pohon asam jawa. Kerongkongnya mengeluarkan suara nyeri. Pohon lontar yang sangat dicintainya itu sudah pergi dulu. Meskipun sepuluh tahun tinggal di Bandung. Buahnya banyak. dan nyaris tak berkobar di antara para remaja. yang bungsu adalah pohon salam. itu tidak menghalangi kami tumbuh dan terus berkembang. tapi siwalan. untuk Muhammad Saleh Kismadi." Ayah seolah-olah ingin berpesan agar kami tidak memusuhi Ibu.processtext. "Yang tidak bisa berbahasa Inggris. Kalimatnya yang penghabisan kami catat. Ia sibuk dengan dunianya sendiri. sadeng. Kami tidak boleh berargumen apa pun. Bahasa itu. sejak 1977. Ia pohon asli Indonesia.Ayah kecewa pada minat belajar bahasa asing yang rapuh. anak-anak siwalan ini.Aneh. Begitu banyak hal disingkat AFTA.Sayangnya. kami panggil suka-suka kami. lindungilah Ayah kami. Entah pula Association of Temperate Agroforestry." katanya pada suatu ceramah kepada anak-anak muda. meskipun tinggal di dusun terpencil. Makin bersungguh-sungguh dalam memahami dan menggali makna kehidupan. Ayah menghembuskan napas terakhirnya. Tujuannya mengembangkan pemikiran sistematis dalam membangun hidup berkeluarga. Sejak ada komputer. kini menjadi yatim piatu. membaca berbagai koran dan majalah. dan American Family Therapy Academy. tapi menyeramkan. Ia tidak takut cahaya Rembulan. barangkali. Aku pohon manggis hitam.

com/abclit. Lama ia menunggu hingga sekilas dari jauh tubuhnya tampak mengeras seperti patung batu. remang lampu 25 watt menyergap kedua belah matanya. baru beberapa jengkal tiba-tiba ia berhenti. Berdiri gamang di depan pintu. itu sia-sia. Ia tampak takut.-ah. cermin asbak. Ia terus melangkah. sepi. Juga sedikit bercak darah pada gerutan kasar di tembok.. Mungkin juga sedikit kata-kata yang bisa membuat perasaannya bahagia. Tetapi. pintu itu belum juga terbuka. Menahan jantungnya yang tiba-tiba berdebar. ia ingat. ia masih berdiri di depan pintu. Membuat bagian-bagian tertentu tubuhnya kadang menyembul teramat menggairahkan. Mai? Kau tampak capai sekali.processtext. serta-merta pipinya melesung diikuti senyum tipis merekah di bibir mungilnya yang merah. Lalu lengang.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. Dalam hati ia berharap seseorang lari tergopoh-gopoh dari dalam rumah menyambutnya dengan senyum ramah lalu mendekap tubuhnya dengan hangat. berjumpalitan ditingkah pecahan guci. Mandilah dengan air hangat. Dan bercak darah itu? Benarkah bercak darah itu milik Mama?Pelan ia melangkah mendekat. menjijikkan.Namun. terdengar berulang-ulang. Masih menunggu seseorang. Di dahi.processtext. Dan ia masih mencoba menunggu. meremang.html Perempuan Semua Orang Post: 12/22/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Papa tak sempat menjerit sebab lehernya dicekik. Ia terus berdiri. Ruang tamu itu kosong. Hingga seperti ada sesuatu yang mengingatkan. Tetapi. dan akuarium. Tampak kotor. almari. Tetapi. begitu miris. Lalu. Mengedarkan pandang.html . kursi. Cepat ia ulurkan tangan memutar gagang pintu." Atau kecupan mesra di pipi. Terdengar bunyi engsel berkerit memecah sunyi. Di langit bintang-bintang berkerlip seperti sinyal satelit. Langit bergetar. bagai habis terbakar. sebelum kepalanya rekah dibacok golok. Juga sayup jerit.Malam merayap. "Bagaimana kuliahmu hari ini. tapi niatnya tak surut. vas bunga. Dingin menembus tulang. Menyeka titik-titik keringat di sekitar dahi seperti angin menghapus keraguan dalam hati. Menunggu seseorang membuka pintu. Lama.. Mengulurkan tangannya yang putih bagai menguar ABC Amber LIT Converter http://www. Ada bau ilalang garing diembus angin menggerus lambungnya saat menaiki undakan teras. Sulur laba-laba menghiasi tembok. entah dari mana. gerutan itu tentu bekas benturan kepala Papa. Sesaat kelopak matanya mengelepak bagai sayap burung luka. Gaunnya sesekali terkibar dihantam angin.Gemetar ia melangkah. Lama. Meja. Edisi 12/22/2002 IA datang saat senja sekarat di ambang malam.

Hingga bulu kuduknya meremang. menepiskan tangan. Ia sangat tersiksa. tubuhnya huyung seperti mau roboh. Malam kian mencekam. Ia lupa.Cukup lama ia menghimpun kekuatan sebelum kembali berhasil menjejakkan kedua kakinya masuk ke ruang makan. hati-hati menghindari pecahan kaca atau binatang semacam kecoa. mengingatkannya pada kawanan serigala liar.com/abclit. Jantungnya kembali berdesir seperti dipenuhi debu pasir. mengumpat penuh kebencian. duduk mencangkung menghadap meja makan menunggu Papa dan Mama pulang. urung. lampu itu rupanya masih menyala meski tak cukup terang. merunduk. Juga suara orang-orang itu. Juga gelas. dua ekor tikus sebesar lengan bercericit berkejaran lalu lenyap di ruang makan. Ia mengenakan toga. Wajah-wajah beringas. foto itu diambil hanya beberapa jam usai acara wisuda yang melelahkan. Atau jerit Mama dari kamar mandi sebab handuknya ketinggalan. Sekian detik kakinya terpahat di lantai tak bisa bergerak. mengusap-usap dengan jemarinya. Juga suara langkah kakinya sendiri yang boleh jadi akan menimbulkan kecurigaan. Tetapi. sendok.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan di kepalanya berkelebat bayangan puluhan orang bersenjata tajam. Darah yang muncrat dari perut Mama kala itu membuat warna udara memar seperti tertampar. namun tak sepatah kata keluar dari mulutnya. Di situ ia kembali terpaku lama. Malamnya ia nyalakan lilin. Mengkilat. juga kilatan pedang saat menebas perut Mama hingga ususnya terburai. dalam remang cahaya lampu terasa menyilaukan. Di ruang tengah matanya nanar menatap foto keluarga. Wajahnya memucat bagai tak teraliri darah.Ia melangkah menghampiri foto itu.com/abclit.processtext.***BAYANGAN itu begitu kental. belum puas ia menatap foto itu tiba-tiba seperti ada badai yang mengempas keras tubuhnya. Ya.html cahaya kristal. tetapi boleh jadi dulu ia yang menyalakan lampu itu. mangkok. Ia masih ingat. Foto itu buram tertutup debu. Dan darah. Kilatan golok saat membacok kepala Papa hingga rekah. Ia ingin menangis. ingin mencium bercak darah di tembok. Ah. Tetapi. Di lorong jauh. Tetapi. Malam kembali senyap. Terbayang kesibukan saat pagi hari menyiapkan sarapan untuk Papa dan Mama: teriakan Papa minta disiapkan kopi. menggigil ketakutan. Hati-hati ia letakkan telapak tangannya pada bercak darah dan gerutan kasar di tembok. Ia ingin berontak. meniup debu yang menebal pada kaca pigura. ia kembali bisa melihat kelebat pedang dan golok itu.processtext. Hingga pendar lampu di atasnya layu terhisap. dan dirinya tampak semakin nyata. Bayangan puluhan orang berwajah beringas kembali berkelebat di batok kepalanya seperti kelebat cahaya di malam buta. Tidak lama kemudian. Lututnya bergetar hebat. Sudah lewat!" Seketika bayangan puluhan orang berwajah beringas itu lenyap. ya. Mama. saat ini. Mengatur napas yang mendadak sengal. berteriak. menggeleng pelan. tibatiba ia tersenyum tipis. hingga wajah Papa. Mengejutkan! Susah payah ia mencoba berdiri tegak.Ia kembali meneruskan langkah masuk ke ruang tengah. memaki. Keringat di dahinya kembali berleleran. Meski sesekali kedua orangtuanya tidak pulang lantaran pergi ke luar kota sehingga larut malam ia harus makan sendiri lalu meniup lilin-lilin itu dengan perasaan sepi. dan ABC Amber LIT Converter http://www. diapit Papa dan Mama tersenyum bangga. Ia jongkok. Tenggorokannya seperti tercekik. Di bawah foto tertera namanya dalam huruf Cina: Zhao Mai Ling. Lalu tawa mereka. Seperti kembali diliputi kenangan buruk yang tak kunjung berakhir. lagi-lagi seperti ada sesuatu yang mengingatkan. mereka bukan binatang sebab bisa bicara dan tertawa. namun air matanya enggan tumpah. Semua itu begitu jelas terbayang.Tempat lilin itu hingga kini posisinya masih belum berubah. Melotot. Membuat ia kian gemetar. Berteriak serupa kesurupan. Lama ia berdiri menatap gerutan kasar dan bercak darah pada tembok itu.html . Mata-mata merah. "Tidak! Itu masa lalu. piring. berteriak. Membuat tenaganya sesaat lesap.

ABC Amber LIT Converter http://www. Bergiliran. berkilat-kilat. seorang bocah laki-laki menangis terisak-isak saat bangun tidur. tetapi tiba-tiba melambat dan berhenti persis di tikungan gelap. batin petugas hotel itu sedikit heran dengan mata sipit yang dimiliki bocah itu lantaran kulitnya gelap seperti orang kebanyakan.Yogya. ia terlalu letih untuk terus melangkah. Entah apa. Tidak lama kemudian ia merasakan tengkuknya sangat nyeri.Akan tetapi.html . Sebentar lagi pagi tiba. mengelus-elusnya. kusut. kala puluhan orang berwajah beringas puas membantai Papa dan Mama. Selain itu. Pelan ia merapat tembok. Tetapi. Jantungnya berkeretap kuat.. Ia sangat ketakutan. rak buku. tangannya melambai menghadang taksi yang kebetulan melintas.Namun. juga segelas susu. Ketika siuman ia sangat kecewa kenapa malaikat maut tidak mencabut nyawanya sekalian. Membaca buku pelajaran atau sekadar buku-buku cerita ringan. *Depok . Hingga ia pingsan. Ia terus hidup. Sekali lagi ia merasakan tenaganya raib. ia takut. ketika tanpa sengaja sepasang matanya menangkap selarik cahaya membersit dari sebuah pintu kamar. Tetapi. Berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Gamang. dan tumbuh hingga suatu kali entah kenapa ia merasa sangat bodoh jika harus bunuh diri. Perutnya kian membesar menyimpan orok bayi. meminta sopir taksi agar terus menjalankan kendaraannya. harganya pun pasti mahal. seperti ada kekuatan gaib menyedotnya. Sejenak ia menoleh menatap rumah di belakang. ia jatuhkan pantatnya di jok belakang..Dingin pagi menyergap tubuhnya saat keluar rumah. Mungkin bisa membuat dirinya sedikit tenang. Ia harus segera meninggalkan rumah itu sebelum terang menyentuh tanah.processtext.Mula-mula taksi meluncur cepat. almari. Ia ingin sekali memegang bendabenda itu. lalu kembali melangkah cepat-cepat menyusuri trotoar. seperti kesetanan mereka mendobrak pintu kamar dan memperkosanya. merasakan kembali geliat kerja setiap pagi yang menggairahkan. ia memang mesti segera kembali ke hotel sebelum anak laki-lakinya bangun lalu menanyakan keberadaannya kepada baby sitter. lalu diam-diam membawa pulang ke rumah. Memberinya makanan enak. Menyusul Papa dan Mama. Terus tumbuh. Ia ingin mati saja.com/abclit. 1998-2002 ABC Amber LIT Converter http://www. menenangkannya. Bocah lakilaki itu sejak sore hanya ditemani seorang baby sitter yang pagi ini menghilang usai menguras uang dan perhiasan dari sebuah tas mungil di laci meja. Dan seperti tanpa sadar. Beruntung seorang petugas kebersihan hotel memergoki bocah itu. Mata mereka menyala. Ah. kursi.Lima jam setelah kejadian itu.processtext. Juga sprei di atasnya yang acak. Letih.Ah. Begitu kuat. Pagi yang akan membuat wajahnya pucat. kipas angin masih sama seperti empat tahun lalu. Dan noda darah yang menempel di sprei itu? Milik siapakah? Bukan milik siapasiapa. Tetapi. Sebuah kamar luas bercahaya lampu muram. sebanyak kenangan yang terus mendesak di batok kepalanya.***ADA banyak ruangan yang sebenarnya ingin ia lihat. sopir taksi itu justru tertawa lebar. Waktu beringsut cepat. Meja. Menenteng kapak. Sebelum orang-orang ke luar rumah. Berjam-jam. Tergesa-gesa ia mendorong pintu pagar depan hingga menimbulkan suara berisik. Ia tak ingin membuat bocah itu sedih dan menangis seharian hanya gara-gara ia tak ada di sampingnya saat bangun tidur.com/abclit. ranjang itu? Ranjang itu telah bergeser jauh dari posisi sebenarnya. mendadak seperti ada sesuatu yang menahan tangannya. Tetapi. perlahan-lahan tenaganya pulih. namun selalu gagal. tumbuh. Tetapi. selain tampak kotor berdebu. di sebuah kamar hotel. mengusap-usapnya. bocah laki-laki tampan. miliknya. Itu adalah kamar miliknya. Pada saat bersamaan tiga orang laki-laki muncul dari balik semak-semak. Tergesa-gesa ia masuk ke kamar itu. Nyaris tidak ada yang berubah di kamar itu.html botol-botol kecil yang berjajar rapi di rak samping. Di kamar itu ia sering menghabiskan waktunya untuk belajar.

ia duduk di sampingku? Astaga! Jantungku berdetak cepat. Tetapi ia tampak tenang-tenang saja.Ia menghampiriku yang duduk di seat nomor 10-A. yang menerbangkanku dari Singapura ke Jakarta. aroma melati itu tidak hanya menghentak daya penciumanku. apalagi perempuan asing-yang belum dikenalnya. lalu duduk di sampingku sambil menyapaku dengan renyah. Edisi 12/15/2002 OHHHH. bergaun panjang. Ia bertubuh tinggi semampai. panjangnya sebahu diurai lepas. Tetapi. ketat. aku memang jenis pria yang suka kikuk dalam menghadapi perempuan. tetapi juga penciuman orang-orang sekitarku.processtext. Melainkan sesuatu yang kujumpai di dalam pesawat. it's mine.html . rupanya dialah si peri.! Yes. lebih wangi dari aroma peri dalam dongeng yang pernah dituturkan oleh almar-humah mbah buyut-ku. Inggrisnya beraksen Amerika kental."Number ten-bi. cerita yang kutulis ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dongeng mbah buyut-ku itu. wangi! Tiba-tiba tercium wanginya aroma melati. Kata teman-temanku. Itu.com/abclit. Ternyata seat-nya nomor 10-B.. "Wowww!" tiba-tiba kudengar bisik-bisik di sekitarku ketika muncul seorang perempuan muda mencari-cari seat.com/abclit..html Kepada Tiankong.processtext..ABC Amber LIT Converter http://www. melainkan. Sorry!" kata Si Peri. warna merah darah. belahan gaun panjangnya membuka dan pahanya yang mulus tampak kemana-mana. Jadi. Matanya yang dibingkai alis tebal tampak berbinar-binar. Tangan kirinya menjinjing kopor kecil dan tangan kanannya membawa barang yang dikantungi kain sutera keemasan. bukan karena aroma wangi melati segar yang menebar dari tubuhnya. Rambutnya hitam legam.Ternyata. Langit yang Jauh Post: 12/15/2002 Disimak: 130 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas. Ia menaikkan kopernya ke bagasi yang ada di atas seat. karena action Si Peri. berkulit warna almond. "Hello. bersumbernya embusan aroma wangi tersebut. suaranya lembut. Ia lalu kunamai Si Peri.. Dengan kalem ia menutup bagasi. sumber wangi aroma melati. Paha itu menjadi perhatian banyak orang.Tetapi. how are you?""Good! Thanks!" sahutku kikuk dalam mengimbangi suara renyahnya. Pikirku spontan. kekikukan yang kali ini berbeda dengan kekikukan yang biasanya ABC Amber LIT Converter http://www. Bisa kupastikan. Perilakunya santun. Khususnya mereka yang duduk di VIP-seats.

"Maaf...com/abclit."Maaf.. kulanjutkan dialogku dengannya. absolutely correct! Thanks!" ia bersorak. Itu. Anda tahu peraturan itu?" ia memandangiku. sambil mengguncang-guncang tanganku. ". Maka. karena saya tidak tahu." ralatnya. karena penasaran. nenek Anda." Ia mengusap butir-butir airmatanya yang meleleh di kedua pipinya.. saya mau ke Jakarta. Sungguh. Puluhan tahun ia merindukannya!" senyumnya tiba-tiba menghilang. Itu. Langit Yang Jauh. Saya suka.."Sama.processtext.. maka ia merasa asing ABC Amber LIT Converter http://www."Ya. "Jadi.ABC Amber LIT Converter http://www. memberi makan para pejuang.. Nah. pertanyaannya mengejutkanku. saya mau ke Langit. Di kota itu nenek saya lahir.com/abclit. ".." mata Peony yang semula redup.processtext. maafkan saya. Biasanya."E. karena kecintaannya terhadap Indonesia."Tentu saja Anda tidak memahaminya.. "Anda cerdas!" pujinya berkali-kali. karena nenek saya tidak mau ganti nama Indonesia.Aku bingung."Sejarah perjalanan hidup orang-orang Tionghoa di Indonesia paska Perang Kemerdekaan Indonesia sampai dengan detik-detik meletusnya G 30 S PKI. Tian-Tiankong itu artinya Langit. di Surabaya. menahan tangis. Aku tidak memahami alur pembicaraannya. aku merasa kikuk menghadapi perempuan karena aku merasa tidak punya bahan menarik. Waktu perang kemederkaan ia menyumbangkan dagangannya untuk dapur umum. karena merasa asing terhadap tempat yang disebutnya. Anda? Anda mau kemana?" sahutku agak gugup..html kurasakan. Ini menyangkut sejarah. Yang saya tahu. ia dagang palawija......ee. tahun '62. Anda mau ke Indonesia? Ke kota mana?" tanyaku kemudian. Materinya terlalu panjang dan rumit. "Hem. maksud saya. Karena ia lahir dan besar di Indonesia. karena tidak menyangka sama sekali kalau ia mau menegurku."Nah... bisa juga dimaknakan Surga.nah. beberapa menit setelah pesawat take-off menuju Jakarta. saya tidak tahu!" aku berterus terang. karena aku sedang memikirkan profesinya. Nenek saya bilang.html .""Menyangkut sejarah? Sejarah apa?" aku semakin tidak mengerti."Yes! Anda cerdas.""Nama saya Peony. Apakah ia seorang foto-model? Atau ia seorang semacam call-girl? Ahh. karena PP-10 itu nenek saya kembali ke Tiongkok. sorry."Ke BatuMalang."Anda mau ke Tian-Tiankong untuk berbakti kepada keluarga? Sungguh mulia niat Anda." ia memenggal kalimatku. Tiankong itu sebuah negeri yang sangat indah. otakku jadi kotor menuduhnya yang tidak-tidak. Ya. yaitu berbakti kepada keluarga!" sahutnya cepat. aku lalu memberanikan diri untuk minta penjelasan.... Tetapi. dibesarkan dan menikah serta punya tiga anak. Miss Peony. "Itu. kembali berbinar."Yes. Ironisnya. Anda paham apa yang saya maksud dengan Langit Yang Jauh?""Indonesia?" aku menebak dengan ragu-ragu."Saya mau ke Tian-Tiangkong untuk melaksanakan li. Setelah menikah. Maka. "Jadi. ia dipulangkan oleh pemerintah Indonesia ke Tiongkok.. nenek saya termasuk di dalamnya.. pernah tinggal di Indonesia?" tiba-tiba aku menemukan clue kemana arah pembicaraan Si Peri yang mengaku bernama Peony Wu. di mana Tiankong itu?" tanggapku spontan.tapi."O. Pujiannya membuatku jadi merasa akrab dan dekat dengannya. saya berbahasa Mandarin.""E. yang bisa kusajikan sebagai bahan pembicaraan. tergantikan kerut-kerut bibir gemetar. dari mana saya harus memulainya. kerinduannya tidak pernah terwujud secara nyata. Saya tidak memahami apa yang Anda bicarakan. karena aku terheran-heran oleh penampilan Si Peri yang superwangi dan keberaniannya dalam berbusana. Maukah Anda memperjelasnya?" pintaku. Boleh tahu? Anda mau ke Jakarta atau ke Bali?" tanyanya. Sedangkan kekikukanku kali ini. ya kata nenek saya. Maksud saya Peony Wu. Apa sih profesinya?. Anda bingung kan? Anda tidak tahu di mana letak Langit Yang Jauh?" ia tersenyum. negeri yang kata waipo-ya.Miss. seindah Surga.! Ke Surga!""Maksud Anda?" keningku spontan berkerut. karena alur pembicaraan saya rancu. ia terkena PP-10. Tapi..

Kemudian.ABC Amber LIT Converter http://www. lahir di Macao. Keterasingannya itu membuatnya gamang dalam menjalani hidup. karena aku ingin tahu keberadaan neneknya. ketika meninggal minta dikremasi dan abunya ditaburkan di Gunung Sriti-Batu. Anda jangan bercanda. sebuah Surga dan ia ingin menjadi salah satu penghuninya." aku tidak bisa berkata apa-apa selain menarik nafas. ia bersama sepupunya berhasil melarikan diri ke Macao.""Ah. ". suami nenek saya itu dibunuh dengan cara yang keji oleh penduduk setempat. Katanya. Tetapi kedua anaknya hilang."Nenek saya sekarang di sini! Di pesawat ini!" ia memandangiku. besar di Amerika. ketika meletus G 30 S PKI.. untuk melaksanakan li bagi neneknya. Itu."Ya. selama 40 tahun ia merindukan Indonesia yang disebutnya sebagai Langit Yang Jauh. bagaimanapun nenek saya tetap menganggap Indonesia adalah Tiankong. Di dalam botol perak ini!" ia menunjukkan ujung botol yang ada di kantung sutera.karena dia sedang menuju ke Langit Yang Jauh. kedatangannya ditolak pemerintah Indonesia. Ia menyebut demikian karena untuk ke Indonesia baginya tidak mudah. Nenek saya sempat gila karena disiksa oleh student yang menjadi Red Guard Mao.!""O. Jadi. Ia memilih tinggal di Indonesia.Malang.Jakarta. Jangan. ia mengambil sesuatu dari kantung sutera warna keemasan yang tadi kulihat dibawanya. karena ia dituduh PKI!" mata Peony membasah lagi. "Oiya.html . Kabarnya. makanya Anda modis." lagi-lagi ia memandangiku. Ia lalu mengajakku ke Batu. Di Gunung Sriti ia punya kenangan manis. suaminya itu tidak mau menyertainya kembali ke Tiongkok. Post: 12/03/2002 Disimak: 212 kali ABC Amber LIT Converter http://www. Ia takut. sambil mengamati wajahnya yang memang tidak mirip Tionghoa.."Ohhh. "Nenek saya ada di sini.processtext. akhir Oktober 2002 Lebaran. bersama Anda dan bersama semua penumpang pesawat ini.." tanggapku serius. buka butik!""O."Saya tidak bercanda.. saya sekarang punya usaha di Singapura. Kemudian. tempat itu sangat indah bak surga.processtext. bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya.. Suatu tempat yang ia rindu-kan.. Nenek saya sekarang memang sedang berada di pesawat bersama saya. usianya 38 tahun. saya ini blasteran Tionghoa-Portugis. Maka. usianya 78 tahun..com/abclit. Jangan.. ia lalu berpesan.." Komentarku tentang dirinya. mengganti namanya dengan nama Indonesia dan kemudian ia menikahi perempuan Boyolali."Nenek saya meninggal dua bulan yang lalu..com/abclit. Ketika ia dipulangkan ke Tiongkok. apalagi ketika Mao Zedong memproklamirkan Revolusi Kebudayaan." sambung Peony tersenyum getir. nenek Anda sekarang di mana?" tanyaku. jadi Anda berdarah Portugis?" selaku. Sayangnya. gara-gara nenek saya penganut Kong Hu Chu yang taat.di Tiongkok. "tapi. Yang hidup tinggal ibu saya yang kemudian menikah dengan orang Portugis..html terhadap Tiongkok. Untung.

Lelaki 40-an yang mengajaknya itu -dan kini entah berada di mana! -mengatakan uang yang bakal diterima Openg adalah Rp 400.processtext. kata Mak. Openg terus terbatuk. membuat bocah itu merasa bagai tambah tak berdaya.. Betapa cepat... nanti. bukan persoalan memutar atau menggilingnya.000..com/abclit. betapa meletihkan." "Tapi . dengan pandangan masih nanar. "Ayo giling!" Perintah yang sangat Openg kenal. Empat ratus ribu rupiah. "Sudah. Dan mimpi diempas dan dibenamkan gelombang itu. Mak ragu. Tangan kecilnya menggapai-gapai. di hari-hari pertama di malam-malam pertama. yang kata Ucok jaraknya delapan mil dari pantai. "Jangan tidur! Ayo giling!" Kembali... tak ada gelombang. Kita bisa. Ah-ah. Mak. dilihatnya Ucok. itu tak cukup untuk biaya kerja Mak ke Malaysia. ***SEGALANYA? Entah. tetapi semua sia-sia..000 per bulan. alangkah baik kalau digunakan menghimpun tenaga. bagaimana caranya? Menambah kerja jadi tiga atau empat bulan? Berarti melewatkan lebaran. Betapa melelahkan. Bang Tohar (si sumber perintah) tegak berkacak pinggang. Udara! Ditariknya napas-argkkhh! Cekuk-cekuk. Openg terbayang Atin. Kesadarannya sempurna: Tuas penggiling. Membuat ia tak bisa betul-betul tertidur. menatap ke arah Openg. Belikan Atin baju ya Bang?" "Ya-ya. telah tiba saat menggiling. telah menipuku. Dan itu Openg ketahui setelah berada di sini. sungguh membuat Openg tambah letih lagi." "Ah. masih terbatuk-batuk. Segalanya. tak pulangpulang.. Pulu. ABC Amber LIT Converter http://www. Begitu aku pulang. mereka harus menjemur ikan tangkapan malam kemarin. soal upah ternyata tak seperti dikatakan Bang Sulam. mengepak-ngepak.. Wajah Mak.. Dua bulan. bilang hanya Rp 200. Amri. Beli baju. Mak! Dan ketika aku pulang. dan Kabir (temantemannya) telah menarik tuas penggiling. terbatuk-batuk..html Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas.. itu tepat jelang Lebaran.telah menipu. artinya menarik jaring. Tak sampai dua jam... Jangan khawatir. saat tiba-tiba menyadari tak ada air. Gelombang membalik. Tetapi. Bagai tak ada antara. Ada gerakan di tempat mana tangannya terpegang. ***MENGGILING. Mak. Mak bisa ke Malaysia.processtext. Kue dan baju." "Dah. di jermal. Orang-orang itu... kalau kebetulan tak menggiling.ternyata Mak benar." "Ya. Jermal. Bohong. melambungkannya ke permukaan. Kenapa bisa datang berkali-kali. Tenang saja. Di hadapan mereka. Untuk toke atau cukong saja. Wajah Atin. jarak waktu antara menarik dan menurunkan itu: tak sampai dua jam. yang jelas. uang yang bisa Openg bawa pulang hanya dua kali lipatnya. Edisi 12/01/2002 AIR. Selalu. mengangkat." "Tapi. Janjinya. dan tak berganti dengan mimpi lain yang lebih biak? Atau." "Aduh. Openg ingat dialog itu: "Firasat Mak tak enak. hanya dua bulan. Tolong. Mata itu. Sudah berkali-kali. kalau Rp 200. bawa uang." Tapi. butuh Rp 500.. Dua jam itu.com/abclit.. Orang-orang dewasa itu. Setiap gerakan.ABC Amber LIT Converter http://www. mandor itu. Mak ini bagaimana. Sebaiknya kau tak pergi. Dengan napas masih sesak.. apa itu? Di tengah laut. Gelombang.html . dan setiap malam! Siang juga bukan berarti istirahat karena..000. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut." "Tapi. tak usah mimpi.. Jadi. Dan. dua-dua jam pertama itu digunakan Openg untuk mengenang. "lebaran! Kita bisa buat kue.000." Mak masih ragu. Lelap saja. Dulu." Atin menyela. Disebut demikian karena jaring ditarik dengan tali menggunakan kumparan besar yang mesti mereka putar. Bang Tohar. Sedang mengapa mereka sekarang? Ah. Dibukanya mata. Tatapan itu. setiap tenaga yang ia keluarkan. Tetapi. Bagi Openg. itu bukan mimpi pertama.

Bocah itu tak mengerti akan kehidupan kampungnya yang tiba-tiba berubah. Tentang Bapak yang pergi entah ke mana.processtext. pulang?" Bang Tohar berdiri." "Kata Amri apa?!" "Kata Amri.html Tentu adik perempuannya-yang tahun depan bersikeras ingin sekolah itu-akan sangat kecewa. Kenapa.." "Memang tiga bulan. tak pulang-pulang.. Betulkah? ***HARI ini. bila malam. gempal. mereka benar-benar telah menipuku. menyodorkan wajahnya ke muka Openg.sampai-sampai desa mereka bernama Kampung Pasir. ingin menangis. Betapa jauh. Setiap gerakan. Busuk.. mereka tak dibolehkan pulang sebelum bekerja tiga bulan. dengan berenang!" Openg tertegun. Apakah salah mereka? Apakah salahnya dengan sungai yang jadi lebih dalam? Openg tak mengerti. menggigil. Openg tiba-tiba takut. bertemu Atin. Kenapa!" "Aku tidak bisa. Nenek. Ramadhan atau tidak bagai tak ada bedanya. ia tak percaya pada firasat Mak? Kenapa.. dan kasar itu ia temukan tengah bersama Bang Jamil.... Lelaki besar. Kerja dua bulannya tinggal dua hari lagi! Malah. si juru masak. Openg megap-megap ketika empasan kuat membenamkannya ke perut laut. Kepalanya jadi sering pusing.processtext. Delapan mil! Kenapa tak ia coba? ***TOLONG. Napasnya mengoar. Bang Tohar (tatapan itu. Mata itu. mata itu... Jadi.. Delapan mil.. mengalahkan deru angin dan desau ombak.. ABC Amber LIT Converter http://www... Tangan kecilnya menggapai-gapai. kau harus kembali ke sini! Bekerja lagi!" Openg melangkah. membuat bocah itu sungguh merasa tambah tak berdaya. Lagi pula..akan ucapan Amri. lihatlah. waktu itu. Openg ingin berteriak. Matanya menatap ke sana. mengangkat. kau hanya boleh bawa seratus ribu. Dan. mengepak-ngepak.. Delapan mil. bocah itu telah membayangkan bagaimana akan bahagianya bertemu Mak. Openg tak menjawab. kata Pulu. aduh! Dua-dua jam itu. kata kabir. kenapa Lebaran tak datang sebulan lagi? Kenapa... Bang Sulam mengatakan pekerjaannya hanya menggiling. "Hua ha-ha. Dan. ingin memekik. kalaupun cuma menggiling. Tentang Nenek. Untuk sisanya. Hal lain..html . "menindih" malam-malam.. Yang membuat kepalanya. Yang membuat orang-orang kampungnya harus mencari kerja ke mana-mana. Dua lelaki dewasa itu menatapnya. "Kata Amri. "Apa?!" Suara Bang Tohar bagai menggeledek. lima hari menjelang lebaran. Soal upah mungkin satu hal. ternyata tidak. "Bagaimana?" Ada sentuhan lembut di pundaknya. harus pulang. Mereka telah menipuku. Openg mendapat cerita lain. Ha?! Sungguh Openg sangat terkejut. Tentang uang yang.com/abclit. Mak. bergegas mencari Bang Tohar. siapa menyangka bahwa menggiling itu bakal siang dan malam? Dan. kerja harus tiga bulan. Hahhh. yang tak berhenti sakit. Ia hanya bisa tidur-tidur ayam. itulah pekerjaan orangorang kampungnya sejak lama. Tentang Mak. Openg meninggalkan pekerjaannya menjemur ikan.. melambungkannya ke permukaan. orang-orang kampungnya..com/abclit.. Tertunduk.. Dengan marah. tak ada yang namanya puasa.. benci.. Kata Amri. entah sebab apa. Kembali.. Gelombang membalik. suka. kata orang-orang. Lututnya. tak lagi boleh menggali pasir di sungai itu? Padahal. kemudian dipenuhi pikiran. Openg takut)... "Bagaimana! Kau Bisa?!" Openg tak bersuara.." "O. Tertunduk. dan takut. "Jika pun bisa.. tetapi semua sia-sia. ke bayangan pantai yang antara tampak dan tidak.. satu lagi.. Mak benar.ABC Amber LIT Converter http://www. Tatapan itu. tidakkah Mak akan sangat cemas? Dua bulan saja Mak telah sangat keberatan.. Puasa? Ah! Di sini.! Bisa?" Openg membalikkan tubuh. setiap tenaga yang ia keluarkan. sungguh membuat Openg sangat capek... Apalagi tiga atau empat! Ah-ah. Tak tahan-dan tak percaya. Tentang Atin yang ingin sekolah. berjalan menghampiri bocah itu. kenapa mereka. Tentang begitu pentingnya uang. kau mau pulang ya?" Lelaki besar itu membungkuk. kata Mak.. Tetapi. Ah Mak. "Boleh! Kau boleh pulang! Tapi. Amri. di negeri Malaysia begitu gampang. Udara! Ditariknya napas -argkkhh! Cekuk-cekuk..

Edisi 11/24/2002 Bermula dari kunjungan seorang kawan lamanya Hardi. masih terbatuk-batuk. Diewany dan Faarisy. Seperti kebanyakan bangsanya. Dibukanya mata. jangan.. dadais. tidak! Jangan! Kenapa. Pelukis yang capai mengikuti idealismenya sendiri lalu mengikuti jejak banyak seniman yang lain: berbisnis. Namun. Tentang teknik melukis. okh! Jangan. Yang membuat Ustadz Bachri agak kaget. ternyata tamunya itu lebih banyak berbicara tentang aliran-aliran seni mulai dari naturalis. 2002 Lukisan Kaligrafi Post: 11/26/2002 Disimak: 522 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas.tengah menindihnya. kedatangannya di samping silaturrahmi. dan entah apa lagi. Dia melukis mulai perempuan cantik. Menurut Hardi. Sepertinya memang sengaja menguliahi Ustadz Bachri soal seni dan khususnya seni rupa. mencontoh kitab Quran atau kitab-kitab bertulisan Arab lainnya. Menendang-nendang. meski bisnisnya masih dalam lingkup bidang yang dikuasainya. ternyata. saat tiba-tiba menyadari tak ada air.html terbatuk-batuk. Mungkin karena kecerdasannya. Bang Tohar juga tengah berusaha melorotkan celananya! O tidak! Ia berontak. Tak tahu bedanya Naskh dan Tsuluts. tak ada gelombangnya. pembesar negeri.com/abclit. membungkam mulutnya. kasar.. dia segera bisa menangkap kela-kuan zaman dan mengikutinya. dan istilah-istilah lain yang dia sendiri baru dengar kali itu.. ekpresionis. surealis. tentang perspektif. tenaga Bang Tohar bagai kepiting baja! Oh. Dia hanya tertarik dengan makna ayat yang ia ketahui lewat Terjemahan Quran ABC Amber LIT Converter http://www. siang tadi ia batalkan rencananya? Kenapa ia tak berani terjun berenang menempuh delapan mil itu? Kenapa? Padahal ia bocah Kampung Pasir! Padahal ia orang sungai! Padahal.. atau Riq'ah dan Kufi. * Payakumbuh.com/abclit. Hardi sangat peka terhadap kehendak pasar. Tetapi. Ada tangan besar.. Dengan tangan lain.. Hardi sama sekali tak mengenal aturan-aturan penulisan khath Arab. Katanya dia asal “menggambar” tulisan. Kesadarannya sempurna: Bang Tohar! Bang Tohar. Openg terus terbatuk.processtext.html . Ustadz Bachri sendiri yang sedikit banyak mengerti soal kaligrafi Arab. ingin berbincang-bincang dengan Ustadz Bachri soal kaligrafi.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia kini melukis apa saja asal laku mahal..processtext.. meskipun sudah sering pameran kaligrafi.. tentang komposisi. Melawan. Apalagi falsafahnya. hingga kaligrafi. segera menyambutnya antusias.

Setelah tamunya itu pergi. langsung ia tindas dengan cat lain dan memulai lagi dari awal. “Tidak. Dia buka kitab-kitab tentang khath dan sejarah perkembangan tulisan Arab. berserakan beberapa kanvas yang sudah belepotan cat tanpa bentuk. dia tulis ayat yang dipilihnya dalam bentuk-bentuk tertentu yang menurutnya sesuai dengan makna ayat. Tiga bulan lagi. saat dia mulai masuk ke gudang berkutat dengan cat dan kanvas-kanvasnya. namun melihat keseriusannya. Bahkan dia memerlukan datang ke kota untuk sekadar melihat lukisan-lukisan yang dipajang di galeri dan toko-toko. Lebih heran lagi ketika dia jelaskan bahwa dialah yang akan melukis. Anak-anak dan istrinya agak bingung juga melihat dia datang dari kota dengan membawa oleh-oleh peralatan melukis. “sampeyan mesti melukis kaligrafi.” Hampir saja Ustadz Bachri putus asa. Ustadz Bachri bersyukur atas kedatangan kawannya yang-meskipun agak sok. tapi rasa tertantang muncul dalam dirinya. Maka. “enakan menulis pakai kalam di atas kertas. Kenapa tidak. sebelum keluar melintasi pintu rumahnya itulah si tamu tiba-tiba berhenti seperti terkejut. Saya yang menulisnya sendiri. mengapa dia tidak? Namun. begitu si tamu berpamitan seperti biasa Ustadz Bachri mengiringkannya sampai pintu. ramai-ramai juga mereka menyemangati. Kadang-kadang sampai subuh. Hal itu terjadi berulang kali.processtext. Istri dan anak-anaknya pun biasanya sudah lelap tidur.html .html Departemen Agama. macan. pikirnya. dan kuas. sampeyan menulis pakai apa?” Matanya tanpa berkedip terus memandang ke atas pintu. ***RINGKAS cerita. Tahu kanvas kan?! Betul ya. dia hanya mengangguk asal mengangguk. dia oret-oret kertas. Ya. tokoh wayang.” kata tamunya masih belum melepas pandangannya ke tulisan di atas pintu.” “Saya? Saya melukis kaligrafi?” katanya sambil tertawa spontan. Ada hurufnya yang ia bentuk seperti mega. terutama seni rupa. Di antaranya sudah ada yang sedemikian tebal lapisan catnya. Karena begitu dia merasa tidak sreg dengan lukisannya yang hampir jadi. ketika didesak tamunya. Mungkin tidak ingin diganggu atau malu dilihat orang. dan sebagainya.” “Itu kok warnanya aneh. kawan-kawan pelukis kaligrafi kebetulan akan pameran. Tapi. Setiap kali duduk-duduk sendirian. istri dan anak-anaknya selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar yang kedengaran di telinganya seperti menyindir nyalinya.com/abclit. Katanya minyak itu termasuk syarat penulisan rajah. dia baru keluar. karena sering ditindas. kata Kiai yang memberi ijazah.processtext.” tukas tamunya. “Itu tulisan apa? Siapa yang menulis?” Ustadz Bachri tersenyum.ABC Amber LIT Converter http://www. “Ternyata sulit juga melukis itu.” “Wah. (“Ini apa pula maksudnya?” Ustadz Bachri membatin. dia benar-benar terobsesi untuk melukis kaligrafi. Ustadz Bachri memilih tengah malam untuk melukis. lalu di atasnya dituliskan ayat yang bersangkutan. “Itu rajah. Saya serius ini.com/abclit. sebelum akhirnya dia memutuskan untuk membeli kanvas. Orang yang tak tahu khath saja berani memamerkan kaligrafinya. Kalau tidak begitu. Kalau bisa di atas kanvas. “sampeyan mesti melukis kaligrafi. “Pakai kalam biasa dan tinta cina dicampur sedikit dengan minyak za'faran. menuliskan ayat-ayat yang ia hapal. burung. maka dia pun melukis pemandangan. Di gudangnya yang sekarang merangkap sanggar itu. Mereka dengan riang ikut membantu membereskan dan membersihkan gudang yang akan dia pergunakan untuk “sanggar melukis”. itu rajah penangkal jin. Nanti sampeyan ikut. dia ABC Amber LIT Converter http://www.” katanya suatu ketika dalam hati. Nah. Bila ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Goresan-goresan sampeyan berkarakter.” “Rajah?” “Ya. cat. lalu katanya. Matanya memandang kertas bertulisan Arab yang tertempel di atas pintu. lalu dia tuangkan ayat itu ke dalam kertas atau kanvas. Meski mula-mula istri dan anak-anaknya mentertawakan.telah memberinya wawasan mengenai kesenian. ya!” Ustadz Bachri tidak bisa berkata-kata. tak paham).

Lebih kaget lagi ketika dia membaca angka dalam keterangan harga.html . tapi dia sama sekali tidak bisa tenang mendengarkan. belum juga menemukan lukisannya.html pun bertekad. Ada pidatopidato pendek dan sambutan tokoh kesenian terkenal. yang berkali-kali menelepon memaksanya datang.” tibatiba si bapak kolektor berkata sambil menepuk bahunya. Dia pun tidak lagi menyembunyikan diri di balik punggung para pengunjung. “Bilang saja kepada Mas Hardi. Dia lirik tulisan yang terpampang di bawah lukisan yang menerangkan data lukisan. “Apakah lukisanku juga tampak indah di sini?” pikirnya. Dengan kikuk dan sembunyi-sembunyi dia menyelinap di antara pengunjung.com/abclit. “teruskanlah melukis dari dalam seperti ini. Bahkan.000 dollar AS. datang mengambil lukisannya untuk pameran yang dijanjikan. huruf alif. Dia benar-benar salah tingkah. dia sengaja mendekati sang Hardi yang tampak sedang menerang-nerangkan kepada sekerumunan pengunjung yang menggerombol di depan salah satu lukisan. dia yang mengalirkan diri di antara jejalan pengunjung. “Ini pelukisnya!” kata Hardi lagi. Di samping namanya. sepuluh ribu dollar AS! Gila! “Begitu melihat lukisan Anda. Dia hampir tidak mempercayai matanya: 10. Di kanvasnya itu memang hanya ada satu huruf. pikirnya.” Aneh.” kata si bapak kolektor lagi tanpa memperhatikan air mukanya yang merah padam. dia tertarik dengan judul (yang tentu Hardi yang membuatkan): Alifku Tegak di Mana-mana.com/abclit. Hardi ternyata tidak hanya pandai melukis. Tiba-tiba terbentik dalam kepalanya “Jangan-jangan lukisanku diapkir. saya langsung tertarik. dia datang juga pada waktu pembukaan pameran untuk menyenangkan kawannya Hardi. Ketika sang kurir menanyakan judul lukisan dan harga yang diinginkan. Hardi membisikinya. Tapi kemudian dia hanya mengatakan terserah. ketika seorang kurir yang dikirim oleh Hardi kawannya itu. dia tiba-tiba justru menjadi tenang. ingin membeli lukisan sampeyan. “Selamat. Anda baru kali ini ikut pameran. sini. “Lha ini dia!” tiba-tiba Hardi berteriak ketika melihatnya. Apalagi dipasang sedemikian rupa dengan pencahayaan yang diatur apik untuk mendukung tampilan setiap lukisan. “apalagi setelah kawan Anda ini menjelaskan makna dan falsafahnya. Dari kejauhan dilihatnya Hardi berkali-kali menoleh ke kanan ke kiri. mendapat pikiran begitu. tapi pandai juga mengarang judul yang hebat-hebat. ternyata lukisan yang dirubung itu lukisannya. alhamdulillah. dia hanya-atau. tidak diikutkan pameran. Sudah dari tadi ya datangnya? Sini. Mungkin mencari-cari dirinya. terserah dia!” katanya. sudah berhasil-menyerahkan sebuah “lukisan”. Ternyata pameran-di mana “lukisan” tunggalnya diikutsertakan-itu diselenggarakan di sebuah hotel berbintang. Wah. Luar biasa!” Dia tersipu-sipu. lalu ditujukan kepada dirinya. karena tidak memenuhi standar. Dia sama sekali tidak menyangka. ***MESKIPUN ada rasa malu dan rendah diri. Pertanyaan-pertanyaan para ABC Amber LIT Converter http://www. ketika acara pidato-pidato usai dan para pengunjung beramai-ramai mengamati lukisan-lukisan yang dipamerkan. apalagi menikmatinya. Lukisan itu sendiri hampir tak tampak olehnya tertutup banyak kepala yang sedang memperhatikannya.” (“Melukis dari dalam? Apa pula ini?” pikirnya) Wartawan-wartawan menyuruhnya berdiri di dekat lukisan alifnya itu untuk diambil gambar.processtext. apa pun yang terjadi harus ada lukisannya yang jadi untuk diikutkan pameran.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia sibuk mencari-cari “lukisan”-nya di antara deretan lukisan-lukisan kaligrafi yang di pajang yang rata-rata tampak indah dan mempesona. “Kemana saja sampeyan. Wah. seketika dia merasa seperti diejek.processtext.” Astaga. “di mana gerangan lukisanku itu dipasang?” Sampai akhirnya. bapak ini seorang kolektor dari Jakarta. rasa malu dan rendah dirinya pun semakin memuncak. Sampai akhirnya. Dia jadi salah tingkah dilihat oleh begitu banyak orang. lukisan sampeyan dibeli beliau ini!” “Katanya. Ini.

tamu kita yang pelukis itu. tekad saya sudah bulat. “Ya.” “Tetapi. dlsb. “Terus terang saja. sebenarnya apa sih menariknya lukisan Bapak? Kok sampai dibeli sekian mahalnya?” tanya anak sulungnya.” “Jadi.processtext.com/abclit. “terus terang saja. melengkapi pemberitaan itu dengan menampilkan fotonya. Apalagi.” katanya sambil menyantaikan duduknya. sekian banyak kanvas yang gagal saya lukisi. ketika cat-cat yang saya beli hampir habis. Termasuk idenya memberi judul yang sedemikian gagah itu. sebelumnya saya tidak pernah melukis. saya sendiri sama sekali tidak menyangka. Kepada para wartawan dan orang lain. Bukankah dia sendiri yang mengajarkan dan memulai tradisi keterbukaan di rumah.html wartawan dijawabnya sekenanya. istri dan anak-anaknya ganti mengerubutinya dengan berbagai pertanyaan tentang lukisan alifnya itu pula. tentang bagaimana dia menemukan ide melukis alif itu. sampeyan menggunakan ilmu apa. kok ikut-ikutan seperti wartawan?!” teriaknya kesal.” tukas ABC Amber LIT Converter http://www. Tetapi. kalian tahu sendiri. biar hanya dengan dua warna ini. saya baru teringat pernah melihat dalam pameran kaligrafi dalam rangka MTQ belasan tahun yang lalu. Saya merasa huruf yang saya tulis bagus sekali. Sayang dalam semua foto itu sama sekali tidak tampak lukisan alifnya. tentang prinsip keseniannya. Tapi.” “Lalu. saya hampir putus-asa dan akan memutuskan membatalkan keikutsertaan saya dalam pameran. Tentang proses kreatifnya.ABC Amber LIT Converter http://www. ternyata melukis kaligrafi tidak semudah yang saya duga. ketika saya pandang-pandang letak tulisan alif saya itu persis di tengah-tengah kanvas. memperbaiki letak duduknya. “Begini. Kalau saya lanjutkan menulis Allah. Bahkan. di gudang kita. Bertanya macam-macam tentang lukisan alifnya yang menggemparkan. niat semula begitu. Mau bilang apa? Besoknya hampir semua media massa memuat berita tentang pameran yang isinya hampir didominasi oleh liputan tentang dirinya dan lukisannya. Namun. Kalian tahu sendiri. atau setidaknya Allah. tadinya Bapak hendak menulis Allah?” sela si bungsu. tetapi dugaan saya dialah yang membuat lukisan saya bernilai begitu besar. Yang saya sendiri kemudian bingung. “mengapa tidak sekalian Bismillah. sesuai dengan standar huruf Tsuluts Jaliy. ya sudah. “Tidak pak. baru kemudian lanjutnya. tapi kepada keluarganya sendiri bagaimana mungkin dia akan menyembunyikan sesuatu. ternyata cat yang tersisa hanya ada dua warna: warna putih dan silver. Saya merasa tertantang. “Kenapa sih Bapak hanya menulis alif?” tanya si bungsu sebelum dia sempat menjawab pertanyaan kakaknya. sementara semuanya menunggu penuh perhatian.” “Saya sendiri baru menyadari bahwa meskipun saya menguasai kaidah-kaidah khath. saya melukis karena dipaksa Hardi. Lihatlah. Hardi ngotot mendorong-dorong saya terus. Maka. Yang terlihat hanya dia sedang berdiri di samping kanvas kosong! Beberapa hari kemudian. Seperti ketika pameran dia asal menjawab saja.com/abclit.html . mengapa perhatian orang begitu besar terhadap lukisan alif saya itu. “Kalian ini kenapa. Saya pun berpikir mengapa saya tidak menulis Allah saja?” Ustadz Bachri berhenti lagi. Ketika makan siang. “Ketika saya sudah siap akan melukis. akan jadi wagu. sampeyan belum menjawab pertanyaan saya. Hampir semua koran. kok lukisanmu sampai tidak bisa difoto?” Ustadz Bachri geleng-geleng kepala. baik ibu kota maupun daerah. Saya juga tidak tahu apa yang dikatakan Hardi kepada kolektor dari Jakarta itu. Cukup alif itu saja. beberapa wartawan datang ke rumah Ustadz Bachri. seperti umumnya kaligrafi yang ada?” Istrinya juga tidak mau kalah rupanya. Mulailah saya menulis alif.processtext. tak usah saya lanjutkan. seorang pelukis besar memamerkan kaligrafinya yang menggambarkan dirinya sedang sembahyang dan di atas kepalanya ada lafal Allah. Mas. tidak pas. dia bisa tidak terus terang. menurut selera saya waktu itu. Allahu Akbar. lukisan kaligrafi saya harus jadi. Tidak sabar menunggu dia menjawab pertanyaanpertanyaan anak-anaknya.

com/abclit. tempat mereka makan ketan dan goreng ABC Amber LIT Converter http://www. berakhir di jalan utama utara-selatan dari Batusangkar ke Sungayang." kata Nurmi... jalan desa Kota satu-satunya yang membujur dari timur ke barat berujung di situ.processtext." Maman ikut bicara dan memandang sekeliling warung itu.. restoran.. Seperti tersirat dalam namanya. “sampeyan menggunakan ilmu apa.. minum kopi.processtext. Edisi 11/17/2002 "APA itu yang akan dibangun di situ?" tanya Udin kepada beberapa temannya sambil menunjuk ke seberang jalan dari warung kopi tempat mereka sedang duduk. di ujung Desa Koto itu. duduk-duduk di pinggir jalan."Menurut kabar yang aku dengar. salon. Sedikit putih untuk latar dan sedikit silver untuk huruf alifnya.ABC Amber LIT Converter http://www. Karena itu." Cemburu nada suaranya. banyak kabar selentingan tersebar di Koto.com/abclit. apalagi di Simpang. Sejak peletakan batu pertama bangunan di Simpang." jawab Dirun.. Warung kopi lainnya dikunjungi penduduk Koto yang lain. Di Simpang orang Koto menghabiskan waktu senggang.Kabarnya toko. Warung kopi Nurmi punya keunikan sendiri.Dari kabar selentingan itu dapat diketahui bahwa hampir tidak ada orang Koto yang menyenangi usaha yang akan dibuka di situ.” Istri dan anak-anaknya tak bertanya-tanya lagi. sehingga lukisan sampeyan itu ketika difoto tidak jadi dan yang tampak hanya kanvas kosong yang diberi pigura?” “Wah. tetapi Ustadz Bachri tak tahu apa mereka percaya penjelasannya atau tidak. . Mungkin. Simpang merupakan kebanggaan orang Koto. Di situlah tempat anak-anak muda Koto berkumpul. Tidak seperti ini. Di Simpang anak-anak muda yang menganggur berkumpul dan bermain. banyak orang Koto membuka usaha di situ: warung kopi. toko kelontong. dan lain-lain. "Toko keperluan sehari-hari. * Kebakaran di Koto Post: 11/17/2002 Disimak: 96 kali Cerpen: Ismet Fanany Sumber: Kompas. ya karena silver di atas putih itu yang membuatnya tak tampak ketika difoto."Aku dengar warung kopi. perempuan setengah baya pemilik warung itu. kamu ini ikut-ikutan mempercayai mistik ya?! Ilmu apa lagi? Saya tadi kan sudah bilang. alif itu saya lukis hanya dengan dua warna yang tersisa.html istrinya. Toko merangkap warung kopi. Tapi moderen.. Anak-anak muda itu mengerti perasaan Nurmi.". belanja.html .. "kedua-duanya..

Bicaranya lancar dan masuk akal. "Kalau dia nyari yang hebat di ranjang. Semua tertawa lagi.html pisang sebelum ke sawah atau sekadar duduk-duduk. Waktu itu Nurmi baru berumur 21 tahun."Apalagi. "Jangan Nurmi saja yang disalahkan. Atau dipotong sedemikian rupa sehingga bagian atas buah dadanya kelihatan. tempat itu bagus dan menyenangkan."Bagaimana kautahu Datuak itu sudah tak berfungsi di ranjang?" sela seseorang. Banyak gunjingan tentang mereka: konon ada yang mencuri untuk mengisi saku." kata yang ketiga. Kesempatan ini diambil oleh preman dan anak muda Koto. kalau tidak boleh dikatakan cantik. Dibangun bertingkat dua. Nurmi orangnya menarik."Kalau kau sekaya dia. sesuatu yang membuat marah orang tua dan pemuka agama desa itu."Datuak dan Nurmi punya lima anak. "berapa. Denyut kehidupan Simpang ditentukan oleh mereka. Atau minum minuman keras dan berjudi."Benar apanya?" kata yang pertama. Pemuka masyarakat Koto mendiamkannya saja asal semua itu tetap hanya berbentuk kabar selentingan. Ini menambah jengkel orang Koto."Ah. Berangsur-angsur. "Coba lihat genitnya anak itu. duduk-duduk atau berkeliaran di Simpang punya makna sendiri: dianggap tidak baik dan tidak berguna." katanya sambil tertawa keras. Dia memerlukan ABC Amber LIT Converter http://www. bahannya jarang. Sumur gali dengan pompa Sanyo." kata Nurmi sambil tertawa bila gunjingan orang tentang dirinya sampai ke telinganya. sejak listrik masuk desa dan penduduk semakin banyak mempunyai televisi. Nurmi gembira punya suami kaya dan memberinya kebebasan. orang Koto lebih senang di rumah menonton. Sudah lama mereka menganggap Nurmi anggota masyarakat yang tidak baik. Dia pintar." kata yang duduk di sudut. Banyak penduduk merasa tidak senang dan menganggap kelakuan mereka memburukkan nama Koto. pikir mereka. di belakang.""Padahal umur Datuak hampir tiga kali lipat!" sela yang lain pula. mungkin Datuak itu yang gatal. pemuda Koto pandai menyimpan rahasia mereka. mereka iri saja. Kini sudah besar-besar. Dia dari muda menjadi buah mulut orang kampung.Akan tetapi.Kegemparan pertama di Koto sehubungan dengan Nurmi terjadi waktu tiba-tiba Datuak Khaidir mengambilnya jadi isteri kedua. Lihat badannya.processtext. Mulai saat itulah Nurmi mengakrabi preman di Simpang dan belajar memanfaatkan mereka."Siapa tahu. Waktu isteri Datuak sedang bekerja di sawah?""Mungkin. Dia bersekolah sampai tamat SD saja." jawab seseorang. Datuak senang punya dua isteri yang sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. terutama anak-anak dan yang tua-tua. dan semuanya sudah merantau.com/abclit. Tingkah lakunya tidak sopan.html . "Dan Nurmi pasti subur.Pusat operasi mereka adalah warung kopi Nurmi."Astaga!" kata seseorang yang sedang minum kopi di Simpang. jadi perlu lahan subur yang baru. Kalau tidak ketat. tentu aku yang dapat. ya.Nurmi tidak seratus persen salah. Selalu bicara dan suaranya keras. kamar mandi dan dapur terdapat di lantai bawah. "kau juga bisa begitu." kata yang pertama tadi. Yang jelas.processtext. pemuda desa menyukainya. Orang tuanya berpikir sekolah tidak berguna. Dia tertawa terbahak-bahak di tempat umum. anaknya dengan isteri pertamanya? Delapan kalau tak salah. Ada unsur iri di dalam masyarakat."Dan lahan pertama itu sudah gersang. Nurmi mengurus usahanya dengan rajin dan berhasil.""Jadi." pembicaraan makin ramai.Datuak sering di rumah isteri tuanya. Si Nurmi itu lihat kayanya aja." Dia menjawab pertanyaannya sendiri."Mereka tertangkap basah."Ya. di bawah warung kopi dan di atas tempat Nurmi tinggal." sahut yang memulai tadi. Tetapi. "Si Nurmi itu!""Apa benar?" kata yang lain.ABC Amber LIT Converter http://www." kata yang lain. Di awal perkawinan mereka itulah Datuak membuatkan warung kopi di Simpang itu untuknya. Yang lain ikut tertawa. Penuh gairah hidup. Sekalipun terbuat dari kayu. paling tinggi tamat SMU.com/abclit. Tidak ada yang mereka lakukan secara terang-terangan. Dia berpakaian dengan tidak sopan menurut ukuran Koto.

menulis kisah kehidupan Desa.""Ya."Gunjingan begitu sudah biasa bagiku." kata Nurmi. di sawah dan ladang.""Apa benar. Bukan pembuat berita?"Amran mengangguk.. Dia terkejut dan gemetar. "Orang percaya Kak Nurmi yang salah. sementara pandangan matanya menggentayangi tubuh Nurmi di bawah sinar listerik 10 Watt di warung itu. Apa pun yang mereka kerjakan malam itu tidak mengganggu dia lagi. tapi mulai berani." kata Nurmi."Kenapa gunjingan di kampung lain?" tanya Amran di ujung ciuman itu. Dia membiarkannya." kata Amran.""Seperti sekarang?" kata Amran. Dia meneguk kenikmatan yang tak diketahui temantemannya sebagai imbalan. Separoh lagi menerima. Nurmi tahu kalau dia mampu menjinakkan ketuanya.com/abclit." kata Nurmi lembut. suatu malam setelah pengunjung warung lainnya pulang."Tidak?""Dia yang menggodaku. Di tempat tidurnya. ***WAKTU bangunan di seberang jalan itu dimulai.Toko seberang jalan itu akhirnya selesai. Amran kelabakan. Yang lemah tak kuasa melawannya. Merusakkan keluarga orang lain. Tapi bisa pula dibuat gampang.html . aku ditidurinya. ketua preman Simpang saat itu. tentu aku dan keluargaku akan malu. Aku bekerja dengan dia juga.processtext. Begitulah. pintar merayu. Pemiliknya mengadakan pesta besar. Didekatkannya badannya pada lelaki itu."Pintar sekali. Nurmi lebih berkuasa. Aku ingin hidup bahagia. ada yang kami perlukan dari dia. Ingat. Terus terang. Separoh hatiku enggan. Dia tahu di antara mereka. Yang penting apa yang dipercayai orang. tak tahu harus mengatakan apa. "Kalau se-mua gunjingan dimasukkan ke dalam hati.ABC Amber LIT Converter http://www."Apa Kak Nurmi tidak keberatan kalau orang menggunjingkan kita?" bisik Amran.com/abclit.html mereka. Peresmiannya meriah.""O. Ingat itu. kalau mereka tahu. Di luar warung hanya ada bisik-bisik. tetapi warung Nurmi tetap aman. Amran kaget. kami miskin. Dia kaya. apa yang mereka ketahui tergantung pada penyebar berita. Sesekali tempat usaha di situ dimasuki maling. Ya."Maksudmu?""Apa yang terjadi di antara kita tidak penting. Hamil tanpa suami. Nurmi pintar mengatur siasat. yang lain akan jinak juga.""Menyesal?""Penyesalan racun kebahagiaan. mengundang semua penduduk Koto dan desa ABC Amber LIT Converter http://www. "Lalu?""Dia katakan kalau aku hamil. Simpang yang terbuka pada arus jalan raya dan orang yang mondar-mandir tidak jadi soal baginya. Dia bisa menggunakan kawan-kawannya kalau perlu.processtext. Sejak itu. "bahwa Kak Nurmi menggoda Datuak seperti berita yang tersebar itu?""Bagaimana kaupikir?" tanya Nurmi sambil meletakkan tangannya di atas paha Amran. Kalau mereka tahu. dan meninggalkan masa remaja dan memasuki dunia dewasa di warungnya.""Jangan lupa. Datuak Khaidir sudah beberapa tahun meninggal."Kak Nurmi pin. lebih mampu melukiskan dan menyebarkan kisah keluar warung itu." tanya Amran yang 10 tahun lebih muda dari Nurmi. bukan karena kedinginan. Yang kuat menentukan berita. Tidak ada yang tahu pasti setiap yang terjadi di situ bilamana pintu warung sudah ditutup. ya pekerjaan rumah. hidup kita tidak akan tenteram. Diremasnya lengan Nurmi.. Amran melakukan apa yang diinginkan Nurmi. Dia menolong Nurmi menutup dan membersihkan warungnya. Nurmi tahu Amran berada di bawah kekuasaannya. kan?" kata Amran gagap. mengabdi kepadanya.""Menggoda?""Keluargaku sering memburuh di tempat Datuak. Amran. Mencuri suami orang. Di rumahnya. Dia menikmatinya. Amran."Jadi benar? Jadi benar bahwa Kak Nurmi yang merayu Datuak?""Tidak. Akhirnya aku setuju jadi isteri mudanya. Yang penting apa yang dipikirkan orang. Kebenaran tidak penting. Nurmi sudah lama sendirian ditinggal merantau oleh anak-anaknya.""Kok gampang sekali kedengarannya bagi Kak Nurmi?""Hidup bisa dibuat rumit. Dia sudah lupa dengan persis berapa orang Amran-Amran yang sudah ditaklukkannya. Pasti suaranya."Diciumnya Amran yang menggigil. Suatu hari.

com/abclit."Masa!" protes yang lain.ABC Amber LIT Converter http://www." kata yang menyela tadi. ketua preman Simpang. sore tadi sudah setuju menolongnya menutup dan membersihkan warungnya malam itu seperti dulu sering dilakukan Amran dan beberapa preman Simpang lainnya!Melbourne. Pelayannya muda-muda dan cantik." kata pemuda yang duduk dekat Nurmi." kata seorang pengunjung warung Nurmi. Warung Nurmi kehilangan banyak langganan." pemuda tadi bela diri. pasti tidak sampai mau membakar begitu?""Kau pasti?" tanya yang lain lagi. Berita tentang kebakaran itu bergalau seperti berita lainnya. ya. Termasuk ketuanya. Dia tahu kopinya akan lebih laris malam itu.""Mungkin Setan Api marah. pemuda yang duduk dekatnya itu. kan.""Ini kan memajukan Koto. dan lain-lain. Hanya beberapa anak muda yang masih berhasil dipikatnya yang kadang-kadang singgah di warungnya. Penuh siang malam. Tetapi dia masih untung." sela yang lain."Banyak." Ada rupanya yang memakan umpan itu.""Siapa yang iri?" pembicaraan menjadi ramai. Ruangannya pakai AC. Musim bunga 2002 Permata Bernstein ABC Amber LIT Converter http://www."Api! Api!" Simpang gempar. biar Koto tidak tertinggal oleh dunia lain. alat-alat sekolah. Tidak lupa. Dia tidak sabar menunggu para langganannya pulang ke rumah masing-masing."Ya.html . Beberapa toko dan warung di Simpang itu sudah gulung tikar. "Dibakar siapa?""Yang iri hati. Orang Koto banyak tergoda oleh Plaza Koto itu. Mereka ingin membuat toko moderen di Koto." kata yang lain. "Tidak peduli usaha penduduk di sini jadi bangkrut!" katanya berapi-api.html tetangga. Plaza Koto dilalap api. ah."Setan Api? Jangan katakan yang bukan-bukan. Direbusnya air seperiuk lagi. di bagian bangunan di sebelah jalan.processtext. Dengar saja ocehan orang.processtext.""Iya."Bisa saja.Plaza Koto menarik pembeli dari semua penjuru. tidak seperti Nurmi yang usianya sudah mulai dengan angka empat. Maman. "Tapi siapa tahu. Plaza itu sudah tidak tertolong lagi!***SEPERTI biasa. Mentang-mentang kaya di rantau. Toko itu ternyata lebih hebat dari bayangan orang Koto sebelumnya. ada warung kopi tempat orang yang belanja bisa istirahat sambil minum-minum. Waktu Pemadam Kebakaran dari Batusangkar datang."Kabarnya Plaza Koto itu dibakar orang. "Kalau pun ada yang iri. "Sok. aku pikir begitu. Simpang terang benderang seperti siang oleh nyala api. Membuat usaha di sini. pakaian. Warung itu kelihatan dari warung Nurmi. "Tolong! Api!"Penduduk berhamburan keluar. setiap kejadian di Koto menjadi bahan gunjingan penduduk desa. orang yang punya itu. Nurmi tahu pemiliknya adalah kepala desa Koto dan seorang perantau yang kaya. Jam dua dini hari itu. Dia bersenang-senang entah di mana. ya. Mereka membangun Plaza Koto yang menjual segalanya: keperluan sehari-hari.com/abclit.Nurmi tersenyum-senyum mendengarkan perdebatan yang semakin hangat itu.

Alex nampak sudah lemas dan capek. Alex tidak. Bisa studi di sana jurusan apa saja." "Rintangan apa menurut kalian?" tiba-tiba dia tertarik pada celoteh Alex. Jerman Timur maksudnya." Alex menjawab dengan gaya jurnalisnya: "Belum sampai ke taraf Amerika. Wajahnya datar seperti tak punya minat menjawab tegur-sapaku. ahli tak kurang. namun bukan tanpa alasan.." perintahnya tegas.. Dia tentu cuma pura-pura. duduk main kartu mengelilingi sebuah meja di bawah temaram neon ruangan yang agaknya dilanda tindakan penghematan. Terang saja jawaban itu memancing pembicaraan berkepanjangan diseling jamuan teh dan makan kue. Sebuah layanan berlebihan.." jawab sahabatku agak menggebu. bahkan bisa minta Stipendium3. Karena malu. apa sebabnya? "Follow me sir. industri galak. menginjakkan kaki di Irkutzsch-malam hari menjelang Natal tahun itu. "Tuan ABC Amber LIT Converter http://www. memesan pada sahabatku agar menjaga mantel dan handbag besar bawaanku. Bukan karena tas dan mantel mesti dibawa (dia tentu merasa perlu memeriksa barang-barang penumpang). pasasir lain pun tidak.. Belum lagi lima menit kami duduk di ruang-tunggu." kata petugas itu kepadaku. tak mungkin si Jerman itu tak kenal aku. aku pun agak klincutan menghindar dari mata si Jerman. Mendegup juga jantungku ketika itu. tapi karena cuma aku yang disasar.. tak ingin tinggal di Jerman." kataku dengan sedikit tersipu sambil mempercepat langkah menuruti perintahnya. Alex. bikin punggung berdenyutan seperti kena mesin pijat yang disetel buat menggarap otot-urat yang nyeri-nyeri kena lumbalgi. Dia ngomong Inggris dengan perfek-bahasa rutin personal sekuriti bandara transit negara mana saja. Ketika melewati kelompok itu.com/abclit.... Sejak turun dari pesawat RRC itu. aku yakin benar lelaki itu mengenalku. be hurry... Tersenyum saja pun tidak. mengapa kami pergi ke barat..html . Beberapa penumpang Jerman yang tadi kulihat berangkat sepesawat dari Beijing bersama kami nampak santai saja. Pandangnya cepat kembali tertuju ke main kartu. Tapi syarat mereka punya: tanahnya luas.. Alex dan aku. Ketika itu dia memancing-mancing. padahal kami saling pandang. WWW WAku spontan berdiri.. seorang petugas sekuriti bandara itu mendatangi kami berdua yang baru saja meletakkan pantat di sebuah bangku sekadar istirahat duduk sambil menunggu jam berangkat Aerovlot jurusan Moskwa. ingin mengorek informasi tangan pertama. tinggal satu rintangan saja. Ilyushin tua yang mendaratkan kami di Siberia Timur ini landing-nya gentayangan. Spontan saja aku menyapa: "Gutenmorgen. Tentu ada sebabnya.html Post: 11/11/2002 Disimak: 169 kali Cerpen: Soeprijadi Tomodihardjo Sumber: Kompas. Edisi 11/10/2002 BARU pertama kali aku dan sahabatku. malah beberapa hari sebelumnya telah menjamu kami.. atau gerak-gerikku mirip bajingan atau spion barat yang kasakkusuk masuk ke daerah wewenangnya. "Pertentangan intern partai! Perjuangan klas dalam pimpinan tingkat atas. Di luar dugaanku dia bersikap begitu.. Tapi.com/abclit. Barangkali pakaianku.processtext. "Sorry.processtext.. Dia juga tak lupa melampiaskan sindiran terhadap RRC: "Mereka dijangkiti ambisi negara besar. nampak tak senang bahwa mataku meleng. minyak banyak. Sind Sie auch hier?2" Dia tak menyahut." tegur pejabat yang menggiringku. Tapi. penduduk melimpah. tampangku.. tiba-tiba kulihat di antara mereka seorang lelaki yang pernah beberapa kali melayani kami di kedutaan RDJ1. minum teh dan makan kue di kantor kedutaannya ketika kami mengurus visa. Jadi. "Take it with you.ABC Amber LIT Converter http://www. Follow me please..

Lain tidak. Tapi. Okey?" Dan dia mengeluarkan sekantung benda ABC Amber LIT Converter http://www." jawabku ringkas." sesalku. sebungkus Lucky Strike dengan sahabatnya: korek Ronson. suaranya sedikit berbisik. saya tak punya cukup uang. this ugly me. menaruhnya di atas meja. Bisa beli dari saya. Aku mendadak khawatir." Pejabat itu diam. tapi lantas melanjutkan penggeledahan. Meski kami bukan diplomat. Amsterdam. What a wonderful journey you have. Itu sebuah transaksi pribadi yang terjadi karena pejabat konsulat itu bersedia menukar US-dollarnya dengan Hongkong-dollar milik Alex plus milikku. keluarkan semua isinya.processtext..html tentu keliru. sekadar ingin mengakhiri percakapan. Itu saja isi saku mantelku.. Sehelai sapu tangan. "Sebaiknya Tuan melihat Moskwa. tapi siapa tahu dia petugas dinas KGB5." elakku. Dia menggerakkan alis yang setebal jari jempol: merengut dengan serius. "Permata Bernstein murah di Moskwa." Dia tergelak. Kami butuh US-dollar buat berangkat ke Eropa. di Irkutzsch sini Bernstein lebih murah lagi. dia mendesak lagi: "Anyway." jawabku. saku-dada kiri-kanan. Tuan mesti nonton Bolshoi. please.html . Aku dapat itu dari pegawai konsulat sebuah negeri Skandinavia di kantornya di Beijing. Jangan ragu Sir. kalau Anda tak ada waktu di Moskwa.. "Tidak.. Rupanya dia bukan orang yang tuan sangka." katanya tiba-tiba. aman saja. Stockholm. the best in the world. Tak ada hitungan untungrugi antara kami." "Just a sentimental journey. Yang terakhir baru minggu lalu ketika kami mengambil paspor dan visa RDJ. Sekali lagi alisnya mengkerut.. ". tiba-tiba aku khawatir. Ketika mantel kusangkutkan ke cantolan. Bernstein Siberia itu top quality. Dengan jlimet dia juga tak lupa memeriksa isi handbag-ku.." aku pun makin berhati-hati. tapi mengangguk-angguk. bayangkan! Di Barat bisa naik lipat empat jika tuan jual di sana. Isi dompetku dua ratus US-dollar. Sir. lalu memasuki satu di antara kabin-kabin itu. "Sakudalam. Nothing to do with customs. Sir. Dia tidak menaruh selera." bantahku. tidak. memeriksa lipatan-lipatan kertas berisi catatan nama dari beberapa kenalanku di Berlin." tangannya merenggut mantel itu. Di sana kami menuju ke deretan kabin yang masing-masing punya pintuangin. Ternyata. Tak dua kali Anda hidup di dunia ini!" bujuknya. dia mencegah. Cuma stopover...com/abclit. tapi sayang saya tak punya bakat dagang. "Keluarkan semua isinya. pengabdi setia tanah airnya: Uni Soviet. singgah di Moskwa. Tapi. "Keluarkan isinya. janganjangan asal-usul dollarku dipersoalkan. Bila aku tak hati-hati. "Tidak. please." jawabku. padahal hidup di perjalanan ke Barat mau tak mau tergantung dollar.. Dibawanya aku melewati sebuah gerbang masuk ke ruangan besar. Indah bukan main. orang ini barangkali pura-pura saja pejabat douane biasa." terkanya. Semua kuletakkan di meja. Paris. Gunakan kesempatan.. "Nothing more?" "That's all.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tuan singgah di Moskwa?" urus pejabat itu ketika meneliti transit-visaku. bisa celaka seperti ikan kena pancing.I've just forgot it. dia butuh Hongkong-dollar buat melancong ke Hongkong. segenggam permen kecut. Tapi. "Kalau saja ada waktu.. Jelas mengesankan seorang pejabat yang jujur." telunjuk jarinya menuding dompetku sambil meneliti pasporku. Tanpa menunggu perintah kutaruh handbag-ku di meja segitiga berkaki satu yang terpancang menyudut ke tembok. Sir. "Bakat itu tak perlu." bantahnya. Sir. lebih dari tiga kali." Aku harap mulutnya sedikit tersenyum oleh pengakuan kepikunanku. "Sayang.. toh tahu kebiasaan transaksi demikian di kalangan CD4 ibu kota RRC. Mungkin dia mengira aku punya jaringan rahasia skala dunia. Saya ketemu dia di Kedutaan Jerman di Beijing. "Don't worry. Aman." Dompet dan pasporku! Aku memang lupa mengeluarkan isi saku-dalam mantel itu. "Tak mungkin keliru. Pas-pasan saja seperti kursnya. berdisiplin. Mereka suka!" "Saya percaya. "Sorry.com/abclit..... teliti. juga ketika mengurus visa bersama Alex. "Dua ratus dollar. padahal valas barang langka di sana.

.. Dia pun nampak sengaja tak mengingatkannya sebagai barangku yang ketinggalan."6 Aku pun bungkam. Lex! Kau pikir kita di Tanah Air?" sengolku. Dibiarkannya aku keluar sendirian. tapi kian-kemari tak juga ketemu WC. "Fine.com/abclit.. Kalaupun ada penggeledahan.." kataku. kulihat Alex masih berada di tempat semula. ". Hebat juga manusia di Siberia ini berjuang di dini hari sekadar merebut sedikit rezeki. sir. sial. Sangat mendesak.. Dikendorinya tali kantung itu..com/abclit. Kulekatkan lembar-lembar US-dollar di telapak tangannya. Wajahnya nampak riang. Dan dia terus mendesak: "Tinggal setengah jam. Aku mulai yakin akan kejujurannya. Orang-orang berdesakan sibuk dengan macam-macam urusan." Alex ketawa-tawa dan tak henti-hentinya mengejek kekalahanku. "I must go quickly right there.?" aku ganti membelalak. Alex terkejut dan berhenti dengan melintir-lintir perut. berdiri di sisinya. Tas dan mantelnya dia tumpuk begitu saja di lenganku. Tapi.processtext. "Tadi kukira kau tidak diperiksa. Sir.. Dia pun menyodorkan kantung itu ke tanganku. "Follow me... "Lima belas dollar? Itu bisa buat makan sebulan di Yogya!" "Mimpi kau.. thank you. Malah mirip pasar loak.." "Jangan-jangan di Moskwa nanti kita diperiksa lagi. "No. My stomack. Sir!" perintah si petugas..ABC Amber LIT Converter http://www. Apa yang tadi kualami kubisikkan." "Maafkan ya." dia menjelaskan dengan menekanABC Amber LIT Converter http://www." Disalaminya aku." "Ha. no. Aku yakin dia setuju menerima tawaranku. "Tapi.. lima belas dollar! Itu kelewat mahal!" "Mahal? Aku kenal harga permata." tolak Alex. Aku pun sudah menyimpan beberapa butir batu Giok dari Tiongkok dalam kopor bagase: sekadar persiapan menghadapi hari depan yang tak berketentuan. Stopover di Omsk berlangsung dini hari. Have a beautiful journey.." sahut Alex. Dia buru-buru lari meninggalkan "pasar loak" itu ketika berhasil menampak tulisan "WC". Urusan Alex lain lagi.. Ketika aku keluar dari ruang pemeriksaan. Di bandara Siberia Tengah ini pasasir mondar-mandir nampak lebih banyak dari yang kami duga. Perutnya mulas. oooh. Aku sengaja mendekatinya.. "Pasti tidak.. dia dikejar seorang petugas wanita yang tentu saja mencurigainya. Menggeleng juga tidak. Tak kusangka dari mulutnya kudengar suaranya pelan: "Es ist hier besser when wir nicht miteinander sprechen.. Aerovlot siap berangkat." matanya membelalak. Komentar Alex: "Gila kau.processtext. Batu permata memang kegemaran kakek-nenekku turun-temurun. "Hallo! Stop!" cegah si petugas.. Dalam bus menuju ke tangga pesawat itu kulihat kembali si Jerman berdiri agak di tengah. Maksudku kejujuran terhadapku untuk nyeleweng dari tugasnya.. tentu tidak terang-terangan...." kata Alex. Jantungku kembali mendenyut lebih cepat.. mendadak lupa Inggris-nya. Nampak pemuda-pemuda Rusia menawar jaket atau mantel winter yang melekat di badan orang.. Percaya enggak? Pejabatnya perempuan. lima belas dollar?" Dia tak mengangguk." kataku.. Akan lengkap pula jika aku menerima tawarannya. takkan kulepaskan. coklat muda menyorotkan keindahan cahayanya.html yang ditimang-timangnya di telapak tangan. Nampak olehku selingkar permata Bernstein berbentuk kalung atau gelang. follow me!" "Sorry. menyadari kenaifanku sendiri." "Aku bayar lima dollar dua kantung... Moskwa perlu terkesan aman di mata semua bangsa... kebelet nih. lalu lari. Lucky Strike dan korek Ronson sengaja kutinggalkan di meja. tapi itu benda kenangan. Untung tak lama kami menunggu keberangkatan Aerovlot jurusan Moskwa. Perut itu tak berkenan bersentuhan dengan yoghurt kecut yang dia makan sebelum Aerovlot mendarat. "Impossible!" "I say. Juga kudengar di kanan-kiri pasasir menawar Bernstein.. Ternyata digaet juga?" "He-eh.. ada kala manusia merasa takut membuka mulut. tapi tetap saja pura-pura tak melihatku.html . ***RISKAN atau tidak transaksi itu terjadi. "What?" bentak si petugas. Dia pasti tahu. Arloji Shanghaiku ditawar rubel.. "Mata seluruh dunia tertuju ke sana.

Ada kala rotasi bumi memang mengguncang kepala semua orang untuk berpikir dan berpikir. dari pakaiannya jelas petugas sekuriti bandara Moskwa.com/abclit. Kami tak mengalami penggeledahan. Alex dibiarkannya lari masuk ke WC.** Paran.ABC Amber LIT Converter http://www. mengapa penyesalan seperti itu perlu terjadi.html nekan perutnya. Aku kini yakin sekali. Kiranya bantuan apa yang kalian butuhkan?" Saking kagetnya kami pun terdiam. hanya kecurigaan saja yang mengganggu benakku. Agustus 2002 Catatan: 1) Republik Demokrasi Jerman 2) Selamat pagi." perintah yang itu-itu lagi. transit-visa lewat Moskwa tidak begitu sederhana lekuklikunya. Beberapa pelayan dan pengepel lantai restoran laki-perempuan nampak giat bekerja sambil menggerak-gerakkan badan mengikuti irama balalaika. perlu mengerti reaksi pertama di hati kami: curiga.html . Lebih tak masuk akal lagi. ***BENAR juga dugaan Alex: Moskwa aman. "Yes. Mereka menunjukkan wajah gembira menyalami kami.com/abclit. Bung." Pembicaraan itu berlangsung hampir satu jam dan berakhir dengan penyesalan. Terima kasih atas perhatian kalian. tapi kami tidak dibawa masuk ke sana. Bung. Selama ini selalu menjadi kewajiban kami membantu orang setanah air. Tanpa keterangan apa sebabnya. Kami melewati juga deretan kabin-kabin mirip bilik-bilik pemeriksaan. "Modiar lu!" kutuk Alex padaku.processtext. Lepas dari misi kemanusiaan seperti yang mereka ucapkan. "You are coming from Beijing?" tiba-tiba kami dengar suara seorang perempuan mendekati kami.. Selera masuk restoran masih harus ditekan karena jam sarapan belum dibuka.. Barangkali Alex juga berpikir begitu. "Mau apa kita sekarang?" Kali ini kami berdua bersama-sama digiring keluar dari grup Interflug menuju pintu sebelah kiri restoran. "Kami mau ke Jerman Barat. Akhirnya kami disilakan masuk ke sebuah ruangan berdinding kaca tertutup gorden kelabu. tapi kami bungkam. "Follow me. Dan permata Bernstein itu! Bettina-mahasiswi kenalan kami di Bonn-gagal mencoba menjualnya. Hampir-hampir kami tak percaya. buat sementara segalanya telah tersedia. Beberapa toko permata menolak membelinya. Si petugas begitu saja lantas meninggalkan kami. Gema musik Rusia mengalun di ruang-ruang tunggu dan restoran. "Jangan kaget. di sana ada kenalan. Tuan juga di sini? 3) Beasiswa 4) Corps Diplomatic 5) Dinas Rahasia Uni Soviet 6) Di sini lebih baik kita tak saling bicara 7) Perusahaan Penerbangan RDJ ABC Amber LIT Converter http://www. "Modiar!" bisik Alex ke telingaku.. Harap jangan repotlah. Satu-satunya yang menjengkelkan kami cuma pengumuman lewat loudspeaker: Interflug7 jurusan Berlin berangkatnya tertunda lima jam. "Selamat datang di Moskwa!" suara dua orang setanah airku yang tak pernah kami kenal." jawab Alex. Kenaifan apa pula yang kini perlu kami akui? "Begini. Seolah kekuasaan negeri ini sudah pindah ke tangan mereka. Menawar pun tidak. Kali ini pasti urusan gawat. menyambut salam mereka tanpa ingat nama. pikirku. juga pada diri sendiri. Segera pula aku sadar. tak berani berbicara. Si pejabat ternyata toleran." hampir bersamaan kami menjawabnya. parkir di sana hampir setengah jam lamanya. Siapa pun yang mengalami peristiwa demikian. please.processtext. Kami pun memasuki ruang-tunggu khusus bagi pasasir Interflug. di negeri angker ini kegenitan anak-anak manusia masih bisa dipertontonkan. mereka juga menawari kami untuk tinggal di Moskwa. Semuanya permata palsu dari plastik. Orang-orang Rusia tidak akan sebodoh yang kami duga.

html ... Apa yang tergambar di rumah ini sebenarnya melukiskan keseluruhan wanita ini yang serba apa adanya. mengepak pelan tanpa suara menembus gelap. Pangeran Kelelawar telah menyebarkan benih ketidakpercayaan. Pantas..Si pretensius mendengarkan dengan sungguh-sungguh. dengan tatapan mata bercampur antara harapan dan ketakutan.. Itu lukisan ayahnya yang sering diceritakannya. dia kelihatan begitu cantik belakangan ini. Kehadirannya mulamula hanya berupa suara. berikut kabel listrik menyilang di sana-sini..com/abclit.Lukisan cat minyak dengan tarikh tahun 1957 tergantung di dinding. Siapa mampu menahan Pangeran Kelelawar? Kegelapan menyembunyikan segala misteri mengenai Pangeran Kelelawar dan wanita yang antara rindu.. Semua orang kemudian berkasak-kusuk dan berbisik-bisik: wanita itu harus diselamatkan!Angin bersiut.. menampakkan semen cor dari lantai di atasnya."Saya telah mendengar tentang dia berkali-kali. Kegelapan menyembunyikan sesuatu yang dengan sebenarnya dan senyatanya-maksudnya senyatanya adalah nyata sebatas alam khayal dunia kegelapan Pangeran Kelelawar dan dalam cerita ini-wanita itu telah disetubuhinya.. Ruang atas katanya ABC Amber LIT Converter http://www...processtext." wanita ini bercerita dengan suara bergetar. meski agak pucat. Sayapnya terbentang tiada terkatakan lebarnya disangga tulang-tulang yang kuat. Kita sudah tidak bisa lagi mempercayai niat mulia. ia benar-benar datang. namun siapa saja diam-diam menangkap tandatanda kehadirannya. Tak ada yang bisa melihatnya. tentang ayahku yang telah tiada yang dia ketahui semua riwayat kesenimanannya."Katakan pada saya bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" tanya mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan si wanita. menggema dari dinding-dinding rumahku berupa suara yang serba tahu tentang aku. Atau memang tak pernah terselesaikan. Edisi 11/03/2002 MALAM kelam memun caki sensasi kembalinya Pangeran Kelelawar mengaduk-aduk imajinasi dalam alam gelap yang memeliharanya..html Kembalinya Pangeran Kelelawar Post: 11/03/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: Bre Redana Sumber: Kompas. dan gentar. serta semua celah mengenai diriku yang belum digarap oleh ayahku. Langit-langit rumah dibiarkan telanjang tanpa plafon.com/abclit. kecemburuan.processtext. Rupanya ini karena campur tangan Pangeran Kelelawar. Lalu di puncak purnama tanggal lima belas bulan kesepuluh yang tahun ini jatuh pada awal September. Sungguh ketiadaan yang menggetarkan. ingin tahu.. ketidakberdayaan. kegentaran. Dia tampak tak risau dengan beberapa bagian rumah yang belum selesai pembangunannya. Belum selesai.. Begitu pikirnya. Nosferatu. yang dengan tegasnya dia katakan itu harus dikembangkan.ABC Amber LIT Converter http://www. terus menunggunya. Kain putih korden jendela bergerak-gerak.. Diperhatikannya dengan saksama wanita itu.

Rambut itu begitu lembut. tiba-tiba dinding rumah seperti bergetar. menyalakan kompor listrik hanya untuk mendapatkan letikan api untuk menyalakan rokok.dan kenyataan bukanlah sesuatu yang ingin kita lihat..***DEMIKIANLAH... Rambutnya panjang.processtext.. seperti ledakan tawanya tadi. Akan tetapi." komentar mereka yang ingin menyelamatkan atau berpretensi menyelamatkan wanita itu. apa daya mereka?Kegelapan menyimpan misteri yang tak pernah terpecahkan. Asap rokok mengepul dari bibirnya. terlihat kusut-masai. ia bolak-balik menuju dapur..Pengalaman macam apakah ini? Dunia macam apakah ini? Pikirannya makin dihantui kecemasan.processtext. Ketika korek api habis dan tak satu pun pemantik ditemukan."Kau perlu pastor. Siapa pun kali ini bisa menangkap getaran itu. tidak.Hua-ha-ha-ha. seperti benang sutera mengurai satu-satu tidak ada yang kusut apalagi gimbal. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. semua disertai sejuta kali tipu daya yang mengecoh siapa saja yang coba mengotakatik misteri tersebut. Sesuatu yang nyata atau tidak nyatakah sebenarnya kau."Aku-maksud saya wanita kita ini-memejamkan matanya..... "Tutup matamu. namun aku terperanjat luar biasa ketika tangannya membawa tanganku untuk menyentuhnya. karena matamu hanya akan melihat kenyataan. lebih mudah bagi kita untuk berpura-pura melihat kenyataan sesuai yang kita impikan... paranormal. ataukah semata-mata gangguan dan cobaankah sebenarnya makna kehadirannya?" wanita ini bicara sendiri. menyandarkan diri di sandaran tempat tidur. Sesekali ia mendesah sembari menggigit-gigit jari-tetap dengan mata terpejam-ketika himpitan Pangeran Kelelawar makin menyesakkan dadanya. yang katanya dalam setahun pun belum tentu ia menginjakkan kakinya. Dadanya turun naik."Rahmat.Aaaaaahhhh." jawabnya.ABC Amber LIT Converter http://www. sejuta kali. Dalam kegelapan. gelap. dijadikan gudang... Pangeran Kelelawar?***"KAMU bermimpi. demi memperhatikan bahwa wanita itu mengenakan anting berbentuk salib. Jangankan menangkap dan mengadilinya. tutup matamu. tidak kering tidak lembab..""Dia suka menertawakan mereka.com/abclit.html memang belum diapa-apakan. "Tutup.Tiba-tiba angin malam seperti pukulan terpendam yang dia curigai berasal dari kepak sayap di kegelapan berhembus masuk ruangan.. ."Wanita ini merasa seperti dibawa bersampan."Belum selesai wanita itu berkata-kata. Ini suasana Gothic. Anugerah atau kutukan aku sama-sama tak bisa mengelakkannya. seribu kali."Dia berada di dimensi yang berbeda dari yang serba formal. Mata wanita ini melihat kiri-kanan dengan kecemasan. begitu sulit bagi wanita itu untuk bisa membedakan mana nyata dan mana tidak nyata. masuk dalam dunia kegelapanku. pejamkan matamu kekasihku."Kalau begitu kau perlu dukun. Pada kali lain. keberadaan Pangeran Kelelawar sangat pantas diragukan. mengapung di atas sungai yang tenang. Dia tak lebih seperti ABC Amber LIT Converter http://www." yang lain lagi memberi nasihat. Setelah agak tenang. Datang setiap kali. atau. Demi segala roh kegelapan aku berani bersaksi matanya begitu sendu menatapku. Mari. tersadar dari mimpinya... baru dia menyalakan rokok. Tak jelas.Wanita itu menghisap rokok tanpa henti.com/abclit.Pangeran Kelelawar melanjutkan bisikannya. "Pejamkan. bahkan sekadar memergokinya saja tak ada yang bisa... Wanita kita menjerit. Kadang kehadiran Pangeran Kelelawar begitu nyata. Dengan mata terpejam. jawaban atas doaku. Pangeran Kelelawar? Itukah kau? Di mana kau? ***TIDAK. adakah yang tengah kita bicarakan ini figur yang begitu penuh cinta dan bersahabat seperti diceritakan wanita itu-yang seolah bisa diajak minum kopi sore-sore atau minum bir dan wine malam-malam-ataukah anak kandung kejahatan yang menyandang kutuk sejak lahir. Suara tawa meledak.html ." kata Pangeran Kelelawar lembut mengandung sihir. Jantungnya berdegup-degup. ia serahkan dirinya bulat-bulat kepada pangerannya.. sambil menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dengan seprei putih...

sebagian menutupi kening. Rambutnya yang hitam dalam potongan shaggy. Menunduk. selain hidup yang rutin.Lalu. benak Anda? Kehadiran Pangeran Kelelawar telah membikin persoalan bagi-nya bukan saja dalam teka-teki mana nyata mana tidak nyata. Adakah aku harus menerima saja sebagai nasib. Diperlukankah resah yang berlebihan?***LAMA-lama. setiap kali dia bercengkerama dengan Pangeran Kelelawar. tetapi juga keraguan akan rahmat atau kutukan tadi.processtext. wanita ini bisa berdamai dengan segala kesimpulannya sendiri yang serba sederhana. tibalah sesuatu yang nyata-setidaknya nyata bagi wanita itu. Bukan pangeran dari alam kegelapan yang membingungkan otaknya dan sempat membuat dirinya ragu atas kewarasannya sendiri. 2002 Ilmuwan."Aku takut ditinggalkannya. bahkan bisa tak terkontrol. benak saya. kawasan yang sepi yang menjadi bagian dari New South Wales.com/abclit. bayangan Pangeran Kelelawar-nya tidaklah semenggetarkan masa-masa sebelumnya. ia akui ia tiba-tiba ingin menangis. mengenai cerita tentang Pangeran Kelelawar itu? Sepanjang waktu." katanya. Dengan itu pula. Mukanya-dengan bulu-bulu halus di depan daun telinga-kelihatan kecil dengan potongan rambut semacam itu. kamu mengaku takut atas kedatangannya.processtext.Taman Ayu. Dps. sepanjang sejarah. Wanita ini kemudian dibawa pindah ke Wollongong. Hanya saja.Adakah Pangeran Kelelawar hanya ada dalam benaknya.html bayang-bayang malam. melainkan pria biasa. senyum atau tangis. Tak banyak yang bisa diceritakan di situ. Dia menemukan pasangan hidupnya. pada saat sama kamu takut atas kepergiannya?Wanita itu diam seribu bahasa.Aneh. kepastian atau ketidak-pastian. kebahagiaan atau kecemasan. Hatinya berbuncah-buncah.com/abclit. tapi dia tak takut lagi. Pada waktu-waktu tertentu. sebagai sesuatu yang apa adanya saja. muncul kebahagiaan luar biasa. Australia. dan seterusnya. memasak. Edisi 10/27/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. selalu hidup cerita semacam itu. menjaga rumah. dia bisa pulang ke Indonesia. Di pulau yang selalu cantik itu sesekali bayangan Pangeran Kelelawar berkelebat. berdarah-daging.ABC Amber LIT Converter http://www. menunggu suami pulang.Diakui berkali-kali oleh wanita itu. berlibur ke Bali. Kota. warga negara Australia. dan Gunung Post: 10/27/2002 Disimak: 478 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas.html . Laut. buruh tambang di Wollongong. ketika ia melambung tinggi dalam tawa yang belum pernah selepas itu sepanjang hidupnya.

Kita memerlukan bantuan keuangan yang lebih besar untuk merangsang pengusaha menengah dan kecil. "Hidup hanya menunda kekalahan. entah ke mana aku tak tahu. persaingan sejagat.html Aminudin TH SiregarSEPERTI ombak yang terus memukul pantai. Kau tanya saja kepada mereka!" Bernard bertanya kepada nelayan mengapa mereka menjemur ikan dan menggaraminya. entah itu dengan menggadaikan apa yang ada di bumi kita ini. Apa susahnya mengubah data statistik? Ingat. Sejak muda baris sajak itu telah dihapalnya. namun bentakan yang didapatnya. Itu soal lain. data itu mudah sekali diubah.Kadangkala potongan sajak itu diselingi larik sajak Sanusi Pane. Apa harus tanya kepada laut dan burung? Mana mungkin? Apa semua orang tidak tahu sebab terjadinya proses pengasinan itu? Apakah benar alam menyediakan segala sesuatu begitu saja? Sekarang. Ia tidak tahu apakah itu sebuah lirik kehidupan ataukah sekadar getar intuisi. rasio penghasilan rata-rata. Waktu muda ia terlalu muda untuk ABC Amber LIT Converter http://www. senandung sendu ataukah relung kehidupan yang muram. Dengan komputer.. Waktu masih anak-anak ia pernah berenang di Pantai Cermin.. Kalau negeri ini tidak bangkit.processtext. yang sangat sederhana. soal moral dan segala macam tetek-bengek pejuang hak asasi manusia dan LSM itu!" Bernard terpojok di sudut. Ini berkaitan dengan nasib bangsa! Semakin banyak penduduk. masa depanmu cerah! Masa depan bangsa ini pun cerah. bahwa jumlah penduduk akan menjadi dua ratus lima puluh juta jiwa bila Keluarga Berencana tidak berhasil. katamu? Realitas adalah masa depanmu! Masa depanmu ada pada laporan itu! Sejauh itu sesuai dengan realitas politik. entah itu dengan utang. kepada burung camar. Harus masuk minggu depan. Kita telah memasuki era persaingan yang ketat.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan bicara soal kejujuran. Ini realitas!" Sang Bos.html . "Realitas. Di depan alat canggih itu ia semakin bodoh.. Menurut dirjen atau yang lazim disebut di kantornya. ia diminta mengubah jumlah penduduk dan memberi proyeksi jumlah penduduk mendatang satu dekade di depan. Ia tanyakan kepada ayahnya mengapa ikan dari laut asin mesti digarami supaya asin? Bukankah ikan asin dengan sendirinya menjadi asin karena setiap saat minum air asin? "Ah. semakin berat beban bangsa dan negara. Benar apa yang dikatakan bosnya bahwa ia orang bodoh. Belum tahu apa-apa! Nelayan itu lebih tahu. menahan emosi yang bergolak di dalam dadanya. "Ah. kau masih kecil. angka itu terlalu rendah. Misalnya saja.processtext. Ia bodoh. dan perlunya tekanan pada sektor subsidi publik!" Bernard mengeluh dan menyampaikan keberatannya. "Saudara bodoh! Mengubah statistik tidaklah sulit! Laporanmu harus disesuaikan dengan kepentingan politik bangsa! Kau harus memikirkan nasib bangsa ini! Bukan statistik untuk statistik!" Ia menjawab dengan suara pelahan. Hal itu berkaitan dengan kariernya di departemen statistik. dan ia memakan lebih banyak garam kehidupan. ataukah sebuah lukisan pelangi saat gerimis menjelang petang kehidupan tiba. Pak. ketika usianya sudah semakin lanjut. Alat modern itu telah memungkinkan proses kemudahan. perbaikan ekonomi yang mulai terasa. Laporanmu ini kurang menggugah donor internasional. "Kau harus mengubahnya. Sang Bos. "Ini kenyataan." Bernard Rumbai sebenarnya berusaha mencoba menghalau baris-baris sajak itu dari benaknya. sesuai dengan permintaan menteri. semakin jauh meresap. bosnya menganggapnya sudah terlalu tua untuk memahami politik kehidupan. kau masih kecil. "Alun membawa bidukku pelahan. laporanmu yang harus sesuai dengan irama pemimpin.." gemanya bergaung terus. saat-saat yang amat genting ketika dirjen meminta supaya data statistik diubahnya. tidak menjadi soal. Semakin dihalaunya. Ubah juga data tingkat inflasi. Nak! Tanyakan saja kepada laut. Sumatera Utara. baris sajak Chairil Anwar itu bertalu-talu dalam benaknya.com/abclit. semacam katarsis yang telah mengalami proses yang berlapislapis." Bernard bingung.

kepada gelombang. ombak besar mungkin menggulung kita. kawan itu membawanya ke sebuah pulau kecil yang terpencil di bagian selatan. Tidak seorang pun dapat menduganya. Ia harus pergi. Tiba di kantor.processtext. Ia baru sadar bahwa sejak tujuh tahun belakangan ini ia tidak pernah mengambil cuti. hotel berbintang yang menjulang. menghilangkan ketegangan.html mengerti sesuatu. Tetapi jangan lupa. Ubah? Tidak. Nelayan menerima apa adanya daripada tidak membawa apa-apa untuk keluarganya! Dari Melbourne. Agak gugup ia menghadapi bos ketika deadline pemasukan laporan sudah mendekat. Sebegitu jauh. Sebentar lagi kita akan sampai ke tujuan. Sebuah kenyataan yang tidak dapat diingkari. Hati nurani? Ah. Ubah? Tidak. setelah ia tua ia terlalu tua untuk memahami realitas. Camkan! Regulasi terjadi sewaktu-waktu. Kini realitas baru muncul di depannya. Ubah? Ia melarikan diri ke Ancol.html . Ingat. dan nyaman. Tiiiiidaaaaak!" Menjelang senja ia balik ke kantornya. ombak. di atas tanah bekas kuburan. Bernard teringat kepada nelayan di Pangandaran. menghadang gelombang dan ikan-ikan besar. setiap kali kita menggerakkan tangan. Di Pantai Ancol ia telah mengadu kepada awan yang jingga. pantai sarat dengan perahu! Para nelayan yang mencari nafkah di tengah lautan menyerahkan hasil tangkapannya kepada petugas balai lelang dengan harga yang ditentukan mereka. Burung-burung itu berkelana puluhan kilometer ke tengah laut. Sebuah pesan dari bosnya: Anda terlalu tegang. Kulihat di komputer angka yang sama masih ngendon di situ. Kini ia hidup di tengah kota besar dunia ini apa adanya-bekerja kasar tetapi halal-yang kemudian membawanya rekreasi ke San Diego. Jadinya. Seorang diri ia berdiri di tepi pantai.com/abclit.processtext. Ditulisnya di komputer: Data tetap data. Ia merasa lega sekalipun sepanjang malam matanya terpejam hanya beberapa jam saja. Atas kemurahan kawan itu. ia membuka komputernya. ia tidak berhasil menaklukkan hati nuraninya. "Apakah aku yang harus mengubahnya. Sebuah atraksi ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Justru ia diminta untuk berubah sesuai dengan suasana zaman yang canggih. para nelayan yang pulang subuh dan mendarat di pantai." Bernard merasa itu ancaman halus. Pagi hari ketika ia bangun dari tidur yang singkat. membawa makanan untuk anak-anaknya di rumput-rumput sekitar pantai. ketika Bernard Rumbai menyaksikan langit jingga." Sampai sore tiba. Bernard Rumbai terbang menuju Los Angeles. yang meninggalkan Jakarta yang sesak walaupun ia sesungguhnya mempunyai jabatan sebagai kepala keuangan di sebuah hotel berbintang. ia menemukan ketegangan baru.com/abclit. Philips Island. menyaksikan nelayan. Datamu kuubah atas namamu. atas namamu? Jawabanmu kutunggu sore ini. ia dapat menyaksikan laut dengan teluk yang tenang. Kita harus mengikuti alun gelombang jika kita tidak mau terempas ke batu karang kebodohan. Ia berteriak seorang diri. kepada angin. Telah lama ia terperangkap dalam lingkaran birokrasi yang tidak mungkin diubahnya. Ia terlalu setia mengerjakan tugas yang memang dinikmatinya. sungguh ia telah dikalahkan oleh hati nurani. Lebih lanujut ia melihat tulisan bos di layar komputernya. SAAT Bernard berkunjung kepada temannya di Melbourne. nasib kita ada di tangan kita sendiri apakah kita mau menyesuaikan diri atau tenggelam dalam arus. kita telah berenang di samudera kehidupan. melainkan penuh dengan perahu nelayan. pantainya juga penuh tetapi bukan dengan camar laut yang mencari makan. Biaya? Hubungi bagian keuangan. Ia menginap di rumah teman sekelas dahulu. "Tiiiidaaaak. Perahu-perahu mereka menutupi pasir di pantai. menjelang pukul sepuluh malam. mereka menyaksikan burung pinguin yang berombongan pulang dari tengah lautan. Burung-burung itu merayap di pantai. Malam terang bulan yang cerah. "Datamu belum lengkap. seperti kata bosnya. hanya sekadar mempertahankan hidupnya. Ambillah cutimu ke luar negeri.

bergerak di bawah. tradisional.ABC Amber LIT Converter http://www. Alasan yang klasik. airnya berpencaran membasahi orang yang duduk dekat pantai. "Itu. membayar beberapa dollar. menghasilkan "mutiara" yang berkilau. konon kisah seorang bajak laut yang berumah di pulau kecil di teluk.com/abclit. Kawannya mengajaknya tinggal di Los Angeles. dan kapal-kapal resmi yang menjual bahan bakar "muatan lebih" atas nama instansi. Kaki mereka berjuntai ke air. Ia beraksi menunggang seekor ikan lumba-lumba mengelilingi pulaunya.html dipegelarkan." jawabnya. dan kemudian menyerahkannya kepada salah seorang gadis yang menerimanya dengan ramah dan tersenyum. dan "bajak laut" yang berikat kepala biru itu membalas dengan lambaian. Dua peristiwa alam yang berbeda. Pikirannya melayang kepada penyelam tradisional di teluk Tual. atau sebuah cendera mata di Yerusalem dengan harga berlipat ganda betapa pun kau bersimpati kepada Palestina. hanya untuk memperoleh beberapa puluh ribu rupiah. Ia masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah. orang menggali mutiara dari belakang meja. "Bawa ke sana. dalam dan airnya bening." katanya menunjuk. Sulit menangkap mereka karena sukar membedakan mana yang asli nelayan dengan bajingan-bajingan laut itu. membiarkannya tumbuh dan membesar. dan tentu saja memeras kapal penyelundup. "Anda mau kerang yang mana?" tanya gadis itu kepadanya. "Tidak juga. harus membayar beberapa dollar untuk sebotol Fanta. kau dapat pekerjaan yang baik di sini. "Kita ke tempat lain. "Ingat kampung halaman?" "Oh ya. dengan sistem perdagangan bebas. "Dengan keahlianmu." katanya. dari leher penumpang taksi. Gadis itu naik dan menyerahkan kerang kepadanya sambil menunjuk kepada seseorang yang duduk di pojok. Ia muncul ke permukaan beberapa detik kemudian. "Ingat Tanah Air?" Bernard tersenyum tersipu-sipu. mengais-ngais permukaan air sehingga menimbulkan riak-riak kecil.com/abclit. seperti pelancong di Roma di stasiun kereta. Bernard melangkah dan menyerahkan kerang itu kepadanya. dari lenganlengan TKI yang pulang dari luar negeri. Di selat itu. dan ekstrakonvensional.processtext. Ia tahu tentang berbagai departemen dengan sumber dana yang konvensional. berbaur bajak laut. Ia merasa kagum menyaksikan peternakan kerang itu. Ia memperhatikan dasar kolam dan melihat benda yang bergerak perlahan. Lumba-lumba yang lincah melintas dekat penonton. Suasana yang amat berbeda itu tidak menggodanya tinggal di sana. Para penyelam tradisional itu harus menyelam ke laut yang dalam untuk memburu kerang yang memiliki mutiara.processtext. penyelundup. setting-nya pada abad kelima belas. bagaimana mereka dapat mengembangkan lembaga mereka tanpa penghasilan ekstra? Lagi pula. kota besar yang menjanjikan itu. tetapi gadis Amerika ini mengejar permata di kolam. Di Jakarta. Pembajak kadang-kadang menggunakan kapal berbendera negara asing yang jauh di benua lain.html . setahu dia menurut data statistik. Gadis itu menyelam ke dasar kolam. lalu diserahkan kepada Bernard. Sebulan Bernard menghabiskan cutinya di luar negeri. "Ke mana?" Sang kawan tersenyum. atau dari ATM. Bernard menerima kertas kecil. Mereka berjalan menuju sebuah kolam yang agak besar." ABC Amber LIT Converter http://www." jawabnya sambil berdiri. Tepuk tangan yang riuh menggema. pembelinya menyambut dengan antusias. Beberapa orang gadis yang mengenakan baju renang duduk-duduk di tepi kolam. Penyelam tradisional mencoba mengeruk kekayaan alam. atau dari balik kaca. Maluku Tenggara. Yang muncul dalam benaknya ialah para bajak laut di Selat Malaka yang rajin menjarah kapal-kapal nelayan atau kapal barang yang lewat. Bernard melupakan statistik. Bung!" kata kawan sambil menepuk bahunya. demi kemajuan ekonomi negerinya. menangkap kerang itu. Ia mengeluarkan butir permata dan membersihkannya. Lelaki itu dengan cekatan membalik kerang itu dan mengiris dagingnya. dari tubuh kerang yang diternakkan dan disuntik pasir.

Memang sebelum pulang ia pernah mampir di toko charity dan membeli beberapa lusin dasi dengan harga miring. Mereka telah mengambil keputusan yang amat bijaksana untuk Anda. seperti burung elang yang menukik dengan tiba-tiba dari ketinggian karena melihat seekor tikus. kemudian barisan rumah kumuh. Bosnya berdiri dan menepuk bahunya. "Sudahlah. tidak memikirkan orang lain. Setelah ia menyampaikan laporan dan rapat menyelesaikan semua mata agenda.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia tidak tahu agenda apa. Keesokan harinya ia masuk kantor. Silakan!" katanya sambil membuka pintu lebar-lebar. menulis surat untuk sekretarisnya. menatap kantor yang ditempatinya sejak dua dekade lalu. Ia membagi-baginya. Ia memasukkannya ke dalam amplop. ia merasa seperti baru bangun dari tidur. Rapat dewan pimpinan minggu berikutnya membuat ia resah.. di sini aku mengabdi untuk siapa?" jawab Bernard. menghabiskan hidupnya di kota. Di bawah tiupan angin bandara yang kencang dan panas. Usia Anda masih relatif muda. Jalan-jalan raya yang padat amat kontras dengan pemandangan dari atas Benua Australia. "Masa depan Anda masih terbuka lebar. melebihi masa depanmu!" Bernard kembali teringat pekerjaan yang harus dilakukannya.processtext. Ia dipersilakan masuk dan duduk. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. tidak memikirkan keluarga demi karier. Bernard agak was was. Ia tidak dapat meninggalkannya. membereskan beberapa barang milik pribadinya. Taksi membawanya ke rumah. melewati jalan tol. Minggu berikutnya.com/abclit.processtext. Kawan-kawan sekantor menyapanya dengan "selamat datang".. Kawannya tersenyum. Ia diam. dan toko yang hangus tinggal tiang-tiang yang menghitam. Lelaki itu memejamkan mata sambil memikirkan masa lalunya yang sia-sia. Dalam surat itu ia menulis mohon maaf apabila melakukan kesalahan dan memberitahukan bahwa mulai esok ia tidak akan masuk kantor lagi. Kau memang cinta negerimu. ia bergegas ke jalur pemeriksaan." Bernard memperhatikan mulut bos sampai kalimat terakhir.com/abclit. di kaki sebuah bukit di jajaran Bukit Barisan. Bos menceriterakan keadaan departemen secara panjang lebar. penuh cita-cita. dengan kanvas yang masih separo kosong.html ajaknya. Masa depan Anda masih terbuka. dan kemudian. dan bosnya tidak seperti biasanya memberitahukan lebih dahulu items rapat. Kawan-kawan sekantor menyebutnya "gila kerja". demikianlah bos berkata. Sayap pesawat yang seperti daun yang mengatup menahan laju di landasan pacu. Ia berjalan gontai menuju kantornya. menaruhnya di atas meja sekretaris. membuatnya tersenyum. kondominium. dengan pilihan alternatif yang mungkin. hotel berbintang. Ia mengenangkan kembali masa kecilnya. "Wah. Anda dipersilakan mengurus pensiun muda. Perasaan enggan yang muncul sebelum rapat mencuat kembali ke permukaan. Ia merasa sia-sia.. bekas korban kerusuhan beberapa waktu yang lalu. "Laporan Anda ditolak pimpinan karena masih jauh dari harapan mereka. di tangan seorang pelukis yang gamang. mengetuk pintu. Langit jingga seolah-olah runtuh menimpa kepalanya. Dengan langkah berat ia berjalan ke kantor bos. dan kemudian duduk menghadap meja. Ia merasa dirinya seperti lukisan yang tidak pernah jadi. lima puluh tahun silam. perumahan mewah. Mulai bulan depan. Basa-basi mana oleh-oleh. Sore itu. Ia menatap sekelilingnya. bos memintanya datang ke kantornya setelah jam kerja usai. Bos hanya mengingatkannya supaya ia menyiapkan data statistik yang fleksibel. * Bandung. Kepalanya menjadi pening ketika roda pesawat menyentuh landasan.html . Sepulang ke Tanah Air. Ia amat menyukainya. Dari pesawat ia menyaksikan Kota Jakarta yang padat perumahan. seorang lelaki membaringkan tubuhnya di bawah pohon kopi yang rindang dan sedang berbunga.

Selalu bertemu setiap hari. paling tidak.html . tetapi lupakanlah itu dan rebutlah kegembiraan hidup untuk selamalamanya. saya pikir. dan berdoa.com/abclit. Kami makan di Sizzler atau di Lembur Kuring. Ajeng (10). dan kelima anak saya itu . kita tidak akan sempat bersedih karena hidup kita ini adalah kesedihan. Kami keluarga yang sibuk sehingga membutuhkan tiga sopir. menari. Anak-anak yang baik adalah jendela dengan kaca yang jernih.processtext. satu untuk anak-anak. Barangkali di ranjang sebelah seorang pasien sedang bergulat memperebutkan nyawanya dengan Malaikat Izrail. dan periang. juga di gedung-gedung kebudayaan kedutaan besar. saya masih malas bangun dalam tidur duduk dengan kepala terkulai di ranjang Astri. Itulah yang pokok. dan Ayu (4) . yang mewarisi watak saya yang selalu dalam keadaan senang. dan satu untuk saya. Para dokter tidak tahu kenapa lama sekali Astri pingsan. Kami berbelanja beramai-ramai ke Hero atau Carrefour. Dunia memang penuh penderitaan. sambil menikmati pizza atau hamburger dan es teler.Kami bertujuh hidup dalam kebahagiaan dalam arti yang sempit maupun yang luas.Anak-anak yang sehat. belum juga ada tanda-tanda mau siuman.Astri (12). Agra (6). maupun Republika.Seminggu sekali kami mengitari toko buku selama tiga jam untuk memborong buku dan DVD apa saja yang mendatangkan kesenangan. dan berdoa. Kami mengisi teka-teki silang dari Harian Kompas. Lorong-lorong yang lengang mengantarkan kereta jenazah yang bergulir sendirian.html Kacapiring Post: 10/21/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Danarto Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Kami juga pura-pura tahu tentang gerakan ABC Amber LIT Converter http://www. Jika mau bersedih. Kami adalah keluarga yang tidak bersedih. satu untuk istri. Media Indonesia. Edisi 10/20/2002 RUMAH sakit ini rasanya menebarkan arus kematian. Bau obat pengepel lantai yang menelan nasi bungkus pada kemasan air minum yang kempis. Astri telah tiga hari pingsan. sepertinya kami masing-masing sudah bisa mandiri. menyanyi. yang saya ajarkan kepada anak-anak dalam mengarungi hidup sehari-hari. dalam waktu yang sempit maupun waktu yang longgar.pun menari. Saya ajak mereka menyanyi.Ketika adzan subuh terdengar. Kami juga nonton di gedung bioskop dan gedung kesenian. energetik. Terasa pada tengkuk dan telapak tangan yang dingin.processtext. Koran Tempo. sebenarnya tidak mungkin begitu mudah jatuh pingsan. anak saya yang berumur 12 tahun. Antok (8).

" kata dokter setelah memeriksa Astri beberapa saat yang membuat kami lega. Menderu dan melakukan zig-zag.""Dobrak!""Enggak berani. Saya tidak berani. Tidak pernah mengeluh. dan dari olahraga sampai piknik kami setiap empat bulan sekali. Bahkan anak-anak sanggup menunggunya sampai pukul 9 malam untuk bisa makan bareng dengan mamanya. jatuh ke lantai dengan bunyi gelas yang pecah berderai.Laksmi yang kutu buku dan mengenal dengan baik seluruh restoran di Jakarta. Ternyata dia membangun kamar baru di sebelah perpustakaan. terima beres. saya bengong menatap Ajeng dan Antok yang cemas ketika tiba-tiba hand-phone berdering. Pernah Ayu yang berumur empat tahun.com/abclit. kok pakai dikunci segala. Kesukaannya memasak dan membagikannya kepada satu dua tetangganya meski hanya ABC Amber LIT Converter http://www.tak menjadi soal amat. Pak. anak-anak dan saya." teriak pembantu dari rumah. Meski tetap ramah dan murah senyum sambil menyanyi dan menari. Pak.""Ya. ibunya anak-anak tidak memberikan reaksi sedikit pun dan tetap berada di dalam kamarnya. Laksmi keluar-masuk kamarnya dengan kunci di tangan. tetapi tetap tak diizinkan masuk ke kamarnya." Dia hanya menjawab dengan senyum. Bawa keduanya ke mamanya.processtext. tak boleh menjenguk kamarnya. Selalu tersenyum lebih dulu bahkan dari para tetangganya yang jauh lebih ramah sekalipun."Tok! Kamu dobrak pintu kamar Ibu. saya pernah secara sambil lalu bertanya kepadanya. dia mengatur seluruh kehidupan sehari-hari kami dengan seluruh segi-seginya. memberi tahu kami bahwa dia membutuhkan kamar sendiri. Astri saya peluk erat-erat. Bahkan sekadar menjenguk pun tidak. dari hobi sampai jenis permainan. mamanya anak-anak. adik-adik Astri.""Totok enggak berani. "Bilang sama Agra dan Ayu jangan kolokan."Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Astri yang menggeletak di ranjang.ABC Amber LIT Converter http://www. jauh lebih keras bekerja daripada saya meski saya sering pulang larut malam.""Mohon maaf.""Suruh Totok mendobrak.""Enggak berani."Karena kaget. sopir anak-anak. Kami semua sangat mencintainya.html . saya mau bicara. Masih dalam keadaan pingsan. tetapi kami.""Mana Totok. Tentang sikapnya ini. "Ada rahasia apa.processtext. tetapi enggak ada sahutan."MULA-mula Laksmi. Sambil memegangi tangan Astri. Saya berteriak memanggil sopir dan membopong Astri ke dalam mobil.Sebagai seorang ibu yang perfeksionis bagi anakanaknya. Saya pikir dia mau menggunakan kamar yang sudah ada."Bagaimana dengan jantungnya. Dok?" tanya saya.com/abclit. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Astri yang menjerit dan jus mentimun yang mestinya ia berikan kepada Mamanya." jawab dokter. gemetar dan menangis memegangi kaki dan tangan kakaknya. Bagi kami-saya dan anak-anak. Pak.""Pintu kamar Ibu digedor-gedor Agra dan Ayu. keluarga dekat dan teman-temannya."Dobrak pintunya. Dari sini dia mendapat imbalan yang elok dari langit: anak-anak dan suaminya tumbuh sehat dan mendatangkan kebahagiaan.Dengan kamar barunya itu. "Nanti kalau sudah siuman. Pak. Astri bisa dibawa pulang. siapa pun bisa pingsan."Agra dan Ayu nangis memanggil-manggil Ibu. yang agaknya berada di samping pembantu. Pak." sahut Totok. Dari jus apel-tomat-wortel yang wajib kami minum setiap hari. bungsu kami. Pak!" teriak pembantu dari rumah sambil menangis. Dari peristiwa ini saya mulai merasakan Laksmi ingin mengucilkan diri. menangis sejadi-jadinya karena mau ikut. Apakah Astri tadi terpeleset atau dia kena serangan jantung? Yang saya heran. Laksmi tak peduli Ayu menangis seharian di depan pintu kamarnya. Ajeng dan Antok.Saya kaget lalu berteriak."Sehat. Di sisinya.Itulah sebabnya kami merasa digoncang gempa bumi ketika mobil kami ngebut melarikan Astri ke rumah sakit. Pak. Saya berlari ke arah jeritan Astri dan mendapatkannya terkapar.html reformasi yang melanda di seluruh Tanah Air. begitu cermat dan cekatan.

Malam yang khusyuk. Kami pulang ke rumah Nenek.Akhirnya Astri siuman dalam keadaan sehat-walafiat.html . telah kembali merapat ke tepi.Di kamar Astri. Tentu ada yang hilang."Sebelum ke rumah sakit. Laksmi sedang bepergian keluar kota yang tak bisa dihubungi. Karena tak tahan menunggu lalu saya bertanya kepada dokter pertama yang memeriksa Astri. Lalu para dokter itu memberitahu bahwa tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.Melihat gejala itu kemudian beberapa dokter dan jururawat berdatangan. Subuh itu Astri terduduk kaget dan berteriak-teriak memanggil ibunya. tetapi dia tidak mau. Ketika membangun kamar pribadinya itu usianya tiga puluh tahun dan sedang ayu-ayunya. "Mama!" lalu dia terkulai kembali. dokter itu memberi isyarat supaya saya bersabar. Beberapa dokter hilirmudik memeriksa Astri lagi."Kamu bertengkar dengannya?""Tidak. Ibu mampir dan mohon periksa seluruh kamar dan pojok rumah."Istrimu ke mana?" tanya Nenek. yang sering meluangkan waktu bermain dengan cucu-cucunya. Malam yang berbeda. Mereka berdiskusi secara bisik-bisik dan tidak memberi keterangan apa-apa kepada saya.""Aneh. Seorang kiai dan beberapa orang jamaahnya yang mengaji sepanjang malam di sisi tempat tidurnya. Saya merenung tentang hal-hal kecil yang mungkin sekali terlewatkan dalam urusan rumah tangga. Lalu saya menelepon Eyang Putri Niniek.Lalu kami meninggalkan rumah sakit beramai-ramai seperti mau menyambut pesta."Akhirnya Ajeng dan Antok tertidur di tepi-tepi ranjang Astri.""Apa kamu memarahinya?""Tidak pernah.""Apa?""Aneh.""Dia omong apa saja?""Dia tak omong apa-apa. Juga teman-teman Astri di sekolah.com/abclit. "Laksmi bilang belum bisa menjenguk ke rumah sakit.html beberapa potong lumpia. Astri lalu diperiksa oleh tiga orang dokter. Dia tak mau membuka pintu kamarnya. Tetapi. Kami mengobrol di kamar keluarga di sebelah kamar perawatan Astri. Air mata saya terus berlelehan.""Benar. merasa mendapatkan hidupnya kembali dengan kehadiran cucu-cucunya di rumah. kamu bertengkar.""Sungguh tidak..""Kamu suaminya kok enggak tahu."Itulah.ABC Amber LIT Converter http://www. Laksmi tidak mau ketemu Ibu. Rupanya dari nenek yang lalu nerocos. Saya jawab. suaminya. pingsan lagi. saudara-saudara dekat dan jauh berdatangan. sekarang berkumpul separuh keluarga. Tiba-tiba Astri berteriak.""Itulah apa?""Tak tahu ke mana.""Ayolah. neneknya anak-anak. Laksmi tidak kelihatan. Selamatan berlangsung dalam doa yang dipimpin oleh kiai dari kelompok pengajian kami.Telepon genggam berciluit. ya?""Buat apa?" "Jadi Ibu cuma mendengar suaranya dari dalam kamarnya?""Ya. Beberapa orang keluarga dan teman-teman sekelas Astri di SLTP berdatangan menjenguk. mengusir malam yang panas menyuruh dapur menghidangkan makanan yang lezat-lezat. anak-anak senang tinggal di rumah neneknya.com/abclit."SEORANG dokter masuk memeriksa Astri.""Cobalah Ibu minta dia menelepon saya. Dia tidak ditemui di rumah atau di rumah teman-temannya. Teman-temannya menciumi kening dan pipi Astri yang pingsan pulas.Seorang dokter lain menyarankan supaya saya memeriksa kamar-kamar di rumah. Kami menyelenggarakan selamatan untuk Astri. berhasil membangunkannya. Kami tidak pulang ke rumah. Ajeng dan Antok menangis sambil memeluk kaki Astri yang terkulai seperti mati.processtext. Malam yang menjadikan kami memperoleh keyakinan kembali.""Sudah saya suruh. Bu. Angin malam yang berembus pelan. Saudara-saudara kami di ABC Amber LIT Converter http://www. Mirip reuni keluarga..Tak terduga.processtext. dicatat sebagai sifat keramahtamahannya. Bu."Ibu merahasiakan omongan dia. Begitu pula Eyang Niniek yang setelah ditinggal lima tahun oleh Eyang Sadewa. "Mama! Mama!" lalu turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan saya sambil menangis sejadi-jadinya." desak saya. Mereka menanyakan mamanya anak-anak. ibu Laksmi. Sampan yang menjauh ke tengah danau. diam.""Ada apa sebenarnya?""Saya tidak tahu.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Bandung, Yogya, Solo, dan Surabaya, juga tidak disinggahi Laksmi selama dua tiga bulan belakangan ini. Saya katakan kepada anak-anak kenapa kita belum dapat menemui mamanya karena mamanya sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang harus tepat waktu karena ditunggu pemesannya. Untung Ayu, si bungsu, tidak meronta-ronta.Pada waktu malam cerah penuh bintang ketika Astri sudah berada di dalam keadaan yang ceria, di taman belakang rumah Eyang, di tepi kolam ikan koi, diam-diam saya coba desak dia bercerita tentang peristiwa sore itu ketika dia terjatuh waktu mengantarkan jus mentimun untuk mamanya. Astri mengingat sejenak lalu bercerita."Ada kereta api lewat, kencang sekali, berderak-derak, angin menderu, Mama dari atas kereta menyambar gelas jus itu, meminumnya lalu melemparkan gelasnya. Astri terempas, terguling ke samping, lalu mendengar teriakan Mama yang semakin menjauh, 'Mama cuma beli tiket sekali jalan.'"Seperti tersadarkan, mendengar cerita Astri ini saya tersentak dari duduk, menggayut tangan Astri dan mengajaknya buru-buru menengok rumah.Ajeng, Antok, Agra, Ayu, dan Eyang Niniek saya bawa serta. Sopir saya perintahkan ngebut. Saya mendengar suara Laksmi yang menjauh, "Mama cuma beli tiket sekali jalan."Bisakah saya mengejar suara itu. Melayang sobekan kain dari empasan angin kereta api, menderu menyibak tanaman, geliat rel pada tikungan, dengan peluitnya yang panjang, kereta itu lenyap ditelan cakrawala.Sesampai di rumah, para pembantu kaget menyambut kami. Saya dobrak pintu kamar Laksmi dengan linggis. Kami beramai-ramai memasukinya. Ternyata kamar itu kosong-melompong. Tak ada sepotong pun perabotan. Hanya karpet yang memenuhi kamar dengan bau harum pewangi kegemarannya. Menyaksikan keadaan itu, tiba-tiba anak-anak berteriak-teriak sambil menangis."Mama! Mama!"Ayu bergulingguling di karpet sambil menjerit-jerit. Kakak-kakaknya menangis memanggili mamanya sambil menyusuri empat dinding kamar kosong itu. Saya tak peduli. Saya minta sopir untuk membongkar plafon, barangkali pikiran saya yang bodoh bisa menemukan persembunyian Laksmi.Akhirnya anak-anak jatuh tertidur kelelahan. Mereka melingkar di tengah-tengah kamar yang sebenarnya tidak luas itu. Saya terduduk di pojok. Ada yang terputus dalam alur perjalanan rumah tangga kami. Sebuah jalan raya yang tiba-tiba lenyap dirakus hutan. Lalu tercipta jalan setapak, menyanyi Tuhan dengan gelang Saturnus, api tiba-tiba terhunus. Konser yang belum dimainkan oleh dirigen yang menunggu pesinden. Saya menatap tubuh anak-anak yang pulas itu seperti gundukangundukan pasir di tempat mereka bermain di Pantai Carita, suatu hari yang cerah empat bulan yang lalu.SAYA minta sopir ngebut ke bilangan Senayan, di depan kompleks TVRI, untuk membeli bunga kacapiring kesukaan Laksmi. Saya memilih kembangkembang itu sendiri. Pada pukul delapan sehabis makan malam, saya minta anak-anak menaruh bunga kacapiring itu di dalam vas kesukaan mamanya di tengah-tengah kamar. Lalu kami berkumpul di pojok kamar. Kami persis anak yatim piatu. Anak-anak ayam yang kehilangan induknya.Seorang pembantu masuk menaruhkan segelas jus mentimun kesukaan Laksmi di dekat vas bunga itu. Seketika saya terkesiap. Di dapur, pembantu itu saya suruh mengambil kembali jus mentimun itu dan saya membantingnya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Pembantu itu menangis sambil berlari masuk ke kamarnya."Apa maksudmu menaruh jus mentimun itu di dalam kamar ibu!" bentak saya."Setiap hari jus mentimun dihidangkan di kamar ibu, pak," jawab pembantu."Kamu gila!" bentak saya."Jus itu selalu habis diminum ibu, pak.""Kenapa kamu baru cerita sekarang?""Kira bapak sudah tahu.""Apa kamu pernah lihat ibu minum jus itu, he!""Ibu tidak ada tapi ada, pak."Pembantu itu menangis sambil menunduk. Para pembantu ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html lainnya bersembunyi di kamarnya. Saya terduduk di lantai dapur. Barangkali yang gila itu saya. Air mata saya berlelehan. Laksmi tidak ada, tetapi ada. Ini sudah keterlaluan dan sangat jauh menyimpang dari pengalaman perjalanan karier saya. Iman yang begitu tinggi dari orang-orang sederhana seperti para pembantu dan para sopir memberi pelajaran betapa perjalanan hidup itu tidak lurus bahkan perjalanan hidup orang-orang saleh sekalipun. Setiap perahu menyimpan gelombang. Setiap hasrat menyimpan nafsu, dendam, dan tindakan yang tidak masuk akal.APA papa punya salah sama mama?" tanya Astri pada suatu sore ketika kami minum teh berdua di beranda."Kamu pikir, papa punya salah sama mama?""Menurut papa bagaimana?""Menurut Astri bagaimana?""Mana tahu...?""Cobalah berterus terang Astri, apa kata hatimu.""Cobalah Papa mendengar kata hati Papa, bagaimana.""Orang lain lebih tahu. Bagaimana menurut Astri.""Papa malu, ya, berterus terang.""Nah, kamu curiga. Nada bicaramu seolah Papa memang punya salah sama Mama.""Nah, Papa yang curiga.""Kamu.""Papa.""Kamu.""Papa."Apakah saya cukup waras untuk mengalami semua peristiwa yang tak terbayangkan ini? Saya yang ingin hidup secara sederhana, penuh kegembiraan, tidak begitu saja bisa mulus melaksanakannya meski syarat-syarat untuk itu semua terpenuhi. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya harus mencari sebab-sebabnya.Malam-malam selanjutnya kami tidur di kamar semedi Laksmi itu. Di atas karpet, kami berbaring berderet-deret seperti pengungsi. Saya berbahagia karena anak-anak sudah mulai kerasan. Bunga kacapiring itu boleh jadi memberi oksigen kepada kami. Mungkin karena jasa Eyang Niniek yang begitu penuh kasih sayang mengasuh anak-anak. Memang, harus ada orang tua yang setia tinggal di rumah untuk mengayomi rumahtangga. Orang tua yang selalu mondar-mandir antara dapur dan ruang keluarga. Orang tua yang membersihkan udara di dalam rumah.PADA suatu malam ketika saya tiba dari kantor, terdengar dari dalam kamar Laksmi, anak-anak tertawa dan bersorak-sorai ramai sekali."Mama curang. Mama curang," teriak anak-anak tertawa penuh canda."Tentu saja Mama selalu menang, habis Mama enggak kelihatan, sih."Saya intip dari pintu, anak-anak tertawa, berteriak, berlarian memutari kamar sambil menggenggam apel dan melemparkannya ke udara.Saya terkulai di depan pintu dengan berurai airmata. Ini gila. Saya tak bisa menerima ini semua. Ini keterlaluan. Saya harus merebut kembali kebahagiaan itu. Saya harus merebut kembali Laksmi.Ketika malam telah hening, ketika anak-anak sudah berada di dunia lain, barangkali, pelan saya masuk. Setelah shalat istikharah, saya berdoa di pojok. Mencoba memusatkan pikiran. Kamar itu temaram, menunggu sesuatu yang baru dari kehidupan kami. Perjanjian baru perlu ditandatangani, dengan keyakinan penuh, dengan kedisiplinan, dengan kesetiaan."Laksmi," bisik saya. "Maafkan saya. Saya telah mengacaukan segalanya. Saya telah merusak rumah tanga kita. Ketika Astri bertanya, apakah saya punya salah padamu, saya sadar, inilah sumber dari segala yang mengerikan itu. Laksmi, saya minta maaf. Benar, saya bersalah kepadamu. Di depanmu ini, saya mengakui, saya berselingkuh. Berkali-kali. Secara sadar saya melakukannya. Itu kesalahan besar. Suatu dosa besar. Barangkali di kantor kami semua sudah gila. Kami dicengkeram oleh situasi yang sangat sulit untuk kami hindari. Kami terkepung tembok. Beban pekerjaan terlalu berat. Hiburan memang bermacam-macam bentuknya untuk memunggah semua beban itu. Saya tak mampu melakukan pilihan. Maafkan saya. Sekarang saya memohon dengan sangat kepadamu, maafkanlah saya. Kembalilah. Saya minta Laksmi kembali ke dalam keluarga. Kamu tahu, anak-anak sangat membutuhkanmu. Laksmi, mereka tidak mungkin bisa hidup tanpa kamu. Mereka sangat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html mungkin akan gagal dalam hidup karena tanpa kamu. Lebih-lebih saya. Dengan ini saya berjanji, juga bersumpah, saya tak akan mengulangi perbuatan itu. Kasih kesempatan kepada saya. Laksmi. Kasih kesempatan. Saya paham sekali sekarang, tak ada wanita lain yang bisa saya cintai. Laksmi, engkaulah satu-satunya yang saya cintai sampai akhir zaman. Engkau suci, Laksmi sedang saya profan."Tangerang, 11 Juni 2002

Sebilah Pisau dari Tokyo Post: 10/14/2002 Disimak: 106 kali Cerpen: Naning Pranoto Sumber: Kompas, Edisi 10/13/2002 SEBILAH pisau? O, besar sekali dan panjangnya sekitar 30 cm! Ya, ya, malam itu kulihat sebilah pisau besar, bentuknya cukup aneh, paduan antara golok dan celurit. Jelasnya begini: gagangnya terbuat dari kayu eboni, pangkal mata pisau berbentuk mirip golok Betawi, tetapi ujungnya seperti celurit Madura. Penampilannya berkilat-kilat, pancaran ketajamannya.Ini pisau dari Tokyo. Pisau kesayangan Taro, ya, suamiku. Maksudku, Taro gemar memasak dan pisau ini alat utamanya untuk memasak. Lebih baik Taro tidak memasak, bila pisau ini terselip atau sedang tidak ada di dapur...." "O, tapi... ee... pisau itu menakutkan. Eee... maksudku, terlalu besar dan terlalu tajam sebagai pisau dapur. Lebih cocok digunakan di rumah jagal saja," selaku, sebelum penjelasan pisau dari Tokyo itu selesai. Yang menjelaskan mengenai pisau dari Tokyo itu adalah Naomi Nerusa, share-mate-ku (teman serumahku), ketika aku belajar di Benua Kangguru. Ya, aku dan Naomi menyewa rumah secara patungan, untuk kami tempati bersama selama dua tahun. Aku mengenal Naomi ketika kami sama-sama tinggal di apartemen kampus yang sewanya relatif mahal. Maka, aku dan Naomi lalu mencari rumah yang sewanya lebih murah daripada apartemen kampus tersebut. Aku memilih Naomi sebagai sharemate-ku karena dia kunilai cukup komunikatif, lincah, dan pernah berkunjung ke Jakarta, Yogya, dan Bali. Sehingga kalau kuajak bicara mengenai ketiga tempat itu bisa nyambung. Oya, Naomi juga suka masakan Indonesia, khususnya sate ayam Madura. Malam itu, aku dan Naomi siap membuat sate ayam Madura untuk makan malam kami. Maka ia mengeluarkan pisau dari Tokyo, untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. "Nah, you saja yang memotong-motong daging ini, aku yang mengupas rempah-rempahnya. Oke?" kata Naomi, ketika aku mengambil pisau kecil ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html untuk mengupas bawang merah untuk lalap. "Lho kok aku yang mesti memotong-motong daging, memangnya kenapa?" tanyaku heran, karena kulihat tiba-tiba wajah Naomi yang semula ceria berubah menjadi kecut mengkerut. "Eee... aku takut sama pisau itu. Sejak pertama kali melihatnya, aku memang takut. Heehhhh... maafkan aku!" mata Naomi memejam, lalu membalikkan diri ke arah lain, memunggungi pisau yang berkilauan itu. "Naaah... kalau kau takut, mengapa pisau itu kau keluarkan?" tanyaku, sambil mengikuti arah muka Naomi. "Kupikir kita perlu pisau tajam untuk memotong-motong daging ayam. Tapi, eee... maaf," tiba-tiba ia tertawa, tetapi tawanya sumbang. "Lho... kok tertawa. Katamu.... kau takut, tapi tertawa!" aku ikut tertawa, karena melihat mimik Naomi yang lucu: diliputi rasa takut, tetapi berusaha sok kalem. "Ya, aku tertawa karena ingat sejarah pisau itu," Naomi masih tertawa, "Lucu, kisahnya! Ya, lucu-lucu seram," sambungnya, sambil membalikkan tubuhnya dan menunjuk pisau yang katanya ditakutinya. "Lucu, kisahnya. Lucu-lucu seram, bagaimana itu?" aku penasaran. "Pisau itu, pemberian Paman Tsuda-pamannya Taro," Naomi mulai bercerita, "Kedua orangtua Taro meninggal ketika Taro masih kecil. Maka, ia lalu diasuh Paman Tsuda. Nah, Paman Tsuda itu pembuat pisau ulung di desanya, di pinggiran Tokyo. Taro juga dilatih membuat pisau. Tetapi, ketika lulus SMP ia tidak berminat melanjutkan usaha pamannya memproduksi pisau. Ia tertarik bidang elektronik dan pamannya merestui. Maka, ketika aku berkenalan dengan Taro, ia telah bekerja di perusahaan elektronik di Tokyo. Kami pacaran tiga bulan, lalu menikah...." "Apa hubungannya ceritamu dengan pisau dari Tokyo ini?" selaku tak sabar karena cerita Naomi kuanggap berbelit-belit. "Nanti dulu. Ceritaku belum sampai ke pisau...," Naomi memintaku bersabar. "Okay. Lalu, bagaimana?" desakku. "Nah, setelah aku jadi istri Taro, aku tinggal bersama Paman Tsuda. Waktu aku akan berangkat ke Australia-ya, untuk belajar yang sekarang sedang saya jalani ini, Paman Tsuda menyuruhku membawa pisau ini. Aku menolak, karena aku merasa tidak memerlukannya. Yang memerlukan pisau itu Taro, karena Taro selalu menggunakannya untuk memotong bahan makanan yang dimasaknya. Tapi, Paman Tsuda mendesakku. Katanya, pisau itu bisa kujadikan senjata...." "Kau jadikan senjata? Senjata untuk apa?" aku terheran-heran. "Ini dia yang lucu. Tapi, lucu yang sekaligus seram," Naomi menggeleng-geleng, "E... sungguh menyeramkan. Kata Paman Tsuda, pisau ini bisa kugunakan untuk membunuh Taro, kalau Taro menyeleweng...." "Heehhh... menyeleweng? Selingkuh maksudmu?" tegasku. "Ya, kalau Taro punya love affair dengan perempuan ketiga...," jelas Naomi. "Apa Taro... ee... maaf, suamimu itu suka selingkuh atau semacam itu?" aku ingin tahu. "Kok sampai pamannya bilang begitu..." "No, no... Taro bukan laki-laki tipe itu. Dia laki-laki yang baik dan aku tahu, dia sangat mencintaiku, suka membangga-banggakanku...." "Ya, ya, jelas, karena kau cantik dan pintar...," komentarku. "Ya, mungkin," Naomi mengerlingkan matanya dan ada bias-bias kebanggaan terpancar dari mata itu. "Sayangnya, ia sering memukul dan menggigitku bila ia berhubungan intim denganku...! Ya, dia punya kelainan. Itu, yang kubenci... itu yang kutakuti. Maka, sering terlintas dalam benakku, aku ingin meninggalkannya untuk mencari kelembutan dan belaian dari laki-laki lain. Atau, paling tidak ...jauh darinya, agar aku bebas dari...." matanya yang semula berbinar-binar itu lalu meredup dan suaranya serak. "Ohhh, Naomi!" desisku dengan bingung, karena aku tidak tahu harus berbicara apa untuk menanggapi penuturannya itu. "Maka, aku senang, ketika Taro mengirimku belajar kemari ya... di Australia ini. Jadi, aku bebas dari pukulan-pukulannya dan gigitan mautnya. Gila! Kalau dalam seminggu ia mengajakku berhubungan intim dua atau ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sampai tiga kali, maka tubuhku hancur, babak belur. Pangkal pahaku, perutku, leherku, dan payudaraku akan biru-biru lebam. Aku biasanya jadi malas keluar rumah, Selain sakit, aku juga malu karena jalanku jadi engkang-engkang-jelek. Belum lagi leherku yang penuh bekas gigitannya, payudaraku juga nyeri, apalagi lubang vaginaku... seperti disodok-sodok tombak!" Naomi meringis. "Sampai begitu? Ohhh... Naomi!" aku mendesis lagi dan jadi ngeri membayangkan kelainan Taro, suami Naomi. "Makanya, aku sebetulnya tidak happy, kalau suamiku nyusul aku kemari," suara Naomi tiba-tiba merendah, seperti berbisik. "Lho, tapi, bukankah suamimu telah memutuskan akan menyusulmu kemari? Bahkan kau bilang, dia mau melamar jadi PiAr- permanent resident di sini, bukan?" aku mengingatkan apa yang pernah diceritakan Naomi kepadaku, sebelum ia jadi share-mate-ku. "Ya, mau dia memang begitu. Dia ingin tinggal di Australia, karena ingin menginjak tanah. Maksudku, ia ingin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Maklum, hidup di Tokyo menginjak tanah adalah barang luks. Maksudku, hidup di Tokyo tidak mungkin tinggal di rumah besar, berhalaman luas dan bisa mengendarai mobil pribadi. Biaya hidup di Tokyo sangat mahal. Yang bisa kami bayar hanyalah tinggal di apartemen ukuran 3 x 3 meter, untuk keperluan segalanya. Kalau punya mobil harus menyewa garasi yang sewanya sama dengan untuk menyewa apartemen...," Naomi memandangiku, sebagai penegasan, "Makanya, bagi Taro, tinggal di Australia adalah impiannya dan itu harus diwujudkannya!" "Jadi, kapan dia kemari?" aku ingin tahu. "Ya, tiga bulan lagi, setelah ia menjual barang-barang kami dan mengurus surat-surat pindah. Aku dan Taro akan memulai hidup baru di sini...." "Oh... indah sekali. Kalian bakal menemukan surga di Australia. Orang Jepang uangnya banyak. Kulihat, banyak orang Jepang yang membeli rumah dan mobil-mobil mewah di sini...." "O... tidak semua orang Jepang begitu," Naomi cepat-cepat meralat kalimatku. "Walau Taro sudah manager, tetapi gajinya tidak besar. Jadi, ya... kalau cuma membeli rumah keong dan mobil seconds mungkin bisa...," Naomi merendah. "Apalagi kalau kau sudah kerja di sini," seruku, karena kuliah Naomi, yang ambil Master Fakultas IT akan selesai tahun depan. "Master lulusan IT banyak diperlukan di Australia." "Mudah-mudahan," mata Naomi sedikit berbinar. "Yuk, sekarang kita bikin sate ayam. You yang memotong-motong dagingnya!" sambung Naomi. Aku pun lalu menggunakan pisau dari Tokyo untuk memotong-motong daging ayam yang akan kami buat sate. Bukan main, pisaunya tajam sekali. Maka, Naomi lalu memperingatkanku agar aku berhati-hati ketika menggunakannya, agar tanganku tidak teriris olehnya. TARO sudah datang dari Tokyo dan tinggal bersama kami. Benar kata Naomi, Taro memang gemar memasak dan selalu menggunakan pisau dari Tokyo, untuk memotong bahanbahan yang dimasaknya. Sungguh terampil tangannya ketika menggunakan pisau itu, saat memotong apa saja: dari bawang putih, seledri, daun bawang, hingga ikan dan daging yang diolahnya. Aku sering menyaksikannya bila ia masak untuk makan malam mereka dan kadang aku diberinya. Karena, aku juga sering memberi mereka apa yang kumasak pada pagi hari. Sejak ada Taro, aku memang sering tukar-menukar makanan. Sebelum Taro datang, Noami sering minta tolong aku untuk memasak. Naomi memang tidak suka memasak! Jadi, kalau ia memasak, artinya terpaksa! Sejak Taro di Australia, Naomi tidak pernah ke dapur. Jadi, pisau dari Tokyo itu sama sekali tidak dipegangnya. Aku juga tidak memegangnya, karena aku lebih suka menggunakan pisauku yang kubawa dari Jakarta, untuk mengupas bumbu-bumbu atau memotong bahan-bahan yang kumasak. Taro selalu mendesakku agar aku menggunakan pisau dari Tokyo, dengan alasan, lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Ferdinand memang tinggal di Blok A. Bersikap tenang. Memang sih. Maka dapat dibayangkan. Naomi tidak perlu sampai pulang terlambat terus." Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Taro. untuk kenang-kenangan. begitu?" Aku diam saja. sebetulnya aku ngeri dan kemudian berkata. "Taro. tentu bukan bandingan Ferdinand. jadi selama ini. apakah sistem belajar di Australia harus sampai larut begini? Lebih dari pukul sembilan malam belum selesai?" "Tergantung fakultasnya. Naomi belum pulang?" tanyaku. yang menggandeng Naomi. pisau ini akan kuberikan padamu.. "Taro. Aku jadi ingat." sahut Taro dengan sikap tenang. Naomi belum pulang. Sampai di rumah. Aku lebih senang membaca di rumah daripada di perpustakaan. terlambat lagi. aku ABC Amber LIT Converter http://www.. Pikirku. dan pulang ke rumah pukul 21.. Maklum." "Ya. Iya. "Ya.. Begitu. selalu pulang terlambat." "Ah. suaranya berat dan patah-patah. Hari berikutnya. Kalau aku. otodidak. aku takut pada pisau itu! Naomi juga takut.. ia menanyakan keadaanku.. Di balik tawaku." sahut Taro. Maka ia lalu kuhibur sebisaku.. Akhir-akhir ini ia selalu pulang terlambat. sebagai salah satu pria terseksi di dunia. Taro yang tingginya kuperkirakan tidak sampai 160 cm. Jam telah menunjukkan pukul 21.. Maka. student Kolombia itu dipanggil: Banderas! Padahal. yang malam itu sedang duduk sendirian di ruang makan. hingga pada suatu senja aku melihat Naomi bergandeng tangan mesra dengan student dari Kolombia. ketika melakukan hubungan seksual seperti yang diceritakan Naomi? Kupandangi Taro. Taro. "Tapi. bikin program yang aneh-aneh dan rumit.. nama sebenarnya Ferdinand. Bahkan suatu pagi Taro bilang padaku. Pisau ini jadi menakutkan bila digunakan untuk membunuh. lantai 6-yang dikenal sebagai markas student dari Kolombia. ya. Naomi pulang terlambat lagi.. Aku kan juga pernah belajar komputerIT. Meskipun demikian. Naomi dan Ferdinand naik lift.00." tuturku. Setahuku. yang ambil ilmu sosial ya. pisau yang sangat tajam dan bentuknya aneh.! Tapi. betapa tampannya Ferdinand. barangkali ada meeting-kerja grup. Tapi. jangan takut..html tajam dari pisauku. "Taro. yang pernah dinobatkan oleh sebuah majalah wanita terbitan Amerika.com/abclit. ia ingin mengeluh kepadaku. Terus. ada meeting. aku jadi heran dan bertanya-tanya: apakah mungkin laki-laki berpembawaan setenang Taro punya kelainan buas. tetapi ditahannya.. Seperti biasanya juga. ia berusaha tersenyum semanis mungkin begitu melihatku masuk ke rumah.. Atau... kupikir. kupikir. Bila digunakan untuk tujuan positif seperti untuk memotong-motong bahan yang akan kita masak atau berkebun. Aku tahu. Ia dipanggil Banderas karena wajah dan tubuhnya memang mirip Antonio Banderas-aktor Hollywood asal Spanyol. adalah pembawaan Taro yang paling menonjol. Padahal biasanya. Naomi.. student IT memang banyak tugas. kulihat Taro sedang memasak dengan wajah murung.. Diam-diam kuikuti arah jalan Naomi dan Banderas. kami dituntut banyak membaca. mungkin Naomi masih belajar di perpustakaan. di kampus. merancang program juga bisa di rumah.processtext.00 dan wajahnya ceria. Terus terang. Mereka dari perpustakaan menuju ke utara. sambil memandangi sajian masakan yang telah dimasaknya sejak sore. untuk makan malamnya bersama Naomi. Seperti biasanya. ke apartemen kampus Blok A." Taro memandangiku dengan mata kosong. suka memukul dan menggigit pasangannya. apa indahnya kenang-kenangan sebilah pisau.. Aku tidak ingin masuk ke dalam lingkar masalah yang sedang dihadapi Taro yang tampak unhappy karena istrinya. tidak sampai malam kalau belajar bersama. teman sekelasnya. kan. "Bila aku berpisah denganmu.30. Naomi selalu pulang malam karena bersama Banderas? Aku lalu ke perpustakaan. merasa kasihan pada Taro yang kuhitung hampir dua minggu selalu menanti kedatangan Naomi yang terlambat.. Kuperhatikan. barangkali. "Ya.processtext. membabat ilalang dan rumput ya tidak apa-apa.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.html . kalau memasak pukul 18.

Aku mengundangmu makan malam. "Jangan masuk ke kamar dulu. ia memang tidak pernah akan pulang lagi di rumah ini." kata Taro.. thank you! "Ohhh. rambut Naomi. Sebilah pisau dari Tokyo yang ada di tangan Taro itu di mataku tampak menyeringai dipenuhi ribuan pasang taring Rahwana yang tengah mencabik-cabik leher Naomi yang kuning mulus dan jenjang.. sambil berusaha keras mengerem diri untuk tidak menceritakan Naomi yang kulihat bergandengan tangan bersama Ferdinand alias Benderas. Naomi ke Blok A. ke kamar Ferdinand. menuju ke kamarku." kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan..processtext..com/abclit.. darah segar pun mengalir deras dari leher Naomi yang terkoyak-koyak dan terpatah itu. Lalu." sambungnya. Bisa ditebak.. makan malam bersamaku. apa yang mereka lakukan berdua di kamar? Kusingkirkan pikiran keruhku mengenai Naomi-Ferdinand..ABC Amber LIT Converter http://www.! Kenanganku di Gold Coast. lalu menghentikan langkahku yang mau naik ke loteng.!" sahut Taro. "Itu. Naomi pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. sambil menunjuk dua set piring dan mangkuk di atas meja makan. mangkuk dan piringmu sudah kusiapkan.. Dan. "Apa maksudmu.Oktober 2001 Kaki-Kaki Air Post: 10/08/2002 Disimak: 208 kali Cerpen: Afrizal Malna Sumber: Kompas.! Tubuhku langsung gemetar dan butir-butir keringat dingin bermunculan di keningku. Perhatianku kufokuskan kepada Taro yang mengajakku bicara mengenai Naomi. Aku mengenali rambut itu.html . "Malam ini Naomi tidak pulang. Ohhh. sebelum polisi menangkapku.. "Naomi belum pulang?" tanyaku kemudian.... lalu lupa segalanya. nadanya tenang. "Mari. Tapi.com/abclit. Edisi 10/06/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. perutku mual.. mataku berkunang-kunang. Ia berkata.html menjawab: fine. sebelum aku menyerahkan diri ke polisi.. ia memperlihatkan pisau dari Tokyo yang berlumuran darah yang mulai mengering dan beratus-ratus helai rambut menempel di permukaannya. Taro?" tanyaku spontan. Aku tidak mau dan memang tidak bisa memenuhi ajakannya.. Dia pulang ke tempat lain bersama kekasihnya. karena kepalaku tiba-tiba pusing. Lalu.processtext. tapi membuatku terkejut.. dengan suara tenang. very good! Very good!" Taro menanggapiku. Atau. Pisau jagal. Taro tidak menjawab. kecuali kilatan pisau itu: sebilah pisau dari Tokyo.. Aku buat sushi dan sup sirip ikan.

Wabah sumur ini bergerak begitu cepat. anakku. melompati atap bis satu dengan atap bis lainnya. dan ada ABC Amber LIT Converter http://www. Harga kurs dan saham.com/abclit. Ada seorang presiden yang disandera dalam video.Tetapi kota ini memang seperti sebuah baskom yang buas. airnya jernih. Sesuatu sedang terjadi di kota ini. Ada anggota partai yang dikarantina agar suara mereka tetap bulat dalam pemilihan gubernur. Seorang pengendara sepeda berlari tanpa hambatan. Sebagian besar kantor dan daerah perdagangan tutup. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Warga kota hanya soal hitungan pajak.Aku membeli koran pagi itu. Kondekturnya berteriak-teriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan.Tidak usah khawatir. dan mentega. Ada pesta putauw di rumah wakil gubernur Jawa Barat. Uang beredar trilyunan dalam sehari. Sejak itu warga kota sering bermimpi buruk tentang lubang-lubang di jalan raya itu. Ada pencuri pete yang mati digebuki massa yang menangkapnya. Orangorang juga lebih banyak tinggal di rumah. Rakyat melakukan doa di atas perahu. dong. badannya dijangkiti jamur berwarna putih. mensucikan kembali jiwa-jiwa yang pernah tersiksa sepanjang hidupnya. juga tentang kematian gubernur. Anak-anak sekolah bermain basket di atas atap kereta jurusan Depok-Kota.com/abclit.processtext. Pagi itu aku sedang menyapu di halaman. sering melihat ke sumur-sumur itu. jutaan warga dalam waktu cepat. jiwa-jiwa yang memaknai hidupnya sendiri lewat kegelapan. kenaikan terigu. Sebenarnya berita-berita itu juga tidak pernah ada. dipenuhi dengan sardencis. sosis. Kedubes Amerika ditutup. sebuah bis tiba-tiba muncul dari bongkahan tanah. Sebenarnya aku tidak membeli dan membaca koran.processtext. namun juga sebagai kayu api yang mudah dibakar setiap kerusuhan terjadi. Dalam sumur itu hidup ikanikan yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Ruko-ruko berjejer seperti pagar kota. kau seperti seorang nyonya dengan betis bengkak. bagaimana orang bisa membangun kualitas hidupnya di kota seperti ini. Dan setiap ia pulang. yang airnya jernih. harus melompati atap-atap mobil untuk bisa menyeberangi jalan yang macet. yang penting adalah bagaimana seluruh transaksi harian bisa dilunasi. aku melihat matanya telah berubah menjadi sepasang sumur yang dalam. Tanaman perdu ramai sekali bercerita tentang akarnya yang terasa perih karena kekurangan air. Tetapi apa bedanya. Ada bandar heroin yang tertangkap. Kota terasa lebih sepi dari biasanya. Rakyat merayakan kematiannya sebagai kematian sebuah monster kota. bukan? Dan mimpi buruk. yang menghanyutkan seorang gubernur dan mayatnya lenyap di Sungai Ciliwung.Dua hari yang lalu beberapa lubang di jalan raya tiba-tiba berubah menjadi sumur yang dalam."Buset.ABC Amber LIT Converter http://www. kualitas itu tidak penting.html . adalah cara negatif untuk mengisi kekosongan berbagai proses kualitas kehidupan setiap warga agar tetap berlangsung. Aih.Seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah. Ada wakil presiden yang istrinya tujuh. Kota ini selalu ramai dengan berita. Airnya jernih. Padahal gubernur yang akan dipilih itu telah mati dalam banjir yang lalu. Jakarta.Lebih baik aku meralat dusta pagi ini."MATAHARI baru saja melepaskan diri dari sebuah tembok tinggi yang atasnya dikelilingi kawat berduri pagi ini. Kampungkampung juga melakukan selamatan bersama untuk mengembalikan arti kehidupan bersama.html SETELAH banjir sebulan yang lalu. matanya berubah menjadi sumur yang dalam. bukan? Dan bagian-bagian mana saja dari kota ini yang bisa diperas. Membersihkan tanaman yang kering dan menyiramnya. Tiba-tiba sebuah bis keluar dari koran yang sedang aku baca.Jilan. banyak jalan yang berlubang.Ruwatan kota dilakukan di Sunda Kelapa. dan ada ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Kondekturnya berteriakteriak:"Grogol!""Grogol!""Di jalan raya mesti sopan. setelah melihat sumur-sumur itu. dong. Pohon mangga gatal-gatal.

deh.processtext. Tapi berwarna merah seperti tomat. Orang-orang terharu dengan perubahan ini. natural. Mereka mulai merasa memiliki hubungan baru dengan langit. seluruh alat-alat elektronik mati manakala mata mereka menatapnya.Banyak peralatan elektronik atau bermesin yang mendadak mati di kota ini. lihat.. Mereka juga ikut membicarakan soal apakah cinta dan apakah waktu. Semuanya. akan ditembak di tempat. Melihat langit di malam hari seperti melihat kesibukan makhluk-makhluk yang tugasnya hanya merajut waktu dan merajut cinta. karena mereka lebih banyak ngobrol soal dua topik itu. warga kota lebih banyak membicarakan apa artinya cinta dan apa artinya waktu. bukan?" teriak mereka."Kota ini. seakan-akan mereka juga sedang merajut waktu untuk hari esok mereka. Mereka mendapat pengawalan super ketat. Bila ada yang mengganggu warga kota yang mendadak menjadi istimewa ini. tidak pontang-panting lagi mengikuti mesin yang memproduksi kecepatan berlipat ganda.com/abclit. kini."Morgen. Begitu pula setiap warga kota yang matanya berubah menjadi sumur.Makhluk dengan mata seperti sumur itu kini mewarnai kehidupan kota sehari-harinya. yang kotor dan hitam pekat telah menguap entah ke mana. Belum ada peraturan untuk melarang orang membicarakan soal cinta dan soal waktu.com/abclit. ada cabai.Nyanyian cinta dan nyanyian waktu terdengar di mana-mana. ada. Kota ini seketika berubah menjadi sangat romantis dengan nyanyian-nyanyian itu dan sumur-sumur itu. Nyanyian itu membuat langit seperti mengeluarkan cahaya biru di malam hari. aku hidup.html .. Tangisan yang sedih dan pedih. tidak berada jauh di luar akal sehat manusia. Darah yang lama.Orangorang yang matanya selamat untuk tidak menjadi sumur tidak terlepas dari perubahan topik pembicaraan ini. Para pengawal yang menjaga mereka tidak berkutik.Tubuh mereka seperti dialiri oleh darah yang baru. dari matanya akan mengalir air mata terus-menerus. aku baru percaya sekarang.. sumur itu ternyata mulai memiliki kekuatan yang tak terduga.Orang-orang kini tidak lagi membicarakan apa saja yang dilakukan dan telah terjadi sepanjang hari-hari mereka. Princess. tanaman ada di sini. Waktu juga berjalan normal. "Aduh.ABC Amber LIT Converter http://www. dan terasa halus. Gerak menjadi normal.Pemerintahan kota kini sibuk memikirkan bagaimana caranya menutup sumursumur yang tumbuh di seluruh jalan di kota ini. ada wortel.. aku baru bisa merasakan sekarang. segar. mesinnya seketika mati. Hanya kendaraan tak bermotor yang terus bisa berjalan. karena orang yang berusaha menutupnya. Entah kenapa kedua topik ini kini menguasai benak warga kota.. Gejala lain kemudian muncul. Tangisan yang tidak bisa dihentikan oleh apa pun.processtext. Orang-orang yang matanya belum menjadi sumur mendadak nilainya menjadi sangat mahal dan dilindungi. Setiap kendaraan bermotor yang melewati sumur-sumur itu. Banyak orang yang menciptakan lagu berdasarkan dua topik itu. Merekalah kini yang dikerahkan bekerja menjalankan kehidupan kota. Berbagai cara digunakan untuk melindungi mereka. Mereka hidup seperti tanam-tanaman. yang sebelumnya tampak mati oleh polusi yang biadab di kota ini. Bibir mereka tidak lagi kering dan kebiru-biruan. ada tomat. Tangisan yang membuat setiap orang yang mendengarnya. seperti menyaksikan sebuah duka cita yang teramat sedih dan teramat panjang. Masalahnya tidak sederhana. Gestur tubuh tidak lagi tampak tegang dan ABC Amber LIT Converter http://www. "Lihat. juga seperti berganti dengan kulit yang baru. tak henti-henti.html ikan-ikan yang belum pernah ada sebelumnya. Bahkan para pengawal itu sering terpaku mendengarkan bagaimana mereka membicarakan cinta dan waktu. Orang kini lebih banyak menanam bunga dan menjahit pakaiannya sendiri. Sejak kejadian itu. Kulit mereka. Pekerjaan mereka untuk menjalankan mesin kota mulai ditinggalkan. Mereka tidak bisa melarang orang-orang itu untuk tidak membicarakan dua topik itu. sayang. bahwa aku hidup!""Lihat.." kata Princess.

juga digunakan sendiri oleh rakyat untuk membangun kota mereka yang kini menjadi kota baru itu.processtext. tidak perlu lagi menggenggam sebilah pisau di tangannya. rumah untuk bercinta. entah siapa yang memulai."Ayah." kata Jilan. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu. aku ingin menjadi tukang sapu di kota ini. Cinta adalah janji pada setiap butir nasi yang kumakan.ABC Amber LIT Converter http://www.SUATU hari.com/abclit. dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. rakyat di kota ini mulai menanami pohon di jalan-jalan berlubang itu. Bibir mereka seperti menyimpan banyak kata untuk keramahan. Pemandangan itu bagiku memilukan. Uang pajak untuk pemerintahan kota.html . Pohon yang berbuah. bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan. mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. Bukan pohon yang tidak menghasilkan buah.. pada setiap air yang kuminum. pada setiap udara yang kuhirup. tapi karena gagasan akan kesendirian dalam keluasan padang memutih itu. Dan cinta. Berja-lan sendirian di tengah padang salju dalam badai yang dingin dengan suaranya yang menggiriskan tidaklah ABC Amber LIT Converter http://www. seperti ada rumah ibadah dalam tubuh mereka. Hutan yang dibesarkan oleh sumur-sumur itu dan oleh tangan-tangan rakyat.. Edisi 09/29/2002 TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti. 2002 Kyoto monogatari Post: 09/30/2002 Disimak: 292 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. Cinta adalah .Seluruh jalan raya di kota ini kini berubah menjadi hutan kota. Pakaian mereka.processtext.Kalimalang. aih. Apakah yang dilakukannya dalam badai bersalju seperti itu? Aku tidak bisa memperkirakan apapun dan aku harus menerima kenyataan betapa aku tidak akan pernah tahu.com/abclit. Orang berjalan seperti tarian. tawa yang dibanjiri oleh cara membaca dari mana hidup ini mesti dijalani. Dan kau tertawa mendengarnya.html kaku. Udara penuh dengan salju yang beterbangan karena tiupan badai sehingga perempuan yang berjalan dengan lambat itu tampak menapak dengan begitu berat. sumur-sumur itu sedang menciptakan waktu dari kaki-kaki air.

senyuman yang manis.com/abclit. ombak menghempas.ABC Amber LIT Converter http://www.html . TERBUAT dari apakah kenangan? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya. daun berguguran. sehingga aku juga tidak tahu apakah ia mengunci atau tidak mengunci pintu itu sama sekali. Dari balik jendela kereta api suara itu sudah teredam. bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. Jejak-jejaknya terlihat menapak dari sebuah pintu. Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Kenanganku adalah bunyi genta itu. seperti angan-angan melintas. terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali. tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya? Aku mempunyai kenangan yang lain di Kyoto. tampak ia baru saja keluar rumah. aku tidak bisa ingat lagi-tinggal kenangan akan seorang perempuan yang melangkah dengan berat dalam badai dan hujan salju. apakah ada seseorang yang ditinggalkan di dalam rumah itu. termasuk jurusan kereta api itu: menuju Kyoto dari Tokyo. atau memang kosong saja di dalamnya sehingga barangkali ia pergi begitu saja tanpa mengunci pintu? Tentu saja aku tidak melihat perempuan itu keluar dari rumahnya. ABC Amber LIT Converter http://www. Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan. sekali. meski tetap saja teringat sampai mati . Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup. tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu.processtext. mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. tapi pemandangan yang kulihat kemudian seperti tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya. membuat masa lalu tak pernah berlalu. Mengherankan bahwa kenangan seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini? Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan. tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi. seperti tidak pernah terjadi. Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan. sehingga aku tahu pasti ada sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi sampai perempuan itu harus berjalan susah payah dengan sepatu yang setiap kali harus diangkat tinggi karena melesak ke dalam tumpukan salju dalam badai yang kencang dan begitu dingin seperti itu.com/abclit. Hmm. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. tapi aku pernah mengalami badai bersalju dengan suaranya yang menggiriskan di Mongolia. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu.rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa.processtext. Kereta api itu lewat begitu cepat. ataukah menuju Osaka dari Kyoto. yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus pelahan. Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia. lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa? Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya.html terlalu menyenangkan. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. apakah kiranya yang dilakukan perempuan yang kulihat berjalan sendirian di padang salju itu? Waktu kereta api lewat dan aku menengok dari balik jendela. langit yang merah dengan mega-mega berarak dalam cahaya keemasan. Semuanya sudah kulupakan.

lampu-lampu menyala menjelang gelap.ABC Amber LIT Converter http://www. Kenanganku tentang pemandangan di luar jendela kereta api shinkansen itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Kemudian ia juga ke luar. Mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat. Lelaki di dalam rumah itu menunggu dalam gelap. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya. Dalam kenanganku seperti terjadi sebuah ledakan. mungkinkah jejak ini mencapai suatu tempat yang tidak pernah ingin diketahuinya? Kalau kereta api itu lewat sedetik lebih cepat atau sedetik lebih lambat. berjalan lambat menuju rumah itu. TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu. sehingga perempuan itu harus keluar rumah mencari obat dalam badai seperti itu? Perempuan itu menapaki salju dengan langkah yang berat. dan ia tidak tahu perempuan itu pergi ke mana. mencari ke mana kiranya perempuan itu pergi. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu. Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Tidak ada seorangpun yang tahu ke mana perempuan itu pergi. sepanjang padang. Apakah karena aku berta-nya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya? Apakah ada seorang anak yang tergeletak dan sakit parah di sana.com/abclit. bertanya-tanya tentang kenapa perempuan itu pergi begitu lama dan tidak juga kembali. tidak pernah kukatakan. Dari kejauhan. Tapi aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu. Angin itu harus berhembus dengan kepelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya. dan hanya daerah salju itu saja yang menjadi kenanganku seterusnya. Di dalam rumah seorang lelaki menunggu perempuan itu kembali. Mungkin itu beberapa menit sebelumnya. Ia mengikuti jejaknya sepanjang jalan. tidak pernah kuapa-apakan. Dalam kenangan itu aku tidak pernah melihat diriku sendiri sedang memandang dari balik jendela. Bagaimana kalau kereta api itu lewat beberapa menit lebih lambat? Barangkali akan kulihat seorang lelaki berjalan di tengah padang salju. karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala. dari dalam kereta api yang meluncur begitu cepat. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain.html yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya." "Aku memang tidak ke mana-mana. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. Mungkin sebelumnya ada lelaki lain di luar rumah.com/abclit. dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. Perempuan itu berjalan di dataran salju meninggalkan jejak yang panjang. bukan hanya sedetik sebelumnya. Bukan di luar daerah itu. dan tetap akan berat meski sepanjang hidupnya ia tinggal di sana sehingga tentunya juga terbiasa dengan alam dan iklim seperti itu. dan perempuan itu melihat lewat jendela. tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku." Ia mengikutinya.html . dan kenanganku akan menjadi lain. "Kamu mau ke mana?" "Tidak ke mana-mana. Langkahnya berat dan udara begitu dingin.processtext. Ia mengikuti jejaknya. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan. tentunya aku akan melihat pemandangan yang berbeda. aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti." "Cuaca seperti ini dan kamu keluar dan kamu bilang tidak ke mana-mana. apakah kiranya yang begitu mendesak? Kereta api itu memasuki daerah salju dengan begitu tiba-tiba seperti pesawat antariksa menembus batas luar angkasa. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun. mengikuti bekas jejaknya kembali. tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Dunia memutih dan kelabu. pasti tidak akan kulihat pisau berdarah yang masih ABC Amber LIT Converter http://www. sepanjang kepahitan yang meruyak di dalam hatinya. bukan pula ketika di dalam kereta api itu.processtext.

serentak. tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Tapi mungkinkah bisa dipastikan peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan. Maret 2002. Tidak ada satu kemungkinan yang memberi peluang kepada pengetahuan yang utuh. Pikiran apakah yang ada di kepala si satpam. Barangkali lebih baik mayat itu tidak ada. Edisi 09/22/2002 SIAL benar. Seharusnya ia tak membiarkan Parto langsung pergi. dan melang-kah ke padang salju. Ada bekas seretan yang panjang dan berdarah. Semua itu mestinya tidak mungkin terjadi. Peristiwa ini tentu tidak pernah terjadi. dan seutuh-utuhnya? Di kereta api shinkansen yang meluncur dengan kecepatan peluru. Aku selalu membayangkan ada bekas-bekas darah di atas salju. Tapi sebetulnya aku hanya melihat seorang perempuan melangkah keluar dari rumahnya dalam hujan dan badai salju-aku bahkan tak tahu itu memang rumahnya atau bukan. dan aku tidak melihatnya membuka pintu. Durban . Kurir Post: 09/23/2002 Disimak: 224 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas.com/abclit.com/abclit. Kereta api melewati tempat itu beberapa menit sebelum atau sesudahnya tidak akan mengubah apa-apa. Aku hanya melihatnya sedang berjalan dengan susah payah sehingga terbentuk jejak dari sebuah rumah ke tempatnya sedang melangkah. dan hanya ada bekas da-rahnya. Lihatlah tingkah si satpam: menahan tubuhnya dengan ujung pentungan. menutupnya kembali. aku tidak bisa menceritakan apapun tentang perempuan itu.html . Masih ada kepahitan di wajah lelaki yang muram itu. Namun di Kyoto aku mengenal seorang perempuan.processtext. memasang wajah mengancam meski tahu ia tak mungkin bakal memaksa masuk.processtext. memperlakukan dirinya begitu rupa. Sayang sekali. Memasuki daerah itu bola-bola salju berhamburan dan pecah di jendela.ABC Amber LIT Converter http://www.html digenggamnya. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat. Sebetulnya aku selalu membayangkan seandainya kereta api itu lewat ketika perempuan itu sudah menjadi mayat dan terkapar di depan rumahnya.Cape Town. tak ubahnya bagai seorang bandit?Menarik ABC Amber LIT Converter http://www. aku hanya tahu perasaanku menjadi rawan.

html . "Lihat. dirinyalah yang ada di depan. atau mungkin suatu malam. bayang atmosfer bagai menggigil. kenapa satpamsatpam itu begitu arogannya? Kepada orang seperti dirinya kurir kelas kaki. tapi lebih dari itu: karena barang antarannya adalah dari jenis yang lebih berharga.. mulai melengket. Ditolak satpam. sebelum men-drop-nya di perumahan bersangkutan? Ah."Sini!"Tidak. seperti biasa.""Tetap tidak bisa. memetakan lokasi. sangat sering ini terjadi. Jauh lebih berotot dari yang kanan -yang mengacungkan pentungan. yang menyamar jadi kurir. Dan jika hal itu terjadi. memang mengerikan. jauhnya . diayunkannya langkah ke kompleks itu. Siapa tahu ia memang seorang bandit. Dan di bagian punggung. Tapi. Bulat. siapa bisa menjamin si satpam memang akan memasukkannya ke kotak-kotak pos itu? Jika si satpam tak memasukkan. kapankah ia tidak lagi di-tandem dan naik tingkat ke "kelas motor"? Duduk di boncengan Parto. menggasak habis seluruh isi kompleks! Ah. Biar kami yang memasukkan. satpamnya bersedia dan membolehkannya masuk. Bukan hanya karena ia terhindar dari deraan lelah jalan kaki dan hunjaman terik Matahari. Benar-benar tak tampak lagi sosok tandem-nya itu. Jika brosur ini ia serahkan.karena tertulis dalam bahasa asing . Dan.processtext.Kadang.pikirannya kembali ke tadi. itu artinya sama dengan mencampakkan brosur ini di jalanan. Lembar-lembar promosi. pejal. ditolehkannya kepala ke arah mana Parto tadi melesat. memang mengerikan. yang kiri. Panas. dan gempal.padahal pada kenyataannya cuma "kurir kelas kaki" yang mengantarkan barang (lebih sering surat) atau dokumen (lebih sering brosur atau lembaran lepas promosi) ke berbagai alamat. bajunya.com/abclit. rampok.. "Hanya brosur. ia ngangakan tas yang dikepitnya. Di manakah kotak pos mereka? Ke dalam kotak pos itulah ia mesti memasukkan brosur dan lembarlembar promosi ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Atau. Dan atap. Kepul motornya pun tidak. kotak pos-kotak pos kompleks perumahan adalah "alamat" tugasnya.ada kompleks perumahan lain yang. berjenjang-jenjang. Dan karena barang atau dokumen bagiannya melulu brosur dan lembar promosi. kotak pos. Padahal.. Lebih ia benamkan topi.SEBENARNYA. untuk kemudian muncul bersama gembongnya suatu hari. Berkesan gagah . Harus waspada. Tetapi.ah. Sekilas.html napas. Satpam-satpam itu mungkin tengah berusaha menjalankan tugas.processtext. Atau lebih gila. mencuat bertingkat-tingkat. Pak. Samar-samar tampak pagar tembok. terpikir juga olehnya. Courier. Sungguh menyenangkan. kadang. menjulang. Di permukaan aspal. justru dengan demikianlah ia bisa disebut si penipu.." Disodorkannya ke hadapan si satpam.Dan.com/abclit. ke jalan menuju kompleks perumahan yang dipagari jeruji besi dan kawat berduri. Hatihati. satpam . tinggalkan di sini. sering ia bayangkan."Tinggalkan di sini? Dilayangkannya pandang. memastikan satpam mengizinkan. begitulah yang tercantum di kartu namanya. terasa sekali satpam-satpam itu bagai sengaja menunjukkan kekuasaan. wajarlah kalau satpamsatpam itu bersikap begitu. ke sana. dan kemudian men-drop-nya di sebuah kompleks perumahan pada suatu tempat entah di mana. Menerima imbalan untuk apa yang tak pernah ia lakukan. kenapa ia selalu lupa mengatakan pada Parto agar menunggunya sejenak. Jadi wajarlah kalau kompleks-kompleks perumahan dibangun ABC Amber LIT Converter http://www. ah. jauh ke dalam gerbang. Hmm.. pastilah satpam ini seoran kidal. Bandit. Debu. di sebelah sana . ia merasa pekerjaan rutin dan menjemukan ini membuat benaknya lumpuh. mungkin ia adalah seorang pengacau yang membawa dan kemudian meledakkan bom pada suatu tempat entah di mana tanpa alasan!Memang. membonceng kurir tandem-annya di belakang. ia membalikkan tubuh.Perlahan. Jadi."Sini!" Si satpam menjulurkan tangan yang sebelah lagi. mungkin tidak.. tapi pasti.Menghela napas. mengucapkan terima kasih. Disaputnya peluh. siapa tahu. Atau mungkin lebih tepat ia seorang "tukang gambar". tak putus asa.

kelas kaki. Salah seorang dotu konon kembali pulang menghadap Toar Lumimuut dan mengatakan ia tak berhasil membentuk suku di daerah yang ia tuju dan mohon diutus ke daerah lain. Di jalan. tembok tinggi. betapa kadang ia tak percaya ia telah meninggalkannya. kecuali Nina yang tugas rangkap-rangkap .aduh. ah. sebuah kawasan di pusat kota. Hanya itu yang ia dapat. tak berhati nurani seperti binatang. di atas motorlah ABC Amber LIT Converter http://www. ia ditugaskan untuk kembali ke daerah bersangkutan dengan kotak tembikar. ia senang bagian itu. ia bayangkan legenda itu: legenda para dotu. Menggantikan Parto . "Pak Ogah".Dibacanya alamat paket. Kaki Gunung Lokon. Ia senang pada bagian yang mengisahkan saat kesembilan dotu diutus oleh Toar Lumimuut. Minahasa... kerontang. Tak ada lagi siapa-siapa. di perempatan .Kampung yang jauh nun di luar pulau. Kurir. sebenarnya.processtext. Seperti ini. terjadilah hal yang mencengangkan. Saat menerima kunci motor dan sebuah paket dari gadis yang sekretaris yang personalia yang entah apa lagi yang pendiam tapi cekatan itu. Dan si bos menugaskan dirinya menggantikan Parto. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah merasa aman. luput dari kebisingan. itu seperti kurir. sebenarnya. Ada beberapa pohon yang tampaknya berusaha ditanam. Saat si dotu sampai dan menebarkan serbuk itu. atmosfer seperti apakah yang telah dengan begitu ganas menggasak kehijauan?Tiba-tiba. Pagi tadi.com/abclit. Dotu. tak ada Parto yang menunggunya. Jeruji besi. macet. Ketika Toar Lumimuut menanyakan kenapa ia tak berhasil. yang membuat orang merelakan diri jadi apa pun. sama sekali ranggas. betapa jauh di pinggir kota.yang rupanya semacam serbuk . macet yang panjang. Dan. itu seperti paket. Bahkan jarak masing-masing perumahan. Tapi sebelum si dotu diutus ke daerah lain. Memang alangkah jauh. kerbau. berubah jadi binatang. buaya. si dotu menceritakan penduduk di daerah bersangkutan adalah kelompok manusia yang tak bisa diselamatkan. Mungkin lebih. adalah juga seorang kurir. Minahasa.html .Sesuatu yang lebih berharga.harus ia tebarkan ke udara.html dengan "sistem pengaman" yang begitu ketat. Bukan brosur. Ah. siapa sangka ia naik tingkat ke kelas motor? Tapi tidak. Dan binatang? Ah! Harimau. Penduduk daerah bersangkutan.. lihatlah rumah mereka. Dipisahkan tanah-tanah bekas sawah yang membotak. Kapak Merah. Apakah sebenarnya yang membuat ia pergi dan kemudian datang ke kota ini? Dan kota ini. di sini. Juga tak ada si bos. nenek moyangnya. kawat berduri. artinya harus sampai sebelum pukul 12 siang. jadi courier. yang telah mengantarkan entah barang apa entah ke mana. betapa ia tiba-tiba bisa maklumi.ABC Amber LIT Converter http://www. alangkah kasihan mereka. Noon express.Toar Lumimuut mengabulkan keinginan si dotu...com/abclit. tapi kurus.)Parto bukannya tak menunggunya. ia gembiragembirakan diri. Kotak tembikar. ular. apakah benak mereka juga dipenuhi bayang perampokan? Penodongan. Mungkin ada sekilometer. Kantor courier service itu pun hanya berupa ruang kecil dengan tiga petak mirip lorong ke belakang. Hmm.Kembali.. Ah.. pemerasan. arah ke mana samar-samar tampak jalan tol. seorang lelaki 40-an dengan van tua. (Si bos.meski cuma sehari! Betapa ia tak percaya. Seraya mengenang kampung.Maka. dalam mobil. pergi ke sembilan daerah untuk membentuk sembilan suku di Minahasa. disaputnya peluh.Hamparan hijau. ia ingat kampung.HARI ini. aih. masih banyak waktu. buas... yang ia bisa.. terjepit di sebuah gang. ia muncul di kantor agak terlambat. Bukan lembaran lepas promosi.. tentu tak dapat dikatakan naik tingkat.ya sekretaris ya personalia ya entah apa. hanya demi untuk tetap bisa bertahan di dalamnya? Dan ia sendiri.Kadang. badak. dadanya berdebar. Mereka terdiri dari orang-orang kejam.processtext. Isi kotak . tentu semata buat mendapatkan sedikit kelegaan.. serigala. memang berhalangan..Ya. kekuatan gaib apakah yang dipunyainya. Melainkan seperti kata Nina. Bahkan di sana.

. lalu melayangkan pandang ke sekitar.Saat paket itu ia serahkan ke salah seorang satpam dan si satpam memeriksa. terhenyak. pagar tinggi.processtext. Ganjil. Berpagar tembok. Dilihat penampilannya ketika siang. sendiri. satpam itu mengernyitkan dahi. Mungkin 8. dalam. Ah. dengan jeruji besi setinggi tiga meteran. Dan dua orang satpam. bukan hanya kompleks perumahan saja yang memakai sistem pengaman seperti itu. sudah beberapa jam lalu ia sampai ke alamat yang dituju. di kawasan berkode pos sama bernomor 9 atau 4 atau 8 . Dan tak lupa. Lagi pula. Sedetik. betapa mengasyikkan.com/abclit. tak tahu semua anggota atau kerabat dekat pemilik rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan akhirnya. rumah itu tampak lebih suram. di seberang jalan tak jauh dari rumah megah berarsitektur Belanda itu. tapi lalu ia lupakan.com/abclit. Benaknya pun lalu diserbu tanya: Apakah paket ini salah menuliskan nama? Atau salah menuliskan alamat? Ada sesuatu yang janggal. Ternyata juga tidak. Sebuah rumah besar. Sungguh memang sial. betulkah hari bahagia? Berjam-jam ia berkeliling berputar-putar mencari alamat itu. Salah alamat yang aneh.Sungguh alangkah lelah. tugas menggantikan Parto ini sengaja dipakai si bos untuk menguji apakah ia pantas naik ke kelas motor atau tidak. dihidupkannya motor. Seraya tancap gas. Ia telah akan mengalihkan pandang ketika sesuatu bagai menahannya.. "Badak!" Satpam lain menimpal. tapi tak bertemu. ia kembali ke alamat semula. Tembok pejal. Bahagia. seperti pernah dibayangkannya. Mungkin paket ini memang bukan untuk tuan si satpam. membayang wajah si bos. Maka ia pun pergi ke rumah nomor 4 tetapi ternyata juga tidak. menikmati terpaan angin ke tubuhnya. tetapi dua (si pengirim paket mungkin alpa angka lainnya). tetapi baru sadar senja kali ini begitu buramnya. tetap tidak. banyak sekali.. senja. Pos satpam! Pos satpam. yang nanti tentu marah atau kecewa. ia cek. tapi 4. noon express)!Putus asa. bukan hanya itu. jadi terkesan kaku dan tak berjiwa? Dilayangkannya pandang. Ataukah salah nama jalan? Maka jalan-jalan di seputar situ. ada ketertusukan dalam dada.ia datangi. wajah kedua satpam itu berubah.TETAPI. Ah. ujung-ujungnya runcing mirip mata kail. tiga kali ia dimaki sebagai binatang.Di matanya. Mulai ada rasa cemas. Jalan raya dan kecepatan. Siapa tahu. ke supir yang meneriakinya.. Betapa ia sangat gembira. Menyelip. Menyalip. bukan 9. tetapi nama yang tertulis di paket bukan nama si pemilik rumah. tetapi seseorang lain di rumah itu. Di sini juga. Ia memarkir motor. sesial-sialnya. Apa?Ada yang berubah. tak lagi ada! Juga jeruji besi bermata kail itu! Apakah ia salah lihat?Penasaran. Psikis. Siapa tahu satpam-satpam itu orang baru.processtext.. Lagi. karena jumlah lampu yang tak begitu banyak? Beberapa sengaja dibiarkan mati? Ah. Ia tahu hari telah senja. Seluruh detik mestinya berharga. kerbau. begitu katanya. dalam satu hari ini saja.. ia menyelip. Seorang mendorongnya ke luar seraya berkata.Ternyata bukan hari bahagia. ABC Amber LIT Converter http://www. Babi. Fisik. Ini jugakah yang menyebabkan senja. meski lampu bernyalaan di mana-mana. sekelebat. badak. Sudah biasa. berarsitektur gaya Belanda.. Salah alamat. "Kerbau!"Maka terpaksa ia kembali pergi. Tapi. dan ia tidaklah terlalu tolol untuk merusaknya.html ia kini. ini hari bahagia.html .Sebenarnya. Bengis. Dan satu lagi. Diperhatikannya lebih cermat. Terdengar teriakan. maka ia pun pergi ke rumah nomor 8 tapi juga tidak. Tetapi. Maka. Sementara waktu telah menunjuk hampir pukul 12 (aduh. mestinya kini lebih menonjol. Alamatnya betul. "Babi!"Babi? Ia menoleh ke bus kota. Tetap juga tidak. Kenapa bisa?Mungkin bukan nomor 9. Beratusan 9. Dibanding yang lain. Mungkin bukan satu angka. diluruskannya punggung ditegakkannya kepala. ketika ia mengemukakan kemungkinan itu kepada si satpam.Dihelanya napas. Melainkan hari sial. Sudah lewat pukul 12. jeruji. megah. Ataukah. semua nomor bersatuan atau berpuluhan 9. ke rumah berarsitektur Belanda itu. pos penjaga. Itu sepele.

harimau. tinggi. Begitu tubuhnya ada di teras. Tapi.. lelaki itu tak berkelakar. seekor buaya! Dialihkannya pandang ke mobil lain.. Diparkirnya motor. Bengkak! Dipacunya motor... Binatang? Ah! harimau. astaga! Benar. Kotak tembikar.Ia telah keluar dari jalan perumahan dan menikung ke jalan utama. ketika matanya terbentur ke sebuah sedan yang lampu dalamnya menyala.Mendadak. saya tahu. bergumam. sedemikian rupa. ke dalam pagar. seekor babi! Diamatinya angkot. Dan penumpangnya: Orangutan. Agustus 2002 Cermin Pasir ABC Amber LIT Converter http://www.. serigala. Lelaki itu seperti tahu keheranannya. sudah tak ada. Kenyataan bahwa akhirnya paket ini sampai. Dotu.. serbuk itu.... Pengendara motor yang melintas di depannya. singa. ular. paket itu.. badak. mengulang.. Ah. Akan diteriakinya siapa pun memberitahu.. Toar Lumimuut. di bawah terang-lindap pendar lampu-lampu.Disodorkannya tanda terima. tapi. mendahului. seekor badak!Ia terlongong. Tak yakin.html . mungkinkah? Paket. saya menunggu. *Payakumbuh.html Dikendarainya pelan-pelan ke rumah bernomor 9 itu. muncul bagai menyambut. kera.Ternyata. tahu? Apakah ia sengaja dipermainkan? Tapi ia tak peduli. Ada yang lain . Sembilan ratus tahun. yang kini rendah saja. Kurir mana yang bisa sabar mencari sampai senja?"Lelaki ini. orangorang kejam. telah membuatnya sangat lega. tak berhenti nurani. Jadi ia bebas. ia mendengarnya.mungkin juga arsitekturnya. Pos satpam itu lenyap! Dan. Terengah. jelas sekali ia lihat si pengemudi. tapi ia tak begitu ingat. buaya. Memang tak ada. Adakah rumah yang bisa disetel. saya tahu.. sesosok lelaki besar.. Ia bingung. Tetapi. bukan pula hanya pagar yang berubah. Oh!Dihentikannya motor. "Paket.processtext. Dimatikannya mesin. berkelebat di kepalanya: Lelaki tinggi besar itu. Andalah orangnya. tak bercanda. Pengemudinya.. "Sembilan ratus tahun. "Sembilan ratus tahun...ABC Amber LIT Converter http://www. para pejalan kaki.""Ya. Sembilan ratus tahun! Kiranya. Dan. kerbau. akhirnya selesai tak seperti yang ia cemaskan. berkumis dan berjenggot tebal. sehingga bentuknya di saat siang dan ketika malam jadi berbeda? Satpam itu. buas. metromini. ia tak perlu mengebel atau mengetuk. Sejak pagi saya mencari.processtext.. Hari yang tiba-tiba panjang ini. ternyata juga adalah para binatang.. saat itulah ia tiba-tiba terkejut. Dipacunya motor. Takjub. Lelaki tinggi besar itu menandatangani. sosoknya begitu besar."Walau telah tak peduli.com/abclit.. ia tertegun.""Ya..Dibelokkannya motor. Apakah itu tak lama?"SUNGGUH lega.Sedetik.""Noon express. serigala. Kencang... Telah lama saya menunggu. Barulah ia sadar.. manusia yang tak bisa diselamatkan. Maaf.com/abclit. lalu berjalan menuju teras.

html Post: 09/20/2002 Disimak: 247 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas. Maka. atau sama sekali hilang. Izinkan saya berlatih barang sejenak. Batu. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru memekakkan telinga. aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.” salah seorang penambang sepuh ikut-ikutan mendesis sambil melihat punggungku. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukit-bukit makin gugruk.Dan. Edisi 09/08/2002 TAK ada robot di lereng Merapi. Tak perlu berbelitbelit. Tak ada yang berani menghentikan tarianku.”Tetapi Ayat dan Romo Sentanu meminta saya menari. Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk menyisir hampir setiap sudut desa. Selalu ada yang tak kembali. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang.” lenguhku sambil melakukan gerakan pacak gulu.com/abclit. dan puluhan perempuan. Ya. Aku terpaksa berurusan dengan pria santun itu karena dia terlalu mencampuri urusan para pengusaha penambang ABC Amber LIT Converter http://www. berhentilah menggoda kami. Kami tak akan menari. kau tahu.Lihatlah.”Mungkin hujan akan segera turun. Romo Sentanu.html . aku pun menyebut awan panas yang bergulung-gulung dan menyemburkan debu-debu kejam itu sebagai wedhus gembel.ABC Amber LIT Converter http://www.Baiklah. Tetapi.Sejenak sunyi.””Malam nanti kami hanya slametan. bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali yang tegak lurus dengan langit. sejak menyusup ke desa ini aku terpaksa berurusan dengan segala pantangan dan eufimisme aneh terhadap gunung yang berkacak pinggang di pusat Pulau Jawa itu. Selalu ada yang tak kembali. Kadang-kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan.Tentang Romo Sentanu: ah. mengapa sampean tak berhenti menari?” seseorang tiba-tiba mendesah.processtext. menyebut nama Kiai Petruk. adalah kedahsyatan yang indah2.com/abclit. truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman. tetapi sebenarnya aku penari.” penambang sepuh mendesah lagi.processtext. Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam. saya akan berhenti. Kalau marah. dari mulutnya yang gaib ia bisa memuntahkan wedhus gembel. Keheningan sehabis hujan. Aku jadi sering menggumamkan kata-kata aneh saat kilau lahar meleleh ke lerenglereng. tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristal-kristal air. Kami cuma berkumpul di gereja dan mensyukuri panen. Setelah bertemu dengan Romo Sentanu dan Ayat. Kadang-kadang ketika gerimis mendera. koral.Kiai Petruk. dia hanyalah pastor desa. celoteh anak-anak kala rembulan jatuh di genting atau di kesunyian tegalan. pasir. kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku penggoda.”Malam nanti saya harus menari untuk Kiai Petruk. kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam. dan Ayat di desa itu sama saja dengan memanterakan kedigdayaan para dewa. Namun.Selalu ada yang hilang. Sabetan-sabetan wayang Ki Dalang. serupa mambang. binatangbinatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular.1Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa.”Aku punya firasat buruk. Dan. baiklah kubocorkan kepadamu: pada mulanya aku tak mau menggunakan ungkapan Kiai Petruk untuk menyebut Gunung Merapi. berlubang.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html pasir dengan penduduk. Dia malah kerap berperan sebagai penggerak demonstrasi ketimbang sebagai paderi. Dan, salah satu tugasku ke desa ini, kau tahu, adalah penggoda. Kalau perlu merontokkan namanya.Karena itu aku akan menari telanjang di kamarnya. Akan kurobohkan seluruh pemahaman dia tentang kerling mata perempuan, desah manja wanita sehabis senja, dan pagutan indah singa betina di leher pria kencana.Kadang-kadang saat suara-suara cenggeret dan garengpung membelah desa, aku sudah membayangkan para lelaki kekar berseragam, teman-temanku yang tak banyak cakap itu, membentangkan kedua tangan Romo di tubuh bukit, memaku kedua telapak tangan, dan menancapkan linggis ke lambungnya. Dan, selalu pada saat dia mengerang kesakitan, aku membuka seluruh pakaian dan menarikan tarian paling erotis dan menghunjamkan pemandangan menyiksa itu ke matanya yang telah dibutakan.Jadi, dia bukan lawan yang harus terlalu diperhitungkan. Kapan pun tangan-tangan kami yang perkasa bisa dengan mudah menghilangkan nyawa paderi yang santun itu.Ah, kau tentu telah mengenal Ayat lebih dari aku mengenal batu-batu, koral, lumut, dan keheningan desa ini. Kau tentu pernah melihat pria bersarung yang sering memainkan lakon Kunjarakarna itu untuk membeberkan kebusukan pengusaha penambangan pasir.Kau tentu sering melihat mulutnya yang nyinyir saat meledakkan kata-kata, ”Dewa ora adil! Dewa ora adil!”3 di hadapan orang-orang asing yang berkunjung ke desa itu.Ya, di mata dalang ceking itu dewa memang tidak adil. Dewa memakmurkan para pria kekar yang tak habis-habis menambang pasir dan tak pernah menggubris penderitaan petani-petani miskin. Dewa hanya memberi Kiai Petruk dan wedhus gembel, tetapi lupa membelai rambut para perempuan yang kehilangan suami saat lahar meluluhlantakkan desa.Dan kalau sudah mendalang, Ayat bisa berubah menjadi dewa. Dengan lembut dia bisa mengajak siapa pun melawan kesewenang-wenangan. Suatu hari ketika dia bilang, ”Mari menari semalam suntuk di sepanjang jalan!” orang-orang sedesa berjoget dari mulut desa hingga ke lereng Merapi.Keruan saja tak ada truk berani menembus kerumunan penari. Tak ada yang bersikeras melindas kepala anak-anak kecil yang sengaja menonton gerak indah para tetua kampung sambil tiduran di sepanjang jalan.Ayat juga mahir menari. Melihat Ayat menari, orang sedesa seperti berjumpa dengan Petruk yang ramah. Petruk yang tak pernah menghukum orang-orang sederhana dengan lahar, awan panas, dan hujan batu yang tak kunjung henti. Petruk yang tak pernah menebarkan kedengkian, pertikaian, dan kebencian.Tetapi Ayat bukan Romo Sentanu. Dalam keindahan gerak tariannya bersemayam malaikat sekaligus iblis. Dia, aku dengar dari para penari lain, gampang bertekuk lutut di hadapan perempuan yang lebih mahir menari. Ibarat Samson, dia sangat mudah ditaklukkan oleh Delilah.Kini kau mulai tahu mengapa diperlukan penggoda untuk menyingkirkan Ayat dan Romo Sentanu. Maka, baiklah kuperkenalkan kepadamu: Mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari.Lihatlah, bahkan di bak truk yang tersengal-sengal mendaki jalanan menuju ke lereng gunung itu pun aku masih bisa memesona para penambang pasir dengan gerak trisik menyamping dan mangenjali4 yang tegak lurus dengan langit.Malah saat para pria bertelanjang dada itu mendesiskan bunyi-bunyi aneh serupa doa, aku berusaha mencuri perhatian dengan keajaiban ngigel dan kerling mata Ken Dedes atau Drupadi.”Mungkin hujan akan segera turun, mengapa sampean tak berhenti menari?”Tak lama kemudian hujan memang turun. Dan, aku menghentikan tarianku tepat ketika truk mengonggok di depan gereja. Mungkin Romo Sentanu dan Ayat akan tergopoh-gopoh menyambutku. Mungkin sambil membungkuk-bungkukkan badan, Ayat akan bilang, ”Mangga Den Ayu, Putri ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html Keratonku, mari menari bersamaku.”Ya, dia boleh bilang begitu. ”Tetapi, aku datang untuk menggodamu, meruntuhkan, dan meluluhlantakkanmu.”DI lereng Merapi kilau cahaya mata Romo Sentanu lebih gaib ketimbang pijar lahar. Karena itu begitu bersitatap dengan Nagreg, segala rencana jahat perempuan kencana dari kota itu membentuk semacam adegan film tragis di keheningan jiwanya yang senantiasa memancarkan kesabaran.Tak aneh jika Romo Sentanu yakin suatu saat Nagreg akan mencampurkan racun di dalam minuman Ayat sehingga Ki Dalang kehilangan suara: tak bisa lagi memainkan wayang dan menebarkan kritik kepada para pengusaha penambangan pasir liar yang jumlahnya kian tak bisa dihitung dengan ketajaman ingatan.Romo Sentanu juga tahu Ayat tak bakal bisa menari lagi karena saat menari bersama Nagreg dalam ritual Larung Sengkala yang chaos, puluhan pria kekar berseragam membabat kaki penari yang setiap tariannya merefleksikan pemberontakan pemilik bukit yang dicekik orang-orang serakah dari kota itu.”Saya hanya ingin menari bersama Ayat, Romo. Saya ingin menghentikan amarah Kiai Petruk dengan tarian-tarian cinta yang belum pernah ditarikan siapa pun,” Nagreg yang tak berani memandang kilau mata Romo Sentanu tiba-tiba merajuk.”Ya, biarkan dia menari dan jadi pesinden saya, Romo,” desis Ayat seraya meredam berahi yang tak tertahankan.Tak ada jawaban. Dan, ketika dari arah puncak Merapi terlontar sinar merah ke beringin putih di ujung desa, ketika lolongan suara serupa gajah yang terluka merintih-rintih mendera seantero kampung, Romo Sentanu menggigit bibir sampai cairan darah segar menggelincir dari mulutnya.”Nagreg akan menyelamatkan kampung ini, Romo. Biarkan dia menari bersama saya,” desah Ayat lagi sambil bersimpuh dan hendak mencium kaki pria kencana yang sangat dimuliakan itu.Belum ada jawaban. Nagreg mengumbar senyum dalam jiwa. Dan, di luar dugaan Ayat, Romo Sentanu meninggalkan gereja. Ayat tak tahu jika Romo Sentanu bertahan dan tak kembali ke kamar pribadi di sebelah gereja, bisa-bisa Nagreg merajuk dengan membuka seluruh pakaian di hadapan patung Bunda Maria yang teduh atau menarikan gerakan tak senonoh di bawah wajah Isa yang menyeringai karena luka di lambung dan tancapan mahkota duri yang menghunjam kepala.Ayat juga tak tahu di kesunyian dan dingin Merapi yang ganjil, Romo Sentanu melihat Isa menangis sesunggukan di bawah pohon beringin putih di ujung desa. Suaranya melengking-lengking bagai puluhan gajah terluka.5ARAK-arakan itu lebih mirip karnaval ketimbang ritual persembahan kepada Kiai Petruk. Dan, malam itu di antara ratusan obor yang diacung-acungkan ke langit, di antara hujan awan panas dan lahar yang terus meleleh pada November yang perih, Romo Sentanu diapit beberapa misdinar memimpin upacara Larung Sengkala yang bakal dihanyutkan di dam yang kehabisan air.Di belakang Romo Sentanu menjalar ratusan penduduk kampung yang mengikuti gerakan tari Ayat dan Nagreg. Ada yang mengenakan topeng-topeng menyerupai kepala gajah. Ada yang mencoreng-coreng wajah mereka agar tampak sebagai harimau.”Gusti, firmanMu akan jadi kasunyatan”, Romo Sentanu mendesah.Ya. Dan, Aku tahu siapa yang akan jadi korban.”Mereka akan memukul kepala saya di tengah-tengah tarian yang chaos, Gusti.”Ya. Mereka akan membentangkan tanganmu di antara kedua bantaran sungai dengan tali teramat kuat. Setelah itu, lambungmu akan dihujami puluhan peluru.”Mengapa harus saya, Gusti? Mengapa bukan yang lain?”O, bukan hanya kau, Sentanu. Ayat dan Nagreg juga disalib bersamamu.SUNGGUH tak ada robot di lereng Merapi. Hanya puluhan truk bergerak lamban: membelah dusun dengan deru yang memekakkan telinga. Kadang-kadang saat gerimis mendera, binatang-binatang besi itu melata dan meliuk-liuk seperti ular. KadangABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html kadang merayap seperti kadal saat sarat muatan. Tetapi, tak jarang mereka melesat seperti anjing ketika langit di atas gunung memerah dan udara kehilangan embun atau kristalkristal air.Tak ada yang berani menjelaskan mengapa setiap hari kian banyak truk yang menyisir hampir setiap sudut desa. Tak ada yang berani mempertanyakan mengapa bukitbukit makin gugruk, berlubang, atau sama sekali hilang.Dan, truk-truk terus datang dan pergi serupa siluman serupa mambang.Larut malam mereka selalu mengusung pria-pria kekar—sebagian besar berseragam, kemudian menghilang setelah beberapa bagian bukit krowak dan sungai-sungai kian dalam.Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali. Batu, koral, pasir, dan puluhan perempuan. Bukan hanya itu! Bukan hanya itu! Selalu ada yang hilang. Selalu ada yang tak kembali.Dan, malam itu mereka datang lagi. Tidak! Tidak! Mungkin sudah beberapa bulan lalu mereka menyusup dan hidup bersama penduduk. Sebagaimana aku, (o, kau tahu namaku Nagreg bukan?), mereka telah menghirup udara, cahaya, tradisi, kebodohan-kebodohan, tarian-tarian aneh, mitologi Kiai Petruk, wedhus gembel yang prek kethek, dan segala tingkah Romo Sentanu serta Ayat.Maka, mereka sangat tahu bagaimana cara terbaik menghilangkan Ayat atau Romo Sentanu. Di tengah kegelapan malam, mereka menggiring pria-pria kencana itu ke tengah-tengah dam dan di keriuhan tarian yang chaos untuk menghormati Kiai Petruk, membabat kaki, kepala, atau menembak lambung tanpa suara.Ayat dan Romo Sentanu tentu tak menyangka bakal diperlakukan semacam itu. Sebab, mereka tak pernah menebar kecurigaan ke penduduk. Sebab, mereka tak pernah bersengketa dengan orangorang miskin itu. Tetapi, bukankah pria-pria berseragam—di belahan dunia mana pun— mahir menjadi bunglon, pandai mengubah diri menjadi trengiling atau ular sawah? Jadi, jangan heran jika mereka bisa menusuk dari belakang.Baiklah, sekali lagi kuperkenalkan kepadamu: mereka menyebutku sebagai penggoda, tetapi sebenarnya aku penari. Tidak! Tidak! Aku pun sebenarnya hanya korban. Mereka menyuruhku memperdaya Romo Sentanu dan Ayat. Namun, setelah segala persiapan penjagalan di tengah dam rampung, kudengar dari salah seorang pria kekar pujaan yang melakukan disersi, mereka juga akan menghabisiku. Tak boleh ada saksi. Tak ada boleh ada yang menawarkan peristiwa ini.Kini, di keriuhan segala bunyi, obor, cahaya mata Romo Sentanu, dan keliaran Ayat menerjemahkan mimpi-mimpi tentang awan panas, lelehan lahar di Puncak Merapi, dan jerit tangis dalam tari, aku hanya berharap sunyi segera menghentikan segala kekacauan ini. Ah, haruskah kuhadapi kematian dengan menari serimpi?Tak ada jawaban. Hanya jerit gamelan. Hanya jerit kesakitan. * Semarang, 2002***Catatan: 1) ”Tegak lurus dengan langit” adalah ungkapan khas Iwan Simatupang. 2) Dikutip dari ungkapan Sindhunata dalam Cikar Bobrok. 3) Kata-kata yang diungkapkan Ki Sitras Anjilin, dalang dari Desa Tutup Ngisor, saat memainkan lakon Kunjarakarna. 4) Trisik, mangenjali, ngigel adalah nama dalam gerakan tari Jawa. 5) Mitologi gajah dan beringin putih pernah digarap Elizabeth D Prasetyo dalam The White Banyan.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Dua Tangisan pada Satu Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 282 kali Cerpen: Puthut EA Sumber: Kompas, Edisi 09/01/2002 Ia seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar kucintai, juga aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kami saling membutuhkan dalam sebuah rentang waktu tertentu. Sebab begitulah pada dasarnya manusia, salah seorang bisa menggantikan yang lain, tapi bukan dan tidak pernah seutuhnya. Dan ada saat-saat seseorang dipaksa menemukan yang lain, untuk menggantikan keseluruhan atas kepergian orang yang berbeda. Aku membutuhkannya, ia membutuhkanku, hanya untuk rentang waktu tertentu.Hidup ini mungkin disusun oleh bukan hanya tingkat kerumitan tertentu, tapi juga atas ketidaktepatan tertentu.Aku membutuhkan seorang perempuan yang bawel, punya daya ingat tinggi, renyah, hangat, dan selalu bisa mengingatkanku di mana aku meninggalkan pena serta buku yang barusan kubaca, tentu sekalian mengingatkanku bahwa baru tadi pagi aku membeli kertas tisu sehingga tidak perlu beli lagi ketika aku harus keluar untuk mencari sebungkus rokok. Kutemui ia dalam diam yang cukup, tidak bawel, serta sering lupa menaruh jepit rambut dan kacamata.Tapi, kami memang harus bertemu dan harus menjalin hubungan, sebab bukankah dunia memang disusun oleh tingkat ketidaktepatan tertentu?Pada saat kami makan, ia memesan apa-apa yang aku pesan. Coba bandingkan dengan perempuan-perempuan terdahuluku yang semua nyaris sama dalam memperlakukanku, mereka tidak pernah memesan makanan yang aku pesan. Aku memesan daging berlemak, mereka, perempuan-perempuan yang pernah berhubungan denganku, memesan sayur-mayur. Aku memesan teh hangat, mereka memesan kalau tidak air putih pastilah air jeruk. Berbeda dengan perempuan yang satu ini, ia memesan makanan dan minuman yang sama dengan yang aku pesan. Bahkan, ketika aku membuat kopi di pagi dan malam hari, ia membuat juga dalam porsi yang lebih besar.Lalu ia berubah fungsi sebagai teman biasa saja, walau pada saat-saat tertentu, kami masih saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis. Ia sama seperti kawan laki-lakiku yang lain. Berbicara tentang sepak bola, merokok bersama sambil menonton acara televisi, berebut cepat ke kamar mandi karena sama-sama begadang hampir di tiap malam, berebut memakai sepeda motor sebab tidak suka naik bus atau taksi, rebutan membaca koran pagi yang dibaca pada sore hari. Kamar mandi kotor, cucian menggunung, dapur berantak-an, ruang makan sekaligus ruang nonton televisi berceceran sampah.Tapi, aku tidak pernah menggerutu dan kesal. Dia juga. Kami menjalani hari-hari seperti itu dengan biasa. Ia hadir sama pentingnya dengan televisi, ia hadir sama tidak pentingnya dengan televisi.Hingga aku memang benar-benar menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. Sedangkan pada saat ia pergi sama seperti ketika aku melipat koran seusai dibaca. Sama seperti ketika aku harus melepas sepatu ketika pulang. Pada saat ia pergi kami masih sama-sama saling membagi senyum dan aku masih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sempat menemukan kacamatanya yang tertinggal di atas monitor komputer. Membantu dan mengumpati barang-barang bawaannya yang tidak bisa masuk ke dalam tas besarnya.Kami sempat bertemu dengan suasana mirip salah satu lampu di ujung gang lengang pada waktu lewat tengah malam tapi kami melewati hari-hari dengan biasa, tak penting amat. Dan kami menutup bersama sebuah perpisahan yang juga biasa dan tak penting amat.Tapi ingatan-ingatanku atasnya, pada hari keenam setelah kepergiannya benar-benar membuatku menangis. Tangis yang tidak lagi biasa, tangis yang tidak bisa kupungkiri lagi, bahwa ada yang lenyap dalam hidupku. Dan, aku tidak menyesal menangis, aku merasa tumpahnya air mataku cukup membangun alasannya sendiri, bahwa memang ada yang penting dalam hidupku yang lenyap dan aku pantas menebusnya dengan air mata yang tumpah. Mungkin bahkan pada lain waktu akan kutebus lebih dari sekadar air mataku.Tapi, aku masih mencoba meyakini bahwa aku memang tidak pernah benar-benar mencintainya. Atau memang terkadang tidak ada hubungan antara cinta dan rasa sedih yang tidak masuk akal dan tiba-tiba? Pertanyaan itu tidak penting, tapi tiga hal ini penting bagiku. Pertama, apakah dia juga menangis pada malam keenam setelah dia pergi? Kedua, apakah tangisannya—jika ia menangis—juga tidak membutuhkan alasan-alasan penguat bahwa aku merupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya? Ketiga, apakah ia sudah menemukan laki-laki lain?Aku harus menemukan jawabannya.Aku menangis pada hari keenam setelah kepergianku meninggalkannya. Meninggalkan? Ah, mungkin itu bukan kata yang tepat. Aku teramat sulit untuk menemukan kata yang tepat, tapi begini, aku menyukainya semenjak pertama bertemu dengannya. Apa yang aku sukai? Aku juga tidak tahu. Tapi laki-laki itu membuatku bergetar dan merasakan sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuhku. Melapisi kulitku dengan radar-radar peka akan kehadirannya. Menjalin sampai nadi dan pikiranku. Beri maklumlah pada diriku. Aku seorang selebriti terkenal, muda, cantik, di mana-mana selalu mendapat perhatian besar. Tapi, laki-laki itu membuatku kembali ke masa lampau, empat lima tahun yang lalu, ketika aku masih seorang mahasiswi semester awal yang sibuk casting peran ini dan peran itu. Dia melihatku dengan tatap mata biasa. Bahwa, ia mengagumi kecantikanku, aku bisa merasakannya, itu pun dengan samar, tidak seperti orang lain. Tapi di hadapannya, segala ketenaranku mendadak seperti tak ada artinya, bahkan ketika aku hendak mengambil gelas berisi minuman di dekatnya. Ia hanya memberiku tempat, tersenyum lalu melenggang pergi dengan meninggalkan aroma tubuh tanpa parfum.Aku adalah perempuan yang dicari-cari. Perempuan yang selalu ditunggu-tunggu kemunculannya dalam hal apa saja, dalam acara apa saja. Dan ia hadir, tanpa wajah yang menunggu kedatanganku, menunggu kemunculanku. Tidak menyambut segala kedatanganku dengan wajah berbinar. Laki-laki itu tidak seharusnya begitu, sebab ketika aku tidak bisa membuatnya butuh, maka aku harus bersiap, aku membutuhkannya. Tapi sejujurnya, perasaanku kepadanya begitu kuat pada kali pertama aku menatapnya.Beruntunglah aku. Terbiasa memainkan berbagai peran dan menyembunyikan perasaan. Semua kusimpan dengan rapi, bahkan ketika aku bisa mengorek keterangan tentang laki-laki itu.Aku berhasil mengenalnya lewat cara yang sengaja kurancang. Biasa. Aku ingin rancangan adegan yang dia bisa tahu, aku tidak sengaja untuk berkenalan dengannya. Lalu kami saling berbicara. Terlalu memukau! Suaranya yang tenang membuatku terayun-ayun di antara jeda kata yang diucapkannya. Ia seperti berbicara pada sekujur tubuhku. Dan memaksaku untuk terus-menerus mengais kesadaranku yang hampir lenyap ketika menghadapinya, mendengar suaranya, bersitatap ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

Aku menangis. dan aku adalah perempuan yang dia tunggu. sungguh bukan karena ia kurasakan tidak mau membalas segala yang kurasa-kan. Menggenggam gelas minum erat-erat. rapuh. Aku sangat tahu. Benar-benar menangis. Aku pikir begitulah cara banyak perempuan untuk membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dan menjadi gila. aku pada banyak hal bukan orang hebat. Ia tidak tenggelam dalam banjir rasaku. Segala hal tiba-tiba menjadi setengah hilang. setengah melenyap.html . Dia pikir aku bisa hanyut oleh sandiwara sialnya—yang mungkin sudah dimainkan dengan sungguh-sungguh pada banyak kekasihnya yang dulu. Begitu kulakukan saban waktu. lalu aku me-nangis lagi. Aku harus memaksanya untuk duduk. Semua dicabutnya. Sendirian di kamarku yang menyimpan hampir seluruh bayangannya. laki-laki itu melakukan segalanya bersamaku dengan perasaan biasa. menjadi tidak seperti beberapa saat yang lalu.Hingga suatu saat. Ia akan memberimu perhatian yang tumpah-ruah. Lalu aku duduk. semua ditinggalkan berlubang.Ia seorang aktris. Dadaku sesak dan panas. Tapi aku pikir ada saat ketika kita memberi perhatian terus-menerus — bahkan semakin hari kita rasa semakin meningkat—maka memang ada kecewa yang akan menikam ketika itu semua dirasa biasa saja. kadang-kadang beban itu sengaja diciptakan agar ia bisa membantu mengangkatnya. Saat yang sangat tepat.html dengannya. Tapi aku tahu. dan makanan. Bukan.Aku sangat mencintainya. paling tidak orang merasa bahagia karena pemberianku. Paling tidak aku berpijak pada alasan yang mungkin tepat.Aku bangkit minum air dingin sebanyakbanyaknya. sehingga sepandai-pandai ia menimbuni hidupku dengan segala rasa.Aku membanjiri hidupnya dengan rasa yang bergelora. Segala hal dipenuhi oleh kehadirannya. Mencoba meyakinkan terus-menerus bahwa ia adalah laki-laki yang kudamba. Kehilangan dia adalah malapetaka terkutuk yang tidak sanggup untuk diterima.com/abclit. aku sangat tahu di balik itu semua aku yakin ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. dan ia membanjiri laki-laki itu dengan perhatiannya yang luar biasa.processtext. menjerit.Tapi aku menangis pada hari keenam setelah kepergiannya. air. Ia merayapi kesadaranku dengan selimut rasa tak tentu. dan terima kasih. keyakinan yang sempurna. Menumpahkan apa yang kurasakan dengan segala cara yang aku bisa. Ruang berganti warna merah dan hitam. Aku meraung. sebab aku percaya ketenangan orang berdiri gampang dilumpuhkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Seakan ikut menahan beban yang menimpa—awas. sebagian kupakai untuk mengguyur kepalaku. Kupandangi benda-benda yang akrab dengan kehadirannya. Tentu kami juga bercinta. tapi jelas itu tak bisa me-mungkiri apa yang kurasakan. Kebutuhan atas dirinya jauh melampaui udara. Tapi benar kata orang. Ter-sengal dan merasakan tiba-tiba langit menjadi atap besar yang siap menimpa. ketika ia hadir dalam segala tumpah-ruah peristiwa dan keping bendabenda.Dan tiba-tiba aku terserang penyakit yang sangat kubenci: cemburu! Aku merasa ia pergi dan menghabiskan waktu bersama laki-laki lain. cinta saja tidak cukup. Tidak ada yang bisa lebih menjerumuskan lagi jika datang saat-saat seperti itu. Ruang-ruang ragu dimampatkan. dan segalanya menjadi tidak terkendali. telah benar-benar kehilangan dia. Ada hal-hal lain selain segala yang kita rasakan terhadap seorang laki-laki. napasku seperti terbakar.Serangan balik yang maha dahsyat. menyalakan ABC Amber LIT Converter http://www. Aku memberi untuk mendapatkan sesuatu.com/abclit. Tak ada kekagetan. Ia merasakannya dengan biasa.Lalu kuputuskan untuk pergi. Sebab kebahagiaanku dimulai dari sebuah kebahagiaan kecil di wajahnya. Jika aku tidak bisa membahagiakannya. sangat tahu. rasa bahagia. Diciptakannya dalam dada. otakku ikut terbakar. maka aku memang harus pergi.processtext.Kami semakin akrab. sebab aku berkali-kali minta tambah air minum. seolah aku dan perhatian yang kuberikan padanya adalah sepenggal kisah yang biasa ia tonton di televisi.Maaf.

Hal-hal yang menurutku tidak kusukai.com/abclit.processtext. Lalu aku terobos segala permainannya dengan permainanku. Sejak pertemuan yang cukup membuatku kagum.com/abclit. Hal-hal yang mustahil dilakukan olehnya. dan menangis. aku bertemu dengan laki-laki yang luar biasa pada acara pesta. Sebab besok malam aku akan kencan dengan laki-laki luar biasa yang kutemui sore tadi. tak mau peduli. Aku telah benar-benar jatuh cinta kepadanya. Tak peduli. *** Dua Kidung Malam Post: 09/20/2002 Disimak: 197 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. merawat dan melewati proses itu dengan riang dan rapi. Lalu aku teringat dia malam ini. Aku harus berpikir bahwa ia tidak pernah benar-benar mencintaiku. dan nonton sepak bola. memesan makanan dan minuman yang sama denganku. berperilaku pelupa dan teledor seperti diriku.html rokok. sebab aku tidak mau sakit hati. Aku selalu pergi dengan taksi atau mobil jemputan.Tapi sekarang aku nyaris gila. Apa yang kutakutkan dan berusaha kutanggulangi sedini mungkin telah terjadi. Aku harus menanggapinya dengan dingin dan biasa saja. Tapi aku tahu di belakang semua itu—dan jangan-jangan ini semua karena tinggalan perhatiannya di kepalaku. Tangisan yang sewajarnya. Bahkan. ruang-ruang yang berantakan. Lalu bisa kuingat bagaimana ia memperlaku-kanku dengan baik. Aku berpikir tentang segala hal yang bisa membuatku bertahan dari serbuan perhatiannya. Aku harus menghadang dengan bayangan dan pikiranku.Aku petakan lagi sejarahku dengannya.Aku menangis pada malam ke-enam setelah kepergianku meninggalkannya. pasti akan tenggelam dalam kepungan perhatiannya yang luar biasa. Aku selalu berpikir bahwa ia suka begadang. untuk hal-hal tertentu sudah sangat keterlaluan. dan ia pergi meninggalkanku. Edisi 08/11/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. sebab jika melihat kenyataannya. Aku harus berpikir dengan tenang. Tubuhku dibakar cemburu. Aku tidak bisa menerima kepergiannya.processtext. Sebab sore tadi. Melacak dan meletakkan apa-apa yang bisa kuingat ketika bersamanya. aku pasti akan larut. merokok.html . Tangis perpisahan atas segala ingatanku kepadanya.Tubuhku demam. sedang aku hanya punya air dingin untuk menghalaunya.ABC Amber LIT Converter http://www. mencoba memberiku kejutan-kejutan setiap saat.

Begitulah. Meskipun demikian. juga harapan yang sering dikatakannya setiap kali saya menelpon bahwa beliau ingin segera punya menantu dan momong cucu yang telah lama ia tunggu-tunggu. gundah. dan memang Mayumi tengah berdiri menunggu pintu dibuka. Akan tetapi.ABC Amber LIT Converter http://www. sejak sebelum Mayumi mengetuk pintu. tapi menurut saya ini hal biasa. lamunan saya beralih memikirkan sikap Nakamura. tetapi sudah berulang kali saya katakan kepadanya bahwa pekerjaan saya memungkinkan dibawa dan dikerjakan di rumah. sementara saya segera menutupkan pintu. malam ini begitu kuatnya kenangan saya kepada ibu di kampung. Ketika kenangan tentang Ibu buyar oleh ketukan pintu Mayumi. cukup hanya saling menyapa dengan salam keseharian ala kadarnya jika bersitatap di depan pintu masing-masing atau berpapasan di gang atau di mana pun. sehingga bagaimanapun saya merasa penasaran. Alasan yang saya buat-buat ini jelas tak masuk akal menurut pemikirannya.processtext. Biarlah kali ini saya menguatkan hati untuk tak memenuhi keinginannya. Yang jelas. segera saya membukakan pintu. saya tidak menunjukkan apalagi menyatakan sikap penasaran saya.processtext. yang berhadapan dengan apaato saya yang sederhana. setelah ia pergi dan saya menutupkan pintu. Akan tetapi. tetangga saya. Hal itu terjadi tiga tahun lalu sejak kami.html SUDAH sangat biasa jika malam-malam begini ada yang mengetuk pintu. anaknya. Wajahnya yang cantik tampak rusuh. ABC Amber LIT Converter http://www. Tanpa mengucapkan maksudnya menemui saya.com/abclit. saya harus tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus dilaporkan besok pagi-pagi kepada atasan saya. Ia berdiri saja seperti orang linglung. sehingga menjauhkan kantuk dari mata saya. Ia selalu menampakkan wajah rusuh agar saya bersedia melakukan yang diinginkannya. selain yang biasa dilakukan Mayumi terhadap pintu apaato saya. Akan tetapi jalan hidup telah menuntun kami pada kenyataan yang mengharuskan kami menjadi lebih akrab.html . pastilah itu Mayumi. harapan atas kepulangan saya sebagai anak satu-satunya untuk menemani hidupnya pada masa tuanya.MALAM awal musim panas yang nyaman sering mempercepat kantuk karena udara sudah hangat tapi belum terlalu panas menggerahkan. Dan memang dengan langkah gontai dan tampak lesu sekali. setelah mengucapkan maaf dengan sikap yang menunjukkan kebingungannya. Entah gelisah. melainkan karena awal dini hari seperti ini hampir tak mungkin seseorang yang bukan keluarga akan mengetuk pintu rumah orang. Biarlah ia segera berlalu dari hadapan saya karena malam ini saya ingin sendiri dan tak mau diganggu oleh siapa pun. Akan tetapi malam ini. ada perasaan aneh yang menggelibat saya begitu kuatnya. saya segera mengatakan bahwa malam ini. perlahan-lahan Mayumi meninggalkan halaman apaato saya. saya tak tahu pasti. yang jadi hambar. kesendiriannya karena ayah sudah lama meninggal. lebih baik kalau dulu kami tetap saling tak acuh sebagai tetangga. segera ia kembali ke rumahnya yang berbentuk ikkodate. setelah membalikkan badan ternyata ia tak segera melangkah. karena saya sudah terlanjur mengemukakan alasan yang sulit dibantahnya sebelum ia mengatakan maksudnya. Usaha saya berhasil. atau sekedar dilanda kebosanan tinggal di perantauan.com/abclit. Dengan mengemukakan alasan seperti ini saya berharap Mayumi mengurungkan keinginannya dengan menemui saya pada awal dini hari begini meskipun wajahnya sudah terlanjur menampakan kerusuhan hatinya. Ah. Bukan saja karena hal ini sudah berulang kali terjadi. kali ini saya sudah siap dengan alasan yang membuatnya merasa sulit untuk memaksakan keinginannya. karena saya sendiri masih belum tidur. meskipun telah ngantuk sekali. Karenanya sebelum mengatakan apa yang diinginkannya. Banyak hal yang saya pikirkan tentang Ibu: kerentaannya. Tak dapat saya pungkiri bahwa akhir-akhir ini saya memang jadi banyak berpikir tentang Nakamura dan hubungan saya dengan Mayumi.

. tentu ayahnya yang semakin kurus itu akan benar-benar sendiri ABC Amber LIT Converter http://www. sedang saya dirawat karena menderita kanjonooyo. bahkan sering pula malam-malam Mayumi mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan bikinannya dan kemudian berlama-lama di apaato saya untuk belajar bahasa dan masakan negeri saya.html saya dan Nakamura. dan bagaimana seharusnya kelak ia menyayangi dan mengurus suaminya dengan baik pula!" Kata Nakamura ketika suatu kali ia mengundang saya makan malam lama setelah kami sama-sama pulang dari rumah sakit."Tak diragukan bagaimana Mayumi menyayangi dan mengurusku dengan baik selama ini. sebab apa yang saya pikir dan rencanakan atas hubungan kami pun saya tak tahu pasti. Toh ia sudah tahu bahwa saya hanya memiliki seorang ibu yang harus saya urus kehidupan masa tuanya. Apakah Mayumi mengira bahwa suatu saat saya akan menyatakan bahwa akhirnya saya bersedia menetap di negerinya atau ia yang bersedia mengikuti jika suatu saat saya kembali ke negeri saya. Atas pertanyaan saya.saya. Nakamura-san. sehingga meskipun saya meninggalkannya. Adalah sangat wajar jika saya tak mengerti apa yang sesungguhnya dipikirkan dan direncanakannya. memang! Ayah tak pernah membayangkan hubungan kita akan lebih dari sekedar persahabatan!""Hmm. Waktu itu Nakamura dirawat karena levernya kambuh akibat terlalu banyak minum sake saat pesta perayaan osyogatsu.. Mayumi mengatakan bahwa semua keberduaan kami diketahui ayahnya belaka.html .."Ya.""Saya betah tinggal di negeri ini.. Bedanya. meskipun masih dengan sikap yang penuh keragu-raguan. sayang!" Katanya dengan nada jumawa.!""Kenapa?""Jadi kita nggak serius?""Kenapa nggak serius? Saya . Di lain pihak harus saya akui pula bahwa jika suatu saat Nakamura berubah sikap. suatu kali. dan tidak berniat kembali dan menetap di negerimu lagi..."Waktu itu Mayumi tak melanjutkan kata-katanya. mungkin aku tidak ragu-ragu menyetujui atau bahkan menyarankan agar kalian menikah saja... masih ada yang menemani ibu. saya pun akan dengan senang hati menikah dengan Mayumi karena sesungguhnya kami telah saling mencintai. Dari situ pula saya mengetahui bahwa Mayumi sangat membenci ibunya dan sebaliknya ia sangat menyayangi ayahnya. bahwa Nakamura hanya hidup berdua dengan satu-satunya anaknya. penuh KKN. Meskipun demikian saya tidak memperdulikan sikapnya yang didasari penilaian atas keberadaan negeri saya yang selalu dikatakannya sebagai negeri yang suram.processtext.com/abclit."Tetapi ayahmu tak menyetujui hubungan kita jadi lebih dari sekadar persahabatan kan?" Kata saya waktu itu. Sama dengan keberadaannya yang harus mengurus ayahnya karena ia tak rela memasukkan ayahnya ke panti jompo. hal ini sebelumnya sering menjadi pertanyaan dan dugaan saya. Sering kami ngobrol berdua. sama-sama dirawat di ruangan yang sama di Kyoseibyoin. sementara istrinya telah diceraikannya karena minggat dengan laki-laki lain yang lebih muda darinya. jalan berdua untuk sekedar cari angin atau makan di luar. Saya diam saja dan tak menuntutnya melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. jika ia meninggalkan ayahnya.ABC Amber LIT Converter http://www."Ya. kami memang menjadi semakin akrab dan saling memberikan perhatian yang istimewa. dan tentu juga dengan beberapa keponakan yang menemani dan tinggal di rumah kami. "Andai saja kau merasa betah tinggal di negeri ini.processtext. sayang. meskipun di depan ayahnya kami menampakkan sikap yang biasa-biasa saja. Dari situlah saya mengetahui lebih jelas. Telah beberapa lama. ibu saya masih memiliki dua orang adik yang penuh pengertian. Ia lalu melanjutkan. dan pelaksanaan hukum yang amburadul. Sedangkan Mayumi.com/abclit. meskipun dengan sikap ragu-ragu. tetapi saya pasti akan dan harus kembali ke negeri saya suatu saat!" Kata saya segera untuk mengurangi suasana kikuk saya dan Mayumi akibat kata-kata Nakamura yang begitu terus terang.

Sampai di situ pula pikiran saya mampat. setelah berjam-jam diganggu perasaan yang ternyata sesungguhnya sedang diajak dialog oleh ibu pada saat-saat terakhirnya. Burung-burung gagak mulai terdengar mengaok-ngaok di pepohonan. ketika hendak membuka pintu tiba-tiba perasaan saya mengatakan bahwa Mayumi tengah berdiri di balik pintu. Kami tetap bergaul seperti biasa. ***Tokyo. saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. "Sejak tadi saya belum masuk rumah karena merasa takut dan bingung. Saya lalu berniat keluar untuk menghirup udara segar.html . saat itu juga saya menelpon pimpinan perusahaan penerbangan negeriku untuk ikut menumpang pada penerbangan hari ini. ia lantas mengatakan. Melalui telepon. Dan tentu saja saya mendapatkan tempat duduk dalam penerbangan hari ini juga.html karena ayahnya adalah anak tunggal. Mungkin ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu meskipun ia tahu bahwa saya belum tidur karena lampu ruang tengah apaato saya masih menyala yang berarti saya masih belum tidur. kebiasaan saya yang diketahui benar oleh Mayumi. menerima kedatangan Mayumi di apaato saya dan memenuhi undangan makan malam Nakamura jika ia sedang agak sehat dan sudah kangen ingin ngobrol dengan saya. Kakek dan nenek Mayumi dari ayah dan ibunya juga anak-anak tunggal dari buyutbuyutnya. Segera saya membuka pintu dan benar saja Mayumi tengah berdiri di depan pintu. paman saya.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia baru berhenti berteriak-teriak setelah saya menyahutinya. Haji Mahmud Soeharto. Menyadari saya diam saja. terutama menata perasaan saya bahwa jika suatu saat saya pulang. Tetapi sejak menyadari kenyataan ini saya selalu berpikir bahwa saya harus memberi tahu dan minta tolong kepadamu. mengabarkan bahwa Ibu baru saja meninggal. Saya terdiam sementara paman saya terus bicara. Nampaknya paman merasa puas dan begitu hubungan terputus.Mau tidur jelas sudah tak mungkin sementara saya baru akan berangkat ke bandara Narita pada pukul tujuh nanti. karena saya juga harus segera mempersiapkan diri untuk pulang dan kembali menetap di kampung halaman. dengan suara dingin saya mengatakan bahwa sebaiknya Ibu segera dikuburkan tanpa harus menunggu saya tiba di rumah.KEGELISAHAN saya ternyata beralasan. Mungkin saya harus segera menelpon polisi dan ambulance begitu mengetahui bahwa ayah tidak bangun-bangun sejak tidur sore dan memang tak akan bangun lagi karena sudah meninggal. Mayumi hanya sekedar menjadi kenangan. Akan tetapi. Tanpa menunggu jawaban saya. Pimpinan yang baik itu melayani telepon saya dengan baik meskipun dibangunkan awal subuh musim panas yang sesungguhnya baru pukul setengah tiga dini hari. Lagunya pedih mengiris-iris. Mayumi yang tampak telah sedikit menguasai dirinya segera bertanya apakah kerja lembur saya sudah selesai. Setelah itu. Mungkin juga saya linglung. Meskipun demikian. Pendeknya. semua keluarga di atas ayah dan ibunya itu sudah habis. Aneh benar. Demikian juga ibunya yang kini entah di mana.com/abclit. sejak itu saya mengatur diri sendiri secara lebih tertib. paman memanggil-manggil saya dengan berteriak-teriak.Menyadari kenyataan itu. hal ini pun semakin jarang karena kesehatan Nakamura akhir-akhir ini semakin memburuk.processtext. Sebelum saya menanyakan apa pun karena kaget oleh kenyataan ini. saya tidak menampakkan perubahan sikap yang drastis.com/abclit.processtext. Dua kidung malam mengalun bersamaan. 2002Catatan:Ikkodate : rumah yang berdiri sendiriKyoseibyoin : nama rumah sakitOsyogatsu : tahun baruKanjonooyo : bisul di hatiApaato : apartemen ABC Amber LIT Converter http://www. Tolonglah saya!"Sampai di situ Mayumi tercekat keharuan dan berhenti bicara.

Seumur-umur. ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.” ”Tolong diangkat teleponnya.Itulah sebabnya. Sesaat. Selama dibangun. Semua orang memusatkan perhatian pada siapa yang menelepon dan apa berita yang disampaikan si penelepon.”Tidak diawasi?” pembaca tentu bertanya. Dimohon keluarga Pak Jek datang ke UGD Rumah Sakit Sardjito.”Betul. Pak?”Si penelepon tidak mengatakan apa-apa kecuali kata emergency. istri Pak Jek tak pernah menyaksikan wajah anaknya sepucat itu. Dari ujung ke ujung bisa dicapai dalam tempo satu jam atau malah kurang. Orang-orangnya tidak sehiruk-pikuk orang Jakarta.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. tepatnya di jalan menuju Kaliurang. Angin lalu saja! Menurut Pak Jek.Pak Jek memilih Yogyakarta karena menurut dia Yogya cocok untuk orang pensiunan.Namun. Pak Jek sudah membangun rumah di Yogyakarta. satu tahun menjelang pensiun. Tak bisa dipercaya dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah. ”Nah.com/abclit.html Rumah Baru Post: 09/20/2002 Disimak: 221 kali Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas. itu hanya omong kosong.” kata seorang rekan Pak Jek. ya?””Bagaimana Bapak?””Bapak sudah nyampe di Tugu ya?””Bapak selamat ya?”Namun.html . telepon berdering di rumah baru dan asri di Gang Tenang dan Sejuk Nomor 60.processtext. Wajah anak itu tahu-tahu menjadi pucat pasi.””Ini Kepala Stasiun Lempuyangan.60 Yogyakarta. tidak semahal di Jakarta.Pembangunan rumah hanya diawasi anak Pak Jek yang tinggal di Yogya. itu telepon dari Bapak. Edisi 08/04/2002 PUKUL 16.” Anak-anak yang berkumpul berteriak-teriak. lalu menutup pembicaraan. Bu. istri Pak Jek dapat membaca wajah anaknya yang menerima telepon itu. Duh Gusti! Pertanda apakah ini?JANGAN masuk rumah baru pada usia 60 tahun.”Dari Bapak. Ia baru akan melihat rumah itu dan menginjaknya pertama kali dalam keadaan sudah jadi pada saat hari pertama pensiun nanti.””Ada apa.Penerima telepon yang masih memegangi gagang telepon itu hanya terpana dan tak tahu harus berbuat apa.30. Itu ABC Amber LIT Converter http://www.”Apakah ini rumah Pak Jek?” tanya seseorang di ujung telepon. Jalan Kaliurang Km 6. Dia hanya memberikan gambar dan rancangannya pada tukang yang dipercayainya.” ”Mudah-mudahan Bapakmu selamat. Mitos. Harga barang kebutuhan. ”Eyang datang!” ”Eyang datang!” Seisi rumah tiba-tiba menjadi sunyi ketika seseorang menuju tempat telepon dan mengangkat telepon. ”Kotanya tenang dan tidak terlalu besar. Pak Jek menganggap omongan itu hanya guyonan.” ”Bapak sudah tiba.processtext. sengaja Pak Jek tidak pernah melihat rumah itu.”Pak Jek membeli tanah di jalan tak jauh dari jalan raya menuju Kaliurang. ”Rumah buat hari tua” menurut istilah Pak Jek. terutama makanan. Takhyul.

padahal mereka belum tentu suka.”Mengenai bangunan yang hanya 60 meter persegi. dengan bangunan 60 meter persegi. Di hotel ‘kan ada AC-nya. kan? Lagi pula. Masih banyak pepohonan hijau.com/abclit. bukannya anak Bapak.. Rumahmu ‘kan di Semarang. Baru saya lihat dan baru pertama kali saya injak dan masuki. atau 1. Prambanan. Makin banyak air yang diperlukan untuk mengepelnya. Gunungkidul. Bukan karena Pak Jek tak mampu membeli tanah 500 meter.000 meter. mengapa Pak Jek memilih daerah Kaliurang. Nak?””Lagi pula. Sentolo. Pak Jek tidak tersinggung dengan kata-kata itu.ABC Amber LIT Converter http://www. yang mengharuskan itu siapa toh. Dari rumah Bapak kan jauh ke Malioboro? Nanti uangmu habis disedot sopir taksi Yogya yang nakal-nakal itu.”Lho. Cuma sekali kok dalam hidup saya. Makin luas pagarnya.com/abclit.”Tapi tak apa.””Lho.Acara melepas seseorang yang akan pensiun biasanya diadakan di aula ABC Amber LIT Converter http://www. hari Sabtu atau hari Minggu.”Biar ada kejutan. Buat apa rumah besar? Makin besar rumah. makin banyak segala-galanya. Ibumu juga akan repot menyiapkan ini dan itu. Berapa pun harga tanah. Mulai dari hotel melati hingga bintang lima. makin banyak sampahnya. memasukinya. Kamu dan keluargamu ’kan bisa tidur di sana.processtext. Lagi pula..”Anak Pak Jek yang di Bandung pun pernah protes. mereka bisa beli. Makin banyak kebutuhan listriknya. gampang kalau mau naar boven ke Kaliurang.”Mbok. Pak?””Ah. lebih dekat ke Malioboro.. apa pun mereka bisa beli..”Kayak rumah BTN saja.”Anak Pak Jek yang di Surabaya pernah berkomentar.”Angka 60 itu pun ada artinya bagi Pak Jek.”Namun. Makin banyak rumputnya.html pun hanya sekali seminggu. Prambanan.”Lalu. Pak Jek juga punya pendirian. kita tentu bertanya. Tak percaya? Coba saja tawari orang Jakarta apa saja. Kalau ada binatang pemakan segala maka orang Jakarta itu pembeli segala.”RUMAH itu dibangun Pak Jek di atas tanah seluas 120 meter.” lanjut Pak Jek. Termasuk sampah dari luar negeri. yang lebih besaran Pak rumahnya. Parangtritis.”Makin luas tanahnya. Keraton Yogya. makin lama memotongnya. Jadi. cukuplah 60 meter persegi. Jadi. Pokoknya. Makin capek menyapunya. cucu Bapak harus menginap di rumah Bapak? Bagaimana sih Bapak ini?””Lho. Magelang. Mengapa tidak memilih Bantul. Di Yogya kan banyak hotel. Pokoknya.processtext. di rumah Bapak kan tidak ada AC. atau Klaten? Mengapa pula bukan daerah Parangtritis sekalian biar dekat dengan laut?”Saya suka daerah sejuk dan tenang. Padahal. mahalnya harga tanah di daerah Kaliurang karena ulah orang Jakarta juga.”Aku hanya berdua dengan istri.200 meter. Bukankah lebih praktis kalian tidur di salah satu hotel di Yogya? Lagi pula. aku dan istriku makin renta. Pak Jek mempunyai pertimbangan sendiri mengapa luas tanahnya hanya 120 meter persegi. Enak. Harus masak ini dan itu untuk anakmu. Gampang pula kalau mau bepergian melalui Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan. termasuk biayanya.” kata Pak Jek memberi alasan. Pasti mereka beli. betul-betul rumah baru bagi saya.html . ibumu tidak suka.”Orang Jakarta itu banyak duit dan rakus. itu soal gampang. Pada usia 60-lah Pak Jek pertama kali akan menginjakkan kaki di rumah itu. Toh akan kutinggali buat selamanya sepanjang Tuhan memberiku umur. Pak.”Memang sudah agak mahal ketika Pak Jek membeli tanah di situ lima tahun silam. Belum terpolusi udaranya. Setelah main-main seharian di rumah Bapak. atau bahkan 1. tentu makin repot pemeliharaannya. kamu dan keluargamu kembali ke hotel. atau setelah keliling ke Borobudur. tentu makin banyak ruangannya. dan mulai tinggal di situ.” kata anaknya yang di Semarang. memangnya kamu mau ngurus rumah gede? Yang ngurus rumah itu kan aku nanti.”Menurut Pak Jek. ”kalau kamu dan suamimu serta anak-anakmu tidur di rumah Bapak pasti akan merepotkan ibumu yang sudah tua. ”Semacam surprise-lah.”Kalau kita sekeluarga datang nanti tidur di mana. menantu Bapak. Makin banyak tanamannya.

lalu.””Makanan di kereta ’kan tidak enak.processtext.”Nanti kapan. Pak. rumahku yang baru cuma enam puluh meter persegi. tak usah ada acara penyerahan kado kepada saya. Bahkan ada pula yang diadakan di hotel berbintang. para karyawan toh berdatangan ke Gambir pada jam yang ditentukan.00 pagi. Pak?””Mungkin saja. tidak bisa muat banyak ABC Amber LIT Converter http://www. Lebih baik sewa restoran dan sewa ruangan hotel dibagi-bagikan pada karyawan saja.”Para karyawan pun manggut-manggut.”Kalian melepasku nanti tak usah di restoran atau di hotel yang mahal.”Bos kita kok naik kereta sih? Apa nggak salah tuh?””Naik kereta ‘kan tidak pernah tepat waktu. boleh dong saya naik kereta api atas kemauan sendiri.” ujar Pak Jek dengan kalem. dan juga atas biaya sendiri. Selalu molor!””Kenapa tidak naik pesawat terbang saja? Satu jam sudah nyampe.com/abclit.Para karyawan Pak Jek yang mendengarnya terperangah.Tidak ada acara penyerahan kado kepada Pak Jek karena Pak Jek sebelumnya sudah mengatakan.html perusahaan. ia memberi penjelasan berikut. Jadi. entah pertanda bingung mendengar penjelasan Pak Jek.””Lho.Soal naik kereta ini pun sudah menimbulkan bisikbisik di kalangan karyawan. bertepatan dengan hari keberangkatan Pak Jek menuju Yogyakarta. Pak Jek tahu suara batin para karyawannya itu.com/abclit..ABC Amber LIT Converter http://www. Lagi pula. Entah pertanda mengerti. karyawan dan anak buah Pak Jek tidak memikirkan macam-macam lagi. Hanya karena kesopanan sajalah karyawan itu menahan rasa gelinya mendengar kata itu.”Kalau begitu. Mendingan kalian bekerja saja daripada sibuk dengan kepanitiaan.00 Pak Jek sudah ada di Stasiun Gambir. di mana dong Pak?””Nanti saya beri tahu. Sekali berkata A. Jadi.”Bagaimana mungkin melepas seorang direktur perusahaan MNC di stasiun?””Di stasiun kereta kan berisik dengan orang-orang yang mau naik kereta api?””Tidak cocok. Namun. tak usah pakai panitia-panitia segalalah.”Selama ini ‘kan saya naik pesawat terbang terus ke manamana dengan biaya perusahaan karena peraturan perusahaan mensyaratkan demikian.. Untuk orang berjabatan tinggi seperti Pak Jek. kalian tak perlu buang-buang waktu untuk panitia-panitiaan. atau dijadikan modal usaha perusahaan kita. Pak Jek menepati janjinya..”Karena sudah di-wanti-wanti seperti itu.” kata Pak Jek mengakhiri kata-katanya. Pak?””Sehari sebelum saya pensiun. Lebih baik uang untuk kado itu digunakan untuk kepentingan perusahaan saja. sudah jauh-jauh hari. berarti tak ada tafsiran lain di luar A. kok. Ada di antara mereka yang nyaris tertawa terbahak-bahak mendengar kata ”Gambir”.html . Pak Jek pun mengucapkan satu dua patah kata. Pukul 07. bagaimana mungkin. Pak Jek menentukan tempat pelepasannya di Stasiun Gambir.. Mereka hanya berkomentar yang lain dengan sesamanya.processtext.”Pada acara di Gambir. Seorang direktur harus naik pesawat terbang ke mana-mana demi efisiensi. Oleh karena itu.”Terima kasih atas kerja sama kalian selama ini. Santai saja. Mereka tahu. seorang direktur perusahaan MNC.””Bagaimana mungkin santai.Oleh karena itu. Setelah pihak perusahaan membeberkan jasa Pak Jek selama 30 tahun bekerja. Memang ada juga yang diadakan di restoran yang kesohor. panitia bekerja sehari sebelumnya?”Pak Jek diam sebentar. perusahaan kita bisa menghemat banyak waktu dan biaya.””Kereta api kita kan ada tikusnya!”Rupanya.”Ya.Acara perpisahan itu hanya berlangsung beberapa menit. sebetulnya pelepasan seperti itu patut dilakukan di hotel bintang lima. Sekarang. ah. Pak Jek itu orangnya saklek bin tegas. di Gambir. panitia pelepasan Pak Jek penasaran. Pak Jek mengingatkan para karyawannya. Toh saya sudah dapat banyak dari perusahaan selama ini.Pak Jek akan naik kereta api Yogya Ekspres pukul 08.””Lantas duduknya bagaimana?””Acaranya bagaimana?”Meskipun karyawan Pak Jek tidak mengerti jalan pikiran bos mereka yang akan pensiun itu. Lagi pula.”SEHARI sebelum berusia 60 tahun.

nomor 6B. Calon penumpang berdesakan di pintu gerbong kereta api. Secuil nasi putih.00. Ada yang hanya menyalami dengan satu tangan. keluarga besarnya menyambutnya di rumah baru saja.Pak Jek sudah sering mendengar keluhan mengenai makanan itu dari para karyawannya. ”Saya sudah berangkat dari Gambir pukul 08. Siapa tahu. Pak Jek ingin.Makanan di kereta api Jogja Ekspres itu memang tidak mengundang selera Pak Jek. Namun.00. masih kosong.”Secara bergiliran. terjadilah hiruk-pikuk di peron antara calon penumpang. Secuil kol putih yang dioseng-oseng dan sebuah pisang raja. Pak. pengantar.processtext. Atau selera petinggi kereta api. Ada yang memeluk Pak Jek. dan Stasiun Purwokerto. Tiba di Tugu pukul 16.processtext. Tidak di Stasiun Tugu!Setelah memasukkan HP-nya kembali ke kantong jaket bagian dalam. Ada pula yang mencium tangan Pak Jek. Pak Jek juga tidak tahu. Ada yang menyalami dengan dua tangan. Pak Jek langsung pulas.”Hati-hati copet. kapan pramugari kereta menaruh secangkir teh dan makanan kecil di meja kecil di depannya.”Istri Pak Jek memang sudah berangkat lebih dahulu ke Yogya. makan siang Pak.Dari mikrofon di langit-langit kereta api terdengar suara wanita.Pak Jek membuka mata. Namun. Kereta hanya berhenti di Stasiun Cikampek. Stasiun Cirebon. menunggu di rumah baru. di mana saja. Pak Jek tidak mengorok. Beberapa wanita hampir menitikkan air mata. Sepotong paha ayam goreng yang keras. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan kereta api Jogja Ekspres. Begitu bertemu dengan bantal. Kapan saja. khususnya Jogja Ekspres.html barang.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit.” ujar seseorang. jika ditinggal sendirian. Pak Jek tidak mau ambil pusing. Pak Jek tetap saja memilih naik KA Jogja Ekspres. Terima kasih.Pak Jek tidak tahu persis sudah melewati stasiun mana pemeriksaan itu dilakukan.com/abclit.”Selamat pagi para penumpang kereta api eksekutif Jogja Ekspres yang terhormat. Ada yang hanya memegang kedua bahunya. Bagusnya.”Para penumpang kereta api Jogja Ekspres dipersilakan naik ke kereta api. dan kuli angkut. Di rumah pun selalu begitu. dan Yogyakarta) lengkap dengan anak-anak mereka. lantas menerima baki yang disodorkan pramugari kereta api.”Beberapa detik kemudian. Menurut Pak Jek.Beberapa saat kemudian. Kami akan menyediakan makan siang untuk Anda selepas Stasiun Cirebon dan menyediakan makan kecil serta secangkir teh selepas Stasiun Jatinegara. Bahkan bekas sekretaris Pak Jek tak sanggup menahan air matanya. Semarang.Pak Jek pulas lagi setelah menyeruput teh di meja kecil sampai habis. Bandung. Begitu pula empat orang anak Pak Jek (dari Surabaya. tetap saja Pak Jek menghabiskan isi baki itu. sedangkan pengantar yang berada di atas juga berdesakan hendak turun. setiap makanan harus disyukuri meski makanannya tidak mengundang selera. Ada pula sendok garpu. Barangkali alokasi dana untuk makanan para penumpang memang terbatas.Pak Jek memang gampang tertidur. dan sepotong tisu. Bertemu sofa empuk.” kata pramugari. yang kurang baik sehingga tega membagikan makanan yang ABC Amber LIT Converter http://www. tusuk gigi. para karyawan pun menyalami Pak Jek. Mungkin dia punya kesan dan kenangan tersendiri terhadap Pak Jek. termasuk kado dari kalian. Tak usah dijemput. Kursi di sebelahnya. Namun.html .”Begitu kereta api meninggalkan Stasiun Gambir. Pak Jek baru terbangun ketika petugas kereta api memeriksa tiket.”Pak. Perjalanan kita ke Yogyakarta memakan waktu delapan jam.PAK Jek menempati gerbong 6 nomor 6A di dekat jendela. hal pertama yang dilakukan Pak Jek adalah mengeluarkan Ericsson T39 dari kantong jaketnya. Itu berlangsung hingga tiba saat makan siang selepas Stasiun Cirebon. Ada beberapa dugaan Pak Jek mengenai makanan di KA Jogja Ekspres itu. Pak Jek mengirim SMS ke keluarganya di Yogya. ia gampang terlelap. Pak Jek juga bisa terlena. Lalu. mata Pak Jek pelan-pelan mulai meredup. dari mikrofon terdengar pengumuman.

”Napasnya kok tidak terasa lagi. Bantal menutupi mukanya. Tas kecilnya masih tetap megogok di atas kepala Pak Jek.Petugas itu mencoba memegang tangan penumpang di nomor 6A.. kuli-kuli angkut—tak ubahnya Tarzan dalam film kartun—mulai berloncatan ke dalam gerbong kereta.Tukang sapu satunya memegang tangan dan kemudian menggoyang tubuh lakilaki berusia 60 tahun itu. Siapa nyana..processtext. tangannya sudah dingin ’gitu kok. seorang tukang sapu kaget masih ada penumpang yang tetap duduk di gerbong 6 nomor 6A persis dekat jendela. bangun.”Para penumpang yang terhormat. tukang sapu itu mengambil bantal dari muka penumpang itu.. Boleh jadi.. para tukang sapu menghubungi petugas stasiun.””Mungkin baru kali ini dia naik sepur eksekutif. Lalu tiba pada kesimpulan.html . penumpang itu tetap saja tak mau bangun.com/abclit. Sampai bertemu lagi pada kesempatan lain. Dimohon Anda mempersiapkan barang-barang bawaan. Bereaksi sedikit pun tidak.””Kopernya saya bawa.”Pak.”Keasyikan mungkin tidurnya.Setelah dicoba berulang kali. Kami mohon maaf bila ada pelayanan yang kurang memuaskan Anda.html kurang membangkitkan selera bagi para penumpang. Ia seperti tidak ambil pusing dengan orang-orang yang hiruk-pikuk menyongsong Stasiun Tugu. Tinggal beberapa kilometer lagi.Tak ada respons.. kedua tukang sapu itu memanggil tukang-tukang sapu yang lain. Di sana kereta dibersihkan dan nanti malam akan berangkat kembali ke Jakarta.. Pak!”Tukang sapu itu pun memanggil temannya.Namun.””Terlalu capek mungkin dari Jakarta.””Mari Bu saya bantu. Bangun. Jangan sampai ada yang ketinggalan.”Tukang sapu kedua coba membangunkan. Stasiun Kebumen.”Barangnya.”Karena tak bereaksi sedikit pun. Bu.””Angkat barang. Stasiun Kutoarjo. 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Para wanita mulai menata rambut mereka dan memoles bibir.Hanya Pak Jek yang tetap di tempatnya.”Lha.Petugas stasiun pun naik ke gerbong 6.PAK Jek tidak tahu bahwa Jogja Ekspres sudah melewati Stasiun Purwokerto. anggaran untuk konsumsi penumpang disunat para pemimpin perusahaan kereta api.Karena tak bereaksi juga.”Sudah sampai. Bu. Pak.””Jangan-jangan sudah seda. Pak.ABC Amber LIT Converter http://www.””Bisa saya bantu.”Penumpang-penumpang mulai bergegas meraih barang-barang yang ada di tempat bagasi atas.”Pak sudah sampai Yogya. Pak..Begitu kereta melewati jembatan di atas Jalan Tentara Pelajar.Laki-laki itu tak juga bangun.”KERETA api Jogja Ekspres yang baru datang dari di Stasiun Tugu sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan. Bantal kecil masih tetap menutup mukanya. Pak!”Orang yang dibangunkan tetap bergeming.Sambil meluncur ke arah timur. dari mikrofon kereta api terdengar suara pramugari. Bapak-bapak menyempatkan diri ke toilet.com/abclit.. Dipegangnya lagi dan dirasa-rasakannya lebih cermat (seperti dokter memeriksa pasien).”Petugas itu kemudian meraba dada penumpang itu.”Jakarta.”Coba kamu yang bangunkan. Pak. sebentar lagi kita akan memasuki Stasiun Tugu. Terima kasih atas kepercayaan Anda memilih kereta api Jogja Ekspres.””Barangnya saya bawa. dan Stasiun Sentolo. Anak-anak pun mulai ribut.Lantas. Pak!”Orang yang dibangunkan tak bereaksi.””Jangan-jangan sakit jantung.processtext. Berarti Yogya sudah hampir tiba.

Kadang-kadang ia biarkan saja peluh itu menetes hingga mulutnya. rumah ke rumah. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro.html . ABC Amber LIT Converter http://www. Selain wawancara dan melihat keajaiban yang disebabkan Adjani. Setiap kali Adjani membuka mulut untuk membuang napas. Luka yang begitu dalam.html Asmoro Post: 09/20/2002 Disimak: 312 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. bahkan bajaj. Luka yang begitu perih. Pipinya merah terbakar matahari. laut ke laut dan benua ke benua. Tetapi. sungai ke sungai. Luka dari segala maha luka. Waktu ia menyeberang jalan.ABC Amber LIT Converter http://www. Tidak ada yang berani bertanya di mana persisnya Adjani terluka. Kalaupun ada Metro Mini ngebut yang tidak sempat menginjak rem ketika Adjani melintas secara mendadak. Adjani bersimbah peluh.LANGKAH Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. langsung terbelah dua. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Adjani bersimbah peluh. Sungai terbelah. tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Jika ada mobil yang kebetulan posisinya menyamping di depan Adjani.Adjani bersimbah peluh. Adjani menahan luka. motor. Yang tidak kuat mengimbangi lari Adjani terpaksa mewawancarai di atas mobil. Mereka hanya tahu Adjani luka.Ketika Adjani berlari. reporter lengkap dengan helikopter menunggu Adjani di setiap sudut jalan. majalah-majalah. Bahkan. Para fotografer. tidak sekalipun ia menghentikan larinya. pada setiap headline koran-koran. Tetapi. maka masuklah tetesan keringat itu dan menyebabkan rasa asin di lidahnya. lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah. Sangat sunyi hingga suara sehelai rambut yang jatuh bisa membuat siapa pun yang berada di dalam ruangan itu terlunjak dari kursi. siaran radio. waktu kita hampir habis. Jembatan rubuh berdiri kembali seperti adegan ulang dalam kamera.com/abclit. Sesekali ia mengusap peluh di dahi yang menetes ke matanya dengan handuk yang ia selendangkan di bahunya. Orang-orang di sekeliling Adjani membisu. talk show. Tidak ada satu pun yang dapat menghentikan Adjani. Maka.Cerita tentang Adjani segera tersebar dari mulut ke mulut. Semua menahan napas. Menyeberang dari satu telinga ke telinga. Atau mengapa Adjani bisa terluka. Ruangan itu begitu sunyi.processtext. mobil-mobil langsung berhenti. Edisi 07/28/2002 ASMORO. Kuncir rambutnya bergerak-gerak setiap kali kakinya mengentak tanah. yang terjadi hanyalah Metro Mini itu menembus tubuh Adjani bagai menembus udara. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. siaran berita televisi. Tembok tinggi merendah. Pelupuk matanya merapat. mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menyaksikan Adjani menahan luka.processtext.com/abclit. Berbagai media massa baik koran maupun televisi meliput berita tentang Adjani. Semua tidak berani bergerak. berubah hijau dan membiarkan Adjani lewat. mereka berharap menjadi orang pertama yang dapat mengabadikan saat-saat Adjani menyerah dan berhenti berlari. kuli tinta.

Sudah hampir sebulan Asmoro mengunci diri di dalam kamar dan putus hubungan dengan dunia luar maupun berita-berita lokal dan mancanegara. Tetapi.Di dalam sebuah kamar apartemen ukuran studio. ia mendengar suara musik nan indah menerpa telinganya. padahal sudah sebulan ia hanya minum air mineral dan penganan ringan. gambaran Adjani bersimbah peluh makin lama makin mendekat ke dirinya. Dan semakin ia menulis. Adjani yang berlari dengan kupu-kupu. sementara ketukan itu terus membahana. Lalu empat Adjani bersimbah peluh. Dari sinar keemasan itu beterbangan ratusan kupu-kupu.ABC Amber LIT Converter http://www. Awalnya ia tidak mempedulikan. walaupun terkesan tidak memaksa. Tetapi. tidak ada apa-apa di sana. Sinar keemasan itu menyerbak wangi bunga. Asmoro mabuk kepayang.ADJANI bersimbah peluh. Kadang melati. menceritakan dan membahas Adjani. di dalam ruangan itu tidak ada penonton. Asmoro menumpahkan segenap pikirannya itu ke dalam tulisannya. Kadang sedap malam. Menyerang segenap jiwa Asmoro. Adjani yang menyeka peluh di hidungnya dengan handuk. kumbang. Kadang lili.com/abclit. Barulah Asmoro sadar. lalu makin lama ABC Amber LIT Converter http://www. Saat itu angin dingin sepoi menampar mukanya. Kadang mawar. sebulan menyepi tidak juga membuat Asmoro dapat menulis. Pesawat televisi yang panas.Duduk di bawah temaram lampu sorot di atas meja. Dan setiap kali Asmoro mengetik huruf per huruf demi melukiskan Adjani." bisik angin. sebuah televisi berukuran 24 inci juga sedang menayangkan talk show tentang Adjani. Sudah lama Asmoro tidak dapat menulis. Asmoro ingin segera memesan makanan dari brosur-brosur yang ditaruhnya di bawah meja ruang tamu.processtext. Ia mencium semerbak bunga yang mewangi dari tubuh Adjani. kecuali Adjani bersimbah peluh. Bintang tamunya seorang produser besar Hollywood sedang diwawancara. Di sela-sela talk show itu terkadang ditampilkan insert gambar Adjani yang berlari. Adjani yang bersimbah peluh. Dari sinar keemasan itu juga keluar nada lagu. Lalu delapan Adjani bersimbah peluh. onggokan baju-baju kotor yang berbau tidak sedap di dalam laundry room sebelah ruang tamu. Menyekap pikirannya untuk hanya terpaku pada Adjani yang bersimbah peluh. Tangan-tangan angin dengan lembut menarik wajah Asmoro dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Asmoro. Tangan Adjani yang mengepal ke depan dan bergerak kiri-kanan.html semua memuat. lalu pergi meninggalkan Asmoro sendiri di kamarnya. Tetapi.com/abclit. pendingin ruangan yang tidak dinyalakan. kursi ruang tamu dari rotan yang berdebu. Tetapi. Irama musik sendu mendayu-dayu. dan burung-burung gereja. ia berada di lantai ketujuh. "Adjani bersimbah peluh. Pada saat itulah ia melihat pesawat televisi yang masih menayangkan talk show. Peluh yang membungkus tubuh Adjani bersinar keemasan tertimpa matahari.processtext. Mata Adjani yang menyipit ketika sinar matahari menyeruak dari sela-sela dedaunan pohon gundul. Hati Asmoro yang tergoda akhirnya memutuskan untuk melirik ke jendela. Penggandaan Adjani bersimbah peluh terus tumbuh hingga kepala Asmoro sudah tidak lagi punya ruang bagi hal lain. Asmoro hanya mau menulis. Asmoro mendengar jendela kamarnya diketuk dari luar. Ketukan itu begitu halus dan begitu menggoda. Ia tidak dapat berhenti menulis. ketukan itu tidak juga berhenti. Di tengah-tengah rasa putus asa. Sudah tidak pernah ia bernafsu makan. asbak keramik berisi putung-putung rokok yang tidak pernah dibersihkan. Lalu ada dua Adjani bersimbah peluh.html . Naik-turun dada Adjani mengatur napas. menjadi bukti bahwa si pemilik apartemen mungil itu sudah lama tidak pernah keluar kamar. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengetuk jendelanya? Asmoro berjalan mendekati jendela lalu membukanya. apakah ia tertarik membuat film tentang Adjani. Asmoro dapat mendengar sayup-sayup derap kaki Adjani dari kejauhan. Derap kaki Adjani yang teratur. Mendadak perut Asmoro keroncongan.

Kadang-kadang kaki telanjang Adjani menginjak bangkai ikan juga bangkai bekas kapal karam. Ada gurita. angkasa sudah menyulap senja menjadi malam. Bintang-bintang bercengkerama dan ada dua bintang yang asyik bercanda sambil berdorong-dorongan.Adjani bersimbah peluh. Dan ia pun sangat tahu. Lampu-lampu lalu lintas tidak bekerja. terus berlari di bawah samudera. dan berbagai jenis hewan laut menontonnya.. Suara lembut denting piano tunggal. restoran. dengan harapan mereka dapat menjawab teka-teki asmara Adjani. "Bintang jatuh. Tidak akan ada yang dapat menghentikannya berlari." bisik Adjani dalam hati sambil terus berlari. Pada saat itu juga melintas angin yang sama dengan angin yang baru saja mengetuk jendela apartemen Asmoro.ABC Amber LIT Converter http://www. Bahkan ia tidak dapat memperlambat laju tangannya sendiri. mungkinkah Adjani sedang jatuh cinta?"Dari liputan itu. Indeks harga saham berhenti karena tidak ada transaksi. lama kelamaan makin tajam. Dengus napasnya semakin dekat. Namun. Asin keringatnya bertambah ketika bercampur dengan percikan air laut. Ketika Adjani hampir sampai di mulut pantai. Antarkan saya kepada rasa manis di lidah ini. ikan pari. burung-burung senja berkepakan terbang dan sebagian yang tertinggal di belakang mau tidak mau tertelan air laut yang siap luruh bagai pohon tumbang.. Peluh yang membungkus tubuh Adjani kini berwarna jingga kemerah-merahan tertimpa matahari senja. Lautan manusia berdiri di sisi kiri dan kanannya. Dan bau wangi yang samar-samar. Dari sinar kemerahan itu. Jalanan macet total.Adjani bersimbah peluh. Ia berlari menyusuri jalan raya yang padat. Oleh sebab itu tidak ada lagi yang mengikuti di belakang Adjani kecuali helikopter yang terbang rendah di atasnya. "Sudah ada tanda-tanda kelelahan pada Adjani. Adjani hanya bergumam.. Suara orkestra semakin keras. Seorang reporter meliput. Semua orang keluar dari rumah. Walaupun matahari tidak lagi bersinar dengan garang. Sudah hampir dua ratus halaman yang diketik Asmoro demi menggambarkan pujaan hatinya Adjani yang berlari dan bersimbah peluh. berubah menjadi kesatuan orkestra besar. "Antarkan saya kepada aroma segar ini.."ASMORO. hanya untuk menyaksikan Adjani. tetapi Adjani terus berlari tanpa mau menjawab satu pun pertanyaan wartawan. hingga bintang yang satunya jatuh dari cakrawala. stasiun-stasiun televisi lain segera menayangkan gambar-gambar Adjani yang pernah disiarkan..html semakin jelas tertangkap pendengaran. Semua orang dari seluruh pelosok dunia tinggal di rumah atau menghentikan ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Dan wangi bunga memenuhi seluruh ruangan apartemen Asmoro. gedung perkantoran. seharusnya ia memohon satu permintaan yang konon akan terkabul jika melihat bintang jatuh. tetapi juga ada sedikit rasa manis madu menggoda lidahnya. Angin itu membuka hidung Adjani dan mengantarkan aroma segar tubuh lakilaki. Asmara. sebentar lagi tulisannya selesai.com/abclit. paus.processtext. Ada juga yang mendramatisir adegan wawancara Adjani dengan seorang wartawan muda dan langsung dihubungkan dengan pertalian asmara.Adjani bersimbah peluh. Tapi Adjani tidak punya keinginan apa-apa selain berlari tanpa henti.html . Dan Adjani terkaget ketika menjilat peluhnya sendiri..processtext. Asmoro tahu. waktu kita hampir habis. Bulan bersinar temaram. Sementara derap kaki Adjani makin jelas. ia tidak akan berhenti. Asmoro menunggu Adjani. Asmara. Peluh itu tidak hanya asin. Asmoro tahu sebentar lagi ia akan bertemu Adjani sekaligus berpisah dengan Adjani. Semua yang berbicara dengan Adjani diperhatikan secara saksama. Bintang yang jatuh hampir saja tenggelam hilang dari penglihatan Adjani ketika Adjani memohon. Adjani tahu. Air laut yang menjulang tinggi itu bagai akuarium bawah laut raksasa. Di kiri kanan dan depan Adjani air laut menjulang tinggi sementara di belakangnya air laut runtuh kembali. Aktivitas di kota itu lumpuh. tubuh Adjani masih bersimbah peluh. Asmoro tidak bisa berhenti menulis.

Di kota itu.Asmoro membuka pintu kamar apartemennya. Adjani menahan luka. Mereka hanya dapat iba menatap tubuh Adjani yang tergeletak di atas karpet. Asmoro tidak dapat berhenti. dan tangan kirinya yang ganti melawan balik dan terus mengetik. waktu kita hampir habis.Asmoro bersimbah peluh.html . Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Jatuh tersungkur di depan pintu Asmoro. yang mengumandangkan kepak sayap kupu-kupu. Tampak guratan-guratan halus di bawah matanya ketika kulit wajahnya menegang dan mulutnya terkatup. Lantas tangan kanannya berubah menghentikan tangan kiri. Tangan kirinya memegang kencang tangan kanannya.. jadi mereka bisa berciuman sambil berlari. 21 April 2002. Adjani bersimbah peluh. Tidak ada yang berani bertanya.. Sama seperti Adjani yang tidak bisa berhenti. Ada pergulatan aneh yang merasuki mereka berdua. Langkah Asmoro mencipta gaung di sepanjang lorong kosong itu. Dihirupnya dalam-dalam aroma peluh Adjani ketika tangannya berhenti pada titik terakhir tulisannya. Kekosongan itu mengirimkan hanya satu gema yang terus bergaung di telinganya. bagai satu mata koin dengan sisi yang berbeda. Kapan mereka berciuman? Pastilah pacar Adjani pelari. hingga akhirnya menjelma menjadi seekor kupu-kupu. Atau jangan-jangan orang kaya itu. Segala asumsi pun merebak. Kekosongan yang sama menyita hati Asmoro. 14:47:47 Untuk sebulan bersama Asmorodadi Panikov ABC Amber LIT Converter http://www. ASMORO. tetapi tangan kanannya melawan dan terus mengetik. salah satu pemilik stasiun televisi? Hanya ada satu perdebatan. sebesar itu pulalah usaha mereka untuk segera menyudahi.processtext. Adjani bersimbah peluh.ABC Amber LIT Converter http://www. satu suara. satu tema di seluruh dunia. Keletihan di muka Adjani yang tertangkap mata-mata penontonnya.Adjani bersimbah peluh. yaitu Adjani. satu-satunya orang yang bertahan dalam gedung ketika semua orang turun ke jalanan untuk menyaksikan Adjani lewat adalah Asmoro. sehingga bisa menyewa helikopter supaya setiap saat bisa berdekatan dengan Adjani. Atau orang kaya.. Semua orang yang mengikuti di belakang Adjani terdiam. Keinginan yang meledakledak untuk segera berjumpa dan keinginan untuk lebih lama bersama.Jakarta. Dan abadi di atas tumpukan kertasnya. Tidak ada yang berani meliput.com/abclit. tidak lain adalah keletihan yang diakibatkan karena Adjani berusaha keras menghentikan kaki-kakinya seperti Asmoro yang sedang berusaha menghentikan kedua tangannya.html kegiatan hanya untuk mengikuti kisah asmara Adjani.processtext. Peluhnya menetes di atas marmer dingin lobi apartemen dan menguap ke atas kamar Asmoro.com/abclit. Pelupuk matanya merapat. Betapapun besar usaha mereka untuk memperpanjang kebersamaan.

"Di kota tak ada lagi ruang untukku. selalu itu yang diungkapkan orang-orang di kota laknat. lima tahun yang lalu. sehingga memaksa Anna untuk mundur selangkah."Tentara-tentara dari kota itu datang lagi. yang ia kenal selama tiga puluh tahun.Keadaan yang hening di dalam ruangan itu digunakan Anna untuk berbicara. lalu mengganti lilin yang sudah hampir mati. yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Dulu. seperti biri-biri yang digiring dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh si ABC Amber LIT Converter http://www. yang gagal mendefinisikan pengkhianatan dan kebebasan untuk si tua. Anna seorang gadis remaja enambelas tahun berparas manis.Desa tempat Panikov tinggal terletak di dataran tinggi. "Kenapa? Biarkan saja mereka datang kemari. yang kebetulan tinggal di sebelah izba-nya dan hampir setiap sore mengantarkannya makanan berupa bubur gandum. penyiksaan disaksikannya waktu masih tinggal di kota. Di izba yang reyot. Panikov hanya menjawab. berjarak sembilan puluh lima versts (sekitar lima puluh tujuh mil) dari Kota St Petersburg. orang-orang desa di luar dikagetkan oleh kedatangan segerombolan tentara di kegelapan dari arah timur desa.processtext. hanya duduk diam di depan beranda berseberangan dengan danau yang sama. dengan maksud menghindar.Sementara itu. Ia tak sadar ternyata Anna sudah berada persis di sebelahnya. sampai saatnya tiba!!"Dan ketika si gadis kecil ingin bertanya lebih lanjut dengan rasa penasaran yang menggunung.Serta merta Panikov berhenti dan menjauhkan seruling dari bibirnya karena kaget. Dan kau tahu gadis kecil? Ayah menghendaki diriku tinggal di sini. Pernah suatu kali. izba itu didiami oleh seorang tua yang kurang lebih berpenampilan sama sepertinya. di bawah poster besar bertuliskan: "Hidup Tentara Merah". Ia tak pernah mengungkapkan alasan.com/abclit. Semuanya terkesan halal di balik sejarah.processtext. cepat-cepat ia meniupkan seruling dengan lagu-lagu kebangsaan negaranya. Ia berpaling memandangi Anna dengan mata yang sangat marah. Edisi 04/14/2002 SUDAH hampir lima tahun ia duduk di beranda izba1."Hey.html Post: 09/20/2002 Disimak: 123 kali Cerpen: Laban 'Nyonyo' Abraham Sumber: Kompas. mengapa sampai kembali ke desa kelahirannya yang terpencil kepada penduduk. dikelilingi hutan. Tanpa mereka udara desa ini akan semakin dingin. bertanya kepada Panikov tentang keberadaannya di desa itu. badannya dibungkus mantel yang sebagian lapuk dan terdapat banyak bolong."Panikov menaruh serulingnya.. Yang mereka tahu Panikov mulai terlihat di Izba-nya sejak ayahnya mati di tembak serdadu-serdadu dari kota.." Anna yang mencoba melanjutkan kalimatnya langsung dipotong oleh suara seruling Panikov yang menuju ke depan jendela. Orang di seluruh sudut desa memanggilnya Panikov si pemain seruling.com/abclit. bermantel lusuh.""Tapi. peot dan hampir rubuh itulah Panikov berselingkuh dengan alamnya yang penuh nada memuakan. dan semuanya dilegalkan sebagai bingkai peradaban hingga terseret sampai ke desa tempat tinggalnya sekarang.ABC Amber LIT Converter http://www. ayahnya tercinta. Lalu ia angkat bicara.html . Mereka tiba-tiba saja menjadi patuh. Banyak pembunuhan. kota yang sudah dua kali berganti nama.Yang sedikit berbeda mungkin si Tua tidak meniup seruling seperti Panikov. setiap kalimat selalu disambut dengan teriakan 'hidup revolusi'. kalian! Cepat! Cepat berkumpul di sana!" salah satu tentara menghardik serta memaksa ke seluruh orang desa yang ada di luar rumah dan menunjuk ke arah alun-alun desa.

. selanjutnya ia tiup seruling yang sedari tadi ia pegang dengan lagu yang sama saat ia meninggalkan gudang percetakan di kota lima tahun lalu. "Oh. memandangnya sesaat dan berteriak lagi. mengapa ayahnya ditembak..!!!"Saat itu musim dingin. Beberapa tentara memeriksa ke dalam setiap rumah di desa itu.. Panikov tak bergeming dari tempatnya semula.. ia hanya menyalakan sebatang lilin sehingga izba itu terlihat lebih gelap dari rumah-rumah yang lain di desa.com/abclit.. sementara itu lebih banyak dari tetangganya berkerumun di pekarangan rumahnya masing-masing untuk melihat apa yang terjadi di seberang sana. kota laknat! Kau kabulkan permintaanku! Terimakasih!"Panikov kembali memainkan serulingnya.ABC Amber LIT Converter http://www.. Kata orang desa. Seperti biasa. Sampai akhirnya Anna mendobrak pintu rumah Panikov. lalu berteriak. ayahnya ditembak di tengah alun-alun desa dan sampai sekarang Panikov tak tahu sebab. jika menginjak musim dingin Panikov lebih banyak diam di ruang tamu dengan sebuah jendela yang menghadap ke utara danau dan menggambarkan siluet sangat indah. Panikov keluarlah. Yang terdengar hanya bunyi seruling.. Panikov tak peduli. datanglah kemari! Akan kuberi kalian surga kemerdekaan!" Terus.Saat ini.html tentara.Malam semakin pekat dan Panikov belum lelah meniup serulingnya. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur. Anna langsung menghampiri Panikov. yach Panikov masih berada di dalam izba-nya. Anna". Tiba-tiba Panikov melihat dua mobil truk tentara melintas depan rumahnya dengan sorot lampu yang benderang. sadarlah. terlihat seorang tua tergantung di pohon besar di tengah alun-alun desa.Tak ada sahutan. diam dan hening. cepat lihat apa yang terjadi!"Panikov berhenti sejenak. Dirampasnya seruling Panikov lalu dilemparkan jauh ke tengah danau. hanya keluar nada tak karuan yang terdengar..! Di sebelah timur desa ada api.. Anna si gadis tetangga mengetuk pintu rumah Panikov sambil berteriak.. Tetap di depan jendela dan meniup seruling. Ia terus meniup dan meniup.html ."Brak.! Itu api... tentara bajingan! Oh.. ia tengah memandang danau tempat ayahnya dibenamkan. lalu diam lagi. Para tetangganya berhamburan dari dalam rumah dan berteriak. air matanya membeku akibat udara dingin malam. dan Panikov.. serta tak lupa meniup serulingnya. Ia memandang keluar melalui jendela kayu itu. tentara bajingan! Oh. berteriak dan meniup seruling-nya lagi.. Ia ikat leher mayat itu dan dikalunginya batu besar lalu dibenamkan ke dalam danau. "Persetan!" gumamnya...Menjelang pagi di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian. angin bergerak lebih lambat. Bila hari menjelang malam.Mereka tak mau lagi ditendangi seperti kejadian lima tahun yang lalu. Anna berteriak lebih keras. Panikov diseret. malam ini terasa dingin lebih ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.! Hey.!" Terdengar pintu rumahnya ditendang oleh para tentara dan langsung menggeledah isi rumahnya.Tidak seperti malam kemarin yang agak hangat. Kali ini ia sudah tak memainkan lagu kebangsaan negaranya. "Oh.Yach Panikov ingat. Panikov terus meniup serulingnya. kota laknat! Aku rindu kalian. tanpa mantel dan menggigil kedinginan. Sampai sekitar setengah jam kemudian di sebelah timur danau terlihat cahaya merah kekuning-kuningan. Di depan mereka. tentara itu menarik kerah bajunya hingga ke jalan berbatu depan izba. Sementara Anna sudah sepuluh menit yang lalu berlari ke luar menuju alun-alun desa mengikuti orangtuanya. Ia enggan ikut bergabung. Panikov tidak peduli.processtext."Api. meniup serulingnya.. indah menakjubkan. Ia menangis. namun tetap tak ada jawaban.. "Panikov! Panikov! Keluarlah Panikov! Ini aku.. Muka mereka pucat seperti hendak mati. Kadang-kadang ia berhenti sebentar untuk berteriak... mengikuti dengan tali melilit di leher dan beberapa lubang peluru terdapat di danau depan izba harta peninggalan ayahnya. dan terus ia meniup. kali ini tepat di samping telinganya. "Panikov.

Pani-kov tak peduli akan bau busuk yang menempel ke mantelnya dan seterusnya ia menangis di depan tubuh kaku sampai malam tiba. tak ada bubur gandum yang ia tunggu sejak sore tadi. giginya gemeretak. Ia terkulai lemas setelah membaca coretan yang tertulis di kertas itu. ia kembali melapor ke kepala distrik desa untuk meminta izin penggalian kubur ayahnya. begitupun juga terpampang jelas lubang di keningnya yang sudah terbujur kaku serta terlihat bercak darah di pakaiannya."Panikov! Jangan Panikov. Seorang tentara memerintahkan agar kerumunan penduduk desa dibubarkan. Ketika itu ia ada di St Petersburg bekerja di gudang percetakan negara. dengan tanda pangkat yang berbeda dari tentara lainnya. Sesampainya di desa. Sebatang kayu pun ia tak punya untuk dibakar dalam tungku. serta dua tubuh tergeletak ke tanah. gadis kecil itu mendekati mayat Panikov.."Dia pengkhianat!! Kalian tahu dia pengkhianat negara kita!" suasana tetap tak berubah. Ia tatap mata penduduk seperti hendak menerkam mereka. ia mengajukan kepada atasannya untuk berhenti bekerja dan kembali ke desa yang ia tinggalkan selama dua puluh lima tahun. telah mati ditembak para tentara bajingan dari kota. sedangkan tangan yang lain tetap menggenggam seruling.."Seketika itu tiba-tiba dari tengah-tengah penduduk yang 'dibariskan' berlarilah seseorang dengan senjata kecil di tangan. tapi toh. Dengan sadar diseretnya tubuh kaku ia sampai di dadanya. Anna. Siapa pun itu harus dihukum dan itu sama saja dengan pengkhianatan. dan meneruskan kalimatnya. lalu meniupnya sampai ia keluar gerbang gudang percetakan dengan lagu kebangsaan negaranya.html . Seketika terdengar teriakan seorang gadis kecil memecah kebekuan. dingin mencengkram kuat tubuhnya."untuk petani kecil ABC Amber LIT Converter http://www.Para tentara berdiri mengelilingi orang-orang desa.. Lalu memandang ke arah danau."Terdengar enam letusan senapan. Terdapat beberapa lubang peluru di tubuh itu. Panikov mati! Juga si Kumis Tebal.. ia bergumam..ABC Amber LIT Converter http://www.Ia menggigil."Tertulis lagi di bawahnya. karena tidak mempercayai kami! Negara! Kalian semua harus tahu itu. Ia berpikir mungkin Anna lupa berbagi dengannya. Saat itu juga. Anna mengambil kertas itu dan membawanya pulang bersama orangtuanya. Panikov tidak punya mantel lain untuk dikenakan. masih tetap hening. ia memeluknya.com/abclit.Selagi ia membereskan barangnya. Turgeyev namanya.processtext. "Kalian TAHU? Aku telah membuktikan bahwa ayahku BUKAN pengkhianat dan aku hendaknya tidak akan rela untuk mati membela pengkhianat seperti ayahku. malam ini kau harus menjemputku!"Pikirannya merawang teringat mayat ayahnya yang hanya seorang petani bekerja di kolkhoz2 dan pencari peat3 seperti umumnya para penduduk lain di desa."Ayah. Sambil mencoba menutupi bagian mantel yang bolong dengan tangan kirinya. Terlihat ada seorang tentara. Panikov kembali menggunduk lubang kuburan dalam keadaan kosong. Ia langsung menuju pada tentara berkumis tebal itu dan segera diarahkannya senjata itu ke mukanya.Panikov menangis melihat mayat ayahnya. ingatan terhadap ayahnya mengubur rasa lapar dan dingin malam itu. ia dapati seruling yang pernah diberikan ayahnya.com/abclit.. Mungkin negara tahu itu dan negara rela kehilangan orang TERBAIK-nya. Beberapa hari selang kematian ayahnya. Sambil menunjuk kepada mayat yang tergantung. ia dipanggil oleh kepala biro tempatnya bekerja dan menyodorkan selembar kertas padanya.processtext.Sesampainya di rumah dibacanya lembaran kertas kusam penuh darah itu. ia berdiri di atas batu dengan kumis tebal serta seragam yang mencolok. Keadaan semakin beku.html menggigit."Mencuri peat untuk kepentingan pribadi seperti lima tahun lalu adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Panikov beranjak pindah ke kursi di sebelah sudut yang dekat dengan jendela. 'si kumis tebal' lalu berteriak. Dilihatnya selembar kertas dalam genggaman tangan Panikov yang masih hangat itu.

Oktober 20011. pertanian kolektif pada zaman revolusi di Uni Sovyet3. para peziarah akan senantiasa memandang puluhan askar berkacak pinggang dengan angkuh dan waspada.html November 1936"Bandung. Mata Sunyi Perempuan Takroni Post: 09/20/2002 Disimak: 211 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas.Dan. Kalau tak percaya. Sesekali mereka menabrak orang-orang yang khusyuk berdoa. Melongok dengan mata nanar ke dalam makam. kecuali mendengarkan cericit merpati dan ratapan orang-orang yang khusyuk berdoa."Kalau sekadar memberi habbah kepada merpati."Bagai capung. buk! buk! buk. seakan-akan musuh dari Kampung Al-Aghwat bakal menyerang tiba-tiba. melesat ke pelataran makam Al-Baqi yang dipenuhi para peziarah. Bila sempat merekam berbagai peristiwa dengan mata hati. kepalamu akan penyok dan pantat bakal memar tak keruan.Tidak! Tidak! Polisi-polisi itu hanya menjaga gundukan makam para sahabat dan istri-istri Nabi.Mereka agaknya sangat terkagum-kagum pada kilau matahari yang menimpa sayap-sayap merpati dan gundukangundukan tanah kelabu padat itu. kalau berani menyusup ke dalam mereka akan memukul pantat dan kepala kita dengan pentungan.processtext. Edisi 04/07/2002 JERUJI pembatas makam Al-Baqi dari dunia luar masih jeruji yang itu-itu juga.processtext. Madinah yang terik masih menguarkan kilau matahari saat Zubaedah binti Musa menjajakan habbah di pelataran makam Al-Baqi. kau akan melihat sepasang merpati melintas dari Masjid Nabawi mencericitkan suara-suara aneh serupa zikir serupa masnawi." kata Zulaikha. Lihatlah. mari kita tanyakan kepada ibuku. apakah kita akan diusir juga?""Bukan hanya diusir."Meski begitu. Dihajar.com/abclit.html . anak-anak itu kemudian membentangkan tangan.ABC Amber LIT Converter http://www. pondok petani2.Seperti biasa merpati-merpati itu tak ABC Amber LIT Converter http://www. bahan bakar berwarna coklat untuk tungku sebagai penghangat selain kayu. Sesekali terjatuh dan mengagetkan para tetua Madinah yang melakukan jihad fisabilillah2 dengan cara membimbing orang-orang asing mengungkapkan ucapan selamat dan doa kepada para penghuni makam. perempuan hitam kecil yang tengah mencengkeram jeruji itu kepada perempuan kencur lain. Mereka bahkan tampak seperti robot-robot santun yang tak memiliki pekerjaan lain.com/abclit. mereka tak berani mengusir ratusan merpati yang mematuki butir-butir habbah1 yang ditebarkan para peziarah.

"Ayolah. Karena itu dengan gerakan zig-zag menawan. Kau tak perlu menangis dan meratap sepanjang waktu di gundukan-gundukan tanah yang dimuliakan oleh orang-orang Madinah. Keinginan perempuan kencur itu hanya satu: memberikan sebanyakbanyak habbah kepada ratusan merpati yang mengepak-ngepakkan sayap di atas gundukan-gundukan makam. kau tak perlu memasuki makam keramat. Anakku.html langsung meliuk ke pekuburan bertembok indah kukuh itu.Dengan cetakan dia berusaha meraih tangan Zulaikha yang telah meninggalkan teman sepermainan. dan para peziarah yang taklid kepada adat. Mereka tak tahu betapa sesungguhnya Zubaedah sedang berjuang menghentikan lesatan anak panah yang jika berhasil menyusup ke makam bakal melukai keyakinan jutaan orang."Ampunilah Anakku.AKU pun sesungguhnya ingin sepertimu. Anakku.processtext. Tetapi Zulaikha telah meluncur serupa anak panah. Sebagaimana Bilal. Dengan membentangkan sayap yang berkilauan. ya Allah! Ampunilah anak yang tak mengerti teladanmu. Anakku.OHO.processtext. tak perlu kau risaukan asalABC Amber LIT Converter http://www. perempuan kencur yang dipungut Zubaedah dari lorong pasar Madinah yang riuh dan tak pernah tidur. Kau hanyalah gema dari bunyi hoekkk dan plok dari kotoran tenggorokan yang membentur lantai marmer pelapis keindahan pelataran makam Al-Baqi yang kini telah dikepung pasar emas dan puluhan hotel mewah. Matanya yang jernih mendadak melesat ke kerumunan para peziarah dari berbagai bangsa yang tengah berdoa dan meratapkan berbagai kosa kata aneh di hadapan gundukan tanah tanpa kijing atau nisan-nisan indah itu. sebagai orang Takroni. Anakku.Para peziarah-yang kebanyakan berjalan menunduk sambil melantunkan zikir-tentu saja kaget melihat perempuan buta terhuyung-huyung meneriakkan ratapan dalam bahasa Arab yang kacau. tak puas mendengar jawaban itu.. menendang tampah habbah. merpati-merpati itu tafakur dan menyelimuti dinding gua? Bukankah mereka telah menjadi perisai bagi ajal Nabi?Karena itu. wahai Anakku yang malang.. Apalagi kau perempuan. telah berkali-kali kukatakan kepadamu. dia meliuk. menyusup. Zulaikha telah jadi anak panah yang diluncurkan dan busur buta.com/abclit. Dan. Apalagi kau hanya orang Takroni. mereka menukik persis di kedua tangan Zubaedah untuk kemudian mematuk biji-biji habbah yang sengaja ditebarkan di pelataran makam oleh perempuan Takroni3 bermata buta itu. Kita berikan habbah yang tak terjual kepada merpati-merpati itu. Anakku! Jangan masuk!" teriak Zubaedah sambil berlari. Ingin sebanyak mungkin memberikan habbah kepada ratusan merpati yang konon melindungi Nabi saat dikejar-kejar orang-orang kafir di Jabal Sur. dan terus berlari ke bibir pintu makam. berlari menyusup ke retusan peziarah yang memenuhi pelataran makam berasitektur Arab itu. memberi makan mereka sama saja memberikan cinta tak habis-habis kepada Kanjeng Nabi. mengapa kita tak boleh memberikan makanan kepada merpati-merpati yang kemruyuk di makam? Mengapa hanya yang di pelataran yang boleh diberi makanan?""Karena itu perempuan. kita masuk ke sana."Ibu."Zulaikha."Mendengar ajakan yang tak disangka-sangka. Zubaedah langsung berdiri tegak. Bukankah bersama laba-laba yang terus merajut sarang. Ibu. dan menabrak orang-orang yang bergegas memasuki pintu pekuburan. hanya para lelaki yang diperbolehkan menyusup hingga ke pusat makam.Sayang sekali.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. pria indah yang menyeru-nyeru nama Allah dalam nada paling indah. ibarat air kita bukanlah zamzam. kau hanyalah dahak yang ditumpahkan dari langit hitam yang sedang batuk."Jangan.html . Jika hanya ingin berbagi rasa cinta. ya Rasul!" Zubaedah berteriak lagi. ratusan keluarga raja. Sepasang merpati yang mungkin takjub menatap perempuan hitam ber-abaya4 hitam itu terkejut sehingga sayap-sayapnya berkepak dan menimbulkan keriuhan yang mengagetkan para peziarah.Dan.

termasuk pedagang tasbih. Ibu bahkan hapal gradasi warna emas di sekujur pintu."Apakah Ibu pernah merasakan keindahan Masjid Nabawi?" tanyamu polos saat itu. Jangan. tak meratapi peristiwa duka nestapa itu. aku dilahirkan sebagai aku. "Sudah kubilang."Sebagaimana Nabi. perempuan yang seindah dan secantik buah zaitun-selalu memprotes pendapat Ayah."Sejak itu tak seorang pun. Ibu malah bisa menghitung berapa lampu yang menebarkan cahaya indah di menara dan berapa ukiran serupa bunga yang menghiasi kubah-kubahnya."Ya.html usulmu. kali pertama aku mempertanyakan perbedaan kulit hitamku dari kemolekan kulit anakanak pria-pria Madinah yang ingin bermain-main bersamaku di lorong-lorong pasar-yang sayang selalu dilarang oleh orangtua mereka-itu. tetapi tak tahu betapa Ka'bah diselimuti kain hitam bertabur benang emas. mempertanyakan asal-usul kebutaanku. aku benar-benar buta.ZUBAEDAH sesungguhnya tak pernah menceritakan penyebab kebutaannya kepada siapa pun. "Tuhan yang Maha Melihat telah Engkau butakan mata anakku. Aku tak akan marah.""Jadi. Aku takut kau akan mengikuti jejakku. ABC Amber LIT Converter http://www."Maryam-ibuku. dan habbah Madinah hanya layak dipatuki merpati-merpati yang tak pernah berkurang dan bertambah sejak Nabi gesang dan senantiasa menangis sesenggukan di pekuburan para sahabatnya itu. berilah anakku cahaya hati yang paling terang di tengah-tengah kegelapan yang senantiasa menguntit kehidupannya. kau tahu Anakku. menerima segala peristiwa kehidupan sebagai amanat atau bahkan sebagai cinta Nabi dan Allah kepada umat-Nya. jangan usil. engkau dilahirkan sebagai engkau. raja disebut sebagai tuan.html . Dulu aku sering menangis dan berdoa tak kunjung henti di taman surga itu. "Engkau memang buta. sebenarnya aku tak sanggup lagi meneruskan ceritaku.. Ayah tak menganggap kebutaanku sebagai kutukan. Meski demikian. Anakku."Bahkan kau akan buta jika berani mempertanyakan mengapa gunung disebut sebagai jabal. Ibu juga paham segala warna yang menghiasi raudah6 Nabi. memberondongku dengan pertanyaan polos yang mendesak dan menikam. "Engkau hanya tahu Hajar Aswad berwarna hitam. sebagaimana pria Takroni lain.com/abclit. kita adalah tinja yang mengotori keindahan istana para raja. Hanya engkau.com/abclit. wahai Anakku. Jangan mempertanyakan apa-apa. Tak kepada ayah atau ibunya.. ibu pernah melihat segalanya. pada usia yang sedang mekar. telah Engkau minta kembali segala keindahan cahaya Madinah dari matanya. Saat berbeda pendapat dengan Ibu." begitu kata Musa bin Zakaria. Tetapi engkau akan jadi mawar Madinah. dan siwak5 yang berjejal-jejal di sekujur tubuh pelataran makam mempertanyakan kebutaanku.Entah karena bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai perempuan Takroni atau disebabkan oleh penyakit keturunan atau hal lain. yang pada malam sunyi yang menggigilkan lorong-lorong jalan." ujar Ayah yang mengaku sebagai putra imigran asal Nigeria. ayahku. Akhirnya kau pun tahu mengapa perempuan seperti aku harus dibutakan. Aku tak akan marah. Ayah sangat memuliakan perempuan. Ibu pernah melihat segalanya?""Ya." Menjelang Ayah meninggal."Sampai pada kata-kata itu. sebagaimana Ibu.. Ibarat benda yang senantiasa dinajiskan oleh orang lain. dia tak pernah menampar atau memarahi perempuan molek yang amat dicintai. Ketahuilah Anakku. Jangan melihat yang tak pantas dilihat. Apalagi kepada Zulaikha. Ayah.processtext. Tetapi Engkau Yang Maha Memberi. Anakku. ya Allah. Dia. kerudung.""Mengapa Ibu kemudian buta?""Mungkin karena Ibu telah melihat sesuatu yang tak pantas dilihat oleh seorang perempuan.ABC Amber LIT Converter http://www.Dan. Bilal dilahirkan sebagai budak. dia berdoa.. Engkau hanya tahu para peziarah mengenakan ihram putih.Menjelang aku remaja Ibu bilang. Tetapi kau tak tahu Nabi juga memuliakan Bilal nenek moyang kita yang rupawan.processtext. bahkan segala yang tak pantas dilihat oleh manusia. Tetapi kau terus mencerocos.

seakan-akan mengajak Zulaikha meninggalkan daerah pertempuran. camkan nasihatku. Lalu segalanya menggelap. siang itu merpati-merpati di atas gundukan makam tampak kelaparan. salat di masjid Nabawi. sebelum pingsan. Tetapi. bercanda dengan merpati-merpati. Mereka menukik ke arah Masjid Nabawi. Zubaedah merasa sang ajal sudah mengintip. 2002 Catatan:1) Habbah adalah sejenis gabah. sekalipun engkau ingin mati dan dikubur di dalamnya.Alhasil. Makin sedikit peziarah yang memberikan habbah kepada mereka. dia membayangkan para polisi menggebuk tubuh mungil Zulaikha.html Karena terpesona pada cerita Musa bin Zakaria tentang keutamaan mati di Madinah.processtext. apa yang diburu perempuan keturunan budak ini?" ujar seseorang lagi sambil menginjak dada. Puluhan."Ya. melambai-lambaikan sayap. Anakku. Dia menyangka perempuan kecil itu nekat melawan puluhan askar yang berkacak pinggang di dalam makam. Kita tak mungkin jadi warga negara kerajaan sampai kapan pun. Jadi. "Mati di Madinah memang baik. dia mengingat-ingat petuah ayahnya.ABC Amber LIT Converter http://www.Zubaedah tersadar dari pingsan yang panjang setelah azan subuh dari Masjid Nabawi melengking-lengking. perempuan buta itu. Anakku.Tetapi. ratusan merpati yang kemruyuk di gundukan tanah kelabu (o jelmaan malaikatkah mereka) tibatiba melesat di atas kepala perempuan kecil itu. Cahaya lampulampu Madinah yang berkilauan hilang dari pelupuk mata.Karena itu.ZULAIKHA masih termangu-mangu di bibir pintu makam. Pegangan Zubaedah terlepas. terhuyung-huyung menabrak benda apa pun di hadapannya. kalau kau mati di sini Nabi akan memberikan surga.com/abclit. Apa yang akan dia curi dari pekuburan!" teriak seseorang. dan sesekali meneriakkan kata-kata fisabilillah kepada para penziarah agar diberi satu atau dua riyal. masya Allah. Dia tak bergegas melesat ke dalam makam karena mendadak ingat cerita Zubaedah tentang cahaya mahaterang yang senantiasa menyelimuti makam Al-Baqi."Sudah! Sudah! Tinggalkan saja dia di sini!"Lalu suara orang-orang kekar itu lenyap." pikir perempuan yang sedang mekar itu.Dan Zubaedah.com/abclit. Malaikatlah yang menghalang-halangi? Entahlah! Yang jelas. Sial! Belum sampai menginjak bagian dalam makam."Waktu itu. mendadak sebuah tangan kekar menarik abaya Zubaedah.Sambil berjingkat pelan-pelan. Hanya bunyi sepatu lars menyusup dari kejauhan. Para penziarah makam Al-Baqi dianjurkan memberikan makanan itu kepada ratusan merpati yang senantiasa kemruyuk di kompleks pekuburan ABC Amber LIT Converter http://www. *Hotel Sanabel Al Madina. Bagian belakang kepala membentur lantai marmer.html ."Cahaya terang yang berkilau dari sayap malaikat akan membutakan matamu. "Kalau bisa matilah di Madinah. malam itu dia menyusup ke makam. dia mendengar suarasuara orang-orang kekar menyumpah tak keruan. tidak-tidak. Zubaedah pun mulai merayap mendekati pintu makam."Zulaikha hanya tahu untuk mati di Madinah dia harus setiap hari menjual habbah di pelataran makam. Jangan pernah masuk ke makam.processtext."Ibu! Ibu! Lihat! Mereka tak mau mati kelaparan di makam!" teriak Zulaikha kegirangan. namun akan lebih baik jika aku bisa mati di makam Al-Baqi. Makin sedikit perempuan-yang biasanya mengasihi dan menyayangi binatang-mendekat ke makam. Sebagai orang Takroni hidup kita di dunia memang tak segemerlap orang-orang Madinah. Dia terjengkang. Madinah Munawarrah. lihatlah! Zulaikha masih tetap termangu di pintu makam."Dasar Takroni. Dia menyangka Zulaikha akan mengikuti tindakan konyol yang pernah dia lakukan sebelum kebutaan menyergap dan memenjara.7 Tetapi. Malam menyelimuti sekujur tubuh yang dililiti abaya hitam itu sehingga tak seorang pun melihat sesosok bayangan memanjat jeruji makam. karena diserang demam tak berkesudahan. jauh sebelum menggapai pintu makam. Menyumpah-nyumpah dengan kata-kata kotor dan menganggap para perempuan Takroni sebagai budak yang tak tahu aturan.

Ia masih sempat mengantar anak-anaknya ke sekolah." Wayan Kroda menuturkan keputusan banjar tersebut bukan tanpa alasan. Namun. Meski masih berusia belasan tahun.Sore itu juga Susila berangkat naik bus dari Terminal Pulo Gadung Jakarta ke Denpasar.6) Raudah disebut juga sebagai salah satu taman surga. Jadi. Edisi 03/17/2002 KETIKA mendengar kabar ayahnya meninggal Susila tidak kaget. Sebuah area antara mihrab dan makam Nabi Muhammad. Waktu itu tahun 1971. Susila memang sudah punya rencana untuk pulang kampung besok pagi. Ia hanya berpikir bagaimana secepatnya tiba di Banjar Sari. "Kasar dan kejam.com/abclit. ketika Susila mendatangi rumahnya pagi hari.3) Takroni merupakan sebutan bagi imigran Afrika yang tak mungkin kembali ke tanah asal. I Raneh." pikirnya. Para tetua Madinah mendoakan orang asing antara lain untuk mendapatkan belas kasih dari penziarah.html .html tersebut.4) Abaya: pakaian khas sejenis mukena yang dikenakan para perempuan Arab. Semasa hidupnya I Raneh dianggap selalu membangkang terhadap kesepakatankesepakatan yang diputuskan adat. Wayan Kroda masih ingat ketika I Raneh menentang adat yang telah memutuskan untuk mencoblos Golkar. Gianyar. Rumah Makam Post: 09/20/2002 Disimak: 216 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. ia benar-benar jadi kehabisan alasan. ayah Kroda. "Ini sudah hasil dari keputusan paruman banjar. sembari menunggu istrinya mendapat cuti dari kantor.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.2) Jihad fisabilillah adalah anjuran berderma. I Kleteg yang menjabat sebagai kelihan adat ABC Amber LIT Converter http://www. Mangku. warga banjar tetap memperlakukannya secara tidak hormat.Sepanjang perjalanan terbayang perlakuan keji dan tidak adil yang harus diterima ayahnya. Meski ia tahu suasana tahun baru akan membuat penyeberangan Ketapang-Gilimanuk padat.7) Riyal:mata uang resmi Arab. menelepon lagi.5) Siwak kayu lunak yang difungsikan sebagai pembersih gigi. saat sepupunya. Kabar dari Mangku benar-benar membuat emosinya campur aduk. tapi ia merasa tak diberi pilihan lain. Bahkan. jangan salah paham. Kira-kira satu setengah jam perjalanan lagi ke arah timur Kota Denpasar.processtext."Susila!" kata Kelihan Adat Banjar Sari Wayan Kroda. namun juga tak mungkin jadi warga negara Kerajaan Arab Saudi.com/abclit. Bahkan sampai tubuhnya menjadi mayat. Saya beruntung tersesat ke makam itu saat melaksanakan ibadah haji belum lama ini. siang hari menjemputnya kembali.

Luh. Bagaimana mungkin seorang bekas pejuang melawan Belanda. Susila tak mungkin lagi mengikuti kegiatan-kegiatan adat. hingga membuatnya pantas menerima sanksi berat. "Jika hotel-hotel itu masih mengangkut kita dengan truk. Perdebatan-perdebatan macam itu akhirnya berakibat pada pengucilan keluarga I Raneh. Sempat terlintas dalam pikirannya membawa jenazah ayahnya ke Denpasar untuk dikremasi. lain rasanya kalau nanti main di depan turis asing. "Luh. dianggap tak hirau lagi pada kewajibannya selaku warga banjar. bahkan digunakan untuk menghantam orang-orang yang tidak disukai. Wayan Kroda terdiam.html .ABC Amber LIT Converter http://www. Ia merasa sudah susah payah mencari hubungan ke ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar agar kelompok Cak Banjar Sari bisa main di hotel. karena darahnya tumpah di desa pusat kerajinan itu. dendam turunan. karena ia bukan anggotanya. Tetapi. Itu kebanggaan. Ayah mereka harus mendapatkan penguburan dengan upacara yang layak sebagai seseorang yang pernah berjasa. Jangan dibiarkan liar begitu. Meski telah kena sanksi adat. hanya karena ia tak ingin melihat Banjar Sari ABC Amber LIT Converter http://www. bagaimana ayahmu menghasut warga hingga Golkar hampir kalah di Banjar kita ini. bahkan sampai jenazahnya!" potong Susila. itu pasti melalui berbagai prosedur yang rumit dan memakan waktu. Kebetulan keempat anak I Raneh pergi merantau ke luar Banjar Sari.. Apa yang pantas dicemburui dari keluargaku?"Susila terus membatin di sisi jenazah ayahnya.!" Wayan Kroda memanggil anak perempuannya dengan suara keras. sampai menjadi mayat pun tetap diperlakukan secara hina. Padahal." ungkap I Kleteg.com/abclit. hasil pentas itu sebagian besar dinikmati para brooker seni itu.processtext." tegas I Raneh sewaktu masih hidup.""Sepanjang hidup. "Kamu tentu masih ingat juga. Sebagai kelihan adat wajah I Kleteg seperti ditampar di depan warganya sendiri. seluruh keturunannya. Sejak tinggal di Jakarta. Sementara saat yang baik untuk penguburan tinggal tiga hari lagi. ide itu dipatahkan oleh ketiga adiknya. berarti jalan buntu. Seekor babi tiba-tiba merobohkan pohon pepaya di halaman rumahnya. sampai tua ayahmu tak pernah berubah juga. Karena tinggal jauh. Larangan melakukan upacara jenazah di kuburan adat Banjar Sari. Warga menilai dosa I Raneh selama hidupnya sudah terlalu banyak. keluarga I Raneh dianggap perusak tatanan adat yang ada.. Tetapi. Ongkos tidak penting! Selama ini kita hanya pentas di desa-desa. "Ikat babinya. Wayan Kroda sejak lama mendiskreditkan keluarganya. kita tidak akan mau pentas. Ia hanya memakai tangan adat untuk membalas rasa dendam ayahnya kepada ayah Susila. Susila mau tak mau harus melepaskan keanggotaannya sebagai warga adat Banjar Sari. Selain menghasut warga menentang Golkar. Raneh juga pernah melarang kelompok seni Cak Banjar Sari untuk pentas di hotel-hotel di Nusa Dua kalau tidak dihargai secara pantas. Ia ingat di Pemakaman Mumbul ada krematorium milik umat Budha. Ia tahu. Banjar adat lain tak mungkin menerima jenazah I Raneh. Sikap keras yang ditunjukkan I Raneh selama ini. Tuntutan profesi membuatnya harus pindah. Saya juga akan mundur dari kelompok kalau hotel tidak membayar kita dengan harga tinggi. Ini hanya dendam pribadi. Batang pepaya itu menjulur sampai ke teras di mana Kroda dan Susila sedang bicara. "Bagaimana ini bisa terjadi? Adat dibikin begitu kaku. aturan di Banjar Sari mengharuskan ia tetap sebagai warga adat.com/abclit. Sampai kini.. "Bisa pentas di hotel berbintang saja sudah luar biasa. Tetapi. Kalau toh diizinkan.processtext. Dendam Kroda. Nanti kamu kena denda!"HASIL paruman adat memutuskan melarang penguburan ataupun pembakaran jenazah I Raneh di kuburan milik banjar. Sejak zaman I Kleteg sampai Wayan Kroda menjadi kelihan adat. saya tidak pernah menilai ayah saya berbuat salah.. termasuk Susila..html di Banjar Sari. I Raneh tetap berpendirian bahwa dosen-dosen ASTI itu telah meracuni otak I Kleteg.

" Wayan Kroda tak segera menyahut. "Bli." kata petugas itu. Meski harus mengorbankan harga dirinya. Perkara di mana jenazah itu dikuburkan. Tetapi. Itu mutlak urusan keluargamu. dendam itu barangkali akan tetap melekat sampai cucu-cucu mereka kelak. untuk kesekian kalinya Susila mendatangi rumah Wayan Kroda. hari ini hari terakhir untuk melangsungkan upacara penguburan atau pembakaran jenazah. Sesungguhnya banyak warga bersimpati pada keluarga Susila. tak pantas ia berlaku begitu kepada warganya. sikap itu dianggap merugikan I Kleteg dan sebagian warga. Padahal. Aturan adat disepakati untuk menciptakan harmoni tatanan warga. Hanya beberapa kerabat jauh yang turut menyertai Susila menjaga sosok tubuh ayahnya. Pengetahuan itu satu-satunya warisan ayahnya yang masih ia jalankan.ABC Amber LIT Converter http://www. "Tamu itu sangat penting. Sebagai kelihan adat. Paling tidak harus menunggu seminggu. Susila sangat menghormati perhitungan dewasa itu. Perundingan dengan ketiga adiknya tidak menemukan jalan keluar. Jangan datang lagi kepada saya. Ia me-rasa rasa benci senantiasa mendatangkan pikiran sesat. Kalau kamu mau sanksi itu diubah.processtext.TEPAT seminggu jenazah I Raneh terbaring.com/abclit.. ia berharap menemukan jalan keluar hari itu juga. Mereka juga takut terkena sanksi: turut dikucilkan!Menurut perhitungan dewasa. Mereka secara bisik-bisik mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan sanksi adat itu.html . kali ini hampir merusak seluruh tanaman di halaman rumahnya. tetap saja warga tak berani datang untuk sekadar mengucapkan rasa simpati atau turut berduka cita ke rumah Susila. sekarang hari terakhir dalam perhitungan dewasa untuk melaksanakan penguburan. Saya atas nama ayah dan seluruh keluarga tetap meminta agar sanksi adat dicabut. agar kami bisa menguburkan jenazah ayah. Bahkan. Tapi. niat itu ditepisnya. kalau menyangkut penemuan jenazah.processtext. "Barangkali saya bisa dipertemukan dengan pimpinan lain. Tetapi. Itu pun belum tentu bisa langsung menghadap. Ini soal penting dan sangat mendesak. Wayan Kroda sedang disesatkan rasa bencinya. Susila tetap menganggap bahwa sanksi adat itu sungguh tidak adil terhadap ayahnya. ini keputusan paruman adat. Bapak harus mengajukan surat permohonan dulu." ujar petugas lelaki itu. Selama itu tak seorang warga banjar pun yang datang menjenguk. Mereka umumnya mengatakan ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. Susila merasa percuma berunding dengan orang yang memendam rasa dendam turunan. Bukan. Saya tidak bisa mengubahnya sekehendak hati. Wakil atau siapa sajalah. Kakak beradik itu hanya bisa meratap di sisi jenazah ayah mereka. setiap dimintai pertimbangan rata-rata mereka tak punya jalan keluar. Tak mungkin bisa ditanggungkan oleh sesosok jenazah. Lagi-lagi ia berteriak memanggil anak perempuannya agar segera mengikat babi itu.Pagi itu juga Susila berangkat ke Denpasar dengan maksud menemui Gubernur. Jadi. Namun. agar jenazah ayahnya tidak terkatung-katung.html dieksploitasi untuk kepentingan politik dan modal. bikin saja surat dulu.com/abclit. seperti yang biasa terjadi wakil rakyat pun akan menampung keluhannya lantas dirundingkan dulu dengan eksekutif.""Semua pimpinan juga sedang mendampingi Bapak. dijadikan alat untuk menekan dan menghukum orang-orang yang berseberangan secara pribadi.Sempat terlintas dalam benak Susila untuk mendatangi Pimpinan DPRD. Ia melihat babi peliharaan istrinya tetap liar. Bahkan." tiba-tiba kata Wayan Kroda dengan tekanan suara keras. Kendati sudah lama tinggal di kota seperti Jakarta. bukan lagi urusan adat. mintakan kepada seluruh warga. Seorang petugas protokol memberitahu bahwa Gubernur sedang sibuk menerima tamu dari Jakarta. SANKSI ini terlalu berat.. seseorang yang dituakan dalam adat. harmoni warga dengan makhluk lain di sekitarnya."Sudah berapa kali pula saya katakan.""Lebih baik berurusan dengan polisi.. Ia tahu pasti. Bahkan.""Ini soal jenazah! Jadi. saya harap bisa bertemu Gubernur.

Ketika melewati pintu depan.Saat hendak mengisi kembali bongkahan es ke dalam peti itulah. Perbuatan Wayan Kroda dianggap sudah keterlaluan: terhadap jenazah pun ia tak urung berbuat keji.Kelihan Adat : Tetua AdatParuman : RapatDewasa : HariBli : Kakak Lelaki. Jangan pikirkan lagi soal sanksi adat itu. "Ia keberatan. Tetesan air di bagian ujung peti menandakan es di dalamnya terus mencair.ah. Ayo semua berdoa. Dalam peti sosok tubuh I Raneh membeku. Sebagai orang yang lama merantau.. Wayan Kroda dituding menjadi otak pencurian jenazah. Asap itu berpadu dengan kepulan asap puluhan dupa dari altar di sebelah kiri jenazah.html penyelesaian upacara jenazah sangat tergantung pada banjar adat.. "Tapi.html . makin lama jenazah berada di rumah. Saat itulah secara bersamaan terjadi perubahan dalam cara berpikir dan pola prilaku masyarakat. tidakkah kalian ingin mendoakan agar ayahku tenang? Ayo. Mereka ingin menuntut keadilan. Pagi itu juga Wayan Kroda menggelar paruman warga adat. "Inilah rumah makam yang saya bikin untuk ayah. Kabar tentang Susila membuat rumah makam di halaman rumahnya tersebar cepat. bukankah bau tak sedap itu bersumber dari dalam rumahnya sendiri?" kata yang lainnya lagi. Tubuh lelaki berusia 78 tahun itu mengeras seperti menjadi satu zat dengan tulang. Di dalam rumah itu terdapat gundukan yang baru saja digali. Di luar gerimis menghantarkan suasana makin cepat jadi gelap." Susila memanggil ketiga adiknya sembari membagi-bagikan dupa. akan mengubah kondisi sosial dan ekonomi.. I Kleteg serta Wayan Kroda merupakan pion-pion pembawa kehancuran di Banjar Sari? Mereka hanya mementingkan keuntungannya sendiri dengan berdalih menjaga keutuhan adat. ABC Amber LIT Converter http://www. Sebelumnya ia begitu yakin bahwa serbuan dunia modern menjadi satu-satunya penghancur tatanan adat di Banjar Sari..! Ayo duduk dan berdoa. Pagi hari kegemparan melanda seluruh Banjar Sari.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit. bisa berbuat apa kita ini?" kata seorang kerabat Susila. Ia berbaring di dekat ayahnya.com/abclit. Meski jumlahnya tak begitu banyak para kerabat itu sepakat untuk mendatangi rumah Wayan Kroda. Susila berpikir bahwa adatlah yang selama ini menjadi benteng terakhir di banjar dari berbagai gempuran kehidupan modern. Beberapa kerabat lain menuduh bahwa warga adat makin berbuat kejam.. "Jadi. Susila sama sekali tak menduga begitu mudahnya warga adat dihasut untuk berbuat keji. Seluruh cairan tubuhnya pelan-pelan larut ke dalam tetesan bongkahan es. Ia tarik napasnya dalam-dalam lalu diembus seperti melenguh. Mereka merembugkan sanksi baru yang harus ditimpakan kepada keluarga Susila.processtext. * Keterangan: Banjar : Komunitas masyarakat adat." kata seorang kerabat liannya. Penyelesaian cara inilah yang rupanya tengah diinginkan oleh Wayan Kroda. bau tak sedap makin merayap ke rumah-rumah warga. mengapa masih bengong. seorang kerabat tiba-tiba berteriak mengatakan bahwa jenazah I Raneh hilang. kalau banjar adat mengenakan sanksi.... Tindakan Susila dianggap telah membuat desa kotor." Susila mengembuskan asap rokoknya jauh-jauh. Ada sesak dalam dadanya. Pertanyaanpertanyaan seperti itu makin membuat kusut pikiran Susila.. Ia ingin mengeluarkan seluruh sesak yang memenuhi rongga dadanya. para kerabat itu dikagetkan dengan ratapan Susila di sebuah rumah kecil di halaman. Bergulung-gulung mencucuk langit-langit rumah.. Derasnya arus modal yang membawa peradaban baru. Selain itu warga juga merencanakan menggelar upacara pembersihan desa. "Dan. aku diam-diam membuatnya. Sewaktu kalian lelap.

tidak ubahnya plasenta dan bayi dalam rahim seorang ibu. Dia kurang tidur. Perangkat medis itu. Menampungkannya. langkah-langkah mendekat masuk ruangan. Ditambahnya air panas dari termos ke dalam panci. Pintu dibuka. Menampung muntah. Apakah aku harus berbohong?"Aku tak menyalahkannya.com/abclit. Dia berulang kali tersentak dari tidurnya karena sentakan liar yang kulakukan. Datangnya waktu. Mula-mula langkah dalam muatan kantuk seorang wanita gemuk mendekat bersama suara roda bergelinding melindas celah lantai keramik yang renggang. diiring doa sanak keluarga. Menjaga jarum infus supaya tidak terlepas dalam mengigauku yang meronta. Mengambil pispot. masuk ke dalam urat nadi mereka. Air kehidupan yang tak berhenti menetes. terbaring dalam rahim waktu. tubuh yang terbujur dalam sekat-sekat kain pembatas.ABC Amber LIT Converter http://www. ruang bersekat tirai satu setengah kali dua meter. yang datang dari luar dirinya. Aku sekarang adalah bayi itu. Dari sebelah menyebelah terdengar bunyi air diperah dari handuk. Dia memang tegang.com/abclit. Edisi 03/10/2002 MEREKA menggantungkan tabung infus di tiangnya. Menyuruh mengeluarkan mobil. Dan terus menerus menangisiku yang diusung para tetangga ke dalam mobil. Banyak faktor yang dipikirkannya. Tiap hari kau selalu bilang mereka adalah sahabat-sahabat dekatmu. Dia berteriak-teriak menyuruh mobil dipacu lebih cepat supaya bisa lebih awal tiba di rumah sakit. Langkah dan gelinding roda itu terhenti sesaat. Dia lelah. terdengar bunyi panci bersinggungan dan suara air diciduk dari dalam bejana dan dituangkan ke dalam panci. Dia duduk memangkuku di bangku tengah dan terus-menerus dalam keadaan tegang menghadapi jalan yang macat. Dia memang benar-benar lelah.processtext.processtext.Istriku datang saat air di panci itu telah dingin. dari waktu ke waktu. datang pula mereka dalam urutan yang sama. Mencelupkan handuk kecil. di sisi tempat tidur. Menyuapiku. Dia menjerit dan berteriak-teriak membangunkan anak-anak.Waktu terus bergeser.html . Di bawah tabung.html Sedang Tidak Menunggu Tuan! Post: 09/20/2002 Disimak: 297 kali Cerpen: Hamsad Rangkuti Sumber: Kompas. setiap hari. ABC Amber LIT Converter http://www. Dia terus menerus menungguiku. Meneteskan madu ke dalam mulutku. memerahnya dan mulai melap tubuhku. Dia yang membangunkan anak-anak ketika mendapatkan aku tersungkur tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Membuangnya ke kamar mandi. Pagi tiba juga seperti biasa. Aku maklum kalau akhirnya dia bereaksi seperti itu. didorong ke bawah tempat tidur."Ada telepon? Siapa yang mau datang menjengukku?""Tiap hari kau bertanya seperti itu. slang pengantar cairan bergantung terayun-ayun seperti tali pada tiang bendera. Tiap hari kau menanyakan orangorang yang kau kira memperhatikanmu. Pantat panci bergeser di lantai.

Harusnya Tuan tak datang. Direntangkannya tangan sebagai awal pelepas rindu. Akhirnya tiba juga saat itu."Aku datang!" kata suara itu.""Tolonglah.""Tinggalkan segala urusan tetek-bengek dunia. Dunia kehidupan akan diurus dunia kehidupan. Abangmu. Kita seperti burung pemakan ulat. Ayolah mendekat. Mendekatlah. Angin malam yang lembab. Jangan sekarang. Tuan. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu.processtext. si Abdullah.ABC Amber LIT Converter http://www. Sudah cukup waktu dunia menjadikan kau manusia pekerja. menjepit ulat-ulat itu dengan ujung bambu yang diraut runcing seperti paruh. Kupu-kupu terbang meninggalkan telur di daun-daun yang muda.Aku tercebur ke dalam lautan hijau pucuk tembakau itu."Siapa Tuan?""Yang datang diakhir kehidupan. Saya tidak tahu untuk berbuat apa. ibu. Terlalu banyak yang membebaninya. menunggu para pembeli yang pulang larut malam. lubang untuk jalan berpindah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Kau bekerja telah terlalu lama. Mereka tidak membawa ibu ke dokter. Mari. mengurus segala yang remeh temeh dunia. Tidak sekarang. Dia muda. Saya sedang tidak menunggu Tuan. menyibaknya. kau telah bekerja. Berakhir dengan tiba-tiba di hamparan kebun tembakau.""Tetapi. Ini takdirmu.processtext.html Dan tak pernah lupa menuntunku menyebut Allah. Menulis tentang kita dan ulat daun tembakau dalam sebuah novel. anakku. Sebelum mencapai usia sekolah. Kau masih kelas enam sekolah rakyat.html . Kau sudah cukup lelah. tidak mereka cegah. Seluruh mata memandang adalah lautan hijau daun tembakau. Kau dan ibu berjalan berkilo-kilo meter sejak subuh dan ketika matahari sepenggalah kita telah sampai di sana. Hentikan omong kosong itu. Terbang dari daun ke daun. ABC Amber LIT Converter http://www. si Choliq. Ibu datang menyongsong dari kejauhan. Sekarang adalah saatnya bagimu. Dan itu pulalah penyebab ibu menjadi lebih cepat meninggalkan kami."Sekarang sudah tiba saatnya kau datang. Ujung telekungnya terseret menyapu pucuk-pucuk daun. Kau sudah lelah. siapa di sana? Ayahmu. saya masih belum menuliskan semua itu. Masih banyak yang harus kukerjakan. Melayang bagai kapas dalam tiupan angin kencang. Masuk ke dalam liang cahaya yang dalam. Dia memang lelah. Lihat. Tetapi ketika itu saya masih kecil. Lebih muda dari aku. si penjaga malam itu. Tidak ada masalah bukan?""Ibu seharusnya tidak berakhir begitu cepat kalau mereka memperdulikan ibu. Ibu duduk di atas tikar di bawah lampu neon gedung bioskop.com/abclit. Jangan cemaskan segala yang kau tinggalkan. Itulah penyebab penyakit ibu. Angin malam yang dingin. sekarang. Kau lihat itu. Ibu sama sekali tidak disentuh obat yang bisa menyembuhkan penyakit ibu. Muhammad Saleh. Saya masih ingin menuliskannya dalam sebuah cerita panjang. Setelah saya besar baru saya tahu bahwa saudara-saudara kita yang mampu tidak menghiraukan ibu. Tinggalkan semua itu.com/abclit. adikmu. Saya sedang tidak menunggu Tuan. Ibu menjual jeruk di emper gedung bioskop hingga larut malam. Ketika aku meninggalkan kalian. Kemiskinan kita yang pahit. Saya yang memikul salak dalam karung sebelum dituang ke atas tikar yang kita bentangkan di emper bioskop. Beristirahatlah sekarang.""Tidak. Lupakan semuanya. Aku dibawanya meninggalkan hangatnya dunia fana."Dia tidak hiraukan aku. di kebun tembakau itu. Jangan ajak saya dulu masuk ke dalam dunia ibu. Biarkan saya dulu di dunia kehidupan. Empat puluh tujuh tahun. Dikemudian hari baru saya menyadari penyebab penyakit ibu.""Tak ada waktu untuk menunda. Dia buka gerbang ketidak-kekalan. Rentang waktu yang panjang. Masih banyak yang belum kukerjakan. Anakku masih kecil-kecil. Kita menyibak setiap daun mencari ulat dan telur yang ditinggalkan kupu-kupu. Kutinggalkan ciuman di keningnya sebelum orang menutupnya. menciptakan kebohongan-kebohongan yang kau mendapatkan kenikmatan darinya. kalian masih kecil-kecil. Penyakit batuk yang mengeluarkan darah ibu. Angin menebarkan wangi yang tak pernah tercium.

" kata ayah. anakku."Tidak. dalam usia delapan puluh delapan tahun. Kau adalah si penghayal itu. Bermohonlah kepadaNya. Bermohonlah kepada Allah agar kau bisa mencapai seusia ayah. Ayah mengajarkan hal-hal yang baik kepadamu. Sudah tua. Menemaniku di malam-malam dingin. Pergi sana. Ibu mendekat. Bermohonlah kepadaNya agar kau bisa kembali ke dunia dan hidup 30 tahun lagi. Dia belum boleh menyerah.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Jangan dipaksakan. Merenungi jendela rumah penambal ban sepeda itu. delapan puluh delapan tahun.html .com/abclit. Tinggalkan kekacauan dunia. Jadilah manusia seusia aku saat kau nanti mengakhiri hidup. Mimpi membuat kehidupan berlanjut. Kita memiliki banyak kedekatan anakku. Golongan para pendongeng. Ayah membiarkanmu seperti itu. Kau sama seperti aku. Ayah adalah si penjaga malam itu. Jauhkan diri dari rasa iri. Hidup bagaikan hadiah. kau mendapat ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Dalam banyak hal kau sama seperti aku.html Coba kalau ibu hidup di zaman dimana banyak dokter ahli dan anak-anakmu sudah pada mampu yang tak ibu dapatkan ketika ibu mati muda. kau yang menyuluh gang-gang gelap dengan senter. Ujung telekungnya terseret di atas permadani pucuk tembakau. Jauhkan dirimu dari orang-orang yang suka mengambil jalan pintas. insya Allah. Kau harus seperti aku. Malam hari adalah milik orang-orang yang terjaga. Temui sahabat-sahabatmu. Jangan hidup seperti lilin. dengki dan tamak. Aku menggantikan mesin pendongeng yang belum ada di kampung kita waktu itu. Datang kepada kami. Orang-orang itu masing-masing ada tempatnya. Tepi kain putih itu dikibarkan angin yang datang membawa semerbak wangi yang belum pernah tercium. 88 tahun. Delapan belas tahun lebih tua dari ibu. Masuklah ke keabadian. Kalau Tuhan berkenan. Pulanglah. Aku mendongeng di depan anak-anak tetangga setelah aku mengajarkan agama kepada mereka. Tidak sekarang saya datang kepada ibu.processtext. Perkecil risiko kalau tidak bisa menghindar darinya. Kalau kau bisa menuruti semua itu. Ingat. Kau sudah lelah. ayah tak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Kita suka malam hari. Bermohonlah kepada Allah agar kau diberi umur panjang. pusat perbelanjaan yang kumuh dan becek. Memandang dari balik kawat jala mengintai anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Setiap malam kau dikuasai mimpi-mimpi. Kenangan untuk orang yang berpulang pada usia muda jauh lebih indah dari pada mereka yang berusia tua. Sejak kecil kau dekat denganku. membiarkan rambutnya terjurai dalam cahaya bulan purnama. Kau memiliki garis keturunan yang kuat pada diri aku. pengalih perhatian. Setiap malam aku memikul air untuk diisi ke bak-bak penampungan milik para pedagang makanan dan minuman di los itu. Terkadang kita seperti berhadapan dengan diri sendiri. temui istri dan anak-anakmu. Ayah tahu semua itu. Tetapi dia belum sampai mendekati usiaku. sementara kau mendongeng di atas kertas. Ayah senyum setiap malam melihatmu seperti itu. Mari. Penjaga malam di pajak. Maka kau harus berusia sama seperti aku. "Dia sekarang memang telah melampaui usiamu."Aku mengelak dari tangkupan tangan ibu yang hendak memelukku. Jauhi segala yang bisa menghasutmu."Aku mundur menjauh. yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. kau akan mendapatkan ketenangan hidup. Selamat datang."Biarkan dia. Kau menunggu anak gadis penambal ban sepeda itu membuka daun jendela. Tidak sekarang. Pergi sana cari kehidupan. Kita sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dalam berbagai hal. lebih tua 18 tahun saat kau meninggalkan kami. setidaknya mendekati usia aku. Jendela. Duduk di dalam gelap. mengorbankan damar untuk nyalanya.Ayah menghentikan langkah ibu. Jauhi orang-orang yang suka menghasutmu. anakku. tidak semua yang kita rencanakan bisa kita selesaikan.""Ketahuilah. Kalau aku mendongeng langsung kepada pendengarku. saat nanti kau menemui kami. Jauhi sumber fitnah.

mendorong ujung tangga. Ayah memasukkan bangkai anjing itu ke dalam lubang. Ditariknya aku dari tumpukan jeruk. Ayah melempar ABC Amber LIT Converter http://www. muncul di luar jendela. Itulah kaing terakhirnya yang pernah kudengar. Semuanya muncul seperti kelambu yang ditambatkan pada empat tiang. di loteng rumah penambal ban sepeda itu. Ibu menyambut hasil buruan ayah."Seekor anjing berwarna belang: hitam dan putih. Sesuatu bergeser di atas. Dia pulang pada jam-jam makan. dia melirik kepadaku dan melempar senyum. Sekeranjang jeruk jatuh menimpaku. Aku ingin sebutir jeruk. melejit di dalamnya." Kata ayah muncul dari balik cahaya bulan. Kuambil batu. Kadang sesuatu terjadi begitu saja. Aku lakukan berlama-lama sampai anak gadis itu keluar untuk keperluan sesuatu yang dia cari-cari. sapu lidi. Terdengar tangga jatuh dan sepi malam. Aku melirik kepadanya. Ibu memanggang buruan itu dan menghidangkan kancil guling. menerobos langit-langit kelambu."Pergi ambil jeruk di pajak buah dekat pintu. Aku mengusir anjing itu setiap kami hendak makan. Apel yang dibungkus jaringan lembut. menutupnya. Anak gadis itu membiarkan cahaya bulan masuk memeluk tubuhnya dengan warna perak. Aku hanyut dalam arus cahaya dalam lorong-lorongnya yang bercabang melintasi pajak ikan. dan menguncinya dari dalam. kadang dia membuang sampah dapur. salak dan mangga. pengalih perhatian. Aku terbatuk. seekor kancil yang terluka. Tak ada gelap di dalam los kecuali terangbenderang yang membungkus.com/abclit. berburu kancil dengan sebatang tombak. ibu membaginya sepuluh piring. Tak ada nasi kecuali kangkung yang direbus pengganti nasi. "Pergilah. Mobil patroli Belanda melintas dan melindas tubuhnya. Kulempar kakinya. Ayah menghilang ke dalam hutan bersama anjing itu.html . Aku senang kalau dia tak pulang. semangka. Jendela. Aku menghalaunya jauh dari rumah. dukuh. daun jendela itu terkuak. Aku menyelusup ke bawah rak yang ditutup karung goni. Tetapi dia tak bisa lari dari rasa laparnya.processtext. seperti gelembung dalam pipa air. Jendela dia tutup. los tempat berjual ikan. Dia lihat aku. Besok pagi akan ayah beri tahu pemiliknya.html kesempatan meneruskan hidup. Selangkah demi selangkah aku naik dan. Pergilah ke lorong-lorong gelap itu. Malam harinya aku menyusuri lorong gelap di dalam pajak. lalu lari ke pintu. Nasi selalu tak tersedia di rumah.Aku kempeskan ban sepeda dan pergi ke bengkel sepeda itu memompanya. datang berlari mendekat kepada ayah. Aku sandarkan ujung tangga pada sisi atas besi pagar. Diraihnya tanganku. Raba di mana jeruk itu tersimpan. Tak kuberi jalan untuk pulang. masuk ke dalam relung cahaya yang vertikal. menolongku masuk dan. Dari pintu yang telah terkunci dia lari ke jendela. bakul anyaman bambu dan keranjang-keranjang rotan. sapu ijuk."Malam dengan pancaran bulan penuh. Ambillah sebutir. Tak ada atap penghalang langit. pajak sayur. aku menimbunnya. Di balik rentangan kawat jala-pagar pusat perbelanjaan itu dibuat dari jalinan kawat jala-di seberang jalan. mengusir cahaya bulan. Lewat celah kayu rangka jendela dia mengintip melihat aku menggantikannya. Aku terus meraba. Sepiring untuk anjing itu. buah. pajak barang pecah-belah dan pajak buah dekat pintu. Penuh kristal cahaya. Kuhadang dia di tengah jalan. Aku membawa sekop dan menggali lubang. Bila ada nasi. ayah mengambil sebutir jeruk. Bulan tak ikut masuk. Jangan lebih dari satu.Dia berdiri di samping keranjang jeruk.processtext. Aku turun dan meletakkan ujung tangga di bawah bendul jendela. Tanganku meraba di bawah karung.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia lari membawa kakinya yang pincang. tepat di dada. menyentuh buah-buah yang berbeda di antara sekat-sekat pemisah. Bulan tergantung di sudutnya. markisah. sayur. Ayah membawa bangkai anjing itu ke rumah. ke seberang jalan. aku naik dan merobah posisi tangga. Ada yang terdorong oleh tubuhku. Aku bersaing sepiring nasi dengannya.

Jangan terlampau dipikirkan. Aku ingin lahir dari tempat ini disambut istri dan anak-anakku. Dokter terus-menerus tak bosan-bosannya merangsang jantungmu agar kembali berdenyut."Bangun Bang.ABC Amber LIT Converter http://www.""Suatu hari semua kita akan pulang." Disingkirkannya benda yang terjulai. Kupaksa membuka mata. Kami masih menunggu cerpen-cerpen Abang. abangku. Mereka masih belum mau beranjak dari sana ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tak tahu aku berada di mana. Kita sekarang sedang menunggu orang-orang yang mencintaimu. Sebelum menutup gerbang fana. memohon kepada-Nya agar kau diberi umur."Di mana aku?""Di rumah sakit. Kulihat wanita itu. Para sahabatmu. ayahku. Kami telah kau bikin cemas. Lupakan semua itu."Siapa engkau?""Aku istrimu. Dia hantamkan berulang-ulang dua alat kejut jantung ke dadamu. yang menghalangi pandangannya padaku. Kita sekarang sedang tidak menunggu dia.""Itu bukan mimpi. berada di samping tempat aku terbaring. kau sekarang sedang tidak menunggu dia.""Itu hanya mimpi-mimpi burukmu." Suara magis itu mendatangkan kekuatan untuk aku membuka mata. Selalu begitu." Suara itu terdengar selayang dekat daun telinga. Dada kiri dan kanan bersamaan.""Itu lagi yang kau ulang-ulang. Hilangkan rasa takutmu. Aku terus menerus berdoa kepada Allah. Masih ada kesempatan untuk hidup. Jantungmu telah berhenti berdetak.com/abclit.""Aku takut. Aku bertemu di tempat kami pernah bersama."Aku terbatuk mendapatkan kegelapan mata terpejam. biar diberi umur oleh Allah.processtext. Akhir semua itu adalah titik awal cahaya. Satu per satu mereka masuk bergantian menyalaminya. Segala puji bagi Allah. Lihatlah. dia senyum kepadaku. tapi tak begitu jelas. Kau yakinkan itu. Di jendela itu. Aku juga bertemu dengan anjing kami yang telah lama mati. Penyesalan yang tak pernah habisnya."Aku akan menjemputmu nanti. Siapa yang berdiri di sana? Mereka tadi sudah diizinkan dokter masuk menjengukmu. Grafik detak jantungmu di layar monitor menunjukkan garis lurus.""Dia melompati jendela waktu dia tahu aku lari ke Jakarta. Menunggu orang-orang yang menyayangimu. Masing-masing ada pada takdirnya. Tak begitu jelas.""Selalu itu saja yang kau ceritakan setiap wanita itu datang mengganggu tidurmu. Disambut orang-orang yang mencintaiku. Aku belum siap untuk mati. Masa kritismu sudah lewat. Ibuku. Di kamar itu. Dokter itu seperti memegang dua strika listrik yang dihantamkannya ke dadamu. Tuan itu melepas pegangannya."Bangunlah. Kami hanyut dalam arus cahaya melintas di hamparan kebun tembakau meninggalkan ibu yang berlari di atas pucuk-pucuk daun. coba lihat. Dalam nanar kudapati diriku di ruang yang tak pernah kukenal. Dosa-dosaku. Kita semua tahu itu. Belum siap untuk mati. Kau belum mau mati. Alhamdulillah. siapa yang datang?"Dengan sangat sulit aku membuka mata.""Bersyukurlah.processtext. Kami semakin jauh meninggalkannya.""Aku takut. Lihat di balik dinding kaca itu. Tapi semua kita belum siap. sampai semuanya lenyap. Terasa ada sentuhan di bagian atas selimut. Tapi tak kuasa. Semua terasa masih melayang. Aku tidak henti-hentinya berdoa supaya kau diberi umur panjang. mengejar kami.""Aku tidak ingin lahir dari sini disambut ibu dan ayahku. Aku bertemu orang-orang yang telah meninggal. "Bangunlah. mendorongku ke luar cahaya berpindah ke negeri yang fana. Nurwindasari. Jantungmu kembali berdetak. adikku dan orang yang pernah dekat denganku.html . cerpenis. Sudah tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Wajah wanita itu sekarang tampak utuh dalam linangan air mata.com/abclit."Bangunlah. Mereka memberi semangat hidup kepadamu. Disambut sahabat-sahabatku. kata dokter. Aku bertemu Arida di tempat yang itu-itu juga. Itulah sebabnya kita berdoa." Kupaksa membuka mata tetapi tak berdaya. Wajahnya terbagi dua oleh benda yang terjulai.html senyum kepadaku sebelum atap bangunan terkatup menyembunyikannya. Aku datang kepada mereka.

bisa boneka yang digerakkan tali. seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda.processtext.""Siapa lagi?""Wiwiek Sipala. Abrar Siregar. dan namanya adalah Indonesia. sebagai warisan masa lalu. Lihatlah. Rahman. Kemiskinan telah memojokkannya ke sebuah gubuk ABC Amber LIT Converter http://www. mengincar anjing-anjing yang tidak terdaftar sebagai peliharaan manusia. Sapardi Djoko Damono. Untuk semua itu. bisa juga wayang magnit yang digerakkan dari bawah lapisan kaca. mereka memberi senyum kehidupan kepadamu. dan tiada akan pernah mengira betapa nasibnya berakhir sebagai tongseng. bisa boneka wayang golek.. Ibrahim Basalmah. Lazuardi Adi Sage.processtext. Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil. Agus R. di sebuah negeri yang dahulu pernah ada.Semenjak di-PHK lima tahun yang lalu. Sarjono. Adri Darmadji Woko. ia akan menuliskan di sebuah papan hitam: Hari ini dan seterusnya "Legenda Wongasu". yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan. Syahnagra Ismail. Remi Novaris. Coba kau perhatikan dari sisi kirimu. Di sana ada Haji Danarto.Barangkali tukang cerita itu akan duduk di tepi jalan dan dikerumuni orang-orang. dengan panggung yang luar biasa kecilnya.ABC Amber LIT Converter http://www. dan menganggur lontang-lantung tanpa punya pekerjaan.""Siapa lagi mereka?" *** Legenda Wongasu Post: 09/20/2002 Disimak: 317 kali Cerpen: Seno Gumira Ajidarma Sumber: Kompas. Sukab terpaksa menjadi pemburu anjing supaya bisa bertahan hidup. Sukab memang telah berhasil menyambung hidupnya berkat selera para pemakan anjing. Galeb Husyen.html . itu berarti sudah lima tahun Sukab menjadi pemburu anjing. Sori Siregar. Kenedi Nurhan. yang syukurlah semuanya makmur. Mereka masih melihat padamu dari balik dinding kaca itu. Berikut inilah legenda tersebut:"Untung masih banyak pemakan anjing di Jakarta. Martin Alaida. Edisi 03/03/2002 SUATU ketika kelak. atau memasang sebuah tenda dan memasang bangku-bangku di dalamnya di sebuah pasar malam. yakni Bahasa Indonesia. Wisnu Murti Ardjo. tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama.html meninggalkanmu. Elanda Rosi DS.com/abclit. Jamal D. Lukman Setiawan. atau juga menceritakannya melalui sebuah teater boneka." pikir Sukab setiap kali merenungkan kehidupannya. Titik Ws. Krisis moneter sudah memasuki tahun kelima. Kak Atie.com/abclit. memburu anjing-anjing tak berpening yang sedang lengah.

Hatinya tersobek-sobek memandang istrinya berdiri di ujung jembatan.Kepahitan karena istrinya melacur itulah yang membuat Sukab menjadi pemburu anjing.Namun. melemparkannya begitu saja ke depan pemilik warung sehingga menimbulkan suara berdebum. karena anjing yang tidak terdaftar boleh dibilang anjing liar. sementara istrinya terpaksa melacur di bawah jembatan.com/abclit. Apabila kesempatan terbuka.Masih terbayang di depan matanya. yang tidak beralas kaki. Tidak seorang pun akan menghalangi pekerjaannya. mondar-mandir ke sana kemari seperti kanak-kanak berlarian di taman bermain. dan keempat ujungnya ditindih dengan batu. jangan kau buat aku terpaksa melacur lagi di bawah jembatan. Bukan hanya anjing-anjing itu diberi makanan yang mahal karena harus diimpor. dan di sanalah mereka menemui ajalnya. hanya dengan beralaskan kertas koran. tidak menggunakan tongkat penjerat berkawat."Inilah yang akan terjadi jika engkau tidak bisa mencari makan. tapi juga dimandikan. Ia tidak menggunakan potas. aku tidak sudi anak-anakku mati kelaparan. jangan engkau pulang dengan tangan hampa. tersenyum kepada sopir-sopir bajaj yang mangkal. menerkamnya tiba-tiba seperti harimau menyergap rusa. "Sukab.com/abclit. dibinasakan. yang biasa diumpankan para pemburu anjing kepada anjinganjing kurang pikir. ia akan berjalan ke sebuah warung kaki lima di tepi rel kereta api.Ia berjalan begitu saja di tengah kota. Pemilik warung akan memberinya sejumlah uang tanpa berkata-kata. atau diberi makan daging segar yang jumlahnya cukup untuk kenduri lima keluarga miskin. anjing tetaplah anjing. kamu toh tahu aku ini ABC Amber LIT Converter http://www.Apabila Sukab sudah mendapatkan seekor anjing di dalam karungnya. dan Sukab akan menerima uangnya tanpa berkata-kata pula. hanya supaya mereka tidak mengais makanan dari tempat sampah. sedangkan nasibnya tidak seberuntung anjing-anjing itu. bercelana pendek. kedua." kata istrinya. lantas turun ke bawah jembatan bersama salah seorang yang pasti akan mendekatinya. Mengincar anjing yang sedang berkeliaran di jalanan.html berlantai tanah di pinggir kali bersama lima anaknya. berjalan keluar-masuk kompleks perumahan. sehingga tidak mampu membeli potas. Dulu ia begitu miskin." kata istrinya dahulu. dan hanya mengenakan kaus singlet yang dekil. diberi bantal untuk tidur. Sukab yang berbadan tegap lemas tanpa daya setiap kali melihat istrinya turun melewati jalan setapak. dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan setiap bulan sekali. melayani sopir-sopir bajaj. Sukab sangat tidak bisa mengerti bagaimana anjing-anjing itu bisa begitu beruntung. "pertama. Diterkam dan dibinasakan oleh Sukab sang pemburu. mengincar anjing-anjing yang lengah. tiba-tiba saja mereka sudah berada di alam belantara dunia manusia. Di kompleks perumahan semacam itu anjinganjing dipelihara manusia dengan penuh kasih sayang. menghilang ke bawah tenda.processtext. Tenda plastik biru itu sebetulnya bukan sebuah tenda.ABC Amber LIT Converter http://www. menjadi pemburu anjing di Jakarta. sehingga membuat anjing-anjing itu menggelepar dengan mulut berbusa. Begitulah Sukab. bagaimana ia mengelilingi kota sambil membawa karung kosong. Ia tetap mempunyai naluri untuk mengendus-endus tempat sampah dan kencing di bawah tiang listrik. Sukab tidak pernah peduli. hanya lembaran plastik yang disampirkan pada tali gantungan. dan dimakan. langsung memasukkannya ke dalam karung dan membunuhnya dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. untuk akhirnya digarap para pemasak tongseng. boleh diburu. Di alam terbuka mereka terpesona oleh dunia.processtext. ketika Sukab suatu ketika mempertanyakan kesetiaannya. tapi menerkamnya seperti harimau menyergap rusa di dalam hutan. dan anjing liar seperti juga binatang-binatang di hutan yang tidak dilindungi. anak-anak menantimu dengan perut keroncongan.html . Di bawah jembatan istrinya melayani para sopir bajaj di bawah tenda plastik. apakah ia berada di tempat ramai atau tempat sepi.

lagi-lagi dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. Kini ia mempunyai beberapa warung yang menjadi pelanggannya di Jakarta.Betul juga."Anak-anak tidak lagi bermain dengan anak-anak tetangga. Begitu harus cari uang tanpa pemberi tugas. Mereka masih bisa bertahan hidup ketika Sukab menjadi buruh pabrik sandal jepit. tentu saja ia ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www."Perempuan itu memang ibu anak-anaknya. Anak-anak mereka yang jumlahnya lima itu menjadi gemuk dan lincah. Tangkapan Sukab disukai. nalurinya hanya mengarah kepada satu hal: berburu anjing. tapi kemudian perempuan yang disebut istrinya itu pun berkata kepadanya. begitu pikiran Sukab yang sederhana."Wongasu! Wongasu!"Mula-mula Sukab tidak peduli. Ketika musim PHK tiba.processtext. surat nikah apalagi. Namun kini mereka semua menjadi Wongasu. Mereka merasa wajah mereka sekarang mirip anjing. lantas tinggal dilumpuhkan."Mereka begitu miskin. Perempuan yang disebut istrinya meski mereka tidak pernah menikah itu tak pernah pergi lagi ke bawah jembatan.com/abclit. namun dari sinilah cerita baru dimulai. dan ia mengincar. Kehidupannya sudah termesinkan sebagai buruh pabrik sandal jepit. otaknya mampet karena sudah tidak biasa berpikir sendiri. tempat ia selalu membawa karung berisi anjing. biasa habis di lingkaran judi.Perburuan anjing itu menolong kehidupan Sukab. Meski tidak mampu menyekolahkan anak dan tidak bisa membelikan perempuan itu cincin kalung intan berlian rajabrana. Sukab tiada mengerti apa yang bisa dibuatnya. "Aduhai anak-anakku. mengapa hal semacam itu tidak menimpa para pemakan anjing saja? Bukankah perburuan anjing itu bisa berlangsung. seperti bisa disihirnya untuk mendekat. Seperti juga ia melemparkan karung berisi anjing kepada pemilik warung sehingga menimbulkan bunyi berdebum. Meski sudah tidak melacur. Ia berjalan. karena mereka semua mengejeknya sebagai Wongasu. begitu pula ia melemparkan kepala anjing itu ke hadapan perempuan itu. Perasaan Sukab remuk redam. tempat dahulu ia bertemu dengan perempuan itu-yang telanjur dicintainya setengah mati. hanya karena ada juga warung-warung penjual masakan anjing yang selalu penuh dengan pengunjung? Kenapa hanya dirinya yang menerima karmapala? Orang-orang itu memakan anjing karena punya uang. kenapa mereka jadi begitu?" Sukab merenung sendirian. tapi ia juga punya impian untuk mengubah nasib secepatcepatnya. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan hidup. ia memperhatikan. Sejumlah uang yang diterimanya dari para pemilik warung. Wajahnya yang cantik lama-lama juga menjadi mirip anjing. Bukan berarti Sukab seorang penjudi.processtext. Itulah riwayat singkat Sukab. sedangkan ia dan keluar-ganya memakan hanya kepalanya saja karena tidak punya uang. anak-anak berteriak mengejeknya. Tidak ada cerita sehidup semati. Kalaulah ini semacam karmapala karena perbuatannya sebagai pemburu anjing. melainkan memasak kepala anjing yang diberikan para pemilik warung kepada Sukab. tapi mereka memang hanya tinggal bersama saja di gubug pinggir kali itu."Ia perhatikan." kata Sukab. karena ia piawai berburu di kompleks perumahan gedongan. anak-anak mereka juga sudah mirip anjing. dari anjing gembala Jerman sampai anjing kampung. sehingga tidak punya cermin. sampai ia menjadi pemburu anjing. Apa pun jenisnya. kehidupan Sukab masih terhormat. Konon anjing peliharaan orang kaya lebih gemuk dan lebih enak dari anjing kampung yang berkeliaran.html ."Sukab! Mereka menyebut kita Wongasu!""Kenapa?""Katanya wajah kita mirip anjing.com/abclit.***SEPANJANG rel. dari chihuahua sampai bulldog. Perempuan itu menangis. pergi dan kembali seperti orang punya pekerjaan tetap. Anjing yang nalurinya tajam pun bisa dibuatnya terperdaya. Jadi mereka hanya bisa saling memeriksa. yang mestinya cukup untuk membeli ikan asin dan nasi.html sebetulnya bukan istrimu. Tapi Sukab tidak pandang bulu.

sehingga mengejar pelempar batu dan menggigitnya. Perempuan dan anak-anaknya ditangkap. Bukan polisi yang mengangkut. Anak-anak mereka terkucil dan setiap kali berkeliaran menjadi bahan ejekan.html tetap ingin kelihatan cantik.. Ketakutannya membuat mereka mendatangi Sukab yang masih melolong ke ABC Amber LIT Converter http://www. tapi hati dan otaknya masih manusia.ABC Amber LIT Converter http://www. Huh! Saudara! Saudara dari mana? Lagi pula. ketika ia kembali ke gubugnya di pinggir kali."Ke mana?""Entahlah. tapi petugas tibum.Hal ini membuat orangorang di pinggir kali lagi-lagi gelisah. tentu saja dengan cara yang tidak usah diceritakan di sini. perlakuan itu kan tidak manusiawi?"Polisi itu malah membentak.. menangis. Di belakangnya anak-anak kecil berteriak.Sukab tetap menjalankan pekerjaannya."Wongasu! Mereka mengangkut keluargamu!"Rumah gubugnya porak poranda.""Husssss. Ia berjalan di kaki lima tak tahu ke mana harus mencari keluarganya. Kadang-kadang Sukab cukup membuka karung dan anjing itu memasuki karung itu dengan sukarela. Bukan karena anjing-anjing itu melihat kepala Sukab semakin mirip dengan mereka.""Tapi kita semua makan anjing.. hanya setelah memberi perlawanan yang luar biasa.... apakah mereka tahu akan adanya pengerangkengan tiada semena-mena sebuah keluarga di tepi kali.com/abclit. dan segera pergi lagi setelah menerima sejumlah uang.html . siapa yang mampu beli daging sapi dalam masa sekarang ini? Bukankah justru. ia mendengar mereka berbisik-bisik dari dalam gubug-gubug kardus. melemparkannya ke hadapan pemilik warung berdingklik di tepi rel sehingga menimbulkan bunyi berdebum. melainkan karena penciuman mereka yang tajam mencium bau tubuh Sukab yang rupa-rupanya sudah semakin berbau anjing. seperti upacara pengorbanan diri.""Kenapa Bapak tidak mencegah mereka. Kejadian itu dilaporkan kepada petugas tibum yang tanpa bertanya ini itu segera mengangkut mereka sambil menggebukinya.processtext.Ia akan datang dari ujung rel memanggul karung berisi anjing. Ia berjongkok di bekas gubugnya yang hancur.com/abclit."Oh.Setelah malam tiba."Awas! Wongasu lewat! Wongasu lewat!""Heran! Kenapa kepalanya bisa berubah menjadi kepala anjing?""Itulah karmapala seorang pembunuh anjing. Mereka dibawa pergi. kamu tanyakan sendiri saja sana!"Waktu Sukab berjalan di sepanjang tepi kali."Mereka menyalaknyalak dan berkaing-kaing seperti anjing. itu."Hati-hati lewat sana.Diceritakan oleh polisi itu bagaimana perempuan dan kelima anaknya itu berhasil dimasukkan ke dalam kerangkeng. Nalurinya yang entah datang dari mana serasa ingin menerkam dan merobek-robek polisi itu. bagaimana salah seorang anak Sukab tidak tahan lagi karena selalu dilempari batu.. seseorang berteriak kepadanya. meski Sukab tetap akan mengakhiri hidup mereka. seolah-olah tidak peduli bahwa wajah Sukab juga seperti anjing. tapi suara yang keluar adalah lolongan anjing.processtext. Bapak anak yang digigit sampai berdarah-darah itu tidak bisa menerima."Wongasu! Wongasu!"Pada suatu hari. Seorang tua berkata kepadanya bahwa penduduk mendatangkan petugas yang membawa kerangkeng beroda. "mereka juga bisa menangkap saudara." kata polisi itu. ia kembali ke pinggir kali dengan tangan hampa." katanya lagi. lantas mengerahkan pemukim pinggir kali untuk mengepung gubug mereka. Mereka datang seperti menyerahkan diri kepada Sukab yang telah sempurna sebagai Wongasu. Anda bisa bayar berapa?"Sukab berlalu. Lolongan di bawah cahaya bulan itu terasa mengerikan. Begitu juga Sukab."Di kantor polisi terdekat Sukab bertanya.""Apa mereka melanggar ketertiban umum?"Polisi itu kemudian bercerita."Apa? Tidak manusiawi? Apa saudara pikir makhluk seperti itu namanya manusia?""Mereka juga manusia. dan pekerjaannya memang menjadi semakin mudah. seperti Bapak!""Tidak! Saya tidak sudi disamakan! Mereka itu lain! Saudara juga lain! Sebetulnya saya tidak bisa menyebut Anda sebagai Saudara.

mereka bangkit dan menyalak-nyalak. Edisi 01/27/2002 Aku sedang belajar menjadi iblis. dan para pendengar menahan nafas.com/abclit. Aku akan membakar wajahmu.ABC Amber LIT Converter http://www.html arah rembulan dengan memilukan.processtext. lari kian kemari sambil berkaing-kaing seperti anjing!""Haaaa?""Kepala mereka telah berubah menjadi kepala anjing!""Aaahhh!!!""Mereka semua telah berubah menjadi Wongasu!!"Mulut tukang cerita membunyikan gamelan bertalu-talu sebagai tanda cerita berakhir. tukang cerita itu memasukkan kembali wayangnya ke dalam kotak. ikan-ikan itu ABC Amber LIT Converter http://www. Para penonton yang semuanya berkepala anjing itu pulang ke rumah. dan orangorang bangun kesiangan karena makan terlalu kenyang dan mabuk-mabukan. * Pesan pengarang: Sayangilah anjing. dengan pengertian yang lebih baik tentang asal-usul mereka sendiri.com/abclit. dengan cahaya kebiru-biruan menyepuh daun yang masih juga selalu memesona."Lho."Orang-orang yang mau pergi karena mengira cerita berakhir. Ikan Asing dari Weipa-Nappranum Post: 09/20/2002 Disimak: 300 kali Cerpen: Triyanto Triwikromo Sumber: Kompas."Dibantai bagaimana?""Ya dibantai. Mereka membawa segala macam senjata tajam.***"MEREKA membantai Sukab. masa' Sukab dimakan?"Tukang cerita itu tersenyum. berbalik lagi. tapi masih penasaran dengan akhir ceritanya. terjadi suatu peristiwa di luar dugaan.SUSAN masih termenung di undak-undakan Sydney Opera House ketika angin Oktober yang ganjil dan dingin bangkit dari laut bertabur serbuk putih cahaya bulan. Susan." ujar tukang cerita itu. dan mulut para asistennya membunyikan suara lolongan anjing yang terasa begitu getir sebagai tangis perpisahan yang menyedihkan.""Apa yang terjadi?""Ketika terbangun mereka semua terkejut ketika saling memandang.processtext."Apa yang penting?""Esoknya.Di langit masih terlihat rembulan yang sama."Kalau saja bias lampu itu jalin-menjalin jala.html . ketika matahari terbit. Januari 2002. kalian pikir bagaimana caranya kalian membantai anjing?""Terus?""Mereka pulang membawa daging ke gubug masingmasing. Para penonton terlongong dengan lidah terjulur. Guk! * Cirebon-Wangon-Jogja.""Terus?""Terus! Terus! Kalian pikir bagaimana caranya mendapat gizi dalam krisis ekonomi berkepanjangan?"Ada yang menahan muntah. itu tidak penting. sayangilah makhluk ciptaan Tuhan.Pertunjukan akhirnya benar-benar selesai."Yang bener aje. ia melihat ratusan ikan asing1 berkelebat terbang mengelilingi gedung-gedung bergaya Victoria di Darling Harbour yang sejak senja dipenuhi puluhan merpati dan para remaja yang asyik berciuman. Sambil menenggak Red Wine.

Punya alasan mendekap jiwa yang tak pernah kehilangan cahaya rembulan.Suara itu menggelepar bagai ikan-ikan asing dari laut yang juga asing. dan menarikan jiwa liar untuk mengeruk dollar dari pria-pria aneh yang sering saya andaikan sebagai kerumunan kera itu.html . penyanyi jazz dari Betawi."Ingat.""Ya. Dan itu membuat perempuan bertabur manik-manik dari Weipa-Nappranum2 yang tak henti-henti menenggak Red Wine tersebut punya alasan memeluk sang kekasih. sebelum hampir seluruh kota di Indonesia dilahap kobaran api. panorama itu mengingatkan Susan pada kisah lidah-lidah api yang menjilat-jilat tubuh Sita dalam epos Ramayana."Dia tak akan bisa lepas dari jerat Rahwana sebagaimana aku sulit lepas dari jaring cinta ajaib Fiona. saat melantunkan New York New York.Cabikan itu menimbulkan bunyi ganjil serupa desau ombak.ABC Amber LIT Converter http://www. selalu hanya untuk kedunguan mereka. Apalagi terperangkap cinta para Anoman.com/abclit. karena setiap loncatan kera didera oleh lampu-lampu indah yang melekat di jembatan lengkung kebanggaan Sydney. Ia tahu petilan keindahan cerita itu saat belajar nyindhen di Kota Bengawan. ABC Amber LIT Converter http://www. kita toh masih punya banyak acara. menyusup ke salah satu ruang pengap yang senantiasa dikerumuni para lelaki. ngiau yang tak ngiau. "Sudahlah darling. Selalu jika malam telah melabrak lampu-lampu merkuri. kerang.Dan. Hanya merasakan gairah laut dan menikmati kesunyian cinta sambil sesekali mencumbumu dengan desah tertahan. suara Fiona yang serak tak serak itu ternyata lebih menyerupai desis soul Bertha." lenguh Susan pelan. dan akhirnya memperdaya pria-pria pemabuk dan menguras kantung mereka. karena Fiona mendesahkan lengking yang tak lengking.Saat itu. atau Kasih di Kala Remaja secara bersamaan. Hanya berdua. ia lebih terpesona oleh berbagai panorama aneh yang timbul tenggelam di tengah lautan.com/abclit. Ada yang hendak membakar wajah tembikar bersepuh mawar yang tak pecah-pecah itu. malam tiba-tiba seperti dikepung suara-suara hantu.Asal tahu. Are You Girl Friend. ketam. lenguh yang tak lenguh.Teramat pelan. Susan. dia akan melesat ke kawasan mesum terbesar di Sydney itu. seperti malam-malam penuh pasir.Tidak! Tidak! Di telinga Susan. Aha. dan gelepar angin di Bondi Beach.processtext. saya akan melesat ke King Cross. setelah terlalu suntuk latihan nyindhen untuk opera The Theft of Sita karya sutradara kawakan Australia. sehingga tak mengganggu Fiona yang merespons desau angin dengan denting kecapi Sunda yang menyayat-nyayat sukma." bisik Fiona sambil mengulum lembut telinga perempuan Aborigin yang sekalipun agak berkulit gelap. Sebagaimana malammalam sebelumnya. Bukan untuk yang lain-lain. menyamar sebagai penari bugil. bersama Susan.html pasti terjaring dan akhirnya menggelepar-gelepar ketakutan. Fiona mengerti maksud Susan. selalu tampil menawan itu. saya tak pernah jatuh cinta pada Subali-Sugriwa yang pencilakan itu." lenguh Susan sambil terus menikmati cabikan dawai kecapi sang kekasih. serupa riuh angin yang membelai rambut indah Fiona. selalu hanya untuk uang mereka.Sesungguhnya saya hanya penari bugil.***Ia adalah bidadari dari Thainakuith.processtext. Hentikan denting kecapimu. sehingga membuat bulu kuduk Susan berdiri tak karuan. tak mendengarkan denting kecapi atau lenguh luka Fiona. Selalu.""Acara apa lagi?""Apa lagi kalau tak merampok pria-pria dungu di King Cross!"Tanpa dikomando dua kali. ia diajak penyair Sosiawan Leak ngelayap ke Karanganyar menonton pertunjukan lakon Rama Tambak Ki Manteb Soedharsono. ia juga melihat ratusan kera menyembul dari laut dan berusaha memperkosa istri Rama yang tersalib di bawah kesombongan lengkung Harbour Bridge. Lalu. Tetapi ada yang hendak membunuh perempuan seindah keramik Cina itu. Waktu itu. "Aku selalu memimpikan saat-saat seperti ini. bahkan setelah meninggalkan Surakarta pada tahun 1998 yang perih. Nigel Jamieson."Susan.

"Aku kira. Dan. sangat mungkin saudara-saudaramu akan menuangkan racun ke gelas minumku. dia menyeret saya keluar dari pub dan segera membawa saya ke Kent Road. begitulah. jatuh cinta kepadamu akan lebih menyingkirkan aku dari mereka. dan bar. Dan aku? Aku. dia memeluk saya dan mendesiskan kata-kata mesum yang menggelegakkan birahi."3Fiona yang saat itu mabuk hanya tersenyum."Dengar. Yang jelas pria itu berambut cepak. sebagaimana anak-anak manis Thainakuith lain. tak sedikit orang-orang berlalu-lalang menyisir trotoar. Sejak itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Ayo pulang ke rumahku dan aku akan memberimu surga seindah Thainakuith. sebagaimana saya belajar nyindhen di Surakarta dan membuat gerabah di Kawedanan Delanggu. Sambil terus menenggak Red Wine. sesabit bulan liar menebarkan kegaiban. Sayang. bukankah nenek moyangmu pernah meracun air sungai yang menghidupi orang-orang Aborigin. Sebelumnya. Seperti kepada nenek moyangku. adalah cucu Thancoupie. saya berondongkan keluhan-keluhan saya kepada perempuan seindah pelangi itu. atau Anoman sebagai pahlawan. gereja. Tanpa sungkan-sungkan. Tanah indah itu kini telah jadi Weipa-Nappranum. jadi kau akan menyepuhku dengan aluminium? Kau akan menjadikan aku sebagai robot?"Fiona tak menjawab pertanyaan saya."Sejak lama hidupku sudah terpisah dari kehidupan orang-orang Sydney.***OKTOBER yang perih mengguyur King Cross dengan hujan putih. Well.Meski begitu. aku juga akan jadi pejuang. Karena itu. kamu terlalu banyak minum. aku pun bisa melakukan lebih banyak hal ketimbang orang-orang yang merasa sok England. Cuma sesaat. sebagaimana dia. Sejak tahun 1958 kawasan itu menjadi areal tambang bauksit yang dikelola orang-orang asing.Jika boleh menyebut jiwa yang mendesis-desis sebagai cinta.Sejak itu. Kristal-kristal tajam itu menampar-nampar lampu warna-warni yang menghias pub dan bar sehingga menimbulkan panorama serupa kembang api di kegelapan malam. Fiona.processtext. Fiona hanya mengguratkan senyum indah di wajah yang didera lampu warna-warni di pub itu."Lagi-lagi saat bulan hanya tampak seperti bumerang. Tetapi."Sudahlah. saya memang telanjur menganggap mereka sebagai kera-kera-kera serakah. Saya tak peduli. ke rumah indahnya. dia sebenarnya sedang meneliti respons para pria pemabuk terhadap gairah musik dan tari Sunda. kalau boleh dua perempuan cantik mengikrarkan cinta. Dan. Ya. itu mencium kening. Fiona! Kalau kita tinggal serumah. mereka selalu mencoba mendepakku dari pub. saya paham mengapa dia belajar tari dan kecapi Sunda di Bandung. saya tahu. Akan aku tunjukkan kepada Howard.html . pub. saya memang tak pernah menganggap Sugriwa. Saya pernah melihat dia menarikan tari jaipongan di tengah-tengah pria-pria rakus yang terus-menerus melirik pantatnya. pasti tahu sepak terjang Thancoupie. New South Wales 2029.com/abclit.html memang keliru mengandaikan mereka dengan para jagoan Ramayana yang digambarkan para dalang sebagai pahlawan lurus hati itu.""Apa? Jangan menganggap aku mabuk. saya tahu Fiona ternyata pemusik yang menyamar sebagai penari bugil. Fiona. siapa pun dirimu. Tetapi cuma sesaat.Malam itu saya lihat Susan sudah mendapatkan pasangan. rasa kasmaran saya justru senantiasa membelit tubuh Fiona. Dengan sigap. Kadang-kadang mereka memandang takjub setiap perempuan yang mendesahkan kata-kata mesum di bibir pintu puluhan sex shop. Rose Bay. bisa diibaratkan sebagai ular-ular yang pating kruntel tak terpisahkan.com/abclit." kata saya kepada Fiona ketika kali pertama perempuan manis dari 27 Kent Road. sebagaimana Ki Manteb. Kadang-kadang mata mereka jelalatan saat berpapasan dengan perempuan-perempuan jalang. Saya tak tahu asal-usul pria yang mendekap perempuan dari Weipa-Nappranum dengan pelukan teramat mesra itu. Sorot matanya ABC Amber LIT Converter http://www. Subali. Dan cinta kami.processtext. bahkan dari jalanan gelap sekalipun. O.

Jangan kaget kalau saya bisa melupakan kisah-kisah cinta kami setelah tahu tak mungkin hidup bersama orang yang sangat memengaruhi musik. Laksanakan tugasmu tanpa bertanya-tanya lagi!"Fiona tak berani menolak perintah. Susan tak pernah mengerti keterlibatan saya dalam proyek-proyek pemusnahan suku Aborigin."Kau tak akan pernah berani membunuhku. saya agaknya memang sedang belajar menjadi iblis. tempat kami bercanda dan menghabiskan malam-malam hampa bersama Red Wine. O.Fiona enggan menjawab pertanyaan itu. Sudah saatnya kutanggalkan penyamaranpenyamaran yang memuakkan ini. Maka."Jangan terlalu menimbang-nimbang. Iblis telah mengajari saya untuk mempersetan rasa iba. tarian. Kita akan bisa segera pentas bersama. Siapa pun dia tetaplah musuh kita. Akhirnya. selama menjadi mata-mata.Ya."Untuk sementara.Aneh! Sama sekali saya tak cemburu menyaksikan percumbuan mereka. Fiona."Musuh? Fiona tak mungkin menganggap Susan sebagai musuh. jangan heran jika kelak saya punya keberanian membakar wajah Susan.com/abclit. rasa hampa penuh iblis. Kini. Dia seharusnya mengerti mengapa saya menyingkirkan keramik-keramik dan lukisan-lukisan kayu Thancoupie dari kamar. atau Long Island.com/abclit. dia malah menantang agar saya mengguyur wajahnya dengan bensin dan membakar kecantikan tak bertara itu dengan cara sekejam mungkin."Sudahlah. Bahkan.processtext."Kau jadi membakarnya?"Fiona masih tak mau menjawab. Susan.Tetapi. Dia juga tak tahu mengapa saya begitu ngotot membela pendirian berbagai pabrik bauksit di WeipaNappranum. Aborigin. Kami tak mau menunggu lebih lama lagi.Susan seharusnya tahu mengapa beberapa waktu lalu saya menampar wajahnya saat dia memergoki saya mencium Rob. rupa-rupanya bisa mengubah kesucian cinta. Rahwana. aku bakal melantunkan tembang-tembang asing yang ABC Amber LIT Converter http://www. tangannya gemetar menjinjing jeriken bensin yang seakan-akan siap digunakan untuk membakar dunia itu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Kau tak akan pernah mampu menghancurkan rasa cinta. aku memang harus membunuhmu. Dia bahkan tak pernah berhubungan dengan orang-orang Aborigin yang sekali waktu berkeliaran di Darling Harbour atau George Street. di ujung jalan. tak keliru Susan meledek ketakmampuan saya untuk sekadar melukai wajahnya yang seindah lukisan-lukisan Thancoupie yang lugu dan membuncahkan kegaiban tak habis-habis itu. kalau saja dia mengerti mengapa saya menguntit dia hingga ke Indonesia. Saya sudah tak mencintai Susan? Mungkin. saat ditampar. Meski begitu tangannya menggapai jeriken bensin yang sejak lama teronggok di kamar. dia sama sekali tak pernah melihat Susan sebagai penggerak demonstrasi. Susan! Akhirnya aku harus membakarmu! ***"KAPAN kau akan membunuh dia?" sebuah suara dari seberang berdentang-dentang di gagang telepon. Mungkin karena saya memang sudah tak ingin lagi bertopeng di hadapan perempuan yang mendesahkan kata-kata kotor saat bercinta atau mengkritik perilaku politik Howard itu. Sudah saatnya kutinggalkan kepura-puraan.Lalu saya pun melesat meninggalkan King Cross yang makin menebarkan bau anyir. dan ribuan kera sialan itu. dan pikiran-pikiran saya. lukisan. Kau akan mencabik-cabik dawai kecapi. Fiona. Sayang. Kahlua Cream.html mengingatkan saya pada pandangan nakal pria-pria Pasundan saat melirik perempuanperempuan bule yang melintas di Jalan Braga. Sebab. dan Thancoupie bukanlah duniaku. tentu saya tak perlu terus-menerus bersandiwara dan berpura-pura mencintai perempuan lugu itu.html . Dan. dia sama sekali tak pernah mau mengerti isyarat-isyarat yang saya hunjamkan ke jiwanya yang sekasar hamparan pasir di Bondi Beach itu. pria England yang tampan itu.Seharusnya dia paham mengapa saya sangat membela Howard. malam itu.***"SUSAN masih membayangkan diri sebagai Sita yang dipuja oleh Rama.

"O. Bondas meloncati pagar rumah Pak Gendut. kau akan jadi ikan bakar. Tak seorang pun teman Bondas berkelebat di situ.Tapi alangkah senyapnya di luar pagar. kobaran api itu mengingatkan bara cintanya yang tiada tara kepada Fiona. Yang jelas. berdandan menor.html tak pernah didengar oleh Howard atau komposer-komposer advant garde sekalipun. menghindari lecutan cambuk Pak Gendut. Fiona! Bakar aku! Bakar aku dengan api cintamu!"Lalu segalanya mengabur. Camkan itu!"Tak ada ikan bakar di kepala Susan."Kau boleh boleh menganggap dirimu sebagai ikan atau burung-burung paling indah. Ia merasakan kepedihan yang mengelupas kulitnya. Tak ada cericit burung-burung malam di Kent Road yang pedih dan sunyi. dentingkan kecapi Sundamu.html . Tak ada denting kecapi.Buru-buru Bondas turun. Dan kobaran api itu. Menggeliat.Tentu saja Fiona mendengar suara-suara yang memuakkan itu.. disusupkan ke balik kaosnya. 2001 Lecutan Cambuk Mendera Post: 09/20/2002 Disimak: 238 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. masih dingin."Ketahuilah. turun dari becak. Sita yang tersalib di Harbour Bridge mulai dibakar ratusan kera. Seperti tahun-tahun lalu. Fiona. Dipetikinya buahbuah mangga yang masak. agak sayu. Bondas berlari. Bondas menatap ke arah pintu rumah Pak Gendut. Sydney. Seperti sebelum angin dan lengking musim yang ganjil menidurkanmu. Tar! Lecutan cambuk itu kembali mendera punggung.ABC Amber LIT Converter http://www. Hanya ikan asing terbang di atas samodra yang juga asing.Tak ada jawaban. muda. Dipanjatnya pohon mangga itu. Dengan murka Pak Gendut memburunya.Dari lorong gang muncul ibu Bondas. Pagi masih gelap. Buah mangga berceceran dari kaosnya. mengendap-endap. Tersungkur. Berdiri gagah Pak Gendut di depan pintu. membawa cambuk yang bergetar. dalam pentas nanti publik akan tahu betapa kita hanyalah ikan-ikan asing yang berenangan di Sydney Aquarium."Anak jahanam!" dengus Pak Gendut.com/abclit.com/abclit. Bondas merasa terlindung kegelapan.processtext. Di otaknya yang disusupi alkohol. Alangkah kaget lelaki kecil itu. Lengan ABC Amber LIT Converter http://www." Susan melenguh lagi.. Fiona mendekati pintu tanpa menimbulkan suara-suara yang mencurigakan. dengan perasaan takut. Edisi 01/20/2002 TERGODA ranum buah mangga yang bergelantungan. Tar! Tar! Tar! Cambuk itu mendera punggungnya.processtext. Meringis." desis Susan sambil memperkeras ketukan. cantik. Kesenyapan yang melayap ini mencurigakan.

Suara mereka samarsamar terdengar di dalam kamar Ira. ramah. Digedornya dengan kepalan tangannya. Ia keluar dari kolong tempat tidur dan menghampiri pintu kamar Ira. dari celah pintu. kulit memerah-biru bilur-bilur cambuk.Dari pintu kamar Ira yang terbuka. Ia pernah merasakan lecutan cambuk itu. dan perutnya yang singset sedikit terbuka. Terdiam. Bondas terbangun dari lelap tidur. berkali-kali mendera punggung di kamar ibunya. lecutan cambuk kembali menyobek luka baru pada wajahnya-bilur merah kebiru-biruan. Ibunya tak beranjak dari kamar. Suaranya riang. Tatapan lelaki itu. Pak Gendut memasuki rumah Bondas. Bondas berlindung di belakang pantat ibunya. Tak cuma sekali ia dengar deraan cambuk itu.***TENGAH malam. wajah garang Pak Gendut menyeruak.ABC Amber LIT Converter http://www. Senyumnya menggoda. Tetap saja pintu itu tertutup. lantaran bayangan Pak Gendut menyergapnya.html perempuan itu tampak menawan. Malam itu Bondas menginap di sudut gardu ronda." bisik Bondas. Terpuruk di sudut kamar. Ira menjerit-jerit kesakitan.Sebelum cambuk Pak Gendut melecuti tubuhnya. Bondas belum sempat menghindar. dan merasakan betapa pedihnya. Terasa pedih. Ingin sekali Bondas berlari. Bondas berdiri menganga."Kita harus menyelamatkan Ibu. menyembulkan pusarnya. Nyeri. Digedor-gedornya pintu kamar itu dengan hantaman dan tendangan. Bondas bersembunyi di kolong tempat tidurnya. telungkup.Menggigil di sudut kamar. cuma bergolek saja di tempat tidurnya. Ia berlari ke pintu kamar ibunya.Pelan-pelan Bondas mendekati kamar Ira. dan menghabisi Pak Gendut-yang suka menyelinap malam-malam semenjak Ayah meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan tak pernah kembali. melecut wajah lelaki kecil itu.com/abclit. dan kali ini datang pada saat ibu tak di rumah. yang sebelumnya garang. diberikan pada ibu Bondas. Ia mendekam di sudut kamarnya. menggeram. Cambuk di tangannya diayunkan. Dan sekilas.Dari dalam kamar. Bercanda. berada di balik kegelapan. berubah mesum. teramat pedih. Sesekali ia bangkit. Agak lama mereka berbincangbincang."Terheranheran. Kulit pipinya mengelupas.processtext. ia melihat ibunya dengan punggung telanjang. Ia menandai. Meninggalkan rumah. Ira lebih tenang. Dia melihat Ira terjaga. Bondas diburu Pak Gendut yang masih terus melecutkan ABC Amber LIT Converter http://www. Hingga terdengar lecutan cambuk menderu. Tak berani bergerak. yang pernah kena deraan cambuk Pak Gendut. bangkit lagi. Bondas mempertajam pendengarannya. dipungutinya. Tapi tergeletak saja di tempat tidurnya.processtext. Buah-buah mangga yang terserak di pelataran. Bondas berlari.Masih terdengar suara Ira tertawa-tawa dan Pak Gendut terus menggodanya. Punggungnya. Kakinya seperti patah. Bondas tak tahan mendengar jeritan Ira-kakak perempuannya yang berangkat remaja. Ia tak berani beringsut.Berlari meninggalkan rumah.nyeri sampai ke dalam dada. Dan ia dengar suara ibunya merintih-rintih. Menahan nafasnya kuat-kuat. Takut. Pak Gendut menjadi sangat lembut. Terdiam sejenak. merasakan dadanya bergolak. Bondas tak bisa membebaskan diri dari rasa takutnya.***PADA malam yang menggetarkan. Memaki. Mendengarkan rintihan ibunya. di rumah. Ia mendengar suara cambuk. membawa cambuk.""Kurasa mereka sedang bersenang-senang. alangkah kagetnya Bondas melihat Pak Gendut bertelanjang dada.com/abclit. Ditendanginya pintu itu. kakak perempuannya. merasa Pak Gendut memburunya. berpapasan dengan ibu Bondas. sesekali tersentak. Pak Gendut terus tertawa-tawa. Tertawa-tawa. Terus berlari. berdebar-debar. menghardik Bondas. memburunya dengan cambuk. itu cambuk Pak Gendut. Bondas mendengar Ira menggoda Pak Gendut. dan Ira berteriak-teriak kesakitan. kembali duduk.html ."Kenapa?""Pak Gendut menyiksanya dengan cambuk. mendobrak pintu kamar ibunya. Menggigil. Kokoh di depan hidungnya. masih menyisakan kepedihannya. Tangannya terasa sakit.Ketika pintu terbentang.

com/abclit. Ia tak tahu ke mana. segera menghampiri Bondas. tanpa arah. haus.***PERJALANAN rombongan kuda lumping itu mendekati rumah Bondas. melelehkan air mata. Sesekali penari kuda lumping itu menghirup air kembang dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak kembang itu. Meraih kuda lumping. Dia menghampiri Pak Gendut yang mendengus-dengus dengan nafas keji. anak laknat!" seru Pak Gendut. Sesekali dari mulutnya terdengar lengking kesakitan. Gamelan bertalu-talu. tar!Anak-anak yang mengenal Bondas. buruburu Bondas memungutnya. Menjilatinya dengan liur berlelehan.com/abclit. memandangi penari kuda lumping yang lusuh. seketika Bondas kesurupan.ABC Amber LIT Converter http://www.Ada beberapa pemain kuda lumping menenggak minuman dari botol plastik. Tapi terus saja Pak Gendut memburu dengan cambuk yang dilecutkan. dengan warna-warna-terutama merah-yang memudar. dan bergoyang. Diayunkan cambuknya merobek muka Pak Gendut. kusam. mendengus. Pak Gendut menyeruak di antara orang-orang yang berjubel. Tak tersisa tenaga padanya. Tapi Bondas terus berlari. Meloncat. Bondas berada di sebuah pinggir kota yang tak pernah dikunjunginya. Bondas ketakutan melihat cambuk itu. dan sepasang matanya mulai terbiasa menjelajahi kegelapan. Anak-anak bersorak. tar. tak terurus. letih. Menyusup-nyusup di antara para penari. Menari dengan gerakan cepat. Pakaian mereka sudah aus.Tanpa menoleh. kuda lumping dan cambuk. Tak berani pulang. meski ia sudah jauh meninggalkan rumah. bergetar. pemimpin rombongan yang paling tua umurnya. Dia memilih diam. Lecutan cambuknya terdengar paling tajam menggetarkan udara di tanah lapang. tar!Beberapa orang penari mulai meramaikan tarian kuda lumping. kian lama kian rapat. Yang lain tiduran. dan seirama dengan hentakan gendang. tar. Bondas terus berlari. mendera punggung. memberikan bungkusan nasinya.Di tanah lapang.***LAPAR. Lelaki kecil itu menyelinap dalam lorong gelap gang. Pak ABC Amber LIT Converter http://www. Gerakan tarian kian cepat.Dari kejauhan terdengar gamelan pemain kuda lumping.Ketika perempuan itu melempar bungkus nasi. bertepuk tangan dan kegirangan melihat lelaki itu kesurupan. Tatapan matanya mengatur. Telah seharisemalam ia berjalan kaki meninggalkan rumahnya. bergurat-gurat menghitam. malu-malu. Bayangan wajah Pak Gendut sangat menyeramkan. Menghirup air kembang. mencampakkannya ke tanah. tanpa pernah mengerti akan berakhir di sana. Dia bangkit dari ketakberdayaannya. Tapi lelaki kecil itu tak menggigil ketakutan sebagaimana dulu ketika meninggalkan rumah. dan segera ditabuh. dengan telapak kaki retak-retak berdebu.Meski punggung terasa nyeri. Dia menyelinap di antara gang-gang sempit. Bondas melahap nasi bungkus itu dengan tangannya yang bergetar. menggetarkan udara.Orang-orang terus berdatangan. Dadanya mendesirdesir lantaran dendam. lentur. Lecutan cambuk berulang-ulang.processtext. Dengan takut. Pak Gendut kehilangan lacak. yang lahap menyuap nasi ke dalam mulut dengan tangan. Mereka meletakkan gamelan. perempuan muda. Pada saat menatap Pak Gendut. ia terus berlari. Melecut cambuk dengan suara tajam menyentak langit: tar. celah-celah di antara rumah-rumah yang berhimpitan."Mau lari ke mana kau. Rombongan penari kuda lumping-yang bermain berkeliling desa itu-letih dari perjalanan dan terik Matahari. Tapi dia sudah tak bisa berlari lagi. terus saja berlari. tak berkedip memandangi penari kuda lumping. terasa tercabik-cabik. Pak Sukra. samar. Seorang penari kuda lumping menari di tengah-tengah tanah lapang itu. Anak-anak kecil berdatangan. Ia bernaung di bawah pohon berbayang-bayang teduh. seperangkat gamelan diletakkan. Sebuah baskom berisi air kembang diletakkan di tengah tanah lapang.html .html cambuknya. Yang lain lagi membuka nasi bungkus. membawa cambuk yang sesekali menyentak tanah berumput: tar. Dan Bondas yang lapar. dan mengunyah-ngunyah kelopak-kelopak bunga. Menari.processtext.

melecutkan cambuk ke tubuh lelaki tambun yang menggelepargelepar kesakitan itu.processtext. Rencanamu akan terganggu karena orang lain memberi sugesti kepadamu. Ia memberi resep obat generik. Ayunan cambuk Bondas lebih tajam lagi.Lelaki tambun itu pun mengerang-erang. Menggeliat-geliat kesakitan.Dokter Isman tidak memasang tarif. membuat perawat yang membantunya agak bingung. Jangan menuliskan nama di dalam daftar hadir.com/abclit. Jangan membuat surat yang panjang maupun pendek yang isinya mengenai janji. terus.html Gendut mengerang beringas. memekik senang. anak-anak kecil itu-teman sepermainan Bondas dulu. Pak Sukra menghembuskan mantra ke ubun-ubunnya. Menggelepar-gelepar. November 2001 Dokter Isman Post: 09/20/2002 Disimak: 326 kali Cerpen: Wilson Nadeak Sumber: Kompas. Tapi masih saja ia menari. mau diapakan hasil tanaman itu. Jangan membuat catatan dari rapat yang Anda hadiri. merobek kulit muka.berjingkrak-jingkrak. mulai dari golongan atas sampai kepada golongan bawah. sebagian pasien membayar dengan hasil tanamannya. dada dan punggung yang terbuka. "Terus. pasien selalu berdatangan. Pak Gendut berguling-guling di tanah lapang itu. Pasien-pasiennya banyak.Masih ada sejumlah "jangan" lain yang disarankan dokter Isman. dokter Isman selalu memberi resep sebagai berikut. jarang antibiotik.html .Jangan sekali-sekali menulis pesan penting. Sampai jauh malam. Bahkan.com/abclit. tetapi sebuah nasihat.processtext. bertubi-tubi. Perawat yang membantunya selalu kewalahan mengatur waktu.Anak-anak kecil bersorak-sorak kegirangan. Anak-anak bersorak. Jangan gunakan handphone karena itu selalu menghambat perjalananmu dan membuat engkau berada di bawah pengaruh orang lain. pengalaman hidup dan kesaksian mengenai sesuatu. Kawankawan karibnya manggut-manggut mendengar "resep" yang tidak lazim itu. Namun kawan-kawannya senang bergaul dengannya. ABC Amber LIT Converter http://www. Ia bukannya memberikan resep atau obat. Jangan memasang telepon di rumahmu jika kau ingin tenang dan tidak diganggu orang. Ia membiarkan pasien membayar sesuai dengan kemampuannya. Tanpa henti. Lecutan cambuk Bondas terus mencabik-cabik tubuhnya. Edisi 01/13/2002 KEPADA kawan-kawan dan pasiennya yang akrab dengannya. cambuk dia! Cambuk dia! Cambuk!"***Pandana Merdeka.ABC Amber LIT Converter http://www.

Ia tidak mengerti apa itu "organisasi terlarang". meninggal dunia karena terserang penyakit malaria. ia harus bekerja keras. Kalau bisa. biarlah kedua adikku ibu kirimkan ke Jakarta. ibu bersedia mencarikan calon menantunya. seorang adik bapaknya yang bekerja di Jakarta memerlukan orang menjaga rumah dan anak-anaknya. Ia bertugas dari sebuah pulau ke pulau lainnya. menyiapkan makanan di atas meja-sedikit nasi. isinya. ia ditempatkan di sebuah pulau di Indonesia bagian timur sebagai dokter inpres.Ibunya dari kampung halaman mengirim surat kepadanya. ibunya sering tengah malam terbangun dan menangis. Ayahnya dijemput dari rumah.com/abclit." jawab ibunya sambil menyelimuti tubuhnya dan kedua adiknya perempuan yang masih kecil. "Tidurlah. dan tidak pernah kembali. Namun. ia menyadari bahwa pelayanannya harus ditingkatkan melalui perkembangan ilmu pengobatan.processtext. dokter wanita yang masih muda yang penuh antusiasme.Kerapkali ia tidur di gubuk petani dan makan seadanya. Kadang-kadang ia bermalam dekat warung pinggir jalan. ubi jalar. tinggal dengan aku.com/abclit. agar ia segera menikah. Ia ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang medis. Ia mengambil spesialisasi jantung. Di rumah pamannya ini.***TIGA tahun ia melaksanakan tugas sebagai dokter inpres. Bertahun-tahun ia berbakti di pulau terpencil itu. mengobati orang-orang yang tidak mampu membayar obat. sekolah itu memberi jaminan pekerjaan hidup dan masa depan mereka. dengan kereta roda. Obat-obat bantuan LSM tertentu banyak yang digunakan untuk mengobati penduduk yang jauh terpencil di pedalaman.html Tetapi dokter Isman senyum-senyum saja. Malam-malam tanpa lampu itu ia mengenangkan kembali kampung halamannya.Waktu ia mahasiswa kedokteran.. Sulit sekali mencari obat di sana. Ketika ia terbangun.ABC Amber LIT Converter http://www. Ketika itu banyak orang berbicara atas nama "rakyat". Ia tidak pulang ke rumah sebelum semua minyak tanahnya laku. Ia pakai topi agar sengat Matahari Jakarta tidak membuat kulit wajahnya gosong. Waktu ia masih duduk di SD kelas dua. Kalau bisa. aku akan menyekolahkan mereka ke sekolah perawat.Subuh sekali. Jika ia tidak menemukan jodoh di kota. Adiknya yang bungsu masih di SMA dan adiknya yang lebih besar dimasukkannya ke ABC Amber LIT Converter http://www. Sejak kepergian ayahnya. ikan asin dan sayur-lalu berangkat ke sawah. kerapkali ia harus menjual minyak tanah keliling Ja-karta. ibunya mengelus-elus kepalanya. Kebeberangkatannya dari pulau terpencil itu ditangisi penduduk setempat. Ia memberi makan adiknya dan kemudian ia pergi berjalan kaki ke sekolah. ibunya sudah menanak nasi. Ia harus mengajari penduduk agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyakit. ayahnya hanyalah petani kecil. ia membalas surat ibunya dengan singkat: Ibu. Tetapi samar-samar ia mendengar penjemput ayahnya membentak ibunya. Ia sendiri merasa sedih meninggalkan mereka. Di Jakarta ia memang buka praktik sebagai dokter umum sementara kuliah lanjutan. Ia tidak bisa menghalau bayangan ayahnya yang pada suatu hari didatangi orang yang tidak dikenal. bahwa ayahnya terdapat dalam daftar nama pengikut organisasi terlarang. Seorang kawannya. memandikan saudara sepupunya. Tapi anehnya.Ibunya datang dengan kedua adiknya. Surat itu membuat hatinya agak trenyuh. Honor inpresnya dipakai untuk membeli obat.processtext. Ia tidak mengerti mengapa. Ia dipanggil dengan janji akan disekolahkan. Petang hari ia sekolah di SMA sampai ia tamat dan diterima di sekolah kedokteran. Selama ini ia kurang memperhatikan calon istri. memberi mereka makan dan menyertai mereka ke sekolah. petani yang hanya mengandalkan hidupnya dari sepetak ladang dan sebidang sawah yang diwarisi dari orang tuanya.html . Waktu tamat dari fakultas kedokteran. aku mengasihimu seperti diriku sendiri. Ketika tamat dari SMP. dan subuh pulang kemudian kuliah.. Nak!" "Mengapa Ibu menangis" "Tidak apa-apa. Setahunya.

Ketika jantungnya sama sekali berhenti berdetak. dan gaji tentara yang tidak memadai untuk keperluan di ibu kota. Ibunya tinggal bersama-sama dia beberapa bulan. dan menangis terisak-isak.Setelah sampai di rumah sakit. ia mendapat berita dari kampung halaman.ABC Amber LIT Converter http://www."Abang melihat dokter lain berkeluarga juga. Tetapi yang kami rasa.com/abclit.html sekolah perawat. Ia geleng-geleng kepala. Sebagai dokter ahli jantung. Abang sebaiknya segera menikah agar ada yang mengurus Abang di rumah.processtext. rasanya hampir mau ma-ti. Bila dada sesak. Di seberang. Ia minta bantuan beberapa orang tetangga untuk mencari angkutan untuk membawa ibunya ke rumah sakit terdekat. Kami ingat itu. ia akan membawa ibunya ke Jakarta dan merawatnya sebelum parah betul. Jangan-jangan ia terlalu mempedulikan profesinya saja. te-tapi denyut nadi itu dan grafik getaran di layar tv tak lagi beraturan. Yang perawat merasa sedih tiap kali abangnya memberi bantuan kepadanya. kampung halamannya. yang bungsu dari akademi sekretaris. Ia merasa bahagia karena kedua adiknya sudah berkeluarga. Gilirannya. para perawat yang telah turut berjuang berusaha menyelamatkan nyawa ibunya. Dokter Isman tidak segan-segan memodalinya. "Ya. Mengapa Abang tidak memikirkan diri Abang sendiri?" kata yang perawat. Menghitung de-nyut jantungnya. mengapa ia baru tahu bahwa ibunya menderita penyakit jantung. yang sewaktu-waktu berjualan berlian.html .processtext. Nak. Nak. kalau ia tahu. Ia memang sering mengeluh karena gaji perawat yang tidak seberapa. Mereka merasa risau masa depan abang mereka yang sudah berusia di atas tiga puluhan. tetapi ia selalu menghindar. "jangan sekali-kali terlibat soal utang-piutang! Jangan bangga dengan kartu kredit kalian!"Iparnya yang letnan berkata kepadanya. Dokter-dokter. ibunya dimasukkan ke ICU. Beberapa hari bersama dokter rumah sakit itu mencoba menyelamatkan nyawa ibunya. surat kilat dari kerabat dekatnya yang memberitahukan bahwa ibunya kerapkali pingsan. Segera diangkatnya ibunya ke beranda depan agar udara lebih leluasa.Dua tahun kemudian.Setelah beberapa hari penguburan."Pesanku kepada kalian."Ia memegang pergelangan tangan ibunya. lalu pamit. Ia pulang sebentar karena spesialisasinya sudah selesai. Perawat bekerja di rumah sakit sedangkan yang sekretaris menikah dengan pedagang.com/abclit." kata dokter Isman kepada adiknya dan iparnya yang tentara. Mereka melihat jenazah yang sudah tidak bernyawa di depan mereka. Kedua adiknya berusaha menyebut beberapa nama gadis yang dikenal mereka dan abangnya."Abang mau menunggu siapa? Abang telah mengurus kami dan menyekolahkan kami. Getaran itu semakin mendatar dan mendatar. tertunduk. udara pegunungan agak segar. yang satu dari akademi perawat.Percakapan seperti ini sering terjadi antara mereka." kata dokter Isman.""Oh. juga dengan ipar-iparnya. Bu. ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.***KEDUA adiknya yang perempuan sudah tamat. pulang.""Bukankah hidup dokter susah? Siang-malam harus meninggalkan keluarga?" bantahnya. lagipula Jakarta terlalu panas baginya. Nak. Kakaknya menikah dengan seorang tentara yang berpangkat letnan. Ia tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Ditemukannya ibunya berbaring di atas divan. ia merasa amat terpukul. Ia selalu berbicara mengenai sawah dan ladang yang ditinggalkan." kata Isman terkejut. ia kembali dengan pesawat ke Jakarta. Ia menyadari bahwa ajal ibunya sudah semakin mendekat. Kemudian ia mencoba mendengar denyut jantung ibunya dengan alat yang ditaruh di atas dada."Aku datang. Bang." kata ibunya dengan suara pelahan. "Sejak kapan Ibu merasa sakit jantung?""Dokter di Puskesmas mengatakannya begitu."Dekatlah ke mari. Ia merasa amat berdosa. Nak. entah kapan. bukan?""Tentu!""Bagaimana kalau kami yang mencarikan calon untuk Abang?"Dokter Isman tersenyum. Ia pulang dengan murung. "Penyakit jantungku kumat. ibu rekannya.

sebuah surat kabar memuat berita pembunuhan.ABC Amber LIT Converter http://www. Jantungnya berdebar-debar. Paling lambat pukul empat sore! Beberapa bulan berjalan. Seorang wanita telah ditemukan di ruang tengah sebuah rumah.. Dalam teriak dan tangisnya ia berkata:Tuhan. toloooong. ia mengajukan saran kepada suaminya agar ia membuka salon kecantikan. dengan syarat.Istri dokter Isman melihat para tetangga di depan.processtext. menurut pengakuan suami korban. Ia menyadari adanya sesuatu yang terjadi kepada suaminya. istri letnan itu datang dengan seorang gadis lincah dan cantik. Apa yang terjadi kepadanya?"Dokter kepala datang. Adiknya yang perawat.html menjawab. ia membiarkannya bertandang sendirian.com/abclit. Tuhan. Ia keluar dari ruang kerjanya dan memberitahukan kepada perawat bahwa ia pulang. Mereka berkeliling di sekitar jenazah yang kaku. Ia memeluk sua-minya yang terbujur di atas tempat tidur. Setelah memberitahukan bahwa suaminya sedang pingsan dan dibawa tetangga ke rumah sakit. "Dokter Isman sudah tiada. Ia kenal betul gambar itu.com/abclit. Diduga wanita itu dibunuh secara sadis oleh pemilik rumah karena persoalan hutang piutang. Dengan hati berat dokter Isman mengizinkan. Ia ada di kamar. sekitar bulan Maret. Ia terkena serangan jantung.""Oh. 18 November 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Menurut pihak kepolisian. Ia tidak mau memasang telepon di rumahnya.Dokter Isman memperhatikan gambar itu. Ia bertanya pelahan dan airmatanya mulai berlinang-linang. dan sesudah itu.Sesampainya di pintu gerbang rumahnya. menyuruhnya duduk. sang istri segera bergegas menyusul ke rumah sakit. mengapa Kauambil suamiku! Ia begitu baik dan ganteng. Ia duduk tersandar di ruang kerjanya. Beberapa waktu kemudian iparnya dan adiknya yang bungsu datang. Ketika ia siuman. Semuanya diam tidak mampu berbicara.Setahun kemudian. Tampaknya pemilik rumah sudah merencanakan pembunuhan itu.Mereka jualah yang bertanya sepulang dari kuburan: Mengapa orang baik cepat meninggal dunia?Bandung.Setengah tahun kemudian mereka menikah. Beberapa pembantu istri dokter Isman sibuk dan merasa senang.. Seorang tetangga me-lihatnya dan berlari mencoba menolongnya. Ia menyapa mereka dan menanyakan di mana suaminya. mengapa Kaucabut nyawanya?(Dan kepada dokter ia berkata)Dok."Tenanglah."Bagaimana suamiku? Di mana dia?" tanyanya dengan suara terisakisak. Praktik dokter di rumahnya terlalu lama karena pasien yang telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Ia tidak pernah berbuat jahat kepada sesama. Bu.processtext. ia menjerit-jerit. istrinya mempunyai tagihan dengan yang mempunyai ru-mah. Istri dokter tinggal mengawasi saja. Istri dokter Isman agak sulit juga menyesuaikan diri cara hidupnya.html . mendorongnya. Perawat memapahnya. Satu-dua kali ia berkunjung ke rumah abangnya dengan gadis itu. di ruang tunggu.Bulan berikutnya.Para tetangga mengurut dada. Daripada hidup bengong di rumah." Nanti dokter kepala yang berbicara kepada Ibu. Seorang tetangga berlari ke wartel dan menghubungi istri dokter Isman. dokter! Ooohhh. Pelahan ia berkata. Rupanya yang empunya rumah memancingnya datang ke rumah dan kemudian memukulnya di belakang kepala dan menguburkannya di tengah-tengah kamar makan. Tak sepatah kata yang keluar dari mulut mereka. ia bergegas ke ruang kerja suaminya."Istri dokter Isman jatuh pingsan. (Ia jatuh pingsan lagi). Gambar yang terpampang di samping berita. Pelahan ia memasukkan mobilnya ke halaman dan kemudian turun hendak menutup pintu. Tetapi ia tiba-tiba lunglai dan jatuh di depan pintu. Ia berteriak sehingga tetangga yang lain ber-datangan. salon itu banyak dikunjungi orang. tidak boleh pulang sampai petang. Gadis itu di-perkenalkan kepadanya. ia membuka pintu gerbang. sembuhkan ia dokter! Tolonglah obati dia! Hidupkan dia.

ABC Amber LIT Converter http://www. tahukah kau bahwa laki-laki selalu berakhir di suatu tempat yang sama? Orang asing.processtext. Kuta sudah jam satu pagi. persis seperti nada-nada blues yang merambat ke segala penjuru kafe tempat kami bertemu. Dan ia menyebut perempuan seperti saya. Lagi pula ia sudah mulai mabuk. Seketika semua persoalan redup dari mata dan hatinya. Surga yang dijanjikan ternyata berwajah maksiat.com/abclit. Meski ia tertawa. Tentu aku tidak perlu menjawab. Pakaiannya dilucuti tanpa sedikit pun pemaksaan dan ia tidak mampu menghalau bahkan dengan sehelai tenaga.processtext. Di kedalaman matanya ada penuh bekas luka yang panjang dan mendalam sehingga selalu nampak sembab. Tamu-tamu asing nampak lalu-lalang sambil mencekik botol bir dan menggandeng pacar perempuannya atau pacarnya sesama laki-laki..html Seperti Tanesia Post: 09/20/2002 Disimak: 306 kali Cerpen: Andre Syahreza Sumber: Kompas. Namanya Tanesia.html . Apa lagi yang mereka inginkan dari perempuan seperti saya?". akhirnya aku mengungkapkan ketidakmengertianku. Badan dan mulutnya sudah lebih dulu dibungkam lewat suntikan di tengah pergelangan tangannya. ABC Amber LIT Converter http://www. Selebihnya hanya hampa dan tiada daya. atau orang kita sendiri semua sama saja.com/abclit. Maka ia bercerita:Tubuhnya didorong tangantangan kuat dua orang pria hingga terjerembab di atas kasur mewah berselimut gambar kembang jepun. Suara-suara yang keluar dari bibir yang sebenarnya indah itu sudah kurang terjaga. Bukankah ia yang mengatakan semua sama saja? Bule atau orang kita sendiri. tapi dua orang pria yang dikenalnya itu merayu dan menjanjikan surga setelah suntikan itu. Mulanya ia menolak. Merasa asing dengan maksudnya di awal perkenalan itu. Dagunya lunglai. Tanesia tidak sedikit pun tertarik. meski ia berusaha menahan tangis namun selalu saja nampak misteri sembab pada matanya. meski ia tersenyum. bahkan dengan sepatah kata meski jiwanya berontak. Edisi 01/06/2002 MAKA duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat.. Sampai dua pasang tangan itu mendorongnya terjerembab di atas kasur dan melucuti pakaiannya. Kemudian gambar-gambar buram menggelayut di matanya. Maka jarum sudah telanjur ditusuk. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu: "Anthony. Darahnya bolak-balik dipompa sebanyak lima kali.

namun setengahnya malah berupa pernyataan.ABC Amber LIT Converter http://www. Ia menjadi terbiasa dengan suntikan di pergelangan tangannya dan kehilangan trauma pada gambar kembang jepun. malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dihampirinya dan dijelajahinya hanya untuk mereka berdua. Tapi ia berusaha menanggapi pertanyaanku sebelum meneruskan ceritanya dengan alur yang tidak menentu. Satu orang laki-laki.html Tanpa gairah maupun penolakan. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja. Tanesia takluk. Sampai sepasang mata itu kembali lagi dari sebuah negeri di mana bintang-bintang dan rembulan bertaburan. semua sama saja. Hanya dengan begitu ia telah menggubah pertanyaanku menjadi jawabannya sendiri. tapi aku tetap diam saja.processtext. Maka ia meneruskan ceritanya:Kira-kira dua tahun sebelum kejadian itu ia terpaksa memutuskan untuk pindah ke Bali. orang kita sendiri. Sebab hari-hari yang dilaluinya setelah kejadian itu adalah barisan hari-hari yang itu-itu juga. Pipinya ABC Amber LIT Converter http://www."Kenapa dia pergi?" kembali aku menggugat. Ia sengaja menenggelamkan aku pada pertanyaanku sendiri dan seperti mencoba mengingatkan aku pada pertanyaanku sebelumnya."Apa yang terjadi setelah kamu sadar?" tanyaku menggugat.com/abclit. Pertanyaan itu tidak sepenuhnya berupa pertanyaan. luruh ke seluruh hatinya. Kali ini semakin nampak sisa-sisa kecerdasannya. lalu pergi. Bukan suatu kebetulan Tanesia memilih Kuta. dan semua itu dapat tergambar jelas hanya dengan menatap sepasang matanya.processtext.Ia terus melanjutkan ceritanya:Sekiranya dua kali kemeriahan malam Tahun Baru telah dilewatinya dalam kebekuan hati setelah peristiwa buram di atas kasur bergambar kembang jepun. apa bedanya? Orang asing. dari sekian lama mati. Lalu bertemulah ia dengan seorang pria setengah baya berperilaku santun yang membawanya bekerja di sebuah hotel bintang tiga. malam dengan rembulan. Berdasarkan ceritanya. atau tiga. Saat itu wajahnya menggambarkan dosa-dosanya yang merefleksikan dosa-dosaku. Setelah laki-laki itu akhirnya pergi. Diciuminya setiap malam pria itu seraya menggenangi seluruh isi hatinya dengan suka cita dan harapan dan impian dan ketulusan setiap wanita yang menemukan naungan kasih sayangnya. Tanesia menatap tanpa sepenuh tenaga akibat butir-butir alkohol yang melemahkan kesadarannya. semakin bersatulah mereka berdua dalam peluk-cium dan gairah yang melayangkan keduanya ke sepanjang zaman. Sampai suatu hari gugusan malam-malam dan bintang-bintang itu lenyap tanpa jejak dan bekas. Hanya untuk berdua. Darahnya kembali mengalir hangat mengitari jantung dan hatinya. Dengan gairah semacam itu tiada bedanya malam tanpa rembulan. tapi aku sengaja diam saja. melongsorkan pedalaman jiwanya dan seketika duka lara menggantikan suka cita ke setiap sudut perasaannya.com/abclit. Saat itu pula musik blues berganti dari satu lagu sendu ke lagu sendu lain yang tiada ampun mematahkan perasaan. Tanesia seperti terbangun dari mimpi buruknya. Ia menunggu respons. semua impian perempuan yang terbuat dari hati yang bersuka dapat ditampungnya. pada pria ini sejuta harapan perempuan bisa ditangguhkan. Tapi beberapa orang untuk suatu alasan harus pergi meninggalkan kebiasaan yang cenderung monoton dan tanpa gairah. Keluarganya baik-baik saja dan juga tidak ada masalah dengan teman-temannya. Jika malam tiba. Sebetulnya ia wanita yang cerdas. Semua berakhir pada tempat yang sama. Beberapa saat ia menunggu respons."Apakah penting apa yang terjadi setelah itu?" ia malah bertanya. Ia ingin mencoba sertifikat diploma pariwisatanya yang selama satu tahun belum digunakan. dua orang. Ia tidak menjawab dan nampak kecewa pada pertanyaanku.html . Tidak ada masalah di kota asalnya. Tapi ia seperti mati rasa dan tidak pernah merasa melewati tahun-tahun itu. Ia mengembuskan asap rokoknya seolah hendak meledek pertanyaanku. Ia menganggap itu sebagai respons.

html . Atau justru akan melengkapi keseluruhan cerita. Atau apa saja yang akan kutanyakan. Aku tidak mau mencobanya dengan sesuatu pertanyaan yang akan mengusik kecerdasannya. perempuan semacam dia harusnya tidak berada di kafe semacam ini di pagi sepagi ini pula. ABC Amber LIT Converter http://www. Jika ia terbangun di pertengahan dini akibat raungan suara-suara jahat. Sudah sejak tadi minuman itu dituangkan lagi setiap kali habis. Persis seperti rangkaian kisah hidupnya yang datang segelas demi segelas. Tiada ingin ia melepaskan pria itu lagi. Mungkin karena sudah terlalu Vodka. Mungkin dia benar. Sampai di sana ia menghentikan ceritanya. Malam-malam tanpa atau dengan bintang-bintang dan rembulan kembali menghiasi semesta hatinya. Setiap pagi dihadapinya dengan suka dan cita. Hidup ini hanya deretan minuman keras? Perumpamaan yang kurang menarik. Maka sebuah pertanyaan di akhir cerita hanya akan membuat keseluruhan cerita itu terganggu."Apa perlu aku bertanya lagi?" aku membalas gaya bahasanya tanpa sepenuhnya mengerti apa yang baru saja kunyatakan. Dipeluknya pria itu erat-erat dan ia benamkan wajahnya pada dada pangeran bintang dan rembulan. memabukkan. lalu menenggaknya sampai setengah habis. Tanpa berani bertanya.Dipeluknya dan diciuminya pria itu seperti masa sebelumnya dan ditumpahkannya seluruh isak tangis yang menggumpal di dadanya setelah sekian lama kehilangan tempat mengalirnya. Lagi pula nampaknya ia sudah mengakhiri ceritanya.html memerah kembali seperti sediakala. Kali ini pernyataannya mulai cengeng.ABC Amber LIT Converter http://www. Mata redupnya perlahan hidup kembali dan ada gejolak yang luar biasa hangat di kedalamannya. Pertanyaan-pertanyaan yang membuahkan teka-teki kubiarkan saja berupa pertanyaan biar bisa menghidupi ceritanya dan mengurangi kecengengannya. tentu ia sangat serasi berdiri di atas catwalk atau menjadi model iklan sabun atau lotion pemutih kulit. sejenak menyelidik ekspresiku. Aku tidak tahu pasti apakah itu lebih baik baginya. "Kenapa kamu tidak bertanya lagi?" ia malah memancing pertanyaan. adalah persoalan kenapa aku masih duduk di sana menunggui ceritanya. Kasihan.com/abclit. Seharusnya ia masih duduk menggarap skripsi atau jika pun dunia glamor yang dipilihnya. Tapi toh ia duduk di sana sambil menghisap dan menghembuskan asap-asapnya.processtext. Dilewati hari-harinya yang telah sekian lama padam dengan segenap api jiwa dan raganya. cepat-cepat diperiksanya kembali dada dan sepasang mata yang dicintainya lalu ia dekatkan ujung-ujung jari manisnya pada hidung sang pangeran hanya untuk memastikan semuanya masih baik-baik saja. Pria dari negeri bintang-bintang dan rembulan seperti telah mencabut sihir dengan segala maksud jahat yang selama ini menjauhkan dirinya dari segala macam kebaikan. Suara-suara jahat dari alam yang entah di mana tanpa sepengetahuannya berhasil merenggut sepasang mata itu dari hidupnya yang baru saja hidup kembali. Tanesia sempat kembali seperti sediakala. Seluruh pertanyaan melebur ke dalam irama dan nuansa ceritanya. Hingga di suatu malam yang tiada terduga ia kehilangan untuk kedua kalinya. Lalu dilindunginya lagi sang pangeran dari kehendak suara-suara jahat yang entah datang dari alam luar sana atau alam bawah sadarnya sendiri. Semua cewek cantik yang sedang putus asa bisa saja mengucapkan itu di sebuah kafe yang penuh asap. Metafornya kurang dalam." setelah mengucapkan itu Tanesia mengangkat gelas.processtext. menggantikan aroma parfumnya dengan sengat Russian Vodka. Saat itu aku perhatikan kulitnya yang kuning bersih dihiasi butir-butir halus keringat akibat sorotan lampu kafe yang sebentar lagi tutup. tanpa kita tahu bagaimana akhirnya. dan setelah habis dituangkan lagi dan dituangkan lagi. Tapi bahwa. terlalu biasa. "Hidup ini hanya deretan botolbotol minuman keras yang disuguhkan kepada kita tanpa kita tahu bagaimana akhirnya.com/abclit. Meski tidak seindah dulu. Mungkin aku memang sudah tidak punya pertanyaan lagi.

dari waktu ke waktu ia dengan waspada menengok ke semua sisi. Di sore lain.processtext.html tidak ada perlunya bertanya.html . Burung itu tampaknya sudah tua. pemusik tua itu membuka kotak biolanya. Si burung masuk sibuk dengan makanannya. pengamen tua menghadap ke bulevar ke arah jalan Nikitskie Vorota sambil menyentuh dawai-dawai biolanya. sementara pemusik ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Blues bubar setengah jam yang lalu. Namanya Tanesia. orang-orang yang lewat. Kami beranjak dan pergi ke sebuah hotel.com/abclit. penjual-penjual majalah dan kios-kios sekitar. Di sekitar patung telah berkumpul anak-anak. Patung itu terletak di Moskwa. Edisi 02/03/2002 SEORANG pemusik tua biasa bermain biola dekat sebuah patung Pushkin. telah hinggap seekor burung gereja.Di musim gugur terakhir Pak Tua memperhatikan tempat biolanya tergeletak di tanah seperti biasa. Ia merasa bahwa burung itu belum tidur padahal sore sudah gelap. Maka duduklah kami berdua berhadap-hadapan setelah perkenalan yang begitu singkat. sebagian besar bulunya telah beruban. Sebab jawaban hanya akan mematikan kegairahan ceritanya. Di telepon kami sepakat untuk bertemu setelah jam dua belas malam di sebuah kafe untuk berkenalan sebelum kencan dengan tarif tertentu. dengan harapan jika datang burung yang kemarin. mereka semua terdiam menanti permainan musik. Suaranya sungguh menggoda.*** Perjalanan Burung Gereja Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Andrei Platonov Sumber: Kompas. Bibirnya yang dilapisi gincu ungu muda beraroma Vodka menyemburkan kalimat-kalimat itu.processtext. Patung yang keempat sisinya tertulis puisi dan dilapisi marmer pada tangganya itu bertempat di ujung Tverskoi Bulvar. Dengan menaiki tangga-tangga itu. membuatku penasaran sehingga ingin cepat-cepat bertemu dengan wujud aslinya. seperti yang telah kami sepakati siang tadi melalui telepon yang aku dapatkan nomornya dari seorang teman.ABC Amber LIT Converter http://www. Tanesia menghabiskan setengah tenggakan terakhirnya.Sudah jam tiga pagi. agar dengan pasti melihat musuh dan kawan. Sang burung tanpa kesulitan bertengger di atas roti di kotak dan dengan sibuknya mulai mematuk makanan yang telah tersedia. ia dapat memakan roti lunak yang terletak di dalam kotak tersebut.

meremukkan roti di kantung dan pergi keluar. agar tidak membuang tenaga sia-sia. sesak nafas oleh kerasnya dingin dan angin. Di situ burung gereja itu mulai mematuki roti.Pak Tua harus melupakan banyak hal yang tak kembali dalam kehidupannya. sambil memainkan musik dengan biolanya. yang ditiup angin kencang. namun sadar bahwa itu percuma saja: badai sekejap akan menyapu roti itu dan salju akan menimbunnya. dan bersiap pulang untuk beristirahat. seperti sebelumnya menyediakan roti untuk burung gereja di kotak yang terbuka yang penuh dengan remahremah roti. bahwa alam juga dahaga akan kebahagiaan yang lebih baik. dan cuma sesosok patung muram bergemerisik oleh salju yang beterbangan menimpanya. seperti musik. muncullah burung ubanan yang telah dikenalnya.Beberapa hari sang burung tidak kelihatan di bulevar.ABC Amber LIT Converter http://www. ia berhenti meremukkan roti. nyaris bersembunyi di kehangatan peti kecil yang empuk itu. pemusik itu berjalan menyusuri gang menuju Tverskoi Bulvar. burung itu datang lagi ke patung Pushkin. burung gereja ini sudah sangat berumur atau menderita. terjaga di kamarnya. lalu sedikit berputar sekitar kotak. Pak Tua mengintipnya dari ketinggian bawah patung. Akhirnya si burung gereja keluar.. salju sudah mulai berguguran. Sudah lewat lima hari. dan suara biola menjadi terlalu lemah karenanya. Sementara kaca jendela masih malam. tanpa keinginan terbang dalam dinginnya angin.Sore berikutnya. Namun perasaan pengamen itu sudah mulai tersiksa oleh menunggu. sebab badai akan datang. karena ia memiliki otak yang sangat besar. Ia langsung menelusupkan diri ke kotak dan mengembat roti yang tersedia. hanya ranting-ranting pohon yang bergemeretak di Bulvar itu. tapi dengan acuh dan tanpa rasa takut terbang dan masuk ke kotak biola tersebut. sampai sang burung keluar dari kotak biolanya itu. Lama ia makan.com/abclit. Walau begitu. Violis tua. Pak Tua mendekat ke kotak tersebut sambil membawa biola dan tangkai penggeseknya dan lama menunggu di antara angin. Pak Tua ingin menaruh gumpalan-gumpalan kecil roti di tangga patung. Setelah makan. sibuk dengan makanannya.Hari ini terpaksa ia tak pergi bermain musik ke Tverskoi Bulvar. Saat itu di antara angin dan salju. ditaruhnya juga roti itu dan melihat bagaimana ia hilang di temaram badai. Sore itu cuaca tenang. setiap hari memotong kecil-kecil roti lunak dan hangat di kotak. Berarti ia mampu memakannya dalam waktu yang lama. dalam kegelapan. dan membiarkan tempat biola itu terbuka.Pak Tua mengagumi permainan alam yang hidup itu. Biarpun begitu menjelang sore Pak Tua mengenakan juga mantelnya.processtext. Ia hinggap dengan cakarnya yang kurus di salju beku. seperti manusia.html memandanginya dengan penuh keheranan dengan mata hati-hati dan ingin tau. pada saat-saat ini. Pak Tua memainkan nomor terakhir Jalan Musim Dingin Schubert.com/abclit.Fajar tidak segera menyingsing. burung melesat tinggi dari boks dan menggumamkan lagu kecil di udara. mungkin setengah jam penuh.Si burung ubanan ternyata tak takut badai salju. sebelum berangkat ke bulevar. Badai salju hampir sepenuhnya menimbun sekitar kotak biola dengan salju. dan ia mulai melupakan si burung. tapi sang burung tua masih asyik di dalam salju. Sepi. Dengan susah payah. sedikit berceloteh sesuatu dan berjalan pergi menuju tempatnya. tapi si burung tak juga hinggap berkunjung ke patung Pushkin. Dari sana ada perasaan nyaman menelusupi hatinya. Pak Tua. hanya diletakkannya sepotong roti untuk di kotak. Hanya saja ia tak terbang ke Tverskoi ABC Amber LIT Converter http://www.. Salju beku dan keras telah menyebar cahaya sepanjang gang. membersihkan diri dalam gundukan salju kecil.html .Di kedalaman musim dingin mendekati tengah malam terlihat badai akan tiba. berbaring hutan-hutan beku dan suara-suara dari negeri entah berantah. membalut kepala dan lehernya dengan syal. si musisi-pensiunan mendengar nyanyi badai dari balik jendela. kelihatannya lelah setelah guruh kemarin.processtext. Pasti.

Hari-hari seperti itu biasanya ia di rumah. Pak Tua diam-diam memasukkan biola ke dalam kotaknya dan ia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. tempat biasanya diletakkan kotak biola terbuka yang berisi roti. Si burung akhirnya mengurungkan harapannya atas makanan itu. sebab Pak Tua tak ingin makhluk yang telah dekat dengan hatinya pergi mendahuluinya.Pak Tua menyadari bahwa burung tua yang dikenalnya itu telah tewas akibat badai. dan satu-satunya yang membuat hatinya tenang adalah dengan memandang kaca-kaca jendela yang membeku. hanya saja ia tidak kedinginan dan mati. mungkin. Karenanya biarkan kura-kura yang menderita karena kepergiannya..html Bulvar. Ia menolehkan kepalanya sedikit ke arah manusia itu supaya bisa mendengarkan dengan lebih baik. dari arah musim semi.Si burung cermat mengamati semua daerah sekitar patung Pushkin dan bahkan sempat mengorekngorek dengan kakinya ke salju. Tetapi kali ini pemusik tua ini memainkan musiknya hingga larut malam. malam yang hening masih berlalu. dinding kamar bergetar: angin.com/abclit. Namun pemusik itu tak bisa tidur dengan tenang. dan di balik jendela. Salju yang jatuh. Dan lelaki tua itu teringat pada burung gereja dan bahwa yang dicintainya itu telah mati: ABC Amber LIT Converter http://www. berhembus dari selatan. dan mengenyahkannya sebelum sempat meraih ranting pohon atau tiang trem. membuat pemusik tua ini semakin jarang pergi ke patung Pushkin.Hidup bersama seekor kura-kura. hari-hari yang dingin dan angin sering kali tak mengizinkan Pak Tua untuk keluar ke Tverskoi Bulvar untuk memainkan biolanya. Beberapa kali ia mencoba terbang dari arah angin menuju tangga patung. setelah terbangun dari kebekuan jiwa. dan burung gereja menjadi sendirian dalam badai. Lebih dalam ia menggali lubang di salju. Tapi badai langsung menyergap burung itu ketika ia keluar dari salju. keras oleh kekuatannya yang menyatu. dan badai satu saat berhenti. sampai semua salju di sekitarnya mencair dan hilang. Ia pergi ke sana berjalan kaki.Burung itu jauh terbawa dan terdampar pada ketinggian tertentu. Sang Burung sejenak berpikir lalu membenamkan diri dalam kehangatan tubuhnya dan tertidur. Kura-kura itu mungkin saja khawatir kalau-kalau Pak Tua menghentikan permainannya sehingga ia kembali bosan hidup sendirian di lantai kosong. karena di bawah sedikit lebih tenang dan bisa bersembunyi antara timbunan salju dan benda-benda lain sepanjang jalan.processtext. Pak Tua mendengar sebuah gemuruh angin yang dahsyat. Suatu ketika pernah ia membaca bahwa kura-kura hidup lama. sebelum kura-kura merebahkan kepalanya yang kecil ke lantai karena kelelahan dan tertidur. Sering kali ia terbangun dengan tiba-tiba dan dalam ketakutan akan kematian. cuma angin bersih telanjang.. Setelah menunggu kura-kura benar-benar memejamkan matanya. di sebuah jalan kecil di Moskwa. sementara satu matanya yang hitam memandang ke arah pemusik itu dengan satu ungkapan yang pendek. Di sini bahkan salju pun tak ada. menggerak-gerakkan lehernya yang kurus dan panjang sambil mendengarkan musik. untuk melihat apakah badai mengantar potongan-potongan roti atau biji-biji tua yang bisa ditangkap dan ditelan.html .ABC Amber LIT Converter http://www. ia masih hidup. Memang di usia senja jiwa tak gampang lupa. Pada bulan Maret. sering kali ia dibebani kenangan-kenangan. Kemudian tampak seperti biasa saja. Kini setiap sore ia memainkan biolanya di rumah. sementara kura-kura perlahan-lahan keluar ke tengahtengah kamar. menyusutkan diri di dalamnya dan mulai mengantuk. Antara mimpi dan malam yang ia merasai bahwa gundukan salju tempatnya tidur bergerak perlahan membawanya. dan seketika burung itu jatuh dan menyusup ke dalam salju untuk menghangatkan diri dan beristirahat. Ia tidur dengan tetap waspada dan penuh kepekaan mengamati gerak badai dalam tidurnya. Bulan Februari ia membeli seekor kura-kura kecil di sebuah toko binatang di Arbat.com/abclit.processtext.

entah esok pagi ia menghangat dan siuman.. kadang biji kacang. dan tak jauh darinya bahkan terbang segepok semak dan ranting. bertenang diri bahwa setidaknya ia masih punya seekor kura-kura yang hidup. yang keras seperti batu. berceloteh dalam dirinya sendiri ketika rasa lapar mulai menyambanginya.processtext.com/abclit. karena pemusik tua itu tak lagi berpengharapan burung gereja ubanan datang menemuinya." katanya. Karenanya burung itu mulai berkisar ke sana ke mari seputar dirinya. belilah burung kami ini.html . ia bahkan bercanda-canda dalam lingkar badai yang keras dan jahat itu. Kotak biola seperti dulu. Ini mengisyaratkan bahwa angin tak membawanya sendirian. Seekor burung gereja tua ubanan tergolek di tangannya. tapi untuk menangkapnya sangatlah sulit: burung itu beberapa kali mematuk. memberi anak itu dua puluh kopek dan pulang. Pak Tua menaruhnya di sakunya. ia juga belajar bagaimana cara melesatkan diri dalam badai." jawab anak kecil dan menyerahkan burung itu dalam dua genggam tangannya kepada pemusik. karena paruhnya seperti menyangga badai. Burung itu memang tak takut terbang menyusuri ketinggian. lalu dicobanya meraih yang lebih jauh. entah ia takkan terbangun untuk selamanya. dan ketika Pak Tua beristirahat ia dengan sabar menanti kelanjutannya. Untuk berjaga-jaga Pak Tua meletakkannya di rongga dalam kemeja tidurnya.Setibanya di rumah pemusik itu mengeluarkan burung kecil itu dari kantung sakunya.ABC Amber LIT Converter http://www. dengan cara mengkeratkan badannya. Tak tahu. dan angin langsung membawanya mula-mula ke arah biji yang terdekat. dan itu cukup baginya. melesat dengan satu sayap. seperti kita melewati masa pensiun.html sebentar lagi musim panas tiba dan di Tverskoi Bulvar kembali pepohon bermekaran. dan burung itu pasti akan bersahabat dengan kura-kura dan dengan leluasa akan melewati musim dingin dalam kehangatan. Ia membalikkan diri dengan kaki-kaki kecilnya ke atas. Dipandangnya dengan jeli: kadang-kadang hanya sebuah biji kecil yang ranum yang tampaknya dari suatu tempat yang hangat."Baiklah. Dengan penuh kehati-hatian ia melihat sekitar. pemusik itu dengan ABC Amber LIT Converter http://www. Tak hanya kenyang. Kami perlu untuk tambahan karcis bioskop!"Pemain biola itu berhenti. tapi tutup kotak itu kini selalu tertutup. salah seorang berkata kepada pemusik itu:"Paman. sementara hawa dingin ataupun hangat di antara badai tak lagi dirasakannya. Pak Tua kembali terlelap. matanya tertutup. walau ia juga melayang bersama angin badai selatan itu. apakah ia mati suri atau mati benar.processtext. Selama musik dimainkan kura-kura itu sama sekali tak bergeming mendengarkan setiap gesekan biola.Setelah menghabiskan tehnya.Sang burung juga tidur malam itu. diletakkan di atas tanah di hadapan patung Pushkin. mencari benda-benda yang mungkin bisa dimakan. Selesai makan ia memutuskan untuk tidur.Kini setiap sore di musim semi pemain biola keluar untuk bermain musik di patung Pushkin. Sekarang ia merasakan diri lebih baik: makanan terbang di sekitarnya. Sebuah biji kecil terbang dekat sekali. meletakkan biola ke kotaknya dan bergegas menuju flatnya.. seandainya burung itu masih hidup. Ia tersentak hanya ketika pukulan badai menghantam. Pemusik menyusupkan kura-kura ke rongga bajunya. Dua anak kecil berdiri di pintu gerbang sebuah rumah tinggal yang sudah tua.Burung itu mungkin sudah mati.. Ia terbangun ketika keadaan sudah terang. "darimana kalian mendapatkannya?""Di atas batu.. Satu sore yang cerah angin berhembus disertai salju. kaki-kaki kecilnya lemah dan satu sayapnya menggantung tanpa daya. namun meraih biji itu tetap saja ia tak mampu. Dan di musim dingin ia pasti akan membawanya ke biliknya. Ia membawa kura-kura bersama dan membiarkannya berdiam di dekat kakinya. angin dengan kekuatan dahsyatnya telah membawanya ke negeri yang jauh. Jatuh sendiri ia dari langit.com/abclit. dan ia lagi-lagi menenggelamkan diri dalam kehangatan tubuhnya.

com/abclit. ia baru saja secara acak meng-klik sebuah alamat e-mail yang sama sekali tak dikenalnya. dan pada akhirnya tinggal manusialah yang merasai kehidupan dan penderitaan. Luar biasa.processtext. Entah ABC Amber LIT Converter http://www. Sementara kura-kura masih pulas di dalam tempurungnya. ketika burung itu bergerak-gerak di balik baju tidurnya dan mematuk tubuh Pak Tua." pikir Pak Tua. 25 tahun.Burung gereja itu tergeletak di atas kapas dengan kaki-kaki kecilnya menjulur ke atas.Sesaat Pak Tua tertidur. Edisi 02/10/2002 + Namaku.html . Hanya ingin berkomunikasi. Tapi dalam musik ada sesuatu yang tak tersampaikan untuk membalur kegetiran hatinya yang dalam. Burung itu telah mati dan melupa untuk selamanya. bahwa pernah ada di dunia.processtext. Sekretaris.com/abclit. Ingin ngobrol dengan seseorang yang asing.** Andrei Platonov (1899-1951) yang nama aslinya Andrei Platonovich Klimentov adalah seorang sastrawan Rusia pada masa Soviet. Karyanya yang termasyhur antara lain Chevengur dan Kotlovan. supaya tidak menggencet burung itu. "Hidup. ***Cerpen Perjalanan Burung Gereja dialihbahasakan dari bahasa Rusia oleh A Fahrurodji. Di sekitar situ ada kapas-kapas yang empuk dan nyaman buat burung itu. Karenanya diletakkannya biola di tempatnya dan menangis. Sebagian besar karyanya diterbitkan ketika ia telah meninggal dunia.Pagi hari Pak Tua terbangun dan melihat apa yang sedang dilakukan si burung di tempat kura-kura.Cukup?IA terperangah ketika menatap sederetan kata-kata yang muncul di layar komputer itu. kematian.html hati-hati merebahkan diri tidur miring.Sore hari pemusik tua tak pergi ke Tverskoi Bulvar. tapi segera terbangun. dan keabadian. "Berarti hatinya telah menjauh dari kematian!" Lalu dikeluarkannya burung gereja itu dari kehangatan di balik baju tidurnya. Kura-kura keluar ke tengah-tengah kamar dan mendengarkan sendirian. dan kura-kura mengulurkan lehernya. Je! Perempuan. karena tak semua bisa diungkapkan oleh musik. Dalam karya-karyanya ia banyak menyoroti kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam. Ia mengeluarkan biola dari kotaknya dan mulai memainkan musik yang lembut penuh cita. Padahal. Perempuan di Layar Maya Post: 09/20/2002 Disimak: 202 kali Cerpen: Fakhrunnas MA Jabbar Sumber: Kompas.ABC Amber LIT Converter http://www.Pemusik itu meletakkan burung kecil itu di kolong dekat kura-kura. Ia hanya iseng. memandangi sang burung dengan tatapan penuh kasih dan kesabaran.

Tapi kamu?Ya.processtext. Ia ingin keluar dari sergapan kebosanan. Ia tak membayangkan kebuntuannya berubah wujud jadi begini.com/abclit.Kemudian ia mulai mematut-matut jemarinya di keyboard yang sejak tadi terbentang. Ia jenuh melihat pergerakan nilai rupiah yang turun-naik begitu tajam bagaikan gelombang tsunamis. tapi di benaknya sudah terkumpul jutaan jawaban bagaikan laron yang mengelilingi sebuah lampu pijar di kegelapan. Lama ia terperangah. kantor atau lapangan golf. Antara sadar dan bermimpi. Matanya jadi berkedip-kedip. saudara. Barangkali inilah sesuatu yang lain. Ia bercerita panjang lebar kenapa ia terperangkap dalam chatting dadakan begitu. orangtua.+ Hai.html . Bukan teman sehobi di lapangan golf. Bosan juga menyaksikan maling yang dibakar massa hidup-hidup.com/abclit. ia ingin terbang sejauh-jauhnya meninggalkan sarang yang dingin. Karenanya.html siapa pun dia. baru saja diumumkan.+ Sungguh kamu membutuhkanku?Ia terdesak.+ Kenapa tak bilang dari tadi? Aku sangat bosan menunggu. Ia juga bosan kriminal.OK.Bagai kapal kini..apa kabar? Aku ingin ngobrol aja. aku mau ngobrol aja. Jadi berkaca-kaca. di lokasi pengeboran minyak lepas pantai. Di pasar. Bukan teman kencan di diskotik.Matanya sempat menerawang jauh ke alunan gelombang yang memutih di tengah pergumulan laut. ia butuh seseorang. Ia ingin bebas dari kekangan kehidupan yang penuh rambu-rambu.. Ia ingin melompati tembok kebuntuan setelah berbulan-bulan tak menemukan jalan keluar. Sesuatu yang tak pernah ditemukannya di tengah rumah. dibiarkan bebas berkeliaran.. + Aku sudah perkenalkan diri. Ia benar-benar tertantang untuk mengembara di layar maya itu. Segalanya terdedah tanpa batas di layar kaca. Antara realita dan alam maya. Tanpa direkayasa. Di tengah rumah. Ia jadi bosan basa-basi yang membelenggu akal-sehat. bajingan! Dengar nggak. Di manamana. Ia khawatir bakal terperangkap lagi dalam kebiasaan dan keseharian... Dari kawasan off-shore. Sungguh. Hai. Bukan teman kantor. Bukan juga anak. Ya. kamu siapa?Ia langsung memperkenalkan dirinya. di tengah-tengah permainan ombak Selat Melaka itulah ia bergulat dengan kesendirian dan kesepiannya.. Aku sudah mulai. ia tertantang.Ia kini tiba-tiba jadi bosan politik. siapa pun mereka. Pertanyaan Je yang terakhir ini benar-benar membuatnya terkepung di dalam kebingungan. Antara keisengan dan kesungguhan. Di halamanhalaman suratkabar dan majalah.. Ia merasa tertantang. lu?Makian yang muncul di layar komputer dengan huruf berukuran besar itu benar-benar menyadarkannya. sebaiknya ia harus mengatakan apa? Padahal ia ingin lari dari basa-basi yang telah menimbunnya di kuburan imajinasinya sendiri.ABC Amber LIT Converter http://www. aku tahu. Ia tak inginkan pengulangan-pengulangan yang penuh basabasi. Bila dijawab. Aku keliru. Ia ingin sesuatu yang lain dan tak biasa.. tapi buntu. Bagai pertapa ia ingin keluar dari ceruk goa terdalam dan sederetan stalaktit dan stalakmit. ya. Antara ya dan tiada. Bagai burung. istri. ia tak menargetkan siapa yang harus melayaninya ngobrol. aku sudah bilang. Kalau kebetulan Je yang menanggapi kegetiran jiwanya yang sudah kerontang ABC Amber LIT Converter http://www. Antara ingin menjawab dan takjub. Sementara koruptor besar yang telah memalingi uang rakyat dalam triliunan. Bosan pembantaian orang-orang tak berdosa. Pikirannya tanpa di bawah kendalinya bisa saja menerawang tiba-tiba. ia ingin berlayar meninggalkan derrmaga. Tanpa direncanakan. Sungguh.. Ia masih takut bila obrolan di layar maya itu akan menyeretnya pada kebiasaan-kebiasaan. Di lapangan. Ia merasa lelah menatap layar kaca yang telah mempingpong rakyat. Meski kabinet pemerintahan. Seseorang telah datang begitu tiba-tiba..+ Apa kabarmu?Lagi-lagi ia dihardik oleh seseorang yang menyebut dirinya 'Je' di layar maya itu.processtext. Bukan orang yang selama ini sudah dikenal dekat. Ia ingin mengharungi samudera pengembaraan tak bertepi. Apa maumu sekarang?Ya.

dia digombalkan seorang perempuan-ah. Tapi bagai angin. Benar Je muncul dengan sebuah kalimat :+ Bosan? Penasaran menunggu. Sekarang ia mencoba lari dari kejaran angkaangka yang membosankan itu.. ia jadi kelelahan juga. Aku jadi rindu kamu. Je seorang lelaki bersosok besar dengan kumis panjang yang secara iseng menyamar jadi perempuan. Selama ini ia hanya berhadapan dengan layar monitor yang mengalirkan angka-angka kuantum yang menyimbolkan proses produksi sebuah pabrik tambang. Bisa gombal.com/abclit. gombal kamu. Lelaki bila ada maunya. Ya. Dalam benaknya ia merasa dibohongi Je. Jangan-jangan Je benar-benar seorang lelaki jantan yang mengaku-aku sebagai perempuan.Tiga jam lebih ngobrol di layar maya itu. Begitu penasaran. kamu begitu marah. nama Je tidak membersitkan sentimen gender. Ia bagaikan membuang keluh-kesahnya bagaikan kupu-kupu yang berterbangan lepas dari kepompongnya.+ Ah. Ia ingin kupu-kupu itu tak meronta. Matahari bagai terbelalak di balik serabut awan. Bisa jadi.com/abclit. Ia kehilangan sebuah keceriaan yang telah dibangkitkan oleh seorang bernama Je. Sebulan berlalu.Siang benderang.ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi di belahan hatinya yang lain. berlesung pipit. Ia menatap kosong ke layar maya.Ia ingin melupakan jam kantor di sebuah menara kontrol di tengah areal pertambangan. Je bisa muncul barang sejenak. Aku bermain-main di pelupuk matamu. siapa pun. bisa macam-macam. Ia merasa telah menghabiskan energi begitu besar untuk menumbuhkan rasa simpati pada Je yang telah menyahuti salamnya.html sejak lama. ia jadi ragu juga. Tak ada lagi kata-kata baru.. Begitu membenciku. Sepekan menunggu. Tak bakal ada sesuatu yang baru diraihnya bila berdialog begitu. ia jadi ragu. Ia terpojok setelah tersambar kilatan cahaya Je. seekor kupu-kupu itu sudah ada terjepit di antara dua jarinya. Ya. Tapi ia begitu sedih bila dirinya menjadi korban keisengan semacam itu. Tak ada lagi Je di situ. kurasakan ada tapi tak bisa kugapai. Ia jadi kupu-kupu yang penuh birahi mencari kupu-kupu yang lain. Lebih lagi. sebuah mail muncul di deretan inbox.processtext. Aku merasakan getaranmu.Ia merasa kehilangan momentum emas di dalam hidupnya. Je hanya muncul dalam bayang-bayang yang keruh menari-nari dalam benaknya. Lebih sebulan terakhir ia berkeringat untuk mematut-matut siapa Je. Dan seketika ia jadi benci Je. Aku mengembara ke dalam benakmu. Sungguh.Aku jadi penasaran. sergahan-sergahan Je yang muncul di layar maya itu bagai mengandung semangat maskulin-nya laki-laki. lelaki atau perempuan berhak menggunakan nama Je. Saat terjaga beberapa saat kemudian.. Je tak membalas emailnya. barangkali itulah jodohnya.Tit! Saat layar maya itu masih terbuka. Namanya juga iseng. Sebagai lelaki. Ia tersadar bahwa pelarian batinnya pada akhirnya bakal terperangkap pada kebiasaan dan kesehariaan. jangan-jangan Je itu seorang laki-laki. Aku tahu.Ia terhenyak seketika.processtext. Tapi Je-barangkali-juga telah tertidur pulas di seberang sana. Ia tertidur di depan komputer yang masih menyala. Je yang semula jadi setrum yang membangkitkan kegairahan batinnya kini berubah jadi monster yang siap menelannya kapan saja. ia hanya bisa memaki-maki Je. kadang-kadang ia masih membayangkan Je benarbenar seorang perempuan cantik. Ia sangat menantikan hardikan dan kata-kata galak dari Je yang tiba-tiba merangkak masuk ke dalam bion-bion otaknya.html . kamu kemana aja?+ Capek aku. Siapa pun bisa berbuat iseng kapan dan di mana saja. Ia membuka mail itu segera. ya. Benar kamu seorang ABC Amber LIT Converter http://www. Tak ada sesiapa yang menyergap lontaran pertanyaannya.Hari-harinya jadi kosong seketika. Artinya. Dalam hatinya. gitu.. Apalagi. Darahnya terkesiap. layar komputer itu telah kosong. Meski antara ragu dan penuh ingin tahu. Ia berharap. Sekarang. mudah-mudahan tak keliru-merupakan sebuah kelaziman. ya?Ya. manja dan sedikit centil. Ia ingin melanjutkan perbincangan yang tak biasa itu. ia tak tahu siapa Je sebenarnya.

Ia terpaksa melakukan down-load agar pixel gambar itu benar-benar kontras terdedah di layar komputernya.html perempuan? Jangan-jangan kamu seorang lelaki yang mempermainkanku. Ia bagaikan menyaksikan sebuah panorama yang dikirim dari hidden camera yang ia sendiri tak tahu di mana dipasangnya. perempuan di layar maya itu semakin menggairahkan. gagal karena terserang virus yang hebat. bercengkerama dengan orangtua dan adik-adiknya. Dan. Apa yang ia angankan tiba-tiba terdedah dengan mudahnya di layar maya.com/abclit. saat memulai kerja di control room di atas menara yang jauh dari keramaian.Sehari kemudian.+ Selamat pagi. Kadang marah menyebalkan. Angin memukul-mukul punggung keduanya. Aku hanya ragu. Keduanya terhanyut di sebuah turbulence yang tak membahayakan.processtext. Semua peristiwa keseharian Je tiba-tiba muncul begitu nyata di layar komputer itu. apa yang dijanjikan Je jadi kenyataan. Ia menyaksikan bagaimana lambaian Je saat menghilang di layar ABC Amber LIT Converter http://www. Kapan-kapan kukirim potretku.processtext.Setiap pagi. Tapi selalu ada perubahan nyata yang dihadapinya.+ OK deh. Semakin lama ia tatap wajah Je. dan menggemaskan sebagaimana dugaannya.Ia menyaksikan adegan-adegan itu penuh perhatian.Di layar maya itu. Je selalu berubah ekspresi. ia bisa menemukan wajah Je yang sejak lama bermain-main dalam imajinya. Keduanya saling mendekat. Ia hanyut menatap wajah Je yang rupawan. berangkat kerja. Kadang ia tertawa manis. bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu saja. Je mengucapkan sapaan lembut bagaikan berhadapan langsung dengannya. Rambutnya tergerai diditup angin sakal. Ia merasa heran dan takjub. edan kamu. Ia juga menyaksikan bagaimana Je mengenakan gaun tidur yang berwarna biru muda. Kadang Je tertidur pulas.Hatinya berbunga-bunga ketika menatap wajah Je yang sedang tersenyum. Yang pertama. Kiriman gambar itu pun sudah yang kedua kalinya. Ia berdebar-debar. Tatapan mata Je begitu hidup bagai menggamit dirinya. Je tiba-tiba muncul begitu saja dengan gaun kebiruan melayang-layang di angkasa. Meski sudah diupayakannya melalui virus scanning tercanggih. ciuman dan menyalurkan birahinya. Selat Melaka selalu jadi saksi atas segalanya. Ia coba mencubit lengan kirinya kalau-kalau apa yang disaksikan hanyalah sebuah mimpi. Senyumannya kian berubah jadi tawa renyah..Ia membayangkan sesuatu yang sangat pribadi. Je tersenyum dan melambai-lambai manja.Je..Kalau betul kamu perempuan. ia menemukan dirinya juga sedang melayang-layang. Di layar maya itu. Je memang cantik. manis.+ Lha.. Ah.. Meski pada mulanya wajah Je begitu samar. mandi dengan shower.html . ia sempatkan membuka file yang berisi wajah Je. Tak percaya? Lihat aja sendiri. Bagaikan menonton sebuah filem layar lebar di kepungan deru ombak yang tak pernah lelah.Di atas sosok Je itu. ia kini bisa menyaksikan semua aktivitas Je di rumah dan di mana saja.Ia jadi berkeringat dan kelelahan. Je ternyata suka tidur miring ke kiri sambil memeluk guling yang empuk. pasti kamu cantik dan menggemaskan. nggak. aku rindu kamu.. Andaikan ia punya layar monitor ukuran dua kali dua meter. Keduanya saling menikmati.. keduanya saling bersentuhan. Sinting. Ia ingin berpelukan. Ia mengejar Je dan menggapaigapai.com/abclit. Kamu menantangku untuk memastikan jenis kelaminmu? Aku nantikan suatu saat. Keduanya semakin birahi. Ia meringis kesakitan. tapi tak kunjung berhasil. Ia selalu menahan napas bila menyaksikan adegan-adegan sensual begitu. berpelukan dan berciuman. Pada mulanya asap mengepul berbaur awan yang komulus.Selalu saja ia saksikan bagaimana Je sarapan pagi. tentu sosok Je akan semakin jelas. Semua yang berkelabat dalam pikirannya itu tiba-tiba muncul di layar maya itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku tiba-tiba ingin. Hebatnya lagi. Je tak berbohong. Je telah mengirim potretnya dengan resolusi gambar yang berbeda dengan kemampuan CPU-nya.

Setiap ia mengirim mail buat Je.com/abclit.Ia jadi nekad. kali?Ah. jawaban yang diterimanya: undelivery. nggak juga. Antara mimpi dan nyata.com/abclit. ia tak tahu di mana alamat rumah Je. aku kok bisa merasakan kehangatan tubuhmu?+ Surprise. Busyet. Tapi Je kini tak memberikan aba-aba akan muncul. Tapi. Ia mengubur pesawat komputer itu bersama bayangan Je. Senyuman Je benar-benar melekat di sudut pikirannya. ia cepat-cepat mengetik di keyboard.. Tunggu dulu.html . Edisi 02/24/2002 MAK Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Ia betul-betul miskin data.ABC Amber LIT Converter http://www. Dan komputer itu ia banting dan tak pernah berusaha menyalakannya lagi. tapi ia sejak mula sudah bertekad untuk tidak berbincang soal yang lazim dari peristiwa keseharian.. sedikit pun tak menarik baginya.Je tak menjawab. ia mematikan komputernya. Ia jadi penasaran. Ia terkesima. Ia jadi bodoh berhadapan dengan perempuan maya itu. Padahal berbulan-bulan ia berkomunikasi dengan perempuan itu.Ia tiba-tiba ingin mendatangi Je di kotanya.. Mail itu membalik begitu saja seolah-olah ada kesalahan administrasi. bukan tak terpikirkan.Ia menanti sapaan Je yang kasar seperti padamula perkenalannya di layar maya itu. Urat-urat lehernya menegang. Ah. Kok bisa? Kamu berhalusinasi. Aku berharap. jawab aku kapan pun kamu mau.processtext. *** Batas Post: 09/20/2002 Disimak: 162 kali Cerpen: Helen Yahya Sumber: Kompas. Ia bagai kesurupan ketika ia mengirim mail buat Je dengan huruf dengan ukuran 36 font: "Je. kapan-kapan. Ia terbius oleh Je. kamu baik-baik saja? Aku tiba-tiba menyaksikan sesuatu yang sulit kulupa. Orang-orang yang berseliweran di kiri kanannya. Ia segera kirim mail buat Je.Begitu tersadar. Lama layar komputer itu kosong. Ia juga belum sempat menanyakan nomor telepon dan alamat kantor Je. Ia tak langsung melakukan tugasnya di control room itu. tak terpintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal-hal sepele begitu. Wajahnya memerah menahan kemarahan.Ombak Selat Melaka yang menggelegar berdegup kencang di jantungnya. sayang. bisiknya lirih. ABC Amber LIT Converter http://www. adegan itu terulang lagi. Je.html maya itu.Je. Bola matanya mencorong tajam." Sesudahnya. Ia bagaikan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.processtext.! Aku juga.

mereka cemburu dan mengeluarkan peraturan sepihak!" geram Bujang Sami sambil menggaruk-garuk kepalanya yang penuh ketombe akibat selalu berpanas matahari saat mendulang emas. Kami mendulang emas tepat di tengah sungai itu. "Lalu bagaimana keputusan Mak Kimin?" Upik menghidangkan sepiring nasi lengkap dengan sayur pucuk ubi dan samba lado tanak9. bukan begitu. Kemudian dimintanya Pidin. Bujang Sami mendehem sebelum menaiki tangga Rumah Gadang. Mak. Sebagai salah seorang Tungganai Kaum Patopang6. Dilihatnya Mak Kimin dan Pidin sudah mulai bersitegang suara. Karena sebagian besar mereka masih pabisan2 dan sumando3 kita. Tapi jika terjadi pertikaian ulah memperkarakan harta.ABC Amber LIT Converter http://www. sungai kecil itu adalah batasnya. "Uda tidak usah ikut ribut. Bujang Sami hanya tertunduk kaku. Upik menarik napas panjang. suruh Kiri memukul canang!" Bujang Sami hanya sanggup mengangguk.. Harta dapat dicari. pendek betul pikiran wa'ang4. "Alaa. Tangannya memilinmilin rokok daun nipah." "Buuuk. Dapat mengganti dinding anyaman bambu dengan susunan papan. apa jadinya?" "Itu bukan kesalahan orang kampung kita. Mak. Mana Pidin? Suruh dia kemari!" perintah Mak Kimin. Sambil berharap hasil musim mendulang tahun ini dapat mengganti jenjang kayu dengan jenjang semen. Melihat itu Mak Kimin melanjutkan hardik." Bujang Sami menarik nafas pendek. Beberapa lakilaki dari suku Patopang sudah mulai berdatangan. kadang tak sungkan bertindak keras pada anak kemenakan. Setelah diteguknya kopi pahit yang diseduh Amainya-istri Mak Kimin-dia bergegas meningkat jenjang rumah semi permanen yang masih bau semen setelah direnovasi hasil menambang emas dua pekan lalu. ***"BAGAIMANA. Meraih kupiah yang tergantung di paku tiang utama rumah. Dalam pembagian ulayat. Kemudian meneguk kopi manis." Sehabis Maghrib Kiri mengguguh canang dan berteriak memberikan pengumuman. Pergunjingan yang agak meruncing sudah mulai membingar. "Dan kalian takut dengan ancaman mereka?! Padahal sebelumnya. "Beliau mengundang seluruh kaum Patopang nanti malam untuk rapat di Rumah Gadang. Kapunduang paja tu8!" umpat Bujang Sami ketus.otomatis ikut tegang. "Nanti malam kita lanjutkan di Rumah Gadang. "Dia manakiak5. Lalu menapaki lantai menuju pintu yang berjenjang tiga.Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?" hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Berdebat atas kebenaran tak ada salahnya. "Gara-gara Pidin tidak bisa menyelesaikan urusan itu.html Bujang Sami-salah seorang kemenakan jauh. Mak Kimin memulai pembicaraan secara resmi. Da?" tanya Upik Sida pada Bujang Sami-suaminya-sesampainya di rumah mereka yang beratap rumbia. Tapi lantaran orang kita lebih dulu mendapat emas. Dia tahu betul tabiat Mamaknya." ujar Bujang Sami sambil memandang istrinya yang sedang hamil dua bulan-anak pertama mereka.com/abclit. "Kapunduang! Urusan pribadi yang diutamakannya!" Bujang Sami semakin tegang. Mengusik kelengangan Dusun Silokek yang hanya terdiri dari tiga puluh tujuh rumah. Dapat menukar atap rumbia dengan atap seng. saat aden1 masih di situ. Kapan perlu. Jangan sampai ada kaum Patopang yang tidak hadir. sebagai wakil kepala rombongan pendulang untuk ABC Amber LIT Converter http://www. setelah sedikit basa-basi. mereka tak berani! Tapi baru sepekan aden tak ke sana. Sedang janang10 berusaha menguping saat menghidangkan kopi panas dan nasi ketan. Menjelang jam sembilan malam.processtext..com/abclit. aden yang kena sirengeh7 Mak Kimin. Rumah Gadang yang terletak tak begitu jauh dari rumah Bujang Sami sudah diterangi lampu petromaks. "Jadi kapan akan kembali ke lokasi pendulangan?" "Menunggu hasil rapat itu.processtext. "Mudah-mudahan rapat dapat memutuskan yang terbaik. Kami hanya segan beradu pendapat.." jawab Bujang Sami masih sambil menekur." kegugupan Bujang Sami jelas tergurat di matanya yang kuyu.html . Pik..

"Sebaliknya. seperti yang telah disepakati. Apa salahnya kita melihat bersama-sama ke lokasi persengketaan itu. "Hati-hati. Dan. Dan. Datuk?" sergah Mak Kimin. "Apa mereka lupa batas ulayat? Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itu menjadi batas Dusun kita dengan Dusun Seberang Sungai?!" potong Mak Kimin.. Tapi. musuh jangan dicari. Tapi. Akan kita biarkan mereka meminta pajak di ulayat kita!?" semangat Pidin. "Memang tidak bisa! Tentu kita tidak akan menyepakati peraturan sepihak itu!" ulas Patih Sati." ***AKHIRNYA rapat menyepakati usul Patih Sati.ABC Amber LIT Converter http://www. Di situlah keruh akan dijernihkan. Bujang Sami termasuk ke dalam anggota rombongan." canda Bujang Sami sambil menyongsong rombongan yang dipimpin Patih Sati." "Peraturan apa!?" burangsang Mak Kimin. "Lalu bagaimana selanjutnya?" pancing Mak Kimin.com/abclit. Hanya cericit pipit malam yang melengkapi kelengangan.html menjelaskan persoalan yang menjadi perkara. tapi tanya malah membuat Upik Sida bermerah muka. rombongan Dusun Silokek telah sampai di lokasi pendulangan. Kita baru mendengar pengaduan sepihak dari anak kemenakan kita. Harus kita rundingkan dengan Ninik Mamak dan Kepala Dusun mereka. mereka membantah." "Itu tidak bisa!" rentakan suara hampir memenuhi Rumah Gadang dimandori gelegar bariton ucap Mak Kimin. Mungkin saja anak kemenakan kita memang telah khilaf?" Patih Sati mengedarkan pandangan ke seantero Rumah Gadang. Dan bersikeras menyodorkan peraturan. Suasana mendadak hening. "Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap mendapat satu emas. Da. tak ada salahnya bersiapsiap.. menuju lokasi penambangan yang berdekatan dengan Dusun Seberang Sungai di hilir Batang Kuantan. Kita wajib meninjau kebenaran dari pihak mereka. Kemudian beralih pada mata Pidin sambil menebar senyum harum.." "Apa Pidin juga ikut?" pertanyaan itu terlontar karena mantan Kepala Dusun itu pernah singgah ke rumah semasa suaminya tak ada. Bujang Sami berdehem. "Bukankah sudah jelas tempat penambangan itu termasuk ulayat kita?" "Ya. ***SEBELUM benar-benar senja. Di sanalah kusut akan diselesaikan.. kita tak bisa juga memutuskan sepihak.processtext. akan langsung mendulang setelah berunding?" tegur Upik Sida sambil menyodorkan kopi manis. yang merupakan guru silat Mak Kimin dan warga Dusun Silokek. "Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak. "Menurut mereka daerah pendulangan kami telah memasuki ulayat mereka. "Baiknya bagaimana. "Untuk apa lagi." dialihkan topik pembicaraan." suara paraunya mengandung wibawa. pada hari yang telah ditentukan." Patih Sati mencari bola mata Mak Kimin dengan sorot matanya yang tenang bagai air sumur zam-zam." jawab Pidin. "Beberapa orang wakil serta Kepala Dusun sebaiknya berkunjung ke Dusun Seberang Sungai. dia sibuk mempersiapkan perlengkapan mendulang emas. Datuk?" sela Mak Kimin.html . Kenapa?" sebenarnya tak ada nada curiga. dia akan menyusul setelah menambal perahunya yang bocor. Tersirat rasa kecut mengingat sorot nakal mata Pidin yang telah pula beristri dua. "Kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih. "Itu sudah kami jelaskan. mereka telah ditunggu oleh Ninik Mamak dan Kepala Dusun Seberang Sungai. Sebelum berangkat. tetapi panggilan emas lebih menarik perhatian. "Katanya.processtext. "Tenang dulu." Pidin langsung pada pokok persoalan. Peluh mulai membasahi pipi mudanya akibat hangat cahaya mentari pagi. rombongan akan berangkat dengan menggunakan perahu dayung. "Sebetulnya hanya terjadi salah paham kecil antara warga kita. "Belum tentu. "Begini Tungganai. "Kami mengeluarkan peraturan itu karena ada ABC Amber LIT Converter http://www. Upik Sida menekur. "Apaah rombongan Uda.com/abclit." langsung Kepala Dusun Seberang Sungai mulai bicara mengingat malam akan segera tiba. Sebenarnya dia merasakan sesuatu yang tak beres. Datuk. "Bertemu pantang dielakkan.

karena teringat silsilah Kaum Patopang." pinta Patih Sati. "Jika itu persoalannya. Kiri dan. Sorot tajam mata Mak Kimin seperti mengandung peringatan. waktu itu dia sengaja mengikuti.html beberapa anak kemenakan kita yang mendirikan pundun11 di pinggir tebing. anak kemenakan kita sudah banyak pula yang saling menikah.html . Mak Kimin menyahut dengan batuk pura-pura.. Makanya. mengingat Pidin belum juga datang. Lobai. "Masih ada batas lain yang telah dilanggar oleh salah seorang anak kemenakan kita. kami berharap. Bergegas pulang. padahal suami perempuan sintal itu sedang merantau ke Malaysia. @ Diracik di negeri hilir Batang Kuantan. Menyusuri jalan setapak sambil mempernyalang mata. Cuma. Bujang Sami tak dapat melupakan: bukan Pidin saja yang pernah menyelinap ke pondok sawah Pinah. terdengar bernada miring." Kepala Dusun Seberang Sungai seperti sengaja menggantung ucap. Lagipula antara Dusun Silokek dan Dusun Seberang Sungai adalah daerah yang bertetangga.. bisik-bisik di dalam rombongan Dusun Seberang Sungai. "Piiidin?" gagap Bujang Sami. pekan lalu.. dua tahun lalu Dimasak lagi tahun dua ribu satu Ode untuk Sebuah KTP Post: 09/20/2002 Disimak: 227 kali ABC Amber LIT Converter http://www. berarti keterangan Pidin berat sebelah. Lubang tambang itu mengakibatkan sawah yang ada di atasnya jadi terancam runtuh. Tapi." Patih Sati berdehem keras.. Bujang Sami lebih gelisah. ternyata Pidin menyelusup ke pondok sawah Pinah.. Kedua rombongan tentu saling menunggu.com/abclit. termasuk Mak Kimin! Bujang Sami mengendap-endap ke arah mudik Batang Kuantan. Matanya yang merah menatap Bujang Sami tanpa berkedip. "Lanjutkanlah. Bahkan. lebih keras. Mengingat perangai kawannya itu. "Kami belum bisa memastikan.ABC Amber LIT Converter http://www. kami minta maaf. Namun. Padahal..processtext. "Jika tak lagi membangun lubang tambang di pinggir tebing tentu pajak itu tak perlu dibayar. walau berumur lebih muda." tutup Kepala Dusun Seberang Sungai sambil mengajak berwhudu untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. dia adalah kemenakan Pidin. Lalu Patih Sati menggantikan ujar. Juga Lencun. Ingatannya langsung melayang saat Pidin cigin12 dari lokasi penambangan. "Maksud Pak Dusun?" potong Mak Kimin. Patih Sati gelisah." dengan sportif lelaki berumur kepala enam itu mengulurkan tangan mendahului Kepala Dusun Silokek-barangkali. Mak Kimin lebih gelisah..processtext..com/abclit. persoalan itu juga bisa diselesaikan dengan baik." lanjut Kepala Dusun Seberang Sungai sambil menggerutapkan geraham.

mengapa memendam rasa aku tak kuasa. begitu kau berupaya menawarkan dendamku. dari manakah mereka mewarisi perangai lalim yang telah memencilkan aku selama tiga belas tahun di dalam kurungan.processtext. terutama di penjara wanita Pelatungan. Ya. Aku seperti telah menemukan harga diriku kembali. Kemarin.Aku mengenakan pakaian terbaik.html . keterangan diri yang mungil. dia dipaksa menemukan nasib sebagai buruan. yang buat kompos pun tak berguna. menjaga nyawa. sekalipun sebenarnya kami sudah tersingkir dari keberadaan sebagai manusia yang hidup. yang harus mengikuti aku ke sel penjara mana saja aku dicampakkan bagaikan sampah. Umurku tujuh-puluh dua. Ir Penderitaanmu akan larut dibasuh waktu. Dan itu adalah juga aku. dan dibalut plastik mengkilap itu. aku dan anakku. katamu melerai perasaanku. Telah kubaca berpuluh kali catatan harian Anne Frank. katakanlah semua kamp konsentrasi atau penjara paling bengis yang pernah kau tahu.Tadi pagi aku bangun dengan perasaan yang lain sama sekali. Dia mungkin telah musnah bersama kepulan gas beracun yang disemburkan ke dalam kamar pengasingannya. senangnya mengamat-amati KTP ini. Cukup. namaku ditulis dengan ejaan ABC Amber LIT Converter http://www.Sudahlah. sudah kupuaskan sepuas-puasnya mata dan hatiku dengan KTP yang baru ini. Sedangkan kami. Hanya karena aku seorang istri.Usiaku habis percuma ditelan tembok-tembok penjara yang dekil dan menyesakkan. masih terus berbagi degup jantung.com/abclit. tahulah aku bagaimana kebahagiaan begitu cepat kehilangan semaraknya dalam perjalanan waktu yang panjang. Lupakahlah. Permukaannya yang mengkilap. aku teringat bagaimana rasanya pada saat aku melahirkan anakku dulu.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Membersitkan kebanggaan. Bisa kubayangkan. Tapi. Terlahir sebagai Yahudi. tahulah dia bahwa ajalnya sudah sedekat bendul pintu. Kalau kuingat-ingat. Membanding-banding.processtext. aku masih harus menanggungkan perlakuan sewenang-wenang dari satu rezim yang didukung oleh manusia yang terus-menerus kupertanyakan dalam hati. Bertambah nyaman rasanya di beranda sesempit ini ketika daun-daun kering berlarian menyentuh ujung-ujung kuku kakiku. Duduk mengiringi naiknya matahari pagi. lebih dua puluh tahun yang lampau. Gadis cilik itu masih lebih mujur dari kami. Rasa-rasanya seperti itulah kebahagiaan yang membendung perasaanku sekarang. baiklah kudiamkan saja dulu galau penolakan dari dalam hatiku. ketika larsa sepatu pasukan Nazi berdentam mendekati lemari persembunyiannya.Aku belum bisa menerima bujukanmu itu. Rasanya. bagaimanakah aku harus menjelaskan kepada Tatiana. tak pernah aku memiliki perasaan sebegitu riang. seorang istri. Jika inilah kodrat yang harus kuterima sebagai wanita. Ah. yang selalu ingin menyusu di dadaku. maka dia telah kujalani dengan sempurna. Ngeden yang mencemaskan berakhir dengan ketenteraman hati begitu melihat Tatiana yang merah rebah di sampingku. Dunia di luar diriku kini telah menempatkan aku kembali sebagai warga biasa. Belasan tahun dikucilkan di dalam sel penjara bisa kutanggungkan. Tetapi. ketika aku pulang dari kantor kelurahan. Tak usah terlalu panjang aku menyebutkan siapa aku. Rezim juga telah memperkosa naluri Tatiana. Dan ketika aku ditendang keluar dari sel. sebagai siksa tambahan bagi ibunya.html Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. Lihatlah. Dalam empat-puluh tahun belakangan ini. mengambil kartu tanda pendudukku. Edisi 02/17/2002 IRAMANI namaku. anakku yang terkecil. telah memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hari ketika aku digelandang keluar dari Pelatungan.

Dengan rasa bangga kukatakan bahwa dia tak pernah kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan mesin tiknya. aku tidak termasuk yang hanyut dalam sikap seperti itu.html . apabila aku bisa memegangi tangga kalau dia hendak menjangkau buku yang terletak di deretan teratas dari rak bukunya. sehingga dia harus dilenyapkan. anak-anaknya yang masih merah. Bukan mesin tik tua. Padahal aku hanyalah seorang istri. Bukan aku saja yang harus melata karena cap itu. dan sudah dilepas ke laut yang dalam. Pintu tertutup buat kami untuk memasuki kehidupan yang normal.processtext. beberapa kali aku dipanggilnya supaya mendekat. Aku merasa noda yang dilekatkan pada diriku seperti sudah ditempatkan di dalam perahu perlambang dosa. Dan istrinya. menulis editorial di koran yang dia pimpin. Masih kuingat. Kadang-kadang aku ditemani adik iparku. Sesungguhnya. Kami semua benar-benar menjadi paria karena cap yang melekat di pojok tanda pengenal itu. Di pojok kanan atasnya sudah tidak tertera hukuman yang harus kupikul sampai pun aku berangkat ke liang lahat: ETP.Aku tak tahu apa kesalahan yang dilakukan suamiku menjelang bencana tahun 1965. dan aku harus menerima nasib sebagai orang buangan selama tigabelas tahun. Orang jadi tak bisa bebas bergerak tanpa ada mata yang mengawasinya. Tetapi. Lebih dari dua-puluh tahun aku mengantungi hukuman itu. dia mengiming-iming akan mampir membeli masakan Tionghoa kesukaan kami dalam perjalanan pulang dari kantornya.processtext. apalagi yang akan dikatakan begitu melihat simbol yang diterakan di pojok kartu ini? Tiga huruf yang menyengsarakan. Tetapi.. Bisa membersihkan kaca-matanya sementara dia mandi. Memang. walaupun politik telah mengambilnya dari sisiku. Naluri mengajari aku untuk setia pada kodrat fisikku. ada yang mengatakan kartu ini adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak-hak mendasar manusia. tanganku gemetar ketika menyerahkan KTP lama kepada orang kelurahan. mereka tidak percaya.ABC Amber LIT Converter http://www. Para penyelidik itu tidak percaya bahwa aku hanya sekadar menemani suamiku mengetik editorial koran. Terkadang. Kupikir aku telah memberikan sumbangan yang besar kepada cita-cita suamiku. Hak bergerak bebas. Cuma meminjamkan peniti. Karena KTP merupakan perangkat kekuasaan untuk mengamati gerak-gerik warganya. Tapi.com/abclit. Dan tak bisa kau bayangkan betapa tertekannya perasaan dipencilkan seperti itu. Aku hanya duduk menunggu suamiku yang sedang menulis. aku jawab bahwa aku hanya menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya. eks tahanan politik. Dan mereka berharap aku akan berkhianat terhadap suamiku kalau ABC Amber LIT Converter http://www. Duduk sambil merenda.html yang benar. aku malu untuk mengatakan bahwa dia tetaplah seorang yang hangat. Dia sendiri sudah merasa puas kalau aku mau turut diajak ke kantornya. Aku tidak dengan sengaja menjauhi gelanggang politik. Aku tidak sendiri menjalani nasib seperti ini.. Kalau KTP ini dianggap sebagai kebejatan penguasa. Hanya karena aku seorang istri. Aku hanya tidak tertarik. betapa sempurna kelegaan hati yang diberikannya. mematikan. Masih kuingat. untuk mendekatkan anak-anak pada kedewasaan. Dia begitu ringkas sebagai pernyataan kehadiran seseorang di dalam masyarakat. Sama dengan sapi yang harus membawa cacat yang ditinggalkan besi merah yang ditancapkan di punggungnya ke manapun dia merumput dan memamah-biak. Dengan huruf-huruf hitam yang rata. harus menderita.Ketika aku ditanyai berbagai interogator militer sejauh mana keterlibatanku dalam kegiatan suamiku itu. suami adalah seseorang kepada siapa aku berbagi.Besarnya kartu ini hanya tiga jari. Pastilah dia diketik dengan menggunakan komputer.com/abclit. dan meminjam penitiku untuk mencongkel daki yang melekat di huruf-huruf mesin tik. Dan buatku. Juga anakanakku. Mesin kejayaan manusia yang baru. Karena aku memang seorang wanita yang terbuang bersama ribuan orang lain yang senasib.

diri kami. Dengan berbuat begitu."Jadi Ibu menyogok untuk KTP ini?!" Tatiana membelalakkan mata. Wajahnya yang licin bersih. Aku merasa memperoleh kebebasan yang kedua kalinya setelah beberapa kali kuyakinkan mataku bahwa tiga huruf kapital yang hitam dan buruk itu sudah disingkirkan dari pojoknya... Tanganku tak lepas dari KTP. yang ditebarkan KTP itu. Ditemani daundaun kering yang menggamit-gamit ujung jari kakiku. Mbak Rin bisa membuka toko obras." Tatiana seperti meratap. dia cuma diam. Sanak famili yang cemas-cemas harap datang merubung ketika aku pulang dari Pelatungan.processtext. walaupun ada. hidup kami. aku tahu dia terperanjat melihat pojok KTP itu bersih. Aku tahu. Mas Awang bisa membuka bengkel. Mata Tatiana bolak-balik dari mataku ke KTP yang tergeletak membujur di tapak tanganku. Siksa itu harus diakhiri.. tetapi juga malu. Karena Presiden Republik yang sekarang ini. dan matanya menangkap apa yang telah membuat perubahan besar dalam diriku pagi ini. Huruf-huruf yang juga telah membuat dirinya sebagai tidak ada. Aku sambut tangannya.!"Aku tahu dia menahan amarah ketika mengatakan bahwa sogok-menyogok sudah bukan menjadi milik zaman anak-anak muda sekarang ini. Begitu lama dia meletakkan hatinya pada secarik kartu yang membawa keajaiban itu. mereka malah telah memberikan pelajaran yang baik bahwa kejujuran tak punya tempat berlabuh dalam kezaliman yang mereka puja. Mulutnya agak ternganga. di mana noda ETP yang mengejar-ngejar diriku. begitu murni. tersingkir.Aku terpaku. Aku pergi ke kantor kelurahan beberapa kali.Tiba-tiba daun pintu berderak di belakangku. Tapi. bisa. Sesuatu yang percuma. memegangi dengkulku. Terakhir kali aku pergi adalah untuk menyelesaikan penjualan sebidang tanah warisan ayahku.com/abclit. sampai aku menemukan orang yang mau membantu menguruskan sampai aku memperoleh KTP yang bersih. Bu?.html . begitu membebaskan.Perilakunya itu membuat jariku tergerai. dan terang sebiru laut. Bisa.. Dan tanda penderita lepra yang berlambang ETP itu sudah dihapuskan pemerintah. Memberikan kecupan persis di ubun-ubunku yang disaput uban yang tipis-tipis. Dan dia menikmati pesona cahaya yang mengapung di depan. telah diterangi Tuhan pikirannya untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang seperti aku ini. Dia berlutut sembari terus melihat kartu yang alit itu. Gong sudah ditalu. Dia tetap berlutut. Jari-jari tangannya memagari bibirnya.processtext.. dia sedang bertarung dengan pertanyaan bagaimana tiga huruf yang jahat itu sudah tidak nongkrong lagi di pojoknya yang buruk. membelenggu. Meskipun tidak dia ucapkan." tanya Tatiana.com/abclit. Dan aku mau membayar dalam jumlah berapa saja. Kini. Seperti tak percaya pada apa yang terpantul ke matanya. Membisu seribu laut..Berderai kedua tangannya memelukku dari belakang. Ibu telah melakukan sesuatu yang tidak perlu. Dia anakku yang paling bungsu.html aku disekap sampai ke ujung zaman. Dan uangnya kugunakan untuk menyingkirkan ETP yang terus-menerus mengepung."Ibu menghabiskan jutaan rupiah untuk ini?! Perbuatan sia-sia."Sedang apa."Uang jutaan itu kan bisa dijadikan Mas Jati modal berjualan. Lihatlah manisnya coat of arms dengan garis-garis merah di pojok kirinya. Begitulah caranya membujuk hatiku. ketika dia masih seorang kiai yang buta dengan hati yang baik setinggi langit. Mbak Win bisa melanjutkan sekolahnya. Kupikir inilah saatnya untuk menebus pembebasan yang terakhir sebelum aku mati. Dan sebuah pertanyaan menghentikan monologku dalam diam... sangat ABC Amber LIT Converter http://www.Kembali kutatapi KTP yang baru kuterima ini.ABC Amber LIT Converter http://www.. Dia seperti baru keluar dari terowongan yang gelap dan panjang. jauh di dalam hatinya..Kuceritakan kepadanya mengenai keberangkatanku ke Solo beberapa waktu yang lalu. Aku tidak hanya kaget. aku hanya sendirian merayakan kebebasan ini. Tak berkata barang sepenggal. Aku tahu hatinya luka.

kuputuskan berangkat ke Kota Malang agar sampai sebelum lohor.Eyang Sastrowijoyo (mertuaku). Eyang itu baik ya Pa. menangis keras! Mendesakku secepatnya pulang ke Malang agar bisa melihat eyangnya untuk penghabisan kali.Bertahun-tahun aku menanti sejak para penguasa mengumandangkan ETP itu tak diperlukan lagi. Kakakku yang pertama lulusan SMP dan sampai sekarang masih menjadi petani tebu di desa kami.. Dari keenam saudaraku. "Kita bangga ya Pa. berusia 78 tahun. Aku pemuda desa yang kebetulan sekuliah dengan Jeng Ninil.ABC Amber LIT Converter http://www. Malang. berapa dasawarsa lagi aku harus meringkuk di kungkungan? Waktu telah mengajariku bahwa siapa pun tak bisa membuat kata-kata menemukan kenyataan yang dijanjikannya. saat pemakaman eyang. memperkenakan diri sebagai calon besan! Sulung memelukku.com/abclit. di dalam hati dia meratapi kebodohanku. dia suka memanjakan kita dengan memasakkan ketupat komplet. Kepercayaanku timpas sudah.processtext. aku tahu. Kalau tidak. tibatiba saja ingat ketika Ninil (teman sekuliah). Sejak saat itu. Sampai tanganku sendiri yang harus mengenyahkannya dari situ. (Kesedihan malam ini milik istri dan kedua anak gadisku). sup buntut. Edisi 03/24/2002 ISTRIKU menelepon.html terluka. dalam waktu singkat ibuku yang ndeso itu ke rumahnya.com/abclit. "Papa. Sesungguhnya. * ** Para Ta'ziah Post: 09/20/2002 Disimak: 209 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas.Aku cuma diam. sebetulnya sudah lama sakit-sakitan. lebaran nanti tidak ada Eyang. Pasti tidak enak ya Pa. Di antara isak tangisnya. (Aku selalu tidak pernah siap menerima tangisan kedua putriku). Momok itu tetap berjaga-jaga di sudut KTP-ku.processtext. Tapi. aku tak menyesal." Bungsu menimpali.. anak-anakku. Tetapi. Terasa jarinya seperti tak mau melepaskan lututku.html . Malam itu juga dengan mobil bersama putri-putriku. Aku tak bisa menunggu. hukuman yang batil itu masih saja menghantu di pojoknya. Eyang itu kan ABC Amber LIT Converter http://www. Takkan. aku selalu merasa dia tidak pernah siap menerimaku sebagai menantunya. aku tahu Maminya meninggal! Mendengar kabar itu kedua anak gadis kami yang remaja. Sementara aku sendiri. cuma akulah yang sarjana. Orangtuaku petani tebu di Gondanglegi. memperkenalkanku pertama kali di rumah besar dan kuno itu dengan Eyang Sastrowijoyo yang dipanggil Mami oleh anak-anaknya. Eyang Sastrowijoyo kecewa ketika aku serius dengan Ninil. pukul satu malam. Aku tahu. Di sisi lain.

Peristiwa ini begitu mendadak. tetap seperti bayangan anak-anak. ada gunung. "Saya lapar." Kami masih mencari-cari restoran. piyama. Oleh karena itu. aku mengajak mereka makan.com/abclit. Aku pasti tidak bisa memakai sopir kantor. Aku tidak suka cara mereka makan di meja makan (aku biasa mengangkat kaki kalau makan). Anakku bisa jadi mengikuti budaya ibunya. Aku sebetulnya juga tahu teko di rumah eyangnya. "Le. sebetulnya aku setuju saja kau menikah dengan Jeng Ninil. (Mbaknya Ninil. terutama Mas Tomo yang kelihatan sangat berduka atas meninggalnya eyang. bila Ibu mengajakku makan rawon di warung seperti ini)." Ya. agar anak-anakmu betah tinggal di rumah embahnya. pada awal pernikahan. menikah dengan ABC Amber LIT Converter http://www. namun kedua anakku rupanya sudah capai dan tertidur. Ini sedikit melegakan. jenazah Eyang akan dimakamkan setelah shalat lohor. "San. Pa. Sedang aku sendiri. tidak mungkin kan kau menyukai Aminah lagi (pacar semasa SMU) sekalipun sekarang dia juga terpelajar dan bisa bekerja sebagai perawat di Puskesmas desa ini. Di sisi lain. yang ada di sini cuma warung-warung kecil (aku dulu sudah begitu bahagia. pinter. Lama-lama. terlampau tua untuk mengubah tata cara hidupku. Serta-merta si sulung menolak keras minuman itu. sekalipun aku tahu kalau anakanakku ke desa (ke rumah embahnya). Kabar terakhir dari Ninil. Kalau panen tebu kita baik." Lantas Bungsuku bilang. Sebetulnya aku tidak pernah berani memimpikan mendapat mantu seperti itu. Ya. pohon kelapa. wajah seorang yang kacau. aku bisa dengan lebih tenang menyetir mobil ini. kendaraan kami berhenti untuk mengisi bensin. Ibu menuangkan air panas dari teko yang bawahnya hitam. kamu bisa membelikan anakmu minuman di kecamatan. hanya untuk tidur! Sebetulnya banyak hal yang tidak aku sukai yang menjadi kebiasaan keluarga besarnya Ninil.html . Aku tahu betul perasaan Ibu. Jika aku ceritakan hal ini pada Ninil. setiap kali bertemu! Dan mengapa mereka harus bertukar baju tidur. sebaiknya kita tidak makan sebelum jenazah Eyang diberangkatkan. "Dari tadi kita tidak bertemu restoran. LANTAS. Aku takut anak-anakku jatuh sakit.ABC Amber LIT Converter http://www.html tetap cantik sampai tua. aku takut Ninil akan tertawa. sekalipun berulang-ulang Ninil minta maaf dan tetap memaksa putri kami untuk meminum air itu. Ninil dan anak-anakku selalu bahagia jika bertemu dengan saudarasaudara ibunya. dan turunannya priayi.processtext. Eyang sudah mulai membaik. Sulungku berkata. aku masih ingat ketika sulungku berusia enam tahun dan minta minum. pada awal pernikahan sampai sekarang. apakah kita tidak bisa makan di warung saja? Guru mengaji berkata. Tante Yus yang di Australia. Ninil memang tidak pernah suka dengan cara-caraku yang dianggap kampungan olehnya. Aku tidak mendengar tangisannya lagi. Namun." Aku tidak pernah menyukai anak-anakku memuja eyangnya.com/abclit. Ninil membiarkan saja apa yang jadi kebiasaanku. Orangnya cantik. aku ingin membeli teko di Malang. atas meninggalnya Eyang. capai. mereka tidak menunggu Om Dayat di Amerika. Kita kan wong ndeso. pohon rambutan dan mangga yang begitu tinggi. Namun. aku merasa tidak begitu bisa masuk pada keluarga Eyang. aku tahu. aku tidak bisa seperti mas dan adik iparku yang lain. aku tidak suka dan canggung kalau harus mengucapkan selamat pagi. Semua sudah datang. Namun. Eyang kan turunan putri raja. Tetapi. Di rumah kami sendiri. Jadi. kemudian meninggal! Aku lihat wajahku di kaca spion. mereka juga sangat menyukai karena rumah kami di desa. dapur yang tidak ingin dirobohkan oleh ibu kami (sekalipun kami telah membuatkan dapur kering)." PADA waktu itulah aku baru ingat omongan ibuku. Dan Mama kan sudah bilang tadi. jadi pasti cantik ya Pa. Oleh karena itu. Kasihan kalau dia tidak bisa minum selama liburan di sini. Perjalanan kami masih separuh lagi.processtext. Ada orang yang menjual minuman di sana. enam jam setelah itu kesehatan Eyang memburuk.

ketika semua bersedih aku merasa biasa-biasa saja. rupa kita mirip tante-tante." Putri sulungku memotong. Ninil berbisik padaku. ketika kedua putriku tersenyum. Itu kan untung ya Pa. Tetapi waktu itu. bilang kepadaku berulang-ulang. kalau suaraku tidak mencerminkan duka cita. Waktu kecil Eyang-lah yang mengajarkan bagaimana memakai parfum yang benar. mereka kelihatan meredam tangisnya di handphone-ku. kan? Eyang selalu wangi. kue-kue desa yang dibuat dengan ukuran sangat besar." Kedua putriku melihatku dengan tercengang.com/abclit. baru saja aku terima telepon dari mas-mas dan adik iparku (menantu eyang yang lainnya). Beliau tidak pernah tahu tanggal kelahirannya. kan mantan pacar. Papa kan juga sayang sama Eyang. kita memang kehilangan orang yang kita cintai. dia kan masih ada hubungan kekerabatan denganmu. Aku tidak pernah tahu berapa banyak suami yang tidak menyukai keluarga istrinya." Aku merasa lega.processtext. Dan Bungsu mengusulkan. kedua orangtuaku meninggal. air mineral. sikap mereka yang sangat kikuk ketika mengobrol dengan keluarga besarnya Ninil. "Maksudnya begini lho Pa. "Dik Santoso. "Papa memang sayang." "Seharusnya mamamu dulu tidak memilih wong ndeso seperti Papa. tetapi apakah kita bisa memotong jalan agar bisa cepat sampai ke rumah Eyang. dengan bangga Eyang sering menceritakan menantunya itu kepada orang lain. "Ya Mas. dengan semangat cinta. Kalau dengan pesawat." "Seharusnya kau menikah dengan Herman. Saya takut kalau service restoran itu lambat." Lantas Mas Tomo berkata lagi denganku. Belum tentu bisa sampai sebelum lohor. aku cuma bisa bilang. Saya masih ingat. Lantas. jatuh cinta ya Pa. Ya. Papa lagi emosional. "Aku merasa kehilangan segala-galanya. tante-tante Ninil tertawa melihat keluargaku. Tentu saja Mama memilih Papa. Sulungku berkata. dia juga mencintaimu. Jadinya. Nduk. mereka sama-sama dokter. aku sayang kamu. bajubaju kebaya brokat dengan warna meriah. masih mau makan?" Kedua putriku menggeleng kuatkuat. "Pa." Kedua putriku tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mulai menangis lagi. Saya kepingin mencium Eyang untuk yang terakhir. kita beli sajalah Pa. "Kalau ada roti. aku masih ingat pas kami menjadi pengantin. Tentu saja. Eyang senang sekali. Dan sekalipun bukan dijodohkan. mereka kelihatan tidur kembali. "Pa. "Maaf ya. hubungan kekerabatan mereka dekat). Papa sayang sama Eyang. rasanya kok tidak sampai-sampai. tetapi perjalanan ini harus kita tempuh dengan mobil. Aku juga heran mengapa pada saat meninggalnya ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Setelah makan roti." "Kita coba saja. Apakah Papa juga sayang sekali sama Eyang?" Gusti. kalau kita ke sana pasti dibikinkan makanan kesukaan Papa. baru besok kita bisa berangkat." Jawaban itu memuaskan putriku. lantas menyuruhku membuka dan memakaikan. aku tidak pernah membelikan ibuku parfum. ya Mas. "Santoso. Kamu tahu sendiri kan. namun mereka tercengang melihat kehadiran keluargaku yang datang dengan tiga mobil." Sesungguhnya. RASANYA aku ingin memperlambat jalannya mobil ini. ada restoran yang buka di sana. Eyang bilang. karena wajah saya seperti putri-putri.ABC Amber LIT Converter http://www. Mama kan sama Papa pacaran. yang dibutuhkan uang untuk membeli pupuk tebu kami.processtext." "Ya tentu. Aku juga tahu. Sekalipun Eyang dan keluarga besarnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. tahun yang lewat Papa memberikan kado parfum kepada Eyang pada hari ulang tahunnya. ibuku tidak pernah berulang tahun." Ninil tertawa mendengarkan itu.html . aku kini merasa betul-betul yatim piatu. waktu lebaran yang lewat. karena Ibu yang kita cintai sudah meninggal. Kita suka mencium Eyang. Aku tidak tahu.html Tomo. Aku tahu. lima tahun yang lampau Eyanglah yang kuanggap ibuku sendiri. Dia tidak butuh itu. "Ya Pa. Sekarang sudah meninggal. kita bisa makan di mobil kan. jangan peduli dengan sikap tante-tante. Tetapi. aku tidak berani menatap wajah kedua putriku." Aku ketakutan. om-omku.

Ia memijit nomor satu nol tiga. kita tidak perlu lagi saling membenci. 8 Februari 2002 Waktu Nayla Post: 09/20/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: Djenar Maesa Ayu Sumber: Kompas. Terdengar suara operator dari seberang. kupeluk istri dan anakanakku. Sekalipun pertemanan kami tidak selalu berhasil! Mungkin Eyang lebih tahu dari aku bahwa kita sebetulnya hidup di dunia dengan atmosfer berlainan.processtext. aku berpikir ingin mencintaimu sekalipun kita berada di dua jagat yang berbeda. tetapi kupikir akhir-akhir ini kami mencoba untuk saling menghargai.html .com/abclit. Yang ada cuma satu. cinta-Nya kepada kita. ketika aku berusaha membuatkan makanan kesukaanmu." Setelah upacara penguburan selesai.processtext. Juga jam lima petang. kita seharusnya saling memaafkan. Sebetulnya kita tidak perlu saling membenci. "Le. Apakah jam tangannya mati? Lalu jam berapa sebenarnya sekarang? Nayla memeriksa jam di mobilnya. langit begitu hitam." Malang. Aku kira Eyang yang sudah berada di alam sana sangat tahu kami berdua mencoba untuk menjadi teman. ini kesalahan kita bersama karena kita memang berbeda dan takut pada perbedaan itu! Le. Jam pada ponselnya pun menunjukkan jam lima petang. Ia menjadi muram seperti cahaya bulan yang bersinar suram. aku merasa dia berbicara seperti ini. tetapi di alamku kini aku baru tahu tidak ada yang terbelah-belah. Matahari sudah lama tenggelam. Dan mungkin ini tidak akan pernah berhasil.html Eyang. Namun. Bertemu dengan Ninil adalah bertemu dengan atmosfer lain.com/abclit. Edisi 03/31/2002 NAYLA melirik arloji di tangan kanannya. Namun. Aku mungkin bukan mas Tomo yang bisa mencintai mertuanya seperti orangtuanya sendiri. kan? Aku juga tahu ini sulit bagimu Le. sesungguhnya aku benci dengan tata cara Eyang dan keluarga besar mereka. "Aku dan Eyang akan terus belajar untuk saling mencintai. Aku dan mertuaku tidak pernah saling mencintai. aku berpikir. Malam ini sepertinya aku bisa mengobrol dengan arwah beliau. nol ABC Amber LIT Converter http://www. Hatinya dirundung kecemasan. Pada akhir-akhir tahun perjalananku. semua yang seharusnya tidak kupikirkan muncul bertabrakan. "Waktu menunjukkan pukul tujuh belas. Baru jam lima petang. Aku merasa inilah ucapan paling jujur sepanjang usia pernikahanku. Selama ini kalau aku bisa jujur.ABC Amber LIT Converter http://www.

Mengingatkan kapan saatnya menabur bunga di makam orang tua.processtext. Membuka album foto yang berdebu. Rekreasi. Sementara banyak yang sudah terlupakan. Menanti dering telepon dengan hati berdebar. Kemudi di tangannya terasa licin dan lembab akibat telapak tangannya yang mulai basah berkeringat. Melamun. Nonton Formula One atau Piala Dunia di Sports Bar. Karena waktu yang berjalan. berarti ia akan kehilangan waktu. Ia menepi dekat segerombolan anak-anak muda yang sedang nongkrong di depan warung rokok dan menanyakan jam kepada mereka. Waktu bagaikan seorang pembunuh yang selalu membuntuti dan mengintai dalam kegelapan.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Gerakan mekanis rutinitas kehidupan. Ia harus menemukan seseorang untuk memberinya informasi waktu yang tepat. Seperti juga ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang belum sempat ia kerjakan. Menyusui. Mengiris wortel. Namun Nayla pada akhirnya menyerah. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah. ulang tahun dan hari kasih sayang. Siap menghunuskan pisau ke dadanya yang berdebar. Penunjuk waktu atau gejala alam? Nayla menambah kecepatan laju mobilnya. Ngeceng di Plaza Senayan. ***ENTAH kapan persisnya Nayla mulai tidak bersahabat dengan waktu. Makan nasi goreng kambing ramai-ramai dalam mobil di pinggir jalan. Menelepon teman-teman. Bersentuhan tangan ketika memasangkan celemek di paha kekasih dengan tangan bergetar. dan dua puluh tiga detik. Menatap matahari terbenam. Memperkirakan lauk apa yang lebih mudah dimasak supaya tidak terlambat menjemput anak di tempat les. Membaca stensilan. yaitu jam lima petang. Kehidupan yang selama ini ia idamidamkan. Mengantar anak ke sekolah. kakek.com/abclit. Waktu bukanlah sesuatu yang patut diresahkan. Menampar pipi laki-laki kurang ajar di diskotek. Hanya ada sedikit perbedaan pada menit. Ada yang mengatakan jam lima lewat lima. kapan sperma baik untuk dimasukkan dan kapan lebih baik dikeluarkan di luar." Lalu manakah yang lebih benar. Menuntunnya menjadi roda kebahagiaan keluarga.html . Menghapus air mata yang menitik. jam lima petang. waktu adalah pelengkap. Suara mesin tik membahana dalam kamar yang lengang.html menit. Sementara masih begitu jauh jarak yang harus dilampaui untuk mencapai tujuan. Berarti benar ia masih punya banyak waktu. Bercinta malam hari. dan dirinya berubah menjadi abu. Pergi ke dokter. Doa syukur atas kehidupan yang nyaris sempurna. Debaran yang satu tahun lalu menyapanya dan mengulurkan persahabatan abadi. sebuah sarana. Membeli hadiah Natal. hampir abadi. Memarahi pembantu. hanyalah roda yang berputar tiga ribu enam ratus detik kali dua puluh empat jam. jawaban dari mereka adalah sama. Menggelinding di atas jalan bebas hambatan. Riuh rendah suara karyawan di kafetaria gedung perkantoran. Masak Indomie rebus rasa kari ayam. Memilih kartu ucapan rindu yang tidak terlalu norak ABC Amber LIT Converter http://www. Kala itu. Tapi seperti yang sudah Nayla ramalkan sebelumnya. Mengirim pesan sms kepada si pencari nafkah supaya tidak terlambat makan. Menatap mata kekasih dengan berbinar-binar. Tapi jika Nayla berhenti dan bertanya. sampai ketika sang pembunuh tiba-tiba muncul dengan sebilah belati.processtext. Sebelumnya Nayla begitu akrab dengan waktu. Berdoa di dalam kegelapan. jam lima lewat tiga. dan jam lima lewat tujuh. Ketika cincin melingkar agung di jari manisnya. Menyiapkan sarapan pagi-pagi sekali. Mempermudah kegiatannya sehari-hari. Debaran yang sudah pernah ia lupakan rasanya. Nayla sangat tidak ingin kehilangan waktu. Nayla semakin menyesal telah membuang waktu untuk sebuah pertanyaan konyol yang sudah ia yakini jawabannya. mobil sedannya berubah jadi labu. Memandikan bayi. Bercinta berdasarkan sistem kalender. Mengeluh bersama sahabat tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. Ketika tendangan halus menghentak dinding perutnya. nenek dan leluhur.

leher. ***MANUSIA sudah menerima hukuman mati tanpa pernah tahu kapan hukuman ini akan dilaksanakan. Lalu berapa lamakah waktu sudah terbuang? Dari manakah Nayla harus mulai berhitung? Mata Nayla berkunang-kunang. Suara kokok ayam jantan. Atau mungkin benar-benar pada detik ketika dokter itu mengatakan satu tahun. lonceng tanda masuk sekolah. Punya toko buku kecil di Taman Ismail Marzuki. Mengepakkan sayap bersama dengan burung-burung dan kupukupu. Kadang dalam tidur imajinasinya memberontak terbang. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk sembuh. Membuat raganya beku. Suara alarm itu. Mengedit karya Gabrielle Garcia Marques. merasa terancam atau bersyukur. pipi. Baca puisi bareng Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri. adalah suara yang menyadarkannya kembali dari pengaruh hipnotis bandul waktu masa lalu.processtext.html tanpa lebih dulu menunggu hari besar datang dengan dada berdebar. cakrawala harapan. Imajinasinya buntu. seratus. seratus ribu. Nonton N'SYNC dan dipanggil ke atas panggung untuk diberi kecupan oleh Justin Timberlake. Bungy jumping. Suara alarm itu. Mengendarai ikan paus di samudera lepas. jantung. Ia hanya terhipnotis bandul jam yang bergerak kiri kanan dan berdetak dalam keteraturan. Bercinta dengan rasa. Menjadi Arnold Schwarzeneger dan menggagalkan aksi teroris yang hendak menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center. Minum sirup markisa. semua ABC Amber LIT Converter http://www. Melaju kencang ke pusat getaran yang mendebarkan. Suara alarm itu. Ia hanya pingsan keletihan dan belum jua siuman. Menanti pujian dengan rasa berdebar.com/abclit. Dan suara alarm jam ketika jarum panjangnya menunjuk angka dua belas dan jarum pendeknya menunjuk angka enam. Mengalahkan Michael Jordan. Satu. Tapi apakah setahun yang dokter maksudkan adalah 12 bulan. ketiak. Nonton Cirque du Soleil. mulut. Menelan biji durian. payudara.ABC Amber LIT Converter http://www. samudera getar. dada. tubuh-tubuh meringkuk di atas atap kereta api. sepuluh. Lidahnya kelu. Tapi mimpi juga terbatas waktu. Bertinju dengan Moehammad Ali. Di satu sisi ia sudah tidak perlu lagi bertanya-tanya kapan eksekusi akan dilaksanakan. aksi dorong mendorong masuk ke dalam bus. Diculik UFO. raga. Karena itu Nayla tidak tahu mana yang lebih layak. Memilih baju terbaik setiap ada janji dengan pacar dengan jantung berdebar. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang menyampaikan bahwa sudah terdeteksi sejenis kanker ganas pada ovariumnya. seribu. ***MUNGKIN Nayla tidak bermaksud dengan sengaja melupakan.html . jutaan tangan karyawan memasukkan kartu ke dalam mesin absen. Arung jeram. Kicau burung. Merebut suami Victoria Beckham. hidung. berdetak keras memekakkan telinganya. ia hanya tidak sadar. Minum teh di atas awan sambil diskusi tentang cerpen Anton Chekov dengan almarhum ayah dan bertanya mana yang lebih mahal antara berlian dengan Fancy Diamond kepada almarhumah ibu. Yang terlupakan adalah waktu yang mengalir dalam lautan debar.processtext. sepuluh ribu. vagina. Kemilau sinar matahari menerobos jendela. Perutnya mulai terasa sakit seiring dengan bunyi dari segala bunyi jam. suara klakson dari pengendara yang tak sabaran. Atau satu minggu sebelum Nayla datang ke dokter. tangan. kaki. punggung. Baca komik Petualangan Tintin. 52 minggu dan 365 hari dari sekarang? Bagaimana kalau satu tahun dimulai dari ketika kanker itu baru tumbuh. Suara alarm itu. Memaksa mata Nayla menyaksikan lalu lalang kaki-kaki bergegas.com/abclit. mata. masa kini dan masa depan. Debaran itu mendadak buyar ketika terdengar suara ketukan pembantu di pintu luar kamar. Hatinya membatu. Makan rambutan. hati. adalah suara yang sama dengan suara dokter yang memvonis umur Nayla hanya akan bertahan maksimal satu tahun ke depan. sejuta detik mengejar dan mengepung pendengarannya ke mana pun Nayla melangkah. berdebar.

. Tidak dalam sehari membaca buku lebih dari dua puluh halaman. Ia ingin memelihara anjing. Kurang becus mengatur keuangan. Terlalu letih hingga tidur mendengkur. Menyimpan kekecewaan ketika anak sudah tidak lagi mau mengikuti nasihat yang seharusnya diindahkan. Ia mulai cemburu pada orang-orang yang masih dapat berjalan santai sambil berpegangan tangan. Dan ia mulai merasa kewajibannya sebagai beban. Sejak saat itu... Masih ada saja yang tidak sempurna. Kaki anjing pincang sebelah..processtext. ia tergesa-gesa menyiapkan air hangat. Memberi peringatan berkali-kali pada pembantu yang tidak juga mengerjakan perintah yang sudah diinstruksikan. Ia ingin berhenti minum jamu susut perut dan sari rapet. Waktu.. Ia ingin makan soto betawi sekaligus dua mangkok besar... Ia ingin ngebut tanpa mengenakan sabuk pengaman. semar atau gajah. Dan masih saja ada yang kurang. Ia ingin mengatakan ia senang bercinta dengan posisi dari belakang....com/abclit. Awan berbentuk mutiara. untuk sekadar berhenti memandang embun sebelum menitik ke tanah. panda dan beruang masing-masing satu pasang. sarapan dan seragam. ***NAYLA ingin menunda waktu. Menjadi pendengar yang baik bagi suami yang berkeluhkesah tentang pekerjaan. ia baru mengambil keputusan perlu ABC Amber LIT Converter http://www.. Semua orang harus tepat waktu sampai di tujuan. Tidak belanja perhiasan.processtext. Tidak lagi nonton film layar lebar di studio twenty one. Semua orang melangkah bagai tidak menjejak tanah.com/abclit. Burung bercinta di atas rumah. Atau orang-orang yang berjemur di tepi kolam renang sambil membaca koran.... Semut terinjak-injak hingga lebur dengan tanah.. Waktu. Semua orang tidak lagi punya kesempatan.. Waktu. Sarang laba-laba di atas plafon.. Memastikan pendingin ruangan belum saatnya dibersihkan..html orang tidak mau ketinggalan.. Kelopak bunga mulai merekah. Waktu. Nayla ingin merampas bulan supaya matahari selalu bersinar.ABC Amber LIT Converter http://www. Nayla ingin menghantamkan palu ke arah jam hingga suara alarmnya bungkam. Tidak pergi ke klab malam. Kurang waktu. Memberi makan ikan.. Kurang perhatian. Seragam sekolah yang luntur. Buah dada yang mulai mengendur.. Matahari yang bersinar tidak terlalu cerah. Ia ingin menampar suaminya jika membela anaknya yang kurang ajar. babi. Mengikuti senam seks dan kebugaran. Nayla selalu berada di pihak yang lemah dan kalah akan rutinitas yang tak mau menyerah. alarm Nayla tidak pernah berhenti berbunyi. Nayla ingin menunda kematian. penguin. Kurang peka. ***APA yang sedang mengkhianati dirinya hingga ia merasa sama sekali tidak bersalah atas debaran di dadanya yang begitu memukau? Apa yang sedang memberi pengakuan sehingga ia merasa begitu lama membuang-buang waktu? Apakah hidup diberikan supaya manusia tidak punya pilihan selain berbuat baik? Dan mengapa pertanyaan ini baru datang ketika sang algojo waktu sudah mengulurkan tangan? Mungkin hidup adalah ibarat mobil berisikan satu tanki penuh bahan bakar. Berdesakan di antara hiruk pikuk suara dan keringat dalam pasar. Ketika sang pengendara sadar bahan bakarnya sudah mulai habis. Padi menguning di sawah.? Bahkan Nayla merasa sudah tidak punya waktu untuk sekadar memanjakan perasaan. Vagina yang tidak lagi lentur. Ia ingin bersendawa keras-keras di depan mertua dan ipar-ipar. Ia ingin berjemur di tepi pantai dengan tubuh telanjang.. Tidak lagi mengerjakan segala sesuatu yang baginya dulu merupakan kesenangan.. Nayla ingin mengulur siang hingga tidak kunjung tiba malam.. Ia ingin berhenti hanya makan sayur dan buah-buahan waktu malam.. Semangatnya bergetar. Terlalu banyak pemborosan. kucing.. Membayar iuran telepon dan listrik bulanan. Ketika. Nayla mulai merasakan dadanya berdebar. Tidak nongkrong bersama teman-teman. Terlalu banyak menggunakan jasa telepon. Ia ingin mewarnai rambutnya bak Dennis Rodman.html . Memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dalam sebulan. Tapi Nayla selalu terlambat..

ABC Amber LIT Converter http://www.html tidaknya pendingin digunakan.com/abclit. Tapi yang di dalam sana sudah panen pertama bulan lalu. Kini kami lewat jalan yang di masa darurat beberapa kali aku lewati jalan kaki bersama Ayah atau teman untuk sekolah di Talu. Bang.html . Edisi 04/21/2002 PADA kedua sisi jalan berderet teratur kelapa sawit. sebentar lagi kau jadi kaya!""Sulit sekali bagi orang macam kita yang hanya punya satu-dua hektar. Pada kedua sisi jalan berderet ABC Amber LIT Converter http://www. Memburu kesempatan untuk bersimpuh memohon pengampunan atas dosa-dosa yang Nayla sesali tidak sempat ia lakukan. sebelum jam tangannya berubah jadi sapu. dan dirinya berubah jadi abu. Beberapa kali mobil berpapasan dengan truk besar yang baknya penuh buah sawit atau truk tanki berisi minyak kasar. Din membawa mobil menyimpang ke jalan tanah." x"Wah." Din melekatkan kaca mata hitam. Sebelah kiri jalan. dekat-dekat di atas rimbunan pohon hutan dan di balik unggukan embun. Alasannya buah sawit mereka sendiri masih bertimbun.Sudah berbuahkah sawitmu ini?" "Yang dekat sini belum.processtext. Yang menyedihkan kapitalisnya itu ada dari negeri jiran. Mobil bergerak pula.. Tampak matahari menyorot miring dari balik daham belinjo. Jalan ini disebut "Lebuh Lurus". lalu berhenti di depan sebuah dangau.. Ayo kita terus.processtext. Banyak petani yang membawa buah sawitnya ke pabrik harus menunggu giliran berhari-hari agar dapat diproses.""Kenapa tidak diusulkan kepada pemerintah agar dibangun pabrik baru untuk menampung kebutuhan kalian petani plasma?""Permainan orang kapitalis itu semua. untuk memperpanjang perjalanan. mobil sedannya berubah jadi labu. Nayla memacu laju mobilnya semakin kencang. Sekeliling bertebar kelapa sawit yang batangnya baru beberapa puluh senti dari tanah. Kadang kelapa sawit itu diseling dengan rumah penduduk yang berdinding papan dan beratap seng. Waktu lain mobil lewat pundak bukit yang ditumbuhi semak belukar atau padang lalang. Sesekali lain kami melewati petani bersepeda. untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. Buah masuk pabrik dan pemasaran minyak ditentukan oleh toke-toke yang punya kebun ribuan hektar.*** Laut seperti Pita Biru Post: 09/20/2002 Disimak: 165 kali Cerpen: Wildan Yatim Sumber: Kompas.com/abclit. Tak sedikit yang membawa truknya kembali lalu membuang isinya ke bawah jembatan. samar-samar tampak membiru Gunung Pasaman. karena lurus saja sepanjang lima km.

Beberapa tahun setelah suami pertama meninggal ia kawin lagi dengan orang sini. Di pinggir jalan antara sebentar tampak dangau beratap lalang. Mereka membalik. Beberapa puluh meter dari situ tinggal Kak Salmah.""Kenapa sebentar?" kata si istri sambil mengusapi tanganku. Ia berkeliaran dari desa ke desa sambil menyandang buntil jaring pakaian. bingkai pintu serta jendela dicat merah. Sekali aku pulang kehujanan. dan mulutnya yang melengkung indah."Salmah lebih tua dari aku lima tahun. buahnya yang kekuningan bertebar di celah daunan. Si suami menurunkan pacul dari bahu dan membuka topi. Padi di persawahan sini tampaknya sedang berisi. Dekat-dekat di kanan jalan menjulang bukit barisan dan ketika mobil lewat di persawahan tampak Gunung Tuleh membiru. dan rasakan manisnya. Jika ia menumbuk padi dan menampi.Kini mobil berjalan lebih pelan menerobos celah hutan rimba.""Berapa anaknya sekarang?""Dengan yang pertama dua.html .html kapuk dengan mangkuk isolasi kawat telepon. Waktu aku duduk di kelas tiga dan mau menyambung sekolah ke Ujung Gading ia sudah remaja. Beberapa puluh km dari sana terdapat Kota Natal. Kaca mata hitamnya dilekatkan. Meski lebih kecil tapi jalan itu diaspal tebal dan rapi. tak puaspuasnya aku memperhatikan hidungnya yang bangir. menunjuk."Inilah yang disebut jeruk Pasaman. Ia berteriak. persis seperti buntil laskar Gyugun. Ia menawar. Suaminya penjahit. dengan yang sekarang juga dua." kata Din"Bo! Dot ko? La ilaha illallah!" tukas si suami.com/abclit. Jeruk sini dipasarkan sampai ke Padang."Kau coba dulu jeruk sini. penjual menimbang dan memasukkannya ke kantung plastik."Agak di kedalaman pohonan tampak rumah pemilik kebun yang dikapur putih. dan jika ia menyuruh mengambil sesuatu aku senang sekali. Lalu kami duduk makan jeruk di bangku panjang yang terbuat dari bambu. Si suami bertopi pandan."Teringat ketika masih duduk di kelas 5 di Ujung Gading aku dengar dari Mak Suki bahwa Salmah sudah kawin dengan anak mamak sendiri yang bernama Burhan. Sesewaktu ada mobil berhenti di salah satu dangau itu dan orang berkerumun belanja. Ingat siapa dia? Boru Mak Suki 'kan?""Punya kebun jeruk juga dia?""Punya sedikit. Orangtua suaminya berlepau dekat pasar."Din menepikan mobil di depan sebuah dangau. "Ise don?" Mereka menatap aku yang mengikuti Din mendekat. rambut perunggunya yang dijalin dua hingga di pinggang. Aku sering datang ke rumahnya. Di balik deretan kapuk terbentang kebun jeruk yang luas. Kami pun kembali masuk mobil dan melambai. ABC Amber LIT Converter http://www. Itulah jalan menuju desaku. Sayang orang secantik itu jadi istri penjahit! Di suatu simpangan mobil membelok ke jalan lebih kecil.Din mengajak ikut pulang ke desa. Jika ia merasa diperhatikan."Bo ro ho?" kata si istri dalam bahasa Mandailing. dan atap sengnya memantulkan cahaya matahari.ABC Amber LIT Converter http://www. dan pada meja yang terbikin dari bambu teronggok buah jeruk.processtext. lalu cepat-cepat melap muka dan kepalaku dengan anduk. ia akan bilang. Persis seperti buntil Gyugun.com/abclit. Kurang jelas kenapa bisa berkenalan dan tinggal di sini. lalu terus ke perbatasan Tapanuli. Bukit Tinggi. dan Medan. Jalan lebih lebar ke kanan menuju Ujung Gading. si istri menekukkan kain panjang di kepala sebagai ganti topi. tapi mereka bilang mau sembahyang lohor dulu di pondok."Mak Suki sendiri di mana sekarang?""Nanti kutunjukkan."Berapa hari di sini?" tanya si istri."Besok kembali."Ini Bang Tamrin. "Di sana ada jalan ke dalam. Orang Bandung masih ingat rupanya kampung kita!" Kami bersalamsalaman. Tam!" Bagaimanakah tampangnya sekarang? Tentulah tetap cantik. Din mengajak berangkat pula sambil kami terus makan jeruk. Din menepikan mobil di belakang sepasang suami-istri yang mau menyimpang menuju sebuah pondok.processtext. "Kenapa kau perhatikan terus aku. Sidempuan. Teringat si suami yang kami salami tadi di masa Jepang pernah agak miring akibat ditempeleng Kempei Jepang.

processtext. dan ketika senewennya kambuh dan anak-anak lain bersembunyi jika ia datang. Terasa kini ia lebih rendah dari aku. Ketika jadi juga merdeka. Yang sisa hanya buku dan majalah dalam bahasa Arab dan Belanda. senter. Ingat ketika Ayah dan Ibu datang ke Bandung dua tahun lalu Ibu ada menyiratkan alangkah bagus jika bisa naik haji sebelum terlalu tua. dilatari oleh desah sungai yang kadang keras kadang pelan dibawa angin. Ada anaknya yang sebaya dengan aku yang jadi selapik seketiduran kalau aku pulang libur. Ketika suatu malam Ayah akan membuka rapat organisasi Kepala Negeri datang menyuruh batalkan. Siratan itu tentu untuk mengharapkan bantuanku sebagai anak sulung. Kukunya tebal dan ujungnya kehitaman karena sering kemasukan lumpur. dan salak. Tampak segar dia habis mandi dan sembahyang lohor. Gunung Tuleh menjulang dekat-dekat. sayang ia tidak kemana-mana. dan potlot pendek. Bulu hitam yang lebat masih memenuhi punggung tangannya.Aku kembali ke depan. sebagian besar sudah aku baca. sebagai anak yang paling banyak dan paling lama dikirimi uang sekolah ke rantau. menurut perasaanku ia orang berbadan tinggi dan tegap. Bapaknya seniman. Din bilang kami akan balik besok pagi. Terdengar suara dendang kawanan siamang. sehingga ia kurang bisa berkonsentrasi dalam pekerjaan. Pohon sirsak. Aku lihat isi lemari-lemarinya kini tinggal yang berbahasa Arab dan sudah pada lapuk. Aku respek padanya.html buntilnya juga berisi sepatu lars. tapi masih mengajar satu mata pelajaran di Ibtidaiyah.com/abclit. Aku memeluknya rapat-rapat. Kumis dan berewoknya sudah berhari-hari tak dicukur. Ayah sedang bekerja di sawah. Ia sudah pensiun sebagai guru SD. Ayah punya banyak buku dan majalah. Belum sempat terbit tentara Jepang masuk.html . nangka. Aku pun leluasa membongkar simpanan buku dan majalah bapaknya. Pemerintah takut Ayah dapat mengganggu ketenteraman.ABC Amber LIT Converter http://www. dan tidak begitu banyak lebih tinggi dari masa aku kecil. Di masa Belanda kudengar ia sudah mengajarkan lagu Indonesia Raya dalam bahasa Arab. Tentulah semua buku dan majalah yang berbahasa Melayu sudah habis dipinjami dan tidak dikembalikan. Ia pernah menulis buku roman dan sudah dikirim ke penerbit di Medan. Di kebun samping rumah tidak begitu banyak yang berubah. aku sendiri yang berani menyapanya dan mengajaknya bercakap-cakap. buku notes. Masa kecil dan tinggal di desa atau di huma dengan dia. Ia hanya jadi pegawai jawatan penerangan di Padang.processtext. Kami makan berempat di meja dapur.com/abclit. tampaknya seperti dapat firasat. dan uban memutih di sana-sini. Cepat-cepat aku coba raup kembali masa kecil ketika tinggal bersama ayah-ibu dan adikadik di kampung-halaman. dan batang pohon menyembul memutih di celah kehijauan. Ketika baru diajak makan. Mungkin betul akibat tempelengan Kempei dulu ada satu sektor sirkuit sarat dalam otaknya yang korsluit. Sekarang tampak ia jadi kecil dan kurus. Dari bawah pohon kepundung tampak terbentang sawah. Dia pintar pidato. dan sebagai anak yang kini sudah jadi pegawai tinggi ABC Amber LIT Converter http://www. Aku persilakan dia duduk di sebelah Din. Kata Ibu. dan habis makan kami akan terus menjenguk Mak Panto di Solo Godang. Ayah pulang dari sawah.Tiba di desa mobil langsung dibawa Din menuju rumah kami di lembah. Ia mengusapi keringat yang mengucur di kepala dan leher. Kain sarung disampirkan di bahu. Tampak kasar jemari ayah. Pada berbagai tempat di tengah persawahan itu ada tumpukan pohon dan dangau menyembul dari situ. Rupanya Ayah ikut ke mudik. Teringat masa kecil sekitar rumah kami banyak rumah pondok yang dihuni murid Ayah. masih yang dulu. Suara itulah dulu tiap hari menemani aku jika sedang berada di sini. Ibu rupanya baru mengambil kayu api ke kebun para. kata orang ia bakal jadi saingan berat Ir Sukarno kelak jika negeri ini merdeka seperti dijanjikan Jepang. Mak Panto adalah adik Ibu.Sebelum berangkat aku pergi ke belakang rumah.

dan aku yang pernah diselamatkan jiwanya olehnya tidak bisa membantu. kami turun. dan Mamak diberi baju bersih." katanya.processtext. Uci. Bibit ketiga jenis pohon berlateks ini konon dibawa orang Belanda dari Amerika Selatan. Mak! Ayah kami juga ikut. Selaput beningnya ditutupi lapisan berlemak. kejai ini dikebunkan penduduk sebagai sumber karet. apalagi jadi kaya. Beda sekali dengan kebun para.processtext.Sekitar seperempat jam meninggalkan desa Din menunjuk ke kiri. lantai dan dinding dari papan. Sebelum para." kata mereka. Mungkin karena sejak kecil aku sudah biasa bergaul dengan mereka. istri. sayang rasanya jika itu digantikan kelapa sawit. yang di masa Belanda hampir semua membuat rakyat makmur. Entah kenapa baru sekitar dua bulan pergi ia sudah kembali lagi. dan mencari buah manggis. Aku ingat Mamak berjasa besar bagiku pribadi. "Nanti pulangnya kita mampir beli durian. main domino di lepau. Aku mendengar Mak Panto kini jadi rabun ketika aku baru tiba di Padang untuk menghadiri kongres. Jika dioperasi di Medan kata mereka matanya bisa melihat lagi. Buru-buru tikar dibentangkan.ABC Amber LIT Converter http://www. Aku sendiri saja yang tinggal di desa sepanjang bulan. Sepuluh menit kemudian sampailah kami di kampung Mak Panto. "Sedang di sini rupanya beliau. karena malaikat pernah masuk kedalam tubuhnya untuk menolong aku yang sedang dilanda lapar. Badannya besar dan tinggi. dan menyalami orang-orang. Ketika uci bilang supaya ABC Amber LIT Converter http://www.Kini kuperhatikan matanya yang menatap kosong. aku belum pernah dengar ada petani yang jadi hidup senang. karena bendar-bendar sadapan getahnya sudah dekat ke tanah."Ini Tam datang." kata Din. Aku belum pernah dengar ada penduduk Sumatra yang bisa kaya oleh kebun sawit. kebanyakan petani karet dapat uang banyak. Jaga durian waktu malam. Mereka tak mengerti kenapa pegawai tinggi di negeri ini selalu bergaji rendah. Sesewaktu mobil ditepikan. Kebun para itu tampak sudah pada tua. yang dalam bahasa ilmiahnya disebut pterygium. Dalam hati aku berharap agar kebun para itu tidak akan digantikan kebun sawit. pada beberapa tempat merimbun pohon kejai. dan pekerjanya didatangkan dari Jawa. Tapi mereka tidak punya biaya. dan ketika melihat Din mereka melambai. karena sedang sekolah. sekitar 30 km dari desa sawit itu sudah diperkebunkan sejak masa Belanda.com/abclit. Kurangkul dia. lalu kuselitkan selembar sepuluh ribuan ke tangannya. Waktu pasar kupon itu banyak mobil mewah datang ke desa. dan atapnya seng. Sambil pulang menengok orangtua kuajak Din menengok mamak sebentar. atau ringkanang ke hutan. Jalan adik yang jadi dokter di kota itu pun meminjamkan mobilnya. Meski umurnya enam tahun lebih tua. Kejai adalah sejenis beringin. Kami pun menyalami dia. tapi aku suka dibawanya bepergian ke mana-mana. yaitu perca. Apalagi di musim kupon karet dibuka. duku. istri mamak.html . berkulit kuning seperti Ibu.html pula. Tapi kelapa sawit. Rumahnya bertiang tinggi.Beberapa lama mobil lewat kebun para. dan tiga orang anaknya yang sudah pada beristri. sambil melihat aku yang berdiri di samping Ayah. Waktu Jepang pernah dipanggil masuk tentara Heiho. Waktu itu kedua orangtua dan saudara-saudara sedang mengungsi ke gunung dengan berhuma. dan pohon kejainya tetaplah menjulang meneduhi alam desa. Aku juga pernah melihatnya sepanjang pinggir jalan antara Medan dan Prapat.com/abclit. dan para petani saling menraktir membelikan kacang goreng atau kue bagi anak-anak yang berkerumun. Di hilir tadi. bilang anaknya yang sulung tinggal di kampung lain. Kasihan kebun para itu. Rupanya penduduk sedang bimbang untuk meremajakan atau menggantinya dengan kelapa sawit. Kata Jepang matanya kurang bagus untuk dilatih pergi berperang.Tiba di jalan besar ada beberapa orang tua duduk mencangkung mengobrol di bangku panjang depan rumah. lalu dibawa duduk di ujung tikar. matanya berkacakaca. Sebelum kejai sebetulnya ada sumber karet lain. Labai.

000. ia juga terkejut dan agak tersipu. Di sana tampak laut seperti pita biru di atas kehijauan hutan. Ia sendiri hampir tiap bulan datang ke sini. Sudah ada lima tahun kan? Tinggallah beberapa hari di sini!"Mak Suki membuka dua durian sekaligus. Aku merenungi laut itu sambil mulutku mengecap-ngecap. Dari sini sampai ke tepi laut berjejer bukit yang makin jauh makan rendah. "Rumah besar di hilir dijual. sisiran klemis. lalu melekatkan kaca mata hitam. Tiap membuka satu ruang tampak deretan bijinya seperti anak tikus tidur. kuning. dan mendesah lebar di lembah. Ia tidak berbaju. ia tertegun menatapku. Setelah menyalam Din dan Ayah. panggilan sehari-hari Mamak Marzuki. Inilah jenis durian yang berdaging tebal. Aku berharap gigi Salmah belum begitu. Lalu kami pamit. Kami duduk di bangku panjang di depan pondok. dan lezat. Sebagai layaknya kaya aku lihat ia selalu muncul dengan sepatu mengkilat. Semua anaknya tinggal di hilir.Di tempat yang ditunjuk Din tadi mobil pun ditepikan. Kami pun makan durian.Selesai makan duren kami pun pamit dan kuulurkan uang Rp 5.com/abclit. seolah semua itu bisa ditempuh dengan melangkah panjang-panjang dan beberapa puluh menit akan tibalah di sana."Berapa lama di kampung? Besok kembali ke Padang? Lalu terus pulang ke Jawa? Uh. Sesekali angin menderu di pucuk pohon para.html ." kata Din. Aku menyalami.html masak nasi dulu. Gigi mamak dan uci sudah banyak yang tanggal. Ia menepuki punggungku.Dari jendela mobil aku masih sempat melihat sekali lagi laut yang seperti pita biru di barat. Di balik kebun ada sebatang pohon durian. Rambut buahnya berjuraian seperti rambut perempuan Belanda. ia selalu menambahnya beberapa rupiah.ABC Amber LIT Converter http://www. Kini aku pun sadar bahwa itulah pelukisan lanskap ilahi. kubilang tak usah. Waktu kecil aku ingat pohon itu masih rendah. Rupanya di pondok itulah Mak Suki tinggal. Laut itu sendiri adalah ujung rantau yang mengendapkan onggok hasrat tak sampai. dari saudagar kain kaya jadi petani jagung miskin. Di atas pita biru itu awan kini seperti corat-coretan potlot merah jingga. Ayah diam saja. Kami disongsong seorang bapak yang umurnya lebih muda beberapa tahun dari Ayah.Di tempat duduk mendadak aku terpana ketika memandang ke barat."Itulah ganjaran orang yang suka judi dan banyak utang. Mak Suki menolak dengan menggelenggeleng berat. "Bo ro ho?"Baru ingat bahwa dia tak lain tak bukan adalah Mak Suki.com/abclit. hanya memakai celana sontok yang lusuh.processtext. Istrinya datang dan menyalami pula. badannya kutarik lalu kupeluk. Kami melangkah pada jalan setapak yang kedua sisinya berpagar. dan bicara riang. dan buahnya bergelantungan.*** ABC Amber LIT Converter http://www. bahwa perjalanan hidup seseorang kebanyakan tak sesuai dengan harapan.processtext. Segera teringat Salmah yang jadi istri penjahit di kebun jeruk. janganlah ikut-ikutan terburu dengan Din. Mak Suki bergegas naik pondok lalu keluar dengan baju bersih dan bersarung. Uang itu aku letakkan di bangku panjang. Ada tekukur berteguran jauh di tengah hutan sana. Tapi Mamak antara beberapa tahun baru bisa pulang. Di balik pagar menjulang rumpun jagung yang sedang berbuah muda. dan hanya berdua dengan uci tinggal di sini. Kini sudah tinggi sekali dan batangnya besar. Aku terkejut."Teringat jika datang berpekan ke Ujung Gading dan menyampaikan uang belanja mingguan dari Ayah.

itu adalah kemauan anaknya. SETELAH dua tahunan. istri tidak arisan. kami tidak suka apabila teman seperumnas bergurau. Tingkat atas bagian belakang yang terbuka adalah tempat khusus untuk kandang-kandang anjing. memang banyak yang bisa membangun-bangun. kami tinggal berderet-deret di Perumnas di Jalan Kembang Setaman (bunga warna-warni dalam jambangan). relief kamar tamu bergambar Arjuna naik kereta dengan kusir Krisna." Bagi penghuni Perumnas yang lain. Hanya soal listrik tetangga itu sangat pelit. Daripada menyewa berpindah-pindah. Jl Kembang Api Post: 09/20/2002 Disimak: 287 kali Cerpen: Kuntowijoyo Sumber: Kompas. Sesudah dua puluh lima tahun ternyata bahwa nasib orang tidak sama. saya tidak tinggal di situ. dinding bata dan semen sungguhan. "Alhamdulillah. Anjing-anjing itu sebenarnya sama sekali tidak membuat gaduh. tinggal satu lampu 10 Watt.com/abclit. jelek-jelek saya tidak tinggal di Perumnas. Anaknya bilang bahwa salah satu tanda kemakmuran adalah terdapatnya anjing di rumah. sebab suaranya hanya kik-kik-kik lirih. Suami tidak rapat RT." Bagi orang yang masih menyewa. menurut pembantu. sangat kaya. Edisi 04/28/2002 Samuel IndratmaAKAN saya ceritakan kasus rumah bertingkat di Perumnas kami supaya Anda dapat mensyukuri nikmat Tuhan. usuk kayu Kalimantan. Kata anaknya. kami dapat hidup tenang dengan rumah tetap. di malam hari kamar-kamar dimatikan. Pada mulanya berdinding kayu lapis. Tetapi. termasuk kami.com/abclit. "Alhamdulillah. "Alhamdulillah.html . Tetangga sekitar. Rumahnya ditingkat. kemudian kerja di Bappenas sambil menjadi konsultan di beberapa perusahaan reklamasi laut dan pemborong. Rumah dan tanah berukuran 36/80. Orang Belanda setidaknya punya satu ABC Amber LIT Converter http://www. Kami sangat senang mendapat rumah. Jl Kembang Boreh Jl Kembang Desa." Bagi para tetangga rumah bertingkat. rumah kami sederhana saja. tidak lagi suka bergaul dengan tetangga. genteng tanah nomor satu dari Gombong. "Alhamdulillah. Tetangga sebelah rumah yang anaknya jadi dosen. atau "kami tinggal di kandang ayam". Artinya. begitulah gaya hidup orang Belanda. lalu sekolah teknik pengairan di Negeri Belanda. Ada delapn ekor anjing kecil yang lucu-lucu dengan bulu yang sangat tebal. Bagi orang gedongan katakan. mereka juga hemat waktu. Itu pun karena istri serasa dicekik jika dalam kegelapan. saya tidak tinggal di Perumnas.processtext. "kami tinggal di kaleng sarden". Meskipun. melik-melik di kamar utama.ABC Amber LIT Converter http://www. rumah bertingkat itu membuat masalah. tetapi tidak bertingkat seperti tetangga dekat kami itu. lantai keramik. "kami tinggal di peternakan manusia". Tertutuplah. Jalan di depan kami juga hanya cukup untuk kendaraan roda dua. Kata mereka." Begitulah. dan atap asbes gelombang. dan pagar merah dari batu laut. Tentu saja jalanan di depannya tak dapat diubah.processtext. Saya sendiri selalu membanggakan Perumnas kami dengan menyebutnya sebagai "kota satelit terbesar di pinggir Ring Road Utara".html Jl Kembang Setaman. semoga saya termasuk orang-orang yang beriman. Lebih dari itu. tidak suka membuang-buang.

semoga. membeli rumah dengan harga mahal itu boleh tapi jangan di Perumnas. ya'. Dokter menanyakan. "Paling-paling mereka melambai-lambaikan kertas di depan Ka'bah.html ekor anjing. Mereka mau naik haji. Rupanya orang kecewa setelah melihat kondisi jalan di depan rumah itu." "Ada anjing?" "Tidak. Ujungnya. Namun.. "Kita harus hidup rukun. tanggap sasmita. bukan bahasa pergaulan. lama-lama keluhan datang juga. Anaknya terpaksa dibawa ke dokter. Rumah bertingkat itu memulai babak barunya. Diturunkan. Kami saling berpelukan." kami berdoa.ABC Amber LIT Converter http://www." CERITA ini yang lebih penting. yang entah sampai entah tidak pada yang empunya anjing." Kami mengantar mereka ke airport karena mereka terdaftar di Jakarta. Semuanya lewat pembantu. Amin. Untuk apa tinggal di Perumnas. kami adalah orang Jawa yang suka kerukunan.processtext." kata suami mewakili keluarga.. Lagi pula semula tidak ada keluhan sama sekali. Pada kesempatan itu banyak yang minta didoakan ini-itu. tidak ada seorang haji pun yang memelihara anjing. itulah. omong kesana-kemari. nol-nol. Mesti orang berpikir. Kami tahu banyak salah. lho. Disuruh dia mengingat-ingat. ia mengadukan perihal anjing ke Ketua RT. Walhasil. demonstrasi." katanya. Mula-mula perkara anjing itu memang tidak jadi soal. Suami mencatat semua pesanan doa pada selembar kertas.html . dan bulunya suka beterbangan. Tetapi tidak ada protes." jelas suami. Harganya diturunkan. "Bulunya itu. seperti 'anjing-anjing itu suruh berhenti menyebarkan bulu'. rasa-rumangsa. "Semoga jadi haji mabrur. Diulang." Dokter memberi resep sambil bilang bahwa yang terpenting ialah menghilangkan penyebabnya. saya bilang pada istri. Orang hidup itu harus tenggang rasa.com/abclit. tentu. Keluhan itu justru datang dari tetangga dekatnya yang lain yang notabene tidak menabukan anjing. Tidak juga laku. Mereka tidak akan punya waktu untuk tetangga. Atau yang lebih thok-leh. "Ya. ABC Amber LIT Converter http://www. Logikanya begini. tetangga yang punya anjing itu memutuskan untuk membuang anjing-anjingnya. Setelah sampai rumah. Istri saya minta didoakan punya cucu lagi. Ketika anaknya yang nomor dua kena batuk ah-uh sepanjang hari dan tidak kunjung sembuh baru tetangga yang baik itu memikirkan sindiran yang halus. Memang ada tetangga yang-pelihara anjing. Ha? Benar! Menurut mereka." "Jangan begitu." "Semoga dapat hidayah. sepulang haji. Ia memberi-berikan anjing pada kawankawannya. dan rasanan. rumah itu gelap. Bikin kulit gatalgatal. tapi mbok yaa ingat tetangga'. Tuhan! Baca sendiri'. tidak ada teguran. Mereka berangkat naik haji bersama anaknya dengan ONH Plus. seperti 'wah anjingnya suka menggaruk-garuk bulu. mereka tidak kembali ke Perumnas. "Itulah." "Amin. Adalah HAM untuk memelihara anjing atau tidak. Ditinggal haji." Lalu dilakukan tes suntik. supaya dari rumah kami dialirkan listrik 10 Watt.. Maka rumah bertingkat itu pun diiklankan sesuai dengan 'martabatnya'. 'protes.com/abclit. "Ada kucing di rumah?" "Tidak. Singkatnya.processtext. Sindiran yang agak tegas. tetangga suami-istri itu hanya gedumal-gedumel. 'Ini." balas Ketua RT. Belum sempat Ketua RT bertindak. Diulang. Usul untuk dilaporkan ke RT juga tidak mereka setujui. Seperti diketahui. "Maafkan kesalahan kami. "Ya. Ibu-ibu sesenggrukan waktu istri sekali lagi minta maaf. dan menuntut' itu bahasa politik. Sebelum berangkat mereka menyelenggarakan open house. Kita sebagai bangsa yang besar harus punya lebih dari seekor. Namun. seperti waktu di rumah. Namun. di luar prinsipnya. "Amin. seperti 'pelihara anjing boleh. karena praktis melibatkan seluruh RT. Ketahuanlah kalau anak itu memang alergi bulu." "Apa dia suka main dengan binatang berbulu itu?" "Tidak. kata anaknya menurut pembantu. Maka kami senang. ya Bapak-Ibu. ada perkembangan baru. keluar juga jujurnya. Siapa tahu mereka lebih diridhai." kata istri dalam arisan ibu-ibu. kalau engkau mampu hidup di tempat lain? Privacy akan lebih terjamin kalau engkau tinggal di tempat mewah. Rapat RT memutuskan.

Ketika mereka juga masih mendengar anak-anak bermain. Itu dianggap yang terbaik. Dalam rapat RT para petugas Siskamling mengatakan bahwa mereka mendengar anak-anak bermain dalam rumah itu. jin harus disenang-senangkan dengan membakar kemenyan dan memberi bunga setiap malem Jum'at. mengubah jadwalnya menjadi pukul 21." Maka RT mengadakan rapat. dan An-Naas. yang tidak menyakitkan hati orang. "Kembang Kacang?" Nama lagu keroncong. Meskipun demikian. Keluarga kami juga diharuskan mengganti lampu biasa dengan neon. lalu Siskamling diajukan pukul 19. kok keluarga besar. Alasannya. Mula-mula mereka heran. Ketika kami memintanya untuk mengusir keluarga jin itu dia menolak. Disarankannya supaya sebelum tidur kami membaca-baca Al-Ikhlaash. Orang pintar itu datang. rapat RT menyetujui Kembang Boreh.processtext. Tetangga yang lain lagi menyiapkan keris keramat yang dhemit ora ndulit. mereka berkumpul di sini karena mengira di sini banyak makanan. Maka kami ramai-ramai menurunkan papan nama. cerita tentang anak-anak bermain tidak mengganggu. "Mosok manusia kalah sama jin!" kata mereka. Ternyata apa yang kami kerjakan juga dikerjakan para tetangga dengan cara mereka sendiri-sendiri. Seorang tetangga pergi kepada orang pintar. kenapa anakanak belum juga tidur-padahal hampir tengah malam? Ketika mereka menyadari bahwa anak-anak itu pasti jin yang jadwal mainnya berbeda dengan manusia. misalnya. ada pakde dan bude dari ibu dan bapak.00. dasar orang Jawa. bulu kuduk mereka berdiri. Tetapi. ada adik-adik dari kedua belah pihak. digantung di temboknya. selama belum laku rumah itu dibiarkan kosong-song. Nama jalan itu terserah. ada paklik dan bulik dari ibu dan bapak. Bunga Setaman itu makanan jin.processtext.ABC Amber LIT Converter http://www. Pembahasan untuk memilih berlangsung sederhana. "Bagaimana kalau nama itu dibalik? Pasar Kembang.00." Setelah ck-ck dia membuat saran." Pasar Kembang adalah nama tempat. Anak kami menitipkan anaknya. Dan.com/abclit. Malam hari ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Bagi mereka yang tidak punya anak kecil. Jin itu bertambah nekat. "Nama jalan jangan Kembang Setaman. kumpulan cerita). Untung kami punya teman yang dapat mengusir jin. Tetapi tidak ada perubahan. dan lari tunggang-langgang. Dalam rapat bulanan RT diputuskan bahwa Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang mampu mengusir jin. Jadi. Jalan keluarnya adalah voting tertutup. rumah kami jadi aman dari gangguan mereka. itu semua dengan harapan jin-jin itu menghilang. adalah hak mereka untuk tinggal di rumah kosong. Siskamling yang biasanya berkeliling untuk mengambil beras jimpitan setelah pukul 23.00 sebab mereka ketakutan. Sambil menunjuknunjuk dikatakannya bahwa ada anak-anak menempel di tembok. Lain dengan kami. Kawan itu datang dan memagari rumah kami. sama-sama segannya untuk berkata tidak. Ketika rumah kosong itulah masalahnya mulai. Ia teriak-teriak ketakutan setiap malam. Tetangga yang lain belajar ilmu tenaga dalam dan pernapasan. asal jangan menyarankan makanan jin. setan ora doyan. Orang pintar itu menyarankan supaya manusia terhindar dari gangguan jin. tanpa debat berkepanjangan. Dengan ilmu itu jin akan merasa seperti terbakar. Dikatakannya bahwa ada sekeluarga jin tinggal di rumah bertingkat itu. Al-Falaq. Setelah dihitung. warna-warni bunga sejenis (artikel. "Onde-onde kembang?" "Bagaimana kalau Kembang Brayan?" Artinya. Mereka yang punya sensitivitas memantau pergerakan jin di rumah bertingkat itu. Mengecatnya dengan nama baru: Jl Kembang Boreh. sejenis lulur. Kemudian rapat RT memutuskan untuk meniadakannya sampai waktu yang belum ditentukan. "Lho. "Bagaimana dengan Kembang Boreh?" Artinya. Ada kakek dan nenek dari ibu dan bapak.html Maka.html . Tentu saja. tiba-tiba muncullah bakat-bakat terpendam di RT. Sedini itu anak-anak jin dalam rumah kosong diperkirakan belum mulai bermain. karangan.

Ia duduk berdzikir di teras rumah. Kami menemukannya juga. Tidak menemukan seorang gadis pun di gang. Mereka akan kecelik. Nama diserahkan pada RT. mereka tidak boleh menampakkan diri dalam rupa apa pun. Rapat RT lagi. Jin yang thukmis (suka wanita)." "Nah. "Lha. Ada jin yang hidung belangnya tidak ketulungan: ia mengganggu nenek-nenek yang pagi sekali membeli gudeg untuk buyutnya. "Sekar Sinawur?" Artinya bunga rampai. "Kita buang saja kata kembang. pintar ilmu hukum.html . pakai kembang boleh tapi jangan berarti bunga. "Mereka sudah satu suku. Setelah melihat papan nama katanya." Sarannya sama dengan orang pintar sebelumnya. Mereka memborong ronde. RT langsung mengadakan rapat darurat. Pujian-pujian mengalir untuk orang limpad (cerdas) itu. bagaimana kalau dikromokan. malam hari advokat itu menerobos ke dalam pagar. ada jalan. Setelah kami menunggu sekitar dua jam. yang iseng. Tukang ronde yang malang itu kontan lari. Setelah diamati ternyata mereka tidak duduk di bangku atau kursi. Ketua RT ditugaskan lagi mencari orang pintar yang cespleng. Mereka digantikan jin-jin muda karena mengira di gang ini banyak primadonanya. mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah.html banyak jin perempuan yang mejeng (pamer. Tidak ABC Amber LIT Converter http://www. Jin-jin tidak betah lagi tinggal di rumah bertingkat. Sekar Langit?" Sekar Langit adalah nama motif batik. Di Perumnas kita pakai nama-nama bunga. Lho! Iya saja. Mereka akan ketakutan dan lari. Kabarnya dia dapat berhubungan dengan dunia gaib.com/abclit. Tugasnya ialah menjadi juru runding mewakili RT. Maka datanglah orang pintar itu. Kami berpikir keras. Seluruh RT menyaksikan adegan itu dari kejauhan. Api akan membakar mereka. kembang yang tidak berarti bunga. Gadis-gadis itu tertawa hiii-hiii-hiii. tapi menggantung di udara. bagaimana kalau Kembang Api?" Kami semua suka-cita atas usulan itu. Kami lega dengan perjanjian yang menguntungkan itu. Kami pun mengganti papan nama: Jl Kembang Api. Menurut mereka yang sensitif. meninggalkan gerobak dagangan. Dia dibriefing mengenai keadaan kami yang runyam.processtext. Lalu ada usulan dari seorang mahasiswa yang mondok di RT kami untuk mencari advokat yang mumpuni: kuat secara fisik. Mmm. Tetapi. Mbah? Kami sudah kehabisan akal. "Kembang desa?" Primadona desa. jin-jin malah berdatangan dari mana-mana. menggaya). Satu. jin-jin muda mulai mengembara mencari gadis. Keesokan sorenya kami gotong-royong. Kata pepatah-petitih itu memang betul: Ada kemauan. gadis. Tertutup sudah. Biar jin-jin kepanasan! Biar. demikian menurut pantauan orang-orang sensitif. Tiga. Tidak ada jalan lain. Terpilih nama Kembang Desa. Itu jin voiyeur. Harapan kami sama seperti dulu. "Inilah hasil maksimalnya. Suatu malam ada penjual ronde lewat. dan yang duda akan datang. Dua. dan bijaksana. Wedang ronde yang panas itu dilahap.com/abclit. Prosedur yang dulu dipakai lagi. Malu-lah RT kami. Ketua RT dilapori bahwa ada jin yang tinggal di tembok kamar mandi." kata advokat itu. tukang ronde lapor Ketua RT. Pagi hari sambil mengambil gerobaknya." "Pakai kembang. mengganti nama jalan. Ada jin suka menghadang gadis-gadis pulang pengajian.processtext. mereka tidak boleh mengganggu orang. Maka. Kami turunkan papan nama. Benar jin tua. Tapi kami keliru. ini biangnya. pandai ilmu dalam. Ketua RT ditugaskan untuk mencari orang pintar yang lebih pandai. kami mendapat kabar tentang hasil rundingan. mereka merasa kembali ke asal. Jalan buntu. Setelah memeriksa rumah bertingkat dari jarak jauh ia berkata. sama sekali tidak ada bunga. kita ganti dengan yang baru. Penjual curiga." "Jangan. mereka kehausan! Tetapi tidak. Jangan Kembang Desa. ya. Jin terbuat dari api. Jl Kembang Api tetap saja sepi di malam hari." "Lalu enaknya apa. Ketua RT menyampaikan pesan orang pintar. dan anak-anak menghilang. Ia pulang bersama orang pintar itu. Beberapa gadis duduk-duduk di depan rumah bertingkat mengundang penjual.ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi.

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html ada ronde teng-teng, tidak ada sate te-satte, tidak ada bakmi duk-duk sreng. Dan orang masih dapat mendengar suara keroncong, nyanyi dangdut, suara klenengan, suara air terjun, suara anak-anak bermain, bayi menangis. Semuanya tanpa rupa! Yogyakarta, 13 April 2002

Perempuan yang Jatuh dari Pohon Post: 09/11/2002 Disimak: 241 kali Cerpen: Raudal Tanjung Banua Sumber: Kompas, Edisi 06/09/2002 ADA perempuan yang jatuh dari pohon! Itulah kabar yang membuat kampung kami gempar. Kabar menyebar begitu cepat bagai diantar kawanan lebah, sehingga dalam waktu singkat tak ada bagian kampung yang terluputkan. Dan setiap telinga yang kena berita, lebam-membiru bagai tersengat, sementara setiap mulut yang melanjutkan berita itu, berubah menjadi sarang lebah, penuh dengung, tanpa bahasa puji-sanjung; tak sedikit pun madu menetes dari situ. Yang ada hanya kepahitan, menetes-netes dari bahasa kutukan.Duh, betapa tidak! Mengingat perempuan yang jatuh dari pohon, bagi warga kampungku-sebuah teratak kecil di lengkung-pinggang Bukit Barisan dalam ranah Nagari Tujuhsuku Kecamatan Marapalam-dipercaya turun-temurun sebagai sesuatu yang sangatlah aib. Konon, perempuan yang jatuh dari pohon, bila sakit, sakitnya tak akan diobati; bila mati, matinya tak akan disembahyangkan! Betapa malang. Ya, betapa malang perempuan yang kini jatuh dari pohon itu. Pohon apa yang ia panjat, dan mengapa harus memanjat? Buah apa yang telah menggoda sehingga terguncang imannya? Dan mengapa harus memanjat, tak cukupkah dijuluk pakai panggalan? Jika panggalan atau pengaitnya patah atau tak sampai, mengapa tak minta bantuan laki-laki saja untuk memanjatnya? Hari apa ia jatuh? Selasa? Siapa gerangan orang tuanya-yang lalai menjaga anak perempuan-dan siapa namanya sendiri? Namanya Hindun, kawan bermainku sejak kecil (mendengar ini, aku tercengang dan merinding; masyaallah!). Ayahnya sudah meninggal menjelang ia remaja, dan makamnya masih terjaga di bawah pohon cengkeh dan pala, di sebidang ladang yang tenang-tempat Hindun tinggal hingga sekarang. Tiga orang kakak Hindun, laki semua, dan entah sejak kapan tepatnya, satupersatu pergi meninggalkan kampung-pasti bukan di hari Selasa. Merantau, sebagaimana orang di kampung kami berkebiasaan. Bukankah kami memegang filosofi tentang burung ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html bangau yang terbang tinggi? Tapi, ah, anak lelaki, begitu bebas menentukan langkah kaki! Hanya perempuan yang senantiasa bernama penantian. Seperti Hindun dan ibunya, menunggu, mungkin pula tidak menunggu. Bukankah mereka pun mampu menentukan hidup sendiri? Begitulah. Hindun dan ibunya memutuskan untuk tetap tinggal di ladang, di atas rumah pondok yang sederhana, meski di koto (pusat kampung) mereka masih punya sebuah rumah tua, mereka biarkan lapuk telantar. Hanya pada pekan-pekan tertentu saja Hindun dan ibunya berkunjung ke rumah itu, itupun jarang bermalam. Tampaknya tinggal di ladang bagi mereka berdua sudah menjadi pilihan. Selalu saja ada alasan untuk menjaga makam suami atau ayah, sekaligus merawat ladang kenangan. Meski sesungguhnya pula, tak ada lagi yang terlalu bisa diharapkan dari ladang. Banyak ladang di sekitar situ sengaja ditinggalkan pemiliknya, dan mereka beralih menjadi pekerja sawah, pekerja tambang, atau mencari damar dan rotan ke hutan-rimba. Tak apa. Setidaknya, dengan tinggal di ladang, sayur-mayur tak hendak membeli. Ditanam sendiri sudah cukup untuk makan. Asal ada beras, urusan makan beres. Itulah yang selalu diucapkan Hindun padaku, bila kami bertemu di pasar. Maklum, aku penjual barang kelontong yang berkeliling dari pekan ke pekan, sedang Hindun biasanya membawa sayur-mayur. Kami kerap makan bareng di kedai sate Mak Etek bila pasar usai. Saat-saat seperti itulah aku bisa memandang Hindun yang di mataku tak kepalang cantik. Maklum mata bujangan. Apalagi, ia lumayan cerdik. Matanya yang agak bulat besar akan gampang terlihat berbinar bila sudah bicara tentang banyak hal. Tak jarang ia cekikik, yang di kampung kami tentu saja dapat dianggap kurang baik. Perempuan jangan ketawa cekikik, senyum dikulum pasti lebih manis, itu pesan yang tak boleh diremehkan. Tapi Hindun peduli apa? Ia tetap saja tertawa terpingkal, membuka mulutnya agak lebar, tak peduli sekelilingnya akan melotot tak senang. Anehnya, justru sikap bebas dan maunya sendiri itulah yang kerap memunculkan rasa kagum dan ketakjubanku padanya. Di samping tentu, hidungnya yang bangir, rambutnya berombak-panjang. Dan yang paling sering mencuri perhatianku tak lain betisnya yang ramping, bentukan alam pebukitan yang bergelombang. "Biarlah kami tinggal di ladang, merawat tanaman yang masih tersisa, sekalian menjaga makam ayahku," kata-nya jujur. Kutahu, ia memang sangat mencintai ayahnya, sebab sang ayah juga sangat menyayanginya. Konon, ketika hidup, ayahnya lumayan memberi kebebasan padanya. "Niatmu sih baik, tapi usiamu, Hindun...," bisikku usil, merujuk pada gadis seusianya yang biasanya sudah dipinang orang. "Tak mengapalah! Kalau memang ada yang tertarik meminang, mengapa harus mempersoalkan aku tinggal di ladang? Berhelat di ladang juga bisa, yang datang malah bisa macam-macam; kera, beruang, celeng..." maka ia pun tertawa sesukanya. Tak terpikirkan, bahwa di kampung kami perempuan baru akan dilamar orang bila sudah tinggal di rumah sendiri, di dalam kampung. Bukan di pondok ladang. Sebaliknya Hindun malah berfikir tentang hidup; tinggal di ladang ada saja yang akan dipetik dan dijual setiap pekan... Meski apa yang diyakini Hindun tidak persis demikian. Semenjak kemarau panjang dan cengkeh mati bujang, harapan itu tidak lagi gampang diwujudkan. Bahkan hampir tak ada lagi yang bisa dipetik. Satu-satunya yang masih bisa menghidupi mereka hanyalah kayu api yang mereka cari di hutan sekitar. Dikeping dan diikat, dan sekali sepekan akan ada tukang kayu yang menjemput ke sana. Itulah yang membuat mereka terus bisa bertahan (sebaliknya, membuat kami jarang bertemu di setiap pekan). Tidak jarang dalam perjalanannya mencari kayu api, melewati ladang-ladang yang ditinggalkan Hindun dan ibunya bertemu pohon cengkeh, nangka, jengkol atau apa saja ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html yang telah menyatu dengan belukar. Tapi bila musimnya, pohon-pohon telantar itu juga tak ketinggalan berbuah, meski sedikit, dan itu pun harus berebut dengan tupai atau kera. Dibersihkan sedikit belukar yang melilit batangnya. Hindun lalu bisa dengan cukup gesit memanjat pohon itu. Ibunya tak bisa mencegah. Hindun hanya bilang bahwa tak ada yang melihat. Ibunya tahu bahwa dengan itu mereka telah melanggar pantangan, tapi pasti tak tega untuk sekadar membatin, sebab bukankah kata batin seorang ibu cepat makbulnya? Maka, begitulah, ibu dan anak itu diam-diam melanggar pantangan! KAMPUNG kami memang hidup dari sekian banyak pantangan. Begitu banyak rambu-rambu tanda larangan, meski tak dituliskan. Anehnya, dari sekian banyak larangan, perempuan atau anak gadislah yang menjadi sasaran. Misal, perempuan tak boleh menyisir rambut di halaman, tak boleh duduk di depan pintu, tak boleh memotong dan meraut kuku di malam hari, entah mengapa. Memang akan ada saja alasannya, seperti tak bakal dapat laki, jauh dari rezeki, bahkan bisa gila, tapi juga entah mengapa. Memang pula larangan-larangan itu baik maksudnya, sebab bukankah tidak enak dipandang mata bila seorang perempuan sampai menyisir rambut di halaman rumah? Dilihat orang banyak, apalagi kalau rambutnya basah. Tampaknya, soal etiket. Tapi mengapa tak langsung dibilang seperti apa adanya? Mengapa tidak dikatakan saja bahwa itu tidak pantas, mengapa harus membawa-bawa soal rezeki dan jodoh segala? Bukankah mereka sudah cukup dewasa dan tidaklah kelewat bodoh? Paling mereka hanya akan tersenyum dikulum, meski tak harus melanggar. Sebab kalau dicari-cari kaitannya ada benarnya juga; kalau seorang perempuan menyisir rambut di halaman, tak seda dipandang, laki-laki mana akan senang? Bila kerja hanya menyisir rambut, sampai-sampai harus ke halaman, kapan sempatnya bekerja dan dari mana rezeki akan datang? Atau, bila perempuan larut berdandan, tidakkah ia bisa menggilai dirinya sendiri di depan kaca atau telaga? Hmmm... Namun, pantangan itu masih lumayan adil. Artinya, tidak hanya buat perempuan. Anak-anak pun tak ketinggalan. Mereka tak diizinkan mandi-mandi di tepian pada saat tengah hari, tentu bukan karena suhu yang panas sementara air sungai begitu dingin yang bakal membuat mereka demam. Bukan, bukan itu alasannya. Tapi, dengarlah; mandi-mandi tengah hari membuat kita demam sebab iblis dan hantu air akan menyapamu, dan sapaannya itu sudah cukup membuatmu jatuh sakit. Begitu. Dan begitu pula halnya untuk laki-laki di kampung kami, tak luput dari rambu-rambu yang digariskan, semisal dalam urusan berpergian. Jangan berjalan di hari Selasa, sebab Selasa hari api. Bila berjalan juga alamat akan sengsara karena banyak gangguan dari iblis yang konon diciptakan pada hari ini. Benarkah? Entah. Yang jelas, bila ada laki-laki di kampung kami hendak pergi jauh, mereka memilih hari selain Selasa. Bisa Rabu yang diyakini hari teduh lagi sejuk, atau Senin yang diselubungi cahaya suci. Sampai-sampai waktu pernikahan diatur waktunya sedemikian rupa, yakni petang Kamis malam Jumat. Inilah hari baik penuh berkat. Kami pun percaya pada sekian banyak isyarat dan bahasa; kupu-kupu pertanda tamu, ayam berkokok tengah hari (dengan kokok berlenggek-lenggek) pertanda ada perawan bunting, elang berkulin seputar kampung pertanda ada yang bakal mati atau kemarau panjang akan datang. Dan begitu pula halnya dengan takwil mimpi, membuat kami begitu berhati-hati. Begitulah. Tentang perempuan yang tak boleh memanjat pohon juga telah menjadi pantangan turun-temurun. Sedari kecil, anak perempuan di kampung kami dilarang keras memanjat pohon, meski kampung dipenuhi berbagai macam pepohonan, rimbun dan rindang. Panjang-memanjat tak lain urusan laki-laki, begitu adat kami mengajari. Tak seorang anak perempuan pun yang berani melanggar. Mereka cukup puas bermain yang ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sepantasnya saja; petak umpet atau lompat tali. Meski di tengah keasyikan bermain selalu ada saja goda dari kami anak lelaki yang sedang berada di dahan pohon paling tinggi. Kami akan berteriak dari ketinggian, mengabarkan betapa kami telah melihat laut, laut yang luas! Anak-anak perempuan akan tergoda dan serta-merta membubarkan permainan mereka, dan mereka berkumpul di bawah pokok batang. Ada yang bertanya: ada kapalnya enggak, ada kapalnya enggak... Kami yang di atas pohon lantas mencari-cari sebentar dengan sorot mata berbinar. Lalu menjawab agak kecewa: tidak ada, lautnya lagi sepi! Mungkin lagi tidur, jawab yang lain menghibur. Tentu, karena yang kami lihat sesungguhnya bukan laut, bahkan danau pun tidak, melainkan hanya air persawahan yang tergenang nun di kampung sebelah... Namun, bagaimanapun juga, kami yang laki-laki masih lebih beruntung; menerka-nerka yang tampak. Sementara anak-anak perempuan cukup dibuat penasaran karena tak melihat apa gerangan yang hendak diduga. Atau, mungkin lebih indah sebab bakal menjadi impian yang tak sudah? Entahlah. Yang jelas, tak seorang pun yang di antara mereka yang berani melanggar pantangan. Juga saat musim buah tiba. Anak-anak perempuan cukup jadi pengumpul buah yang kami petik, dan mereka berebutan sambil sesekali tengadah menatap kami di ketinggian dahandahan. Mungkin di antara mereka punya impian atau sekadar keinginan untuk ikut meniti dahan (aku sering melihatnya di mata Hindun), tapi mereka tahu (berkali-kali diingatkan ibu) bahwa mata kutukan mengintai di mana pun: di sela reranting, dedaunan, di semaksemak tepi jalan, di antara batu-batu di tepian... Mengintai siapa pun yang melanggar larangan! KALAU sekarang kabar celaka itu mendengung dan membiru, benarkah karena larangan itu tak membisu? Hindun dan ibunya memang tak lagi patuh pada rambu-rambu. Setiap kali masuk hutan mencari kayu, dengan melewati ladang-ladang yang ditinggalkan, mata Hindun masih saja penuh keinginan. Dan pasti tak tercegah siapa pun. Tak ada kakaknya yang semasa kecil dulu selalu mengawasinya untuk tidak ikut memanjat meski hanya sebatang pohon rambutan yang dahannya hampir menjejak tanah. Tak pula ibunya yang dulu mungkin teramat nyinyir menyampaikan larangan. Hindun, perempuan yang mungkin dulu terlalu sesak memendam keinginan, dalam hari-harinya di ladang memutuskan tak lagi memendam keinginan, bahkan untuk sebuah larangan. Maka, begitulah, hampir setiap pohon yang masih menyisakan buah akan ia panjat tanpa takut terlihat mata kutukan yang mengintai. Sang ibu hanya menunggu di bawah tak bisa berkata apa, kecuali mengumpulkan buah-buah nangka yang berdebum, menggelinding di lereng bukit, tersangkut di akar. Tak jarang masuk kali kecil yang penuh belukar. Sementara Hindun sangat lihai meniti setiap dahan. Rambutnya yang berombak-panjang disanggulnya agar tak mengganggu. Kulitnya yang kuning tak ia pedulikan perih, tergores akar atau jelatang. Matanya awas mengamati setiap cabang, mencari buah yang masih menggantung. Sesekali ia menggerutu betapa buah itu sudah tak utuh; dilobangi tupai atau kera. Hati-hati kakinya berpijak, sigap tangannya mencari dahan berpegang, karena ia tahu pohon nangka rapuh dahannya. Saat-saat memuntir sisa buah, seolah saat melepas keinginan masa kecil yang lama tersimpan. Begitulah, buah-buah yang mereka kumpulkan mereka bawa pulang ke pondok. Tentu, saat melewati jalan-jalan setapak yang semak dan membelukar, beberapa ekor babi hutan masih sempat melintas, atau setidaknya mengeluarkan suara aneh. Tapi kedua perempuan itu sudah terbiasa. Bahkan dengan pandangan. Sampai akhirnya tersiar kabar celaka itu: Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon! POHON tempat Hindun jatuh adalah sebatang pohon tak bernama. Dikatakan begitu, karena memang tidak ada yang bisa memastikan pohon apa ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html sebenarnya. Dikatakan pohon Barangan, hanya daunnya yang mirip, tapi tak berbuah. Dikatakan pohon damar, hanya batangnya yang serupa, tapi tak bergetah saat ditakik. Kesulitan mengetahui nama mungkin juga lantaran usianya yang tua, mungkin hanya satu-satunya jenis pohon yang masih hidup sehingga tak ada yang serupa. Tapi mungkin pula karena orang kampung kami tak peduli soal nama (ah, mengapa mereka amat peduli nama-nama hari?). O, ya, mungkin karena itu milik tetua kepala suku (Tujuh suku!) ia dianggap urusan mereka yang terhormat. Kami cukuplah mengetahui bahwa pohon itu lumayan keramat. Pokok pohon itu teramat kukuh, penuh akar dan sulur-sulur menjalar. Pucuknya jauh menjulang hingga tampak dipandang di bagian-bagian tertentu sudut kampung. Bila memandang dari jauh, lereng bukit yang biru tempatnya tumbuh, tampak seakan terlindung pohon itu. Daunnya yang rimbun dan cabang-cabangnya berlekukbergelombang, membentuk lukisan tersediri di kebiruan perbukitan. Andai saja ia ditebang, tentu akan segera terasakan ada yang hilang; lereng bukit itu bakal kosong, dan orang akan kehilangan sebuah tanda yang sering terbaca; para pencari damar yang tersesat di hutan, para perantau yang lama tak pulang, atau pengembala ternak yang kemalaman. Tapi, tentu tak bakal ada yang berani menebang. Jangankan menebang, mendekat saja tak ada yang berani, kecuali mereka yang dianggap tetua kampung. Mereka ini memang mendapat hak sepenuhnya atas banyaknya lebah madu yang bersarang di setiap dahan. Madu nomor satu yang menetes sepanjang musim! Hanya Hindun, gadis yang terbiasa melanggar pantangan itu, nekad. Tanpa sepengetahuan ibunya, ia datangi pohon itu, dipanjatnya lewat sulur-sulur yang menjuntai menyentuh tanah. Di kedalaman bola matanya terpancar kehidupan ladang yang makin sulit, cengkeh mati bujang, kemarau panjang dan kayu api yang murah harganya. Hanya madu lebah yang masih mahal. Sesarang dua sarang cukuplah baginya melunaskan keinginan, sekaligus melunaskan dendam! Ya, bertahun-tahun ia ingin mencecap manisnya madu dari pohon yang sebenarnya tumbuh di atas ladangnya itu. Tapi selalu terbentur soal hak. Hak tetua suku. Bukan si puak. Hindun tak peduli. Ia mengerti bahwa ia mestinya juga berhak. Pohon itu tumbuh di tepi ladangnya! Maka ia terus memanjat. Pohon keramat. Milik tetua. Dan terjatuh. Hari Selasa. Dan ia, seorang perempuan. Lengkap sudah. UNTUK kedua kalinya kampung kami pastilah kembali gempar. Bahkan mungkin lebih. Kubayangkan, telinga setiap orang mungkin tak lagi seperti disengat lebah (seperti saat pertama kali aku mendengar kabar itu di pasar), namun boleh jadi bagai dipatuk ular berbisa. Bagai mematuk jantung-hatiku juga! Aku yang tidak lagi sekadar mendengar, tapi menyaksikan. Aku yang dulu hanya penerima kabar, kini berubah menjadi aku yang mengabarkan! Ya, Hindun, perempuan yang jatuh dari pohon itu, mati. Ia meninggal setelah cukup lama menanggung penderitaan. Bokongnya remuk, bernanah. Ibunya mengobati pakai dedaunan hutan, sambil menunggu putusnya harapan. Baunya busuk, dan tak seorang pun berani menjenguk. Hanya aku, kawan masa kecilnya yang masih tetap setia. Sebelum hayatnya usai dikandung badan itulah, ia ceritakan segala padaku. Tentang kesehariannya hidup di ladang. Tentang adat dan pandangan yang dilanggar. Tentang dendam. Semuanya. Kecuali mungkin... hasrat kami untuk saling mencinta! Ia tak mengungkapkannya, dan aku pun tak berkata soal itu, meski dari mataku pasti terbaca isyarat itu. Dan Hindun mengucapkannya dalam igau, di antara bahasa dan kalimat lain yang kacau-balau; tentang lautan, lembah, ayah dan saudara laki-lakinya. Dan namaku ia seru sebelum matanya sempurna terkatub. Aku bergegas turun dari bukit, membawa kabar itu ke tengah kampung. Dan seperti kubayangkan, kampung memang teramat ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.com/abclit.html

di mana ikan lumba-lumba berlompat-lompatan di sisi perahu. Perempuan-perempuan dalam perahu (yang salah satu dari mereka adalah nenek-moyangnya).Nurhayati.processtext.processtext.html gempar. itu tidak menambah apa pun. terletak di Lolohan Timur. Rumahlebah Yogyakarta. lebar 6 meter dan panjang 12 meter. melantunkan syair-syair. ikut menggulung layar pada saat badai. dia sekarang setiap harinya cuma duduk di jenjang rumah. Sementara itu. melihat nenek-moyangnya. adalah pelarian dari Armada Bugis. ketika lautan tanpa badai. Namun. Pembelotan ini dipimpin langsung oleh Daeng Nahkoda. 2002 Perempuan di Jenjang Rumah Post: 09/11/2002 Disimak: 284 kali Cerpen: Ratna Indraswari Ibrahim Sumber: Kompas. yang membawanya melihat dari satu laut ke laut yang lain. teman sekuliah dulu. dia selalu mengimpikan. Konon. Seakan tak berujung. Akankah kematian Hindun tidak disembahyangkan? Gerombolan lelaki itu masih terus berbincang.html . lebih sering bermimpi. soal pernikahan itu sering sekali didiskusikan dengan pacarnya. Sepertinya. Perempuan-perempuan. kecuali Nurhayati semakin ingin seperti pacarnya: pergi ABC Amber LIT Converter http://www. bisa menceritakan pikirannya kepada bapaknya.. Di surau kecil itu. yang datang pada tahun 1653-1655. Sesungguhnya..com/abclit. Memancing ikan-ikan untuk logistik seluruh awak kapal. akhir-akhir ini. Nurhayati berpikir. mengarungi lautan dengan perahuperahu Bugis yang cantik.com/abclit. Edisi 07/07/2002 RUMAH panggung ini. Hasil diskusi. istri atau anak mereka menunggu harap-harap cemas. cuma menunggu hari pernikahan dengan pacarnya. Sebentar saja. Hamdani. kudengar bedug ditabuh tujuh kali pertanda ada yang mati. hanya lewat proses itu sampai pada muara tujuan hidup ini. akan datang seorang laki-laki.ABC Amber LIT Converter http://www. bagaimana. yang bermukim di rumah-rumah panggung ini. yang keturunan ke sepuluh dari orang-orang Bugis itu. Itu memang mimpi remaja. yang kepala dusun di sini: apakah betul. pernikahan adalah gol terakhir dari seorang perempuan. karena mereka membelot dari Belanda. waktu remaja dulu. sejumlah laki-laki tampak berkumpul memperbincangkan langkah apa yang seharusnya ditempuh. dari tengah lautan. Beratap genting Palembang berwarna gading. Juga aku.

pacarnya sudah tiga bulan pergi mencari pekerjaan ke Kalimantan). saat dia bertandang ke rumah Nek Sa'adah. "Nur. Dia butuh guru TK untuk menggantikannya. bapaknya tidak pernah ingin menjual). aku mau sederhana saja. Dia tahu. ***PAGI ini. tidak yakin. Benar juga kata temanteman. Nurhayati merasa dekat dengan Budiman. Jangan lupa kau datang lebiha awal.com/abclit. melainkan ibadah setiap manusia. Mendengarkan pantunpantun Nek Sa'adah (dia punya juga menjadi penyair." "Nur.html meninggalkan tempat ini! (Yah. kemarin malam. Sebetulnya. di mana udara panas menggulung. yang punya jendela berjeruji tanpa daun jendela. Kau sering terlambat. yang bisa keliling dunia. membacakan puisi-puisinya atau puisi para leluhurnya).ABC Amber LIT Converter http://www. Kembali dilihatnya sebuah undangan berwarna merah dari teman sekampung. seharusnya engkau jadi penyair. beberapa turis domestik. bertempat di masjid. "Kau bukan dari jurusan keguruan. beberapa bulan kemudian dia merasa bisa menghabiskan waktunya dengan senang. Sering sekali Nek Sa'adah (masih bilangan kerabatnya) menasihati. Karena. Mereka semua kelihatan sederhana dan bahagia. bapak dan abang-abangnya bisa dengan mudah mencari uang. ketika berpuluh-puluh surat lamaran kerjanya. melihat orang yang lalu-lalang di depannya. Di sisi lain. Namun. Kita kan pengurus. tanpa sekolah. yang berjilbab ungu (kelihatan cantik) berkata.com/abclit. Khotijah." Nurhayati diam saja. terkagum-kagum melihat rumah panggungnya." Khotijah melihatnya. tinggal kamu dan Khotijah yang belum menikah. aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Pikirannya terpotong. Mereka berpikir. Beberapa orang menawar rumah panggung ini (dia bersyukur. aku mendengar kabar.processtext. tampak dari jauh. atau hanya untuk membunuh waktunya. "Rapat untuk organisasi sosial kita. bisa jadi bapaknya tidak setuju. yaitu menjadi ibu. sebentar lagi Mbak Mila akan pulang ke Jawa bersama suaminya. menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang. Nurhayati melihat beberapa anak sedang bermain. Kemarin. dunia anak adalah dunia di mana kita ingin tinggal selama-lamanya di sana. Nurhayati. bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik. Namun. Dia melihat ke panggung rumahnya. mengapa kau akan bekerja di TK perkampungan nelayan itu? Kau kan tahu juga. mungkin Mbak Mila setuju. yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi. ABC Amber LIT Converter http://www. Nurhayati menghapus keringat di dahinya kala Khotijah meghampirinya. waktunya selepas sembahyang isya. Kadang. Padahal. nasehat ini sering diucapkan." "Aku bisa menggantikannya. apakah punya kebutuhan di organisasi sosial itu. Apalagi. tidak ada jawaban! Di musim yang kemarau panjang. Dia mencoba bersungguh hati untuk sebuah hal yang dia sendiri tidak tahu. karena angin melintas-lintas di bawah pohon besar itu. mengajaknya ngobrol.html . (Budiman peneliti rumah-rumah di Lolohan Timur ini). anak-anak TK di sana sulit diajari mata pelajaran apa pun. sebagai sebuah proses "menjadi"." Yah. Aneh. untuk mendinginkan tubuh." "Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak.processtext. tertawa-tawa. dia sudah berada di TK perkampungan nelayan. dia tidak tahu mengapa dia ingin menetap di sini selamanya. katanya kau kepingin keluar dari kampung ini dan menjadi penyair! Jadi. kali ini. Tidak seperti engkau. menjadi guru di perkampungan nelayan itu. dia suka sekali duduk di jenjang rumahnya. "Kapan kamulah Nur yang jadi pengantin! Dari semua teman seumurmu. kamu sekolahnya paling tinggi. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. seorang laki-laki yang sepertinya datang dari lautan." Nurhayati mengangguk cepat. cobalah. Padahal. bergaji lumayan dengan seragam banknya dan bau parfum yang mengembang. dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). Namun. honor guru TK di sana sangat kecil. Dan setelah beberapa kali bertemu. Ada apa sih? Sebagai perempuan.

kau akan menjadi ibu dan istri." Nurhayati membatin. tidak banyak waktu untuk organisasi. Tapi belum tentu bisa pulang ke rumah dalam tahun ini). Inikah sebuah penindasan! Namun. "Tentu saja.ABC Amber LIT Converter http://www. yang keluar dari bibirnya. Nur.com/abclit. Namun. dia memperjuangkan agar sekolahnya mendapat tempat yang lebih tinggi dari pantai. berada di Jakarta segalanya berbeda dengan kampung kita. Tapi suatu ketika. dia tidak tahu lagi. Di saat-saat seperti itu. Aku sendiri sedang belajar bahasa Inggris di Denpasar. Sabara tidak suka aku banyak keluar rumah. tapi sepertinya Bupati tidak punya waktu untuk menemuinya. Dia mulai belajar menuntut ke kepala dusun. "Nur. aku lebih ingin melihat dunia ini dulu daripada menikah. teman terakhirnya yang masih bujangan. ABC Amber LIT Converter http://www. Setelah pacaran berjarak jauh hampir satu tahun. mereka akan mendapat tempat yang lebih representatif dari pemerintah. Mereka berdua menyusuri tepi pantai Rening. sekalipun aku sudah mengenalnya sejak kecil. apakah itu masih disebut cinta. (Sesungguhnya. Dia melihat sebuah gudang tempat penyimpanan ikan asin milik pemerintah desa yang disewa oleh para juragan ikan asin. (Pacarnya di Kalimatan bilang sudah mendapat pekerjaan. Sementara itu.processtext. aku harus bisa bahasa Inggris kan?" Khotijah kali ini tidak menjawab. Dia membiaskan hal itu dengan mudah. setelah ini aku berharap kau dengan Hamdani akan segera menyusul. Perahu-perahu nelayan berwarna hijau sedang berlabuh. ketika kami sama-sama mengikuti penataran organisasi kita di Jakarta. Garam laut terasa di bibir anak-anak itu. (yang mungkin akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Dia mengatupkan bibirnya. Khotijah bercerita.html Apalagi saat melihat binar mata anak-anak nelayan yang bisa menangkap apa yang diterangkan. kami menemukan sesuatu. Dan impian itu ingin kuwujudkan dalam hidup ini. Khotijah. aku mau menggantikan jabatanmu. akhirnya Nurhayati bisa bertemu Pak Bupati. Di luar dugaannya." Nurhayati cuma diam saja. tempat bermainnya di masa kecil. Khotijah memegang tangannya. semakin kena abrasi dari lautan. dia akan melihat dari laut satu ke laut yang lain).processtext. Sambil menyusuri tepi laut ini. aku tidak bisa menjadi ketua. Di situ. Nurhayati mencoba untuk meyakinkan penyewa gudang. Rasanya semua sudah hampir selesai. Seperti nenek-moyangnya. "Aku tidak tahu hubunganku dengan Sabara. Pak Bupati mengiyakan dengan cepat. Hal ini sering dikeluhkan oleh bapak dan abangnya. ***PERTEMUAN dengan Bupati berjalan alot.com/abclit.html . adalah ketika mereka melihat para nelayan berangkat menangkap ikan di senja yang bagus. Baik Nurhayati maupun Khotijah sebenarnya ingin lebih lama berada di tempat ini. setelah ini. yang pasti akan mengganggu proses belajarmengajar mereka. kalau organisasi kita telantar. Buat mereka. Aku merasa ada seseorang yang peduli kepadaku. (Nurhayati merasa mekanisme birokrasi ini memperlambat segala-galanya). atau sebetulnya dia cuma butuh seorang yang akan menjadikan dirinya pengantin. Karena begitulah norma. Nurhayati lebih ingin menjadi seorang penyair dan membacakan syair-syair yang sering dia dengar dari Nek Sa'adah ke seantero dunia. camat dan bupati. beberapa juragan ikan asin masih ngotot meletakkan ikan-ikan asinnya di sana. Lebihlebih ketika TK tempatnya mengajar. Sekali lagi. Kau masih ingatkan. Tapi sayang sekali. Berkali-kali Nurhayati mencoba menghadap. sekalipun tak banyak juga waktuku. Namun. Akhirnya. karena akan dibuat pelabuhan bebas di sini) di mana mereka berdua tidak pernah menyukai perubahan ini. kau tahu kan. akan menikah dalam bulan ini. Beserta beberapa anak muda. Dan mewujudkan usulannya setelah berkali-kali rapat dengan anggota DPRD. ketika gedung itu menjadi tempat yang rancak dan sehat untuk anak-anak nelayan. dia hampir seperti kehabisan waktu untuk dirinya sendiri. Aku ingin kau yang menjadi ketua. Tentu saja untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun.

sudah menetapkan kapan mereka akan menikah. Buku ini memang harus dipersembahkan untukmu. Dan tak seorangpun yang tahu. dalam beberapa hari ini. di lantai dua. Nurhayati tak akan risau lagi.processtext. bagaimana mengucapkan terima kasih kepadamu. Karena ingin sejarah dari rumah panggung ini dibukukan. mengatakan kegembiraannya. dia sendiri akan menjadi istri yang harus mengikuti suami bekerja di Kalimantan. kalau bercermin. agar setiap orang di luar Kampung Lolohan Timur ini tahu. dia ikut mencarikan datanya). Karena rumah panggung itu. namun masih menampakkan kekokohannya. siapa yang memulai! Mereka saling memberikan dirinya. (Dia mencoba tidak melihat pantai yang dirasanya semakin biru lazuardi). dia duduk menghadapi fajar. Di ambang pintu yang terbentang. Budiman akan segera pulang ke Jakarta bersama data-datanya tentang rumah panggung ini.html Sambil belajar. ***KALI ini. Keluarganya dan keluarga Hamdani. Koran-koran lokal memuat fotonya. Budiman berkata. setelah itu. sebagai istri. dan diriset oleh Budiman. Dia mulai berpikir. akan selesai.processtext. di sebuah perumahan BTN! Malang. yang menuju sebuah sungai besar. Nenek berteriak-teriak ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Nurhayati menyusuri pantai. melihat hidungnya yang tidak mancung dan bibirnya yang sensual. sepulang dari mengajar. yang peneliti.Memandangi bocah-bocah yang berlarian ke tepi sungai. Ini berarti." Nurhayati melihat Budiman lekat-lekat. Edisi 05/12/2002 DI rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sudah mulai kusam. Banyak orang memberi selamat. air matanya mengalir. rumah panggung yang dikagumi teman-teman senimannya. Hamdani lewat surat. Di pantai ini. dia harus meninggalkan TK tempatnya mengajar. yang dengan perkasa mencari ikan di laut. Dan penelitian itu. mereka masih bisa melihat bapak dan abang-abangnya. Memandangi jalan di depan rumahnya. Dan rumah tinggal mereka. adalah bagian dari dirimu sendiri.html . tinggal nenek.com/abclit. 29 Maret 2002 Lelaki Pembawa Senapan Post: 09/11/2002 Disimak: 253 kali Cerpen: S Prasetyo Utomo Sumber: Kompas. Sementara itu. "Aku tidak tahu. perempuan tua yang tetap menampakkan kesehatannya. (dengan bahagia. apakah pernikahan itu perlu.com/abclit.

Kehilangan kekaguman. "Jangan berlarian ke sungai! Nanti dimakan buaya!"Anakanak kecil itu berhenti saat mendengar seruan Nenek. kalau saja buaya tidak mengamuk dengan ekor dipukul-pukulkan pada permukaan air sungai. mendekati lelaki pembawa senapan. Wajahnya mengeras.ABC Amber LIT Converter http://www. Mereka melupakan lelaki pembawa senapan dan lelaki pengkor yang meninggalkan tepi sungai. Terus menggelepar. menyelam. "Mana buayanya? Mana buayanya?"Anak-anak yang lebih dekat dengan Nenek.html . dan melepaskan tembakan. Dia selalu membawa senapan ke sungai. Urung berpercik-percikan air sambil berenangan. gadis-gadis terpekik. Nenek duduk di lantai papan."Kenapa kamu bunuh buaya itu?" bentak lelaki pengkor. anakanak itu termangu-mangu di tebing. Ia melawannya dengan mata serupa dua buah telaga. di ruang tamu. tampan. Hampir saja dia menembak kaki lelaki pengkor itu.Dia cuma membidik. dan darah muncrat dari tubuh buaya yang menggelepar. "Kaulah buayanya!"Berlarian. memandang ke arah permukaan air.Nenek. Begitu asyiknya mereka. ABC Amber LIT Converter http://www. Anak-anak itu mengelilingi Nenek.Orang-orang kampung mencebur ke sungai.html dari ambang pintu rumahnya."Apa kamu ingin dimakan buaya itu?" hardik lelaki pembawa senapan.com/abclit. diam-diam. sambil bergumam. Melihat buaya yang terus berkecipak. Berburu buaya. dengan pandangan serupa dua tungku panas yang memberangus. Matanya meradang. Mereka urung berhamburan mencebur ke sungai. Ditinggalkannya tepi sungai itu. dengan kaki pengkor. Kehilangan keperkasaan seorang pembunuh. Tapi dia menangkap gumam lelaki pengkor itu sebagai umpatan. dan ingin bertemu. tertawa-tawa.***DI rumah panggung.Lelaki pembawa senapan itu memandang tajam ke arah mata lelaki pengkor. orang-orang bersorak-sorai di tepi sungai.com/abclit. memandangi tepian sungai lewat jendela yang terbuka. tak pernah menarik pelatuk senapannya hingga meledak. "Ada buaya! Ada buaya!"Ketakutan. Orang-orang akan kehilangan tontonan. Dibiarkannya orang-orang berdebar menanti sebuah tembakan yang merenggut nyawa buaya. Dua tungku panas itu padam. menyemburkan darah searus dengan air sungai. Meminta perempuan yang masih segar itu untuk bercerita. anak-anak yang masih termangu di tebing sungai itu mencari-cari.processtext. dengan sebutir peluru yang menghujam pada tubuh buaya. berteriak-teriak.processtext. Berderak-derak.***LELAKI itu masih muda. Seseorang berseru. Kadang ia berhari-hari tak melepaskan tembakan. membaur di antara orang yang berkerumun. Menaiki tangga kayu di rumah Nenek.Saat ia melepaskan tembakan. bermain lumpur dan lumut sampai siang. Mati. Lelaki pengkor tak melawannya dengan kemarahan.Hingga muncul seorang lelaki berambut ombak memanjang sebahu tak terurus. dan luput dari perhatian. Ia ingin turun dari rumah panggung. Terapung dengan darah menggenangi arus air sungai. si tukang cerita itu. Orang-orang terus berkerumun.Belum lagi mencebur ke dalam sungai. Menyeret buaya ke darat. Ia tak begitu jelas mendengar. Di lantai dua. mesti dibunuh dengan keji!"Lelaki berkaki pengkor itu berpaling. menanti seekor buaya mengapung. Kadang dalam sehari ia berkali-kali menembak. Buaya itu tak segera mati. Sungai menjadi amis bau darah buaya. menuturkan kisah masa gadisnya. Mengulitinya. mereka meninggalkan tanggul sungai. berang. Kehilangan kengerian.Lelaki pembawa senapan itu tak segera menembak lagi. Lama dia menyusuri tanggul sungai.Tembakan yang dilepaskan lelaki pembawa senapan itu menyurutkan amukan buaya itu. berjalan tertatih-tatih. gagah dan diam-diam dikagumi gadis-gadis."Aku cuma tak suka caramu membunuh buaya!""Cuah! Binatang laknat. Dia tak menghendaki buaya itu segera mati. seorang gadis dengan rambut tergerai. dalam penantian yang memualkan. "Kau pun bisa mampus dicabik-cabik buaya!""Apa katamu?" hardik lelaki pembawa senapan.

saat ia dengar. Lelaki pengkor itu ingin disapa."Gadis berambut panjang merasa terhina."Gadis berambut panjang itu jadi menikah. Mencebur ke dalamnya."***LELAKI pembawa senapan yang mendengar kecantikan gadis berambut panjang. dan merasakan kekecewaan. membosankan!"Tak ada sahutan."Dan lelaki pengkor itu masih merajuk. mengajak berbincang-bincang.ABC Amber LIT Converter http://www. Gadis itu tiba-tiba mencium bau harum tetumbuhan dan hangat Matahari yang menerobos jendela kamarnya-setelah bertahuntahun ia dalam pingitan."O. lelaki pengkor itu ke mana?""Menghilang dan tak pernah kembali lagi ke desa. Tapi."Tentu. Mencari-cari wajah gadis itu. akan lahir dengan mata juling. Mereka tak puas saat Nenek menghentikan ceritanya.processtext. Ditutupnya kembali jendela kamar. Berenang. gadis! Apa kamu tak ingin turun dari kamarmu?" tegur lelaki pengkor itu. "Kelak kamu akan hidup dalam kesunyian. Gadis berambut panjang itu memiliki dua anak. Dia melihat wajah yang muncul dari keremangan kamar. berhenti bergurau."Laki-laki itu mati di sungai ketika mandi. agak lamban.""Ooo. perempuan berambut panjang tergerai membuang muka. Saling dorong. Bergerak menuruni anak tangga."Anak-anak itu bersorak.""Lintas punya anak bisu dan jontor bibirnya?" desak lelaki kecil berambut kemerahan. mencibir.com/abclit.Gadis berambut panjang tergerai mencuri dengar semua perbincangan. masih ada seekor buaya yang tiba-tiba muncul. melongok ke bawah. dengan lelaki pembawa senapan yang gagah dan tampan. Tapi tak bisa meluapkan kemarahannya. Bertabrakan. Mereka menghambur ke jalan. lelaki pembawa senapan itu melamarnya. Nek?""Masih.Si gadis berambut panjang tak menyahut. Berjingkat bangkit.com/abclit. Terpana. Tertawa-tawa. Kadang membujuk. gadis berambut panjang.""Lalu. hingga dia berani mandi di kali. kau akan memperoleh anak bisu-tuli. memandangi Nenek. dia berhenti. Ibu muncul belakangan. Suara Ayah menyambut lelaki pembawa senapan. Kelak."O. Neneklah orangnya. terpikat pada cerita Nenek. sengaja melintas rumah panggung yang terbuat dari papan kayu.Lelaki pengkor. malu-malu.***ANAK-ANAK kecil yang berdesak di lantai rumah panggung. Gadis berambut panjang itu mengerling. Tak disangkanya. Memancing perhatian perempuan berambut panjang tergerai.html . Lama-kelamaan lelaki pembawa senapan itu yang banyak bicara. Suara langkah kaki yang mantap lelaki pembawa senapan itu mengguncang dada perempuan berambut panjang." sahut Nenek."Nah. yang gagah dan lucu. Bermain-main air. yang berjalan dengan terseok-seok. Berkali-kali. hingga terasa kegelapan menyekap.Mendadak anak-anak berhenti bermain. Berjejalan. Dia murka. Lelaki pengkor itu sengaja berhenti. Berdebar-debar. berkedip-kedip. rupanya kau pura-pura bisu-tuli. Mengembangkan senyumnya."Anak-anak terpana. tidak. Tercengang.processtext."Hai. Dia menyangka.""Di mana ia tinggal?""Di sini. semua buaya sudah ditembak mati. dengan bibir yang jontor. Tengadah. Hati-hati. Terdengar ketukan pintu."Di kamar melulu. Ia merasakan kenyerian yang menyesakkan dada.""Laki-laki pembawa senapan itu masih hidup?"Terhenyak. berlarian ke sungai. Wajah Nenek tampak sedih. kamu begitu sombong!" seru lelaki pengkor. Mereka hidup bahagia. Sopan. mencabik-cabik tubuhnya.Tangga rumah panggung itu berderak-derak. Nek?" tanya seorang anak gadis berponi. Nek?""Merantau. Nenek memandangi anak-anak kecil yang menantikan ceritanya. "Kutukan lelaki pengkor itu tak terjadi. Mereka berbincang-bincang di atas hamparan tikar di lantai papan. Tak yakin hatinya. ABC Amber LIT Converter http://www. Melintas di tanggul sungai itu seorang kakek. melintas di bawah jendela kamar perempuan berambut panjang tergerai. setengah hati."He. anakmu yang kedua. lelaki dan perempuan. Di bawah jendela kamar gadis berambut panjang. "Gadis berambut panjang itu masih hidup. tertatih-tatih. Berkecipak.html dari jarak dekat.""Mereka di mana.

gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir.com/abclit. melewati rumah-rumah panggung. "Ah.html Rambutnya panjang. dan selanjutnya tidak. menyerongkan kakinya yang kaku dan dengan enggan bergerak dari tempatnya tadi. Iona dan kuda betinanya sudah lama tak beranjak dari tempat." terdengar oleh Iona. mau kemana kau. Kegaduhan jalanan pun mulai ramai.processtext. sedikit bangkit dan seterusnya seperti kebiasaan para kusir (bukan karena keperluan).. menyambar pakaian mereka. Februari 02 Kesedihan Post: 09/11/2002 Disimak: 258 kali Cerpen: Chekov. "Hai.processtext.. Lapisan salju berhamburan dari punggung kuda. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya. "Kusir. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya.html . Iona mendecak. Si kuda betina menggerakkan leher. Iona Potapov. ia mencambuk kudanya. Sesaat. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku. Melalui bulu matanya yang dipenuhi oleh salju ia melihat seorang opsir tentara memakai mantel berkudung. memutih.ABC Amber LIT Converter http://www. Edisi 07/21/2002 KERAMAIAN senja. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya. dia mirip permen jahe.com/abclit. punggung kuda. menggelengkan kepala. tak terurus. kegelapan malam datang menghampiri kota. Matanya kelabu.NegaraPandana Merdeka. kamu tidur ya? Ke Viborskaya!" Sebagai tanda setuju Iona menggerakkan tali kekang. Tumpukan salju telah menimbuninya. Anton Pavlowich Sumber: Kompas. Kakinya pengkor. ke Viborskaya. Mereka hanya keluar dari terminal pada waktu makan siang. meninggalkan sungai.Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. bangsat!" terdengar oleh Iona teriakan orang-orang yang berlalu lalang di samping dan di depan dalam kegelapan. "Rupanya setan telah membawamu! Yang benar dong!" "Kamu tak becus mengendalikan kuda rupanya! Ke ABC Amber LIT Converter http://www. dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap. "Kusir!" Iona terkejut.duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. Api lentera yang pucat meredupkan warna-warna cat yang hidup. Sang opsir duduk di kursi penumpang. berlari telanjang menyusuri jalan tanah berbatu. pundak dan topi-topi. telah lama memutih karenanya. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan. sang kusir. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku. dari lukisan-lukisan alam nan biru. "Ke Viborskaya!"-ulang sang opsir. Anakanak bersorak ketakutan.. kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan.

. mati karena apa?" Iona memalingkan seluruh tubuhnya pada si penumpang seraya berkata: "Siapa yang tahu hal itu! Ia demam. Tetapi harga tidak menjadi masalah. seorang lagi kecil dan bungkuk datang menghampiri dengan suara langkah yang keras pada trotoar. tingkah polah dan omelan yang panjang.. tua bangka? Begini caramu membawa kereta? Cambuk kudamu! Demi setan! Kendalikan dengan benar!" Iona merasakan badan gelisah dan suara parau Si Bungkuk di balik punggungnya. Anak ABC Amber LIT Converter http://www. "Kemarin di rumah Duhmasov... Setelah menunggu sedikit jeda. "Dia bohong seperti binatang..." "Hmmm.... he. "Baik. dua puluh kopek*!" Iona menarik cambuk dan memukulkannya pada kuda.. "Toh mereka tinggal menghindar bertabrakan dengan keretamu atau mereka jatuh ke bawah kaki kuda. ha.com/abclit. dua jam..." "Ya betul.. "Ada kok. Iona duduk gelisah di pojok tempat duduknya seakan mau jatuh.... Si Bungkuk terus menyumpah dengan enam tingkat sumpah serapah sampai tak bisa lagi menyumpah dan batuk. Sedikit-demi sedikit kesepian yang membanjiri dadanya reda. "Kusir.com/abclit.processtext.. "Kami bertiga.." kata salah seorang yang jangkung. betul kok.. sebetul kutu batuk!" "He.. naik ke kereta. "Kau akan berangkat atau tidak... "Mereka bajingan!" kata sang Opsir." Iona melirik penumpangnya dan menggerakkan bibirnya.. Dua puluh kopek. he. Iona berhenti di depan restoran dan lagi-lagi salju yang basah mengecat putih Iona dan kudanya..ABC Amber LIT Converter http://www.. anjing tua? Pakai matamu!" Iona kembali menjulurkan leher. demi setan!" Si Bungkuk menyela." Iona tertawa. ayo maju!" Kata Si Bungkuk parau.processtext.. Kawan topi apa ini? Dicari di seluruh Petersburg pun tak akan ada yang sejelek ini.. Tiga orang laki-laki. ayo cepat! Begini caramu mengendalikan kuda sepanjang jalan? Hai? Mau kupukul lehermu?" "Kepalaku sakit. tetapi dari kerongkongnya tak sepatah katapun keluar... Seorang kusir pedati menyumpahi Iona. ada... Iona berpaling dan dengan senyuman yang pahit ia menegangkan tenggorokannya dan mengerang: "Anak saya." kata Si Jangkung yang lain dengan marah.. Orang-orang muda ini sambil saling dorong dan menyumpah. Dia mendengar pula cacian orang-orang. tetapi kali ini Sang Opsir memejamkan mata dan tampaknya ia tidak bersimpati untuk mendengarkan. Beberapa saat kemudian ia menoleh pada penumpang.... minggu ini... Satu jam berlalu.. sambil mencari posisi yang enak dan menghembuskan napas pada leher Iona. ia menoleh lagi dan berkomat-kamit: "Anak saya.. lima kopek... kecuali hanya desisan." "Demi Tuhan..html .. Mereka tentunya tahu hal itu. "Ada apa?" tanya sang Opsir. mereka sampai pada keputusan yaitu: karena yang paling kecil adalah Si Bungkuk. dua di antaranya tinggi dan kurus. maka ia lah yang harus berdiri. sedang seorang pejalan kaki yang bahunya terendus moncong kuda. tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu. harga yang tidak seimbang.. sedikit bangkit dan mengibaskan cambuk dengan gemulai dan berat. satu rubel**. "Tuantuan yang berbahagia!" "Cuih. Begitulah Kehendak Tuhan!" "Belok goblok!" terdengar dalam kegelapan. buat apa kau berdusta.." "Aku tak mengerti. Anak saya meninggal. "Cambuk! A ha. Setelah menurunkan penumpang di Viborsaya. baginya sama saja.. Ha. Teman-temannya yang jangkung mulai membicarakan Nadezda Petrovna... menatap marah sambil menyeka salju dari tangannya. ke jembatan Poliskaya!" teriak Si Bungkuk dengan suara yang geram... Iona menoleh pada mereka." "Ha." Iona tersenyum lebar. Yang penting ada penumpang. tiga hari dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal.. Timbul sebuah pertanyaan: siapa dua orang dari mereka yang harus duduk dan siapa yang harus berdiri? Setelah perang mulut... Ia menyentakkan sikut dan memalingkan mata seolah-olah tidak mengerti mengapa dan buat apa berada di sana. saya dan Vaska minum empat botol brendi.html sebelah kanan!" Sang Opsir marah." "Ya. "Kamu linglung. Ketiganya langsung menjatuhkan diri ke kursi kereta.

eh malah dia datang pada anak saya. akhirnya mereka sampai. Hal yang aneh. kuburan! Anak saya pun meninggal. Iona melihat pada orang-orang ini..... dan makanan kudanya. sehingga pada saat terang sekalipun tak ada yang mampu melihatnya... yang sanggup mencukupi makanannya. Satu setengah jam kemudian Iona sudah duduk di dekat perapian besar yang kotor. Kesedihan yang beberapa saat lalu mereka muncul lagi dan membanjiri dadanya dengan kekuatan yang lebih besar. "Itu sebabnya aku sedih.. ular kadut? Atau kau tak peduli dengan kata-kata kami?" Iona sebenarnya mendengar lebih dari sekadar suara hantaman di kuduknya. rasanya lebih baik jalan kaki! Kau dengar. he. seorang kusir muda terbangun. kau telah kawin?" tanya Si Jangkung..html saya minggu ini.processtext.." Si Bungkuk menarik napas... "Buat dedak saja sudah tak cukup.. tetapi belum terlihat.. Si pemuda telah menutupi kepalanya dan kembali tertidur. Seminggu akan segera berlalu sejak kematian anaknya dan dia masih belum dapat membicarakannya dengan siapa pun... He. Kemasygulan hati Iona tumpah ruah seakan-akan hendak membanjiri dunia.. Kenapa kau berhenti di sini? Ayo pergi sana!" Iona maju beberapa langkah. "Kawan.... "Tuan-tuan yang berbahagia.. "Ya." pikirnya." Iona tertawa. "Kita semua akan mati..... Ia menggaruk-garuk kepala dan menyesal mengapa pulang terlalu cepat.ABC Amber LIT Converter http://www. setelah menyeka bibirnya sehabis batuk. Manusia yang tahu betul bagaimana seharusnya ia bekerja. "Kembali ke terminal!" pikirnya..." Dan kuda betina kecilnya seakan-akan mengerti pikiran Iona... Iona menatap hampa pada para tukang pesta itu. di atas bangku-bangku orang-orang mendengkur.. "Saya? Ha. aku tak tahan lagi merayap seperti ini! Kapan dia akan mengantarkan kita ke tujuan?" "Kalau begitu.. jam berapa ini?" tanya Iona. Dan tak kuasa menahan hal ini lebih lama lagi. Sang kemalangan sanggup bersembunyi pada sel yang sangat kecil.... Menunjukkan pada orang-orang dia pikir sudah tidak ada gunanya. sebesar itu pula keinginan Iona untuk berbicara.. gerombolan orang ini berlalu tanpa ada yang peduli.. demi kesehatanmu. ha. "Hampir jam sepuluh. Begitu ceritanya!" Iona menatap untuk melihat efek apa yang ditimbulkan dari kata-katanya. yang kemudian menghilang ke balik pintu gerbang yang gelap. dan memutuskan untuk bicara dengannya. Sebesar rasa haus pemuda itu.. Ia mengibaskan pecutnya. Kematian memasuki pintu yang salah.processtext. Mata Iona menerawang dengan sedih dan penuh harap pada kerumunan yang berlalu lalang di kedua sisi jalan: tak dapatkah ia menemukan satu dari ribuan orang ini yang mau mendengarkannya? Akan tetapi. ha. ke terminal. Udara pengap dan bau. ha.. tenggorokannya mengorok dan ia menjangkau ember air. ha. "Ayo Cepat! Tuan-tuan. "Mau minum?" "Begitulah.com/abclit. Tetapi ia tak melihat apa pun... Anakku." Dan Iona berpaling untuk menceritakan bagaimana anaknya meninggal. di rumah sakit. Ia ingin membicarakannya dengan serius.. anakku meninggal minggu ini.. beri dia sedikit semangat di lehernya?" "Tua bangka! Kau dengar itu? Baik! Kan kusentil lehermu! Pergi ke pesta dengan orang sepertimu. Iona melihat penjaga rumah yang membawa karung.. Kembali Iona menyendiri dan kembali kesepian menghampirinya.com/abclit.." Di salah satu sudut. bertekuk dan menyerah pada duka lara. kau dengar. he.. Iona ingin menceritakan bagaimana anaknya terjangkit penyakit. apa yang ABC Amber LIT Converter http://www... satu-satunya istri saya sekarang ada di tanah yang lembab...... ia sudah meluruskan badan dan menggelengkan kepala seolah ia menderita sakit yang parah. selalu hidup lebih tenang.... meninggal". Setelah menerima 20 kopek.html . Belum juga lima menit berlalu.. ia mulai berlari kecil.. bagaimana anaknya menderita." "Minumlah... semoga Tuhan memberkati Anda!" "Kusir. "Ha. Seharusnya dia menjemputku. Di lantai. baik pada dirinya maupun pada kesedihan itu... dan tersusun. tetapi pada saat itu Si Bungkuk memberi tanda bahwa 'Puji Tuhan'.

seandainya kamu punya anak." kata Mas ABC Amber LIT Converter http://www.. ketika sendirian begini.. kemudian melanjutkan: "Begitulah. Anisya. Chekov-Raskazy I Povesty..html dikatakan sebelum anaknya meninggal... tetapi memikirkan dan menggambarkan anaknya. Bayangkan. Ya. di desa.. "Selalu ada waktu untuk tidur. Sejak kita tak cukup uang untuk membeli dedak.." cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. Kau akan tidur nyenyak. hal: 56-60.com/abclit. 'Toska'. sungguh sesuatu yang sangat mengerikan." "Tapi. dan kamu adalah ibu kandungnya.. "Kamu masih makan?" Iona bertanya pada kuda. Aku terlalu tua untuk jadi kusir.. dan mengendus tangan sang majikan. Walaupun mereka makhluk yang menyedihkan. kemudian anakmu mati. tetapi mereka selalu meraung sejak dua kata pertama. * Diterjemahkan oleh Trisna Gumilar dari bahasa aslinya.processtext.. Terbitan: Izdatelstvo Detskaya Literatura. timbul hasrat untuk menceritakan hal ini.P.... Dia pergi tanpa alasan." pikir Iona. Makanya harus bicara pada seorang wanita.." Iona terdiam sejenak.. Iona terhanyut dan menceritakan semua itu padanya. Mestinya dia masih hidup.com/abclit. Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri.. kita hanya makan jerami.html . "Ah lebih baik melihat kuda... Gus Jakfar Post: 09/11/2002 Disimak: 413 kali Cerpen: A Mustofa Bisri Sumber: Kompas. Gus Jakfar memang luar biasa. cuaca. meratap.. Kuzma Ionitc telah pergi.... Ya. Iona ingin memaparkan dengan jelas dan tersusun bagaimana ia harus mendaftarkan penguburan dan bagaimana ia berlari ke rumah sakit untuk mengambil pakaian mendiang. menarik napas. jerami.. Membicarakannya dengan seseorang mungkin dia mampu. juga padanya. tak ada yang perlu ditakuti.. kusirmu sekarang..ABC Amber LIT Converter http://www.. . Diambil dari buku kumpulan cerpen: A." Iona memakai mantelnya dan pergi ke istal tempat kuda betinanya berdiri.. Dia berpikir tentang dedak. sambil menatap matanya yang bercahaya.. mendengarkan. Moskwa.... "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya. Sang pendengar akan mengaduh.processtext. dia mengucapkan selamat tinggal padaku. "Ayo terus kunyah. 1964. Edisi 06/23/2002 Kata Kiai. Kau juga akan sedih bukan?" Kuda betinanya yang kecil tetap memamah biak. Ia masih mempunyai seorang putri. Dia tak mampu berpikir lagi tentang anaknya. Mestinya anakku lah yang menjadi kusir.. bagaimana anaknya meninggal.. bukan aku.

"makanya saya justru takut ketemu Gus Jakfar. kok langsung bisa melihat rahasianya yang tersembunyi. Waktu itu Gus Jakfar bilang. malam ini kami datang juga dengan sedikit keperluan khusus. "Matanya itu lho. lalu pikiran saya terganggu. dimana Gus Jakfar prei. dan rasa takut. pemborong yang dari tadi sudah kepingin ikut bicara. pegawai Pemda yang sering mengikuti pengajian Subuh Kiai Saleh." sahut Ustadz Kamil. sudah ada yang ngelamar ya?!'. jauh melebihi yang sudah-sudah. Tak mau lagi memberikan isyarat-isyarat yang berbau ramalan. yang selama ini merasa dekat dengan beliau. Dia sama sekali berhenti dan tak mau lagi membaca tanda-tanda.html ." jawab Ustadz Kamil. saya memenangkan tender yang diselenggarakan pemda tingkat propinsi. tak ada hujan tak ada angin.html Bambang. sesuai usul Ustadz Kamil. di samping silaturahmi seperti biasa. pada malam Jumat sehabis wiridan salat Isya. "waktu itu. dapat proyek besar ya?!' Padahal saat itu saku saya justru sedang kempes. "wah." ***MAKA ketika kemudian sikap Gus Jakfar berubah. Saya kok merasa tidak berubah. bisa mengikuti pengajiannya dengan niat tulus mencari ilmu. was-was." tukas Mas Guru Slamet. Setelah ngobrol kesana-kemari akhirnya Ustadz Kamil berterus terang mengungkapkan maksud utama kedatangan rombongan. sayang sekali! Apa gerangan yang terjadi pada beliau?" "Kemana beliau pergi saat menghilang pun. masyarakat pun geger. "Gus. "Sikap yang mana? Kalian ini ada-ada saja. Sebelum dilamar orang sabrang. ternyata besoknya Kang Kandar meninggal.ABC Amber LIT Converter http://www." "Kang Kandar kan juga begitu." kata Lik Salamun. esok harinya. 'Wah saku sampeyan kok mondol-mondol. Waktu itu saya pikir Gus Jakfar hanya berkelakar." timpal Mas Guru Slamet." komentar Mas Guru Slamet penuh penyesalan. sudah capek menghirup nafas ya?!' Lho." ujar Ustadz Kamil. kita tidak tahu. terutama para santri kalong. tidak mengajar." "Apa yang begitu itu yang disebut ilmu kasyaf?" tanya Pak Carik yang sejak tadi hanya asyik mendengarkan. Mungkin karena kini tidak ada lagi sekat berupa keseganan. "paling tidak kini. kita bisa setiap saat menemui Gus Jakfar tanpa merasa deg-degan dan was-was. Sekilas saja beliau melihat kening orang. Kali ini hampir semua anggota rombongan merasakan keakraban Gus Jakfar.processtext. saya lihat hidung sampeyan kok sudah bengkok. sampeyan tak mau lagi membaca bahkan diminta pun ABC Amber LIT Converter http://www. Gus Jakfar bilang kepada saya. Sumini anaknya penjual rujak di terminal lama yang dijuluki perawan tua itu. ini ada hikmahnya. kulihat keningmu kok bersinar. rombongan santri kalong sengaja mendatangi rumahnya." "Perubahan apa?" tanya Gus Jakfar sambil tersenyum penuh arti." Begitulah. sebaiknya kita langsung saja menemui beliau.processtext. "nggak tahunya beliau sedang membaca tanda pada diri Kang Kandar. hingga sikapnya berubah atau ilmunya hilang. "kok sekarang tiba-tiba mak pet." "Ya. mungkin kita akan mengetahui apa yang terjadi pada beliau dan mengapa beliau kemudian berubah. Singkatnya. Maka jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi dengan gus kita ini. 'Kang." "Saya malah mengalami sendiri.com/abclit. Ringkas kata dia benar-benar kehilangan keistimewaannya. kemudian ketika kembali tahu-tahu sikapnya berubah menjadi manusia biasa." "Dulu sampeyan kan biasa dan suka membaca tanda-tanda orang. "Mungkin saja. "kalau saja kita tahu kemana beliau. Tak lama kemudian orang sabrang itu datang melamarnya. kami penasaran dan sangat ingin tahu latar belakang perubahan sikap sampeyan. kan ketemu Gus Jakfar. Dan percaya atau tidak.com/abclit." kata Lik Salamun. Mula-mula Gus Jakfar menghilang berminggu-minggu. 'Sum." "Tapi bagaimana pun. "kalian kan mendengar sendiri ketika Gus Jakfar bilang kepada tukang kebun SD IV itu. Kalian ingat. orang-orang kampung yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren seperti Kang Solikin. Takut dibaca tandatanda buruk saya. "Jangan-jangan ilmu beliau hilang pada saat beliau menghilang itu.

Nah kemungkinan besar orang yang nakmas cari akan nakmas jumpai di sana. baru setelah menyeruput kopi di depannya. Baru setelah seharian melacak kesana-kemari. ada tanda yang jelas sekali. saya tidak melihat sama sekali hal-hal yang mencurigakan. kiai Tawakal. nakmas akan melihat gubuk-gubuk kecil dari bambu. Di gubuk yang terletak di tengahtengah itulah tinggal seorang tua seperti yang nakmas gambarkan. Orang sini memanggilnya Mbah Jogo. Maka dengan diam-diam dan tanpa pamit siapa-siapa." Tiba-tiba Gus Jakfar berhenti." "Terus terang. menarik nafas panjang.' Saya pun mengikuti petunjuk orang tua itu. Pasti saya keliru. seolah-olah saya membaca tulisan dengan huruf yang cukup besar berbunyi 'Ahli neraka'. 'Cobalah nakmas ikuti jalan setapak disana itu. ABC Amber LIT Converter http://www. dan disegani banyak kiai yang lain. Hampir semua kalimat yang meluncur dari mulut beliau bermuatan kata-kata hikmah. tapi kami diam saja. Tak mungkin. Ternyata ketika sampai disana. Saya diterima dengan penuh keramahan. itu. dalam hati sudah berubah menjadi keinginan untuk menyelidiki dan memecahkan keganjilan ini. "Kalian ingat. membuat kami tidak sabar. 'Nanti nakmas akan berjumpa dengan sebuah sungai kecil. Tanda itu terus melekat di kening beliau. hampir semua orang yang saya jumpai mengaku tidak mengenal nama Kiai Tawakkal. Masak seorang yang dikenal wali. Dan betul. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya lihat. Kegiatan rutinnya sehari-hari tidak begitu berbeda dengan kebanyakan kiai yang lain: mengimami salat jamaah. Astaghfirullah! Belum pernah selama ini saya melihat tanda yang begitu gamblang. berilmu tinggi. Dan kalian tahu? Ternyata penampilan Kiai Tawakkal sama sekali tidak mencerminkan sebagai orang tua. saya tidak bisa menahan keinginan saya untuk berkenalan dan kalau bisa berguru kepada wali Tawakkal itu. membuat kami yakin dia benar-benar siap untuk bercerita. Diam agak lama. hanya kiai-kiai tertentu yang tahu tentang kiai yang usianya sudah lebih 100 tahun ini. ketika saya lama menghilang?" akhirnya Gus Jakfar bertanya. ada seorang tua yang memberi petunjuk. tapi tak bisa." "Akhirnya niat saya untuk menimba ilmu kepada beliau. Saya mencoba meyakinyakinkan diri saya bahwa itu hanyalah ilusi." Dia berhenti lagi. baru kemudian melanjutkan. Barangkali itulah yang nakmas sebut Kiai siapa tadi?' 'Kiai Tawakkal. Gila.' 'Ya. Bicaranya jelas dan teratur.' katanya. Tubuhnya tegap dan wajahnya berseri-seri. dia melanjutkan: "Ceritanya panjang. "Suatu malam saya bermimpi ketemu ayah dan saya disuruh mencari seorang wali sepuh yang tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung yang jaraknya dari sini sekitar 200 km ke arah selatan." "O. terus saja nakmas menyeberang. Begitu sampai seberang. disurat sebagai ahli neraka. Santri-santri yang belajar kepada beliau pun rata-rata sudah disebut kiai di daerah masing-masing. sejak bermimpi itu.html tak mau. Kedua matanya indah memancarkan kearifan. seolah-olah saya sudah merupakan bagian dari mereka. menyeberang sungai dan menemukan sekelompok rumah gubuk dari bambu. Bahkan belakangan saya melihat tanda itu semakin jelas ketika beliau habis berwudhu. Saya yakin itulah orangnya. melakukan salat-salat sunnat seperti dhuha. maka serempak kami mengangguk.processtext.com/abclit." kata Gus Jakfar seperti benar-benar baru tahu. Saya melihat di kening beliau yang lapang. saya pun pergi ke tempat yang ditunjukkan ayah dalam mimpi dengan niat bilbarakah dan menimba ilmu beliau.html . meskipun secara lisan memang saya sampaikan demikian.ABC Amber LIT Converter http://www. "Hanya ada satu hal yang membuat saya terkejut dan terganggu. saya menemukan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo sedang dikelilingi santri-santrinya yang rata-rata sudah tua.com/abclit. Tapi dia tidak segera meneruskan bicaranya.processtext. di gubuk bambu yang terletak di tengah-tengah. Beberapa hari saya amati perilaku Kiai Tawakkal. Mbah Jogo. Nama Kiai Tawakkal. Kata ayah dalam mimpi itu.

yu!' kata kiai kemudian kepada wanita warung sambil mendorong piring jajan ke dekat saya." "Begitulah. Ah. pada suatu malam purnama. Akan kemana beliau gerangan? Apa ini yang disebut semacam lelana brata? Jalanan semakin sepi. Tidak mungkin kiai mampir ke warung ini. tidak terlalu dekat.processtext. ke warung biasa saja tidak pantas. bisa berada di sini.com/abclit. 'Silakan! Ini namanya rondo royal. Kedua wanita menor menyambut saya dengan senyum penuh arti. Kalau pun beliau keluar biasanya untuk memenuhi undangan hajatan atau-dan ini sangat jarang sekali. kepada orang-orang yang ada di warung. witir. Dengan bengong. masih seperti dalam mimpi. ternyata sosoknya tak kelihatan lagi. saya pun semakin berhati-hati mengikutinya. Katanya: 'Ini kawan saya." "Kiai Tawakkal kemudian asyik kembali dengan 'kawan-kawan'nya dan membiarkan saya bengong sendiri. menjabat tangan saya dengan ramah.html tahajjud." "Baru setelah beberapa minggu tinggal di 'pesantren bambu'. Dua orang wanita-yang satu masih muda dan yang satunya lagi agak lebih tua-dengan dandanan yang menor.' Mereka yang duduknya dekat. Yang terlihat justru sebuah warung yang penuh pengunjung. 'Kopi satu lagi. melambaikan tangan. kiai memperkenalkan saya.html . bagaimana mungkin Kiai Tawakkal yang terkenal waliyullah dan dihormati para kiai lain.mengisi pengajian umum. Warung penuh dengan asap rokok. tidak mungkin beliau pergi untuk mendatangi undangan hajatan atau lainnya. Melihat waktunya yang sudah larut. menemui tamu. ketika tiba-tiba saya dengar kiai menawari. Akrab dengan orang-orang beginian. saya mendapat kesempatan atau tepatnya keberanian untuk mengikuti Kiai Tawakkal keluar. Memang betul. sementara yang jauh. itu pun merupakan kegiatan rutin yang sudah dijalani Kiai Tawakkal sejak muda. Ketika kemudian saya ikut belok. serta merta mengulurkan tangan. kiai terus berjalan dengan langkah yang tetap tegap." "Setelah melewati kuburan dan kebun sengon. khawatir tiba-tiba kiai menoleh ke belakang.ABC Amber LIT Converter http://www. saya pun terpaksa masuk dan menghampiri kiai saya yang duduk santai di pojok. dia baru datang dari daerah yang cukup jauh. saya kaget. mujahadah. Lalu. tapi juga tidak terlalu jauh. 'Mas Jakfar!' tiba-tiba saya dikagetkan oleh suara yang tidak asing di telinga saya. sibuk melayani pelanggan sambil menebar tawa genit kesana-kemari. Cari pengalaman katanya. Terdengar gelak tawa ramai sekali. saya melihat kiai keluar dengan berpakaian rapi. saya pun membuntutinya dari belakang. dan semisalnya. Kiai Tawakkal menyuruh orang di sampingnya untuk bergeser. dan sebagainya. saya mendekati warung terpencil dengan penerangn petromak itu. Ah. mata saya melihat Kiai Tawakkal melambaikan tangan dari dalam warung. Masya Allah. saya hampirhampir tidak mempercayai pendengaran dan penglihatan saya. Memang ada kalanya beliau keluar pada malam-malam tertentu. 'Kasi kawan saya ini tempat sedikit!'. Saya pikir inilah kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas tanda tanya yang selama ini mengganggu saya. Saya masih tak habis pikir. bercanda dengan wanita warung.com/abclit. mengajar kitab-kitab (umumnya kitab-kitab besar). Dengan hati-hati." "Saya masih belum sepenuhnya menguasai diri. Dari jalan setapak hingga ke jalan desa. inikah yang disebut lelana brata? Ataukah ini merupakan dunia lain beliau yang sengaja disembunyikan dari umatnya? Tiba-tiba saya seperti mendapat jawaban dari tanda tanya yang selama ini mengganggu saya dan karenanya saya bersusah payah mengikutinya ABC Amber LIT Converter http://www. apalagi warung yang suasananya saja mengesankan kemesuman ini. tape goreng kebanggaan warung ini!' Lagi-lagi saya hanya menganggukkan kepala asal mengangguk.processtext. 'Minum kopi ya?' Saya mengangguk asal mengangguk. Dengan kikuk dan pikiran tak karuwan. memanggil-manggil nama saya. tapi menurut santri-santri yang lama. pikir saya. dzikir malam. Semacam lelana brata kata mereka. beliau berbelok.

Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. yuk!' Dan tanpa menunggu jawaban saya. kau boleh pulang. Kedua. Dan. Beliau melambai. Sampai di seberang. Tiba-tiba sikap pandangan saya terhadap beliau berubah. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur." "Ketika saya ikut bangkit.ABC Amber LIT Converter http://www. sebagaimana neraka dan sorga. sudah larut malam. 'Ayo. tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. melambai kepada semua. ujub. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. beliau menoleh ke arah saya yang masih berdiri mematung. Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung saya. berdiri. kita pulang!' tiba-tiba kiai bangkit. 'Mas. menjadi ragu terhadap kemahiranmu sendiri?' Dingin air sungai rasanya semakin menusuk mendengar rentetan pertanyaan-pertanyaan beliau yang menelanjangi itu. dan akhirnya sampai di sebuah sungai. godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Ternyata setelah melewati kebun sengon. 'kita pulang.com/abclit.' Saya tidak merasa diusir." tiba-tiba suara Kiai Tawakkal membuyarkan lamunan saya.' Malam itu saya benar-benar merasa mendapatkan pemahaman dan pandangan baru dari apa yang selama ini sudah saya ketahui. 'Ayo!' teriaknya. Sampai di seberang. 'Biar cepat. pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya. O." "Kami melewati pematang. insya Allah sebelum subuh kita sudah sampai pondok.processtext. kemudian keluar. ternyata Kiai Tawakkal sudah duduk-duduk di bawah pohon randu alas. Kiai Tawakkal berjalan di atas permukaan air sungai. Sebagai kiai. atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. 'kita masih punya waktu. 'Sebentar lagi subuh. apakah Ia mau memasukkan diriku ke sorga atau ke neraka.' katanya tanpa menengok saya yang sibuk berpakaian. kita ingin berdekat-dekat denganNya. saya pun mengikutinya. saya ABC Amber LIT Converter http://www. Karena pertama. seolah-olah di atas jalan biasa saja. apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. 'Kita istirahat sebentar. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak. pantas di keningnya kulihat tanda itu. kita mengambil jalan pintas saja!' katanya.html . Beliau yang kemudian terus berbicara.html malam ini. saya pun kemudian berenang menyeberangi sungai yang cukup lebar. Untuk memasukkan hambaNya ke sorga atau neraka. kau kan tahu. menunggu. tiba-tiba dengan suara berwibawa. kiai membayari minuman dan makanan kami. 'Anak muda. aku adalah milik Allah. Untung saya bisa berenang. Kiai Tawakkal tidak menyusuri jalan-jalan yang tadi kami lalui. 'Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. 'Bagaimana? Kau sudah menemukan apa yang kau cari? Apakah kau sudah menemukan pembenar dari tanda yang kau baca di kening saya? Mengapa kau seperti masih terkejut? Apakah kau yang mahir melihat tanda-tanda.processtext. sekali lagi saya menyaksikan kejadian yang menggoncangkan. sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. nyatanya memang saya sudah mendapat banyak dari kiai luar biasa ini. Saya tidak bisa berkata apa-apa.' Setelah saya ikut duduk di sampingnya. Bukankah begitu?' Aku hanya bisa menunduk. lalu menerobos hutan. Seperti kerbau dicocok hidung. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan. kiai berkata mengejutkan. Maka terserah kehendak-Nya. kebanyakan mereka orang susah. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung tadi yang kau pandang sebelah mata itu. Setelah sembahyang subuh nanti. Seperti mereka yang di warung tadi. kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda 'Ahli neraka' di kening saya.com/abclit.

***Rembang.html celingukan. Lukisan saya akan digelar di United Nations Plaza. memperoleh semacam kehormatan tersendiri dari pemilik kafe. aku bangkit dari tempat duduk. Seperti orang linglung. Dengan bingung saya terus berjalan. politik. tapi kami yang dari tadi mendengarkan." kata pelukis kita mengoreksi berita yang didengungkannya kepadaku kemarin malam. atau agama atau desasdesus yang jalang.html . Tinggal meja kami yang masih bertahan. tiba-tiba bahuku dirangkul dengan hangat. Baru setelah sembahyang. katanya milik sampeyan. Tak seorang pun dari mereka yang berada di surau itu yang saya kenal. Yang menemani di depan kami terkadang cuma kopi atau wedang jahe untuk melawan kantuk menjelang dini hari. teater. sampai Gus Jakfar kembali menawarkan suguhannya. masih diam tercenung. 'Apakah sampeyan Jakfar?' tanyanya. seni lukis. tak jadi di lobi United Nations. Sudah agak lama juga aku bergaul dengan teman-teman. Kami.com/abclit. Rumah selalu lebih menggelitik mengajak pulang. filsafat. mengapa dia ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. Kiai Tawakkal sudah tak tampak lagi. orang itu pun menyerahkan sebuah bungkusan yang ternyata berisi barang-barang milik saya sendiri. Aku tertanya-tanya. dan pamit. yang menjadi kelompok pelanggan terakhir ini.ABC Amber LIT Converter http://www. ketika berdiri di depan counter hendak membayar. Mei 2002 Kunang-kunang Pelukis Kita Post: 09/11/2002 Disimak: 298 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas.' Begitulah ceritanya. seseorang menghampiri saya. Namun. orang yang mirip beliau pun tak ada. 'Mana saya tahu?' jawabnya. tetapi belum juga bisa beradaptasi secara tuntas dengan gaya bohemian mereka. Kudengar azan subuh berkumandang dari sebuah surau.processtext. Kami dibiarkan nongkrong sampai kantuk dan dinginnya angin malam menyudahi pembicaraan yang bercampur-baur antara serius dan guyon tentang sastra. Sengaja dia meninggalkan teman-teman di meja hanya untuk membisikkan kabar itu kepadaku. Tak ada seorang pun yang tahu dari mana beliau datang dan kemana beliau pergi. jangankan Kiai Tawakkal. 'Ini titipan Mbah Jogo. Dan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang telah berhasil merubah sikap saya itu tetap merupakan misteri. Edisi 05/05/2002 PARA pelayan sudah membenahi meja dan kursi yang kosong.' 'Beliau dimana?' tanya saya buru-buru. saya datangi surau itu dengan harapan bisa ketemu dan berjamaah salat subuh dengan Kiai Tawakkal. 'Mbah Jogo datang dan pergi semaunya. di seberang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga. tapi bukan surau bambu.com/abclit." Gus Jakfar sudah mengakhiri ceritanya. Tapi. Ketika saya mengiyakan. Menjelang pukul sepuluh. "Bung.

Seraya melirik aku mengeluarkan uang receh untuk membayar teh manis dan kerupuk.com/abclit. "Bagus. tujuan yang benar adalah London. Seingat saya. katanya. tanpa sepengetahuannya. dan kataku. Dan dia tak pernah merasa sungkan bahwa setiap kali aku hendak membayar dia selalu datang dengan nama tempat atau kotakota metropolis yang baru. Hati-hati.. hidup dengan pembicaraan yang ABC Amber LIT Converter http://www. lantas di Guggenheim Museum. mengapa dia selalu menyampaikan berita eksklusif tentang rencana pamerannya selalu persis pada saat aku sudah berdiri di depan counter. Selamat.. di kota itu masih banyak propagandis merah. Untuk setiap bisikan selalu kusambut dengan kegairahan yang tak pernah luntur sedikit pun. National Meseum of Modern Art di Washington DC.html . aku membayar pesanannya. menyembunyikan perasaan yang sedang terkecoh. Dia tidak meninggalkan utang barang sepeser pun. Ganti aku yang merapatkan mulut ke dekat kupingnya dan kutambahkan lagi dengan berkelakar. dan mudah-mudahan menjadi kenyataan: Moskwa. menyusul Pretoria.ABC Amber LIT Converter http://www.com/abclit. Kalau sudah sampai di sana tulislah surat kepada kami. dia akan berpameran. bisikku membujuk hati sendiri. Keesokan harinya uangku kontan dia kembalikan. Setelah United Nations Plaza tempo hari.. di New York juga. Ternyata aku salah sangka. Meja khusus di pelataran itu tidak pernah menyaksikannya lagi. "Selamat." itulah kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepadanya setelah mendengar rencana keberangkatannya ke kota tujuannya paling akhir. kupikir aku memperoleh kehormatan dari dia. kemudian dia bisikkan ke kupingku bahwa dia akan tampil di Museum of Modern Art. di mana katanya. Pernah sekali. Saya kira teman-teman juga akan sangat senang dengan berita ini. katanya pada malam berikutnya. Kalau publik yang diharapkan datang termasuk para duta besar. ***MEJA di pojok kafe yang diteduhi pohon angsana itu tetaplah tempat yang menggairahkan. Dan dia ngeloyor ke luar. mengikuti pameran lukisan di sana.processtext. Jangan ceritakan kepada yang lain. tidak kalah bergengsi dari tempat yang pertama. dengan tangan terus bergelantungan di bahuku. Mengapa dia katakan hanya kepadaku seorang? Berbaik sangka. Dan menjadi tanda-tanya besar bagiku. lantas Stockholm. bergabung kembali dengan teman-teman. Aku diam saja. Sebagai seorang pelukis perasaannya tentulah amat peka. tapi akan terbang ke Praha." Setelah itu dia benar-benar menghilang. bersama-sama menghadapi satu-satunya meja yang masih tersisa di pelataran kafe. mudah-mudahan yang ini berhasil. katanya dia tak jadi ke ibu kota Prancis itu. tak jadi ke sana. saya bahagia mendengar rencana Anda ini. telah terbang ke Jerman. Beberapa hari kemudian. siap menyambut kedatangannya. Kalau kafe itu dari jauh bisa dibayangkan sebagai lukisan. Kemudian. Hamburg buatnya tentu lebih baik daripada Moskwa. Dan aku tak pernah menunjukkan rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh rencana besar yang tak pernah kesampaian.html tidak menceritakan rencana yang jadi idam-idaman banyak seniman itu ketika kami masih utuh di meja yang menjadi gelanggang pertemuan kami tadi. di depan counter. "Kuatkan hatimu. tempat itu kan hanya selangkah dari gerbang markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. maka satu goresan sudah lenyap dari sana. "Sekali lagi. walaupun Uni Soviet sudah rubuh. maka itu bukanlah penghormatan terakhir yang aku peroleh dari sang pelukis." pintanya.processtext." Dia belum juga melepaskan rangkulannya dari pundakku. Sampai pada suatu malam teman-teman disentakkan oleh kabar yang disampaikan pemilik kafe bahwa pelukis kita. katanya dia akan segera bertolak untuk memajang lukisan-lukisannya di Paris. Tak jadi di sana. Kota-kota itu tiap malam mendapat giliran masuk dan keluar dari kupingku. belum ada pelukis Indonesia yang berpameran di situ. Semua bon sudah dia lunasi. berikut lagi Kairo dan sesudah itu Tokyo. Kalau itu pertanda hormatnya kepadaku. ini hanya untuk Bung.

katanya. malam ini meja itu adalah kanvas yang didominasi warna kelabu. Keesokan harinya. Kalau ditanya dia tak menyahut. Mata kepala saya sendiri melihat dia terbaring di atas tikar. Ada yang mengira si-pembawa berita hanya mau bercanda. memang dia. kenyataan adalah kebenaran yang pahit. Kabar buruk itu membuat orang saling berpandangan di sekeliling meja kafe. besok siang semua supaya kumpul kembali di kafe untuk kemudian berangkat menjenguk pelukis kita. Demi Tuhan.processtext. Katanya meyakinkan.. Katanya. yang mabuk karena angan-angannya yang liar. Membuat meja di pojok khusus itu menjadi semacam suar yang punya daya tarik khusus bagi pengunjung yang lain. Apalagi hanya seorang pelukis yang belum jadi. apa mau dikata. Ya. akhirnya kami putuskan mengirim seseorang untuk mengecek kebenaran berita tersebut. jidat selalu berkerut. yang acapkali membawa kabar yang mengecoh hanya untuk membangkitkan tawa.processtext. Di kalangan teman-teman dia dikenal sebagai orang yang hampir tak mengenal canda. tak jauh dari rumahnya. Ceritanya selalu merupakan campuran antara khalayan dan fakta. Semua mutung.com/abclit. Kami tak percaya." Gesekan angin pada daun-daun angsana di ubun-ubun kafe itu membuat perasaan mereka yang duduk mengelilingi meja khusus itu jadi seperti tertindih. karena dia bersumpah bahwa dia tidak mungkin mainmain dengan nasib si-pelukis.ABC Amber LIT Converter http://www. karena tak mau membuat penderitaan si-pelukis lebih parah lagi. Tak pernah dalam sejarah Jakarta mengalami nasib seburuk ini.html ngalor-ngidul dan tawa berderai.com/abclit. cuma memakukan matanya ke lantai. Bekas presiden yang pernah berkuasa lebih dari tiga dasawarsa maupun presiden aktif yang baru memerintah seumur kencur sama tak bisa mengelak. Ketika meja sudah penuh terisi. kami menemukan dia sedang duduk bersandar ke dinding. sementara anak dan istrinya berbaur dengan orang-orang yang telantar di situ. dengan cat coklat keunguan meraup di mana-mana. Ibarat lukisan. Matanya kosong. Tetapi. Apalagi sipembawa berita sudah terkenal sebagai tukang bual. selalu serius. Dicapai kata sepakat. Tetapi. Pada suatu malam seorang teman yang sudah agak lama tak muncul di meja itu datang dengan berita yang mengagetkan. Katanya. Terkadang ditingkahi harmonika genggam yang dimainkan dengan lincah oleh seorang teman pengarang yang berbakat besar dan berketerampilan majemuk. ketika pelukis kita pulang dari kafe di Taman Ismail Marzuki. Perjumpaan itu aneh dan sangat dingin. Semua murung. Tak sampai hati memergoki dia berbohong dengan cerita mau berangkat ke Jerman. ABC Amber LIT Converter http://www. dia menyaksikan si-pelukis jongkok kedinginan di antara ratusan pengungsi yang ditampung di satu aula gedung sekolah. Tetapi. sebulan yang lalu. Tak ada yang bisa menghindar dari jilatan air bah. ***DARI udara.. Lama saya menunggu sampai dia bangun untuk meyakinkan mata saya bahwa yang sedang tergolek itu memang benar-benar pelukis kita. dia melihat sang pelukis dan anak-istrinya terdampar di pos komando penyelamatan banjir. Air sudah mengangkangi lemari dan seluruh lukisannya terbenam. tetapi juga merangkulinya. Jakarta kelihatan bagai lukisan tiada berpigura. "Jangan suka guyon dengan dunia ini.html . dia enggan untuk menghampiri. Anehnya. dia tidak lagi menemukan anak-istrinya di rumah. dengan wajah mutung dia mengetuk-ngetukkan jarinya ke daun meja. Mata kami tertarik pada lukisan dua kali tiga meter yang tergantung di dinding. Semuanya kena. dia hanya diam membeku. dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan. tetapi ternyata ngendon di pos penampungan korban banjir. Waktu itu. Ketika rombongan kami tiba di aula sekolah yang menjadi pos penampungan korban banjir di mana pelukis kita dikabarkan berada. Kami tidak hanya menyalami dan mencurahkan kata-kata simpati kepadanya. utusan itu sudah duduk menghadapi meja sejak matahari belum terbenam.

com/abclit. dan biarkan dunia yang datang dengan sendirinya menjemput Anda. Beberapa lembar uang ratusan. "Takkan salah. Kami semua terperanjat melihat baskom yang diletakkan di bawah lukisan itu. dalam warna kelabu berbaur dengan hijau. sehingga dapat ganjaran seperti ini. begitu hendak memeluknya. walaupun mereka sendiri barangkali berada dalam kepungan banjir yang membawa kesusahan.com/abclit. Mereka telah menjungkirbalikkan sikap mau menguasai dari para kolektor yang sedang menjajah seni lukis. dan katanya. dan aku meletup. ini lukisannya yang terbaik. mau menegakkan harga diri. walaupun dia hanya tetap membisu. boleh juga mengecoh berseloroh. apa yang dia katakan?" tanya mereka. Puncak pencapaian budaya seharusnya memang menjadi milik bersama. saya juga belum pernah melihat lukisan dengan ekspresi sekuat lukisan Anda yang di dinding itu. kapan diselesaikan. kupikir.. mulut tertutup rapat dengan mata yang liar menatap ke depan.. Sungguh. "Heran. dia ingin membeli aula sekolah itu untuk didedikasikan sebagai museum korban banjir. Kami kenal betul sapuan-sapuan catnya adalah pernyataan jiwa pelukis kita. Di belakangnya. terbayang di kepalaku setelah banjir surut ribuan orang datang berduyun-duyun mengunjungi pos penampungan korban banjir itu untuk menyaksikan lukisan dahsyat yang telah digoreskan oleh seorang pelukis. Karena dia adalah ungkapan diri kita secara kolektif. Bergantian kami memeluk dan membisikkan kata-kata yang membangkitkan gairah hidup kepadanya." Dalam perjalanan pulang. Ribuan orang datang dan memberikan sumbangan sekuatnya. saya telah beratus kali berbohong. "Jangan lagi berangan-angan terbang ke mana-mana. "Kalau dia punya uang suatu ketika.processtext. yang dengan memikat telah memindahkan sikap pantang menyerah ke permukaan kanvas.html persis di atas buntalan yang teronggok di lantai. Perhatikan matanya. tumpang-tindih di situ. sementara matahari mengapung berat di kejauhan. Anda akan menjadi besar di sini. Sapuan-sapuan kuasnya menghanyutkan." Kubalas pelukannya dengan rangkulan yang lebih erat. benar kata teman tadi. walaupun penderitaan mengelilingi. Terasa mata yang menatap liar ke depan itu begitu kuat menyatakan sikap tak mau menyerah. Di atas kanvas itu terpampang potret dirinya yang bertelanjang dada sedang jongkok mencangkung. dia tidak menjawab. menatap mataku. Kami kembali saling-pandang dan hati kami sepakat untuk menyumbangkan uang sebanyak yang bisa kami berikan." komentar seorang teman.html . Sesekali. Kami tanya."* ABC Amber LIT Converter http://www. Kami melangkah mendekati pelukis kita.processtext. Lukisan itu kelihatannya baru saja diselesaikan. teman-teman menumpahkan iri hati mereka karena hanya kepadaku pelukis kita mau berbicara. dan juga latar belakang yang menambah aksentuasi akan apa yang ingin diucapkannya. tiba-tiba dia melangkah maju merangkul pundakku. Kami tahu dia sedang berjuang mengatasi apa yang sedang bergolak di dalam hatinya. Aku tersenyum. "Maaf Bung. Alat-alat lukis terserak di dekatnya. terhampar ribuan kepala manusia dan pohon-pohon yang hanyut. Mata kami saling berkata betapa kuatnya lukisan yang terpampang di tembok itu sehinga bisa menggugah orang untuk meringankan beban pelukis kita. Sebelum tiba giliranku berpamitan.ABC Amber LIT Converter http://www. ribuan. tanpa ada keinginan sedikit pun memiliki lukisan itu. Saya belum pernah melihat lukisan realisme Indonesia sekuat ini. Bingkainya belum dirapikan benar. Kami yang datang menjenguk saling pandang. Ketika kuletakkan beberapa lembar uang kertas.

menjual semua armadanya lalu beralih profesi sebagai juragan beras atau tembakau? Segalanya bisa mungkin!Hari masih pagi. Membuat pori-pori kulit wajahnya meregang merembes cairan bening-menjadikan ia ekstra sibuk harus melap cairan itu dengan perasaan gugup dan tangan gemetar. siapa tahu juragan armada angkutan itu mendadak bangkrut.Belum ada kendaraan umum yang melintas membuat gadis itu kian cemas. tak sebanding dengan tarif yang dikenakan bagi para penumpang.processtext. Ya. Keluar dari kerumunan dengan kepala tertunduk hingga sebagian rambutnya berjatuhan menutupi wajahnya. lidahnya terjulur.processtext.com/abclit. berhenti di pinggir.html Tato Naga dan Inisial "SL" Post: 09/11/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Teguh Winarsho AS Sumber: Kompas. Tubuhnya sesekali bergoyangan tertiup angin. menghadang kendaraan umum lewat. Boleh jadi para sopir angkutan itu pagi ini mogok karena jumlah setoran yang semakin lama dirasa semakin mencekik leher. Berkali-kali ia melirik arloji warna kuning emas di tangannya dengan perasaan kesal. Sesekali ia mengangkat telapak tangannya di atas alis mata menghalau cahaya matahari. menggigit bibir. Sementara sepasang kakinya melangkah cepat-cepat menyeberang jalan. Membuat degup jantungnya kian berdebar-debar. Edisi 06/30/2002 GADIS itu hanya menatap sekilas lalu melenyap menyibak kerumunan. kendaraan umum yang ia tunggu belum juga tampak. namun kebun yang hanya ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar itu cukup jelas menampakkan sosok laki-laki itu.Meski sadar bahwa berpikir pagi ini tak ada kendaraan umum yang melintas di jalan depan itu adalah pikiran sangat tolol. Ia tampak cemas.com/abclit. Namun. tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang putih-pucat seperti habis ditampar. begitu-dari pinggir jalan gadis itu melihat sendiri dengan pandangan mata kian nanar-tak menyurutkan keinginan orang untuk memastikan sesosok tubuh laki-laki yang menggantung di pohon waru seberang jalan. Lalu berjalan mondar-mandir sembari sesekali menyorongkan tubuhnya kebahu jalan menatap arah jalan berlawanan memastikan apakah sudah ada kendaraan umum yang muncul dari tikungan jalan nun di sana. tapi tidak seperti biasanya sinar matahari terasa menyengat ubun-ubun. Tidak terlalu tinggi memang. Atau.ABC Amber LIT Converter http://www. Namun. Tapi ia selalu kecewa sebab selain arak-arakkan perempuan dengan punggung terbungkuk-bungkuk penuh beban menuju pasar. tapi entah kenapa diam-diam pikiran semacam itu melesak juga dalam batok kepalanya. tergesa-gesa. Orang-orang yang ABC Amber LIT Converter http://www.html . sepeda onthel dengan keranjang sayur. Matanya mendelik.

atau memejamkan mata. sejak kapan Mudrika mengganti gambar tato keris dengan tato naga? Tapi ABC Amber LIT Converter http://www. Ia ingin segera enyah dari tempat itu tapi kedua kakinya terasa berat untuk melangkah. Angin berhembus menggoyang-goyang mayat Mudrika seperti bandol jam.com/abclit. menggosok-gosok mata seperti tidak percaya. Mereka tahu. Kadang batang pohon waru itu berkeriut seperti mau patah saat angin keras datang menghempas. seperti masih baru--tidak proporsional dengan bidang dadanya. terus tegak di situ. Tidak berselang lama datang tiga orang polisi yang kemudian bekerja cepat menurunkan mayat Mudrika. Membuat lokasi kebun itu mirip tempat lelang pegadaian. Tampak gambar tato naga dalam ukuran besar. Orang-orang yang sering melihat Mudrika diam-diam merasa keheranan. dengan jelas ia bisa melihat mayat Mudrika dibaringkan. kaku seperti gelondong kayu. Selain berjudi dan mabuk-mabukan Mudrika suka memalak toko-toko milik warga keturunan yang berderet di sepanjang jalan kawasan pasar. Betapa mengerikan. Tidak ada orang yang tidak kenal nama Mudrika meski barangkali belum pernah melihat wajahnya. Namun. melainkan gambar tato keris. menampakkan keterkejutan luar biasa. ah. merangsek masuk ke dalam. Ada tato di dada kirinya dan bekas jahitan luka di lengan kanannya. laki-laki naas itu selama ini dikenal sebagai preman pasar yang cukup ditakuti. Di atas tanah merah dan rumput ilalang yang patah-patah sebab terlalu banyak kaki yang menginjak.Percakapan mengalir dari mulut orangorang itu membuat suasana pagi yang panas kian terasa gerah.processtext. Seorang polisi dengan sigap melepas tali yang membelit leher Mudrika lalu memaksa mengatupkan kedua belah matanya. tak sanggup membayangkan jika batang pohon waru itu benar-benar patah.ABC Amber LIT Converter http://www.html . Tubuhnya kekar. Mudrika. Ia khawatir tidak lebih sepuluh langkah tubuhnya akan oleng lalu rubuh ke tanah.processtext. membuka. tidak mudah mengatupkan mata yang sekian jam melotot. Lalu. Membuat perempuan-perempuan di sekitar itu kerap menahan nafas. Tapi perempuan-perempuan itu seperti terhipnotis. Tubuhnya basah keringat. Orang-orang yang ada di sekitar situ terus bercakap-cakap dalam nada yang semakin lama semakin keras. Mereka bertanya-tanya dalam hati. dulu tak ada gambar tato naga di dada Mudrika. tiba-tiba gadis itu bergegas menyeberang jalan menghampiri kerumunan. Sontak pandangan orang-orang tertuju pada dada kiri Mudrika. Beberapa orang yang baru datang dan segera mengenali sosok laki-laki itu.Di pinggir jalan gadis itu terus didera gelisah sebab kendaraan umum yang ia tunggu belum juga datang. Dua orang polisi tampak sibuk bicara dengan pesawat HT sementara dua lainnya membentangkan garis kuning pengaman. Hanya toko-toko milik warga keturunan saja yang ia palak sedang toko-toko lain tidak. bagaimana jika orang-orang itu kemudian menghubung-hubungkan dirinya dengan kematian Mudrika?SEGERA kerumunan orang itu menyingkir memberi jalan pada empat Polisi yang datang sangat terlambat di tempat kejadian. Apa jadinya jika batang pohon waru itu benar-benar patah dan mayat Mudrika yang sudah kaku itu terhempas ke tanah? Mungkin kakinya akan patah dan tulang-tulangnya melesak keluar.Entah digerakkan oleh kekuatan gaib apa.Matahari kian merangkak ke atas. menutup mulut dengan telapak tangan. terus bercakap-cakap hingga mulut mereka berbusa seperti rendaman cucian. Kerumunan orang di kebun kosong itu pastilah akan segera berhamburan pindah mengerumuni dirinya.html hendak menuju pasar atau anak-anak yang mau berangkat sekolah kian memadati kebun kosong tempat laki-laki itu menggantung diri.Angin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat beberapa kancing baju bagian atas Mudrika lepas. Kedua lututnya gemetar. Percakapan kembali membuncah.com/abclit. karenanya Polisi itu kemudian menyobek daun pisang lalu menutupkan di wajahnya. wajahnya tampan meski sorot matanya sedingin salju.

dibaca. secepat itu pula mereka segera melupakannya. menggeser sedikit tubuhnya ke samping berlindung di balik tubuh pengunjung yang lebih besar. dibuka. luntur terkena keringat. Atau.. Tatapan matanya menerawang kosong menembus batang-batang pohon singkong di pekarangan samping. Tampak seraut wajah tua berbinar-binar menyembul dari balik pintu. lalu. pasti tidak begini kejadiannya. seperti tengah menyelidiki wajah demi wajah yang ada di situ.processtext. Teringat pula olehnya pertemuan demi pertemuan dengan laki-laki bertato itu yang sering dilakukan sembunyi-sembunyi. Sepucuk surat itu sedianya akan dikirim untuk seorang gadis yang namanya disingkat "SL". 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.html secepat pertanyaan itu melesat dari batok kepala setiap orang. Tapi tentu saja pihak kepolisian tidak mau gegabah menyiarkan kesimpulan itu karena tak ada bukti-bukti kuat kecuali sepucuk surat yang ditemukan di saku celana Mudrika yang sudah sulit dibaca karena selain lecek. andai saja dia mau bersabar.com/abclit. Ada indikasi bahwa Mudrika bunuh diri karena patah hati. Shin Ling. Membuat gadis itu gugup. apakah kau sudah dengar preman pasar itu semalam mati gantung diri? Bergembiralah. hanya sekilas gadis itu menatap perempuan tua di depannya sebelum bola matanya perlahan bergerak ke atas.. Kini pihak Kepolisian justru sedang berusaha keras mencari gadis dengan inisial "SL" seperti tercantum dalam surat itu.html . memang begitukah tabiat seorang laki-laki. Di benaknya mengendap bayangan seorang laki-laki bertubuh kekar dan bertato. Para Polisi itu yakin dengan ditemukannya gadis berisinial "SL". Sampaikan kabar gembira ini!"Malas gadis itu menghampiri kotak telepon di sudut kamar. maka misteri kematian Mudrika akan bisa diungkap. Ah. dibolak-balik. Kenapa Mudrika.com/abclit. cintanya ditolak. entah karena apa pula tiba-tiba tak bisa menahan debar jantungnya yang berdetak tidak karuan manakala melihat polisi itu mulai menggeledah pakaian Mudrika dan menemukan lipatan kertas warna merah jambu di saku celana Mudrika. juga tulisannya jelek persis cakar ayam.HINGGA siang hari pihak kepolisian belum mampu menguak misteri kematian Mudrika.. preman pasar yang ditakuti itu tiba-tiba bunuh diri. tidak bagi perempuan itu.Dan perempuan itu."Ada apa Shin Ling? Kenapa kau? Sakit? Segeralah kau telepon Paman Koh Wat. tajam."Tergeragap. toko kita kini aman. Hingga pertemuan terakhir semalam di tepi jalan yang remang saat laki-laki itu menunjukkan tato gambar naga di dada kirinya sebagai bukti kesungguhan cintanya terhadap dirinya sekaligus niat ingin merubah tabiat buruknya. gadis cantik bermata sipit itu menoleh. mengedarkan pandangan pada kerumunan. seperti tidak bergairah. berdebar jantungnya saat menatap gambar naga di atas pintu. selalu buta setiap kali jatuh cinta? Batin gadis itu melongsorkan nafasnya yang sekian lama tertahan di dada.processtext. Padahal aku hanya perlu waktu dua atau tiga hari untuk memastikan bahwa dia benar-benar mencintaiku.ABC Amber LIT Converter http://www..Sementara itu di sebuah kamar yang sepi siang itu. Shin Ling. Namun. Namun. mengerutkan kening. * Depok. Sejenak Polisi itu mengamati lipatan kertas itu. seorang gadis cantik duduk di kursi menghadap jendela diluluri kesedihan mendalam."Shin Ling. Tapi tentu saja ini merupakan pekerjaan rumit dan melelahkan. Pula hatinya kian disesah rindu. Juga untuk membicarakan semua ini pada Papa dan Mama. Tapi ia sudah yakin dengan pilihannya sendiri untuk menghubungi kantor Polisi.

Istri saya menarik napas. itu sudah yang kesekian kali diucapkannya hampir setiap kembali dari rumah Rudi. Edisi 06/02/2002 Hari Minggu.Begitu ibu menginjakkan kaki di teras. kan?"Pernah ibu mertua saya itu baru menginap semalam. Padahal. paginya langsung menelepon saya: minta dijemput. Kami sudah menduga apa yang terjadi. termasuk mendengarkan cerita-cerita nostalgianya di masa lalu. Dan." kata ibu mertua saya itu kepada saya.processtext. "Papi sih. Tapi saya curiga.html Sinar Mata Ibu Post: 09/11/2002 Disimak: 281 kali Cerpen: Harris Effendi Thahar Sumber: Kompas. ibulah yang paling tahu apa ABC Amber LIT Converter http://www. kecuali masakan ibu. Itu bukan berarti ibu tidak pernah tinggal di rumah Rudi. lalu nyerocos menembus pintu pagar. Saya yang sedang sibuk menguras bak di kamar mandi buru-buru keluar. Padahal. sebelumnya mertua saya itu duduk-duduk di teras sambil membaca-baca koran edisi Minggu yang baru saja saya terima dari loper. Tiba-tiba istri saya berteriak memanggil nama anakanak seperti ketakutan. Ia masih suka baca koran sambil berdiskusi dengan saya."Ibu hanya minta dia bikinkan telor mata sapi untuk suaminya ketika ibu lihat lauk untuk makan malam suaminya sudah menipis. ia berkata: "Kasihan Rudi. ibu pasti kabur.ABC Amber LIT Converter http://www. tapi beliau bersikeras pagi itu juga. istrinya tidak telaten merawat suaminya. Sayalah satusatunya menantu beliau yang mau berdiskusi tentang apa saja. Tidak lebih dari seminggu. pintu pagar digembok. Kalau tidak. putri bungsu saya buru-buru mencari sandal. ingin tahu apa gerangan yang terjadi. Kasihan Rudi. satu-satunya anak lelaki beliau dan bungsu. Apalagi kalau sesekali saya bertanya tentang katakata Belanda yang diucapkannya di sela-sela percakapan kami.html . mestinya keluar masuk pekarangan.""Memang ibu bilang apa sama dia?" istriku menyambut. begitu ia memulai giliran tinggal di rumah kami.com/abclit. tapi tidak dalam waktu yang lama. tidak terlalu pagi. bapaknya capek."Istri Rudi itu tidak bisa masak. Saya janjikan akan menjemputnya sore hari. ia langsung memuntahkan kekesalan hatinya. "Mantuku itu selalu salah terima kalau ibu memberi nasehat.Sejak meninggalnya bapak mertua saya beberapa tahun lalu. ia tampak bersemangat. dan saya pun menjemputnya pagi itu dengan mengorbankan jam kerja. terutama di rumah anak-anak perempuannya yang semua telah memiliki rumah. Dia itu sejak bayi hingga jadi mahasiswa tak pernah merasa enak makan.processtext. Anak-anak dibiar manja sama bapaknya. Sudah barang tentu ada apa-apanya. kalau-kalau sepeninggal saya di kamar mandi tadi." Saya belum sempat bereaksi.com/abclit. "Apa itu berarti mencampuri? Padahal. memburu neneknya yang sudah mulai pikun itu. ibu tinggal bersama anak-anaknya secara bergilir sesuka hatinya. sehabis jam kerja saya." keluhnya mengenang.Ibu mana?" tanyanya cemas. Di waktu yang lain. istri saya telah berbicara agak kasar dengan ibunya.

tidak peduli lembaran lima puluh ribuan.Seperti kejadian seminggu lalu. pasti ada saja yang diceritakannya tentang ibu. Bu. Tapi. ibu suka menaruhnya di sembarang tempat. mantu-mantu ibu secara bergantian mengantar ibu ke pemakaman umum yang terletak di pinggir kota. Rudi telah menyampaikan gagasannya kepada kami semua untuk memberikan hadiah istimewa di hari ulang tahun ibu yang ke-80 beberapa bulan lagi. Bahkan."Ah."Gelang ibu itu sekarang disimpan Kak Nurma.processtext. Lebih baiklah dikasihkan kepada orang yang lebih membutuhkannya. saban Kak Nurma menelepon saya. hilang." saya bilang. itu bukan berarti istri saya selalu waspada bila giliran ibu berada di rumah kami.Selain menangis dan berdoa di kubur Rudi. Nah. Tiba-tiba saja Rudi meninggal dalam waktu beberapa menit setelah mobilnya menghantam bus kota sewaktu menuju ke kantornya di pagi Senin yang naas. Sudah lama ibu tidak mengambilnya. Ibu akan memberikan lembaran uang berapa pun jika ada pengemis meminta. Untung pembantu itu jujur. petugas kebersihan pemakaman. dan penjual kembang seperti sudah menjadi langganan ibu. ibu tiap sebentar mengatakan bahwa pembantu Kak Nurma-kakak istri saya-itu pencuri. Ibulah yang mengajar kami dulu supaya hidup jangan boros.com/abclit. Kadang-kadang kalau pembantu itu membersihkan kolong tempat tidur ibu. ABC Amber LIT Converter http://www. Tanya sama dia."Kok. Gerombolan pengemis. atau seratus ribuan. Padahal.ABC Amber LIT Converter http://www. Ibu jadi pendiam dan amat perasa. Kamu mau. ibu sangat berubah."Banyak yang dapat dilakukan dengan uang sebanyak itu. orang kampung rakus itu? Coba!"Istri saya tertawa ngakak. Agaknya Tuhan juga memperlihatkan kekuasaan-Nya. Bu.html yang disuka Rudi. kamu tertawa?""Habis. jeruk busuk. Dan. apakah artinya kertas-kertas itu. atau kamu perlu? Berapa?""Bukan begitu. sejak dari dalam kandungan. Apalagi akhir-akhir ini ibu mulai nyinyir. ibu mau boros. Kami semua terpukul. Pandangan matanya terlihat kosong. Tapi yang lainlain?""Apa misalnya?""Banyak.html . seminggu sebelumnya. Hampir tiap hari Yeni memberi ibu apel atau jeruk. "Semua tingkah laku aneh itu harus disikapi dengan kesabaran seorang anak yang berbakti. Untuk itu kami selalu membelaki ibu uang receh secukupnya. Rudi yang baru berusia empat puluhan dan paling bungsu dari tujuh bersaudara dipanggil paling awal oleh-Nya. Soalnya. di antaranya buah-buah itu sering ditemukan sudah membusuk di dalam almari pakaian ibu. Ibu sekarang mau ke sana. ibu bisa tidak tidur semalaman jika siangnya tidak ada yang bersedia mengantarnya ke kuburan Rudi di bulan pertama setelah kepergian Rudi. Kami. ia serahkan gelang itu pada Kak Nurma ketika ia menemukan gelang itu di kamar mandi." kata istri saya."Anak itu memang pencuri."Apa kamu kekurangan uang? Uang pensiun papamu masih banyak di bank. Uang sebanyak itu bisa untuk jajan si Oni seminggu.com/abclit. Soalnya ibu hampir-hampir tidak mengenal lagi nilai mata uang. sekaligus pendiam." jelas istri saya. acara ziarah ke kubur itu menjadi wajib bagi ibu.Sejak kepergian Rudi. Gelang emas peninggalan nenek telah dicuri pembantu itu ketika ibu sedang mandi." jawab ibu ketika istri saya menyoal ibu setelah nekat memberikan uang lima puluh ribuan kepada pengemis buta di gerbang pemakaman.""Kalau untuk akhirat. ibu bercakap-cakap dengan batu nisan. juga sering ditemukan apel busuk. Di bulan pertama itu.Kalau sudah begitu. apalagi ibu. Nanti. Itu semua bakal diganti Tuhan dengan imbalan yang berlipat ganda di sorga. suka lupa. Taroklah gelang itu ia tidak berani mengambilnya. selalu bilang tidak tahu. Siapa lagi kalau bukan dia."TUHAN punya kehendak lain. kalau hari tidak hujan.processtext. ibu tahu apa yang disukai Rudi. Atau untuk membeli keperluan dapur. saya akan menarik istri saya dan memintanya untuk bersabar dan bersikap baik dan santun pada ibu." ujar orang tua itu dengan mata berlinang. ketika ibu ingin makan buah itu.

dengan senyum seramah mungkin kepadanya. Begitu mencuci tangan. masa tua yang tak berdaya. Saya mengajak ibu makan bersama saya. saya arahkan juga mobil ke kompleks pemakaman itu. Ibu berdiri menuju teras kembali.Mata ibu berkedip-kedip menahan sinar senter saya. Saya mengambil senter dan menyenter ke bawah kolong tempat tidur itu sambil tiarap. Istri saya cemas ketika melihat saya pulang tanpa ibu. Saya langsung mengeluarkan mobil. ibu mulai lagi bikin dosa. memberi kabar tak sedap itu. istri saya kelihatan cemas. langsung berhenti dan menatap ibu sambil berkata: "Nah. ibu menatap saya seperti minta perlindungan dari "ancaman" dosa yang di lontarkan istri saya tanpa kontrol. Saya menghadiahi ibu senyuman. Bu. Saya langsung saja menuju kamar putri bungsu saya yang punya tempat tidur besar. Lagi pula ia pergi tanpa uang dan tak dapat menentukan ke arah mana ia harus pergi.Sejak itu kami waspada dengan pintu pagar kalau ibu tinggal bersama kami. kalau-kalau ibu nekat berjalan kaki. Saya meneruskan makan agak cepat."Ayo. ibu jangan sembarang tuduh orang mencuri. Dan. Kita makan. Putri sulung saya-cucunya yang paling disayang ibu di rumah kami-buru-buru mengejarnya. suami Kak Nurma. Ibu menurut.Saya menduga-duga kalau ibu pergi ke kuburan Rudi. Saya melihat sinar mata ibu yang sarat masa lalu.html Jadi. sedikit saja. Saya pulang ke rumah.ABC Amber LIT Converter http://www. berpendidikan sekolah khusus anak-anak Belanda dan kaum priyayi. ibu kembali lagi mengulangi unek-uneknya. kembali terengah-engah dengan air mata berlinang.processtext. Saya telah menduga bahwa ia tidak berhasil menemukan neneknya. 10 April 2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Didapatinya ibu sedang bingung mau menyeberang jalan raya yang lebar dan dua jalur penuh kendaraan. ibu masih kenyang. tapi tidak tahu mau mencari ke mana." saya menengahi suasana. istri seorang ambtenaar. Ketika saya keluar ingin menetralisasikan suasana. sambil menyusuri jalan pelahan-lahan. ia sudah kehilangan kesadaran geografis."Tidak. Istri saya sibuk menelepon saudara-saudaranya.""Ibu jangan ambil hati.PUTRI bungsu saya. dan mata ibu-ibu lanjut usia pada umumnya. Ibu tidak ada.com/abclit. "Pembantu Nurma sering mencuri jeruk ibu. telah membuatnya semakin tak berdaya melawan ketuaannya. makan saya jadi enak.""Kali ini ibu mendadak kenyang oleh kata-kata istrimu. Pintu pagar terbuka.Melihat tumpukan buah jeruk di atas tempat buah di meja. Tapi." katanya ketika mau duduk. **Padang. berencana melapor ke kantor polisi terdekat.com/abclit. Tapi.processtext. saya mengulurkan tangan. Kini. terutama dari kata-kata yang kadang-kadang bisa lebih tajam daripada silet.Di kuburan kami bertemu berempat. Katanya mau beribadat. Tentu saja dengan menjaga perasaannya. Di rumah ini ibu lebih baik mendengar saya daripada dia. dikaruniai tujuh anak.html . Bang Sapar. tidak mungkin karena ia tidak bisa naik oplet atau taksi. sesama menantu ibu. enggak?"Ibu lama terdiam. Saya kode istri saya agar menghidangkan makan siang meski baru pukul sepuluh di hari Minggu itu. Ibu sudah mulai pikun ya? Tadi saya bilang apa?"Ibu kembali memandang saya seperti minta perlindungan dari kata-kata istri saya yang menusuk sanubarinya. Sinar matanya mengingatkan saya pada almarhumah ibu saya sendiri. saya masih punya harapan. Itu kan menambah dosa jadinya. Betapa bahagianya dulu ia. Ibu membalasnya."Saya tak berhasil. Biasanya kalau bersama ibu. Istri saya yang sedang menuang air ke gelas. Namun.""Ayolah. Ya. yang tadi mengejar neneknya. Ibu tak ada di sana.

Juga ia diam memandangku dengan mata tuanya yang mulai rabun.html .html Ikan dalam Kabut Post: 09/11/2002 Disimak: 289 kali Cerpen: Herlino Soleman Sumber: Kompas. mantan bos-ku yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. memberikan nasihat yang baik tentang hidup yang baik. Meskipun dengan tulus ia memintaku menjadi sahabatnya yang baik. Mungkin pula karena dengan demikian vilanya dapat terawat dengan baik karena aku memang suka membersihkannya. aku kuli dan ia bos yang berhak menghitamputihkan nasibku. Edisi 05/19/2002 ADA satu hal yang ingin kukatakan secara khusus bahwa selama ini aku selalu terpesona oleh kabut. Setiap kali melewati dataran tinggi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan kabut mengambang dekat di atas permukaan tanah. Hidup yang kuangankan dan selalu hanya ada dalam angan-angan.com/abclit. dan setelah itu sering menemaninya ngobrol. Memang ia selalu mengatakan bahwa cacat negerinya itu tak mungkin sirna. seperti sekarang ini. Secara sederhana aku pernah menerjemahkan keterpesonaanku atas kabut adalah bahwa kehadirannya selalu identik dengan kesejukan. bening air pancuran di tengah-tengah perkebunan kopi itu. Apresiasiku atas kabut yang seperti itulah yang hampir setiap akhir pekan membawaku ke sebuah tanjung besar berbukit-bukit dan menginap di vila milik Yoshida Tua yang secara aneh memberikan kebebasan kepadaku untuk menginap di vilanya. Mulanya kami cuma sekadar kenal biasa.processtext. meski pemerintah negerinya berusaha menghilangkan aib dengan mengajarkan beberapa bagian sejarah ABC Amber LIT Converter http://www. tetapi sejak aku datang pada upacara penguburan kotsutsubo istrinya. kami menjadi akrab. dengan suara gemericiknya melantunkan nyanyian yang selalu melambaiku pulang. hijau tumbuhan. Saat itu aku cuma diam memandangnya. namun beruntung menjadi sahabat Yoshida Tua. semilir angin. Mungkin saja hal ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa setiap kali melihat kabut aku selalu teringat pada perkebunan kopi milikku yang kini hanya kunikmati dalam angan-angan.ABC Amber LIT Converter http://www. dan oleh karenanya aku selalu terbawa pada suasana khayali yang membuatku merasa menempati puncak ekstase kesegaran. Tak jelas benar apakah itu berarti hidup dengan kicau burung-burung. dan hamparan kabut yang mengapasi dedaunannya. aku selalu terpesona olehnya. Semerbak wangi kembangnya.processtext.com/abclit. "Jadilah kau sahabatku yang baik setelah ini dan aku bukan lagi bos sebagaimana sebutanmu selama ini!" katanya. aku selalu menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. Entah telah berapa tahun aku tinggal di Jepang sebagai penduduk gelap. hijau perbukitan.

Dengan demikian. Agak lama setelah itu baru aku sadari bahwa terlalu keras sikapku untuk tak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan negeriku. Kabut yang awalnya menyungkup perbukitan yang hampir semuanya merupakan perkebunan jeruk. akhirnya merendah sampai ke permukaan laut." "Soekarno. aku juga bisa melihat laut di belakang vila yang berarti membelakangi laut yang tampak ketika berangkat. Karena secara jelas daerah ini bukan daerah ujung tanjung. Soeharto. Jika kita bicara juga. yang bagiku berarti ia menyesali betul kesalahan negerinya atas negeriku di masa lalu. pernah pula aku mendapat ikan inada. Ke teluk kecil itulah aku biasa mancing jika sedang berada di vila Yoshida Tua.processtext. yang biasa kusebut sebagai ikan ekor kuning. antara kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. sawara. Sering muncul kebingungan dalam pikiranku bahwa ketika berangkat menuju vila melalui jalan berliku sepanjang pantai timur Atami. Mungkin dalam arti harfiah memang alam negeriku masih indah. sejak saat itu aku mengendorkan sikapku. aku selalu berusaha menghindar jika ia ingin berbicara tentang negeriku. saat menikmati kenyataan seperti itu aku jadi berpikir bahwa antara ABC Amber LIT Converter http://www. Tapi aku benar-benar menyukai negerimu! Dan secara aneh aku juga merasa simpatik kepadamu!" Waktu itu Yoshida Tua memandangku lekat-lekat. Yoshida Tua. tapi apakah bisa disebut keindahan jika para penghuninya cuma memahami kalimatkalimat pendek: Aku benar! Kau salah! Bagaimana aku? Mana bagianku? Kau siapa? Aku besar! Kamu kecil! Kamu sepele! Dan yang membuatku merasa terpuruk.html . "Kau terlalu berprasangka! Aku benar-benar terpesona oleh alam negerimu!" "Semua itu sudah berlalu. atau makhluk aneh dari jenis apa pun aku tak mau menanggapi pembicaraanmu tentang negeriku.. Akan tetapi. Anehnya.com/abclit. Jika aku mancing sejak lewat tengah hari. pada saat ini aku mulai lelah hingga sewajarnya jika kemudian kembali ke vila.processtext. tentunya pemandangan laut akan tampak dari tiga sisi. di negeriku hukum menjadi permainan semua orang terutama yang mengerti hukum dan yang punya duit! Juga kekuasaan!" "Aku mengerti yang kamu rasakan. Pemandangan kabut yang lembut redup dan ikan-ikan yang berloncatan seperti terbang adalah sebuah kenyataan atraktif yang kontradiktif.. secara sederhana aku berpikir bahwa di belakang vila Yoshida ada teluk kecil dalam tanjung. jika kami menginap di rumahnya yang besar di Tokyo atau di vilanya. ***VILA Yoshida dibangun pada ketinggian deretan bukit yang membentuk tanjung besar di baratdaya Tokyo yang menyambung dengan deretan bukitbukit di kaki Gunung Fuji. Karenanya. kami jadi banyak membicarakan negeriku.com/abclit. hingga aku selalu menunda kepulanganku. kadang-kadang juga iwashi. paling-paling kau akan menyesali masa lalu sambil memuji-muji indahnya alam negeriku. sambil duduk di beton-beton penahan ombak selama dua-tiga jam dengan pemandangan yang luas. Meskipun aku selalu merasakan kesegaran yang berlebih. "Sekaruno itu.ABC Amber LIT Converter http://www. Setiap kali mancing di teluk kecil ini aku biasa mendapatkan ikan sabak. Dan meskipun sangat jarang. biasanya aku justru dikejutkan oleh ikan-ikan yang berloncatan seolah menyambut kabut. waktu berikutnya pemandangan menjadi sangat terbatas. Yoshida Tua! Mari kita bersahabat dengan melepaskan negeri masing-masing. Jika vila ini berada di ujung tanjung. sementara kau menjadi grogi jika kukatakan negerimu sebagai bekas penjajah yang kemudian berusaha menjadi pahlawan dengan menimbun modal di negeriku lewat orang-orang goblok yang duduk di elite pemerintah negeriku di masa lalu dan te-rus berlanjut sampai sekarang hingga jika bisa membayar secara normal pun utang negeriku baru bisa lunas sete-lah tiga-empat generasi!" Kataku ketika ia memaksaku berbicara tentang negeriku.html yang palsu. Yoshida Tua. maka setelah membelok ke kanan dan mendaki jauh sampai ke vila Yoshida Tua.

bukan terbang! Yang tampak dalam pandanganmu lebih lama tak lain adalah belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu!" Karena aku terdiam.processtext. jika kau memandang persoalan terlalu dipengaruhi hal yang tak saling berhubungan. kesunyian datang dan cinta telah lewat kureguk bersama istri atau sesekali kubeli perempuan lain. dalam keadaan aku mengharap ia memberikan tanggapan atas ceritaku. Yoshida Tua terdiam beberapa saat. lantas merasa berhak menjadi galak. "Di vila ini penuh kureguk kesunyian. lalu aku terkenang pada pembesar-pembesar negeriku yang korup. aku sulit mencari sikap dan sifat kesatria. cinta. mengapa mereka yang dulu merasa takut memperingatkannya sekarang tidak merasa berdosa? Pada dua pihak semacam ini. giliran sake mulai terasa mengembun di ubun-ubunku. untuk kemudian kuulurkan lagi cangkir keramik itu minta dituangi sake lagi sampai beberapa kali. Mengapa aku justru menemukan banyak sikap dan sifat pengecut yang menjijikkan?" Beberapa saat aku terdiam. "Aku lebih menyukai ceritamu tentang kabut yang mengambang di perkebunan kopi milikmu ketimbang kabut yang kau campur dengan segala hal yang semuanya cuma ngo-yoworo!" Katanya mengakhiri kebisuannya. "Aku tidak ngoyoworo!" "Kau bahkan lebih dari sekadar ngoyoworo!" serang Yoshida Tua. yang telah maupun yang masih berkuasa. dan juga sake! Biarlah kunikmati juga kehidupan lain yang jauh berbeda dengan hiruk-pikuk suasana pabrik tempatku bekerja.ABC Amber LIT Converter http://www. Juga dalam keadaan masih terdiam.com/abclit. Yoshida Tua lalu melanjutkan bahwa karena kesukaannya atas kabut itulah yang mendorongnya membuat vila ini. sepertimu aku pun menyukai kabut!" Yoshida Tua berkata memecah kesunyian.html . pada masa tuanya harus merasakan penderitaan yang hina. "Aku malah berpikir. "Aku tahu engkau mengerti cerita dan pemikiranku tentang ikan dan kabut.html kelembutan yang indah dan kelincahan yang manis-menarik. bahkan segalak-galaknya? "Jika para pembesar negerimu yang korup itu berdosa. kedua-duanya mampu menyembunyikan kejahatan yang nista. Tidakkah justru Yoshida Tua sendiri yang suka mengganggu ketenangan anaknya? Kecurigaanku atas Yoshida Tua yang seperti ini sesungguhnya merupakan premis minor dari premis mayor bahwa seperti juga pembesar-pembesar negeriku yang banyak berdosa. saat itu kurasakan bahwa sesungguhnya hidup tidak sesulit yang kita bayangkan! ABC Amber LIT Converter http://www. Karena ia tetap membisu. kutenggak sake itu sekaligus. Aku tak tahu apakah benar demikian sikap anaknya. ia justru mengambil sake dan beberapa kali menenggaknya dengan cangkir keramik sambil tetap membisu. maka pemandanganmu akan selalu keliru! Ikan-ikan itu cuma sebentar berloncatan di permukaan teluk. Dan dalam keadaan masih diam kuambil cangkir keramik di hadapanku dan kemudian menyodorkannya kepada Yoshida Tua yang segera menuangkan sake ke dalamnya. Setelah itu. tetapi mengapa kau membisu saja?" kataku setelah tak kuat menghadapi kebisuannya. Yoshida Tua mengatakan bahwa benarkah setiap pembesar negeriku yang berdosa harus disiksa dan dihinakan begitu kesempatan tiba? Mengapa dulu mereka dibiarkan berbuat dosa? Benar dibiarkan berbuat dosa atau karena merasa takut hingga tak berani memperingatkan mereka? Dan sekarang setelah merasa tidak takut. aku menahan tangannya yang hendak menenggak sake lagi sambil mengatakan bahwa tak semestinya ia membisu atas cerita dan pemikiranku.processtext. Kalimat ini selalu teringat dan kembali kuucapkan jika aku berpikir tentang Yoshida Tua yang selalu menyesali anak laki-laki tunggalnya yang disebutnya sebagai anak tak berbakti. kaca-kaca jendela mulai mengembun. Ia lalu melanjutkan.com/abclit. Kuberikan sedikit perhatian dengan menatapnya. Jika di luar sana kabut mulai turun. "Waktu muda. Waktu aku menceritakan perihal ikan yang berloncatan dalam kabut.

Kabut yang kali ini turun teramat tebal. aku segera kembali ke vila sambil menjinjing dua ekor ikan sabak yang siap kubuat sashimi. Sore ini kembali kunikmati kabut di teluk ini. Dua ekor ikan sabak telah berhasil kupancing dan kurencanakan akan kubuat sashimi untuk makan malam bersama Yoshida Tua yang rencananya akan datang pada ambang senja. Yang terasa justru yang tak kuduga sama sekali. setelah beberapa lama menunggu. Edisi 08/18/2002 ABC Amber LIT Converter http://www. Kubayangkan. pemandangan yang kuharapkan kemunculannya ini sama sekali tak menampak.com/abclit. seorang penjaga pantai mengumandangkan pengumuman lewat pengeras suara agar para pemilik perahu memeriksa dan mengikat perahunya kuat-kuat sehingga tidak dibawa arus balik tsunami yang pasti datang.processtext. membuatku tak bisa menanggapi kata-kata Yoshida Tua. Ingin kuyakinkan bahwa saat itu tak ada belibis atau camar yang beterbangan dan siap mematuk ikan-ikan itu. ***Tokyo. Bukit-bukit perkebunan jeruk yang semula menampakkan buahnya berupa titik-titik kuning di antara dedaunannya yang lebat. waktu itu mungkin aku terbengong-bengong atau bahkan kepalaku jatuh ke atas meja dan lantas tertidur begitu saja karena mabuk.html . saat itu tiba-tiba bumi terasa bergetar.processtext. Bersama langit yang tiba-tiba gelap oleh mendung. Gempa bumi. Bersamaan dengan kesadaranku atas gempa yang baru saja terjadi.html Mengapa kau nodai kabut dengan khayalan yang memperburuk keindahannya? Mengapa kau rusakkan kesyahduan kabut dengan sesuatu yang membuat pikiran dan perasaan menjadi nyeri?" Waktu itu ambang kesadaran karena sake mulai bereaksi menguasai saraf.ABC Amber LIT Converter http://www. dan akhirnya lenyap. tapi pada detik-detik berikutnya menjadi kuat. Sayang sekali. April 2002 Para Penari Post: 09/16/2002 Disimak: 311 kali Cerpen: Putu Fajar Arcana Sumber: Kompas. Perasaanku harap-harap cemas menanti ikan-ikan berloncatan di atas permukaan teluk. bergerak-gerak. lebih cepat turun dan mengambang di atas permukaan teluk. Pengumuman itu juga dengan keras mengingatkan agar siapa pun yang berada di pantai segera naik dan berlindung di rumah masing-masing. pikirku. perlahan-lahan menjadi suram. Ya.com/abclit. Mula-mula pelan. Aku tak tahu pasti.

Mungkin tertusuk beberapa ornamen dari logam yang melekat pada pakaian tari Puspa. Puspa membayangkan pelukan itu untuk Cempaka. yang membuatnya tak bisa melupakan Ngurah Anom. Ia ingat. Mereka berpelukan sekali lagi. Sambil menghapus air matanya. membuat rindunya pada Cempaka seperti membuncah.Mereka bertiga berpelukan. suaminya. Ia puas karena sambutan penonton di kota megapolitan seperti Tokyo sangat berbeda dengan penonton Denpasar atau Jakarta sekalipun. katanya.processtext. "Kami tak punya pilihan. Ia pun melingkarkan kedua tangannya di antara pinggang Puspa dan kepala anaknya. Ah.processtext. Ia hanya ingat beberapa jam lalu masih menari di sebuah gedung pertunjukan milik satu universitas di tengah-tengah Kota Tokyo. Pusparani tak pernah menghitung entah sudah berapa kali ia mengunjungi Negeri Sakura.Tanpa menunggu cerita Mariko menjadi lebih memilukan lagi. Lama sekali. anaknya yang kurang lebih seusia dengan anak Mariko. Puspa gelagapan. Beberapa penari lainnya turut terhanyut. sembari tersedu menangis. Sungguh perih rasanya hidup berjauhan. Bahkan pakaian tari legongnya belum lagi dicopot." ujar Mariko sesaat sebelum meninggalkan Puspa. sudah sangat merindukannya. Bulir-bulir bening itu. Ia sama sekali tak paham: mengapa Mariko mendatangi dirinya. Sampai kini ia masih menyediakan ruang dalam hatinya bagi lelaki berambut panjang itu. asin sekali. sementara Ngurah Anom. tetap tinggal di Ubud sebagai pelukis. Seorang ibu bernama Mariko datang ke belakang panggung bersama anaknya. tentu saja Cempaka. Belum bisa pergi ke sana. Mariko bergegas keluar gedung pertunjukan sambil mendekap Noriko. Selama lebih dari dua minggu berada di Jepang. Lebih dari empat tahun yang lampau. Terasa asin." katanya dalam bahasa Indonesia terpatah-patah.Sejak beberapa tahun lalu. Seerat yang dapat ia lakukan."Sampai umurnya empat tahun. begini." Selama bercerita. Selama ini hampir seluruh misi kesenian Bali atas nama pemerintah ditangani oleh Yamasita-san dan Pusparani selalu kebagian peran. Puspa erat-erat memeluk anaknya. seperti meledak-ledak. Ia ingin melepaskan rindu dengan memeluk anaknya erat-erat. Diam-diam air matanya menitik."Dia ingin merasakan pelukan orang Bali. Pelukan Puspa justru membuat Mariko makin tersedu. air mata Mariko tak henti berderai. Bahkan ada yang kemudian turut serta memeluk Mariko dan anaknya." cerita Mariko lagi. Tetapi kerinduannya untuk bertemu Ngurah Anom. Matanya yang indah mengerjap-ngerjap. selalu berlari untuk kemudian memeluk Puspa setiap pulang dari menemui para mahasiswanya di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Denpasar. hati Pusparani berbunga-bunga: sebuah pusat hiburan di Kota Tokyo ingin mengontrak para penari." keluhnya lagi. Ia seperti merasakan betapa haruABC Amber LIT Converter http://www. Sambil sesegukan Mariko meminta agar Pusparani memeluk anaknya. Bukan sebuah kebetulan ia bertemu dengan Yamasita-san.html . ia biarkan melintas perlahan dari pipinya yang putih sampai menyentuh bibir. saya masih harus menyelesaikan studi S2. tak mengerti. Ia ingat itulah pelukan terakhir di Bandara Ngurah Rai. ia terpaksa hidup berpisah dengan Ngurah Anom.html SEPULANG dari Jepang. Perempuan bertubuh sedang itu tersedak. Ia ingin menelan tangisnya. ia belum melihat ayahnya. "Saya hanya ingat suami saya di Bali. Gadis kecilnya itu.ABC Amber LIT Converter http://www.Noriko. Mariko memilih kembali ke Jepang untuk melanjutkan kuliah. anak Mariko sempat kaget. membungkuk sebagai tanda hormat.com/abclit. Usai menari keringat masih membasahi sekujur tubuhnya. "Saya hanya titip salam buat Bali. Ibu dan anak itu kemudian menghilang di tikungan dekat stasiun trem bawah tanah.Ia membayangkan beberapa jam lagi pasti Cempaka berlari-lari di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. keluhnya dalam hati.***PERISTIWA di belakang panggung gedung pertunjukan itu tak pernah lekang dari ingatan Puspa.com/abclit.

"Sudah saya pastikan untuk berangkat. sebuah kawasan elektronik yang begitu mengagumkan. Anda siap?" Lagi-lagi Yamasita-san mengulangi pertanyaan yang sama. menurut cerita Mariko."Kemungkinan untuk waktu tiga bulan. Puspa merasa sangat teledor. kita memperkenalkan kebudayaan Bali yang adiluhung dan dikagumi banyak bangsa. Ia memang salah satu orang asing yang memiliki hubungan dekat secara pribadi dengan para pimpinan STSI." tambah Puspa. Mereka mempercayakan semuanya kepada Puspa." kata Yamasita-san.html . Mereka pasti dengan senang hati menerima tawaran menari di Tokyo. Ngurah Anom sangat jarang mau menelepon." tanya Ratnasari sembari menutup bibirnya. Anda siap?" tanya Yamasita-san. Terakhir bahkan ia berhasil membuat sebuah kelompok penabuh gamelan dan penari Bali di Jepang.Selama ini. Dalam perjalanan pulang pikirannya sibuk mereka-reka beberapa mahasiswanya yang barangkali bisa diajak serta. Menari di luar negeri selama ini seperti menjadi impian para penari di STSI. Sudah hampir satu jam rombongan penari menunggu jemputan dari Yamasitasan. Selain menjadi penghubung para seniman.. ia tak kuasa menolak. Itu sebabnya ketika Yamasita-san menawarinya untuk kembali ke Tokyo menari.. Ia agak kesal dan malu kepada para mahasiswanya. Selain sudah sering ke Jepang. Usai menari. Mereka seperti memiliki hubungan emosi dengan kita. Mungkin ia terlalu yakin. "Kita bergantung semuanya kepada Ibu saja. Jadi mereka minta empat orang penari perempuan lainnya. empat mahasiswanya. Mereka penari-penari muda dan rupawan yang baru pertama kali melawat ke luar negeri. ah. siapa yang bakal menjemput rombongan. reputasi Puspa sebagai dosen juga tak bisa diragukan.""Soal itu biar saya yang mengurusnya.html birunya hati Mariko: harus menjalani hidup bersama seorang anak yang selama bertahuntahun tak mengenal ayahnya. seolah lebih kepada diri sendiri. Noriko hanya kenal suara Ngurah Anom lewat telepon.Narita. seminggu kemudian saat menelepon Puspa dari Tokyo. asal mendapatkan izin dari pimpinan di STSI.siapa yang memberitahumu?" kata Puspa. Ratnasari.processtext.. Lelaki berkaca mata itu ABC Amber LIT Converter http://www." jawab Puspa. Terpenting dari misi ini. Puspa merasa menjadi begitu dekat dengan Tokyo."Huuss."Kita akan ke Shinjuku juga kan Bu? Hihiii. pikiran Puspa dipenuhi kenangan hangatnya sambutan penonton Tokyo. Ia ingin memaki dirinya sendiri: mengapa tidak punya pikiran untuk bertanya kepada Yamasita-san. Tiga penari lainnya cekikikan."Akan berapa lama kontrak itu?" Puspa balik bertanya. Wajah Puspa mulai tampak tegang dan merah padam. Yamasita-san di Bali juga dikenal sebagai seniman."Udah.. kita biasanya diajak jalan-jalan ke Akihabara. Umumnya mereka tahu Puspa begitu dekat dan seringkali diberi kepercayaan menangani misi kesenian ke luar negeri oleh pimpinan kampusnya. Ia beberapa kali membuat garapan tari bersama para seniman Bali. Diam-diam ia berharap kehangatan itu bakal dirasakan pula oleh Dayu Satyawati.ABC Amber LIT Converter http://www. dekat sekali rasanya. dan Gung Dewi. "Selama tiga bulan kalian semua akan merasakan betapa hangat dan bersahabatnya orang Jepang." kata Ratnasari singkat."Kontrak itu barangkali sudah akan mulai akhir bulan April ini. Ah.com/abclit. ***DALAM delapan jam penerbangan Ngurah Rai . Puspa tahu Shinjuku yang dimaksud Ratnasari adalah kawasan yang termasuk remang-remang lampu merah di sudut Tokyo. pedihnya..com/abclit. Itu pun kalau Mariko yang menelepon ke Ubud dan kebetulan Ngurah Anom ada di studionya.processtext.. Kita saat ini jangan memikirkan soal uang kontrak." kata Puspa sebelum berangkat kepada para mahasiswanya.."Sudah ada Yamasita-san yang akan mengurus kita selama berada di Jepang. Komang Widiati. Keempat gadis muda itu hanya mengangguk. karena selama ini setiap misi kesenian Bali ke Jepang segala urusan pasti dibereskan oleh Yamasita-san. Dekat saja dari hotel tempat kita akan menginap.

yang akan mengontrak para penari dari Bali. Puspa dipersilakan duduk untuk menunggu Kimurasan. Meski lanskap pagi seelok itu.com/abclit. "Ia ingin menjerumuskan. Sejak turun dari kereta dan kemudian naik bus.. Keempat penari lainnya juga mencoba meredam kegundahannya. Sementara empat penari lainnya mulai terkantuk-kantuk di kursi. saya datang menjemput Anda. daratan Jepang sedang memasuki musim semi.com/abclit.processtext."Meski banyak pertanyaan di dalam kepalanya.Miki-san. Pada bulan April. Puspa menolak.. Ia memang tidak sedang berselera. Puspa menduga para turis itu berasal dari Taiwan.Pikiran Puspa mulai tak keruan. "Tetapi mengapa ia tak muncul."Oh. Ratnasari mencoba menenteramkan hati dengan memandangi pertokoan sepanjang jalan dari jendela kereta.. Pagi itu mereka belum sempat mencuci muka atau sekadar beli roti untuk sarapan.html bahkan selalu turut menjemput rombongan di Narita. Seingat Puspa ongkos kereta dari Narita ke Stasiun Tokyo dulu sekitar 2. Saya akan mengantar Puspa-san. Puspa-san. tak lebih dari satu jam.Setelah menghilang beberapa saat. Saat melewati lorong yang terdapat di sisi bangunan besar. ***SAAT turun dari bus. Ia sering bertemu dengan turis Taiwan di Ngurah Rai. Sementara sebuah layar di atas pintu gerbong setiap saat memberi informasi tentang cuaca Kota Tokyo. tetapi setiap saat mata-mata penari itu beradu seperti saling bertanya.. Ketiganya tampak mulai lelah setelah melintasi waktu delapan jam. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya ia urungkan." kata Miki sembari menyodorkan secarik kertas bertuliskan nama Pusparani. Lelaki Jepang itu barangkali telah menipunya. Ia berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. Di sela-sela gedung tampak bunga sakura mulai mekar. Gedung-gedung ramping seperti melaju sepanjang jalan. Widiati. Mereka berangkat ke Tokyo dengan menggunakan kereta Narita Express. petugas keamanan tadi kembali diikuti seorang lelaki lainnya. Kimura-san minta kita ABC Amber LIT Converter http://www.ABC Amber LIT Converter http://www. Gung Dewi bahkan sudah menyandarkan kepalanya ke bahu Ratnasari. Untung Ratnasari masih menyimpan sisa biskuit yang dibelinya saat transit di Jakarta.Bandara Narita tampak sibuk. Puspa tampak sangat gelisah. Puspa ingin mendapat gambaran lebih utuh ke mana sesungguhnya bus sedang melaju. Lalu mengapa pula kita dibawa ke tempat seperti ini.processtext. ke tempat kami. Rombongan-rombongan pelancong tua tampak riuh sekali saat menunggu kopor mereka. Apa Anda diminta oleh Yamasita-san untuk menjemput saya?" tanya Puspa. Jangan-jangan tawaran kontrak menari itu hanya kedoknya. Tempat ini tidak tampak seperti itu. Ia tertidur. Mereka terdiam. Bukankah Yamasita-san bilang kita akan menari di sebuah tempat hiburan di pusat kota. Tapi bukankah ia berjanji menelepon sebelum tanggal keberangkatan disepakati?" Puspa terus membatin.html . Gung Dewi. Secepat kilat ia membagikan biskuit kepada para penari lainnya. Ini gila!""Ah. Namun ia menduga lelaki berseragam biru itu sedang bertanya: Anda sedang menunggu siapa? Spontan saja Puspa menulis nama Yamasita-san di atas kertas. "Nama saya Miki. bahkan menjual kami.890 yen.Semua pertanyaan itu makin membuat Puspa curiga kepada Yamasita-san. Ah aku juga salah mengapa tidak bertanya sebelum berangkat.. apa benar Yamasita-san yang menjadi penghubungnya. Saya datang atas permintaan Kimura-san. Puspa dan para penari oleh Miki-san langsung diarahkan menuju halaman belakang sebuah kompleks yang rupa-rupanya mirip tempat hiburan. Mereka memang cenderung ribut kalau sedang bersama-sama. tapi Puspa bergegas meminta para penari mengambil kopor. Seorang petugas keamanan tampak mendekat. Ia makin tampak gelisah. ia ingin mengajukan berbagai pertanyaan kepada Miki-san. dan Satyawati tetap terpejam-pejam. Lelaki itu tampak beberapa kali membungkuk-bungkuk dan mempersilakan para penari duduk kembali. Puspa tidak mengerti."Ah tidak-tidak.

*** Jakarta. sudah pasti Yamasita-san akan berada bersama mereka.Sampai siang hari. Ia ingin minta pendapat apa yang seharusnya dilakukan. silakan saya antar. Mereka tampak bengong dan saling pandang di kamar Puspa. Sementara yang lain berpendapat sebaiknya menunggu apa yang terjadi nanti. April 2002 Malaikat Kecil Post: 09/16/2002 Disimak: 1117 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. Puspa merasa Yamasita-san telah berkomplot dengan orang yang disebut-sebut bernama Kimura-san untuk merencanakan sesuatu yang belum ia ketahui. Kopornya sudah diangkat oleh beberapa lelaki yang menyertai Miki-san menuju kamar masing-masing.com/abclit. Pukulan bertubi-tubi itu mengantarkan aku ke puncak rasa sakit. Puspa belum sempat menjawab. Di sini sudah disiapkan kamar sementara. Satu hal yang mereka bisa pastikan bahwa kelimanya telah tertipu: mereka tidak benar-benar sedang dikontrak untuk menari. aku tak merasakan lagi rasa ABC Amber LIT Converter http://www. Gung Dewi mengusulkan sebaiknya menelepon ke Indonesia untuk memberitahu keberadaan mereka.html . Sambutan hangat seperti yang dibayangkan Puspa sama sekali tidak terjadi. Edisi 06/16/2002 MESKIPUN tubuhku telah rapat pukulan Bapak. Kalau benar para penari dikontrak. Setelah mandi. Bapak terus menghajarku. Apa benar Kimurasan akan mengundang makan malam. Ada lima kamar.ABC Amber LIT Converter http://www. "Nati malam Kimura-san akan menjamu makan malam di tempat hiburan miliknya. Teriakan dan tangisan minta ampunku pun gagal meredam amarahnya. Kalau-kalau Yamasita-san yang begitu dikenalnya telah menipu mereka." tambah Miki-san. Bahkan untuk sekadar makan siang pun tidak terpikirkan lagi. Setidaknya ada perjanjian kontrak yang harus dibicarakan. Ratnasari usul sebaiknya menelepon Kedutaan Besar di Tokyo saja. hingga akhirnya. Dengan wajah beringas menumpahkan sumpah serapah penuh aroma alkohol.. Ini semua untuk menghormati para penari dari Bali.processtext. Puspa memanggil seluruh penari.." tiba-tiba kata Miki-san sesaat setelah muncul dari pintu belakang. kalau-kalau tawaran kontrak itu tidak benar. para penari tak berbuat apa-apa.html semua istirahat dulu. masih saja pukulan demi pukulan itu kuterima. serupa petinju kelas berat menghajar sansak.com/abclit.processtext.

Bisa saja dia anak cendekiawan. Beberapa menit kemudian kudengar deru mobil Bapak meninggalkan halaman rumah. politikus. bajingan cilik!" Aroma alkohol Bapak membadai di ruang hidungku.. ini risikonya kan besar. Kamu sama sekali tak berbakat bersilat lidah. langsung menubruk tubuhku. "Aku senang kamu mulai berani melawan. Sinis. Pelan-pelan kuraih pisau lipat dari kantung celana. Aku yang mengandungnya. pengusaha. Ini siapa ya? Oooo Bapak. dengan saya sendiri. kadal. mengais-ais rezeki di lumpur comberan. seniman. Pembunuh besar! Bukan pengecut!" Bapak terus mendesakku..com/abclit. Yang kuingat. Bapak tersenyum sambil mengusap pipi dan menjilat darah yang melekat di jari tangannya. meskipun mungkin saja ia berdarah tukang jagal." "Bagaimanapun dia anakku. dan beberapa detik kemudian kurasakan tanganku berkelebat. Entah ke mana. Soal itu gampang. Ayo teruskan. Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu? Eeeeee. tawuran atau kegiatan remeh lainnya.. "Aku ingin kamu jadi bajingan besar.ABC Amber LIT Converter http://www. Teruskan! Aku ingin kamu jadi bajingan besar. Namun.. Hingga aku hamil. hanya tanganmu yang kotor.. setan atau bahkan iblis. mengiringi rebah tubuhku. Bapak tahu sendiri. Bapak bisa langsung kirim ke rekening saya. hingga aku terpojok di sudut ruangan.. atau koruptor." "Dasar mulut ember! Kamu mestinya merasa bersyukur karena aku mau menitipkan benihku di rahimmu!" Tangis Ibu terhenti. Ibu juga tidak merasa perlu untuk mencari Bapak. garong atau rampok sekalipun." "Bapak ingin saya jadi maling atau pembunuh?" "Itu jauh lebih jantan dibanding mereka yang berkedok kemuliaan padahal yang dilakukan sama. birokrat..processtext. Bapak begitu membenci jika kenakalanku hanya sedang-sedang saja: berkelahi dengan kawan. Oke." "Untuk apa? Sudah terlalu banyak orang yang hidup dari kebohongan. "Aku ingin jadi politisi saja. Tawa Bapak berderai. Atau mungkin lebih.html .. Masam. Kamu tak lebih dari pejantan. buaya. kuayunkan pisau lipat. "Tinggalkan kami bajingan tua!" kutuk Ibu dengan suara gemetar. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai mulut pelacur?" Mendadak handphone Bapak menjerit. "Ya.. Wajah Bapak tergores. Sejak saat itu. entah berapa lelaki telah menggauliku. Aroma alkohol terus membadai.. ITULAH saat terakhir aku bertemu Bapak. Ia pergi bagai angin. Bentakan ABC Amber LIT Converter http://www. tubuhku masih lekat dengan seragam sekolah menengah umum. Mungkin dua puluh tahun.. Titisan darah pembunuh tak harus jadi pembunuh! Bukankah ia juga punya hak untuk menjadi semacam malaikat kecil?" Ibu terus memelukku. Kamu tak berhak mendidiknya menjadi maling atau pembunuh macam kamu. Mencuci tangan jauh lebih gampang daripada mencuci lidah. ya tak menghasilkan apa-apa!" bentaknya. Jadi. Kalau jadi maling atau pembunuh. kalau hanya tanggung. Maling besar. Bapak langsung bergegas.html sakit itu. yang sejak tadi menangis terisak. tak ada yang bisa menjamin kalau Socra ini anakmu. Tak ada yang ditinggalkan. Mulut Bapak hanya beberapa sentimeter dari wajahku. Ibu. "Jadi apa saja. Bapak tertawa. Rasa nyeri menggerayangi sukmaku. Saya harap Bapak mau membiayaiku kuliah. Darah menetes. Kurasakan airmatanya yang hangat menetes di pipiku. "Sebelum aku kau tiduri. Ia tertawa. Tidak mahal Pak. "Justru kamu yang harus pergi.. Aku masih menyisakan perlawanan dengan menatap Bapak lekat-lekat. Tak hanya jadi pencopet yang hanya bisa mengutil kerupuk!" Bapak kembali melayangkan pukulan tepat di ulu hatiku. "Ayo pukul! Ayooo pukul!!!" Aku tetap berdiri mematung. tangisku pun terhenti. Terima kasih.. Dengan sisa-sisa kekuatanku. selain sumpah serapah. hanya angin yang bisa kurobek.com/abclit.Sekarang pukul aku." Ketika aku lulus SMU. bisa-bisa. Tapi tidak mulutmu. Bapak meninggalkan ibu. Melindungiku dari serangan Bapak.processtext. Aku terhuyung. manusia sejenis ular. Aku tidak ingin anakku dididik pelacur malang seperti kamu. macan." Tanpa memandang kami sedetik pun.

com/abclit. Ibu harus menyerah pada maut.. Harapan Ibu itu seperti sinar matahari yang berupaya menghancurkan kegelapan malam yang muncul dari rongga impian pemabuk seperti Bapak. Tidak serupa "kuliah" rutin Bapak yang mengajarkan kekerasan. Sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Langkahku terasa berat menyusuri lorong-lorong panjang itu.. maling atau pembunuh macam Bapak.. Tapi ternyata aku sama sekali tak berbakat menjadi perampok. setelak pukulan tinju Bapak yang dulu hinggap di ulu hatiku. sudah berapa orang yang kau bunuh. Aku tak ingin Bapak tertawa geli melihat kecengenganku. "Socra ya?" Rupanya ingatan Bapak masih cukup tajam. Otakku bekerja keras menyerap gagasan-gagasan gemerlap yang mungkin datang dari langit. "Aku lebih bangga kamu jadi maling besar. "Lantas selama ini kamu jadi apa? Dan apa saja yang kau kerjakan?" Kata-kata Bapak membadai dalam rongga jiwaku. "Tak ada yang perlu disesali. Pertanyaan itu begitu telak. "Tapi kenapa Bapak harus membunuh Hakim Agung Lopez Mannees itu? Bahkan sampai menghabisi keluarganya?" Bapak tersenyum. "Tangisan hanya menunjukkan kelemahan." "Tapi kalau Bapak mau mengungkap otak pembunuhan itu..html . Bola matanya serupa bola api. Ia berani membayarku dengan mahal.. anakku.com/abclit. Belasan timah panas akan merobek jantungnya! "Jantungku telah kuberikan kepada hidup. Otakku bekerja keras merancang kalimat yang hendak kuucapkan. Di sepanjang lorong berulang kali kutemui laki-laki berwajah sangar digelandang para sipir dengan ringan cambukan dan pukulan. Bagaimana mungkin Bapak bisa setegar itu? Bukankah hidupnya di ambang maut? Besok pagi." "Untuk apa? Sejelek-jeleknya pembunuh adalah yang mengingkari kesepakatan dan bersikap pengecut. dan darah! Aku sangat sedih. termasuk jika Bapakmu pergi ke neraka sekalipun!" Dengan susah payah. selebat sumpah serapahnya yang selalu lekat kukenang.. darah. ABC Amber LIT Converter http://www. Ibu pernah mengucap.processtext. ibu tak bisa merasakan kebahagiaan ketika aku berhasil menyelesaikan kuliah. Eeeee.ABC Amber LIT Converter http://www. darah. Ibu terlalu berlebihan. Ada rasa bangga yang diam-diam merayap di rongga jiwaku. Satu-satunya caraku membalas pengorbanan Ibu hanyalah berusaha menjadi malaikat kecil yang terbang mengawal arwah Ibu." Aku tersengat. Kumis dan jenggot tumbuh sangat lebat. Juga siang itu. Aku memasuki lorong-lorong kompleks penjara itu dengan sedikit gemetar. barangkali hukuman Bapak tidak akan seberat ini.. Bahkan harus disyukuri. Ada orang yang merasa dirugikan oleh keputusan Pak Lopez. Maafkan aku. dia harus menghadapi regu tembak. Keharuan menggenang di kantung batinku." Akhirnya. Bapak masih menatapku dengan nanar.. Tubuhnya tampak kurus.processtext. hingga sampai di ruang besuk.html kemarahannya selalu menumpas kerinduanku pada Bapak. Di tengah pergulatan melawan kanker rahim yang ganas." "Maafkan aku.. Air mataku hendak tumpah. ketika aku mengunjunginya di penjara Wallcatraz yang lembab. "Aku ingin kamu jadi malaikat kecil yang dengan sayap-sayap kecil terbang mengawal arwahku kelak.... kamu sendiri bagaimana? Sudah sangat lama kita tak bertemu.. Meskipun tampak sedikit lemah." Suaraku tertahan. Aku tak kuasa menahan dua anak sungai yang mengalir di pipiku. seperti ular licik yang tetap tegar menghadapi sayatan belati pemburu. Malaikat kecil? Ah aku yakin.. "Ya. Dan aku sepakat pada aturan permainan. Tidak akan menyebut nama dia. tapi cepat kecegah. Hanya penjahat-penjahat besar yang berhak menginap di penjara tua yang terletak di pulau terpencil itu.. Aku sudah berusaha keras. Ibu membiayai aku kuliah di Kota Besar: sebuah peradaban baru yang melucuti keprimitifanku. Aku telah mengecewakan Bapak. kata-kata Bapak itu hingga kini terus terngiang. dingin dan terkenal "angker". kenapa tidak? Itu memang pekerjaanku.." Bapak mendesis. Pembunuh besar!" Dengan pedih. Ia dengan cepat mengenaliku.

Aku tetap saja gagal menguasai diriku.. Suara ledakan senapan regu tembak itu membentuk dinding rongga jiwaku. fantastis.. Sangat erat. Dan sedikit pun aku tak gentar pada maut. apakah aku bisa menjelma malaikat kecil yang terbang mengawal arwah mereka. Maksud saya yang lebih berkaitan dengan perjalanan Bapak nanti. mencoba mengalihkan pembicaraan. Ruang penjara kami rasakan sangat kuat menekan kami. Jadi kalau kini sang maut itu berbalik meremas jantungku.?" "Ya. semakin gelap.com/abclit. Karena selama ini aku hidup dari kematian orang lain.. Aku mampu mereguk segala kenikmatan dan kemewahan juga atas jasa maut.html ." "Aku sama sekali tak takut dengan kematian. Tapi aku tak pernah tahu. Arwah Bapak pun terbang menyusun arwah Ibu. Kematian itu begitu indah. Pelan-pelan... pelan. aku dengan senang hati menerimanya. anakku? Apakah Tuhan sudi menerima doa pendosa macam aku ini?" Aku mengangguk.. Baru kali ini kulihat air mata Bapak menitik. "Ibu mengharapkan aku menjadi semacam malaikat kecil yang terbang mengawal perjalanan arwah Ibu.. Tarikan demi tarikan napas kulakukan untuk menenangkan jiwaku yang gelisah." ucapku pelan.com/abclit.. kalimat-kalimat itu justru menjelma gumpalan-gumpalan aneh yang menyumbat tenggorokan." "Apa yang Bapak inginkan menjelang kematian? Mungkin ada pesan?" "Satu-satunya yang kusesali adalah kegagalanku membinamu menjadi maling besar. Seolah-olah kami tak bisa dipisahkan oleh kekuatan apa pun. dinding-dinding yang dingin itu terasa menghimpit kami. Kami berpelukan.. "Bapak telah siap menghadapi maut?" ucapku tiba-tiba. anakku.. Selebihnya adalah detik-detik arloji yang mengiris waktu.. bersama angin. Erat. kemudian nyawanya loncat. Aku melihat wajah Bapak tersenyum. Baru kali ini kurasakan kasih sayang seorang Bapak mengalir dan menggenangi ceruk-ceruk jiwaku. awal Mei 2001 ABC Amber LIT Converter http://www. Gerimis putih yang menaburi senja membuat hari semakin tua. Petugas itu pelan-pelan meninggalkan kami." "Mungkin Bapak perlu bimbingan untuk berdoa?" "Kenapa kamu bilang begitu? Apakah kamu." "Mungkin juga arwah Bapakmu. Erat sekali. Dan kematian itu sangat indah..processtext. "Biarkan kami bicara dulu. Bapak memandangku dengan tatapan yang tetap saja nanar. "Kapan pun aku siap. Bola-bola api itu berpendar-pendar di matanya. Tapi tak juga menolong.html Tapi.." "Bukan itu.." Bapak langsung memelukku. Berulang kali aku membikin orang mengerjatngerjat kesakitan. ketika terdengar suara sol sepatu menghajar kesunyian.. Waktu terasa melaju begitu cepat. ah. "Sudah siap Bapa?" ujar seorang petugas dengan sangat santun.ABC Amber LIT Converter http://www. menjadi kepingan-kepingan masa lalu yang muram. Aku ditugaskan untuk membimbing bapak untuk berdoa. Pelukan Bapak merenggang. KUTINGGALKAN penjara dengan langkah yan sangat berat." "Jadi kamu ini pendoa? Semacam rahib. atau pembunuh besar.processtext. Kulihat mata Bapak berkaca-kaca.. ***Jogja. Kurasakan pundakku basah. Tapi tidak untuk yang ditinggalkan.

aku mendengarnya. hantu-hantu punai dan kepu yang marah lalu berkata. Kalau saja lebih jelas dan teratur tinggi-rendahnya. kenapa "si batu" bisa bersuara seperti suling? Atau. di atas barisan uwarek3.. bisa bersuara seperti suling. suara itu tak lain suara punai. honai atau rumah adat suku kami. bagaimanakah menerangkan pada sahabatku ini. Ah.processtext.. hmm. dengan warna kulit cokelat tua sampai hitam perunggu. Dan." Perang? Begitulah. Kuamati dengan teliti. Edisi 07/14/2002 BAGI kami orang-orang Moni. aku pun melihatnya: Tugé itu. bagai menyelusup di kedalaman kabut.ABC Amber LIT Converter http://www. tugé itu. kali ini tentu bukan karena desingnya. apakah aku berlebihan? Jika Anda melihat kami. benda adat memperingati pembunuhan nenek moyang.processtext. yang walau seorang dari orang-orang Moni. melainkan karena bentuknya yang ganjil.. karena tiupan angin. di depan benda-benda keramat lain. lubang-lubang itu. orang-orang Moni. aku melangkah mendekati wesa. angin mengeras bagai menerpa. benda adat yang menghubungkan torang dengan roh abadi dalam gunung dan hutan. melainkan pada roh..html . Dan. semua telah tak lebih dari kenangan. aku tahu! Lubang-lubang di punggung tugé. kami. meliuk lapat menyentuh telinga. suara itu bakal meninggi bila angin mengeras. Terkejut. Dan benar. Dalam rumah cendawan yang ukurannya lebih besar dari honai itu. Torang sandar pada tugé. Angin yang selalu ada di sini. kumasuki wesa dengan dada sedikit berdebar. Ketika aku menjulurkan tangan untuk meraih. Suara itu berasal dari tugé.000 meter dpl ini. tampak mencolok. Jermias?" Aku menoleh ke sosok yang tiba-tiba sudah berada di pintu wesa. betulkan kata Wetipo . sungguh mengagumkan. orang-orang Moni. Tubuh kami besar." Bagi kami. Tak sama dengan tugé-tugé lain yang diasah dari batu ceper. ada dalam kesenjangan beribu tahun. tiba-tiba bersuit bagai melengking. lubang-lubang di bongkah batu inilah yang. Rambut kami hitam keriting kecil-kecil. entah sejak kapan-selain berburu dan berkebun-perang menjadi bagian. dengan wajah Pak Piet dan Pastor Theo di kepala.com/abclit. bagian lain malah berlekuk dan berlubang-lubang. Sungguh aku tak habis pikir. Meski samar. Betul kata Wetipo. sama sekali berbeda. "Saya lapar manusia. bila Anda bertanya kami bersandar pada apa. menajamkan telinga. Angin. kami akan menjawab.html Tugé Post: 09/16/2002 Disimak: 332 kali Cerpen: Gus tf Sakai Sumber: Kompas. karena perang.com/abclit. Tetapi bagiku.. tugé ini dibuat dari batu bongkah tak beraturan. orang-orang Moni. ***KESENJANGAN beribu tahun. hidup tertinggi tidak dalam daging tak pada tubuh. Tetapi tidak. Torang1 sandar pada kareken. siapa pun tentu menyangka suara itu tiupan suling.dan aku harus percaya. Anda akan maklum kenapa aku berkata begitu.. "Kau kini yakin.. o. Wetipo. iko kunolepu2 yang menuntut-nuntut menagih nyawa? Bagaimanapun. saat itulah. Sebuah karya alam yang aih. Sungguh ajaib! Dan. Kecuali salah satu sisi yang pipih. di punggung gunung di ketinggian 3. kutarik tangan. si keramat benda peringatan yang benarnya hanya sebuah batu yang salah satu sisinya ditajamkan. yang seumur-umur hidup di sini? Dibandingkan dunia luas-terbuka di luar atau di bawah sana. Suara itu seperti desing. dengan kesan perut buncit karena tulang belakang yang melengkung bagai busur dan tulang pinggul yang melesak ke ABC Amber LIT Converter http://www. Dan si batu.

di mataku.. bukankah semuanya kini bagai ditentukan oleh abgoktek? Abgoktek. si Gabey terakhir.html belakang. bagai dibesut lalu dibentangkan sebuah danau. Bersama babi. Dan. dengan karung-karung garam berserakan. siapa tahu itu juga berarti datang atau sahnya tata cara dan kehidupan baru.ABC Amber LIT Converter http://www. Jadi. Dan. Kalimatnya. burung-burung dan binatang lain. Artinya "orang besar" tetapi maksud sebenarnya adalah orang terpandang atau berpengaruh.com/abclit. dan berperang. kami lebih asyik menggulung tembakau. di belakangnya tergopoh mamamama5 yang bagiku terkesan dipanggil mendadak. sehingga danau garam itu jadi luput dan bertahun-tahun kemudian telah begitu saja digarap oleh orang-orang asing (kami menyebutnya orangorang amber atau amberi) yang dengan penuh semangat naik berkilo-kilometer dari sebuah tempat sangat ramai (kelak. "Jadi. Jadi. Pergilah. Maka. dan Pastor Theo.html . bagaimana kata itu-yang notabene berasal dari dua suku "musuh" kami-bisa hadir di sini. leluhur kami "lahir" dari rahim gunung. Sarius Hopogan. itu juga sebuah kata baru bagi orang-orang Moni. orang-orang asing itu. seperti yang kukatakan." ***BETULKAH. Walau aku memang adalah putra kain atau kepala suku. tapi juga misionaris. dengan punggung tertancap panah. Butir-butir garam berhamburan. dari depan honai-nya. bagaimanapun tentu ada yang kini berbeda.. beginilah semua. kami percaya. pergi. tetapi bagi yang lain seperti juga keyakinanku. kami hidup. orang-orang Moni. ternyata.. dunia mulai berubah. semua itu tak dibungkus oleh apa yang Anda sebut pakaian. dengan tombak kayu." Melintas pula wajah Pastor Theo. di tanah kami. Hanya kau yang bisa. Selain sejumlah lelaki yang aku sudah lupa-lupa ingat. "Kewajiban itu jatuh padamu. Bukan danau biasa atau danau air tawar. berburu. Seperti kata Wetipo. aku tahu tempat itu disebut kota) yang entah sejak kapan kami namakan Lembah Besar. tak berkedip. Ah! Terbayang pula mereka. Jermias?" Aku ABC Amber LIT Converter http://www. Saat orang-orang asing itu sibuk bekerja. aku pun bertemu Pak Piet. melainkan sebuah danau berair asin. Dua orang yang tak hanya mengenalkanku kepada apa yang disebut agama. jauh sampai ke tambak-tambak garam dan pinggir danau. Kata itu berasal dari dialek Warat dan Kiruma. aku kembali bagai disadarkan. dan itu artinya pula. waktu aku kanak-kanak dulu. Dan tentu pula bukan hanya petani-petani garam yang naik dari Lembah Besar. Tetapi begitulah. bergeming.processtext. tapi sekaligus membawa dan "mengeluarkan" dari sini. Abgoktek. Katanya. Sampai kini aku masih heran. aku telah berada di sana: di pinggir danau itu. inilah semua. selalu . kini. Ah! Dan kembali. dan kapak batu. bertaburan. Gudang-gudang garam rubuh.. melintas wajah Pak Piet. betulkah aku bisa? Walau dunia kami.processtext. porak-poranda. bahkan sebagian hangus menghitam bekas dibakar. Begitu Jermias Gabey. panah. hidup kami hanya diisi oleh berkebun. "Kau harus ke sana.ada hal yang telah tak lagi sama. Di sini. bergulingan. Ketika pertama datang.. Bayangkan. kecuali sebentuk cungkup khusus (untuk laki-laki) dan semacam rumbai (bagi perempuan) pelindung organ vital. kemarin. kami tidak. Sarius Hopogan adalah sosok lelaki dewasa besar angker yang menakutkan. apakah itu tidak mencengangkan? Tetapi. berlarian turun ke arah Lembah. Betapa tidak. Bersama Wetipo (yang sejak dari wesa kiranya melangkah mengikuti di belakangku). dua suku yang mendiami sebuah lembah kecil di selatan. orangtua itu menatapku dengan sorot mata tajam. Walau entah kapan. leha-leha. nyaris tak berubah. di punggung gunung yang senantiasa berkabut ini. walau ia bukan keturunan kepala suku.. Mengingat Pak Piet dan Pastor Theo.com/abclit. segera. Betapa. Jermias. tumbuh dan temurun pada sebuah tempat yang dalam pikiranku kini juga sungguh ajaib. menenggak sopa4. pada pikir kau bagaimana. danau garam-di ketinggian tiga ribu meter dari permukaan laut. Di antara mereka ada yang rebah. Melintas ingatan masa kecil.

" Semua suku di gunung ini? Ya. melahirkan anak. "Akan kaulihat.ABC Amber LIT Converter http://www.. ini keliru.. apakah tampak gugup?) saat Pak Sarius mulai bicara. kulihat orang tua angker itu telah berdiri bagai menungguku dengan .. hanya. hah! Kaudengar suara tugé. orang-orang Moni. Tetapi . saputan gemuk hitam wam (babi). ya.karena ingin menjadi abgoktek-Sarius Hopogan sengaja menciptakan perang. kulangkahkan kaki meninggalkan danau. bulu cenderawasih dan kasuari-atribut perang. untuk kesuburan tanah. sungguh berbahaya. tidak. semua sudah. "Torang tahu kau punya maksud. Sarius Hopogan. Aku yakin. kasih dorang6. di kawasan gunung dan Lembah Besar. hidup. Aku masih mencari-cari kata (ah.. Harus perang!" Kulayangkan tatap . "Torang butuh darah tumpah. bergerak turun menujuku. dengan gigih dan tekun. rendah bagai mencecah. apa yang disebut garam ternyata sangat dibutuhkan) yang mungkin hanya bakal terabaikan? Ah. meloncat-loncat kecil: Tarian perang orang Moni. abgoktek.. kami akan menjawab.processtext. di ketinggian." "Masa lalu? Masa lalu. cukup sudah semua kusaksikan. Harus dihentikan ini semua. muncul pulang ke anak-cucu dan berseru. Bahwa ada yang bakal mendukung Pak Sarius. mulai pula mengeluarkan suara: Menyanyi. betulkah semua orang Moni mendukung tindakan itu? Menyetujui "perang" ini? Lama aku terpaku. Menghancurkan? O.. yeeeee. terus naik. Aku mengangguk.com/abclit. "Tapi . "Ke honai Pak Sarius?" Wetipo tertegun.. Tapi tak lagi.. lelaki lain mulai mengikutigerakan itu..processtext. pantaslah Wetipo tadi tampak seperti ragu. Akan sia-sia? "Tetapi. "Perang suku!" Bagi kami.!" Di belakang si tua.html disadarkan oleh suara Wetipo...di depan honai-nya. "Pakaian" mereka: coretan kapur putih. hampir semua orang kampungku! Aku tertegun. memang sungguh di luar dugaanku. Kuteruskan langkah.. bila punai "memperlihatkan" diri dan roh bagai meregang dalam tugé. mengolah air asin (betapa akhirnya kami tahu. Abgoktek itu. yang sebenarnya sudah tak ada sejak puluhan tahun lalu. Tetapi." "Apa maksud kau?" Kutepuk pundak Wetipo. kapankah itu mereka ganti? Dalam jarak sepuluhan meter. aku juga tahu. Itu pun sudah masa lalu. Sejak Pak Piet dan Pastor Theo naik dan datang ke tanah kami. Lalu mendaki.html . itu sudah pasti. ABC Amber LIT Converter http://www... Cukup. "Iii. Bahwa ia sengaja memperlihatkan "kekuatan"-nya dengan memanggil sejumlah lelaki dan mama-mama ketika pertama aku datang. dan mendewasakan semua yang lahir. datang dari jauh. Jermias.. Naik. bahwa "kekuatan"-nya sebesar ini? Ratusan! Atau mungkin mencapai bilangan ribu! Memenuhi depan honai-nya meluber ke honai lain! Pantas.." suara Wetipo ragu. Tugé itu! Di situlah kuncinya! Tak lain... kami bertatapan. bila Anda bertanya perang suku buat apa. Nyanyian pemberi semangat! Mulanya pelan.. mereka orang-orang amber. Kataku. yang kasih torang. Masih 50 atau 60 meter lagi.berusaha. Bagaimana itu bisa sampai berlaku bagi orang-orang amber? Bagi orang yang warna kulitnya sawo atau putih dan rambutnya lurus? Orang-orang yang. karena kata itulah .!" Orangtua itu menjuntaikan tangan. itulah saat iko kunolepu datang. menegarkan dada menguak kabut. Keangkeran Sarius Hopogan mungkin masih membekas di kelapaku.com/abclit. semua suku di gunungg ini.. Pada pikirku? Jelas. hanya suku-suku di gunung ini... Memanfaatkan perang suku.! Waaa. Iko kunolepu mimintaminta! Waa. Torang mesti pelihara tanah. masih terhalang rerimbun daun dan ambangan kabut. diikuti yang lain. ***BAGI kami orang-orang Moni. di sana. ***TIDAK perlu dengan menghancurkan. Menghela napas. Meninggi. bagai diberi aba-aba. Dan mana-mana. Ya. tetapi bayangan bencana masa depan juah lebih penting daripada itu. Dan kata itu. memberi isyarat agar ia terus mengikutiku. ke semua mata. Perang suku hanya buat kita. Sejak mereka mendamaikan kami dengan "musuh" kami orang-orang Warat dan Kiruma. satu-satunya cara adalah dengan melenyapkan atau menghancurkan.

Edisi 06/10/2002 Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisah sesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. betapa sempurnanya! Tiba-tiba hatinya pedih. bukankah ia seperti suling? Satu tetakan saja. Asti ABC Amber LIT Converter http://www. embun! peluklah aku. Tugé ajaib itu. dadanya.com/abclit. 4. Aku. Tiba-tiba matanya tertuju pada sehelai kertas yang tergeletak di atas meja. hatinya berguncang. sangat mungkin bakal mengundang masalah lain sementara persoalan sesungguhnya belum terselesaikan..Hari sudah malam. yang Asti pikir pasti untuknya. Hidungnya yang bagus. Ingin rasanya ia mencampakkan kunci tersebut dan segera berlari sekencang-kencangnya. 6 Juni 2002 Catatan: 1. Dan kekalapan. Matanya yang bulat di bawah alis yang tebal. kalap. Ah. Cuaca tidak mendung. apakah wajahnya yang ayu itu sedang berduka atau tengah gelisah.processtext. 2. Lehernya yang jenjang. Roh nenek-moyang yang mati karena perang dan telah menjelma jadi roh yang dihormati.. 3. Dadanya.ABC Amber LIT Converter http://www. Dia. Ia tidak tahu pasti. setidaknya perintang kejenuhan. hanya angin memukulmukul daun di taman-taman hingga menimbulkan bunyi desau teratur seperti suara kanak-kanak bermain galah di bawah bulan. ada sesuatu yang seolah-olah menahannya. saya akan datang jam sebelas! Begitu bunyi surat tersebut. ingin pagi cepat datango. lakukanlah apa yang kauanggap perlu. Lampulampu sepanjang jalan kota bertaburan seperti bintang-bintang turun menyerbu kami. Panggilan hormat untuk perempuan. Ya.. Kupu-kupu Kuning Post: 09/16/2002 Disimak: 345 kali Cerpen: Iyut Fitra Sumber: Kompas.. Sesekali terdengar sayup suara penjaja. Di kaca bayangnya memantul. Sebentar lagi orang yang memesannya bakal datang. ***Payakumbuh. dan mengatakan: bagi hidup. ia biarkan rambutnya yang panjang lepas tergerai. Seseorang telah memesannya untuk datang ke hotel ini.. Benda keramat yang didapat dari musuh yang berhasil dibunuh.Inilah hari pertama Asti menjadi wanita panggilan.html Lenyap atau hancur bisa saja membuat orang-orang kampungku marah.Asti berjalan ke arah cermin di kamar itu. cukup. 5.com/abclit. satu retakan saja. tak satu pun yang harus ditakutkan. Asti kembali memperhatikan wajahnya di cermin. Pertama kali ketika kunci kamar hotel diserahkan kepadanya. Asti!Pukul sebelas kurang lima menit. Bibirnya. Setelah membuka pita rambut.. mereka. kami.processtext. Tetapi pada saat yang lain.html . menuntunnya.

dan membiarkan segala yang selama ini ia jaga menjadi terbuka.Laki-laki itu tertawa.. Entah takut. Asti menyelai sebatang rokok.Di televisi. Bukankah tua atau muda ia harus melakukannya? Bukankah ia kini telah menyandang profesi kupu-kupu malam?Laki-laki itu duduk di tepi ranjang. Harus! Kemudian dari dalam tas kecilnya ia keluarkan sehelai sapu tangan. seolah-olah mulai terjual. rakus. Ternyata laki-laki yang memesannya masih sangat muda! Tetapi apa bedanya? pikir Asti.com/abclit.``Sudah lama menunggu?`` tanya laki-laki itu. lapangan kerja harus dibuka. barangkali saat itu pula sesuatu yang lain bakal berakhir. Laki-laki yang bagi orang-orang di sekitarnya (apalagi yang suka menjilat-jilat) pasti dipanggil Bos.``Saya tidak serakus yang kaupikirkan!`` ungkapnya. Pekerjaan itu harus dilakukannya.. seorang pejabat pemerintah sedang berpidato penuh antusias. Ia menghapus air matanya.`` jawab Asti berusaha setenang mungkin. Ia mencoba untuk tersenyum. dan dari mulutnya akan tercium bau tembakau. demikian pikir Asti. Agar ia tak melihat lagi dirinya yang seolah-olah akan kehilangan begitu banyak hal yang teramat penting. Laki-laki yang tentunya sudah bosan dengan istrinya yang keriput. Pahanya tersingkap.Namun dugaan Asti jauh meleset. meski kegelisahan tidak sanggup dibuangnya.html . Laki-laki dengan mata yang penuh nafsu.Setelah menghidupkan televisi. Segalanya begitu saja tiba-tiba menjadi seolah sia-sia dan tidak berharga. Ia menyodorkan satu di antaranya pada Asti.html tak sanggup menahan air mata yang begitu saja menetesi kedua pipinya. Masuk ke kamar mandi. paling tinggi sekitar tiga puluh tahun. Dalam perkiraannya telah tergambar seorang laki-laki gendut.````Sudah. Tetapi nada suaranya jelas bergetar. Dadanya tersembul. yang selama ini dijaganya. Televisi pun mati. Mata laki-laki itu mulai menelusuri seluruh tubuhnya yang tersingkap di sana-sini. ``Maaf. Asti terkesiap. mana berani ia membayar harga yang diminta oleh Asti.. Ingin rasanya ia meninju cermin. saya agak telat karena rapat terlalu sulit menemukan solusi. dan akan segera dicari jalan keluarnya dengan berbagai-bagai perencanaan yang segera akan direalisasikan dan seterusnya. Asti menerimanya dengan perasaan berkecamuk. karena untuk sesuatu yang pertama. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri. sesungguhnya telah tua. Ketika sesuatu telah dimulai. Harga yang cukup tinggi. Ia mencoba untuk tenang. buruk. Asti menghempaskan tubuhnya ke ranjang.Ada suara ketukan. Asti ABC Amber LIT Converter http://www..``Tetapi aku telah siap! `` ucap Asti lagi. Jantung Asti berdegup. Bahwa untuk kehidupan yang lebih layak. Dan jelas. Mewarnai bibirnya dengan lipstik yang menyala. pegangan serta isapannya terkesan masih sangat gagap. sangat berdekatan dengan Asti. Apakah itu sebenarnya atau hanya basa-basi. Menanggalkan dasi. ingin pagi cepat datango. menghantamnya. lalu menawarkan pada Asti. Mungkin membersihkan muka.``Taik!`` umpat Asti kesal. entah cemas. apalagi jika sang istri tidak pandai membenahi diri.Laki-laki itu menyelai sebatang rokok. Tetapi ia mencoba untuk menetralisir perasaannya. Berdiri meletakkan minuman.Seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Seorang laki-laki muda. Kalau tidak. Bahwa kemiskinan harus dientaskan. Laki-laki itu membuka jas dan menggantungkannya. entah apa. Kemudian keluar lagi dan mengambil dua buah minuman kaleng dari bar mini yang ada di kamar itu.ABC Amber LIT Converter http://www.processtext. dimusuhi. menjemukan tetapi kaya. agar ia tidak lagi melihat wajahnya. embun! peluklah aku.processtext. Asti barangkali tidak perlu tahu. mengatasi pengangguran serta gelandangan. Sudah pukul sebelas lewat lima menit. tersenyum ke arahnya. Dan segalanya mungkin telah bisa dimulai. Mengoleskan sedikit bedak yang tadi terhapus..com/abclit. Asti tidak dapat membohongi dirinya bahwa tubuhnya gemetar.. Kulit Asti yang putih. Kemudian terdengar handel pintu berderit.

ingin pagi cepat datango. Jelas aku tidak paham.``Jangan tergesa-gesa. Kupu-kupu malam! Ah. Tapi kami tidak pernah menyesalinya.. barangkali ini baru permulaan. Segala berlangsung dalam kesederhanaan. sedangkan kami tidak punya uang. duduk di sebuah kursi.`` ucap laki-laki itu seraya meminta Asti untuk kembali memasang bajunya.``Mengapa begitu berani melakukannya?``Asti seperti dipojokkan. Asti bingung. apakah ibuku menangis saat itu untuk kebahagiaan setelah melahirkan aku dengan selamat.``Maka ketika seseorang datang kepadaku memberikan jalan keluar seperti ini. Bukan! Bukan kesederhanaan. Lalu pada malam harinya ibuku mencoba membuat kue-kue kecil yang esok paginya ia antarkan ke warung-warung. Tapi ia mengangguk.html . menggantikan peran ibu sebagai pencari nafkah. sementara aku juga tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Jantungya perih. Ditatapnya mata lakilaki itu lama-lama.html mengambilnya. Aku lebih ABC Amber LIT Converter http://www. Kehidupan sungguh aneh dan gaib. Kian hari sakit ibuku kian parah. Laki-laki itu mengembuskan napas panjang. Telah cukup lama ia tersiksa.``Ayahku tidak meninggalkan apa-apa selain sepetak rumah kontrakan yang belum lunas serta derita di pundak ibuku yang tak berdaya. bagaimanapun Asti kini telah masuk ke dalam ragam rahasia yang masih sangat asing baginya. Ia berusaha melawannya. Di luar. Sesuatu yang tergesa tidak akan meninggalkan kesan yang bagus. Tak ada jalan lain.processtext. semakin ia tidak mengerti dengan apa yang tengah dihadapinya. Kupu-kupu malam! Atau lebih kasar lagi.Kini sudah enam belas tahun usiaku.. Barangkali sudah sepantasnya ia mengecap kesenangan. Tapi.Asti tidak menjawab.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. Lama sekali aku dibelit oleh pikiran seperti itu. Karena tibatiba ibuku sakit. dan kontan tidak dapat berbuat apa-apa. pikir Asti. pelan dan ragu-ragu.Itu hanya berlangsung sampai aku kelas satu SMP.``Aku dilahirkan tepat pada hari kematian ayahku. pelacur! Alangkah takutnya aku dulu mendengar kata-kata itu. Tapi kini aku harus menyandang sebutan tersebut. Upah cuci ternyata tidak mampu untuk menjelmakan hasratnya menyekolahkanku.ABC Amber LIT Converter http://www.. sehingga sebuah panorama terpampang begitu indah. Tidak! Aku tidak akan menyesal. Kadang ada saat aku terkantuk-kantuk di kelas karena membantu ibu sampai larut malam.Semenjak itu ibuku mulai bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah keluarga berada. Sesuatu seolah-olah menerjang hatinya. ayahku ternyata tidak sanggup memberikan kesejahteraan pada apa yang ia cinta. jauh dari kekurangan.com/abclit. embun! peluklah aku.````Barangkali itu akan dapat menukar apa yang telah menjadi perjanjian kita!``Asti terperangah. Aku tidak sanggup lagi rasanya melihat ibuku terus didera penderitaan. Sebagai seorang buruh pabrik.``Benarkah ini kali pertama?`` nakal pertanyaan itu. Dadanya bergemuruh.com/abclit. saya tidak suka. Tapi semakin lama ditatapnya.processtext.`` ungkap Asti tidak sanggup lagi menahan isaknya.``Barangkali itu tidak ada dalam perjanjian kita. atau untuk kesedihan atas kematian ayahku yang telah sepuluh tahun mendampinginya. Asti jadi gugup. Bukankah laki-laki akan selalu tampil untuk merampas simpati seorang wanita pada tahap pertama?``Kau keberatan untuk menceritakannya?`` tanya laki-laki itu seraya membenahi rambut Asti yang berserakan di keningnya. aku menerimanya. gelap mungkin telah semakin jelas. barangkali lebih tepat kekurangan! Namun segalanya dengan tertatih dapat berjalan. kebahagiaan. dan itu memerlukan pengobatan yang serius. Malam merangkak mengembuskan angin menembus ventilasi. Saat itu kupikir nasib selalu ingin bermusuh dengan keluarga kami. tapi tentu lebih gaib nasib dan takdir.Waktu terus bergerak.`` ucap Asti akhirnya memulai. otomatis aku berhenti sekolah. Dalam kemorat-maritan itulah aku dimasukkan sekolah.``Lakukanlah!`` akhirnya Asti berkata seraya membuka bajunya.

com/abclit. Seluruhnya! Asti telah pasrah.seekor kupu-kupu kuning beterbangan gelisahsesaat ada ia bertengger di daun pintudi saat lain. atau mungkin takut. ia harus bertarung melawan nasib. tetapi tak satu jua yang rela menceburkan dirinya untuk memberikan sedikit pertolongan. Bila aku telah tertidur. tandanya pagi telah datang.. Gemetar..html . lakukanlah!`` ucap Asti setelah selesai mengusap air matanya. Sesuatu akan berubah seirama dengan deru waktu. Asti!`` ucap laki-laki itu lembut tapi pasti. Di mana segala sesuatu seolah-olah bergerak sangat mudah. tinggalkan alamatmu.Tetapi setelahnya.processtext. Suara penjaja telah sepi. kehidupan!Pada suatu ketika kita menyaksikan pemandangan yang teramat berlebihan. Edisi 09/15/2002 BULAN sebesar semangka tersepuh perak.Malam barangkali telah sampai di ujungnya.Laki-laki itu berdiri.Alangkah hidup itu sesungguhnya sangat nisbi dan betapa mencengangkan! ``Segalanya sudah jelas. tidak sesuatu pun yang sempat terjadi selain ucapan laki-laki itu: ``Saat azan subuh telah selesai. Kini.ABC Amber LIT Converter http://www.Pada saat yang lain kita terkadang tidak mampu menyurukkan muka melihat kekurangan demi kekurangan yang betapa melahirkan kepedihan.`` urai Asti dalam campuran tangis yang tidak dapat dibendungnya. Dingin semakin menyergap. Tetapi kemudian ia dapatkan dirinya telah berjalan menuju rumahnya dengan bayangan sejuta kupu-kupu beterbangan riang. tanpa sedikit pun kegelisahan. Ia pikir.com/abclit. embun! peluklah aku. lalu pulanglah! Katakan pada ibu. tanpa aral. 2000 Percakapan Patung-patung Post: 09/16/2002 Disimak: 331 kali Cerpen: Indra Tranggono Sumber: Kompas. dan berjalan ke arah Asti. Dan perubahan itu. atau mungkin dengan segunduk harapan akan kebahagiaan ibunya. Dan waktu seolah terseret-seret mengikuti detak jarum menuju sebuah siklus yang sesungguhnya selalu berkisar pada tempat yang sama. Namun yang ia pikir. dan tidak satu pun yang dapat membendung setiap keinginan. ABC Amber LIT Converter http://www. tanpa rintang.Asti tidak sempat berkata-kata. terkadang kita tidak pernah sempat menduganya.. Asti telah menunggu di ranjang. ingin pagi cepat datang o. tergantung di langit kota. adakah ini hanya sebuah mimpi karena nasib begitu cepat sekali berubah. dini hari.html mencintai ibuku daripada kehidupanku. Aku lebih menyayangi ibuku ketimbang tubuhku. bahwa aku akan menikahimu. kemudian ia menanggalkan seluruh pakaiannya.processtext.***Payakumbuh.

Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat. Ya. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat.. lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. Tentu."Tapi lihatlah di sana. ada lapangan golf pribadi. menguasai udara sekitar. ampun malah ada yang orgi. puluhan bahkan ratusan lampu. duduk takzim di kaki monumen. selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan." ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya. sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh. hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya. Ada mobil-mobil mewah. ketika jasad kita terbujur di sini. Tuhan." tukas Wibagso. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam.. Mungkin. dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu ABC Amber LIT Converter http://www. Aku jadi menyesal. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning..Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi..""Kamu jangan terlalu sentimentil. kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. menukas. menggoyang-goyangkan kaki.YU Seblak.Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini." desis patung lelaki bernama Durmo..Dalam posisi asal. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut. "Itu biasa rekan Durmo. dari posisi mereka yang berdiri tegak. orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Mulut mereka menguap kompak."Dulu.com/abclit.ABC Amber LIT Converter http://www. Yaaa. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. menggerakkan tangan.processtext. yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.. Dalam negeri yang gemerlap.html . Tergenggam dupa yang mengepulkan asap." timpal Durmo. bahkan ada pesawat terbang pribadi. Buktinya. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak. patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan. kota ini sangat sunyi. sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota. Dan di sana. "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. menjerit dan berteriak. pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu.html Cahayanya yang lembut. mereka menggaruk apa saja. di tempat njepit ini.processtext. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya. negeri ini sangat kaya. menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Wajah mereka yang kaku.Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu. Kini. Buktinya. Negeri ini benar-benar megah. mereka membangunkan kita monumen yang megah. mengeluh. patung-patung pahlawan itu terus bergumam. mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ.." gugat patung perempuan bernama Cempluk.Ratri. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia.. yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal. Bung Wibagso. Tercium oleh para patung pahlawan. mereka mengunyah lalat-lalat itu. bependar-pendar seterang siang. tipis berselaput kabut. Dan lihatlah di sana. kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. Tangannya di angkat di atas kepala. "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri.""Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan.com/abclit. Kita mesti bangga. dan masing-masing kembali pada tempatnya."Patung Sidik. Sontak mereka serempak berdiri. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan.

"Tapi urusan kita banyak.processtext."Wibagso tersenyum. waktu berjuang dulu." sergah Wibagso..html Seblak. Tenanglah. Durmo tampak tersinggung.. diikuti orang-orang di belakangnya.. sudah jadi arwah kok masih perasa. ya enggak bisa."Mereka ini payah. ada juga rokok klembak menyan. Tolong ya.. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku. Ehhh siapa tahu."Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur. Yu. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia.""Habis. Bung.. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian. Wibagso meloncat girang. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho."Yaahhh akan saya usahaken. hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta.com/abclit.com/abclit. saya selalu kena garuk."Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita.. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar. Selesai memimpin doa."Hidup mereka gelap rekan Cempluk. ada jajan pasar. meskipun sudah sangat lama jadi patung. malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita. karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka." mata Durmo menerawang jauh.. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira.""Tapi perasaanku masih hidup!""Untuk apa memikirkan semua ABC Amber LIT Converter http://www. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu.processtext. Sidik manggut-manggut. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini.ABC Amber LIT Converter http://www. Sidik berdiri mematung. aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus." Wibagso mencoba menghibur Durmo. dan ke bawah. sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar." sahut Wibagso. Jadinya 'dagangan' saya sepi. para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan."Tampung saja keluhan itu."Perang memungkinkan segalanya."Itu bukan urusan kita. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken. Justru menghardik mereka."Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso.."Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo. Ratri menari-nari." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim.Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat. Ada bunga-bunga. akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang.. ke kiri. Tugas kita sudah selesai... Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam." ujar Wibagso."Kita yakin saja. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh. yang mengincar nyawa kita."Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan." ujar Sidik. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mereka memberi kita sesaji. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita." ujar Sidik. ke atas. Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya"..""Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan. Yu."Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. perempuan berparas malam itu.html ." Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak. Ke kanan.. sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak.." Ratri menimpali. Cempluk hanya diam terpekur."Ssssttt.."Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk. Jujur saja. Sedang jutaan mulut yang lain. Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat.""Ah. Bung.. Durmo masih dibalut perasaan gelisah.Dari penjual rokok di seberang jalan." ujar Ajeng." tukas Ratri.

Mereka menari. Menghadapi musuh satu lawan satu. Bung! Perang juga pakai otak. Dan aku yakin. Jantung kota kembali berdegup. Menurut Drs Gingsir. Tapi. pencopet bertubuh tinggi kurus itu."Gelandangan-gelandangan sontak bersorak. untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku."Begitu juga aku. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!""Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. karena berkat keberanianku. puji Tuhan. Kamu sendiri. "Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Wibagso? Siapa? Waktu itu. Wajah Wibagso memerah.Bulan pucat di angkasa berselimut kabut." tukar Sidik. maut keburu menjemputku. Bung Sidik. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri. Ini semua berkat aku!""Enak saja kau bilang aku. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah. waktu berjuang dulu. tampak lampu masih menyala."Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo. Kalian tahu."Kita harus turun ke jalan. ketika negeri ini merdeka." sergah Durmo. pelacur dan copet kembali menggeliat." timpal Ratri. Kota kembali tidur.Bulan kembali mengerjap. demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!""Munafik. kita akan kehilangan tempat. kalau monumen ini jadi dipugar. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan kamu. kepada seluruh keturunanku.Napas kota kembali berhembus. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus.com/abclit.Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir. puluhan peluru merajamku. aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun.processtext. Kalau masih ada yang kurang beruntung. Tapi aku puas. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional. penderitaanku lebih dahsyat. Angin terasa mati.html . tanpa malu. menyebut sedang bergerilya!""Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. ada juga pecundang!""Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang. ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. aku dan Sidik yang berdiri paling depan.html itu."Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Gerakan tubuh mereka semakin rancak. proyek itu mubazir. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng. itu biasa. Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis. "Aku berpesan kepada anak-anakku. Jantung mereka berdetak cepat. Gelandangan. seperti tersentak.""Ooo kalau soal itu. ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh."Bung Wibagso. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!""Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat."Aku yakin." sergah Durmo. Kalau aku mau. Tak ada hierarki. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali."Saya setuju saja. membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang."Tapi perang tidak hanya pakai otot. Tak ada jabatan. "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"Bulan mengerjap.ABC Amber LIT Converter http://www." ujar Kalur. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu. jika ABC Amber LIT Converter http://www. semakin panas. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang.processtext. aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh.com/abclit." ujar Sidik.

Sidik."Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya.""Bapak ini ternyata cerdas. Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser.. di mana kalian?" teriak Yu Seblak. Kalur.well.html ."Kami di sini.""Bagaimana kalau 40:60. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. itu dinegosiasikan. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang."Aku tak butuh penjelasan.. Durmo. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah."Den Bei tinggal pilih. Ini peningkatan yang sangat progresif.com/abclit. Ganjal dengan tubuhmu..." ujar Wibagso lirih.. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri."Keduanya tertawa berderai. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah. Buldoser-buldoser terus merangsek. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri. itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Bertahan!" teriak Wibagso." ujar Drs Ginsir sambil minum anggur."Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur. dan Cempluk tersenyum.""Well. Tanah di sini masih sangat luas. ternyata hanya bertukar rupa. mendadak cerdas. sambil terus mengibarngibarkan kain dan kutangnya. Karep."Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Maklum. Angin mati.. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. meloncatlah kamu. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. ABC Amber LIT Converter http://www. Bapak Ginsir ternyata welcome. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Kalur. tahan moncong buldoser itu. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak. Dan masuklah ke ruang kemudi. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat. Alun-alun."Tapi tunggu dulu."Keduanya berjabat tangan. Cempluk. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.""Semuanya akan saya ambil. apalagi kecoa makam kita! Menyingkir.Buldoser terus merangsek..processtext. 30:60. bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang."Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak.com/abclit. terima kasih. Dan biasanya itu agak lama. Tapi Yu Seblak tetap bertahan. Tidak ada konglomerat gila macam saya. Cekik leher sopir-sopir itu. Eeee soal pembagian keuntungan. mereka yang hanya gelandangan saja membela kita."Lihatlah. Kita pertahankan liang-liang kita.processtext. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan.""Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila. Meluluhlantakkan badan monumen. Biasanya. Berderap-derap. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan.. Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Ajeng."Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka.""Eeee bagaimana kalau 35:65. Sidik. dan orang-orang lainnya lari lintang pukang."Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan.." Den Bei menenggak anggur merah. Setidaknya.Wibagso tersentak.Di bawah monumen.html Den Bei Taipan mau bikin mall di sini.ABC Amber LIT Converter http://www.. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso.. dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu."Kita menyingkir saja. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik. Den Bei.. Kita harus bertahan.. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. Den Bei. Pahlawan saja mereka gilas.***"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang. Di belakangmu!" jawab mereka kompak. hingga tubuh monumen bergetar.."Kita lawan mereka.well.. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan. Ratri menjerit histeris. Karep.""Terima kasih."Terima kasih..Bulan di angkasa mengerjap.

Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu. kata-kata menemukan melodi yang membuai menghanyutkan.com/abclit.html . suara-suara itu terus mengalun. Kesemarakan dan lambang kekuasaan sudah berubah makna.*Jogja. Drs Gingsir. Bayangkanlah bagaimana pentingnya presisi sepuluh abad yang akan datang. kalau sekarang saja apabila Anda salah memasukkan angka PIN. dengan bahasa ketepatan yang memiliki pengertian tunggal. senyawa kimia hasil ekstraksi dari inti api. dan diresmikan Kepala Kotapraja. yang dijadikan bahan mentah untuk memproduksi chip yang bisa menampung data jutaan kali lipat dan dengan kecepatan tak terperikan dibandingkan seribu tahun sebelumnya.Kata-kata. Tak lebih berharga dari segundukan tanah merah.ABC Amber LIT Converter http://www. hingga mall itu selesai dibangun. kata-kata sebagai sarana ekspresi sudah ditinggalkan. Karena sifatnya yang bisa ditafsirkan dalam berbagai pengertian. Sekarang adalah dunia presisi. Anak-anak saja sudah bermain-main dengan lempengan-lempengan emas yang mereka ciptakan dari adonan kimia. Burungburung berkata-kata dengan ritme yang jauh lebih menawan dibandingkan dengan gelombang percakapan manusia zaman sekarang. Hilanglah sudah kata-kata dari perbendaharaan verbal.Jakarta terkurung dalam kutukan karena kejahatan kemanusiaan ABC Amber LIT Converter http://www. Di mulut burung-burung. Edisi 08/25/2002 BONGKAH emas yang menengger di puncak Monumen Nasional sudah lama ditakik dan disingkirkan dari tempat duduknya. awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo) Jakarta 3030 Post: 09/12/2002 Disimak: 429 kali Cerpen: Martin Aleida Sumber: Kompas. maka burung-burung mengambilalihnya. Dan bunyi yang tertinggal dalam komunikasi manusia hanyalah ketukan di atas keyboard. yang sudah berkicau sejak jutaan tahun yang silam.processtext. Emas sudah tak bisa mempertahankan kemuliaannya di atas besi atau timah. Dan ketika kata-kata hilang dari percakapan mereka.com/abclit. maka tak sepeser pun yang bisa Anda tarik dari ATM. Hingga kini. Pemujaan pada angka membuat manusia kelu. paling tidak di kota ini.html Ucapan itu terus bergema. Dia digelindingkan begitu saja di daratan. Yang disanjung orang sekarang adalah gizogasarm.processtext.

yang jelas komunitas-komunitas tadi. zaman tak tertahankan.com. Situs tersebut hanya dijalankan oleh seorang pebisnis dengan koneksi yang tiada terhingga dengan perusahaan penerbangan internasional. Mereka dijadikan sumber vitamin D. Untuk tetap mensakralkan pemakaman. Hati mereka lebih tersentuh oleh teka-teki silang. Ingatan kolektif penduduknya bisa lenyap. Bambu.processtext. Membuat kemanusiaan berada di titik paling rendah. Emosi mereka tumpat. Kapitalisme memang masih harus membuktikan diri bahwa tatanan masyarakat yang diciptakannya merupakan akhir dari peradaban manusia.kubur. jenazah sudah dikebumikan di benua yang jadi pilihan. Aman-aman saja dengan berpura-pura kena encok. Tanah Kusir. yang mencoba melawan arus zaman dengan membangun kelompok kehidupan sendiri yang didirikan di atas kebersamaan dan menentukan sendiri apa yang memang benarbenar mereka butuhkan. menemukan diri mereka tersisih. miskin.html . diculik dan dilenyapkan rezim bersenjata. Untuk menghindari kematian dini. Penaklukan orang-orang di atas angin terhadap mereka menjadi lengkap. yang mempertahankan hidup di komunitas yang pernah jaya seribu tahun sebelumnya. zaman tak pernah akan lupa bahwa pada waktu itu ratusan ribu orang dibunuh seperti tikus comberan. Mereka yang membunuh dan menculik tak pernah merasa bersalah. Ngelencer kesana-kemari.com/abclit. Dan dia sudah tidak lagi memerlukan nama. dan kelompok-kelompok lain. adil ataupun tidak. Kota jadi terpencil dari alam sekitarnya. Anak-anak muda yang ganteng dan manis-manis.Kemanusiaan sama dan sebangun dengan nol besar. Jeruk Purut. dan semua lahan pemakaman sudah lama diratakan. Orang-orang yang menyimpan dendam kesumat terhadap kezaliman kota ini mengharapkan dia lekas saja mati karena kekurangan vitamin D. Lidah Buaya. Kota terkurung dalam tembok. Orang-orang kaya. Seakan tak lebih bernilai dari lalat atau belatung. menguburkan diri di luar negeri. hanya sekedar untuk bisa meludah karena tak tahan mencium bau amis para penguasa yang durjana. orang-orang yang tidak beruntung. Kota ini sudah tidak mengenal sejengkal tanah pun sebagai tempat pemakaman. yang hidup di atas angin. Teknik-teknik pembantaian lebih keji dari yang mungkin dibayangkan. hanya satu perusahaan yang diizinkan beroperasi: www. Tetapi. Tetapi. Hukum buat mereka hanyalah angin yang dengan gampang bisa ditepis. Kaum budayawan berdiam diri. Dan penduduk kota membaca berita-berita seperti itu sebagai sesuatu yang rutin.Berita-berita pembunuhan yang saban hari muncul di media massa dalam seribu tahun belakangan ini menunjukkan betapa murahnya harga nyawa.processtext. dan di atasnya dibangun gedung-gedung berbentuk kubis yang menyundul langit dan berdesak-desakan ke laut.ABC Amber LIT Converter http://www.Namun. Orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan lihai menghindar dari hukuman sambil meluncur-luncur di atas kursi roda. karena kekurangan vitamin D. Garuda. Gubernur kota merasa telah menemukan kebijakan yang cemerlang dalam upayanya untuk membuat jasad mereka yang tersisih tidak ABC Amber LIT Converter http://www. sementara kaum politisi dan negarawan bermain-main mencari keuntungan dari situasi ini. Utan Kayu. maka pragmatisme menemukan dampaknya yang paling mencengangkan. seperti Satu Merah Panggung.Karet.com/abclit. maka mereka diperlakukan tidak lebih dari sampah. Daerah sekelilingnya membalas penindasan yang berpusat di kota itu dengan membangun pagar yang lebih dahsyat dari tembok Tiongkok untuk membuat kota ini terisolasi dari sinar Matahari. yang bercita-cita sangat sederhana. Delapan menit setelah mengklik home page itu.html yang didewakannya selama lebih dari tiga dasawarsa menjelang akhir abad keduapuluh. Seribu tahun dalam pemujaan. dijadikan tumbal. di Australia atau Afrika. Kalau sudah tiba saat harus berhadapan dengan ajal. Kepekaan menjadi tumpul. Dia melaksanakan hukumnya sendiri.

Jadi. sementara kicau burung-burung yang semakin sarat dengan melodi bertambah memilin gita perasaan binatang itu. seperti kode judi hwa-hwe dahulu kala. Burung-burung yang berparuh besar dan tajam." sambut suara di tengah kerumunan burung itu. Membikin manusia yang tersisihkan di kota ini akan terserang kolera dan semakin sengsara. Keesokan harinya kawanan burung Gazgazammut mengepak-ngepak berbarengan di atas kota. kembali ke sarang mereka di pohon-pohon buatan yang ditancapkan di Teluk Jakarta. Dengan tablet-tablet kalsium ini penduduk kota O-besar-kemanusiaan memperpanjang harapan hidup mereka. Lantas mereka terbang beringsut menjauhi mayat.com/abclit. Sementara penguasa kota tak peduli dengan tanda-tanda alam. dengan sayap setengah terentang. apakah yang kita lakukan ini bisa dimaafkan sejarah. dengan tembolok yang tak pernah kenyang itulah yang dalam lima menit membuat mayat orang-orang tersisih tadi tinggal tulang-belulang. jasad orang-orang tersisih ini sudah dikerek ke pelataran pemusnahan yang dibangun di puncak Monumen Nasional. dimasukkan ke pabrik pemrosesan khusus untuk menghasilkan kalsium sejati. apalagi pada saat mereka mematuki bangkai manusia yang tersisihkan di pucak monumen. Bahwa.""Kolera sudah lama dikalahkan manusia. sambil tegak di atas cakarnya yang kokoh."Tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Membuat busuk dan meracuni angkasa. Memekikmekik. Pada satu situs. membubung tinggi menerjang langit.ABC Amber LIT Converter http://www. seorang penyair memberikan tafsir mengenai apa yang sedang dilakukan oleh burung-burung yang sedang meradang dan menerjang itu.html menyebabkan bau busuk yang menyengat kota.com/abclit. Tetapi. Apakah kita tak boleh ABC Amber LIT Converter http://www.processtext."Dengan menjunjung tinggi dan atas nama langit ketujuh. Apalagi pembiaknya adalah mayat manusia. memekakkan telinga penduduk. Dari atas pepohonan yang dibuat dari campuran besi dan plastik yang lentur dan antikarat. siapa yang mau mendengar kicau si-penyair. Seperti ditangkup gerhana.processtext. Maka seratus ekor burung Gazgazammut diimpor dari Asia bagian tengah." kicau seekor burung Gazgazammut yang ragu dengan perlawanan burung-burung sebangsanya terhadap kebijakan Gubernur kota dan para pembantunya. mengalunkan suara: "Kita telah dibawa ke kota yang sedang tenggelam dan terkurung ini untuk dijadikan perangkat pemisah antara manusia yang beruntung dan yang tersisihkan."Seekor dari seratus burung Gazgazammut itu. kota ini akan binasa kalau pemusnahan terhadap sesama manusia dalam bentuknya yang paling bengis tidak dihentikan. Bayang-bayang mereka membuat kota di bawah jadi kegelapan.html . Suaranya berat dan parau. Sambil melayang-layang. kita berhak menolak untuk mematuki jenazah. Namun. di mana mereka bertengger. Makna maupun tafsirnya beragam. Sepuluh detik setelah meninggal. menukik tajam.""Ya. mereka memekik-mekik memprotes kezaliman yang dipelihara oleh kota yang terhampar di bawah. Mereka berputar-putar di atas monumen. sama seperti TBC atau cacar atau malaria. Gubernur dan para pembantunya beranggapan sama sekali tidak masuk akal membiarkan mayat berbulan-bulan supaya membusuk dan dimakan belatung di puncak monumen. burung-burung itu hanya berputar-putar persis di atas mayat. hati burung-burung Gazgazammut mulai teriris-iris oleh ketidakadilan yang sedang berlangsung di bawah cakar mereka. Suatu ketika keseratus burung-burung Gazgazammut terbang serempak dengan ujung-ujung sayap mereka saling menyentuh. Balung manusia itu kemudian dikerek turun. Di kota bawah. Menggugah tapi liris. Jeritan mereka menyebarkan ngeri.Kepekaan penduduk kota semakin majal."Katakanlah dengan semangat kesetiakawanan. di mana dua jasad manusia terletak di atas altar menunggu burung-burung itu melumatkan daging mereka. kata-kata bisa dipahami dalam rupa-rupa pengertian. kolera bisa menyebar kembali di kalangan penduduk.

html mempergunakan hak kita untuk tak terlibat dalam kejahatan kemanusiaan ini? Kuat suara hatiku bahwa kita berhak untuk terbang kembali ke tanah air kita. *Bengkalis." katanya membujuk. Semut sudah sirna dari kulit bumi.Beberapa detik kemudian. mayat di atas monumen membusuk dengan cepat. Jangan terbetik rasa khawatir barang seujung rambut pun bahwa kita akan tersesat dalam penerbangan pulang. dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan. Maka. Burung yang kelihatan paling berwibawa itu lantas membujuk: "Aku tahu arus angin mana yang harus kita ikuti untuk sampai ke pohon-pohon yang murni hijaunya. Tetapi. Kawanan burung itu lenyap ke arah Utara. Tanpa menghiraukan protes penduduk.processtext. Kota dicekik bau bangkai.Sebenarnya.com/abclit. 14 Mei 2002 ABC Amber LIT Converter http://www.processtext.html . rrrruuuuummmm. Mereka tak mau kehilangan kepuasan dengan menelan tablet-tablet kalsium yang dibuat dari tulang-belulang orang yang mereka kalahkan. Mereka hendak mempertahankan simbol kejayaan itu. ditambah lagi dengan kesukaan mereka bergotongroyong. Perut mereka yang rata-rata sangat ramping. Tanpa sinar Matahari. Jadi. Beginilah aksioma zaman sekarang: kebajikan justru membawa bencana.ABC Amber LIT Converter http://www. Ini ejekan permanen.com/abclit. kecuali di wilayah aliran sungai ini. Ke jantung Asia. Karena itu harus dibasmi. Taji di kedua kaki mereka yang kokoh bersiung-siung menerjang angin. untuk mengabadikan kearifan semut yang mengilhami. diperjualbelikan.Saya sendiri sudah lama menyingkir dari kota ini. Kembangkan sayap! Terjang dan ikuti angin buritan ini. dari mana kita telah dirampas. suara kepak sayap mereka memenuhi angkasa. masalahnya mereka memerlukan simbol kemenangan atas kaum tersisih. Bersama teman-teman kami membangun pulau dari bangkai daun dan akar pohon yang hanyut dari hulu Sungai Siak. mereka membiarkan belatung yang mengerubuti mayat-mayat kaum tersisih. para penguasa tidak menemukan kesulitan untuk menyewa ahli dari luar untuk melenyapkan mayat-mayat kaum tersisih di kota itu menjadi setumpuk abu. pulau buatan yang sederhana ini kami namakan Pulau Penyemut. Sampah alami dari hutan-hutan yang dibabat ratusan tahun yang lalu cukup untuk membangun sehamparan daratan di mulut Sungai Siak yang selalu ternganga sampai ke tepi laut yang tak tampak." Matanya yang bening tajam menaksir-naksir sikap burung yang lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->