P. 1
Beberapa Permasalahan Hukum Dalam Praktek Berkenaan Dengan Perjanjian Kredit

Beberapa Permasalahan Hukum Dalam Praktek Berkenaan Dengan Perjanjian Kredit

4.0

|Views: 2,446|Likes:
Disampaikan oleh Imas Fatimah, SH, MKN, pada Acara Pembekalan dan Penyegaran Pengetahuan Ikatan Notaris Indonesia Hotel Planet Holiday Batam tanggal 03 Juli 2010
Disampaikan oleh Imas Fatimah, SH, MKN, pada Acara Pembekalan dan Penyegaran Pengetahuan Ikatan Notaris Indonesia Hotel Planet Holiday Batam tanggal 03 Juli 2010

More info:

Published by: Herman Andreij Adriansyah on Jul 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

BEBERAPA PERMASALAHANHUKUM DAlAM PRAKTEK BERKENAAN DENGAN PERJANJIAN KREDIT

ARSIP jDOKUMENT ASI NOTARISjPPAT

HERMAN ADRIANSYAH SH

OLEH:

IMAS FATIMAH, SH, M.KN

BAlAM, 3 JULI2010

' ....

PENDAHULUAN

PERJ,ANJIAN KR.EDIT (ATAU DISEBUT JUGA IIP~) DIBUAT DAN

"

DITANDATANGANI OLEH KREDITUR YANG MEMBERIKAN FASILITAS

KREDIT DAN DEBITUR YANG MENERIMA FASIUTAS KREDIT ..

DALAM PRAKTEK SEBELUM PK DITANDATANGANI, BANK MENERIMA SURAT PERMOHONAN DARI (CALON) DEBITUR YANG APABILA D1SETUJUI OLEHBANK. MAKA BANK AKAN MENERBITKAN SPPK (SURAT PERSETUJUAN PEMBERIAN KREDtT) ,ATAU ,DISEBUT JUGA OFFERING LE,TTER ATAU TERM SHEET.

SPP.K, YANG DIBERIKAN KEPADA (CALON)DEBITUR MEMUAT SYARATIKETENTUAN YANG DIMINTA BAlK BERUPA SYARAT KOMERSlAL MAUPUN SYARAT YURIDIS ..

SETELAH DISETUJUI OLEH CALON DEBITUR DENGAN MENANDATANGANI SPPK. MAKA COPY SPPK, AKAN DISERAHKAN KEPADA NOTARIS UNTUK MEMPER.SIAPKAN PK~NYA.

NOTARIS DALAM MEMPER.SIAPKAN PK AKAN MENGACU PADA SPPK YANG HARUS DIAKUI, KADANG-KADANG SPPK. HANYA MENGATUR HALHAL POKOKSAJA, SEDANGKAN KETENT UANLAIN YANG BELUM DIATUR DALAM SPPK HARUS DIPIKJRKAN SENDIRI OLEH NOTARIS. TIDAK JARANG TERJ.ADI,KETENTUANDALAM SPPK 'HARUS DIMINTAKAN KLARIF IKASI KEPADAKREDITUR DAN DEBITUR.

ARSIP jDOKUMENT ASI NOTARISjPPAT

HERMAN ADRIANSYAH SH

PERMASALAHAN HUKUM DALAM PRAKTEK BERKENAAN DENGAN PERJANJIAN KREDIT.

I. KOMPARISI :

KREDITUR ATAU DEBITUR ADALAH SUATU PERSEROAN TERBATAS.

1. BILA KREDITUR DAN DEBITUR ADALAH SUATU PERSEROAN TERBATAS, NOlARIS HARUS MELlHAT ANGGARAN CASAR BERIKUl PERUBAHAN-PERUBAHANNYA (BILA ADA), TERMASUK si< PENGESAHAN, SK PERSETUJUAN DARI MENTERI HUKUM DAN HAM RI 'DAN JUGA AKTA TERAKHIR TENTANG ,PENGANGKATAN DIREKSI DAN KOMISARIS.

WALAUPUN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHLiN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS BERLAKU TANGGAL 16 AGUSTUS 2007, DALAM PRAKTEK MASIH TERDAPAT ANGGARAN DASAR PERSEROAN TERBATAS YANG SUDAH DISESUAIKAN DENGAN

UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007

MEMUAT

KETENTUAN YANG BERTENTANGAN DENGAN UNDANG-UNDANG TERSEBUT. SEBAGAI CONTOH TENTANG KEWENANGAN DIREKSI UNTUK MEMINJAM UANG YANG DIBATASI DENGAN PERSETUJUAN TERTULIS TERLEBIH DAHULU OARI SEKURANGKURANGNYA SEORANG ANGGOTA KOMISARIS.

PASAL 108 AYAT 4 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 MENYEBUTKAN BAHWA ANGGOTA DEWAN KOMISARIS MERUPAKAN MAJELIS DAN SETIAP ANGGOTA DeWAN KOMISARIS T1DAI< BISA BERTINDAK SENDIRI-SENDIRI MELAINKAN BERDASARKAN PUTUSAN DEWAN KOMISARIS. OLEH KARENANYA NOlARIS YANG MEMBUAT PK TERSEBUT TETAP HARUS MEMINTA PERSETUJUAN TERTULIS TERLEBIH DAHULU DARI SELURUH ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN TIDAl< CUKUP BILA PERSETUJUAN DIBERIKAN OLEH HANYA SEORANG

KOMISARIS, SEPERTI DITETAPKAN DALAM ANGGARAN DASAR TERSEBUT.

2. SURAT KUASA DAR. DIREKSI BANK YANG DIBUAT DIBAWAH TANG.AN.

BANK MINTA AGAR KUASA TERSE BUT TIDAl< DILEKATKAN PADA MINUTA AKTA MENGINGAT KUASA AKAN TERUS MENERUS DIPERGUNAKAN OLEH BANK TERSEBUT.

YANG HARUS DILAKUKAN OLEH NOTARIS ADALAH MEMINTA AGAR BANK TERSEBUT MEMBUAT SURAT KUASA SECARA NOTARIAL .AGAR DAPAT DIPERGUNAKAN BERULANG KAL. KARENA BILA KUASA DIBUAT DIBAWAH TANGAN MAKA KONSEKWENSINYA KUASA TERSEBUT HARUS DILEKATKAN PADA MINUTA.

3. EFEKT.FNY A PENGANGKATAN DIREKSI DAN KOMISARIS.

MASIH .ADA BANK YANG MENGANGAP BAHWA DIREKSI DAN DEWAN KOMISAR.S BARU EFEKTIF PENGANGKATANNYA BILA TELAH ADA TANDA TERIMA PEMBERITAHUAN YANG DIKELUARKAN OLEH MENHUKHAM RI, HALINI TIDAl< BEHAR KARENA PENGANGKATAN DIREKSI DAN KOMISARIS PERSEROAN TERBATAS BERLAKU SEJAK TANGGAL YANG DITETAPKAN OLEH RUPS YANG MENGANGKATNYA DAN BILA RUPS TIDAK MENYEBUTKAN TANGGAL PENGANGKATAN MAKA DIREKSI DAN KOMISARIS DIANGKAT SEJAK RUPS ITU TERJADI. BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DIREKSI WAJIB DIBERITAHUKAN DALAM WAKTU 30 HAR. SETELAH RUPS. NAMUN PEMBERITAHUAN BUKANLAH MERUPAKAN SYARAT EFEKTIFNYA PENGANGKATAN DARI SEORANG DIREKSI ATAU KOMISARIS.

4. AGEN JAMINAN YANG DITUNJUK OLEH PARA KREDITUR SINDIKASI.

PADA KREDIT SINDIKASI DIKENAL ADANYA ISTILAH AGEN FASILITAS DAN AGEN JAMINAN, AGEN JAMINAN BERFUNGSI UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM SEHUBUNGAN DENGAN BARANG JAMINAN ANTARA LAIN MELAKUKAN ADMINISTRASI, MENANDATANGANI. DOKUMEN JAMINAN. MENYIMPAN DOKUMEN JAM I NAN DAN MELAKUKAN EKSEKUSI ATAS JAMINAN. AGEN JAMINAN PADA SAAT MENANDATANGANI DOKUMEN JAM I NAN AKAN BERTINDAK BERDASARKAN KUASA DARI PARA KREDITUR PESERTA SINDIKASI.

DALAM PRAKTEKADA BANK YANG TIDAl< MENGHENDAKI DISEBUTKANNYA NAMA DARI PARA KREDITUR SINDIKASI DIDALAM KOMPARISI SEHINGGA DIDALAM SERTIFIKAT FIDUSIA ATAU DALAM SERTIFIKAT HAl( TANGGUNGAN HANYA AKAN TERCANTUM NAMA AGEN JAMINAN.

PERMINTAAN BANK TERSEBUT DIDASARKAN KEPADA ALASAN BAHWA PARA KREDITUR SINDIKASI DARI WAKTU KE WAKTU DAPAT MENGALIHKANPIUTANGNYA KEPADA PARA KREDITUR LAIN •

. SEHINGGA BILA MENYEBUT NAMA-NAMA KREDITUR SINDIKASI PADA SERTIFIKAT HAK TANGGUNGAN. HAL TERSEBUT AKAN MENYULlTKAN KARENA SELALU HARUS DILAKUKAN UPDATE NAMANAMA KREDITUR MENIMBUlKAN BIAYA

PENGALAMAN PENULIS SEBENARNYA TIDAl< DICANTUMKANNYA NAMA-NAMA PARA KREDITUR DAlAM KOMPARISI MASIH DAPAT DITERIMA, MENGINGAT FUNGSI AGEN JAMINAN JELAS MEWAKllI PARA KREDITUR SEBAGAIMANA DITETAPKAN DAlAM AKTA PERJANJIAN KREDIT SINDIKASI MAUPUN DAlAM AKTA PEMBAGlAN HASll JAMINAN.

NAMUN, UNTUK MENGHINDARI KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN YANG TIDAK. DIHARAPKAN, PENUltS TETAP MENGANJURKAN DALAMKOMPARISI AGAR MENYEBUTKAN AGEN JAMINAN BERTINOAK UNTUK. DAN ATAS NAMA PARA KREDITUR. (DENGAN MENYEBUTKAN NAMA-NAMA PARA KREDITUR).

II. JUMLAH FASIUTAS

JUMLAH FASILtTAS DAPAT DIBERIKANDALAM MATA UANG RUPIAH MAUPUN MATA UANG LAIN MISALNYA USD.

DALAMHAl FASILITAS KREDIT DIBERIKAN DALAM 2 MAlA UANG YANG BERBEDA, YANG HARUS DIPERHATIKAN :

A. 1<ETENTUAN BUNGA;

(I) BUNGA DALAM FASILITAS RUPIAH DALAM DITETAPKAN FIX 12 % PERTAHUN ATAU FLOATING.

YANG DIMAKSUD FLOATING ADALAH BUNGA MENGAMBANG YANGRATENYA. 'MENGIKUTI KONDISI PASAR. DAN TERGANTUNG DARI BANK. YANG BERSANGKUTAN APAKAH MEREKA BERPATOKAN PADA. SBI 1 BULANAN ATAU TIME DEPOSIT 1 BULANAN (SEBAGAI

BASERATE DARI BANK) + %, SEHINGGA APABILA

BASERATE TERSEBUT MENGALAMI KENAIKAN ATAU PENURUNAN.t BUNGA YANG DIBEBANKAN KEPADA DEBITUR JUGAAKAN MENGALAMI KENAIKAN ATAU PENURUNAN.

(11) BUNGA DALAM FASILITAS USD DITETAPKAN FIX 6% PER TAHUN ATAU BUNGA ADAlAH UBOR/SIBOR. + ...... " BERARTIBUNGA. YANG BERLAKU UNTUK. UBOR/SIBOR YANG BERLAKU 1 BULAN ATAU 3 BULAN MISAlNYA BUNGA UBOR/SIBOR 4 " + SPRITE BANK. 3% MAKA. BUNGA DIBERLAKUKAN ADALAH 7% ..

(III) UNTUK FASILITAS USD JUGA HARUS DITAMBAHKAN KETENTUAN HAK BANK UNTUK APABILA TERJADI PENURUNAN KURS NILAI RUPIAH SAM PAl BAT AS TERTENTU, MISALNYA RP.14.000,- PER USD, UNTUK MENGKONVERSI FASILITAS TERSEBUT DALAM RUPIAH.

IlL JANGKA WAKTU PERJANJIAN.

MASAlAH JANGKA WAKTU PERJANJIAN, TERKADANG TIDAl< COCOK DENGAN JANGKA WAKTU PEMBAYARAN KEMBAlI KREDIT. CONTOH:

1. JANGKA WAKTU FASILITAS KREDIT.

PERJANJIAN KREDIT INI BERLAKU UNTUK JANGKA WAKTU 5 TAHUN TERH1TUNG MULAl DITANDATANGANINYA AKTA INI (TANGGAl 3 JULI 2010) DAN AKAN BERAKHIR TANGGAL3 JULI 2015).

2. PEMBAYARAN KEMBALI FASILITAS KREDIT.

DEBITUR WAJIB MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS KREDIT SECARA MENGANGSUR SETlAP TRIVVULAN, SEBAGAIMANA TERNYATA DAR I JADWAL ANGSURAN YANG DITANDATANGANI DEBITUR DAN KREDITUR DAN DILEKATKAN PADA MINUTA AKTA INI.

NOTARIS HARUS MEMBACA J.ADWAL ANGSURAN DAN HARUS MEMPERHATIKAN TANGGAL BERAKHIRNYA JANGKA WAKTU KREDIT, KARENA ADA KEMUNGKINAN JANGKA WAKTU KREDIT TIDAl< SESUAI DENGAN TANGGAl PEMBAYARAN ANGSURAN TERAl<HIR.

IV. PERJANJIAN KREDIT PEMIUKAN APARTEMEN

BANK A AKAN MEMBERIKAN FASILITAS KREDIT KEPADA TUAN BUOI YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MEMBELI 1 BUAH UNIT

APARTEMEN YANG SEDANG DIBANGUN OLEH PT. TOTAL BANGUN PERSADA.

SEBAGAI JAM.NAN DARI KREDIT YANG DIBERIKAN ADALAH APARTEMEN YANG DIBELI YANG AKAN 01 IKAT DENGAN HAK TANGGUNGAN.

PERMASALAHANNYA : PT TOTAL BANGUN PERSADA SEDANG MELAKUKAN PENGGABUNGAN 7 SERTIFIKAT HAK GUNA BANGUNAN ATAS NAMANYA DIMANA AKAN DIBANGUN 2 TOWER APARTEMEN DENGAN FASILITAS STRATA TITLE. SETIAP TOWER TERDIRI DARI 200 UNIT APARTEMEN.

DALAM PRAKTEK PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN APARTEMEN AKAN DIDAHUlUI DENGAN MEMBUAT PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA PT TOTAL BANGUN PERSADA SEBAGAI DEVELOPER DENGAN BANK, (SEBAGAI MASTER AGREEMENT), DIDALAM PERJANJIAN KERJASAMA TERSEBUT ANTMA LAIN DIPER.J.ANJIKAN HAL-HAL SEBAG.AI BERIKUT :

-DEVELOPER BERJANJI KEPADA BANK:

- UNTUK MENYELESAIKAN PEMBANGUNAN 2 TOWER

APARTEMEN

- UNTUK MENYELESAIKAN SERTIFIKAT INDUK DAN SERTIFIKAT SATUAN HAK MILIK RUMAH SUSUN ATAS NAMA DEVELOPER.

- UNTUK MEMBUAT AKTA JUAL BEll DENGAN TUAN BUD. DAN MENYERAHKAN SERTIFIKAT UNIT APARTEMEN YANG DIBELI KEPADABANK

CATATAN : (KEWAJIBAN-KEWAJIBAN DEVELOPER TERSE BUT DITETAPKAN DALAM JANGKA WAKTU YANG DISEPAKATI BANK DAN DEVELOPER).

-DEVELOPER MEMBERIKAN JAMINAN KEPADA BANK BILA DALAM JANGKA WAKTU KEWAJIBAN-KEWAJIBAN YANG DIPERJANJIKAN, TUAN BUD. SELAKU DEBITUR YANG MEMBELI UNIT APARTEMEN

...

MELAKUKAN SEKIANKALI TUNGGAKAN MAKA DEVELOPER AKAN MENGAMBIL ALIH PIUTANG BANK DAR I TUAN BUDI DAN AKAN MENANDATANG.ANI AKTA SUBROGASI.

PERJANJIAN KREDIT ANTARA BANK DAN TUAN BUDI YANG MEMBELI UNIT APARTEMEN AKAN DITANDATANGANI SETELAH DIBUAT DAN DITANDATANGANI MASTER AGREEMEN OLEH BANK DAN DEVELOPER.

v. AYDA (ASET YANG DIAMBIL AUH)

SALAH SATU AKIBATDARI TIDAl< DILUNASINYA KREDIT OlEH DEBITUR KEPADA BANK, BANK DAPAT MELAKUKAN PENGAMBllAllHAN ASET YANG OtJAMINKAN ATAU MELAKUKAN EKSEKUSI. BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PERBANKAN BANK DAPAT MELAKUKAN ·PENGAMBILALIHAN ASEl UNTUK SEMENTARA (1 TAHUN DAN MAKSIMUM SAMPAI DENGAN 5 TAHUN) DAN UNTUK SELANJUTNYA HARUS DIJUAL KEPADA PIHAK KETIGA DAN BUKAN UNTUK DIMIUKI.

AKTA YANG DIBUAT ADALAH PERJANJIAN PENGIKATAN JUAl BELl

. ATAS ASET YANG DIAMBIL ALIH DAR I DE.BITUR. (KARENA PENGAMBILALIHAN HANYA BERSIFAT SEMENTARA).

P.ADA KETIKA BANK TELAH MEMPEROLEH PEMBELI (INVESTOR) PPAT DAPAT MEMBUAT AKTA JUAL BEll BERDASARKAN KUASA YANG DIBERIKAN OLEH DEBITURKEPADA BANK, PERMASALAHAN TIMBUL KARENA ADA KEMUNGKINAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL TIDAl< BERSEOIA UNTUK MELAKUKAN BALIK NAMA KEPADA PEMBELI (INVESTOR) KARENA BERPENDAPAT BAHWA JUAL BEll BERDASARKAN PPJB HANYA DIMUNGKINKAN TERHADAP BANK DAN BUKAN KEPADA PIHAK KETIGA. SEBAGAI NOTARIS WAJIB UNTUK MENJELASKAN KEPADA BADAN PERTANAHAN NASIONAL TENTANG ADANYA PERATURAN MENGENAI ASET YANG DIAMBIL

ALiH (AYDA) HANYALAH BERSIFAT SEMENTARA DAN BANK TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MELAKUKAN MEMBELI SECARA TETAP.

VI. POSITIVE COVENANT (HAL-HAL YANG WAJIB DILAKUKAN) DAN NEGATIVE COVENANT (HAL-HAL YANG DILARANG)

DALAM PRAKTEK TIDAK TERTUTUP KEMUNGKINAN SETELAH DILAKUKAN NEGOSIASI ANTARA KREDITUR DAN DEBITUR, KETENTUAN-KETENTUAN YANG SEMULA DITETAPKAN DALAM HAlHAL YANG DILARANG BERUBAH DAN MASUK MENJADI KETENTUANKETENTUAN YANG WAJIB DILAKUKAN (KETENTUAN NEGATIVE COVENANT BERUBAH MENJADI POSITIVE COVENANT).

VII.. CLUB DEAL

CLUB DEAL TERJADI DALAM HAL :

A 2 (DUA) BANK MEMBIAYAI PROYEK YANG SAMA KEPADA SATU DEBlTUR

B. PERJANJIAN KREDIT DITANDANGANI DENGAN SY ARATSYARAT YANG DITENTUKAN OLEH MASING-MASING BANK

C. PROYEK YANG DIBIA YAI MENJADI JAMINAN HUTANG DARI KEDUA BANK TERSE BUT .

. AKTAYANG HARUS DIBUAT ADALAH:

1. PERJANJIAN KREDIT DARI MASING-MASING BANK.

2. SKMHT (YANG NANTINYA AKAN DITINDAKlANJUTI DENGAN HAK TANGGUNGAN BILA JAMINAN ADALAH BERUPA BARANG TlDAK BERGERAK. JAMINAN DIBERIKAN UNTUK MENJAMIN HUTANG DEBlTUR KEPADA BANK A DAN BANK B)

3. AKTA PERJANJIAN PEMBAGIAN HASIL JAMINAN YANG PADA POKOKNYA MENGATUR BAHWA APABILA TERJADI KEJADIAN KELALAIAN MAKA HASIL EKSEKUSI JAMINAN AKAN

DIBAGIKAN KEPADA BANK A DAN BANK B SECARA PARIPASSU.

CATATAN:

DAI..AM PERJANJIAN KBEDIT BANK A HARUS DIMUAT ;

(I) BARANG JAMINAN ADALAH UNTUK MENJAMIN HUTANG DEBITUR KEPADA BANK A MAUPUN KEPADA BANK B (CROSS CORATERAL)

(II) KELALAIAN ADAlAH ANTARA LAIN BILA DEBITUR LALA.

MELAKUKAN KEWAJIBANNYA KEPADA BANK A DAN BANK B (CROSS DEFAULT).

PALm PEBJANJIAN KBEDIT BANK B HABUS DIMUAI:

(I) BARANG JAMINAN ADALAH UNTUK MENJAMIN HUTANG DEBITUR KEPADA BANK B MAUPUN KEPADA BANK A (CROSS CORATERAL)

(II) KELALAIAN ADALAH ANTARA LAIN BILA DEBITUR LALAI MElAKUKAN KEWAJIBANNYA KEPADA BANK B DAN BANK A (CROSS DEFAULT).

DALAM HAl.. BANK A TELAH MEMBERIKAN FASILITAS KREDIT

. KEPADA DEBITUR LEBIH AWAL DARI BANK 8. DAN BANK A TELAH MENANDAIANGANI PK SERTA MENANDATANGANI HAl< TANGGUNGAN ATAS JAMINAN YANG DIBERIKAN DEBITUR. MAKA BANK B YANG MEMBERJKAN FASILITAS KREDIT BERIKUTNYA KEPADA DEBITUR HARUS MENYlAPKAN AKTA-AKTA SEBAGAI BERIKUT;

.1. PERJANJIAN KREDIT ANTARA BANK B DAN DEBITUR YANG MEMUAI ANTARA LAIN MEMUAT KETENTUAN CROSS CORAIERAL DAN CROSS DEFAULT.

2. SKMHT ATAS JAMINAN YANG DIBERIKAN DEBITUR BAlK UNTUK MENJAMIN HUTANG KEPADA BANK A MAUPUN BANK B (PIMANA

SEBELUMNYA HAl< TANGGUNGAN YANG MENJAOI JAMINAN KEPADA BANK A PIMINTAKAN ROYA KEPADA BPN).

3. PERJANJIAN PEMBAGIAN HASIL JAM I NAN

VIII. KEDUDUKAN HUKUM (DOMISlLI)

DOMISLI HUKUM DITETAPKAN OLEH PARA PIHAK DITEMPAT PADA KANTOR PANITERA PENGADILAN NEGER. YN«; WEWENANGNYA MELIPUll WlLAYAH TEMPAT KANTOR BANK YANG MEMBERI KREDIT. NAMUN DEMIKIAN UNTUK MEMENUHI KEPERLUAN BANK DIKEMUDIAN HARI DALAM MENGAJUKAN GUGATAN 01 PENGADILAN LAIN DAN UNTUK DAPAT MENGAKOMODASI ADN«A BEBERAPA JAMINAN YANG DIBERIKAN OLEH DEBITUR KEPAOA BANK DtLOKASI Y NtG BERBEDABEDA, MAKA PERLU OITAMBAHKAN KETENTUAN MENGENAI DrrETAPKANNYA DOMISILI PADA KANTOR. PENGADIAN LAIN.

CONTOH:

MENGENAI PERJANJIAN KREDIT INI DAN SEGALA AKIBATNYA PARA PIHAKMEMILIH TEMPAT KEDUDUKAN HUKUM (DOMISILI) YANG TETAP DAN SECARA HUKUM PADA KANTOR PANITERA PENGADILAN NEGERI YANG WEWENANGNYA MELIPUTI WlLAYAH TEMPAT KANTOR BANK YANG MEMBERI KREDIT YAiTU KANTOR PENGADILAN NEGER) JAKARTA SELATAN. DENGAN TIDAK MENGURANGI KETENTUAN PERATURAN YANG BERLAKU, BANK BERHAI< UNTUK MENGAJUKAN TUNTUTAN HUKUM TERHADAP DEBITUR MELALUI PENGADILAN NEGERI LAINNYA YANG BERWENANG DIDALAM WlLAYAH REPUBLIK INDONESIA.

IX. NEGAnF PLEDGE

DEBITUR A TELAH MENDAPAT FASILITAS KREDIT DARI BANK . MANDIRI. DIMANA DALAM PERJANJIAN KREDIT DISEPAKATI OLEH BANK DAN DEBITUR A BAHWA KREDIT YANG DIBERIKAN TIDAl<

' ....

DIJAMIN DENGAN JAMINAN TERTENTU SECARA KHUSUS. MISALNYA TIDAKDIJAMIN DENGAN JAMINAN FIDUSIA, GADAI ATAUPUN HAl< TANGGUNGAN.

NEGATIF PLEDGE TIDAK BERARTI DEBITUR. DIANGGAP TIDAl< MEMBERIKAN JAMINAN ,AKAN TETAPI DEBITUR TETAP MEMBERIKAN

JAM I NAN SEBAGAIMANA. DIMAKSUD DALAM PASAL 1131

KUHPERDATA YANG BERBUNYI "SEGALA KEBENDAAN

SIBERHUTANG BAlK, YANG BE.RGERAK. MAUPUN YANG TIDAl<. BERGERAK, BAlK YANG SUDAH ADA MAUPUN YANG BARU YANG .ADA DIKEMUDIAN HARI, MENJADI TANGGUNGAN UNTUK SEGALA PENGIKATAN".

PADAPASAL MENGENAI AGUNAN DITAMBAHKAN HAl .. HAL SEBAGAI BERIKUT:

1. FASILITAS KREDIY INI TIDAK. DIJ.AMIN DENGAN AGUNAN BERUPA BENDA. PENDAPATAN ATAU AKJIVA LAIN DARI DEBITUR. DALAM B.ENTUK, APAPUN SERTA TIDAK DIJAMIN OLEH PIHAK LAIN MANAPUN.

2. SELURUH KEKAYAAN DEBITUR, B.AIK, BARANG BERGERAK MAUPUN TlDAK BERGERAK BAlK YANG TELAHADA MAUPUN YANGAKAN ADA DIKE.MUDIAN HARI MENJADI JAMINAN ATAS ., SEMUA HUTANG DEBITUR KEPADA SEMUA KREDITUR, YANG TIDAK, DIJAMIN SECARA KHUSUS ATAU TANPA HAK PREFERENCE.

3. SEHUBUNGAN DENGAN .AYAT1 PASAL. INI, PARA PIHAK SETUJU UNTUK MEMBERLAKUKAN PASAL 1131 DAN PASAL 1132 KUHPERDATA

PADA PASAL MENGENAI PERNYATAAN DAN JAMINAN

DITAMBAHKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT:

1. DEBITUR MENYATAKAN TIDAK, AKAN MEMBUAT ATAU MEMBERIKAN ATAU MEMBEBANKAN DENGANHAKMAK

' ....

JAMINAN DALAM BENTUK APAPUN., TERHADAP SELURUH ATAU SEBAGIAN DARI ,ASSeT MILlK, DEBITUR" BAlK. YANG SEBAGIAN DARI ASSET MILlK, DEBITUR"BAIK YANG SEKARANG ADA MAUPUN YANG .AKAN .AD.A DIKEMUDIANHARI, KEPADA KREDITUR LAIN UNTUK MENJAMINHUTANG YANG TELAH ,ADA MAUPUNYANG AKAN ADA DIKEMUDIAN BARI, KECUAU AGUNAN YANG TELAH ADA DAN TELAH DISETUJUI SEBELUM PER.JANJIAN KREDITINI.

2. DEBITUR ME NYATAKAN BAHWA SELURUH KR.EDITUR

MEMPUNYAI HAl< YANG SAMA TERHADAP KEKAYAAN DEBITUR, (EQUAL TREATMENT), DENGAN TIDAl< ADA SATUPUN YANG DIISTIMEWAKANATAU DIDAHULUKAN DARI YANG LAlNNYA. KECUALI AGUNAN YANG TELAH ,ADA SEBELUM PERJANJIAN KREDIT INI.

x. CHANNELING.

CHANNELING ADALAH MERUPAKAN FASILITAS .KREDIT YANG BIASA DIBERIKAN OLEHBANKKEPADA PERUSAHAAN FINANCE MISALNYA UNTUK PEMBlAYAAN PEMILIKAN KENDARAANBERMOTOR.

BANK. DAN PERUSAHAAN FINANCE TERSEBUTAKAN MEMBUAT PER.JANJIAN KER.JASAMA DIMANA BANK. AKAN MEMBERIKAN PINJAMAN KEPADA PERUSAHMN FINANCE DAlAM SUATU JUMLAH TERTENTU YANG AKAN DIGUNAKAN OLEHPERUSAHAAN FINANCE UNTUK MEMBIAYAI PEMBIAYMN KEPADA DEBITURNYA (UN-USER). PERUSAHMN FINANCE BERTINDAK. SEBAGAIFASILISATOR DAN SERVICING AGENT YANG MEMPUNYAI TUGAS :

- MELAKUKAN PEMASARAN DAN MEMBERIKAN REKOMENDASI CALON DEBITUR, (UN-USER.) KEPADA BANK

- MEMERIKSA KELENGKAPAN DOKUMEN KREDIT

- MEMBANTU BANK DALAM PENYELESAIAN KREDIT SEPERTI MELAKUKAN PENAGIHAN DAN EKSEKUSI BARANG JAM I NAN DENGAN CARA ANTARA LAIN MENJUAL BARANG JAMINAN UNTUK SELANJUTNYA DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEPADA BANK

- PERJANJIAN KREDIT ANTARA UN-USER DAPAT DITANDATANGANI OLEH BANK DAN UN-USER ATAU OLEH ·PERUSAHAAN FINANCE SELAKU KUASA DARI BANK DENG.AN UN-USER.

/

AKTA YANG DIBUAT ADALAH :

1. PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA BANK DAN PERUSAHAAN FINANCE.

2. PERJANJIAN KREDIT ANTARA BANK ATAU PERUSAHAAN FINANCE YANG BERTINDAK SELAKU KUASA DAR I BANK DENGAN UN-USER.

XI. JUAL BEU PlUTANG (ASSET PURCHASE).

ASSET PURCHASEMERUPAKAN FASILITAS KREDIT YANG DIBERIKAN OLEH BANK KEPADA (ANTARA LAIN PERUSAHAAN FINANCE), DENGAN CARA PERUSAHAAN FINANCE MENG.ALIHKAN PIUTANG-PIUTANG NASABAHNYA (UN-USER) KEPADA BANK FASILITAS YANG DIBERIKAN KEPADA PERUSAHAAN FINANCE DAPAT BERSIFAT NON-REVOLVING MAUPUN REVOLVING.

AKTA YANG DIBUAT ADALAH :

- PERJANJIAN JUAL BEll PIUTANG ANTARA BANK DAN MULTI FINANCE.

- AKTA CESSIE (PENGALIHAN TAGIHAN) YANG AKAN DILAKUKAN PADA SAAT PENGALIHAN PIUTANG-PIUTANG NASABAH (UNUSER) KEPADA BANK, PIUTANG BERALIH MENJADI MIUK BANK

. .

PADA SAAT PENANDATANGAN CESSIE.

' ....

- AKTA PERJANJIAN PENGELOLAAN PIUTANG YANG MEMUAT

KETENTUAN-KETENTUAN ANTARA LAIN:

-PERUSAHAAN FINANCE. DITUNJUK. OLEH BANK UNTUK, MENGELOLAD.AN MENATAUSAHAAN PIUTANG YANG DlAMBIL .ALIH OLEH BANK

-PERUSAHAAN FINANCE DALAMMENGELOLA, PIUTANG BERKE.WAJIBAN:

• MENERIMA, MENGELOLA DAN MELAKUKAN TAG I HAN BAlK ANGSURAN, BUNGA DANBIAYA~BIAYA.

• MEMBER I SOMAS I PADASETIAP UN-USER. BILA, UN-USER LALAI MEMBAYAR ANGSURAN.

• MEl.AKUKAN PENARIKAN BARANG JAMINAN TERMASUK.

MELAKSANAKAN EKSEKUSI BARANG JAM I NAN.,

XII. SlNDIKASI

SINDIKASI ADALAH MERUPAKAN FASI UTAS KREDIT YANG DIBERIKAN KEPADA PEBITUR Ol.EH 2 .ATAU LEBIH KREDITUR, SECARA BERSAMA-8AMA DALAM SATU PERJANJIAN KREDIT YANG DISEBUT PERJANJIAN KREDIT SINDIKASI.

AKTA-AKTA YANG DIBUAT DALAM PERJANJIAN SINDIKA.SI ADALAH : .,A. PERJANJIANKREDIT SINDIKASI.

B. ,AKTA-AKTAYANG BERKAITAN DENGAN JAM I NAN.

C. PER.JANJIAN PEMBAGIAN BAGI HASIL JAMINAN.

HAL-HAL. YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN PER.JANJIAN KREDIT SINDIKASI TERUTAMA APABILA PE,SERTA SINDIKASINYA BANYAK. :

A. KOMPAR.ISI DAR I MASING-MASING KREDITUR. TERMASUK, KUASA ..

KUASA DIREKSI.

B. BAGIAN PREMISE YANG MENGURAIKAN HISTORI DARI AWAL PERMOHONAN FASILITAS KREDIT PADA SATU KREDITUR SEHINGGA TERBENTUKNYA SINDIKASI.

C. DEFINISI.

D. PORSI DARI MASING-MASING PARA PESERTA SINDIKASI HARUS DITEGASKAN KESANGGUPAN MASING-MASING PESERTA SINDIKASI UNTUK MEMENUHI KEWAJIBANNYA.

·E. KETENTUAN-KETENTUAN YANG MENGATUR PERBUATAN HUKUM YANG MEMERLUKAN PERSETUJUAN DARI MAYORITAS KREDITUR DAN KETENTUAN-KETENTUAN YANG MENGATUR PERBUATAN HUKUM YANG MEMERLUKAN PERSETUJUAN DARI SELURUH KREDITUR PESERTA SINDIKASI.

F. PENUNJUKAN DAN KETENTUAN-KETENTUAN MENGENAI AGEN FASILITAS DAN AGEN JAM I NAN TERMASUK TUGAS-TUGAS DAN KEWAJIBAN DARI AGEN-AGEN TERSEBUT.

G. TATA CARA PENGALIHAN PIUTANG OLEH KREDITUR SINDIKASI KEPADA PIHAK KETIGA

XlV. JAMINAN ATAU AGUNAN.

A SUATU AGUNAN DIBERIKAN KEPADA SATU KREDITUR (BANK X) UNTUK MENJAMIN HUTANG DUA DEBITUR (PT. A DAN PT. B). PEMBERIAN J.AMINAN DEMIKlAN DIMUNGKINKAN BILA DISEPAKATI OLEH BANK X. BIASANYA PT.A DAN PT.B MERUPAKAN SATU GROUP DAN MERUPAKAN NASAB.AH DARI BANK X.

DALAM PERJANJIAN KREDIT DARI MASING-MASING PT. A DAN PT. B DIATUR ADAHYA CROSS CORATERAL DAN CROSS DEFAULT.

BILA . JAMINAN TERSE BUT BERUPA BENDA TIDAl< BERGERAK MAKA DIPASANG HAl< TANGGUNGAN PERINGKAT PERTAMA

UNTUK MENJAMIN HUTANG PT.A SEDANG SEBAGAI JAMINAN HUTANG DARI PT.B AKAN DIPASANG HAl< TANGGUNGAN PERINGKAT KE 2.

KLAUSE CROSS DEFAULT DAN KLAUSE CROSS CORATERAL MERUPAKAN PENGAMANAN BAGI BANK BILA SI PT.A ATAU PT.B MELAKUKAN CIDERA JANJI KEPADA BANK X. SEHINGGA BANK X BISA MELAKUKAN EKSEKUSI.

B. J.AMINAN BERUPA KAPAL LAUT BERBENDERA ASING TIDAl< DAPAT DIPASANG HIPOTEK. UNTUK DAPAT DIBEBANI DENGAN HIPOTEK KAPAL BERBENDERA ASING HARUS DIRUBAH MENJADI BERBENDERA INDONESIA DAN SETElAH DIKELUARKAN GROSE AKTA AlAS KAPAL lERSEBUl NOTARIS DAPAT MEMBUAT SURAT KUASA UNTUK MEMASANG HIPOTEK DANSELANJUTNYA HIPOTEK AKANDI LAKSANAKAN OLEH SAH BAN DAR.

C. JAMINAN BERUPA PESAWAT TERBANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1992 TENTANG PENERBANGAN DAPAT OIPASANG DENGAN HIPOTEK

PASAL 12 UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1992 BERBUNYI:

(1) PESAWAT TERBANG DAN HELIKOPTER YANG TElAH MEMPUNYAI TANDA PENOAFTARAN DAN KEBANGSAAN INDONESIA DAPAT DIBEBANI HIPOTEK

(2) PEMBEBANAN HIPOTEK PADA PES.AWAT TERBANG DAN HELIKOPTER SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT HARUS DIDAFTARKAN.

(3) KETENTUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT (2)

DIATUR LEBIH lANJUT DENGAN PERATURAN

PEMERINTAH.

...

SAM PAl SAAT IN. PERATURAN PEMERINTAH YANG MERUPAKAN PELAKSANMN DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1992 BELUM ADA, MAKA PESAWAT TERBANG TIDAK DAPAT DIBEBANI DENGAN HIPOTEK

DALAM PRAKTEK BEBERAPA BANK MEMINTA AGAR DIBUAT DENGAN FIDUSIA, HAL INI TIDAl< BENAR DAN TIDAK AKAN DITERIMA PENDAFTARANNYA DI KANTOR FIDUSIA. MENGINGAT FIDUSIA HANYAlAH UNTUK BENDA-BENDA BERGERAK BAlK YANG BERWUJUD MAUPUN YANG TIDAK BERWUJUD ATAU BENDA TIDAl< BERGERAK YANG TIDAl< DAPAT DIBEBANI DENGAN HAl( TANGGUNGANIHIPOTEK

PADA KENYATAANNYA ADABEBERAPA BANK YANG MEMBUAT AKTA FIDUSIA DENGAN CARA YANG DIFIDUSIAKAN ADAlAH ME SIN YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI PESAWAT. HAL ITU MUNGKIN APABILA MESIN TERSEBUT MASIH DAlAM TER-URAI DAN BUKAN MERUPAKAN PESAWAT YANG SUDAH TERREGISTRASI.

ARSIP jDOKUMENT ASI NOTARISjPPAT

HERMAN ADRIANSYAH SH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->