Sei sulla pagina 1di 2

Ciri-Ciri

1) Bentuk
tubuh
2) Alat gerak
3) Seks / jenis
kelamin
4) S.
Reproduksi
5) Cangkok/
cangkang
6) S. Per.
Darah

Contoh
species

Amphineura
Pipih
Perut

MOLLUSCA
Kelas
Scapopoda
Gastropoda
Tongkat/gadin Kerucut
g ujung
runcing
Perut sbg.
Kaki di mulut
kaki

Hermaphrodit
e

Gonochoris

Fer. eksternal

Fer. eksternal

Berada di luar

Terbuka

Chiton

Bivalvia
Bulat pipih
Kaki pipih
tipis

Hermaphrodit
e

Hermaphrodit
e

Fer. internal

Fer. internal

Dentalium
entale

Tentakel
Gonochoris

Fer. internal

Berada di luar

Terbuka

Cephalopoda
Sekoci/gelend
ong

Berada di luar
(tp ada yg
gapunya
cangkang)
Terbuka

Acantina
fulica

Dua keping di
bagian luar

Tertutup
(usus nembus
jantung)
Margaritiferra
(Kerang
mutiara)

Umum tanpa
cangkok.
Kalau ada, di
dalam.
Tertutup
ganda
Octopus
(Gurita)

Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar.
Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site).
Pembersihan on-siteadalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan
lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian
dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut
dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki
yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut.
Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah
dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan
rumit.
Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan
mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau
mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak
beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton Muhibuddin, salah satu
mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular
arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak
langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung, karena kemampuannya
menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung karena

menstimulir pertumbuhan mikroorganisme


tertentu, jamur dan sebagainya.

bioremediasi

lain

seperti

bakteri