P. 1
Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Desember 2006

Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Desember 2006

|Views: 609|Likes:
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com

More info:

Published by: Pondok Pesantren Darunnajah Cipining on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

Sections

TIADA HARI TANPA MENGAJI DAN STUDI (Kronologi Kegiatan Santri Nihai

)
Semangat santri yang senantiasa membara dalam mengaji dan studi (belajar) merupakan upaya yang selaras lurus dengan peningkatan kualitas diri. Sudah mafhum, bahwa hanya dengan bermodal iman dan berbekal ilmu sajalah Allah SWT. akan meningkatkan derajat, kedudukan dan posisi seorang, seperti diterangkan dalam QS. AlMujadalah:11. Santri kelas nihai (kelas VI TMI/kelas XII MA) merupakan santri senior yang telah menempuh program pendidikan selama 4 hingga 6 tahun di Pesantren Darunnajah Cipining. Mereka memiliki segudang kegiatan yang wajib diikuti. Berikut rangkaian kegiatan kelas akhir tersebut. Setelah mendapatkan pembekalan dan memiliki i’dad (persiapan mengajar) mereka melaksanakan ujian praktik sesuai dengan materi pelajaran, jadwal dan kelompok masing-masing. Dalam praktiknya, mereka dinilai oleh guru pembimbing dan rekan-rekan sekelompoknya. Ujian praktik didahului dengan amaliyah percontohan oleh Ajen Fahreja (Mahfudzot, kelas 2 A), Sinta Komalasari (Bahasa Inggris, kelas 2 C), Asep Fikrul Yaqin (Aqidah Akhlak, kelas 3 C), dan Nani Karmila (Muthola’ah, kelas 2E). Ujian ini merupakan salah satu ciri khusus pola pendidikan TMI dan terbukti efektifitasnya dengan banyaknya alumni Darunnajah yang ‘menjadi pahlawan tanpa tanda jasa’ baik di tingkat dasar, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Dalam pelaksanaan ujian ini, para peserta dinilai dari berbagai aspek, yaitu = naskah satuan pelajaran/I’dad, Thariqah dan Khutuwat (metode dan langkah-langkah pengajaran), isi/bobot materi pelajaran, sikap dan perangai guru, penggunaan alat peraga, bahasa, absensi kehadiran dalam pembekalan dan praktik mengajar, serta naqd/kritikan terhadap teman sekelompoknya yang sedang mengajar. Berikut adalah tabel perolehan nilai amaliyah tadris tahun pelajaran 20062007, yang diselenggarakan dari tanggal 3-8 Februari 2007 dan diikuti oleh 69

Ujian Praktik Mengajar (Amaliyah Tadris)
Sesuai dengan salah satu visi Darunnajah Cipining yaitu mempersiapkan guru-guru tenaga pendidik Islam yang professional, maka para santri sudah mulai diperkenalkan dengan ilmu pendidikan semenjak di kelas III TMI. Dan untuk mengetahui sejauh mana para santri mampu menyerap dan mengaplikasikan teori didaktik metodik tersebut, maka seluruh santri kelas VI TMI asrama dan non asrama diharuskan mengikuti Ujian Praktik Mengajar (amaliyah tadris). Untuk menyegarkan kembali dan mematangkan persiapan para peserta ujian praktek mengajar, maka mereka diberi pembekalan yang berlangsung di gedung Sekretariat Pesantren, tanggal 28-29 Januari 2007. Adapun materi yang disampaikan adalah sebagai berikut: Istilah kritikan (Naqd) dalam bahasa Arab (Ustadz Musthofa Kamal, S.Pd.I.), Bahasa Inggris (Ustadz Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I.), Methodologi Muhadatsah (Ustadz Faruq Abshori), Tarikh Islam (Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag.), Naqd berbahasa Inggris (Ustadz Irfan Nuryani, S.Ag.), Thoriqoh ilqo’il Mufrodat (Ustadz Achmad Rosichin), Imla’ (Ustadz Fathul Mu’min, S.Ag.), Nahwul Wadhih (Ustadz Muhlisin Muhtarom, S.H.I.).

santri, 39 santri putra dan 30 santri putri:

Maksimalkan Ikhtiar, Hadapi UN Dengan Wajar
“No Gain Without Pain”, (tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan). Untuk mencapai hasil yang maksimal memang diperlukan usaha yang optimal. Tidak akan pernah terjadi hujan emas dari langit. Ujian Nasional (UN) yang dimaksudkan Pemerintah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional, mestinya disikapi dengan proporsional dan professional. Berangkat dari pemahaman tersebut, Pesantren Darunnajah Cipining berusaha mengarahkan anak didiknya agar memiliki persiapan memadai secara lahir dan batin. Setelah mengikuti 3 kali try out, para santri kelas 3 Madrasah Aliyah Darunnajah juga terus mendapatkan bimbingan berupa pemadatan materi ujian: Ekonomi dan Akuntansi (Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh), Bahasa Inggris (Ustadz Mualim Fajri), Bahasa Indonesia (Ustadz M. Musta’in Billah). Mereka juga mengadakan diskusi materi Al-Qur’an Hadits dipandu oleh Ustadz Muhammad Mufti Abdul Wakil. Sebagaimana Sekolah Menengah Atas lainnya, MA Darunnajah Cipining melaksanakan UN dari tanggal 17-19 April 2007, dilanjutkan dengan ujian praktik olahraga pada hari Jum’at, 20 April 2007 dan Ujian Akhir Pesantren (Ujian Nihai Tahap Kedua), 21-28 April 2007. Sehari kemudian, mereka kembali berjibaku dalam Ujian Akhir Sekolah (UAS) dari tanggal 30 April – 5 Mei 2007.

tinggi dambaan hati yang sesuai dengan minat dan bakat juga bukanlah perkara mudah, belum lagi masalah memasuki dunia kerja seusai belajar di bangku perkuliahan. Untuk itulah, pada hari Ahad, 06 Mei 2007, para calon alumni TMI angkatan ke-14 mendapatkan orientasi perguruan tinggi yang disampaikan langsung oleh beberapa alumni TMI yang sedang studi atau mengajar di lembaga tersebut, antara lain: Universitas Nasional Jakarta, oleh Aos Yuli Firdaus, M.Si. (Alumni TMI angkatan IV tahun 1997, S2 UGM, dan kini mengajar di UNAS dan UMJ). Universitas Muhammadiyah Jakarta, oleh Ustadz Septa Chandra (Alumni TMI angkatan XI tahun 2004, kini duduk di semester IV Fakultas Hukum UMJ). UHAMKA, oleh Ustadzah Ella Hulasoh, S.Sos. (Alumnus TMI angkatan VIII tahun 2001 dan lulusan UHAMKA). STAI Nida El Adabi, Bogor oleh Ustadz M. Zakaria, M.Ag. (Alumni TMI angkatan II tahun 1995, Alumnus S-2 IIQ Jakarta dan Dosen STAI NIda El-Adabi ). S e k o l a h Ti n g g i M a n a j e m e n Informatika dan Komputer (STIMIK) Pranata Indonesia Bogor, oleh Nurjen, SE. Pada hari itu disampaikan juga peluang kerja di Arab Saudi oleh Sihabuddin (Alumni TMI anghatan III tahun 1996, marketing manager PT Yomba Bimbu yang bergerak di bidang jasa pengiriman TKI).

Orientasi Perguruan Tinggi, Mantapkan Pilihan Hati
Menentukan suatu pilihan yang berkaitan dengan prospek masa depan, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan bagi siswa kelas III SLTA untuk mendapatkan perguruan

Kyai Jamhari Bekali Calon Alumni
Salah satu prinsip Darunnajah Cipining adalah “berdiri di atas dan untuk semua golongan”. Dari prinsip inilah segenap alumni Darunnajah diharapkan mau dan mampu menyampaikan risalah islamiyah ke segenap lapisan

masyarakat. Untuk lebih memantapkan mental dan mengokohkan semangat juang para calon alumni, Senin, 07 Mei 2007 mereka mendapatkan pembekalan tentang problematika da’wah islamiyah dan lika-liku kehidupan bermasyarakat oleh pimpinan pesantren Darunnajah Cipining KH Jamhari Abdul Jalal, Lc. Dalam pertemuan tersebut kyai alumni IPD Gontor (Tarbiyah) dan Ummul Quro Makkah (Syari’ah) ini memberikan motivasi agar para calon alumni tidak puas dengan ilmu yang sudah didapatkan. “Hendaknya masingmasing dari kalian berusaha agar bisa meneruskan belajar di bangku kuliah, karena banyak perguruan tinggi dengan biaya terjangkau, bahkan ada yang gratis” jelas beliau dengan semangat. Dan seperti biasanya, beliau mengisahkan perjalanan hidup beliau yang diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri dalam menyongsong masa depan. Pada hari itu juga dipresentasikan tentang pendidikan di sekolah tinggi ilmu ekonomi (STIE) Pandu Madania Bogor, oleh Fakhruddin, SE. (Alumni TMI Angkatan I tahun 2004, dan dosen perguruan tinggi tersebut).

Nihai Present Night “Under The Stars”
Disamping belajar formal di kelas dan mentoring keagamaan di masjid/asrama, para santri juga sangat gemar mengembangkan diri di berbagai bidang, antara lain seni. Seperti angkatan sebelumnya, para calon alumni tahun 2007 mempersembahkan segala kebolehannya dalam agenda panggung gembira dengan tajuk “UNDER THE STARS”. ‘SANTRI AMERIKA’ tampil di PG Santri Putra. Kamis malam santri segera menuju gedung pertemuan yang sudah disulap oleh santri nihai menjadi arena pentas seni. Pada tanggal 10 Mei 2007 tersebut hadir juga dewan guru dan beberapa

orang tua/wali santri. Acara yang dipandu oleh M. Shofwan dan Akbar Mufid itu, dimulai dengan lantunan ayat suci Al-qur’an oleh Ahmad Sopandi. Selanjutnya Kepala MA, Drs. Abdul Rosyid Sholeh, dalam sambutannya mengingatkan kepada calon alumni agar tidak terlena dan tetap istiqomah dalam berdisiplin, karena pendidikan yang selama ini mereka dapatkan dari pesantren sudah semestinya menjadi bukti bahwa nilainilai Islam itu bersifat universal dan bersifat rohmatan lil alamin. Sambutan lainnya disampaikan oleh Kepala Biro Pengasuhan Santri, Ustadz Achmad Rosichin Ws. beliau mengajak agar pada acara PG tersebut, seluruh hadirin tetap menjaga etika/adab seorang muslim “Hendaknya kita menyimak Al-qur’an yang sedang dibaca ….. kita boleh bergembira tetapi tetap harus menjaga etika ..! ungkap alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan pertama tersebut. Beliau juga membuka pagelaran pentas seni tersebut secara simbolis dengan pemukulan drum yang disambut dengan tepuk tangan segenap hadirin. Penampilan yang disuguhkan pada malam itu antara lain: Band El-Salsa yang membawakan salah satu album Ungu, tari kombinasi yang diperagakan oleh seluruh Santri Nihai, pembacaan berita “gado-gado”, dan drama atau operet kehidupan dengan pemeran utama Agung Saputra yang menyentuh nurani. Tidak ketinggalan pula anakanak “Bengkel Sastra” dengan puisi kontemporer seputar amanat kekuasaan. Tampil juga Fikri Indra Silmy yang mengisahkan suka dukanya selama 11 bulan “nyantri” di Amerika Serikat dalam program pertukaran pelajar. “Banyak juga hal positif yang bisa kita ambil dari masyarakat Amerika, seperti disiplin waktu dan semangat kerja kata santri asal Parung Panjang Bogor tersebut.

Panggung Gembira Santri Putri
Pada malam berikutnya, di tempat yang sama giliran santri putri kelas VI TMI unjuk gigi. Pertemuan yang dihadiri seluruh santriwati dan ustadzah ini diawali dengan lantunan ayat suci Alqur’an oleh Ika Muslimah, dilanjutkan sambutan oleh Ustadzah Kunarti, S.Pd.I. selaku pembimbing angkatan. Sambutan juga disampaikan oleh ketua panitia Sinta Komalasari. Adapun sambutan ucapan selamat jalan dari adik-adik kelas diwakili oleh Rifa’atul Maftuhah, kelas V TMI dan ketua OSDC putri. Disamping penampilan perdana talent show Musium Patung, pada kesempatan itu juga disuguhkan juga beberapa kreasi santri seperti Qasidah dengan flokalis Siti Aisyah B, operet Putri Salju, puisi kontemporer, tari Betawi, tari Islami yang cukup meriah. Rangkaian acara yang di pandu oleh Siti Aisyah A dan Nur Lailatul Farhah itu juga diselingi dengan “Nihai Award” bagi adik-adik kelas dengan kriteria santri paling rajin, santri paling rapi, dan lain sebagainya. Pertemuan ini disudahi dengan menyanyikan lagu koor angkatan XIV yang mengharu-birukan suasana hati segenap yang hadir, dilanjutkan dengan jabat tangan yang diiringi isak tangis. “Kami bangga, meskipun dengan persiapan dan finansial yang minim namun bisa menampilkan yang terbaik” kesan Sinta, ketua panitia, kepada WARDAN melalui pesan singkatnya.

Pendiri Darunnajah Berikan Wejangan Dalam Haflah Takhrij
Ahad, 25 Robiut Tsani 1428 H /13 Mei 2007 merupakan hari dan tanggal yang tidak akan terlupakan bagi santri kelas VI TMI tahun ini. Hari itu dengan mengenakan stelan jas hitam lengkap dengan peci bagi santri putra dan kebaya modern berwarna biru telur bagi santri putri, mereka tampak gembira dan sabar menunggu kedatangan Pimpinan Pesantren untuk berpose bersama.

Setelah berfoto bersama para Pimpinan Pesantren dan beberapa guru senior, mereka segera memasuki auditorium satu persatu. Di dalam ruangan tersebut para orangtua/wali, dewan guru, dan kakak-kakak alumni sudah menempati tempat duduk masingmasing dengan suka cita. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku dan Mars Darunnajah ……. Hadirin dimohon berdiri ..! terdengar kompak suara duet MC pada pagi itu yaitu, Ustadz Syarqi dan Ustadz Imam Ghozali. Seusai pembukaan acara dengan membaca surat Al-Fatihah, hati segenap hadirin merasa tentram dan khidmat menyimak lantunan surat Al-Mujadalah ayat 11-15 yang ditilawahkan secara murottal oleh Ahmad Sopandi (Calon wisudawan asal Bekasi). Demikian pula ketika Ikhwan Saputra (asal Palembang) menyampaikan sambutan mewakili rekan-rekannya. Suasana haru mulai merayapi pertemuan tersebut. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh H. Sayuti (Ayah Lela Lailatus Syifa asal Bogor). Salah satu ulama di Leuwiliang tersebut mengungkapkan alasannya menyekolahkan seluruh putra-putrinya di Pesantren: karena ekonomis (biaya terjangkau), disiplin shalat wajib 5 waktu bisa terjaga, sangat sedikit waktu kosong sehingga terhindar dari pergaulan bebas yang cenderung destruktif, dan juga kegiatan ekstrakurikuler yang sangat variatif yang sangat memungkinkan untuk mengembangkan minat dan bakat seseorang. Beliau juga berpesan agar kita tidak perlu takut miskin karena belajar di pesantren. Kepala MA Darunnajah Cipining, Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh, ;pada giliran berikutnya menguraikan bahwa untuk mencapai kualitas dan mutu pendidikan yang tinggi dibutuhkan kurikulum yang tepat guna, tenaga pendidik yang professional, sarana dan prasarana yang memadai, kegiatan

ekstrakurikuler yang efektif dan positif konstruktif serta yang tidak kalah pentingnya adalah kedisiplinan tinggi. Beliau juga berwasiat agar para alumni tidak merasa puas dengan ilmu pengetahuan yang telah di dapatkannya dari Darunnajah. “ilmu yang anak-anak peroleh masih dasar, jangan mudah puas, lanjutkan!”, kata Ustadz Asal Baturaja Sumatra Selatan ini menyemangati para calon alumni. Selanjutnya tampil Ustadz M. Mufti Abdul Wakil memberikan pengarahan dan nasehat. Beliau adalah direktur TMI dan Kepala Biro Pendidikan. Beliau mengibaratkan bahwa Darunnajah boleh jadi adalah halte pertama diantara sekian banyak halte perjalanan belajar santri sebelum mencapai terminal akhir yaitu maut. Beliau juga mewanti-wanti agar calon alumni tidak takabur dengan hasil dan kemampuan yang ada, dan hendaknya mempunyai azam yang kuat untuk menjalin silaturahmi dengan a l m a m a t e r y a n g t e l a h membesarkannya. Di samping mempresentasikan urgensi hubungan mutualisme antara 3 faktor utama pendidikan yaitu keluarga, masyarakat dan sekolah, alumnus Pesantren Pabelan Magelang dan LIPIA yang juga pernah mengikut Daurah Da’wah selama 3 bulan di Kairo Mesir tersebut mengumumkan nama alumni yang berhasil memperoleh peringkat lima pertama, sebagai hasil ujian nihai: “Satu, Abdul Hamid bin……., Asal Bekasi, prestasi dan pengalaman Ketua OSDC masa bhakti 2006-2007, peraih beasiswa akademik di kelas intensif 2003…..” Begitulah Ustadz Muhlisin ibnu Muhtarom selaku pemandu prosesi wisuda santri, memanggil satu-persatu nama, asal, prestasi serta pengalaman masing-masing calon alumni. Mereka yang disebut namanya segera berdiri dengan mantap dan naik ke panggung untuk mendapatkan piagam dari Direktur TMI, dikalungkan medali oleh

Pimpinan Pesantren yang didampingi oleh pendiri Pesantren dan Ketua Yayasan Darunnajah. Adapun alumni putri penyematan dilakukan oleh Ibu Pimpinan Pesantren dan Ibu Pendiri Pesantren. Suara tepuk tangan terdengar membahana, tatkala disebutkan beberapa prestasi santri, seperti menjadi juara pidato dan silat tingkat Jawa Barat (Usman Usmana dan Munazil Hidayat), mendapat beasiswa pertukaran pelajar selama 11 bulan di Amerika Serikat (Fikri Indra Silmy dan Sinta Komalasari). Hadirinpun tidak kuasa menahan rasa harunya, ketika Muhammad Zuhruf Al Muhtadi (asal Bekasi) dinyatakan telah selesai menghafal Al-Qur’an 30 Juz. Hadirin pun memekikkan tahmid dan takbir. Ada juga alumni yang telah menghafal Al-qur’an antara 5-20 juz. Seusai prosesi wisuda, segenap yang hadir kembali mendapatkan ‘oleholeh’ yang disampaikan penuh semangat oleh KH. Drs. Mad Rodja Sukarta (mewakili Ketua Yayasan Darunnajah). Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien Bogor yang akrab dengan setiap orang tersebut menghibur para wali santri agar tidak berkecil hati lantaran prestasi anaknya masih jauh dari yang diharapkan. Pengurus MUI Kabupaten Bogor ini juga berwasiat ‘keras’ kepada para alumni: “setelah lulus jangan sampai punya “hutang” kepada pesantren!”. Banyak di antara hadirin terhenyak oleh ungkapan ini. Namun mereka segera mafhum, yang beliau maksud ‘hutang’ adalah hutang akhlak, hutang sopan santun, dan hutang budi pekerti. Beliau juga beberapa kali menantang santri, “jadilah anak yang disayang dan diridhai oleh Allah, ayo..! siapa yang siap membela agama Allah?!.”, Tanya beliau sambil mengangkat tangan kanannya Para wisudawan pun serempak mengangkat tangan kanan mereka, Allahu Akbar !!!. Suatu keistimewaan pada Haflah Tahrij tahun 2007 ini adalah kehadiran

pendiri Pesantren Darunnajah, KH. Drs. Mahrus Amin. Kyai alumni Gontor dan Ulama’ DKI Jakarta asal Cirebon yang low profile tersebut merupakan satusatunya pendiri Pesantren Darunnajah yang masih hidup. Dalam nasehatnya, beliau berpesan kepada para santri agar terus-menerus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka, terutama yang sangat pokok adalah sholat fardhu dan nawafil. “Hendaknya kita terusmenerus memperbaiki iman, ubudiyah dan akhlaq kita, sehingga kita akan menjadi waliyullah (kekasih Allah) !”, ungkap beliau. Terakhir, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. menyampaikan nasehat dan memimpin do’a. Dalam uraiannya, Kyai asal Kendal Jawa Tengah ini kembali mengingatkan bahwa belajar di pesantren tidaklah hanya fokus kepada pengambangan kecerdasan otak (IQ) namun juga kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ). “Orang tua membiayai putra-putrinya belajar di pesantren itu sama dengan menginfakkan harta di jalan Allah dan juga akan mendapatkan pahala menunjukkan kepada kebenaran, yaitu sebesar/sebanyak yang diterima oleh orang yang ditunjukannya…!”, jelas beliau. Ayah enam putra-putri ini juga membesarkan hati para alumni baru, hendaknya mereka mensyukuri telah memperoleh pengetahuan dan pendidikan, memiliki aneka pengalaman, juga telah melakukan berbagai kegiatan selama ditempa di Darunnajah Cipining. Ketua Dewan Nadzir Yayasan Darunnajah ini juga berpesan kepada para alumni agar selalu giat meningkatkan iman dan akhlaq yang akan meninggikan derajat seseorang. Dan di penghujung arahannya beliau berwasiat agar para alumni jangan mengisolasi atau berdiam diri dan hendaknya justru terus meningkatkan kualitas ilmu

Para Mujahid dan Mujahidah Berkumpul di Darunnajah Cipining
Rabu, 4 April 2007 lalu, telah diadakan rapat sosialisasi program sertifikasi guru madrasah. Rapat yang menghadirkan 81 orang kepala RA, MI, MTs, dan MA seKomisariat Jasinga (Bogor Barat) tersebut bertempat di Darunnajah Cipining, dengan rincian peserta sebagai berikut :

Dalam kata sambutannya, penanggung jawab acara yang juga penilik pendidikan agama Islam Kecamatan Cigudeg, Bapak Abdul Mutholib, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Darunnajah yang telah berkenan menjadi tuan rumah. Dalam kesempatan tersebut KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc juga memberi sambutan atas nama tuan rumah. Beliau menyebut para guru/kepala madrasah sebagai mujahid dan mujahidah. Di samping pengarahan dari Kandepag Kabupaten Bogor oleh Drs. M. Yusuf, pada pertemuan itu juga diuraikan tentang perkembangan terkini dunia pendidikan, khususnya madrasah, oleh narasumber dari Kandepag Bogor. Secara internal penyelenggaraan pertemuan ini ditangani oleh panitia yang diketuai oleh Ustadz Nur Fahoni, SHI, (Kepala MI Darunnajah).

Kegiatan asesmen berlangsung dari pukul 11.30 sampai dengan 17.00 WIB. Hasilnya, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Pemerintah K a b u p a t e n B o g o r N o . 421.3/652/Dikmen, tertanggal 2 Februari 2007, SMP Darunnajah Cipining memperoleh status Terakreditasi dengan krieria B. Surat keputusan yang ditanda tangani oleh Ketua Badan Akreditasi Sekolah (BAS) Kabupaten Bogor, Drs. H. Sukatma, M.Si. itu berlaku untuk masa 4 tahun.

Semangat Baru di SMP
Tanggal 10 Januari 2007, Ustadz Fatkhul Mu’min, S.Ag. terpilih menjadi kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darunnajah Cipining dalam rapat yang dihadiri oleh segenap guru. Dia menggantikan Ustadz Romanto Pribadi, S.Pd.I. yang pindah tugas ke Jawa Tengah. Ustadz Mukmin, begitu ia akrab disapa, bukanlah orang asing. Dia adalah guru senior, alumni TMI angkatan ke-3tahun 1996 (seangkatan dengan Ustadz Romanto), dan lulus S-1 Pendidikan Agama Islam dari Institut Agama Islam Al-Aqidah Jakarta tahun … Dia juga telah lama membantu Biro Pendidikan di bidang kurikulum. Alasan dilakukanya pemilihan secara langsung adalah agar kepala SMP yang terpilih betul-betul mendapatkan dukungan dari dewan guru, mengingat beratnya tugas yang harus dihadapi . Serah terima jabatan dilakukan beberapa hari setelah dilaksanakannya akreditasi sekolah. Kita semua berharap

Akreditasi SMP
Umur SMP Darunnajah Cipining kini hampir genap 4 tahun dan telah meluluskan dua angkatan sebanyak 35 siswa-siswi. Setelah melalui proses memperoleh izin operasional tahun 2004 dan pembekalan intensif menjelang akreditasi oleh pengawas pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juni 2006, akhirnya dilaksanakanlah akreditasi pada tanggal 15 Januari 2007. Asesor yang melakukan visitasi saat itu adalah Drs. Tjutju Setia Rahman dan Drs. Gibson Tamba. Mereka diterima oleh Kepala Sekolah beserta jajarannya.

semoga SMP Darunnajah semakin maju di bawah kepemimpinan baru Ustadz Fatkhul Mukmin, S.Ag. Kita juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas khidmah dan perjuangan Ustadz Romanto Pribadi, S.Pd.I yang telah merintis unit pendidikan termuda di Darunnajah Cipining ini. Semoga amal shalihnya dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda di sisi Allah. Amin…

Nur Rochim Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Pemuda
Tanggal 25 s.d 29 Maret 2007 Biro Pengkaderan mengutus Nur Rochim (santri kelas V TMI asal Jawa Tengah) untuk mengikuti ‘Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Pondok Pesantren’ di Pesantren Darunnajah Ulujami. Santri senior yang hampir menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz ini, bergabung bersama 3 santri Darunnajah Jakarta dan 1 santri Darul Muttaqien Bogor serta puluhan peserta lainnya dari pesantren di Jawa dan Lampung. Training pemuda ini bertempat di Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta dan merupakan kerja sama dengan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, c.q Deputi Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda. Jadual kegiatan peserta selama 5 hari terbilang sangat padat, dimulai dengan shalat shubuh berjama’ah, kultum oleh peserta, olah raga pagi dan sesi ceramah, diteruskan dengan expo kepemimpinan pemuda hingga menjelang tengah malam. Para peserta juga diajak untuk melihat dari dekat/observasi kawasan pemukiman kumuh dan prostitusi di bilangan Pal Merah Jakarata Barat. Sesi lainnya adalah motivation training oleh trainer kenamaan, Bapak Anis Ahmad Jaya dan Bapak Muhammad Zein dari ABC training. Dan untuk mengajak para peserta lebih menghayati arti hidup dan kehidupan ini, diadakan pula sesi tafakur,

tadabbur serta muhasabah. Sebelum ditutup resmi oleh Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, Bapak Adhyaksa Dault pada tanggal 29 Maret, para peserta juga dilatih untuk menumbuhkan fighting spirit dan fair play melalui aneka lomba nasyid Islami, puisi kritik sosial, dakwah dan orasi sosial. Mereka juga diamanati untuk menjadi panitia pelaksana pelatihan nasional tahun depan. “It is unforgetable fun! Saya banyak mendapat pengalaman baru, bisa bergaul dengan banyak kawan… dan saya menjadi tahu potensi yang saya miliki!”, kata Nur Rochim ketika diwawancarai oleh WARDAN.

Rapat KTSP TIK
Sebagai upaya pemahaman kurikulum Teknologi Informasi dan Komputer dan metode pembelajarannya, bagian kurikulum pesantren Darunnajah Ulujami mengadakan rapat di Villa Darunnajah Cipanas Cianjur. Rapat berlangsung tanggal 28 s.d 31 Maret 2007, mengikutsertakan Darunnajah Cipining dan cabang lainnya. Dalam kesempatan ini Darunnajah Cipining mengutus Ustadz Asmari Ichsan dan Ustadz Sholeh Ahmad.

Ujian Mid Semester Genap
Ulangan Mid Semester Genap dilaksanakan mulai tanggal 1 s.d 14 April 2007. Seperti pada semester sebelumnya, para santri dikarantina untuk belajar menghadapi ulangan ini. Jadual pengajian usai subuh untuk sementara waktu dihentikan. Waktu sesudah Isya dan Subuh penuh untuk belajar bersama, dengan dibimbing dan diawasi oleh para guru secara terjadual. Waktu ulangan mid semester ini berbarengan dengan masa persiapan ujian nasional bagi santri kelas III MTs, SMP, dan MA. Saat itu mereka juga sibuk dengan pemadatan materi ujian nasional, bimbingan belajar dan try out.

Workshop Pesantren

Pembinaan

Penataran Guru Diniyah seKecamatan Cigudeg
Kehadiran staf seksi PK Pontreen Kandepag Bogor pada pembukaan pelatihan guru madrasah diniyah Darunnajah bulan April lalu antara lain membuahkan ide penyelenggaraan kegiatan serupa untuk guru seKecamatan Cigudeg. Gagasan ini kemudian dikomunikasikan secara lebih intensif oleh kepala Madrasah Diniyah Darunnajah kepada ketua KKMD dan pihak Kandepag Bogor. A k h i r n y a d i s e p a k a t i penyelenggaraan kegiatan, dengan penanggung jawab ketua KKMD Kecamatan Cigudeg, didukung oleh Seksi PK Pontren, dengan tuan rumah Darunnajah Cipining. Penataran dilaksanakan pada tanggal 7 April 2007, dihadiri oleh 30 orang peserta dari 10 madrasah diniyah. Acara dibuka oleh Pimpinan Pesantren Darunnajah dihadiri oleh Kasi Pekapontren Bogor, Drs. H. Kamran Sholeh, Pendais Kecamatan Cigudeg Abdul Mutholib, S.Pd.I dan unsur Muspika Kecamatan Cigudeg, H. Mursal. Materi penataran mencakup : Metodologi Pengajaran (disampaikan oleh Ustadz Fatkhul Mu’min, S.Pd.I), Sifat-sifat Guru (oleh Ustadz Musthofa Kamal, S.Pd.I) dan Pengajaran TPA (oleh Ustadzah Inaiyah)

Pada tanggal 17 s.d 19 April 2007 pimpinan pesantren Darunnajah Cipining KH Jamhari Abdul Jalal, Lc mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam, Departemen Agama RI. Workshop ini bertempat di Wisma YPI Ciawi Bogor, diikuti oleh pimpinan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam workshop tersebut dibicarakan mengenai peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren, sikap pesantren terhadap Ujian Nasional, dan wacana tentang bidang studi pokok yang mesti diajarkan di pesantren guna memenuhi kriteria sebagaimana tersebut dalam sistem pendidikan nasional.

Pelatihan Calon Guru Diniyah
Madrasah Diniyah Darunnajah Cipining dimaksudkan, antara lain, untuk menjadi laboratorium micro teaching bagi para santri senior (kelas V TMI). Oleh karena itu setiap tahun mesti diadakan penataran dan pelatihan, mengingat para guru bantu ini silih berganti setiap tahun. Pelatihan guru madrasah diniyah tahun ini dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 April 2007. Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan pesantren, ketua Kelompok Merja Madrasah Diniyah Kecamatan Cigudeg, dan staf Seksi Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren pada Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor. Sesi pelatihan mencakup psikologi anak (oleh Ustadz Muhamad Mufti), Sifat Guru (oleh Ustadz M Zakaria, M.A.), Metodologi Pengajaran (oleh Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag), dan Pengajaran TPA (oleh Ustadzah Inaiyah). Kegiatan ini diikuti oleh 51 santri kelas V TMI asrama

Seminar Pemasaran Sekolah
Pada tanggal 2 Juni 2007 dua orang guru Darunnajah Cipining mengikuti seminar di Darunnajah Ulujami. Mereka adalah Ustadz Nasikhun S, SE (Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru) dan Ustadz Muhamad Mufti. Penyelenggaraan seminar bertajuk “Pemasaran Sekolah” ini bekerjasama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris, The British Council, dan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama. Pembukaan seminar diisi dengan sambutan pimpinan pesantren

Darunnajah Jakarta, dilanjutkan dengan sambutan Ketua PBNU DR KHM Rozy Munir, sekaligus membuka seminar secara resmi. Pada sesi pertama tampil Keynote Speaker Mr Haywel Coleman, dosen senior Universitas Leeds Inggris dan Konsultan Depdiknas. Beliau, dengan bahasa Indonesia yang fasih, menekankan pada dasarnya sekolah yang bonafid tidak perlu mengiklankan diri (baca: memasarkan). Cukuplah kiranya cerita (tentang kepuasan) yang disampaikan berantai secara lisan oleh siswa dan alumni serta orangtua/wali mereka. Oleh karena itu yang justru menjadi penting, menurut beliau, adalah peningkatan kualitas penyelenggaraan (layanan) pendidikan oleh guru dan kepala sekolah. Narasumber juga menyampaikan ide pentingnya debirokratisasi sekolah. Bapak Ridwan M Yunus yang menyampaikan materi terakhir, juga seakan mengamini pendapat Mr Haywel. Beliau mengajak peserta seminar untuk melihat penyelenggaraan sekolah dari perspektif hati nurani (bukan sekadar birokratis, politis, dan ekonomis). Dengan begitu, citra sekolah akan dengan sendirinya terangkat dan menjadi dikenal luas. Dan ini adalah, menurut beliau, cara paling efektif memasarkan sekolah. Di samping itu tampil pula Ustadzah Hj Nana Rusydianah Mahrus, S.Th.I dan Ustadz HM Agus Mulyana, MA (keduanya adalah alumni Darunnajah Jakarta). Ustadzah Nana memaparkan beberapa teori dan strategi pemasaran sekolah, dikaitkan dengan pengalamannya mengikuti short course di Inggris beberapa waktu lalu. Sedangkan Ustadz Agus membahas peluang kerja sama sekolah di Indonesia dengan berbagai lembaga pendidikan di Inggris.

memasuki masa ujian semester genap pada tanggal 2 Juni 2007. Ujian berlangsung sampai tanggal 20 Juni. Lamanya waktu pelaksanaan ujian karena mencakup ujian lisan bahasa Arab dan bahasa Inggris (dan ditambah praktik ibadah untuk TMI nonasrama dan SMP). Materi ujian tulis juga lebih banyak, dengan adanya muatan khusus TMI. Adapun acara pembagian rapor direncanakan pada tanggal 27 Juni 2007. Sementara itu, liburan semester genap dimulai tanggal 21 Juni s.d 15 Juli 2007. <Sarki/Mukhlisin/Mufti>

Siswi Darunnajah Cipining Juara Lomba Nyanyi
Dunia anak merupakan dunia yang menyenangkan dan penuh kegembiraan. Apa yang mereka alami akan terekam kuat dalam memori dan menjadi bagian penting dari masa depannya. Untuk itulah diperlukan kecakapan tersendiri dalam mendidik para generasi mendatang tersebut. Kecakapan dimaksud adalah kemahiran guru dalam mewarnai anak-anak didiknya melalui wahana pendidikan yang tepat guna bagi mereka seperti: bernyanyi, bercerita dan bermain atau yang sering disebut BCM. Adalah Ustadz Nur Fathoni, SHI. (Kepala MI Darunnajah Cipining), berinisiatif mengikut sertakan anak didiknya dalam lomba mewarnai, menyanyi dan menari (3M) seJadebotabek di Islamic Village Tangerang pada hari Jum’at, 5 Mei 2007. Perhelatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tersebut diikuti kurang lebih 200 peserta dari tingkat RA/TK dan MI/SD. Adapun delegasi dari MI Darunnajah Cipining adalah Adib Shofwan Al-Fadil (kelas 1), Fina Zakiyatul Mahmudah (kelas 2). Keduanya mengikuti lomba mewarnai. Delegasi lainnya adalah Salsabila (putrid Ustadz Kamilin) dan Fachira Afifatunnisa

Ujian Semester Genap
Para santri TMI Darunnajah Cipining

(kelas 2) yang tampil elegan dalam lomba tarik suara. Putri pertama Ustadz Anton Septiono, S.Pd.I. tersebut dinobatkan sebagai juara kedua oleh dewan juri dari sekolah musik Purwa Caraka Jakarta. (Muhlisin).

Satu Lagi Santri Darunnajah Cipining Ke Amerika Serikat
Peluang untuk belajar bahasa asing di negeri penutur aslinya (Native Speaker) merupakan kesempatan sangat berharga, terlebih dalam jangka waktu cukup panjang, seperti belajar bahasa Inggris di Amerika Serikat. Informasi tentang kesempatan menjadi peserta pertukaran pelajar internasional, terutama melalui program AFS dan YES, dianggap penting oleh Pesantren Darunnajah Cipining. Sejak tahun 2003 pesantren sudah mengikut sertakan santrinya (kelas IV TMI/I Aliyah) untuk seleksi. Hasilnya, seorang santri putri, Fitriani Susanti, lulus dan berangkat pada tahun 2004. selanjutnya, dua orang santri, Fikri Indra Silmy dan Sinta Komalasari, menyusul berangkat ke Amerika Serikat pada tahun 2005. Tahun 2007 ini, untuk ketiga kalinya, Yusep Supriatna (asal dari Kec. Nanggung Bogor), insya Allah akan berangkat ke Negeri Paman Sam pada Agustus mendatang, melalui program YES. Dia akan menetap dan mengikuti berbagai kegiatan, termasuk sekolah di SLTA, di Amerika Serikat selama lebih kurang sebelas bulan. Sekembalinya dari mengikuti program Yes, yusep harus kembali melanjutkan sekolah di kelas VI TMI/III MA Darunnajah Cipining tercinta. Cermin sukses Fitriani Susanti dan dua generasi berikutnya ini telah mendorong adik-adik kelas mereka untuk mengikuti tes seleksi. Setiap tahun santri darunnajah cipining yang berminat mengikutinya terus bertambah. Fikri Indra Silmy menuturkan,

pengalaman mengikuti program pertukaran pelajar internasional ini telah memberinya beberapa hal berharga, diantaranya pemahaman dan toleransi antar budaya, penguasaan bahasa Inggris dan lain sebagainya. Benarlah ketika Rosulullah bersabda, “Tuntutlah Ilmu walau (sampai) di negeri Cina”.(sarki) Suka Duka Fikri Indra Silmy Setahun di Amerika Serikat Fikri beserta teman-teman peserta program Youth Exchange and Study (YES) berangkat menuju negeri Paman Sam pada tanggal 7 Agustus 2005. Dari bandara Soekarno Hatta terbang ke Kuala Lumpur. Setelah menginap satu malam, kami melanjutkan perjalanan ke London, kira-kira 14 jam. Di London, kami menginap semalam. Di sana juga sudah menunggu kelompok 2, termasuk Sinta Komalasari (dari Darunnajah Cipining). Jadwal keberangkatan kami ke Washington sekitar Pukul 9 pagi, namun tertunda karena kerusakan pesawat. Baru keesokan harinya kami dapat terbang. Kami menginap 2 malam di Washington. Dalam kesempatan itu kami mendapatkan orientasi bersama dengan peserta lainnya dari berbagai negara. Kebetulan Fikri satu kamar dengan Arobi (peserta dari Saudi Arabia) yang tidak bisa berbahasa Inggris. Akhirnya, kita ngobrol menggunakan bahasa Arab terus. “Yang bikin senang dan bangga, bahasa Arab yang Fikri dapat dari Cipining ternyata bisa dipahami. Ga siasia deh dari kecil di Darunnajah Cipining.” Akhirnya, satu persatu dari kami diberangkatkan ke daerah masingmasing, Fikri mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Buffalo, New York. Fikri tinggal dengan keluarga yang beragama Katolik. Awalnya Fikri merasa canggung untuk melakukan sholat, tapi lamakelamaan jadi terbiasa. Bahkan setiap

kita nonton film bersama dan Fikri ke kamar untuk sholat, mereka rela menunggu Fikri dengan mem-pause film itu. Beberapa bulan setelah itu, tibalah bulan Ramadhan Alhamdulillah Fikri sukses berpuasa sebulan penuh. “Sedih sih, sahur, puasa, dan buka sendirian. Tapi Fikri yakin itu ujian iman.” Selain ada sedihnya, juga ada enaknya, salah satunya, karena bulan Ramadhan tiba di awal musim dingin jadinya siang lebih pendek, so kita sahur jam 5.30 pagi dan buka jam 16.30. Pada waktu Idul Fitri, malam harinya Fikri telepon ke keluarga di Indonesia “Ya sedih memang, lebaran sendirian tanpa sanak keluarga, tapi Fikri yakin kok, ini ada hikmahnya.” Pagi harinya, Fikri meminta izin tidak sekolah untuk shalat Ied. Pada waktu shalat Ied, ada sekitar 30-40 muslim-muslimah di masjid yang bernama “Taqiya”. Mayoritas yang ada di sana asalnya dari Arab, India, dan Persia, juga ada beberapa orang Amerika. Di bulan Desember mereka banyak kegiatan, diantaranya acara “Thanks Giving”, dan Natalan. Thanks Giving adalah acara keluarga, yang setiap anggota keluarga harus hadir, kemudian makan dengan ayam kalkun yang subhanallah besar banget. Malam sebelum natalan keluarga besar mereka bagi-bagi hadiah hingga esok harinya. Pelajaran yang Fikri dapatkan adalah, ternyata di tengah kesibukan, mereka masih meluangkan waktu untuk sekedar berkumpul dengan keluarga. Pada musim dingin ini, Fikri mencoba untuk belajar main ski, mumpung lagi ketemu salju. Pertama kali main ski Fikri sering jatuh, tetapi akhirnya bisa juga. Seneng deh….. Beberapa minggu kemudian, tiba hari Idul Adha. Fikri izin lagi untuk tidak masuk kelas. Terasa sedih lagi, tapi tidak sesedih waktu Idul Fitri. Fikri shalat di masjid yang sama. Setelah shalat mereka melaksanakan pemotongan hewan kurban, Fikri hanya bantu-bantu sedikit saja. Setelah itu kita ghada’ dan

‘asya bersama-sama. Terasa indah kebersamaan kaum muslimin-muslimat di sana, walupun berbeda etnis, mereka menganggap semua bersaudara dalam satu aqidah. Dua minggu setelah itu, Fikri diajak keluarga paman Fikri untuk bertamasya ke Florida. Kami berangkat dengan mobil van besar yang muat 11 orang, paman dan bibi Fikri, 7 anak mereka, Fikri, dan satu tetangga mereka. Perjalanan ke Florida memakan waktu dua hari. Kami tinggal di Florida selama satu minggu. Keadaan Florida tidak jauh berbeda dengan Indonesia, di sana ada juga pohon bambu, pohon jeruk, mangga, palm, kelapa, dan lain-lain. Fikri juga sempat manjat pohon kelapa, yang membuat bule-bule Amerika terkejut dengan itu. Pada bulan Maret, ada perayaan “International Education Week”. Pada waktu itu Fikri diminta untuk presentasi tentang Indonesia. Fikri membuat slide show, memutar video rekaman Jurus Tunggal Baku pencak silat yang Fikri peragakan. Mereka kagum melihat itu. Ternyata 5 tahun di Darunnajah untuk latihan silat seminggu sekali ada manfaatnya juga. Pada bulan April, kebiasaan orang Amerika yang beragama kristen melaksanakan, istilah kita, puasa mutih. Selama 40 hari mereka tidak memakan apa yang mereka amat sukai. Contohnya minum kopi, makan coklat, makan daging. Setelah itu mereka ada acara “Easter” atau kenaikan Isa Al Masih. Ketika malam Easter, bunyi lonceng gereja bergema ke seluruh pelosok desa. Esok harinya ada, istilahnya, mencari telur (apa saja yang bentuknya seperti telur, biasanya coklat). Jadi waktu bangun pagi, anakanak keluarga angkat Fikri, termasuk Fikri, harus mencari keranjang berisi telur-teluran. Lucu deh…. Di bulan itu juga ada liburan “Spring Break” (liburan musim semi). Fikri minta

untuk jalan-jalan ke New York City, tempat di mana gedung kembar WTC dan Pentagon hancur dan roboh oleh serangan 11 September 2001. Kami menginap di kota bernama Poughkipsi, dekat dengan pusat Industri IBM Computer. Di NYC, kami makan makanan Indonesia di Restoran Bali Nusa Indah, masuk ke gedung Empire State (tertinggi di NYC), dan keliling patung Liberty. Pada bulan Mei, saat “Easter Break”, kami hiking ke gunung tertinggi di New York State, Marcy namanya. Esok harinya ketika bersiap untuk kembali, kami dikagetkan dengan berita gempa bumi di Yogyakarta. Seluruh anggota keluarga angkat Fikri risau. Namun, Fikri katakan kalau Fikri orang Parung Panjang, Bogor. Memasuki bulan Juni, Fikri terlihat agak aneh oleh keluarga angkat. Fikri selalu tidur malam, sekitar jam 12 malam. Fikri beri mereka alasan, karena itu sudah masuk musim panas, siang hari menjadi panjang malam jadi pendek. Ya, Fikri harus menunggu shalat Isya sampai jam 11.30 malam. Di akhir bulan itu, Fikri ada ujian akhir seluruh mata pelajaran yang Fikri ambil, yaitu: Matematika, Kimia, B. Prancis, Komputer, B.Inggris, dan Sejarah Amerika. Ujian yang paling sulit adalah sejarah. Fikri meninggalkan rumah keluarga angkat Fikri hari minggu, 25 Juni 2006. Fikri tidak menyangka Bapak, Ibu, dan kakak angkat yang mengantar Fikri menangis terisak-isak. Fikri pun terbawa… Esok harinya Fikri ada acara Orientasi akhir dengan Exchange Student yang lain di Chapter Buffalo. Malamnya, kami bertolak ke Long Island, New York. Pagi harinya, seluruh peserta program YES terbang ke Washington. Di bandara Washington, Fikri bertemu Sinta lagi. Kegiatan di Washington adalah silaturrahmi ke Congress, silaturrahmi ke

KBRI, orientasi akhir, talent show pernegara, dan jalan-jalan. Kami bertolak dari Washington tanggal 29 Juni 2006. “Good bye USA, I would back later…” Kami sampai di Indonesia tanggal 2 Juli 2006, masya Allah panas banget di Jakarta…. Kami langsung menuju Gedung Diknas di Jak-sel, untuk mengadakan acara perpisahan. Hal yang paling berkesan dari USA antara lain, mereka asyik (selalu menegur dengan salam mereka), selalu berterima kasih walau hanya ditolong sedikit, hubungan kekeluargaan mereka sangat kuat, teman-teman seumuran Fikri sudah sangat mandiri (punya uang jajan sendiri, punya kerjaan sendiri), dan banyak lagi. Pesan Fikri buat adik-adik kelas dan pembaca yang budiman: jangan pernah menilai negatif segala prilaku orang, selalu berfikir positif. Kita harus buat perbedaan itu sebagai rahmat. Dan satu lagi, jangan pernah menyerah untuk menggapai harapan. Maju terus pantang mundur.

Pramuka Pesantren se-Jawa Berlaga di Darunnajah Cipining
Pramuka Darunnajah 2 Cipining sejak awal berdirinya pesantren ini telah mampu unjuk gigi dan menorehkan segudang prestasi tingkat nasional, bahkan juga internasional. Dengan berbekal pengalaman di berbagai kegiatan pramuka yang telah diikuti selama ini, dan didorong oleh keinginan besar untuk menjadi tuan rumah acara perkemahan penggalang dengan skala yang lebih besar, Darunnajah Cipining berinisiatif menyelenggarakan Lomba Pramuka Penggalang Gladi Tangkas Medan (LP2GTM) ke-4. Jangkauan kepesertaannya diperluas dengan mengundang lembaga-lembaga pendidikan sekitar dan pesantrenpesantren besar di pulau Jawa dan Madura. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 16 sampai 19 April 2007 diselenggarakan di bumi perkemahan kampus 2 Darunnajah Cipining untuk putra, dan di kampus 1 untuk putri. Kontingen putra yang hadir di antaranya dari Darul Amanah Kendal Jawa Tengah, Al-Basyariyah Bandung, Al-Mizan Banten, Darul Mujahadah Tegal. Sedangkan kontingen putri di antaranya dari Pesantren Darunnajah III Al-Mansur Serang, Darul Mursyidah Banten dan Darussalam Bogor. Kepanitiaan kegiatan ini melibatkan pengurus pramuka, pengurus organisasi santri dan dibantu dewan guru, dengan Ustadz Syaeful Hadi Scada S.Pd.I, MT sebagai ketua. Kegiatan ini menelan biaya kurang lebih Rp 20 juta. Dana berasal dari peserta lomba dan para donatur yang tidak mengikat. Kegiatan dibuka oleh Ka Kwarcab Bogor H. Asep Engkus Sutisna ST, MT, dan dihadiri oleh Kepala Kantor Depertemen Agama Kabupaten Bogor H. Drs. Zaenal Abidin M.Pd.I, muspika Cigudeg. Lomba ini memperebutkan piala tetap Menteri Agama Republik Indonesia untuk juara umum, piala Gubenur Jawa Barat untuk juara favorit, piala Bupati Bogor untuk juara pertama, serta piala ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk juara kedua dan piala Ka Kwarcab Bogor untuk juara ketiga. Para peserta sejak upacara pembukaan digelar sudah menunjukkan kebolehannya saat memasuki lapangan. Dengan kerapihan regu dalam berbaris dan variasi yelyelnya saling saut-sautan menjadikan lapangan upacara nampak ramai dan bergemuruh. Dewan Juri LP2GTM ke-4 ini berasal dari unsur Kwartir Cabang Bogor yang dipimpin Oleh Kak H. Brasya. Di antara lomba-lomba yang dipertandingkan adalah baris-berbaris dengan variasinya, majalah dinding, kreasi iptek, karnaval, MTQ dan sari tilawah, puisi berantai, pioneering, kebersihan tenda, mengganbar karikatur, mendayung, football challenge, cross country dan lain-lain. Selain lomba-lomba yang menguji nyali dan ketangkasan, para peserta disuguhi pula kegiatan out bond, yaitu berkeliling daerah sekitar pesantren, objek wisata gua gudawang, danau pemancingan Darunnajah, persawahan yang luas dan indahnya alam hijau nan asri. Pada hari Senin, 19 Maret 2007 rangkaian kegiatan disudahi dengan upacara penutupan. Bertindak sebagai pembina upacara pimpinan pesantren KH Jamhari Abdul Jalal, Lc. Keluar sebagai juara umum kontingen putra adalah regu Macan Kampus dari Darunnajah Cipining, dengan nilai tertinggi yaitu 6.900, disusul oleh Darul Qolam Banten dengan nalai 4340

sebagai juara 1. Berada pada urutan kedua adalah kontingen Pesantren Latansa, sedangkan Pesantren Darunnajah III Al-Mansur barada pada posisi ketiga. Sementara itu, kontingen putri yang berhasil menjadi juara 1 adalah regu Mawar Kampus juga dari Darunnajah II Cipining, dengan skor 7840, diikuti di posisi kedua oleh Pesantren Al-Mizan dengan nilai 6315. Meraih nilai 6140, pesantren Darussalam Bogor berada pada posisi ketiga.Dalam event ini sebagai juara Favorit terpilih kontingen dari Jawa Tengah, yaitu Pesantren Darul Amanah. Harapan besar dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah semakin eratnya jalinan silaturahmi sesama pesantren. Dan bagi Darunnajah Cipining sendiri untuk kedepannya agar lebih mampu dan siap menyelenggarakan event yang lebih besar. (Ikhun).

Pramuka Darunnajah Kembali Dengan Prestasi Pasti!!
“Nah lo-nah lo, Darunnajah datang lagi….!, Yel-yel inilah yang selalu diteriakkan sebagai simbol semangat para andika gudep 03-001/03-002 Darunnajah Cipining dalam berbagai event, baik berupa perkemahan maupun lomba-lomba kepramukaan. Teriakan yel-yel ini memberikan isyarat mereka siap bertanding dan bersaing secara fair. Yel-yel tersebut juga menjadi pengingat bahwa pramuka dan Darunnajah Cipining adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Di mana adapramuka di situ ada andika Darunnajah Cipining. Dan hal itu sedah dibuktikan dengan keaktifan kiprah dan ukiran prestasi mereka hingga ke tingkat nasional dan internasional. Tanggal 15, Februari 2007 yang lalu Darunnajah Cipining mengutus pramuka putra dan putrid ke suatu acara perkemahan di Curug Cigamea, Gunung Bunder Bogor. Mereka didampingi oleh Pembina Kak Ucu Hatilawati. Acara yang

berlangsung hingga 17 Fabruari ini atas undangan dari KKM 2 MTs N Model Babakansirna Leuwiliang dengan nama kegiatan “Jambore Penggalang” Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 500 (lima ratus) peserta tingkat M a d r a s a h Ts a n a w i y a h . S e l a i n Darunnajah Cipining, peserta yang hadir antara lain dari MTsN. Babakan Sirna Leuwiliang, dan MTs. Gunung Bunder. Suasana hamper sepanjang waktu kegiatan berlangsung diselimuti oleh mendung tebal dan guyuran hujan. Hal ini masih ditambah dengan medan yang berbukit. Meskipun demikian, tak sedikitpun ciut nyali atau gentar terlihat pada raut muka para andika kita. Kondisi ini justru menjadi tantangan tersendiri untuk tetap bersemangat dan berprestasi. Di akhir acara, nyatalah tidak sia-sia jerih payah kontingen Darunnajah Cipining. Kedua regu ini mempersembahkan prestasi sebagai juara terfavorit. Banyak peserta dari kontingen lain yang ingin berkenalan dan meminta tanda tangan andika kita. Bahkan ada kontingen yang secara khusus meminta diajari yel-yel ala Darunnajah Cipining tersebut. mereka beralasan, yel-yel tersebut cukup simpatik. Mereka yang dikirim ke acara perkemahan ini adalah sebagai berikut: Andika Putri : Eka Munawaroh Arina Septiana Ch Siti Zakiyah Luthfia Tanti Dede Wahyuni Qurrota A’yuni Ina Rosdiana Ulfa Tisnawati LuluRohmatulAsiyah Andika Putra : Teguh Reza Kurniawan Muhazir ZA Rizki Iman Ahmad Rafi

Dimas Vicky Ardiansyah Vito Agung Saktiana Fajar Nurrohman Rufi Semoga dengan prestasi tersebut tidak lantas membuat para andika pramuka Darunnajah puas dan cukup sampai di situ, melainkan dianggap sebagai aksi perdana dan siap untuk beraksi kembali di medan-medan pramuka berikutnya.(El@)

Ketangguhan Darunnajah II Cipining Masih Sulit Ditaklukkan
Tekad membara melekat di dada kontingen Darunnajah 2 Cipining seusai dilepas oleh pimpinan pesantren untuk mengikuti Darunnnajah Open ke-2. Terlihat sumringah wajah para peserta saat mereka akan menaiki mobil rombongan menuju Darunnajah I Ulujami Jakarta. Kontingen yang berjumlah 32 atlet ini akan turun di seluruh cabang lomba yang akan dipertandingkan, baik olah raga maupun pramuka. Event perlomban dua tahunan bagi pesantren-pesantren di bawah yayasan Darunnajah dan binaannya ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antarsesama santri dan pesantren. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 7 s.d 10 Februari 2007 kali ini merupakan untuk yang kali keduanya bagi anak-anak Cipining berlaga di Jakarta, setelah setahun yang lalu berhasil meraih prestasi puncak yaitu menjadi juara umum. Walaupun kali ini membawa kekeuatan yang berbeda dengan sebelumnya tetapi ambisi mempertahankan mahkota juara tetap menjadi target utama. Hal ini terungkap melalui penuturan pembimbing yang merangkap manajer kontingen, Ustadz Syarifuddin, saat ditemui Wardan menjelang keberangkatannya ke Darunnajah I Jakarta.

Beberapa pesantren yang tahun lalu ikut ambil bagian dalam kegiatan ini tidak mengirimkan kontingennya, karena sebagian kawasan DKI saat itu sedang dilanda banjir. Walaupun demikian pertandingan tetap dilaksanakan, hanya minus beberapa pertandingan pada cabang footsal, bola basket dan tenis meja. Cabang pencak silat masih menjadi lumbung medali bagi kontingen Darunnajah II Cipining, walaupun saingan berat lomba adu jotos ini datang dari kubu tuan ruamah sendiri, Darunnajah III Al-Mansur Serang dan Madinatunnajah Tangerang. Yang lebih membanggakan lagi pada lomba olahraga asli asal Indonesia ini terjadi all Darunnjah2 final pada kelas E dan F. Abiyudin versus A fauzi di kelas E dengan kemenangan untuk Abiyudin, dan pertarungan kakak beradik di kelas F: Djati Kahfi versus Aan Asmuni, yang dimenangi sang kakak. Pertandingan menggunakan sistem gugur, dengan wasit dan juri yang berasal dari IPSI DKI. Hal ini dimaksudkan untuk mengedepankan sportifitas dan netralitas dalam bertanding. Dari 9 kelas yang dipertandingkan, kontingen Daraunnajah Cipining berhasil menggondol 5 medali emas, 6 medali perak dan 4 medali perunggu. Berikut ini nama-nama atlit peraih medali di cabang silat Darunnajah Open 2 yaitu: Dengan perolehan medali tersebut, kontingen Darunnajah 2 Cipining menempati posisi teratas dalam pengumpulan medali pada Cabang olah raga. Sementara untuk perlombaan pramuka diwakili satu regu penggalang yang bernama Macan Kampus. Regu yang merupakan pasukan khusus ini sudah terbiasa malang melintang di berbagai kegiatan pramuka. Dan dalam Darunnajah Open kali ini prestasinya juga memuaskan, berhasil menduduki

posisi teratas pada pengumpulan nilai akhir. Keberhasilan cabang silat yang juga diikuti oleh pasukan khusus pramuka pada akhirnya menempatkan Pesantren Darunnajah 2 Cipining sebagai juara umum Darunnajah Open ke-2 dan memepertahankan gelar juara yang direbutnya tahun lalu. Selamat!.( Ikhun)

OSDC Putri Studi Banding ke Al-Basyariyyah Bandung
“Carilah ilmu sampai ke negeri China” Mudah-mudahan pepatah ini bukan hanya sebuah slogan yang dihafal. Yang lebih penting adalah bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah, pengurus OSDC putri masa bhakti 2007/2008, yang baru seumur jagung, berinisiatif untuk menimba ilmu dan curah pendapat ke pesantren lain. Tujuan kunjungan dan diskusi kali ini adalah pesantren Al-Basyariyah di Bandung Jawa Barat. Rombongan berjumlah 38 orang santri, didampingi oleh Kepala Asrama Putri, Ustadz Kamilin; Ustadz Nasikun Sugik, SE; Ustadz AA Husein; Ustadzah Kunarti SPd.I; Ustadzah Tresna Amalia, A.Ma; Ustadzah Musyarofah, AMa dan Ustadzah Ela Hulasoh, S.Sos. Rombongan berangkat Selasa, 17 April 207, pukul 22.00 WIB. Setiba di lokasi kunjungan, Rabu dini hari, pukul 03.00, rombongan langsung disambut hangat oleh santri putri Al-Basyariyyah dan diajak bergabung untuk melaksanakan sholat malam/tahajud sekaligus jamaah shubuh. Kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama dari pukul 06.0007.30 pagi. Hal yang menambah seru adalah pertandingan persabhabatan bola voli yang dimenangkan oleh tim Darunnajah. Setelah mandi, pukul 08.00 mereka sarapan bersama. Kemudian pada pukul 08.30 seluruh pengurus Organisasi Siswi PP Al-Basyariyyah (OSPA), beberapa orang guru dan Buya

Drs KH Syaiful Azhar (serta tentunya pengurus OSDC putri dan para pembimbing) telah siap dalam di dalam ruang pertemuan untuk memulai forum dialog dan berbagi pengalaman dalam manajemen organisasi santri dan kepengasuhan. Acara berlangsung dalam suasana yang hangat, terbuka dan semangat. Tujuan utama dari studi banding tersebut adalah untuk memotivasi pengurus baru OSDC putri dan untuk semakin menambah semangat dalam menjalankan roda organisasi, juga sebagai kaca perbandingan. Menurut beberapa orang pengurus OSDC putri peserta kunjungan, memang terdapat beberapa kesamaan antara AlBasyariyah dan Darunnajah Cipining, di samping kelebihan yang dimiliki masingmasing. Adapun hal-hal yang bisa diteladani dari Al-Basyariyah di antaranya penerapan disiplin pengasuhan, khususnya keamanan yang bagus, penerapan bahasa yang optimal, dan manajemen ibadah yang baik (sholatul lail sudah merupakan “kewajiban” bagi santri. Selain itu ada suatu hal yang unik yaitu “ghurfatut tahannuts” atau ruang sel (tahanan) yang merupakan ruang khusus bagi santri yang melanggar disiplin. Di ruang tersebut santri diarahkan untuk bertaubat dan menyadari kesalahan. Uniknya lagi bagi pengurus yang melanggar disiplin dicopot dari kepengurusan lalu dijadikan “Jasus Ma’had” (intel pesantren) yang bertugas melaporkan pengurus yang melanggar disiplin. Sayangnya suasana yang akrab, hangat dan bersahabat harus terhenti pukul 13.30 WIB, ditutup dengan berfoto dan makan siang bersama. Dan sebagai penyegar dalam perjalanan pulang, rombongan diberikan waktu 1,5 jam untuk berjalan-jalan di Cibaduyut, salah satu lokasi wisata belanja di Bandung. Oleh-oleh Cibaduyut sudah di tangan, dan oleh-oleh ilmu

berorganisasipun diaplikasikan!.(El@)

siap

LDK Pengurus OSIS SMP Penuh Sensasi Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan wawasan siswa dalam hal leadership, 17-19 April 2007 yang lalu pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Darunnajah mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Kegiatan ini dipandu oleh Ustadz M. Rizal Syafaat dan Ustadz Agus Sapta Eka, sebagai pembimbing OSIS. Penyampaian beberapa materi dikemas serupa dengan drama tragedi yang membuat acara semakin semarak. Hal ini tercermin dari keantusiasan para peserta yang berjumlah 53 siswa/i. Seusai upacara pembukaan, materi pertama yang diberikan bertajuk “Pemimpin Yang Spektakuler.” Pada sesi kali ini para peserta didadar untuk berani menjadi pemimpin. Mahmun terpilih menjadi ketua peserta. Hari berikutnya peserta kembali digembleng di lapangan. Adapun tema sesi ini ialah “Gladi Pemimpin Muda. “ Pada sesi kali ini peserta lebih banyak diberi materi tentang kepemimpinan. Setelah selesai pemadatan materi sore harinya (ba’da ashar) peserta diajak untuk karnaval dengan kostum ala regu mereka masing-masing. Malam harinya diadakan acara Api Unggun Gembira. Karena cuaca yang kurang mendukung maka acara dilaksanakan di dalam ruangan. Kendati demikian, semangat para peserta tidak surut. Hal ini terlihat ketika acara galang kreasi, mereka penuh gairah menunjukan apresiasi seni per regu. Suasana semakin meriah manakala canda tawa dan celoteh keluar dari peserta yang menunggu giliran mementaskan atraksinya. Seusai api unggun peserta diberikan waktu untuk istirahat. Dini harinya, Kamis, 19 April 2007,

pukul 03.00 WIB peserta dibangunkan guna melaksanakan renungan malam. Sebelum renungan malam dimulai peserta melaksanakan Qiyamul Lail terlebih dahulu secara berjamaah. Pagi harinya memasuki hari ketiga para peserta diajak safari camp dengan menyelusuri jalur menuju bukit 1 Darunnajah. Sepanjang rute peserta harus melewati halang rintang yang telah disediakan. Hal ini dimaksudkan sebagai cerminan seorang pemimpin harus selalu sigap melewati segala kendala yang dihadapinya dengan penuh perhitungan yang matang. Setelah seluruh peserta sampai ke puncak bukit, mereka dijamu dengan acara yang paling fantastik, yaitu Out Bond. Di sesi ini peserta diberikan beberapa permainan, antara lain: membawa bola pingpong secara estafet, memasukan paku ke dalam botol secara berkelompok, dan permainan melewati jaring-jaring pemimpin menembus masa depan. Di penghujung acara peserta berkumpul di lapangan guna mengadaka upacara penutupan dan pemilihan peserta terbaik, terfavorit, terheboh, teraktif dan sebagainya; sekaligus pemberian kenang-kenangan dari panitia. Berikut adalah nama-nama peserta penerima penghargaan: 1. Peserta terbaik : Mahmun 2. Peserta terfavorit : R o h m a t Hidayat 3. Peserta terheboh : Sani Nuraini 4. Peserta teraktif : Yuningsih Akhirnya dengan LDK ini diharapkan akan dapat muncul pemimpin-pemimpin yang memiliki kredibilitas dan dedikasi yang tinggi, diiringi dengan jiwa kepemimpinan yang Islami. (Muhrizal)

Pelantikan Pengurus Baru OSDCpa&pi,OSIDC, OSADC, OSTAQ pa&pi
Pergantian atau peralihan tugas dan jabatan adalah hal yang lumrah terjadi

dalam segala aspek kehidupan seharihari, termasuk dalam suatu organisasi, di mana ada masa menjabat dan masa habis jabatan. Regenerasi pasti terjadi dan mutlak adanya. Ketika masa tugas pengurus OSDC putra dan putri, OSADC, OSIDC, dan OSTAQ periode 2006/2007 telah habis, agenda selanjutnya adalah pemilihan, penetapan dan pelantikan pengurus baru periode 2007/2008. Pada tanggal 14 dan 15 Janauari 2007, bertempat di lapangan basket, acara pelantikan dilakukan oleh pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal Lc, dihadiri oleh dewan guru dan segenap santri. Harapan semua pengurus baru berbuat lebih baik lagi dibandingkan dengan kepengurusan yang sebelumnya, dapat mempertahankan traidisi-tradisi dan kegiatan yang sudah ada, bahkan semakin memperbanyak dan menyempurnakannya. Pengurus Organisasi Santri Tahfizhul Qur’an (OSTAQ) menargetkan santri semakin berjiwa qur’ani dan meningkat kualitas ibadah mereka. Begitupun dengan pengurus Organisasi Santri (OSDC) putra dan putri. Mereka menargetkan tahun ini adalah tahun revitalisasi aneka kursus, termasuk keterampilan. Berbeda lagi dengan pengurus Organisasi Siswa dan Siswi MTs & MA nonasrama (OSADC dan OSIDC). Tahun ini dicanangkan sebagai tahun peningkatan di segala bidang, berprestasi dan siap memobilisasi. Pelantikan adalah salah satu dari serangkaian kegiatan pergantian pengurus organisasi santri di pesantren Darunnajah Cipining. Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia (dari santri) dengan bimbingan guru. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan prapemilihan formatur dan pemilihan formatur yang sesungguhnya, diikuti oleh segenap santri dan guru. Tahap berikutnya adalah penyusunan dan penyampaian laporan

pertanggungjawaban pengurus periode 2006/2007 di hadapan Pimpinan Pesantren, dewan guru dan segenap santri. Seusai pelantikan, para pengurus baru bersidang selama beberapa hari dalam forum musyawarah kerja (muker, untuk organisasi santri/siswa) dan musyawarah koordinator (mukoord, untuk gerakan pramuka). Forum ini adalah untuk menentukan program kerja dan beberapa hal lain yang hendak dilaksanakan. Berikut susunan kepengurusan OSDC putra dan putri, OSADC, OSIDC, OSTAQ putra dan putri Susunan Pengurus OSDC Putra Masa Bhakti 2007/2008 Ketua : Sekretaris Nurwanto Hijrah Syaputra Raden Rino Agus S : D w i m a r

Muhammad Syafei Bendahara : Nurul Habibi Shiddiq Bag. Keamanan : Waliyuddin Isnahadi Nurriawan Topan Arius Saputra Rian Febri Bag. Bahasa : Hafidz AlArsyad Akbar Nugraha Nurdiansyah Djati Kahfi Bag.Pengajaran: N a n a n g Kurniawan Muhammad Asep Ahmad Noor Bag. Informasi : Reza Naufal Ramadian Ahmad Dimyati Ahmad Abda Zaronza Bag. Kesehatan : Habibi Azhar Jayadi Bag. Olagraga : Muhammad Merdeka Afrizal Eka Rustandi Bag.Peribadatan : Randi

Nurullail Ahmad Fauzi M. Nurmuhsin Nurhadi Bag.Kesejahteraan : Berry Setiawan Iqbal Mulyanto Bag. Kesenian : B e n i Rusdiansyah Deden Hidayat Bag.Penerimaan : M . Syaifulmillah Tamu Syamsuddin Bag.Perpustakan : Hidayatullah Susunan Pangurus OSDC Putri Masa Bhakti 2007/2008 Ketua : Suherni Rifa’atul Maftuhah Sekretaris : Arina Septiana Ch Bendahara : Nurfajriatun Bag.Keamanan : Lina Adhani Vera Paramitha A Tiharoh Sri Jannati Bag. Bahasa : Siti Sulusus Sholihah Dewi Putri Oktaviani Eva Fauziah Asma Munadiah Bag. Pengajaran : Ristia Ningsih Cacih Wiranti Omayanti Bag.Peribadatan : Nurwahdaturrahmah Euis Nurfadillah Suparti Bag.Kesehatan& : Maesaroh Kebersihan Yulistia Rahmawati Khoirul Inayah Bag.Penerimaan : Lailatussalamah Tamu Dewi Nurasiah Bag.Kesejahteraan Fatmawati Rahmayanti Endang Sri Andani

Bag.Olahraga : Nurhayati Bag.Penerangan Munadiah Eva Fauziah.

Novita Sari : Asma

Susunan Pengurus OSTAQ Masa Bhakti 2007/2008 Asnawi Shihabudin Dede Maryadi Sekretaris : Yudi Agus S. Bendahara : Ahmad Dimyati Bag. Keamanan: M. Husnul Mubarok M. Hamdani M. Mahfudz Qori Amrullah Presgiat : Zainul Asikin M. Bayu M. Hamka Fahrul Hamam Nasyirudin Pengajaran : Nur Rochim Ikhsan M. Hasan Dede Wahyu Hidayat A. Abda Zaronja Bahasa : Fajar Safari Nugraha M. Zein Muttaqien Andi Sulaiman Johan fauzi Cahyono Ibadah : M. Farlan A. Haryadi Rizqi Fahrudin Rusmayunafi Kesehatan : M. Ali Imron Sugianto Abdul Rohman Nawi Abdul Aziz M. Susunan Pengurus OSTAQ Putri Masa Bhakti 2007/2008 Ketua : Sekretaris Bendahara Lina Adhani Lailatus Salamah : Eva Fauziah : Khozinatul Ketua :

Hikmah Bag. Kegiatan : Cacih Wiranti Dewi Putri Oktaviani Euis Nur Fadhilah Suparti Ibadah : Maisaroh Fatmawati Asma Munadiyah Dokumentasi : Nur Fitri Omayanti Selvi Andayani Susunan Pengurus OSADC Masa Bhakti 2007/2008 Ketua : Maulana Yusuf Hepri Apriansyah Sekretaris : M. Sodik Maftur Santoso Bendahara : M. Yusuf Rifki Sanusi Pengajaran Bahasa : Keamanan Peribadatan : Aris Sopandi Najmudin Rifyal Adhani Utis Romadona Pipit Nopandi Miftahudin : Suherman Hafi Nazili Aldila Pratama : Farid Abdul Rohman Taufik Hidayat Rofikul Ummat : Olih Ubaidilah Wawan Andriana Lutpiah Wahdiansyah

Novita Sari Maria Sari N u Wardatunnisa Bag. Bahasa

r

Widiawati : Fitrotun Nikmah Rina Nopsiatun M. Eva Maria Ulfah Reni Komalasari Wita Fujiawati Yuliana Ulfah Bag. Pengajaran : Khomsatun M. Komariyah Euis Ludiawati Mulyati Rohaeni Bag. Peribadatan : R i t a Ratnasari Nikmatul Bariyah Siti Komalasari Dini Khoeriani Iim Muslawiyah Nunur Nuryanah Bag. K3 : Asmarani Euis Maryati Uyat Syarifatul Jannah Yayah Badriyah Ade Sholehah Lia Pitaloka Lindawati Susunan Pengurus Koordinator Putra (Asrama) Bindep I: Yusep Supriatna Bindep II : Saddam Husein Ankuset : Dimas Antriksa Ankuang : Detri Hermawan Ankulat : M Romdhon Bimo Wahyu M Arif Hidayatullah Yusuf M Fadilah Ankusani : Mustaufiq Fauzi Abiyudin Ankuperkap : M Romadhon Ahmad Nopi Sanjaya Susunan Pengurus Koordinator Putri (Asrama)

Kesenian

Susunan Pengurus OSIDC Masa Bhakti 2007/2008 Ketua : Nina Hariani Tini Rustini Sekretaris : Nuryanah Ratu Farah Nur Munjiyat Bendahara : Siti Nur Seha Sri Parwati Bag. Keamanan : Haedaroh Neng Huliah

: Syifa Fauziah : Susi Suryani Silviatun Morgana Eka Munawaroh Ankusani : Tutut Ekasari Selvi Andayani Ankuperkap : Nur Fitri Herlina Susunan Pengurus Koordinator Putra (Non asrama) Bindep I: Rahmatullah Bindep II : Awan Maulana Ankuset : Jamiludin Prihatin Ankuang : Komarudin Darussalam Ankulat : Roy Beni Suhendra Salviana Sapin Ankusani : M Rafsanjani Nandang Munandar Ali Ghufron Ankuperkap : Amiludin Iwin Sumantri Subadri Madyani Susunan Pengurus Koordinator Putri (Non Asrama) Bindep I : Nur Ekariani Bindep II : Teti Maryati Ankuset : Ika Sartika Yayan Husnayani Ankuang : Y o y o h Munawaroh Mia Muallifatunnisa Ankulat : Siti Khumaeroh Iis Sholihah Mila Rohilla Rohmatunnisa Ankuperkap : Hopsah Ankusani : Siti Mutamimah Neng Yanti Pergantian Kepala Asrama Putra Kepindahan Ustadz Romanto

Bindep I: Bindep II Rusliani Ankuset Ankuang Ankulat :

Hidayatul Mustafidah : Ervina Selly

Pribadi, S.Pd.I dari Darunnajah Cipining meninggalkan 3 jabatan lowong. Dia sebelumnya menjabat kepala SMP, kepala Asrama Putra, dan pemimpin redaksi Wardan. Bersamaan dengan rapat pemilihan kepala SMP, Rabu, 10 Januari 2007, dilangsungkan pula pemilihan kepala Asrama Putra. Setelah melalui dua putaran, akhirnya terpilih nama ustadz Mukhlisin Muhtarom, S.H.i. Nama ini sudah sangat dikenal di kalangan biro pengasuhan. Kiprah dan dedikasinya di bagian bahasa, misalnya, cukup memberi bukti kapabilitasnya untuk memimpin. Hal ini masih ditambah antara lain dengan kemampuannya mendekati santri. Dia juga dikenal berdisiplin dan tegas.

Para Calon Pelatih Silat Ikuti Pendadaran
Meraih sesuatu itu lebih mudah daripada mempertahankannya Begitu bunyi pepatah yang tidak asing di telinga kita. Hal inilah yang juga menjadi perhatian serius Pesantren Darunnajah Cipining dalam olahraga bela diri pencak silat untuk selalu membina dan menumbuhkan generasi pilih tanding, sarat prestasi tinggi, sebagai peningkatan atas prestasi pencak silat yang pernah diraih sejak berdirinya pesantren ini. Pembinaan calon pelatih selalu diselenggarakan setiap tahunnya dan wajib diikuti oleh para santri kelas IV dan V TMI dan/atau pesilat yang sudah berhasil meraih sabuk hijau. Hal ini dimaksudkan agar para santri senior ini mampu mengajari para adik kelasnya yang masih berada pada sabuk putih dan kuning (biasanya kelas I sampai kelas III TMI). Memanfaatkan waktu luang di saat kelas VI TMI mengikuti Ujian Nasional, 17 s.d

19 April 2007, dilaksanakan penataran pelatih seni beladiri. Kegiatan penggemblengan fisik dan mental ini dipimpin langsung oleh pelatih kawakan yang juga alumnus Darunnajah, Arsyad Umar. Diikuti 36 peserta, kegiatan dimulai dengan warming-up seperti push-up, situp dan refresh (pelenturan otot-otot), sebelum masuk kepada pengenalan jurus-jurus tapak suci, juga untuk mengukur kekuatan fisik calon pelatih yang layak mengikuti pendadaran. Kemudian pada siang harinya barulah dimulai kegiatan inti, diawali tes tertulis tentang keorganisasian tapak suci dan pengetahuan tentang IPSI. Sesi berikutnya adalah materi jurus-jurus dasar. Di samping Arsyad Umar, kegiatan ini juga mendatangkan Anwar, seorang pelatih IPSI Jakarta timur. Kegiatan ini menelan biaya sebesar 6 juta rupiah, yang berasal dari iuran wajib peserta. Cukup meriah kegiatan penataran tahun ini. Setiap peserta sebelum berangkat ke lapangan selalu meneriakan yel-yel tapak suci yang telah diberikan oleh pelatih dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat dan kekompakan dalam berlatih. Kegiatan ini mencakup uji fisik terberat dengan berlari dari kampus Darunnajah Cipining ke Parung Panjang sejauh 19 km untuk pengambilan sabuk

pelatih tanda kelulusan, tanpa menggunakan alas kaki dan penutup kepala. Alhamdulillah, seluruh peserta dinyatakan lulus. Dengan demikain mereka saat ini sudah berhak menggunakan seragam pelatih serta melatih silat pada latihan mingguan maupun latihan khusus.(Ikhun). Berlari 18 Km Mengambil Sabuk Silat Selain penyiapan pelatih yang mumpuni, Pesantren Darunnajah Cipining juga menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat pencak silat bagi para santri untuk naik ke tingkatan kelas yang lebih tinggi. Kegiatan ini juga sebagai sarana evaluasi hasil pembinaan selama setahun oleh pengurus silat Darunnajah. Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan ujian akhir sekolah kelas III TMI tanggal 7 s.d 10 Mei 2007 dikiuti oleh santri kelas I, II, IV dan Intensif. Sedangkan untuk kelas III, pelaksanaannya setelah ujan akhir sekolah berakhir. Total peserta berjumlah 126 orang. Para peserta dikelompokkan sesuai dengan kelasnya masing-masing dengan dua orang penaggungjawab dari pelatih/penguji yang disebut sebagai wali kelas. Mereka bertugas menyiapkan segala hal berkenaan dengan materi yang diujikan. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Biro Pengasuhan Ust Ahmad

Rosihin itu berlangsung di lapangan bola basket. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang pentingnya dilahirkannya kembali bibit-bibit unggul melalui ujian kenaikan tingkat ini, agar terus mampu berbicara di pentas nasional maupun internasional. Hadir pula dalam kesempatan tersebut pembimbing silat Darunnjah Cipining, Ustadz Fathul Mu`min S.Ag, dan beberapa mantan pelatih dari dewan guru. Materi-materi yang diujikan dalam setiap kelasnya berbeda-beda sesuai dengan tingkatan sabuk yang akan diambil. Untuk kelas I tingkat sabuk putih kecil, jurus yang harus dikuasai diantaranya tangkisan mawar mekar dan layu, pukulan katak serta tandukan lembu jantan. Bagi kelas II tingkat sabuk putih besar yang wajib dikuasai di antaranya jurus terkaman harimau dan tendangan sirip serta pagutan merpati. Sedangkan kelas III tingkat sabuk kuning yang harus dipahami adalah gerakangerakan pada jurus naga. Kemudian kelas IV yang meraih sabuk hijau harus memahami jurus tunggal baku dasar dari gerakan bentuk seni tapak suci. Dalam pengambilan nilai setiap kelas diuji oleh 3 orang penguji. Para peserta maju ke hadapan tim penilai bertiga, dengan mata ditutup kain, penuh konsentrasi, karena gerakan yang dilakukan harus sesuai dengan materi yang diucapkan penguji. Adapun kriteria penilainnya, menurut Hamdani, ketua panitia UKT kali ini, adalah kesesuain gerakan dengan perintah, kekuatan fisik, kekuatan pernapasan dan mental bertanding. Rangkaian kegiatan ini di antaranya berlari keliling pesantren 10 kali dan fighting (bertarung) melawan pelatih sebagai uji kemampuandan kekuatan. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dinyatakan lulus dan mereka berhak untuk menggunakan sabuk sesuai dengan kelasnya. Untuk mengambil sabuk tersebut setiap

peserta harus melewati materi akhir yang paling berat yaitu berlari ke Arah Kadaka/Bunar pulang pergi dengan jarak 18 km dan uji mental sesampainya di tempat tujuan dengan cara setiap pesera harus berani mandi disungai. (Ikhun). MA Darunnajah Tanding Persahabatan dengan MA Ta’dibul Ummah Wa k t u k o s o n g i t u p o t e n s i a l menimbulkan kerusakan, terlebih bagi generasi muda dan pelajar. Hal ini harus terus disadari dan diantisipasi, terutama oleh penyelenggara pendidikan. Dalam rangka mengisi kekosongan selama pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Madrasah Aliyah beberapa waktu lalu, santri kelas IV dan V TMI/kelas X dan XI MA DNC mengadakan kegiatan pertandingan persahabatan bola voli. Lawan tanding mereka adalah dari MA Pesantren Ta’dibul Ummah Parung Panjang Bogor. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 28 April 2007, bertempat di MA Darunnajah Cipining; pertandingan melibatkan dua tim putra dan putri. Meskipun didukung oleh banyak supporter dan keuntungan sebagai tuan rumah, tim DNC harus mengakui keunggulan tim tamu. Apapun hasilnya, yang terpenting adalah terjalinnya tali ukhuwah dan silaturrahmi, dijunjung tingginya sportivitas dan fair play, dan terisinya waktu kosong dengan kegiatan yang positif

Seorang Muallafah Berbagi Cerita di Darunnajah Cipining
Memperingati tahun baru 1 Muharram 1428, para santri mengadakan kegiatan shalat malam (qiyamullail) dan dluha yang di masjid yang kemudian diikuti dengan siraman rohani. Pada peringatan kali ini dihadirkan seorang muallafah guna berbagi cerita tentang usahanya mencari kebenaran hakiki. Beliau adalah Ibu Tanti Indrawati asal Tangerang Banten, orangtua Hijrah Saputra (kelas 5 TMI). Pengalaman spirtualnya dimulai saat SMA. Sebelum akhirnya mendapat petunjuk ilahi, beliau telah masuk 6 agama yang berbeda. Keseriusannya untuk memeluk Islam nampak dengan memasukkan putra keduanya ke pesantren Darunnajah Cipining. Acara yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Musta`in (pembimbing Bagian Pengajaran) ini berjalan dengan lancar dalam suasana yang hidup. Sang narasumber memperoleh banyak pertanyaan dari hadirin. Mereka penasaran setelah mereka mendengarkan dengan seksama bahwa masuk Islamnya ibu yang dikarunia 3 orang anak ini berawal dari sebuah mimpi. Saat itu beliau bermimpi melihat buku tuntunan shalat di laci kamarnnya. Setelah bangun laci tersebut dibuka, dan ternyata di dalamnya terdapat buku seperti yang ada dalam mimpi. Padahal keluarga yang ada pada saat itu semuanya non muslim. Akhirnya buku tersebut beliau pelajari secara otodidak dan berusaha dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sampai saat ini. Para santri bertanya antara lain mengenai ketidakyakinannya terhadap agama yang telah keluarga peluk dari dulu. Beliau menjawab, “karena belum mendapatkan kepuasan dalam beribadah sebagaimana yang telah ditemukan dalam islam”. Ada pula yang menanyakan pula tentang hubungannya dengan keluarga sampai saat ini. Beliau menjawab, ”Walaupun orangtua masih beragama Konghucu tetapi hubungan keluarga tetap berjalan dengan harmonis, meski pada awalnya saya mendapatkan tentangan sampai-sampai buku tuntunan shalat tersebut mau dibakar. Dan kami pun masih ikut memperingati hari besar Konghucu bersama keluarga”. Kepala Biro Pengasuhan Ustadz Ahmad Rosichin saat dijumpai Wardan seusai acara tersebut menyampaikan tentang tujuan diadakannya kegiatan ini. “Selain agar ada suasana berbeda dengan tahun–tahun sebelumya, yang terpenting adalah untuk memperkuat keyakinan dan aqidah santri. Umumnya santri beragama Islam karena orangtua dan keluarga yang sudah beragama Islam. Sedangkan cerita ini benar-benar berasal dari orang yang memang mencari kebenaran dan kemudian mendapat hidayah Allah. (Ikhun).

Santri Peringati Maulid Nabi dengan Pelatihan ESQ
Banyak hal yang dapat dilakukan setiap umat muslim di seluruh penjuru dunia dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW: mengadakan tabligh akbar, orasi ilmiah, seminar, dialog, dan lain-lain yang semuanya tidak jauh tentang napak tilas perjalanan beliau dari sejak lahir hingga wafatnya. Kali ini OSDC putra dan OSDC putri berinisiatif untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan Pelatihan ESQ (Emotional & Spiritual Quotient). Kegiatan dilaksanakan hari Sabtu, 12 Rabiul Awal 1428 (31 Maret 2007), di Auditorium Darunnajah, dengan narasumber Ustadz Mudatsir SHI (alumnus pelatihan ESQ angkatan 146).

Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah agar santri lebih dapat mengenal diri sendiri secara utuh. Harapan selanjutnya adalah agar santri dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: keikhlasan, sifatsifat asmaul husna semakin menjiwai para santri, melakukan segala sesuatu bukan karena pamrih kepada orang lain, tetapi semata-mata karena mengharap ridha Allah. Antusiasme santri terlihat sekali dalam pelatihan ESQ ini. Mereka aktif meluncurkan pertanyaan-pertanyaan seputar cara meningkatkan kualitas diri. Acara semakin menarik, terutama sekali karena juga diisi dengan muhasabah. Alhasil beberapa santri menitikkan air mata ketika muhasabah berlangsung. Dan tidak lupa acara ditutup dengan membaca sholawat Nabi bersama yang dipandu oleh nara sumber. Semoga kualitas diri santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritualnya, Amin. (El@)

Pentas Budaya Nusantara SKETSA
Memiliki keberanekaragaman budaya merupakan sebuah kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. Namun, di tengah-tengah hegemoni barat yang terus menjajah tata kehidupan kita, akankah kebanggaan itu tetap dapat langgeng? Saat ini, remaja kita lebih gandrung terhadap budaya impor, lihat saja bagaimana mereka mati-matian mengikuti mode, rela menghabiskan uang hanya untuk sekedar menyesuaikan life style, belum lagi dengan budaya-budaya cabul dan gengsi gede-gedean yang mereka favoritkan dalam tayangan TV. Semua itu adalah trend setter budaya yang perlu diwaspadai. Ini adalah sebuah keprihatinan serius, jika remaja kita lebih cenderung pada budaya impor tersebut. Banyak hal yang melatarbelakangi itu, salah satunya karena tidak adanya care dari berbagai media yang mau dan consistent dalam mengusung budaya lokal. Permasalahan ini, dijawab oleh sebuah kelompok teater yang bernama Seniman Kreatif dan Terampil Santri Ashabunnajah (SKETSA) Darunnajah. Dari hasil kerja kerasnya, kelompok teater ini menggelar pementasan akbar budaya nasional dengan tema “Dengan Semangat Nasionalisme, Kita Junjung Warisan Kebudayaan Bumi Pertiwi’ pada tanggal 6 Mei 2007. Acara yang mengambil tempat di gedung pertemuan Darunnajah tampak semarak dengan hadirnya dewan guru, seluruh anggota Organisasi Santri Ashabunnajah Darunnajah (OSAD), dan para santri. Sebagaimana tema yang diusung dan motto yang berbunyi “Budayaku, Budayamu,Budaya Kita Semua”, maka segala pendukung dan acara pementasan tersebut berbau

kesenian daerah, seperti kuda lumping (Jawa Tengah), Tari Rapai (NAD), pencak silat, fashion show pakaian adat hingga drama musikal kedaerahan juga meramaikan acara tersebut. Meskipun persiapan penampilan ini sangat terbatas, namun anggota SKETSA mengaku puas dapat menampilkan yang terbaik buat para santri. Mereka juga sangat bangga dengan apresiasi yang diberikan penonton. “Kami yakin dengan pementasan ini, meskipun ini adalah yang pertama kali diselenggarakan di pesantren kita. Semoga semua ini, memicu kami untuk berbuat yang lebih baik,” ungkap ketua panitia, Muhammad Hamdani, dengan nada sumringah di akhir pementasan. SKETSA merupakan wadah bagi anak asuh dalam menyalurkan kreatifitas berbagai macam seni. Wadah yang telah didirikan beberapa tahun sebelumnya oleh para seniornya ini, pada awal berdirinya terbagi pada 2 bidang, yaitu bidang teater bernama “Bandrex” dan bidang majalah dinding yang terbit secara berkala dengan nama “LHO?”. SKETSA melakukan kegiatan rutin berupa latihan-latihan, seperti pantomim, drama, baca puisi, dll. Dan sesekali, SKETSA melaksanakan pertemuan akbar yang dihadiri oleh seluruh santro dan dewan guru untuk bersilaturrahmi dengan sajian berbagai kebolehan serta unjuk gigi anggota SKETSA. Hidup akan lebih bermakna bila dalam kehidupan ini seseorang memiliki karya yang dapat dibanggakan. Untuk itu, SKETSA selalu berbenah diri dalam menciptakan kader-kader yang produktif dalam hidupnya, sebagaimana mottonya, “FRUITLESS LIFE IS USELESS LIFE” Salam SKETSA.(Billah)

Beli Buku, Perkaya Ilmu
Salah satu do’a yang diajarkan oleh Rosululah adalah, “Ya Allah cukupkanlah (perkayalah) aku dengan ilmu….” Pernyataan ini sudah bagitu masyhur, termasuk dikalangan santri Darunnajah Cipining. Hal ini masih ditambah dengan nasihat dari ahli hikmah, ‘teman terbaik sepanjang masa adalah buku”. Sekarang memang sudah zaman buku (berbeda dengan zaman dahulu yang mengandalkan hafalan). Bahkan kini sudah luas dikenal istilah e-book dan digital library yang berbasis internet. Betapapun demikian peranan buku dalam bentuk hard copy masih sangat sentral dan prominen. Begitu vitalnya peran dan fungsi buku bagi santri (pelajar). Oleh karenanya, mestinya mereka mempunyai anggaran khusus (tentunya dari orang tua mereka) untuk selalu menambah buku, guna memperdalam dan memperluas ilmu. Momentum diadakannya pameran buku selalu diminati oleh berbagai kalangan, sekalipun sebenarnya dari kalangan pelajar masih perlu lebih didorong, hal ini mengingat akhir-akhir ini ada kecenderungan pola hidup konsumtif dan lebih mementingkan mode pakaian semakin merebak di kalangan “thullah al-ilm”. Untuk itulah, para guru dan pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining sangat responsive menanggapi aspirasi para santri untuk mengunjungi Islamic Book Fair awal Maret lalu. Jum’at, 9 Maret 2007, sebanyak 86 santri putri berangkat bersama pembimbing mereka menuju Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Menurut penuturan pembimbing, para santri terlihat begitu antusias mengunjungi stand-stand pameran. Para santri mempunyai kewajiban untuk membeli 1 buah buku ilmiyah. Selebihnya mereka dapat membeli berbagai macam buku, sesuai dengan kamampuan masing-masing. Dalam kesempatan tersebut para santri juga dapat mengikuti talk show dan bedah buku yang menghadirkan Teh Ninih (Istri AA Gym) dan Syahrul Gunawan (artis). Sekembali dari pameran, esok harinya, diadakan bedah buku, dimana setiap santri mempresentasikan isi buku yang mereka beli di pameran. Adapun santri putra mendapatkan giliran mengunjungi pameran pada hari Sabtu, 10 Maret 2007. rombongan berjumlah 50 orang dengan dibimbing juga oleh guru. Mereka, seperti dituturkan oleh guru pembimbing, juga terlihat antusias mencari buku yang mereka butuhkan. Bergaul/bersahabat dengan buku berarti juga telah berupaya menghindarkan diri (terutama remaja dan pemuda) dari potensi kehancuran. Hal mana masa muda, kekosongan, dan kekayaan (kemudahan fasilitas) adalah sangat potensial untuk menjadi faktor destruktif bagi kehidupan seseorang. Mengakrabi buku juga dapat menjauhkan diri dari budaya gossip (ghibah), godaan prasangka buruk (su’ al-zhan).

Hati Berbunga Di Taman Bunga
Rutinitas kerap kali mendatangkan kejenuhan. Untuk itu perlu diadakan kegiatan selingan agar dapat mengembalikan gairah dan semangat dalam melakukan aktivitas selanjutnya. Belajar di kelas juga dapat menimbulkan kejenuhan pada siswa. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnajah Cipining memiliki kegiatan ekstrakulikuler wajib mingguan, seperti pramuka, dll. Di samping itu kegiatan bulanan dan tahunan, seperti piknik/tour. Terdapat pula pada tahun ini kegiatan siwata siswa dan orang tua siswa MI Darunnajah Cipining Rabu (23/5/07) rombongan berjumlah 120 orang mengendarai 2 bus

besar. Objek wisata yang dikunjungi kali ini adalah Taman Bunga Nusantara di Cipanas Cianjur. Kegiatan ini difasilitasi oleh guru dan dibimbing oleh kepala MI. Alasan panitia terhadap obyek, karena Taman Bunga memiliki banyak kelebihan, selain jaraknya yang mampu ditempuh dalam waktu 4-5 jam, di sana terdapat berbagai mainan anak-anak dan kelebihan lainnya; taman bunga memiliki banyak koleksi bunga, sehingga dengan melihat bunga-bunga tersebut diharapkan para siswa dapat belajar sekaligus mengagumi kekuasaan Allah Yang Maha Dahsyat.

Murid MI Darunnajah Cipining Bergaya di Catwalk
Selama ini, image yang berkembang, bahwa fashion show adalah konsumsi kalangan elite berduit, glamour bahkan jauh dari nuansa islami. Sebetulnya kegiatan tersebut dapat dibawa ke arah yang lebih positif. Fashion Show bisa dijadikan sebagai ajang dakwah dengan memperkenalkan model pakaian Islami, sekaligus cara berjalan dan perilaku muslim dan muslimah yang terhormat. Untuk itulah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnajah Cipining menggelar acara fashion show pada hari Selasa, 24 April 2007. kegiatan ini mengambil tempat di halaman masjid jami’ di alam terbuka. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Kartini, dengan tujuan sebagai sarana untuk menumbuhkan mental percaya diri pada siswa-siswi sejak dini. Selain itu, acara ini juga dimaksudkan agar anak-anak terbiasa berpakaian islami dan sopan dalam keseharian mereka, serta dapat menciptakan kreasid dalam berbusana (aspek estetis). Kepada MI, Ustadz Nur Fathoni,SHI. Menyatakan, tema peragaan busana ini adalah “Fashion Show MI Contoh berpakaian Islami”. Hal yang menjadi menarik perhatian adalah selain memiliki usur edukatif, acara ini juga bernuansa menghibur (entertainment) bagi anak-anak itu sendiri. Sebagian siswa-siswi yang memperagakan busana sudah dapat bergaya bak pragawan-pragawati professional. Namun masih ada pula yang masih malu-malu untuk untuk tampil begitu melihat banyaknya pengunjung, yang terdiri atas santri/siswa Raudhotul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah Cipining. Tepuk tangan tampak sering meluncur dari tangan setiap pengunjung, memberi semangat dan penghargaan atas penampilan para peraga.

Rekreasi ke Ocean Park
Pada hari yang sama, Selasa (23/5/07), siswa-siwi RA berangkat berdarma wisata sebagai kegiatan akhir tahun 2006-2007 dengan tujuan kolam renang Ocean Park, Bumi Serpong Damai. Dalam rombongan tersebut, siswa-siswi ditemani oleh orang tua masing-masing dan dipimpin langsung oleh kepala RA Ustadzah Muthmainnah. Peserta wisata kali ini berjumlah 90 orang menggunakan 1 bus. Kira-kira pukul 10.30 WIB, rombongan sampai ke tempat tujuan. Setelah dibuka pada jam 11.00 WIB, rombongan mulai memasuki obyek wisata. Kolam renang ini menawarkan berbagai macam permainan air yang membuat anak-anak betah bermain seharian. Banyak hal yang siswa-siswi temukan disana. Mereka dapat belajar sambil bermain untuk menumbuhkan aspek afektif dan psikomotorik serta merangsang kreatifitas mereka secara optimal. Setelah seharian penuh bermain di Ocean Park, rombongan kembali pulang ke pesantren. Berbagai kesan dan pengalaman tersimpan bersama kebahagiaan siswa-siswi tentunya. Semoga semua itu menambah semangat belajar mereka. Amin (Billah)

Learning By Doing Melalui Kegiatan PDPM Mampu bergaul dengan baik dalam suatu lingkungan masyarakat adalah sikap yang mesti dimiliki oleh setiap individu. Menguasai seni bergaul dengan sebaik-baiknya akan dapat mengantarkan seseorang kepada pengetahuan tentang banyak hal, termasuk memahami kelebihan dan kekurangan yang ada dalam lingkungan tempat ia tinggal. Pesantren Darunnajah Cipining dengan model kurikulum dan program kemasyarakatan yang telah dicanangkan menaruh harapan besar agar para santrinya kelak memiliki pengetahuan agama dan umum yang luas, sebagai modal dasar hidup bermasyarakat dan beribadah. Lebih dari itu para santri di dalam bermasyarakat juga diharapkan memiliki sensitifitas tinggi terhadap segala permasalahan yang timbul di dalamnya. Mereka hendaknya juga mampu berimprovisasi, mencarikan solusi paling bijak atas permasalahan tersebut berdasar keahlian dan keterampilan yang telah ditekuni sebagai perwujudan kiprah (khidmah) untuk agama dan umatnya. Praktik Da'wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) adalah salah satu program yang mengarah kepada hal-hal tersebut diatas. Kegiatan yang wajib diikuti oleh santri senior (Kelas VI TMI) ini dilaksanakan di Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor dan Kecamatan Curug Kabupaten Ta n g g e r a n g , m u l a i t a n g g a l 2 6 Desember 2006 s/d 4 Januari 2007. Kullu Syai in bil I'dad (segala sesuatu harus berdasarkan persiapan yang matang). Ungkapan filosofis ini selalu dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Demikian halnya PDPM. Para santri diberikan pengarahan tentang tahsinul qiro'ah, tadribul imamah, tahlil dan juga ta'lim jauh hari sebelum pelaksanaan. Mereka dibimbing langsung oleh Ustadz M. Zakariya, Ustadzah Sri Rahayuni dan Ustadz Nasikhun, SE. selaku panitia. Disamping itu juga diadakan 'Pembekalan Massal' sebagai penyegaran selama 2 hari,mulai tanggal 24-25 Desember 2006. Diantara materi yang disampaikan adalah Menyikapi Perbedaan Madzhab dalam Masyarakat oleh KH. Jamhari Abdul Jalal Lc, Materi Didaktik Pengajaran MI/SD oleh Ustadz Atijan Yani, A.Ma, Konsep Penulisan Laporan oleh Ustadz Amin Songgirin S.H.I, dan Materi Aneka Kegiatan PDPM Oleh Ustadz Muhlisin S.H.I. Peserta seluruhnya berjumlah 68 santri terbagi menjadi 5 kelompok Santri Asrama berlokasi di Kecamatan Curug dan 4 kelompok Santri Non Asrama berlokasi di Kecamatan Parung Panjang, dengan rinncian sebagai berukut: Takbir, Sholawat Badar dan Mars Darunnajah dilantunkan oleh para santri menjelang keberangkatan menuju 'medan jihad'. Hal ini cukup menjadi simbol semangat mereka dalam mengikuti PDPM. Sebelumnya mereka berkumpul di halaman Gedung Sekretariat untuk mendapat 'wejangan' dari Pimpinan Pesantren. Satu ungkapan yang menghujam dalam hati mereka adalah “dalam waktu yang hanya 10 hari ini gunakanlah waktu sebaikbaiknya, aktif dalam mengamalkan ilmu yang selama ini ditekuni” . Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam waktu 10 hari ini para santri dapat lebih berkhidmah kepada masyarakat berkenaan dengan Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan tanggal 31 Desember 2006. Kelompok putra terjun membantu proses penyembelihan dan distribusi daging qurban di lokasi masing-masing. Cukup membuat masyarakat setempat lebih

simpatik kepada para peserta. Wajah-wajah ceria nan optimis jelas terlihat ketika Pimpinan Pesantren bersama beberapa guru mengunjungi mereka di lokasi PDPM. Layaknya orangtua sendiri, kedatangan beliau cukup memberikan 'hawa sejuk' bagi para peserta. Satu, dua, hingga akhirnya sepuluh hari telah dilalui dengan sepenuh perjuangan. Saatnya para santri berpisah, pulang ke Pesantren. Tak ubahnya keluarga sendiri, masyarakat setempat begitu berat melepas kepergian mereka. Namun kegiatan ini masih belum usai karena para santri harus mempresentasikan kegiatan ini di hadapan Kepala Madrasah Aliyah, Panitia Pelaksana juga adik-adik kelas mereka guna dijadikan bahan evaluasi dan motivasi khususnya bagi adik kelas. Laporan secara tertulispun wajib dibuat sebagai persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah.

Santri Cilik Menuai Simpati Warga Sentul
Memahami dan mengembangkan potensi anak mutlak dilakukan oleh orangtua dan pendidik agar menjadi aktual. Pesantren kanak-kanak (Sanlik) Darunnajah Cipining yang mengasuh dan mendidik santri usia MI/SD berusaha untuk dapat berbuat demikian. Salah satu wujud upaya itu adalah kegiatan tahunan berupa Safari Dakwah. Hingga tahun ini terhitung sudah 6 kali Sanlik menyelenggarakan acara tersebut di beberapa daerah. Kali ini safari dakwah dilaksanakan di Desa Sentul Kecamatan Babakan Madang Bogor, Sabtu 24 Maret 2007. Acara yang berlokasi di lapangan sepakbola ini mulanya cukup menghawatirkan, karena menjelang acara dimulai cuaca nampak mendung dan angin bertiup cukup kencang. Acarapun dimulai oleh Hari Wijaya (Santri kelas Intensif) dan Nyai Nur

Hayati (warga Sentul) sebagai pemandu acara. Disusul kemudian gema kalam Ilahi oleh Samsul bahri Lubis (kelas Intensif). Penontonpun kian memenuhi lapangan yang cukup lebar tersebut. Mereka terdiri dari: tokoh masyarakat, aparat desa, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan anak-anak. Para santri cilik dengan segala kepolosannya dan dengan persiapan yang matang tampil ke atas panggung mementaskan berbagai macam seni dan budaya di hadapan para hadirin yang sebagian adalah orangtua mereka. Mereka menampilkan paduan suara, tilawah, asma'ul husna, qosidah, nasyid Islami, pidato tiga bahasa, syarhul qur'an, dongeng Islami, operet, seni silat, fragmen 3 bahasa, tari piring dan puisi berantai. Dari tuan rumah, Madrasah Diniyah Nurus Shabah, ditampilkan tari kipas dan shalawat kompilasi. Penampilan keduanya mendapat sambutan dan simpati segenap hadirin. Turut hadir pada acara tersebut Ustadz Katena Putu Gandhi, S.Ag (Kepala Biro Dakwah dan Humas), Ustadz Nur Fathoni, SHI (Kepala MI Darunnajah) dan beberapa guru lain yang terlibat dalam kepanitiaan. Acara ini berjalan dengan lancar berkat kerjasama yang solid antara panitia dengan Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Nurus Shabah dan keluarga besar H. Endeng (mantan Lurah Sentul). Kesuksesan ini hendaknya memacu pelaksanaan acara serupa yang lebih baik di masa yang akan datang. (Imam Ghozali).

Sejenak Bersama Guru Utusan Al-Azhar
Untuk yang ke sekian kalinya, Darunnajah Cipining kembali dikunjungi ulama dari Timur Tengah. Namun ada yang istimewa dari kunjungan kali ini, pasalnya ulama yang bernama lengkap Syeikh Sya’ban Abdul Hamid Sayyid Al Ma’ali ini benar-benar seorang motivator handal. Hal ini jelas terlihat dari gaya bersosialisasi beliau dengan seluruh lapisan warga Darunnajah. Tidak salah rasanya bila ada ungkapan bahwa beliau itu asyik dan gaul. Berikut liputan aneka kegiatan beliau di Darunnajah Cipining. Ulama Mesir yang bertugas mengajar di Pesantren Darunnajah Jakarta ini datang pada hari Senin,15 Januari 2007 (menjelang Ashar) dengan didampingi dua orang Syeikh Sya’ban. Merekapun mendengarkan tausyiah dengan seksama. Malam harinya usai sholat Isya’ Syeikh ‘mampir’ ke masjid asrama putri.Seluruh santri putri tampak belum beranjak dari masjid. Sedikit berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini Syeikh tidak hanya menyampaikan tausyiah tapi juga mengadakan dialog interaktif dengan santri putri. Ketika Syeikh memberi kesempatan santri putri untuk bertanya, kontan pertanyaan demi pertanyaan muncul ditujukan kepada beliau meski menggunakan bahasa Arab yang masih alakadarnya. Ini menjadi salah satu kesan bagi Syeikh bahwa semangat Thalabul ’ilmi santri Darunnajah patut diacungi jempol. Pagi harinya Rabu,17 Januari 2007 Syeikh silaturrahmi ke Asrama Tahfidz.Seperti masuk ke lingkungannya sendiri beliau langsung bertindak sebagai musammi’ bagi para huffadz yang ingin menyetorkan hafalannya. Cukup menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih meningkatkan kualitas hafalan masing-masing. Agenda selanjutnya, Syeikh bertandang ke Danau Darunnajah didampingi Ust.Nashrullah Nashrudin yang setia menjadi guide beliau selama tiga hari ini.Dengan mendayung perahu sederhana, Beliau betul-betul menikmati nuansa pagi di danau tersebut. Selain refreshing di danau beliau juga menikmati suasana Goa Gudawang yang letaknya sekitar 1 Km dari

rekannya sesama ustadz/guru di Darunnajah Jakarta. Usai melepas lelah di kediaman Pimpinan Pesantren dan melaksanakan sholat Ashar berjama’ah di masjid, Syeikh Sya’ban berorasi di hadapan seluruh santri dan dewan guru. Para santri terkesima dan termotivasi untuk menguasai bahasa Arab lebih dalam lagi. Malam harinya usai sholat Isya’ Syeikh yang telah hafal Al Qur’an sejak umur 9 tahun ini mengadakan dialog interaktif dengan dewan guru di Gedung Sekretariat Pesantren. Suasana dialog cukup hidup karena banyak permasalahan keagamaan yang dibahas. Para ustadzah juga tidak mau ketinggalan, Mereka menanyakan permasalahan tentang fiqih wanita. Sang Syeikhpun memberikan jawaban secara jelas dan gamblang. Keesokan harinya Selasa siang,16 Januari 2007 Syeikh bertandang ke Kampus II untuk berjumpa dengan siswasiswi TMI Non Asrama yang telah b e r k u m p u l d i M a s j i d Sekolah,menyambut kedatangan beliau sekaligus menunggu waktu sholat Dzuhur. Syeikh Sya’ban menyampaikan tausyiah untuk mereka. Tampak para siswa antusias mendengarkan. Adzanpun berkumandang, Syeikh mengakhiri tausyiahnya lalu sholat dzuhur berjamaah dengan para siswa.Usai melaksanakan sholat,siswasiswi SMP mendapat giliran untuk bisa berjumpa dan mendapat ‘hal baru’ dari

Darunnajah. Beliau juga melihat-lihat proses pemecahan batu di Gunung Siwaluh yang terletak tak jauh dari Goa Gudawang. Tiga hari ini menjadi hari-hari indah bagi beliau karena ada kepuasan batin yang sulit diungkapkan dengan katakata. Sebaliknya, dewan guru dan segenap santri mendapatkan ‘sesuatu yang sangat berharga’ dari kehadiran beliau. Kunjungan Syeikh Sya’ban ini merupakan program silaturrahim ke seluruh Pesantren Darunnajah Group. Usai sholat zhuhur beliau bertolak ke Pesantren Al Mansur Serang Banten. Selamat jalan Syeikh Sya’ban

Lc. Usai khutbah Idul Adha, Panitia Qurban mengumumkan perolehan dana dan hewan qurban sebagai berikut : I. Dalam Bentuk Uang II.Dalam Bentuk Hewan, yaitu 3 ekor kambing zakat dari Biro Usaha pesantren. Total hewan qurban yang dipotong adalah 8 ekor kambing dan 1 ekor kerbau, dengan perincian sebagai berikut : Keluarga Besar Pesantren Darunnajah, khususnya Panitia Qurban 1427 H mengucapkan banyak terima kasih kepada para donator dan seluruh pihak yang telah andil dalam pelaksanaan acara tersebut. Semoga diberkahkan rizkinya oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Amien. (Imam Ghozali)

Mendidik Jiwa Peduli di Lebaran Haji
Kata ‘Qurban’ dalam Bahasa Arab berarti dekat, maksudnya dekat kepada Allah yang perwujudannya berupa loyalitas (ketaatan) serta keikhlasan dalam ibadah. Dalam perspektif Idul Adha, qurban juga bermakna mendidik sensitifitas dan kepedulian terhadap orang lain. Qurban disyari’atkan bagi mereka yang mampu untuk membagikan daging (kambing, kerbau, sapi) kepada fakir miskin. Sudah menjadi sunnah pondok setiap menjelang hari ‘Idul Adha, seluruh santri dan dewan guru Darunnajah menunaikan ibadah puasa Tarwiyah dan ‘Arafah (8 dan 9 Dzulhijjah). Kemudian pada malam hari, takbirpun membahana hingga tiba waktu sholat Idul Adha. Hal itu terjadi pula pada Dzulhijjah 1427 yang lalu. Pagi harinya, segenap warga Darunnajah berbondong-bondong menuju ke Masjid Jami’ untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Warga sekitarpun sebagian melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid tersebut. Bertindak selaku khotib saat itu adalah Ust.Ahmad Rosichin Wasyraf, salah satu guru senior asal Tegal Jawa Tengah, dengan imam KH. Jamhari Abdul Jalal,

Benarkah Gerakan Komunisme di Indonesia Telah Hilang Tragedi pembantaian umat muslim Indonesia tahun 1965 yang dikenal dengan istilah G.30S/PKI cukup menggoreskan luka yang teramat dalam dan tak terlupakan bagi segenap bangsa Indonesia.Wajar bila gerakan komunis yang tidak mengindahkan nilainilai kemanusiaan bahkan antipati terhadap keberadaan Tuhan harus dibasmi hingga ke akar-akarnya dari muka bumi ini.Tapi apakah komunis di Indonesia benar-benar telah musnah …?

Berangkat dari kekhawatiran ini pemerintah menyelenggarakan sosialisasi dan seminar tentang bahaya laten komunis dan perang mode ke berbagai daerah ataupun lembaga pendidikan. Pesantren Darunnajah sebagai lembaga pendidikan yang sudah berdiri sejak 19 tahun lalu menyambut hangat program ini.Selain sebagai tambahan wawasan bagi santri tentang komunis juga merupakan benteng dari pengaruh-pengaruh westernisasi yang dapat mengikis aqidah mereka. Kegiatan ini diadakan bekerjasama dengan Koramil Cigudeg. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh santriwan/ti dan dewan guru ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 April 2007 usai sholat Ashar hingga menjelang Maghrib, bertempat di Auditorium Darunnajah. Pimpinan Pesantren pada acara tersebut menyampaikan sambutan dan sepenggal kisah perjuangan beliau melawan antek-antek komunis tahun 1965. Danramil Cigudeg, Bpk. Khoerudin, sore itu juga turut memberikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi perang mode dan bahaya laten komunis oleh tutor: Drs. Ja’far Shodiq, Ketua GARDA DISTRIK, Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Bogor. Tampak hadir bersama Pimpinan Pesantren yaitu Bpk. Syaeful Bahri (Babinsa Argapura), Ust. Mustajab Anwar S.Pd.I, Ust. Ahmad Rosichin Wasrap dan Ust. Atijan Yani A.Ma.

Meskipun singkat acara ini berlangsung ‘lebih hidup’. Dari awal hingga akhir acara ini berisikan sosialisasi tentang bahaya mode ala barat dan kekejaman kaum komunis.Seluruh santri terlihat antusias memperhatikan penyampaian tutor. Sesekali mereka histeris saat ditayangkan film dokumenter tentang kebiadaban kaum komunis di Moskow tahun 1925. Pelajaran berharga dari kegiatan ini adalah kita harus selalu siap dan waspada.Kukuhkan aqidah sebagai benteng ‘gerakan halus’ kaum komunis.(Imam Ghozali). Ulama Timur Tengah Asyik & Gaul…? Untuk yang ke sekian kalinya,Darunnajah kembali dikunjungi ulama dari Timur Tengah.Namun ada yang istimewa dari kunjungan kali ini,pasalnya ulama yang bernama lengkap Syeikh Sya’ban Abdul Hamid Sayyid Al Ma’ali ini benar-benar seorang motivator handal.Hal ini jelas terlihat dari gaya bersosialisasi beliau dengan seluruh lapisan warga Darunnajah.Tidak salah rasanya bila ada ungkapan bahwa beliau itu asyik dan gaul.Berikut liputan aneka kegiatan beliau di Darunnajah Cipining. Ulama Mesir yang bertugas mengajar di Pesantren Darunnajah Jakarta ini datang pada hari Senin,15 Januari 2007 (menjelang Ashar) dengan didampingi dua orang rekannya sesama ustadz/guru di Darunnajah Jakarta.Usai melepas lelah di kediaman Pimpinan

Pesantren dan melaksanakan sholat ashar berjama’ah di masjid,Syeikh Sya’ban berorasi di hadapan seluruh santri dan dewan guru.Para santri terkesima dan termotivasi untuk menguasai bahasa arab lebih dalam lagi. Malam harinya usai sholat Isya’ Syeikh yang telah hafal Al Qur’an sejak umur 9 tahun ini mengadakan dialog interaktif dengan seluruh dewan guru di G e d u n g S e k r e t a r i a t Pesantren.Sebelumnya Syeikh Sya’ban berbagi pengalaman beliau kepada para guru.Suasana dialog cukup hidup karena banyak permasalahan keagamaan yang dibahas.Para ustadzah juga tidak mau ketinggalan,mereka menanyakan permasalahan tentang fiqh wanita.Syeikhpun memberikan jawaban secara jelas dan gamblang.Malam itu menjadi lebih bermakna bagi segenap dewan guru Darunnajah Cipining. Keesokan harinya Selasa siang,16 Januari 2007 Syeikh bertandang ke Kampus II untuk berjumpa dengan siswasiswi TMI Non Asrama yang telah berkumpul di Masjid Sekolah,menyambut kedatangan beliau sekaligus menunggu waktu sholat Dzuhur.Syeikh Sya’ban menyampaikan tausyiah untuk mereka.Tampak para siswa antusias mendengarkan. Adzanpun berkumandang,Syeikh mengakhiri tausyiahnya lalu sholat dzuhur berjamaah dengan para siswa.Usai melaksanakan sholat,siswasiswi SMP mendapat giliran untuk bisa berjumpa dan mendapat ‘hal baru’ dari Syeikh Sya’ban.Merekapun mendengarkan tausyiah dengan seksama. Malam harinya usai sholat Isya’ Syeikh ‘mampir’ ke masjid asrama putri.Seluruh santri putri tampak belum beranjak dari masjid.Sedikit berbeda dengan pertemuan sebelumnya,kali ini Syeikh tidak hanya menyampaikan tausyiah tapi juga mengadakan dialog interaktif dengan santri putri.Ketika Syeikh memberi kesempatan santri putri

untuk bertanya,kontan pertanyaan demi pertanyaan muncul ditujukan kepada beliau meski menggunakan bahasa arab yang masih alakadarnya.Ini menjadi salah satu kesan bagi Syeikh bahwa semangat Tholabul ’ilmi santri Darunnajah patut diacungi jempol. Pagi harinya Rabu,17 Januari 2007 Syeikh silaturrahmi ke Asrama Tahfidz.Seperti masuk ke lingkungannya sendiri beliau langsung bertindak sebagai musammi’ bagi para huffadz yang ingin menyetorkan hafalannya.Cukup menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih meningkatkan kualitas hafalan masing-masing. Agenda selanjutnya,Syeikh bertandang ke Danau Darunnajah didampingi Ust.Nashrullah Nashrudin yang setia menjadi guide beliau selama tiga hari ini.Dengan mendayung perahu sederhana inventaris Pesantren,beliau betul-betul menikmati nuansa pagi di danau tersebut.Selain refreshing di danau beliau juga menikmati suasana Goa Gudawang yang letaknya sekitar 1 Km dari Darunnajah.Beliau juga melihatlihat proses pemecahan batu di Gunung Siwaluh yang terletak tak jauh dari Goa Gudawang. Tiga hari ini menjadi hari-hari indah bagi beliau karena ada kepuasan batin yang sulit diungkapkan dengan katakata.Sebaliknya,dewan guru dan segenap santri mendapatkan ‘sesuatu yang sangat berharga’ dari kehadiran beliau. Kunjungan Syeikh Sya’ban ini merupakan program silaturrahim ke seluruh Pesantren Darunnajah Group.Usi sholat Dzuhur beliau bertolak ke Pesantren Al Manshur Serang Banten.Selamat jalan Syeikh Sya’ban…(Imam Ghozali)

Tiada Hari Tanpa Membangun
Belakanggan ini Biro Rumah Tangga pesantren Darunnajah Cipining mengadakan renovasi beberapa sarana-prasarana dan infrastruktur pesantren. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang ada, sehingga sehingga kondusif bagi jalannya berbagai aktifitas.

Rehab Ruang Kelas Kampus 1 Keadaan fisik beberapa ruang kelas yang terdapat di kampus satu sudah cukup parah terutama di bagian plafon. Jika turun hujan kelas bisa basah akibat genteng yang bocor dan rusaknya plafon. Alhamdulillah, pekerjaan perbaikan plafond an apenggantian genteng yang rusak itu kini telah selesai. Rehab Perpustakaan Lama Kampus 1 Perpustakaan sebagai wahana belajar bagi santri dalam rangka menambah ilmu dan wawasannya memang harus didukung keberadaannya, seperti halnya yang ada di pesantren kita ini. Kehausan para santri akan ilmu pengetahuan dan informasi tidak dapat dipernuhi melalui pembelajaran formal di ruang kelas. Perpustaan kampus 1 kini menempati ruang baru yang lebih representatif di lantai atas bagian depan gedung pesantren tahfidzul qur’an. Adapun bekas perpustakaan lama akan di jadikan sebagai kantor OSDC dan Koordinator Pramuka. Rehab Lingkungan Masjid Putra Untuk mempercantik lingkungan masjid jami’, kini sedang diadakan beberapa renofasi antara lain pada bak penampungan air. Bak tersebut sekarang dipertinggi sehingga akan dapat menampung lebih banyak lagi air, baik untuk keperluan wudlu maupun untuk MCK. Sektor lain yang direnovasi juga tampak pada tangga menuju masjid, semula tangga yang hanya diberi benteng kanan kiri saja kini akan diperindah dengan dibuatnya taman bunga.

Selain sebagai hiasan, taman dan tangga di depan masjid inipun sekaligus akan difungsikan podium jika sewaktuwaktu mengadakan acara outdoor, karena desainnya dibuat mirip podium. Semangat Menghafal Al-Qur’an Bertambah Dengan Gedung Baru Guna meningkatkan pendidikan, khususnya bidang tahfidzul qur’an, pesantren melakukan berbagai upaya, antara lain penambahan guru pembimbing tahfidz Al-Qur’an. Saat ini jumlah guru tahfidz putra adalah 5 orang guru yang terakhir bergabung di program tahfidz adalah Ustadz Jumari, asal Pati Jawa Tengah. Dia mulai bertugas mulai Januari 2007. sedangkan guru putri ada 2 orang. Di samping itu, Alhamdulillah pembangunan gedung permanen untuk asrama santri program tahfidz telah selesai dan dapat ditempati para santri mulai tanggal 10 Maret 2007. Gedung yang merupakan rehab total bangunan lama ini pembangunannya dimulai sejak pertengahan September 2006 tahun lalu. Gedung ini mempunyai luas 28 X 10 M2, berlantai 2 pada bagian depannya. Bangunan ini terdiri atas 4 kamar santri, 1 kamar pembimbing dan 1 ruang kantor, adapun lantai atas difungsikan sebagai perpustakaan santri. Kamar santri menghadap ke timur dengan teras yang cukup luas langsung bertatapan dengan hamparan sawah dan bukit yang memukau, menjadikan suasana terasa sejuk dengan hembusan angin pegunungan yang alami. Sedangkan kamar guru pembimbing terletak dibagian depan berhadapan

dengan ruang kantor. Pembangunan gedung ini mendapat sumbangan dari Bapak H.Umar Said Bajened dari Bogor. Beliau memberikan bantuan untuk keperluan besi dan instalasi listrik. Gedung baru ini diresmikan pada hari kamis 31 Mei yang lalu oleh pimpinan pesantren dan juga dihadiri oleh Bapak H. Umar. Dengan gedung baru ini para santri diharapkan semakin semangat dalam menghafal dan mengamalkan isi kandungan AlQur’an. Semakin Leluasa Berbelanja di Kantin Kampus 2 Keberadaan siswa-siswi yang belajar di kampus 2 Pesantren Darunnajah Cipining tentu menghajatkan berbagai fasilitas penunjang, terlebih lagi jumlah mereka terus bertambah. Salah satu fasilitas yang fital adalah kantin. Oleh karena itu pada tahun ini pesantren membangun kantin baru, mengingat kantin yang ada sebelumnya dirasakan tidak memadai lagi untuk melayani anak-anak, terutama pemisahan antara putra dengan putri. Mereka yang memanfaatkan kantin ini mulai dari murid Madrasah Ibtidaiyah, M a d r a s a h Ts a n a w i y a h , h i n g g a Madrasah Aliyah pada pagi hingga siang hari; sedangkan siang hingga sore hari terdapat siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), juga para santri yang tinggal di asrama kampus 2. Alhamdulillah pembangunan kantin tersebut telah selesai pada bulan April 2007. kini para siswa-siswi tampak merasa lebih nyaman dan leluasa berbelanja berbagai jenis makanan dan minuman, tanpa berebut antara putra dan putri. Tak Ada Lagi Alasan Membuang Sampah Sembarangan Wu j u d k e p e d u l i a n p e s a n t r e n terhadap kebersihan lingkungan terlihat diberbagai sektor, misalnya dengan menggalakkan kebersihan umum,

sehingga slogan “Annadhofatul Minal Iman” tidak hanya menjadi slogan kosong tanpa makna. Berpijak dari keprihatinan dan perhatian serius terhadap masalah kebersihan tersebut, pesantren darunnajah cipining melakukan berbagai macam upaya, baik di lingkungan asrama, kelas, sarana ibadah, tempat MCK maupun dapur umum. Pesantren merupakan rumah kedua bagi para santrinya. Jika lokasi tempat tinggal bersih dan nyaman, tentu warga yang berada di dalamnya pun akan merasa kerasan untuk tinggal, begitu pula sebaliknya. Sekarang ini pesantren telah menambah jumlah tong sampah, terutama di depan asrama santri; tercatat sebanyak 22 tong baru terpasang di lokal santri putra dan 20 unit tong di lokal putri, serta akan dipasang juga di kampus 2 sebanyak 30 unit tong baru. Tong-tong sampah inilah yang akan menampung sampah sementara sebelum dikumpulkan untuk kemudian dibakar. dengan sarana ini diharapkan akan dapat mengurangi populasi sampah yang terbuang sembarangan secara tidak bertanggung jawab.(muhrizal).

Berwakaf di Pesantren Darunnajah Kemajuan dan kesuksesan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining saat ini merupakan anugrah yang dilimpahkan oleh Allah kepada pengurus yayasan Darunnajah dan seluruh keluarga besar pesantren yang telah memperjuangkan agama (pesantren) di atas segalagalanya. Darunnajah Cipining sudah menjadi sebuah ikon perjuangan, terutama dalam lapangan pendidikan dan dakwah. Diawali oleh para wakif, yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan pesantren. Pesantren Darunnajah Cipining yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 70 hektar merupakan pengembangan dari pesantren Darunnajah Ulujami, Jakarta Selatan, yang pada tahun 1985 sudah tidak dapat menampung santri yang berminat belajar. Setelah dilakukan pembebasan tanah, pada tanggal 18 Juli 1988, program pendidikan pesantren Darunnajah Cipining resmi dibuka. Tanah wakaf yang dimiliki pesantren Darunnajah besar jasa dan peranannya bagi kemaslahatan umat, karena tanah memiliki peran penting, sebagai tempat kegiatan pendidikan, peribadatan, dll. Dan wakaf itu sendiri merupakan bentuk ibadah sodaqoh jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama benda atau barang yang diwakafkan tersebut bermanfaat. Pada hari Minggu, 4 Februari 2007 (16 Muharram 1428 H), bapak Karim Utsman, S.H. (alm) melalui kuasa hukumnya, bapak M. Zulkarnaen telah menyerahkan wakaf tanah seluas 6.239 m2 yang terletak di dekat kampus 2 Darunnajah Cipining dengan legalitas berupa Akta Ikrar wakaf yang ditanda tangani oleh kepala KUA Cigudeg, Nanang Afifudin, S.H.I. Ikrar wakaf dilaksanakan di Jakarta di hadapan ketua yayasan Darunnajah, H. Saefudin Arief, SH., MM. dan ketua dewan nadzir sekaligus pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Bertindak sebagai saksi Ibu Nurmi Rizkiani, S.H. (anak) dan Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I. (pengurus yayasan). Melihat urgensi wakaf sebagai bentuk ibadah dan muamalah, Darunnajah Cipining mengajarkan kepada seluruh santrinya untuk turut mempraktikannya. Hal ini terlihat dari gairah santri dalam beberapa kegiatan wakaf yang diselenggarakan di pesantren, baik secara individual maupun kolektif. Semoga para wakif mendapatkan balasan pahala yang lebih baik di sisi Allah SWT. Mari kita bersama-sama menjaga amanat wakaf ini sebaik mungkin dengan memberdayakan semaksimal mungkin.

PROFIL (WARDAN 2007) H. Umar Said Ada rasa syukur yang menyelimuti keluarga pesantren Drunnajah saat ini dengan telah selesainya pembangunan gedung asrama santri program Tahfidz Al-Qur’an. Gedung yang menambah elok panorama Darunnajah Cipining ini dibangun dengan bantuan seorang dermawan yang bernama H. Umar Said. Di sela-sela kunjungan ke pesantren Darunnajah, Selasa (31/5/07), beliau bersedia diwawancarai oleh Wardan. Berikut rangkuman wawancara Wardan dengan beliau. Banyak pihak yang menaruh simpati kepada Darunnajah Cipining, diantaranya adalah H. Umar Said. Meski baru beberapa tahun ini mengenal Darunnajah dari seorang kerabatnya yang bernama H. Rosyid dan dari beberapa kali bersilaturahmi, H. Umar terpanggil untuk turut serta mengembangkan pesantren. Menurut beliau, sistem pendidikan yang telah diterapkan di sini sudah sangat baik, dan salah satu program yang cukup menarik adalah pengkaderan. H. Umar Said adalah pribadi yang simpatik. Sifat kedermawanannya menjadikan beliau pribadi yang patut dicontoh. Dan sifat itulah yang selalu mendorongnya untuk lebih banyak berbuat kepada umat. Pengalamannya yang pernah bergelut di bidang properti mengantarkan beliau menjadi seorang wirausahawan yang cukup sukses di K o t a B o g o r. S e l a i n m e m b a n t u pembangunan gedung tahfizh di Darunnajah, beliau juga sedang membantu pembangunan beberapa masjid dan fasilitas umat di tempat lain. Kepeduliannya kepada umat, juga ditunjukkan dengan kiprahnya di yayasan Pendidikan Haji Kotamadya Bogor, Panti asuhan, dan panti jompo di bawah Ikatan Persaudaraan Haji

Indonesia (IPHI) kotamadya Bogor. Selain itu beliau bersama keluarga juga membuka lembaga pendidikan di dekat kediamannya. Dalam kunjungan kali ini, beliau menyempatkan diri untuk melihat langsung gedung tahfidz Darunnajah ditemani pimpinan pesantren, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc, H. Rosyid, dan beberapa kerabatnya. Beliau tampak tidak mampu menutupi kegembiraannya saat berkeliling di lingkungan gedung asrama tersebut dan beliau menyatakan kesiapannya untuk membantu lebih lanjut apabila diminta kembali. Di akhir wawancara, beliau menyinggung program pengkaderan di Darunnajah. Pengkaderan harus juga menjadi program prioritas. Kemajuan Darunnajah dan umat Islam tergantung dari bagaimana menciptakan kaderkader yang berkualitas. Masih menurut beliau, Darunnajah perlu mencari donatur bagi kader-kader tersebut. Apabila Darunnajah memiliki donator, insyaallah program pengkaderan dapat berjalan dengan baik. Dan saat ini, H. Umar memiliki beberapa kader yang sedang belajar di Darunnajah. Semoga Beliau selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT. (BillaH) Biodata Nama Tempat, tgl lahir 1949 Alamat 38 Bogor Organisasi Irsyad Karir Nama Istri Anak : H. Umar Said : Jakarta, 21 Juli : Jl. Pahlawan No. : 1. Pengurus Al2. Pengurus IPHI : Wiraswasta : Hj. Emma Hikmah : 1. Zickriyah 2. Zacky 3. Muhammad Rosuly

GELIAT ALUMNI DI NEGERI PARA NABI
Mesir, negara dengan sejuta peradaban memiliki sebuah universitas yang menjadi aset besar bagi kemajuan Islam, Al-Azhar, Universitas yang memiliki 400 ribu mahasiswa lebih ini adalah salah satu tujuan utama para penuntut ilmu Islam dari berbagai penjuru dunia. Di antara ribuan mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Univ.Al-Azhar Mesir adalah alumni pesantren Darunnajah II Cipining Bogor. Pada tahun 1994, Irwan Alizar, Lc. Merintis perjalanan alumni DNC di Negeri Kinanah. Seiring waktu, jumlah alumni Darunnnajah Cipining yang menempuh pendidikan di Mesir kian bertambah. Sebagian dari mereka sudah menyelesaikan pendidikan S1 dan pulang ke tanah air. Adapun alumni yang masih di Mesir adalah: Selain dalam kegiatan akademik, alumni Darunnajah group yang tergabung dalam IKPDN juga terkenal di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir. Beberapa dari mereka menduduki jabatan penting di organisasi induk mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI) yang beranggotakan lebih dari 4500 pelajar dan mahasiswa. Nurahyari menjabat Menteri Koordinator III bidang seni dan olahraga masa bhakti 20052006, Heriyanto menjabat Koordinator Data dan Statistik Periode 2006-2007, Sholehuddin menjabat Ketua IKPDN Mesir periode 2005-2006 dan masih banyak lagi. Bahkan sampai saat ini Nurahyari masih sebagai vokalis sekaligus pendiri grup Nasyid Da`I Nada. Grup ini sudah terkenal di kalangan mahasiswa Indonesia maupun mancanegara dan bahkan di kawasan Timur Tengah. Da’i Nada telah merilis sebuah Album berjudul “Maly Rabbun

Siwah”. Penjualan kaset dan CD-nya sampai ke beberapa kawasan di seluruh kawasan timur tengah dan ditayangkan di beberapa stasiun Televisi dan Radio, baik di Mesir maupun Negeri timur tengah lainnya. Dari segi keilmuan juga anggota IKPDN Mesir cukup menonjol diantara mahasiswa lain. Pada bulan April 2007 yang lalu, 2 tim dari IKPDN Mesir merebut juara I dan IV lomba English Debate yang diselenggarakan Organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) cabang Mesir, menyisihkan 30 tim peserta lain dari berbagai alumni pesantren dan organisasi yang ada di Mesir. Beberapa prestasi diatas dicapai bukan tanpa usaha. IKPDN Mesir diakui sebagai IKPDN Cabang teraktif dan terorganisir diantara IKPDN cabang lain, bahkan dibanding IKPDN Pusat. Hal tersebut dicapai berkat modal rasa kekeluagaan dan tanggung jawab terhadap alumni tertanam dalam jiwa anggota IKPDN Mesir. Selain itu kondisi dan lingkungan juga mendukung untuk memajukan IKPDN. Sampai saat ini anggota IKPDN Mesir berjumlah lebih dari 70 orang. Dan mulai tahun 2006 ada 3 orang santriwati asal Darunnajah II Cipining yang bergabung dengan IKPDN Mesir. Tiada hari hampir tanpa kegiatan untuk anggota, diantaranya: kajian keilmuan, munaqasyah bahasa arab dan bahasa inggris, Tahsin dan hafalan Alquran, olahraga, perbuletinan dll. Kegiatan tersebut dilakukan di sore hari sampai malam hari. Di balik kesibukan dan aktivitas anggota IKPDN Mesir yang cukup padat, mereka tidak melupakan kewajiban utama sebagai penuntut ilmu agama. Hal tersebut dibuktikan dengan kelancaran mereka dalam studi dan memperoleh nilai baik. Dan alhamdulillah pada tahun 2006, IKPDN termasuk lima besar organisasi almamater yang berprestasi

dalamstudi. Untuk membantu alumni Darunnajah yang ingin melanjutkan studi ke Al-Azhar, IKDPN Mesir setiap tahun membuat panitia pendaftaran mahasiswa baru. Untuk informasi lebih lanjut tentang IKPDN Mesir bisa diakses melalui website: www.ikpdnmesir.com atau bisa melalui sms +20108481726 dan telepon 202-24025762.

Ketua Umum Y. Firdaus, M.Si. Sekretaris Umum Imron Suud Wakil Sekretaris Umum Mat Robin Nurul Khodijah Bendahara Umum Syaiful Huda, SH,MH Wakil Bendahara Umum Rahmania Bidang Keputrian Ketua Marlina Anggota Tresna Amalia Wahyuni

: Aos : : 1. 2. : : Siti : : Sri Siti

Laporan Pertanggungjawaban IKPDC
Salah satu kegiatan IKPDC yang sangat menggembirakan dan selalu ditunggu-tunggu oleh semua alumni ialah pertemuan langsung semua angkatan pada moment silaturahmi nasional (Silatnas). Acara Silatnas yang diadakan mulai tanggal 17-18 Maret lalu berhasil menghadirkan sekitar 250 alumni dari berbagai kota dan daerah se-Indonesia. Kehadiran para alumni pada Silatnas tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah IKPDC. Keharuan ramainya alumni yang datang pada acara Silatnas juga ditambah dengan hadirnya beberapa Ustadz yang dulu pernah mengajar dan mengabdikan ilmu di Darunnajah Cipining (Ustadz Drs. Hidayat, Ustadz Muhtadi, Ustadz Ahmad Jufri Hasyim, Ustadz Nikmat Jauhari, dll). Acara formal Silatnas dibuka oleh Ketaua Yayasan Darunnajah Ustadz H. Syaifuddin Arief, SH, MH dan dilanjutkan dengan musyawarah anggota IKPDC yang terdiri atas laporan kegiatan pengurus periode 2003-2007 dan pemilihan pengurus baru periode 20072009. Kepengurusan IKPDC Periode 20072009 terbentuk dari hasil pemilihan umum anggota yang hadir pada acara Musyawarah Besar (Mubes) IKPDC tanggal 18 Maret 2007. Adapun susunan pengurus IKPDC selengkapnya sebagai berikut:

Aisyah

Roihatul Jannah Bidang Informasi dan Data Ketua Anggota : Ahmad Subekti Mubarok, S.Psi. : M. Zakaria, M.Ag. Jamhuri Hendrik Giantoro Ikhwan Rika : Subro Malisi : Khoirul Umam Rosita Syarifah Badru Zaman Fahmi Dzikrillah

Bidang Program Kerja Ketua Anggota

Kepengurusan IKPDC Periode 2007-2009 dibentuk dengan formasi yang lebih ramping dan penambahan bidang baru yaitu bidang keputrian, dengan harapan dapat menjadi wadah aspirasi alumni akhwat. Selanjutnya pengurus baru mulai menyusun rencana kegiatan untuk masa 2 tahun kedepan. Penyusunan program kerja tersebut dilakukan dalam forum Musyawarah Kerja (Muker) IKPDC yang dilaksanankan di Villa Darunnajah di depan Taman Bunga Nusantara , Cianjur. muker tersebut cukup kuorum karena dihadiri 2/3 dari jumlah pengurus. Keseriusan muker juga ditandai dengan antusiasme peserta muker dan perhatian yang besar dari Pimpinan Ponpes Darunnajah K.H. Jamhari Abd. Jalal, Lc. Beliau berkenan membuka acara Muker dan menyampaikan pandangan konstruktif guna kemajuan IKPDC agar lebih bermanfaat bagi kemaslahatan alumni dan Pesantren Darunnajah Cipining. Setelah Muker, pengurus IKPDC sudah mulai disibukan dengan salah satu program kerja, yaitu orientasi IKPDC dan orientasi kampus bagi calon alumni angkatan XIV/2007. Tujuan kegiatan tersebut ialah sosialisasi IKPDC mulai dari sejarah IKPDC, keanggotaan, hak dan kewajiban anggota, kepengurusan serta program kerja. Adapun sosialisasi Perguruan Tinggi bertujuan untuk memperkenalkan beberapa alternatif pilihan fakultas, jurusan atau bidang peminatan lainnya yang ada di beberapa perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri (PTS/PTN) yang ada di Indonesia. Beberapa program kerja yang lain sifatnya rutin, seperti: sunatan masal pada bulan Muharram, buka puasa bersama pada bulan Ramadhan, dan halal bi halal sebagai ajang pertremuan alumni setiap tahunnya. (Aos Y. Firdaus)

Profil Alumni Darunnajah II Cipining Bogor Di Mesir
Maha suci Allah yang mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmatan lil`alamin, karena akhlaq beliau yang langsung mendapat didikan dari Allah. Semoga akhlaq beliau bisa kita teladani dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menengok alumni pesantren Darunnajah Cipining yang sedang menempuh pendidikan di Mesir, mungkin belum bisa dibandingkan sebagai suri tauladan atau contoh yang sepadan dengan para ulama. Namun, semoga sekilas perjalan hidup mereka bisa memberikan inspirasi kebaikan bagi kita. bahasa Arab, Inggris dan Perancis. Dengan modal bahasa tersebut, pada tahun 2005 ia sudah memiliki relasi dari berbagai negara, baik Eropa maupun Afrika (mayoritas negara Afrika berbahasa Perancis). Sehingga pada tahun itu ia sudah biasa keluar masuk studio TV untuk mengikuti shooting acara dakwah, baik live maupun siaran tunda. Beberapa mahasiswapun diajaknya bergabung –termasuk penulis. Pada masa bhakti 2005-2006 kepengurusan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir, ia diberi amanat sebagai salah satu menteri dari tiga menteri yang ada dalam Kabinet PPMI masa itu, Menteri Koordinator III, yang membidangi Seni dan Olahraga. Hal ini memberikan kemudahan baginya untuk mengaktualisasikan diri. Tahun 2006 tampaknya menjadi tahun cemerlang bagi pria asal Semarang ini. Dimulai dari sering tampilnya tim nasyid Da`i Nada pimpinannya di acara mahasiswa baik regional maupun internasional, hingga mengisi acara di beberapa kedutaan. Da`i Nada kemudian dipertemukan oleh Allah dengan produser Mesir yang memiliki studio musik dan sudah terkenal dalam menerbitkan bintang penyanyi. Dan sejak itulah Da`i Nada mulai merilis album berjudul “Maly Rabbun Siwaah” (Tak kumiliki tuhan selain-Nya (Allah)). Hingga saat ini, penjualan kaset dan CD album tersebut mengalami peningkatan. Klip lagu utamanya sering ditayangkan oleh beberapa stasiun Radio dan TV

Nur Akhyari, Ustadz dengan Multitalenta Mungkin jika anda bertanya kepada mahasiswa Indonesia di Mesir yang berjumlah lebih kurang 4500 orang, anda tidak akan susah menemukan jejak satu orang ini. Dialah alumnus TMI Darunnajah Cipining angkatan 2002 yang menjadi Ikon kejayaan Masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir), terutama di bidang dakwah dengan seni Nasyid. Merdunya lantutan azdan dan tilawahnya seindah suaranya saat menyanyikan lagu Nasyid. Tak heran kalau lajang kelahiran 1982 ini bisa membuat tim Nasyid Da`i Nada terkenal seantero Timur Tengah. Kecerdasan dan kecemerlangannya dalam studi sejak di pesantren, membuat pria berkulit putih ini lolos tes beasiswa Depag tahun 2003. Namun karena masalah teknis di Mesir pada tahun itu, dia bersama 100 orang rombongan angkatan 2003 harus menunggu beberapa bulan, hingga bulan Februari 2004. Karena keterlambatannya itu, ia harus mengulang satu tahun untuk bisa naik ke tingkat dua (Al-Azhar tidak mengenal sistem Her atau izin ghaib tidak ujian). Namun dengan keadilan Allah, ia diberikan kemudahan oleh Allah untuk menembus “tembok Al-Azhar” yang terkenal begitu kokoh. Dari tingkat satu hingga sekarang ia selalu mendapat nilai Jayyid (Baik). Disamping prestasi akademis, Noor terkenal dengan kepiawaiannya dalam berbahasa. Ia dengan mudah menguasai

Parabola di berbagai negara. Album ini terbit dalam bahasa Arab dan tertulis dalam cover kasetnya kata Noor sebagai panggilan Nur Akhyari. Semoga apa yang Allah anugerahkan kepada alumnus Darunnajah Cipining ini bisa menjadikan sarana bersyukur atas nikmat Allah dan menjadi motivasi bagi alumni yang lain untuk berkarya lebih baik dan tidak putus asa. Ahmad Khoiry, ingin Berdakwah Dengan Teknologi Nama sebelumnya adalah Heriyanto. Sejak tahun 2002, pria kelahiran 1982 ini mengganti namanya menjadi Ahmad Khoiry. Heriyanto lulus TMI Darunnajah Cipining tahun 2001 (angkatan ke-8). Nama Heriyanto tidak asing di kalangan santri maupun dewan guru. Selain pernah menjabat ketua Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) tahun 2000, pria ini juga dikenal ketangkasannya di medan laga pramuka. Dia juga pernah menjabat wakil ketua Koordinator Pramuka tahun 1999. Setamat dari pesantren, putra pasangan H. Tholib dan Hj. Yayan ini mencoba mencari informasi pendidikan di Mesir, namun sayang, tes beasiswa di Depag saat itu sudah tutup. Lalu ia mengikuti tes di LIPIA Jakarta, namun Khoiry belum lulus tes tahun itu. Ia kemudian mengikuti UMPTN, namun juga belum lulus. Tetapi, ia selalu yakin bahwa Allah mempunyai rencana terbaik untuk hamba-Nya. Di tengah kebingungannya, pria berambut tipis dan bertubuh kurus ini bertemu dengan salah seorang ustadz di Darunnajah Cipining yang saat itu baru saja tamat dari LP3I. Sang ustadz menyarankan untuk mengikuti jejaknya. Hidayah Allahlah yang menjadikan ia memutuskan untuk menjadi mahasiswa LP3I saat itu. Ia yakin banyak hal yang bisa dilakukan dengan menguasi komputer, terutama dalam bidang dakwah. Pada tahun 2003 ia tamat

pendidikan profesi dua tahun dengan nilai yang sangat memuaskan. Dengan hasil itu ia dipromosikan di tiga perusahaan sekaligus. Namun ia lebih memilih bekerja di sebuah perusahaan software house yang terletak di kawasan Depok. Tekad menuntut ilmu agama tidak pernah pudar dalam dadanya. Dimulai dengan beberapa kali bersilaturahmi kepada pimpinan pesanren Darunnajah Cipining, akhirnya pada tahun 2004, Allah memperkenankannya untuk menginjakan kaki di negeri seribu menara. Pada tahun itu Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah cabang Mesir membuka proses pendaftaran di AlAzhar, sehingga memudahkan alumni di Indonesia untuk belajar di Mesir. Ia bersama 15 teman lainnya tiba di bandara internasional Cairo tanggal 13 Oktober 2004. Seiring perkembangan komputer dan teknologi informasi yang semakin pesat, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir mencari seorang programmer yang bisa membuat program pendataan mahasiswa Indonesia di Mesir dengan sistem yang mudah, akurat dan sistematis. Setelah mendapatkan informasi dari salah seorang pengurus PPMI, akhirnya Khoiry mengadakan audisi dengan bapak Atdikbud. Alhamdulillah, ia diberi kesempatan untuk menggarap proyek software program pendataan dan website atdikbud dengan alamat situs www.dikbudcairo.org. Berawal dari situ, ia diberikan banyak kepercayaan oleh bapak Atdikbud dan beberapa staf KBRI Cairo untuk menggarap design, layout dan penerbitan buku, majalah, newsletter dll, selain sebagai administrator website dan p r o g r a m m e r. I a b e r h a r a p b i s a menciptakan beberapa software Islami yang mempermudah masyarakat belajar agama. Kemudahan dan nikmat yang Allah

anugerahkan kepadanya tidak membuatnya lantas lupa tujuan utama ke Mesir. Walaupun berstatus freelance di Atdikbud, Khoiry tetap membuktikan dirinya sebagai pelajar agama di AlAzhar. Hal itu terlihat dari keseriusnya dalam belajar, dan prestasinya mendapatkan nilai jayyid setiap tahun. Khoiry juga mendapatkan kepercayaan sebagai Koordinator Data dan Statistik PPMI masa bhakti 20062007. Ia juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Buletin Perdana IKPDN Cairo 2006-2008. Di samping itu sejak tahun 2005 menjadi ketua pendaftaran mahasiswa baru di Al-Azhar yang dikoordinasikan oleh IKPDN Mesir, sekaligus menjadi pembimbing untuk mahasiswa baru. Semua amanah yang ada ia harapkan bisa menjadi ajang latihan dan motivasi untuk berkarya dan berbuat untuk sesama dan mengisi waktu yang Allah berikan.

Tahni’ah dan Ta’ziyah
Terbentuknya keluarga yang diliputi sakinah, mawaddah dan rahmah adalah cita-cita setiap insan yang telah melangsungkan pernikahan. Mudah mudahan keluarga besar pesantren Darunnajah Cipining yang telah melangsungkan pernikahan senantiasa diberkahi dan dirahmati oleh Allah swt serta dikaruniai keturunan yang shalihin dan

shalihat. Amin. Mereka yang baru saja melangsungkan pernikahan adalah: Ustadzah Sri Rahayuni dengan Dedi Mulyadi SE di Bogor, Kamis, 26 April 2007 Aulia Rahman (alumnus TMI tahun 2003) dengan Umi di Jawa Tengah, Kamis, 19 April 2007 Siti Husnul Khotimah (alumnus TMI tahun 2003) dengan Adi Danan Kusumo di Tangerang, Sabtu 5 mei 2007. M. Nur (alumunus TMI tahun 2000) dengan Hanifah di Bogor, Sabtu 5 Mei 2007. Matroni, SE (Santri Angkatan ke 2) dengan Nelly Maryanti, di Jakarta Barat, Sabtu, 16 Juni 2007 Kelahiran Lahirnya seorang anak adalah anugrah sekaligus amanat dari Allah swt bagi orang yang telah menikah.selamat kepada keluarga yang telah dikaruniai sang buah hati,semoga Allah swt senantiasa menjadikanya sebagai anak yang soleh dan solehah serta berbakti kepada orangtua dan berguna bagi nusa dan bangsa. M. Zikrillah Zein, lahir di Bogor, Jum’at 15 Desember 2006, putra pertama dari pasangan Ustadz Darwin Zein S.Sos dengan Ibu Jayana Arhamni. Labib Ali Firdaus, lahir di Jawa Tengah, Rabu, 23 Mei 2007, putra pertama dari pasangan

Ustadz Trimo S.Ag dengan Ustadzah Nurhafidzoh. Dhafa Hanifurridha Al-Mu’taz, lahir di Bogor, Senin, 26 Maret 2007, putra pertama dari pasangan Ustadz Mukhammad Muddatsir S.H.I dengan Ibu Susilawai. Fachri Naili Al-Abror, lahir di Jawa Tengah, Jum’at, 11 Mei 2007, putra kedua dari pasangan Ustadz Mujiyanto dengan Ibu Siti Kholifah. Fatimah Lu’lu’i Sholihah, lahir di Bogor, Kamis, 4 Januari 2007, putri kedua dari pasangan Ustadz A. Munir Sa’dun dengan Ibu Maskuriyah. Nur Zakiyatun Anggraeni, lahir di Bogor, 17 Januari 2007, putri keempat dari pasangan Bapak Ta r m o d e n g a n I b u S i t i Mutmainah (karyawan Darunnajah). Fatih Muhajir, lahir di Bogor, Ahad, 3 Juni 2007, putra kedua dari pasangan Ustadz Fatkhul Mu’min S.Ag dengan Ustadzah Munaroh. Berita Duka Tidak ada seorangpun yang dapat menghindar dari kematian. Setiap orang pasti akan mengalaminya. Keluarga besar Darunnajah Cipining turut berbelasungkawa yang sedalam dalamnya atas wafatnya beberapa anggota keluarga besar dan relasi pesantren. Semoga mereka yang telah mendahului kita diampuni dosadosanya, diterima amal ibadahnya, dan

mendapat tempat yang lapang di sisi Allah swt. Semoga juga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran oleh Allah swt. Ibu Rukoyah, 20 April 2007, (ibunda Abdurrahim, santri kelas 1 SMP. Bapak Rusmat bin Tarjo, Kamis, 25 Maret 2007 (ayahanda Ustadz Trimo, S.Ag) H. Syuja’i bin H.Anta, 25 April 2007 (ayahanda Ahmad Suryadi, santri kelas I’dadi). Ruhaemah binti H. Jamsari, Rabu, 15 Maret 2007 (mertua Ustadz Saeful Hadi Scada S.Pd.I.) Drs. H. Wasit Abu Ali, 10 Februari 2 0 0 7 ( K e t u a Ya y a s a n Pesantren Pabelan Magelang) dr. Hj Susanti Arief, 30 Desember 2006 (Istri H. Saefuddin Arief, SH, MH, Ketua Yayasan Darunnajah) Ibu Rukayah, 23 Maret 2007 (Nenek Muntafsiroh, santri kelas Intensif) Leliana Fasihah, 7 April 2007 (Keponakan Muntafsiroh, santri kelas Intensif) Sumiyah binti Sunadi (bibi Ustadz Atijan Yani, A.Ma) H. Jumanta, 8 Juni 2007 (Kakak ipar Ustadz Atijan Yani) Bapak Basir, Senin, 11 Juni 2007 (Saudara Ustadz Mukhlisin M, S.H.I) H. Fauzan (Kakek Ustadz Sholeh) Muhammad Sidiq (Kakek Tb. Imam Munandar, alumnus TMI tahun 2007) Elsa Noviyanti(Adik Abiyudin, santri kelas IV A) H. Memed Tabrudin (Ayah Ustadz HM Syafi’i, Jasinga) Sali bin Senan (Kakek Djati Kahfi, santri kelas IV TMI) Warsiah binti Kadiran (Nenek Ustadz Aulia Bigguna, S.Pd.I) Ruslan bin Edih (Kakak Drs. Abdul Rosyid Sholeh)

Suryanah binti H. Cepi (Bibi Candra, santri kelas I MTs) HM Siddik, 7 Maret 2007 (ayah M Ilyas dan M Hafizjan, alumni TMI) H. Husein Umar, 19 April 2007 (Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) Bapak Agus, 31 Mei 2007 (Paman Ustadz Anton Septiono, S.Pd.I)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->